KENDARIKINI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari tengah gencar mempersiapkan pelaksanaan Forum Daerah se-Asia Pasifik 2026 setelah ditunjuk sebagai tuan rumah agenda internasional tersebut. Namun, di tengah persiapan tersebut, kondisi sejumlah infrastruktur dasar di Kota Kendari justru dikeluhkan masyarakat.
Forum Daerah se-Asia Pasifik 2026 menjadi momentum bagi Pemkot Kendari untuk memperkenalkan potensi daerah, pariwisata, serta pembangunan berkelanjutan kepada dunia internasional. Kesiapan teknis seperti lokasi kegiatan, akomodasi, logistik, dan infrastruktur pendukung menjadi perhatian utama dalam agenda ini.
Sumber pendanaan kegiatan diketahui berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kendari Tahun 2026, serta dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terkait kesiapan infrastruktur dasar dan penyelenggaraan acara.
Namun berdasarkan pantauan jurnalis Kendarikini.com sepanjang Januari 2026, sejumlah ruas jalan di Kota Kendari masih dalam kondisi rusak dan berlubang. Kondisi tersebut tersebar di berbagai titik dan dinilai mengganggu aktivitas serta keselamatan masyarakat.
Beberapa ruas jalan yang dilaporkan mengalami kerusakan di antaranya Lorong Telaga, Jalan Budi Utomo, Jalan Belimbing, Jalan Tinggololi, Jalan masuk Kantor Camat Mandonga, Jalan Penguburan Tembusan SMAN 10 Kendari, Jalan Kancil, Jalan Haeba Dalam, serta sejumlah saluran drainase yang tidak berfungsi optimal.
Warga setempat mengeluhkan kondisi tersebut dan berharap adanya langkah konkret dari Pemkot Kendari untuk segera melakukan perbaikan, terlebih menjelang pelaksanaan agenda berskala internasional.
Menanggapi keluhan masyarakat, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari, Muh. Jayadi, mengatakan bahwa seluruh usulan perbaikan infrastruktur telah masuk dalam perencanaan pemerintah daerah.
“Semua program, baik dari hasil pemantauan kami maupun usulan masyarakat, sudah masuk dalam perencanaan. Namun, jika bicara kemampuan anggaran daerah, tentu ada keterbatasan, apalagi masih banyak utang yang harus kami bayar,” kata Jayadi saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).
Jayadi menambahkan, Pemkot Kendari akan menyesuaikan prioritas pembangunan infrastruktur dengan kemampuan keuangan daerah yang tersedia.(Faldi)*










