KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara merespons cepat video viral siswa Desa Mataosu yang menyeberangi sungai demi bersekolah.
Video itu memperlihatkan puluhan siswa melawan arus sungai tanpa jembatan penghubung menuju sekolah setiap hari.
Saat musim hujan, debit sungai meningkat hingga lima meter dan akses pendidikan warga sering terputus total.
Merespons kondisi itu, Gubernur Sultra memerintahkan pembangunan jembatan permanen di Sungai Poleang, perbatasan Kolaka dan Bombana.
Instruksi itu disampaikan setelah Gubernur berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Komandan Korem terkait percepatan penanganan.
Tim teknis pemerintah disebut telah turun melakukan identifikasi awal untuk menghitung kebutuhan konstruksi jembatan di lokasi.
Gubernur menegaskan pembangunan jembatan menjadi solusi jangka panjang atas persoalan akses pendidikan warga Mataosu.
Menurut data sementara, bentang Sungai Poleang mencapai 30 hingga 60 meter dan membutuhkan penanganan konstruksi memadai.
Selain mendukung pendidikan, jembatan itu diharapkan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat antar desa yang terhambat saat banjir.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada para siswa yang berani menyuarakan kondisi infrastruktur di wilayah terpencil.
Menurutnya, aspirasi para siswa menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur dasar.
Pemerintah Provinsi Sultra kini menyiapkan proses penganggaran agar pembangunan fisik jembatan dapat segera direalisasikan.
Warga berharap proyek tersebut segera berjalan agar siswa tidak lagi mempertaruhkan keselamatan untuk menempuh pendidikan.*










