Kamis, Juli 23, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 356

PT Vale Indonesia Paparkan Penerapan Praktik ESG di Unhas

0

Chief Operating Officer (COO) PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Abu Ashar memaparkan praktik penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) PT Vale di hadapan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas), dalam kegiatan Talk Show yang diadakan oleh Society of Renewable Energy (SRE) Unhas. Acara berlangsung di Auditorium Fakultas Kedokteran Unhas, Minggu (10/9/2023), dan dihadiri tak kurang dari 500 mahasiswa.

Abu Ashar mengatakan, sejak awal beroperasi PT Vale telah berkomitmen terhadap ESG, dengan membangun smelter dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Larona dengan produksi daya listrik sebesar 165 Megawatt (MW).

“Setelah itu, perusahaan kembali membangun dua PLTA, yaitu Balambano produksi daya listrik sebesar 110 Mega Watt (MW) dan Karebbe 90 MW. Kami telah mengoperasikan tiga PLTA berkapasitas 365 MW. Sebesar 10,7 MW didistribusikan ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk memasok kebutuhan listrik masyarakat,” katanya.

Abu menjelaskan, seluruh kebutuhan energi listrik perusahaan termasuk pabrik didukung oleh ketiga PLTA tersebut. Sehingga, sejak awal beroperasi PT Vale telah memanfaatkan sumber energi baru terbarukan.

Selain itu, dia juga menyampaikan, PT Vale telah mendeklarasikan komitmen untuk mengatasi perubahan iklim pada Conference of Parties ke-26 (COP-26). “Dalam menambang perseroan bertanggung jawab melakukan reklamasi dan revegetasi terhadap lahan pascatambang, ini bagian dari proses pertambangan berkelanjutan,” jelasnya.

Abu juga memaparkan mengenai inovasi PT Vale di bidang pertambangan untuk mendukung program pemerintah dalam menurunkan emisi karbon. Pemerintah Indonesia menargetkan net zero emission pada 2060.

“PT Vale memiliki roadmap menuju net zero emission lebih cepat 10 tahun dibandingkan pemerintah yaitu pada 2050. Target terdekat perseroan menurunkan emisi karbon 33% pada 2030, dengan solusi efisiensi energi dan optimasi pemanfaatan energi terbarukan. Target ini masih belum melenceng dari jalurnya,” paparnya optimistis

Selain Abu Ashar, kegiatan ini juga menghadirkan pembicara dari pelaku industri dan akademisi. Sekjen Kementerian ESDM Dr. Dadan Kusdiana juga menjadi salah satu pembicara pada kegiatan ini.

Sementara itu, President Society of Renewable Energy Universitas Hasanuddin, Aflah Fikri Mahmud mengatakan, isu climate, energy, dan sustainability merupakan isu yang sangat esensial saat ini. Bahkan, katanya pada pertemuan negara-negara banyak membahas mengenai perubahan iklim. Sehingga, penting bagi mahasiswa bersama pelaku industri membahas lebih dalam mengenai climate change ini.

“Salah satu dokumen dalam Paris Agreement menetapkan bahwa seluruh negara di dunia harus berkomitmen untuk menurunkan kenaikan suhu rata-rata bumi bahkan hingga di bawah 1,5 derajat celcius. Hal ini salah satu alasan sehingga kami mengangkat isu iklim dalam seminar ini,” paparnya.

Afliah melanjutkan, energi menempati dominasi tertinggi untuk gas rumah kaca di Indonesia. Kemudian faktor yang mempengaruhinya, yaitu industri, transportasi, hingga rumah tangga. “Untuk itu, dalam kegiatan ini kita ingin mencari solusi yang berkelanjutan, artinya dampaknya tidak hanya untuk saat ini tetapi berdampak pada anak cucu kita,” jelasnya.*

Soal Utang Piutang, Bupati Konut Tantang Jaya Tamalaki Sumpah Pocong

0

Kendari – Sebelumnya Jaya Tamalaki mengungkapkan bahwa Bupati Konut diduga memiliki utang sebanyak 4 (Empat) Miliar dari Tiga Proyek.

Tiga Proyek tersebut diantaranya Perayaan festival di Pantai Taipa pada tahun akhir 2017 sampai awal 2018 selama 7 Hari 7 Malam, Pembangunan segitiga berlian yang mencakup Destinasi Wisata Pulau Labengki, Pantai Taipa, dan Permandian Air Panas Wawolesea serta pembangunan vila.

Menanggapi hal tersebut Bupati Konut Ruksamin mengatakan pihaknya menantang sumpah pocong Jaya Tamalaki.

“Tidak ada yang ada utangnya dia, dia lapor saya dimanapun, atau tidak saya yang lapor dia,” katanya, Selasa 12 September 2023.

Ia mengungkapkan bahwa yang punya utang itu Jaya Tamalaki bukan pihaknya.

“Malah dia yang punya utang kanan kiri, saya yang selesaikan, bawa buktinya kalau ada, dia datang kita pergi di Sawa Beach, disitu ada tiga kegiatan soal festival itu saya sudah bayarkan, tetapi malah dia berutang lagi, kemudian dia gambar designkan itu segitiga berlian, saya bilang tidak ada uangku, Dia (Jaya Tamalaki) bilang ada investorku, terakhir itu vila dia tinggalkan lagi utang, lagi-lagi saya yang lunasi,” bebernya.

Lebih lanjut pihaknya menantang Jaya Tamalaki untuk sumpah pocong.

“Sekarang saya tantang dia, kita sumpah pocong, untuk membuktikan siapa yang mempunyai utang,” pungkasnya.*

La Pili : Kendala Air dan Demonstrasi yang Tak Kondusif jadi Kendala Pembangunan Smelter PT Tiran di Konut

0

Kendari – Sebelumnya lembaga Persatuan Pemuda Pemerhati Daerah (P3D) Kabupaten Konawe Utara (Konut) menagih janji pembangunan smelter PT. Tiran di Kabupaten Konawe Utara.

Menanggapi hal tersebut Humas Tiran Group La Pili mengatakan pihaknya telah bersungguh-sungguh mengurus Izin untuk pembangunan Smellter di desa Waturambaha Kecamatan Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara dan semua izin yang diurus juga telah ada.

“Bahkan sebagai bentuk kesungguhan PT Tiran, kami juga sudah melakukan Kontrak dengan PLN untuk membanggun fasilitas khusus supaya kebutuhan pasokan listrik nantinya tetap memadai,” katanya.

Selanjutnya pihaknya intens melakukan komunikasi dan pertemuan dengan Pemilik Tungku Smellter yaitu Tonghua dari China, dan sebagai keseriusannya dari pihak Tonghua turun melakukan Peninjauan ke Lokasi.

“Nah saat dilokasi itulah, ada permasalahan serius kaitannya dengan kebutuhan air saat nanti dibangun ataupun saat beroperasinya smellter nanti. Berbagai Opsi dilakukan pengkajian tetaplah menjadi masalah. Sehingga Pemilik Tungku Smellter menjadi tidak bersedia untuk pembangunan dilokasi tersebut. Pada saat itu pula ada cukup banyak juga dari kawan-kawan LSM yang juga bersuara mempersoalkan rencana PT TIran bahkan melakukan aksi yang tidak kondusif akan kelancaran dalam rencana pembangunan Smellter tersebut, sehingga ini juga menjadi penyebab pihak-pihak terkait baik dari swasta maupun pemerintah memunculkan keraguan bahwa seolah masyarakat tidak mendukung sepenuhnya akan pembangunan smellter ini,” ungkapnya.

Pihaknya menuturkan bahwa karena ada kendala-kendala tersebut diatas dalam pembangunan smellter Tiran di Waturambaha Konawe Utara, maka saat ini segala kegiatan yang mengarah pada rencana pembangunan Smellter kami sudah berhenti beraktifitas disana.

“Adapuan terkait atas izin-izin dan permohonan yang kami sudah lakukan selanjutnya kami menunggu petunjuk dan arahan dari Pemerintah Pusat. Saat ini kami sedang mengkaji dan mempertimbangkan serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, apakah Smelter yang direncanakan nanti tetap akan dibangun diWilayah Konut ditempat yang bisa memudahkan tentunya ataukah akan berpindah didaerah lain diluar Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.*

Konsistensi La Ode Barhim Bersama DPD Gerindra Sultra Menangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden

0

Kendari – Bergabungnya Marsda TNI AU (Purn) La Ode Barhim di DPD Gerindra Sultra bukan hanya untuk memanfaatkan Partai tersebut untuk kepentingan politiknya.

Sejak bergabung dan diamanahkan sebagai Ketua Dewan Penasehat DPD Gerindra Sultra, La Ode Barhim turut aktif terlibat turun langsung dalam setiap giat DPD Gerindra Sultra.

Hal tersebut diperlihatkannya dengan menghadiri dan turut memeriahkan rangkaian kegiatan DPD Gerindra Sultra.

Selain itu ia juga turut mengkonsolidasikan dan menarik Pendukung dan Simpatisannya yang telah lama terbentuk untuk bahu membahu memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden khususnya di Sultra.

La Ode Barhim menegaskan bahwa pihaknya siap menjalankan amanah yang telah diberikan.

“Sejak awal saya telah tegaskan, bahwa bergabungnya saya di DPD Gerindra Sultra, siap untuk menjadi ABK, dan siap berkolaborasi memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden,” tegasnya.

Pihaknya juga menuturkan bahwa Prabowo Subianto adalah figur yang tepat untuk memimpin Indonesia.

“Wibawa, Ketegasan, Wawasan dan masih banyak hal lainnya yang menjadikan pertimbangan untuk memilih Prabowo Subianto sebagai Presiden,” pungkasnya.

Untuk diketahui dalam rangka menumbuh kembangkan pelaku UMKM dan mengajak masyarakat Pola Hidup Sehat DPD Gerindra Sultra akan berkeliling di 17 Kabupaten Kota melakukan kegiatan Zumba Massal.*

P3D Konut Pertanyakan Progres Pembangunan Smelter PT Tiran

0

Konawe Utara – Janji hanya tinggal janji, progres pembangunan smelter PT. Tiran patut dipertanyakan oleh publik.

Salah satunya datang dari Persatuan Pemuda Pemerhati Daerah (P3D) Konut, yang mempertanyakan sudah sejauh mana pembangunan smelter PT. Tiran di Kabupaten Konawe Utara.

“Dari belasan perusahaan yang menjanjikan pembangunan smelter di Kabupaten Konawe Utara, salah satunya PT. Tiran,” kata Ketua P3D Konut Jefri melalui keterangan resminya yang diterima media ini, Senin 11 September 2023.

Jeje sapaan akrabnya mempertanyakan sudah sejauh mana progres pembangunan smelter PT. Tiran.

“Progresnya sudah seperti apa?, Ini harus diketahui publik, apakah sudah peletakan batu pertama atau bagaimana? Ini yang kita tidak tahu sudah sejauh mana, sudah sejak 2021 dijanjikan pembangunan smelter,” jelas salah satu Putra Daerah Konut

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa pihaknya menduga bahwa isu pembangunan smelter agar PT. Tiran mendapatkan kuota RKAB yang melimpah.

“Jangan alasan land clearing tetapi kenyataannya dilapangan diduga asik menambang dan menjual ore nikel, ini sudah 2 (dua) tahun tapi progresnya belum kelihatan,” pungkasnya.

Sementara itu Humas PT. Tiran, La Pili saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, SMS dan Panggilan Telepon belum memberikan tanggapan.*

Diduga Kerap Menimbulkan Masalah dan Kurang Beretika, HIMA Sultra Jakarta Minta Pj Gubernur Ganti Kadis Kominfo

0

Jakarta – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Sulawesi Tenggara (Sultra) Jakarta meminta Pejabat (Pj) Gubernur Sultra untuk mengganti Kadis Kominfo Sultra.

Pasalnya Kadis Kominfo Sultra diduga sebagai biang kerok sejumlah persoalan dan keributan di Sultra.

Eghy Seftiawan dalam keterangan resminya membeberkan bahwa Kadis Kominfo Sultra diduga kerap membuat keonaran dipublik.

“Terbaru Pj Gubernur Sultra saat diwawancarai oleh awak media, dia potong pembicaraan, sama saja ini kurang beretika dan tak etis, seseorang memotong pembicaraan Pj Gubernur,” katanya melalui keterangan resminya, Senin 11 Agustus 2023.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya juga persoalan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Hari Pers Nasional tahun 2022 di Sultra yang berujung keributan lagi.

“Kemarin itu sempat baku kles dengan salah satu Pejabat di Sultra juga, yang diduga awalnya persoalan LPJ HPN 2022 di Sultra, hingga memicu keributan di publik, dan sampai hari ini kami menduga kegiatan tersebut belum ada LPJnya,” ungkapnya.

Selain itu Kadis Kominfo Sultra diduga kerap bermasalah dengan Insan Pers di Sultra.

“Informasi yang kami dapatkan yang bersangkutan diduga suka menjanjikan kerjasama media, namun realisasinya sangat minim, bahkan ada dugaan permintaan fee yang bervariasi kepada media-media yang bekerjasama dengan Dinas Kominfo Sultra,” tuturnya.

“Mainnya sangat rapi, pas mau masuk ruangan untuk berbicara kerjasama dan deal-deal itu dilarang bawa HP takutnya ada yang merekam mungkin, dan pihaknya berdalih diduga ini mau dibagikan juga ke ini dan itu,” bebernya

Sambungnya pernah juga Kadis Kominfo Sultra diduga melabeli hoax pemberitaan media dan lagi-lagi ini menjadi pemicu keributan ditengah publik.

“Kemarin itu diduga pernah ia labeli hoax pemberitaan salah satu media, dan berujung pada aksi demontrasi terhadap Kadis Kominfo Sultra,” ujarnya.

Atas beberapa problem tersebut pihaknya meminta Pj Gubernur Sultra untuk mengganti Kadis Kominfo Sultra.

Pihaknya juga akan mempressure hal tersebut hingga Kadis Kominfo Sultra diganti.

Terkait hal tersebut saat dikonfirmasi via Panggilan WhatsApp, Kadis Kominfo Sultra menampik tudingan tersebut.

“Tidak ada masalah, jangan dibesar-besarkan, itu hanya kejadian insidentil,” katanya.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa terkait HPN 2022 di Sultra itu dana Hibah Murni.

“Tanyakan sama organisasi yang menerima dana hibah itu,” ujarnya.

Selain itu terkait dugaan permintaan fee pihaknya menegaskan bahwa tidak benar tudingan tersebut.

“Tidak ada dugaan permintaan fee, itu tidak benar,” pungkasnya.*

Lakalantas, Sopir Dump Truk Subkontraktor PT Wika di Puriala Konawe Dikabarkan Tabrak Pelajar, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

0

Konawe – Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) kembali terjadi, kali ini melibatkan Sopir Dump Truk dan Dua Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Berdasarkan informasi yang diterima media ini sopir Dump Truk tersebut diduga bekerja di PT. WIKA.

Selain itu sebelumnya media ini menerima Video Pendek kecelakaan tersebut, dalam video tersebut memperlihatkan korban bersama kendaraannya dilindas oleh mobil dump truk.

Akibatnya Korban menderita luka robek di punggung kaki dan saat ini korban masih dirawat di Rumah Sakit.

Terkait peristiwa tersebut Kapolsek Puriala Ipda Arifudin membenarkan peristiwa Lakalantas tersebut terjadi di Desa Wonua Morome, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe.

“Untuk jelasnya langsung konfirmasi ke lalu lintas, karena sopir beserta barang bukti kendaraan sudah diamankan di sat lantas Polres Konawe,” katanya saat dikonfirmasi via Panggilan WhatsApp, Senin 11 September 2023.

Ia juga mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut berawal dari Korban yang hendak melambung sopir Dump Truk.

“Informasi awal dilapangan itu satu arah, korban Amelia ini hendak melambung Dump Truk, kejadiannya sekitar jam 7 (Tujuh) pagi, kedua-duanya pelajar, yang korban itu yang bawa motor (Amelia), saat itu habis hujan jadi licin,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Dump Truk tersebut saat peristiwa tersebut dalam keadaan kosong.

“Korbannya sudah dibawa lari di rumah sakit,” tambahnya.

Saat ditanyakan apakah sopir tersebut bekerja di PT. Wika, pihaknya belum mengetahui pasti.

“Masih simpang-siur infonya, kita belum bisa pastikan,” ujarnya.

Selain itu saat dikonfirmasi Kasat Lantas Polres Konawe AKP Ridwan belum memberikan keterangan secara rinci terkait peristiwa tersebut.

“Lagi di cek kondisi pengendara Roda dua di Rumah Sakit, Nanti diinfo ya,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menuturkan kronologi peristiwa tersebut.

“Awalnya sepeda motor yang dikendarai oleh Amel berboncengan dengan Nurfadillah, bergerak dari arah utara hendak menuju kearah selatan, bergerak mendahului mobil dump truk, pada saat akan mendahului mobil dump truck, sepeda motor mengerem lalu selip karna jalanan berlumpur sehingga terjatuh namun pada saat terjatuh saat itu pula melintas mobil dump truk yang sebelumnya didahului oleh sepeda motor tersebut dan mobil tersebut mengenai sepeda motor,” bebernya.

Lanjutnya akibat peristiwa tersebut boncengan sepeda motor atas nama Nurfadillah mengalami luka lecet sedangkan pengendara sepeda motor atas nama Amelia mengalami luka robek pada kaki ssbelah kanan dan menjalani perawatan medis di rumah sakit umum Kabupaten Konawe.

Sementara itu Humas PT. WIKA, Sigit saat dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan “Untuk kecelakaan tersebut benar, Tapi itu bukan sopir wika, Tapi mobil subkon,”.

Selain itu saat dimintai keterangan lebih lanjut Humas PT. Wika belum merespon pesan WhatsApp, SMS dan Panggilan Telepon media ini.

Untuk diketahui PT. Wika saat ini sementara mengerjakan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Desa Ameroro, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe.

Selain itu masyarakat serta lembaga pemerhati telah beberapa kali memprotes hingga melakukan blokade jalan terkait aktivitas penggunaan jalan PT. Wika yang memuat Batu Gajah.*

Berdayakan UMKM dan Ajak Masyarakat Pola Hidup Sehat, DPD Gerindra Sultra Kembali Gelar Zumba Massal di Bau-bau

0

Bau-bau – sebelumnya DPD Gerindra Sultra sukses melaksanakan Zumba Massal di Kota Kendari Agustus lalu dan dihadiri ribuan peserta.

Kini DPD Gerindra Sultra kembali menggelar Zumba Massal di Kota Bau-bau yang diselenggarakan oleh DPC Gerindra Kota Bau-bau Minggu (10/9/23) di Stadion Batoambari. Zumba Massal yang dihadiri langsung oleh Ketua DPD Gerindra Sultra, Andi Ady Aksar (Triple A) bersama rombongan, kembali dihadiri ribuan peserta yang didominasi dengan Emak-emak dan sorakan Prabowo Presiden RI menggema didalam Stadion kebanggaan Rakyat Bau-bau.

Pantauan media ini, ribuan masyarakat Negeri Seribu Benteng itu sangat antusias mengikuti giat yang digelar Partai Gerindra Kota Bau-bau itu. Pasalnya tak hanya Zumba Massa juga beberapa lomba-lomba juga digelar dalam event yang digelar Partai Besutan Prabowo Subianto itu, salah satunya Lomba Lari Karung.

Ketua DPD Gerindra Sultra, Andi Ady Aksar yang didampingi Ketua Dewan Pembina PIRA Sultra, Dessy Indah Rachmat yang ditemui sangat terharu melihat semangat masyarakat Kota Bau-bau menghadiri kegiatan yang digelarnya. Dan dirinya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Bau-bau masih percaya dengan Partai Gerindra karena dengan antusias mengikuti kegiatan tersebut salah satu bukti kecintaan dan kepercayaan masyarakat terhadap partai berlambang Burung Garuda itu.

“Ini masih semarak HUT RI ke 78, dan allhamdulillah semangat masyarakat yang hadir membayar kelelahan panitia untuk mempersiapkan acara ini. Dan yang membuat saya lebih semangat lagi karena Emak-emak di Bau-bau sangat menginginkan Bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden RI,” katanya.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Baubau, Nasiru yang juga ditemui mengatakan, kegiatan ini kali kedua digelar. Pertama di Kota Kendari, dan sekarang di Kota Baubau, nanti menyusul di Buton Selatan, dengan tema yang sama yaitu zumba massal.

Kegiatan ini sebagai simbol silahturahmi antara Partai Gerindra dengan masyarakat, agar masyarakat lebih mengenal Partai Gerindra. Selain itu, untuk memperkenalkan Prabowo sebagai capres.

Melalui kegiatan ini dia berharap masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya Kota Baubau lebih mengenal Prabowo sebagai presiden selanjutnya. Dan Partai Gerindra bisa melekat di hati masyarakat.

“Kegiatan ini kali kedua dilaksanakan, yang pertama di Kota Kendari. Selanjutnya nanti akan digelar di Buton Selatan. Semoga melalui kegiatan ini dapat menggaungkan nama Prabowo agar lebih dikenal masyarakat. Tentunya ini sebagai simbol silahturahmi antara partai dan masyarakat,” jelasnya.

Anggota DPRD Bau-bau itu juga menambahkan kegiatan ini menjadi media untuk menarik simpatisan kaum milenial dan emak-emak agar lebih mengenal Prabowo dan Partai Gerindra, dan Gerindra bisa kembali unggul di Sulawesi Tenggara seperti pemilu sebelumnya.

“Harapannya Gerindra bisa kembali unggul di Sultra, tentunya kegiatan seperti ini menjadi wadah untuk memperkenalkan Prabowo dan Partai Gerindra. Apalagi yang hadir didominasi Ibu-ibu dan kaum muda,” ungkapnya.

Untuk diketahui bukti konsistensi Gerindra mendukung perkembangan UMKM, pada Kegiatan ini juga memberikan nilai ekonomi bagi para pelaku UMKM yang ada di Kota Baubau. Ada 25 stand UMKM dan semua menjadi sasaran para peserta zumba. Para peserta mendapatkan makanan gratis yang ditukar dengan kupon yang diberikan oleh panitia.*

Izin Pembangunan Tersus PT GAP Dipertanyakan

0

Kendari – Law Mining Center (LMC) menantang PT Generasi Agung Perkasa (PT GAP) untuk menunjukan izin pembangunan terminal khusus (Tersus) yang berada di Desa Watumbohuti, Kecamatan Palangga Selatan, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Direktur Eksekutif LMC, Julianto Jaya Perdana mengatakan tantangan itu untuk menyikapi pernyataan Kepala Teknik Tambang PT GAP, Umpa, yang menyebut perusahaannya sudah memperoleh izin pembangunan Tersus.

“Jika memang benar PT GAP telah memperoleh izin lokasi pembangunan tersus dari Kementerian Perhubungan Dirjen Kepelabuhanan, silahakan tunjukan ke publik, berserta Amdal-nya,” kata Julianto, Senin, 11 September 2023.

Julianto juga menantang PT GAP untuk memperlihatkan izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan di lokasi pembangunan Tersus yang dinilai janggal.

“PT GAP bilang telah memperoleh PPKH, bagaimana mungkin bisa terbit izin PPKH di situ sedangkan di bibir pantai seluruhnya adalah kawasan hutan lindung, jika benar demikan maka pejabat kementrian sedang menggali kuburnya sendiri,” tegasnya.

Julianto yang merupakan pemuda asli Palangga Selatan juga mengungkapkan dugaan masalah lain dari pembangunan Tersus PT GAP, yakni soal material tambang galian C yang digunakan.

“Dalam proses pembangunan tersus-nya, material galian C yang mereka gunakan itu diduga ilegal atau tak berizin,” bebernya.

Terkait dugaan sejumlah pelanggara pembangunan Tersus PT GAP, LMC akan melaporkan hal tersebut ke BPJN dan Polda Sultra.

“Secepatnya kami akan melakukan pengaduan ke BPJN Sultra terkait dugaan penggunaan jalan tanpa izin, setelah itu kami juga akan ke Mapolda Sultra untuk mengadukan dugaan penggunaan bahan material galian C yang diduga diproduksi secara ilegal untuk membangun Tersus PT GAP. Kami juga akan ke Dishub dan Dishut untuk mengecek izin PT GAP,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Teknik Tambang PT GAP, Umpa, mengatakan bahwa perusahaannya sudah memperoleh izin pembangunan Tersus. Pihaknya juga mengklaim sudah mengantongi IPPKH.

“Izin pembangunan Tersus sudah terbjt. Izin PPKH juga sudah terbit juga,” kata Umpa saat dikonfirmasi Jumat, 8 September 2023.

Dikonfirmasi terkait belum terdaftarnya daya pembangunan Tersus PT GAP di Dinas Perhubungan Sultra, Umpa mengatakan bahwa Dishub belum mendapat tembusan dari Kementrian Perhubungan. “Mungkin belum ada tembusan dari Kemenhub,” katanya.

Dikonfirmasi juga terkait belum terdaftarnya Tersus PT GAP di website sistem informasi kepelabuhan Kemenhub, Umpa kembali memberi jawaban.

“Kemungkinan data yang sudah terbit izin pengoperasian. Kami baru izin pembangunan,” katanya.

Saat diminta menunjukan bukti dokumen izin pembangunan Tersus PT GAP, Umpa mengatakan bisa menunjukan, namum tidak sekarang.

“Kami bisa tunjukkan, tapi belum bisa dishare,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kepelabuhan, Dinas Perhubungan Sulawesi Tenggara, Rahmat Halik, saat dikonfirmasi, bersikukuh mengatakan bahwa PT GAP belum mengantongi izin pembangunan Tersus di Konsel.

“Belum (ada izinnya PT GAP di Dishub Sultra). Diantar saja ke kantor jika sudah ada izinnnya. Supaya bisa didata,” kata Rahmat.

Sementara itu KUPP Kelas III Lapuko, Lanto saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, SMS dan Panggilan Telepon belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.*

Pimpin Sertijab Dua Pejabat, Kepala KSOP Kelas II Kendari: Berikan Kinerja Terbaik

0

Kendari – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari memimpin langsung serah terima jabatan (Sertijab) terhadap dua pejabat, Senin 11 September 2023.

Diketahui Kedua pejabat tersebut yakni Nasrul, S.Sos., MM selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Heri Wiyanto selaku Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli.

Sementara untuk pejabat baru yakni, Dedi Harpandi kini menempati Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Capt Kurniawan Agung sebagai Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli.

Untuk Nasrul, S.Sos., MM menempati tugas baru Distik Navigasi Makassar sementara untuk Heri Wiyanto menempati jabatan barunya di KSOP Benua Bali.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Kendari, Letkol Marinir Sri Utomo mengatakan bahwa upacara sertijab yang dilaksanakan, merupakan bentuk apresiasi terhadap dua pejabat yang sudah memberikan kinerja terbaik selama bertugas di KSOP Kelas II Kendari.

“Bagi pejabat baru, kiranya memberikan kinerja terbaiknya di KSOP kelas II Kendari,” katanya.

Untuk diketahui dalam sertijab tersebut turut hadir, Danlanal Kendari, Polairud Polda Sultra, Kapolsek KP3, Lurah dan Perwakilan TKBM di KSOP Kendari.*

Aktivitas PT Bosowa, DLH Konut Sebut Belum Kantongi Izin IPLC dan LB3

0

Konawe Utara – Aktivitas perusahaan tambang seharusnya mengikut kaidah Penambangan yang Baik atau Good Mining Practice, namun hal tersebut mesti dipertanyakan.

Beberapa perusahaan tambang diduga masih enggan menerapkan kaidah Penambangan yang Baik, salah satunya PT. Bosowa Mining yang beroperasi di Kabupaten Konawe Utara.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), Agustian mengatakan jika PT Bosowa Mining belum mengantongi Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) serta izin Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3).

Agustian menerangkan untuk izin lingkungan PT Bosowa Mining emang sudah ada, namun ada beberapa izin lain yang belum ada.

“Izin lingkungannya ada. Yang lain belum, katanya dalam proses,” kata Agustian, Senin 11 September 2023.

Menurut Agustian, yang belum ada adalah Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) serta izin Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3).

“IPLC LB3. Tapi infonya mereka lagi mengajukan ke kementerian, hanya sampe dimana prosesnya saya belum tau,” ujarnya.

Agustian menambahkan, saat ini untuk izin lingkungan telah diambil alih oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Iya, sekarang KLHK untuk pertambangan nikel dan batuan. Termasuk perteknya juga di sana ,” imbuhnya

Ditanya soal adanya dugaan aktivitas penambangan meski belum mengantongi izin IPLC dan LB3, masih kata Agustian, sebelumnya Gakkum KLHK telah melakukan penindakan.

“Waktu itu ada Gakkum yang sudah tindaki tapi soal aktifitasnya saya tidak tau mungkin ada toleransi tapi tetap mengurus. Apakah mungkin diberi batas waktu, saya tidak tau,” tutupnya.

Sementara itu KTT PT. Bosowa Mining Dian Lesmana dan Humas Misbah saat dikonfirmasi via Pesan WhatsApp, SMS dan Panggilan Telepon belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.*

Komitmen PT Vale, Kampanyekan Keberlanjutan dalam Mendukung Industri Nikel di ISF 2023

0

Jakarta – Bagi PT Vale Indonesia (PT Vale) sustainability atau keberlanjutan bukan hanya sebagai program atau inisiatif, melainkan sudah menjadi bagian penting dari perusahaan. Karena itu, apa yang dilakukan oleh perusahaan baik dalam bentuk kebijakan maupun program, aspek keberlanjutan serta dampaknya selalu menjadi pertimbangan.

“Sustainaibility telah menjadi bagian dari nilai-nilai perusahaan, tujuan dan perilaku,”hal tersebut diungkapkan CEO PT Vale Febriany Eddy saat tampil menjadi pembicara dalam ajang forum internasional keberlanjutan Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2023 bertajuk “Sustainable Mining of Critical Minerals to Bolster Decarbonization”, di Park Hyaat, Kamis (7/9/2023). ISF berlangsung selama dua hari, yakni 7-8 September 2023.

Febriany mengatakan, terdapat tiga isu penting yaitu deforestrasi, emisi karbon, dan keaneragaman hayati atau biodiversity.

Tiga isu penting tersebut menjadi tantangan bagi PT Vale, terlebih karena area operasionalnya berada di wilayah yang kaya keaneragaman hayati, serta berada di lintasan garis Wallacea. Terlebih, dari wilayah konsensi pertambangan seluas 118 ribu hektar, hanya 48% yang bisa ditambang. Dan dari 48% area yang bisa di tambang, 90% merupakan hutan lindung.

“Jadi, bisa dibayangkan tantangan yang kami hadapi, bekerja di wilayah kerja yang 90% merupakan hutan lindung dan sangat kaya akan keanekaragaman hayati,” tutur kata Febriany.

Dengan kondisi seperti itu, PT Vale telah melakukan beberapa inisiatif strategis seperti aktif melakukan reklamasi lahan bekas tambang secara progresif. Targetnya, 70% lahan akan direklamasi hingga tahun 2025.

Dalam hal ini, kata Febriany, PT Vale mengedepankan perencanaan terpadu pertambangan, mulai membuka tambang sampai menutup tambang di waktu yang sama. Jika berkesempatan ke lokasi penambangan Vale, bisa dilihat penambangan dan reklamasi berjalan beriringan tanpa menunggu area pertambang tutup.
Febriany juga menyampaikan beberapa komitmen nyata PT Vale Indonesia mengawal biodiversity seperti inventarisasi seluruh keanekaragaman hayati sebelum eksplorasi, serta program peningkatan kualitas di dekat area pertambangan seperti di Danau Matano.

Tidak hanya soal lingkungan, Febriany juga menyampaikan komitmen PT Vale dalam aspek sosial. Menurutnya, aspek sosial merupakan sebuah peluang, bukan tantangan. Hal ini dikarenakan banyak area pertambangan berada di wilayah terpencil dengan infrastruktur yang terbatas.

Febriany menuturkan, perusahaan pertambangan bisa berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur, mempromosikan lapangan kerja lokal, kontraktor lokal, dan juga pengembangan masyarakat.

PT Vale telah berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal sebagai bentuk nilai tambah keberadaan perusahaan untuk masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Saat ini kami sudah memperkerjakan 99,9% orang Indonesia, 80% lahir di Sulawesi, dan 44% lahir di Luwu Timur, kabupaten tempat PT Vale beroperasi. Ini menjadi bukti komitmen kami untuk mengembangkan talenta lokal,” tutur Febriany.

Selain itu, pelibatan kontraktor juga menjadi perhatian dimana sebanyak 90% aktivitas PT Vale didukung oleh kontraktor nasional dan lokal. Dari sisi pengembangan masyarakat, Febriany menjelaskan, pengembangan masyarakat tidak bisa dilihat sebagai donasi atau program amal. Tapi memiliki serangkaian ilmu pengetahuan dibaliknya. Untuk pengembangan masyarakat, PT Vale melaksanakan program-program pengembangan masyarakat dengan mengedepankan kemitraan tiga pilar yakni, pemerintah, masyarakat, dan perusahaan.

“Saya juga menggunakan kesempatan ini untuk mendorong lebih banyak perempuan untuk bergabung dengan industri pertambangan. Penting bagi kita untuk memiliki lebih banyak keragaman dan membangun inklusivitas dalam industri kita,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut, saat menyampaikan pidato pembukaan dalam ISF membahas mengenai krisis iklim.

Luhut menyatakan bahwa krisis iklim menjadi masalah utama dunia. Menko Luhut mencatat, bahwa pada Juli 2023 terjadi suhu rata-rata global tertinggi dalam sejarah. Di mana mencapai 1,5 derajat celcius atau lebih panas dibandingkan rata-rata pada masa pra industri. Luhut menambahkan, bahwa memang secara global, banyak hal yang sudah dilakukan di atas kertas. Hanya saja, kolaborasi internasional yang konkrit dan cepat sangat dibutuhkan. “Itulah sebabnya kita berada dalam forum ini.” terang Luhut.

Pada ajang ISF, Vale Base Metals turut menghadirkan booth pameran dengan memberikan informasi terkait komitmen keberlanjutan. Tak hanya itu, PT Vale Indonesia Tbk sebagai bagian dari Vale Base Metals juga menghadirkan informasi inisitatif keberlanjutan yang dapat disaksikan melalui video dan penjelasan dari tim Communications PT Vale.*

Warga Kendari Digegerkan dengan Penemuan Mayat di Pesisir Kasilampe Kendari

0

Kendari – Warga Kendari digegerkan dengan adanya penemuan mayat seorang pria di kawasan pesisir pantai eks Pantai Mayaria, jalan RE Martadinata, Kelurahan Kasilampe, Kecamatan Kendari, Kota Kendari pada Jumat, 8 September 2023.

Kapolsekta Kendari, AKP Kaharuddin Kaendo mengungkapkan, mayat laki-laki itu pertama kali ditemukan oleh warga setempat bernama Harisman. Saat itu dirinya hendak melintas dipesisir laut dan mendapati korban dalam keadaan tengkurap.

Harisman kemudian mendekati lelaki tersebut yang ternyata sudah tidak bernyawa.

“Harisman meminta tolong kepada masyarakat yang melintas untuk mengencek nadi dan memberikan bantuan pertama kesehatan dengan memompa dada korban dengan menggunakan kedua telapak tangan. Akan tetapi Korban sudah tidak bernyawa lagi atau meninggal dunia,” ujar Kapolsekta Kendari Sabtu, 9 September 2023. 

Selanjutnya, warga setempat melaporkan hal itu ke pihak Kepolisian. Pihak kepolisian yang mendengar laporan itu langsung menuju TKP untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dri hasil penyelidikan dan pengembangan, bahwa korban berinisial ML (61) merupakan warga Lorong Cendana, kelurahan Kendari Caddi, kecamatan Kendari, kota Kendari.

Lusiana Kadang (56) yang merupakan istri korban mengaku, bahwa suaminya sedang dalam keadaan mengidap penyakit stroke, sejak tahun 2021 saat masih bekerja di Perusahaan Tambang di Langkikima Kabupaten Konut.

“Awalnya sekitar pukul 08.00 Wita korban sarapan pagi dirumah miliknya. Kemudian korban pamit keluar rumah untuk berjalan kaki (terapi stroke),” katanya

Dia juga menyampaikan, sebelumnya juga korban rutin melakukan pengobatan dan kontrol di Rumah Sakit Dr. Ismoyo Kendari, dan terakhir korban kontrol pada  28 Agustus 2023.

Selain melakukan pengobatan medis korban juga melakukan pengobatan terapi dengan cara berjalan kaki dan berendam di air laut yang tidak jauh dari tempat tinggal korban.

“Rutinitas korban setiap pagi hari keluar rumah untuk berjalan kaki dan pada siang hari melakukan terapi berendam di air laut yakni di pantai Maya Ria,” tukasnya.

Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pendalaman atas kematian korban.*

Kecelakaan Kerja, Sopir Dump Truk PT KKU di Konut Meninggal Dunia

0

Konawe Utara – Kecelakaan Kerja kembali terjadi di lingkup perusahaan tambang, penerapan K3 dalam ruang lingkup perusahaan tambang mesti dipertanyakan.

Pasalnya terkhusus di Sultra telah terjadi beberapa kali kecelakaan kerja hingga menyebabkan korban jiwa meninggal dunia.

Sebelumnya Media ini menerima informasi terkait kecelakaan kerja di PT. Karyatama Konawe Utara (KKU), Desa Tambakua, Kecamatan Landawe, Kabupaten Konawe Utara, yang menyebabkan seorang sopir Dump Truk (DT) meninggal dunia.

Terkait peristiwa tersebut saat dikonfirmasi Kapolsek Wiwirano Ipda Enos Kadang membenarkan peristiwa tersebut.

“Kecelakaan kerja, korban meninggal dunia, tetapi dari pihak keluarga ada penolakan untuk dilakukan otopsi,” katanya saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp, Sabtu 9 September 2023.

Ia juga mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut berawal saat korban mengendarai mobil Dump Truk di penurunan.

“Kejadiannya kemarin, Jum’at 8 September 2023, berdasarkan informasi dari perusahaan saat penurunan ia tidak menggunakan gigi kecil hingga terjadi peristiwa tersebut,” ungkapnya.

“Sekitar Pukul 10.40 wita di Jalan Hauling PT. KKU Desa Tambakua Kecamatan Landawe Kabupaten Konawe Utara,” tambahnya.

Lanjutnya adapun identitas korban atas nama Angga Saputra sebagai Driver/ Sopir Dump Truk, Umur 31 Tahun, Masa kerja 1 Bulan, Shift 1, dan Hari Kerja selama 26 Hari.

Terakhir pihaknya saat ini sementara melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut.

“Saat ini kita masih sementara melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut,” pungkasnya.

Selain itu media ini masih berusaha mengkonfirmasi pihak terkait lainnya.*

Maju sebagai Calon Ketua KADIN Kota Kendari, Fadli Tanawali Bakal Ciptakan Pengusaha-pengusaha Baru

0

Kendari – Fadli Tanawali salasatu calon Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Kendari siap ciptakan pengusaha baru. Hal tersebut disampaikan Fadli Tanawali saat ditemui di kediamannya di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Jum’at (8/9/2023) malam.

Menurutnya masih banyak sektor usaha yang belum disentuh. Dan untuk menciptakan pengusaha baru ini tentu sesuai dengan potensi teman-teman nanti.

“Jadi nanti kita lihat basicnya apa, dan apa keahlian. Misalnya penjual sayur yang selama ini hanya membonceng sayurnya, kenapa kita tidak berpikir untuk membuat fresh mart. Tentu dengan cara harus masuk dulu sebagai anggota KADIN, nanti KADIN yang membeckup tetapi tidak menabrak regulasi yang ada,” jelas Fadli yang juga Ketua Askomindo ini.

Fadli juga menegaskan bahwa KADIN itu bukan perkumpulan pengusaha eksekutif dan ekslusif, tapi KADIN itu milik semua pengusaha. Nah banyak pelaku usaha yang belum mengerti KADIN itu marwahnya seperti apa.

“Untuk itu kedepannya nanti kita memberikan edukasi, dan apa manfaatnya jika para pelaku usaha ini masuk dalam keanggotaan KADIN. Saya tidak mau KADIN Kota Kendari hanya menjadi slogan,” umbarnya.

Jadi masih Fadli, jika dirinya nanti terpilih sebagai Ketua KADIN Kota Kendari programnya dalam satu (1) tahun itu harus ada data base di bidang masing-masing.

“Jadi semua wakil-wakil ketua itu harus bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing, sehingga apabila ada investor mau berinvestasi khususnya di Kota Kendari mereka sudah memiliki data pembanding, dan bisa melakukan investasi tanpa keraguan,” ungkapnya.

“Bagi saya memimpin suatu organisasi bila tidak ada kader, maka saya anggap organisasi itu gagal, contohnya KADIN harus ada pengusaha baru yang tumbuh,” umbarnya.

Maka itu dirinya berharap agar KADIN dan pemerintah tetap bersinergi dalam hal regulasi.

Mengakhiri wawancaranya dengan media ini Fadli Tanawali menegaskan bahwa dirinya akan memimpin KADIN Kota Kendari dengan warna dan caranya sendiri. Tentu dengan tujuan memajukan KADIN.

Diketahui, KADIN Sultra bekal menggelar Musyawarah Kota (Muskota) III pada tanggal 14 September 2023.*

PT Vale Sosialisasi Eksplorasi Blok Tanamalia bersama Masyarakat

0

Tim Indonesia Growth Project (IGP) Tanamalia PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menggelar Sosialisasi Kegiatan Eksplorasi Pertambangan dan Posisi Hukum Pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). Sosialisasi berlangsung di Aula Kantor Camat Towuti, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Kamis (7/9/2023).

Sosialisasi ini dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulawesi Selatan yang diwakili Kepala Bidang Penataan dan Perlindungan Hutan (PPH), Perwakilan dari BPN Lutim, Perwakilan dari Kapolres Lutim, Perwakilan dari Kodim 1403 Mayor Bachtiar, Kadis Tenaga Kerja Lutim, Perwakilan KesBangPol Lutim, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lutim Andi Makkaraka, Camat Towuti Sainal, Kepala Desa se-Loeha Raya, tokoh masyarakat, dan pemuda. Kepala Desa se-Loeha Raya berasal dari Desa Loeha, Ranteangin, Tokalimbo, Bantilang, dan Masiku.

Sosialisasi tentang posisi hukum disampaikan oleh Kepala Bidang Penataan dan Perlindungan Hutan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulawesi Selatan, Muhammad Junan.
Dia menjelaskan dasar-dasar hukum termasuk izin dari Kementrian ESDM dan Kementrian LIngkungan Hidup dan Kehutanan terkait aktivitas eksplorasi oleh PT Vale di Kawasan Hutan Lindung Tanamalia.

Junan mengatakan, kewenangan untuk melakukan eksplorasi di kawasan hutan di Tanamalia diberikan kepada PT Vale melalui Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nomor SK850MenLHK/Setjen/PLA.0/10/2021. SK tersebut memuat hak dan kewajiban PT Vale dalam mengelola kawasan hutan seluas 17.239,28 hektar (Ha).

“Dengan SK tersebut, ada sembilan poin kewajiban yang harus dipatuhi PT Vale. Kondisi saat ini, didapati ada 2 juta tiang tanaman merica di dalam areal kawasan tersebut dengan luas 800 Ha. Kondisi ini menghambat aktivitas eksplorasi oleh pihak PT Vale dalam memenuhi sembilan poin kewajiban tersebut termasuk Pembayaran atas PSDH (Provisi Sumber Daya Hutan) dan DR (Dana Reboisasi) yg telah dirambah oleh Oknum Masyarakat,” katanya.

Dia mengungkapkan, kondisi tersebut juga melanggar Pasal 92 ayat 2 UU No. 6 Tahun 2023, yang mana pelakunya dapat dipidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar. “Karena itu, sosialisasi ini penting untuk memberikan pemahaman, termasuk sanksi yang akan dihadapi oleh para pelanggar,” ungkap Junan.

Menurutnya, PT Vale telah mematuhi perundang-undangan yang berlaku.Untuk itu, pihaknya berharap, sosialisasi ini bisa memberikan solusi untuk penyelesaian masalah yang terjadi saat ini. “Dan semua unsur bisa mendapatkan asas manfaat dengan melihat kondisi hukum yang ada,” ujarnya.
Kepala Desa Loeha, Hamka Tandioga turut memberi masukan agar sosialisasi ini dilakukan di Desa Loeha. Sebab, 80 persen lahan eksplorasi yang ditanami merica itu berada di sana. “Agar sosialisasinya tepat sasaran. Itu juga harapan dari Aliansi Petani Lada Loeha Raya yang tidak sempat hadir,” tuturnya.

Meski kesempatan sosialisasi ini tidak dilakukan tepat di desanya, Hamka menilai, sosialiasi dapat memberikan pemahaman terkait aspek hukum yang belum begitu dalam diketahui masyarakat. “Kami (aparatur desa) akan membantu menyosialisasikan ini ke masyarakat. Tetapi PT Vale juga harus memperhatikan persoalan lahan merica milik warga itu,” ujarnya.

Sementara, Director External Relations PT Vale Endra Kusuma mengatakan, sosialisasi serupa terus dilakukan melalui beragam pendekatan. Saat ini, kata dia, Tim IGP Tanamalia sedang mengusahakan agar tidak terjadi penambahan perambahan hutan milik perusahaan.
“Perseroan butuh dukungan pemerintah, pihak regulator, dan masyarakat untuk sama-sama mencari solusi atas persoalan tersebut. Sejak November 2022 kami intens melakukan sosialisasi dan edukasi di dua desa terdampak langsung aktivitas eksplorasi, yakni Desa Loeha, dan Rante Angin,” ungkapnya.

Untuk menegaskan kehadiran PT Vale di lahan IPPKH, Tim IGP Tanamalia telah melakukan berbagai upaya mulai dari memasang papan bicara agar perambahan hutan disetop dan membangun beberapa pos pengamanan terpadu.

“Kami juga memantau aktivitas pembukaan lahan lewat citra udara, melakukan Safari Jumat sebagai sosialisasi, dan meneken kerjasama atau MoU dengan Aparat Penegak Hukum,” tambahnya.
Tak hanya itu saja, perseroan telah membangun infrastruktur perdesaan, seperti jembatan, peningkatan jalan, dan melaksanakan program pemberdayaan untuk masyarakat. “Kami juga tengah menyusun peta jalan atau roadmap untuk mencari solusi perambahan hutan yang terjadi, tanpa menghilangkan pendapatan ekonomi masyarakat,” jelas Endra Kusuma.

Menurut dia, saat ini data internal PT Vale menunjukan telah ada 2500 hektar lahan yang dibuka tanpa izin. Lahan itu umumnya dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan lada oleh masyarakat. “Namun, kami mendapati ada juga orang luar yang melakukan bukaan lahan. Nah, ini yang kami sosialisasikan dan peringatkan kepada masyarakat, karena ini berpotensi menyebabkan konflik horizontal,” tuturnya.

Endra berharap dengan pertemuan ini pemerintah desa bisa memberitahu masyarakat dan memperingatkan agar jangan ada lagi upaya pembukaan lahan baru di sana.
Disisi lain, terkait aktivitas eksplorasi Tim IGP Tanamalia masih dalam tahap drilling atau pengeboran untuk mendata besaran sumber daya mineral di area tersebut. Proses ini ditargetkan dapat selesai hingga 2027.
“Jadi kami belum menambang, seperti isu yang berkembang di masyarakat saat ini karena untuk melakukan proses penambangan PT Vale harus merujuk pada Permen ESDM 1827 terkait Kaidah Penambangan yang Baik (Good Mining Practice). Saat ini kami melakukan pengeboran untuk memastikan kualitas ore. Jarak pengeboran interval 100 meter,” ungkapnya.

Terkait aspirasi masyarakat, Endra menyatakan, selama ini pihaknya telah melaporkan temuan bukaan lahan tanpa izin kepada penegak hukum. “Karena PT Vale itu tidak punya kewenangan menindak. Kami hanya bisa memberitahu dan menyosialisasikan. Harapannya, tentu dengan sosialisasi ini bisa menghasilkan pemahaman bersama,” paparnya.

Dia menambahkan, dari sisi serapan tenaga kerja, PT Vale sangat berkomitmen mengedepankan pekerja pada area operasional yang terdampak. Dimana saat ini terdapat 300 pekerja lokal di Tanamalia, 70 persen di antaranya berasal dari lima desa se-Loeha Raya.*

Bahtra Gandeng BPDKS Gelar Sosialisasi Sawit Baik Indonesia 2023

Bombana – Anggota DPR RI Dapil Sultra , Bahtra, S.PW bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Lembaga Mitra Rakyat sultra melaksanakan Kegiatan “Sosialisasi Sawit Baik Indonesia 2023” dengan tema “Hilirisasi Produk Turunan Kelapa Sawit untuk Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan”.

Kegiatan tersebut dihadiri para petani sawit, mahasiswa, dan masyarakat umum yang dilaksanakan di Desa Bambaea Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Sabtu (02/9/23).

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Bahtra. S.PWK, tokoh masyarakat Poleng, Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bombana sekaligus sebagai narasumber kegiatan.

Selaku anggota DPR RI, Bahtra menyampaikan dukungannya secara penuh pada acara Sosialisasi Sawit Baik Indonesia 2023.

Menurut Bahtra, sosialisasi tersebut dianggap sangat penting untuk dilakukan secara intensif agar masyarakat dan petani sawit memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang kelapa sawit yang lebih baik.

Dari banyaknya pertanyaan masyarakat kepada narasumber, peserta sosialisasi dinilai sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Dituding Punya Utang 4 Miliar, Ini Penjelasan Bupati Konut

0

Konawe Utara – Sebelumnya salah satu pemilik Event Organizer (EO) Sultra Melaju Jaya Tamalaki menuding bahwa Bupati Konut memiliki utang soal tiga proyek.

Ketiga proyek tersebut yaitu festival akhir tahun 2017 ke 2018, Design Segitiga Berlian yang mencakup destinasi wisata Pulau Labengki, Pantai Taipa dan Permandian Air Panas Wawolesea serta proyek pembangunan vila.

Menanggapi hal tersebut Bupati Konut, Ruksamin melalui orang dekatnya Woro mengatakan “Justru dia yang berutang dimana-mana dan saya selesaikan satu-satu utangnya,”.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa Jaya Tamalaki jangan mencampur aduk perkara ini.

“Jangan dia campur aduk, harus dipisah-pisahkan, Bedakan Kerjanya EO, Bedakan dia rencana mau bangun labengki, Bedakan dia mau bangun vila di Unaaha, dan semua ada buktinya jangan campur aduk seperti dia pergi ambil uangnya orang dimana-mana,” tuturnya.

Pihaknya juga membeberkan bahwa inilah gambar yang dia buat seakan akan mau buat vila di Labengki, baru dia pakai untuk kepentingan lain.

“Dia pakai mengolah sama orang minta uang sana sini, saya bilang saya tidak punya uang untuk bangun itu, tapi dia bilang ada investornya, Lah kenapa saya yang dia tagih, apa juga yg dia bangun disana,” bebernya.

Terakhir pihaknya juga menuturkan bahwa “Ini bangunan Vila di belakang rumah saya, memang saya yang minta, tapi setelah perjalanannya saya minta hentikanbdan saya sudah kasih uangnya sesuai yang dia keluarkan, saya bilang bongkar, ehhh dia bilang adaji yang danai,

“Dia pake lagi ambil kiri kanan uang, tukang kolam saja saya yang bayarkan semua, ada uangnya siapa itu yang dari bau-bau, yaa untung say mau berbaik hati bayar ini itu, itu Kepala Desa dari Kolaka Utara, Saya yang bayar semua dia tinggalkan, ada bukti semua ada sama saya yang di Awila Puncak,” pungkasnya.*

“ACG” Dua Kali Mangkir dari Panggilan Penyidik, Kejati Sultra Bakal Jadwalkan Panggilan Ketiga dan Upaya Paksa

0

Kendari – Penanganan perkara Tipikor di WIUP PT Antam Konut terus bergulir di Kejati Sultra.

Sebelumnya beberapa lembaga menyuarakan dan mengadukan terkait dugaan keterlibatan “ACG” dalam perkara yang menelan kerugian perekonomian negara sebanyak 5,7 Triliun.

Selain itu dalam perkara ini Kejati Sultra telah memeriksa Seratusan lebih saksi dan telah menetapkan 13 orang tersangka dari beberapa perusahaan.

Menanggapi hal tersebut usai mengikuti RDP di DPRD Sultra pada Rabu, 6 September 2023, Wakil Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sultra, Herry Ahmad Pribadi saat dimintai keterangannya akan dipanggil ulang.

“Pasti nanti dipanggil ulang, kan ini baru dua kali dipanggil, tetapi tidak hadir,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Aspidsus bakal melakukan pemanggilan ketiga.

“Nanti sudah tiga kali dipanggil dan tidak hadir, baru ada upaya paksa, serta terkait jadwal Aspidsus yang akan menjadwalkan ulang,” pungkasnya.*

Perkara Tipikor di WIUP PT Antam Konut, Kejati Sultra Lagi Dalami Peran Pemilik Saham PT LAM dan PT KKP

0

Kendari – Sebelumnya beberapa lembaga menyuarakan agar pihak Kejati Sultra melakukan pemeriksaan terhadap Direksi dan Pemegang saham lainnya PT. LAM dan PT. KKP yang diduga turut menikmati manfaat dari perkara Tipikor di WIUP PT Antam Konut.

Menanggapi hal tersebut saat dimintai keterangannya Wakil Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sultra, Herry Ahmad Pribadi mengatakan agar publik memberikan waktu dan kesempatan kepada penyidik untuk melakukan pendalaman terkait keterkaitan para pemilik saham.

Apabila pendalaman sudah dilakukan, maka tidak menutup kemungkinan penyidik akan memanggil dan memeriksa pihak terkait.

“Lagi pendalaman ya, kira-kira tindakan apa yang dilakukan. Ya nanti diliat dari hasil pendalaman dan kajian yang dilakukan teman-teman timnya kan (Penyidik). Untuk dipanggil harus ada bukti-bukti kan, jangan panggil baru tidak ada bukti, kita yang disalahkan,” kata dia kepada awak media usai menghadiri RDP di DPRD Sultra, Rabu (6/9/2023).

Untuk diketahui dalam perkara ini berdasarkan keterangan Kejati Sultra dari hasil audit BPK ditemukan kerugian negara 5,7 Triliun, telah menyita uang sejumlah 79 Miliar dan saat ini pihak Kejati telah menetapkan 13 Orang Tersangka dalam perkara ini.*

Kompak Sultra Lampirkan Bukti dan Komposisi Direksi dan Pemegang Saham PT LAM dan PT KKP terkait Aduan di Kejati Sultra

0

Kendari – Sebelumnya Konsorsium Pembela Keadilan Sulawesi Tenggara (Kompak Sultra) yang tegabung dari tiga Lembaga, Aliansi Pemerhati Hukum dan Lingkungan (SIMPUL Sultra), Jaringan Demokrasi Rakyat (JANGKAR Sultra), dan Persatuan Mahasiswa dan Pemuda Advokasi Lingkungan Indonesia (PM PALI Sultra), mengadukan Direksi dan Pemegang Saham PT. LAM dan PT. KKP.

Pasalnya menurut Kompak Sultra dalam perkara Tipikor di WIUP PT. Antam Konut yang diduga melibatkan PT. LAM dan PT. KKP, Direksi dan Pemegang Saham lainnya diduga sebagai menerima manfaat.

Pihaknya hari ini kembali menyambangi Kejati Sultra guna menyerahkan komposisi Direksi dan Pemegang Saham serta bukti-bukti lainnya pada Jum’at 8 September 2023.

Pihaknya juga meminta kepada Kejati Sultra agar Komisaris dan pemegang saham PT. KKP dan PT. LAM untuk segera dipanggil dan diperiksa atas dugaan keterlibatan dan ikut menikmati manfaat dari kasus dugaan korupsi tambang nikel di WIUP PT. Antam, Konut

Penanggung Jawab Kompak Sultra
Rasidin, mengatakan Kejati Sultra diminta agar tidak tebang pilih dalam pengusutan kasus dugaan korupsi tambang nikel. Saat ini diketahui yang yang diperiksa Kejati Sultra baru sampai sebatas direktur perusahaan saja. Padahal dalam perusahaan ada pimpinan tertinggi yakni Komisaris perusahaan dan pemegang saham mayoritas yang pengambil keputusan dalam perusahaan.

“Terlebih lagi, saat ini kami ketahui Kejati Sultra menerapkan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus tindak pidana korupsi,” ujarnya usai melampirkan bukti-bukti.

Lanjutnya, dalam penerapan UU TPPU itu harus nya Kejati Sultra dapat membuktikan dengan segera memanggil dan memeriksa Komisaris dan pemegang saham pada perusahaan yang terlibat dalam kasus dugaan Tipikor di WIUP PT. Antam, Konawe Utara, khusus pada dua perusahaan yang kami laporkan yakni PT. KKP dan PT. LAM.

“Dalam profil perusahaan yang Kompak Sultra berikan pada Kejati, Komisaris dan pemegang saham mayoritas PT. KKP, berinisial ANH. Sementara pemegang saham lainnya Inisial KP dan DNR. Sedangkan pada PT. LAM, Komisaris di isi oleh inisial SJ dan pemegang saham mayoritasnya PT. Khara Nusa Investama (PT. KNI),” ungkapnya.

Sejauh yang pihaknya ketahui Kejati Sultra belum menyentuh mereka-mereka itu, padahal sudah menerapkan UU TPPU dalam kasus Tipikor.

“Untuk itu, apabila laporan berdasar yang kami berikan kepada Kejati Sultra dalam satu minggu kedepan belum memanggil dan memeriksa komisaris dan pemegang saham mayoritas pada dua perusahaan itu, kami melakukan aksi demonstrasi secara besar-besaran untuk menyampaikan Mosi tidak percaya pada Kejati Sultra,” pungkasnya.

Sementara itu Kasipenkum Kejati Sultra Dodi membenarkan aduan tersebut.

“Aduan kita sudah terima, dan akan kita tindak lanjut sesuai SOP Kejati Sultra,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jum’at 1 September 2023.

Selain itu untuk diketahui dikutip dari AHU Kemenkumham berikut komposisi Direksi dan Pemegang saham PT. LAM, Glen Ario Sudarto sebagai Direktur dengan komposisi saham 75 lembar, dan Tan Lie Pin sebagai Komisaris dengan komposisi saham 175 lembar.

Kemudian pada tanggal 12 Agustus 2020 terjadi perubahan disertai komposisi saham, nama Glen Ario Sudarto sudah tidak ada, dan dimasukkan beberapa nama baru.

Tan Lie Pin tetap dengan komposisi saham 175 lembar, Nanang Sujatmo jabatan tidak ada tetapi memiliki saham sebanyak 75 lembar, Samuel tanpa saham sebagai Direktur, Ofan Sofwan tanpa saham sebagai Komisaris.

Lanjut pada 19 Februari 2021, Tan Lie Pin kembali menjadi Komisaris, namun nama Samuel sudah tidak ada, sedangkan Nanang tetap seperti sebelumnya, dan Ofan Sofwan sebagai Direktur.

Dan pada 13 Desember 2021 kembali terjadi perubahan Tan Lie Pin tanpa jabatan komposisi saham 100 Lembar, Nanang Sujatmo sebagai Komisaris tanpa saham, Ofan Sofwan sebagai Direktur tanpa saham, dan PT. Khara Nusa Investaama sebanyak 150 lembar saham.

Terakhir pada 2 Maret 2022 kembali terjadi perubahan, Tan Lie Lin tanpa jabatan dengan 12 lembar saham, Nanang Sujatmo dan Ofan Sofwan tetap sebagai Komisaris dan Direktur, dan PT. Khara Nusa Investaama sebanyak 238 lembar saham.

Sementara itu PT. KKP berikut komposisi Direksi dan Pemegang sahamnya, dalam profil perusahaan tersebut, menunjukkan Arinta Anila Apsari istri dari Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR) menduduki jabatan sebagai Komisaris PT KKP dengan nilai saham sebesar Rp250 juta.

Sementara, Abu Hasan selaku Komisaris Utama PT KKP memiliki saham mayoritas sebanyak Rp1.87 miliar diikuti Dirut PT KKP, Dwi Budi Wiyono Rp250 juta serta Direktur PT KKP, Andi Sutriyani Rp125 juta.

Di Tahun yang sama (2006), PT KKP mengubah struktur organisasi perusahaan dan pemegang saham. Arinta Anila Apsari, terlihat masih menduduki posisi Komisaris PT KKP, namun nilainya sahamnya beda dari sebelumnya, yakni Rp125 juta.

Perubahan struktur kembali dilakukan PT KKP pada tahun 2011, dengan tetap menempatkan Arinta Anila Apsari sebagai Komisaris PT KKP dengan nilai saham sebesar Rp125 juta. Dua tahun berikutnya, tepatnya tahun 2013 PT KKP lagi melakukan perubahan struktur dan pemegang saham, tapi posisi Arinta Anila Apsari masih sebagai Komisaris PT KKP dengan nilai saham yang sama.

Kemudian, pada Tahun 2018, PT KKP kembali merombak secara besar-besaran struktur dan pemegang saham yang tinggal menyisakan nama Arinta Anila Apsari, sisahnya nama-nama baru dalam pengurus direksi maupun pemegang saham. Kali ini, nilai saham Arinta Anila Apsari yang masih menduduki posisi Komisaris naik drastis dari nilai saham Rp125 juta menjadi Rp1 miliar.

Menyusul, Andy Ady Aksar yang didapuk menjadi Dirut PT KKP dengan nilai saham Rp750 juga, PT Harco Mineral Resources Rp750 juta dan Andi Adriansyah ditunjuk sebagai Direktur PT KKP tetapi tidak memiliki saham.

Di tahun berikutnya, perombakan kembali terjadi, menyisahkan Direktur PT KKP Andi Andriansyah, Dirut PT KKP Andi Ady Aksar dan Komisaris PT KKP Arinta Anila Apsari. Disini, komposisi pemegang saham hanya dipegang oleh Arinta Anila Apsari dengan nilai saham Rp1.75 miliar dan Andi Ady Aksar sebesar Rp750 juta.

Dua tahun berikutnya, PT KKP kembali merombak kepengurusan maupun pemegang saham, yang mana nama Ady Ady Aksar dan Arinta Anila Apsari tidak ada dalam komposisi pengurus dan pemegang saham. Krisna Pujabaskara bertindak sebagai Komisaris PT KKP dengan nilai saham yang dimiliki Rp1.75 miliar, disusul Desti Nudriawati Rachmat dengan saham Rp750 juta. Sementara Dirut PT KKP, Andi Andriansyah tidak memiliki saham.

Terakhir, pada tahun 2023, komposisi pengurus dan pemegang saham sama dari tahun sebelumnya. Bedanya, Arinta Anila Apsari kembali masuk dalam jajaran pemegang saham mayoritas PT KKP sebesar Rp1.750 miliar.

Terkait hal tersebut media ini masih berusaha mengkonfirmasi pihak terkait lainnya.*

Kejati Sultra Diminta Periksa Direktur PT AMIN, Soal Dugaan Memfasilitasi Dokumen Terbang di Tanjung Berlian Kolaka Utara

0

Kolaka Utara – Maraknya aktivitas pertambangan ilegal di Tanjung Berlian, Kecamatan Batu Putih, Kolaka Utara (Kolut), menyita perhatian DPD LAKI (Lembaga Anti Korupsi Indonesia) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ketua DPD LAKI Sultra Mardin Fahrun mengatakan kegiatan pertambangan ilegal disinyalir dijalankan oleh individu dengan inisial HLM dan GPR di lokasi Eks PT Pandu, PT KTJ dan PT TPP tanpa mengantongi izin lengkap. Parahnya lagi, penjualan ore nikel diduga difasilitasi oleh Direktur PT AMIN dengan istilah dokumen terbang atau “dokter”.

“Kami menduga adanya afiliasi oknum eks PT Pandu, inisial “E”. Ia diduga melakukan pungli atau pemungutan liar sebesar 5 USD per metrik ton kepada setiap penambang yang aktif di lokasi Eks PT Pandu, PT KTJ dan PT TPP,” ungkap Koordinator DPD Laki Sultra Ismail.

Koordinator DPD Laki Sultra juga telah melaporkan secara resmi ke Mabes Polri jika kegiatan ini tidak dihentikan dan jika pelaku tidak diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.

Berdasarkan salah satu sumber yang tak ingin disebutkan identitasnya mengaku bahwa, praktik tambang ilegal yang beroperasi di Tanjung Berlian, Kolaka Utara masih terus berlanjut. Bahkan puluhan tongkang sudah keluar diduga dengan menggunakan Jetty ilegal.

“Dua orang ini sudah melakukan pengapalan, bahkan sudah berapa kali tongkang keluar diduga dengan menggunakan Jetty ilegal,” katanya, Senin 25 September 2023.

Sumber menyebut, demi memuluskan aksinya, PT AMIN dan PT Kasmar diduga kuat memfasilitasi dokumen terbang. Selain itu, sumber juga menyebut, dalam waktu dekat ini, tongkang akan kembali merapat ke Tanjuang Berlian untuk melakukan pengapalan.

“PT AMIN dan PT Kasmar yang memberikan dokumen untuk pengapalan,” ucapnya.

Selain itu pihaknya juga meminta Kejati Sultra untuk memeriksa Direktur PT. AMIN beserta pihak lainnya yang diduga terlibat melakukan aktivitas ilegal.

Sementara itu Media ini masih berusaha mengkonfirmasi pihak terkait lainnya, hingga berita ini diterbitkan.*

Diduga sebagai Biang Kerok dalam Perkara Tipikor di WIUP Antam Konut, Kejati Sultra Diminta Periksa Sejumlah Surveyor Independen

0

Kendari – Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Sulawesi Tenggara (Sultra). Menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra). Jumat (8/9/23)

Adapun aksi ini dilakukan menyusut adanya dugaan keterlibatan Surveyor Independen dalam pusaran kasus korupsi PT. Antam Blok Mandiodo Konawe Utara (Konut).

Melalui Ketua Bidang lingkungan & Ham PPWI Sultra. Asrul rahmani. Membeberkan Kronologis keterlibatan Surveyor Independen dalam Kasus Mega Korupsi Tambang PT.Antam Blok Mandiodo Konawe Utara. Jumat (8/9/23)

Dalam Pres releasenya. Ketua Bidang lingkungan & Ham PPWI Sultra itu, membeberkan gambaran secara umum jika, Surveyor independen merupakan pelaksana perpanjangan tangan dari kementerian ESDM dalam melakukan upaya lingkup layanan yakni mempunyai tugas dan fungsi memverifikasi kuantitas dan kualitas penjualan mineral serta memverifikasi administrasi pengajuan dokumen dari pemilik IUP yang ditunjukkan kepada surveyor sebagai dasar penerbitan LHV.

Lebih lanjut kata Asrul mengurai bahwa. Dalam penerbitan RKAB melalui moms kementerian ESDM melalui surveyor menyampaikan LHV melalui modul verifikasi penjualan (MVP),”bebernya

Selain itu Asrul juga menguraikan Pokok permasalahan Dugaan keterlibatan Surveyor independen dalam pusaran korupsi Diwilayah Antam Mandiodo.

Kata Asrul Rahmani. Surveyor independen mempunyai peran sentral dalam dugaan tindak pidana korupsi yang sedang bergulir dikejaksaan tinggi Sultra dimana sesuai hasil investigasi secara kelembagaan salah satu perusahan surveyor diduga turut serta mempermudah dalam tahapan proses penerbitan LHV sebagai dasar permohonan RKBM sebagai syarat penerbitan SIB keberangkatan tongkang. Secara aktual dilapangan peran surveyor sangatlah penting dalam membuka tabir kebocoran kerugian investasi negara . Modus yang dilakukan cukup terstruktur sistematis dan masif adapun modus operandi yang dilakukan berupa :

1. Adanya ketidaksinkronan antara data awal pengajuan Shipping instruction (SI) tongkang kepada surveyor independen sebagai dasar dimulainya kegiatan pemuatan. Surveyor telah mengetahui dokumen apa yang digunakan dalam kegiatan tersebut dan sudah mengetahui tujuan awal titik muat hingga titik serah , penggunaan dokumen IUP awal namun dalam perjalanan akhir menggunakan dokumen terbang.dimana banyak terdapat kejanggalan-kejanggalan yakni banyak yang dikeluarkan surveyor independen mineral tidak sesuai SOP berupa Draft inisial hingga Draft final sebagai dasar Shipper melakukan pembayaran PNBP

2. Surveyor independen yang dimaksud diduga turut serta mengaburkan serta adanya upaya pembiaran terhadap asal usul barang sebelum terbitnya LHV , pemilik dokumen mengajukan Surat permohonan penerbitan LHV kepada surveyor yang ditunjuk tetapi bukannya menolak tapi membuka ruang komunikasi bahkan mempermudah barang-barang yang sifatnya telah terindikasi ilegal merujuk pemakaian dokumen awal dan akhir tidak sesuai rencana bongkar muat

3. Diduga peran surveyor menjadi pelaksana dalam tugas dan fungsinya sebagai verifikasi kuantitas turut ikut serta memperbanyak tonase dalam tongkang,dengan pola komunikasi jangka pendek.dan hal inilah menyebabkan adanya kerugian negara yang tidak terdeteksi alias titik kebocoran pembayaran PNBP Final. Dilihat dari besarnya Kouta rkab tidak sesuai volume tonase tongkang dari keberangkatan awal COA muat COA bongkar dan data real besaran Kouta RKAB terpakai juga data real muatan dalam intermediate serta data real produksi dilapangan
 
4. Diduga para surveyor independen ikut berperan dan ikut serta dalam pemulusan beberapa tongkang yang tidak sesuai titik awal bongkar. Salah satu Contoh terdapat tongkang yang seharusnya sandar dipabrik Jeti lobota PT.imip dialihkan kemorosi OSS hingga akhirnya dibongkar dijeti Huadi Bantaeng

5. Diduga para pimpinan surveyor independen ikut serta dalam pemulusan barang ilegal karena menurut kajian kami surveyor Independen sebagai perpanjangan tangan dari kementerian ESDM dalam melakukan rekapitulasi terhadap dugaan penerbitan LHV yang tidak sesuai mekanisme,dan terkesan tidak cek and balance terkait permohonan surat permintaan penerbitan LHV dan membuktikan adanya peran surveyor independen ikut melakukan pembiaran serta ikut serta mengakomodir segala bentuk kegiatan ilegal.

Atas dasar inilah kami yang tergabung dalam keluarga besar PPWI perwakilan sultra mendukung penuh kinerja dalam upaya bersih-bersih mafia tambang dan  meminta kejaksaan tinggi Sultra untuk fokus mencari hingga terjadinya kebocoran kerugian negara dengan focus mencari otak serta peran hulu hingga hilir dan mengejar kerugian tersebut dengan melakukan pemeriksaan kepada pimpinan surveyor dan kami meminta Kejati Sultra untuk segera menetapkan status tersangka dengan merujuk hasil temuan ini dan berupa data pendukung keterlibatan dalam kasus korupsi Diwilayah Antam Mandiodo hingga dirugikan sebesar 5,7 Triliun dengan mengedepankan azas praduga tak bersalah,” terang Asrul Rahmani.
 
Adapun sejumlah Surveyor independen yang diduga turut serta terlibat dalam pusaran korupsi di Wilayah Antam Mandiodo :
1. Jasa mutu mineral
2. CARSURIN
3. Anindya
4. Triyasa
5. SCCI

Terakhir Asrul Rahmani kembali menegaskan bahwa aksi unjuk rasa hari ini merupakan langkah awal dalam mempresure dugaan keterlibatan Surveyor Independen dalam kasus korupsi Tambang PT.Antam Blok Mandiodo Konawe Utara.

“Langkah selanjutnya tentu akan ada Aksi unjuk rasa kedua sekaligus pelaporan secara resmi,” tutupnya.*

Perjuangan Masyarakat Laikandonga Konsel atas Lahannya yang Diduga Digusur oleh PT Merbau

0

Kendari – Ketua Rombongan Transmigrasi Desa Laikandonga, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan, Ujang Uskadiana mengeluhkan sikap pihak perusahaan PT. Merbau yang melakukan penggusuran lahan tanpa informasi sebelumnya.

Ujang Uskadiana menjelaskan perjuangan masyarakat menuntut Haknya sejak 2014, 2020, dan Agustus-september 2023 yang lahannya digusur oleh pihak perusahaan secara sepihak tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.

“Awalnya kami menempati lahan transmigrasi 2010, gelombang kedua 2011, gelombang ketiga 2013 dan total keseluruhan 500 Kepala Keluarga transmigrasi atau rumah, dengan rincian separuh dari Jawa dan Bali, serta separuhnya penduduk lokal,” katanya saat ditemui di sekretariat WALHI Sultra di Kendari, pada Jum’at 8 September 2033.

Ia juga mengungkapkan bahwa lahan yang diberikan pemerintah pada saat itu 1/4 (Sepempat) Hektar untuk lahan rumah, lahan 1 (Satu) sejumlah 3/4 (Tiga Perempat) Hektar untuk kebun, dan dijanjikan lagi lahan 2 (Dua), 1 (Satu) Hektar lagi untuk kebun yang hingga saat ini belum diberikan.

“Sepanjang polemik ini kami kesana kemari, baru pada tahun 2021 kami diberikan Sertipikat oleh Pemerintah untuk Lahan Rumah dan Lahan 1 (Satu) kami yang saat ini sebagian besar telah digusur oleh PT. Merbau, yang sebelumnya telah kami tanammi berbagai macam tanaman dan bahkan ada yang sudah beberapa kali panen,” ungkapnya.

Pihaknya juga telah beberapa kali mengirimkan surat kepada pihak terkait agar diberikan solusi terhadap persoalan ini, bahkan pihaknya juga telah beberapa kali melakukan aksi demonstrasi, hearing dengan DPRD, bertemu dengan beberapa pejabat pemangku kewenangan namun hingga saat ini belum ada solusi atas persoalan ini.

“Jangan pemerintah membiarkan kami seperti ini, seperti kami akan dibenturkan oleh pihak perusahaan,” ujarnya.

“Kejadian penggusuran ini sudah beberapa kali terjadi dan hanya berhenti sebentar saat ada Pemerintah dan Kepolisian, namun setelah tidak ada pihak perusahaan tetap melanjutkan penggusuran,” bebernya.

Terakhir pihaknya berharap kepada Pemerintah untuk mencarikan solusi atas permasalahan ini.

Sementara itu Humas PT. Merbau, Mursalim saat dikonfirmasi via SMS dan Panggilan telepon belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.*

Pengakuan Terdakwa Kasus PT Midi SM, Tak Pernah Berkomunikasi dengan RT

0

Kendari – Terdakwa Syarif Maulana mengatakan tidak pernah bertemu maupun komunikasi secara langsung maupun tidak langsung dengan terdakwa Ridwansyah Taridala selama proses permintaan bantuan ke PT Midi Utama Indonesia (MUI).

Hal itu diungkapkannya saat mengadiri sidang lanjutan kasus dugaan gratifikasi PT Midi di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari, Rabu (6/9/2023) kemarin.

“Saya tidak pernah berkomunikasi dengan pak Ridwansyah Taridala baik penyerahan proposal, rencana anggaran belanja (RAB) maupun penyerahan uang,” tuturnya.

Selain itu, Syarif Maulana mengungkap bahwa, tanggal 16 Maret 2021 dia bertemu dengan Manager Corporate Communication PT Midi, Arif Lutfian Nursandi. Disana, Syarif Maulana diminta untuk membuat proposal pemberdayaan kampung nelayan di Kelurahan Peteoha, Kecamatan Bungkutoko, Kota Kendari.

Tujuannya permintaan Arif Lutfian Nursandi meminta Syarif Maulana mengajukan proposal, lantaran ada kepentingan PT Midi di Kota Kendari yakni untuk berinvestasi dengan mendirikan gerai Alfamidi. Sebab, sudah bertahun-tahun PT Midi mengajukan perizinanan, namun tak kunjung juga diberikan izin.

“Arif Lutfian Nursandi meminta ke saya buat proposal pemberdayaan kampung nelayan. Barangkali dengan bantuan itu, PT Midi bisa dapat poin, sehingga pemerintah bisa membantu perizinanan PT Midi,” katanya.

Lebih lanjut, pertengahan April 2021 Syarif Maulana menyerahkan proposal pemberdayaan kampung nelayan yang dibuat oleh Syarif Mualana sendiri ke General Manager Licence PT Midi, Agus Toto Ganeffian.

Dilanjutkannya, awal Mei 2021 Syarif Maulana kemudian menyerahkan kembali RAB kampung warna-warni yang diterima dari Sekertaris Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kendari, Cornelius Padang akhir april, yang diserahkan ke Agus Toto Ganeffian.

Setelah proposal pemberdayaan kampung nelayan serta RAB kampung warna-warni diserahkan ke pihak PT Midi, Syarif Maulana lalu mengirim nomor rekening pribadinya ke Arif Lutfian Nursandi.

Tidak lama kemudian, Arif Lutfian Nursandi memberitahukan ke Syarif Maulana bahwa bantuan dana untuk pemeberdayaan kampung nelayan sudah dicairkan lewat dana dari Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhamdiyah (Lazismu).

“Jadi dana dari Lazismu itu bukan untuk kampung warna-warni, tetapi bantuan pemberdayaan kampung nelayan. Kenapa saya katakan demikian, karena pengakuan Arif Lutfian Nursandi dan berdasarkan bukti transfer menyebutkan untuk pemberdayaan kampung nelayan,” pungkasnya.*

Usai Dilantik, Pj Gubernur Sultra Tiba di Bumi Anoa

0

Kendari – Sebelumnya Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto dilantik oleh Mendagri pada Selasa, 5 September 2023.

Usai dilantik, Andap bersama rombongan bertolak dari Bandara Seokarno Hatta Jakarta sekitar pukul 14.26 WIB menaiki pesawat Batik Air dan tiba di Bandara Haluoleo Kendari sekitar pukul 18.20 WITA, Kamis 7 September 2023.

Andap tiba di Bumi Anoa didampingi sejumlah pimpinan tinggi lingkup Sekretariat Jenderal Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Pantauan media, sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Provinsi Sultra dan Forkopimda nampak menyambut kedatangan Andap di Bandara Haluoleo.

Sejumlah pejabat yang nampak hadir menyambut Andap antara lain Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tenggara Kemenkumham, Silvester Sili Laba.

Lalu, Sekretaris Daerah Sultra, Asrun Lio, Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Saleh, Danrem 143 HO, Brigjen TNI Ayub Akbar, Kabinda Sultra, Brigjen TNI Raden Totok Oktaviana, Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Dwi Irianto juga nampak hadir.

Wakajati Sultra, Herry Ahmad Pribadi, Bupati Konsel, Surunudin Danga, Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu, Dandim 1417 Kendari, Kolonel CZI Bintarto Joko Y, Danlanud Haluoleo, Kolonel Pnb Antonius Adi Nur, Danlanal Kendari, Letkol Laut (P) Abdul Kadir Mulku Zahari juga hadir.

Sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sultra juga nampak hadir menyambut kedatangan Andap.

Untuk diketahui berdasarkan informasi yang dihimpun, dari Bandara Haluoleo Kendari, Andap akan menuju ke Grand Claro Hotel Kendari untuk makan malam bersama dan mengingap.*

Bangun Citra Positif, Pemasyarakatan Perkuat Manajemen Komunikasi

0

Jakarta – Setiap petugas pemasyarakatan berperan untuk sampaikan informasi program dan hasil kinerja pemasyarakatan. Bahkan, saat terjadi krisis, petugas pemasyarakatan juga harus mampu melakukan klarifikasi dan komunikasi. Hal itu ditegaskan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga, di hadapan seluruh jajaran Pemasyarakatan se-Indonesia dalam kegiatan Pembentukan Agen Informasi dan Publikasi Pemasyarakatan: Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan, Bangun Citra dan reputasi Positif Pemasyarakatan untuk Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia PASTI’ di Jakarta, Rabu (6/9).

Kegiatan ini diikuti secara langsung oleh Pimpinan Tinggi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kepala Divisi Pemasyarakatan se-Indonesia, 57 Kepala Unit Pelaksana (UPT) Teknis Pemasyarakatan percontohan dan tim humasnya, serta diikuti UPT Pemasyarakatan se-Indonesia secara virtual.

“Isu-isu krisis Pemasyarakatan berpotensi besar menggoyahkan kepercayaan publik terhadap Pemasyarakatan. Bahkan, berpengaruh terhadap citra dan reputasi Pemasyarakatan. Kita tidak bisa menghindari adanya pemberitaan negatif tentang Pemasyarakatan, apalagi tren viral dari platform media sosial,” ujar Reynhard.

Potensi terjadinya krisis yang tinggi di lingkup pemasyarakatan menjadikan tahun ini Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memperkuat jajarannya pemasyarakatan dalam manajemen komunikasi krisis pemasyarakatan. Sepanjang tahun 2023 berlangsung, terdapat 103.954 berita positif pemasyarakatan yang telah terpublikasi melalui media. Namun demikian, masih terdapat 2.478 berita negatif yang telah beredar di masyarakat yang dapat memantik krisis komunikasi di pemasyarakatan.

“Saya berikan apresiasi untuk seluruh jajaran pemasyarakatan yang tak lelah mempublikasian berita positif pemasyarakatan, khususnya pemangku fungsi kehumasan di seluruh satuan kerja. Kita patut beryukur dan berbangga hati kinerja positif kita semakin disadari dan dipahami masyarakat. Namun, masih adanya berita negatif menjadikan kita punya tanggung jawab untuk berkinerja baik dan mampu melalukan komunikasi pada situasi krisis,” tutur Reynhard.

Reyhard mengungkapkan bahwa situasi krisis yang terjadi dapat berdampak serius pada organisasi, juga keselamatan publik, kerusakan harta-benda material, hingga kehilangan reputasi dan kepercayaan publik. Untuk itu lah manajemen komunikasi krisis diperlukan. Lebih jauh, penerapan manajemen komunikasi krisis pemasyarakatna ini juga merupakan tindak lanjut pasca disahkannya Grand Strategy Komunikasi Humas Pemasyarakatan di tahun 2022.

“Kepala Divisi Pemasyarakatan dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan bersama fungsi humasnya harus memiliki kemampuan melakukan deteksi dan mitigasi sesegera mungkin, khususnya terhadap suatu isu atau situasi krisis. Dimulai sejak pra-krisis, krisis, hingga pasca-krisis. Panduan pelaksanaannya telah disusun, dan selama tiga hari ke depan kita akan berlatih dan sharing knowledge,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran Pemasyarakatan untuk dapat menignkatkan tata Kelola koordinasi dan komunikasi yang lebih baik khususnya dalam situasi krisis. Khusus bagi peserta yang mengikuti pelatihan secara langsung agar dapat berbagi pengetahuan dengan UPT Pemasyarakatan lainnya di wilayah yang sama.

“Saya berpesan agar semua yang ada disini mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Tentu kami juga berterima kasih kepada mitra kami, Search for Common Ground, serta narasumber yang telah bersinergi dengan kami memberikan sumbangsih pemikirannya,” pungkas Reynhard.*

Kalla Toyota Kembali Hadirkan Promo DP Mulai 8 Jutaan di Sultra

Guna memberi kemudahan bagi pelanggan setianya, Kalla Toyota senantiasa memberikan promo dan program terbaru setiap bulannya. Di bulan September ini, Kalla Toyota memberi promo DP Mulai 8 jutaan rupiah. Pelanggan dapat membawa pulang Toyota impian dengan harga terbaik. Dalam Press Conference yang digelar di Kendari (07/09), Kalla Toyota memaparkan program DP Mulai 8 Jutaan rupiah ini.

Press Conference dihadiri oleh Abd. Wahab Ramli selaku Kepala Cabang Kalla Toyota Kendari (Ahmad Yani), Andi Aswar selaku Kepala Cabang Kalla Toyota Tendean, Muhammad Asri selaku Kepala Cabang Kalla Toyota Kendari 3 (Andounohu) dan Ranu Setiawan selaku Kepala Bengkel Kalla Toyota Kendari. Tak hanya itu, Toyota Value Chain juga turut hadir, diantaranya Adi Putra Saragi selaku Kepala Cabang Toyota Astra Finance (TAF) Cabang Kendari dan Muhammad Agusalim selaku Kepala Cabang Astra Credit Company (ACC) Cabang Kendari.

Dalam sambutannya, Abd. Wahab Ramli selaku Kepala Cabang Kalla Toyota Kendari (Ahmad Yani), menyampaikan, bahwa sepanjang tahun 2023, Kalla Toyota di Kota Kendari tercatat menjadi brand kendaraan yang paling diminati dengan menguasai market share 36,9%. Capaian ini menempatkan Toyota sebagai kendaraan nomor satu yang paling diminati.

Muhammad Asri selaku Kepala Cabang Kalla Toyota Kendari 3 (Andounohu) juga menambahkan, bahwa Kalla Toyota menghadirkan promo DP Mulai 8 Jutaan rupiah Hanya Kalla Toyota Yang Punya. Promo ini memberi kemudahan bagi pelanggan untuk membawa pulang Toyota impiannya. Untuk menyebar informasi mengenai promo ini, Kalla Toyota juga menggelar touring roadshow yang dimulai dr WK 5 Pujasera berkeliling kota Kendari dan finish di The Park Kendari.

Andi Aswar selaku Kepala Cabang Kalla Toyota Tendean dalam presentasikan memaparkan, bahwa Kalla Toyota juga menggelar Public Display di The Park Kendari. Masyarakat kota Kendari yang ingin melihat langsung unit Toyota dapat berkunjung ke Public Display. Promo terbaik juga dapat pelanggan dapatkan jika membeli Toyota di gelaran Public Display.

DP Mulai 8 Jt-an merupakan salah satu program paket Gebyar yang memberikan kemudahan memiliki kendaran Toyota dengan DP Rendah Mulai 8 Jt-an, berlaku untuk model Agya & Calya. Selain itu, Kalla Toyota juga memberikan promo Makin Mudah Punya Toyota. Program ini merupakan program paket Spektakuler yang memberikan kemudahan memiliki kendaraan Toyota dengan DP 25% dengan rate mulai 1%. Berlaku untuk model Veloz, Avanza, Raize dan Rush.

Program Yaris Cross Pasti Menang Banyak merupakan program penjualan via kredit yang menawarkan Spektakuler Rate mulai 2,17% berlaku untuk model Yaris Cross. SurpRAIZE Deal adalah program paket Gebyar yang memberikan kemudahan memiliki kendaraan Toyota dengan DP Rendah mulai dari 20 Jt-an.

Ranu Setiawan selaku Kepala Bengkel Kalla Toyota Kendari dalam materinya memaparkan, bahwa pelanggan yang membeli Toyota sejak bulan Juli 2022 dan melakukan servis kendaraan secara tepat waktu akan mendapatkan extended warranty satu tahun atau 20.000 km. Hal ini merupakan benefit dari layanan T-Care. Pelanggan yang melakukan servis tepat waktu di bengkel resmi Kalla Toyota juga berkesempatan mendapatkan grand prize 1 unit All New Agya.

Fico Julian Riandy Silitonga selaku Marketing Head TAF Cab Kendari memaparkan promo terbaik bagi pelanggan yang ingin membeli Toyota secara kredit. Melalui Paket Reguler, pelanggan dapat membeli Toyota tipe Passenger Car seperti Avanza, Veloz dan Rush dengan DP mulai 20% dan angsuran mulai 4 dan 5 jutaan tupiah.

I Made Krisna Satria Dwipayana selaku Marketing Head ACC Cab Kendari juga menambahkan, bahwa ACC menghadirkan paket Gebyar DP Agya mulai 10 jutaan dan DP Calya mulai 8 jutaan rupiah. Juga ada paket Hilux dengan DP mulai 20% dan angsuran mulai 7 jutaan rupiah.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap seputar Kalla Toyota, pelanggan dapat berkunjung ke website Kalla Toyota di kallatoyota.co.id atau sosial media Kalla Toyota di Instagram @KallaToyotaID, Twitter @KallaToyotaID dan Facebook KallaToyota.me. Dapat pula menghubungi hotline Kalla Care di nomor 04113000103 atau live chat via WhatsApp di nomor 08114414030.*

Ketua Tim Koordinator Sultra Relawan Ganjar Pranowo Calon Presiden Sesalkan Partai Pengusung Belum Maksimal

0

Kendari – Ketua Tim Koordinator Sultra Relawan Ganjar Pranowo Calon Presiden, H. Anton, SH menyesalkan partai pengusung lainnya belum maksimal dalam membantu memenangkan Ganjar Pranowo sebagai Presiden.

“Sejauh ini selain PDIP Sultra, partai pengusung lainnya belum maksimal,” katanya saat ditemui di Posko Relawan Ganjar Sultra pada Kamis 7 September 2023.

Ia juga mengungkapkan hal tersebut terbukti saat deklarasi relawan kemarin di ex MTQ Kota Kendari.

“Yang gerak maksimal hanya PDIP Sultra bersama relawan, yang dari partai pengusung lainnnya kemana?, Kan kita tahu bukan hanya PDIP yang mengusung Ganjar Pranowo sebagai Capres,” ungkapnya.

Lanjutnya terkait hal tersebut pihaknya telah mengadukan ke Pengurus Pusat Relawan Ganjar Pranowo sebagai Presiden.

“Kita ambil contoh juga, Caleg-caleg dari partai pengusung lainnya tidak ada foto Ganjar Pranowo di balihonya,” bebernya.

Terakhir pihaknya berharap bahwa partai pengusung khususnya di Sultra mesti bahu-membahu bekerjasama untuk memenangkan Ganjar Pranowo sebagai Presiden khususnya di Sultra.*

Jaya Tamalaki Sebut Bupati Konut Punya Utang 4 Miliar Terkait Tiga Proyek

0

 

 

Kendari – Salah satu event organizer Sultra Melaju membeberkan bahwa Bupati Konut R, diduga memiliki utang sebanyak 4 Miliar.

Pemilik Event Organizer, Jaya Tamalaki mengungkapkan bahwa total utang 4 Miliar itu berasal dari 3 (Tiga) proyek yang telah dikerjakan oleh pihaknya.

“Tiga Proyek yaitu acara festival akhir tahun yang dilaksanakan di Pantai taipa pada akhir Desember 2017 hingga Awal Januari 2018, selama 7 Hari 7 malam, Kedua soal design proyek segitiga berlian yang mencakup tiga destinasi wisata Pulau Labengki, Pantai Taipa dan Permandian Air Panas Wawolesea, dan ketiga terkait pembangunan vilanya,” jelasnya saat ditemui diruangannya pada Kamis 7 September 2023.

Sambungnya bahwa ketiga proyek itu belum dilunasi dan masih ada tunggakannya hingga hari ini, dan total itu sebanyak 4 (empat) miliar.

“Kami sudah beberapa kali melakukan penagihan terhadap yang bersangkutan, hingga pengaduan di Polda Sultra dan berakhir di SP3 kan pada 2018,” tambahnya.

Lanjutnya bahwa pihaknya saat ini masih menunggu itikad baik terhadap yang bersangkutan untuk melakukan pembayaran utang tersebut.

Terkait hal tersebut media ini telah mengkonfirmasi via telepon dan SMS Bupati Konut R, serta mengkonfirmasi via pesan WhatsApp ke pihak lainnya, namun belum mendapatkan tanggapan.*

Berkunjung ke PT Vale, KAHMI: Kami Lihat Sendiri Bukti Nyata Pertambangan Berkelanjutan di Sorowako

0

Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bidang Perubahan Iklim dan Restorasi Gambut (PIRG) mengunjungi PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) di Blok Sorowako, Selasa (5/9/2023).

Rombongan KAHMI yang berkunjung yakni Ketua Bidang PIRG Rachmat Hidayansyah Razak, Bendahara Bidang PIRG Dadan Setiawan, Ketua Departemen Perubahan Iklim Ismet Djafar, anggota Departemen Perubahan Iklim Ubaidillah dan Nurdeni.

Setelah tiba di Bandara Sorowako Pukul 10.00 WITA. Rombongan bertolak ke Departemen Process Plant untuk melihat proses pengolahan ore atau bijih sampai dikemas menjadi nikel matte dengan kadar 78 %. Di sini Rombongan KAHMI menyaksikan jika PT Vale sudah memproduksi nikel sesuai ketentuan Perundangan. Rombongan kemudian melihat ruang kontrol terpusat di Departemen Utilities dan Hydro untuk melihat bagaimana PT Vale menghasilkan dan menggunakan energi dari sumber energi terbarukan yaitu PLTA untuk proses operasi di Sorowako. Senior Manager Utilities, Muammar, menjelaskan bahwa PT Vale juga menggunakan electric boiler yang merupakan teknologi boiler terkini dengan efisiensi tinggi dan nol emisi carbon. Boiler ini adalah boiler pertama yang digunakan di perusahaan pertambangan nikel.

Selanjutnya, rombongan mengunjungi Solia Hill berlokasi di area mining. Di sana rombongan banyak menanyakan tentang upaya PT Vale dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh perwakilan manajemen yakni Director Mines M. Rizal Baslang, Senior Manager Mine Production Sorowako Abdul Rauf, Director Environment & Permit Management Zainuddin, dan leaders terkait.

Terakhir, mereka mengunjungi Taman Keanekaragaman Hayati Sawerigading Wallacea yang didalamnya terdapat fasilitas penyemaian bibit atau nursery dan penangkaran Rusa. Di taman seluas 75 Hektar itu Rachmat Hidayansyah Razak dan Ismet Djafar juga menanam pohon Agathis dan Dengen.
Tidak heran jika Bapak Presiden datang langsung menyaksikan tambang hijau ini dan juga meresmikan langsung Taman Wallacea ini, serta meminta semua kegiatan pertambangan di Indonesia untuk meniru apa yang dilakukan oleh PT. Vale.

Ismet Djafar mengatakan, kunjungan ini kian menegaskan bagaimana PT Vale sangat berkomitmen dalam pengelolaan lingkungan. Apalagi, pihaknya dalam kunjungan tersebut menyaksikan sekaligus belajar langsung tentang upaya PT Vale dan kepatuhan terhadap lingkungan dalam melakukan pertambangan nikel. Oleh karena itu, dia mewakili Majelis Nasional KAHMI berterima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh PT Vale.

“Dari kunjungan kami di beberapa tempat hari ini. Kami sangat yakin dan betul-betul melihat sendiri bukti nyata yang dilakukan PT Vale di lapangan itu sangat luar biasa. Apa yang dilakukan PT Vale sudah sangat sesuai, bernilai positif, dan patut dijadikan acuan bagi perusahaan tambang lainnya,” jelasnya.

Anggota Tim Ahli Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP) itu menambahkan, PT Vale sebaiknya membuka kesempatan bagi lembaga pendidikan, lembaga kajian, dan lembaga kemasyarakat untuk melihat langsung praktik pertambangan berkelanjutan.

“Artinya, masyarakat bisa merasakan juga kehadiran PT Vale yang menjadi berkat bagi bangsa Indonesia. Sehingga menambah bukti nyata bahwa PT Vale sangat peduli kepada masa depan anak negeri. Ketika lembaga-lembaga ini datang bisa belajar atau mendapat pengetahuan baru tentang praktik pertambangan yang baik PT Vale,” tutur Alumni Geologi Universitas Hasanuddin itu.

Ismet menegaskan, PT Vale sudah sangat berkontribusi di dalam negeri selama puluhan tahun. Bahkan kata dia, langkah dan strategi untuk menjawab tantangan perubahan iklim sudah jauh lebih maju. “Semoga apa yang telah baik hari ini dapat dipertahankan dan terus bisa berkembang dari masa ke masa,” terangnya

Sementara itu, Director Environment & Permit Management PT Vale, Zainuddin menjelaskan, upaya PT Vale dalam tantangan perubahan iklim telah dicanangkan lewat peta jalan atau road map yang ditargetkan digapai tahun 2050. “Target net zero emission kita itu lebih cepat dibandingkan pemerintah yang menargetkan hal itu tercapai di 2060,” ujarnya.

Zainuddin menambahkan, isu perubahan iklim telah menjadi konsentrasi utama bagi perusahaan secara global. Terbaru, PT Vale tengah menggodok pemetaan dan strategi efisiensi penggunaan air. Perusahaan berfokus menurunkan ambang tekanan air atau water stress ke level terendah atau no stress.

Upaya ini, dijelaskan Zainuddin masuk dalam langkah mitigasi water scarcity, water stress dan water risk. Langkah yang dilakukan perusahaan di antaranya mengurangi penggunaan air di Furnace (tungku pembakaran) 4 dengan menggunakan udara.

“Langkah lain dengan mendaur ulang air yang digunakan dalam tambang. Jadi kita tidak langsung buang air limpasan tambang tetapi diolah atau dijernihkan kembali untuk dimanfaatkan misalnya untuk menyiram jalan tambang,. Itu langkah terhadap water scarcity” jelas Zainuddin.

Alumni Teknik Mesin Unhas itu menambahkan, untuk tata kelola water stress saat ini PT Vale masih dalam ambang low stress. “Kan ada lima kategori atau level water stress; critical stress, high stress, medium stress, low stress, dan no stress. Kita ingin turunkan status ke no stress ini atau di bawah 25%,” papar Zainuddin.

Dia menambahkan, lawatan Bidang Perubahan Iklim dan Restorasi Gambut KAHMI disambut hangat oleh manajemen. “Kami bisa mendapat masukan dari Majelis Nasional KAHMI yang memiliki anggota dengan beragam latar belakang profesi. Sehingga kita bisa meningkatkan lagi kinerja ataupun mendapatkan inovasi baru,” tutup Zainuddin.*

Kemenkumham Kembali Sabet Penghargaan The Winner Of OGP Award 2023

0

Kiprah nyata Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan akses keadilan bagi individu dan kelompok rentan mendapatkan pengakuan gemilang di panggung internasional. Melalui program “Perluasan Bantuan Hukum bagi Individu dan Kelompok Rentan di Indonesia” yang dijalankan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), Indonesia meraih penghargaan prestisius dalam Open Government Partnership (OGP) Awards 2023, Rabu (06/09/2023).

Program ini berhasil menyisihkan 8 nominasi program dari negara regional Asia Pasifik lainnya. Sekaligus, hal ini menegaskan posisi Indonesia dalam mendorong transparansi dan keterbukaan pemerintahan yang berpihak pada kelompok masyarakat kecil dan rentan.

“Program Bantuan Hukum adalah bentuk komitmen dari Pemerintah melalui BPHN dalam memperluas
‘access to justice’, terutama pada individu dan kelompok rentan di Indonesia,” ungkap Kepala BPHN Widodo Ekatjahjana ketika menerima penghargaan tersebut dalam acara puncak OGP Summit 2023 yang digelar di Tallin, ibu kota Estonia.

Widodo mengungkapkan, dalam upayanya mewujudkan akses keadilan bagi kelompok masyarakat rentan, Pemerintah melalui BPHN telah melakukan berbagai langkah strategis. Tercatat sebanyak 619 Pemberi Bantuan Hukum (PBH) telah terverifikasi dan terakreditasi oleh BPHN untuk periode 2022-2024. Kemudian, lebih dari 6.200 advokat dan 5.700 paralegal tergabung dalam PBH terakreditasi, membentuk jaringan yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat.

Salah satu contoh menarik adalah kisah Tajudin, seorang penjual cobek di Tangerang Selatan. Dia telah mengalami penahanan selama 9 bulan tanpa bukti yang kuat. Menggambarkan betapa sulitnya mencari keadilan bagi mereka yang berada di bawah garis kemiskinan. Kasus seperti Tajudin menjadi sorotan yang memperlihatkan pentingnya program bantuan hukum dari pemerintah dalam memperjuangkan keadilan sosial.

Selama tahun 2022, jumlah penerima bantuan hukum litigasi sebanyak 9.389 orang. Dari total tersebut, sebanyak 2.737 orang penerimanya adalah berjenis kelamin perempuan, 521 orang menerima bantuan hukum litigasi pidana anak dan sebanyak 10 orang merupakan penerima bantuan hukum disabilitas.

“Total anggaran program bantuan hukum yang disiapkan pemerintah pada tahun ini sebesar Rp 56,3 miliar. Diharapkan anggaran ini dapat tersalurkan lebih luas, dan merangkul berbagai individu maupun kelompok rentan yang sering kali kesulitan mendapatkan akses keadilan,” ujar Widodo.

Sebagai informasi, Open Government Partnership (OGP) merupakan inisiatif global yang digagas oleh Indonesia dan tujuh negara lainnya untuk mendorong terwujudnya nilai-nilai keterbukaan pemerintah, yakni pemerintahan yang transparan, partisipatif, akuntabel, dan inklusif. Sejak didirikan pada tahun 2011, telah terdapat 76 negara yang tergabung sebagai anggota OGP, yang mengarusutamakan keterbukaan pemerintah secara kolaboratif melalui proses “ko-kreasi” dengan masyarakat sipil.

Pada tahun 2022, Kementerian Hukum dan HAM dengan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keterbukaan Pemerintah di Sektor Akses terhadap Keadilan, yang terdiri dari IJRS, PBHI, Asosiasi LBH APIK Indonesia dan YLBHI, melakukan ko-kreasi guna menghadirkan manfaat bantuan hukum yang lebih luas berlandaskan kondisi dan kebutuhan hukum di lapangan dengan penyelenggaraan Survei Kebutuhan Hukum bagi Kelompok Rentan.

Melalui survei tersebut, hadir sejumlah rekomendasi untuk menghadirkan penyelenggaraan bantuan hukum yang lebih inklusif, antara lain revisi Undang-Undang Bantuan Hukum, peningkatan jumlah anggaran bantuan hukum serta implementasi standar layanan bantuan hukum yang lebih luas.

Penghargaan ini bukan hanya sebuah capaian, melainkan pula tonggak bersejarah dalam perjuangan menuju keadilan yang merata bagi seluruh warga negara. Dengan adanya program “Perluasan Bantuan Hukum bagi Individu dan Kelompok Rentan di Indonesia”, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan sistem hukum yang lebih inklusif dan adil bagi mereka yang membutuhkan. Dalam upaya ini, Indonesia tidak hanya meraih penghargaan, tetapi juga mengukuhkan peranannya dalam mewujudkan masyarakat yang lebih berkeadilan.*

Ungkap Dugaan Pelanggaran Hukum PT Bosowa, P3D Konut Adukan ke Kejati Sultra

0

Kendari – Kasus aktivitas pertambangan dan dugaan terjadinya dokumen terbang masih jadi polemik besar di Bumi Anoa terkhusus di Bumi Oheo Konawe Utara (Konut).

Lembaga Persatuan Pemuda Pemerhati Daerah Konawe Utara (P3D-Konut) kembali menyoroti dugaan pelanggaran PT Bosowa yang diduga ikut terlibat dalam meloloskan ore nikel Ilegal dengan memanipulasi dokumennya.

Ketua P3D Konut Jefri, nenjelaskan PT Bosowa seakan kebal kukum dengan terang-terangan diduga memakai dokumen penjualannya untuk meloloskan ore nikel Ilegal di Blok Morombo dan Mandiodo.

“Namun Anehnya ada dugaan kerjasama yang terstruktur antara pihak surveyor JMMI dan Tribakti untuk memanipulasi asal barang sehingga seakan-akan terjadi pemuatan dan pengangkutan di Jetty Bosowa, padahal hasil investigasi dan data Kami , Tongkang tersebut sandar di wilayah Jetty RMI dan Jety di Mandiodo serta sesuai draf surveinya memakai dokumen PT Bosowa, Sehingga jelas banyak melanggar peraturan Perundangan-Undangan, Karena ada dugaan memanipulasi data penjualan untuk meloloskan kargo Ilegal, Data dan dokumentasi Kami lengkap terkait manipulasi dokumen itu,” jelasnya, usai melakukan pengaduan di PTSP Kejati Sultra pada Kamis 7 September 2023.

Lanjutnya belum lagi Jetty RMI diduga tidak memiliki izin dan menurutnya masuk Wilayah IUP PT Antam tbk, Sehingga pihaknya akan mempresure ke Pihak manajemen PT Antam terkait hal ini.

“Bukannya fokus terhadap penambangannya, baru-baru ini PT Bosowa diduga lagi-lagi .engeluarkan ore nikel menggunakan Jetty NPM yang wilayah administrasinya diduga melewati luar konsensi IUP PT Bosowa sehingga Dengan ini Pelanggaran Hukum PT Bosowa, sangat terstruktur,” ungkapnya.

Pihaknya juga telah resmi mengadukan pelanggaran hukum PT. Bosowa ke Kejati Sultra berdasarkan 3 (Tiga) Bukti terkait dugaan keterlibatan pengeluaran ore nikel di Blok Mandiodo, morombo dan Jetty NPM.

Terkait hal tersebut media ini telah berusaha mengkonfirmasi ke Humas PT. Bosowa Mining, Misbah, melalui pesan WhatsApp dan SMS, serta panggilan telepon, namun hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan tanggapan.*

Tingkatkan SDM dalam Pencarian dan Pertolongan, Balai Pelatihan SDM Basarnas Latih 15 Penyelam di Sultra

0

Wanci – Balai Pelatihan SDM Basarnas menggelar giat Diklat dan Kursus dalam rangka pengembangan kompetensi SDM di Wakatobi.

Panitia Penyelenggara Andika Setiawan mengatakan kegiatan berlangsung dari tanggal 1 sampai dengan 6 September 2023 di Dermaga Marina, Pantai Cemara dan Sombu.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan

“Tujuan dari pelatihan selam ini untuk mewujudkan tenaga rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari yang mampu melakukan pencarian dan pertolongan evakuasi di bawah air dengan cepat, tepat dan aman,” katanya.

Lanjutnya Peserta Diklat dan Kursus ini di ikuti oleh 15 orang rescuer yg berasal dari KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, Pos SAR Kolaka, Pos SAR Baubau, Unit Siaga SAR Muna, Unit Siaga SAR Konawe Utara dan Unit Siaga SAR Luwu Timur dimana seluruh peserta sebanyak 15 orang rescuer dinyatakan lulus.

“Instruktur yang terlibat dalam Diklat dan Kursus sebanyak 3 orang berasal dari Alexa Scuba yang berlisensi dari Rebreather Association of International Divers (RAID),” ungkapnya.

Ia juga membeberkan bahwa Materi dan Praktek Pelatihan, Materi pengetahuan selam umum penyelaman perairan, Materi pendidikan lingkungan bawah air, Materi pengenalan peralatan selam, Materi fisika penyelaman, Materi fisiologi penyelaman, Materi penyelamatan penyelaman dasar, Materi Management penyelaman dasar, Materi keterampilan penyelaman perairan terbatas dan terbuka, Praktek keterampilan dasar penyelaman terbatas dan Praktek selam laut terbuka.

Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Kabupaten Wakatobi Ilmiati Daud dan dihadiri oleh Kepala KPP Kendari, Kalak BPBD Wakatobi, Kepala KUPP Wanci, Kasatpol Airud Wakatobi, Danyon Militer Wanci, Danpos AL Wanci dan Kadis Pariwisata Wakatobi.

Dalam sambutan dipenutupan ini, Ilmiati Daud berharap dengan Diklat dan pelatihan selam ini dapat menghasilkan kekuatan SAR yang terintegrasi secara pasif, sehingga pelayanan SAR yang diberikan kepada masyarakat bisa dilaksanakan secara tepat dan optimal.*

Polda Sultra Amankan Seorang Pelaku dan Sembilan Alat Penambangan Emas Ilegal di Bombana

0

Kendari – Polda Sultra melalui Ditreskrimsus Subdit IV Tipidter mengamankan aktivitas penambangan emas ilegal yang berlokasi di Kabupaten Bombana, Kamis 7 September 2023.

Penindakan aktivitas penambangan emas secara ilegal itu dilakukan, setelah aparat mendapat laporan dari masyarakat setempat.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra, Kompol Ronald Arron Maramis mengatakan, lokasi penambangan emas itu berada di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana.

“Lokasinya cukup jauh ke dalam ke tempat penambangan emas tersebut. Namun kami berhasil mencapai ke lokasi dan menemukan benar ada aktivitas penambangan ilegal,” kata Ronald usai melakukan penangkapan.

Dalam kasus tersebut, lanjut Ronald, pihaknya mengamankan satu orang yang diketahui sebagai pemilik alat dan pengusaha penambangan emas ilegal.

“Yang kita amankan inisial BG, dia ini pemilik alat sekaligus pegusahanya. Selain itu juga ada 10 orang pekerja kita periksa sebagai saksi,” ungkapnya.

Ronald menyebut, selain pelaku tim Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra juga menyita sejumlah mesin dan alat yang digunakan untuk menambang emas secara ilegal.

“Yang kita sita diantaranya 5 unit mesin Deasel dan 4 mesin Crusher,” ucapnya.

Untuk mempertanggungjawakan perbuatannya, BG dijerat pasal 158 UU RI No 3 tahun 2020, tentang pertambangan mineral dan batu bara.

“Pelaku terancam hukuman pidana 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 miliar,” terangnya.*

Jaksa Agung ST Burhanuddin: Membangun Akhlak dan Perilaku Jaksa dengan Attitude yang Baik

0

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan dalam membangun akhlak dan perilaku seorang Jaksa, Jaksa Agung menyampaikan bahwa seorang Jaksa harus memiliki integritas dan attitude yang baik, untuk mampu mengubah pola pikir serta perilaku di lingkungan sekitar ke arah positif, terukur, dan berakhlak.

“Jaksa tidak boleh hanya pintar, tetapi juga harus memiliki integritas dan attitude. Sebab hal tersebut yang menentukan arah perjalanan karier saudara-saudara. Khususnya di era transformasi digital ini, tidak cukup dengan knowledge saja (teori atau pengalaman), tetapi juga harus memiliki kemampuan yang mumpuni yaitu interpersonal, komunikasi, disiplin, goal setting dan solutif/problem solving,” ujar Jaksa Agung.

Menurut Jaksa Agung, kepintaran membuka banyak pintu tapi karakter yang membuat kita menjadi bertahan. Dalam membangun karakter dibutuhkan adab dan etika. Banyak orang yang memiliki kecerdasan tapi tidak memiliki adab dan etika, karena adab dan etika tidak selalu diajarkan dibangku pendidikan. Maka untuk melengkapi kepintaran yang dimiliki oleh seorang Jaksa, Jaksa Agung mengatakan harus didukung dengan adab dan etika yang baik dan mulia. Karena kepintaran harus mengikuti adab, tidak pernah mendahuluinya, dan tidak pernah menghancurkannya.

Selanjutnya, Jaksa Agung menyampaikan di era perkembangan teknologi digital saat ini, Jaksa Agung mengatakan bahwa hal tersebut juga mengubah modus dan pola kejahatan. Oleh karenanya, Jaksa Agung menegaskan, seorang Jaksa harus belajar agar dapat beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan kejahatan transnasional.

Sebab, kasus kejahatan akan terus bertransformasi mengikuti perkembangan masyarakat, dan hal itu harus diantisipasi dengan proses pembelajaran terus menerus.

Lebih lanjut, mengenai penempatan Jaksa di seluruh Indonesia, Jaksa Agung mengatakan bahwa seorang Jaksa harus bersedia untuk hal tersebut. Menurutnya, penempatan seorang Jaksa di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia luas, serta memberikan wawasan dan pengalaman kepada seluruh Jaksa untuk memahami adat, budaya, bahkan bahasanya. Selain itu, hal ini juga menunjukkan Jaksa ada di tengah-tengah masyarakat dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Ditempatkan dimana saja adalah bagian dari tour of duty. Jaksa harus memahami proses adaptasi dan sosiologi kemajemukan daerah, bahasa, adat, budaya dan hukum yang diberlakukan di seluruh Indonesia. Semakin banyak pengalaman yang anda dapatkan di daerah, maka jadikanlah hal tersebut sebagai bagian untuk mengasah problem solving dalam setiap penanganan perkara. Sebab tidak ada perkara apapun yang identik satu sama lain, termasuk perkara sederhana sekalipun,” ujar Jaksa Agung.

Jaksa Agung berpesan bahwa seorang Jaksa adalah abdi negara, pelayan masyarakat, dan gerak-gerik sebagai seorang Jaksa akan selalu menjadi teladan bagi masyarakat. Oleh karena itu pelaksanaan tugas dengan menerapkan adab, etika yang sopan dan santu, akan membuat masyarakat segan dan menghargai saudara.

“Begitu juga sebaliknya, jika saudara tidak memiliki adab dan etika, maka hal tersebut akan membuat masyarakat tidak menghargai saudara dan Institusi baju coklat Kejaksaan yang kita pakai saat ini. Ingat kalian adalah pelindung masyarakat bagi pencari keadilan, tegakkan hukum diatas keadilan, kepastian dan kemanfaatan, sehingga nantinya hukum dapat memberikan perlindungan serta kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Jaksa Agung.

Pernyataan disampaikan oleh Jaksa Agung dalam ceramah pada Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXX (80) Gelombang I Tahun 2023 pada Rabu 06 September 2023 bertempat di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, yang dihadiri oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Para Pejabat Eselon II dan III di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, serta para widyaiswara.*

Kapitan Sultra Sebut Kecelakaan Kerja di Lokasi PT BSJ Diduga Karena Abaikan K3

0

Kendari – Kecelakaan kerja di lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Bumi Sentosa Jaya di Desa Boedingin, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Konawe Utara (Konut) seolah lepas dari pengawasan penegak hukum.

Padahal, dalam insiden, (25/8/23) lalu itu meregang nyawa seorang sopir dump bernama Mustar. Anehnya hingga saat ini PT BSJ belum diberi sanksi, baik secara administrasi maupun pidana oleh instansi terkait.

Presedium Koalisi Aktivis Pemerhati Lingkungan Dan Pertambangan Sulawesi Tenggara (Kapitan Sultra), Asrul Rahmani, mengatakan sanksi administrasi adalah kewenangan Inspektur Tambang Perwakilan Sultra, sementara sanksi pidana merupakan gawean pihak Kepolisian.

“Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak mereka dan pihak-pihak terkait. Saya melihat peristiwa ini terkesan ditutupi,” ucap Asrul.

Menurut Asrul, kecelakaan yang dialami korban diduga merupakan kelalaian perusahaan dalam mengabaikan K3 di lingkup pertambangan, apalagi jika kegiatan hauling barging dilakukan pada malam hari dan saat sedang hujan.

Tugas pengusaha dan buruh, pelatihan, supervisi medis, P3K, maupun perawatan medis juga harus menjadi perhatian serius perusahaan. Sebab pengabaian K3 dilingkup pertambangan sering terjadi sehingga ini menjadi atensi Inspektur Tambang Perwakilan Sultra.

“Perusahaan diduga tidak memperhatikan segi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) para pekerja di lokasi tambang, harusnya semua memperhatikan SOP K3, yaitu ketentuan yang mewajibkan mengenai kondisi kerja pada umumnya. Baik itu perencanaan, perawatan dan pemeliharaan, pengawasan, serta pengujian serta cara kerja peralatan,” jelasnya.

Kata Asrul, Inspektur Tambang berwenang melakukan penghentian sementara kegiatan tambang serta K3 untuk melakukan penerapan sanksi kepada perusahaan. Karena peristiwa tersebut disinyalir tidak adanya tanda rambu-rambu pada jalan hauling dan lampu penerangan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang di anjurkan.

“Kami duga jalan hauling PT BSJ tidak ada bedengan, sebagai pengaman jalan hauling agar tidak terperosot, harusnya kalau ada jurang di area itu mestinya dipasangkan safety tenk (alat pengaman/pembatas),” tuturnya.

Olehnya itu, Asrul meminta hentikan segala aktivitas perusahaan tambang yang mengabaikan penerapan SOP K3, terlebih PT BSJ yang dibuktikan dengan kelalaian manajemen perusahaan sehingga terjadi peristiwa naas meninggalnya seseorang akibat kecelakaan kerja.

Asrul menambahkan, secara kelembagaan pihaknya akan mengadukan peristiwa ini ke aparat penegak hukum yakni Polda Sultra agar dilakukan pemeriksaan terhadap Direktur Utama dan Kepala Tehnik Tambang (KTT) PT BSJ.

“Kami akan adukan di Polda Sultra untuk dilakukan proses penyelidikan, penyidikan sampai kasus ini tuntas,” ujarnya.

Selain itu sebelumnya peristiwa tersebut dibenarkan Kapolsek Lasolo Iptu Helga Deatama saat dihubungi via telepon.

“Kronologisnya sementara pemuatan mau ke jetty, pas penuruan entah sopir lepas kendali atau kendaraan bermasalah, sementara investigasi, dan ada pihak terkait lainnya yang turun melakukan investigasi,” katanya, Senin 28 Agustus 2023.

Sementara itu Kadisnakertrans Sultra LM Ali Haswandi melalui Staf Binwasnaker dan k3 Niar mengatakan untuk saat ini terkait kecelakaan kerja di Konut masih tahap Riksa.

“Jadi kan tahapannya kalau di Gakkum Disnakertrans itu, dari Riksa, Pulbaket, Penyelidikan, penyidikan hingga tahapan persidangan, untuk saat ini masih tahap Riksa,” katanya saat dihubungi via telepon, Rabu 30 Agustus 2023.

Ia juga mengungkapkan bahwa untuk saat ini pihaknya fokus untuk hak-hak yang wajib dilakukan oleh pihak perusahaan.

“Untuk saat ini kami pastikan dulu hak-hak keluarga korban dari pihak perusahaan diberikan,” ungkapnya.

Pihaknya juga sementara berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan guna memastikan apakah korban terdaftar di BPJS agar haknya dapat disalurkan.

“Kami sementara berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan apakah korban terdaftar atau tidak, selain itu kami masih melakukan pendalaman apakah korban bekerja pada perusahaan (PT. BSJ) atau sub kontraktornya,” tuturnya.

Terkait sanksi yang diberikan Pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

Sementara, PT BSJ melalui Humas dan KTT nya saat dikonfirmasi awak media melalui pesan dan panggilan WhatsApp belum memberikan komentar.*

Kakanwil Kemenkumham Sultra Hadiri Pelantikan PJ Gubernur Sultra

0

Jakarta – Setelah memasuki purna jabat Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Jend. Pol. (P) Prof. Drs. H. Tito Karnavian, M.A, Ph.D. secara resmi melantik Komjen Pol. (P) Dr. (HC) Andap Budhi Revianto, S.I.K, M.H. sebagai Penjabat Gubernur Sultra, pada hari ini Selasa (06/09/2023). Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Tenggara, Silvester Sili Laba, menghadiri secara langsung pelantikan yang dilaksanakan di Sasana Bhakti Praja (SBP) Gedung Kemendagri, Jakarta.

Turut hadir dalam kegiatan ini Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly, Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara, Azwar Anas, dan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Eddy O.S. Hiariej. Pejabat lama Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, dan Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas serta Ketua DPRD Sulawesi Tenggara Abdurrahman Saleh dan Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Asrun Lio turur menghadiri kegiatan pelantikan.

Selain melantik PJ. Gubernur Sulawesi Tenggara, Mendagri turut melantik 8 (delapan) Penjabat Gubernur, yaitu PJ. Gubernur Sumatera Utara, PJ. Jawa Barat, PJ. Jawa Tengah, PJ. Gubernur Bali, PJ. Nusa Tenggara Timur, PJ. Gubernur Kalimantan Barat, Pj. Gubernur Sulawesi Selatan, dan PJ. Gubernur Papua.

Pada kesempatan ini Mendagri menyampaikan bahwa momentun ini adalah momentum yang penting dan bersejarah, karena adanya pergantian pemimpin daerah. Proses penetapan penugasan Penjabat Gubernur dilakukan secara cermat dan seksama melalui mekanisme sidang Tim Penilai Akhir yang dipimpin oleh Presiden.

“Saya juga mengingatkan kembali bahwa Sebagai Penjabat Gubernur, segala tindakan yang Saudara lakukan akan memiliki dampak yang signifikan pada masa depan daerah yang saudara pimpin,” pesan Tito.

Lebih lanjut, Tito menyampaikan bahwa Penjabat yang baru dilantik bukanlah pejabat politik dan tidak memiliki beban politik, sehingga diharapkan dapat membangun komunikasi yang baik dengan kepala daerah bupati/walikota dari partai politk manapun. Penjabat harus memiliki kinerja yang lebih baik dari Pejabat Kepala Daerah definitif serta selalu berusaha untuk menjadi pemimpin yang adil, transparan, dan bertanggung jawab.

“Saya ucapkan ‘Selamat Bertugas’, jalankan amanah dan tanggungjawab ini dengan sebaik-baiknya serta bangun hubungan baik dengan semua pihak,” tutup Mendagri.

Sementara itu, jajaran Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Adminitrator dan Pengawas serta pegawai Kanwil Kemenkumham Sultra mengikuti kegiatan pelantikan secara virtual di Aula Kantor Wilayah.*

Kajati Sultra Minta agar Unjuk Rasa dengan Tindakan Anarkis Dihentikan dan Tidak Halangi Proses Penyidikan

0

Kendari – Sebelumnya beberapa kali telah terjadi dugaan tindakan anarkis oleh beberapa oknum pengunjuk rasa, hingga menyebabkan salah satu korban, dan menjadi korban pembusuran.

Sementara itu terkait aksi pembusuran tersebut ditangani oleh Polresta Kendari, saat ini Polresta telah mengamankan 3 (Tiga) Pelaku pembusuran.

Terkait hal tersebut sehubungan dengan Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi Pertambangan ore nikel pada WIUP PT Antam, Tbk di Blok Mandiodo, Konawe Utara, Kajati Sultra melalui Asintel Ade Hermawan menyampaikan Bahwa saat ini penyidik telah menetapkan 13 orang tersangka yang berasal dari Kementerian ESDM, pihak PT Antam, Tbk, pihak PT Lawu Agung Mining, pihak penyedia dokumen terbang, dan terhadap yang bersangkutan telah dilakukan penahanan Rutan.

“Bahwa penahanan ditingkat penyidikan dibatasi undang-undang dan apabila waktu tersebut terlewati maka tersangka harus dikeluarkan demi hukum, dan saat ini penyidik fokus untuk melengkapi pembuktian dan menyusun berkas para tersangka tersebut untuk selanjutnya dilimpahkan ke penuntutan,” jelasnya melalui keterangan resminya yang diterima media ini, Rabu 6 September 2023.

Sambungnya sehubungan dengan kondisi diatas kepada elemen masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi untuk memeriksa atau mengusut pihak lain, maka kami sampaikan bahwa pemeriksaan para saksi tergantung kebutuhan penyidikan dalam pembuktian perkara. Penegakan hukum tidak boleh dipengaruhi kepentingan politik, kepentingan bisnis, dan kepentingan lainnya.

“Dengan uraian diatas kami minta dengan hormat kepada elemen masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat agar disampaikan melalui PTSP Kejaksaan Tinggi,” tuturnya.

Lanjutnya dengan pemberkasan dan pelimpahan 13 berkas tersangka bukan berarti pihak lain yang terlibat lepas dari proses hukum karena peran mereka tetap kami uraikan dalam berkas perkara sebagaimana yang kami lakukan pada proses hukum perkara tindak pidana korupsi perizinan Alfamidi.

“Kami akan menempuh proses hukum terhadap oknum yang melakukan tindakan anarkis, menghalangi penyidikan, serta melakukan pengrusakan termasuk kepada pihak yang menjadi dalang/membiayai aksi-aksi tersebut,” pungkasnya.*

Cegah Aksi Premanisme, Danrem 143 Halu Oleo Siagakan Personil di Kejati Sultra

0

Kendari – Sebelumnya terjadi aksi premanisme yang menghalang-halangi massa aksi hingga terjadi dugaan penganiayaan, dan hal tersebut sementara ditangani Polresta Kendari.

Sementara itu Komandan Korem (Danrem) 143 Halu Oleo, Brigjen TNI Ayub Akbar merespon tegas aksi premanisme yang terjadi di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa 5 September 2023 kemarin.

Dimana aksi premanisme sejumlah Orang Tak Dikenal (OTK) dengan membawa senjata tajam jenis parang dan busur di Kantor Kejati Sultra memakan korban satu (1) orang masyarakat terkena mata busur di kaki kirinya. Insiden tersebut juga membuat sejumlah pegawai Kejati Sultra berhamburan.

Untuk itu, kata Brigjen TNI Ayub Akbar dirinya menyiagakan satu regu personil TNI untuk bersiaga di Kejati Sultra. Penempatan personil TNI intuk mengantisipasi akan kejadian serupa tidak terulang.

“Saru regu untuk antisipasi jangan sampai ada yang brutal, kan kemarin ada yang busur, jangan sampai kejadian lagi,” Ujar Jenderal Bintang Satu itu, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 6 September 2023.

Menurut Ayub Akbar saat ini Kejati Sultra tengah menangani kasus nasional yaitu dugaan korupsi pertambangan di Blok Mandiodo, dimana dalam kasus tersebut telah ada kerugian negara yang nilainya besar. Untuk itu, tidak boleh ada yang mencoba menghalangi, mengganggu konsentrasi jaksa atau menekan para jaksa khususnya penyidik dalam melaksanakan tugasnya.

“Tiap hari kita bantu (berjaga), kita tidak mau jaksa tertekan aksi-aksi preman, ini aset negara, kan kalau negara itu kan kewajiban militer, ” Tegasnya.

Terlepas dari insiden premanisme yang telah terjadi, Ayub Akbar juga mengungkapkan bahwa ditubuh Kejaksaan ada militer didalamnya, semisal di Kejaksaan Agung ada Jampidmil yang menangani kasus militer.

“Ada bagian kita (TNI) disana (Kejaksaan), diaerah juga ada tapi di Makassar per wilayah. Jadi dikejaksaan ada direktur pindana militer. Artinya kita ada perwakilan kita disana,” pungkasnya.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti