Minggu, Oktober 25, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 82

OJK Sultra Dorong Ekosistem Keuangan Inklusif di Kampung Nelayan Konawe

KENDARIKINI.COM, KONAWE — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar High Level Meeting (HLM) untuk memperkuat Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI).

Pertemuan tersebut terintegrasi dengan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

Kegiatan berlangsung pada 11 Maret 2026 dan dihadiri Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim, pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, serta lembaga jasa keuangan.

Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha mengatakan kolaborasi ini penting memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat pesisir.

Menurutnya, program ini tidak hanya meningkatkan infrastruktur kawasan, tetapi juga membuka akses pembiayaan usaha dan layanan transaksi keuangan.

Selain itu, masyarakat diharapkan memperoleh perlindungan sosial yang mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim menegaskan pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan KNMP di Desa Sorue Jaya.

Beberapa kebutuhan kawasan mulai dipersiapkan, seperti penerangan tenaga surya, pagar pengamanan, serta pengaturan akses melalui pintu portable.

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sorue Jaya juga diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Kawasan ini memiliki potensi wisata bahari, termasuk wisata perahu dari Toronipa menuju Pulau Labengki.

Selain itu terdapat potensi wisata hutan mangrove sekitar 10 hektare serta konservasi penyu sebagai wisata edukasi.

Pemerintah daerah juga mendorong peningkatan jaringan telekomunikasi untuk memperkuat layanan digital dan akses keuangan masyarakat.

Bank Indonesia turut mendukung melalui penyediaan konektivitas internet selama satu tahun.

Dukungan tersebut diharapkan mempercepat digitalisasi kawasan dan sektor perikanan nelayan.

Lembaga jasa keuangan juga berkomitmen memperluas layanan pembiayaan bagi nelayan serta pelaku usaha mikro.

Program ini diharapkan memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.*

Diduga Alami Kekerasan Berulang dari Mantan Suami, Perempuan di Kendari Minta Pendampingan Hukum ke KPKM

KENDARIKINI.COM – Seorang perempuan berinisial F (31) meminta pendampingan hukum kepada Kelompok Pemerhati Keadilan Masyarakat (KPKM) Sulawesi Tenggara.

Korban merupakan warga Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Nambo, Kota Kendari.

Ia mendatangi sekretariat KPKM Sultra pada Kamis malam sekitar pukul 22.00 WITA.

Korban mengaku mengalami dugaan kekerasan berulang yang dilakukan mantan suaminya berinisial L.

Konflik tersebut bermula dari persoalan rumah tangga yang berakhir dengan perceraian pada November 2025.

Meski telah bercerai, korban mengaku masih kerap mendapat gangguan dan kekerasan dari terlapor.

Korban menyebut dugaan penganiayaan telah beberapa kali dilaporkan kepada kepolisian.

Laporan pertama dibuat pada November 2025, kemudian kembali dilaporkan Januari dan Februari 2026.

Namun korban mengaku belum menerima tanda bukti laporan maupun SP2HP dari Polresta Kendari.

Sebelumnya korban juga sempat mendatangi Polsek Abeli untuk membuat laporan dugaan penganiayaan.

Namun laporan tersebut tidak diproses dan korban diarahkan melapor ke Polresta Kendari.

Korban juga mengaku pernah mendengar pernyataan anggota kepolisian terkait laporan tersebut.

Pernyataan itu membuat korban dan keluarga merasa khawatir atas penanganan laporan.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh.

Korban juga telah menjalani pemeriksaan medis untuk memperkuat laporan melalui visum.

Ia mengaku kerap mendapat ancaman sehingga terpaksa berpindah tempat tinggal.

Situasi tersebut membuat korban kesulitan menjalani aktivitas dan pekerjaan secara normal.

Ketua KPKM Sultra, Roslina Afi, mengatakan pihaknya akan memberikan pendampingan hukum kepada korban.

KPKM juga akan memastikan proses hukum berjalan transparan dan profesional.

Organisasi tersebut berencana melaporkan persoalan ini ke Divisi Propam Polri.

Selain itu, KPKM akan mengajukan perlindungan korban kepada LPSK.

Pendampingan juga akan dikoordinasikan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari.

KPKM berharap korban memperoleh perlindungan serta kepastian hukum atas peristiwa yang dialaminya.*

Ruksamin Lapor Balik Jalil ke Polda Sultra

KENDARIKINI.COM – Mantan Bupati Konawe Utara dua periode, H. Ruksamin, melaporkan dugaan fitnah ke Polda Sulawesi Tenggara.

Laporan tersebut dilayangkan melalui kuasa hukumnya, Dedi Ferianto, Kamis (12/3/2026).

Terlapor dalam laporan tersebut adalah anggota DPRD Konawe Utara dari Fraksi NasDem, Jalil.

Kuasa hukum Ruksamin, Dedi Ferianto, menjelaskan laporan berkaitan dengan tudingan sebelumnya terhadap kliennya.

Sebelumnya, Jalil melalui kuasa hukumnya La Ode Muhram Naadu melaporkan Ruksamin.

Laporan itu terkait dugaan pencurian mesin cruser atau penggilingan batu.

Menurut Dedi, tudingan tersebut tidak benar dan tidak memiliki bukti kuat.

Ia menilai laporan yang diajukan pihak terlapor merupakan pengaduan palsu.

“Laporan tersebut merupakan fitnah karena tidak didasari fakta maupun alat bukti sah,” ujar Dedi.

Ia juga menyoroti pernyataan pihak terlapor yang tersebar di berbagai media.

Informasi tersebut muncul di media cetak, media online, dan media sosial.

Konten itu kemudian beredar luas melalui Instagram, TikTok, dan Facebook.

Menurut Dedi, penyebaran informasi tersebut mencemarkan nama baik Ruksamin.

Akibatnya, reputasi kliennya dinilai tercoreng di tengah masyarakat.

Dalam laporan tersebut, pelapor mengacu pada sejumlah ketentuan hukum.

Salah satunya Pasal 437 KUHP Nomor 1 Tahun 2023 tentang pengaduan fitnah.

Selain itu, laporan juga mengacu pada Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 UU ITE.

Pasal tersebut mengatur sanksi pidana bagi penyebaran penghinaan melalui media elektronik.

Dedi meminta aparat penegak hukum memproses laporan tersebut secara profesional.

“Kami meminta penyidik Polda Sultra menindaklanjuti laporan sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.

Langkah hukum ini ditempuh untuk memulihkan nama baik Ruksamin.*

DPRD Sultra Soroti Hauling PT ST Nikel, Wacanakan Pembentukan Pansus

KENDARIKINI.COM – Aktivitas hauling ore nikel PT ST Nikel Resources kembali disorot dalam RDP DPRD Sulawesi Tenggara.

Rapat berlangsung di DPRD Sultra, Selasa (10/3/2026), menindaklanjuti temuan investigasi lapangan terkait aktivitas hauling menuju jetty PT TAS.

RDP difasilitasi Komisi III dan Komisi II DPRD Sultra serta dihadiri sejumlah instansi teknis.

Instansi hadir antara lain Dishub Sultra, BPJN Sultra, dan Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tenggara.

Forum juga dihadiri Aliansi Pemerhati Hukum Sultra Bersatu yang terdiri beberapa organisasi mahasiswa.

Koordinator APH Sultra Bersatu, Malik Botom, memaparkan hasil investigasi aktivitas hauling PT ST Nikel Resources.

Investigasi dilakukan 24 Februari 2026 di Jalan KH Ahmad Dahlan, depan Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari.

Malik menyebut sebagian sopir dump truck hanya dibekali surat jalan tanpa mengetahui rute resmi hauling.

“Beberapa sopir mengaku hanya mengikuti kendaraan di depannya,” ujar Malik dalam forum RDP.

Ia menyebut sekitar 100 unit dump truck beroperasi setiap malam dengan dua rit perjalanan.

Malik juga menyoroti dugaan muatan truk melebihi kapasitas jalan kota.

Menurut pengakuan sopir, muatan truk diketahui di jetty dengan kisaran lebih dari 13 ton.

Padahal kapasitas maksimal jalan kota berdasarkan informasi teknis hanya sekitar 8 ton.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mempercepat kerusakan jalan dan membahayakan keselamatan lalu lintas.

Malik juga menyoroti kepatuhan rute dispensasi serta optimalisasi jembatan timbang.

Selain itu, transparansi retribusi daerah dan dugaan penggunaan BBM subsidi turut dipertanyakan.

Dishub Sultra menjelaskan izin dispensasi hauling PT ST Nikel Resources masih berlaku.

Izin tersebut disebut berlaku hingga 21 April 2026.

Dishub juga menegaskan pengendalian muatan melalui jembatan timbang menjadi salah satu syarat izin.

BPJN Sultra menyebut batas maksimal tonase kendaraan di jalan tersebut sebesar 8 ton.

Jika muatan melebihi batas, maka dinilai melanggar aturan dan berpotensi merusak jalan.

Anggota DPRD Sultra Suwandi Andi menilai persoalan tersebut sudah berulang terjadi.

Ia mengusulkan pembentukan Panitia Khusus DPRD untuk menelusuri persoalan hauling tersebut.

Usulan itu juga mendapat dukungan dari anggota Komisi II DPRD Sultra, Muh. Poli.

RDP dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPRD Sultra Aflan Zulfadli.

Aflan menyatakan DPRD akan mempertimbangkan pembentukan Pansus untuk mendalami persoalan tersebut.*

DPM FISIP UHO Desak Polisi Usut Dugaan Pungli Mudik Gratis Kendari

KENDARIKINI.COM – Dewan Perwakilan Mahasiswa FISIP Universitas Halu Oleo menyoroti dugaan pungutan liar pada program mudik gratis.

Dugaan pungli tersebut terjadi di Pelabuhan Nusantara Kendari pada program mudik gratis Kementerian Perhubungan.

Wakil Ketua I DPM FISIP UHO, Azhar Ajira, mengatakan pihaknya melakukan investigasi atas keluhan calon penumpang.

Mahasiswa menemukan adanya pungutan Rp12.000 per orang dengan dalih uang masuk pelabuhan.

Menurut Azhar, tiket yang diterima masyarakat merupakan program mudik gratis dari Kementerian Perhubungan.

Namun calon penumpang tetap diminta membayar biaya saat mengambil tiket di area pelabuhan.

“Kami menemukan pungutan Rp12.000 dengan alasan uang masuk pelabuhan,” ujar Azhar, Rabu (11/3/2026).

Ia menyebut praktik tersebut diduga berlangsung selama tiga hari, sejak 5 hingga 7 Maret 2026.

Pungutan itu disebut terjadi di area loket tiket Pelabuhan Nusantara Kendari.

Berdasarkan data DPM FISIP UHO, program mudik gratis menyediakan 6.770 tiket untuk dua rute pelayaran.

Rute tersebut yakni Kendari–Raha dan Kendari–Baubau bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

Jika setiap tiket dipungut Rp12.000, potensi uang yang terkumpul mencapai Rp81 juta.

Menurut Azhar, praktik tersebut berpotensi merugikan masyarakat yang memanfaatkan program mudik gratis.

Ia menilai pungutan di luar ketentuan resmi dapat dikategorikan sebagai tindakan melawan hukum.

DPM FISIP UHO menegaskan pungutan liar dapat dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan.

Selain itu, pungutan tersebut juga dinilai bertentangan dengan aturan Penerimaan Negara Bukan Pajak Kementerian Perhubungan.

DPM FISIP UHO mendesak aparat penegak hukum segera menyelidiki dugaan pungli tersebut.

Mahasiswa juga meminta PT Pelindo melakukan audit pengawasan pada area loket tiket.

Selain itu, Kementerian Perhubungan diminta mengevaluasi mekanisme pelaksanaan program mudik gratis.

DPM FISIP UHO menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dari pihak terkait.*

GMNI FISIP UHO Nyatakan Mosi Tidak Percaya DPRD Muna Dapil IV

KENDARIKINI.COM – Dewan Pimpinan Komisariat GMNI FISIP Universitas Halu Oleo menyatakan mosi tidak percaya terhadap DPRD Kabupaten Muna Dapil IV.

Sikap tersebut disampaikan karena wakil rakyat dinilai gagal menjalankan fungsi representasi terhadap masyarakat Kecamatan Marobo.

Sekretaris DPK GMNI FISIP UHO, Maman Marobo, menilai masyarakat belum merasakan kerja nyata DPRD sebagai penyambung aspirasi rakyat.

Menurutnya, kondisi jalan rusak di Desa Marobo selama puluhan tahun menunjukkan lemahnya perhatian wakil rakyat terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Puluhan tahun masyarakat Marobo hidup dengan kondisi jalan rusak parah,” kata Maman dalam pernyataannya.

Ia menilai persoalan tersebut mencerminkan kurangnya perjuangan wakil rakyat dalam memperjuangkan pembangunan daerah.

Menurutnya, DPRD memiliki fungsi strategis menyerap aspirasi masyarakat serta mengawasi jalannya pemerintahan daerah.

Selain itu, DPRD juga berperan memperjuangkan program pembangunan melalui kebijakan anggaran pemerintah daerah.

Namun, menurut GMNI, persoalan infrastruktur dasar masyarakat Marobo belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Jika jalan utama masyarakat tidak mampu diperjuangkan, patut dipertanyakan tanggung jawab moral wakil rakyat,” tegasnya.

Atas dasar itu, GMNI FISIP UHO menyatakan mosi tidak percaya terhadap DPRD Kabupaten Muna Dapil IV.

GMNI juga mendesak DPRD segera mengambil langkah konkret memperjuangkan perbaikan jalan di Desa Marobo.

Selain itu, GMNI meminta Pemerintah Kabupaten Muna segera merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Marobo.

DPK GMNI menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada langkah nyata dari pemerintah daerah.

Maman menambahkan wakil rakyat harus hadir memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan hanya muncul saat momentum politik.*

Pelindo Kendari Klarifikasi Pas Penumpang Mudik Gratis di Terminal Nusantara

KENDARIKINI.COM – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Kendari memberikan klarifikasi terkait informasi pungutan pas penumpang pada program tiket mudik gratis di Terminal Nusantara.

General Manager Pelindo Kendari, Herryanto, menegaskan Pelindo tidak terlibat langsung dalam pengelolaan program tiket mudik gratis tahun 2026.

Menurutnya, program tersebut merupakan kerja sama antara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan perusahaan pelayaran sebagai penerima bantuan.

“Pelindo tidak terlibat langsung dalam pengelolaan tiket mudik gratis tahun 2026,” ujar Herryanto dalam keterangan resmi, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, pihak yang terlibat langsung dalam program tersebut adalah perusahaan pelayaran PT Dharma Indah dan Kementerian Perhubungan.

PT Dharma Indah berperan sebagai penerima bantuan sekaligus mitra kerja Pelindo dalam pengelolaan pas penumpang di Terminal Nusantara.

Herryanto menyebut pas penumpang tersebut telah dibundling dalam tiket yang dikelola oleh perusahaan pelayaran.

Pelindo Kendari juga tidak menerima laporan maupun dana dari pungutan pas penumpang melalui program tiket mudik gratis tersebut.

Menurutnya, pembahasan terkait pengenaan pas pelabuhan pada tiket mudik gratis sepenuhnya dilakukan antara PT Dharma Indah dan Kementerian Perhubungan.

Distribusi tiket kepada penumpang juga dilaksanakan langsung oleh pihak perusahaan pelayaran.

Herryanto menambahkan, saat ini Pelindo tidak lagi menyediakan petugas khusus pemungutan pas penumpang di Pelabuhan Nusantara.

Pengelolaan pas penumpang telah dilakukan melalui kerja sama dengan PT Dharma Indah.

Sementara itu, kebijakan terkait pengenaan pas pada program tiket mudik gratis merupakan kebijakan dari Kementerian Perhubungan.

Pelindo sebagai operator terminal penumpang tetap mengikuti ketentuan yang berlaku dalam regulasi pemerintah.

Ia menegaskan pas penumpang sebesar Rp12.000 merupakan pungutan resmi sesuai regulasi kepelabuhanan.

Pas tersebut dikenakan kepada setiap calon penumpang kapal laut yang berangkat melalui Terminal Nusantara.

Pelindo berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.

Selain itu, masyarakat diharapkan memahami mekanisme layanan transportasi laut yang berlaku di pelabuhan.*

OPINI: MBG, Makanan Bergizi untuk Anak atau ‘Gizi Keuntungan’ bagi Para Pihak?

0

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian negara terhadap masa depan generasi bangsa. Di tengah persoalan gizi, stunting, dan kesenjangan ekonomi yang masih terjadi di berbagai daerah, kehadiran kebijakan ini menunjukkan bahwa negara berupaya hadir untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan makanan yang layak.

Sebagai kebijakan publik, niat baik pemerintah tentu tidak boleh kita abaikan. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan konsentrasi belajar siswa, menekan angka stunting, serta membantu keluarga yang secara ekonomi belum mampu menyediakan makanan bergizi secara rutin bagi anak-anak mereka.

Namun, di balik niat baik tersebut, muncul berbagai pertanyaan kritis di tengah masyarakat. Pertanyaan yang wajar dalam negara demokrasi: apakah program ini benar-benar menghadirkan “makanan bergizi” untuk anak-anak Indonesia, atau justru berpotensi menjadi “gizi keuntungan” bagi pihak-pihak tertentu dalam rantai pelaksanaannya?

Istilah “gizi keuntungan” mulai ramai diperbincangkan ketika masyarakat melihat besarnya anggaran negara yang digelontorkan untuk program ini—yang mencapai triliunan rupiah. Di sisi lain, nilai makanan yang benar-benar sampai di tangan anak-anak sering kali dipersepsikan sangat kecil jika dibandingkan dengan total anggaran yang dialokasikan.

Hal ini memunculkan kekhawatiran publik tentang potensi inefisiensi anggaran, pemborosan birokrasi, hingga peluang penyimpangan dalam pengadaan makanan. Ketika terlalu banyak mata rantai pengelolaan, mulai dari perencanaan, pengadaan bahan, distribusi, hingga penyajian, maka ruang untuk kebocoran anggaran pun semakin terbuka.

Meski demikian, perlu juga diakui bahwa tidak semua pelaksanaan program ini bermasalah. Di beberapa daerah, program MBG justru berjalan sangat baik. Di Sulawesi Tenggara, misalnya, terdapat sejumlah titik pelaksanaan yang dikelola dengan penuh tanggung jawab, mulai dari pemilihan bahan makanan, proses memasak yang memperhatikan standar kesehatan, hingga penyajian kepada anak-anak yang benar-benar layak dan bergizi.

Di tempat-tempat seperti ini, program MBG benar-benar menunjukkan wajah aslinya sebagai program kemanusiaan dan investasi masa depan bangsa. Anak-anak mendapatkan makanan yang sehat, higienis, dan cukup gizi untuk menunjang aktivitas belajar mereka di sekolah.

Fakta ini menunjukkan bahwa kualitas program sangat bergantung pada pengelolaan di setiap daerah. Tidak semua tempat buruk, dan tidak pula semua tempat berjalan sempurna. Perbedaan manajemen, pengawasan, serta komitmen para pelaksana di lapangan sangat menentukan hasil akhir program ini.

Namun di sisi lain, tidak bisa dipungkiri bahwa di beberapa tempat juga muncul laporan yang menimbulkan polemik: kualitas makanan yang dipertanyakan, menu yang tidak layak, hingga dugaan makanan yang sudah tidak segar. Jika benar terjadi, maka ini bukan lagi sekadar persoalan administrasi anggaran, tetapi sudah menyentuh keselamatan kesehatan anak-anak.

Ironisnya, program yang seharusnya menjadi simbol makanan sehat dan bergizi justru dikhawatirkan berubah menjadi “makanan berisiko” apabila pengawasan terhadap kualitas bahan dan proses pengolahan tidak dilakukan secara ketat.

Di sinilah letak pentingnya evaluasi dan pengawasan. Pemerintah melalui lembaga atau badan gizi nasional yang menangani program ini harus benar-benar hadir melakukan pemeriksaan yang ketat dan berkala terhadap seluruh dapur pelaksana MBG di daerah.

Apabila ditemukan pengelolaan yang tidak memenuhi standar kesehatan, kebersihan, maupun nilai gizi sebagaimana tujuan programnya, maka tidak boleh ada kompromi. Pengelolaan tersebut harus ditutup atau dihentikan operasionalnya sampai mampu memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Langkah tegas seperti ini penting agar nama besar program “Makan Bergizi Gratis” tidak tercoreng oleh praktik-praktik yang justru merugikan anak-anak.

Di sisi lain, perlu juga dipertimbangkan pendekatan yang lebih mendasar. Mengapa negara tidak memberikan dukungan langsung kepada orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan makanan bergizi dari rumah? Dalam banyak budaya di Indonesia, makanan yang disiapkan oleh orang tua di rumah justru lebih terjamin kualitas, kebersihan, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan anak.

Pemerintah dapat mempertimbangkan skema alternatif, misalnya bantuan langsung pangan bergizi kepada keluarga penerima manfaat. Orang tua dapat diberikan tanggung jawab untuk menyiapkan makanan anaknya, sementara sekolah dan guru berperan melakukan pengawasan sederhana—misalnya dengan memastikan setiap anak membawa bekal makanan sehat dari rumah.

Dengan cara ini, anggaran negara bisa lebih efisien karena tidak tersedot oleh biaya distribusi dan pengelolaan yang panjang. Selain itu, orang tua juga tetap memiliki peran utama dalam memastikan kesehatan dan gizi anak-anak mereka.

Namun demikian, kritik terhadap program MBG bukan berarti menolak sepenuhnya kebijakan tersebut. Program ini tetap memiliki potensi besar jika dikelola dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan publik yang kuat.

Beberapa langkah yang dapat menjadi solusi antara lain:
* Transparansi anggaran secara terbuka, sehingga masyarakat dapat mengetahui berapa nilai riil makanan yang diterima anak-anak.
* Pengawasan kualitas makanan yang ketat, melibatkan dinas kesehatan, sekolah, dan masyarakat.
* Pelibatan UMKM lokal dan petani daerah, agar program ini juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
* Evaluasi berkala terhadap mekanisme distribusi, untuk meminimalkan potensi kebocoran anggaran.
* Tindakan tegas terhadap pengelola yang tidak memenuhi standar, termasuk penghentian operasional dapur MBG yang terbukti melanggar standar gizi dan kesehatan.
* Pertimbangan skema alternatif berbasis keluarga, di mana orang tua tetap memiliki peran utama dalam penyediaan makanan anak.

Pada akhirnya, tujuan utama dari program ini harus selalu diingat: menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas. Anggaran negara yang besar harus benar-benar berujung pada manfaat nyata bagi anak-anak, bukan sekadar menjadi angka besar dalam laporan kebijakan.

Jika program ini mampu dijalankan dengan pengawasan ketat, transparansi, dan keberpihakan pada kepentingan rakyat, maka MBG dapat menjadi salah satu kebijakan terbaik dalam sejarah pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Namun jika tidak, maka kekhawatiran masyarakat tentang “gizi keuntungan” akan terus menjadi bayang-bayang yang merusak kepercayaan publik terhadap kebijakan negara.

Karena pada akhirnya, yang kita perjuangkan bukan sekadar program, melainkan masa depan anak-anak Indonesia.*

Polisi Geledah Kantor Travel TRG Kendari Terkait Dugaan Pelanggaran

KENDARIKINI.COM — Polisi menggeledah kantor Travel Umrah Tajak Ramadhan Group (TRG) di Kota Kendari, Kamis (12/3/2026).

Kantor travel tersebut berada di Jalan Sao-sao, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Penggeledahan dilakukan oleh Ditreskrimum Polda Sultra bersama Satreskrim Polresta Kendari.

Kegiatan dipimpin Kasubdit II Ditreskrimum Polda Sultra Kompol Herie Pramono.

Turut mendampingi Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau bersama sejumlah personel kepolisian.

Petugas memeriksa berbagai dokumen yang berada di dalam ruangan kantor travel tersebut.

Sejumlah berkas juga diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau membenarkan penggeledahan tersebut.

Menurutnya, penggeledahan dilakukan untuk mengumpulkan tambahan alat bukti.

“Penggeledahan ini dilakukan untuk melengkapi alat bukti dalam penyelidikan,” ujarnya.

Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran dalam penyelenggaraan ibadah haji oleh travel TRG.

Penyelidikan terhadap travel tersebut saat ini ditangani Polresta Kendari.

Kasus ini sebelumnya menjadi sorotan publik dan viral di media sosial.

Persoalan tersebut bahkan mendapat perhatian di tingkat pusat.

Kasus travel TRG juga sempat dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR RI.

Polisi masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap dugaan pelanggaran tersebut.*

Polresta Kendari Selidiki Dugaan Pungli Mudik Gratis di Pelabuhan

KENDARIKINI.COM — Polresta Kendari menyelidiki dugaan pungutan liar pada program mudik gratis Kementerian Perhubungan.

Dugaan pungli terjadi terhadap peserta mudik gratis di Pelabuhan Nusantara Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau mengatakan penyelidikan dilakukan setelah menerima laporan masyarakat.

Menurutnya, sejumlah peserta mudik mengaku dimintai uang saat mengambil tiket mudik gratis.

“Kami menerima aduan dari beberapa masyarakat terkait adanya pungutan,” kata Welliwanto, Selasa (10/3/2026).

Penyidik saat ini masih mengidentifikasi informasi serta mengumpulkan keterangan dari para pelapor.

Polisi juga telah berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kendari.

Selain itu, penyidik turut meminta keterangan sejumlah masyarakat yang melaporkan kejadian tersebut.

Informasi yang dihimpun, peserta mudik gratis diduga diminta membayar Rp12 ribu per orang.

Padahal, Kementerian Perhubungan menegaskan program mudik gratis tidak dipungut biaya.

Manager HSSE dan Hubungan Pelanggan PT Pelindo Terminal Petikemas Kendari, Murdani, membenarkan adanya pungutan tersebut.

Ia menjelaskan pungutan terjadi akibat miskomunikasi antara operator kapal dan penyelenggara program.

Menurutnya, pihak pelayaran mengira Kemenhub hanya menanggung tarif kapal.

Akibatnya, biaya pas pelabuhan sebesar Rp12 ribu tetap dibebankan kepada penumpang.

Murdani menyebut sekitar 1.700 penumpang sempat dikenakan biaya tersebut.

Total dana yang terkumpul diperkirakan mencapai sekitar Rp21 juta.

Pihak pelayaran memastikan dana yang telah dipungut akan dikembalikan kepada penumpang.

Pengembalian dana dilakukan melalui konter khusus sebelum keberangkatan kapal.

Kasus ini masih dalam penyelidikan Polresta Kendari untuk memastikan adanya unsur pelanggaran.*

Mudik Gratis Kemenhub di Kendari Diprotes, Penumpang Sempat Diminta Rp12 Ribu

KENDARIKINI.COM — Program mudik gratis Kementerian Perhubungan di Sulawesi Tenggara menuai keluhan dari sejumlah calon penumpang.

Beberapa pemudik mengaku tetap diminta membayar Rp12 ribu saat hendak berangkat dari Pelabuhan Nusantara Kendari.

Pungutan tersebut disebut sebagai biaya pas penumpang atau uang masuk pelabuhan.

Namun bagi penerima tiket mudik gratis, biaya itu memicu kekecewaan dan dianggap sebagai pungutan liar.

Salah satu calon penumpang berinisial A (27) mengaku diminta membayar Rp12 ribu saat memproses keberangkatan.

Ia mengaku kaget karena program mudik gratis seharusnya tidak memungut biaya tambahan.

“Saya kira semuanya gratis karena ini program Kemenhub, ternyata masih diminta bayar Rp12 ribu,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Manager HSSE dan Hubungan Pelanggan PT Pelindo Terminal Petikemas Kendari, Murdani, memberikan penjelasan.

Ia mengakui adanya pungutan Rp12 ribu kepada sebagian calon penumpang mudik gratis.

Menurutnya, biaya tersebut merupakan pas penumpang pelabuhan yang biasanya dibebankan kepada penumpang kapal.

Dalam kondisi normal, tarif tiket Kendari–Raha sebesar Rp172 ribu sudah termasuk Rp160 ribu tarif kapal.

Sementara Rp12 ribu merupakan biaya pas pelabuhan yang melekat dalam tiket.

Namun dalam program mudik gratis terjadi miskomunikasi antara operator kapal dan penyelenggara program.

Operator kapal mengira Kemenhub hanya menanggung tarif kapal, bukan biaya pas pelabuhan.

Persoalan tersebut kemudian dibahas dalam rapat koordinasi pada 7 Maret 2026.

Rapat daring itu melibatkan Kemenhub, Pelindo, dan operator kapal.

Hasilnya dipastikan seluruh biaya perjalanan, termasuk pas pelabuhan, ditanggung Kemenhub.

Sejak pendaftaran dibuka kembali 8 Maret 2026, penumpang tidak lagi dikenakan biaya Rp12 ribu.

Sekitar 1.700 tiket sempat dikenakan pungutan dengan total nilai sekitar Rp21 juta.

Dana tersebut dipastikan akan dikembalikan kepada penumpang saat hari keberangkatan.

Hingga kini, General Manager Pelindo Regional 4 Kendari belum memberikan keterangan resmi.*

Mudik Gratis Kendari–Raha Dimulai, 400 Penumpang Naik KM Cantika

KENDARIKINI.COM — Program mudik gratis jalur laut rute Kendari–Raha resmi dimulai, Kamis (12/3/2026).

Sebanyak 400 penumpang diberangkatkan dari Pelabuhan Nusantara Kendari menuju Raha, Kabupaten Muna.

Program ini merupakan inisiatif pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI.

Pelepasan penumpang dilakukan di Pelabuhan Nusantara Kendari, Jalan Konggoasa, Kecamatan Kendari.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPTD Kelas II Sultra Husni Mubarak.

Turut hadir Kepala Cabang PT Pelindo Kendari Heriyanto dan pimpinan PT Pelayaran Dharma Indah.

Selain itu, Kepala KSOP Kelas II A Kendari Capt. Rahman serta sejumlah pihak terkait juga hadir.

Kepala BPTD Sultra Husni Mubarak mengatakan jumlah penumpang yang diberangkatkan sebanyak 400 orang.

Menurutnya, program mudik gratis bertujuan menekan penggunaan kendaraan pribadi saat arus mudik.

Program ini juga diharapkan mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas selama periode mudik Lebaran.

Husni menyebut sekitar 70 persen kecelakaan lalu lintas melibatkan kendaraan roda dua.

Karena itu pemerintah mendorong masyarakat menggunakan moda transportasi umum yang lebih aman.

Selain keselamatan, program ini juga bertujuan meringankan beban biaya perjalanan masyarakat.

Mudik gratis rute Kendari–Raha dijadwalkan pada 12, 13, dan 14 Maret 2026.

Selanjutnya rute Kendari–Baubau dijadwalkan pada 17 dan 18 Maret 2026.

Total tiket disiapkan sebanyak 2.000 untuk rute Kendari–Raha.

Sementara rute Kendari–Baubau disiapkan sekitar 1.200 tiket penumpang.

Setelah penyerahan tiket simbolis, penumpang diarahkan menuju dermaga untuk naik kapal.

Kapal KM Cantika Express 07 kemudian bertolak menuju Pelabuhan Nusantara Raha.

Keberangkatan kapal berlangsung sekitar pukul 13.20 WITA dari Pelabuhan Nusantara Kendari.*

Mudik Gratis Kendari–Raha–Baubau, 6.000 Tiket Kapal Disiapkan

KENDARIKINI.COM — Kementerian Perhubungan menyiapkan sekitar 6.000 tiket kapal gratis bagi masyarakat yang mudik di Sulawesi Tenggara.

Program mudik gratis ini melayani rute pelayaran Kendari–Raha dan Kendari–Baubau.

Kepala Operasional PT Pelayaran Dharma Indah Cabang Kendari, Sardif, mengatakan seluruh kapal berangkat siang hari.

Menurutnya, jadwal keberangkatan kapal dari Kendari telah disesuaikan dengan kebutuhan arus mudik.

Rute Kendari menuju Raha dijadwalkan berangkat pada 12, 13, 14, 25, dan 26 Maret 2026.

Keberangkatan rute tersebut berlangsung pukul 13.00 Wita menggunakan KM Cantika Ekspres 07.

Sementara rute Kendari menuju Baubau dijadwalkan pada 17 hingga 26 Maret 2026.

Pelayaran Kendari–Baubau berangkat pukul 13.30 Wita menggunakan beberapa armada kapal cepat.

Armada yang melayani rute tersebut yakni KM Ekspres Bahari 6E, KM Ekspres Cantika 168, dan KM Ekspres Prisilia 88.

Untuk rute Raha menuju Kendari dijadwalkan pada 17, 18, 27, 28, dan 29 Maret 2026.

Kapal berangkat pukul 14.30 Wita menggunakan armada KM Ekspres Bahari 6E, KM Ekspres Cantika 168, dan KM Ekspres Prisilia 88.

Sedangkan rute Baubau menuju Kendari dijadwalkan pada 17 hingga 25 Maret 2026.

Keberangkatan rute Baubau–Kendari berlangsung pukul 13.30 Wita menggunakan KM Ekspres Bahari 6E.

Sardif menambahkan jumlah penumpang setiap keberangkatan dibatasi maksimal 400 orang.

Pembatasan tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran selama program mudik berlangsung.

Program ini diharapkan membantu masyarakat pulang kampung dengan aman dan nyaman menjelang Idulfitri.*

Program Mudik Gratis ASR Berangkatkan 2.622 Warga Sultra

KENDARIKINI.COM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara kembali menghadirkan program Mudik Gratis Bersama ASR Tahun 2026.

Program ini memfasilitasi masyarakat pulang kampung menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Sebanyak 2.622 penumpang disiapkan dalam program yang digagas Gubernur Sultra Andi Sumangerukka.

Layanan mudik gratis menggunakan moda transportasi laut, penyeberangan, dan darat.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka mengatakan program ini bentuk pelayanan publik kepada masyarakat.

Menurutnya, mudik gratis membantu masyarakat pulang kampung dengan aman dan mengurangi biaya transportasi.

Program ini juga diharapkan menciptakan perjalanan mudik yang tertib dan nyaman.

Rute perjalanan menghubungkan Kota Kendari dengan sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara.

Di antaranya Wanci, Waodeburi, Langara, Labuan, Tampo, Waara, Baubau, Mawasangka, Ereke, Bombana, Tongkuno, hingga Pinanggo.

Untuk transportasi laut, Pemprov menyediakan KM Napoleon 77 dan KM Simba 1.

KM Napoleon 77 melayani rute Kendari–Waodeburi serta Kendari–Wanci.

Sementara KM Simba 1 melayani rute Kendari menuju Wanci.

Moda penyeberangan dilayani beberapa kapal ferry di berbagai rute.

Di antaranya KMP Bahteramas, KMP Kambaniru, KMP Nuku, KMP Tenggiri, dan KMP Sultan Murhum II.

Selain itu tersedia transportasi darat DAMRI menuju Mawasangka, Baubau, Tondasi, Ereke, Bombana, Tongkuno, dan Pinanggo.

Pemberangkatan mudik gratis dijadwalkan berlangsung pada 16 hingga 18 Maret 2026.

Pendaftaran tiket dilakukan dengan membawa fotokopi KTP dan Kartu Keluarga.

Setiap kartu keluarga dapat mendaftarkan maksimal empat orang peserta mudik.

Pemprov Sultra berharap masyarakat memanfaatkan program ini dengan tertib.

Program tersebut diharapkan mendukung perjalanan mudik yang aman dan lancar.*

Kapolres Buton Pimpin Apel Operasi Ketupat 2026 Jelang Idul Fitri

BUTON, KENDARIKINI.COM — Polres Buton menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Apel dipimpin Kapolres Buton AKBP Ali Rais Ndraha di halaman Mapolres Buton.

Kegiatan ini sebagai bentuk kesiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri.

Apel diikuti personel TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Buton, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, dan instansi terkait.

Kegiatan tersebut merupakan pengecekan akhir kesiapan personel serta sarana prasarana pengamanan Lebaran.

Melalui apel ini, seluruh unsur diharapkan memahami tugas dan tanggung jawab selama Operasi Ketupat 2026.

Dalam kesempatan itu, Kapolres membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri menyebut Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang digelar serentak di seluruh Indonesia.

Operasi ini bertujuan menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama mudik dan arus balik.

Kapolri menegaskan mobilitas masyarakat meningkat saat Idul Fitri melalui jalur darat, laut, maupun udara.

Karena itu, kesiapan maksimal seluruh personel sangat diperlukan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Personel juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas dan kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, aparat diminta mengantisipasi kemungkinan bencana alam selama masa pengamanan Lebaran.

Kapolri juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Usai apel, Kapolres bersama Forkopimda melakukan pengecekan pasukan dan sarana operasional.

Pengecekan meliputi kendaraan dinas, perlengkapan pengamanan, serta kesiapan personel di lapangan.

Operasi Ketupat 2026 diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Buton.*

Polres Buton Buka Puasa Bersama Pers, Buruh Pelabuhan dan Warakawuri

BUTON, KENDARIKINI.COM — Polres Buton menggelar buka puasa bersama insan pers, buruh pelabuhan, warakawuri, dan masyarakat.

Kegiatan berlangsung di Aula Endra Dharma Laksana Polres Buton, Kamis (12/3/2026).

Acara dipimpin langsung Kapolres Buton AKBP Ali Rais Ndraha.

Turut hadir Wakapolres Kompol Yulianus, pejabat utama, anggota Polres, serta ASN Polres Buton.

Kegiatan juga dihadiri insan pers, tokoh masyarakat, warakawuri, PHL, cleaning service, dan buruh pelabuhan.

Acara diawali pembukaan, kemudian dilanjutkan sambutan Kapolres Buton.

Kapolres menyampaikan buka puasa bersama menjadi momentum mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat.

Menurutnya, kebersamaan ini penting untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah singkat oleh Iptu Bahtiar.

Ia mengajak seluruh peserta meningkatkan keimanan dan ketakwaan di bulan suci Ramadan.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menyerahkan bingkisan Lebaran kepada para undangan.

Bingkisan diberikan kepada insan pers, tokoh masyarakat, warakawuri, serta buruh pelabuhan.

Pemberian bingkisan menjadi bentuk kepedulian dan empati Polri kepada masyarakat.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat kebersamaan dan sinergi antara Polri dan masyarakat.

Selain itu, kegiatan juga menjadi sarana mempererat hubungan yang harmonis di wilayah hukum Polres Buton.*

KSBSI Kendari Laporkan PT Tunggal Djaja Indah ke Polda Sultra

KENDARIKINI.COM — DPC Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kendari melaporkan PT Tunggal Djaja Indah ke Polda Sultra.

Perusahaan industri pabrik cat di Baruga, Kota Kendari itu dilaporkan terkait dugaan tindak pidana ketenagakerjaan.

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pembayaran upah pekerja di bawah Upah Minimum Kota (UMK) Kendari.

Kasus ini mencuat setelah seorang pekerja berinisial SM mengaku menerima upah di bawah UMK.

SM diketahui bekerja sejak Desember 2020 hingga Januari 2026 di perusahaan tersebut.

Pada Januari 2026, pekerja tersebut mengaku diminta mengajukan pengunduran diri oleh pihak perusahaan.

SM kemudian memberikan kuasa kepada KSBSI Kendari untuk mendampingi penyelesaian persoalan ketenagakerjaan tersebut.

Ketua KSBSI Kendari, Iswanto Sugiarto, mengatakan dugaan pelanggaran terungkap saat proses bipartit hingga tripartit.

Mediasi tersebut difasilitasi Dinas Tenaga Kerja Kota Kendari bersama pihak perusahaan.

Menurut Iswanto, awalnya pihaknya mempersoalkan hak pesangon pekerja tersebut.

Namun setelah memeriksa slip gaji, ditemukan adanya pembayaran upah di bawah UMK.

KSBSI mengaku telah menawarkan solusi kepada perusahaan agar membayarkan kekurangan upah pekerja.

Serikat buruh juga tidak mempersoalkan pesangon demi meringankan beban perusahaan.

Iswanto menegaskan pembayaran upah di bawah UMK dapat dikategorikan tindak pidana ketenagakerjaan.

Hal itu merujuk Pasal 185 jo Pasal 88E ayat (2) UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.

Selain itu juga diatur dalam Pasal 23 PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Ia menyebut pelanggaran tersebut terancam pidana penjara maksimal empat tahun dan denda hingga Rp400 juta.

Pada mediasi tripartit pertama, 12 Maret 2026, perusahaan disebut menolak membayar kekurangan upah.

Perusahaan hanya bersedia membayar uang pengganti hak dan uang pisah kepada pekerja.

KSBSI Kendari kemudian memutuskan melaporkan kasus tersebut ke Polda Sultra.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Tunggal Djaja Indah belum memberikan tanggapan.*

Polres Buton Sosialisasikan Penerimaan Anggota Polri 2026 Lewat Spanduk

BUTON, KENDARIKINI.COM — Polres Buton memasang spanduk sosialisasi penerimaan terpadu anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di sejumlah lokasi strategis.

Kegiatan dilakukan oleh Bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM) Polres Buton untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.

Pemasangan spanduk dilakukan di SMA Negeri 1 Pasarwajo dan Pasar Sabho Karya Alam, Kelurahan Wakoko, Kecamatan Pasarwajo.

Langkah ini bertujuan memberikan informasi awal kepada masyarakat mengenai proses penerimaan anggota Polri tahun 2026.

Spanduk memuat informasi jalur seleksi yang meliputi Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara Polri, dan Tamtama Polri.

Melalui sosialisasi tersebut, generasi muda diharapkan mulai mempersiapkan diri sejak dini mengikuti seleksi kepolisian.

Kapolres Buton AKBP Ali Rais Ndraha melalui Kabag SDM AKP Hairun Ali menjelaskan pentingnya sosialisasi kepada pelajar.

Menurutnya, pelajar yang segera lulus sekolah perlu mengetahui tahapan, persyaratan, serta mekanisme pendaftaran anggota Polri.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

Proses penerimaan anggota Polri, kata dia, dilaksanakan secara transparan, bersih, akuntabel, dan humanis atau dikenal dengan prinsip BETAH.

Dengan sosialisasi ini, informasi diharapkan menjangkau lebih luas di wilayah Kabupaten Buton.

Polres Buton juga berharap putra-putri terbaik daerah memiliki kesempatan yang sama bergabung menjadi anggota Polri.*

Livestream TikTok 11 Jam, Dave Hendrik–Iwet Ramadhan Pecahkan Rekor MURI

JAKARTA, KENDARIKINI.COM — Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan mencetak rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui livestream TikTok nonstop terlama di jalur mudik.

Keduanya melakukan siaran langsung selama 11 jam tanpa putus saat perjalanan mudik dari Jakarta menuju Yogyakarta.

Program bertajuk #DVET “Perjalanan Menuju Lebih Baik” mengajak pengikut mereka ikut merasakan pengalaman mudik secara virtual.

Sepanjang perjalanan, siaran berlangsung stabil meski melewati berbagai wilayah dengan mobilitas tinggi.

Dave dan Iwet menghadirkan obrolan santai, cerita perjalanan, serta refleksi Ramadan bersama sejumlah narasumber.

Beberapa tamu yang hadir antara lain dr. Dion Haryadi, Lutfi Afansyah, Boah Sartika, Dr. Gian Pratama, dan Ustaz Alfie.

Dave Hendrik mengatakan pengalaman tersebut membuktikan teknologi kini menjadi bagian penting dalam perjalanan mudik.

Menurutnya, siaran langsung terasa seperti ditemani jutaan orang yang mengikuti perjalanan secara virtual.

Keberhasilan livestream itu didukung kesiapan jaringan Indosat Ooredoo Hutchison yang dioptimalkan menghadapi lonjakan trafik mudik.

Program ini juga menjadi bagian dari Ekspedisi Jaringan Andal, pengujian jaringan di jalur mudik dengan mobilitas tinggi.

Indosat melakukan optimalisasi jaringan di lebih dari 75 jalur mudik utama serta 790 titik keramaian.

Lokasi tersebut meliputi gerbang tol, rest area, stasiun, terminal, hingga destinasi wisata.

Seluruh jaringan juga dipantau selama 24 jam guna menjaga kualitas layanan tetap stabil.

Pengukuran internal menunjukkan kecepatan internet rata-rata mencapai 90 Mbps selama siaran berlangsung.

Pada titik dengan jaringan terendah, koneksi masih stabil dengan kecepatan sekitar 15 Mbps.

President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan mudik menjadi momen penting pengujian jaringan.

Menurutnya, konektivitas stabil memungkinkan masyarakat tetap berkomunikasi, bernavigasi, dan berbagi momen perjalanan.

Rekor MURI ini menunjukkan mudik di era digital bukan hanya perjalanan jarak jauh, tetapi juga tetap terhubung sepanjang perjalanan.*

Telkomsel Gandeng Grab, 1.000 Driver Kendari Perkuat Branding Ramadan

KENDARIKINI.COM — Telkomsel Region Sulawesi memperkuat kolaborasi strategis dengan Grab melalui penguatan branding pada 2.200 mitra driver di empat kota Sulawesi.

Program ini mencakup Makassar 200 driver, Kendari 1.000 driver, Palu 500 driver, dan Manado 500 driver roda dua.

Kolaborasi tersebut diluncurkan di Kantor Telkomsel Branch Makassar pada 15 Maret 2026 sebagai bagian strategi memperluas eksposur merek.

Branding diwujudkan melalui atribut khusus berupa jaket bagi driver Makassar dan rompi untuk mitra driver di Kendari, Palu, serta Manado.

Pada atribut tersebut terdapat logo simPATI dan IndiHome yang dilengkapi QR Code untuk memudahkan pelanggan mengakses layanan Telkomsel.

Inisiatif ini juga bertujuan mendekatkan Telkomsel dengan masyarakat, terutama selama Ramadan yang identik dengan meningkatnya mobilitas digital.

General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Sulawesi, Andrew Mamahit, menyebut kolaborasi ini memperkuat hubungan dengan pelanggan.

Menurutnya, mitra driver memiliki peran penting dalam mobilitas harian masyarakat di berbagai kota Sulawesi.

Telkomsel berharap sinergi bersama Grab memberi manfaat bagi pelanggan sekaligus meningkatkan peluang ekonomi bagi para mitra driver.

Grab Ads Manager Territory, Eko Sumarsono, mengatakan branding jaket dan rompi termasuk kategori premium visibility di ekosistem Grab.

Karena itu, program ini melibatkan mitra driver terpilih dengan performa terbaik agar tetap menjaga citra positif kedua perusahaan.

Selain itu, Telkomsel sejak Juli 2025 menghadirkan program RoaMAX x Grab bagi pelanggan yang membeli paket roaming Asia Tenggara.

Pelanggan berkesempatan mendapatkan voucher Tourist Pack Grab hingga Rp1,6 juta untuk transportasi, makanan, dan mobilitas di negara tujuan.

Pada momentum Ramadan, Telkomsel dan Grab juga membagikan takjil serta bingkisan kepada mitra driver sebagai bentuk apresiasi.

Program ini diharapkan memperkuat ekosistem digital sekaligus mendukung kebutuhan komunikasi masyarakat di berbagai wilayah.*

PT DSSP Power Kendari Pastikan Listrik Sultra Stabil Saat Lebaran

KENDARIKINI.COM – PT DSSP Power Kendari memastikan pasokan listrik Sulawesi Tenggara tetap stabil menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Kesiapan tersebut disampaikan manajemen perusahaan saat acara buka puasa bersama wartawan di Kendari, Kamis (12/3/2026).

Manager CSR, Government Relation, dan Security DSSP Power Kendari, Risal Akbar, menyebut pembangkit dalam kondisi optimal.

Perusahaan juga baru menerima penghargaan dari PT PLN atas performa terbaik kategori pembangkit termal jaringan Sulawesi bagian selatan.

Menurut Risal, penghargaan tersebut menjadi motivasi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Dua unit pembangkit masing-masing berkapasitas 50 MW dalam kondisi prima dan siap menyuplai listrik maksimal,” ujarnya.

Selain kesiapan mesin, DSSP Power Kendari memastikan stok batu bara mencukupi hingga dua sampai tiga pekan mendatang.

Ketersediaan bahan bakar tersebut dinilai mampu mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik selama momentum Lebaran.

Perusahaan juga menyiapkan tim siaga yang bertugas sejak H-7 hingga H+7 Idulfitri.

Tim tersebut bekerja 24 jam memastikan operasional pembangkit berjalan stabil tanpa gangguan.

Proses perawatan rutin atau overhaul pembangkit juga telah selesai dilakukan sebelum periode siaga Lebaran.

“Kami juga berkoordinasi dengan PLN untuk mengantisipasi gangguan agar dapat segera ditangani,” kata Risal.

Secara historis, konsumsi listrik masyarakat biasanya menurun saat perayaan Idulfitri.

Meski demikian, DSSP Power Kendari tetap menyiapkan seluruh mekanisme operasional untuk menjaga keandalan pasokan listrik.

Risal menambahkan, operasional pembangkit relatif aman dari dampak isu energi global.

“Isu energi internasional tidak memberikan dampak signifikan karena kami menggunakan batu bara sebagai bahan bakar utama,” jelasnya.

Dengan kesiapan pembangkit dan penghargaan dari PLN, DSSP Power Kendari optimistis menjaga pasokan listrik tetap andal selama Lebaran.*

Sinergi Membangun Negeri: PT Vale dan Pemprov Sultra Pererat Silaturahmi Melalui Safari Ramadan

KENDARIKINI.COM – Suasana hangat menyelimuti acara Ramah Tamah dan Buka Puasa Bersama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan manajemen PT Vale Indonesia yang digelar pada Kamis, 12 Maret 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menegaskan komitmen kedua belah pihak dalam membangun industri pertambangan yang berdampak positif bagi daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra, Asrun Lio, dalam penyampaiannya memberikan apresiasi atas kontribusi nyata PT Vale terhadap lingkungan strategis, baik dari sisi kemanusiaan maupun pelestarian alam. Beliau menyoroti rekam jejak perusahaan yang aktif membantu masyarakat, termasuk saat masa penanganan pandemi COVID-14 lalu.

“PT Vale menunjukkan kepedulian melalui CSR, mulai dari kontribusi penanganan COVID hingga menjaga keseimbangan lingkungan secara luas,” ujar Asrun Lio.

Lebih lanjut, Asrun Lio menekankan bahwa pemerintah terus melakukan pengawasan ketat, termasuk melibatkan Dinas ESDM dan Nakertrans, guna memastikan operasional perusahaan tetap berjalan sesuai regulasi dan memberikan manfaat nyata bagi tenaga kerja lokal.

Senada dengan hal tersebut, Head of External Relations PT Vale Indonesia, Endra Kusuma, menegaskan bahwa filosofi perusahaan adalah tumbuh bersama masyarakat. Ia menyampaikan bahwa PT Vale berkomitmen menjalankan aktivitas pertambangan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

“Prinsip kami, sumber daya alam ini bukan warisan nenek moyang, tapi titipan anak cucu kita yang harus dijaga agar mereka tetap mendapatkan manfaat yang optimal,” tegas Endra Kusuma.

Dalam rangkaian Safari Ramadan ini, PT Vale juga menyalurkan bantuan sosial berupa 500 paket sembako yang diberikan ke beberapa pondok pesantren. Dan Kegiatan serupa dilaksanakan di seluruh area operasional, mulai dari Kolaka, Makassar, Sorowako, hingga Morowali.

Menutup rangkaian acara, Pemerintah Provinsi Sultra menitipkan harapan besar agar PT Vale terus konsisten memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal Sulawesi Tenggara. Hal ini dinilai krusial agar investasi besar yang masuk dapat berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di bumi Anoa.*

Operasi Ketupat Anoa 2026 Dimulai, 3.513 Personel Amankan Mudik di Sultra

KENDARIKINI.COM – Polda Sulawesi Tenggara resmi memulai Operasi Ketupat Anoa 2026 untuk menjamin keamanan arus mudik, Idulfitri, dan arus balik.

Apel gelar pasukan digelar di Lapangan Presisi Mako Polda Sultra, Jalan Haluoleo, Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Kamis (12/3/2026).

Operasi pengamanan tahunan ini melibatkan total 3.513 personel gabungan dari berbagai instansi di wilayah hukum Polda Sultra.

Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Widjanarko menegaskan operasi tersebut merupakan bentuk sinergi lintas lembaga demi pelayanan optimal kepada masyarakat.

Menurutnya, personel yang dilibatkan berasal dari Kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta unsur pendukung lainnya.

“Kami melibatkan seluruh instansi terkait untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” ujar Didik.

Polda Sultra juga menyiapkan puluhan pos pengamanan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik.

Sebanyak 66 pos pengamanan didirikan di berbagai titik strategis yang tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

Rinciannya, 41 Pos Pengamanan ditempatkan di titik rawan kemacetan dan potensi gangguan keamanan.

Kemudian 15 Pos Pelayanan disiapkan sebagai tempat istirahat serta layanan kesehatan bagi pemudik di jalur utama.

Selain itu, 10 Pos Terpadu difungsikan sebagai pusat koordinasi lintas instansi di pelabuhan, bandara, dan titik transportasi publik.

Kapolda berharap kesiapan personel dan pos pengamanan mampu menekan angka kecelakaan serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan mudik dan arus balik.

“Dengan kesiapan ini, kami berharap masyarakat bisa mudik dengan aman dan kembali ke daerah masing-masing dengan selamat,” pungkasnya.*

Kemitraan PT Vale dan Pemkab Morowali Bahas Pengembangan Proyek Hilirisasi Nikel

KENDARIKINI.COM, MOROWALI — PT Vale Indonesia Tbk menyatakan komitmennya untuk memperkuat investasi dan pengembangan hilirisasi mineral melalui proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan buka puasa bersama antara manajemen PT Vale dengan Pemerintah Kabupaten Morowali dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di Port Facilities Bahomotefe, Kecamatan Bungku Timur, pada Selasa, 10 Maret 2026.

Kegiatan itu dihadiri Bupati Morowali Iksan Baharudin Abd Rauf, Ketua DPRD Morowali Herdiyanto Marzuki, Dandim 1311 Morowali Letkol Inf. Abraham Sada Panjaitan, Wakapolres Morowali Kompol I Nyoman Arka Wiyasa, serta jajaran manajemen PT Vale yang dipimpin Presiden Direktur dan CEO Bernardus Irmanto.

Dalam kesempatan tersebut, Bernardus Irmanto mengatakan proyek IGP Morowali merupakan investasi sekitar US$2 miliar yang bertujuan memperkuat ekosistem hilirisasi mineral nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya nikel di dalam negeri.

Menurut dia, proyek tersebut mencakup pengembangan tambang serta pembangunan fasilitas pengolahan berbasis High Pressure Acid Leach (HPAL) yang ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada periode 2026 hingga 2027.

“Capaian progres proyek ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah dan unsur Forkopimda. Kami berharap kemitraan ini dapat terus terjalin untuk mendukung pengembangan industri hilirisasi di daerah,” ujar Bernardus.

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur tambang dalam proyek IGP Morowali saat ini telah mencapai sekitar 99 persen, sementara pembangunan fasilitas pengolahan HPAL tercatat sekitar 27 persen.

Selain itu, sepanjang tahun ini proyek tersebut juga mencatatkan penjualan sekitar 2,2 juta ton bijih nikel.

Bernardus menambahkan bahwa pengembangan proyek dilakukan dengan mengedepankan prinsip keselamatan kerja, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengelolaan lingkungan.

Program Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

PT Vale juga menyatakan menjalankan sejumlah program pengelolaan lingkungan, salah satunya melalui pengembangan nursery untuk mendukung kegiatan reklamasi dan revegetasi lahan tambang.

Fasilitas pembibitan tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 700 ribu bibit tanaman per tahun yang direncanakan digunakan untuk pemulihan ekosistem di area operasional perusahaan.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang mencakup berbagai sektor, antara lain pendidikan, kesehatan, peningkatan ekonomi masyarakat, sosial budaya, lingkungan, serta pembangunan infrastruktur.

Menurut Bernardus, program tersebut ditujukan untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Apresiasi Pemerintah Daerah

Sementara itu, Bupati Morowali Iksan Baharudin Abd Rauf menyampaikan apresiasi terhadap upaya perusahaan dalam membangun komunikasi dengan pemerintah daerah.

Menurut dia, selama masa kepemimpinannya, berbagai dinamika yang terjadi antara perusahaan dan masyarakat dapat diselesaikan melalui dialog.

“Permasalahan yang muncul dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik antara pemerintah, perusahaan, masyarakat, dan aparat keamanan,” katanya.

Iksan juga menilai keberadaan proyek smelter dan aktivitas pertambangan yang dijalankan PT Vale di wilayah Morowali memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan dapat terus terjaga sehingga investasi yang berjalan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.*

KUPP Molawe Perketat Pengawasan Kapal Demi Keselamatan Pelayaran

KENDARIKINI.COM – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas I Molawe meningkatkan pengawasan aktivitas pelayaran di wilayah kerjanya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas maritim berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

Kepala KUPP Kelas I Molawe, Capt. Marsri Tulak, menegaskan pengawasan pelayaran terus diperkuat.

Fokus utama saat ini adalah peningkatan koordinasi antar-instansi di kawasan pelabuhan.

Selain itu, kepatuhan kapal yang beroperasi di wilayah Molawe juga menjadi perhatian utama.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan transparan dan akuntabel di pelabuhan,” ujar Capt. Marsri Tulak, Kamis (12/3/2026).

Ia menegaskan setiap kapal yang keluar masuk pelabuhan wajib memenuhi standar kelaiklautan.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan awak kapal serta keamanan muatan.

Kasi Kesyahbandaran KUPP Kelas I Molawe, Capt. Sorindra, menjelaskan pengawasan lapangan terus ditingkatkan.

Personel kesyahbandaran disiagakan melakukan pemeriksaan dokumen kapal secara rutin.

Selain dokumen, pemeriksaan juga dilakukan terhadap kondisi fisik kapal sebelum penerbitan SPB.

Menurutnya, ketegasan dalam penegakan aturan menjadi kunci keselamatan pelayaran.

Petugas juga memastikan seluruh peralatan keselamatan kapal berfungsi dengan baik.

Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir risiko kecelakaan laut.

Selain itu, pengawasan juga mendukung kelancaran arus logistik di wilayah Molawe.

KUPP Molawe turut mengimbau agen pelayaran dan pemilik kapal mematuhi prosedur yang berlaku.

Kepatuhan terhadap aturan dinilai penting untuk mendukung sektor perhubungan laut yang aman.*

PLN Siagakan 2.315 Personel Jaga Listrik Andal Saat Idul Fitri

MAKASSAR, KENDARIKINI.COM – PLN UID Sulselrabar menggelar apel siaga kelistrikan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan ini memastikan keandalan pasokan listrik selama Ramadan hingga Lebaran.

Apel siaga diikuti seluruh unit PLN wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menegaskan pasokan listrik di wilayah tersebut dalam kondisi aman.

PLN menyiagakan 2.315 personel yang ditempatkan di 73 posko siaga.

Petugas akan berjaga selama 24 jam selama periode Ramadan dan Idul Fitri.

PLN memperkirakan beban puncak listrik saat Ramadan mencapai 1.918,1 Mega Watt.

Sementara saat Idul Fitri diprediksi mencapai 1.548 Mega Watt.

Daya mampu pasok sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan mencapai 2.080,1 Mega Watt.

PLN juga mencatat kontribusi energi baru terbarukan mencapai 47,68 persen.

Angka tersebut menjadikan sistem kelistrikan Sulselrabar termasuk yang terhijau di Indonesia.

Untuk mendukung kesiapsiagaan, PLN menyiapkan berbagai peralatan pendukung.

Di antaranya 152 genset, 30 UPS, 79 unit gardu bergerak, dan 13 unit crane.

PLN juga menyiagakan 308 mobil operasional dan 169 sepeda motor.

Sebanyak 10 tim khusus Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan turut disiapkan.

Selain itu, PLN menyediakan 69 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum.

SPKLU tersebut tersebar di 53 lokasi wilayah Sulselrabar.

PLN memastikan masyarakat dapat menikmati listrik andal selama Idul Fitri.

Layanan pelanggan juga dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile.*

Karada Tolaki Sultra Desak Kadis Pariwisata Cabut Laporan Jurnalis

KENDARIKINI.COM – Lembaga Karada Tolaki Sulawesi Tenggara mengecam dugaan kriminalisasi terhadap jurnalis di daerah.

Kritik tersebut terkait laporan Kepala Dinas Pariwisata Sultra terhadap jurnalis yang tergabung dalam JMSI Sultra.

Pernyataan disampaikan Samsidar mewakili Karada Tolaki Sultra dalam keterangannya kepada media.

Ia menilai laporan terhadap jurnalis terkait pemberitaan berpotensi mengancam kebebasan pers.

Menurutnya, langkah tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Kami mengecam laporan dan pemeriksaan terhadap jurnalis JMSI Sultra,” ujar Samsidar.

Karada Tolaki Sultra meminta Kepala Dinas Pariwisata Sultra mencabut laporan tersebut.

Samsidar menegaskan pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Pers juga menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah dan lembaga publik.

Menurutnya, sengketa pemberitaan seharusnya diselesaikan melalui mekanisme Undang-Undang Pers.

Mekanisme itu meliputi hak jawab, hak koreksi, atau pengaduan kepada Dewan Pers.

Karada Tolaki Sultra khawatir proses hukum terhadap jurnalis menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers.

Terutama bagi jurnalis yang menjalankan tugas di wilayah Sulawesi Tenggara.

Organisasi tersebut juga mengajak masyarakat dan organisasi pers menjaga kebebasan pers.

Karada Tolaki menilai kerja jurnalistik harus dihormati sebagai bagian dari demokrasi.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pariwisata Sultra belum memberikan keterangan resmi.

Karada Tolaki Sultra menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut.*

Polda Sultra Gelar Latpraops Ketupat Anoa 2026 Jelang Idul Fitri

KENDARIKINI.COM – Polda Sulawesi Tenggara menggelar Latihan Pra Operasi Ketupat Anoa 2026 menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan berlangsung di Aula Dhacara Polda Sultra, Selasa (10/3/2026).

Latpraops digelar untuk meningkatkan kesiapan personel dalam pengamanan arus mudik dan perayaan Lebaran.

Tema kegiatan menekankan peningkatan profesionalisme Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Acara dibuka Karo Ops Polda Sultra Kombes Pol Wasis Santoso, S.I.K.

Ia didampingi Wadirlantas Polda Sultra dan Kabag Binops Biro Operasi.

Sejumlah pemateri turut memberikan materi kepada peserta latihan.

Pemateri berasal dari Biro Operasi, Direktorat Intelkam, Direktorat Lalu Lintas, dan Direktorat Samapta.

Materi yang diberikan berkaitan dengan strategi pengamanan selama Operasi Ketupat Anoa 2026.

Latpraops bertujuan memperkuat koordinasi antar satuan tugas.

Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan.

Fokus utama operasi adalah pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran.

Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Polda Sultra juga akan menyiapkan sejumlah pos pengamanan di titik rawan.

Rekayasa lalu lintas serta patroli intensif turut disiapkan selama periode mudik.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan situasi aman dan kondusif bagi masyarakat.*

Kapolda Sultra Serahkan 4.799 Bingkisan Lebaran untuk Purnawirawan dan Mitra

KENDARIKINI.COM – Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol Didik Agung Widjanarko menyerahkan bingkisan Lebaran kepada berbagai unsur masyarakat.

Penyerahan simbolis berlangsung di Lapangan Apel Mapolda Sultra, Selasa (10/3/2026).

Bingkisan diberikan kepada Pegawai Negeri pada Polri, purnawirawan, warakawuri, tokoh agama, tokoh masyarakat, mitra hukum, dan awak media.

Kegiatan turut dihadiri Wakapolda Sultra Brigjen Pol Dr. Gidion Arief Setyawan.

Hadir pula Irwasda Kombes Pol Hartoyo, Kabid Humas Kombes Pol Iis Kristian, serta pejabat utama Polda Sultra.

Kapolda menyebut total bingkisan Lebaran yang disalurkan mencapai 4.799 paket.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian kepada keluarga besar Polri dan mitra strategis kepolisian.

Ia menilai Ramadan menjadi momentum tepat memperkuat silaturahmi antara Polri dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan bersama keluarga besar Polri dan para mitra,” ujarnya.

Kapolda menegaskan sinergi antara Polri dan masyarakat penting menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para purnawirawan Polri atas pengabdian kepada institusi dan bangsa.

Kapolda turut menghargai peran warakawuri sebagai bagian dari keluarga besar Polri.

Selain itu, tokoh agama dan tokoh masyarakat dinilai berperan menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.

Acara penyerahan bingkisan berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan.

Para penerima menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan Polda Sultra.*

Ceramah Tarawih di Polda Sultra, Kompol Alwi Ingatkan Bekal Akhirat

KENDARIKINI.COM – Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Sultra Kompol Alwi, S.Ag memberikan ceramah Ramadan di Masjid Al-Amin Polda Sultra.

Tausiah disampaikan dalam rangkaian salat tarawih pada Selasa malam (10/3/2026).

Kegiatan dihadiri pejabat utama Polda Sultra, personel kepolisian, serta masyarakat.

Dalam ceramahnya, Kompol Alwi menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Menurutnya, Al-Qur’an diturunkan Allah SWT sebagai petunjuk bagi manusia menjalani kehidupan dunia dan akhirat.

Ia menyebut nilai-nilai Al-Qur’an memberikan jalan menuju kehidupan yang damai dan penuh keselamatan.

“Al-Qur’an menjadi pedoman untuk membimbing manusia menuju kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Kompol Alwi juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.

Ia mengibaratkan persiapan tersebut seperti seseorang menyiapkan bekal saat melakukan perjalanan jauh.

Menurutnya, manusia juga harus menyiapkan bekal terbaik sebelum kembali kepada Allah SWT.

Ia menambahkan bulan Ramadan menjadi momentum tepat memperbanyak amal ibadah.

Ibadah puasa, kata dia, merupakan salah satu bekal utama yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan.

Selain itu, Ramadan menjadi waktu memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

Kompol Alwi mengingatkan umat Islam memanfaatkan sisa Ramadan dengan memperbanyak amal saleh.

Momentum ini juga menjadi waktu membersihkan hati dari kesombongan dan sifat takabur.

Ia berharap umat Islam semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT selama Ramadan.*

Mudik Lebaran 2026, Polri Kerahkan 161 Ribu Personel dan Layanan 110

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – Polri menyiapkan pengamanan nasional menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Sebanyak 161 ribu personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Ketupat 2026 di seluruh Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden.

Pengamanan dilakukan untuk memastikan arus mudik berjalan aman, lancar, dan tertib.

Personel ditempatkan di berbagai titik strategis sepanjang jalur mudik nasional.

Penempatan meliputi jalan tol, jalur arteri, terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara.

Polri juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan untuk mendukung kelancaran arus mudik.

Pos tersebut terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu.

Pos-pos itu tersebar di jalur utama mudik hingga kawasan wisata dan tempat ibadah.

Selain pengamanan fisik, Polri menguatkan layanan darurat 110 bagi masyarakat.

Layanan tersebut memungkinkan masyarakat melapor cepat saat terjadi kondisi darurat.

Laporan dapat terkait kecelakaan lalu lintas, gangguan keamanan, maupun kendala perjalanan.

Menurut Wakapolri, sistem layanan 110 terhubung langsung dengan command center kepolisian.

Sistem tersebut memungkinkan petugas terdekat merespons laporan masyarakat secara cepat.

Polri juga memanfaatkan teknologi untuk mendukung sistem respons darurat selama mudik.

Sementara itu, Menko PMK Pratikno menekankan pentingnya integrasi layanan lintas sektor.

Pemerintah menyiagakan 386 posko komunikasi dan sekitar 2.700 layanan kesehatan.

Sinergi tersebut diharapkan memastikan perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman dan nyaman.*

GPA Sultra Kecam Pemanggilan Jurnalis oleh Polda, Soroti Kebebasan Pers

KENDARIKINI.COM – Pemanggilan sejumlah jurnalis oleh penyidik Polda Sulawesi Tenggara menuai kritik berbagai pihak.

Ketua Gerakan Pemuda Al Washliyah Sultra, Iksan Saranani, menilai langkah tersebut berpotensi mengancam kebebasan pers.

Pernyataan itu disampaikan Iksan dalam konferensi pers di Kota Kendari.

Ia menegaskan organisasi yang dipimpinnya siap memberikan dukungan kepada jurnalis yang dipanggil penyidik.

Salah satu jurnalis yang dipanggil adalah Adhi Yaksa Pratama.

Adhi Yaksa diketahui menjabat Sekretaris Humas GPA Sultra.

Ia juga merupakan Ketua JMSI Sulawesi Tenggara serta Ketua Bidang Juru Bicara FKN Sultra.

Iksan menilai laporan Kepala Dinas Pariwisata Sultra terkait pemberitaan tidak tepat.

Menurutnya, sengketa pemberitaan seharusnya diselesaikan melalui mekanisme Undang-Undang Pers.

Ia menegaskan pers memiliki mekanisme seperti hak jawab, hak koreksi, dan pengaduan ke Dewan Pers.

“Pemanggilan jurnalis karena pemberitaan berpotensi mengancam kebebasan pers,” ujar Iksan.

Ia juga menegaskan tidak akan tinggal diam jika ada jurnalis mendapat tekanan.

Menurutnya, organisasi memiliki tanggung jawab melindungi anggotanya yang menjalankan tugas jurnalistik.

Iksan mengajak masyarakat sipil dan organisasi pers mengawal kasus tersebut.

Solidaritas antarorganisasi dinilai penting mencegah kriminalisasi terhadap jurnalis.

Sejumlah kalangan menilai pemanggilan jurnalis dapat menimbulkan ketakutan di kalangan wartawan.

Situasi itu dikhawatirkan memengaruhi independensi media dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

Iksan berharap aparat penegak hukum bersikap profesional dalam menangani perkara terkait produk jurnalistik.

Ia menekankan penegakan hukum harus tetap menghormati kebebasan pers.

Hingga berita ini diterbitkan, Polda Sultra belum memberikan keterangan resmi terkait kritik tersebut.*

Polda Sultra Peringati Nuzulul Qur’an, Kapolda Tekankan Iman dan Profesionalisme

KENDARIKINI.COM – Polda Sulawesi Tenggara menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Masjid Al-Amin Polda Sultra, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko bersama jajaran pejabat utama Polda Sultra.

Turut hadir Irwasda Kombes Pol Hartoyo, Karo SDM Kombes Pol Dr. Arief Fitrianto, dan Kabid Humas Kombes Pol Iis Kristian.

Acara juga dihadiri para direktur, kepala bidang, pengurus Bhayangkari Daerah Sultra, serta personel Polri.

Peringatan Nuzulul Qur’an diisi ceramah agama oleh Ustadz Dr. Hasdin Has, M.Thi.

Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan.

Menurutnya, Nuzulul Qur’an harus dimaknai sebagai momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Nilai tersebut penting bagi anggota Polri dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Ustadz Hasdin menegaskan Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup bagi seluruh manusia.

Nilai kejujuran, keadilan, dan kesabaran harus menjadi landasan moral setiap insan Bhayangkara.

Ia juga mengingatkan makna “Iqra” sebagai ajakan memahami dinamika sosial secara bijak.

Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko menekankan pentingnya profesionalisme anggota Polri.

Menurutnya, profesionalisme diwujudkan melalui peningkatan kemampuan, keterampilan, dan sikap kerja.

Hal tersebut diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kapolda juga mengajak personel memperkuat soliditas dan kebersamaan dalam menjalankan tugas.

Ia menegaskan transformasi Polri tidak hanya pada sistem dan teknologi.

Transformasi juga harus menyentuh mental serta spiritual sumber daya manusia Polri.

Kegiatan berlangsung khidmat dan menjadi momentum memperkuat nilai religius dalam pengabdian kepada masyarakat.*

Kemendikdasmen Revitalisasi 29 Sekolah Pascabencana di Pidie Jaya

PIDIE JAYA, KENDARIKINI.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meresmikan 29 sekolah hasil program revitalisasi di Kabupaten Pidie Jaya.

Peresmian dipusatkan di SMA Negeri 1 Meureudeu, Aceh, sebagai bagian pemulihan pendidikan pascabencana banjir.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengapresiasi komitmen Kemendikdasmen mempercepat pemulihan layanan pendidikan.

Menurutnya, sektor pendidikan menjadi bidang paling cepat mengalami kemajuan setelah bencana di Aceh.

Ia menyebut keberhasilan itu tidak lepas dari perhatian Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

Program revitalisasi, katanya, menjadi pemantik semangat pemangku kepentingan pendidikan untuk bangkit pascabencana.

Murthalamuddin berharap pemulihan pendidikan di Pidie Jaya dapat menginspirasi daerah lain menghadapi situasi serupa.

Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menyebut revitalisasi sekolah di daerahnya berjalan bertahap dan berjalan baik.

Pada 2025, program tersebut mencakup 29 sekolah berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya.

Rinciannya terdiri dari tiga taman kanak-kanak, enam belas sekolah dasar, empat SMP, empat SMA, dan dua SMK.

Menurut Sibral, revitalisasi bertujuan memastikan kegiatan belajar berlangsung aman dan nyaman pascabencana.

Ia berharap program ini meningkatkan kualitas pendidikan serta memberikan kesempatan belajar lebih baik bagi siswa.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dalam pemulihan pendidikan.

Ia menilai sinergi pemerintah pusat dan daerah penting dalam mempercepat pembangunan sarana pendidikan.

Mu’ti menegaskan Kemendikdasmen akan melanjutkan program revitalisasi sekolah pada 2026.

Prioritas diberikan pada sekolah terdampak bencana, bangunan rusak berat, dan wilayah tertinggal, terdepan, terluar.*

Ditlantas Polda Sultra Petakan Titik Rawan Laka di Pos PAM Pohara

KONAWE, KENDARIKINI.COM – Pejabat Utama Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tenggara meninjau Pos Pengamanan Pohara, Kamis (12/3/2026).

Kunjungan ini untuk memetakan titik rawan kecelakaan dan kemacetan menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan berlangsung pukul 08.00 hingga 09.00 WITA di wilayah Pos PAM Pohara, Kabupaten Konawe.

Rombongan dipimpin Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Sultra AKBP Faisal, S.Sos.

Turut hadir Kasat PJR Kompol Tiswan, S.H., M.H., Kasubdit Gakkum Kompol Martinus Griavinto Sakti, S.I.K., M.M.

Hadir pula Kepala Pos PAM Pohara IPDA Muh. Rizal, S.H.

Para pejabat melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi arus lalu lintas di sekitar kawasan Pohara.

Petugas juga mengidentifikasi sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi rawan kecelakaan.

Selain itu, potensi kemacetan selama arus mudik dan arus balik turut dipetakan.

Langkah ini menjadi bagian dari kesiapan pengamanan lalu lintas menjelang Lebaran.

Personel Pos PAM Pohara juga merencanakan pemasangan spanduk imbauan keselamatan berlalu lintas.

Spanduk tersebut ditujukan bagi masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.

Upaya ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan selama perjalanan mudik.

Ditlantas Polda Sultra menegaskan komitmennya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pengamanan dilakukan untuk memastikan arus mudik dan balik Idul Fitri berjalan aman dan lancar.

Kegiatan ini sekaligus mendukung kampanye keselamatan bertajuk “Mudik Aman, Keluarga Nyaman”.*

Kejaksaan RI Lelang Aset Rampasan Korupsi Rp74 Miliar di Gorontalo

GORONTALO, KENDARIKINI.COM – Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI akan melelang barang rampasan negara terkait perkara korupsi proyek fiktif.

Aset yang dilelang berupa satu bidang tanah dan bangunan milik terpidana Rusjdi Basalamah.

Objek tersebut berlokasi di Jalan Manggis Nomor 88, Kelurahan Libuo, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo.

Lelang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 15 April 2026 melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Gorontalo.

Proses penawaran dilakukan secara daring melalui situs resmi lelang.go.id.

Batas akhir penawaran ditetapkan pukul 10.00 WIB mengikuti waktu server pada sistem lelang nasional.

Pelaksanaan lelang merujuk pada putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Serang.

Putusan tersebut bernomor 40/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Srg tertanggal 6 Maret 2024.

Putusan itu kemudian dikuatkan Pengadilan Tinggi Banten melalui perkara nomor 9/Pid.Sus-TPK/2024/PT.BTN tanggal 7 Mei 2024.

Nilai limit objek lelang ditetapkan sebesar Rp74.321.341.000.

Sementara uang jaminan yang harus disetor peserta lelang mencapai Rp22.297.000.000.

Sebelum pelaksanaan lelang, panitia juga menggelar kegiatan aanwijzing atau penjelasan lelang kepada calon peserta.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung Rabu, 1 April 2026 pukul 09.00 WITA.

Aanwijzing akan digelar di Hotel Aston Gorontalo, Jalan Manggis Nomor 88, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo.

Peserta yang tidak mengikuti aanwijzing dianggap menerima kondisi objek lelang sebagaimana adanya.

Ketentuan tersebut berlaku untuk kondisi fisik, kualitas maupun kuantitas objek lelang.*

Polres Konawe Gelar Apel Operasi Ketupat Anoa 2026 Amankan Idul Fitri

KENDARIKINI.COM, KONAWE – Polres Konawe menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Anoa 2026 untuk pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan berlangsung di lapangan apel Polres Konawe, Kamis (12/3/2026).

Apel dipimpin Wakapolres Konawe Kompol Hasruddin, S.E., M.E. Ia membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri menegaskan apel gelar pasukan bertujuan memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana pengamanan Idul Fitri.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi Polri, TNI, dan instansi terkait. Tujuannya menjamin keamanan serta kelancaran arus mudik dan balik.

Kasi Humas Polres Konawe IPTU Andi Abd. Gafur, S.H. menjelaskan Operasi Ketupat Anoa 2026 berlangsung selama 13 hari.

Operasi dimulai Jumat, 13 Maret 2026 hingga 25 Maret 2026 di wilayah hukum Polres Konawe.

Sebanyak 120 personel Polri dilibatkan dalam operasi ini. Personel terbagi dalam enam satuan tugas dan sejumlah subsatgas.

Enam satgas tersebut meliputi Satgas Preemtif, Preventif, Kamseltibcarlantas, Gakkum, Humas dan Banops.

Polres Konawe juga mendirikan tiga Pos Pengamanan untuk mendukung kelancaran pengamanan selama operasi berlangsung.

Pospam Sampara berada di Desa Abeli Sawah, depan BBI. Padal dijabat Kapolsek Sampara.

Pospam Unaaha berada di sekitar Bundaran Adipura Unaaha. Padal dijabat Kapolsek Unaaha.

Pospam Lambuya berada di Pertigaan Lambuya–Puriala. Padal dijabat Kapolsek Lambuya.

Perwira apel dijabat Kasat Lantas Polres Konawe Iptu Chaidir Akbar, S.Ip.

Komandan apel dijabat Kanit Regident Satlantas Polres Konawe Ipda Much Noer Viqri, S.Tr.K.

Apel dihadiri unsur Forkopimda Konawe dan instansi terkait, termasuk TNI, Kejaksaan, Pengadilan, Kemenag serta OPD.

Peserta apel berasal dari berbagai unsur, seperti TNI, Satlantas, Samapta, Satpol PP, Dishub, BPBD, Damkar dan Senkom.

Kegiatan apel berakhir pukul 09.00 WITA. Seluruh rangkaian berlangsung aman, tertib dan kondusif.*

THR ASN Dinkes Konawe Utara Terancam Molor, Aktivis Soroti Dugaan Kelalaian

KENDARIKINI.COM – Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) ASN dan PPPK di Dinas Kesehatan Konawe Utara terancam tertunda.

Informasi yang diterima Kapitan Sultra menyebutkan, THR tahun anggaran 2026 belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

Seharusnya, pembayaran THR dilakukan paling lambat tujuh hari sebelum Idulfitri.

Namun, pembayaran THR disebut berpotensi baru direalisasikan pada April 2026.

Hal ini memicu sorotan dari aktivis Kapitan Sultra, Asrul.

Ia menilai keterlambatan pembayaran THR menunjukkan adanya kelalaian serius dalam pengelolaan anggaran.

Menurutnya, jika THR tidak dibayarkan sesuai aturan, kondisi itu berpotensi menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Apalagi, anggaran THR biasanya telah dicantumkan dalam dokumen APBD pemerintah daerah.

“Jika realisasi tidak sesuai perencanaan anggaran, itu bisa menjadi temuan BPK,” kata Asrul.

Ia menegaskan pembayaran THR merupakan kebijakan nasional yang wajib dilaksanakan pemerintah daerah.

Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026 dan regulasi teknis Kementerian Keuangan.

Keterlambatan pembayaran THR juga dikhawatirkan menimbulkan kekecewaan di kalangan ASN dan PPPK.

Sebab, tunjangan tersebut menjadi kebutuhan penting menjelang Hari Raya Idulfitri.

Banyak pegawai mengandalkan THR untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keperluan hari raya.

Asrul menduga dana THR di lingkup Dinas Kesehatan Konawe Utara belum disalurkan hingga April.

Menurutnya, kondisi ini berpotensi menimbulkan sanksi administratif dari pemerintah pusat.

Selain itu, keterlambatan pembayaran dapat mempengaruhi kinerja birokrasi dan kepercayaan publik.

Kapitan Sultra berencana melaporkan persoalan tersebut ke Ombudsman, Kementerian PAN-RB, dan BPK RI.

Laporan itu juga meminta klarifikasi dari Kepala Dinas Kesehatan Konawe Utara serta bendahara pengeluaran.*

Jaksa Agung Ingatkan Jaksa Proaktif dan Jaga Integritas Jelang Idulfitri

KENDARIKINI.COM – Jaksa Agung RI ST Burhanuddin melakukan kunjungan kerja virtual kepada jajaran Kejaksaan di seluruh Indonesia, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan melalui Zoom itu diikuti pejabat Kejaksaan hingga perwakilan RI di Bangkok, Singapura, Hongkong, dan Riyadh.

Jaksa Agung menegaskan, kunker virtual tidak mengurangi makna evaluasi terhadap dinamika penegakan hukum nasional.

Ia menyoroti fenomena “no viral, no justice” yang berkembang di masyarakat belakangan ini.

Menurutnya, kondisi itu menjadi kritik bagi aparat penegak hukum agar tidak bekerja secara reaktif.

Kejaksaan diminta bertransformasi menjadi institusi penegak hukum yang proaktif dan konsisten menjaga supremasi hukum.

Burhanuddin juga mengingatkan agar tidak terjadi lagi kesalahan substansi dalam penanganan perkara di sejumlah satuan kerja.

Seluruh jajaran diminta menguasai substansi hukum secara komprehensif, termasuk implementasi KUHAP baru.

Ia menekankan penerapan asas Dominus Litis harus dilakukan secara profesional dan akuntabel.

Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Jaksa Agung memberikan peringatan keras terkait integritas aparat.

Momentum hari raya, kata dia, tidak boleh dimanfaatkan untuk penyalahgunaan wewenang.

“Jaksa bukan alat transaksional atau sarana pemerasan masyarakat,” tegas Burhanuddin.

Ia menegaskan tidak akan ada toleransi bagi oknum yang melanggar sumpah jabatan.

Burhanuddin menyebut tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan saat ini mencapai hampir 80 persen.

Angka itu menempatkan Kejaksaan sebagai salah satu lembaga negara dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Selain itu, Kejaksaan diminta ikut mengawal kebijakan ekonomi pemerintah di daerah.

Peran tersebut termasuk mendukung pengendalian inflasi melalui koordinasi lintas sektor.

Pimpinan satuan kerja juga diminta mengevaluasi barang bukti perkara yang telah berkekuatan hukum tetap.

Evaluasi dilakukan agar proses eksekusi perkara dapat diselesaikan secara tuntas.

Menutup arahannya, Jaksa Agung menyampaikan ucapan Idulfitri kepada seluruh keluarga besar Adhyaksa.

Ia mengajak seluruh jaksa menjaga marwah institusi dan bekerja dengan dedikasi serta integritas.*

SMSI Konawe Soroti Pemanggilan Ketua JMSI Sultra dan Jurnalis oleh Polda, Sengketa Pemberitaan Harus Lewat Dewan Pers

KONAWE, KENDARIKINI.COM – Pemanggilan Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sultra, Adhi Yaksa Pratama dan Jurnalis Kendarikini.com Irvan oleh penyidik Polda Sultra menuai perhatian dari sejumlah organisasi pers di daerah.

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Konawe, Muhammad Randa, menilai penyidik perlu menelaah kembali ketentuan dalam Undang-Undang Pers sebelum mengambil langkah hukum terhadap kerja jurnalistik.

Menurutnya, persoalan yang berkaitan dengan pemberitaan seharusnya terlebih dahulu diselesaikan melalui mekanisme yang diatur dalam UU Pers, termasuk melalui hak jawab, hak koreksi, maupun mediasi melalui Dewan Pers.

“Penyidik harus menelaah kembali Undang-Undang Pers, MoU Dewan Pers dan Polri dan Putusan MK no 145/PUU-XXIII/2025. Jika persoalannya terkait pemberitaan, maka ada mekanisme yang sudah diatur dalam UU Pers yang seharusnya menjadi rujukan,” ujarnya saat dimintai tanggapan, Rabu (11/3/2026).

Dia menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi yang dijamin oleh undang-undang. Karena itu, setiap persoalan yang menyangkut produk jurnalistik perlu ditangani dengan pendekatan yang sesuai dengan regulasi pers.

Dikatakannya bahwa Dewan Pers memiliki kewenangan untuk menilai apakah sebuah karya jurnalistik telah memenuhi kaidah dan kode etik jurnalistik atau tidak.

“Kalau ada pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan, jalurnya jelas. Bisa menggunakan hak jawab atau melapor ke Dewan Pers untuk dilakukan penilaian. Itu yang diatur dalam UU Pers,” katanya.

Selain itu, Lanjut Randa Dewan Pers dan Polri di tahun 2022 telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Disana PKS itu bertujuan untuk melindungin kemerdekaan pers dan atau penegakan hukum terkait penyalahgunaan profesi wartawan.

“PKS pertama ini sebagai turunan dari nota kesepahaman (MoU) Dewan Pers – Polri untuk meminimalisir kriminalisasi karya jurnalistik. Sebagaimana tertuang dalam surat Nomor: 03/DP/MoU/III/2022 dan Nomor: NK/4/III/2022,” ungkapnya.

Dewan Pers dan Polri menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang perlindungan kemerdekaan pers dan penegakan hukum terkait penyalahgunaan profesi wartawan.

“Dengan ditandatangani PKS ini diharapkan tidak ada lagi kriminalisasi terhadap wartawan ketika mengalami sengketa dalam pemberitaan,” kata Randa

Bukan Hanya itu, Lanjut Randa MK Juga Putuskan sengketa pers harus lewat Dewan Pers, bukan pidana atau perdata keputusan itu atas uji materiil pasal 8 UUl Pers no 40/1999 dengan putusan no 145/PUU-XXIII/2025.

Ia berharap semua pihak dapat menghormati kerja-kerja jurnalistik yang dilindungi undang-undang, sekaligus tetap menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugas sebagai insan pers.

“Pers tentu juga harus bekerja secara profesional, berimbang, dan sesuai kode etik. Tetapi penanganan sengketa pers juga harus mengikuti mekanisme yang sudah diatur dalam undang-undang,” tutupnya.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti