Sabtu, Oktober 31, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 149

AKAR Sultra: Momentum STQH XXVIII di Kendari Tercoreng Gegara THM Tetap Buka

0

KENDARIKINI.COM – Aliansi Keadilan Rakyat Indonesia (AKAR) Sultra menyoroti Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Kendari yang tetap buka ditengah momentum event nasional STQH XXVIII di Kota Kendari, Sabtu 18 Oktober 2025.

Ketua AKAR Sultra, Eko Ramadhan mengatakan bahwa momentum STQH XXVIII tercoreng dikarenakan THM di Kota Kendari masih buka dan beraktivitas.

“Momentum STQH tercoreng, THM tetap buka dan beraktivitas,” tegasnya.

Lanjutnya bahwa di momentum ini seharusnya THM di Kota Kendari ditutup untuk menjaga suasana keagamaan ini.

Pihaknya juga menuturkan bahwa seharusnya Pemerintah mengeluarkan edaran agar THM di Kota Kendari ditutup untuk sementara waktu.

“Seharusnya pemerintah kota kendari keluarkan edaran agar THM tutup untuk sementara waktu,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Arokap Sultra yang dimintai tanggapannya via telepon mengatakan bahwa pihaknya tak bisa memberikan komentar.

“Saya nda bisa komentari itu, itu bukan wilayah saya, kita tanya pemerintah,” katanya.

Saat ditanyakan apakah THM tetap buka atau tidak pihaknya juga memilih untuk tidak berkomentar.

“Saya tidak bisa jawab, ” ujarnya singkat.*

SBSI Soroti Penanganan K3 di PT VDNI

0

KENDARIKINI.COM – Insiden Kembali menelan korban di PT Virtue Dragon Nickel Industri (PT.VDNI) salah satu karyawan perusahaan menabrak pemotor hingga mengalami kaki putus akibat terinjak ban mobil dump truk.

Akibat hal tersebut Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kota Kendari Kembali Soroti PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) terkait penanganan K3 dan Pemeriksaan Kesehatan Berkala pekerja.

Ketua SBSI Kendari Iswanto Sugiarto, S.H.M.M mengatakan bahwa minimnya perenapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), dan pemeriksaan kesehatan pekerja berkala di PT. VDNI berakibat kembali menelan korban hingga mengalami cacat.

“Belum berlangsung 6 bulan setelah penjual sayur terinjak sekarang sudah kembali lagi menelan korban, tentunya kecelakaan kerja ini terjadi bentuk minimnya Penerapan K3 dan pemeriksaan kesehatan pekerja secara berkala di perusahaan itu,” Ucapnya.

Iswanto juga menegaskan bahwa penerapan K3 merupakan pondasi utama perusahaan yang sangat wajib diterapkan berdasarkan Permenaker nomor 11 tahun 2023 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

“PT VDNI itu salah satu perusahan Smelter terbesar di Indonesia, sehingga K3 wajib dijadikan pondasi utama perusahaan dan atas kejadian ini membuat kami perihatin ini karena kurangnya penerapan K3 yang ada diperusahaan itu,” Tegasnya.

Sebelumnya Iswanto juga telah melaporkan perusahaan yang bertempat di Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe tersebut Di Binaan Pengawasan & K3 (Binwasnaker K3) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara dugaan tidak melakukan pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU) kepada pekerja yang berkontrak dilangsung di PT VDNI.

“sebelumnya kami telah melaporkan VDNI atas dugaan tidak melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala kepada pekerja di Binwasnaker K3 Sultra” ucapnya

Ia menambahkan bahwa kecelakaan kerja yang terjadi masih ada kaitan dengan laporan yang dilakukan oleh SBSI Kendari.

“kenapa saya katakan masih ada kaitannya karna dalam kewajiban perusahaan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada pekerja untuk mengetahui kondisi mental seorang pekerja apakah ia layak berkerja atau tidak” tegasnya.

dalam laporan dugaan tersebut PT VDNI telah melanggar Permenaker No. 2 Tahun 1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Pasal 3 ayat (2) bahwa perusahaan wajib mengadakan pemeriksaan kesehatan kerja berkala setidaknya satu kali.

Ia juga mendesak agar Binwasnaker & K3 Provinsi Sultra agar segera mengusut tuntas persoalan kecelakaan kerja dan kesehatan kerja demi perlindungan jaminan sosial kepada seluruh pekerja yang berada dilingkar pabrik smelter tersebut.

Ia juga menekankan bahwa apabila tidak ada tindakan yang dilakukan oleh Binwasnaker & K3 maka SBSI Kendari akan melakukan aksi demonstrasi dan melimpahkan persoalan Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemanker RI)”. tutupnya.*

Kadis P3A Ajak Masyakarat Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan dan anak kini menjadi atensi serius Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P3A) Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Prov. Sultra), Rabu, 15 Oktober 2025.

Menurut Fitriani Sinapoy, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak penting untuk diedukasi kepada masyarakat.

“Kami mengedukasi kepada masyarakat anti-kekerasan terhadap perempuan dan anak. Karena anak adalah generasi bangsa. Perempuan kan mereka yang akan mendidik anak-anak pendidik pertama dalam keluarga. Jangan kita lakukan kekerasan kepada mereka” ungkap Fitriani Sinapoy, saat diwawancarai media ini pada hari Rabu, 15 Oktober 2025 di Kantor DP3A Kota Kendari..

Apalagi menurutnya menyangkut dengan kasus bullying yang sering terjadi pada anak-anak di sekolah dan mumpun di rumah dapat mempengaruhi psikologis anak.

“Bullying lebih mengarah ke psikis kita. Tetapi bullying bisa dapat dua unsur psikis dan fisik,” lanjutnya.

Namun untuk menindaklanjuti kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini Fitriani Sinapoy, menjelaskan bahwa kami DP3A Kota Kendari, memiliki beberapa tindakan yakni tindakan pengecegahan, tindakan perlindungan, dan tindakan pelayanan.

“Kalau pelayanan ini kita dalam rangka kekerasan perempuan dan anak kita ada dua tempat layanan pusat pembelajaran keluarga tentang pola pengasuhan di DP3A sini, dan UPD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) ini khusus untuk melayani kasus-kasus,” katanya.

Teruntuk tindakan pencegahan sendiri ia menerangkan dibuat dalam bentuk sosialisasi terkhusus pada korban-korban kekerasan dalam KDRT.

“Kalau pencegahan itu biasanya kita melakukan melalui sosialisasi seperti pendatanganan MUO pada semua lini kita benar-benar terfokus pada pencegahan dan penanganan kasus. Terkhususnya pada korban-korban yang sudah berhadapan dengan hukum, maka dibutuhkan MOU seperti kemarin,” terangnya.

Terakhir, Fitriani Sinapoy, berharap dengan adanya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, maka ketika ada kasus untuk segera dilaporkan.

“Kami sih berharap semua kasus yang terjadi terhadap anak dan perempuan dilaporkan. Karena kita harus memastikan pelaku ditangkap. Karena kalau tidak ditangkap pelaku akan melakukan kejahatan lain. Kasus kekerasan itu pentingnya tidak boleh terjadi. Kalau pun terjadi berarti kita harus mampu menangani bagaimana kasus-kasus itu kita tindaki,” pungkasnya.(Faldi)

Kasus KDRT di Kendari Didominasi Faktor Ekonomi

0

KENDARIKINI.COM – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Prov. Sultra), kini perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dalam perumusan kebijakan publik tepat dan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat, Rabu, 15 Oktober 2025.

Tetapi kasus KDRT ini terjadi bukan berarti tiada Faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Faktor-faktor dimaksud ialah faktor ekonomi, faktor rendahnya kesadaran hukum, faktor psikologi, faktor pendidikan, dan faktor lingkungan.

Di mana Faktor-faktor itu yang dominan adalah faktor ekonomi yang timpang, diikuti dengan faktor pendidikan masyarakat yang kurang meliterasi dirinya sendiri dengan kekerasan dan konsekuensi setelah bertindak kekerasan.

Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kadis P3A) Kota Kendari, Fitriani Sinapoy, bahwa faktor ekonomi menjadi faktor dominan tindakan KDRT di Kota Kendari.

Alasannya karena laporan data kasus KDRT yang dimiliki DP3A Kota Kendari dari tahun ke tahun rata-rata didominasi faktor ekonomi.

“Faktor dominan yang menyebabkan terjadinya kekerasan itu didominasi ada beberapa hal. Biasanya didominasi oleh faktor ekonomi. Ekonomi yang terlalu timpang itu bisa menyebabkan terjadinya kekerasan,” ungkap Fitriani Sinapoy, saat diwawancarai media ini pada hari Rabu, 15 Oktober 2025 di Kantor DP3A Kota Kendari.

Selain faktor ekonomi, menurut Fitriani Sinapoy, terdapat juga faktor pendidikan yang menyebabkan KDRT di Kota Kendari.

“Terus biasanya faktor pendidikan. Faktor pendidikan ya minta maaf yang rendah juga bisa memicu kekerasan. Karena mungkin mereka tidak di literasi bahwa kekerasan itu kan tidak boleh dilakukan. Tetapi karena pengendalian emosi yang kurang stabil dan tidak meliterasikan dirinya tentang kekerasan akhirnya seenak saja melakukan kekerasan,” ujarnya.(Faldi)*

Kasus KDRT Terhadap Anak di Kendari Naik Dibanding Tahun Lalu

0

KENDARIKINI.COM – Jumlah data kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Prov. Sultra), belum ada tanda-tanda penurunan kasus, Rabu, 15 Oktober 2025 .

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kadis P3A), Fitriani Sinapoy, mengungkapkan bahwa sejauh ini fokus kerja kami ada dua yakni kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam KDRT.

Teruntuk jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada tahun 2024 lalu, menurut Fitriani Sinapoy, terdapat 25 kasus, sementara jumlah kasus kekerasan anak terdapat 31 kasus.

Faktor kekerasan terhadap perempuan dan anak didominasi kekerasan fisik dan anak didominasi kekerasan seksual dalam KDRT.

“Kalau untuk kekerasan yang terjadi pada perempuan tahun lalu di 2024 itu kita ada kasusnya terhadap kekerasan perempuan itu ada 25 kasus. Kalau untuk anak ada 31 kasus,” ungkap Fitriani Sinapoy, saat diwawancarai media ini pada hari Rabu, 15 Oktober 2025 di Kantor DP3A Kota Kendari.

Namun, Fitriani Sinapoy, menerangkan terkhusus jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2024 itu turun dibandingkan pada tahun 2023 lalu.

“Kalau dibandingkan tahun 2023 ke 2024 itu kita mengalami penurunan. Kalau di tahun 2023 itu kita ada penanganan kasus di anak itu 39, di tahun 2024 kita dapat 31 kasus,” terangnya.

Penurunan kasus kekerasan terhadap perempuanitu masih berdampak hingga di bulan Oktober tahun 2025 ini dengan jumlah kasus sebanyak 15 kasus.

Tetapi kasus kekerasan terhadap anak di bulan Oktober tahun 2025 justru mengalami kenaikan kasus sebanyak 39 kasus dibandingkan pada tahun 2023 dan 2024 lalu.

“Kalau di tahun ini untuk perempuan kita ada di posisi angka per-oktober ya perempuan 15 kasus dan anak 39 kasus,” jelasnya.(Faldi)*

Begini Penjelasan Kadis P3A Kendari Soal Penemuan Anak Bayi yang Ditelantarkan OTK

0

KENDARIKINI.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Prov. Sultra), akhirnya menjelaskan temuan anak bayi yang ditelantarkan oleh orang tak dikenal (OTK), Rabu, 15 Oktober 2025.

Menurut Kadis P3A Kota Kendari, Fitriani Sinapoy, bahwa temuan anak bayi itu sudah menjadi tugas dan tanggungjawab dalam tindakan perlindungan.

Tujuanya untuk memastikan kekerasan terhadap anak ini mendapatkan perlindungan hak-haknya.

“Contohnya ada yang ditemukan anak bayi. Karena memang kebetulan anak ini ditemukan dan tidak memiliki keluarga, maka kita harus bisa memberikan dia sebuah keluarga untuk menjadi anak ini bisa hidup lebih baik lagi” jelas Fitriani Sinapoy, saat diwawancarai media ini pada hari Rabu, 15 Oktober 2025 di Kantor DP3A Kota Kendari.

Lebih lanjut, Fitriani Sinapoy, menjelaskan bentuk tindakan perlindungan itu untuk memastikan hak mendapatkan hidup, hak mendapatkan kesehatan, dan hak mendapatkan keluarga.

“Kita dari DP3A kita harus sedapat mungkin kita harus memberikan perlindungan kepada anak itu dalam bentuk kita memastikan anak itu tidak mengalami kekerasan, memastikan anak itu mendapatkan hak-hak untuk hak mendapatkan hidup, hak mendapatkan kesehatan, hak mendapatkan keluarga,” ungkap Fitriani Sinapoy, saat diwawancarai media ini pada hari Rabu, 15 Oktober 2025 di Kantor DP3A Kota Kendari.

Namun untuk mendapatkan hak asuh anak bayi itu, Fitriani Sinapoy, menegaskan calon keluarga ana bayi itu akan melewati assesmen. Dan kini sudah terdapat sembilan orang yang telah mencalonkan diri menjadi keluarga anak bayi tersebut.

“Sejauh ini calon orang tua kita berkolaborasi dengan dengan dinas sosial itu sekitar sudah ada sembilan calon orang tua yang siap menjadi calon orang tuanya dan itu akan melewati assesmen dan mungkin proses pengadilan” tegasnya.

Teruntuk keberadaan anak bayi saat ini menurut Fitriani Sinapoy, kini berada di Rumah Sakit Kota Kendari dalam kondisi sehat.

“Kondisi bayi hari ini kemarin Alhamdulillah sehat sekali. Dan posisi anak itu tadinya di rumah sakit Bhayangkara, sekarang kita pindahkan dia di rumah sakit kota Kendari,” pungkasnya.

Diketahui anak bayi ini sebelumnya ditemukan di Jalan Bunga Nusa Indah, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, pada hari Minggu, 5 Oktober 2025 malam kemarin.(Faldi)*

Tim Kejagung Geledah Kantor Dinas Kehutanan Sultra, Staff P2H: Pemeriksaan Dokumen Pertambangan

0

KENDARIKINI.COM – Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendadak ramai didatangi oleh tim dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) pada Kamis 16 Oktober 2025 siang.

Kedatangan tim tersebut diduga kuat untuk melakukan penggeledahan, khususnya di ruangan Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan (P2H).

Diketahui Tim tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WITA, sejumlah personel dari Kejagung RI telah memasuki ruangan P2H. Mereka tampak memeriksa berkas dan dokumen penting yang berkaitan dengan aktivitas dinas tersebut.

Proses penggeledahan berakhir pukul 15.21 WITA. Beberapa awak media juga masih berada di lokasi untuk memantau perkembangan terbaru.

Saat dimintai keterangannya, Tim Kejagung enggan memberikan keterangan dan segera meninggalkan lokasi penggeledahan.

Staff Bidang P2H Ardi mengatakan bahwa Tim Kejagung melakukan pemeriksaan terhadap dokumen perusahaan pertambangan.

“Pemeriksaan berkas, berkas kegiatan pertambangan,” kata Ardi.

Awak media berupaya menggali informasi mengenai nama dan lokasi perusahaan tambang tersebut, namun Ardi enggan memberikan keterangan.

“Intinya kegiatan pemeriksaan berkas. Saya tidak tahu posisinya dimana, teman teman hanya menyediakan berkas berkas yang diperlukan kejaksaan,” ujarnya.

Penggeledahan ini menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan publik, terutama mengingat belum adanya informasi resmi mengenai kasus atau persoalan hukum dari Tim Kejagung.(Amin)*

Jalan Protokol di Bundaran Tank Kendari Longsor, Warga dan Petugas Lakukan Perbaikan

0

KENDARIKINI.COM – Jalan protokol di Bundaran Tank, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari mengalami longsor pada Kamis, 16 Oktober 2025. Longsor terjadi di ruas jalan sebelah kanan Jalan Malaka, yang menyebabkan kerusakan pada badan jalan.

Pantauan jurnalis Kendarikini.com menunjukkan bahwa bagian jalan yang longsor telah diberi pembatas sebagai tanda peringatan bagi pengguna jalan agar berhati-hati saat melintas.

Upaya perbaikan pun sudah dilakukan oleh beberapa warga dan petugas untuk mencegah kerusakan lebih parah.

Seorang warga setempat, Uda, menjelaskan bahwa kerusakan jalan sudah terjadi sejak beberapa hari lalu, namun belum mendapat perhatian luas.

“Rusaknya sudah lama, hanya mungkin belum diketahui karena lubangnya agak kecil,” ujar Uda.

Hingga saat ini, penyebab longsornya jalan protokol tersebut belum dapat dipastikan. Namun, kerusakan ini sempat menjadi viral di media sosial dan mendapat perhatian dari warganet.

Warga dan petugas terus memantau kondisi jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan serta segera memperbaiki kerusakan yang ada.(Amin)*

Kejagung Geledah Kantor Dishut Sultra

0

KENDARIKINI.COM – Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia (RI) gelar penggeledehan di Kantor Dinas Kehutanan Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis, 16 Oktober 2025.

Melalui pemantauan media ini ruangan Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan (P2H) Kantor Dinas Kehutanan Sultra, digeledah Tim penyidik Kejagung RI.

Berdasarkan isu yang beredar perihal penggeledahan ini terkait dengan dugaan korupsi hutan di Sultra.

Tetapi seorang tim penyidik Kejagung RI yang tak disebut namanya dalam isi video saat ditanyai media ini mengenai jumlah penyidik dan perihal penggeledahan ini mengungkapkan bahwa soal itu kita akan jelaskan.

“Kita jelaskan nanti aja,” ungkapnya pada hari Kamis, 16 Oktober 2025 di halaman Kantor Dinas Kehutanan Sultra.

Sampai kini tim penyidik Kejagung RI masih melakukan pemeriksaan di ruangan P2H Kantor Dinas Kehutanan Sultra.(Faldi)*

Dump Truk 10 Roda Lindas Pemotor di Jalan Houling PT VDNI

0

KENDARIKINI.COM – Sebuah kecelakaan kerja melibatkan sebuah dump truck 10 roda dan sepeda motor terjadi di Jalan Houling PT. VDNI (Virtue Dragon Nickel Industry) yang terletak di Desa Laosu Jaya, Kecamatan Bondoala, Kabupaten Konawe, Kamis 16 Oktober 2025.

Kapolsek Bondoala IPTU Heder Payapo mengataka insiden bermula saat pengendara sepeda motor bernama Iyan (23), melintas di jalan tersebut. Di belakangnya, terlihat mobil dump truck 10 roda yang dikendarai oleh Mukhlis (41).

Kedua kendaraan melaju searah dari arah jety menuju ke PT. VDNI dengan jarak sekitar 20 meter antara motor dan dump truck.

Sesampainya di jalan Houling, sepeda motor yang dikendarai Iyan tiba-tiba terjatuh akibat kondisi jalan yang licin.

Mukhlis yang berada tepat di belakang motor berusaha melakukan pengereman dan mengarahkan stir kendaraan ke kiri untuk menghindari tabrakan.

Namun, karena jalan licin, dump truck tetap meluncur dan menabrak korban serta kendaraan motornya yang terjatuh.

Korban mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Bahteramas Kendari untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban saat ini mengalami luka dan diantar menuju RS Bahteramas Kendari,” katanya.

Sementara itu, Mukhlis, pengemudi dump truck, saat ini diamankan di Polsek Bondoala guna proses penyelidikan lebih lanjut. Kedua kendaraan yang terlibat juga telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Kasus kecelakaan kerja ini menjadi peringatan penting mengenai kondisi jalan yang licin dan keselamatan kerja di area industri. Pihak berwenang menghimbau agar seluruh pengemudi lebih waspada dan berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut.(Amin)*

Puluhan Peserta Malut Tampil Memukau di STQH Nasional XXVIII Sultra

0

KENDARIKINI.COM – Provinsi Maluku Utara (Prov. Malut) mengirimkan 20 peserta pada Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Tingkat Nasional XXVIII, Kendari, Sulawesi Tenggara.

Dilansir dari media rri.co.id Kafilah Moloku Kie Raha ini dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Biro Kesra, Asrul Gailea.

Asrul mengungkapkan, seluruh peserta telah melewati tahapan seleksi mulai dari kabupaten hingga tingkat provinsi.

Sejumlah peserta yang lulus merupakan hasil penilaian objektif dari para dewan hakim.

“Yang kami bawa ke tingkat nasional ini sudah siap memberikan yang terbaik. Sesua arahan pak Wagub yang hadir saat pembukaan, semoga kita bisa meraih hasil maksimal,” ungkap Asrul pada hari Rabu, 15 Oktober 2025.

Asrul mendo’akan semoga peserta dari Prov. Malut yang tampil dalam STQH Nasional XXVIII di Kendari dapat meraih hasil yang maksimal.

“Peserta yang telah tampil alhamdulillah lancar, tinggal kita menunggu hasil penilaian dewan hakim, yang bekerja begitu teliti dan profesional. Semoga saja ada kabar baik untuk Maluku Utara,” ucapnya.

Adapun nama-nama peserta dari Provinsi Maluku Utara yang ikut dalam STQH Nasional XXVIII di Kendari, Sulawesi Tenggara ini antara lain:

Muhammad Fadhil Sillia, Cabang Lomba Hifzhil Qur’an Gol. 1 Juz dan Tilawah Putra;

Maisarah Bahtiar, Cabang Lomba Hifzhil Qur’an Gol. 5 Juz dan Tilawah Putri;

Annisa Hanif Latifa Cabang Lomba Karya Tulis Ilmiyah Hadits Putri;

Nofita Afiun: Tilawah Gol. Anak-Anak Putri;

Siti Amalia Djafar: Hifzhil Qur’an Gol. 10 Juz Putri;

Muhammad Afdal: Hifzhil Qur’an Gol. 10 Juz Putra;

Isran Humunggio: Hafalan 500 Hadits tanpa Sanad Putra;

M. Badwi Pina: Karya Tulis Ilmiyah Hadits Putra;

Bima Prasetyo Tukuboya: Hifzhil Qur’an Gol. 20 Juz. Putra;

Faujan Rizaldi Limatahu Hafalan 100 Hadits dengan Sanad Putra;

Nurhalisa Rahmediaty: Hafalan 100 Hadits dengan Sanad Putri;

Aziska H. Wahab: Hifzhil Qur’an Gol. 30 Juz Putri;

Rifqah Hijrah Wati Sapsuha: Hifzhil Qur’an Gol. 1 Juz dan Tilawah Putri;

Risky Maolana: Hifzhil Qur’an Gol. 5 Juz dan Tilawah Putra;

Andi Rahma Maharani Poetri: Hafalan 500 Hadits tanpa Sanad Putri;

Ummi Ainun Sumange: Hifzhil Qur’an Gol. 20 Juz Putri;

Muhammad Aldi Ardiansyah: Tilawah Gol. Anak-Anak Putra;

Firmansyah Abu Yusup Tilawah Gol. Dewasa Putra;

Ilma Muchsin: Tilawah Gol. Dewasa Putri;

M. Farid Rofki Zulkifli: Hifzhil Qur’an Gol. 30 Juz Putra.

Dari 20 peserta tersebut, 13 telah tampil mulai dari 12-14 Oktober 2025. Kemudian, dua peserta tampil pada 15 Oktober 2025, dan lima peserta lainnya dijadwalkan pada 16 Oktober 2025.(Faldi)*

Polisi Resmi Tahan Oknum Dosen UMKendari Tersangka Penganiayaan Mahasiswa

0

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari resmi menahan oknum dosen Universitas Muhamadiyah Kendari (UMK) inisial MA terkait tindakan penganiayaan terhadap seorang mahasiswa Jurusan Arsitektur bernama Aldi.

Penahanan ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau. Ia mengatakan MA telah ditahan pada Kamis 16 Oktober 2025.

“Sudah kami laksanakan penahanan bapak, Kemarin sehabis pemeriksan sebagai tersangka pak,” katanya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat 17 Oktober 2025.

Lanjut, kata dia, MA ditetapkan sebagai tersangka sejak Sabtu 4 Oktober 2025. Saat dilakukan pemanggilan, MA sangat kooperatif hingga berujung penahanan.

Atas perbuatannya, MA diancam dengan pasal 351 ayat (1) KUHP, hukuman pidana penjara maksimal 2 tahun 8 bulan.

Sebelumnya diberitakan, Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di halaman kampus pada Rabu 17 September 2025, dan rekamannya kini beredar luas di media sosial.

Dugaan penganiayaan ini disebabkan oknum dosen tersebut merasa marah karna Aldi mengenakan pakaian jurusan teknik lingkungan, sementara ia tercatat sebagai mahasiswa jurusan Teknik Arsitektur.(Amin)*

Dua Unit Rumah di Konawe Dilahap Sijago Merah

0

KENDARIKINI.COM – Musibah kebakaran menimpa dua unit rumah milik Basrun (39) dan Masiyudin (47) di Desa Kukuluri, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Jumat, 17 Oktober 2025.

Peristiwa ini dibenarkan oleh Kapolsek Wawotobi, Ipda Laode Istiqlal. Menurutnya, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting arus listrik.

“Iyah, musibah kebakaran dua unit rumah milik warga atas nama Basrun dan Masiyudin di Desa Kukuluri,” kata Ipda Laode Istiqlal.

Lebih lanjut, Laode Istiqlal menjelaskan bahwa api mulai terlihat ketika seorang warga mencium bau asap dan melihat kepulan asap keluar dari rumah Basrun. Saat pintu rumah dibuka, api sudah membakar bagian dapur.

Petugas Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe langsung turun ke lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 12.00 WITA.

Beruntung dalam insiden ini tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materiil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp205 juta rupiah.(Amin)*

Pertikaian Terjadi di Pelabuhan Bungkutoko, Buruh dan Warga Terlibat Adu Mulut

0

KENDARIKINI.COM – Sebuah pertikaian terjadi di Pelabuhan Bungkutoko, Kecamatan Abeli, Kota Kendari pada Jumat dini hari, 17 Oktober 2025.

Insiden melibatkan beberapa buruh dan warga ini sempat terekam dalam sebuah video berdurasi 3 menit 55 detik.

Video yang diterima Jurnalis Kendarikini.com memperlihatkan sejumlah buruh dan warga tengah bersitegang dan beradu mulut di area pelabuhan.

Salah satu warga terlihat berdebat dengan beberapa buruh terkait penggunaan mobil pribadi untuk mengangkut barang bawaan keluarganya.

Kapolsek KP3 Kendari, La Ode Hasmi Hamzah, membenarkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WITA, saat kapal baru saja memasuki pelabuhan.

“Iya karena kurang lebih jam 3 pagi kapal masuk,” kata dia.

Hingga saat ini, kronologi dan penyebab pasti pertikaian masih belum diketahui. Pihak KP3 Kendari tengah melakukan pendalaman dengan mengambil keterangan dari para pihak terkait.

“Sementara kami dalami karena butuh yang di duga kejadian semalaman sementara kami ambil keterangan,” tutupnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga setempat dan diharapkan penyelesaian segera untuk menghindari konflik serupa di masa depan.(Amin)*

Depresi Masalah Keluarga, Remaja 20 Tahun di Konawe Meninggal Dunia Akibat Gantung Diri

0

KENDARIKINI.COM – Seorang remaja inisial R (20) dari Kelurahan Ambakeri, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, dinyatakan meninggalkan dunia setelah ditemukan dalam posisi gantung diri, Jumat 17 Oktober 2025.

Kapolsek Unaaha IPTU La Ode Anti menjelaskan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 08.00 WITA, saat itu paman korban hendak membangunkan R di kamar lantai 2.

Pada saat menuju ke kamar, dilihatnya korban dalam posisi gantung diri menggunakan tali nilon berwarna biru dan ditemukan kursi warna coklat pada bagian bawah kakinya.

“Menemukan hal demikian paman korban mengangkat korban dan memotong seutas tali nilon yang terlilit dileher korban, lalu menurunkannya dan membawanya ke lantai satu dan pada saat itu korban sudah tidak bernyawa,” kata La Ode Anti.

La Ode Anti menambahkan penyebab korban gantung diri dikarenakan depresi dengan permasalahan dilingkungan keluarga. Korban diketahui tinggal bersama tantenya hingga kerap dimarahi.

“Diduga korban gantung diri karena depresi akibat adanya permasalahan keluarga yang mana korban sempat dimarahi oleh tantenya karena sering pulang larut malam serta orang tua korban berpisah sehingga korban ikut sama neneknya,” ujarnya.

Selain itu, pihak keluarga menerima dengan ikhlas atas kepergian korban dan menolak untuk dilakukan autopsi.

“Pihak kelurga korban menolak untuk di lakukan Otopsi terhadap korban,” tutupnya.(Amin)*

Laboratorium Enterpreneur FEBI IAIN Kendari Gelar Pelatihan Bisnis Plan, Dorong Mahasiswa Jadi Pengusaha Muda

KENDARIKINI.COM – Laboratorium Enterpreneur Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Kendari menyelenggarakan Pelatihan Bisnis Plan bagi mahasiswa, selama dua hari, Jumat–Sabtu, 17–18 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di Gedung FEBI IAIN Kendari dan diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai jurusan.

Kepala Laboratorium Enterpreneur FEBI IAIN Kendari, Muhamad Tonasa, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun dan mengembangkan rencana bisnis yang inovatif dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini digelar untuk membekali mahasiswa agar mampu menyusun bisnis plan yang baik serta memahami strategi pengelolaan bisnis secara terarah dan terstruktur,” ujar Tonasa, Sabtu 18 Oktober 2025.

Ia menambahkan, pelatihan kali ini berbeda dengan kegiatan serupa sebelumnya karena materi yang disampaikan bersifat lebih spesifik dan aplikatif.

“Peserta mendapat materi tentang cara membuat bisnis plan yang menarik bagi investor, serta strategi pemasaran dan keuangan yang efektif,” jelasnya.

Sebagai narasumber utama, Iman Ilahiyat, S.P., M.P., yang juga merupakan Owner Basecamp Outdoor, menekankan pentingnya analisis pasar dalam penyusunan bisnis plan.

“Kesalahan umum yang sering dilakukan peserta adalah kurangnya analisis pasar dan strategi pemasaran yang jelas. Padahal, keduanya sangat penting agar bisnis plan lebih realistis dan menarik bagi investor,” ungkapnya.

Iman juga membagikan tips membuat bisnis plan yang efektif.

“Buatlah bisnis plan yang singkat, jelas, dan didukung data serta analisis yang akurat,” katanya.

Selain itu, Musahir S.Ars, Direktur CV Tiga Putra, turut menjadi narasumber dengan materi Bisnis Desain Digital. Ia menjelaskan pentingnya desain digital dalam mendukung promosi dan citra bisnis.

“Desain digital yang baik dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memperkuat identitas bisnis. Gunakan warna dan font yang sesuai agar desain tetap sederhana dan mudah dipahami,” ujar Musahir yang juga praktisi desain properti tersebut.

Para peserta pelatihan mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini. Mahasiswa Perbankan Syariah, Ahmad Dhani, mengatakan dirinya memperoleh wawasan baru terkait penyusunan strategi pemasaran.

“Saya mendapat banyak hal baru tentang cara mengembangkan bisnis plan yang efektif,” ujarnya.

Peserta lain, Isna Fitriani, mahasiswa Manajemen, menilai materi yang disampaikan mudah dipahami dan aplikatif.

“Materi yang diberikan sangat jelas dan bisa langsung diterapkan pada bisnis plan kami,” katanya.

Senada dengan itu, Pipit Oktapianti dan Selvi, mahasiswa Ekonomi, berharap pelatihan ini dapat membantu mereka dalam merancang ide bisnis yang lebih matang.

“Kami ingin mengembangkan bisnis sendiri dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Selvi.

Menutup kegiatan tersebut, Ketua Panitia sekaligus Kepala Laboratorium Enterpreneur FEBI IAIN Kendari, Muhamad Tonasa menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

“Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat besar bagi peserta dan menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dalam dunia bisnis. Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus kami selenggarakan,” pungkasnya.*

PT Vale Wujudkan Ekonomi Berdaya Lewat UMKM

0

KENDARIKINI.COM – Selama lebih dari lima dekade beroperasi di Sorowako, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) bagian dari Group Mining Industry (MIND ID) telah membuktikan bahwa pertambangan yang bertanggung jawab tidak hanya menghasilkan nikel untuk dunia, tetapi juga menumbuhkan ekonomi lokal yang tangguh dan berkelanjutan.

Melalui partisipasi di “Sulsel UMKM Expo Andalan Hati”, yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-356 Provinsi Sulawesi Selatan, PT Vale kembali menegaskan komitmennya untuk mengubah sumber daya alam menjadi kesejahteraan masyarakat.

Sorowako bukan sekadar wilayah operasi tambang, ia adalah laboratorium hidup dari filosofi keberlanjutan Vale. Sejak 1970-an, perusahaan menanam investasi sosial melalui pelatihan, pendampingan usaha, dan pembukaan akses pasar bagi masyarakat di sekitar tambang.

Dari inisiatif awal itu lahir lebih dari 139 UMKM binaan aktif yang kini menopang ekonomi rumah tangga, dengan rata-rata omzet kolektif mencapai ratusan juta rupiah per tahun dari hasil produksi pangan lokal, kopi Matano, kerajinan, dan produk kreatif khas Sorowako.

Melalui Galeri UMKM Kareso Anatowa, hasil kreasi warga—dari camilan tradisional hingga kopi organik—menjadi wajah baru Sorowako yang berdaya. Setiap kemasan membawa cerita: tentang kemandirian, kualitas, dan kebanggaan lokal yang kini menembus pasar di luar Luwu Timur.

“Kami memulai dari hal sederhana—mendampingi masyarakat menata usaha, mengolah potensi lokal, hingga mampu berdiri di pasar bebas. Kini, semangat itu kami bawa ke tingkat provinsi,” ujar Endra Kusuma, Head of External Relations PT Vale Indonesia.

“Bagi kami, setiap produk UMKM adalah simbol dari nilai tambah yang tinggal di tanah Sulawesi.”

Partisipasi PT Vale di UMKM Expo tahun ini bukan hanya seremonial. Ia merepresentasikan sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam menjalankan Asta Cita Presiden RI, terutama agenda penguatan ekonomi rakyat.

Produk-produk binaan PT Vale seperti Kopi Matano, keripik pangkilang, dan sarabba jahe merah tampil berdampingan dengan ratusan UMKM Sulsel, menghadirkan narasi baru: bahwa sektor pertambangan dapat menjadi katalis ekonomi rakyat—bukan pesaingnya.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi kontribusi tersebut. “Kegiatan ini sudah luar biasa. Saya rasa sudah bagus-bagus produknya. Kita ingin event seperti ini terus berlanjut, dan perusahaan seperti PT Vale terus memberi dukungan,” ujarnya.

Seluruh aktivitas ini menjadi bagian dari strategi besar PT Vale untuk memperkuat ekonomi lokal melalui diversifikasi pendapatan, agar ketika tambang bertransisi, kehidupan ekonomi tetap berdenyut.

Program-program UMKM Vale kini telah berkontribusi signifikan terhadap PDRB Luwu Timur, dan bahkan menjadi model pengembangan komunitas di blok-blok pertumbuhan lain seperti Bahodopi dan Pomalaa.

Momentum partisipasi di Sulsel Expo memperluas ruang gerak UMKM binaan, menjembatani mereka ke “Mall UMKM Sulsel” yang akan segera diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi. Di sini, produk binaan PT Vale akan hadir berdampingan dengan brand lokal unggulan, memperkuat narasi ekonomi hijau Sulsel.

Transformasi ini menjadi cerminan dari filosofi keberlanjutan Vale: bahwa nilai sejati sebuah tambang terletak bukan hanya pada mineral yang diambil, tetapi pada kehidupan yang tumbuh di sekitarnya.*

Upaya PT Vale Indonesia Wujudkan Kolaka Sehat

0

KENDARIKINI.COM — Perusahaan nickel berkelanjutan, PT Vale Indonesia Tbk melalui proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan HIV-AIDS dan Tuberkulosis (TB) bagi masyarakat Pomalaa. Kegiatan yang digelar di Jalan Kerapu, Kampung Bajo, Kelurahan Dawi-Dawi, Kecamatan Pomalaa ini merupakan bagian dari implementasi Program Kolaka Sehat, Bersih, dan Berdaya yang diluncurkan bersama Pemerintah Daerah Kolaka.

Melalui kolaborasi dengan Puskesmas Pomalaa dan pemerintah setempat, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit menular berisiko tinggi di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri Pomalaa.

Penyakit HIV-AIDS dan TB masih menjadi tantangan kesehatan global. Indonesia termasuk dalam 30 negara dengan beban TB tertinggi di dunia, dengan lebih dari 1 juta kasus TB setiap tahunnya dan sekitar 24.000 kasus TB di antara penderita HIV. Di tingkat lokal, Kabupaten Kolaka turut menghadapi tren peningkatan kasus serupa.

Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka 2023, terdapat 46 kasus baru HIV—meningkat dari 34 kasus di tahun sebelumnya—dan sekitar 56,5% di antaranya terjadi pada kelompok usia produktif. Mayoritas penderita merupakan laki-laki (80,4%) dan 67% dari kasus telah mendapatkan pengobatan ARV.
Untuk kasus Tuberkulosis (TB), surveilans mencatat 305 pasien positif dari 1.514 orang terduga TB, dengan pola fluktuatif yang dipengaruhi kondisi sosial dan iklim di wilayah tersebut.

Data ini menunjukkan bahwa peningkatan mobilitas penduduk akibat pertumbuhan industri menuntut kewaspadaan lebih tinggi terhadap penyebaran penyakit menular di masyarakat.

Kepala Puskesmas Pomalaa, dr. Alriani Hamzah, menyampaikan pentingnya sinergi lintas pihak dalam menanggulangi penyakit menular. “Dengan meningkatnya jumlah penduduk akibat aktivitas industri, risiko penyebaran penyakit menular juga meningkat. Karena itu, kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini untuk menanggulangi dan mencegah penyebaran penyakit secara lebih efektif,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Pomalaa, Rachmat Hidayat Gavoer, menekankan bahwa pencegahan HIV-AIDS adalah tanggung jawab bersama. “Banyaknya tenaga kerja dari luar dapat meningkatkan risiko penyebaran HIV-AIDS. Kami mengapresiasi langkah PT Vale yang proaktif melaksanakan kegiatan sosialisasi ini. Jangan takut untuk berobat, karena HIV bisa dikendalikan dengan pengobatan rutin,” tegasnya.

Dari sisi perusahaan, Achmad Siswandi Asdam, Project Engineer PT Vale IGP Pomalaa, menegaskan bahwa program kesehatan masyarakat menjadi bagian penting dari pilar Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan.
“Penandatanganan MoU dengan Pemda Kolaka menjadi tonggak penting kolaborasi antara PT Vale, pemerintah, dan masyarakat. Kami ingin memastikan setiap langkah operasional perusahaan memberi dampak positif bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

“Melalui edukasi kesehatan, bantuan alat medis, beasiswa dokter spesialis, dan sertifikasi tenaga kesehatan, kami ingin memastikan masyarakat Kolaka memiliki akses kesehatan yang layak dan berkelanjutan. Upaya ini akan terus bergulir ke seluruh Puskesmas di Pomalaa,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, PT Vale juga berkolaborasi dalam promosi kesehatan dan deteksi dini, mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan rutin guna mencegah penyebaran penyakit sejak dini.
“Melalui deteksi dini, kita berharap masyarakat dapat terlindungi sejak awal. Upaya-upaya seperti ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan di wilayah pemberdayaan perusahaan,” tegas Achmad.

Program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PT Vale untuk membangun ketahanan kesehatan komunitas sebagai elemen penting dari pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-3, yakni “Menjamin Kehidupan yang Sehat dan Meningkatkan Kesejahteraan untuk Semua Usia.”

Sebagai langkah nyata, PT Vale melalui Program Kolaka Sehat, Bersih, dan Berdaya akan melaksanakan:
• Edukasi lintas desa dan sekolah untuk pencegahan HIV-AIDS dan TB;
• Peningkatan kapasitas tenaga medis melalui pelatihan dan sertifikasi;
• Bantuan alat kesehatan bagi RSUD Tipe D Pomalaa;
• Beasiswa dokter spesialis untuk memperkuat sumber daya manusia kesehatan lokal;
• Pembangunan sistem deteksi dini berbasis komunitas bersama Puskesmas.

Pertumbuhan kawasan industri Pomalaa menjadikan Kolaka sebagai salah satu motor ekonomi baru di Sulawesi Tenggara. Namun, PT Vale percaya bahwa kemajuan sejati hanya dapat dicapai jika disertai dengan masyarakat yang sehat, sadar, dan berdaya.
“Melalui komitmen terhadap kesehatan, kelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat, PT Vale hadir untuk mendorong perubahan yang nyata dan berkelanjutan. Bersama pemerintah dan masyarakat, kami ingin mewujudkan Kolaka yang lebih sehat, bersih, dan berdaya,” tutup Achmad Siswandi Asdam.*

Penjualan Bijih Nikel, Upaya PT Vale Dorong Kontribusi Ekonomi Daerah dan Tumbuh Bersama Masyarakat

0

KENDARIKINI.COM — Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu pusat industri ekstraktif berbasis nikel yang berkembang pesat di Indonesia. Nikel saat ini menjadi komoditas strategis dunia karena menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik, yang menjadi pilar penting dalam transisi menuju energi bersih global. Dengan cadangan nikel terbesar di dunia, Indonesia menempati posisi strategis dalam rantai pasok industri energi masa depan. Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), kehadiran PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), anggota grup Mining Industry (MIND ID) melalui proyek pengembangannya Indonesia Growth Project (IGP) Morowali memiliki peran penting dalam memperkuat rantai pasok nikel nasional, sekaligus memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, dan berkelanjutan.

Aktivitas produksi dan penjualan bijih nikel (ore) yang dilakukan di wilayah Kabupaten Morowali tidak hanya menopang agenda industrialisasi nasional, tetapi juga menjadi penggerak kontribusi ekonomi daerah. Langkah ini mempertegas komitmen PT Vale untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, khususnya di 13 desa binaan yang berada di Kecamatan Bahodopi dan Bungku Timur.

Seluruh kegiatan operasional PT Vale dijalankan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik (good governance) dan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai pemegang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), PT Vale senantiasa memenuhi kewajibannya dengan melakukan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), royalti dan pajak-pajak lainnya sebagai kontribusi terhadap penerimaan negara. Melalui mekanisme revenue sharing yang diatur pemerintah pusat, sebagian pendapatan tersebut dialokasikan kembali kepada daerah penghasil, termasuk Pemerintah Kabupaten Morowali, dalam bentuk Dana Bagi Hasil (DBH) sektor pertambangan mineral.

Kontribusi PT Vale terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Morowali sejak tahun 2023 hingga September 2025 telah mencapai Rp. 43 miliar. Tren ini meningkat sejak penjualan bijih nikel dari Kabupaten Morowali pada semester II tahun 2025 dimana royalti yang telah dibayarkan oleh PT Vale kepada Pemerintah Republik Indonesia adalah sebesar Rp. 84 miliar, yang tentunya pendapatan ini diharapkan terus meningkat. Hal ini mencerminkan fungsi dan peran langsung proyek strategis PT Vale dalam memperkuat pondasi fiskal daerah, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Kami memahami dan menghargai kekhawatiran masyarakat Bahomotefe terkait fee bagi hasil penjualan ore. Berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-undang Mineral dan Batubara, PT Vale sebagai pemegang IUPK, memiliki kewajiban untuk melakukan pembayaran bagi hasil dari keuntungan bersih perusahaan tiap tahunnya. Adapun pembayaran bagi hasil tersebut selanjutnya dilakukan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sesuai dengan persentase yang telah diatur berdasarkan Peraturan”, jelas Wafir, Head of Bahodopi Project IGP Morowali.

“Setiap ton ore yang diproduksi dan dijual di wilayah Morowali bukan hanya mencerminkan keberlangsungan bisnis perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi nyata bagi peningkatan pendapatan daerah, kami memastikan agar manfaat ekonomi dari kehadiran proyek ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Morowali.” tambah Wafir.

Selain kontribusi fiskal, PT Vale juga berkomitmen untuk memastikan manfaat ekonomi proyek dirasakan secara nyata oleh masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan dan pembangunan sosial dengan terus memperkuat Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Morowali. Program ini mencakup dukungan pendidikan, kesehatan, pelatihan keterampilan, pengembangan ekonomi lokal dan pembangunan infrastruktur desa di wilayah lingkar tambang termasuk Desa Bahomotefe. Tercatat sejak tahun 2015 hingga Kuartal IV 2025, PT Vale telah menggelontorkan dana PPM mencapai sebesar Rp. 70 miliar yang tersebar di seluruh desa-desa binaan sebagai bukti komitmen investasi sosialnya.

“Keberhasilan industri pertambangan tidak hanya diukur dari hasil produksi, tetapi dari sejauh mana kehadirannya mampu membuka peluang dan menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat sekitar,” tegas Wafir.

Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, PT Vale senantiasa berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan, memastikan bahwa setiap langkah pembangunan sejalan dengan tujuan nasional dalam mewujudkan hilirisasi nikel yang berdaya saing dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat Morowali dan Indonesia.*

Ketua Kadin Sultra Jajaki Peluang Bisnis Indomesia Pacific Forum

KENDARIKINI.COM – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Anton Timbang, menghadiri forum internasional bertajuk Indonesia-Pacific Business Forum 2025 yang diselenggarakan oleh Kadin Indonesia.

Kegiatan strategis ini berlangsung di Ruang Mochtar Riady, Lantai 29, Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, pada Selasa, 14 Oktober 2025.

Forum tersebut merupakan agenda penting yang bertujuan memperkuat hubungan dagang, ekonomi, dan investasi antara Indonesia dengan negara-negara di kawasan Pasifik.

Dalam surat undangan resmi yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Luar Negeri, Bernardino M. Vega, dijelaskan bahwa forum ini mencakup serangkaian kegiatan krusial, seperti Business Luncheon, Pertemuan Bilateral Indonesia-Vanuatu, penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kadin Indonesia dan Vanuatu Chamber of Commerce and Industry (VCCI), serta Pacific Business Forum.

Bernardino M. Vega menyatakan bahwa forum ini menjadi sarana strategis bagi pimpinan perusahaan untuk memperkuat hubungan dagang, ekonomi, dan investasi.

“Forum ini menjadi sarana strategis bagi para pimpinan perusahaan, untuk memperkuat hubungan dagang, ekonomi, dan investasi antara Indonesia dan negara di kawasan Pasifik. Sekaligus mendorong pengembangan kerja sama berkelanjutan di berbagai sektor strategis,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Keikutsertaan Anton Timbang dalam forum bergengsi ini menegaskan komitmen Kadin Sultra dalam menjalin kemitraan ekonomi internasional dan menjajaki peluang investasi baru bagi pengusaha lokal.

“Partisipasi kami dalam forum ini adalah bentuk keseriusan, untuk membuka koneksi dan menjalin kerja sama di kawasan Pasifik. Kami melihat banyak potensi bisa digarap. Terutama di sektor kelautan, energi, dan pariwisata,” ungkap Anton Timbang.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa partisipasi Kadin Sultra juga merupakan upaya untuk mendorong ekspansi ekonomi daerah ke pasar internasional, khususnya di kawasan Pasifik yang memiliki potensi besar di sektor kelautan, perikanan, energi, dan pariwisata.

“Forum ini menjadi peluang emas bagi Kadin daerah untuk membangun jaringan bisnis yang lebih luas. Sultra sebagai wilayah strategis di kawasan timur Indonesia, tentu memiliki peran penting dalam mendorong konektivitas ekonomi Indonesia-Pasifik,” jelasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk para Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Indonesia, Wakil Ketua Umum dan Ketua Komite Tetap Kadin Indonesia, Kepala dan Wakil Kepala Badan Kadin Indonesia, Ketua Komite Bilateral, serta seluruh Ketua Umum Kadin Provinsi se-Indonesia dan Ketua Umum Asosiasi serta Himpunan anggota luar biasa Kadin Indonesia.

Forum Indonesia-Pasifik Business Forum 2025 juga menjadi wadah diskusi lintas negara untuk memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia serta memperluas jaringan bisnis dan investasi yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.*

PT Wijaya Inti Nusantara Salurkan Bantuan Pipa untuk Air Bersih Rakyat

0

KENDARIKINI.COM – PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) kembali menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kali ini, perusahaan menyalurkan bantuan berupa 160 buah pipa air bersih kepada 20 Kepala Keluarga (KK) di Dusun 2, Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 11 Oktober 2025 mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WITA ini mengusung tema:
“PT. WIN Peduli Air Bersih – Mewujudkan Akses Air Layak bagi Masyarakat Dusun 2 Desa Torobulu.”

Bantuan pipa dengan diameter ¾ inci dan total panjang lebih dari 500 meter ini diberikan untuk memperkuat jaringan distribusi air bersih dari sumur bor yang telah dibangun sebelumnya. Dengan adanya pipa tersebut, warga dapat menikmati aliran air bersih secara lebih merata ke rumah-rumah penerima.

Dalam kegiatan ini Randi Gunawan Mewakili, Tim CSR dan Humas PT. WIN turut hadir bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan penerima bantuan. Warga Dusun 2 juga terlibat aktif dengan semangat gotong royong dalam pemasangan pipa, didampingi oleh tim teknis PT. WIN.

Kepala Desa Torobulu menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian PT. WIN.

“Kami berterima kasih kepada PT WIN yang terus berkomitmen membantu penyediaan sarana air bersih di desa kami. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,”

Randi Gunawan selaku Humas PT WIN menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam bidang sosial dan lingkungan.

“Kami berharap warga dapat mengelola serta merawat jaringan pipa ini secara bersama-sama, agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Program ini menjadi bagian dari CSR PT WIN untuk mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar operasional perusahaan,” jelasnya.

Kedepan, warga berharap adanya tambahan pipa untuk menjangkau area yang lebih jauh serta pembangunan bak penampungan air (tandon) guna melengkapi sistem distribusi yang ada.

Melalui kegiatan ini, PT WIN kembali menegaskan perannya sebagai mitra masyarakat dalam membangun akses sarana dasar yang layak dan berkelanjutan.*

Ajak Gaya Hidup Ramah Lingkungan, PLN Gelar Lomba Memasak dengan Alat Listrik

0

KENDARIKINI.COM – Dalam semangat memperkenalkan gaya hidup serba listrik yang aman, efisien, dan ramah lingkungan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menggelar Electric Cook Fest, lomba memasak menggunakan berbagai peralatan rumah tangga berbasis listrik.

Kegiatan yang berlangsung di Monumen Mandala, Kota Makassar, pada Sabtu (18/10) dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina, dan General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah.

Lomba masak diikuti 60 peserta yang berasal dari Forkopimda dan instansi se-Provinsi Sulawesi Selatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan energi ramah lingkungan. Para peserta beradu kreativitas dalam menyajikan hidangan lezat hanya dengan menggunakan air fryer, panci elektrik dan peralatan listrik lainnya.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman turut mengapresiasi atas dukungan PLN terhadap UMKM dan Andalan Hati Expo UMKM Sulsel Maju dan Berkarakter 2025 dalam rangka memperingati Sulawesi Selatan Ke-356 Tahun.

Selain itu dirinya bersama Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan turut mendukung penggunaan alat masak listrik dalam kehidupan sehari-hari dengan turut mengikuti lomba masak menggunakan alat listrik.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada PLN atas terselenggaranya lomba memasak menggunakan alat listrik ini. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang kreativitas dan kebersamaan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendorong masyarakat beralih ke energi yang lebih bersih, efisien, dan modern,” kata Andi Sudirman.

Ia menambahkan melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat merasakan langsung kemudahan dan kenyamanan menggunakan peralatan listrik yang ramah lingkungan. “Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendukung penuh upaya PLN dalam mempercepat transisi energi menuju penggunaan alat listrik di berbagai aspek kehidupan,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah menjelaskan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam mengkampanyekan Electrifying Lifestyle, sebuah gaya hidup modern yang memanfaatkan energi listrik untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

“Lewat lomba memasak ini, kami ingin menunjukkan bahwa listrik bukan hanya penerangan. Kini listrik menjadi sumber energi utama yang memudahkan aktivitas rumah tangga, termasuk memasak. Selain lebih cepat, bersih, dan aman, penggunaan alat masak listrik juga lebih hemat energi,” ujar Edyansyah.

Ia menambahkan melalui kegiatan ini, PLN optimis masyarakat semakin sadar akan manfaat elektrifikasi yang tidak hanya mendukung produktivitas, tetapi juga membantu mengurangi emisi karbon dan menjaga lingkungan.
“Kami ingin mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Selatan untuk mulai beralih ke gaya hidup serba listrik. Mari gunakan energi yang lebih bersih, efisien, dan aman untuk masa depan yang berkelanjutan,” tutup Edyansyah.

Selain kompetisi memasak, acara juga dimeriahkan dengan demo produk alat masak listrik, talkshow edukatif tentang efisiensi energi, serta pameran layanan PLN Mobile yang memudahkan pelanggan dalam mengakses berbagai kebutuhan kelistrikan.
Peserta lomba mengaku antusias dan terinspirasi untuk beralih ke peralatan listrik.

Salah satu peserta lomba masak, Murni mengungkapkan bahwa memasak dengan peralatan listrik terasa lebih hemat, efisien, dan praktis. “Alhamdulillah di rumah saya sudah pakai alat listrik untuk memasak, lebih bersih dan lebih baik untuk kesehatan. Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena bisa merasakan pengalaman memasak memakai menggunakan peralatan listrik. Lebih hemat dan simple,” ujarnya sambil tersenyum.*

Pemerintah Targetkan 1.285 Desa Terang di 2025

0

KENDARIKINI.COM – Pemerintah terus memperluas pemerataan akses listrik PT PLN (Persero) di seluruh pelosok negeri. Melalui Program Listrik Desa (Lisdes), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.285 desa hingga akhir tahun 2025. Langkah ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat meninjau progres Program Listrik Desa sekaligus penyalaan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Desa Bandar Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (16/10) menegaskan, terang listrik merupakan hak setiap warga negara. Karena itu, Pemerintah bersama PLN berkomitmen memberikan akses listrik merata hingga tahun 2030.

“Target Bapak Presiden Prabowo yang kami terjemahkan dalam arah kebijakan adalah penyelesaian pemerataan listrik di seluruh Indonesia pada 2029–2030,” ujar Bahlil.

Presiden Prabowo menargetkan 5.758 desa dan 4.310 dusun di seluruh Indonesia dapat segera bebas dari kegelapan. Pemerintah memastikan program ini akan terus dikebut agar seluruh rakyat dapat menikmati terang yang sama dan memanfaatkan listrik untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Menurut Bahlil, pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah terpencil memang tidak selalu menguntungkan secara bisnis bagi PLN. Namun, ia menegaskan bahwa negara wajib hadir untuk memberikan akses setara bagi seluruh warga.

“Jadi itu (melistriki desa) biayanya cukup tinggi, tapi negara harus hadir untuk memastikan itu (penerangan). Bapak Presiden sangat konsen untuk bagaimana bisa memberikan layanan listrik sebagai bentuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” paparnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, sejalan dengan arahan Presiden dan Menteri ESDM, PLN berkomitmen menuntaskan agenda pemerataan listrik hingga ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

“Melalui listrik, perubahan besar dapat terjadi bagi masyarakat, mulai dari peningkatan taraf hidup, pertumbuhan ekonomi desa, hingga pembukaan lapangan kerja baru. PLN siap menjalankan amanat pemerintah untuk menerangi seluruh negeri tanpa terkecuali,” tegas Darmawan.

Darmawan menambahkan, untuk melistriki 1.285 desa di tahun ini, pihaknya akan membangun infrastruktur jaringan tegangan menengah sepanjang 4.770 kilometer sirkuit (kms), 3.265 kms jaringan tegangan rendah, dan 94.040 kilovolt ampere (kVA) gardu distribusi. Melalui upaya tersebut, diharapkan lebih dari 77 ribu keluarga bisa menikmati listrik.

“Ini bukan sekadar angka, tapi kehidupan yang berubah. Anak-anak bisa belajar malam hari, usaha kecil bisa tumbuh, dan desa jadi lebih sejahtera,” ujarnya.

Di Sumatera Selatan sendiri, terdapat 11 desa yang merupakan bagian dari total 1.285 lokasi Program Lisdes Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2025. Dari sebelas desa tersebut, 7 desa di antaranya berada di wilayah Musi Banyuasin, yakni Desa Bandar Jaya, Desa Epil Barat, Desa Kepayang, Desa Mangsang, Desa Muara Merang, Desa Pangkalan Bulian, dan Desa Sako Suban.

Rosidin, Kepala Desa Bandar Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Banyuasin, menyampaikan rasa syukur karena penantian panjangnya kini membuahkan hasil. Dusun 4 Sungai Putih akan segera dilistriki lewat Program Lisdes ABT 2025.

“Hampir sekitar 10 tahun warga menunggu. Alhamdulillah, dalam waktu yang dekat ini, jaringan listrik dan sarana penerangan khususnya untuk masyarakat bakal terealisasi. Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada Presiden Prabowo dan Bapak Menteri ESDM atas kerja kerasnya menghadirkan program ini. Listrik ini sangat membantu perekonomian warga dan mendukung anak-anak kami belajar dengan lebih baik,” ucapnya haru.

Hal senada diungkapkan Rohiya, warga Dusun 4 Sungai Putih, yang selama ini harus bergantung pada genset untuk penerangan malam hari dengan biaya hingga Rp25 ribu per malam. Dirinya juga berharap agar seluruh proses yang dikerjakan untuk melistriki desanya dapat segera rampung.

“Biasanya kami _nyalakan_ genset dari jam enam sampai jam sembilan malam, biaya Rp25 ribu semalam. Kalau sedang tak punya uang, ya gelap-gelapan. Semoga semuanya diberi keselamatan dan kelancaran dalam memasang listrik sampai ke desa kami,” ujarnya.*

Upaya PLN Dukung UMKM Naik Kelas

0

KENDARIKINI.COM — Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kembali diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam pameran “Andalan Hati: UMKM Sulsel Maju dan Berkarakter” yang digelar di Monumen Mandala, Makassar, Rabu (15/10).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Sulawesi Selatan ke-356, sekaligus menjadi wadah untuk menampilkan kreativitas dan potensi pelaku UMKM lokal. Ratusan pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, kriya, hingga produk ramah lingkungan berpartisipasi dalam ajang ini untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) turut berpartisipasi dengan menghadirkan berbagai produk unggulan dari Rumah BUMN PLN binaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Produk-produk tersebut mencerminkan semangat kemandirian, inovasi, dan keberlanjutan yang menjadi ciri khas UMKM binaan PLN UID Sulselrabar di wilayah Sulawesi Selatan.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang hadir meninjau langsung kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya saat berkunjung ke booth PLN UID Sulselrabar. Ia menilai PLN telah berperan aktif dalam mendorong tumbuhnya pelaku usaha kecil dan menengah agar dapat berkembang dan berdaya saing.

“Kami berterima kasih kepada PLN yang senantiasa hadir mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM. Kami berharap PLN terus menjadi pelopor dalam memajukan UMKM, membantu mereka naik kelas, dan berdaya saing di tingkat nasional bahkan global,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.

Selain menampilkan produk UMKM unggulan, PLN juga memanfaatkan momentum pameran ini untuk melakukan sosialisasi berbagai layanan digital PLN, seperti aplikasi PLN Mobile. Pengunjung yang hadir, terutama pelaku UMKM, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap berbagai inovasi dan kemudahan akses layanan PLN secara digital.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyampaikan bahwa keikutsertaan PLN dalam ajang ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM binaan yang tangguh, inovatif, dan berkarakter.

“PLN percaya bahwa pemberdayaan masyarakat adalah salah satu kunci dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Melalui Rumah BUMN PLN dan program TJSL, kami ingin memastikan pelaku UMKM memiliki akses terhadap pelatihan, pendampingan, dan pasar yang lebih luas,” ungkap Edyansyah.

Ia menambahkan, keberhasilan UMKM binaan PLN tidak hanya diukur dari sisi ekonomi, tetapi juga dari kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan zaman, memanfaatkan teknologi digital, dan mengedepankan keberlanjutan lingkungan dalam proses usahanya.

“Kami ingin setiap UMKM binaan menjadi contoh nyata bahwa bisnis yang tumbuh bisa tetap menjaga keberlanjutan sosial dan lingkungan. Ini sejalan dengan komitmen PLN mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB 8): Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, PLN UID Sulselrabar berharap sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan BUMN dapat terus diperkuat. Tidak hanya untuk menciptakan ekonomi yang inklusif dan berdaya tahan, tetapi juga untuk membangun karakter UMKM yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing global.*

Insiden Perselisihan di Pelabuhan Bungkutoko, Polisi Amankan Buruh

0

KENDARIKINI.COM – Berikut kronologi perselisihan yang melibatkan buruh dan warga di Pelabuhan Bungkutoko, Kecamatan Abeli, Kota Kendari pada Jumat 17 Oktober 2025 sini hari.

Kapolsek KP3 Kendari, La Ode Hasmi Hamzah menjelaskan berdasarkan keterangan dari buruh pelabuhan bernama Iwan bahwa sekitar pukul 04.30 WITA datang satu unit mobil warna putih masuk ke dalam Pelabuhan Bungkutoko.

Lanjut, kata dia, Iwan menanyakan keperluan supir mobil tersebut, ternyata hendak menjemput penumpang yang sedang sakit.

Iwan lalu menyampaikan apabila terdapat barang bawaan agar segera dikoordinasikan dahulu bersama buruh bagasi yang sedang bertugas di dermaga.

“Iwan mengingatkan agar jika terdapat barang bawaan, hendaknya dikoordinasikan terlebih dahulu dengan buruh bagasi yang bertugas didermaga,” katanya.

Setelah mobil masuk dalam area pelabuhan, supir langsung mengangkat barang barang tanpa melakukan koordinasi dengan buruh bagasi.

Namun, barang yang diangkat supir tersebut bukanlah milik penumpang yang sakit, melainkan milik penumpang lainnya.

Rekan Iwan bernama Fajar langsung menegur supir tersebut karna tidak berkoordinasi dan membawa barang milik penumpang lainnya. Supir tersebut menolak arahan dan marah marah sambil merekam perselisihan tersebut.

Setelah diberikan penjelasan kembali oleh Iwan, supir tersebut segera keluar dan meninggalkan area dermaga.

La Ode Hasmi Hamzah menambahkan pihak KP3 mengamankan buruh bagasi untuk dilakukan pembinaan.

“Untuk Sementara anggota buruh Bagasi Pelabuhan Bungkutoko kendari di amankan di mako polsek kawasan Pelabuhan Kendari dan dilakukan pembinaan,” tambahnya.

Selain itu, pihak KP3 akan melakukan monitoring secara berkala di Pelabuhan Bungkutoko guna meminimalisir kejadian serupa.

“Personel Polsek Kawasan Pelabuhan Kendari akan tetap melakukan monitoring dan pengamanan secara intensif di Pelabuhan Bungkutoko,” pungkasnya.(Amin)*

Polemik Sengketa Lahan Kopperson dan Warga Tapak Kuda, UB Tegaskan Berpihak Kepada Kebenaran

0

KENDARIKINI.COM – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) Umar Bonte silaturahmi dengan relawan keadilan Koperasi Perikanan/Perempangan Saonanto (Kopperson) pada Jum’at malam 17 Oktober 2025.

Saat silaturahmi, Umar Bonte (UB) yang disambut hangat oleh kuasa khusus Kopperson Fianus Arung dan sejumlah relawan keadilan memperlihatkan bukti-bukti atas sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) serta beberapa bukti yang mengacu pada realita keberadaan Kopperson masih legal hingga hari ini.

Selain memperlihatkan beberapa bukti, Fianus Arung juga menjelaskan kronologi dari awal bagaimana permasalahan berujung sengketa terjadi.

“Ada proses peradilan yang sudah puluhan tahun. Hanya warga pada umumnya tidak tau bahwa proses hukum yang terjadi di atas lahan tapak kuda dimanfaatkan oleh oknum-oknum penyelenggara negara yang merupakan mafia tanah. Bukti sangat banyak dengan adanya SHM di atas lahan yang masih berstatus QUO. Sementara undang-undang tegas menyampaikan bahwa tidak ada kegiatan administrasi di atas lahan yang masih berstatus sengketa. Hal inilah yang akhirnya menjadikan permasalahan makin runyam,” jelas Fianus.

Di depan awak media Umar Bonte mengatakan bahwa posisinya sebagai anggota DPD RI tentu memiliki tanggung jawab untuk bisa menyelesaikan masalah daerah.

“Ini adalah masalah daerah, masalah yang harus kita selesaikan bersama-sama. Setiap masyarakat yang mengalami pertikaian, maka pemerintah harus hadir, kita tidak boleh membiarkan konflik terjadi di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu saya sebagai anggota DPR RI merespon permasalahan ini,” kata Umar Bonte.

“Untuk itu melalui pertemuan ini, saya akan meminta semua data-data yang fair, baik yang dimiliki oleh Kopperson maupun masyarakat tapak kuda agar saya bisa mengambil langkah-langkah untuk merekomendasikan kepada pemerintah pusat dalam hal pihak kementerian,” sambungnya.

Dirinya juga menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk memihak kepada satu kelompok.

“Saya menjamin kehadiran saya bukan untuk memihak kepada satu kelompok, tapi saya akan berdiri di atas kebenaran,” tegas Umar Bonte.

Jadi semua data-data yang ada itu, tambahnya, nantinya akan dipelajari oleh tim ahli untuk menyelesaikan. Dan ini akan dilakukan secara terbuka.

Umar Bonte juga menuturkan bahwa HGU yang sudah mati maka tidak bisa dipertahankan.

“HGU yang sudah mati maka tidak bisa dipertahankan, tapi dalam posisi yang masih berperkara ini tidak bisa juga kita abaikan, di sini masih ada badan hukum, artinya masih ada keperdataan di situ,” terang Umar Bonte.*

Dugaan Permainan Proyek di Busel Diadukan ke KPK, Bupati: Kalau Ada Anak Saya yang Terlibat Sikat

0

KENDARIKINI.COM – Dewan Pimpinan Pengurus (DPP) Lembaga Pemantauan Kebijakan Publik (LPKP) resmi mengadukan dugaan permainan proyek di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan (Busel), Jum’at 17 Oktober 2025.

Ketua LPKP, La Ode Tuangge mengatakan bahwa pihaknya resmi melaporkan dugaan permainan proyek di Pemkab Busel ke KPK.

“Bahwa dalam pengaturan proyek pekerjaan di Kabupaten Buton Selatan dilakukan oleh orang–orang kepercayaan Bupati Buton Selatan,” katanya.

“Bahkan diduga masih memiliki hubungan kekerabatan,” tambahnya.

Lanjutnya bahwa dugaan pengaturan proyek pekerjaan di Kabupaten Busel semakin menguat dengan beberapa fakta.

“Pada tender Proyek Pembangunan Instalasi Penanganan Limbah Terpadu (IPLT) kelurahan Bosowa tanggal 22 Mei 2025 dengan anggaran Rp.9.330.000.000,- kontraktor yang memenangkan tender tersebut semestinya CV Tatangge Ventures namun diubah menjadi CV Ghaniyyah Cipta Kontruksi, dengan cara memanggil perwakilan dari CV Tatangge Ventures untuk mundur dari proses lelang karena menurut D ajudan Bupati Busel bahwa “itu paketnya bos anak mantu Bupati Busel,” jelasnya.

Kemudian pada tender proyek Bangunan Gedung Tempat Pendidikan Pembangunan Gedung Serba Guna SMP Negeri 1 Kadatua dengan anggaran Rp.1.900.000.000, kontraktor yang memenangkan tender tersebut semestinya CV Aqilah Konstruksi namun diubah menjadi CV Mujur Abadi.

“Dengan cara pemenang lelang dan perusahaan peringkat kedua dan ketiga tidak diundang untuk pembuktian dengan alasan “bukti kepemilikan peralatan tidak valid,” ungkapnya.

Lalu pada tender proyek Bangunan Gedung Tempat Pendidikan Pembangunan Ruang Perpustakaan SMP Negeri 3 Satu Atap Kadatua beserta Perabotnya dengan anggaran Rp.567.000.000.

“Kontraktor yang memenangkan tender tersebut semestinya CV Asta Konstruksi namun diubah menjadi CV Aries Mandiri, dengan cara pemenang lelang tidak diundang untuk pembuktian dengan alasan “bukti kepemilikan peralatan tidak valid,” ungkapnya lagi.

Lanjutnya lagi pada tender proyek Bangunan Gedung Tempat Pendidikan Pembangunan 2 RKB SMP Negeri 3 Satu Atap Kadatua beserta Perabotnya dengan anggaran Rp. 850.000.000, kontraktor yang memenangkan tender tersebut semestinya CV Bams Kontraktor namun diubah menjadi CV Lingkar Angkasa Raya.

“Dengan cara pemenang lelang tidak diundang untuk pembuktian dengan alasan “tidak melampirkan SKP” padahal pemenang tender telah melampirkan,” jelasnya.

Kemudian Pada tender proyek Bangunan Gedung Tempat Pendidikan Rehab 3 RKB SMP Negeri 3 Satu Atap Siompu dengan anggaran Rp. 567.000.000, kontraktor yang memenangkan tender tersebut semestinya CV Tata Konstruksi Mandiri namun diubah menjadi CV Karya Tebas Persada, dengan cara pemenang lelang tidak diundang untuk pembuktian dengan alasan “tidak ada bukti SPT” yang sebenarnya ada.

“Lalu pada tender proyek Bangunan Gedung Tempat Pendidikan Rehabilitasi 4 RKB SD Negeri 1 Lampanairi dengan anggaran Rp.830.000.000, kontraktor yang memenangkan tender tersebut semestinya CV Lans Project namun diubah menjadi CV Amiro Hutama Karya, dengan cara pemenang lelang tidak diundang untuk pembuktian dengan alasan “bukti kepemilikan peralatan yang berupa nota tidak valid karena toko sudah tutup”,” ungkapnya lagi.

Lalu pada tender proyek Bangunan Gedung Tempat Pendidikan Rehabilitasi 3 RKB SMP Negeri 1 Sampolawa dengan anggaran Rp. 850.000.000, kontraktor yang memenangkan tender tersebut semestinya CV Asta Konstruksi namun diubah menjadi CV Independen Fight Kontraktor, dengan cara pemenang lelang tidak diundang untuk pembuktian karena “tidak memperhitungkan sisa kemampuan paket (SKP)” padahal CV Asta Konstruksi memiliki kecukupan kemampuan.

“Selain adanya “kongkalingkong” untuk memenangkan perusahaan–perusahaan tersebut di atas, penyalahgunaan kewenangan juga diduga merugikan keuangan negara karena perusahaan sebagai peringkat pertama dalam tender proyek-proyek tersebut adalah perusahaan dengan nilai tender terkecil, sehingga akan ada penambahan sisa anggaran yang signifikan untuk APBD Perubahan Tahun 2025,” bebernya lagi.

Lanjutnya dengan adanya dugaan permainan atau pengaturan proyek tersebut, kami menduga bahwa Bupati Buton Selatan telah mendalangi pengaturan proyek tersebut, sampai kepada permintaan Fee proyek.

“Bahwa kami dari LPKP Sultra meminta KPK RIuntuk melakukan Investigasi atau mendalami serta menyelidiki perkara dalam Laporan Pengaduan yang kami maksud,” tuturnya.

Lebih jauh ia menjelaskam bahwa terhadap fakta-fakta yang telah kami uraikan tersebut, berpotensi memenuhi unsur Pasal 2, Pasal 3, Pasal 5 ayat (1) huruf a, Pasal 11, dan Pasal 12 huruf a dan b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi bagi KPK RI untuk tidak menindaklanjuti perkara yang kami adukan,” tegasnya.

Pihaknya juga yakin KPK akan mempressure hal tersebut.

“Bahwa kami meyakini Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia masih jauh lebih baik dalam melakukan penanganan Korupsi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Buton Selatan Sulawesi Tenggara dibanding dengan Lembaga Hukum lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Busel, Adios yang dikonfirmasi via telepon Whats App membantah hal tersebut.

“Mengenai Proyek itukan setan, iblisnya ada disitu, apalagi mau urus yang itu, kalau saya urus anggaran APBN yah mungkin, kalau mau urus itu untuk apa, untuk apa mau urus itu, bukan tipe saya urus itu, itukan merampok hak rakyat, kau salah gunakan kau yang tanggung jawab dunia akhirat,” jelasnya.

Lanjutnya terkait orang dekat dan kerabatnya yang diduga terlibat dalam permainan proyek pihaknya juga membantah hal tersebut.

“Anak saya, saya marahi jangan terlibat disitu, itukan dilelang, saya sendiri nda tahu, mau urus yang itu tidak akan ada pembangunan di Busel, udah susah dibikin susah, lihat itu tidak ada pembangunan di Busel, anak saya pelaku bisnis, punya kapal, kalau ada anak saya yang terlibat sikat,” pungkasnya.*

Kepala BKD Sultra Diduga Lakukan Maladministrasi dalam Pelantikan Pejabat, Sejumlah ASN Dirugikan

0

KENDARIKINI.COM – Pelantikan pejabat administrator dan pengawas lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara pada 6 Oktober 2025 menuai sorotan tajam, Kamis 16 Oktober 2025.

Pasalnya, dalam kegiatan tersebut diduga terjadi maladministrasi yang dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra, Prof. Khaeruni.

Ketua Aliansi Mahasiswa Pemerhato Demokrasi (AMPD), Ibrahim menagatakan Berdasarkan Peraturan Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor 6 Tahun 2025 yang ditandatangani oleh Gubernur Andi Sumangerukka, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) hanya memiliki tiga jabatan struktural, yaitu Kepala Dinas, Sekretaris, dan Kasubag Umum dan Kepegawaian.

“Namun, dalam pelantikan yang digelar awal Oktober lalu, BKD Sultra justru masih melantik 3 kepala bidang, diantaranya: Sevti Mas, SH., MH, Nurhayati, SE dan Yogi Gustamin, S.STP., MT, padahal jabatan tersebut telah dihapus dalam regulasi terbaru,” kata jebolan aktivis HmI.

Lanjutnya, Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk kelalaian yang berimplikasi serius, sebab pejabat yang dilantik pada jabatan yang sudah dihapus dianggap tidak sah, bahkan statusnya sama seperti pegawai non job.

“Selain itu, Prof. Khaeruni juga diduga bertindak sewenang-wenang dalam menurunkan kelas jabatan ASN tanpa dasar yang jelas. Sejumlah pegawai yang sebelumnya menduduki jabatan Eselon IIIA diketahui diturunkan menjadi Eselon IIIB tanpa pelanggaran disiplin ataupun evaluasi kinerja yang sah. Langkah tersebut dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, yang mengatur mekanisme pembinaan dan mutasi jabatan harus dilakukan secara objektif dan berdasarkan kompetensi,” beber jebolan fakultas hukum ternama di Sultra.

Tak hanya itu, sumber internal di lingkup Pemprov Sultra juga mengungkapkan adanya ASN yang sebelumnya menjabat fungsional setara Eselon III, justru dilantik menjadi jabatan struktural Eselon IV tanpa pemberitahuan resmi. Akibatnya, pegawai tersebut mengalami penurunan tunjangan signifikan, dari kelas 11 ke kelas 9.

Salah satu ASN yang menjadi korban kebijakan ini, yang enggan disebutkan namanya, mengaku sangat dirugikan atas tindakan sepihak tersebut.

“Tanpa ada kesalahan, angka kredit saya diturunkan. Akibatnya, saya kesulitan untuk kembali naik jabatan karena semua proses penilaian jadi terhambat,” ujarnya saat ditemui wartawan.

ASN tersebut juga mengaku telah mencoba berkoordinasi dengan Kepala BKD Sultra untuk mencari solusi, namun hanya mendapatkan janji kosong.

“Beliau bilang masalah ini akan segera diselesaikan dan meminta agar tidak sampai diketahui Gubernur. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan apa pun. Saya rasa semua itu hanya lips service,” ungkapnya.

Kasus dugaan maladministrasi ini kini menjadi pembicaraan hangat di kalangan ASN lingkup Pemprov Sultra. Sejumlah pihak mendesak agar Gubernur Andi Sumangerukka turun tangan langsung untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan BKD yang dinilai telah mencederai prinsip meritokrasi dalam birokrasi.

Sementara itu Kepala BKD Sultra, Andi Khaerani yang dikonfirmasi via pesan Whatsapp membantah tudingan tersebut.

“Mereka tidak non job, tetapi sesuai dengan SOTK baru 2025 jabatan tersebut menjadi jabatan fungsional. Kami smtr melakukan koordinasi dengan kementerian PM dan Investasi terkait dgn peralihan jabatan tersebut,” jelasnya.

Namun saat ditanyakan apakah hal tersebut telah sesuai dengan Pergub NO. 6 Tahun 2026 Tentang SOTK DPMPTSP pihaknya hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan.(Irvan).*

DPD Demokrat Sultra Gelar Peluncuran Buku ‘Demokrasi Yang Terjual’, Endang: Momentum Pendidikan Politik untuk Masyrakat

KENDARIKINI.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar peluncuran buku berjudul “Demokrasi Yang Terjual: Klientalisme-Kuasa dan Politik Patronelase dalam Demokrasi Elektoral” di Plaza Inn Hotel Kendari, Rabu, 15 Oktober 2025.

Ketua DPD Partai Demokrat Sultra, Muh. Endang SA, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari tindak lanjut pelaksanaan proklamasi demokrasi forum yang diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) pada 19 Mei 2025 lalu.

Menurut Endang, peluncuran buku tersebut juga menjadi momentum penting untuk memperkuat fungsi partai politik dalam demokrasi.

“Kita ingin menjalankan fungsi partai politik sebagai suatu partai politik yang sejati,” ujar Endang.

Dalam kesempatan yang sama, pengamat politik Sultra, Najib Husein, mengungkapkan pentingnya perubahan gaya politik kandidat dari pola tradisional ke model ‘patron-klien’.

Model ini lebih menitikberatkan pada penawaran program kerja dan kebijakan yang akan dijalankan calon pemimpin jika terpilih.

“Model patron-klien saat ini menggunakan pendekatan dengan memaparkan program-program kerja dan kebijakan yang dibuat oleh calon kepala daerah sebagai tawaran kepada masyarakat,” jelas Najib.

Sementara itu, Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Titin Anggraeni, menyoroti maraknya praktik politik uang (money politic) yang sudah mengakar di Indonesia.

Ia menyebut money politic kini menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kemenangan dalam kontestasi pemilu.

“Uang makin lama makin menjadi faktor dominan dalam menentukan keterpilihan,” tambah Titin.

Titin menambahkan, keberadaan money politic juga memengaruhi pola pikir masyarakat secara komunal, menjadikan perilaku politik warga semakin pragmatis karena hubungan dengan calon wakil rakyat hanya muncul lima tahun sekali.

“Untuk mengubah budaya ini, pembenahan harus dimulai dari pembentukan undang-undang yang lebih tegas,” tegasnya.

Peluncuran buku ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi sekaligus pendorong perubahan dalam sistem demokrasi elektoral di Indonesia, khususnya di Sultra.(Amin)*

Peroleh Uang Palsu dari Tiktok dan Diedarkan, Tiga Orang di Kolaka Diringkus Polisi

0

KENDARIKINI.COM – Tiga orang inisial RA, DA dan SI diringkus aparat kepolisian atas tindak pidana peredaran uang palsu di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ketiga diringkus pada Senin 13 Oktober 2025 setelah menyebarkan uang palsu di Kelurahan 19 Nopember, Kecamatan Wundulako pada Minggu 12 Oktober 2025.

Kasi Humas Polres Kolaka IPTU Dwi Arif mengatakan bahwa kejadian bermula saat korban inisial IR pulang ke rumah orang tuanya dan menyampaikan DA bersama temannya telah membeli rokok di kios menggunakan uang palsu pecahan Rp100 ribu rupiah sebanyak 5 lembar.

Lanjut, kata dia, setelah diperiksa dari segi tekstur kertas dan warna, rupanya uang tersebut adalah palsu.

“Pada saat DA membeli rokok dan setelah beberapa saat kemudian SKD (orang tua IR) mengecek uang yang diduga palsu dari tekstur kertas dan warnanya,” kata Dwi Arif, Rabu 15 Oktober 2025.

Dwi Arif menambahkan saat dilakukan interogasi, para pelaku telah menjalankan aksinya sejak bulan September 2025.

Pecahan uang tersebut diperoleh dari aplikasi Tiktok, kemudian pelaku inisial RA digandakan dengan cara di foto copy.

Selain itu, Dwi Arif menerangkan motif para pelaku mengedarkan uang palsu ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 36 ayat (3) Jo. pasal 26 ayat (3) UU RI No.7 tahun 2011 tentang mata uang, hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun.(Amin)*

Kerja-Kerja PT Vale Jaga Baku Mutu Air Lingkar Perusahaaan

0

KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) berusaha membuktikan bahwa pertambangan nikel di Indonesia bisa bersih dan berkelanjutan dengan menerapkan standar Environmental, Social, and Governance (ESG).

PT Vale telah beroperasi selama 57 tahun dan mengedepankan prinsip keseimbangan antara manusia, laba perusahaan, dan lingkungan (People, Profit, Planet) dalam setiap operasinya. 

Presiden Direktur dan CEO PT Vale, Febriany Eddy, menegaskan bahwa perusahaan selalu mempertimbangkan aspek lingkungan dalam setiap langkah bisnisnya

Dalam upaya memenuhi aspek kepatuhan perundang-undangan yang berlaku, sebuah laboratorium independen terakreditasi melakukan pemantauan rutin dan analisis terhadap efluen PT Vael. Analisis dilakukan menggunakan metode SNI 6989.59:2008 Air dan Air Limbah, serta metode sesuai standar American Public Health Association (APHA).

Hasil pemeriksaan pada 2022 mendapati kualitas hasil olahan efluen perusahaan telah memenuhi baku mutu.

Kinerja pengelolaan efluen tersebut tidak lepas dari instrumen dan sumber daya yang kami alokasikan secara serius. Untuk mengendalikan limbah cair (effluent) dari area tambang dan pabrik pengolahan, kami membangun lebih dari 100 kolam pengendapan (pond) di Blok Sorowako. Kolam pengendapan dilengkapi dua fasilitas pengolahan limbah cair untuk mengurangi pencemaran badan air.

Teknologi LGS merupakan teknologi standar dalam penjernihan air untuk pengolahan bahan baku air minum. Teknologi LGS pertama untuk pertambangan di Indonesia ini merupakan hasil 2 tahun riset dan kerja sama dengan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi).

Pembangunan fasilitas ini merupakan bentuk kepatuhan perseroan terhadap Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 9 Tahun 2006 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pertambangan Bijih Nikel.

Pengolahan limbah cair juga diiringi pengecekan kualitas air danau secara reguler bersama lembaga independen. Hasil pengukuran kadar TSS dan Cr6+ di Danau Matano dan Danau Mahalona selalu berada jauh di bawah baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah dan APHA.*

Dialog Media STQH Nasional XXVIII di Sultra: Kemenag: Cahaya Al-Qur’an di Timur Nusantara, Harmoni Iman, Alam dan Budaya

0

KENDARIKINI.COM – Dalam rangka pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025, Biro Humas dan Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar Dialog Media bertema “Cahaya Al-Qur’an di Timur Nusantara: Harmoni Iman, Alam, Budaya”, bertempat di Hotel Horison Kendari, Rabu 15 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Muhamad Saleh, dan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an dan Al-Hadis Kemenag RI, Rijal Ahmad Rangkuty, Dosen IAIN Kendari, Danial, yang membawakan materi “Harmoni Al-Qur’an dan Kearifan Lokal Sulawesi Tenggara”, serta Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Ditjen PHU Kemenag RI sekaligus Ketua Dewan Hakim STQH XXVIII Nasional 2025, H. Muchlis Muhammad Hanafi.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sultra, Muhamad Saleh, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan dialog tersebut yang diinisiasi oleh Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag RI di tengah rangkaian kegiatan STQH Nasional XXVIII di Kendari.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag RI yang menghadirkan kegiatan penting ini. Dialog media seperti ini sangat bermanfaat, terutama karena pesertanya adalah insan pers yang berperan penting dalam menyebarluaskan informasi kegiatan Kementerian Agama,” ujar Saleh.

Ia menegaskan, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan, nilai kerukunan, dan semangat harmoni yang menjadi bagian dari program strategis Kementerian Agama.

“Tanpa peran media, apa yang dilakukan Kementerian Agama tidak akan diketahui masyarakat luas. Karena itu, kami berharap teman-teman media dapat terus mempublikasikan secara masif kegiatan STQH ini, serta program-program strategis Kementerian Agama, termasuk yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan pelestarian lingkungan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa tema yang diangkat dalam dialog kali ini sangat relevan dengan semangat Kemenag dalam menguatkan nilai kerukunan, cinta kemanusiaan, serta ekoteologi – konsep yang menekankan pentingnya keseimbangan antara iman, alam, dan budaya.

Dialog media ini diharapkan dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan dan refleksi tentang bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an mampu menjadi sumber inspirasi dalam membangun harmoni sosial, budaya, dan spiritual di tengah masyarakat Indonesia, khususnya di kawasan timur Nusantara.*

Polisi Amankan Nelayan Pemilik Bom Peledak Ikan di Kolaka, Dua Orang Lainnya Buron

0

KENDARIKINI.COM — Seorang nelayan berinisial SB berhasil diamankan aparat kepolisian terkait kepemilikan bahan peledak jenis bom ikan di Perairan Pantai Kajuangin, Desa Liku, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka.

Kasi Humas Polres Kolaka, IPTU Dwi Arif, membenarkan penangkapan tersebut. SB yang berusia 26 tahun dan berdomisili di Desa Puulawulo, Kecamatan Samaturu, diketahui menyimpan dan menguasai bahan peledak yang diduga digunakan untuk aktivitas pengeboman ikan.

“Saudara SB, 26 tahun, nelayan, Desa Puulawulo, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, memiliki, menyimpan, dan menguasai bahan peledak jenis bom ikan,” ujar IPTU Dwi Arif pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit perahu jenis jolor berwarna hijau biru dengan mesin merk Jiandong serta satu unit mesin kompresor lengkap dengan selang.

Selain itu, ditemukan juga satu botol kaca berisi bahan peledak (handak), dua botol kaca berisi handak yang sudah terpasang dopis atau detonator, satu kacamata selam, tiga obat nyamuk bakar, dan tiga korek api merk Polarbear.

Dalam pemeriksaan awal, SB mengakui kepemilikan bahan peledak tersebut. Polisi saat ini juga tengah melakukan pencarian terhadap dua orang lainnya yang diduga terlibat dalam kasus ini, yakni berinisial YN dan SK.

Kasus ini diduga melanggar Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara hingga 10 tahun.(Amin)*

Gegana Satbrimob Polda Sultra Sterilisasi Lokasi STQH Nasional XXVIII

0

KENDARIKINI.COM – Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara melalui Komposit Gegana melaksanakan kegiatan sterilisasi di sejumlah lokasi pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kota Kendari pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Kegiatan ini dipimpin oleh Danden Gegana Satbrimob Polda Sultra Kompol Asri Diyni, S.E., M.M. selaku Kasubsatgas, dan Wadanden Gegana AKP I Made Edy Sastrawan sebagai Perwira Pengendali (Padal). Sebanyak 50 personel diterjunkan dengan pembagian empat tim komposit yang bertugas di sejumlah titik strategis kegiatan STQH.

Adapun lokasi sterilisasi meliputi Aula BPMP Kendari, Auditorium IAIN Kendari, Aula Inspektorat Sultra, Aula Kemendikbud dan ruangan transit VVIP, Lapangan Eks MTQ Kendari, serta Aula Kementerian Agama Sultra.

Dalam pelaksanaan kegiatan, tim Gegana menggunakan berbagai peralatan pendukung dan deteksi modern seperti X-ray Open Vision, Hand Metal Detector, Riideye, dan Hand Held Mirror guna memastikan tidak adanya ancaman bahan peledak maupun zat berbahaya lainnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh area dalam keadaan aman dan steril tanpa ditemukan benda mencurigakan, bahan peledak, maupun unsur kimia, biologi, dan radioaktif berbahaya.

Kasubsatgas Kompol Asri Diyni menyampaikan bahwa kegiatan sterilisasi berjalan aman, lancar, dan sesuai dengan SOP yang berlaku. “Sterilisasi ini merupakan bagian dari tugas preventif Satbrimob dalam menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh rangkaian kegiatan STQH Nasional XXVIII di Kendari,” ujarnya.

Setelah sterilisasi selesai, seluruh area diserahkan kepada Padal Pengamanan Obyek untuk pengawasan lanjutan. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.

Polda Sultra Ikuti Sosialisasi Implementasi UU Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP

0

KENDARIKINI.COM — Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) mengikuti kegiatan Sosialisasi Implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang dilaksanakan secara Zoom Meeting dari Mabes Polri dan diikuti di Aula Dhacara Polda Sultra, Rabu (15/10/2025) pukul 09.00 WITA hingga selesai.

Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H, didampingi Irwasda Polda Sultra Kombes Pol Hartoyo, S.I.K., M.H, dan Kabid Hukum Kombes Pol La Ode Proyek, S.H., M.H.

Selain itu, turut hadir para Pejabat Utama (PJU) Polda Sultra serta sejumlah personel di lingkungan Polda Sultra.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari langkah strategis Polri dalam memahami dan mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 mengatur mengenai Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru, menggantikan KUHP lama. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Polri memiliki pemahaman komprehensif terhadap norma dan ketentuan baru yang termuat dalam KUHP, sehingga penerapan hukum di lapangan dapat berjalan lebih profesional, humanis, dan sesuai dengan prinsip keadilan.*

PLN Hadir Dukung Kegiatan Pasar Murah untuk Rakyat

0

KENDARIKINI.COM – Dalam semangat sinergi dengan pemerintah daerah, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN turut berpartisipasi dalam kegiatan Pasar Murah Serba Rp356,- yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan (14/10).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Sulawesi Selatan ke-356 tahun, dengan mengusung tema “Peduli, Sinergi, dan Berbagi untuk Sulsel.” Melalui kegiatan ini, berbagai instansi berkolaborasi menyalurkan bantuan sembako dengan harga simbolis Rp356,- bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sebagai wujud kepedulian sosial, PLN UID Sulselrabar melalui YBM PLN menyalurkan 100 paket sembako, yang berisi beras, terigu, gula, dan teh, diserahkan secara langsung kepada masyarakat di lapangan upacara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar (14/10).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Jayadi Nas, S.Sos., M.Si, mengapresiasi kontribusi PLN UID Sulselrabar yang telah mendukung kegiatan ini.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan PLN UID Sulselrabar. Ini adalah wujud sinergi antara pemerintah dan BUMN yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Hari Jadi Sulsel ke-356 untuk peduli dan berbagi,” tutur Jayadi.

Pada kesempatan berbeda, General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjalankan peran sosialnya kepada masyarakat, terutama dalam momentum penting bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

“Bagi PLN, energi bukan hanya tentang listrik, tetapi juga tentang menebar energi kebaikan. Melalui YBM PLN, kami ingin hadir membantu masyarakat yang membutuhkan dan turut berkontribusi dalam mempererat sinergi dengan pemerintah dan masyarakat,” ujar Edyansyah.

Salah satu penerima bantuan, Solehah (55) mengaku bersyukur atas sembako murah yang diterimanya. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami, apalagi sekarang harga bahan pokok lagi naik. Terimakasih untuk semua yang sudah peduli,” tuturnya dengan haru.*

Ratusan Massa Kopperson Geruduk PN Kendari Tuntut Kejelasan Jadwal Konstatering, PN: Diagendakan Ulang

0

KENDARIKINI.COM – Setelah penundanaan eksekusi polemik lahan di kawasan Tapak Kuda, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, ratusan massa koperasi perikanan/perempangan saonanto (Kopperson) geruduk pengadilan negeri (PN) Kendari, Rabu 15 Oktober 2025.

Kedatangan ratusan massa Kopperson ini untuk menuntut kejelasan mengenai penjadwalan Konstatering atau pencocokan objek lahan sengketa di kawasan Tapak Kuda.

Dari pantauan Jurnalis Kendarikini.com sekitar pukul 10.40 WITA terlihat ratusan massa bertandang di depan kantor PN Kendari.

Ratusan massa terlihat membakar ban sebagai bentuk ekspresi amarah atas ketidakjelasan pihak PN terhadap penjadwalan Konstatering lahan.

Pelaksanaan Harian (Plh) PN Kendari Arya Putra Negara mengatakan bahwa penetapan Konstatering sengketa lahan akan dijadwalkan kembali sembari menunggu kebijakan dari ketua PN Kendari yang baru.

“Terkait dengan agenda hari ini terkait adanya tidak terlaksana akan diagendakan ulang agenda penetapan Konstatering lanjutan akan menunggu kebijakan ketua yang baru,” kata Arya.

Arya menyampaikan bahwa opini publik yang beredar terkait dengan pembatalan Konstatering adalah salah.

“Tidak pernah ada statement saya menyatakan ini (jadwal Konstatering) dibatalkan,” ujarnya.

Senada dengan Kuasa Khusus Kopperson Fianus Arung, bahwa isu terkait pembatalan jadwal tersebut tidak pernah ada.

“Jadi sekali lagi terkait isu isu diluar bahwa ini (jadwal Konstatering) batal, tidak pernah batal yah,” ungkapnya.

Fianus menegaskan bahwa keputusan tersebut telah berkekuatan hukum dan wajib untuk dilaksanakan.

“Tidak ada yang bisa membatalkan perintah negara perintah undang-undang yang sudah inkrah yang berkuatan hukum tetap,” tutupnya.(Amin)*

Difasilitasi PMMI, UB dan RB Sepakat Berdamai Lewat Adat

0

KENDARIKINI.COM – Presiden Pemersatu Masyrakat Muna Indonesia (PMMI) YM La Ode Riago mendamaikan Anggota DPD RI Umar Bonte (UB) dan Kadis Kominfo Sultra, Ridwan Badalah (RB) di sekretariat PMMI di Kota Kendari, Selasa 14 Oktober 2025.

UB dan RB usai ditengahi oleh Presiden PMMI secara adat sepakat berdamai. UB usai mengatakan keduanya sepakat berdamai.

“Kita sudah damai,” ujarnya singkat.

Senada dengan hal tersebut RB juga menyampaikan hal serupa bahwa kedua belah pihak telah sepakat berdamai.

“Kita sudah bertemu, difasilitasi orang tua kita, kita sudah bersepakat damai, sudah tidak ada masalah lagi,” jelasnya.

Ditempat yang sama YM La Ode Riago menuturkan bahwa kedua belah pihak telah berdamai secara adat dan kedua belah pihak juga tidak akan melanjutkan ke proses hukum.

“Kita berkeluarga, sudah kita selesaikan secara adat, baik Umar Bonte dan Ridwan Badalah tidak akan melanjutkan ke proses hukum,” tuturnya.

Pihaknya juga menyampaikan agar semua pihak tidak gampang terprovokasi.*

STMIK Bina Bangsa Kendari Tegaskan Pembayaran Hanya Lewat Rekening Kampus

0

KENDARIKINI.COM – Sebuah rekaman pembicaraan mengenai Mahasiswa STMIK Bina Bangsa Kendari gagal mengikuti Wisuda hingga hari ini beredar di media sosial Facebook pada Senin 13 Oktober 2025.
‎
‎Mahasiswa tersebut Berinisial AS Mahasiswa Jurusan Sistem Komputer angkatan 2020 mengaku telah menyelesaikan semua prihal administrasi yang dipersyaratkan untuk mengikuti wisuda namun hingga kini belum diketahui penyebab mahasiswa tersebut tidak di Wisuda.
‎
‎”Kalau memang ini anak da tidak membayar, kenapa bisa dia bisa ikut KKN, bisa ujian, termaksud ambil mata kuliah”, kata orang tua Mahasiswa AS dalam rekaman pembicaraan tersebut.
‎
‎Menurut pengakuan orang tua Mahasiswa tersebut, semua pembayaran telah diselesaikan dan dibayarkan ke pihak kampus melalui oknum seorang staf kampus.
‎
‎Menanggapi isu tersebut, Ketua STMIK Bina Bangsa Kendari, Faizal Aris, S.KOM., M.Kom mengatakan bahwa mahasiswa yang di wisuda telah memenuhi semua persyaratan yang diberikan oleh Kampus.
‎
‎”Mereka yang di wisuda ini tentunya sudah melaksanakan semua kewajiban termaksud administrasi di kampus,” ujarnya kepada awak media ini pada Senin (13/10/2025) siang.
‎
‎Menurutnya, jika ada mahasiswa yang sampai saat ini belum di wisuda, berarti indikasinya belum menyelesaikan semua persyaratan yang diperlukan.
‎
‎Lebih lanjut, pihaknya menambahkan bahwa administrasi kampus dalam hal pembayaran melalui rekening Kampus Bina Bangsa Kendari.
‎
‎”Kami tidak menerima pembayaran manual. Jadi, kami hanya menerima pembayaran melalui rekening Kampus,” pungkasnya.
‎
‎Olehnya itu, pihak berharap mahasiswa yang memiliki permasalahan di kampus bisa menyampaikan persoalan yang dihadapi sehingga dapat dicarikan solusi bersama.

Pertamina Patra Niaga Sulawesi Borong Penghargaan

0

KENDARIKINI.COM – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Melalui unit Integrated Terminal (IT) Makassar, Pertamina meraih Silver Award dalam ajang CSR & PDB Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi di Jakarta.

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan program sosial andalannya, PUANMAKARI (Perempuan Mandiri Anak Percaya Diri), yang beroperasi di wilayah Ring 1 IT Makassar.

CSR & PDB Awards 2025 merupakan ajang bergengsi yang mengakui kontribusi badan usaha dalam percepatan pembangunan desa dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

PUANMAKARI: Pemberdayaan Terintegrasi untuk Perempuan dan Anak

Program PUANMAKARI fokus pada penguatan kemandirian perempuan dan penumbuhan rasa percaya diri anak-anak. Inisiatif ini menggunakan pendekatan terintegrasi yang mencakup:

* Ekonomi: Pelatihan kewirausahaan dan penguatan ekonomi rumah tangga bagi kaum perempuan.

* Edukasi dan Karakter: Bimbingan belajar, pengembangan karakter, dan pendampingan psikososial untuk anak-anak, guna membangun kepercayaan diri sejak dini.

Integrated Terminal Manager Makassar, Utomo Dhanu Saputra, menyatakan bahwa penghargaan ini membuktikan dampak nyata dan berkelanjutan PUANMAKARI.

“Pertamina berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan masyarakat agar lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.

T. Muhammad Rum, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, menambahkan bahwa PUANMAKARI selaras dengan tiga poin utama SDGs:
* SDG 5: Kesetaraan Gender
* SDG 4: Pendidikan Berkualitas
* SDG 8: Pekerjaan Layak dan

Pertumbuhan Ekonomi

“Melalui PUANMAKARI, kami ingin membangun komunitas perempuan yang saling mendukung dan menjadi agen perubahan di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan,” jelasnya.

Pencapaian ini memperkuat komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjalankan program tanggung jawab sosial yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Sulawesi.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti