Kamis, Oktober 29, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 101

Awal Kurniawan Rilis Lagu “Luka Tanah Konawe”, Soroti Dampak Tambang dan Ketimpangan di Sultra

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Musisi asal Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Awal Kurniawan merilis lagu berjudul “Luka Tanah Konawe” yang mengangkat isu ketimpangan kemakmuran antara pengusaha tambang dan masyarakat petani serta nelayan di wilayah tersebut.

Lagu tersebut diunggah dalam bentuk video melalui akun Instagram @ranna_official96 dan langsung menarik perhatian warganet karena liriknya yang sarat kritik sosial dan lingkungan.

Dalam karyanya, Awal menyoroti fenomena investasi tambang mineral logam di Sultra yang dinilai belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Ia menggambarkan perubahan kondisi lingkungan serta munculnya konflik sosial yang dirasakan sebagian warga di Konawe, Konawe Utara, dan Konawe Selatan.

“Sebagai bentuk ekspresi saja, melihat Konawe, baik itu Konawe Utara maupun Konawe Selatan. Investasi banyak masuk tapi tidak memberikan efek dalam kesejahteraan masyarakat, yang ada hanya konflik dan kepentingan,” ungkap Awal Kurniawan saat dikonfirmasi Kendarikini.com, Minggu (15/2/2026).

Melalui lirik lagu tersebut, Awal menggambarkan perubahan bentang alam dari hamparan hijau dan sungai jernih menjadi kawasan pertambangan dengan tebing merah dan debu. Ia juga menyinggung kondisi masyarakat yang sebelumnya berprofesi sebagai petani dan nelayan, namun beralih menjadi pekerja tambang dengan upah terbatas.

Meski demikian, Awal menegaskan bahwa lagu tersebut merupakan sudut pandangnya sebagai pencipta lagu, bukan sebagai wartawan.

“Itu kaca mata saya sebagai pencipta lagu, berbeda kalau dalam kaca mata jurnalistik,” jelasnya.

Dalam beberapa penggalan lirik, ia menyoroti kesenjangan ekonomi dan dampak lingkungan, seperti kerusakan hutan, pencemaran sungai, serta kekhawatiran terhadap masa depan generasi mendatang. Lagu ini juga memuat harapan agar keadilan dan kesejahteraan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat Sulawesi Tenggara.

Melalui “Luka Tanah Konawe”, Awal Kurniawan memadukan unsur hiburan dengan kritik sosial dan lingkungan, sekaligus mengajak publik merefleksikan kembali arah pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam di daerah.

Hingga berita ini diturunkan, video lagu tersebut terus menuai respons dari pengguna media sosial, khususnya masyarakat Sulawesi Tenggara.(Faldi)*

OPINI: Aloka Telah Tiba di Washington DC

0

Sebelum naskah yang sedang Anda baca ini, sudah dua kali saya menulis naskah tentang Aloka, seekor anjing jalanan dari India. Jika Anda tidak berminat atas pesan perdamaian apalagi sekadar kesetiaan seekor anjing, maka silakan berhenti membaca naskah ini sampai di sini saja.

Selanjutnya saya menulis naskah tentang Aloka terbatas bagi yang berminat mengetahui bagaimana kisah Aloka selanjutnya.

Aloka, seekor anjing jalanan tidak jelas pohon silsilah dari India, telah menjadi simbol kesetiaan dan perdamaian dalam perjalanan spiritual yang luar biasa bersama para biksu Buddha. Mereka memulai perjalanan “Walk for Peace” dari Fort Worth, Texas, pada 26 Oktober 2025, dengan tujuan mencapai Washington, D.C. dan mempromosikan perdamaian, kasih sayang, dan welas asih di Amerika Serikat dan seluruh dunia.

Perjalanan ini telah menempuh jarak lebih dari 3.500 kilometer, melintasi 10 negara bagian, dan disaksikan oleh jutaan orang yang menyambut mereka dengan hangat. Aloka, yang memiliki bulu putih berbentuk hati di keningnya, telah menjadi maskot tidak resmi dari perjalanan ini dan memiliki lebih dari 210.000 pengikut di Facebook dan lebih dari 398.000 pengikut di Instagram.

Nahasnya, Aloka sempat mengalami cedera kaki dan sempat tidak dapat melanjutkan perjalanan bersama para biksu, sehingga sempat menjalani perawatan.

Syukur Alhamdullilah, kemudian Aloka sanggup lanjut mendampingi para bikhu kesayangan Aloka meski kerap kali dipaksa naik bus di samping barisan para bhiku akibat cedera kaki belum sembuh 100%. Di dalam bus, Aloka terus menangis sebab ingin bisa berjalan kaki bersama para biksu.

Para biksu dan Aloka telah menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa kesetiaan dan kasih sayang dapat membawa perubahan positif dalam masyarakat. Mereka berharap dapat mencapai Washington, D.C. pada pertengahan Februari 2026, demi mempromosikan perdamaian dan kasih sayang ke seluruh dunia. Namun ternyata sebelum pertengahan Februari, tepatnya 10 Februari 2026; Aloka bersama rombongan para bhiku yang mnejawantahkan Walk For Peace sudah tiba di Washington D.C.

Setiba di ibukota Amerika Serikat, para Bhiksu dan Aloka langsung melakukan beberapa kegiatan di Washington DC, antara lain:
• Mengunjungi Lincoln Memorial: Mereka melakukan meditasi dan berdoa bersama di tempat ini sebagai simbol perdamaian dan refleksi spiritual.
• Meditasi bersama ribuan orang di auditorium George Washington University: Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran atas perdamaian dan welas asih.
• Singgah di Dharma Vijaya Buddhist Vihara kuil pusat Buddhisme di Washington DC : Mereka melakukan ritual keagamaan dan berdoa bersama di tempat ini. Di samping juga berkunjung ke Washington National Cathedral dan St. Mark’s Episcopal Church.

Selain itu, di tengah perjalanan mereka juga melakukan kegiatan lain seperti:
• Mengadakan diskusi berbagi perdamaian: Mereka melakukan diskusi tentang perdamaian dan welas asih di setiap tempat peristirahatan.
• Membagikan “gelang perdamaian”: Mereka membagikan simbol Buddhis ini kepada orang-orang yang mereka temui sebagai tanda perlindungan dan berkah.

Sampai dengan saat naskah ini ditulis, tidak diketahui apakah presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang sedang getol berperang, peduli terhadap “Walk for Peace” yang dilakukan Aloka dan para bhiku.
Lebih tidak diketahui lagi apakah Trump berkenan mengundang Aloka dan para biksu “Walk for Peace” berkunjung ke White House, Washington DC. Berdasar rekam-jejak sepak terjang Trump dapat disimpulkan dia sangat keras kepala dan merasa diri paling benar maka mustahil dia sudi menerima pesan perdamaian yang disampaikan oleh para bhiku apalagi seekor anjing jalanan tak jelas ras bernama Aloka.*

Polresta Kendari Selidiki Dugaan Tambang Pasir Silika Ilegal di Petoaha, RTRW Disebut Dilanggar

0

KENDARIKINI.COM – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari tengah melakukan penyelidikan terhadap aktivitas tambang galian C pasir silika yang diduga beroperasi tanpa izin di Kelurahan Petoaha, Kecamatan Nambo, Kota Kendari.

Kasus ini sebelumnya telah menjadi perhatian publik dan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kota Kendari. Dalam forum tersebut, aktivitas tambang disebut-sebut melanggar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Kendari maupun Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan proses penyelidikan.

“Sedang dilidik dan setahu saya sudah ada permohonan RDP,” ujar AKP Welliwanto Malau saat dikonfirmasi jurnalis Kendarikini.com, Minggu (15/2/2026).

Ia menegaskan, penanganan kasus tersebut akan dilakukan secara terpadu bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.

“Saya akan cek nanti langsung bersama Pemkot, nanti saya ajak turun,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, proses penyelidikan masih berlangsung dan pihak kepolisian belum menyampaikan hasil pemeriksaan lapangan maupun langkah hukum lanjutan terkait aktivitas tambang pasir silika tersebut.*

2 Warga Mawasangka Hilang Kontak di Perairan Kabaena Bombana, Basarnas Kendari Kerahkan RB 210

0

KENDARIKINI.COM – Dua warga Desa Napa, Kecamatan Mawasangka, dilaporkan hilang kontak saat melintas di perairan Pulau Kabaena, tepatnya di sekitar Desa Tapuhaka, Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana, Minggu (15/2/2026).

Laporan tersebut diterima Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari pada pukul 18.50 Wita dari Ibu Zubaedah, istri salah satu korban. Ia melaporkan satu unit longboat dengan penumpang (POB) dua orang belum tiba di tujuan dan tidak dapat dihubungi.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan tersebut dengan mengerahkan tim SAR.

“Pada pukul 19.05 Wita, Tim Rescue Pos SAR Baubau diberangkatkan menuju lokasi perkiraan kejadian (LKP) menggunakan RB 210 untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan,” ujar Amiruddin.

Jarak tempuh dari Pos SAR Baubau ke LKP diperkirakan sekitar 28 nautical mile (NM).

Berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi cuaca di wilayah pencarian dalam keadaan cerah, dengan kecepatan angin 9 kilometer per jam dari arah tenggara dan tinggi gelombang sekitar 0,75 meter.

Adapun identitas korban yang dilaporkan hilang kontak yakni La Angga (50) dan Renal (20). Keduanya diketahui berangkat pada Sabtu, 14 Februari 2026 sekitar pukul 14.00 Wita dari Pelabuhan Rakyat Dongkala menuju Mawasangka menggunakan longboat, dengan estimasi waktu tempuh sekitar tiga jam.

Namun hingga malam hari, keduanya belum tiba di lokasi tujuan. Pihak keluarga dan masyarakat setempat telah melakukan pencarian awal, namun belum membuahkan hasil hingga laporan diterima Basarnas Kendari.

Operasi SAR melibatkan Staf Operasi KPP Kendari, Rescuer Pos SAR Baubau, ABK RB 210, masyarakat sekitar, serta keluarga korban. Peralatan yang digunakan antara lain rescue car, RB 210, longboat, peralatan SAR medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan pendukung lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih berlangsung.*

Gotong Royong Satgas TMMD 127 Kodim 1417/Kendari dan Warga Sambuli, Canda Tawa Warnai Pembangunan

0

KENDARIKINI.COM – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1417/Kendari di Kelurahan Sambuli, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Minggu (15/2/2026).

Personel Satgas bersama warga bahu-membahu menuntaskan sejumlah sasaran fisik program TMMD. Di tengah teriknya matahari, proses pengangkutan material bangunan yang dilakukan secara manual tetap berlangsung lancar berkat kekompakan dan semangat gotong royong yang tinggi.

Canda dan tawa antara prajurit TNI dan masyarakat setempat turut mewarnai aktivitas di lokasi pembangunan. Kebersamaan tersebut menjadi potret nyata kemanunggalan TNI dan rakyat yang terjalin kuat di lapangan.

Salah satu personel Satgas mengungkapkan, interaksi yang humanis dengan warga menjadi penyemangat tersendiri dalam menyelesaikan pekerjaan fisik yang cukup menguras tenaga.

“Kebersamaan dengan masyarakat membuat pekerjaan terasa lebih ringan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk menuntaskan target pembangunan tepat waktu,” ujarnya.

Melalui semangat gotong royong tersebut, seluruh sasaran pembangunan dalam program TMMD ke-127 Kodim 1417/Kendari diharapkan dapat rampung sesuai jadwal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Sambuli.

Program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial serta hubungan emosional antara TNI dan warga.*

Satgas TMMD 127 Kodim 1417/Kendari Kebut Pembangunan Jembatan Sambuli, Akses Warga Pesisir Segera Terbuka

0

KENDARIKINI.COM – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1417/Kendari terus mempercepat pembangunan jembatan di Kelurahan Sambuli, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Minggu (15/2/2026).

Memasuki pertengahan Februari, personel TNI bersama warga setempat tetap bekerja meski di hari libur. Mereka bergotong-royong menyelesaikan tahapan konstruksi agar proyek infrastruktur tersebut rampung tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Percepatan pembangunan dilakukan untuk segera membuka akses transportasi yang lebih layak bagi masyarakat pesisir Sambuli. Jembatan ini menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam program TMMD ke-127 di wilayah Kodim 1417/Kendari.

Dan SSK TMMD ke-127, Kapten Inf Taslim, menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut memiliki peran vital dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warga.

“Jembatan ini menjadi akses penting bagi masyarakat. Kami terus memacu progres pekerjaan agar manfaatnya segera dirasakan warga,” ujarnya.

Dengan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat, pengerjaan jembatan kini ditargetkan segera memasuki tahap penyelesaian akhir. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga serta memperkuat aktivitas ekonomi di kawasan pesisir Sambuli.

Program TMMD ke-127 Kodim 1417/Kendari tidak hanya membangun sarana fisik, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam percepatan pembangunan daerah.*

Satgas TMMD 127 Kodim 1417/Kendari Jemput Bola, Layanan Kesehatan Gratis Door-to-Door untuk Warga Petoaha

0

KENDARIKINI.COM – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1417/Kendari kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan memberikan layanan kesehatan gratis secara door-to-door di Kelurahan Petoaha, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh tim kesehatan Satgas TMMD, Pelda La Ode Haliri, yang turun langsung menyambangi rumah warga untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis.

Langkah jemput bola ini dilakukan guna memastikan seluruh masyarakat, khususnya lanjut usia (lansia) dan warga yang memiliki keterbatasan fisik, tetap mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa harus menempuh jarak jauh ke fasilitas medis.

Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik dan pemberian obat-obatan gratis, tetapi juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Pelda La Ode Haliri mengatakan, pelayanan kesehatan ini merupakan bagian dari program nonfisik TMMD yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah sasaran.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.

Warga Petoaha menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu dengan kehadiran personel TNI yang turun langsung ke pemukiman untuk memberikan layanan kesehatan.

Program TMMD ke-127 Kodim 1417/Kendari tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kemanusiaan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.*

Damkar Kendari Evakuasi Dua Sarang Tawon di Baruga, Istri Warga Sempat Disengat hingga Demam

0

KENDARIKINI.COM – Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari mengevakuasi dua sarang tawon yang membahayakan penghuni rumah di Jalan Sultan Qaimuddin, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sabtu (14/2/2026) malam.

Laporan diterima petugas sekitar pukul 08.52 WITA dari seorang warga bernama Pak Haslita. Ia melaporkan adanya dua sarang tawon yang baru diketahui berada di area rumahnya dan dinilai membahayakan keluarga.

Keberadaan sarang tawon tersebut sempat menimbulkan korban. Istri pelapor dilaporkan tersengat hingga mengalami demam.

“Baru-baru saya lihat ini sarangnya, karena istri saya habis disengat sampai demam, untungnya sudah sembuh,” ujar Pak Haslita.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue Damkarmat Kota Kendari segera melakukan persiapan peralatan dan bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 11 kilometer dari Markas Komando (Mako), berdasarkan data Google Maps. Saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan mendung.

Proses evakuasi dilakukan pada malam hari, mulai pukul 20.46 hingga 22.05 WITA, guna meminimalisir risiko serangan. Petugas memilih waktu malam karena tawon cenderung kurang agresif dalam kondisi gelap.

Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan peninjauan dan pengamanan area sebelum mengevakuasi kedua sarang tawon dengan prosedur keselamatan yang ketat. Operasi berlangsung selama 79 menit dan berjalan lancar tanpa menimbulkan korban lanjutan.

Dalam proses penanganan, Damkarmat Kota Kendari mengerahkan satu unit rescue, dilengkapi alat pelindung diri (APD) dan tangga untuk menjangkau titik sarang.

Humas Damkar Kendari, Martoyo Awaluddin, mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan sarang tawon atau potensi bahaya lain di lingkungan tempat tinggal.

“Kami mengimbau warga untuk tidak mencoba mengevakuasi sendiri sarang tawon karena berisiko. Segera laporkan ke Damkar agar dapat ditangani dengan aman dan cepat,” ujarnya.

Tidak terdapat kendala berarti dalam proses evakuasi tersebut.*

OPINI: Dwi Versi Indrajit

Ternyata bukan hanya Srikandi dan Gatotkaca yang beda versi Mahabharata dengan versi pewayangan Jawa, tetapi Indrajit juga beda versi Ramayana dengan versi pewayangan Jawa.

Di dalam versi Ramayana gagasan Walmiki yang bahkan bertolak-belakang dengan Rahwanayana versi Srilanka, Indrajit adalah putra Rahwana Raja Alengka kini Srilanka.

Sewaktu lahir, Indrajit diberi nama Megananda karena tangisan pertamanya diiringi suara petir menggelegar, pertanda kelak ia akan tumbuh menjadi seorang kesatria besar. Ketika dewasa, Megananda pernah membantu ayahnya bertempur melawan para dewa kahyangan.

Dalam pertempuran itu, Megananda berhasil menangkap dan menawan Indra, raja para dewa. Dewa Brahma muncul melerai. Indra pun dibebaskan oleh Megananda. Sebagai gantinya ia mendapatkan pusaka ampuh dari Brahma bernama Brahmasta. Brahma juga memberikan julukan Indrajit kepada Megananda yang bermakna “Penakluk Indra”.

Kemudian perang di Alengka berkobar akibat ulah Rahwana menculik Sinta istri Rama. Rama didukung laskar Wanara menyerbu istana Alengka. Satu per satu panglima Alengka terbunuh. Indrajit tampil sebagai andalan ayahnya.

Indrajit mengerahkan pusaka Nagapasa yang mampu mengeluarkan ribuan ular berbisa. Rama dan Laksmana roboh tak berdaya dililit ular-ular tersebut. Sewaktu para Wanara berduka karena kehilangan pemimpin mereka, tiba-tiba muncul Garuda mengusir ular-ular yang melilit kakak-beradik tersebut. Kebangkitan Rama dan Laksmana membuat pertempuran berlanjut. panglima-panglima Alengka semakin banyak yang tewas.

Akhirnya hanya tinggal Indrajit melepaskan pusaka Brahmasta mengenai Laksmana sehingga roboh sekarat.  Laksmana bangkit kembali setelah diobati Rama menggunakan tanaman jamu yang dibawa Hanuman. Pasukan Wanara kembali bergerak menyerbu istana Alengka. Indrajit menciptakan Sita palsu untuk dibunuhnya di hadapan para Wanara.

Melihat istri Rama tewas, para Wanara kehilangan semangat bertempur. Mereka menganggap tujuan peperangan sudah tidak ada lagi. Wibisana  menyadari kalau Indrajit sedang melakukan semedi untuk mendapatkan kekuatan. Ia meminta Laksmana untuk menggagalkan semedi Indrajit sebelum mencapai kesempurnaan. Laksmana disertai para prajurit Wanara mendatangi tempat  Indrajit bersemedi.

Konsentrasi Indrajit terganggu sehingga semedinya dihentikan. Ia kemudian bertarung menghadapi Laksmana. Laksmana pun melepaskan panah Indrastra dengan mengucapkan doa atas nama Rama. Panah tersebut melesat memenggal kepala Indrajit.

Menurut versi pewayangan Jawa kreatifitas swasembada para dalang Jawa, Indrajit bukan putra kandung Rahwana, melainkan hasil ciptaan Wibisana. Alkisah istri Rahwana bernama Dewi Kanung sedang mengandung bayi perempuan reinkarnasi seorang bidadari bernama Widawati.

Rahwana bersumpah akan menikahi putrinya itu jika kelak lahir, karena Widawati merupakan cinta pertamanya. Ketika Kanung melahirkan, Wibisana segera menyulik bayi perempuan tersebut dan dihanyutkan ke sungai dalam sebuah peti. Bayi itu terbawa arus sampai ke Kerajaan Mantili dan ditemukan oleh raja negeri tersebut yang bernama Janaka.

Janaka memungut bayi putri Rahwana tersebut sebagai anak angkat dengan diberi nama Sinta. Sementara itu, Wibisana menciptakan bayi laki-laki dari segumpal awan yang diberi nama Indrajit. Bayi Indrajit diserahkan kepada Rahwana.

Rahwana kecewa dan berniat membunuh Indrajit. Ternyata semakin dihajar Indrajit justru semakin tumbuh gagah-perkasa. Rahwana berubah pikiran dan mengakuinya sebagai anak.

Dalam perang besar melawan bala tentara Sri Rama, Indrajit mengerahkan pusaka Nagapasa. Muncul ribuan ular menyerang pasukan Wanara. Namun semua itu dapat ditaklukkan oleh burung Garuda ciptaan Laksmana. Indrajit kemudian mengerahkan ilmu Sirep Begananda, membuat Rama, Laksmana, dan seluruh pengikut mereka roboh tak berdaya. Mereka tertidur bagaikan orang mati.

Hanya Wibisana yang tetap terjaga.

Wibisana memberitahu Indrajit mengenai asal-muasalnya. Indrajit tersadar  bahwa bersalah telah membela Rahwana. Ia pun meminta agar Wibisana mengembalikan dirinya ke asal-muasalnya. Indrajit kemudian mengheningkan cipta, sedangkan Wibisana melepaskan pusaka Dipasanjata ke arahnya. Tubuh Indrajit pun musnah seketika, dan kembali menjadi awan putih di angkasa.

Menurut pendapat saya kisah Indrajit versi pewayangan relatif lebih indah ketimbang versi Ramayana gubahan Walmiki.*

Remaja 23 Tahun Tewas Tersengat Listrik Saat Perbaiki AC di Workshop Pomalaa Kolaka

0

KENDARIKINI.COM – Kecelakaan kerja kembali terjadi di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). Seorang pemuda berinisial RD (23), warga Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Tanggetada, dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat arus listrik di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa, Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tragis itu terjadi saat korban sedang memperbaiki aliran listrik AC di atas plafon (palpon) sebuah workshop di wilayah tersebut.

Kasi Humas Polres Kolaka, Iptu Dwi Arif, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan, korban awalnya melakukan perbaikan instalasi listrik, namun sekitar 30 menit kemudian ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

“Awalnya korban sementara memperbaiki aliran listrik AC di atas palpon workshop. Selang kurang lebih 30 menit, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia diduga akibat tersengat arus listrik,” ujar Iptu Dwi Arif.

Usai ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Pomalaa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, sempat beredar informasi bahwa korban meninggal saat memasang kabel WiFi di wilayah Pomalaa. Namun berdasarkan keterangan resmi kepolisian, korban diketahui sedang melakukan perbaikan instalasi listrik AC di lokasi workshop saat kejadian berlangsung.

Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan kerja akibat sengatan listrik di wilayah Kolaka. Warga setempat menyebut korban diduga tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja saat berada di ketinggian.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang melakukan pekerjaan berisiko tinggi, khususnya yang berkaitan dengan instalasi listrik, agar selalu memperhatikan standar keselamatan kerja guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.*

Penumpang Keluhkan Tarif Transportasi di Bandara Halu Oleo Tembus Rp150 Ribu, Grab dan Maxim Belum Diizinkan Masuk

KENDARIKINI.COM – Keluhan terkait mahalnya tarif transportasi dari Bandara Halu Oleo, Konawe Selatan, menuju Kota Kendari kembali mencuat. Sejumlah penumpang mengaku harus membayar hingga Rp150 ribu hingga Rp180 ribu untuk sekali perjalanan karena layanan transportasi online seperti Grab dan Maxim belum diizinkan beroperasi di dalam kawasan bandara.

Salah satu penumpang, Viya, mengatakan tarif transportasi online sebenarnya jauh lebih murah, bahkan tidak sampai Rp100 ribu untuk tujuan dalam Kota Kendari. Namun, penumpang tidak bisa memesan kendaraan daring langsung dari area bandara.

“Kalau pakai aplikasi online, tarifnya tidak sampai Rp100 ribu. Tapi kalau rental di bandara bisa dua kali lipat, bahkan lebih. Sekarang rata-rata patokannya di atas Rp100 ribu,” ujar Viya, Sabtu 14 Februari 2026.

Ia menjelaskan, penumpang yang ingin menggunakan Grab atau Maxim terpaksa keluar lebih dulu dari area bandara dengan menggunakan ojek, baru kemudian memesan kendaraan online. Jika pemesanan dilakukan dari dalam kawasan bandara, pengemudi kerap membatalkan pesanan.

“Driver online biasanya batalkan kalau jemput di dalam bandara. Katanya takut terima orderan di situ,” tambahnya.

Keluhan serupa juga viral di media sosial TikTok melalui akun @milop.dessert. Dalam video berdurasi 41 detik yang telah mendapat 4.184 tanda suka, 413 komentar dan 417 kali dibagikan itu, seorang perempuan mengaku harus membayar Rp150 ribu setelah sebelumnya ditawari tarif Rp180 ribu untuk menuju hotel di Kota Kendari.

“Apa di seluruh Kendari tidak ada Grab, atau Bandara Kendari saja yang tidak ada Grab? Jadi aku dari sini ke hotel dari Rp180 ribu, nego Rp150 ribu,” ujar perempuan dalam video tersebut.

Menanggapi hal itu, Humas Bandara Halu Oleo, Nurlansyah, menegaskan bahwa pengelolaan layanan transportasi penumpang bukan menjadi kewenangan pihak bandara.

“Terkait pengelolaan layanan transportasi penumpang seperti rental dan Grab, itu bukan kewenangan pihak Bandara. Wilayah tersebut masih menjadi kewenangan Lanud,” kata Nurlansyah saat dikonfirmasi Kendarikini.com, Sabtu (17/1/2026).

Sementara itu, Kepala Penerangan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Kapentak) Lanud Halu Oleo, Yusuf, menjelaskan bahwa layanan transportasi daring seperti Grab belum diperbolehkan beroperasi di kawasan Lanud karena belum adanya kerja sama resmi.

“Grab tidak diperbolehkan masuk karena sampai saat ini belum ada kerja sama. Di bandara sudah ada taksi resmi yang memiliki kerja sama,” jelas Yusuf.

Menurutnya, selama belum ada kesepakatan atau regulasi yang mengatur, operasional transportasi online di wilayah Lanud Halu Oleo belum dapat diizinkan.

Terpisah, Kapten Adriansyah Amiruddin dari Lanud Halu Oleo menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui persoalan tarif angkutan yang berlaku di lapangan.

“Mohon maaf sebelumnya, kalau untuk tarif angkutan di bandara sudah kami sampaikan kami tidak tahu menahu,” singkatnya.

Hingga kini, belum ada kejelasan terkait kemungkinan dibukanya akses bagi transportasi online di kawasan Bandara Halu Oleo. Kondisi ini membuat sebagian penumpang merasa dirugikan karena terbatasnya pilihan transportasi dan tingginya tarif yang harus dibayarkan.*

Dana Ratusan Juta Tak Kunjung Kembali, Calon Jemaah Haji dan Umrah Datangi Kantor Travel TRG Kendari, Siap Lapor ke Polda Sultra

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Sejumlah calon jemaah haji dan umrah asal Kabupaten Kolaka dan Kota Kendari mendatangi Kantor Travel Tajak Ramadan Group (TRG) yang berlokasi di Jalan Sao-Sao, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sabtu (14/2/2026).

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan janji pengembalian dana yang sebelumnya dijanjikan pihak travel, namun hingga kini belum direalisasikan.

Namun, para calon jemaah tidak berhasil menemui pihak manajemen maupun owner travel. Kantor TRG disebut tutup karena akhir pekan.

Salah satu calon jemaah haji asal Kolaka yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa karena telah datang jauh-jauh ke Kendari demi memastikan kejelasan dana yang telah disetorkan sejak 2025 lalu.

“Tidak ada kejelasan dari pihak travel. Telepon tidak dijawab, pesan WhatsApp juga tidak dibalas. Kami ingin membicarakan secara kekeluargaan soal kejelasan dana kami,” ujarnya kepada wartawan.

Ia menjelaskan, pada April 2025 dirinya ditawari program haji plus oleh reseller TRG dengan biaya Rp89 juta per jemaah, estimasi keberangkatan tiga hingga lima tahun. Ia kemudian membayar uang muka Rp50 juta.

Namun pada November 2025, para calon jemaah diminta datang ke rumah owner travel. Saat itu, disampaikan adanya perubahan kebijakan dari Kementerian Agama terkait program haji plus menjadi haji ONH plus dengan fasilitas yang diklaim lebih baik, termasuk hotel bintang lima dan lokasi lebih dekat.

Perubahan program tersebut diikuti kenaikan biaya menjadi Rp195 juta per orang yang harus dilunasi dalam waktu maksimal satu bulan.

“Saya sudah bayar Rp150 juta, keluarga ada yang bayar Rp160 juta sampai Rp190 juta. Dijanjikan nomor porsi keluar 5 Desember 2025, tapi sampai sekarang tidak ada,” tuturnya.

Menurutnya, setelah mempertanyakan nomor porsi, ia dan keluarganya justru dicoret dari daftar calon jemaah oleh pihak travel. Mereka kemudian diminta mengirimkan nomor rekening untuk proses pengembalian dana, dengan janji pencairan pada akhir Desember 2025. Namun hingga pertengahan Februari 2026, dana tersebut belum juga dikembalikan.

Kuasa hukum calon jemaah haji dan umrah, Sumardin Pere, menyebut total dana delapan kliennya yang telah disetorkan ke TRG diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

“Satu klien saya ada yang Rp300 juta. Total keseluruhan kurang lebih Rp1 miliar,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kliennya masih membuka ruang itikad baik dari pihak owner travel untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dengan mengembalikan dana yang telah dibayarkan.

Namun jika tidak ada respons maupun penyelesaian, pihaknya akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan Travel Tajak Ramadan Group ke Polda Sulawesi Tenggara atas dugaan penipuan dan penggelapan dana calon jemaah haji dan umrah.

“Unsur dugaan penipuan dan penggelapan kami nilai sudah terpenuhi. Kami kemungkinan hari Senin akan melapor,” tegasnya.

Sementara itu, owner Travel Tajak Ramadan Group, Hj. Amra, yang dihubungi melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon oleh wartawan Detiksultra hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan.*

KSBSI Kendari Minta Gubernur Sultra Tindak Vendor Outsourcing CV Langit Bumi Perkasa, 16 Cleaning Service Pemprov Belum Terima Gaji Januari 2026

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kota Kendari mendesak Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen (Purn) TNI Andi Sumangerukka, S.E., M.M., segera mengambil langkah tegas terhadap perusahaan outsourcing CV Langit Bumi Perkasa (LBP), yang merupakan vendor Pemerintah Provinsi Sultra.

Desakan tersebut menyusul adanya aduan dari 16 pekerja cleaning service yang mengaku belum menerima upah bulan Januari 2026 hingga pertengahan Februari ini.

Ketua KSBSI Kendari, Iswanto Sugiarto, mengatakan pihaknya menerima laporan langsung dari para pekerja terkait tunggakan gaji tersebut.

“Berdasarkan aduan dari beberapa pekerja yang menghubungi kami dan bertemu langsung, gaji bulan Januari mereka tak kunjung dibayarkan oleh pihak perusahaan hingga saat ini,” ujar Iswanto, Sabtu (14/2/2026).

Iswanto menegaskan, keterlambatan pembayaran upah merupakan pelanggaran yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Dalam Pasal 61 disebutkan, apabila perusahaan terlambat membayar upah selama 4 sampai 8 hari, maka wajib membayar denda sebesar 5 persen dari upah pekerja. Jika keterlambatan melebihi 8 hari, denda bertambah 1 persen per hari dan totalnya tidak boleh lebih dari 50 persen dari upah pokok.

Selain itu, ia menyebut penahanan atau tidak dibayarkannya upah pekerja dapat dikategorikan sebagai tindak pidana. Hal tersebut diatur dalam UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja Pasal 185 jo Pasal 88A ayat (3) serta Pasal 488 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun penjara dan denda hingga Rp400 juta.

“Secara administratif juga bisa berujung pada pembekuan izin usaha sementara sebagaimana diatur dalam Pasal 79 PP Nomor 36 Tahun 2021,” tegasnya.

KSBSI meminta Gubernur Sultra untuk bersikap tegas, termasuk mempertimbangkan pemutusan kerja sama dengan pihak ketiga apabila dinilai tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran upah pekerja.

“Kalau perlu, putuskan saja kerja sama dengan perusahaan tersebut karena tidak memiliki kesiapan dalam mengelola tenaga kerja,” tambah Iswanto.

Ia juga menegaskan, apabila tidak ada langkah konkret dari pemerintah provinsi, pihaknya akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus ini ke Desk Ketenagakerjaan Polda Sultra serta Binwasnaker K3 Sultra.

Sementara itu, salah satu pekerja, Andi Ahirullah, mengaku tetap bekerja pada Januari 2026 atas arahan saat kegiatan pembersihan di lokasi STQH/MTQ. Namun, hingga memasuki Februari, belum ada kejelasan terkait kontrak kerja maupun pembayaran gaji.

“Kami tetap bekerja bulan Januari, tapi masuk bulan Februari belum ada kejelasan kontrak dan gaji, sehingga saya memutuskan berhenti pada 3 Februari 2026,” ungkapnya.

KSBSI Kendari bersama para pekerja berencana mendatangi Kantor Gubernur Sultra untuk melakukan pertemuan bipartit guna mencari solusi atas persoalan tersebut.

Meski demikian, KSBSI menegaskan tetap mendukung visi dan misi Gubernur Sultra dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja di daerah tersebut.*

Sambut Ramadhan 2026, DWP Kemenhub Se-Sultra Gelar Silaturahmi dan Bahas Penguatan UMKM di KUPP Lapuko

0

KONAWE SELATAN, KENDARIKINI.COM – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Perhubungan se-Sulawesi Tenggara menggelar kegiatan silaturahmi yang dipusatkan di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Lapuko, Kabupaten Konawe Selatan, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat solidaritas antaranggota DWP dari seluruh UPP di wilayah Sultra. Silaturahmi berlangsung sejak pagi hingga sore hari dalam suasana penuh keakraban.

Kepala UPP Kelas III Lapuko, Nurbaya, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin DWP Kementerian Perhubungan yang dilaksanakan setiap triwulan.

“Silaturahmi pagi dan sore ini menjadi wadah untuk membina kekompakan dan mempererat persaudaraan antaranggota DWP UPP se-Sulawesi Tenggara. Alhamdulillah, semua bisa hadir dan berkumpul,” ujar Nurbaya usai kegiatan.

Menurutnya, momentum kali ini sekaligus dimanfaatkan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Meski awalnya direncanakan pada Maret atau April, kegiatan dimajukan agar dapat menjadi persiapan program kerja ke depan.

“Karena bertepatan menjelang Ramadhan, kegiatan ini kami percepat. Harapannya, selain memperkuat hubungan emosional, silaturahmi ini juga menjadi ruang bertukar ide dan gagasan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas rencana pengembangan program pemberdayaan ekonomi kreatif bagi anggota DWP. Ke depan, para anggota didorong untuk mengembangkan usaha mandiri, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Nurbaya mengungkapkan, banyak anggota DWP memiliki keterampilan di berbagai bidang, mulai dari kuliner, olahan makanan, hingga usaha kreatif lainnya.

“Kami melihat potensi ibu-ibu DWP ini sangat besar. Ada yang ahli di bidang kuliner dan usaha kreatif. Pelan-pelan kami ingin mendorong agar bisa menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja sendiri,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta juga mengikuti sesi tutorial dan praktik pengembangan usaha, khususnya di bidang kuliner. Langkah ini diharapkan menjadi awal bagi anggota DWP untuk terjun langsung dalam pengembangan UMKM yang berkelanjutan.

DWP Kemenhub se-Sultra berharap kegiatan silaturahmi semacam ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota, terutama dalam meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga menjelang Ramadhan.*

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto Hadiri Pelepasan 22 Kontainer Bantuan Polri untuk Korban Bencana di Sumatra

0

SUMUT, KENDARIKINI.COM – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menghadiri pelepasan 22 kontainer bantuan kemanusiaan yang disiapkan Polri untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Pelepasan bantuan tersebut berlangsung di Markas Polda Sumatera Utara, Sabtu (14/2/2026), dan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Titiek mengaku bersyukur dapat menghadiri langsung kegiatan kemanusiaan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas komitmen Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

“Senang sekali hari ini saya bisa hadir di Polda Sumut memenuhi undangan Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk bersama-sama melepas bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana di beberapa daerah di Sumatra,” ujar Titiek.

Ia menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Polri yang dinilai konsisten hadir membantu masyarakat dalam situasi darurat bencana.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polri yang selalu peduli dan memperhatikan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Selain distribusi logistik, Titiek juga menyambut baik pembangunan jembatan bailey di wilayah Kabupaten Agam, Sumatra Barat, yang sebelumnya terdampak bencana. Menurutnya, infrastruktur tersebut sangat penting untuk membuka kembali akses wilayah yang terputus.

“Dengan tersambungnya kembali daerah yang sempat terputus, tentu perekonomian masyarakat bisa kembali bergerak dan berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“Ini merupakan wujud kehadiran negara. Sesuai arahan Bapak Presiden, kami terus melakukan langkah-langkah penanganan, mulai dari memastikan distribusi logistik berjalan lancar hingga percepatan perbaikan infrastruktur pascabencana,” kata Sigit.

Ia menambahkan, Polri bersama TNI serta kementerian dan lembaga terkait terus berkolaborasi dalam penyelesaian pembangunan jembatan, perbaikan hunian sementara (huntara), hingga hunian tetap (huntap) di sejumlah lokasi terdampak.

Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana di Sumatra.*

TMMD ke-127 Kodim 1417/Kendari Rehab RTLH di Petoaha, Rumah Nyaris Roboh Kini Jadi Layak Huni

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1417/Kendari terus memacu pengerjaan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga kurang mampu di Kelurahan Petoaha, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sabtu (14/2/2026).

Program tersebut menjadi salah satu sasaran fisik TMMD yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Rumah yang sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan dan nyaris roboh kini dibangun kembali menjadi lebih kokoh, sehat, dan layak ditempati.

Dengan mengandalkan kemampuan pertukangan serta semangat gotong royong, personel TNI bersama warga setempat bahu-membahu menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan, mulai dari pemasangan fondasi hingga perbaikan struktur bangunan.

Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadansatgas) TMMD ke-127 Kodim 1417/Kendari menegaskan bahwa kegiatan rehabilitasi RTLH merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat.

“Pengerjaan ini bukan hanya soal membangun rumah, tetapi bagaimana kehadiran TNI bisa memberikan manfaat langsung dan meningkatkan taraf hidup warga,” ujarnya.

Pengerjaan dilakukan secara intensif agar target penyelesaian sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Selain menghasilkan bangunan yang lebih layak, kegiatan ini juga memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mendukung pembangunan di wilayah Kota Kendari.

Melalui program TMMD ke-127, diharapkan masyarakat penerima manfaat dapat merasakan dampak positif secara berkelanjutan, baik dari sisi kualitas tempat tinggal maupun dari tumbuhnya semangat kebersamaan dalam membangun daerah.*

Satgas TMMD ke-127 Kodim Kendari Makan Siang Bersama Warga Petoaha, Pererat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Suasana keakraban antara TNI dan masyarakat terlihat hangat di Kelurahan Petoaha, Kota Kendari, Sabtu (14/2/2026). Di sela pengerjaan sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127, personel Satgas TMMD Kodim Kendari menyempatkan diri beristirahat dan makan siang bersama warga setempat.

Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu rumah warga, di mana para prajurit duduk bersila bersama masyarakat menikmati hidangan sederhana yang disiapkan secara gotong royong. Suasana formal khas militer pun mencair, digantikan canda tawa dan obrolan santai penuh kekeluargaan.

Momentum kebersamaan ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mendukung pelaksanaan program TMMD di wilayah tersebut.

Salah satu warga, Ikman, yang rumahnya menjadi tempat makan bersama, mengaku bangga dan terharu atas kehadiran para personel Satgas TMMD.

“Kami merasa senang dan bangga bisa makan bersama bapak-bapak TNI yang sedang membangun kampung kami. Ini jadi pengalaman yang tidak terlupakan,” ujarnya.

Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, kegiatan kebersamaan seperti ini menjadi bagian penting dari pendekatan sosial Satgas TMMD untuk mempererat hubungan emosional dengan masyarakat.

Program TMMD ke-127 di Kota Kendari tidak hanya menargetkan penyelesaian sasaran fisik, tetapi juga membangun semangat gotong royong serta memperkuat hubungan harmonis antara TNI dan warga di wilayah Kelurahan Petoaha.*

TMMD ke-127 di Sambuli Kendari: Satgas TNI Perkuat Silaturahmi dan Dengarkan Aspirasi Warga

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Di sela kegiatan pembangunan infrastruktur program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127, personel Satgas TMMD terus mempererat hubungan dengan masyarakat. Salah satunya dilakukan Pratu Aditya Ramadan yang melaksanakan komunikasi sosial (komsos) bersama warga Kelurahan Sambuli, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan komsos tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat tidak hanya menjalankan tugas pembangunan fisik, tetapi juga menyerap aspirasi serta membangun kedekatan emosional dengan warga setempat.

Pratu Aditya Ramadan mengatakan, program TMMD tidak semata-mata berfokus pada pembangunan infrastruktur, namun juga pada penguatan aspek non-fisik melalui interaksi langsung dengan masyarakat.

“Melalui komunikasi sosial ini, kami ingin lebih dekat dengan warga, mendengar langsung masukan mereka, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong,” ujarnya.

Gelak tawa dan obrolan santai yang tercipta dalam kegiatan tersebut menjadi cerminan kemanunggalan TNI dan rakyat yang selama ini menjadi fondasi utama dalam mendukung pembangunan di wilayah.

Dengan pendekatan persuasif dan humanis, Satgas TMMD ke-127 berharap program yang dijalankan tidak hanya berdampak pada peningkatan fasilitas infrastruktur, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang harmonis dan memperkuat rasa saling percaya antara TNI dan masyarakat di Kelurahan Sambuli.

Program TMMD ke-127 di Kota Kendari sendiri terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.*

Emak-Emak Sambuli Turun Tangan Bantu Satgas TMMD ke-127 Bangun Jembatan di Nambo Kendari

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Suasana pembangunan jembatan di Kelurahan Sambuli, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sabtu (14/2/2026), tampak berbeda dari biasanya. Di tengah aktivitas pengecoran dan hiruk pikuk pekerjaan fisik, seorang ibu paruh baya terlihat ikut ambil bagian membantu Satgas TMMD ke-127.

Mengenakan pakaian berwarna biru mencolok, ibu tersebut tampak bersemangat membaur bersama prajurit TNI dalam proses pengecoran plat dasar jembatan. Kehadirannya menjadi perhatian warga dan anggota Satgas yang sedang bekerja di lokasi.

Tanpa ragu, ia turut membantu pekerjaan teknis di lapangan, menunjukkan antusiasme warga dalam mendukung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang tengah berlangsung di wilayah tersebut.

Aksi spontan itu menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Kota Kendari. Pembangunan jembatan tersebut diketahui merupakan salah satu sasaran fisik TMMD ke-127 yang bertujuan meningkatkan akses dan mobilitas masyarakat di Kelurahan Sambuli.

Partisipasi warga, termasuk ibu-ibu setempat, dinilai memberikan suntikan semangat bagi personel Satgas TMMD untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan. Jembatan tersebut diharapkan segera rampung dan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai akses penghubung antarwilayah.

Program TMMD sendiri merupakan bentuk sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan maupun kawasan yang membutuhkan peningkatan infrastruktur.*

Ular Piton 6,5 Meter Masuk Permukiman Mangga Dua Kendari, Dua Ekor Anjing Jadi Mangsa

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Warga Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dihebohkan dengan penangkapan seekor ular piton sepanjang 6,5 meter yang masuk ke area permukiman dan memangsa dua ekor anjing milik warga.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah RT 03, RW 01, dan sempat membuat warga panik. Ular berukuran sebesar paha orang dewasa itu diketahui telah menelan satu ekor anjing dan sedang melilit satu anjing lainnya saat ditemukan warga.

Lurah Mangga Dua, Kaharudin, M.Si saat dikonfirmasi, Sabtu (14/2/2026), membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, ular piton itu pertama kali diketahui setelah seorang warga mendengar suara anjing kesakitan.

“Seorang warga saat mengantar anaknya mengaji tiga malam lalu mendengar suara anjing seperti kesakitan. Setelah dicek, ternyata ada ular piton besar sedang melilit anjing. Warga kemudian berkerumun dan bersama-sama menangkap ular tersebut,” ujar Kaharudin.

Menurutnya, kawasan RW 01 memang tergolong rawan kemunculan ular piton karena berbatasan langsung dengan kawasan hutan di sekitar Kelurahan Mangga Dua.

“Beberapa petani sebelumnya sudah beberapa kali melihat ular piton melintas di sekitar kebun. Namun baru kali ini yang ukurannya paling besar masuk ke permukiman dan memangsa anjing warga,” jelasnya.

Ia menambahkan, berkurangnya hewan buruan di hutan, seperti babi liar, diduga menjadi salah satu faktor ular piton masuk ke area permukiman untuk mencari makanan.

Pihak kelurahan telah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemunculan ular piton, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah yang berbatasan langsung dengan hutan.

“Kami sudah mengimbau warga agar lebih waspada terhadap keberadaan ular piton,” tutupnya.*

Satgas Saber Polda Sultra Pantau Harga Sembako di Pasar Mandonga Kendari, Stok Aman dan Harga Stabil

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Tim Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Sultra bersama Satgas Saber Pelanggaran Harga dan Mutu Pangan Sulawesi Tenggara melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di Pasar Mandonga, Kota Kendari, Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 09.30 Wita.

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah pengawasan terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di pasaran, khususnya menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah kios dan distributor, harga bahan pokok secara umum masih terpantau stabil dan stok dinyatakan mencukupi. Meski terdapat beberapa penyesuaian harga pada komoditas tertentu, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar.

Adapun harga komoditas yang terpantau di Pasar Mandonga antara lain bawang merah dijual Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, tomat Rp10.000 per kilogram, serta cabai Rp43.000 per kilogram.

Sementara itu, minyak goreng merek Minyakita dijual dengan harga Rp16.000 hingga Rp16.500 per liter, dan beras medium berada di kisaran Rp13.600 per kilogram.

Dir Reskrimsus Polda Sultra Kombes Pol Dody Ruyatman, S.I.K selaku Kasatgas Saber menegaskan pihaknya mengimbau para pedagang agar tetap menjaga stabilitas harga dan tidak menaikkan harga secara sepihak.

“Kami mengingatkan para pedagang agar tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Kombes Dody di sela kegiatan.

Pemantauan berlangsung hingga pukul 12.10 Wita dan berjalan aman serta kondusif.

Satgas Saber Polda Sultra memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan sebagai upaya antisipatif dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok dan memastikan distribusi pangan berjalan sesuai ketentuan demi melindungi masyarakat sebagai konsumen.*

TMMD ke-127 Kodim 1417/Kendari Bangun Bak Penampung Air di Sambuli, Warga Antusias Dukung Program Air Bersih

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1417/Kendari bersama warga Kelurahan Sambuli, Kota Kendari, bahu-membahu membangun bak penampung air bersih, Sabtu (14/2/2026).

Pembangunan infrastruktur air bersih tersebut dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel TNI dan masyarakat setempat. Di bawah teriknya matahari, mereka kompak mengangkut material semen dan saling mengoper ember untuk mempercepat proses pengerjaan.

Sertu La Ode Suka mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program TMMD yang bertujuan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.

“Ini bukan hanya membangun fisik semata, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami bekerja bersama warga agar pembangunan bak penampung air ini bisa segera selesai dan dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan bak penampung air sangat dinantikan warga Sambuli untuk menunjang kebutuhan air bersih sehari-hari yang lebih layak.

Warga pun tampak antusias terlibat langsung dalam proses pembangunan. Gotong royong yang terjalin menjadi wujud kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di wilayah tersebut.

Dengan progres pembangunan yang terus dikebut, bak penampung air bersih ini ditargetkan segera rampung sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat Kelurahan Sambuli.

Program TMMD ke-127 sendiri merupakan bagian dari upaya TNI AD melalui Kodim 1417/Kendari dalam membantu percepatan pembangunan di daerah serta memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat.*

Kasus Dugaan Penipuan Rp3 Miliar Dilaporkan ke Polda Sultra, Ketua DPW PKB Sultra Kembalikan Uang ke Nur Alam

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Laporan dugaan penipuan dan penggelapan dana sebesar Rp3 miliar yang menyeret Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tenggara (Sultra), Jaelani, akhirnya dinyatakan selesai.

Kasus tersebut sebelumnya dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sultra oleh mantan Gubernur Sultra, Nur Alam, melalui kuasa hukumnya, Eti Sri Narianti, terkait dugaan penggelapan dana kesepakatan dukungan politik pada Pilkada 2024.

Kuasa Hukum Nur Alam, Eti Sri Narianti, membenarkan bahwa persoalan tersebut telah berakhir setelah dilakukan pengembalian dana oleh pihak terlapor.

“Iya sudah selesai. Dia sudah bayar tanggal 10 September 2024 kalau tidak salah, sekitar satu bulan setelah laporan,” ungkap Eti Sri Narianti saat dikonfirmasi jurnalis Kendarikini.com, Minggu (14/2/2026).

Sebelumnya, laporan resmi dilayangkan ke Polda Sultra pada 11 Agustus 2024. Laporan itu berkaitan dengan dugaan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp3 miliar yang disebut sebagai bagian dari kesepakatan dukungan politik kepada Haji Tina, istri Nur Alam, yang maju sebagai calon Gubernur Sultra pada Pilkada 2024.

Menurut Eti, sebelum menempuh jalur hukum, pihaknya telah lebih dahulu meminta pengembalian dana tersebut. Permintaan itu dilakukan karena DPW PKB Sultra diduga tidak memberikan dukungan politik kepada Haji Tina dalam Pemilihan Gubernur Sultra, serta kepada Muhammad Radhan Al Gindo dalam Pilkada Konawe Selatan 2024.

Namun hingga batas waktu yang ditentukan pada 10 Agustus 2024, pengembalian dana belum dilakukan sehingga laporan resmi diajukan ke Polda Sultra.

Dengan telah dikembalikannya dana sebesar Rp3 miliar tersebut, perkara dugaan penipuan dan penggelapan itu dinyatakan selesai.*

Atlet Cilik Perisai Putih Kendari, Keyla Amalia Iskandar, Raih Juara 1 Kejurda Silat Nasional Sultra 2026

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Atlet pencak silat asal Club Perisai Putih Kota Kendari, Keyla Amalia Iskandar, berhasil meraih Juara 1 dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Perguruan Silat Nasional (PSN) Perisai Putih Sulawesi Tenggara yang digelar pada Sabtu (14/2/2026).

Keyla yang akrab disapa Kayla tampil di kategori Usia Dini 2. Pada partai final, ia berhadapan dengan Khanza Arafah Zhakila yang juga berasal dari Kota Kendari. Pertandingan berlangsung sengit sebelum akhirnya Kayla memastikan kemenangan dan naik podium tertinggi.

Ditemui usai pertandingan, Kayla mengaku kejuaraan tersebut merupakan yang ketiga kalinya ia ikuti.

“Sudah tiga kali ikut kejuaraan. Dua kali di kejuaraan yang diadakan di KONI dan satu kali di Dinas Kehutanan,” ujarnya.

Dari tiga kejuaraan tersebut, Kayla telah mengoleksi dua medali emas (Juara 1) dan satu medali perak (Juara 2), menegaskan konsistensinya sebagai atlet muda berprestasi di cabang olahraga pencak silat.

Sementara itu, orang tua Kayla, Kasmawati, mengaku bangga atas capaian putrinya. Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari kedisiplinan latihan yang dijalani Kayla.

“Latihannya 4 sampai 5 kali dalam seminggu,” katanya.

Kasmawati berharap putrinya terus mengukir prestasi, baik di tingkat daerah maupun nasional. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pelatih Kayla, Harya Alimin, S.H., serta Ketua Umum Penda PSN Perisai Putih, Alimin, S.OS., M.AP., yang dinilai selalu memberikan arahan dan motivasi kepada para atlet.

Menurutnya, Club Perisai Putih Kendari memiliki banyak atlet muda berbakat yang terus berlatih dengan semangat tinggi.

“Menang maupun kalah tetap semangat dan tidak pernah putus asa,” pungkasnya.*

Remaja Asal Anaiwoi Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Kabel WiFi di Pomalaa Kolaka

0

KOLAKA, KENDARIKINI.COM — Seorang remaja asal Kelurahan Anaiwoi dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat listrik saat memasang kabel WiFi di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (10/02/2026).

Peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban tengah melakukan pemasangan kabel jaringan internet di salah satu titik di wilayah Pomalaa. Berdasarkan keterangan warga di lokasi kejadian, korban diduga tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja saat menjalankan aktivitas tersebut.

“Korban tidak menggunakan sabuk pengaman dan tidak ada yang mendampingi saat itu,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, seperti dilansir dari Mata Net News.

Saksi mata menyebut, insiden terjadi secara tiba-tiba ketika korban berada di ketinggian. Diduga korban tersentuh aliran listrik aktif sehingga tersengat dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kronologi lengkap kejadian tersebut. Aparat setempat dikabarkan telah mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja, terutama dalam pekerjaan yang berisiko tinggi dan berkaitan dengan instalasi listrik.*

Akademisi Kritik Komunikasi Publik Kadispar Sultra, Minta Gubernur ASR Beri Teguran

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, mendapat sorotan dari akademisi Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Andi Awaluddin, terkait gaya komunikasi publiknya di media sosial.

Andi menilai, sebagai pejabat publik tingkat provinsi, seorang kepala dinas harus memahami batas kewenangan serta tugas pokok dan fungsi (tupoksi) saat memberikan tanggapan terhadap isu atau kritik yang berkembang di ruang publik.

“Perlu dilihat dalam konteks beliau berbicara sebagai pejabat dinas provinsi atau secara pribadi di luar kewenangannya. Dari sisi kewenangan dan tupoksi, saya melihat beliau keluar jalur karena tidak mewakili dinas yang memiliki otoritas verifikasi terhadap persoalan tersebut,” ujar Andi saat dikonfirmasi Kendarikini.com, Minggu (14/02/2026).

Menurutnya, komentar yang disampaikan Kadispar Sultra di media sosial berpotensi menimbulkan kerancuan komunikasi dan dapat dikategorikan sebagai blunder pejabat publik.

Ia juga menilai, respons yang disampaikan tidak berada dalam koridor komunikasi politik yang tepat dan tidak sesuai konteks pembahasan di media online.

“Posisinya sebagai kepala dinas tidak berkaitan langsung dengan kehumasan komunikasi publik provinsi. Cara menanggapinya juga tidak sesuai dengan konteks komunikasi politik. Ini bisa menjadi blunder,” tambahnya.

Andi menegaskan, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra maupun Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (ASR).

“Harus ada teguran dari pejabat yang lebih tinggi, baik sekda maupun gubernur, terhadap blunder pejabat OPD-nya. Kalau tidak, ini bisa menjadi bumerang bagi Pak ASR sendiri,” tegasnya.

Ia juga menyarankan agar Pemerintah Provinsi Sultra menunjuk pejabat atau juru bicara yang memiliki kompetensi di bidang komunikasi politik untuk menyampaikan klarifikasi resmi atas berbagai kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah.

“Harus ada pejabat yang ditunjuk secara resmi atas nama gubernur untuk mengklarifikasi pernyataan-pernyataan yang mengkritik kebijakan. Supaya publik mengetahui mana pernyataan resmi pemerintah,” pungkasnya.(Faldi)*

KM Cahaya Intan Selebes GT 44 Tenggelam di Perairan Poleang Bombana, 20 Penumpang Selamat

0

BOMBANA, KENDARIKINI.COM – Kapal Motor (KM) Cahaya Intan Selebes GT 44 dilaporkan tenggelam di perairan Poleang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Sabtu (14/02/2026). Seluruh penumpang dan awak kapal yang berjumlah 20 orang dinyatakan selamat.

Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari dari Polairud Bombana pada pukul 12.06 WITA.

Kapal tersebut diketahui bertolak dari Pelabuhan Bajoe, Kota Bone, Sulawesi Selatan dengan tujuan Pelabuhan Boepinang, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana.

Humas Basarnas Kendari, Wahyudi, menjelaskan bahwa insiden terjadi saat kapal dalam perjalanan menuju lokasi tujuan.

“Dalam perjalanan, kapal mengalami kebocoran hingga akhirnya tenggelam. Seluruh penumpang dan kru berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian,” ujar Wahyudi.

Para korban selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Boepinang, Kecamatan Poleang, untuk mendapatkan pemeriksaan medis dan pendataan lebih lanjut.

Berdasarkan data manifes, jumlah orang di atas kapal (POB) sebanyak 20 orang yang terdiri dari 13 penumpang dan 7 kru kapal.

Rinciannya, penumpang antara lain Jamaluddin (51), Nur Rahma (18), Nur Daskira (18), Ahmad Ibrohim (2), Harnida (24), Hj Bunga (55), Indo U (39), Sarinah (7), Amran (45), Darwiyah (42), Tiara (18), Sepdi (17), dan Ardi (41).

Sementara kru kapal masing-masing Mansur (49), Ahmad S (37), Arsan (67), Hendra (69), Sabar (66), Jasman (67), dan Muh Idris (67).

Basarnas mencatat seluruh POB dalam kondisi selamat. Tidak terdapat korban meninggal dunia maupun dalam pencarian.

“Data korban sesuai manifes, selamat 20 orang, meninggal nihil, dalam pencarian nihil,” tegas Wahyudi.

Usai menerima laporan, KPP Kendari langsung berkoordinasi dengan Polairud Bombana, Polsek Poleang, BPBD Bombana, Wilker Pomalaa, KPP Makassar serta unsur potensi SAR lainnya.

Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan mendung. Penyebab pasti kebocoran kapal masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.*

KM Selebes Karam di Perairan Poleang Bombana, Seluruh Penumpang dan ABK Dilaporkan Selamat

0

BOMBANA, KENDARIKINI.COM – Kapal Motor (KM) Selebes yang melayani rute Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menuju Poleang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, dilaporkan karam setelah dihantam gelombang tinggi, Sabtu pagi (14/02/2026) sekitar pukul 07.00 WITA.

Peristiwa tersebut terjadi saat kapal mendekati wilayah perairan Poleang. Cuaca buruk disertai gelombang tinggi diduga menjadi penyebab utama kapal tidak mampu bertahan hingga akhirnya tenggelam.

Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan detik-detik mencekam saat puluhan penumpang, termasuk anak-anak, terombang-ambing di tengah laut. Dalam rekaman itu terdengar teriakan histeris penumpang yang berusaha menyelamatkan diri dengan mengenakan jaket pelampung.

“Innalillahi wainnailaihi rajiun, kapal Selebes tenggelam pelayaran dari Bajoe ke Boepinang sekitar pukul 07 pagi tadi,” tulis akun Irwan dalam unggahannya.

Meski situasi dalam video terlihat dramatis, informasi sementara yang dihimpun menyebutkan seluruh penumpang dan Anak Buah Kapal (ABK) berhasil diselamatkan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Proses evakuasi dilakukan sesaat setelah kapal dilaporkan tenggelam. Para korban dievakuasi ke daratan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis dan pendataan lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Humas Basarnas Kendari belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah pasti manifes penumpang maupun kronologi detail kejadian.

Pihak berwenang masih melakukan pendataan serta penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan laut tersebut.*

Pemprov Sultra Prioritaskan Perbaikan Jalan di Kolaka Utara, Siapkan Skema APBD 2027 Jika IJD 2026 Gagal

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya menindaklanjuti aspirasi pembangunan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada 11 April 2025 di Bau-Bau.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra, Andi Syahrir, menyebut terdapat enam usulan utama dari Kolaka Utara, yakni perbaikan jalan, penyediaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), rumah layak huni, pembangunan tambat labuh, rehabilitasi irigasi, serta dukungan sektor pertanian dan perkebunan.

Menurut Andi, perbaikan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama pemerintah provinsi.

“Salah satu yang diprioritaskan adalah pengaspalan ruas Batu Putih–Porehu sepanjang 5 kilometer. Secara total, sekitar 40 kilometer jalan di Kecamatan Porehu, Tolala, dan Batu Putih dalam kondisi rusak berat,” ujarnya.

Sebelumnya, pengajuan anggaran perbaikan jalan tersebut telah diusulkan melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD). Namun, pengajuan tahun 2024 untuk pelaksanaan 2025 mengalami pengurangan hingga akhirnya dihapus akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Sultra menyiapkan skema cadangan.

“Jika IJD 2026 tidak lolos, maka pengerjaan akan dialihkan melalui APBD Provinsi 2027 dengan cakupan antara 5 hingga 10 kilometer, disesuaikan kemampuan anggaran,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada Oktober 2025, DPRD Kolaka Utara bersama camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat telah melakukan kunjungan ke Kendari guna mengawal percepatan penanganan jalan tersebut. Pertemuan bersama Bina Marga dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) mengonfirmasi kondisi kerusakan yang cukup parah.

Sementara itu, usulan optimalisasi SPAM di Kecamatan Lambai belum menjadi prioritas utama. Pemerintah provinsi, kata Andi, harus menentukan skala prioritas antara pembangunan jalan, SPAM, dan program strategis lainnya.

“Keputusan ini bersifat makro, berdasarkan penilaian urgensi dan kemampuan pembiayaan daerah,” katanya.

Di sektor perumahan, Pemprov Sultra telah merealisasikan 20 unit rumah layak huni di Desa Lawata, Kecamatan Pakue Utara, dari total usulan 30 unit. Program tersebut merupakan bagian dari alokasi 200 unit rumah layak huni tingkat provinsi yang dibagi secara proporsional.

Adapun pembangunan tambat labuh diusulkan untuk dua lokasi, yakni Desa Lame Tuna, Kecamatan Kodeoha dan Desa Bahari, Kecamatan Tolala, dengan prioritas di Desa Bahari. Namun, Dinas Kelautan menyampaikan bahwa pembiayaan selama ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan untuk tahun 2026 belum tercantum kegiatan tersebut, sehingga pelaksanaannya menunggu kepastian anggaran.

Di sektor pertanian, rehabilitasi irigasi Tambat Pakue ditargetkan sepanjang 2 kilometer. Perencanaan anggaran dijadwalkan pada 2026 untuk menghitung total kebutuhan biaya.

Pemprov Sultra juga tengah memperjuangkan dukungan anggaran melalui APBN untuk sektor pertanian dan agrokompleks. Untuk 2026, direncanakan bantuan benih kakao senilai Rp24 miliar untuk 1.500 hektare, benih kelapa dalam Rp5 miliar untuk 2.000 hektare, serta benih pala Rp650 juta, termasuk program sambung pucuk.

Sementara pada 2025, bantuan yang telah disalurkan meliputi benih kakao untuk 200 hektare senilai Rp2,04 miliar, program sambung pucuk Rp1,6 miliar untuk 100 hektare, serta benih pala Rp471,6 juta.

Andi menegaskan bahwa sebagian anggaran tersebut masih dalam tahap perjuangan melalui APBN dan belum sepenuhnya disepakati dalam Musrenbang.

“Tidak boleh ada dikotomi antara APBN dan APBD. Semua harus diperjuangkan bersama melalui intervensi dan lobi pemerintah provinsi demi kepentingan masyarakat Kolaka Utara,” tegasnya.*

PT Vale Catat Penjualan 2,2 Juta Ton Ore Awal 2026, Tunjukkan Ketangguhan di Tengah Tekanan Global

0

KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali mencatatkan produksi dan penjualan sebesar 2,2 juta ton ore pada awal 2026. Capaian tersebut diraih di tengah tekanan harga komoditas global, tantangan rantai pasok, serta tuntutan standar keberlanjutan yang semakin ketat.

Direktur dan Chief Project Officer PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, mengatakan capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen perusahaan bersama para pemangku kepentingan.

“Capaian 2,2 juta ton penjualan ore pada awal tahun ini adalah buah dari kolaborasi dan komitmen bersama. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan, mitra kerja, kontraktor, pemerintah, serta stakeholder yang telah mendukung operasional perusahaan di tengah berbagai tantangan,” ujar Asril dalam keterangan resminya, Rabu (12/2/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya berbicara soal angka produksi dan penjualan, tetapi juga konsistensi perusahaan dalam menerapkan prinsip pertambangan yang bertanggung jawab. PT Vale memastikan seluruh aktivitas operasional mengedepankan aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah tambang.

Hingga akhir Januari 2026, PT Vale IGP Morowali telah melakukan hydroseeding seluas 16 hektare, pemasangan pengendalian erosi di Mine Haul Road, serta membangun fasilitas nursery dengan kapasitas awal 400 ribu bibit per tahun untuk mendukung program reklamasi pascatambang.

Head of Mine Operation Bahodopi PT Vale Indonesia, Wafir, menyebut capaian awal tahun ini menjadi indikator kesiapan proyek dalam menjaga stabilitas operasional jangka panjang.

“Keberhasilan ini merupakan hasil penguatan sistem operasional, perencanaan tambang terintegrasi, serta koordinasi solid antara tim proyek dan operasional. Kami terus meningkatkan efisiensi, pengendalian risiko, serta implementasi standar keselamatan dan lingkungan yang ketat,” jelasnya.

Ia menambahkan, dinamika industri nikel pada awal 2026 menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat daya tahan organisasi. Optimalisasi perencanaan tambang, peningkatan produktivitas alat berat, serta penguatan manajemen risiko terus dilakukan untuk menjaga keberlanjutan kinerja.

PT Vale juga menilai dukungan pemerintah daerah dan pusat berperan penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, baik dari sisi regulasi maupun dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Capaian produksi dan penjualan 2,2 juta ton ore ini menjadi fondasi bagi target kinerja PT Vale IGP Morowali sepanjang 2026. Perusahaan menargetkan pertumbuhan yang seimbang antara produktivitas dan tanggung jawab lingkungan, seiring dengan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Morowali dan sekitarnya.*

Anton Timbang Kembali Pimpin Kadin Sultra, Fokus Dorong Ekonomi dan Hilirisasi

KENDARIKINI.COM – Anton Timbang resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara periode 2026-2031 dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-VIII, Sabtu (14/2/2026) di Kendari.

Kemenangan ini menandai periode kedua Anton memimpin organisasi pengusaha terbesar di Sultra, setelah sukses membawa transformasi signifikan pada masa kepemimpinan pertamanya.

Dalam pidato pengukuhannya, Anton menegaskan bahwa Kadin bukan sekadar organisasi profesi, melainkan rumah bersama bagi seluruh pengusaha untuk memajukan ekonomi daerah.

“Kadin adalah rumah pengabdian kita, tempat bekerja sama, saling mendukung, dan saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan. Saya berharap seluruh anggota mendukung penuh agenda lima tahun ke depan,” ujar Anton di hadapan pengurus dan tamu undangan.

Fokus Strategis Kadin Sultra 2026-2031:

Dukungan Program Nasional: Mendukung pembangunan dapur-dapur untuk Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengendalian Inflasi: Membantu pemerintah daerah menekan inflasi melalui gerakan pangan murah di kabupaten/kota.

Hilirisasi & Ekspor: Memperluas ekspor langsung komoditas lokal, termasuk tempurung kelapa ke China, serta meningkatkan kualitas produk UMKM agar memenuhi standar internasional.

Infrastruktur Nasional: Menyuarakan penggunaan aspal Buton sebagai proyek strategis nasional.

Langkah Anton Timbang mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Sultra, yang menilai sinergi antara Kadin dan pemerintah telah memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Saya berterima kasih atas apresiasi Gubernur. Kadin Sultra siap mendukung program kerja pemerintah demi bangkitnya ekonomi Sultra,” ujar Anton menutup pidatonya.*

JMSI Tegaskan Pers Perekat Bangsa, Wartawan Harus Patuh UU Pers dan Kode Etik

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menegaskan bahwa pers bukan alat untuk memecah belah bangsa, melainkan pilar demokrasi keempat yang berperan sebagai perekat persatuan di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Bidang Jurnalisme Berkualitas JMSI, Satria Utama Batubara, saat memberikan materi pada Seminar Nasional Harmonisasi Polri dan Insan Pers di Rylich Panorama, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (13/2/2026).

Menurut Satria, profesionalisme wartawan harus didukung oleh perusahaan pers berkualitas. Seluruh anggota JMSI diwajibkan bekerja sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

“Pers itu merekatkan bangsa, bukan memecah bangsa. Wartawan profesional harus mematuhi aturan yang berlaku, baik undang-undang maupun kode etik,” tegasnya. Ia menambahkan, maraknya situs berita abal-abal di era digital harus diantisipasi dengan regulasi dan komitmen profesionalisme.

Satria juga menekankan pentingnya harmonisasi antara pers dan Polri sebagai tonggak memperkuat penegakan hukum terhadap kriminalisasi pers dan penyalahgunaan profesi wartawan. JMSI, yang kini hadir di 32 provinsi, juga membantu pemerintah melakukan verifikasi dan pendataan perusahaan pers secara lebih akurat.

“Dengan jaringan JMSI yang luas, pendataan dan verifikasi perusahaan pers bisa dilakukan lebih tepat,” ujar Satria.

Seminar ini menghadirkan pembicara dari berbagai pihak, antara lain Pokja Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers Erick Tanjung, Direktur Reskrimsus Polda Papua Barat Daya Iwan Manurung, dan Ketua JMSI Papua Barat Daya Zakarias A. Balubun. Diskusi dipandu Pemred Sorongnews.com Olha Irianti Mulalinda.

Melalui kegiatan ini, JMSI berharap terbangun sinergi kuat antara pers, Polri, dan pemerintah daerah untuk menciptakan iklim jurnalistik yang sehat, profesional, dan berintegritas di Papua Barat Daya.*

Damkarmat Kendari Evakuasi 2 Anak Kucing Terjebak di Plafon Rumah Warga Andounohu

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari mengevakuasi dua anak kucing yang terjebak di atas plafon rumah warga di kawasan BTN Olive Haluoleo, Kelurahan Andounohu, Kecamatan Poasia, Sabtu (14/2/2026).

Laporan diterima pada pukul 09.30 Wita melalui pesan WhatsApp dari seorang warga bernama Ifa. Pelapor meminta bantuan karena dua anak kucing miliknya terjebak di plafon rumah dan tidak dapat turun.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Operator Komunikasi Damkarmat segera mengerahkan Tim Rescue Pleton 2. Tim berangkat dari Mako Damkar pukul 09.35 Wita dan tiba di lokasi pada pukul 09.51 Wita dengan jarak tempuh sekitar 11 kilometer.

Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan peninjauan dan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan, di antaranya unit rescue, tangga, penjepit, dan senter. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati guna memastikan keselamatan hewan.

Setelah dilakukan penanganan, dua anak kucing berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Operasi penyelamatan selesai pada pukul 11.18 Wita tanpa kendala. Cuaca cerah turut mendukung kelancaran proses evakuasi.

Komandan Regu Penyelamatan Pleton 2, Darius Simbong, bersama anggota Fire Button terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Usai memastikan situasi aman, tim kembali ke Mako Damkar Kota Kendari.

Narasumber Humas Damkar Kendari, Martoyo Awaluddin, menyampaikan bahwa Damkarmat Kota Kendari siap merespons berbagai laporan masyarakat, tidak hanya kebakaran tetapi juga evakuasi dan penyelamatan hewan.*

Damkar Kendari Bantu Warga Buka Pintu Kos Terkunci, Proses Evakuasi Tuntas 8 Menit

0

KENDARIKINI.COM – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari kembali menunjukkan respon cepat dalam pelayanan masyarakat. Pada Jumat, 13 Februari 2026, Tim Rescue Damkar Kendari membantu seorang warga yang mengalami kendala pintu kamar kos terkunci akibat kehilangan kunci.

Laporan tersebut disampaikan oleh pelapor bernama Bapak Dewa yang meminta bantuan untuk membuka pintu kamar kosnya. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Operator Komunikasi Damkar Kendari segera mengarahkan Tim Rescue menuju lokasi kejadian.

Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Tim Rescue langsung melakukan tindakan pembukaan pintu dengan prosedur standar penyelamatan. Dalam waktu kurang lebih delapan menit, pintu kamar kos berhasil dibuka dalam kondisi aman dan terkendali.

Tidak ada korban maupun kerusakan berarti dalam proses penanganan tersebut. Setelah memastikan situasi aman, Tim Rescue kembali ke Markas Komando (Mako) Damkar Kendari.

Narasumber Humas Damkar Kendari, Martoyo Awaluddin, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyampaikan bahwa pihaknya selalu siap memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat.

Damkar Kendari mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi layanan resmi apabila mengalami kondisi darurat agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.*

‘Harta Karun’ Logam Tanah Jarang Ditemukan di Bombana, BIM Ungkap 8 Blok REE Primer Bernilai Strategis

0

KENDARIKINI.COM – Indonesia kembali mencatat temuan besar sumber daya logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth elements (REE) yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Temuan tersebut diumumkan Badan Industri Mineral (BIM) yang mengidentifikasi delapan blok potensial di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Berbeda dari temuan sebelumnya yang umumnya merupakan produk sampingan tambang mineral lain, delapan lokasi ini dikategorikan sebagai sumber daya primer (primary resources).

Status tersebut dinilai strategis karena kandungan logam tanah jarang menjadi komoditas utama, bukan sekadar by-product, sehingga berpotensi memperkuat fondasi industri nasional.

Kepala BIM, Brian Yuliarto, menyebut kedelapan blok tersebut memiliki cadangan bernilai tinggi dengan luasan area yang sangat prospektif.

“Ada delapan blok yang kami nilai memiliki potensi sangat besar. Ini semuanya adalah primary resources, bukan by-product resources,” ujar Brian dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Senin (9/2/2026), dikutip dari RMOL.

Sebaran Potensi REE Nasional

Berdasarkan data teknis BIM, potensi terbesar berada di Bangka Belitung yang mencakup empat blok utama.

Blok Toboali seluas 10.000 hektare tercatat mengandung Tungsten 8.287 ppm, REE 2.391 ppm, serta Tantalum.

Blok Keposang seluas 5.000 hektare memiliki kandungan REE sekitar 1.000 ppm.

Sementara Blok Mentikus dan Batubesi menonjol dengan kandungan Timah (Sn) dan Tungsten, di mana Mentikus mencatat kadar Sn hingga 23.400 ppm di area 200 hektare.

Di Kalimantan Barat, Blok Melawi menjadi salah satu yang paling menonjol dengan luas 54.000 hektare dan total kandungan REE mencapai 81.720 ppm. Sedangkan Blok Boyan Hulu seluas 8.492 hektare memiliki potensi Antimony dengan kadar sangat tinggi, berkisar 70 hingga 95 persen.

Untuk wilayah Sulawesi, Blok Mamuju di Sulawesi Barat memiliki kandungan REE sekitar 2.000 ppm di lahan seluas 23.000 hektare.

Adapun Blok Bombana di Sulawesi Tenggara menjadi salah satu yang terluas, yakni mencapai 64.000 hektare. Di wilayah ini teridentifikasi potensi campuran REE sebesar 220 ppm serta Antimony 6.170 ppm.

Prioritas IUP untuk BUMN

Guna menjaga dan mengoptimalkan aset mineral strategis tersebut, BIM tengah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Rekomendasi yang disiapkan mengarah pada prioritas pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sesuai arahan Presiden dalam rangka memperkuat ketahanan industri dan pertahanan nasional.

“Delapan blok ini sedang kami teliti secara intensif. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM agar pengelolaan IUP dapat diberikan kepada BUMN sebagaimana diminta Presiden,” kata Brian.

BIM optimistis Indonesia mampu merebut pangsa pasar rare earth dunia sebesar 1 hingga 5 persen. Jika hilirisasi berjalan optimal, sektor ini diproyeksikan menyumbang devisa hingga 7,42 miliar dolar AS pada 2030.

Sebagai tahap awal, BIM akan mengaktifkan proyek percontohan teknologi hilirisasi di Mamuju untuk menguji kemampuan teknologi dalam negeri dalam memisahkan unsur-unsur logam tanah jarang sebelum diterapkan di seluruh blok potensial.

Peran Strategis Logam Tanah Jarang

Logam tanah jarang merupakan komponen penting dalam berbagai teknologi modern, mulai dari energi terbarukan hingga sistem pertahanan.

Unsur seperti neodymium, dysprosium, dan praseodymium digunakan dalam pembuatan magnet permanen untuk motor kendaraan listrik dan turbin angin. Gadolinium dimanfaatkan sebagai agen kontras pada pemeriksaan MRI, sementara unsur lainnya digunakan pada layar smartphone, lampu LED, radar, satelit, hingga sistem panduan rudal.

Keunggulan LTJ terletak pada kemampuannya menghasilkan komponen yang lebih ringan, kuat, dan efisien, sehingga menjadi kunci dalam mendukung transisi energi hijau dan target net zero emission.

Dengan potensi besar di Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara, Indonesia dinilai memiliki peluang strategis untuk memperkuat industri dalam negeri sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.

Namun, pengolahan logam tanah jarang membutuhkan teknologi tinggi dan investasi besar agar nilai tambahnya dapat dinikmati di dalam negeri.*

Diduga Bekingi Klaim Lahan PT ACM di Konawe, Oknum TNI AU Beri Klarifikasi: “Mari Buktikan di Lokasi”

0

KONAWE, KENDARIKINI.COM – Dugaan keterlibatan oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) dalam polemik klaim lahan antara warga dan PT Agri Casava Makmur (ACM) di Desa Unggulino, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), menuai sorotan.

Sejumlah warga mengaku lahannya yang telah dikuasai puluhan tahun tiba-tiba diklaim dan digarap oleh PT ACM tanpa adanya transaksi jual beli. Salah satu pemilik lahan, Pati, menyebut aktivitas pembersihan lahan tersebut bahkan diawasi oleh oknum anggota TNI AU berpangkat Kopral Kepala (Kopka) berinisial Jasrin.

“Katanya anggota TNI yang jadi pengawas di situ, lahan-lahan ini sudah dibeli oleh perusahaan. Sementara sertifikat dan bukti PBB ada sama saya. Makanya kemarin saya sudah laporkan ke Polres soal penyerobotan dan perusakan,” ujar Pati kepada awak media, Sabtu (27/12/2025), dilansir dari Lintassultra.com.

Pati menegaskan dirinya tidak pernah menjual lahan kepada PT ACM. Ia juga menyebut Surat Keterangan Tanah (SKT) yang menjadi dasar klaim perusahaan telah dibatalkan pemerintah desa dan tidak lagi berlaku.

Menurutnya, perusahaan tidak pernah melapor secara resmi ke pemerintah desa terkait aktivitas di wilayah tersebut. Saat ini, warga telah memasang tanda batas pada lahan masing-masing dan memperingatkan agar tidak ada aktivitas tanpa izin.

Klarifikasi Kopka Jasrin

Menanggapi tudingan tersebut, Kopka Jasrin membantah telah membekingi pengambilan lahan warga. Ia menjelaskan bahwa sertifikat yang dimiliki Pati merupakan bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2023 yang berada di kawasan Gunung Merah, bukan di lahan dataran yang kini ditanami singkong oleh PT ACM.

“Pati memang betul ada sertifikatnya tahun 2023. Tapi itu berdasarkan PBB di Gunung Merah, bukan di lahan yang digarap ACM. Setelah Pati patok, kami tidak ganggu. Silakan menggusur di tempat lain,” jelas Jasrin saat ditemui jurnalis Kendarikini.com, Jumat (13/2/2026).

Ia juga menyebut bahwa orang tua Pati dan warga bernama Parela masih bersaudara. Menurutnya, Parela sebagai pemilik awal lahan telah menjual tanah berdasarkan SKT kepada PT ACM dan tidak terdapat lahan milik Pati di dalamnya.

“Datang yang punya tanah asli, Parela, yang menjual sesuai SKT ke ACM. Tidak ada milik Pati di situ,” tegasnya.

Jasrin berharap persoalan ini dapat diselesaikan melalui pertemuan terbuka di lokasi untuk mencocokkan batas-batas lahan.

“Kalau benar ACM menyerobot, berarti kami salah. Mari buktikan di lokasi,” pungkasnya.

Penjelasan PT ACM

Direktur PT ACM, Cong, menyatakan pihaknya membeli lahan seluas 360 hektare pada 2018 berdasarkan pengalihan SKT yang diterbitkan Kepala Desa Unggulino saat itu berinisial Y. Ia mengklaim proses pengalihan telah lengkap dan lahan sudah diukur oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Konawe.

“Kami beli lahan 360 hektare sudah bayar tahun 2018. Pengalihan SKT dari kepala desa lama, semua langkah lengkap dan sudah diukur BPN,” ujar Cong.

Terkait dugaan keterlibatan Jasrin, Cong menegaskan bahwa yang bersangkutan tidak mewakili institusi TNI AU, melainkan membantu sebagai warga setempat untuk mencari dan memantau tenaga kerja harian.

“Saya minta tolong carikan tenaga kerja dan bantu pantau. Bukan mewakili TNI AU,” jelasnya.

Cong juga membantah adanya kemitraan antara PT ACM dan TNI AU di lahan Desa Unggulino. Ia menyebut kerja sama dengan TNI AU hanya dilakukan di lahan berbeda, yakni di kawasan belakang bandara sejak 2022.

“Kalau di Unggulino itu murni milik ACM, tidak ada lahan TNI AU di situ,” tegasnya.

Pihak perusahaan menyatakan siap bertemu dengan Pati untuk mencocokkan batas lahan secara langsung.

“Ya kami siap ketemu kapan saja untuk klopkan,” tutup Cong.

Hingga berita ini diturunkan, polemik klaim lahan tersebut masih berlanjut dan menunggu penyelesaian lebih lanjut melalui jalur hukum maupun mediasi antara para pihak.(Faldi).*

Driver Online Keluhkan Dugaan Denda hingga Intimidasi di Bandara Halu Oleo Kendari Jika Kedapatan Ambil Penumpang

0

KENDARIKINI.COM – Sejumlah driver transportasi online mengeluhkan dugaan denda hingga tindakan intimidasi saat mengambil penumpang di area Bandara Halu Oleo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Keluhan tersebut mencuat setelah beberapa pengemudi mengaku ditegur bahkan diminta membayar sejumlah uang oleh oknum tertentu ketika menjemput penumpang di kawasan bandara. Mereka menyebut, jika tidak membayar, tidak diperbolehkan mengambil penumpang.

Salah satu driver yang enggan disebutkan namanya mengatakan, nominal denda yang diminta bervariasi.

“Kami hanya mencari nafkah. Tapi kalau ambil penumpang di bandara, langsung ditegur. Ada yang sampai diminta bayar denda,” ujarnya, Jumat (14/2/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan warganet di kolom komentar media sosial Kendarikini.com. Rahman mengaku sempat diminta keluar dari area bandara saat menjemput keluarganya menggunakan mobil pribadi yang memiliki stiker aplikasi transportasi online.

“Saya pernah bawa mobil keluarga yang ada label Maxim mau jemput keluarga, malah saya disuruh keluar dari area bandara. Padahal bukan lagi kerja online, cuma jemput keluarga. Hampir saja saya kena pukul,” tulis Rahman.

Sementara itu, Samsudin Bessu mengaku pernah dikenakan denda hingga Rp1 juta saat menjemput istri atasannya di bandara.

“Saya pernah alami didenda Rp1 juta, cuma jemput bos di bandara. Padahal hanya disuruh bos jemput istrinya,” ujarnya.

Para driver berharap ada kejelasan regulasi terkait operasional transportasi online di Bandara Halu Oleo. Mereka meminta pengelola bandara, otoritas terkait, dan pihak aplikator duduk bersama untuk mencari solusi agar tidak terjadi gesekan di lapangan.

Menanggapi keluhan tersebut, Humas Bandara Halu Oleo, Nurlansyah, menegaskan bahwa pengelolaan layanan transportasi penumpang seperti rental dan taksi online bukan menjadi kewenangan pihak bandara.

“Terkait pengelolaan layanan transportasi penumpang seperti rental dan Grab, itu bukan kewenangan pihak Bandara. Wilayah tersebut masih menjadi kewenangan Lanud,” kata Nurlansyah saat dikonfirmasi jurnalis Kendarikini.com, Sabtu (17/1/2026).

Sebelumnya, Kepala Penerangan (Kapen) Lanud Halu Oleo, Lettu Sus M Yusuf, juga telah menyampaikan permohonan maaf atas pelayanan transportasi di area bandara yang dinilai belum optimal.

“Terkait dengan pelayanan taksi online atau transportasi bandara itu, kami dari Lanud memohon maaf karena pelayanan belum bisa memuaskan masyarakat. Ke depannya kami akan perbaiki dan bekerja sama dengan pihak transportasi agar bisa mempermudah masyarakat,” jelasnya melalui sambungan telepon WhatsApp, Senin (19/1/2026).

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi terkait mekanisme atau dasar aturan penerapan denda terhadap driver online di kawasan Bandara Halu Oleo.*

Jelang Ramadhan 2026, Kadin Sultra Gelar Gerakan Pangan Murah di Kendari, Siapkan 6.000 Paket Sembako

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Kendari. Kegiatan ini digelar sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga bahan pokok akibat inflasi.

Gerakan Pangan Murah merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Kadin dan pemerintah pusat dalam rangka menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan.

Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Bidang Hukum dan HAM Kadin Sultra, M. Azis Syamsuddin, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung kebijakan pemerintah.

“Kita menyambut baik gerakan pangan murah ini sebagai implementasi dari MoU yang telah dilaksanakan sebelumnya. Ini bagian dari upaya menggerakkan ekonomi dan membantu masyarakat sebagaimana dicanangkan pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini selaras dengan arahan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat daya beli masyarakat menjelang Ramadhan.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Sultra, Anton Timbang, menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah telah menjadi agenda rutin organisasi, terutama pada momentum hari besar keagamaan.

“Hari ini dan besok kita melaksanakan gerakan pangan murah. Ini sudah menjadi kegiatan rutin Kadin Sulawesi Tenggara. Melihat kondisi inflasi saat ini, Kadin turun langsung membantu masyarakat. Kami juga berterima kasih kepada Gubernur atas dukungannya,” ungkap Anton.

Pada tahap awal, kegiatan dipusatkan di Kota Kendari selama dua hari pelaksanaan. Kadin Sultra menyiapkan sebanyak 3.000 paket sembako per hari atau total 6.000 paket, termasuk komoditas beras dan kebutuhan pokok lainnya.

“Untuk paket sembako, masing-masing 3.000 paket per hari selama dua hari pelaksanaan,” jelasnya.

Usai pelaksanaan di Kendari, program serupa direncanakan akan berlanjut ke sejumlah daerah lain di Sultra, seperti Kabupaten Kolaka dan Kota Baubau. Kadin Sultra juga membuka peluang kembali menggelar Gerakan Pangan Murah menjelang Idul Fitri di beberapa kabupaten.

“Kemungkinan sebelum Idul Fitri kita lakukan lagi di beberapa kabupaten,” pungkasnya.*

Dirut PT Tiran Akui Kecelakaan Kerja Tewaskan Karyawan, Investigasi Berjalan di Tengah Sorotan K3

0

KENDARIKINI.COM – Direktur Utama PT Tiran Nusantara Group, Rahman Arif, mengakui adanya kecelakaan kerja yang menyebabkan meninggalnya salah seorang karyawan perusahaan tersebut.

Rahman menyampaikan, saat ini tim investigasi internal masih bekerja untuk menelusuri penyebab insiden tersebut.

“Tim investigasi lagi jalan, kalau ada perkembangan kami sampaikan. Kami dari perusahaan tidak ada merencanakan seperti itu. Bagi kami kalau ada kecelakaan, kami tutup 13 hari,” ujar Rahman, Rabu (21/1/2026).

Ia menambahkan, operasional perusahaan kini telah berjalan kembali secara terbatas sesuai rekomendasi Inspektur Tambang.

“Sekarang saya sudah jalan secara terbatas, sesuai dengan rekomendasi inspektur tambang,” tambahnya.

Rentetan Kecelakaan Kerja

Insiden ini terjadi menjelang peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional yang berlangsung setiap 12 Januari hingga 12 Februari. Momentum tersebut sejatinya menjadi ajang evaluasi dan refleksi bagi perusahaan dalam meningkatkan standar keselamatan kerja.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, PT Tiran yang beroperasi di Kabupaten Konawe Utara dilaporkan mengalami sedikitnya tiga insiden kecelakaan kerja dalam kurun waktu sebulan terakhir.

Pada 12 Desember 2025, seorang pengemudi dump truck dengan kode unit TI-DT-675 dilaporkan mengalami patah tulang kaki setelah kendaraan yang dikemudikannya terjun ke jurang.

Kemudian pada 29 Desember 2025, insiden kembali terjadi melibatkan dump truck TI-DT 407. Dalam rekaman video berdurasi 53 detik, terlihat seorang pekerja mengalami kecelakaan hingga kepalanya terjepit di bagian kepala truk.

Selanjutnya pada 7 Januari 2026, sebuah dump truck dilaporkan terbalik di jalur hauling. Muatan tumpah dan sebagian badan kendaraan terlihat terbakar dalam video berdurasi 39 detik yang beredar.

SBSI Laporkan ke Pengawas

Dewan Pimpinan Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPC SBSI) Kota Kendari sebelumnya telah melaporkan insiden tersebut ke Binwasnaker dan K3 Disnakertrans Sultra serta Inspektur Tambang perwakilan Sultra pada 22 Desember 2025.

“Kami telah melaporkan peristiwa ini ke Inspektur Tambang dan Binwasnaker K3 sesuai dengan regulasi yang berlaku, disertai bukti-bukti kecelakaan kerja,” kata Iswanto, Senin (22/12/2025).

Dalam laporan itu, SBSI Kendari menyampaikan empat dugaan pelanggaran oleh PT Tiran.

Pertama, perusahaan diduga tidak melaporkan kecelakaan kerja kepada pemerintah sebagaimana diatur dalam Pasal 11 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Kedua, PT Tiran diduga tidak melakukan uji dan pemeriksaan kendaraan secara berkala sesuai Pasal 5 ayat (4) dan (5) Permenaker Nomor 8 Tahun 2020 tentang K3 Bidang Pesawat Angkat dan Angkut (PAA).

Ketiga, perusahaan diduga tidak menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Permenaker Nomor 26 Tahun 2014.

Keempat, PT Tiran diduga belum membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) sesuai Pasal 3 Permenaker Nomor 13 Tahun 2025.

Iswanto menegaskan, persoalan kecelakaan kerja bukan hanya menyangkut tanggung jawab moral, tetapi juga kewajiban hukum perusahaan.

“Sebagai subjek hukum, perusahaan wajib menaati seluruh regulasi yang berlaku. Apalagi PT Tiran merupakan perusahaan pertambangan dengan RKAB terbesar kedua di Sultra, seharusnya menjadi contoh dalam penerapan K3,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan menyatakan masih menunggu hasil investigasi resmi terkait insiden yang menyebabkan korban jiwa tersebut.*

BGN Tutup Sementara Dapur SPPG Wonggeduku Konawe, Diduga Langgar SOP Pengelolaan MBG

0

KONAWE, KENDARIKINI.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menutup sementara dapur Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Penutupan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Konawe, Novry Al Ikmasyah, membenarkan langkah tegas tersebut. Ia mengatakan, instruksi penutupan langsung datang dari pimpinan BGN.

“Pimpinan secara tegas menginstruksikan agar dapur SPPG Wonggeduku ditutup sementara,” ujar Novry, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, penghentian operasional dapur SPPG Wonggeduku mulai diberlakukan pada Sabtu, 14 Februari 2026, dan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan.

Meski demikian, pihak pengelola dapur tetap menyelesaikan kegiatan hingga Jumat (13/2/2026), mengingat bahan makanan telah terlanjur dibeli dan disiapkan.

Novry menegaskan, kebijakan ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dapur SPPG, sekaligus pengingat bagi seluruh pihak agar pelaksanaan program MBG berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

“Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pengelola SPPG dan penerima manfaat bahwa pengelolaan MBG harus sesuai SOP,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan lebih lanjut terkait jenis pelanggaran SOP yang dimaksud maupun batas waktu pasti pembukaan kembali dapur tersebut.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti