Minggu, November 1, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 173

Beraksi di 11 Tempat Berbeda, Pelaku Curanmor di Kendari Dibekuk Polisi

0

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari melalui Unit Reskrim Polsek Kemaraya meringkus seorang pria inisial E (28) yang diduga terlibat kasus pencurian sepeda motor di wilayah Kota Kendari di 11 (Sebelas) tempat berbeda, Sabtu 16 Agustus 2025.

Kapolsek Kemaraya, Iptu Busron, mengatakan tersangka ditangkap pada Minggu 3 Agustus 2025 sekitar pukul 11.30 WITA di Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari.

“Tersangka kami amankan bersama barang bukti hasil kejahatan. Sudah 11 kali beraksi, tetapi masih kami dalami lagi,” katanya.

Peristiwa pencurian terjadi pada Senin (21/7) sekitar pukul 03.00 Wita di area parkiran depan kamar indekos di Jalan Bunga Duri, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat. Saat itu, korban Agus Alka memarkir sepeda motor Yamaha MX King miliknya pada malam hari. Namun keesokan paginya, motor tersebut sudah hilang.

Hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa tersangka menjual motor hasil curian di Kolaka Timur (Koltim) kepada seorang kerabatnya. Uang penjualan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli narkotika jenis sabu-sabu.

Selain Yamaha MX King, polisi juga menyita enam unit sepeda motor lain sebagai barang bukti dugaan tindak pidana penadahan, antara lain Yamaha M3, Honda Beat, Honda Vario, Yamaha Fino, dan Honda Scoopy.

“Kami imbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melaporkan jika ada kehilangan atau mencurigai aktivitas penjualan kendaraan tanpa dokumen lengkap,” tegasnya.

Semarak HUT RI ke 80, Kanwil Kemenag Sultra Gelar Jalan Sehat Kerukunan Umat

0

KENDARIKINI.COM – Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80, Kanwil Kemenag Sultra menggelar Jalan Sehat Kerukunan 2025 yang dilepas secara langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sultra, Nur Saleh, didampingi Kakanwil Kemenag Sultra H Muhamad Saleh, Sabtu (16/8/2025).

Turut hadir, Pejabat Administrator, ASN dan Ketua DWP Kanwil Kemenag Sultra bersama jajaran, Kepala LPP RRI Kendari, Kasatgaswil Sultra Densus 88 AT Polri, Ketua Umum MUI Sultra, Ketua PWNU Sultra beserta Banom, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sultra, Pengurus FKUB, Ketua MUI Kota Kendari, ASN Kantor Kemenag Kota Kendari, Komunitas Lintas Agama dan Ormas Keagamaan se Kota Kendari, BKMT, KUA, Siswa Siswi Madrasah, Pondok Pesantren se Kota Kendari dan Kab. Konawe Selatan.

Dalam balutan nuansa merah putih, ribuan peserta turut meramaikan Jalan Sehat Kerukunan 2025 yang mengambil titik kumpul di Pelataran Masjid Al Kautsar Kendari dan finish di Kanwil Kemenag Sultra.

Kakanwil mengatakan, Jalan Sehat Kerukunan serentak dilakukan oleh Kemenag se Indonesia, sebagai upaya menyambut dan menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke -80, serta sebagai bentuk implementasi Program Asta Protas yang digalakkan Kemenag, yang salah satu poinnya adalah meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan, khususnya di lingkungan Kementerian Agama.

“Sebagai anak negeri kini bukan lagi saatnya kita angkat senjata dan bambu runcing. Tapi tugas kita adalah melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa ini. Kita mengisi kemerdekaan sesuai dengan profesi kita masing-masing,” ungkap Muhamad Saleh.

Saleh menambahkan, Jalan Sehat Kerukunan tersebut juga dilakukan guna menumbuhkan semangat kebangsaan ditengah keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kakanwil lalu memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam Jalan Santai Kerukunan tersebut.

“Mudah-mudahan kolaborasi dan kerjasama ini dapat terus kita bangun dan tumbuhkan, karena negeri ini khususnya Sultra menjadi tanggungjawab kita bersama untuk kejayaan dimasa kini dan dimasa yang akan datang. Mari tumbuhkan semangat kebangsaan, NKRI harga mati,” pungkas Muhamad Saleh.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sultra, Nur Saleh, menyambut baik kegiatan Jalan Sehat Kerukunan yang dilaksanakan oleh Kanwil Kemenag Sultra. Menurutnya, Jalan Sehat Kerukunan yang diprakarsai Kemenag Sultra berjalan sangat sukses, terlihat dari antusias peserta hingga ribuan orang.

“Pemprov Sultra sangat berterimakasih kepada Kemenag Sultra yang telah menggelar Jalan Sehat Kerukunan untuk menggugah kita semua dalam mengisi kemerdekaan yang telah kita capai 80 tahun yang lalu. Ikuti Kirab ini dengan penuh semangat Kebangsaan,” ujarnya.

Kemeriahan menyambut HUT RI ke-80 ini, juga diwarnai dengan Senam Kesegaran Jasmani dan Lomba Menghias Tumpeng yang diikuti 32 kelompok peserta yang berasal dari Satker Pada Kanwil Kemenag Sultra, Satker pada Kantor Kemenag Kota Kendari dan Madrasah serta KUA se Kota Kendari.*

Kunker ke Kepulauan Buton, Kakanwil Kemenag Sultra Sambangi Sejumlah Pesantren

0

KENDARIKINI.COM – Serangkaian kunjungan kerja di Kepulauan Buton dan Muna, Kakanwil Kemenag Prov. Sultra, H. Muhamad Saleh bersama Ketua DWP Kanwil Kemenag Prov. Sultra, Hj. Nurna Saleh menyerahkan paket sembako di Pondok Pesantren Al Ikhlas Pasarwajo Kab. Buton serta memberikan apresiasi kepada santri berprestasi di Pondok Pesantren Al Amanah Kota Baubau dan siswa-siswi berprestasi di MIN 1 Baubau dan MTsN 4 Buton Selatan, Senin (11/8/2025).

Penyerahan ini turut di hadiri perwakilan Yayasan Al Ikhlas Pusat, H. Muhammad Yunus Umar, Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Sultra, Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari, Baubau, Kab. Konsel, Konut, Buton, Butur, Buteng, Busel, Muna, Mubar dan Wakatobi serta segenap pengurus dan pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas Pasarwajo Kab. Buton dan Pondok Pesantren Al Amanah Kota Baubau.

Kakanwil, H. Muhamad Saleh mengatakan, pemberian apresiasi kepada santri dan siswa-siswi berprestasi adalah sebagai motivasi dan pemicu semangat, agar santri dan siswa siswi terus berusaha maksimal dalam belajar, beribadah dan berkarya.

“Selain itu, untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Penghargaan membuat mereka yakin bahwa usaha dan kemampuannya diakui, sehingga lebih percaya diri menghadapi tantangan berikutnya,” ungkap Saleh.

Lebih lanjut Saleh menyampaikan, apresiasi tersebut dapat mendorong perilaku positif. Santri Ponpes dan siswa-siswi akan terdorong untuk mempertahankan dan meningkatkan akhlak mulia, disiplin, kerja sama dan tanggung jawab.

Saleh menyebut, apresiasi diberikan sebagai upaya menghargai proses. Menurutnya, apresiasi bisa diberikan tidak hanya pada pencapaian akhir, tapi juga pada kerja keras, ketekunan dan kejujuran dalam proses belajar.

“Semoga apa yang kita lakukan ini, dapat membangun ikatan emosional positif dengan Madrasah dan mampu menciptakan budaya kompetisi yang sehat,” pungkasnya.

Dalam kunjungan kerja ini, Muhamad Saleh berkesempatan menyambangi Ponpes dan Madrasah di Kab. Buton, Buton Selatan dan Kota Baubau serta meninjau lokasi SBSN KUA Kec. Pasikolaga Kab. Muna serta MAS Anugerah Kab. Muna.*

Polresta Kendari Gelar Operasi di THM, Cegah Penyalahgunaan Narkoba dan Anak di Bawah Umur

0

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari lakukan operasi cipta kondisi di empat titik pusat aktivitas malam, khususnya tempat hiburan, Jumat 15 Agustus 2025 malam. Operasi ini melibatkan tim gabungan dari berbagai satuan fungsi, mulai dari Reskrim, Narkoba, Samapta, Binmas hingga Lalu Lintas.

Operasi ini digelar sebagai langkah preventif menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kabag Ops Polresta Kendari AKP Iyan Sofyan mengatakan aparat kepolisian melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengunjung hingga pegawai tempat hiburan. Identitas mereka diperiksa secara detail, mulai dari kartu tanda penduduk (KTP) hingga dokumen pendukung lainnya.

“Operasi ini kami laksanakan untuk mencegah peredaran narkoba, penyelundupan senjata tajam, sekaligus memastikan tidak ada anak di bawah umur yang masuk ke tempat hiburan malam,” katanya.

Iyan Sofyan menyebut pemeriksaan ini berjalan dengan aman dan kondusif. Polisi tidak menemukan barang-barang terlarang seperti narkoba dan senjata tajam beserta pengunjung dibawah umur.

“Alhamdulillah semua tempat hiburan yang kami datangi dalam keadaan aman dan kondusif,” pungkasnya.

Selain itu, Iyan Sofyan menegaskan bahwa operasi ini akan dilakukan secara berkala guna meminimalisir terjadinya tindak pidana dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.(Amin)*

Polisi Gelar Pasar Murah di Abeli, Ratusan Karung Beras Ludes Terjual

0

KENDARIKINI.COM – Dalam rangka membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, personel Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra bersama Polsek Abeli menggelar Gerakan Pasar Murah bekerja sama dengan Perum Bulog dan Polresta Kendari.

Kegiatan berlangsung pada Sabtu (16/8/2025) sejak pukul 08.30 WITA di Kantor Lurah Benua Nirae, Kecamatan Abeli, Kota Kendari. Antusiasme warga terlihat begitu tinggi sejak pagi hari.

Dalam pelaksanaan pasar murah tersebut, sebanyak 773 karung beras habis terjual, sedangkan dari 95 rak telur yang disiapkan, sebanyak 80 rak berhasil terjual dan masih tersisa 15 rak.

Kapolsek Abeli, IPTU Nurul Syahrizad, S.I.P., M.H, yang turut hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa pasar murah ini merupakan bentuk sinergi antara kepolisian dan Bulog untuk membantu meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Masyarakat sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini,” ujar Kapolsek Abeli.*

Warga Konsel Digegerkan Penemuan Mayat dalam Posisi Tengkurap

0

KENDARIKINI.COM – Warga di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali digegerkan dengan penemuan mayat, Sabtu 16 Agustus 2025.

Penemuan mayat ini tak hanya membuat geger warga setempat, melainkan juga ikut meramaikan percakapan di media sosial.

Berdasarkan video singkat berdurasi 0:42 detik yang diterima Jurnalis Kendarikini.com memperlihatkan seorang emak-emak menangis histeris seolah menyesalkan adanya peristiwa ini.

Mayat yang ditemukan dalam keadaan tengkurap ini segera diangkat dan di tutupi dengan menggunakan kain.

Selain itu, pengguna akun Facebook @Widya Behel Fhasion, juga turut membagikan postingan mengenai peristiwa ini.

Dalam postingannya, Widya menuliskan bahwa mayat tersebut ditemukan di Desa Amasara, Kecamatan Baito.

“Penemuan mayat orang kecelakaan tunggal di Desa Amasara,” tulisnya.

Terkait peristiwa tersebut, Kasat Lantas Polres Konsel IPTU Muhammad Subhan membenarkan adanya peristiwa ini. Subhan menduga peristiwa ini diakibatkan karena kecelakaan tunggal.

“Laka tunggal pak,” singkatnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Subhan menerangkan belum mengetahui secara detail identitas dan kronologi dalam peristiwa tersebut.

“Kami sementara konfirmasi dan mau buat laporannya,” pungkasnya.(Amin)*

Semarak Kemerdekaan, Gubernur Buka Lomba Menembak Antar Forkopimda Sultra

0

Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka membuka lomba menembak antar Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra pada Sabtu 16 Agustus 2025.

Lomba yang digelar di Lapangan Tembak Ade Yahya Satbrimobda Sultra tersebut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80.

Menurut Andi Sumangerukka, penyelenggaraan kegiatan tersebut guna mempererat silaturahmi antar instansi lintas sektoral. Selain itu, lomba juga dapat menjadi wahana dalam mengasah kemampuan menembak peserta agar tetap tajam dan terlatih.

Gubernur Sultra juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang antusias mengikuti perlombaan. Ia menegaskan bahwa sinergi Forkopimda yang solid akan semakin memperkuat persatuan dan kesatuan dalam membangun daerah.

Andi Sumangerukka juga sudah menyiapkan hadiah dengan total jutaan rupiah untuk para pemenang lomba. Juara 1, 2 dan 3 hadiah berupa motor listrik Honda langsung dari Gubernur Sultra. Sedangkan juara harapan 1, 2 dan 3 hadiah berupa uang pembinaan dari Kapolda Sultra.

“Spesial untuk forkopimda hadiahnya Trail, ” kata gubernur dalam sambutannya

Untuk diketahui, Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.IK., M.H bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sultra juga turut hadir dalam kegiatan.*

Gubernur Sultra Kukuhkan 42 Anggota Paskibraka Tingkat Provinsi

0

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, mengukuhkan 42 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Provinsi Sultra tahun 2025 pada Jumat, 15 Agustus 2025.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi membentuk serta melatih fisik dan mental anggota Paskibraka Sultra 2025.

Andi Sumangerukka yakin bahwa anggota Paskibraka Sultra mampu menampilkan performa terbaik pada perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80 mendatang.

“Saya sudah melihat latihan yang Anda semua lakukan, dan saya yakin esok, kalian semua akan menunjukkan yang terbaik,” ungkap Andi Sumangerukka di Aula Merah Putih, Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sultra.

Ia berharap, anggota Paskibraka Sultra 2025 mendapatkan pemahaman mendalam selama proses latihan.

“Berpikirlah dan berbuatlah, carilah makna dari pelajaran yang telah disampaikan dalam pelatihan selama ini. Saya bangga pada kalian, dan kebanggaan itu akan kalian jawab pada tanggal 17 Agustus nanti,” pungkasnya.

Untuk diketahui, anggota Paskibraka Sultra telah melewati serangkaian tahapan seleksi berjenjang, mulai dari tingkat sekolah, kota/kabupaten, hingga tingkat provinsi. Mereka dikumpulkan untuk menjalani pemusatan pendidikan sejak 29 Juli 2025 hingga 20 Agustus 2025.

Selama proses pelatihan, anggota Paskibraka tidak hanya dibekali dengan latihan baris berbaris, mereka juga menerima materi yang berkaitan dengan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, bela negara, patriotisme, serta kepemimpinan.

Tahun ini, dua putra-putri Sultra, Muhammad Faiq Alimuddin dan Waode Alika Zea Chanindya, terpilih sebagai Paskibraka Nasional yang bertugas di Istana Merdeka pada HUT ke-80 Republik Indonesia.*

1.063 Tambang Ilegal Rugikan Negara 300 Triliun, WALHI Sultra Minta Presiden Buktikan dan Bongkar Mafia Nikel

0

KENDARIKINI.COM – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sulawesi Tenggara
(WALHI Sultra) Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk membuktikan pernyataannya
terkait keberadaan 1.063 tambang nikel ilegal yang disebut menyebabkan potensi kerugian negara sebesar Rp. 300 Triliun.

Pernyataan yang disampaikan di hadapan MPR itu harus diikuti dengan langkah konkret, transparan, dan tegas untuk membongkar praktik ilegal beserta aktor-aktor besar di belakangnya.

“Presiden sudah bicara di forum resmi negara, berarti ini bukan isu kecil. kalau benar ada 1.063 tambang ilegal, buktikan sekarang, umumkan daftar nama perusahaan, lokasi, dan siapa aktor politik, militer, atau pengusaha yang bermain,” tegas Andi Rahman, Direktur
Eksekutif WALHI Sultra.

Di dalam laporan WALHI Sulawesi Tenggara dan Satya Bumi yang bertajuk “Kabaena Jilid II: Menelusuri Pintu Awal Kerusakan dan Jejaring Politically Exposed Person,” telah mengungkap dugaan keterlibatan aktor-aktor elit nasional maupun daerah dalam penguasaan tambang nikel di Kabaena wilayah Kabupaten Bombana.

Beberapa diantaranyadalah Purnawirawan Jenderal Polisi, serta pengusaha
besar seperti Haji Isam dan Wilmar Group.

“WALHI mencatat bahwa Sulawesi Tenggara menjadi salah satu episentrum tambang ilegal, khususnya di sektor nikel. Aktivitas ini telah menyebabkan deforestasi masif, pencemaran sungai dan pesisir, serta menghancurkan sumber penghidupan masyarakat pesisir dan
pulau-pulau kecil. Beberapa wilayah yang menjadi titik rawan tambang ilegal antara lain, Pulau Kabaena, Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka dan Kolaka Utara, Dugaan keterlibatan aparat keamanan, pejabat politik dan kelompok usaha besar dalam bisnis tambang nikel membuat aktivitas ilegal massif terjadi,” jelasnya.

Sementara itu pada 3 juli 2025, WALHI telah melaporkan 29 perusahaan di Kejaksaan Agung, laporan ini dilayangkan atas dugaan kegiatan tambang ilegal yang diduga telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp. 200 Triliun. “Dari 29 perusahaan yang dilaporkan, 14 diantaranya adalah perusahaan tambang : 6 pertambangan nikel dan 8 pertambangan batu bara.

Operasi ilegal perusahaan sebenarnya bukan hanya tambang, tetapi juga perkebunan, dan beberapa proyek di sektor lainnya. Pertanyaannya kenapa
semakin banyak perusahaan yang beroperasi secara ilegal dan semakin banyak kerugian yang harus ditanggung negara, rakyat dan lingkungan?

Jawabannya karena negara selalu
tunduk pada korporasi, sehingga tidak pernah melakukan penegakan hukum terhadap perusahaan jahat. Dugaan lainnya lemahnya penegakan hukum ini dikarenakan ada kepentingan yang sengaja dilindungi” kata Uli Arta Siagian, Manager Kampanye Hutan dan Kebun WALHI Nasional.

“Kita menunggu keberanian presiden Prabowo untuk menjalankan apa yang diucapkannya. Jangan hanya gertakan di podium saja,” tambahnya.*

Inovasi SuperSUN, Upaya PLN Nyalakan Harapan di Daerah Terpencil

0

KENDARIKINI.COM — Perjalanan panjang dan medan ekstrem tak menyurutkan langkah PT PLN (Persero) untuk menghadirkan terang di Kecamatan Seko, Luwu Utara, Sulawesi Selatan di momen Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui inovasi SuperSUN, PLN berhasil melistriki wilayah terpencil yang sebelumnya belum berlistrik PLN, membuktikan komitmen dalam menghadirkan energi berkeadilan hingga pelosok negeri serta mendukung program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yaitu revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran.

Haru dan sukacita mewarnai penyalaan listrik di beberapa sekolah pada Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Lewat sentuhan tangan PT PLN (Persero), kemandirian energi telah hadir dan dinikmati siswa/i di sekolah tersebut untuk meningkatkan taraf ekonomi dan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Berkat inovasi SuperSUN, PT PLN (Persero) juga berhasil menghadirkan listrik bersih sekaligus menjadi tonggak sejarah penting bagi masyarakat Seko yang sekarang menikmati listrik. Tercatat sampai dengan saat ini 33 SuperSUN telah terpasang di rumah ibadah, kantor desa, sekolah, dan beberapa fasilitas umum pada Kecamatan Seko.

Upaya PLN dalam melistriki kedua sekolah tersebut tidaklah mudah. Petugas PLN harus menempuh jarak sejauh 530 kilometer (km) selama 15 jam dari Kota Makassar ke Dusun Palandoan, Kabupaten Luwu Utara. Selanjutnya, dengan akses jalan yang sangat ekstrem, petugas PLN harus menggunakan motor ojek yang juga merupakan ojek termahal di Indonesia dengan modifikasi khusus untuk mengangkut material seberat 100 kilogram (kg) dan panel surya dengan dimensi 230 centimeter (cm) guna mencapai Desa Embonatana, Kecamatan Seko dengan jarak tempuh 40 km dan memakan waktu 5 jam melalui jurang, jalanan berlumpur, terjal, serta sungai.

Namun tantangan tersebut tidak menyurutkan semangat tim PLN yang dipimpin oleh seorang srikandi yaitu Manager PLN Unit Layanan Masamba, Rindy dalam mobilisasi material SuperSUN, Petugas memiliki tantangan besar karena panel surya yang besar sehingga butuh perjuangan untuk dapat melewati jalan terowongan panjang, bahkan beberapa kali material dipikul untuk melewati jembatan sempit.

Masyarakat, fasilitas umum serta sekolah yang selama ini bergelut dengan keterbatasan kini tepat pada momen Kemerdekaan Republik Indonesia memiliki akses listrik yang andal dan ramah lingkungan. Bagi masyarakat, para guru dan murid, nyala listrik ini bukan sekadar penerangan, hal tersebut merupakan simbol harapan baru untuk hidup lebih baik, belajar lebih lama, mengakses teknologi pendidikan, dan mengejar mimpi.

Kepala Sekolah UPT SDN 095 Beroppa, Meri Harianti Kambuno, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas program revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran yanh bekerja sama dengan PLN telah memberikan bantuan penerangan listrik melalui SuperSUN.

“Dengan adanya listrik tentu akan membawa dampak positif pada proses pembelajaran di kelas di mana kami juga dapat memanfaatkan media elektronik dalam kegiatan pembelajaran untuk menyajikan pembelajaran yang lebih interaktif dan lebih menyenangkan di dalam kelas.

Salah satu pelajar dari UPT SDN 095 Beroppa, Ovel pun turut mengucapkan terima kasih kepasa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan PLN. “Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan PLN sudah membuat dunia pembelajaran kami semakin keren, sekarang kami bisa belajar pakai laptop,” kata Ovel.

Senada, Givana pun mengapresiasi Pemerintah dan PLN. “Terima kasih Pak Presiden, dengan adanya listrik di sekolah kami pembelajaran di kelas dapat lebih menyenangkan karena dapat menonton video pembelajaran. Terima kasih sudah membuat dunia pembelajaran kami semakin menyenangkan,” ungkap Givana.

Pada kesempatan yang berbeda Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman turut mengapresiasi upaya PLN dalam melistriki Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara. “Walaupun dihadapkan dengan tantangan akses yang sangat berat, melistriki Kecamatan Seko adalah sebuah mimpi lama yang akhirnya berhasil kita wujudkan. Wilayah yang selama ini gelap gulita di malam hari, kini telah diterangi berkat kerja keras banyak pihak dan kehadiran teknologi ramah lingkungan yaitu Super SUN dari PLN,” kata Sudirman.

“Ini bukan sekadar soal listrik tapi ini adalah soal keadilan energi. Kami bersyukur dan bangga bisa menghadirkan terang bagi saudara-saudara kita di pelosok Sulawesi Selatan. Terima kasih kepada seluruh tim, khususnya PLN, atas komitmen dan inovasinya untuk menerangi negeri di hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) Edyansyah menyampaikan bahwa kehadiran listrik yang bersumber dari energi bersih melalui program SuperSUN ini merupakan bagian dari misi besar PLN untuk menyediakan akses energi yang adil bagi seluruh rakyat. Ia memaparkan SuperSUN merupakan inovasi energi bersih dari PLN dengan wujud Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mikro yang terintegrasi dengan _energy storage_. Ini merupakan solusi elektrifikasi karya anak bangsa yang menjadi bukti komitmen PLN dalam menghadirkan terang ke pelosok negeri, terutama di wilayah 3T.

“Penyalaan listrik di Kecamatan Seko ini merupakan bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yaitu revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran di wilayah 3T yang didorong oleh pemerintah melalui Kementerian ESDM bersama PLN, yakni dengan menghadirkan PLTS Individu Supersun PLN di fasilitas umum pada Kecamatan Seko, harapan baru hadir bagi dunia pendidikan di kawasan terpencil tersebut,” kata Edyansyah.

Dirinya melanjutkan SuperSUN adalah wujud dari teknologi terbarukan, karya anak bangsa, yang menghadirkan listrik bersih dan andal di tempat-tempat yang selama ini sulit dijangkau. Pemerintah bersama PLN tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak.

“Listrik bukan sekadar cahaya. Ia adalah jembatan menuju masa depan dan bisa menunjang dunia pendidikan. SuperSUN menjadi simbol bahwa pembangunan tidak boleh berhenti hanya di kota-kota besar. Ia juga menekankan bahwa listrik telah mendorong aktivitas ekonomi baru dan mendukung aktivitas pendidikan,” tambahnya.

SuperSUN merupakan inovasi berbasis PLTS _rooftop_ yang dipadukan dengan Battery Energy Storage System (BESS) serta _smart meter_ berkapasitas 900 VA. Hingga Agustus 2025, sebanyak 1.410 unit SuperSUN telah terpasang dan membangkitkan ekonomi masyarakat di daerah 3T dalam wilayah kerja PLN UID Sulselrabar. Selain itu untuk turut mendukung program Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran, PLN turut hadir dengan memastikan 358 sekolah dapat dialiri listrik.

“Dengan penyalaan listrik Supersun ini, masyarakat dan anak-anak di sekolah kini bisa menikmati listrik, menggunakan perangkat digital, dan merasakan manfaat teknologi seperti sekolah-sekolah lain di perkotaan,” ujarnya.

Bukan sekadar menyalakan lampu, kehadiran listrik ini menjadi suluh bagi pendidikan, membuka peluang baru bagi puluhan pelajar yang selama ini belajar dalam keterbatasan. Terobosan ini menjadi bagian dari program Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang diinisiasi oleh pemerintah sekaligus menjadi bukti nyata komitmen PLN untuk mendukung peningkatan ekonomi dan kualitas pendidikan yang terang dan setara untuk seluruh anak bangsa.*

CIMB Niaga Syariah Gandeng PT MLI, Perkuat Pembiayaan Perumahan Syariah

KENDARIKINI.COM – Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) terus memperluas akses layanan pembiayaan properti berbasis syariah di berbagai daerah. Terbaru, CIMB Niaga Syariah menjalin kerja sama dengan PT Makassar Land Investama (LMI), pengembang perumahan syariah di Sulawesi Selatan yang memasarkan proyek properti di Makassar, Gowa, dan Maros. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat sinergi perbankan dan sektor properti syariah, sekaligus memberikan alternatif pembiayaan yang aman dan sesuai prinsip syariah bagi masyarakat.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) berlangsung di Kantor CIMB Niaga Syariah Makassar, Jalan Veteran Selatan No. 92, Rabu (13/8/2025). Acara tersebut dihadiri Branch Manager Kantor Cabang Syariah (KCS) Makassar CIMB Niaga Syariah Muhammad Nurwahyu Ishak, Direktur Utama PT Makassar Land Investama Muhammad Jalil, serta perwakilan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pengembang Syariah Indonesia (APSI) Sulawesi Selatan beserta para anggotanya.

Head of Sharia Consumer Banking & Emerging Business Banking CIMB Niaga Bung Aldilla menyampaikan apresiasinya atas terjalinnya kemitraan ini. “CIMB Niaga Syariah memahami peran strategis pengembang perumahan dan asosiasi seperti APSI dalam membangun ekosistem pembiayaan properti yang inklusif. Karena itu, kami senang dapat berkolaborasi dengan PT Makassar Land Investama untuk menghadirkan solusi KPR Syariah yang aman, transparan, dan sesuai prinsip syariah. Dengan semangat Work From Heart, kami siap memberikan pelayanan optimal dan profesional bagi developer dan nasabah, sesuai purpose kami yakni Advancing Customers & Society,” kata Bung Aldilla di Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Ketua DPW APSI Sulawesi Selatan Muh. Akram Pakki menyambut baik kolaborasi perbankan dan developer tersebut. Kerja sama ini akan memberikan nilai tambah bagi pengembang dan masyarakat. Menurutnya, keberadaan CIMB Niaga Syariah sebagai mitra pembiayaan akan memperluas jangkauan KPR Syariah dan memudahkan calon pembeli rumah memperoleh fasilitas sesuai kebutuhan. Ia optimistis, ke depan semakin banyak anggota APSI yang akan mengikuti langkah serupa untuk mengembangkan pasar properti syariah di wilayah tersebut.

Kemitraan strategis ini semakin mempertegas komitmen CIMB Niaga Syariah dalam menghadirkan layanan KPR Syariah yang inovatif, efisien, dan kompetitif. Dengan kolaborasi bersama pengembang dan asosiasi, CIMB Niaga Syariah optimistis dapat memperluas pasar properti syariah, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta menyediakan solusi pembiayaan yang aman dan berkah bagi masyarakat.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga; IDX: BNGA) adalah bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia yang didirikan dengan nama Bank Niaga pada tahun 1955. Selama hampir tujuh dekade, CIMB Niaga hadir melayani masyarakat Indonesia dengan produk dan layanan perbankan lengkap, baik konvensional maupun Syariah. Layanan ini meliputi segmen Consumer Banking, Emerging Business Banking (EBB)/Small Medium Enterprise (SME), Commercial Banking, dan Corporate Banking, yang didukung dengan kapabilitas Treasury dan Capital Market. Untuk memudahkan kebutuhan transaksi digital nasabah, CIMB Niaga terus menghadirkan solusi digital banking terdepan melalui inovasi digital OCTO Mobile, OCTO Clicks, OCTO Pay (e-money), BizChannel@CIMB, serta kantor cabang modern Digital Lounge dan Digital Branch.

Mengusung brand promise Kejar Mimpi, CIMB Niaga berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dengan menjadi mitra terbaik dan Bank of Choice bagi seluruh segmen masyarakat di Indonesia dalam mewujudkan aspirasinya (advancing customers and society). Sebagai bank yang peduli dengan bumi dan generasi masa depan, CIMB Niaga konsisten mengimplementasikan keberlanjutan (sustainability) dalam menjalankan usahanya melalui sinergi aspek lingkungan hidup, ekonomi, sosial dan tata kelola ke dalam proses perbankan, dengan mengusung inisiatif #SekarangUntukMasaDepan. Untuk mendukung inklusi keuangan termasuk di Indonesia Timur, CIMB Niaga juga aktif melakukan pemberdayaan masyarakat melalui CommunityLink #JadiBerkelanjutan.

Dengan semangat Work From Heart, CIMB Niaga terus memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah. Per 30 Juni 2025, layanan CIMB Niaga didukung dengan 11.829 karyawan (konsolidasi), 395 kantor cabang dan jaringan (termasuk 34 Digital Lounge), 2.962 ATM, serta 699.309 EDC, QR, dan e-Commerce yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.*

Cerita Anak Kandung di Kolaka yang Curi Motor Ayahnya Berakhir Ditangan Polisi

0

KENDARIKINI.COM – Tim Elang Anti Bandit Polres Kolaka ungkap kasus tindak pidana pencurian satu unit kendaraan sepeda motor.

Kejadian ini bermula saat korban inisial S memarkir motor Yamaha Mio S, pada saat itu korban lupa mengambil kunci kontaknya.

Selanjutnya korban segera masuk kedalam rumah untuk mandi. Ketika hendak bergegas ke masjid guna melaksanakan sholat maghrib, motor tersebut telah tiada.

Kasi Humas Polres Kolaka IPTU Dwi Arif menjelaskan akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materil sekitar Rp 16 juta rupiah.

“Akibat kejadian tersebut saudara S mengalami kerugian sebesar Rp 16 juta rupiah,” katanya, Jumat 15 Agustus 2025.

Berkat penyelidikan yang dilakukan, pelaku inisial R berhasil diamankan pada Selasa 12 Agustus 2025, di kediamannya Kelurahan Kolakaasi, Kecamatan Latambaga.

Sangat mengejutkan, sambung Dwi Arif ternyata pelaku adalah anak kandung dari korban. Pelaku telah melakukan aksi pencurian sebanyak dua kali dan di pasarkan melalui media sosial.

“Atas kejadian tersebut dilakukan wawancara kepada terduga saudara R telah dua kali dan menjualnya melalui media sosial,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pelaku saat ini ditahan di Polres Kolaka dan dijerat dengan pasal 367 KUHP tentang pencurian di lingkungan keluarga.(Amin)*

Warga Butur Digegerkan Penemuan Mayat Pria

0

KENDARIKINI.COM – Warga di gegerkan dengan penemuan mayat pria tanpa identitas di perairan Desa Labuan Bajo, Kecamatan Wakorumba, Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat 15 Agustus 2025.

Mayat tersebut ditemukan sekitar pukul 16.30 WITA oleh Kapten Kapal KM Semumu, Rahimun, dengan posisi kapal sedang berlabuh di pelabuhan ferry Desa Labuan Bajo.

Kapolsek Wakorumba IPTU Mosses mengatakan mayat tersebut ditemukan dalam posisi telungkup mengenakan celana panjang tanpa baju.

“Pada saat mayat ditemukan dalam pososi tertelungkup dengan menggunakan celana panjang memakai tali pinggang hitam dan tanpa baju,” katanya.

Mosses menambahkan kondisi kulit mayat sudah mulai terkelupas yang diduga disebabkan telah lama terendam dalam air laut.

Selain itu, terdapat luka gores diatas kelopak mata kiri sekitar 1,5 cm, luka gores berbentuk bulat 1 cm pada lengan kanan dan perut dalam kondisi kembung serta tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Lanjut, kata dia, mayat ini diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hari yang lalu. Adapun ciri fisik mayat tersebut yakni, tinggi badan sekitar 150 cm, kulit sawomatang, rambut ikal, dan umur sekitar 40 tahun.

“Saat ini mayat sementara berada di Puskesmas Labaraga untuk menunggu informasi dari pihak keluarga,” pungkasnya.(Amin)*

Baznas Sultra Pastikan Pendistribusian Dana ZIS Tepat Sasaran

0

KENDARIKINI.COM – Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sulawesi Tenggara (Sultra) kini giat mendistribusikan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) ke pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), siswa yang berprestasi, dan masyarakat dalam kondisi kena bencana, Jum’at, 15 Agustus 2025.

Menurut Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Sultra, Irja Arif mengungkapkan sumber dana ZIS dan DSKL yang terkumpul di BAZNAS Sultra dari pemotongan gaji Aparat Sipil Negara (ASN).

“Tahun ini Januari sampai Agustus itu kita anggarkan dari dana yang terkumpul sekitar 200 juta dari pemotongan gaji lansung ASN, kita tidak menyimpan ada dana yang terkumpul harus segera kita distribusikan,” kata Irja Arif, saat diwawancarai pada hari Jum’at, 15 Agustus 2025 di Kantor BAZNAS Sultra.

Irja Arif juga mengatakan Pendistribusian dan Pendayagunaan dana ZIS dan DSKL pada tahun 2025 ini sedikit terlambat.

“Sebenarnya agag terlambat pertengahan tahun ini, minimal dalam satu tahun itu minimal tiga kali pendistribusian, pertengahan bulan Agustus ini pendistribusian dana ZIS dan DSKL kita rangkaikan dengan hari ulang tahun Indonesian,” kata Irja Arif.

Teruntuk Pendistribusian dana ZIS sendiri kata Irja Arif diperuntukkan bagi pelaku UMKM, serta bantuan pendidikan bagi siswa muslim yang berprestasi dari keluarga kurang mampu dan

“Diperuntukkan bagi 88 pelaku UMKM itu khusus UMKM masing-masing dapat 1 juta rupiah untuk modal usaha,” kata Irja Arif.

“Kemarin kami kategori kan bagi anak siswa yang berprestasi, kemudian dari keluarga miskin utamanya itu kan dana zakat harus ke fakir miskin siswa muslim dan berprestasi dari keluarga kurang mampu begitu, ada juga santunan anak yatim kategori di bawah usia 13 tahun dalam bentuk uang,” lanjutnya.

Pendistribusian dana ZIS ini juga diperuntukkan bagi bantuan pendidikan di semua sekolah umum berdasarkan kerja sama dengan dinas pendidikan di Kab/Kota Sulawesi Tenggara.

“Kemarin kita bekerja sama dengan pendidikan juga makanya dari sekolah umum kita ambil. Ada juga momen kita bekerja sama dengan kementerian agama itu ada kemarin kompetisi sains madrasah, jadi kita berkontribusi di situ,” kata Irja Arif.

“Kita menyebutnya bantuan pendidikan belum sebagai beasiswa, kalau beasiswa itu sampai semester berapa, karena beda definisi beasiswa dan bantuan pendidikan,” tegasnya.

Selain Pendistribusian ZIS, Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Sultra, juga distribusi DSKL bagi masyarakat yang kena bencana tanpa mengenal status sosial dan agamanya.

“Biasa kita peruntukan dana sosial keagamaan lainnya itu kebencanaan artinya kebencanaan itu tidak melihat agama kan siapa pun yang kena bencana itu semua orang pasti lagi kesusahan mau muslim mau non-muslim itu sasarannya. Kemudian seperti kurban juga daging kurban itu kan tidak mesti muslim dapat daging kurban begitu,” kata Irja Arif.

Irja Arif juga mengatakan untuk jumlah dan lokasi distribusi DSKL itu ada hewan atau bantuan perbaikan rumah, namun bukan dalam bentuk uang tunai.

“Ada 2 ekor pasi daging kurban sapi 2 ekor, 5 ekor kambing daging kurban itu kita potong langsung di pertenaknya, kemudian kita lakukan pengemasan, baru kita data yang berhak menerima di wilayah Konsel, wilayah kota Kendari, kemudian bantuan perbaikan rumah,” tutup Irja Arif.

Terakhir Irja Arif mengiatkan bahwa BAZNAS Sultra terus melakukan sosialisasi ZIS dan DSKL ini ke pada masyarakat, ASN di Provinsi Sulawesi Tenggara, tanpa paksaan nomina.

“Kita mengiatkan sosialisasikan untuk mengajak kembali para ASN yang belum melaksanakan seperti itu, sehingga kita mengajak untuk berinfak saja itu sukarelanya infak, sedekah tidak bisa kita paksa nominalnya berapa,” kata Irja Arif.(Faldi)*

Gubernur Sultra Dorong Potensi Daerah, Harmoni Budaya dan Pembangunan Berkelanjutan

0

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menegaskan bahwa mengoptimalkan potensi daerah secara cerdas dan berkelanjutan adalah kunci untuk mewujudkan Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan religius.

Pesan tersebut Gubernur sampaikan saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sultra dalam rangka mendengarkan pidato Presiden RI pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, di Gedung Sekretariat DPRD Sultra, Jumat (15/8/2025).

“Mari kita optimalkan upaya pengelolaan dan pemanfaatan potensi daerah, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal serta prinsip pembangunan berkelanjutan,” tegas Gubernur.

Selanjutnya, Gubernur menyoroti terkait tema HUT RI ke-80 “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Gubernur menilai semangat tersebut sejalan dengan visi Sultra: bersatu dalam harmoni, menegakkan kedaulatan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Berkaitan dengan tema tersebut, Gubernur mengajak seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat untuk bergerak bersama, bersinergi, serta bekerja efektif, efisien, dan produktif untuk menjadikan Sultra daerah dengan daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.

Selain itu, Gubernur mengingatkan pentingnya menyukseskan penyelenggaraan dua agenda besar nasional yang akan berlangsung di Sultra tahun ini yaitu Rakornas Produk Hukum Daerah (PHD) yang akan dilaksanakan pada 26–28 Agustus 2025 serta Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) ke-28 Tingkat Nasional pada tanggal 9–19 Oktober 2025.

Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat menyimak pidato kenegaraan Presiden RI secara seksama. Menurutnya, arahan tersebut menjadi kompas strategis untuk merancang dan mengeksekusi pembangunan daerah yang berkesinambungan.*

Semarak HUT ke 80 RI, Diskominfo Sultra Gelar Berbagai Lomba Antar Bidang

0

KENDARIKINI.COM – Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar berbagai lomba antar bidang dan Sekretariat, Jumat (15/8/2025). Kegiatan yang diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) ini berlangsung di halaman Kantor Diskominfo Sultra dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kominfo Sultra, Dr. M. Ridwan Badallah, S.Pd., MM.

Acara dimulai pukul 07.30 WITA dan dihadiri oleh Sekretaris Dinas, jajaran kepala bidang, pejabat Fungsional, staf kepegawaian dan keuangan, serta siswa-siswi magang. Perwakilan dari setiap bidang turut ambil bagian, termasuk Bidang Data Center, Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Bidang Persandian, dan Bidang Aplikasi Informatika (Aptika).

Dalam sambutannya, Kadis Kominfo Sultra menegaskan bahwa tujuan utama lomba ini bukanlah memenangkan hadiah, melainkan mempererat kebersamaan dan menciptakan suasana gembira di lingkungan kerja.

“Acara ini dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Jadi harus lucu-lucu, happy-happy. Kita tidak mencari siapa yang juara, tetapi siapa yang paling kompak, paling kocak, dan paling meriah,” ungkapnya

Ridwan juga mengaitkan perayaan ini dengan semangat perjuangan para pahlawan. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan yang kini dinikmati diraih melalui pengorbanan jiwa, raga, dan air mata.

“Dulu pahlawan kita berjuang dengan darah, nyawa, dan air mata. Hari ini, perjuangan kita adalah mempertahankan eksistensi Indonesia sebagai negara yang dihormati dunia. Kita rayakan kemerdekaan ini dengan cara kita—dengan kebersamaan, kelucuan, dan tawa,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Diskominfo Sultra adalah cerminan keberagaman Indonesia. Pegawai berasal dari berbagai daerah, mulai dari Makassar, Muna, Buton, Jakarta, hingga Kendari, namun semua bersatu dalam satu semangat: Indonesia.

“Tidak ada lagi sekat-sekat kesukuan. Kita semua Indonesia. Inilah yang membuat kita besar,” tambahnya.

Rangkaian lomba yang digelar meliputi:
1. Lomba Bola Gotong
2. Lomba Balap Karung
3. Lomba Makan Kerupuk
4. Lomba Kelereng
5. Lomba Joget Rebutan Kursi
6. Lomba Estafet Sarung
7. Lomba Joget Balon

Kadis Kominfo berharap lomba-lomba ini dapat menjadi ajang memperkuat rasa persaudaraan dan menciptakan kenangan manis bagi seluruh pegawai.

“Yang utama bukan hadiahnya, melainkan tawa dan kebersamaan yang terjalin hari ini. Mari kita rayakan kemerdekaan dengan penuh semangat dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia,” tutupnya.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kepala Dinas Kominfo Sultra secara resmi membuka Lomba 17 Agustus tahun 2025, yang disambut serentak dengan teriakan “Merdeka!” dari seluruh peserta.*

Wali Kota Kendari Resmikan Maimo Cafe and Bistro

0

KENDARIKINI.COM – Maimo Cafe and Bistro yang beralamatkan di Jalan Sao-Sao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia Kota Kendari secara resmi dibuka, Jum’at 15 Agustus 2025.

Maimo Cafe and Bistro diketahui tempat nongkrong pertama di Kota Kendari yang mengambil konsep berbeda dibandingkan tempat nongkrong lainnya di Kota Kendari.

Perbedaannya nampak salah satunya dari tempat nongkrong diluar ruangan dengan suasana asri serta dilengkapi layar lebar.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran secara resmi membuka tempat nongkrong tersebut, hal tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng yang disaksikan ratusan tamu undangan.

“Kehadiran Maimo Cafe and Bistro menunjukkan Kota Kendari semakin maju, karena konsep tempat nongkrong seperti ini biasanya hanya ada di kota-kota besar,” katanya saat membawakan sambutannya.

Sambungnya bahwa Maimo Cafe and Bistro juga menyajikan menu-menu yang berbahan dasar dari pangan lokal.

“Ini juga bisa menambah PAD Kota Kendari,” tambahnya.

Lebih lanjut pihaknya juga mengungkapkan komitmen Pemkot Kendari mempermudah dan mendukung usaha-usaha di Kota Kendari.

“Kita sebagai pemerintah tentu memberikan kemudahan dan sangat mendukung tumbuhnya usaha-usaha baru,” pungkasnya.*

PT Cinta Jaya Hadir untuk Rakyat, Tanggulangi Keluhan Warga Soal Abrasi Pantai

0

KENDARIKINI.COM – PT Cinta Jaya bergerak cepat melakukan langkah pencegahan abrasi pantai di Desa Mandiodo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra).
‎
‎Gerak cepat PT Cinta Jaya ditunjukan dengan menurunkan satu alat berat jenis excavator, untuk membantu upaya pemerintah di lokasi bencana alam (abrasi).
‎
‎Petugas Lapangan PT Cinta Jaya, Jupri Sepang mengatakan, bantuan alat berat excavator tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian perusahaan terhadap kondisi memperihatinkan masyarakat lingkar tambang.
‎
‎”Iya, hari ini kami turunkan satu unit excavator untuk membantu upaya antisipasi terjadinya abrasi di lokasi bencana alam,” ujar Jepri Sepang, Jumat 15 Agustus 2025.
‎
‎Lebih lanjut, Ia menjelaskan, PT Cinta Jaya selalu peduli terhadap kondisi sosial kemasyarakatan di wilayah lingkar tambang.
‎
‎”Sehingga, kami (PT Cinta Jaya) selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” kata Jepri Sepang.
‎
‎PT Cinta Jaya bersama sejumlah perusahaan tambang yang melakukan aktivitas penambangan di Kecamatan Molawe bahu membahu membantu masyarakat.
‎
‎Untuk diketahui, sebelumnya, masyarakat Desa Mendiodo mengeluhkan kondisi hunian mereka yang mengalami rusak parah di area dapur.
‎
‎Kondisi tersebut dipicu hantaman ombak akibat belum adanya tanggul pemecah ombak.*

Ini 17 IUP Tambang Galian C di Sultra yang Kantongi RKAB di Tahun 2025

0

KENDARIKINI.COM – Sebelumnya Kepala Dinas ESDM Sultra, Andi Azis, melalui Kabid Minerba, Muhammad Hasbullah Idris, mengungkapkan saat ini terdapat 11 perusahaan pertambangan galian C di Sulawesi Tenggara (Sultra), resmi mengantongi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra.

Terbaru pada Jum’at 15 Agustus 2025, Hasbullah menyampaikan perkembangan perusahaan galian C yang memperoleh kuota RKAB.

Ia mengungkapkan, penerbitan RKAB ini mengacu pada peraturan terbaru yang memberikan kewenangan kepada Dinas ESDM Provinsi untuk menyetujui RKAB sektor galian C.

“Dulu RKAB galian C masih menjadi kewenangan pusat, tetapi sekarang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Ini tentu akan mempercepat proses perizinan bagi perusahaan yang beroperasi di daerah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa data perusahaan yang telah mengantongi RKAB ini merupakan hasil verifikasi yang dilakukan oleh Dinas ESDM Sultra.

“Kami hanya menerbitkan RKAB bagi perusahaan yang memenuhi semua persyaratan teknis dan administratif sesuai regulasi yang berlaku,” jelasnya.

Pasca diterbitkannya RKAB ini, 17 perusahaan tersebut kini bisa mulai melakukan aktivitas produksi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Hasbullah menegaskan bahwa penerbitan RKAB oleh Dinas ESDM Sultra bertujuan untuk mempercepat proses perizinan dan memberikan kepastian hukum bagi perusahaan tambang galian C.

“Kami berharap perusahaan yang telah mendapatkan RKAB bisa menjalankan kegiatan operasional dengan baik dan tetap memperhatikan aspek lingkungan. Pengawasan tetap dilakukan untuk memastikan aktivitas pertambangan sesuai dengan aturan,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa perusahaan yang belum mengantongi RKAB tidak diperkenankan melakukan aktivitas produksi.

“Jika ada yang beroperasi tanpa RKAB, maka akan dikenakan sanksi sesuai regulasi yang berlaku,” tegasnya.

Industri pertambangan galian C di Sultra memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur, terutama dalam penyediaan bahan baku seperti pasir kuarsa, batu gamping, dan kalsit. Namun, Hasbullah mengingatkan bahwa perusahaan harus tetap mengedepankan aspek keberlanjutan.

“Kami tidak hanya melihat dari sisi produksi, tetapi juga dari sisi dampak lingkungan. Oleh karena itu, setiap perusahaan wajib menjalankan kewajiban reklamasi dan pascatambang agar dampak negatif terhadap lingkungan bisa diminimalkan,” pungkasnya.

Berikut 17 Perusahaan yang telah mendapatkan RKAB di Tahun 2025:

Kabupaten Konawe Selatan:
1) PT Naga Mas Sultra
2) PT Hangtian Nur Cahaya
3) PT Citra Khusuma Sultra
4) CV Ilyas Karya
5) PT Hoffman Energi Perkasa
6) PT Ramadhan Moramo Raya
7) PT Lamboo Inti Pasir Silika (IUP Eksplorasi)
8) PT Bintang Energi Mineral
9) PT Lintas Stone Mineral
10) CV Cahaya Alam Nusantara
11) PT Kreasi Karbonat Utama

Kabupaten Konawe Utara:

12) PT Hikmah Riana Mandiri
13) PT Bintang Morosi Sejahtera

Kabupaten Kolaka:
14) CV Gasing Sulawesi

Kabupaten Buton Tengah:
15) PT Diamond Alfa Propertindo
16) PT Bukit Gamping Resource

Kabupaten Buton Selatan:
17) PT Molynco Asia Indotama (IUP Eksplorasi).*

Ini 74 IUP Tambang Nikel di Sultra yang Kantongi RKAB di Tahun 2025

0

KENDARIKINI.COM – Sebelumnya Dinas ESDM Sultra menyampaikan 63 perusahaan tambang nikel di Sulawesi Tenggara (sultra) telah resmi mengantongi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari Kementerian ESDM.

RKAB merupakan dokumen yang wajib disusun oleh perusahaan pertambangan setiap tiga tahun sebagai acuan dalam menjalanka aktivitas produksi dan penjualan. Dokumen ini diajukan untuk disetujui oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Terbaru berdasarkan data yang diterima media ini dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sultra melalui Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara (Minerba), Muhammad Hasbullah Idris, sudah ada 74 perusahaan tambang yang tersebar di beberapa kabupaten di Sultra telah memiliki kuota RKAB.

Sebanyak 74 perusahaan yang telah memiliki kuota RKAB tersebut berdasarkan tembusan Kementerian ESDM RI ke Dinas ESDM Sultra.

“Data base kami itu adalah yang ditembuskan oleh pusat secara fisik, dalam hal ini Kementerian ESDM, jadi kalau tidak ada itu (RKAB) berarti tidak ditembuskan,” kata Muhammad Hasbullah Idris saat ditemui diruangannya, Jum’at 15 Agustus 2025.

Berikut data Perusahaan yang memperoleh kuota RKAB dari Kementerian ESDM yang telah ditembuskan ke Dinas ESDM Sultra.

Kabupaten Konawe Utara:

1) PT Adhi Kartiko Pratama
2) PT Tiran Indonesia
3) PT Bhumi Karya Utama
4) PT Stargate Pasific Resources
5) PT Mitra Utama Resources
6) PT Konawe Nikel Nusantara
7) PT Bumi Nikel Nusantara
8) PT Apollo Nickel Indonesia
9) PT Bumi Sentosa Jaya
10) PT Indrabakti Mustika
11) PT Bumi Konawe Minerina
12) PT Bosowa Mining
13) PT Alam Raya Indah
14) PT Konutara Sejati
15) PT Manunggal Sarana Surya Pratama
16) PT Indonusa Arta Mulya
17) PT Kelompok Delapan Indonesia
18) PT Karyatama Konawe Utara
19) PT Makmur Lestari Primatama
20) PT Elit Kharisma Utama
21) PT Kembar Emas Sultra (321)
22) PT Sultra Sarana Bumi
23) PT Tataran Media Sarana
24) PT Bangun Mega Cemerlang
25) PT Kembar Ermas Sultra (255)
26) PT Paramitha Persada Tama
27) PT Raodah Bumi Sultra
28) PT Sumber Bumi Putera
29) PT Pertambangan Bumi Indonesia
30) PT Arga Morini indah
31) PT Bososi Pratama
32) PT Bumi Konawe Abadi
33) PT Pernick Sultra
34) PT Wisnu Mandiri Batara
35) PT Tambang Matarape Sejahtera
36) PT Putra Intisultra Perkasa

Kabupaten Konawe:
37) PT Sulawesi Cahaya Mineral
38) PT Modern Cahaya Makmur
39) PT Intan Perdhana Puspa
40) PT Sulemandara
41) PT ST Nickel Resource

Kabupaten Konawe Selatan:

42) PT Ifisdecho
43) PT Gerbang Multi Sejahtera
44) PT Mega Tambang Indonesia
45) PT Generasi Agung Perkasa
46) PT Pertambangan Bumi Anoa
47) PT Wijaya Inti Nusantara
48) PT Jagad Rayatama

Kabupaten Konawe Kepulauan:

49) PT Gema Kreasi Perdana (SK 83/2010)
50) PT Gema Kreasi Perdana
51) PT Bumi Konawe Mining
52) PT Wawonii Makmur Jayaraya

Kabupaten Kolaka:
53) PT Ceria Nugraha Indotama
54) PD Aneka Usaha Kolaka
55) PT Toshida Indonesia
56) PT Putra Mekongga Sejahtera

Kabupaten Kolaka Utara:
57) PT Putra Dermawan Pratama
58) PT Riota Jaya Lestari
59) PT Kasmar Tiar Raya
60) PT Fatwa Bumi Sejahtera
61) PT Patrindo Jaya Makmur
62) PT Mulia Makmur Perkasa
63) PT Bumi Dua Mineral
64) PT Citra Silika Mallawa

Kabupaten Bombana:
65) PT Tonia Mitra Sejahtera
66) PT Timah investasi Mineral
67) PT Tekonindo
68) PT Thocotua Rezky Jaya Crom
69) PT Anugrah Harisma Barakah
70) PT Rohul Energi Indonesia
71) PT Tambang Bumi Sulawesi
72) PT Margo Karya Mandiri

Kabupaten Buton Tengah:

73) PT Arga Morini Indotama

Kabupaten Buton
74) PT Karya Buana Buton.*

Ini Alasan Kejari Tak Tahan Anggota DPRD Kota Kendari Terduga Pemalsuan Ijazah

0

KENDARIKINI.COM – Kejari Kendari tidak melakukan penahanan terhadap anggota DPRD Kota Kendari LA, tersangka dugaan pemalsuan ijazah.

Kasi Intel Kejari Kendari, Aguslan mengatakan bahwa pihaknya tak melakukan Penahanan di karenakan ada permohonan dari yang bersangkutan.

“Terkait penahanan, ada permohonan dari terdakwa ut tdk ditahan, jadi JPU mempertimbangkannya untuk tidak ditahan,” katanya saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Jum’at 13 Agustus 2025.

Lanjutnya bahwa JPU mempertimbangkan dikarenakan yang bersangkutan memiliki penjamin.

“Dengan pertimbangan yakni di tingkat penyidikan terdakwa tidak ditahan dan ada penjaminnya juga,” ungkapnya.

“Selain itu terdakwa anggota DPRD aktif yang kooperatif akan mengikuti persidangan dengan baik,” pungkasnya.*

Kendari Kini Punya Tiga IUP Tambang Pasir Silika di Nambo

0

KENDARIKINI.COM – Kota Kendari kini memiliki 3 (tiga) Izin Usaha Pertambangan (IUP) Tambang Pasir Silika di Kecamatan Nambo.

Diketahui Ketiga IUP itu diantaranya, PT Asri Nambo Perkasa, PT Citra Moramo Sejahtera, dan PT Pacifik Nambo Sejahtera.

Kadis ESDM Sultra Andi Azis melalui Kabid Minerba Muhammad Hasbullah Idris yang dikonfirmasi diruangannya pada Jum’at 15 Agustus 2025 membenarkan hal tersebut.

“Iya ada tiga IUP, statusnya sudah eksplorasi,” katanya.

Lanjutnya bahwa penerbitan IUP tesebut telah memenuhi peraturan pemerintah.

“Berdasarkan peraturan menteri ESDM terkait pencadangan wilayah, itu hanya mensyaratkan rekomendasi dari pemerintah dalam hal ini pemerintah kota Kendari, mau sudaha atau belum ada Perda itu bisa, Karena syaratnya rekomendasi dari pemerintah kabupaten atau kota,” jelasnya.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa sejak tahun 2022 berdasarkan Kepmen ESDM Kota Kendari memiliki potensi pertambangan khususnya di Kecamatan Nambo.

“Dulu memang belum ada dasarnya, namun pada tahun 2022 berdasarkan Kepmen ESDM
NOMOR: 104.K/MB.01/MEM.B/2022 tentang Wilayah Pertambangan Provinsi Sultra di Nambo ada potensi, itulah yang menyebabkan Kota Kendari melakukan penyesuaian tata ruang,” ungkapnya.

Pihaknya juga menuturkan bahwa di dokumen persyaratan juga disertakan faktor sosiologinya, yang dimana masyarakat disana menyetujui adanya IUP.

“Terkait dampak lingkungan nanti mesti dilengkapi dengan dokumen lingkungan, AMDAL atau UKL UPL, itu nanti kalau status IUP nya sudah produksi,” bebernya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa walaupun sudah ada IUP di kecamatan Nambo, tidak boleh ada aktivitas Produksi dan Penjualan.

“Tidak boleh ada aktivitas penambangan, yang boleh hanya aktivitas eksplorasi seperti pengambilan sampel, tidak boleh ada aktivitas penjualan,” pungkasnya.*

Semarak HUT RI ke 80, PT SBP Salurkan Dana PPM dalam Bentuk MBG ke Pelajar

0

KENDARIKINI.COM – Jumat pagi, 15 Agustus 2025, halaman Sekolah Dasar Negeri 5 Molawe tak seperti biasanya. Suara tawa anak-anak bercampur aroma nasi hangat, sayur segar, dan lauk bergizi yang tersaji di meja panjang.

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke-80, PT Sumber Bumi Putera (SBP), perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Desa Puusuli, Kecamatan Andowia, Konawe Utara, menggelar program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ratusan siswa.

Acara ini menjadi bagian dari Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang rutin digelar perusahaan. Sekaligus, PT SBP mengaitkan langkah ini dengan agenda nasional. Mendukung program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam mewujudkan makan bergizi gratis untuk anak sekolah.

“Kegiatan ini adalah kali kedua. Sebelumnya juga kami lakukan di sekolah-sekolah lingkar tambang. Ini bentuk komitmen PT SBP memenuhi kewajiban dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat sekaligus mendukung penuh program makan bergizi gratis pemerintah,” ujar Jumadil SH, Humas PT SBP, di sela acara.

Tak hanya MBG, Kepala Teknik Tambang PT SBP, Sudriyanto, menyebut rangkaian PPM perusahaan akan berlanjut usai peringatan 17 Agustus. Di antaranya pemeriksaan kesehatan dan gizi gratis bagi masyarakat lingkar tambang, serta program pemberangkatan umrah untuk warga sekitar yang akan dilaksanakan 18 Agustus mendatang.

“Semua ini bagian dari upaya kami meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di wilayah lingkar tambang PT SBP,” ujarnya.

Dukungan datang dari pihak sekolah. Kepala SD Negeri 5 Molawe, Ida Rohani S.Pd, menyebut kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan anak-anak.

“Mereka lebih bersemangat belajar ketika kebutuhan gizinya terpenuhi. Saya kira Presiden Prabowo akan sangat senang jika program seperti ini diikuti perusahaan-perusahaan lain, terutama di sektor tambang,” kata Ida.

PT SBP melaksanakan program PPM setiap tiga bulan. Namun, suasana HUT RI ke-80 tahun ini memberi warna tersendiri, ketika perayaan kemerdekaan dipadukan dengan aksi nyata perusahaan untuk kesehatan generasi muda di lingkar tambang.*

Pekan Depan Kejari Bakal Limpahkan Berkas Kasus Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Kota Kendari ke Pengadilan

0

KENDARIKINI.COM – Kasus dugaan ijazah palsu yang menjerat anggota DPRD Kota Kendari LA terus bergulir.

Terbaru, Kejari Kendari menggandakan pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan Negeri (PN) Kendari.

Kajari Kendari, Ronal H Bakara yang dihubungi via pesan WhatsApp Jum’at 15 Agustus 2025 mengatakan bahwa pekan depan pihaknya akan melimpahkan berkas perkara yang bersangkutan.

“Minggu depan akan dilimpahkan ke PN Kendari,” katanya.

Lanjutnya saat ditanyakan perihal penahan tersangka, ia mengatakan tidak dilakukan penahanan.

“Tidak dilakukan penahanan, untuk informasi selanjutnya bisa hubungi kasi intel,” tambahnya.

Sementara itu Kasi Intel Kejari Kendari, Aguslan yang dihubungi via telepon mengatakan bahwa sebelumnya ada perbaikan surat dakwaan.

“Insya Allah Minggu depan,” katanya.

Lanjutnya bahwa tidak dilakukan penahanan terhadap tersangka dikarenakan ada beberapa pertimbangan.

“Ada beberapa pertimbangan, sebentar saya lihatkan di kantor pertimbangannya,” pungkasnya.*

PT Vale Resmikan Dormitory Limoloka Perkuat Ketahanan Energi dan Hilirisasi Nasional di Tengah Tantangan Global

0

KENDARIKINI.COM – Salah satu perusahaan nikel berkelanjutan, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), anggota Grup MIND ID, meresmikan Dormitory Limoloka, fasilitas hunian bagi tenaga profesional yang terlibat dalam Indonesia Growth Project, Sorowako Limonite (IGP Sorlim).

Kehadiran hunian ini bukan hanya sebagai sarana pendukung proyek, tetapi juga bagian dari strategi besar perusahaan untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung hilirisasi industri nikel, pilar penting dalam mencapai Indonesia Emas 2045 sesuai Asta Cita Pemerintah.

Dunia saat ini tengah menghadapi triple challenge: kebutuhan energi bersih yang terus meningkat, keterbatasan pasokan critical minerals seperti nikel, dan tekanan untuk menurunkan emisi karbon.

Bank Dunia memperkirakan permintaan nikel akan meningkat hingga 190% pada 2040, seiring adopsi kendaraan listrik dan teknologi energi terbarukan.

Dalam konteks ini, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai salah satu produsen nikel terbesar dunia, sehingga kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan rantai pasok global.

Dalam meningkatkan upaya tersebut, IGP Sorlim merupakan salah satu proyek strategis PT Vale untuk memastikan pasokan nikel limonit bagi industri hilir, yang akan diolah menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik dan teknologi penyimpanan energi.

Keberadaan Limoloka memastikan tenaga ahli dan pekerja proyek dapat bekerja optimal dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung kolaborasi lintas disiplin.

Dibangun sejak Januari 2025 dan mulai ditempati pada Juli 2025 di kawasan Enggano Area, Luwu Timur, Limoloka memiliki 56 kamar dengan fasilitas kamar mandi dalam, pantry bersama, taman terbuka, dan inovasi vending machine—terobosan pertama di fasilitas akomodasi Sorlim.

Penghuni terdiri dari konsultan proyek (Tripatra) serta tim internal Vale yang berperan sebagai penggerak utama proyek strategis ini.

Menurut Suharpiyu Wijaya, Head of Sorlim, Limoloka adalah simbol bahwa proyek industri strategis dapat membangun nilai kemanusiaan, “Ketahanan energi nasional dimulai dari manusia yang bekerja di belakangnya. Limoloka bukan hanya tempat tinggal, tapi ruang kolaborasi dan pertumbuhan bersama. Kami ingin memastikan mereka yang membangun fondasi hilirisasi nikel bekerja dalam lingkungan yang mendukung produktivitas, keselamatan, dan inovasi.”

Nama Limoloka berasal dari LIMO (limonit, jenis bijih nikel laterit) dan LOKA (Sansekerta: tempat kehidupan), yang merepresentasikan wilayah kehidupan yang lahir dari tambang—rumah sementara bagi insan lintas fungsi dan budaya yang bekerja untuk mendorong transisi energi bersih.

Muh. Asril, Chief Project Officer PT Vale, menegaskan bahwa Limoloka adalah bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan, “Hilirisasi tidak hanya bicara teknologi dan pabrik, tapi juga kesiapan sumber daya manusianya. Dengan fasilitas seperti Limoloka, kami memastikan bahwa setiap elemen ekosistem—dari teknologi, manusia, hingga lingkungan—mendukung ketahanan energi dan daya saing Indonesia di pasar global. Inovasi sederhana seperti vending machine kami harapkan menjadi standar baru di seluruh area PTVI.”

Selaras dengan Asta Cita dan Agenda Nasional
Peresmian Limoloka menegaskan komitmen PT Vale untuk:
• Mendukung Asta Cita poin penguatan ekonomi berbasis hilirisasi dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
• Menjadi bagian dari rantai pasok global critical minerals yang aman, transparan, dan rendah emisi.
• Membangun green value chain dari tambang hingga produk akhir, dengan manusia sebagai pusat penggerak.

Acara peresmian diakhiri dengan pemotongan pita, foto bersama, tur fasilitas, dan makan malam, mencerminkan nilai Respect dan Safety dari CARES PT Vale. Ke depan, PT Vale menargetkan seluruh infrastruktur pendukung proyek strategis akan dirancang untuk memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menjawab tuntutan global akan rantai pasok nikel yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.*

Ibu Wagub Sultra Tinjau Kebersihan Kantor Diskominfo Jelang HUT ke 80 RI

0

KENDARIKINI.COM – Ibu Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ratna Lada Hugua, bersama tim melakukan kunjungan ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sultra, Kamis (14/8/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari penilaian kebersihan kantor dalam rangka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kedatangan tim penilai disambut langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Sultra, Dr. M. Ridwan Badallah, S.Pd., MM., didampingi Kepala Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) beserta jajaran struktural dinas.

Penilaian dimulai sekitar pukul 15.00 WITA dengan mengecek sejumlah area, di antaranya Ruang Kepegawaian, Ruang Keuangan, Ruang Kerja Kepala Dinas, Aula Mepokoaso, Bidang Data Center, Bidang Aptika, Bidang Persandian serta Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP).

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang bersih, rapi, dan nyaman, sehingga dapat menunjang kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan informasi publik yang optimal kepada masyarakat Sulawesi Tenggara.*

Polda Sultra Gelar GPM di Poasia

0

KENDARIKINI.COM – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Subdit Bintibsos Ditbinmas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Polresta Kendari dan Perum Bulog menggelar kegiatan Gerakan Pasar Murah yang bertempat di Kantor Camat Poasia, pada Jumat (15/08).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.50 WITA ini melibatkan 6 personel dari Subdit Bintibsos Ditbinmas Polda Sultra. Pasar murah ini merupakan wujud nyata sinergitas antara Kepolisian dan instansi terkait dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang perayaan hari kemerdekaan.

Dalam pasar murah tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dari harga pasar. Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi sejak pagi hari.

Pelaksanaan kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar. Selain menumbuhkan semangat nasionalisme, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.*

Lomba Tarik Water Canon hingga Balap Sarung Meriahkan HUT RI di Polda Sultra

0

KENDARIKINI.COM – Suasana Lapangan Sepak Bola Polda Sulawesi Tenggara pada Jumat (15/8/2025) dipenuhi sorak-sorai dan gelak tawa. Menyambut peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, berbagai lomba unik digelar untuk memeriahkan suasana, salah satunya yang mencuri perhatian adalah lomba tarik water canon antar satker di lingkungan Polda Sultra.

Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.IK., M.H bersama pejabat utama Polda Sultra membuka berlangsungnya kegiatan lomba serta turut hadir menyaksikan secara langsung aksi penuh semangat para peserta yang saling adu kekuatan menarik kendaraan taktis tersebut. Selain itu, berbagai perlombaan tradisional seperti balap sarung dan memasukkan paku ke dalam botol juga turut digelar, menambah keseruan dan kebersamaan di antara peserta.

Sebagai informasi, water canon merupakan kendaraan taktis milik kepolisian yang digunakan untuk mengendalikan massa dan menyemprotkan air bertekanan tinggi. Bobot kendaraan ini bisa mencapai 20 ton saat tangki penuh, dengan kapasitas tangki air rata-rata sekitar 6.000 liter. Kendaraan besar ini biasanya dilengkapi pompa bertekanan tinggi dan perlengkapan keselamatan khusus, sehingga menariknya dalam perlombaan tentu menjadi tantangan fisik yang tidak main-main.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan membangun kekompakan antar personel Polda Sultra. Dengan semangat gotong royong dan sportivitas yang tinggi, lomba-lomba tersebut menjadi momen penuh tawa dan kebanggaan jelang peringatan Hari Kemerdekaan.*

Wadirlantas Polda Sultra Pimpin Pelaksanaan Pasar Murah di Puuwatu, Jual Beras dengan Harga Terjangkau

0

KENDARIKINI.COM – Direktur Lalu Lintas Polda Sultra, Kombes Pol. Dr. Argowiyono, S.H.,S.I.K.,M.Si. di wakili oleh Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas) AKBP Arif Irawan, S.H.,S.I.K.,M.H. bersama personel jajaran turun langsung melaksanakan kegiatan pasar murah penjualan beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kg yang digelar secara serentak se-Indonesia agar berjalan aman dan lancar, bertempat di Kantor Kecamatan Puuwatu, Kamis (14/08/2025).

Dalam kesempatan itu, Wadirlantas Polda Sultra, AKBP Arif Irawan turut di dampingi Kasubdit Kamsel, Kasubbag Renmin, Kasi STNK Subdit Regident, Kapolsek Mandonga, Staf Ditbinmas dan personel Polsek Mandonga Polresta Kendari.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya Polri untuk membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau di tengah situasi ekonomi yang menantang.

Terlihat dalam kegiatan penjualan 1270 kantong beras SPHP Kemasan 5 Kg tersebut, Wadirlantas beserta personel dengan senyum ramah dan humanis, melaksanakan Pengamanan dan pengawasan sekaligus melayani masyarakat di titik lokasi pasar murah.

Dirlantas Polda Sultra, Kombes Pol. Dr. Argowiyono, S.H.,S.I.K.,M.Si. menyampaikan, bahwa kegiatan pasar murah yang dilaksanakan ini adalah sebagai wujud Polantas Hadir dalam membantu sekaligus menjaga ketertiban penjualan beras SPHP yang hari ini digelar secara serentak se-Indonesia.

“Kami hadir di situ untuk memastikan bahwa beras SPHP ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami tidak akan mentolerir segala bentuk penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat,” ucap Kombes Pol. Argowiyono.

Selain melakukan pengamanan dan pengawasan, personel Kepolisian juga aktif memastikan tidak ada pedagang nakal yang memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga secara tidak wajar.

Masyarakat menyambut baik kehadiran Polisi di pasar murah. Mereka merasa lebih aman dan nyaman saat berbelanja.

“Terima kasih kepada Bapak Polisi yang sudah menjaga kami di sini. Dengan adanya Polisi, kami jadi tidak khawatir lagi ,” ujar salah seorang warga di lokasi pasar murah.

Ditambahkan oleh Dirlantas Polda Sultra. Bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.*

Sejarah Dualisme Kepemimpinan, Jangan Sampai PWI Diambil Alih Pemerintah

0

KENDARIKINI.COM – Peneliti Sejarah Merdeka Institute Arief Gunawan mengingatkan jurnalis-jurnalis di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) agar tetap menjaga integritas dan persatuan menjelang pelaksanaan Kongres Persatuan PWI 2025.
 
“Kita memiliki sejarah panjang PWI sejak lahir tahun 1946 atau setahun setelah kemerdekaan RI. Dalam perjalanannya, PWI pernah terjadi perpecahan seperti sekarang,” ujar Arief Gunawan kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 13 Agustus 2025.
 
Namun, ungkap Arief, perpecahan dan dualisme kepemimpinan di PWI saat itu terjadi karena dipicu oleh perbedaan sikap politik, yakni antara Rosihan Anwar dan BM Diah. “Bukan karena masalah uang,” tegasnya.  
 
Rosihan Anwar dan BM Diah, lanjut Arief, sama-sama pendiri Harian Merdeka tahun 1945, bersama Joesoef Isak. Namun, di tahun 1946 mereka beda pandangan politik. Rosihan mendukung Kabinet Sjahrir, sementara BM Diah kritis dan keras.
 
Perseteruan mereka masih terbawa meski sudah lewat 24 tahun, yakni pada Kongres PWI XIV di Palembang, 14 – 19 Oktober 1970. PWI terbelah menjadi dua kubu, kubu Rosihan dan kubu BM Diah. Perpecahan baru bisa diselesaikan tiga tahun kemudian, yakni pada Kongres PWI “Integrasi” XV di Tretes, Malang, Jawa Timur, 30 November – 1 Desember 1973.
 
“Tiga tahun terjadi dualisme kepemimpinan di PWI. Saat itu, pemerintah melalui Operasi Khusus (Opsus) jaman Ali Moertopo ikut mengobok-obok PWI,” ujar Arief.
 
Untuk itu, Arief berharap, jangan sampai dualisme kepemimpinan PWI saat ini membuka peluang bagi pemerintah untuk kembali “mengobok-obok” organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia itu.
 
“Jangan sampai kisruh PWI saat ini di-take over pemerintah. Bahaya kalau yang jadi ketumnya malah buzzer ternak Moelyono, karena di-drop dari atas. Soalnya posisi komisaris sekarang sudah banyak diduduki para buzzer ternak Mulyono. Waspada mereka menjalar ke PWI,” tuturnya.

Arief menambahkan, PWI dan persuratkabaran nasional lahir dari elan romantik, penuh bumbu cerita patriotik. Sebelum ada perjuangan bersenjata, tokoh pergerakan dulu menggunakan koran dan organisasi kewartawanan sebagai alat perjuangan.

Wartawannya cukup banyak yang masuk keluar bui kolonial, hidup melarat karena lebih mengidentikkan diri sebagai pejuang ketimbang pedagang.

Aspek bisnis tentu saja perlu, tetapi kewartawanan bukan jalan yang pas untuk mencari dan menumpuk kekayaan.
Kewartawanan adalah vocatio (panggilan). Pengabdian yang tiada henti-hentinya karena dituntun oleh naluri.

Di paruh pertama tahun 1950-an pers nasional dan organisasi kewartawanan seperti PWI dicirikan oleh personal journalism dengan tokoh-tokoh seperti Mochtar Lubis (Indonesia Raya), BM Diah (Merdeka), Suardi Tasrif (Abadi), dan Rosihan Anwar (Pedoman).

Mereka berteman tapi juga berantem, dan sanggup bersilat lidah dengan penguasa. Umumnya pengendali meja redaksi saat itu ialah person of character (insan yang berwatak).

Seperti diketahui, Kongres Persatuan PWI akan digelar di Karawang, Jawa Barat, pada 29-30 Agustus 2025. Ada 7 nama bakal calon Ketua Umum PWI Pusat periode 2025–2030 yang muncul di media.
Mereka adalah Hendry Ch Bangun (Ketum PWI hasil Kongres Bandung), Zulmansyah Sekedang (Ketum PWI hasil KLB Jakarta), Atal S. Depari (Ketum PWI Pusat 2018–2023), Teguh Santosa (Ketua Bidang Luar Negeri PWI periode 2013–2018 dan anggota Dewan Kehormatan PWI periode 2018–2020), Akhmad Munir (anggota Dewan Kehormatan PWI kubu Zulmansyah), Johnny Hardjojo (Ketua Dewan Penasihat PWI Jaya), dan Rusdy Nurdiansyah (Ketua PWI Kota Depok).*

Fadli Zon Sebut Indonesia Perlu Menemukan Kembali Identitasnya

KENDARIKINI.COM — Sebuah panggung pemikiran tentang kebudayaan Indonesia kembali menyala hari ini di Golden Ballroom 2, Hotel Sultan, Jakarta, dalam forum GREAT Lecture bertajuk “Polemik Kebudayaan Manusia Indonesia: Dunia Baru dan Kebudayaan Baru.” Acara ini menghadirkan Menteri Kebudayaan Dr. H. Fadli Zon sebagai orator utama, diapit oleh jajaran penanggap dari berbagai disiplin: sosiolog dan sastrawan Okky Madasari, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifuddin, peneliti GREAT Institute Hanief Adrian, pemikir Studia Humanika ITB Alfathri Adlin, filsuf Muhammad Misbahudin, serta pendiri Ubud Writers and Readers Festival Janet DeNeefe. Diskusi dipandu Khalid Zabidi, Direktur Komunikasi GREAT Institute.

Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Dr. Syahganda Nainggolan, membuka acara dengan kritik bernas: bahwa elite di negeri ini tak selamanya membawa bangsa menuju kemerdekaan. “Elit harus paham budaya. Terutama budaya di wilayah kepemimpinannya sendiri,” ujarnya. Ia menyesalkan langkanya diskusi kebudayaan di ruang publik hari ini, apalagi di layar televisi. Padahal, kata dia, jika pembicaraan soal budaya berhenti, kita bisa kehilangan nilai keadaban itu sendiri.

Syahganda menyoroti kegagalan struktur memahami kultur, merujuk pada kasus Pati yang kini menghebohkan. “Struktur menaikkan PBB seenaknya, tanpa memahami kultur masyarakat yang sedang menjerit karena tekanan ekonomi. Maka terjungkallah bupati,” katanya dengan nada getir.

“Kita Ini Melting Pot, Bahkan Sebelum Dunia Menyadarinya”

Dalam orasi panjang namun tak kehilangan api, Fadli Zon mengurai kembali sejarah dialektika kebudayaan bangsa ini: dari Polemik Kebudayaan 1930-an antara Sutan Takdir Alisjahbana dan Sanusi Pane, hingga pertarungan ideologis Manifes Kebudayaan versus Lekra pada 1960-an.

Namun, bagi Fadli, yang terpenting bukanlah menang-menangan. Yang utama adalah pergulatan pemikiran itu sendiri. “Harus ada reinventing Indonesia’s identity—penemuan ulang jati diri Indonesia,” katanya, seraya menyebut dua karakter utama kebudayaan Indonesia: kekayaan dan ketuaan.

“Budaya kita ini mega-diversity. Bukan sekadar keberagaman, tapi keberlimpahan,” ujar Fadli yang mengaku sudah mengelilingi 101 negara. “Tak ada yang sekaya Indonesia dalam hal budaya, baik yang tangible maupun intangible. Yang intangible saja tercatat 2.213, sementara baru 16 yang diakui UNESCO: dari wayang, batik, keris, sampai jamu dan reog.”

Ia menyinggung Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945, yang menyatakan bahwa “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia, dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.”

Namun, justru dalam konteks kebebasan itulah, Fadli menyiratkan kegelisahan: “Budaya kita sangat tua. Tapi kini, narasi kebudayaan justru dibungkam. Padahal, peradaban kita sudah lebih dulu global.”

Dengan mengutip penemuan-penemuan arkeologis, ia menyebut bahwa Homo erectus Indonesia telah hidup 1,8 juta tahun lalu. Gambar-gambar gua tertua ditemukan di Muna dan Maros, jauh lebih tua dari lukisan gua di Eropa. “Kita ini melting pot sejak dulu kala. Kita bukan tempat tujuan. Tapi tempat keberangkatan,” ujarnya, menyiratkan bahwa Nusantara adalah simpul globalisasi purba.

Okky: Jangan Ada Narasi Tunggal dalam Kebudayaan

Okky Madasari, sosiolog dan sastrawan yang kini mengajar di National University of Singapore, berbicara lugas dan tajam. Ia mengajak semua pihak menengok wajah manusia Indonesia hari ini, khususnya generasi muda. “Mereka itu kosmopolitan, kreatif, dan resisten. Mereka bukan sekadar pengguna budaya global, tapi juga penantang,” katanya.

Okky menegaskan, sejarah kebudayaan bangsa ini selalu diawali oleh perlawanan terhadap model dominan. “Sutan Takdir, Hamzah Fansuri, para pelopor itu melakukan perlawanan atas dominasi wacana,” ujarnya. Karena itu, ia mendukung langkah menulis ulang sejarah Indonesia. Tapi dengan satu syarat: “Penulisan sejarah harus melibatkan publik, akademisi, sastrawan, bukan hanya pemerintah. Harus ada forum bersama.”

Yang lebih penting, tegasnya, adalah kebebasan berbicara dan berkebudayaan. “Jangan ada pembungkaman. Jangan ada narasi tunggal,” katanya, menyuarakan kegalauan banyak kalangan yang merasa ruang-ruang kritik semakin sempit.

Alfathri: Pendidikan Kini Sekadar Mencetak Tukang

Dari sudut pemikiran filosofis, Alfathri Adlin memulai dengan mengutip Hegel: “Masyarakat dan pemerintah tak pernah belajar dari sejarah. Mereka terus mengulang kesalahan yang sama.” Ia menyentil konsep white man’s burden yang menjadi justifikasi kolonialisme, sekaligus menyalahkan sistem pendidikan kita hari ini yang masih menurunkan warisan Barat secara membabi buta.

“Pendidikan kita hanya mencetak tukang. Bukan pencinta ilmu. Padahal, menurut Islam, setiap orang diciptakan dengan tujuan khusus,” ujarnya, menyiratkan perlunya visi pendidikan berbasis nilai-nilai yang lebih dalam dari sekadar kurikulum teknokratik.

Hanief Adrian: Sriwijaya Adalah Zabazh, Pusat Budaya Emas Dunia

Peneliti GREAT Institute, Hanief Adrian, memperkuat argumen Fadli tentang kebesaran masa lalu bangsa ini. Ia mengutip catatan sejarah tentang Sriwijaya yang dikenal sebagai Zabazh di Afrika. “Zabazh memperkenalkan budaya emas ke Afrika, yang lalu dinikmati Eropa dan Arab. Tapi budaya emas itu datang dari Swarna Dwipa—Sumatra,” ujar Hanief.

Menurutnya, kita butuh keberanian untuk mengklaim sejarah kita sendiri. “Kalau kita tak menulisnya, orang lain akan menulis versi mereka, dan kita tinggal jadi objek,” katanya, mengingatkan.

Ruang Dialektika yang Hampir Hilang
Ketika para pembicara mulai beringsut dari kursi mereka, suasana ballroom itu belum kehilangan riak semangat. Tak ada tepuk tangan meriah, tapi justru ada keheningan yang khusyuk. Seperti saat suara keras berganti gema yang pelan, namun tetap menggetarkan.

Indonesia, seperti yang digambarkan oleh mereka hari ini, adalah negeri yang mewarisi suara dari gua-gua purba, yang pernah menjadi pusat dunia, namun kini nyaris kehilangan panggung untuk berdialektika.
Kita butuh kebudayaan yang hidup, bukan yang dibekukan dalam museum atau dijadikan sekadar dekorasi festival. Butuh pemimpin yang mengerti kultur, bukan hanya struktur. Butuh ruang bagi keragaman suara, bukan hanya pengeras narasi tunggal.

“Kebenaran tidak pernah dimonopoli oleh satu suara,” ujar Okky. Dan dalam riuh zaman ini, suara itu terdengar seperti doa yang disampaikan lewat mikrofon.

Dalam kebisingan dunia baru yang seringkali menelan jejak sejarah dan mengabaikan nilai-nilai lama, diskusi semacam ini adalah oase intelektual yang langka. Jika kebudayaan adalah cermin bangsa, maka sudah saatnya kita membersihkan kaca itu dari kabut kekuasaan dan prasangka.

Seperti kata Imam Ali bin Abi Thalib, “Seseorang yang tidak mengetahui sejarahnya, maka ia akan tersesat dalam perjalanan hidupnya.” Dan hari ini, dalam ruangan itu, secercah cahaya telah menuntun kita kembali melihat peta jalan lama—menuju jati diri yang (masih) mungkin diselamatkan.*

Kejati Sultra Yakin Dinasti Perusda Kolaka Terjerat Tipikor

0

KENDARIKINI.COM – Perusahaan Daerah (Peruda) Kolaka resmi dilaporkan terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari lembaga Koalisi Kolaka Kontrol LSM LIRA Kolaka, LSM GAKI, Pekat Indonesia Bersatu, WRI, dan LPPNRI ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis, 14 Agustus 2025.

Menurut Ketua DPD Kolaka Pekat-IB, Dudy menduga dimana dua pimpinan kandung R (Direktur) dan H (Kabag Humas) dalam perusda melakukan kongkalikong pencucian uang dari Kerja Sama Operasi (KSO) 23 Jasa Pertambangan yang dikirim ke rekening sopir mobil pribadi yang adalah mertua dan kemenakan berdasarkan temuan Badaan Pemeriksaan Keuangan (BPK) tahun 2023 mencapai Rp 11,7 miliar.

“Kami datang ke sini dugaan kami bahwa telah terjadi kongkalikong saudara kandung mulai dari Direkturnya, Kabag Humas, di tubuh Perusda Kolaka ada temuan BPKP di mana dari 11,7 miliar itu masuk di rekening pribadi, sopirnya mertuanya, kemanakannya, dari Kerja Sama Operasi (KSO) dari 23 Jasa Pertambangan,” kata Dudy.

“11,7 miliar itu memang saya lihat menghindari pajak, karena masuk ke rekening sopirnya,” lanjutnya.

Amir selaku Ketua LSM LIRA Kolaka, juga menyayangkan Direktur Perusda Kolaka yang menganggap temuan BPK Rp 11,7 miliar adalah fitnah.

“Di media saja ada pernyataannya bahwa temuan BPK saja dianggap fitnah,” kata Amir

Menanggapi dugaan tersebut, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra), Abdul Rahman Morra menerangkan laporan dari Koalisi Kolaka Kontrol ini akan bawa ke Kepala Kejati Sultra.

“Insya Allah, kami akan bawa ini ke pak Kejati langsung, karena saya memang juru bicaranya untuk ditindaklanjuti, insya Allah, karena pak Dudy, pak Ammir dari jauh-jauh membawa aspirasi suatu keadilan yang harus ditegakkan,” katanya.

“Saya rasa (yakin) ini adalah Tipikor. Jadi pada intinya ini memang harus menjadi fokus saya untuk meyakinkan pimpinan, jangan sampai ada kongkalikong,” lanjutnya.

Kemudian menurut Kasipenkum Kejati Sultra, Abdul Rahman Morra, menganggap hubungan dua pimpinan Perusda Kolaka ini berupa kayak dinasti.

“Kayak dinasti,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Kolaka Pekat-1B, Dudy berharap pihak Kejati Sultra menindaklanjuti laporan kami hari ini.

“Kami masyarakat Kolaka berharap dan mengetuk hati yang paling dalam pihak Kejati ini untuk memproses, menindaklanjuti, laporan kami hari ini,” kata Dudy.*

Polres Konawe Gelar GPM, Sediakan Sembako dengan Harga Terjangkau

0

KENDARIKINI.COM – Polres Konawe bersama Bhayangkari Cabang Konawe menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pasar Sentral Wawotobi, Kelurahan Wawotobi, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Kamis (14/8/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka mendukung program stabilisasi pasokan dan harga pangan di wilayah hukum Polres Konawe.

Kapolres Konawe AKBP Noer Alam, S.I.K. memimpin langsung kegiatan tersebut, didampingi Wakapolres Konawe Kompol Hasruddin, S.E., M.E., personel Polres Konawe, serta Bhayangkari Cabang Konawe. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama dengan Perum Bulog Cabang Konawe.

Dalam GPM ini, Polres Konawe menyediakan 3,4 ton beras SPHP yang dijual seharga Rp60.000 per kemasan 5 kilogram, 200 kilogram gula pasir seharga Rp18.000 per kilogram dan 480 liter minyak kemasan 1 liter seharga Rp15.500 per liter.

Kapolres Konawe mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya dalam membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga serta menjaga kestabilan harga bahan pokok.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau dan menekan potensi inflasi di daerah,” ujarnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WITA dan berakhir pukul 17.30 WITA ini berjalan aman dan lancar, dengan antusiasme tinggi dari warga sekitar.*

Polres Konut Sediakan 1,5 Ton Beras untuk Warga Kurang Mampu

0

KENDARIKINI.COM – Polres Konawe Utara bekerja sama dengan Perum Bulog Kanwil Sultra menggelar Gerakan Pangan Murah di halaman Mako Polsek Asera, Kelurahan Wanggudu, Kecamatan Asera, Kamis (14/8/2025) pukul 11.00 WITA. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian Polri kepada masyarakat dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya beras ungkap Kapolres Konawe Utara AKBP Rico Fernanda, S.H., S.IK., M.H melalui Wakapolres Kompol Sumarso.

Gerakan Pangan murah ditujukan bagi masyarakat miskin serta kurang mampu. Dalam kegiatan tersebut, disediakan stok beras murah sebanyak 300 karung atau setara 1,5 ton beras kemasan 5 kilogram dengan merek SPHP. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau, yakni Rp 12.000 per kilogram atau Rp 60.000 per kemasan 5 kilogram.

Sejumlah pejabat Polres Konawe Utara hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Kabag SDM Polres Konawe Utara Kompol Untung Subagio, S.Sos., Kasat Binmas Polres Konawe Utara Iptu Wawan Gunawan, Kasi Propam Polres Konawe Utara Iptu Wawan Hermawan, S.H., Kaurbin Ops Intelkam Polres Konawe Utara Ipda Adiyanto Azis, serta Kapolsek Asera AKP Sumantri, S.H. Kegiatan ini juga dihadiri oleh masyarakat setempat yang antusias mendapatkan beras murah.

Melalui sinergi antara Polres Konawe Utara dan Perum Bulog, diharapkan program ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut.*

PT SDP Dukung Pemkot Kendari Wujudkan Kota Layak Huni

0

KENDARIKINI.COM — PT Swarna Dwipa Property (SDP) dukung gagasan Pemerintah Kota Kendari tata kelola hunian terintegrasi untuk wujudkan kota layak huni, Kamis 13 Agustus 2025.

Gagasan tersebut berfokus tak hanya pada pembangunan fisik saja.

Diketahui gagasan itu pun berfokus pada sistem drainase, distribusi air bersih yang merata, pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan hingga sistem pengelolaan sampah.

Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pekerjaan Umum, gagasan tata kelola hunian terintegrasi itu dibahas pada rapat terpadu yang diikuti oleh pengembang perumahan atau developer hingga Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Gagasan tersebut merupakan konsen atau komitmen pemerintah kota kendari tentang Kota Layak Huni.

Gagasan tersebut didukung penuh oleh PT Swarna Dwipa Property (SDP).

PT Swarna Dwipa Property melalui Head Legal Corporate Fadli Sardi mengungkapkan bahwa pihaknya akan mendukung penuh program Kota Layak Huni.

“Selain menambah pengguna baru PDAM ke depan, kami juga memastikan terwujudnya pengelolaan lingkungan yang mendukung visi Kota Layak Huni,” ungkap Fadli.

Untuk kemajuan kota Fadli Sardi mengatakan bahwa kekuatan sinergi antara pengembang dan pemerintah dapat memajukan Kota Kendari.

“Ini adalah bentuk sinergi kami di PT SDP untuk kemajuan kota. Sinergi antar pihak akan melahirkan energi baru. Mari sama-sama membangun Kota Kendari,” pungkasnya.*

Perusda Kolaka Dilaporkan ke Kejati Sultra Soal Dugaan Kejahatan Lingkungan dan TPPU

0

KENDARIKINI.COM – Lira Kolaka dan Pekat IB Kolaka resmi melaporkan dugaan penyalahgunaan keuangan di Perusahaan Daerah (Perusda) Kolaka ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis 14 Agustus 2025.

Laporan itu meliputi dugaan tindak tindak pidana pencucian uang (TPPU), hingga kejahatan lingkungan yang dilakukan Perusda Kolaka.

Ketua LSM Lira Kolaka, Amir mengatakan, pihaknya telah menyerahkan sejumlah dokumen dan bukti awal terkait beberapa dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan Perusda Kolaka.

“Kami melaporkan dugaan korupsi, TPPU, serta kejahatan lingkungan seluas kurang lebih 100 hektare di Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan Areal Penggunaan Lain (APL),” ucap dia kepada awak media.

Ia juga mendalami adanya transaksi pada 23 jasa pertambangan dan indikasi penyalahgunaan dana jaminan reklamasi (Jamrek).

“Transparansi laporan keuangan Perusda juga patut dipertanyakan sebagai bentuk tanggung perusahaan ke negara dan daerah,” jelas di.

Masih ditempat yang sama, Ketua Pekat IB Kolaka, Haeruddin menyebut laporan ini juga memuat dugaan perbuatan melawan hukum berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI).

“Temuan BPK mengungkap ada Rp11,9 miliar masuk ke rekening pribadi yang bukan milik perusahaan. Ada tiga rekening di Bank Mandiri, yakni milik sopir pribadi Direktur Perusda, mertua, dan kemenakan, yang menerima dana dari kerja sama operasi (KSO). Ini jelas mencurigakan,” bebernya.

Tidak hanya itu, Pekat IB Kolaka turut menyoroti dugaan nepotisme di dalam tubuh Perusda Kolaka. Yang mana, kata dia, Direktur Utama (Dirut) Perusda Kolaka dan Kepala Bagian Humas Perusda Kolaka bukan lain masih dalam ikatan hubungan keluarga.

“Dirut dan Kepala Bagian Humas adalah saudara kandung. Ini mencerminkan praktik dinasti di dalam perusahaan daerah,” tutur dia.

Untuk itu, ia meminta Kejati Sultra agar memproses laporan kedua lembaga tersebut, guna menelisik lebih jauh praktek korupsi di sektor tambang nikel.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sultra, Abdul Rahman mengatakan bahwa pihaknya baru saja menerima laporan mengenai dugaan kejahatan lingkungan dan TPPU Perusda Kolaka.

“Benar, Kejati Sultra menerima laporan dugaan kejahatan lingkungan, penyalahgunaan dana jaminan reklamasi, dan TPPU di Perusda Kolaka,” bebernya.

Selanjutnya, tambah dia, laporan tersebut nantinya akan lebih dulu di analisa oleh penyidik tindak pidana khusus (Tipidsus) Kejati Sultra.

“Laporan ini akan kami analisa. Bila mengandung unsur Tipikor, segera kami tindaklanjuti ke pimpinan untuk penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.*

Satgas PKH Mulai Beraksi di Sultra, Segel Lahan Eks PT Sampewali di Bombana

0

KENDARIKINI.COM – Tim gabungan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) RI yang dikomandoi oleh Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Dr. Febrie Adriyansah melakukan penindakan tegas di Kabupaten Bombana dengan menyegel lahan eks PT Sampewali, Kamis 14 Agustus 2025.

Informasi yang diterima media ini, di Desa Analere, Kecamatan Poleang Barat, tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan, BPKP, serta pemerintah daerah tiba menggunakan helikopter TNI AU. Rombongan dipimpin oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Kepala BPKP M. Yusuf Ateh, Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon, perwakilan Kabareskrim Polri Brigjen Pol Wahyu Sri Bintoro, serta Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka dan Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko

Di lokasi, Satgas PKH memasang plang penertiban di area seluas 24.223 hektar yang dulunya merupakan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) milik PT Sampewali. Pemasangan plang ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan. Plang tersebut menegaskan larangan keras menjual atau menguasai lahan tanpa izin Satgas PKH.

Selain penyegelan, tim gabungan berdialog dengan pemerintah dan warga dari Desa Analere, Desa Babamolingku, dan Desa Balasari. Dialog berlangsung di bekas basecamp PT Sampewali, membahas status kawasan dan rencana pemulihan fungsi hutan.

Penertiban dilakukan menyusul temuan adanya perkebunan kelapa sawit milik masyarakat dan pemukiman desa definitif di dalam eks konsesi PT Sampewali. Temuan ini menunjukkan adanya penyimpangan pemanfaatan lahan dari izin yang seharusnya.

Penindakan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengembalikan fungsi kawasan hutan di Bombana dan mencegah praktik ilegal di kemudian hari.

Diketahui sebelumnya Pemerintah Republik Indonesia untuk mengatasi hal tersebut saat ini membentuk Satgas Penertiban Kawasa Hutan (PKH) dibawah Kementerian Pertahanan berdasarkan Perpres Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan.

Dengan adanya Perpres tersebut ditunjuklah satgas, yang akan menindaklanjuti penertiban kawasan hutan, satgas tersebut diketuai oleh Menteri Pertahanan, Wakil I Jaksa Agung, Wakil II Panglima TNI, Wakil III Kapolri, dan sebagai Pelaksananya Jampidsus.*

Sosialisasi Monev Keterbukaan Informasi Publik di Sultra Resmi Dibuka

0

KENDARIKINI.COM — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, La Ode Fasikin, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Sultra Tahun 2025, Kamis (14/8/2025) di Hotel Plaza Inn Kendari.

Kegiatan ini mengangkat tema “Sinergi Bersama Badan Publik melalui Keterbukaan Informasi Publik Menuju Sultra Informatif”.

Acara yang digelar oleh Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Tenggara ini dihadiri oleh Ketua dan para Komisioner Komisi Informasi Sultra, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dari badan publik, instansi vertikal, PPID utama dan pelaksana perangkat daerah lingkup Pemprov Sultra, PPID utama kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara, serta pejabat terkait.

Dalam sambutannya, Ketua Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Tenggara, Hasmansyah Umar, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sultra atas dukungan dan kehadiran Sekda Sultra yang dinilai sebagai wujud nyata partisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025.

“Terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu perwakilan badan publik yang siap bersinergi mewujudkan tujuan kita bersama menuju Sultra yang informatif,” ungkapnya.

Hasmansyah menjelaskan bahwa pada tahun ini, Komisi Informasi Sultra mengikutsertakan 17 badan publik vertikal di wilayah Sulawesi Tenggara. Ia berharap ke depan, Monev dapat melibatkan lebih banyak badan publik sehingga keterbukaan informasi dapat berjalan lebih luas dan efektif.

“Keterbukaan informasi publik adalah sarana penting untuk mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan badan publik lainnya,” ujarnya. “Pengelolaan informasi publik harus menjamin transparansi dan akuntabilitas, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.”

Hasmansyah juga memaparkan hasil Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) Nasional 2024 yang mencapai skor 75,65, meningkat dari tahun 2023. Namun, nilai Provinsi Sulawesi Tenggara justru mengalami penurunan signifikan dari 77,19 pada 2023 menjadi 65,40 di tahun 2024.

“Ini menjadi perhatian dan motivasi kita bersama. Bukan sekadar mengejar peringkat terbaik, tetapi memastikan keterbukaan informasi publik sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008,” tegasnya.

Menurutnya, Monev tahun ini akan mengklasifikasikan badan publik dalam lima kategori, yakni informatif, menuju informatif, cukup informatif, kurang informatif, dan tidak informatif.

“Semoga Monev 2025 menjadi langkah awal menuju Sultra yang informatif,” tutupnya.

Dalam arahannya, Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tenggara Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, La Ode Fasikin, yang membacakan sambutan Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang tahun ini memiliki perbedaan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, pelaksanaan Monev melibatkan 17 badan publik vertikal di Provinsi Sulawesi Tenggara. Langkah ini dinilai sebagai kemajuan penting yang patut diapresiasi, terlebih menjelang berakhirnya masa jabatan para komisioner Komisi Informasi Provinsi Sultra.

Ke depan, Sekda berharap penyelenggaraan Monev dapat melibatkan seluruh badan publik di Sultra. “Keterbukaan informasi publik adalah sarana penting untuk mengoptimalkan pengawasan masyarakat terhadap penyelenggaraan negara dan badan publik lainnya, terutama yang berdampak pada kepentingan publik,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengelolaan informasi publik menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat informasi yang terbuka, transparan, dan akuntabel. Pemerintah Provinsi Sultra memiliki kewajiban untuk menjamin keterbukaan informasi demi mewujudkan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

Sekda juga memaparkan tiga aspek penting dalam keterbukaan informasi publik:

1. Obligation to Tell – Kepatuhan badan publik terhadap UU Nomor 14 Tahun 2008.

2. Right to Know – Pengakuan dan penghormatan terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi.

3. Access to Information – Kewajiban badan publik untuk menjamin akses masyarakat terhadap informasi.

Nilai-nilai ini, tegasnya, adalah hak fundamental yang berlaku di semua lembaga publik. Undang-undang memberikan jaminan kepada warga negara untuk memperoleh informasi yang faktual dan dapat dipercaya, sebagai wujud demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sekda menekankan bahwa Pemprov Sultra, sebagai salah satu badan publik, dituntut menjadi teladan dalam meningkatkan kinerja secara optimal dan profesional, sehingga mampu memberikan pelayanan informasi secara cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.

“Jika dilaksanakan dengan penuh komitmen dan tanggung jawab, keterbukaan informasi publik dapat menjadi instrumen pencegah dan penekan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), yang merupakan musuh utama pembangunan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak menjadikan momentum Monev ini sebagai bentuk sinergi bersama untuk mewujudkan visi ASR-Hugua, yakni “Terwujudnya Sulawesi Tenggara yang maju, menuju masyarakat aman, sejahtera, dan religius.”

Menutup arahannya, Sekda berharap hasil Monev 2025 tidak hanya menjadi evaluasi tahunan, tetapi juga menjadi pendorong perbaikan berkelanjutan dalam tata kelola informasi publik. “Keterbukaan informasi harus menjadi budaya kerja di setiap badan publik, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin meningkat,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi titik awal pelaksanaan rangkaian Monev Keterbukaan Informasi Publik Sulawesi Tenggara Tahun 2025. Seluruh pihak yang hadir diharapkan dapat bersinergi untuk meningkatkan kualitas layanan informasi publik dan mewujudkan Sultra yang informatif, transparan, dan akuntabel.

“Mari sukseskan Monev Keterbukaan Informasi Publik demi wujudkan Sultra Informatif,” menjadi seruan bersama yang mengakhiri acara pembukaan.*

Wagub Sultra Pimpin Upacara Peringatan Hari Pramuka ke 64

0

KENDARIKINI.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., mewakili Gubernur Sultra memimpin Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-64 Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara di halaman Kantor Gubernur Sultra, Kamis (14/8/2025).

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Wagub menyampaikan tema peringatan tahun ini, “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”. Tema tersebut, kata dia, merupakan tekad dan komitmen bersama untuk memperkuat jati diri insan Pramuka yang selalu siap menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan bangsa, berpegang teguh pada Pancasila, UUD 1945, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Provinsi Sultra atau yang mewakili, jajaran Forkopimda Sultra, Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Sultra, Kapolda, Danrem 143/HO, Kajati, Kabinda, Ketua Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi Agama, Danlanal Kendari, Danlanud Halu Oleo, Sekda Sultra selaku Ketua Kwarda, para kepala OPD lingkup Pemprov Sultra, pengurus Kwarda Pramuka Sultra, Ketua Majelis Pembimbing Cabang Kabupaten/Kota, Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan, pimpinan Satuan Karya Pramuka, para sesepuh, pembina, pamong, pelatih, serta anggota Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega se-Sultra.

Ketua Kwartir Daerah Sultra, Drs. H. Asrun Lio., M.Hum., Ph.D., dalam laporannya menyampaikan bahwa masa bakti Kwarda 2024–2029 telah diisi dengan pelaksanaan program sesuai amanah Musyawarah Daerah Gerakan Pramuka 2024, termasuk sinkronisasi program dengan visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra periode 2025–2030.

Kwarda Sultra juga membentuk Satgas Pangan Pramuka untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, dengan lahan pangan di Desa Lambusa, Kecamatan Konda, Konawe Selatan.
Pada 2025, sejumlah program dan kegiatan yang belum dilaksanakan antara lain:

1. Pembenahan fasilitas Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kwartir daerah.

2. Pelaksanaan Jambore Daerah Pramuka Penggalang Sultra sebagai persiapan menuju Jambore Nasional 2026 di Cibubur.

3. Kegiatan lain sesuai rencana program Kwartir Daerah tahun anggaran 2025.

Ketua Kwarda menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sultra selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah atas dukungan dan bimbingan terhadap Gerakan Pramuka di Sultra.

“Semoga upaya yang kami lakukan sebagai insan Pramuka dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, guna mewujudkan Sulawesi Tenggara maju, menuju masyarakat yang aman, sejahtera, dan religius,” ujarnya.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, yang membacakan sambutan Gubernur, menyampaikan ucapan selamat Hari Pramuka ke-64 kepada seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka di Sultra. Gubernur menegaskan, di era modernisasi dan globalisasi, generasi muda menghadapi tantangan serius seperti maraknya judi online, penyalahgunaan narkoba, hoaks, tawuran pelajar, dan masuknya budaya asing yang bertentangan dengan nilai Pancasila.

Gubernur juga menekankan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara saat ini terus giat melaksanakan berbagai kebijakan pembangunan daerah untuk mewujudkan Sulawesi Tenggara maju, yang aman, sejahtera, dan religius. Tujuan dan arah kebijakan tersebut sejalan dengan Asta Cita Pembangunan Nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan visi “Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045.”

“Gerakan Pramuka harus hadir sebagai solusi strategis untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan,” ujarnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya adaptasi di era digital, penyebaran konten positif, penangkalan hoaks, serta penguatan pendidikan karakter, life skill, soft skill, hard skill, dan kecerdasan SESOSIF (spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik).

Anggota Pramuka didorong aktif mengabdi di masyarakat, termasuk dalam penanggulangan bencana, bakti sosial, pelestarian lingkungan, pembersihan fasilitas umum dan rumah ibadah, serta kampanye hemat energi di seluruh wilayah Sultra.

Ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan tersebut harus dilaksanakan dengan berpegang teguh pada Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka sebagai wujud nasionalisme dan cinta tanah air.

Pemerintah Provinsi Sultra juga telah mengalokasikan dana hibah tahun anggaran 2025 sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Pramuka, sesuai amanah UU Nomor 12 Tahun 2010. “Semoga ini menjadi kado ulang tahun yang bermanfaat untuk mendukung aktivitas pendidikan kepramukaan,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus, pembina, pelatih, dewan kerja, orang tua, tokoh masyarakat, mitra kerja, dan dunia usaha yang telah mendukung Gerakan Pramuka di Sultra. “Mari terus bersinergi membawa Gerakan Pramuka semakin berjaya di masa depan,” pungkasnya.*

Polda Sultra Gelar Gerakan Pangan Murah

0

KENDARIKINI.COM – Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerja sama dengan Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Polresta Kendari, Kamis (14/8/2025). Kegiatan ini mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat yang memadati lokasi sejak pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri Irwasda Polda Sultra Kombes Pol Hartoyo, S.IK yang mewakili Kapolda Sultra, Kepala Bulog Regional Sultra Ir. Mardati Saing, perwakilan Forkopimda Sultra, serta pejabat utama Polda Sultra.

Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Iis Kristian, S.IK menjelaskan, GPM ini digelar serentak di seluruh Polres jajaran Polda Sultra dengan tujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok, sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih murah.

Adapun bahan pokok yang disediakan dalam pasar murah di Polresta Kendari antara lain gula 250 kg, minyak goreng 250 liter, beras 2,5 ton, dan telur 700 rak.

Salah seorang ibu rumah tangga asal Poasia, Kota Kendari, Hasriati (34) mengungkapkan sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini, biasanya ibu dua anak tersebut membeli beras 5 Kg seharga Rp85 ribu, namun dengan pasar murah ia dapat membeli beras SPHP dengan harga Rp58 ribu dengan lebih terjangkau.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan pokok mereka tanpa terbebani lonjakan harga, sekaligus mendukung upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan di daerah.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti