Kamis, Juli 23, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 352

Perkara Dugaan Penganiayaan di Muna, LBH HAMI Sultra Ajukan Praperadilan

0

Kendari – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi pra peradilankan Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Muna.

Ketua LBH HAMI Sultra, Andri Darmawan mengatakan pengajuan praperadilan resmi didaftarkan pihaknya di Pengadilan Negeri (PN) Raha, Muna hari ini, Jumat (13/10/2023).

“Tadi sudah didaftarkan di PN Raha dan telah diterima. Tinggal menunggu jadwal persidangan,” kata dia.

Andri Darmawan menjelaskan, LBH HAMI Sultra mengajukan permohonan praperadilan, karena dalam penyelidikan kasus dugaan pengeroyokan terhadap pasangan suami istri (Pasutri) tidak seusai KUHAP dan Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019.

Dimana, kliennya itu ditetapkan tersangka saat itu, tidak memenuhi dua unsur alat bukti. Sementara dasar dalam penetapan tersangka, setidaknya harus memiliki dua alat bukti yang dianggap cukup oleh penyidik menentukan tersangka.

Selanjutnya, tersangka tidak diberikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP). Mestinya penyidik, memberikan SPDP terhadap terlapor yang sudah ditetapkan tersangka.

“Anehnya lagi, saksi-saksi baru diperiksa penyidik, ketika sudah ada penetapan tersangka,” urainya.

Sehingga, menurut pengacara kondang ini menganggap gugatan LBH HAMI cukup berdasar. Pasalnya, dibuktikan dengan berkas perkara tak sampai pada P-21 atau dianggap tidak lengkap oleh jaksa.

Artinya, kasus atau perkara yang sudah sampai tahap penyidikan, lantas kemudian tidak di P-21 jaksa, tentunya kasus itu dinilai tidak memenuhi alat bukti.

“Hal itu sudah terbukti, klien kami bebas setelah ditahan 60 hari di Rutan Kelas II Raha. Karena 60 hari setalah ditahan harus dikeluarkan dari tahanan, sebab berkas tidak P-21,” tutupnya.*

SPBE PT Osu Wonua Perkasa Jamin Keselamatan Masyarakat Sekitar

0

Konawe – SPBE PT Osu Wonua Perkasa menjelaskan terkait sistem yang dibangun oleh pihak untuk menjamin keselamatan masyarakat sekitar apabila ada hal-hal tidak terduga terjadi, Sabtu 14 Oktober 2023.

Manajer SPBE PT. Osu Wonua Perkasa Abdul Karim mengatakan mengenai keselamatan warga yang berdomisili disekitar SPBE, pihaknya menjamin hal tery.

“Menurut saya warga tidak perlu selalu berpikir terlalu negatif karena saat ini contoh konkrit sudah diperlihatkan, Mungkin ini sudah kehendak yang maha kuasa untuk memperlihatkan kepada warga disekitar SPBE bahwa, Walaupun terjadi kebakaran hebat di area SPBE dan berdekatan dengan tangki timbun Gas,” jelasnya.

Lanjutnya walaupun sempat terjadi peristiwa, tangki timbun itu tetap aman.

“Tidak mudah untuk terbakar ataupun meledak. Itu dikarenakan sistem pengamanan tangki timbun itu dilakukan secara berlapis seperti Alarm Emergency yang berfungsi mematikan saluran listrik yang ada di area Tangki timbun dan feeling hall sehingga semua aktifitas berhenti,” ungkapnya

Sambunnya bahwa ada namanya Emergency shut down Valpe ( ESDV) yang berfungsi menutup secara Otomatis saluran gas yang ada di dalam tangki timbun baik untuk keluar maupun untuk masuk.

“Didalam SPBE itu juga dilengkapi dengan Kolam pemadam kebakaran yang berisi air yang cukup untuk memadamkan api, juga dilengkapi dengan Alat pemadam Api ringan (APAR) yang dapat digunakan untuk memadamkan api,” tuturnya.

“Jadi kekhawatiran warga yang selama ini berpikir bahwa apabila SPBE meledak bisa membahayakan masyarakat luas saya rasa itu tidak beralasan karena untuk munculnya ledakan tangki timbun sangat kecil,” tutupnya.

Program Ketahanan Pangan Siswa Dikbud Sultra, Bank Indonesia Jajaki Kerjasama

0

Kendari – Program ketahanan pangan siswa untuk membantu mengendalikan inflasi yang sudah dijalankan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) sejak beberapa bulan lalu, kini mulai dilirik Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sultra.

Bahkan, BI Sultra mulai menjajaki kerjasama yang lebih serius lagi terkait pengembangan program tersebut dengan mengutus Kepala Fungsi Perumusan Kajian Ekonomi Provinsi, BI Sultra, Rangga, untuk bertemu Kepala Dikbud Sultra, Yusmin.

Pertemuan digelar di Kantor Dikbud Sultra pada Jumat, 13 Oktober 2023 sore. Pertemuan tersebut membahas hal-hal terkait kerjasama selanjutnya.

“Kami kesini mencoba eksplorasi kemungkinan kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra dengan Bank Indonesia. Kami merasa bahwa program yang sudah dijalankan Dikbud kemarin yakni penanaman holtikultura di sekolah-sekolah beberapa bulan lalu merupakan dukungan yang bagus bagi pengendalian inflasi di Sultra,” kata Kepala Fungsi Perumusan Kajian Ekonomi Provinsi, BI Sultra, Rangga, usai pertemuan.

“Bentuk kerjasamanya mungkin masih dengan konsep dari Dinas Pendidikan. Mungkin kita akan masuk diperluasan dan intensitasnya. Tapi untuk rillnya masih kita akan diskusikan lagi secara internal, dan kita akan tindaklanjuti pertemuan selanjutnya dengan Dikbud Sultra,” sambungnya.

Menurut Rangga, program ketahanan pangan Dikbud Sultra memiliki peluang besar dalam membantu pengendalian inflasi daerah.

“Tentu saja semua upaya pengendalian inflasi akan diapresiasi oleh Bank Indonesia. Dimana dari beberapa komoditas ada masa-masa dimana stok tersedia, namun saat kemarau seperti ini, ada sebagian komoditas yang produksinya terganggu, tentu saja dengan adanya program ketahanan pangan Dikbud ini bisa membantu produksi dan ketersedian dari pasokan,” katanya.

“Mengenai peluangnya, peluang pasti besar, karena jumlah sekolah juga banyak, kita tentu punya potensi yang besar. Tentu saja untuk bisa menjadi efektif kita butuh implementasi yang baik ke depannya,” imbuh Rangga.

Dalam pengendalian inflasi, kata Rangga, Bank Indonesia menitik beratkan perhatiannya pada tiga komoditas, yakni cabai, tomat dan bawang merah. Dan tiga komoditas inilah yang dikembangkan dalam program ketahanan pangan Dikbud Sultra. Sehingga sejalan dengan apa yang menjadi perhatian Bank Indonesia dalam pengendalian inflasi.

Rangga menjelaskan, pada dasarnya Bank Indonesia membangun kerjasama dengan seluruh dinas yang memiliki program-program baik dalam pengendalian inflasi Sultra melalui kerangka 4K sebagai mana yang dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yaitu ketersedian pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan konunikasi yang evektif.

“Jadi pada intinya kita kerjasama dengan dinas manapun yang memang mendukung program pengendalian inflasi,” tutupnya.*

DPD HNSI Sultra Gelar Peringatan Maulid Nabi, La Ode Barhim: Mari Bahu Membahu Besarkan Organisasi

0

Kendari – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelenggarakan peringatan maulid nabi 1445 Hijriah di Masjid Al-Furqan, Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kota Kendari pada Kamis 12 Oktober 2023.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Dewan Penasehat DPD HNSI Sulawesi Tenggara (Sultra) Marsekal Muda TNI AU (Purn) La Ode Barhim mengajak seluruh nelayan di Sultra khususnya untuk menyejahterakan diri.

“Kita support agar masyarakat khususnya kalangan nelayan dapat sejahtera, harapannya semua bisa terkonsolidasi dan melahirkan gerakan yang bisa menyejahterakan keluarga nelayan,” katanya saat membawakan sambutannya.

Ia juga mengungkapkan di HNSI Sultra mendorong agar semua pihak saling bahu membahu membesarkan organisasi.

“Di Wadah ini kita saling bahu membahu, baik untuk menyejahterakan sesama kita dan memberikan manfaat secara luas ,” ungkapnya.

Pihaknya juga berharap melalui wadah ini dapat melahirkan gagasan, inovasi dan aksi nyata yang berdampak terhadap masyarakat luas.*

Komitmen PT Asmindo Patuhi Regulasi dan Berdayakan Masyarakat Lingkar Tambang

0

Kendari – Salah satu perusahaan tambang lokal PT. Asera Mineral Indonesia (Asmindo) berkomitmen memberdayakan masyarakat lingkar tambang, Kamis 12 Oktober 2023

Hal tersebut dibuktikan dengan melibatkan masyarakat lingkar tambang dalam melakukan aktivitasnya.

Direktur Utama PT. Asmindo Muhamad Amir Sahid melalui Humas Dedi Irvanto mengatakan pihaknya selalu berkomitmen memberdayakan masyarakat sekitar.

“Kami melibatkan 100 (seratus) persen masyarakat sekitar, dari sopir truk, hingga yang melakukan penyiraman, dan itu dari desa-desa yang terdampak aktivitas pengangkutan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa PT. Asmindo dan PT. MCM dalam hal ini melakukan kerjasama.

“PT. Asmindo ini bekerjasama dengan PT. MCM, jadi PT. Asmindo ini kontraktor pengangkutannya,” ungkapnya.

Pihaknya juga membeberkan bahwa dalam melakukan aktivitasnya pihaknya berkomitmen mematuhi regulasi yang berlaku.

“Kami sudah kantongi izin jalan dari BPJN, Dinas Perhubungan Provinsi, Kabupaten dan Kota, semua yang kami lewati dalam aktivitas kami kantongi izinnya, hal tersebut kami lakukan untuk menunjukkan bahwa perusahaan kami patuh terhadap regulasi yang ada,” bebernya.

Ia juga menuturkan bahwa aktivitas pengangkutan PT. Asmindo yang dilakukan malam hari dikarenakan mengikuti perizinan yang telah diberikan oleh pihak terkait.

“Kami dalam melakukan aktivitas pengangkutan selalu briefing dulu sebelum beraktivitas, kami pastikan jarak antara kendaraan saat beraktivitas dilapangan biar tidak terjadi kecelakaan, jam operasional aktivitas kami juga mengikuti perizinan yang diberikan, dan muatan juga kami tutupi dengan menggunakan terpal agar muatan tidak tertumpah saat diperjalanan,” tuturnya.

Selain itu pihaknya juga berkomitmen melakukan penyiraman dan perbaikan jalan yang dilewati oleh aktivitas perusahaannya.

“Kami berkomitmen melakukan penyiraman dan melakukan perbaikan jalan, hal tersebut untuk meminimalisir dampak dari aktivitas perusahaan kami,” tuturnya.

Pihaknya juga membeberkan selama ini perusahaan turut terlibat aktif memberikan bantuan terhadap masyarakat lingkar tambang.

“Kami sudah berapa kali menyalurkan bantuan, bantuan terhadap rumah ibadah, bantuan usaha dan dalam waktu dekat ini kami akan memberikan bantuan sembako melihat harga sembako yang kian naik,” tutupnya.*

Jaga Kondusifitas Pelabuhan, KSOP Kendari Rembuk Semua Stekholder

0

Kendari – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari terus mengajak semua stekholder diantaranya pengguna jasa agar menjaga kondusifitas di seluruh pelabuhan Kendari.

Kepala KSOP Kelas II Kendari, Letkol Marinir Sri Utomo mengatakan pelabuhan merupakan gerbang perekonomian yang mampu membantu ketersediaan kebutuhan bahan pokok bahan bangunan dan komoditi lainnya.

“Pelabuhan Kendari ini kan salah satu pintu masuk di kawasan Indonesia timur, maka sangat penting kita jaga bersama kondisi baik di pelabuhan kita ini, “kata Sri Utomo kepada peserta rapat di pelabuhan Bungkutoko Kendari, Kamis 12 Oktober 2023.

Hal ini berkaca pada kisruh konflik internal kepengurusan Tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang membuat kondisi di pelabuhan Kendari sempat memanas.

Olehnya itu sangat penting, KSOP mengundang semua seluruh pengguna jasa di pelabuhan guna mendudukkan bersama terkait seluruh guna duduk bersama membicarakan persoalan yang banyak dihadapi oleh para pengguna jasa di kawasan pelabuhan.

“Misalnya ada kendala-kendala yang ditemukan di lapangan, baik itu dari segi pelayanan, perizinan dan sejumlah hal lainnya. Dengan adanya pertemuan ini, kegiatan yang ada di pelabuhan bisa lancar”, katanya.

dia berpesan kepada seluruh jajaran agar berkordinasi jika terjadi kendala di lapangan.

Menurutnya, jika suatu masalah dibiarkan berlarut larut, akan mengganggu aktivitas di pelabuhan sehingga dengan kebersamaan yang dibangun, pihaknya yakin dapat menyelesaikan persoalan di lapangan.

“Tujuan dari pertemuan ini untuk memajukan pelabuhan kita di Kendari, mengoptimalkan kegiatan yang ada dan meningkatkan PNBP negara sehingga menjadi contoh bagi pelabuhan lainnya di Indonesia”, harapnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pertemuan seperti hari ini rencananya akan dilakukan setiap bulannya sebagai bagian dari inovasi KSOP Kelas II Kendari.

Sementara itu, perwakilan pengurus TKBM Karya Bahari, La Ode Ngkolilino mengatakan langkah yang dilakukan KSOP sangat bermanfaat.

“Kami sangat berterimakasih dengan gagasan kepala ksop yang mengumpulkan kami semua, banyak hal yang bisa kita diskusikan khususnya soal aktivitas bongkar muat di pelabuhan Kendari ini, “jelasnya.

Ia menuturkan, kegiatan ini sebagai momentum gerakan bersama semua pihak di pelabuhan guna bersama bertanggung jawab menjaga kondisi yang kondusif di pelabuhan.

” Kita akan jaga pelabuhan Kendari agar tetap kondusif, tentu perlu kerja sama semua pihak, “tandasnya.

Rakor tersebut melibatkan agen pelayaran, Jasa Pengurus Tranportasi (JPT), Perusahaan Bongkar Muat (PBM) maupun Terminal Khusus (Tersus).*

BPVP Kendari Tutup Tujuh Paket Pelatihan MTU di Tiga Kabupaten Berbeda

0

Kendari – Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari menutup secara serentak tujuh paket pelatihan berbasis kompetensi non institusional atau Mobile Training Unit (MTU) yang pelaksanaannya dilakukan di tiga kabupaten di Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (12/10/2023).

Kepala BPVP Kendari Amran ST menyebutkan, tujuh paket yang ditutup secara serentak yaitu pelatihan MTU yang dilaksanakan di Kota Baubau sebanyak dua paket, Kabupaten Buton Tengah sebanyak tiga paket dan Kabupaten Muna sebanyak dua paket.

“Pelatihan MTU yang ditutup tersebut merupakan pelatihan MTU tahap Tiga yang dibuka pada beberapa bulan lalu dan telah berakhir,” katanya ketika menutup secara resmi pelatihan MTU di Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah.

Ia menjelaskan, di Kota Baubau dua paket yang ditutup yakni pelatihan Audio Video di Kelurahan Bone-Bone Kecamatan Batupoaro dan pelatihan Service Sepeda Motor Konvensional di Kelurahan Kadolomoko Kecamatan Kokalukuno.

Pelatihan yang ditutup di Kabupaten Muna tepatnya di Kecamatan Tongkuno yakni Las dan asisten pembuat pakaian (menjahit dasar), sementara untuk di Kabupaten Buton Tengah yaitu Service Sepeda Motor Konvensional, Las dan asisten pembuat pakaian (menjahit dasar) di Kecamatan Mawasangka.

“Alhamdulillah, pelatihan ini berjalan dengan baik dan telah berakhir sebagaimana harapan kita semua. Sebanyak 112 siswa dari tiga kabupaten telah berlatih dengan sungguh-sungguh,” jelas dia ketika menutup pelatihan di kampung halamannya tersebut.

Amran berharap, setiap siswa yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh sebagai modal untuk kelak bisa bekerja dan berusaha. Bekerja di dunia usaha dan dunia industri atau berusaha secara mandiri maupun kelompok yang manfaatnya dapat dirasakan banyak orang.

“Saya juga berharap, pemerintah setempat dapat memberikan ruang lebih terhadap para alumni pelatihan BPVP Kendari untuk bekerja atau berusaha melalui kebijkan-kebijkan yang ada sehingga keterampilan yang telah didapat tetap terasa dan tidak tumpul,” tandasnya.

Diketahui, pada tahap tiga pelatihan MTU BPVP Kendari sekiranya ada delapan paket yang telah dibuka, namun baru tujuh paket yang ditutup. Untuk satu paket yang belum ditutup yakni pelatihan Audio Video di Kelurahan Takimpo Kombeli Kecamatan Pasar Wajo Kabupaten Buton.

Penutupan pelatihan di Kecamatan Mawasangka sendiri, ditutup secara resmi Kepala BPVP Kendari Amran ST yang turut di hadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buton Tengah yang diwakilkan kepada Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kabupaten Buton Tengah La Ode Hardin S.Sos M.Si, Camat Mawasangka Sahiruddin SPd MM, serta beberapa lurah dan tokoh masyarakat Mawasangka.*

Persiapan Pengamanan Pemilu, Polres Buton Gelar Latihan Sispamkota

0

Siap mengawal pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang. Polres Buton mulai mempersiapkan kekuatan personel pengamanan proses pemilu. Polres Buton menggelar latihan sistem pengamanan kota (Sispamkota) pada Kamis (12/10/2023) dihalaman Mapolres Buton.

“Pada pelaksanaan latihan hari pertama dilaksanakan di Polres Buton diikuti personel Polres Buton dan Polsek jajaran, selanjutnya kami akan gelar bersama dilapangan Banabungi pada hari Sabtu mendatang,” ujar Wakapolres Buton, Kompol Tiswan.

Lanjut dia, latihan yang sudah dilaksanakan ini berdasarkan petunjuk dari pimpinan dalam rangka persiapan pengamanan pemilu di Kabupaten Buton dan Buton Selatan.

“Jumlah personel yang terlibat dalam Sispamkota ada 257 personel itu termasuk anggota Polsek jajaran” lanjutnya.

Kompol Tiswan berharap, latihan Sispamkota ini dapat memberikan spirit dan mental bagi personel Polres Buton untuk menghadapi Pemilu 2024 mendatang.

“Saya harap latihan ini menjadi semangat dan memberikan kekuatan bagi personel sehingga pada saat pelaksanaan pemilu nanti anggota sudah siap menjalankan tugasnya dalam pengamanan, jadi walau hanya latihan tapi harus betul-betul serius” ucapnya.*

Dituding, Ini Penjelasan PT WIN Soal Aktivitas Penambangan

0

Konawe Selatan – Meski telah menjadi pelopor peningkatan ekonomi warga tak lantas membuat langkah PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan mulus berjalan seperti yang diharapkan manajemen.

Belum lama ini PT WIN dilaporkan oleh salah satu mantan karyawannya ke Polres Konsel dengan tuduhan PT WIN telah keluar dari Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan melakukan pengrusakan kawasan hutan mangrove di kawasan Desa Torobulu Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kuasa Hukum PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) Samsuddin SH., MH., CIL mewakili perusahaan menjelaskan laporan itu dilayangkan eks karyawan PT WIN ke Polres Konsel pada 21 Agustus 2023 lalu.

“Penyidik Polres Konsel telah menurunkan saksi ahli di lokasi pertambangan yang di maksud oleh pelapor bahwa hasil dari pemeriksaan lapangan baik dari UPTD KPH UNIT XXIV Gula Raya dan Tim Inspektur Tambang Direktorat Jenderal Minerba dan Batubara KESDM sesuai dengan Surat Perintah Tugas Nomor 3826.Tug/MB.07/DBT/2023 Tanggal 13 September 2023 menemukan bahwa titik koordinat penambangan yang di laporkan oleh pelapor masih berada di dalam wilayah IUP PT. Wijaya Inti Nusantara,” terangnya.

Kata Samsuddin, tuduhan itu terbukti telah memfitnah dan menyesatkan bahkan telah merugikan PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) sebagai terlapor. Karena antara IUP dan Hutan Mangrove di batasi oleh Empang/Tambak milik warga Desa Torobulu.

“Tim ahli sudah di turunkan dan hasilnya kita sudah lihat juga, jadi sekarang tinggal kita tunggu hasil gelar perkara saja yang akan dilakukan oleh Tim Penyidik Polres Konsel,” ujar Samsuddin.

Sementara dalam opersional penambangan di wilayah dekat pemukiman sudah cukup jelas bahwa perusahaan dalam melaksanakan aktifitas penambanganya sudah merujuk pada Pasal 136 dan Pasal 137 Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

“PT WIN sebelum melakukan aktivitas pertambangan harus menyelesaikan hak atas tanah dan inikan sudah selesai,” bebernya lagi.

Masih kata dia, bahkan dengan secara terang-terangan masyarakat pemilik lahan di belakang rumah minta di gali dan itu sudah ada kesepakatan-kesepakatan tertentu, dimana rumahnya pun di pindahkan dengan kesepakatan antara perusahaan dengan masyarakat yang mana malah di bangunkan rumah baru.

“Artinya masyarakat yang berada di seputaran Desa Torobulu ini sudah menjadi komitmen perusahaan untuk selalu diperhatikan,” ujar Samsuddin.

Samsuddin juga mengajak warga agar ikut membangun Kabupaten Konawe Selatan khususnya di Desa Torobulu yang aman dan nyaman. “Kalau masalah penggalian di belakang rumah itu sudah ada kesepakatan antara masyarakat pemilik tanah dengan perusahaan,” sambungnya.

Oleh karena itu, dirinya meminta semua pihak agar tidak ikut terprovokasi. “Masyarakat itu membutuhkan kehidupan yang layak dan aman, kalau kita lihat di salah satu video tiktok saat viral kemarin bahwa ada perkelahian antara sesama masyarakat dilapangan dan faktanya itu tidak ada, jangan selalu memberikan isu yang tidak akurat,” kata dia.*

Ajukan Pledoi, Kuasa Hukum Ridwansyah Taridala Nilai Tuntutan Jaksa Tak Sesuai Fakta Persidangan

0

Kendari – Kuasa Hukum Ridwansyah Taridala, terdakwa kasus dugaan suap perizinan PT Midi Utama Indonesia (MUI) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengajukan pledoi atau pembelaan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sultra terhadap Ridwansyah Taridala.

Kuasa Hukum Ridwansyah Taridala, Andri Dermawan mengatakan pihaknya baru saja mengikuti persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Kendari dengan agenda pembacaan pembelaan, Rabu (11/10/2023).

Andri Dermawan mengatakan, sidang dua pekan lalu, JPU Kejati Sultra menuntut kliennya dihadapan Mejelis Hakim dengan 4 tahun 6 bulan penjara, karena diduga melanggara Pasal 56 KUHP sebagai orang yang membantu kejahatan dan Pasal 12 Huruf e Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Dalam pokok tuntutan JPU, dijelaskannya bahwa terdakwa Sekda Kota Kendari itu saat menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Kota Kendari membuat Rencana Anggaran Belanja (RAB) program Kampung Warna-Warni di Kelurahan Peteoha dianggap sebagai sarana atau alat dalam memuluskan aksi pemerasan terdakwa Syarif Maulana terhadap PT Midi.

Kemudian,didalam RAB tersebut tidak dicantumkan atau memuat nomor rekening Pemerintah Kota Kendari, sebagaimana RAB itu dijadikan alat untuk mencari sumbangan dana berbentuk Corporate Sosial Responsibility (CSR) guna membantu pendanaan program kampung warna-warni.

“Lalu RAB yang sudah dibuat oleh klien kami (Ridwansyah Taridala) diserahkan kepada terdakwa Syarif Maulana. Sementara, yang bersangkutan tidak memiliki kewenangan disitu. Ini yang menjadi landasan dan dasar JPU menuntut klien kami,” katanya.

Berangkat dari tuntutan JPU yang Kuasa Hukum menilai tidak sesuai dengan fakta persidangan, sehingga pihaknya ajukan nota pembelaan. Dalam nota pembelaan itu, Andri Dermawan bersama tim Kuasa Hukum terdakwa Ridwansyah Taridala kembali mengulas terkait fakta dan hasil kesaksian para saksi.

Pertama, Andri menerangkan, dalam sidang pemeriksaan saksi sebelumnya, terungkap bahwa pembuatan RAB kampung warna-warni atas perintah Wali Kota Kendari saat itu, Sulkarnain Kadir yang juga selaku terdakwa dalam kasus PT Midi ini dan ini dibenarkan para saksi termaksuk Sulkarnain Kadir.

Ridwansyah Taridala yang saat itu selaku Plt Kadis Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Kota Kendari, mendapat perintah dari atasan seusai dengan kewenangannya membuat RAB.

Dasar hukumnya pembuatan RAB jelas diatur dalam Permen PUPR Nomor 28 Tahun 2016, yang dimana salah satu isi penyusunan atau pembuatan RAB untuk mengetahui item-item apa saja yang perlu dimasukkan. Namun tidak ada aturan yang mengharuskan memasukkan nomor rekening.

“Jadi, ketika jaksa mengatakan bahwa nomor rekening harus dimasukkan dalam RAB dasarnya apa? Rujukan peraturan mana? karena tidak ada aturan yang melampirkan nomor rekening. Sehingga dianggap keliru dengan mengatakan perlu memasukkan nomor rekening, sebab pembuatan RAB ini bukan untuk kepentingan mencari pendanaan lewat CSR, semata-mata atas perintah atasan,” tuturnya.

Kemudian lanjut dia, jika JPU menganggap
bahwa pergeseran anggaran dalam rangka untuk mendanai kampung warna-warni itu melanggar, itu salah besar. Pasalnya, pergeseran anggaran sudah diatur dialam Permendagri, bahwa jika ada kegiatan yang tidak terlaksana, bisa dilakukan pergeseran anggaran.

Apabila ada alibi program kampung warna-warni telah didanai lewat CSR yang disalurkan PT Midi melalui Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhamdiyah (Lazismu) sebagai pihak ketiga mitra PT Midi, juga dinilai tidak seusai dengan fakta persidangan.

Sebab, laporan pendanaan program kampung warna-warni melalui CSR tidak pernah dilaporkan sampai terlaksananya kegiatan tersebut. Ini diperkuat kesaksian para saksi dari Pemerintah Kota Kendari, dan memang Ridwansyah Taridala tidak pernah mengetahui adanya permintaan terdakwa Syarif Maulana kepada PT Midi.

“Itu juga diperkuat kesaksian dari pihak PT Midi, Sulkarnain Kadir dan Syarif Maulana, bahwa dalam urusan pertemuan ataupun yang membahas soal perizinanan hingga permintaan CSR, klien kami tidak pernah dilibatkan. Bahkan saksi dari PT Midi menyebut tidak mengenal sama sekali dengan klien kami,” jelasnya.

Selain itu, Andri Dermawan mengatakan tudingan JPU bahwa Ridwansyah Taridala turut membantu Syarif Maulana dalam melakukan pemerasan atau permintaan sejumlah uang, hingga menjadikan dasar penuntutan terhadap kliennya itu, juga tak berdasar.

Dimana, Ridwansyah Taridala saat itu menyerahkan RAB seusai direvisi, juga atas perintah Sulkarnain Kadir sebagai Wali Kota Kendari waktu itu. Kebetulan, Syarif Mualana kala itu, sudah ditunjuk Wali Kota Kendari, selaku Tenaga Ahli Tim Percepatan Pembangunan Kota Kendari Bidang Perencanaan Pengelolaan Keunggulan Daerah Kota Kendari.

Jadi tidak ada yang salah, ketika RAB tersebut diberikan kepada Syarif Maulana, berdasarkan tupoksi dan tugas tambahan yang diamankan Wali Kota Kendari ke Syarif Maulana. Yang salah, RAB dijadikan alat untuk melakukan pemerasan, karena RAB hanya diperuntukkan untuk internal pemerintah saja.

Walupun RAB dibuat untuk kepentingan permintaan dana CSR, perlu dilengkapi dengan surat yang menunjukkan ke pihak mana, tujuan permintaan dana apa dan harus disertakan rekening Pemerintah Kota Kendari, serta ditandatangani Wali Kota Kendari.

Sehingga, kalau JPU berpendapat kliennya turut serta membantu Syarif Maulana memeras PT Midi dengan motif membantu
program kampung warna-warni, sudah sangat keliru. Bagaimana bisa, disebut membantu, sementara Ridwansyah Taridala dan Syarif Maulana tidak pernah berkomunikasi atapun ketemu membahas soal RAB.

“Pembuatan RAB semata dilakukan atas dasar perintah jabatan saat itu. Bahkan dalam persidangan, Syarif Maulana mengaku tidak pernah berkomunikasi dengan Ridwansyah Taridala. Jadi tidak bisa dikatakan turut membantu hanya karena membuat RAB,” tegasnya.

Tak hanya itu, dia juga membantah tuduhan JPU bahwa Ridwansyah Taridala menandatangani RAB, sebelum menjabat Plt Kadis Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Kota Kendari, yang diyakini Jaksa itu palsu.

Sementara faktanya, Ridwansyah Taridala ditunjuk sebagai Plt Kadis Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Kota Kendari pada Januari 2021 melalui SK Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir.

“Pembuatan RAB pada bulan Februari 2021, versi Jaksa klien kami baru ditunjuk pada Bulan April 2022. Sementara SK Plt Kadis, itu pertama kali pada Bulan Januari, Bulan April itu merupakan perpanjangan jabatan karena saat itu belum ada kadis definitif,” imbuhnya.

Sehingga ia berharap, pada sidang putusan nantinya, Mejelis Hakim PN Tipikor Kendari, dapat secara cermat mengadili kliennya berdasarkan fakta-fakta yang terkuak di persidangan.*

General Suport Modern Group Pastikan Jetty Yang Digunakan PT ACM Legal

0

Kendari – General Suport Moder Group, Haerul memastikan perizinanan terminal umum (Termum) atau Jetty PT Konawe Nikel Nusantara (KNN) di Blok Marombo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) legal alias miliki izin.

Haerul mengatakan, perizinan jetty PT KNN milik anak perusahaan Modern Group itu, bahwa sejak adanya aktifitas pengapalan ore nikel mereka sudah mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Sehingga, mengenai penyebaran isu jetty PT KNN tidak mengantongi izin, tidaklah benar. Sebab, perusahaan tidak mungkin berani melakukan aktifitas pengapalan apabila belum mempunyai legal.

“Kami ini IUP putih, jadi kami tidak mungkin menggunakan fasilitas tanpa izin atau perizinanan yang tidak lengkap. Dan saya tegaskan lagi, Jetty I dan II PT KNN itu statusnya Termum dan legal,” kata dia kepada awak media ini, Senin (10/10/2023).

Lebih lanjut, pihaknya menyebut, didalam Termum itu terdapat kontrak kerjasama dengan beberapa perusahaan tambang nikel, diantaranya PT Adhikara Cipta Mulia (ACM).

Oleh karena itu, dia kembali memastikan aktifitas pengapalan yang dilakukan PT ACM sebagai mitra dari PT KNN di jetty tersebut legal secara aturan.

“Tidak mungkin bisa PT ACM mengeluarkan enam tongkangnya, kalau tidak legal. Jadi kalau masih ada yang tidak puas, silahkan cek ke stackholder terkait,” katanya.

Meski begitu, Haerul memahami kondisi Sultra saat ini. Tetapi ia meminta kepada masyarakat, sebelum menyoroti aktifitas penambangan baik dalam pengerukkan nikel maupun pengapalan, alangkah baiknya dicek terlebih dahulu, sehingga isunya tidak menjadi liar.

“Soal adanya kesalahpahaman terkait penggunaan jetty aya kira sudah hal biasa. Sayapun kadang juga salah paham,” pungkasnya.*

Peringati Sumpah Pemuda, La Ode Barhim Gelar Turnamen Futsal

Muna – Marsda TNI AU (Purn) La Ode Barhim menggelar Turnamen Futsal Barhim Cup 1 dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang akan jatuh pada 28 Oktober 2023 mendatang.

Turnamen Futsal yang berlangsung di lapangan mini Wamponiki, Kota Raha, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) itu berlangsung sangat meriah selama 28 hari dengan total hadiah sebesar Rp20.000.000 (dua puluh juta rupiah) dan berbagai dorprize untuk ibu-ibu yang meramaikan kegiatan.

Pemuda kelurahan Wamponiki sebagai Ketua Panitia, M. Zamrudin mengatakan pihaknya juga menghadirkan wasit dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Muna yang berlisensi.

Tak tanggung-tanggung, turnamen futsal tersebut diramaikan oleh 32 club tim yang tersebar dari berbagai perwakilan kecamatan di Kota Raha Kabupaten Muna, Sultra.

Ketua Dewan Penasihat DPD Partai Gerindra Sultra, Marsda TNI (Purn) La Ode Barhim mengatakan momen hari sumpah pemuda ini harus dimanfaatkan untuk menggali potensi Pemuda di Sultra yang berbakat dalam berbagai bidang, khususnya olahraga.

“Kegiatan ini tujuannya untuk support pengembangan bakat pemuda milenial. Bisa saja dari kegiatan ini tumbuh olahragawan muda yang bisa jadi kedepannya dapat bersaing di kancah nasional, bahkan internasional, ” kata Barhim saat dimintai keterangannya pada Selasa 10 Oktober 2023.

Menurut Barhim, pengembangan potensi bakat olahraga pemuda dari daerah perlu mendapatkan perhatian khusus dengan memberikan ruang persaingan yang positif seperti diadakannya pertandingan.

“Di daerah sangat banyak pemuda yang bakat olahraganya ketika diasah dapat kita bawa hingga ke tingkat provinsi, bahkan nasional. Tapi kurangnya ruang untuk pengembangan bakat olahraga ini yang harus kita fasilitasi,” ungkapnya.

Barhim menjelaskan, prestasi olahraga khususnya futsal yang telah dicapai selama ini oleh pemuda mesti dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan dengan cara merawat pengembangan bakat olahraga pemuda.

Barhim berpesan, untuk melihat potensi yang ada dalam diri kita jangan pernah menutup diri dari kompetisi yang telah disiapkan, karena dari ruang kompetisi tesebut regenerasi pengembangan bakat bidang olahraga akan tercipta.

“Jangan kita melihat diri kita kecil, tapi silahkan bersaing. Kalau kita mau bersaing, InsyaAllah ada jalan. Jangan putus asa dan ragu-ragu,” tutupnya.*

DPD PDIP Sultra Minta APH Usut Tuntas Perkara Dugaan Teror di Rumah Fajar Hasan

0

Kendari – Sebelumnya rumah salah satu Kader DPD PDIP Sultra diduga mendapatkan teror dari Orang Tak Dikenal (OTK) hingga menyebabkan kaca jendela rumah berlubang dan mengalami kerusakan pada Jum’at 6 Oktober 2023.

Diketahui Rumah Wakil Kepala Bapilu DPD PDIP Sultra yang juga Bacaleg DPR RI Dapil Sultra, Muhammad Fajar Hasan terletak di Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

Menanggapi hal tersebut Ketua DPD PDIP Sultra Lukman Abunawas melalui Juru Bicara DPD PDIP Sultra Agus Sana’a meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas dugaan perkara tersebut.

“APH mesti memgjsut tuntas kasus itu, motif pelaku apa,” katanya .

Ia menambahkan bahwa siapapun pelakunya, itu kriminal yang mesti diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Sementara itu sebelumnya Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri melalui Ketua Direktorat Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan Laode Ota dengan tegas mengutuk peristiwa tersebut.

“Kami mengutuk dugaan penembakan ke rumah Fajar Hasan, PDIP sangat tersinggung, karena ini bukan hanya mengintimidasi secara individu tetapi juga secara lembaga dan untuk itu kami mengutuk peristiwa tersebut,” katanya, Bacaleg DPRD Sultra saat dihubungi via telepon pada, Sabtu 7 Oktober 2023.

Pihaknya juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengungkap peristiwa tersebut.

“Kami minta APH untuk segera mengungkap peristiwa tersebut, apa motifnya, apakah motif politik atau apa, kalau motifnya politik harus selesai sebelum proses pemilu 2024, dan siapa otak pelakunya,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan bahwa jika ini bermotif politik, seharusnya hal tersebut tidak terjadi.

“Kalau kedepannya diketemukan motifnya, motif politik, seharusnya ini tidak terjadi, karena kita menjalankan politik yang riang gembira,” tuturnya.

Sementara itu sebelumnya terkait peristiwa tersebut Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Fitrayadi mengatakan “Kesimpulan sementara itu bocornya kaca itu akibat tekanan benda kecil, namun kita masih menunggu hasil dari Bidlabfor Polda Sulsel,”.*

Dedikasi Tanpa Batas, Amran Sulaiman Bangun Masjid dan Rumah Sakit Bertaraf Internasional

0

Makassar – Owner Tiran Group Andi Amran Sulaiman terus mendedikasikan dirinya untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia khususnya di jazirah Sulawesi. Kali ini, Amran Sulaiman membangun Masjid yang diberi nama Masjid Hj Andi Nurhadi nama ibu dari Amran Sulaiman dan AAS International Hospital di Kota Makassar.

Masjid megah yang meniru konsep arsitektur Masjid Istiqlal Jakarta itu rencananya berkapasitas sekitar 20 ribu jema’ah. Sementara rumah sakit yang dibangun juga bertaraf internasional yang bisa menjadi RS rujukan di Kab / Kota Wilayah Sulawesi Selatan maupun Propinsi disekitarnya sehingga masyarakat yang hendak berobat tidak perlu repot lagi harus ke luar negeri.

Ground breaking atau peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Hj Andi Nurhadi dan AAS International Hospital yang beralamat di Jalan Kesadaran IV, Kel Panaikang, Kec Panakukkang, Kota Makassar Sulsel, Senin 09 Oktober 2023, dihadiri dan diresmikan langsung oleh Wakil Presiden RI Prof KH. Ma’ruf Amin.

“Alhamdulillah pada sore ini, dengan izin Allah SWT dengan rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul untuk menghadiri ground breaking Masjid Hj Andi Nurhadi dan AAS International Hospital”, kata Wapres Ma’ruf Amin dalam sambutannya.

Ia pun merasa bangga dan sangat terharu karena Bapak Amran Sulaiman dapat mewujudkan niatnya untuk membangun masjid dan rumah sakit.

Harapannya, masjid ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pengembangan peradaban Islam di kawasan Timur Indonesia.

“Dan masjid yang dibangun tidak hanya tempat ibadah tapi juga dilengkapi dengan berbagai kelengkapan yang lain-lain karena masjid memang mestinya bukan hanya untuk ibadah tapi pusat pembinaan, pusat dakwah pusat perbaikan seperti juga masjid yang dibangun oleh Rasulullah di Madinah yang tadinya merupakan kota kecil yang bernama Yastrib tapi setelah dibangun oleh Rasulullah mulai dari pembangunan masjid lalu Madinah Al Munawwarah kemudian menjadi pusat peradaban dunia yang membawa perubahan-perubahan besar”, harapnya.

Ma’ruf pun berharap, pembangunan masjid ini bisa cepat selesai sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh ummat muslim khususnya di jazirah Sulawesi Selatan.

Sementara itu, owner Tiran Group bapak Dr Ir H. Andi Amran Sulaiman, MP mengungkapkan, masjid tersebut tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tapi juga akan menjadi pusat pengembangan peradaban Islam di kawasan Indonesia Timur bahkan Indonesia.

Di samping itu, tujuan dibangunnya masjid berorientasi pada peningkatan kemakmuran jemaah, pusat perputaran ekonomi, wadah pembentukan karakter pendidikan akhlak generasi penerus, tempat berkumpul dan menuntut ilmu, bertukar pengalaman, pusat dakwah dan kebudayaan, pusat kaderisasi umat, dan basis kebangkitan umat Islam.

H.Andi Amran Sulaiman menuturkan, bahwa pahala dan amal jariyah dari masjid itu seluruhnya dipersembahkan untuk sang mendiang ibu tercinta.

“Semua amalnya kami peruntukkan buat ibu saya,” ungkap Menteri Pertanian RI 2014-2019 itu.

Untuk diketahui, Ground Breaking pembangunan Masjid Hj Andi Nurhadi dan AAS International Hospital dihadiri oleh Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Dr. H. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han); Sekda Provinsi Sulsel dan Forkopimda lingkup Pemprov Sulsel dan OPD, Para Bupati dan Wali Kota se-Sulsel, Para Rektor, Pimpinan Perbankan, Pimpinan Ormas, Tokoh dan masyarakat serta kelompok Majelis Taklim disekitar Lokasi Pembangunan serta ribuan masyarakat lainnya ikut hadir diacara tersebut.

Selain itu, acara tersebut juga dibanjiri karangan bunga dari berbagai pejabat pusat mulai dari Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin hingga para Manteri Kabinet Jokowi-KH. Ma’ruf Amin, dari Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Jaksa Agung, Ketua MK, Kapolri, Panglima TNI, Kepala Staf TNI AD, dan sejumlah pejabat lainnya serta pejabat lingkup Pemprov Sulsel, juga dari para pengusaha dan perbankan serta pimpinan Ormas diwilayah Sulawesi Selatan.*

Izin Termum PT TAS Diduga Telah Berakhir, AMPLK Sultra Minta APH Hentikan Aktivitas

0

Kendari – Izin Terminal Umum (Termum) PT. Tiara Abadi Sentosa (TAS) di Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Nambo, Kota Kendari diduga telah berakhir sejak 2 Februari 2021.

Namun PT. TAS diduga masih melakukan aktivitas untuk kepentingan umum, baik pemuatan pasir silika dan pemuatan ore nikel, Selasa 10 Oktober 2023.

Ketua Aliansi Mahasiswa Pemerhati Lingkungan dan Kehutanan (AMPLK) Sultra, Ibrahim mengatakan seharusnya PT. TAS terlebih dahulu melakukan perpanjangan status Ijin Termumnya sebelum melakukan aktivitasnya.

“Negara Indonesia adalah negara hukum, siapapun mesti taat pada regulasi yang berlaku, PT. TAS kami duga Izin Termumnya telah berakhir, namun kami duga PT. TAS masih melakukan aktivitas untuk kepentingan umum,” kata Alumni Hukum UHO.

Pihaknya mengungkapkan seharusnya Jetty PT. TAS terlebih dahulu melakukan perpanjangan Izin Termumnya sebelum melakukan aktivitasnya.

“Kalau PT. TAS patuh terhadap regulasi yang berlaku seharusnya mereka melakukan perpanjangan Izin Termumnya, tapi ini belum ada perpanjangan tetapi diduga tetap nekat melakukan aktivitasnya,” ungkap salah satu Aktivis Sultra.

Pihaknya juga menuturkan bahwa jika Izin Termum PT. TAS belum diperpanjang, maka patut diduga aktivitas Jetty PT. TAS yang diduga melakukan pelayanan untuk kepentingan umum patut diduga ilegal.

“PM 12 Tahun 2021 Tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Transportasi ini adalah salah satu peraturan yang mewajibkan tiap perusahaan yang bergerak dibidang kepelabuhanan untuk memenuhi beberapa persyaratan,” tuturnya, 

Dan untuk pihaknya meminta APH untuk melakukan penindakan terhadap Jetty PT. Tas yang saat ini diduga belum melakukan perpanjangan Izin Termumnya.

“Kami juga meminta Dirjen Perhubungan Laut untuk tidak memberikan perpanjangan Izin Termum Jetty PT. TAS, pasalnya PT. TAS diduga tidak melakukan perpanjangan izin dan diduga tetap nekat melakukan aktivitasnya walaupun belum mengantongi perpanjangan izin Termum,” tegasnya.

Selain itu dikutip dari Surat Dirjen Hubungan Laut Nomor : A.124/AL.306/DJPL menerangkan bahwa masa berlaku Izin melayani kepentingan umum PT TAS berakhir sejak tanggal 2 Februari 2021

Sementara itu Penanggung Jawab PT. TAS, Marlin saat dihubungi via WhatsApp menerangkan bahwa “Izin pokoknya tersus pengangkutan dan penjualan mineral logam,”.

Ia menambahkan bahwa pihaknya sementara melakukan proses pengurusan perpanjangan Izin Termum.

“Sebenarnya kami hanya Izin tersus, izin termum ini supaya semua barang selain izin pokok kami bisa lakukan kegiatan,” tuturnya.*

Berprestasi, Kapolresta Kendari Berhasil Ikuti Dikbangpimti Jalur Sespimti

0

Kendari – Respon cepat terhadap keluhan masyarakat, sigap dalam melakukan penanganan perkara-perkara dan selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat.

Hal tersebut membuat Kapolresta Kendari Kombes Pol Eka Fathurrahman meraih sejumlah prestasi.

Dan membawa Mantan Dirresnarkoba Kombes Pol Eka Fathurrahman mengikuti Dikbangpimti Jalur Sespimti Prestasi.

Selain Kombes Pol Eka Fathurrahman ada 7 Perwira Menengah (Pamen) lainnya yang lolos mengikuti Dikbangpimti POLRI Tahun 2023.

Total 8 (Delapan) Pamen yang lolos mengikuti melalui tiga jalur yang berbeda.

Kapolda Sultra Irjen Pol Teguh Pristiwanto melalui Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan “Dikbangpimti itu ada 3 (Tiga), diantaranya ada Sespimti, Lemhanas dan PKN,” katanya saat ditemui diruangannya pada Senin 9 Oktober 2023.

Ferry Walintukan juga mengungkapkan bahwa ada 2 (Dua) yang melalui jalur prestasi ataupun penghargaan.

“Yang masuk PKN (Pelatihan Kepemimpinan Nasional) itu hanya 1 (satu) Kabidkum Polda Sultra Kombes Pol La Ode Proyek, yang masuk Sespimti itu ada 3 (Tiga), 1 (Satu) jalur prestasi Kapolresta Kendari Kombes Pol Eka Fathurrahman, 2 (Dua) yang reguler Dirintel Polda Sultra Kombes Pol Andhika Vishnu dan Dirlantas Polda Sultra Kombes Pol Zainal Rio Chandra Tangkari,” ungkapnya.

Lanjutnya untuk jalur Lemhanas itu ada 4 (Empat) Pamen yang lolos.

“Untuk Lemhanas itu ada 4 (Empat) Dirpamobvit Polda Sultra Kombes Alan Gerrit Abast, KaSPN Polda Sultra Kombes Pol Arri Vavirianto, Dirresnarkoba Polda Sultra Kombes Pol Bambang Tjahjo Bawono dan yang keempat itu saya sendiri,” tutupnya.*

Keberhasilan Kapolda dan Karo SDM Polda Sultra, 8 Pamen Lulus Dikbangpimti 2023

0

Kendari – Delapan Perwira Menengah (Pamen) lingkup Polda Sultra berhasil mengikuti Pendidikan Pengembangan Pimpinan Tinggi (Dikbangpimti) pada tahun 2023.

Keberhasilan tersebut merupakan tolak ukur Kapolda Sultra Irjen Pol Drs Teguh Pristiwanto dan Karo SDM Polda Sultra Kombes Pol Danang Beni Kuspriandono dalam melakukan pembinaan terhadap personelnya.

Diantara Polda se Indonesia, Polda Sultra tercatat paling banyak meloloskan personelnya, selain itu raihan tersebut naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya meloloskan 3 (Tiga) Perwira Menengah (Pamen).

Kapolda Sultra Irjen Pol Teguh Pristiwanto melalui Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan 8 (Delapan) Pamen yang lolos mengikuti Dikbangpimti itu dari 3 (Tiga) jalur.

“Dikbangpimti itu ada 3 (Tiga), diantaranya ada Sespimti, Lemhanas dan PKN,” katanya saat ditemui diruangannya pada Senin 9 Oktober 2023.

Ferry Walintukan juga mengungkapkan bahwa ada 2 (Dua) yang melalui jalur prestasi ataupun penghargaan.

“Yang masuk PKN (Pelatihan Kepemimpinan Nasional) itu hanya 1 (satu) Kabidkum Polda Sultra Kombes Pol La Ode Proyek, yang masuk Sespimti itu ada 3 (Tiga), 1 (Satu) jalur prestasi Kapolresta Kendari Kombes Pol Eka Fathurrahman, 2 (Dua) yang reguler Dirintel Polda Sultra Kombes Pol Andhika Vishnu dan Dirlantas Polda Sultra Kombes Pol Zainal Rio Chandra Tangkari,” ungkapnya.

Lanjutnya untuk jalur Lemhanas itu ada 4 (Empat) Pamen yang lolos.

“Untuk Lemhanas itu ada 4 (Empat) Dirpamobvit Polda Sultra Kombes Alan Gerrit Abast, KaSPN Polda Sultra Kombes Pol Arri Vavirianto, Dirresnarkoba Polda Sultra Kombes Pol Bambang Tjahjo Bawono dan yang keempat itu saya sendiri,” pungkasnya.*

Harga Beras Melambung Tinggi, PT WIN Salurkan 3000 Paket Sembako ke Masyarakat Lingkar Tambang

0

Konawe Selatan – Salah satu perusahaan tambang PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) yang beralamatkan di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) konsisten meningkatkan kontribusinya terhadap masyarakat lingkar tambang melalui program CSR dan dana PPM.

Tak hanya sampai disitu menyikapi harga beras yang akhir-akhir ini semakin meninggi, PT. WIN kembali menyalurkan sembako ke masyarakat lingkar tambang.

Selain membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, langkah ini dilakukan oleh PT. WIN untuk menekan angka inflasi

Kali ini PT WIN kembali menyalurkan 3000 (Tiga Ribu) Paket sembako kepada masyarakat lingkar tambang di Desa Torobulu, Desa Wonua Kongga, Desa Labokeo, Desa Puulo di Kecamatan Laeya, Desa Parasi, Desa Mondoe, Desa Wawo Wonua di Kecamatan Palangga Selatan, Minggu 8 Oktober 2023.

Bertempat di kantor PT. WIN penyerahan 3000 Paket sembako yang terdiri dari 75 (Tujuh Lima) Ton Beras, 3000 (Tiga Ribu) Kardus Mi Instan serta kebutuhan pokok lainnya itu disalurkan melalui Kepala Desa lingkar tambang.

Projek Manajer PT. WIN Muhammad Nuriman Djalani mengatakan “Kegiatan hari ini pembagian sembako ke masyarakat lingkar tambang, total yang kami salurkan 75 (Tujuh Puluh Lima) Ton, 3000 (Tiga Ribu) Dus Mi Instan,”.

Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sudah rutin dilakukan oleh pihaknya.

“Ini kewajiban perusahaan tambang berdasarkan undang-undang, CSR dan PPM, ini bentuk komitmen perusahaaan terhadap masyarakat lingkar tambang,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa langkah tersebut juga diambil perusahaan untuk membantu meringankan beban masyarakat.

“Ini kan lagi musim kemarau, harga beras melambung tinggi, dan bantuan ini semoga sedikit banyak dapat meringankan beban masyarakat,” harapnya.

Sementara itu Camat Laeya Haris mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh PT. WIN ke masyarakat lingkar tambang.

“Saat ini kan kita masih dilanda musim kemarau, harga beras melambung tinggi, dan bantuan ini sangat membantu masyarakat,” katanya.

“Harga beras dipasaran sudah sangat melambung tinggi, dan ini sangat membantu masyarakat,” tambahnya

Senada dengan hal tersebut Kepala Desa Nilham juga turut mengapresiasi bantuan yang diberikan PT. WIN ke masyarakat.

“Bantuan dari PT. WIN sudah sangat sering diberikan kepada masyarakat desa lingkar tambang, dan ini momennya sangat tepat karena harga beras dipasaran melambung tinggi,” katanya.

Salah satu masyarakat lingkar tambang Kasnanwati juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada PT. WIN.

“Sejak PT. WIN ada sudah sangat banyak membantu kami masyarakat, berbeda dengan perusahaan lainnya,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejak PT. WIN berada di Desa Torobulu perputaran ekonomi di masyarakat sangat bagus.

“Perputaran ekonomi sangat bagus sejak adanya PT. WIN,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan waktu semasa Pandemi Covid-19, pihak PT. WIN telah banyak membantu masyarakat dalam menghadapi masa Pandemi.*

Komitmen PT WIN Berdayakan Masyarakat Lingkar Tambang, Bantu Pembangunan Kantor Desa, Rumah Ibadah hingga Fasilitas Air Bersih

0

Konawe Selatan – Sebagai bentuk kontribusi, kepedulian sosial, dan lingkungan kepada masyarakat lingkar tambang, PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) kembali menyalurkan bantuan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat di Desa Torobulu, Kecamatan Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sabtu 7 Oktober 2023.

Pada kesempatan kali ini, perusahaan yang bergerak pada sektor pertambangan ore nikel itu menyalurkan dana CSR-nya kepada masyarakat dalam bentuk dana atau materi untuk pembangunan Masjid dan Gereja, pembangunan kantor desa, pembangunan fasilitas olahraga, sarana pendidikan, dan bantuan pembangunan fasilitas penyediaan air bersih berupa sumur bor.

Tak tanggung-tanggung, bantuan pembangunan masjid yang diberikan manajemen PT WIN di Masjid Nurul Jihad, Desa Torobulu, Konsel, senilai Rp200 juta rupiah. Bantuan ini diserahkan langsung manajemen perusahaan kepada pengelola masjid, untuk dipergunakan sebagai anggaran pembangunan lanjutan.

Sebelum itu, PT WIN juga telah mendistribusikan bantuan berupa material bangunan berupa semen dan pasir untuk pembangunan masjid, sejak awal dimulainya proses pembangunan Masjid Nurul Jihad.

“Atas bantuan dari PT WIN ini semoga proses pembangunan Masjid Nurul Jihad Desa Torobulu ini bisa berjalan lancar,” ucap Abdul Razak, bendahara Masjid Nurul Jihad Torobulu, kepada awak media usai menerima bantuan dari PT WIN, Sabtu (7/10).

Masjid dengan kapasitas dua lantai tersebut jika sudah rampung diperkirakan bisa menampung 500 jemaah. Saat ini proses pembangunannya sedang diperluas. Sedang dalam pengerjaan kontruksi dinding, lantai, dan atap masjid.

“Alhamdulillah bisa kita ini sengaja kita bangun dia lantai, supaya bisa menampung seluruh jemaah masyarakat desa kalau tiba hari-hari besar Islam, kira bisa tampung 500 jemaah,” beberapa Razak.

Selain bantuan pembangunan Masjid, PT WIN juga turut memberikan bantuan untuk pembangunan Gereja di wilayah Punggaluku, yaitu Gereja Pantekosta Indonesia. Bantuan yang diserahkan sebesar Rp20 juta rupiah untuk kelanjutan pembangunannya.

Pendeta Gereja Pantekosta Indonesia Punggaluku, Pdt. Darman Tanggeli STH, mengaku sangat berterima kasih atas partisipasi dan bantuan PT WIN tersebut karena sangat bermanfaat. Sehingga itu, ia berharap kepada pemerintah dan masyarakat harus mendukung keberadaan perusahaan ini karena sudah banyak sekali partisipasinya, baik dalam bentuk bantuan meteriel maupun dana.

“Kiranya apa yang sudah dilakukan oleh PT WIN dalam pembangunan Geraja dan kegiatan keagamaan kami, atas nama pendeta dan masyarakat sangat berterima kasih sekali utamanya kepada pimpinan PT WIN,” katanya.

“Dana bantuan yang diberikan kepada kami ini akan dipakai untuk pembangunan lantai dan plafon Gereja Pantekosta Indonesia, di Kelurahan Punggaluku,” sambung Pdt. Darman Tanggeli STH yang juga merupakan Ketua PGPI Konsel.

Selain bantuan untuk pembangunan Masjid dan Gereja itu, pada kesempatan yang sama, Manajemen PT WIN juga turut menyerahkan bantuan untuk Taman Kanak-kanak (TK) di Desa Torobulu, guna menunjang fasilitas belajar anak-anak sebagai generasi bangsa. Bantuan tersebut senilai Rp 10 juta rupiah yang diserahkan melalui pemerintah Desa Torobulu.

Pada sektor pengembangan olahraga, PT WIN turut membantu memberikan dana pembangunan lapangan bola voli sebesar Rp20 juta rupiah kepada pengurus Karang Taruna desa. Harapannya, bisa melahirkan bibit-bibit atlet potensial dari Torobulu ke depannya.

Sementara untuk kelancaran proses pemerintahan di desa, PT WIN juga menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta rupiah untuk kelanjutan proses pembangunan kantor desa. Tidak main-main, kantor Desa Torobulu tersebut digadang-gadang bakal menjadi kantor desa termegah di Kabupaten Konawe Selatan, bahkan di Sultra secara umum.

Kepala Desa Torobulu, Nilham, mengakui, dengan berbagai jenis bantuan dari PT WIN yang sudah diberikan selama ini kepada masyarakat untuk kepentingan keagamaan, olahraga, hingga kepada pemerintah desa hari ini tidak bisa dipungkiri kehadiran perusahaan ini di wilayah Torobulu cukup memberikan efek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Bahkan, menurut dia, beberapa bentuk bantuan yang diterima oleh masyarakat bukan hanya riil semata dari pihak perusahaan, melainkan apa yang menjadi kebutuhan atau usulan dari masyarakat yang berkaitan dengan kepentingan bersama selalu direspon baik oleh perusahaan.

“Diliat apa saja yang diusulkan oleh masyarakat ataupun kebutuhan secara umum oleh pemerintah desa selalu direalisasikan oleh PT WIN,” terang Nilham.

Momen-momen hari besar keagamaan, seperti Bulan Puasa dan Hari Raya Idul Adha sudah menjadi kegiatan rutin pihak PT WIN untuk memberikan bantuan kepada masyarakat lingkar perusahaan, berupa pemberian bantuan sembako dan sejenisnya.

Nilham juga menyampaikan bahwa pembangunan kantor desa di wilayahnya tidak menggunakan dana desa, melainkan melalui dana Comdev (Community Development) PT WIN yang selama ini diberikan sebagai bentuk kontribusinya.

“Agar dana-dana Comdev yang diberikan selama ini bisa kelihatan dan dirasakan langsung manfaatnya, kami bersama masyarakat mengusulkan agar ada pembangunan kantor desa. Karena selama ini kantor desa sudah tidak memadai lagi dan tidak bisa di bangun dengan dana desa, maka hasil kesepakatan dengan masyarakat di bangun dengan dana Comdev,” jelasnya.

Nilham juga menyebutkan, salah satu bantuan dari PT WIN yang cukup besar manfaatnya yang dirasakan masyarakat adalah bantuan pembangunan infrastruktur drainase dan Talud penahanan banjir. Dimana di Desa Torobulu, ada beberapa lingkungan sebelumnya jika tiba musim hujan selalu menjadi langganan banjir. Namun kini dengan bantuan pembangunan Talud dari PT WIN sudah tidak ada lagi banjir.

“Dari tahun 2018 dan 2019 Torobulu selalu dilanda banjir, tapi alhamdulillah sekarang dengan adanya bantuan infrastruktur Talud penahanan banjir dari PT WIN kurang lebih sepanjang 1.000 meter kiri dan kanan, sudah tidak ada lagi banjir kalau musim hujan, itu bisa dilihat dan dicek langsung kalau musim hujan,” bebernya.

Sementara itu, Project Manager PT WIN, Muhammad Nuriman Jaelani, mengatakan bantuan yang diberikan kepada masyarakat lingkar tambang tersebut sebagai bentuk kontribusi dan komitmen perusahaan, bahwa perusahaan ini hadir bukan semata-mata hanya untuk mengambil kandungan ore nikel, tetapi bisa memberikan dampak positif, ekonomi, sosial dan lingkungan kepada masyarakat setempat, maupun masyarakat Konsel dan Sultra secara umum.

Di tahun ini, lanjut dia, bantuan-bantuan yang diberikan kepada masyarakat sangat beragam, baik dari pembangunan infrastruktur jalan usaha tani, pengerasan lorong-lorong, dan pembagian sembako.

“Bahkan besok lagi akan ada pembagian paket sembako sebanyak 300 paket sembako, jika di rupiahkan bisa mencapai nilai sebesar Rp 1 miliar rupiah lebih,” ungkapnya.

Dikatakan, bahwa bantuan yang diberikan perusahaan kepada masyarakat bukan hanya kali ini, tapi setiap saat dan setiap tahun selalu berikan.

“Memang kalau soal bantuan ini jarang diketahui publik karena tidak terekspos ke publik, tujuan kita memang hadir memberikan kontribusi sebesar-besarnya kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dirinya berharap apa yang sudah diberikan perusahaan selama ini kepada masyarakat, baik bantuan yang berbentuk fisik seperti pembangunan infrastruktur jalan, sumur bor, dan lain-lain bisa dijaga, digunakan, serta dirawat dengan baik sehingga bisa berkepanjangan.*

Rumah Kader PDIP di Sultra Diduga Diteror OTK, DPP PDIP Kutuk dan Minta APH Tangkap Otak Pelaku

0

Jakarta – Sebelumnya rumah salah satu Kader DPD PDIP Sultra diduga mendapatkan teror dari Orang Tak Dikenal (OTK) hingga menyebabkan kaca jendela rumah berlubang dan mengalami kerusakan pada Jum’at 6 Oktober 2023.

Diketahui Rumah Wakil Kepala Bapilu DPD PDIP Sultra yang juga Bacaleg DPR RI Dapil Sultra, Muhammad Fajar Hasan terletak di Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

Menanggapi hal tersebut Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri melalui Ketua Direktorat Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan Laode Ota dengan tegas mengutuk peristiwa tersebut.

“Kami mengutuk dugaan penembakan ke rumah Fajar Hasan, PDIP sangat tersinggung, karena ini bukan hanya mengintimidasi secara individu tetapi juga secara lembaga dan untuk itu kami mengutuk peristiwa tersebut,” katanya, Bacaleg DPRD Sultra saat dihubungi via telepon pada, Sabtu 7 Oktober 2023.

Pihaknya juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengungkap peristiwa tersebut.

“Kami minta APH untuk segera mengungkap peristiwa tersebut, apa motifnya, apakah motif politik atau apa, kalau motifnya politik harus selesai sebelum proses pemilu 2024, dan siapa otak pelakunya,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan bahwa jika ini bermotif politik, seharusnya hal tersebut tidak terjadi.

“Kalau kedepannya diketemukan motifnya, motif politik, seharusnya ini tidak terjadi, karena kita menjalankan politik yang riang gembira,” tuturnya.

Sementara itu sebelumnya terkait peristiwa tersebut Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Fitrayadi mengatakan “Kesimpulan sementara itu bocornya kaca itu akibat tekanan benda kecil, namun kita masih menunggu hasil dari Bidlabfor Polda Sulsel,”.*

Kaca Jendela Rumah Fajar Hasan Bacaleg DPR RI Berlubang, Kasatreskrim Polresta Kendari: Akibat Tekanan Benda Kecil

0

Kendari – Sebelumnya beredar informasi terkait kaca jendela rumah Fajar Hasan, Bacaleg DPR RI dapil Sultra dari Partai PDIP mengalami kebocoran hingga menyebabkan kerusakan pada Jum’at 6 Oktober 2023.

Menanggapi peristiwa tersebut berdasarkan aduan kerabat Fajar Hasan, Polresta Kendari sebelumnya langsung turun ke TKP dan melakukan olah TKP.

Terbaru pada Sabtu 7 Oktober 2023, Polresta Kendari berkordinasi dan bekerjasama dengan Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Sulsel guna mengungkap peristiwa tersebut.

Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Fitrayadi mengatakan “Kami telah berkoordinasi telah Bidlabfor Polda Sulsel, tentang hasil kita masih menunggu Bidlabfor, karena tadi telah dilakukan olah TKP,”.

Ia juga menambahkan terkait estimasi waktu untuk menunggu hasil itu bisa sampai 5 (Lima) Hari.

“Untuk menunggu hasilnya itu bisa 1 (satu) sampai 5 (hari),” tambahnya.

Pihaknya juga mengungkapkan bahwa untuk menentukan bahwa ini peristiwa pidana atau bukan pihaknya masih menunggu dari Bidlabfor Polda Sulsel.

“Kesimpulan sementara itu bocornya kaca itu akibat tekanan benda kecil, namun kita masih menunggu hasil dari Bidlabfor Polda Sulsel,” pungkasnya.*

Begini Kronologi Kaca Jendela Rumah Fajar Hasan Bacaleg DPR RI Berlubang hingga Timbulkan Kerusakan

0

Kendari – Sebelumnya beredar pesan berantai di group WhatsApp informasi terkait rumah salah satu Bacaleg DPR RI Dapil Sultra tertembak peluru tajam dan mengakibatkan lobang kecil pada kaca jendela rumah.

“Alerta!!! Kediaman Saudara kita Pak Fajar Hasan⁩ Politisi PDI Perjuangan, di Jl. Lumba-Lumba Kota Kendari, Subuh dini hari tdi diduga tertembak peluru tajam. Saat ini sedang dlm penanganan teman” Polresta Kendari. Semoga pelaku segera ditangkap dan motifnya terungkap,”.

Menanggapi hal tersebut Kapolresta Kendari Kombes Pol Muhammad Eka Fathurrahman mengatakan tempat kejadian perkara (TKP)nya di kediaman politisi PDIP, Fajar Hasan yang terjadi di Jl. Lumba-Lumba Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu Kota Kendari.

“Waktu kejadian, Hari Jumat tanggal 6 Oktober 2023 di perkirakan sebelum pukul 06.00 wita, dan Objek yang dilakukan pengrusakan adalah berupa 1 (satu) buah kaca jendela kamar tidur, di lantai 2 (dua Rumah dari saudara Fajar Hasan,” katanya.

Pihaknya juga mengungkapkan kronologis peristiwa tersebut hingga diketahui adanya kerusakan di kaca jendela rumah Fajar Hasan.

“Awalnya pada hari jumat tanggal 6 Oktober 2023 sekitar jam 07.00 wita, anak Muhammad Fajar Hasan atas nama Aulia yang tidur di kamar di lantai 2 (Dua) tersebut kaget saat bangun tidur dan melihat ada pecahan kaca dan melihat pada jendala kamar tidurnya tersebut terdapat lubang dan retak pada kaca daun jendela, kemudian Aulia menyampaikan kepada ibunya,” ungkapnya.

Lanjutnya pihaknya menuturkan bersama dengan beberapa orang keluarga yang berada di rumah langsung mengecek kamar tidur Aulia, setelah itu Fajar Hasan melalui salah satu keluarga melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Kendari.

“Hasil penyelidikan sementara, Kaca jendela berada di dinding kamar depan sebelah kanan, Titik bocor jendela tinggi sekitar 2 cm dan lebar sekitar 1 cm, Bingkai jendela terbuat dari almunium warna putih dan kaca tebal 5 mm, Kebocoran lubang dan retak di duga akibat tekanan benda kecil, Pemilik rumah, termasuk pemilik kamar, tidak pernah mendengar ada letusan dan tidak mengetahui secara pasti kapan kejadiannya, Tidak ditemukan adanya kerusakan (robek) thd benda benda lain yg ada di belakang kaca Nako yaitu Filtrase /Tirai Tipis dan Korden yg masih dalam keadaan utuh,” bebernya.*

PT Vale Dukung Pembangunan Berkelanjutan di Desa

0

Makassar — PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) meluncurkan Petunjuk Teknis Operasional (PTO) Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dalam rangka mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, di Makassar, Rabu (4/09/2023).

Kegiatan peluncuran PTO ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Luwu Timur, Budiman, didampingi Direktur Hubungan Luar PT Vale Endra Kusuma, dan disaksikan pula oleh Wakil Bupati Luwu Timur, Mochammad Akbar Andi Leluasa. Pada kegiatan itu hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Luwu Timur Halsen, Kepala Bappelitbangda Luwu Timur Dohri As’ari, Senior Manager Sosial Development Program PT Vale Ardian Indra Putra, serta 38 Kepala Desa dan Lurah di empat kecamatan wilayah pemberdayaan, yakni Kecamatan Malili, Wasuponda, Nuha dan Towuti.

Peluncuran Petunjuk Teknis Operasional menjadi titik awal dimulainya tahapan implementasi Program PPM dukungan SDGs Desa. Skema program PPM – Dukungan SDGs Desa merupakan sintesa dari beberapa model program yang telah diimplementasikan dalam kurun waktu kurang lebih 10 tahun terakhir.

Bupati Luwu Timur mengapresiasi langkah yang dilakukan PT Vale karena sejalan dengan visi Pembangunan Berkelanjutan Luwu Timur. Menurutnya, SDGs Desa merupakan arah pembangunan yang telah diadopsi oleh Pemerintah sebagai kompas yang memandu Pembangunan dari tingkat nasional sampai pada tingkat desa.

“Saya berharap program ini akan memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan dan kemajuan di desa. Termasuk peningkatan perekonomian masyarakat, dan pada gilirannya dapat mendukung tujuan Pembangunan Berkelanjutan, “ujarnya.

Budiman memaparkan, pelaksanaan Program PPM – Dukungan SDGS Desa menunjukkan bahwa di Luwu Timur dukungan dan kerjasama antar pihak swasta, dalam hal ini PT Vale dengan pemerintah telah berjalan dengan baik.

Sementara itu, Direktur Hubungan Luar PT Vale, Endra Kusuma, menyampaikan bahwa pada periode 2023-2027 PT Vale telah megimplementasikan skema baru berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dari skema sebelumnya. Salah satu di antaranya adalah skema PPM – Dukungan SDGs Desa.

Selain itu, PT Vale tetap melanjutkan dukungan pada lima kawasan yang dikemas dalam skema PPM – Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM) Terfokus. Lima Kawasan ini ditentukan berdasarkan hasil evaluasi yang menunjukkan Kawasan yang layak secara daya dukung dan prospek pengembangannya.

“Skema baru ini telah kita luncurkan sejak bulan Maret 2023 yang lalu di Malili, dan alhamdulillah, sekarang kita telah merampungkan Petunjuk Teknis Operasional PPM-Dukungan SDGs Desa. Tentunya, kita patut bersyukur atas kegiatan ini, karena kedepan kita telah memiliki acuan operasional yang akan menjadi pedoman bagi semua pihak terkait dalam mewujudkan program yang berdampak luas melalui tata kelola yang akuntable dan transparant” jelasnya.

Bagi PT Vale, penyelesaian PTO ini telah memenuhi apa yang menjadi arahan Bupati Luwu Timur, yakni kepastian anggaran, kepastian waktu, kepastian program yang akan dibiayai, dan kepastian mekanisme pelaksanaan. dari sisi rujukan perencanaan juga Desa didorong lebih memastikan sasaran program yang diantaranya melalui data yang by name by address.

“Gagasan SDGs Desa yang dicanangkan Pemerintah Pusat sejalan dengan misi perseroan, mengubah sumber daya alam untuk kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan. Bersama. Tentu ini menjadi modal penting kemitraan yang berkelanjutan ini kedepannya,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Endra Kusuma juga menyampaikan realisasi anggaran PKPM diantaranya dialokasikan kurang lebih 111 jenis kegiatan/proyek infrastruktur sosial ekonomi kawasan yang tersebar di 10 kawasan.

Sebanyak 60 badan usaha swasta lokal dan BUMDES/BUMDESMA turut menjadi pelaksana kegiatan.

Berdasarkan sektor, lebih dari 40% merupakan asset yang menunjang bidang pertanian, sekitar 50% merupakan infrastruktur publik dan ruang bagi UKM, dan sisanya merupakan infrastruktur penunjang pariwisata.

“Pada praktiknya saat ini telah banyak BUMDESMA yang membangun kemitraan berjejaring dengan Bumdes-Bumdes, bahkan telah bermitra dengan pelaku usaha lainnya dalam pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, beberapa diantaranya telah membagikan bagi hasil usaha ke Desa” ujarnya.

Endra menyebutkan, memang sama disadari bahwa belum semua asset dan fasilitas kawasan tersebut telah termanfaatkan dengan baik. Untuk itu, semua pihak masih mempunyai tugas dan tantangan pada penyelesaian status asset, pengelolaan dan terutama pada pemeliharaan dan pemanfaatannya secara berkelanjutan.

“Kami berharap, dukungan program ini dapat bermanfaat bagi percepatan pencapaian tujuan SDGs Desa sebagai upaya terpadu pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Karena pencapaian tujuan-tujuan SDGs Desa tersebut mencerminkan perbaikan kesejahteraan bagi masyarakat di wilayah pemberdayaan kami dan tentu saja berdampak strategis bagi pembangunan daerah Luwu Timur yang “inspiring” ungkapnya.*

Diduga Kecewa dengan Penanganan Medis RSUD Bahteramas, Seorang Pasien Pulang ke Rumah dalam Keadaan Sakit

0

Kendari – Seorang pasien yang berusia 50 tahun bernama Atumi terpaksa harus pulang dalam keadaan sakit usai kecewa dengan penanganan medis yang tidak sesuai dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahtermas, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal itu disampaikan Kepala Desa (Kades) Lalomerui, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe Taksir Runggahi, bahwa pasien yang merupakan warganya itu diduga sengaja ditelantarkan oleh pihak rumah sakit.

Pasalnya, selama seminggu lamanya, pasien tak pernah mendapatkan penanganan medis yang lebih serius oleh pihak rumah sakit dengan alasan dokter yang akan memeriksa Atumi sedang tidak berada di kota Kendari.

“Sudah lebih dari satu minggu pasien berada di rumah sakit. Mereka janji akan memeriksa, namun sampai saat ini tidak ada pemeriksaan. Bahkan anehnya saya sendiri juga sudah konfirmasi kepada pihak rumah sakit beberapa waktu lalu mereka yang katanya akan memeriksa pasien hari Rabu (4/9/2023), tapi sampai sekarang tetapi sampai hari ini tidak ada pemeriksaan dengan alasan Dokternya lagi pra jabatan,”katanya saat ditemui pada Jumat (6/9/2023).

Dia juga mengatakan, bahwa sebelum di bawa ke Rumah Sakit Bahteramas, pasien sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit BLUD RSUD Konawe Utara. Tetapi karena pasilitas peralatan rumah sakit yang kurang kemudian pasien terpaksa di rujuk ke Bahteramas Kendari.

“Pasien sempat di rawat di BLUD RSUD Konawe Utara selama dua hari. Tapi karena disana kurang alatnya untuk memeriksa penyakit pasien terpaksa pasien mendapat rujukan ke Rs Provinsi Sultra yaitu Bahtermas,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya selaku pemerintah Lalomerui, sangat menyayangkan apnyang dilakukan oleh pihak rumah sakit terhadap warganya itu. Selain itu, selama berada di rumah sakit tersebut tak sedikitpun di sentuh oleh dokter.

“Dia hanya mendapatkan infus tanpa diberikan apa-apa. Bahkan pihak rumah sakit hanya menanyakan “bagaimana kabarnya pak sudah sehat” tetapi tak ada pemeriksaan penyakit pasien yang dideritanya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, merasa selalu diabaikan dan diduga ditelantarkan tak mendapatkan kepastian dalam penanganan medis atau pemeriksaan penyakit, korban memutuskan untuk pulang dan melakukan perawatan secara mandiri di rumah.

“Sekarang pasien berada di rumah. Karena sudah cape menunggu dengan alasan dokter sedang berada di luar,” pungkasnya

Sementara itu, saat media ini mencoba konfirmasi pihak rumah sakit tidak membrikan respon terkait hal tersebut

Kaca Jendela Rumah Fajar Hasan Bacaleg DPR RI Berlubang, Kapolresta Kendari: Benar ada Kerusakan

0

Kendari – Sebelumnya beredar pesan berantai di group WhatsApp informasi terkait rumah salah satu Bacaleg DPR RI Dapil Sultra tertembak peluru tajam dan mengakibatkan lobang kecil pada kaca jendela rumah.

“Alerta!!! Kediaman Saudara kita Pak Fajar Hasan⁩ Politisi PDI Perjuangan, di Jl. Lumba-Lumba Kota Kendari, Subuh dini hari tdi diduga tertembak peluru tajam. Saat ini sedang dlm penanganan teman” Polresta Kendari. Semoga pelaku segera ditangkap dan motifnya terungkap,”.

Menanggapi hal tersebut Kapolresta Kendari Kombes Pol Muhammad Eka Fathurrahman mengatakan “Sebelumnya kami menerima aduan dari masyarakat sekitar Pukul 15.00 WITA, bahwa kediamannya ada kerusakan jendela, dan kami telah olah TKP, yang pemilik rumah adalah Fajar Hasan salah satu Bacaleg DPR RI dari salah satu Partai,”.

Ia menambahkan alamat rumah tersebut di Jalan Lumba-lumba, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

“Berdasarkan aduan dan olah TKP ditemukan benar ada kerusakan di kaca jendela, dan ini masih menjadi PR bagi kami, kerusakan kaca jendela ini karena apa,” tambahnya.

Lanjutnya pihaknya mengungkapkan bahwa aduan tersebut berawal dari temuan anak Fajar Hasan.

“Awalnya aduan tersebut berawal dari anak Fajar Hasan yang melihat ada kerusakan di jendela kamarnya,” ungkapnya.

Selain itu pihaknya menuturkan bahwa sebelumnya ada keributan tak jauh dari rumah Fajar Hasan.

“Sekitar Pukul 03.00 WITA ada informasi, ada keributan sekitar 700 (Tujuh Ratus) sampai 1 (satu) kilometer, tetapi untuk saat ini kita belum bisa menyimpulkan karena sejauh ini kita masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan bukti-bukti pendukung lainnya,” tuturnya.*

Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Kapal Pesiar Pemprov Sultra Terus Bergulir

0

Kendari – Penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pesiar mewah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berlanjut di meja penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Ditreskrimsus Polda Sultra.

Setelah permintaan audit investigasi dalam kasus itu ditolak oleh Inspektorat Provinsi Sultra, penyidik kemudian menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sultra.

Menurut Dirreskrimsus Polda Sultra, Kombes Pol Bambang Wijanarko, tim penyidik sudah mengirim permintaan audit investigasi ke BPKP Sultra. BPKP pun mengamini permintaan audit itu.

“Oktober ini BPKP dijadwalkan akan memulai proses audit investigasinya, sehingga penyidik akan menunggu hasil yang ditemukan dari proses audit investigasi tersebut,” kata Kombes Bambang kepada Sultranesia, Jumat (6/10).

Kemudian terkait bergantinya jabatan Kasubdit Tipikor, Kombes Bambang mengatakan bahwa posisi ketua tim penyidik akan diambil alih oleh Kasubdit Tipidkor yang baru.

Dan terkait pergantian jabatan Kasubdit itu, mantan Dirreskrimum Polda Sultra ini menegaskan mutasi tersebut adalah mutasi biasa yang tak ada kaitannya dengan jalannya proses penyelidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait kapal pesiar sebagaimana diisukan oleh salah satu media baru baru ini.

“Jadi begini, dalam surat perintah penyelidikan kasus itu ketuanya adalah Kasubdit Tipidkor, jadi bila Kasubdit-nya berganti, secara otomatis Kasubdit yang baru akan bertindak selaku ketua tim yang akan selalu melakukan analisa dan evaluasi bersama penyidik untuk merumuskan langkah-langkah penyelidikan penyidikan selanjutnya,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejak awal tahun ini, penyidik Subdit Tipidkor Polda Sultra melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pesiar mewah milik Pemprov Sultra.

Untuk diketahui Kapal pesiar buatan perusahaan Azimuth asal Jerman ini senilai Rp 9,8 miliar. Diduga saat dibeli Pemprov melalui lelang LPSE Tahun 2020, kapal tersebut merupakan barang bekas pakai salah satu perusahaan pelayaran di Pantai Indah Kapuk Jakarta.*

Masih Dibawah Umur, Satlantas Polresta Kendari Tindaki 7 Sopir Truk PT Asmindo

0

Kendari – Satlantas Polresta Kendari melakukan penilangan terhadap 7 (Tujuh) Sopir Dump Truk PT. Asmindo, Pasalnya sopir tersebut masih dibawah umur dan ada pelanggaran lainnya pada 30 September 2023.

Kasat Lantas Polresta Kendari AKP Muchsin mengatakan bahwa ada beberapa pelanggaran yang dilakukan Sopir Dump Truk PT. Asmindo.

“Kami tindak pelanggaran pengemudi tidak dapat menunjukkan SIM, STNK dan Pemuatan tidak sesuai aturan (ODOL) jadi kami kenakan Pasal 281, 288 dan 307,” katanya saat dihubungi via WhatsApp, Jum’at 6 Oktober 2023.

Ia juga mengungkapkan bahwa 7 (Tujuh) sopir tersebut masih masuk kategori dibawah umur.

“Masih dibawah umur itu 7 (Tujuh sopir) yang mengendarai truk,” sambungnya.

Ia menambahkan bahwa truk tersebut saat ditindak sementara memuat ore nikel.

“Padahal aturan yang diberikan maksimal 8 (Delapan) ton info untuk surat izin penggunaan jalan dari propinsi sudah ada tetapi dari Pemkot belum ada,” ungkapnya.

Lanjut pihaknya menuturkan bahwa terkait penindakan pelanggaran lalu lintas dari Satlantas tidak melihat waktu jadi pihaknya bisa menindak kapan saja yang penting terlihat secara kasat mata pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna jalan.

“Untuk penindakan pada saat itu kebetulan kami lagi melaksanakan pengaturan di bundaran Tapak Kuda sekitar jam 06.40 wita dan melihat 6 unit melintas secara bersamaan,” tuturnya.

Terakhir pihaknya menyampaikan saat itu pihaknya total menindaki 7 (Tujuh) sopir dan telah dilepaskan karena sopir telah telah membayar biaya tilang.

“Langkah tersebut juga menindaklanjuti adanya laporan masyarakat dan terusan dari BPJN,” pungkasnya.*

Dishub Kota Kendari Sebut PT Asmindo Tak Kantongi Izin Penggunaan Jalan Umum

0

Kendari – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kendari menegaskan bahwa PT. Asmindo perusahaan yang bergerak di bidang pengangkutan tambang belum memiliki izin.

Kadis Perhubungan Kota Kendari La Ode Abdul Manas Salihin mengatakan bahwa PT. Asmindo hanya memiliki izin penggunaan jalan umum.

“Kalau PT. Asmindo ada rekomendasi Wali Kota tentang penggunaan jalan sementara untuk pengangkutan tambang dalam wilayah Kota Kendari,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa rekomendasi tersebut telah mati sejak 31 Agustus 2023.

“Namun per tanggal 31 Agustus 2023 rekomendasi penggunaan jalan umum untuk pengangkutan tambang dalam wilayah Kota Kendari telah mati,” ungkapnya.

Untuk diketahui berdasarkan informasi yang dikumpulkan media ini PT. MCM, PT. Asmindo, dan PT TAS melakukan Kerja Sama Operasi (KSO).

PT. Asmindo sendiri bertugas sebagai perusahaan jasa pengangkutan Ore Nikel dari PT. MCM ke Jetty PT. TAS.*

Jamin Mutu Pendidikan, Universitas Terbuka Jalankan Sistem Penilaian yang Ketat dan Sistematis

Kendari – Dalam rangka menjamin mutu pendidikan, Universitas Terbuka menjalankan sistem penilaian yang ketat dan sistematis.

Direktur UT Kendari Drs. Arifin Tahir, S.Pd., M.Pd. mengatakan proses atau sistem penilaian untuk mendapatkan nilai akhir matakuliah setiap semester di Universitas Terbuka (UT) melalui proses yang ketat dan sistematis dimana proses tersebut disebut Evaluasi Hasil Belajar yang didalamnya terdapat beberapa item penilaian untuk setiap proses yang dilakukan oleh mahasiswa pada proses pembelajarannya.

“Untuk proses pembelajaran atau biasa yang disebut Tutorial Tatap Muka (TTM), Tutorial Webinar (Tuweb) dan Tutorial Online (Tuton) merupakan bagian layanan bantuan belajar yang diberikan UT kepada mahasiswa yang bertujuan untuk memicu dan memacu proses belajar mahasiswa,” katanya.

Ia menambahkan TTM UT tidak serupa dengan perkuliahan yang biasa dilaksanakan pada pembelajaran Universitas konvensional. TTM dilakukan sebanyak 8 (delapan) kali pertemuan dengan target utama adalah membantu mahasiswa memahami dan mendalami materi yang dianggap sulit dan untuk kegiatan tersebut diberikan nilai sebagai tambahan dengan syarat ketentuan berlaku.

“Untuk lebih jelasnya kami akan membahas jenis -jenis evaluasi hasil belajar tersebut, Penilaian Tutorial Penilaian Tutorial Tatap Muka (TTM) Aspek yang dinilai dalam TTM adalah tugas dan partisipasi pada pelaksanaannya dengan syarat hadir minimal 5 x pertemuan. Tugas TTM dapat berbentuk tes uraian, praktik, atau tugas lainnya, selanjutnya nilai ini mempunyai kontribusi 50% terhadap nilai akhir matakuliah apabila nilai skor UAS mencapai minimal atau sama dengan 30% dari skor maksimal,” ungkapnya.

Lanjutnya pihaknya menuturkan penilaian Tutorial Online (Tuton) Aspek yang dinilai adalah tugas dan partisipasi dalam kelas tuton dengan Dari kedua jenis penilaiain TTM/Tuton bahwa, apabila mahasiswa memiliki nilai, maka nilai tutorial yang berkontribusi tertinggi terhadap nlai akhir yang akan diperhitungkan dalam penilaian akhir mata kuliah.

“Penilaian Praktik/Praktikum Penilaian mata kuliah pemantapan kemampuan mengajar
Tidak dilaksanakan UAS,” sambungnya.

Pihaknya juga menuturkan bahwa nilai mata kuliah ini bersumber dari nilai praktik pembelajaran dan ujian PKM (70%) dan nilai laporan (30%).

“Penilaiain praktik dilakukan sepanjang Latihan berlangsung sesuai dengan paket semesternya, dengan syarat dan ketentuan berlaku dengan mengunakan supervisor terkait kelayakan ujian praktik bagi mahasiswa,” ungkapnya.

Lanjutnya pihaknya membeberkan penilaian mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional Penilaian mata kuliah ini diperhitungkan dari 80% nilai (kombinasi dari 50% praktik + 50% Laporan ) + 20% karya Ilmiah.

“Prakrikum pada mata kuliah Praktik/Laboratorium Pemberian nilai ditentukan oleh kehadiran, nilai proses pelaksanaan praktikum dan nilai laporannya,” sambungnya.

Lanjutnya dari semua jenis evaluasi proses pembelajaran bahwa seorang tutor wajib melakukan proses pembelajaran pada aplikasi Learning management system (LMS) yang merupakan fasilitas yang digunakan sebagai kelas virtual yang dapat diakses mahasiswa dan tutor bagi mahasiswa yang mengikuti TTM dan TUWEB dan sebagai fasilitas pembimbingan Praktik/Praktikum.

“Selanjutnya, hasil proses evaluasi pembelajaran tutor wajib memberikan nilai dengan syarat bahwa mahasiswa dapat diberikan nilai bila melakukan atau ikut pertemuan minimal 5 x. dan entri kedalam aplikasi atau laman tutorial mengunakan user dan password tutor serta tidak lupa mengirimkan hasil pelaksanaan pembelajaran TTM/Tuweb (Unggah Laporan) sebagai dasar pihak UT daerah melakukan verifikasi nilai hasil TTM,” bebernya.

Laporan ini sebagai bahan untuk validasi nilai yang dientrikan tutor, dikarenakan banyak tutor yang melakukan entri nilai tidak sesuai dengan hasil pembelajaran TTM/Tuweb (Wajib mengunakan Format Baku Nilai TTM/Tuweb) sehingga tidak muncul kecurigaan dalam memberikan nilai Oleh karena itu, dalam menghasilkan/mengelaurkan nilai mahasiswa hasil pembelajarannya dapat dipertanggungjawabkan.

Ujian Akhir Semester (UAS)
Merupakan salah satu alat ukur hasil ketercapaian belajan/pembelajaran dalam 1 semster. Nilai UAS berkontribusi minimal 50% terhadap nilai akhir mata kuliah. Pelaksanaan UAS berbentuk atau mengunakan 3 skema ujian yang semuanya dilaksanakan terjadwal sehingga peluang terjadi kebocoran sangat tidak terjadi. Bentuk soal UAS berdasarkan pengunaan skema yaitu bentuk tes objektif (pilihan Ganda) dan esai dimana semua dikerjakan pada lembar jawaban ujian (LJU/BJU) yang mempunyai cap/logo UT sehingga peluang untuk pengunaan joki pada ujian sangat tidak ada.

“Sebelumnya, bahwa Naskah UAS UT Daerah adalah mengunakan semua naskah yang sama untuk semua mahasiswa UT. UT Daerah Kendari, UT Jakarta dan UT Sorong mengunakan naskah yang sama. Sehingga untuk melihat ketercapaian dan tingkat pemahaman materi BMP mata kuliah adalah sama untuk setiap UT Daerah. Sehingga lulusan UT mempunyai kompetensi keilmuan terkait mata kuliah sangat sederajat di setiap UT daerah.UT menjaga kerahasiaan dlam pelaksanaan UAS UT, mengunakan panitia pelaksana ujian yang melibatkan mitra UT, yang didalam kepanitian tersebut bertugas sebagai Penanggungjawab Tempat Ujian (PJTU), Lokasi Ujian (PJLU), Pengawas Keliling, Pengaws Ruang, dan Petugas Administrasi, sehingga proses pelaksanaan UAS sangat terjaga mengunakakan prosedur pelaksanan berstandar dan dapat dipertanggungjawabkan baik kepada mahasiswa dan institusi terkait,” pungkasnya.*

Komitmen PT WIN Berdayakan Masyarakat Lingkar Tambang, Pekerjakan Masyarakat hingga Salurkan CSR dan PPM

0

Konawe Selatan – PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) salah satu perusahaan tambang yang berlokasi di Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan berkomitmen memberdayakan masyarakat lingkar tambang.

Pola pemberdayaan PT. WIN dilakukan dengan merekrut tenaga kerja yang mayoritas masyarakat lingkar tambang, dan menyalurkan dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) dan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Tak hanya sampai disitu PT. WIN juga selalu berupaya mendengarkan keluhan masyarakat lingkar tambang, mulai dari penyaluran uang debu akibat aktivitas tambang, melakukan penyiraman untuk meminimalisir debu akibat aktivitas tambang hingga membangun sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat lingkar tambang.

Humas PT. WIN Kasmaruddin mengatakan pihaknya selalu berkomitmen melakukan pemberdayaan masyarakat lingkar tambang.

“Ini sudah menjadi komitmen perusahaan untuk selalu memperhatikan masyarakat lingkar tambang,” katanya.

Selain itu masyarakat sekitar yang merasakan dampak positif sejak beraktivitasnya PT. WIN mengapresiasi kepedulian perusahaan tersebut terhadap masyarakat lingkar tambang.

Salah satu masyarakat lingkar tambang yang diperkerjakan di PT WIN, Jolan mengatakan “Saya sudah sekitar 6 tahun kerja di perusahaan PT WIN sejak tahun 2017 sampai hari ini merasa bersyukur, karena banyak menguntungkan kami sekeluarga selain gaji saya juga mendapat kompensasi dan bantuan lainnya dari pihak perusahaan, buktinya sebelum perusahaan masuk di desa Torobulu keluarga saya masih susah cari makan, menyicil motor saja berapa bulan sudah ditarik oleh dealer, tapi dengan kehadiran perusahaan saya sudah memiliki berapa buah motor dan mencari makan tidak terlalu susah.

Selain Jolan banyak warga yang lainnya ikut berkomentar diantaranya, Pengusaha Kue Jipang, Bahar turut mengapresiasi PT. WIN

“Walaupun saya tidak pernah kerja sebagai karyawan setidaknya saya juga ikut merasakan dampaknya karena perputaran ekonomi agak bagus jual kue lancar dan saya juga mendapat kompensasi dari pihak perusahaan,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Suni juga salah satu penerima manfaat dari program CSR dan PPM PT WIN, mengapresiasi perusahaan tersebut.

“Saya merasa banyak berterimakasih dengan adanya perusahaan PT Wijaya Inti Nusantara, selain suami saya ikut kerja saya juga buka usaha warung, yang artinya kehidupan kami sangat menunjang dengan adanya perusahaan, kita yang sesungguhnya masyarakat lingkar tambang tidak pernah mempermasalahkan, malahan orang luar yang datang ribut, ini kan aneh,” jelasnya.

Sementara itu salah satu pemilik lahan yang mendapatkan ganti untung dari PT. WIN, Saruddin mengapresiasi pihak perusahaan.

“Saya berikan ke perusahaan tanah saya dan diratakan tanahnya untuk diambil ore nikelnya, namun tanah itu tidak dimiliki perusahaan, nanti tinggal diratakan kembali,” katanya.

“Berkat ganti untung yang saya dapatkan, saya bisa menyekolahkan 5 (lima) anak saya,” tambahnya.

Pihaknya juga merasa bersyukur dengan adanya aktivitas PT WIN di Konsel.

“Seharusnya kita banyak bersyukur dengan kehadiran perusahaan yang mana dapat memberikan kesinambungan kehidupan sehari hari bagi kehidupan keluarga, jadi buat saya tidak ada masalah, malah saya sangat bersyukur sekali,” pungkasnya.*

Polda Sultra Gelar Patroli Illegal Mining di Konsel

0

Konawe Selatan – Tim Unit II Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra, kembali menggelar patroli mining yang berlokasi di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), pada Kamis (5/10/2023).

Operasi Patroli mining ini dipimpin oleh Ps Kanit 2 Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra, Iptu Ridwan bersama beberapa orang personelnya.

Dalam patroli kali ini, juga melibatkan satu orang dari pegawai Inspektur tambang berkolaborasi di lapangaan.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra, Kompol Ronald Aron Maramis mengatakan, satu persatu lokasi pertambangan yang ada di wilayah tersebut disisir oleh personelnya, untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas penambangan ilegal.

“Tim mendatangi langsung lokasi-lokasi IUP mati yang sudah lama ditinggalkan. Seperti PT. Triple Eight Energi, PT. Sambas Minerals Mining, dan PT. Kembar Emas Sultra. Untuk memantau apakah adanya aktivitas di lokasi tersebut, kita juga memantau dari udara menggunakan sebuah Drone,” ujar Ronald.

Lebih lanjut Ronald mengungkapkan, dari hasil patroli tidak ditemukan adanya lagi aktivitas penambangan ilegal di IUP yang sudah mati dan telah lama ditinggalkan.

“Tidak ada lagi ditemukan aktivitas di lokasi beberapa IUP mati tersebut. Sebagai bukti, kami telah mendokumentasikannya,” ungkapnya.

Mantan Kasubdit Jatanras Polda Sultra itu menambahkan, timnya juga mendatangi lokasi pertambangan PT WIN (Wijaya Inti Nusantara) yang sempat ramai diberitakan persoalan lahan.

Dari pantauan di lokasi, terlihat tidak ada aktivitas PT WIN atau dihentikan sementara.

“Tim kita juga sudah turun ke lokasi PT WIN mengecek untuk memastikan ada pelanggaran atau tidak. Namun belum disimpulkan, karena kami masih akan koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian ESDM,” jelas Ronald.*

Polres Konsel Tindak Dua Pelaku Penambangan Ilegal

0

Konawe Selatan – Diduga melakukan penambangan nikel ilegal di Desa Koeono Kecamatan Palangga Selatan (Palsel). MS (27) dan H (47) ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Konawe Selatan (Konsel).

Kapolres Konsel, AKBP Wisnu Wibowo melalui Kasatreskrim AKP Henryanto Tandirerung mengatakan, bahwa selain mengamankan kedua tersangka pihaknya juga menyita satu unit alat berat jenis ekskavator merek Sanny PC 200 dan tiga tumpukan tanah di lokasi penambangan pada Rabu (4/10/2023) sekira pukul 18:45 Wita.

“Penangkapan terhadap dua orang tersangka karena adanya laporan masyarakat,” kata Henryanto, Kamis (5/10/2023).

Henryanto menjelaskan, bahwa kedua tersangka tertangkap tangan saat sedang berada dilokasi penambangan ore nikel yang berada di Desa Koeono Kecamatan Palangga Selatan, Konawe Selatan.

“Yang mana penambangan tersebut tidak memiliki surat/dokumen yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang, dan selanjutnya tersangka dibawa ke kantor Polres Konsel untuk dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Untuk sementara, tambah dia, kedua pelaku diduga telah melakukan tindak pidana penambangan tanpa izin.

Pelaku turut serta melakukan perbuatan yang dapat di hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 Undang-Undang RI No. 3 tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kuhpidana.*

Berlaga Seperti Preman hingga Bentak Guru dan Siswa SMKN 9 Kolaka, Kades Pesouha Minta Maaf

0

Kendari – Sebelumnya, beredar sebuah video berdurasi 1,44 detik mempertontokan puluhan siswa dan guru melakukan pemblokiran jalan di Desa Pesouha, Kecamatan Pomalaa, Senin (25/9).

Pemblokiran itu merupakan bentuk protes mereka karena sudah tak tahan dengan debu yang ditimbulkan oleh aktivitas truk perusahaan tambang yang menggunakan jalan tersebut.

Dalam video tersebut nampak terlihat seorang pria menggunakan topi hitam seragam aparatur sipil negara (ASN) yang diduga oknum Kades tiba-tiba mendatangi lalu membentak puluhan pelajar dan guru tersebut.

Setelah ditelusuri dari beberapa sumber terpercaya, ternyata pria yang menggunakan seragam ASN bak preman itu bernama Yastin Sutrisno selaku Kepala Desa Pesouha.

“Jangan kasih begitu. Ini jalan umum. Apa gunanya ibu merekam begitu, kalian tidak mau diatur dengan Pemerintah ka,” kata pria yang menggunakan seragam ASN itu dengan nada membentak sembari menunjuk ke arah pelajar.

Setelah ditelusuri dari beberapa sumber terpercaya, ternyata pria yang menggunakan seragam ASN bak preman itu bernama Yastin Sutrisno merupakan Kepala Desa Pesouha.

Yastin Sutrisno, saat dikonfirmasi melalui telephone seluler mengatakan, bahwa persoalan tersebut sudah diselesaikan melalui mediasi.

“Kita sudah mediasi, untuk sementara waktu akan dilaksanakan penyiraman untuk meminimalisir debu,” katanya.

Selain itu akibat peristiwa tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak dari PGRI Sultra, Kadis DPMD Sultra, Ketua DPRD Kolaka dan terakhir dari Kadis Dikbud Sultra Yusmin yang bakal mengadukan perihal tersebut ke pihak kepolisian.

Pasalnya menurut Yusmin, Guru dan Siswa tersebut mendapatkan ancaman dari oknum Kepala Desa tersebut.

Terbaru pada Kami 5 Oktober 2023 Kepala Desa Pesouha, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Yastin Sutrisno, meminta maaf kepada guru dan siswa SMKN 9 Kolaka.

Permintaan maaf itu langsung ia sampaikan di hadapan guru dan siswa saat apel pagi, Permintaan maaf Yastin tersebut terkait peristiwa yang terjadi pada Senin, 25 September 2023 lalu dimana saat itu dia membentak guru dan siswa SMKN 9 Kolaka yang melakukan protes dampak debu dari aktivitas kendaraan proyek dan tambang.

Yastin membenarkan bahwa dia telah meminta maaf langsung kepada para guru dan siswa di sekolah. “Iya pak, benar. Sudah, saya sudah meminta maaf,” kata Yastin.

Permintaan maaf Yastin di hadapan para siswa dan guru juga direkam dalam video berdurasi 4 menit 27 detik yang diterima Kendarikini.com

Berikut pernyataan permintaan maafnya:

Saya sebagai kepala desa menindaklanjuti kejadian hari Senin beberapa hari lalu saat aksi demonstrasi karena saya digiring semua ini dari media-media, saya sebagai kepala  desa meminta maaf jika ada kata-kata saya yang saya perbuat kepada guru maupun siswa-siswi.

Terlapas dari itu saya sebagai manusia biasa meminta maaf kepada  seluruh guru dan siswa-siswa, saya sebagai manusia biasa tidak luput dari salah dan kehilafan yang saya lakukan.

Yang saya lakukan juga demi memperjuangkan hak-hak para siswa, guru juga supaya disiram, sudah dilakukan.

Mungkin ada pertayaan kepada tidak disiram, karena sebentar lagi, alhamudlilah, jalan umum, jalan perkuburan  yang dilalui di depan SMK pertambangan akan diaspal.

Jadi ke depannya, silaturahmi guru, siswa  dengan pemerintah desa harus tetap dijalin, jangan lagia sekat-sekat guru siswa guru dengan pemerintah desa. Sama-sama kita kita bangun kita punya pemerintahan.

Saya minta juga adik-adik, walaupun ada spontan, tolong konfirmasi dulu ke pemerintah karena kita ini bernaung di Desa Pesouha,  jangan langsung aksi, ada kepala sekolahnya, ada gurunya, ada pemerintahannya, ada Bhabinkamtibmas,  kayak kemarin itu langsung-langsung saja, kayak tidak ada pemerintah, main blokade-blokade, kalau ada insiden siapa yang mau bertanggung jawab. Contoh kemarin adek-adek ada yang tidak senang langsung lakukan pelemparan di situ, untuk tidak kena, hanya bodi mobil saja, kalau kena kaca panjangan lagi urusannya.

Terlepas dari itu, saya minta maaf, saya minta maaf kepada anak-anak saya. Jadi tidak ada lagi dendam di antara kita, karena adik-adik saya ini, sebentar lagi kalau tamat pasti cari pekerjaan di PT yang ada di sekitar Pomalaa ini. Jadi saya minta tolong siswa-siswi untuk terus belajar dan menunjukan bahwa kalian yang terbaik.*

Kecelakaan Kerja di PT Bosowa Mining, Disnakertrans Sultra: Belum ada Laporan

0

Kendari – Sebelumnya kecelakaan kerja kembali terjadi kecelakaan kerja di PT. Bosowa Mining yang terletak di Desa Padalere Utama, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara.

Menanggapi hal tersebut saat dikonfirmasi via telepon, Kapolsek Wiwirano Ipda Enos Kadang membenarkan peristiwa tersebut.

“Kejadiannya tanggal 3 September, saya baru tanyakan sama KTT PT. Bosowa, terkait kecelakaan kerja tersebut tidak ada korban jiwa,” katanya, Kamis 5 Oktober 2023.

Ia menambahkan bahwa akibat peristiwa tersebut korban hanya mengalami luka lecet-lecet.

“Hanya memang dalam foto yang beredar itu kacah mobil pecah dan itu seperti dilapangan,” tambahnya.

Sementara itu Kadis Nakertrans Sultra LM Ali Haswandi melalui Staf Binwasnaker dan K3 Niar mengatakan terkait peristiwa tersebut belum ada laporan.

Belum,” ujarnya saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis 5 Oktober 2023.

Pihaknya jug mengungkapkan berdasarkan aturan setiap peristiwa kecelakaan kerja, pihak perusahaan wajib melaporkan hal tersebut.

“Apabila kecelakaan tersebut mengakibatkan korban mengalami cacat atau memiliki penyakit, perusahaan juga wajib melaporkan kecelakaan serta dampaknya tidak lebih dari 2×24 jam setelah pekerja dinyatakan mengalami penyakit, cacat, atau meninggal dunia,” ungkapnya.

Lanjutnya hal tersebut berdasarkan Pasal 11 Ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1971, Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi dalam tempat kerja yang dipimpinnya, pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga kerja.

“Serta di atur juga dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor: Per.03/Men/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya lebih mengutamakan langkah pembinaan, namun jika masih bandel pihaknya akan mengambil langkah tegas.

Terakhir pihaknya mengatakan bahwa jika pihak perusahaan tidak melaporkan akan ada sanksi yang diberikan.

“Ada, Sanksi, berdasarkan Pasal 15 Juncto pasal 3 ayat 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970,” pungkasnya.*

Seorang Sopir Dump Truk PT Bosowa Mining Alami Kecelakaan Kerja

0

Konawe Utara – Lagi dan lagi kecelakaan kerja kembali terjadi, menurut data Disnakertrans Sultra Kabupaten Konawe Utara masuk urutan kedua angka kecelakaan kerja tertinggi.

Sebelumnya media ini menerima informasi telah terjadi kecelakaan kerja di PT. Bosowa Mining, Desa Padalere Utama, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara.

Menanggapi hal tersebut saat dikonfirmasi via telepon, Kapolsek Wiwirano Ipda Enos Kadang membenarkan peristiwa tersebut.

“Kejadiannya tanggal 3 September, saya baru tanyakan sama KTT PT. Bosowa, terkait kecelakaan kerja tersebut tidak ada korban jiwa,” katanya, Kamis 5 Oktober 2023.

Ia menambahkan bahwa akibat peristiwa tersebut korban hanya mengalami luka lecet-lecet.

“Hanya memang dalam foto yang beredar itu kacah mobil pecah dan itu seperti dilapangan,” tambahnya.

Pihaknya juga mengungkapkan peristiwa tersebut berawal dari sopir Dump Truk (DT) melewati penurunan.

“Kejadiannya saat sopir melewati penurunan, dan pecah kaca depan, saat itu sopir tidak bisa mengendalikan mobil, karena dalam posisi gigi tinggi, saat mau mengoper ke gigi rendah terjadi kejadian tersebut, hingga sopir menabrak Safety Boom,” bebernya.

Pihaknya juga sementara mengumpulkan data lengkap terkait peristiwa tersebut.*

Ini Fakta Dibalik Video Viral Oknum Kades di Pomalaa Bentak Guru dan Siswa, Guru SMKN 9 Kolaka: Kami Merasa Terintimidasi

0

Kendari – Sebelumnya viral video 1 Menit 44 Detik yang mempertontonkan Oknum Kepala Desa di Kecamatan Pomalaa yang membentak guru dan siswa yang melakukan blokade jalan, menuntut persoalan debu.

Menanggapi hal tersebut salah satu Guru SMKN 9 Kolaka, Rayu Mekuo mengatakan “Jadi, diawali hari Kamis (21/9) pada saat itu kondisi jalan berdebu dan masuk dilingkungan sekolah, terus terang saja kami merasa terganggu sekali, guru dan siswa sudah banyak yang sakit, dan pada saat itu pihak yang melewati jalan dan melakukan aktivitas penimbunan berjanji melakukan penyiraman, kemudian sampai hari Senin (25/9) tidak ada penyiram,” katanya saat ditemui di ruangan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra pada Senin 2 Oktober 2023.

Ia menambahkan pada hari Senin (25/9) aksi pemblokadean itu spontanitas, pasalnya saat itu Pukul 06.30 WITA pihaknya mau melaksanakan upacara bersama guru dan siswa lainnya.

“Di hari Senin itu kita mau upacara, lewat truk dan dalam kondisi balap-balap, hingga menyebabkan debu berhamburan, kemudian siswa-siswa spontanitas melakukan blokade,” tambahnya.

Pihaknya juga mengungkapkan bahwa tak berselang lama datang oknum Kades Kepala yang berteriak-teriak.

“Ada sekitar 15 Menit kemudian datang Kepala Desa, turun dari kendaraannya, datang marah-marah dan berteriak-teriak, kemudian berdebat dengan Guru, hingga menyebutkan kata-kata yang kita tidak terima,” ungkapnya.

“Pada saat itu terjadi cekcok dan kami merasa terintimidasi, pasalnya Kepala Desa juga mengatakan tabrak saja kalau tidak mau diatur, dan Kepala Desa juga berkata kami pemerintah disini dan harus didengar,” bebernya.*

Senada dengan hal tersebut Kadis Dikbud Sultra, Yusmin menegaskan pihaknya bakal melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian, pasalnya tindakan tersebut sudah masuk ke ranah pengancaman.

Pihaknya juga mendesak kepada Oknum Kades tersebut untuk melakukan permintaan maaf kepada publik, pasalnya video tersebut telah viral kemana-mana.

Ia juga meminta kepada Bupati Kolaka untuk mengevaluasi Kepala Desa tersebut, agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali.

Sementara itu sebelumnya pemblokiran itu merupakan bentuk protes mereka karena sudah tak tahan dengan debu yang ditimbulkan oleh aktivitas truk perusahaan tambang yang menggunakan jalan tersebut.

Dalam video tersebut nampak terlihat seorang pria menggunakan topi hitam seragam aparatur sipil negara (ASN) yang diduga oknum Kades tiba-tiba mendatangi lalu membentak puluhan pelajar dan guru tersebut.

Setelah ditelusuri dari beberapa sumber terpercaya, ternyata pria yang menggunakan seragam ASN bak preman itu bernama Yastin Sutrisno selaku Kepala Desa Pesouha.

“Jangan kasih begitu. Ini jalan umum. Apa gunanya ibu merekam begitu, kalian tidak mau diatur dengan Pemerintah ka,” kata pria yang menggunakan seragam ASN itu dengan nada membentak sembari menunjuk ke arah pelajar.

Setelah ditelusuri dari beberapa sumber terpercaya, ternyata pria yang menggunakan seragam ASN bak preman itu bernama Yastin Sutrisno merupakan Kepala Desa Pesouha.

Yastin Sutrisno, saat dikonfirmasi melalui telephone seluler mengatakan, bahwa persoalan tersebut sudah diselesaikan melalui mediasi.

“Kita sudah mediasi, untuk sementara waktu akan dilaksanakan penyiraman untuk meminimalisir debu,” katanya.

Yastin Sutrisno menyebut, jalan poros tersebut saat ini tengah dilintasi oleh tiga perusahaan tambang yakni, PT Vale, Perusda Kolaka, dan PT PMS.

“Ada tiga perusahaan yaitu, PT Vale, Perusda Kolaka, dan PT PMS,” pungkasnya.*

Picu Semangat Berwirausaha, Yusran Akbar ST Beri Kuliah Umum pada Mahasiswa UHO

Kendari – Ketua Kadin Konawe, Yusran Akbar ST pacu semangat enterpreneurship pada seratusan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Haluoleo (UHO).

Seminar kewirausahaan yang dipandu moderator, Inan Fauziah yang bertajuk “Membangun Jiwa Partnership pada Enterpreneurship Bagi Mahasiswa Ilmu Politik” itu dihadiri Ketua Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan Fisip Unhalu, Dr H Najib Husain SSos MSi, Ketua HMPS Ilmu Politik, Wawan Darmawan dan diikuti lebih dari seratusan mahasiswa di aula Lakilaponto Fisip Unhalu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (5/10/2023).

Ketua Kadin Konawe, Yusran Akbar ST dalam ceramahnya mengajak para mahasiswa agar terus memacu diri, mengembangkan relasi untuk tampil sebagai pengusaha muda dalam berwirausaha walaupun itu diawali dengan skala kecil untuk memulai usaha seiring aktivitas perkuliahan.

“Peluang berusaha sangat terbuka luas dengan masuknya investasi dan industri. Karena peluang ini kita harus merubahnya menjadi sebuah tantangan untuk berusaha, berwirausaha dengan menghasilkan profit seiring perkembangan teknologi,” ucap Yusran

Tentunya lanjutnya, disini bagaimana kita bisa merubah tantangan menjadi sebuah solusi dari hubungan sosial politk dengan masuknya industri dan investasi di Sulawesi Tenggara.

“Dengan masuk dan berdirinya Sebuah pabrik, berarti membawa sebuah investasi besar lewat sebuah kebijakan ‘public policy’ bekerja sama dengan pengusaha untuk meyakinkan agar bisa masuknya investasi ke daerah kita,” kata Ketua Kadin Konawe.

Berarti pabrik tersebut akan menciptakan sumber ekonomi bagi kita semua, disinilah kita melihatnya sebagai peluang karena adanya proses produksi yang diawali dengan tahapan sosialisasi yang juga melibatkan peran masyarakat setempat secara berjenjang.

Diakhir ceramahnya, Yusran Akbar terus memberi spirit bagi para mahasiswa agar terus berbesar hati untuk memulai dan membulatkan tekad dalam berwirausaha.

“Kita harus terus bermimpi untuk meraih tujuan sebagai seorang enterpreneurship walaupun itu berangkat dari usaha mandiri dari level bermodal kecil sekalipun,” tandasnya.

Menutup Seminar kewirausahaan, penyerahan piagam penghargaan yang diserahkan Ketua Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan Fisip Unhalu, Dr H Najib Husain SSos MSi kepada Ketua Kadin Konawe, Yusran Akbar ST.*

Puncak HUT TNI ke 78 di Sultra, Danrem 143 Halu Oleo Sukses Gelar Lomba dan Festival Libatkan Semua Pihak

0

Kendari – Sebelumnya rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke 78 di Sultra telah dimulai dari beberapa hari sebelumnya di Makorem 143 Halu Oleo.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut Korem 143 Halu Oleo mengadakan berbagai macam lomba yang melibatkan semua pihak.

Puncaknya pada Kamis 5 Oktober 2023 Korem 143 Halu Oleo bertempat di Lapangan Ex MTQ menggelar Upacara dan Parade yang kembali melibatkan berbagai pihak.

Danrem 143 Halu Oleo Brigjend TNI Ayub Akbar mengatakan dalam rangka memeriahkan HUT TNI ke-78, selain melaksanakan kegiatan upacara ada parade ada hiburan juga untuk masyarakat.

Perayaan HUT TNI di tahun ini, memang lanjut perwira TNI satu bintang di pundak ini, memang ada sejumlah kegiatan perlombaan khusus masyarakat.

“Untuk masyarakat kita ada menyelenggarakan beberapa kegiatan perlombaan, ada lulo, ada bulu tangkis kemudian wayang kulit,” ungkapnya.

Rangkaian momentum perayaan kegiatan tersebut, dilakukan sejak beberapa hari lalu hingga tanggal 6 Oktober mendatang.

“Kegiatannya di lakukan selama beberapa hari di mulai tanggal 29 puncaknya nanti tanggal 6 ada wayang,” bebernya.

Selain kegitan tersebut kata dia, ada juga kegitan bakti sosial berupa pembagian sembako gratis untuk masyarakat.

“Kemudian ada juga kegitan lomba karaoke termasuk pembagian sembako kepada masyarakat,”

Rangkaian kegiatan tersebut tambah dia, dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada masyarakat yang selalu mendukung TNI.

“Ini sebagai bentuk rasa terima kasih kita, kepada TNI kepada masyarakat yang selama ini mendukung kita dalam melaksanakan tugas-tugas di wilayah,” tutupnya.*

Kadin Sultra Sukseskan Rakorwil II Se Sulawesi di Gorontalo

0

Gorontalo – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) turut mensukseskan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) II Kadin se-Sulawesi di Grand Palace, Kota Gorontalo, Selasa (26/09/2023).

Ketum Kadin Sultra yang diwakili Direktur Eksekutif Budi Amin mengungkapkan, pihaknya turut andil dalam kesuksesan Rakorwil II Kadin Se-Sulawesi tahun ini.

Lanjut dia, Rakorwil tahun ini menjadi momentum bagi seluruh insan Kadin untuk bersinergi mendorong kemajuan perekonomian nasional dan daerah.

“Kadin Sulawesi Tenggara yang dinahkodai Bapak Anton Timbang akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan nasional melalui berbagai program peningkatan sektor UMKM, Perikanan, Pertanian dan sektor lainnya,” kata Budi Amin.

Sebelumnya, Ketum Kadin Indonesia, M. Arsyad Rasjid mengapresiasi pelaksanaan Rakorwil se-Sulawesi tahun ini. Ia berharap, Kadin didaerah dapat mengangkat para pelaku UMKM, petani dan nelayan yang ada didaerahnya sehingga bisa mendorong perekonomian daerah.

“Tidak bisa kita berjalan sendiri, begitu juga yang besar jangan mau besar sendiri, makanya kita (Kadin) ada program yang inklusif yaitu kita lakukan pendampingan kepada pelaku UMKM, supaya perusahaan yang besar membawa yang kecil, petani dan nelayan juga harus kita angkat itulah ekonomi Pancasila,” kata Arsyad Rasjid.

Sekedar informasi, Rakorwil II Kadin se-Sulawesi selain dihadiri langsung Ketua Umum Kadin Indonesia, M. Arsyad Rasjid juga dihadiri Wakil Ketua Umum (Waketum), Sekretaris Menteri Investasi dan BKPM, Ikmal Lukman, Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah LKPP, Hendrar Prihadi, Direktur Kementerian Kelautan Perikanan, dan Penjabat Gubenur atau yang mewakili se Sulawesi, dan Ketua Kadin Kabupaten Kota se Provinsi Gorontalo.

Pada kegiatan ini turut dilakukan penandatanganan Perjanjian kerjasama (PKS) Kadin Indonesia wilayah Sulawesi dengan Sekretaris Jendral Kementerian Kelautan dan Perikanan RI serta penandatanganan PKS antara Kadin Gorontalo dengan Toko Daring LKPP beli UMKM dalam rangka mendorong kemajuan ekonomi pelaku UMKM di Indonesia.*

Disnakertrans Sultra Sebut Kabupaten Konawe dan Konawe Utara Penyumbang Kecelakaan Kerja Terbesar

0

Kendari – Kadis Naker Trans Sultra LM Ali Haswandi melalui Staf Binwasnaker dan K3, Niar menyebutkan bahwa angka terbesar kecelakaan kerja berada di Kabupaten Konawe dan Kabupaten Konawe Utara.

“Penyumbang angka kecelakaan kerja terbesar terjadi di Kabupaten Konawe dan Konawe Utara, untuk angka fatality sepanjang dari Januari hingga Juli 2023 itu sebanyak 20 korban jiwa meninggal dunia,” katanya.

Ia menambahkan bahwa saat ini pihaknya telah mengambil langkah pencegahan dan penindakan walaupun ditengah keterbatasan sarana dan prasarana.

“Jumlah pengawas dan perusahaan yang mesti diawasi itu persentasenya sangat jauh, sarana dan prasarana juga masih terbatas, namun pihaknya tetap berupaya untuk memaksimalkan kinerjanya,” ungkapnya.

Pihaknya menuturkan bahwa saat ini ada satu perusahaan yang sementara berproses di Peradilan.

“Ada satu perusahaan yang bandel, kita sudah berapa kali tegur dan perusahaan satu ini sementara berproses dan menunggu putusan pengadilan,” pungkasnya.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti