KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia menyiapkan arah strategis perusahaan pada 2026 dengan fokus pada efisiensi biaya dan keberlanjutan operasional.
Dalam paparan “2026 Strategic Direction”, perusahaan menargetkan pembentukan baseline biaya baru seiring dinamika industri yang terus berkembang.
Manajemen menyoroti sejumlah tantangan utama, termasuk tekanan harga nikel yang rendah terhadap margin pendapatan dan arus kas.
Selain itu, perubahan regulasi seperti potensi kenaikan royalti juga menjadi perhatian perusahaan.
PT Vale juga memproyeksikan penurunan produksi matte akibat pembangunan kembali Electric Furnace #3 yang berlangsung hingga Mei 2026.
Perusahaan menegaskan komitmen menjaga disiplin biaya serta meningkatkan produksi dan penjualan secara lebih efisien.
Fokus lain mencakup pemenuhan target proyek sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
PT Vale juga menegaskan komitmen mempertahankan standar ESG dan keberlanjutan sesuai kerangka IRMA.
Ke depan, transformasi kinerja akan berbasis unit bisnis di Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa.*










