Sabtu, Oktober 31, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 143

Kanwil Kemenag Sultra Kembali Raih Sejumlah Penghargaan

0

KENDARIKINI.COM – Setelah menerima 5 penghargaan sekaligus untuk laporan keuangan terbaik pada Juni lalu, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara kembali menerima penghargaan dari Kanwil Direktorat Jendral Perbendaharaan (DjPb) Provinsi Sulawesi Tenggara. Kamis, 30/10/2025.

Penghargaan yang diraih Satker 419700 Setjen Kanwil Kemenag Prov. Sultra, tercapainya Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Periode Triwulan III Tahun 2025 dengan Nilai Capaian 100 (Kategori Sangat Baik).

Atas capaian ini, Kakanwil Kemenag Sultra, H. Muhamad Saleh, mengatakan, sangat bangga karena Kanwil Kemenag Sultra mampu memberikan laporan keuangan terbaik, transparan dan akuntabel.

Saleh menyebut, apa yang telah diraih merupakan buah dari kerja bersama seluruh jajaran Kanwil Kemenag Sultra khususnya Tim Kerja Keuangan dan BMN bersama Tim Kerja Perencaan Kanwil Kemenag Sultra.

“Saya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas capaian Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran ini. Capaian ini merupakan hasil kerja keras, komitmen, dan sinergi seluruh jajaran Kanwil dan satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama Sultra,” ungkap Saleh.

Atas capaian tersebut, Muhamad Saleh menaruh harapan agar prestasi yang diraih tersebut terus dipertahankan. Bukan hanya menjadi kebanggaan semata, namun juga menjadi motivasi untuk terus mempertahankan kualitas pelaporan keuangan yang akuntabel, transparan, dan tepat waktu di masa-masa mendatang.

“Terus tingkatkan kualitas pengelolaan keuangan. Saya berharap setiap satker dapat meningkatkan kapasitas SDM dalam hal pengelolaan dan pelaporan keuangan, agar tidak hanya taat asas, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah dalam pelayanan publik,” ujarnya memotivasi.

Saleh menambahkan, apa yang sudah dicapai dapat menjadi role model atau contoh dan inspirasi bagi Satker lain di Lingkungan Kemenag Sultra dalam menerapkan tata kelola keuangan yang baik, sesuai prinsip good governance.

Saleh berpesan, seluruh jajaran Kemenag Sultra menguatkan akuntabilitas dan integritas kinerja. Menurutnya, prestasi yang diraih tersebut menjadi cerminan integritas dan tanggung jawab moral dalam mengelola anggaran negara demi kemaslahatan umat.

“Semoga keberhasilan ini menjadi pijakan untuk meraih prestasi-prestasi lainnya di bidang layanan publik, dan pada akhirnya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kementerian Agama. Terima kasih atas kerja sama dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat,” pungkasnya.

Adapun Satuan Kerja lingkup Kanwil Kemenag Sultra yang juga meraih Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Periode Triwulan III Tahun 2025 dengan Nilai Capaian 100 (Kategori Sangat Baik) antara lain: Satker 418503 Kantor Kemenag Kab. Buton Tengah, Satker 601496 MTsN 1 Buton Tengah, Satker 680352 MAN 1 Buton, Satker 681773 Kantor Kemenag Kab. Buton Utara dan Satker 661799 MTsN 5 Muna.*

Kabar Gembira dari Sahara

0

Sabtu pagi, 1 November 2025. Baru saja saya menerima kabar gembira dari Sahara.

Seorang teman mantan diplomat Maroko di Indonesia, dari ibukota Rabat mengirimkan sebuah pesan via WhatsApp kepada saya yang sedang berada di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

“Perjuangan kita membuahkan hasil, Saudaraku,” tulis Mostafa Nakhlaoui.

“Sahara telah resmi diakui sebagai bagian dari Kerajaan Maroko. Dewan Keamanan PBB memilih proposal otonomi Sahara dan menolak referandum,” tulisnya lagi.

“Ini kemenangan Anda juga,” tambahnya.

Saya mengenal Mostafa lebih dari satu dekade lalu. Sebagai diplomat Maroko dia aktif mempromosikan kedaulatan Maroko atas Sahara.

Dia juga yang membantu saya sehingga dilibatkan Kerajaan Maroko sebagai petisioner di Komisi IV PBB di New York yang membahas isu dekolonisasi sejumlah wilayah di muka bumi termasuk Sahara Barat — yang kini resmi menjadi Sahara Maroko.

Saya mengenal konflik ini saat mengambil mata kuliah POLS 633 International Conflict Resolution di jurusan Ilmu Politik di University of Hawaii at Manoa (UHM). Prof. Carolyn Stephenson yang mengampu mata kuliah itu meminta kami memilih satu konflik untuk dibahas dalam tugas akhir.

Tak mudah bagi saya untuk memilih topik. Saya tak mau membahas konflik yang menurut saya sudah terlalu sering dibicarakan. Untuk menemukan “konflik yang ideal” saya mencari daftar pasukan penjaga keamanan PBB, dan menelusuri keberadaan mereka satu per satu sampai saya menemukan MINURSO yang bertugas di Sahara Barat.

Dari sini, saya memperluas referensi. Mempelajari sejarah konflik Sahara Barat yang menjadi sengketa antara Kerajaan Maroko dengan kelompok Polisario yang didukung Aljazair dan juga Libya dan Uni Soviet sebelum bubar.

Konflik ini tidak sekadar buah dari Perang Dingin dan political containment yang dipraktikkan Amerika Serikat dan Uni Soviet pada masa itu, tetapi juga berakar pada perebutan wilayah di Afrika di antara super power Eropa di akhir abad ke-19.

Dalam Konverensi Berlin 1884-1885, super power Eropa pada masa itu, Prancis, Portugis, Spanyol, Belgia, Inggris, Jerman, dan Italia, sepakat untuk membelah tanah Afrika secara damai di antara mereka. Inilah era Scramble for Africa.

Dalam Perjanjian Fez yang ditandatangani di bulan Maret 1912 Sultan Abdelhafid sepakat menyerahkan kedaulatan Maroko di bawah protektorat Prancis. Namun di bulan November tahun itu juga, Prancis menyerahkan wilayah di selatan, di tepi Samudera Atlantik, kepada Spanyol. Wilayah ini pun dikenal sebagai Sahara Spanyol dan kemudian, setelah Spanyol angkat kaki di tahun 1976, diklaim kelompok Polisario sebagai Sahara Barat.

Setelah Perang Dunia Kedua, Maroko berusaha mendapatkan kedaulatan dan menyatukan kembali wilayah mereka yang dikenal sebagai Greater Morocco atau Maroko Raya. Namun menegakkan benang basah ini tidak mudah.

Setelah Prancis angkat kaki dari Maroko di tahun 1956, pejuang-pejuang Maroko berusaha mendapatkan kembali wilayah mereka di selatan yang masih diduduki Spanyol. Salah satu caranya adalah dengan ikut mendirikan kelompok perlawanan bersenjata yang kemudian menjelma menjadi Polisario atau Front Rakyat untuk Pembebasan Saguia el-Hamra dan Río de Oro.

Tetapi, setelah Spanyol benar-benar angkat kaki dari Sahara — yang sebagian karena krisis politik dan ekonomi — di tahun 1976, sebagian elite Polisario melangkah lebih jauh: melepaskan Sahara Barat dari Kerajaan Maroko.

Dinamika Perang Dingin memungkinkan perlawanan baru itu. Uni Soviet, Libya, dan Aljazair memberikan dukungan yang tidak kecil. Perang berlangsung sampai 1991, diakhiri gencatan senjata dan kesepakatan untuk menggelar referandum. Tapi referandum tak mudah — dan kemudian jadi tak mungkin — untuk dilakukan. Referandum membutuhkan pemilih. Sementara daftar pemilih yang dikunci di tahun 1991 sudah tidak relevan lagi.

Polisario pun enggan membuka diri, mereka menolak UNHCR melakukan sensus jumlah warga yang berada di kamp pengungsi Tindouf di Aljazair.

Dalam pembicaraan di Manhaset, New York, tahun 2007 dan 2008, akhirnya dihasilkan dua pilihan: otonomi khusus bagi Sahara Barat yang ditawarkan Kerajaan Maroko, dan kemerdekaan Sahara Barat yang diminta Polisario dan Aljazair.

Saya terlibat tiga kali sebagai petisioner dalam pembicaraan mengenai sengketa ini di Komisi IV PBB, di tahun 2011, 2012, dan 2023.

Di tahun 2011 dan 2012 saya menggarisbawahi bahwa otonomi khusus adalah pilihan yang paling mungkin. Proposal ini adalah buah dari prinsip demokrasi yang diyakini Maroko. Berbeda dengan Polisario yang mempraktikan otoritarianisme di Tindouf.

Dalam partisipasi di tahun 2023, saya menggarisbawahi dukungan yang semakin luas pada proposal otonomi yang ditawarkan Kerajaan Maroko sebagai solusi terbaik dan usulan perdamaian yang paling kredibel.

Hal ini juga merupakan solusi paling tepat yang dapat diterapkan dalam konteks geopolitik saat ini demi menciptakan perdamaian, stabilitas, dan keamanan di kawasan. Tidak kurang dari 28 negara telah membuka konsulat di kota-kota utama Sahara Maroko, yang berarti adalah pengakuan kuat terhadap kedaulatan Kerajaan Maroko atas Sahara.

Di saat bersamaan, satu per satu negara anggota PBB mencabut dukungan mereka pada negara boneka yang dibentuk Polisario dan Aljazair.

Di bagian akhir orasi saya berkata, “Insya Allah sengketa ini akan berakhir secara damai sebentar lagi.”

***

Dalam pemungutan suara hari Jumat, 31 Oktober 2025, sebanyak sebelas anggota Dewan Keamanan PBB memilih proposal otonomi Sahata Maroko. Mereka adalah Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Guyana, Siera Leone, Slovenia, Denmark, Yunani, Panama, dan Somalia.

Tiga negara lain, Tiongkok, Rusia, dan Pakistan, memilih abstain. Serta Aljazair tentu saja menolak dan tidak berpartisipasi dalam pemungutan suara.

Resolusi 2797 (2025) yang diterbitkan setelah pemungutan suara mengakui bahwa “genuine autonomy could represent a most feasible outcome” dan mendorong semua pihak memberikan sumbangan pikiran untuk mendukung “a final mutually acceptable solution”.

Resolusi itu juga memperpanjang mandat MINURSO hingga Oktober 2026.

***

Bulan Juli tahun lalu, saya memimpin delegasi wartawan Indonesia ke Maroko. Salah satu kota yang kami kunjungi adalah Dakhla di jantung Sahara. Bagi saya itu adalah kunjungan kedua setelah kunjungan pertama di tahun 2010.

Wajah Dakhla telah berubah dan menjadi jauh lebih baik. Kini jadi salah satu tujuan wisata di Maroko. Sebuah pelabuhan raksasa, Dakhla Atlantik Port, juha sedang dibangun untuk menghubungkan kota itu dengan kawasan barat Afrika di selatan dan benua Amerika di seberang Samudera Atlantik.

Pemerintah Maroko berhasil mengubah citra Dakhla dari kawasan terbelakang yang terlantar di era kolonialisasi Spanyol menjadi kota yang kini bernilai strategis di kawasan. Selamat.*

Sungai yang Bersih dan Kota yang Berdaya, Upaya Kolaborasi KLH, MIND ID, dan PT Vale dalam Festival Sungai Cipinang

0

KENDARIKINI.COM — Upaya mewujudkan sungai yang bersih dan berdaya terus berlanjut. Jumat, 31 Oktober 2025, PT Vale Indonesia Tbk bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan BUMN Holding Industri Pertambangan Mining Industry Indonesia (MIND ID) menanam pohon di kawasan Waduk Dukuh I, Jakarta Timur, dalam rangka Festival Sungai Cipinang 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Bersih Sungai Cipinang yang menjadi proyek percontohan pengelolaan sungai berbasis masyarakat. Dipimpin langsung oleh Wakil

Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, kegiatan ini melibatkan lebih dari 500 peserta dari berbagai kalangan, termasuk Pejabat Tinggi KLH, Direksi MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk, komunitas peduli sungai, masyarakat sekitar, serta dunia usaha.

“Daerah ini akan dikembangkan menjadi kawasan wisata air yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar — sebuah ide baik yang muncul dari Pak Roy. Saya mengapresiasi komunitas dan seluruh warga yang telah berperan menjaga sungai ini. Sedimentasi akan diangkat sehingga aliran air lebih lancar dan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan wisata seperti kano. Namun yang terpenting, jangan sampai penumpukan sampah terjadi lagi,” ujar Diaz.

Ia menambahkan, “Penanaman pohon juga merupakan langkah penting. Selain memperindah kawasan, pohon memberi oksigen yang kita butuhkan setiap hari. Saya mendorong agar kegiatan ini terus digalakkan sebagai bagian dari upaya memperbanyak ruang terbuka hijau di Jakarta. Menjaga sungai berarti menjaga sumber kehidupan. Terima kasih kepada MIND ID, Vale, dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam keberhasilan kegiatan ini.”

Sinergi untuk Pemulihan Sungai dan Kesadaran Lingkungan

Sungai Cipinang, yang membentang sepanjang 30,4 kilometer dari Depok hingga Jakarta Timur, saat ini termasuk kategori cemar berat dengan beban sampah mencapai 302 ton per bulan. Melalui Festival Sungai Cipinang, pemerintah berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berhenti membuang sampah ke sungai sekaligus memperkuat peran komunitas peduli sungai dalam menjaga kebersihan dan kesehatannya.

Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH, Dr. Rasio “Roy” Ridho Sani, menegaskan pentingnya disiplin dan sinergi lintas pemangku kepentingan dalam menjaga kualitas air.

“Gerakan ini menjadi contoh nyata bahwa pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri bisa bersatu untuk perubahan lingkungan yang berdampak,” ujarnya.

Sementara itu, Corporate Secretary MIND ID Pria Utama mengatakan partisipasi yang dilakukan pihaknya dalam mendukung konservasi Sungai Cipinang itu mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga ekosistem secara nyata, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi untuk melestarikan lingkungan hidup bagi generasi mendatang.

“Bagi MIND ID, sungai bukan sekadar aliran air, tetapi sumber kehidupan dan energi yang menopang aktivitas masyarakat serta industri pertambangan. Karena itu, Grup MIND ID akan konsisten mendukung berbagai upaya pemulihan dan konservasi ekosistem sungai sebagai bagian dari tanggung jawab kami menjaga keseimbangan alam,” ujar Pria.

Partisipasi PT Vale dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Sebagai perusahaan tambang nikel yang menggunakan energi terbarukan dari PLTA di Sulawesi Selatan, Vale menempatkan air sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.

“Air adalah fondasi dari keberlanjutan. Apa yang kami lakukan di Sungai Cipinang hari ini mencerminkan filosofi kami bahwa setiap tetes air harus dijaga dan dikembalikan lebih bersih,” ujar Bernardus Irmanto, Presiden Direktur & CEO PT Vale Indonesia Tbk. “Sebagai bagian dari Grup MIND ID, kami percaya bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan tidak berhenti di wilayah operasi kami, tetapi juga harus meluas ke ruang publik dan perkotaan, di mana dampak nyata dapat dirasakan masyarakat.”

Mendorong Kolaborasi dan Aksi Nyata
Selain penanaman pohon, kegiatan Festival Sungai Cipinang 2025 juga mencakup pengerukan sedimen sungai, pemberian apresiasi kepada komunitas peduli sungai, pelepasan ikan di Waduk Dukuh I, serta bazar UMKM warga Dukuh.

PT Vale bersama MIND ID dan KLH berharap kegiatan ini menjadi model public–private–community partnership dalam pengelolaan sungai yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia.
“Sungai yang bersih berarti kehidupan yang berkelanjutan. Kolaborasi hari ini membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari aksi sederhana — dari satu pohon yang ditanam, satu sampah yang diangkat, hingga satu komunitas yang berdaya,” tutup Bernardus Irmanto.*

Polda Sultra Fasilitasi RJ, Kasus Pengeroyokan di Bombana Berujung Damai

0

KENDARIKINI.COM – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tenggara memfasilitasi penyelesaian perkara dugaan tindak pidana pengeroyokan melalui mekanisme Restorative Justice. Kegiatan ini digelar pada Jumat, 31 Oktober 2025, pukul 10.00 Wita, di Aula Ditreskrimum Polda Sultra, dan dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sultra, Kombes Pol Wisnu Wibowo, S.I.K., M.Si.

Gelar perkara tersebut dihadiri oleh Kasat Reskrim Polres Bombana, Kapolsek Poleang Barat, Camat Poleang Barat, Camat Watubangga, para kepala desa, kuasa hukum, serta pihak pelapor dan terlapor. Forum ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan penegakan hukum yang humanis dan berkeadilan.

Kasus ini berawal dari dua laporan polisi di Polres Bombana, yaitu LP/B/39/IX/2025/SPKT/POLRES BOMBANA/POLDA SULTRA dengan pelapor Maudi dan terlapor Agus, serta LP/B/40/IX/2025/SPKT/POLRES BOMBANA/POLDA SULTRA dengan pelapor Nusi dan terlapor Kasdin serta Ramli. Peristiwa dugaan pengeroyokan tersebut terjadi pada Kamis, 11 September 2025, di Desa Analere, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana.

Melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh Ditreskrimum Polda Sultra, seluruh pihak sepakat untuk berdamai secara kekeluargaan. Kesepakatan damai ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2021 tentang penanganan tindak pidana berdasarkan keadilan restoratif.

Dalam forum tersebut, para pelapor dan terlapor menyampaikan kesediaan untuk berdamai tanpa dendam. Kepala desa dan camat setempat turut mengapresiasi langkah kepolisian dalam menciptakan solusi damai di tengah masyarakat.

Direktur Reskrimum Polda Sultra, Kombes Pol Wisnu Wibowo, S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa penyelesaian melalui mekanisme Restorative Justice menjadi bukti komitmen Polri dalam mewujudkan keadilan yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga memulihkan hubungan sosial.

“Restorative Justice merupakan pendekatan penegakan hukum yang mengedepankan dialog, perdamaian, dan nilai-nilai kemanusiaan. Ini adalah wujud nyata Polri Presisi yang humanis,” ujar Kombes Pol Wisnu Wibowo.

Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, penyidik Ditreskrimum Polda Sultra membuat surat kesepakatan perdamaian yang disaksikan oleh aparat pemerintah setempat. Pihak pelapor juga mencabut laporan polisi dan mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

Selanjutnya, penyidik melaksanakan penangguhan penahanan terhadap para tersangka. Berdasarkan hasil perdamaian tersebut, penyidik akan melaksanakan penghentian penyidikan (SP3) dan mengirimkan surat pemberitahuan resmi kepada Jaksa Penuntut Umum.

Kegiatan yang berakhir pukul 10.45 Wita tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Polda Sultra menegaskan bahwa penyelesaian perkara melalui Restorative Justice merupakan wujud nyata kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.*

Upaya Kakanwil Kemenag Sultra Wujudkan Kerukunan Antar Pemuda Lintas Agama

0

KENDARIKINI.COM – Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sulawesi Tenggara melalui Tim Kerja Kerukunan Umat Beragama, menggelar Nongki-nongki Kerukunan Kita Beda Tapi Rukun, yang bertajuk “Pemuda Rukun Indonesia Maju” bertempat di Kedai Ratu Alam Kota Kendari. Kamis (30/10/2025).

Dikegiatan tersebut, Kakanwil Kemenag Sultra, H. Muhamad Saleh, memberikan sambutan dan arahan, dihadiri Pejabat Administrator Kanwil Kemenag Sultra, Katim Kerja bersama Pelaksana pada Tim Kerja KUB Kanwil Kemenag Sultra, Ketua PMII Sultra, Ketua GMKI Sultra, Ketua PK Komda Sultra, Ketua DPP Peradah Indonesia Perwakilan Sultra, Ketua Pemuda Tri Surya Manggala Sultra serta Tokoh Pemuda Lintas Agama.

Muhamad Saleh dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana memperkuat komunikasi dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Sulawesi Tenggara.

“Kata nongki-nongki mungkin identik dengan santai, ngobrol, dan ngopi bareng. Tapi di balik kesederhanaan itu, ada semangat besar, semangat silaturahmi, kebersamaan, dan kerukunan,” ungkap Saleh.

Ia menambahkan, Indonesia kaya akan keberagaman suku, agama, budaya, bahasa. Semua berbeda, tapi semua punya tempat yang sama di tanah air. Dan tugas kita bersama, terutama para generasi muda, adalah menjaga kerukunan itu agar terus hidup dan menguat di tengah masyarakat.

“Kerukunan bukan hanya soal tidak bertengkar, tapi tentang saling menghargai, saling memahami, dan saling membantu. Dengan rukun, kita bisa membangun lingkungan yang damai. Dengan rukun, kita bisa melahirkan ide dan karya yang bermanfaat bagi bangsa,” ujar Saleh.

Menurut Saleh, apa yang dilakukan ini juga merupakan upaya dalam mendukung program Asta Protas Kementerian Agama terkait Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan.

Ia sangat mengapresiasi Nongki-Nongki Kerukunan tersebut, sebagai ruang yang positif. Tempat bertemu, menyampaikan aspirasi, berdialog, dan berbagi cerita lintas agama, lintas komunitas, lintas generasi.

“Dari sini, mari kita tunjukkan bahwa perbedaan bukan penghalang, tetapi kekuatan untuk melangkah bersama menuju Indonesia yang lebih maju dan harmonis,” tegasnya.

Saleh mengajak seluruh yang hadir untuk terus menyemai nilai-nilai toleransi dan persaudaraan di setiap langkah kehidupan. Menjadikan kerukunan bukan hanya jargon, tapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi inspirasi bagi kita semua, bahwa kerukunan antar umat beragama adalah fondasi penting dalam menjaga persatuan dan kedamaian di daerah. Mari saling bertukar pikiran, mempererat tali persaudaraan, serta menguatkan komitmen kebangsaan,” tandasnya.

Acara yang berlangsung penuh keakraban dengan diskusi santai ini, diharapkan dapat menyerap aspirasi pemuda lintas agama dan menjadi agenda rutin, sebagai upaya membangun suasana damai dan harmonis di tengah masyarakat Sultra yang majemuk.

Masih dalam momentum semangat Sumpah Pemuda, dikesempatan tersebut digelar penandatanganan Aksi Pesan Damai oleh Kakanwil Kemenag Sultra bersama para pemuda lintas agama.

Dalam Aksi Pesan Damai yang ditandatangani tersebut dinyatakan :

Kami pemuda pemudi lintas agama Sulawesi Tenggara, berdiri bersama dalam semangat Sumpah Pemuda. Kami berbeda dalam keyakinan, budaya, dan cara pandang namun kami percaya, perbedaan bukan alasan untuk berpisah, tapi kekuatan untuk bersatu.

Dengan semangat “Kita Beda Tapi Rukun”, kami menyuarakan damai, toleransi dan persaudaraan. Kami menolak kebencian, kami lawan prasangka, kami pilih rukun dalam keberagaman. Karena kami tahu, Indonesia kuat bukan karena seragam. Tapi karena beragam. Dari Bumi Anoa, kami serukan : Kita Beda Tapi Rukun – Bersama Jaga Damai Indonesia.*

RSUD Bahteramas Kini Punya Alat MRI

0

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas pada Jumat (31/10/2025).

Kunjungan tersebut bertujuan meninjau kondisi infrastruktur dan fasilitas RSUD Bahteramas, sekaligus melihat langsung alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang baru diinstal pada Senin lalu.

Alat MRI ini merupakan bantuan fasilitas penunjang layanan diagnostik dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang secara resmi diserahkan kepada RSUD Bahteramas di hari yang sama.

“Terima kasih kepada pemerintah pusat, Kementerian Kesehatan, terutama kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” ujar Gubernur Sultra.

Mengingat alat MRI di RSUD Bahteramas merupakan satu-satunya di Provinsi Sulawesi Tenggara, Gubernur Andi Sumangerukka berharap masyarakat dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

“Masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh keluar kota apabila ingin menggunakan alat MRI ini. Bahkan masyarakat dari luar daerah pun dipersilakan mengakses fasilitas ini. Kita berharap alat ini benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh masyarakat,” tambahnya.

Gubernur juga menyampaikan bahwa para tenaga medis, khususnya radiografer di RSUD Bahteramas, merupakan tenaga profesional dan terampil di bidangnya, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam menggunakan layanan MRI tersebut.

Namun demikian, Gubernur juga menyoroti sejumlah infrastruktur rumah sakit yang telah mengalami kerusakan dan kebocoran.

“Setelah melihat langsung kondisi fasilitas di RSUD Bahteramas, kami menemukan beberapa kerusakan dan kebocoran. Hal ini bisa terjadi karena perencanaan yang kurang komprehensif dan maksimal saat pembangunan, atau karena usia infrastruktur yang sudah lama. Untuk itu, perlu dilakukan pembenahan dan upaya perbaikan,” jelas Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur Andi Sumangerukka memberikan arahan agar pembenahan terhadap gedung yang mengalami kerusakan segera dilakukan, sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu dan kenyamanan pasien tetap terjaga.

Gubernur menambahkan bahwa apabila fasilitas dan pelayanan rumah sakit semakin baik, maka masyarakat akan lebih memilih berobat di dalam daerah.

“Pelayanan yang baik berbanding lurus dengan kesejahteraan pegawai, mulai dari dokter, perawat, hingga petugas kebersihan,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Bahteramas, dr. Muchammad Saiful, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Sulawesi Tenggara.

“Terima kasih atas kunjungan Bapak Gubernur. Dengan ini kami merasa diperhatikan, karena kondisi rumah sakit ini memang perlu perhatian langsung dari pemerintah provinsi,” ucapnya.*

Gubernur Optimis Produk Kerajinan Sultra Siap Bersaing di Tingkat Nasional

0

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, membuka kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sultra yang mengusung tema “Pemberdayaan Perajin untuk Kriya Berkelanjutan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Berbasis Ekonomi Kreatif”, bertempat di Hotel Claro, Jumat (31 Oktober 2025).

Sebagai Pembina Dekranasda Provinsi Sultra, Gubernur Andi Sumangerukka menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai, Rakerda merupakan sarana strategis untuk meningkatkan peran Dekranasda provinsi maupun kabupaten/kota dalam menumbuhkembangkan industri kerajinan unggulan daerah yang berbasis ekonomi kreatif.

“Ekonomi kreatif merupakan salah satu penunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh karena itu, saya minta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar memberikan pendampingan terhadap berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Dekranasda,” ujar Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur menyadari bahwa di kondisi ekonomi saat ini, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang terdampak. Namun setelah meninjau pameran kerajinan Dekranasda Sultra, Gubernur optimistis bahwa produk kerajinan dari Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah nasional.

“Kita tidak kalah dengan daerah lain, baik dari segi kualitas maupun desain,” tambahnya.

Gubernur juga berharap agar kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan rapat semata, melainkan dilanjutkan dengan aksi nyata di lapangan.

Sejalan dengan arahan Gubernur Sultra, Ketua Dekranasda Provinsi Sultra, Arinta Nila Hapsari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa terdapat sekitar 3.500 perajin UMKM yang tersebar di berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, hal ini merupakan potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Sulawesi Tenggara memiliki beragam potensi kerajinan, baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) pengrajin maupun sumber daya alam sebagai bahan baku yang melimpah. Produk-produk unggulan kita yang telah memiliki pangsa pasar tersendiri antara lain tenunan, anyaman, nentu, dan kerajinan perak,” ujar Ketua Dekranasda Sultra.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Sultra, Laode Tariala beserta istri, para pimpinan OPD Provinsi Sultra, serta sekitar 100 orang peserta yang meliputi Ketua, Wakil Ketua, dan pengurus Dekranasda provinsi maupun kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.*

Tiga Pria di Kolut Ditangkap Polisi Usai Curi Tabung Gas, CCTV, dan Cengkeh

0

KENDARIKINI.COM – Tiga orang pria asal Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah diduga melakukan tindak pidana pencurian pada Jumat, 31 Oktober 2025.

Peristiwa pencurian tersebut terjadi di Desa Ponggiha, Kecamatan Lasusua, pada Sabtu, 25 Oktober 2025 sekitar pukul 03.00 WITA.

Kasi Humas Polres Kolaka Utara, AIPDA Ahmad Syaiful, mengungkapkan bahwa ketiga pelaku masing-masing berinisial AZ, AAP, dan F. Dari hasil penyelidikan, para pelaku diketahui mencuri 15 buah tabung gas, 3 unit kamera CCTV, serta cengkeh seberat 7 kilogram.

“Akibat kejadian tersebut, pelapor mengalami kerugian materiil sekitar Rp5 juta rupiah,” jelas Ahmad Syaiful.

Korban yang berinisial MS kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit I Pidum Satreskrim Polres Kolaka Utara bergerak cepat dan berhasil mengamankan ketiga pelaku di Desa Koroha, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka.

Kini, ketiga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Kolaka Utara untuk proses penyelidikan lebih lanjut.(Amin)*

Bentuk Komitmen dan Kepedulian PT Hoffman Energi Perkasa ke Warga Lingkar Tambang, Salurkan Bantuan Beras Triwulan Ketiga

0

KENDARIKINI.COM – PT Hoffman Energi Perkasa kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan beras tahap III kepada warga di wilayah lingkar tambang pada Jumat, 31 Oktober 2025.

Penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan terhadap masyarakat di sekitar area operasionalnya.

​Humas PT Hoffman Energi Perkasa, Tri Ajis, menjelaskan bahwa pembagian beras ini merupakan penyaluran tahap ketiga di tahun 2025 dan menjadi bagian dari program yang dilaksanakan secara triwulan.

​”Alhamdulillah perusahaan telah menyalurkan bantuan beras untuk tahap III di tahun 2025 ke warga lingkar tambang,” kata Tri Ajis kepada wartawan.

​Tri Ajis menambahkan bahwa program penyaluran bantuan beras akan terus dilaksanakan mengingat hubungan baik yang terjalin antara warga dengan perusahaan.

​”Insallah tahap selanjutnya akan kami salurkan di tahun 2025 ini,” timpal Tri, memastikan keberlanjutan program tersebut.

​Ia juga menyampaikan bahwa program bantuan beras ini telah memasuki triwulan ke tiga pada tahun 2025 dan menyasar warga yang terdampak oleh aktivitas perusahaan,’ alhamdulillah dari manajemen ada perubahan yang sebelumnya per tiga bulan untuk saat ini dan kedepannya jadi dua bulan

​Sementara itu, salah seorang warga Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang telah mereka terima.

​“Kami sangat mengapresiasi perusahaan yang terus berkomitmen dengan menyalurkan beras ke warga dan semoga kegiatan ini terus berlanjut,” pungkasnya.*

Kisah Residivis Spesialis Curanmor, Kembali Ditangkap Polisi Setelah Beraksi di 48 TKP

0

KENDARIKINI.COM – Seorang residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali ditangkap oleh Tim Reskrim Polresta Kendari. Pelaku diketahui telah melakukan aksi pencurian di 48 lokasi berbeda yang tersebar di wilayah Kota Kendari, Kabupaten Konawe, dan Konawe Selatan.

Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin L. Sengka melalui Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau mengatakan, pelaku diamankan di Kelurahan Kendari Caddi, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, pada Kamis 30 Oktober 2025.

“Pelaku adalah residivis, dan sudah menjalankan aksi pencurian motornya di 48 Tempat Kejadian Perkara (TKP), yang tersebar di Kota Kendari, Kabupaten Konawe, dan Konawe Selatan,” jelasnya, Jumat 31 Oktober 2025.

Lebih lanjut, AKP Welliwanto mengungkapkan bahwa pelaku dikenal lihai dalam menjalankan aksinya. Bahkan saat hendak ditangkap, pelaku sempat melakukan perlawanan dan berusaha kabur.

“Pelaku terbiasa berhadapan dengan petugas. Saat ditangkap, pelaku melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri hingga akhirnya diberi tindakan tegas dan terukur,” ujarnya.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolresta Kendari untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut terkait kemungkinan adanya keterlibatan pelaku lain dalam jaringan curanmor tersebut.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan, yang ancaman hukumannya mencapai tujuh tahun penjara.(Amin)*

Perdebatan Eksekusi Lahan Tapak Kuda, Laode Kabias: Ada Objek Berarti Syarat Non Eksekutable Tidak Terpenuhi

0

KENDARIKINI.COM – Polemik terkait eksekusi lahan Tapak Kuda di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, kembali mencuat, Jumat 31 Oktober 2025.

Perdebatan ini muncul setelah proses konstatering yang dilakukan sehari sebelumnya, Kamis, 30 Oktober 2025, menuai sorotan dari pihak Kuasa Hukum Hotel Zahra, Andre Darmawan.

Menurut Andre, tidak semua putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht) dapat dieksekusi. Ia menilai, dalam kasus Tapak Kuda, terdapat potensi bahwa putusan tersebut termasuk kategori non-eksekutable.

Putusan non-eksekutable adalah putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap, tetapi tidak dapat dilaksanakan karena adanya hambatan, baik dari sisi hukum maupun fakta di lapangan.

Menanggapi pernyataan itu, mantan Kepala Bagian Hukum Sekretariat DPRD Kota Kendari, La Ode Kabias, memberikan pandangan berbeda.

Ia menegaskan bahwa putusan dalam perkara Tapak Kuda memiliki sifat yang condemnatoir, yakni putusan yang memerintahkan untuk mengembalikan objek kepada pihak pemenang gugatan.

“Non-eksekutable itu adalah sesuatu keadaan yang eksekusi tidak biasa terlaksana dan ini ada syarat syaratnya. Kalau saya lihat pada kasus ini (Tapak Kuda) karna jelas jelas dalam putusan sifat putusan itu adalah yang berdasarkan perintah untuk mengembalikan kepada pihak pemenang dalam gugatan ini atas objek yang disengketakan,” kata Kabias dikutip dari pernyataanya di akun Facebook Laode Kabias.

Ia menambahkan, putusan jenis ini berbeda dengan putusan declaratoir dan konstitutif yang hanya menyatakan atau menetapkan suatu keadaan hukum tanpa perintah pelaksanaan.

Lebih lanjut, Kabias menegaskan bahwa keberadaan objek yang disengketakan sudah tergambar dengan jelas dalam amar putusan. Karena itu, menurutnya, alasan non-eksekutable tidak dapat diterapkan dalam kasus ini.

“Dengan adanya objek berarti syarat non-eksekutable tidak terpenuhi,” tutupnya

Perdebatan soal pelaksanaan konstatering kawasan Tapak Kuda ini menunjukkan bahwa persoalan hukum dan eksekusi lahan tersebut masih akan terus menjadi perhatian publik di Kota Kendari.(Amin)*

UMKendari Gelar Workshop Penulisan Proposal Riset Penelitian dan Pengabdian Prioritas

KENDARIKINI.COM – Universitas Muhammadiyah Kendari (UMKendari) melalui Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) menggelar Workshop Penulisan Riset Proposal Penelitian dan Pengabdian Prioritas Tahun 2026.

Dengan tema Workshop “Rise with Impact: Meningkatkan Kualitas Penelitian dan Pengabdian Menuju BIMA 2026 yang Inovatif dan Berdampak“, di Hotel Same Boutique Kendari, Jalan Z.A. Sugianto, Kelurahan Korumba, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Workshop ini diikuti oleh dosen UMKendari serta perwakilan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Sulawesi Tenggara.

Tujuan Workshop untuk memperkuat kapasitas peneliti dalam menyusun proposal penelitian dan pengabdian yang kompetitif di tingkat nasional

Rektor UMKendari, Prof. Dr. Ir. H. Muh. Nurdin, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., hadir sebagai narasumber utama dengan materi bertajuk “Kebijakan dan Indikator Penilaian Proposal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tahun Anggaran 2026.”

Dalam paparan materinya, Nurdin menekankan pentingnya memahami indikator penilaian proposal, mulai dari rekam jejak publikasi, urgensi penelitian, kebaruan referensi, hingga kesesuaian metode penelitian.

“Kualitas penelitian tidak hanya dilihat dari topik, tetapi dari ketajaman masalah dan inovasi pendekatan yang digunakan,” Ujarnya.

Muh. Nurdin juga menambahkan pentingnya penyusunan roadmap penelitian yang berkelanjutan sebagai fondasi riset yang relevan dan berorientasi solusi. Nurdin mengapresiasi konsistensi DRTPM UMKendari dalam membangun budaya riset di lingkungan kampus, sekaligus memperkuat jejaring riset antar-PTMA di wilayah Sulawesi Tenggara.
“Peneliti harus menautkan kepakaran dengan kebutuhan masyarakat agar hasilnya benar-benar berdampak,“ tambahnya.

Sementara itu, Direktur DRTPM UMKendari, Dr. Sitti Rahma Ma’mun, S.P., M.Sc., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin kedua pada tahun 2025.

“Sebelumnya kami melaksanakan kegiatan serupa pada Februari. Hingga Oktober ini, UMKendari telah memenangkan 23 judul penelitian BIMA dan dua dari BRIN,” ungkapnya

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UMKendari dengan BFI Finance Cabang Kendari dan PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) sebagai mitra industri.

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Inovasi, Dr. Ir. Muh. Dikman Maheng, ST., M.Sc., menyebut bahwa kerja sama tersebut diharapkan membuka ruang kolaborasi riset dan pengabdian, sekaligus memperluas peluang kerja bagi lulusan UMKendari.

“Banyak inovasi dosen dan mahasiswa UMKendari yang perlu diimplementasikan di dunia industri,” ujarnya.

Workshop ini berlangsung selama dua hari dari hari Kamis, 30 Oktober 2025 hingga Jumat, 31 Oktober 2025 sebagai bentuk komitmen UMKendari dalam membangun ekosistem riset yang kolaboratif, inovatif, dan berdaya saing menuju BIMA 2026 yang berdampak nyata bagi masyarakat.(Faldi)*

CIMB Niaga Luncurkan Mobil Kas Keliling

0

KENDARIKINI.COM – Sebagai upaya untuk memperluas akses layanan sekaligus mendukung inklusi keuangan bagi masyarakat Papua, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) meluncurkan layanan Mobil Kas di Jayapura, Papua, pada Rabu (29/10/2025). Inovasi ini merupakan bagian dari komitmen CIMB Niaga untuk senantiasa Advancing Customers & Society, yaitu menghadirkan solusi keuangan yang relevan dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang secara geografis tersebar luas dan memiliki potensi besar untuk pengembangan layanan perbankan yang lebih inklusif.

Mobil Kas CIMB Niaga merupakan layanan perbankan yang dirancang khusus untuk melayani transaksi keuangan di luar kantor cabang. Dengan fasilitas lengkap yang mencakup layanan customer service, teller, serta mesin ATM/CRM (Cash Recycling Machine) untuk tarik dan setor tunai, Mobil Kas memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan perbankan secara langsung di lokasi mereka berada. Layanan ini juga fleksibel untuk mendukung kegiatan perbankan di luar kantor seperti di kampus, sekolah, pabrik, dan berbagai event komunitas yang membutuhkan kehadiran layanan perbankan.

Peluncuran Mobil Kas di Jayapura menambah jumlah unit Mobil Kas CIMB Niaga menjadi 35 secara nasional, termasuk dua unit terbaru yang diresmikan pada Oktober 2025 di Jayapura (Papua) dan Rantau Prapat (Sumatera Utara). Di Jayapura, layanan ini akan menjangkau kawasan Entrop, Abepura, Waena, dan Sentani, yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan konvensional.

“Mobil Kas ini merupakan wujud nyata komitmen CIMB Niaga dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat Jayapura dan sekitarnya. Kami ingin memastikan bahwa setiap nasabah, mulai dari pelajar, mahasiswa, pengusaha, ASN, hingga segmen masyarakat lainnya dapat mengakses layanan perbankan dengan mudah dan nyaman meskipun jauh dari pusat kota,” ujar Head of Region Indonesia Timur & Bali Nusra CIMB Niaga Ahmad S. Ilham saat peluncuran Mobil Kas di Universitas Yapis Papua, Rabu (29/10/2025).

Ilham menjelaskan, Mobil Kas CIMB Niaga memiliki sejumlah keunggulan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Layanan ini mendekatkan akses perbankan kepada nasabah yang berada jauh dari pusat kota, menjangkau hingga ke pelosok-pelosok daerah yang sebelumnya sulit dijangkau oleh kantor cabang konvensional. Selain itu, Mobil Kas juga fleksibel dalam melayani berbagai kegiatan sesuai kebutuhan nasabah, seperti aktivitas kampus, komunitas lokal, dan acara masyarakat, sehingga semakin memudahkan transaksi keuangan di berbagai situasi.

Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari, Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Papua Wasis, jajaran pimpinan Universitas Yapis Papua yang diwakili oleh Wakil Rektor I Dr. Moh Aldrin Akbar, S.E , M.M., Wakil Rektor II Dr. Ir. Andung Yunianta, S.T., M.T., dan Wakil Rektor IV Dr. Andri Irawan, S.E., M.Si., serta Head of Region Indonesia Timur & Bali Nusra Ahmad S. Ilham dan Branch Manager CIMB Niaga Jayapura Yido Altho Topayung. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan terhadap upaya CIMB Niaga dalam memperluas akses layanan keuangan di wilayah Indonesia Timur.

“Kami akan terus mengoptimalkan layanan Mobil Kas dengan menjangkau masyarakat di Jayapura dan sekitarnya. Nasabah dapat memanfaatkan layanan ini dengan mengunjungi lokasi Mobil Kas sesuai jadwal operasional. Kami berharap Mobil Kas ini dapat menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang membutuhkan layanan perbankan tanpa harus menempuh jarak jauh. Ini adalah upaya kami untuk mendukung inklusi keuangan dan memberikan pengalaman perbankan yang lebih baik bagi seluruh nasabah,” pungkas Ilham.
*

Kalla Toyota Catat Prestasi Gemilang

KENDARIKINI.COM – Kalla Toyota kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan inovasi dan pelayanan terbaik bagi pelanggan.

Dua cabang Kalla Toyota sukses menyabet gelar juara dalam ajang Regional Kaizen & Innovation Marathon (RKIM) dan Regional Delight Program (RDP) Contest 2025 yang diselenggarakan oleh PT. Toyota Astra Motor (TAM) di Four Points by Sheraton Manado, pada hari Selasa, 21 Oktober 2025.

Diketahui, peserta RKIM dan RDP adalah 4 finalis dari seluruh cabang toyota wilayah Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Indonesia Timur yang diwakili oleh Krida Toyota, Auto2000 Balikpapan, Hasjrat Toyota Palu,
dan Kalla Toyota Kendari sebagai finalis dari Kategori RKIM.

Sedangkan untuk Kategori RDP diwakili oleh
Kalla Toyota Kolaka, Kalla Toyota Urip Sumoharjo, Kalla Toyota Maros, dan Wira Megah Banjarmasin Kalla Toyota Kendari berhasil menjadi pemenang Regional Kaizen & Innovation Marathon (RKIM) Area 5,
menyisihkan 3 dealer dalam memaparkan project improvement.

Sementara itu, Kalla Toyota Urip juga
meraih kemenangan dalam Regional Delight Program (RDP) setelah unggul dari tiga peserta lainnya.

Andi Aswar selaku Branch Manager Kalla Toyota Kendari menanggapi kemenangan RKIM, “Melalui kegiatan RKIM yang diselenggarakan oleh PT. Toyota Astra Motor (TAM), bahwa setiap ide improvement yang kami
lakukan tentu berdasar pada perspektif pelanggan dimana menciptakan sebuah sistem yang terintegrasi dan memiliki value demi meningkatkan pelayanan kepada pelanggan setia Kalla Toyota.”

Sementara itu, Indri Wahdiah Rosyadah B selaku CRC Kalla Toyota Urip Sumoharjo terkait RDP menyatakan, “Tidak menyangka juga bisa menjadi salah satu yang terbaik mewakili Area 5 di National Delight Program
nanti dan juga Kalla Toyota, feedback dari tim juri sangat baik untuk kami agar terus melakukan improve di cabang khususnya mengutamakan POV customer.”

RKIM dan RDP merupakan program pengembangan dan inovasi berkelanjutan yang melibatkan seluruh dealer Toyota untuk menghadirkan ide dan perbaikan nyata di berbagai lini layanan— mulai dari penjualan hingga purna jual.

“Kalla Toyota akan terus berinovasi dalam memberikan layanan yang lebih efisien, personal, dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Kedua pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen Kalla Toyota dalam
menghadirkan pengalaman terbaik bagi pelanggan serta memperkuat budaya perbaikan berkelanjutan di seluruh cabang Kalla Toyota”, ujar Mifta Farid S. Putra – Customer First Manager Kalla Toyota.

Kedua pencapaian ini membuktikan komitmen Kalla Toyota dalam menghadirkan pengalaman terbaik bagi pelanggan serta memperkuat budaya perbaikan berkelanjutan di seluruh cabang Kalla Toyota.

“Kami berharap pelaksanaan RKIM dan RDP Contest 2026 dapat konsisten menjadi wadah bagi seluruh dealer untuk terus menumbuhkan semangat perbaikan berkelanjutan yang berawal dari kebutuhan pelanggan, memberikan solusi nyata bagi pelanggan, sekaligus menjadi sarana untuk bertukar pikiran dan
menyebarkan kebermanfaatan antar dealer”, tutup M. Noor Iqbal Yafie selaku Aftersales & Customer.

Experience General Manager Kalla Toyota.
Untuk mengetahui informasi lebih lengkap seputar Kalla Toyota, pelanggan dapat berkunjung ke website Kalla Toyota di kallatoyota.co.id atau sosial media Kalla Toyota di Instagram @KallaToyotaID, Twitter
@KallaToyotaID dan Facebook KallaToyota.me. Dapat pula menghubungi hotline Kalla Care di nomor 04113000103 atau live chat via WhatsApp di nomor 08114414030.*

Sinergi JMSI dan ACJA, Bahas Kolaborasi Media dan Smart City

0

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerima kunjungan kehormatan delegasi All-China Journalists Association (ACJA) dan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kerja sama antara JMSI dan ACJA yang sebelumnya telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pembangunan “Rumah Wartawan Tiongkok–Indonesia” di Jakarta.

Rombongan diterima langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin, yang menyambut hangat para delegasi wartawan dari Tiongkok dan Indonesia.

Dalam sambutannya, Budi menegaskan bahwa media memiliki peran penting sebagai penghubung antarbudaya, penguat transparansi publik, dan penopang demokrasi di era digital.

“Media tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga jembatan pemahaman dan kepercayaan antarbangsa,” ujar Budi Awaluddin.

Budi juga menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mengembangkan sistem komunikasi publik yang terbuka dan partisipatif. Melalui transformasi digital dan penguatan smart city, Pemprov Jakarta ingin memastikan masyarakat memiliki akses yang luas terhadap informasi publik yang akurat dan kredibel.

“Kesiapan kita membangun arus pertukaran informasi yang sehat dan transparan merupakan langkah penting bagi Jakarta menuju kota global,” jelasnya.

Ia menilai kehadiran ACJA di Jakarta menjadi wujud nyata kolaborasi yang mendukung pertukaran informasi lintas negara dan penguatan literasi digital di kalangan masyarakat.
“Kami percaya kerja sama di bidang media dan teknologi informasi ini akan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing,” kata Budi.

Sementara Ketua Umum JMSI Dr. Teguh Santosa dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa kunjungan ke Balai Kota Jakarta merupakan bagian dari upaya JMSI untuk memperluas jejaring kolaborasi di bidang media dan komunikasi.

Ia menuturkan, JMSI dan ACJA berkomitmen memperkuat hubungan jurnalis kedua negara melalui pertukaran pengalaman, pelatihan bersama, serta liputan kolaboratif yang mendukung kerja sama pembangunan.

“Pendirian Rumah Wartawan Tiongkok–Indonesia menjadi simbol kerja sama yang berkelanjutan antara kedua komunitas pers,” ujar Teguh.

JMSI dan ACJA, lanjut Teguh ingin menciptakan ruang bagi wartawan Indonesia dan Tiongkok untuk saling belajar, memahami sistem media masing-masing, dan memperkuat profesionalisme.

Hal ini disambut baik oleh Sekretaris Eksekutif ACJA Wu Xu yang mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia menyampaikan bahwa kerja sama antara JMSI dan ACJA tidak hanya berfokus pada pertukaran informasi, tetapi juga memperkuat hubungan antarbangsa melalui media.

“Kami percaya hubungan pers yang kuat akan membantu memperdalam pemahaman antarbudaya serta memperluas kolaborasi di berbagai sektor,” kata Wu Xu.

Jakarta adalah kota yang dinamis dan terbuka terhadap inovasi, sehingga menjadi tempat yang tepat untuk memperkuat jalinan kerja sama media Tiongkok dan Indonesia.

Selain melakukan kunjungan kehormatan, delegasi JMSI dan ACJA juga berdiskusi mengenai perkembangan teknologi informasi dan implementasi konsep smart city di Jakarta. Dinas Kominfotik menjelaskan bahwa Jakarta saat ini tengah mengembangkan sistem integrasi data lintas sektor yang bertujuan meningkatkan efisiensi layanan publik dan keterbukaan informasi.

Kegiatan di Balai Kota Jakarta ini menjadi kelanjutan dari rangkaian kunjungan delegasi ACJA di Indonesia, setelah sebelumnya JMSI dan ACJA menandatangani MoU kerja sama di Jakarta serta melakukan kunjungan ke Radio Republik Indonesia (RRI), Kereta Cepat Indonesia China, lalu DPRD Jawa Barat, dan Museum Konferensi Asia-Afrika.

Melalui kolaborasi ini, JMSI dan ACJA berupaya memperkuat jalinan profesional antarjurnalis, mendorong pelatihan bersama, serta memperluas pemahaman publik tentang peran media dalam pembangunan global yang berkelanjutan.

Hadir dalam kesempatan itu Ketua Harian Ari Rahman, Ketua Hubungan Antar Lembaga Wayan Sudane, Utusan Khusus Luar Negeri Yophiandi Kurniawan, Ketua Bidang Platform Digital Iqbal Irsyad, dan Wakil Sekjen Sabri.

Sementara dari ACJA, selain Sekretaris Eksekutif Wu Xu, hadir pula Wakil Direktur Internasional ACJA Wang Lin, Sekretaris Asosiasi Wartawan Provinsi Shaanxi Fu Hangzhen, Direktur Eksekutif Asosiasi Wartawan Provinsi Chongqing Ni Ning, dan Direktur Pelaksana China Daily Wang Shanshan.*

Gubernur Sultra Tutup Rakerda TP PKK

0

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dalam mewujudkan keluarga yang berdaya dan sejahtera.

Hal tersebut disampaikan saat menutup Rapat Kerja Daerah (Rakerda) TP PKK Provinsi Sultra yang berlangsung di Aula Bahteramas, Kantor Gubernur, Rabu (29/10/2025) malam.

Sebagai Pembina TP PKK Sultra, Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran pengurus TP PKK baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota atas dukungan dan kontribusinya dalam membantu kelancaran program pembangunan yang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi.

“Saya selaku Gubernur Sultra mengucapkan banyak terima kasih kepada para pengurus Tim Penggerak PKK, dan kami provinsi tidak akan berjalan lancar tanpa ada dukungan dari kabupaten dan kota,” ujar Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur berpesan agar seluruh hasil dan rumusan dari kegiatan Rakerda tidak hanya menjadi pembahasan, tetapi dapat disosialisasikan serta ditindaklanjuti secara nyata di wilayah kerja masing-masing.

Senada dengan itu, Ketua TP PKK Provinsi Sultra, Ibu Arinta Andi Sumangerukka, menekankan pentingnya implementasi hasil Rakerda agar setiap program yang telah dirumuskan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga.

“Memastikan bahwa hasil Rakerda dapat diimplementasikan secara optimal untuk mewujudkan keluarga yang berdaya dan sejahtera yang sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah dan nasional,” tutur Ibu Arinta.

Dengan berakhirnya Rakerda ini, Ibu Arinta berharap seluruh jajaran TP PKK di Sultra dapat menyatukan langkah dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta melakukan evaluasi terhadap program yang telah berjalan agar pelaksanaan program ke depan lebih efektif, tepat arah, dan tepat sasaran.*

Bursa Pendaftaran Calon Ketua DPD I Golkar Sultra Ditutup, La Ode Darwin Kandidat Tunggal

KENDARIKINI.COM – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, resmi mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat 31 Oktober 2025.

Pengembalian berkas dilakukan melalui Liaison Officer (LO) La Ode Darwin, La Ode Agus, dan disaksikan oleh Ketua AMPG Kota Kendari, Rajab Jinik.

Ketua Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sultra, Dewiyati Tamburaka, membenarkan penerimaan berkas tersebut.

“Ya, hari ini kita menerima kembali berkas dari salah satu calon yang sebelumnya sudah mengambil formulir,” ujar Dewiyati saat ditemui di Kantor DPD Golkar Sultra.

Menurutnya, pengembalian berkas dilakukan menjelang pelaksanaan Musda Golkar Sultra yang dijadwalkan berlangsung pada 2 November 2025.

Dewiyati juga menegaskan bahwa masa pengambilan formulir telah ditutup pada 26 Oktober 2025, dan tidak ada perpanjangan waktu.

“Enggak ada perpanjangan. Kita sudah tutup sejak tanggal 26. Yang mau ambil formulir silakan waktu itu, tapi sampai sekarang tidak ada tambahan. Jadi yang resmi hanya satu,” jelasnya.

Dengan demikian, hingga batas waktu yang ditetapkan, La Ode Darwin menjadi satu-satunya calon yang mendaftar sekaligus mengembalikan berkas pendaftaran.

“Iya, hanya satu. Yang ambil formulir satu, yang kembalikan juga satu,” tambah Dewiyati.

Ia menuturkan, perpanjangan masa pendaftaran hanya dapat dilakukan jika ada instruksi dari DPP Partai Golkar, namun hingga kini belum ada arahan tersebut.

“Tidak ada lagi perpanjangan, kecuali kalau DPP perintahkan. Tapi sampai hari ini tidak ada, dan kami sudah melaporkan bahwa proses pengembalian berkas resmi ditutup,” tegasnya.

Selanjutnya, panitia SC akan melakukan verifikasi berkas pendaftaran untuk memastikan seluruh dokumen persyaratan lengkap.

“Nanti kita verifikasi dulu, karena masih ada beberapa lampiran yang perlu dicek. Hasilnya akan disampaikan resmi saat Musda,” ujarnya.

Dengan hanya satu calon yang memenuhi syarat, Musda Golkar Sultra 2025 diprediksi akan berlangsung kondusif dan menjadi ajang penetapan La Ode Darwin sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sultra periode mendatang.(Amin)*

Mantan Pengguna Narkoba Dilantik Jadi Sekdis Cipta Karya Sultra Tuai Sorotan

0

KENDARIKINI.COM – Sekretaris Dinas (Sekdis) Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sulawesi Tenggara (Sultra) Dr. Muh. Subhan yang dilantik oleh Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (ASR) ternyata pernah menggunakan narkoba dan menjalani sanksi penurunan jabatan atau demosi.

Pelantikan Sekdis Cipta Karya Sultra itu bertempat di ruangan Aula Bahteramas, Kantor Gubernur Sultra, Kompleks Bumi Praja, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari bersama 270 pejabat administrator dan fungsional lainnya pada 6 Oktober 2025 lalu.

Kepala Bappeda Sultra, J. Robert mengatakan, bahwa Sekdis Cipta Karya Sultra memang pernah menjalani sanksi penurunan jabatan.

Saksi penurunan jabatan berkaitan dengan kasus penggunaan narkoba, dan sempat menjalani rehabilitasi di luar Provinsi Sultra selama enam bulan.

Namun kata Robert, sanksi penurunan jabatan itu terjadi di masa Nur Alam saat menjabat Gubernur Sultra, antara tahun 2013-2014. Ia pastikan sanksi penurunan jabatan kala itu, Dr. Subhan sudah pindah dari Bappeda Sultra ke dinas lain.

“Itu penjatuhan hukumannya masih jamannya Pak Nur Alam, karena saat itu rehabilitasi narkoba kan. Kalau diliat dari sisi pidananya, pengguna dan pengedar beda, pengguna kan korban, sehingga saat itu diliat latar belakangnya, bla bla keputusannya ya penurunan pangkat, ya tentunya sidang kode etik BKD yang tahu persis,” katanya.

Lebih lanjut, Robert mengungkapkan bahwa terkait rincian lengkapnya, pihaknya tidak tahu, sebab di masa itu Subhan sempat pindah ke dinas lain, sebelum ia kembali lagi ke Bappeda Sultra menjabat sebagai kepala seksi.

“Yang saya tahu, dia disini mantan keluar sudah bermasalah, saya lupa dia kemana, setelah itu, nanti kita pindah disini (kantor baru), baru dia pindah ke kantor sini, Itupun langsung menjadi kepala seksi,” ungkapnya.

Terkait sorotan pengangkatan Subhan sebagai Sekdis Cipta Karya Sultra, kata Robert, sebenarnya sah-sah saja. Sebab menurutnya Subhan merupakan korban, bukan terpidana.

“Jadi kalau kita mau maknai bebas narkoba dan tidak pernah pidana itu sesuai yang berbeda. Artinya bebas narkoba itu, bisa saja sebelumnya dia narkoba baru kemudian dia sudah bebas karena rehabilitasi, berarti dia tidak ada lagi keterkaitan, beda kalau pidana itu prasyarat mutlak,” pungkasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra, Prof. Andi Khaeruni menjelaskan, mengenai catatan data kepegawaian Sekdis Cipta Karya Sultra Dr. Muh. Subhan sampai sejauh ini tidak ada demosi.

“Data kepegawaian di bidang disiplin, terakhir tidak ada, yang jelas sejauh ini saya cek tadi, tidak ada (catatan demosi) Dr. Muh. Subhan,” jelasnya.

Lebih lanjut Andi menerangkan dengan tidak ada demo dalam catatan data kepegawaian dua tahun terakhir, wajar dan pantas yang bersangkutan dilantik atau dipromosikan menjabat jadi Sekdis Cipta Karya Sultra.

“Jadi kami liat perlu promosi, bahwa saya liat dia doktor, diliat disertasinya, diliat SKP nya tahun 2023-2024 bagus, apa yang harus dipermasalahkan,” jelasnya.

Sebelumnya Direktur GAT Institut, Ashabul Akram menilai, bahwa proses rotasi dan promosi jabatan yang dilakukan Gubernur Sultra telah mencederai semangat reformasi birokrasi serta prinsip clean goverment yang selama ini diklaim menjadi komitmen utama pemerintah.

“Publik tentu berhak mempertanyakan transparansi dan integritas dalam proses pengisian jabatan. Apalagi jika pejabat yang diangkat pernah memiliki catatan kedisiplinan atau sanksi sebelumnya,” ujar Ashabul Akram, Jumat, 24 Oktober 2025 kemarin.

Menurut Akram, berdasarkan informasi yang diterima, Subhan sebelumnya pernah mendapat sanksi demosi akibat dugaan pelanggaran disiplin dan kinerja buruk saat menjabat di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra, tepatnya sebagai Kepala Seksi (Kasi).

Namun kini, ASN tersebut kembali dipercaya menduduki jabatan strategis Eselon III.a dengan tunjangan jabatan sesuai ketentuan. Langkah ini kemudian menimbulkan perdebatan dikalangan pemerhati kebijakan publik dan aktivis antikorupsi di Sultra.

“Penempatan ASN yang memiliki rekam jejak buruk di posisi strategis bisa menurunkan kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional,” pungkasnya.

Sekadar informasi bahwa pelantikan mantan pengguna narkoba jadi Sekdis Cipta Karya Sultra ini kini menjadi pembicaraan hangat dalam kalangan masyarakat di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.(Faldi)*

Kapolri Ajak Mahasiswa Dukung Program Pemerintah

0

KENDARIKINI.COM – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan sekaligus menutup acara Tanwir ke-XXXIII IMM di UMM Dome, Malang, Jawa Timur (Jatim), Jumat, 31 Oktober 2025. Dalam kesempatan ini, Sigit mengajak seluruh peserta untuk berkontribusi dalam rangka mendukung program Pemerintah Indonesia.

“Seluruh mahasiswa dan generasi muda bangsa untuk turut berkontribusi dalam mendukung seluruh kebijakan pemerintah,” kata Sigit mengawali sambutannya.

Menurut Sigit, kegiatan ini merupakan bentuk dan wujud nyata dari terciptanya semangat kolaborasi antara pemuda, mahasiswa, Pemerintah dan seluruh stakeholder.

“Untuk terus saling mendukung saling bekerjasama, gotong royong untuk mendorong program pembangunan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi wujudkan Indonesia leboh baik dan tentunya dibutuhkan kerja sama seluruh pihak dan elemen bangsa,” tutur Sigit.

Sigit menjelaskan, Polri dan elemen mahasiswa memiliki peran strategis dalam mewujudkan kemandirian bangsa, mewujudkan SDM unggul dan kompetitif serta pemberdayaan sektor UMKM.

“Mahasiswa harus turut berkontribusi dalam menjaga keamanan dalam menghadapi tantangan bangsa, seperti perkembangan teknologi, maraknya judi daring, dan peredaran narkoba guna mewujudkan stabilitas kamtibmas,” ujar Sigit.

Menurut Sigit, Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Karenanya, para mahasiswa harus mempersiapkan diri menjadi sumber daya yang unggul.

“Teruslah menjadi SDM unggul, SDM yang betul-betul siap menjadi aktor-aktor yang akan menjadi pemain utama di Indonesia Emas 2045,” ujar Sigit.

Oleh karena itu, Sigit menyebut, pentingnya sinergisitas antara Polri, mahasiswa dan seluruh elemen bangsa demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Pentingnya sinergisitas antara Polri, mahasiswa dan seluruh elemen bangsa untuk membangun negeri mewujudkan visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Sigit.*

Polda Sultra Berbagi ke Pengguna Jalan

0

KENDARIKINI.COM – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara melalui Subdit Regident melaksanakan kegiatan Bantuan Sosial (Bansos) Jumat Berkah kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan MTQ Kota Kendari, Jumat (31/10/2025).

Kegiatan sosial ini dipimpin langsung oleh Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Sultra AKP Arifin, S.Sos bersama personel Sie STNK Subdit Regident. Dalam kegiatan tersebut, tim membagikan paket bantuan sosial kepada warga sekitar yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

AKP Arifin menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah ini merupakan bagian dari program rutin Ditlantas Polda Sultra yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta menumbuhkan semangat saling peduli.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban dan membawa berkah bagi kita semua,” ujar AKP Arifin.

Masyarakat penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Ditlantas Polda Sultra atas perhatian dan kepeduliannya terhadap warga sekitar.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai.*

Kapolri Tekankan Jaga Persatuan dan Kesatuan

0

KENDARIKINI.COM – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nur II Al-Murtadlo Bululawang Malang, Jawa Timur (Jatim), Kamis, 30 Oktober 2025. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergisitas antara Umara dan Ulama.

“Jadi kalau Umara dan Ulama bersama-sama, tentu kita pastikan negara Indonesia ini akan menjadi maju dan sejahtera,” kata Sigit mengawali sambutannya.

Silaturahmi ini sendiri, kata Sigit juga sekaligus dalam rangka momen memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2025, lalu.

Lebih dalam, Sigit menekankan, dengan semakin menguatnya sinergisitas antara Umara dan Ulama tentunya hal tersebut menjadi kunci untuk menghadapi segala bentuk tantangan zaman yang ada.

“Bergotong-royong untuk bisa menyelesaikan apa yang menjadi tujuan besar mewujudkan tujuan nasional, mewujudkan Indonesia yang makmur, sejahtera dan mencapai cita-cita bersama menuju Indonesia yang kita harapkan Indonesia Emas 2045,” ujar Sigit.

Sigit menegaskan, modal utama untuk mencapai hal tersebut adalah menjaga dan merawat bingkai nilai persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

“Dan kita bersama mungkin ini yang harus selalu kita ingatkan, harus selalu kita jaga bahwa persatuan dan kesatuan tentunya menjadi modal yang penting,” ucap Sigit.

Menurut Sigit, persatuan dan kesatuan adalah kunci untuk menghadapi ancaman yang datang dari dalam maupun luar negeri.

Di sisi lain, Sigit berharap dengan terjalinnya silaturahmi, para Ulama dan tokoh agama dapat memberikan masukan maupun doa kepada Polri maupun seluruh anggotannya agar dapat dilancarkan dalam melaksanakan tugasnya dimanapun.

“Tentunya harapan kami dengan silaturahmi-silaturahmi dengan pertemuan-pertemuan yang ada ini tentunya kita bisa saling mengisi. Bisa saling mengingatkan dan kami juga tentunya butuh untuk diberikan masukan, nasihat. Sehingga kami semua jajaran institusi Polri terus bisa melaksanakan tugas pokok kami dengan sebaik-baiknya,” tutup Sigit.*

Biro SDM Polda Sultra Raih Penghargaan dalam Rakorbin SDM dan PNS Polri

0

KENDARIKINI.COM – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih beberapa penghargaan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pembinaan (Rakorbin) SDM dan PNS Polri Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Hotel Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta Utara, yang dilaksanakan tiga hari mulai Rabu hingga Jumat, 29 s/d 31 Oktober 2025.

Kegiatan Rakorbin SDM dan PNS Polri 2025 dengan tema SDM Polri Unggul, Adaptif dan Berkolaboratif, dibuka secara resmi oleh Asisten Sumber Daya Manusia (AS SDM) Kapolri Irjen Pol Dr, Anwar, S.I.K., M.Si. dan dihadiri oleh para Karo SDM Polda se-Indonesia, perwakilan PNS Polri, penerima penghargaan, serta jajaran pejabat dari SSDM Polri. Sementara para Kabag dan Kasubagrenmin Biro SDM mengikuti kegiatan melalui sambungan zoom meeting.

Dalam kegiatan tersebut, Dua Personel Polda Sultra sebagai penerima penghargaan Hoegeng Corner 2025, yakni Aipda Syamsul (PS. Kanitsamapta Polsek Tongkuno Polres Muna) sebagai Polisi Berdedikasi serta Bripka Anugerah Tri Febriantara, S.H. (Bamin Subbagmutjab Bagbinkar Ro SDM Polda Sultra) sebagai Polisi Inovatif dan Biro SDM Polda Sultra juga berhasil meraih juara 5 dalam Lomba Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN Polri berdasarkan penilaian oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kegiatan Rakorbin SDM dan PNS Polri Tahun 2025 mengusung semangat peningkatan profesionalitas dan inovasi dalam pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Polri. Selain pembukaan dan sambutan, agenda Rakorbin juga diisi dengan penandatanganan MoU, penyerahan penghargaan, serta penyampaian berbagai materi strategis oleh sejumlah pejabat tinggi Polri dan narasumber eksternal seperti dr. Tirta Mandira Hudhi dan psikolog Ibu Naftalia Kusumawardhani, S.Psi., M.Psi.

Karo SDM Polda Sultra Kombes Pol. Dr. Arief Fitrianto, S.H., S.I.K., M.M menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian tersebut, sekaligus menegaskan komitmen Biro SDM Polda Sultra untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas SDM yang unggul, profesional, serta berintegritas.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berprestasi dan berinovasi dalam mendukung Polri yang Presisi,” ujarnya, Jumat 31 Oktober 2025.

Dengan capaian ini, Biro SDM Polda Sultra meneguhkan jati dirinya sebagai bagian dari Polri yang berprestasi dan inovatif, sejalan dengan visi Polri menuju pelayanan publik yang semakin profesional dan humanis.*

Oknum Dosen UHO Diamankan Polisi, Diduga Tipu Warga Puluhan Juta Rupiah dengan Janji Luluskan Anak di Prodi Apoteker

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari mengamankan oknum dosen Universitas Halu Oleo (UHO) inisial PA atas dugaan tindak pidana penipuan, Kamis 30 Oktober 2025 sekitar pukul 17.00 WITA.

PA diamankan berdasarkan laporan polisi nomor : LP/B/309/X/2025/SPKT/Polres Kendari/Polda Sulawesi Tenggara tanggal 06 Oktober 2025.

Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau mengatakan PA menawarkan bantuan kepada korban inisial JA untuk meluluskan anaknya di program studi profesi apoteker senilai Rp50 juta rupiah di UHO.

Lanjut, kata dia, mendengar hal tersebut, korban mengaku hanya bisa menyanggupi senilai Rp30 juta rupiah.

“Namun pada saat itu JA mengatakan tidak mampu kalau harus membayar dengan nominal Rp50 juta. JA mengatakan hanya mampu sekitar Rp30 juta,” katanya.

Setelah mencapai kesepakatan, JA memberikan uang cash senilai Rp15 juta rupiah. Selang beberapa hari, PA meminta tambahan dana senilai Rp15 juta rupiah. Ironisnya, pada pengumuman, anak JA dinyatakan tidak lulus.

JA segera mendatangi PA untuk meminta penjelasan. Saat itu, PA menyampaikan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan birokrasi kampus.

Koordinasi tersebut tidak membuahkan hasil yang diharapkan sehingga PA berjanji akan mengembalikan uang tersebut kepada JA senilai Rp50 juta rupiah di bulan September 2023.

Akan tetapi, PA tidak mengembalikan uang seperti yang dijanjikan. Merasa keberatan, JA segera melaporkan dugaan kasus penipuan ini kepada pihak kepolisian untuk diproses berdasarkan hukum yang berlaku.

“Atas kejadian tersebut JA merasa keberatan dan melaporkan kepada pihak kepolisian untuk diproses hukum lebih lanjut,” tutupnya.(Amin)*

Kepastian Hukum Kasus Penambangan Ilegal di Oko-oko Kolaka Dipertanyakan, Komisaris Anugrah Gorup Tak Kunjung Diadili

0

KENDARIKINI.COM – Kasus perusakan hutan untuk tambang nikel di Desa Oko-oko, Kecamatan Pomala, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyisakan tanda tanya besar. Dua tahun sejak penetapan tersangka, hanya satu pelaku yang diadili, sementara satu lainnya seolah menghilang tanpa jejak.

Kasus ini bermula pada 13 November 2023, ketika Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan dua tersangka, yakni Direktur PT Anugrah Group, Lukman, dan Komisaris perusahaan, Anugrah Anca. Penetapan itu diumumkan langsung oleh Dirjen Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani, dalam konferensi pers di Kendari.

Saat itu, keduanya dihadirkan ke publik mengenakan rompi oranye dan tangan terborgol. Rasio menegaskan, kedua tersangka dijerat pasal berlapis dengan ancaman pidana 10 tahun penjara dan denda hingga Rp10 miliar, karena melakukan kegiatan penambangan di kawasan hutan tanpa izin.

“Penegakan hukum berlapis kami lakukan untuk menimbulkan efek jera. Kami tidak ingin kejahatan lingkungan seperti ini terus berulang,” tegas Rasio kala itu.

KLHK juga menyita 17 unit alat berat excavator yang digunakan dalam aktivitas tambang ilegal tersebut dan menitipkannya di Rupbasan Kendari. Kerusakan hutan di kawasan Oko-oko disebut telah menimbulkan kerugian besar bagi negara dan lingkungan.

Namun, proses hukum kasus ini berjalan timpang. Hanya Lukman yang akhirnya diseret ke pengadilan. Ia duduk sendirian di kursi terdakwa, sementara Anugrah Anca yang semula disebut memiliki tanggung jawab yang sama, perlahan hilang dari pemberitaan maupun dokumen persidangan.

Pada 20 Mei 2024, Majelis Hakim menjatuhkan vonis kepada Lukman. Ia dinyatakan bersalah melakukan kegiatan pertambangan tanpa izin yang menyebabkan kerusakan lingkungan, dan dijatuhi hukuman 1 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp2 miliar, subsider dua bulan kurungan jika denda tidak dibayar.

Lukman kini mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Namun, publik mempertanyakan ketimpangan penegakan hukum dalam kasus ini. Mengapa hanya satu tersangka yang diproses hingga vonis? Ke mana Anugrah Anca? Padahal, keduanya diumumkan bersama sebagai tersangka dengan bukti dan status hukum yang sepadan.

Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai kelanjutan penanganan perkara Anugrah Anca. Kasusnya seolah mengendap di ruang gelap penegakan hukum. Ironisnya, nama Anugrah kembali disebut dalam dugaan penambangan ilegal di PT Mandala Jayakarta, di mana ia diduga berperan sebagai kontraktor mining.*

Polisi Amankan Dua Pelaku Penganiayaan di THM Eksodus, Lima Masih dalam Pencarian

0

KENDARIKINI.COM – Sejumlah pelaku tindak pidana penganiayaan terhadap korban pria inisial SA (46) di Tempat Hiburan Malam (THM) Kendari kini dalam pengejaran polisi, Kamis, 30 Oktober 2025.

Lokasi THM ini bertempat di Jalan La Ode Hadi, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Kepala Kepolian Sektor (Kapolsek) Baruga, AKP Marjuni, mengungkapkan jumlah pelaku tindak pidana penganiayaan ini berjumlah sebanyak 7 orang. 2 orang sudah ditangkap, namun 5 orang lainnya belum ditangkap.

“Semua itu ada 7 orang jadi masih kurang 5 orang,” ungkap AKP Marjuni saat diwawancara media ini pada hari Kamis, 30 Oktober 2025 malam di THM Kendari.

Maka dalam kesempatan ini AKP Marjuni menegaskan kepada 5 orang pelaku tindak pidana penganiayaan ini minimal bisa kooperatif. Alasannya karena identitas 5 orang pelaku ini sudah diketahui.

“Masih ada pelaku lain dalam waktu dekat bisa tangkap atau minimal bisa kooperatif secara sadar menyerahkan diri. Karena identitas mereka ini kita sudah kantongi kita sudah ketahui jadi alangkah baiknya jika para tersangka lainnya ini kooperatif dan mau menyerahkan diri,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui korban pria inisial SA (46) mengalami penganiayaan saat tengah menikmati musik disc jockey (DJ) pada hari Jumat, 24 Oktober 2025 pada pukul 03.00 Wita malam di THM Kendari.(Faldi)*

Rekontruksi Kasus Penganiayaan di THM Eksodus Kendari 35 Adegan

0

KENDARIKINI.COM – Rekontruksi kasus tindak pidana penganiayaan terhadap korban pria inisial SA (46) di Tempat Hiburan Malam (THM) Eksodus mengungkap 35 adegan, Kamis, 30 Oktober 2025.

35 adegan ini diungkap oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Baruga, AKP Marjuni di THM Kendari.

Lokasi THM ini bertempat di Jalan La Ode Hadi, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

“Mulai dari sore sampai malam ini kita melaksanakan kegiatan pra rekon sebanyak 35 adegan. Di mana dari adegan ini menggambarkan situasi pada saat terjadinya tindak pidana penganiayaan,” ungkap AKP Marjuni saat diwawancara media ini pada hari Kamis, 30 Oktober 2025 malam di THM Kendari.

Sebelumnya diketahui korban pria inisial SA (46) mengalami penganiayaan saat tengah menikmati musik disc jockey (DJ) pada hari Jumat, 24 Oktober 2025 pada pukul 03.00 Wita malam di THM Kendari.(Faldi)*

Wakapolri Tinjau Langsung Peningkatan Pelayanan SPKT

0

KENDARIKINI.COM — Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan pembenahan menyeluruh dalam pelayanan publik, menjawab tuntutan masyarakat akan kinerja kepolisian yang cepat, adil, dan transparan. Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meninjau langsung implementasi Pamapta dan peningkatan pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Polresta Denpasar, Polda Bali. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Quick Wins Akselerasi Transformasi Polri yang menjadi tonggak penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.

Sesuai dengan instruksi langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., seluruh pelayanan kepolisian di SPKT — baik di tingkat Polsek, Polres, hingga Polda di seluruh Indonesia — harus direvitalisasi secara menyeluruh. Revitalisasi ini dilakukan dengan mengaktifkan kembali peran Pamapta sebagai sistem komando terintegrasi yang mampu merespons laporan masyarakat secara cepat, mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara), serta menindaklanjuti laporan kejahatan dan gangguan kamtibmas secara tepat dan terukur. Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun sistem pelayanan publik Polri yang modern, responsif, dan akuntabel. Melalui revitalisasi tersebut, setiap laporan masyarakat akan langsung terhubung ke jaringan pengawasan terpadu dari Mabes hingga kewilayahan, memastikan respon cepat dan penanganan yang transparan di seluruh Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolri didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi Polri, antara lain Irjen Pol. Umar Effendi, S.I.K., M.Si. selaku Kasatgas Penjamin Mutu Akselerasi Transformasi Polri dan Dosen Kepolisian Utama PTIK Lemdiklat Polri; Irjen Pol. Iman Prijantoro, S.H. selaku Analis Kebijakan Utama Bidang Manajemen Operasional Itwasum Polri; Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. selaku Kapolda Bali; serta jajaran pejabat utama Polda dan Polresta Denpasar. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan keseriusan Polri dalam memastikan bahwa transformasi pelayanan publik berjalan nyata hingga ke tingkat terdepan.

Wakapolri menegaskan bahwa peningkatan pelayanan publik merupakan prioritas utama Polri dalam mewujudkan lembaga kepolisian yang profesional, modern, dan dipercaya masyarakat. Dalam arahannya, ia menyoroti pentingnya penguatan fungsi SPKT dan Pamapta. “Pamapta harus berani dan tegas memimpin serta mengarahkan piket fungsi, karena Pamapta adalah Kapolres di luar jam dinas,” ujarnya. Ia juga menekankan perlunya penyesuaian pola patroli berdasarkan tingkat kerawanan wilayah agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat. Sebagai langkah konkret, Polri akan meluncurkan pilot project penerapan Pamapta pada pelaksanaan Apel Kasatwil mendatang sebagai model nasional dalam meningkatkan efektivitas pengawasan dan respon cepat di lapangan.

Dalam tinjauannya, Wakapolri juga memberikan perhatian terhadap peningkatan fasilitas di SPKT agar masyarakat merasa nyaman saat melapor. Polri tengah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, antara lain ruang bermain anak, ruang laktasi bagi ibu menyusui, serta ruang KASPKT yang dilengkapi perlengkapan operasional seperti rompi, senjata listrik, body vest, jas hujan, dan Quick Response Set Sabhara. Semua ini dirancang untuk menciptakan pelayanan yang ramah, humanis, dan inklusif bagi seluruh masyarakat yang datang ke kantor polisi.

Dari sisi teknologi, Polri terus mengembangkan sistem digitalisasi pelayanan publik. Sistem pelaporan akan dilengkapi fitur identifikasi pelapor — berupa foto, nama, dan lokasi — yang dapat dipantau langsung oleh petugas on duty. Operator di SPKT juga dapat mengarahkan kamera, melakukan video tour di titik rawan, dan memantau situasi lalu lintas secara real-time melalui video drone. Sistem ini akan segera diintegrasikan dengan aplikasi Mabes Polri guna membentuk data tunggal tanpa duplikasi, mempercepat proses analisis, serta memastikan setiap laporan dapat direspons dengan akurat.

Wakapolri menegaskan bahwa seluruh inovasi dan sistem pelayanan digital ini tidak boleh berhenti pada tataran formalitas. “Semua aplikasi dan perangkat yang dibangun harus benar-benar digunakan untuk melayani masyarakat, bukan sekadar menjadi simbol modernisasi. Polri harus hadir dengan bukti kerja, bukan hanya janji,” tegasnya. Ia juga mendorong penggunaan body camera sebagai alat pengawasan dan bukti otentik dalam setiap kegiatan kepolisian di lapangan.

Langkah-langkah tersebut menjadi jawaban konkret Polri terhadap berbagai kritik dan isu negatif yang berkembang di masyarakat mengenai pelayanan kepolisian yang dinilai belum maksimal. Melalui transformasi digital, penguatan peran Pamapta, dan revitalisasi SPKT secara nasional, Polri menunjukkan komitmen kuat untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan berkeadilan.

“Polri harus berubah dan terus berbenah. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan terbaik, dan Polri harus hadir dengan wajah humanis, profesional, dan mampu memberikan rasa aman,” ujar Wakapolri menutup arahannya.

Dengan implementasi terukur dan komitmen berkelanjutan dari seluruh jajaran, Polri optimistis ke depan pelayanan SPKT di seluruh Indonesia akan menjadi simbol nyata dari transformasi Polri menuju institusi yang modern, transparan, dan dipercaya rakyat.*

Wakapolri Tekankan Tiga Prioritas Amanat Presiden

0

KENDARIKINI.COM — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya dalam melaksanakan tiga prioritas utama yang telah diamanatkan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, di bidang keamanan dan penegakan hukum, yakni pemberantasan narkotika, penyelundupan, dan judi online.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., saat mewakili Kapolri dalam kegiatan The 2nd Joint Committee Polri – Ministry of Interior (MOI) Kingdom of Saudi Arabia yang berlangsung di Hotel Bintang Bali Resort, Kuta, Bali, Kamis (30/10/2025).

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut implementasi Perjanjian Kerja Sama antara Polri dan Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi, sekaligus forum strategis untuk memperkuat hubungan bilateral di bidang keamanan dan penegakan hukum lintas negara.

Dalam pertemuan tersebut, Wakapolri menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan tiga fokus utama untuk menjadi prioritas nasional dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan hukum Indonesia, yaitu:
1. Pemberantasan narkotika,
2. Pemberantasan penyelundupan, dan
3. Pemberantasan judi online

“Perang terhadap tiga kejahatan besar ini tidak bisa dilakukan secara sektoral. Diperlukan sinergi lintas lembaga baik di tingkat nasional maupun internasional. Polri terus memperkuat kerja sama dengan kementerian, lembaga negara, serta mitra internasional seperti Interpol dan otoritas keamanan negara sahabat,” ujar Wakapolri dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Wakapolri menyampaikan bahwa Polri telah menorehkan capaian signifikan dalam penindakan kasus narkotika. Dalam kurun waktu terakhir, Polri berhasil memusnahkan barang bukti narkotika berbagai jenis dengan total berat 214,84 ton dengan nilai ekonomi mencapai lebih dari Rp29 triliun.

Langkah ini menjadi bukti nyata dukungan Polri terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memerangi narkoba sebagai ancaman serius terhadap masa depan bangsa.

Wakapolri juga menyoroti tren baru penyalahgunaan narkotika yang semakin adaptif terhadap teknologi dan gaya hidup masyarakat modern. Ia menjelaskan munculnya pola baru seperti penyalahgunaan ketamin yang dihirup melalui hidung dan etomidate yang dicampur dalam liquid pods, yang kini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Karena itu, penguatan kerja sama internasional dalam bidang riset, intelijen, dan laboratorium forensik dinilai sebagai langkah strategis. Kolaborasi Polri dengan Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi pemberantasan narkotika, penyelundupan, serta kejahatan lintas batas lainnya.

Pihak Kerajaan Arab Saudi, melalui Major General Abdullah Bin Abdulrahman Al-Hamad, selaku Kepala Delegasi, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara telah mencakup seluruh potensi ancaman lintas batas, termasuk terorisme dan kejahatan transnasional.

“Kerajaan Arab Saudi berkomitmen memperkuat koordinasi strategis dengan Indonesia untuk bersama-sama menghadapi ancaman narkotika, ekstremisme, dan kejahatan lintas negara,” ungkap Al-Hamad.

Pertemuan ini menghasilkan Minutes of Meeting (MoM) yang memuat langkah-langkah konkret implementasi kerja sama keamanan bilateral antara Polri dan Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi.
Dalam MoM tersebut disepakati bahwa kerja sama pemberantasan narkotika akan mulai dilaksanakan pada Desember 2025, diikuti dengan kerja sama di bidang keamanan lainnya.

Kerja sama strategis ini menjadi bentuk nyata diplomasi kepolisian (police diplomacy) yang tidak hanya memperkuat stabilitas kawasan, tetapi juga menjadi model sinergi global dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas negara.

Kegiatan The 2nd Joint Committee Polri–MOI Kingdom of Saudi Arabia dihadiri oleh pejabat tinggi Polri, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, serta delegasi Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi.

Melalui forum ini, Polri menegaskan tekadnya untuk terus menjalankan amanat Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga keamanan nasional, memperkuat penegakan hukum, dan melindungi masa depan bangsa dari ancaman kejahatan global.*

Devie Rahmawati: Setiap Anggota Polri Adalah Humas yang Jaga Kepercayaan Publik

0

KENDARIKINI.COM – Di tengah derasnya arus informasi dan banjir konten digital, peran Humas Polri menjadi semakin strategis sebagai garda depan dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Devie Rahmawati, Associate Professor Universitas Indonesia, dalam Dialog Kebangsaan Divhumas Polri T.A. 2025 yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-74 Humas Polri, bertempat di STIK-PTIK Lemdiklat Polri Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2025).

Dr. Devie menegaskan bahwa dunia komunikasi kini memasuki era Experience Economy dan Attention Economy. Dalam era ini, perhatian publik menjadi aset paling berharga, dan keberhasilan sebuah institusi tidak lagi hanya diukur dari apa yang disampaikan, tetapi dari bagaimana pesan itu dihadirkan dan dirasakan oleh masyarakat.

“Tantangan terbesar Humas Polri saat ini bukan sekadar bagaimana menarik perhatian publik, tetapi bagaimana mempertahankannya agar pesan institusi tidak tenggelam di tengah kebisingan digital,” ujar Dr. Devie. “Setiap anggota Polri sejatinya adalah humas. Polisi bukan berdiri untuk masyarakat, tetapi adalah bagian dari masyarakat itu sendiri.”

Menurut Dr. Devie, komunikasi publik Polri perlu dibangun di atas empat elemen utama: hiburan (entertainment), pendidikan (educational), estetika (aesthetic), dan keaslian (authentic). Ia menekankan, hiburan dalam konteks komunikasi bukan berarti sekadar menyenangkan, melainkan menenangkan dan menuntun pada kebenaran. Estetika mencerminkan profesionalisme dan kenyamanan pelayanan, sedangkan keaslian menunjukkan ketulusan serta karakter sejati institusi Polri.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa fenomena “lost in the scroll” yang diungkap Forbes menjadi tantangan nyata bagi lembaga seperti Humas Polri. Di tengah derasnya arus konten media sosial, perhatian publik sangat mudah teralihkan. Karena itu, komunikasi Polri perlu disajikan secara menarik, ringkas, dan relevan agar pesan penting tidak hilang di tengah kebisingan digital.

“Pesan apa pun, termasuk dari Polri, jika tidak disampaikan dengan cara yang sesuai dengan pola konsumsi digital masyarakat, akan mudah terlewatkan,” jelasnya. “Judul yang kuat, kalimat pembuka yang menarik, serta visual yang bermakna menjadi kunci agar pesan Polri dapat diterima dengan baik.”

Dr. Devie juga menegaskan bahwa membangun citra positif Polri tidak dapat dilakukan hanya melalui strategi komunikasi formal, tetapi melalui praktik komunikasi yang hidup dalam keseharian anggota di lapangan. Masyarakat menilai kinerja Polri bukan hanya dari keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga dari cara setiap anggota berbicara, bersikap, dan berinteraksi.

“Komunikasi bukan pekerjaan tambahan, tetapi bagian dari tugas inti Polri,” tegasnya. “Kepercayaan publik tidak dimulai dari seragam, pangkat, atau jabatan—melainkan dari tutur kata dan empati dalam berinteraksi.”

Sebagai penutup, Dr. Devie mengingatkan bahwa di era digital, komunikasi bukan lagi tentang siapa yang paling sering berbicara, melainkan siapa yang paling tulus dan autentik dalam menyampaikan pesan.

“Dunia tidak kekurangan informasi, melainkan kekurangan makna,” ujarnya. “Setiap pesan Humas Polri harus membawa nilai, kejujuran, dan empati. Karena pada akhirnya, Polri tidak hanya bekerja untuk masyarakat — Polri adalah bagian dari masyarakat itu sendiri.”*

Kejakasaan Geledah Tiga Lokasi Soal Dugaan Korupsi Pertambangan PT AMIN di Kolut

0

KENDARIKINI.COM – Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara melakukan penggeledahan di tiga lokasi berbeda pada Selasa (28/10/2025).

Penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya penguatan alat bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pertambangan PT Alam Mitra Indah Nugraha (AMIN) yang berlokasi di Kabupaten Kolaka Utara.

Tiga lokasi yang digeledah yakni kantor Inspektur Tambang serta kediaman pribadi dua tersangka masing-masing Asrianto Tukimin dan Ridham M. Renggala.

Kedua nama tersebut sebelumnya telah ditetapkan sebagai bagian dari sembilan tersangka dalam perkara yang diduga merugikan negara dari sektor pengelolaan sumber daya tambang.

Dari penggeledahan tersebut, penyidik berhasil mengamankan sejumlah dokumen penting, alat bukti elektronik, serta barang-barang lain yang dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan alur dugaan korupsi dalam pengelolaan pertambangan PT AMIN.

Seluruh barang bukti itu kemudian disita untuk kepentingan pemeriksaan dan pembuktian lebih lanjut.

Peran Para Tersangka

Dalam perkara ini, Asrianto Tukimin diketahui merupakan Kepala Inspektur Tambang, sementara Ridham M. Renggala adalah pihak swasta.

Keduanya disebut mendapat mandat dari Direktur PT AMIN, Moch Machrusy, untuk mengurus Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tahun 2023.

Pengurusan RKAB tersebut diduga disertai praktik penyalahgunaan kewenangan dan manipulasi administrasi yang menyebabkan proses operasional tambang tidak sesuai ketentuan, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian negara dan kerusakan lingkungan.

Kejati Sultra hingga kini telah menetapkan total sembilan tersangka dalam kasus tersebut, dan tidak menutup kemungkinan terdapat tersangka baru seiring berkembangnya penyidikan.

Disisi lain Kejati Sultra menegaskan, penyidikan akan terus dilakukan secara progresif. Upaya penggeledahan disebut sebagai langkah penting untuk memperkuat konstruksi hukum sebelum perkara naik ke tahap penuntutan.*

Bantah Isu ‘Gagal’ Konstatering Tapak Kuda, BPN Kendari Sebut Salah Tafsir

0

KENDARIKINI.COM – Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Kendari bantah isu mengenai kegagalan proses konstatering atau pencocokan objek lahan di Tapak Kuda Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Kamis 30 Oktober 2025.

Hal ini dikemukakan oleh Juru Bicara BPN Kendari Nardin. Ia mengatakan bahwa proses konstatering tidak gagal, melainkan diserahkan kepada Pengadilan Negeri (PN) Kendari.

“Bukan begitu, bukan saya katakan itu gagal (konstatering) atau bagaimana. Hanya kita serahkan kepada pihak pengadilan,” kata Nardin.

Ia menjelaskan bahwa narasi ‘gagal’ yang berseliweran di media massa adalah tafsir keliru.

“Kalau saya sih tidak, jangan sampai salah tafsir,” jelasnya.

Nardin menambahkan setelah dilakukan konstatering, pihaknya akan menunggu arahan dari PN.(Amin)*

PT ST Nickel Kembali Hauling Abaikan Rekomendasi DPRD Sultra

0

KENDARIKINI.COM – DPRD Sultra telah bersuara tegas, tapi PT ST Nikel Resources seolah menutup telinga. Keputusan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang melarang operasi mandiri dan mewajibkan penertiban sistem pengangkutan nikel, justru diabaikan perusahaan tambang tersebut. Aktivitas hauling ore menuju Jetty PT Tiara Abadi Sentosa (TAS) di Kecamatan Nambo, Kota Kendari, tetap berjalan seperti biasa.

RDP yang digelar Selasa, 28 Oktober 2025, mengeluarkan dua poin penting yang harus dipatuhi PT ST Nikel Resources:

1. PT ST Nikel Resources diwajibkan menggunakan jembatan timbang di lokasi pengambilan ore/nikel, serta harus melampirkan print out hasil timbangan dari site ke jetty untuk menghindari kelebihan muatan (overload).

2. PT ST Nikel Resources dilarang melakukan hauling secara mandiri dan harus memihak-ketigakan kegiatan angkutan kepada perusahaan yang memiliki Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP).

Namun, kenyataan di lapangan jauh berbeda. Tiga hari pasca-RDP, tepatnya Kamis (30/10/2025) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA, tim lapangan menemukan aktivitas hauling ore nikel oleh PT ST Nikel Resources di wilayah Abeli Dalam.

Dalam pemeriksaan, sopir truk menyerahkan surat jalan pengiriman yang kosong, tanpa tercantum berat isi hasil timbangan dari site sebagaimana diatur dalam keputusan RDP. Tak hanya itu, truk pengangkut ore melintas di jalur umum, melewati Jalan Puuwatu dan Jembatan Teluk Kendari, padahal jalur tersebut sebelumnya telah dinyatakan dilarang karena berisiko tinggi terhadap keselamatan dan kerusakan infrastruktur kota.

Fakta ini menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas pengawasan Tim Terpadu dan kepatuhan PT ST Nikel Resources. Perusahaan diduga mengabaikan instruksi DPRD dan Tim Terpadu, sehingga muncul anggapan bahwa mereka kebal hukum, sementara Tim Terpadu terlihat tak berdaya menegakkan keputusan rapat resmi.*

Golkar Sultra Siap Sukseskan Musda XI

KENDARIKINI.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Tenggara (Sultra) siap sukseskan Musyawarah Daerah (Musda) ke XI, Kamis 30 Oktober 2025.

Hal ini dikemukakan Ketua Panitia Musda Abu Hasan saat ditemui beberapa awak media di kantor DPD Partai Golkar. Ia mengatakan bahwa agenda Musda akan dilaksanakan di Hotel Claro Kendari.

“Kita ini kan sudah penetapan kedua. Penetapan pertama saja kita sudah siap, apalagi ditambah lagi penetapan kedua,” kata Abu Hasan.

Ia menjelaskan Musda ini juga bakal dihadiri langsung Ketua Umum DPP Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Jenderal M. Sarmuji.

Abu Hasan menambahkan untuk pembukaan akan dihadiri sekitar 1.000 orang peserta, sementara untuk peserta Musda sekitar 140 orang.

Sementara itu, Ketua DPD I Golkar Herry Asiku menyampaikan bahwa terkait pencalonan dirinya tergantung dinamika Musda.

“Kita lihat situasi, kalau saya rasanya saya bawa regenerasi. Siapa tahu ada yang lebih bagus,” ungkapnya.

Kendati demikian, Herry berharap bahwa Musda kali ini sebagai ajang konsolidasi dalam memajukan pantai Golkar di jazirah Bumi Anoa.(Amin)*

DPRD Sultra Diminta Mediasi Soal Dugaan Kriminalsasi Buruh di PT AKP Konut

0

KENDARIKINI.COM – Aliansi Serikat (AS) Gerbang Kota gelar aksi demonstrasi mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mediasi kasus kriminalisasi buruh dan intimidasi karyawan di PT Adi Kratiko Pratama (AKP) di Kecamatan Langgikima, Konawe Utara (Utara), Kamis, 30 Oktober 2025.

Penanggungjawab AS Gerbang Kota Ikbal mengatakan bahwa aksi demonstrasi yang diegar di DPRD Sultra untuk meminta DPRD Sultra mediasi kasus kriminalisasi buruh dan intimidasi karyawan yang dilaporkan PT AKP di Kepolisian Daerah (Polda) Sultra.

“Kami bertandang di DPRD Sultra untuk meminta DPRD Sultra mengambil alih permasalahan yang terjadi di Polda Sultra, dan PT AKP, dan Serikat Buruh Indonesia Bersatu di Konawe Utara untuk bagaimana meminta memediasi perkara ini supaya dilakukan restorative justice,” ungkap Ikbal saat diwawancarai media ini pada hari Kamis, 30 Oktober 2025.

Lebih lanjut Ikbal menjelaskan bahwa aksi demonstrasi di DPRD Sultra untuk mendapatkan titik terang.

“Di mana permasalahan yang lama berjalan ini pihak PT AKP melakukan intimidasi terhadap karyawan dan kriminalisasi terhadap pejuang-pejuang buruh yang ada di Langgikima, Konawe Utara. Dari pelaporan beruntun yang sudah tercatat sudah 4 laporan polisi di Polda Sultra yang dilakukan oleh PT AKP terhadap pejuang-pejuang buruh maupun karyawan PT AKP itu sendiri,” jelasnya.

Sementara itu Ikbal menerangkan bahwa jumlah karyawan yang diintimidasi oleh pihak PT AKP sebanyak 13 orang dengan laporan kasus yang berbeda-beda di Polda Sultra.

“Jumlah karyawan yang terlapor sekarang itu yang sementara berjalan naik yang sudah status tersangka maupun saksi itu sudah berjumlah 13 orang dengan laporan yang berbeda-beda,” terangnya.

Sekadar informasi aksi demonstrasi yang digelar AS Gerbang Kota di DPRD Sultra buntut tak ada mediasi dikarenakan anggota komisi I DPRD Sultra sedang berada di luar Kota Kendari.(Faldi)*

CV Fadel Jaya Mandiri Tetap Beroperasi, Teguran BPJN Diabaikan

0

KENDARIKINI.COM – Surat teguran Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara (Sultra) terhadap CV Fadel Jaya Mandiri untuk menghentikan aktivitas bongkar muat material batu gamping, mengunakan jalan Nasional tak di indahakan.

Diketahui BPJN Sultra menyurati CV Fadel Jaya Mandiri pada 27 Oktober 2025 kemarin. Dalam surat itu, BPJN meminta CV Fadel Jaya Mandiri untuk menghentikan pengunaan kendaraan dump truck (roda 10) karena tidak memiliki izin melewati ruas jalan Nasional.

Namun, surat BPJN Sultra tersebut tidak diindahkan oleh CV Fadel Jaya Mandiri. Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, sejumlah kendaraan dump truck (roda 10) kembali melakukan akvitas dilama hari pada 29 Oktober.

“Masih jalan, tadi malam meraka muat lagi di Tampo Batu Desa Lantowua disamping Polres Bombana,” kata salah satu warga Bombana kepada awak media yang tidak mau disebutkan namanya.

Menurutnya material batu gamping yang dimuat tersebut diduga kuat digunakan untuk kebutuhan proyek Rypass-Rumbia.

“Dibawa disana, karena banyak lagi stoknya batunya (dilokasi proyek Bypass-Rumbia),” ungkapnya.

Selain mengunakan jalan Nasional tampa izin, kontraktor CV Fadel Jaya Mandiri diduga mengunkan meterial tambang galian C tampa izin.

Sementara itu media ini juga, masih terus berupaya melakukan konfirmasi dengan pihak CV Fadel Jaya Mandiri maupun pihak BPJN.*

Sempat Ditunda, Musda XI Golkar Sultra Kembali Dijadwalkan

KENDARIKINI.COM – Setelah sempat tertunda, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar kembali menjadwalkan agenda Msuyawarah Daerah (Musda) ke XI Golkar Sultra. Hal itu diketahui melalui surat DPP nomor B-811/DPP/GOLKAR/X/2025, perihal penetapan waktu penyelenggaraan Musda.

Surat tersebut juga dibenarkan oleh Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Pengembangan Profesi DPP Golkar, La Ode Safiul Akbar. “Benar. Surat itu sudah dikeluarkan DPP dengan perintah untuk melaksanakan Musda XI Golkar Sultra,” tuturnya.

Lanjut Safiul juga menerangkan bahwa perintah surat itu Musda Golkar dilaksakan pda tanggal, Minggu, 2 November 2025. Musdanya itu 2 November. Dengan surat itu juga maka, surat penundaan pelaksanaan Musda sebelumnya dinyatakan tidak berlaku lagi,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan terkait penundaan kemarin itu diakibatkan ketidak cocokan waktu antara pelaksanaan Musda dan agenda Ketua Umum DPP Golkar. “Pak Ketum Bahlil itu akan hadir di Musda Golkar. Dan saat ini sudah confirm akan hadir 2 November 2025,” tegasnya

Sementara itu, Politisi Golkar Sultra Andi Muhamad Saenuddin juga membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa DPD Golkar Sultra tengah membahas surat tersebut.

“Iya, benar. Sekarang di DPD tengah dilakukan rapat pemantapan untuk melaksanakan Musda XI Golkar Sultra,” ungkapnya.

Diketahui, berdasar keterangan dari stering committe (SC) Dewiyati Tamburaka menjelasakan bahwa, proses Musda akan dilaksanakan di Hotel Azizah. Dan pendaftar yang telah mengambil berkas hingga batas akhir hanya satu orang yakni Bupati Muna Barat La Ode Darwin.*

Polda Sultra Siagakan 841 Personel Gabungan Pengamanan Konstatering di Bundaran Tapak Kuda Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara bersama Polresta Kendari menggelar apel gabungan pengamanan (Pam) konstatering lahan di sekitar Bypass Tapak Kuda, Kota Kendari, pada Kamis, 30 Oktober 2025, pukul 07.00 WITA hingga selesai.

Apel gelar pasukan yang berlangsung di Lapangan Apel Polresta Kendari tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin Louis Sengka, S.I.K., M.Si. Dalam apel tersebut, turut dikerahkan kekuatan personel gabungan dari berbagai satuan, yakni Polda Sultra sebanyak 609 personel, dan Polresta Kendari sebanyak 232 personel. Total sebanyak 841 personel diterjunkan untuk memastikan kegiatan konstatering lahan oleh Pengadilan Negeri Kendari berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin Louis Sengka dalam arahannya menegaskan bahwa seluruh personel yang terlibat harus menjaga profesionalisme dan mengedepankan pendekatan humanis selama pelaksanaan tugas pengamanan. “Pengamanan ini harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan keselamatan masyarakat, serta menjunjung tinggi netralitas dan integritas Polri dalam setiap tindakan di lapangan,” ujarnya.

Kegiatan konstatering lahan di sekitar Bypass Tapak Kuda tersebut menjadi perhatian khusus karena melibatkan area strategis dan potensi gesekan sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Polda Sultra bersama jajaran memastikan bahwa seluruh langkah pengamanan dilakukan secara terukur dan terkoordinasi. Apel gabungan berlangsung dengan tertib, dan seluruh personel siap melaksanakan pengamanan hingga kegiatan konstatering selesai.*

Warga Tapak Kuda Hadang Kopperson Pakai Sajam saat Konstatering, Kuasa Khusus Bakal Tempuh Jalur Hukum

0

KENDARIKINI.COM – Suasana sempat memanas saat dilakukan konstatering atau pencocokan objek lahan di kawasan Tapak Kuda, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari. Pihak Kopperson nyaris bentrok dengan masyarakat lokal yang menolak kehadiran mereka di lokasi.

Kuasa Khusus Kopperson, Fianus Arung, menjelaskan bahwa pihaknya datang ke lokasi dengan niat baik dan tanpa membawa senjata. Namun, kedatangan mereka justru disambut secara tidak bersahabat oleh sejumlah warga.

“Kami tidak ada yang bawa barang tajam tidak ada satupun yang melakukan tindakan kekerasan. Justru pihak sebelah itu yang melakukan perlawanan dengan memakai kami lihat dengan mata kami sendiri, parang ada busur ada balok,” katanya, Kamis 30 Oktober 2025.

Ia menegaskan bahwa dugaan perlawanan warga tersebut telah direkam oleh pihak Kopperson dan akan dijadikan bukti untuk laporan ke pihak berwajib.

“Dan itu semua ada rekaman,” jelasnya

Diketahui, lahan yang menjadi objek sengketa di kawasan Tapak Kuda memiliki luas 249.021 meter persegi, dikurangi sekitar 3 hektare yang berada di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari. Lahan tersebut sebelumnya telah dieksekusi berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Kota Kendari.(Amin)*

Konstatering Lahan Tapak Kuda Sukses Dibacakan Juru Sita PN Kendari, Tinggal Laporan ke MA RI

0

KENDARIKINI.COM – Prosesi konstatering lahan segitiga tapak kuda sukses dibacakan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Kendari, Kamis, 30 Oktober 2025.

Lahan segitiga tapak kuda ini bertempat di Keluaran Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Walau prosesi kostatering ini sebelumnya sempat terhambat akibat aksi penolakan masyarakat tapak kuda, tetapi berdasarkan Putusan Pengadilan PN Kota Kendari Nomor 48/Pdt.G/1993/PN KDI tanggal 22 September 2025 prosesi kostatering dapat berjalan dengan lancar dan kondusif.

“Jadi kami sudah ke lokasi titik pertama dan sebelum pengambilan titik masa mulai anarkis tetapi kami tetap berpatokan pada hukum dan tidak ada teman-teman dari kami yang melalukan tindakan anarkis,” ungkap kuasa khusus Kopperson, Fianus Arung, saat diwawancarai media ini pada hari Kamis, 30 Oktober 2025.

Kesusksesan kostatering lahan segitiga tapak itu berdasarkan pembacaan penetapan kostatering dari juru sita PN Kota Kendari di lokasi.

Menurutnya berdasarkan pembacaan penetapan kostatering dari juru sita PN Kota Kendari maka KSU-Kopperson memiliki dasar hukum tetap untuk melaksanakan pelaporan ke Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia (RI).

“Dari pihak pengadilan mengatakan semua sudah selesai dan sudah ada dasar untuk dipakai sebagai pelaporan ke Mahkamah Agung. Sebab pembacaan penetapan Kostatering sudah dibacakan oleh Juru sita pengadilan dengan kondisif dan semua berjalan dengan lancar,” tegasnya.

Sekadar informasi jumlah massa Kopperson dalam prosesi pengawalan kostatering lahan segitiga tapak kuda di Keluaran Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari berjumlah kurang lebih 700 orang.(Faldi)*

Konstatering Lahan, Masyarakat Tapak Kuda Hadang Mobil Barakuda Sat Brimob Sultra

0

KENDARKINI.COM – Eksekusi lahan segitiga tapak kuda yang dilaksanakan Pengadilan Negeri (PN) Kota Kendari digelar dini hari mendapatkan hambatan penolakan dari masyarakat tapak kuda, Kamis, 30 Oktober 2025.

Melalui pemantauan jurnalis Kendarikini.com sejumlah masyarakat tapak kuda melalukan aksi hadang pengamanan mobil barakkuda Satun Korps Brigade Mobile Kepolisian Daerah (Sat Brimob Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pengamanan mobil barakkuda Sat Brimob Polda Sultra ini untuk mengawal PN Kota Kendari dan Koperasi Perikanan Perempangan Soananto (Kopperson) dalam konstatering lahan segitiga tapak kuda di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.

Aksi masyarakat tapak kuda menghandang pengamanan mobil barakkuda Sat Brimob Polda Sultra merupakan bentuk penolakan mereka terhadap putusan PN Kota Kendari Nomor 48/Pdt.G/1993/PN KDI.

Diketahui luasan lahan segitiga tapak kuda yang dieksekusi PN Kota Kendari seluas 249.021 meter persegi dikurangi 3 hektar di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.(Faldi)*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti