Sabtu, Oktober 31, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 148

Komiten Peduli Lingkungan PT Vale Tak Hanya untuk Lingkar Perusahaan

0

KENDARIKINI.COM – Komitmen PT Vale terhadap lingkungan tak hanya untuk daerah dan masyarakat lingkar perusahaan.

Tercatat PT Vale banyak terlibat aktif dalam kegiatan nyata dan kampanye perlindungan terhadap lingkungan.

Berkat kerja-kerja kepedulian terhadap lingkungan PT Vale pun beberapa kali diganjar penghargaan.

Hal tersebut membuktikan bahwa PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) adalah perusahaan pertambangan nikel di Indonesia bisa bersih dan berkelanjutan dengan menerapkan standar Environmental, Social, and Governance (ESG).

PT Vale telah beroperasi selama 57 tahun dan mengedepankan prinsip keseimbangan antara manusia, laba perusahaan, dan lingkungan (People, Profit, Planet) dalam setiap operasinya.*

Warga Tunggala Baito Kendari Kaget Tanahnya Diduga Diserobot

0

KENDARIKINI.COM – Kasus dugaan penyerobotan tanah kembali mencuat di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra). Kali ini terjadi di lorong Tunggala Dalam (Baito), kelurahan Wuawua, Kecamatan Wuawua Kota Kendari, Senin 20 Agustus 2025.

Ada sebanyak 8 rumah mendapati tanah miliknya tiba-tiba telah beralih kepemilikan menjadi atas nama orang lain, bahkan telah bersertifikat resmi.

Warga Tunggal Erik Lerihardika mengaku, bahwa tanah tersebut dibeli oleh orang tuanya pada Tahun 2013 kepada bapak Suharto. Kemudian heran tiba-tiba tanah tersebut di serobot oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Bahkan anehnya tanah tersebut telah bersertifikat.

“Tanah itu sudah jelas kami beli, ada saksi, tapi tiba-tiba sekarang sudah jadi sertifikat atas nama orang lain. Kami sangat terkejut,” ujar Erik mewakili warga lainnya.

Bahkan sempat melakukan pertemuan antara warga dan pihak penyerobot di Kantor Lurah Wuawua untuk mempertanyakan sertifikat tanah yang baru di keluarkan oleh BPN. Tetapi pihak penyerobot enggan memberikan bukti dan justru melaporkan hal ini ke Polda.

“Ini aneh sekali. Kami beberapa waktu lalu melakukan pertemuan dan mempertanyakan apa dasar tanah kita di sertifikatkan. Tetapi pihak penyerobot enggan memberikan jawaban. Dan malah laporkan kita ke Polda. Atas dasar hukum apa mereka laporkan kita?, ” ungkapnya

Merasa dirugikan, warga tersebut tak tinggal diam dan kini tengah berkonsultasi dengan penasihat hukum dan menyiapkan langkah hukum atas dugaan penyerobotan tanah tersebut.

“Kami juga sudah bertemu dengan bang Andre Dermawan Ketua LBH HAMI Sultra beberapa waktu lalu. Bagaimana langkah selanjutnya,” jelasnya

Sementara itu warga lainnya Harjun mengatakan, bahwa penyerobotan ini merupakan untuk yang kesekian kalinya. Mereka datang mengklaim bahwa tanah tersebut merupakan tanah milik orang tua mereka.

“Ini udah berapa kali ada yang mengaku. Sempat tahun lalu kami juga di laporkan ke Polres dengan orang yang berbeda tapi mereka kalah karena tidak bisa membuktikan atas dasar tanah mereka. Dan kali ini yang mengklaim inisial ibu JU. Tiba-tiba mengklaim tanah kami. Dia sudah punya sertifikat,” jelas dia.

Dia juga mempunyai bukti yang sangat kuat atas tanah tersebut, yang dimana dia mempunyai alas hak, bukti pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan bukti lainnya.

“Kami punya bukti PPB, bukti alas hak dan asal muasal tanah yang bapak saya beli dari pak Gawu,” pungkasnya.*

Sekda Konut: Tidak Ada Tanah Ulayat, Semua Mengacu pada Regulasi Pemerintah

0

KENDARIKINI.COM – Sekertaris Daerah (Sekda) sebut tidak ada tanah ulayat di Konawe utara Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sebelumnya Puluhan massa yang tergabung dalam Perkumpulan Masyarakat Tolaki (PMT) menggelar aksi di depan kantor DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (25/9/2025). Mereka menuntut sikap tegas lembaga legislatif terhadap dugaan perampasan lahan ulayat masyarakat adat oleh perusahaan tambang, khususnya PT Tambang Matarape Sejahtera (TMS).

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Utara, Dr. Safruddin, menegaskan bahwa tidak ada lahan yang secara administratif tercatat sebagai tanah adat di wilayah Konawe Utara.

“Dalam satu penempatan komunitas di Morobundu, tidak disebutkan bahwa itu adalah komunitas adat terakhir, tetapi komunitas adat terpencil. Konawe Utara itu heterogen, ada berbagai kelompok masyarakat,” jelas Safruddin usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Sultra.

Menurutnya, pemberian ruang penempatan bagi masyarakat tersebut telah diatur dan mendapat rekomendasi resmi dari pemerintah daerah.

“Rekomendasi itu dikeluarkan pada 21 Oktober 2023 atas usulan yang diajukan pada 20 Oktober 2023, dengan jumlah sekitar 100 kepala keluarga dan luas lahan 210 hektare,” terangnya.

Safruddin menegaskan bahwa proses pengakuan terhadap tanah adat bukan kewenangan pemerintah daerah, melainkan pemerintah pusat.

“Kalau bicara pengakuan tanah adat, itu belum dibicarakan di lembaga adat. Mekanismenya harus dibawa ke musyawarah adat. Setelah itu baru ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah melalui regulasi, tapi tetap mengacu pada aturan yang lebih tinggi di atasnya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak keliru dalam memahami status lahan. Kesalahan administrasi dalam pengakuan atau penguasaan tanah dapat berujung pada persoalan hukum.

“Kalau kita salah dalam administrasi, konsekuensinya bisa berhadapan dengan hukum. Karena itu, semua harus hati-hati,” ujarnya.

Safruddin, yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Adat Kabupaten Konawe Utara, menambahkan bahwa seluruh persoalan yang berkaitan dengan klaim lahan adat akan dibahas melalui musyawarah adat kabupaten sebelum dibawa ke ranah pemerintah.*

DPRD Kota Kendari Gelar RDP Terkait Penertiban Pedagang di Asrama Dayung

0

KENDARIKINI.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Senin, 20 Oktober 2025, guna menindaklanjuti aduan dari organisasi Gerakan Pembangunan Kota (Gerbang Kota) terkait aktivitas perdagangan di sepanjang kawasan asrama dayung, Jalan Punggaloba, Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dalam RDP tersebut, Dewan Pembina Gerbang Kota, La Ode Bahar, menyatakan bahwa keberadaan para pedagang di kawasan tersebut telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Kendari Nomor 10 Tahun 2014.

“Saya pikir Perda itu lahir pada tahun 2014 sudah sebelah tahun. Tentu kami juga meminta sebagai masyarakat penjual disana mungkin perlu adanya review dan dikroscek kembali apakah masih relevan,” katanya.

Tak hanya menyoroti pelanggaran di kawasan asrama dayung, Bahar juga mendorong agar penertiban dilakukan secara merata di seluruh titik yang disinyalir melanggar aturan serupa.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Kota Kendari, La Ode Abdul Manas Salihin, membenarkan bahwa aktivitas perdagangan di lokasi tersebut memang bertentangan dengan Perda yang berlaku.

Namun demikian, menurutnya, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran telah memberikan kebijakan khusus yang mengizinkan aktivitas jual beli di kawasan tersebut pada jam tertentu.

“Kalau di Perda memang tidak boleh. Tapi oleh pimpinan dalam hal ini Wali Kota diberikan kebijakan, silahkan berjualan disitu tapi mulai dari jam 4 sore sampai 5 subuh,” ujarnya

Ia menambahkan bahwa para pedagang juga diwajibkan menjaga kondusivitas dan kebersihan lingkungan demi mendukung kelestarian wajah kota.

Ketua Komisi I DPRD Kota Kendari, Zulham Damu, yang memimpin RDP menyimpulkan bahwa Satpol PP Kota Kendari memiliki tanggung jawab untuk melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada para pedagang.

Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM juga diminta untuk turut membantu para pedagang agar memiliki daya saing. Selain itu, perlu dilakukan pendataan agar keberadaan mereka bisa terakomodasi secara tertib.

Rapat ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan solusi yang adil antara penegakan aturan dan pemberdayaan pelaku usaha kecil, tanpa mengesampingkan keteraturan kota.(Amin)*

Semarak Bulan Bahasa dan Sastra Puluhan Murid Tingkat SD Meriahkan Lomba Mewarnai Sampul Cerita Rakyat

0

KENDARIKINI.COM – Puluhan murid tingkat Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kota Kendari meriahkan kegiatan lomba mewarnai sketsa gambar cerita rakyat dalam semarak Bulan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara 2025 di Mal The Park Kendari, Senin, 20 Oktober 2025.

Dalam kegiatan tersebut terpantau puluhan murid SD/MI dan SLB se-Kota Kendari nampak asik dan serius mewarnai sketsa gambar cerita rakyat di atas kertas putih dengan durasi waktu selama 90 menit.

Menurut Ketua Panitia Kegiatan Muliawati bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Bank Indonesia.

“Ini adalah salah satu rangkaian kegiatan dalam semarak bulan bahasa dan sastra balai bahasa provinsi sulawesi tenggara tahun 2025. Kami panitia dan balai bahasa bekerja sama dengan bank Indonesia untuk kegiatan pertama ini lomba mewarnai. Yang mengikuti ini ada sekolah dasar se-kota Kendari, Madrasah Ibtidaiyah, dan SLB” ungkap Muliawati, saat diwawancarai media pada hari Senin, 20 Oktober 2025 di Mal The Park Kendari.

Muliawati menjelaskan bahwa bagi setiap murid yang berhasil menyelesaikan mewarnai sketsa gambar cerita rakyat tersebut sesuai dengan kategori standar penilaian maka dapat memperoleh hadiah.

Hadiah ini dari bank Indonesia dalam bentuk piala, plakat, dan soffenir sebagai sponsor utama kegiatan ini. Sementara tingkatan kelas murid sebagai peserta lomba dalam kegiatan ini terdiri dari kelas 1 dan kelas 2 SD, MI, dan SLB se-Kota Kendari.

“Jadi sekolah dasarnya peserta itu kelas 1 dan kelas 2, yang SLB pesertanya adalah setingkat dengan kelas 1 dan kelas 2. Jadi mereka itu mewarnai salah satu sampul cerita rakyat yang berjudul rahasia laci nenek,” jelas Muliawati.

Terakhir Muliawati menerangkan bahwa proyek cerita rakyat ini adalah bentuk kolaborasi antara Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Bank Indonesia. Sedangkan sampul uang dalam gambar cerita rakyat itu adalah uang Rp 10.000,.

“Jadi cerita ini adalah proyek kerjasama antara balai bahasa provinsi sulawesi tenggara dengan bank Indonesia. Agar anak-anak lebih mencintai rupiah maka kemudian diadakannya lomba ini bagaimana mereka mengenal mata uang yang ada di negara kita bagian dari literasi keuangan sebenarnya. Yang menjadi sampul cerita itu uang Rp 10.000,” pungkasnya.(Faldi)*

Peringati Satu Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Relawan Barisan 8 Center Bagikan 100 Karung Beras

KENDARIKINI.COM – Dalam rangka memperingati satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Relawan Barisan 8 Center Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan amal di Kota Kendari, Senin, 20 Oktober 2025.

Kegiatan yang berlangsung di depan Universitas Halu Oleo (UHO) tersebut disambut antusias oleh berbagai lapisan masyarakat. Mahasiswa, sopir angkutan kota, ojek online, buruh, hingga ibu rumah tangga turut hadir memadati lokasi kegiatan.

Salah satu yang menarik dalam aksi sosial ini adalah pembagian 100 karung beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) berukuran 5 kilogram secara gratis kepada masyarakat yang hadir.

Ketua Umum Barisan 8 Center Sultra, La Ode Muhammad Isdar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk syukur dan peringatan satu tahun kepemimpinan nasional di bawah Prabowo-Gibran.

“Kegiatan hari ini adalah agenda memperingati satu tahun kepemimpinan Pak Prabowo dan Pak Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Jadi, pas tanggal 20 hari ini, beliau genap satu tahun memimpin,” ujar Isdar.

Lebih lanjut, Isdar menyebutkan bahwa pembagian beras ini merupakan bagian dari kreativitas relawan sebagai bentuk konkret dari implementasi Asta Cita — delapan program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ia pun berharap kegiatan semacam ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan ke depannya.

“Harapanku, dengan momentum kegiatan hari ini, bisa terus dilaksanakan lagi ke depannya,” pungkasnya.(Amin)*

Kecelakaan Maut di Muna, Pengendara Motor Tewas Terlempar ke Selokan

0

KENDARIKINI.COM – Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Minggu, 19 Oktober 2025.

Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah kehilangan kendali dan terjatuh ke selokan di jalan poros Desa Lakapodo, Kecamatan Watopute.

Korban, yang diketahui berinisial LL (53), merupakan warga Desa Nihi, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat.

Ia mengendarai sepeda motor jenis Smash dengan nomor polisi DT 4563 MD saat kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.30 WITA.

Menurut keterangan Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Muna, IPDA Andi Sri Yusuf, kecelakaan bermula ketika korban memasuki tikungan jalan yang diduga licin atau kurang pengamanannya sehingga kehilangan kendali kendaraannya dan terlempar ke selokan di sisi jalan.

Warga sekitar yang melihat kejadian langsung memberikan pertolongan dan membawa LL ke Rumah Sakit Dr. Baharudin Muna. Sayangnya, korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Olehnya itu, Unit Satlantas Polres Muna menyampaikan imbauan kepada seluruh pengendara kendaraan bermotor di wilayahnya untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara.

“Kami mengingatkan agar pengendara selalu berhati-hati, mengurangi kecepatan terutama di tikungan, menggunakan helm, serta melengkapi surat-surat kendaraan demi keselamatan bersama,” katanya, Senin 20 Oktober 2025.

Kecelakaan ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian di jalan, khususnya pada titik-titik rawan kecelakaan.(Amin)*

Seorang Perempuan Jadi Korban Tabrak Lari di Konsel, Pelaku Berhasil Diamankan

0

KENDARIKINI.COM – Seorang perempuan bernama Nadila Salsa Purnamasari menjadi korban tabrak lari di Desa Lalowatu, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan. Kejadian naas ini terjadi pada Sabtu, 18 Oktober 2025, saat korban sedang berjalan kaki dan hendak menyeberang jalan.

Kasat Lantas Polres Konawe Selatan, IPTU Muh. Subhan, menjelaskan bahwa korban ditabrak oleh sepeda motor yang datang dari arah Tinanggea.

Lanjut, kata dia, pengemudi motor tidak diketahui identitasnya saat kejadian dan langsung melarikan diri setelah menabrak korban.

“Akan tetapi pada saat menyeberang jalan, kemudian dari arah jalan Tinanggea bergerak sepeda motor yang tidak diketahui identitasnya dan menabrak pejalan kaki Saudari Nadila Salsa Purnamasari,” jelas IPTU Muh. Subhan pada Minggu, 19 Oktober 2025.

Setelah insiden tersebut, pengendara motor langsung kabur dan meninggalkan korban dalam kondisi terluka di tempat kejadian perkara (TKP).

“Setelah menabrak pejalan kaki tersebut, pengendara sepeda motor yang belum diketahui identitasnya langsung meninggalkan TKP,” lanjutnya.

Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Konawe Selatan segera melakukan penyelidikan intensif. Berkat kerja keras aparat, pelaku akhirnya berhasil diamankan bersama dengan sepeda motor yang digunakannya saat kejadian.

“Sudah diamankan pihak Satlantas Polres Konsel dan hari Senin dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tutupnya.(Amin)*

Penganiayaan di Kolaka, Pria Tikam Teman Sendiri Usai Pesta Miras

0

KENDARIKINI.COM – Kasus penganiayaan kembali mencoreng ketenangan masyarakat di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Seorang pria berinisial AN (39) nekat menikam temannya sendiri usai pesta minuman keras (miras) di Kelurahan Sabilambo, Kecamatan Kolaka, pada Selasa, 30 September 2025, sekitar pukul 19.30 WITA.

Kasi Humas Polres Kolaka, IPTU Dwi Arif, mengungkapkan bahwa peristiwa ini berawal saat pelaku AN diajak oleh korban FR (40) untuk berpesta miras. Namun, suasana yang awalnya akrab berubah menjadi cekcok yang berujung pada perkelahian.

“Kronologi kejadian, saudara AN diajak miras oleh korban FR,” ujar IPTU Dwi Arif saat dikonfirmasi pada Minggu, 19 Oktober 2025.

Perselisihan antara keduanya memuncak setelah terjadi ketersinggungan. Merasa emosi, pelaku AN kemudian meninggalkan lokasi dan menuju Terminal Larumbalangi untuk mengambil sebilah badik.

Setelah mendapatkan senjata tajam, AN kembali mencari korban hingga keduanya kembali terlibat perkelahian yang lebih sengit.

Dalam insiden tersebut, FR mengalami luka tusuk di bagian perut dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG) Kolaka untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasus ini langsung dilaporkan ke pihak kepolisian dan ditindaklanjuti oleh jajaran Polres Kolaka. Pelaku akhirnya berhasil diamankan pada Jumat, 17 Oktober 2025.

“Saudara AN, dari keterangan awalnya, mengakui telah melakukan tindak pidana penganiayaan,” tutur IPTU Dwi Arif.

Hingga kini, pelaku masih menjalani proses hukum lebih lanjut di Mapolres Kolaka. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi miras berlebihan yang kerap memicu tindak kriminalitas.(Amin)*

Polresta Kendari Tangguhkan Penahanan Tersangka Oknum Dosen yang Aniaya Mahasiswa UMKendari

0

KENDARIKINI.COM – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari dikabarkan menangguhkan penahanan oknum dosen berinsial (MA) terkait kasus penganiayaan mahasiswa jurusan Teknik Lingkungan berinsial (A) yang terjadi di halaman Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, pada hari Rabu, 17 September 2025.

Kabar penangguhan penahanan ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Willianto Malau, bahwa penangguhan penahanan MA sudah sesuai syarat-syarat wajib lapor.

“Iya, kemarin ada permohonan dan kita cek rekam medisnya. Jadi daripada kenapa-kenapa dan sifatnya juga kooperatif oknum tersangka tersebut kita tangguhkan proses perkara,” ungkap Willianto, saat dikonfirmasi media ini melalui via pesan dan telepon WhatsApp pada hari Minggu, 19 Oktober 2025.

Lebih lanjut Willianto, menjelaskan bahwa walau demikian kasus tersangka oknum dosen tersebut terus diproses.

“Terus tetap berjalan untuk proses perkaranya,” jelasnya.

Sebelumnya, diberitakan peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di halaman kampus UM Kendari pada hari Rabu, 17 September 2025 berdasarkan rekaman isi video yang beredar luas di media sosial.

Dalam isi video tersebut oknum dosen berinsial (MA) menganiaya mahasiswa berinsial (A), karena menggunakan pakaian jurusan Teknik Arsitektur, sementara mahasiswa tersebut diktahui tercatat jurusan Teknik Lingkungan di UM Kendari.

Atas perbuatannya, MA terancam pasal 351 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan hukuman pidana kurungan penjara maksimal 2 tahun 8 bulan.(Faldi)*

Mahasiswa KKN Tematik UHO Dampingi Warga Matabubu Buat QRIS

KENDARIKINI.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan pendampingan pembuatan QRIS bagi pelaku usaha kecil di Kelurahan Matabubu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, pada 29 September – 10 Oktober 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Pengelolaan Risiko Pendapatan Keluarga melalui Transformasi Ekonomi Ibu Rumah Tangga” yang bertujuan mendorong digitalisasi usaha mikro dan memperluas akses transaksi melalui teknologi.

Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Marni Mulyani, Dandi Cahyadi, dam Rizhah Nurhasanah di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Weka Gusmiarty Abdullah, S.P., M.P.

Mahasiswa turun langsung ke lapangan – mendatangi setiap pelaku usaha untuk mendampingi proses pembuatan QRIS, terutama bagi pemilik warung dan pelaku UMKM di sekitar kelurahan.

Pendampingan dilakukan secara individual, mulai dari proses pembuatan QRIS menggunakan rekening bank pribadi hingga sosialisasi manfaat transaksi digital yang aman dan praktis.

“Beberapa kendala masih ditemui, seperti pedagang yang belum memiliki rekening bank atau merasa penggunaan QRIS sulit. Namun, kami terus memberikan edukasi agar masyarakat memahami keunggulan transaksi digital, khususnya dari sisi keamanan dan kemudahan,” ujar Marni Mulyani, salah satu mahasiswa peserta KKN.

Kegiatan pendampingan pembuatan QRIS ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa UHO dalam mendukung transformasi ekonomi masyarakat di era digital. Program ini berlangsung selama pelaksanaan KKN Tematik LPPM UHO dari 15 September hingga 15 Oktober 2025, di mana mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu dari perkuliahan, tetapi juga membantu memperkuat dunia usaha mikro melalui teknologi.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dan arahan dari Tim akademik yang dipimpin oleh Dr. Weka Gusmiarty Abdullah, S.P., M.P., Dengan Anggota Yang Terdiri Atas Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P., Dr. Putu Arimbawa S.P., M.Si., Dr. Mursalim, S.Pd., M.Pd., M.Inf.Tech., Rizal Adi Saputra, S.T., M.Kom., Dan Edi Syah Mihrad, S.P., M.P.

Kehadiran para dosen pembimbing dan tim akademik tersebut menjadi bukti nyata komitmen Universitas Halu Oleo dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat untuk mencetak generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan berperan aktif dalam pembangunan ekonomi daerah.*

Begini Penjelasan Dirut Perumda Pasar Kendari Soal Banjir di Pasar Baruga

0

KENDARIKINI.COM – Beberapa hari kemarin wilayah Kota Kendari diguyur air hujan, sehingga menyebabkan air hujan masuk membanjiri Pasar Baruga Kota Kendari pada hari Kamis, 14 Oktober 2025 kemarin.

Kondisi Banjir tersebut membuat para pedagang di pasar Baruga Kota Kendari menghadapi kesulitan dalam mengamankan barang-barang jualannya.

Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Kendari, Asnar, mengungkapkan bahwa kondisi di pasar Baruga Kota Kendari itu bukan banjir.

“Bukan banjir tapi volume hujan yang keras kemarin pas selesai hujan lewatmi juga airnya,” ungkap Asnar, saat dikonfirmasi media ini pada hari Minggu, 19 Oktober 2025.

Pada sisi lain menurut pengakuan pedagang setempat Sahrul (35) kondisi pasar Baruga Kota Kendari yang tergenang air hujan kemarin, akibat sementara pengerjaan drenaise.

“Sementara penggalian drainase, jika itu sudah selesai, mungkin tidak akan terjadi banjir lagi,” akuinya.

Menanggapi pengakuan tersebut, Asnar, menjelaskan bahwa tidak ada pembangunan drenaise dari pihak Perumda Pasar Kota Kendari, kecuali yang membangun adalah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kendari.

“Tidak ada drenaise yang dibangun sekarang kecuali kalau ada dari PU tapi dari perumda tidak ada pembangunan,” jelasnya.

Asnar pun mengiatkan kepada para pedagang untuk ke depannya selalu menjaga kebersihan saluran air got.

“Kebersihan got dijaga dan berharap ada pembuangan air yang besar disekitar pasar,” ujarnya.

Walau demikian Dirut Perumda Pasar Kota Kendari, Asnar, tetap mengakui bahwa sempat banjir di wilayah Baruga Kota Kendari, yakni di Jalan Brigjend Katamso, Perumahan Raksa Baruga, Kota Kendari tepatnya di Rukun Warga (RW) 7.

“Yang sempat banjir di baruga raksa dewa rw 7,” akuinya.(Faldi)*

Saleh Apresiasi Suksesnya Penyelenggaraan STQH Nasional XXVIII di Sultra

0

KENDARIKINI.COM – Perhelatan Seleksi Tilawati Qur’an dan Musabaqah Al Hadits (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 yang berlangsung selama kurang lebih sepuluh hari di Kota Kendari, telah resmi ditutup, Sabtu malam (18/10/2025). Semarak penutupan STQH Nasional ini, menandai suksesnya penyelenggaraan STQH Nasional di Bumi Anoa.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Muhamad Saleh yang hadir diacara penutupan STQH tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi dan terimakasihnya atas kesuksesan pelaksanaan STQH Nasional XXVIII.

Menurut Saleh, keseluruhan rangkaian pelaksanaan STQH ini mulai dari tahap persiapan, perlombaan hingga penutupan berlangsung tertib dan aman. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan penuh makna.

“Alhamdulillah, terimakasih kepada pemerintah dalam hal ini Menteri Agama, yang telah menjadikan Sultra sebagai tuan rumah, kepada Gubernur Sultra dan jajaran, serta seluruh panitia yang membantu suksesnya penyelenggaraan STQH Nasional ini,” ungkap Saleh.

Saleh juga menyebut, kehadiran STQH Nasional di Sulawesi Tenggara, tak hanya membawa dampak spiritual bagi daerah, namun juga keberkahan tersendiri khususnya bagi masyarakat Kota Kendari.

“Terimakasih juga atau kehadiran seluruh kafilah dari seluruh Provinsi se Indonesia yang telah berpartisipasi memeriahkan seluruh rangkaian STQHN di Kota Kendari. Alhamdulillah STQH Nasional XXVIII ini tak hanya sukses dalam penyelenggaraan, namun juga sukses prestasi,” tandas Saleh.

Penutupan ditandai dengan menyentuh layar monitor secara bersama-sama oleh Gubernur dan Wagub Sultra, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI serta Direktur Penais, juga penurunan bendera STQH Nasioal ke-28 oleh Pasukan Paskibraka yang diiringi Hymne MTQ.

Selain diisi dengan pengumuman juara masing-masing cabang lomba dan penyerahan hadiah serta piala tetap bagi Kafilah Kalimantan Timur yang keluar sebagai juara Umum STQH Nasional XXVIII, penutupan juga dimeriahkan dengan kehadiran Grup Band Ungu yang menghibur seluruh tamu undangan dan masyarakat Kota Kendari yang hadir di arena penutupan.*

Sultra Tempati Peringkat Sembilan STQH XXVIII

0

KENDARIKINI.COM – Setelah kurang lebih sepuluh hari digelar, perhelatan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Al-Hadits (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 yang berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara, resmi ditutup oleh Menteri Agama diwakili Dirjen Bimas Islam, H. Abu Rokhmad pada Sabtu malam (18/10/2025) di Panggung Utama STQHN Tugu Religi Sultra.

Ajang bergengsi tingkat nasional yang diikuti 1.027 peserta dari seluruh Provinsi se-Indonesia ini menjadi momentum berharga bagi seluruh kafilah, termasuk Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berhasil menorehkan prestasi peringkat ke 9 nasional.

Dalam pengumuman hasil kejuaraan oleh panitia pelaksana, 10 besar peringkat nasional STQH XXVIII adalah sebagai berikut:

1. Kalimantan Timur
2. DKI Jakarta
3. Sumatera Selatan
4. Riau
5. Jawa Barat
6. Jawa Timur
7. Kalimantan Selatan dan Sumatera Utara
8. Kepulauan Riau
9. Sulawesi Tenggara
10. Nusa Tenggara Barat

Kafilah Sulawesi Tenggara memperoleh total nilai 49 poin, hasil dari kontribusi peserta yang berhasil menembus babak final dan meraih juara yakni :

1. Muh. Ammar Al Gazali (Tilawah Anak-anak Putera) – Juara II
2. Muh. Rifaldi Almunawar Syamsu (Tahfiz 10 Juz dan Tilawah Putera) – Juara II
3. As Syifa Insani Kamila (Tahfiz 20 Juz dan Tilawah Puteri) – Juara II

Selain itu, dua peserta lainnya turut menambahkan poin nilai melalui prestasi di kategori juara harapan, yaitu:

1. Muh. Hijir Ismail (Tahfiz 20 juz dan Tilawah Putera) – Harapan III
2. Muh. Fawwaz Ridhotullah (Hafalan 500 Hadits Tanpa Sanad Putera) – Harapan I

Menanggapi capaian yang diraih kafilah Sultra, Kakanwil Kementerian Agama Prov. Sulawesi Tenggara, H. Muhamad Saleh, menyampaikan apresiasi, rasa syukur dan bangga atas capaian kafilah Sultra yang sudah tampil maksimal dan luar biasa.

Menurutnya, peringkat 10 besar ini baru pertamakali diraih Sulawesi Tenggara sepanjang perhelatan MTQ dan STQH Nasional.

“Alhamdulillah, kita bersyukur atas hasil yang diraih Kafilah Sulawesi Tenggara yang sudah tampil maksimal dan berhasil membawa Sulawesi Tenggara menempati posisi ke-9 Nasional. Ini baru pertamakalinya Sultra masuk 10 besar, dan tentu saja ini tidak terlepas dari kerja keras, doa, dan dedikasi seluruh peserta, pelatih, serta tim pendamping,” ujar Saleh disela-sela penutupan.

Ia juga mengapresiasi tinggi kepada seluruh peserta dan official yang telah berjuang dengan penuh semangat serta menjunjung tinggi sportivitas selama pelaksanaan STQH.

Saleh mengatakan, apa yang sudah diraih ini, dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan diri dan memperkuat pembinaan di berbagai cabang lomba, terutama dalam mempersiapkan diri menuju ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ditahun-tahun yang akan datang.

Ia berharap semangat ini terus dijaga, dan generasi muda Qur’ani di Sultra bisa semakin bertumbuh dan berprestasi serta mampu menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.*

STQH Nasional XXVIII di Sultra Sukses Digelar

0

KENDARIKINI.COM – Menteri Agama RI diwakili Dirjen Bimas Islam, H. Abu Rokhmad, secara resmi menutup gelaran Seleksi Tilawatil Qur’an dan Al Hadits (STQH) Tingkat Nasional XXVIII di Kota Kendari Prov. Sultra, Sabtu malam (18/10/2025) di Arena utama STQH Tugu Religi Kota Kendari.

Hadir Gubernur Sultra Mayjend TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Wagub Sultra, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, Ketua DPRD Sultra, Kakanwil Kemenag Prov. Sultra, H. Muhamad Saleh, Walikota dan Bupati se Sultra, Forkopimda Sultra, Kakanwil Kemenag Provinsi se Indonesia, Pimpinan Instansi Vertikal Sultra, Pimpinan Tinggi Pratama Sultra, Pengurus LPTQ Nasional serta para Pendamping dan Kafilah STQH Tingkat Nasional XXVIII se Indonesia.

“Selamat untuk seluruh kafilah Provinsi se-Indonesia yang hari ini sudah hadir dalam gelaran STQH Nasional yang ke-28, terkhusus bagi kafilah yang mendapatkan juara,” ungkap Abu Rokhmad mengawali sambutannya.

Mewakili Menteri Agama RI, Abu Rokhmad mengucapkan apresiasi yang sangat tinggi kepada Gubernur beserta seluruh jajaran dan semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan perhelatan akbar tersebut.

“Kami menjadi saksi bahwa penyelenggaraan STQH Nasional yang ke-28 di Kota Kendari ini sungguh luar biasa, yang terbaik,” puji Abu Rokhmad.

Ia berpesan, Syiar Al-Qur’an dan hadits semoga tidak hanya diadakan pada momentum Musabaqah seperti ini, namun setiap hari dan setiap saat. Karena itu, dirinya mengajak seluruh yang hadir untuk terus membaca Al-Qur’an, mengamalkan dan menghayati isinya, termasuk juga mengamalkan isi ajaran-ajaran yang ada di dalam hadits.

“Ini momentum yang sangat penting, yang sangat berkesan bagi kami di Kota Kendari. Semoga spirit Al-Qur’an tetap kami tinggalkan bersama-sama di Kota Kendari,” pungkasnya.

Penutupan ditandai dengan menyentuh layar monitor secara bersama-sama oleh Gubernur dan Wagub Sultra, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI serta Direktur Penais, juga penurunan bendera STQH Nasioal ke-28 oleh Pasukan Paskibraka yang diiringi Hymne MTQ.

Sebelumnya, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka mengaku bersyukur dan bangga karena Kota Kendari bisa menjadi tempat dimana ayat-ayat suci Al-Quran dan hadits bergema di setiap penjuru Kota Kendari dalam semangat keagamaan, berpadu dengan semangat kebangsaan dalam sebuah ajang STQH Nasional.

“STQH Nasional bukan hanya ajang untuk menyeleksi yang terbaik dalam membaca, menghafalkan, menafsirkan atau memahami Al-Quran dan hadits, tetapi juga merupakan manifestasi syariat Islam yang menebar keindahan, kedamaian dan kasih sayang,” ungkapnya.

Meski STQH Nasional usai digelar, Gubernur berharap semangat dan nilai-nilainya tidak berhenti sampai disitu. Ia mengajak setiap yang hadir untuk tetap menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an dan Hadits dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Semoga STQH dapat terus melahirkan generasi yang Qur’ani, berakhlak mulia, mencintai kedamaian dan peduli terhadap lingkungan. Mengamalkan Al-Qur’an, menjadikannya rahmat bagi keluarga, masyarakat, daerah dan bangsa yang kita cintai,” tandasnya.*

Dubes Venezuela dan Ketum JMSI Bertemu, Ajak Media Tak Terjebak Propaganda

0

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Venezuela menegaskan komitmennya untuk terus menjaga perdamaian dunia dan menolak segala bentuk intervensi asing yang mengancam kedaulatan negara. Pesan tersebut disampaikan Duta Besar Republik Bolivarian Venezuela untuk Indonesia, Enrique Antonio Acuña Mendoza, saat menerima Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa di Jakarta, Kamis (16/10).

Dalam pertemuan itu, Dubes Acuña menegaskan pentingnya solidaritas global dan peran media dalam menyuarakan kebenaran di tengah derasnya arus disinformasi internasional. Ia menyebut bahwa banyak narasi tentang Venezuela dibangun berdasarkan informasi yang tidak akurat dan bertujuan melemahkan pemerintahan sah di Caracas.

“Venezuela adalah bangsa cinta damai yang terus berjuang mempertahankan kedaulatan dan harga diri nasional,” ujar Acuña. Ia menambahkan, pihaknya menghormati semua negara, namun menolak segala bentuk tekanan politik maupun ekonomi yang bertentangan dengan prinsip hukum internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap langkah Amerika Serikat yang mengakui operasi rahasia CIA di wilayah Venezuela. Caracas menilai tindakan itu sebagai ancaman terhadap stabilitas kawasan Karibia dan bentuk pelanggaran atas Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dubes Acuña juga menyinggung pidato perwakilan tetap Venezuela untuk PBB, Samuel Moncada, dalam sidang Dewan Keamanan PBB di New York pada 10 Oktober 2025. Moncada saat itu memperingatkan dunia tentang meningkatnya eskalasi militer Amerika Serikat di Karibia dan menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari strategi yang dapat memicu konflik bersenjata baru.

Dalam dokumen resmi yang disampaikan ke PBB, Venezuela menilai kebijakan militer dan sanksi ekonomi sepihak sebagai bentuk agresi non-konvensional. Negara itu mengaku telah menghadapi lebih dari seribu tindakan koersif yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, namun tetap mampu mempertahankan stabilitas ekonomi dan politik nasional.

Di hadapan Dubes Acuña, Teguh Santosa menyampaikan pandangan bahwa media memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga perdamaian dan tidak terjebak dalam propaganda geopolitik. Ia menegaskan, media harus berpihak pada nilai kemanusiaan dan demokrasi, bukan pada kepentingan kekuatan global tertentu.

“Media harus berani berdiri di sisi kebenaran dan tidak ikut memperpanjang konflik. Tugas utama jurnalis adalah menyerukan perdamaian dan membela kemanusiaan,” ujar Teguh.

Teguh hadir didampingi Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga JMSI, Wayan Sudane, yang menekankan pentingnya memperkuat kerja sama informasi antara lembaga media dan perwakilan diplomatik. Menurutnya, upaya membangun ekosistem media yang sehat dan bebas disinformasi merupakan bagian dari kontribusi nyata bagi perdamaian dunia.

Pertemuan antara JMSI dan Kedutaan Besar Venezuela berlangsung hangat dan terbuka. Kedua pihak sepakat menjalin kerja sama dalam bidang informasi, budaya, dan komunikasi publik. Dubes Acuña menilai, jurnalisme yang berimbang menjadi kunci untuk memperkuat saling pengertian di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik internasional.

“Perdamaian tidak bisa dibangun di atas kebohongan. Karena itu, kami mengajak media di seluruh dunia untuk melihat Venezuela secara objektif dan mendengar langsung dari sumbernya,” ujar Dubes Acuña menutup pertemuan.*

Jalan Inner Ring Road di Kendari Jadi Tempat Balap Mobil Liar

0

KENDARIKINI.COM – Di tengah kegelapan ‘Jalan Inner Ring Road yang melewati beberapa jalan penting di Kota Kendari, termasuk yang menghubungkan Jalan Kali Kadia, Jalan Z.A Sugiarto, dan Jalan H.E.A Mokodompit, kini nampak jadi tempat balapan liar penngguna mobil, Minggu, 19 Oktober 2025.

Pantauan Jurnalis Kendarikini.com sekitar pukul 04.00 WITA sejumlah anak muda terdiri dari laki-laki dan perempuan nampak masih asik baku aduh kecepatan mobil di tengah kegelapan ‘Jalan Inner Ring Road’ yang berada di tengah Kota Kendari.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian dan tindakan serius bagi aparat penegak hukum dan dinas perhubungan kota Kendari, karena melihat kondisi jalan yang belum diterangi dengan lampu penerangan jalan.

Apalagi kondisi balapan liar seperti ini dapat mencelakakan penggunaan pengendara ruda dua dan roda empat.(Faldi)*

Kemenag RI Kembali Raih Penghargaan, Kali Ini dari KIP

0

KENDARIKINI.COM – – Kementerian Agama meraih penghargaan Badan Publik Terfavorit dari Komisi Informasi Pusat (KIP) Republik Indonesia dalam ajang Information Transparency Award 2025. Penghargaan ini diumumkan pada closing ceremony Pameran Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2025 yang digelar di Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Information Transparency Award merupakan agenda tahunan Komisi Informasi Pusat sebagai bagian dari rangkaian Pameran Keterbukaan Informasi Publik. Kegiatan ini menjadi ruang bagi badan publik untuk menampilkan inovasi, strategi komunikasi, serta komitmen dalam menyajikan informasi yang mudah diakses oleh masyarakat. Tahun ini, penghargaan dibagi ke dalam lima kategori, yaitu Booth Terinformatif, Penyedia Informasi Terbaik, Strategi Komunikasi Terbaik, Badan Publik Terinovatif, dan Badan Publik Terfavorit.

Kementerian Agama menjadi salah satu instansi yang berhasil menarik perhatian publik melalui inovasi dan strategi komunikasinya yang dinilai informatif, interaktif, dan mudah diakses. Selain Kementerian Agama, sejumlah badan publik lain yang turut menerima penghargaan antara lain Kementerian Komunikasi dan Digital (Juara 1) serta Kementerian PANRB (Juara 2) pada kategori yang sama.

Apresiasi untuk Semangat Keterbukaan

Komisioner KIP sekaligus Ketua Dewan Juri, Rospita Vici Paulyn, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang penghargaan, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi dan semangat transparansi antar badan publik di Indonesia.

“Keterbukaan informasi bukan hanya menjalankan regulasi, tetapi juga cara efektif membangun kepercayaan publik. Melalui kegiatan ini, kami melihat banyak inovasi komunikasi yang inspiratif,” ujarnya.

Menurutnya, proses penilaian dilakukan secara objektif dan independen, dengan mempertimbangkan substansi informasi, kejelasan pesan, dan strategi komunikasi publik yang digunakan oleh setiap peserta.

Kemenag Terus Perkuat Layanan Informasi Publik

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar, mengapresiasi penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan atas komitmen Kemenag dalam memperkuat keterbukaan dan akuntabilitas publik.

“Kami berterima kasih atas apresiasi dari Komisi Informasi Pusat. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh tim humas dan unit layanan informasi di lingkungan Kementerian Agama yang terus berupaya menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan ramah publik,” ungkap Thobib.

Ia menegaskan bahwa Kemenag akan terus berinovasi dalam mengembangkan sistem komunikasi publik yang partisipatif, transparan, dan berbasis data.

“Transparansi informasi adalah bagian dari nilai integritas yang kami pegang dalam melayani umat. Ke depan, kami akan terus memperkuat peran humas pemerintah dalam membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka dan akuntabel,” pungkasnya.*

Upaya Kanwil Kemenag Sultra Cegah Pernikahan Anak

0

KENDARIKINI.COM – Kakanwil Kemenag Prov. Sultra, H. Muhamad Saleh hadir memberikan sambutan pada kegiatan Talkshow Cegah Kawin Anak dan Gas (Gerakan Sadar) Pencatatan Nikah yang diselenggarakan Subdit Keluarga Sakinah Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kemenag RI dengan menghadirkan narasumber, Alissa Wahid dan Habib Ja’far Al-Hadar, di Booth Keluarga Sakinah arena utama STQH Nasional XXVIII Tugu Persatuan Kota Kendari. Kamis, 16/10/2025.

Hadir, Kasubdit Bina Keluarga Sakinah Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, H. Zudi Rahmanto, Instruktur Bimwin Nasional, Sugeng Widodo (Paman Dodo) bersama tim, Tokoh Agama, Kepala Madrasah se Kota Kendari serta Siswa Siswi Madrasah Aliyah dan masyarakat Kota Kendari.

Muhamad Saleh dalam sambutannya menyampaikan, Talkshow “Cegah Kawin Anak dan GAS Pencatatan Nikah” adalah sebuah langkah konkret dan strategis dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pernikahan yang tercatat secara sah dan legal, serta pencegahan praktik perkawinan usia anak yang kadang terjadi di tengah masyarakat.

“Isu kawin anak merupakan tantangan besar yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga kesejahteraan sosial,” tegas Saleh.

Karenanya, lanjut Saleh, Kementerian Agama melalui berbagai program dan kebijakan, termasuk pelaksanaan GAS Pencatatan Nikah, terus mendorong percepatan layanan pencatatan pernikahan agar setiap pernikahan dapat tercatat secara resmi, memberikan perlindungan hukum bagi perempuan dan anak, serta mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

“Talkshow ini menjadi wadah penting untuk berbagi informasi, perspektif, dan praktik baik dari berbagai pihak,” sebutnya.

Ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias, serta menjadikannya sebagai momentum memperkuat sinergi lintas sektor dalam menekan angka perkawinan anak dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencatatan nikah.

“Terima kasih dan apresiasi kepada panitia penyelenggara, para narasumber, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi titik tolak perubahan positif bagi masyarakat Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.*

Masyarakat Kendari Keluhkan Tiada Lampu Penerangan di Jalan Sapati

0

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) dikabarkan gencar memprogram proyek penerangan jalan pada beberapa titik wilayah jalan di Kota Kendar, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu, 19 Oktober 2025.

Seperti program proyek peneranan jalan “Jalan Inner Ring Road” yang melewati beberapa jalan penting di Kota Kendari, termasuk yang menghubungkan Jalan Kali Kadia, Jalan Z.A Sugiarto, dan Jalan H.E.A Mokodompit.

Di mana proyek tersebut menargetkan pemasangan 130 titik lampu dengan anggaran sekitar Rp 4 miliar.

Namun dibalik program proyek penerangan jalan tersebut terdapat kondisi Jalan Sapati, Pasar Panjang, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang hingga kini jika datang malam hari di selimuti kegelapan, karena tiada lampu penerangan jalan.

Padahal Jalan Sapati ini merupakan salah satu jalan yang berada dalam wilayah Kota Kendari yang perlu menjadi perhatian serius bagi Pemda Kota Kendari.

Salah seorang warga setempat berinsial (A) mengungkapkan bahwa kondisi jalan Sapati ini sangat membahayakan sekali bagi pengguna kendaraan roda dua dan roda empat.

Alasannya karena sering terjadi kecelakaan pada malam hari.

“Ini sangat membahayakan sekali bagi pengguna jalan sebenarnya, sering terjadi kecelakaan juga pada malam hari,” ungkap warga setempat berinsial (A) saat diwawancarai media pada hari Minggu, 19 Oktober 2025 malam.

Hal ini senada juga dijalaskan warga setempat berinsial (B) menjabahwa kondisi jalan yang gelap diperlukan pemasangan tanda peringatan pembelokan jalur pemotong trotoar jalan.

“Kondisi jalan yang gelap begini sangat-sangat membahayakan, karena pandangan sangat terbatas juga, terus di jalan Sapati ini kita lihat sekitaran yang mau ketungggala itu di situ sangat gelap, terus ada pemotongan jalur trotoar begini harusnya ada namanya peringatan,” jelas warga setempat berinsial (B) saat diwawancarai media ini pada hari Minggu, 19 Oktober 2025 malam.

Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang lebih parah, maka masyarakat pun berharap Pemda Kota Kendari dapat merealisasikan beberapa titik lampu penerangan jalan di Jalan Sapati, Pasar Panjang, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari.(Faldi)*

Polsek Ranomeeto Raih Penghargaan di Ajang Kompolnas Award

0

KENDARIKINI.COM — Polsek Ranomeeto, jajaran Polresta Kendari, Polda Sultra berhasil meraih penghargaan sebagai Nominator 5 Besar Terbaik tingkat Polsek B Gakkum dalam ajang bergengsi Kompolnas Award Tahun 2025. Penganugerahan penghargaan tersebut digelar pada Kamis, 16 Oktober 2025, bertempat di Hotel Merlyn Park, Jakarta Pusat.

Kegiatan diawali dengan sesi gladi rangkaian acara pada pukul 15.00 WIB yang diikuti oleh seluruh nominator dari berbagai satuan kerja Polri. Acara resmi dimulai pukul 19.00 WIB dengan pembukaan oleh penanggung jawab kegiatan, dilanjutkan sambutan dari Kapolri dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) selaku Ketua Kompolnas.

Dalam ajang tersebut, Kompolnas memberikan penghargaan kepada para nominator terbaik dari berbagai kategori, meliputi kelompok Polda, Polres, dan Polsek (kategori Gakkum A dan B, Harkamtibmas A dan B), serta kelompok Mabes Polri (kategori Pembinaan dan Operasional). Selain piagam penghargaan, pemenang terbaik 1 di tiap kategori juga menerima piala kehormatan dari Kompolnas.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Menko Polhukam, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kapolri, Wakapolri, Pejabat Utama Mabes Polri, serta seluruh nominator dari tingkat Mabes, Polda, Polres, dan Polsek.

Prestasi yang diraih Polsek Ranomeeto ini menjadi bukti dedikasi dan komitmen personel dalam mewujudkan pelayanan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berintegritas di wilayah hukum Polresta Kendari dibawah Komando Kapolresta Kendari Kombes Pol. Edwin Louis Sengka, S.I.K., M.Si.*

Andi Malarangeng: Segera Bahas Revisi UU Pemilu dengan Perbaikan-perbaikan

KENDARIKINI.COM – Sebagai konsekwensi dari putusan MK nomor 135 yang memisahkan pemilu nasional dan lokal DPR RI sebaiknya segera membahas revisi UU nomor 7 tahun 2017 pada tahun 2026.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat Dr. Andi Alfian Mallarangeng dalam diskusi publik bertajuk subtansi pokok revisi UU nomor 7 tahun 2017 yang dilaksanakan oleh DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Tenggara disalah satu hotel di Kota Kendari kemarin Rabu 15 Oktober 2025.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari DPR RI revisi UU dimaksud sudah masuk dalam prolegnas tahun anggaran 2026. “Ini harus Kita dorong, awasi dan beri masukkan. Pembahasan yang lebih awal, punya waktu pasti akan lebih baik” kata Andi.

Mantan Juru Bicara Presiden SBY itu menyatakan kekhawatirannya jangan sampai pembahasan itu dilaksanakan di injury time menjelang pelaksanaan tahapan pemilu, “pasti pembahasannya tidak akan maksimal karena terburu-buru”, tegas Andi.

Ia juga menambahkan pernyataan kesiapan Partainya Partai Demokrat melaksanakan pembahasan revisi UU pemilu tersebut.
Berkenaan dengan putusan MK nomor 135 tentang pemisahan pemilu Andi menyatakan bahwa benar menurutnya MK sudah melampaui kewenangannya sebagai penguji undang-undang, MK sudah membentuk norma baru dengan putusan tersebut, walau memang putusan juga sebenarnya baik untuk perkembangan demokrasi dan pemilu di Indonesia.

Selanjutnya, dalam pemaparannya pada acara tersebut Alumni Northern Illinois University Amerika serta salah satu arsitek UU otonomi daerah ini menyampaikan beberapa isu berkenaan dengan revisi UU pemilu seperti isu tentang sistem pemilu yang akan dipakai apakah tertutup atau terbuka atau campuran ?, pendanaan dana kampanye dan partai serta perbaikan regulasi kepemiluan lainnya.

“Insha Allah kalo Kita semua mempunyai tekad dan niat yang sama memperbaiki ini, pemilu Kita akan semakin baik dan punya relevansi dengan meningkatnya kesejahteraan rakyat” tutup Andi.*

Wabup Kolaka Diduga Jabat Komisiaris di PT MMP, Bariun: Pejabat Negara Dilarang Rangkap Jabatan

0

KENDARIKINI.COM – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) H, diduga merangkap jabatan selain jabatan wabup yang kini disandangnya.

Dugaan rangkap jabatan itu, berdasarkan hasil penelusuran data perusahaan PT Mulia Makmur Perkasa (MMP) di website Minerba One Data Indonesia (MODI) milik Kementerian Energi Daya Alam (ESDM) Republik Indonesia (RI).

Perusahaan ini mengantongi Izin Usaha Produksi Operasi (IUP OP) seluas 2.450 hektare berdasarkan SK No. 540/156 Tahun 2009, yang berlokasi di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).

Detail data badan usaha menunjukkan, diantara beberapa nama yang masuk dalam struktur direksi dan komisaris PT MMP, ada nama yang diduga kuat Wabup Kolaka Husmaluddin, dengan jabatan Komisiaris sejak April 2020, dan belum ada perubahan susunan direksi.

Selain itu, nama H juga memiliki presentasi saham sebesar Rp10.000.000.000.

Terkait dugaan rangkap jabatan Wabup Kolaka, Pengamat Hukum Tata Negara Sultra, LM Bariun menegaskan, prinsipnya
seorang kepala daerah, atau wakil kepala daerah dilarang merangkap jabatan.

Bariun menguraikan, kepala daerah dan wakil kepala daerah waktu masih dalam mengikuti tahapan pemilihan, mereka di syaratkan salah satunya menyertakan surat pengunduruan diri, apabila sedang menjabat di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun swasta.

“Sekarang dalam ketentuannya itu, pada saat mendaftar itu, semua yang berkaitan dengan jabatan di perusahaan swasta harus dia tinggalkan. Di persyaratan ada kok, sedang tidak menjabat disalah satu perusahaan,” ucap dia, Senin (13/10/2025).

Selain itu, di Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Pemda) disebutkan kepala daerah dan wakil kepala daerah dilarang menjadi pengurus suatu perusahaan, baik milik swasta maupun milik negara, daerah atau pengurus yayasan bidang apa pun.

Adapun yang dimaksud dengan menjadi pengurus suatu perusahaan dalam ketentuan ini adalah bila kepala daerah dan wakil kepala daerah secara sadar dan aktif sebagai direksi atau komisaris di suatu perusahaan milik swasta maupun milik negara, daerah, atau pengurus dalam yayasan.

Kemudian, UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah (Otda) juga dengan lantang melarang melarang rangkap jabatan bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah, seperti ikut serta dalam perusahaan.

“Larangan itu sebenarnya, supaya tidak ada konflik interest (kepentingan), karena tidak elok seorang pejabat, dia (Wabup Kolaka) juga salah satu komisaris di perusahaan itu (PT MMP). Larangan kerasnya itu kan yang berkaitan dengan pengelolaan pemerintahan, umpanya APBD, termaksud perusahaan dan SDA,” katanya.

Direktur Pasca Sarjana Hukum Unsultra ini menambahkan, terkait dugaan rangkap jabatan tersebut, tergantung moral yang bersangkutan, untuk bagaimana terhindar dari konflik kepentingan.

“Secara moral juga sebenarnya untuk menghindari konflik kepentingan, dan itu ada di fakta integritas,” tukasnya.

Hingga berita ini diturunkan, awak media ini masih berupaya untuk menghubungi Wabup Kolaka Husmaluddin terkait dugaan rangkap jabatan.*

Wujudkan STQH Ramah Lingkungan, Satgas Ekoteologi Kemenag Sultra Turun Langsung Bersihkan Sampah

0

KENDARIKINI.COM – Tim Satuan Tugas (Satgas) Ekoteologi yang dibentuk oleh Kanwil Kementerian Agama Prov. Sulawesi Tenggara dalam pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Al-Hadits (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kota Kendari, menjalankan tugasnya dengan turut menjaga kebersihan lingkungan di Arena Utama STQH.

Seperti yang nampak pada Kamis (16/10/2025), dengan menggunakan seragam Satgas Ekoteologi, para petugas terlihat antusias bersama-sama Dinas Kebersihan Sultra dan pihak terkait, mengumpulkan sampah yang ada di seputaran arena utama STQH. Rutinitas ini sudah berjalan selama lima hari atau sejak awal pembukaan STQH dimulai.

Kehadiran Satgas Ekoteologi yang dikukuhkan langsung oleh Menteri Agama ini, mendapat respon positif dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kemenah RI. Bahkan, Plt. Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Ahmad Zayadi, mengapresiasi inisiatif Kanwil Kemenag Sultra yang menjadikan STQH sebagai momentum penerapan nilai-nilai ekoteologi.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan semangat Kemenag dalam mengarusutamakan kesadaran ekologis dalam kegiatan keagamaan.

“STQH bukan hanya ajang syiar dan prestasi, tetapi juga wadah untuk menguatkan kesadaran spiritual terhadap tanggung jawab manusia menjaga ciptaan Allah. Satgas Ekoteologi ini adalah wujud nyata bahwa dakwah ekologis bisa dimulai dari ruang-ruang keagamaan,” ujar Zayadi kepada wartawan, Minggu (12/10/2025).

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sultra, H. Muhamad Saleh mengatakan, jika lngkah ini menjadi bentuk implementasi nilai-nilai ekoteologi yang diusung dalam tema STQH, “Syiar Al-Qur’an dan Hadis, Merawat Kerukunan, Melestarikan Lingkungan.”

Saleh menyebut, pembentukan Satgas Ekoteologi merupakan bagian dari implementasi Asta Protas Kemenag. Menurutnya, inisiatif ini menjadi langkah awal bagi pemerintah Sultra dalam menanamkan kesadaran ekologis di masyarakat. Implementasinya, kata Saleh, dengan menjaga kebersihan dan mensterilkan seluruh area kegiatan.

“Sejak hari pertama mereka sudah mulai bekerja. Mereka akan aktif memungut sampah di setiap venue, serta sigap memastikan lokasi lomba tetap bersih, nyaman, dan bebas dari limbah plastik,” terangnya.

Saleh berharap, Satgas Ekoteologi nantinya dibentuk hingga di tingkat Kabupaten/Kota hingga menjangkau unit-unit paling bawah. Kanwil Kemenag Sultra berencana menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat gerakan ekoteologi di wilayahnya.

Untuk diketahui, Kanwil Kemenag Sultra menetapkan Satgas Ekoteologi melalui surat keputusan (SK) resmi. Total personel Satgas berjumlah 16 orang yang akan bertugas di enam lokasi lomba selama pelaksanaan STQH berlangsung.

Enam lokasi tersebut meliputi Tugu Persatuan Sultra, Aula Kampus IAIN Kendari, Aula Inspektorat Sultra, Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sultra, Aula Dinas Pendidikan Sultra, serta Aula Kanwil Kemenag Sultra dan Aula Asrama Haji Kendari. Setiap anggota Satgas bertugas memastikan pelaksanaan STQH berjalan efektif, efisien, dan ramah lingkungan.*

Harmoni Al-Qur’an dan Kearifan Lokal, Wajah Damai Islam di Sultra

0

KENDARIKINI.COM – Nilai-nilai Al-Qur’an dan kearifan lokal di Sulawesi Tenggara terbukti mampu berjalan berdampingan dalam harmoni. Tradisi adat yang hidup di masyarakat tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga menjadi sarana dakwah dan pembentukan karakter umat yang berkeadaban.

Hal ini disampaikan Danial, Akademisi IAIN Kendari yang menjadi salah satu narasumber Dialog Media bertema “Cahaya Al-Qur’an di Timur Nusantara: Harmoni Iman, Alam, Budaya”, yang digelar dalam rangkaian kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara.
“Al-Qur’an tidak turun dalam ruang hampa budaya. Ia hadir untuk meluruskan dan menyempurnakan tradisi agar sejalan dengan nilai-nilai ilahiah,” ujar Danial, Rabu (15/10/25).

Danial menjelaskan, Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan budaya dari berbagai suku seperti Tolaki, Buton, Muna, Moronene, dan Wakatobi, yang masing-masing tradisinya mencerminkan nilai-nilai Qurani.

Ia mencontohkan, Kalosara pada suku Tolaki menjadi simbol keadilan dan penyelesaian konflik secara damai; Haroa di Buton dan Wuna melatih rasa syukur serta kebersamaan melalui tradisi syukuran; Katoba di Muna menanamkan nilai-nilai Islam pada anak menjelang usia baligh; sementara Takabira di Moronene melambangkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an melalui tradisi khataman.

“Semua tradisi ini menjadi cerminan bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an hidup di tengah masyarakat. Islam tidak meniadakan budaya, justru mengarahkan adat menuju kemaslahatan,” jelas Danial.
Dalam paparannya, Danial juga mengutip Surat Al-Hujurat ayat 13 sebagai landasan penting harmoni antara iman dan budaya:
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, serta menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.” Q.S. Al-Hujurat : 13

Menurutnya, ayat tersebut menggambarkan bahwa perbedaan suku dan budaya adalah kehendak Tuhan untuk memperkaya kehidupan sosial, bukan alasan untuk saling menjauh. “Ayat ini menegaskan bahwa keberagaman adalah bagian dari rahmat Allah. Dari perbedaan itulah kita belajar saling memahami, menghargai, dan bekerja sama dalam kebaikan,” ujar Danial.

Danial juga mengutip pepatah adat Tolaki yang berbunyi, “Inaike nasara dibinadara,” yang berarti barang siapa menghargai adat, maka ia akan dimuliakan. “Pepatah ini mengajarkan barang siapa yang menghargai adat, maka akan dimuliakan, sebaliknya, barang siapa yang tidak menghargai maka tidak akan dihargai”, jelasnya.

*Tantangan Jaga Harmoni di Indonesia*

Dalam paparannya, Danial juga menyoroti sejumlah tantangan dalam menjaga harmoni antara adat dan agama. Ia menyebut masih adanya praktik sinkretisme (yaitu bercampurnya adat dengan unsur kesyirikan), komersialisasi adat yang menghilangkan makna spiritual, minimnya dialog antara ulama dan tokoh adat, serta mulai pudarnya bahasa dan warisan budaya di kalangan generasi muda.

Menjawab tantangan itu, Danial mendorong berbagai langkah konkret, seperti memperkuat kolaborasi antara ulama dan budayawan untuk menyeleksi adat yang selaras dengan syariat, mengintegrasikan pendidikan budaya di madrasah dan pesantren, serta mendokumentasikan pantun, syair, dan bahasa daerah sebagai media dakwah. Ia juga menilai pentingnya mengadakan workshop berbasis kearifan lokal dan membentuk Forum Adat–Ulama sebagai ruang dialog budaya dan syariah.

“Dalam menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga keharmonisan, kita perlu langkah-langkah konkret yang melibatkan ulama dan budayawan lokal, untuk lebih kritis dalam ajaran-ajaran agama dan budaya”, jelasnya

Turut hadir membuka acara Dialog Media ini, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Tenggara, Muhammad Saleh, dan dihadiri oleh beberapa narasumber lainnya seperti Kepala Subdirektorat Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an, Rizal Ahmad Rangkuti, Muchlis M. Hanafi (Ketua Dewan Hakim STQH Nasional ke-XXVII Tahun 2025), dan menghadirkan audiens dari berbagai media lokal dan nasional.*

Wabup Kolaka Diduga Jabat Komisaris di PT MMP

0

KENDARIKINI.COM – PT Mulia Makmur Perkasa (MMP), perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Desa Patikala, Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara, kini menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan keterlibatan pejabat daerah dalam struktur kepengurusannya.

Perusahaan ini mengantongi Izin Usaha Produksi Operasi (IUP OP) seluas 2.450 hektare berdasarkan SK No. 540/156 Tahun 2009. Berdasarkan data resmi yang tercantum dalam Minerba One Data Indonesia (MODI) milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), diketahui bahwa Direktur Utama PT MMP adalah HT, sementara posisi Komisaris ditempati oleh H yang diduga kuat merupakan Wakil Bupati Kolaka.

Dugaan rangkap jabatan ini menimbulkan gelombang kritik dan pertanyaan publik terkait etik dan legalitas seorang pejabat negara yang tercatat sebagai komisaris di perusahaan tambang. Pasalnya, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah secara tegas melarang kepala daerah maupun wakil kepala daerah merangkap jabatan lain yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan atau keuntungan pribadi.

Larangan tersebut diperkuat oleh sejumlah regulasi lain, di antaranya UU Nomor 22 Tahun 1999 serta UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang menegaskan bahwa pejabat negara, ASN, maupun penyelenggara pemerintahan tidak diperkenankan menjadi direksi, komisaris, atau pengurus perusahaan yang berorientasi pada profit.

Tujuan dari aturan ini adalah untuk memastikan netralitas dan profesionalitas pejabat publik, serta mencegah praktik penyalahgunaan wewenang yang dapat menimbulkan konflik kepentingan antara jabatan publik dan kepentingan bisnis pribadi. Dalam konteks tambang nikel, potensi konflik kepentingan tersebut menjadi semakin sensitif karena sektor ini menyangkut pengelolaan sumber daya alam strategis yang berdampak langsung terhadap lingkungan, ekonomi daerah, dan kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah aktivis lingkungan dan pemerhati tata kelola pemerintahan di Sulawesi Tenggara menyerukan agar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan memeriksa dugaan rangkap jabatan tersebut, guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media terus berupaya mengkonfirmasi pihak manajemen PT Mulia Makmur Perkasa (MMP) maupun Wakil Bupati Kolaka H, namun keduanya belum bisa dikonfirmasi.

Kasus ini kini menjadi sorotan tajam masyarakat Kolaka Utara, yang berharap aparat penegak hukum dan lembaga pengawas segera menindaklanjuti dugaan tersebut agar tidak menjadi preseden buruk dalam tata kelola pemerintahan dan dunia usaha di daerah.*

Perkara Kotori Jalan Raya, Emak-emak di Kolaka Tahan Mobil Truk PT SJS

0

KENDARIKINI.COM – Sejumlah ibu ibu di Kabupaten Kolaka menghadang mobil truk bermuatan timbunan yang membahayakan pengendara.

Video penghadangan tersebut diunggah di media sosial oleh akun berinisial AG dan kemudian viral.

Dalam postingannya AG mengatakan kalau jalan yang dilewati oleh mobil tersebut bukan jalan produksi melainkan jalanan umum.

“Tolong yang muat timbunan di SJS maupun SJS sendiri muatan yang kalian bawa itu tidak usah kelewatan penuhnya sampai banyak jatuh di jalan kasian kami ini pengendara, kalau jatuh karna banyak batu batu kecil yang tahambur di jalan siapa yang bakalan tanggung jawab,” tulisnya

Sontak saja postingan tersebut kemudian viral dimedia sosial. Saat berita ini dutulis video tersebut dinonton 450 ribu kali. Dan 126 kali dibagikan.

Pada video amatir yang diterima terlihat ibu ibu memegang sapu menahan mobil truk berwarna hijau itu. Mereka meminta agar tak lewat dijalanan tersebut.

Sebelum insiden penghadangan itu, sejumlah ibu ibu terlihat menyapu beberapa kerikil yang berhamburan ditengah jalan.

Mereka beranggapan kalau batu batu kecil tersebut sangat membahayakan pengguna jalan.

Sementara itu Polres Kolaka yang dikonfirmasi mengenai kejadian ini belum memberikan jawaban.*

Satu Warga Meninggal Dunia dan Empat Lainnya Luka Akibat Penembakan KKB di Papua

0

KENDARIKINI.COM – Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Nabire tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden penembakan terhadap warga sipil yang terjadi di Kali Semen, Wadio Atas, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, pada Jumat (17/10/2025) sekitar pukul 10.00 WIT.

Berdasarkan hasil investigasi awal, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya, yang menargetkan kendaraan warga yang melintas di jalur tersebut.

Insiden ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka tembak serta luka lecet. Kendaraan jenis Hilux yang digunakan para korban ditemukan dalam kondisi rusak berat dengan banyak lubang bekas tembakan di bagian body kendaraan.

Adapun identitas korban sebagai berikut:

1. Masturiyadi (50 tahun) – mengalami luka tembak di bagian belakang kepala kanan, meninggal dunia (MD).

2. Yance Makai (38 tahun) – warga Kalibobo Putaran 2, mengalami enam luka robek di lengan kiri, bawah ketiak, dan perut kiri.

3. Aser Kegou (45 tahun) – warga SP2 Nabire Barat, mengalami luka tembak pada lengan kiri.

4. Martinus Makai (42 tahun) – PNS, mengalami luka lecet pada wajah akibat serpihan kaca.

5. Ari – warga Kelurahan Wonorejo, Kabupaten Nabire, mengalami luka tembak pada lengan kiri dan kanan.

Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Nabire sekitar pukul 11.05 WIT untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa aparat keamanan akan menindak tegas kelompok pelaku.

“Kami mengecam keras aksi penembakan terhadap warga sipil. Aparat gabungan telah bertindak cepat untuk mengevakuasi korban dan kini fokus mengejar kelompok pelaku yang bertanggung jawab atas kejadian ini,” tegas Brigjen Faizal.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa pihaknya telah memperkuat pengamanan di wilayah Nabire Barat.

“Kami meningkatkan patroli dan pengawasan di jalur-jalur yang dianggap rawan. Keamanan masyarakat menjadi prioritas utama Operasi Damai Cartenz,” ujarnya.

Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah kondusif dan dalam pengendalian aparat. Satgas gabungan TNI–Polri masih terus melakukan penyisiran serta pengumpulan keterangan saksi untuk mengungkap jaringan pelaku dan motif di balik aksi penembakan tersebut.*

Kapolda Sultra Pimpin Apel Pelepasan Satgas Operasi BKO Papua

0

KENDARIKINI.COM – Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H memimpin apel pelepasan Satuan Tugas (Satgas) Operasi Amole II Tahun 2025 Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda Papua, dalam rangka pengamanan objek vital nasional PT Freeport Indonesia. Apel berlangsung di Lapangan Apel Sat Brimob Polda Sultra dan diikuti para Pejabat Utama (PJU) Polda Sultra, Wadansat Brimob, serta seluruh personel yang terlibat dalam misi pengamanan tersebut.

Dalam amanatnya, Kapolda Sultra menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya apel pelepasan tersebut, sekaligus memberikan penghargaan kepada 100 personel terbaik Satuan Brimob Polda Sultra yang akan melaksanakan penugasan mulia di wilayah hukum Polda Papua.

“Penugasan ini merupakan wujud nyata kesiapsiagaan personel Brimob Polda Sultra dalam menghadapi panggilan tugas, sekaligus bukti komitmen Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Kapolda.

Irjen Pol Didik Agung menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Amole II Tahun 2025 merupakan bentuk kepercayaan pimpinan Polri kepada Polda Sultra, khususnya kepada jajaran Brimob. Ia berpesan agar seluruh personel melaksanakan tugas dengan dedikasi tinggi, disiplin, serta menjunjung tinggi profesionalisme.

Selain itu, Kapolda juga memberikan sejumlah arahan penting kepada para personel yang akan bertugas, di antaranya: meniatkan tugas sebagai ibadah, menjaga kesehatan dan keselamatan diri, mengutamakan disiplin dan sikap profesional, menjaga kekompakan serta sinergitas dengan TNI dan pihak keamanan lainnya, serta selalu menjaga nama baik Polda Sultra dan keluarga.

“Tugas ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Laksanakan dengan penuh keikhlasan dan semangat pengabdian. Ingatlah bahwa keluarga besar Polda Sultra dan keluarga di rumah selalu mendoakan keselamatan serta keberhasilan kalian,” pesan Kapolda Sultra.

Apel pelepasan berlangsung dengan Suasana haru dan bangga terlihat dari seluruh peserta apel yang memberikan dukungan moril bagi para personel yang akan bertugas di wilayah Papua.*

Polda Sultra Jemput Aspirasi Warga Rahandouna

0

KENDARIKINI.COM – Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat dan menampung aspirasi warga, Polda Sulawesi Tenggara kembali melaksanakan kegiatan “Jumat Curhat”, pada Jumat (17/10/2025) pukul 08.00 Wita bertempat di Café Caryawan, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wadir Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Sultra AKBP Mulkaifin, S.I.K., didampingi Wadir Polairud Polda Sultra AKBP Dodik Tatok Subiantoro, S.I.K.. Turut hadir sejumlah pejabat utama, di antaranya Kasubdit II Ditreskrimum Polda Sultra AKBP Ahmad Mega Rahmawan, S.P., S.I.K., M.I.K., Kasubdit IV Ditreskrimum KOMPOL Indra Asrianto, S.I.K., M.A.P., serta Kasubdit Dalmas Polda Sultra KOMPOL Djamaluddin Saho, S.H.I., M.H.

Acara ini juga dihadiri oleh para ketua RT Kelurahan Rahandouna, Kapolsek Poasia AKP Samsir, S.H., serta sekitar 20 warga setempat.

Dalam sambutannya, AKBP Mulkaifin menjelaskan bahwa kegiatan “Jumat Curhat” bertujuan untuk menjalin komunikasi langsung antara Polri dan masyarakat. Melalui forum ini, masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan keluhan, saran, maupun permasalahan terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan mereka.

Beberapa keluhan warga yang disampaikan dalam sesi curhat di antaranya Ibu Nita sebagai Ketua RT menanyakan langkah yang harus dilakukan apabila ada warga menjadi korban KDRT atau pelecehan seksual. Kapolsek Poasia AKP Samsir juga mengungkapkan keluhan warga terkait maraknya penggunaan knalpot bogar/brong, seorang warga bernama John menyoroti keberadaan hewan liar seperti sapi dan kambing yang kerap berkeliaran di jalan serta Mahasiswa bernama Randi menanyakan kesiapan Polri dalam menghadapi penerapan KUHP nasional yang baru.

Menanggapi hal tersebut, AKBP Mulkaifin bersama perwakilan Polda Sultra memberikan sejumlah penjelasan dan solusi diantaranya Terkait knalpot bogar, pihak Polsek Poasia diminta menertibkan kendaraan pelanggar dan berkoordinasi dengan Ditlantas untuk penyitaan.

Untuk penanganan hewan liar, disarankan dibentuk grup WhatsApp warga dan Polsek setempat sebagai wadah koordinasi cepat, serta melibatkan pemerintah kota.

Dalam hal penegakan KUHP baru, Polda Sultra menyatakan siap melaksanakan penerapan dengan menyesuaikan kondisi masyarakat.

Untuk kasus KDRT dan pelecehan seksual, pihak kepolisian akan melakukan pendekatan kepada korban, dan jika tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan, korban akan dibawa ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Polresta atau Polda.

Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak main hakim sendiri apabila menemukan pelanggaran atau tindak pidana narkoba, melainkan segera melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas atau unit terkait.

Dalam penutupannya, AKBP Mulkaifin berpesan agar generasi muda, khususnya mahasiswa, mampu menjadi motor perubahan dengan terus berbuat positif dan produktif di berbagai bidang, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan komunikatif. Melalui program “Jumat Curhat”, Polda Sultra berharap dapat semakin mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.*

Divhumas Polri Anjangsana ke Jendpol Purn Da’i Bachtiar

0

KENDARIKINI.COM – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho melaksanakan silaturahmi dan anjangsana ke kediaman Kadivhumas Polri periode 1998 Jenderal Polisi (Purn) Tan Sri Da’i Bachtiar, P.S.M., A.O. Kegiatan ini didampingi oleh para PJU Humas Polri.

Jenderal Tan Sri pun menyampaikan apresiasi atas kinerja Divisi Humas Polri saat ini. Ia mengaku bahagia dengan peningkatan kinerja Divisi Humas Polri saat ini.

“Pada kesempatan yang membahagiakan ini saya ingin memberikan apresisasi yang besar sekali kepada Humas Polri atas kinerjanya yang selama ini,” ungkapnya, Kamis (16/10/25).

Diakui Jenderal Tan Sri, di dalam situasi informasi yang semakin deras, Divisi Humas Polri dipandang menunjukan komitmen bertransformasi. Di bawah kepemimpinan Irjen Pol. Sandi, satker ini memberikan informasi yang menunjukan bahwa Polri senantiasa selalu berada ditengah-tengah masyakat untuk memberikan pelayanan, pengayoman, dan menegakkan hukum berkeadilan.

“Sekali lagi saya mengucapkan selamat kepada Humas Polri yang berulang tahun ke 74 semoga Allah Subhana Wa Ta’ala terus akan melindunginya sekaligus juga akan memberikan petunjuk dan arah bagi Humas Polri, Kepolisian Negara Republik Indonesia dan bagi bangsa Indonesia,” jelasnya.*

Hadiri Kompolnas Award, Kapolri Tak Antikritik, Komitmen Terus Perbaiki Diri

0

KENDARIKINI.COM – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa, Polri bukanlah institusi yang antikritik. Korps Bhayangkara selalu menerima saran dan masukan untuk dijadikan bahan evaluasi guna menjadi polisi yang diharapkan serta dicintai oleh rakyat.

Hal tersebut disampaikan Sigit saat memberikan sambutan dan menyerahkan penghargaan di acara Kompolnas Award tahun 2025 di Hotel Merlyn Park, KH. Hasyim Ashari, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (16/10/2025).

“Kegiatan ini wujud nyata bahwa Polri adalah Institusi yang terbuka Dan tidak antikritik. Serta menjadikan setiap masukan sebagai sarana evaluasi,” kata Sigit dalam sambutannya.

Khusus pemenang maupun nominator, Sigit menginstruksikan bahwa, award tersebut harus dijadikan pemacu semangat guna meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.

“Bagi yang belum terpilih segera lakukan evaluasi serta tunjukkan komitmen untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Sehingga dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih nyata dan bermanfaat,” ujar Sigit.

Lebih dalam, Sigit memastikan, Polri dan Kompolnas akan terus meningkatkan sinergisitas ke depannya. Sehingga diharapkan, dengan terus berkomitmen memperbaiki diri, Polri bisa menjadi institusi yang semakin diharapkan oleh khalayak luas.

“Kemitraan antara Polri Dengan Kompolnas dapat terus ditingkatkan sehingga dapat mendukung terwujudnya Polri yang humanis, menjunjung tinggi HAM, semakin dekat dan dicintai masyarakat,” tutup Sigit.*

Ditlantas Polda Sultra Masifkan Patroli

0

KENDARIKINI.COM – Personel Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tenggara melaksanakan kegiatan patroli dan peneguran terhadap pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polda Sultra.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sultra AKBP Faisal, S. Sos, bersama Kasat PJR Kompol Tiswan dan AKP Kunto Sri Haryono, S. H.

Dalam kegiatan patroli ini, petugas menitikberatkan pada upaya penertiban pelanggaran lalu lintas, khususnya pengendara yang melawan arus dan tidak mematuhi ketentuan tertib berlalu lintas. Petugas memberikan teguran lisan serta arahan edukatif kepada masyarakat agar lebih disiplin di jalan dan memahami pentingnya keselamatan dalam berkendara.

Kasubdit Gakkum AKBP Faisal menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif dan edukatif Direktorat Lalu Lintas Polda Sultra untuk menekan angka pelanggaran serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Kami terus mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, tidak melawan arus, dan menjaga keselamatan diri serta pengguna jalan lainnya,” ujar AKBP Faisal.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi arus lalu lintas terpantau lancar dan terkendali, tanpa adanya gangguan menonjol.

Dengan kegiatan patroli seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas semakin meningkat demi terwujudnya Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas) di wilayah Sulawesi Tenggara.*

Polda Sultra Gelar Patroli Mobile di Lokasi Pelaksanaan STQH Nasional XXVIII di Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional ke-XXVIII Tahun 2025 di Kota Kendari, personel Subdit Gasum Ditsamapta Polda Sultra melaksanakan kegiatan Patroli Mobile pada Kamis, 16 Oktober 2025, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 Wita.

Kegiatan patroli tersebut dipimpin langsung oleh Kasiturjawali Subdit Gasum Ditsamapta Polda Sultra, AKP Muh. Ady Kesuma, S.H., M.H., dengan melibatkan 20 personel. Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan 1 unit kendaraan roda empat (R4) dan 7 unit kendaraan roda dua (R2) untuk menjangkau beberapa titik lokasi kegiatan STQH Nasional di Kota Kendari.

Adapun lokasi patroli meliputi Tugu Religi Eks MTQ, Gedung Kementerian Agama Provinsi Sultra, Gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Gedung BPMP Provinsi Sultra, serta Gedung Inspektorat Provinsi Sultra.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan ketertiban di area pelaksanaan STQH Nasional ke-XXVIII Tahun 2025 agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar dan kondusif. Berdasarkan laporan di lapangan, situasi selama pelaksanaan patroli terpantau aman, tertib, dan terkendali.

Pelaksanaan Patroli Mobile ini menjadi bentuk nyata kehadiran Polri, khususnya Polda Sultra, dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat dan mendukung suksesnya penyelenggaraan event nasional di wilayah Sulawesi Tenggara.*

Personel Polda Sultra Ikuti Kegiatan Binrohtal Bersama Ustad Danial

0

KENDARIKINI.COM – Personel Bidang Hubungan Masyarakat (Bid Humas) Polda Sulawesi Tenggara melaksanakan kegiatan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) pada Kamis, 16 Oktober 2025, bertempat di Masjid Al Amin Polda Sultra. Kegiatan yang dimulai pukul 08.45 Wita ini menghadirkan Ustad Dr. Muh. Danial, S.Pd., M.Pd. sebagai penceramah dengan tema “Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT.”

Kegiatan Binrohtal ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Polda Sultra sebagai upaya memperkuat keimanan dan ketakwaan personel Polri dalam menjalankan tugas sehari-hari. Melalui tausiyah yang disampaikan, Ustad Dr. Muh. Danial mengingatkan pentingnya menjaga hubungan spiritual dengan Allah SWT agar setiap anggota Polri senantiasa bekerja dengan hati yang ikhlas dan berintegritas tinggi dalam melayani masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan. Personel Polda Sultra turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias, mencerminkan semangat untuk memperdalam nilai-nilai spiritual dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan personel Polda Sultra semakin termotivasi untuk menanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan dalam setiap aspek kehidupan, baik di lingkungan kerja maupun dalam pelayanan kepada masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman dan tertib.*

BKD Sultra Kembali Tuai Sorotan Gegara Diduga Lantik Dua Pejabat yang Punya Masalah Hukum

0

KENDARIKINI.COM — Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra diduga melantik pejabat eks terdakwa kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor), Sabtu 18 Oktober 2025.

Spekulasi hingga sorotan publik bermunculan, hingga adanya indikasi Badan Kepegawaian Daerah lalai dalam menjalankan tugasnya.

Diketahui sebanyak 271 pejabatan Eselon IV dan Eselon III dilantik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Para pejabat yang dilantik beberapa hari lalu diketahui mengisi posisi-posisi strategis dalam Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam pemberitaan yang beredar, Gubernur Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa orang-orang yang dilantik tersebut adalah orang-orang yang telah melewati sistem sesuai dengan aturan.

Andi Sumangerukka menegaskan bahwa pihaknya telah memilih pejabat yang dilantik tersebut sesuai dengan kompetensinya.

Dikabarkan pelantikan 271 orang pejabat tersebut bersifat rahasia dan secara tiba-tiba.

Menurut kabar yang beredar dalam pelantikan ini gubernur sulawesi tenggara tak ingin ada intervensi sehingga melakukan pelantikan secara rahasia dan tiba-tiba.

Menariknya, ada salah satu pejabat yang dilantik Gubernur Sulawesi Tenggara diduga tercatat sebagai mantan terpidana kasus Korupsi inisial AM.

Dalam putusan pengadilannya menyatakan bahwa AM dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan Tindak Pidana Korupsi secara bersama-sama sebagaimana didalam dakwaan subsaider penuntut umum.

Tak hanya AM yang menjadi sorotan publik, H juga disorot publik karena diduga menjadi terperiksa di Polda Sulawesi Tenggara.

H diketahui terperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi gerbang toronipa.

Saat dikonfirmasi via telefon whatsapp, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sulawesi Tenggara, Prof.,Dr.,Ir.,H. Andi Khaeruni R.,M.S.i mengatakan bahwa pihaknya mengaku tak pernah menerima laporan terkait hal tersebut.

“Ya Itukan akan ditinjau, kita kan selama ini tidak tau, tidak ada laporannya masuk ke BKD, karena ini kan sudah masalah sudah masalah lama toh ya 2021,”Jelasnya kepada Tim SIMPULINDONESIA.COM.

Ditanya mengenai tindakan yang akan dilakukan, Andi Khaeruni menegaskan pihaknya akan segera menarik SK yang bersangkutan.

“SK nya itu akan ditarik, jadi ditinjau ulang, kemudian kami sudah bersurat ke Pengadilan untuk memberikan putusan secara sahnya secara adimistrasi jadi ada secara tertulis kami terima dari Pengadilan, kemudian akan dilakukan tindak lanjut sesuai prosedur yang ada,”Terangnya.

Tak hanya SK yang akan ditarik kembali, Andi Khaeruni juga menegaskan akan menunjuk pejabat baru.

“Harus ditarik SK nya, kita akan tunjuk pejabat baru,”Tegasnya.

Soal putusaan pengadilan AM, Andi Khaeruni menjelaskan bahwa ia butuh penguatan secara tertulis dari pengadilan negeri.

“Sebenarnya sudah ada yang kirimkan saya, tapi itu kan kita perlu penguatan secara tertulis,”Tambahnya.

Soal H yang ikut dilantik menjadi Kepala Bidang Bina Konstruksi Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang yang diduga menjadi terperiksa sebagai saksi pada kasus dugaan korupsi gerbang toronipa, Andi Khaeruni menjelaskan bahwa pihaknya belum ada kewenangan untuk mengambil tindakan.

“Sepanjang belum ada penetapan tersangka, kita tidak punya kewenangan untuk melakukan tindakan, karena kan masih dipanggil sebagai saksi toh, kalau saksi belum bisa kita proses, kecuali kalau begitu dia ditetapkan sebagai tersangka maka akan ada prosedural yang akan ditindak lanjuti,” Tegas Andi Khaeruni.*

Kapolda Sultra Terima Kunjungan Tim Visitasi Nominator Male Award In Support of UN

0

KENDARIKINI.COM – Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H., menerima langsung kunjungan tim Visitasi Nominator Male Award In Support of UN “He For She” Movement pada Kamis, 16 Oktober 2025, bertempat di Aula Rupatama Polda Sultra. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 Wita.

Kegiatan visitasi ini merupakan bagian dari rangkaian penilaian Male Award yang diinisiasi untuk memberikan penghargaan kepada tokoh laki-laki yang berperan aktif dalam mendukung kesetaraan gender, khususnya dalam lingkungan kerja dan masyarakat, sejalan dengan gerakan global He For She yang diusung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Polda Sultra sebagai salah satu institusi yang dinilai memiliki komitmen terhadap upaya pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender. Ia juga menegaskan bahwa Polri terus berupaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan memberikan ruang yang sama bagi personel wanita untuk berkarier dan berprestasi.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh keakraban. Melalui momentum ini, diharapkan semakin banyak pihak yang terinspirasi untuk mendukung gerakan He For She sebagai wujud nyata komitmen terhadap kesetaraan dan keadilan gender di Indonesia.*

Atlet Polri Borong Medali di Ajang PON Beladiri 2025

0

KENDARIKINI.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025, yang diselenggarakan di Kudus, Jawa Tengah, pada 11 hingga 26 Oktober 2025.

Ajang nasional yang diikuti oleh 2.645 atlet dari 38 KONI Provinsi ini mempertandingkan 10 cabang olahraga beladiri, yaitu:
1. Karate
2. Tarung Derajat
3. Ju-Jitsu
4. Pencak Silat
5. Taekwondo
6. Gulat
7. Judo
8. Sambo
9. Wushu
10. Shorinji Kempo

Selama perhelatan berlangsung, Data perolehan medali dari atlet Polri di cabang beladiri lainnya masih terus dihimpun, dan diharapkan kontribusi anggota Polri dapat semakin memperkuat posisi Indonesia di kancah olahraga nasional.

Dari cabang-cabang tersebut, sejumlah atlet Polri turut berpartisipasi mewakili provinsi masing-masing, menampilkan kemampuan terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas. Salah satu cabang yang menorehkan hasil gemilang adalah Taekwondo, di mana atlet Garbha Presisi Polri berhasil mengumpulkan 5 medali emas, 2 perak, dan 3 perunggu.

Perolehan Medali Cabang Taekwondo oleh Atlet Polri:

Medali Emas:
1. Briptu Rizky Anugrah Prasetyo – Polda Jawa Timur (Kelas O-87 kg Putra)
2. Bripda Adhetian Setya Putra – Polda Metro Jaya (Kelas U-87 kg Putra)
3. Bripda Mega Djuwita – Polda Riau (Kelas U-73 kg Putri)
4. Bripda Petrus Khrisna Putra – Polda Metro Jaya (Kelas U-54 kg Putra)
5. Bripda Shaleha Fitriana – Polda Jawa Tengah (Kelas U-62 kg Putri)

Medali Perak:
1. Bripda Sekar Embun – Polda Bangka Belitung (Kelas U-67 kg Putri)
2. Briptu Siloam Begur – Polda Kalimantan Timur (Kelas U-54 kg Putra)

Medali Perunggu:
1. Briptu Johansen Visenzo – Polda Sulawesi Tengah (Poomsae Beregu Putra)
2. Bripda Yogy Aziz Sigiantoro – Polda Jawa Tengah (Kelas U-87 kg Putra)
3. Bripda Hanifah Safitri – Polda Riau (Kelas U-53 kg Putri)**

— Kombes Pol Philemon Ginting, S.I.K., M.H. Kabag Binjas SSDM Polri selaku pengurus Komite Olahraga Polri mengungkapkan “Prestasi yang diraih para atlet Garbha Presisi Polri di ajang PON Beladiri 2025 ini merupakan wujud nyata dari semangat disiplin, dedikasi, dan jiwa pantang menyerah anggota Polri. Kami bangga karena mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan dalam olahraga beladiri, tetapi juga memperlihatkan karakter kuat dan integritas tinggi yang menjadi jati diri seorang Bhayangkara. Ke depan, Polri melalui Komite Olahraga Polri (KOP) akan terus membina dan memfasilitasi para atlet untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Olahraga beladiri bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari pembentukan mental dan fisik yang siap mendukung tugas pokok Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,”

Eksistensi Komite Olahraga Polri (KOP) berperan penting dalam pembinaan, pengembangan, dan penyaluran bakat anggota Polri di bidang olahraga. KOP menjadi wadah resmi yang mengoordinasikan kegiatan olahraga di lingkungan Polri serta menjembatani sinergi antara pembinaan jasmani, pengembangan prestasi, dan peningkatan citra positif Polri di masyarakat.

Melalui KOP, Polri, serta para pelatih dan pimpinan satuan di seluruh Indonesia, Polri terus berkomitmen mencetak atlet berprestasi yang mampu bersaing secara sportif, terhormat, dan berintegritas tinggi.

Kegiatan PON Beladiri 2025 di Kudus menjadi momentum penting untuk mempererat semangat sportivitas, memperkokoh persaudaraan, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap bangsa. Polri akan terus berperan aktif membangun karakter personel yang tangguh, disiplin, dan berprestasi, sejalan dengan semangat Polri Presisi — Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.*

Upaya Polri Perkuat Karakter Personel Hadapi Geopolitik Internasional

0

KENDARIKINI.COM – Polri menyelenggarakan seminar bertajuk “Rekonstruksi Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara untuk Mewujudkan Polri Sadar Berkarakter” untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) Polri yang unggul dan berkarakter. Kegiatan yang berlangsung di Jakarta Selatan ini, merupakan upaya strategis Polri untuk memperkuat rasa nasionalisme yang dijiwai jati diri bangsa di tengah dinamika tarik menarik geopolitik internasional.

Asisten Kapolri Bidang SDM (As SDM Kapolri) Irjen Pol Anwar membuka sekaligus menjadi keynote speaker dalam seminar tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata upaya Polri dalam memberikan solusi untuk memperbaiki tubuh institusi yang pada akhirnya akan membentuk SDM Polri unggul. Lebih lanjut, seminar ini menjadi awal dari penyusunan kurikulum dan modul yang menekankan pentingnya membangun karakter personel Polri berdasarkan tiga pilar utama: spiritual, intelektual dan kultural, guna memperkuat jati diri Bangsa.

“Seminar ini menjadi bagian kecil dari langkah nyata dan sistematis Polri untuk memperbaiki diri dengan membangun SDM yang unggul, profesional dan berkarakter Bhayangkara Indonesia melalui pilar spiritual, intelektual dan kultural.” Ujar As SDM, Irjen Anwar.

Pentingnya penguatan karakter ini didukung oleh temuan riset yang dipaparkan oleh Dr. Junus Simangunsong, S.Si., M.T., selaku Ketua Tim Peneliti Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia. Dalam presentasinya mengenai “Penyampaian Hasil Riset Rekonstruksi Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara untuk Mewujudkan Manusia Indonesia Seutuhnya,” Dr. Junus menyoroti signifikansi spiritualitas sebagai fondasi moral dan integritas anggota Polri. Hasil riset menunjukkan bahwa nilai koefisien Dimensi Spiritual memiliki skor terendah, yakni 4,28, dibandingkan intelektual (4,43) dan kultural (4,46). Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan kesadaran spiritual dan refleksi, sehingga strategi penguatan berjenjang sangat diperlukan.

“Hasil riset ini mendapatkan dukungan penuh dari Polri dan akan dijadikan dasar fundamental dalam penyusunan kurikulum pembinaan karakter Polri. Kurikulum ini dirancang untuk memperkuat jati diri Bhayangkara Indonesia dan dalam penguatan ketahanan nasional.” Ujar Irjen Anwar.

Salah satu narasumber Karobinkar SSDM Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo, memaparkan materi “Kembali kepada Jati diri bangsa untuk mengelola tarik menarik geopolitik internasional melalui penguatan nasionalisme melalui pilar spiritual, intelektual dan kultural.” Sebagai seorang Praktisi Polri, ia menegaskan bahwa pembangunan SDM Polri berkarakter Bangsa Indonesia harus menguatkan jiwa nasionalisme melalui tiga pilar utama yang saling menopang. Brigjen Langgeng menjelaskan bahwa tarik menarik geopolitik internasional merupakan dinamika kompleks interaksi antarnegara di tingkat global, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti politik, ekonomi, keamanan dan budaya. Fenomena ini menciptakan persaingan dan pengaruh antarnegara yang dapat berupa kerja sama, persaingan bahkan konflik, dengan contoh nyata seperti globalisasi, perang dagang, pasar bebas dan polarisasi.

“Pelindung utama Bangsa Indonesia dalam mengelola tarik menarik geopolitik internasional adalah dengan cara menguatkan jiwa nasionalisme yg dijiwai jati diri bangsa untuk menguatkan karakter bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.” Ujar Langgeng.

Sementara itu, dari kalangan akademisi, Prof. Dr. Meutia Farida Hatta Swasono, Putri Proklamator, menyampaikan materi “Pancasila jalan lurus, sebagaimana pemikiran dari Bung Hatta. Polri didorong sebagai role model perekat bangsa.” Beliau menegaskan peran strategis Polri sebagai panutan dan perekat bangsa. Menurutnya, Polri bukan hanya sekadar penegak hukum, tetapi juga adalah penjaga nilai-nilai moral dan persatuan bangsa.

Prof. Dr. Anhar Gonggong, M.A. sebagai narasumber dari Sejarawan Nasional berbicara tentang sejarah kebangsaan dan akar kebhayangkaraan, menelusuri Peran Polri dalam Perjalanan Bangsa. Anhar menyinggung esensi pancasila, kejujuran melawan korupsi. Polisi harus menjadi salah satu unsur terpenting negara.

Masukan konstruktif juga datang dari peserta tamu. Kushartono, yang bertindak sebagai penanggap, memberikan saran bahwa solusi mendasar terhadap berbagai persoalan bangsa bukanlah saling mengkritik atau menghujat, melainkan melalui introspeksi diri masing-masing. Ia bahkan menganjurkan “tobat nasional” dengan kembali kepada jati diri bangsa yang sejati.

Di sesi penutup, Dr. Supardi Hamid, M.Si., Komisioner Kompolnas, menyampaikan materi “Penguatan Jati Diri Polri: Tantangan Institusional dan Agenda Strategis.” Beliau menekankan bahwa upaya penguatan karakter anggota Polri harus diiringi dengan tata kelola kelembagaan yang transparan dan berkeadilan, sebagai wujud reformasi SDM yang utuh.

Seminar yang diikuti secara langsung oleh 250 anggota Polri dari Mabes Polri dan Polda jajaran se-Indonesia, juga dilaksanakan secara daring, berfokus pada internalisasi nilai-nilai spiritual, intelektual dan kultural dalam membentuk SDM Polri yang profesional, humanis, berkarakter kuat dan dipercaya publik.

“Tujuan utama kegiatan seminar ini adalah meningkatkan pemahaman anggota tentang jati diri bangsa, menginternalisasi model “Sadar Berkarakter” dalam tugas sehari-hari, membangun komitmen kolektif dan pada akhirnya, mewujudkan Polri yang responsif, berkarakter kuat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi.” Tutup Anwar.*

Kapolri: Buruh dan Polri Bersinergi Jaga Stabilitas Kamtibmas

0

KENDARIKINI.COM – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa, elemen buruh dan Polri bersinergisitas dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Sigit menekankan, dengan terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan damai, maka hal tersebut bakal berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian sehingga terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri undangan sekaligus memberikan sambutan di acara Apel Akbar Kebangsaan Buruh Indonesia di Lapangan Botanical Jababeka, Bekasi, Rabu (15/10/2025).

“Tentunya tadi kita sepakat bahwa buruh Polri bersinergi untuk bisa menjaga stabilitas Kamtibmas mewujudkan keamanan dalam negeri, karena kita tahu bahwa Indonesia, membutuhkan stabilitas kamtibmas untuk bisa mewujudkan pertumbuhan ekonomi,” kata Sigit.

Sigit mengungkapkan, sinergisitas Polri dan buruh merupakan salah satu modal ataupun kunci utama dalam rangka mendukung serta menyukseskan seluruh kebijakan dan program Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Dan ini tentunya menjadi modal besar karena rekan-rekan buruh dalam hal ini mendukung penuh apa yang menjadi kebijakan Bapak Presiden, apa yang menjadi kebijakan pemerintah dan tentunya kita semua harus bersinergi agar semua program pemerintah untuk wujudkan kesejahteraan rakyat bisa berjalan dengan baik,” ujar Sigit.

Acara Apel Akbar Kebangsaan Buruh ini sendiri diinisiasi oleh dua elemen terbesar di Indonesia. Yakni, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Sigit menyatakan bahwa, Apel Kebangsaan Buruh merupakan bentuk kebebasan berekspresi yang dilakukan secara konstruktif. Oleh karenanya, Sigit mengapresiasi kegiatan ini dilakukan secara aman, damai dan tertib.

“Tentunya, saya sangat berterima kasih menghargai terkait upaya-upaya yang terus dilaksanakan teman-teman buruh dalam rangka memperjuangkan hak-hak buruh, namun di sisi lain juga terus menjaga agar dalam pelaksanaannya bisa berjalan dengan aman dan tertib,” tutup Sigit.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti