Minggu, November 1, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 168

Polda Sultra Musnahkan 8 Kilo Gram Shabu Periode Mei hingga Agustus 2025

0

KENDARIKINI.COM – Ditresnarkoba Polda Sultra dan Polresta Kendari musnakan barang bukti narkotika jenis shabu hasil pengungkapan periode Mei sampai dengan Agustus tahun 2025.

Kapolda Sultra Irjen Didik Agung Widjanarko mengatakan pemusnaan ini terdiri dari 5 perkara dan 5 tersangka inisial A, MAS, AZ, MA dan F.

“Hari ini Ditresnarkoba Polda Sultra melaksanakan kegiatan pemusnaan ada 5 perkara,” katanya, Jumat 29 Agustus 2025.

Dari 5 perkara ini, terdapat 4 perkara di tangani oleh Ditresnarkoba Polda Sultra dan 1 perkara berhasil diungkap oleh Polresta Kendari.

Didik Agung menambahkan adapun jumlah barang bukti yang di musnakan seberat 8.285 gram.

“Jadi barang bukti yang kita musnakan pagi ini berjumlah 8.285 gram,” ujarnya.

Selama periode Januari sampai dengan Agustus 2025 Polda Sultra telah melakukan pemusnaan narkotika jenis shabu sebanyak 306 perkara.

Pengungkapan ini menunjukkan bukti atensi Polda Sultra dalam memberantas penyalahgunaan narkotika di wilayah Sultra.(Amin)*

Dipicu Karna Teriakan, Pemuda di Busel Jadi Korban Penikaman

0

KENDARIKINI.COM – Warga inisial AL (23) dari Desa Hendea Dalam, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan (Busel) menjadi korban penikaman oleh seorang remaja inisial GS (17).

Kapolsek Sampolawa AKP Herman Mota menjelaskan kejadian ini bermula pada Kamis 28 Agustus 2025 sekitar pukul 01.00 WITA dimana korban meneriaki pelaku karna menggunakan sepeda motor dengan kecepatan tinggi dan knalpot racing.

“Pemuda Hendea yang menahan pemuda yang melintas dari Desa Sandang Pangan diteriakin. Tidak terima dengan teriakan itu mereka sedikit cekcok,” jelasnya saat dikonfirmasi Jurnalis Kendarikini.com pada Kamis 28 Agustus 2025.

Tak terima ditegur, pelaku langsung mengajak korban untuk berduel dalam kondisi mabuk. Pelaku sempat dikeroyok oleh pemuda di Desa Hendea Dalam dan mengayunkan sebilah pisau sehingga mengenai korban.

“Setelah terjadinya cekcok itu terjadilah duel antara yang diteriakin dan tidak terima diteriakin. Karna tidak terima diteriakin dan dua duanya dalam kondisi mabuk, nah yang diteriakin ini dikeroyok oleh pemuda di Hendea. Dia mengayunkan sebilah pisau mengenai korban,” ujarnya.

Herman Mota menambahkan bahwa kejadian ini dipicu karna keduanya dalam kondisi mabuk dan merasa tersinggung dengan teriakan.

Saat ini, kata Herman Mota, pelaku telah diserahkan ke Polres Buton untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.(Amin)*

Warga Muna Digegerkan dengan Penemuan Ular Piton Sepanjang Delapan Meter

0

KENDARIKINI.COM – Telah ditemukan ular piton sepanjang 8 meter di Desa Mabholu, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Kamis 28 Agustus 2025.

Warga bernama Rota menjelaskan penemuan ular ini diawali ketika warga setempat, Wa Ami, hendak menuju kebun miliknya untuk membersihkan lahan jambu mente.

Lanjut, kata dia, setibanya dikebun, ia terkejut melihat ular berada tepat di jalan yang akan dilaluinya.

Merasa khawatir, ia segera meminta pertolongan kepada warga lain untuk mengevakuasi ular tersebut.

Warga pun datang dengan membawa alat berupa parang dan segera melakukan evakuasi terhadap ular piton tersebut.

Proses evakuasi berlangsung sulit dikarenakan ukuran ular yang cukup besar. Namun berkat kerja sama antar warga, ular tersebut berhasil diamankan.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam proses evakuasi ini. Hewan reptil itu lalu dibawa ke area jalan raya dalam keadaan mati.

“Setelah beberapa saat, ular berhasil diamankan tanpa ada korban dan dibawa ke area jalan raya dengan keadaan sudah mati,” ungkapnya.(Amin)*

Mendagri: Inflasi Pangan di Sultra Tembus 3,72 Persen

0

KENDARIKINI.COM – Di tengah kesusahan masyarakat hadapi harga makanan minuman terus naik, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk inflasi pangan 3,72%.

“Inflasi pangan dari evaluasi terakhir 3,72% untuk Sulawesi Tenggara. Naik empat komoditas cabe merah, cabe rawit, bawang merah, dan beras ini,” kata Tito Karnavian pada hari Selasa, 26 Agustus 2025 saat membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah di Eks MTQ Kendari, Sultra.

Menurutnya, selain keperluan dasar rumah dan pakaian, pangan merupakan keperluan dasar masyarakat. Kenaikan harga pangan akan berdampak pada keamanan dan ketertiban masyarakat hingga dapat berdampak pada perpecahan masyarakat.

“Harga pangan ini dinamis nggak (tidak) statis. Kalau sudah harga-harga pangan naik langsung masuk ke masyarakat itu akan berdampak pada keamanan dan ketertiban masyarakat. Kalau sudah masyarakat lapar mudah untuk pecah,” ucap Tito Karnavian.

Meski produksi nasional mencapai sekitar 30 juta ton dengan cadangan di Bulog sekitar 4 juta ton. Persoalan beras yang kini menjadi tantangan utama dalam pengendalian inflasi, menurut Mendagri Tito Karnavian langkah intervensi tetap harus digencarkan Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Daerah di Provinsi Sultra.

Data perkembangan harga di daerah menunjukkan situasi yang belum sepenuhnya stabil. Dari 514 kabupaten/kota, sebanyak 233 daerah sempat mengalami kenaikan harga beras. Intervensi yang dilakukan pemerintah berhasil menurunkan jumlah itu menjadi 191 daerah, namun belakangan kembali meningkat menjadi sekitar 193 hingga 200 daerah.

“Maka sekarang kita intervensi beras ini,” tegas Tito Karnavian.

Sekadar informasi kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tenggara, serta pihak terkait lainnya. (Puspen Kemendagri).*

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara

0

KENDARIKINI.COM — Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., meninjau progres pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Nirwana Hills, Serpong, pada Rabu (27/8/2025). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan bakti sosial dan bakti kesehatan yang diselenggarakan oleh Dokkes Polri bekerja sama dengan SDM Polda Jabar, Polres Bogor, serta Pemerintah Kabupaten Bogor.

Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dan Hari Juang Polri ke-80 yang jatuh pada 21 Agustus 2025 lalu. Selain memberikan layanan kesehatan gratis dan paket bantuan sosial kepada masyarakat, Wakapolri juga melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan SMA unggulan yang menjadi bagian dari ekosistem Garuda.

Dalam keterangannya, Komjen Pol. Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara ditujukan untuk mencetak generasi muda unggul dan berdaya saing tinggi.

“Syukur alhamdulillah, hari ini kita bersama Dokkes Polri, SDM Polda Jabar, Polres, dan Pemkab Bogor dapat melaksanakan kegiatan bakti sosial, bakti kesehatan, sekaligus meninjau progres pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara,” ujar Komjen Pol. Dedi.

Wakapolri menegaskan, sekolah ini nantinya akan menjadi pusat pendidikan berbasis kepemimpinan dan karakter bagi anak-anak Indonesia dari berbagai daerah.

“Insya Allah, sekolah unggulan ini dapat beroperasi tahun depan dan membawa manfaat besar bagi generasi muda Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Saat ini, sudah ada 120 siswa-siswi unggulan yang sedang dididik di Global Leadership School Yogyakarta,” imbuhnya.

Kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan yang digelar kali ini juga menjadi bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat, khususnya di wilayah Gunung Sindur dan Kabupaten Bogor.

“Melalui bakti sosial dan bakti kesehatan ini, Polri ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat,” tutur Komjen Pol. Dedi.

Ia pun memberikan apresiasi kepada Yayasan Kader Bangsa, komunitas filantropi, dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak. Semoga kehadiran SMA unggulan ini dapat menjadi bagian dari komitmen kita bersama dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia,” pungkasnya.*

Sambut Hari Jadi ke 77, Polwan Polda Sultra: Rise and Speak, Berani Bicara, Selamatkan Sesama

0

KENDARIKINI.COM – Dalam rangka menyambut Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-77 yang jatuh pada 1 September 2025 mendatang, Polda Sulawesi Tenggara menghadirkan tiga Polwan terbaiknya dalam program Dialog Polisi Kita di RRI Pro 1 Kendari. Acara ini dipandu oleh presenter RRI, Bang Yudha, dengan mengangkat tema “Rise and Speak, Berani Bicara, Selamatkan Sesama.”

Ketiga narasumber yang hadir yaitu KOMPOL I Gusti Agung Ayu Dwi Jayanthi, S.I.K., M.M (Kasubbagselek Bagdalpers Ro SDM Polda), AKP Dessy Simon (Ps Kanit I Subdit IV Dit Krimum Polda Sultra), serta IPDA Anastasia Genca K.D., S.Tr.K., M.H (Ps Panit I Unit IV Subdit IV Dit Krimum Polda Sultra).

Dalam dialog tersebut, Kompol Gusti Agung menyampaikan bahwa HUT Polwan ke-77 akan diisi dengan kegiatan bakti sosial, kunjungan ke tempat ibadah, serta anjangsana ke Polwan yang telah purna bakti. Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dengan tawaran kerja di luar negeri yang berpotensi menjerumuskan pada tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Sementara itu, AKP Dessy Simon menegaskan pentingnya kesadaran hukum dalam kehidupan sehari-hari. “Saat ini cat calling bisa dipidanakan. Begitu juga dengan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), jangan ragu untuk melaporkannya,” ujarnya.

Senada dengan itu, IPDA Anastasia Genca mengajak perempuan agar tidak takut bersuara terkait pelecehan seksual. “Perempuan harus berani berbicara, jangan diam. Suara kita bisa menyelamatkan diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.

Melalui dialog ini, Polwan Polda Sultra menekankan pentingnya keberanian berbicara sebagai wujud kepedulian dan perlindungan terhadap diri sendiri maupun masyarakat. Semangat Rise and Speak menjadi pesan utama dalam momentum peringatan Hari Jadi Polwan tahun ini.*

Pura Pura Beli HP iPhone, Pria di Kendari Diamankan Polisi

0

KENDARIKINI.COM – Polsek Mandonga berhasil mengamankan pria inisial MF yang melakukan penipuan transaksi pembelian Handphone merek iPhone 14.

Kejadian ini bermula pada Minggu 17 Agustus 2025 sekitar pukul 21.40 WITA bertempat di Jalan Abdul Silondae, Lorong Zharaf, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.

Korban inisial MM memposting sebuah Handphone merek iPhone 14 miliknya di Facebook.

Postingan tersebut diketahui oleh pelaku dan berminat untuk membelinya seharga Rp8.200 juta rupiah setelah adanya kesepakatan.

Korban dan pelaku bertemu di sebuah rumah untuk melakukan transaksi. Pelaku menyuruh korban agar membuka password handphone tersebut.

Selanjutnya, pelaku menyuruh korban untuk menunggu di teras rumah sementara pelaku masuk ke dalam rumah dengan dalih mengambil uang.

Kasi Humas Polsek Mandonga AIPTU Jamesto Sinaga menjelaskan setelah beberapa menit menunggu, korban melihat pelaku melarikan diri dan informasi dari warga bahwa rumah tersebut bukanlah rumah pelaku.

“Setelah beberapa menit menunggu pelaku belum keluar dari rumah sehingga korban kesamping rumah untuk melihat pelaku dan ternyata pelaku sudah melarikan diri dan informasi dari warga rumah tersebut bukan miliknya,” kata Jamesto, Kamis 28 Agustus 2025.

Jamesto Sinaga menambahkan modus operandi pelaku dengan berpura-pura membeli iPhone 14 melalui aplikasi Facebook.

Adapun motif dibalik penipuan ini, kata Jamesto masih dalam tahap pendalaman.

“Motifnya masih di dalami,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pelaku diancam dengan pasal 372 dan 378 KUHPidana, hukuman pidana penjara paling lama 4 tahun.

“Terlapor MF disangkakan pasal penipuan dan atau penggelapan melanggar pasal 372 dan 378 KUHPidana,” pungkasnya.(Amin)*

Warga Keluhkan Pintu Palang di Pelelangan Laino Raha, Netizen Lontarkan Respon Negatif

0

KENDARIKINI.COM – Keberadaan pintu palang di kawasan pelengan ikan laino, Raha, membuat warga mengeluh, Kamis 28 Agustus 2025.

Keluhan ini dikarenakan jumlah tarif yang dipatok dinilai terlalu tinggi, yakni Rp3 ribu rupiah per motor.

“Soal tarif terlalu tinggi Rp3 ribu rupiah,” kata Musril saat dihubungi Jurnalis Kendarikini.com melalui sambungan telepon WhatsApp.

Lanjut, kata dia, sebelumnya ia berkunjung ke pelelangan ikan laino dengan membawa uang Rp20 ribu rupiah untuk dibelikan ikan. Namun dikarenakan harus membayar tagihan pintu palang, uangnya berkurang menjadi Rp17 ribu rupiah sehingga ia tidak jadi membeli ikan.

“Kemarin itu rencana mau turun beli ikan di pasar pelelangan ikan laino. Saya bawa uang 20 ribu, karna saya bayar di palang masuk Rp3 ribu. Jadi uangku tidak cukup beli ikan karna harga ikan Rp20 ribu rupiah,” ungkapnya.

Musril menambahkan sosialisasi mengenai keberadaan pintu palang ini belum diketahui olehnya.

“Kalau soal itu (sosialisasi) saya juga belum dengar,” tambahnya.

Keberadaan palang pintu ini juga mendapatkan tanggapan negatif dari sejumlah pengguna media sosial.

Tanggapan ini muncul dari pemilik akun facebook @Barry Khan. Menurutnya keberadaan palang pintu ini harus di dukung dengan fasilitas yang memadai.

“Kalo bagus juga fasilitasnya itu sohae, ini e cuman tanah lapang begitu di pajak juga,” tulisnya.

Kemudian, @Arief Arief melontarkan narasi dengan menyebutkan realitas kehidupan di Kabupaten Muna.

“Miris di Muna, sudah keadaan masyarakat sekarang susah dengan keuangan tapi ada saja cara mereka ambil uang,” herannya.(Amin)*

Dirjen Otda Kemendagri Apresiasi Rakornas PHD 2025 di Sultra

0

KENDARIKINI.COM – Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik menyebut dari data sepanjang tahun ini terhadap kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Produk Hukum Daerah (PHD), Rakornas PHD 2025 di Sulawesi Tenggara (Sultra) sangat besar dan paling ramai, Kamis, 28 Agustus 2025.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dari data kami terhadap ini kegiatan ini yang sangat besar dan paling ramai,” kata Dirjen Otda Kemendagri Akmal Malik pada hari Kamis, 28 Agustus 2025 pagi di lapangan upacara Apel Pemantapan Peraturan Daerah Sulawesi Tenggara.

Tak hanya itu dalam kegiatan ini Dirjen Otda Kemendagri Akmal Malik mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) untuk mendukung program koperasi desa merah putih, 3 juta rumah, dan pembebasan biaya perolehan hak atas tanah dan kepemilikan bangunan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Sultra.

“Peraturan Gubernur, Peraturan Bupati yang terkait dengan program koperasi desa merah putih, program 3 juta rumah, sekolah rakyat dan serta program-program lainnya. Kita juga menyelenggarakan percepatan penyusunan Peraturan Kepala Daerah tentang pembebasan biaya perolehan hak atas tanah bangunan (BPHTB), Pembebasan retribusi kepemilikan bangunan atau Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk masyarakat tertentu,” kata Dirjen Otda Kemendagri Akmal Malik.

Program tersebut sebagai wujud nyata dukungan dari Dirjen Otda Kemendagri untuk percepatan progam strategis nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Indonesia.

“Sebagai wujud nyata dukungan dari kita. Kita berharap Gubernur wajib menyampaikan kepada Mendagri Perda dan Perkada sebelum 7 hari setelah Perda dan Perkada ditetapkan,” tutup Dirjen Otda Kemendagri Akmal Malik.

Selain itu dalam kegiatan ini juga Dirjen Otda Kemendagri Akmal Malik memberikan sejumlah perhargaan kepada tujuh Pemerintah Daerah dalam Kepatuhan Proses Pembentukan Peraturan Daerah Tahun 2024 dengan Predikat sangat Tinggi:

Pertama; Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Kedua; Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan. Ketiga; Pemerintah Daerah Provinsi Bali. Keempat; Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Kelima; Pemerintah Daerah Provinsi Riau. Keenam; Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Ketujuh; Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur.(Faldi)*

Mendagri Buka Rapimprov Kadin Sultra

KENDARIKINI.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara resmi membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kota Kendari.

Dalam sambutannya, Mendagri memberikan dukungan penuh terhadap program-program prioritas yang diusung Kadin Sultra, khususnya Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan pemanfaatan aspal Buton.

Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, dalam laporannya menyampaikan bahwa Rapimprov ini diadakan untuk mengevaluasi perkembangan dunia usaha di Sultra dan menyusun program kerja ke depan.

“Sejak dilantik pada Maret 2021, kami selalu melakukan ekspose tahunan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, ada dua program prioritas yang akan menjadi fokus utama Kadin Sultra, yaitu Program MBG dan investasi pemanfaatan aspal Buton.

Menurutnya, Program MBG merupakan program kerakyatan yang sangat efektif dan akan menghidupi masyarakat. Program ini sejalan dengan program prioritas nasional Prabowo-Gibran.

Untuk menyukseskan program ini, Kadin Sultra telah menyiapkan 55 unit Sentra Pangan dan Gizi (SPPG) di seluruh Sultra, meskipun baru 35 unit yang diajukan.

Setiap SPPG diperkirakan akan menyerap 50 tenaga kerja, sehingga berpotensi menciptakan ribuan lapangan kerja baru. Selain itu, program ini juga akan meningkatkan permintaan bahan pangan, yang akan menguntungkan petani, peternak, dan nelayan.

Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi Rapimprov yang diadakan oleh Kadin Sultra. Ia menilai kegiatan ini sangat penting untuk menyinergikan program Kadin dengan pemerintah daerah.

Mendagri juga mendukung penuh Program MBG yang diinisiasi Kadin Sultra, karena program ini dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi masalah gizi dan kemiskinan.

“Pemerintah pusat sangat mendukung inisiatif seperti ini. Saya berharap Kadin Sultra dapat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyukseskan program-program yang telah dicanangkan,” kata Mendagri.

Sementara itu, Ketua Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, yang juga hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Rapimprov ini.

Ia berharap Rapimprov ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Kadin dengan pemerintah daerah dalam memajukan perekonomian di Sulawesi Tenggara, khususnya dalam mendukung pemberdayaan UMKM.*

Kredensialing RSJPDO, BPJS Kesehatan Kendari: Tinggal Tunggu Jadwal PERSI dan Dinkes Sultra

0

KENDARIKINI.COM – Kepala Bagian Mutu Pelayanan Fasilitas Kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehata Cabang Kendari Amrin Pawiruddin terkait kredensialing ke Rumah Sakit Jantung, Pembuluh Darah, dan Otak (RSJPDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) tinggal menunggu jadwal pasti dari Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Prov. Sultra), Kamis, 28 Agustus 2025.

“Sebenarnya kita sudah mulai menjadwalkan kredensialing tanggal 26 Agustus 2025. Tapi karena belum ada yang bisa kita cari lagi waktu penyesuaian jadwal antara PERSI, Dinkes Provinsi ini yang yang pas pastinya. Jadi kami sebenarnya tinggal menunggu jadwalnya. Target awal bulan Oktober 2025 sudah mulai,” kata Amrin saat diwawancarai media ini pada hari Kamis, 28 Agustus 2025 siang di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kendari.

Kredensialing rumah sakit adalah proses evaluasi dan verifikasi terhadap rumah sakit (dan/atau tenaga kesehatan di dalamnya) untuk menentukan kelayakan rumah sakit dalam memberikan layanan kesehatan dan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, demi menjaga kualitas pelayanan dan keselamatan pasien.

Proses kredensialing ini meliputi penilaian aspek administrasi, teknis, dan kompetensi, serta bertujuan untuk memastikan rumah sakit memenuhi standar profesionalisme yang ditetapkan seperti STOK rumah sakit dalam inventaris barang habis pakai (obat, alat kesehatan, dll.) yang ada di rumah sakit dan dikelola melalui proses seperti stock opname untuk memastikan ketersediaan, menghindari pemborosan, dan meningkatkan efisiensi manajemen serta pelayanan pasien.

Tak hanya dalam kredensialing rumah sakit terlebih dahulu rumah sakit mengisi asesmen pengumpulan informasi dan penilaian di lingkungan rumah sakit, yang dapat mencakup dua aspek utama: pasien untuk diagnosis, perawatan, dan pemantauan kondisi pasien secara berkelanjutan, serta kompetensi untuk memastikan perawat dan tenaga kesehatan lainnya memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan yang aman dan efektif bagi pasien.

“Jadi fasilitas kesehatan itu mau bekerja sama dengan BPJS kesehatan ada tahapan-tahapan yang dia lewati. Rumah sakit mengajukan ke kami melakukan permohonan kerja sama, melengkapi persyaratan mutlak baik itu surat izin kesehatan operasional, STOKnya, surat izin praktek dokter-dokternya, dan mengisi asesmennya,” kata Amrin.

Menurutnya, dalam proses kredensialing rumah sakit melibatkan sejumlah pihak dari Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) bagi rumah sakit tipe melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Prov. Sultra).

“Dalam kredensialing ini melibatkan beberapa pihak bukan hanya BPJS kesehatan, khususnya rumah sakit kita melibatkan PERSI. Dan rumah sakit jantung tipe B kita melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota juga kita libatkan,” tutup Amrin.

Sebelumnya Koordinator bagian hubungan masyarakat (Humas) Hasrianto, menginformasikan bahwa RSJPDO Oputa Yi Koo, Sulawesi Tenggara, dalam waktu dekat akan melakukan persiapan kredensialing Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Kendari.

“Melalui kesempatan ini kami juga RSJPDO Oputa Yi Koo menginformasikan dalam waktu dekat ini akan segera melakukan visitasi( kredensialing) dengan BPJS Kesehatan (Kota Kendari) terkait percepatan rumah sakit kami bisa menerima BPJS Kesehatan bagi masyarakat di Provinsi Sulawesi Tenggara, khusus nya Kota Kendari,” kata Hasrianto saat diwawancarai media ini di ruangannya pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025 siang di RSJPDO Oputa Yi Koo, Sulawesi Tenggara.(Faldi)*

Patroli Tambang Ilegal, Polres Bombana Amankan 12 Mesin Alcon

0

KENDARIKINI.COM – Polres Bombana terus memasifkan patroli tambang ilegal di wilayah hukumnya. Upaya berkelanjutan dilaksanakan untuk mewujudkan zero Penambangan Ilegal.

Kali ini pada Rabu 27 Agustus 2025, Patroli Tambang yang dimulai pada Pukul 14.00 WITA, disekitar wilayah Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana. Patroli ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Bombana, IPTU Yudha Febry Widanarko.

Dalam patroli tersebut, tim menemukan 12 (dua belas) unit mesin alcon yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan emas ilegal. Mesin-mesin ini ditemukan di lokasi penggalian yang digunakan untuk mencari material emas.

“Saat tim tiba di lokasi, tidak ditemukan para pelaku penambangan atau pemilik dari mesin-mesin tersebut. Diketahui bahwa kegiatan penambangan emas ini tidak memiliki izin resmi dari pihak berwenang,” jelasnya.

Setelah mengamankan mesin alcon, tim melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun tidak berhasil menemukan para pelaku. Mesin-mesin tersebut kemudian diangkut ke kantor Polres Bombana untuk diamankan.

Selanjutnya, tim berkoordinasi dengan pihak pemerintah setempat terkait temuan ini.

“Polres Bombana berkomitmen penuh untuk memberantas segala bentuk kegiatan penambangan ilegal di wilayah hukum kami. Patroli yang kami lakukan ini adalah bukti nyata keseriusan kami dalam menindak para pelaku penambangan tanpa izin yang merugikan negara dan merusak lingkungan. Kami akan terus melakukan upaya pencegahan dan penegakan hukum secara tegas dan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terlibat dalam kegiatan penambangan ilegal,” pungkasnya.*

Bid Humas Polda Sultra Lakukan Supervisi Ke Polres Buton, Upaya Peningkatan Kualitas Humas

0

KENDARIKINI.COM – Kapolres Buton, AKBP Ali Rais Ndraha, S.H.,S.I.K.,M.M.,Tr melalui Wakapolres Buton, Kompol Yulianus menerima kunjungan tim supervisi dari Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Sultra. 27/08/25

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dan penguatan fungsi kehumasan di lingkungan Polres Buton.

Tim supervisi dipimpin langsung oleh Kompol La Ode Surahman Hamu, S.Sos selaku Kasubbid Multimedia Bidhumas Polda Sultra.

Kedatangan rombongan disambut oleh Wakapolres Buton, Kompol Yulianus didampingi Kasi Humas Kompol Suwoto bersama personel Humas Polres Buton.

Dalam arahannya, Kompol La Ode Surahman Hamu menekankan pentingnya peran kehumasan dalam membangun citra positif Polri di tengah masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar personel Humas senantiasa meningkatkan kemampuan dalam menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan humanis.

“Fungsi Humas merupakan ujung tombak penyampaian informasi ke publik. Oleh karena itu, dibutuhkan kecepatan, ketepatan, serta kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan media dan masyarakat,” ujar Kompol La Ode Surahman Hamu

Selama kegiatan, tim supervisi juga melakukan pemeriksaan administrasi, dokumentasi publikasi kegiatan, serta memberikan masukan terkait strategi pengelolaan media agar lebih efektif dan efisien.

Sementara itu, Kasi Humas Kompol Suwoto menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dan pembinaan yang diberikan oleh Bidhumas Polda Sultra.

“Kami berterima kasih atas arahan dan evaluasi yang disampaikan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dalam mendukung program dan kegiatan Polri, khususnya di bidang kehumasan,” pungkasnya.*

Tinggalkan Rumah saat Kompor Menyala, Rumah Kayu di Konawe Dilahap Sijago Merah

0

KENDARIKINI.COM – Sebuah rumah berbahan kayu di Desa Lalohao, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe di lahap Sijago Merah, Rabu 27 Agustus 2025.

Menurut Kapolsek Wonggeduku IPDA Mustamin, kebakaran ini bermula sekitar pukul 12.30 WITA saat pemilik rumah, Mimin, meninggalkan rumah menuju kebun untuk mencari ikan di rawa sementara istrinya, Salniyanti, masih didalam rumah.

Sekitar pukul 13.30 WITA, Salniyanti sedang memasak air dan meninggalkan rumah untuk mencari anaknya yang sedang bermain.

Ketika pulang kerumahnya bersama anaknya, Salniyanti melihat rumahnya sudah mulai dikelilingi kobaran api.

“Kemudian setelah istrinya pulang kembali kerumah bersama anaknya, istrinya melihat keadaan rumah sudah terbakar,” kata Mustamin.

Kemudian warga setempat melakukan pemadaman api dengan menggunakan alat seadanya. Sementara Salniyanti bergegas mengamankan motor yang terparkir di samping rumah dan mengambil surat-surat berharga di dalam rumah.

Tak lama kemudian, petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Konawe tiba dilokasi dan berhasil melakukan pemadaman.

Penyebab kebakaran ini diduga karna faktor kelalaian Salniyanti yang terlalu lama meninggal rumah dalam kondisi kompor masih memilki api.

“Masak air pake kompor yang biasa disebut seribu mata (besar) baru dia tinggalkan rumah sementara posisi kompor dekat dari dinding papan diduga terlalu lama tinggalkan rumah sampai air yang dimasak kering dan hangus wadahnya,” ujarnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Adapun total kerugian materil dari kebakaran ini diperkirakan senilai Rp30 juta rupiah.(Amin)*

Pakar Kebencanaan UI Terlibat Penelitian Awal Kondisi Tumpahan Minyak

0

KENDARIKINI.COM – Tim Disaster Risk Reduction Center (DRRC) atau Pusat Pengurangan Risiko Bencana (PRRB) Universitas Indonesia (UI) terjun ke lapangan untuk memeriksa kondisi tumpahan minyak dari pipa milik PT Vale Indonesia Tbk. Kegiatan yang dilakukan oleh tim di lapangan antara lain yaitu memeriksa titik pipa yang mengalami kebocoran, menganalisis penyebab kebocoran dan memeriksa dampak lingkungan yang timbul secara langsung maupun mengukur potensi dampak lebih lanjut sebagai upaya mitigasi.

Fokus utama tim di lapangan adalah melakukan pencegahan dan penanggulangan dampak lingkungan tumpahan minyak. Aspek pencegahan kami lakukan melalui analisis lengkap potensi bahaya dari segi kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan (K3L) pengoperasian pemindahan BBM melalui pipa dalam tanah. Potensi bahaya dan aspek K3L tersebut telah diterapkan pipeline risk management untuk memastikan keselamatan pengoperasian pipa dan mencegah risiko kebocoran.

Aspek penanggulangan telah dilakukan melalui pendekatan berbasis komunitas dengan mengedepankan sinergi dan koordinasi antar pemangku kepentingan yang terdiri dari aspek masyarakat, perusahaan, pihak berwajib dan Pemerintah daerah untuk membantu mengawasi, melaporkan, menangani dan memulihkan tumpahan minyak yang ada di lingkungan. Hal tersebut telah diwujudkan dalam bentuk Pembentukan Tim Terpadu dan pembukaan Pusat Pengaduan dan Informasi yang diorganisasi oleh PT Vale Indonesia Tbk.

Tim Terpadu tersebut terdiri dari unsur Masyarakat, Pemerintah Kabupaten, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Terkait, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, aparat Kepolisian dan TNI. Hingga berita ini ditulis Tim DRRC UI terus berkolaborasi bersama PT Vale Indonesia Tbk dan Tim Terpadu secara bahu membahu untuk menanggulangi kebocoran minyak, mencegah perluasan kebocoran dan melakukan pemulihan kerusakan.

Terkait penyebab kebocoran hingga saat ini masih dalam studi dan investigasi lebih lanjut dengan terus mengkaji faktor alam yang diduga kuat serta menjadi hipotesa awal penyebab kebocoran pipa yang menyebabkan tumpahan minyak tersebut. Hipotesis tersebut didasarkan pada hasil temuan studi awal (preliminary study) tim DRRC UI terhadap titik kerusakan pipa yang menunjukkan faktor tekanan eksternal atau external stress berupa bending yang dapat disebabkan karena faktor endogen seperti pergerakan tanah, pergeseran lempeng dan atau gempa bumi. Investigasi secara menyeluruh untuk mengetahui akar permasalahan saat ini terus dilakukan sehingga menjadi peluang pembelajaran untuk mencegah kejadian serupa agar tidak berulang kembali di masa datang.

Sebagai mitra akademis, DRRC UI berkomitmen memberikan masukan berbasis sains dan best practices sesuai standar nasional dan internasional, agar dampak tumpahan minyak tidak meluas menggunakan pendekatan pencegahan dan penanggulangan keadaan darurat disertai upaya pemulihan lingkungan.

Diharapkan upaya tersebut juga dapat meningkatkan ketahanan kualitas lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat dan pemanfaatan potensi alam secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

Peristiwa ini adalah pelajaran penting. Melalui kolaborasi antara industri, akademisi, pemerintah, dan masyarakat sipil, kita wujudkan sistem Emergency Response & Crisis Management (ERCM) serta Business Continuity Management System(BCMS) yang lebih kuat, demi menjaga keselamatan, kesehatan masyarakat, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan pemanfaatan potensi lingkungan secara berkelanjutan.,*

Sahroni Apreasi Polri-TNI Amankan Aksi Demo

0

KENDARIKINI.COM – Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni memberikan apresiasi terhadap kinerja Polri dan TNI dalam mengamankan aksi demonstrasi pada 25 Agustus 2025 lalu di sekitar Gedung DPR. Ia mengatakan TNI-Polri tidak terpancing kericuhan sehingga situasi tetap berjalan aman dan lancar.

“Saya apresiasi untuk seluruh personel TNI-Polri yang kemarin mengawal demo kawan-kawan di DPR Senayan. Sampai sore hari, demo terpantau berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Wakil Ketua Sahroni, Rabu (27/8/2025).

Ia menyebut Polri dan TNI tetap humanis dalam mengamankan aksi demonstrasi. Ia juga memberikan apresiasi kepada para pendemo yang berunjuk rasa dengan tertib.

“Ini menunjukkan bahwa aparat kita bisa tegas sekaligus humanis dalam mengamankan ruang kebebasan berpendapat. saya juga apresiasi para pendemo yang telah menyampaikan aspirasinya dengan tertib. Ini menunjukkan bahwa kita berhasil menjalankan kehidupan demokrasi yang sesuai dengan aturan,” terang Wakil Ketua Sahroni.

Lebih lanjut, ia memahami ada kericuhan yang juga sempat terjadi pada demonstrasi dua hari yang lalu. Namun, menurutnya, aparat tidak terpancing kericuhan yang terjadi.

“Sementara bagi yang kemarin masih kurang tertib, saya harap ke depannya bisa lebih tertib lagi. Memang tak bisa dihindari, pasti ada saja sedikit gesekan yang dipicu oleh provokator. Untungnya aparat tidak terpancing. Justru yang ditunjukkan adalah sikap tegas tapi tetap terukur, sesuai SOP. Kerja-kerja humanis seperti inilah yang kita harapkan dari aparat,” ujar Wakil Ketua Sahroni.*

Kenakan Jam Tangan Mewah, Bupati Bombana dapat Sorotan

0

KENDARIKINI.COM – Foto Bupati Bombana Burhanuddin yang mengenakan jam tangan mewah merek Rolex saat pengukuhan Paskibraka mendadak jadi sorotan publik.

Momen itu terjadi di Auditorium Tanduale Kantor Bupati Bombana pada Jum’at 15 Agustus 2035 lalu.

Foto Burhanuddin yang tengah mengukuhkan petugas Paskibraka awalnya diunggah akun resmi Facebook Diskominfo Bombana, namun beberapa hari setelah viral unggahan tersebut tiba-tiba dihapus.

Beberapa akun media sosial pun ramai menyoroti gaya hidup mewah orang nomor satu di Bombana itu.

Apalagi, jam tangan yang dipakai Burhanuddin disebut-sebut mirip tipe Rolex GMT-Master II 126729VTNR berbahan emas putih dengan diameter 44 milimeter.

Mengutip laman resmi Rolex.com, jam tangan tersebut dibanderol Rp824,7 juta. Sementara situs Monochrome mematok harga 48.450 euro atau setara Rp900 juta.

Namun, Burhanuddin langsung memberi klarifikasi. Ia menegaskan jam tangan yang dikenakannya bukan barang asli, melainkan tiruan yang ia beli di Pasar Mangga 2 Jakarta beberapa bulan lalu usai melaksanakan ibadah umrah.

“Harganya Rp1,9 juta. KW, bukan asli. Kalau asli, saya tidak mampu beli,” kata Burhanuddin saat ditemui di eks MTQ Kendari di sela-sela acara Gerakan Pangan Murah, Selasa 26 Agustus 2025.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) 2023 di KPK, tidak ada jam tangan mewah yang dilaporkan Burhanuddin. Total harta kekayaan Burhanuddin yakni senilai Rp2,4 miliar.

Kekayaan itu antara lain, tanah dan bangunan Rp2,1 miliar. Alat transportasi dan mesin Rp100 juta. Kas dan setara kas Rp197 juta. Sisanya harta bergerak senilai Rp3 juta.

Sebelumnya juga Bupati Bombana diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi pembangunan jembatan Cirauci, Ia diperiksa dikarenakan saat itu ia masih menjabat Kadis SDA dan Bina Marga Sultra.

Selain itu sebelumnya Istri Bupati Bombana saat Burhanudin masih berstatus sebagai Pj Bupati Bombana sempat mendapatkan sorotan publik dikarenakan tas mewah. Namun belakangan hal itu dibantah, bahwa tas tersebut KW.*

Insiden Pembakaran Rumah dan Kios di Mubar Masuk Tahap Persidangan

0

KENDARIKINI.COM – Kasus pembakaran satu unit kios dan rumah tinggal di Desa Lailangga, Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat, naik pada tahap persidangan.

Hal ini dibenarkan Kuasa Hukum Korban, La Ode Mabai Galara Sombo saat di konfirmasi Jurnalis Kendarikini.com pada Rabu 27 Agustus 2025.

“Sudah berjalan (sidangnya),” kata Mabai Galara melalui pesan WhatsApp.

Lanjut, kata dia, sidang perdana di mulai sejak Rabu 20 Agustus 2025. Sementara jadwal sidang selanjutnya tergantung Pengadilan Negeri Raha (Muna).

“Kalau jadwal sidang selanjutnya ditentukan dipersidangan tetapi sidang perdana dimulai dari tanggal 20 Agustus 2025,” ujarnya.

Sebelum diberitakan, peristiwa terbakarnya rumah dan kios milik La Ode Ndihaga ini terjadi pada Minggu 11 April 2025 lalu.

Pelaku inisial R yang diketahui sebagai kekasih korban. R membakar rumah dan kios tersebut disebabkan karna merasa cemburu. Kemudian R meluapkan emosinya dengan membakar rumah korban.(Amin)*

Nekat Curi Barang saat Rumah Terkunci, Tiga Pria di Konut Diamankan Polisi

0

KENDARIKINI.COM – Polres Konawe Utara amankan tiga pria atas tindak pidana pencurian di Kelurahan Wanggudu, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, pada Senin 25 Agustus 2025.

Tiga orang pria ini diantaranya masing-masing berinisial R (27), ME (26), dan D (43). Ketiganya berhasil diamankan setelah korban inisial ML melaporkan adanya sejumlah barang rumahnya yang hilang.

Kejadian ini bermula saat ibu korban inisial SZ pintu samping rumah dalam keadaan terbuka, padahal pintu tersebut sebelumnya telah dikunci.

Anehnya lagi pintu kamar lainnya juga ikut terbuka, didalam kamar tersebut terdapat 40 dos tehel dan 1 tabung gas.

Pada pukul 16.30 WITA, korban bersama anaknya tiba dirumah, keduanya mendapati barang dalam rumah telah hilang. Barang tersebut berupa 2 dandang besar dan 2 kompor seribu mata.

“Pelapor bersama dua anaknya yang bernama O dan W mendatangi rumahnya. Ia mendapati pintu samping rumah telah terbuka, padahal sebelumnya tertutup rapat. Saat masuk ke dalam, pintu kamar O yang seharusnya terkunci juga dalam keadaan terbuka,” Kata Kasat Reskrim Polres Konawe Utara AKP Abdul Aziz.

Setelah memeriksa isi rumah, tehel sebanyak 40 dos, 1 tabung gas, 2 buah dandang dan kompor gas 1000 mata juga telah hilang digasak pencuri. Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian materil diperkirakan senilai Rp5 juta rupiah.

Berdasarkan keterangan Dua dari tiga tersangka, R dan ME, mengakui perbuatannya. Kepada penyidik, R mengungkapkan awal mula pencurian dilakukan sekitar dua minggu sebelum laporan dibuat.

Ia masuk ke rumah korban melalui pintu samping dengan menggunakan obeng dan mengambil 1 tabung gas untuk dijual seharga Rp 180.000,-

Keesokan harinya, ia kembali masuk ke rumah korban dan mengambil 2 buah dandang untuk digadaikan Rp 170.000,-

Beberapa hari setelah itu, R bersama rekannya kembali melancarkan aksinya. Mereka mengambil puluhan dos tehel menggunakan sepeda motor, kemudian menjualnya di Desa Laronanga, Kecamatan Andowia, dengan harga Rp 55.000,- per dos.

Dari lokasi kejadian, juga ditemukan sebuah parang sepanjang 50 cm tanpa gagang dalam kondisi bengkok, yang diduga digunakan untuk membobol rumah korban.

Untuk diketahui, saat ini Polres Konawe Utara masih melakukan tindak lanjut, termasuk gelar perkara penyidikan, peningkatan status perkara ke tahap sidik, serta pencarian barang bukti berupa dua unit motor, 40 dos tehel, dan kompor gas 1000 mata.(Amin)*

Mendagri: Daerah yang Tergantung Transfer Pusat Jangan Mimpi Sejahterakan Rakyat

0

KENDARIKINI.COM – Dalam membuka kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Produk Hukum Daerah (PHD) untuk Kemudahan Investasi dan Pemantapan Asta Cita, Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI), Tito Karnavian, menyinggung tentang kemandirian pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah di 15 Kabupaten dan 2 Kota di seluruh Provinsi Sulawesi Tenggara (Prov. Sultra) melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak dan Retribusi, Rabu, 27 Agustus 2025.

Menurut Kemendagri, Tito Karnavian, setiap Pemerintah di 15 Kabupaten dan 2 Kota di seluruh Prov. Sultra perlu menyesuaikan APBD sesuai target pendapatan dan belanja daerah.

“Kepala daerah pendapatan APBD anda itu dicari sendiri dan sesuai target. Setelah itu belanja harus target juga. Mengelola keuangan negara, daerah prinsipnya pendapatan harus besar dari belanja. Yang nggak boleh terjadi belanjanya lebih besar daripada pendapatan,” kata Tito Karnavian saat membuka kegiatan Rakornas PHD pada hari Rabu, 27 Agustus 2025 di Aula Kantor Gubernur Sultra.

Tito Karnavian, menegaskan target pendapatan lebih besar dari belanja menjadi surplus dalam APBD, dan sebaliknya belanja lebih besar dari pendapatan menjadi defisit dalam APBD sehingga Pemerintah di 15 Kabupaten dan 2 Kota di seluruh Prov. Sultra efisiensi APBD dan berutang multi-years ke APBN.

“Kalau surplus semua belanja tertutupi kita bisa buat lagi program-program lain. Kalau defisit yang terjadi yang dilakukan pasti efisiensi. Efisiensi akan mengorbankan belanja. Kalau belanja tetap dipertahankan, pendapatan tidak nyampai defisit, ya utang. Kalau mau mengutang di Kemendagri, kami sangat selektif jujur melihat kemampuannya. Tapi kalau utang multi-years ini akan menimbulkan beban Kepala Daerah yang lain kami cenderung akan menolak,” tegas Tito Karnavian.

“Oleh karena saya sudah koordinasi dengan menteri keuangan memberikan data Daerah-daerah yang kuat secara fiskal dengan ditandai PADnya lebih daripada transfer pusat. Karena pendapatan daerah itu paling tinggi tiga. Transfer ke Daerah (TKD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Cuma PAD ini pajak dan retribusi,” lanjut Tito Karnavian.

Terkakhir, Tito Karnavian, menyinggung
tidak ada Pemerintah di 15 Kabupaten dan 2 Kota di seluruh Prov. Sultra dapat mensejahterakan daerah dan rakyat berdasar dominasi ketergantungan transfer Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Daerah yang didominasi transfer pusat (APBN). Tolong jadi pegangan jangan pernah mimpi akan membuat daerah itu akan membuat rakyatnya sejahtera maju,” singgung Tito Karnavian.

Sekadar informasi terkait Transfer ke Daerah (TKD) mulai tanggal 23 September 2025 termasuk anggaran Pegawai Pemerintah dan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Belanja Operasional Pegawai Tahun 2025 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2025 akan dibentuk Kementrian Keuangan Republik Indonesia.(Faldi)*

Rakornas PHD 2025 di Sultra Resmi Dimulai, Ini Penyampaian Mendagri

0

KENDARIKINI.COM – Dalam membuka kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Produk Hukum Daerah (PHD) untuk Kemudahan Investasi dan Pemantapan Asta Cita, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI) Tito Karnavian, mengiatkan Pemerintah di 15 Kabupaten dan 2 Kota di seluruh Provinsi Sulawesi Tenggara (Prov. Sultra) hati-hati buat kebijakan terkait Peraturan Daerah tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Perdesaaan (PBB-P2), Rabu, Agustus 2025.

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PHD ini merupakan program Kemendagri Republik Indonesia (RI) untuk memastikan setiap daerah Kabupaten dan Kota di seluruh Provinsi di seluruh Indonesia menghasilkan PHD yang substansial, tepat, adil, dan menyesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat.

“Topik utama adalah produk hukum daerah. Kita tahu produk hukum daerah itu berdampak pada masyarakat. Hati-hati buat kebijakan,” kata Tito Karnavian saat membuka kegiatan Rakornas PHD pada hari Rabu, 27 Agustus 2025 di Gedung Aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra.

“Kita melihat empat syarat untuk menyusun peraturan daerah. Pertama; substansi hukum atau peraturan yang dibuat itu harus betul-betul tepat dan bisa dilaksanakan baik narasi maupun filosofinya. Kedua; penegak hukumnya yang objektif, adil dan memiliki integritas. Ketiga; sarana dan prasarana hukumnya harus cukup memadai. Keempat; melihat kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat,” ungkap Tito Karnavian.

Tito Karnavian menegaskan dalam penyusunan dan pembentukan peraturan hukum tersebut harus diperhatikan empat syarat utama itu oleh Pemerintah di 15 Kabupaten dan 2 Kota di seluruh Prov. Sultra.

“Kita melihat spesifik untuk peraturan daerah ini dalam penyusunan peraturan daerah ini tentu yang paling utama kita melihat empat syarat untuk menyusun peraturan daerah. Bisa usulan dari DPRD, bisa dari pemerintah daerah. Saya tidak bermaksud menggurui, tapi mengingatkan efektifitas penegakan hukum akan sangat bergantung dari empat hal itu,” tegas Tito Karnavian.

“Data kami menjadi kepala daerah baru 80%. Oleh karena itu forum ini penting bagi masukan. Itu harus dipertimbangkan baik sebelum membuat peraturan maupun setelah. Kalau tidak mempertimbangkan substansi dengan tepat itu akan terjadi gejolak (masyarakat) atau efektif tidak berjalan hanya menjadi kertas saja,” lanjut Tito Karnavian.

Tito Karnavian, mengungkapkan perlu Pemerintah di 15 Kabupaten dan 2 Kota di seluruh Prov. Sultra perhatikan empat syarat tersebut berdasarkan masalah nasional terkait dua hal kenaikan PBB-P2.

“Mengenai masalah Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Perdesaaan (PBB-P2) itu bisa menjadi naik karena dua hal yang pertama NJOP dinaikkan otomatis PBB-P2 akan naik. Ada juga PBB-P2 dinaikkan saja otomatis naik juga (PBB-P2) tapi nggak terlalu besar. Yang besar itu NJOP dinaikkan PBB-P2 juga dinaikkan,” ungkap Tito Karnavian.

“NJOP dan PBB-P2 kita telusuri Undangan-undangan Nomor 1 Tahun 2022 tenang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah. Filosofi Undang-undang ini memberikan desentralisasi fiskal Kepala daerah. Turunannya Peraturan pemerintah nomor 35 Tahun 2023 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Dan di situ disebutkan untuk pajak dan retribusi diatur oleh Peraturan Daerah. Penentuan tarif NJOP dan PBB-P2 itu diberikan kewenangan kepada kepala daerah tingkat 2 Bupati, Wali Kota dengan Peraturan kepala daerah dan yang mereview adalah Gubernur. Tidak sampai ke Kemendagri,” lanjut Tito Karnavian.

Terakhir, Tito Karnavian, berharap dalam Penyusunan dan Pembentukan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) terkait PBB-P2 ini dapat dipertimbangkan empat syarat utama itu dengan baik oleh Pemerintah di 15 Kabupaten dan 2 Kota di seluruh Prov. Sultra.

“Oleh karena itu dalam pembuatan kebijakan Peraturan Daerah baik Perda maupun Perkada. Tolong ditimbang betul kondisi sosial ekonomi masyarakat isi (Perda dan Perkada) ini sensitif jangan main paraf aja,” tutup Tito Karnavian.

Untuk diketahui kegiatan Rapat Koordinasi (Rakornas) Produk Hukum Daerah (PHD) untuk Kemudahan Investasi dan Pemantapan Asta Cita dilaksanakan mulai dari hari Selasa, 26 Agustus 2025 – Kamis, 28 Agustus 2025 di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara.(Faldi)*

Masyarakat Lingkar Tambang Dukung Aktivitas PT WIN

0

KENDARIKINI.COM – Masyarakat lingkar tambang yang terdiri dari masyarakat Desa Torobulu, Desa Wonua Kongga, Desa Labokeo, Desa Puulo di Kecamatan Laeya, Desa Parasi, Desa Mondoe, Desa Wawo Wonua di Kecamatan Palangga Selatan menyatakan dukungan terhadap aktivitas tambang PT Wijaya Inti Nusantara (WIN).

Ratusan masyarakat yang tergabung dari Desa Lingkar Tambang itu menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas PT WIN, Rabu 27 Agustus 2025.

Kordinator Lapangan Aksi, Agus mengatakan bahwa yang selama ini menolak aktivitas tambang kebanyakan dari luar, dan bukan masyarakat lingkar tambang.

“Masyarakat dari luar, yang tidak merepresentasikan masyarakat disini, dan yang kontra itu hanya satu atau dua orang itupun karena ada kekecewaan terhadap perusahaan atau sebelumnya juga pernah bekerja disini, namun diberhentikan karena tidak mengikuti SOP perusahaan,” jelasnya.

Lanjutnya bahwa PT WIN sudah banyak memberikan dampak positif terhadap masyarakat.

“Kami banyak dipekerjakan disini, dilatih dan ditingkatkan skil kami, kegiatan masyarakat juga selalu dibantu, diberikan bantuan sosial, PPM dan CSR, serta masih banyak lagi yang diberikan PT WIN ke masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu Sukirman (60) Warga Desa Torobulu menyampaikan bahwa pihak-pihak yang melakukan penolakan itu bukan pemilik lahan.

“Masyarakat diluar, kita yang punya lahan disini, kita minta ditata lahan kami, inikan ada tebing, ini yang kita minta di tata, bukan ditambang seperti framing yang berkembang diluar sana,” jelasnya.

Project Manajer (PM) PT WIN Muhammad Nuriman Djalani yang menemui masyarakat didepan kantor PT WIN menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan yang terbaik terhadap masyarakat.

“Yang dipersoalkan kemarin oleh salah satu oknum itu tebing, warga selaku pemilik lahan yang minta dikasih rata, dan kita bantu, namun kemarin terhenti karena ada penolakan yang tidak jelas dari mana,” katanya.

Pihaknya juga mengungkapkan bahwa sebanyak 90 Persen karyawan yang dipekerjakan adalah masyarakat lingkar tambang.

“Kita pekerjakan dan kita juga beri pelatihan, bahkan sudah ada yang kepala divisi sekarang,” pungkasnya.*

Rugikan Negara Satu Miliar dalam Kasus Korupsi Pembangunan Masjid, Kejaksaan Tetapkan Mantan Sekda Kolut sebagai Tersangka

0

KENDARIKINI.COM – Usai melalui tahapan Penyelidikan dan Penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan masjid di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) memasuki babak baru.

Pada Selasa 26 Agustus 2025,!Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolut menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini.

‎Kasi Pidsus Kejari Kolut, Zul Kurniawan Akbar menjelaskan bahwa ketiga tersangka masing-masing berinisial TS, M dan T, terlibat pada kasus mangkraknya pembangunan masjid tersebut.
‎
‎”Salah satu dari ketiga yang ditetapkan sebagai tersangka mantan Sekda Kolaka Utara periode 2019-2025,” jelasnya.

Lanjutnya bahwa mantan Sekda Kolaka Utara tersebut berperan sebagai ketua tim pembangunan masjid.
‎
‎”Kasus dugaan korupsi pembangunan masjid ini merugikan negara sebesar 1 Miliar, 51 juta 398 ribu,” pungkasnya.*

Desa Wisata Namu Raih Angka Wisatawan Nginap Tertinggi di Sultra

KENDARIKINI.COM – Salah satu indikator positif berkembangnya sebuah pengelolaan desa wisata baik dari atraksi, dan program daya tarik yang dibuat oleh pengelola adalah angka lama menginap wisatawan.

Jika dilihat diberbagai Desa Wisata yang ada di sulawesi tenggara, tentu seluruhnya memiliki Homestay atau rumah tinggal yang kamarnya disewakan oleh pemilik rumah itu sendiri. Karena Homestay salah satu indikator syarat sebuah desa wisata jika merujuk pada indikator jaringan desa wisata kementrian pariwisata.

Menurut Data Indonesia HomeStay Association (IHSA) Provinsi Sulawesi Tenggara (sultra). Salah satu Desa Wisata Di Sultra yng memiliki angka lama nginap wisatawan cukup tinggi adalah Desa Wisata Namu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan. Meski lokasinya bisa dibilang terisolir karena kondisi akses darat yang selalu bermasalah akibat statusnya jalan perbukitan yang belum ada pengerasan sehingga jika curah huan tinggi akses jalan susah dilalui akibat longsor dan licin, namun wisatawan tetap berkujung dan paling banyak menggunakan akses laut disaat kondisi jalan tidak memungkingkan dilalui.

Ahmad Nizar selaku Ketua IHSA Sultra mengungkapkan bahwa, dari data IHSA Sultra dalam sebulan di Desa Wisata Namu Homestay pasti terisi.

“Average Length of Stay atau rata-rata lama nginap wisatawan di Desa Wisata namu dalam sebulan bisa terisi 15 sampai 20 Kamar. lama menginap wisatawan (ketika minimal menginap satu malam) merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur keberhasilan dan daya tarik suatu desa wisata, karena menunjukkan kepuasan pengunjung dan kualitas atraksi serta pelayanan yang disediakan, serta menunjukkan bahwa desa tersebut mampu menarik wisatawan untuk tinggal lebih lama daripada sekadar kunjungan harian,” jelasnya, Selasa 26 Agustus 2025.

Lanjut Nizar, belum terhitung jumlah wisatawan nginap di desa namu yang menghuni kawasan camping ground. Karena menurutnya 90% pengunjng Desa Wisata Namu adalah wisatawan nginap dengan memilih jenis akomodasi Homestay atau Camping menggunakan tenda. Untuk Camping Ground sendiri sebulan rata-rata dihuni oleh 100 hingga 200 wisatawan dengan lama nginap rata-rata 2 hari 1 malam.

“Untuk angka lama nginap sendiri di Desa Wisata Namu rata-rata 2 hari 1 malam, dan itu sudah gabungan antara wisatawan Paket dan non paket. Artinya ada juga potensi wisatawan lebih dari 1 malam jika membeli paket wisata yang sudah disediakan, ataupun event private yang dibuat sendiri di dalam kawasan desa wisata Namu,” tutupnya.

Kunjungan yang lebih lama juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal, karena wisatawan akan lebih lama berinteraksi dengan produk dan jasa yang ditawarkan.

Pengukuran lama menginap membedakan antara wisatawan yang melakukan kunjungan harian atau ekskursionis tanpa menginap, dengan wisatawan yang melakukan perjalanan minimal satu malam.

Singkatnya, lama menginap wisatawan adalah salah satu penanda kesuksesan desa wisata dalam menyediakan pengalaman yang berharga dan menarik, serta mampu membuat pengunjung memutuskan untuk menghabiskan lebih banyak waktu dan sumber daya mereka di destinasi tersebut tidak hanya sekedar datang berapa jam kemudian pulang meninggalkan desa wisata itu sendiri.*

Dikbud Sultra Sukses Salurkan Progam Penerima Manfaat BSM

KENDARIKINI.COM – Pada tahun 2025 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) kini telah sukses menyalurkan anggaran program penerima manfaat Bantuan Siswa Miskin (BSM) bagi 3.500 siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (LSB), Selasa, 26 Agustus 2025.

Program penerimaan manfaat BSM ini merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, terkhusus Dikbud Sultra dalam rangka membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tidak putus sekolah dan tetap melanjutkan pendidikan sekolah SMA, SMK, dan SLB hingga selesai.

Penyaluran anggaran progam penerima manfaat BSM bagi 3.500 siswa SMA, SMK, dan SLB berdasarkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sultra Tahun Anggaran (TA) 2025.

Menurut Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sutra), Aris, mengukapkan penyaluran progam penerima manfaat BSM pada tahun 2025 kini telah diterima per siswa Rp 1.000.000 dari total 3.500 siswa SMA, SMK, dan SLB.

“Penyaluran penerima manfaat BSM yang sudah disalurkan dan diterima total sebanyak 3.500 siswa pada tahun 2025. 1.700 siswa dari SMA, 1.700 siswa dari SMK, dan 100 siswa dari SLB,” ungkap Aris pada hari Selasa, 26 Agustus 2025 siang di Kantor Dikbud Sultra.

“Per siswa SMA, SMK, dan SLB menerima manfaat BSM ini sebanyak Rp 1.000.000 dari total 3.500 siswa,” lanjut Aris.

Sementara itu progam penerima manfaat BSM pada tahun 2025 kini bertambah 2.000 siswa. Namun progam penerima manfaat BSM ini akan disalurkan oleh Dikbud Sultra kepada 2.00 siswa setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran (TA) 2025 ditetapkan Pemrov Sultra.

“Ada pun data 2.000 siswa kini adalah data tambahan penerima manfaat BSM pada tahun 2025 yang akan disesuaikan dengan anggaran APBD-P Sultra Tahun Anggaran (TA) 2025,” ungkap Aris.

Untuk diketahui pada tahun 2025 kini proses seleksi program penerima manfaat BSM ini akan dilakukan secara ketat agar bantuan tepat sasaran. Pihak sekolah diminta mengusulkan nama siswa dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu, Kartu Keluarga (KK), serta kartu pelajar sebagai syarat administrasi penerima manfaat BSM.(Faldi)*

Mendagri: Pemprov Sultra Boleh Gunakan BTT Kendalikan Inflasi Pangan

0

KENDARIKINI.COM – Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI), Tito Karnavian, dalam menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah di Eks MTQ Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyarankan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sultra boleh menggunakan Anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) untuk mengendalikan Infalasi pangan, Selasa, 26 Agustus 2025.

Hal ini berdasarkan Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 500/4825/SJ tanggal 19 Agustus 2022 membolehkan pemerintah daerah (Pemda) menggunakan Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mengendalikan inflasi karena situasi inflasi termasuk dalam kategori keadaan darurat atau keperluan mendesak.

“Kepala daerah miliki selain instrumen kebijakan, juga instrumen anggaran. Saya pernah mengeluarkan surat edaran boleh menggunakan pos anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) untuk mengendalikan inflasi,” ucap Tito Karnavian saat menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah pada hari Selasa, 26 Agustus 2025 sore di Eks MTQ Kendari, Sultra.

Menurut Tito Karnavian, Surat Edaran
Nomor 500/4825/SJ tanggal 19 Agustus 2022 ini sebagai dasar pemerintah di 15 Kabupaten dan 2 Kota seluruh Pemrov Sultra untuk tidak takut dipidanakan oleh Kejaksaaan Agung (Kejagung) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menggunakan BTT untuk mengendalikan infalasi pangan.

“Kalau nggak nanti kepala daerah takut menggunakan anggaran itu karena dianggap BTT ini hanya untuk dalam keadaan darurat bencana, nggak sebetulnya. BTT digunakan untuk hal di luar itu yang tidak tidak dianggarkan dalam pos anggaran lain,” jelas Tito Karnavian.

“Sebetulnya BTT gunanya buat itu. Dan mohon dari pak Kapolda, pak Kejaksaan, karena saya sudah tanda tangan dengan Kapolri dan Jaksa Agung penggunaan pos BTT untuk pengendalian inflasi termasuk memberikan subsidi bagi para pengusaha distributor untuk bisa membeli dari tempat daerah produsen ke daerah kita tanpa ada beda harganya karena disubsidi pemerintah daerah itu jangan dijadikan pidana,” lanjut Tito Karnavian.

Terakhir, Tito Karnavian, menegaskan bahwa pengendalian inflasi di sektor pangan merupakan salah satu atensi Presiden Indonesia.

“Inflasi menjadi salah satu atensi pemerintah pusat sehingga dapat digunakan instrumen belanja tak terduga,” tegas Tito Karnavian.

Untuk diketahui Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan mulai hari Selasa, 26 Agustus 2025 – Rabu, 27 Agustus 2025 di Eks MTQ Kendari, Sulawesi Tenggara.(Faldi)*

Mendagri Apresiasi Gerakan Pangan Murah Pemprov Sultra, Hadir Ditengah Kesusahan Rakyat

0

KENDARIKINI.COM – Mentri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI), Tito Karnavian, menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah di Eks MTQ Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa, 26 Agustus 2025.

Kegiatan ini merupakan instruksi Presiden Indonesia dalam rangka menekan laju inflasi di sektor pangan seluruh Indonesia untuk membantu keperluan pangan masyarakat yang lebih terjangkau dengan harga yang relatif murah dibanding harga pangan di pasaran.

Dalam menghadiri kegiatan ini Mendagri, Tito Karnavian, menyinggung bahwa isu sentral yang menjadi perhatian dari masyarakat saat kini adalah living cost (biaya hidup) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Prov. Sultra), Indonesia.

“Hampir semua dari Sabang sampai Merauke isu nomor satu adalah biaya hidup (living cost) dibandingkan dengan pendapatan. Masalah biaya hidup yang paling mendasar adalah sandang, pangan, dan papan. Pangan nomor satu,” singgung Tito Karnavian saat menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah pada hari Selasa, 26 Agustus 2025 sore di Eks MTQ Kendari, Sulawesi Tenggara.

Keperluan biaya hidup primer seperti makanan dan minuman, pakaian, dan rumah menjadi masalah mendasar yang nomor satu yang dihadapi masyarakat di Kota Kendari, Prov. Sultra, Indonesia adalah pangan.

“Sandang masih bisa nggak ganti pakaian, papan juga masih bisalah rumahnya nggak direnovasi. Tapi kalau pangan tidak bisa ditunda makanan itu di angka 60%. Yang nomor dua dalah lapangan kerja,” lanjut Tito Karnavian.

Dalam masalah tersebut, Tito Karnavian, menyarankan kepada Pemerintah di 15 Kabupaten dan 2 Kota di Prov. Sultra untuk koordinasi sama Badan Pusat Statistik (BPS) terkait gejolak biaya hidup dalam 9 (sembilan) harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Saran saya untuk Gubernur, Bupati, dan Wali Kota buatlah konsep setiap minggu tugaskan kepala dinas pangan atau dinas pertanian untuk ngecek pasar dan koordinasi sama BPS setiap seminggu sekali ngecek harga-harga (pangan),” kata Tito Karnavian.

Dalam kesempatan ini Tito Karnavian, juga mengucapakan terima kasih banyak atas Gerakan Pangan Murah, Kendari, Sulawesi Tenggara, dan mendo’akan harga pangan bisa terkendali di seluruh 15 Kabupaten dan 2 Kota di seluruh Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Terima kasih banyak atas acara Gerakan pasar (Pangan) murah ini saya do’akan dengan acara ini Insya Allah pangan bisa terkendali seluruh Provinsi Sulawesi Tenggara,” ucap Tito Karnavian.

Untuk diketahui Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan mulai hari Selasa, 26 Agustus 2025 – Rabu, 27 Agustus 2025 di Eks MTQ Kendari, Sulawesi Tenggara.(Faldi)*

Upaya PLN Wujudkan Energi Berkeadilan, Gelar Diseminasi RUPTL 2025–2034

0

KENDARIKINI.COM – PT PLN (Persero) siap melistriki hingga ke pelosok dan meningkatkan porsi bauran energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia guna mendukung swasembada energi dan pertumbuhan ekonomi. Komitmen ini disampaikan dalam Diseminasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara pada Senin (25/8) di Kota Kendari.

Mengusung tema “Rencana Strategis PLN dalam Meningkatkan Rasio Elektrifikasi dan Mendukung PSN di Sulawesi Tenggara”, acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, serta jajaran pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan pelaku usaha sektor energi.

RUPTL 2025–2034 disusun sebagai pedoman pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan selama sepuluh tahun ke depan, dengan fokus pada penyediaan energi yang andal, ramah lingkungan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. PLN menegaskan komitmennya untuk memperluas akses listrik hingga ke pelosok Sulawesi Tenggara serta meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sesuai target nasional.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tenggara, Andi Azis, menyampaikan apresiasi atas langkah PLN dalam mempercepat pembangunan kelistrikan. Ia menegaskan bahwa PLN berperan penting sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi.

“Pemerintah Provinsi berkomitmen mendukung penuh implementasi RUPTL ini. Listrik adalah kunci utama peningkatan daya saing daerah, menarik investasi, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Sulawesi Tenggara mendorong sinergitas dengan seluruh pemangku kepentingan untuk melistriki hingga ke pelosok dan memajukan industri,” ujarnya.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menegaskan bahwa PLN siap menjalankan seluruh ketentuan RUPTL yang telah disusun sebagai peta jalan transformasi sistem kelistrikan nasional menuju arah yang lebih hijau, adil, dan berkelanjutan.

“PLN siap menjalankan seluruh rencana dalam RUPTL ini sebagai langkah nyata transisi energi Indonesia menuju _Net Zero Emissions_. Dengan lokasi pembangunan yang kini sudah jelas dan terperinci, kami optimistis bisa memperkuat keandalan listrik nasional sekaligus mendorong pemanfaatan energi lokal untuk mewujudkan swasembada energi,” pungkas Edyansyah.

Edyansyah dalam sambutannya juga menekankan pentingnya kolaborasi bersama pemerintah daerah.
“Melalui RUPTL ini, kami ingin memastikan ketersediaan listrik tidak hanya mendukung kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendorong pertumbuhan investasi, industri, dan UMKM di Sulawesi Tenggara,” ujar Edyansyah.

Tercatat, untuk Sulawesi akan dibangun pembangkit EBT dengan kapasitas 7,7 GW, terdiri dari PLTA/M sebesar 4.606 MW, PLTS sebesar 1.530 MW, PLTB sebesar 1.010 MW, PLTP sebesar 305 MW, dan bioenergi sebesar 236 MW.

Melalui diseminasi ini, PLN mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi mewujudkan pembangunan energi yang berkeadilan, berkelanjutan, dan selaras dengan agenda transisi energi nasional. RUPTL 2025–2034 diharapkan menjadi landasan kokoh dalam menghadirkan listrik yang lebih andal, hijau, dan inklusif untuk masyarakat Sulawesi Tenggara.*

Diduga Ada Kecurangan Proses Tender Labkesmas Muna Barat: Pemenang Baru Muncul di Tender Kedua

0

KENDARIKINI.COM – Diduga terdapat praktik kecurangan pada proses lelang tender proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas)  di Desa Nihi, Kecamatan Sawerigading, Kabupaten Muna Barat.

Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp13,1 miliar ini bahkan sampai harus melewati dua kali tender, sehingga memunculkan sorotan publik.

Data Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Muna Barat mencatat, tender pertama dengan Nomor 1004894700 yang dibuka 20 Juni 2025 dibatalkan dengan alasan “dokumen pemilihan tidak sesuai ketentuan”. Namun, persyaratan administrasi tender kedua yang dibuka 1 Juli 2025 dengan Kode 10053951000 tidak menunjukkan perubahan signifikan.

Pada tender kedua, dari 33 perusahaan yang mendaftar, hanya empat yang mengajukan penawaran. PT Vintara Mitra Utama yang tidak ikut tender pertama tiba-tiba muncul sebagai pemenang dengan nilai Rp12,86 miliar, mengalahkan CV Rajawali Raya Engineering, CV Cahaya Angkasa Utama, dan CV Bumi Persada Laods.

LM Junaim, Pemerhati Kebijakan Publik Muna Barat, menilai alasan pembatalan tender pertama hanyalah dalih.

“Kalau memang ada masalah dengan dokumen pemilihan di tender pertama, seharusnya ada revisi atau perubahan yang jelas di tender kedua. Tapi faktanya, dokumennya identik. Ini sangat mencurigakan dan mengesankan adanya upaya untuk mengarahkan pemenang tender,” tegas Junaim, Sabtu 23 Agustus 2025.

Menurutnya, pola dua kali tender ini mengindikasikan adanya intervensi politik.

“Publik mencium aroma intervensi ‘plat merah’. Ada dugaan kuat bahwa pemenang tender hanya formalitas, sementara proyek sebenarnya dikerjakan pihak yang dekat dengan lingkaran kekuasaan. Jika ini benar, maka ini adalah pengkhianatan terhadap prinsip transparansi,” bebernya.

Junaim juga menyoroti anomali jumlah penawar. Pada tender pertama, dari 23 perusahaan yang mendaftar, tidak satu pun mengajukan penawaran. Namun, pada tender kedua, justru muncul empat penawar saat PT Vintara Mitra Utama ikut mendaftar.

“Ini indikasi kuat adanya pengaturan sejak awal. Perusahaan-perusahaan hanya dijadikan peserta ‘pajangan’, sementara skenario pemenang sudah disiapkan. Ini permainan kotor yang merugikan rakyat Muna Barat,” kritiknya.

Dengan nilai proyek mencapai Rp12,8 miliar, Junaim mendesak pengawasan ketat dari aparat penegak hukum.

“Jika dibiarkan, pola tender seperti ini akan terus berulang dan menjadi tradisi buruk. Kami meminta aparat penegak hukum turun tangan memeriksa. Jangan sampai fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi kebutuhan rakyat justru menjadi ladang bancakan elit,” tandasnya.

Menanggapi tudingan tersebut, Kepala Bagian LPSE Muna Barat, Zuhdi Mulkian menjelaskan bahwa pembatalan tender pertama dilakukan setelah berkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) karena adanya item peralatan penting yang belum dimasukkan dalam dokumen persyaratan.

“Jadi pembatalan itu bukan keputusan sepihak dari kami. Setelah berdiskusi dengan PPK, dan karena waktu masih memungkinkan, pembatalan dilakukan sebelum tahap pengunggahan dokumen. Kalau sudah masuk tahap pengunggahan, kami juga tidak berani karena semua peserta sudah tahu isi dokumen,” jelas Zuhdi.

Zuhdi menambahkan, penambahan item peralatan merupakan hasil reviu dengan PPK. Misalnya, mobil crane dianggap vital untuk mitigasi risiko pengangkatan material di lantai dua, sementara genset diganti karena dapat digantikan dengan sumber listrik.

LPSE Muna Barat juga membantah adanya dugaan pengaturan tender. Menurut Zuhdi, semua informasi terkait tender dilakukan secara terbuka dan transparan.

“Jika ada pengaturan, pasti ada perusahaan yang keberatan dan mengajukan masa sanggah. Sampai hari ini tidak ada perusahaan yang komplain terkait proses tender di LPSE Muna Barat,” tegasnya.

Untuk diketahui, Proyek Labkesmas ini menjadi sorotan publik karena merupakan proyek besar di Kabupaten Muna Barat pada tahun 2025 dan masuk Proyek Strategis Nasional, yang dipantau langsung oleh Kejaksaan.*

Tanggap Keluhan Masyarakat, PT Vale Buka Ruang Aduan

0

KENDARIKINI.COM – Sejak hari pertama insiden kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, 23 Agustus 2025, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) langsung menggerakkan tim darurat yang bekerja siang dan malam untuk meminimalisir dampak terhadap masyarakat dan lingkungan.

Hingga hari ketiga, titik kebocoran berhasil diidentifikasi dan dihentikan, sementara di hari keempat upaya terus difokuskan untuk memastikan penyebaran minyak dapat segera dikendalikan. Personel teknis dikerahkan dengan sistem kerja bergantian 24 jam untuk mempercepat proses pemulihan.

Transparansi dan Tanggung Jawab

Sebagai wujud keterbukaan, PT Vale telah membuka Posko Informasi dan Pengaduan di Kantor Camat Towuti yang beroperasi setiap hari pukul 07.00 – 18.00 WITA. Posko ini menjadi sarana resmi bagi warga terdampak untuk menyampaikan aduan, masukan, maupun informasi tambahan.

Sejak dibuka pada 25 Agustus, posko menerima beberapa laporan resmi, baik secara online maupun offline. Diantaranya, mobilisasi alat yang menyebabkan kebocoran pipa. Tim lapangan PT Vale langsung melakukan asesmen dan tindak lanjut cepat untuk menjaga keselamatan warga.

Selain itu, PT Vale juga menyiapkan Posko Medis di Desa Lioka, berdekatan dengan lokasi kebocoran. Posko ini dijaga tenaga medis secara bergantian selama 24 jam, sebagai bentuk kesiapsiagaan terhadap potensi risiko kesehatan. Hingga saat ini, belum ada laporan gangguan kesehatan dari masyarakat, namun layanan tetap dibuka untuk memastikan masyarakat merasa aman dan terlindungi.

Musafir Laeda, Kepala Desa Baruga, mengajak semua pihak untuk saling mendukung, “Mari kita saling membantu, mari bekerjasama semua. Kalau pun sebelumnya ada komunikasi yang kurang baik karena kepanikan, saat ini sudah ada tempat pelaporan yang bisa menghubungkan semua pihak.” ujarnya saat hadir dalam pertemuan bersama masyarakat di kantor Camat Towuti.

Endra Kusuma, Head of External Relations PT Vale Indonesia Tbk, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu penanganan insiden, “Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan. Tim kami di lapangan bekerja tanpa henti, siang dan malam, karena kami percaya pemulihan hanya bisa terwujud dengan kebersamaan. Semoga dengan doa, kerja sama, dan semangat #BersamaUntukTowuti, kita bisa melewati ini dengan lebih kuat.”

Dia menambahkan, saat ini Perseroan sudah berkordinasi dengan pemkab Luwu Timur untuk mendata sejumlah lahan warga yang terkena dampak atas musibah ini.

“Mohon dukungannya agar kami bisa melewati musibah ini, tentunya kejadian ini semakin menguatkan perseroan dalam melakukan mitiigasi crisis dalam menegaskan komitmen untuk senaitiasa mempercepat proses penanggulangan pada area terdampak,” pungkasnya.*

Oknum Karyawan PNM Baubau Gelapkan Dana Pelunasan Pinjaman Nasabah Senilai Ratusan Juta

0

KENDARIKINI.COM – Kasus dugaan penggelapan dana kembali mencoreng lembaga keuangan milik negara. Seorang nasabah Permodalan Nasional Madani (PNM) di Kota Baubau, Muliani, mengaku menjadi korban penyelewengan dana pelunasan kredit oleh oknum karyawan PNM berinisial MSN.

Uang ratusan juta rupiah yang telah dibayarkan untuk melunasi pinjaman, diduga tidak pernah masuk ke rekening resmi perusahaan.

Penasihat hukum Muliani, Rusiadi Waginopo, menjelaskan persoalan bermula dari perjanjian kredit Muliani dengan PNM ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) senilai Rp178 juta dengan kewajiban angsuran Rp8 juta per bulan, hendak dilakukan pelunasan lebih awal.

“Pada saat klien kami hendak melakukan pelunasan dini, ia diarahkan untuk bertemu dengan pimpinan Unit PNM inisial MSN,” kata Rusiadi, dilansir melalui Kompas.com, Jumat 22 Agustus 2025.

Menurutnya, MSN kemudian mengarahkan Muliani untuk melakukan pelunasan bertahap dengan total Rp125 juta. Pembayaran pertama senilai Rp20 juta dilakukan di kantor PNM dan disertai kuitansi resmi, ditandatangani petugas ULaMM serta distempel perusahaan.

Namun, setelah itu skema pembayaran berubah drastis.

“Sehingga atas dasar arahan tersebut, Ibu Muliani melakukan pembayaran transfer senilai Rp65 juta ke rekening pribadi MSN. Itu pembayaran pelunasan tahap kedua,” ujar Rusiadi.

Tidak berhenti di situ, pada 14 Januari 2025, Muliani kembali mentransfer Rp40 juta ke rekening pribadi yang sama atas perintah MSN.

“Sehingga Ibu Muliani ini diberikan nota pelunasan yang ditandatangani MSN. Menjelang dua minggu, ia mempertanyakan kepada MSN kapan jaminan barang berharga miliknya dikembalikan kepadanya. Namun jawabannya bahwa untuk jaminan masih dalam proses PNM pusat,” jelasnya.

Kecurigaan Muliani memuncak pada Maret 2025, ketika ia menerima surat peringatan tunggakan dari PNM. Padahal, ia merasa telah menuntaskan seluruh kewajiban.

Saat mendatangi kantor PNM Baubau dengan membawa bukti transfer, pihak perusahaan menyatakan dana tersebut tidak pernah tercatat dalam rekening resmi.

“Kami dari kuasa hukum, secara hukum Ibu Muliani sudah membayar pelunasan melalui pegawai resmi. Menurut kami, secara prosedur Ibu Muliani sudah beritikad baik melakukan kewajibannya sehingga haknya harus dikembalikan, namun sampai hari ini pihak PNM ini masih saling lempar tanggung jawab antara PNM dan karyawannya,” tegas Rusiadi.

Di sisi lain, Pemimpin Cabang PNM Baubau, Salim, membenarkan bahwa Muliani memang nasabah mereka. Ia bahkan mengakui total pembayaran yang ditunjukkan Muliani sesuai dengan nilai pinjaman. Namun, temuan internal menunjukkan adanya penyimpangan.

“Tapi bukti bayar itu tidak masuk dalam rekening perusahaan, masuknya ke rekening oknum salah satu karyawan yang dicurigai mengambilnya,” kata Salim.

Meskipun demikian, Salim menegaskan perusahaan tidak akan lari dari tanggung jawab.

“Kami tetap bertanggung jawab dan sudah ketemu dengan nasabah dan pengacaranya. Kami sampaikan tolong bersabar karena masalah ini sudah dibuatkan laporan investigasi internal, kemudian sudah dilakukan audit oleh internal kami di PNM, tinggal menunggu hasil keputusan dari pusat, mudah-mudahan secepatnya sehingga kami tindak lanjuti,” jelasnya.

Saat ini, kasus tersebut memasuki jalur ganda: pidana dan perdata. Oknum karyawan MSN telah dilaporkan ke Polres Baubau, sementara gugatan perdata Muliani terhadap PNM juga telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Baubau.*

Gubernur Sultra Hadiri Rapat Paripurna Dewan

0

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar pada hari Senin, 25 Agustus 2025.

Acara utama pada rapat ini adalah penyerahan dokumen sekaligus pidato pengantar Gubernur terkait Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta perubahan prioritas dan plafon anggaran sementara untuk tahun anggaran 2025.

Dalam sambutannya, Gubernur Sultra menegaskan bahwa perubahan kebijakan umum APBD merupakan dokumen krusial dalam proses penyusunan anggaran daerah yang baru.

Terdapat tiga pokok perubahan utama, yaitu: Pertama, Perubahan Kebijakan Pendapatan Daerah. Kedua, Perubahan Kebijakan Belanja Daerah. Ketiga, Perubahan Kebijakan Pembiayaan Daerah

Gubernur menekankan bahwa perubahan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan penggunaan anggaran yang lebih efektif dan efisien dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.*

Telan Anggaran Pembangunan 3 Miliar, Terminal Lacaria Kolut Sepi Aktivitas

0

KENDARIKINI.COM – Terminal Tipe B Lacaria di Kolaka Utara (Kolut) yang dibangun dengan menghabiskan anggaran 3 miliar, sepi dari aktivitas operasional.

Berdasarkan hasil pantauan lapangan jurnalis media ini, di terminal Lacaria tidak terdapat aktivitas umum bongkar muat penumpang layaknya terminal lainnya.
‎
Salah satu warga Kolaka Utara, Rizal mengaku setiap melintas di depan terminal tersebut, tidak pernah ada aktivitas seperti kendaraan yang lalu-lalang.
‎
‎”sepi sekali, padahal sudah diresmikan pak gubernur itu hari”, ungkap Rizal pada awak media ini, Selasa 26 Agustus 2025.
‎
‎Menurutnya, pemerintah daerah maupun dinas terkait harus menghidupkan terminal tersebut sehingga ada manfaatnya bagi semua pihak.
‎
‎”Paling tidak, ada aktivitas, sehingga tidak percuma dibangun ini terminal”, tambahnya.
‎
‎Diberitakan sebelumnya, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka menekankan bahwa Terminal Lacaria harus dikelola dengan baik agar tidak hanya diresmikan tetapi kemudian terbengkalai.
‎
‎”Saya meminta agar terminal ini segera dilengkapi dengan fasilitas yang memadai agar memiliki daya tarik bagi pengguna”, pungkas Andi Sumangerukka.

Kejari Kolut Enggan Transparan Soal Pelimpahan Barang Bukti Tambang Ilegal

0

KENDARIKINI.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka Utara (Kolut) enggan transparan soal pelimpahan barang bukti hasil pertambangan ilegal di Kolut.

Beberapa bulan lalu, Bareskrim Polri berhasil menyita belasan barang bukti dari aktivitas pertambangan ilegal di Kolaka Utara (Kolut). Barang bukti tersebut diantaranya 2 Kapal Tongkang, 11 Unit Excavator dan 3 mobil dump truck.
‎
Namun ‎berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, hanya satu unit dump truck yang telah dilimpahkan sebagai barang bukti ke Kejaksaan. Sedangkan barang bukti lainnya dikabarkan dikembalikan ke pihak perusahaan.

‎Humas Kejari Kolut, Dani saat dimintai keterangan oleh awak media malah meminta agar wartawan datang ke kantornya untuk mendengarkan langsung penjelasan dari bidang yang menangani.
‎
‎”Kalo terkait informasi itu silahkan langsung datang kekantor pak biar dijelaskan oleh bidang terkait”, kata Dani dalam pesan singkat WhatsAppnya pada Senin, 25 Agustus 2025.
‎
‎Sedangkan Kasat Reskrim Polres Kolut, AKP Fernando Oktober saat dikonfirmasi membenarkan bahwa barang bukti hasil pertambangan ilegal tersebut sempat dititipkan di Polres Kolut.
‎
‎”Polres Kolaka Utara hanya dititipkan barang bukti. Kami hanya memfasilitasi tempat saja”, kata Fernando saat dikonfirmasi pada Senin, 25 Agustus 2025.
‎
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu keterbukaan informasi terkait pelimpahan barang bukti hasil tindak pidana kejahatan pertambangan yang ada di Kolaka Utara.

Tamu Rakornas PHD 2025 di Sultra Mulai Berdatangan

0

KENDARIKINI.COM – Menjelang pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional Produk Hukum Daerah (Rakornas PHD) Tahun 2025, sejumlah tamu VVIP dan VIP mulai tiba di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Para tamu penting yang berasal dari kementerian, lembaga negara, DPR RI, kepala daerah, hingga unsur DPRD provinsi se-Indonesia datang melalui Bandara Haluoleo Kendari.

Berdasarkan data kedatangan pada 25 Agustus 2025, beberapa pejabat yang telah tiba antara lain Kepala Biro Hukum (Karo Hukum) Provinsi Gorontalo serta Karo Hukum Provinsi Papua Selatan yang hadir mewakili gubernur. Arus kedatangan diperkirakan semakin padat pada 26 Agustus 2025, bertepatan dengan jadwal kedatangan pejabat pusat dan kepala daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Sejumlah pejabat pusat yang dijadwalkan hadir dalam Rakornas PHD 2025 antara lain Menteri Dalam Negeri, Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri, Ketua Komisi II DPR RI, Menteri Ekonomi Kreatif RI, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), perwakilan Menteri BKPM Eselon I, serta Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Dari unsur kepala daerah, Rakornas PHD akan dihadiri oleh Gubernur Riau, Gubernur Maluku Utara, Gubernur Maluku, Wakil Gubernur Papua Tengah, dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat. Hadir pula Sekretaris Daerah Sulawesi Tengah yang mewakili gubernur, serta sejumlah perwakilan dari berbagai provinsi seperti Asisten I Provinsi Sumatera Selatan, Staf Ahli Gubernur NTT, Karo Hukum Sumatera Barat, Karo Hukum Jawa Tengah, Karo Hukum Kalimantan Tengah, Karo Hukum Bengkulu, Ketua Bapemperda Lampung, Asisten I Nanggroe Aceh Darussalam, Karo Hukum DIY, Karo Hukum Sulawesi Selatan, Karo Hukum Bali, dan Karo Hukum NTB.

Sementara itu, dari unsur legislatif daerah, Rakornas PHD 2025 akan dihadiri oleh Ketua DPRD Sumatera Barat, Ketua DPRD Maluku, Ketua DPRD Papua Selatan, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat, Wakil Ketua DPRD DIY, Ketua DPRD Bali, serta Ketua DPRD Maluku Utara. Hadir pula undangan lainnya yakni Kabag Persidangan Setwan DPRD Provinsi Bangka Belitung dan Ketua Bapemperda Provinsi Banten.

Sebagai tuan rumah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah menyiapkan penyambutan resmi bagi seluruh tamu dan memastikan rangkaian kegiatan Rakornas PHD Tahun 2025 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.*

Polresta Kendari Tanam Jagung Bersama Masyarakat Binaan Dukung Ketahanan Pangan

0

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari bersama Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Pada Selasa (26/8/2025), jajaran kepolisian bersama unsur Forkopimda, pemerintah daerah, dan kelompok tani melaksanakan giat penanaman jagung kuartal III di lahan masyarakat binaan Polri, berlokasi di Jalan Saanopuuwatu, Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WITA dengan rangkaian acara pembukaan, doa bersama, sambutan Wakapolda Sultra Kombes Pol Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum, hingga penyerahan bibit jagung kepada kelompok tani. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi penanaman jagung secara simbolis oleh para pejabat yang hadir, disertai partisipasi kelompok tani Kecamatan Abeli Dalam.

Hadir dalam kegiatan ini Wakapolda Sultra beserta Pejabat Utama (PJU) Polda, Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra, perwakilan Forkopimda, Kapolresta Kendari, perwakilan TNI AL, Kadis Pertanian Kota Kendari, PJU Polresta Kendari, camat, lurah, hingga unsur kejaksaan dan pengadilan. Turut hadir pula para kapolsek jajaran Polresta Kendari bersama kelompok tani setempat.

Melalui kegiatan ini, Polresta Kendari menegaskan bahwa program penanaman jagung bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata kepedulian Polri dalam membantu masyarakat memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan ketahanan pangan di wilayah hukum Polresta Kendari.*

Polresta Kendari Siapkan 944 Personel Amankan Rakornas PHD 2025

0

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Produk Hukum Daerah Tahun 2025 yang berlangsung di wilayah hukum Polresta Kendari, Selasa (26/8/2025).

Apel yang dilaksanakan di Mako Polresta Kendari ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Kendari Kombes Pol. Edwin L. Sengka, S.I.K., M.Si.

Dalam pengamanan tersebut, sebanyak 944 personel gabungan Polda Sultra, Brimob Polda Sultra dan Polresta Kendari dikerahkan untuk memastikan keamanan pelaksanaan Rakornas yang akan berlangsung hingga 28 Agustus 2025 mendatang.

Kapolresta Kendari dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh rangkaian Rakornas berlangsung.
“Laksanakan pengamanan dengan penuh tanggung jawab dari awal hingga akhir kegiatan. Jaga kesehatan dan keselamatan diri, jangan apatis terhadap situasi, serta jangan mudah terpancing emosi, terutama menghadapi dinamika situasi wilayah.” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan para perwira pengendali, danton, dan danru agar mengawasi secara ketat anggota di lapangan serta memastikan koordinasi berjalan efektif. Personel yang membawa senjata api pun diminta melakukan pengecekan menyeluruh agar tidak terjadi kelalaian.

Apel gelar pasukan ini ditutup dengan kegiatan Tactical Floor Game (TFG) sebagai bentuk simulasi teknis pengamanan serta memberikan gambaran terkait pengamanan yang akan dilaksanakan guna mengetahui tugas dan tanggung jawab masing-masing plotingan.*

Kapolres Konut: Sanksi Pidana, Disiplin Maupun Kode Etik Menanti Oknum Polisi Pelaku Dugaan Penganiayaan

0

KENDARIKINI.COM — Kepala Kepolisian Resor Konawe utara AKBP Rico Fernanda dalam keterangannya menangapi kejadian dugaan kasus penganiayaan Bripda LOI terhadap perempuan AR (25) dengan lokasi tempat kejadian perkara (TKP) di BTN Baruga Saranani Lestari Kota Kendari, Selasa 26 Agustus 2025.

“Saya Kapolres Konawe utara AKBP Rico Fernanda atas nama Institusi dan pimpinan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak korban dan keluarga korban atas tindakan personel kami,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa setelah kejadian penganiayaan tersebut Polda Sultra melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) serta piket SPKT Polda Sultra langsung menindaklanjuti laporan perempuan AR (25) dengan mengamankan pelaku.

“Saat ini pelaku telah diamankan dan di tahan dalam penempatan khusus (patsus) Bidang Propam Polda Sultra untuk selanjutnya menjalani proses hukum sesuai prosedur dan transparan,” tegas Kapolres Konut.

Polres Konawe utara menjaga integritas, kepercayaan masyarakat dengan bersikap transparan dan reaponsif setiap informasi perkembangan kasus ini.

Kapolres Konawe utara AKBP Rico Fernanda mengatakan pelaku terancam sanksi pasal 351 tentang penganiayaan yang sedang di proses reskrimum Polda Sultra serta hukuman disiplin dan kode etik profesi Polri atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) oleh bidang profesi pengamanan (propam) Polda sultra.

“Kembali saya tegaskan tidak ada yang kebal hukum, semua warga negara Indonesia sama kedudukannya dimata hukum, Tidak ada perlakuan khusus bagi anggota Polri yang melanggar,” pungkasnya.*

Penanaman Jagung Kuartal Tiga, Polda Sultra Targetkan Enam Ribu Hektar Lahan Potensi

0

KENDARIKINI.COM – Polda Sultra bersama Polresta Kendari dan Dinas kembali melaksanakan penananam jagung kuartal III di lahan masyarakat binaan Polri yang bertempat di Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Selasa 26 Agustus 2025.

Penanaman jagung dibuka langsung oleh Wakapolda Sultra Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum, dihadiri oleh PJU Polda Sultra, Kapolresta Kendari Kombes Pol. Edwin Louis Sengka, S.I.K., M.Si, perwakilan dari Forkopimda Sultra serta masyarakat kelompok tani.

Wakapolda menegaskan bahwa penanaman jagung merupakan komitmen dalam mendukung program pemerintah terkait dengan ketahanan pangan.

“Pangan adalah pilar ketahanan nasional, presiden menegaskan masalah pangan adalah masalah kedaulatan dan kunci menjadi negara maju adalah pangan harus tersedia,” ungkap Kombes Gidion.

Saat ini di Sulawesi Tenggara, tantangan untuk meningkatkan kapasitas produksi jagung harus dijawab dengan kolaborasi lintas sektoral antara instansi dan dinas terkait.

Diketahui polda sultra saat ini telah melakukan penanaman jagung seluas 3 ribu Hektar di lahan masyarakat binaan polri dengan potensi lahan total seluas 6 ribu Hektar lebih.

“Hal ini merupakan upaya bukti komitmen polri untuk peran aktif dalam mendorong kemandirian pangan. Penanaman jagung adalah kontribusi nyata untuk capai target serapan bulog sultra 5500 ton jagung pada 2025,” tutur Wakapolda.

Sebagai penutup, Wakapolda mengajak sinergi pemerintah daerah, bulog hingga TNI untuk solid mempertahankan dan memperkokoh potensi jagung nasional yang ada di Sulawesi Tenggara.*

Tiba di Sultra Hadiri Rakornas PHD 2025, Gubernur Maluku dan Malut Disambut KKIM

0

KENDARIKINI.COM – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda Laos tiba di Bandara Halu Oleo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa 26 Agustus 2025.

Kedua gubernur tersebut menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Produk Hukum Daerah (PHD) 2025 di Kota Kendari.

Kedatangan kedua gubernur tersebut mendapatkan sambutan hangat dari Keluarga Besar Kerukunan Masyarakat Indonesia Maluku (KMIM) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Disela kedatangannya, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Laos, Ia mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat KKIM.

“Terimakasih atas sambutan hangat keluarga besar Maluku di Sultra,” katanya.

Pihaknya juga mengapresiasi KKIM atas sambutan hangatnya.

Sementara itu Ketua Umum KKIM Sultra Janson Sirtolang mengatakan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan penyambutan Gubernur Maluku dan Malut.

“Rencananya juga kita akan lanjutkan silaturahmi dengan Gubernur Maluku dan Malut, tapi kita lihat waktunya kedua pemimpin kita,” jelasnya.

Lanjutnya bahwa hal ini sudah menjadi kebiasaan dari KKIM melalukan penyambutan seperti ini.

“Bukan hanya pejabat, tapi semua keluarga Maluku kita sambut baik,” tambahnya.

Pihaknya juga menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangeruka.

“Karena dengan ada giat ini di Sultra, kita bisa berkumpul dengan keluarga Maluku dan Malut,” pungkasnya.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti