Minggu, November 1, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 163

PT Vale Resmikan ‘Nickel Corner’

0

KENDARIKINI.COM — Untuk memperkuat literasi masyarakat dan memperluas akses edukasi tematik tentang industri pertambangan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) bersama PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) meresmikan Vale Nickel Corner di Perpustakaan Daerah Luwu Timur, Malili, Sabtu (13/9). Inisiatif ini bertujuan menciptakan ruang pembelajaran yang inklusif dan kontekstual, khususnya bagi generasi muda, pelajar, dan pendidik yang ingin memahami proses pertambangan nikel secara bertanggung jawab.

Sebagai bagian dari MIND ID, PT Vale mengambil peran aktif dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis inklusi sosial melalui penyediaan fasilitas edukatif yang menggabungkan literasi, teknologi, dan informasi industri. Vale Nickel Corner menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, sejalan dengan arah pembangunan nasional.

Peresmian dilakukan oleh Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, didampingi Direktur External Relations PT Vale Endra Kusuma, Kapolres Luwu Timur Ario Putranto Tuhu Mangabdi, dan Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Luwu Timur Askar. Acara ini turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, pegiat literasi, serta perwakilan media lokal.

Vale Nickel Corner menempati ruang seluas 70 m² di lantai dasar sayap kanan Perpustakaan Daerah. Wahana ini dilengkapi dengan koleksi pustaka, foto, materi audio-visual, poster edukatif, serta sampel bijih nikel, batuan, dan produk hasil pengolahan seperti nickel matte dan slag. Koleksi dan informasi ditampilkan untuk memberikan gambaran menyeluruh kepada masyarakat, khususnya pelajar dan pendidik, mengenai proses pertambangan dan pengolahan nikel secara bertanggung jawab.

Plt. Kepala DPK Luwu Timur, Askar, menjelaskan bahwa gagasan pendirian Vale Nickel Corner telah digagas sejak 2023 sebagai bagian dari program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). “Perpustakaan kini bukan hanya tempat membaca buku, tetapi menjadi ruang berbagi pengalaman, pembelajaran kontekstual, dan pelatihan keterampilan kerja,” ujarnya. Terlebih arus kemajuan teknologi informasi kian mendominasi dan perlahan menyisihkan peran buku sebagai sumber utama pengetahuan.

Direktur External Relations PT Vale, Endra Kusuma, menambahkan bahwa kehadiran Vale Nickel Corner merupakan bentuk keterbukaan perusahaan terhadap publik. “Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, memahami tidak hanya proses produksi, tetapi juga komitmen kami terhadap lingkungan dan kontribusi sosial di komunitas sekitar,” jelasnya.

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam menyambut baik inisiatif ini dan berharap koleksi Nickel Corner terus dikembangkan. “PT Vale telah beroperasi lebih dari 50 tahun. Sudah saatnya ada literasi komprehensif tentang proses penambangan nikel di Sorowako, dari hulu ke hilir. Ini juga menjadi langkah awal menuju rencana besar kami membangun Museum Dunia Nikel sebagai ikon edukasi dan wisata Luwu Timur, selain danau,” ungkapnya.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PT Vale dan DPK Luwu Timur, serta pemotongan pita sebagai simbol dimulainya operasional Vale Nickel Corner.

Inisiatif ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam Nawa Cita untuk “meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui pendidikan dan pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri.” Vale Nickel Corner menjadi contoh konkret sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mewujudkan visi tersebut.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, PT Vale terus mendorong peningkatan kualitas SDM melalui berbagai program edukasi, pelatihan, dan pengembangan kapasitas masyarakat. Vale Nickel Corner dimaksudkan menjembatani semangat kolaborasi dan investasi sosial perusahaan dalam membangun masa depan yang lebih cerdas, inklusif, dan berkelanjutan.*

Pelaku Pembunuhan Anak Perempuan di Konsel Berhasil Diamankan Polisi

0

KENDARIKINI.COM – Terduga pelaku pembunuhan seorang anak perempuan berinisial NN (4) berhasil diamankan oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Mowila.

Kapolres Konsel, AKBP Febry Sam, membenarkan penangkapan tersebut. “Sudah diamankan, pelakunya inisial AF,” kata Febry Sam pada Sabtu, 13 September 2025.

Terduga pelaku diamankan di salah satu kebunnya di Desa Tolu Wonua, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Kapolsek Mowila melalui Kanit Intel Gusti menjelaskan bahwa pelaku diamankan saat berada di kebun dan saat ini sudah dibawa ke Mako Polres Konsel untuk diperiksa lebih lanjut.

“Korban dan pelaku ini merupakan kerabat dekat,” kata Gusti.

Pihaknya saat ini tengah melakukan pemeriksaan untuk mengungkap detail kejadian pembunuhan tersebut.

Sebelumnya, seorang anak perempuan berusia 4 tahun yang dilaporkan hilang di Desa Tolu Wonua ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kebun warga.

Jasad korban ditemukan terbungkus dalam karung yang telah terikat, membuat kasus ini semakin mengerikan dan menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat.(Amin).*

Polri Teguhkan Moral dan Profesionalisme Pasca Krisis

0

KENDARIKINI.COM – Forum Belajar Bersama (FBB) bertema “Pemulihan Moril, Semangat, dan Profesional Polri Pasca Kekerasan Kolektif serta Riot Akhir Agustus” pada Jumat, 12 September 2025 Kegiatan ini dipimpin Wakaposko Presisi Brigjen Pol Dr. Indarto dan diikuti lebih dari 800 peserta dari seluruh jajaran kepolisian.

Forum menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Prof. Dr. Mahfud MD dan Komjen Pol Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana.

Dalam paparannya, Komjen Chryshnanda menekankan pentingnya transformasi pendidikan Polri berbasis moralitas, literasi, dan dialog peradaban. “Polri harus mampu membentuk polisi yang profesional, berintegritas, dan adaptif di era digital serta post-truth. Smart policing dan media policing adalah kunci, namun yang terpenting adalah menjaga kepercayaan publik dengan menjauhi korupsi, arogansi, dan keberpihakan pada kejahatan,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Mahfud MD menyoroti tantangan moril anggota Polri yang kerap menghadapi tekanan publik dan media sosial. “Solusi fundamental bagi Polri adalah kembali pada jati dirinya. Tri Brata dan Catur Prasetya harus dihayati, dengan berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945, agar Polri tetap dipercaya rakyat sebagai penjaga hukum dan NKRI,” tegasnya.

Forum ini menjadi wadah refleksi untuk memulihkan semangat, memperkuat profesionalisme, dan meneguhkan komitmen Polri sebagai institusi penegak hukum yang tegas sekaligus humanis, demi memperkokoh kepercayaan publik dan menjaga keutuhan NKRI.*

Polisi di Kota Baubau Hadirkan Inovasi Penyiraman Mesin Kincir untuk Petani

0

KENDARIKINI.COM – Polisi di Kota Baubau kembali menunjukkan kiprahnya bukan hanya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, tetapi juga sebagai inspirator di bidang pertanian. Aiptu Arip Pelu, personel Polsek Sorawolio Polres Baubau, berhasil menghadirkan inovasi penyiraman tanaman menggunakan mesin kincir, yang kini mulai diterapkan para petani setempat.

Inovasi ini menjadi solusi efisien bagi para petani yang sebelumnya masih menggunakan metode penyiraman manual. Sistem penyiraman mesin kincir bekerja dengan memanfaatkan mesin pompa bertenaga listrik yang menyalurkan air melalui pipa menuju kincir atau sprinkler. Alat tersebut mampu menyemprotkan air secara merata ke seluruh lahan pertanian, sehingga hemat waktu dan tenaga.

Arip Pelu yang telah bertugas dua tahun di Polsek Sorawolio, memulai langkahnya dengan meminjam lahan HKM milik warga. Sembari belajar otodidak dari berbagai tutorial pertanian dan pengalaman petani lokal, ia kemudian menemukan cara baru yang lebih efektif untuk penyiraman tanaman. Ia pun membagikan inovasi ini kepada masyarakat sekitar agar bisa diterapkan secara luas.

Seorang petani yang juga Ketua RT di Kelurahan Kaisabu Baru, Kecamatan Sorawolio, mengaku sangat terbantu dengan sistem ini. Selama puluhan tahun bertani, baru kali ini ia merasakan efisiensi waktu, tenaga, serta peningkatan hasil panen berkat penerapan mesin kincir.

Bagi Aiptu Arip Pelu, bertani bukan sekadar hobi, melainkan niat tulus untuk berbaur dan memberi manfaat kepada masyarakat. Dari hasil kebunnya, ia sudah beberapa kali panen mentimun, cabai, tomat, dan berbagai tanaman lain. Selain menjadi pemasukan tambahan bagi keluarga, inovasi ini juga memberi inspirasi bagi petani lain agar lebih maju.

Sebelum menerapkan sistem penyiraman modern ini, Arip Pelu bahkan turut memperjuangkan masuknya aliran listrik ke area pertanian bersama warga, serta mendirikan musala sebagai pusat aktivitas ibadah. Kehadiran inovasi mesin kincir ini menjadi bukti nyata bahwa polisi tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.*

Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung di Muna Berhasil Diamankan, Sedang Memegang Parang Saat Ditangkap

0

KENDARIKINI.COM – Pelaku pembunuhan terhadap seorang ibu di Desa Kontumere, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna, berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Hal ini dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Muna, Baharuddin, saat dikonfirmasi Jurnalis Kendarikini.com pada Sabtu 13 September 2025.

“Sudah diamankan pukul 06.00 WITA” singkatnya.

Pelaku berhasil diamankan setelah aparat kepolisian menindaklanjuti laporan dari warga setempat.

Baharuddin menambahkan bahwa pelaku diamankan saat hendak pulang ke rumahnya. Saat diamankan, pelaku sedang memegang senjata tajam (sajam) jenis parang yang digunakan untuk membunuh korban.

Saat ini, pelaku diamankan di Polsek Kabawo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif dan detail kejadian pembunuhan tersebut.(Amin)*

Pria di Muna Ditangkap Polisi karena Kasus Narkoba, Sabu Seberat 9,75 Gram Disita

0

KENDARIKINI.COM – Seorang pria berinisial NY (48) warga Kelurahan Laiworu, Kecamatan Batalaiworu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, ditangkap oleh polisi karena diduga kuat terlibat penyalahgunaan dan peredaran narkoba jenis sabu. Penangkapan dilakukan pada Rabu malam, 10 September 2025, sekitar pukul 22.35 WITA di rumah NY.

Dari tangan pelaku, aparat menyita barang bukti sabu seberat 9,75 gram bruto. Operasi ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya transaksi narkoba di sekitar lokasi tersebut.

“Menindaklanjuti informasi itu, tim Satresnarkoba bergerak melakukan penyelidikan. Saat tiba di lokasi, pelaku sedang berada di depan rumahnya. Dari hasil penggeledahan, ditemukan sabu di tangan dan saku celananya,” ujar Kasi Humas Polres Muna, Ipda Baharuddin, pada Jumat, 12 September 2025.

Penggeledahan lanjutan yang disaksikan Ketua RW setempat membuahkan hasil, termasuk satu saset sabu ukuran sedang, alat hisap (bong), sendok takar, korek api gas, dan sumbu.

Di dapur dan belakang rumahnya, polisi juga menemukan puluhan sachet plastik kosong, pipet berwarna-warni, serta sebuah kotak handphone berisi alat pengemasan sabu. Tiga unit telepon genggam milik tersangka turut diamankan karena diduga digunakan untuk mengatur transaksi narkoba.

Atas perbuatannya, NY dijerat Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya sangat berat, mulai dari penjara seumur hidup hingga hukuman mati, mengingat barang bukti yang disita melebihi 5 gram.

Polisi kini tengah melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk tes urine dan darah, pengiriman barang bukti ke Labfor Makassar, serta gelar perkara untuk memperkuat proses penyidikan.(Amin)*

Gangguan Jiwa Pelaku Pembunuhan Ibu di Muna Berawal Kecelakaan Motor, Keluarga: Seketika Punya Kecenderungan Mencelakai Orang

0

KENDARIKINI.COM – Gangguan jiwa yang dialami pelaku pembunuhan seorang ibu di Desa Kontumere, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna, berawal dari Kecelakaan lalu lintas.

Hal ini dibenarkan oleh sepupunya inisial ASB saat dikonfirmasi Jurnalis Kendarikini.com pada Jumat 12 September 2025 malam.

“Sudah lama itu dia geger otak gara gara jatuh di motor,” kata ASB, Jumat 12 September 2025.

Setelah kecelakaan itu, pelaku tiba-tiba kerap mengalami pingsan, kejang kejang hingga sampai mengamuk.

Lebih ironisnya, kata ABS, ketika penyakitnya kambuh, pelaku sering memiliki kecenderungan ingin mencelakai orang.

“Bawaan dia mau bunuh orang kalau sudah datang penyakitnya,” ujarnya.

ABS menambahkan pelaku sempat dirantai dalam rumah, namun rantai tersebut dilepas oleh orang tuanya.

“Sebelumnya di rantai dalam rumah. Dia ke kamar mandi dengan rantai, tapi ndak tau kenapa di lepas lagi sama mamanya,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Kontumere, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna, digemparkan oleh penemuan jasad seorang ibu yang diduga dibunuh oleh anak kandungnya.

Jasad korban ditemukan di dalam sumur pada Jumat, 12 September 2025, sekitar pukul 16.30 WITA.

Setelah kejadian, pelaku melarikan diri dan hingga kini masih dalam pencarian oleh pihak kepolisian.

Saat ini, polisi tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.(Amin)*

Patroli Gabungan Skala Besar TNI–Polri, Jaga Kondusifitas Kota Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Ditlantas Polda Sulawesi Tenggara bersama unsur TNI–Polri dan instansi terkait menggelar patroli gabungan skala besar di Kota Kendari pada Jumat malam, 12 September 2025, pukul 21.00 WITA. Kegiatan ini melibatkan personel lintas instansi dengan tujuan menciptakan situasi aman, tertib, dan kondusif di wilayah ibu kota provinsi.

Patroli gabungan tersebut melibatkan Regu I Ditlantas Polda Sultra yang dipimpin oleh AKP Andi Udin, SH, bersama IPDA Alias, AIPDA Jonathan, AIPDA Husen, BRIPKA Abdul Kadir, BRIGPOL Saenal, BRIGPOL Dedi Indo, BRIGPOL Fery Fadli, dan BRIPDA Alex. Selain itu, kegiatan turut diikuti Sat Brimob Polda Sultra, Ditsabhara Polda Sultra, Polresta Kendari, Kodim Kendari, Denpom Kendari, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Kota Kendari.

Adapun rute patroli meliputi sejumlah titik strategis di Kota Kendari, antara lain Tugu Religi MTQ, Jalan Poros Malik Raya, Bundaran Tapal Kuda, Jembatan Triping, Bundaran Tank, Pasar Baru, Lippo Plaza, serta kawasan Wua-Wua. Seluruh titik tersebut dipilih sebagai lokasi yang rawan aktivitas masyarakat pada malam hari.

Patroli ini dilaksanakan guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas sekaligus memastikan kelancaran arus lalu lintas. Kehadiran petugas di lapangan juga diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di malam hari.

Hasil pemantauan di sepanjang rute patroli menunjukkan situasi berjalan aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat terpantau normal dengan lalu lintas ramai lancar tanpa hambatan berarti.

Kegiatan patroli gabungan ini berakhir dengan tertib, lancar, dan tanpa kendala. Diharapkan sinergi antara TNI, Polri, dan instansi terkait dapat terus berlanjut dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Kota Kendari. Semoga Sulawesi Tenggara senantiasa aman, damai, tertib, dan kondusif.*

Peduli Umat, PT SBP Berangkatkan Umrah Warga Lingkar Tambang

0

KENDARIKINI.COM – PT Sumber Bumi Putera (SBP) kian menegaskan komitmennya di luar urusan tambang. Lewat program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), perusahaan nikel itu sukses memberangkatkan beberapa warga lingkar tambang Desa Puusuli, Kecamatan Andowia, Konawe Utara, menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci.

Kini, para jamaah telah kembali dengan pengalaman spiritual yang membekas sekaligus membawa cerita syukur bagi kampung halaman. Mereka berangkat ke Makkah pada 18 Agustus 2025, menunaikan ibadah umrah, lalu kembali ke tanah air delapan hari kemudian, 26 Agustus.

Keberangkatan mereka bukan hasil tabungan bertahun-tahun, melainkan buah dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Sumber Bumi Putera (SBP). Perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Konawe Utara itu secara rutin setiap tahun memberangkatkan warga lingkar tambang ke tanah suci. Tahun depan, program serupa akan kembali digelar.

“Ini wujud komitmen kami membangun masyarakat, bukan hanya dari sisi ekonomi, tapi juga spiritual,” kata Aldino Ramasyah Bagus, Direktur Operasional PT SBP, saat ditemui Jumat, 12 September 2025.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat adalah fondasi penting bagi keberlangsungan operasi tambang.

“Kami ingin memastikan bahwa keberadaan perusahaan memberi manfaat nyata, tidak hanya dalam bentuk ekonomi, tapi juga spiritual,” pungkas Aldino Ramasyah Bagus.

Nada serupa datang dari Jumadil, Humas PT SBP. Ia menyebut pemberangkatan umrah ini dipilih karena menyentuh kebutuhan terdalam masyarakat.

“Di desa, banyak yang bercita-cita ke Makkah, tapi terkendala biaya. Di sinilah perusahaan hadir,” katanya.

Bagi perusahaan, PPM bukan sekadar kewajiban formal. Di dalamnya tercakup pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga program religius seperti umrah.

“Kami percaya, keberadaan perusahaan harus membawa manfaat langsung bagi warga,” tutup Jumadil.

Program umrah tahunan ini memang menjadi salah satu kegiatan paling ditunggu masyarakat lingkar tambang. Di desa-desa, mimpi ke Makkah seringkali hanya sebatas doa panjang yang sulit diwujudkan karena kendala biaya.

Hadirnya PT SBP membuat sebagian mimpi itu menjadi nyata. Melalui program PPM, PT SBP menampilkan wajah yang dekat dengan masyarakat, dengan sentuhan religius yang kuat. Umrah menjadi simbol, dari jantung konsesi tambang, ada jalan menuju Makkah.*

Pelaku Pembunuhan Seorang Ibu di Muna yang Ditemukan dalam Sumur Diduga Mengalami Gangguan Jiwa

0

KENDARIKINI.COM – Pelaku pembunuhan terhadap seorang ibu yang ditemukan di dalam sumur diduga mengalami gangguan jiwa, Jumat 12 September 2025.

Hal ini dibenarkan Kasi Humas Polres Muna, IPDA Baharuddin saat dikonfirmasi Jurnalis Kendarikini.com melalui pesan WhatsApp.

“Infonya diduga,” singkat Baharuddin.

Saat ditanya mengenai identitas pelaku dan korban, Baharuddin belum memberikan tanggapan.

“Belum ada laporan resmi dari polsek kabawo pak,” ujarnya.

Untuk diketahui, peristiwa itu terjadi di Desa Desa Kontumere, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna, sekitar pukul 16.30 WITA.

Setelah kejadian, pelaku melarikan diri dan hingga kini masih dalam pencarian oleh pihak kepolisian.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila melihat keberadaan pelaku.

Saat ini, polisi tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.(Amin)*

Jasad Seorang Ibu di Muna Ditemukan dalam Sumur, Anak Kandung Diduga Sebagai Pelaku Pembunuhan

0

KENDARIKINI.COM – Warga Desa Kontumere, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna, digemparkan oleh penemuan jasad seorang ibu yang diduga dibunuh oleh anak kandungnya.

Jasad korban ditemukan di dalam sumur pada Jumat, 12 September 2025, sekitar pukul 16.30 WITA.

Setelah kejadian, pelaku melarikan diri dan hingga kini masih dalam pencarian oleh pihak kepolisian.

Kasi Humas Polres Muna, IPDA Baharuddin, membenarkan kejadian ini.

“Betul ada pak,” singkatnya pada Jumat 12 September 2025 malam.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila melihat keberadaan pelaku.

Saat ini, polisi tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

“Masih menunggu laporan resminya, anggota tim masih di lapangan,” pungkasnya.

Kasus ini tentunya menimbulkan keprihatinan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Pihak berwajib diharapkan dapat segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik pembunuhan tersebut.(Amin)*

Polri Tegaskan Dukungan Program MBG dan Ketahanan Pangan Nasional

0

KENDARIKINI.COM – Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM), Irjen Pol Dr. Anwar, S.I.K., M.Si., menegaskan komitmen Polri dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG). Polri, kata dia, telah menginisiasi pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari dukungan nyata terhadap program tersebut.

“Polri tidak tinggal diam. Kami turut membantu pemerintah dengan membangun SPPG untuk mendukung program MBG. Hingga saat ini sudah ada 464 unit yang dibangun bersama MBG, dan lebih dari 40 di antaranya sudah beroperasi,” ungkap Irjen Anwar, Kamis (11/9/2025).

Ia menambahkan, keberhasilan program MBG akan menjadi investasi besar bagi generasi mendatang. “Harapannya, kebutuhan gizi anak-anak Indonesia bisa terpenuhi sejak dini. Inilah yang menjadi fondasi menuju Indonesia Emas,” ujar mantan Kapolda Bengkulu itu.

Selain itu, Anwar juga menekankan pentingnya pembinaan SDM Polri sebagaimana arahan Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.. Menurutnya, perhatian Kapolri dalam pengembangan SDM sangat besar, mulai dari proses rekrutmen, pembinaan karier, hingga pemberian reward and punishment.

Ia mencontohkan, salah satu bentuk perhatian tersebut adalah keterlibatan SDM Polri dalam program ketahanan pangan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. “Bidang SDM diminta untuk mengawal program ketahanan pangan sampai ke jajaran bawah, dari tingkat Mabes hingga Polres dan Polsek,” ucapnya.

Lebih lanjut, Anwar mengungkapkan bahwa Polri mendapat target mendukung penanaman jagung seluas 1 juta hektare. Target tersebut selaras dengan rencana Presiden yang mencanangkan penghentian impor jagung di akhir tahun ini.

“Jika terealisasi, maka bisa menghasilkan sekitar 4 juta ton. Satu juta ton disiapkan sebagai cadangan pangan, sementara sisanya untuk didistribusikan kepada masyarakat,” jelas Anwar.*

Warga Ungkap Kejanggalan Antrian BBM Subsidi Jenis Solar di Sejumlah SPBU di Kota Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Salah seorang warga Kota Kendari, Sahid membenarkan sejumlah kejanggalan antrian di sejumlah SPBU Kota Kendari.

Hal tesebut diungkapkan Sahid saat menyampaikan keluh kesahnya dihadapan PJU Polda yang sementara melaksanakan giat Jum’at Curhat.

Sahid mengatakan meskipun pihaknya telah menginstal aplikasi Mypertamina dan telah memiliki barcode pihaknya tak bisa mendapatkan BBM subsidi jenis solar di SPBU yang ada di kota Kendari.

“Saya sudah berkeliling di SPBU yang ada di Kota Kendari, diantaranya SPBU Punggolaka dan SPBU wulele, dan saya perlihatkan barcode saya, tapi saya tidak dikasih BBM subsidi jenis solar, alasan pihak SPBU sudah ada jatah untuk antrian,” katanya, Jum’at 12 September 2025

“Sekitar 200 sampai 300 antrian yang telah dijatah itu sudah ada yang punya, dan orang-orangnya itu saja yang mengantri,” tambahnya.

Lanjut, Sahid bahwa hal tesebut terasa aneh, dikarenakan jatah BBM subsidi jenis solar yang diantrikan itu seharusnya cukup untuk kebutuhan 3 sampai 4 hari.

“Ada oknum-oknum yang seperti preman juga yang menjaga sejumlah SPBU, ini bisa terjadi konflik jika dibiarkan berlarut-larut,” ungkapnya.

Pihaknya juga memperlihatkan barcode yang telah ia peroleh dari aplikasi Mypertamina.

“Ini barcode saya asli, bisa di cek, tapi apa guna saya tidak bisa dapat Solar, padahal saya hanya gunakan untuk kepentingan usaha saya sehari-hari, bukan untuk dijual kembali lalu dioplos jadi solar industri,” bebernya.

Pihaknya juga meminta pihak kepolisian untuk menindak hal tersebut.

“Melalui forum ini saya minta pihak kepolisian untuk segera mengusut ini, jangan dibiarkan berlarut-larut,” pungkasnya.

Sementara itu PJU Polda Sultra yang hadir menyampaikan akan segera menindaklanjuti aduan tersebut.*

Kronologi Kasus Dugaan Korupsi Kapal Azimut yang Rugikan Negara 8 Miliar

0

KENDARIKINI.COM – Polda Sultra telah menetapkan dua tersangka dalam perkara dugaan korupsi kapal Azimut Yachts 43 Atlantis, Jum’at 12 September 2025.

Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko mengungkapkan kronologi kasus korupsi tersebut.

“Bahwa pada tahun anggaran 2020, Biro Umum Setda Provinsi Sultra menganggarkan paket pekerjaan Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Angkutan di Atas Air Bermotor Penumpang Speed Boat dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp.12.181.600.000 yang bersumber dari APBD Provinsi Sultra,” katanya.

Selanjutnya paket pekerjaan tersebut dilakukan proses lelang yang kemudian dimenangkan oleh CV Wahana dengan nilai kontrak Rp.9.982.500.000.

“Dengan waktu pekerjaan selama 60 (enam Puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal 27 Maret 2020 sampai dengan 25 Mei 2020, kemudian CV Wahana melalui saudara I berkomunikasi dengan pemilik Kapal Azimut Yachts 43 Atlantis 56 saudara SE alias T (almarhum) untuk segera didistribusikan kapal tersebut ke tempat tujuan akhir (Kota Kendari),” ungkapnya.

Kemudian Bawa pembayaran hasil pekerjaan pengadaan kapal Azimut Yachts 43 atlantis 56 dllaksanakan 23 Juli 2020 ke rekening CV Wahana.

“Kemudian AL menerima fee sebanyak Rp 100.000.000,- sebagai jasa peminjaman bendera perusahaan CV Wahana, sedangkan sisanya untuk saudara I sebanyak Rp.780.375.0000, diambil oleh saksi I,” bebernya.

Pihaknya juga membeberkan bahwa berdasarkan Leraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PERLEM LKPP) Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pelaksanaan pengadaan Barang/Jasa Melalui Penyedia bagian 2. 3,2.6 yang pada pokoknya menyatakan bahwa barang yang dipasok adalan asli, barang/produk baru (hasil produksi tahun terakhir), belum pernah dipakai dan bukan barang/produk yang diperbaharui/rekondisi.

“Namun dari fakta-fakta pemeriksaan ditemukan bahwa kapal Azimut Yachts 43 Atlantis merupakan kapal bekas yang di produksi di negara Italia pada tahun 2016, dan masih berbendara Singapura serta keberadaannya di Indonesia dengan berstatus Impor Sementara,” bebernya lagi.

Dalam perkara ini pihaknya juga memeriksa 21 saksi, dan 6 Ahli. Selain itu pihaknya juga telah mengamankan kapal tersebut beserta barang bukti lainnya.*

Musda Pertama JMSI Sultra Bakal Dihadiri Ketua OKK

0

KENDARIKINI.COM – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) siap menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-I yang akan berlangsung di Picco Villa Laut, Kendari, pada Minggu 14 September 2025.

Ketua JMSI Sultra, M. Nasir Idris, mengungkapkan bahwa Musda merupakan forum tertinggi organisasi yang bertujuan untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan periode 2020–2025 sekaligus memilih ketua baru JMSI Sultra untuk masa bakti 2025–2030.

“Musda ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem media siber yang sehat dan profesional di Sultra. Selain evaluasi, forum ini juga akan melahirkan pemimpin baru yang siap membawa JMSI lebih maju,” ujar Nasir.

Rencananya, Musda ke-I JMSI Sultra juga akan dihadiri oleh Ketua OKK JMSI Pusat, Faisal Andri Mahrawa, serta sejumlah pengurus JMSI dari kabupaten/kota se-Sultra. Kehadiran pengurus pusat diharapkan memberi semangat dan warna baru bagi perjalanan organisasi di daerah.

Nasir menambahkan, dinamika di internal JMSI selama ini tetap menjunjung tinggi semangat musyawarah. Oleh karena itu, ia berharap Musda dapat berjalan lancar, demokratis, serta menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi perkembangan organisasi dan dunia pers di Sultra.

“Harapan kami, Musda ke-I ini tidak hanya sekadar forum pemilihan, tetapi juga menjadi wadah konsolidasi dan silaturahmi antaranggota JMSI Sultra,” tambahnya.

Musda I JMSI Sultra ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat peran JMSI sebagai mitra strategis pemerintah, sekaligus menjaga independensi dan profesionalisme media siber di daerah.*

Rugikan Negara 8 Miliar, Polda Sultra Tetapkan Dua Tersangka Perkara Dugaan Korupsi Kapal Azimut

0

KENDARIKINI.COM – Polda Sultra menetapkan dua tersangka dalam perkara dugaan korupsi kapal Azimut Yachts 43 Atlantis, Jum’at 12 September 2025.

Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko mengatakan bahwa kedua tersangka tersebut diantaranya AS dan AL.

“Tersangka pertama AL merupakan mantan kepala biro umum Setda Provinsi Sultra dan juga selaku PPK, dan AL Direktur CV Wahana selaku penyedia kapal,” katanya.

Lanjutnya bahwa berdasarkan hasil audit BPKP perwakilan Sultra kerugian negara yang ditemukan senilai 8 Miliar lebih.

“Kerugian Negara dalam perkara ini senilai Rp 8.058.500.000,- total lost,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa kedua tersangka dijerat pasal 2 Ayat 1 UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagiamana telah diubah UU No 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP Pidana.*

Polda Sultra Bakal Tindak Dugaan Pungli dan Korupsi Parkir Liar di Kota Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Menjawab keluhan dan keresahan masyarakat yang disampaikan di Momentum Jum’at Curhat, Polda Sultra menegaskan akan melakukan tindakan tegas terhadap parkir liar di Kota Kendari yang kian marak.

Sebelumnya juga Polda Sultra telah mengamankan sejumlah tukang parkir yang kedapatan membawa senjata tajam.

Dihadapan masyarakat, Wadirkrimum Polda Sultra AKBP Mulkaifin menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap parkir liar di Kota Kendari yang kian marak.

“Pertama kita akan selidiki dugaan pungutan liar dan apabila kita temukan dugaan korupsi nya kita akan limpahkan ke Krimsus,” katanya, Jum’at 12 September 2025.

Lanjutnya pihaknya juga geram terhadap fenomena parkir liar yang bahkan telah menelan korban.

“Sudah tidak ada rompi dan tidak ada tanda pengenal bahkan terkadang seenaknya saja menenuntukan tarif parkirnya,” ungkapnya.

Pihaknya juga membeberkan bahwa hasil dari parkir liar juga tak jelas peruntukannya untuk apa.

“Hasil dari parkir liar ini kita tidak tahu kemana, tidak ada masuk ke pemerintah sebagai pendapatan daerah, nah ini kita akan beri tindakan tegas,” pungkasnya.*

Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Gerbang Wisata Kendari-Toronipa Masuk Tahap Penghitungan Kerugian Negara

0

KENDARIKINI.COM – Babak baru kasus dugaan korupsi pembangunan gerbang wisata Kendari-Toronipa masuk tahap penghitungan kerugian negara, Jum’at 12 September 2025.

Dirkrimsus Polda Sultra KBP Dodi Ruyatman melalui Kasubdit Tipidkor Kompol Niko Darutama mengatakan bahwa saat ini perkara tersebut telah masuk tahapan penghitungan kerugian negara.

“Sudah naik sidik, sekarang masuk tahapan penghitungan kerugian negara, kita telah menyurat ke BPKP selaku institusi yang berwenang melakukan penghitungan kerugian negara, dan saat ini kita masih menunggu hasil penghitungan kerugian negaranya,” jelasnya.

Lanjutnya bahwa pihaknya juga menyampaikan bahwa telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dalam perkara ini.

“Kita sudah periksa dan ambil keterangan dari saksi-saksi yang berkaitan dalam perkara ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui sebelumnya perkara ini menjadi atensi Polda Sultra usai viralnya video gerbang tersebut yang lobang dan mengalami kerusakan disejumlah bagian tak lama setelah diresmikan.

Selain itu Anggaran pembangunan Gerbang Wisata Kendari-Toronipa mencapai Rp 33 Miliar.*

Berawal dari Mobil Kontainer Sambar Pohon, Ibu Pengendara Motor Meninggal Dunia Setelah Tertimpa Ranting

0

KENDARIKINI.COM – Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Pattimura, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, pada Kamis, 11 September 2025, sekitar pukul 15.00 WITA.

Sebuah mobil kontainer yang melaju dari arah Puuwatu menuju Mandonga menyambar batang pohon di pinggir jalan hingga tumbang dan menimpa sepeda motor yang melintas.

Akibatnya, seorang ibu pengendara motor, Tuti Triana, meninggal dunia di tempat setelah mengalami luka parah di bagian kepala. Sementara anaknya yang dibonceng mengalami luka-luka dan kini dirawat intensif di rumah sakit.

Kanit Gakkum Laka Lantas Satlantas Polresta Kendari, IPTU Syamsiar, mengungkapkan bahwa pengemudi mobil kontainer belum menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

“Akibat tertimpa batang pohon, pengendara motor, seorang perempuan bernama Tuti Triana, mengalami luka parah di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi. Sementara anaknya mengalami luka-luka dan kini dirawat intensif di rumah sakit,” ungkap Syamsiar.

Warga yang menyaksikan insiden tersebut langsung memberikan pertolongan awal dan membawa korban ke rumah sakit.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengimbau pengemudi kontainer untuk segera menyerahkan diri dan bertanggung jawab atas kejadian maut tersebut.(Amin)*

Polda Sultra: Begini Perkembangan Penanganan DPO Penganiayaan Terhadap Anak

0

KENDARIKINI.COM – Sebagai bagian dari komitmen transparansi dalam penegakkan hukum, Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan perkembangan penanganan kasus penganiayaan terhadap anak di bawah umur hingga meninggal dunia yang terjadi di Kabupaten Wakatobi pada tahun 2014 silam. Perkara tersebut sebelumnya telah ditangani oleh Polres Wakatobi, di mana dua tersangka telah menjalani hukuman, sementara satu orang lain berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) selama 11 tahun.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra kini menangani penanganan DPO tersebut sebagai langkah peningkatan pelayanan kepada masyarakat terkait penegakan hukum.

Atas penanganan perkara yang dilakukan oleh Polres Wakatobi, pengawas internal telah melakukan audit dengan dua rekomendasi.
Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Iis Kristian, S.I.K menjelaskan Audit internal menghasilkan dua rekomendasi. Pertama, penanganan perkara selanjutnya ditangani oleh Ditreskrimum Polda Sultra. Kedua, memberikan sanksi kepada petugas Yanmin Reskrim Polres Wakatobi yang lalai saat penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang diajukan oleh DPO untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPRD.

_”Terhadap kedua rekomendasi tersebut telah ditindak lanjuti dengan memberikan sanksi kepada petugas yang lalai berupa penempatan khusus (patsus), demosi jabatan selama 3 tahun, serta pembatalan keikutsertaan dalam pendidikan perwira,”_ ungkap Kabid Humas, Kamis 11 September 2025.

Sementara itu, perkembangan penanganan DPO saat ini telah sampai pada tahap pemanggilan pertama oleh penyidik Ditreskrimum. Namun, yang bersangkutan belum memenuhi panggilan dengan alasan kendala transportasi laut. Kemudian Penyidik telah melayangkan panggilan kedua sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berjalan untuk pemeriksaan yang dijadwalkan Minggu depan.*

Penggerebekan Dugaan Kasus Sabu di Muna Kembali Terjadi, Video Berdurasi 31 Detik Beredar di Medsos

0

KENDARIKINI.COM – Penggerebekan dugaan kasus sabu atau garam China kembali terjadi di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dikabarkan, aksi tersebut dilakukan pada Rabu, 10 September 2025 malam di Kelurahan Laiworu, Kecamatan Batalaiworu.

Berdasarkan unggahan video dari akun Facebook @Alfin Naff, terlihat kegiatan penggerebekan di sebuah rumah.

Dalam video tersebut, ditemukan sebuah bungkusan kertas berwarna putih yang cukup mencurigakan. Namun, belum diketahui secara pasti isi dalam kertas tersebut.

Selain itu, terlihat seorang pria dengan borgol di tangannya yang mengaku tidak mengetahui tentang bungkusan kertas tersebut.

“Alhamdulillah bukan saya punya,” kata pria tersebut.

Kapolsek Katobu, IPTU La Ode Alimusmin mengaku belum mengetahui kejadian tersebut.

“Saya belum monitor. Mungkin dari Polres yang grebek,” ujarnya pada Kamis, 11 September 2025.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Muna, IPDA Baharuddin, belum memberikan keterangan resmi mengenai kejadian ini.(Amin)*

Kasek MAN 1 Kendari: Uang Komite Berdasarkan Kesepakatan Orang Tua Pelajar

0

KENDARIKINI.COM – Kepala Sekolah (Kasek) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 (Satu) Kendari, Tangkalalo mengatakan bahwa uang komite berdasarkan kesepakatan orang tua pelajar.

“Uang komite berdasarkan kesepakatan orang tua pelajar, semua berawal dari kesepakatan dan rapat, yang menjadi Ketua Komite juga orang tua siswa,” katanya, Kamis 11 September 2025 saat ditemui diruangannya.

Lanjutnya bahwa hal tersebut juga telah mengacu kepada Keputusan Menteri Agama.

Ia juga menambah bahwa langkah pengambilan uang komite untuk menutupi keterbatasan anggaran sekolah.

“Jadi kan Tahun 2021 MAN 1 Kendari kebanjiran, nah berawal dari situ, sementara kalau kita mau mengusul ke pemerintahan butuh proses yang panjang, dan nilai nominal yang ditetapkan juga keputusan bersama orang tua siswa,” ungkapnya.

Ia juga membeberkan bahwa hasil uang komite juga dikelola secara transparan untuk keperluan sekolah.

“Bangun gedung, paving blok, dan membantu gaji guru honorer,” pungkasnya.*

Polri Siapkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Banjir dan Longsor di Bali

0

KENDARIKINI.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Bali memastikan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berhenti pada proses evakuasi korban, tetapi juga menyentuh pemulihan kondisi masyarakat terdampak. Polri bersama instansi terkait menyalurkan bantuan logistik, mendirikan posko darurat, serta menyiapkan program trauma healing bagi para pengungsi, terutama anak-anak dan keluarga korban.

Trauma healing menjadi perhatian penting karena bencana alam tidak hanya menimbulkan kerugian fisik, tetapi juga berdampak pada psikologis masyarakat. Melalui tim psikolog kepolisian, Polri berupaya membantu para pengungsi mengatasi rasa takut, cemas, dan stres yang muncul akibat banjir dan longsor. Program ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan di lokasi pengungsian hingga kondisi masyarakat dinilai stabil.

Tidak hanya fokus pada penyelamatan fisik, Polri juga menaruh perhatian pada kondisi psikologis para korban. Kapolda Bali menegaskan bahwa Polri akan terus mendampingi masyarakat hingga situasi benar-benar pulih. “Kami tidak hanya hadir untuk mengevakuasi dan memberikan bantuan logistik, tetapi juga memastikan pemulihan mental warga. Trauma healing menjadi bagian penting agar masyarakat terdampak dapat kembali bangkit,” ujarnya.

Kehadiran Polri dalam penanganan bencana ini diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat Bali yang terdampak. Dengan sinergi lintas instansi dan dukungan penuh masyarakat, proses pemulihan pascabencana diyakini dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh.*

Banjir dan Longsor Melanda Bali, Polri Kerahkan Personel Bantu Penanganan

0

KENDARIKINI.COM – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Provinsi Bali pada 9 hingga 10 September 2025 memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Sejumlah akses jalan utama tertutup material longsor, sementara beberapa pemukiman warga terendam air. Berdasarkan laporan sementara, bencana ini menewaskan 7 orang, melukai 47 orang, serta memaksa 237 warga mengungsi ke 4 titik lokasi pengungsian.

Menanggapi kondisi darurat tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat bersama TNI, BPBD, serta instansi terkait. Personel Polri dikerahkan untuk membantu evakuasi korban, membuka jalur yang tertutup material longsor, hingga mengatur arus lalu lintas agar distribusi bantuan logistik tidak terhambat.

Kapolda Bali menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. “Polri berkomitmen hadir di tengah masyarakat, bersinergi dengan seluruh instansi untuk memastikan evakuasi berjalan lancar dan kebutuhan warga di pengungsian dapat terpenuhi,” ujarnya.

Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pembersihan jalur yang terdampak longsor dan menyalurkan bantuan logistik ke lokasi pengungsian. Polri juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca masih berpotensi menimbulkan bencana susulan.*

Polri Ungkap Kasus Penelantaran dan Kekerasan Berat Anak

0

KENDARIKINI.COM – Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA & PPO) Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus penelantaran dan kekerasan berat terhadap seorang anak perempuan berusia 9 tahun berinisial AMK. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Rabu dini hari (11/6/2025) di depan sebuah kios di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Saat ditemukan, korban terbaring lemah di atas kardus, dengan tubuh penuh luka dan tanda-tanda malnutrisi. Wajahnya mengalami luka bakar, tangan patah, tubuh penuh memar, dan kondisinya sangat memprihatinkan. Petugas yang menerima laporan segera mengevakuasi korban ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

Kasubdit II Dittipid PPA & PPO Bareskrim Polri bergerak cepat memimpin proses penyelidikan. Prinsip penanganan yang dipegang adalah memastikan korban tidak hanya mendapatkan keadilan hukum, tetapi juga perlindungan dan pemulihan menyeluruh, termasuk perawatan medis, pendampingan psikologis, dan pengasuhan sementara di bawah pengawasan Dinas Sosial serta UPTD PPA.

Dalam proses pemeriksaan yang didampingi pekerja sosial, korban mengungkapkan secara polos bahwa dirinya kerap disiksa oleh EF alias YA (40), yang dipanggilnya “Ayah Juna”. Pelaku disebut sering memukul, menendang, membanting, menyiram bensin dan membakar wajah korban di sawah, memukul dengan kayu hingga tulang patah, membacok dengan golok, hingga menyiram tubuh korban dengan air panas.

Korban juga menyebut SNK (42), ibu kandungnya, mengetahui penyiksaan tersebut dan bahkan setuju meninggalkan korban di Jakarta. Dalam kesaksiannya, korban dengan lirih berkata, “Aku tidak mau bertemu Ayah Juna, aku mau dia dikubur dan dikasih kembang.”

Kesaksian AMK diperkuat oleh saudara kembarnya, SF, yang menjadi saksi kunci. Selain itu, tersangka EF alias YA telah mengakui perbuatannya, sementara SNK juga mengakui perannya dalam penelantaran korban.

Direktur Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, menyampaikan bahwa kedua pelaku telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.

“Kami sangat prihatin atas penderitaan yang dialami korban. Ini adalah bentuk kekerasan yang sangat keji dan tidak berperikemanusiaan. Polri akan memproses kasus ini secara tegas tanpa kompromi terhadap para pelaku,” tegas Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah di Jakarta, Selasa (10/9/2025).

Ia menambahkan bahwa penetapan tersangka dilakukan berdasarkan alat bukti lengkap, termasuk keterangan saksi, hasil visum et repertum, keterangan ahli, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 76B jo 77B dan Pasal 76C jo 80 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 354 KUHP tentang penganiayaan berat. Ancaman hukuman maksimal adalah 8 tahun penjara dan denda hingga Rp100 juta.

Brigjen Nurul menegaskan, kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan terhadap anak sering kali terjadi bukan di jalanan, melainkan di rumah sendiri.

“Ruang keluarga seharusnya menjadi tempat paling aman bagi seorang anak. Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli, lebih peka, dan berani melapor bila melihat atau mendengar dugaan kekerasan terhadap anak. Perlindungan anak bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.

Polri juga membagikan sejumlah tips pencegahan dan penanganan kekerasan anak, antara lain:

– Jadilah tetangga yang peka terhadap tanda-tanda kekerasan pada anak.

– Dengarkan suara anak dan ciptakan ruang aman bagi mereka.

– Segera laporkan dugaan kekerasan ke Unit PPA Polri, UPTD PPA setempat, atau hubungi 110, hotline SAPA KemenPPPA 129, dan Tepsa Kemensos 1500771.

– Bentuk komunitas peduli anak di tingkat sekolah, RT/RW, dan masyarakat.

– Dukung pemulihan korban dengan memberi rasa aman dan tidak menyalahkan anak.

Polri memastikan akan terus meningkatkan perlindungan terhadap anak-anak dan memperkuat sinergi dengan masyarakat, lembaga sosial, dan pemerintah daerah.*

PT Vale IGP Pomalaa Pekerjakan 70,65 Persen Masyarakat Lokal

0

KENDARIKINI.COM – Dalam rangka mewujudkan komitmen PT Vale IGP Pomalaa dalam memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal Kolaka mendapat pengakuan dari Pemerintah Kabupaten Kolaka, Kamis 11 September 2025.

Terbukti, perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan tersebut, telah memenuhi aturan pemerintah dalam memprioritaskan tenaga kerja dan pengusaha lokal Kolaka dalam operasionalnya.

Saat ini tercatat PT Vale setidaknya memiliki sebanyak 4.156 tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.894 atau 70,65 Persen diantaranya merupakan tenaga kerja lokal Kolaka, yang mengantongi KTP Kolaka. Sedangkan jumlah tenaga kerja dari luar kabupaten Kolaka sebanyak 1.262 orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kolaka, Andi Pangoriseng menyampaikan, PT Vale menunjukkan komitmen kuat untuk mengutamakan perekrutan putra daerah Kolaka sebagai tenaga kerja. “Di rapat Forkopimda Kolaka ini juga tadi dibahas. Kehadiran investasi harus sejalan dengan kepentingan masyarakat, baik pekerja maupun pengusaha. Hal ini sudah diakomodir PT Vale sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya Rabu 10 September 2025.

Ia menyebut, Pemkab Kolaka telah menetapkan bahwa perekrutan tenaga kerja di perusahaan yang beroperasi di Kolaka, harus melibatkan Disnakertrans dan Capil. Hal itu untuk memastikan calon tenaga kerja yang akan direkrut adalah warga Kolaka. Setelah melalui “filter” dari pemerintah, selanjutnya perekrutan diserahkan kepada perusahaan, termasuk PT Vale, untuk merekrut sesuai kebutuhannya.

“Untuk rekrutmen tenaga kerja semua sistemnya sama dengan umum. Direkrutmen itu semua penjaringan kependudukan ditangani oleh Disnaker dengan Capil. Nah, itu ada timnya. Tapi, secara teknis sesuai dengan kebutuhan keahlian, itu ranahnya perusahaan yang akan merekrut tenaga kerja tersebut. Nah, hal itu tidak bisa dicampuri,” ungkap Andi.

Sesuai amanah Perda Nomor 19 Tahun 2022 dan Perbup Kolaka Nomor 56 Tahun 2023 tentang pemberdayaan pekerja lokal dan pengusaha lokal, ia menilai langkah PT Vale mampu memberi dampak positif pada perekrutan tenaga kerja lokal di Kolaka dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita lihat angka pengangguran pada bulan 12 tahun 2024, tercatat sekitar 3.000 pengangguran. Nah, sekarang ini Januari sampai dengan April, sudah ada 3.023 penerimaan tenaga kerja. Tetapi, masih tetap terdata mulai bulan Mei sampai Agustus itu, ada pencari kerja 3.000 sekian. Tapi, itu kan kuota dari alumni tamatan SMA, SMK pada bulan 5, serta alumni universitas,” bebernya.

Selain menyerap tenaga kerja, Andi juga mengungkapkan PT Vale menunjukkan keberpihakan yang kuat kepada pengusaha lokal Kolaka, dengan melibatkan mereka secara aktif dalam rantai kerja perusahaan. Hal itu dibenarkan oleh Sekretaris Assosasi Kontraktor Jasa Pertambangan Pomalaa (Askojap), Chairul Manomang. Menurut Chairul, program pemberdayaan pengusaha lokal yang dijalankan PT Vale Indonesia Tbk, telah memberikan manfaat nyata. Dukungan perusahaan tambang nikel tersebut, dinilai mampu mendorong kemandirian dan meningkatkan kapasitas usaha masyarakat.

“Ada empat asosiasi yang diakui oleh PT Vale di Blok Pomalaa. Salah satunya Asosiasi Kontraktor Jasa Pertambangan Pomalaa (Askojap). Selain itu, ada HP3M, Hippo dan Asosiasi Masyarakat Pomalaa. Di Askojap, kami tergabung sekitar 130 perusahaan,” ungkap Chairul Manomang.

Menurutnya, bentuk pemberdayaan PT Vale untuk tenaga kerja lokal sangat jelas. Karena salah satu syarat menjadi anggota asosiasi itu harus memiliki KTP Kolaka, perusahaan beralamat dan didirikan di Kolaka, kemudian pemilik saham minimal 51 persen orang Kolaka.

“Jadi terlebih dahulu menjadi anggota asosiasi lokal, dengan memberlakukan syarat yang ditentukan, kemudian baru bisa mengikuti proses lelang pekerjaan di PT Vale. Tidak asal-asalan, mau masuk begitu saja,” tegasnya.

Ia menilai, PT Vale telah menciptakan efek domino yang positif, terutama dalam hal peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal. “Banyak warga sekitar yang terserap di usaha kami. Itu semua bisa berjalan karena adanya dukungan dari PT Vale,” tutupnya.*

Jaga Ekosistem Danau Towuti, PT Vale Uji Kualitas Air

0

KENDARIKINI.COM — Upaya pemulihan pasca-insiden pipa minyak di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur terus berlanjut dengan mengedepankan pendekatan kolaborasi dan ilmiah. Memasuki hari ke-19, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) kini fokus memastikan kualitas air di Danau Towuti terjaga.

Demi memastikan komitmen tersebut, perseroan melibatkan tiga orang tim ahli dari HAS Environmental, Rabu (10/09.2025) dengan melalukan pemantauan kualitas air di kawasan Danau Towuti. Pengambilan sampel dilakukan secara menyeluruh menggunakan standar metode ilmiah dan peralatan uji modern untuk memastikan hasil yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pengambilan sampel dimulai dari area sekitar dermaga, kemudian bergerak menuju bagian tengah danau, hingga ke area dekat muara Sungai. Kegiatan ditutup dengan pengambilan sampel air dari tangki air warga Towuti, untuk memeriksa kualitas tangki yang digunakan warga.

Tenaga Ahli HAS Environment, Tri Wisnu Febrianto bertanggung jawab untuk proses pengambilan sampel air ini, memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prosedur yang ditetapkan.

“Kami menggunakan metode ilmiah yang tervalidasi dan peralatan modern untuk memastikan data yang kami peroleh akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan cakupan lokasi yang beragam, hasil pemantauan ini akan menjadi rujukan penting dalam memastikan air tetap aman bagi lingkungan dan masyarakat,” jelas Tri Wisnu Febrianto, Rabu (10/9/2025).

Peralatan yang digunakan yakni, Portable Environmental Quality Monitor (EQM). Alat ini mampu mendeteksi polutan secara real-time, termasuk gas berbahaya yang dihasilkan dari Marine Fuel Oil (MFO) seperti Sulfur Dioxide (SO2) dan Volatile Organic Compound (VOC), yang berisiko terhadap kesehatan pernapasan. Pemeriksaan ini menjadi langkah proaktif untuk memastikan udara di lingkungan warga tetap aman.

Di sisi lain, upaya di darat juga terus berlangsung. Di titik 7, selama dua minggu terakhir, relawan bersama empat orang dari tim SAR, Batara Guru Rescue, Malili, tetap siaga dari pagi hingga sore hari untuk mendukung proses pembersihan pada area terdampak.

Endra Kusuma, Head of External Relations PT Vale, mengatakan, langkah ini adalah wujud nyata untuk memastikan pemulihan yang tuntas dan berkelanjutan.

“Kami tidak hanya berfokus pada area yang terlihat, tetapi juga melangkah lebih jauh, sampai ke Danau Towuti, untuk memastikan tidak ada dampak yang luput dari penanganan. Kami percaya, dengan pendekatan berbasis ilmiah dan data yang akurat, kami dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat dan menjamin kelestarian lingkungan kita bersama.”ungkapnya.

Harapannya, proses ini tidak hanya mengembalikan kondisi lingkungan, tetapi juga membangun kembali rasa aman masyarakat secara menyeluruh.

Hingga hari ke-19 dari total 220 aduan yang tercatat dari enam desa terdampak, 48% di antaranya telah berhasil diselesaikan. Data ini menjadi bukti nyata komitmen PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dalam memastikan setiap keluhan ditangani dengan baik.*

Menghapus SEP dan Hilangkan Kwitansi Pasien Jaminan BPJS Kesehatan, RSU Hermina Kendari Terancam Sanksi Administrasi dan Pidana

0

KENDARIKINI.COM – Aplikasi VClaim adalah sistem berbasis web yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan untuk memudahkan rumah sakit dalam membuat Surat Eligibilitas Peserta (SEP) dan mengajukan klaim secara daring kepada BPJS Kesehatan.

Dengan VClaim, petugas rumah sakit dapat memasukkan data pelayanan pasien BPJS secara online, sehingga proses pengajuan klaim menjadi lebih cepat, efisien, dan mengurangi penggunaan dokumen fisik. Namun secanggih apa pun aplikasi VClaim ini bukan berarti tidak memiliki kekurangan dalam memudahkan klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari petugas rumah sakit ke BPJS Kesehatan.

Kekurangan tersebut nampak pada kasus pasien jaminan BPJS Kesehatan sebelum berpindah ke pasien jaminan umum di Rumah Sakit Umum (RSU) Hermina Kendari. Pasien dimaksud adalah Yayuk Sapta Bella, saat masuk untuk pemantapan paru di RSU Hermina Kendari, pada tanggal 24 Juli 2025 pagi.

Awal masuk di RSU Hermina Kendari, pasien bernama Yayuk Sapta Bella, mendaftar dengan menggunakan jaminan BPJS Kesehatan kelas III. Setelah mendaftar dengan menggunakan jaminan BPJS kesehatan di RSU Hermina Kendari, maka keluar Surat Eligibilitas Peserta (SEP) BPJS Kesehatan.

Pada tanggal 24 Juli 2025 malam, pasien bernama Yayuk Sapta Bella, berpindah secara manual dari jaminan BPJS Kesehatan ke jaminan pribadi (umum). Namun data pasien secara online, pasca berpidah menjadi jaminan pribadi (umum), dalam aplikasi VClaim ini penjamin masih tetap BPJS Kesehatan, sehingga dalam Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Hermina Kendari, kwitansi pasien penjamin BPJS Kesehatan.

Bahkan pasca pasien berpindah dari jaminan BPJS Kesehatan ke jaminan pribadi (umum), pihak RSU Hermina Kendari dengan tidak sengaja belum mengubah kwitansi pasien menjadi jaminan pribadi (umum). Hal ini merupakan kesalahan teknis. Dan kesalahan teknis ini telah diakui pihak RSU Hermina Kendari.

Menurut Dokter Fauziah, ketika pasien berpindah dari kepesertaan jaminan BPJS kesehatan ke kepesertaan jaminan pribadi (umum) harus kami lakukan double cek lebih dahulu sebelum memberikan tagihan kwitansi (billing).

“Sebenarnya seharusnya kami lakukan doubel cek lebih dahulu lalu kita hilangkan penjaminan tersebut,” kata Dokter Fauziah saat diwawancarai media ini pada hari Senin, 25 Agustus 2025 lalu di RSU Hermina Kendari.

Polda Sultra Amankan Pelaku Pencurian AC di Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Tim Resmob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), akhirnya berhasil meringkus pelaku pencurian 7 buah AC di salah satu Mess karyawan kantor swasta di Kota Kendari, Rabu (10/9/2025).

Proses penangkapan dipimpin langsung oleh Ipda Mahdis serta beberapa personel Resmob Polda Sultra.

Pelaku ditangkap di Jalan Merdeka Raya, tepatnya di belakang Hotel Athaya, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari sekira pukul 15.30 Wita.

Aksi penangkapan sempat berlangsung dramatis, tim Resmob terlibat kejar-kejaran dengan pelaku yang berusaha melarikan diri.

Pelaku akhirnya berhasil diringkus tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke salah satu rumah yang menjadi tempat penyimpanan AC hasil curian milik korban.

Kanit Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sultra, AKP Gayus Pambudhi Utomo yang dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku pencurian AC tersebut.

Saat diinterogasi pelaku mengaku dialah yang yang mencuri sejumlah AC di sebuah Mess karyawan yang berlokasi di Jalan Sao-sao.

“Pelakunya inisial RA (27) tahun. Barang bukti yang kita amankan ada 7 buah AC hasil curian milik korban yang kita temukan di sebuah rumah di Jalan Merdeka Raya,” katanya.

Berdasarakan informasi yang diterima awak media ini, pelaku rupanya dalam kondisi positif menggunakan sabu.

Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolda Sultra untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.*

PLN Buat Warga Binaan Makin Berdaya dengan FABA

0

KENDARIKINI.COM – – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, kini mampu menggerakkan roda perekonomian dengan keterampilan baru. Melalui pengelolaan abu sisa pembakaran batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala berupa _Fly Ash_ dan _Bottom Ash_ (FABA), warga binaan mampu menghasilkan produk konstruksi bernilai ekonomi. FABA yang sebelumnya dipandang sebagai limbah tanpa nilai kini berubah menjadi sumber penghidupan baru.

Melalui _workshop_ FABA yang memanfaatkan lahan tidur di Pulau Nusakambangan, warga binaan dibekali keterampilan mengolah limbah menjadi produk seperti batako, _paving block, roaster,_ hingga buis beton. Kolaborasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dengan PT PLN (Persero) tersebut menjadi bagian dari transformasi lembaga pemasyarakatan, dari citra “penjara menakutkan” menjadi pusat pemberdayaan yang memberi bekal nyata untuk membangun kehidupan produktif pascapembinaan.

Salah seorang warga binaan Lapas Terbuka Nusakambangan, Kevin Ruben Rafael, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya _workshop_ pengelolaan FABA dari PLN.

“Ini sangat membantu kami sebagai warga binaan, karena menambah ilmu pengetahuan. Nanti, ketika kami keluar, ilmu ini bisa bermanfaat bagi kehidupan kami di masyarakat,” ujar Kevin.

Hal senada diungkapkan warga binaan Lapas Nirbaya Nusakambangan, Listianto, yang merasakan langsung manfaat program ini.

“Alhamdulillah, sekarang saya bisa mengikuti program ini. Saya ingin mandiri, saya ingin kembali ke masyarakat dengan menjadi yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Menteri Imipas, Agus Andrianto, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PLN dalam program pelatihan yang berfokus pada pemberdayaan warga binaan.

“Program ini merupakan model pelatihan kerja yang sedang kami galakkan untuk mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat,” ujarnya saat meninjau _Workshop_ Pengelolaan FABA di Lapas Nusakambangan, Selasa (9/9).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa pemanfaatan FABA menjadi produk bernilai guna tinggi dapat menciptakan peluang ekonomi sirkuler sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi lingkungan.

“Kami bangga, warga binaan Lapas Nusakambangan berhasil memanfaatkan limbah menjadi komoditas produktif. Kegiatan ini juga menciptakan lapangan kerja, memberi dampak positif bagi masyarakat, serta menghasilkan produk berkualitas dengan harga kompetitif,” ujar Darmawan.

Saat ini, workshop FABA di Nusakambangan dilengkapi dua unit mesin yang mampu memproduksi hingga 2 juta _paving block_ dan 1 juta batako setiap tahun. Jika kapasitas ini berjalan optimal dan produk mulai dipasarkan, _workshop berpotensi_ menghasilkan omzet hingga Rp5,4 miliar per tahun.

Darmawan menyampaikan bahwa sebanyak 30 warga binaan telah aktif dan terampil memproduksi olahan FABA. Ia optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah seiring pendampingan dan bimbingan yang berkelanjutan.

“Kami sangat terkesan dengan kemampuan warga binaan yang luar biasa, kedisiplinan, dan etos kerja mereka, sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas premium dan memiliki potensi pangsa pasar di industri,” tutur Darmawan.

Keberhasilan program ini menunjukkan peran lapas sebagai ruang pembinaan yang produktif dan berdaya guna.

“Ke depan, Nusakambangan akan menjadi percontohan nasional bagaimana sebuah lapas dapat berkembang menjadi episentrum kegiatan ekonomi sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat,” pungkas Darmawan.*

Berikut Kronologi Aksi Penikaman Istri Sah terhadap Istri Siri di Kolut

0

KENDARIKINI.COM – Berikut adalah kronologi aksi penikaman yang dilakukan oleh istri sah berinisial L (52) terhadap istri siri berinisial S (18) di Dusun III Bolosi, Desa Ponggiha, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) pada Selasa, 9 September 2025.

Kejadian ini bermula saat suami korban, Samsuddin, sedang berada di kebun miliknya. Tak lama kemudian, datang warga bernama Sule yang memberitahu Samsuddin bahwa korban, S (18), telah ditikam oleh L (52).

Bripka Putri dari Unit PPA Polres Kolut menjelaskan bahwa ketika Samsuddin bertemu dengan korban, ia terkejut melihat luka tikaman pada bagian punggung sebelah kiri korban.

“Pada saat itu pelapor bertemu korban yang berada di rumah Sule, sudah mengalami luka pada bagian punggung belakang sebelah kiri,” kata Putri pada Rabu, 10 September 2025.

Polisi telah mengamankan barang bukti berupa baju yang dikenakan korban dan pelaku, serta sebilah badik yang digunakan untuk menikam korban.

Saat ini, pelaku telah dibawa ke Polres Kolut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Pelaku telah dibawa ke Polres Kolut,” pungkas Putri.(Amin)*

BPJS Kesehatan Kendari Ungkap Ada Rumah Sakit yang Diduga Lakukan Kecurangan Jaminan Kesehatan

0

KENDARIKINI.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kendari mengungkapkan adanya dugaan kecurangan jaminan kesehatan yang dilakukan oleh sebuah rumah sakit di luar Kota Kendari.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kendari, Rinaldi Wibisono.

Menurut Rinaldi, kecurangan tersebut termasuk biaya yang fantastis dan sudah terjadi sejak lama di Sultra.

“Contohnya biaya jumlahnya fantastis itu ada dan itu tahun lama di Sulawesi Tenggara,” kata Rinaldi pada Selasa, 9 September 2025.

Rinaldi menambahkan bahwa rumah sakit yang diduga melakukan kecurangan tersebut berada di luar Kota Kendari.

Namun, ia enggan menyebutkan nama rumah sakit tersebut karena berkaitan dengan kode etik.

“Mohon maaf kalau itu secara kode etik tidak bisa kami sampaikan,” ujarnya.

Rinaldi juga menjelaskan bahwa temuan kecurangan ini seharusnya disampaikan oleh Tim TK JKN Kabupaten/Kota, karena mereka yang berhak menyampaikan informasi tersebut kepada publik.

“Sebenarnya yang berhak menyampaikan ini tim TK JKN Kabupaten Kota. Karena mereka yang berhak menyampaikan informasi itu ke publik,” pungkasnya.(Amin)*

Perantara Tuntut Kepala UBPN Antam Konut Diperiksa Kejagung

0

KENDARIKINI.COM – Ratusan mahasiswa Sulawesi Tenggara yang tergabung dalam Perantara (Pusat Perhimpunan Aktivis Nusantara) menggelar aksi unjuk rasa (Unras) di depan Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta. Aksi ini menuntut agar aparat penegak hukum segera memeriksa Kepala Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) PT ANTAM Konawe Utara terkait dugaan manipulasi data produksi dan penyalahgunaan dana CSR.

Dalam orasinya, massa aksi menyinggung tidak pernah munculnya laporan produksi dari Blok Tapunopaka dalam laporan resmi PT ANTAM selama empat tahun terakhir. Padahal, aktivitas penambangan di blok tersebut terus berjalan.

“Kami menduga kuat hasil produksi Tapunopaka dialihkan menggunakan dokumen IUP Pomalaa. Inilah praktik dokumen terbang yang jelas merugikan negara dan daerah. Konawe Utara kehilangan Dana Bagi Hasil, sementara negara kehilangan PNBP miliaran rupiah,” tegas Eghy, Jendlap Perantara.

Selain isu produksi, massa aksi juga menyoroti dugaan penyalahgunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT ANTAM UBPN Konut.

“CSR itu bukan belas kasihan, tapi kewajiban. Jika dikelola secara tertutup, maka besar kemungkinan ada penyalahgunaan dan masyarakat tidak mendapat manfaat nyata,” lanjut Eghy.

massa juga menyoroti pengelolaan dana CSR PT ANTAM UBPN Konut yang dinilai tidak transparan. Mereka menilai masyarakat hanya menerima dampak buruk dari kegiatan tambang, sementara manfaat sosial ekonomi dari program CSR justru tidak dirasakan secara nyata. Eghy menegaskan, CSR adalah kewajiban perusahaan yang harus dikelola secara terbuka dan tepat sasaran, bukan menjadi ruang gelap yang rawan disalahgunakan.

Dalam orasinya, Eghy menyerukan agar Kejaksaan Agung segera memanggil dan memeriksa Kepala UBPN Antam Konut. Ia juga menekankan bahwa rakyat Konawe Utara berhak mengetahui ke mana hasil tambangnya selama ini mengalir. “Jangan sampai SDA kita diangkut keluar, sementara masyarakat tetap hidup miskin. Kalau Kepala UBPN Konut tidak bisa menjamin transparansi, maka langkah paling tepat adalah Kejagung mencopotnya,” ujarnya dengan lantang di hadapan massa aksi.

Mahasiswa Sultra menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal isu ini hingga ada langkah nyata dari penegak hukum.

Selanjutnya pihaknya akan bertandang ke Dewan Perwakilan Rakyat dan Kementerian ESDM RI Bagi mereka, transparansi pengelolaan sumber daya alam adalah syarat mutlak agar keadilan dan kesejahteraan benar-benar dirasakan masyarakat di daerah tambang.

Sementara itu salah satu penanggung jawab PT Antam UBPN Konut, Fahrul yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan.*

Sopir di Kendari Diduga DiPHK Sepihak dan Gaji Dipotong

0

KENDARIKINI.COM – Dugaan praktik ketidakadilan kembali mencuat dalam dunia ketenagakerjaan di Sulawesi Tenggara (Sultra). Seorang sopir bernama Ruslan, yang telah bekerja selama tujuh tahun di PT Megah Putra Sejahtera, mengaku menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak dan pemotongan gaji yang dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa tenaga kerja PT ARR Anugrah Ilahi.

“Ini kebijakan yang sangat tidak manusiawi dan tidak adil, sehingga sangat merugikan kami sebagai karyawan lapangan. Kesannya perusahaan sengaja melakukan PHK sepihak terhadap saya dan pemotongan gaji tiap bulan terhadap beberapa karyawan lainnya untuk meraup keuntungan lebih besar,” kata Ruslan, Selasa 9 September 2025.

Kasus bermula dari dugaan penggelapan uang oleh seorang sales PT Megah Putra Sejahtera. Meski sopir dan helper hanya melaksanakan instruksi pengantaran barang, dampaknya justru ditimpakan kepada mereka.

“Kami mengantar barang semua atas perintah sales, dan yang melakukan penagihan ke toko pun itu sales. Namun tiba-tiba ada informasi dari kantor bahwa salah seorang sales membawa kabur uang hasil tagihannya. Seharusnya kasus itu dilimpahkan ke jalur hukum, jangan dampaknya dibebankan kepada sopir dan helper saja,” jelasnya.

Ruslan menuturkan, keluhan soal pemotongan gaji pernah disampaikan ke manajemen PT Megah Putra Sejahtera, tetapi bukannya mendapat solusi, ia malah disuruh pulang. Lebih jauh, ia mengaku ditekan untuk mengundurkan diri oleh pihak PT ARR setelah dihubungi langsung.

“Pimpinan perusahaan itu pula kemudian menelepon pihak PT ARR agar saya dikeluarkan. Setelah itu PT ARR menghubungi saya untuk memintanya membuat surat pengunduran diri, tetapi saya tidak mau,” ungkap Ruslan.

Ia menegaskan bahwa hak-haknya sebagai pekerja belum dipenuhi sesuai aturan ketenagakerjaan. Ia menuntut perusahaan memberikan pesangon, penghargaan masa kerja, uang penggantian hak, hingga surat keterangan kerja.

“Ini bukan waktu yang singkat. Tujuh tahun saya mengabdikan seluruh jiwa dan raga untuk kesuksesan perusahaan, lalu apa balasannya? Seharusnya perusahaan mempertimbangkan banyak hal sebelum mengambil keputusan,” tegasnya.

Praktik PHK yang dialami Ruslan diduga melanggar Pasal 151 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang mewajibkan perusahaan merundingkan rencana PHK dengan pekerja atau serikat buruh, dan hanya bisa dilakukan jika ada putusan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

Ketika dikonfirmasi, pimpinan PT ARR, Fajrin, membantah tuduhan PHK sepihak. Menurutnya, Ruslan bukan diberhentikan, melainkan mengundurkan diri.

“Masalah Ruslan setau saya di mau mengundurkan diri, jadi tidak ada pemutusan kerja. Tolong dipahami,” singkatnya melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Megah Putra Sejahtera di Kendari, Tri, belum memberikan tanggapan saat dihubungi wartawan media ini.

PT ARR Anugrah Ilahi diketahui berbasis di Makassar dengan lini bisnis outsourcing tenaga kerja, sementara PT Megah Putra Sejahtera juga berkantor pusat di Makassar dengan cabang di Kendari.*

SBSI dan Binwasnaker dan K3 Sultra Sidak Hotel Wixel Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kota Kendari dan Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker) dan K3 Disnakertrans Sultra melaksanakan sidak di Hotel Wixel Kendari, Rabu, 10 September 2025.

Sidak ini merupakan tindak lanjut dari laporan Ketua DPC SBSI Kota Kendari ke Binwasnaker dan K3 Disnakertrans Sultra pada Selasa 9 September 2025.

Menurut Ketua DPC SBSI Kota Kendari, Iswanto Sugiarto, bahwa untuk laporan saat ini terkait upah karyawan yang tidak sesuai aturan Upah Minimum Kota (UMK) Kendari Rp 3.314.389.

“Pemotongan gaji karyawan yang diduga tidak sesuai kontrak kerja di Wixel Hotel Kendari sehingga status karyawan Wixel Hotel Kendari ini Perjanjian Kerja Waktu (PKW) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT), dan ketidakjelasan wajib lapor ketenagakerjaan karyawan Wixel Hotel Kendari,” jelasnya.

“Laporan saat ini sesuai data yang kami punya gaji di bawah UMK. Gaji yang diberikan pihak Wixel itu Rp 2.500.000, bahkan ada yang Rp 2.200.000, kemudian ketidakjelasan kontrak kepada pekerja, sehingga status pekerjaan ini PKW atau PKWTT, dan wajib lapor ketenagakerjaan,” terang Iswanto saat diwawancarai media ini pada hari Rabu, 10 September 2025 di Kantor Binwasnaker dan K3
Disnakertrans Prov. Sultra.

Tak hanya itu Iswanto, mengungkapkan Wixel Hotel Kendari ini tidak melaporkan data karyawan ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Prov. Sultra, sehingga ia menduga Wixel Hotel Kendari telah melanggar ketentuan Undang-undangan Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan.

“Di mana perusahaan ini tidak melaporkan pekerjaannya kepada pihak pemerintah,” ungkapnya.

Bahkan ia menduga Wixel Hotel Kendari ini tidak memiliki regulasi tentang manajemen perusahaan, sehingga karyawan menghadapi ketidakpastian hukum ketika karyawan mengalami masalah dalam perusahaan tersebut.

“Perusahaan Wixel Hotel Kendari ini tidak mempunyai peraturan perusahaan, sehingga ada masalah kita bimbang mangacu ke mana. Saya minta kepada pihak Binwasnaker dan K3 Disnakertrans Prov. Sultra menyelesaikan ini dengan keterbukaan,” tutupnya.

Menanggapi dugaan dan permintaan tersebut, Kepala Bidang Binwasnaker dan K3 Disnakertrans Sultra, Asnia Nidi, terkait itu silahkan awasi kerja kami

“Silahkan awasi kami, kami tidak akan berbuat apa-apa,” ujar Asnia saat diwawancarai media ini pada hari Rabu, 10 September 2025 di Kantor Binwasnaker dan K3 Disnakertrans Prov. Sultra.

Untuk diketahui dalam proses sidak di Wixel Hotel Kendari ini Ketua DPC SBSI Kota Kendari dan pihak Bidang Binwasnaker dan K3 Disnakertrans Prov. Sultra saling adu mulut sehingga berujung baku hantam.(Faldi)*

Istri Sah Tikam Istri Siri di Kolut, Motifnya Cemburu

0

KENDARIKINI.COM – Aksi penikaman kembali terjadi di Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra). Kali ini, seorang istri sah berinisial L (52) menusuk istri siri berinisial S (18) di Dusun III Bolosi, Desa Ponggiha, Kecamatan Lasusua, pada Selasa, 9 September 2025.

Menurut Bripka Putri dari Unit PPA Polres Kolut, motif penikaman ini disebabkan oleh rasa cemburu.

“Penyebabnya karena istri kedua, faktor cemburu karena istri ketiga ini hanya nikah siri sudah sekitar 4 bulan,” kata Putri pada Rabu, 10 September 2025.

Pelaku menusuk korban dengan menggunakan badik di bagian punggung belakang, sehingga korban mengalami luka tusuk dengan 5 jahitan.

“Korban mendapat luka tusuk bagian punggung belakang 5 jahitan,” ujarnya.

Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djafar Harun Kolut untuk mendapatkan perawatan medis.

Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 351 ayat 1 KUH Pidana, yang dapat dijatuhi hukuman penjara maksimal 5 tahun. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.(Amin)*

Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan, PT WIN Bantu Pemerintah Desa Torobulu Perbaiki Jalan

0

KENDARIKINI.COM – PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah operasionalnya. Kali ini, perusahaan menurunkan dua unit alat berat untuk melakukan perapian dan penataan jalan desa sepanjang kurang lebih 400 meter dengan lebar 3 meter di Desa Torobulu, Kecamatan setempat.

Kegiatan ini disambut hangat oleh pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat yang merasa terbantu atas adanya dukungan infrastruktur dari perusahaan.

Kepala Desa Torobulu, Nilham menyampaikan rasa terima kasih kepada PT. Wijaya Inti Nusantara yang telah peduli terhadap kebutuhan infrastruktur desa.

“Kami sangat berterima kasih kepada PT. Wijaya Inti Nusantara yang telah menurunkan alat berat untuk merapikan jalan desa. Juga ucapan terima kasih kepada seluruh warga yang telah bergotong royong dan bekerjasama dalam pembangunan Desa Torobulu,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dusun Lorong Panggang, Hanapin, yang turut menyampaikan syukur atas perbaikan jalan yang dinilai sangat bermanfaat.

“Ini merupakan kebutuhan banyak orang. Terima kasih kepada PT. Wijaya Inti Nusantara yang telah membantu memperbaiki jalan kami,” ungkapnya.

Tokoh Pemuda Torobulu, Marlin, juga mengapresiasi kehadiran perusahaan yang tidak hanya meningkatkan perekonomian, tetapi juga melakukan pembenahan infrastruktur.

“Kami doakan PT. Wijaya Inti Nusantara semakin jaya, sukses, dan maju. Kehadiran perusahaan benar-benar memberi dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Wijaya Inti Nusantara, Nuriman Djailani, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

“Perbaikan dan penataan jalan ini merupakan wujud komitmen serta kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar. Kami berupaya merespons cepat kebutuhan masyarakat, apalagi ini berdampak positif bagi kemajuan desa maupun kelancaran aktivitas bersama,” jelasnya.

Dengan adanya kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat, diharapkan pembangunan infrastruktur desa dapat terus berkelanjutan sehingga memberi manfaat nyata bagi semua pihak.*

Pembayaran Uang Komite di MAN 1 Kendari Capai Rp 1 Juta 860 Ribu Dikeluhkan

0

KENDARIKINI.COM – Pembayaran uang komite di sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 (Satu) Kendari dikeluhkan.

Pasalnya biayanya mencapai Rp 1 Juta 860 Ribu per tahun per murid. Hal tesebut diungkapkan salah seorang netizen di media sosial (medsos) Facebook.

Rahmat Efendi dalam postingannya mempertanyakan biaya uang komite yang masih dipungut oleh MAN 1 Kendari.

Menurutnya hal tersebut bertentangan dengan Permenag Nomor 16 Tahun 2020 tentang Komite Madrasah, yang mengatur tentang tugas dan fungsi Komite Madrasah untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan pendidikan di madrasah, termasuk pemberian pertimbangan kebijakan, dukungan finansial dan non-finansial, serta pengawasan penyelenggaraan pendidikan.

“MAN 1 Kendari sebagai sekolah agama seharusnya memberikan contoh yang baik kepada sekolah lain, untuk taat aturan” katanya dalam postingannya.

“1 Murid 1.860.000/ tahun ini mungkin menghampiri 2 M/ tahun,” tambahnya.

Lanjutnya pihaknya juga mempertanyakan pungutan uang komite tersebut digunakan untuk apa, pasalnya sudah ada Dana BOS.

“Banyak loh orang tua murid yang mengeluhkan hal ini,” pungkasnya.

Postingannya pun mendapatkan ragam tanggapan dari netizen lainnya.

Sementara itu Kasek MAN 1 Kendari, Tangkalalo yang dikonfirmasi via pesan dan panggilan WhatsApp, SMS serta panggilan telepon belum memberikan tanggapan.*

Andoolo, Ibu Kota yang Sepi: Antara Beban Ekonomi, Geografi, dan Moralitas Pejabat

0

Andoolo, ibu kota Kabupaten Konawe Selatan, menghadirkan ironi yang sulit ditampik. Sebagai pusat pemerintahan, ia seharusnya menjadi pusat denyut nadi ekonomi, sosial, dan politik daerah. Namun, kenyataan di lapangan justru menyajikan pemandangan sebaliknya: jalanan lengang, pasar tidak bergairah, dan geliat ekonomi hanya terasa sesaat saat pejabat datang untuk urusan dinas, lalu kembali sepi setelahnya.

Ekonomi yang Tercekik oleh Sepinya Aktivitas

Kondisi ini paling dirasakan oleh pelaku usaha kecil. Sejumlah pedagang rumah makan mengaku menggantungkan harapan pada aktivitas ibu kota. Namun yang mereka terima justru kekecewaan.

“Kami ingin Andoolo ramai, supaya warung bisa berputar. Tapi kenyataannya sepi, hanya ramai kalau ada rapat atau kunjungan pejabat. Pajak tetap jalan, padahal pembeli jarang,” keluh salah seorang pedagang rumah makan di pusat kota Andoolo yang tak mau disebutkan namanya.

Ironi makin terasa ketika pajak restoran diberlakukan tanpa memperhitungkan kondisi pasar.

Jika ada perputaran ekonomi yang sehat, pungutan bisa dianggap wajar. Tetapi dalam kondisi sepi, kebijakan ini justru menambah beban.

“Sudah sepi malah doyan bikin rapat di kota Kendari. Itu artinya Andoolo makin ditinggalkan,”.

Geografi dan Psikologi Sosial yang Terpinggirkan

Secara geografis, Andoolo memang bukan berada di jalur utama perdagangan Sulawesi Tenggara.

Akses dari Kendari yang relatif jauh membuat sebagian pejabat lebih memilih bolak-balik daripada menetap.

Akibatnya, Andoolo kian terperangkap dalam keterpencilan.
Bagi masyarakat, hal ini berdampak pada psikologi sosial.

Mereka merasakan “kesepian sosial” dari kotanya sendiri. Rakyat melihat pembangunan seolah hanya formalitas, sementara para pejabat lebih nyaman berada jauh dari jantung daerah.

“Ini bukan hanya soal jalan atau jarak, tapi soal sikap. Kalau pejabatnya saja setengah hati menetap di ibu kota, bagaimana rakyat bisa percaya bahwa pembangunan ini untuk mereka?”.

Rumah Jabatan yang Kosong dan Moralitas yang Dipertanyakan

Lebih menyakitkan lagi, deretan rumah jabatan pejabat DPRD berdiri megah di Andoolo, namun banyak yang tak dihuni. Listrik, air, dan biaya pemeliharaan tetap mengalir, tetapi fungsi sosial-politiknya nihil.

“Untuk siapa rumah jabatan itu dibangun kalau tidak ditinggali? Ini bukan sekadar soal teknis, tapi moralitas pejabat. Mereka digaji rakyat, tapi enggan hidup bersama rakyat,”.

Tak hanya anggota dewan, beberapa kepala dinas pun diketahui enggan menetap. Mereka hanya hadir saat urusan administratif, lalu meninggalkan Andoolo.

Teguran Moral dan Amanah Anggaran

Situasi ini, menurut Soni selalu Bupati LSM LIRA, adalah tanda kegagalan moral dan tata kelola pemerintahan. Efisiensi anggaran yang seharusnya menjadi amanah, justru kerap dijadikan dalih untuk pemborosan.

“Anggaran rakyat itu bukan untuk berfoya-foya. Bintek, kaji tiru, atau perjalanan dinas jangan jadi ajang wisata terselubung. Rakyat masih berjuang dengan daya beli yang rendah, pasar sepi, perut menahan lapar. Sementara pejabat nyaman dengan anggaran negara. Ini menyakitkan,”.

Menurutnya, efisiensi bukan semata hitung-hitungan keuangan, melainkan cermin moralitas pejabat dalam berlaku adil.

“Adil bagi rakyat kecil yang menunggu kebijakan berpihak, adil bagi UMKM yang sepi pembeli, dan adil bagi generasi mendatang yang berhak menikmati hasil pembangunan, bukan sisa-sisa dari kerakusan hari ini,” pungkasnya.

Andoolo hari ini memberi pesan tajam:

Ibu kota kabupaten tidak boleh menjadi kota singgah. Ia harus hidup sebagai pusat ekonomi, pusat sosial, sekaligus pusat moralitas. Dan itu hanya bisa terwujud jika para pejabat berani tinggal, rakyat diberdayakan, dan pemerintah berhenti setengah hati.

Petani di Bombana Menjerit, Pajak Lahan dari Rp 50 Ribu Naik Jadi Rp 800 Ribu

0

KENDARIKINI.COM – Salah seorang petani mengeluhkan pembayaran tarif pajak lahan sawah naik drastis di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Keluhan itu diungkapkan oleh salah seorang warga Bombana yang diunggah melalui Media Sosial (Medsos) Facebook dengan akun milik Mamy Dhyka Sembilan-Tujuh.

Dalam unggahannya di Facebook, dia meluapkan keluhannya setelah mengetahui tarif pajak lahan sawah yang dibayarnya hingga Rp RP 800 ribu.

“Pajak semakin men jerit padahal ini mi pajak paling murah, pajak sawah biasanya hanya Rp 50 ribu ji dibayar, naik beribu-ribu kali lipat,” tulisnya di Facebook, pada Minggu 7 September 2025.

Kenaikan tarif pajak lahan sawah itu dinilai sanget membebani para Petani yang ada di Kabupaten Bombana. Belum lagi masih banyak pajak jenis lainnya yang masih harus dibayar ke Pemerintah.

“Emangsih dibayar pertahun sekali, perlu diingat ada banyak jenis pajak lain yang harus dibayar. Tidak ada tersisa, semua dipajak,” ungkapnya.

Sementara itu Kadis Kominfo Bombana, Abdul Muslikh yang dikonfirmasi pada Rabu 10 September 2025 via pesan dan panggilan WhatsApp, SMS serta panggilan telepon belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti