Kamis, Oktober 29, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 100

Semarak Sambut Ramadan 1447 H, Warga Villa Ibis Pratama Kendari Gelar Pawai Obor Keliling Perumahan

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, warga Perumahan Villa Ibis Pratama RT 006/RW 003, Kelurahan Wua-Wua, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, menggelar pawai obor pada Selasa malam (17/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut diikuti seluruh elemen warga, mulai dari orang tua, remaja hingga anak-anak. Pawai obor dimulai dari Pos Kamling Villa Ibis Pratama, kemudian peserta berjalan mengelilingi area perumahan dan dilanjutkan hingga ke Jalan Chairil Anwar.

Suasana kebersamaan begitu terasa saat warga berjalan sambil membawa obor yang menyala, menciptakan nuansa hangat dan penuh semangat dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Ketua RT 006/RW 003 Kelurahan Wua-Wua, M. Hidayatullah, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin warga setiap menjelang Ramadan sebagai bentuk syiar sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin seluruh warga, baik orang tua, remaja maupun anak-anak, bisa merasakan euforia dan semangat menyambut Ramadan. Ini juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan di lingkungan perumahan,” ujarnya.

Ia berharap, semangat yang terbangun melalui pawai obor tersebut dapat terus terjaga selama bulan Ramadan dan tercermin dalam pelaksanaan ibadah puasa serta aktivitas sosial kemasyarakatan.

Pawai obor ini pun menjadi simbol persatuan dan solidaritas warga Villa Ibis Pratama dalam menyambut Ramadan 1447 Hijriah dengan penuh suka cita.*

Oknum ASN di Buton Cabuli Dua Kakak Beradik, Terungkap Usai Pelajaran di Sekolah

0

BUTON, Kendarikini.com – Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial JH (53) di Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), diringkus polisi. Ia diduga kuat melakukan pencabulan terhadap dua anak di bawah umur yang merupakan kakak beradik.

Kedua korban diketahui masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), yakni AA (7) dan adiknya AP (6).

Kronologi Pengungkapan Kasus

Kapolres Buton, AKBP Ali Rais Ndraha melalui Kasi Humas Iptu Anwar, mengungkapkan bahwa aksi bejat pelaku terungkap saat korban mengikuti proses belajar mengajar di sekolah pada Senin (9/2/2026).

Kala itu, seorang guru bernama Yuni sedang memberikan edukasi mengenai bagian tubuh sensitif yang tidak boleh disentuh oleh orang asing.

“Mendengar penjelasan guru, korban langsung mengaku bahwa dirinya pernah disentuh oleh pelaku (JH) pada bagian vitalnya menggunakan tangan,” ujar Iptu Anwar saat dikonfirmasi, Selasa (17/2/2026).

Dua Bersaudara Jadi Korban
Setelah mendengar pengakuan tersebut, pihak sekolah segera membawa korban ke ruangan khusus untuk pendalaman. Dari hasil pembicaraan tersebut, terungkap bahwa JH telah melecehkan korban sebanyak dua kali di lokasi berbeda.

Tak hanya itu, korban juga membeberkan bahwa kakak kandungnya, AA, turut menjadi sasaran aksi bejat sang oknum ASN.

“Kakak korban juga mengalami pelecehan serupa sebanyak satu kali. Pelaku menyentuh area vital korban,” tambah Anwar.

Pelaku Resmi Ditahan

Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan pelaku setelah menerima laporan. Saat ini, JH telah mendekam di sel tahanan Mapolres Buton untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

“Kasus ini sudah dalam proses penyidikan lebih lanjut dan tersangka sudah kami amankan di rutan Polres Buton,” pungkasnya.*

PHR Catat Rekor Baru! Sumur Libo SE #86 di Blok Rokan Produksi 1.274 Barel Minyak per Hari, 0 Persen Water Cut

0

KENDARIKINI.COM – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatat capaian signifikan pada awal 2026 setelah uji produksi pertama sumur Libo SE #86 di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, berhasil menghasilkan 1.274 barel minyak per hari (BOPD).

Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan Lapangan Libo SE di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Produksi awal sumur ini juga tergolong istimewa karena mencatatkan 0 persen water cut, yang berarti minyak yang dihasilkan murni tanpa kandungan air.

General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko, mengatakan keberhasilan ini menunjukkan bahwa Blok Rokan masih memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan energi nasional.

“Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa dengan inovasi teknologi dan kerja keras Perwira PHR, Blok Rokan masih memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan energi nasional Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (16/2/2026).

Secara teknis, keberhasilan sumur Libo SE #86 ditopang strategi pengeboran presisi di lapisan Top Menggala pada kedalaman 5.680 kaki dengan permeabilitas maksimal 2,2 Darcy.

PHR menerapkan metode selective perforation atau pelubangan pipa sumur secara selektif guna mengoptimalkan aliran minyak dari zona reservoir paling potensial. Selain itu, dilakukan optimasi pompa Electric Submersible Pump (ESP) dengan laju rendah yang disesuaikan karakteristik produksi sumur.

Untuk menjaga stabilitas aliran pada kondisi gas tinggi (gassy condition), PHR juga memasang kombinasi Advanced Gas Handler (AGH) di pompa bawah permukaan serta Gas Separator di fasilitas permukaan.

Keberhasilan ini menjadi awal pengembangan lanjutan di area tersebut. Saat ini, tim di lapangan tengah melakukan pengeboran sumur Libo SE #88 di wellpad yang sama. Selain itu, terdapat empat sumur infill tambahan yang akan segera dibor guna memaksimalkan potensi produksi di area Libo SE.

Kolaborasi lintas fungsi dari Tim SSDP, DWI, PTE, P&O hingga Land-CorSec disebut menjadi faktor kunci dalam mendukung keberhasilan operasi pengeboran.

PHR menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan produksi migas nasional dengan tetap mengedepankan aspek Health, Safety, and Environment (HSE).

Sebagai informasi, PT Pertamina Hulu Rokan merupakan anak perusahaan Pertamina di bawah Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Sejak 9 Agustus 2021, PHR resmi mengelola Wilayah Kerja Rokan selama 20 tahun hingga 2041.

WK Rokan memiliki luas sekitar 6.200 kilometer persegi yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau, dengan 80 lapangan aktif, 11.300 sumur, dan 35 stasiun pengumpul. Wilayah ini berkontribusi sekitar seperempat produksi minyak mentah nasional.

PHR juga menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, dan pelestarian lingkungan.***

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

0

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026 Masehi. Penetapan tersebut berdasarkan hasil Sidang Isbat yang digelar pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H.

Dalam sidang tersebut, pemerintah menggunakan kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) dengan standar tinggi hilal minimum 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 derajat.

Berdasarkan hasil hisab, posisi hilal di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada saat rukyat tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal atau imkan rukyat MABIMS (3-6,4). Pada 29 Sya’ban 1447 H atau 17 Februari 2026 M, tinggi hilal di Indonesia tercatat berada di antara minus 2 derajat 24 menit 43 detik hingga minus 0 derajat 55 menit 41 detik. Sementara elongasi berkisar antara 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik.

Dengan posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk saat Matahari terbenam, secara teoritis hilal dinyatakan mustahil untuk dirukyat. Oleh karena itu, bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari, sehingga 1 Ramadan 1447 H ditetapkan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Pemerintah menegaskan bahwa penentuan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadan, Syawal, dan Zulhijah, dilakukan dengan metode rukyat dan hisab. Hisab bersifat informatif, sementara rukyat menjadi konfirmasi atas perhitungan tersebut.

Dengan penetapan ini, umat Islam di Indonesia akan mulai melaksanakan ibadah puasa Ramadan 1447 H secara serentak pada Kamis, 19 Februari 2026.*

Suami di Kendari Aniaya Istri hingga Terjatuh Bersama Bayi 4 Bulan, Ditangkap Tim Buser77 Polresta

0

KENDARIKINI.COM – Seorang pria berinisial MA (21), warga Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), ditangkap Tim Buser77 Satreskrim Polresta Kendari atas dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya sendiri.

MA diamankan pada Selasa, 17 Februari 2026 sekitar pukul 01.30 Wita, berdasarkan Laporan Pengaduan yang diterima Polresta Kendari sehari sebelumnya, Senin (16/2/2026).

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut, tersangka ditangkap setelah penyidik mengantongi bukti permulaan yang cukup.

“Setelah dilakukan penyelidikan dan ditemukan bukti permulaan yang cukup, Tim Buser77 melakukan pencarian dan berhasil mengamankan tersangka di Jalan Pattimura, Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari,” ujar AKP Welliwanto.

Peristiwa dugaan KDRT itu terjadi pada Senin, 16 Februari 2026 sekitar pukul 17.00 Wita di Lorong Garuda, Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari.

Korban berinisial AR (20), seorang ibu rumah tangga, melaporkan bahwa dirinya diduga dianiaya oleh suaminya hingga terjatuh bersama anak mereka yang masih berusia 4 bulan.

Berdasarkan keterangan korban, peristiwa bermula saat terjadi cekcok antara dirinya dan pelaku di dalam rumah. Korban mengaku sempat ditendang pada bagian bahu kiri hingga terjatuh bersama bayinya. Setelah itu, pelaku disebut masih melakukan pemukulan dan penendangan yang menyebabkan korban sesak napas dan mengalami rasa sakit pada bagian kepala serta tubuhnya. Korban juga mengaku sempat dikunci di dalam kamar oleh pelaku.

Sementara itu, berdasarkan hasil interogasi, tersangka MA mengakui telah melakukan kekerasan terhadap istrinya. Ia menyebut pertengkaran dipicu adu mulut antara keduanya. Tersangka juga mengakui sempat menampar dan menendang korban hingga terjatuh.

“Pelaku mengakui perbuatannya dan menyampaikan bahwa tindakan tersebut dilakukan karena emosi saat terjadi pertengkaran,” tambah AKP Welliwanto.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami rasa sakit pada bagian kepala dan tubuhnya. Saat ini, tersangka telah diamankan di Polresta Kendari untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi menegaskan akan menindak tegas setiap bentuk kekerasan dalam rumah tangga sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.*

PT Swarna Dwipa Property Resmikan Masjid Jami’ Al Urwatul Wutsqo di Watulondo Kendari, Bagikan 450 Paket Sembako

0

KENDARIKINI.COM – PT Swarna Dwipa Property meresmikan Masjid Jami’ Al Urwatul Wutsqo yang berlokasi di kawasan BTN Grand Mangkubumi Residence, Jalan Konggoasa, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (16/02/2026).

Peresmian masjid tersebut dihadiri jajaran manajemen PT Swarna Dwipa Property, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang antusias menyambut hadirnya fasilitas ibadah baru di lingkungan perumahan tersebut.

Kehadiran Masjid Jami’ Al Urwatul Wutsqo diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga di kawasan Watulondo dan sekitarnya.

Sebagai bentuk rasa syukur atas rampungnya pembangunan masjid, Kepala Divisi Business dan Pengembangan Management PT Swarna Dwipa Property, Suryadi, yang juga merupakan Dewan Pembina Masjid Al Urwatul Wutsqo, menyalurkan lebih dari 450 paket sembako kepada penghuni BTN Grand Mangkubumi Residence dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Suryadi menegaskan bahwa pembangunan masjid tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan nilai kebersamaan dan spiritualitas masyarakat.

“Pembangunan masjid ini bukan sekadar menghadirkan bangunan, tetapi menyediakan wadah bagi masyarakat untuk beribadah dan mempererat silaturahmi. Berbagi sembako menjadi bentuk syukur kami bersama warga,” ujarnya.

Kegiatan sosial tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menilai kehadiran masjid yang disertai aksi sosial perusahaan menjadi wujud kepedulian nyata terhadap lingkungan sekitar.

Selain peresmian, doa bersama juga digelar dan dipimpin oleh Syaikh Abdul Adzim Al-Falimbani Abah Yasim (KH Mulyan Efendi, SH).

Melalui peresmian Masjid Jami’ Al Urwatul Wutsqo, PT Swarna Dwipa Property menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghadirkan hunian berkualitas, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan sosial serta kehidupan religius masyarakat di Kota Kendari.

Diketahui, PT Swarna Dwipa Property merupakan perusahaan pengembang properti yang berfokus pada penyediaan hunian yang nyaman, aman, dan bernilai investasi, dengan tetap mengedepankan tanggung jawab sosial serta pembangunan lingkungan berkelanjutan.*

Dua Mahasiswa Universitas Halu Oleo Raih Gold Medal dan Juara 1 International Essay Competition di 2nd International Student Summit

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari di kancah internasional. Dua mahasiswa yang tergabung dalam satu tim berhasil meraih Gold Medal sekaligus menyabet gelar First Winner of 2nd International Student Summit (International Essay Competition).

Kedua mahasiswa tersebut adalah Ahmad Rijal Hanif, mahasiswa Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Nur Ilmi Khair, mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Dalam ajang bergengsi tingkat internasional tersebut, tim mahasiswa UHO mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara melalui karya esai ilmiah yang inovatif dan solutif. Keberhasilan meraih medali emas sekaligus juara pertama menjadi bukti kualitas dan daya saing mahasiswa Universitas Halu Oleo di tingkat global.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi melalui karya ilmiah, sekaligus mengharumkan nama Universitas Halu Oleo dan Provinsi Sulawesi Tenggara di kancah internasional.

Dengan capaian tersebut, Universitas Halu Oleo kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang mampu berprestasi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.*

La Ode Umar Bonte Desak Evaluasi Total PT SCM di Routa Konawe, Soroti Pipa 40 Kilo Meter hingga Banjir Konawe Utara

0

KENDARIKINI.COM – Wakil Ketua Komite II DPD RI, La Ode Umar Bonte, melontarkan kritik keras terhadap tata kelola pertambangan di Sulawesi Tenggara (Sultra). Ia mendesak pemerintah pusat dan daerah segera mengevaluasi aktivitas investasi pertambangan yang dinilai merugikan daerah dan berdampak serius terhadap lingkungan.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul berbagai persoalan yang mencuat, mulai dari dugaan pengiriman nikel ke luar daerah tanpa kontribusi maksimal bagi pendapatan asli daerah (PAD), hingga bencana ekologis yang terjadi di sejumlah wilayah pertambangan.

Soroti Pipa Nikel 40 Kilometer

Umar Bonte menyoroti adanya aktivitas pengiriman nikel melalui pipa sepanjang kurang lebih 40 kilometer ke provinsi tetangga. Ia mempertanyakan kontribusi nyata terhadap daerah, khususnya terkait pajak dan retribusi.

Menurutnya, sumber daya alam Sultra tidak boleh hanya dieksploitasi tanpa memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.

Kaitkan Tambang dengan Banjir Konawe Utara

Selain itu, ia juga menyinggung bencana banjir yang melanda Konawe Utara. Umar Bonte menilai aktivitas pertambangan yang tidak terkendali berpotensi memperparah kerusakan lingkungan, termasuk penggundulan hutan dan degradasi lahan yang berdampak pada meningkatnya risiko banjir.

Ia meminta pemerintah melakukan audit lingkungan secara menyeluruh terhadap perusahaan-perusahaan tambang yang beroperasi di Sultra.

Janji Smelter dan Investasi Dipertanyakan

Tak hanya itu, Senator asal Sultra tersebut juga mempertanyakan realisasi pembangunan smelter oleh sejumlah investor. Ia menyebut, hingga kini masih terdapat investasi yang belum menunjukkan komitmen hilirisasi di daerah, sementara bahan mentah terus dikirim keluar.

“Jangan hanya mengambil nikel kami, tapi meninggalkan lumpur dan banjir bagi anak cucu kami. Sultra bukan tempat sampah investasi,” tegas Umar Bonte.

Kritik terhadap Pemerintah Daerah

Umar Bonte turut meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersikap tegas terhadap perusahaan tambang yang dinilai tidak memberikan manfaat optimal bagi daerah. Ia menekankan pentingnya keberpihakan pada kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

DPD RI Siapkan Langkah Evaluasi

Sebagai tindak lanjut, Komite II DPD RI berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin dan praktik investasi pertambangan di Sultra, termasuk memanggil kementerian terkait untuk meminta penjelasan atas perizinan yang telah diterbitkan.

Umar Bonte juga menegaskan akan melaporkan persoalan ini langsung kepada Presiden RI guna meminta perhatian dan intervensi terhadap tata kelola pertambangan di Sulawesi Tenggara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait, termasuk PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), atas pernyataan tersebut.*

TMMD ke-127 Kodim 1417/Kendari Percepat Pembangunan MCK di Sambuli, Lantai Dicor untuk Tingkatkan Sanitasi

0

KENDARIKINI.COM – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1417/Kendari mempercepat pembangunan fasilitas sanitasi dengan melakukan pengecoran lantai Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di Kelurahan Sambuli, Kota Kendari, Selasa (17/2/2026).

Pengecoran lantai MCK tersebut dilakukan oleh personel Satgas TMMD bersama warga setempat sebagai bagian dari sasaran fisik program TMMD tahun ini. Pembangunan fasilitas sanitasi menjadi prioritas guna meningkatkan standar kesehatan lingkungan masyarakat pesisir.

Serka La Ode Irdana mengatakan, proses pengerjaan dilakukan dengan teliti agar konstruksi lantai MCK memiliki daya tahan yang kuat dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Pengerjaan dilakukan secara maksimal agar hasilnya kokoh dan benar-benar bermanfaat bagi warga,” ujarnya di lokasi kegiatan.

Program pembangunan MCK ini diharapkan mampu mendukung pola hidup bersih dan sehat masyarakat Kelurahan Sambuli. Dengan progres yang berjalan sesuai target, fasilitas tersebut ditargetkan segera rampung dan dapat dimanfaatkan oleh warga dalam waktu dekat.

TMMD ke-127 tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan fasilitas dasar yang layak dan berkelanjutan.*

Deru Mesin Molen TMMD ke-127 Warnai Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Sambuli Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Suara mesin molen terdengar menggema di Kelurahan Sambuli, Kota Kendari, saat Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 melanjutkan pengerjaan sasaran fisik, Selasa (17/2/2026).

Deru alat pencampur material itu menjadi penanda percepatan pembangunan infrastruktur yang tengah dikerjakan bersama antara personel TNI dan masyarakat setempat.

Material bangunan dicampur secara presisi guna memastikan kualitas konstruksi yang kokoh dan tahan lama. Pengecoran dilakukan di sejumlah titik vital yang menjadi bagian dari target utama revitalisasi infrastruktur di wilayah pesisir tersebut.

Di lapangan, personel Satgas TMMD bersama warga terlihat antusias mengoperasikan mesin molen dan menyusun material konstruksi meski kondisi cuaca cukup menantang. Semangat gotong royong terus ditunjukkan demi menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Program TMMD ke-127 di Kelurahan Sambuli difokuskan pada peningkatan infrastruktur dasar guna mempercepat konektivitas antarwilayah serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan percepatan pengerjaan fisik ini, diharapkan hasil pembangunan dapat segera dimanfaatkan warga dan memberikan dampak positif secara berkelanjutan bagi Kelurahan Sambuli dan sekitarnya.*

TMMD ke-127 Kodim 1417/Kendari Percepat Pembangunan Sumber Air Bersih di Anggoeya

0

KENDARIKINI.COM – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1417/Kendari bersama warga mempercepat pengerjaan sumber air bersih di Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Selasa (17/2/2026).

Pembangunan infrastruktur vital ini menjadi salah satu prioritas dalam program TMMD tahun 2026 guna memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi layak bagi masyarakat setempat.

Di lapangan, personel Satgas TMMD dan warga tampak bahu-membahu melakukan pencarian dan penggalian titik sumber air. Semangat gotong royong terlihat kuat, mencerminkan sinergi TNI dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan.

Pengerjaan sumber air bersih ini merupakan respons atas kebutuhan warga yang selama ini mengalami keterbatasan akses air, terutama saat musim kemarau. Dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia serta dukungan tenaga masyarakat, progres pekerjaan dilaporkan menunjukkan perkembangan positif.

Program TMMD ke-127 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat. Melalui penyediaan fasilitas dasar seperti air bersih, diharapkan kualitas hidup masyarakat Kelurahan Anggoeya semakin meningkat secara berkelanjutan.

Satgas TMMD menargetkan pengerjaan sumber air bersih ini dapat segera rampung sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh warga sekitar.*

TMMD ke-127 Kodim 1417/Kendari Pasang Pipa Talud di Anggoeya, Perkuat Drainase dan Cegah Erosi

0

KENDARIKINI.COM – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1417/Kendari terus mempercepat pengerjaan sasaran fisik dengan melakukan pemasangan pipa pembuangan air pada dinding talud di Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Selasa (17/2/2026).

Pemasangan pipa tersebut menjadi bagian penting dalam konstruksi dinding penahan tanah (talud) guna memastikan sistem drainase berjalan optimal serta mencegah tekanan air berlebih yang dapat merusak struktur bangunan.

Komandan SSK TMMD ke-127, Kapten Inf Taslim, menjelaskan bahwa instalasi pipa pembuangan air dirancang untuk mengurangi tekanan hidrostatis pada dinding talud, terutama saat curah hujan tinggi.

“Pemasangan pipa ini sangat krusial agar sirkulasi air tetap lancar dan tidak menekan struktur talud. Dengan begitu, bangunan lebih kuat dan tahan lama,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan sistem drainase yang terintegrasi pada talud diharapkan mampu melindungi kawasan permukiman warga dari potensi erosi dan luapan air, khususnya menjelang musim penghujan.

Satgas TMMD bersama masyarakat setempat terus bekerja secara gotong royong untuk memastikan seluruh target pembangunan tercapai tepat waktu. Program TMMD ke-127 ini difokuskan pada peningkatan infrastruktur dasar yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan dan keamanan lingkungan warga.

Melalui pembangunan yang terencana dan berkelanjutan, TMMD diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kota Kendari, khususnya di Kelurahan Anggoeya.*

Warga Sambuli Antusias Ikuti Apel Pagi TMMD ke-127 Kodim 1417/Kendari, Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat

0

KENDARIKINI.COM – Warga Kelurahan Sambuli, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengikuti apel pagi bersama personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1417/Kendari, Selasa (17/2/2026).

Kehadiran masyarakat dalam barisan apel bersama prajurit TNI menjadi bukti kuat terjalinnya sinergi antara TNI dan rakyat dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan, baik sasaran fisik maupun nonfisik di wilayah tersebut.

Apel pagi ini menjadi langkah awal sebelum personel Satgas TMMD dan warga melanjutkan pekerjaan di lapangan. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan mampu mempercepat proses pembangunan sekaligus mempererat hubungan silaturahmi selama program berlangsung.

Dalam arahannya, Sertu Ahmad Samole menegaskan pentingnya kolaborasi serta mengutamakan faktor keselamatan kerja agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara maksimal dan tepat waktu.

“Kerja sama dan keselamatan menjadi prioritas utama agar seluruh kegiatan berjalan lancar dan sesuai rencana,” ujarnya di hadapan peserta apel.

Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya terlihat saat apel, tetapi juga saat proses pengerjaan infrastruktur desa. Warga tampak bahu-membahu bersama personel Satgas TMMD menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan yang telah diprogramkan.

Melalui kegiatan rutin seperti apel bersama dan kerja gotong royong, diharapkan nilai kebersamaan tetap terjaga sehingga program TMMD ke-127 dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Kelurahan Sambuli.*

Travelina Indonesia Klarifikasi Dugaan Penelantaran Jemaah Umrah Kendari di Madinah, Sebut Keberangkatan Dikelola Halisa Tour & Travel

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM — Travelina Indonesia akhirnya memberikan klarifikasi terkait dugaan penelantaran jemaah umrah asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), di Madinah, Arab Saudi.

Direktur Travelina Indonesia, Wisyaditama, menegaskan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab atas operasional keberangkatan jemaah tersebut. Ia menyebut, peran Travelina Indonesia hanya sebatas membantu kelengkapan administrasi.

Menurut Wisyaditama, keberangkatan itu dikelola oleh Halisa Tour & Travel Umrah di Kota Kendari. Pihaknya hanya meminjamkan akses dokumen karena Halisa Tour & Travel belum memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

“Travelina memiliki izin PPIU resmi sehingga diminta bantuan untuk mengakses Siskopatuh agar ID card dan asuransi jemaah bisa diterbitkan. Saya membantu karena mengenal Kahfi secara pribadi, bukan untuk menjual dokumen,” ujar Wisyaditama.

Ia menjelaskan, penggunaan nama Travelina Indonesia pada atribut jemaah seperti syal dan ID card terjadi karena dokumen Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) yang digunakan adalah milik Travelina.

Namun, ia menegaskan operasional perjalanan, mulai dari penyusunan program, pengurusan visa, hingga pengelolaan biaya sepenuhnya ditangani oleh Kahfi yang disebut menjalankan Halisa Tour & Travel Umrah.

“Admin kami hanya membantu input data jemaah yang dikirim. Soal teknis perjalanan dan pengelolaan dana, itu sepenuhnya dikelola oleh pihak mereka,” tegasnya.

Wisyaditama juga memastikan tidak ada dana jemaah yang masuk ke rekening Travelina Indonesia. Seluruh pembayaran, kata dia, dilakukan langsung ke rekening pribadi Kahfi.

“Kami tidak menerima dana apa pun. Tidak ada uang jemaah yang masuk ke perusahaan,” tambahnya.

Berdasarkan data internal, Halisa Tour & Travel Umrah tercatat telah tiga kali menggunakan dokumen Travelina Indonesia untuk pemberangkatan jemaah, yakni pada November 2025, Januari 2026, dan Februari 2026.

Terkait isu kantor cabang di Kendari, Wisyaditama menyebut hingga kini belum ada kerja sama resmi antara Travelina Indonesia dan pihak Kahfi. Draf kontrak pembukaan agen atau cabang disebut telah dikirim, namun belum ditandatangani.

Ia mengaku menyayangkan persoalan tersebut karena menurutnya bantuan yang diberikan berujung pada polemik yang menyeret nama baik perusahaan.

Kasus dugaan penelantaran jemaah umrah asal Kendari di Madinah sendiri kini menjadi perhatian publik dan tengah dalam penanganan aparat terkait.*

31 Siswa SMKN 1 Muna Barat Kunjungan Industri di PT Wijaya Inti Nusantara Torobulu

0

MUNA BARAT, KENDARIKINI.COM — Sebanyak 31 siswa SMKN 1 Muna Barat jurusan Teknik Geologi Pertambangan melaksanakan kunjungan industri dan praktik kerja lapangan (PKL) di PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) Site Torobulu.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembelajaran berbasis industri untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam memahami proses operasional pertambangan secara nyata.

Para siswa didampingi guru pembimbing Wa Ode Naksyabandya, S.TP., Sri Widyani, S.Pi., Muhammad Arlin, S.T., Wa Ode Ade Yusran Dewarty Bolu, S.T., dan Hasna, S.T.

Selama kunjungan, siswa berkesempatan mengamati tahapan kegiatan pertambangan, mulai dari proses preparasi sampel, pengolahan, hingga pengapalan hasil tambang. Mereka juga diperkenalkan pada sistem kerja dan penerapan teknologi yang digunakan di lingkungan industri pertambangan.

Perwakilan guru pembimbing, Wa Ode Naksyabandya, menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT WIN atas kesempatan yang diberikan kepada para siswa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Wijaya Inti Nusantara yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada siswa kami. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.

Salah satu siswa peserta, Natalia, mengaku mendapatkan pengalaman berharga melalui kegiatan tersebut.

“Kami bisa melihat langsung proses pertambangan di lapangan, sehingga lebih memahami materi yang selama ini dipelajari di kelas,” katanya.

Sementara itu, Manager PT Wijaya Inti Nusantara, Nuriman Djalani, menyebutkan bahwa kegiatan kunjungan industri merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang pertambangan dan geologi terapan.

Menurutnya, perusahaan tidak hanya berfokus pada pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan ruang belajar bagi generasi muda untuk memahami praktik pertambangan secara profesional dan berkelanjutan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri, serta melahirkan lulusan yang kompeten dan siap kerja di sektor pertambangan.*

Kapolda Sultra dan Forkopimda Pantau Keamanan Ibadah Malam Imlek 2577 di Kendari

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra memantau langsung pelaksanaan ibadah malam perayaan Imlek 2577 di Kota Kendari, Senin (16/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda didampingi Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Dr. Gidion Arief Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum serta sejumlah pejabat utama Polda Sultra. Turut hadir Komandan Korem 143/Halu Oleo Raden Wahyu Sugiarto dan Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala.

Rombongan melakukan pengecekan ke sejumlah vihara di Kota Kendari guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif selama berlangsungnya rangkaian ibadah malam Tahun Baru Imlek.

Kapolresta Kendari Kombes Pol. Edwin L. Sengka, S.I.K., M.Si juga turut mendampingi dalam kegiatan tersebut.

Selain melakukan pemantauan, Kapolda bersama jajaran Forkopimda berdialog dengan pengurus vihara untuk memastikan pelaksanaan ibadah berjalan aman, tertib, dan lancar.

Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk masyarakat, yang telah berperan aktif menjaga situasi tetap kondusif selama perayaan Imlek.

“Koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat agar stabilitas kamtibmas tetap terjaga dan terhindar dari potensi gangguan keamanan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Polda Sultra bersama seluruh jajaran akan terus bersiaga guna memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat, khususnya dalam momentum perayaan keagamaan.

Secara umum, pelaksanaan ibadah malam Imlek 2577 di Kota Kendari berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan berarti.*

Oknum Guru MIN 2 Muna Dilaporkan ke Polisi, Diduga Cabuli Siswi Berkali-kali Sejak 2025

0

KENDARIKINI.COM, MUNA BARAT – Dunia pendidikan di Kabupaten Muna Barat (Mubar) kembali diguncang isu tak sedap. Seorang oknum guru berinisial UU yang bertugas di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Muna, Desa Lapokainse, dilaporkan ke pihak berwajib atas dugaan pencabulan terhadap siswinya.

Laporan resmi dilayangkan oleh dua orang tua murid ke Polres Muna pada 9 Februari 2026. Oknum guru tersebut diduga kuat melakukan aksi tidak senonoh kepada anak di bawah umur secara berulang kali.

Korban Alami Pelecehan Berulang

HN, salah satu orang tua pelapor, membeberkan fakta memilukan. Berdasarkan pengakuan anaknya, aksi bejat oknum guru tersebut telah terjadi sebanyak tiga kali dalam kurun waktu hampir satu tahun.

“Anak saya bercerita bahwa bagian dadanya dipegang oleh gurunya. Kejadian ini bukan cuma sekali, tapi sudah tiga kali sejak Februari 2025 hingga terakhir Desember 2025,” ujar HN kepada awak media, Senin (16/2/2026).

Rasa terpukul dan tidak terima membuat HN memutuskan untuk menempuh jalur hukum guna memberikan efek jera kepada pelaku.

Desak Proses Hukum Transparan

Senada dengan HN, orang tua korban lainnya berinisial H, berharap pihak kepolisian bergerak cepat dan profesional. Ia menekankan bahwa kasus ini menyangkut trauma psikologis dan masa depan anak-anak mereka.

“Kami melapor supaya ada keadilan. Ini masalah mental anak-anak kami yang terganggu akibat perbuatan tersebut,” tegas H.
Respons Pihak Kepolisian

Kasat Reskrim Polres Muna, Iptu Sumber Jaya Tarigan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima dua laporan pengaduan terkait dugaan pencabulan yang melibatkan oknum guru MIN 2 Muna tersebut.

Iptu Sumber Jaya menyatakan bahwa saat ini kasus tersebut tengah dalam penanganan serius oleh penyidik.

“Baru dilakukan lidik (penyelidikan),” ungkapnya singkat saat dikonfirmasi.

Saat ini, pihak Polres Muna masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan bukti permulaan untuk meningkatkan status kasus tersebut.*

Damkar Kendari Evakuasi Ular di Pos Boulevard Lepo-Lepo, Berhasil Diamankan ke Mako

0

KENDARIKINI.COM – Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Kendari mengevakuasi seekor ular yang berpotensi membahayakan di kawasan Pos Boulevard Damkar, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Senin malam (16/2/2026).

Laporan kejadian diterima melalui Fire Button pada pukul 21.08 Wita dari Komandan Pos Boulevard, Juhadin A., S.IP. Dalam laporannya, keberadaan ular tersebut dinilai dapat mengganggu serta membahayakan lingkungan sekitar pos.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 21.12 Wita dan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pukul 21.27 Wita. Dalam kondisi cuaca rintik, petugas melakukan peninjauan lokasi sebelum proses evakuasi dilakukan.

Komandan Regu Penyelamatan Peleton I, Muh Sumarjan, memimpin langsung proses evakuasi. Dengan menggunakan peralatan khusus berupa unit rescue, penjepit ular, dan kandang pengaman, tim berhasil mengevakuasi ular tersebut tanpa kendala.

Proses penanganan selesai pada pukul 21.48 Wita. Ular yang berhasil diamankan selanjutnya dibawa ke Markas Komando (Mako) Damkar Kendari untuk penanganan lebih lanjut.

Narasumber Humas Damkar Kendari, Martoyo Awaluddin, membenarkan adanya kegiatan evakuasi tersebut dan memastikan situasi di sekitar lokasi telah kembali aman dan kondusif.

Damkar Kendari mengimbau masyarakat untuk segera melapor melalui layanan darurat apabila menemukan satwa liar berbahaya di lingkungan sekitar guna mencegah potensi risiko yang tidak diinginkan.*

Polresta Kendari Tingkatkan Kasus Dugaan Umrah Ilegal Travelina Indonesia ke Penyidikan

0

KENDARIKINI.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kendari resmi meningkatkan penanganan dugaan tindak pidana penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah yang mengatasnamakan Travelina Indonesia ke tahap penyidikan.

Keputusan tersebut diambil setelah Unit II Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Kendari menggelar perkara internal pada Senin, 16 Februari 2026.

Dalam gelar perkara tersebut, penyidik menemukan sejumlah fakta hasil penyelidikan yang menguatkan adanya dugaan pelanggaran hukum dalam penyelenggaraan umrah.

Berdasarkan hasil penyelidikan, terungkap bahwa pihak yang menjalankan kegiatan umrah atas nama Travelina Indonesia, yakni Ashabul Kahfi, diduga melaksanakan aktivitas penyelenggaraan tanpa dasar kerja sama yang sah dari pemegang izin resmi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) Travelina Indonesia.

Selain itu, pembayaran dari para jemaah diketahui masuk ke rekening pribadi yang tidak terdaftar sebagai rekening resmi PPIU. Penyidik juga menemukan adanya dugaan penggunaan dana jemaah yang tidak sesuai peruntukannya, termasuk penggunaan dana lintas-periode keberangkatan.

“Berdasarkan keterangan saksi, bukti transfer, rekening koran, serta dokumen perizinan, penyidik memperoleh keyakinan bahwa unsur Pasal 122 dan Pasal 124 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah telah terpenuhi,” ujar Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau melalui Kanit Tipidter Ipda Ariel Mogens Ginting.

Hasil gelar perkara menyepakati bahwa perkara tersebut layak ditingkatkan ke tahap penyidikan. Sebagai tindak lanjut, penyidik akan membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar proses hukum lebih lanjut.

Polresta Kendari memastikan penanganan perkara akan dilakukan secara profesional dan transparan guna memberikan kepastian hukum bagi para jemaah yang merasa dirugikan.*

Residivis Curanmor Ditangkap Tim Buser77 Polresta Kendari, Gasak 2 Laptop dengan Modus Nyamar Jadi Perempuan

0

KENDARIKINI.COM – Tim Buser77 Satreskrim Polresta Kendari berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian elektronik yang terjadi di salah satu rumah kos di Kota Kendari. Pelaku diketahui merupakan residivis kasus curanmor tahun 2018.

Pelaku berinisial LM alias RIZAL (25), warga Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, ditangkap pada Senin (16/2/2026) sekitar pukul 03.30 Wita di BTN Jambu Regency, Jalan Jambu, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan penangkapan tersebut.

“Pelaku kami amankan setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup terkait kasus pencurian elektronik yang terjadi di wilayah Poasia,” ujarnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa pencurian terjadi pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 05.30 Wita di Kos Agam, Jalan Banteng, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Korban berinisial AD (23), warga Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, awalnya didatangi seseorang yang mengaku bernama Dewi sekitar pukul 04.00 Wita. Saat itu, pelaku menyamar sebagai perempuan dengan mengenakan hijab.

Korban kemudian mengajak pelaku ke kamar kosnya. Di lokasi tersebut, pelaku meminta korban membeli minuman alkohol untuk dikonsumsi bersama. Setelah korban dalam kondisi mabuk dan tertidur, pelaku langsung melancarkan aksinya.

Pelaku mengambil dua unit laptop masing-masing merek ASUS dan ACER, serta sejumlah barang penting milik korban berupa KTP, dua kartu ATM (BRI dan Mandiri), dan SIM C.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp12 juta.

Barang Bukti dan Hasil Interogasi

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa:

1 unit laptop ASUS

1 unit laptop ACER

1 lembar KTP milik korban

1 kartu ATM BRI

1 kartu ATM Mandiri

Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui seluruh perbuatannya. Ia juga mengaku sempat menggadaikan satu unit laptop ACER seharga Rp1.200.000. Uang hasil gadai tersebut digunakan untuk kebutuhan makan dan membeli rokok.

Sementara satu unit laptop ASUS dan dokumen penting korban lainnya disimpan di kediaman pelaku.

Modus Operandi

AKP Welliwanto Malau menjelaskan, pelaku menggunakan modus menyamar sebagai perempuan untuk mengelabui korban.

“Pelaku berpura-pura menjadi perempuan dengan mengenakan hijab, lalu mendekati korban hingga diajak ke kos. Setelah korban mabuk dan tertidur, pelaku mengambil barang-barang milik korban,” jelasnya.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Polresta Kendari untuk proses hukum lebih lanjut.*

DPRD Kendari Dukung Polresta Selidiki Tambang Pasir Silika Petoaha yang Diduga Langgar RTRW

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Polresta Kendari yang tengah menyelidiki dugaan pelanggaran hukum pada aktivitas tambang galian C pasir silika di Kelurahan Petoaha, Kecamatan Nambo.

Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, Rajab Jinik, menilai langkah aparat penegak hukum (APH) tersebut sudah tepat karena aktivitas tambang tersebut diduga bertentangan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Kendari maupun RTRW Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Saya sudah baca memang sudah ada pemeriksaan dari pihak kepolisian. Saya pikir ini langkah yang tepat. Kasat Reskrim juga sudah menyampaikan akan menggandeng pemerintah kota karena itu berkaitan dengan Perda,” ujar Rajab saat dikonfirmasi, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, respons cepat dari Polresta Kendari merupakan bentuk keseriusan aparat dalam menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran tata ruang, terlebih revisi RTRW hingga kini belum disahkan.

“Saya pikir ini langkah bagus dari pihak penegak hukum untuk merespon laporan sebelum keluarnya revisi RTRW,” tegasnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait aktivitas tambang pasir silika di Petoaha.

“Sedang dilidik dan nanti saya akan cek langsung bersama Pemkot, saya ajak turun,” ungkap AKP Welliwanto Malau saat dikonfirmasi, Minggu (15/2/2026).

Diketahui, aktivitas tambang pasir silika di wilayah tersebut menjadi sorotan karena diduga belum mengantongi izin resmi serta berada di kawasan yang tidak diperuntukkan sebagai area pertambangan sesuai aturan RTRW yang berlaku.*

DPRD Kendari Izinkan Tambang Pasir Silika Petoaha Beroperasi Terbatas, Dilarang Gunakan Alat Berat dan Kapal Tongkang

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari akhirnya memberikan penjelasan terkait aktivitas tambang galian C pasir silika di Kelurahan Petoaha, Kecamatan Nambo, yang diketahui belum mengantongi izin resmi dan dinilai melanggar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, Rajab Jinik, mengatakan pihaknya sebelumnya telah mengeluarkan rekomendasi penghentian aktivitas tambang tersebut. Namun, DPRD menerima aspirasi masyarakat setempat yang meminta dispensasi agar tetap dapat mengelola tambang secara manual.

“Sejak lama DPRD sudah bersikap dengan mengeluarkan rekomendasi. Tapi masyarakat datang meminta dispensasi agar tetap bisa mengelola secara manual untuk kebutuhan mereka,” ujar Rajab saat dikonfirmasi, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, meskipun aktivitas tambang pasir silika di Petoaha belum memiliki izin resmi dan tidak sesuai RTRW Kota Kendari maupun Provinsi Sulawesi Tenggara, DPRD mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi warga.

Rajab menjelaskan, kebutuhan pasir silika untuk pembangunan perumahan di Kota Kendari cukup tinggi dan sebagian besar material berasal dari wilayah Nambo. Selain itu, lahan tambang disebut merupakan milik masyarakat setempat.

“Pembangunan di Kota Kendari juga menggunakan pasir Nambo. Kami harus bijak memberi ruang kepada masyarakat untuk mengelola lahannya secara manual demi lapangan pekerjaan dan kebutuhan pembangunan,” jelasnya.

Meski memberikan ruang pengelolaan secara terbatas, DPRD secara tegas melarang eksplorasi dalam skala besar, termasuk penggunaan alat berat maupun pengiriman material menggunakan kapal tongkang ke luar daerah.

“Kalau sudah dieksplorasi besar-besaran dengan alat berat, apalagi melibatkan tongkang untuk dijual keluar kota, itu keliru dan tidak boleh dilakukan,” tegas Rajab.

Ia menambahkan, DPRD Kota Kendari saat ini masih berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk mempercepat revisi RTRW Kota Kendari dan RTRW Provinsi. Revisi tersebut diharapkan dapat menetapkan Kecamatan Nambo sebagai kawasan pertambangan, yang sebelumnya berstatus kawasan industri.

DPRD menegaskan, selama belum ada perubahan RTRW dan izin resmi, aktivitas tambang hanya diperbolehkan dalam skala manual dan terbatas untuk memenuhi kebutuhan lokal.*

Personel Damkarmat Kendari Alimudin Raih Medali Perak di 6th Kun Khmer World Championship 2026 Kamboja

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Sulawesi Tenggara. Salah satu personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari, Alimudin, sukses meraih medali perak pada ajang 6th Kun Khmer World Championship yang digelar di Sihanoukville, Provinsi Preah Sihanouk, Kamboja, Februari 2026.

Kejuaraan dunia Kun Khmer edisi keenam ini menjadi salah satu yang terbesar sepanjang sejarah, dengan diikuti sekitar 125 atlet dari kurang lebih 20 negara. Ajang tersebut sebelumnya dijadwalkan pada 17–20 Desember 2025, namun diundur ke Februari 2026 karena pertimbangan teknis dan keamanan.

Alimudin yang juga merupakan atlet binaan Patriot 143 Fighting Camp Sultra tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga menembus partai final. Penampilan penuh determinasi mengantarkannya finis sebagai Juara II dan menyumbangkan medali perak bagi Indonesia.

Prestasi ini mempertegas konsistensi Alimudin di cabang olahraga Kun Khmer. Sebelumnya, ia juga meraih medali perak pada Kejuaraan Nasional III Kun Khmer Indonesia yang digelar di Makassar, Desember 2025.

Kejuaraan dunia tersebut diikuti atlet dari berbagai negara seperti Indonesia, Kamboja, Vietnam, Kamerun, Prancis, India, Jepang, Filipina, Rusia, Spanyol, Ukraina, dan Amerika Serikat. Media internasional seperti Khmer Times dan The Phnom Penh Post bahkan menyebut edisi tahun ini sebagai yang terbesar dalam sejarah Kun Khmer.

Persaingan berlangsung ketat. Tim Vietnam sempat mendominasi perolehan medali pada hari-hari awal kejuaraan, menandakan perkembangan pesat dan meningkatnya daya saing Kun Khmer di level global.

Federasi Kun Khmer Internasional (IKKF) juga memanfaatkan momentum ini untuk memperluas dukungan internasional, termasuk mendorong pengakuan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC). Pada 2026, hasil pertandingan Kun Khmer mulai tercatat dalam basis data olahraga bela diri dunia, BoxRec, melalui kerja sama dengan World Kickboxing Network (WKN).

Kabar baik lainnya, Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Kun Khmer berikutnya yang direncanakan berlangsung pada November 2026.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Kendari, Ahriawandy Efendy, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Ini prestasi luar biasa dan membanggakan. Alimudin membuktikan bahwa personel Damkarmat Kota Kendari tidak hanya sigap dalam tugas kemanusiaan, tetapi juga mampu bersaing di level dunia,” ujarnya, Sabtu (14/2).

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi aparatur Pemerintah Kota Kendari serta generasi muda untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi di berbagai bidang.

Keberhasilan Alimudin menjadi bukti bahwa disiplin, kerja keras, dan semangat pengabdian mampu mengantarkan putra daerah Kota Kendari bersaing dan berprestasi di panggung internasional.*

Cincin Tersangkut di Jari Bocah 11 Tahun, Damkarmat Kendari Bertindak Cepat dalam 7 Menit

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Tim Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari kembali melakukan evakuasi cincin tersangkut, kali ini dialami seorang anak perempuan berusia 11 tahun, Senin (16/2/2026).

Laporan diterima petugas pada pukul 08.25 Wita. Tiga menit kemudian, tepat pukul 08.28 Wita, tim langsung melakukan penanganan dan berhasil mengevakuasi cincin pada pukul 08.35 Wita.

Korban diketahui bernama Hanifah (11), warga Jalan Patimura, Lorong Ikhlas, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari. Ia mendatangi langsung Mako Damkarmat Kota Kendari untuk meminta pertolongan karena cincin yang melingkar di jari manis tangan kanannya tidak dapat dilepaskan.

Akibat cincin yang tersangkut tersebut, jari korban mengalami pembengkakan dan menimbulkan rasa sakit sehingga membutuhkan penanganan segera.

Proses evakuasi dilakukan oleh Regu Tim Penyelamatan yang dipimpin Komandan Regu (Danru) Muh. Sumarjan. Petugas menggunakan peralatan berupa satu unit gurinda kecil, botol air, senter, dan kacamata pelindung untuk memastikan proses berjalan aman.

Narasumber Damkar Kendari, Martoyo Awaluddin, menyampaikan bahwa respons cepat dilakukan guna mencegah risiko cedera lebih lanjut pada jari korban.

“Penanganan dilakukan dengan hati-hati agar tidak melukai jari korban. Alhamdulillah cincin berhasil dilepaskan dalam waktu sekitar tujuh menit tanpa kendala,” ujarnya.

Damkarmat Kota Kendari mengimbau masyarakat untuk segera meminta bantuan petugas apabila mengalami kejadian serupa guna menghindari komplikasi yang lebih serius.*

Dukung Kerja-kerja Satgas TMMD 127 Kodim 1417/Kendari, Ibu-Ibu Sambuli Sajikan Es Kelapa Muda

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1417/Kendari terus mengalir. Di tengah cuaca terik, ibu-ibu di Kelurahan Sambuli, Kota Kendari, berinisiatif menyuguhkan es kelapa muda kepada personel Satgas TMMD yang tengah bekerja, Senin (16/2/2026).

Minuman segar tersebut dihidangkan langsung di lokasi sasaran fisik sebagai bentuk kepedulian warga terhadap prajurit TNI yang sedang menuntaskan pembangunan infrastruktur desa.

Salah seorang warga menyampaikan bahwa hidangan sederhana itu merupakan wujud apresiasi atas dedikasi dan kerja keras Satgas TMMD dalam membantu percepatan pembangunan di wilayah mereka.

Aksi spontan tersebut semakin memperlihatkan kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat. Di sela waktu istirahat, anggota Satgas dan warga tampak berbincang santai dalam suasana penuh keakraban.

Program TMMD 127 Kodim 1417/Kendari tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara TNI dan masyarakat. Kebersamaan seperti ini menjadi bagian penting dalam menyukseskan setiap tahapan kegiatan di lapangan.*

Satgas TMMD 127 Kodim 1417/Kendari Hadiri Ramah Tamah Warga, Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Di tengah kesibukan menyelesaikan sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127, anggota Satgas TMMD Kodim 1417/Kendari menghadiri undangan ramah tamah dari warga, Senin (16/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung sederhana tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi antara prajurit TNI dan masyarakat di lokasi pelaksanaan TMMD. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak saat warga dan personel Satgas duduk bersama sambil berbincang mengenai progres pembangunan yang tengah berjalan.

Kehadiran anggota TNI di tengah permukiman warga dinilai sebagai bentuk kedekatan sekaligus apresiasi atas kerja sama masyarakat dalam mendukung kelancaran program TMMD di Kota Kendari.

Serma Muh. Ilyas menyampaikan bahwa interaksi langsung seperti ini menjadi bagian penting dari tujuan TMMD, yakni memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.

“Melalui kebersamaan ini, hubungan emosional antara TNI dan masyarakat semakin erat. TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Program TMMD 127 Kodim 1417/Kendari sendiri tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti jalan dan talud, tetapi juga mengedepankan pendekatan sosial guna meningkatkan kesejahteraan dan solidaritas masyarakat.*

TMMD 127 Kodim 1417/Kendari Bangun Talud di Anggoeya, TNI dan Warga Poasia Gotong Royong

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1417/Kendari terus berjalan. Pada Senin (16/2/2026), personel Satgas TMMD bersama warga Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, bahu-membahu membangun talud yang menjadi salah satu sasaran fisik utama.

Di lokasi kegiatan, prajurit TNI dan masyarakat terlihat kompak mencampur material semen dan pasir sebagai bagian dari proses pengerjaan talud. Pembangunan ini ditujukan untuk memperkuat struktur penahan tanah sekaligus memberikan perlindungan lingkungan bagi permukiman warga.

Dan SSK TMMD 127 Kodim 1417/Kendari menyampaikan bahwa partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan.

“Kehadiran Satgas TMMD di tengah masyarakat diharapkan mampu memotivasi warga untuk bersama-sama membangun wilayahnya. Gotong royong ini juga mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujarnya.

Pengerjaan talud dilakukan secara intensif guna mengejar target penyelesaian sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Dengan kolaborasi yang solid antara TNI dan warga, pembangunan diharapkan rampung tepat waktu dan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kelurahan Anggoeya.

Program TMMD sendiri merupakan wujud sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah yang membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana dasar.*

Damkarmat Kendari Evakuasi Cincin Tersangkut, Jari Warga Anduonohu Alami Pembengkakan

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Tim Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari mengevakuasi cincin yang tersangkut di jari seorang warga, Senin (16/2/2026) pagi.

Laporan masuk ke Mako Damkarmat Kota Kendari sekitar pukul 06.35 Wita. Lima menit berselang, tepat pukul 06.40 Wita, Regu Tim Penyelamatan Peleton 3 langsung melakukan penanganan dan berhasil menyelesaikan evakuasi pada pukul 06.45 Wita.

Korban diketahui bernama Muhamad Syukril (45), warga Jalan Ganesha No. 30, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Ia mendatangi langsung Kantor Damkarmat untuk meminta bantuan karena cincin yang melingkar di jari manis tangan kanannya tidak dapat dilepas.

Akibat cincin yang tersangkut tersebut, jari korban mengalami luka dan pembengkakan sehingga membutuhkan penanganan segera guna mencegah risiko yang lebih serius.

Tim Penyelamatan Peleton 3 di bawah komando Danru M. Ruslin Goa melakukan proses evakuasi menggunakan peralatan khusus, di antaranya satu unit gurinda kecil, botol air, dan senter. Proses pelepasan cincin berjalan aman dan terkendali tanpa kendala berarti.

Narasumber Humas Damkar Kendari, Martoyo Awaluddin, menyampaikan bahwa respons cepat dilakukan untuk menghindari komplikasi lebih lanjut pada jari korban.

“Penanganan dilakukan secara hati-hati agar tidak menambah luka pada jari korban. Alhamdulillah cincin berhasil dilepaskan dengan aman,” ujarnya.

Damkarmat Kota Kendari mengimbau masyarakat agar segera meminta pertolongan apabila mengalami kejadian serupa guna menghindari risiko cedera yang lebih parah.*

TMMD 127 Kodim 1417/Kendari Kebut Pembangunan, Material Fisik Terus Digelontorkan ke Lokasi

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Memasuki hari Senin (16/2), progres pembangunan sasaran fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1417/Kendari terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Sejumlah material konstruksi tampak terus didistribusikan secara bertahap ke titik-titik pengerjaan guna memastikan seluruh target infrastruktur rampung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Di lapangan, personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat bahu-membahu mempercepat proses distribusi material. Sinergi antara TNI dan warga menjadi faktor utama dalam mendukung kelancaran pembangunan.

Adapun pengerjaan fisik dalam program TMMD 127 ini meliputi pembangunan sarana infrastruktur desa yang ditargetkan selesai sesuai kalender kegiatan. Intensitas pekerjaan terus ditingkatkan agar hasil pembangunan dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

Wadansatgas TMMD 127 Kodim 1417/Kendari, Letkol Inf Hilmanur, M.A.P., menegaskan bahwa kelancaran suplai material menjadi kunci utama menjaga kualitas pembangunan.

“Distribusi material harus berjalan lancar agar progres pekerjaan tetap sesuai target dan kualitas bangunan tetap terjaga, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan warga,” ujarnya.

Meski dihadapkan pada medan yang cukup menantang di beberapa titik lokasi, semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat tetap terlihat kuat dalam setiap proses pengerjaan.

Program TMMD sendiri merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pembangunan di wilayah, khususnya pada sektor infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.*

Kalla Toyota Borong 63 Penghargaan di Toyota Dealer Convention 2026

0

KENDARIKINI.COM – Kalla Toyota kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Toyota Dealer Convention 2026 yang digelar PT Toyota Astra Motor (TAM) di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, pada 12–13 Februari 2026.

Mengusung tema “Race Together Lead Stronger”, agenda tahunan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi kepada dealer Toyota di seluruh Indonesia yang menunjukkan performa unggul dalam aspek operasional, layanan, hingga kepuasan pelanggan.

Dalam dua hari pelaksanaan, Kalla Toyota yang menjadi salah satu dealer utama Toyota di Indonesia Timur sukses memborong total 63 penghargaan dari berbagai kategori, baik tingkat cabang maupun individu.

Pada hari pertama melalui agenda Dealer People Award, dua insan Kalla Toyota berhasil meraih penghargaan nasional. Risnawati, Wiraniaga Kalla Toyota Palopo, meraih predikat Rising Star Platinum atas pencapaian target yang signifikan dan konsisten. Sementara itu, Andi Dwi W. Batari, Customer Relation Coordinator Kalla Toyota Bulukumba, berhasil meraih posisi ketiga Best CR Person, menegaskan kualitas layanan pelanggan cabang Bulukumba di level nasional.

Memasuki hari kedua dalam agenda Toyota Dealer Contest, Kalla Toyota mencatatkan pencapaian luar biasa dengan raihan 63 penghargaan dari berbagai kategori. Rinciannya meliputi 15 cabang pada kategori Sales Performance, 20 cabang pada After Sales GR Performance, 5 cabang After Sales BP Performance, 5 cabang Value Chain Performance, 13 cabang After Sales PM-Rate T-Care Performance, serta 5 cabang Hilux Rangga Penetration Performance.

Pencapaian paling membanggakan diraih Kalla Toyota Tana Toraja yang kembali dinobatkan sebagai “Outlet of The Year 2025” dan berhak membawa pulang Piala Batik. Prestasi ini mencetak rekor karena diraih dua tahun berturut-turut, yakni 2024 dan 2025.

Kategori Outlet of The Year merupakan penghargaan tertinggi karena penilaiannya mencakup seluruh aspek operasional cabang, mulai dari Sales Performance, Service Quality, Customer Satisfaction hingga Business Process.

Chief Executive Officer Kalla Toyota, Robby Wijaya, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut.

“Kami keluarga besar Kalla Toyota sangat bangga dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh cabang dan insan Kalla Toyota yang telah mengharumkan nama perusahaan di tingkat nasional. Ini menjadi bukti bahwa Kalla Toyota selalu mampu memberikan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya pelanggan setia kami,” ujarnya.

Keberhasilan ini disebut tak lepas dari penerapan nilai “Best In Town” serta semangat “Semua Lebih Mudah” yang terus dipegang teguh dalam memberikan pelayanan terbaik sesuai Standar Pelayanan Kalla Toyota (Spekta).

Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat mengakses situs resmi kallatoyota.co.id, mengikuti media sosial Instagram dan Twitter @KallaToyotaID, Facebook KallaToyota.me, atau menghubungi hotline Kalla Care di 04113000103 serta WhatsApp 08114414030.*

Kapolda Sultra Tinjau Bombana, Pastikan Kamtibmas Aman Jelang Ramadan 2026

0

BOMBANA, KENDARIKINI.COM — Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Kapolda Sultra) Irjen Pol Didik Agung Widjanarko bersama Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Bombana, Minggu (14/2/2026), guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif menjelang bulan suci Ramadan 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Sultra didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sultra, di antaranya Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kombes Pol Wisnu Wibowo, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Kombes Pol Argowiyono, Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Kombes Pol Saminata, serta Kabid Humas Kombes Pol Iis Kristian.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan ke Markas Kepolisian Resor (Polres) Bombana dan Markas Unit (Marnit) Ditpolairud Bombana. Selanjutnya, rombongan melaksanakan pertemuan bersama Bupati Bombana Burhanuddin untuk membahas perkembangan situasi kamtibmas di wilayah tersebut.

Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya menjelang Ramadan.

“Kami ingin memastikan situasi kamtibmas di Bombana tetap aman dan kondusif. Sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah sangat penting agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan rasa aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian untuk meningkatkan kesiapsiagaan, patroli, serta pelayanan kepada masyarakat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Sementara itu, Bupati Bombana Burhanuddin menyatakan komitmennya untuk terus mendukung langkah-langkah kepolisian dalam menjaga stabilitas daerah.

“Kami siap bersinergi dengan Polda Sultra dan Polres Bombana untuk memastikan situasi tetap kondusif sehingga aktivitas masyarakat berjalan lancar selama Ramadan,” katanya.

Kunjungan kerja tersebut diharapkan semakin memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Bombana menjelang Ramadan 2026.*

Kasus Dugaan Penyalahgunaan Dana Umrah Travelina Indonesia di Kendari, Polisi Temukan Rp1,85 M Tidak Sesuai Peruntukan

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kendari melalui Unit II Tipidter terus mendalami dugaan penyalahgunaan dana jemaah umrah pada biro perjalanan Travelina Indonesia.

Penyelidikan dilakukan pada Senin (16/2/2026) sekitar pukul 00.30 WITA. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan adanya dugaan penggunaan dana antar-gelombang keberangkatan untuk menutup defisit periode sebelumnya.

Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau melalui Kanit Tipidter Ipda Ariel Mogens Ginting mengungkapkan, defisit keuangan diduga sudah terjadi sejak gelombang keberangkatan Januari 2026.

“Dari hasil penyelidikan sementara, ditemukan adanya kekurangan dana operasional keberangkatan jemaah gelombang Januari sebesar Rp700 juta. Kekurangan tersebut kemudian ditutup menggunakan dana jemaah gelombang Februari,” ungkap Ipda Ariel.

Pada gelombang Februari 2026, dana yang masuk tercatat sebesar Rp1,2 miliar. Namun dana tersebut digunakan untuk menutup defisit Januari sebesar Rp700 juta dan pembiayaan awal keberangkatan Rp500 juta, sehingga dana habis terserap.

Sementara itu, kebutuhan riil keberangkatan jemaah Februari mencapai Rp1.541.360.000, meliputi tiket domestik Kendari–Jakarta Rp140.160.000, tiket internasional pulang-pergi Rp947.200.000, visa dan bus Rp160.000.000, hotel Rp230.000.000, serta perlengkapan Rp64.000.000.

Dengan total kebutuhan tersebut, terdapat kekurangan dana sebesar Rp1.041.360.000 yang kembali ditutup menggunakan dana jemaah gelombang Maret.

Untuk gelombang Maret, dana yang masuk sebesar Rp1.150.000.000. Namun dalam penggunaannya, sebagian dana dipakai untuk membayar tiket jemaah Februari sebesar Rp947.200.000, dengan rincian Rp731.200.000 dinyatakan hangus dan Rp216.000.000 digunakan memberangkatkan 29 jemaah.

Selain itu, dana juga digunakan untuk tambahan pemberangkatan 29 jemaah sebesar Rp96.000.000, deposit booking tiket 35 jemaah Rp70.000.000 yang juga hangus, serta penggunaan operasional pribadi Rp36.800.000. Saat ini, dana gelombang Maret disebut telah habis.

Dari hasil rekapitulasi sementara, penyidik menemukan dana yang diduga tidak sesuai peruntukan mencapai Rp1.850.000.000, terdiri dari dana gelombang Februari Rp700.000.000 dan dana gelombang Maret Rp1.150.000.000.

Polisi juga menemukan bahwa rekening pribadi digunakan sebagai rekening usaha, sehingga berpotensi menimbulkan penyalahgunaan dana jemaah. Selain itu, terdapat dugaan pengalihan penggunaan dana di luar peruntukan dan periode keberangkatan.

“Berdasarkan keterangan awal, terlapor mengakui paket umrah dijual dengan harga murah yang sebenarnya tidak mencukupi biaya operasional, dengan tujuan menghimpun jemaah pada gelombang berikutnya,” jelas Ipda Ariel.

Hingga kini, Satreskrim Polresta Kendari masih mendalami aliran dana dan kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut.*

PT Vale IGP Pomalaa Gelar Promkes Cegah DBD di Puulemo Baula Kolaka, Warga Diajak Terapkan 3M Plus

0

KOLAKA, KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia IGP Pomalaa menggelar kegiatan Promosi Kesehatan (Promkes) dalam rangka pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Puulemo, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sabtu (14/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Kantor Desa Puulemo itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya langkah preventif menghadapi potensi lonjakan kasus DBD, terutama di musim penghujan.

Acara tersebut dihadiri Camat Baula, Kepala Puskesmas Baula, Kepala Desa Puulemo, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti penyuluhan.

Health Educator PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, Mokhammad Syifak, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi perusahaan bersama tenaga kesehatan Puskesmas Baula dalam memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.

Dalam penyuluhan tersebut, warga diberikan pemahaman mengenai langkah pencegahan DBD melalui gerakan 3M Plus, yakni Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat wadah air, Mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta langkah tambahan seperti penggunaan kelambu dan menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu, masyarakat juga diedukasi untuk mengenali gejala awal DBD serta tindakan cepat yang harus dilakukan apabila ada anggota keluarga yang menunjukkan tanda-tanda penyakit tersebut.

“Kami menyadari bahwa DBD merupakan masalah kesehatan yang perlu diperhatikan bersama. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melakukan tindakan pencegahan,” ujar Mokhammad Syifak.

Sementara itu, Camat Baula, Syahrial Darmawan, mengapresiasi inisiatif PT Vale Indonesia IGP Pomalaa dalam mendukung upaya pencegahan DBD di wilayahnya.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, apalagi saat musim hujan seperti sekarang, potensi peningkatan kasus DBD cukup tinggi. Kami akan terus mendorong masyarakat menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Salah satu warga Desa Puulemo juga menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai penyuluhan ini sangat membantu masyarakat dalam memahami bahaya DBD dan cara pencegahannya.

Melalui kegiatan Promkes ini, diharapkan masyarakat semakin sadar dan konsisten menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna melindungi keluarga serta lingkungan dari ancaman Demam Berdarah Dengue.*

Owner Travelina Indonesia Diamankan Polisi, Kasus Dugaan Penelantaran Jemaah Umrah Kendari di Madinah Viral

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Owner Travelina Indonesia berinisial KI diamankan aparat kepolisian setelah kasus dugaan penelantaran jemaah umrah asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) di Madinah, Arab Saudi, viral di media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KI terlihat berada di Kantor Polsek Angata bersama salah satu keluarga korban. Dalam sebuah video berdurasi 32 detik yang beredar, tampak anggota Polsek Angata menanyakan secara singkat terkait persoalan dugaan penelantaran jemaah umrah yang tengah menjadi perhatian publik.

Kapolsek Angata, Iptu Mujianto, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa yang bersangkutan sempat berada di Mapolsek Angata. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci alasan keberadaan KI di kantor polisi tersebut.

“Yang bersangkutan sudah dijemput oleh anggota Reskrim Polresta Kendari,” ujar Iptu Mujianto, Minggu (15/2/2026).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, memberikan keterangan berbeda. Menurutnya, owner Travelina Indonesia datang ke Polsek Angata untuk mengamankan diri setelah terjadi kericuhan saat pesta pernikahannya di Desa Sandey, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

“Mereka mengamankan diri di Polsek karena tadi pernikahannya sempat terjadi keributan,” kata Welliwanto.

Namun, terkait kronologi keributan tersebut, pihak Reskrim Polresta Kendari belum mengetahui secara detail dan menyarankan agar dikonfirmasi langsung ke Polsek Angata.

“Belum tahu kami kronologisnya, bisa langsung ke Kapolseknya,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, baik Polsek Angata maupun Polresta Kendari belum memberikan penjelasan rinci terkait status hukum owner Travelina Indonesia dalam kasus dugaan penelantaran jemaah umrah asal Kendari di Madinah.

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah sejumlah jemaah umrah asal Kendari dikabarkan terlantar di Madinah dan kesulitan mendapatkan fasilitas sesuai paket perjalanan yang dijanjikan.*

Dua Nelayan Sempat Lost Contact di Perairan Kabaena Bombana, Basarnas Kendari Tutup Operasi SAR Setelah Korban Ditemukan Selamat

0

BOMBANA, KENDARIKINI.COM – Operasi SAR terhadap satu unit longboat dengan dua orang penumpang (POB) yang dilaporkan hilang kontak di sekitar perairan Pulau Kabaena, Desa Tapuhaka, Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana, resmi ditutup setelah kedua korban ditemukan selamat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, mengungkapkan bahwa pada Minggu (15/2/2026) pukul 21.15 Wita pihaknya menerima informasi dari Zubaedah, istri salah satu korban, yang menyampaikan bahwa kedua korban telah kembali ke rumah di Desa Napa sekitar pukul 21.00 Wita dalam kondisi selamat.

“Berdasarkan keterangan korban, mereka sempat berlindung akibat cuaca buruk yang dialami saat perjalanan. Selain itu, baterai telepon genggam dalam kondisi low sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan pihak keluarga,” ujar Amiruddin.

Dengan telah ditemukannya kedua korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR terhadap longboat POB 2 orang yang sebelumnya dilaporkan lost contact dinyatakan selesai dan resmi ditutup.

Adapun identitas korban masing-masing La Angga (50) dan Renal (20), keduanya warga Desa Napa, Kecamatan Mawasangka.

Sebelumnya, pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 14.00 Wita, kedua korban berangkat dari Pelabuhan Rakyat Dongkala menuju Mawasangka menggunakan longboat dengan perkiraan waktu tempuh sekitar tiga jam. Namun hingga malam hari, keduanya belum tiba di tujuan.

Pihak keluarga bersama masyarakat setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun hasilnya nihil hingga akhirnya dilaporkan ke Basarnas Kendari untuk dilakukan Operasi SAR.

Dalam operasi tersebut, sejumlah unsur terlibat di antaranya Staf Ops KPP Kendari, Rescuer Pos SAR Baubau, ABK RB 210, masyarakat sekitar, serta keluarga korban.

Peralatan yang digunakan meliputi rescue car, RB 210, longboat, peralatan SAR medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.

Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca saat operasi berlangsung terpantau cerah dengan kecepatan angin 9 km/jam dari arah tenggara dan tinggi gelombang sekitar 0,75 meter.

Basarnas Kendari mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut serta memastikan alat komunikasi dalam kondisi baik guna menghindari kejadian serupa.*

Wagub Sultra Hugua Buka Musda VII MUI 2026 di Kendari, Perkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah untuk Harmoni dan Kesejahteraan

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, M.Ling., secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VII Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tenggara di Hotel Zahra Syariah Kendari, Minggu (15/2/2026) malam.

Pembukaan Musda VII MUI Sultra ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara ulama dan pemerintah guna menjaga harmoni sosial serta mendorong kesejahteraan masyarakat di Bumi Anoa.

Dalam sambutannya, Hugua menegaskan bahwa musyawarah bukan sekadar agenda organisasi, melainkan bagian dari nilai luhur yang mengedepankan kebersamaan, tanggung jawab, dan kemaslahatan umat.

“Pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Sinergi antara ulama dan pemerintah menjadi kunci terciptanya ketenteraman dan keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Hugua.

Ia menilai, Musda MUI memiliki posisi strategis dalam merumuskan arah kebijakan keagamaan yang berdampak langsung terhadap kehidupan sosial masyarakat, terutama di tengah tantangan era digital, penyebaran hoaks, hingga persoalan moral generasi muda.

Pemerintah Provinsi Sultra, lanjutnya, terus mendorong kolaborasi bersama MUI dalam pembinaan kehidupan beragama, penguatan moderasi beragama, pencegahan radikalisme, serta pengembangan ekonomi umat berbasis syariah.

Program tersebut mencakup sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, penguatan koperasi syariah, hingga pemberdayaan pesantren berbasis kewirausahaan. Selain itu, perhatian juga diarahkan pada pembinaan generasi muda melalui penguatan literasi digital, pencegahan narkoba, serta penanaman nilai keagamaan yang moderat dan inklusif.

Melalui Musda VII ini, pemerintah berharap lahir kepengurusan MUI Sultra yang amanah, profesional, dan visioner, sekaligus menghasilkan program kerja yang realistis dan berdampak luas.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Musyawarah Daerah VII MUI Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” tegas Hugua.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI Pusat, DR. H. Amirsyah Tambunan, M.A., menekankan pentingnya peran strategis ulama dalam membangun kehidupan beragama yang tidak hanya berorientasi pada ritual, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Menurutnya, masih terdapat anomali antara semangat ibadah dan perilaku sosial, seperti tingginya pemborosan makanan serta persoalan lingkungan yang belum tertangani optimal. Padahal, ajaran Islam menekankan kebersihan, keseimbangan, dan tanggung jawab terhadap alam sebagai bagian dari kesalehan sosial.

“Ulama memiliki tanggung jawab menanamkan motivasi beragama yang produktif, melahirkan kesalehan sosial, serta memperkuat persatuan umat. Agama harus menghadirkan rasa aman dan nyaman dalam kehidupan,” ujarnya.

Amirsyah juga menegaskan, ulama perlu mengambil peran dalam politik kebangsaan dengan memberikan nasihat kepada pemerintah (umara) demi kemaslahatan masyarakat, tanpa terjebak dalam politik praktis.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki posisi penting dalam mendorong terciptanya tatanan dunia yang damai dengan menolak kekerasan, terorisme, dan segala bentuk penjajahan, sejalan dengan nilai kemanusiaan dan konstitusi.

Musda VII MUI Sultra diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang amanah dan memperkuat persatuan ulama sebagai kekuatan utama dalam membawa perubahan positif bagi umat dan daerah.

“Perubahan nasib umat dan bangsa hanya dapat terjadi jika kita bersama-sama berkomitmen untuk memperbaiki diri dan memperkuat persatuan,” pungkasnya.*

Baliho Ucapan Musprov Kadin Sultra Disorot, Panitia Tegaskan Bukan Agenda Pemerintah

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Panitia Musyawarah Provinsi (Musprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) memberikan klarifikasi terkait baliho ucapan “Selamat Musprov Kadin Sultra” yang memunculkan beragam tafsir di ruang publik.

Ketua Panitia Musprov Kadin Sultra, Sastra Alamsyah, menegaskan bahwa Musprov merupakan agenda internal organisasi Kadin, bukan kegiatan pemerintah daerah.

“Ini adalah acara Kadin, bukan acara pemerintah. Jadi siapapun dapat memberikan ucapan, baik gubernur maupun pihak lainnya,” ujar Sastra, Minggu (15/02/2026).

Menurutnya, pemasangan baliho ucapan selamat merupakan hal yang lazim dalam setiap pelaksanaan kegiatan organisasi, termasuk Musprov Kadin. Ia menilai ucapan tersebut tidak memiliki implikasi politis maupun administratif.

Sastra menambahkan, ucapan selamat yang terpasang merupakan bentuk dukungan moral dan apresiasi terhadap pelaksanaan agenda organisasi. Karena itu, ia meminta agar hal tersebut tidak ditarik ke ranah lain yang dapat menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.

Panitia, lanjutnya, memastikan seluruh rangkaian Musprov Kadin Sultra dilaksanakan secara independen sesuai dengan mekanisme dan aturan organisasi, tanpa keterkaitan dengan agenda atau kepentingan pemerintahan daerah.

“Kami berharap klarifikasi ini dapat meluruskan persepsi publik agar tidak terjadi kesalahpahaman,” pungkasnya.*

Eks Kapolres Bima Kota AKBP DPK Jadi Tersangka Narkoba, Polri Tegaskan Tak Ada Impunitas

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menetapkan mantan Kapolres Bima Kota berinisial AKBP DPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Penetapan tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Jhonny Edison Isir, dalam doorstop di Lobby Lantai 1 Gedung Divhumas Polri, Minggu (15/2) malam.

Irjen Jhonny menegaskan, Polri tidak memberikan toleransi terhadap siapa pun yang terlibat tindak pidana narkotika, termasuk dari internal institusi.

“Sebagai institusi penegak hukum yang mengemban amanat untuk memberantas segala bentuk tindak pidana, termasuk narkotika yang merupakan kejahatan luar biasa, Polri tidak mentoleransi segala bentuk penyalahgunaan narkotika dan psikotropika, baik oleh masyarakat maupun oknum internal Polri,” tegasnya.

Berawal dari Penangkapan ART

Kasus ini bermula dari penangkapan dua asisten rumah tangga milik anggota Polri BRIPKA KIR dan istrinya AN. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti sabu seberat 30,415 gram di rumah pribadi keduanya.

Pengembangan kasus oleh Ditresnarkoba Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) kemudian mengarah pada keterlibatan AKP ML. Hasil pemeriksaan Bidpropam Polda NTB menunjukkan AKP ML positif mengonsumsi amfetamin dan metamfetamin.

Penggeledahan di ruang kerja dan rumah jabatan AKP ML menemukan lima paket sabu dengan berat total 488,496 gram. Dari keterangan AKP ML, penyidik mendalami dugaan keterlibatan AKBP DPK.

Penggeledahan di Tangerang

Tim gabungan Biro Paminal Divpropam Polri dan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di rumah pribadi AKBP DPK di Tangerang pada 11 Februari 2026.

Dari lokasi tersebut, penyidik menemukan sejumlah barang bukti berupa sabu 16,3 gram, 50 butir ekstasi, 19 butir alprazolam, 2 butir Happy Five, serta 5 gram ketamin.

Atas perbuatannya, AKBP DPK dijerat Pasal 609 ayat (2) huruf a KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Ketentuan Pidana serta Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Ia terancam pidana penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun serta denda hingga Rp2 miliar.

Jalani Patsus dan Sidang Etik

Saat ini, AKBP DPK telah ditempatkan dalam penempatan khusus (patsus) oleh Divpropam Polri. Ia juga dijadwalkan menjalani sidang kode etik pada 19 Februari 2026.

Kadivhumas memastikan tidak ada perlakuan khusus terhadap tersangka meskipun berasal dari internal Polri.

“Pimpinan Polri sudah tegas menjamin tidak ada impunitas bagi personel Polri yang terlibat jaringan narkotika. Kami justru menerapkan standar pemeriksaan yang lebih ketat guna menjaga marwah institusi,” ujarnya.

Polri juga membentuk tim gabungan Ditipidnarkoba Bareskrim Polri dan Ditresnarkoba Polda NTB untuk mengembangkan jaringan lebih luas, termasuk memburu bandar berinisial E yang diduga menjadi pemasok narkotika. Berdasarkan pemeriksaan sementara, jaringan ini diduga beroperasi sejak Agustus 2025.

Polri mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba sebagai bentuk dukungan dalam pemberantasan narkotika di Indonesia.*

Puluhan Jemaah Umrah Asal Kendari Terlantar di Madinah, Diduga Travelina Indonesia Tak Sediakan Hotel dan Konsumsi

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Sebanyak 30 jemaah umrah asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), dilaporkan terlantar di Kota Madinah, Arab Saudi, setelah diduga tidak difasilitasi hotel dan konsumsi oleh pihak Travelina Indonesia.

Sementara itu, 34 jemaah lainnya masih tertahan di Jakarta tanpa kejelasan jadwal keberangkatan menuju Arab Saudi.

Salah satu jemaah, Andi Dewi Zukrufi, mengungkapkan bahwa awalnya terdapat 64 orang dalam rombongan yang berangkat dari Kendari menuju Jakarta. Namun, setelah terjadi desakan kepada pihak travel, hanya 30 orang yang akhirnya diberangkatkan ke Arab Saudi.

“Awalnya kami 64 orang. Kemudian diberangkatkan 30 orang atas desakan-desakan kami, sedangkan 34 orang lainnya masih ada di Jakarta,” ujar Andi Dewi kepada awak media di Kendari, Minggu (15/2/2026) dilansir dari Detiksultra.

Ia menjelaskan, rombongan sempat transit di Doha dan Jeddah sebelum tiba di Madinah. Namun setibanya di kota tujuan, para jemaah mendapati tidak ada fasilitas hotel maupun konsumsi yang disiapkan oleh pihak travel.

“Kami sempat ke Doha lalu ke Jeddah, kami pikir aman-aman. Ternyata di Madinah tidak disediakan hotel maupun makanan bagi para jemaah,” ungkapnya.

Kondisi tersebut diperparah karena tour leader disebut tidak dapat dihubungi. Beberapa jemaah, termasuk enam orang lanjut usia (lansia), juga dilaporkan tidak memiliki uang saku yang cukup.

“Ada enam lansia yang tidak mau terpisah dari saya. Yang kasihan, ada yang sama sekali tidak punya uang. Ada juga yang hanya pegang Rp200 ribu,” tuturnya.

Dalam kondisi panik, Andi Dewi mengaku berinisiatif menghubungi Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, yang kebetulan tengah menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi. Wali Kota disebut langsung turun tangan membantu memfasilitasi penginapan dan konsumsi para jemaah.

“Alhamdulillah diamankan Bu Wali. Setelah salat subuh, para jemaah sudah bisa sarapan bersama,” katanya.

Sementara itu, 34 jemaah yang masih berada di Jakarta disebut telah menunggu selama empat hari dengan janji keberangkatan yang tak kunjung terealisasi. Bahkan, pihak travel dikabarkan belum melunasi tagihan hotel dan katering, sehingga sebagian jemaah memilih kembali ke Kendari dengan biaya pribadi.

Di tengah mencuatnya dugaan penelantaran tersebut, beredar informasi bahwa owner Travelina Indonesia berinisial KI sedang melangsungkan pernikahan di Desa Sandey, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan.

Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa prosesi pernikahan tersebut berlangsung dengan mahar uang ratusan juta rupiah dan satu unit mobil.

Meski demikian, informasi tersebut masih sebatas keterangan sumber dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, Travelina Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penelantaran jemaah umrah di Madinah maupun kabar mengenai owner travel tersebut.*

KPU Wakatobi Gelar Aksi Bersih Pantai di Wapia-Pia, Gaungkan Pemilu Ramah Lingkungan

0

WAKATOBI, KENDARIKINI.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wakatobi menggelar aksi clean up atau bersih-bersih pantai di Pantai Cemara, Desa Wapia-Pia, Kecamatan Wangi-Wangi, Minggu (15/2/2026). Kegiatan ini mengusung tajuk “Merawat Alam, Merawat Demokrasi”.

Aksi tersebut merupakan inisiatif KPU Wakatobi dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat dan daerah terkait pelestarian lingkungan, sekaligus menjaga citra Wakatobi sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Ketua KPU Kabupaten Wakatobi, La Deni, mengatakan kegiatan bersih pantai ini menjadi bentuk kepedulian lembaganya terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Kami berinisiatif untuk turut menyukseskan kebijakan pemerintah nasional dan pemerintah daerah dengan menjaga kebersihan serta melestarikan lingkungan. Hal ini sejalan dengan citra Wakatobi sebagai salah satu daerah wisata yang telah mendunia dan patut dijaga kebersihan serta keindahannya oleh semua elemen masyarakat, termasuk KPU,” ujar La Deni.

Ia menjelaskan, di masa non tahapan pemilu, KPU Wakatobi tetap aktif menjalankan berbagai program kelembagaan, seperti sosialisasi pendidikan pemilih berkelanjutan, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, peningkatan kapasitas SDM, serta aktivitas rutin perkantoran.

Menurutnya, kegiatan bersih pantai menjadi salah satu langkah positif yang dilakukan di luar agenda utama kepemiluan.

“Selain program rutin, kami juga berinisiatif melakukan kegiatan positif untuk masyarakat dan daerah, salah satunya dengan bersih-bersih pantai. Kegiatan ini juga berdampak pada peningkatan etos kerja jajaran sekretariat, menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan, serta memupuk kebersamaan dan solidaritas internal,” jelasnya.

La Deni menambahkan, aksi tersebut juga dapat dimaknai sebagai perwujudan prinsip penyelenggaraan pemilu yang ramah lingkungan.

“Harapannya, kegiatan sederhana ini memberikan dampak positif bagi Wakatobi. Pantai menjadi bersih, wisatawan tertarik berkunjung, dan tentu berdampak pada perekonomian masyarakat,” katanya.

Ke depan, KPU Wakatobi berencana menggelar kegiatan serupa dengan melibatkan kolaborasi berbagai lembaga dan elemen masyarakat lainnya.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti