Minggu, November 1, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 165

Sering Bantu Keluarga Pelaku, Ayah Gadis 10 Tahun di Koltim Tak Menyangka Anaknya Jadi Korban Pembunuhan

0

KENDARIKINI.COM – Udin selaku ayah korban pembunuhan anak perempuan inisial MA (10) di Desa Unduwite, Kecamatan Poli Polia, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) sebut akrab dengan orang tua pelaku inisial RH (18).

Hal ini diterangkannya melalui video berdurasi 1 menit 42 detik yang diterima Jurnalis Kendarikini.com pada Minggu 7 September 2025.

“Kalau orang tuanya saya kenal baik. Bahkan orang tuanya biasa minta izin sama saya, minta makanan kami ditempat saya kerja di dibelakang,” katanya penuh sedih.

Udin juga menyebut bahwa hubungan antar keduanya sangat harmonis, sama sekali tidak memiliki masalah pribadi.

“Pokoknya bagus sekali orang tuanya dengan saya. Tidak ada ini ini, bisa ditanyakan langsung dengan orang tuanya,” imbuhnya.

Lain halnya dengan pelaku, ia mengaku sama sekali tidak mengenalinya.

“Tapi kalau pelaku saya nda pernah lihat mukanya nda pernah, baru ini saya lihat,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, telah terjadi pembunuhan pada Jumat 5 September 2025 terhadap korban inisial MA (10) oleh pelaku inisial RH (18).

Pelaku melancarkan aksinya dengan cara menggorok leher korban menggunakan sebilah parang.

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Koltim IPTU Irwan Pansha, pembunuhan ini disebabkan karna dendam dari pelaku atas ejekan korban.

“Diduga tersangka dendam dengan perkataan korban yang sering mengejek,” terang Irwan Pansha, Jumat 5 September 2025.

Saat ini pelaku sedang berada di Polres Koltim guna mempertanggung jawabkan segala perbuatannya.(Amin)*

Ipar Adalah Maut Versi Mubar, Tega Bius, Cabuli, Video, hingga Ancam Pelajar

0

KENDARIKINI.COM – Entah apa yang dipikirkan Kakak Ipar AS (38) yang melakukan perbuatan asusila, video, hingga mengancam seorang bocah perempuan yang masih berstatus pelajar dan saat ini berusia 13 tahun di sebuah desa di Kabupaten Muna Barat.

Pelaku, AS (38), kini ditahan di Polres Muna, sementara kasus ini ditangani Unit PPA Polres Muna.

Kakak korban, TM (31) yang juga merupakan istri pelaku, menjelaskan kronologi terungkapnya kasus ini.

Menurutnya, pada malam 15 Agustus 2025, korban pulang ke rumah dalam kondisi lemas setelah meminum minuman yang diduga dicampur obat oleh pelaku.

“Sampai rumah, adik saya tidak bisa bangun, hanya menangis dan pusing kepalanya,” kata TM, Sabtu (6/9).

Setelah ditanya, korban mengaku dilecehkan. TM menegaskan, perbuatan itu sudah terjadi berulang kali.

“Sudah berulang sampai enam kali. Bahkan videonya ada di HP suami saya, sekitar 50 video. Saya lihat sendiri video adik saya direkam saat dilecehkan,” lanjutnya.

TM menambahkan, perilaku suaminya selama ini menyimpang.

“Setiap malam dia menonton konten pornografi. Saya curiga lama, tapi tidak punya bukti,’ ungkap TM.

Dari pengakuan korban yang saat ini duduk dibangku kelas 2 SMP itu, dugaan pelecehan telah berlangsung sejak korban duduk di bangku kelas 5 SD.

Korban juga mendapat ancaman agar tidak melapor, termasuk ancaman penyebaran rekaman pelecehan.

“Saya langsung membawa adik saya ke Polsek malam itu juga,” jelas TM.

Meskipun tidak sampai berhubungan layaknya suami istri, kasus ini berdampak besar secara psikologis bagi korban dan keluarga. TM menyebut adiknya kini emosinya kurang stabil dan sering marah-marah.

“Harapan saya proses hukum berjalan sesuai aturan. Pelaku harus bertanggung jawab,” tegas TM.

Kapolsek Tiworo Tengah, Ipda La Menudi, membenarkan laporan tersebut. Pelaku kini ditahan di Polres Muna, sementara Unit PPA menangani kasus ini untuk memastikan perlindungan maksimal bagi korban.

“Polres unit PPA yang ambil alih,” ujarnya.*

Polres Buteng Sidik Kasus Korupsi di Dinas Kesbangpol

0

KENDARIKINI.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Buton Tengah tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan praktik serah terima uang yang melibatkan Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buton Tengah. Penyelidikan ini dilanjutkan setelah adanya laporan dari masyarakat.

Kapolres Buton Tengah, AKBP Wahyu Adi Waluyo melalui Kasat Reskrim Buteng, AKP Busrol Kamal menyampaikan bahwa laporan tersebut telah ditindaklanjuti.

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai dugaan adanya serah terima uang hasil kegiatan di Dinas Kesbangpol. Berdasarkan informasi tersebut, kami melalui Unit Tipikor bersama penyidik Satreskrim langsung melakukan penyelidikan,” ungkap AKP Busrol Kamal.

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa lima orang saksi yang terdiri dari berbagai pihak terkait, termasuk Kepala Bandan Kesbangpol, Kepala Bidang, Bendahara Keuangan, serta pihak penyedia kegiatan yang mengaku dirugikan.

“Kasus ini sudah kami tingkatkan ke tahap penyidikan. Hari ini, kami menjadwalkan gelar perkara untuk penetapan tersangka,” tambah Kasat Reskrim.

Penyidikan ini mencerminkan komitmen pihak kepolisian dalam menanggapi laporan dugaan korupsi dengan serius dan melakukan langkah-langkah hukum yang diperlukan demi menjaga integritas pelayanan publik. Masyarakat berharap agar kasus ini dapat diselesaikan dengan transparan dan akuntabel.

Pihak kepolisian akan terus memberikan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini. Masyarakat juga diimbau untuk berpartisipasi aktif dalam melaporkan tindakan korupsi lainnya yang merugikan publik.*

Polda Sultra Agendakan Pemeriksaan RSU Hermina Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Rumah Sakit Umum (RSU) Hermina Kendari diagendakan akan menjalani pemeriksaan di Polda Sulawesi Tenggara (Sultra). Pemeriksaan RS Hermina Kendari berkaitan dengan adanya laporan pasien beberapa waktu lalu.

Kasubdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sultra, Kompol Indra Asrianto menyebut agenda pemeriksaan tersebut telah dijadwalkan penyidik.

Pemanggilan terlapor menyoal dugaan tindak pidana pemalsuan dan penipuan dilakukan RS Hermina terhadap pasien atau pelapor. Sementara pelapor sendiri sudah menjalani pemeriksaan.

“Tahap selanjutnya pihak Rumah Sakif Hermina akan dilakukan pemeriksaan,” kata dia, Sabtu 6 September 2025.

Ia menegaskan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh penyidik, hingga saat ini belum ada penetapan tersangka.

“Laporan kasus ini masih dalam penyelidikan. Untuk mengetahui apakah benar atau tidak sama sekali atau adanya kesalahan administrasi,” imbuh Kompol Indra.

Rumah Sakit (RS) Hermina Kendari diadukan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu 26 Agustus 2025.

Aduan tersebut disampaikan langsung oleh Ahmad Ariansyah, suami eks pasien RS Hermina Kendari, Yayuk Sapta Bela yang didampingi Andri Darmawan selaku kuasa hukumnya.

Andri Dermawan mengatakan, aduan yang dilayangkan kleinnya berkenaan dengan kasus dugaan tindak pidana pemalsuan dan penipuan yang dilakukan RS Hermina Kendari.

“Aduan klien kami itu dugaan pemalsuan dan penipuan,” ucap dia.

Disebutkannya aduan dugaan pemalsuan dan penipuan pengadu kliennya, berawal istri pengadu mendapat rujukan dokter kandungan untuk melakukan operasi sesar di RS Hermina Kendari, tepatnya 24 Juli 2025 lalu.

Datang sebagai pasien BPJS Kesehatan, teradu kemudian mengalihkan status istrinya sebagai pasien umum, dengan alasan agar mendapatkan pelayanan dan fasilitas kesehatan yang memadai.

Lantas saat itu, suami pasien langsung membayar biaya perawatan ke pihak RS Hermina Kendari senilai Rp17,9 juta, dibuktikan dengan resi transferan ke Bank RS Hermina Kendari atas nama Medika Loka Kendari.

“Istrinya ditempatkan di IGD, setelah 12 jam menunggu istrinya belum dapat kamar, sementara pasien lain yang datang belakangan pake jalur umum langsung dapat, makanya dia putuskan untuk ambil umum juga karana takut istrinya tidak mendapat pelayanan maksimal,” ucap Andri.

Yang menjadi aneh, ketika suami pasien dikirimkan kwitansi bukti pembayaran lewat pesan WhatsApp. Didalam surat itu, pasien tercatat sebagai pasien yang dijaminkan BPJS Kesehatan.

Padahal sebelumnya, suami pasien sendiri telah mengalihkan status perawatannya ke umum. Sehingga ini yang dinilai janggal oleh suami pasien. Ia pun memutuskan untuk menghubungi dua staf di bagian admin RS Hermina Kendari.

“Semua chatnya (suami pasien) tanyakan soal billing ini, tapi dapat dilihat chatnya, si admin tidak menanggapi, bahkan admin hanya mengatakan nanti konfirmasi ke kasir, selebihnya tidak ada lagi. Jadi dua orang dia chat, sama tidak ada jawaban terkait ini,” ungkapnya.

Karena tidak mendapat jawaban dari pihak RS Hermina Kendari, suami pasien lantas memutuskan untuk mengadukan masalah ini ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kendari.

“Sekilas, Pak Antar Kepala Bagian Kantor BPJS menyampaikan terima kasih karena sudah datang melaporkan terkait ini, dan mereka akan memblokir. Itu ada saksinya, empat orang, karana suami pasien ini ditemani beberapa teman,” jelas Ketua DPD KAI Sultra itu.

Manajemen RS Hermina Kendari membantah soal adanya melakukan penipuan dan pemalsuan seperti yang dituduhkan salah satu keluarga pasien.

Pihak rumah sakit menyebut persoalan yang muncul hanyalah masalah teknis administrasi yang menimbulkan kesalahpahaman.

Terkait perubahan BPJS ke umum, pihak rumah sakit mengklaim tidak ada unsur klaim fiktif seperti yang disebutkan keluarga pasien.

RS Hermina Kendari akui ada kendala teknis di sistem SIM-RS, sehingga data pasien yang sudah berpindah status dari BPJS ke umum masih terekam dengan penjamin BPJS Kesehatan.

“Seharusnya status itu langsung diedit di sistem. Tapi karena lupa, maka masih tercatat sebagai pasien BPJS. Mestinya sebelum kwitansi diberikan ke pasien, data diverifikasi ulang. Jadi murni masalah administratif, bukan manipulasi,” ucapnya saat konferensi pers pada 29 Agustus 2025 lalu.

Sementara itu, pihak BPJS Kesehatan juga membantah adanya sanksi pemblokiran klaim terhadap RS Hermina Kendari. Manajer Pelayanan BPJS Kesehatan Kendari, dr. Indah, memastikan tidak ada pemblokiran apalagi penghentian layanan klaim.

“Tidak benar ada pemblokiran. Kami sudah konfirmasi langsung, dan memang tidak ada pengajuan klaim pembayaran dari pihak rumah sakit untuk kasus itu,” tutupnya.*

Akademisi Sebut Penangkapan Pelaku Penghasutan Dinilai Sesuai Hukum, Bukan Ancaman Kebebasan Sipil

0

KENDARIKINI.COM – Penangkapan terhadap pelaku penghasutan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mendapat sorotan publik. Namun, langkah hukum tersebut dinilai sah secara prosedural dan tidak dapat dimaknai sebagai bentuk ancaman terhadap kebebasan sipil.

Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Dr. Alpi Sahari, SH., M.Hum menegaskan bahwa tindakan penegakan hukum oleh kepolisian sudah berada dalam koridor hukum positif Indonesia dan bertujuan untuk melindungi kepentingan umum serta anak sebagai korban.

“Penangkapan ini tidak bisa dianggap sebagai bentuk pengambinghitaman atau pelanggaran due process of law. Justru sebaliknya, tindakan ini merupakan bagian dari upaya melindungi kepentingan umum dan menjamin hak-hak anak sebagaimana dijamin oleh undang-undang,” ujar Dr. Alpi Sahari, yang juga pernah diminta Kejaksaan Agung RI sebagai ahli di Mahkamah Agung dalam kasus Peninjauan Kembali terpidana Jesicca Wongso.

Dr. Alpi juga menjelaskan bahwa dalam sistem hukum pidana Indonesia, tindakan paksa seperti penangkapan hanya dilakukan jika memenuhi unsur hukum pidana seperti nullum delictum nulla poena sine lege dan didasarkan pada crime control model.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya memahami prinsip equitas sequitur legem dalam konteks hukum pidana. Menurutnya, penegakan hukum harus dilihat sebagai bentuk kontrol terhadap kejahatan, bukan ancaman terhadap kebebasan sipil.

“Jika ada narasi yang menyebut ini sebagai bentuk kriminalisasi atau upaya membungkam kebebasan berpendapat, maka itu terlalu dini dan berpotensi menyesatkan publik. Mekanisme pengawasan hukum pidana sudah diatur dalam undang-undang. Justru narasi semacam itu bisa menjadi upaya untuk mendegradasi institusi penegak hukum,” jelas Dr. Alpi.

Dalam kasus ini, penyidik menerapkan sejumlah pasal, antara lain Pasal 160 KUHP, serta Pasal 87 Jo Pasal 76H Jo Pasal 15 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Selain itu, juga diterapkan Pasal 45A ayat (3) Jo Pasal 28 ayat (3) UU ITE yang telah diperbarui melalui UU Nomor 1 Tahun 2024.

Penerapan pasal-pasal tersebut menandakan adanya dugaan eendaadse samenloop atau meerdadse samenloop, yang secara hukum membedakan antara perbuatan yang dilakukan dalam satu rangkaian atau beberapa perbuatan terpisah.

Dr. Alpi juga menegaskan bahwa penghasutan (opruien) memiliki makna hukum yang spesifik dan tidak bisa disamakan dengan ajakan atau anjuran semata.

“Penghasutan memiliki intensi kuat untuk mendorong orang lain melakukan kejahatan. Tidak harus terjadi tindak pidana untuk menyatakan delik ini selesai, namun pasca putusan MK Nomor 7/PUU-VII/2009, harus bisa dibuktikan adanya hubungan kausal antara perbuatan menghasut dan akibat yang timbul,” tambahnya.

Dengan demikian, tindakan kepolisian terhadap pelaku penghasutan ini bukan sekadar penegakan hukum, tetapi juga bagian dari upaya perlindungan terhadap masyarakat luas dan kelompok rentan, khususnya anak-anak, dari dampak tindakan pidana yang ditimbulkan.*

Seorang Bidan di Muna Dinyatakan Hilang, Diduga Kabur Bersama Pria yang Kenal di Medsos

0

KENDARIKINI.COM – Seorang bidan bernama Risma Wati (24) asal Desa Lohia, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, dinyatakan hilang.

Risma Wati hilang sejak Kamis 4 September 2025 hingga sampai saat ini tak kunjung kembali ke rumah.

Melda selaku iparnya menjelaskan bahwa Risma Wati meninggalkan rumah sekitar pukul 09.00 WITA tanpa sepengetahuan pihak keluarga.

“Itu anak dia keluar dari jam 9, kita keluarga tidak tahu mau kemana,” kata Melda melalui sambungan telepon WhatsApp, Sabtu 6 September 2025.

Dari informasi yang diperoleh pihak keluarga, Risma Wati sempat turun dari mobil angkutan tepat di simpang empat Lorong Empang, Kelurahan Raha I, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna.

Risma Wati diduga kabur bersama seorang pria yang dikenalinya melalui aplikasi live Tiktok.

“Ada yang telpon saya, diinformasikan sering dia (Risma Wati) sering live dengan itu laki-laki katanya coba hubungi itu, tanyakan dimana,” ujar Melda.

Melda pun segera melacak akun Tiktok pria ini, diketahui pria tersebut bernama Badrun. Selanjutnya, Melda menghubungi Badrun agar segera mengembalikan Risma Wati.

Melalui sambungan telpon, sebelumnya Badrun berpura-pura tidak mengaku. Namun setelah diperlihatkan bukti laporan kepolisian, Badrun segera memohon agar perkara ini tidak dilanjutkan ke ranah hukum.

Informasi terakhir pada Jumat 5 September 2025 malam, Risma Wati bersama Badrun ini diketahui berada di Kelurahan Andonuhu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Pihak keluarga berharap agar Badrun bersikap kooperatif untuk mengembalikan Risma Wati ke pangkuan keluarga. Apabila Badrun tidak kooperatif, maka pihak keluarga akan mengambil tindakan hukum.(Amin)*

Jawab Keluhan Warga, PT WIN Bantu Penataan Jalan Desa Mondoe Konsel

0

KENDARIKINI.COM – PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) yang beroperasi di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) kembali menunjukkan komitmennya terhadap masyarakat lingkar tambang.

Kali ini warga Desa Mondoe meminta bantuan PT WIN untuk melakukan penataan jalan di Desa tersebut.

Kades Mondoe, Aswan mengatakan bahwa pihaknya meminta bantuan perusahaan untuk membantu penataan jalan.

“Seperti sebelum-sebelumnya, kami selalu minta bantuan PT WIN, jika ada di kendala di masyarakat, dan membutuhkan respon cepat, dan seperti biasa langsung direspon cepat oleh pihak PT WIN,” katanya.

Lanjutnya bahwa jalan di Desa Mondoe yang butuh diperbaiki sepanjang 300 Meter, dan sekarang kondisinya sudah baik.

“Sudah dibantu dengan material dan diratakan, sudah tidak berlubang lagi jalan masyarakat Desa Mondoe,” ungkapnya.

Ditempat terpisah, Direktur Utama PT WIN, Muhammad Nuriman Djalani mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen hadir untuk menjawab keluhan masyarakat lingkar tambang.

“Jadi sudah banyak program yang kita salurkan melalui PPM dan CSR ke masyarakat lingkar tambang, dan juga seperti hal-hal seperti ini, ketika masyarakat minta bantuan penataan jalan, kita bantu,” jelasnya.

Pihaknya juga banyak memberikan bantuan sosial kemasyarakatan, dan kegiatan kepemudaan.*

Kehilangan Konsentrasi, Mobil Pick Up Tabrak Trotoar dan Pohon di Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Suara benturan keras terdengar di Jalan Edi Sabara, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kemaraya, Kota Kendari, Sabtu 6 September 2025 sore. Sebuah mobil pick up warna hitam DT 8363 LE menghantam trotoar dan menabrak pohon, memicu perhatian warga sekitar.

Mobil yang dikemudikan Fitrah (21) itu mengalami kecelakaan tunggal sekitar pukul 16.00 WITA. Beruntung, sang sopir selamat tanpa mengalami luka sedikit pun.

Fitrah mengaku saat itu sedang dalam perjalanan dari Pasar Mandonga menuju SPBU Pertamina Kemaraya untuk mengisi bahan bakar. Namun, ia kehilangan konsentrasi di tengah jalan.

“Saya dari Pasar Mandonga mau isi minyak di Pertamina Kemaraya. Saat di jalan saya kurang fokus, jadi menabrak trotoar,” ujar Fitrah.

Akibat kejadian tersebut, bagian depan mobil rusak parah. Kerugian materil diperkirakan mencapai Rp10 juta. (Faldi)*

Kolaborasi Nyata untuk Towuti, PT Vale Hadir dengan Solusi

0

KENDARIKINI.COM — Sejak hari pertama insiden kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti pada 23 Agustus 2025, prinsip kebersamaan menjadi landasan setiap langkah pemulihan. Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur bersama PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) bergerak cepat, bekerja berdampingan dengan para ahli, aparat, dan masyarakat untuk memastikan bahwa setiap dampak ditangani secara adil, transparan, dan menyeluruh.

Hari ini, komitmen itu kembali ditegaskan melalui forum pemaparan yang dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di mana solusi pemulihan dipaparkan kepada enam desa terdampak: Lioka, Langkea Raya, Baruga, Wawondula, Matompi, dan Timampu. Forum ini tidak hanya memaparkan klasifikasi dampak dan skema kompensasi, tetapi juga mengumumkan perpanjangan masa tanggap darurat hingga 12 September 2025, sebagai bentuk keseriusan agar proses pembersihan dan pemulihan di lapangan benar-benar tuntas.

Bupati Luwu Timur menegaskan pentingnya keadilan dan keterbukaan dalam setiap langkah pemulihan. “Insya Allah kami kawal sampai tuntas. PT Vale sudah menyatakan komitmennya, dan apa yang menjadi harapan masyarakat akan terus diupayakan agar terjawab dengan solusi terbaik,” ujarnya.

Bagi PT Vale, arahan pemerintah menjadi acuan penting. Direktur dan Chief of Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale, Budiawansyah, menyampaikan: “Kami hadir bukan hanya sebagai perusahaan, tetapi sebagai mitra masyarakat. Karena itu, kami mengikuti arahan Bupati, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, para ahli, dan seluruh pemangku kepentingan. Pemulihan ini dilakukan dengan pendekatan ilmiah, prinsip transparansi, dan dengan hati untuk masyarakat,” tegasnya.

Sejak hari pertama, tim gabungan dari dinas teknis, BPBD, camat, dan PT Vale melakukan asesmen lapangan. Dampak diklasifikasikan ke dalam kategori sawah, kebun, empang, ternak unggas, ternak besar, nelayan, hingga sumur air, masing-masing dengan tingkat keparahan rendah, sedang, hingga tinggi. Berdasarkan klasifikasi ini, mekanisme kompensasi dirancang agar setiap warga terdampak mendapatkan penanganan yang proporsional dengan kondisi riil yang dihadapi.

Kepala Desa Lioka, Yuliana, menyebut mekanisme ini membawa rasa lega bagi warganya. “Ini keputusan yang sangat bijaksana dari Pak Bupati dan PT Vale. Masyarakat merasa lebih tenang karena ada kepastian. Kami berharap tindak lanjutnya nanti betul-betul clear and clean di lapangan,” katanya.

Kepala Desa Timampu, Samsul, menambahkan keresahan petani kini mulai terjawab. “Banyak petani menunda panen karena khawatir sawahnya terdampak. Kini, setelah dijelaskan mekanismenya, warga lebih tenang untuk panen dan menyimpan hasilnya,” jelasnya.

Head of External Relations PT Vale, Endra Kusuma, menegaskan bahwa pemulihan Towuti tidak hanya berhenti pada kompensasi. “Komitmen kami tetap sama sejak hari pertama: menjawab keresahan masyarakat dengan solusi terbaik. Selain kompensasi, kami melibatkan tim ahli independen untuk melakukan asesmen berkala agar tidak ada dampak sosial, kesehatan, maupun lingkungan yang tersisa,” pungkasnya.

Perpanjangan masa tanggap darurat hingga 12 September 2025 adalah bukti bahwa tidak ada langkah yang dilakukan terburu-buru. Pemulihan Towuti dijalankan dengan koordinasi erat, kepemimpinan pemerintah, keterlibatan masyarakat, serta komitmen penuh PT Vale. Semua pihak bergerak bersama, memastikan bahwa Towuti benar-benar pulih, dan kehidupan warga dapat kembali berjalan dengan baik serta berkelanjutan.*

Rumah IRT di Kolaka Dilahap Sijago Merah, Kerugian Ditaksir Capai 50 Juta

0

KENDARIKINI.COM – Rumah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) inisial NCP (29) di Kelurahan 19 Nopember, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, dilahap Sijago Merah, Sabtu 6 September 2025.

Kejadian ini bermula sekitar pukul 10.05 WITA dimana warga melihat kumpalan asap keluar dari rumah korban.

Warga pun segera menuju ke sumber asap tersebut. Warga bersusah payah membuka pintu rumah, dikarenakan sebelumnya korban meninggalkan rumahnya dalam kondisi terkunci.

Kasi Humas Polres Kolaka IPTU Dwi Arif menjelaskan setelah berhasil membuka pintu dapur, warga melihat kobaran api berasal dari dalam kamar

“Rumah tersebut dalam keadaan kosong kemudian warga membuka paksa pintu dapur dan melihat ada kobaran api yang bersumber dari dalam kamar,” jelasnya.

Melihat kobaran api ini, sejumlah warga langsung berupaya melakukan pemadaman dengan menggunakan alat seadanya.

Dikarenakan rumah tersebut dominan berbahan kayu membuat warga kesulitan melakukan pemadaman, sehingga kobaran api dengan begitu cepat melahap badan rumah.

Dwi Arif menambahkan kebakaran ini disebabkan oleh korsleting arus listrik.

“Penyebab kebakaran yaitu korsleting listrik,” ujarnya.

Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.50 WITA, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Adapun total kerugian materil diperkirakan mencapai Rp50 juta rupiah.

“Akibat dari kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa namun di perkirakan kerugian materil mencapai Rp50 juta rupiah,” pungkasnya.(Amin)*

Rumah Orang Tua Pelaku Pembunuhan Anak di Koltim Dibakar Massa, Polisi Selidiki Pelaku dan Motif

0

KENDARIKINI.COM – Rumah milik orang tua pelaku pembunuhan anak perempuan berinisial MA (10) di Desa Wundubite, Kecamatan Poli Polia, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), dibakar massa pada Jumat 5 September 2025 sekitar pukul 12.20 WITA.

Kasi Humas Polres Koltim, IPTU Irwan Pansha, membenarkan peristiwa tersebut.

“Kebakaran terjadi di rumah milik Burhanuddin (57), orang tua dari RH, pelaku pembunuhan anak perempuan di Desa Wundubite,” kata Irwan saat dikonfirmasi via WhatsApp Sabtu 6 September 2025.

Menurutnya, kejadian bermula saat sejumlah orang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi di sekitar lokasi. Sebagian besar dari mereka mengenakan topeng sehingga identitasnya tidak diketahui.

“Tidak lama setelah itu, rumah milik Burhanuddin terbakar hingga rata dengan tanah,” ujarnya.

Polisi masih menyelidiki siapa pelaku pembakaran tersebut serta motif di balik aksinya.

“Tersangka masih dalam lidik, motif belum diketahui,” tambah Irwan.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian materil yang diperkirakan mencapai Rp20 juta.(Amin)*

Polda Sultra Gelar Baksos di Pondok Pesantren Sambut Maulid Nabi dan HLLB

0

KENDARIKINI.COM – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara melaksanakan kegiatan Bakti Sosial berupa pemberian bantuan sosial kepada Pondok Pesantren Attarbiyah Tusyakillah, Kota Kendari. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara (HLLB).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Sultra, Kombes Pol Dr. Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si., didampingi Pejabat Utama Ditlantas serta personel Ditlantas Polda Sultra.

Dalam kesempatan tersebut, bantuan sosial berupa sembako dan kebutuhan pokok diserahkan secara simbolis kepada pengurus Pondok Pesantren. Dirlantas menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri, khususnya Ditlantas Polda Sultra, terhadap masyarakat.

> “Melalui momentum Maulid Nabi dan Hari Lalu Lintas Bhayangkara, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat serta berbagi kebahagiaan, khususnya kepada para santri di Pondok Pesantren. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan semakin mempererat hubungan Polri dengan masyarakat,” ujar Kombes Pol Dr. Argowiyono.

Kegiatan bakti sosial ini disambut hangat oleh pengurus dan santri pondok pesantren. Pihak pesantren menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian Ditlantas Polda Sultra.

Dengan adanya kegiatan ini, Ditlantas Polda Sultra berharap dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta meneguhkan komitmen Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.*

Bentuk Perhatian PT Vale terhadap Pemuda

0

KENDARIKINI.COM – Kontribusi PT Vale terhadap masyarakat lingkar perusahaan bukan isapan jempol belaka.

Pasalnya PT Vale tercatat bahkan banyak jejak digital yang membuktikan konsistensi perusahaan untuk mendukung kegiatan olahraga dan kepemudaan.

Para pemuda yang memilih menjadi pekerja tambang diberikan pelatihan bahkan direkrut untuk dipekerjakan di perusahaan.

Pemuda yang ingin berusaha diberikan pelatihan, dibantu modal, pendampingan hingga pemasaran hasil usahanya juga dibantu oleh perusahaan.

Pemuda ataupun kelompok yang aktif di kegiatan lingkungan juga turut menjadi perhatian perusahaan.

Tak sampai disitu PT Vale juga turut memberikan sponsor dan dukungan terhadap bakat pemuda yang ingin berkecimpung di dunia olahraga.

Tercatat Vale Cup beberapa kali telah dilaksanakan dan secara berkelanjutan dilaksanakan.*

Sinergi Polri dan TNI, Pulihkan Keamanan Pasca Demo

0

KENDARIKINI.COM – Divisi Humas Polri menegaskan pentingnya soliditas dan sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan pasca aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikan oleh Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., serta turut hadir Karoprovos Divpropam Polri Brigjen. Pol. Naek Pamen Simanjuntak dalam konferensi pers yang digelar di Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI, pada Jumat (5/9/2025).

Dalam keterangannya, Brigjen. Pol. Trunoyudo menekankan bahwa kerja sama antara TNI dan Polri tidak hanya sebatas simbolik, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata di lapangan, termasuk patroli gabungan skala besar guna memulihkan situasi keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Ini adalah wujud kehadiran negara. TNI dan Polri hadir bersama dan berada di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Atas perintah Bapak Presiden, kami berkonsentrasi penuh dalam pemulihan keamanan dengan segera,” ujar Brigjen. Pol. Trunoyudo.

Selain itu, Polri mengimbau seluruh masyarakat agar bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Menurutnya, peran jurnalis dan media arus utama sangat penting sebagai penyampai informasi yang kredibel.

“Teman-teman media adalah saluran utama informasi yang kredibel. Kami harap publik mengedepankan klarifikasi dan konfirmasi sebelum mempercayai suatu informasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Polri juga menjelaskan bahwa dalam penanganan situasi pasca demo, pihaknya melakukan pendekatan menyeluruh melalui langkah preventif, preemtif, persuasif, hingga penindakan jika diperlukan. Proses penegakan hukum pun dilakukan dengan analisa mendalam melalui gelar perkara yang terukur dan transparan.

Tak hanya itu, Brigjen. Pol. Trunoyudo menegaskan bahwa Polri tetap terbuka terhadap kritik dari masyarakat sebagai bagian dari proses menuju organisasi yang modern dan humanis.

“Polri adalah milik masyarakat. Kami tidak anti kritik. Kami selalu terbuka menerima masukan demi perbaikan ke depan. Namun, kami berharap aspirasi disampaikan sesuai koridor hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Polri mengajak seluruh elemen masyarakat, media, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.*

Tukang Parkir di Kendari Diamankan Polisi Gegara Aniaya Korban Gunakan Parang

0

KENDARIKINI.COM – Salah seorang tukang parkir (22) mesti diamankan polisi, gara-gara melakukan penganiayaan berat menggunakan sebilah parang pada Selasa 2 September 2025.

Kapolresta Kendari KBP Edwin melalui Kasat Reskrim AKP Welliwanto Malau mengatakan bahwa pelaku yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang parkir sebelumnya terlibat cekcok dengan korban ER (24).

“Kronologis Kejadiannya, Awalnya Pada hari Selasa Tanggal 2 September 2025 Sekitar pukul 08.00 WITA, Pelaku dan ERsaya sedang berada di jalan dekat rumah, kemudian saudari ER marah-marah tidak jelas kepada pelaku, kemudian pelaku menyuruh saudari ER untuk diam namun tidak didengarkan, setelah sampai dirumah pelaku dan ER bertengkar kami berdua beradu mulut dan pelaku menyuruh ER untuk diam namun tidak didengarkan,” jelasnya, Jum’at 5 September 2025.

Lanjutnya kemudian pelaku mengambil parang dari dalam kamar lalu mengarahkan parang tersebut kearah wajah korban.

“kemudian pelaku mengayunkan parang tersebut kearah kursi palstik didekat saudari ER kemudian kursi plastik tersebut pecah/rusak lalu ayunan parang tersebut mengenai punggung saudari ER dan menyebabkan luka pada bagian punggung saudari ER, kemudian ER lari menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyampaikan pasca insiden itu, korban langsung dibawa kerumah sakit oleh keluarganya, dan keluarga korban juga melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Kendari.

“Tersangka dilakukan penangkapan dirumahnya oleh piket SPKT dan piket Reskrim, kemudian dibawa ke Mako Polresta Kendari untuk dilakukan pemeriksaan guna penyidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Lanjutnya pihaknya juga mengamankan Barang Bukti 1 (satu) buah parang yang terbuat dari besi dengan panjang 45 cm (empat puluh lima centi meter) dengan gagangnya terbuat dari kayu berwarna coklat terdapat rambut warna putih berserta sarung parang terbuat dari kayu yang dililit dengan kain warna merah.

“Pelaku disangkakan melanggar Pasal 351 ayat 2KUHPidana,” pungkasnya.*

Dendam Karena Sering Diejek Jadi Pemicu Pembunuhan Gadis Berusia 10 Tahun di Koltim

0

KENDARIKINI.COM – Polisi ungkap motif pelaku pembunuhan anak perempuan berusia 10 tahun inisial MA di Desa Unduwite, Kecamatan Poli Polia, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) pada Jumat, 5 September 2025 pagi.

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Koltim IPTU Irwan Pansha, pelaku inisial RH (18) memiliki dendam terhadap korban yang kerap mengejek pelaku.

“Diduga tersangka dendam dengan perkataan korban yang sering mengejek,” terang Irwan Pansha, Jumat 5 September 2025.

Adapun barang bukti berhasil diamankan berupa 1 (satu) bilah parang, 1 (satu) pasang baju korban, 1 (satu) unit sepeda motor, 1 (satu) pasang baju terlapor.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Koltim, AKP Ahmad Fatoni menghimbau kepada seluruh orang tua agar melakukan pembinaan terhadap anak.

“Himbauan kamtibmas agar para orang tua lebih meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap anak, terutama apabila anak anak sudah memperlihatkan gejala perilaku sdh tidak seperti biasanya. Dengan harapan agar perselisihan anak dapat di cegah sejak dini,” pungkasnya.

Diketahui, sebelumnya diberitakan seorang anak perempuan berusia 10 tahun inisial MA dibunuh dengan menggunakan parang dalam kondisi leher terluka.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ladongi, akan tetapi nyawa korban tak bisa lagi tertolong.(Amin)*

Begini Kronologi Pembunuhan Gadis 10 Tahun di Koltim

0

KENDARIKINI.COM – Begini kronologi pembunuhan anak perempuan berusia 10 tahun inisial MA di Desa Unduwite, Kecamatan Poli Polia, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) pada Jumat, 5 September 2025 pagi.

Kasi Humas Polres Koltim IPTU Irwan Pansha menjelaskan, berdasarkan keterangan adik korban, wahyu (7), kejadian ini bermula saat korban hendak pergi mengaji dengan menggunakan sepeda listrik.

Dipertengahan jalan, korban dihadang oleh pelaku inisial RH (18) dengan menggunakan parang. Karna merasa panik, korban lalu kabur menuju ke sebuah kebun.

“Namun di dalam perjalanan di hadang oleh tersangka dengan parang, lalu Korban Lari kedalam kebun,” kata Irwan, Jumat 5 September 2025.

Selanjutnya, pelaku mengejar korban sampai kedalam kebun tersebut. Pelaku menggerek leher korban hingga sampai meninggal dunia.

“Terlapor mengejar korban kedalam kebun yang selanjutnya terlapor membunuh korban di bagian leher korban dengan menggunakan parang,” ujarnya.

Kemudian Wahyu segera lari menuju tempat pengajian untuk meminta tolong kepada warga setempat. Korban ditemukan oleh warga dalam kondisi terluka pada bagian leher.

Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ladongi. Akan tetapi, nyawa korban tak bisa lagi tertolong.

“Kemudian saksi menolong korban untuk dibawa ke RSUD Ladongi, akan tetapi nyawa korban tidak tertolong,” pungkasnya.(Amin)*

Polri dan Buruh Gelar Baksos, Ratusan Paket Sembako Dibagikan kepada Warga

0

KENDARIKINI.COM – Dalam upaya mempererat sinergitas antara buruh dan aparat kepolisian, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) bersama Polri menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan ratusan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis sore di perempatan depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta.

Bakti sosial ini menyasar kelompok masyarakat kecil yang sehari-hari berjuang memenuhi kebutuhan hidup, seperti para pengemudi ojek online, pedagang asongan, hingga kuli bangunan. Sejak siang hari, warga penerima bantuan tampak antusias berkumpul di sekitar lokasi kegiatan. Raut wajah bahagia dan senyum syukur pun terpancar ketika mereka menerima bingkisan sembako yang berisi kebutuhan pokok.

Sejumlah penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh buruh dan Polri. Mereka berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan, sekaligus mendoakan agar Indonesia ke depan tetap aman, tenteram, dan damai. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Semoga kebaikan ini dibalas dengan keberkahan dan semoga negeri kita selalu dijaga oleh Allah agar tetap damai,” tutur salah seorang penerima sembako yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden KSPSI, Ahmad Supriadi, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud kepedulian nyata buruh kepada sesama. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan baik dengan Polri dalam menjaga keharmonisan sosial.

“Kami dari KSPSI bersama Polri hadir di tengah masyarakat dengan tujuan sederhana namun bermakna: meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan. Harapan kami, kegiatan ini juga dapat menjadi jembatan sinergitas antara buruh dan aparat kepolisian. Dengan saling mendukung, kita bisa menjaga persatuan dan ikut membangun kedamaian Indonesia,” ujar Ahmad Supriadi di sela kegiatan.

Acara bakti sosial ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan distribusi bantuan, tetapi juga simbol kebersamaan antara dua elemen bangsa—buruh dan Polri—yang selama ini memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ketertiban nasional. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama adalah pondasi kokoh dalam membangun bangsa yang sejahtera dan damai.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, kegiatan “Buruh KSPSI dan Polri Adakan Bakti Sosial” diharapkan dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi elemen masyarakat lainnya untuk turut berperan serta dalam menggalang solidaritas sosial. Kebaikan kecil yang dilakukan bersama-sama diyakini akan membawa dampak besar bagi terciptanya harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.*

Wujudkan Towuti Pulih, PT Vale Kini Fokus Bersihkan Sisa Tumpahan dan Tanggapi Aduan Warga

0

KENDARIKINI.COM — Tiga belas hari setelah kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pemulihan masyarakat dan lingkungan secara menyeluruh. Fokus perusahaan tidak hanya pada pembersihan fisik, tetapi juga pada penanganan aduan warga sebagai bagian dari transparansi dan tanggung jawab.

Sejak hari pertama, PT Vale menurunkan tim tanggap darurat bersama kontraktor dan ratusan warga untuk melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai terdampak, mulai dari Desa Lioka, Langkea Raya, Baruga, Wawondula, Matompi, hingga Timampu. Setiap hari, pukul 07.00–15.00 WITA, pekerjaan kemudian terus dilanjutkan selama 24 jam oleh tim PT Vale guna memastikan tidak ada lapisan minyak yang tersisa.

Keseriusan ini diakui oleh Aroyos, warga Dusun Molindowe, Desa Lioka, yang pertama kali menemukan kebocoran. “Sawah saya terdampak, ternak juga. Tapi respon PT Vale sangat cepat. Dari hari pertama langsung sigap, melibatkan kontraktor dan masyarakat, mati-matian untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.

Hingga hari ke-13, total 162 aduan resmi telah diterima melalui Posko Pengaduan & Informasi di Kantor Camat Towuti, Posko Tambahan di Desa Timampu, serta Hotline 24 jam.

Aduan yang masuk mencakup berbagai isu, mulai dari dampak terhadap lahan pertanian, akses air bersih, hingga keluhan kesehatan. Pendekatan transparan ini memastikan setiap suara warga terdengar dan ditindaklanjuti dengan jelas.

Salah satu aduan terkait aroma menyengat di Dusun Molindowe direspons dengan menurunkan tim medis dan tim industrial hygiene untuk memeriksa kesehatan warga sekaligus mengukur kualitas udara.

Masikua, salah satu warga, merasakan manfaat dari langkah tersebut. “Sekarang sudah berangsur pulih. Kalau di dalam rumah, bau sudah tidak tercium lagi, beda dengan minggu lalu. Saya senang, merasa ada perhatian, tidak dibiarkan begitu saja,” ujarnya.

Pemulihan Towuti tidak berhenti pada penanganan darurat. Kerangka pemulihan jangka pendek, menengah, dan panjang telah disusun dengan mengacu pada rekomendasi tim ahli independen dan arahan solutif dari Pemda Luwu Timur.

“Komitmen kami masih sama: memastikan keselamatan warga dan pemulihan lingkungan melalui koordinasi intensif, kolaborasi, dan keterbukaan. Setiap aduan masyarakat adalah prioritas, dan kami akan terus hadir sampai Towuti benar-benar pulih,” ujar Endra Kusuma, Head of External Relations PT Vale Indonesia Tbk.

Pendekatan PT Vale bukan hanya soal tanggung jawab korporasi, tetapi juga tentang kebersamaan. Dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahap pembersihan hingga penyelesaian aduan, proses pemulihan menjadi bagian dari gerakan kolektif untuk mengembalikan kehidupan Towuti.*

Gadis 10 Tahun di Koltim Tewas Dibunuh Saat Hendak Mengaji, Pelaku Diamankan Polisi

0

KENDARIKINI.COM – Seorang anak perempuan berusia 10 tahun berinisial MA, warga Desa Unduwite, Kecamatan Poli Polia, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), tewas dibunuh seorang pria pada Jumat, 5 September 2025 sekitar pukul 06.30 WITA.

Korban dibunuh saat hendak pergi mengaji. Pelaku yang identitasnya belum diungkap, menebas leher korban hingga nyaris putus.

Kasi Humas Polres Koltim IPTU Irwan Pansha membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pelaku telah diamankan aparat kepolisian.

“Iya, tersangka sudah diamankan,” ujarnya kepada jurnalis Kendarikini.com saat dikonfirmasi melui via WhatsApp.

Irwan menambahkan, kronologi pembunuhan masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

“Masih sementara pendalaman kronologisnya,” katanya.

Motif di balik pembunuhan ini belum diketahui. Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pepenyebabnya.(Amin)*

Yuk Dapatkan Promo Tambah Daya dari PLN UID Sulselrabar di Hari Pelanggan Nasional 2025

0

KENDARIKINI.COM – Memperingati Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2025, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menyapa langsung dan memberikan apresiasi kepada pelanggan setianya melalui program spesial bertajuk Kado Listrik Ceria (KALCER). Program ini menghadirkan promo diskon tambah daya listrik 50% yang berlaku mulai 4 hingga 17 September 2025.

Promo ini dapat dinikmati oleh seluruh pelanggan tegangan rendah satu fasa di semua golongan tarif dengan daya awal 450 volt ampere (VA) hingga 5.500 VA, yang ingin menambah daya hingga 7.700 VA. Dengan ketentuan, telah menjadi pelanggan PLN sebelum tanggal 1 September 2024.

Ditemui saat melayani langsung pelanggan di kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Mattoanging, General Manager UID Sulselrabar, Edyansyah menyampaikan PLN berkomitmen dan senantiasa memberikan pelayanan terbaik dan menghadirkan kemudahan akses listrik bagi pelanggan. Hal ini juga sejalan dengan tema HPN 2025 PLN, yakni “Pelanggan Hebat Energi Bersahabat”.

“Melalui momen hari pelanggan tahun ini, kami kembali menegaskan komitmen PLN untuk selalu memberikan layanan berkualitas demi menjaga kepuasan pelanggan. Selain itu dengan program KALCER kami hadirkan agar pelanggan dapat memenuhi kebutuhan daya listrik dengan biaya yang lebih ringan,” ujar Edyansyah.

Sebagai gambaran, pelanggan dengan daya 450 VA yang ingin meningkatkan daya ke 7.700 VA hanya perlu membayar Rp 3.512.625, dari tarif normal Rp 7.025.250.

Edyansyah menjabarkan pengajuan tambah daya pada program KALCER dilakukan sepenuhnya secara digital melalui PLN Mobile. Bagi pelanggan prabayar, cukup dengan melakukan minimal satu kali transaksi pembelian token, sedangkan pelanggan pascabayar dengan membayar tagihan listrik. Setelah transaksi berhasil, pelanggan akan menerima e-voucher diskon tambah daya melalui fitur Reward di PLN Mobile atau email terdaftar.

Selanjutnya, pelanggan cukup memasukkan kode e-voucher saat mengajukan permohonan tambah daya di aplikasi PLN Mobile. Setelah pembayaran terverifikasi, unit PLN setempat akan segera memproses permohonan sesuai ketentuan yang berlaku.

Setiap akun PLN Mobile mendapatkan paling banyak empat e-voucher tambah daya selama periode promo berlangsung guna memberikan kesempatan yang merata bagi seluruh pelanggan.

“Proses penyambungan tambah daya listrik mudah dan cepat, dengan pengajuan yang praktis dan sepenuhnya digital melalui aplikasi PLN Mobile. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan listrik sebelum promo berakhir,” tutup Edyansyah.

Salah seorang pelanggan yang ditemui di PLN ULP Mattoangin, Darmayanti mengapresiasi atas kemudahan mendaoatkan layanan PLN. “Sekarang layanan PLN bisa dengan mudah diakses lewat PLN Mobile, terima kasih atas pelayanannga semoga semakin sukses ke depannya,” kata Darmayanti.

Sementara itu General Manager Trans Studio Mall Makassar, Luisito Hari Krisanto sangat mengapresiasi atas layanan PLN selama ini. “PLN luar biasa sangat care terhadap kebutuhan pelanggan. Ewako terus PLN dan We love you,” kata Luisito.*

Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 12 Kendari Tunggu Serah Terima Tersangka ke Kejari

0

KENDARIKINI.COM – Perkembangan kasus dugaan pengeroyokan terhadap siswa SMAN 12 Kendari kini memasuki tahap akhir penyidikan. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari menyatakan, pihaknya tinggal menunggu proses serah terima tersangka, barang bukti, dan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari.

Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, Kamis 4 September 2025.

“Kita tinggal menunggu dari kejaksaan untuk serah terima tersangka, barang bukti, dan berkas perkara,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Welliwanto menjelaskan, dalam kasus ini telah ditetapkan tiga orang tersangka. Namun, satu di antaranya masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Total ada tiga tersangka, satu di antaranya DPO,” terangnya.

Sementara itu, Kasubsi II Seksi Intelijen Kejari Kendari, Muh. Irham Roihan, SH, MH, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih mempelajari berkas perkara yang diterima dari kepolisian.

“Berkas perkara sedang kami pelajari. Dalam waktu dekat, insyaallah kami akan menentukan sikap,” kata Irham saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, sikap yang dimaksud adalah penilaian terhadap kelengkapan formil dan materil berkas perkara, termasuk status satu orang yang masih DPO.

“Sikap terkait kelengkapan formil dan materil berkas perkara. DPO juga termasuk bagian dari penilaian kami,” jelasnya.

Diketahui, kasus dugaan pengeroyokan ini terjadi pada 17 Agustus 2025. Korban yang merupakan siswa SMAN 12 Kendari menjadi sasaran pengeroyokan saat melintas di kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR), Jalan Budi Utomo, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, sekitar pukul 15.00 Wita.(Faldi)*

Yuk Dapatkan Hadiah Spesial dari Indosat Ooredoo Hutchison di Hari Pelanggan Nasional

KENDARIKINI.COM – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) mengapresiasi kesetiaan pelanggan di momen Hari Pelanggan Nasional 2025. Mengusung tema “Ketulusan Tanpa Akhir,” Indosat merayakan Harpelnas dengan menghadirkan berbagai kegiatan spesial dan hadiah istimewa bagi pelanggan setia IM3, Tri, dan HiFi di seluruh Indonesia. Perayaan ini menjadi wujud komitmen Indosat untuk terus hadir, dekat dan mendampingi perjalanan masyarakat Indonesia terhubung dan berbagi cerita.

Bilal Kazmi, Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan: “Bagi Indosat, pelanggan selalu menjadi pusat dari setiap langkah kami. Hari Pelanggan Nasional adalah pengingat bahwa ketulusan kami untuk melayani tidak pernah berakhir. Sejak awal, Indosat hadir mendampingi pelanggan, dan komitmen ini akan terus kami wujudkan melalui inovasi dalam menghadirkan pengalaman mengesankan serta memberdayakan masyarakat Indonesia.”

Sebagai wujud nyata, jajaran Direksi, manajemen, hingga karyawan Indosat turut turun langsung menyapa pelanggan di Gerai IM3 dan 3Store. Interaksi personal ini menjadi sarana untuk mendengarkan aspirasi pelanggan sekaligus memperkuat kedekatan Indosat dengan masyarakat.

Dalam rangka perayaan Harpelnas 2025, Indosat Ooredoo Hutchison menghadirkan berbagai apresiasi bagi pelanggan setia. Salah satunya berupa potongan harga paket data hingga 15% yang bisa didapatkan di Gerai IM3, 3Store, dan Kios myIM3. Tak hanya itu, pelanggan IM3 dan Tri juga bisa menikmati penawaran spesial Harpelnas, seperti potongan harga paket data hingga Rp25 ribu di IM3 dan Tri Official Store yang bisa diperoleh melalui mitra e-commerce (Dana, Shopee, Tokopedia, Gopay, Lazada).

Bagi pelanggan IM3 Platinum, tersedia diskon khusus add-on Freedom Internet 25GB/7 hari, dari Rp30 ribu menjadi Rp25 ribu. Selain itu, pelanggan juga bisa menikmati penukaran IMPoin dan Bonstri, berupa diskon 50% poin serta poin ekstra untuk transaksi minimal Rp90 ribu. Deretan promo spesial ini berlaku pada minggu pertama dan kedua September, sehingga pelanggan dapat langsung merasakan manfaatnya sepanjang periode perayaan.

Tidak kalah menarik, pelanggan juga berkesempatan mendapatkan nomor cantik spesial 1111 Kartu Perdana IM3 yang tersedia eksklusif di im3.id/shop. Rangkaian penawaran ini masih berlanjut dengan tambahan produk kebutuhan sehari-hari untuk setiap pembelian paket data minimal Rp100 ribu di jaringan ritel Alfamart, Alfamidi dan Indomaret sepanjang bulan September. Seluruh penawaran ini dihadirkan untuk memastikan pelanggan dapat merasakan manfaat nyata sekaligus pengalaman digital yang mengesankan selama perayaan Harpelnas.

“Hari Pelanggan Nasional juga menjadi momentum bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memberikan pengalaman yang mengesankan bagi setiap pelanggan yang telah setia bersama Indosat,” tutup Bilal.

Informasi selengkapnya mengenai program spesial Harpelnas 2025 dapat diakses melalui http://ioh.co.id/harpelnas.

*Momentum Capaian Positif Circle Kalisumapa, Jumlah Pelanggan Meningkat 2,2% YoY*

Sejak 2 hingga 4 September, EVP Head of Circle Kalisumapa IOH, Swandi Tjia bersama jajaran manajemen juga turut melakukan kunjungan langsung ke rumah pelanggan setia pengguna layanan IM3 dan 3. Kegiatan ini dilakukan di sejumlah kota besar seperti Makassar, Manado, Balikpapan, serta beberapa kota lainnya. Sebagai bentuk terima kasih atas loyalitas sekaligus untuk mendengarkan aspirasi dari pelanggan. Indosat juga membagikan cinderamata istimewa. Apresiasi serupa turut diberikan kepada pelanggan yang berkunjung ke Gerai IM3 maupun 3Store di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Peringatan Hari Pelanggan Nasional tahun ini juga menjadi momentum untuk menunjukkan capaian positif Indosat di Circle Kalisumapa. Jumlah pelanggan di Circle Kalisumapa tercatat meningkat 2,2% year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini menegaskan kepercayaan pelanggan sekaligus komitmen Indosat untuk terus menghadirkan layanan terbaik yang mendukung pengalaman digital pelanggan di berbagai daerah.*

Semarak Hari Pelanggan Nasional, Yuk Dapatkan Promo Telkomsel di GraPARI Terdekat

KENDARIKINI.COM – Pada momen Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada 4 September 2025, Telkomsel menghadirkan berbagai program spesial di titik layanan pelanggan GraPARI di seluruh Indonesia. Inisiatif ini menjadi wujud nyata apresiasi kepada pelanggan setia yang telah mendukung dan tumbuh bersama Telkomsel, sekaligus menegaskan komitmen Telkomsel untuk selalu menghadirkan pelayanan terbaik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Mengusung tema “Semangat Melayani Indonesia”, Telkomsel mengedepankan dedikasi dan energinya dalam melayani sepenuh hati, memberikan pelayanan terbaik dan inovatif bagi seluruh pelanggan.

VP Customer Care Management Telkomsel, Filin Yulia, menyatakan, “Hari Pelanggan Nasional adalah momen yang sangat penting bagi kami untuk menunjukkan apresiasi kepada pelanggan setia. Dengan semangat melayani Indonesia, kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan.”

Pada momen Hari Pelanggan Nasional 2025, Telkomsel menghadirkan berbagai program menarik di GraPARI, termasuk pengalaman 5G yang edukatif dan interaktif, voucher khusus untuk transaksi di MyGraPARI dan GraPARI Online, serta layanan instalasi IndiHome satu hari selesai bagi pelanggan baru.

Kemudian bagi pelanggan baru Telkomsel Halo dan pelanggan yang membeli produk Orbit akan mendapatkan beragam e-voucher yang menarik. Tersedia pula tambahan kuota 4 GB bagi pelanggan yang membayar tagihan pada 4 September, penawaran diskon tagihan Halo, serta penawaran Device Bundling khusus melalui Device Corner TShop di sejumlah GraPARI.

“Melalui rangkaian program ini, kami ingin memastikan pelanggan dapat merasakan pengalaman yang lebih baik dan berkesan dari Telkomsel. Selamat Hari Pelanggan Nasional 2025!” tutup Filin.

Dengan semangat melayani Indonesia, Telkomsel berkomitmen untuk terus menghadirkan konektivitas, layanan, dan solusi yang inovatif dan unggul bagi semua orang, setiap rumah, dan kegiatan bisnis. Informasi selengkapnya mengenai ragam produk dan layanan Telkomsel dapat diakses melalui telkomsel.com dan aplikasi MyTelkomsel.

Tentang Telkomsel (www.telkomsel.com)
Telkomsel merupakan penyedia layanan telekomunikasi digital terbaik di regional dengan mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaya saing tinggi untuk membuat hari ini menjadi lebih baik dan menciptakan masa depan yang gemilang, dengan menyediakan konektivitas, layanan dan solusi yang inovatif dan unggul bagi semua orang, setiap rumah, dan kegiatan usaha, untuk membuka semua peluang.

Selaras dengan semangat Indonesia untuk digitalisasi negeri, Telkomsel berperan sebagai penyedia layanan konvergensi terbesar yang secara konsisten melakukan pemerataan jaringan 4G dengan coverage mencakup 97% wilayah populasi Indonesia. Sebagai pionir komersialisasi 5G di Indonesia, Telkomsel terus menegaskan posisi sebagai operator 5G terdepan dan terluas dengan lebih dari 3.000 BTS 5G.

Telkomsel juga konsisten menerapkan teknologi terkini, termasuk Artificial Intelligence (AI) Autonomous Network secara end-to-end, guna meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan serta mengembangkan layanan digital yang meliputi Digital Lifestyle, Digital Advertising, Digital Enterprise Solutions, dan Internet of Things.

Selama 30 tahun berdiri, Telkomsel kini hadir dengan dukungan lebih dari 280.434 BTS serta melayani lebih dari 158,4 juta pelanggan mobile dan lebih dari 10 juta pelanggan fixed broadband (IndiHome-B2C) yang tersebar hingga ke seluruh pelosok negeri.

Dalam menjalankan operasional perusahaan yang berkelanjutan, Telkomsel juga menerapkan prinsip ESG untuk memberikan dampak positif terhadap ekosistem perusahaan. Informasi dan layanan pelanggan lebih lengkap dapat diakses melalui website: www.telkomsel.com, facebook.com/Telkomsel, Twitter @telkomsel, dan Instagram @telkomsel serta asisten virtual Telkomsel di aplikasi MyTelkomsel.*

Upaya Pemulihan PT Vale di Towuti, Dari Respon Darurat Menuju Solusi Terstruktur

0

KENDARIKINI.COM – Dua belas hari pasca insiden kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti, arah pemulihan kini memasuki fase baru. Dari langkah-langkah darurat di hari-hari awal, proses pemulihan kini ditata lebih terstruktur melalui sinergi Pemerintah Daerah Luwu Timur, masyarakat, dan PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale).

Momentum penting dicatat saat Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, memimpin rapat investigasi di Kantor Bupati (2/9). Dalam forum itu ditegaskan bahwa penanganan akan dibagi ke dalam tiga tahap – jangka pendek, menengah, dan panjang – dengan peta klasifikasi kerusakan sebagai dasar prioritas pemulihan. Pendekatan ini memberikan arah yang lebih jelas bagi masyarakat terdampak, sekaligus memastikan transparansi dalam setiap langkah. “PT Vale siap dan mau bertanggung jawab, berkomitmen menyelesaikan apa yang menjadi saran, masukan, dan kesepakatan dari rapat kita. Kita harus pastikan masyarakat terdampak mendapat solusi konkret sesuai kebutuhan mereka,” tegas Bupati Irwan.

Di lapangan, progres mulai terlihat. Pembersihan di enam desa terdampak – Lioka, Langkea Raya, Baruga, Wawondula, Matompi, dan Timampu – menunjukkan hasil nyata. Sungai-sungai yang sebelumnya tertutup lapisan minyak kini berangsur jernih, lahan pertanian mulai ditangani, dan empang masyarakat telah masuk dalam daftar pemulihan. Ratusan warga bersama pekerja PT Vale dan aparat terkait bekerja setiap hari, memastikan pemulihan menyentuh aspek lingkungan maupun sosial.

Wendi, karyawan PT Vale yang sejak hari pertama bertugas di lokasi, menggambarkan perbaikan yang ia saksikan langsung. “Tadi malam saya bertugas, dan kondisi air sudah mulai jernih. Hanya tersisa lapisan tipis yang terus kami bersihkan sesuai prosedur,” jelasnya.

Perubahan juga dirasakan masyarakat. Arifin, nelayan dari Desa Timampu, menuturkan, “Alhamdulillah, karena usaha PT Vale dan tim, sekarang sudah tidak ada lapisan minyak yang kelihatan di Danau Towuti. Kalau disentuh baru terasa tipis di telapak tangan.”

Bagi PT Vale, progres ini adalah hasil dari kolaborasi yang erat dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Head of External Relations PT Vale, Endra Kusuma, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mengikuti arahan pemerintah. “Pendekatan klasifikasi dan pemetaan yang diarahkan Bupati adalah langkah strategis agar pemulihan berjalan cepat, terukur, dan transparan. Komitmen kami adalah menghadirkan solusi yang tidak hanya menjawab kebutuhan mendesak, tetapi juga memastikan pemulihan berkelanjutan dan berkeadilan bagi masyarakat Towuti,” pungkasnya.

Langkah lanjutan kini difokuskan pada investigasi lanjutan, pembersihan tanah terkontaminasi, pemasangan papan informasi di titik terdampak, serta laporan harian progres pemulihan yang diawasi langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur.

Di hari ke-12 pemulihan Towuti menandai transisi penting: dari respon darurat menuju pemulihan yang lebih sistematis. Dengan kepemimpinan pemerintah daerah, keterlibatan aktif masyarakat, dan dukungan PT Vale, pemulihan Towuti diarahkan bukan hanya untuk menjawab kebutuhan mendesak, tetapi juga untuk memberikan kepastian jangka panjang bagi warga terdampak.*

Warga dan PT Vale Bahu-membahu Pulihkan Dampak Kebocoran Pipa di Towuti

0

KENDARIKINI.COM – Upaya pemulihan dampak kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti sejak 23 Agustus 2025 berjalan semakin progresif berkat keterlibatan aktif masyarakat yang bersinergi dengan PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale).

Hingga hari ke-11, tercatat 225 warga dari enam desa terdampak turun langsung melakukan pembersihan di aliran sungai, drainase, hingga lahan pertanian: 75 orang dari Desa Lioka, 30 dari Desa Wawondula, 30 dari Desa Langkea Raya, 30 dari Desa Matompi, 30 dari Desa Baruga, dan 30 dari Desa Timampu. PT Vale memastikan keselamatan seluruh masyarakat yang terlibat dengan menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan standar keselamatan PT Vale serta menyiapkan posko kesehatan di lokasi.

Di Desa Lioka, Kepala Dusun Molindowe, Yusperlin Hanteka, menyampaikan bahwa kondisi aliran air kini menunjukkan progres positif. “Masyarakat merespons dengan baik kegiatan bersih-bersih ini dan siap membantu sampai tuntas. Kami percaya PT Vale mampu menjaga lingkungan dan berkomitmen melakukan pemulihan menyeluruh,” ujarnya.

Penanganan juga dilakukan atas laporan masyarakat terkait dampak pada ternak. Di Desa Matompi, PT Vale menindaklanjuti aduan seorang warga bernama Suriman yang melaporkan sapinya lemas setelah meminum air sungai. Tim lapangan memberikan penanganan segera, termasuk memastikan kondisi kesehatan ternak dan memberikan tali pengikat agar tidak kembali ke area terdampak.

Head of External Relation PT Vale Indonesia Tbk, Endra Kusuma, menegaskan bahwa sinergi masyarakat, pemerintah, dan perusahaan adalah kunci percepatan pemulihan. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat dan pemerintah setempat yang telah menunjukkan kepedulian luar biasa. PT Vale berkomitmen melakukan pemulihan dengan prinsip transparansi, tanggung jawab, serta memastikan keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat,” jelas Endra.

PT Vale terus membuka Posko Pengaduan dan Informasi di Kantor Camat Towuti serta hotline 24 jam untuk menerima, memverifikasi, dan menindaklanjuti aduan masyarakat. Mekanisme grievance ini menjadi salah satu instrumen penting dalam memastikan penanganan dampak berjalan menyeluruh, adil, dan tepat sasaran.

Melalui kolaborasi erat dengan masyarakat dan pemerintah, PT Vale optimistis proses pemulihan dapat berjalan cepat dan efektif, sekaligus memperkuat ketangguhan komunitas Towuti dalam menghadapi tantangan di masa depan.*

Tiga Unit Kios Hangus di Terminal Wamengkoli Buteng, Bayi Nyaris Jadi Korban

0

KENDARIKINI.COM – Terminal Wamengkoli yang berada di Desa One Waara, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra) dilahap Sijago Merah, Rabu 3 September 2025.

Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 05.00 WITA terdapat tiga unit kios milik warga dilahap Sijago Merah hingga rata dengan tanah.

Berdasarkan video berdurasi 0.23 detik yang diperoleh Jurnalis Kendarikini.com memperlihatkan warga melakukan proses pemadam api dengan menggunakan alat seadanya.

Warga terdengar panik berteriak meminta bantuan saat api dengan cepat merembet ke seluruh bangunan kios.

Menurut keterangan saksi, Wa Halisa (37) mengatakan kebakaran berawal saat ia sedang memasak menggunakan kompor minyak merek Hock.

“Saat ia menuangkan minyak tanah ke dalam kompor yang masih menyala, api tiba-tiba menyambar dan memicu ledakan,” katanya.

Selanjutnya, Wa Halisa berteriak minta tolong sembari berusaha menyelamatkan diri. Sang suami, Risman (39), yang masih tertidur di dalam kios bersama anaknya yang berusia 10 bulan, terbangun dan mendapati api sudah membakar bagian dapur. Dalam kondisi genting, warga sekitar membantu evakuasi.

Seorang saksi, Nurdin (53), berhasil menyelamatkan sang bayi dengan cara menjebol dinding kios dari terpal dan menarik keluar korban kecil tersebut. Saat itu, Wa Halisa sempat pingsan di tepi jalan karena syok.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, adapun total kerugian materil diperkirakan mencapai lebih dari Rp115 juta rupiah.

Beberapa harta benda yang hangus terbakar antara lain kulkas, televisi, kipas angin, kompor, barang dagangan, sembako senilai puluhan juta, hingga dokumen penting berupa sertifikat rumah dan ijazah.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.00 Wita setelah dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Buton Tengah tiba di lokasi dibantu aparat Polsek Lakudo dan warga setempat.

Kapolsek Lakudo, IPDA Muhammad Ade Tandra , mengatakan pihaknya bersama pemadam dan warga berjibaku mencegah api menjalar ke kios lain di sekitar terminal.

“Hasil pendataan awal, korban jiwa nihil. Namun kerugian materil cukup besar, ditaksir lebih dari Rp100 juta. Penyebab kebakaran diduga akibat ledakan kompor minyak tanah,” jelasnya.

Untuk diketahui, kebakaran ini menambah daftar panjang insiden serupa di kawasan pasar dan terminal di Sultra.(Amin)*

Jaga Stabilitas Nasional, Polri Tindak Tegas Akun Provokatif

0

KENDARIKINI.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia menunjukkan ketegasan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional dengan menangkap tujuh pelaku penyebar konten provokatif melalui media sosial yang berkaitan dengan aksi unjuk rasa pada 25 dan 28 Agustus 2025.

Langkah ini merupakan hasil dari patroli siber yang dilakukan oleh Direktorat Siber Bareskrim Polri sejak 23 Agustus. Sebanyak 592 akun dan konten provokatif telah diblokir bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital. Para pelaku dianggap menyebarkan ajakan yang dapat memicu tindakan melawan hukum, termasuk ajakan penjarahan, pembakaran, dan hasutan terhadap institusi negara.

Penegakan hukum ini menegaskan komitmen Polri dalam menjaga ketertiban masyarakat dan mencegah penyebaran hoaks, disinformasi, serta ujaran kebencian yang mengancam keutuhan bangsa.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi penyebar kebencian dan provokator yang menggunakan media sosial sebagai alat untuk mengadu domba masyarakat,” tegas Dirtipidsiber Brigjen Pol Himawan Bayu Aji.

Langkah hukum ini sekaligus menjadi peringatan kepada publik untuk menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.*

Patroli Skala Besar Polda Sultra Bersama Forkopimda Sapa Warga Kendari dengan Humanis

0

KENDARIKINI.COM – Polda Sulawesi Tenggara bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar patroli skala besar pada Rabu malam, 3 September 2025. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H., dan diikuti Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, S.E., M.M, Ketua DPRD Sultra, Danrem 143 Halu Oleo, Danlanal Kendari, Danlanud Halu Oleo, Wakapolda Sultra, serta pejabat utama Polda Sultra bersama jajaran Dishub dan Satpol PP.

Sebanyak 250 personel gabungan diterjunkan, terdiri dari Polri (termasuk Sat Brimob), TNI, Pemprov, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan provinsi dan kota. Mereka menggunakan 72 unit kendaraan roda dua dan 17 unit kendaraan roda empat.

Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin Kapolda di halaman Mapolda Sultra sebelum rombongan bergerak menyusuri rute patroli. Irjen Pol Didik menegaskan bahwa patroli ini merupakan upaya nyata menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kita harus pertahankan situasi kamtibmas yang kondusif. Patroli akan kita laksanakan secara berkelanjutan. Semoga kegiatan ini berjalan baik dan memberi rasa aman kepada masyarakat, khususnya di Kota Kendari,” ujar Kapolda.

Patroli menempuh rute dari Mapolda Sultra, melewati Pasar Anduonohu, Jembatan Teluk Kendari, By Pass Kendari Beach, hingga berakhir di kawasan MTQ Kendari.

Saat melintasi Jembatan Teluk Kendari, rombongan menyempatkan diri menyapa warga dan pedagang. Gubernur Sultra, Kapolda, serta Ketua DPRD Sultra bahkan berdialog langsung dengan masyarakat. Ketua RW 01 Kelurahan Poasia, Kecamatan Anduonohu, Suhardin, menyampaikan aspirasi warga terkait minimnya penerangan jalan, maraknya balapan liar, kebutuhan pemasangan CCTV, hingga harapan patroli rutin.

Seorang pedagang Kendari Beach, Rizal (25), mengaku senang dengan kehadiran aparat. “Kami merasa lebih aman, jadi bisa berjualan dengan tenang,” ungkapnya.

Menanggapi aspirasi warga, Kapolda Sultra Irjen Pol Didik menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti dengan memasang CCTV di titik rawan, menyediakan tempat sampah, serta meningkatkan intensitas patroli.

Di titik akhir patroli di kawasan pejalan kaki eks MTQ, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menegaskan pentingnya kebersamaan menjaga keamanan.

“Alhamdulillah semua lancar. Mari kita jaga bersama situasi kondusif ini. Dengan kondisi aman, masyarakat dan pedagang bisa beraktivitas dengan lancar. Semua elemen harus bersinergi menjaga daerah kita,” tuturnya.*

Kapolda Sutra Pimpin Upacara Apel Patroli Gabungan Skala Besar di Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) gelar patroli gabungan skala besar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Gubernur Sultra, Ketua DPRD Sultra, Pol PP Sultra, Dishub Sultra, TNI Sultra, Rabu, 3 September 2025.

Patroli gabungan ini dalam rangka Kapolda Sultra bersama Forkominda untuk menjaga kondisi kemanaaaa dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, khususnya di Kota Kendari.

“Patroli bersama tentunya bukan suatu hal yang luar biasa. Tapi ini dalam rangka kita untuk menjaga dan memelihara serta mempertahankan situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polda Sulawesi Tenggara yang selama ini sudah kondusif,” ungkap Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.IK., M.H.

Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.IK., M.H., menegaskan patroli gabungan ini bukan hanya malam ini namun terus dilaksanakan secara berkelanjutan bersama Forkominda Sultra di Kendari.

“Dengan kegiatan kita pada malam hari kita berharap situasi yang sudah baik ini tetap bisa dipertahankan. Patroli malam ini bukan hanya patroli malam ini tapi kita laksanakan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Rute Patroli Gabungan Sekala Besar Malam Ini:

Bundaran Gubernur, Andunohu Kota Kendari
Bundaran Tank, Andunohu Kota Kendari
Jembatan Bahteramas Kota Kendari
By Pass Kebi, Benua-benua Kota Kendari
Eks MTQ Kota Kendari.(Faldi)*

Begini Penjelasan BPJS Kesehatan Kendari Soal Tujuan SEP

0

KENDARIKINI.COM – Bentuk Ketidaktahuan pelayanan kesehatan dari kebanyakan masyarakat tentang tujuan dokumen Surat Eligibilitas Peserta (SEP) menjadi sebab kekeliruan pemahaman teknis dalam berkonsultasi terkait pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan (seperti rumah sakit) yang bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Rabu, 3 September 2025.

Bentuk ketidaktahuan tersebut bukan tanpa alasan karena kebanyakan masyarakat menganggap SEP adalah dokumen resmi jaminan dari BPJS Kesehatan.

Padahal Surat Eligibilitas Peserta (SEP) adalah dokumen resmi dari BPJS Kesehatan yang membuktikan kelayakan dan hak pasien untuk mendapatkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dan untuk memastikan pasien peserta aktif JKN. Tapi bukan untuk dokumen resmi penjamin dari BPJS Kesehatan.

“SEP itu bukan penjamin. Tapi bukti untuk memastikan pasien peserta aktif JKN atau tidak,” kata Anta Kepala Bagian Pelayanan Peserta JKN BPJS Kesehatan Cabang Kendari saat diwawancarai.

Untuk mendapatkan Surat Eligibilitas Peserta (SEP) di rumah sakit, masyarakat perlu membawa dokumen seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu BPJS, serta surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (seperti puskesmas) jika bukan dalam kondisi darurat. Untuk di rumah sakit, petugas akan membuatkan SEP melalui sistem elektronik (e-SEP) yang terhubung dengan BPJS Kesehatan. Untuk pasien rujukan, SEP akan dicetak setelah verifikasi data massyao, yang memastikan masyarakat berhak mendapatkan pelayanan.(Faldi)*

Rugikan Negara 1,2 Miliar, Dua Pejabat Inspektorat Konkep Ditetapkan sebagai Tersangka

0

KENDARIKINI.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe resmi menetapkan dua orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran belanja barang dan jasa pada Inspektorat Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Tahun Anggaran 2023.

Penetapan tersangka tersebut dilakukan pada Rabu, 3 September 2025, setelah penyidik memperoleh minimal dua alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP.

Kedua tersangka yakni, M, selaku Inspektur Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan periode 2023 hingga April 2025 berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-01/P.3.14/Fd.2/09/2025 tanggal 3 September 2025, dan MA, selaku Bendahara Pengeluaran Inspektorat Konkep periode Juli–Desember 2023 berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-02/P.3.14/Fd.2/09/2025 tanggal 3 September 2025.

Kepala Kejari Konawe, Fachrizal, SH melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Aswar, SH, MH didampingi Kasi Intelijen, M Anhar L. Bharadaksa, SH, menjelaskan bahwa tersangka M langsung dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan sehat.

“Terhadap tersangka M dilakukan penahanan selama 20 hari, terhitung sejak 3 September 2025 hingga 22 September 2025, dan dititipkan di Rutan Unaaha,” jelas Aswar.

Sementara itu, tersangka MA tidak hadir memenuhi panggilan penyidik dengan alasan sakit. Kejaksaan berencana memanggil kembali yang bersangkutan dalam waktu dekat. Jika tetap tidak kooperatif, penyidik akan mengambil langkah hukum sesuai prosedur.

Adapun kasus yang menjerat keduanya terkait dugaan penyalahgunaan anggaran belanja barang dan jasa Inspektorat Konkep TA 2023.

Modusnya, terdapat belanja kegiatan yang tidak dilaksanakan namun dipertanggungjawabkan sebesar Rp1.039.549.000, serta honorarium kegiatan yang seharusnya dibayarkan namun tidak diberikan kepada yang berhak sebesar Rp194.008.000.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Kerugian Negara oleh Inspektorat Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor: R.700 1.2.2/242/INVES/INSP.2025 tanggal 2 September 2025, total kerugian negara akibat perkara ini mencapai Rp1.233.557.000.

Kejari Konawe menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini sesuai hukum yang berlaku, dengan menjunjung tinggi asas keadilan dan profesionalisme.

Saat ditanya potensi adanya tersangka baru, Aswar tidak menampik potensi tersebut. Namun kata dia, saat ini Jaksa Penyidik masih melakukan pendalaman.

“Tentu kalau ada bukti yang mengarah ke pihak lain akan kami dalami. Mohon bersabar rekan-rekan, perkembangan penanganan perkara ini akan kami sampaikan ke publik,” pungkasnya.

Pasal yang Disangkakan:

Primair: Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 18 Ayat (1) Huruf (b) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Subsidair: Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 18 Ayat (1) Huruf (b) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.*

Seekor Monyet Masuk Pekarangan Rumah di Baruga Kerap Ganggu Warga Kini Diamankan

0

KENDARIKINI.COM – Seekor monyet masuk ke pekarangan rumah di jalan KS Tubun, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu 3 Agustus 2025.

Kehadiran monyet ini sudah sering kali terjadi dan kerap mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

“Saya tidak tau asal monyetnya dari mana, tapi sering datang ke kompleks BTN. Kadang monyet tersebut mengejar anak-anak, orang tua dan pengendara motor,” kata Riska kepada Jurnalis Kendarikini.com melalui pesan WhatsApp.

Lanjut, kata Riska, kali ini monyet tersebut masuk ke teras rumah warga karna sebelumnya melihat ada seorang pengunjung ke rumah tersebut hingga sampai mengejarnya.

“Awalnya masuk ke teras karna ada teman yang berkunjung tetangga sebelah btn terus dia kejar tetanggaku sampai di depan pintu,” ujarnya.

Sebelum itu, pada pagi hari, monyet ini mengejar pengendara motor dan penjual jamu di area kompleks BTN.

Melihat kejadian ini, Riska langsung menelpon petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Kendari untuk segera dievakuasi guna tidak mengganggu aktivitas warga setempat.

“Setelah monyet mengejar temanku atau tetangga sampai dalam rumahku baru lah saya telpom damkar untuk mengamankan monyet tersebut,” pungkasnya.

Untuk diketahui, proses evakuasi monyet ini berhasil diabadikan dalam rekaman video berdurasi 1 menit 37 detik.

Monyet tersebut langsung dievakuasi dalam sebuah kerangkeng untuk dilepas ke habitat asalnya.(Amin)*

IPW: Sampaikan Aspirasi dengan Tertib

0

KENDARIKINI.COM – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mengapresiasi langkah Polri dan TNI yang mengambil tindakan tegas untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat setelah terjadinya sejumlah kerusuhan di beberapa daerah sejak Kamis hingga Minggu lalu. Menurutnya, situasi saat ini berangsur membaik setelah adanya pernyataan Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang menegaskan akan menindak tegas setiap tindakan anarkis.

“Sejak Sabtu malam, setelah pernyataan Pak Kapolri didampingi Panglima TNI, saya melihat tensi daripada tindakan-tindakan kekerasan sampai sekarang menurun,” ujar Sugeng di Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Sugeng menegaskan bahwa penyampaian aspirasi dan pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dijamin undang-undang. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat melakukannya dengan cara yang damai, tidak merusak fasilitas umum, dan tidak menyerang simbol-simbol negara.

“Silakan menyampaikan aspirasi sekeras-kerasnya, mengkritik sekeras-kerasnya, tapi jangan kebablasan. Karena yang kita serang itu milik negara, dibiayai oleh pajak kita sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sugeng menyoroti adanya aksi perusakan terhadap gedung DPR dan kantor DPRD di beberapa daerah, yang merupakan simbol pemerintahan sipil. Selain itu, ia juga menilai adanya upaya penyerangan terhadap simbol kepolisian.

“Kalau pemerintahan sipil diserang, tentu sebagai negara demokrasi yang kita perjuangkan bersama melalui reformasi, kita harus mulai awas. Sistem tidak boleh dirusak. Ketertiban hukum itu harus dijaga,” jelasnya.

Terkait langkah Polri dalam melakukan tindakan tegas, Sugeng menjelaskan bahwa hal tersebut sah selama dilakukan sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tugas Kepolisian. Menurutnya, peraturan ini menjadi dasar hukum bagi Polri untuk bertindak ketika situasi mengancam keselamatan jiwa, properti, maupun objek vital.

“Dengan instrumen perkap tentang penggunaan kekuatan ini, petugas diberi kewenangan ketika ada keadaan darurat yang membahayakan jiwa masyarakat, petugas, maupun properti. Kalau sudah sampai pada batas itu, tindakan tegas yang terukur memang perlu dilakukan,” tegas Sugeng.

Sugeng menambahkan, hukum harus dijadikan sebagai alat rekayasa sosial untuk menjaga ketertiban dan keamanan seluruh masyarakat. Untuk itu, ia mengajak para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemimpin komunitas untuk membantu memberikan pemahaman kepada publik tentang pentingnya menjaga situasi yang kondusif.

“Tokoh-tokoh masyarakat harus menyampaikan kepada publik bahwa penyampaian pendapat di muka umum boleh, tetapi lakukan dengan cara damai,” pungkasnya.*

Sidang Perdana Kasus Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Kota Kendari Ditunda

0

KENDARIKINI.COM – Sidang perdana kasus dugaan ijazah palsu anggota DPRD Kota Kendari, LA ditunda, Rabu 3 September 2025.

Sidang tersebut ditunda ke pekan depan pada Rabu, 10 September 2025.

Kasi Intel Kejari Kendari, Agus yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp membenarkan kabar penundaan tersebut.

“Iya, penundaan sidang dilakukan terkait kondusifitas kota Kendari saat aksi unjuk rasa pada hari senin tanggal 1 september 2025,” katanya.

Lanjutnya bahwa dengan alasan keamanan sehingga sidang tersebut ditunda.

“Sehingga dengan alasan keamanan PN Kendari tidak berani mengambil resiko, jadi persidangan pada minggu ini dialihkan atau dipindahkan ke minggu depan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan Kajari Kendari, Ronal H Bakara yang dihubungi via pesan WhatsApp Kamis 21 Agustus 2025 mengatakan bahwa pihaknya telah melimpahkan berkas perkara yang bersangkutan.

“Sudah dilimpahkan siang ini,” ujarnya.

Lanjutnya saat ditanyakan perihal jadwal sidang perdana, ia menunggu penetapan hakim.

“Menunggu penetapan Hakim,” katanya.*

KPAI: Fenomena Mobilisasi Anak Unjuk Rasa Bentuk Eksploitasi

0

KENDARIKINI.COM – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti maraknya praktik mobilisasi dan pengerahan anak dalam aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di Jakarta dan beberapa daerah lainnya. KPAI menilai keterlibatan anak-anak dalam aksi anarkis dan tindak kriminal merupakan bentuk eksploitasi yang bertentangan dengan hak-hak anak.

Komisioner KPAI, Sylvana Maria Apituley, menjelaskan bahwa peraturan perundang-undangan sebenarnya menjamin kebebasan anak untuk menyampaikan pendapat, berkumpul, dan berserikat. Namun, perlindungan tersebut juga harus disesuaikan dengan aspek perkembangan usia, kesiapan mental, dan keselamatan anak.

“Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 menjamin hak anak untuk didengar, mendapatkan informasi sesuai usia, dan bebas dari eksploitasi politik. Tetapi faktanya, kami menemukan adanya mobilisasi anak untuk ikut unjuk rasa tanpa edukasi yang memadai. Ini bukan partisipasi, melainkan eksploitasi,” tegas Sylvana kepada wartawan, Rabu (3/9/2025).

KPAI mencatat adanya temuan aparat kepolisian yang mendapati anak-anak dipersenjatai petasan hingga bom molotov saat terjadi kerusuhan. Lebih memprihatinkan lagi, sebagian anak juga ikut melakukan penjarahan di sejumlah daerah.

“Sangat disayangkan, bukan hanya di Jakarta, tapi juga di beberapa wilayah lain seperti Surabaya, Kediri, Pekalongan, dan Tegal, anak-anak ikut melakukan penjarahan. Ini situasi darurat yang harus segera dihentikan,” imbuhnya.

Dalam menghadapi fenomena ini, KPAI meminta Polri untuk bersikap profesional, persuasif, dan humanis saat menangani anak-anak yang terlibat. Sylvana menekankan pentingnya kepatuhan pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dalam setiap proses penanganan.

“Anak-anak yang diperiksa tidak boleh mengalami kekerasan, baik fisik maupun verbal. Proses pemeriksaan harus dilakukan maksimal 24 jam, dan tempatnya wajib dipisahkan dari tahanan orang dewasa,” tegasnya.

Lebih lanjut, KPAI juga mendorong kepolisian untuk segera mengusut provokator yang memobilisasi anak-anak dalam aksi kerusuhan. Selain penegakan hukum, Sylvana menilai langkah pencegahan sistemik juga harus segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Kami berharap polisi bisa mengungkap siapa pihak yang memprovokasi dan memobilisasi anak-anak. Penegakan hukum harus dilakukan secara transparan, adil, dan tuntas,” katanya.

KPAI juga menekankan pentingnya peran orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai risiko keterlibatan dalam aksi berbahaya, seperti kerusuhan dan penjarahan.

Sebagai penutup, Sylvana mengapresiasi sejumlah orang tua yang secara sukarela mengembalikan barang hasil penjarahan yang dilakukan anak-anak mereka.

“Sikap orang tua yang mengembalikan barang dengan kesadaran bahwa itu bukan haknya adalah teladan berharga. Ini menjadi pembelajaran penting bagi anak-anak tentang nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab,” pungkasnya.

Akademisi: Tindakan Tegas Polri Menghadapi Massa Anarkis Sesuai Prinsip Negara Hukum

0

KENDARIKINI.COM – Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Dr. Alpi Sahari, SH., M.Hum., menegaskan bahwa langkah Polri dalam membubarkan massa anarkis bukan merupakan bentuk brutalitas, melainkan upaya menjaga keamanan dan melindungi kepentingan masyarakat secara luas.

Menurutnya, perlu ada pemisahan yang jelas antara aksi unjuk rasa yang sah dan tindakan anarkis. Dalam konteks penyampaian aspirasi, Polri berkewajiban memberikan pelayanan dan pengawalan agar peserta aksi merasa aman. Namun, ketika unjuk rasa berubah menjadi tindakan perusakan dan mengganggu ketertiban umum, Polri memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan tegas dan terukur.

“Dalam negara hukum, Polri bertugas memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan dengan aman. Tetapi ketika situasi berubah menjadi anarkis, Polri wajib bertindak untuk melindungi keselamatan publik dan mencegah kerusakan fasilitas umum,” ujar Alpi di Medan, Senin (1/9).

Terkait insiden tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban saat terjadi kericuhan, Alpi menyampaikan bahwa peristiwa tersebut merupakan duka bersama yang tidak diinginkan siapa pun. Menurutnya, insiden itu tidak serta-merta bisa dimaknai sebagai kesengajaan dari aparat kepolisian.

“Affan adalah seorang pekerja yang meninggal dalam situasi yang tidak kita harapkan. Namun, menilai peristiwa ini harus berdasarkan analisis hukum pidana yang objektif, bukan asumsi atau emosi,” tegas Alpi, yang juga pernah menjadi saksi ahli dalam kasus tragedi Kanjuruhan Malang.

Dalam perspektif hukum pidana, Alpi menjelaskan pentingnya memahami teori kausalitas untuk menilai akibat dari suatu peristiwa. Ada beberapa pendekatan yang relevan, seperti meist wirksame bedingung (mencari penyebab utama), ubergewichtstheorie (faktor dominan yang paling berpengaruh), dan art der werdens theorie (sebab yang secara kodrati memunculkan akibat).

Ia menegaskan, insiden tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran bagi amarah massa untuk menyerang aparat atau merusak fasilitas kepolisian.

“Polisi lahir dari masyarakat, bekerja untuk masyarakat, dan bertugas menjaga ketertiban yang menjadi kebutuhan bersama. Karena itu, penyerangan terhadap institusi Polri tidak bisa dibenarkan,” ujarnya.

Lebih jauh, Alpi menilai tindakan tegas Polri sejalan dengan konsep hukum pidana tentang keadaan darurat, di mana tindakan tertentu yang pada awalnya tidak diperbolehkan, menjadi sah ketika diperlukan demi kepentingan umum.

Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh politik, agama, adat, akademisi, hingga orang tua, untuk berperan aktif memberikan pemahaman kepada publik agar tidak mudah terprovokasi.

“Stabilitas keamanan adalah syarat utama menuju tercapainya kesejahteraan bangsa. Karena itu, mari saling mengingatkan untuk menjaga ketertiban dan persatuan, sebagaimana ajaran watawa saubil haq watawa saubil sabr,” pungkasnya.*

Forkopimda Sultra Terima Kunjungan Silaturahmi Komunitas Ojol Kota Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Asosiasi Ojek Online Kendari yang tergabung dalam ASOKA bersama komunitas ojek lainnya bersilaturahmi ke Polda Sultra, Rabu 3 September 2025.

Kehadiran mereka disambut langsung oleh Kapolda Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H di Loby Utama Mapolda.

Turut hadir dalam silaturahmi tersebut Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Danrem 143 HLO Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, S.I.P., M.Han, Danlanal Kendari Kolonel Laut (P) Dedi Wardana, S.T., M.Tr.Hanla serta Ketua DPRD Sultra La Ode Tarial. Turut serta Wakapolda Sultra Kombes Pol Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., M.H., M.Hum dan pejabat utama polda sultra lainnya.

Kapolda Sultra mengucapkan selamat datang
dan berterimakasih kepada masyarakat dan rekan-rekan ojek online yang telah menyampaikan aspirasinya dengan baik dan tertib. “Alhamdulillah rekan-rekan bisa menjaga situasi dengan baik,” ungkap Kapolda

Ketua ASOKA, Safarudin mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih kepada kapolda atas sambutannya yang sudah menerima kehadiran rekan-rekan ojek online untuk bersilaturahmi di Polda Sultra. Selain itu, Safar _berterimakasih kepada segenap personel Polri dan TNI yang telah memberikan pelayanan pengamanan saat mereka menyuarakan aspirasi melalui aksi solidaritas beberapa waktu lalu di Mapolda Sultra sehingga berjalan dengan damai_.

“Kami menginginkan komunikasi kita kedepan dapat terus terjaga, khususnya bersama Ditlantas semoga kami dari gojek dapat dirangkul untuk program keselamatan berkendara dan kamseltibcarlantas,” tutur Safar.

Salah seorang anggota komunitas ojek online juga menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada Kapolda meminta jaminan keamanan dari kepolisian dikarenakan tidak sedikit dari pengemudi ojek online yang pulang hingga larut malam yang rawan akan potensi kejahatan dan bertemu pelaku kriminal seperti begal.

“Rekan-rekan gojek yang pulang larut malam, segera saya perintahkan kepada Kasatreskrim, Kanit Resmob dan Kanit Buser terkait dengan keamanan rekan-rekan gojek sekalian,” ungkap Kapolda.*

Isu Polisi Masuk Kampus, Polda Jabar Tegaskan Hanya Lakukan Pengamanan di Jalan Umum

0

KENDARIKINI.COM – Polda Jawa Barat meluruskan informasi yang beredar terkait tuduhan polisi masuk dan melakukan penyisiran di dalam kampus saat kericuhan terjadi beberapa waktu lalu. Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.

“Tidak ada Polisi yang masuk ke dalam kampus, tidak ada sweeping. Yang berada di pintu gerbang adalah kelompok massa, bukan mahasiswa UNISBA,” tegas Rudi Setiawan di Bandung, Selasa (2/9/2025).

Ia menjelaskan, polisi hanya melintas di jalan umum dan tidak masuk ke dalam lingkungan kampus. Bahkan, dalam rekaman video yang beredar, salah satu direktur kepolisian terlihat mengingatkan jajarannya agar tidak memasuki area kampus.

Polda Jabar juga telah berkomunikasi dengan pimpinan Universitas Islam Bandung (UNISBA).

Menurut Rudi, pihak kampus justru meminta bantuan pengamanan karena kericuhan yang terjadi bukan sepenuhnya melibatkan mahasiswa mereka. “Kampus justru menjadi tempat yang dimanfaatkan oleh kelompok tertentu yang mempersenjatai diri dan melakukan penyerangan terhadap petugas,” ujarnya.

Kapolda menambahkan, sweeping di dalam kampus dilakukan oleh keamanan internal UNISBA, bukan oleh polisi. “Mereka tidak ingin nama baik kampus tercemar, sehingga internal melakukan pengusiran terhadap kelompok pengacau tersebut,” jelasnya.

Dalam patroli skala besar yang dilakukan, polisi berhasil mengamankan 16 orang pada pukul 00.30 WIB. Dari jumlah tersebut, 10 orang telah teridentifikasi, terdiri dari mahasiswa, satpam, wiraswasta, hingga pengangguran.

Beberapa di antaranya kedapatan terlibat kasus narkoba dan membawa senjata berbahaya. Salah satunya MN (23), mahasiswa semester 5, kedapatan membawa ganja dan hasil tes urinnya positif narkoba. Pelaku lain berinisial MF (23) terbukti memiliki percakapan terkait transaksi narkoba serta ajakan berkumpul untuk membuat kericuhan.

Selain itu, polisi juga mengamankan GOP, seorang pengangguran tamatan SMA yang membawa ganja, serta AA (25) asal Bandung yang kedapatan membawa senjata soft gun dengan peluru gotri. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Senjata gotri ini berbahaya, pada jarak dekat bisa mematikan. Untuk dua tersangka, sudah kami proses sesuai hukum. Sementara yang lainnya masih dalam pemeriksaan dan analisa tim,” kata Kapolda Jabar.

Rudi memastikan, kericuhan tersebut bukan aksi unjuk rasa mahasiswa, melainkan tindakan kelompok tertentu yang telah merencanakan kekacauan. “Kami mohon kerja sama semua pihak, baik universitas maupun instansi terkait. Kami sudah berkoordinasi dengan Gubernur, Kajati, Pangdam dan Ketua Pengadilan agar Jawa Barat tetap aman,” tutupnya.*

Sinergi Polri, TNI dan Sat Pol PP Patroli Jaga Keamanan dan Kenyamanan Warga Bombana

0

KENDARIKINI.COM – Dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan warga di wilayah hukumnya, Polres Bombana, bersama personel TNI dan Sat Pol PP melakukan patroli gabungan.

Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi mengatakan bahwa giat ini dilaksanakan sebagai langkah antisipasi potensi gangguan Kamtibmas.

“Sebanyak 40 personil gabungan melakukan patroli disejumlah titik rawan gangguan Kamtibmas,” katanya.

Pihaknya juga menyiagakan sejumlah personel untuk merespon aduan masyarakat bilamana ada gangguan Kamtibmas.

“Ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah,” ungkapnya.

Lanjutnya pihaknya juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak gampang terprovokasi.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti