Kamis, Oktober 29, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 99

Gaji Tak Dibayar, KSBSI Kendari Laporkan CV Langit Bumi Perkasa ke Polda Sultra

0

KENDARIKINI.COM – Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kota Kendari bersama lima eks pekerja cleaning service melaporkan perusahaan outsourcing CV Langit Bumi Perkasa (LBP) ke Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (19/2/2026).

Perusahaan tersebut diketahui merupakan vendor di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra. Laporan dilayangkan karena gaji pekerja bulan Januari 2026 disebut belum dibayarkan.

Ketua KSBSI Kendari, Iswanto Sugiarto, menilai tunggakan upah tersebut merupakan bentuk pelanggaran ketenagakerjaan. Ia menyebut, dari 16 pekerja, hanya 11 orang yang menerima pembayaran dan itu pun hanya setengah gaji. Sementara lima pekerja lainnya belum menerima pembayaran sama sekali.

“Dari 16 pekerja hanya 11 orang yang dibayarkan, itupun setengah. Sedangkan lima pekerja tak juga kunjung dibayarkan. Berdasarkan surat kuasa resmi yang diberikan, maka kami melaporkan hal tersebut,” ujar Iswanto.

Ia menjelaskan, laporan tersebut diajukan ke Desk Ketenagakerjaan Polda Sultra dengan dasar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, Pasal 185 juncto Pasal 88A ayat (3). Dalam ketentuan tersebut, perusahaan yang menahan atau tidak membayarkan upah pekerja dapat dikenakan sanksi pidana maksimal empat tahun penjara dan denda hingga Rp400 juta.

Iswanto juga meminta Gubernur Sultra untuk tidak tinggal diam terhadap persoalan tunggakan gaji pekerja di lingkup Pemprov Sultra.

“Saya sempat ingin lakukan bipartit kepada perusahaan itu, tetapi setelah saya hubungi katanya nanti dihubungi kembali. Setelah saya telepon bahkan saya WhatsApp tidak direspons, sehingga saya anggap pihak perusahaan tidak punya itikad baik,” tegasnya.

Ia berharap Pemprov Sultra dapat mengambil sikap tegas terhadap perusahaan yang dinilai belum memenuhi kewajiban pembayaran upah pekerja.

Sementara itu, salah satu dari lima pekerja berinisial HWM mengaku upah bulan Januari belum dibayarkan dan tidak ada kejelasan kontrak kerja.

“Kami disuruh tetap kerja saat sedang membersihkan di STQH MTQ. Bulan Januari kami tetap bekerja, tetapi masuk bulan Februari tidak ada kejelasan kontrak maupun gaji, sampai saya tidak dipekerjakan lagi,” ungkapnya di hadapan penyidik Ditreskrimsus Polda Sultra.

Meski melaporkan dugaan pelanggaran tersebut, KSBSI Kendari menyatakan tetap mendukung visi dan misi Gubernur Sultra dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja di daerah itu.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak CV Langit Bumi Perkasa terkait laporan tersebut.*

Eks Ketua KONI Sultra Diperiksa Polda, Dugaan Penggelapan Dana Rp11 Miliar Masih Diselidiki

0

KENDARIKINI.COM – Mantan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Alvian Taufan Putra, menjalani pemeriksaan di Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, Jumat (20/2/2026).

Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan dugaan penggelapan dana KONI Sultra sebesar Rp11 miliar. Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sultra.

Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Niko Darutama, membenarkan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah pihak terkait dugaan tersebut.

“Iya, sudah kita ambil keterangan. Sekretaris sama bendahara sudah kita ambil keterangan,” ujar AKBP Niko saat dikonfirmasi.

Ia juga memastikan bahwa mantan Ketua KONI Sultra telah memenuhi panggilan penyidik.

“Hadir dia (eks Ketua KONI Sultra). Saat ini masih tahap penyelidikan,” jelasnya.

Menurut Niko, pemanggilan terhadap Alvian Taufan Putra baru dilakukan satu kali. Yang bersangkutan, kata dia, sempat meminta penjadwalan ulang pemeriksaan.

“Dia baru satu kali dipanggil. Dia minta reschedule, minta waktu. Misalnya dipanggil hari Senin, dia konfirmasi tidak bisa dan minta hari Rabu. Begitu, sekali saja mintanya,” terangnya.

Polda Sultra juga akan melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah lanjutan dalam penanganan kasus tersebut.

“Nanti kita lihat posisinya, nanti kita gelar lagi,” katanya.

Terkait jumlah pasti dugaan penggelapan, AKBP Niko menyebut pihaknya masih menunggu hasil audit. Ia menegaskan bahwa dana yang dipersoalkan sebesar Rp11 miliar, namun nominal kerugian negara harus diaudit lebih lanjut.

“Saya tidak tahu jumlah penggelapannya berapa. Ada dana Rp11 miliar, begitu saja. Untuk jumlah penggelapannya harus diaudit,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan terhadap Alvian dilakukan pada awal bulan Februari 2026.

Hingga saat ini, penyidik masih mendalami keterangan para pihak untuk mengungkap secara terang dugaan penyalahgunaan dana KONI Sultra tersebut.*

Dugaan Minim Transparansi Dana Desa 2025 di Latali Kolaka Utara, Warga Minta APH Turun Tangan

0

KENDARIKINI.COM – Sejumlah program Desa Latali, Kecamatan Pakue Tengah, Kabupaten Kolaka Utara, menjadi sorotan warga karena dinilai kurang transparan dalam pengelolaannya, khususnya pada Tahun Anggaran 2025.

Sorotan tersebut disampaikan Dira, aktivis sekaligus warga Desa Latali, saat ditemui awak media, Kamis (20/2/2026). Ia menilai keterbukaan informasi terkait pelaksanaan program desa penting dilakukan agar tidak menimbulkan asumsi dan pertanyaan di tengah masyarakat.

“Sejumlah program desa perlu dibuka secara transparan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan asumsi dan pertanyaan di tengah warga,” ujar Dira.

Ia menjelaskan, beberapa program yang menjadi perhatian di antaranya penyewaan tambak oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk program ketahanan pangan tahun 2025, serta penyewaan kandang ayam yang juga dikelola melalui BUMDes.

Menurutnya, program ketahanan pangan tersebut disebut memiliki alokasi anggaran sekitar Rp170 juta. Karena itu, ia menilai perlu adanya penjelasan terbuka terkait perencanaan dan rincian penggunaan anggaran agar sesuai dengan prinsip kewajaran dan akuntabilitas.

Selain itu, pembangunan balai atau gedung desa yang disebut menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah juga menjadi perhatian warga. Pasalnya, hingga saat ini pembangunan tersebut dikabarkan belum rampung sepenuhnya.

Dira menyampaikan, masyarakat berharap Aparat Penegak Hukum (APH) dapat melakukan penelusuran secara objektif dan profesional terhadap seluruh program desa, khususnya yang bersumber dari Tahun Anggaran 2025, guna memastikan tata kelola berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Ia juga menekankan pentingnya klarifikasi secara terbuka dari pemerintah desa agar tidak berkembang isu-isu yang dapat merugikan berbagai pihak.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Tim Redaksi Kendarikini.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Pemerintah Desa Latali untuk memperoleh penjelasan resmi terkait pelaksanaan sejumlah program tersebut.*

Owner TRG Kendari Bantah Telantarkan Jemaah Umrah, Janji Refund Dana Maksimal 90 Hari

0

KENDARIKINI.COM – Manajemen Tajak Ramadan Group (TRG) akhirnya angkat bicara terkait isu dugaan penelantaran jemaah umrah serta tuntutan pengembalian dana dari sejumlah calon jemaah umrah dan haji.

Owner Tajak Ramadan Group, Hj Amra Nur, membantah tudingan bahwa pihaknya telah menelantarkan jemaah umrah. Ia menegaskan informasi yang beredar tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Kami tidak pernah menelantarkan jemaah. Yang terjadi merupakan proses transit perjalanan sebelum melanjutkan kepulangan ke Indonesia,” ujar Hj Amra Nur dalam keterangan resminya, Minggu (16/2/2026).

Menurutnya, perjalanan umrah merupakan rangkaian perjalanan internasional yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari maskapai penerbangan, pengurusan visa, hingga penyedia layanan hotel di luar negeri, termasuk di Mekkah. Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan adanya penyesuaian jadwal penerbangan atau transit yang berada di luar kendali pihak travel.

“Seluruh jemaah tetap dalam tanggung jawab dan pengawasan travel selama proses perjalanan berlangsung,” jelasnya.

Ia menambahkan, faktor teknis seperti perubahan jadwal penerbangan internasional dan koordinasi dengan operator di luar negeri dapat memengaruhi waktu perjalanan. Namun, hal tersebut disebut sebagai bagian dari mekanisme perjalanan umrah pada umumnya.

Terkait permintaan pengembalian dana dari sejumlah calon jemaah umrah dan haji, manajemen TRG memastikan proses refund sedang berjalan sesuai prosedur. Perusahaan menyebut waktu maksimal 90 hari dibutuhkan untuk menyelesaikan tahapan administrasi.

Adapun tahapan tersebut meliputi verifikasi data jemaah, pembatalan tiket penerbangan internasional, pembatalan hotel dan layanan di luar negeri, pengembalian dana dari vendor terkait, hingga proses administrasi keuangan internal.

“Dana jemaah tetap aman dan menjadi tanggung jawab perusahaan. Proses refund mengikuti prosedur sesuai kontrak perjalanan,” tegasnya.

TRG juga menyatakan tengah melakukan evaluasi internal guna meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk sistem komunikasi dengan jemaah serta penguatan pusat informasi pelanggan.

Manajemen memastikan membuka jalur komunikasi resmi bagi jemaah yang membutuhkan informasi terkait jadwal keberangkatan maupun proses pengembalian dana.

“Kami berkomitmen meningkatkan pelayanan dan transparansi kepada seluruh jemaah,” pungkasnya.*

Puluhan Calon Jemaah Kepung Kantor Travel TRG Kendari, Owner Dimediasi di Polresta

0

KENDARIKINI.COM – Puluhan calon jemaah umrah mengepung kantor Travel Umrah Tajak Ramadhan Grup (TRG) yang berlokasi di Jalan Sao-Sao, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (20/2/2026) sore.

Kedatangan para calon jemaah tersebut untuk menuntut pengembalian uang yang telah mereka setorkan. Mereka mengaku merasa ada kejanggalan serta khawatir travel tersebut bermasalah, sehingga mendesak agar dana mereka segera dikembalikan.

Situasi di kantor Travel TRG sempat memanas karena para calon jemaah terus mendesak pihak pengelola agar memberikan kejelasan. Untuk meredam ketegangan, pihak kepolisian membawa owner TRG ke Polresta Kendari guna dilakukan mediasi bersama para calon jemaah.

Pantauan di Mapolresta Kendari, puluhan calon jemaah dikumpulkan di Aula Polresta untuk mengikuti proses mediasi dengan owner TRG terkait persoalan tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welly Malau, membantah adanya isu bahwa owner TRG diamankan oleh polisi.

“Tidak benar, bukan diamankan, tapi datang kemari untuk mediasi. Ini kita lagi kumpul mereka di aula untuk mediasi,” ujar AKP Welly Malau saat dikonfirmasi di Polresta Kendari.

Ia menambahkan, setelah mendengar keluhan para calon jemaah, pihaknya akan mempelajari dan mendalami persoalan yang melibatkan Travel TRG tersebut.

“Ini akan kita pelajari dulu dan dalami lebih lanjut,” ucapnya.

Salah satu calon jemaah mengaku telah menyetor uang hingga puluhan juta rupiah dan berharap dana tersebut dapat segera dikembalikan.

“Tuntutan kami hanya agar uang kami bisa dikembalikan. Kalau memang harus tiga bulan baru dibayar, kami terima asal ada jaminan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan calon jemaah tercatat mendesak Travel TRG untuk mengembalikan uang mereka karena khawatir menjadi korban penipuan. Kepanikan semakin memuncak lantaran owner TRG berinisial AM disebut tidak segera menemui para jemaah saat mereka mendatangi kantor travel tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, proses mediasi masih berlangsung di Polresta Kendari.*

Calon Jamaah Umroh Protes, Kantor Travel TRG di Kendari Didatangi Polisi

0

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari merespons aduan masyarakat terkait dugaan penundaan pemberangkatan umroh oleh Travel Tajak Ramadhan Grup (TRG) yang beralamat di Jalan Sao-Sao, Kota Kendari, Jumat (20/02/2026) sekitar pukul 17.30 WITA.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, sejumlah warga yang mengaku sebagai calon jamaah umroh mendatangi kantor travel tersebut karena merasa dirugikan. Pasalnya, pihak travel sebelumnya menjanjikan pemberangkatan umroh pada 20 Februari 2026. Namun hingga hari yang dijadwalkan, keberangkatan tidak terlaksana.

Mendapat laporan adanya keributan, personel Patroli Presisi Satsamapta Polresta Kendari langsung turun ke lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Selain melakukan pengamanan, petugas juga memfasilitasi mediasi awal antara calon jamaah dengan pihak pengelola travel, termasuk owner Travel TRG. Namun, dalam mediasi di tempat kejadian perkara tersebut belum tercapai kesepakatan terkait penyelesaian permasalahan.

Untuk menghindari potensi eskalasi dan menjaga situasi tetap kondusif, Polresta Kendari mengarahkan agar persoalan tersebut diselesaikan melalui mekanisme hukum di Mapolresta Kendari.

“Saat ini situasi dalam keadaan aman dan terkendali,” ujar Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau melalui Kanit Tipidter Ipda Ariel Mogens Ginting.

Polresta Kendari mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menempuh jalur hukum dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi.*

Owner Tajak Ramadan Group Dilaporkan ke Polda Sultra, Dana Umrah-Haji Rp12 Miliar Diduga Belum Dikembalikan

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Owner perusahaan jasa travel umrah dan haji Tajak Ramadan Group (TRG), Hj. Amra Nur, dilaporkan ke Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (19/2/2026), terkait dugaan tindak pidana penyelenggaraan perjalanan ibadah haji dan umrah.

Laporan tersebut dilayangkan oleh salah satu agen TRG, Nirlamasari, melalui kuasa hukumnya, Sumardin Pere, di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra.

“Hari ini, mewakili klien kami, laporan resmi telah kami masukkan di Ditreskrimsus Polda Sultra,” ujar Sumardin kepada awak media.

Menurutnya, laporan itu dilakukan setelah beredarnya video viral yang memperlihatkan sejumlah jemaah umrah diduga terlantar. Pihak agen mengaku khawatir kejadian serupa kembali menimpa calon jemaah lainnya.

Sumardin menjelaskan, calon jemaah yang mendaftar melalui kliennya meminta agar dana yang telah dibayarkan untuk biaya umrah dan haji dikembalikan. Namun hingga kini, owner TRG disebut tidak dapat dihubungi.

“Kabarnya yang bersangkutan berada di Makassar, tetapi alamat pastinya belum diketahui,” katanya.

Ia mengakui bahwa proses komunikasi dan pembayaran dilakukan melalui kliennya sebagai agen. Namun, dana yang diterima disebut langsung diteruskan kepada owner TRG.

Dari sekitar 400 calon jemaah yang direkrut, total dana keberangkatan dan perjalanan ibadah umrah dan haji diperkirakan mencapai Rp12 miliar.

“Pembayaran memang melalui klien kami, tetapi seluruh dana tersebut diteruskan kepada owner,” jelasnya.

Meski hanya menerima fee dari perekrutan jemaah, pihak agen mengaku tetap berupaya membantu pengembalian dana kepada calon jemaah sebagai bentuk tanggung jawab moral.

“Klien kami bahkan sudah menggunakan dana pribadi untuk mencicil pengembalian, sambil menunggu pertanggungjawaban dari owner,” tambah Sumardin.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Tajak Ramadan Group maupun terlapor terkait laporan tersebut. Kasus ini kini dalam penanganan Polda Sultra.*

Satu Tahun ASR–Hugua Pimpin Sultra, Ini Deretan Program Infrastruktur, Pendidikan dan Pertanian yang Mulai Berjalan

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Memasuki tahun pertama kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka bersama Wakil Gubernur Hugua, arah pembangunan di Bumi Anoa mulai terlihat melalui sejumlah program prioritas di sektor infrastruktur, pendidikan, pertanian hingga penguatan layanan dasar.

Duet yang dikenal dengan sebutan ASR–Hugua ini menitikberatkan kerja pemerintahan pada pelaksanaan program di lapangan. Sejumlah langkah strategis mulai dijalankan sejak dilantik hingga memasuki tahun pertama pemerintahan pada 2026.

Program JAMAAH Dorong Konektivitas Antarwilayah

Di sektor infrastruktur, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggulirkan program JAMAAH (Jalan Mulus Antar Wilayah) untuk mempercepat konektivitas dan distribusi ekonomi antar daerah.

Beberapa ruas jalan strategis mulai ditingkatkan, di antaranya Labunti–Bangun Sari serta Bonea–Kombungo–Labone di Kabupaten Muna. Program ini menyasar wilayah daratan maupun kepulauan guna memastikan pemerataan pembangunan.

Pemerintah menilai kondisi jalan berpengaruh langsung terhadap mobilitas warga dan distribusi barang, sehingga menjadi prioritas utama pada tahun pertama kepemimpinan.

Penataan Kota dan Penguatan Layanan Air Bersih

Di Kota Kendari, penataan kawasan MTQ dilakukan melalui rehabilitasi bangunan, pembenahan pedestrian, penataan lapak UMKM serta peningkatan fasilitas parkir. Langkah ini ditujukan untuk memperbaiki wajah kota sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, Pemprov Sultra mengoptimalkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kendari, membangun jaringan perpipaan di Baubau, serta meningkatkan layanan air bersih di Kolaka Utara. Akses air bersih dinilai menjadi kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Dukungan Infrastruktur Keamanan dan Pertahanan

Pemerintah provinsi juga mendukung pembangunan gedung tahanan dan barang bukti Polda Sultra serta pengembangan sarana kepolisian. Di sektor pertahanan, pembangunan Mako Lanud Pangkalan TNI Halu Oleo dan sarana Korem 143/HO turut menjadi bagian dari agenda kerja sama pemerintah daerah dengan institusi pertahanan.

Stabilitas keamanan dinilai penting untuk menjaga iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Pertanian dan Peternakan Diperkuat

Pada sektor pertanian, pemerintah menyalurkan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani dengan dukungan anggaran daerah dan pemerintah pusat. Mekanisasi pertanian diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja petani.

Pemprov juga mulai menata data produksi dan kebutuhan konsumsi pangan seperti daging sapi, ayam, dan telur sebagai dasar perencanaan kebijakan agar daerah tidak bergantung pada pasokan luar.

Pendidikan Jadi Fokus Utama

Bidang pendidikan menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian besar. Bantuan mobiler ruang kelas, perangkat teknologi pembelajaran, komputer, serta ribuan seragam disalurkan ke SMA dan SMK di berbagai daerah.

Pemerintah juga menyediakan peralatan laboratorium IPA, perangkat teknologi informasi dan perlengkapan olahraga untuk menunjang proses belajar mengajar.

Di SMKN 7 Kendari, fasilitas Ship Bridge Simulator dihadirkan guna memperkuat pendidikan berbasis kemaritiman. Sekolah luar biasa (SLB) juga menerima dukungan alat praktik dan perangkat teknologi untuk siswa berkebutuhan khusus.

Program pendidikan unggulan lainnya adalah rencana pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Konawe Selatan di atas lahan sekitar 20 hektare, sebagai bagian dari program nasional. Sementara itu, Sekolah Rakyat Terpadu 70 Kendari telah beroperasi sejak September 2025 dengan sistem berasrama.

Tantangan dan Fondasi Pembangunan

Meski berbagai program telah berjalan, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti pengurangan angka kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, penguatan industri daerah, serta pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Pemerintah menilai pembangunan membutuhkan konsistensi dan penguatan fondasi jangka panjang. Selama tahun pertama kepemimpinan, situasi politik pemerintahan relatif stabil sehingga pelaksanaan program dapat berjalan tanpa gejolak berarti.

Satu tahun pertama pemerintahan ASR–Hugua dinilai sebagai tahap awal dalam membangun fondasi pembangunan Sulawesi Tenggara. Infrastruktur mulai diperbaiki, sektor pendidikan diperkuat, dan dukungan terhadap petani terus ditingkatkan sebagai bagian dari arah pembangunan daerah ke depan.*

Riset 3 Tahun Ungkap Biodiversitas Pulau Wawonii Tetap Stabil, 16 Spesies Burung Endemik Jadi Catatan Baru

0

WAWONII, KENDARIKINI.COM – Hasil riset ilmiah selama tiga tahun terakhir mengungkap kondisi biodiversitas Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara, berada dalam kondisi stabil dengan sejumlah temuan baru, termasuk 16 spesies burung endemik yang sebelumnya belum pernah tercatat di pulau tersebut.

Pemantauan biodiversitas darat dan laut itu dipimpin Peneliti Biodiversitas PT Erdas Dwi Konsultan sekaligus Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Haluoleo (UHO), Prof. Faisal Danu Tuheteru, sejak 2023 hingga 2025, khususnya di wilayah Wawonii Tenggara.

Prof. Danu mengatakan, secara ekologis Wawonii merupakan pulau kecil yang memiliki karakter unik karena dalam satu bentang wilayah terdapat ekosistem mangrove, hutan dataran rendah hingga hutan ultramafik yang kaya mineral.

“Dalam satu kawasan kita menjumpai kombinasi ekosistem yang jarang ditemukan di pulau kecil lain. Ini menjadikan Wawonii penting untuk dikaji secara ilmiah,” ujarnya.

16 Catatan Baru Burung Endemik

Hasil analisis menunjukkan indeks keanekaragaman, kekayaan jenis dan pemerataan spesies berada dalam kondisi stabil, bahkan meningkat di beberapa titik pengamatan.

Pada kelompok burung, tim mencatat 27 jenis burung endemik Sulawesi. Sebanyak 16 jenis di antaranya merupakan catatan baru (new record) yang belum pernah dilaporkan sebelumnya di Pulau Wawonii.

Sementara pada kelompok kelelawar, enam dari 11 jenis yang teridentifikasi juga menjadi temuan baru dibandingkan data penelitian terakhir hingga 2015 yang terdokumentasi dalam publikasi LIPI.

Dari kelompok flora, peneliti menemukan sejumlah tumbuhan endemik dan spesies yang masuk kategori terancam.

“Temuan ini menunjukkan bahwa biodiversitas Wawonii selama ini belum sepenuhnya terdokumentasi. Pemantauan jangka panjang penting untuk melengkapi basis data ilmiah yang masih terbatas,” jelasnya.

Kualitas Lingkungan di Bawah Ambang Baku Mutu

Selain inventarisasi hayati, tim juga melakukan uji kualitas air sungai, air laut, sedimen, serta kandungan logam berat pada biota ikan.

Hasil pengujian laboratorium menunjukkan seluruh parameter berada di bawah ambang batas baku mutu yang ditetapkan regulasi nasional maupun standar internasional.

“Dalam periode dan lokasi pemantauan ini, kami tidak menemukan indikasi pencemaran yang signifikan. Namun pemantauan berkala tetap diperlukan untuk melihat dinamika jangka panjang,” kata Prof. Danu.

Data Jadi Dasar Reklamasi Tambang

Prof. Danu menyebut keberlanjutan riset ini berjalan melalui kolaborasi dengan PT Gema Kreasi Perdana (GKP), perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Data biodiversitas yang dihimpun menjadi dasar dalam kegiatan reklamasi lahan pasca-tambang. Dari sekitar 114 jenis tumbuhan teridentifikasi, jenis-jenis tertentu dipilih sesuai karakter lahan, termasuk tanaman pionir dan tanaman penghasil buah untuk mempercepat kembalinya fauna.

“Reklamasi adalah kewajiban. Yang terpenting adalah bagaimana dilakukan berbasis data dan mempertimbangkan jenis lokal, termasuk peluang integrasi spesies endemik dan terancam,” ujarnya.

Environment & Forestry Superintendent PT GKP, Badrus Soleh, mengatakan hasil pemantauan menjadi rujukan dalam memperbaiki praktik pengelolaan lingkungan perusahaan.

“Jenis tanaman yang digunakan dalam reklamasi kini semakin beragam. Persemaian juga telah disiapkan untuk mendukung program jangka panjang,” katanya.

Tekankan Keseimbangan Ekologi Pulau Kecil

Menurut Prof. Danu, tantangan utama Pulau Wawonii sebagai pulau kecil adalah menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan daya dukung lingkungan.

Ia menegaskan keberlanjutan ekosistem tidak hanya ditentukan oleh satu jenis aktivitas, melainkan berbagai faktor termasuk perubahan penggunaan lahan oleh masyarakat.

“Kuncinya ada pada kesadaran kolektif dan peran generasi muda Wawonii untuk menjaga pulau ini tetap lestari,” ujarnya.

Sejumlah warga pesisir Wawonii Tenggara juga mengakui adanya perubahan positif dalam praktik pemanfaatan laut, termasuk berkurangnya penggunaan bom ikan.

“Sekarang sudah hampir tidak ada lagi yang pakai bom ikan. Ada pengawasan dan sosialisasi, jadi kami lebih paham pentingnya menjaga laut,” ujar Hasanudin, warga Desa Dompo-Dompo Jaya.*

Pemprov Sultra Sesuaikan Jam Kerja ASN Selama Ramadan 2026, Pelayanan Publik Tetap Optimal

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan penyesuaian jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kebijakan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memberikan kenyamanan bagi ASN dalam menjalankan ibadah puasa.

Informasi tersebut disampaikan melalui akun resmi Facebook PPID Utama Provinsi Sultra. Dalam keterangannya, penyesuaian jam kerja ini diharapkan mampu mendukung kelancaran ibadah tanpa mengurangi komitmen pelayanan publik.

“Meskipun terdapat perubahan waktu kerja, komitmen pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama,” demikian dikutip dari pernyataan resmi PPID Utama Provinsi Sultra.

Pemprov Sultra menegaskan bahwa seluruh ASN di lingkup pemerintah provinsi tetap dituntut menjaga profesionalisme, disiplin, serta kinerja optimal dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.

Penyesuaian jam kerja ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kewajiban sebagai abdi negara dan kebutuhan spiritual selama Ramadan.

Dengan adanya kebijakan tersebut, diharapkan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan efektif dan efisien, serta semangat pengabdian ASN semakin meningkat di bulan penuh berkah ini.

Pemprov Sultra turut menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh masyarakat, dengan harapan Ramadan membawa keberkahan dan kebaikan bagi semua.*

Pemprov Sultra Jadwalkan Safari Ramadhan 1447 H di 17 Kabupaten/Kota, Gubernur Fokus Wilayah Kepulauan

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) resmi menjadwalkan pelaksanaan Safari Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi di 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.

Jadwal tersebut tertuang dalam Surat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor 000.1.5/921 tanggal 10 Februari 2026 tentang Jadwal Pelaksanaan Safari Ramadhan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Tahun 1447 H/2026 M.

Safari Ramadhan ini digelar dalam rangka mensyiarkan nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi antara Pemerintah Provinsi Sultra dengan pemerintah kabupaten/kota serta masyarakat di seluruh wilayah.

Rangkaian kegiatan meliputi buka puasa bersama, shalat Isya dan Tarawih berjamaah, serta penyampaian sambutan dan arahan dari Gubernur maupun Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, Gubernur Sulawesi Tenggara akan melaksanakan Safari Ramadhan di Kota Kendari, Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Selatan, Kota Baubau, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Muna Barat, Kabupaten Muna, dan Kabupaten Konawe Kepulauan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara dijadwalkan mengunjungi Kota Kendari, Kabupaten Kolaka Utara, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Kolaka Timur, Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Bombana, dan Kabupaten Konawe Selatan.

Safari Ramadhan 1447 H ini menjadi Ramadhan kedua bagi Gubernur dan Wakil Gubernur sejak dilantik pada Februari 2025. Pada Ramadhan tahun sebelumnya, Gubernur melaksanakan kegiatan di wilayah daratan, sedangkan Wakil Gubernur di wilayah kepulauan.

Tahun ini, pembagian wilayah kegiatan mengalami penyesuaian. Gubernur dijadwalkan melaksanakan Safari Ramadhan di wilayah kepulauan, sementara Wakil Gubernur akan fokus pada wilayah daratan.

Pemprov Sultra juga menyampaikan bahwa jadwal yang telah disusun dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu menyesuaikan dengan agenda kedinasan Gubernur dan Wakil Gubernur.*

Kadis Kominfo Sultra Jenguk Wartawan Korban Kecelakaan di RS Jantung Sultra, Beri Dukungan dan Doa Pemulihan

0

KENDARIKINI.COM – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Syahrir, menjenguk wartawan Harian Rakyat Sultra, Asri, yang tengah menjalani perawatan akibat kecelakaan di RS Jantung Sultra, Kamis (19/02/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Andi Syahrir didampingi Direktur Utama RS Jantung Sultra, dr Agus Purwo Hidayat. Suasana berlangsung hangat dan penuh empati. Kadis Kominfo Sultra berbincang langsung dengan korban serta memberikan semangat agar segera pulih dan dapat kembali beraktivitas.

Andi Syahrir mengatakan, kehadirannya merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas pemerintah daerah terhadap insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam penyebarluasan informasi pembangunan di Sultra.

“Kami hadir bukan hanya sebagai pejabat, tetapi juga sebagai sahabat bagi teman-teman media. Insan pers memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Kami berharap Asri segera pulih dan dapat kembali menjalankan tugas jurnalistiknya,” ujar Andi Syahrir.

Sementara itu, Dirut RS Jantung Sultra, dr Agus Purwo Hidayat, memastikan kondisi pasien terus dipantau secara intensif oleh tim medis. Pihak rumah sakit, kata dia, memberikan penanganan sesuai standar pelayanan kesehatan.

“Alhamdulillah, kondisi pasien menunjukkan perkembangan positif. Tim medis terus melakukan pemantauan dan perawatan optimal hingga pasien benar-benar pulih,” jelas dr Agus.

Kunjungan tersebut mendapat apresiasi dari keluarga pasien dan rekan-rekan jurnalis. Mereka menilai perhatian yang diberikan menjadi dukungan moral yang berarti di tengah situasi pemulihan pascakecelakaan.

Momen ini sekaligus menjadi refleksi pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas layanan kesehatan, dan insan pers dalam membangun ekosistem informasi yang saling mendukung, terutama saat menghadapi musibah.*

GPIM Gelar Buka Puasa dan Santuni Anak Yatim di Tongauna Konawe, Wujudkan Instruksi Presiden Prabowo

0

KONAWE, KENDARIKINI.COM – Organisasi Gerakan Prabowo Indonesia Maju (GPIM) menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan penyaluran santunan kepada belasan anak yatim di Kelurahan Tongauna, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, Jumat (20/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diinisiasi langsung oleh Wakil Ketua Umum GPIM, H. Amir. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan, agenda ini juga menjadi momentum silaturahmi dengan masyarakat di tanah kelahirannya.

Acara tersebut turut dihadiri Camat Tongauna, M. Idil Daud, bersama sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. Kehadiran GPIM mendapat apresiasi dari pemerintah kecamatan dan warga yang menilai kegiatan itu sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu.

Ketua Panitia Pelaksana, Saldy, yang mewakili H. Amir, menyampaikan bahwa kegiatan sosial ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar memperbanyak aksi sosial dan kegiatan kemasyarakatan selama bulan suci Ramadan.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata instruksi Bapak Presiden untuk terus menebar manfaat bagi masyarakat, khususnya di bulan penuh berkah ini,” ujar Saldy dalam sambutannya.

Sementara itu, H. Amir menegaskan bahwa aksi sosial tersebut dilandasi niat kemanusiaan tanpa muatan politik. Sebagai organisasi kemasyarakatan yang mengawal program-program strategis pemerintah, GPIM berkomitmen hadir langsung di tengah masyarakat.

Gerakan Prabowo Indonesia Maju (GPIM) sendiri merupakan organisasi kemasyarakatan yang berfokus pada pengawalan kebijakan strategis pemerintah serta menjembatani aspirasi masyarakat dengan program pemerintah. Organisasi ini diketuai oleh Abi Aries Faturrahman.

H. Amir, yang merupakan putra daerah Tongauna, dikenal aktif di tingkat nasional namun tetap menjaga kedekatan dengan masyarakat Konawe.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat, dilanjutkan penyerahan santunan secara simbolis kepada anak-anak yatim. Suasana kebersamaan terlihat saat jajaran pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, dan pengurus GPIM berbaur dalam buka puasa bersama.*

Pulau Laburoko Kolaka Kembali Disorot, Diduga Jadi Target Tambang Nikel Ilegal Meski IUP PT Duta Indonusa Berakhir 2020

0

KOLAKA, KENDARIKINI.COM – Pulau Laburoko seluas 42 hektare di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali menjadi sorotan publik. Pulau kecil tersebut diduga kembali menjadi sasaran aktivitas penambangan nikel.

Sorotan itu mencuat setelah beredarnya video berdurasi 39 detik yang diunggah akun Instagram @suarahijausultra. Dalam unggahannya, akun tersebut menampilkan dugaan kerusakan lingkungan di Pulau Laburoko yang disebut akibat aktivitas pertambangan.

Pulau Laburoko dikenal sebagai pulau kecil di pesisir Kolaka yang memiliki fungsi penting sebagai penyangga ekosistem laut dan ruang hidup bagi nelayan setempat. Dengan luas yang terbatas, pulau ini memiliki ekosistem yang tergolong rapuh dan sangat bergantung pada keseimbangan kawasan pesisir, terumbu karang, perairan dangkal, serta garis pantai.

Dalam keterangan unggahannya, akun tersebut menyebut pulau itu pernah dan diduga kembali menjadi sasaran eksploitasi tambang nikel. Aktivitas penambangan, termasuk yang disebut berlangsung tanpa izin, diklaim telah menggerus daratan pulau secara bertahap.

“Tanah dikupas, vegetasi hilang, dan sedimen tambang mengalir ke laut. Air yang dulu jernih berubah keruh, merusak terumbu karang dan menurunkan hasil tangkapan nelayan,” demikian kutipan narasi dalam unggahan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, video tersebut terus menuai respons dari warganet, khususnya masyarakat Sulawesi Tenggara, yang menyoroti dampak lingkungan di pulau kecil itu.

Berdasarkan data base Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra, di Pulau Laburoko sebelumnya pernah diterbitkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada PT Duta Indonusa (DI) pada tahun 2010. Izin tersebut tercatat berakhir pada April 2020.

Belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait mengenai dugaan aktivitas penambangan terbaru di lokasi tersebut.

KENDARIKINI.COM masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.(Faldi)*

Kendari Water Sport Terbengkalai, Fasilitas Rusak dan Sampah Menumpuk, Kadispar Sultra Belum Beri Tanggapan

KENDARIKINI.COM – Kawasan destinasi wisata Kendari Water Sport yang menjadi salah satu ruang terbuka hijau andalan di Kota Kendari kini dikeluhkan warga. Sejumlah fasilitas di lokasi tersebut dilaporkan rusak dan tidak terawat, sementara persoalan sampah juga mencoreng kenyamanan pengunjung.

Berdasarkan pantauan jurnalis KENDARIKINI.COM di lokasi, beberapa fasilitas seperti kursi besi terlihat rusak. Area kolam atau fasilitas tempat renang juga tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Sejumlah titik lainnya tampak kurang terawat.

Padahal, Kendari Water Sport merupakan salah satu aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra). Kawasan ini selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk beragam aktivitas, mulai dari jogging, senam, bermain skateboard, memancing, hingga bersantai menikmati panorama Teluk Kendari, Jembatan Teluk Kendari, dan Masjid Al-Alam.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait pengelolaan dan pemeliharaan aset daerah. Sebagai kawasan wisata strategis, pengelolaan Kendari Water Sport berada di bawah kewenangan Dinas Pariwisata (Dispar) Sultra.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah, melalui pesan WhatsApp dan dua kali panggilan telepon. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Sebelumnya, proyek pengembangan Kendari Water Sport sempat terhenti setelah mencuat dugaan tindak pidana korupsi. Berdasarkan laporan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sultra tertanggal 10 Februari 2017, ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp 294.719.284,17.

Dalam perkara tersebut, mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sultra, Zainal Kudus, yang saat itu menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh pihak Kejaksaan.

Hingga kini, masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah agar Kendari Water Sport kembali berfungsi optimal sebagai destinasi wisata dan ruang publik yang representatif di Kota Kendari.(Faldi).*

Banjir Rendam Rumah Warga di Kolaka Utara, Sungai Dangkal Diduga Jadi Penyebab

0

KENDARIKINI.COM – Sejumlah rumah warga di Desa Salurengko, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, terendam banjir pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 22.00 WITA.

Banjir terjadi setelah hujan mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan sungai di desa setempat meluap hingga masuk ke permukiman warga. Pendangkalan sungai diduga menjadi salah satu penyebab utama air cepat meluap saat curah hujan tinggi.

Salah seorang warga mengatakan, kondisi sungai yang semakin dangkal membuat kapasitas tampung air berkurang drastis.

“Mau dikeruk ini sungai, biar kalau hujan tidak meluap ke rumah warga,” ujar warga kepada Kendarikini.com.

Akibat luapan air tersebut, sejumlah rumah warga terendam dengan ketinggian bervariasi. Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa, warga terdampak terpaksa melakukan pembersihan secara mandiri setelah air mulai surut.

Masyarakat berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Utara segera mengambil langkah konkret, termasuk normalisasi atau pengerukan sungai, guna mencegah banjir serupa kembali terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah itu.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana penanganan jangka panjang atas persoalan tersebut.*

Longsor di Area PT IMIP Morowali, 8 Pekerja Dikabarkan Hilang, Alat Berat Tertimbun

0

KENDARIKINI.COM – Insiden tanah longsor terjadi di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) 9, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.

Peristiwa tersebut tepatnya terjadi di area kerja PT QMB New Energy Materials, pada lokasi dumping limbah IMIP 9. Akibat kejadian itu, sebanyak delapan orang dilaporkan hilang.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, dari delapan orang yang dikabarkan tertimbun longsor, baru satu orang yang berhasil ditemukan.

“Masih ada tujuh orang belum didapat,” ujar salah satu sumber di lokasi, Indah.

Selain menimbulkan korban hilang, longsor juga menimbun sejumlah alat berat yang tengah beroperasi di area tersebut. Beberapa unit excavator, bulldozer, dan dump truck dilaporkan ikut terbawa material longsoran.

Head of Media Relations PT IMIP, Dedy Kurniawan, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Benar telah terjadi longsoran pada hari Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 14.00 Wita di area dumpingan limbah IMIP 9. Penyebab sementara diduga karena kondisi tanah pada area bawah yang lembek. Beberapa unit excavator, bulldozer, dan dump truck ikut terbawa longsoran,” jelas Dedy.

Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian terhadap para pekerja yang masih hilang terus dilakukan. Pihak perusahaan bersama tim terkait masih melakukan upaya evakuasi dan pendataan di lokasi kejadian.*

Damkar Kendari Evakuasi Biawak Jatuh ke Sumur di Mokoau, Proses Penyelamatan Berlangsung 1 Jam

0

KENDARIKINI.COM – Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari mengevakuasi seekor biawak yang terjatuh ke dalam sumur di area kos-kosan, Lorong Ponggawa, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Rabu (18/2/2026) malam.

Laporan kejadian diterima petugas pada pukul 18.32 Wita dari seorang warga bernama Fiki Saputra. Pelapor meminta bantuan evakuasi setelah mendapati seekor biawak terperosok ke dalam sumur di lingkungan tempat tinggalnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Operator Komunikasi Damkar Kendari segera mengerahkan satu unit rescue menuju lokasi pada pukul 18.37 Wita. Tim tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 18.58 Wita, dengan jarak tempuh kurang lebih 8,2 kilometer dari Markas Komando (Mako), berdasarkan Google Maps. Saat proses evakuasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan dalam keadaan gerimis.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan peninjauan dan menyiapkan peralatan pendukung. Proses evakuasi dilakukan menggunakan teknik penjeratan secara hati-hati untuk menghindari risiko terhadap petugas maupun satwa tersebut.

“Biawak berhasil dievakuasi dalam kondisi aman dan terkendali,” ujar Humas Damkar Kendari, Martoyo Awaluddin.

Proses penyelamatan dinyatakan selesai pada pukul 19.38 Wita. Dalam operasi tersebut, Damkar Kendari mengerahkan satu unit rescue beserta peralatan pendukung berupa senter, tali, sarung tangan, dan karung.

Damkar Kendari mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan hewan liar yang berpotensi membahayakan, sehingga dapat segera ditangani oleh petugas yang berwenang.*

Kapolda Sultra Serahkan Motor Hasil Ungkap 73 Kasus Curanmor Polresta Kendari, Pemilik Bisa Ambil Gratis

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Irjen Pol Didik Agung Widjanarko memimpin langsung penyerahan sepeda motor hasil pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Mapolresta Kendari, Rabu (18/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sultra menyerahkan dua unit sepeda motor kepada pemiliknya masing-masing, yakni Yamaha Jupiter atas nama Muhammad Ijab dan Yamaha Mio M3 125 atas nama Sudarman.

Irjen Pol Didik Agung Widjanarko mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor agar segera mendatangi Polresta Kendari dengan membawa kelengkapan dokumen kendaraan seperti STNK dan BPKB.

“Apabila ada masyarakat yang merasa memiliki kendaraan-kendaraan tersebut, silakan hubungi Satreskrim Polresta Kendari dengan menunjukkan STNK dan BPKB. Kami pastikan akan segera menyerahkan kepada yang berhak secara gratis,” tegasnya saat konferensi pers.

Sebelumnya, Polresta Kendari berhasil mengungkap 73 kasus curanmor dengan total 74 unit sepeda motor diamankan dari berbagai lokasi. Rinciannya, 34 Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di Kota Kendari, 20 TKP di Kabupaten Konawe, dan 20 TKP di Konawe Selatan.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi telah mengamankan seorang terduga pelaku berinisial F. Sementara itu, beberapa terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Kapolda Sultra menegaskan komitmen Polda Sultra dan jajaran dalam memberantas tindak pidana curanmor serta mengembalikan barang bukti kepada masyarakat yang berhak.*

Gubernur Sultra dan Sulsel Audiensi dengan Mendagri, Bahas Status dan Pemanfaatan Pulau Kawi-Kawia

0

KENDARIKINI.COM, JAKARTA – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka bersama Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman melakukan audiensi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian, Rabu (18/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Mendagri tersebut membahas penyelesaian batas wilayah administrasi serta status dan pemanfaatan Pulau Kawi-Kawia yang selama ini menjadi perhatian kedua daerah.

Mendagri Tito Karnavian dalam kapasitasnya sebagai fasilitator menawarkan formulasi penyelesaian dengan menegaskan bahwa Pulau Kawi-Kawia merupakan kawasan Balai Taman Nasional yang penetapannya berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan.

“Dengan landasan tersebut, pulau dimaksud berada dalam cakupan kawasan nasional. Meski demikian, status sebagai kawasan nasional tidak menghilangkan aspek administrasi pemerintahan maupun pengelolaan keuangan daerah yang tetap berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelas Tito.

Dalam forum tersebut, disepakati bahwa pemanfaatan Pulau Kawi-Kawia dapat dilakukan secara bersama oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, termasuk Kabupaten Buton Selatan, serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Kepulauan Selayar.

Kesepahaman ini dinilai menjadi langkah penting dalam mempercepat asistensi dan penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sultra dan Kabupaten Buton Selatan, sekaligus menjaga kepastian hukum serta harmonisasi hubungan antar daerah.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menegaskan komitmen pihaknya untuk menindaklanjuti arahan pemerintah pusat dan menyelesaikan persoalan batas wilayah secara dialogis dan konstitusional.

“Kami berkomitmen akan segera menyelesaikan persoalan batas wilayah dan pemanfaatan pulau ini secara terkoordinasi dengan pemerintah pusat, sambil tetap menjaga hubungan baik antar daerah,” ujarnya.

Pembahasan lanjutan dijadwalkan pada Jumat, 20 Februari 2026, di Kementerian Dalam Negeri guna memperdalam sinkronisasi aspek administratif, tata ruang, serta finalisasi draf kesepakatan bersama dan kepastian regulasi.*

Damkar Kendari Evakuasi Biawak di Gudang Toko Karpet

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI – Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari mengevakuasi seekor biawak yang masuk ke dalam gudang Toko Turkey Karpet, Rabu (18/2/2026).

Laporan diterima dari Hasmun, karyawan toko setempat, yang meminta bantuan karena terdapat biawak di dalam gudang penyimpanan karpet. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Tim Operator Komunikasi dengan mengerahkan personel rescue ke lokasi kejadian.

Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas langsung melakukan pencarian di bawah tumpukan karpet. Pelapor menyebutkan terdapat dua ekor biawak di dalam gudang, namun tim hanya menemukan satu ekor. Sementara satu biawak lainnya diduga telah keluar melalui celah dinding gudang yang terbuka.

Dengan menggunakan alat bantu berupa tongkat penjepit (tongsis), petugas berhasil mengevakuasi satu ekor biawak tersebut dalam kondisi aman tanpa menimbulkan kerusakan atau korban.

Humas Damkar Kendari, Martoyo Awaluddin, membenarkan adanya evakuasi tersebut dan memastikan proses penanganan berjalan lancar.

Damkar Kendari mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan satwa liar yang masuk ke area permukiman atau tempat usaha guna mencegah potensi bahaya.*

Damkar Kendari Evakuasi Induk Anjing di Rahandouna, Warga Sempat Resah

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari mengevakuasi seekor induk anjing yang baru melahirkan bersama dua anaknya di Jalan Singa, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Rabu (18/2/2026).

Laporan diterima dari Nhyta, selaku Ketua RT setempat, yang meminta bantuan karena anjing tersebut kerap menggonggong warga yang melintas serta mengejar pengendara motor hingga nyaris menyebabkan kecelakaan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Operator Komunikasi Damkar Kendari segera mengerahkan Tim Rescue ke lokasi kejadian. Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas melakukan evakuasi dengan prosedur pengamanan yang tepat.

Induk anjing beserta dua anaknya berhasil diamankan tanpa insiden. Selanjutnya, tim Rescue melepaskan hewan tersebut di lokasi yang jauh dari permukiman warga guna menghindari potensi gangguan kembali.

Humas Damkar Kendari, Martoyo Awaluddin, membenarkan adanya evakuasi tersebut dan memastikan proses berjalan aman serta terkendali.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga di lingkungan sekitar.*

Respon Cepat Damkar Kendari, Pintu Kamar Mandi Masjid Al Ikhwan Berhasil Dibuka dalam 5 Menit

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari merespons cepat laporan warga terkait pintu kamar mandi yang terkunci di Masjid Al Ikhwan, Rabu (18/2/2026).

Laporan diterima dari Sitti Khadija yang meminta bantuan untuk membuka pintu kamar mandi yang terkunci dari dalam akibat kunci patah dan tidak dapat digunakan. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh Tim Operator Komunikasi Damkar Kendari dengan mengerahkan Tim Rescue ke lokasi kejadian.

Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang beralamat di Jalan Anoa 2, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, tim langsung melakukan penanganan. Dengan menggunakan peralatan sederhana berupa obeng dan tang, petugas berhasil membuka pintu kamar mandi dalam waktu kurang lebih lima menit.

Humas Damkar Kendari, Martoyo Awaluddin, membenarkan adanya laporan tersebut dan memastikan proses evakuasi berjalan aman dan terkendali tanpa menimbulkan kerusakan berarti.

Peristiwa ini menjadi bukti kesiapsiagaan Damkar Kendari dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat, tidak hanya dalam penanganan kebakaran, tetapi juga situasi darurat lainnya.*

Kalla Toyota Dukung T-TEP di SMK Negeri, Serahkan Mobil Praktik dan Fasilitas Pendidikan

KENDARIKINI.COM, MAKASSAR – Kalla Toyota memperkuat komitmennya dalam mendukung pendidikan vokasi melalui program Toyota Technical Education Program (T-TEP) di SMK Negeri 5 Makassar.

Dalam kegiatan yang digelar di lingkungan sekolah, Kalla Toyota bersama Yayasan Kalla menyerahkan bantuan fasilitas pendidikan berupa satu unit mobil praktik, dua unit Air Conditioner (AC), serta 36 unit kursi ruang kelas. Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menunjang kompetensi praktik siswa sesuai standar industri otomotif.

Aftersales Operation Manager Kalla Toyota, Abdul Hannan, mengatakan dukungan terhadap program T-TEP merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi muda yang siap kerja.

“Bagi kami, T-TEP bukan sekadar program kemitraan, tetapi komitmen membangun kompetensi sejak di bangku sekolah. Mobil praktik yang kami serahkan merupakan representasi standar industri yang harus dikuasai siswa agar siap terjun ke dunia kerja,” ujarnya.

Senada dengan itu, HC Development and Culture Manager Kalla Toyota, Azandy Abdillah Buloto, menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia tidak hanya bertumpu pada fasilitas, tetapi juga pada pembentukan budaya kerja dan karakter siswa.

“Kami ingin memastikan adanya transfer knowledge, pembentukan budaya kerja, serta penguatan karakter agar sesuai dengan nilai profesionalisme di industri otomotif. Pendidikan vokasi harus terhubung langsung dengan kebutuhan industri,” jelasnya.

Kepala SMK Negeri 5 Makassar, H. Amar, menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan yang diberikan Kalla Toyota dan Yayasan Kalla melalui program T-TEP.

“Bantuan mobil praktik, AC, dan kursi kelas sangat membantu peningkatan kualitas pembelajaran. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kompetensi siswa agar mampu bersaing di dunia industri,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Kalla Toyota dan SMK Negeri 5 Makassar berharap dapat memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Kalla Toyota menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan pendidikan vokasi sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.*

TMMD 127 Kodim 1417 Kendari Tingkatkan Kualitas Pembangunan di Sambuli, Satgas Rakit Besi Tiang Cor dengan Presisi

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1417/Kendari terus menggenjot pembangunan infrastruktur di Kelurahan Sambuli, Kota Kendari. Pada Rabu (18/2/2026), personel Satgas terlihat fokus merakit besi tiang cor sebagai bagian dari pekerjaan struktur bangunan.

Perakitan rangka besi dilakukan dengan penuh ketelitian guna memastikan kekuatan dan kestabilan konstruksi. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses pembangunan, karena menentukan daya tahan bangunan dalam jangka panjang.

Di lapangan, anggota Satgas TMMD tampak cekatan merangkai dan mengikat besi dengan kawat baja sesuai standar teknis konstruksi. Pekerjaan tersebut menjadi fondasi utama sebelum proses pengecoran dilakukan.

Kegiatan ini merupakan salah satu sasaran fisik TMMD 127 yang bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur serta mendukung aktivitas masyarakat di Kelurahan Sambuli. Selain mengutamakan ketepatan dan mutu pekerjaan, personel TNI juga melibatkan warga setempat dalam proses pembangunan.

Kehadiran Satgas TMMD di tengah masyarakat diharapkan mampu mempercepat penyelesaian proyek sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara TNI dan warga.

Program TMMD ke-127 Kodim 1417/Kendari menjadi wujud nyata dukungan TNI dalam membantu percepatan pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui infrastruktur yang kokoh dan berstandar kualitas baik.*

TMMD 127 Kodim 1417 Kendari Prioritaskan Kualitas, Pembangunan MCK di Anggoeya Dikebut

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1417/Kendari memprioritaskan kualitas dalam pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Rabu (18/2/2026).

Pembangunan MCK tersebut menjadi salah satu sasaran fisik program TMMD 127 yang bertujuan meningkatkan sanitasi dan kualitas hidup masyarakat setempat. Di lapangan, personel Satgas terlihat melakukan pemasangan tiang mal dengan tingkat presisi tinggi guna memastikan kekuatan dan kestabilan struktur bangunan.

Salah satu anggota Satgas, Sertu Ahmad Samole, mengatakan ketelitian dalam setiap tahapan pekerjaan menjadi kunci agar fasilitas yang dibangun benar-benar kokoh, aman, dan memenuhi standar kesehatan.

“Kami mengutamakan kualitas agar bangunan MCK ini dapat digunakan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain fokus pada mutu pembangunan, kegiatan tersebut juga melibatkan partisipasi warga setempat melalui semangat gotong royong. Kolaborasi antara TNI dan masyarakat dinilai mampu mempercepat proses pengerjaan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Program pembangunan MCK ini diharapkan mampu mendorong penerapan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan Kelurahan Anggoeya secara berkelanjutan.

TMMD ke-127 Kodim 1417/Kendari sendiri merupakan bagian dari upaya TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dasar serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kota Kendari.*

LM Irfan Mihzan Terima Mandat Ketua JMSI Buton Raya, Siap Konsolidasi Media Siber

0

KENDARIKINI.COM, BAUBAU – Pendiri Kasamea.com sekaligus Direktur PT Mihzan Media Mandiri, LM Irfan Mihzan, resmi menerima mandat sebagai Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Buton Raya dari Pengurus Daerah (Pengda) JMSI Sulawesi Tenggara.

Mandat tersebut tertuang dalam Surat Keputusan JMSI Sultra Nomor: 019/PD-Sultra/SM/JMSI/II/2026 yang ditandatangani Ketua JMSI Sultra Adhy Yaksa Pratama dan Sekretaris Muhamad Irvan S.

Wilayah kepengurusan JMSI Buton Raya meliputi Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Utara, Buton Selatan, dan Buton Tengah.

Ketua JMSI Sultra, Adhy Yaksa Pratama, menjelaskan bahwa penerima mandat diminta segera melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan perusahaan media siber yang memenuhi syarat keanggotaan di wilayah Buton Raya.

“Struktur kepengurusan bersifat fleksibel sesuai kebutuhan organisasi setempat, minimal terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara,” ujar Adhy, Selasa (17/2/2026).

Ia menambahkan, pembentukan Pengcab JMSI dapat dilakukan apabila terdapat sedikitnya lima perusahaan media siber yang memenuhi persyaratan keanggotaan di daerah tersebut. Surat mandat tersebut berlaku selama tiga bulan sejak tanggal diterbitkan.

Sementara itu, LM Irfan Mihzan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pengda JMSI Sultra.

“Alhamdulillah, ini amanah yang harus kami jalankan. Dalam waktu dekat kami akan melakukan konsolidasi dengan rekan-rekan pemilik media di wilayah Buton Raya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah di wilayah Baubau dan kabupaten sekitarnya guna memperkuat kolaborasi serta peran media siber dalam pembangunan daerah.

“Kami ingin kehadiran JMSI Buton Raya bisa berperan aktif dan bersinergi dengan pemerintah daerah. Ini menjadi langkah awal untuk memperkuat silaturahmi dan kolaborasi,” katanya.

LM Irfan menargetkan struktur kepengurusan segera terbentuk dan agenda pelantikan serta rapat kerja cabang (rakercab) dapat dilaksanakan sebelum masa mandat berakhir.

Sebelumnya, Pengda JMSI Sultra telah membentuk dan melantik Pengcab JMSI Kota Kendari serta JMSI Kolaka Raya sebagai bagian dari penguatan organisasi media siber di Sulawesi Tenggara.*

TMMD 127 Kendari Gandeng Ormas, Percepat Pembangunan Infrastruktur di Anggoeya

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1417/Kendari menggandeng Organisasi Masyarakat (Ormas) Tamalaki dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Rabu (18/2/2026).

Kolaborasi tersebut terlihat dari keterlibatan langsung personel TNI dan anggota Ormas Tamalaki yang bersama-sama mengerjakan sasaran fisik TMMD di lapangan. Mereka bahu-membahu menata material dan mempercepat proses pembangunan.

Kehadiran Ormas Tamalaki dalam kegiatan TMMD menjadi bagian dari dukungan elemen masyarakat terhadap program TNI dalam membantu percepatan pembangunan daerah. Sinergi ini dinilai mampu mempercepat progres pekerjaan sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Program TMMD ke-127 Kodim 1417/Kendari sendiri menyasar pembangunan infrastruktur yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga, khususnya di wilayah Kelurahan Anggoeya dan sekitarnya.

Keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam program ini menjadi wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas elemen dalam mendukung pembangunan di Kota Kendari.

Diharapkan, sinergi antara Satgas TMMD dan Ormas Tamalaki tersebut dapat menjadi contoh positif bagi wilayah lain dalam mempercepat pembangunan melalui kerja sama dan gotong royong.*

Raja Moronene Dukung Kapolres Bombana Tindak Peserta Demo Bersajam, Dinilai Jaga Stabilitas Daerah

0

KENDARIKINI.COM, BOMBANA – Raja Moronene Keuwia-Rumbia, Alfian Pimpie, menyatakan dukungannya terhadap langkah Kapolres Bombana dalam mengamankan sejumlah peserta aksi unjuk rasa penolakan rencana investasi PT Sultra Industrial Park (SIP) yang diduga membawa senjata tajam.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul aksi demonstrasi yang digelar sekelompok massa yang mengatasnamakan mahasiswa dan masyarakat Bombana, Rabu (18/2/2026). Dalam pengamanan aksi tersebut, aparat kepolisian mengamankan peserta yang diduga membawa golok atau senjata tajam lainnya.

“Kapolres tidak hanya duduk di belakang meja. Beliau turun langsung mendampingi anggota di lapangan untuk memastikan situasi tetap aman. Itu yang kami apresiasi,” ujar Alfian kepada wartawan.

Menurutnya, keberadaan senjata tajam dalam aksi demonstrasi sudah melampaui batas kebebasan berpendapat dan berpotensi mengganggu ketertiban umum. Ia menilai langkah yang diambil Polres Bombana merupakan tindakan preventif guna mencegah situasi berkembang menjadi anarkis.

“Kalau ada yang membawa sajam, tentu itu sudah di luar batas. Aparat wajib bertindak. Kami tidak ingin Bombana dicederai oleh tindakan yang meresahkan,” tegasnya.

Alfian juga menyinggung adanya dugaan kepentingan kelompok tertentu di balik aksi penolakan investasi tersebut. Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Bombana tengah menyiapkan wadah resmi berbentuk koperasi untuk menyambut rencana investasi PT SIP, dengan tujuan melibatkan masyarakat lokal secara legal dan terstruktur.

Namun, menurutnya, ada pihak-pihak yang merasa terganggu dengan skema tersebut.

“Masyarakat adat Moronene pada prinsipnya menginginkan situasi tetap kondusif agar pembangunan berjalan baik tanpa intimidasi dari kelompok tertentu,” katanya.

Ia berharap stabilitas keamanan di Bombana tetap terjaga sehingga proses pembangunan dapat berjalan sesuai aturan dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Sebelumnya, Polres Bombana membenarkan adanya peserta aksi yang diamankan karena diduga membawa senjata tajam saat demonstrasi penolakan PT Sultra Industrial Park berlangsung.*

Demo Tolak PT Sultra Industrial Park di Bombana Ricuh

0

KENDARIKINI.COM, BOMBANA – Aksi unjuk rasa menolak rencana pembangunan industri PT Sultra Industrial Park (SIP) di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, berakhir ricuh di depan Mapolres Bombana, Rabu (18/2/2026).

Aksi yang digelar Aliansi Masyarakat Bombana Bersatu tersebut sebelumnya dimulai dari Desa Wumbubangka. Massa menyuarakan penolakan terhadap pembahasan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang dinilai tidak transparan dan tidak melibatkan masyarakat terdampak.

Koordinator lapangan aksi, Apri, mengatakan warga khawatir kehadiran kawasan industri akan mengancam lahan produktif serta mata pencaharian masyarakat setempat.

“Masyarakat menolak karena pembahasan RTRW tidak melibatkan warga. Mata pencaharian mereka terancam, sementara pemerintah daerah tidak memberikan solusi atau ruang alternatif agar masyarakat tetap bisa bekerja,” ujar Apri saat dikonfirmasi.

Massa awalnya berencana melakukan long march menuju Kantor Bupati dan DPRD Bombana. Namun, langkah mereka terhenti di depan Mapolres Bombana setelah aparat kepolisian melakukan penghadangan.

Apri mengklaim situasi memanas saat aparat berupaya membubarkan massa. Ia juga menuding adanya tindakan represif terhadap peserta aksi.

“Kami mau ke kantor bupati dan DPR, tapi dihadang di depan polres. Saat saya membela teman, saya diintimidasi dan diancam akan ditangkap. Bahkan ada peserta aksi yang dipukul di bagian belakang leher,” katanya.

Ia menegaskan aksi tersebut berlangsung damai tanpa pembakaran ban maupun pemblokiran jalan.

“Kami aksi damai dan tidak membuat macet. Tapi tiba-tiba dipalang. Kami merasa dipaksa pulang dan diancam,” tambahnya.

Sementara itu, Humas Polres Bombana, Ipda Hakim, membenarkan adanya massa aksi yang diamankan. Menurutnya, pengamanan dilakukan karena yang bersangkutan membawa senjata tajam.

“Diamankan karena membawa parang,” singkat Ipda Hakim melalui pesan WhatsApp oleh wartawan teropongsultra.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Mapolres Bombana dilaporkan berangsur kondusif. Belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait dugaan intimidasi maupun tindakan kekerasan yang disampaikan massa aksi.*

Kasus Dugaan Penggelapan Dana Umroh Rp1,2 Miliar di Kendari, 80 Jamaah Terancam Gagal Berangkat

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI – Sebanyak 80 jamaah asal Kota Kendari terancam gagal berangkat umroh setelah dana pendaftaran senilai Rp1,2 miliar diduga digelapkan oleh terlapor berinisial KI. Kasus ini tengah didalami oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kendari.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Williwanto Malau, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, terduga pelaku menawarkan paket umroh dengan harga jauh di bawah standar Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Hasil penyelidikan kami, harga standar umroh sesuai RAB berkisar Rp27 juta sampai Rp30 juta. Namun yang bersangkutan mempromosikan paket dengan harga Rp21 juta,” ujar AKP Williwanto Malau saat ditemui di Polresta Kendari, Rabu (18/2/2026).

Selain itu, travel umroh yang dipromosikan terduga pelaku disebut tidak memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Terlapor diduga menggunakan nama travel dari Jakarta, namun transaksi dilakukan melalui rekening pribadi.

“Yang bersangkutan tidak memiliki izin PPIU. Rekening yang digunakan bukan atas nama travel resmi, melainkan rekening pribadi,” jelasnya.

Berdasarkan pengakuan KI kepada penyidik, dana pendaftaran 80 jamaah yang rencananya akan berangkat pada Maret 2026 tersebut telah habis digunakan. Polisi menyebut modus yang dilakukan diduga dengan pola “gali lubang tutup lubang”.

“Pengakuannya, uang sudah tidak ada. Jadi 80 jamaah yang rencana berangkat Maret kemungkinan tidak bisa berangkat karena dananya sudah habis,” ungkap Williwanto.

Pihak kepolisian juga akan menelusuri aliran dana karena terduga pelaku diketahui menggunakan sejumlah rekening berbeda. Dari hasil pengecekan sementara, sisa dana di rekening terlapor disebut hanya sekitar Rp400 ribu.

Selain Rp1,2 miliar untuk keberangkatan Maret, polisi juga mencatat adanya kerugian lain sehingga total kerugian diperkirakan mencapai Rp1,8 miliar.

Atas perbuatannya, KI disangkakan melanggar Pasal 122 junto Pasal 124 Undang-Undang tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda hingga Rp6 miliar.

Polresta Kendari mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih travel umroh dan memastikan legalitas perusahaan melalui izin resmi PPIU dari Kementerian Agama.*

TMMD 127 Kodim 1417 Kendari Percepat Pembangunan RTLH di Petoaha, TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Pondasi

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1417/Kendari bersama warga mempercepat pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Petoaha, Kota Kendari, Rabu (18/2/2026).

Personel Satgas TMMD dan masyarakat setempat terlihat bahu-membahu melanjutkan proses penggalian serta pemasangan pondasi rumah sebagai bagian dari program renovasi RTLH. Kegiatan tersebut merupakan salah satu sasaran fisik dalam pelaksanaan TMMD 127 di wilayah Kota Kendari.

Komandan SSK TMMD 127, Kapten Inf Taslim, mengatakan bahwa tahap pembangunan pondasi menjadi bagian krusial dalam memastikan kekuatan dan ketahanan struktur bangunan untuk jangka panjang.

“Pondasi adalah bagian penting dari sebuah bangunan. Kami memastikan pengerjaannya dilakukan dengan maksimal agar rumah yang dibangun benar-benar kokoh dan layak huni,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif warga dalam proses pembangunan menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Gotong royong tersebut tidak hanya mempercepat progres pekerjaan, tetapi juga mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Program RTLH melalui TMMD 127 ini diharapkan dapat segera selesai sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh penerima bantuan. Selain meningkatkan kualitas hunian, program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Petoaha.

TMMD ke-127 Kodim 1417/Kendari sendiri merupakan bentuk sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur serta peningkatan taraf hidup warga.*

Upacara Hari Kesadaran Nasional, Kapolda Sultra Tegaskan Tindak Lanjut Arahan Presiden dan Pengamanan Jelang Ramadhan

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) menggelar Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Apel Presisi Polda Sultra, Rabu (18/2/2026). Upacara dipimpin langsung Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H., dan dihadiri Wakapolda Sultra Brigjen Pol Dr. Gidion Arief Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum., para pejabat utama, personel, serta PNS Polri.

Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan bahwa Upacara Hari Kesadaran Nasional bukan sekadar agenda rutin bulanan, tetapi menjadi momentum evaluasi kinerja seluruh personel.

“Setiap anggota harus melakukan refleksi atas kinerja satu bulan terakhir. Apakah pelayanan yang kita berikan sudah menjawab ekspektasi publik. Tanpa evaluasi yang jujur, kita tidak akan mengalami kemajuan,” tegas Irjen Pol Didik Agung Widjanarko.

Kapolda juga menekankan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapim TNI-Polri 2026, yang menggarisbawahi pentingnya Polri tampil sebagai institusi yang kuat, profesional, dan dekat dengan masyarakat. Menurutnya, kedekatan dengan rakyat menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sulawesi Tenggara.

Sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026, Polda Sultra berkomitmen mengawal program prioritas nasional, khususnya swasembada pangan dan ketahanan energi. Seluruh jajaran diminta proaktif melakukan pengamanan dan pendampingan terhadap program pembangunan tanpa menunggu instruksi berulang.

Menjelang bulan suci Ramadhan, Kapolda memerintahkan peningkatan kesiapsiagaan personel guna menjaga stabilitas keamanan dan ekonomi. Pengawasan terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok menjadi perhatian khusus untuk mencegah praktik penimbunan dan spekulasi.

“Kita lakukan langkah-langkah yang terencana dan terukur. Polri berupaya menjamin situasi tetap kondusif agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Dalam aspek internal, Kapolda menekankan pentingnya peningkatan patroli responsif serta kehadiran aktif Polri di tengah masyarakat. Penegakan disiplin dan kode etik akan diterapkan dengan prinsip zero tolerance terhadap setiap pelanggaran.

Sebagai penutup, seluruh satuan kerja diperintahkan segera menyusun rencana pengamanan Ramadhan secara terpadu melalui koordinasi lintas sektoral. Deteksi dini dan langkah preventif diminta dioptimalkan untuk mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas.

Polda Sultra berharap seluruh personel dapat terus meningkatkan profesionalisme dan dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.*

Kapolda Sultra Pimpin Rilis di Polresta Kendari, Kasus Pencurian Disertai Pembunuhan Berencana Masih Didalami

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari masih mendalami fakta-fakta baru dalam kasus dugaan pencurian yang disertai pembunuhan berencana yang terjadi di Kota Kendari.

Hal tersebut disampaikan langsung Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, saat memimpin konferensi pers di Mapolresta Kendari, Rabu (18/2/2026).

Dalam keterangannya, Kapolda Sultra menyebutkan bahwa pengungkapan sejumlah kasus menonjol di wilayah hukum Polresta Kendari merupakan hasil kerja keras jajaran, di bawah komando Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin L. Sengka, bersama Kasat Reskrim AKP Welliwanto Malau dan tim Buser77.

“Terutama terkait dengan pembunuhan berencana yang disertai dengan perampokan, kami masih mencoba mengungkap kembali. Untuk saat ini memang telah diamankan dua pelaku, namun tidak menutup kemungkinan ada fakta-fakta lain yang akan terungkap,” ujar Irjen Pol Didik Agung Widjanarko.

Ia menegaskan, pihak kepolisian terus melakukan pendalaman guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa terungkap secara menyeluruh. Kapolda juga mengajak masyarakat untuk turut membantu dengan memberikan informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan kasus tersebut.

“Kami tetap berupaya mengungkap perkara ini secara tuntas. Apabila ada masyarakat yang memiliki informasi, kami sangat terbuka dan akan menindaklanjutinya,” tambahnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri, khususnya Polda Sultra dan Polresta Kendari, dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat di wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari.

Dalam kesempatan yang sama, Polresta Kendari juga merilis pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan total 73 unit sepeda motor dari 34 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kota Kendari, 20 TKP di Konawe, dan 20 TKP di Konawe Selatan. Seorang terduga pelaku berinisial F telah diamankan.

Sementara dalam kasus pencurian disertai pembunuhan, dua terduga pelaku yang telah diamankan masing-masing berinisial B.S. (36), wiraswasta, warga Kecamatan Puuwatu, serta S.U. (56), ibu rumah tangga, warga Kecamatan Kendari Barat. Keduanya diduga terlibat dalam kasus terhadap korban berinisial A.E. (56), warga Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.

Polresta Kendari memastikan proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, sembari terus mendalami kemungkinan adanya fakta dan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.*

TMMD 127 Kendari: Prajurit TNI Operasikan Mesin Molen, Percepat Pembangunan di Kelurahan Sambuli

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI – Anggota Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1417/Kendari terus mempercepat pembangunan infrastruktur di Kelurahan Sambuli, Kota Kendari. Pada Rabu (18/2/2026), salah satu prajurit, Pratu Wawan, terjun langsung mengoperasikan mesin molen guna memastikan proses pencampuran material beton berjalan optimal.

Di tengah aktivitas pembangunan, Pratu Wawan tampak sigap mengendalikan mesin molen untuk menjaga kualitas adukan beton. Peran tersebut dinilai krusial dalam mendukung kelancaran pekerjaan fisik yang menjadi sasaran utama TMMD 127 di wilayah tersebut.

Keterlibatan langsung personel TNI di lapangan menunjukkan komitmen dan profesionalisme dalam mengejar target pembangunan. Pengoperasian mesin molen yang tepat turut menentukan kekuatan dan ketahanan beton untuk fasilitas umum yang tengah dibangun.

Kehadiran Satgas TMMD tidak hanya fokus pada percepatan pembangunan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong bersama masyarakat. Sinergi antara prajurit TNI dan warga diharapkan mampu mempercepat penyelesaian proyek sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat Kelurahan Sambuli, khususnya dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Program TMMD ke-127 Kodim 1417/Kendari sendiri merupakan bagian dari upaya TNI dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kelurahan dan desa.*

Bank Sultra Salurkan CSR Rp193 Juta untuk Rumah Ibadah dan Sanitasi di Buton, Bupati Apresiasi Komitmen Pembangunan

0

KENDARIKINI.COM, PASARWAJO – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp193 juta untuk mendukung pembangunan rumah ibadah dan peningkatan sanitasi di Kabupaten Buton.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Cabang Bank Sultra Pasarwajo, Kamaluddin Rahim, kepada Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, S.H., di Kantor Bupati Buton, Senin (9/2/2026). Kegiatan tersebut turut disaksikan Sekda Buton La Ode Syamsuddin, S.Pd., M.Si, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Nurul Kudus Tako, ST, M.Si, serta Plt Kabag Kesra Setda Buton Parlindungan Toruntju, ST, M.Si.

Total bantuan Rp193 juta tersebut dialokasikan untuk enam rumah ibadah yang masing-masing menerima Rp30 juta. Bantuan tersebut meliputi renovasi Masjid Jabal di Desa Holimombo, Kecamatan Wabula; pembangunan Masjid Perumahan Nelayan di Desa Holimombo, Kecamatan Wabula; pembangunan teras Masjid Baabut Taqwa di Desa Wanguangu, Kecamatan Pasarwajo; penambahan bangunan Masjid Raya Darul Muhajirin di Desa Ambuau Indah, Kecamatan Lasalimu Selatan; pemasangan atap Masjid Assabar di Kelurahan Saragi, Kecamatan Pasarwajo; serta renovasi dapur Rumah Jabatan Gereja Jemaat Gepsultra di Kelurahan Pasarwajo, Kawu-Kawu.

Selain itu, sebesar Rp13 juta dialokasikan untuk pekerjaan finishing pengecatan bilik sanitasi bagi 32 unit rumah di kawasan kumuh Daowanowajo III. Program tersebut bertujuan mendukung pola hidup bersih dan sehat masyarakat setempat.

Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra menyampaikan apresiasi atas kontribusi Bank Sultra dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.

“Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengucapkan terima kasih atas komitmen dan sinergi Bank Sultra. Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan dan mewujudkan visi Buton Bersinar. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi pihak lain,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Sultra Andri Permana Diputra Abubakar menegaskan bahwa penyaluran CSR merupakan bagian dari tanggung jawab moral perusahaan sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

“Bank Sultra tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra tumbuh kembang masyarakat Sulawesi Tenggara. Bantuan ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam pembangunan mental spiritual melalui rumah ibadah maupun peningkatan kualitas hidup melalui perbaikan sanitasi,” kata Andri.

Kegiatan penyerahan CSR tersebut berlangsung khidmat dan diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan fasilitas publik di Kabupaten Buton.*

24 Hari Hilang di Kendari, Calon Tamtama TNI AD Asal Baubau Belum Ditemukan

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Seorang calon Tamtama TNI Angkatan Darat (AD) asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), dilaporkan hilang di Kota Kendari sejak Sabtu, 24 Januari 2026. Hingga Selasa (17/2/2026), atau memasuki hari ke-24, keberadaan Asran (21) masih belum diketahui.

Asran diketahui mengikuti seleksi Calon Tamtama TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026. Ia telah dinyatakan lolos tahapan administrasi dan membawa formulir untuk mengikuti proses daftar ulang di Korem 143/Halu Oleo Kendari.

Pamannya, La Bilu (41), mengatakan Asran berangkat dari Baubau menuju Kendari untuk mengikuti tahapan tersebut.

“Dia berangkat mau daftar ulang di Korem Kendari. Dia tes TNI AD,” ujar La Bilu saat dikonfirmasi, Selasa (17/2).

Setibanya di Kendari, Asran sempat menginap di indekos milik rekannya yang berada di depan Komando Resor Militer (Korem) 143/Halu Oleo, tepatnya di Jalan Oikumene, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.

Namun pada hari yang sama, menjelang sore, Asran pamit keluar dengan alasan hendak membeli perlengkapan alat tulis untuk kebutuhan administrasi pendaftaran ulang. Sejak saat itu, ia tidak kembali ke indekos dan tidak dapat dihubungi.

Keluarga sempat mencoba menghubungi nomor telepon dan WhatsApp milik Asran. Beberapa pesan diketahui terbaca, namun tidak mendapat balasan. Panggilan telepon juga tidak diangkat. Hingga akhirnya, nomor tersebut tidak lagi aktif.

“Mau beli perlengkapan, tetapi tidak pulang sampai sekarang. Pernah dihubungi lewat WhatsApp, sempat terbaca, tapi tidak dibalas. Telepon juga tidak diangkat,” ungkap La Bilu.

Keesokan harinya, Minggu (25/1/2026), pihak keluarga melaporkan hilangnya Asran ke kepolisian di Kendari. Sejak laporan tersebut dibuat, keluarga bersama kerabat telah berupaya melakukan pencarian ke sejumlah lokasi di Kota Kendari, namun belum membuahkan hasil.

Keluarga berharap Asran segera ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka juga meminta bantuan masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan Asran untuk segera menghubungi pihak keluarga.

Adapun ciri-ciri Asran yakni berbadan berisi, berambut hitam, dan berkulit sawo matang. Bagi masyarakat yang mengetahui informasi keberadaannya dapat menghubungi La Bilu di nomor 0823-1173-9697.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak berwenang terkait perkembangan pencarian Asran.*

Halisa Tour Bantah Terlibat Dugaan Penelantaran Jemaah Umrah Kendari di Madinah, Polisi Telusuri Aliran Dana Miliaran

0

KENDARIKINI.COM – Manajemen Halisa Tour & Travel memberikan klarifikasi resmi terkait mencuatnya dugaan penelantaran jemaah umrah asal Kota Kendari di Madinah, Arab Saudi, yang turut menyeret nama perusahaan tersebut.

Humas Halisa Tour & Travel, Rustam, menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam operasional keberangkatan jemaah yang kini bermasalah. Ia meluruskan bahwa kerja sama antara Halisa dan Travelina Indonesia (TI) hanya terjadi satu kali dan telah berakhir pada Oktober 2025.

“Kami luruskan faktanya, Halisa Tour & Travel memang pernah bekerja sama dengan Travelina Indonesia, tetapi itu hanya satu kali untuk periode pemberangkatan Oktober 2025. Setelah itu, kerja sama sudah selesai dan tidak ada lagi hubungan administratif maupun operasional,” tegas Rustam dalam keterangan pers di Kendari, Selasa (17/2/2026).

Terkait sosok Kahfi (KI) yang disebut-sebut dalam polemik tersebut, Rustam menjelaskan bahwa hubungan dengan yang bersangkutan sebatas penyewaan properti. Kahfi menyewa ruangan milik Halisa untuk dijadikan kantor travel pribadinya.

Menurut Rustam, dalam menjalankan usahanya, Kahfi tidak menggunakan identitas Halisa Tour & Travel, melainkan memakai atribut Travel Khaerani dan Travelina Indonesia.

“Saudara Kahfi (KI) statusnya murni hanya penyewa properti di Halisa untuk kantor travel miliknya. Dalam operasionalnya, atribut yang digunakan adalah Travel Khaerani dan Travelina Indonesia, bukan Halisa Tour,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kahfi bukan pemilik, pengelola, maupun bagian dari struktur manajemen Halisa Tour & Travel. Manajemen menyayangkan apabila nama Halisa terus dikaitkan dengan persoalan operasional travel periode 2026 yang disebut dikelola oleh Kahfi.

Rustam bahkan mengingatkan bahwa pencatutan nama perusahaan tanpa izin dapat berkonsekuensi hukum sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Kami tidak akan segan menempuh jalur hukum untuk menjaga marwah dan nama baik perusahaan,” tambahnya.

Sementara itu, Satreskrim Polresta Kendari melalui Unit II Tipidter masih mendalami aliran dana jemaah umrah. Kanit Tipidter Polresta Kendari, Ipda Ariel Mogens Ginting, mengungkapkan bahwa dana jemaah diduga masuk ke rekening pribadi terduga pelaku, bukan ke rekening perusahaan resmi.

“Indikasi penggunaan dana jemaah untuk kepentingan pribadi sangat mungkin terjadi karena rekening operasional dan rekening pribadi terduga pelaku adalah rekening yang sama, yakni rekening Bank Mandiri atas nama pelaku,” ungkap Ipda Ariel.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan pola dugaan praktik “gali lubang tutup lubang” dengan nilai defisit yang disebut membengkak hingga miliaran rupiah sejak Januari 2026. Aparat kepolisian kini masih melakukan pemeriksaan dokumen dan pendalaman terhadap aliran dana guna menentukan langkah hukum selanjutnya.

Manajemen Halisa Tour & Travel mengimbau masyarakat tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada Polresta Kendari agar pihak yang bertanggung jawab atas kerugian jemaah dapat diungkap secara terang.*

Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Samaturu Kolaka, Diduga Ayah Kepala Desa Amamotu yang Hilang Setahun

0

KOLAKA, KENDARIKINI.COM – Warga Desa Amamotu, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di kawasan hutan, Minggu (15/2/2026) sore.

Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat setempat. Kerangka manusia itu diduga merupakan RF, ayah dari Kepala Desa Amamotu berinisial AR, yang sebelumnya dilaporkan hilang lebih dari satu tahun lalu.

Kasi Humas Polres Kolaka, AKP Dwi Arif, membenarkan adanya temuan tersebut. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi, kerangka ditemukan di atas gunung yang merupakan lahan milik keluarga kepala desa.

“Sementara ini diduga bapaknya. Kerangka manusia yang ditemukan berada di atas gunung milik keluarga kepala desa, dan yang bersangkutan memang sudah lebih dari satu tahun dilaporkan hilang,” ujar AKP Dwi Arif saat dikonfirmasi, Selasa (17/2/2026).

Di sekitar lokasi, warga juga menemukan sehelai kain yang diduga merupakan pakaian yang dikenakan korban semasa hidupnya. Temuan itu memperkuat dugaan sementara terkait identitas kerangka tersebut.

Namun, sebelum aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh, pihak keluarga telah lebih dahulu menguburkan kerangka tersebut. Polisi baru menerima laporan resmi setelah proses pemakaman selesai dilakukan.

“Kerangka manusia sudah lebih dulu dikuburkan oleh pihak keluarga. Informasi baru kami terima setelah proses pemakaman selesai,” jelasnya.

Meski demikian, Polres Kolaka memastikan tetap akan melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan identitas korban secara pasti, termasuk kemungkinan langkah forensik apabila diperlukan. Polisi juga akan mendalami penyebab kematian korban guna memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih berlangsung.*

Kebakaran Rumah di Puunggolaka Kendari, Kerugian Ditaksir Capai Rp100 Juta

0

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Peristiwa kebakaran rumah terjadi di Jalan Mekar Jaya 1 Lorong Lalomasara, Kelurahan Puunggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Selasa (17/2/2026) petang. Kerugian akibat insiden tersebut ditaksir mencapai kurang lebih Rp100 juta.

Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari, informasi kebakaran diterima pada pukul 18.35 Wita. Tim Peleton 2 (Jaya 65) langsung bergerak tiga menit kemudian atau pukul 18.38 Wita dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 18.43 Wita.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga pukul 19.37 Wita. Seluruh personel dan armada kembali ke markas komando (mako) pada pukul 19.42 Wita. Jarak tempuh menuju lokasi kebakaran sekitar 2,2 kilometer dengan kondisi cuaca cerah.

Adapun pemilik rumah diketahui bernama Anton bersama istrinya, Yustina, serta empat orang anak dan dua anak lainnya yang tinggal di rumah tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Narasumber Humas Damkar Kendari, Martoyo Awaluddin, menjelaskan titik api diduga pertama kali muncul dari kamar belakang rumah dan kemudian merembet ke bagian atas lantai dua.

“Api pertama kali dilihat oleh tetangga korban. Saat kejadian, istri dan anak-anak korban sedang berada di ruang tengah dan tidak menyadari api sudah menjalar ke bagian atas rumah. Warga sekitar segera membantu mengevakuasi mereka ke rumah tetangga,” ungkapnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan dan belum dapat dipastikan.

Dalam penanganan kejadian tersebut, Damkar Kendari mengerahkan tiga unit armada yakni Unit 013, 011, dan 015, dipimpin Komandan Peleton Sainudin bersama tiga regu tim pemadaman, dua personel fire button, serta tim patroli.

Petugas melakukan persiapan peralatan, pengecekan suplai air, peninjauan lokasi, hingga dokumentasi sebelum memastikan api benar-benar padam dan situasi aman terkendali.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti