Senin, November 2, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 199

Polri Gelar Dialog Publik, Dorong Ekonomi Nasional Inklusif dan Berkelanjutan Melalui Penguatan Kamtibmas

KENDARIKINI.COM – Divisi Humas Polri menggelar kegiatan Dialog Publik bertajuk “Semangat Kebangkitan Menuju Ekonomi Nasional yang Inklusif dan Berkelanjutan Melalui Penguatan Kamtibmas yang Kondusif”, Selasa (27/5). Kegiatan ini menjadi wadah diskusi antara Polri, akademisi, dan mahasiswa dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya stabilitas keamanan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Acara dibuka oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keamanan dan ekonomi memiliki keterkaitan yang erat dan saling memengaruhi.

“Polri menyadari betul adanya keterkaitan erat antara keamanan dan pertumbuhan ekonomi, di mana stabilitas keamanan menjadi prasyarat bagi perkembangan ekonomi, dan sebaliknya,” ujar Brigjen Trunoyudo. Ia juga menambahkan bahwa Polri terus mendorong kolaborasi dan komunikasi dengan generasi muda untuk memperkuat semangat kebangsaan dalam mewujudkan kondisi kamtibmas yang kondusif.

Dialog ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan perspektif terkait sinergi antara keamanan dan ekonomi dalam konteks pembangunan nasional.

Erick Armudito, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan bahwa keamanan nasional adalah fondasi utama pembangunan. Ia menekankan bahwa keterlibatan Polri, TNI, dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk menghadapi berbagai potensi ancaman, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan stabilitas yang terjaga, proses pembangunan dapat berjalan optimal,” jelas Erick.

Sementara itu, Dr. Tauhid Ahmad menyoroti pentingnya penurunan economic overhead cost agar target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai. Ia menyebut bahwa biaya-biaya tidak resmi seperti pungli, premanisme, dan ketidakpastian hukum masih menjadi hambatan utama dalam menciptakan iklim investasi yang sehat.

“Penegakan hukum yang konsisten dan penciptaan alternatif ekonomi yang positif sangat penting agar masyarakat tidak terjerumus ke dalam praktik ilegal yang merugikan perekonomian nasional,” ujarnya.

Melalui dialog ini, Divhumas Polri berharap dapat memperkuat sinergi antar elemen bangsa dan menumbuhkan semangat kolektif dalam menghadapi tantangan global. Polri menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan sebagai fondasi untuk mewujudkan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.*

PT Vale Tegaskan Hilirisasi Keberlanjutan Lewat Aksi Nyata di Hari Lingkungan Hidup

KENDARIKINI.COM – Dalam semangat membangun masa depan hijau dan bertanggung jawab, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), melalui site Pomalaa yang merupakan bagian dari grup MIND ID, memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan melalui serangkaian aksi nyata di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025. Mengusung tema nasional “Hentikan Polusi Plastik” yang sejalan dengan kampanye global, PT Vale menjadikan momen ini sebagai refleksi strategis dan akselerasi hilirisasi nilai keberlanjutan (sustainability downstreaming) di sektor pertambangan.

Selama lebih dari lima dekade hadir di Indonesia, PT Vale terus berinovasi dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam setiap aspek operasi. Perusahaan menyadari bahwa keberhasilan operasional tidak dapat dipisahkan dari perlindungan ekosistem dan keterlibatan masyarakat.

“Bagi kami, Hari Lingkungan Hidup adalah kompas strategis—bukan sekadar seremoni. Ia mengingatkan bahwa masa depan industri nikel yang berkelanjutan dimulai dari akar: bumi yang lestari, masyarakat yang peduli, dan praktik yang bertanggung jawab,” ujar Moh. Rifai, Head of Pomalaa Project.

Rangkaian kegiatan dimulai dari apel bersama yang diikuti oleh ratusan karyawan dan mitra kerja, dilanjutkan dengan senam masal sebagai simbol keharmonisan antara manusia dan alam, serta aksi tanam pohon di area sekitar dormitory IGP Pomalaa. Penanaman pohon ini mencerminkan filosofi “menanam untuk menuai keberlanjutan” yang menjadi nilai dasar PT Vale.

Sebagai bagian dari upaya menghentikan polusi plastik, PT Vale memperkenalkan pendekatan inovatif dalam pengelolaan limbah, antara lain:
• Pengurangan 15,84% plastik dari total sampah melalui program 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
• Konversi 56,49% sampah organik menjadi kompos dan pakan maggot.
• Rencana mendaur ulang plastik menjadi polybag untuk mendukung program pembibitan—kontribusi nyata terhadap ekonomi sirkular.

“Kami tidak hanya menekan dampak negatif, tapi mengubah limbah menjadi nilai tambah untuk mendukung penghijauan dan ekonomi lokal,” tambah Rifai.

Memahami bahwa perubahan dimulai dari edukasi, PT Vale turut menggelar berbagai program edukatif selama Juni 2025:
• Kampanye Gaya Hidup Berkelanjutan untuk karyawan dan komunitas.
• Lomba Lukis dan Kuis Lingkungan bagi siswa TK/SD sebagai sarana penanaman kesadaran sejak usia dini.
• Penanaman pohon serentak dengan melibatkan masyarakat sekitar operasi.

Inisiatif ini merupakan bagian dari long-term sustainability strategy PT Vale yang sejalan dengan Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2045. Sebagai bagian dari grup MIND ID, PT Vale berkomitmen menjadi motor penggerak pertambangan yang tidak hanya produktif, tetapi juga restoratif dan transformatif.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya hasil dari teknologi atau regulasi, tapi dari nilai dan kesadaran kolektif. Hari ini, kami tidak hanya menanam pohon. Kami menanam masa depan,” tutup Rifai.*

Empat Pesepakbola Belanda Resmi Jadi Pertiwi untuk Timnas Putri Garuda

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan olahraga nasional dengan memberikan kewarganegaraan kepada empat atlet sepak bola wanita melalui mekanisme naturalisasi.

Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU), Widodo, yang didampingi oleh Plh. Direktur Tata Negara Direktorat Jenderal AHU (Ditjen AHU), Hantor Situmorang, resmi melakukan pengambilan sumpah dan janji setia pewarganegaraan yang berlangsung di Jakarta, Selasa 10 Juni 2025.

Empat atlet tersebut adalah pertama Emily Julia Frederica Nahon memiliki garis keturunan Indonesia dari ayahnya yang neneknya lahir di Bogor, Jawa Barat, bek ptengah yang berkarir pada musim 2023/2024 dipromosikan ke Tim U-19 ADO Den Haag (Level 1 Belanda) dan kerap kali bermain di Tim Senior. Atlet kedua naturalisasi selanjutnya Felicia Victoria de Zeeuw, memiliki garis keturunan Indonesia yakni nenek dari ibunya lahir di Jakarta, gelandang serang handal yang sebelumnya berkarir pada musim 2021/2022 dipromosikan ke Tim U-16, dan pada musim 2022/2023 pada musim 2023/2024 dipromosikan ke Tim U-19, dan pada musim 2024/2025 bermain dengan Tim Senior ADO Den Haag (Level 1 Belanda) kembali lagi dipromosikan ke Tim U-17.

Ketiga, Iris Joska de Rouw yang akan diandalkan sebagai kiper Timnas sepakbola wanita yang memiliki garis keturunan Indonesia dari neneknya yang lahir di Lumajang, Jawa Timur, sebelumnya menghabiskan 3 musim di tim Youth Sparta Rotterdam (2019 – 2022) dan saat ini dipromosikan ke tim senior Sparta Rotterdam. Terakhir yakni Isa Guusje Warps memiliki garis keturunan Indonesia dari neneknya yang lahir di Padang, Sumatera Barat, sebagai penyerang andalan sayap kanan yang sebelumnya berkarir di Klub asal Belgia yaitu KRC Genk Ladies (Level 1 Belgia) dan bergabung dengan Tim Senior sampai akhir musim 2023/2024, dan saat musim 2024/2025 ia kembali berlabuh ke Tim asal Belanda yaitu NAC Breda (Level 1 Belanda).

Widodo dalam sambutannya menegaskan, bahwa naturalisasi bukan sekadar perubahan status kewarganegaraan semata.
“Momentum ini bukan hanya sekedar tentang perubahan status kewarganegaraan semata, namun juga tentang harapan dan cita-cita besar dalam rangka membangun kemajuan Indonesia,” ujar Widodo.

Naturalisasi Atlet diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, di mana dalam hal ini pewarganegaraan dilakukan melalui mekanisme kepentingan negara atau bagi orang asing yang telah berjasa bagi negara.

Pada proses naturalisasi ini Kementerian Hukum juga didukung oleh Tim antar Kementerian/Lembaga yang tergabung dalam Tim Pemeriksa dan Penelitian Pemberian Pewarganegaraan (TP4) yang terdiri dari Kementerian Hukum dalam hal ini Ditjen AHU, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Organisasi Olahraga yang terkait. Serta partisipasi semua pihak, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Badan Intelijen Negara dan PSSI.

Selain itu para atlet juga harus melalui serangkaian tahapan termasuk mengikuti rapat dalam rangka meminta pertimbangan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).

Bertambahnya 4 pesepakbola wanita dalam skuad Tim Nasional Indonesia Putri bukan merupakan hal yang baru dikarenakan sebelumnya di tahun 2024, Pemerintah juga sudah melakukan naturalisasi terhadap 2 pesepakbola wanita yaitu Estella Raquel Loupattij dan Noa Johanna Christina Cornelia Leatomu yang diharapkan dapat membuka peluang untuk tampil maksimal dalam kompetisi bergengsi skala internasional.

Beberapa agenda yang menjadi agenda jangka panjang untuk Timnas Putri adalah dapat mencapai target ranking 50 besar FIFA (10 besar Asia), lolos di setiap putaran final AFC Women Asian Cup dan lolos ke FIFA Women World Cup 2035. Hal ini merupakan cita cita besar seluruh bangsa Indonesia demikian pula Presiden Prabowo.

Widodo menambahkan, bahwa kehadiran atlet diaspora yang memiliki darah keturunan Indonesia merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan yang sama bagi mereka untuk membela Merah Putih.

Widodo juga menegaskan, komitmennya untuk mendukung semua proses naturalisasi untuk kepentingan prestasi olahraga nasional.

“Menteri Hukum sudah memberi arahan untuk mendukung dan mempercepat semua proses naturalisasi yang memiliki kepentingan prestasi nasional dan kebanggaan bangsa, tentu dengan ketentuan peraturan peundang-undangan di bidang kewarganegaraan” ujarnya

Pemerintah juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan sektor swasta, dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan kompetitif.

Kakanwil Kemenkum Sultra, Topan Sopuan, menyambut baik kabar naturalisasi empat pesepakbola putri asal Belanda untuk Timnas Garuda. Beliau menyatakan bahwa ini adalah langkah strategis yang sangat positif untuk memajukan sepak bola wanita di Indonesia. “Pewarganegaraan atlet diaspora yang memiliki darah keturunan Indonesia ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah, khususnya Kementerian Hukum, dalam mendukung prestasi olahraga nasional,” ujar Topan.

Beliau juga menambahkan bahwa proses naturalisasi ini sejalan dengan arahan Menteri Hukum untuk mempercepat setiap proses yang bertujuan meningkatkan kebanggaan bangsa melalui prestasi olahraga, tentunya dengan tetap mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Dengan bertambahnya talenta-talenta berkualitas ini, kita optimis Timnas Putri Indonesia dapat mencapai target besar seperti lolos ke FIFA Women’s World Cup 2035 dan menembus peringkat 50 besar FIFA,” tutupnya.*

Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha 1446 H, PLN UID Sulselrabar Hadirkan 80 Hewan Kurban untuk Sesama

KENDARIKINI.COM — Dalam semangat Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) melaksanakan penyembelihan dan penyaluran 80 ekor hewan kurban yang terdiri dari sapi dan kambing. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian sosial PLN kepada masyarakat.

Penyembelihan dan penyaluran hewan kurban dilakukan serentak di seluruh unit pelaksana PLN UID Sulselrabar yang tersebar di tiga provinsi: Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. Salah satu lokasi utama pelaksanaan kurban berada di Gudang Material PLN UID Sulselrabar, Makassar, yang turut dihadiri General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, bersama jajaran manajemen dan pegawai. Kegiatan berlangsung khidmat dan lancar.

Dalam sambutannya, Edyansyah menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan kurban tahun ini.

“Alhamdulillah, pada Hari Raya Iduladha ini kita bisa berkumpul untuk melaksanakan ibadah kurban. Semoga apa yang kita lakukan mendapat berkah, diridai Allah SWT, dan menjadi amal saleh bagi kita semua,” ungkapnya.

Edyansyah merinci jumlah hewan kurban yang disalurkan sebanyak 80 ekor, terdiri dari 65 ekor sapi dan 15 ekor kambing, yang akan dibagikan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sosial perusahaan dalam menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat.

“Kurban ini adalah wujud nyata kepedulian PLN dan semangat untuk berbagi kebahagiaan, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap kegiatan ini memperkuat hubungan baik antara PLN dan masyarakat,” tambahnya.

Salah satu penerima manfaat, Amir, warga Kecamatan Wajo, Makassar, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan daging kurban dari PLN.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PLN. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami. Semoga seluruh pegawai PLN diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah,” ujarnya.

Dengan semangat berbagi dan keikhlasan, PLN berharap kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi ladang amal bagi seluruh insan PLN yang terlibat. Semoga hewan kurban yang disalurkan menjadi berkah dan membawa kebaikan bagi semua pihak.*

Tebar Berkah Idul Adha, YBM PLN UID Sulselrabar Bagikan 1.000 Paket Daging untuk Warga

KENDARIKINI.COM — Dalam semangat berbagi kebahagiaan di Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) kembali menyelenggarakan program sosial bertajuk “Tebar Berkah Daging”. Program ini membagikan 1.000 paket daging sapi, masing-masing berisi satu kilogram daging, bumbu masak, dan lima kilogram beras, kepada masyarakat yang membutuhkan di beberapa wilayah Sulselrabar.

Pendistribusian paket dilakukan pada Kamis, 5 Juni 2025, dengan menyasar para marbot masjid, para kaum dhuafa, serta pondok pesantren Bollangi di Kabupaten Gowa. Program ini bukanlah bagian dari kurban, melainkan bentuk penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan dari pegawai PLN melalui YBM PLN.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, turut hadir langsung dalam kegiatan ini dan menyerahkan secara simbolis paket daging kepada penerima manfaat. Ia menyampaikan harapannya agar program ini dapat menjadi sumber kebahagiaan di momen Idul Adha, sekaligus mempererat hubungan antara PLN dan masyarakat sekitar.

“Melalui program Tebar Berkah Daging ini, kami ingin menyampaikan rasa syukur dan kepedulian dari seluruh insan PLN kepada masyarakat. Idul Adha adalah momen penuh makna, dan ini adalah wujud nyata kontribusi kami untuk saling menguatkan. Semoga berkah dan manfaatnya bisa dirasakan, tidak hanya hari ini tapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Edyansyah.

Salah seorang penerima manfaat, Iskandar (35), yang sehari-harinya bekerja sebagai pengemudi bajaj di Makassar, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa menerima paket ini. Dagingnya nanti bisa saya masak dan makan bersama istri serta dua anak saya. Terima kasih banyak kepada para pegawai PLN yang sudah menyisihkan sebagian rezekinya. Semoga Allah membalas kebaikan mereka,” ucap Iskandar dengan wajah haru.

Program “Tebar Berkah Daging” ini merupakan bagian dari komitmen YBM PLN untuk terus hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Tak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi jembatan silaturahmi antara PLN dan masyarakat penerima manfaat di momen suci Idul Adha.*

Pastikan Keandalan Listrik Selama Idul Adha 1446 Hijriah, PLN UID Sulselrabar Siagakan 79 Posko Kelistrikan

KENDARIKINI.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menyiagakan 79 posko siaga kelistrikan dan 2.678 personel guna menjaga pasokan listrik tetap aman dan andal selama perayaan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, memastikan kesiapan pasokan listrik untuk kelancaran periode Ramadan dan Idul Adha 1446 H, mulai dari sisi distribusi listrik, personel, hingga peralatan pendukung. Dirinya mencatat periode siaga Idul Adha dimulai 5–7 Juni 2025.

“Selama perayaan Idul Adha 1446 H, kami memastikan kesiapan pasokan listrik agar seluruh masyarakat bisa aman, tenteram, dan bisa menjalankan ibadah serta berkumpul dengan keluarga dalam suasana yang hangat,” ujar Edyansyah.

Edyansyah juga menegaskan bahwa dalam momen Idul Adha ini, PLN siap mengerahkan segala upaya untuk menjaga keandalan listrik dan melayani seluruh kebutuhan pelanggan agar masyarakat bisa beribadah dengan nyaman. “Berbagai upaya telah kami lakukan untuk menjaga kecukupan pasokan listrik di sistem Sulawesi Bagian Selatan,” pungkas Edyansyah.

Dirinya mencatat bahwa untuk memberikan rasa nyaman kepada pengguna kendaraan listrik yang ingin bepergian pada momen Ramadan dan Idul Fitri, PLN telah menyediakan 63 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 51 lokasi di Sulselrabar.

Edyansyah menambahkan bahwa dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat, PLN juga menyiapkan alat pendukung dalam periode siaga, di antaranya 157 genset, 34 uninterruptible power supply (UPS), 83 unit gardu bergerak (UGB), 12 crane, 294 mobil, dan 166 motor operasional. Tak hanya itu, sepuluh tim khusus Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) dengan total 85 personel juga turut disiagakan.

Di samping itu, kata Edyansyah, PLN telah melakukan pemeliharaan rutin lebih awal sehingga saat ini jaringan distribusi dalam kondisi aman. “Apabila melihat potensi atau terjadi gangguan listrik, masyarakat dapat melaporkan langsung kepada PLN melalui fitur Pengaduan di aplikasi PLN Mobile,” tutup Edyansyah.*

Momentum Idul Adha, PLN Nusantara Power UP Kendari Salurkan 7 Ekor Sapi

KENDARIKINI.COM — Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah yang jatuh pada 10 Dzulhijjah 1446 H, PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Kendari menyalurkan 7 ekor sapi qurban yang disebar ke berbagai unit pembangkit yang ada di Sulawesi Tenggara. Penyaluran ini juga menjadi bagian dari *Nusantara Volunteering Program (NPV)* sebagai bentuk aksi sosial dan kontribusi nyata dari karyawan untuk masyarakat.

Adapun rincian penyaluran hewan qurban adalah sebagai berikut:
– 3 ekor sapi disembelih di PLTD Wua-wua, Kendari
– 2 ekor sapi di ULPLTD Kolaka
– 1 ekor sapi di PLTD Wangi-wangi, Wakatobi
– 1 ekor sapi di PLTM Wining, Buton

Penyembelihan dilakukan pada hari tasyrik dengan mengedepankan prinsip kebersihan, keamanan, dan kepatuhan terhadap syariat Islam. Daging qurban dibagikan kepada masyarakat sekitar unit pembangkit, tenaga kerja lokal, serta pihak-pihak yang membutuhkan.

*Manajer PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Kendari, Bapak Moh. Furqon Akhsani,* menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ungkapan syukur sekaligus komitmen PLN dalam mempererat silaturahmi dengan masyarakat.

“Kami bersyukur dapat kembali melaksanakan ibadah qurban bersama masyarakat di sekitar wilayah kerja kami. Momentum Idul Adha ini bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang kepedulian sosial dan gotong royong. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Nusantara Volunteering Program, yang mendorong insan PLN untuk terus hadir dan memberi manfaat nyata di tengah masyarakat.”

Dengan semangat *“Berbagi Energi Keikhlasan dan Kebaikan”,* PLN Nusantara Power UP Kendari akan terus berkomitmen tidak hanya dalam penyediaan energi yang andal dan berkelanjutan, tetapi juga dalam kontribusi sosial yang berdampak positif.*

Perkara Pertambangan Kolut, Kejati Sultra Kembali Tetapkan Satu Tersangka

KENDARIKINI.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) menetapkan satu tersangka dugaan korupsi di bidang pertambangan yang merugikan negara sekitar Rp100 miliar.

Asisten Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati Sultra Zuhri saat ditemui di Kendari, Senin malam, mengatakan bahwa tersangka tersebut seorang wanita berinisial PD, yang terkait dalam penyalahgunaan wewenang Kepala Kantor Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Kolaka inisial SPI (yang sebelumnya telah ditetapkan juga sebagai tersangka dan sudah ditahan).

“Atas persetujuan sandar dan berlayar kapal pengangkut ore nikel yang menggunakan dokumen PT Alam Mitra Induk Nugraha atau PT Amin melalui Terminal Khusus Jeti PT Kurnia Mining Resources,” kata Zuhri.

Dia menyebutkan bahwa sebelum menetapkan PD sebagai tersangka, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadapnya untuk diperiksa sebagai saksi.

“Hari ini hadir memenuhi panggilan dengan diantar oleh suami yang bersangkutan,” ujarnya.

Zuhri membeberkan modus PD dalam menjalankan aksi dugaan korupsinya, dia menjadi perantara dalam pembelian ore nikel dari para penambang kepada para pembeli dengan mengarahkan mereka untuk menggunakan PT AMIN.

“Tersangka juga mengatur keluarnya tongkang-tongkang dari jety, baik menggunakan jety PT KMR maupun menggunakan jety lain sekitar wilayah PT. PJM tempat asal Ore nikel tambang dengan cara memberikan sejumlah uang kepada tersangka SPI atau syahbandar KUPP Kolaka sehingga surat persetujuan berlayar dapat diterbitkan oleh KUPP Kolaka,” beber Zuhri.

Dari perbuatan tersebut, tersangka PD menerima hasil dari penjualan dari setiap dokumen PT Amin yang digunakan untuk jual beli ore nikel.

“Akibat perbuatan tersangka PD tersebut turut menyebabkan kerugian negara sebesar kurang lebih Rp100 miliar,” jelas Zuhri.

Atas perbuatannya, tersangka melanggar Pasal 2 Ayat 1, Pasal 3, Pasal 5 Ayat 1, Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHAP Jo Pasal 64 Ayat 1.*

PT TAS Pastikan Aktivitas Perusahaan Legal dan Taat Lapor Pajak

KENDARIKINI.COM – PT Tiara Abadi Sentosa (TAS) yang beralamatkan di Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Nambo, Kota Kendari memastikan aktivitas pelabuhannya legal.

Humas PT TAS, Hendra mengatakan pihaknya telah mengantongi dua perizinan sebagai landasan pihaknya melakukan aktivitas.

“Kita memiliki dua perizinan, yang pertama perizinan TUKS (Terminal Untuk Kepentingan Sendiri), dan kedua IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus),” katanya, Rabu 10 Juni 2025.

Ia menambahkan bahwa pihaknya juga taat melakukan pembayaran pajak.

“Kami juga taat melaporkan pajak terhadap pembelian ore nikel,” tambahnya

Lanjutnya berbekal dua perizinan tersebut pihaknya juga melakukan kerjasama dengan dua pemilik IUP, yaitu PT Modern Cahaya Makmur (MCM) dan PT ST Nickel Resource (SNR).

“Kami membeli ore nikel ke kedua pemegang IUP itu, lalu kami bekerjasama dengan trader yang memiliki kuota ke pabrik, untuk melakukan penjualan,” ungkapnya.

“Untuk mobilisasi dari IUP ke Jetty kami, itu tanggung jawab kedua perusahaan pemilik IUP yang juga telah mengantongi izin penggunaan jalan,” tambahnya.

Pihaknya juga membeberkan bahwa selain mengantongi perizinan yang lengkap, pihaknya juga memberdayakan masyarakat sekitar.

“Kita pekerjakan masyarakat sekitar Jetty, dan kami juga salurkan PPM dan CSR ke masyarakat sekitar,” pungkasnya.*

Momentum Idul Adha, PT GKP Salurkan 21 Ekor Sapi untuk Masyarakat Lingkar Tambang

KENDARIKINI.COM – PT Gema Kreasi Perdana (GKP) menyerahkan bantuan 21 ekor sapi dalam rangka  Hari Raya Idul Adha 1446 H(2025). Jumlah tersebut diberikan untuk masyarakat di sekitar area tambang.

Bantuan hewan kurban tersebut diberikan melalui Perangkat Desa di masing-masing wilayah. Distribusi hewan kurban dilakukan pada 3-4 Juni 2025.

Bantuan hewan kurban, merupakan salah satu dari delapan pilar program Corporate Social Responsibility (CSR) PT GKP di bidang Sosial Keagamaan.

Pembagian hewan kurban diberikan di desa-desa yang berada di area lingkar tambang yang berada di tiga kecamatan di Kabupaten Konawe Kepulauan, yakni
Kecamatan Wawonii Tengah,
Kecamatan Wawonii Selatan dan
Kecamatan Wawonii Tenggara.

Basri Kambatu, Head of Site PT GKP mengatakan, bantuan hewan kurban kepada masyarakat sekitar area operasi pertambangan, merupakan kegiatan rutin yang sudah dilakukan PT GKP sejak 2018.

“Pembagian hewan kurban ini setiap tahun diberikan kepada masyarakat. Ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan, ” demikian jelas dia.

Dia berharap, melalui bantuan tersebut, hubungan yang sudah terjalin baik dengan masyarakat, semakin erat dan bantuan tersebut  dapat dinikmati oleh masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H.

“Alhamdulillah, setiap perayaan Idul Adha, GKP selalu memberikan bantuan hewan kurban, ” demikian ujar Muhammad Ali, tokoh agama Rokoroko Raya.

Tokoh masyarakat Nambo Jaya, Taleba Nonci juga mengatakan hal serupa. Menurut dia, PT GKP selalu hadir dan memberikan kontribusi pada setiap perayaan hari besar keagamaan, termasuk Hari Raya Idul Adha.

“Kita bersyukur, bahwa GKP selalu hadir dan memberi kontribusi kepada masyarakat. Selain sebagai bentuk kepedulian, berbagai bantuan yang diberikan semakin mempererat hubungan perusahaan dan masyarakat, ” jelas dia.

Selain pembagian hewan kurban di desa-desa di lingkar tambang, GKP juga menyalurkan hewan kurban kepada pemangku kepentingan melalui kantor Perwakilan di Kendari.*

Tolak Pencopotan Sepihak, Musyawarah Adat Kukuhkan Raja

KENDARIKINI.COM – Dalam upaya menjaga keutuhan adat dan memperkuat legitimasi kepemimpinan tradisional, Perangkat Kerajaan Moronene Keuwia-Rumbia menggelar Musyawarah Besar (Mubes) pada Selasa, 10 Juni 2025.

Musyawarah besar berlangsung khidmat di Rumah Adat Moronene Rumbia (Raha Mpu’u), Kelurahan Taubonto, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), itu menjadi penegas komitmen masyarakat adat Moronene untuk menjaga warisan leluhur di tengah gejolak internal yang memanas.
Musyawarah Besar tersebut dihadiri langsung oleh Raja Moronene-Pauno Rumbia VII, PYM Apua Mokole Alfian Pimpie, serta sejumlah tokoh adat lintas wilayah Moronene seperti Raja Moronene Poleang, sesepuh kerajaan, para Mokole Penyangga (Tukono Wonua), Bonto, Mokole Pa’aluma, Kapitalao, Tobu, Sara Ea, Tolea, Limbo, hingga Tamalaki.

Dari pertemuan adat yang berlangsung dalam suasana penuh kebijaksanaan itu, lahir lima kesepakatan penting yang menjadi pijakan hukum adat ke depan:

Pertama, Lembaga Adat Kerajaan Moronene Keuwia (LAKM-Keuwia) dinyatakan sebagai lembaga adat yang sah. Legalitasnya diperkuat melalui Akta Notaris Nomor 06 tanggal 23 Oktober 2017. Penegasan ini penting di tengah klaim-klaim sepihak yang berpotensi mengaburkan struktur adat.

Kedua, ditegaskan bahwa Lembaga Adat Moronene (LAM) bukan bagian dari LAKM-Keuwia. Keputusan ini diambil untuk memperjelas struktur organisasi adat dan menghindari tumpang tindih kewenangan yang dapat menimbulkan konflik internal.

Ketiga, seluruh perangkat adat menyatakan penolakan tegas terhadap segala bentuk upaya perpecahan dalam keluarga besar Moronene.

“Kami tidak menghendaki perpecahan. Adat adalah pemersatu, bukan pemecah,” tegas Mokole Gufron Kapita saat membacakan hasil musyawarah.

Keempat, musyawarah menetapkan bahwa Raja Moronene-Pauno Rumbia hanya dapat diganti atas tiga alasan: wafat, terbukti melakukan tindakan amoral, atau mengundurkan diri karena alasan fisik dan rohani yang sah. Dengan demikian, mekanisme suksesi kepemimpinan dijaga agar tetap sesuai dengan nilai-nilai adat yang telah turun-temurun dijunjung tinggi.

Kelima, Musyawarah Besar secara resmi mengukuhkan bahwa PYM. Apua Mokole Alfian Pimpie adalah Raja Moronene Keuwia-Rumbia yang sah.

“Keputusan ini tidak hanya sah secara adat, tetapi juga mengikat secara struktural bagi seluruh komponen masyarakat adat Moronene,” imbuh Mokole Gufron.

Mubes Kerajaan Moronene Keuwia-Rumbia ini menandai satu langkah besar dalam merawat kearifan lokal dan mempertahankan eksistensi adat di tengah perubahan zaman. Keputusan yang diambil mencerminkan kedewasaan masyarakat adat dalam menyelesaikan persoalan internal tanpa mengorbankan nilai-nilai persaudaraan.

“Adat bukan sekadar simbol, ia adalah roh dalam kehidupan kami. Dan roh itu tidak boleh dipermainkan oleh kepentingan pribadi atau kelompok,” tutup Mokole Gufron Kapita

Isu tentang pencopotan Raja Moronene Keuwia-Rumbia yang sempat mencuat ke publik pun mendapat respons tegas. PYM Apua Mokole Alfian Pimpie, yang disebut-sebut akan digantikan oleh kelompok tertentu, menyatakan bahwa wacana tersebut tidak memiliki dasar dalam hukum adat Moronene.

“Setelah mengikuti musyawarah besar ini, saya tegaskan bahwa segala bentuk pencopotan yang tidak melalui mekanisme adat yang sah adalah inkonstitusional secara adat. Itu mencederai warisan leluhur kami,” ungkapnya.

Ia pun menuding keputusan LAM yang diketuai oleh Yunus N.L tidak memiliki dasar adat dan tidak dapat dibenarkan.

“Kami, para Mokole dan perangkat adat, tidak mengakui keputusan tersebut karena tidak melalui proses musyawarah dan tidak mewakili suara keluarga besar Moronene,” tegasnya.

Perlu diketahui tambahnya bahwa satu-satunya Raja Moronene-Pauno Rumbia VII yang diakui secara sah adalah PYM Apua Mokole Alfian Pimpie.

“Pengangkatan dan penobatan raja bukan persoalan administratif semata. Itu adalah keputusan sakral yang harus didasari oleh adat, legitimasi masyarakat adat, dan restu para sesepuh. Dan sejauh ini, hanya saya (Mokole Alfian Pimpie, red) yang memenuhi semua syarat itu,” pungkasnya.*

Insiden Kapal Kandas di Pulau Bokori Dipengaruhi Cuaca Buruk

KENDARIKINI.COM – Insiden kandasnya kapal KM Alif Berkah 01 GT 91 dengan rute Langara menuju Kendari di sekitar perairan Pulau Bokori pada Selasa malam (10/6/2025) berhasil ditangani dengan cepat oleh tim terpadu.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Lapuko, Nurbaya mengatakan bahwa penyebab kandasnya KM Alif Berkah 01 adalah salah jalur pelayanan karena dihantam angin kencang.

“Pengaruh cuaca menjadi faktor utama, sehingga kapal keluar dari jalur di bagian kanan,” kata Nurbaya kepada TribunnewsSultra.com, Selasa (10/6/2025).

Ia menjelaskan bahwa penanganan insiden ini dapat diatasi dengan baik oleh tim terpadu tanpa adanya korban jiwa.

“Alhamdulillah, penanganan bersama tim terpadu mampu mengatasi semua dan tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Mengenai data kapal, Nurbaya menyatakan bahwa manifes dan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) telah diperiksa. Pihak Jasa Raharja juga telah memastikan bahwa semua penumpang dalam kondisi baik.

Nurbaya menekankan pentingnya edukasi keselamatan pelayaran yang terus-menerus dilakukan.

“Kami sebagai syahbandar tidak mesti menunggu ada kejadian ini, kami selalu memberikan pemahaman untuk edukasi. Jadi namanya apes atau kecelakaan tidak ada nama,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa edukasi tidak hanya diberikan kepada kapal penumpang, tetapi juga kapal nelayan.

Sementara itu, Pihak KUPP Lapuko akan melakukan investigasi atau pemeriksaan pendahuluan terkait kecelakaan ini dan laporannya telah disampaikan kepada kementerian.

“Sanksi untuk kapal tersebut akan ditentukan setelah hasil investigasi keluar,” pungkasnya.*

Seorang Warga Diduga Garap Hutan Lindung di Bombana Gunakan Alat Berat

KENDARIKINI.COM – Seorang warga di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), dilaporkan di Pemerintah Daerah (Pemda) Bombana karena diduga menggarap kawasan hutan lindung dengan menggunakan excavator di Desa Anugerah, Kecamatan Lantari Jaya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemda Bombana melalui Dinas Kehutanan melakukan pengecekan di lokasi yang dimaksud. Di tempat kejadian, petugas mendapati warga inisial R menggarap hutan lindung dengan menggunakan excavator.

Warga setempat yang turut menyaksikan langsung proses tersebut, Asdar menyatakan bahwa tindakan R jelas-jelas telah melanggar hukum dan mencederai upaya pelestarian lingkungan yang selama ini dijaga oleh masyarakat.

“Kami lihat sendiri, excavator sedang bekerja di hutan bakau. Itu jelas kawasan lindung. Ini menjadi bukti penting untuk dilaporkan ke aparat penegak hukum agar pelaku diproses sesuai undang-undang,” kata Asdar.

Ia menambahkan, praktik serupa telah berlangsung cukup lama dan bukan kasus pertama di Desa Anugerah. Bahkan, menurutnya, masyarakat sudah lama mengamati aktivitas ilegal tersebut, namun baru kali ini mendapat respons tegas dari pihak berwenang.

“Sudah berbulan-bulan kami resah. Aktivitas mereka makin merusak hutan. Sekarang sudah terbukti dengan alat berat di lapangan. Kami harap proses hukum berjalan dan tidak ada toleransi bagi pelanggar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Asdar menegaskan pentingnya tindakan hukum ini sebagai bentuk efek jera bagi pihak-pihak lain yang berpotensi melakukan pelanggaran serupa. Ia menilai, jika dibiarkan, kerusakan lingkungan akan meluas dan berdampak langsung pada masyarakat.

“Kami hanya ingin desa ini tetap aman, tidak rusak oleh kepentingan pribadi. Hutan lindung itu bukan warisan untuk digarap, tapi untuk dijaga. Kami harap aparat bertindak tegas dan mengawal kasus ini sampai tuntas,” tutupnya.

Sementara itu, Dinas Kehutanan saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dilokasi pihaknya menemukan seorang warga melakukan bukaan lahan dengan menggunakan excavator.

“Kemungkinan lokasi tesebut masuk dalam kawasan hutan lindung,” ungkapnya melalui telepon whatsappnya.

Namun, pihaknya akan melakukan pemetaan untuk memastikan bahwa lokasi yang digarap warga itu masuk lokasi kawasan hutan lindung atau sebaliknya.

“Setelah kita pastikan, kami serahkan kepada pimpinan,” pungkasnya.*

Konflik Warga dan PT MS Memanas, Kapolres Konsel Imbau Warga Jaga Ketertiban

KENDARIKINI.COM — Kapolres Konawe Selatan (Konsel), AKBP Febry Sam, S.I.K., M.Si., mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban pasca terjadinya dugaan penganiayaan di Kecamatan Angata.

Insiden tersebut bermula pada Jumat (6/6/2025), ketika sejumlah warga Kecamatan Angata menggelar aksi protes terhadap PT. Marketindo Selaras (MS) terkait sengketa lahan perkebunan. Ketegangan meningkat hingga terjadi bentrokan antara warga dan pihak perusahaan, mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polres Konsel bersama jajaran Polsek dan didukung personel Brimob Polda Sultra melakukan pengamanan ekstra yang dipimpin langsung oleh Kapolres.

Kapolres Konsel menyampaikan bahwa proses hukum saat ini telah memasuki tahap penyidikan. Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Konsel telah menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam kasus ini, dan yang bersangkutan kini telah diamankan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Sulawesi Tenggara untuk menjalani proses lebih lanjut.

“Proses penyelidikan dan penyidikan masih terus dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain yang terlibat dalam peristiwa beberapa hari lalu,” tegas AKBP Febry Sam.

Ia juga kembali mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Konsel untuk tetap menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif. “Saya mengajak masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan. Mari kita jaga keamanan dan ketertiban bersama demi ketenangan di wilayah kita,” tutupnya.*

Momentum Idul Adha, KUPP Kelas III Kolaka Bagikan Daging Kurban ke Masyarakat

KENDARIKINI.COM – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Kolaka melaksanakan pemotongan 3 (Tiga) Ekor Sapi Hewan Kurban di momentum Idul Adha 1446 Hijriah/ 2025 Masehi.

Usai melakukan pemotongan, KUPP Kolaka membagikan hewan kurban tersebut ke masyarakat sekitar kantor yang membutuhkan.

Selain itu KUPP Kolaka juga membagikan daging kurban ke Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).

Kepala KUPP Kelas III Kolaka, Lukmanul Hakim mengatakan bahwa kegiatan ini selain menjalankan perintah agama juga ajang untuk mendekatkan diri terhadap masyarakat.

“Ini juga ajang mendekatkan diri dengan masyarakat sekitar, bahwa kantor kami ada, dan bisa memberi manfaat untuk masyarakat sekitar,” katanya, Sabtu 7 Juni 2025.

Lanjut Lukman bahwa momentum perayaan Idul Adha dan pembagian hewan kurban ini sebagai momentum mencari berkah.

“Semoga dengan kegiatan ini kita bisa menjadi ladang berkah bagi kita semua,” pungkasnya.

Untuk diketahui ketiga sapi tersebut merupakan sumbangsih perusahaan mitra KUPP Kelas III Kolaka.*

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, WALHI Desak Hentikan Ekspansi Tambang Nikel dan Selamatkan Pulau Kabaena

KENDARIKINI.COM – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Tenggara menyerukan penghentian ekspansi industri tambang nikel yang terus menggerus ruang hidup rakyat, merusak ekosistem pesisir, dan memperparah ketimpangan pembangunan di wilayah-wilayah rentan seperti Pulau Kabaena.

Pulau Kabaena di Kabupaten Bombana menjadi contoh nyata ketimpangan struktural dalam pengelolaan sumber daya alam. Meski menjadi salah satu pusat eksploitasi nikel, masyarakat Kabaena justru menghadapi kerusakan infrastruktur jalan, krisis air bersih, degradasi lingkungan, dan lemahnya akses pelayanan dasar.

“Ada ironi besar di Kabaena: kekayaan alam dikeruk, tapi jalanan penuh lubang, air bersih sulit didapat, dan masyarakat hanya menerima debu dan kerusakan. Ini bukan pembangunan, tapi bentuk baru dari ketidakadilan ekologis,” ujar Andi Rahman, Direktur WALHI Sulawesi Tenggara.

Data WALHI mencatat bahwa ekspansi tambang nikel di Sulawesi Tenggara tidak hanya menyebabkan deforestasi dan pencemaran air, tapi juga mengganggu ketahanan pangan lokal, menghancurkan kebun rakyat, serta merampas wilayah tangkap nelayan. Pulau-pulau kecil seperti Kabaena dan Labengki kini menghadapi tekanan ekologis yang jauh melampaui daya dukungnya.

Momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, WALHI mengajak untuk menolak model pembangunan yang menghancurkan pulau-pulau kecil atas nama transisi energi. Transisi yang adil tidak boleh dibangun di atas reruntuhan ruang hidup rakyat dan kehancuran ekosistem.

“Jika negara sungguh-sungguh ingin menjaga lingkungan hidup dan masa depan generasi, maka penyelamatan pulau-pulau kecil dan penghentian ekspansi tambang adalah langkah mendesak,” tegas Andi Rahman.

WALHI Sultra mendesak pemerintah untuk :

1. Memberlakukan moratorium tambang nikel di wilayah pulau-pulau kecil dan pesisir.
2. Mencabut izin-izin tambang yang terbukti merusak lingkungan dan melanggar hak masyarakat.
3. Memulihkan infrastruktur dan ekosistem yang rusak akibat aktivitas pertambangan.
4. Menghentikan praktik pengelolaan tambang yang eksploitatif dan tidak transparan.
5. Mengutamakan perlindungan wilayah kelola rakyat sebagai bagian dari keadilan ekologis.*

WALHI Sultra: Revisi RTRW Jangan Hanya Layani Kepentingan Elit dan Investor Industri Nikel

KENDARIKINI.COM – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Tenggara mengkretik revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Tenggara yang dinilai sarat kepentingan elit politik dan investor, khususnya dari industri pertambangan nikel. Revisi ini tidak berpihak pada perlindungan lingkungan hidup dan hak-hak masyarakat lokal, serta mengabaikan prinsip keadilan ekologis.

“Revisi RTRW ini adalah bentuk legalisasi penghancuran ruang hidup rakyat dan kerusakan lingkungan demi kepentingan modal. Ini bukan tata ruang untuk rakyat, melainkan peta jalan eksploitasi yang disusun oleh dan untuk oligarki tambang,” tegas Direktur Eksekutif WALHI Sultra, Andi Rahman.

Salah satu sorotan utama WALHI adalah legalisasi dan perluasan izin pertambangan nikel di pulau-pulau kecil seperti Kabaena (Kabupaten Bombana) dan Wawonii (Kabupaten Konawe Kepulauan) yang jelas bertentangan dengan prinsip perlindungan pulau kecil dan pesisir, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 juncto UU No. 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

“Kegiatan tambang di pulau kecil jelas melanggar hukum dan mengancam ekosistem pesisir, sumber air, serta ruang hidup masyarakat yang sangat terbatas. Revisi RTRW seolah memberikan legitimasi pada aktivitas ilegal ini,” tambahnya.

Selain itu, WALHI juga menyoroti dampak nyata dari perubahan tata ruang di wilayah Morosi, Kabupaten Konawe, yang kini menjadi kawasan industri nikel skala besar.

Perubahan fungsi ruang yang semula merupakan kawasan perikanan dan pertanian rakyat menjadi kawasan industri telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius, seperti pencemaran Sungai Konaweeha, hilangnya sumber air bersih, meningkatnya emisi debu dan polusi udara, serta konflik sosial akibat perampasan lahan. Hal ini menunjukkan bagaimana revisi tata ruang yang berorientasi pada investasi justru memperburuk kondisi ekologis dan merugikan masyarakat lokal.

Poin-Poin Kritikal dalam Revisi RTRW Sultra:

Legalisasi Aktivitas Tambang di Pulau Kecil,Tambang nikel yang telah beroperasi maupun yang sedang mengajukan izin di Pulau Kabaena dan Wawonii tetap dipertahankan bahkan dilegalkan dalam revisi RTRW, meskipun bertentangan dengan aturan perlindungan pulau kecil dan tata ruang sebelumnya.

Perubahan Fungsi Kawasan Lindung, Banyak wilayah yang sebelumnya berstatus lindung diubah menjadi zona industri dan pertambangan, termasuk di wilayah tangkapan air dan hutan lindung, mempercepat kerusakan ekologis.

Minim Partisipasi Publik dan Transparansi, Proses revisi dilakukan secara tertutup, tanpa pelibatan komunitas terdampak, masyarakat adat, nelayan, dan akademisi independen.
Memperkuat Ekspansi Smelter dan Kawasan Industri, Revisi RTRW juga memfasilitasi ekspansi kawasan industri dan smelter nikel, seperti di Morosi, Pomalaa, dan Mandiodo, yang telah terbukti menyebabkan pencemaran udara dan air, serta konflik sosial.

WALHI Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa revisi RTRW ini cacat secara prosedur dan substansi, serta bertentangan dengan berbagai regulasi nasional tentang perlindungan lingkungan, pulau kecil, dan hak masyarakat. Kami mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan DPRD untuk mengkaji ulang dan melibatkan partisipasi masyarakat maupun NGO dalam proses pembahasan revisi RTRW, serta meminta Kementerian ATR/BPN tidak mengesahkan dokumen tata ruang yang bermasalah ini.

“Jika revisi ini tetap dipaksakan, maka krisis ekologis di Sultra akan semakin parah. Pulau-pulau kecil akan hancur, konflik sosial meningkat, dan rakyat terus dikorbankan atas nama investasi,” tutupnya.*

Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf sambut Macron di Borobudur

KENDARIKINI.COM – Setelah datang ke Akademi Militer Magelang pada hari keduanya di Indonesia, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi Candi Borobudur di Kab. Magelang, Jawa Tengah.

Presiden Macron yang didampingi oleh Presiden Prabowo tiba di komplek Borobudur pukul 14:00 WIB dan langsung disambut oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, sebelum akhirnya berkeliling melihat situs Warisan Dunia ini.

Dalam sambutan nya, Presiden Prabowo merasa terhormat dapat menemani kunjungan bersejarah Presiden Macron kali ini. Ia optimis bahwa kerjasama yang erat antar kedua negara dapat menghasilkan banyak hal strategis.

“Saya percaya dan Optimis bahwa kemitraan kita akan berlanjut dan menjadi jembatan bagi budayawan, seniman, pelaku ekonomi kreatif, dan semua tokoh-tokoh masyarakat kedua negara kita”.

Menekraf, Teuku Riefky menyampaikan bahwa kunjungan ke Borobudur ini merupakan penghargaan dari Pemerintah Prancis terhadap Karya Agung kreativitas masa lampau dari leluhur kita. Ini seperti yang disampaikan Menteri Rasyida Dati saat berkunjung ke kantor Kementerian Ekraf, Kemarin sore, Rabu, 28/05.

“Tentu kita merasa bangga dan terhormat dengan kunjungan Presiden Macron. Ini adalah bentuk pengakuan atas kreativitas bangsa kita. Borobudur menjadi Inspirasi dan modal kreativitas bagi pegiat kreatif kita yang harus terus dikembangkan”, ungkap nya.

Sementara itu, Menteri Riefky menyampaikan bahwa kunjungan ini menandakan keseriusan Prancis dalam menjadikan Indonesia sebagai Mitra Strategis pengembangan sektor Ekonomi Kreatif.

“Kemarin, kami menandatangani MoU kerjasama kedua negara di Istana, kemudian menerima kunjungan menteri Rasyida dati, dan hari ini berada di Magelang. Ini awal dari kerjasama yang konkret, setara, dan saling menguntungkan”, tutup nya.

Sebagaimana diketahui, MoU sektor Ekonomi Kreatif Indonesia-Prancis meliputi Games, Film, Animasi, Series, Fesyen, Design, dan Kriya. Berbagai aktivasi kegiatan bersama akan dilakukan di kedua negara.

Setelah dari Candi Borobudur, Rombongan Presiden Macron akan bertolak langsung ke Bandara Yogyakarta Internasional Airport untuk kemudian melanjutkan kunjungan kenegaraan nya ke negara lainya.*

Antisipasi Aksi Premanisme dan Gangguan Kantibmas, Polresta Kendari Patroli Cipkon

KENDARIKINI.COM – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polresta Kendari terus menggencarkan patroli malam secara rutin. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya aksi premanisme dan potensi gangguan kamtibmas, khususnya pada jam-jam rawan di malam hingga dini hari.

Patroli yang melibatkan personel dari Sat Samapta Polresta Kendari menyasar sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polresta Kendari, seperti kawasan pemukiman, tempat rawan terjadi tindak pidana, serta area publik yang kerap dijadikan tempat berkumpulnya kelompok pemuda.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan dan pembubaran terhadap kelompok pemuda yang masih beraktivitas pada tengah malam. Langkah ini dilakukan secara humanis namun tegas, guna mencegah potensi terjadinya tindakan kriminal maupun gangguan ketertiban umum.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Eko Widiantoro,S.I.K.,M.H menegaskan bahwa patroli malam merupakan komitmen Polresta Kendari dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa lingkungan tetap kondusif dan masyarakat dapat beristirahat dengan tenang tanpa gangguan dari aktivitas yang tidak semestinya terjadi pada malam hari,” ujarnya.

Selain membubarkan kerumunan, patroli juga digunakan sebagai sarana dialog dengan warga yang masih beraktivitas, untuk mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lingkungan serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kamtibmas.

Polresta Kendari mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pemuda, untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah pada larut malam apabila tidak ada keperluan mendesak. Kepatuhan terhadap aturan dan kesadaran bersama akan menjadi kunci terciptanya suasana aman dan nyaman di Kota Kendari.*

Jelang Idul Adha, Pemprov Sultra Ikuti Rakor Inflasi

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan pembahasan strategi menjaga pertumbuhan ekonomi. Rakor ini merupakan agenda rutin mingguan yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) secara virtual melalui Zoom Meeting. Jajaran Pemprov Sultra mengikuti kegiatan ini dari Ruang Rapat Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sultra.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan dihadiri oleh sejumlah narasumber penting dari kementerian dan lembaga terkait. Beberapa di antaranya adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono, Staf Ahli Menteri Pertanian Suwandi, serta Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi dari Bapanas Nita Yulianis.

Dari jajaran Pemprov Sultra, turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Asisten II Setda, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kepala Biro Perekonomian, serta perwakilan dari Bank Indonesia, BPS, Bulog, dan sejumlah dinas terkait lainnya.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga pertumbuhan ekonomi di wilayah masing-masing. Menurutnya, angka pertumbuhan ekonomi harus menjadi indikator utama dalam menilai kinerja kepala daerah.

“Angka pertumbuhan ekonomi harus menjadi perhatian dari seluruh kepala daerah, karena kerja kepala daerah itu yang paling utama dari angka pertumbuhan ekonomi,” ujar Mendagri.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bahkan, kenaikan sekecil 1 persen sekalipun dapat membawa dampak signifikan jika dibarengi dengan pemerataan. Sebaliknya, jika angka pertumbuhan ekonomi rendah atau bahkan negatif, maka kondisi sosial akan memburuk, termasuk meningkatnya kemiskinan dan permasalahan seperti stunting.

“Kalau angka pertumbuhan ekonominya minus, daerah itu mundur. Yang miskin makin miskin, nanti jangan berpikirlah untuk menangani kemiskinan ekstrem kalau ekonomi tidak tumbuh,” tandas Mendagri.

Lebih lanjut, Mendagri menyampaikan bahwa pada triwulan I tahun 2025, pertumbuhan ekonomi nasional secara year-on-year (yoy) tercatat sebesar 4,87 persen. Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menargetkan angka pertumbuhan ekonomi nasional dapat mencapai 8 persen pada tahun 2029. Target ambisius ini, menurut Mendagri, menuntut kerja sama dan dukungan aktif dari seluruh kepala daerah di Indonesia.

Sebagai bagian dari strategi nasional, Kemendagri bersama kementerian dan lembaga terkait tengah menyusun pendekatan baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, mengacu pada kesuksesan pendekatan kolaboratif dalam pengendalian inflasi. “Kita berusaha membuat rumus baru meniru keberhasilan inflasi, dari daerah-daerah kita minta daerah-daerah juga bergerak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah masing-masing,” ungkap Mendagri.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy memaparkan bahwa Bappenas sebagai lembaga perencana pembangunan nasional memiliki tugas menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), rencana kerja pembangunan nasional (RKPN), serta melakukan koordinasi terhadap berbagai kegiatan pembangunan di Indonesia.

Ia menekankan pentingnya pengendalian inflasi sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional. Menurutnya, inflasi yang tinggi tidak hanya memengaruhi harga di pasar, tetapi juga daya beli masyarakat yang berujung pada peningkatan angka kemiskinan.

“Menjaga inflasi adalah pilar penting dalam memastikan keberlanjutan pembangunan. Juga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi,” tegas Rachmat. Ia menambahkan bahwa inflasi yang tidak terkendali dapat menggerus pendapatan masyarakat dan menurunkan daya beli, yang pada akhirnya memperbesar jumlah penduduk miskin.

Ia mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga inflasi tetap rendah, menyesuaikan dengan kondisi dan karakteristik ekonomi masing-masing wilayah.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini memaparkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) M4 Mei 2025 berdasarkan hasil pencatatan SP2KP hingga 23 Mei 2025. Tercatat bahwa sebanyak 33 provinsi mengalami penurunan IPH dibandingkan bulan sebelumnya, sementara 5 provinsi lainnya mengalami kenaikan. Komoditas utama penyumbang kenaikan IPH di wilayah tersebut adalah cabai rawit dan cabai merah.

Di wilayah luar Pulau Sumatera dan Jawa, Sulawesi Tenggara termasuk daerah yang mengalami kenaikan IPH, khususnya di Kabupaten Kolaka Timur dengan perubahan IPH sebesar 1,83 persen. Komoditas utama yang memberikan andil terhadap kenaikan ini antara lain beras, cabai merah, dan cabai rawit.

Usai mengikuti rakor pengendalian inflasi, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Asrun Lio, menyampaikan bahwa melalui rapat ini, pihaknya harus membuat laporan untuk disampaikan kepada pimpinan secara rutin, sebagai bagian dari upaya memantau perkembangan inflasi di daerah. Laporan mingguan tersebut disusun sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut pengendalian harga kebutuhan pokok. Ia juga menegaskan pentingnya pemantauan harga-harga di pasar, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan seperti Iduladha, guna mengantisipasi gejolak harga serta menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.*

Gubernur Sultra: Koperasi Merah Putih Upaya Strategis Pembangunan Ekonomi Desa

KENDARIKINI.COM — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., secara resmi membuka agenda strategis pembentukan Koperasi Merah Putih di Aula Bahteramas, Kantor Gubernur Sultra, Minggu (25/5/2025). Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan ekonomi desa dan kelurahan di Bumi Anoa melalui penguatan kelembagaan koperasi berbasis potensi lokal.

Acara ini turut dihadiri Wakil Menteri Desa dan Daerah Tertinggal, Staf Khusus dan Staf Ahli Menteri Desa, Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, perwakilan dari Kemenko Pangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Direktur Organisasi Kemasyarakatan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Wakil Gubernur Sultra, Forkopimda Sultra, Ketua DPRD Provinsi, para bupati/wakil bupati, Sekretaris Daerah Sultra, Para pejabat lingkup pemprov Sultra dan Kab/Kota, camat, lurah, kepala desa se-Sultra, serta perwakilan instansi vertikal dan organisasi masyarakat.

Gubernur Sultra Dorong Percepatan Koperasi Merah Putih

Dalam sambutannya, Gubernur Sultra menegaskan dukungan penuh terhadap program nasional pembentukan Koperasi Merah Putih yang diinisiasi Presiden RI, Prabowo Subianto. Ia menilai program ini sangat strategis karena menyentuh langsung sendi-sendi ekonomi masyarakat desa dan menjadi solusi konkret dalam memperkuat sektor pertanian, UMKM, dan ketahanan pangan lokal.

“Sebanyak 2.285 desa dan kelurahan di Sulawesi Tenggara ditargetkan membentuk koperasi desa-kelurahan paling lambat akhir Juni 2025. Hingga 24 Mei pukul 18.00, telah dilakukan musyawarah desa dan pembangunan kelurahan khusus di 1.557 desa dan kelurahan atau sekitar 68,1 persen. Akta notaris telah terbit untuk 58 koperasi, dan 113 koperasi lainnya masih dalam proses,” terang Gubernur.

Ditambahkan Gubernur, “Ditargetkan pada 31 Mei 2025, seluruh desa dan kelurahan di Sulawesi Tenggara telah menyelesaikan musyawarah desa maupun musyawarah pembangunan kelurahan, khususnya dalam menentukan pembentukan koperasi desa dan kelurahan. Momen silaturahmi ini menjadi langkah penting dalam menyatukan komitmen untuk mempercepat realisasi Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah Sultra.”

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, Gubernur menjanjikan hadiah berupa satu unit motor bagi setiap kepala desa yang berhasil memenuhi target pembentukan koperasi. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan seluruh aparat desa untuk menyukseskan amanah Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.

“Kalau ini berhasil, tidak ada lagi alasan masyarakat desa hijrah ke kota. Desa akan menjadi tempat yang menjanjikan dan sejahtera,” tambahnya.

Menteri Yandri: Koperasi Merah Putih Pilar Kesejahteraan Desa

Menteri Desa PDTT, H. Yandri Susanto, dalam pidatonya menyampaikan bahwa kehadirannya di Sultra merupakan bentuk keseriusan pemerintah pusat dalam membangun Indonesia dari desa. Ia menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih bukan sekadar program, tetapi gerakan besar yang terintegrasi secara nasional.

“Koperasi Merah Putih ini adalah mandat langsung Presiden RI, dan telah dituangkan dalam Keppres Nomor 9 Tahun 2025. Gubernur akan menjadi Ketua Satgas di tingkat provinsi, sedangkan bupati/wali kota menjadi ketua di tingkat kabupaten/kota. Kami tidak akan membebani Dana Desa karena proses pendirian koperasi ini didukung penuh oleh pemerintah pusat,” jelas Yandri.

Menurutnya, koperasi yang akan dibentuk di desa dan kelurahan ini memiliki tiga fungsi utama: sebagai koperasi kebutuhan pokok (beras, pupuk, dan sembako), koperasi simpan pinjam, dan koperasi kesejahteraan masyarakat.

“Ini bukan angan-angan. Sudah ada BUMDes dari Banten yang produknya sampai ke Prancis. Ini bukti bahwa desa bisa mendunia,” tegas Menteri Yandri.

Ia menambahkan, keberadaan koperasi di desa juga akan memperbaiki distribusi pangan nasional dan menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas harga. Kementerian akan menugaskan notaris, memfasilitasi proses hukum, serta menyiapkan Surat Edaran dan regulasi anggaran untuk mendukung kelangsungan koperasi ini.

Arah Baru Pembangunan Desa di Sultra

Sulawesi Tenggara memiliki 1.915 desa dan 377 kelurahan yang tersebar di wilayah daratan dan kepulauan. Dengan tantangan geografis yang kompleks, Gubernur menyampaikan bahwa kepala desa dan lurah adalah ujung tombak pelayanan pemerintah dan aktor kunci dalam pembangunan sosial-ekonomi masyarakat.

“Karena itu, kami dorong terus program desa ekspor, desa tematik berbasis potensi lokal, dan desa sejahtera,” jelas Gubernur.

Ia berharap masyarakat desa dapat menikmati kesejahteraan dari potensi sumber daya yang dimiliki, misalnya dengan menjadi pemasok kebutuhan logistik bagi para pekerja yang beraktivitas di wilayah mereka.

Sinergi Pusat dan Daerah Kunci Kesuksesan

Menutup sambutannya, Menteri Yandri menyampaikan apresiasi atas kesiapan Provinsi Sulawesi Tenggara dalam melaksanakan agenda percepatan pembentukan koperasi. Ia optimistis bahwa dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, program Koperasi Merah Putih akan menjadi tulang punggung ekonomi desa.

“Harapan Presiden Prabowo, Indonesia tahun 2045 harus menjadi negara maju dan rakyatnya sejahtera. Maka desa harus kuat. Dan Koperasi Merah Putih adalah kendaraan strategis menuju ke sana,” pungkas Menteri Yandri.

Acara ini ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh kepala daerah dan perangkat desa se-Sultra untuk segera menuntaskan pembentukan koperasi desa dan kelurahan paling lambat akhir Juni 2025.*

Semarak Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Vale Tegaskan Komitmen Jangka Panjang Menghargai Bumi

KENDARIKINI.COM — Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), *bagian dari MIND ID*, menegaskan kembali komitmen jangka panjangnya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan pemerintah. Melalui prinsip 3P (People, Planet, Profit), PT Vale mewujudkan langkah konkret untuk mendukung Asta Cita, khususnya dalam mewujudkan Indonesia yang berkelanjutan secara lingkungan, berdaulat secara ekonomi, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat.

Dalam kolaborasi bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), PT Vale turut serta dalam kampanye nasional “Akhiri Sampah Plastik” dengan terlibat dalam aksi bersih-bersih Gunung Bawakaraeng dan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan daur ulang sampah plastik.

Sabtu pagi, 31 Mei 2025, tim PT Vale bersama rombongan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memulai pendakian dari Lembanna, Gowa. Di tengah keindahan alam Sulawesi Selatan, para pendaki , termasuk tujuh orang dari tim PT Vale — memungut dan mengumpulkan sekitar 15 kantong sampah non-organik dari pos pendakian Gunung Bawakaraeng.

“Kita menikmati keindahan alam Allah SWT di Sulawesi Selatan, kemudian kami bersama teman-teman pecinta alam dengan berbagai macam latar belakang menuju ke puncak Bawakaraeng sambil di jalan ada kegiatan bersih-bersih dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia, dengan tema End Plastic Pollution,” ujar Menteri Hanif Faisol.

Kehadiran PT Vale tidak hanya sebagai peserta simbolik, melainkan sebagai bagian dari komitmen yang telah berlangsung lama untuk merawat lingkungan sebagai warisan bagi generasi berikutnya. “PT Vale ikut terlibat aktif dalam kegiatan ini, karena merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kami terhadap konservasi lingkungan, untuk keberlanjutan,” jelas Umar Kasmon, Senior Manager Strategic Environmental and Reclamation PT Vale Indonesia.

Lebih dari sekadar partisipasi tahunan, PT Vale telah melakukan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di kawasan Gunung Bawakaraeng seluas lebih dari 160 hektare; sebuah wilayah yang bahkan berada di luar konsesi operasional perusahaan. Langkah ini sejalan dengan misi nasional untuk menjaga hutan dan ekosistem sebagai pilar ketahanan lingkungan dan ekonomi.

Tahap pertama dilakukan di Blok Bulutana dengan penanaman 87.780 pohon Eucalyptus, Suren, Mahoni, Puspa, Akasia, hingga buah-buahan seperti rambutan dan alpukat. Tahap kedua dilakukan di Blok Pattapang dengan penanaman 31.600 pohon produktif. “Rehabilitasi DAS ini tidak hanya berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar lewat pemanfaatan jenis tanaman produktif seperti alpukat dan rambutan,” tambah Umar.

Langkah ini mencerminkan semangat Asta Cita untuk membangun Indonesia yang berkelanjutan, dengan menyatukan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Menjawab tantangan polusi plastik, PT Vale menyelenggarakan pelatihan daur ulang plastik di Nursery Wooden House, Sorowako, pada 28 Mei 2025. Pelatihan ini melibatkan 50 peserta, khususnya ibu rumah tangga dan pengelola bank sampah binaan PT Vale, bekerja sama dengan Rappo.id, sebuah perusahaan sosiopreneur.

Dalam sesi ini, peserta diajarkan mengolah kantong plastik bekas menjadi produk ekonomis seperti dompet dan pouch — langkah kecil yang membentuk kesadaran besar. “Kemampuan daur ulang limbah kantong sampah plastik ini kita tanamkan kepada para ibu-ibu rumah tangga dan perwakilan bank sampah, agar mereka bisa menciptakan produk menarik yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat digunakan sehari-hari. Ini sekaligus untuk merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025,” tutup Umar.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, PT Vale menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan bukan sekadar kewajiban, tetapi bagian dari model bisnis berkelanjutan yang mendukung transformasi ekonomi hijau Indonesia. Kolaborasi dengan pemerintah, edukasi masyarakat, dan investasi pada rehabilitasi lingkungan adalah bentuk nyata dukungan PT Vale terhadap tujuan besar bangsa.*

Lewat Vale Runners Upaya PT Vale Tingkatkan Kualitas Hidup dan Bangun Mase Depan Lebih Baik

KENDARIKINI.COM – Lebih dari sekadar ajang olahraga, event lari bagi anggota Vale Runners −komunitas lari yang dibentuk karyawan PT Vale Indonesia Tbk (Vale), adalah salah satu cara untuk membangun gaya hidup sehat. Bisa lebih produktif bekerja, bahkan meningkatkan kesadaran untuk ‘menghargai bumi’; paling tidak terus menjaga asa mengurangi jejak karbon hingga zero.

Komitmen yang dijalankan ini sesuai dengan nilai-nilai perusahaan yakni meningkatkan kualitas hidup dan membangun masa depan yang lebih baik bagi bagi masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan mendukung kegiatan olahraga dan promosi gaya hidup sehat
Dalam visi tersebut, perseroan ingin menjadi perusahaan sumber daya alam nomor satu di dunia yang memberikan manfaat jangka panjang, melalui keunggulan dan semangat hidup untuk manusia dan lingkungan hidup . Oleh karena itu, kegiatan olahraga merupakan salah satu aspek yang penting dalam mencapai visi tersebut.

Salah satunya dengan andil pada ajang lari terbesar di Indonesia Timur, Makassar Half Marathon (MHM) 2025 yang berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu 31 Mei dan Minggu 1 Juni 2025.

Pada ajang tersebut PT Vale menurunkan lebih dari 100 orang tim yang tergabung dalam komunitas Vale Runners. Demi event ini, para anggota komunitas perusahaan pertambangan berkelanjutan itu datang dari berbagai daerah: Jakarta, Sorowako hingga Makassar. Para anggota Komunitas Vale Runners, melihat event lari juga sebagai panggung kebersamaan serta membangun semangat dan soliditas.

Sabtu subuh, menjadi ajang dimulainya keikutsertaan tersebut. Antusiasme ribuan peserta Makassar Half Marathon (MHM) sudah terlihat dari Jalan Somba Opu, Makassar. Di antara ribuan pelari, hampir seratusan di antaranya adalah para pelari yang tergabung dalam Vale Runners.
Berbaur berlari bersama seluruh tim Vale Runners, Nampak Dihari pertama Muhammad Asril, Chief Project Officer PT Vale bersama Direktur External Relations PT Vale, Endra Kusuma. Asril yang ikut memacu otot-otot kaki melintasi 5 kilometer rute 5K di Jalan Somba Opu, Benteng Rotterdam, Pattimura, Somba Opu, Bau Massepe, Jend Sudirman, Jalan Haji Bau, dan hingga berakhir kembali di Jl Somba Opu-Anjungan Pantai Losari.
Ditemui usai berlari, Muhammad Asril menyampaikan apresiasi yang besar atas event MHM tahun ini.

“Event tahun ini lebih bagus dari sebelumnya, dan kita juga ikut berkontribusi dengan hadirnya pelari PT Vale termasuk dari Sorowako. Ini event yang luar biasa, dan saking banyaknya digelar dua hari.

Kita turut berkontribusi di event ini, karena sesuai tujuang perusahaan, to improve life. Salah satunya memastikan bahwa bukan cuma produktivitas di pekerjaan, tapi kita juga sehat. Work life balance, sehingga kita berpartisipasi,” ungkapnya.

Menurut Asril, lari adaah olahraga yang murah, muda dan gampang dilakukan untuk menigkatkan produktifitas dan membuat sehat.

*Vale Runners Dari Hobi, Menjadi Tradisi Sehat*
Founder Vale Runners, Bayu Widyanto, mengenang awal mula komunitas ini berdiri. “Dulu, komunitas ini didirikan oleh teman-teman Vale Jakarta, mungkin bisa dihitung jari, nggak sampai 20 orang,” kenangnya.

Bayu, yang pernah berkarier sebagai karyawan PT Vale selama 2010-2019 dan saat ini tinggal di Jakarta, mengungkapkan komunitas ini awalnya lahir melihat potensi besar dari kesamaan hobi di antara sesama rekan kerja.

“Awalnya hanya karena sama-sama suka naik gunung, sepeda, berenang, lalu akhirnya sepakat. Lari bareng yuk. Dari situ berkembang, makin maju,” ujarnya.
Namun, lebih dari sekadar hobi, Bayu menekankan bahwa komunitas ini mencerminkan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh PT Vale: value the people, prize our planet. “Berlari bukan hanya soal gaya hidup, tapi juga soal menjaga kesehatan, menurunkan risiko penyakit, dan mengurangi jejak karbon,” tambahnya.

Kini, Vale Runners bukan lagi komunitas kecil. Banyak anggotanya yang telah berdiri di podium juara berbagai lomba, dari nasional hingga internasional.

Meski begitu, di MHM kali ini, tidak ada target muluk-muluk. “Kami hanya ingin menikmati event, menyapa teman-teman pelari, dan menikmati race village,” kata Bayu sambil tersenyum.

Terkait MHM yang sudah besar, Bayu mengusulkan agar mengadakan kategori Marathon atau lari berjarak 42,19 kilometer.
“Saya pikir Makassar ini sudah jadi pusat, dan MHM menarik banyak pelari berskala internasional. Saya melihat banyak pelari dari Jakarta datang nih ke Makassar.

Saya harap event ini bisa berkembang, dan mungkin bisa dipertimbangkan agar membuka kategori marathon, yang lebih panjang. Tentu banyak yang harus dirangkul agar event dengan kategori marathon makin sukses,” ungkap Bayu.

*Ajang Terbesar di Timur Indonesia*

Direktur dan Chief Human Capital Officer PT Vale Indonesia, Adriansyah Chaniago, juga tak luput merasakan kemeriahan MHM, yang menjadi event tahunan dan didukung oleh Pemerintah Kota Makassar.

“Event ini bukan main, loud and proud. Tahun ketiga sudah harus digelar dua hari karena begitu besarnya antusiasme,” ujarnya.

Ia mengisahkan bagaimana komunitas Vale Runners awalnya terbentuk dari rasa FOMO alias ikut-ikutan saja. Namun dari situ, banyak yang justru menemukan gaya hidup baru. “Akhirnya jadi habit, jadi kebiasaan sehat.”

Adriansyah pun memberi tips bagi pelari, khususnya untuk kategori half marathon: cukup tidur, nutrisi seimbang, dan dengarkan ‘sinyal’ tubuh itu sendiri. Harus tahu kapan tubuh itu kuat, kapan harus istirahat.

*Dipimpin Perempuan, Digerakkan Semangat untuk Bergerak Sehat*

Di balik kekompakan komunitas ini, berdiri sosok perempuan tangguh: Erny Lente, sang captain Vale Runners. Memimpin komunitas dengan anggota dari berbagai latar belakang bukan perkara mudah bagi karyawan PT Vale tersebut.

“Pasti ada tantangan. Apalagi sekarang komunitasnya besar, pendapat berbeda-beda, kemauan juga,” akunya.

Namun, Erny yakin pada satu hal: komunikasi adalah kunci. “Kalau ada yang bisa dibicarakan untuk kemajuan bersama, mari kita bicarakan.”

Erny juga mengisahkan bagaimana Vale Runners sempat vakum, dan kini kembali dengan semangat inklusif. “Dulu hanya untuk karyawan Vale. Sekarang semua orang bisa bergabung, tapi tentu dengan aturan yang tegas.”

Baginya, partisipasi Vale Runners pada MHM 2025 adalah bukti bahwa semangat komunitas ini tak pernah padam. “Saya cuma minta satu: tetap semangat dan tetap solid. Komunitas ini sudah jadi bagian dari hidup kita,”ujarnya penuh semangat.*

Polres Konawe Dikritik Soal Lamban Tangani Kasus Tabrak Lari Tewaskan Ruslan

KENDARIKINI.COM -Kekecewaan keluarga korban menyelimuti penanganan kasus tabrak lari yang menewaskan Ruslan (53) di Desa Amesiu, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe.

Keluarga menilai Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Konawe lamban dalam mengungkap kasus yang terjadi pada Senin, 12 Mei 2025, sekitar pukul 21.00 WITA tersebut.

Ilham, salah satu keluarga korban, mengungkapkan hingga Jumat (30/5/2025) belum ada perkembangan informasi terkait penyelidikan kasus tersebut.

“Sampai saat ini belum ada saya dengar perkembangan kasus tabrak lari tersebut, entah bagaimana itu kasus sekarang, tidak ada kabarnya sama sekali,” ujar Ilham kepada awak media.

Lambannya penanganan kasus ini menimbulkan pertanyaan besar terkait profesionalitas Satlantas Polres Konawe dalam mengungkap kasus kecelakaan lalu lintas, khususnya kasus tabrak lari yang mengakibatkan korban jiwa.

Keluarga korban berharap pihak kepolisian segera mengungkap kasus ini dan memberikan keadilan bagi Ruslan. Pihak kepolisian hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

Sebelumnya telah terjadi kecelakaan lalulintas
saat Ruslan mengendarai Honda Beat Street dan sebuah dump truck hendak menyalip dan menabrak korban hingga terpental. Akibatnya, ia terjatuh dan mengalami luka serius setelah ditabrak lari oleh sebuah dump truck.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Konawe, namun meninggal dunia sekitar pukul 05.45 WITA akibat pendarahan hebat dan patah tulang, terutama di bagian lengan.*

Polres Kolaka Amankan Pria yang Kedapatan Bawa Sajam

KENDARIKINI.COM – Tim Elang Anti Bandit Polres Kolaka berhasil mengamankan pria inisial J yang membawa senjata tajam jenis badik, Selasa 27 Mei 2025.

Kasi Humas Polres Kolaka, IPTU Dwi Arif, menerangkan bahwa pria tersebut diamankan saat Tim Elang Anti Bandit Polres Kolaka melakukan patroli di sekitaran jalan dermaga Kelurahan Sea, Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka.

Saat itu, personil kepolisian melihat seorang pemuda mengendarai motor dengan sebilah badik yang terletak pada bagian pinggangnya.

“Kemudian Tim melihat seorang pria sedang mengendarai sepeda motor yang mana terlihat pada pinggangnya sedang membawa sebilah senjata tajam,” katanya.

Kemudian pria tersebut singgah di sebuah warung sehingga di saat itu pula personil kepolisian langsung melakukan penggeledahan.

Usai penggeledahan, ditemukan 3 bilah senjata tajam jenis badik yang tersimpan pada bagian pinggang pria tersebut dan segera diamankan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Tim pun melakukan penggeledahan badan dan mendapati pria tersebut sedang membawa 3 bilah senjata tajam jenis badik yang tersimpan di pinggangnnya dan Tim pun mengamankan pemuda tersebut ke Polres Kolaka untuk penyelidikan dan Penyidikan lebih lanjut,” tutupnya.(Amin)*

Laka Tunggal di Konawe, Mobil Tangki Terbalik

KENDARIKINI.COM – Sebuah mobil tangki Hino yang memuat Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami kecelakaan tunggal di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Umum poros Kendari – Unaaha, tepatnya di Desa Lalomerah, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe sekitar pukul 03.00 Wita.

Kanit Gakkum Lantas Polres Konawe, IPDA Andi Mappangara, mengatakan kecelakaan tunggal ini bermula saat pengemudi bernama Iwan (46) bersama rekannya bernama Safriddin (45) melaju dari arah Kendari menuju Unaaha.

“Kronologis Mobil Tangki Hino S 9874 1345 UT yang bermuatan 5 KL yang dikemudikan oleh lelaki atas nama Iwan dan penumpang Syafruddin yang bergerak dari arah Kendari menuju arah Unaaha,” kata Andi melalui keterangan tertulisnya, Jumat 30 Mei 2025.

Lanjut, kata dia, saat berada di jalan menikung dan menurun, pengemudi berupaya untuk menghindari kendaraan dari arah yang berlawanan.

Disaat yang sama, pengemudi tidak bisa mengendalikan mobil tangki sehingga mobil tersebut terbalik dan terseret di pinggir jalan.

“Sehingga mobil tangki yang berisi 5 KL tersebut terbalik dan terseret kepinggir jalan dan isinya tidak tertumpah,” ujarnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal ini, sementara kondisi pengemudi dan rekannya hanya mengalami luka-luka

“Akibat dari laka lantas tersebut pengemudi dan penumpang mengalami luka,” pungkasnya.(Amin)*

Warga Buteng Digegerkan Penemuan Mayat Laki-laki

KENDARIKINI.COM – Warga Desa Kanapa-napa, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, digegerkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki gantung diri di belakang rumah, Minggu 25 Mei 2025.

Mendengar informasi tersebut, Polres Buton Tengah melalui Polsek Mawasangka segera menuju ke lokasi dalam rangka melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Identitas mayat tersebut berinisial KN (20) yang merupakan warga Desa Kanapa-napa, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah.

Kapolres Buton Tengah AKBP Wahyu Adi Waluyo melalui Kasi Humas IPTU Thamrin turut membenarkan adanya peristiwa ini.

“Benar, pada hari ini Minggu 25 Mei 2025 Warga Desa Kanapa-napa dihebohkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki dengan posisi tergantung dibelakang rumah,” katanya.

Berdasarkan keterangan ayah korban yang saat itu pulang kerumah dan menanyakan keberadaan korban namun saat itu tidak menemukan korban.

Lanjut, kata dia, ayah korban kemudian menuju ke belakang rumah dan melihat kejanggalan pada pintu dapur yang biasanya terkunci dari dalam namun pada saat itu dalam keadaan tidak terkunci dan hanya dijepit menggunakan kursi.

Disaat yang sama timbul kecurigaan sehingga ayah korban berinisiatif membuka pintu dan menemukan Handphone milik korban tergeletak diatas kandang ayam.

Kemudian ayah korban keluar dari dapur dan melihat korban dalam posisi tergantung dibelakang rumah.

“Ayah korban kemudian meminta pertolongan dan sontak menghebohkan warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, dari keterangan warga sekitar bahwa korban KN (20) baru beberapa hari melangsungkan pernikahan yang tergolong singkat dan tidak direncanakan dengan matang.

Akan hal ini, diduga korban mengalami tekanan psikologis dan gangguan emosional pasca menikah yang disebabkan usia korban yang masih sangat muda dan belum memiliki kesiapan mental dan emosional dalam membina kehidupan rumah tangga.

Pihak kepolisian telah memberikan saran kepada keluarga korban untuk dilaksanakan otopsi. Namun keluarga korban menolak dan menerima dengan lapang dada atas peristiwa tersebut.

“Kami pihak kepolisian telah menyarankan agar dilaksanakan Otopsi secara menyeluruh untuk mengetahui lebih lanjut penyebab kematian korban namun keluarga menolak dan telah menerima dan mengikhlaskan apa yang terjadi merupakan kehendak Allah SWT,” pungkasnya.(Amin)*

Kongres PB HmI MPO XXXIV Resmi Digelar

KENDARIKINI.COM – Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) menggelar kongres ke XXXIV bertempat di Grand Central Hotel, Jalan Jendral Sudirman, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Pada pelaksanaan kongres kali ini, PB HMI MPO mengangkat tema “HMI & Revolusi ekonomi: menuju Indonesia berdaulat, mandiri dan berdaya saing global”.

Dalam kesempatan kali ini juga turut dihadiri oleh Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, dan Gubernur Riau, Abdul Wahid.

Ketua Umum PB HMI MPO, Mahfut Khanafi, mengatakan sektor ekonomi merupakan isu paling krusial di Provinsi Riau.

Dimana, Provinsi Riau ini salah satu penyumbang komoditi paling banyak, namun sampai saat ini belum berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi daerah.

“Provinsi Riau yang menyumbangkan begitu banyak hasil alamnya, tetapi efek dari sumbangsihnya belum terlihat di Provinsi ini,” kata Mahfut, Minggu 25 Mei 2025 malam.

Selain itu, Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menambahkan HMI MPO harus menjadi Creative Minority dalam menjalankan organisasi.

Hal ini sesuai dengan perjalanan historis revolusi Iran dan sejarah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 1945 yang hanya dilakukan oleh beberapa tokoh pemuda.

Gubernur Riau, Abdul Wahid menyampaikan HMI dikenal sebagai lokomotif pencetak pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia.

Lanjut, kata dia, rekomendasi berupa gagasan melalui kongres ini harus berdampak positif terhadap kebijakan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Oleh karena itu, pada kongres kali harus mencerminkan suri Tauladan. Dan Kongres kali ini harus menciptakan rekomendasi untuk pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” ujarnya.

Melalui kongres kali ini, Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengharapkan agar dapat menciptakan gagasan-gagasan dan pemimpin baru yang berdampak positif terhadap keberlanjutan pembangunan daerah.(Amin)*

PLN Nusantara Power UP Kendari Siap Kawal Transformasi Energi di Kawasan Timur

KENDARIKINI.COM — Semangat baru hadir dari Kota Baubau. PLN Nusantara Power UP Kendari menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung keandalan sistem kelistrikan di Sulawesi Tenggara melalui kehadiran penuh dalam Rapat Koordinasi Sistem (Rakordis) Baubau yang berlangsung pada tanggal 08 s.d 09 Mei 2025 di PLTMG Baubau.

Acara ini menjadi momentum penting bagi seluruh insan kelistrikan — dari pembangkitan, transmisi, distribusi hingga sistem pengendalian — untuk duduk bersama, menyatukan visi, dan merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan keandalan sistem kelistrikan regional.

Mewakili General Manager PLN UID Sulselrabar, Ansats menyampaikan bahwa kolaborasi adalah kunci utama menjaga kestabilan sistem kelistrikan. “Tidak ada yang bisa berjalan sendiri. Sistem Baubau adalah sistem kita bersama,” tegasnya.

Dalam arahannya, EVP Transmisi Kalsumapana, Dispriansyah, menekankan pentingnya melihat sistem Baubau secara lebih strategis dan visioner. Dua kali gangguan besar yang terjadi sepanjang 2025 menjadi peringatan nyata bahwa sistem kelistrikan di kawasan ini membutuhkan peningkatan ketahanan dan koordinasi yang lebih erat. “Hari ini kita mulai dengan cara pandang baru. Ini saatnya memperkuat sistem ini bersama-sama,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari GM UIP3B Sulawesi, Nurdin Pabi, yang menegaskan peran strategis Baubau dalam sistem kelistrikan kawasan timur Indonesia. “Baubau hari ini adalah simpul penting — bukan hanya dari sisi teknis, tapi juga dari sisi sosial dan kebijakan. Posisi ini menuntut kita untuk bertindak lebih cermat dan cepat,” jelasnya.

Sebagai bagian dari ekosistem sistem kelistrikan Sulawesi Tenggara, Manager PLN Nusantara Power UP Kendari *Bapak Moh. Furqon Akhsani* menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kontinuitas pasokan energi. Dukungan teknis dan sinergi antarunit akan terus diintensifkan demi terwujudnya sistem yang andal, efisien, dan berkelanjutan.

“PLN UP Kendari bukan hanya menjaga pembangkitan. Kami hadir untuk mengawal transformasi energi di wilayah ini. Rakordis ini jadi momen penguatan integritas dan loyalitas kami untuk sistem kelistrikan Baubau dan Sulawesi Tenggara secara keseluruhan,” ujar Moh. Furqon Akhsani.

Rakordis Baubau 2025 menjadi bukti nyata bahwa keandalan listrik tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kekuatan kolaborasi, komunikasi, dan semangat bersama. Ke depan, PLN Nusantara Power UP Kendari akan terus hadir sebagai bagian dari solusi, bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan energi Indonesia, khususnya Sistem Kelistrikan Sulawesi Tenggara.*

Usung Tema Transisi Energi, PLN Gelar Kompetisi PLN Mobile Mini Soccer Competition

KENDARIKINI.COM – PT PLN (Persero) terus mengampanyekan penggunaan energi ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari melalui PLN Mobile Mini Soccer Competition 2025 di Kota Parepare, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, dan Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dengan turut menggaungkan penggunaan Aplikasi PLN Mobile, kompetisi _Mini Soccer_ antarinstansi tersebut diikuti total 59 tim dengan 819 peserta. Tercatat dari kompetisi tersebut, PLN berhasil mensosialisasikan, mengedukasi, serta mengajak penonton untuk mengunduh aplikasi PLN Mobile dengan total 690 pengunduh dan 3.010 transaksi di PLN Mobile.

Tidak main-main, PLN juga telah menyiapkan berbagai macam hadiah bagi para pemenang tim yang berasal dari BUMN, BUMD, dan instansi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, mengapresiasi inisiatif PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Parepare yang terus menunjukkan kepedulian di berbagai sektor, termasuk dalam pengembangan bakat dan minat di bidang olahraga. “Turnamen mini soccer ini luar biasa. Ini salah satu bentuk nyata sumbangsih PLN terhadap bangsa dan daerah ini,” kata Tasming Hamid.

Wakil Bupati Bulukumba, A. Edy Manaf, mengucapkan terima kasih atas sumbangsih PLN UP3 Bulukumba. “Turnamen ini menurut kami adalah suatu sumbangsih PLN terhadap bangsa dan negara ini. Oleh karena itu kita tepuk tangan kepada PLN karena PLN sering memberikan perhatian terhadap kegiatan olahraga ini,” kata A. Edy Manaf.

Sementara itu, Kadispora Kota Kendari, Ridha Wahyuni Nappu, turut mengapresiasi kompetisi Mini Soccer yang diselenggarakan oleh PLN. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif PLN UP3 Kendari yang menggabungkan olahraga, silaturahmi, dan edukasi digital dalam satu wadah. Harapannya acara seperti ini menjadi agenda rutin,” kata Ridha.

Pada kesempatan yang berbeda, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, menjelaskan bahwa selain membantu masyarakat dalam urusan kelistrikan, PLN juga turut mendukung kemajuan olahraga.

“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasinya dalam memeriahkan PLN Mobile Mini Soccer Competition ini. Saat ini, PLN terus bertransformasi untuk memudahkan pelanggan melalui Aplikasi PLN Mobile, oleh karena itu kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengunduh dan menggunakan PLN Mobile,” kata Edyansyah.

Edyansyah menambahkan bahwa pemerintah bersama PLN telah mencanangkan _Net Zero Emission_ (NZE) pada tahun 2060 melalui berbagai upaya, salah satunya melalui _Renewable Energy Certificate_(REC). Ia optimis seluruh lini bisa berkontribusi melalui REC agar bumi menjadi lebih baik untuk generasi selanjutnya.*

Terang Membawa Harapan, Kini Kampung Menra Nikmati Listrik PLN 24 Jam

KENDARIKINI.COM – Menembus kabut pegunungan, perjuangan tanpa lelah PT PLN (Persero) membawa terang ke Kampung Menra kini berbuah hasil manis. Setelah bertahun-tahun hanya bergantung pada lampu minyak, bahkan menyalur listrik ke dusun sebelah, cahaya listrik PLN akhirnya hadir membawa harapan baru bagi masyarakat setempat.

Menra adalah sebuah kampung di tengah hutan, di pegunungan Desa Arabika, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai. Sebuah kampung penghasil kopi yang harus ditempuh jalur darat selama empat jam dari Kota Makassar dengan medan perbukitan dan curam, sebenarnya menyimpan potensi yang luar biasa.

Lewat sentuhan tangan PT PLN (Persero), kehadiran listrik bukan hanya tentang penerangan, tetapi juga tentang harapan bagi 28 Kepala Keluarga di Kampung Menra. Hadirnya listrik akan memberi perubahan nyata, bukan hanya sekadar lampu yang menyala, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan.

Sebelumnya, sehari-hari sebagian besar masyarakat merasakan penerangan hanya mengandalkan lampu minyak, bahkan ada yang menyalur listrik ke dusun sebelah dengan membayar Rp100 ribu. Kini, suasana malam di Kampung Menra dihiasi terang yang membawa sukacita.

Kisah haru dan syukur turut diutarakan oleh warga Kampung Menra, Nur (32). “Terima kasih PLN karena sudah melistriki desa kami, karena sudah lama kami hidup dalam kegelapan. Sekarang anak-anak bisa lebih rajin belajar karena listrik menyala 24 jam. Dulu anak saya sampai diejek teman-temannya karena mukanya menghitam akibat lampu pelita, sekarang tidak lagi,” ujar Nur.

Ia menambahkan, dulu sering kali ketika melakukan pekerjaan rumah di malam hari, dirinya terjatuh karena rumah yang gelap. Semenjak hadirnya listrik, hal tersebut tidak lagi terjadi.

Ucapan syukur serupa juga dipanjatkan oleh Ani (32). Ia mengaku dulu harus membayar Rp100 ribu per bulannya ke warga kampung sebelah untuk mendapatkan akses listrik. Kini, untuk menikmati listrik, Ani hanya membayar Rp20 ribu per bulannya.

“Setelah 15 tahun akhirnya listrik bisa masuk ke Kampung Menra. Hal yang kami pikir mustahil, yaitu listrik masuk ke kampung kami, akhirnya bisa terwujud juga. Sekarang kami bisa beribadah lebih baik, dan anak-anak juga bisa belajar dengan baik. Kami tidak harus pergi ke kampung sebelah yang jaraknya lebih dari tiga kilometer untuk mengisi daya peralatan elektronik kami,” kata Ani.

Pada acara peresmian Listrik Kampung Menra pada Senin (2/6), Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, menyampaikan apresiasinya kepada PLN atas program listrik yang telah masuk Kampung Menra tersebut. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN atas kolaborasi yang indah ini. Kami bersama PLN hadir untuk melistriki dan membangun desa, dan listrik masuk Kampung Menra untuk menyejahterakan masyarakat. PLN juga hadir sebagai energi positif untuk membangun ketahanan energi yang dimulai dari desa,” ujar Ratnawati Arif.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi VI, Ismail Bachtiar, turut mengapresiasi atas upaya PLN dalam melistriki daerah terpencil. “Saya merasa sangat bersyukur dan bangga atas terealisasinya layanan listrik 24 jam di Kampung Menra, Kabupaten Sinjai. Ini merupakan hasil nyata dari sinergi antara pemerintah, PLN, dan aspirasi masyarakat yang terus diperjuangkan. Ketersediaan listrik yang menyala penuh sepanjang hari akan membuka banyak peluang, baik di sektor pendidikan, ekonomi, maupun kesehatan,” ujar Ismail Bachtiar.

“Kampung Menra kini tidak hanya terang secara fisik, tapi juga semakin terang harapannya menuju kehidupan yang lebih baik dan sejahtera,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, menyampaikan komitmen PLN untuk terus mewujudkan kedaulatan dan keadilan energi hingga ke pelosok negeri. Ia menjelaskan bahwa perjuangan tim PLN dalam melistriki Kampung Menra sungguh tidaklah mudah. Ia menambahkan, akses menuju lokasi desa masih terkendala infrastruktur yang belum memadai.

Infrastruktur yang sulit ditembus, perbukitan terjal, serta hujan deras kerap menjadi tantangan pemasangan tiang dan jaringan kabel. Namun, kegigihan tim PLN membuahkan hasil nyata dan tidak menyurutkan semangat untuk menghadirkan listrik bagi masyarakat Kampung Menra. “Jalanan masih berbatu dan kerap terjadi longsor. Selain itu, lokasi desa berada di daerah dataran tinggi sehingga cukup sulit dijangkau. Namun, hal itu tidak menjadi penghalang langkah tim PLN untuk melistriki sampai penjuru negeri,” tegas Edyansyah.

Edyansyah memastikan PLN terus mendorong pemerataan akses listrik sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat. “Listrik saat ini merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat. Kami berkomitmen akan terus mengakselerasi pemerataan listrik hingga ke wilayah 3T, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan memungkinkan anak-anak belajar di malam hari,” ujar Edyansyah.

Edyansyah merinci pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan, antara lain Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 1,55 kilometer sirkuit (kms) dan satu unit gardu distribusi dengan kapasitas 50 kiloVolt Ampere (kVA).

Lebih lanjut, Edyansyah mengapresiasi stakeholder dan masyarakat yang turut membantu petugas PLN dalam proses mobilisasi material. Ia optimistis hadirnya listrik 24 jam dari PLN dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Tercatat, hingga Mei 2025, Rasio Elektrifikasi di Sulawesi Selatan telah mencapai 99,99%. Hal ini merupakan bukti komitmen PLN terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Edyansyah juga berpesan kepada masyarakat agar turut merawat aset PLN agar dapat digunakan secara maksimal.

Selain meresmikan listrik 24 jam di Kampung Menra, PLN melalui Yayasan Baitul Maal juga memberikan kontribusinya dengan memberikan 30 paket sembako dan Timer Adzan Masjid.*

RUPTL Terbaru Berpotensi Tawarkan Green Jobs dari Sektor Pembangkit Listrik

KENDARIKINI.COM – Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025–2034 tidak hanya menjadi katalisator utilisasi Energi Baru Terbarukan (EBT) secara masif, tetapi juga menjadi motor penggerak terciptanya lapangan kerja dalam skala besar. Pemerintah memproyeksikan RUPTL terbaru ini berpotensi menghadirkan 1,7 juta lapangan pekerjaan, dengan 760 ribu di antaranya merupakan kategori _green jobs_ yang tersebar di berbagai pembangkit listrik berbasis energi bersih.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan 1,7 juta lapangan kerja tersebut terbagi menjadi; 836 ribu tenaga kerja di sektor pembangkitan dan 881 ribu tenaga kerja di sektor transmisi, gardu induk dan distribusi. 

“Penyerapan (tenaga kerja) RUPTL ini kurang lebih sekitar 1,7 juta. Supaya Indonesia terang. Nah ini, kita bikin terang-benderang ini. 1,7 juta tenaga kerja yang mencakup kebutuhan industri, manufaktur, konstruksi, operasi dan pembinaan untuk pembangkit sebesar 836.696,”jelas Bahlil pada konferensi pers RUPTL PLN 2025-2034, di Jakarta pada Senin (26/5).

Dari total 836.696 tenaga kerja di sektor pembangkit listrik, Bahlil merinci bahwa lebih dari 760 ribu atau 91% pekerjaan merupakan _green jobs_ karena berbasis pada pembangkit listrik EBT.

“Lebih dari pada 91% _green jobs_. Kira-kira ini supaya anak-anak muda kita bisa masuk,” tegas Bahlil.

Secara rinci, potensi lapangan kerja di sektor pembangkitan dari berbagai sumber EBT terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mampu menyerap 348.057 tenaga kerja, Pembangkit Listrik Tenaga Air/Mini Hidro (PLTA/M) mampu menyerap 129.759 tenaga kerja, PLTA _Pump Storage_ mampu menyerap 94.195 tenaga kerja.

Selanjutnya, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) mampu menyerap 58.938 tenaga kerja, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) mampu menyerap 42.700 tenaga kerja dan Sistem penyimpanan energi baterai juga berpotensi dengan menyerap 68.193 tenaga kerja.

Kemudian, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) mampu menyerap 7.197 tenaga kerja, Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) mampu menyerap 1.481 tenaga kerja. Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) mampu menyerap 2.429 tenaga kerja dan yang terakhir, Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) mampu menyerap 341 tenaga kerja.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa RUPTL ini tidak hanya bertujuan untuk menjamin keandalan energi nasional dan mendukung target _Net Zero Emissions_, tetapi juga menjadi instrumen ekonomi yang kuat dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Selaras dengan visi Pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi bagi seluruh masyarakat, di dalam prosesnya akan terjadi penciptaan lapangan kerja, penurunan kemiskinan, penurunan kelaparan, membuka kawasan-kawasan industri dan ekonomi baru. Sehingga tercipta kesejahteraan rakyat di seantero Indonesia. PLN siap menjalankan tugas ini sebaik-baiknya,” terang Darmawan.*

Lewat Program Lisdes, PLN Siap Listriki 780 Ribu Rumah Tangga

KENDARIKINI.COM – PT PLN (Persero) menyatakan kesiapannya mendukung arahan pemerintah dalam menjalankan Program Listrik Desa (Lisdes) guna menerangi sekitar 780 ribu rumah tangga pada periode 2025–2029. Program ini tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 yang telah diluncurkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia.

Melalui Program Lisdes, pemerintah menargetkan elektrifikasi untuk 10.068 desa dan dusun yang belum teraliri listrik, dengan pembangunan pembangkit berkapasitas 394 megawatt (MW) dan penyambungan listrik ke sekitar 780 ribu rumah tangga. Program ini ditujukan untuk memastikan seluruh masyarakat di seantero Indonesia bisa menikmati layanan listrik 24 jam penuh.

“Tugas lima tahun ke depan melalui Program Lisdes 2025-2029 sesuai perintah Bapak Presiden Prabowo kepada kami adalah segera menginventarisir dan membuat program terobosan dalam rangka memberikan akses listrik kepada desa-desa yang belum terlistriki,” kata Bahlil usai mengumumkan RUPTL 2025-2034 di Jakarta, Senin (26/5).

Menurut Bahlil, energi bukan hanya persoalan kebutuhan, tapi juga bentuk pemerataan dan keadilan yang harus dilakukan dari Aceh sampai Papua. Untuk merealisasikan Program Lisdes ini memerlukan investasi sekitar Rp50 triliun.

“Upaya menyediakan akses desa belum berlistrik ini dapat menjadi peluang bagi investor untuk menanamkan investasinya bersama Pemerintah untuk mewujudkan energi berkeadilan,” ujarnya.

Lisdes merupakan program Pemerintah melalui penugasan kepada PLN untuk menghadirkan listrik di seluruh wilayah termasuk wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Hingga akhir tahun 2024, sebanyak 83.693 desa dan kelurahan telah menikmati listrik.

Program Lisdes yang telah dijalankan PLN memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kepala Desa Sukabangun, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kasius, matanya berbinar kala menceritakan perubahan signifikan yang terjadi di desanya. Setelah bertahun-tahun tak menikmati nyala listrik, kini ia dan warga lain akhirnya bisa merasakan kehadiran listrik tak hanya di malam hari tapi 24 jam _non-stop_.

“Saya sangat gembira dan bersyukur listrik sudah masuk di desa kami, terima kasih PLN semoga dengan adanya listrik ini desa kami menjadi maju dan ekonomi masyarakat menjadi lebih meningkat lagi,” ujar Kasius.

Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Ia pun memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya PLN dalam meningkatkan akses listrik di wilayahnya. Sherly menekankan bahwa program Lisdes yang dijalankan PLN memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil yang selama ini kesulitan mendapatkan akses energi.

“Program Lisdes ini sangat penting untuk menciptakan pemerataan pembangunan di wilayah kami yang luas dan berbentuk kepulauan. Kami berharap dengan adanya akses listrik, masyarakat dapat lebih berkembang, terutama dalam sektor ekonomi dan pendidikan,” ujar Sherly.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa listrik merupakan kebutuhan primer bagi seluruh masyarakat di Indonesia. Oleh karenanya, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberi mandat dalam ketenagalistrikan nasional, PLN siap menjalankan arahan Pemerintah demi memastikan keadilan dan ketahanan energi hingga seluruh pelosok tanah air.

”Sebagai perpanjangan tangan Pemerintah untuk menyediakan tenaga listrik bagi seluruh rakyat Indonesia dan bentuk pengejawantahan sila ke-5 Pancasila, kami berkomitmen penuh memastikan keberhasilan Program Lisdes yang telah masuk dalam RUPTL PLN 2025-2034 sebagai wujud kehadiran negara dalam memastikan pemerataan energi bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Darmawan.
*

PLN Siap Jalankan RUPTL Terhijau Sepanjang Sejarah

KENDARIKINI.COM – PT PLN (Persero) siap menjalankan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang resmi diluncurkan Pemerintah sebagai acuan strategis pembangunan sistem ketenagalistrikan nasional selama 10 tahun ke depan. Dalam dokumen strategis ini, total penambahan pembangkit listrik selama 1 dekade ke depan sebesar 69,5 gigawatt (GW) dengan porsi bauran energi baru terbarukan (EBT) mencapai 76% sekaligus menjadikan RUPTL 2023-2024 yang paling hijau hingga saat ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan, RUPTL 2025-2034 merupakan rujukan penting ketenagalistrikan nasional yang akan menjadi landasan Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060. Pengesahan RUPTL juga menunjukkan komitmen Pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan energi dan transisi energi di Tanah Air.

“Kalau kita disiplin jalankan, maka 2034 itu sudah melampaui target RUKN (Rencana Umum
Ketenagalistrikan Nasional) terhadap energi terbarukan. Yang penting kita konsisten,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers RUPTL 2025-2034 di Jakarta, Senin (26/5).

Dalam RUPTL terbaru ini, lanjut Bahlil, Pemerintah menetapkan porsi bauran EBT dan sistem penyimpanan energi (_storage_) hingga 76% atau sebesar 52,9 GW dari total tambahan kapasitas pembangkit yang terdiri dari pembangkit tenaga surya sebesar 17,1 GW, tenaga air 11,7 GW, panas bumi 5,2 GW, bioenergi 0,9 GW, dan energi nuklir 0,5 GW. Pembangkit hijau tersebut juga ditopang oleh sistem penyimpanan energi sebesar 10,3 GW yang terdiri atas _pumped storage_ dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 6 GW dan _battery energy storage system_ (BESS) 4,3 GW.

Sementara porsi energi fosil hanya mencakup sekitar 24% dari total kapasitas tambahan yang terdiri atas pembangkit berbahan bakar gas sebesar 10,3 GW dan batubara sebesar 6,3 GW.

”Ini semua kita lakukan dengan memperhitungkan, mempertimbangkan tingkat pertumbuhan ekonomi kita. Jadi konsumsi listrik per kapita kita juga kita sudah hitung secara seksama,” ucap Bahlil.

Bahlil menjelaskan, pengembangan kapasitas pembangkit akan dilakukan dalam dua tahap. Pada lima tahun pertama, akan ada penambahan kapasitas sebesar 27,9 GW yang terdiri atas 12,2 GW EBT, yakni 3,2 GW Pembangkit Listrik Tenaga Air, 6 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya, 1,6 GW Pembangkit Listrik Tenaga Angin, 0,9 GW Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, 0,5 GW Pembangkit Listrik Bioenergi, dan pembangunan sistem penyimpanan energi sebesar 3 GW. Selain itu, penambahan 9,2 GW Pembangkit Listrik Tenaga Gas, dan 3,5 GW Pembangkit Listrik Tenaga Uap rendah emisi dari proyek yang telah masuk tahap penyelesaian konstruksi juga dilakukan.

“Lalu memasuki lima tahun berikutnya, dari total 41,6 GW rencana penambahan kapasitas pembangkit, bauran EBT dan penyimpanan energi akan menopang sebesar 37,7 GW atau sekitar 90% dari total kapasitas. Sementara sisanya sebesar 3,9 GW berasal dari pembangkit berbasis fosil,” jelas Bahlil.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo juga menegaskan kesiapan PLN dalam melaksanakan implementasi RUPTL paling hijau sepanjang sejarah ini. Pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas dan keandalan sistem kelistrikan berbasis energi terbarukan yang efisien dan terjangkau dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam domestik.

“Sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di sektor ketenagalistrikan, PLN siap melaksanakan arahan Pemerintah melalui Kementerian ESDM dalam menjalankan RUPTL 2025-2034. Melalui RUPTL terhijau ini, PLN berkomitmen menghadirkan sistem kelistrikan yang andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” pungkas Darmawan.*

PLN Siap Tingkatkan Investasi, Serap Tenaga Kerja dan Perkuat Ekonomi Mikro

KENDARIKINI.COM – PT PLN (Persero) siap melaksanakan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 demi meningkatkan investasi, menyerap tenaga kerja dan memperkuat ekonomi mikro. RUPTL tersebut telah diumumkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta pada Senin (26/5).

Bahlil menegaskan RUPTL ini merupakan instrumen penting untuk mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam mencapai kedaulatan energi nasional berbasis potensi dalam negeri.

”Bapak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Mas Gibran salah satu programnya itu adalah terkait dengan kedaulatan energi dan transisi energi, dan RUPTL ini sebagai salah satu instrumen untuk pedoman dalam implementasi dari ketersediaan kelistrikan kita,” tambahnya.

Dirinya juga menjelaskan, RUPTL ini akan berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui 3 (tiga) faktor, yakni peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja dan penguatan ekonomi mikro.

Pengembangan RUPTL ini berpotensi memperoleh investasi sebesar Rp2.967,4 triliun (T). Secara rinci, investasi ini terbagi untuk sektor pembangkit sebesar Rp2.133,7 T, sektor penyaluran sebesar Rp565,3 T, sektor distribusi, sektor listrik desa dan lainnya sebesar Rp268,4 T.

“Proyek di RUPTL ini diharapkan akan berkontribusi kepada Produk Domestik Bruto (PDB) dan pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan,” terang Bahlil.

Selain itu, diproyeksikan sebanyak 1,7 juta lapangan kerja baru akan tercipta melalui RUPTL terbaru ini, yang terdiri dari 836 ribu tenaga kerja di sektor pembangkitan dan 881 ribu di sektor transmisi serta gardu induk. Pihaknya juga optimistis hal ini dapat turut berkontribusi pada peningkatan daya beli masyarakat dan menekan angka pengangguran.

“Kami memproyeksikan RUPTL ini akan menciptakan 1,7 juta lapangan kerja yang 91% di antaranya merupakan kategori _green jobs_,” terang Bahlil.

Tak hanya itu, program Listrik Desa (Lisdes) dalam RUPTL 2025-2034 juga akan menargetkan aliran listrik ke 780 ribu rumah tangga di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Melalui program Lisdes ini, diharapkan usaha mikro di berbagai daerah tersebut dapat bertumbuh dan mendorong perekonomian.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung penuh dan melaksanakan RUPTL 2025-2034.

“Melalui RUPTL ini, PLN tak hanya menjalankan mandat transisi energi dan komitmen Indonesia dalam _Paris Agreement_ menuju _Net Zero Emissions_, kami juga ingin berkontribusi nyata dalam pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja hijau, dan pengentasan kemiskinan,” pungkas Darmawan.*

HTTP vs HTTPS: Apa Perbedaannya dan Mengapa HTTPS Lebih Aman?

KENDARIKINI.COM – Saat mengunjungi sebuah website, sebenarnya kita bisa mengetahui apakah website yang sedang diakses aman atau tidak. Salah satu cara mudah untuk memeriksanya adalah dengan melihat informasi yang muncul pada address bar di browser. Website dengan HTTPS memanfaatkan enkripsi tambahan yang menjamin data yang dikirimkan antara pengguna dan server tetap terlindungi.

Bagi pemilik website, memasang sertifikat SSL murah pun sudah cukup untuk membantu meningkatkan kepercayaan pengunjung. Sebaliknya, jika pada kolom alamat muncul peringatan “Not Secure” atau hanya menggunakan HTTP tanpa tambahan “S”, itu artinya website tersebut belum menggunakan protokol keamanan yang memadai.

Perbedaan HTTP dan HTTPS

Walaupun terlihat seperti perbedaan kecil, keberadaan huruf “S” pada HTTPS menunjukkan adanya pengamanan tambahan dalam proses pertukaran data. Sebelum kita masuk lebih dalam membahas alasan mengapa penggunaan HTTPS semakin penting di era digital saat ini, berikut beberapa perbedaan antara HTTP dan HTTPS yang perlu Anda ketahui:

1. Perlindungan Data yang Lebih Aman

Perbedaan paling utama antara HTTP dan HTTPS terletak pada tingkat keamanan data yang disediakan. HTTPS menawarkan sistem pengamanan ekstra melalui proses enkripsi terhadap setiap data yang dikirimkan, sehingga informasi yang ditransfer menjadi jauh lebih terlindungi.

Dengan menggunakan HTTPS, risiko serangan dari pihak tidak bertanggung jawab seperti hacker maupun virus bisa ditekan seminimal mungkin. Selain menjaga keamanan, penggunaan HTTPS juga dapat meningkatkan kepercayaan pengunjung, yang pada akhirnya bisa berpengaruh pada kenaikan trafik website hingga angka
konversi.

2. Tiga Lapisan Keamanan yang Dimiliki HTTPS

HTTPS bekerja dengan menerapkan tiga lapisan perlindungan yang saling melengkapi: autentikasi, enkripsi, dan integritas data. Autentikasi memastikan bahwa data berasal dari sumber yang sah, biasanya melalui proses validasi menggunakan username dan password.

Enkripsi bertugas mengubah data menjadi bentuk yang tidak dapat dibaca oleh pihak luar, sehingga data tetap aman saat dikirim. Terakhir, integritas data memastikan bahwa informasi yang dikirim tidak rusak atau berubah dalam perjalanan, dengan memanfaatkan Message Authentication Code (MAC) untuk melakukan pengecekan.

3. Penggunaan SSL untuk Pengamanan Tambahan

HTTPS dilengkapi dengan teknologi SSL (Secure Socket Layer), yang berfungsi
mengenkripsi seluruh data penting yang ditransmisikan antara pengguna dan server. SSL menjadi sangat krusial terutama saat mengirimkan informasi sensitif seperti data kartu kredit, nomor rekening, atau kata sandi. Sebaliknya, HTTP tidak menggunakan SSL, sehingga data yang ditransmisikan melalui protokol ini sangat rentan terhadap
penyadapan.

4. Perbedaan Port yang Digunakan

Perbedaan lain yang tidak kalah penting adalah port yang digunakan. HTTPS
menggunakan port 443, yang didesain khusus untuk memberikan koneksi lebih aman, sementara HTTP hanya menggunakan port 80 tanpa adanya jaminan keamanan tambahan. Perbedaan port ini semakin menegaskan bahwa HTTPS lebih cocok untuk kebutuhan yang mengutamakan keamanan data.

5. Pengaruh Terhadap SEO Website

Sejak 2014, Google telah menjadikan penggunaan HTTPS sebagai salah satu faktor penilaian dalam menentukan peringkat website di hasil pencarian. Website yang menggunakan HTTPS dianggap lebih aman, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung. Penggunaan HTTPS menjadi strategi yang tidak hanya melindungi data,
tetapi juga membantu meningkatkan posisi website di mesin pencari.

Mengapa HTTPS Lebih Aman?

HTTPS hadir sebagai versi yang lebih aman dari HTTP karena dilengkapi dengan sistem enkripsi pada setiap data yang dikirimkan. Dengan enkripsi ini, hanya penerima yang dapat membaca informasi tersebut, sehingga mencegah penyadapan oleh pihak lain. Berbeda dengan HTTP yang tidak memiliki perlindungan serupa, penggunaan HTTPS mampu meminimalkan risiko kebocoran data, serangan virus, maupun ancaman malware saat berkomunikasi melalui internet.

Kesimpulan

Perbedaan antara HTTP dan HTTPS terletak pada tingkat keamanan yang diberikan. HTTPS mampu melindungi data dengan enkripsi, autentikasi, dan menjaga integritas informasi saat proses pengiriman berlangsung. Selain memberikan rasa aman, penggunaan HTTPS juga berdampak positif pada kepercayaan pengunjung, trafik website, hingga peringkat SEO di mesin
pencari.

Maka dari itu, bagi pemilik website, beralih ke HTTPS bukan hanya pilihan, tetapi sebuah keharusan. Pastikan Anda melindungi situs dengan sertifikat SSL yang terjamin, salah satunya dengan menggunakan layanan terpercaya dan berkualitas dari DomaiNesia untuk keamanan maksimal.*

Green Mining PT Vale Disebut Jadi Pusat Vokasi Hilirisasi Indonesia Timur

KENDARIKINI.COM — Sebagai perusahaan pertambangan yang sudah beroperasi selama lebih dari 56 tahun, penerapan praktik berkelanjutan yang dilakukan oleh PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) adalah komitmen yang terus dijaga baik.

Hal ini merupakan bagian dari upaya anak usaha Mining Industry (MIND ID) untuk mewujudkan pertambangan hijau atau green mining. Upaya ini juga menarik perhatian perguruan tinggi, yaitu Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk berkolaborasi.

Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa mengungkapkan bukti nyata penerapan praktik pertambangan berkelanjutan yang dilakukan oleh PT Vale tercermin dari pengelolaan Taman Kehati Sawerigading Wallacea yang merupakan reklamasi pasca tambang.

“Nursery ini membuktikan bahwa ada peluang untuk membuat alam lebih terjamin keberlanjutannya. Keberadaan Taman Kehati Sawerigading ini saya kira perlu kita support dan apresiasi,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Vale dan PT Huayou yang salah satu fokusnya adalah mendekatkan kampus Unhas kepada masyarakat Kabupaten Luwu Timur (Lutim).

Harapannya, Unhas bisa turut berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan sumber daya manusia agar bisa terserap di industri. Hal itu sejalan dengan visi Unhas untuk bisa berkontribusi dan memberikan dampak dan solusi terhadap industri melalui penyiapan sumber daya manusia yang dibutuhkan.

“Salah satu yang kita sepakati adalah bagaimana menjadikan Luwu Timur ini sebagai salah satu tempat berdirinya kampus Unhas yang memfokuskan kebutuhan daerah dan industrialisasi termask Vale, kita tidak mau orang-orang lokal hanya menjadi penonton atau low class worker sehingga harus hadir di sini sekolah vokasi,” jelas mantan Dekan Fakultas Kehutanan tersebut.

Tak hanya itu, Prof Jamaluddin Jompa juga berharap Unhas bisa memanfaatkan keberadaan PT Vale untuk bekerjasama dan mewujudkan keberlanjutan dengan optimalisasi berbagai potensi yang ada.
“Sehingga kami akan bisa berkontribusi nyata pada pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, keberadaan PT Vale dan PT Hoayou adalah berkah bagi bangsa Indonesia. Karena tanpa perusahaan yang dapat mengelola dengan bijak, potensi sumber daya alam yang ada tidak akan bisa termanfaatkan.

“Bagi Unhas tentu sangat mensupport keberadaan industri nikel di Indonesia karena ini untuk bangsa dan dunia. Dan selama ini PT Vale dan PT Huayou sudah menerapkan prinsip ESG dan mengikuti berbagai standar lingkungan yang ada,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam membeberkan baru-baru ini pihaknya melakukan penandatanganan nota kesepamahan (MoU) dengan Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas). Salah satu fokusnya adalah menggagas sekolah vokasi yang harapannya bisa berkontribusi mendukung program hilirisasi.

“Alhamdulillah yang menjadi kesepakatan kita adalah membuat sekolah vokasi pertambangan. Di Luwu Timur, hal ini sangat penting karena merupakan daerah industri,” kata Ibas, sapaan akrab Bupati.

Hadirnya sekolah vokasi di Luwu Timur diharapkan bisa berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal. “Dengan adanya sekolah pertambangan ini nanti akan secara otomatis masuk di industri yang membutuhkan tenaga-tenaga lokal itu,” sambung Bupati.

Bupati Lutim : Dukung Green Mining PT Vale, Permudah Iklim Investasi

Sebagai daerah industri, Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur ( Lutim) menyambut baik inisiatif-inisiatif yang dapat berkontribusi untuk semakin meningkatkan potensi daerah, termasuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan perusahaan.
Menurut Bupati Luwu Timur, Irwan Bachry Syam, daerah Luwu Timur memiliki cadangan nikel yang besar sehingga investasi didorong untuk mengoptimalkan potensi tersebut. Pemda pun membuka peluang bagi investor dengan memberikan kemudahan.
“Kami memberikan kemudahan kepada investor untuk berinvestasi, termasuk dalam perizinan dari Pemda yang kami mudahkan kepada investor dan memberikan informasi penting kepada investor ini sehingga mereka mudah untuk melakukan investasi di daerah kami,” jelas Bupati.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pemahaman kepada masyarakat agar kehadiran investor di daerah Luwu Timur lebih mudah diterima. Terlebih, investasi dapat memberikan dampak ekonomi yang besar bagi daerah dan tentunya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Masyarakat kami di Luwu Timur Timur bukan baru menghadapi industri tapi sudah 56 tahun PT Vale ada, jadi namanya industri sudah familiar. Otomatis kami tidak akan bekerja keras memberikan pemahaman untuk menerima namanya investasi di bidang pertambangan,” kata Bupati.

Tak hanya itu, Bupati juga terus mendorong agar hilirisasi dan pertambangan hijau juga menjadi bagian dari investasi karena merupakan hal yang terus digaungkan oleh pemerintah pusat.

“Hilirisasi ini memang yang didorong oleh pemerintah pusat dan investor kita dorong agar bisa berinvestasi terkait ini seperti kita mendorong juga agar investasi adalah yang green atau ekonomi hijau. Alhamdulillah di Luwu Timur ini sendiri sudah menerapkan namanya industri green sehingga investor-investor lain pun akan mengupayakan agar industri green sebagai prioritas,” pungkas Bupati.*

Diperiksa sebagai Saksi hingga Dikepung Sorotan, Ka Wilker Kolut Koperatif Jalani Pemeriksaan

KENDARIKINI.COM – Nama Kepala Wilayah Kerja (Ka Wilker) Kolaka Utara, Ikbar, ikut mencuat dalam pusaran penyidikan kasus dugaan korupsi tambang di Kolaka Utara. Meski berada di bawah sorotan publik, Ikbar tetap menunjukkan sikap profesional dan menjunjung tinggi proses hukum yang sedang berlangsung di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dalam keterangannya, Ikbar menegaskan bahwa dirinya tidak merasa terganggu dengan berbagai opini yang berkembang. Ia justru memilih fokus menjalani setiap tahapan pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku.

“Saya tidak terlalu menanggapi riak-riak di luar. Saya tetap fokus pada proses yang berjalan di kejaksaan, dan siap hadir kapan pun dibutuhkan,” ungkapnya.

Sikap tenang dan terbuka yang ditunjukkan Ikbar dinilai sebagai bentuk kedewasaan dalam menghadapi situasi yang kompleks. Ia juga menegaskan siap bekerja sama sepenuhnya dengan penyidik.

“Sejak awal saya selalu hadir kalau dipanggil. Tidak ada yang saya tutupi,” tambahnya.

Kasus korupsi tambang yang tengah diusut Kejati Sultra ini telah menetapkan enam orang tersangka. Mereka terdiri dari empat pimpinan perusahaan, seorang kepala syahbandar, serta satu orang perempuan.

Meski belum ada penetapan tersangka tambahan, publik terus menanti perkembangan penyidikan, terutama peran aktor-aktor lain dalam praktik yang merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah ini.

Sementara itu, sikap kooperatif Ka Wilker Kolut menjadi catatan penting di tengah upaya penegakan hukum dan transparansi di sektor pertambangan Sulawesi Tenggara.*

Masyarakat Pertanyakan IMB Pembangunan Gereja di Desa Amoito Siama Konsel

KENDARIKINI.COM – Beberapa masyarakat di Desa Amoito Siama, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan mempertanyakan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pembangunan Gereja di wilayahnya.

Terkait keluhan Warga, Kepala Desa Amoito Siama, Israjudin yang ditanyakan terkait pembangunan Gereja Pospel GPIB Jemaat Beth Eden mengatakan bahwa pihaknya akan menanyakan ke pihak Gereja terlebih dahulu soal IMB.

“Nanti saya cek dulu kemereka,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Kamis 29 Mei 2025.

Selain itu media ini juga mengkonfirmasi ke pihak DPMPTSP Konsel, Erwin menggunakan bahwa setahu pihaknya sementara dilakukan pengurusan IMB.

“Kalau nggak salah waktu itu sementara mengurus, Tapi saya belum tau lagi prosesnya sudah sampai mana,” katanya.

Sambungnya bahwa pembangunan seharusnya didahului dengan IMB atau Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Yang saya ketahui harusnya ada IMB/PBG dulu,” tambahnya.

Lanjutnya bahwa ada beberapa tahapan yang akan diambil Pemda Konsel jika suatu bangunan belum memiliki IMB.

“Biasanya itu kena denda, tapi kalau di konsel biasa kalau ada bangunan belum ber IMB di peringatkan dulu dengan petugas, kalau sampai peringatan tidak di ingatkan baru ditindak untuk di berikan denda dalam pengurusan IMB,” ungkapnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa bisa diberikan sanksi pembongkaran jika bangunan gedung tidak sesuai standar teknis.

“Kalau bangunan tidak sesuai dengan standar teknis,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu Penanggung Jawab pembangunan Gereja, Pendeta Loli yang dikonfirmasi mengatakan bahwa saat ini pihaknya belum bisa memberikan tanggapan dikarenakan saat ini sementara persiapan hari besar peringatan.*

PT MCM Tegaskan Tak Terlibat Soal Insiden Plang yang Hilang

KENDARIKINI.COM – Humas PT Modern Cahaya Makmur (MCM), Dedi angkat bicara soal tudingan plang yang hilang dari Pemprov Sultra melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Provinsi Sultra.

Dedi menegaskan bahwa insiden hilangnya plang tersebut tidak ada kaitannya dengan perusahaan.

“PT MCM senantiasa berkomitmen menerapkan kaidah-kaidah penambangan yang baik atau lebih dikenal dengan Good Mining Practice,” katanya, Rabu 28 Mei 2025.

“Jadi sangat tidak mungkin kami mau mencabut dan dikaitkan dengan insiden plang yang hilang,” tambahnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa PT MCM dalam aktivitasnya juga memberdayakan masyarakat lingkar tambang.

“Truk-truk pengangkut itu dari pihak ketiga, itu semua masyarakat yang kami libatkan, bahkan didalam internal perusahaan juga 80 persen dari masyarakat lokal,” jelasnya.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa PT MCM juga menyalurkan dana PPM dan CSR di area lingkar tambang.

“Bukan hanya di Puriala Konawe kita salurkan PPM dan CSR, kemarin di Tondonggeu Kecamatan Nambo Kota Kendari kita bantu masyarakat disana bangun masjid,” bebernya.

Pihaknya juga mengimbau untuk tidak ada pihak-pihak yang coba memperkeruh suasana dan memanfaatkan bahkan menuding PT MCM soal insiden hilangnya plang tersebut.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti