Senin, November 2, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 200

Teken MoU dengan Unhas, Upaya Kolaborasi Strategis Transformasi Teknologi dan Pengetahuan Nikel Berkelanjutan PT Vale di Kawasan Timur Indonesia

KENDARIKINI.COM — Dalam lanskap global yang semakin terdorong menuju energi hijau dan hilirisasi mineral strategis, Indonesia hadir sebagai pemain utama dengan cadangan nikel terbesar di dunia.

Namun, untuk menjawab tuntutan transformasi industri berkelanjutan, keunggulan sumber daya alam harus ditopang oleh transformasi teknologi dan pengetahuan. Merespons tantangan tersebut, sebuah kolaborasi strategis telah dibentuk antara PT Vale Indonesia Tbk (anggota MIND ID), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Huayou Indonesia, melalui program edukasi transformasi teknologi dan Kelas Pengetahuan Hilirisasi Nikel—sebuah pusat unggulan yang memadukan riset aplikatif, pengembangan vokasi, dan inovasi industri.

Inisiatif ini merupakan kontribusi nyata terhadap agenda besar Indonesia untuk membangun hilirisasi yang inklusif dan berdaya saing tinggi. Dengan menyatukan kekuatan industri, teknologi, dan akademik, pusat ini akan memainkan peran penting dalam mendesain ulang model pengembangan kawasan timur sebagai episentrum baru energi dan keberlanjutan.

“Transformasi industri harus dimulai dari transformasi pengetahuan dan teknologi. Kolaborasi ini adalah investasi jangka panjang untuk manusia, lingkungan, dan masa depan industri kita,” ujar Muhammad Asril, Chief Project Officer PT Vale.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyambut kolaborasi ini sebagai simbol kesiapan institusi pendidikan untuk menjadi mitra strategis pembangunan.

“Unhas akan menjadi simpul utama dalam transfer ilmu dan teknologi, serta rumah bagi pengembangan generasi yang mampu membawa industri Indonesia ke panggung global.”

Dia mengapresiasi kolaborasi yang dijalankan, menegaskan kesiapan Unhas untuk berkontribusi secara aktif dalam penguatan ekosistem industri berbasis hilirisasi. Kolaborasi dengan pelaku industri seperti Huayou dan PT Vale merupakan bagian dari transformasi perguruan tinggi untuk lebih adaptif dan relevan terhadap kebutuhan zaman.

“Kami yakin kontribusi Unhas dapat mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan. Kita akan bertumbuh bersama melalui kolaborasi yang saling memperkuat,” ungkapnya.

Pelatihan vokasi untuk Masyarakat sekitar area operasional Perusahaan dalam rangka meningkatkan keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan oleh dunia industri, program bantuan pendidikan “anak asuh” untuk pelajar dari masyarakat asli sekitar wilayah operasional, peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan. PT Vale juga menyalurkan beasiswa tingkat S2 dan S3 kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas SDM di komunitas sekitar, selain itu PT Vale melakukan memberikan kesempatan kerja praktek untuk mahasiswa/I dari perguruan tinggi seluruh Indonesia.

David Wei, General Manager Huayou Indonesia Management Center, menegaskan bahwa integrasi antara kampus dan industri memegang peranan penting dalam mencetak sumber daya manusia lokal yang siap menghadapi tantangan era energi baru. “Kami tidak hanya membutuhkan tenaga kerja, tetapi juga pionir-pionir lokal yang mampu berpikir secara global,” ujarnya.

Sejak tahun 2023, Huayou secara aktif bekerjasama dengan beberapa pihak seperti, Northeastern University Tiongkok, dan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Politeknik Negeri Ujung Pandang, dan Akademi Teknik Sorowako. Hingga akhir 2024, Huayou telah mendistribusikan program beasiswa kepada 183 mahasiswa Diploma, 82 mahasiswa Sarjana, dan 53 mahasiswa Magister serta mengakomodir puluhan mahasiswa magang di berbagai proyek Huayou di Indonesia.

David juga menilai program ini sangat relevan dengan filosofi bisnis Huayou, “di mana pun kami berinvestasi, kami harus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian dan masyarakat lokal.” Ia berharap agar kemitraan strategis ini dapat meningkatkan kapasitas dan keterlibatan masyarakat lingkar proyek Huayou untuk mendukung transfer teknologi melalui jalur pendidikan formal serta meningkatkan keterlibatan pendidikan tinggi dalam pengembangan industri di Indonesia.

Komitmen PT Vale telah lama menempatkan pendidikan sebagai pilar strategis pembangunan komunitas. Pada 2024, perusahaan menghadirkan bus sekolah di lima desa terpencil, menyalurkan beasiswa S2 dan S3, dan memfasilitasi program persiapan masuk perguruan tinggi.

Sebanyak 70 mahasiswa yang berprestasi namun kurang mampu secara ekonomi juga menerima beasiswa pendidikan. Dengan 99,9% tenaga kerja berasal dari Indonesia dan lebih dari 80% dari Sulawesi, PT Vale membuktikan bahwa transformasi industri harus dimulai dari transformasi masyarakat lokal.

Pusat ini tidak hanya berfungsi sebagai laboratorium akademik, tetapi sebagai knowledge and innovation hub untuk mengubah hilirisasi menjadi gerakan inklusif dalam menumbuhkan teknologi tepat guna hilirisasi, menyusun skema pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri, menyediakan beasiswa prestasi dan riset kolaboratif, menyusun peta jalan hilirisasi yang berorientasi pada keberlanjutan.

Langkah ini sejalan dengan dorongan pemerintah untuk mengakhiri ekspor bahan mentah dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri, sembari menjaga kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.*

Pimpin Polda Sultra, Irjen Didik Agung Widjanarko Siap Dukung Program Pemerintah dan Sinergi dalam Penegakan Hukum

KENDARIKINI.COM – Suasana haru menyelimuti acara serah terima jabatan Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa, 27 Mei 2025. Kedatangan Kapolda Sultra yang baru, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.IK., M.H., disambut dengan tarian tradisional Mondotambe khas Tolaki, sebagai bentuk penghormatan atas kedatangannya di Bumi Anoa.

Prosesi penyambutan dilanjutkan dengan tradisi pedang pora dan Upacara Welcome and Farewell Parade, sebagai simbol pergantian tongkat komando kepemimpinan dari pejabat lama ke pejabat baru.

Irjen Pol Dwi Irianto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Sultra, dalam sambutannya menyampaikan rasa haru dan kebanggaannya. “Hari ini adalah momen yang sangat mengesankan, baik secara pribadi maupun kedinasan. Saya percaya Irjen Didik akan membawa Polda Sultra ke arah yang lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras seluruh personel selama masa jabatannya. “Dalam pelaksanaan tugas, tentu banyak kekhilafan. Untuk itu, saya mohon maaf. Sultra membuat saya bangga pernah berada di tengah-tengah personel yang luar biasa,” tambahnya.

Sementara itu, Irjen Didik dalam kesempatan perdananya menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Sulawesi Tenggara. “Saya berkomitmen untuk melanjutkan dan memperkuat langkah-langkah strategis serta memperkuat situasi kamtibmas yang kondusif di Sultra,” tegasnya.

Selain itu, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya penegakan hukum, khususnya pada kasus-kasus pertambangan ilegal dan korupsi di wilayah Sulawesi Tenggara.

Sebelum menjabat Kapolda Sultra, Irjen Didik Agung Widjanarko dikenal sebagai Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi di KPK. Pengalamannya tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat sinergi antara kepolisian dan lembaga antirasuah.

“Konsolidasi perkara-perkara mana yang belum bisa berjalan, bagaimana menindaklanjutinya sehingga ke depan semakin ada kepastian hukum. Kalau memang perlu kita koordinasikan dengan KPK untuk dilangkahkan bersama, kenapa tidak. Karena tugas saya sebelumnya berkaitan dengan koordinasi dan supervisi, kita bisa meminta penguatan dari KPK agar perkara itu bisa berjalan dengan baik,” tegas Didik dalam doorstop wawancara bersama wartawan.

Selain fokus pada pemberantasan korupsi dan pertambangan ilegal, Irjen Didik juga menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program-program nasional, termasuk kebijakan Presiden Prabowo dalam mewujudkan ketahanan pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sultra.

Polda Sultra di bawah kepemimpinan baru juga bertekad meningkatkan sinergi dengan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) demi menciptakan keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah Sulawesi Tenggara.

Dengan bekal pengalaman dan jaringan yang kuat, Irjen Didik optimistis dapat memperkuat peran Polda Sultra sebagai garda terdepan dalam penegakan hukum dan mendukung pembangunan daerah yang bersih serta berintegritas.

Wujudkan Talenta Lokal Kompeten, PT Vale Teken Kerjasama dengan Kampus

KENDARIKINI.COM – Kontribusi nyata dalam sektor pendidikan tinggi terus dijalankan dalam upaya melahirkan talenta lokal kompeten, andil ini terus dijalankan PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) sebagai salah satu perusahaan tambang terkemuka di Indonesia dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penandatanganan MoU ini dilangsungkan di Gedung Saodenrae Convention Center [SCC] Palopo, bertepatan dengan acara wisuda Universitas Andi Djemma, Senin (26/05/2025).

Head of External Relations PT Vale, Endra Kusuma meneken MoU bersama Rektor Universitas Andi Djemma, Dr. Annas Boceng.

Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM di sektor tambang dan mendukung pilar SDGs, khususnya Tujuan 4 yakni Pendidikan Berkualitas, Tujuan 8 yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan Tujuan 9 yakni Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Hal tersebut juga menandai komitmen kedua belah pihak dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta kontribusi terhadap pembangunan daerah, khususnya di wilayah Luwu Raya. Ruang lingkup kesepahaman ini mencakup penguatan kapasitas SDM, pelaksanaan program Kampus Berdampak, penelitian terapan, hingga pengabdian masyarakat di berbagai sektor seperti kesehatan, lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.

“Sebagai perusahaan tambang yang berorientasi pada keberlanjutan, PT Vale memahami pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan perguruan tinggi. Universitas memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM yang adaptif dan solutif terhadap tantangan sosial dan lingkungan,” ujar Head of External Relations PT Vale, Endra Kusuma.

Kerja sama ini sejalan dengan visi PT Vale untuk menjadi perusahaan yang berkontribusi terhadap kehidupan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Kemitraan ini diharapkan mampu mendorong inovasi lokal dan memperkuat ekosistem pendidikan sebagai bagian dari pilar pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.

“Kami percaya bahwa pengembangan SDM dan keberlanjutan daerah adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk mendukung kerja sama ini dan berkontribusi dalam pengembangan SDM dan keberlanjutan daerah,” tuturnya.

Rektor Universitas Andi Djemma, Dr. Annas Boceng, menyampaikan nota kesepahaman ini membuka ruang kolaborasi yang luas antara dunia akademik dan industri.

Ada empat poin kerja sama yang dihadapi, yakni Program peningkatan kapasitas pekerja, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, dan kependidikan, aparatur pemerintah, pelajar dan mahasiswa, pelaku dan kelompk tani, agribisnis, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), praktisi sini dan budaya, penggiat konservasi lingkungan, pengurus kelembagaan lokal, kader pemberdayaan, dan masyarakat.

Lalu kerja sama kedua menyangkut Program pengkajian dan penelitian di bidang hukum, kesehatan, ekonomi, pertanian, kehutanan, teknik, peternakan, pendidikan, sosial budaya, pelestarian dan perlindungan lingkungan hidup keanekaragaman hayati, serta bidang lain yang relevan.

Kemudian program ketiga meliputi pengembangan dan pengabdian masyarakat dan terakhir Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berdasarkan permen Dikbud No.3/2020 tentang standar nasional pendidikan tinggi beserta panduan MBKM.

“Kami berharap MoU ini tidak hanya memperkuat kegiatan akademik dan penelitian, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam membangun kapasitas dan meningkatkan daya saing generasi muda di Luwu Raya.”
Melalui kerja sama ini, PT Vale dan Universitas Andi Djemma berkomitmen untuk saling mendukung dalam mewujudkan agenda pembangunan yang inklusif, adaptif, dan berwawasan masa depan.

“Kerja sama ini merupakan hal luar biasa bagi Unanda, karena PT Vale merupakan perusahaan internasional tidak begitu mudah mau melakukan MoU dengan perguruan tinggi. Kenapa PT. Vale melirik Unanda? Ternyata di Unanda ada satu program studi yang sangat menyentuh yakni Prodi Pertambangan,” tuturnya.*

Masa Aksi Forum Pribumi Menggugat Alami Luka Diduga Dipukul Oknum Pegawai PN Kendari

KENDARIKINI.COM – Sejumlah masa aksi yang tergabung dalam Forum Pribumi Mengugat mengalami Luka-luka diduga dipukul saat mengelar aksi demo di jalan kantor PN Kendari pada, Senin (26/05/2025).

Aksi menyoal soal dugaan arogansi kepala PN Kendari dan juga penolakan rencana eksekusi lahan eks PGSD Kota ini berlangsung tegang.

Pantau awak media, jalan aksi ini sempat memanas hingga terjadi dorong-dorong antara masa Pribumi Mengugat dan pegawai keamanan PN Kendari.

Masa Forum Pribumi Mengugat meminta ketua PN Kendari menemui mereka. Namun tak kunjung ditemui hingga beberapa jam melaksanakan aksi demonstrasi.

Perwakilan keluarga ahli waris lahan eks PGSD, Dedi Walengeke membenarkan adanya masa Pribumi Mengugat mengalami kuku.

“Iya ada yang luka, dipukul sama orang PN Kendari. Orangnya kami tandai hanya kami tidak tau namanya,” kata Dedi kepada awak media saat di temui di halaman kantor PN Kendari.

Pihaknya lanjut dia memastikan akan melaporkan dugaan pemukulan masa aksi tersebut di aparat kepolisian.

“Dan ini kami akan lanjutkan di aparat yang berwajib. Sekarang mereka masih bawa di Puskesmas,” ungkapnya.

Dedi menjelaskan aksi ini merupakan bentuk protes terhadap sikap PN Kendari yang masih terus mempersoalkan lahan eks PGSD.

Untuk itu kata dia, pihaknya ingin berdiskusi dengan pihak PN Kendari. Hanya saja kepala PN Kendari engen menemui masa aksi.

“Tujuan kami sebenarnya hanya ingin diskusi agar persoalan ini terang benarang. Tapi kepala PN Kendari tidak mau menemui kami,” jelasnya.

Sementara itu, Humas PN Kendari, Putra yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan tanggapan.*

Lantik 26 Pejabat, Gubernur Sultra Ingatkan Jabatan Bukan Hak, Tapi Amanah

KENDARIKINI.COM — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, melantik 26 pejabat baru di lingkungan Pemerintah Provinsi Sultra pada Senin, 26 Mei 2025.

Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Merah Putih Rumah Jabatan Gubernur dan diwarnai dengan penegasan kuat dari Gubernur soal pentingnya tanggung jawab dalam birokrasi pemerintahan.

Dalam kesempatan itu, Andi Sumangerukka menyampaikan bahwa rotasi jabatan merupakan hal wajar dalam organisasi pemerintahan. Ia menekankan bahwa jabatan bukanlah hadiah, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Pelantikan adalah hal biasa dalam birokrasi. Jangan terlalu berbangga, dan jangan juga berkecil hati. Jabatan bukan hak, tapi amanah. Semakin tinggi jabatan, semakin besar pula tanggung jawabnya,” tegas Gubernur yang akrab disapa ASR.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya akan rutin mengevaluasi kinerja seluruh pejabat setiap tiga bulan. Evaluasi ini akan menjadi tolok ukur apakah pejabat tersebut layak dipertahankan atau perlu diganti.

“Saya tidak melihat siapa Anda, dari mana Anda, atau latar belakang Anda. Yang saya lihat adalah kemampuan bekerja sama, loyalitas, dan integritas. Kalau Anda mampu bekerja dan memberikan hasil, maka Anda akan diberi ruang,” katanya.

ASR menambahkan, pelantikan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kerja-kerja besar yang menanti. Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk segera menyesuaikan diri dan fokus pada tugas-tugas pokok mereka.

“Lihat posisi dan tanggung jawab baru Anda. Jangan buang waktu. Rakyat menilai kita, dan mereka menunggu kerja nyata, bukan hanya wacana,” ujarnya.

Gubernur ASR juga meminta agar para pejabat tidak terjebak pada euforia pelantikan atau kekecewaan karena tak mendapat posisi. Ia menekankan pentingnya menjaga suasana kerja yang harmonis demi pelayanan publik yang optimal.

“Mari kita dahulukan pelayanan kepada masyarakat. Urusan internal bisa diselesaikan nanti. Gunakan hati dan nurani dalam bekerja. Bekerjalah dengan ikhlas dan tulus, karena itu kunci utama keberhasilan,” ungkapnya.

Berikut daftar lengkap nama-nama pejabat yang dilantik Gubernur Andi Sumangerukka:
– La Ode Butolo – Sekretaris DPRD Sultra
– Sukanto Toding – Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM
– La Ode Muhammad Rusdin Jaya – Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra
– La Haruna – Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Sultra
– Zanuriah – Kepala Dinas P3APPKB Sultra
– Muliadi – Staf Biro Umum Setda Sultra
– Iwan Susanto – Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Sultra
– Saido Bunsai – Kepala Biro Kesra Sultra
– Yusmin – Kepala Biro Organisasi Setda Sultra
– Nur Saleh – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sultra
– Usnia – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra
– La Ode Saifuddin – Kepala BPBD Sultra
– Muhammad Yusup – Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sultra
– Prof. Andi Khaeruni – Plt Kepala BKD Sultra
– Prof. M. Taufiq – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sultra
– Prof. Aris Badarah – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra
– Asridah Mukaddim – Plt Kepala Dinas Kesehatan Sultra
M. Syaiful – Plt Direktur RS Bahteramas Sultra
– Dedi Irwanto – Plt Kepala Dinas Kehutanan Sultra
– Sri Rezkina – Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sultra
– Wawan Arianto – Plt Kepala Dinas Sosial Sultra
– Andi Syahrir – Plt Kepala Biro Adpim Sultra
– Umikun Latifah – Plt Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa
– Andrian – Plt Kepala Badan Kesbangpol Sultra
– Hasrullah – Plt Kepala BPKAD Sultra
– Andi Asnawati Ahmad – Plt Biro Umum Setda Sultra

Dengan pelantikan ini, dirinya berharap roda pemerintahan di Provinsi Sultra semakin solid dan mampu menjawab tantangan serta harapan masyarakat. Ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak hanya bekerja untuk menyenangkan atasan, tetapi betul-betul berorientasi pada hasil dan manfaat bagi masyarakat luas.

“Yang saya butuhkan bukan sekadar loyalitas, tapi juga keberanian untuk bekerja jujur, cepat, dan tuntas. Jangan ragu untuk mengambil keputusan yang benar, walau itu tidak populer,” tandasnya.*

Beli Kendaraan Aman, Kalla Toyota Jadi Pilihan Cerdas untuk Kepemilikan Mobil Jangka Panjang

KENDARIKINI.COM – Pasar otomotif semakin ramai dan kompetitif, pelanggan cenderung fokus pada penawaran program kepemilikan yang menarik diawal, seperti uang muka (DP) ringan, cicilan bulanan yang terjangkau hingga diskon besar. Namun Kalla Toyota mengajak pelanggan untuk melihat gambaran yang lebih luas dan jangka panjang, yakni pentingnya mempertimbangkan harga jual beli kembali saat memutuskan pembelian mobil.

Kalla Toyota menekankan bahwa keputusan pembelian kendaraan yang cerdas tidak hanya berhenti pada kemudahan program diawal, tetapi juga perlu memperhitungkan biaya kepemilikan total selama masa pakai kendaraan. Faktor-faktornya meliputi nilai jual kembali yang optimal, serta kemudahan servis dan keandalan layanan purna jual dan terjangkau di berbagai daerah.

Suliadin selaku General Manager Marketing mengungkapkan, “Kami menyadari betul bahwa bagi sebagian besar pelanggan, membeli mobil untuk kebutuhan jangka panjang demi memudahkan mobilitas sehari-hari. Namun, pelanggan seringkali fokus hanya pada penawaran di awal. Kami ingin mengedukasi pelanggan bahwa ada yang jauh lebih penting dapat menjadi bahan pertimbangan demi keuntungan mereka di masa depan, yakni harga jual beli kembali kendaraan pelanggan dan kemudahan after sales. Terima kasih atas kepercayaannya, Kalla Toyota konsisten mempertahankan predikat market leader dengan menguasai market share sebesar 39% (Ytd April 2025). Hal ini tentunya tidak terlepas dari dukungan seluruh pelanggan setia. Cabang Kalla Toyota tidak hanya diperkotaan tapi kami hadir lebih dekat menjangkau wilayah dan daerah yang tersebar di 4 provinsi yakni SulSel, SulBar, SulTra, SulTeng,”

Trend pasar menunjukkan bahwa 70% pemilik kendaraan pada akhirnya akan mempertimbangkan untuk melakukan penjualan kembali, atau upgrade kendaraan mereka kemodel yang lebih baru dalam kurun waktu diatas 3 tahun. Ini menjadikan nilai jual kembali yang kuat dan proses purna jual yang mudah sangatlah penting dalam perencanaan finansial pelanggan.

Memilih merek dan dealer yang menawarkan dukungan kuat dalam hal nilai jual kembali dan kemudahan servis akan sangat menguntungkan pelanggan dimasa mendatang. Kendaraan Toyota secara historis dikenal memiliki nilai jual kembali yang baik, dan Kalla Toyota memastikan hal tersebut didukung oleh layanan terbaik.

“Kami tidak hanya memikirkan program kemudahan menjual mobil didepan, tapi juga menghadirkan ketenangan pikiran dan kenyamanan serta keamaman customer selama masa pemakaian. Kalla Toyota selalu memikirkan siklus penggunaan kendaraan, dari pembelian hingga akhirnya konsumen ingin menjual atau mengganti mobilnya. Sayangnya, tidak semua merek kendaraan memperhatikan aspek ini. Banyak merek baru hanya menawarkan teknologi dan fitur kekinian, namun belum terbukti dalam hal after sales service, jaringan servis yang luas, dan nilai jual kembali yang tinggi”, lanjut Suliadin.

Jadi, sebelum membeli kendaraan, pikirkan matang-matang. Jangan hanya tergoda promo, tetapi perhitungkan juga kemudahan servis, jaringan after sales, dan harga jual kembalinya. Karena hanya di Kalla Toyota yang tidak hanya memberikan teknologi, tetapi juga solusi yang menyeluruh.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap seputar Kalla Toyota, pelanggan dapat berkunjung ke website Kalla Toyota di kallatoyota.co.id atau sosial media Kalla Toyota di Instagram @KallaToyotaID, Twitter @KallaToyotaID dan Facebook KallaToyota.me. Dapat pula menghubungi hotline Kalla Care di nomor 04113000103 atau live chat via WhatsApp di nomor 08114414030.*

Kreativitas Otomotif Berhadiah Puluhan Juta Rupiah, Kalla Toyota Gelar ‘Agya Stylixtivity Virtual Modification Contest’

KENDARIKINI.COM – Kalla Toyota sebagai salah satu dealer otomotif terbesar di Sulawesi, memberikan ruang kompetisi bagi para pecinta otomotif dan desainer kreatif untuk unjuk gigi! Kalla Toyota dengan bangga mempersembahkan “AGYA STYLIXTIVITY VIRTUAL MODIFICATION CONTEST”, sebuah ajang adu kreativitas modifikasi digital untuk Toyota Agya Stylix yang paling bergaya.

Hadiah kompetisi yang diberikan Kalla Toyota pun tidak tanggung-tanggung, peserta berkesempatan memenangkan total hadiah senilai Rp. 22.500.000 yang terbagi dari 2 kategori yakni Juara 1 mendapatkan Rp. 15.000.000 dan kategori Juara Favorit mendapatkan Rp.7.500.000.

Mengusung tema “WHEN STYLIX MEETS CREATIVITY”, Kalla Toyota mengajak peserta untuk menampilkan gaya dan kreativitas terbaik dalam memodifikasi tampilan Toyota Agya Stylix. Periode lomba telah berlangsung sejak 28 April 2025 dan akan berakhir pada 31 Mei 2025.

Amelia Amin selaku Manager Marketing Kalla Toyota mengungkapkan, “Tentunya kami sangat antusias melihat bagaimana para talenta kreatif di luar sana mengubah tampilan Toyota Agya menjadi karya seni digital yang memukau. AGYA STYLIXTIVITY VIRTUAL MODIFICATION CONTEST ini adalah wujud komitmen kami untuk terus mendukung dan mewadahi kreativitas anak bangsa, khususnya di bidang otomotif dan desain”.

Antusiasme tinggi diharapkan datang dari para desainer digital dan penggemar modifikasi mobil yang ingin menunjukkan bakat mereka. Pendaftaran untuk kompetisi ini dapat diakses melalui tautan bit.ly/ToyotaAgyaContest.

“Melalui kontes modifikasi virtual ini, Kalla Toyota ingin menunjukkan bahwa kreativitas dalam dunia otomotif tidak memiliki batasan, bahkan dapat dieksplorasi lebih jauh melalui platform digital. Ini juga menjadi kesempatan bagi Kalla Toyota untuk lebih dekat dengan teman-teman yang bergerak dalam bidang kreativitas”, lanjut Amelia Amin.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap seputar Kalla Toyota, pelanggan dapat berkunjung ke website Kalla Toyota di kallatoyota.co.id atau sosial media Kalla Toyota di Instagram @KallaToyotaID, Twitter @KallaToyotaID dan Facebook KallaToyota.me. Dapat pula menghubungi hotline Kalla Care di nomor 04113000103 atau live chat via WhatsApp di nomor 08114414030.*

Sinergi Kadin Sultra dan Kanwil Kemenkum Dukung UMKM

KENDARIKINI.COM – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Tenggara (Sultra), Topan Sopuan, melakukan silahturahmi dengan Kepala Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulawesi Tenggara, Anton Timbang.

Pertemuan yang berlangsung hangat ini membahas potensi pemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sultra melalui pemanfaatan Kekayaan Intelektual (KI) dan kemudahan pendirian Perseroan Perorangan. Senin (12/05/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Topan menyampaikan komitmen Kemenkum Sultra untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, salah satunya melalui pemberdayaan UMKM.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran akan Kekayaan Intelektual bagi para pelaku UMKM sebagai aset berharga yang dapat meningkatkan daya saing produk dan jasa mereka.

Sosialisasi dan fasilitasi pendaftaran KI, seperti merek dan hak cipta, menjadi salah satu fokus utama yang dibahas.

Lebih lanjut, Topan menjelaskan tentang kemudahan yang ditawarkan melalui skema Perseroan Perorangan.

Skema ini diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM untuk melegalkan usaha mereka dengan proses yang lebih sederhana dan biaya yang terjangkau, sehingga membuka akses yang lebih luas terhadap peluang pengembangan usaha, termasuk akses permodalan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, menyambut baik inisiatif dan dukungan dari Kemenkum Sultra. Beliau menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran krusial dalam perekonomian daerah dan perlu didukung secara komprehensif.

Pemanfaatan Kekayaan Intelektual dan kemudahan pendirian Perseroan Perorangan dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM di Sultra.

Anton Timbang juga menyampaikan kesiapan Kadin Sultra untuk berkolaborasi dengan Kemenkum Sultra dalam mensosialisasikan pentingnya KI dan manfaat Perseroan Perorangan kepada para pelaku UMKM di berbagai wilayah Sultra.

Sinergi antara pemerintah dan organisasi pengusaha ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan UMKM yang berdaya saing dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.*

Kapolda Sultra Kunjungi dan Tinjau Langsung Dapur SPPG

KENDARIKINI.COM – Usai pelaksanaan serah terima jabatan (sertijab) di Mabes Polri pada pekan lalu, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Kapolda Sultra) yang baru, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.IK., M.H, langsung menunjukkan komitmennya terhadap program sosial dan pelayanan publik. Didampingi oleh Irjen Dwi Irianto, kunjungan perdana Kapolda dilakukan ke Markas Komando (Mako) Brimob Polda Sultra, tepatnya ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pada Senin, 26 Mei 2025.

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung aktivitas di dapur SPPG yang berperan penting dalam mendukung program pemerintah, khususnya program makan bergizi gratis bagi pelajar sekolahan. Kapolda tampak antusias saat menyaksikan proses memasak makanan yang akan didistribusikan ke berbagai titik di wilayah Kota Kendari. Dalam kunjungan tersebut, Irjen Didik Agung memberikan apresiasi kepada seluruh petugas dapur yang bekerja dengan dedikasi tinggi demi memastikan kualitas makanan yang layak dan bergizi.

“Perdana kami mengunjungi dapur SPPG Polda Sultra dan Kami sangat mendukung program pemerintah dalam penyediaan makan bergizi gratis ini,” ujar Irjen Didik saat meninjau dapur.

Para karyawan yang terlibat dalam pengolahan makanan telah mendapatkan pelatihan khusus dalam bidang sanitasi dan keamanan pangan. Kapolda juga menyempatkan diri berdialog dengan para petugas dapur untuk mendengar langsung masukan dan tantangan yang mereka hadapi selama program ini berjalan.

Kunjungan ini menjadi simbol awal dari kepemimpinan Irjen Didik Agung di Polda Sultra yang menunjukkan kepedulian terhadap program pemerintah.*

Afdhal Dinilai Layak Pimpin KONI Sultra

KENDARIKINI.COM – Sosok Afdhal tengah menjadi buah bibir di kalangan pecinta olahraga Sulawesi Tenggara. Namanya mencuat sebagai figur potensial calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra mendatang, seiring keberhasilannya membawa cabang olahraga kick boxing menorehkan sejarah lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumut 2024.

Pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pengprov Kick Boxing Indonesia (KBI) Sultra tersebut dinilai berhasil menata organisasi dari nol hingga kini telah terbentuk dan aktif di 12 kabupaten/kota. Di bawah kepemimpinannya, kick boxing berkembang pesat dan menunjukkan prestasi nyata hanya dalam waktu dua tahun terakhir.

Sebelum memimpin KBI Sultra, Afdal dikenal aktif di cabang olahraga muaythai. Ia merupakan mantan Ketua Muaythai Kota Kendari dan pernah ambil bagian penting dalam pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Muaythai yang digelar di Kota Kendari. Pengalamannya ini memperkuat rekam jejaknya dalam membina dan mengelola organisasi olahraga secara profesional.

Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Sultra, Yufi, menyebut keberhasilan kick boxing lolos PON bukan sekadar hasil instan, melainkan buah dari pembinaan berkelanjutan dan kepemimpinan yang progresif.

“Pak Afdal aktif turun langsung ke lapangan. Beliau bukan tipe pemimpin yang hanya di belakang meja, tapi hadir membimbing, membuka ruang kolaborasi, dan membina dari bawah,” tutur Yufi.

Selama masa kepemimpinannya, Afdal menggagas berbagai program seperti pelatihan pelatih dan wasit, seleksi atlet terbuka, hingga pelaksanaan grading secara berkala. Semua dilakukan secara objektif, menjadikan atlet kick boxing Sultra kini siap bersaing di tingkat nasional.

Dengan masa jabatan Ketua KONI Sultra yang akan berakhir Februari 2026, munculnya nama Afdal dinilai sebagai sinyal lahirnya generasi baru dalam kepemimpinan olahraga daerah.

“Melihat jejaknya, saya yakin beliau memiliki kapasitas untuk membawa KONI Sultra ke arah yang lebih profesional dan berorientasi prestasi,” tambah Yufi.

Di tengah dinamika olahraga Sultra yang membutuhkan semangat baru, Afdal hadir sebagai sosok muda, energik, dan visioner. Ia bukan hanya membangun organisasi, tetapi juga membuktikan bahwa dengan kerja keras dan strategi tepat, prestasi bisa diraih bahkan oleh cabor yang baru berkembang.

Kini, harapan baru menyala. Afdal dinilai bukan hanya layak, tapi juga dibutuhkan untuk menakhodai KONI Sultra ke depan.

Coming Soon Prawira Billiard, Wadah Kolaborasi, Lapangan Kerja dan Pembinaan Atlet di Kendari

KENDARIKINI.COM – Ipda Ariel Mogens Ginting, seorang perwira polisi termuda di Polresta Kendari, meluncurkan sebuah inisiatif positif berupa Prawira Billiard, sebuah tempat usaha biliar di kawasan Puwatu yang dirancang untuk mendukung pengembangan anak muda dan UMKM di Kendari. Lebih dari sekadar tempat hiburan, Prawira Billiard diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi, penciptaan lapangan kerja, dan pembinaan atlet biliar.

Ipda Ariel menjelaskan bahwa Prawira Billiard merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah Kota Kendari, khususnya dalam peningkatan UMKM.

“Dengan meningkatkan UMKM, kita berharap akan tercipta lapangan kerja baru, dan hal ini diharapkan dapat menekan angka kriminalitas,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, Prawira Billiard juga bertujuan untuk memberikan fasilitas bagi atlet biliar muda di Kendari untuk mengasah kemampuan mereka, mengingat biliar merupakan cabang olahraga resmi di tingkat nasional maupun internasional. Bahkan, pelatihan biliar khusus akan disediakan bagi anak muda yang belum memiliki pengalaman.

“Kami ingin menciptakan ruang positif bagi anak muda Kendari. Prawira Billiard diharapkan dapat menjadi tempat untuk menyalurkan minat dan bakat, mengembangkan potensi, dan membuka peluang ekonomi,” tambah Ipda Ariel.

Pembangunan dan pengelolaan Prawira Billiard dipercayakan kepada Karya Baru Konstruksi (KBK), sebuah perusahaan konstruksi lokal yang dikelola oleh anak muda Kendari. Hal ini menunjukkan komitmen untuk memberdayakan generasi muda dalam pembangunan daerah.

Prawira Billiard direncanakan akan dibuka pada awal Juni 2025. Informasi lebih lanjut mengenai peluang kerja dapat diakses melalui tautan berikut:https://forms.gle/W6JkBowEixMec7Ks5.*

Polresta Kendari Ringkus DPO Kasus Narkoba yang Sempat Kabur Tangan Terborgol

KENDARIKINI.COM – Setelah sempat kabur selama dua bulan lamanya, LO alias Doni (48) akhirnya berhasil di bekuk tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polresta Kendari, pada Rabu (21/5/2025) sekitar pukul 20.32 WITA di Jalan Diponegoro, Kelurahan Benu-benua, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.

Penangkapan pelakupun hendak mengundang perhatian warga setempat karena pelaku sempat berteriak histeris saat akan di tangkap di atas motornya.

Dalam aksi penangkapan, polisi mengamankan satu buah sajam yang di selipkan di pinggang pelaku.

Kasat Narkoba Polresta Kendari, AKP Andi Musakkir Musni, menjelaskan penangkapan LO alias Doni merupakan target operasi yang selama ini di cari setelah pelaku berhasil melarikan diri pada 5 Maret 2025 lalu sekitar pukul 14.40 WITA siang di jalan Tabacci, Kelurahan Dapudapura, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.

Saat itu, kata Andi, penangkapan berlangsung menegangkan, karena pelaku sudah diamankan dalam kondisi tangan terborgol dan barang bukti berhasil diamankan sebanyak 31 sachet dengan berat bruto 9.84 Gram narkoba jenis sabu. Namun saat pelaku hendak dibawa, pelaku kemudian melompat dan kabur ditengah keramaian warga.

Warga dan keluarga pelakupun yang saat itu menyaksikan penangkapan tersebut, berupaya membuat keadaan memanas untuk menghalang-halangi tim opsnal melakukan pengejaran terhadap pelaku yang berhasil kabur.

“Pelaku saat itu sudah dalam keadaan terborgol dan barang buktinya sudah kami amankan, saat hendak dibawah pelaku malah melompat dan kabur ditengah kerumunan warga,”kata AKP Andi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (23/5/2025).

“Saat itu anggota kami hendak mengejar pelaku tetapi di halang halangi oleh warga dan keluarga pelaku bahkan saat kami akan meninggalkan TKP ban mobil opsnal kami di kempeskan hingga akhirnya kami meminta tim reskrim Polresta kendari datang ke TKP dan akhirnya suasana saat itu kembali kondusif,”lanjutnya.

Ia menambahkan, saat ini pelaku telah diamankan di Mako Sat Narkoba Polresta Kendari beserta barang buktinya untuk menjalani proses pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 114 ayat 2 junto pasal 112 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 undang undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana seumur hidup, atau pidana penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.*

Soal Kecelakaan Kerja di IUP PT Bosowa hingga Timbulkan Dua Korban Jiwa, P3D Konut Desak Sanksi Tegas

KENDARIKINI.COM – Dua pekerja tambang dilaporkan tewas akibat tertimbun longsor di wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) PT Bosowa Mining, Kamis pagi (22/5). Peristiwa ini kembali mengingatkan publik akan rentannya keselamatan kerja di sektor pertambangan, khususnya di Sulawesi Tenggara.

Kedua korban, Safrin Zahimu dan Mohammad Isnain, merupakan karyawan dari perusahaan kontraktor PT Albar Jaya Bersama (AJB) yang tengah bekerja di lokasi kejadian. Keduanya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan telah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing untuk dimakamkan.

Menyikapi insiden tersebut, Lembaga Persatuan Pemuda Pemerhati Daerah (P3D) Konawe Utara mendesak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) serta Inspektur Tambang Sulawesi Tenggara untuk segera turun tangan dan melakukan investigasi menyeluruh.

Fahri, Sekretaris Umum P3D Konut, menyebut insiden ini sebagai bukti lemahnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan pertambangan yang berisiko tinggi. Ia menduga ada unsur kelalaian dari pihak perusahaan.

“Kami melihat ini bukan semata-mata musibah alam, melainkan ada indikasi kelalaian dalam penerapan standar K3, baik oleh PT Bosowa maupun kontraktornya, PT AJB,” ujar Fahri, Sabtu (24/5/2025).

Pihaknya juga menyoroti peran pengawasan dari pemerintah, dalam hal ini Disnakertrans Sultra, yang dinilai belum maksimal menindaklanjuti sejumlah kasus kecelakaan kerja sebelumnya.

“Banyak laporan serupa yang tidak kunjung tuntas. Ini menjadi catatan buruk bagi kinerja pengawasan pemerintah,” lanjutnya.

Selain mendesak investigasi, P3D Konut juga menuntut agar perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap hak-hak korban. Fahri menyatakan pihaknya akan memantau langsung apakah keluarga korban mendapatkan hak sesuai ketentuan perundang-undangan.

Tak hanya itu, informasi yang diterima P3D Konut menyebutkan bahwa lokasi tempat kejadian disebut-sebut tidak layak lagi untuk aktivitas tambang, namun tetap digunakan.

“Area tersebut menurut informasi tidak aman lagi, tapi tetap dipaksakan demi produksi. Ini membahayakan nyawa pekerja,” ungkap Fahri.

Fahri juga meminta kepada pihak terkait untuk memberikan sanksi tegas, agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Kita minta diberikan sanksi tegas,” pungkasnya.

Kapolres Konut, AKBP Rico Fernanda saat dihubungi mengaku belum menerima laporan terkait hal tersebut, baik dari pihak perusahaan maupun personel kepolisian.

“Saya belum dapat info,” ujarnya singkat.

Selain itu media ini juga berusaha mengkonfirmasi ke Kasubsi PIDM Sihumas Polres Konut Aipda Muhammad Ikbal.

“Mohon belum ada, Bisa koordinasi Kapolsubsektor Langgikima om atau Kapolsek Wiwirano,” katanya saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp.

Sementara itu Kapolsek Wiwirano Ipda German yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp mengatakan bahwa tidak ada informasi ke Polsek terkait peristiwa kecelakaan kerja tersebut.

“Katanya orang bosowa konfirmasi ke polres dan Inspektur tambang langsung,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut media ini juga mengkonfirmasi ke pihak Kapolsubsektor Ipda Rusli Jaya tak mengetahui perihal peristiwa kecelakaan kerja tersebut.

“Kami tdk bisa memberikan keterangan apa2 tentang kronologi atau apa krn tdk ada juga laporan masuk sama kami dipolsubsektor,” jelasnya.

Terkait hal tersebut Kadisnakertrans LM Ali Haswandi melalui Kabid Binwasnaker Asnia Nidi yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp juga belum menerima perihal aduan kecelakaan kerja tersebut.

“Belum,” ujarnya singkat.

Media ini juga telah berusaha mengkonfirmasi ke KTT PT Bosowa Dian Lesmana via pesan WhatsApp dan SMS namun hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan tanggapan.

Hal serupa juga terjadi saat media ini mengkonfirmasi kontraktor mining PT Bosowa, PT AJB, Madina.*

Kecelakaan Kerja, Dua Karyawan PT AJB Dikabarkan Tewas di IUP PT Bosowa Gegara Tertimbun Longsor

KENDARIKINI.COM – Kecelakaan kerja di sebuah lokasi pertambangan yang berada di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tengara (Sultra) kembali terjadi.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan itu terjadi di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Bosowa Mining. Akibatnya, 2 pekerja dikabarkan meninggal dunia.

di Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara.

Berdasarkan keterangan saksi, insiden tersebut terjadi pada (22/5) Kamis pagi, sekitar pukul 10.00 Wita.

Korban yaitu Safrin Zahimu dan Mohammad Isnain. Mereka adalah karyawan PT Albar Jaya Bersama (AJB) yang diketahui merupakan kontraktor mining PT Bosowa.

“Iya 2 orang pekerja meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor,” ungkap Saksi, Jumat (23/5/2025).

Terbaru, ke 2 korban yang dinyatakan meninggal telah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

“Korban sudah dipulangkan ke Baubau dan Gorontalo,” katanya.

Kapolres Konut, AKBP Rico Fernanda saat dihubungi mengaku belum menerima laporan terkait hal tersebut, baik dari pihak perusahaan maupun personel kepolisian.

“Saya belum dapat info,” ujarnya singkat.

Selain itu media ini juga berusaha mengkonfirmasi ke Kasubsi PIDM Sihumas Polres Konut Aipda Muhammad Ikbal.

“Mohon belum ada, Bisa koordinasi Kapolsubsektor Langgikima om atau Kapolsek Wiwirano,” katanya saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp.

Sementara itu Kapolsek Wiwirano Ipda German yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp mengatakan bahwa tidak ada informasi ke Polsek terkait peristiwa kecelakaan kerja tersebut.

“Katanya orang bosowa konfirmasi ke polres dan Inspektur tambang langsung,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut media ini juga mengkonfirmasi ke pihak Kapolsubsektor Ipda Rusli Jaya tak mengetahui perihal peristiwa kecelakaan kerja tersebut.

“Kami tdk bisa memberikan keterangan apa2 tentang kronologi atau apa krn tdk ada juga laporan masuk sama kami dipolsubsektor,” jelasnya.

Terkait hal tersebut Kadisnakertrans LM Ali Haswandi melalui Kabid Binwasnaker Asnia Nidi yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp juga belum menerima perihal aduan kecelakaan kerja tersebut.

“Belum,” ujarnya singkat.

Media ini juga telah berusaha mengkonfirmasi ke KTT PT Bosowa Dian Lesmana via pesan WhatsApp dan SMS namun hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan tanggapan.

Hal serupa juga terjadi saat media ini mengkonfirmasi kontraktor mining PT Bosowa, PT AJB, Madina.*

Bengkel di Kendari Dilahap Sijago Merah, Empat Mobil Hangus

KENDARIKINI.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah bengkel milik warga bernama Duma (54) di Jalan H. Latama Bunggulawa Sinapoy, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, pada Minggu (25/5) dini hari, sekitar pukul 00.10 WITA.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, empat unit mobil milik konsumen hangus terbakar, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 380 juta.

Menurut keterangan Duma, pemilik bengkel, ia terbangun karena mendengar teriakan dari luar rumah.

“Saya dengar orang teriak ‘kebakaran! kebakaran!’, saya langsung keluar dan lihat bengkel saya sudah terbakar,” ujarnya.

Melihat bengkelnya dilahap si jago merah, Duma segera meminta pertolongan warga sekitar untuk membantu memadamkan api, sembari mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

Salah satu warga, Reno, yang berada di lokasi kejadian, mengaku langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Begitu lihat apinya makin besar, saya langsung telepon damkar. Takutnya merembet ke rumah warga,” kata Reno.

Sekitar pukul 00.25 WITA, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman.

Setelah hampir satu jam berjibaku dengan api, petugas akhirnya berhasil memadamkan kobaran pada pukul 01.00 WITA.

Dari berbagai sumber di lokasi, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Namun, pihak berwenang belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab pasti insiden tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, area sekitar lokasi kebakaran telah dipasangi garis polisi untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.*

Pariwisata Sultra Kembali Raih Penghargaan Nasional

KENDARIKINI.COM – Pariwisata Sultra kembali menorehkan prestasi ditingkat nasional, kali ini 2 sosok yang berhasil meraih penghargaan Nasional IHSA Award dalam kegiatan Festival Homestay Nusantara 2025, yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Indonesia Homestay Association (IHSA).

Bertempat di kabupaten Buleleng, Provinsi Bali dalam kegiatan Festival Homestay Nusantara yang berlangsung sejak tanggal 23 hingga 25 mei 2025, Pariwisata Sulawesi Tenggara kembali meraih Awarding dunia kepariwisataan.

Kali ini 2 sosok yang cukup konsen dengan pergerakan pariwisata di Sulawesi Tenggara yaitu H. Belli HT Selaku Kepala Dinas Pariwisata Sultra (Kadispar Sultra), dan Ahmad Nizar selaku praktisi pariwisata sultra sekaligus Ketua DPD Indonesia Homestay Association (IHSA) Sulawesi Tenggara di ganjar IHSA Award 2025.

H. Belli HT Selaku Kadispar Sultra meraih Penghargaan Nasional IHSA Award 2025 Kategori Tokoh Penggerak HomeStay Wilayah Provinsi. Sementara Ahmad Nizar meraih penghargaan IHSA Award 2025 Kategori The Best Performer Person of IHSA In Year 2025.

Ketua Umum DPP IHSA H.Alvhy Pongoh,S.E.,MM dalam sambutannya mengungkapkan bahwa sosok-sosok penerima IHSA Award 2025 kali ini memiliki andil penting dalam dunia kepariwisataan nasional dan Daerah khususnya terkait pengembangan Homestay dan Desa Wisata.

” Tokoh-Tokoh Nasional dan daerah yang kami pilih untuk meraih IHSA Award 2025 tentunya berdasar pada kontribusi mereka terhadap kepariwisataan nasional dan daerah, sesuai dengan posisi masing-masing. Dan momen Festival Homestay Nusantara di Buleleng Bali ini, semoga menjadi kebagkitan IHSA di Seluruh Indonesia ” ucap Alvhy saat memberikan sambutan.

Kadispar Sulta yang tidak sempat hadir di kegiatan Awarding IHSA ini menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan, dan penghargaan ini untuk seluruh kabupaten dan kota diSultra yang mendukung desa wisata serta Homestay.

“Prestasi ini karena kekompakan kita semua para penggerak di desa wisata dan Dinas pariwisata Kabupaten Kota se-Sulawesi Tenggara. Mudah-mudahan hal ini menjadi momentum bagaimana mengerakkan Desa Wisata terutama penyediaan sarana Homestay yang memadai untuk bisa lebih menarik kunjungan di Desa Wisata selain daya tarik yang dimiliki” ujar Belli.

Disisi lain Ahmad Nizar yang masih berada di lokasi kegiatan Festival Homestay Nusantara saat diubungi mengungkapkan bahwa penghargaan yang diraih adalah prestasi bersama seluruh pelaku pariwisata sultra utamanya yang konsen dengan Desa Wisata dan Homestay.

“Terima kasih untuk DPP IHSA yang telah memberikan penghargaan ini, namun capaian ini merupakan capaian bersama seluruh pelaku pariwisata sultra khususnya di Desa Wisata dan Homestay. Semoga ini menjadi simbol semangat baru untuk Tetap bergerak mencapai tujuan utama bagaimana Homestay bisa menjadi salah satu pusaran perputaran ekonomi di Desa Wisata yang cukup menjanjikan” ungkap Nizar melalu sambungan telepon.*

Ridwan Badallah Terpilih sebagai Ketua Forki Kota Kendari

KENDARIKINI.COM – Musyawarah Cabang (Muscab) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kota Kendari resmi digelar pada Minggu (25/5/2025) di Hotel Kubra, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus Forki Sultra dan menghasilkan terpilihnya Ridwan Badallah sebagai Ketua Umum Forki Kota Kendari.

Dalam keterangannya kepada awak media usai kegiatan, Ridwan Badallah menyampaikan komitmennya untuk membawa Forki Kota Kendari ke arah yang lebih maju dan berprestasi. “Amanah ini akan saya jalankan sebaik mungkin. Saat ini, kita akan membentuk tim formatur untuk menyusun kepengurusan baru, kemudian berkonsultasi dengan Wali Kota Kendari guna menciptakan sinergi antara Forki dan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Ridwan Badallah juga menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan sebelumnya di bawah H. Ismail, dan berjanji akan melanjutkan program-program yang sudah berjalan. Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya akan difokuskan pada pembinaan atlet yang berkelanjutan dan profesional.

Targetkan Prestasi Daerah dan Nasional

Lebih lanjut, Ridwan Badallah menegaskan target Forki Kota Kendari untuk menjadikan kota ini sebagai lumbung atlet karate yang mampu bersaing di tingkat daerah maupun nasional.

“Ke depan, kita akan aktif mengikuti berbagai kejuaraan sebagai bagian dari strategi pembinaan atlet. Ini penting agar para karateka kita memiliki pengalaman bertanding dan mampu meraih prestasi,” katanya.

Ridwan Badallah juga mengumumkan rencana penyelenggaraan event kejuaraan karate seperti Kejuaraan Karate Inkado Kota Kendari, serta persiapan menghadapi ajang kompetisi tingkat provinsi hingga nasional, termasuk Piala Forki.

Ajak Pemuda Aktif Berolahraga

Tak lupa, Ridwan Badallah juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk aktif dalam dunia olahraga, khususnya karate.

“Ayo kita jadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup. Olahraga bukan hanya soal fisik, tapi juga membentuk karakter, disiplin, dan nasionalisme. Dari olahraga, kita bisa mengharumkan nama Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara,” tegasnya.

Dengan semangat baru di bawah kepemimpinan Ridwan Badallah, Forki Kota Kendari diharapkan dapat kembali aktif, produktif, dan menjadi motor penggerak lahirnya atlet-atlet karate berprestasi yang membanggakan daerah.*

Pemprov Sebut Seleksi Direksi Perumda Sultra Sesuai Mekanisme Berdasar Permendagri Nomor 37 Tahun 2018

KENDARIKINI.COM – Beredarnya tudingan miring terkait proses seleksi Direksi Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sultra membuat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memberikan penjelasan.

Pemerintah Provinsi Sultra melalui Karo Ekonomi Setda Pemprov Sultra, Abdul Rajab, ST, M.Si Minggu, (25/5/2025) menerangkan bahwa proses seleksi Direksi Dewan Pengawas Perumda Sultra telah sesuai mekanisme berdasarkan Permendagri Nomor 37 Tahun 2018 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Pengawas atau Anggota Dewan Komisaris dan Anggota Direksi BUMD.

“Sesuai arahan dari pimpinan tertinggi kami di Pemprov Sultra pada dasarnya kami memberikan apresiasi dan atensi terhadap tanggapan yang bermunculan ke publik. Artinya bahwa proses penyelenggaraan pemerintahan yang dilakukan oleh Pemprov Sultra mendapat perhatian dari elemen masyarakat,” terangnya.

Ditengah bentuk perhatian dari elemen masyarakat tersebut, dirinya menganggap penting untuk meluruskan penafsiran yang keliru serta parsial terhadap Permendagri Nomor 37 Tahun 2018, dimana pada kenyataanya telah dilaksanakan secara utuh dan menyeluruh oleh Pemprov Sultra dalam pelaksanaan proses seleksi Direksi Perumda Sultra.

“Dalam Permendagri Nomor 37 Tahun 2018 layaknya prodak hukum lazimnya, memuat pasal demi pasal serta masing-masing point atau ayat. Dimana secara keseluruhan pasal tersebut memiliki keterkaitan dan saling menegaskan sehingga tidak boleh melihat salah satu ayat saja melainkan secara keseluruhan,” ujarnya.

Dia menerangkan, misalnya terkait penetapan panitia seleksi maupun tim atau lembaga profesional harus ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Jika tidak dilakukan maka secara otomatis justru menyalahi aturan yang ada. Hanya saja, kedua penjelasannya termuat dalam pasal berbeda dalam Permendagri Nomor 37 Tahun 2018.

Secara teknis dia menyebutkan pada pasal 7 ayat 3 terdapat 7 point dimana salah satu amanat bahwa panitia seleksi bertugas selain menentukan jadwal waktu pelaksanaan, juga membentuk tim atau menunjuk lembaga profesional untuk melakukan UKK atau uji kelayakan dan kepatuhan.

Dia melanjutkan, pada pasal 11 ayat 2 bahwa UKK dilaksanakan oleh tim atau lembaga profesional. Kemudian pada pasal 12 ayat 1 lebih menerangkan lagi bahwa UKK yang dilaksanakan tim dimaksud melibatkan konsultan perorangan.

“Pada pasal yang sama yakni pasal 12 ayat 3 bahwa tim atau lembaga profesional sebagaimana dimaksud ditetapkan dengan keputusan kepala daerah,” terangnya lagi.

Dia pun berharap agar melalui penjelasan yang diberikan dapat menepis isu miring yang beredar terkait seleksi Direksi Perumda Sultra, mengingat proses pelaksanaan yang ditempuh oleh Pemprov Sultra telah melalui mekanisme dan acuan hukum yang jelas sehingga tidak perlu diragukan lagi.*

Berkunjung ke Koltim, Ketua Tim Pembina Tinjau Langsung Pembinaan Posyandu

KENDARIKINI.COM – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulawesi Tenggara, Ibu Arinta Andi Sumanggerukka, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kolaka Timur dalam rangka pelaksanaan pembinaan Posyandu dan implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) di desa dan kelurahan. Kegiatan ini berlangsung di Desa Tasahea, Kecamatan Tirawuta, serta Kelurahan Tababu, (Sabtu, 24/05/2025)

Dalam kunjungan tersebut, Ibu Arinta tidak hanya memberikan arahan teknis dan motivasi kepada para kader posyandu, namun juga menyerahkan bantuan langsung berupa pemadam kebakaran, sembako dan kesehatan. Bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan semangat para kader serta menunjang layanan kepada masyarakat secara lebih optimal.

Hal ini sejalan dengan amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, yang menetapkan Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa yang tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, tetapi juga berperan aktif dalam pengembangan SDM secara komprehensif.

“Kolaborasi dan koordinasi lintas sektor sangat penting. Kita butuh keterlibatan dari seluruh pemangku kepentingan—baik pemerintah desa, OPD kabupaten, maupun provinsi—agar Posyandu menjadi ujung tombak pelayanan dasar di masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Arinta Andi Sumangerukka juga menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya persiapan menghadapi Lomba Posyandu Tingkat Nasional yang dijadwalkan akan digelar pada bulan Agustus mendatang

Bupati Kolaka Timur, H. Abdul Azis, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ibu Arinta atas kepedulian dan perhatian nyata kepada masyarakat Koltim. “Kehadiran Ibu Arinta sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi bukan hanya membawa semangat, tetapi juga bantuan yang langsung dirasakan masyarakat,” ungkap Bupati.

Ibu Arinta menyampaikan bahwa Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada layanan kesehatan, namun telah bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu masyarakat yang menangani enam bidang SPM, yaitu: kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, dan ketertiban masyarakat. Ia mengajak seluruh unsur pemerintah daerah untuk mendukung penguatan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan publik.

“Kita dorong kader Posyandu agar tidak hanya menangani kesehatan balita dan lansia, tetapi juga mampu menjadi penghubung masyarakat dengan pemerintah dalam menyampaikan berbagai keluhan, dari sanitasi, rumah tidak layak huni, akses pendidikan, hingga permasalahan sosial lainnya,” tegas Ibu Arinta.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Arinta juga memuji semangat para lansia dan kader Posyandu di Desa Tasahea. Ia menilai mereka telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan Posyandu terpadu. “Luar biasa ibu-ibu lansia dan para kader kita. Semangatnya luar biasa. Di usia yang tidak muda lagi, tapi tetap aktif melayani dan mendukung pembangunan di desa,” tuturnya.

Posyandu Desa Tasahea sendiri menjadi salah satu Posyandu percontohan dengan capaian keaktifan partisipasi mencapai 95 persen, serta telah mengintegrasikan layanan melalui empat UKPM (Upaya Kesehatan Perdesaan Mandiri), yakni Posyandu Balita dan Ibu Hamil, Posyandu Lansia, Posbindu PTM, dan Posyandu Remaja.

Kegiatan pembinaan ini ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Ibu Arinta kepada perwakilan kader, lansia, dan masyarakat. Ia berharap bantuan tersebut dapat memperkuat semangat gotong royong serta meningkatkan kualitas layanan Posyandu.

Dengan semangat kolaborasi dan sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, hingga desa, diharapkan Posyandu dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan dasar yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.*

Ketua Tim Pembina Posyandu Sultra Tinjau Pembinaan Posyandu berbasis 6 SPM di Konawe

KENDARIKINI.COM – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulawesi Tenggara (Prov. Sultra), Arinta Andi Sumangerukka, melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Konawe pada hari (Sabtu, 24/05/2024). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperkuat pembinaan serta sinergi antarlevel pemerintahan dalam pelaksanaan enam layanan dasar Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Posyandu, sekaligus berdialog langsung bersama masyarakat.

Adapun enam bidang SPM yang menjadi fokus pembinaan meliputi: kesehatan ibu dan anak, imunisasi, gizi, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, kesehatan lingkungan, serta pelayanan kesehatan usia produktif dan lanjut usia. Melalui pembinaan ini, diharapkan kader Posyandu dapat meningkatkan kapasitas serta keterlibatan aktif dalam memberikan pelayanan yang tepat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Posyandu Desa Ameroro, Kecamatan Uepai, dan dilanjutkan ke Posyandu Desa Kasumeia, Kecamatan Onembute. Dengan mengusung tema “Posyandu Anak Bangsa”, kunjungan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar dan pemberdayaan masyarakat di desa.

Dalam sambutannya, Arinta Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Konawe serta partisipasi aktif para kader Posyandu dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa Posyandu hari ini tidak lagi sekadar tempat layanan kesehatan dasar, tetapi juga menjadi pusat pembinaan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) secara menyeluruh di tingkat desa.

“Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan langkah nyata dalam memberikan pembinaan dan dorongan langsung kepada kader Posyandu agar bisa terus meningkatkan kualitas pelayanan. Kita ingin agar enam layanan dasar SPM—mulai dari kesehatan ibu dan anak, penanganan stunting, pelayanan lansia, pendidikan, sosial, hingga perumahan rakyat—betul-betul berjalan optimal di lapangan,” ujar Arinta.

Ia juga menekankan pentingnya data yang akurat dan valid di Posyandu sebagai dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran. Hal ini sejalan dengan amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, yang menetapkan Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa yang tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, tetapi juga berperan aktif dalam pengembangan SDM secara komprehensif.

“Kolaborasi dan koordinasi lintas sektor sangat penting. Kita butuh keterlibatan dari seluruh pemangku kepentingan—baik pemerintah desa, OPD kabupaten, maupun provinsi—agar Posyandu menjadi ujung tombak pelayanan dasar di masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Konawe, Hj. Hania, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan kerja dan pembinaan langsung dari tim Provinsi Sultra. Ia menyampaikan bahwa dua Posyandu yang dikunjungi merupakan perwakilan dari penguatan program Posyandu di Konawe, yang diharapkan menjadi model replikasi di desa-desa lain.

“Kunjungan ini sangat memberi semangat bagi kami. Kehadiran Ibu Arinta menjadi motivasi langsung bagi para kader untuk bekerja lebih giat dan bersinergi dalam mewujudkan Posyandu yang aktif dan berdampak,” ujar Hj. Hania.

Lebih lanjut, Arinta Andi Sumangerukka juga menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya persiapan menghadapi Lomba Posyandu Tingkat Nasional yang dijadwalkan akan digelar pada bulan Agustus mendatang. Ia mengingatkan bahwa waktu persiapan memang singkat, namun bukan menjadi penghalang untuk menunjukkan performa terbaik.

“Lomba ini bukan hanya ajang prestasi, tetapi momentum untuk evaluasi dan perbaikan. Kita ingin memastikan bahwa Posyandu tidak hanya bagus dari tampilan luar, tapi benar-benar aktif menjalankan fungsinya untuk masyarakat. Saya yakin Konawe mampu menjadi salah satu daerah terbaik karena potensi dan semangat gotong royongnya sangat tinggi,” tegasnya.

Menurutnya, lomba tersebut dapat menjadi pemicu peningkatan kualitas layanan Posyandu, baik dari sisi kelembagaan, keterlibatan masyarakat, maupun inovasi pelayanan. Ia berharap seluruh kader dan pemerintah daerah memanfaatkan kesempatan ini sebagai media pembelajaran dan penyemangat perubahan.

“Kita ingin Posyandu menjadi pusat edukasi, kesehatan, sosial, bahkan ekonomi. Jika semua elemen bergerak bersama, kita bisa wujudkan Posyandu sebagai wajah desa yang sehat, inklusif, dan berdaya,” tambah Arinta.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Bupati Konawe, jajaran Kepala OPD Kabupaten Konawe, Ketua Tim Penggerak PKK Konawe, para kepala desa, kader Posyandu, serta unsur Forkopimda Kabupaten Konawe. Selain sesi sambutan dan dialog, kegiatan juga diisi dengan pemberian bantuan program sosial kepada masyarakat secara langsung oleh Arinta Andi Sumangerukka, sebagai bentuk dukungan konkret dari Pemerintah Provinsi Sultra.

Kegiatan kunjungan ini diharapkan dapat menjadi titik awal yang memperkuat kolaborasi dan sinergi antarlevel pemerintahan dalam mendukung peran Posyandu sebagai ujung tombak pembangunan desa. Dengan semangat kebersamaan dan transformasi pelayanan, Posyandu di Konawe diyakini akan mampu menjawab tantangan zaman dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.*

Perkuat Kapasitas Perempuan dalam Berorganisasi, Ketua DWP Sultra Buka Seminar Public Speaking 2025

KENDARIKINI.COM – Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Tenggara, Arinta Andi Sumangerukka, secara resmi membuka kegiatan Seminar Public Speaking Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di Hotel Claro Kendari, pada Jumat (23/5/2025).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas perempuan dalam berorganisasi, komunikasi, dan partisipasi sosial yang lebih aktif dan percaya diri.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Penasehat DWP Provinsi Sultra Ratna Lada Hugua, Ketua DWP Provinsi Sultra Hj. Wa Ode Munanah Asrun Lio, para Ketua dan anggota DWP kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara, serta Ketua dan anggota DWP dari berbagai OPD lingkup Provinsi Sultra. Seminar ini menghadirkan narasumber dari Jakarta, Linda Nur Lestari, yang menyampaikan materi berjudul Effective Presentation & Public Speaking.

Dalam laporan Ketua Panitia, Iffah Insyirah Mukty Parinringi, dijelaskan bahwa seminar ini mengambil tema Public Speaking dengan tujuan utama untuk meningkatkan kapasitas dan peran anggota DWP, baik dalam ranah internal organisasi maupun dalam kontribusi eksternal terhadap masyarakat.

Tiga tujuan utama dari kegiatan seminar Public Speaking ini adalah untuk memperkuat kapasitas anggota Dharma Wanita Persatuan dalam berbagai aspek komunikasi dan organisasi. Pertama,meningkatkan kemampuan komunikasi dan membangun kepercayaan diri. Kedua, memberikan pemahaman dan keterampilan berbicara di depan umum. serta Ketiga, membangun sinergi dan kolaborasi antaranggota DWP se-Sultra.

Dalam sambutannya, Arinta Andi Sumangerukka menyampaikan pesan penting mengenai posisi strategis perempuan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Ia menekankan bahwa perempuan adalah pemimpin utama dalam pelaksanaan pendidikan dalam keluarga, dan oleh karena itu, mereka perlu terus meng-upgrade kemampuan diri.

“Perempuan harus mempersiapkan diri dengan kemampuan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin yang andal,” ujarnya.

Arinta juga menegaskan bahwa tantangan perempuan di masa depan semakin besar, sehingga organisasi Dharma Wanita Persatuan harus menjadi wadah yang berkualitas, produktif, dan berdaya guna dalam mendukung program pembangunan pemerintah. Ia berharap agar para anggota dan pengurus DWP terus menggali potensi diri, aktif bersinergi dengan pemerintah, serta menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung akses yang lebih luas bagi perempuan dalam berbagai bidang.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus DWP Provinsi Sultra atas terselenggaranya seminar ini. Kegiatan seperti ini adalah kontribusi positif terhadap kemajuan perempuan dan pembangunan daerah,” ujar Arinta. Di akhir sambutannya, Arinta membuka kegiatan secara resmi dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.

Ketua DWP Provinsi Sultra, Hj. Wa Ode Munanah Asrun Lio, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perempuan, khususnya anggota DWP, merupakan salah satu ujung tombak dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia mengajak seluruh anggota untuk terus meningkatkan kapasitas diri dengan semangat belajar tanpa mengenal batas usia. “Kita ini madrasah pertama bagi anak-anak kita. Ilmu yang kita pelajari hari ini, meski tampak kecil, suatu saat akan sangat berguna – baik bagi keluarga, masyarakat, bahkan diri sendiri,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memahami struktur dan administrasi organisasi. Salah satunya dengan penggunaan kartu anggota DWP sebagai identitas resmi yang harus dijaga dengan baik. Dalam konteks sinergi organisasi, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara DWP provinsi, kabupaten/kota, serta OPD dalam menjalankan program-program yang sejalan dengan visi pembangunan Sultra.

Selain itu, Ketua DWP Provinsi juga menekankan pentingnya menjaga etika dan kerapian organisasi termasuk penggunaan seragam, dokumen kegiatan, hingga pelaporan administrasi secara sistematis. Hal ini penting agar organisasi DWP tetap profesional dan terintegrasi dengan arah kebijakan nasional.

Di akhir sambutannya, Wa Ode Munanah menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat mengikuti seminar hingga selesai dan benar-benar menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan dukungan para Penasehat DWP dan seluruh Ketua DWP dari kabupaten/kota yang telah hadir dan berpartisipasi aktif.

Seminar Public Speaking ini menjadi salah satu upaya nyata DWP Provinsi Sultra dalam membekali para perempuan dengan keterampilan berbicara di depan umum, membangun rasa percaya diri, dan memperkuat peran mereka dalam keluarga, organisasi, serta masyarakat. Dengan kegiatan ini, diharapkan Dharma Wanita Persatuan dapat semakin solid, adaptif, dan relevan dalam menghadapi tantangan zaman serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan daerah.*

Gateball Sultra Raih Medali Emas

KENDARIKINI.COM – Ketua Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Provinsi Sultra yang juga Sekda Sultra, Drs. H Asrun Lio.,M.Hum.,Ph.D, Selasa (20/5/2025) di Kendari, menyampaikan ucapan selamat kepada para atlet Gateball Sultra yang telah sampai pada babak 8 besar dan satu berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat.

Gateball Sultra meloloskan tiga kategori sampai babak delapan besar dan satu kategori berhasil menyabet Medali Emas Tunggal Putra yang diraih atas nama Doni.

“Alhamdulillah, setelah mengikuti upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 Tahun 2025, kita juga mendapatkan berita gembira dari lapangan Bogor terkait keberhasilan atlet-atlet Gateball Sultra yang mengikuti kejuaraan nasional Gateball di Bogor. Dimana berhasil meloloskan tiga kategori sampai pada babak delapan besar. Sementara satu kategori berhasil menyabet medali emas pada tunggal putra atas nama Soudara Doni,” ucap Sekda Sultra, Selasa (20/5/2025) di Kendari.

Untuk itu, atas nama Ketua Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Provinsi Sultra menyampaikan selamat kepada para atlet, pelatih, manajer dan juga seluruh tim yang telah berjuang dan berpretasi pada kejuaraan Gateball tahun 2025 ini, termasuk kepada Sodara Doni.

Menurut Sekda Sultra ini, terkait keberhasilan Sodara Doni dalam merebut medali emas, tentunya menjadi kebanggaan bagi Gateball di Sultra karena melalui keberhasilan tersebut, tentu nama Sultra akan berkiprah di kancah nasional, mengingat Sodara Doni akan menjadi atlet nasional untuk menjadi tim gateball pada tingkat nasional.

“Sekali lagi saya sampaikan selamat atas keberhasilan dalam mengikuti Kernurnas ini. Salam olahraga, salam gateball,” ucapnya lagi.

Untuk diketahui, ajang bergengsi kejurnas tersebut mempertemukan atlet gateball terbaik dari 32 provinsi, yang diikuti oleh 506 peserta, terdiri dari atlet dan official.

Sebanyak 11 kategori dipertandingkan dalam Kejurnas tahun ini, mencakup nomor tunggal, ganda, triple, dan beregu baik putra, putri maupun campuran.*

Pemprov Sultra Dorong Hilirisasi dan Dukung Pembangunan Nasional

KENDARIKINI.COM – Mewakili Gubernur, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Sekda Sultra, Drs. H Asrun Lio.,M.Hum.,Ph.D membuka secara resmi Seminar Nasional Kajian Strategis Energi dan Hilirisasi dalam Mendukung Pembangunan Nasional, Selasa (20/5/2025), di Kendari.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan momentum penting, guna membicarakan
kembali seluruh rencana pengembangan energi yang ada di daerah.

Selain itu, katanya lagi, relevan dengan upaya bersama untuk merumuskan suatu kebijakan daerah yang merupakan acuan bagi pemerintah, baik kabupaten atau kota maupun provinsi, utamanya dalam meningkatkan komitmen, konsistensi serta kerjasama dalam pembangunan.

“Energi telah memainkan peran sangat
menentukan dalam ekonomi global, bahkan telah menentukan pradaban dan keberlangsungan seluruh bangsa. Berdasarkan data yang ada, pemerintah telah menargetkan bauran energi terbarukan untuk tahun 2025 sebesar 23 % dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional, hal mana target ini merupakan komitmen Indonesia untuk 2060,” terangnya.

Dia melanjutkan, Provinsi Sultra hingga desember 2024 baru mencapai 4,8 % dari target 5,32 % berdasar Perda No. 2 Tahun 2021 tentang rencana umum energi daerah. Hal ini disebabkan pembangunan yang berbasis energi terbarukan sangat kecil ( 27.925,31 KW ) sedangkan pembangunan energi fosil di daerah industri sangat besar.

“Provinsi Sultra merupakan salah satu daerah penghasil nikel di Indonesia dengan jumlah sumberdaya terukur sebesar 1.293.123.244 ton, dimana sumberdaya ini diharapkan dapat dikelola dan menjadi salah satu potensi dan kekuatan untuk menopang laju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan Sultra,” harapnya.

Dia menerangkan, diketahui bersama jika energi mempunyai peran sangat penting
dalam pembangunan yang berkelanjutan, terutama untuk mendukung berbagai aspek kehidupan masyarakat dan proses industrialisasi agar pembangunan bidang energi dapat terlaksana
dengan baik.

Dia menilai, ketergantungan terhadap
satu jenis sumber energi tertentu harus terus
dikurangi, dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber-sumber energi
dapat diperbaharui dan penggunaan teknologi energi yang efisien juga harus ditingkatkan.

“Pemanfaatan energi terbarukan seperti energi air, surya, angin, panas bumi, biomassa, bio gas, dan masih banyak lagi, atau bahkan energi baru diantaranya gasifikasi batubara, hidrogen dan nuklir, dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil, dan dapat meningkatkan kemandirian energi, serta mengurangi emisi gas rumah kaca, dan menciptakan lapangan kerja baru,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya lagi, Pemerintah Provinsi Sultra saat ini terus berupaya dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan berbagai pendekatan, baik melalui program mandiri maupun kerja sama dengan berbagai pihak.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan ini, yang merupakan ruang strategis untuk
membahas isu krusial, yakni bagaimana energi dan proses hilirisasi dapat menjadi motor penggerak pembangunan nasional yang berkelanjutan,” tuturnya.

Dia pun berharap agar seminar nasional kajian strategis energi dan hilirisasi dalam mendukung pembangunan nasional, dapat membuka dan mengembangkan pola pikir dalam pengembangan energi di Sultra,mengingat bahwa jika dengan hanya mengandalkan potensi tanpa memperhatikan sumber daya manusia dan managemen pengelolaan, maka semua hal tersebut menjadi tidak berarti.

Turut hadir, Menteri Energi dan Sumber Daya RI, yang diwakili oleh Tenaga Ahli Menteri ESDM RI, Irwanuddin, H.I Kulla,Forkopimda Sultra.

Selanjutnya, Dr Ir. Musri.,Mt Anggota Dewan Energi Nasional RI, Prof. DR. La Ode Masihu Kamaludin, Rektor Universitas Insan Cita Indonesia atau yang mewakili, Komjen Pol. (P) Drs. Nanan Soekarna, Ketua Asosiasi Penambang Nikel Indonesia atau yang mewakili,DR. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si, IPU ASEAN ENG Presedium Majelis Wilayah KAHMI Sultra,Anton Timbang.,S.H, Ketua KADIN Sultra atau yang mewakili, Sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi Sultra,Berbagai pihak terkait lainnya.*

LINK Sultra Sebut Rekomendasi Kesesuaian Tata Ruang Kawasan Industri PT SIP di Bombana ‘Janggal’

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana mengeluarkan rekomendasi kesesuaian tata ruang daerah untuk rencana pembangunan kawasan industri dari PT Sultra Industrial Park (PT SIP).

Rekemondasi tersebut dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bombana yang teregister dengan Nomor 503.14/0004/DPMPTSP/04/2025.

Ketua Umum Lingkar Kajian Kehutanan (LINK) Sultra, Muh Andriansyah Husen mengungkapkan, rekomendasi yang dikeluarkan Pemkab Bombana untuk PT SIP seluas 1.368 hektar tersebut terkesan janggal.

“Kami nilai rekomendasi yang dikeluarkan Pemkab Bombana ini kepada PT Sultra Industrial Park terkesan janggal,” kata Andriansyah dalam keterangannya, Jumat (23/5/2025).

Pasalnya kesesuaian tata ruang daerah untuk rencana pembangunan kawasan industri dari PT SIP itu berada diatas Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) aktif PT Panca Logam Makmur (PT PLM) dan PT Anugrah Alam Buana Indonesia (PT AABI) di Desa Wumbubangka, Kecamatan Ratowatu Utara, Bombana.

Dan rekomendasi lahan PT SIP ini juga berada dalam kawasan hutan produksi, hutan produksi terbatas, dan areal penggunaan lain.

Dikatakan Andriansyah, perubahan rencana tata ruang dari WIUP menjadi wilayah industri biasanya dilakukan setelah IUP berakhir atau izin dicabut.

“Aneh, Pemkab Bombana berikan rekomendasi kepada PT SIP tapi IUP dari PT PLM dan PT AABI ini masih aktif,” kata Andriansyah.

Lanjutnya, jika penyesuaian tata ruang ini tujuannya untuk memaksimalkan potensi ekonomi dan mendukung pembangunan industri di Bombana, harusnya Pemkab juga sesuai prosedural.

“Kita dukung upaya Pemkab untuk meningkatkan investasi tapi juga harus sesuai prosedural,” kata Andriansyah.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Bombana, Pajawa Tarika membenarkan pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi kesesuaian tata ruang untuk untuk rencana pembangunan kawasan industri dari PT SIP.

Namun pihaknya belum merinci lebih detail terkait pemberian rekomendasi kesesuaian tata ruang PT SIP yang berada di atas WIUP PT LAM dan PT AABI.

“Ini namanya rekomendasi kesesuaian tata ruang,” kata Pajawa Tarika melalui pesan Whatsapp beberapa waktu lalu.*

Janji Manis Pembangunan Smelter PT SCM Ditengah Ore Nikel Routa Konawe yang Kian Terkuras

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga kuat telah kecolongan. Pasalnya, PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) hingga saat ini tak kunjung merealisasikan pembangunan pabrik pengolahan feronikel stainless steel di Kecamatan Routa, seperti yang telah dijanjikan.

Sebelumnya, Pemda Konawe menyambut hangat investor dengan harapan dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif, berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Konawe, serta mendorong kemajuan pembangunan daerah.

Namun, sikap “lembut” pemerintah daerah ini justru diduga dimanfaatkan oleh para investor, termasuk PT SCM, untuk menebar janji manis pembangunan kawasan industri pabrik pengolahan feronikel dan stainless steel yang diklaim akan menyerap puluhan ribu tenaga kerja lokal.

Faktanya, kebijakan “karpet merah” Pemda Konawe ini malah dijadikan alat untuk mengeruk kekayaan alam Routa. Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk itu diketahui telah melakukan produksi besar-besaran dan melupakan janji pembangunan pabrik pengolahan feronikel dan turunannya yang digembar-gemborkan selama ini.

Dilansir tambang.co.id, PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) berhasil memproduksi nikel sebesar 6,4 juta metrik ton pada kuartal IV 2024. Terdiri dari 3,4 juta nikel limonit dan 3 juta nikel saprolite.

Seiring dengan besarnya produksi tersebut, kabar pembangunan pabrik feronikel di Routa turut lenyap bak ditelan bumi. Tidak ada lagi informasi atau progres pembangunan pabrik feronikel di sana, begitu pula dengan progres pembangunan pabrik Lithium sebagaimana yang disampaikan kepada pemerintah daerah.

Alih-alih membangun pabrik, yang kini tumbuh subur adalah Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang bermunculan bak jamur di musim hujan. Ironisnya, hutan lindung kini menjadi sasaran utama “tangan besi” para investor.

Terbukti, di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Sulawesi Cahaya Mineral sudah belasan perusahaan kontraktor tambang yang melakukan aktivitas pertambangan.

Kini, dampak buruk pertambangan Routa pun sudah mulai terasa. Bencana banjir lumpur kini mengancam keselamatan warga di lingkar tambang.

Janji Manis yang Menguap

Perlu diketahui, pada Juli 2022 silam, Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand, bersama rombongan OPD sempat mengunjungi lokasi yang disebut-sebut sebagai area pembangunan pabrik PT SCM di Routa.

Kala itu, Sekda Konawe bahkan secara terbuka mengharapkan dukungan dari warga Routa untuk menjaga iklim investasi di daerah.

“Kami mengajak semua pihak, mari kita dukung program pemerintah ini dalam rangka masuknya investasi di daerah,” ungkap Sekda Konawe kala itu.

Tidak berhenti sampai di situ, pada November 2022, Ketua Umum Kadin Sultra juga memfasilitasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama PT Gosen Hitech dalam kerja sama pembangunan pabrik baterai di Kecamatan Routa.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprov Sultra dengan perusahaan investor asal China itu berlangsung di Swiss BelHotel Kendari, pada Selasa, 22 November 2022.

Salah satu tokoh pemuda Routa yang enggan disebut identitasnya mengungkapkan bahwa janji PT SCM kepada masyarakat paling lambat tahun 2026 pabrik pengolahan feronikel atau smelter sudah berdiri dan Ore nikel tidak lagi dibawa keluar dari Routa seperti yang dilakukan perusahaan selama ini.

“Janjinya begitu (bangun smelter). Tetapi masyarakat tidak diberikan akses untuk melihat atau memantau secara langsung progres pembangunannya kerena perusahaan sangat tertutup,” ungkapnya saat dikonfirmasi via telpon, Minggu 25 Mei 2025.

Ia pun tidak bisa meyakini janji perusahaan tersebut akan terealisasi sesuai jadwal. Karena menurutnya, tidak ada pihak eksternal yang memiliki akses masuk ke areal tersebut. Sehingga kata dia, janji pembangunan smelter itu masih sebatas “obat telinga” saja agar mereka leluasa mengeruk keuntungan dari kekayaan alam Routa tanpa gangguan dari masyarakat setempat.

Kini, janji hanyalah janji. PT SCM tak kunjung membangun pabrik pengolahan feronikel, dan Pemda Konawe diduga kuat telah kecolongan. Ibarat pepatah, “nasi sudah menjadi bubur,” penyesalan datang terlambat karena semua telah terjadi.

Sementara itu berdasarkan keterangan Kadis ESDM Sultra Andi Azis melalui Kabid Minerba Hasbullah Idris pada 18 Maret 2025 menerangkan bahwa PT SCM memiliki kuota RKAB 19.356.000 MT.

PT SCM memiliki kuota RKAB terbanyak dibandingkan 63 Perusahaan Tambang Nikel yang telah memiliki kuota RKAB di Sultra.*

Laka Tunggal Mobil Dinas Bappeda Mubar Terbalik

KENDARIKINI.COM – Mobil dinas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Muna Barat merek Toyota Inova mengalami kecelakaan tunggal di jalan poros Raha – Wamengkoli pada Kamis 22 Mei 2025.

Kecelakaan ini dibenarkan oleh Kasat Lantas Polres Muna, AKP Sarif saat dikonfirmasi media ini via whatsapp.

“Pada hari ini Kamis tanggal 22 Mei 2025 sekitar jam 07.30 wita bertempat diatas jalan poros Raha – Wamengkoli tepatnya di Desa Liabalano, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna telah terjadi kecelakaan lalu lintas (Laka Tunggal) kendaraan mobil merk Toyota Inova warna Silver,” katanya, Jumat 23 Mei 2025 malam.

Lanjut, kata dia, dalam mobil dinas tersebut memuat 6 orang pegawai Bappeda Muna Barat.

“Kendaraan Roda empat Toyota Inova tersebut merupakan Kendaraan Dinas Kantor Bappeda Muna Barat yang bermuatan 6 orang Pegawai Bappeda Kabupaten Muna Barat,” ujarnya.

Kecelakaan ini bermula saat pengemudi mobil bernama iksan (36) melaju dari arah Kota Raha menuju Kabupaten Muna Barat. Tepat di Desa Liabalano hendak melambung satu unit mobil pick up. Namun ban mobil bagian kanan keluar dari badan jalan yang beraspal.

Kemudian pengemudi tidak bisa mengendalikan mobil dan mengambil jalur sebelah kiri hingga menabrak pagar dan tumpukan batu yang berada di depan rumah warga.

“Mobil oleng dan slip sehingga sopir langsung membanting stir kekiri yang kemudian mobil keluar dari badan jalan mengarah bagian sebelah kiri jalan dan menabrak pagar dan tumpukan batu yg berada di depan rumah warga Desa Liabalano,” ungkapnya.

Hal ini mengakibatkan mobil tersebut menjadi terbalik dan Pengemudi segera dibawa ke RSUD Muna Barat untuk mendapatkan perawatan medis.

“Sesaat setelah kejadian kecelakaan Lalu Lintas tersebut, Sopir Kendaraan Roda empat tersebut langsung dibawa ke RSUD Muna Barat untuk mendapatkan perawatan medis,” pungkasnya.(Amin)*

Masyarakat Routa Konawe Suarakan Konflik Lahan dengan PT SCM ke Dewan

KENDARIKINI.COM – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe kembali didatangi massa. Hari ini Kamis (22/5/2025), puluhan warga Kecamatan Routa menggeruduk kantor wakil rakyat dan Kantor Bupati Konawe, menyuarakan jeritan hati mereka atas dugaan penyerobotan lahan oleh PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM).

Aspirasi ini pun disambut hangat oleh anggota dewan, yang berjanji akan mengawal perjuangan masyarakat.
Anggota DPRD Kabupaten Konawe, Abdul Rahman Lahusi, menegaskan komitmennya untuk berada di garda terdepan demi kepentingan masyarakat Routa.

“Saya akan berada di garda terdepan asal untuk kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi,” ujar Rahman di hadapan para demonstran.

Ia pun berjanji, meski baru terpilih, akan segera mendalami kondisi sebenarnya di Routa. “Saya perlu tahu seperti apa kondisi sebenarnya di sana, jadi saya perlu diskusikan dengan teman-teman,” ungkapnya.

Janji RDP Mengurai Benang Kusut Dugaan Penyerobotan Lahan

Senada dengan Rahman, Fakrudin, anggota DPRD Konawe dari fraksi NasDem, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menyurati PT SCM untuk menggelar rapat dengar pendapat (RDP).

RDP ini diharapkan dapat menjadi forum untuk mengurai benang kusut sengketa lahan ini.

“Tuntutan rekan-rekan akan kami proses, kita akan agendakan RDP, agar persoalan ini terang-benderang jangan ada yang ditutup-tutupi,” jelas Fakrudin.

Aksi demonstrasi ini dipicu oleh klaim masyarakat Routa bahwa Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT SCM telah memasuki lahan-lahan milik mereka yang sah, dibuktikan dengan Surat Keterangan Tanah (SKT) dari pemerintah desa setempat.

Atas dasar inilah, masyarakat menuntut agar PT SCM segera memberikan ganti rugi atas penyerobotan lahan yang mereka alami.

Perjuangan masyarakat Routa untuk mendapatkan kembali hak atas tanah mereka kini berada di tangan DPRD Konawe, dan publik menantikan langkah konkret dari para wakil rakyat.*

Cegah Tindak Pidana, Polda Sultra Patroli di Terminal Baruga

KENDARIKINI.COM — Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, Unit Polisi Satwa (Polsatwa) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan patroli malam hari di seputaran Terminal Baruga dan area Bank BRI Unit Lepo-Lepo, Kota Kendari, pada Sabtu dini hari (24/05/2025).

Patroli yang dimulai pukul 00.00 WITA ini melibatkan lima personel Polsatwa serta dua ekor anjing pelacak (K9) andalan, yaitu K9 JACK dan K9 NOHA. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Unit (Kanit) Polsatwa, AKP Cursil Risard Gattu.

Patroli ini bertujuan untuk mencegah potensi tindak pidana serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar area terminal dan perbankan pada malam hari. Kehadiran K9 turut memperkuat daya deteksi dini terhadap kemungkinan ancaman, baik berupa narkotika, senjata tajam, maupun barang-barang mencurigakan lainnya.

Kegiatan berlangsung aman dan kondusif hingga selesai, serta menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Polda Sultra dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.*

Kapolda Sultra Resmi Berganti

KENDARIKINI.COM – Rotasi struktural kembali dilakukan di tubuh Kepolisian Republik Indonesia, dengan sejumlah posisi strategis mengalami perubahan. Salah satu posisi penting yang mengalami pergeseran adalah jabatan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Kapolda Sultra), yang kini resmi diemban oleh Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko, S.IK., M.H.

Peralihan tongkat komando ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri bernomor ST/1084/V/KEP./2025 yang dikeluarkan pada 20 Mei 2025, sejalan dengan Keputusan Kapolri Nomor KEP/749/V/2025 yang mengatur tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan di lingkungan Polri.

Irjen Pol. Dwi Irianto, S.IK., M.Si tengah bersiap untuk memasuki masa pensiun. Selama menjabat, ia dikenal sebagai pemimpin yang berdedikasi tinggi. Tugas dan tanggung jawabnya kini diserahkan kepada Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko, yang sebelumnya menjabat sebagai Perwira Tinggi di Bareskrim Polri dan pernah bertugas secara khusus di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jenderal bintang dua tersebut merupakan Alumni Akabri 1990, kelahiran Surabaya, Jawa Timur. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Ambon dan Kabid Humas Polda Maluku.

Pergantian ini tidak hanya menjadi bagian dari rutinitas internal, melainkan juga langkah penyegaran yang dilakukan Polri guna meningkatkan efektivitas organisasi dan respons terhadap tantangan keamanan di daerah. Dengan latar belakang yang kuat dalam bidang reserse dan pengalaman penugasan di lembaga antikorupsi, Irjen Didik diharapkan mampu membawa Polda Sultra ke arah yang lebih dinamis dan profesional dalam menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat Sulawesi Tenggara.*

Komisi III Apresiasi Polri yang Tangkap 6 Orang yang Terlibat di Grup FB ‘Fantasi Sedarah’

KENDARIKINI.COM – Anggota Komisi III DPR Abdullah mengapresiasi Polri menangkap 6 terduga pelaku penyebaran konten pornografi inses di grup media sosial Facebook ‘Fantasi Sedarah’ dan ‘Suka Duka’. Abdulllah menilai penangkapan ini menghentikan bentuk penyimpangan.

“Ketika normalisasi itu terjadi, para anggota grup Facebook tersebut akan terus menggerus moral mereka dan tidak takut dihakimi perbuatannya baik secara moral dan hukum,” ungkap Abdullah, Rabu (21/5/2025).

“Alasannya karena mereka atau para pelaku merasa terlegitimasi dari dukungan sesama anggota grup tersebut,” tambahnya.

Abdullah memberikan dukungan atas kinerja kepolisian yang telah menangkap beberapa pelaku yang terlibat kasus 2 grup Facebook tersebut dalam waktu yang relatif cepat. Ia menilai penangkapan ini meminimalkan kerusakan yang lebih luas.

“Gerak cepat penangkapan pelaku oleh polisi ini penting untuk meminimalisir dampak kerusakan yang dapat lebih luas lagi di masyarakat,” ujar Abdullah.

Ia menilai polisi sedang mengirim sinyal kepada semua anggota dari grup Facebook serupa bahwa para pelaku kejahatan seksual akan terus diburu dan ditindak tegas. Abdullah menilai tindakan kepolisian mempersempit ruang gerak mereka.

“Ini tentu akan mempersempit ruang gerak pelaku atau anggota dari komunitas online grup inses yang ada,” katanya legislator PKB ini.

“Dan ini juga akan memberi ruang kepada kita yang melawan para pelaku untuk memberikan perlindungan dan pemulihan terhadap para korban,” sambungnya.

Abdullah berpandangan motif dan potensi tindak pidana lain yang didalami polisi dapat berkontribusi pada strategi aparat mencegah peristiwa seperti ini. Termasuk, oleh Komnas Perempuan dan Komnas Anak serta kementerian atau lembaga terkait lainnya.

Ia mendukung penuh langkah kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Abdullah meminta jangan sampai masih ada grup serupa yang nantinya mengancam kehidupan penerus bangsa.

“Tangkap semua pelaku, berikan sanksi yang tegas seusai aturan yang berlaku dan ungkap kasusnya dengan transparan kepada seluruh lapisan masyarakat,” imbuhnya.

Diketahui, Bareskrim Polri menangkap enam pelaku di lokasi berbeda-beda, antara di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Penangkapan dilakukan bersama Ditsiber Polda Metro Jaya.

Keenam pelaku yang sudah ditangkap ini diduga berperan aktif mengunggah foto dan video pornografi anak di bawah umur dan perempuan. Barang bukti yang diamankan antara lain komputer, handphone, SIM card, serta dokumen video dan foto.*

44 Peserta Seleksi Tamtama Polri di Polda Sultra Jalani Tes CAT Uji Akademik

KENDARIKINI.COM – Sebanyak 44 Peserta Seleksi Tamtama Polri mengikuti tahapan tes akademik Selama 3 hari Berturut turut dalam rangka seleksi penerimaan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dan berlangsung di Ruang Laboratorium Komputer SMK Negeri 1 Kendari,kamis 22/05/2025

Pada Hari pertama dilakukan tes dengan materi Pengetahuan Umum dan Pengetahuan Numerik. untuk hari kedua para peserta diuji dengan materi Wawasan Kebangsaan dan Bahasa Indonesia dan hari ketiga diuji PMK

Kegiatan tersebut diawasi langsung oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sultra, Kombes Pol Arief Fitrianto, S.H., S.I.K., M.M., Kabag Dalpers Biro SDM Polda Sultra, AKBP I Gst Gde Raka M., S.I.K., serta Kasubag Diapers Kompol Magdalena Anita Sitinjak, S.I.K., M.H., CPM.

Selain itu, pengawasan juga melibatkan panitia seleksi, pengawas internal dari Itwasda, Propam Polda Sultra, serta pengawas eksternal.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sultra, Kombes Pol Arief Fitrianto, S.H., S.I.K., M.M.,menegaskan bahwa penerimaan anggota Polri dilakukan secara gratis dan tanpa pungutan biaya.

Ia mengingatkan seluruh peserta agar tidak mempercayai calo atau pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan.“Perlu kalian ingat, masuk polisi itu gratis tanpa dipungut biaya apa pun. Jangan percaya kepada calo. Kalian tahu sendiri bagaimana mekanisme seleksi yang sedang kalian jalani. Setelah tes selesai, hasilnya langsung keluar dan disaksikan oleh pengawas internal dan eksternal. Sekali lagi, nasib kalian ditentukan oleh diri kalian sendiri, bukan orang lain,” tutup Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sultra, Kombes Pol Arief Fitrianto, S.H., S.I.K., M.M.,*

Seleksi Direksi dan Dewan Pengawas Perumda Sultra Dinilai Tidak Prosedural dan Ada Dugaan ‘Cawe-cawe’

KENDARIKINI.COM – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Studi Kebijakan Publik dan Anti Korupsi (SKAK) menilai bahwa seleksi Direksi dan Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sultra dinilai tidak prosedural.

Dewan Eksekutif LSM SKAK, Muhammad Rizal Hamka mengatakan bahwa ada beberapa hal yang diduga janggal dalam proses seleksi Direksi dan Dewan Pengawas Perumda Sultra.

Rizal yang juga Direktur Riset dan Advokasi Perumda Sultra juga menduga dalam proses seleksi ada intervensi dan ‘Cawe-cawe’ dari salah satu oknum.

“Keputusan Nomor 100.3.3.1/95 Tahun 2025 tentang pembentukan tim seleksi dan panitia uji kelayakan dan kepatutan Perusahaan Umum Daerah Utama Sultra diduga tidak menggunakan referensi landasan hukum yang benar,” kata Mahasiswa Hukum salah satu kampus ternama.

Lanjutnya bahwa seharusnya seleksi Direksi dan Dewan Pengawas BUMD Perumda Utama Sultra berpatokan pada Permendagri Nomor 37 Tahun 2018 tentang Pengangkatan Dan Pemberhentian Anggota Dewan Pengawas Atau Anggota Komisaris Dan Anggota Direksi Badan Usaha Milik Daerah.

“Karena seleksi BUMD telah diatur dalam Permendagri Nomor 37 Tahun 2018, seharusnya Gubernur Sultra tidak membuatkan SK sekaligus dengan panitia uji kelayakan, karena berdasarkan Permendagri kewenangan Gubernur hanya membuat panitia seleksi bukan sekaligus panitia uji kelayakan,” ungkapnya.

“Seharusnya panitia uji kelayakan ditunjuk dan diangkat oleh Panitia Seleksi,” tambahnya.

Selain itu seharusnya keputusan Gubernur Sultra tidak ada satupun poin yang mengatur seleksi Dewan Pengawas Perumda Sultra.

“Tetapi faktanya selain seleksi Direksi juga dilakukan seleksi Dewan Pengawas, jadi apa dasar dilaksanakan seleksi Dewan Pengawas Perumda Sultra saat ini,” ujarnya.

Pihaknya juga membeberkan bahwa Tim Seleksi diduga tidak menjalankan tugas berdasarkan Permendagri.

“Karena Tim Seleksi tidak mensyaratkan dalam berkas pendaftaran pembuatan rencana bisnis sedangkan itu adalah hal wajib dalam Permendagri,” jelasnya.

“Selain itu banyak poin yang ditambahkan dalam persyaratan pendaftaran yang kami duga tidak sesuai dengan Permendagri,” tambahnya.

“Salah satunya memiliki pengalaman 4 Tahun mengelola perusahaan, sementara hal tersebut tidak ada dalam Permendagri,” ujarnya.

Pihaknya juga menuturkan bahwa ada dugaan intervensi dan ‘Cawe-cawe’ dalam seleksi Direksi dan Dewan Pengawas Perumda Sultra saat ini.

“Berdasarkan foto yang beredar di pemberitaan, ada foto yang beredar tentang aktivitas pemeriksaan berkas yang itu tidak dilakukan oleh oknum yang tidak memiliki kewenangan, salah satunya SMS, yang kami tahu ia adalah Komisaris Utama Bank Sultra, kapasitas apa ia ikut melaksanakan pemeriksaan berkas,” jelasnya.

“Kemudian ada pengakuan salah seorang yang menghubungi SMS bahwa salah seorang pendaftar inisial AA, yang berkas pendaftarnya itu diduga disusunkan oleh SMS,” tuturnya.

Selain itu pihaknya juga mengetahui bahwa ada upaya mengganti foto yang beredar dalm pengunuman yang diterbitkan salah satu media oleh salah seorang yang berasal dari Panitia Seleksi berinisial OL.

“Ada apa foto yang telah beredar harus diganti, sehingga kami semakin yakin ada upaya pembungkaman kebenaran,” ungkapnya lagi.

Tetapi pihaknya yakin bahwa Gubernur Sultra adalah pejabat yang patuh terhadap peraturan.

“Kami yakin bahwa Gubernur ASR tidak mengetahui kejanggalan-kejanggalan ini, “kemungkinan ini adalah jebakan yang sengaja dilakukan oleh bawahan ASR, mereka sengaja merancang surat keputusan yang dapat mendiskreditkan Gubernur ASR” kami yakin bahwa Gubernur yang baik dan menghargai martabat kehormatan diri serta patuh pada aturan yang telah mendai ketetapan. Olehnya itu kami berharap agar Gubernur ASR menghentikan proses seleksi dan kemudian melaksanakan seleksi kembali yang sesuai dengan Permendagri 37 Tahun 2018,” jelasnya lagi.

“Karena apabila proses seleksi ini tetap dilanjutkan boleh jadi akan ada gugatan ke PTUN, yang meminta pembatalan keputusan hasil seleksi,” tuturnya.

Terkait hal tersebut pihaknya juga telah mengadukan secara tertulis ke Gubernur Sultra.

“Kita juga sudah adukan ke Ombudsman Sultra terkait dugaan maladministrasi,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Sekretariat Tim Seleksi Direksi dan Pengawas Perumda Sultra, Satbar yang dikonfirmasi enggan berkomentar terkait tudingan tersebut.

“Mohon maaf saya no comen langsung kepimpinan saja (Ketua Tim Seleksi),” ujarnya singkat.*

Begini Motif Pemalangan Jalan di Konut hingga Berujung Vonis 6 Tahun Penjara

KENDARIKINI.COM – Pengadilan Negeri Unaaha menjatuhkan vonis berat kepada Basmanto, pria yang dinyatakan sebagai otak di balik aksi pemalangan jalan umum di Konawe Utara.

Dalam sidang yang digelar Kamis (22/5), Basmanto divonis enam tahun penjara setelah terbukti menggunakan jalan kabupaten sebagai alat untuk menekan PT Bumi Nikel Nusantara (BNN) demi keuntungan pribadi.

Vonis ini menjadi puncak dari drama panjang pemblokiran jalan poros Puuwonua hingga Tapunggaeya. Jalan tersebut telah ditetapkan sebagai jalan kabupaten melalui Keputusan Bupati Konawe Utara Nomor 199 Tahun 2022.

Namun, di balik status resminya sebagai fasilitas umum, jalan ini justru dijadikan alat tawar oleh Basmanto untuk menekan perusahaan di lingkar tambang.

Berdasarkan fakta-fakta persidangan, Basmanto menyusun sebuah skenario rapi dengan mengklaim bahwa lahan yang dilalui jalan tersebut adalah milik keluarganya.

Padahal, menurut dokumen dan keterangan pemerintah daerah, lahan itu telah dibebaskan dan statusnya telah berubah menjadi milik publik.

Basmanto memberikan surat kuasa kepada lima orang, yakni Malik, Sulaiman, Asnawir, Restu, dan Sahrir. Ia juga membayar mereka upah harian untuk melakukan pemalangan jalan menggunakan batu, kayu, ban bekas, dan baliho.

Aksi ini tidak dilakukan sekali, melainkan berulang, yakni pada 28 Februari sampai 1 Maret, 6 hingga 7 Oktober, 25 Oktober, dan 31 Oktober 2024.

Motif di balik pemalangan pun berubah-ubah. Awalnya, Basmanto menuntut agar dump truck miliknya diizinkan beroperasi di wilayah kerja PT BNN.

Permintaan ini akhirnya dikabulkan karena perusahaan merasa terganggu, yang berdampak pada aktivitas produksi sehingga tidak mencapai target.

Namun, aksi tidak berhenti di situ. Basmanto melayangkan somasi kepada PT BNN sebanyak dua kali, menuntut ganti rugi sebesar Rp9,3 miliar.

Ia beralasan lahan tersebut adalah hak waris keluarganya. PT BNN menolak tuntutan tersebut karena lahan itu sudah ditetapkan sebagai jalan kabupaten, sehingga jalan itu bukan saja dilalui oleh pihak BNN, tapi juga digunakan oleh beberapa perusahaan lainnya. Anehnya, hanya pihak BNN yang selalu dimintai SPK oleh pelaku.

Ketika permintaan tidak dikabulkan, Basmanto kembali menginstruksikan pemalangan dengan tuntutan baru berupa Surat Perintah Kerja (SPK). Lagi-lagi, aktivitas perusahaan kembali terganggu akibat aksi tersebut.

PT BNN menyatakan mengalami kerugian besar, baik secara finansial maupun operasional.

Jalan yang ditutup merupakan akses utama untuk beberapa aktivitas tambang, distribusi logistik, dan jadwal produksi. Akibat pemalangan ini, kegiatan operasional lumpuh.

Padahal, PT BNN memiliki dasar hukum yang kuat dalam menggunakan jalan tersebut. Rekomendasi Nomor 003/RKPJK/DPMPTS/IX/2022 yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Konawe Utara menyatakan bahwa jalan tersebut sah digunakan untuk aktivitas perusahaan hingga tahun 2027.

Majelis hakim menyatakan bahwa Basmanto terbukti melanggar Pasal 192 KUHP tentang perintangan jalan umum, yang ancaman hukumannya maksimal sembilan tahun penjara, juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP, karena terbukti menyuruh orang lain melakukan tindak pidana perintangan jalan umum.

Sementara dua terdakwa lainnya, Sahrir dan Restu, divonis empat tahun dan tiga tahun penjara.

Namun, vonis ini ditolak oleh pihak keluarga dan tim kuasa hukum terdakwa. Menurut pengacara Nastum, hakim tidak mempertimbangkan secara utuh fakta-fakta di persidangan.

“Ini putusan tidak adil. Hakim hanya mempertimbangkan tuntutan jaksa dan mengabaikan fakta persidangan,” tegas Nastum usai sidang.

Langkah tegas ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat untuk memberantas premanisme. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan terciptanya ekosistem bisnis yang aman, adil, dan bebas dari tekanan nonformal.*

Polda Sultra Amankan Tiga Pemuda Pelaku Pungli Bermodus Perbaiki Jalan di Kendari

KENDARIKINI.COM — Tiga pemuda berinisial A, A, dan I diamankan oleh Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) dalam Operasi Penanganan Aksi Premanisme dan Pungli 2025. Penangkapan terjadi pada Rabu sore sekitar pukul 16.30 WITA di Jalan H. Latama, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Rabu 21 Mei 2025. Ketiganya diduga melakukan pungutan liar (pungli) dengan dalih memperbaiki jalan rusak dan meminta uang kepada para pengendara yang melintas.

“Modus yang digunakan adalah menimbun lubang di jalan dengan tanah dan menyiramnya dengan air, lalu menghentikan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk meminta imbalan atas “jasa” perbaikan tersebut,” ungkap Dir Krimum Kombes Pol Dody Ruyatman melalui Kasubdit III Jatanras AKBP Seni Pabesak Tindakan ini dianggap meresahkan pengguna jalan dan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan serta risiko keamanan.

Saat dilakukan penggeledahan di lokasi kejadian, petugas tidak menemukan senjata tajam atau barang berbahaya lainnya pada ketiga pemuda tersebut. Meski begitu, ketiganya tetap diamankan untuk diberikan pembinaan. Setelahnya, mereka dihimbau untuk membubarkan diri dan tidak mengulangi perbuatannya yang melanggar hukum dan merugikan masyarakat.

Pemerintah dan aparat penegak hukum mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap modus pungli serupa. Warga diminta melaporkan segala bentuk praktik pungutan liar dan mendukung program perbaikan infrastruktur yang dilakukan secara resmi, transparan, dan bertanggung jawab.*

Tindak Tegas Penambangan Emas Ilegal, Polres Bombana Kembali Amankan Satu Alat Berat

KENDARIKINI.COM – Polres Bombana kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan hukum dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Melalui tim gabungan yang terdiri dari berbagai satuan fungsi, Polres Bombana berhasil mengungkap dan menghentikan praktik pertambangan tanpa izin (illegal mining) yang terjadi di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu utara Kabupaten Bombana.

Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi melalui Kasatreskrim Iptu Yudha Febri Widanarko mengatakan pengungkapan kasus ini terjadi pada Jumat, 16 Mei 2025, sekitar pukul 15.30 WITA, dan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polres Bombana dalam memberantas aktivitas pertambangan ilegal yang merusak lingkungan dan melanggar peraturan perundang-undangan.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat yang diterima oleh pihak kepolisian bahwa terjadi penambangan liar yg diduga kawasan hutan dalam wilayah Desa Wumbubangka. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan segera diterjunkan ke lokasi guna melakukan pemeriksaan di lapangan,” jelasnya, Jum’at 23 Mei 2025 melalui keterangan resminya yang diterima media ini.

Sambungnya sesampainya di lokasi, petugas menemukan satu unit alat berat jenis ekskavator merek Zoomlion tengah melakukan aktivitas penggalian tanah. Lubang galian yang ditemukan diduga merupakan bagian dari operasi penambangan emas tanpa izin resmi. Petugas kemudian menghentikan seluruh aktivitas yang sedang berlangsung dan langsung mengamankan operator alat berat untuk dilakukan interogasi awal di tempat kejadian perkara (TKP).

“Dari hasil keterangan awal, operator mengaku bahwa dirinya baru mulai bekerja mengoperasikan alat berat tersebut atas perintah seorang pria berinisial DM. Operator menjelaskan bahwa tugasnya adalah membuka lubang untuk mencari material tanah yang diduga mengandung emas. Lebih lanjut, operator mengakui bahwa kegiatan tersebut tidak mengantongi izin resmi baik dari instansi pertambangan maupun dari pihak kehutanan,” tambahnya.

Menindaklanjuti pengakuan tersebut, petugas segera mengambil langkah cepat dengan mengamankan operator serta menyita sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi. Barang bukti yang diamankan dalam kasus ini terdiri dari satu unit ekskavator, satu unit mesin Dongfeng, serta sejumlah perlengkapan penambangan lainnya.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, diketahui pula bahwa lokasi kegiatan penambangan ilegal tersebut diduga berada dalam kawasan Hutan Produksi. Untuk itu, Polres Bombana segera berkoordinasi dengan pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit X Tina Orima untuk melakukan overlay dan verifikasi batas wilayah. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan status legalitas kawasan dan membuka kemungkinan penerapan pasal-pasal tambahan sesuai regulasi di bidang kehutanan,” ungkapnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa jajarannya tidak akan mentolerir segala bentuk praktik pertambangan ilegal yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga memberikan dampak serius terhadap lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat sekitar. Penindakan terhadap kegiatan seperti ini dilakukan secara tegas dan berlandaskan hukum, mengacu pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta peraturan perundang-undangan lainnya yang relevan.

“Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dalam proses penyidikan awal kasus ini. Saat ini, penyidik tengah mendalami keterangan dan barang bukti yang telah dikumpulkan guna mengungkap peran serta pihak-pihak lain yang terlibat dalam kegiatan ilegal ini,” ungkap AKBP Wisnu, perwira dengan pangkat dua bunga Alumni Akpol 2006 tersebut, Jumat 23 Mei 2025.

Dalam waktu dekat, Polres Bombana akan menggelar gelar perkara untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk berupa penetapan tersangka terhadap aktor intelektual atau pihak yang mengendalikan kegiatan tambang ilegal tersebut.

“Polres Bombana mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melaporkan segala bentuk kegiatan pertambangan ilegal yang diketahui. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan Polres Bombana akan terus berada di garis depan untuk memastikan hukum ditegakkan dengan adil dan tegas,” pungkasnya.*

Upaya PLN Terapkan Keselamatan Kerja dalam Setiap Lini Pekerjaan

KENDARIKINI.COM — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palopo melalui PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Makale menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten di seluruh unit dan lini operasional dalam upayanya untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan terhindar dari kecelakaan kerja. Hal ini sejalan dengan upaya PLN dalam memastikan keselamatan kerja pegawai dan mitra kerja sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik dalam memberikan pelayanan prima kepada pelanggan.

Manajer PLN UP3 Palopo, Rathy Shinta Utami, menyampaikan bahwa penerapan K3 bukan hanya sebagai kewajiban regulasi, tetapi juga sebagai bagian dari budaya kerja PLN. “Kami percaya bahwa keselamatan kerja adalah prioritas utama. Setiap insan PLN dan mitra kerja wajib memastikan bahwa pekerjaan dilakukan sesuai dengan prosedur keselamatan yang berlaku,” ujarnya.

Rathy menjelaskan berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari pelatihan rutin, _safety briefing_ harian, inspeksi lapangan, hingga digitalisasi pelaporan K3 melalui sistem monitoring berbasis aplikasi. Selain itu, pengawasan terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) serta implementasi _Standard Operating Procedure_ (SOP) kerja di lapangan dilakukan secara ketat dan berkelanjutan.

“Salah satu bentuk nyata komitmen ini terlihat pada seluruh Unit Layanan Pelanggan (ULP) di bawah UP3 Palopo, salah satunya ULP Makale, yang rutin melaksanakan evaluasi K3 seperti Apel Siaga Bulan K3 Nasional, gelar pasukan bersama mitra, dan mengedepankan prinsip _zero accident_ dalam setiap pekerjaan konstruksi, pemeliharaan jaringan, maupun layanan teknis ke pelanggan,” kata Rathy.

Ia menambahkan, sebagai wujud nyata penerapan K3, PLN UP3 Palopo terus mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi. Termasuk penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar, pelaksanaan _safety briefing_ sebelum pekerjaan lapangan, serta pengawasan kegiatan operasional melalui sistem monitoring digital yang terintegrasi.

Pada kesempatan yang berbeda, Manajer PLN ULP Makale, Zaki Ashari, mengatakan tak hanya internal, PLN UP3 Palopo juga aktif melibatkan masyarakat dan _stakeholder_ lokal dalam kampanye keselamatan ketenagalistrikan, baik melalui sosialisasi langsung di kecamatan, kelurahan, edukasi media sosial, maupun kolaborasi dengan pemerintah daerah.

“Dengan semangat ‘K3 Tangguh, PLN Tumbuh’, kami ingin menjadikan K3 sebagai fondasi dalam mewujudkan pelayanan kelistrikan yang andal, efisien, dan aman bagi seluruh masyarakat,” tambah Zaki.

Dengan penerapan K3 yang konsisten dan kolaboratif, PLN optimis dapat menciptakan ekosistem kerja yang produktif dan bebas kecelakaan kerja demi menghadirkan pelayanan terbaik kepada pelanggan.*

Respon Cepat Aduan Masyarakat, Polres Buteng Amankan Dua Pelaku Pemalakan

KENDARIKINI.COM – Berawal dari Pengaduan Masyarakat Tim Resmob Polres Buton Tengah berhasil mengamankan dua orang berinisial RN (39 Tahun) Warga Desa Waara Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah dan LN (46 Tahun) Warga Kelurahan Lakudo Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah, Kamis (22/5/2025)

Kedua orang tersebut diamankan Tim Resmob Polres Buton Tengah karena diduga sebagai pelaku Pemalakan terhadap Masyarakat yang melintas dijalan raya tepatnya di Simpang 3 (Tiga) Pelabuhan Kontainer Desa Waara dengan Modus Uang Capek Membersihkan Jalanan

Kapolres Buton Tengah AKBP Wahyu Adi Waluyo melalui Kasi Humas IPTU Thamrin mengatakan pada Siang ini Tim Resmob Polres Buton Tengah berhasil mengamankan 2 Orang Terduga Pelaku Pemalakan terhadap masyarakat yang melintas dengan modus uang lelah membersihkan jalanan berserta Barang Buktinya berupa sejumlah uang.

“Kedua terduga pelaku yang diamankan tersebut merupakan RN (39 Tahun) dan LN (46 Tahun) Warga Kelurahan Lakudo dan Desa Waara Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah,” katanya.

Lebih lanjut Kasi Humas Menjelaskan
bahwa hal ini berawal dari Pengaduan masyarakat yang datang ke Mako Polres Buton Tengah melaporkan Istrinya ditahan oleh dua orang tidak dikenal dan meminta sejumlah uang dengan dalih uang lelah telah membersihkan jalan saat melintasi Jalan simpang 3 pelabuhan Kontainer Menuju Desa Wadiabero.

“Tim Resmob yang mendapatkan Pengaduan tersebut langsung bergerak cepat menuju ke TKP dan mengamankan kedua orang tersebut untuk dimintai keterangan dan dilakukan pembinaan,” ungkapnya.

“Kedua Orang tersebut mengakui perbuatannya dan telah dilakukan Pembinaan di Polres Buton Tengah dan Kedua orang terduga pelaku tersebut berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya serta Kesemua Barang Bukti Berupa Uang Tunai Senilai Rp. 47.000,- Hasil dari melakukan aksinya langsung di Sumbangkan ke Masjid terdekat,” pungkasnya.*

Pemotor di Kendari Meninggal Dunia Gegara Bertabrakan dengan Pengemudi Mobil Honda Brio

KENDARIKINI.COM – Salah seorang pengemudi motor Yamaha Fillano ML (36) yang sehari-harinya bekerja sebagai wiraswasta meninggal dunia usai bertabrakan dengan pengemudi Mobil Honda Brio AB (24).

Kasi Humas Polresta Kendari IPDA Haridin mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada subuh hari.

“Kejadiannya pada hari Kamis tanggal 22 Mei 2025 sekitar pukul 05.10 WITA bertempat di Jalan Ir. H. Alala, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari,” katanya.

Lanjutnya awalnya pemotor bergerak dari Arah barat ketimur (dari arah Hotel Claro menuju ke arah SPBU Teratai).

“Bersamaan dengan itu bergerak dari arah yang sama Mobil Honda Bril dan Menjelang TKP (tepatnya didepan Rental Mobil Salsabila), Pengemudi Mobil Honda Brio kehilangan kendali kemudian menabrak Sepeda Motor Yyang di kendarai M L pada bagian belakang sehingga menjadi penyebab terjadinya peristiwa laka lantas,” jelasnya.

Sambungnya akibat kejadian tersebut Pengendara Motor Meninggal Dunia setelah kejadian laka lantas.

Saat ditanyakan perihal penyebab pengemudi mobil hilang kendali, Hariddin bilang karena mengantuk.

“Mengantuk,” ujarnya.*

Gunakan Dana Pribadi, Personel Polres Muna Bantu Pembuatan Dua Sumur Bor

KENDARIKINI.COM – Di tengah rutinitas sebagai Kanit Samapta Polsek Tongkuno Selatan, Aiptu Ahmad Samsul menunjukkan keteladanan yang luar biasa dalam mengemban tugas pokok kepolisian sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat.

Tidak hanya menjaga keamanan, ia juga menunjukkan kepedulian sosial dengan membangun dua sumur bor di Masjid Darul Falah Desa Labasa dan Masjid Nur Iman Kelurahan Lawama menggunakan dana pribadinya. Inisiatif ini menjadi solusi atas kesulitan air bersih yang selama ini dihadapi masyarakat setempat, khususnya saat musim kemarau.

Aksi ini sontak mengundang simpati dan apresiasi luas dari warga, termasuk dari tokoh pemuda Tongkuno Selatan, Zainal.

“Kami sangat berterima kasih serta mengapresiasi setinggi-tingginya atas apa yang telah dilakukan oleh Aiptu Ahmad Samsul. Ini bukan hanya soal membangun sumur, tapi membangun harapan dan kepedulian di tengah masyarakat,” ujar Zainal.

Sumur bor tersebut tidak hanya memudahkan pelaksanaan ibadah di masjid, tetapi juga memenuhi kebutuhan air bersih warga sekitar yang selama ini terkendala, khususnya saat musim kemarau.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ka Subsektor Tongkuno Selatan, IPDA MUNARDDIN,S.H, menyatakan dengan adanya sumur bor sangat membantu masyarakat serta rumah ibadah di Tongkuno Selatan.

“Beliau (Aiptu Ahmad) sangat membantu masyarakat, apalagi debit air sangat minim. Alhamdulillah, dengan adanya sumur bor ini, pelaksanaan ibadah bisa berjalan lancar, dan masyarakat pun sangat terbantu untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Ia juga berharap aksi sosial semacam ini dapat menjadi program berkelanjutan yang menyasar lebih banyak wilayah yang membutuhkan.

Sementara itu, Camat Tongkuno Selatan, La Ode Halidin, SE, turut memberikan tanggapan positif atas inisiatif yang dilakukan oleh anggota kepolisian tersebut.

“Apa yang dilakukan oleh Aiptu Ahmad Samsul adalah bentuk nyata kepedulian sosial yang sangat kami apresiasi. Beliau telah menunjukkan bahwa seorang aparat bukan hanya penegak hukum, tapi juga bagian dari solusi kehidupan masyarakat. Ini adalah teladan yang patut dicontoh oleh semua elemen,” tegas Camat Halidin.

Ia juga berharap aksi seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi instansi lainnya untuk lebih dekat dengan masyarakat dan proaktif dalam mengatasi persoalan-persoalan sosial secara langsung.

Aksi kemanusiaan ini sekaligus menunjukkan bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat bisa melahirkan solusi konkret, bahkan tanpa menunggu anggaran atau bantuan dari pihak luar. Sebuah langkah kecil dari satu orang, namun berdampak besar bagi banyak jiwa.*

Polres Konawe Gerak Cepat Bersihkan Pohon Tumbang

KENDARIKINI.COM – Respons cepat ditunjukkan oleh jajaran Satuan Samapta (Sat Samapta) Polres Konawe dalam mengatasi dampak bencana alam. Pada Selasa pagi, 20 Mei 2025, personel Sat Samapta bergerak sigap melaksanakan pembersihan pohon tumbang yang menghalangi akses jalan umum di wilayah hukumnya.

Dipimpin langsung oleh Kanit Turjawali Samapta Polres Konawe, IPDA Ronny, tim Sat Samapta segera menuju lokasi pohon tumbang di Kelurahan Sendang Mulya Sari, Kecamatan Tunggauna, Kabupaten Konawe, pada pukul 09.20 WITA.

Dengan sigap, mereka melakukan pengamanan area sekitar dan melaksanakan pembersihan pohon yang tumbang tersebut. Situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif selama proses evakuasi.

Kapolres Konawe AKBP Noer Alam, S.IK, melalui keterangan tertulisnya, menegaskan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan memberikan rasa aman serta nyaman.

“Kehadiran anggota Polri bukan hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang siap membantu dalam berbagai situasi, termasuk mengatasi dampak bencana alam seperti pohon tumbang ini,” ujarnya.

Aksi cepat dan tanggap yang ditunjukkan oleh personel Sat Samapta Polres Konawe ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar, yang merasa terbantu dengan kesigapan aparat kepolisian dalam memulihkan kelancaran lalu lintas.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti