Jumat, Oktober 23, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 17

IMALAK Sultra Desak Bupati Konkep Klarifikasi Dugaan Perselingkuhan

0

KENDARIKINI.COM – Dugaan perselingkuhan yang menyeret Bupati Konawe Kepulauan (Konkep), Rifqi Saifullah Razak, kembali menjadi sorotan.

Isu tersebut dikaitkan dengan seorang pegawai PPPK di DPRD Sulawesi Tenggara berinisial YH atau Osin.

Ikatan Mahasiswa Lintas Kampus Sulawesi Tenggara (IMALAK Sultra) mendesak Bupati Konkep memberikan klarifikasi terbuka.

Penanggung Jawab IMALAK Sultra, Ali Sabarno, mengatakan klarifikasi diperlukan untuk menjawab isu yang berkembang di masyarakat.

“Kami tidak sedang memvonis, tetapi mempertanyakan etika kepemimpinan,” ujar Ali dalam keterangannya.

Menurutnya, diamnya pejabat publik ketika namanya terseret isu serius dapat memicu spekulasi semakin luas.

Ali menilai alasan persoalan tersebut merupakan ranah privat tidak sepenuhnya dapat menghapus kepentingan publik.

“Kalau informasi itu fitnah atau tidak benar, sampaikan secara terbuka dan tegas kepada masyarakat,” katanya.

IMALAK Sultra juga meminta dugaan penyalahgunaan kewenangan diperiksa apabila terdapat indikasi keterkaitan dengan persoalan tersebut.

Ali mempertanyakan kemungkinan penggunaan fasilitas negara atau kewenangan jabatan untuk memberikan keuntungan kepada pihak tertentu.

“Ini yang harus dibuka. Apakah ada fasilitas negara yang dipakai?” ucapnya.

IMALAK Sultra mendesak Bupati Konkep dan YH memberikan klarifikasi untuk menghentikan spekulasi yang berkembang.

Mereka juga meminta pihak yang memiliki bukti menempuh mekanisme hukum resmi, bukan menyebarkan tuduhan tanpa dasar.

Selain itu, aparat penegak hukum didesak memeriksa jika ditemukan indikasi penyalahgunaan wewenang, fasilitas negara, atau konflik kepentingan.

Ali menegaskan masyarakat membutuhkan kejelasan, terutama karena persoalan tersebut menyangkut seorang pejabat publik.

Catatan redaksi: Dugaan tersebut disajikan sebagai klaim pihak yang menyampaikan pernyataan. Belum terdapat pembuktian dalam naskah ini mengenai kebenaran dugaan tersebut.*

Plang Penghentian Diduga Diabaikan, Gempur Sultra Soroti Alexandria Hills

0

KENDARIKINI.COM — Aktivitas pembangunan dan clearing lahan di kawasan Puuwatu, Kota Kendari, kembali mendapat sorotan.

Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempur) Sultra menduga aktivitas tersebut tetap berlangsung meski telah dipasang plang penghentian.

Aktivitas itu berkaitan dengan pembangunan Perumahan Alexandria Hills yang disebut masih memiliki persoalan legalitas.

Ketua Umum Gempur Sultra, Sawal Petrus, meminta Pemkot Kendari memastikan aktivitas di lokasi tersebut.

Menurut Sawal, pemerintah perlu mengecek langsung apakah pembangunan dan clearing masih berlangsung.

“Kami tidak ingin ada kesan hukum hanya tajam kepada masyarakat kecil,” tegas Sawal.

Ia menilai, penghentian pembangunan harus memiliki daya berlaku dan diterapkan secara konsisten.

Gempur Sultra juga meminta pemerintah memeriksa dokumen perizinan serta kesesuaian pembangunan dengan tata ruang.

Selain itu, status dan dasar penguasaan lahan diminta diperiksa sebelum aktivitas pembangunan kembali dilanjutkan.

Gempur Sultra turut meminta klarifikasi pihak-pihak yang disebut berkaitan dengan aktivitas tersebut.

Di antaranya PT Tadisangka, Fajar S. Tanawali, dan pihak Perumahan Alexandria Hills.

Sawal menegaskan, penyebutan nama tersebut merupakan bagian dari permintaan klarifikasi atas dugaan persoalan yang masih perlu dibuktikan.

“Kalau memang belum memiliki izin dan sudah diperintahkan berhenti, maka hentikan,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah mengambil tindakan apabila ditemukan aktivitas yang terbukti melanggar ketentuan.

Menurut Sawal, keberadaan plang penghentian tidak boleh sekadar menjadi simbol tanpa pengawasan di lapangan.

“Jangan sampai plang penghentian hanya menjadi simbol, sementara aktivitas tetap berjalan,” katanya.

Gempur Sultra menilai konsistensi pemerintah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan aturan.

Karena itu, Pemkot Kendari diminta memastikan status tanah, legalitas pembangunan, dan seluruh perizinan Alexandria Hills.

Gempur Sultra meminta seluruh proses pemeriksaan dilakukan sesuai kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku.*

Pembangunan Alexandria Hills Diduga Tetap Berjalan Meski Dipasang Plang Penghentian

0

KENDARIKINI.COM — Aktivitas pembangunan di kawasan Alexandria Hills, Puuwatu, Kota Kendari, diduga masih berlangsung meski telah dipasang plang penghentian pembangunan.

Kondisi tersebut mendapat sorotan Ketua Umum HIPPMAKOT, Ikhram, yang meminta Pemkot Kendari memastikan status pembangunan tersebut.

Ikhram menilai pemerintah perlu memastikan dasar hukum pemasangan plang serta apakah keputusan penghentian masih berlaku.

“Kalau penghentian masih berlaku, aktivitas pembangunan seharusnya dihentikan,” tegas Ikhram.

Ia meminta Pemkot Kendari tidak hanya memasang plang, tetapi memastikan keputusan penghentian benar-benar diterapkan di lapangan.

HIPPMAKOT juga mendesak pemerintah memeriksa kelengkapan perizinan dan kesesuaian pembangunan dengan ketentuan tata ruang.

Menurut Ikhram, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan aktivitas pembangunan berjalan sesuai aturan yang berlaku.

“Pemerintah harus memastikan dulu statusnya. Kalau penghentian masih berlaku, aktivitas pembangunan harus dihentikan,” ujarnya.

Ia menegaskan, HIPPMAKOT tidak mempersoalkan pembangunan apabila seluruh persyaratan dan perizinan telah dipenuhi.

Namun, apabila keputusan penghentian masih sah, Ikhram meminta pemerintah mengambil tindakan sesuai ketentuan.

Sebaliknya, jika penghentian telah dicabut, Pemkot Kendari diminta menjelaskan dasar hukum yang memungkinkan pembangunan kembali berjalan.

“Kalau penghentian sudah dicabut, jelaskan kepada publik apa dasar hukumnya,” katanya.

Ikhram menilai persoalan tersebut berkaitan dengan kepatuhan terhadap keputusan pemerintah dan penegakan aturan.

HIPPMAKOT juga meminta Pemkot Kendari membuka hasil pemeriksaan mengenai status, perizinan, dan aktivitas pembangunan Alexandria Hills.

“Pemerintah harus menunjukkan ketegasan agar masyarakat tidak melihat aturan bisa diabaikan,” pungkas Ikhram.*

Jumhur Hidayat Soroti Negara Besar Mundur dari Tanggung Jawab Iklim

KENDARIKINI.COM – Menteri Lingkungan Hidup RI Jumhur Hidayat menyoroti negara maju yang dinilai mundur dari tanggung jawab kolektif menangani perubahan iklim.

Hal itu disampaikan Jumhur dalam Pertemuan Menteri Lingkungan negara-negara BRICS di New Delhi, India, Selasa (18/8/2026).

Pertemuan tersebut diikuti 10 dari 11 negara anggota BRICS dan berlangsung selama dua hari.

Jumhur menyebut kondisi tersebut memprihatinkan karena negara-negara berpengaruh secara ekonomi masih menyumbang porsi besar emisi global.

Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam dan pencegahan degradasi lingkungan menentukan keberlanjutan pembangunan setiap negara.

Indonesia juga menegaskan pentingnya perlindungan keanekaragaman hayati darat dan laut sebagai fondasi ketahanan iklim.

Indonesia memiliki lebih dari 300 ribu spesies yang diketahui, termasuk kekayaan tumbuhan, mamalia, burung, serta ekosistem laut.

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau, Indonesia berada di garis depan dampak perubahan iklim.

Lebih dari 60 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah pesisir yang menghadapi risiko kenaikan permukaan laut.

Jumhur menegaskan adaptasi perubahan iklim menjadi bagian utama pembangunan berkelanjutan dan perlindungan kemakmuran nasional.

“Adaptasi iklim bukanlah agenda pinggiran. Ini adalah pilar utama pembangunan berkelanjutan,” ujar Jumhur.

Indonesia telah memberlakukan Rencana Adaptasi Nasional 2026–2030 sebagai peta jalan menuju ketahanan iklim.

Jumhur juga menekankan pentingnya pengetahuan tradisional dalam menghadapi perubahan iklim dan menjaga sumber daya alam.

Ia memperkenalkan tiga praktik masyarakat Indonesia, yakni Subak, Sasi Lompa, dan Awig-Awig.

Menurut Jumhur, ketiganya membuktikan kearifan lokal dapat memperkuat pengelolaan air, ekosistem, dan sumber daya alam.

“Praktik-praktik ini menunjukkan bahwa hidup selaras dengan alam juga menjadi alat adaptasi,” katanya.

Delegasi Indonesia turut dihadiri Deputi PPI dan TKNEK Ary Sudjianto serta Direktur Kebakaran Lahan Dasrul.

Tenaga Ahli Menteri Teguh Santosa dan Pejabat Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Yudo Sasongko juga hadir.*

Bank Sultra Serahkan Mobil Jenazah Gratis untuk RSUD Bahteramas

KENDARIKINI.COM – Bank Sultra menyerahkan satu unit mobil jenazah kepada RSUD Bahteramas Sulawesi Tenggara, Senin (17/8/2026).

Bantuan tersebut diserahkan usai upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di pelataran Kantor Gubernur Sultra.

Direktur Utama Bank Sultra Andri Permana Diputra Abubakar menyerahkan bantuan kepada Direktur RSUD Bahteramas dr. H. Sukirman.

Prosesi penyerahan disaksikan Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka dan Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala.

Turut menyaksikan Pj Sekda Sultra Drs. Muhammad Fadlansyah, M.Si.

Gubernur Andi Sumangerukka meminta mobil jenazah tersebut dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.

Ia menegaskan layanan mobil jenazah harus diberikan secara gratis kepada warga yang membutuhkan.

“Bantuan ini diberikan secara gratis, sehingga masyarakat yang membutuhkan juga tidak boleh dikenakan tarif,” tegasnya.

Menurutnya, fasilitas tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membantu masyarakat Sulawesi Tenggara.

Direktur Utama Bank Sultra Andri Permana mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk empati kepada masyarakat yang mengalami musibah.

“Tujuan utama bantuan ini murni untuk meringankan beban keluarga yang sedang berduka,” ujarnya.

Andri berharap mobil jenazah dapat memperkuat pelayanan RSUD Bahteramas kepada masyarakat secara prima dan responsif.

Bank Sultra menyatakan komitmennya mendukung program pemerintah daerah, terutama peningkatan pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan.*

Pemprov Sulsel Beri Penghargaan kepada PLN atas Dukungan Mudik Gratis

0

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan penghargaan kepada PLN UID Sulselrabar.

Penghargaan diberikan dalam Malam Ramah Tamah Kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026).

Acara berlangsung di Pelataran Merah Putih Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar.

Penghargaan diserahkan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman kepada sejumlah pimpinan instansi dan Forkopimda.

General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah turut menerima penghargaan tersebut.

Penghargaan diberikan atas kontribusi PLN mendukung program strategis Pemprov Sulsel.

Salah satu bentuk dukungan tersebut melalui pelaksanaan program Mudik Gratis Pemprov Sulsel Tahun 2026.

Andi Sudirman mengapresiasi sinergi lintas instansi dalam mendukung berbagai program pemerintah daerah.

Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci mewujudkan Sulawesi Selatan yang aman, maju, dan sejahtera.

“Peringatan kemerdekaan menjadi momentum memperkuat persatuan dan kerja bersama,” ujar Andi Sudirman.

Ia menyampaikan terima kasih kepada instansi, Forkopimda, dan BUMN atas dukungan terhadap program strategis daerah.

Sementara itu, Edyansyah menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Pemprov Sulsel.

Ia mengatakan PLN berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

“Keterlibatan PLN dalam Mudik Gratis merupakan wujud kepedulian sosial korporasi,” kata Edyansyah.

Menurutnya, program tersebut membantu masyarakat bersilaturahmi dengan aman dan nyaman saat momentum Idulfitri.

PLN juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan Pemprov Sulsel dalam mendukung pembangunan dan ketahanan energi.

Malam ramah tamah ditutup dengan foto bersama dan silaturahmi antar pimpinan instansi di Sulawesi Selatan.*

Enam Bulan Dilaporkan, Dugaan Korupsi Talud Wakatobi Belum Jelas

0

KENDARIKINI.COM – Lembaga Aktivis Rakyat (LARA) Sulawesi Tenggara mendesak Kejati Sultra memberikan kepastian hukum.

Desakan itu terkait laporan dugaan korupsi proyek pembangunan talud di Kabupaten Wakatobi.

Proyek tersebut berada di ruas Ollo Selatan–Horuo dan Horuo–Mantigola.

LARA menyebut laporan dugaan korupsi itu telah disampaikan sekitar enam bulan lalu.

Namun, hingga kini belum ada perkembangan penanganan yang dinilai jelas kepada publik.

Ketua LARA Sultra mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang dilakukan Kejati Sultra.

Meski demikian, masyarakat dinilai berhak mengetahui perkembangan laporan yang telah disampaikan secara resmi.

“Enam bulan cukup untuk memberikan gambaran kepada publik mengenai perkembangan penanganan perkara,” tegasnya.

LARA menegaskan permintaan tersebut bukan bentuk intervensi terhadap proses hukum yang berjalan.

Pihaknya hanya meminta kepastian hukum serta keterbukaan informasi terkait perkembangan laporan tersebut.

Menurut LARA, proyek talud tersebut diduga menyisakan sejumlah persoalan yang perlu ditelusuri aparat penegak hukum.

Pengusutan dinilai penting untuk memastikan tidak terjadi kerugian negara maupun masyarakat.

LARA juga mengapresiasi Kejaksaan yang selama ini menangani sejumlah perkara korupsi di Sulawesi Tenggara.

Karena itu, laporan dugaan korupsi talud Wakatobi diharapkan mendapat perhatian serupa.

LARA meminta penanganan perkara dilakukan profesional, transparan, dan tanpa tebang pilih.

Lembaga tersebut juga mengajak masyarakat mengawal proses hukum secara objektif.

Pengawalan tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga terdapat putusan berkekuatan hukum tetap.

LARA berharap Kejati Sultra segera menyampaikan perkembangan laporan tersebut kepada publik.

Menurutnya, transparansi menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas serta kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.*

Kasrem 143/HO Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Kasrem 143/HO Kolonel Inf Puguh Binawango memimpin upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Makorem 143/HO.

Upacara berlangsung di Lapangan Upacara Makorem 143/HO, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (17/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum mengenang jasa para pahlawan dan memperkuat semangat nasionalisme.

Upacara juga bertujuan meningkatkan patriotisme serta semangat pengabdian prajurit dan PNS Korem 143/HO.

Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan Kasrem, persatuan dan kesatuan menjadi perhatian utama.

Peringatan kemerdekaan juga diminta menjadi momentum meningkatkan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kasrem mengajak seluruh prajurit dan PNS menjaga soliditas serta meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Ia juga menekankan pentingnya disiplin dan kontribusi positif kepada masyarakat Sulawesi Tenggara.

Korem 143/HO menyatakan komitmennya memperkuat semangat kebangsaan melalui pelaksanaan tugas dan pengabdian.

Semangat tersebut diarahkan untuk mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat di wilayah Sulawesi Tenggara.

Kegiatan peringatan HUT ke-81 RI diharapkan memperkuat komitmen menjaga persatuan dan kedaulatan Indonesia.*

Bank Sultra Raih Dua Penghargaan di Infobank Award 2026

0

KENDARIKINI.COM – Bank Sultra meraih dua penghargaan dalam ajang 31st Infobank Award 2026 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara yang berlangsung di The St. Regis Hotel, Jakarta.

Bank Sultra meraih kategori Crown Champion The Bank With Consistent Excellent Performance For 25 Consecutive Years.

Penghargaan kedua yakni Yearly Excellent Performance Bank 2026 dalam ajang penghargaan perbankan tersebut.

Penghargaan diserahkan Chairman Infobank Media Group Eko B. Supriyanto kepada Direktur Utama Bank Sultra Andri Permana Diputra Abubakar.

Crown Champion menjadi penghargaan atas konsistensi kinerja Bank Sultra selama 25 tahun berturut-turut.

Biro Riset Infobank menggunakan tujuh kriteria penilaian dalam menentukan bank berkinerja sangat baik.

Kriteria tersebut meliputi manajemen risiko, tata kelola perusahaan, permodalan, kualitas aset, dan rentabilitas.

Selain itu, penilaian mencakup likuiditas dan efisiensi bank sepanjang periode penilaian.

Pada 2026, sebanyak 59 bank ditetapkan memperoleh peringkat kinerja Sangat Baik.

Bank Sultra masuk kelompok Bank KBMI 1 bersama 31 bank lainnya dalam daftar tersebut.

Direktur Utama Bank Sultra Andri Permana mengapresiasi dukungan pemegang saham, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Penghargaan ini merupakan wujud nyata dedikasi dan kerja keras seluruh insan Bank Sultra,” ujar Andri.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan fondasi bisnis dan tata kelola Bank Sultra tetap kuat.

Andri mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan inovasi dan menerapkan prinsip kehati-hatian.

Bank Sultra juga berkomitmen memperkuat layanan, transformasi digital, dan solusi keuangan yang inklusif.

Perseroan menyatakan akan terus menjaga pertumbuhan bisnis dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian Sulawesi Tenggara.*

Muhammad Malik Al-Salam Siap Maju di Kongres XXXIII HmI

0

KENDARIKINI.COM – Kader HMI Cabang Kendari, Muhammad Malik Al-Salam, menyatakan kesiapan maju sebagai calon Ketua Umum PB HMI.

Malik membawa gagasan “Merawat Nilai, Menjawab Zaman” menuju Kongres XXXIII HMI di Lampung.

Kader kelahiran Maligano, Kabupaten Muna, 19 Februari 2001, itu mengusung semangat keterwakilan kader daerah.

Ia ingin membawa perspektif daerah ke tingkat nasional serta memperkuat HMI sebagai organisasi kader.

Menurut Malik, HMI harus tetap berpegang pada nilai keislaman dan keindonesiaan menghadapi perubahan zaman.

“HMI bukan sekadar organisasi tempat berkumpul, melainkan laboratorium pencetak pemimpin bangsa,” ujar Malik.

Ia menilai kader HMI perlu dibekali kemampuan riset, literasi digital, advokasi, kepemimpinan, dan komunikasi publik.

Malik juga mendorong penguatan tradisi intelektual melalui budaya membaca, menulis, berdiskusi, dan menghasilkan gagasan.

Selain itu, PB HMI dinilai perlu memperluas ruang kontribusi bagi kader dari berbagai daerah.

“Banyak gagasan besar justru tumbuh dari daerah. Saya ingin semangat daerah menjadi bagian gerakan nasional HMI,” katanya.

Malik mengatakan perbedaan karakter cabang dan kondisi daerah harus menjadi kekuatan organisasi.

Ia berharap Kongres XXXIII HMI menjadi ruang konsolidasi sekaligus pertarungan gagasan tentang masa depan organisasi.

Malik menyebut pencalonannya bukan sekadar persoalan kepemimpinan, tetapi arah dan kontribusi HMI.

Ia membawa pengalaman kaderisasi dari HMI Cabang Kendari serta sejumlah wilayah Indonesia sebagai modal pencalonannya.

Malik menyelesaikan pendidikan S1 di STIE Enam Enam Kendari pada 2025.

Dalam perjalanan kaderisasi, ia mengikuti LK I, LK II, hingga LK III serta berbagai pelatihan kepemimpinan.

Melalui gagasan tersebut, Malik menawarkan HMI yang relevan, inklusif, intelektual, dan berdampak bagi masyarakat.*

FORGEMA Desak Polda Sultra Usut Dugaan Galian C Ilegal Proyek Bandara Betoambari

0

KENDARIKINI.COM – Forum Generasi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (FORGEMA Sultra) mendesak Polda Sultra mengusut dugaan penggunaan material galian C ilegal.

Dugaan tersebut disebut terjadi pada proyek pelebaran Bandara Betoambari, Kota Baubau, yang dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Desakan itu disampaikan saat FORGEMA Sultra menggelar demonstrasi di Markas Polda Sultra, Selasa (2/6/2026).

Koordinator Lapangan Dirfan Udi mengatakan kepolisian perlu memastikan proyek tersebut mematuhi ketentuan pertambangan dan lingkungan.

“Kami mendesak Polda Sultra segera mengusut tuntas dugaan penggunaan material galian C ilegal,” kata Dirfan.

Menurutnya, dugaan pelanggaran tersebut tidak boleh dibiarkan karena berpotensi menimbulkan kerugian negara dan dampak lingkungan.

FORGEMA juga meminta Kapolda Sultra mengevaluasi Kapolres Baubau dan Kanit Tipidter Polres Baubau terkait penanganan dugaan tersebut.

Selain itu, mereka mendesak pemeriksaan terhadap PT Konind Makmur Sentosa (KMS) dan pihak lain yang diduga berkaitan.

Nama lain yang disebut yakni PT Jirolu Sakatama, PT Danurer Sarana Cipta, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta pemasok material.

“Kami meminta seluruh pihak yang diduga terlibat diperiksa secara profesional dan transparan,” ujar Adjis Saputra.

FORGEMA juga meminta kepolisian memeriksa asal-usul material serta kelengkapan dokumen lingkungan proyek pelebaran Bandara Betoambari.

Mereka mendorong penghentian sementara pekerjaan jika ditemukan indikasi pelanggaran hukum atau ketidakpatuhan lingkungan.

FORGEMA menyatakan akan terus mengawal penanganan dugaan tersebut dan meminta Kapolda Sultra menunjukkan komitmen penegakan hukum.

“Kasus ini menjadi ujian bagi Kapolda Sultra yang baru. Publik menunggu langkah nyata kepolisian,” kata Dirfan.*

Menteri KKP Pimpin Upacara HUT RI Bersama Nelayan di Konawe

0

KENDARIKINI.COM – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono memimpin upacara HUT ke-81 RI bersama nelayan di Konawe.

Upacara tersebut digelar di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Senin (17/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Menteri KKP bertindak sebagai inspektur upacara dan didampingi Wakil Gubernur Sultra Hugua.

Sementara Gubernur Sultra Andi Sumangerukka memimpin upacara HUT RI di Lapangan Kantor Gubernur Sultra.

Sakti mengatakan, 81 tahun setelah Indonesia merdeka, masih ada nelayan yang belum menikmati hasil pembangunan secara optimal.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan nelayan harus berjalan beriringan dengan penguatan sektor perikanan nasional.

Sakti menyebut KNMP menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus memperluas akses pasar bagi nelayan.

Karena itu, kawasan nelayan membutuhkan fasilitas pendukung seperti dermaga, tempat pendaratan ikan, cold storage, dan pabrik es.

Di KNMP Sorue Jaya, sejumlah fasilitas mulai tersedia untuk mendukung aktivitas masyarakat pesisir.

Fasilitas tersebut meliputi cold storage, pabrik es portabel, shelter pendaratan ikan, hingga dermaga.

Sakti mengatakan KNMP Sorue Jaya merupakan satu dari 100 titik yang telah selesai dibangun pemerintah.

Pemerintah menargetkan pembangunan 1.209 titik KNMP hingga akhir 2026 dan secara keseluruhan mencapai 5.000 titik.

“KNMP diharapkan menjadi lokasi kegiatan yang baik bagi nelayan lokal sekaligus meningkatkan produktivitas,” kata Sakti.

Setelah fasilitas selesai, pengelolaan KNMP akan diserahkan kepada desa melalui Koperasi Desa Merah Putih.

Pemerintah juga memberikan bantuan kapal dan alat tangkap sebagai tahap awal peningkatan kapasitas nelayan.

Ke depan, setiap kabupaten ditargetkan memperoleh kapal berkapasitas 30 ton untuk digunakan bergiliran kelompok nelayan.*

Wagub Sultra Pimpin Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Hugua memimpin upacara penurunan Bendera Merah Putih, Senin (17/8/2026).

Upacara penurunan bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Sultra, pukul 16.00 WITA.

Prosesi berlangsung khidmat dan tertib dengan Paskibraka Sultra sebagai petugas penurunan Sang Merah Putih.

Komandan Detasemen Polisi Militer Lanal Kendari Letkol Laut PM Wartono bertindak sebagai komandan upacara.

Momen penurunan bendera berlangsung penuh penghormatan hingga Sang Merah Putih berhasil diturunkan Paskibraka.

Nurfy Aira, siswi SMA Negeri 1 Wundulako, Kolaka, bertugas sebagai pembawa baki pada prosesi tersebut.

Setelah bendera diturunkan, Nurfy menyerahkan Sang Merah Putih kepada Hugua selaku inspektur upacara.

Upacara tersebut turut dihadiri Forkopimda Sultra, Pj Sekda, staf ahli gubernur, dan jajaran pejabat Pemprov Sultra.

Hadir pula prajurit TNI-Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta pelajar yang mengikuti rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Prosesi berlangsung aman, tertib, dan khidmat hingga seluruh rangkaian upacara penurunan bendera selesai.*

Peduli Korban Gempa NTT, KKP dan Pemprov Sultra Kirim 50 Ton Bantuan

0

KENDARIKINI.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pemprov Sulawesi Tenggara mengirim 50 ton bantuan untuk korban gempa NTT.

Bantuan tersebut diberangkatkan melalui jalur laut dari Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari, Senin (17/8/2026).

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Sultra Andi Sumangerukka mengecek langsung proses pemuatan bantuan.

Bantuan dikirim menggunakan Kapal Orca 06 milik Direktorat Jenderal PSDKP.

Perjalanan menuju Nusa Tenggara Timur diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari.

Dari total bantuan tersebut, 40 ton berasal dari KKP dan 10 ton dari Pemprov Sultra.

Bantuan terdiri atas beras, mi instan, minyak goreng, gula, biskuit, ikan kaleng, popok bayi, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya.

Sakti mengatakan bantuan dikirim setelah KKP berkoordinasi dengan satuan tugas di Maumere terkait kondisi korban gempa.

“Saudara-saudara kita mengalami musibah bencana alam, gempa yang cukup serius,” kata Sakti.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan tahap awal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

KKP juga masih melakukan identifikasi terhadap masyarakat kelautan dan perikanan yang terdampak gempa.

“Seperti yang pernah kita lakukan di Aceh, kita tidak berhenti. Kita selalu melakukan identifikasi,” ujarnya.

Sementara itu, Andi Sumangerukka menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian masyarakat Sultra terhadap korban gempa NTT.

“Kita berharap dalam dua sampai tiga hari bantuan ini sudah sampai di NTT,” ujar Andi.

Dia berharap bantuan tersebut segera dimanfaatkan masyarakat yang terdampak bencana.

Andi juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden melalui Menteri KKP atas perhatian terhadap pembangunan sektor kelautan Sultra.

Salah satunya melalui program Kampung Nelayan Merah Putih yang diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.*

Driver Ojol Diancam Pisau di Depan KFC Kendari, Pelaku Diamankan Polisi

0

KENDARIKINI.COM – Seorang driver ojek online (ojol) diduga diancam menggunakan pisau di depan KFC Kendari, Senin (17/8/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WITA di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Komandan Tim Patroli Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sultra Bripka Boy Sagita mengatakan, polisi menerima laporan adanya keributan di lokasi.

“Setibanya di TKP, pelaku yang sempat melarikan diri berhasil diamankan petugas,” kata Boy.

Pelaku berinisial PR, 31, kemudian digeledah petugas. Polisi menemukan sebilah pisau dapur yang dikuasainya.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban berinisial BH, 32, merupakan driver ojol yang sedang menunggu pesanan makanan.

Tiba-tiba, pelaku diduga mendatangi korban dan menyuruhnya meninggalkan lokasi hingga terjadi adu mulut.

Pelaku kemudian diduga mencabut pisau dan mengarahkannya kepada korban.

Merasa terancam, korban mengambil balok untuk melindungi diri dari ancaman tersebut.

Petugas kemudian mengamankan pelaku untuk mencegah keributan kembali terjadi.

“Pelaku sempat melakukan perlawanan saat hendak dibawa petugas,” ujar Boy.

Pelaku selanjutnya diserahkan ke Mapolresta Kendari untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sementara korban dibawa untuk membuat laporan resmi terkait dugaan tindak pidana pengancaman yang dialaminya.

Polisi turut mengamankan pisau dapur yang diduga digunakan pelaku saat mengancam korban.*

HUT ke-81 RI, 1.943 Warga Binaan di Sultra Terima Remisi

0

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka menyerahkan remisi kepada warga binaan dalam peringatan HUT ke-81 RI.

Penyerahan remisi berlangsung secara simbolis di Lapas Kelas IIA Kendari, Senin (17/8/2026).

Sebanyak 1.943 narapidana dan Anak Binaan di Sultra menerima Remisi Umum dan Pengurangan Masa Pidana.

Rinciannya, 1.909 narapidana menerima Remisi Umum I dan 17 narapidana menerima Remisi Umum II.

Sebanyak 16 Anak Binaan menerima Pengurangan Masa Pidana Umum I, sedangkan satu lainnya menerima Pengurangan Masa Pidana Umum II.

Dengan demikian, 18 warga binaan dinyatakan langsung bebas setelah mendapatkan pengurangan masa pidana.

Para penerima remisi tersebar di delapan satuan kerja pemasyarakatan di Sultra.

Lapas Kelas IIA Kendari menjadi penerima terbanyak dengan 759 orang, disusul Lapas Kelas IIA Baubau sebanyak 254 orang.

Kemudian Rutan Kelas IIB Unaaha 228 orang, Rutan Kelas IIA Kendari 198 orang, dan Rutan Kelas IIB Kolaka 198 orang.

Selanjutnya Rutan Kelas IIB Raha 154 orang, Lapas Perempuan Kelas III Kendari 100 orang, serta LPKA Kelas II Kendari 52 orang.

Selain remisi umum, 21 narapidana menerima Remisi Tambahan kategori pemuka karena aktif membantu kegiatan pembinaan.

Andi mengatakan remisi merupakan penghargaan negara terhadap warga binaan yang mengikuti pembinaan dan menunjukkan perubahan perilaku.

“Remisi ini menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat,” ujar Andi.

Khusus warga binaan yang bebas, Andi meminta mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memulai kehidupan baru.

“Jangan ulangi kesalahan yang sama. Jadilah warga yang taat hukum dan bermanfaat bagi lingkungan,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.

Menteri menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, disiplin, serta pelayanan pemasyarakatan yang humanis dan berkeadilan.

Upacara tersebut turut dihadiri Forkopimda Sultra, pimpinan instansi vertikal, Pj Sekda Sultra, dan pejabat terkait.*

Cegah Tawuran Pelajar, Polisi Amankan 8 Siswa di Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari bergerak cepat mencegah aksi tawuran antarpelajar yang terjadi di wilayah Kota Kendari.

Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau mengatakan, petugas mengamankan sejumlah siswa yang diduga terlibat aksi tawuran.

Penindakan dilakukan setelah polisi mendapati sekelompok siswa SMK Telkom melakukan pelemparan terhadap siswa STM.

“Untuk pelaku tawuran sudah kami serahkan kepada piket Reskrim beserta dengan barang buktinya,” kata Welliwanto.

Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan delapan anak sekolah yang diduga terlibat tawuran.

Dari tangan para pelajar, petugas turut mengamankan barang bukti berupa dua golok sisir serta sejumlah batu yang ditemukan di dalam tas.

Batu-batu tersebut diduga dibawa untuk digunakan dalam aksi tawuran.

Seluruh pelajar yang diamankan kemudian diserahkan kepada piket Reskrim untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah aksi tawuran meluas dan mengantisipasi terjadinya korban maupun gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.

Polresta Kendari mengingatkan para pelajar agar tidak terlibat aksi kekerasan maupun membawa benda berbahaya yang dapat digunakan untuk melukai orang lain.*

Cinta Rasa Hadirkan Menu Rp15 Ribu-Rp25 Ribu, Gratis Makan untuk Yatim dan Dhuafa

KENDARIKINI.COM – Cinta Rasa menghadirkan beragam pilihan makanan dengan harga terjangkau, mulai Rp15 ribu hingga Rp25 ribu.

Restoran ini menawarkan sajian Nusantara, Asia, dan Eropa yang dapat dinikmati masyarakat dengan berbagai pilihan menu.

Untuk makanan utama, tersedia Nasi Goreng Hongkong, Seafood, Ikan Asin, Petai, serta Nasi Capcai.

Selain itu, pelanggan dapat memilih Bihun Goreng Hongkong, Mi Goreng Hongkong, Mi Goreng Jawa, dan Nasi Goreng Jawa.

Nasi Goreng Hongkong, Seafood, Ikan Asin, Petai, Nasi Capcai, dan Bihun Goreng Hongkong dibanderol Rp25 ribu.

Sementara Mi Goreng Hongkong juga tersedia dengan harga Rp25 ribu per porsi.

Adapun Mi Goreng Jawa dan Nasi Goreng Jawa masing-masing ditawarkan seharga Rp15 ribu.

Pelanggan juga dapat menambahkan berbagai topping sesuai selera dengan harga yang telah ditentukan.

Topping tersebut meliputi ayam goreng Rp15 ribu, chicken katsu Rp15 ribu, serta telur satu hingga tiga butir.

Harga tambahan telur mulai Rp5 ribu untuk satu butir, Rp8 ribu untuk dua butir, dan Rp12 ribu untuk tiga.

Menariknya, Cinta Rasa juga menyediakan program makanan gratis setiap hari khusus untuk yatim dan dhuafa.

Selain menu harian, Cinta Rasa menerima pesanan nasi tumpeng dan nasi kotak untuk berbagai kebutuhan.

Informasi pemesanan dapat dilakukan melalui nomor WhatsApp 081252920009 yang tercantum dalam daftar menu.

Dengan pilihan menu beragam dan harga relatif terjangkau, Cinta Rasa menawarkan alternatif kuliner bagi masyarakat.

Program makan gratis bagi yatim dan dhuafa juga menjadi bagian dari kepedulian sosial yang ditawarkan Cinta Rasa.*

OPINI: Dwi-Kewarganegaraan dan Gagasan Besar Presiden Prabowo tentang Indonesia Global

0

Oleh: Abdullah Rasyid, Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

Ada satu gagasan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di hadapan DPR/MPR yang layak dibaca melampaui soal paspor: kemungkinan Indonesia membuka kewarganegaraan ganda secara terbatas bagi talenta tertentu yang dibutuhkan negara.

Gagasan itu menarik karena menyentuh sesuatu yang selama bertahun-tahun nyaris dianggap tabu dalam politik kewarganegaraan kita. Indonesia pada prinsipnya menganut kewarganegaraan tunggal. Pengecualian diberikan secara terbatas kepada anak dalam keadaan tertentu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan.

Kini Presiden membuka ruang untuk memikirkan kembali batas tersebut.

Menurut saya, kata terpenting dari gagasan Presiden bukan “ganda”, melainkan selektif. Di sanalah kepentingan nasional harus diletakkan. Indonesia tidak sedang menuju liberalisasi kewarganegaraan yang memungkinkan siapa saja mengoleksi paspor. Yang perlu dibangun justru sebuah rezim baru yang memungkinkan negara mempertahankan hubungan dengan manusia-manusia Indonesia yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Dunia memang telah berubah.

Ilmuwan Indonesia bekerja di laboratorium terbaik di Amerika dan Eropa. Dokter spesialis berkarier di berbagai sistem kesehatan maju. Ahli kecerdasan artifisial, insinyur, akademisi, pengusaha, seniman, atlet, dan pesepak bola berdarah Indonesia berkembang di luar negeri. Sebagian masih WNI. Sebagian telah menjadi warga negara lain. Ada pula generasi kedua dan ketiga yang mempunyai hubungan darah dan kebudayaan dengan Indonesia, tetapi hubungan hukumnya semakin jauh.

Kita dapat memandang keadaan tersebut sebagai brain drain. Namun negara yang percaya diri seharusnya mempunyai strategi yang lebih cerdas: mengubah brain drain menjadi brain circulation, lalu brain gain.

Tidak semua diaspora harus dipaksa pulang.

Seorang ahli teknologi Indonesia yang bekerja di Silicon Valley dapat tetap memberi manfaat kepada Indonesia tanpa harus pindah ke Jakarta. Ilmuwan di Oxford dapat membangun kolaborasi dengan universitas Indonesia. Pengusaha diaspora dapat membawa investasi, jaringan pasar, dan teknologi. Atlet berdarah Indonesia dapat memperkuat prestasi nasional. Yang perlu dijaga adalah hubungan mereka dengan Republik.

Dalam perspektif itulah dwi-kewarganegaraan terbatas memiliki relevansi strategis.

Tetapi kewarganegaraan tidak boleh berubah menjadi hadiah bagi orang sukses. Negara harus mempunyai kriteria yang terang: talenta, kepentingan nasional, integritas, keamanan, dan kontribusi.

Talenta saja tidak cukup. Seorang profesional yang sangat pintar tetapi memiliki persoalan integritas tentu tidak layak memperoleh hak istimewa. Demikian pula seseorang yang mempunyai kapasitas luar biasa tetapi menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional.

Karena itu dibutuhkan pemeriksaan rekam jejak, integrity test, security clearance, ukuran kontribusi yang objektif, serta mekanisme evaluasi. Negara juga perlu memiliki kewenangan mencabut fasilitas jika diperoleh melalui manipulasi atau kemudian disalahgunakan.

Namun pintu yang dibuka Presiden sebaiknya tidak berhenti pada talenta.

Reformasi UU Kewarganegaraan dapat sekaligus menyelesaikan persoalan yang telah lama dihadapi keluarga Indonesia, terutama anak hasil perkawinan campuran.

Anak dari ayah WNI dan ibu WNA, atau sebaliknya, memiliki persoalan yang berbeda dengan diaspora profesional. Ikatannya dengan Indonesia tidak perlu dibuktikan melalui nilai investasi atau kemampuan teknologi. Hubungan itu lahir melalui darah, keluarga, bahasa, pengasuhan, dan identitas.

UU Nomor 12 Tahun 2006 telah memberikan kewarganegaraan ganda terbatas kepada kelompok anak tertentu. Setelah memasuki usia yang ditentukan undang-undang, mereka harus memilih salah satu kewarganegaraan.

Ketentuan ini pantas dievaluasi.

Kita perlu bertanya apakah negara masih harus memaksa seorang anak meninggalkan salah satu bagian identitas hukumnya hanya karena ia telah dewasa. Apalagi usia ketika kewajiban memilih muncul justru berdekatan dengan fase ketika seseorang mulai kuliah, memasuki dunia profesional, membangun jaringan, dan menemukan kapasitas terbaiknya.

Jangan sampai Indonesia melindungi mereka ketika kecil, lalu kehilangan mereka ketika mulai produktif.

Ada pula kelompok yang sering luput dari percakapan publik: anak dari ayah dan ibu yang sama-sama WNI tetapi lahir di negara yang memberikan kewarganegaraan berdasarkan tempat kelahiran.

Anak semacam ini memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui hubungan darah atau ius sanguinis. Pada saat bersamaan, hukum negara tempat ia lahir dapat memberinya kewarganegaraan berdasarkan ius soli.

Kewarganegaraan gandanya bukan akibat perkawinan campuran. Ia lahir dari pertemuan dua sistem hukum.

Masuk akalkah jika seorang anak yang ayahnya WNI, ibunya WNI, keluarganya Indonesia, kemudian harus kehilangan hubungan hukum dengan Indonesia ketika dewasa hanya karena tempat kelahirannya memberinya kewarganegaraan lain?

Pertanyaan ini harus mendapatkan jawaban dalam reformasi mendatang.

Tetapi kita juga jangan terjebak menganggap kewarganegaraan sebagai solusi bagi seluruh hubungan manusia dengan Indonesia. Tidak semua pasangan WNA dari WNI, eks-WNI, atau keturunan Indonesia memerlukan paspor Indonesia.

Sebagian hanya membutuhkan kepastian bahwa mereka dapat tinggal bersama keluarganya di Indonesia secara mudah, legal, dan berkelanjutan.

Di sinilah instrumen keimigrasian seperti Global Citizen of Indonesia menjadi penting.

GCI dan dwi-kewarganegaraan harus ditempatkan pada ruang yang berbeda. GCI adalah jembatan keimigrasian. Dwi-kewarganegaraan merupakan reformasi hukum kewarganegaraan. Seseorang dapat mempunyai hubungan sangat kuat dengan Indonesia tanpa harus menjadi warga negara.

Dengan cara pandang demikian, Indonesia dapat membangun arsitektur yang lebih masuk akal: jalur kewarganegaraan ganda bagi talenta strategis; perlindungan berbeda bagi anak perkawinan campuran; kepastian bagi anak dua orang tua WNI yang memperoleh kewarganegaraan lain karena kelahiran; serta izin tinggal jangka panjang dan penyatuan keluarga bagi kelompok yang tidak memerlukan status WNI.

Tentu ada soal sensitif yang harus dibereskan.

Bagaimana hak memilih dan dipilih? Bagaimana jika pemegang kewarganegaraan ganda ingin menjadi pejabat publik? Apakah ia dapat bekerja di sektor pertahanan, intelijen, atau bidang yang memberikan akses terhadap rahasia negara? Bagaimana perpajakan, kepemilikan aset, perlindungan diplomatik, serta kemungkinan kewajiban militer kepada negara lain?

Semua itu harus dirumuskan sebelum kebijakan berlaku.

Untuk jabatan tertentu yang langsung bersentuhan dengan kedaulatan dan keamanan, negative list dapat dipertimbangkan. Tetapi pembatasannya harus proporsional, mempunyai alasan yang dapat diuji, serta tetap tunduk kepada konstitusi. Selektivitas jangan berubah menjadi ruang diskresi tanpa ukuran.

Gagasan Presiden Prabowo akhirnya memberi kita kesempatan melihat kewarganegaraan dari sudut yang lebih luas.

Selama ini kita terlalu mudah mengidentikkan nasionalisme dengan keberadaan fisik. Seolah-olah menjadi bagian Indonesia mensyaratkan seseorang harus tinggal di Indonesia sepanjang hidupnya. Padahal zaman telah melahirkan manusia dengan mobilitas yang jauh lebih tinggi.

Seorang anak Indonesia dapat lahir di New York, belajar di London, bekerja di Singapura, menikah di Melbourne, tetapi tetap menjadikan Indonesia sebagai bagian penting dari identitas dan masa depannya.

Indonesia tidak perlu takut terhadap kenyataan itu.

Justru tantangannya adalah menciptakan hukum yang mampu mengikuti mobilitas manusianya tanpa mengendurkan kedaulatan negara.

Pidato Presiden telah membuka sebuah pintu. Jangan mempersempitnya menjadi sekadar urusan naturalisasi pesepak bola atau cara memulangkan talenta diaspora. Ini dapat menjadi kesempatan menata kembali hubungan Indonesia dengan jutaan manusia yang hidup dalam keluarga dan jaringan global.

Pada abad ke-21, kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh manusia yang berada di dalam wilayahnya. Ia juga ditentukan oleh kemampuan negara mempertahankan ikatan dengan manusianya di seluruh dunia.

Indonesia harus mampu menjadi global tanpa kehilangan Indonesia.

Terbuka, tetapi selektif. Memberikan ruang, tetapi tetap mempunyai pagar. Menjaga keluarga sekaligus menjaga kedaulatan.

Dwi-kewarganegaraan terbatas, jika dirancang dengan tepat, bukan cerita tentang dua paspor. Ia adalah cerita tentang bagaimana Republik mempertahankan manusia-manusia terbaiknya agar, sejauh apa pun mereka pergi, Indonesia tetap menjadi bagian dari rumah mereka.*

Lomba Burung Piala KSP Diikuti Hampir 500 Peserta, UMKM Ikut Bergerak

0

KENDARIKINI.COM – Hampir 500 peserta dari berbagai daerah mengikuti Lomba Burung Berkicau Nasional Piala Kepala Staf Kepresidenan RI.

Kegiatan tersebut berlangsung di Raffles Hills, Cibubur, Bogor, Minggu (16/8/2026).

Ketua Umum Daulat Aspirasi Rakyat (DAR) Hadi Filino Gunarto mengatakan antusiasme peserta sangat tinggi.

“Alhamdulillah, kegiatan ini mendapatkan antusiasme luar biasa. Hampir 500 peserta hadir,” kata Hadi.

Lomba tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di kawasan Raffles Hills.

Kegiatan juga melibatkan sekitar 90 tenant UMKM yang menawarkan berbagai produk kepada pengunjung.

Produk tersebut meliputi makanan, fesyen, kebutuhan rumah tangga, hingga berbagai produk usaha kreatif.

Selain menggerakkan UMKM, panitia menyediakan layanan kesehatan gratis bagi sekitar 200 masyarakat.

Layanan tersebut didukung Dinas Kesehatan Kota Depok dengan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Pemeriksaan meliputi medical check-up, pemeriksaan darah lengkap, EKG, hingga Pap Smear.

Panitia juga menggelar donor darah yang diikuti 150 peserta bersama PMI Kota Depok.

Selain itu, sembako dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bagian kegiatan sosial.

Hadi mengatakan rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan merayakan HUT ke-81 RI.

Menurutnya, kegiatan juga menjadi ruang gotong royong, kepedulian sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kemerdekaan harus diisi dengan gotong royong, kepedulian sosial, pemberdayaan UMKM, dan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

KSP Dudung Abdurachman turut membuka lomba burung berkicau tingkat nasional tersebut.

Dudung menilai komunitas burung dapat menjadi ruang membangun kreativitas dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Ia juga mendorong komunitas pecinta burung menjaga habitat serta lingkungan tempat burung hidup.

Dudung meminta seluruh peserta menjunjung sportivitas selama mengikuti kompetisi.*

KSP Dudung Dorong Komunitas Burung Ikut Jaga Kelestarian Alam

0

KENDARIKINI.COM – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman mendorong komunitas burung ikut menjaga kelestarian alam.

Pesan itu disampaikan Dudung saat membuka Lomba dan Pameran Burung Berkicau Nasional di Raffles Hills, Cibubur, Bogor.

Kegiatan tersebut digelar Minggu (16/8/2026) dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dudung meminta komunitas pecinta burung tidak hanya menjadikan kegiatan tersebut sebagai hobi dan kompetisi.

Menurutnya, komunitas juga perlu berperan menjaga habitat serta lingkungan tempat burung hidup.

“Jangan sampai kita hanya mencintai suara burung, tetapi tidak peduli terhadap hutan,” kata Dudung.

Ia berharap komunitas pecinta burung berkembang menjadi kekuatan sosial untuk menjaga kelestarian habitat.

“Merawat burung harus menjadi bagian dari merawat alam,” ujarnya.

Dudung mengatakan pemeliharaan burung membutuhkan kesabaran, disiplin, perhatian, dan tanggung jawab.

Menurutnya, kualitas kicauan burung tidak hanya dipengaruhi kepemilikan, tetapi juga perawatan dan lingkungan.

Dalam kompetisi tersebut, Dudung juga mengingatkan peserta menjaga sportivitas selama perlombaan berlangsung.

“Bertandinglah dengan penuh semangat, tetapi tetap junjung tinggi sportivitas,” katanya.

Ia menyebut lomba burung dapat mempertemukan komunitas dari berbagai daerah sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.

Dudung mengapresiasi Daulat Aspirasi Rakyat (DAR) dan Yayasan Garuda Mahakarya Nusantara sebagai penggagas kegiatan.

Menurutnya, penghargaan merupakan simbol prestasi, sedangkan persaudaraan dan silaturahmi memiliki nilai lebih besar.

“Piala dan penghargaan adalah simbol prestasi, tetapi persaudaraan dan silaturahmi jauh lebih berharga,” ujarnya.*

HUT ke-81 RI, Wali Kota Kendari Pimpin Upacara Penurunan Bendera

0

KENDARIKINI.COM – Upacara penurunan Bendera Merah Putih di Balai Kota Kendari berlangsung khidmat, Senin (17/8/2026) sore.

Upacara tersebut menjadi rangkaian penutup peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Kendari.

Prosesi berlangsung di halaman Kantor Balai Kota Kendari mulai pukul 16.30 hingga 17.30 WITA.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran bertindak sebagai inspektur upacara dalam prosesi tersebut.

Wakil Wali Kota Kendari Sudirman turut hadir mendampingi pelaksanaan upacara penurunan bendera.

Rangkaian upacara berlangsung tertib sejak penghormatan pasukan hingga laporan komandan upacara.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penurunan Bendera Merah Putih oleh anggota Paskibra.

Setelah diturunkan, Bendera Merah Putih diserahkan kepada inspektur upacara untuk mengakhiri rangkaian prosesi.

Seluruh rangkaian upacara berlangsung dalam suasana tertib dan khidmat hingga selesai.*

Pajak Kendaraan Sultra Dipotong hingga 25 Persen Mulai 17 Agustus

0

KENDARIKINI.COM – Pemprov Sulawesi Tenggara memberikan insentif penurunan pajak kendaraan bermotor hingga 25 persen.

Kebijakan tersebut mulai berlaku 17 Agustus 2026 bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Insentif diberikan khusus kendaraan yang berusia lebih lama dengan pengurangan lima persen setiap tahun.

Pengurangan tersebut berlaku maksimal lima tahun sehingga total potongan pajak mencapai 25 persen.

Plt Kepala Bapenda Sultra La Ode Mahbub mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah Gubernur Andi Sumangerukka.

Menurutnya, insentif diberikan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus menciptakan keadilan pembayaran pajak kendaraan.

“Gubernur ASR memberikan insentif terhadap wajib pajak berupa penurunan tarif maksimal lima tahun,” kata Mahbub, Senin (17/8/2026).

Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur Sultra Nomor 6 Tahun 2026.

Pergub tersebut mengatur Nilai Jual Kendaraan Bermotor dan Alat Berat di wilayah Sultra.

Mahbub menjelaskan, nilai kendaraan terus menurun seiring bertambahnya usia kendaraan.

Karena itu, penyesuaian tarif pajak dinilai lebih mencerminkan kondisi dan nilai kendaraan saat ini.

“Tujuannya meringankan pajak kendaraan lama sekaligus memberikan rasa keadilan bagi pemilik kendaraan,” ujarnya.

Selain keringanan pajak, kebijakan tersebut diharapkan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.

Kendaraan yang mendapatkan insentif merupakan kendaraan dengan tahun pembuatan sebelum 2025.

Pemilik kendaraan memperoleh pengurangan lima persen untuk setiap tahun usia kendaraan.

Pengurangan tersebut maksimal lima tahun atau mencapai 25 persen.

Sementara itu, Bapenda Sultra memastikan belum memiliki rencana menggelar program pemutihan atau relaksasi pajak kendaraan.

“Untuk rencana pemutihan atau relaksasi pajak sudah tidak ada,” tegas Mahbub.

Menurutnya, Pemprov Sultra memilih memberikan insentif penurunan pajak sebagai bentuk keringanan kepada masyarakat.*

HUT ke-81 RI, Gubernur Sultra Ajak Masyarakat Berkarya Menuju Indonesia Emas

0

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka mengajak masyarakat terus berkarya menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan itu disampaikan Andi Sumangerukka usai memimpin upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kantor Gubernur Sultra, Senin (17/8/2026).

Rangkaian peringatan sebelumnya berlangsung di Lapas Kelas IIA Kendari sekitar pukul 07.00 WITA.

Upacara kemudian dilanjutkan di Kantor Gubernur Sultra pukul 08.00 WITA.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, serta berbagai elemen masyarakat.

Andi mengatakan, kemerdekaan harus menjadi momentum untuk merefleksikan perjuangan para pahlawan.

Menurutnya, perjuangan tersebut telah memberikan kesempatan bagi generasi saat ini untuk melanjutkan pembangunan.

“Sekarang jembatan emas itu kita akan lalui dengan karya-karya kita untuk menuju Indonesia Emas 2045,” kata Andi.

Ia menilai setiap masyarakat memiliki peran dalam melanjutkan perjuangan sesuai bidang masing-masing.

Kemajuan bangsa, kata dia, tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga kontribusi masyarakat.

Karena itu, Andi mengimbau masyarakat terus menghasilkan karya sekaligus mengevaluasi apa yang telah dilakukan.

“Dengan selalu mengintervensi diri kita tentang apa yang sudah kita lakukan, apa yang baik dan kurang baik,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat mempertahankan hal-hal positif dan memperbaiki berbagai kekurangan.

Dalam upacara tersebut, Pemprov Sultra juga menyerahkan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun kepada tiga ASN.

Penghargaan diberikan kepada Nurhasni, Ifa Puciano Lestari, dan Alam Quatavirga.

Nurhasni merupakan Kepala Subbagian Tata Usaha Biro Umum Setda Sultra.

Sementara Ifa Puciano Lestari menjabat Sekretaris Dinas Dukcapil Sultra dan Alam Quatavirga Sekretaris Dinas Koperasi Sultra.

Momentum HUT ke-81 RI diharapkan menjadi dorongan bagi masyarakat untuk berkarya dan berkontribusi.

Semangat tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan Sultra dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.*

HUT ke-81 RI, Wagub Hugua Pimpin Upacara Bawah Laut di Kolut

0

KENDARIKINI.COM – Sebanyak 60 penyelam mengibarkan bendera Merah Putih di bawah laut Pantai Berova, Kolaka Utara.

Pengibaran bendera berlangsung di kedalaman sekitar delapan meter, Senin (17/8/2026), dalam rangka HUT ke-81 RI.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, bertindak sebagai inspektur upacara dalam kegiatan Divers Camp tersebut.

Upacara bawah laut tetap berlangsung seperti prosesi kemerdekaan pada umumnya dengan melibatkan para penyelam.

Mereka bertugas sebagai pemimpin upacara, pengerek bendera, hingga peserta upacara.

Pembacaan teks Proklamasi juga menjadi bagian prosesi dan diperdengarkan melalui pengeras suara bawah laut.

Hugua mengatakan, pengibaran Merah Putih di bawah laut membawa pesan tentang Indonesia sebagai negara maritim.

Menurutnya, laut memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi, kedaulatan, dan persatuan Indonesia.

“Hampir 70 persen lebih wilayah Indonesia adalah laut. Laut dan bawah laut menjadi begitu penting,” ujar Hugua.

Ia menilai kondisi laut yang tetap biru menunjukkan ekosistem masih terjaga dengan baik.

Karena itu, pengembangan ekonomi biru harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan laut.

“Ekonomi biru harus dikembangkan untuk kepentingan pendapatan daerah dan nasional,” katanya.

Hugua menyebut Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara kepulauan terbesar dalam pengembangan ekonomi biru dunia.

“Karena itu, kita harus menjaga laut agar tetap biru dan ekosistemnya tetap terpelihara,” lanjutnya.

Selain pengibaran bendera, Divers Camp diisi sesi berbagi tentang dunia selam dan lingkungan laut.

Peserta juga mengikuti kegiatan bakti sosial sebagai bagian rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kegiatan tersebut melibatkan komunitas selam se-Sultra, pemerintah, swasta, mahasiswa, serta unsur TNI-Polri.

Pengibaran Merah Putih dari kedalaman delapan meter menjadi simbol semangat kemerdekaan sekaligus kepedulian terhadap kekayaan bahari.*

OPINI: Merawat Detak Kemerdekaan, Dari Detik Proklamasi hingga Hari Ini

0

Oleh: Capt Indra

Pekik “Merdeka!” pada 17 Agustus 1945 tidak serta-merta menghentikan suara senjata. Kalimat itu penting untuk kita ingat setiap kali Merah Putih dikibarkan: kemerdekaan tidak lahir dari pidato semata. Ia lahir dari detik-detik ketika waktu dan detak jantung dipertaruhkan antara hidup dan mati.

Pusaran Waktu: 10.00, 17 Agustus 1945

Pagi itu, Merah Putih berkibar di tengah pusaran sejarah. Di Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta, sebuah halaman rumah sederhana menjadi saksi lahirnya era baru.

Pukul 10.00, Soekarno dan Hatta membacakan teks Proklamasi. Tidak ada karpet merah. Tidak ada pengawalan mewah. Hanya secarik kertas, dua pemimpin, dan jutaan harapan yang seolah menahan napas.

Di luar sana, Jakarta belum sepenuhnya aman. Tentara Jepang masih berada di berbagai tempat. Sekutu mengintai. Para pemuda berjaga dengan bambu runcing dan keberanian yang lebih tajam daripada baja.

Dalam situasi seperti itu, jantung berdetak dengan cara berbeda.
Dag… dig… dug…

Lalu berubah menjadi: dag! dag! dag!

Bukan semata detak ketakutan, melainkan detak orang-orang yang tahu bahwa setelah kalimat itu dibacakan, tidak ada jalan untuk mundur.

Bambu Runcing dan Hujan Peluru

Para pejuang menghadapi kemungkinan terburuk dengan persenjataan yang serba terbatas. Mereka tidak memiliki tank, pesawat tempur, atau persenjataan modern. Yang mereka punya adalah keyakinan bahwa bangsa ini berhak menentukan nasibnya sendiri.

“Merdeka atau mati!” Seruan itu mengantar banyak orang ke batas antara hidup dan mati. Namun justru di batas itulah keberanian menemukan bentuknya yang paling nyata.

Bambu runcing memang tidak sebanding dengan meriam. Tetapi keberanian membuat manusia mampu berdiri ketika rasa takut menyuruhnya bersembunyi.

Karena itu, kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan. Ia juga tentang harga diri: keyakinan bahwa sebuah bangsa berhak berdiri dengan kakinya sendiri.

Ketika Sejarah Menahan Napas

Lalu tibalah detik itu.
Soekarno-Hatta membacakan:“Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia…”

Merah Putih berkibar. Sejarah seolah menahan napas.

Pada detik itu, sebuah bangsa menyatakan dirinya merdeka. Bukan karena menunggu izin dari bangsa lain, melainkan karena keberanian untuk menyatakan kehendaknya sendiri.

Proklamasi adalah akta kelahiran Indonesia. Tetapi sebuah akta kelahiran tidak menjamin sebuah bangsa akan tumbuh dan bertahan. Ia harus dijaga, dirawat, dan dibesarkan.

Namun, perjuangan ternyata belum usai.

Setelah Merdeka, Perjuangan Berlanjut

Pekik “Merdeka!” tidak menghentikan suara senjata. Justru setelah Proklamasi, pertempuran kembali berkobar.

Surabaya. Ambarawa. Bandung Lautan Api. Dan berbagai palagan lainnya menjadi bukti bahwa kemerdekaan harus dipertahankan.

Para pejuang terus bertaruh nyawa karena dunia belum sepenuhnya menerima kenyataan bahwa Indonesia telah merdeka.

Itulah pelajaran penting yang kerap hilang di tengah seremoni: 17 Agustus bukan titik akhir, melainkan titik tolak.

Detak 2026: Apa yang Kita Perjuangkan?

Kini, 81 tahun telah berlalu. Kita tidak lagi berhadapan dengan penjajah bersenjata dan tidak perlu mengangkat bambu runcing ke medan perang.
Tetapi pertanyaannya tetap sama: untuk apa detak jantung kita hari ini?

Apakah masih sedegup dengan para pendiri bangsa?

Para pejuang mempertaruhkan nyawa agar anak-anak Indonesia kelak bisa belajar. Hari ini, jangan sampai pendidikan hanya menjadi jalan mengejar gelar, tanpa kepedulian terhadap sesama.

Mereka mempertaruhkan hidup agar kita bebas berbicara. Hari ini, jangan sampai kebebasan itu kita gunakan untuk saling membenci dan membungkam perbedaan.
Mereka menyatukan keberagaman demi satu nama: Indonesia. Hari ini, jangan sampai perbedaan pilihan membuat kita lupa bahwa kita tinggal di tanah air yang sama.

Jangan sampai kemerdekaan berhenti sebagai seremoni: bendera dikibarkan, lagu dinyanyikan, lomba digelar, lalu semuanya kembali seperti semula.
Sebab kemerdekaan yang tidak dirawat perlahan dapat kehilangan maknanya.

Merawat Detak Kemerdekaan

Merah Putih yang berkibar hari ini adalah warisan dari detak jantung orang-orang yang dahulu tidak menyerah.

Tugas kita bukan mengulang 1945. Tugas kita adalah merawat spirit 1945 agar tetap hidup pada 2026 dan seterusnya.

Merawatnya dengan berani berkata tidak pada ketidakadilan.

Dengan bergotong royong ketika tetangga membutuhkan.

Dengan bekerja jujur ketika kecurangan terasa lebih mudah.

Dengan menghargai perbedaan ketika perpecahan begitu gampang diprovokasi.

Dengan mencintai Indonesia bukan hanya ketika mengenakan atribut merah putih, tetapi juga melalui pekerjaan, kepedulian, dan tanggung jawab sehari-hari.

Sebab kemerdekaan bukan hanya sebuah tanggal. Ia adalah sikap hidup.

Dan jika detak itu padam, kemerdekaan bisa berubah menjadi sekadar angka di kalender.

Namun selama kita masih menjaga keberanian, persatuan, keadilan, dan gotong royong, spirit itu akan terus menyala.

Pada 17 Agustus 1945, sejarah memberi kita sebuah nama: Indonesia.

Kini giliran kita memastikan nama itu tetap hidup dalam setiap detak jantung generasi berikutnya.

Jaga detak itu. Rawat kemerdekaan itu.Merdeka!.*

IMALAK Desak Polda Sultra Tetapkan Tersangka Kasus Bibit Fiktif

0

KENDARIKINI.COM – Ikatan Mahasiswa Lintas Kampus Sulawesi Tenggara (IMALAK Sultra) mendesak Polda Sultra mempercepat penanganan dugaan korupsi proyek pengadaan bibit pala dan kakao.

Ketua Umum IMALAK Sultra Ali Sabarno menilai penanganan perkara tersebut berjalan lamban meski telah memasuki tahap penyidikan.

“Kasus ini sudah berjalan lama dan buktinya sudah benderang. Kepolisian sendiri menegaskan proyek ini fiktif,” kata Ali, Minggu (16/8/2026).

Kasus tersebut berkaitan dengan proyek pengadaan bibit pala dan kakao Tahun Anggaran 2024 senilai sekitar Rp26 miliar.

Menurut IMALAK Sultra, proyek itu diduga bersumber dari dana pinjaman Bank Sultra.

Perkara tersebut disebut telah dinaikkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan sejak Januari 2026.

Ali mengatakan penyidik juga telah memeriksa lebih dari sepuluh saksi dari unsur kedinasan hingga pihak kontraktor.

Namun, hingga kini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

“Kami menuntut penyidik berhenti mengulur waktu dan segera menetapkan tersangka demi kepastian hukum,” tegasnya.

IMALAK Sultra turut menyoroti sejumlah nama yang dinilai perlu didalami keterangannya dalam perkara tersebut.

Mereka menyebut LH, mantan Kadis Perkebunan Sultra; AA, anggota DPRD Sultra; AL, mantan Direktur Bank Sultra; serta RS, Direktur Pemasaran Bank Sultra.

Namun, seluruh dugaan keterlibatan tersebut masih berupa tudingan IMALAK Sultra dan belum merupakan penetapan hukum dari penyidik.

Ali menegaskan pihaknya akan mengawal perkembangan perkara hingga terdapat kepastian hukum.

IMALAK Sultra bahkan mengancam menggelar aksi demonstrasi di Mapolda Sultra jika belum ada penetapan tersangka.*

HUT ke-81 RI, Tengah Malam TMP Kendari Hening Kenang Jasa Pahlawan

0

KENDARIKINI.COM – Suasana Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, hening tepat memasuki 17 Agustus 2026.

Keheningan itu berlangsung saat jajaran pemerintah daerah dan unsur keamanan mengikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS).

Kegiatan tersebut digelar untuk mengenang jasa para pahlawan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka turut hadir dalam pelaksanaan AKRS tersebut.

Andi mengatakan, renungan suci menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu bangsa merebut kemerdekaan.

“Kalau malam itu kan kita merenungkan, kita merefleksi tentang 81 tahun yang lalu,” kata Andi.

Menurutnya, perjuangan generasi saat ini berbeda dengan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Generasi sekarang, kata Andi, memiliki tanggung jawab mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kita sekarang itu dalam rangka mengisi kemerdekaan. Dengan karya-karya yang ada,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan renungan suci pada tengah malam juga memiliki tujuan untuk membangun suasana reflektif.

Menurut Andi, suasana malam dapat memberikan dampak psikologis sehingga peserta lebih mudah menghayati perjuangan para pahlawan.

“Memang renungan suci itu dilaksanakan malam hari. Sekaligus untuk memberikan dampak psikologis,” jelasnya.

Ia berharap nilai perjuangan para pahlawan terus diterapkan melalui karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.

Renungan suci di TMP Kendari menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan sekadar perayaan, tetapi tanggung jawab meneruskan perjuangan.*

PLN Siagakan 45 Ribu Personel Amankan Listrik HUT ke-81 RI

0

KENDARIKINI.COM – PT PLN (Persero) memastikan kesiapan kelistrikan nasional menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memimpin langsung pengamanan kelistrikan dari Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Darmawan mengatakan PLN telah melakukan pemeriksaan pembangkit, gardu induk, transmisi, distribusi, hingga jaringan sekitar lokasi kegiatan.

“Kami kerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk memastikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berjalan lancar,” kata Darmawan.

PLN memproyeksikan beban puncak listrik nasional pada 17 Agustus 2026 mencapai 42,6 gigawatt (GW).

Sementara daya mampu pembangkit mencapai 51,6 GW, sehingga tersedia cadangan daya sekitar 9 GW atau 21,1 persen.

Sebanyak lebih dari 45 ribu personel PLN disiagakan di 2.275 titik untuk mengamankan kelistrikan selama rangkaian peringatan kemerdekaan.

PLN juga menyiapkan 1.517 genset, 559 UPS, dan 1.286 gardu bergerak sebagai cadangan pasokan listrik.

Untuk mendukung mobilisasi, PLN menyiagakan kabel bergerak, truk crane, kendaraan operasional, serta berbagai peralatan pendukung.

Khusus kegiatan di Istana Kepresidenan, pengamanan kelistrikan disiapkan berlapis hingga lima tingkat.

Sistem tersebut mencakup pembangkit, penyulang, SCADA, UPS, hingga genset sebagai sumber cadangan.

Selain mengawal HUT RI, PLN juga mempercepat pemulihan kelistrikan pascagempa di Flores, NTT.

Darmawan menyebut 11 gardu induk terdampak gempa telah kembali bertegangan pada Sabtu sore.

“Proses penormalan dilakukan bertahap hingga ke pelanggan dengan mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat,” ujarnya.

PLN berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri dalam proses pemulihan infrastruktur kelistrikan.*

HUT ke-81 RI di Kendari Makin Meriah, Tipulu Hadirkan 20 UMKM

0

KENDARIKINI.COM – Pemkot Kendari menyebut perayaan HUT ke-81 RI tahun ini berlangsung lebih meriah.

Hal itu terlihat dalam pembukaan festival kuliner UMKM dan perlombaan kemerdekaan di Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Wali Kota Kendari Sudirman dan diikuti antusiasme masyarakat setempat.

Sebanyak 20 tenant UMKM hadir menawarkan berbagai produk kuliner kepada masyarakat selama festival berlangsung.

Rangkaian kegiatan diawali jalan sehat dan senam bersama, kemudian dilanjutkan berbagai perlombaan untuk anak-anak dan dewasa.

Sudirman mengapresiasi masyarakat yang secara swadaya ikut memeriahkan peringatan kemerdekaan di lingkungan masing-masing.

“Prinsipnya pemerintah kota sangat mengapresiasi. Kami pastikan selama 17 Agustus tahun ini paling ramai,” ujar Sudirman.

Menurutnya, kemeriahan HUT RI tidak hanya berlangsung di tingkat kelurahan, tetapi juga hingga lingkungan RT dan RW.

“Di 65 kelurahan semua bikin kegiatan. Bahkan tingkat RT/RW juga ada melakukan demikian,” katanya.

Sudirman mengajak warga Tipulu mendukung pelaku UMKM dengan membeli berbagai produk yang tersedia selama festival.

“Janganlah dulu beli makanan di luar Tipulu. Di sini saja semuanya, karena UMKM kita lengkap,” ucapnya.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis yang didukung Kimia Farma.

Sementara itu, Lurah Tipulu Hafiudin mengatakan kegiatan dipersiapkan panitia bersama masyarakat selama sekitar sepekan.

Ia meminta masyarakat menjaga kebersihan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

“Tidak henti-hentinya kami meminta selalu menjaga kebersihan. Selama ini yang selalu kita gaungkan itu Tipulu bersih,” ujarnya.

Berbagai perlombaan digelar, seperti lari karung, makan kerupuk, hafalan surat pendek, mewarnai, karaoke, dan tarik tambang.

Ada pula lomba joget balon, bola gotong putri, serta sarung estafet untuk kategori dewasa.

Festival UMKM dan perlombaan tersebut berlangsung sekitar tujuh hingga delapan hari dan dijadwalkan ditutup Sabtu pekan depan.

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus membantu UMKM lokal memasarkan produknya.*

Aliansi Kabaena Barat Desak APH Usut Rencana Hauling PT Timah

0

KENDARIKINI.COM – Aliansi Masyarakat Kabaena Barat mendesak aparat penegak hukum mengawasi rencana aktivitas hauling ore nikel PT Timah.

Desakan tersebut berkaitan dengan rencana penggunaan jalan di Desa Baliara, Baliara Selatan, dan Kelurahan Sikeli, Kabupaten Bombana.

Aliansi menyoroti surat imbauan Pemerintah Kabupaten Bombana terkait penggunaan jalan untuk aktivitas pengangkutan ore nikel menuju Pelabuhan Sikeli.

Sorotan itu disampaikan berdasarkan penelusuran administrasi, informasi masyarakat, serta hasil rapat dengar pendapat bersama pihak terkait.

Aliansi menyebut sekitar empat kilometer jalan kabupaten direncanakan menjadi jalur hauling dan distribusi ore nikel PT Timah.

Mereka juga mempertanyakan kesesuaian tata ruang, dokumen lingkungan, serta legalitas penggunaan jalan yang dinilai perlu diverifikasi instansi berwenang.

Sementara itu, berdasarkan RDP bersama DPRD Bombana, diperoleh informasi bahwa PT Timah telah memiliki Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Namun, aliansi meminta seluruh persyaratan aktivitas hauling diperiksa untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan pertambangan dan lalu lintas.

Perwakilan Aliansi Masyarakat Kabaena Barat, Ali Kamri, meminta pemerintah provinsi dan Pemkab Bombana melakukan pemeriksaan secara komprehensif.

Menurutnya, pemeriksaan diperlukan untuk mencegah potensi kecelakaan maupun konflik sosial akibat penggunaan jalan sebagai jalur hauling.

“Kami meminta penggunaan jalan diperiksa agar seluruh fakta sosial dan hukum dapat dibuka secara transparan dan objektif,” ujar Ali Kamri.

Ia juga meminta hasil RDP pada Selasa, 11 Agustus 2026, ditindaklanjuti secara profesional, independen, dan akuntabel.

“Kami menghormati asas praduga tak bersalah dan menyerahkan proses pembuktian kepada DPRD Bombana serta aparat penegak hukum,” katanya.

Aliansi memastikan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga terdapat kepastian hukum terkait penggunaan jalan untuk aktivitas hauling PT Timah.*

HUT RI ke-81, Kodim 1417 Kendari Gelar Beragam Lomba Meriah

0

KENDARIKINI.COM — Kodim 1417/Kendari menggelar berbagai lomba untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan berlangsung di Lapangan Makodim 1417/Kendari, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Sabtu (15/8/2026).

Beragam lomba tradisional dan unik diikuti keluarga besar Kodim 1417/Kendari dengan penuh antusias.

Perlombaan dibagi menjadi kategori dewasa dan anak-anak untuk menciptakan suasana kebersamaan dan kegembiraan.

Kategori dewasa meliputi terompah panjang, Peraturan Baris Berbaris (PBB), merias istri, dan memasukkan benang.

Peserta juga mengikuti lomba estafet sarung, membawa bola berpasangan, serta memindahkan kacang hijau.

Sementara anak-anak mengikuti lomba makan kerupuk, balap kelereng menggunakan sendok, dan balap karung.

Dandim 1417/Kendari Kolonel Arm Danny A.P Girsang mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar mencari pemenang.

Menurutnya, lomba menjadi sarana mempererat silaturahmi, soliditas, dan kebersamaan keluarga besar Kodim.

“Kegiatan ini untuk mempererat kebersamaan dan semangat kekeluargaan,” kata Danny.

Antusiasme peserta, khususnya anak-anak, membuat suasana perayaan kemerdekaan semakin meriah.

Kegiatan tersebut juga diharapkan menanamkan nilai sportivitas, perjuangan, dan cinta tanah air sejak dini.*

IUP Kolono Masuk Kawasan Perikanan, Kapitan Sultra Minta Dikaji Ulang

0

KENDARIKINI.COM — Sejumlah izin usaha pertambangan (IUP) di Kecamatan Kolono, Konawe Selatan, diminta dikaji ulang.

Permintaan itu disampaikan Direktur KAPITAN Sultra, Asrul Rahmani, terkait kesesuaian izin dengan tata ruang.

Asrul menyebut Kecamatan Kolono ditetapkan sebagai kawasan pengembangan perikanan berdasarkan Perda Konsel Nomor 5 Tahun 2020.

Dalam RTRW Konsel 2020-2040, kawasan perikanan memiliki luas sekitar 5.551 hektare.

Kawasan tersebut mencakup perikanan tangkap dan budidaya, termasuk wilayah Kecamatan Kolono dan Kolono Timur.

“Potensi ini harus dilindungi agar aktivitas pertambangan tidak mengganggu ruang hidup masyarakat pesisir,” kata Asrul.

Ia menyoroti sejumlah izin pertambangan yang berada di wilayah Kecamatan Kolono.

Di antaranya PT Era Utama Perkasa dengan IUP operasi produksi nikel seluas sekitar 1.500 hektare.

IUP tersebut mencakup wilayah Desa Andinete, Wawoosu Jaya dan sekitarnya.

Selain itu, PT Silika Persada tercatat memiliki izin eksplorasi pasir kuarsa seluas sekitar 92,57 hektare.

Lokasinya berada di Desa Lamotau, Awunio dan Meletumbo, Kecamatan Kolono.

Asrul meminta pemerintah mencocokkan polygon dan koordinat IUP dengan dokumen RTRW serta perizinan lingkungan.

Menurutnya, perairan Teluk Kolono juga memiliki potensi perikanan yang besar dan menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Ia juga menyoroti rencana pembangunan jalan hauling dan jetty terminal khusus di kawasan Teluk Kolono.

“Infrastruktur pertambangan harus dikaji agar tidak merusak ekosistem laut dan hutan bakau,” ujarnya.

Asrul meminta pemerintah membuka informasi mengenai status IUP, koordinat, dokumen lingkungan, serta kesesuaian tata ruang.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, pemerintah diminta melakukan evaluasi terhadap izin sesuai ketentuan perundang-undangan.*

Polisi Tangkap Pelaku Perampokan BRI Link di Kendari, Rugikan Rp173,2 Juta

0

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari menangkap pelaku pencurian dengan kekerasan yang menyasar sejumlah BRI Link di Kota Kendari.

Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau mengatakan, pelaku berinisial Angga Dirgantara Bahari alias Angga.

“Pria 33 tahun itu ditangkap di Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kendari, Jumat (14/8/2026),” ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima kendarikini.com.

Sambungnya, Penangkapan dilakukan Tim URC Buser77 Satreskrim bersama Unit Kamneg Satintelkam Polresta Kendari dan Ditintelkam Polda Sultra.

“Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyebut pelaku mengaku beraksi di 18 lokasi berbeda,” tambahnya.

Lanjutnya, Total kerugian dari seluruh aksi pencurian dengan kekerasan tersebut diperkirakan mencapai Rp173,2 juta.

“Salah satu aksi terjadi di BRI Link Toko Risna ACC, Jalan Jenderal AH Nasution, Kelurahan Kambu. Aksi tersebut terjadi Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 23.00 Wita saat korban hendak meninggalkan konter,” ungkapnya.

Korban membawa tas berisi uang tunai Rp23,55 juta, dua telepon seluler, mesin EDC, mesin printer voucher, dan kartu seluler.

“Pelaku yang mengendarai sepeda motor mengikuti korban dari belakang dan merampas tas secara paksa,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan, setelah mendapatkan tas, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor tanpa pelat nomor.

“Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku,” tuturnya.

Dari tangan pelaku, polisi menyita satu unit Tecno Camon 40 dan sepeda motor Honda Beat warna hitam.

Menurut polisi, pelaku sebelumnya memantau aktivitas korban sebelum melakukan aksinya.

Barang berupa mesin EDC, printer voucher, dan kartu seluler disimpan pelaku di tempat pangkas rambut miliknya.

Sementara uang tunai dan telepon seluler dibawa ke rumah. Salah satu telepon kemudian dijual melalui Marketplace Facebook.

Polisi menyebut uang hasil kejahatan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk cicilan mobil dan bermain judi slot.

“Hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku melakukan pencurian dengan kekerasan di 18 TKP wilayah Kota Kendari,” pungkasnya.*

Gubernur Sultra Siapkan Bimbel Gratis bagi Paskibraka Masuk Akmil

0

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka menyiapkan bimbingan belajar gratis bagi Paskibraka yang berminat masuk Akmil.

Fasilitasi tersebut disampaikan saat pengukuhan 49 anggota Paskibraka Sultra 2026 di Rumah Jabatan Gubernur, Sabtu (15/8/2026).

Gubernur mengatakan telah berkomunikasi dengan pimpinan Akademi Militer untuk menyiapkan bimbingan belajar secara terpusat.

“Bimbel nanti tidak ada biaya. Semua ditanggung oleh provinsi. Saya akan berlakukan sama dengan pemberian beasiswa,” ujar Andi Sumangerukka.

Bimbel akan diberikan setelah anggota Paskibraka menyelesaikan tugas upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.

Peserta yang berminat akan didata dan diseleksi sebelum mengikuti program bimbingan belajar tersebut.

“Bagi mereka yang punya keinginan dan mempunyai bakat, kita salurkan. Nanti bimbingan belajar secara terpusat,” katanya.

Selain Akmil, Pemprov Sultra akan mengupayakan fasilitasi serupa bagi calon peserta Akpol, TNI AL, TNI AU, dan IPDN.

“Untuk saat ini yang sudah pasti di Akademi Militer. Untuk akademi lain, nanti kita komunikasikan,” jelasnya.

Menurut Gubernur, program tersebut menjadi dukungan bagi generasi muda Sultra menghadapi seleksi sekolah kedinasan.

Ia menilai pembinaan Paskibraka juga membentuk kedisiplinan sebagai bekal pendidikan dan pengabdian.

“Di mana saja kita bekerja dan bertugas, modal paling utama adalah disiplin,” ujarnya.

Sebanyak 49 anggota Paskibraka Sultra terdiri dari 31 putra dan 18 putri hasil seleksi 77 pelajar dari 16 kabupaten/kota.

Menjelang pelaksanaan tugas, Gubernur meminta Paskibraka menjaga kesehatan dan fokus menjalankan tanggung jawab.

Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak memberikan tekanan berlebihan kepada anak-anak mereka.

Gubernur berharap disiplin selama latihan sekitar sebulan menjadi bekal meraih pendidikan dan cita-cita setelah tugas Paskibraka selesai.*

Aksi Plogging PJ91 di Jamnas 2026 Diapresiasi Menteri Lingkungan Hidup

0

KENDARIKINI.COM – Lebih dari 100 anggota Purna Jamnas 1991 (PJ91) menggelar aksi plogging di Bumi Perkemahan Cibubur.

Aksi tersebut berlangsung di Lapangan Utama Jamnas 2026, Jakarta Timur, Sabtu (15/8/2026).

Plogging merupakan aktivitas olahraga yang memadukan berjalan atau jogging dengan kegiatan memungut sampah.

Aksi tersebut diikuti anggota PJ91 dari berbagai daerah, mulai Aceh hingga Papua, sebagai bagian reuni 35 tahun Jamnas 1991.

Peserta dibagi menjadi 10 regu dan masing-masing membawa dua kantong plastik berukuran besar.

Setiap regu menyisir berbagai penjuru Lapangan Utama hingga area belakang panggung dan deretan stan Kwartir Daerah.

Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke sekitar stan Kwarda Lampung untuk ditimbang bersama.

Aksi tersebut mendapat apresiasi Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat yang berhalangan hadir karena menjalankan kegiatan di Riau.

Ketua PJ91 Teguh Santosa menyampaikan apresiasi tersebut saat memberikan sambutan pada jamuan makan siang reuni.

Menurut Teguh, Menteri Lingkungan Hidup menyampaikan terima kasih kepada anggota PJ91 yang berpartisipasi dalam aksi plogging.

“Plogging merupakan bagian dari tobat ekologis yang sedang digalakkan pemerintah dan membutuhkan partisipasi masyarakat luas,” ujar Teguh.

Teguh yang juga Tenaga Ahli Menteri LH menyebut aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Ia juga mengungkapkan rasa haru karena persaudaraan anggota Jamnas 1991 tetap terjaga setelah 35 tahun.

“Tiga setengah dasawarsa lalu kaki remaja kita pernah melangkah di bumi perkemahan ini,” katanya.

Teguh mengajak semangat Jamnas 1991, “Bersatu, Bersaudara, Mandiri”, terus diwariskan kepada generasi berikutnya.*

DWP Sultra Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Jalan Santai dan Aksi Sosial

0

KENDARIKINI.COM – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar jalan santai dan aksi sosial, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut dipusatkan di Pelataran Sekretariat DWP Sultra untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua TP PKK Sultra sekaligus Penasehat DWP Sultra, Ny. Arinta Andi Sumangerukka, turut menghadiri kegiatan tersebut.

Ia didampingi Ketua DWP Sultra Ny. Norma Azasi Fadlansyah bersama jajaran pengurus dan anggota DWP Provinsi Sultra.

Pj. Sekda Sultra Muhammad Fadlansyah turut hadir bersama sejumlah kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sultra.

Rangkaian kegiatan diawali jalan santai dengan titik start dari Sekretariat DWP Sultra.

Peserta semakin bersemangat karena perjalanan diiringi marching band atau drumband sepanjang rute.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan senam bersama yang dipimpin Ibu Penasehat DWP Sultra.

Selain olahraga, DWP Sultra menghadirkan bazar makanan dan jajanan sehat berupa beragam kuliner rebusan lokal.

Bazar tersebut menjadi upaya mendorong pola hidup sehat sekaligus mengenalkan pangan lokal kepada masyarakat.

DWP Sultra juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah bersama RS Bahteramas, RS Jiwa, dan RS Oputa Yi Koo.

Ketua DWP Sultra Ny. Norma Azasi Fadlansyah mengatakan kegiatan tersebut mempererat silaturahmi dan kebersamaan seluruh anggota.

“Semangat kemerdekaan kami maknai melalui kebersamaan, kesehatan, serta kepedulian sosial,” katanya.

Ketua Panitia Ny. Hj. Andi Yulia Sukirman menyebut kegiatan tersebut menjadi wadah memperkuat kebersamaan dan menjaga kebugaran anggota.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang Lomba Sholawat Nabi dan Lomba Kebersihan Sekretariatan.

Penyerahan hadiah dilakukan Ibu Penasehat DWP Sultra bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.*

UGM-Indosat-NVIDIA Resmi Buka Pusat Teknologi AI di Yogyakarta

0

KENDARIKINI.COM – Kemkomdigi, Indosat, NVIDIA, dan UGM resmi meluncurkan UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC).

Peluncuran berlangsung di Yogyakarta, Kamis (13/8/2026), sebagai pusat teknologi AI berbasis universitas pertama di Indonesia.

UGM Indosat NVAITC merupakan bagian dari Indonesia AI Center of Excellence (AI CoE).

Pusat teknologi tersebut menjadi wadah kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, dan perusahaan teknologi global.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, NVAITC memperkuat fondasi kedaulatan AI Indonesia.

Menurutnya, pusat teknologi itu juga mendorong riset, pengembangan talenta, dan inovasi teknologi nasional.

NVAITC didukung platform AI full-stack NVIDIA dan GPU Merdeka milik Indosat.

Fasilitas tersebut menyediakan komputasi AI, perangkat lunak, model terlatih, pelatihan, serta bimbingan teknis.

UGM juga akan mengembangkan riset AI terapan melalui kemampuan multidisiplin dan himpunan data lokal.

Salah satu proyek awalnya adalah eNose-TB untuk mendukung screening tuberkulosis berbasis AI.

Selain kesehatan, riset diarahkan pada sektor pertanian melalui pengembangan teknologi SmartAgri.

Teknologi tersebut memanfaatkan multimodal AI, edge computing, dan pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas.

NVAITC juga mengembangkan Tech4Disaster, platform AI geospasial untuk prediksi dan mitigasi bencana.

Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia mengatakan, kolaborasi tersebut memperluas akses mahasiswa dan peneliti terhadap infrastruktur AI.

Inisiatif ini sekaligus memperkuat hilirisasi riset dan pengembangan talenta digital Indonesia.

Kolaborasi NVAITC telah dimulai sejak inisiasi tata kelola organisasi pada Juli 2025.

Kerja sama berlanjut melalui penandatanganan Letter of Intent pada awal 2026.

Pusat teknologi AI tersebut kemudian resmi diluncurkan pada 13 Agustus 2026.*

HUT ke-81 RI, Siska Dorong Pemerataan Pembangunan hingga Pesisir Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menekankan pentingnya pemerataan pembangunan hingga wilayah pesisir.

Hal itu disampaikan Siska dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Kendari, Jumat (14/8/2026).

Rapat tersebut digelar untuk mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Siska mengatakan semangat Indonesia berdaulat, adil, dan makmur harus diterapkan melalui kebijakan pembangunan daerah.

Menurutnya, manfaat pembangunan harus dirasakan seluruh masyarakat, termasuk warga di pelosok lorong dan kawasan pesisir.

“Adil berarti setiap kebijakan harus dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga tanpa terkecuali,” kata Siska.

Ia menilai kemakmuran daerah tidak hanya diukur berdasarkan pertumbuhan ekonomi.

Peningkatan kualitas hidup, akses pendidikan, layanan kesehatan, dan ruang publik juga harus menjadi perhatian.

“Makmur adalah ketika pertumbuhan ekonomi selaras dengan peningkatan kualitas hidup keluarga,” ujarnya.

Siska juga mendorong penguatan kemandirian daerah melalui pengelolaan berbagai potensi lokal secara bijak.

Kawasan pesisir dan ekonomi kreatif, kata dia, memiliki peluang besar untuk dikembangkan demi kemajuan Kota Kendari.

“Bagi kita di Kendari, berdaulat berarti mandiri dalam potensi daerah,” ungkapnya.

Siska menilai pembangunan membutuhkan sinergi antara pemerintah dan DPRD, termasuk pengawasan terhadap kebijakan.

Menurutnya, kerja sama antarlembaga diperlukan agar pembangunan berjalan transparan dan tepat sasaran.

“Kerja sama yang saling menguatkan, melengkapi, dan mengawasi secara objektif adalah kunci,” tegasnya.

Selain sinergi pemerintah, Siska menilai partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Kendari.

Ia menekankan pentingnya hubungan yang kuat dan humanis antara pemerintah dengan masyarakat.

“Pembangunan Kota Kendari tidak akan berdampak tanpa partisipasi masyarakat,” katanya.

Siska berharap pemerataan menjadi bagian penting arah pembangunan Kota Kendari ke depan.

Ia ingin pertumbuhan kota tidak hanya terlihat melalui pembangunan fisik, tetapi peningkatan kualitas hidup masyarakat.*

Gubernur Sultra Hadiri Paripurna DPRD, Saksikan Pidato Kenegaraan Prabowo

0

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sultra, Jumat (14/8/2026).

Rapat tersebut digelar untuk mengikuti Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan berlangsung di Gedung Sekretariat DPRD Sultra dan diikuti pimpinan serta anggota DPRD Sultra.

Gubernur bersama jajaran pemerintah daerah mengikuti secara virtual Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI.

Agenda tersebut berlangsung di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta.

Ketua DPRD Sultra dalam sambutannya mengatakan, HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum memperkuat kesadaran kebangsaan.

Semangat kemerdekaan, kata dia, harus menjadi pijakan menjaga keutuhan dan kedaulatan negara.

Tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” juga diharapkan menjadi semangat bersama membangun kesejahteraan masyarakat.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan empat pedoman utama pemerintah dalam menjalankan pemerintahan.

Pedoman tersebut meliputi amanat UUD 1945, kepentingan nasional, kesulitan rakyat, serta kepentingan generasi mendatang.

Presiden juga menyampaikan capaian 21 bulan pemerintahan, termasuk pelaksanaan 121 kebijakan transformatif.

Di sektor pangan, pemerintah menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas strategis.

Komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula, daging ayam, telur, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Pemerintah juga menghapus 145 aturan penyaluran pupuk dan menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen.

Sementara sektor energi diarahkan menuju swasembada melalui produksi diesel B50 berbasis kelapa sawit.

Sejak 1 Juli 2026, pemerintah menyebut Indonesia tidak lagi mengimpor solar dan menghemat devisa Rp170 triliun.

Presiden turut menyampaikan perkembangan Program Makan Bergizi, bantuan sosial digital, serta program hilirisasi.

Di bidang ekonomi, investasi semester pertama 2026 mencapai Rp1.010 triliun dan menciptakan lebih 1,4 juta lapangan kerja.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester pertama 2026 mencapai 5,45 persen.

Presiden menegaskan pertumbuhan ekonomi harus berdampak terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti