KENDARIKINI.COM – TPID Kota Kendari bersama Bank Indonesia Sultra menggelar Rakor Pangan 2026, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Tahun 2026.
Program ini fokus menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di tengah tantangan iklim dan cuaca ekstrem.
Pendekatan dilakukan secara inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan, melibatkan berbagai pemangku kepentingan daerah.
Rakor dibuka Wali Kota Kendari Siska Karina Imran bersama Kepala BI Sultra Edwin Permadi.
Turut hadir Wakil Wali Kota, Forkopimda, OPD, akademisi, serta 161 pelaku kios pangan digital.
Inflasi Kendari Maret 2026 tercatat 0,33 persen mtm, 2,95 persen yoy, dan 1,16 persen ytd.
Tekanan inflasi dipicu bahan bakar rumah tangga, beras, bensin, cabai rawit, dan ikan kembung.
Edwin Permadi menekankan pentingnya sinergi, akselerasi intervensi harga, dan edukasi konsumsi masyarakat.
Menurutnya, sinergi memperkuat dampak program dan mempercepat implementasi kebijakan pengendalian inflasi.
Wali Kota Siska menegaskan pentingnya program inovatif dan inklusif menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Rakor menghasilkan sejumlah program strategis pengendalian inflasi di Kota Kendari.
Pertama, penambahan 70 kios pangan digital dan lima kerja sama antardaerah berbasis B2B.
Langkah ini memperkuat distribusi, efisiensi rantai pasok, dan menekan gejolak harga pangan.
Kedua, peluncuran program PKK Kasoami melibatkan 11 kecamatan untuk edukasi belanja bijak keluarga.
Program ini mendorong konsumsi beragam guna menjaga stabilitas harga komoditas.
Ketiga, program Sekolah Hebat di 24 SMPN untuk edukasi inflasi sejak dini.
Sekolah menjadi laboratorium hijau untuk belajar berkebun dan memahami ekonomi praktis.
TPID dan BI berkomitmen memperkuat pengendalian inflasi dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan.*










