Jumat, Oktober 23, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 18

Diduga Jual Tanah Milik Orang Lain, Pria di Kendari Ditangkap Polisi

0

KENDARIKINI.COM – Satreskrim Polresta Kendari mengungkap dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan tanah.

Pengungkapan dilakukan Subnit 1 Unit 1 Satreskrim Polresta Kendari pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau mengatakan, seorang pria berinisial MA diamankan dalam perkara tersebut.

“MA merupakan warga Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, dan berprofesi sebagai wiraswasta,” katanya.

Kasus tersebut dilaporkan DJ, warga Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari.

“Peristiwa bermula pada 4 Juni 2019, ketika MA bersama rekannya menjual sebidang tanah kepada korban,” tuturnya.

Lanjutnya, Tanah tersebut berada di Kelurahan Lalombaku, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, berukuran 15 meter x 30 meter.

“Tanah itu dijual seharga Rp25 juta kepada korban, dengan memperlihatkan fotokopi SHM Nomor 01867,” tambahnya.

Namun, berdasarkan penyelidikan, tanah yang dijual tersebut diduga merupakan milik orang lain.

“Pada 2021, korban mengetahui adanya pihak lain yang membangun perumahan di lokasi tanah tersebut,” tuturnya lagi

Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polresta Kendari. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dalam pengungkapan kasus tersebut.

Di antaranya fotokopi kuitansi penerimaan uang Rp25 juta tertanggal 4 Juni 2019. Polisi juga mengamankan fotokopi surat pernyataan, fotokopi SHM Nomor 01867, serta dokumen kepemilikan tanah lainnya.

“Barang bukti lainnya berupa laporan hasil identifikasi lapangan BPN Kota Kendari tertanggal 29 September 2025. Dalam perkara ini, MA disangkakan melanggar Pasal 378 dan/atau Pasal 372 KUHP,” bebernya.

Polisi masih melakukan proses penyidikan untuk mendalami dugaan penipuan dan penggelapan tersebut.*

Hari Terakhir PKKMB, Fakultas Hukum UHO Tekankan Karakter dan Kepemimpinan

KENDARIKINI.COM — Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (UHO) menutup rangkaian PKKMB 2026, Jumat (14/8/2026).

Hari keempat sekaligus terakhir PKKMB diikuti mahasiswa baru dengan suasana penuh antusiasme dan keakraban.

Kegiatan penutupan menghadirkan unsur pimpinan fakultas, organisasi kemahasiswaan, serta alumni Fakultas Hukum UHO.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Ramadan Tabiu, menyampaikan materi bertema “Pengembangan Karakter Mahasiswa”.

Ramadan menekankan pentingnya karakter, integritas, disiplin, dan tanggung jawab bagi mahasiswa hukum.

Menurutnya, mahasiswa hukum dipersiapkan menjadi calon penegak hukum, pemimpin, serta pengambil keputusan masa depan.

“Prestasi akademik membawa Anda lulus, tetapi karakter dan integritas membawa Anda dipercaya masyarakat,” ujar Ramadan.

Ia juga mendorong mahasiswa aktif mengikuti organisasi, kegiatan ilmiah, kompetisi, serta pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa baru diingatkan menjaga etika bermedia sosial, menjauhi narkotika, serta menolak kekerasan dan perundungan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan pengenalan organisasi mahasiswa oleh BEM, DPM, serta sejumlah LSO Fakultas Hukum UHO.

Organisasi yang diperkenalkan meliputi Komunitas Peradilan Semu, Pusat Kajian Konstitusi, dan Komunitas Penulis Hukum.

Para mahasiswa baru mendapat informasi mengenai program kerja, prestasi, rekrutmen, dan ruang pengembangan kemampuan.

BEM menyampaikan organisasi menjadi ruang belajar kepemimpinan, komunikasi publik, berpikir kritis, dan membangun jejaring.

Sesi berikutnya menghadirkan Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum UHO, Baron Harahap, S.H., M.H.

Baron yang berprofesi sebagai advokat membagikan pengalaman perjalanan karier serta pentingnya membangun integritas sejak bangku kuliah.

Ia mendorong mahasiswa mengasah kemampuan berbicara, menulis, berpikir kritis, berorganisasi, dan memperluas relasi.

PKKMB kemudian ditutup Dekan Fakultas Hukum UHO, Dr. Heryanti, S.H., M.H.

Heryanti mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan pelaksanaan PKKMB selama empat hari.

Ia berpesan agar PKKMB menjadi awal perjalanan mahasiswa dalam menuntut ilmu dan membangun karakter.

Sebanyak 384 mahasiswa baru Program Studi S1 Ilmu Hukum resmi memulai perjalanan akademik di Fakultas Hukum UHO.

Selama PKKMB, mahasiswa dibekali wawasan kebangsaan, integritas, kepemimpinan, etika, serta pentingnya berorganisasi.*

Polresta Kendari Tangkap Terduga Pelaku Pencabulan Bersenjata

0

KENDARIKINI.COM — Polresta Kendari menangkap seorang pria berinisial RA, 21 tahun, terkait dugaan pencabulan dengan kekerasan.

Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau mengatakan, RA ditangkap pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 22.30 Wita.

“Penangkapan dilakukan Tim URC Buser77 Satreskrim bersama Unit Kam Sat Intelkam Polresta Kendari. RA diamankan di kawasan BTN PNS, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari,” jelasnya.

Ia diduga melakukan pencabulan terhadap seorang perempuan berinisial EK, 24 tahun, di kawasan BTN Djavino VI.

“Peristiwa tersebut dilaporkan korban setelah mengalami dugaan pencabulan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan,” tambahnya.

Lanjutnya, Kejadian berlangsung pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 02.30 Wita saat korban sedang tidur.

“Korban kemudian terbangun dan mendapati seorang pria berada di depan pintu kamarnya. Menurut laporan polisi, pelaku diduga mengancam korban menggunakan senjata tajam dan memaksanya melakukan tindakan seksual,” ungkapnya.

Pelaku kemudian meninggalkan lokasi melalui jendela kamar korban setelah meminta uang.

“Korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Kendari untuk diproses secara hukum,” tuturnya.

Polisi melakukan penyelidikan hingga memperoleh bukti permulaan yang cukup sebelum menangkap terduga pelaku.

“Dalam pemeriksaan awal, RA mengakui perbuatannya kepada penyidik. Kepada polisi, RA mengaku awalnya masuk ke rumah korban dengan niat melakukan pencurian,” ungkapnya lagi.

Namun, niat tersebut berubah setelah melihat korban dan kemudian melakukan dugaan pencabulan.

“Atas perbuatannya, RA diproses berdasarkan Pasal 414 ayat (2) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” tuturnya.

Polisi selanjutnya melakukan proses hukum terhadap terduga pelaku sesuai ketentuan perundang-undangan.*

Imigrasi Kendari Targetkan PNBP 2026 Capai Rp27 Miliar

0

KENDARIKINI.COM — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari menargetkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2026 mencapai Rp27 miliar.

Kepala Imigrasi Kendari Muhammad Novrian Jaya mengatakan target tersebut meningkat dibandingkan realisasi PNBP 2025 sebesar Rp25 miliar.

“Secara perlahan kita naikkan terus target PNBP. Tahun lalu Rp25 miliar, tahun ini kita targetkan Rp27 miliar,” kata Novrian, Jumat (14/8/2026).

Hingga Agustus 2026, realisasi PNBP Imigrasi Kendari telah mencapai sekitar Rp16 miliar.

Menurut Novrian, penerimaan tersebut berasal dari berbagai layanan keimigrasian yang diberikan kepada masyarakat.

Sumber PNBP antara lain berasal dari penerbitan paspor dan layanan izin tinggal bagi tenaga kerja asing.

Selain itu, pemeriksaan kru kapal juga menjadi salah satu sumber penerimaan PNBP Imigrasi Kendari.

“Paspor paling banyak, kemudian izin tinggal tenaga kerja asing menyumbang cukup banyak, sekitar 15 persen,” jelasnya.

Novrian mengatakan pencapaian target PNBP sangat bergantung pada animo masyarakat menggunakan layanan keimigrasian.

Semakin banyak masyarakat mengurus paspor maupun layanan keimigrasian lainnya, penerimaan negara juga berpotensi meningkat.

“Semakin banyak yang membuat paspor, semakin banyak PNBP yang disumbangkan untuk negara,” pungkasnya.*

Konferda I PA GMNI Sultra Diminta Jaga Independensi dan Tolak Intervensi

0

KENDARIKINI.COM — Konferensi Daerah (Konferda) I GMNI Sulawesi Tenggara dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut akan digelar di Aula Gubernur Sulawesi Tenggara dan diikuti alumni GMNI se-Sultra.

Ketua Cabang GMNI Kendari periode 2018-2020 Abdul Wahab meminta forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan.

Menurutnya, Konferda I GMNI Sultra harus menjadi ajang pembuktian ide dan gagasan alumni GMNI.

Ia berharap forum tersebut tidak diarahkan menjadi arena perebutan jabatan untuk kepentingan pribadi.

“Jadikan momen Konferda I ini untuk mengawal kebijakan publik yang pro-rakyat,” kata Abdul Wahab.

Ia juga mendorong alumni GMNI memperjuangkan transparansi serta keberpihakan terhadap masyarakat yang disebutnya sebagai kaum Marhaen.

Selain itu, Abdul Wahab menyerukan agar seluruh alumni menjaga independensi organisasi dari kepentingan kekuasaan.

Ia meminta seluruh pihak menolak politik uang dan berbagai bentuk intervensi dalam pelaksanaan konferda.

Menurutnya, kooptasi kekuatan oligarki berpotensi mencederai independensi dan integritas moral organisasi.

Abdul Wahab juga mendorong penguatan konsolidasi antaralumni GMNI di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

Konsolidasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat peran alumni dalam mengawal kebijakan publik.

Ia berharap alumni GMNI tetap aktif berkontribusi di lingkungan kampus dan masyarakat.

GMNI merupakan organisasi kader dan perjuangan yang berasaskan Marhaenisme ajaran Bung Karno.

Organisasi tersebut selama ini membawa isu sosial, politik, ekonomi, dan kebudayaan dalam berbagai gerakannya.*

Imigrasi Kendari Perkuat Kemitraan dengan Pers Lewat Coffee Morning

0

KENDARIKINI.COM — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari mempererat kemitraan dengan insan pers melalui kegiatan Coffee Morning, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan berlangsung di Aula Lantai II Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari dalam suasana santai dan penuh keakraban.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari Muhammad Novrian Jaya hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Novrian memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan komitmennya membangun komunikasi terbuka dengan insan pers di Sulawesi Tenggara.

Ia mengatakan pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi pelayanan dan kinerja keimigrasian kepada masyarakat.

Novrian juga membuka akses komunikasi dengan wartawan terkait informasi dan pencapaian kerja Imigrasi Kendari.

Namun, informasi yang disampaikan tetap memperhatikan kepentingan serta kedaulatan negara.

Menurutnya, sinergi dengan media diperlukan agar informasi keimigrasian dapat diterima masyarakat secara cepat dan akurat.

“Komunikasi dengan insan pers harus terus dibangun agar informasi kepada masyarakat semakin baik,” kata Novrian.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat hubungan kemitraan antara Imigrasi Kendari dan media.

Novrian juga menekankan pentingnya penyampaian informasi yang edukatif dan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan.

Melalui kegiatan Coffee Morning tersebut, Imigrasi Kendari dan insan pers diharapkan dapat membangun komunikasi berkelanjutan.

Sinergi itu diharapkan mendukung penyebaran informasi publik mengenai layanan serta kebijakan keimigrasian kepada masyarakat.*

Rp839 Miliar untuk Pagar Way Kambas, Publik Soroti Dampak Ekologis

0

KENDARIKINI.COM — Pemerintah mengalokasikan Rp839 miliar untuk pembangunan tanggul dan pagar pengaman di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur.

Anggaran tersebut berasal dari skema Bantuan Presiden (Banpres) untuk pembangunan barrier sepanjang 138 kilometer.

Pembangunan pagar ditujukan untuk mencegah konflik manusia dengan gajah yang selama ini terjadi di sekitar kawasan konservasi.

Berdasarkan pantauan wartawan pada Selasa (11/8/2026), sejumlah pekerjaan konstruksi tengah berlangsung di kawasan TNWK.

Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan gerbang, jalan beton, tanggul, serta pagar pembatas kawasan.

Sejumlah alat berat juga terlihat beroperasi di beberapa titik lokasi pembangunan.

Di sejumlah ruas, tampak tanah diratakan dan beberapa batang pohon sisa tebangan berada di tepi jalan.

Terlihat pula tiang beton, material konstruksi, serta besi yang disiapkan untuk pembangunan fasilitas.

Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan menyoroti dampak pembangunan terhadap habitat satwa di kawasan konservasi tersebut.

Menurutnya, habitat alami gajah merupakan hutan yang selama ini menjadi ruang hidup satwa tersebut.

“Jangan sampai program ini justru menambah persoalan bagi satwa dan ekosistem yang ada,” kata Novriwan.

Ia juga meminta pemerintah memastikan pembangunan benar-benar mampu mengurangi konflik manusia dan gajah.

Novriwan menilai penggunaan anggaran negara dalam proyek tersebut harus dilakukan secara transparan dan dapat diawasi publik.

“Anggaran APBN sebesar Rp839 miliar merupakan angka besar. Penggunaannya harus jelas dan transparan,” tegasnya.

Ia menilai keberhasilan proyek konservasi tidak cukup diukur dari panjang pagar atau jumlah fasilitas yang dibangun.

Menurutnya, indikator utamanya ialah perbaikan habitat, berkurangnya konflik, serta manfaat bagi masyarakat sekitar kawasan.

Sementara itu, warga Desa Rajabasa 1, Miten, mengaku belum mengetahui secara rinci proyek yang berlangsung di kawasan TNWK.

“Pernah dengar, tapi saya tidak tahu proyek apa. Yang bekerja orang jauh semua,” ujarnya.*

Gempa M 3,3 Guncang Konawe, Getaran Terasa di Abuki

0

KENDARIKINI.COM — Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, diguncang gempa bumi tektonik magnitudo 3,3, Jumat (14/8/2026).

Gempa terjadi pukul 10.38.31 WIB atau 11.38.31 Wita berdasarkan analisis Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV.

Episenter gempa berada pada koordinat 3,52 Lintang Selatan dan 121,92 Bujur Timur.

Lokasi tersebut berada di darat, sekitar 22 kilometer barat Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Gempa memiliki kedalaman 11 kilometer sehingga dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal.

BBMKG menyebut gempa tersebut dipicu aktivitas Sesar Lawanopo yang berada di wilayah Sulawesi Tenggara.

Berdasarkan peta guncangan atau Shakemap, gempa dirasakan di wilayah Abuki, Kabupaten Konawe.

Guncangan berada pada skala intensitas II-III Modified Mercalli Intensity (MMI).

Pada skala tersebut, getaran dirasakan beberapa orang dan benda ringan yang tergantung bergoyang.

Getaran juga dirasakan nyata di dalam rumah, bahkan terasa seperti ada truk yang melintas.

Hingga saat ini, belum terdapat laporan kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

BBMKG juga mencatat dua kali gempa susulan hingga pukul 12.40 WIB.

Gempa susulan tersebut memiliki magnitudo terbesar 2,2.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengakses informasi gempa melalui kanal resmi BMKG.*

Dua Warga Tersengat Tawon, Damkar Kendari Evakuasi Sarang

0

KENDARIKINI.COM — Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari mengevakuasi sarang tawon di BTN Raksa Asri.

Lokasi tersebut berada di Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Kamis (13/8/2026).

Humas Damkar Kendari Martoyo Awaluddin mengatakan, sarang tawon dilaporkan membahayakan warga sekitar.

Dua warga disebut telah menjadi korban sengatan tawon sebelum petugas tiba di lokasi.

Laporan mengenai keberadaan sarang tawon diterima Damkar Kendari pada pukul 14.07 WITA.

Namun, tim penyelamatan baru berangkat menuju lokasi pada pukul 19.05 WITA.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 19.27 WITA dan langsung melakukan peninjauan.

Sarang tawon diduga merupakan jenis tawon tanah dan berada di balik semak belukar.

Kondisi sarang yang tertutup semak lebat menjadi kendala dalam proses evakuasi.

Petugas kemudian melakukan penanganan secara hati-hati menggunakan peralatan penyelamatan.

Proses evakuasi akhirnya berhasil dilakukan tanpa kendala berarti hingga selesai pukul 19.48 WITA.

Damkar Kendari mengimbau masyarakat tidak menangani sendiri sarang tawon berbahaya.

Warga diminta segera menghubungi petugas apabila menemukan sarang tawon dekat permukiman.

Penanganan mandiri berisiko menyebabkan sengatan, terutama ketika sarang berada di lokasi sulit dijangkau.*

Kebakaran Lahan Dua Hektare Terjadi di Tondonggeu Kendari

0

KENDARIKINI.COM — Kebakaran lahan terjadi di Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Kamis (13/8/2026).

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.26 WITA di kawasan lahan yang ditumbuhi pohon jati.

Humas Damkar Kendari Martoyo Awaluddin mengatakan, penyebab kebakaran tersebut hingga kini belum diketahui.

Berdasarkan laporan warga, api diduga berasal dari aktivitas pembakaran yang dilakukan seseorang tanpa pengawasan.

Api kemudian membesar dan merambat hingga meluas ke area lahan di sekitarnya.

Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar dua hektare.

Menerima laporan tersebut, petugas Damkar Kota Kendari langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

Pemadaman dilakukan personel Damkar dari Poskotik Poasia dan Poskotik Benu-Benua.

Sekitar pukul 19.57 WITA, petugas berhasil memadamkan api yang membakar lahan tersebut.

Setelah pemadaman, petugas melakukan pengecekan dan pendinginan di sekitar lokasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala.

Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat laporan mengenai korban maupun kerugian material.

Petugas mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, terutama tanpa pengawasan.

Kebakaran lahan dapat dengan cepat meluas ketika kondisi sekitar kering dan terdapat material mudah terbakar.*

Kalla Toyota Raih Industry Marketing Champion 2026 di Sulawesi Selatan

KENDARIKINI.COM — Kalla Toyota kembali menorehkan prestasi di industri otomotif Sulawesi Selatan.

Chief Executive Officer Kalla Toyota, Robby Wijaya, meraih penghargaan Sulawesi Selatan Industry Marketing Champion 2026 kategori Automotive.

Penghargaan tersebut diberikan MarkPlus Institute dalam rangkaian Makassar Marketing Festival 2026.

Ajang tersebut berlangsung di Makassar selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Agustus 2026.

Penghargaan diberikan kepada figur yang dinilai memiliki semangat pemasaran dan memberikan dampak positif bagi perusahaan.

Robby Wijaya dinilai berhasil menunjukkan kepemimpinan serta strategi pemasaran yang berorientasi pada pelanggan.

Kalla Toyota menyebut pencapaian tersebut tidak terlepas dari kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan perusahaan.

Kepercayaan pelanggan dibangun melalui inovasi, kualitas produk, jaringan penjualan, perawatan, serta layanan purna jual.

Kalla Toyota juga mengusung branding “Toyota Seperti Emas” untuk memperkuat nilai kepemilikan kendaraan.

Konsep tersebut menempatkan kendaraan Toyota bukan sekadar alat transportasi, tetapi aset mobilitas bernilai ekonomis.

Robby mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kepercayaan masyarakat Sulawesi Selatan.

“Menjual kendaraan bukan hanya tentang transaksi hari ini, melainkan menjaga nilai kepemilikan untuk masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kalla Toyota terus mengintegrasikan teknologi pemasaran modern dengan layanan purna jual.

Layanan tersebut diklaim menjangkau berbagai wilayah untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada pelanggan.

Informasi Kalla Toyota tersedia melalui website kallatoyota.co.id dan sejumlah kanal media sosial resminya.*

PT KNN Bantah Terlibat Transaksi TKD Morombo dan Gunakan Jalan Umum

0

KENDARIKINI.COM — PT Konawe Nikel Nusantara (KNN) membantah dugaan keterlibatan dalam transaksi Tanah Kas Daerah (TKD) Morombo.

Perusahaan juga membantah tudingan menggunakan jalan umum sebagai jalur hauling aktivitas pertambangan.

Pihak PT KNN, Hairul Lolawa, mengatakan seluruh lahan yang digunakan perusahaan telah berstatus bebas.

“Semua lahan yang dibebaskan KNN berdasarkan SKT,” kata Hairul kepada Kendarikini.com, Kamis (13/8/2026).

Terkait penggunaan jalan, Hairul mengatakan KNN menggunakan jalan hauling milik perusahaan.

Namun, terdapat tiga titik yang mengharuskan kendaraan melintasi jalan kabupaten.

Untuk aktivitas tersebut, pihak perusahaan mengaku telah mengantongi izin crossing dari PTSP Dinas Perhubungan Konawe Utara.

“Mengenai jalan umum, kami menggunakan jalan hauling sendiri,” jelasnya.

“Kecuali tiga titik yang menyeberangi jalan kabupaten dan sudah ada izin crossing,” sambung Hairul.

Sebelumnya, Kajian Akademik dan Jaringan Intelektual (KAJI) mendatangi Mabes Polri terkait dugaan transaksi TKD Morombo.

Sebelumnya diberitakan di salah satu media online, Koordinator KAJI Akbar Rasyid mendesak aparat memeriksa pihak PT KNN terkait dugaan transaksi tersebut.

“Kami mendesak Mabes Polri segera memanggil dan memeriksa PT KNN,” tegas Akbar.

Ia meminta aparat menelusuri fakta, dokumen, serta pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan transaksi tersebut.

KAJI juga menyoroti dugaan penggunaan jalan umum sebagai jalur hauling PT KNN.

Akbar menyebut aktivitas tersebut diduga menyebabkan jalan berlumpur saat hujan dan berdebu ketika cuaca panas.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan serta keselamatan masyarakat pengguna jalan.

“Kalau benar jalan umum digunakan sebagai jalur hauling hingga membahayakan masyarakat, Mabes Polri harus turun tangan,” pungkasnya.*

Mengenal Lebih Dekat Bakal Calon Wakil Bupati Koltim, Kader NasDem

KENDARIKINI.COM — Peta politik menuju Pilkada Kolaka Timur (Koltim) mulai menarik perhatian. Sejumlah nama mulai mencuat.

Dua partai memiliki kekuatan untuk mengusung pasangan calon, yakni NasDem dan PAN.

Dari internal NasDem, sejumlah kader disebut berpotensi masuk dalam bursa kandidat. Salah satunya H. Syahrul Beddu, S.IP., M.H.

Syahrul bukan nama baru dalam dunia politik Sulawesi Tenggara. Rekam jejaknya terbentang di parlemen dan organisasi kepemudaan.

Pria kelahiran Kolaka, 3 April 1979, itu merupakan lulusan Sarjana Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (UHO). Dan Alumni Magister Hukum di Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Pengalaman politik Syahrul dimulai sejak masih menjadi mahasiswa. Ia pernah dipercaya sebagai Wakil Presiden Mahasiswa UHO periode 2000-2001.

Ia juga pernah menjabat Menteri Koordinator Politik Akademis Kabinet Mahasiswa UHO serta Ketua Umum Lembaga Kajian Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UHO.

Karier politiknya kemudian berlanjut ke parlemen. Syahrul pernah menjadi anggota DPRD Kolaka Utara periode 2004-2009. Anggota DPRD Kolaka periode 2009-2014 dan diperiode berikut kembali duduk di DPRD Provinsi Sultra 2014-2019.

Di organisasi kepemudaan, Syahrul pernah menjabat KNPI Sulawesi Tenggara pada periode 2016-2019.

Ia juga pernah dipercaya sebagai Ketua ESDM DPP KNPI dan Wakil Bendahara KONI Sulawesi Tenggara periode 2019-2023.

Saat ini, Syahrul tercatat fokus di berbadagi kegiatan dunia usaha selain tetap aktif sebagai di Lembaga Forum CSR PPM Sulawesi Tenggara periode 2022-2027.

Di dunia usaha, ia juga tercatat sebagai Komisaris Utama PT Kolaborasi Mining Indonesia, selain sejumlah posisi komisaris lainnya.

Nama Syahrul menjadi salah satu kader yang memiliki peluang cukup besar di internal Nasdem. Termasuk beberapa kader lainnya di internal NasDem. Mereka yakni Hartini Azis yang merupakan anggota DPRD Sultra, Hj. Jumhani selaku Ketua DPRD Koltim, dan Irwansyah, anggota DPRD Koltim.

Bursa internal tersebut masih dinamis. NasDem memiliki sejumlah figur dengan latar belakang politik dan pengalaman berbeda. Keputusannya berpulang kepada arah dan pertimbangan DPW dan DPP tentunya atas keputusan Bapak H Ali Mazi selaku ketua Nasdem Sultra

Dengan rekam jejak di legislatif, organisasi kepemudaan, serta dunia usaha, Syahrul menjadi salah satu figur yang patut diperhitungkan.

Kini, arah politik NasDem dan komunikasi antarpartai akan menjadi bagian penting dalam menentukan kandidat yang bakal diusung.*

Jembatan Perintis Garuda Diresmikan di Konawe, Perkuat Akses Warga

0

KENDARIKINI.COM — Jembatan Perintis Garuda resmi diluncurkan di Desa Atodopi, Kecamatan Padangguni, Kabupaten Konawe, Kamis (13/8/2026).

Peresmian jembatan dipimpin Komandan Kodim 1417/Kendari, Kolonel Arm Danny A.P Girsang, S.Sos., M.Han.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Padangguni Dermawan, S.H., Pasi Ops Kodim 1417/Kendari Mayor Inf Sulistianto.

Hadir pula perwakilan Kapolsek Abuki, kepala desa se-Kecamatan Padangguni, serta jajaran instansi tingkat kecamatan.

Masyarakat menyambut antusias peresmian jembatan yang diharapkan memperlancar aktivitas warga Desa Atodopi dan sekitarnya.

Tokoh masyarakat, RT/RW, tenaga kesehatan Puskesmas Alosika, UPTD Pertanian, mahasiswa KKN Unsultra, dan siswa turut hadir.

Dandim 1417/Kendari mengatakan jembatan tersebut diharapkan meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat dalam berbagai aktivitas.

Jembatan itu dapat mendukung kegiatan perekonomian, pertanian, serta mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak sekolah.

Kehadiran Jembatan Perintis Garuda juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan hingga pelosok desa.

Pembangunan tersebut menunjukkan komitmen TNI AD melalui Kodim 1417/Kendari dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat.

Sinergi antara TNI, pemerintah kecamatan, akademisi, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pembangunan fasilitas umum.

Dengan beroperasinya jembatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin mudah menjalankan aktivitas sehari-hari dan mengakses berbagai kebutuhan.*

OPINI: Tobat Ekologis dari Balik Tembok Lapas

0

Oleh: Abdullah Rasyid
Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

Kemarin sore saya menemui seorang senior aktivis yang kini dipercaya menjadi Menteri Lingkungan Hidup, Bang Mohammad Jumhur Hidayat, di ruang kerjanya. Saya datang bersama Staf Ahli Menteri Agama, Prof. Iswandi Syahputra. Obrolan kami berangkat dari satu kegelisahan yang sama: kerusakan lingkungan tidak akan selesai hanya dengan regulasi, teknologi, anggaran, atau operasi penegakan hukum. Ada sesuatu yang lebih mendasar yang harus disentuh, yakni cara manusia memandang alam.

Bang Jumhur sedang mendorong gagasan Tobat Ekologis. Istilah ini menarik karena menempatkan persoalan lingkungan bukan semata-mata sebagai urusan teknis, melainkan juga persoalan moral. Manusia diajak mengoreksi hubungannya dengan bumi. Bukan setelah hutan habis, sungai tercemar, atau bencana datang, tetapi sejak dari cara berpikir tentang apa sebenarnya posisi manusia di tengah alam.

Gagasan tersebut bertemu dengan ikhtiar Menteri Agama yang mengarusutamakan ekoteologi. Jika Tobat Ekologis berbicara tentang perubahan sikap dan perilaku, ekoteologi memberi alasan spiritual mengapa perubahan itu perlu dilakukan.

Prof. Iswandi memberi satu pandangan yang terus terngiang dalam pikiran saya. Ekoteologi mengandaikan keyakinan yang benar-benar hidup dalam hati bahwa alam semesta tidak pernah terpisah dari tanda-tanda kebesaran Tuhan. Alam bukan ruang kosong yang bebas diperlakukan semau manusia.

Al-Qur’an mengingatkan:

وَلِلّٰهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَاَيْنَمَا تُوَلُّوْا فَثَمَّ وَجْهُ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

“Hanya milik Allah timur dan barat. Ke mana pun kamu menghadap, di sanalah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 115)

Tentu ayat ini bukan untuk menyamakan Tuhan dengan alam. Pesannya justru membawa manusia pada kesadaran bahwa seluruh semesta berada dalam kekuasaan dan pengetahuan-Nya. Bahkan, dalam ungkapan Prof. Iswandi, tidak ada sebutir debu pun yang dapat terbang tanpa izin Tuhan.

Kalau keyakinan itu benar-benar masuk ke dalam kesadaran, semestinya cara kita memperlakukan alam ikut berubah.

Sungai tidak mudah dijadikan saluran limbah. Hutan tidak hanya dihitung dari kubikasi kayu. Gunung tidak melulu dipandang dari kandungan mineralnya. Tanah tidak semata-mata dilihat sebagai komoditas yang nilainya naik turun mengikuti pasar. Alam memiliki nilai sebelum manusia memberinya harga.

Di titik itu, Tobat Ekologis dan ekoteologi menemukan perjumpaannya. Yang satu mengajak manusia berubah, yang lain menanamkan alasan terdalam mengapa perubahan itu menjadi bagian dari tanggung jawab keimanan.

Dalam pertemuan tersebut saya kemudian menceritakan sesuatu yang sebenarnya sudah kami jalankan di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto sejak awal mendorong program aksi pemanfaatan lahan di lingkungan unit pelaksana teknis. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penguatan ketahanan pangan. Lahan-lahan yang tersedia di sekitar Lapas, Rutan, dan sejumlah unit kerja didorong agar tidak dibiarkan menganggur.

Di berbagai tempat, lahan itu mulai ditanami sayuran, buah-buahan, dan tanaman pangan. Ada pula yang dikembangkan untuk peternakan dan perikanan. Bagi lingkungan pemasyarakatan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

Saya lalu berpikir, mengapa kegiatan seperti ini harus berhenti pada label ketahanan pangan?

Maknanya dapat diperluas.

Ketika sebidang tanah yang semula kosong ditanami, kita bukan hanya menghasilkan cabai, jagung, sayur, atau buah. Kita sedang menghidupkan tanah. Ketika sebuah pohon tumbuh, manfaatnya bukan hanya buah atau kayunya. Ia menyerap air, memberi teduh, memperbaiki kualitas udara, menyimpan karbon, dan meninggalkan jejak yang bisa bertahan jauh lebih lama daripada masa jabatan orang yang menanamnya.

Peluangnya bahkan jauh lebih besar. Sampah organik dari dapur Lapas dan Rutan dapat diolah menjadi kompos. Plastik sekali pakai bisa mulai dikurangi. Air hujan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penyiraman. Halaman kantor imigrasi yang kosong bisa menjadi taman produktif. Penghematan listrik dan air dapat masuk ke dalam kebiasaan kerja sehari-hari.

Ketika saya ceritakan hal tersebut, Bang Jumhur menyambutnya dengan antusias. Ada keinginan untuk menindaklanjuti dalam bentuk kerja sama yang lebih sistematis.

Bagi saya, justru di situlah kekuatan Tobat Ekologis. Ia tidak perlu selalu dimulai dari program baru yang besar. Banyak pintu masuk sebenarnya sudah tersedia. Yang dibutuhkan adalah keberanian memberi makna baru pada apa yang telah dikerjakan, memperluas skalanya, lalu menjaga konsistensinya.

Kementerian Lingkungan Hidup memiliki pengetahuan, instrumen, dan jaringan dalam pengelolaan lingkungan. Kementerian Agama mempunyai kekuatan besar dalam membangun kesadaran moral dan spiritual masyarakat. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mempunyai jaringan unit kerja yang tersebar di banyak daerah, dengan lahan dan komunitas yang dapat digerakkan.

Jika ketiganya bertemu, gagasan yang semula abstrak dapat berubah menjadi praktik sehari-hari.

Saya membayangkan Lapas dan Rutan kelak tidak hanya dikenal melalui tembok, jeruji, atau menara penjagaan. Di dalamnya ada kebun, pembibitan, pengolahan sampah, kolam ikan, dan ruang hijau yang dirawat warga binaan. Ada proses belajar bagaimana menanam, menunggu, memelihara, lalu menikmati hasil.

Dalam dunia pemasyarakatan, maknanya menjadi lebih kuat.

Pemasyarakatan sesungguhnya dibangun di atas keyakinan bahwa manusia dapat berubah. Seseorang yang pernah melakukan kesalahan tidak boleh selamanya dikunci oleh masa lalunya. Ia menjalani konsekuensi, mendapat pembinaan, kemudian dipersiapkan untuk kembali ke masyarakat.

Tobat ekologis mempunyai semangat yang hampir sama.

Manusia terlebih dahulu harus berani mengakui bahwa cara hidupnya telah melukai bumi. Setelah itu datang kesadaran, perubahan perilaku, dan usaha memperbaiki kerusakan.

Bayangkan seorang warga binaan menanam sebatang pohon. Setiap hari ia menyiramnya. Perlahan tumbuh. Suatu saat orang itu bebas, tetapi pohon yang ditanamnya tetap berdiri, memberi keteduhan kepada orang lain.

Ada sesuatu yang indah di sana.

Pemasyarakatan tidak hanya memulihkan manusia. Manusia yang sedang dipulihkan justru diberi kesempatan ikut memulihkan alam.

Tentu Tobat Ekologis tidak boleh direduksi menjadi sekadar gerakan menanam pohon. Tantangannya jauh lebih besar. Ia harus menyentuh pola konsumsi, pengelolaan sampah, energi, tata ruang, cara berproduksi, bahkan paradigma pembangunan.

Tidak masuk akal meminta masyarakat mengurangi sampah jika sistem produksi terus membanjiri pasar dengan barang sekali pakai. Tidak cukup mengajak warga menanam pohon jika pada saat yang sama kerusakan hutan berlangsung lebih cepat daripada pemulihannya. Kesalehan ekologis juga kehilangan arti apabila pembangunan masih melihat daya dukung lingkungan sebagai urusan pinggiran.

Perubahan memang harus terjadi pada dua wilayah sekaligus.

Manusia perlu belajar membatasi diri. Negara harus memastikan pembangunan tidak menghabiskan masa depan.

Ekoteologi memberi keduanya kedalaman moral. Menanam pohon tidak lagi sekadar kegiatan seremonial. Menghemat air bukan hanya soal mengurangi tagihan. Mengurangi sampah bukan cuma perkara kebersihan. Semua itu dapat dibaca sebagai bentuk syukur dan tanggung jawab terhadap ciptaan Tuhan.

Percakapan sore tadi membuat saya semakin yakin bahwa jalan menyelamatkan lingkungan tidak cukup dibangun dengan aturan yang lebih keras atau teknologi yang semakin maju.

Kita juga membutuhkan manusia yang bersedia berubah.

Sebab jika alam benar-benar kita pahami sebagai amanah, merusaknya bukan hanya berarti merusak tempat hidup kita sendiri.

Kita sedang lalai menjaga sesuatu yang dititipkan Tuhan kepada kita.*

Diresmikan Prabowo, Jembatan Garuda Hubungkan Amokuni dan Lameru

0

KENDARIKINI.COM – Jembatan Perintis Garuda di Konawe Selatan resmi diresmikan Presiden Prabowo Subianto, Kamis (13/8/2026).

Peresmian dilakukan melalui Video Conference (Vicon) serentak Jembatan Perintis “Garuda Negara Hadir Untuk Rakyat”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Amokuni, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan.

Jembatan tersebut menghubungkan Desa Amokuni dengan Desa Lameru, sehingga membuka akses transportasi masyarakat kedua wilayah.

Peresmian dirangkaikan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita secara simbolis di lokasi kegiatan.

Sekitar 100 tamu undangan menghadiri kegiatan tersebut dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Sejumlah pejabat turut hadir, termasuk Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo dan Dandim 1417/Kendari Kolonel Arm Danny A.P. Girsang.

Hadir pula Kabinda Sultra Marsma TNI Drs. H. Heroe Hermawan dan Kasrem 143/HO Kolonel Inf Puguh Binawanto.

Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin L. Sengka serta Wakil Ketua III DPRD Sultra Hasmawati turut menghadiri kegiatan tersebut.

Dandim 1417/Kendari Kolonel Arm Danny A.P. Girsang mengatakan, jembatan tersebut menunjang berbagai aktivitas masyarakat.

Menurutnya, akses tersebut mendukung perekonomian, pendidikan, serta mobilitas hasil panen masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan masyarakat atas partisipasinya,” ujar Danny.

Ia menyebut pembangunan jembatan telah rampung 100 persen dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Danny juga mengajak masyarakat menjaga serta memelihara jembatan yang telah dibangun tersebut.

Menurutnya, keberadaan jembatan menjadi bukti sinergi TNI dan pemerintah menghadirkan infrastruktur bagi masyarakat.

Jembatan itu diharapkan memperkuat konektivitas serta mendukung aktivitas masyarakat Desa Amokuni dan Desa Lameru.*

Gubernur Sultra Lepas Fun Walk Kebangsaan Semarak HUT RI ke-81

0

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka melepas peserta Fun Walk Kebangsaan Semarak Merdeka, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sultra menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Fun Walk mengambil titik start di Masjid Raya Al-Kautsar Kendari dan finis di Kantor Wilayah Kemenag Sultra.

Peserta terdiri atas ASN, organisasi masyarakat keagamaan, madrasah, pondok pesantren, serta masyarakat lainnya.

Dalam arahannya, Andi Sumangerukka mengapresiasi Kanwil Kemenag Sultra yang menggelar kegiatan tersebut.

Menurutnya, Fun Walk menjadi momentum memperingati kemerdekaan sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat Sulawesi Tenggara.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, saya mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan kegiatan,” ujar Andi.

Ia kemudian secara resmi melepas peserta dengan hitungan mundur sebagai tanda dimulainya Fun Walk Kebangsaan.

“Saya buka kegiatan Fun Walk Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Tiga, dua, satu,” kata Andi.

Fun Walk turut dimeriahkan pembawaan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter sebagai simbol HUT ke-81 RI.

Bendera tersebut dibawa sekitar 180 siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kota Kendari.

Kegiatan ini menjadi bagian rangkaian Semarak Merdeka yang digelar Kanwil Kemenag Sultra.

Sebelumnya, rangkaian kegiatan diisi Zikir dan Doa Kebangsaan Lintas Iman pada 1 Agustus 2026.

Kanwil Kemenag Sultra juga menggelar gerakan bersih-bersih masjid pada 10 Agustus 2026.

Gerakan tersebut menyasar sekitar 810 masjid di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara.

Melalui kegiatan tersebut, Kanwil Kemenag Sultra mendorong penguatan persatuan, kerukunan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap Tanah Air.*

Bank Sultra Salurkan Rp1,39 Triliun Kredit UMKM dan KUR

0

KENDARIKINI.COM – Bank Sultra mencatat outstanding kredit UMKM dan KUR mencapai hampir Rp1,4 triliun per Juli 2026.

Berdasarkan data per 31 Juli 2026, outstanding kredit UMKM Bank Sultra mencapai Rp1,039 triliun.

Sementara itu, outstanding Kredit Usaha Rakyat (KUR) tercatat sebesar Rp352,54 miliar pada periode yang sama.

Selain pembiayaan UMKM dan KUR, Bank Sultra turut mendukung sektor pertanian melalui pembiayaan alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Pembiayaan Alsintan mencapai outstanding Rp24,8 miliar dengan jumlah 51 debitur hingga 31 Juli 2026.

Pembiayaan tersebut disalurkan melalui kerja sama Bank Sultra dengan mitra penyedia Alsintan.

Bank Sultra juga memperkuat pendampingan UMKM bersama pemerintah daerah dan instansi pembina lainnya.

Pendampingan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas manajerial, literasi keuangan, serta daya saing produk UMKM.

Langkah tersebut diharapkan mendorong pelaku UMKM Sulawesi Tenggara berkembang dan naik kelas secara berkelanjutan.

Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menyebut capaian tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan.

“Bank Sultra berambisi menjadi motor penggerak utama perekonomian di Sulawesi Tenggara,” kata Andri.

Menurutnya, pembiayaan menyasar pelaku UMKM hingga petani di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara.

Bank Sultra juga melakukan transformasi internal untuk mempercepat penyaluran kredit secara lebih fokus dan terukur.

Sebelumnya, Bank Sultra hanya memiliki satu Divisi Perkreditan dalam struktur organisasi perusahaan.

Kini, struktur tersebut diperkuat menjadi tiga divisi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kredit.

Ketiganya meliputi Divisi Kredit Konsumtif dan Mikro, Kredit Menengah Komersial Korporasi, serta Operasional Kredit.

Bank Sultra menyebut pembiayaan Alsintan telah menjangkau delapan kabupaten atau wilayah di Sulawesi Tenggara.

Capaian tersebut memperkuat peran Bank Sultra sebagai lembaga keuangan daerah pendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.*

Sambut HUT RI ke-81, MTs Pesri Kendari Gelar Lomba Antarguru dan Siswa

0

KENDARIKINI.COM – Guru dan siswa MTs Pesantren Ummusshabri Kendari mengikuti pembukaan lomba menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.

Pembukaan kegiatan berlangsung di lapangan sekolah, Kamis, 13 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi Kepala Madrasah MTs Pesri Kendari, Syahrul.

Dalam sambutannya, Syahrul mengatakan perlombaan tersebut merupakan kegiatan rutin setiap tahun menyambut momentum kemerdekaan Indonesia.

“Kegiatan ini rutin kita laksanakan tiap tahun, baik untuk guru maupun murid,” kata Syahrul.

Menurutnya, pembukaan tahun ini diawali dengan lomba voli yang diikuti para guru MTs Pesri Kendari.

Syahrul berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum menumbuhkan semangat nasionalisme bagi guru dan siswa.

Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti rangkaian perlombaan dengan penuh semangat dan sukacita.

“Mari kita sambut hari kemerdekaan dengan penuh semangat dan mengikuti lomba dengan suka cita bersama,” ujarnya.

Kegiatan perlombaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan MTs Pesri Kendari.*

QIN Tantang ASDP Dialog Terbuka soal Dugaan Premanisme di Pelabuhan Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Koordinator Pergerakan Garda Online, Muttaqin Siddiq alias QIN, menantang ASDP berdialog terbuka terkait polemik aktivitas kendaraan online.

QIN menanggapi langkah hukum ASDP menyusul tudingan dugaan premanisme dan penguasaan ilegal di kawasan Pelabuhan Kendari.

Ia mengaku menghormati langkah hukum ASDP sebagai hak setiap warga negara untuk memperoleh keadilan melalui jalur hukum.

Namun, QIN menegaskan pihaknya memiliki dasar atas tudingan tersebut, termasuk laporan polisi terkait dugaan penganiayaan.

Menurut QIN, terdapat laporan di Polda Sultra atas nama Nasrin Mokodompit dan Polresta Kendari atas nama Alfin.

Selain itu, terdapat pengaduan terkait dugaan penganiayaan terhadap LM Taufik dan Abbas di area pelabuhan.

QIN menyebut pihaknya menduga pelaku merupakan bagian ASDP berdasarkan bukti yang telah dikantonginya.

“Bukti tersebut akan saya serahkan kepada pihak berwajib untuk ditindaklanjuti,” ujar QIN.

Terkait aksi pengemudi online pada 11 Agustus 2026, QIN menyebutnya sebagai reaksi terhadap persoalan sebelumnya.

Ia menilai larangan kendaraan online menjemput penumpang membuat masyarakat harus berjalan ratusan meter membawa barang bawaannya.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin menyulitkan penumpang yang membawa anak kecil, terutama ketika kapal tiba pada subuh hari.

QIN juga mempertanyakan klaim ASDP sebagai pengelola kawasan pelabuhan dan meminta dasar kewenangan tersebut ditunjukkan secara terbuka.

“Ayo kita dialog. Jika ada bukti kewenangan mengelola pelabuhan, saya akan mengakui kekeliruan,” tegasnya.

Sebaliknya, QIN meminta seluruh pihak bersama-sama menjaga kondusivitas dan mencegah dugaan premanisme di kawasan pelabuhan.

Ia juga meminta Gubernur Sultra, KSOP, serta pihak berwenang bertindak tegas mengatur aktivitas di kawasan pelabuhan.

QIN mengusulkan keterlibatan aparat kepolisian apabila diperlukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban pelabuhan.

Ia menegaskan pengemudi online maupun pengemudi konvensional sama-sama mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kami menghormati ASDP, tetapi jangan bertindak seolah-olah menjadi pemerintah atau otoritas pelabuhan,” pungkasnya.*

PT WIN Tak Beroperasi, Ekonomi Warga Torobulu Tertekan

0

KENDARIKINI.COM – Terhentinya operasional PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) mulai berdampak terhadap ekonomi masyarakat Desa Torobulu, Kecamatan Laeya.

Dampak tersebut dirasakan pelaku usaha kecil yang selama ini mengandalkan aktivitas perusahaan dan para pekerjanya.

Salah satunya Halwiyati, pemilik kios di Desa Torobulu. Ia mengaku omzet usahanya turun drastis sejak aktivitas PT WIN berhenti.

“Sekarang sangat terasa. Penghasilan kios turun drastis sejak PT WIN tidak beroperasi,” ujar Halwiyati, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, karyawan PT WIN sebelumnya menjadi pelanggan yang rutin berbelanja di kios miliknya.

Namun, setelah aktivitas perusahaan berhenti, jumlah pelanggan berkurang sehingga pendapatannya ikut menurun.

“Saya pusing, karena biaya keluarga harus ditanggung sendiri. Suami juga susah,” katanya.

Halwiyati mengatakan penghasilannya dari kios digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk kebutuhan anak-anak dan anggota keluarga lainnya.

Ia menyebut kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi meski pendapatan mengalami penurunan.

“Kalau orang tua mau makan mungkin masih bisa ditahan. Tapi kalau anak-anak mau makan, tidak bisa ditunda,” ungkapnya.

Menurut Halwiyati, kondisi tersebut juga memengaruhi kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

Ia berharap persoalan yang menyebabkan terhentinya aktivitas PT WIN segera mendapatkan perhatian pemerintah.

“Harapan saya, Presiden Prabowo bisa membantu agar persoalan RKAB ini cepat selesai,” ujarnya.

Halwiyati berharap aktivitas perusahaan kembali berjalan sehingga perputaran ekonomi masyarakat Torobulu dapat kembali normal.

“Kami masyarakat berharap ekonomi bisa kembali stabil seperti dulu. Kami hanya ingin bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga,” tutupnya.*

Kapal Barang Bocor dan Mati Mesin di Perairan Tanjung Taipa, Dua ABK Dievakuasi SAR

0

KENDARIKINI.COM – Kapal barang GT 8 mengalami mati mesin dan kebocoran di sekitar perairan Tanjung Taipa, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Insiden tersebut terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 22.45 Wita.

Kapal tersebut diketahui membawa dua orang, yakni Ismail dan Doni, dalam perjalanan menuju Pulau Bahubulu, Konawe Utara.

Informasi kecelakaan kapal diterima Comm Centre KPP Kendari dari pemilik kapal bernama Asri, sekitar pukul 22.55 Wita.

Menerima laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Konawe Utara langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

Tim diberangkatkan sekitar pukul 23.15 Wita untuk memberikan bantuan dan melakukan evakuasi terhadap dua orang di kapal.

Jarak lokasi kejadian dengan Pos SAR Konawe Utara diperkirakan mencapai 20 nautical mile atau sekitar 37 kilometer.

Dalam operasi tersebut, unsur SAR melibatkan SMC dan staf KPP Kendari, Pos SAR Konawe Utara, serta Polair Konawe Utara.

Tim SAR menggunakan rescue car, RIB, peralatan medis, peralatan evakuasi, komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.

Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca saat operasi berlangsung berawan.

Kecepatan angin tercatat 8,1 kilometer per jam dari arah timur dengan ketinggian gelombang mencapai satu meter.

Kepala KPP Kendari Amiruddin A.S menyebut perkembangan operasi pencarian dan pertolongan akan disampaikan lebih lanjut.

Hingga laporan awal diterima, tim SAR masih melakukan penanganan terhadap kapal dan dua orang yang berada di dalamnya.*

Gubernur Sultra: Permen PKP 6/2026 Mudahkan Bantuan Bedah Rumah

0

KENDARIKINI.COM – Masyarakat Sulawesi Tenggara kini lebih mudah mendapatkan bantuan bedah rumah.

Kemudahan itu menyusul terbitnya Permen PKP Nomor 6 Tahun 2026 tentang Bantuan Pembangunan Rumah Swadaya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka saat menghadiri sosialisasi regulasi tersebut, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra dan dihadiri sejumlah pejabat pemerintah.

Andi mengatakan regulasi baru menyederhanakan persyaratan dan mekanisme pemberian bantuan perumahan kepada masyarakat.

Menurutnya, penyederhanaan tersebut diharapkan mempercepat penanganan rumah tidak layak huni atau RTLH.

“Harus berkomitmen untuk melakukan upaya percepatan penanganan rumah tidak layak huni melalui berbagai program bantuan rumah swadaya,” katanya.

Ia menilai rumah layak huni, aman, dan sehat merupakan kebutuhan mendasar sekaligus indikator kesejahteraan masyarakat.

Pemprov Sultra juga berkolaborasi dengan program Kampung Nelayan Merah Putih dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas hunian dan kawasan permukiman masyarakat nelayan.

Tahun ini, Pemprov Sultra menyiapkan anggaran pembangunan 602 unit hunian dengan alokasi sekitar Rp50 juta per unit.

Andi menegaskan keberhasilan program Bedah Rumah dan BSPS membutuhkan sinergi pemerintah pusat hingga kabupaten/kota.

Ia juga meminta koordinasi dengan BP3KP Sulawesi III diperkuat, terutama dalam penyelarasan data penerima bantuan.

Selain itu, seluruh pihak diminta menjaga integritas dan menerapkan tata kelola yang baik.

Sosialisasi Permen PKP Nomor 6 Tahun 2026 bertujuan menyamakan pemahaman regulasi dan mekanisme penyaluran bantuan.

Kegiatan tersebut juga memperkuat kapasitas pelaksana serta koordinasi pemerintah dengan tenaga pendamping.

Turut hadir Irjen Kementerian PKP Heri Jerman, Agus Priyanto, Ketua DPRD Sultra, Kajati Sultra, dan Pj Sekda Sultra.*

Seleksi Terbuka Sekda Sultra Dibuka, Pendaftaran hingga 25 Agustus

0

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara membuka seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Sultra.

Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menyampaikan seleksi tersebut melalui Kepala Diskominfo Sultra Andi Syahrir.

Seleksi ini dibuka untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki integritas, kompetensi, dan komitmen tinggi.

“Seleksi ini menjadi kesempatan bagi ASN terbaik untuk berkontribusi membangun Sulawesi Tenggara,” kata Andi Syahrir.

Menurutnya, kepemimpinan Sekda diharapkan mampu mendukung pembangunan Sultra yang aman, sejahtera, dan religius.

Berdasarkan pengumuman Panitia Seleksi Nomor 04/SELTER/JPTM/VIII/2026, pendaftaran berlangsung selama 15 hari kalender.

Pendaftaran dibuka mulai 11 hingga 25 Agustus 2026 melalui laman https://asnkarier.bkn.go.id.

Pelamar wajib menggunakan akun ASN Digital masing-masing saat melakukan pendaftaran.

Sejumlah persyaratan ditetapkan, termasuk berstatus PNS dan memiliki pendidikan minimal Sarjana atau Diploma IV.

Pelamar juga wajib memiliki kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural sesuai standar jabatan.

Selain itu, pelamar harus memiliki pengalaman jabatan terkait minimal tujuh tahun secara kumulatif.

Pelamar juga harus pernah atau sedang menduduki JPT Pratama atau Jabatan Fungsional Ahli Utama minimal dua tahun.

Persyaratan lainnya meliputi usia maksimal 58 tahun, rekam jejak baik, serta pangkat minimal Pembina Utama Muda (IV/c).

Pelamar juga diwajibkan sehat jasmani dan rohani serta memenuhi sejumlah persyaratan administrasi lainnya.

Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, penilaian kompetensi, penulisan makalah, presentasi, dan wawancara.

Pengumuman hasil akhir seleksi dijadwalkan pada 14 September 2026.

Andi Syahrir mengajak ASN yang memenuhi persyaratan mengikuti seleksi secara profesional dan berintegritas.

“Mari wujudkan kepemimpinan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kemajuan daerah,” ujarnya.*

Pj Sekda Buka Lomba Shalawat Nabi DWP Sultra 2026

0

KENDARIKINI.COM – Pj Sekda Sulawesi Tenggara (Sultra) Muhammad Fadlansyah membuka Lomba Shalawat Nabi DWP Sultra 2026.

Kegiatan tersebut mewakili Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Jumat (7/8/2026).

Pembukaan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra.

Lomba Shalawat Nabi dan Lomba DWP digelar memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan itu menjadi momentum memperkuat spiritualitas, nasionalisme, profesionalisme, dan kekompakan DWP Sultra.

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Andi Sumangerukka mengatakan HUT RI harus dimaknai lebih dari rutinitas tahunan.

Menurutnya, momentum tersebut harus memperkuat persatuan, nilai spiritual, dan ketahanan moral masyarakat.

Gubernur menyebut pembangunan Sultra tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi.

Pembangunan juga harus diimbangi penguatan mental dan spiritual masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan visi Sultra, yakni maju, aman, sejahtera, dan religius.

Gubernur menilai Lomba Shalawat Nabi mendukung implementasi misi Sultra yang religius.

“Melalui lantunan shalawat berjamaah, kita memantapkan nilai syariat keagamaan dan menumbuhkan cinta kepada Rasulullah SAW,” ujarnya.

Ia menyebut kegiatan tersebut juga menyelaraskan mental spiritual dengan profesionalisme kerja.

Tema kegiatan mengusung “Sinergi Pemantapan Spiritual dan Profesionalisme Tata Kelola Kesekretariatan Menuju Sulawesi Tenggara yang Maju dan Bermartabat.”

Selain itu, kegiatan dinilai memperkuat pelestarian budaya dan kearifan lokal Sultra.

Gubernur mengapresiasi aransemen shalawat bernuansa lokal dengan variasi ketukan musik etnik Sulawesi Tenggara.

Ia mengajak peserta mengikuti perlombaan dengan disiplin, tanggung jawab, kreativitas, dan sportivitas.

Kepala OPD juga diminta mendukung kegiatan positif DWP untuk memperkuat ketahanan keluarga ASN.

Gubernur kemudian menyatakan Lomba Shalawat Nabi antar-DWP OPD dan Lomba Kebersihan resmi dibuka.

“Mari kita kuatkan ikatan sinergi menuju Sultra maju, aman, sejahtera, dan religius,” pungkasnya.*

2.185 Warga Binaan Sultra Diusulkan Dapat Remisi HUT RI

0

KENDARIKINI.COM – Sebanyak 2.185 narapidana dan anak binaan di Sulawesi Tenggara diusulkan mendapatkan remisi HUT ke-81 RI.

Data tersebut berasal dari total 2.738 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di seluruh Sultra.

Hal itu tercantum dalam rekapitulasi Ditjenpas Sultra tertanggal 2026 yang diterima Kendarikini.com, Rabu (12/8/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 warga binaan diusulkan langsung bebas setelah memperoleh remisi.

Mereka tersebar di Lapas Kendari, Rutan Kolaka, LPKA Kendari, Lapas Baubau, dan Rutan Kendari.

Sementara itu, sebanyak 63 warga binaan yang diusulkan remisi merupakan narapidana kasus tindak pidana korupsi.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sultra, Sulardi, membenarkan data pengusulan remisi tersebut.

“Betul itu remisi di Sultra. Ada beberapa yang langsung bebas,” kata Sulardi, Rabu (12/8/2026).

Pengusulan remisi mencakup sejumlah satuan kerja pemasyarakatan di wilayah Sultra.

Rinciannya meliputi LPKA Kendari 48 orang, Rutan Kendari 250 orang, dan Lapas Kendari 780 orang.

Kemudian Lapas Perempuan Kendari 122 orang, Rutan Unaaha 261 orang, serta Rutan Kolaka 229 orang.

Selanjutnya, Rutan Raha mengusulkan 168 orang dan Lapas Baubau sebanyak 317 orang.

Namun, rincian per satuan kerja dalam data tersebut berjumlah 2.175 orang, berbeda 10 orang dari total 2.185.

Perbedaan tersebut perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada Ditjenpas Sultra untuk memastikan angka rekapitulasi.

Remisi umum dan pengurangan masa pidana (PMP) merupakan hak warga binaan yang memenuhi persyaratan.

Pemberian remisi dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.*

GEMPUR Sultra Desak Kejati Ungkap Perkembangan Dugaan Korupsi Proyek Antam

0

KENDARIKINI.COM – GEMPUR Sultra mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra) membuka perkembangan dugaan korupsi proyek ANTAM.

Proyek tersebut berkaitan dengan pembangunan fasilitas Pelabuhan dan Belt Conveyor System di Pomalaa, Kabupaten Kolaka.

Ketua Umum GEMPUR Sultra, Sawal Petrus, mempertanyakan perkembangan penanganan perkara yang sebelumnya disorot Kejati Sultra.

Dua proyek tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp598,62 miliar berdasarkan keterangan Kejati Sultra.

Proyek Port & Jetty Facilities berkapasitas 12.000 DWT bernilai sekitar Rp420,15 miliar.

Sementara, proyek Belt Conveyor System memiliki nilai kontrak sekitar Rp178,46 miliar.

Menurut Sawal, publik berhak mengetahui perkembangan penyidikan perkara bernilai hampir Rp600 miliar tersebut.

“Kami mempertanyakan secara tegas, sudah sampai mana penyidikan perkara dugaan korupsi proyek ANTAM?” kata Sawal.

Ia meminta Kejati Sultra menjelaskan jumlah saksi yang telah diperiksa serta perkembangan penghitungan kerugian negara.

GEMPUR juga mempertanyakan pemeriksaan pihak internal ANTAM yang terlibat dalam perencanaan, pengawasan, pengadaan, dan pelaksanaan proyek.

Selain itu, Kejati diminta menjelaskan pertanggungjawaban PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya terkait pelaksanaan proyek.

Sawal juga mempertanyakan alasan kedua proyek tersebut belum dapat difungsikan sesuai peruntukannya.

Menurutnya, penyidik perlu mengurai proses perencanaan, kontrak, pembayaran, pengawasan, hingga hasil akhir proyek.

“Kalau alat buktinya sudah cukup, silakan Kejati mengambil tindakan hukum. Kalau belum, sampaikan kendalanya,” ujarnya.

GEMPUR Sultra menilai transparansi penting karena perkara tersebut menyangkut proyek bernilai ratusan miliar rupiah.

Namun, Sawal menegaskan pihaknya tidak ingin mendahului proses hukum yang sedang berjalan.

Ia meminta penentuan unsur pidana, kerugian negara, dan pihak bertanggung jawab berdasarkan alat bukti.

GEMPUR Sultra menyatakan akan terus mengawal perkembangan perkara tersebut hingga terdapat kejelasan hukum.

“Hampir Rp600 miliar bukan angka kecil. Kami menuntut kepastian dan transparansi hukum,” tegas Sawal.*

PKKMB Hari Kedua FH UHO Bekali Mahasiswa Wawasan Kebangsaan

0

KENDARIKINI.COM – Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (FH UHO) melanjutkan PKKMB 2026 pada hari kedua, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut membekali mahasiswa baru dengan wawasan kebangsaan, akademik, teknologi, etika, dan penguatan karakter.

Sejumlah materi disampaikan jajaran pimpinan FH UHO, yakni Dekan Dr. Heryanti, Dr. Handrawan, dan Dr. Sahrina.

Materi pertama membahas kehidupan berbangsa, jati diri bangsa, serta kesadaran bela negara bagi mahasiswa baru.

Mahasiswa diperkenalkan dengan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar kehidupan bernegara.

Pembekalan juga menekankan pentingnya mencegah intoleransi, radikalisme, terorisme, serta paham bertentangan dengan ideologi negara.

Selain itu, mahasiswa mendapat materi dasar manajerial dan kepemimpinan untuk mendukung aktivitas akademik maupun organisasi.

Materi sistem pendidikan tinggi turut diberikan, mencakup kurikulum program studi dan implementasi Kampus Berdampak.

Mahasiswa juga dikenalkan dengan organisasi kemahasiswaan, pengembangan minat-bakat, growth mindset, serta literasi keuangan.

Materi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi turut menjadi bagian pembekalan mahasiswa baru.

Dalam menghadapi era digital, mahasiswa dibekali pemahaman Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

Mereka juga diarahkan menggunakan teknologi informasi secara produktif, bertanggung jawab, dan bijak.

Penguatan karakter turut mencakup etika kampus, antiplagiarisme, antiperundungan, antinarkoba, antikorupsi, dan antikekerasan seksual.

Mahasiswa juga dibekali keterampilan berkomunikasi secara bijak melalui media sosial.

Bagi mahasiswa hukum, pembentukan karakter dinilai penting untuk membangun pribadi berintegritas, kritis, beretika, dan bertanggung jawab.

PKKMB juga memuat materi K3L, kewirausahaan mahasiswa, serta sejumlah materi sesuai kebutuhan FH UHO.

Kehadiran pimpinan fakultas menjadi bagian upaya membangun kedekatan dengan mahasiswa baru.

Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan siap menjalani kehidupan akademik, organisasi, sosial, dan pengembangan diri.

PKKMB FH UHO diharapkan menjadi langkah awal membangun identitas mahasiswa hukum yang cerdas, berintegritas, dan peduli bangsa.*

Sambut HUT RI ke-81, 300 Personel Bersihkan TMP Watubangga Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Kodim 1417/Kendari menggelar Karya Bakti membersihkan Taman Makam Pahlawan (TMP) Watubangga, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pembersihan berlangsung di TMP Watubangga, Jalan E.A. Mocdompit/Piere Tendean, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Sebanyak 300 personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah, organisasi masyarakat, dan warga terlibat.

Mereka membersihkan area makam, saluran air, serta merapikan tanaman di sekitar kompleks TMP.

Personel yang terlibat terdiri atas 155 anggota Kodim 1417/Kendari dan 30 personel Polri.

Selain itu, terdapat 20 petugas DLH Kota Kendari dan 15 anggota Satpol PP.

Unsur masyarakat terdiri atas FKPPI, PPM, PPAD, serta 50 warga sekitar TMP Watubangga.

Seluruh peserta bergotong royong membawa peralatan kebersihan dan bekerja sejak pagi.

Dandim 1417/Kendari, Kolonel Arm Danny A.P Girsang, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian peringatan HUT RI.

Menurutnya, Karya Bakti juga menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan.

“Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyemarakkan HUT RI sekaligus refleksi atas jasa para pahlawan,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana edukasi untuk menumbuhkan semangat nasionalisme masyarakat.

Selain itu, sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kegiatan pembersihan TMP Watubangga sekaligus diharapkan menjaga lingkungan makam tetap bersih, asri, dan khidmat.*

PT Vale dan Masyarakat Adat Tamalaki Perkuat Investasi di Kolaka

0

KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia Tbk memperkuat sinergi dengan masyarakat adat Tamalaki untuk menjaga keberlanjutan investasi di Kabupaten Kolaka.

Sinergi tersebut dibahas dalam kunjungan 26 organisasi adat Tamalaki ke PT Vale, Selasa (11/8/2026).

Puluhan organisasi itu tergabung dalam tiga unsur, yakni Gabungan Aliansi, Poros Tengah, dan Formakom.

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk menyampaikan dukungan, harapan, serta aspirasi masyarakat adat.

Ketua Umum Tamalaki Wuta Kalosara Sultra, Mansiral Usman, mengatakan masyarakat adat mendukung investasi PT Vale di Wonua Mekongga.

Menurutnya, kehadiran PT Vale memberikan dampak positif melalui peluang kerja dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Ini menjadi momentum penting bagi kami karena tiga unsur masyarakat adat Tamalaki hadir bersama,” ujar Mansiral.

Ia berharap hubungan masyarakat adat dan perusahaan terus dirawat agar manfaat investasi semakin luas.

Ketua Umum Forsda, Jabir Lahukuwi, juga meminta investasi di Kolaka dijaga bersama demi kepentingan masyarakat.

“Kami sesungguhnya ingin menyelamatkan investasi di Kabupaten Kolaka. Jika gagal, yang rugi kita semua,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat adat menyampaikan tiga aspirasi utama kepada PT Vale.

Aspirasi pertama terkait peningkatan kesempatan kerja bagi tenaga lokal, termasuk melalui perusahaan mitra dan kontraktor.

Kedua, masyarakat mendorong penyediaan beasiswa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi muda Kolaka.

Ketiga, masyarakat berharap program pemberdayaan terus diperkuat melalui pengembangan sosial, ekonomi, dan organisasi adat.

Director of Project IGP Pomalaa PT Vale, Mohammad Rifai, mengapresiasi dukungan dan masukan masyarakat adat.

Ia menilai komunikasi terbuka diperlukan untuk menjaga hubungan perusahaan dan masyarakat tetap harmonis.

Rifai juga mendorong generasi muda Kolaka meningkatkan kompetensi untuk mengisi peluang kerja sesuai kebutuhan proyek.

“Kami menyambut baik aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan ini,” kata Rifai.

Ia berharap kolaborasi perusahaan dan masyarakat terus berkembang untuk menciptakan manfaat sosial-ekonomi berkelanjutan.*

Gubernur Sultra Ajak Peserta Lomba HUT RI Perkuat Persaudaraan

0

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, mengajak peserta lomba HUT ke-81 RI memperkuat persaudaraan.

Hal itu disampaikan saat membuka pertandingan olahraga dan perlombaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Sultra.

Kegiatan berlangsung di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Selasa (11/8/2026), dan dijadwalkan hingga 15 Agustus.

Andi Sumangerukka mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi momentum membangun karakter peserta.

Menurutnya, perlombaan dapat menumbuhkan disiplin, kerja keras, sportivitas, ketekunan, dan semangat pantang menyerah.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ruang memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan persatuan antaraparat pemerintahan.

Ia menilai peringatan HUT Kemerdekaan RI bukan sekadar seremoni tahunan atau momentum mengenang perjuangan para pahlawan.

“Peringatan kemerdekaan merupakan momentum menguatkan semangat kebangsaan dan memperkokoh persatuan,” kata Andi.

Gubernur juga mengajak peserta mengikuti seluruh pertandingan dengan semangat serta tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Ia meminta kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana hiburan, menjaga kebugaran, sekaligus mempererat soliditas antarpeserta.

“Jadikan kegiatan ini juga sebagai sarana hiburan,” ujarnya.

Andi turut mengingatkan peserta memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan selama mengikuti pertandingan.

Peserta dengan riwayat kesehatan tertentu diminta tidak memaksakan diri mengikuti perlombaan berisiko.

Tim kesehatan juga diminta memantau kondisi peserta selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Kepala Dispora Sultra, La Ode Daerah Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program Pemprov Sultra.

Kegiatan berlangsung 11–15 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Sejumlah cabang yang dipertandingkan meliputi bulu tangkis, mini soccer, tenis lapangan, dan permainan tradisional.

Peserta berasal dari ASN serta kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sultra.

Usai pembukaan, pertandingan diawali mini soccer antara Gubernur bersama Forkopimda melawan kepala OPD Sultra.*

JMSI Sumbar Siapkan Pelantikan 29 Agustus, Wagub Vasko Beri Dukungan

0

KENDARIKINI.COM – JMSI Sumatera Barat mematangkan persiapan pelantikan kepengurusan baru yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, 29 Agustus 2026.

Ketua JMSI Sumbar Aguswanto bersama Sekretaris Almudazir dan sejumlah pengurus bersilaturahmi dengan Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy.

Pertemuan tersebut membahas persiapan pelantikan sekaligus penguatan sinergi JMSI dengan pemerintah daerah.

Aguswanto mengatakan dukungan berbagai pemangku kepentingan penting menjelang pelantikan dan seminar nasional tersebut.

“Kami mengapresiasi waktu dan perhatian yang diberikan Bapak Wakil Gubernur,” ujar Aguswanto, Senin (11/8/2026).

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi energi bagi JMSI Sumbar meningkatkan kualitas pers dan kontribusi bagi daerah.

Sekretaris JMSI Sumbar Almudazir mengatakan pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan manajemen perusahaan media.

“Pelantikan dan Seminar Nasional ini kami rancang untuk menjawab tantangan zaman,” kata Almudazir.

Ia berharap anggota JMSI Sumbar semakin solid, profesional, dan mampu beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi berita.

Selain bertemu Wagub Sumbar, JMSI sebelumnya melakukan komunikasi dengan Komisi I DPRD Sumbar.

Komisi I DPRD Sumbar dipimpin Sawal Dt Putiah menyatakan dukungan terhadap kegiatan JMSI dan sinergi dengan Diskominfo Sumbar.

“Kami siap bersinergi dengan JMSI. Kegiatan positif insan pers harus kita dukung,” ujar Sawal.

JMSI Sumbar optimistis pelantikan dan Seminar Nasional berjalan sukses serta memperkuat industri media siber.*

PKKMB 2026, Fakultas Hukum UHO Sambut 444 Mahasiswa Baru

0

KENDARIKINI.COM – Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (UHO) mematangkan persiapan PKKMB 2026 untuk menyambut 444 mahasiswa baru.

PKKMB berlangsung selama empat hari, 11-14 Agustus 2026, sebagai awal pembentukan karakter dan budaya akademik mahasiswa.

Sebanyak 444 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 384 mahasiswa S1 Ilmu Hukum dan 60 mahasiswa S2 Ilmu Hukum.

Rangkaian kegiatan diawali penerimaan mahasiswa baru UHO oleh Plt. Rektor UHO, Prof. Dr. Khaerul Munadi.

Mahasiswa kemudian diserahkan kepada masing-masing fakultas untuk mengikuti PKKMB sesuai karakteristik keilmuan.

Di Fakultas Hukum, mahasiswa baru diterima langsung Dekan Dr. Heryanti, S.H., M.H.

Ketua Panitia PKKMB Fakultas Hukum UHO, Dr. Handrawan, S.H., M.H., mengatakan persiapan telah dilakukan secara matang.

Menurutnya, PKKMB tidak hanya mengenalkan lingkungan kampus, tetapi membentuk mahasiswa berintegritas, disiplin, dan berkarakter.

Kegiatan melibatkan pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa, serta alumni sebagai narasumber.

Mahasiswa akan mendapatkan materi mengenai akademik, etika kampus, budaya ilmiah, integritas, literasi digital, dan organisasi kemahasiswaan.

Materi lainnya mencakup wawasan kebangsaan, Bela Negara, serta penguatan Ideologi Pancasila.

Dekan Fakultas Hukum UHO, Dr. Heryanti, mengatakan PKKMB merupakan bagian penting dalam pendidikan karakter mahasiswa.

“PKKMB merupakan langkah awal membangun karakter mahasiswa yang berintegritas dan menjunjung tinggi etika akademik,” ujar Heryanti.

Ia menekankan mahasiswa hukum harus menguasai teori sekaligus memiliki kepekaan sosial dan kemampuan berpikir analitis.

Fakultas Hukum UHO juga mendorong terciptanya lingkungan akademik yang sehat, inklusif, dan bebas perundungan.

Melalui PKKMB 2026, mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dan berkembang menjadi calon penegak hukum profesional.*

AMPHI Sultra Laporkan Dugaan Tambang Ilegal Pasir di Pantai Batauga

0

KENDARIKINI.COM – Aliansi Mahasiswa Pemerhati Hukum Indonesia (AMPHI) Sultra melaporkan dugaan tambang ilegal pasir di Pantai Bandar Batauga.

Laporan tersebut disampaikan AMPHI Sultra ke Polres Buton, Selasa (11/8/2026).

Ketua AMPHI Sultra, LM Roziq Arifin alias La Ode Pendemo, meminta Unit Tipiter segera menyelidiki dugaan aktivitas tersebut.

Menurutnya, pengambilan material pasir diduga dilakukan tanpa memenuhi ketentuan perizinan dan persyaratan hukum.

“Kami membawa laporan hukum agar dugaan aktivitas penambangan ilegal segera ditelusuri secara serius dan profesional,” kata La Ode Pendemo.

AMPHI Sultra juga meminta polisi memeriksa status penguasaan lahan yang menjadi lokasi pengambilan material pasir.

Lahan tersebut disebut-sebut berkaitan dengan mantan Bupati Buton Selatan berinisial LA.

Namun, AMPHI menegaskan informasi mengenai kepemilikan lahan tersebut masih harus diverifikasi melalui dokumen pertanahan.

Polisi juga diminta menelusuri pihak yang menguasai, mengelola, membiayai, mengoperasikan, dan menerima keuntungan kegiatan tersebut.

Selain itu, AMPHI meminta pemeriksaan terhadap perizinan tambang, dokumen lingkungan, penggunaan alat berat, serta penjualan material pasir.

Mereka juga mendorong pemeriksaan lapangan untuk mengetahui potensi kerusakan lingkungan akibat aktivitas pengambilan pasir.

La Ode menegaskan seluruh pihak yang diduga terlibat harus diperiksa tanpa melihat status sosial maupun jabatan.

“Kalau ditemukan kegiatan tanpa izin atau pelanggaran lingkungan, maka harus ditindak tegas,” ujarnya.

AMPHI Sultra meminta penanganan laporan dilakukan transparan, profesional, independen, dan berdasarkan alat bukti.

Mereka juga meminta perkembangan penanganan laporan disampaikan kepada masyarakat sesuai ketentuan hukum.

AMPHI menyatakan akan terus mengawal laporan tersebut hingga proses penanganannya mendapatkan kejelasan.*

Polisi Tangkap Pelaku Curanmor di Kendari, Motor Curian Diubah Nomor Pelat

0

KENDARIKINI.COM – Tim URC Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari menangkap seorang pria terkait kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Pelaku berinisial AM (31), warga Kecamatan Kendari, ditangkap di Desa Bajo Indah, Kecamatan Soropia, Konawe.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, mengatakan penangkapan dilakukan Senin (10/8/2026) sekitar pukul 23.00 Wita.

Kasus tersebut bermula ketika korban berinisial AL (40) memarkir Yamaha Jupiter Z di rumahnya.

Motor berwarna biru bernomor polisi DT 4544 BD itu diparkir Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.

Keesokan paginya, korban mendapat informasi dari istrinya bahwa sepeda motor tersebut telah hilang.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polresta Kendari dengan kerugian sekitar Rp12 juta.

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bukti permulaan yang cukup dan menangkap AM.

Dalam pemeriksaan, AM mengakui mengambil motor korban pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 02.00 Wita.

Pelaku disebut mengambil motor yang terparkir tanpa kunci stang, kemudian mendorongnya menuju rumah.

Setelah itu, pelaku membongkar bagian motor dan menyambungkan soket untuk menghidupkannya.

Pelaku juga mengganti knalpot agar kendaraan tersebut tidak mudah dikenali pemiliknya.

Motor kemudian digunakan pelaku untuk kebutuhan sehari-hari.

Polisi mengamankan Yamaha Jupiter Z dengan nomor rangka MH32P20017K374387 dan nomor mesin 2P2-374370.

Saat diamankan, motor tersebut menggunakan pelat DT 3623 MD.

Hasil pengecekan Samsat menunjukkan pelat tersebut terkait laporan pencurian kendaraan di wilayah hukum Polsek Poasia.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor STPL/329/V/SPKT.C/Sultra/Res.Kendari/Sek.Poasia.

Kasus tersebut kini masih dalam proses pendalaman oleh Satreskrim Polresta Kendari.*

Gempur Sultra Soroti Dugaan Tambang Ilegal di Kawasan Hutan Konawe Utara

0

KENDARIKINI.COM – Gempur Sultra menyoroti dugaan penggunaan kawasan hutan tanpa izin oleh PT Mandala Jayakarta.

Aktivitas tersebut diduga berlangsung di Desa Boelamo, Kabupaten Konawe Utara, pada periode 2015 hingga 2021.

Gempur Sultra menyebut kawasan yang diduga terdampak mencapai sekitar 32 hektare.

Ketua Harian Gempur Sultra, Ikbal Buton, meminta aparat melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan tersebut.

“Kami meminta aparat tidak melihat persoalan ini hanya sebagai administrasi perizinan,” tegas Ikbal.

Menurutnya, pemeriksaan harus mencakup status kawasan, dokumen kehutanan, lingkungan, serta perizinan pertambangan.

Gempur Sultra juga meminta pemerintah memverifikasi luasan kawasan yang diduga digunakan untuk aktivitas pertambangan.

Selain itu, audit lingkungan dinilai penting untuk mengetahui dampak ekologis akibat pembukaan kawasan tersebut.

Gempur Sultra menyebut pembukaan lahan berpotensi menyebabkan hilangnya vegetasi dan habitat satwa.

Aktivitas tersebut juga dinilai berpotensi meningkatkan erosi, sedimentasi, serta mengganggu tata air kawasan.

Potensi pencemaran badan air juga perlu diperiksa apabila material pertambangan masuk ke sungai atau sumber air.

Ikbal meminta instansi terkait menghitung potensi kerusakan lingkungan dan kemungkinan kerugian negara.

Gempur Sultra juga meminta pemeriksaan seluruh dokumen perusahaan selama periode aktivitas yang dipersoalkan.

Dokumen tersebut meliputi perizinan kehutanan, lingkungan, pertambangan, serta kewajiban penerimaan negara.

Mereka mendesak aparat penegak hukum melakukan penyelidikan jika ditemukan indikasi pelanggaran berdasarkan hasil pemeriksaan.

Gempur Sultra menegaskan tudingan terhadap perusahaan harus dibuktikan melalui proses hukum dan alat bukti sah.

“Kami tidak menghakimi siapa pun. Kami meminta negara bekerja berdasarkan hukum dan bukti,” ujar Ikbal.

Jika pelanggaran terbukti, Gempur Sultra meminta penegakan hukum dilakukan tanpa perlakuan khusus.

Mereka juga meminta adanya pemulihan lingkungan apabila hasil pemeriksaan membuktikan terjadi kerusakan.*

Gempur Sultra Desak Pembangunan Perumahan Puuwatu Dihentikan Sementara

0

KENDARIKINI.COM – Gempur Sultra menyoroti dugaan aktivitas clearing pembangunan perumahan di Puuwatu, Kota Kendari.

Mereka menduga kegiatan tersebut berlangsung saat status tanah masih disengketakan dan perizinan pembangunan belum lengkap.

Ketua Harian Gempur Sultra, Ikbal Buton, meminta Pemerintah Kota Kendari segera melakukan pemeriksaan lapangan.

“Kami tidak anti terhadap pembangunan. Tetapi pembangunan harus taat aturan,” tegas Ikbal.

Gempur Sultra juga menyoroti lokasi pembangunan yang disebut berada dekat aliran kali.

Menurut mereka, aktivitas pematangan lahan berpotensi meningkatkan erosi dan sedimentasi jika tidak dikendalikan.

Pembukaan lahan juga dinilai berpotensi mengubah aliran permukaan serta meningkatkan risiko genangan dan banjir.

Karena itu, pemerintah diminta memastikan batas sempadan kali, tata ruang, perizinan, dan persetujuan lingkungan.

Gempur Sultra meminta aktivitas clearing dihentikan sementara apabila terbukti belum memenuhi persyaratan hukum.

Mereka juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup memeriksa potensi dampak lingkungan akibat aktivitas pembangunan tersebut.

Selain itu, instansi terkait diminta memeriksa seluruh dokumen perizinan dan kesesuaian tata ruang.

Pemeriksaan juga diharapkan memastikan pembangunan tidak dilakukan di atas tanah yang masih menjadi objek sengketa.

Gempur Sultra turut meminta aparat penegak hukum bertindak jika ditemukan dugaan pelanggaran hukum.

Ikbal menegaskan pembangunan dan investasi harus tetap memperhatikan kepastian hukum serta perlindungan lingkungan.

“Kami akan terus mengawal persoalan ini. Lingkungan adalah kepentingan masyarakat luas dan harus dilindungi,” katanya.

Gempur Sultra menyatakan tuntutan tersebut disampaikan untuk memastikan pembangunan perumahan berjalan sesuai ketentuan.

Mereka juga meminta Pemerintah Kota Kendari menertibkan kegiatan jika ditemukan pelanggaran sesuai kewenangannya.*

Warga Tunggala Menang Sengketa Tanah, Gugatan Ditolak PN Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Sengketa tanah warga Tunggala Dalam, Kelurahan Wua-wua, Kota Kendari, memasuki babak baru.

Pengadilan Negeri (PN) Kendari menyatakan gugatan perkara tersebut tidak dapat diterima atau niet ontvankelijk verklaard.

Putusan itu tercantum dalam perkara Nomor 12/Pdt.G/2026/PN Kdi yang diputus Kamis, 23 Juli 2026.

Dalam proses perkara, warga mendapat pendampingan hukum dari Ketua LBH HAMI Sultra, Andre Darmawan, bersama tim.

Salah seorang warga, Erik Lerihardika, mengaku bersyukur atas putusan yang dikeluarkan PN Kendari.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hasil putusan ini,” ujar Erik.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Andre Darmawan dan tim yang telah mendampingi warga.

Menurut Erik, pendampingan hukum tersebut memberikan semangat kepada warga memperjuangkan hak melalui jalur hukum.

“Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih dan mendoakan semoga kebaikan beliau dibalas,” katanya.

Warga berharap putusan PN Kendari memberikan kepastian hukum terhadap tanah yang selama ini menjadi objek sengketa.

Mereka juga meminta seluruh pihak menghormati dan menjalankan putusan pengadilan sesuai ketentuan hukum.

Sengketa tersebut bermula dari persoalan kepemilikan sejumlah bidang tanah di kawasan Tunggala Dalam.

Warga menyebut terdapat delapan rumah yang tanahnya kemudian tercatat atas nama pihak lain dan telah bersertifikat.

Sebagian warga mengaku membeli tanah tersebut sejak 2013 dari Herman atau Suharto sebagai pemilik sebelumnya.

Warga mengklaim memiliki alas hak, bukti pembayaran PBB, serta sejumlah dokumen pendukung kepemilikan tanah.

Persoalan tersebut sempat dibahas melalui pertemuan warga dengan pihak penggugat di Kantor Lurah Wua-wua.

Warga kemudian menempuh jalur hukum setelah muncul persoalan terkait sertifikat tanah yang diterbitkan BPN.

Putusan PN Kendari kini menjadi dasar bagi warga untuk melanjutkan upaya memperoleh kepastian hukum.

Namun, putusan tidak dapat diterimanya gugatan tersebut tidak serta-merta merupakan putusan mengenai pokok kepemilikan tanah.*

Sambut HUT RI ke-81, Kodim Kendari Gelar Lomba Tradisional

0

KENDARIKINI.COM – Kodim 1417/Kendari menggelar berbagai lomba menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan berlangsung di Lapangan Makodim 1417/Kendari, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.

Lomba tersebut diikuti prajurit, pegawai negeri sipil (PNS), serta ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana.

Dandim 1417/Kendari, Kolonel Arm Danny A.P Girsang, mengatakan kegiatan bertujuan mempererat silaturahmi.

Selain itu, kegiatan tersebut untuk meningkatkan kekompakan dan menumbuhkan semangat nasionalisme para peserta.

“Kegiatan ini juga merupakan bentuk syukur atas kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia,” ujar Danny.

Berbagai permainan tradisional digelar untuk memeriahkan rangkaian peringatan HUT RI ke-81.

Lomba tersebut di antaranya balap karung, tarik tambang, makan kerupuk, dan sejumlah permainan rakyat lainnya.

Para peserta mengikuti perlombaan dengan antusias sehingga suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh keakraban.

Danny berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat solidaritas seluruh anggota Kodim 1417/Kendari.

Ia juga meminta seluruh personel terus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

Kegiatan lomba menjadi bagian dari rangkaian Kodim 1417/Kendari menyambut peringatan Kemerdekaan RI tahun 2026.*

BMKG Sultra Ingatkan Warga Hemat Air Hadapi Kemarau hingga November

0

KENDARIKINI.COM – BMKG Sulawesi Tenggara (Sultra) mengingatkan warga menghemat penggunaan air menghadapi musim kemarau hingga November 2026.

Kemarau dipengaruhi fenomena El Nino dan berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah Sultra.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Sultra, Faizal Habibie, mengatakan puncak kemarau mulai terasa.

“Puncak musim kemarau cukup panjang sampai November, sehingga perlu diantisipasi,” ujar Faizal, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, potensi kemarau cukup tinggi diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.

Sejumlah wilayah Sultra juga mulai masuk kategori rawan kekeringan dan perlu mendapat perhatian masyarakat.

Daerah tersebut meliputi Kabupaten Bombana, Kolaka, dan Konawe Selatan.

“Untuk saat ini ada beberapa daerah yang patut diwaspadai seperti Bombana, Kolaka, dan Konawe Selatan,” jelasnya.

Faizal mengatakan BMKG terus menyediakan informasi terkait potensi kekeringan sebagai bahan antisipasi masyarakat.

Informasi tersebut diharapkan membantu pemerintah dan warga mengambil langkah menghadapi dampak musim kemarau.

Ia mengimbau masyarakat melakukan efisiensi penggunaan sumber daya air selama periode kemarau.

Penghematan air dinilai penting, bukan hanya untuk kebutuhan irigasi, tetapi juga kebutuhan sehari-hari.

“Warga patut melakukan efisiensi air, bukan hanya untuk irigasi tetapi untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti