Jumat, Oktober 30, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 126

Yuk Beli Toyota Akhir Tahun 2025, Waktu Terbaik untuk Beli Mobil, Januari 2026 Harga Naik

KENDARIKINI.COM – Kalla Toyota kembali menegaskan posisinya sebagai pemimpin pasar otomotif di wilayah Sulawesi (Sulsel, Sulbar, Sulteng, dan Sultra) dengan pencapaian market share 39,6% hingga November 2025. Sepanjang November 2025, Kalla Toyota mencatatkan penjualan tertinggi tahun ini dengan total 1.900 unit, serta akumulasi penjualan 18.200 unit sepanjang Januari–November 2025. Pencapaian ini semakin mengukuhkan Toyota sebagai pilihan utama keluarga Indonesia di tengah persaingan industri otomotif yang semakin kompetitif.

Di tengah pencapaian ini, Kalla Toyota memberikan himbauan penting bagi calon pelanggan yang berencana memiliki kendaraan Toyota impian. Periode Desember 2025 merupakan momentum terakhir bagi masyarakat untuk menikmati harga kendaraan dengan skema subsidi pemerintah saat ini.

Suliadin selaku Marketing Manager Kalla Toyota, menyatakan, “Kami memahami bahwa penyesuaian harga di awal tahun 2026 ini mungkin mengejutkan sebagian pelanggan. Namun, kami memastikan komitmen Kalla Toyota tidak akan luntur. Kami akan tetap hadir dengan program dan promo menarik sepanjang tahun 2025 untuk mempermudah masyarakat memiliki unit Toyota terbaik.”

Kebijakan Pemerintah yang mendasari penyesuaian harga ini tertuang dalam Keputusan Gubernur tentang Pemberian Keringanan Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Opsi Pajak Kendaraan Bermotor, dan Opsi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.

Berdasarkan surat keputusan yang beredar, terdapat penyesuaian ketentuan salah satunya adalah Perpanjangan Masa Berlaku Keringanan (Diktum KEEMPAT): Masa berlaku pemberian keringanan tersebut diperpanjang hanya sampai dengan tanggal 31 Desember 2025.

Dengan berakhirnya masa perpanjangan keringanan pajak dan BBN pada 31 Desember 2025, maka per 1 Januari 2026, tarif pengurusan kendaraan akan kembali ke tarif normal yang berlaku. Hal ini secara langsung akan berdampak pada kenaikan harga jual unit kendaraan Toyota.

Beliau menambahkan, “Meskipun demikian, saya tegaskan, kesempatan untuk mendapatkan harga termurah dan terbaik ada saat ini! Karena penyesuaian tarif pajak dan BBN secara resmi berakhir pada 31 Desember 2025. Jadi, jika Anda ingin memaksimalkan keuntungan dan menghindari kenaikan harga di Januari 2026, lakukan pemesanan Anda SEBELUM akhir tahun ini. Ini adalah waktu krusial bagi calon pembeli cerdas.”

Jangan biarkan kenaikan tarif pajak dan bea balik nama ini membebankan anggaran pelanggan! Amankan harga lama sebelum batas waktu 31 Desember 2025 berakhir.

Kenaikan harga adalah hal yang pasti. Jika pelanggan telah merencanakan pembelian unit Toyota, SEGERA lakukan pemesanan sekarang juga. Adapun penawaran spesial yang diberikan Kalla Toyota dibulan Desember 2025 ini yakni GEBYAR AKHIR TAHUN. Program ini menawarkan harga khusus untuk 500 pemesanan pertama untuk unit New Veloz Hybrid EV dan berkesempatan mendapatkan 73 Grand Prize menarik.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap seputar Kalla Toyota, pelanggan dapat berkunjung ke website Kalla Toyota di kallatoyota.co.id atau sosial media Kalla Toyota di Instagram @KallaToyotaID, Twitter @KallaToyotaID dan Facebook KallaToyota.me. Dapat pula menghubungi hotline Kalla Care di nomor 04113000103 atau live chat via WhatsApp di nomor 08114414030.*

Bencana Sumatra, Polri Distribusi Bantuan 159 Ton dan 12 Ribu Personel Dikerahkan

0

KENFAUntuk mempercepat penanganan bencana, Polri mengerahkan 12.103 personel di tiga wilayah terdampak. Selain itu, dukungan BKO diberikan melalui 301 personel tambahan di Aceh, 263 di Sumut, dan 704 di Sumbar.

Bantuan kemanusiaan dari Mabes Polri telah mencapai 159,35 ton, terdiri dari sembako, obat-obatan, perlengkapan sanitasi, kebutuhan bayi, pakaian layak, hingga kantong jenazah. Bantuan Polda jajaran juga terus mengalir, termasuk beras 158 ton, air mineral 9.611 dus, pakaian 60.226 pcs, serta ribuan barang kebutuhan darurat lainnya.

Menurut Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, Polri memastikan proses distribusi dilakukan secepat mungkin. “Seluruh bantuan kami gerakkan secara terkoordinasi agar tepat waktu dan tepat sasaran. Masyarakat tidak boleh menunggu terlalu lama dalam kondisi darurat seperti ini,” jelasnya.

Polri juga membuka 91 posko tanggap bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, serta menghadirkan 20 dapur lapanganyang setiap hari menyalurkan makanan siap saji bagi ribuan pengungsi.*

Polri Ungkap Dampak Besar Bencana di Sumatra, 965 Warga Meninggal Dunia

0

Polri merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam yang melanda tiga provinsi di Sumatera—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—hingga Senin (8/12/2025) pukul 17.00. Data menunjukkan skala bencana yang sangat besar, dengan jutaan warga terdampak serta ratusan korban jiwa.

Di Aceh, lebih dari 1,9 juta jiwa terdampak, sementara 831.100 jiwa warga mengungsi di hampir dua ribu titik. Korban meninggal dunia mencapai 391 jiwa, dan 31 orang dilaporkan hilang.

Sumatera Utara mencatat 1,6 juta warga terdampak, dengan 339 orang meninggal dunia dan 107 hilang.
Sementara di Sumatera Barat, 256.681 jiwa terdampak, dengan 235 korban meninggal dan 93 warga hilang.

Juru Bicara Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menegaskan bahwa Polri terus memperkuat upaya penyelamatan dan distribusi bantuan.
“Polri berkomitmen memberikan dukungan penuh dalam penanganan bencana. Fokus kami adalah keselamatan masyarakat dan percepatan pemulihan,” ujarnya.

Total korban di tiga provinsi mencapai 965 meninggal, 1.043 luka berat, 3.947 luka ringan, dan 231 hilang. Tim DVI Polri juga terus mempercepat proses identifikasi, dengan 727 jenazah berhasil diidentifikasi.*

Tiba di Lokasi Bencana, Tim Khusus PLN UID Sulselrabar Berupaya Tuntaskan Pemulihan Sistem Kelistrikan

0

KENDARIKINI.COM – Di tengah tantangan yang ada, PT PLN (Persero) terus berupaya melakukan pemulihan kelistrikan Aceh pascabencana banjir bandang dan longsor. Guna mempercepat pemulihan pasokan listrik, kloter satu tim khusus yang berjumlah 20 personel dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) kini sudah bertugas di Desa Kuala Kereutou, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara.

Saat ditemui, Ketua tim khusus PLN UID Sulselrabar, Haryadi Kasim menjelaskan tantangan cuaca, medan dan akses tidak menyurutkan tim khusus PLN UID Sulselrabar untuk membantu meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Kabupaten. Ia mencatat pada hari Selasa (9/12) tim khusus PLN UID Sulselrabar sudah berhasil melakukan perbaikan jaringan dan pemancangan tiang di sejumlah 34 titik, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara. “Kami akan terus berupaya maksimal untuk terus bekerja di lapangan dan memastikan pasokan listrik andal di Kabupaten Aceh Utara,” tegas Haryadi.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah menegaskan pihaknya akan terus berupaya mendukung pemulihan sistem kelistrikan di Aceh. Dirinya optimis, kehadiran tim PLN mampu memberikan secercah kepada masyarakat di Aceh

“Di tengah kondisi yang penuh keterbatasan, rekan-rekan tetap berdiri di garis depan demi memastikan listrik kembali menyala untuk masyarakat. Kami percaya tim khusus PLN UID Sulselrabar akan terus membantu menuntaskan sistem Kelistrikan di Aceh,” ujar Edyansyah.*

Dua Terduga Pelaku Penganiayaan di Wawotobi Ditangkap Polisi Usai Kabur ke Morowali

0

KENDARIKINI.COM – Kepolisian Sektor (Polsek) Wawotobi berhasil mengamankan dua terduga pelaku penganiayaan terhadap sejumlah pemuda di Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, pada Selasa, 9 Desember 2025.

Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial M.A.N dan A.P, yang berdomisili di Kelurahan Nohu-Nohu, Kecamatan Wawotobi.

Kapolsek Wawotobi, Ipda Laode Istiqlal, menjelaskan bahwa penangkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan gabungan Unit Resmob Polres Konawe dan Unit Reskrim Polsek Wawotobi.

Sebelumnya, kepolisian menerima informasi adanya tindak pidana penganiayaan yang terjadi pada Minggu, 7 Desember 2025 sekitar pukul 00.42 WITA di salah satu kios warga di Wawotobi. Korban berinisial RA mengalami luka akibat senjata tajam.

Usai kejadian, kedua terduga pelaku diketahui melarikan diri ke Provinsi Sulawesi Tengah.

“Dari hasil penyelidikan lanjutan, tim memperoleh informasi bahwa terduga pelaku M.A.N dan A.P kabur ke Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah,” ujar Ipda Laode Istiqlal, Selasa, 9 Desember 2025.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, tim gabungan langsung menuju lokasi dan berhasil mengamankan kedua pelaku pada Senin, 8 Desember 2025 sekitar pukul 16.30 WITA.

Saat ini, kedua terduga pelaku telah dibawa ke Mako Polres Konawe untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.(Faldi)*

HUT Pertamina ke 68, DPC Hiswana Migas Sultra Gelar Baksos dan Donor Darah di Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan bakti sosial (Baksos) donor darah dalam rangka hari ulang tahun (HUT) PT Pertamina ke-68, Rabu, 10 Desember 2025.

Kegiatan baksos donor darah ini diinisiasi oleh DPC Hiswana Migas yang berkolaborasi dengan PT Pertamina Patra Niaga, Palang Merah Indonesia (PMI) dan tenaga medis kedokteran atau Medical.

Sebagai inisiator baksos donor darah, Ketua DPC Hiswana Migas Sultra, Fadh Atshur, mengatakan bahwa kegiatan ini bentuk wujud nyata keperdulian antar sesama manusia untuk membantu sesama yang membutuhkan bantuan darah.

“Kegiatan ini untuk memujudkan nyata kepedulian Pertamina terhadap sesama manusia untuk semangat Energizing Your Mornings untuk membantu sesama yang membutuhkan darah. Dan setiap pendonor darah mendapatkan voucher Pertamina Rp100.000,” kata Fadh Atshur, saat diwawancarai media ini pada hari Rabu, 10 Desember 2025.

Fadh berharap dengan hadirnya kegiatan ini dapat membantu sesama manusia terkhusus bagi saudara-saudara yang tertimpa bencana alam di Sumatera dan Aceh.

“Insya Allah hasil kegiatan donor darah ini bisa disumbangkan ke rekan-rekan yang ada di bagian Sumatera dan Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Sultra, Agung Surya Pranata, mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan di dua kota, yakni SPBU Tapak Kuda Kendari dan SPBU Baubau.

Target total peserta di seluruh SPBU se-Sultra 1500 pendonor. Di setiap titik SPBU ditargetkan peserta pendonor minimum 68 sesuai dengan HUT Pertamina ke-68.

“Kegiatan donor darah ini dilaksanakan serentak di seluruh SPBU se-Sultra. Total ada 21 SPBU dengan total peserta sesuai dengan HUT Pertamina ke-68 minimum 68,” ungkap Agung, saat diwawancarai media ini pada hari Rabu, 10 Desember 2025.

Agung menegaskan kegiatan ini bentuk nyata kehadiran Pertamina bukan hanya menjual Bahan Bakar Minyak (BBM).

Tapi juga bentuk support PT Pertamina Patra Niaga untuk peduli antar sesama manusia sesuai teglanie “Energizing Your Mornings”.

“Ini merupakan bentuk support kita kepada sosial bahwa Pertamina bukan hanya berjualan BBM saja tapi kita juga peduli antar sesama sesuai teglanie kami Energizing Your Mornings sehingga kami melakukan kegiatan donor darah ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan kegiatan yang baik ini juga, Agung mengapresiasi dengan mengucapkan terima kasih kepada DPC Hiswana Migas Sultra, PMI, seluruh masyarakat, dan peserta donor darah.

Harapannya kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar serta positif bagi sesama manusia.

“Semoga sumbangan darah ini dapat bermanfaat baik untuk PMI dan masyarakat luas,” pungkasnya.

Selain kegiatan baksos donor darah, HUT PT Pertamina ke-68 kali ini juga ada promo lebih hemat 500 per-liter untuk jenis produk Bahan Bakar Khusus (BBK), seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex.(Faldi)*

OPINI: Hari HAM Sedunia, 400 Orang Nasibnya Digantung

0

Apa tujuan kita memperingati Hari HAM Sedunia, yang jatuh pada 10 Desember ini, sekedar basa-basi seremonial atau gimmick belaka untuk menarik perhatian publik?

Secara maknawi dan jujur momentum ini seharusnya kita gunakan untuk mengingat mereka yang suaranya dibungkam,haknya dirampas, dan keadilan yang tak kunjung datang.Indonesia membutuhkan ruang aman bagi warga,bukan pengabaian atas pelanggaran dan ketidakadilan akibat politisasi hukum.

Berkaitan dengan pengabaian terhadap nilai-nilai HAM yang dimiliki oleh warga negara Indonesia ini, Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra belum lama ini misalnya mengingatkan bahwa hingga kini masih ada sekitar 400 orang yang status hukumnya menggantung.

Persoalan ini jika ditinjau dari segi hak azasi manusia tentu merupakan sebuah pelanggaran. Karena mereka telah ditetapkan menjadi tersangka, namun perkara yang mereka hadapi tidak juga kunjung beranjak ke meja hijau ataupun dihentikan. Sehingga dibiarkan menggantung dan di sisi lain mereka sudah terlanjur menjadi bulan-bulanan opini publik.

Padahal Pasal 28E UUD 1945 yang terdiri dari tiga ayat mengamanatkan hak kebebasan bagi setiap warga negara.

Sedangkan Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945menegaskan Indonesia adalah negara hukum, setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.Ayat ini secara langsung terkait dengan tujuan penegakan hukum:mewujudkan kepastian, keadilan, perlindungan, dan kesetaraan di hadapan hukum.

Ada pun Pasal 28I ayat (4) Undang-Undang Dasar 1945menyebutkan, “‘Perlindungan, pemajuan, penegakkan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara””
Di sisi lain, sebuah prinsip keadilan di dalam penegakkan hukum yang berlaku universal di belahan dunia manapun telah menjadi norma yang tidak boleh dilanggar, yaitu prinsip”Justice delayed is justice denied.”

Pepatah ini berarti bahwa menunda-nunda keadilan adalah sama dengan ketidakadilan. Dimana esensinya adalah perlanggaran terhadap hak azasi manusia.

Prinsip universal lainnya ialah “The sunrise and sunset principal”(prinsip matahari terbit dan terbenam) Prinsip ini berkaitan dengan kepastian hukum dan peradilan yang cepat. Setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan perlakuan yang adil, kepastian hukum adalah segala-galanya.

Seharusnya negara memberikan punishment kepada pejabat yang sewenang-wenang mentersangkakan warga negara. Bukan sebaliknya malah memberikan kenaikan pangkat dan jabatan.

Ironi dan kontradiksi dari realitas seperti ini mendatangkan renungan berupa pertanyaan: sudah adilkah atau sudahkah sesuai

Dengan hak asasi manusia membiarkan nasib 400 warga negara Indonesia hidup dalam ketidakpastian hukum dengan status tersangka tetapi perkaranya tidak pernah dituntaskan di pengadilan, terlebih hal ini dialami oleh figur yang pernah berjasa kepada negara.*

Polres Relokasi Internet Starlink untuk Warga Terdampak Banjir

0

KENDARIKINI.COM – Polres Nagan Raya melalui Seksi TIK bergerak cepat merelokasi dan memasang jaringan internet Starlink bagi warga Desa Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, Selasa (09/12/2025).

Pemasangan yang dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB ini bertujuan memulihkan akses komunikasi masyarakat yang terdampak banjir, sehingga kebutuhan darurat, koordinasi bantuan, dan komunikasi dengan keluarga tetap lancar.

Kasi TIK Polres Nagan Raya, Ipda Saifuddin Amin, menyampaikan bahwa Starlink dihadirkan sebagai solusi cepat atas terbatasnya jaringan pascabanjir. “Akses internet sangat penting di masa pemulihan, agar warga tetap terhubung dan memperoleh informasi,” ujarnya.

Pemasangan dilakukan di pusat aktivitas warga dan berjalan aman serta kondusif dengan dukungan masyarakat. Kehadiran Kapolsek Darul Makmur bersama personel Polsek dan TIK turut memastikan kegiatan berlangsung lancar.

Dengan berfungsinya jaringan Starlink, Polres Nagan Raya berharap pemulihan pascabanjir dapat berjalan lebih cepat dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.*

Tim Trauma Healing Polri Beri Dukungan Psikososial bagi Korban Banjir

0

KENDARIKINI.COM — Tim Trauma Healing Bencana Alam Wilayah Hukum Polda Aceh kembali menunjukkan kepedulian dan kehadiran nyata bagi masyarakat yang terdampak banjir di Aceh Tamiang dengan memberikan dukungan psikososial dan trauma healing, Senin, 8 Desember 2025.

Tim Trauma Healing gabungan ini terdiri dari personel Biro Psikologi SSDM Polri, Bagpsi Biro SDM Polda Aceh, dan Polwan RI. Salah satu lokasi kegiatan adalah di Posko Pengungsian Desa Sriwijaya, Kota Kuala Simpang. Di sana, tim memberikan layanan trauma healing kepada 350 orang pengungsi, termasuk anak-anak, perempuan, dan lansia.

Selain masyarakat umum, tim juga memberikan dukungan psikososial kepada 15 orang keluarga personel yang tinggal di Asrama Kebun Tengah, Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda. Dukungan serupa juga diberikan kepada 15 personel Polri di Asrama Polisi Kota Kuala Simpang. Mereka semua turut terdampak banjir.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengatakan bahwa program trauma healing ini berfokus pada pemulihan kondisi psikologis masyarakat pascabencana.

“Melalui pendekatan komunikasi yang humanis, konseling ringan, dan aktivitas bermain untuk anak-anak, tim membantu warga kembali merasa kuat, aman, dan mampu beradaptasi dengan kondisi yang sedang mereka hadapi. Anak-anak juga diajak bermain dan berinteraksi agar kembali ceria serta terbebas dari tekanan emosional akibat musibah,” kata Joko dalam rilisnya, Senin, 8 Desember 2025.

Kegiatan ini memberikan sejumlah manfaat nyata bagi para penyintas banjir agar merasakan perhatian dan bantuan psikologis yang membantu mereka dalam menghadapi situasi dengan lebih tenang dan optimistis.

Di samping itu, masyarakat di lokasi pengungsian menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh Polri.

“Kehadiran tim trauma healing dinilai sangat membantu, terutama dalam menguatkan mental warga di tengah masa pemulihan yang penuh tantangan. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam aspek keamanan dan penanganan fisik bencana, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis masyarakat secara menyeluruh,” demikian pungkas Joko Krisdiyanto.*

Polri Bantu Pendidikan bagi Anak Korban KKB di Papua

0

KENDARIKINI.COM — Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmen kuat terhadap keluarga korban tindak kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Melalui Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, Polri menyerahkan bantuan tabungan pendidikan sebesar Rp45 juta untuk masing-masing anak yang kehilangan orang tua akibat aksi brutal KKB, Selasa (9/12).

Penyerahan bantuan berlangsung penuh haru dan menjadi wujud nyata kepedulian Kapolri terhadap masa depan putra-putri anggota Polri dan masyarakat yang menjadi korban.

Bantuan diberikan kepada 10 anak dari keluarga korban, yaitu:

Anak Alm. Bripka Arief Maulana
1. Afiqoh Naira
2. Al Ghazali

Anak Alm. Brigpol Try Yudha
3. Raesha Sabhira
4. Kanesya Anendya

Anak Bripka Sinthoin R.O. Kbarek
5. Arman Yafeth Kbarek
6. Mario Hengkris Kbarek
7. Gloroia Rosminc Kbarek
8. Richard Yusuf Kbarek

Anak Alm. Lefinus Angel Ayomi
9. Elie Yohanes R.K. Pumbouwi
10. Suserewani Rosalina Pumbouwi

Masing-masing anak menerima tabungan pendidikan senilai Rp45 juta yang akan digunakan untuk menjamin keberlanjutan pendidikan mereka sampai jenjang berikutnya.

Dalam keterangannya, Wakapolri menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral Polri kepada para keluarga yang telah kehilangan orang tercinta dalam pengabdian kepada bangsa.

“Anak-anak ini adalah amanah. Pengorbanan orang tua mereka tidak akan pernah kami lupakan. Polri memastikan masa depan mereka tetap terjaga,” ujar Komjen Dedi.

Beliau menegaskan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai keluarga besar yang saling menguatkan.

“Negara tidak pernah meninggalkan mereka. Polri akan terus mendampingi, membantu, dan memastikan mereka tetap mendapatkan hak mereka untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi,” tambahnya.

Wakapolri juga menyampaikan bahwa dukungan Polri tidak berhenti pada bantuan materi, melainkan akan berlanjut melalui pendampingan psikologis, sosial, maupun bantuan pendidikan jangka panjang.

“Kami ingin anak-anak ini tetap kuat. Mereka harus tahu bahwa Polri ada bersama mereka, hari ini dan ke depan. Ini bagian dari kewajiban kami menjaga keluarga besar Polri,” tutur Komjen Dedi.

Bantuan ini menjadi simbol kehadiran negara dan perhatian institusi terhadap keluarga para pahlawan yang gugur akibat serangan KKB di Papua.*

Polda Sultra Salurkan Bantuan Sembako dan Perlengkapan

0

KENDARIKINI.COM – Dalam rangka menyambut Perayaan Natal 25 Desember 2025, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa anjangsana ke tiga panti asuhan di wilayah Konawe dan Kota Kendari. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dir Samapta Polda Sultra, Kombes Pol. Debby Asry Nugroho, S.I.K., selaku Ketua Panitia Natal Polda Sultra Tahun 2025, serta diikuti oleh personel PNPP Persekutuan Oikumene, perwakilan Bhayangkari, dan pengurus panti.

Adapun tiga panti yang dikunjungi meliputi Panti Asuhan Harapan Baru Lambuya di Kabupaten Konawe, Panti Asuhan Rumah Kita Kendari, dan Panti Asuhan Boarding School Gepsultra Kendari. Kehadiran rombongan Polda Sultra disambut hangat oleh para pengasuh dan anak-anak panti yang turut merasa terbantu dengan kegiatan sosial tahunan tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Polda Sultra menyalurkan berbagai bantuan kebutuhan pokok dan perlengkapan lainnya sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak panti asuhan. Bantuan sembako yang diberikan mencakup beras Super Mawar 25 kilogram sebanyak 60 karung, telur 120 rak, minyak goreng Bimoli lima liter sebanyak 30 jeriken, gula pasir 60 dos, teh Sariwangi 18 dos, susu Bendera Frisian Flag, serta mi instan sebanyak 120 dos. Selain itu, turut diserahkan pula produk minuman dan makanan tambahan seperti Ovaltine, susu Dancow, dan berbagai jenis wafer, sehingga kebutuhan pangan anak-anak panti dapat terpenuhi menjelang perayaan Natal.

Tidak hanya sembako, Polda Sultra juga memberikan bantuan perlengkapan lain yang dapat menunjang kegiatan panti asuhan. Bantuan tersebut meliputi karpet sebanyak 15 lembar, cat anti lumut sembilan kaleng, kuas rol serta kuas cat masing-masing sembilan buah, tiga unit televisi 21 inci untuk kebutuhan edukasi dan hiburan anak-anak, 60 pasang baju anak, serta tiga dos buku. Seluruh bantuan ini diharapkan dapat membantu kebutuhan operasional panti sekaligus meningkatkan kenyamanan lingkungan tempat tinggal anak-anak.

Kombes Debby menyampaikan bahwa kegiatan anjangsana ini merupakan wujud kepedulian Polda Sultra kepada sesama, khususnya anak-anak panti yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan sukacita dan manfaat nyata bagi anak-anak dalam menyongsong perayaan Natal. Menurutnya, kehadiran Polda Sultra tidak hanya sebatas penyerahan bantuan, tetapi juga sebagai simbol penguatan kasih, kebersamaan, serta solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan bakti sosial Natal 2025 ini, Polda Sultra berharap hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin erat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pengingat pentingnya berbagi dan saling mendukung, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian lebih. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam anjangsana ini menjadi wujud nyata komitmen Polda Sultra dalam menghadirkan manfaat sosial di tengah masyarakat pada momentum Natal.*

Bidang TIK Polda Hadirkan Wontech WiFi Polri

0

KENDARIKINI.COM – Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Aceh menempatkan personelnya di Masjid Jamik Desa Ule Tutu, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, untuk mengoperasionalkan layanan Wontech WiFi Polri guna mendukung kebutuhan komunikasi masyarakat.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya pada Senin, 8 Desember 2025, menjelaskan bahwa kehadiran layanan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam mempermudah akses jaringan komunikasi.

“Bidang TIK Polda Aceh menghadirkan Wontech WiFi Polri di Masjid Jamik Desa Ule Tutu, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam memudahkan akses jaringan komunikasi,” ujarnya.

Masyarakat setempat menyambut baik kehadiran Wontech WiFi Polri tersebut. Layanan ini sangat membantu warga yang saat ini masih menghadapi kendala akses komunikasi akibat dampak pasca banjir, di mana sebagian jaringan mengalami gangguan bahkan terputus sama sekali, sambung Kabid Humas

Dengan hadirnya layanan ini, Polda Aceh berharap kebutuhan komunikasi masyarakat dapat kembali terpenuhi sehingga aktivitas warga, termasuk koordinasi penanganan pasca bencana, dapat berjalan lebih lancar, tutup Kabid Humas.*

Wakapolri Apresiasi Sinergi Ribuan Mitra Kamtibmas dalam Apel

0

KENDARIKINI.COM — Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Papua, Polda Papua, serta seluruh komunitas yang hadir dalam Apel Mitra Kamtibmas Presisi 2025. Lebih dari 1.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat turut serta, menunjukkan kuatnya kolaborasi menjaga keamanan dan ketertiban di tanah Papua, Selasa (9/12).

Dalam kesempatan itu, Wakapolri menegaskan bahwa situasi kamtibmas di Papua saat ini terbilang kondusif, berkat kerja sama erat antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Ini bukti nyata bahwa kamtibmas di Papua bukan hanya hasil kerja satu pihak, tapi kerja bareng semua stakeholder. Komunitas ojek, satpam, nelayan, petani, rapi, orari, UMKM, semuanya terlibat. Inilah kekuatan Papua,” ujar Komjen Dedi.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten/Kota dan Gubernur Papua sehingga apel besar ini dapat berjalan aman dan meriah.

Menurut Wakapolri, keberadaan lebih dari seribu peserta yang hadir secara sukarela menunjukkan bahwa masyarakat Papua memiliki kepedulian tinggi terhadap keamanan wilayahnya.

Wakapolri juga menegaskan bahwa menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Papua berada dalam kondisi aman dan siap menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat.

“Alhamdulillah, kondisi Papua sangat kondusif. Kita semua berharap momen Natal dan Tahun Baru nanti bisa berjalan lancar dan damai,” ujarnya.

Wakapolri juga menyampaikan bahwa seluruh unsur keamanan di Papua telah berada dalam kondisi siap menghadapi situasi kontinjensi apa pun.

“Kita tentu tidak menginginkan terjadi hal yang tidak diinginkan. Tapi kalau pun ada kondisi darurat, Polda Papua sudah sangat siap dengan personel, sarana-prasarana, dan kemampuan yang dimiliki,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Wakapolri menyampaikan duka mendalam atas musibah yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kami ikut berduka. Semoga saudara-saudara kita diberi kekuatan dan ketabahan untuk melewati ujian ini,” tutur Komjen Dedi.

Apel Mitra Kamtibmas Presisi Polri di Papua menjadi bukti kuatnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan. Polri menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kemitraan dan menghadirkan pelayanan terbaik demi Papua yang aman, produktif, dan nyaman bagi seluruh warganya.*

Wakapolri Tinjau Pembagian Perlengkapan Sekolah di Papua

0

KENDARIKINI.COM — Usai menghadiri Apel Mitra Kamtibmas Presisi di Papua, Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo bersama Kapolda Papua melanjutkan agenda dengan meninjau sejumlah kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang digelar di area kegiatan. Rangkaian ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat serta mendorong pemberdayaan ekonomi lokal di Tanah Papua, Selasa (9/12).

Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah pameran UMKM Papua, yang menampilkan berbagai produk unggulan mulai dari kerajinan tangan khas Papua, olahan pangan lokal, hingga karya-karya kreatif dari para pelaku UMKM dan Bhayangkari.

“Produk UMKM Papua ini luar biasa. Polri akan terus mendukung penguatan ekonomi masyarakat lokal karena keamanan itu juga lahir dari kesejahteraan,” ujar Wakapolri saat meninjau stan UMKM.

Selain pameran UMKM, rombongan juga memantau pelaksanaan bakti sosial dan bakti kesehatan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat. Layanan kesehatan gratis, pembagian bantuan kebutuhan pokok, hingga fasilitas konsultasi kesehatan tersedia untuk warga yang hadir.

Tidak hanya itu, Polri juga memberikan perlengkapan sekolah bagi anak-anak sebagai upaya mendorong semangat belajar generasi muda Papua. Penyerahan dilakukan langsung oleh Wakapolri, disambut antusias oleh para orang tua dan siswa yang hadir.

“Anak-anak Papua adalah masa depan. Kita ingin memastikan mereka mendapatkan dukungan, baik dalam pendidikan maupun kesehatan. Ini bagian dari tanggung jawab moral Polri untuk hadir di tengah masyarakat,” ucap Komjen Dedi.

Wakapolri menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti UMKM, baksos, dan bantuan pendidikan akan terus dilakukan sebagai bagian dari pendekatan humanis Polri dalam menjaga keamanan dan keharmonisan di Papua.

“Kamtibmas itu bukan hanya patroli dan penegakan hukum. Kamtibmas juga tentang menyentuh hati masyarakat, membangun kepercayaan, dan hadir dalam kehidupan mereka. Itulah yang sedang kita lakukan di Papua,” tutupnya.*

Kadis Dikbud Sultra Turunkan Tim Audit Soal Dugaan Pungli SMKN 4 Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Dugaan kasus pungutan liar (pungli) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Kendari terus bergulir, Selasa, 9 Desember 2025.

Namun dengan tanggap kasus tersebut kini mulai ditindaklanjuti langsung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara, (Sultra) melalui tim audit dari Inspektorat Provinsi Sultra untuk memeriksa kebenaran kasus dugaan tersebut.

Kadis Dikbud Sultra, Prof. Dr. Aris Badara, S.Pd., M.Hum., menjelaskan bahwa tim sudah turun di lapangan untuk mengumpulkan data dan melakukan klarifikasi terkait dugaan pungli di SMKN 4 Kendari.

Ia menerangkan pihaknya tidak akan mengambil keputusan sebelum hasil pemeriksaan dari tim khusus selesai.

“Tim kami sudah turun. Semua masih dalam proses. Kita tunggu hasilnya,” terangnya saat ditemui pada Selasa, 9 Desember 2025.

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah puluhan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Pemerhati Pendidikan Sultra (AMP2 SULTRA) menggelar aksi di kantor Dikbud Sultra.

Mereka menolak persoalan tersebut diselesaikan sebatas klarifikasi dan menuntut tindakan tegas karena menyangkut hak-hak siswa.

Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti dugaan pungli iuran sebesar Rp270.000 per siswa yang disebut digunakan untuk pembuatan kartu peserta ulangan asesmen semester.

Dugaan pungutan liar disebut diduga dilakukan oleh seorang guru berstatus ASN berinisial Hj. S.N., S.Si.

AMP2 SULTRA menilai iuran senilai Rp270.000 tersebut tidak memiliki dasar aturan dan siswa berada dalam posisi seperti diwajibkan membayar agar dapat mengikuti kegiatan akademik.

Ketua AMP2 SULTRA, Muhammad Amshar, menilai tindakan tersebut tidak hanya merugikan siswa, tetapi juga mencederai nama baik sekolah dan aparatur sipil negara.

Ia menegaskan persoalan ini harus ditangani tuntas demi menjaga kepercayaan publik terhadap sekolah negeri.

“Tidak boleh ada iuran tanpa dasar yang jelas. Ini menyangkut kenyamanan dan hak siswa,” tegasnya.

Para mahasiswa berkomitmen akan terus mengawal laporan dugaan pungli ini hingga ada langkah konkret dari pihak berwenang dan hasil pemeriksaan resmi dari tim yang diturunkan Dikbud Sultra.

Pernyataan tersebut kembali dikuatkan oleh pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Sultra, Kudus, ia menegaskan bahwa tim audit telah bekerja menelusuri dugaan pungli tersebut.

“Proses pemeriksaan akan dilakukan menyeluruh agar persoalan ini dapat ditangani secara objektif,” pungkasnya.(Faldi)*

Komitmen Sosial PT SCCI

0

KENDARIKINI.COM — PT Surveyor Carbon Consulting Indonesia (SCCI) merilis laporan terkini mengenai komitmen sosial perusahaan kepada masyarakat. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT SCCI mengungkap bahwa serangkaian kegiatan sosial telah dilaksanakan sejak Maret hingga November tahun ini, termasuk anjangsana ke Panti Asuhan Al-Ikhlas di Baruga dan pembagian paket makanan dalam program Jumat Berkah di sejumlah titik di Kota Kendari.

Plt. Kepala Cabang PT SCCI, Rikhal Harjuliarto, mengatakan bahwa rilis ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan bahwa aktivitas sosial yang telah dilakukan tetap transparan dan dapat diketahui publik.

“Sepanjang Maret hingga November, PT SCCI secara konsisten melaksanakan kegiatan sosial sebagai bentuk komitmen kami untuk terus hadir bersama masyarakat. Hari ini kami merilis kembali rangkaian kegiatan tersebut sebagai penegasan bahwa kepedulian perusahaan tidak hanya terjadi sesekali, tetapi berkelanjutan,” ujar Rikhal.

Dalam kegiatan anjangsana pada Maret, PT SCCI berkunjung ke Panti Asuhan Al-Ikhlas dengan menyerahkan bantuan kebutuhan pokok dan menyempatkan interaksi dengan anak-anak panti. Sementara itu, program Jumat Berkah yang dilakukan pada November menyasar warga kurang mampu di beberapa kawasan Kota Kendari melalui pembagian paket makanan.

Rikhal menegaskan bahwa kegiatan CSR tersebut merupakan wujud nyata komitmen “PT SCCI bersama rakyat”, yang tidak hanya sebatas slogan tetapi diwujudkan melalui aksi langsung di lapangan.

“Kami berharap kegiatan-kegiatan ini terus memberi manfaat dan memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat. PT SCCI tumbuh bersama rakyat, dan komitmen itu akan kami jaga,” tambahnya.

Dengan dipublikasikannya rangkaian aktivitas sosial ini, PT SCCI menegaskan kembali peran aktifnya dalam pembangunan sosial dan dukungannya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Tenggara.*

Kinerja Penyelamatan Keuangan Negara oleh Kejaksaan se-Sultra Capai Rp 10,36 M pada 2025

0

KENDARIKINI.COM – Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia) 2025 dimanfaatkan untuk menyampaikan capaian kinerja penegakan hukum di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Data tersebut dipaparkan dalam kegiatan Harkodia yang digelar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra di Lantai 5 Hotel Horison Kendari, Selasa, 9 Desember 2025.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Seksi Penuntutan (Kasitut) Kejati Sultra M. Yusran, Kasi IV Kejati Sultra Purnama, serta Jaksa Fungsional Dr. Rahmi Yunita dan Anita Teresia.

Dalam laporannya, Kejati Sultra memaparkan capaian penyelamatan keuangan negara pada tahap penyidikan (Dik) dan penuntutan (Tut) sepanjang Januari–Desember 2025 di seluruh Kejaksaan Negeri (Kejari) di wilayah Sultra.

Berikut capaian penyelamatan keuangan negara masing-masing institusi:

• Kejaksaan Tinggi Sultra: Penyidikan Rp 5.157.406.050; Penuntutan Rp 0
• Kejari Kendari: Penyidikan Rp 0; Penuntutan Rp 844.528.314
• Kejari Baubau: Penyidikan Rp 0; Penuntutan Rp 187.551.000
• Kejari Konawe: Penyidikan Rp 211.500.000; Penuntutan Rp 50.000.000
• Kejari Muna: Penyidikan Rp 580.009.699; Penuntutan Rp 508.206.287
• Kejari Kolaka: Penyidikan Rp 788.557.000; Penuntutan Rp 0
• Kejari Konawe Selatan: Penyidikan Rp 0; Penuntutan Rp 0
• Kejari Kolaka Utara: Penyidikan Rp 0; Penuntutan Rp 664.000.000
• Kejari Buton: Penyidikan Rp 506.007.847; Penuntutan Rp 182.958.963
• Kejari Wakatobi: Penyidikan Rp 115.000.000; Penuntutan Rp 0
• Kejari Bombana: Penyidikan Rp 298.532.648; Penuntutan Rp 0

Secara keseluruhan, total penyelamatan keuangan negara pada tahap penyidikan mencapai Rp 7.927.083.244, sementara tahap penuntutan mencapai Rp 2.437.245.564. Jika digabungkan, total penyelamatan keuangan negara oleh institusi kejaksaan se-Sultra pada 2025 mencapai Rp 10.364.328.808. (Faldi)*

Kinerja Penanganan Tipikor dan TPPU Kejaksaan se-Sultra 2025 Lampaui Target

0

KENDARIKINI.COM – Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia) 2025 menjadi momentum bagi masyarakat mengetahui capaian kinerja penegakan hukum oleh institusi kejaksaan di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Data tersebut dirilis dalam kegiatan Harkodia yang digelar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra di salah satu hotel di kota Kendari pada Selasa, 9 Desember 2025.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Seksi Penuntutan (Kasitut) Kejati Sultra M. Yusran, Kasi IV Kejati Sultra Purnama, serta Jaksa Fungsional Kejati Sultra Dr. Rahmi Yunita dan Anita Teresia.

Kejati Sultra dalam laporannya menyampaikan capaian kinerja penegakan hukum untuk perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di seluruh Kejaksaan Negeri (Kejari) di wilayah Sultra.

Berikut capaian kinerja masing-masing kejaksaan:

• Kejaksaan Tinggi Sultra: Target 5 perkara, realisasi 20 perkara (400%).
• Kejari Kendari: Target 2 perkara, realisasi 5 perkara (250%).
• Kejari Baubau: Target 2 perkara, realisasi 5 perkara (250%).
• Kejari Konawe: Target 2 perkara, realisasi 7 perkara (350%).
• Kejari Muna: Target 2 perkara, realisasi 5 perkara (250%).
• Kejari Kolaka: Target 2 perkara, realisasi 6 perkara (300%).
• Kejari Konawe Selatan: Target 2 perkara, realisasi 3 perkara (150%).
• Kejari Kolaka Utara: Target 2 perkara, realisasi 5 perkara (250%).
• Kejari Buton: Target 2 perkara, realisasi 2 perkara (100%).
• Kejari Wakatobi: Target 2 perkara, realisasi 4 perkara (200%).
• Kejari Bombana: Target 2 perkara, realisasi 2 perkara (100%).

Secara keseluruhan, total target dalam DIPA seluruh institusi kejaksaan di Sultra sepanjang Januari hingga Desember 2025 sebanyak 25 perkara, dengan capaian 64 perkara, atau melebihi target yang telah ditetapkan.(Faldi)*

Begini Penjelasan Gubernur Sultra Soal Lahan Kambu dan Isu Rumah Pribadi

0

KENDARIKINI.COM – Polemik yang beredar di masyarakat atas kepemilikan lahan di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari membuat Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjend TNI (Purn) Andi Sumangerukka angkat suara.

Andi Sumangerukka yang akrab disapa ASR mengungkapkan bahwa kepemilikan lahan seluas 5,5 hektare (ha) miliknya, ia peroleh melalui proses jual beli yang sah.

“Sebelum saya beli, saya cek status kepemilikannya. Saya tidak serta merta membeli lahan tersebut. Setelah dinas teknis menyatakan bahwa lokasi termasuk Area Penggunaan Lain (APL) baru diputuskan dibeli,” kata ASR kepada awak media di kantornya, Senin, 8 Desember 2025 sore.

Menurut ASR, tudingan perihal pengrusakan hutan bakau atau mangrove yang dilayangkan oleh berbagai pihak juga tidak benar bahkan terlalu berlebihan. Pasalnya, lahan yang ia beli merupakan area bukaan yang dulunya digunakan sebagai tambak.

Selain itu, ia juga menepis isu perihal rencana pembangunan rumah pribadi diatas lahan yang ia beli itu. Ia menjelaskan, pada bagian depan lahan miliknya itu justru akan dibangun masjid. Sedangkan pada bagian lain akan dibangun gedung pertemuan.

Lanjutnya, saat ini dirinya berhak menempati Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur, yang luas kawasannya mencapai 10 ha. Namun, ia dan istri merasa lebih nyaman tinggal di rumah pribadinya yang lebih kecil karena kedua anak-anaknya juga telah mandiri dengan kehidupan masing-masing.

ASR kembali menegaskan perihal komitmennya menjadi pemimpin di Sultra. Ia menyatakan, sejak awal niatnya untuk menjadi pemimpin daerah hanya untuk mengabdi dan beribadah.

“Boleh dicek, sejak menjalankan tanggungjawab sebagai Gubernur Sultra, saya tidak menggunakan uang negara. Saya tinggal di kediaman pribadi. Selalu bersyukur (tinggal) di rumah pribadi walaupun tersedia rumah dinas,” tutupnya.

Untuk diketahui, sejak menjabat sebagai Gubernur Sultra, ASR tidak pernah menerima gajinya dan enggan menggunakan fasilitas negara seperti biaya perjalanan dinas, kendaraan dinas, serta hak-hak keuangan lain yang melekat pada dirinya selaku orang nomor satu di Sultra.*

SKPI dan Jakarta Connection Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

0

KENDARIKINI.COM — Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia (SKPI) bersama Jakarta Connection menyalurkan bantuan kepada para korban bencana banjir di Langkat, Sumatera Utara, serta Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Senin, (8/12). Bantuan ini terdiri dari sembako, obat-obatan, serta kebutuhan balita seperti popok bayi—seluruhnya berasal dari sumbangan masyarakat yang tergerak untuk membantu sesama.

Banjir besar yang melanda dua wilayah tersebut dalam dua pekan terakhir meninggalkan duka mendalam. Hingga hari ini, sejumlah desa masih terendam banjir dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal, membuat ribuan warga harus bertahan di pengungsian.

Founder SKPI, Faisal Andri Mahrawa mengatakan meskipun masa darurat telah berlangsung beberapa hari, banyak wilayah masih terendam, aliran listrik terputus, akses jalan dan jembatan rusak, dan layanan dasar — air bersih, listrik, layanan medis — belum berfungsi normal.

“Di beberapa lokasi, kondisi sanitasi sangat memprihatinkan, memicu risiko penyakit dan krisis kesehatan,” ujarnya.

Aliran listrik di beberapa titik juga masih padam, kesulitan air bersih dan stok bahan makanan belum memadai. Di sepanjang jalan dari Besitang menuju Kuala Simpang, banyak warga dan anak-anak yang menunggu datangnya bantuan di tepi jalan raya.

Bau lumpur, rumah-rumah roboh, serta sisa material yang berserakan menggambarkan betapa dahsyatnya dampak bencana yang terjadi.

Dalam proses penyaluran donasi, Founder Jakarta Connection, Muhammad Iqbal dan tim
memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. Iqbal menggambarkan kondisi lapangan sebagai sesuatu yang “menyesakkan hati” dan jauh dari kata pulih.

“Aceh Tamiang adalah lokasi yang masih sangat membutuhkan bantuan. Lokasinya terisolir karena jalur darat dari Banda Aceh terputus di Bireun. Sementara wilayah ini paling dekat dengan wilayah administrasi Sumatera Utara (Langkat),” ujar Iqbal.

Ia menambahkan bahwa dukungan masyarakat masih sangat dibutuhkan karena kondisi di lapangan masih jauh dari normal. Banyak warga kehilangan harta benda, rumah terendam lumpur, sementara balita dan lansia membutuhkan perhatian khusus.

SKPI dan Jakarta Connection mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk terus memperkuat solidaritas melalui donasi maupun aksi kemanusiaan lainnya.

“Setiap bantuan, sekecil apa pun, dapat menyelamatkan satu keluarga,” ujar Iqbal.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai donasi dan penyaluran bantuan, silakan menghubungi:
Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia (SKPI).*

Kapolres Bantah Isu Mayat Didalam Kendaraan

0

KENDARIKINI.COM — Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, bersama Dirbinmas Polda Aceh Kombes Donny Siswoyo, turun langsung menyisir dan memeriksa sejumlah mobil yang terlantar akibat terdampak banjir di sepanjang jalur utama hingga SPBU Tanah Terban, Senin, 8 Desember 2025.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi berjalan aman sekaligus menanggapi isu yang beredar di masyarakat mengenai adanya mayat di dalam kendaraan-kendaraan tersebut.

Penyisiran dilakukan secara menyeluruh dengan memeriksa setiap kendaraan yang ditinggalkan pemiliknya saat banjir melanda. Pemeriksaan ini juga melibatkan puluhan personel guna memastikan seluruh titik terdeteksi secara akurat.

AKBP Muliadi memastikan bahwa isu tersebut tidak benar dan tidak ditemukan satu pun mayat dalam mobil sebagaimana diberitakan secara liar di media sosial.

“Setelah kita sisir dan cek sepanjang jalan hingga SPBU Tanah Terban, yang juga diikuti langsung awak media, tidak ada mayat dalam mobil. Isu bau menyengat yang disebarkan juga tidak ada. Jadi, itu tidak benar. Yang ada bau lumpur banjir,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa banjir besar beberapa hari terakhir memang membuat sejumlah kendaraan terpaksa ditinggalkan pemiliknya, tetapi kondisi tersebut tidak sesuai dengan narasi menyesatkan yang berkembang.

Menurutnya, penyebaran informasi tanpa verifikasi dapat memicu kepanikan baru di tengah situasi bencana serta dapat mengganggu upaya-upaya penanggulangan yang sedang dilaksanakan semua pihak.

Muliadi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh kabar yang belum terkonfirmasi.

“Kami minta masyarakat bijak menyaring informasi. Setiap laporan dari warga akan langsung kami tindak lanjuti. Jangan sampai informasi hoaks memperkeruh keadaan ketika kita semua sedang fokus pada pemulihan,” ujarnya.

Komitmen Dukung Pembangunan Berkelanjutan, PT Vale Kickoff PPM–SDGs Desa

0

KENDARIKINI.COM — Sebagai perusahaan pertambangan yang secara konsisten menjalankan operasional dengan prinsip keberlanjutan, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) bagian dari grup Mining Industry Indonesia (MIND ID), berkomitmen untuk menjadi mitra pemerintah untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan, yang salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang selaras dengan SDGs Desa.

Kickoff Program PPM–SDGs Desa Tahun 2025 digelar bersama Pemkab Luwu Timur, Senin (8/12/2025). Kegiatan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Drs. H. Ramadhan Pirade, Sekdis Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Awaluddin, S.Sos, jajaran pemerintah daerah, serta para Kepala Desa, BPD, dan pelaksana kegiatan dari 38 desa wilayah pemberdayaan PTVI.

Diretur External Relation PT Vale Indonesia, Yusri Yunis menyampaikan bahwa penyesuaian jadwal pelaksanaan PPM tahun ini merupakan bagian dari upaya perusahaan bersama pemerintah daerah untuk memastikan bahwa seluruh program sejalan dengan arah kebijakan Bupati Luwu Timur, lebih berdampak, dan menjangkau masyarakat secara lebih luas dan tepat sasaran.

Keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh alokasi anggaran, tetapi terutama oleh sinkronisasi kebijakan dan kesamaan arah pembangunan antara desa, pemerintah daerah, dan perusahaan.

“PTVI berkomitmen mendukung penuh prioritas pembangunan Kabupaten Luwu Timur. Kami menyambut baik arahan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa setiap program benar-benar memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat,” ujarYusri Yunus.

Salah satu fokus penting dalam forum kickoff adalah penguatan layanan kesehatan desa melalui pengadaan mobil ambulance desa yang didorong melalui program SDGs Desa. Perusahaan melihat kebutuhan ini sebagai bagian dari layanan dasar yang sangat penting, terutama bagi warga desa yang berada jauh dari fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.

Pemerintah Daerah Luwu Timur telah menyampaikan bahwa operasional ambulans, termasuk dukungan tenaga medis desa, akan dibiayai melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sehingga kendaraan tidak hanya tersedia tetapi dapat beroperasi secara berkelanjutan.

PTVI menyambut baik kebijakan tersebut karena Memperkuat efektivitas layanan kesehatan desa,Mendukung percepatan penanganan darurat, Berkontribusi langsung pada tujuan SDGs Desa nomor 3 (Desa Sehat dan Sejahtera).

“Sinergi antara desa, pemerintah daerah, dan perusahaan dalam penguatan layanan kesehatan harus menjadi prioritas bersama. PTVI siap mendukung implementasi program yang memberikan manfaat langsung bagi warga, termasuk inisiatif pengadaan ambulance desa,” lanjut Yusri .

Melalui SDGs Desa tahun sebelumnya, terdapat tujuh desa di wilayah pemberdayaan PT Vale yang telah mengadakan kendaraan siaga untuk kebutuhan kesehatan masyarakat. Bersama dengan pemerintah daerah, PT Vale melihat inisiatif ini sebagai langkah penting, namun masih memerlukan Standarisasi layanan, Kelengkapan medis minimal, SOP penanganan darurat desa, Integrasi dengan puskesmas dan tenaga kesehatan.

Selain itu, perusahaan berkomitmen untuk ikut mendorong peningkatan kapasitas desa dalam pengelolaan layanan kesehatan sehingga manfaat kendaraan siaga menjadi lebih optimal dan terlembaga.

Dengan sisa waktu pelaksanaan pada akhir tahun 2025, PTVI memastikan bahwa seluruh tahapan PPM dapat diakselerasi tanpa mengurangi kualitas pelaksanaan dan prinsip akuntabilitas. PTVI menegaskan kembali bahwa perusahaan akan mengikuti seluruh arahan pemerintah daerah,menyesuaikan program dengan prioritas SDGs Desa, melanjutkan tahapan teknis yang telah disepakati, menjaga keterlibatan aktif desa sebagai pelaksana pembangunan.

“Kami percaya bahwa keberhasilan program PPM adalah keberhasilan bersama. Oleh karena itu, PTVI akan terus memastikan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah dan desa berjalan kuat, konsisten, dan berorientasi pada keberlanjutan,” tutup Yusri.

Dukungan terhadap program pemerintah daerah untuk pembangunan berkelanjutan sejalan dengan nilai-nilai perusahaan, yaitu meningkatkan kualitas hidup dan membangun masa depan yang lebih baik secara bersama-sama.*

HAKORDIA 2025, Kejati Sultra Ungkap Keberhasilan Penyelesaian Penanganan Perkara Tipikor dan TPPU

0

KENDARIKINI.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) gelar kegiatan penyuluhan hukum dan press gathering dalam rangka Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025, Selasa, 9 Desember 2025.

Kegiatan ini bertempat di lantai 5 Hotel Horison Kendari di Jalan Ahmad Yani Nomor 3, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sultra dengan tema “Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat”.

Tema tersebut bentuk komitmen Kejati Sultra dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi (Tipikor) dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di wilayah Sultra.

Plt. Kasipenkum Kejati Sultra, Eki Moh. Hasim, dalam keterangan menerangkan korupsi muncul dalam penyalahgunaan anggaran yang kurang transparansi dalam perencanaan proyek.

“Kasus korupsi bukan isu baru. Di tingkat daerah, korupsi muncul dalam bentuk penyalahgunaan dana hibah, korupsi anggaran pembangunan infrastruktur, hingga proyek fiktif. Semua ini jelas menghambat pembangunan dan kemakmuran masyarakat,” terang Eki Moh. Hasim, pada hari Selasa, 9 Desember 2025 dalam kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan ini turut dihadiri Kepala Seksi Penuntutan (Kasitut) Kejati Sultra, M. Yusran, Kasi IV Kejati Sultra, Purnama, Jaksa Fungsional Kejati Sultra, Dr. Rahmi Yunita, dan Anita Teresia.

Dalam aspek penegakan hukum, melalui Kasitut Kejati Sultra, M. Yusran, melaporkan capaian penyelesaian Tipikor dan TPPU pada tahap penyidikan.

Dalam laporannya, Kejati Sultra berhasil menyelesaikan 20 perkara dengan rincian Tipikor 16 perkara dan TPPU 4 perkara dengan presentase 400% sepanjangan bulan Januari 2025 hingga Desember 2025.(Faldi)*

Kurangi Dampak Lingkungan, PT Vale Paparkan Program Berkelanjutan di Sultra

0

KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia Tbk memaparkan sejumlah program berkelanjutan yang diklaim bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).

Program tersebut mencakup pengelolaan lingkungan, reklamasi lahan, serta penerapan teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Manajemen PT Vale menyampaikan bahwa upaya pengurangan dampak lingkungan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, seiring dengan aktivitas operasional perusahaan. Salah satu fokus utama adalah pelaksanaan reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang agar fungsi lingkungan dapat kembali pulih.

“Setiap kegiatan operasional kami disertai dengan program pengelolaan lingkungan yang mengacu pada regulasi dan standar yang berlaku,” ujar Head of Corporate Communication, Vanda Kusumaningrum.

Selain reklamasi, PT Vale juga mengklaim menerapkan pengelolaan limbah dan air tambang secara ketat untuk meminimalkan pencemaran lingkungan sekitar.

Perusahaan menyebutkan pemantauan kualitas lingkungan dilakukan secara rutin, termasuk terhadap air, udara, dan kondisi tanah di sekitar area operasional.

PT Vale juga menyampaikan bahwa dalam mendukung program keberlanjutan, pihaknya melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan lokal, termasuk pemerintah daerah, dalam sejumlah kegiatan lingkungan. Langkah ini disebut sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab perusahaan terhadap wilayah tempat beroperasi.

Ke depan, PT Vale menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan program berkelanjutan di Sultra, dengan harapan aktivitas pertambangan dapat berjalan seimbang dengan upaya perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat sekitar.*

Pemprov Sultra Peduli, Salurkan Rp 1,5 Miliar bagi Korban Bencana Sumatera

0

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalokasikan dana bantuan sebesar Rp 1,5 miliar bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Setiap provinsi akan menerima bantuan senilai Rp 500 juta, yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemprov Sultra.

Hal ini diungkapkan Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, saat memimpin Rapat Koordinasi Antisipasi Potensi Kerawanan Menjelang dan Pasca Natal 2025 serta Tahun Baru 2026 (Nataru) yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Senin (8/12/2025).

Gubernur menambahkan ia juga akan memberikan donasi secara pribadi dan mengajak para bupati/walikota, serta seluruh masyarakat Sultra untuk menyisihkan kelebihan hartanya untuk didonasikan.

Pada kesempatan itu, sebagai bentuk dukungan moral, Gubernur juga mengajak seluruh peserta rakor untuk menundukkan kepala sejenak, mendoakan masyarakat yang terdampak bencana di ketiga provinsi tersebut.

“Semoga masyarakat Sumut, Sumbar, dan Aceh diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Semoga kondisi di sana segera pulih,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Lanud Haluoleo Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto mengatakan, terkait bantuan logistik ke Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, pihak Lanud Halu Oleo siap mendukung pendistribusian bantuan ke wilayah tersebut.

“Kami sudah menyiapkan satu pesawat Hercules. Siapapun yang ingin menyalurkan bantuan kemanusiaan, dalam bentuk apapun, dapat membawanya ke Lanud Halu Oleo dan kami akan mengantarkannya,” tuturnya.

Dalam rakor tersebut diungkapkan bahwa curah hujan di wilayah Sultra diprediksi akan mengalami peningkatan pada periode akhir Desember 2025 hingga Mei 2026 mendatang. Gubernur meminta seluruh pihak, terutama bupati dan walikota, agar bersikap proaktif dalam melakukan langkah kontigensi dan peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi.

“Kita tidak meminta, tetapi apabila nanti terjadi bencana hidrometeorologi di Sulawesi Tenggara, maka tidak boleh ada kepala daerah yang meninggalkan daerahnya, terutama daerah yang terdampak. Kalau perlu saya akan menginap di wilayah tersebut,” tegas Gubernur Andi Sumangerukka.

Dalam rapat tersebut, sejumlah instansi turut menyampaikan kesiapan menghadapi perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta potensi bencana hidrometeorologi. Mulai dari BMKG, BPBD, Basarnas, Bulog, hingga kesehatan dan perhubungan menyampaikan paparannya.

Sementara itu, unsur pimpinan forkopimda juga sepakat menyusun prosedur tetap (protap) kewilayahan, pembentukan organisasi satgas, sekaligus membentuk wadah komunikasi untuk bersinergi dan berkoordinasi dalam menegaskan peran masing-masing pihak sebagai bentuk kesiapsiagaan daerah.*

Respons Cepat, Polda Bantu Pemulihan Korban Bencana

0

KENDARIKINI.COM — Polda Sumatera Barat melaksanakan kegiatan pembagian bantuan kepada warga terdampak bencana di wilayah Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat Polda Sumbar dalam membantu masyarakat yang tengah berupaya bangkit pascabencana.

Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan dasar warga, mulai dari bahan pokok hingga perlengkapan harian yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama masa pemulihan. Selama berlangsungnya kegiatan, personel Polda Sumbar turut memastikan proses distribusi berlangsung tertib, lancar, dan tepat sasaran, sehingga setiap warga yang membutuhkan dapat terbantu secara optimal.

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, menegaskan bahwa Polda Sumbar akan terus hadir di tengah masyarakat, khususnya pada masa-masa sulit seperti bencana alam.

“Bantuan ini adalah wujud kepedulian kami kepada warga Batu Busuk. Polda Sumbar berkomitmen untuk selalu responsif dan cepat bergerak ketika masyarakat membutuhkan,” ujar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.

Ia menambahkan bahwa keberlanjutan bantuan dan pendampingan menjadi prioritas, mengingat dampak bencana sering kali memerlukan proses pemulihan yang tidak sebentar.

“Kami tidak hanya datang sekali. Upaya berkelanjutan akan terus dilakukan agar pemulihan di wilayah ini berjalan lebih cepat dan warga dapat kembali menjalani aktivitas dengan normal,” tambahnya.

Kegiatan kemanusiaan ini menjadi bagian penting dari langkah Polda Sumbar dalam mendukung warga terdampak serta mempercepat pemulihan kondisi di wilayah Batu Busuk, sekaligus memperkuat kehadiran kepolisian sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Polda Salurkan Bantuan untuk Ibu dan Balita Terdampak Banjir Bandang

0

KENDARIKINI.COM — Pada Senin, 8 Desember 2025, Pejabat Utama (PJU) Polda Sumatera Barat bersama rombongan personel Polda Sumbar melaksanakan kegiatan kemanusiaan berupa pemberian bantuan kepada warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, khususnya di Kelurahan Surau Gadang yang berjumlah sekitar 55 orang.

Bantuan difokuskan kepada para ibu yang menggendong balita serta ibu menyusui. Dalam kegiatan tersebut, personel Polda Sumbar mendistribusikan susu formula lengkap dengan penjelasan cara penggunaan, popok bayi, handuk, bedak bayi, minyak telon, selimut bayi, serta mainan kecil untuk balita. Selain penyaluran bantuan, petugas juga memberikan edukasi singkat mengenai kesehatan bayi pascabencana agar para orang tua dapat lebih waspada terhadap risiko penyakit akibat kondisi lingkungan yang belum stabil.

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, yang memantau langsung kegiatan tersebut, menegaskan bahwa penanganan terhadap kelompok rentan menjadi prioritas Polda Sumbar dalam situasi bencana.

“Kami memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran, terutama untuk ibu dan balita yang sangat membutuhkan dukungan di masa darurat seperti ini. Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk menyalurkan logistik, tetapi juga memberikan rasa aman dan perhatian bagi masyarakat,” ujar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.
Ia juga menambahkan bahwa langkah responsif ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membantu mempercepat pemulihan pascabencana.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Polda Sumbar akan terus hadir dan berupaya maksimal dalam setiap tahapan penanganan bencana,”tambahnya.

Warga Kelurahan Surau Gadang menyampaikan terimakasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan, terutama karena kebutuhan balita menjadi salah satu yang paling mendesak setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut.*

Sinergi Polri dan BKSDA, Gajah Dikerahkan Bersihkan Material Banjir

0

KENDARIKINI.COM – Empat ekor gajah milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh telah tiba lengkap di Kabupaten Pidie Jaya untuk membantu proses pembersihan material pascabencana banjir. Hewan-hewan tersebut langsung dikerahkan untuk menarik timbunan kayu dan material berat yang terseret arus banjir beberapa waktu lalu.

Kegiatan pembersihan hari ini dipusatkan di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, salah satu kawasan yang paling terdampak akibat tumpukan kayu dan lumpur.

Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya, Iptu Fauzi Admaja, mewakili Kapolres Pidie Jaya, menyampaikan bahwa seluruh gajah telah tiba dan langsung bekerja membantu masyarakat.

“Empat gajah yang kita datangkan bersama BKSDA Aceh hari ini sudah berada di lokasi. Mereka langsung kita kerahkan untuk menarik kayu-kayu besar serta material berat lainnya yang menumpuk akibat banjir,” ujar Iptu Fauzi.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu turut memberikan penjelasan mengenai tujuan kedatangan gajah tersebut. Selain untuk membantu proses pembersihan, gajah-gajah ini juga dihadirkan sebagai bentuk dukungan psikologis bagi anak-anak yang terdampak banjir.

“Gajah-gajah ini kita datangkan bukan hanya untuk mengangkat material berat, tetapi juga untuk kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir. Kehadiran gajah dapat menghadirkan suasana ceria, mengurangi ketegangan, dan membantu memulihkan kondisi psikologis mereka,” ujar Kapolres.

Ia menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan komitmen Polri untuk masyarakat dalam menghadirkan pelayanan yang humanis dan responsif, sesuai dengan motto Polda Aceh “Meutuah Sabe Tajaga, Aceh Mulia.”

Melalui kerja sama antara Polres Pidie Jaya dan BKSDA Aceh ini, proses pembersihan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, sekaligus memberi dukungan emosional bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak banjir.*

Polri Tambah Ratusan Personel untuk Percepatan Mitigasi Bencana di Tiga Provinsi

0

Depok — Polri mengerahkan ratusan personel dan berbagai perlengkapan taktis untuk membantu penanganan bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Pada Senin, 8 Desember 2025, Wakapolri memimpin pengecekan kesiapan pasukan di Mako Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, sebagai tindak lanjut instruksi Presiden.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan dukungan yang dikirim ke wilayah terdampak benar-benar optimal. “Bapak Presiden menekankan agar seluruh kekuatan Polri dioptimalkan. Karena itu, hari ini dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap personel dan peralatan yang akan diberangkatkan,” ujarnya.

Adapun kekuatan yang dikirim terdiri dari 361 personel Brimob, 200 personel Sabhara, 12 ambulans dengan 48 tenaga kesehatan, 19 K9, 15 dapur lapangan, 12 unit water treatment, perlengkapan SAR, serta kendaraan taktis dan teknis. Pasukan ini akan didistribusikan ke beberapa wilayah, termasuk Aceh Besar, Aceh Tamiang, Bireuen, Gayo Lues, Agam, dan Tapanuli.

Selain pencarian dan evakuasi, Polri juga membantu distribusi BBM, penyediaan air bersih, layanan kesehatan, hingga fasilitas ujian bagi pelajar terdampak. “Kami memastikan kegiatan masyarakat tetap berjalan meski di tengah situasi bencana,” kata Trunoyudo.

Terkait identifikasi korban, tim DVI masih bekerja di lapangan dan kini dilengkapi tambahan fasilitas pendingin jenazah. “Freezer tambahan telah dikirim dari Polda Riau. Ini penting agar identifikasi post-mortem, antemortem, hingga DNA dapat dipercepat,” jelasnya.

Brigjen Trunoyudo menegaskan komitmen Polri dalam misi kemanusiaan. “Polri akan terus hadir secara optimal dalam memulihkan kondisi pasca bencana,” tutupnya.*

Karya Jurnalis Ditengah Teknologi AI

0

KENDARIKINI.COM – Polemik kualitas karya jurnalistik di tengah derasnya penetrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) kian menjamur di tengah profesi insan pers.

Industri media saat ini menghadapi persimpangan besar antara tuntutan kecepatan produksi berita dan tanggung jawab menjaga integritas profesi.

Salah satu Jurnalis Asal Kota Kendari, Ifal Chandra Moluse menyebut bahwa kehadiran AI sebenarnya membuka peluang besar untuk efisiensi kerja redaksi.

Namun, tren sejumlah media yang mulai bergantung pada AI secara mentah, bahkan menjadikannya mesin produksi berita menyisakan ancaman serius terhadap etika jurnalistik dan kualitas informasi di khalayak masyarat umum.

“AI itu alat bantu, bukan pabrik berita. Masalah muncul ketika sebagian redaksi menjadikan AI sebagai pengganti nalar kritis manusia. Padahal esensi jurnalistik ada pada verifikasi, empati, dan pertanggungjawaban moral,” tegasnya.

Lebih lanjut Ia menyebut, fenomena konten berita yang seragam, miskin verifikasi, dan minim wawancara lapangan kini semakin mudah ditemukan di berbagai platform.

Hal ini kata Ifal menciptakan kaburnya batas antara karya jurnalistik yang autentik dan konten otomatis yang dikemas seperti berita.

Tak hanya itu saja, Pimpinan Redaksi media AmanahSultra.id ini juga menilai, media harus kembali pada ruh profesi kerja lapangan, riset, konfirmasi, dan keberanian menggali fakta.

“Jurnalis itu bukan tukang salin tempel. Mereka adalah penjaga kebenaran, bukan sekadar operator perangkat AI,” terangnya

Lebih lanjut Alumni Fakultas Hukum UHO 2009 ini menerangkan bahwa berita bukan sekadar rangkaian kata, melainkan hasil pergulatan batin antara apa yang dilihat, apa yang diketahui, dan apa yang harus disampaikan kepada para pembaca informasi khusunya berita hasil karya Jurnalistik.

“Ketika berita hanya disusun oleh algoritma, kita kehilangan sentuhan kemanusiaan yang membuat jurnalisme relevan,” ungkapnya.

Olehnya itu kata Ifal, saat ini tak sedikit para jurnalis kehilangan identitasnya. Mereka bukan lagi watchdog, tetapi sekadar operator perangkat lunak yang bekerja demi kuantitas, bukan kualitas.

“Jika ini terus terjadi, masyarakat yang ibaratnya sebagai konsumen berita tidak lagi bisa membedakan mana laporan jurnalistik dan mana konten otomatis yang tampil seperti berita,” tutupnya.*

Ketua DPD Gerindra Sultra Angkat Bicara Soal Kasus Oknum Guru Terhadap Siswi SD di Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Polemik dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur yang melibatkan seorang guru bernama Mansur (53) dan siswi sekolah dasar berinisial Bunga (samaran), umur 9 tahun di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat perhatian serius dari Partai Gerindra.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sultra, Andi Ady Aksar, menegaskan pentingnya menghormati seluruh proses hukum yang berjalan dan mengajak masyarakat tidak terjebak pada opini tanpa dasar yang bisa memperkeruh keadaan.

Menurut Triple A, sapaan akrab Andi Ady Aksar, penetapan status tersangka hingga vonis 5 tahun penjara terhadap Mansur oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kendari tentu berdasarkan alat bukti yang dinilai memenuhi unsur hukum oleh penyidik Polresta Kendari serta Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari.

Proses peradilan, kata dia, menjadi tolak ukur pertanggungjawaban terhadap setiap tindakan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa setiap warga negara tetap memiliki hak melakukan upaya hukum lanjutan seperti banding, selama meyakini terdapat bukti yang bisa memperkuat pembelaan.

“Itu adalah hak setiap orang. Kita wajib menghormati proses yang diatur undang-undang,” katanya Minggu 7 Desember 2025.

Selanjutnya, Andi Ady Aksar tetap menempatkan profesi guru sebagai tenaga pendidik penting dan penentu masa depan generasi muda. Namun, jika terbukti melakukan tindakan di luar tanggung jawab dan melanggar hukum, maka tidak ada alasan untuk melakukan pembelaan atas dasar profesi.

“Yang jelas bukan gurunya, tapi oknumnya. Saya hormat dengan guru, tetapi jangan karena status sebagai tenaga pendidik lalu dilindungi. Semua sama di mata hukum,” tegasnya.

Ketua DPD Gerindra Sultra ini juga mengaku mengikuti perkembangan kasus tersebut dan telah melakukan monitoring terhadap korban. Ia menerima laporan bahwa kondisi korban sering merasa takut saat berinteraksi dengan orang lain.

Trauma tersebut, menurutnya, mengarah pada gejala depresi yang dialami korban akibat peristiwa yang menimpanya. Kondisi ini, harus menjadi perhatian bersama sehingga proses hukum tidak hanya fokus pada pelaku, tetapi juga pada pemulihan psikologis korban.

Atas instruksi DPP Partai Gerindra dan komitmennya dalam mencegah kekerasan seksual terhadap anak, pihaknya juga memastikan akan mengawal proses ini sampai benar-benar selesai.

Jika kemudian muncul fakta baru yang menyatakan Mansur tidak bersalah, maka aparat harus bertanggung jawab apabila ditemukan kelalaian atau dugaan rekayasa. Namun jika putusan akhir tetap menyatakan bersalah, maka semua pihak harus menghormatinya dan tidak membangun opini sesat di ruang publik.

“Bagi Gerindra, perlindungan terhadap anak dan integritas dunia pendidikan merupakan prioritas yang tidak boleh dinegosiasikan,” tutupnya.*

Pondok Pesantren di Pomalaa Terancam Dampak Aktivitas Tambang

0

KENDARIKINI.COM — Pondok Pesantren Imam Syafi’i di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyampaikan keluhan terkait kondisi lingkungan di sekitar pesantren yang diduga terdampak aktivitas pertambangan PT Indonesia Pomalaa Industri Park (IPIP) pada Senin, 8 Desember 2025.

Pesantren yang berdiri di atas lahan sekitar 20.000 m² itu membagikan kondisi sekelilingnya melalui media sosial. Dalam foto yang diterima redaksi, tampak area sekitar pesantren telah mengalami pembukaan lahan dan terdapat genangan air yang disebut muncul setelah adanya aktivitas alat berat di kawasan tersebut.

Melalui akun resmi media sosialnya, pihak pesantren menyampaikan harapan agar publik mengetahui situasi yang mereka hadapi.

“Kami hanya bisa bersuara lewat media sosial. Semoga ada yang peduli dengan kondisi pondok kami, pondok yang dibangun dengan tetesan keringat dan tenaga,” tulis akun PTQ Imam Syafi’i Oko-Oko.

Pihak pesantren juga menyebut bahwa aktivitas di lingkungan sekitar pesantren membuat mereka mempertimbangkan untuk mengosongkan lokasi demi keamanan penghuni.

“Lihatlah di sekitar kami, hampir semua pohon habis dan ada lubangan air yang sewaktu-waktu dapat meluap. Ini alasan mengapa kami harus meninggalkan pondok kami. Keselamatan kami dan anak-anak lebih utama,” tulisnya.

Hingga berita ini tayang, redaksi KENDARIKINI.COM masih berupaya menghubungi pihak PT Indonesia Pomalaa Industri Park (IPIP) guna meminta konfirmasi dan klarifikasi atas informasi dan kondisi yang disampaikan pihak pesantren.(Faldi)*

Kinerja APH Disoroti dalam Penanganan Dugaan Keterlibatan Tiga Kades di Tambang Pasir Ilegal di Konawe

0

KENDARIKINI.COM — Aliansi Keadilan Nusantara (AKSARA) Jakarta–Sultra kembali menyoroti lambannya penanganan dugaan aktivitas penambangan pasir ilegal di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Sebelumnya, AKSARA telah menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Mabes Polri untuk mendesak penindakan atas aktivitas tambang pasir yang diduga berlangsung di wilayah Desa Lalonggaluku dan Desa Lamendora, Kecamatan Bondoala. Dalam laporan dan temuan mereka, AKSARA menyebut adanya dugaan keterlibatan tiga Kepala Desa (Kades) yaitu Kades Lalonggaluku Timur, Kades Lalonggaluku, dan Kades Lamendora.

Ketua AKSARA Jakarta–Sultra, Rahim Al Awal, menilai hingga saat ini Polres Konawe belum menunjukkan keseriusan dalam menangani laporan tersebut.

“Hingga hari ini belum ada tindakan tegas yang terlihat. Lambannya penanganan laporan dugaan tambang ilegal ini menimbulkan pertanyaan publik terkait komitmen penegakan hukum di Konawe,” ujarnya kepada media ini, Minggu, 7 Desember 2025.

Rahim menegaskan pihaknya akan kembali mendatangi Mabes Polri apabila dalam waktu dekat tidak ada langkah penindakan dari aparat penegak hukum.

“Kami siap turun kembali dan memastikan kasus ini tidak diabaikan. Negara harus hadir menindak pelanggaran hukum tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Bondoala, Aludinaludin, memberikan penjelasan berbeda mengenai dugaan aktivitas tambang pasir ilegal tersebut. Ia menegaskan bahwa Kades Lalonggaluku saat ini sudah tidak melakukan pengolahan pasir, sementara Kades Lalonggaluku Timur disebut tidak pernah terlibat dalam aktivitas tersebut.

“Lalonggaluku sudah tidak mengolah, dan Lalonggaluku Timur tidak pernah mengolah,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan dan telepon WhatsApp, Senin 3 November 2025 lalu.

Terkait perizinan tambang di wilayah Bondoala, ia mengatakan bahwa proses perizinan saat ini sedang berjalan.

“Izin penambangan sudah dalam proses,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kades Lalonggaluku belum memberikan keterangan resmi saat dihubungi melalui pesan dan panggilan WhatsApp terkait dugaan keterlibatannya dalam aktivitas penambangan pasir tanpa izin.(Faldy)*

Gerindra Sultra Tegaskan Lahan Pribadi Gubernur di Anduonohu Tidak Langgar Aturan Tata Ruang

0

KENDARIKINI.COM – Ketua DPD Gerindra Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Ady Aksar menilai polemik terkait lahan pribadi Gubernur Sultra di Jalan Malaka, Anduonohu, Kota Kendari, terkesan berlebihan. Ia memastikan bahwa rencana pembangunan rumah pribadi Gubernur di atas lahan tersebut telah mengantongi izin lengkap dan tidak melanggar ketentuan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Ia menjelaskan bahwa lahan tersebut sah dimiliki oleh Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka dan telah dibuktikan dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) hasil proses jual beli resmi.

“Secara tata ruang, posisi lahan ini sudah jelas. Peraturan Wali Kota Kendari Nomor 21 Tahun 2021 yang mengatur RDTR Kawasan CBD Teluk Kendari menetapkan area itu sebagai Areal Penggunaan Lain (APL), yakni zona non-kehutanan yang memang diperuntukkan bagi kegiatan pembangunan dan ekonomi kota,” ungkap Ady kepada awak media di sela kunjungannya di Kabupaten Buton Utara, Senin 8 Desember 2025.

Ia menambahkan, penegasan mengenai status APL tidak hanya merujuk pada dokumen perencanaan, tetapi juga telah dikonfirmasi Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sulawesi. Setelah melakukan pengecekan di lapangan, aparat kehutanan menyatakan lokasi tersebut bukan kawasan hutan.

“Ini sesuai definisi APL dalam Permen LHK Nomor 7 Tahun 2021, yaitu wilayah di luar kawasan hutan yang secara hukum dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pembangunan,” tambahnya.

Menurut Ady, pihak yang menyoroti persoalan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat. Ia menegaskan bahwa kader Gerindra selalu mengedepankan aturan dalam setiap langkah, termasuk dalam urusan pribadi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana, juga memberikan penjelasan resmi terkait aktivitas pembukaan lahan milik ASR di kawasan Teluk Kendari. Ia memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan tata ruang Kota Kendari.

Erlis membeberkan bahwa pembukaan lahan tersebut telah berpedoman pada Perwali Nomor 21 Tahun 2021 tentang RDTR dan pengembangan kawasan Central Business District (CBD).

“Kawasan Teluk Kendari memang telah ditetapkan sebagai bagian dari pengembangan kota dan seluruh aktivitas di dalamnya sesuai dengan ketentuan tata ruang,” jelas Erlis.

Ia menegaskan, wilayah tempat pembukaan lahan itu masuk kategori Areal Peruntukan Lain (APL), yang memungkinkan pemanfaatan untuk berbagai kepentingan, mulai dari perdagangan, jasa, hingga pembangunan perumahan, selama mengikuti aturan tata ruang yang berlaku.*

Semarak HAB Kemenag ke 80, Kanwil Kemenag Sultra Gelar Porseni dan Donasi Bagi Korban Bencana

0

KENDARIKINI.COM – Kakanwil Kemenag Prov. Sultra, H. Mansur, S. Pd., MA membuka secara resmi Porseni dalam rangka Hari Amal Bhakti ke-80 Kementerian Agama Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara ditandai dengan melepas Balon Udara, yang disaksikan ASN Kanwil Kemenag Sultra dan Kantor Kemenag Kota Kendari di Pelataran Kanwil Kemenag Sultra. Senin (8/12/2025).

Pembukaan Porseni dalam rangka HAB ke-80 Kementerian Agama yang mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju,”, diawali dengan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) bersama.

Selain itu, sebagai rangkaian pembukaan Porseni HAB ke-80, dikesempatan tersebut Kakanwil Kemenag Prov. Sultra secara Simbolis menerima Donasi Peduli Musibah Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Provinsi Aceh, Sumut dan Sumbar sebesar Rp. 614.796.500, dari Kepala Kantor Kemenag Kab. Konsel, H. Joko, M.pd Selaku Ketua Forum Kepala Kantor Kemenag Sultra.

Bantuan tersebut berasal dari donasi ASN Kanwil Kemenag Sultra dan ASN Kankemenag 17 Kab/Kota se Sultra. Donasi ini, selanjutnya akan diserahkan ke Tim Tanggap darurat Bencana Kemenag RI.

Kakanwil dalam sambutannya mengatakan, Porseni dalam rangka HAB bukanlah hal baru dan bukan sekedar ceremony, namun rutinitas tahunan yang dilakukan untuk menguatkan komitmen dan pengabdian kepada Kementerian Agama dan negara.

“Jadikan momentum ini sebagai ajang meningkatkan kualitas SDM, untuk melayani umat dengan lebih baik dan menjaga integritas kita,” tegas Mansur.

Mansur menilai, semangat yang muncul dari pembukaan Porseni HAB tersebut akan menjadi ruh Porseni dalam bertanding, bersaing sehat dan memperkuat kebersamaan di lingkungan Kementerian Agama. Karena menurutnya, sesama insan Kemenag antara satu dengan yang lain ibarat bangunan yang saling menguatkan.

Tak sekedar berporseni, Mansur mengatakan kegiatan tersebut juga dijadikan sebagai momentum berempati dan menunjukkan solidaritas secara nasional kepada saudara sebangsa yang tertimpa musibah di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan sejumlah wilayah lain di Indonesia, untuk merasa terpanggil meringankan beban para korban terdampak.

“Hingga saat ini, donasi dan partisipasi ASN se Sultra Tahap pertama telah terhimpun dana sebesar kurang lebih Rp. 614juta,” ujar Mansur.

Jumlah tersebut, diperkirakan masih akan terus bertambah, mengingat Donasi untuk Bangsa masih dibuka bagi seluruh jajaran ASN Kemenag Sultra yang ingin memberikan bantuannya.

Mansur kembali mengingatkan dan mengajak seluruh jajarannya untuk terus semangat berdonasi. Bergerak bersama, bersinergi dan berbagi, meningkatkan kepedulian, agar masyarakat merasakan kehadiran Kemenag untuk umat dimanapun berada.

Menurut Mansur, donasi yang dikumpulkan adalah bukti bahwa Kemenag Sultra tidak hanya berkinerja, tetapi memiliki empati dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Porseni HAB adalah momentum membangunkan harmoni, toleransi, kebersamaan dan moderasi beragama, karena olahraga dan seni adalah bahasa universal. Dalam berolahraga tidak ada sekat sara, suku, agama dan antargolongan, namun olahraga dan seni itu menyatukan,” tandasnya.

Pembukaan Porseni dalam rangka HAB ke-80 Kementerian Agama lingkup Kanwil Kemenag Sultra akan mempertandingkan sejumlah lomba. Diantaranya Bulu Tangkis, Tenis Meja, Estafet Sarung, Joget Balon, Lari Kelereng Estafet, Estafet Pipet, Lomba Karaoke, Lomba Yel-yel Asta Protas Kemenag, Lomba MC dan Lomba Dirigen.*

Dukung Pemulihan Sumatra, PT Vale Serahkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Korban Bencana

0

KENDARIKINI.COM — Sejalan dengan nilai CARES dan sebagai bagian wujud kepedulian terhadap musibah yang terjadi di sejumlah daerah khususnya di Sumatra, PT Vale Indonesia Tbk sebagai bagian dari MIND ID bersama Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui program “ESDM Siaga Bencana”, menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam di Sumatra bersinergi pemerintah daerah, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Bantuan disalurkan dalam dua tahap pada 4 dan 6 Desember 2025, guna memastikan dukungan menjangkau masyarakat terdampak dengan cepat dan tepat sasaran.

Pada 4 Desember 2025, PT Vale menyerahkan bantuan di Posko Bencana Medan, yang diterima oleh BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Cabang Dinas ESDM Provinsi Sulsel, BPBD Sumatra Utara, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara. Koordinasi lintas provinsi ini mencerminkan respons cepat dan kerja sama multipihak untuk mempercepat alur distribusi bantuan ke wilayah yang paling membutuhkan.

Tahap berikutnya berlangsung pada 6 Desember 2025 di Posko Bantuan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, di bawah koordinasi Kementerian ESDM. Titik distribusi nasional ini menjadi pusat pengumpulan dan pengiriman bantuan untuk memperluas jangkauan ke lokasi terdampak di Sumatra.

Director & Chief Sustainability and Corporate Affairs Officerl PT Vale, Budiawansyah mengatakan, melalui bantuan tersebut perseroan memperkuat kontribusinya dalam mempercepat pemulihan masyarakat, sekaligus memastikan dukungan kemanusiaan berjalan terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor industri.

“Bantuan ini adalah wujud kepedulian dan tanggung jawab kami sebagai bagian dari masyarakat. Kami berharap dukungan ini dapat membantu meringankan beban para penyintas dan mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak. Semangat kolaborasi dalam ‘ESDM Siaga Bencana’ membuktikan bahwa penanganan bencana hanya bisa berjalan efektif ketika semua pihak bergerak bersama,”katanya.

Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan dasar seperti bahan pangan, perlengkapan higienis, obat-obatan, hingga dukungan logistik lain sesuai permintaan posko daerah. Mekanisme bantuan ini sejalan dengan nilai-nilai CARES (Compassion, Accountability, Resilience, Excellence, Sustainability) yang menjadi pedoman PT Vale dalam memberikan kontribusi sosial dan menjalankan operasi secara bertanggung jawab.

Seiring meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi di Indonesia, partisipasi perusahaan dalam ekosistem penanggulangan bencana menjadi semakin penting. Keterlibatan PT Vale dalam “ESDM Siaga Bencana” menjadi bukti bahwa korporasi dapat memainkan peran signifikan dalam mendukung ketangguhan nasional — mulai dari respon cepat hingga pemulihan jangka panjang.

Sinergi untuk Indonesia yang Lebih Tangguh

Penyerahan bantuan di dua lokasi strategis ini menegaskan komitmen Perseroan untuk hadir pada saat masyarakat membutuhkan. Kolaborasi antara PT Vale, Kementerian ESDM, BPBD, dan pemerintah daerah membuktikan bahwa sinergi lintas wilayah dan lintas lembaga merupakan kunci mempercepat pemulihan pascabencana.

Dari satu paket bantuan yang dikirim, satu keluarga yang terbantu, hingga satu jaringan kolaborasi yang bergerak — pemulihan adalah perjalanan bersama. PT Vale Indonesia akan terus mendukung upaya kemanusiaan sebagai bagian dari perjalanan menuju masyarakat yang lebih tangguh dan berdaya.*

Presiden dan Kapolri Tiba di Lokasi Banjir

0

KENDARIKINI.COM — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo tiba di Aceh melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Kabupaten Aceh Besar, Minggu, 7 Desember 2025.

Kedatangan Presiden bersama sejumlah pejabat kementerian tersebut bertujuan untuk meninjau langsung penanganan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, yang menyambut langsung kedatangan Presiden dan Kapolri, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan percepatan pemulihan dan pembangunan kembali infrastruktur vital yang terdampak banjir.

“Kapolri hadir mendampingi Presiden dalam rangkaian agenda peninjauan bencana di Aceh. Turut serta dalam rombongan, Menteri Pertahanan RI, Panglima TNI, serta sejumlah menteri terkait yang ikut memastikan bahwa seluruh langkah penanggulangan berjalan sesuai rencana dan kebutuhan masyarakat,” kata Marzuki Ali Basyah sebelum menuju ke Bireuen.

Setibanya di Bandara SIM, Presiden bersama rombongan langsung bertolak menuju Kabupaten Bireuen menggunakan helikopter. Di sana, Presiden dan Kapolri dijadwalkan meninjau lokasi pemasangan Jembatan Bailey atau jembatan darurat yang dibangun untuk membuka kembali akses transportasi yang sebelumnya terputus akibat bencana alam.

“Peninjauan ini menjadi momentum penting dalam memastikan bahwa proses pemulihan infrastruktur berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran. Kehadiran Presiden dan Kapolri di tengah masyarakat Aceh juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas instansi hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.

Di samping itu, Kapolda Aceh juga menegaskan bahwa seluruh kekuatan Polda Aceh berada dalam status pengerahan maksimal dan fokus untuk melaksanakan penanggulangan banjir.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Polda Aceh siap bekerja tanpa batas untuk masyarakat dan untuk Aceh,” tegas Irjen Marzuki.*

Bahu Membahu, Brimob Bantu Warga Pindahkan Rumah yang Terseret Banjir

0

KENDARIKINI.COM — Personel Brimob Polda Aceh bergerak cepat memindahkan sebuah rumah warga yang terseret banjir bandang hingga melintang di badan Jalan Nasional Langsa —Tamiang. Upaya ini dilakukan untuk memastikan akses lalu lintas kembali terbuka sehingga distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak tidak mengalami hambatan.

Rumah tersebut diketahui terbawa arus deras banjir dari kawasan permukiman dan tersangkut di tengah jalan, menutup jalur utama yang menghubungkan Aceh Tamiang dan Kota Langsa. Agar arus lalu lintas lancar, personel Brimob bersama masyarakat bekerja bahu-membahu mengevakuasi struktur rumah ke lokasi aman di pinggir jalan.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, mengatakan bahwa tindakan cepat Brimob ini dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat proses penyaluran bantuan.

“Personel Brimob bertindak cepat begitu menerima laporan adanya rumah yang menghalangi jalan nasional. Respons ini penting agar akses masyarakat tidak terganggu dan distribusi logistik untuk korban banjir dapat berjalan lancar,” ujar Joko, pada Minggu, 7 Desember 2025

Ia menambahkan bahwa upaya,-upaya penanggulangan terus dioptimalkan untuk memastikan setiap lokasi terdampak bencana banjir ditangani dengan baik.

“Semua unsur Polri di lapangan saling mendukung. Tugas kami bukan hanya memastikan keamanan, tetapi juga membantu masyarakat dalam situasi darurat seperti ini. Semangat kebersamaan menjadi kunci dalam penanganan bencana,” kata Joko.

Aksi cepat Brimob tersebut mendapat apresiasi dari warga setempat yang menyaksikan langsung proses pemindahan rumah. Mereka menilai kehadiran dan kerja nyata polisi sangat membantu di tengah keterbatasan alat dan sulitnya situasi akibat banjir.

Penanganan ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai kekuatan yang terus membantu masyarakat dalam kondisi sulit. Semoga upaya penanggulangan banjir di Aceh Tamiang dan sekitarnya diharapkan berjalan semakin cepat dan efektif.*

Kapolda Tinjau Depot Pertamina, Pastikan Stok BBM dan Distribusi Tetap Aman Pascabencana

0

KENDARIKINI.COM – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., meninjau langsung Depot TBBM Pertamina Sibolga pada Jumat (05/12/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan stok BBM dan proses distribusi energi bagi masyarakat tetap berjalan normal pascaterjadinya bencana alam tanah longsor yang melanda wilayah Sibolga dan sekitarnya.

Sekira pukul 09.30 WIB, Kapolda bersama rombongan Pejabat Utama Polda Sumut tiba di depot setelah sebelumnya melakukan koordinasi awal di GOR Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Pihak Pertamina menyampaikan kondisi terkini terkait ketersediaan stok, jalur distribusi, serta langkah antisipatif apabila terjadi hambatan pasca dampak bencana.

Kapolda menegaskan bahwa sektor energi merupakan kebutuhan dasar yang harus terjamin dalam situasi pemulihan pascabencana.

“Dalam situasi seperti ini, stok BBM tidak boleh terganggu. Distribusi ke masyarakat harus berjalan aman karena BBM menjadi modal utama untuk memulihkan aktivitas ekonomi dan kebutuhan harian warga,” tegas Kapolda saat melakukan pengecekan lapangan.

Ia juga meminta agar pendistribusian tetap diprioritaskan ke wilayah yang terdampak dan membutuhkan percepatan pemulihan, termasuk apabila terdapat akses jalan yang belum pulih sepenuhnya.

Pada Senin (08/12/2025) hari ini, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan turut menjelaskan bahwa kunjungan Kapolda merupakan bentuk tanggung jawab institusi dalam menjamin pelayanan publik tetap stabil di tengah masa pemulihan.

“Bapak Kapolda memastikan bahwa ketersediaan BBM aman dan proses distribusi berlangsung lancar. Polda Sumut juga menyiapkan dukungan pengamanan apabila diperlukan. Ini adalah komitmen Polri untuk hadir memastikan layanan vital masyarakat tidak terganggu,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa koordinasi terus dilakukan antara Polri, Pertamina, dan unsur pemerintah daerah untuk mempercepat normalisasi layanan publik serta pemulihan wilayah terdampak.

Usai kegiatan di depot Pertamina, Kapolda bergerak menuju Polres Sibolga untuk meninjau dapur umum dan memastikan kondisi personel yang turut menjadi korban bencana menerima dukungan yang maksimal.

Seluruh rangkaian kegiatan peninjauan berlangsung aman, tertib, dan mendapat dukungan penuh jajaran Polres Sibolga. Polda Sumut memastikan pemantauan akan terus dilakukan guna menjaga kelancaran distribusi BBM serta keberlanjutan operasional pelayanan publik di Sibolga dan area sekitarnya.*

Guru Besar Unpad Sebut Polri Tepat Berada di Bawah Presiden

0

KENDARIKINI.COM — Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. I Gde Pantja Astawa, S.H., M.H., menegaskan bahwa kedudukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai alat negara yang berada langsung di bawah Presiden merupakan pilihan konstitusional yang paling tepat, relevan, dan selaras dengan sejarah pembentukan negara serta dinamika sistem ketatanegaraan Indonesia.

Menurut Prof. Pantja, gagasan tersebut berangkat dari teori perjanjian sosial yang dikemukakan tokoh-tokoh seperti Thomas Hobbes, John Locke, hingga Jean Jacques Rousseau. Dalam state of nature, manusia akan selalu berada dalam kondisi saling mengancam tanpa adanya institusi yang menjamin keamanan. Karena itu, pembentukan negara pada dasarnya lahir untuk menghadirkan keteraturan, keamanan, dan perlindungan bagi seluruh warga negara.

“Tugas menjaga keamanan dan ketertiban adalah tugas paling awal dan paling tradisional dari setiap pemerintahan. Bahkan, pembentukan negara pertama-tama ditujukan untuk melindungi keselamatan masyarakat,” ujar Prof. Pantja.

Ia menekankan bahwa hal ini sejalan dengan Alinea IV Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan tujuan negara untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Ketentuan tersebut kemudian dijabarkan dalam Pasal 30 ayat (4) UUD 1945 yang secara eksplisit menyebutkan Polri sebagai alat negara yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.

Lebih lanjut, Prof. Pantja menjelaskan bahwa kedudukan Polri di bawah Presiden juga ditegaskan dalam Tap MPR No. VII/MPR/2000 dan Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 tentang Polri.

“Sejak awal reformasi hingga lebih dari dua dekade berjalan, regulasi kita konsisten menempatkan Polri sebagai institusi yang berada langsung di bawah Presiden. Ini bukan tanpa alasan—ini adalah kebutuhan konstitusional dalam sistem eksekutif tunggal Indonesia,” jelasnya.

Prof. Pantja mengungkapkan tujuh alasan penting mengapa kedudukan Polri harus tetap berada langsung di bawah Presiden, bukan dialihkan ke kementerian sebagaimana sempat diwacanakan sejumlah pihak:

1. Memungkinkan Kapolri mengikuti sidang kabinet, sehingga dapat merespons cepat perkembangan situasi nasional dan global.

“Kapolri hadir dalam sidang kabinet bukan sebagai menteri, tetapi karena jabatannya setingkat menteri dan memegang peran strategis dalam keamanan nasional,” ungkap Prof. Pantja.

2. Menegaskan lingkup tugas Polri sebagai perangkat pusat yang berwenang di seluruh wilayah hukum Indonesia, bukan perangkat daerah.

3. Menjamin independensi Polri dari kepentingan politik maupun kelompok tertentu.

“Penempatan di bawah Presiden menjaga Polri tetap independen, tidak terseret arus kepentingan politik praktis,” katanya.

4. Memberikan ruang bagi Polri untuk menentukan kebijakan strategis dalam menghadapi dinamika keamanan yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.

5. Mempercepat penegakan hukum tanpa birokrasi panjang, khususnya pada kasus-kasus kriminal strategis.

6. Meningkatkan kepercayaan masyarakat karena Polri dipandang sebagai institusi yang netral dan tidak partisan.

7. Memperkuat koordinasi lintas lembaga, khususnya dengan TNI, Kemendagri, dan instansi lainnya.

Munculnya wacana menempatkan Polri di bawah kementerian dinilai sebagai langkah mundur.

“Dalam sejarah panjangnya, ketika Polri berada di bawah departemen atau bagian dari struktur lain seperti ABRI, Polri sering mengalami intervensi kekuasaan dan politik. Hal itu menghambat profesionalisme, soliditas, dan kemandirian Polri,” tegas Prof. Pantja.

Ia mengingatkan bahwa perjalanan reformasi telah membawa Polri menjadi institusi yang mandiri dan profesional, sehingga perubahan struktur justru berpotensi menggerus capaian tersebut.

Di bagian penutup argumennya, Prof. Pantja menegaskan:

“Secara konstitusional, historis, dan teoritis, keberadaan Polri sebagai alat negara yang berada langsung di bawah Presiden selaku Kepala Negara adalah yang paling tepat dan beralasan. Penempatan ini menjamin efektivitas, independensi, dan profesionalitas Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta penegakan hukum di seluruh wilayah Indonesia.”

Dengan demikian, kedudukan Polri di bawah Presiden—yang saat ini dijabat oleh Presiden Prabowo Subianto—merupakan bagian integral dari desain ketatanegaraan Indonesia yang harus dipertahankan demi stabilitas keamanan nasional serta kepentingan masyarakat luas.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti