Minggu, November 1, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 172

Terlibat Kasus Jual Beli Ijazah Palsu, Oknum Kades di Kolaka Masih Bebas Berkeliaran

0

KENDARIKINI.COM – Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Kolaka mengenai kasus jual beli ijazah palsu paket B dan C, Kepala Desa Konaweha, Hastu, tetap bebas berkeliaran.

Jual beli ijazah paket B dan C ini masing-masing dibanderol dengan harga Rp2,5 juta rupiah.

Kepala Desa, Hastu, terlihat menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 80 di Lapangan Karaeng Badong, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Minggu 17 Agustus 2025.

Koordinator Lembaga Kotak Katik Kolaka, Haeruddin mengatakan dengan bebas berkeliarannya Kepala Desa, Hastu, menandakan buruknya penegakan hukum oleh Polres Kolaka.

“Hastu ini kan hanya oknum Kepala Desa, mereka (Polres Kolaka) yang menetapkannya sebagai tersangka tapi diduga mereka juga yang membiarkan Hastu berkeliaran dengan bebas,” kata Haeruddin.

Haeruddin juga turut mempertanyakan independensi Polres Kolaka dari sudut pandang penegakan hukum.

“Melihat ini kita sebagai masyarakat akan bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dengan Polres Kolaka,” ungkap Haeruddin penuh tanya.

Lebih lanjut, Haeruddin menegaskan agar Polres Kolaka segera menangkap Kepala Desa, Hastu, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Kolaka IPTU Dwi Arif menerangkan, alasan belum adanya penahanan karna tersangka berjiwa kooperatif.

“Alasan subjektif dan kooperatif,” terangnya saat dikonfirmasi Jurnalis Kendarikini.com melalui pesan WhatsApp, Senin 18 Agustus 2025 malam.

Saat ditanya kapan rencana penahanan terhadap tersangka, Dwi Arif mengungkapkan belum ada informasi dari pihak penyidik.

“Belum ada informasi dari penyidik,” ungkapnya.

Kendati demikian, sambung Dwi Arif, Polres Kolaka tetap akan menegakan hukum sebagaimana mestinya.

“Proses hukum berjalan. Perkembangan prosesnya sudah disampaikan ke pihak pelapor,” tutupnya.(Amin)*

PLN UID Sulselrabar All Out Suplai Listrik Andal di Momentum HUT RI ke 80

0

KENDARIKINI.COM — PT PLN (Persero) sukses menghadirkan suplai listrik yang andal guna mendukung kelancaran rangkaian agenda peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang akan diselenggarakan di provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat pada Minggu (17/8).

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, mengatakan seluruh personel telah ditempatkan di lapangan sejak pelaksanaan gladi bersih hingga upacara puncak pada 17 Agustus 2025. Ia menegaskan, PLN berkomitmen penuh menjaga keandalan jaringan demi kelancaran peringatan kemerdekaan.

“PLN UID Sulselrabar _all out_ dalam memastikan keandalan listrik di momen bersejarah ini. Kami siap memberikan pelayanan kelistrikan yang andal demi mengawal HUT ke-80 Kemerdekaan RI, agar rakyat bisa merasakan kemerdekaan dengan penuh khidmat dan kebanggaan,” tegas Edyansyah dalam upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Upacara Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Kota Makassar, Minggu (17/8).

Edyansyah memaparkan PLN telah menetapkan masa Siaga Kelistrikan HUT RI pada 16-18 Agustus 2025. Selain itu, PLN UID Sulselrabar juga menerjunkan total 510 personel dengan 79 posko siaga, 144 _genset mobile_, 24 _Uninterruptible Power Supply_ (UPS), 48 Unit Gardu Bergerak (UGB), 12 truk _crane_, 295 mobil operasional, 157 motor operasional, 10 tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), dan 65 unit SPKLU.

“Alhamdulillah, upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Upacara Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Kota Makassar berlangsung dengan khidmat. Upacara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, instansi pemerintahan, TNI/Polri, pelajar, dan masyarakat umum. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk keandalan pasokan listrik yang dijaga ketat oleh PLN UID Sulselrabar,” kata Edyansyah.

Edyansyah mengatakan pengabdian tersebut adalah wujud nyata kesiapan PLN dalam menjaga cahaya kemerdekaan agar tetap menyala untuk Indonesia yang semakin maju dan berdaulat.*

Refleksi HUT RI ke 80, Ketua LBH HAMI Sultra: Banyak Aktivis Teriakkan Korupsi Berujung Transaksional

0

KENDARIKINI.COM – Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Andre Dermawan, menyinggung beberapa catatan penting dalam kegiatan refleksi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Minggu, 17 Agustus 2025.

Kegiatan refleksi kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 ini dilaksanakan oleh KAHMI Wilayah Sultra pada hari Minggu, 17 Agustus 2025 malam di Sekretariat KAHMI Wilayah Sultra Jalan Saranani, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Pertama mengenai gerakan masyarakat, menurut Ketua LBH HAMI Sultra, Andre Dermawan, bahwa gerakan Civil Society atau masyarakat sipil tidak boleh hanya berfokus pada aksi kasus korupsi, namun masih banyak kasus lain yang bisa kita fokus seperti kasus kriminalisasi masyarakat di Sultra.

“Sekarang aktivis pomo saja masalah korupsi, ini juga kita tidak tahu ujungnya ke mana, karena kadang demo-demo korupsi ini ujungnya transaksional,” kata Andre Darmawan.

“Padahal masih banyak permasalahan masyarakat kita yang kurang dapat atensi (masyarakat sipil), masih banyak masyarakat yang kurang mampu berhadapan dengan hukum, baik itu dikriminalisasi, atau dirampas haknya, tidak ada yang berdiri (masyarakat sipil) di situ,” lanjutnya.

Kedua mengenai pendapatan daerah, menurut Andre Darmawan, pendapatan daerah pada beberapa kabupaten/kota di wilayah Sulawesi Tenggara masih minim melalui pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) sektor pertambangan mineral logam (ore nikel).

“Berdasarkan data-data yang kami baca, semua royalty-rotalty tambang yang masuk sebagai pendapatan negara, dana bagi hasil (DBH) yang masuk ke Sulawesi Tenggara minim sekali,” kata Andre Darmawan.

“Seperti Lima Puluh Tujuh triliun yang keluar dari hasil tambang Sulawesi Tenggara, paling mungkin sekitar 800 miliar atau 900 miliar yang masuk,” katanya.

Ketiga mengenai mencerdaskan kehidupan bangsa, menurut Andre Darmawan, Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia Nomor 3/PUU-XXII/2024 mengenai mandat kepada pemerintah untuk wajib menyediakan pendidikan dasar gratis di sekolah negeri maupun swasta untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih menjadi polemik dalam masyarakat kita.

“Ada putusan MK kemarin bahwa semua sekolah SD, SMP, baik swasta maupun negeri gratis sekarang juga masih menjadi polemik ini yang menjadi catatan (masyarakat sipil,” kata Andre Darmawan.

“Syukur Alhamdulillah KAHMI membuat kegiatan untuk kita mengrefleksikan tanggung jawab moral kita,” ucapnya.(Faldi)*

MW Forhati Sultra Gelar Dialog Keperempuanan, Presidium KAHMI, Endang : Perempuan Subjek Utuh

0

KENDARIKINI.COM – Majelis Wilayah (MW) Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar webinar Respritualistas Perempuan : Timbangan Agama dan Ideologi Pancasila pada Senin 18 Agustus 2025.

Kegiatan webinar yang dilaksanakan secara daring ini bertujuan untuk memperkuat kajian tentang peran perempuan dalam perspektif agama dan ideologi Pancasila

Direktur Pengkajian Kebijakan Pembinaan Ideologi Pancasila, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Prof. Muhammad Sabri mengatakan saat ini perempuan masih merasakan eksploitasi secara ekonomi, sosial dan politik.

Pada catatan histori masa lalu, perempuan menempati posisi yang rendah. Hal ini terlihat dari paham patriarki yang sangat kental kala itu dengan membawa semboyan dapur, sumur dan kasur.

“Pemahaman dapur, kasur dan sumur ini sebenarnya sangat menghina posisi perempuan,” katanya.

Lanjut, kata dia, narasi dapur, kasur dan sumur ini mulai mencuat setelah masuknya gerakan invasi kolonial Belanda.

Menurut Sabri, dimasa modern yang penuh dengan keterbukaan ini, semboyan kolonial ini tak lagi berlaku. Sebagai bukti, saat ini sangat banyak perempuan menempati posisi strategis di bidang pemerintah.

Sementara Koordinator Presidium MW KAHMI Sultra, Muhammad Endang menerangkan dalam konsep teologi peran manusia tidak diukur berdasarkan gender.

“Dalam Al Quran misalnya perempuan dan laki-laki posisinya sama tidak dibedakan dari jenis kelamin. Melainkan ditentukan masing-masing amal dan ikan dari kita,” ujarnya.

Selain itu, perempuan juga tidak dipandang sebagai objek domestik melainkan subjek yang utuh dalam kehidupan sosial.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sultra ini menambahkan dilingkungan domestik perempuan memiliki peran sentral dalam memberikan pencerahan secara intelektual dan nilai moral untuk generasi.

“Perempuan bertindak sebagai madrasah pertama dan pendidik generasi,” pungkasnya.(Amin)*

Semarak HUT RI ke 80, Resimen II Pelopor Pasbrimob II Rayakaan Bersama Anak Panti Asuhan di Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Resimen II Pelopor Pasbrimob II, satuan baru perwakilan Mabes Polri di Sulawesi Tenggara, memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI dengan menggelar lomba bersama anak-anak Panti Asuhan Berkah Hidayah, Yayasan Nur Atika Islamyyah, Senin (18/8/2025).

Kegiatan dipimpin oleh Ipda Rahman Amani, S.H (Paur Dalops Resimen II Pelopor Pasbrimob II) atas arahan langsung Komandan Resimen II Pelopor Pasbrimob II, Kombes Pol Dostan Matheus Siregar, S.IK., M.M. Acara berlangsung meriah dengan berbagai lomba khas 17 Agustus seperti jalan kelereng, rebutan gelas, makan kerupuk, hingga pecah balon.

Selain menghibur, Resimen II Pelopor Pasbrimob II juga memberikan hadiah berupa tas sekolah, peralatan tulis, buku belajar, serta paket sembako. Kehadiran Pasbrimob II di tengah anak-anak panti dan masyarakat sekitar disambut hangat penuh keakraban.

Melalui Ipda Rahman Amani, Komandan Resimen II Pelopor Pasbrimob II, Kombes Pol Dostan Matheus Siregar, S.IK., M.M, menyampaikan pesan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal mempererat hubungan dengan masyarakat Sultra.

“Resimen II Pelopor Pasbrimob II hadir di Sulawesi Tenggara bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membangun kebersamaan dengan masyarakat. Semangat kemerdekaan harus diwujudkan dengan kepedulian dan kebersamaan,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan pemberian hadiah dan kerja bakti bersama. Seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan penuh kehangatan, meneguhkan komitmen Pasbrimob II sebagai satuan yang humanis sekaligus mitra masyarakat di Bumi Anoa.*

Alasan Pergi Mengaji, Siswi SMPN 1 Lambuya Konawe Kabur Dari Rumah dengan Pria

0

KENDARIKINI.COM – Seorang remaja perempuan asal Kabupaten Konawe dinyatakan hilang setelah meninggalkan rumah pada Minggu malam, 17 Agustus 2025.

Remaja tersebut bernama Rifka (14) warga Desa Amberi, Kecamatan Lambuya yang masih menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Lambuya Kabupaten Konawe.

Agista, selaku sahabatnya mengatakan bahwa, awalnya Rifka meminta izin kepada orang tuanya untuk pergi mengaji. Namun tak disangka, ternyata Rifka pergi bersama seorang pria.

“Dia izin sama orang tuanya mau pergi tempat mengaji, tau tau nya dia pergi sama cowok sampe sekarang belum pulang,” kata Agista kepada jurnalis Kendarikini.com melalui pesan Whatsapp, Senin 18 Agustus 2025.

Agista menjelaskan, terakhir Rifka meninggalkan rumah menggunakan baju hoodie berwarna hitam dan celana berwarna hitam.

Ia menambahkan, Rifka diduga meninggalkan rumah bukan kali pertama, melainkan sudah berkali-kali.

“Kayanya berkali-kali mi (meninggalkan rumah) hanya baru di dapat ini hari karna dia tidak pulangmi,” ujarnya.

Saat ini pihak keluarga telah melaporkan perihal kehilangan Rifka ke kantor polisi. Bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan Rifka, segera menghubungi 0878-1295-5525 atau melaporkan ke kantor polisi terdekat.(Amin)*

Jadi Narasumber PBAK IAIN Kendari, Wagub Sultra Tekankan Peran Muda Menuju Indonesia Emas 2045

0

KENDARIKINI.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling, menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Senin (18/8/2025).

Kegiatan PBAK ini diselenggarakan oleh IAIN Kendari khusus bagi mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026 dengan mengusung tema “Gen Z untuk Bangsa: Cerdas, Religius, Inklusif, dan Progresif di Era Disruptif.” Tema tersebut menjadi landasan penguatan budaya akademik dan kemahasiswaan dalam rangka membekali mahasiswa baru menghadapi dinamika global.

Acara ini dihadiri Rektor IAIN Kendari, jajaran dosen dan struktural, serta ratusan mahasiswa baru yang dengan antusias mengikuti setiap sesi.

Dalam pemaparannya, Wakil Gubernur Hugua menegaskan bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap transformasi IAIN Kendari menuju Universitas Islam Negeri (UIN) adalah sebuah keniscayaan. Menurutnya, perubahan status kelembagaan tersebut akan memperkuat peran Sultra dalam melahirkan generasi muda yang unggul.

“Mutlak kita perjuangkan bersama agar IAIN Kendari menjadi Universitas Islam Negeri. Hal ini sejalan dengan semangat kita membangun budaya akademik dan budaya kemahasiswaan yang kuat,” ungkapnya.

Hugua kemudian menjelaskan bahwa budaya akademik dan budaya kemahasiswaan merupakan dua hal yang berbeda namun saling melengkapi. Budaya akademik berbicara soal ilmu pengetahuan, metode pengajaran, dan penelitian yang kemudian diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Sementara budaya kemahasiswaan adalah proses pembentukan kematangan emosional dan karakter selama menempuh pendidikan di kampus.

Menurutnya, pendidikan sejati bukan hanya menghasilkan individu ber-IPK tinggi, tetapi juga manusia yang cerdas secara akal dan tercerahkan secara budi.

“Cerdas dan tercerahkan tidak identik dengan nilai IPK. Cerdas artinya akalnya baik, budinya juga baik. Selain itu, pendidikan harus melahirkan manusia yang sehat jasmani dan rohani. Tidak ada gunanya seseorang menjadi profesor atau pejabat tinggi jika kesehatannya terganggu,” jelas Hugua.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kematangan emosional sebagai bekal menghadapi kehidupan nyata. Mengutip pemikiran motivator dunia Tony Robbins, Hugua menyampaikan bahwa kesuksesan seseorang 80 persen ditentukan oleh kematangan emosional, sedangkan 20 persen sisanya oleh logika berpikir.

“Ilmu pengetahuan yang anda baca di buku hanya memberi kontribusi sekitar 20 persen. Selebihnya, 80 persen ditentukan oleh kemampuan anda mengelola emosi, bertahan di lumpur kehidupan, dan menghadapi dinamika dunia nyata,” tuturnya.

Ia juga mengutip pandangan Sigmund Freud yang menyatakan bahwa 90 persen keputusan manusia dipengaruhi oleh alam bawah sadar, sementara hanya 10 persen oleh logika sadar. Karena itu, pembentukan karakter dan emosional sejak dini, mulai dari masa kandungan hingga usia 10 tahun, sangat menentukan kualitas seseorang di masa depan.

Dalam konteks menuju Indonesia Emas 2045, Hugua menyebut generasi emas adalah generasi yang berkualitas, kompeten, dan mampu menjadi juara.

“Juara adalah hasil seleksi dari kolaborasi dan kompetisi. Mahasiswa harus bisa berkolaborasi dengan dosen, teman sebaya, dan civitas akademika, namun juga mampu berkompetisi untuk menjadi juara di bidang masing-masing,” katanya.

Selain membahas generasi emas, Wakil Gubernur juga menyinggung visi nasional yang dibawa Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita. Menurutnya, visi tersebut diturunkan ke dalam visi pembangunan Sultra yang dirangkum dalam Tri Cita ASR-Hugua, yakni: Terwujudnya Sulawesi Tenggara maju menuju masyarakat aman, sejahtera, dan religius.

Hugua memaparkan, empat pilar utama pembangunan Sultra adalah sektor pendidikan, kesehatan, agromaritim, dan infrastruktur. Sementara itu, tiga sektor ekonomi unggulan yang menjadi fokus adalah hilirisasi industri pertanian dalam arti luas, hilirisasi industri berbasis masyarakat, serta hilirisasi pariwisata.

“Inilah arah pembangunan Sultra ke depan, yang kita harapkan mampu mengangkat daya saing daerah dalam pertumbuhan ekonomi global,” jelasnya.

Mengakhiri materinya, Wakil Gubernur berpesan kepada mahasiswa baru IAIN Kendari agar mempersiapkan diri menjadi generasi emas 2045 dengan visi, keterampilan, perilaku, dan karakter juara.

“Saya berharap adik-adik mahasiswa IAIN Kendari menjadi orang-orang hebat di tahun 2045. Jadilah generasi emas yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berkarakter, berdaya saing, dan membawa kebaikan bagi bangsa,” pungkasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab interaktif antara Wakil Gubernur dengan mahasiswa baru.*

Semarak HUT RI ke 80, Bendera Merah Putih Dikibarkan Paralayang di Puncak Wisata Sani-Sani

0

KENDARIKINI.COM – Beragam cara dilaksanakan masyarakat Indonesia untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 80 (Delapan Puluh).

Salah satunya di Kabupaten Kolaka, tepatnya di Desa Wisata Sani-sani Kecamatan Samaturu.

Bendera Merah Putih dikibarkan dengan melalui atraksi paralayang di Puncak Indah Kapu III (Tiga).

Atraksi tersebut terlaksana berkat kerjasama pemerintah Desa, Dimas Pariwisata Sultra, Lanud Halu Oleo dan Mahasiswa KKN UHO.

Sebelum memulai pengibaran bendera diudara, para peserta yang hadir melaksanakan upacara bendera seperti biasanya.

Namun yang berbeda saat pengibaran bendera, yaitu dengan menggunakan paralayang.

Saat bendera dikibarkan, peserta upacara melaksanakan hormat pada bendera seperti upacara pada umumnya.*

Terduga Pelaku Pengeroyokan Siswa SMAN 12 Kendari Diamankan, 11 Orang Berpotensi Jadi Tersangka

0

Terduga Pelaku Pengeroyokan Siswa SMAN 12 Kendari Diamankan, 11 Orang Berpotensi Jadi Tersangka

Tag: Terduga, Pelaku, Pengeroyokan, Siswa, 20 orang, Diamankan.

KENDARIKINI.COM – Terduga pelaku pengeroyokan seorang siswa SMA Negeri 12 Kendari berhasil diamankan pada Senin 18 Agustus 2025.

Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau mengatakan pihaknya berhasil mengamankan terduga pelaku sebanyak 20 orang. Kemudian berdasarkan pendekatan gelar perkara, 11 orang terduga pelaku berpotensi menjadi tersangka.

“20 orang di duga pelaku dan saksi-saksi, tadi subuh dari gelar perkara sementara 11,” katanya.

Welliwanto Malau menambahkan, pada siang ini Senin 18 Agustus 2025, polisi akan segera menetapkan status tersangka.

“Dan siang ini menentukan tersangkanya,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang siswa SMA Negeri 12 Kendari inisial ANR dikeroyok saat melintasi jalan Budi Utomo, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari.

Atas kejadian tersebut, korban ANR mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis. Informasi terbaru, saat ini ANR tengah menjalani operasi untuk mengurangi tekanan intrakranial di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Provinsi Sultra.(Amin)*

Kehadiran Waria di Gerak Jalan Mubar dapat Kecaman

0

KENDARIKINI.COM – Kehadiran kelompok waria dalam lomba gerak jalan di Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat, pada Sabtu (16/8), memicu kecaman dari masyarakat.

Kegiatan yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-11 Kabupaten Muna Barat sekaligus HUT ke-80 Republik Indonesia itu diikuti 46 barisan, mayoritas berasal dari SMA/SMK negeri dan swasta. Selebihnya adalah komunitas masyarakat seperti PKK, Karang Taruna, Majelis Taklim, dan organisasi lainnya.

Namun, barisan komunitas waria dengan kostum putih bertuliskan “Waria Muna Barat” dengan warna pelangi (identik dengan LGBT), rok di atas lutut, kaus kaki, dan sepatu menyerupai pakaian anak SD, menjadi sorotan publik. Penampilan mereka yang turut disaksikan anak-anak dinilai bertentangan dengan nilai sosial dan budaya setempat.

“Kegiatan ini menimbulkan kekhawatiran karena bisa menormalisasi perilaku LGBT, yang jelas bertentangan dengan norma sosial, budaya, dan agama kita. Anak-anak dan generasi muda yang menyaksikannya bisa melihat hal ini sebagai sesuatu yang wajar,” ujar La Ode Lisman, salah seorang warga Muna Barat, Minggu (17/8).

Ia menegaskan, perayaan kemerdekaan seharusnya menumbuhkan semangat persatuan dan nasionalisme, bukan menghadirkan hal yang dianggap merusak nilai sosial.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengaku pihaknya tidak mengetahui ada peserta berasal dari kelompok waria.

“Yang menerima pendaftaran itu panitia. Kita juga tidak tahu pesertanya dari mana. Tiba-tiba ada peserta seperti itu, ya sudah mau diapakan, terlanjur,” ujarnya.

Meski demikian, Bupati menegaskan kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi.

“Tapi itu akan menjadi koreksi untuk tahun berikutnya,” pungkasnya.*

Dirut RSUD Bahteramas Tepis Isu Pasien Siswa SMAN 12 Kendari Lambat Ditangani Dokter

0

KENDARIKINI.COM – Direktur Rumah Sakit Daerah (RSUD) Bahteramas Muchammad Saiful membantah pasien siswa SMAN 12 Kendari lambat ditangani oleh Dokter

“Tidak benar kalo pasien ditelantarkan,” kata Saiful, saat dikonfirmasi jurnalis Kendarikini.com melalui via WhatsApp, pada Senin siang, 18 Agustus 2025.

“Masyarakat selalu menganggap yang dimaksud tindakan itu adalah operasi,” lanjutnya.

Saiful menjelaskan, jika Rumah Sakit (RS) kedatangan pasien dalam keadaan trauma, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah live saving.

“Padahal kalo pasien dalam keadaan trauma yang pertama adalah Live Saving dulu. Tindakan itu terutama adalah resusitasi, sampai kondisi stabil. Bersamaan dengan itu dilakukan pemeriksaan penunjang untuk menentukan keadaan pasien, kelainan apa saja yg dialami dan tindakan apa yang lebih dahulu dilakukan,” tegas Saiful.

Menurutnya, pasien siswa SMAN 12 Kendari saat ini sedang menjalani perawatan operasi di RSUD Bahteramas, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Pasien ini setelah distabilkan, sekarang lagi menjalani operasi untuk mengurangi tekanan intrakranial. Ini yg mendesak dulu, setelah stabil dilakukan operasi elektif yang lain,” bebernya.

“Pasien harus selamat dulu,” tutup Saiful.

Sebelumnya, beredar isu bahwa Direktur RSUD Bahteramas, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara lambat tangani/terlantarkan pasien siswa SMA 12 Kendari yang diduga dikeroyok oleh orang tak dikenal (OTK). Saat ini pelaku OTK dalam pengajaran Kepolisian Kota Kendari.(Faldi)*

Kakanwil Kemenag Sultra Pimpin Doa HUT RI ke 80

0

KENDARIKINI.COM – Kakanwil Kementerian Agama Prov. Sulawesi Tenggara, H. Muhamad Saleh memimpin pembacaan doa pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara di Pelataran Kantor Gubernur Sultra, Minggu (17/8/2025).

Dalam suasana khidmat dan kekhusuan, Kakanwil, H. Muhamad Saleh mengawali doa dengan mengucap syukur penuh haru kepada Allah SWT atas anugerah kemerdekaan 80 tahun bangsa Indonesia, tepat di hari penuh makna 17 Agustus 2025.

“Di bawah panji Merah Putih, kami bersatu dalam cita dan asa. Ya Allah, Ya Hafidz, Engkaulah Penjaga Negeri yang damai berkat rahmat dan karunia-Mu, bangsa ini berdiri tegak, berdaulat tanpa rengkuhan penjajahan. Engkau himpun kami dari sabang hingga merauke, dalam naungan Pancasila dan semangat Bhineka,” ucap Kakanwil dalam doanya.

Dalam doanya pula, Saleh memohon semoga Allah SWT menganugerahkan persatuan yang menjadi kekuatan untuk membangun sejahtera. Serta menjadikan kedaulatan Indonesia sebagai dasar untuk melangkah ke masa depan yang mulia.

Saleh juga mendoakan semoga Allah SWT melindungi bangsa Indonesia dari segala bencana dan malapetaka, dari perpecahan yang memecah belah persaudaraan, dari tangan-tangan yang ingin merusak persatuan dan dari segala niat jahat yang mengancam keselamatan.

“Satukan hati kami agar bersatu dalam cinta tanah pertiwi, kuatkan tekad kami agar berdaulat tanpa tunduk pada tirani. Limpahkan rahmat agar rakyat sejahtera dan damai hati, bimbing langkah kami menuju Indonesia maju yang Engkau ridhai,” tutup Saleh mengakhiri doanya yang diamini seluruh peserta upacara yang hadir.

Meski diguyur hujan, upacara berjalan dengan lancar dan khidmat dan Gubernur Sulawesi Tenggara H. Andi Sumangerukka bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Turut hadir Wakil Gubernur Sultra H. Hugua, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sultra, Pimpinan Instansi/Lembaga Vertikal, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta Pimpinan Ormas keagamaan.

Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 80 tingkat Prov. Sultra ini juga diikuti Eks Narapidana Terorisme (Napiter) dan Eks Jamaah Islamiyah (JI) Sulawesi Tenggara.*

OPINI: Catatan Kemerdekaan dari Wawonii Pulau Kecil dan Mimpi Besar

0

Merdeka bukan hanya tentang bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga tentang memiliki kesempatan yang sama untuk maju, berkembang, dan sejahtera.

Setiap 17 Agustus, kita diingatkan bahwa
kemerdekaan adalah hak seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari kota besar hingga pulau-pulau kecil seperti Wawonii.

Namun, kemerdekaan sejati hanya akan terasa jika setiap jengkal tanah air mendapatkan akses yang setara terhadap pembangunan, pendidikan, dan kesejahteraan.

Beberapa waktu lalu, publik disibukkan dengan fenomena pertambangan di pulau-pulau kecil, khususnya pada Kawasan Konservasi Raja Ampat.

Di tengah reputasinya sebagai “Surga Terakhir di Dunia”, sejumlah pulau kecil di wilayah tersebut justru menjadi lokasi aktivitas tambang yang diklaim melanggar hukum dan membahayakan lingkungan. Keputusan pemerintah untuk menghentikan sementara izin-izin tambang disana menjadi momentum refleksi nasional tentang bagaimana seharusnya investasi dikelola di kawasan
pesisir dan pulau kecil.

Dalam konteks ini, suara saya sebagai bagian dari masyarakat Wawonii pun relevan dan layak didengar.

Saya ingin berbagi pandangan lain bahwa investasi—khususnya, di sektor pertambangan—tidak bisa semata dipandang sebagai sebuah ancaman, melainkan bisa menjadi pengungkit kemajuan, asal dijalankan dengan tanggung jawab dan keberpihakan pada masa depan bersama.

Lahir di Wawonii membuat saya memahami arti kata bersyukur. Terisolir dari daratan utama, kurang lebih
tiga jam perjalanan melalui transportasi laut dari Kota Kendari, membuat kami, Masyarakat Wawonii menghargai sepenuhnya betapa luar biasanya kekayaan sumber daya alam yang kami punya.

Mulai dari hamparan laut kami, kebun belakang rumah, teduhnya pulau kelapa di sepanjang jalan, hingga limpahan
mineral berharga tepat di bawah telapak kaki.

Namun, pemanfaatan dan pengelolaan menjadi isu tersendiri. Tinggal di sebuah pulau dengan keterbatasan akses publik, memaksa masyarakat disini ulet dalam meramu kekayaan alam yang ada.
Faktanya, itu saja tidak cukup.

Jika dianalogikan, Pulau Wawonii berpotensi menawarkan produk terbaik,
tapi pasarnya pun terbatas. Lalu, darimana masyarakat bisa menjamin masa depannya?

Investasi Membentuk Masa Depan Baru
Sebagai pribadi yang berlatarbelakang pendidikan ekonomi, saya sangat memahami bahwa investasi
adalah salah satu instrumen akselerasi pertumbuhan ekonomi.

Tak melulu soal penyediaan lapangan kerja saja, tapi ini juga soal meningkatkan permintaan dan pemasaran suatu sumber daya.

Dan inilah yang telah diberikan investor pertambangan di Pulau Wawonii. Saya percaya, hal yang sama juga akan terjadi dengan investasi-investasi lain di bidang lain.

Sayangnya, daridulu hingga hari ini, tidak ada investasi lain di Pulau Wawonii selain perusahaan ini. Kehadiran investasi secara langsung mempercepat laju roda perekonomian masyarakat Wawonii.

Pro-kontra adalah hal yang sangat wajar. Namun, masyarakat disini tidak buta melihat perubahan.

Dimulai dari menjamurnya warung-warung, kos-kosan, usaha kue rumahan, pemberdayaan UMKM hasil produk
asli Wawonii, usaha alat bangunan, usaha pengadaan air mineral galon, peningkatan penjualan hasil bumi, ternak, dan laut, hingga peningkatan penggunaan instrumen perbankan, seperti kredit barang dan lain sebagainya.

Betapa besar perputaran uang yang terjadi di Pulau Wawonii ini dan berapa besar lonjakan Belum lagi berbicara peran investasi sebagai perpanjangan peran pemerintah.

Tak hanya soal pemberdayaan masyarakatnya, tetapi juga dalam percepatan pemenuhan infrastruktur publik seperti perbaikan jembatan, jalan, masjid, dan fasilitas umum lain yang menjadi layak digunakan, tanpa perlu
menunggu alur birokrasi yang seringkali lama dan berakhir sebagai janji.

Dari sisi lingkungan pun, adanya
perusahaan secara tidak sadar menurunkan secara drastis praktik penggunaan bom ikan dan pembabatan
hutan secara liar. Fakta ini terjadi dan ini adalah buah investasi.

Kita tidak boleh hipokrit dan harus sadar, bahwa fakta adanya kesenjangan percepatan pembangunan bagi mereka tinggal di sebuah pulau, dengan mereka yang tinggal di wilayah daratan. Bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kualitas manusianya.

Ini bukan tentang diskrimasi wilayah,
tapi tentang keterbatasan akses. Sehingga, solusi yang paling masuk akal untuk mengejar ketertinggalan
ini adalah keterbukaan, khususnya pada investasi.

Berkaca pada apa yang telah dilakukan oleh investasi perusahaan disini, seharusnya membuka mata jika
kehadirannya sebetulnya justru membuka pintu kita dalam mengenalkan Pulau Wawonii ke mata dunia.

Melalui olahan produknya, melalui budayanya, hingga melalui manusianya. Bukankah ini yang kita tuju? Pahitnya Getah Polemik Pulau Kecil Tidak banyak yang tahu, bahwa polemik pertambangan di Raja Ampat ini hanya secuil puncak gunung es dari paradoks UU Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (UU PWP3K).

Polemik ini memaksa
kita, masyarakat awam untuk memahami ambiguitas dalam prinsip pemanfaatan pulau kecil.

Yang mana, di satu sisi, wilayah ini difungsikan sebagai wilayah konservasi, dan di sisi lainnya, wilayah ini dapat
dimanfaatkan demi kemakmuran masyarakat.

Mengacu ke Putusan MK Nomor 35/PUU-XXI/2023 tentang uji materi UU Nomor 27 Tahun 2007 tentang
Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (PWP3K) yang diajukan oleh PT Gema Kreasi Perdana
(GKP), jika dicermati pertimbangan hakim MK, sebenarnya pertambangan di pulau kecil ini masih diperbolehkan selama memenuhi seluruh persyaratan yang tertulis di perundang-undangan.

Tidak ada larangan mutlak soal kegiatan pertambangan atau kegiatan non-prioritas lain yang tercantum dalam UU
PWP3K tersebut.

Terbukti, dari langkah pemerintah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) 4 dari 5 perusahaan di Raja Ampat karena dinilai melanggar hukum dan lingkungan.

Sedangkan, 1 IUP lainnya, yakni PT GAG yang juga beroperasi di pulau kecil, masih diizinkan berjalan karena kelengkapan izin dan ketaatan lingkungannya.

Ini menegaskan bahwa pertambangan di pulau kecil diperbolehkan sepanjang memenuhi persyaratan sesuai yang termaktub dalam UU PWP3K.

Oleh karena itu, pemerintah harus sangat bijak menangani permasalahan ini. Semua stakeholder harus bersedia untuk duduk bersama dan bicara tanpa ego sektoral tentang kondisi hari ini, serta masa depan
wilayah pulau-pulau kecil.

Situasi ini meredefinisi ancaman itu sendiri yang tak bisa serta merta muncul
dari hadirnya investor, khususnya industri pertambangan.

Namun, kehilangan kesempatan untuk
berkembang maju sebagai sebuah wilayah yang mandiri juga adalah ancaman nyata bagi kami yang tinggal pulau kecil.

Sebagai masyarakat kepulauan, kami masyarakat Wawonii juga ingin bisa menikmati kekayaan sumber daya yang kami punya dan meyakini pemerintah akan berlaku tegas dan adil dalam melakukan penjagaan atas pemanfaatannya.

Sehingga, ke depan, tak ada lagi kekhawatiran tentang masa depan anak cucu kita nanti. Disinilah fungsi pemerintah melalui mekanisme perizinan dan pengawasan harus bersama-sama
kita kawal.

Penulis adalah seorang pemuda asli Pulau Wawonii, Desa Roko-Roko. Alumnus Sarjana EkonomiUniversitas Haluoleo, Kendari dan Pasca-Sarjana Ekonomi di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.*

Tali Bendera Terlepas Saat Upacara HUT RI di Kolut, Seorang Pria Nekat Panjat Tiang

0

KENDARIKINI.COM – Seorang pria nekat memanjat tiang bendera saat upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 80 tahun di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu 17 Agustus 2025.

Pria tersebut bernama Mahjur dari Desa Mataleuno, Kecamatan Pakue Barat, Kabupaten Kolut. Aksinya berhasil diabadikan melalui video rekaman milik ponsel warga yang turut hadir dalam upacara HUT RI.

Mahjur memanjat tiang bendera bertujuan untuk memperbaiki tali bendera yang terlepas saat upacara berlangsung.

Bhabinkamtibmas Polsek Pakue AIPDA Dirham menjelaskan prosesi pengibaran bendera sudah sampai dipuncak, namun tali pengaitnya terlepas.

“Bendera sudah sampi ujung sebenarnya, tapi tali pengaitnya terlepas saat diujung,” jelasnya, Senin 18 Agustus 2025.

Kendati demikian, pengibaran bendera merah putih tetap dilanjutkan oleh Pasukan Pengibar Bendera.

Melihat hal tersebut, Mahjur lalu bergegas memanjat tiang bendera dan mengambil tali agar bendera bisa kembali berkibar.

“Masyarakat atas nama Mahjur dengan inisiatifnya nekad panjat tiang bendera untuk mengambil ujung tali supaya bendera bisa dikibarkan kembali,” tutupnya.

Untuk diketahui, aksi nekat Mahjur viral di media sosial hingga menuai apresiasi dari berbagai kalangan.(Amin)*

Kakanwil Kemenag Sultra Resmikan Gedung Baru di MAN 1 Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Kakanwil Kemenag Prov. Sultra, H. Muhamad Saleh resmikan ruang guru, gedung olahraga serta peluncuran madrasah digital MAN 1 Kendari, Minggu 17 Agustus 2025.

Turut hadir, sejumlah Pejabat Administrator dan Pelaksana Bidang Penmad Kanwil Kemenag Sultra, Ketua Umum MUI Sultra, Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari, Ketua Komite MAN 1 Kendari, Kepala Madrasah dan Civitas Akademika MAN 1 Kendari serta tamu undangan lainnya.

Kakanwil mengatakan, peresmian ruang guru, gedung olahraga dan peluncuran Madrasah Digital MAN 1 Kendari adalah tiga nomentum sejarah yang menjadi simbol dari komitmen dalam membangun Madrasah yang maju, bermutu dan mendunia.

“Ruang guru yang baru kita resmikan adalah rumah kedua bagi para pendidik, tempat mereka merancang ide, berdiskusi dan menumbuhkan kreativitas. Guru adalah ujung tombak pendidikan dan ruang yang nyaman akan melahirkan semangat baru untuk mendidik generasi bangsa,” ungkap Saleh.

Sedangkan gedung olahraga yang dihadirkan, lanjut Saleh, menjadi sarana penting untuk membina kesehatan jasmani dan rohani. Karena, pendidikan tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga membangun fisik yang sehat, sportivitas dan jiwa kebersamaan.

“Madrasah Digital yang diluncurkan hari ini adalah bukti bahwa Madrasah siap bertransformasi menghadapi era teknologi. Madrasah tidak boleh tertinggal, justru harus menjadi pelopor dalam mengintegrasikan ilmu agama dengan sains, literasi digital dan inovasi,” tegasnya.

Saleh menyebut, tiga peresmian ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama, khususnya Asta Protas 2025–2029, yakni Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan. Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi serta Digitalisasi Tata Kelola.

Menurutnya, dengan adanya ruang guru yang representatif, fasilitas olahraga yang memadai, dan transformasi digital, MAN 1 Kendari semakin layak menjadi Madrasah percontohan di Sulawesi Tenggara.

“Kepada para guru, gunakanlah ruang baru ini untuk menyalakan semangat kolaborasi. Kepada anak-anakku, manfaatkanlah gedung olahraga untuk membangun tubuh yang sehat, serta gunakan teknologi digital untuk menambah ilmu dan kreativitas, bukan untuk hal-hal yang merusak diri,” imbuhnya.

Saleh berharap, persemian ruang guru, gedung olahraga, dan Madrasah Digital di MAN 1 Kendari menjadi sarana yang membawa manfaat, keberkahan, dan kemajuan bagi dunia pendidikan Madrasah khususnya di Sulawesi Tenggara.*

WALHI Sultra: 15 Kabupaten-Kota Kantongi IUP, Kendari Persiapan Bangun Smelter

0

KENDARIKINI.COM – Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengukap fakta pertambangan di Wilayah Kota Kendari, Sultra pada Minggu 17 Agustus 2025.

Menurut Direktur Eksekutif WALHI Sultra Andi Rahman, Sultra jadi pembahasan dan perebutan investor tambang bukan hanya di tingkat nasional bahkan sampai tingkat internasional karena mineral logam (ore nikel).

“Daerah kita ini Sultra, salah satu daerah yang di nasional bahkan internasional di bahas daerah kita ini jadi perebutan, ternyata setelah kita cek karena nikel,” kata Andi Rahman.

Andi Rahman juga mengungkapkan saat ini di Kelurahan Nambo, Kecamatan Abeli, Kota Kendari sedang disiapkan pembangunan pabrik peleburan mineral logam (ore nikel) atau yang biasa kita kenal pabrik Smelter.

“Dari 17 Kabupaten/Kota, 15 Kabupaten semua ada IUP, yang tidak ada IUPnya Kota Kendari, Baubau, tapi kalau saya tidak salah Kota Kendari ada persiapan pembangunan Smelter di bagian Nambo,” ungkap Andi Rahman.

Untuk diketahui pengungkapan fakta ini disampaikan WALHI Sultra dalam kegiatan refleksi kemerdekaan Indonesia ke-80 tahun yang digelar KAHMI Sultra, pada hari Minggu (17/8/2025) malam di Jln. Saranani, Kel. Korumba, Kec. Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.(Faldi)*

Refleksi HUT RI ke-80, KAHMI Sultra: Kemerdekaan Tidak Boleh Hanya Dirasakan Segelintir Pejabat Negara

0

KENDARIKINI.COM – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Majelis Wilayah Sulawesi Tenggara (MW Sultra) sukses menggelar kegiatan refleksi kemerdekaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke-80 Tahun, Minggu 17 Agustus 2025.

Kegiatan ini dibuka oleh Koordinator Presidium KAHMI Wilayah Sultra, Muhammad Endang yang disaksikan sejumlah Presidium, KOHATI Sultra, dan sejumlah Alumni serta Kader HMI di lingkup Kota Kendari di Sekretariat KAHMI Wilayah Sultra, Jalan Saranani, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.

Endang mengatakan acara tersebut merupakan hasil dari diskusi dan kesepakatan bersama antar pengurus KAHMI Wilayah Sultra yang bertujuan untuk muhasabah dan refleksi sejauh mana kemerdekaan RI Ke-80 tahun.

“Di setiap perayaan seperti ini tentu kita perlu muhasabah sejauh mana Indonesia yang kita cita-citakan, sehingga patut untuk kita refleksikan,” ungkap Endang saat membuka acara.

Endang juga menegaskan, kita harus akui fakta kemerdekaan Indonesia Ke-80 tahun dengan berbagai tanda tanya dalam hati kita.

“Fakta bahwa sudahkah kita merdeka, merasakan nikmat kemerdekaan mencapai Indonesia yang kita cita-citakan di setiap perayaan 17 Agustus (2025) ini,” tegas Endang.

“Harus kita akui dalam kasus lokalistik Sulawesi Tenggara ini yang saya rasakan kurang lebih 10 tahun ini kita seperti autopilot terutama di pergerakan masyarakat sipil kita,” akuinya.

Endang juga menyinggung sejumlah kasus hukum dan lingkungan yang sempat dimenangkan oleh LBH HAMI Sultra dan kemenangan Walhi Sultra terkait gugatan lingkungan hidup pada pihak PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Morosi, Sulawesi Tenggara.

“Ada dua catatan pertama, menangnya bung Andre mendampingi Supriani yang menjadi kredit poin buat pergerakan masyarakat sipil kita, kemudian menangnya bung Andi Rahman dan kawan menggugat PT VDNI dan gugatan perwakilan lingkungan hidup,” kata Endang.

“Saya kira semua ini harus kita lanjutkan karena memang fakta bahwa daerah kita ini harus kita akui tata kelolanya membutuhkan sumbangsih kita,” tambahnya.

Ia juga menyayangkan kepada belum bersatunya gerakan masyarakat sipil dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan di Sultra.

“Kita lihat kemarin seolah-olah bung Andre berjuang sendiri, Andi Rahman berjuang sendiri, tidak ada sporting sesama pejuang-pejuang pergerakan ini yang gelisah, atau minimal hati nuraninya tersentuh melihat ketidakadilan dan kesewenang-wenangan yang terjadi di sekeliling kita,” kata Endang.

Endang berharap kedepan gerakan masyarakat sipil dapat melawan oligarki tambang dan oligarki proyek di Sulawesi Tenggara seperti di Kota Palu, Sulawesi Tengah dan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

“Itulah sebenarnya kenapa kita buat acara ini dalam rangka bisa mengembalikan yang saya rasakan apakah itu pengaruh oligarki nikel, oligarki proyek yang saya rasakan saat ini masyarakat sipil kita memang tidak sama di Palu misalnya, sama di Makassar misalnya, apakah lagi seperti daerah di Jakarta,” harapnya.

“Saya kira ini yang perlu kedepan kita pastikan kemerdekaan itu tidak dirasakan oleh hanya segelintir elit, tapi betul-betul dirasakan oleh semua kita rakyat, karena dalam ilmu politik-tata negara tidak ada negara tanpa rakyat, negara tanpa wilayah banyak, seperti Palestina, maupun yang lain,” tutupnya.(Faldi)*

Komitmen PT Vale Terhadap Keberlanjutan di Kolaka dengan Salurkan Kendaraan Pengangkut Sampah

0

KENDARIKINI.COM – Memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), anggota MIND ID, menghadirkan perayaan bermakna di kawasan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Tidak hanya diwarnai semangat kebersamaan melalui upacara bendera dan lomba kemerdekaan, momentum ini juga diwujudkan dengan kontribusi nyata PT Vale untuk solusi lingkungan melalui penyerahan kendaraan pengangkut sampah kepada Pemerintah Kabupaten Kolaka.

Upacara pengibaran bendera di Construction Office IGP Pomalaa dipimpin oleh Agus Nunar, Construction Specialist Pomalaa, diikuti karyawan dan kontraktor dengan penuh khidmat. Rangkaian dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi dan hening cipta untuk mengenang jasa para pahlawan.

Selepas upacara, semarak kemerdekaan dilanjutkan dengan lomba khas 17 Agustus, mulai dari makan kerupuk hingga meniup balon—yang diikuti antusias meski hujan mengguyur. Sorak gembira bertambah saat undian doorprize berbagai perlengkapan rumah tangga dan elektronik berlangsung, menjadi simbol semangat gotong royong di tengah pembangunan proyek strategis nasional di Pomalaa.

*Solusi Konkret untuk Lingkungan Bersih*

Sebagai wujud komitmen keberlanjutan, PT Vale melalui IGP Pomalaa menyerahkan empat unit kendaraan roda dua pengangkut sampah kepada Pemerintah Kabupaten Kolaka. Bantuan diserahkan oleh Andi Nur Taslim, Senior Manager Operational Readiness IGP Pomalaa, kepada Bupati Kolaka, Amri Djamaluddin, didampingi Wakil Bupati Husmaluddin, usai mengikuti upacara peringatan HUT RI di Alun-Alun 19 November. “Dengan bantuan ini, kami berharap dapat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan agar masyarakat dan perusahaan bisa berkembang berdampingan,” ujar Andi Nur Taslim.

Kendaraan tersebut akan dialokasikan ke empat kecamatan: Baula, Tanggetada, Pomalaa, dan Wundulako, guna mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Bupati Kolaka, Amri Djamaluddin, mengapresiasi langkah PT Vale, “Bantuan ini sangat membantu mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Kolaka. Kami berharap kerja sama ini berkelanjutan, sehingga manfaatnya terus dirasakan masyarakat.”

Inisiatif ini selaras dengan Ashta Cita, khususnya Cita ke-6: Membangun SDM unggul dan berkarakter, melalui penanaman semangat kebangsaan dan kebersamaan di lingkungan kerja, dan Cita ke-8: Memperkuat ketahanan sosial budaya dan ekologi, melalui kontribusi nyata dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Lebih jauh, program ini juga mendukung agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Dengan semangat CARES (Compassion, Accountability, Resilience, Excellent, Sustainability), PT Vale berkomitmen menjadikan setiap momentum kebangsaan sebagai kesempatan untuk menghadirkan solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan masa depan Indonesia.*

Pasokan Listrik PLN Andal, Rangkaian Peringatan HUT RI Berlangsung Khidmat

0

KENDARIKINI.COM – PT PLN (Persero) berhasil menyuplai listrik andal selama rangkaian Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8). Acara kenegaraan mulai dari Malam Renungan Suci, Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih tersebut berlangsung khidmat, meriah, dan penuh makna kebangsaan, dengan dukungan pengamanan listrik berlapis.

Kepala Biro Umum Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana Sekretariat Presiden, Brigjen TNI Mulyadi, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan listrik yang andal dari PLN selama rangkaian perayaan HUT ke-80 RI.

“Kami sangat terbantu dengan kesiapan dan kerja PLN yang luar biasa. Kehadiran rekan-rekan PLN memberi rasa aman dan tenang, sehingga seluruh rangkaian upacara bisa berjalan dengan khidmat dan lancar. PLN telah menjadi bagian penting dari suksesnya momen bersejarah ini,” ujar Brigjen TNI Mulyadi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa peringatan HUT ke-80 RI bukan hanya seremoni kenegaraan, melainkan momentum sakral untuk mengenang pengorbanan para pahlawan sekaligus merayakan kemerdekaan yang hakiki. Karena itu, PLN dengan sepenuh hati berkontribusi menjaga kelancaran acara dengan pasokan listrik yang andal

“HUT ke-80 RI adalah momentum sakral bagi seluruh bangsa. Karena itu, PLN tidak hanya menyalurkan listrik, tapi juga menyalurkan semangat kebangsaan. Kami berdiri tegak bersama rakyat, memastikan setiap detik upacara berjalan tanpa gangguan. Listrik yang terjaga ini adalah wujud dedikasi kami untuk Indonesia yang maju dan merdeka seutuhnya,” tegas Darmawan.

Darmawan menambahkan, keberhasilan pengamanan kelistrikan merupakan hasil persiapan teknis yang matang dan kerja kolaboratif seluruh tim. Sejak jauh hari, PLN melakukan asesmen dari hulu hingga hilir sistem kelistrikan serta menetapkan masa siaga kelistrikan khusus Jakarta pada 1–18 Agustus 2025.

“Kami melakukan simulasi beban dan pengujian sistem secara menyeluruh. Koordinasi lintas unit diperkuat, dan setiap perangkat cadangan dipastikan dalam kondisi prima. Ini adalah kerja teknis yang presisi, namun tetap mengedepankan kecepatan dan ketepatan,” jelas Darmawan.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menambahkan untuk memastikan kelancaran acara, PLN menerapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis yang terdiri dari suplai 2 subsistem, 4 gardu induk, 4 penyulang, _full automation_ melalui scada, 8 unit _Uninterruptible Power Supply_ (UPS) dengan total daya 3.200 kVA, serta _power generator_ dengan total daya 8.000 kVA. Seluruh sistem ini diawasi secara _real-time_ selama 24 jam melalui _control center_ di Powerhouse PLN Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Selain itu sebanyak 131 personil PLN disiagakan penuh selama 24 jam di 7 titik posko siaga di sekitar Istana Merdeka. Mereka tergabung dalam petugas khusus PLN yang dibentuk untuk mendukung keandalan kelistrikan selama rangkaian kegiatan HUT ke-80 RI.

”Kami menyusun strategi pengamanan kelistrikan dengan pendekatan sistemik dan berlapis. Setiap komponen, dari gardu induk hingga UPS, kami pastikan berfungsi optimal. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mendukung momen penting bangsa,” ujar Andy.

Andy juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan personil PLN dalam menjaga keandalan listrik selama acara berlangsung.

“Kami menempatkan personil siaga di titik-titik strategis dan melakukan pengawasan 24 jam. Semua ini demi memastikan listrik tetap andal, tanpa gangguan, dan mendukung jalannya upacara dengan sempurna,” tutup Andy.*

Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan Siswa SMAN 12 Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Pelaku dugaan pengeroyokan siswa SMAN 12 Kendari, dari orang tak dikenal (OTK) sedang dalam proses penangkapan tim Polresta Kendari, Minggu, 17 Agustus 2025.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, bahwa terkait kasus itu masih di lapangan Buser 77.

“Kita masih dilapangan buser 77,” kata Welliwanto, saat dikonfirmasi media ini melalui via pesan WhatsApp, pada hari Minggu, 17 Agustus 2025 malam.

Terkait laporan dugaan kasus pengeroyokan itu, kata Kasat Reskrim Polresta Kendari, laporan kami terima.

“Laporan tadi kita terima, Mohon doanya,” kata Welliwanto.

Sebelumnya dugaan kasus pengeroyokan siswa SMAN 12 Kendari ini terjadi saat melintas di kawasan THR, Jln. Budi Utomo, Kel. Mataiwoi, Kec. Wuawua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), sekitar pukul 15.00 Wita sore dari sekelompok orang tak dikenal (OTK).(Faldi)*

Gubernur Sultra Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke 80 RI

0

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, memimpin upacara penurunan bendera Merah Putih dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Sultra, Minggu (17/8/2025) sore, dengan penuh khidmat meski diguyur hujan.

Prosesi penurunan bendera yang dimulai pada pukul 15.30 WITA tersebut tetap berjalan lancar dan khidmat, bahkan semakin menambah kesakralan upacara. Para tamu undangan yang hadir pun tetap antusias menyaksikan jalannya prosesi penurunan bendera di tengah cuaca hujan.

Sebagai Inspektur Upacara, Gubernur Andi Sumangerukka memimpin jalannya upacara dengan khidmat, sementara yang bertindak sebagai Komandan Upacara adalah KOMPOL Fikry Ardiansyah, Kasubdit Regident Ditlantas Polda Sultra.

Upacara turut dihadiri oleh Ketua DPRD Sultra, Wakil Gubernur Sultra, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Staf Ahli Gubernur, Asisten Setda, para Kepala OPD lingkup Pemprov Sultra, prajurit TNI-Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta pelajar. Kehadiran para unsur pemerintahan, aparat keamanan, dan generasi muda semakin menambah kekhidmatan jalannya upacara.

Momen sakral terjadi ketika Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sultra berhasil menurunkan Sang Merah Putih dengan penuh kehormatan. Bendera kemudian dibawa oleh Naisya Alminari Hamiaso, siswi SMAN 1 Kendari, Kota Kendari yang bertugas sebagai pembawa baki pada prosesi penurunan bendera. Dengan penuh hormat, Naisya menyerahkan kembali Sang Merah Putih kepada Inspektur Upacara, Gubernur Sultra.

Derap langkah tegas dan kompak dari pasukan Paskibraka mengiringi jalannya prosesi penurunan bendera, meski diiringi hujan gerimis. Semangat pasukan dan keteguhan seluruh peserta upacara menambah kesan mendalam bagi semua yang hadir.

Upacara penurunan bendera ini menjadi penutup rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Provinsi Sulawesi Tenggara. Seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan sukses, menandai semangat kebersamaan, nasionalisme, serta rasa syukur masyarakat Sulawesi Tenggara dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.*

Dugaan Pengeroyokan Siswa SMAN 12 Kendari, Kadis Dikbud Sultra: Sudah Diproses Polisi

0

KENDARIKINI.COM – Dugaan kasus pengeroyokan dari sekelompok orang tak dikenal (OTK) kepada siswa SMAN 12 Kendari saat melintas di kawasan THR, Jln. Budi Utomo, Kel. Mataiwoi, Kec. Wuawua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), sekitar pukul 15.00 WITA sore dini hari langsung mendapat respon oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Sultra, Minggu, 17 Agustus 2025.

Terkait soal dugaan kasus pengeroyokan pada siswa SMAN 12 Kendari itu malam ini Kadis Dikbud Sultra sudah perintahkan Kepala Sekolah SMAN 12 Kendari untuk melaporkan ke pihak Kepolisian Kota Kendari untuk diproses.

“Soal dugaan pengeroyokan itu saya sudah perintahkan kepala sekolahnya selesaikan di kantor kepolisian setempat, dan menindaklanjuti pelaku-pelaku yang terduga dalam pengeroyokan itu yang jelas saya sudah perintahkan kepada sekolahnya untuk menyelesaikannya malam ini,” kata Aris Badara, saat dikonfirmasi media ini melalui via pesan dan telfon WhatsApp pada hari Minggu, 17 Agustus 2025 malam.

Setelah ditanya bagaimana tanggapan mengenai maraknya peristiwa tawuran antar siswa yang makin marak terjadi di Kota Kendari, Sultra, kini Kadis Sultra, Aris Badara, itu yang tangani bagian bidang psikologi pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Terkait peristiwa tawuran siswa pelajar itu yang akan tangani bagian psikologi kami,” kata Aris Badara.

Namun terkait dengan langkah-langkah apa saja yang sudah kami lakukan kata Kadis Dikbud Sultra hingga sejauh ini kami sudah turun di beberapa Sekolah-sekolah kota Kendari, Sultra.

“Namun kalau dari apa saja yang sudah kami selama ini lakukan sudah lakukan, kami sudah turun di beberapa sekolah di Kota Kendari, di SMK 1 Kendari, dan dalam waktu dekat kami akan turun di SMK 2 Kendari,” lanjut Aris Badara.

Kadis Dikbud Sultra juga menegaskan dalam waktu dekat ini akan membuat Peraturan tentang Ketertiban dan Keamanan di Lingkup sekolah-sekolah yang di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Kami juga akan membuat Peraturan mengenai ketertiban dan keamanan di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Sulawesi Tenggara, dan akan melibatkan Satpol-PP untuk menindaklanjutinya. Kami juga akan buat sosialisasi bersama Asosiasi Guru Nasional yang ada di Wilayah Sulawesi Tenggara, serta perintahkan tegas seluruh program ekstrakurikuler yang ada di sekolah-sekolah untuk diaktifkan lebih giat lagi agar para siswa lebih fokus belajar di sekolah,” kata Aris Badara.

Terakhir Kadis Dikbud Sultra mengatakan kedepan kami akan melibatkan Pers dalam setiap kegiatan kami di Sekolah-sekolah yang di Wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara agar masyarakat dapat mengetahui.

“Untuk kegiatan kami di sekolah-sekolah nanti kedepan kami akan ajak wartawan untuk terlibat agar kegiatan kami dapat diberikan kepada masyarakat,” tutup Aris Badara.(Faldi)*

KUPP Molawe Gelar Upacara HUT ke 80 RI dengan Pakaian Adat

0

KENDARIKINI.COM – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas I Molawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) gelar upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Minggu (17/8/2025).

Upacara HUT Kemerdekaan RI ini dipimpin langsung oleh Kepala KUPP Molawe, Capt. Marsri Tulak, dihadiri Kepala Seksi (Kasi) Kesyahbandaran KUPP Molawe, Capt. Sorindra, dan pejabat lainnya serta staf dilingkup KUPP Molawe.

Pelaksanaan upacara kemerdekaan sekali dalam setahun ini, berlangsung meriah dan penuh warna dengan menggunakan pakaian adat lokal maupun nasional.

Kepala KUPP Molawe Capt. Marsri Tulak mengatakan, penggunaan pakaian adat dalam upacara tersebut merupakan wujud penghormatan terhadap budaya serta semangat nasionalisme yang ingin ditanamkan kepada seluruh pegawai dan staf KUPP Molawe.

“Kita ingin menunjukkan bahwa meski berbeda-beda, kita tetap satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ucap dia.

Ditengah khidmatnya upacara, ia juga menyampaikan bahwa antusiasme pegawai dan staf di momen penting ini ditunjukkan dengan digelarnya berbagai lomba dalam menyemarakkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Bagi dia, perlombaan yang digelar sehari sebelum upacara, tidak hanya mendatangkan keceriaan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dan kerjasama antara pegawai.

“Mari kita terus jaga dan lestarikan budaya daerah sambil mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif,” jelas dia.

Terakhir, ia menambahkan bahwa, momen ini menjadi refleksi untuk semua elemen masyarakat, terkhusus pegawai dan staf KUPP Molawe.

Yang mana, kemerdekaan perlu diperjuangkan tidak hanya dengan senjata, tetapi juga melalui kerja keras dan kolaborasi dalam membangun daerah dan negara tercinta.

“Suatu langkah positif yang menunjukkan bahwa kita dapat tetap berpegang pada akar budaya sambil bergerak menuju kemajuan,” pungkasnya.*

Menyaksikan Negeri Ini Merayakan Delapan Puluh Tahun Usianya

0

Ada upacara yang kita hadiri karena undangan, dan ada upacara yang kita hadiri karena hati. Pagi itu, di Istana Negara, saya hadir karena keduanya. Di tangan saya ada secarik undangan resmi,di dada saya ada sesuatu yang sulit diurai. Rasa ingin menyaksikan sendiri bagaimana negeri ini merayakan delapan puluh tahun kemerdekaannya.

Saya datang bukan sendirian. Di kiri saya, Syahrul Beddu, Direktur Perencana Program CSR Provinsi Sulawesi Tenggara.Syahrul adalah tipe orang yang jika bicara, mengedepankan etika dan tujuan.

Ia punya pengalaman panjang menjahit kebijakan yang bisa merangkul, bukan sekadar mengatur. Ia tahu betul bahwa angka anggaran bukan tujuan, melainkan alat untuk menyembuhkan luka-luka sosial yang tak selalu terlihat.

Sebagai pemimpin pemuda Sultra dimasanya, ia tahu betul bagaimana pemuda harus berjuang untuk mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.

Disebelahnya lagi, Barkah Pattimahu, Direktur Lembaga Survey Sinergi Data Indonesia. Ia adalah sahabat yang hidup di dua ruang. Ruang data yang dingin, dan ruang rakyat yang hangat. Pekerjaannya menuntutnya menghitung suara, tren, dan perilaku publik, tapi ia tak pernah lupa melihat manusia dibalik semua itu.

Bendera itu naik perlahan. Tali tipis menanggung beban delapan puluh tahun kemerdekaan. Dalam detik itu, saya teringat masa ketika kata Merah Putih di telinga saya nyaris kehilangan gema.

Saya lahir di desa. Di sana, Merah Putih sering hanya menjadi hiasan bulan Agustus, lalu dilipat ketika bulan berganti. Bekerja di lingkar industri tambang membuat saya sadar bahwa Merah Putih bukan hanya kain di tiang. Ia ada di cara kita menjaga tanah dan hasilnya dari dijual murah kepada yang tak mengerti denyut tanah ini. Namun, saya pernah ragu, apakah kata ini masih hidup, atau hanya slogan di pengeras suara?

Keraguan itu mulai pudar ketika saya kembali melihat dua sosok yang menghidupkan makna itu dengan cara mereka sendiri.

Yang pertama, Bapak Prabowo Subianto. Kekaguman saya bukan saja karena retorikanya, tapi karena konsistensinya. Di matanya saya melihat keyakinan bahwa kedaulatan bangsatidak untuk dinegosiasikan. Ada ketegasan masa lalu yang ia bawa, seolah mengingatkan bahwa negara ini lahir dari keberanian berkata tidak pada tekanan yang ingin mengerdilkan kita.

Prabowo, seorang yang saya kagumi sejak lama. Sekali lagi, bukan karena narasinya saja, tapi karena keberaniannya mengucapkan kebenaran meski terdengar pahit:
“Kalau rakyat kita takbisa dan tidak sadar menjaga kekayaaan sendiri, kalau pemimpin-pemimpinnya diam dan mengizinkan kekayaan rakyatnya diambil, itu salah kita sendiri dan kita akan malu pada sejarah sendiri.” Kalimat itu, bagi saya, bukan sekadar kritik, tapi sebuah cermin yang memaksa kita menatap wajah kita apa adanya. Apakah kita penjaga atau justru pengkhianat dari tanah yang kita cintai. Dan pagi tadi, saya menyaksikan langsung betapa sumringahnya ia menyaksikan rakyatnya berpesta.

Yang kedua, Bapak Atto Sakmiwata, Chairman Smelter Merah Putih Ceria Corp., seorang pengusaha yang memilih membangun smelter dengan dana dari negeri sendiri. Di atas kertas,

Ini adalah keputusan bisnis. Namun di hati, itu adalah keputusan nasionalis. Keberanian menolak bergantung pada modal asing demi mengolah kekayaan kita sendiri adalah sikap yang tak semua berani ambil. Ia berhasil menanam ide di kepala kita bahwa kedaulatan itu bisa diwujudkan. Bahwa modal terbesar bukanlah uang, tapi keyakinan bahwa anak bangsa juga mampu.

Bagi saya, Smelter Merah Putih bukan sekadar pabrik pengolahan nikel. Ia adalah tekad. Tekad bahwa hilirisasi bukan hanya kata indah di pidato, tetapi kenyataan yang dihidupi. Harapan kami sederhana namun tegas; pemerintah mesti menyalakan political will yang kuat agar Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tumbuh kokoh di tanah sendiri.

Dunia sedang bergerak menuju energi bersih. Pasar kendaraan listrik adalah arus besar yang tak bisa dihindari. Di dalamnya, nikel Indonesia berdiri sebagai salah satu tiang utama.
Hilirisasi yang lancar memberi nilai tambah bagi negara, membuka lapangan kerja, dan meninggikan martabat kita di mata dunia. Namun, industri ini tidak hanya tentang untung rugi. Ia juga tentang keselamatan dan martabat pekerja, karena mereka adalah bagian dari Merah Putih itu sendiri.

Hari ini, selepas upacara, halaman istana menjadi ruang egaliter. Presiden menggelar Pesta Rakyat; makanan dibagikan, para peserta upacara berdendang ria lagu Tabola bale. Saya melihat pemandangan langka. Penguasa dan rakyat berbaur tanpa sekat. Seolah negara sedang berkata, “Kita ini satu keluarga.”

Malamnya, karnaval kemerdekaan menyalakan cahaya dari Monas hingga Semanggi. Kendaraan hias melaju seperti arak-arakan doa dari seluruh penjuru negeri. Di balik gemerlapnya, saya membaca pesan: kemerdekaan bukan pesta setahun sekali, tetapi kerja sunyi yang dilakukan setiap hari.

Pulang malam itu, dada saya penuh. Merah Putih bukan hanya di tiang, bukan hanya di logo, bukan hanya di lirik lagu kebangsaan. Ia ada di cara Syahrul menjangkau yang kecil lewat program CSR. Ia ada di cara Barkah membaca data dengan empati. Ia ada di cara Prabowo berbicara tentang kedaulatan tanpa ragu. Ia ada di cara Atto membangun smelter yang benar- benar milik bangsa.

Merah Putih di tiang itu mungkin telah diturunkan sore tadi. Tapi Merah Putih di dada saya, dan di dada banyak orang, akan terus berkibar. Kami bertiga memang kadang berbeda jalan, kadang seirama langkah, namun selalu bertemu di simpang yang sama, kecintaan pada tanah ini.

Begitulah. Kearifan lokal khas Prabowo dalam HUT ke-80 RI kali ini sangat mencolok karena menekankan semangat kolaboratif, aksi nyata, dan visi progresif. Dia tidak hanya meluncurkan simbol-simbol negara, tetapi juga menanamkan semangat bahwa kemerdekaan adalah milik bersama dan harus dijaga dengan kontribusi seluruh elemen bangsa.

Dan dalam obrolan kami malam ini, kami sadar bahwa politik, industri, dan masa depan anak desa memang sering diatur jauh dari meja mereka. Namun, Smelter Merah Putih Ceria Corp., cukuplah sebagai bukti; di bawah nakhoda Presiden Prabowo, hilirisasi nikel, kedaulatan ekonomi, dan masa depan anak negeri bisa bertemu dalam satu titik, sekaligus sebagai kado dari tanah Sulawesi untuk Hari Ulang Tahun Ibu Pertiwi ke-80.

Terima kasih, Bapak Presiden Merah Putih, Prabowo Subianto. Terimakasih, Bapak Smelter Merah Putih, Atto Sakmiwata.*

Masyarakat Lohia Bentangkan Bendera 80 Meter

0

KENDARIKINI.COM – Bendera merah putih sepanjang 80 Meter terbentang di Desa Mantobua, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Minggu 17 Agustus 2025.

Kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 80 tahun 2025.

Warga bernama Yuyun mengatakan bentangan bendera sepanjang 80 Meter ini menyesuaikan dengan usia RI saat ini, yakni 80 tahun.

“Bendera 80 Meter ini sengaja kita buat karna sesuai dengan umur kemerdekaan,” kata Yuyun.

Lanjut, kata dia, kegiatan serupa pernah dilaksanakan pada tahun 2024 lalu dengan panjang 79 Meter yang juga menyesuaikan dengan usia RI saat itu.

“Tahun 2024 kemarin panjangnya 79 Meter, sama dengan usia kemerdekaan tahun itu,” ujarnya.

Bendera tersebut lalu dibawa oleh puluhan warga mulai dari Perbatan Desa Waara-Mantobua sampai Desa Korihi-Mantobua.

Yuyun menambahkan kegiatan ini rencananya akan menjadi dilaksanakan di tahun tahun berikutnya.

“Kita akan laksanakan terus ini kegiatan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Himpunan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa (HIPPMA) Mantobua bersama Pemerintah Desa Mantobua.(Amin)*

Gubernur Sultra Pimpin Upacara HUT ke 80 RI

0

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipusatkan di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Minggu 17 Agustus 2025.

Prosesi upacara berlangsung penuh khidmat meskipun sebelumnya diguyur hujan deras. Tepat saat pengibaran Sang Saka Merah Putih, cuaca kembali cerah sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) sukses melaksanakan tugasnya tanpa kesalahan hingga mendapat tepuk tangan meriah dari peserta upacara.

Pembawa baki, Wa Ode Ariqa Hidayastri asal Kota Kendari, juga tampil percaya diri dan sukses melaksanakan amanah.

Upacara ini dihadiri Ketua DPRD Sultra, Wakil Gubernur Sultra, Forkopimda, Sekretaris Daerah, Staf Ahli Gubernur, Asisten Setda, para Kepala OPD Lingkup Pemprov, prajurit TNI-Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar serta pejabat terkait. Gubernur hadir bersama istri, Arinta Andi Sumangerukka, dan Wakil Gubernur Sultra didampingi istri, Ratna Lada Hugua.

Dalam keterangannya kepada awak media, Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan peringatan HUT RI tahun ini. “Alhamdulillah, kegiatan upacara HUT ke-80 RI berjalan khidmat dan lancar. Upacara ini juga melibatkan seluruh unsur, mulai dari ASN, hingga TNI/Polri. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan turut memeriahkan peringatan kemerdekaan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan penghargaan kepada para aparat keamanan, veteran, dan seluruh elemen masyarakat yang masih setia berjuang bersama pemerintah dalam mengisi kemerdekaan. “Kami selaku pemerintah, bersama Wakil Gubernur dan Ketua DPRD Sultra, mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Polri, TNI, para veteran, serta seluruh pihak yang berpartisipasi. Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT dan senantiasa diberi kesehatan dalam menjalankan pengabdian,” tambahnya.

Ia juga menyinggung momen cuaca yang menurutnya menjadi sebuah keberkahan. “Alhamdulillah kita mendapat nikmat, cuacanya sempat mendung lalu turun hujan. Namun saat upacara berlangsung, hujan berhenti, dan baru kembali turun setelah Sang Merah Putih berhasil dikibarkan,” imbuhnya.

Selain itu, Gubernur menegaskan bahwa Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang telah menjalankan tugasnya dengan baik akan diberikan penghargaan. “Mereka melaksanakan tugas dengan sangat baik. Sesuai janji kami, Paskibraka akan diberikan reward sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka,” tambahnya.

Sebagai bagian dari rangkaian upacara, dilakukan pula penyerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 18/TK/Tahun 2025. Penghargaan ini diberikan kepada PNS yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan pada Pancasila, UUD 1945, bangsa, dan negara, serta menunjukkan pengabdian, kejujuran, kedisiplinan, dan kinerja secara terus-menerus selama minimal 10, 20, hingga 30 tahun.

Adapun enam ASN lingkup Pemprov Sultra yang menerima penghargaan tersebut, yaitu:

1. Muhammad Fadlansyah, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Sultra – Satyalancana Karya Satya 30 tahun.

2. Andi Azis, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sultra – Satyalancana Karya Satya 30 tahun.

3. J. Robert, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sultra – Satyalancana Karya Satya 20 tahun.

4. Andi Makkawaru, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sultra – Satyalancana Karya Satya 20 tahun.

5. Fajril Rustan, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis Inti BPSDM Provinsi Sultra – Satyalancana Karya Satya 10 tahun.

6. Musthof, Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Muda Biro Hukum Setda Provinsi Sultra – Satyalancana Karya Satya 10 tahun.

Selain itu, pemerintah provinsi juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Lomba Inovasi Daerah Tingkat SMA/SMK sederajat se-Sultra Tahun 2025. Juara 1 diraih oleh SMA Negeri 3 Bombana, Juara 2 oleh SMA Negeri 1 Raha, serta penghargaan juara harapan diberikan kepada peserta lainnya.

Rangkaian upacara ditutup dengan atraksi kolaborasi TNI-Polri yang memeriahkan suasana peringatan HUT ke-80 RI di Sulawesi Tenggara, dimana selebrasi tarian tobelo menjadi penutup manis dari seluruh rangkaian kegiatan.*

Vale Olympics 2025, Rayakan Kesehatan, Mendorong Produktivitas, Menginspirasi Masa Depan Berkelanjutan

0

KENDARIKINI.COM – Perusahaan nikel berkelanjutan PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale”), anggota MIND ID, meresmikan penyelenggaraan perdana Vale Olympics 2025, sebuah ajang olahraga internal yang melibatkan ratusan atlet dari 24 kontingen yang mewakili berbagai departemen dan mitra kontraktor. Kompetisi ini menjadi ruang silaturahmi, kampanye gaya hidup sehat, sekaligus bukti nyata komitmen perusahaan terhadap peningkatan kualitas hidup pekerja dan masyarakat.

Sejalan dengan tema “CaresToImproveLive”, Vale Olympics 2025 menegaskan bahwa produktifitas berawal dari raga dan jiwa yang sehat. Kegiatan resmi dimulai di Lapangan Persesos, Sorowako, Luwu Timur, pada Sabtu (16/08), dihadiri jajaran manajemen PT Vale, mitra kontraktor, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang antusias.

Defile kontingen dengan kostum warna-warni, yel-yel kreatif, serta atraksi atraktif menciptakan energi karnaval yang menyatukan pekerja, keluarga, dan komunitas. Kehadiran ini bukan sekadar perayaan, tetapi wujud nyata dukungan PT Vale terhadap Ashta Cita, khususnya agenda meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing bangsa, serta mewujudkan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Wakil Presiden Direktur PT Vale, Abu Ashar, menekankan keterkaitan antara olahraga, produktivitas, dan keberlanjutan. “Semangat olahraga yang ditumbuhkan hari ini diharapkan menjadi penggerak gaya hidup sehat, baik di rumah maupun di tempat kerja. Kesehatan pekerja adalah fondasi produktivitas, dan produktivitas adalah kunci pencapaian target bersama—termasuk target produksi nikel matte PT Vale sebesar 71.234 metrik ton pada 2025. Semua ini bermula dari kepedulian (Compassion) terhadap keselamatan dan kesehatan manusia,” ujarnya.

Ketua panitia Vale Olympics 2025, Syawal Ali, seorang senior engineer Process Plant (Kiln), menyampaikan bahwa acara ini lahir dari inisiatif pekerja. “Dari kita, untuk kita. Vale Olympics bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga kampanye gaya hidup sehat sekaligus perayaan HUT RI ke-80. Harapan kami, kegiatan ini berlanjut secara berkelanjutan, menjangkau Bahodopi, Pomalaa, dan area operasi PT Vale lainnya,” katanya.

Sebagai wujud keberlanjutan, PT Vale juga telah merevitalisasi lintasan lari Lapangan Persesos pada akhir 2024. Kini dengan empat lajur dan tribun penonton, fasilitas ini tidak hanya menjadi ikon olahraga Sorowako, tetapi juga dikelola Badan Pengelola Persesos untuk dapat digunakan masyarakat umum. Hal ini menegaskan komitmen perusahaan untuk menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi komunitas, selaras dengan Ashta Cita dalam memperkuat pembangunan inklusif dan merata.

*Ajang Berkelanjutan hingga November 2025*

Rangkaian Vale Olympics 2025 akan berlangsung hingga November, melibatkan sembilan cabang olahraga: tenis meja, bulu tangkis, golf, tenis lapangan, cross fit, sepak takraw, serta eksibisi renang lintas Danau Matano sejauh 8 kilometer yang telah sukses digelar sebelumnya.

Lebih dari sekadar kompetisi, Vale Olympics 2025 adalah cermin filosofi PT Vale: menciptakan harmoni antara kesehatan pekerja, produktivitas perusahaan, dan kesejahteraan komunitas.*

Meski Berjalan dengan Satu Sepatu, Anggota Paskibraka di Konawe Tetap Lanjutkan Tugas

0

KENDARIKINI.COM – Terdapat pemandangan yang berbeda dalam pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 80 di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Terlihat salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) berjalan dengan menggunakan satu sepatu.

Hal ini berdasarkan video singkat berdurasi 0:14 detik yang diterima Jurnalis Kendarikini.com pada Minggu 17 Agustus 2025 pagi.

Dalam video tersebut memperlihatkan anggota paskibraka perempuan tidak mengenakan sepatu pada kaki kirinya.

Warga bernama Abel mengatakan sepatu yang dikenakan anggota paskibraka terlepas karna tidak sesuai ukuran kakinya.

“Saya ndatau juga da bilang temanku yang nonton terlalu besar sepatunya itumi dia terlepas,” katanya saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp.

Kendati demikian, perempuan tersebut terus melanjutkan tugasnya demi mengibarkan bendera merah putih meski diterpa hujan yang cukup deras.(Amin)*

Polda Sultra Gelar Upacara HUT RI ke 80

0

KENDARIKINI.COM – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Polda Sulawesi Tenggara menggelar upacara bendera di Lapangan Mapolda Sultra pada Minggu (17/8/2025) pukul 07.30 Wita.

Upacara berlangsung khidmat dengan Inspektur Upacara Irwasda Polda Sultra, Kombes Pol Hartoyo, S.IK, serta Komandan Upacara Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Sultra, AKBP Tendri Wardi, S.IK., M.H. Kegiatan ini diikuti oleh personel gabungan Polri dan PNS jajaran Polda Sultra.

Mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju”, upacara ini menjadi momentum bagi jajaran Polda Sultra untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan. Tema tersebut sekaligus menjadi pedoman bagi seluruh anggota Polri dalam melaksanakan tugas, yakni menjaga persatuan, menegakkan hukum, serta mengayomi, melindungi dan melayani untuk kesejahteraan masyarakat demi terwujudnya Indonesia yang maju.

Suasana khidmat terasa saat seluruh peserta upacara menyanyikan lagu kebangsaan, hingga menyimak amanat yang dibacakan Inspektur Upacara. Upacara bendera ini juga menjadi wujud komitmen Polda Sultra dalam menjaga nilai-nilai nasionalisme dan semangat kemerdekaan di tengah tugas pengabdian.*

Nyalakan Semangat Indonesia di HUT ke 80 RI, Telkomsel Hadirkan Berbagai Promo

0

KENDARIKINI.COM – Memperingati Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia dengan tema utama “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Telkomsel mengukuhkan komitmennya untuk terus memajukan bangsa.

Tema nasional tahun ini selaras dengan tema Telkomsel dalam merayakan kemerdekaan, yakni “Nyalakan Semangat Indonesia”, yang merupakan perwujudan nyata dari peran Telkomsel sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan dengan menyatukan, memberdayakan, dan memajukan masyarakat melalui solusi teknologi terdepan menuju visi Indonesia Emas 2045.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyampaikan, “Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80. Semangat kemerdekaan ini menjadi inspirasi sekaligus pengingat bagi Telkomsel untuk terus berkontribusi memajukan bangsa. Melalui Nyalakan Semangat Indonesia, kami berkomitmen menjadi digital enabler yang mewujudkan masyarakat Indonesia berdaya saing tinggi untuk menciptakan masa depan gemilang.”

Digital Enabler Indonesia selama 30 Tahun

Selama 30 tahun, Telkomsel konsisten menghubungkan masyarakat Indonesia melalui jaringan lebih dari 280.000 BTS yang menjangkau 97% populasi, melayani 158,4 juta pelanggan mobile dan 10 juta pelanggan IndiHome-B2C, serta menghadirkan inovasi produk seperti SIMPATI yang berevolusi menghadirkan ragam digital benefit untuk pelanggan, Telkomsel Halo, IndiHome dan Telkomsel One.

Komitmen terhadap konektivitas terdepan juga tercermin dari perluasan jaringan 5G secara contiguous yang diperkuat dengan pemanfaatan artificial intelligence (AI) secara end-to-end di 56 kota/kabupaten sepanjang akhir 2024 hingga 2025, termasuk wilayah strategis seperti Bandung, Batam, Makassar, Surabaya, Jabodetabek, Bali, hingga Ibu Kota Nusantara, dengan dukungan lebih dari 3.000 BTS 5G. Upaya-upaya tersebut mengantarkan Telkomsel meraih enam penghargaan internasional dari Ookla® Speedtest Awards™ di Q1-Q2 2025.

Sebagai digital enabler, Telkomsel juga mendorong inovasi melalui:

Pengembangan platform digital nasional: Layanan seperti MAXStream, Langit Musik, Dunia Games, dan LinkAja telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup digital masyarakat.

Penyediaan solusi korporasi (Enterprise): Pemanfaatan layanan Mobility Insight (MSIGHT), Digital Advertising (DigiAds), Internet of Things (IoT), dan layanan berbasis data lainnya untuk meningkatkan efisiensi operasional mitra bisnis.

Pengelolaan ekosistem inovasi: Melalui anak perusahaan INDICO yang mengelola bisnis vertikal Telkomsel di sektor digital, serta Telkomsel Ventures yang mendukung pertumbuhan startup digital Indonesia.

Tata kelola digital: Inisiatif Telkomsel Jaga Data yang merupakan perwujudan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk meningkatkan keamanan digital nasional.

Pelopor optimasi AI: Merupakan satu-satunya perusahaan telekomunikasi Indonesia yang menjadi salah satu pendiri Autonomous Networks di dunia yang diluncurkan pada ajang Digital Transformation World 2023, serta menjadi yang pertama yang mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) di Indonesia melalui penggunaan Autonomous Network dan virtual assistant seperti Veronika dan TED untuk meningkatkan kualitas layanan pelanggan.

Pelopor 5G: Pertama yang mengomersilkan layanan 5G di Indonesia bagi pelanggan individu dan sektor industri seperti smart mining dan telesurgery.
Inisiatif Sosial dan Lingkungan untuk Pembangunan Masyarakat yang Berkelanjutan

Telkomsel tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga pada pembangunan sosial yang berkelanjutan melalui berbagai program dan inisiatif berdampak, antara lain:

Pendidikan (IndonesiaNEXT, Internet BAIK, dan Telkomsel Jaga Cita)
IndonesiaNEXT adalah program peningkatan keterampilan digital berskala nasional untuk mempersiapkan talenta muda siap industri dengan lebih dari 96 ribu mahasiswa pendaftar, dari lebih dari 800 universitas, serta lebih dari 7 ribu sertifikasi digital yang diberikan; sedangkan Internet BAIK merupakan inisiatif literasi digital yang membekali pelajar, guru, dan orang tua dengan etika serta pemanfaatan teknologi secara bertanggungajwab dengan total lebih dari 41 ribu peserta di 35 provinsi; sementara inisiatif Telkomsel Jaga Cita hadir mendukung pendidikan yang adaptif, inklusif, dan merata di Indonesia.

Digital Citizenship (NextDev)
NextDev merupakan inkubator startup digital tahap awal yang mendorong inovasi inklusif dan berkelanjutan. NextDev telah menarik lebih dari 6 ribu startup untuk mendaftar, hingga kini melahirkan 152 alumni yang mengikuti inkubasi, dengan 13 startup berkolaborasi bersama Telkomsel dan 8 startup melanjutkan ke akselerasi Tinc.
Pemberdayaan Komunitas (DCE & Baktiku Negeriku)

Digital Creative Entrepreneur (DCE) membina UKM melalui pelatihan, mentoring, dan akses ke market, serta telah menjangkau 1050 UKM. Baktiku Negeriku yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa di Indonesia, telah member dampak pada 120 agent of change (AOC) dan pemangunan digital center di 30 desa.
Filantropi (TERRA & Telkomsel Sambungkan Senyuman)

TERRA adalah unit siaga bencana Telkomsel yang fokus pada pemulihan jaringan dan bantuan kemanusiaan yang telah melibatkan lebih dari 600 relawan yang menjangkau 175 komunitas, sementara Telkomsel Sambungkan Senyuman telah memberikan dukungan kepada ragam komunitas lokal di berbagai momen, menghadirkan aksi nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kepedulian Lingkungan (Telkomsel Jaga Bumi)

Melalui inisiatif Telkomsel Jaga Bumi, perusahaan mengambil langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, mulai dari pengelolaan limbah, program carbon offset, hingga penanaman mangrove di berbagai wilayah Indonesia sesuai prinsip ESG. Program ini telah mendaur ulang lebih dari 75 ribu paving block, 30 ribu phone holder, 10 ribu tempat sampah, serta menanam 25 ribu pohon mangrove yang membantu menyerap emisi karbon.

Rayakan Kemerdekaan dengan Ragam Program Spesial

Dalam rangka merayakan HUT ke-80 RI, Telkomsel menyiapkan berbagai program spesial:

Jejak Semangat Indonesia: Menghidupkan kembali jejak perjuangan dengan sentuhan digital. Telkomsel menghadirkan kegiatan tur jalan kaki di Jakarta dan D.I. Yogyakarta bersama komunitas pemandu lokal, Jakarta Good Guide dan Jogja Good Guide. Sebanyak 30 pelanggan terpilih di tiap kota menelusuri titik ikonik sejarah kemerdekaan, program ini diperkaya aktivitas interaktif di MyTelkomsel seperti MyTelkomsel Quiz, sebagai perwujudan semangat 30 tahun Telkomsel yang menghubungkan negeri melalui kolaborasi dan inovasi.

Penawaran produk spesial HUT RI untuk ragam segmen pelanggan:

Prabayar: Paket Merdeka– Paket kuota 8GB untuk 5 hari, hanya Rp17 ribu; Surprise Deal– Harga spesial dengan kuota besar plus langganan WeTV dan Amazon Prime Video selama 30 hari.

Pascabayar: Halo+ for Independence Day – Pelanggan Halo+ mendapat bonus kuota 17GB selama 3 bulan dan diskon tagihan Rp17 ribu; Halo x Lazada 8.8 – Diskon spesial 17% dan kuota ekstra 17GB selama 3 bulan untuk pelanggan baru Halo melalui Lazada.

by.U: Pesta Merdeka – Selebrasi kemerdekaan bersama by.U dan para content creator, dimeriahkan dengan perlombaan seru, seperti Lomba Mancing Manja, Lomba Layangan, Merdeka Ride, selebrasi dari by.U dilengkapi dengan pelaksanaan upacara kemerdekaan yang diikuti oleh pelanggan by.U.

IndiHome & Orbit: Promo Merdeka IndiHome – harga spesial untuk pelanggan baru IndiHome selama 3 bulan pertama; Surprise Deal Orbit – Harga spesial dengan kuota besar, hanya berlaku pada 17 Agustus.

Digital Lifestyle: Telkomsel Short Movie – Paket video vertikal drama eksklusif di MyTelkomsel; MLBB & FF Special Independence – Promo Free Fire untuk pengguna baru, Buy 1 Get 1, serta harga spesial di MLBB dengan bonus Diamond.
MyTelkomsel: Hadiah Pol-Polan Kemerdekaan di MyTelkomsel dengan berbagai benefit, termasuk Cashback Nampol, Kirim Barang Spesial Kemerdekaan via Pos Aja, dan Lari Spesial Kemerdekaan.

“Kami meyakini penyediaan konektivitas yang merata dan inovasi teknologi merupakan kunci untuk membentuk masyarakat berdaya saing tinggi. Dengan semangat ini, kami optimis untuk terus memperkuat bangsa dalam menyongsong Indonesia yang maju, dengan rakyat sejahtera, bersatu berdaulat,” pungkas Nugroho.*

PLN NP UP Kendari Gelar Upacara Bendera Peringatan HUT RI ke 80

0

KENDARIKINI.COM – PLN Nusantara Power (NP) Unit Pembangkit (UP) Kendari melaksanakan upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 80, Minggu 17 Agustus 2025.

Bertempat di lapangan PLN NP UP Kendari Puluhan pegawai gabungan dari PLN Group yang terdiri dari PLN UP3 Kendari, Nusa Daya, ICon Plus, UPT dan juga TAD PLN NP UP Kendari.

Upacara bendera dipimpin langsung Kepala PLN NP UP Kendari Moh. Furqon Akhsani yang diikuti ratusan pegawai gabungan PLN Group.

Furqon saat membawakan sambutannya mengajak semua pegawai untuk memaknai hari kemerdekaan.

“Kita kenang jasa para pahlawan kita, yang telah mengantarkan kita ke kemerdekaan, kita maknai kemerdekaan ini dalam bentuk kehidupan sehari-hari kita, utamanya di kantor,” katanya.

“80 Tahun Indonesia Merdeka, mari kita berikan yang terbaik untuk negeri kita,” tegas tegasnya.

Lanjutnya bahwa semangat kemerdekaan ini mesti terus dijaga bersama dalam bentuk pelayanan terbaik ke masyarakat.

“Mari kita berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Untuk kali ini upacara bendera PLN Group di Kendari beda dengan yang sebelumnya, yang dimana sekarang pesertanya berpakaian Wastra Nusantara.*

Warga BTN Mekar Asri Gelorakan Jiwa Gotong Royong Lewat Semarak Lomba Porseni

0

KENDARIKINI.COM – Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, warga RT 24 BTN Mekar Asri, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kendari, menyulut kobaran nasionalisme dan kekompakan lewat gelaran Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), Jumat (15/8/2025).

Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, seluruh lapisan warga tumpah ruah dalam aneka lomba yang penuh tawa, sportivitas, dan semangat kebersamaan.

Lomba anak-anak seperti lari kelereng, makan kerupuk, memindahkan bendera, hingga memasukkan paku ke dalam botol sukses menyulut antusiasme para peserta cilik dan orang tua yang memberi dukungan penuh di pinggir arena.

Sementara itu, untuk kategori dewasa, lomba joget balon, estafet tepung, dan permainan Yes No menjadi ajang unjuk kekompakan dan kelincahan warga dewasa dalam suasana yang penuh keakraban dan gelak tawa.

Acara dibuka oleh Ketua RT 24, Dr. (C) La Ismeid, S.Pd.M.Pd yang turut didampingi Lurah Lepo-lepo Ridlan Nurung, S.Sos, Ketua RT 20 serta para tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, La Ismeid menyampaikan rasa syukur atas partisipasi aktif warganya yang turut memeriahkan HUT RI ke-80 dengan semangat gotong royong yang tinggi.

“Lomba ini bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi tentang menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan membangun solidaritas antarwarga. Kita mengenang jasa para pahlawan dengan menanamkan semangat juang dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar kandidat doktor yang juga Direktur Media Online Potretterkini.id tersebut.

Tak ketinggalan, semangat juang disulut lewat yel-yel khas perjuangan yang diteriakkan La Ismeid sebelum lomba dimulai. Suasana RT 24 pun bergemuruh dengan semangat merah putih.

Lurah Lepo-lepo, Ridlan Nurung, mengapresiasi antusiasme warga yang menurutnya mencerminkan keharmonisan dan semangat gotong royong yang kian tumbuh subur di lingkungan BTN Mekar Asri.

“Ini adalah bentuk nyata bahwa semangat kemerdekaan masih membara di tengah masyarakat. Kegiatan seperti ini sangat positif untuk mempererat silaturahmi dan membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan asri,” tuturnya.

Kegiatan Porseni ini juga mendapatkan dukungan penuh kegotong royongan Masyarakat untuk berpartisipasi dalam menyukseskan perayaan.
Dengan nuansa merah putih yang mendominasi tiap sudut, lomba-lomba yang digelar menjadi lebih dari sekadar hiburan ia menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tak hanya dikenang, tapi juga dirayakan bersama dalam semangat persatuan.

Penutupan lomba direncanakan berlangsung pada Senin malam, sekaligus penyerahan hadiah kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan sportivitas yang ditunjukkan.*

2.123 WBP di Sultra Terima Remisi Kemerdekaan

0

KENDARIKINI.COM – Sebanyak 2.132 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Sulawesi Tenggara menerima Remisi Dasawarsa pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 34 orang dinyatakan langsung bebas setelah mendapatkan pengurangan masa pidana khusus yang hanya diberikan setiap sepuluh tahun sekali. 

Selain itu, 1.945 warga binaan lainnya memperoleh Remisi Umum yang rutin diberikan setiap peringatan Hari Kemerdekaan.

Penyerahan Remisi Dasawarsa Ini diberikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka dalam Upacara Penyerahan Remisi Umum serta Remisi Dasawarsa Tahun 2025 di Lapas Kelas IIA Kendari, Minggu (17/08/2025)

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sultra, Sulardi, menjelaskan bahwa pemberian remisi merupakan hasil kerja sama antara petugas lapas, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan. 

“Pemberian Remisi Umum kepada 1.945 warga binaan dan Remisi Dasawarsa kepada 2.132 warga binaan, termasuk 34 yang langsung bebas, membuktikan bahwa pembinaan berjalan sesuai tujuan. Artinya, warga binaan yang mendapatkan remisi adalah mereka yang taat aturan, berkelakuan baik, dan menunjukkan kesungguhan dalam memperbaiki diri,” ujarnya.

IKLAN

Menurut Sulardi, Remisi Dasawarsa adalah momen langka dan bersejarah. Remisi ini diberikan hanya sekali dalam sepuluh tahun, terakhir diberikan pada tahun 2015 lalu bertepatan saat peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia. Besaran Remisi Dasawarsa adalah 1/12 dari masa pidana dengan pengurangan maksimal 3 bulan.

“Kita patut bersyukur karena tahun ini bertepatan dengan HUT ke-80 RI, para warga binaan kembali mendapatkan kesempatan menerima remisi yang hanya ada sekali dalam sepuluh tahun. Ini menjadi pengingat bahwa setiap perjuangan memperbaiki diri akan mendapatkan penghargaan dari negara,” katanya.

Bagi warga binaan, remisi tidak sekadar pengurangan masa pidana, tetapi juga bentuk pengakuan negara atas usaha mereka menjalani pembinaan.

Salah seorang penerima remisi bebas asal Lapas Kendari menyampaikan rasa terima kasihnya. 

“Saya sangat bersyukur dengan adanya remisi ini dan bisa hidup lebih baik, bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat,” tuturnya.*

Diduga Lalai Tuang BBM Dekat Lilin, Kios Klontong di Baubau Hangus Terbakar

0

KENDARIKINI.COM – Sebuah kios klontong di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), rata dengan tanah akibat di lahap Si Jago Merah pada Sabtu 16 Agustus 2025 malam.

Kebakaran ini terjadi di Jalan Erlangga, Pos 2, Kelurahan Lanto, Kecamatan Batupoaro, sekitar pukul 20.50 WITA.

Kebakaran diduga akibat kelalaian pemilik kios yang menuang bensin di dekat lampu lilin sehingga kobaran api segera membakar seluruh isi kios.

“Terbakarnya ada ledakan tadi saya rasa dari bensin. Karna kan ledakannya cepat sekali,” kata Ihsan.

Warga sempat melakukan upaya pemadaman dengan menggunakan alat seadanya. Namun dikarenakan kobaran api yang terlalu cepat merambat, maka kios tersebut tidak berhasil diselamatkan.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran kali ini. Adapun total kerugian materil sampai saat ini belum diketahui.

Kobaran api berhasil dipadamkan setelah lima unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kota Baubau di kerahkan menuju lokasi kebakaran.(Amin).*

34 Penyelam Ikuti Upacara Bendera Dibawah Laut Desa Wisata Namu

0

KENDARIKINI.COM – Melalui kegiatan Diver’s Camp 34 Penyelam dari berbagai lembaga, komunitas dan kabupaten disulawesi tenggara menggelar upacara bendera merah putih memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (R) yang ke 80 Tahun dari kedalaman 17 meter di perairan laut Desa Wisata Namu,Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (17/8/2025).

Penyelaman yang diikuti perwakilan TNI, Polri, Lembaga Vertical, Komunitas hingga Mahasiswa di gagas oleh Komunitas Selam se Sulawesi Tenggara dengan mengangkat tema Diver’s Camp Lestarikan Laut Untuk Masa Depan.

Mohammad Rais selaku panitia tekhnis kegiatan penyelaman kali ini mengungkapkan bahwa seluruh peserta berasal dari berbagai lembaga dan wilayah merupakan penghoby selam dan memanfaatkan moment Diver’s Camp menyambut hari kemerdakaan RI kali ini sebagai ajang silaturahmi.

“Alhamdulillah kegiatan Diver’s Camp memperingati Hari Kemerdekaan RI kali ini berjalan lancar. Prosesi pengibaran bendera berada di Kedalaman 17 Meter. Melalui momentum ini semoga menjadi titik harapan menjadikan desa wisata namu sebagai desa wisata berkelanjutan berbasis lingkungan dan konsevasi ” ucap Rais

Sementara itu Jaya Shadiqin selaku Pembina upacara dikegiatan ini mengungkapkan bahwa momentum ini merupakan hari yang bersejarah dan untuk membangkitkan rasa peduli terhadap linngkungan.

“Peringatan Hari Kemrdekaan RI yang ke 80 merupakan hari yang bersejarah, momentum ini kita peduli terhadap lingkungan, dimana sulawesi tenggara memiliki potensi alam yang luar biasa, untuk membangkitkan bahwa kita harus mencintai lingkungan, dan mari kita jaga lingkungan indonesia, agar indonesia tetap dikenal dengan keindahan alam dan budayanya yang luar biasa “ tutur Jaya.

Kegiatan Diver’s Camp kali ini juga di isi dengan sharing session terkait dunia linkungan dan konservasi , aksi sosial berbagi untuk masyarakat Desa, hingga Deklarasi komitmen menjadikan Desa Wisata Namu menjadi Desa Wisata berkelnajutan berbasis lingkungan dan konservasi melalui tagline Lestarikan laut untuk masa depan.*

Kapolda Sultra Pimpin Upacara Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Watubangga Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Upacara Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) dalam rangka peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-80 di Taman Makam Pahlawan Watubangga Kendari, Sulawesi Tenggara, berlangsung penuh hikmah, pada hari Sabtu, 16 Agustus 2025 malam.

Kapolda Sultra, Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko, S.IK., M.H., yang juga sebagai pimpinan komandan upacara AKRS di Taman Makam Pahlawan Watubangga Kendari, Sulawesi Tenggara, mengucapakan rasa syukur sangat mendalam kepada para arwah Pahlawan Watubangga, Kendari, Sulawesi Tenggara yang telah berjuang mendahului kita semua untuk memperjuangakan merebut kemerdekaan Bangsa Indonesia dari para penjajah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh arwah para pahlawan yang telah gugur berjuang merebut kemerdekaan Bangsa Indonesia dari para penjajah,” ucap Kapolda Sultra, Didik Agung Widjanarko.

Kapolda Sultra, Didik Agung Widjanarko, juga mendo’akan seluruh perjuangan para arwah Pahlawan Nasional Watubangga, Kendari, Sulawesi Tenggara yang telah mendahului kita semua dapat hidup tenang di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt) Tuhan yang Maha Esa.

“Semoga seluruh perjuangan para arwah Pahlawan Nasional kita dapat hidup tenang di sisi Tuhan yang Maha Esa,” ucap Kapolda Sultra, Didik Agung Widjanarko.

Dalam kegiatan upacara AKRS di Taman Makam Pahlawan Watubangga Kendari ini juga ikut dihadiri langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, berserta para pejabat tinggi Forkpimda lainnya di lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara.(Faldi)*

Grand Opening Maimo Cafe and Bistro Dipadati Pengunjung

0

KENDARIKINI.COM – Grand opening Maimo Cafe and Bistro yang terletak di Jalan Sao-Sao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia Kota Kendari dipadati pengunjung, Sabtu 16 Agustus 2025.

Manajemen Maimo Cafe and Bistro menghadirkan penyanyi nasional, Rony Parulian.

Rony Parulian bersama artis lokal Sultra menghibur para pengunjung yang mendatangi Grand Opening Maimo Cafe And Bistro.

Salah satu pengunjung, Wati mengatakan pihaknya datang untuk melihat tempat nongkrong baru di Kota Kendari yang ramai diperbincangkan.

“Awalnya lihat video di sosial media, dan saya datang, ternyata lebih bagus lagi aslinya, suasana dan tempatnya beda dengan tempat nongkrong lainnya di Kota Kendari,” katanya.

Ditempat yang sama, Tina memuji konsep tongkrongan Maimo Cafe and Bistro.

“Bikin betah berlama-lama di Maimo Cafe and Bistro,” tuturnya.*

Identitas Mayat yang Ditemukan Tengkurap di Konsel Kini Terungkap, Begini Kronologinya

0

KENDARIKINI.COM – Identitas mayat yang ditemukan di Desa Amasara, Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini terungkap. Korban bernama Iksan Saputra Jayadi (26) warga Desa Lalosingi, Kecamatan Mowila.

Korban meninggal dunia diduga akibat mengalami kecelakaan tunggal. Sebelum kejadian, pada Jumat 15 Agustus 2025 kakak korban bernama Irfan menghubungi korban melalui sambungan telepon seluler namun tidak diangkat.

Keesokan harinya, Sabtu 16 Agustus 2025, Irfan melakukan pencarian terhadap korban sampai ke Desa Asamara. Di perjalanan Irfan menoleh ke arah kali dan melihat korban telah tergeletak dalam posisi terkurap dengan sepeda motor Honda Verza miliknya.

Kasat Lantas Polres Konsel IPTU Muhammad Subhan menjelaskan Irfan pun meminta bantuan kepada warga yang sementara melintas untuk dilakukan proses evakuasi.

“Selanjutnya saksi (Irfan) meminta bantuan kepada masyarakat yang melintas untuk membantu mengevakuasi korban dari kali tersebut,” jelasnya, Sabtu 16 Agustus 2025.

Kemudian sekitar pukul 12.30 WITA dilakukan visum luar terhadap tubuh korban. Setelah itu korban dibawa ke rumah duka, tepatnya di Desa Lalosingi dengan menggunakan mobil Puskesmas Baito.

Dengan adanya peristiwa ini, Satlantas Polres Konsel menghimbau kepada seluruh pengendara untuk selalu berhati-hati guna meminimalisir terjadinya kecelakaan lalulintas.(Amin)*

Komjen Dedi Prasetyo Resmi Isi Jabatan Wakapolri

0

KENDARIKINI.COM – Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo resmi dilantik sebagai Wakapolri. Upacara pelantikan digelar di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (16/8/2025).

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Sandi Nugroho mengatakan, Dedi sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri dan telah menyerahkan jabatan tersebut langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Pada pagi hari ini telah dilaksanakan kegiatan pelantikan Bapak Wakapolri, Bapak Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, yang tadinya beliau adalah Irwasum Polri,” ujar Sandi usai acara pelantikan.
“Dan pada hari ini juga, sekaligus melaksanakan penyerahan jabatan Irwasum Polri kepada Bapak Kapolri,” sambungnya.

Sandi menuturkan, posisi Wakapolri memang sempat kosong cukup lama hingga akhirnya dipercayakan kepada Dedi.
“Yang tadinya Pak Wakapolri lama tidak diisi karena berbagai macam pertimbangan dan akhirnya Bapak Dedi Prasetyo yang terpilih dan saat ini sudah dikukuhkan menjadi Wakapolri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sandi menyebutkan rangkaian serah terima jabatan pejabat Polri lainnya, termasuk sejumlah Kapolda, akan digelar pada Selasa (19/8).
“Sedangkan untuk rangkaian serah terima jabatan, pejabat yang lainnya, termasuk Kapolda, akan dilaksanakan tanggal 19 (Agustus 2025),” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dedi menyampaikan kesiapannya mendukung penuh Kapolri dalam melaksanakan tugas, khususnya dalam mewujudkan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Ya tentunya Pak Wakapolri sudah dilantik oleh Bapak Kapolri dan sekaligus juga pada saat dilantiknya beliau menyatakan kesiapan untuk all out mendukung Bapak Kapolri dalam melaksanakan tugas-tugas, terutama menindaklanjuti arahan Bapak Presiden dalam program asta cita untuk segera bisa kita realisasikan di masyarakat dengan semaksimal mungkin,” tutur Sandi.

Sebelum menjabat Wakapolri, Dedi memiliki rekam jejak panjang di institusi Polri. Ia pernah menjadi Asisten Kapolri Bidang SDM, Kadiv Humas Polri, hingga Kapolda Kalimantan Tengah. Ia juga dikenal sebagai perwira tinggi yang meraih penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) karena menjadi satu-satunya jenderal Polri yang menulis buku terbanyak.*

Aktivitas Hauling Malam Hari PT ST Nickel Resource Telan Korban, Aktivis Minta Pihak Berwenang Cabut Izin

0

KENDARIKINI.COM – Kecelakaan lalulintas yang diduga melibatkan mobil dump truck PT ST Nikel dan pengendara motor pada Jumat 15 Agustus 2025 malam di Desa Amosilu, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat kecaman dari Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Kendari, Sabtu 16 Agustus 2025

Ketua Cabang PMII Kota Kendari, Muhammad Ikbal Laribae, menegaskan bahwa insiden ini membuktikan adanya pelanggaran dan kelalaian perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya.

“Hauling PT ST Nikel telah memakan korban. Kami mendesak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara untuk segera mencabut izin penggunaan jalan umum bagi perusahaan tersebut,” kata Ikbal.

Lanjut, kata dia, kementerian PUPR melalui BPJN Sulawesi Tenggara sebelumnya telah menerbitkan surat dispensasi penggunaan jalan umum bagi PT ST Nikel.

Akan tetapi, surat tersebut memuat ketentuan ketat, termasuk pengaturan waktu pengangkutan dan interval antar kendaraan, yang menurutnya telah dilanggar.

“Bukan hanya melanggar ketentuan surat dispensasi, PT ST Nikel juga kami duga melakukan hauling dengan muatan over load dan over dimensi,” ungkapnya.

PMII Kota Kendari menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan menuntut penegakan aturan demi keselamatan pengguna jalan serta penghentian aktivitas yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Kanit Lantas Polsek Sampara AIPTU Thomas menyebut pada saat kecelakaan, mobil dump truck ini dalam kondisi memuat ore nikel.

“Oh iya betul muatan ore,” singkatnya.

Kemudian, saat ditanya apakah mobil tersebut milik PT ST Nikel, Thomas mengaku tidak mengetahuinya.

“Saya ndak tau persis pak,” ujarnya.

Sementara itu, Kanit Gakkum Lantas Polres Konawe, IPDA Andi Mappangara menjelaskan akibat kecelakaan ini pengendara motor mengalami luka-luka dilarikan ke Puskesmas Podindaha lalu di rujuk ke RSUD Kabupaten Konawe.

“Akibat dari kecelakaan lalu lintas tersebut pengendara Sepeda motor mengalami luka dan dirawat di Puskesmas Pondidaha kemudian dirujuk ke RSUD Kabupaten Konawe,” pungkasnya.(Amin)*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti