Jumat, Oktober 23, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 4

Hadapi Asap Karhutla, Dinkes Sultra Bagikan Masker Gratis di Kendari

0

KENDARIKINI.COM — Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara membagikan masker gratis kepada masyarakat di sejumlah titik Kota Kendari.

Pembagian masker dilakukan sebagai langkah preventif menghadapi dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menyampaikan imbauan tersebut melalui Kadis Kominfo Sultra Andi Syahrir.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kondisi udara dinilai kurang sehat.

Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi paparan asap.

“Segera periksakan diri apabila mengalami batuk, sesak napas, atau iritasi mata,” kata Andi Syahrir.

Pembagian masker menyasar sejumlah lokasi yang menjadi titik aktivitas masyarakat di Kota Kendari.

Lokasi pertama berada di pertigaan Jembatan Masjid Al Alam, kemudian perempatan Wua-Wua–Pasar Baru.

Masker juga dibagikan di Bundaran Pesawat Lepo-Lepo dan kawasan sekitar MTQ Kota Kendari.

Lokasi lainnya meliputi perempatan McD atau eks Stenlis dan perempatan perbatasan Kendari–Konawe Selatan.

Pembagian masker turut dilakukan di Bundaran Tank Anduonohu dan Pertamina Anduonohu.

Pemprov Sultra mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kesehatan selama kondisi asap karhutla masih berdampak.

Masyarakat diminta tetap waspada dan segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.*

Delegasi UHO Ikuti AKPT Tahap II di UGM, Perkuat Tata Kelola Kampus

0

KENDARIKINI.COM — Dua akademisi Universitas Halu Oleo (UHO) mengikuti Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) Tahap II 2026.

Kegiatan berlangsung pada 23–24 September 2026 di Kantor Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

AKPT diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan perguruan tinggi.

UHO mengutus Prof. Dr. Muhammad Arba, S.Si., M.Si. dan Prof. Dr. Weka Gusmiarty Abdullah, S.P., M.P.

Keduanya mengikuti kelas Future Leaders bersama 66 peserta dari berbagai perguruan tinggi Indonesia.

Hari pertama membahas perencanaan strategis, transformasi organisasi, serta kesiapan pemimpin menghadapi perubahan.

Peserta juga mempelajari kemampuan mengenali perubahan, menangkap peluang inovasi, dan mengukur akuntabilitas perguruan tinggi.

Pada hari kedua, materi mencakup ekonomi kreatif, ekosistem inovasi, dan strategi manajemen talenta.

Forum turut membahas penguatan ketahanan finansial perguruan tinggi melalui kerja sama, manajemen risiko, dan optimalisasi sumber daya.

UHO kemudian menyusun sejumlah tindak lanjut berdasarkan hasil pelatihan tersebut.

Langkah tersebut mencakup pembangunan sistem informasi talenta unggul dan penguatan siklus PPEPP.

UHO juga mendorong kolaborasi hexahelix serta komersialisasi hasil riset untuk memperkuat ekosistem inovasi kampus.

Dalam bidang keuangan, UHO didorong mengoptimalkan aset dan menggali sumber pendapatan baru di luar uang kuliah.

Delegasi UHO juga merumuskan rencana aksi 100 hari setelah mengikuti AKPT Tahap II.

Rencana tersebut mencakup pemetaan kompetensi, sistem informasi SDM unggul, dan integrasi indikator kinerja institusi.

UHO juga akan mengidentifikasi peluang kerja sama baru dan mendiseminasikan hasilnya kepada pimpinan unit terkait.*

UHO Gelar Workshop Penulisan dan Penerbitan Buku Ajar bagi Dosen

KENDARIKINI.COM — Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar workshop penulisan dan penerbitan buku ajar bagi dosen, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan berlangsung secara hibrida di Hotel Same Kendari dan melalui Zoom Conference.

Workshop tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas dosen dalam menghasilkan buku ajar berkualitas sesuai standar pendidikan tinggi.

Kegiatan dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik UHO, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P.

Ia mewakili Plt. Rektor UHO dalam pembukaan kegiatan yang diawali laporan Ketua Panitia Prof. Indriyani Nur.

Materi pertama membahas perancangan buku ajar berbasis capaian pembelajaran yang disampaikan Prof. Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T.

Syamsul merupakan dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sekaligus Tim Ahli Kurikulum Pendidikan Tinggi.

Peserta diarahkan menyelaraskan isi buku ajar dengan kompetensi lulusan yang ditargetkan dalam proses pembelajaran.

Materi berikutnya membahas pengembangan naskah buku ajar untuk mendukung pembelajaran mandiri mahasiswa.

Setelah Ishoma, peserta mengikuti sesi reviu draf buku ajar bersama Prof. Syamsul Arifin.

Sesi tersebut dipandu Drs. Ahid Hidayat, M.Hum. untuk memberikan masukan terhadap naskah yang telah disiapkan peserta.

Workshop kemudian menghadirkan Dr. Mira Mirnawati, M.Pd. secara daring untuk membahas kesiapan naskah menuju penerbitan.

Dosen Universitas Pakuan tersebut memberikan materi mengenai penyuntingan dan penerbitan buku ajar.

Peserta juga mengikuti praktik penyusunan kerangka bab dan pengecekan kesiapan naskah sebelum diterbitkan.

Rangkaian kegiatan ditutup pukul 16.30 WITA oleh Kepala LPMPP UHO.

UHO berharap workshop tersebut mendorong lahirnya buku ajar berkualitas karya dosen untuk mendukung pembelajaran mahasiswa.*

HIPPMAKOTA Desak Pemkot Kendari Bongkar Bangunan HIPI Padel

0

KENDARIKINI.COM — HIPPMAKOTA Kendari menyoroti sanksi SP1 terhadap bangunan HIPI Padel yang diduga melanggar sempadan Sungai Wanggu.

Ketua HIPPMAKOTA Kendari, Ikhram, mendesak Pemkot Kendari mengambil tindakan tegas terhadap bangunan komersial tersebut.

Menurutnya, SP1 tidak boleh menjadi akhir penanganan dugaan pelanggaran tata ruang di kawasan Sungai Wanggu.

“Jika sudah pernah ditegur, tapi bangunan masih berdiri, sampai kapan pemerintah hanya memberikan teguran?” ujar Ikhram, Kamis (8/10/2026).

Ikhram mengatakan aturan sempadan sungai bertujuan menjaga lingkungan, ekosistem, serta mengurangi risiko bencana banjir.

HIPPMAKOTA mendesak Pemkot Kendari melakukan verifikasi, pengukuran ulang, dan peninjauan lapangan secara transparan.

Jika terbukti melanggar aturan, pihaknya meminta penertiban hingga pembongkaran bangunan segera dilakukan.

HIPPMAKOTA memberikan waktu 1×24 jam kepada Pemkot Kendari untuk menunjukkan langkah konkret menangani persoalan tersebut.

“Kami memberikan ruang kepada pemerintah menunjukkan komitmennya. Jika tidak ada tindak lanjut, kami mengambil langkah konstitusional,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang PUPR Kota Kendari, Arfan, mengatakan pengawasan lapangan merupakan kewenangan seksi pengendalian.

“Tunggu saya sampaikan anggotaku karena Pak Firman, Kepala Seksi Pengendalian, yang turun ke lapangan,” kata Arfan.

Arfan menyampaikan hal tersebut saat dikonfirmasi Kendarikini.com terkait langkah penanganan bangunan HIPI Padel.*

Penjualan Toyota Agya Tembus 1.978 Unit, Kuasai 34,3 Persen Market

KENDARIKINI.COM — Penjualan Toyota Agya di wilayah operasional Kalla Toyota terus menunjukkan pertumbuhan positif hingga September 2026.

Sepanjang Januari hingga September 2026, Toyota Agya mencatat akumulasi penjualan sebanyak 1.978 unit.

Pada September 2026, penjualan Toyota Agya mencapai 246 unit di wilayah operasional Kalla Toyota.

Secara tahunan, penjualan Toyota Agya meningkat 38 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Peningkatan tersebut turut mengerek pangsa pasar Toyota Agya di kelas Hatchback Entry menjadi 34,3 persen.

Angka tersebut meningkat dibandingkan pangsa pasar tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 28,4 persen.

Marketing General Manager Kalla Toyota Suliadin mengatakan, peningkatan penjualan didominasi konsumen anak muda dan keluarga muda.

Menurutnya, Toyota Agya memiliki karakter modern dan praktis yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas harian.

Selain itu, efisiensi bahan bakar, performa lincah, serta biaya perawatan terjangkau menjadi daya tarik kendaraan tersebut.

Suliadin menilai capaian tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Toyota Agya sebagai kendaraan efisien dan bernilai di kelasnya.*

IMALAK Sultra Desak PUPR Kendari Bongkar Bangunan Diduga Langgar Sempadan Jalan

0

KENDARIKINI.COM — IMALAK Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Dinas PUPR Kota Kendari membongkar bangunan Pemkot Kendari.

Bangunan tersebut diduga berdiri di atas lahan sekolah tanpa dokumen izin resmi dan melanggar Garis Sempadan Jalan (GSJ).

Sekretaris Jenderal IMALAK Sultra, Akmal, mengatakan pembangunan fasilitas publik harus mematuhi regulasi tata ruang yang berlaku.

“Setiap proses pembangunan fasilitas publik di Kota Kendari harus mematuhi regulasi tata ruang demi ketertiban dan keselamatan,” ujar Akmal.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang PUPR Kota Kendari, Arfan, mengaku baru mengetahui bangunan tersebut merupakan fasilitas sekolah.

“Kemarin saya sudah suruh anggotaku turun ke sana. Anggotaku bilang itu sekolah,” kata Arfan.

Arfan mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran terkait riwayat dan legalitas lahan bangunan tersebut.

Menurutnya, bangunan baru itu diduga berdiri di atas tapak bangunan lama sehingga diperlukan verifikasi dokumen.

“Kalau sekolah kan harus juga mengikuti ketentuan,” jelasnya.

Arfan mengaku telah mengarahkan anggotanya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari terkait pembangunan tersebut.

Ia menegaskan aturan tata ruang berlaku bagi seluruh pihak, termasuk instansi pendidikan di Kota Kendari.

“Kalau kami yang namanya pelanggaran pasti kami tindak,” tegas Arfan.

Namun, PUPR belum mengambil tindakan pembongkaran karena masih menunggu hasil koordinasi dan pemeriksaan legalitas bangunan.

Kepala Dikbud Kota Kendari, Saemina, belum memberikan tanggapan terkait dugaan pelanggaran tata ruang tersebut hingga berita diterbitkan.*

UHO Gelar Workshop Kurikulum OBE dan Pelatihan Penyusunan RPS

KENDARIKINI.COM — Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar workshop penyesuaian kurikulum dan pelatihan penyusunan RPS berbasis OBE.

Kegiatan berlangsung secara hibrida di Hotel Same Kendari dan melalui Zoom Conference, Rabu, 7 Oktober 2026.

Workshop tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dosen dalam menerapkan kurikulum berorientasi luaran sesuai kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan diawali laporan Ketua Panitia Prof. Indriyani Nur, S.Pi., M.Si., Ph.D., kemudian dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik UHO.

Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P. mewakili Plt. Rektor UHO membuka kegiatan tersebut.

Materi pertama membahas penyesuaian kurikulum berdampak berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Materi disampaikan Prof. Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T. dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Syamsul juga merupakan Tim Ahli Kurikulum Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek.

Peserta kemudian mengikuti simulasi penyelarasan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK).

Setelah Ishoma, peserta mendapatkan materi pembelajaran berbasis studi kasus dan projek atau case-based dan project-based learning.

Materi kembali disampaikan Syamsul Arifin dengan moderator Dr. Sarmadan, S.Sos., M.Si.

Dosen UHO kemudian mengikuti praktik menyusun skenario tugas berbasis kasus dan proyek beserta rubrik penilaiannya.

Praktik tersebut bertujuan memastikan kompetensi mahasiswa dapat dinilai secara transparan, terukur, dan akuntabel.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE yang mengintegrasikan pembelajaran studi kasus dan projek.

Peserta memetakan Sub-CPMK, indikator keberhasilan, alokasi waktu, hingga bobot penilaian dalam RPS.

Workshop ditutup pukul 16.30 WITA oleh Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UHO.

UHO berharap penerapan RPS berbasis OBE dan metode pembelajaran inovatif dapat diterapkan secara berkelanjutan di seluruh program studi.*

Pemilik Kapal Bantah Tudingan, SPBN Lapulu Tegaskan Penyaluran Solar Subsidi Sesuai Aturan

0

KENDARIKINI.COM — Salah satu penanggung jawab Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Djamalia Ningsih, Kelurahan Lapulu, Udin memastikan penyaluran solar subsidi sesuai peruntukannya, Kamis 8 Oktober 2026.

“Kita layani yang memiliki dokumen lengkap, seperti surat kapal dan rekomendasi dinas,” katanya.

Pihak SPBN menyatakan penyaluran dilakukan berdasarkan kelengkapan dokumen dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kapolsek Soropia IPDA Firman Akbar mengatakan SPBN Lapulu tidak masuk wilayah hukumnya.

“Tidak masuk wilayah hukum saya,” tegas Firman.

Pemilik kapal Ferdi memberikan klarifikasi terkait tudingan aktivitas pengangkutan solar subsidi.

Ferdi mengaku memiliki dokumen kapal serta jatah resmi solar subsidi dari pihak berwenang.

“Solar itu milik saya. Saya punya surat kapal dan jatah resmi solar subsidi,” ujar FS saat dikonfirmasi.

Ia berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat.*

Polresta Kendari Tangkap Anggota Satpol PP Terkait Penganiayaan Demonstran

0

KENDARIKINI.COM — Polresta Kendari menangkap anggota Satpol PP Sulawesi Tenggara terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang demonstran.

Pelaku berinisial AD (36), ditangkap Tim URC Buser77 Satreskrim bersama Unit Kamneg Satintelkam Polresta Kendari.

Penangkapan dilakukan di Jalan Bumi Praja, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 01.54 WITA.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, membenarkan pengungkapan perkara tersebut.

AD diketahui merupakan anggota Satpol PP Provinsi Sultra berstatus P3K.

Korban berinisial FA (21), seorang mahasiswa asal Kabupaten Konawe, sebelumnya mengikuti aksi unjuk rasa.

Peristiwa dugaan penganiayaan terjadi saat massa aksi hendak menemui Gubernur Sultra pada 28 September 2026.

Korban mengaku ditarik dan didorong ke portal gerbang kedua Kantor Gubernur Sultra.

Korban kemudian didatangi beberapa anggota Satpol PP dan mengalami sejumlah pukulan.

Berdasarkan hasil pendalaman penyidik, AD mengakui memukul pelipis kanan korban menggunakan tangan kanan.

AD mengaku memukul korban satu kali ketika massa demonstran berupaya menerobos masuk.

Menurut keterangannya, tindakan tersebut dilakukan untuk membuat korban dan massa mundur.

Polisi mengamankan satu helm hitam yang digunakan pelaku saat kejadian.

Sementara pakaian kaos abu-abu yang disebut digunakan pelaku masih dalam pencarian.

Penyidik juga telah memperoleh hasil visum korban sebagai bagian dari proses penyidikan.

Kapolresta Kendari, KBP Safi’i Nafsikin, melalui Kasat Reskrim mengatakan perkara tersebut masih didalami penyidik.

AD selanjutnya diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum sesuai ketentuan berlaku.*

Wali Kota Kendari Studi Tiru RT 11 Smart di Jakarta Selatan

0

KENDARIKINI.COM — Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, melakukan studi tiru pengelolaan lingkungan di Jakarta Selatan.

Kunjungan tersebut berlangsung di RT 11/RW 07, Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Kamis (8/10/2026).

Rombongan Pemkot Kendari diterima Camat Kebayoran Baru, Rachmat Mulyadi, bersama jajaran pemerintah wilayah setempat.

RT 11/RW 07 Gandaria Utara dikenal melalui konsep RT 11 Smart dalam mengelola lingkungan secara terpadu.

Lingkungan tersebut juga meraih Jakarta Innovation Award atas berbagai inovasi yang dikembangkan masyarakat.

Inovasi tersebut mencakup keamanan melalui smart gate, CCTV, dan panic button.

Pengelolaan sampah dilakukan melalui program Kompos Keliling (Komling) dan Komposter Mandiri (KOMA).

Selain itu, terdapat program ketahanan pangan serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui RT English.

Wali Kota Siska mengatakan kunjungan tersebut menjadi pembelajaran bagi Pemkot Kendari.

Menurutnya, berbagai persoalan lingkungan dapat dikelola secara terpadu dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

“Tidak hanya keamanan, tetapi juga pengelolaan sampah, ketahanan pangan dan peningkatan kapasitas masyarakat,” ujar Siska.

Ketua RT 11/RW 07, Imam Basori, mengatakan inovasi tersebut berangkat dari kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, seluruh program dikembangkan secara bertahap dengan mengedepankan kolaborasi warga.

“Kami mencoba menyelesaikan persoalan lingkungan dengan melibatkan warga,” jelas Imam.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat penerapan sistem keamanan dan pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Rombongan juga melihat pemanfaatan lahan untuk ketahanan pangan serta pelaksanaan program RT English.

Studi tiru tersebut menjadi referensi Pemkot Kendari dalam mengembangkan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Konsep tersebut nantinya disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat Kota Kendari.*

Gubernur Sultra Tegaskan Pembangunan Harus Bottom-Up dan Berintegritas

0

KENDARIKINI.COM — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, membuka Seminar Nasional dan Sekolah Agraria Regional, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Garuda Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sultra.

Seminar dan sekolah agraria tersebut mencakup wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Bali.

Andi Sumangerukka mengapresiasi LHKP PP Muhammadiyah dan Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang strategis untuk membahas tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.

Gubernur menyebut visi Sultra adalah mewujudkan daerah yang maju, aman, sejahtera, dan religius.

Ia menilai penguatan moral dan integritas penting untuk memperbaiki pola pikir masyarakat serta aparatur pemerintahan.

“Saya memilih membenahi tata kelola pemerintahan, itulah mengapa penerapan nilai integritas sangat penting,” ujar Andi.

Ia menegaskan pembangunan Sultra tidak boleh lagi menggunakan pendekatan top-down atau sepihak dari pemerintah.

“Kita ingin pembangunan itu bersifat bottom-up, sehingga dasarnya kebutuhan riil masyarakat dan bukan sekadar keinginan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah, Dr. H. M. Busyro Muqoddas, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan kolaboratif tersebut.

Busyro berharap kegiatan tersebut dapat berkelanjutan dan turut menjaga persatuan bangsa.

Ia mengatakan Muhammadiyah terus mendorong penerapan nilai profetik, kebangsaan, demokrasi, hukum, dan kemanusiaan.

Muhammadiyah juga mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih serta terwujudnya keadilan sosial.

Menurut Busyro, upaya tersebut membutuhkan sinergi berkualitas antara pemerintah dan masyarakat.

Sinergi itu melibatkan organisasi keagamaan, perguruan tinggi, organisasi nonpemerintah, serta berbagai elemen masyarakat.*

Gubernur Sultra Dampingi Menko Pangan Rembuk Tani Bersama Petani Konawe Selatan

0

KENDARIKINI.COM — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, mendampingi Menko Pangan RI Zulkifli Hasan.

Keduanya mengikuti Rembuk Tani bersama petani di Desa Pambulaa Jaya, Kecamatan Konda, Konawe Selatan, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum pemerintah menyerap aspirasi petani sekaligus memperkuat sinergi pusat dan daerah.

Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan dukungan Pemprov Sultra terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian.

Menurutnya, sinergi pemerintah, penyuluh, kelompok tani, dan pemangku kepentingan penting untuk memastikan program tepat sasaran.

Dalam dialog tersebut, Zulkifli Hasan menyampaikan sejumlah kebijakan pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian nasional.

Pemerintah menjaga harga gabah di tingkat petani hingga Rp6.500 per kilogram dan memastikan ketersediaan pupuk.

Selain itu, pemerintah mendorong mekanisasi pertanian serta pengembangan bibit dan varietas unggul.

Dukungan bagi petani Pambulaa Jaya juga diberikan melalui bantuan pupuk non-subsidi sebanyak tiga ton.

Bantuan tersebut terdiri dari 1,5 ton pupuk Urea dan 1,5 ton pupuk NPK.

Pemerintah juga membuka dukungan kebutuhan infrastruktur pertanian, termasuk bantuan pompa air melalui mekanisme permohonan.

Percepatan pembangunan bendungan turut didorong untuk memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Gubernur Sultra menilai penguatan sektor pangan menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.

Upaya tersebut mencakup peningkatan produksi, penguatan sarana produksi, teknologi, serta mekanisasi pertanian.

Kolaborasi tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani di Sulawesi Tenggara.*

FISIP UHO dan Bulacan State University Siapkan Kolaborasi Mengajar Internasional

KENDARIKINI.COM — FISIP Universitas Halu Oleo (UHO) memperkuat kerja sama internasional dengan Bulacan State University, Filipina.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui rencana pengajaran bersama dosen bidang komunikasi, jurnalistik, kesejahteraan sosial, dan administrasi publik.

Dekan FISIP UHO, Prof. Eka Suaib, menyambut positif implementasi kerja sama pendidikan tersebut.

Ia menegaskan, kerja sama internasional harus menghasilkan program nyata dan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen.

“Kami tidak ingin berhenti pada penandatanganan dokumen semata,” ujar Prof. Eka Suaib.

Menurutnya, sejumlah program telah dibahas dan dilaksanakan kedua institusi, termasuk guest lecture, penelitian bersama, dan student exchange.

Kolaborasi mengajar dinilai relevan karena bidang keilmuan kedua institusi memiliki sejumlah kesamaan.

College of Arts and Letters (CAL) Bulacan State University memiliki program Broadcasting dan Journalism.

Sementara itu, FISIP UHO memiliki program studi Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik, dan Kesejahteraan Sosial.

Sebelumnya, delegasi FISIP UHO juga melakukan kunjungan akademik ke Bulacan State University.

Kunjungan tersebut mencakup kegiatan Classroom Observation dan Student Exchange di College of Arts and Letters.

Pengalaman tersebut menjadi rujukan untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih partisipatif dan berorientasi mahasiswa.

Melalui kolaborasi tersebut, dosen kedua institusi akan berbagi metode pengajaran dan perspektif keilmuan.

Kerja sama juga diharapkan memperluas pengalaman akademik dalam menghadapi tantangan sosial dan komunikasi di Asia Tenggara.

Langkah ini menjadi bagian dari agenda internasionalisasi FISIP UHO menuju akreditasi internasional.*

Bicara di Komite 4 PBB, Teguh Santosa Ungkap Pembangunan Sahara Maroko

0

KENDARIKINI.COM — Direktur Geopolitik GREAT Institute Teguh Santosa memaparkan perkembangan pembangunan Sahara Maroko di Komite 4 PBB.

Teguh yang juga dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta hadir sebagai petisioner dalam sengketa Sahara.

Kehadirannya menjadi yang keempat dalam forum Komite 4 PBB yang membahas persoalan dekolonisasi dan sengketa Sahara.

Lebih dari 100 petisioner turut berpartisipasi dalam pembahasan sengketa Sahara Maroko yang dikenal sebagai Sahara Barat tersebut.

Dalam pernyataannya, Teguh menekankan pembangunan sebagai hak fundamental setiap individu dan komunitas.

Ia menyoroti penerapan New Development Model sejak 2015 yang dinilai mengubah wajah Laayoune dan Dakhla.

Menurut Teguh, kedua kota tersebut berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Sahara Maroko.

“Saat berkunjung ke Dakhla pada Agustus 2024, saya menyaksikan sendiri besarnya kemajuan ini,” kata Teguh.

Ia menyebut pembangunan tersebut menunjukkan komitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Teguh juga memaparkan pembangunan infrastruktur strategis, termasuk Jalan Tol Tiznit-Dakhla dan Pelabuhan Atlantik Dakhla.

Pembangunan tersebut dinilai memperkuat konektivitas Sahara dengan koridor perdagangan Atlantik dan Afrika Barat.

Selain itu, investasi energi terbarukan dan fasilitas desalinasi air disebut memperkuat kemandirian sumber daya kawasan.

Teguh turut menyoroti partisipasi politik masyarakat di Provinsi Selatan dalam pemilu 23 September lalu.

Ia menyebut tingkat partisipasi pemilih mencapai 60 hingga 80 persen di sejumlah wilayah.

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam institusi nasional.

Teguh juga menyebut dukungan internasional terhadap Maroko semakin luas melalui pembukaan konsulat asing di Laayoune dan Dakhla.

Ia menilai lebih dari 130 negara anggota PBB telah memberikan dukungan terhadap posisi Maroko.

Teguh berpandangan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2797 (2025) perlu menjadi pedoman penyelesaian politik sengketa Sahara.

Ia berharap momentum tersebut dapat mendorong stabilitas, perdamaian, dan penyelesaian politik berkelanjutan di kawasan.*

Muaythai Kendari Buka Seleksi Atlet untuk Porprov XV Sultra 2026

KENDARIKINI.COM — Muaythai Kota Kendari membuka seleksi atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sulawesi Tenggara 2026.

Ketua Muaythai Kota Kendari Azwirman Madanua mengatakan seleksi menjadi tahapan penting menjaring atlet potensial.

Atlet terpilih nantinya dipersiapkan memperkuat kontingen Kota Kendari pada ajang Porprov XV Sultra.

“Seleksi ini bagian dari persiapan menghadapi Porprov,” ujar Azwirman.

Ia mengatakan seleksi terbuka bagi atlet Muaythai Kota Kendari yang memenuhi persyaratan.

Pendaftaran seleksi dibuka hingga 9 Oktober 2026.

Sementara proses seleksi dijadwalkan berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 di Camp 102.

Calon peserta wajib memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan panitia seleksi.

Persyaratan tersebut meliputi kondisi sehat jasmani dan rohani serta memenuhi ketentuan usia cabang olahraga.

Peserta juga diwajibkan mengisi formulir pendaftaran sebelum mengikuti proses seleksi.

Azwirman mengajak atlet Muaythai Kota Kendari segera memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Kami mengajak seluruh atlet yang memenuhi persyaratan untuk segera mendaftarkan diri,” katanya.

Menurutnya, seleksi akan mengedepankan sportivitas, kemampuan, dan kesiapan bertanding setiap peserta.

Atlet terbaik nantinya diharapkan mampu bersaing dan mengharumkan nama Kota Kendari.

“Target kami tentu prestasi. Kami ingin membangun tim solid dengan atlet-atlet terbaik,” tegasnya.

Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan melalui nomor 0852-4274-4739 atau 0813-4236-5326.*

Dugaan Korupsi Sekwan Konut, Tiga Pejabat Diperiksa, Polda Tunggu Audit Inspektorat

0

KENDARIKINI.COM — Penanganan dugaan penyimpangan pengadaan barang dan jasa DPRD Konawe Utara (Konut) terus bergulir.

Polda Sultra kini mendalami dugaan penyimpangan pengadaan Tahun Anggaran 2024–2025 tersebut.

Kasubdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sultra AKBP Niko Darutama membenarkan perkembangan terbaru perkara tersebut.

Niko mengatakan pihaknya telah meminta audit dugaan kerugian negara kepada Inspektorat Provinsi Sultra.

“Inspektorat,” jawab Niko saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (7/10/2026).

Selain proses audit, penyidik juga telah meminta keterangan sejumlah pejabat yang berkaitan dengan pengadaan tersebut.

Mantan Sekretaris DPRD Konut Siharto K. Panto, Mantan Bendahara Ratno, dan Mantan Pejabat Pengadaan Naim disebut telah memenuhi panggilan penyidik.

“Sudah pernah datang diambil keterangan,” kata Niko.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari pendalaman penyidik terhadap dugaan penyimpangan pengadaan barang dan jasa.

Penyidik juga masih menyiapkan agenda pemeriksaan lanjutan di Konawe Utara.

“Rencana penyidik langsung mau ke Konut, Tapi masih diagendakan,” ujarnya.

Kasus tersebut sebelumnya mendapat sorotan Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus (IMALAK) Sulawesi Tenggara.

IMALAK mendesak Polda Sultra mengusut perkara secara menyeluruh dan tidak berhenti pada pemeriksaan awal.

Kabid Investigasi dan Advokasi IMALAK Sultra, Dion, meminta seluruh tahapan pengelolaan anggaran ditelusuri.

Mulai dari perencanaan, penganggaran, pengadaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban belanja.

“Kami meminta Polda Sultra mengungkap secara terang siapa yang bertanggung jawab, modus, dan aliran penggunaan anggaran,” kata Dion.

Dion menegaskan pihaknya tidak ingin menghakimi pihak tertentu sebelum proses hukum menghasilkan kesimpulan.

“Kami hanya meminta proses hukum berjalan terang, profesional, dan tidak tebang pilih,” ujarnya.

Sementara itu, MAP HUKUM Sultra sebelumnya menggelar aksi pada 11 dan 25 Mei 2026.

Mereka mendesak Polda Sultra menuntaskan perkara yang berkaitan dengan pengadaan di Sekretariat DPRD Konut.

Ketua MAP HUKUM Sultra, Beni, juga meminta aparat menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara transparan kepada publik.

Hingga kini, proses penanganan masih berjalan dan audit dugaan kerugian negara menjadi salah satu tahapan penting dalam perkara tersebut.*

OPINI: PT CNI Tersangka Tunggal, Bisakah Korporasi Korupsi Tanpa Tindakan Pengurusnya?

0

Oleh: Rifaldi Ciusnoyo, Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kendari

Penegakan hukum pidana terhadap sektor pertambangan di Indonesia tengah memasuki babak baru yang sangat krusial. Langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menetapkan PT Ceria Nugraha Indotama (PT CNI) sebagai tersangka korporasi, tanpa menyertakan Presiden Direktur berinisial DS maupun Bendahara Presiden Direktur berinisial CS sebagai tersangka personal, menjadi sebuah preseden hukum yang menarik untuk dibedah secara yuridis.

Perkara ini berkaitan dengan dugaan manipulasi dokumen tata kelola nikel dan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang melibatkan aktivitas pertambangan PT CNI di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) periode tahun 2017 hingga 2020. Berdasarkan hasil perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), tindakan para tersangka disinyalir telah mengakibatkan kerugian keuangan negara fantastis yang mencapai Rp401.653.737.469,69.

Para tersangka personal yang terseret dalam pusaran kasus korupsi ini berasal dari instansi pusat, daerah yakni inisial BS Direkrut Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba Kementerian ESDM (2017-2018), NRH Kepala Unit Sucofindo Kendari (2012-2019), MAI Kepala Bidang Mineral dan Batubara Dinas ESDM Sultra (2017-2019), NR Kepala Seksi Pemberian dan Pemetaan Wilayah IUP Mineral Logam Batubara Dinas ESDM Sultra, MTP Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM (2013-2017).

Kebijakan penetapan lima tersangka personal ini secara hukum langsung menguji efektivitas Pasal 163 Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batu Bara (Minerba), serta Pasal 45 hingga Pasal 47 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Baru juncto Primer Pasal 603 KUHP Baru juncto Pasal 20 huruf a atau c.

Secara dogmatis, langkah Kejagung melihat korporasi ini persis seperti yang digambarkan oleh Joel Bakan dalam bukunya, The Corporation, halaman 16, hukum telah mentransformasi korporasi menjadi “manusia” sepenuhnya dengan identitas sendiri, terpisah dari manusia yang terbuat dari darah dan daging yang menjadi memiliki dan pengelolanya. Ketika korporasi berbuat pidana, maka entitas itulah yang harus memikul konsekuensinya, bukan sekadar tameng individu di dalamnya.

Korporasi, bagaimanapun juga, tidak memiliki sistem saraf biologis untuk menghendaki sebuah kejahatan. Keputusan operasional, termasuk dugaan tindak pidana di bidang pertambangan, lahir dari rapat-rapat dan kebijakan para pengurus korporasi. Jika pengurus korporasi sepenuhnya bebas dari tuntutan pidana, dikhawatirkan akan muncul preseden di mana pengurus berlindung di balik status hukum korporasi untuk membebaskan diri dari jerat pidana personal.

Namun, di balik progresivitas hukum ini, terdapat celah krusial yang patut dikritisi dari sudut pandang penegakan hukum empiris. Pemisahan mutlak antara kesalahan korporasi dan pengurusnya berisiko mengaburkan aktor intelektual yang menggerakkan perusahaan.

Jika Kejagung menetapkan korporasi PT CNI sebagai tersangka tunggal tanpa menyertakan pengurus yang mengambil keputusan berisiko menyisakan pertanyaan ketidakadilan penegakan hukum, terutama jika sanksi akhirnya tidak sebanding dengan dampak kerusakan lingkungan atau kerugian negara yang ditimbulkan.*

Sidak SPBU Puuwatu, Pemkot Kendari Temukan Penyalahgunaan Barcode Pertalite

0

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Kota Kendari memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi melalui sidak di SPBU Puuwatu, Rabu (7/10/2026).

Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menemukan pengantri Pertalite menggunakan barcode kendaraan lain saat pemeriksaan berlangsung.

Sudirman melakukan sidak bersama Dinas Perdagangan, Satpol PP, Satlantas Polresta Kendari dan Bapenda Kota Kendari.

Pengantri tersebut kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait penggunaan barcode kendaraan lain.

“Kita akan amankan di kantor dulu, sambil kita mau cari mobilnya siapa yang dia mau pakai,” kata Sudirman.

Ia mengatakan pemerintah akan memastikan pemilik kendaraan yang barcode-nya digunakan tanpa kesesuaian identitas kendaraan.

Menurut Sudirman, penggunaan barcode berbeda menjadi salah satu modus penyalahgunaan dalam penyaluran BBM bersubsidi.

“Ini salah satu contoh kita dapati, sementara mengantri sudah mau diisi dengan barcode yang berbeda,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkot Kendari menemukan lima kasus serupa saat melakukan sidak di SPBU Anggoeya.

Sudirman menegaskan pengawasan akan dilakukan secara rutin di berbagai SPBU Kota Kendari tanpa pemberitahuan lokasi sebelumnya.

“Kemarin ada lima kita dapat temuan, dan ini kita akan terus lakukan,” tegasnya.

Ia juga menduga terdapat pihak tertentu di lingkungan SPBU yang memberikan jaminan kepada pengguna barcode tidak sesuai.

Dugaan tersebut masih akan ditelusuri melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait.

Selain barcode, sidak turut memeriksa kelengkapan administrasi kendaraan dan kepatuhan pembayaran pajak kendaraan.

Polisi menindak sejumlah kendaraan yang tidak memiliki kelengkapan surat dengan memberikan sanksi tilang.

Sementara itu, Bapenda memeriksa kendaraan yang diketahui memiliki tunggakan pajak daerah.

Pemkot Kendari memastikan pengawasan akan terus dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi.*

Menko Pangan Pantau Bantuan Beras di Sultra, Pemprov Siapkan Cadangan 1 Juta Kg

0

KENDARIKINI.COM – Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan memantau penyaluran bantuan pangan beras di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pemantauan dilakukan saat Zulkifli Hasan mengunjungi Kendari, Selasa (6/10/2026).

Kunjungan tersebut dirangkaikan penyerahan bantuan beras secara simbolis di kawasan Eks MTQ Kendari.

Zulkifli Hasan bersama Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menyerahkan bantuan kepada masyarakat penerima manfaat.

Khusus Kota Kendari, bantuan diberikan kepada 750 penerima manfaat secara simbolis.

Zulkifli mengatakan pemerintah menyiapkan bantuan pangan untuk 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Bantuan menyasar masyarakat dalam desil 1 hingga desil 4.

Setiap KPM memperoleh 10 kilogram beras setiap bulan selama Oktober hingga Desember 2026.

Penyaluran dilakukan sekaligus sehingga setiap penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.

“Yang desil 1 sampai desil 4 mendapatkan 30 kilo, dirapel sekaligus,” kata Zulkifli.

Pemerintah juga menyiapkan 1 juta ton beras subsidi melalui pasar tradisional.

Beras tersebut dijual Rp12.500 per kilogram untuk menjaga stabilitas harga selama musim kemarau.

Zulkifli mengimbau pemerintah daerah memperbanyak pasar murah guna membantu masyarakat dan mengendalikan inflasi.

Sementara itu, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka melaporkan capaian penyaluran bantuan pangan periode Juli-September 2026.

Dari target 324.272 penerima atau 9,72 juta kilogram, terealisasi 9,47 juta kilogram.

Realisasi tersebut mencapai 97,42 persen dari target penyaluran.

Untuk beras SPHP, Sultra merealisasikan 24,67 juta kilogram dari target 16,21 juta kilogram.

Capaian penyaluran SPHP tersebut mencapai 152,29 persen dan disebut tertinggi secara nasional.

Pemprov Sultra juga telah menggelar Gerakan Pangan Murah sebanyak 230 kali di 17 kabupaten/kota.

Selain itu, Pemprov Sultra menyiapkan cadangan 1 juta kilogram beras untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan.

Usai penyerahan bantuan, Zulkifli Hasan dan Andi Sumangerukka meninjau Gerakan Pangan Murah di kawasan Eks MTQ Kendari.*

Kendari Terima Rp107 Miliar Program LSDP untuk Pengelolaan Sampah

0

KENDARIKINI.COM – Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menerima Program Aspirasi LSDP 2026 senilai Rp107 miliar.

Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) tersebut difokuskan pada pengelolaan sampah terpadu.

Penyerahan program berlangsung dalam kegiatan LSDP se-Sulawesi di Kota Makassar, Selasa, 6 Oktober 2026.

Program tersebut diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya bersama Ketua Komisi II DPR RI.

Penyerahan ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dasar daerah, khususnya sektor pengelolaan persampahan.

Siska didampingi Ketua DPRD Kendari La Ode Muh. Inarto dan Kepala Bappeda Kendari Muh. Saiful.

Siska mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, Kemendagri, Komisi II DPR RI, dan pihak terkait lainnya.

Menurutnya, program tersebut menjadi peluang memperkuat sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Bantuan ini menjadi peluang besar bagi kami memperkuat pelayanan persampahan di Kota Kendari,” ujar Siska.

Ketua Komwil VI APEKSI itu menyebut pengelolaan sampah membutuhkan penanganan menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Penanganan mencakup pengurangan sampah, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan hingga pemrosesan akhir.

Program LSDP merupakan proyek strategis pemerintah yang didukung Bank Dunia melalui skema performance-based grants.

Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam menyediakan layanan pengelolaan sampah.

Untuk Kendari, program LSDP berkaitan dengan rencana pengembangan fasilitas pengolahan sampah di kawasan TPAS Puuwatu.

Pemkot Kendari sebelumnya mendapat pendampingan Kemendagri dalam mempersiapkan persyaratan pelaksanaan program tersebut.

Siska menegaskan program akan dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas layanan persampahan dan lingkungan perkotaan.

“Kami memastikan program ini dimanfaatkan optimal untuk memperkuat sistem persampahan dari hulu sampai hilir,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan program membutuhkan keterlibatan masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Siska.

Menurutnya, masyarakat perlu berperan mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya.*

PEMDI Onsite 2026 Dorong Pelayanan Publik Digital Terpadu di Sultra

0

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong transformasi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Komitmen tersebut terlihat melalui Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital (PEMDI) Onsite 2026 di Kendari.

Kegiatan berlangsung selama dua hari di Aula Perpustakaan Modern Sultra mulai Senin, 5 Oktober 2026.

Forum tersebut digagas Kementerian PANRB sebagai wadah verifikasi faktual dan pembimbingan pemerintah daerah.

Pendampingan terutama menyasar kabupaten dan kota yang belum optimal menyelesaikan penilaian mandiri.

Transformasi digital dinilai bukan sekadar mengubah dokumen fisik menjadi format digital.

Digitalisasi juga diarahkan untuk membangun pelayanan publik yang lebih mudah, terpadu, aman, dan responsif.

Mewakili Kepala Dinas Kominfo Sultra, Sekretaris Dinas Wa Ode Iis Indriyani mengapresiasi pendampingan tersebut.

Menurutnya, kehadiran tim pusat dapat membantu memetakan kendala daerah secara lebih tepat.

Ia berharap evaluasi menghasilkan rekomendasi konkret untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Sultra.

Iis menegaskan transformasi digital merupakan tanggung jawab seluruh perangkat daerah, bukan hanya Dinas Kominfo.

Setiap perangkat daerah memiliki peran dalam membangun ekosistem pemerintahan digital yang terpadu dan responsif.

Perwakilan Kementerian PANRB, Arman Kurniawan, mengatakan digitalisasi merupakan sarana untuk meningkatkan pelayanan publik.

Menurutnya, tujuan utama transformasi digital ialah menghadirkan layanan publik inklusif, efektif, dan efisien.

Langkah tersebut sejalan dengan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.*

Bakom RI Perkuat Komunikasi Dua Arah untuk Serap Aspirasi Rakyat

KENDARIKINI.COM – Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) memperkuat komunikasi dua arah untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Kepala Bakom RI, Syahganda Nainggolan, mengatakan komunikasi pemerintah tidak sekadar menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, pemerintah juga perlu mendengar usulan, masukan, keluhan, serta kritik publik terhadap kebijakan dan program pemerintah.

“Jadi strategi kita adalah strategi mendengar tadi,” ujar Syahganda dalam kegiatan serah terima jabatan, Selasa, 6 Oktober 2026.

Syahganda menyebut Presiden mengarahkan Bakom RI untuk mendengarkan suara rakyat secara sungguh-sungguh.

Bakom RI akan menerapkan pendekatan aktif dengan menjemput aspirasi masyarakat dan menerima umpan balik secara langsung.

Selain itu, Bakom RI akan membantu menjelaskan kebijakan pemerintah menggunakan bahasa sederhana dan mudah dipahami masyarakat.

Penguatan komunikasi juga dilakukan melalui koordinasi dengan kementerian, lembaga, instansi vertikal, pemerintah daerah hingga pemerintahan desa.

Aspirasi masyarakat yang diterima Bakom RI akan diteruskan kepada instansi terkait sesuai bidang kewenangannya.

Wakil Kepala Bakom RI, Fadli Tri Hartono, mengatakan kebijakan pemerintah harus dapat menjangkau masyarakat secara luas.

Karena itu, penyampaian informasi pemerintah harus menggunakan bahasa sederhana agar pesan dapat dipahami secara utuh.

Fadli juga menekankan pentingnya mendengarkan masyarakat secara aktif dan meneruskan aspirasi kepada kementerian, lembaga terkait, serta Presiden.

Bakom RI juga akan memperkuat kerja sama dengan media dalam penyampaian informasi dan penyerapan masukan masyarakat.

Penguatan tersebut memanfaatkan jejaring kehumasan, perangkat big data, hubungan wartawan, serta pertemuan rutin bersama media.

Langkah tersebut diharapkan membuat komunikasi pemerintah lebih cepat, responsif, dan mampu memperkecil jarak kebijakan dengan kebutuhan masyarakat.*

Dipengaruhi Minuman Beralkohol Pemuda di Kendari Rudapaksa Anak di Bawah Umur Berujung Diamankan Polisi

0

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari menangkap seorang pemuda berinisial SA, 19, terkait dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Kapolresta Kendari KBP Safi’i Nafsikin melalui Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau mengatakan pelaku diamankan Senin (5/10/2026).

“Penangkapan dilakukan Tim URC Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari sekitar pukul 22.00 WITA. Korban merupakan anak perempuan berusia 14 tahun yang berdomisili di Kota Kendari,” katanya.

Sambungnya, Kasus tersebut terungkap setelah ibu korban menemukan anaknya dalam kondisi terluka pada Jumat (2/10/2026).

“Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan pemeriksaan medis,” tambahnya.

Saat berada di rumah sakit, korban mengungkapkan dugaan persetubuhan yang dialaminya kepada ibunya.

“Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 23.00 WITA. Polisi kemudian melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari ibu korban,” ungkapnya.

Setelah memperoleh bukti permulaan yang cukup, polisi mencari keberadaan terduga pelaku. SA akhirnya diamankan di Jalan Laremba, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Dalam pemeriksaan, SA mengakui telah melakukan persetubuhan terhadap korban yang masih di bawah umur.

Menurut keterangan polisi, sebelum kejadian SA sempat mengonsumsi minuman beralkohol bersama teman-temannya.

SA kemudian bertemu korban dan kembali mendatanginya sekitar pukul 23.00 WITA. Polisi menyebut SA mengajak korban menuju tempat sepi di sekitar rumah korban.

Di lokasi tersebut, terjadi tindakan seksual hingga persetubuhan terhadap korban.

Polisi menyebut korban dan pelaku tidak memiliki hubungan keluarga dan merupakan tetangga.

Kasus tersebut kini ditangani Satreskrim Polresta Kendari untuk proses hukum lebih lanjut.

“Penyidik menerapkan Pasal 473 Ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” pungkasnya.*

PT Cinta Jaya Libatkan Kontraktor Lokal, Tokoh Pemuda Sultra Apresiasi

0

KENDARIKINI.COM – Tokoh Pemuda Sulawesi Tenggara (Sultra), Alfian Anas, mengapresiasi komitmen PT Cinta Jaya memberdayakan kontraktor lokal.

Menurut Alfian, langkah tersebut sejalan dengan amanat Kepmen ESDM Nomor 365.K/MB.01/MEM.B/2026.

Regulasi itu mengatur pemegang IUP dan IUPK agar mengutamakan perusahaan pemegang IUJP lokal.

Penggunaan perusahaan lokal tersebut diprioritaskan di kabupaten atau kota sekitar wilayah operasional pertambangan.

“Kami mengapresiasi PT Cinta Jaya yang memberikan ruang bagi kontraktor lokal,” kata Alfian, Selasa (6/10/2026).

Ia menilai keterlibatan kontraktor lokal memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar wilayah tambang.

Menurut Alfian, aktivitas investasi juga dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Selain itu, keberadaan industri pertambangan dinilai mampu mendorong pertumbuhan UMKM di sekitar wilayah operasional.

“Dampak positifnya terasa, terutama bagi perkembangan UMKM di Konawe Utara,” ujarnya.

Alfian berharap pola kemitraan antara perusahaan dan pelaku usaha lokal terus dipertahankan.

Ia juga mendorong kemitraan tersebut berjalan transparan dan memberikan kesempatan yang inklusif bagi pengusaha daerah.

Menurutnya, pola tersebut dapat menjadi contoh bagi perusahaan pertambangan lainnya di Sultra.

Alfian berharap sinergi perusahaan, pemerintah daerah, kontraktor lokal, dan masyarakat terus diperkuat.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.*

OPINI: HUT TNI dan Hantu Dwi Fungsi, Jangan Biarkan TNI Kembali ke Barak Politik

0

Oleh: Muh. Endang SA, Pemerhati Sosial Politik

Setiap 5 Oktober kita merayakan HUT TNI. Tapi tahun ini, di usia ke-81, perayaan itu terasa getir. Ada rasa bangga melihat parade alutsista, namun ada rasa cemas melihat TNI pelan-pelan ditarik kembali ke dalam urusan sipil.

Di tangan Presiden Prabowo Subianto, seorang Jenderal Purnawirawan, reformasi TNI sedang berada di persimpangan jalan.

Kita pernah mengalaminya: Pengalaman kelam Dwifungsi ABRI di zaman Orde Baru

Generasi muda mungkin tidak merasakan ngerinya Dwifungsi ABRI ini dimasa lalu.

Di masa Orde Baru, doktrin Dwifungsi menjadi legitimasi bahwa ABRI bukan hanya alat pertahanan, tapi juga kekuatan sosial-politik. Akibatnya:

Militer menguasai politik. Dari Gubernur, Bupati, Wali Kota, hingga Lurah, Kepala Desa, dan Ketua RT diisi oleh perwira/bintara aktif. Fraksi ABRI ada di DPR tanpa pemilu. Litsus (Penelitian Khusus) dipakai untuk menyaring siapa yang boleh jadi pejabat sipil.

Militer menguasai ekonomi dan intel. Yayasan-yayasan militer mengelola bisnis. Kopkamtib dan BAKIN menjadi alat untuk mengawasi, menangkap, dan membungkam kritik mahasiswa, ulama, dan aktivis. Kasus Talangsari 1989, Tanjung Priok 1984, Penembakan Misterius (Petrus), hingga penculikan aktivis 1998, semuanya terjadi dalam kerangka di mana militer merasa berhak mengurus urusan sipil atas nama stabilitas pembangunan.

Rakyat takut pada TNI. Di banyak desa, kehadiran Koramil dan Babinsa bukan dirasakan sebagai pelindung, tapi sebagai pengawas. Itulah mengapa Reformasi 1998 menuntut satu hal yang sangat jelas: CABUT DWIFUNGSI ABRI, KEMBALIKAN TNI KE BARAK.

Tuntutan itu berhasil. Lahirlah TAP MPR No. VI/2000 dan VII/2000, serta UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI. TNI fokus pada pertahanan. Polri dipisah fokus pada Kamtibmas. Prajurit aktif dilarang berbisnis dan berpolitik.

Setelah itu 27 tahun kita menikmati TNI yang profesional dan dicintai rakyat.

Kini, Hantu Itu kembali dengan Wajah Baru. Sejak disahkannya UU No. 3 Tahun 2025 tentang Perubahan UU TNI, hantu itu terasa mulai kembali.

Pasal 47 memperluas penempatan prajurit aktif dari 10 menjadi 14 kementerian/lembaga, termasuk Kejaksaan Agung, MA, BNPT, dan BNPB. Pemerintah berdalih ini untuk koordinasi pertahanan.

Ditambah rencana pembentukan 1 Batalyon di 514 kabupaten untuk menjaga hutan dan tambang, serta wacana pelibatan TNI dalam ketahanan pangan, koperasi, sekolah rakyat dan hampir semua urusan publik .

Ini bukan lagi pertahanan negara. Ini sudah masuk ke wilayah tata kelola sipil. Jika hutan gundul karena korupsi izin, mengapa yang dikirim batalyon, bukan auditor dan jaksa?

Jika logikanya adalah “semua masalah negara adalah masalah keamanan”, maka kita sedang mengulang logika Orde Baru.

PR yang Sengaja Dilupakan: Reformasi Peradilan Militer

Ironisnya, ada satu reformasi yang tidak pernah dipercepat: Revisi UU No. 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer.

Ini adalah kunci supremasi hukum. Di banyak negara demokrasi, jika tentara menabrak warga sipil, menganiaya, terlibat narkoba atau korupsi, ia diadili di Pengadilan Umum.

Di Indonesia, tetap di Pengadilan Militer. Tertutup. Di lingkungan sendiri.

Selama ini tidak direvisi, maka ada kesan impunitas. Inilah yang membuat luka lama seperti pelanggaran HAM masa lalu sulit diselesaikan.

Jika perluasan jabatan sipil bisa disahkan dalam hitungan minggu, mengapa reformasi peradilan militer tidak selesai dalam 27 tahun?

HUT TNI Harus Menjadi Momentum Koreksi

Kita cinta TNI. Justru karena cinta, kita tidak ingin TNI rusak karena politik.

Presiden Prabowo punya kesempatan sejarah. Ia bisa menjadi Bapak Profesionalisme TNI dengan melakukan tiga hal:

1. Hentikan perluasan penempatan prajurit aktif di jabatan sipil yang tidak relevan dengan pertahanan. Jika harus di jabatan sipil, wajib pensiun dini.
2. Segera kirim RUU Peradilan Militer ke DPR: Prajurit yang melakukan pidana umum, adili di Peradilan Umum.
3. Bentuk Dewan/Komite Reformasi TNI yang independen, bukan untuk mengadili TNI, tapi untuk menjaga TNI tetap di jalur reformasi.

Jangan biarkan di HUT ke-81 ini, kita mengucapkan “Dirgahayu TNI”, sementara di dalam hati rakyat kecil muncul lagi rasa takut yang pernah ada di era Orde Baru: takut melihat tentara datang bukan untuk menjaga mereka, tapi untuk menjaga kekuasaan.

TNI Kuat hanya akan terjadi jika TNI bersama Rakyat, bukan di atas Rakyat.*

Solar Subsidi SPBN Lapulu Disorot, IMALAK Desak Polda Sultra Selidiki

0

KENDARIKINI.COM – Dugaan penyimpangan distribusi solar bersubsidi di SPBN Djamalia Ningsih, Lapulu, kembali menjadi sorotan.

Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus (IMALAK) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Polda Sultra menyelidiki dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi tersebut.

Kabid Investigasi dan Advokasi IMALAK Sultra, Dion, mengatakan solar subsidi sangat penting bagi masyarakat, khususnya nelayan.

“Solar subsidi merupakan hak krusial masyarakat, terutama nelayan untuk menopang roda ekonomi,” kata Dion, Senin (5/10/2026).

IMALAK mengaku menerima informasi dan aduan terkait dugaan ketidakberesan distribusi solar di SPBN Lapulu.

Dion mempertanyakan pengawasan, realisasi kuota, hingga pencatatan distribusi solar bersubsidi di lokasi tersebut.

“Kami meminta Polda Sultra melakukan penyelidikan agar dugaan ini dapat diverifikasi secara objektif,” ujarnya.

IMALAK juga meminta pemerintah membuka data kuota resmi dan realisasi penyaluran solar subsidi kepada masyarakat.

Menurut Dion, keterbukaan data diperlukan untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan transparan dan tepat sasaran.

IMALAK menegaskan seluruh informasi tersebut masih berupa dugaan dan meminta aparat melakukan pemeriksaan sesuai ketentuan.

Dion juga menyebut dugaan keterlibatan warga berinisial FS dalam distribusi solar subsidi.

Ia menduga FS mendapat perlindungan dari kerabatnya yang disebut menjabat sebagai Kapolsek.

Sorotan serupa sebelumnya disampaikan MAP HUKUM Sultra terkait dugaan keterlibatan oknum kepolisian di SPBN Lapulu.

Ketua MAP HUKUM Sultra, Beni, meminta aparat melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan distribusi BBM yang tidak sesuai peruntukan.

“Jika terbukti, harus ada tindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Beni, 11 Mei 2026.

MAP HUKUM kemudian menggelar aksi lanjutan di Mapolda Sultra pada 25 Mei 2026.

Mereka menyoroti dugaan penyalahgunaan kewenangan aparat dalam distribusi BBM bersubsidi di SPBN Lapulu.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan siap mendukung proses penegakan hukum terkait dugaan tersebut.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina, Lilik Hardiyanto, mengatakan kewenangan Pertamina berada di area SPBU dan SPBN.

“Jika penyalahgunaan terjadi di luar SPBN, itu menjadi ranah aparat penegak hukum,” ujarnya.

Pertamina juga siap memberikan data dan informasi apabila dibutuhkan dalam proses penegakan hukum.

Masyarakat diimbau menggunakan BBM subsidi sesuai peruntukan serta melaporkan dugaan penyalahgunaan melalui Call Center 135.

Sebelumnya, DPRD Sultra juga mengagendakan rapat dengar pendapat terkait dugaan penimbunan solar subsidi di SPBN Lapulu.

Ketua DPRD Sultra Tariala mengatakan RDP akan melibatkan pihak terkait untuk membahas dugaan tersebut.

“Kami sudah koordinasi dengan Polda Sultra, RDP segera digelar,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).*

Dugaan Penyimpangan Solar Subsidi APMS Bokori Disorot, Polda Sultra Didesak Selidiki

0

KENDARIKINI.COM – Dugaan penyimpangan distribusi solar bersubsidi di APMS Bokori, Kecamatan Soropia, Konawe, kembali mencuat.

Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus (IMALAK) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Polda Sultra menyelidiki dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi tersebut.

Kabid Investigasi dan Advokasi IMALAK Sultra, Dion, mengatakan solar subsidi merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya nelayan.

“Solar subsidi merupakan hak krusial masyarakat, terutama nelayan untuk menopang roda ekonomi,” kata Dion, Senin (5/10/2026).

IMALAK mengaku menerima informasi, aduan, serta menemukan sejumlah dugaan ketidakberesan dalam penyaluran solar di wilayah tersebut.

Dion mempertanyakan fungsi pengawasan, realisasi kuota, serta pencatatan distribusi solar subsidi di APMS Bokori.

“Kami meminta Polda Sultra melakukan penyelidikan agar dugaan ini dapat diverifikasi secara objektif,” ujarnya.

IMALAK juga mendesak pemerintah membuka data kuota resmi dan realisasi penyaluran solar subsidi kepada masyarakat.

Menurut Dion, keterbukaan data diperlukan untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan transparan dan akuntabel.

IMALAK menegaskan tudingan tersebut masih berupa dugaan dan meminta aparat melakukan pemeriksaan sesuai ketentuan hukum.

“Kami tidak bermaksud menghakimi pihak tertentu. Kami mendorong dugaan ini dibuktikan melalui proses hukum,” katanya.

Sementara itu, dugaan serupa sebelumnya disorot Konsorsium Aktivis Revolusioner Sulawesi Tenggara (KARST).

KARST menduga terdapat praktik penimbunan solar subsidi di rumah warga berinisial U yang disebut terkait APMS Bokori.

Koordinator KARST, Ikhram, juga menyoroti dugaan penyaluran solar menggunakan selang dari tangki bekas.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu diperiksa untuk memastikan kesesuaian sarana penyaluran dengan ketentuan berlaku.

KARST meminta pemerintah dan aparat penegak hukum memeriksa legalitas serta mekanisme operasional APMS Bokori.

Ikhram juga menyebut adanya dugaan keterlibatan sejumlah oknum dalam distribusi solar subsidi.

Namun, seluruh tudingan tersebut masih berupa klaim dari organisasi mahasiswa dan aktivis serta memerlukan verifikasi aparat berwenang.*

Dugaan Korupsi Sekwan Konut Disorot, IMALAK Desak Polda Sultra Tuntaskan Kasus

0

KENDARIKINI.COM – Dugaan penyimpangan belanja pengadaan barang dan jasa di Sekretariat DPRD Konawe Utara (Konut) kembali disorot.

Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus (IMALAK) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Polda Sultra mengusut perkara tersebut secara menyeluruh.

Sorotan itu mencuat setelah mantan Sekretaris DPRD Konut, Siharto K. Panto, menjalani klarifikasi penyidik Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sultra.

Klarifikasi tersebut berkaitan dengan dugaan penyimpangan pengadaan barang dan jasa Tahun Anggaran 2024–2025.

Kabid Investigasi dan Advokasi IMALAK Sultra, Dion, meminta penyidik tidak berhenti pada pemeriksaan awal.

“Kami meminta Polda Sultra mengungkap secara terang siapa yang bertanggung jawab, modus, dan aliran penggunaan anggaran,” kata Dion, Senin (5/10/2026).

Menurut dia, penyelidikan perlu mencakup seluruh tahapan pengelolaan anggaran.

Mulai dari perencanaan, penganggaran, pengadaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban belanja.

IMALAK menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena Sekretariat DPRD memiliki fungsi strategis dalam administrasi dan keuangan DPRD.

Sementara itu, Inspektur Pembantu Kepala Wilayah IV Inspektorat Sultra, Sabaruddin, mengatakan APIP telah bersinergi dengan aparat penegak hukum dalam menangani pengaduan masyarakat.

Namun, laporan harus dilengkapi dokumen dan bukti autentik agar dapat ditindaklanjuti secara objektif.

“Kalau hanya lapor-lapor saja, kami khawatir penilaian nantinya tidak objektif,” ujar Sabaruddin.

IMALAK juga meminta DPRD dan Pemkab Konut memperkuat transparansi serta pengawasan internal pengelolaan APBD.

Dion menegaskan pihaknya tidak ingin menghakimi pihak tertentu sebelum proses hukum menghasilkan kesimpulan.

“Kami hanya meminta proses hukum berjalan terang, profesional, dan tidak tebang pilih,” katanya.

Kasubdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sultra AKBP Niko Darutama yang dikonfirmasi terkait perkembangan perkara tersebut menjawab singkat, “Saya cek dulu perkembangannya.”

Sebelumnya, MAP HUKUM Sultra melakukan aksi demonstrasi pada 11 dan 25 Mei 2026, pihaknya juga mendesak Polda Sultra menuntaskan perkara yang menyeret mantan Sekwan Konut tersebut.

Ketua MAP HUKUM Sultra, Beni, meminta aparat transparan menyampaikan perkembangan penanganan perkara kepada publik.*

Vale Indonesia Resmikan Rumah Oleh-Oleh Telaloa, Buka Akses Pasar UMKM

0

KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia Tbk meresmikan Rumah Oleh-Oleh Telaloa di Desa Magani, Kecamatan Nuha.

Rumah Oleh-Oleh Telaloa dihadirkan untuk memperluas akses pasar sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM lokal di Luwu Timur.

Head of External Relations Sorowako & Outer Area Vale Indonesia, Yusri Yunus, mengatakan UMKM membutuhkan ekosistem usaha yang mendukung.

Menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup hanya meningkatkan kemampuan produksi, tetapi juga membutuhkan penguatan pengelolaan usaha.

Pelaku UMKM juga membutuhkan pendampingan pemenuhan legalitas serta akses pasar untuk memperluas jangkauan produknya.

“Pembinaan UMKM perlu berjalan beriringan dengan pembukaan akses pasar,” kata Yusri dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

Saat ini, sebanyak 127 UMKM tercatat menjadi binaan Vale Indonesia di Luwu Timur.

Selain itu, terdapat 49 UMKM potensial yang sedang dipersiapkan menjadi UMKM binaan perusahaan.

UMKM tersebut tersebar di Kecamatan Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili.

Yusri berharap Rumah Oleh-Oleh Telaloa dapat membantu pelaku UMKM memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan.

Camat Nuha Arief Fadillah Amier menilai pengembangan UMKM membutuhkan kolaborasi dan komunikasi berbagai pihak.

Menurutnya, sinergi diperlukan agar semakin banyak produk lokal dapat masuk dan dipasarkan melalui Rumah Oleh-Oleh Telaloa.

“Pemerintah akan terus mendukung upaya yang memberikan manfaat bagi pelaku UMKM dan masyarakat,” ujarnya.

Rumah Oleh-Oleh Telaloa akan beroperasi Senin hingga Sabtu, pukul 09.00 hingga 17.00 WITA.

Pusat oleh-oleh tersebut menjadi kanal pemasaran produk UMKM dari empat kecamatan di Luwu Timur.

Vale Indonesia berharap fasilitas tersebut memperkuat ekosistem usaha yang menghubungkan UMKM, koperasi, masyarakat, dan pasar.*

FORKESTRA 2026 Dorong Ekonomi Sultra Inklusif dan Berdaya Saing Global

KENDARIKINI.COM – Bank Indonesia Sulawesi Tenggara kembali menggelar Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (FORKESTRA) 2026.

Kegiatan tahunan tersebut memasuki penyelenggaraan keenam dengan mengangkat tema ekonomi inklusif, mandiri, dan berdaya saing global.

FORKESTRA menjadi wadah akademisi, mahasiswa, masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan membahas ekonomi daerah.

Forum ini dirintis sejak 2020 untuk menghimpun gagasan inovatif terkait berbagai isu strategis perekonomian Sulawesi Tenggara.

Rangkaian FORKESTRA 2026 meliputi sosialisasi dan diseminasi, kompetisi opini ilmiah, serta seminar nasional sebagai acara puncak.

Wakil Gubernur Sultra Hugua turut hadir dan mengapresiasi penyelenggaraan FORKESTRA yang memasuki tahun keenam.

Menurut Hugua, forum tersebut penting untuk menghimpun gagasan strategis dari berbagai perspektif dalam mendukung kemajuan ekonomi Sultra.

Ia berharap FORKESTRA mampu melahirkan gagasan terbaik yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan perekonomian Sulawesi Tenggara.

Seminar nasional menghadirkan Irman Faiz, Prof. Azhar Bafadal, dan Xaviera Putri sebagai tiga narasumber utama.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.300 peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, perbankan, korporasi, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.

Puncak FORKESTRA juga dirangkaikan penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD).

Kerja sama melibatkan Pemerintah Kota Baubau, Pemerintah Kabupaten Buton, dan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan.

KAD diarahkan menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mendukung pengendalian inflasi di daerah.

Selain itu, dilakukan penandatanganan PKS Rantai Pasok Ekspor untuk memperluas pasar komoditas unggulan Sulawesi Tenggara.

Bank Indonesia Sultra dan pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sinergi guna meningkatkan kapasitas serta daya saing produk daerah.*

Polresta Kendari Tangkap Pelaku Curat Bengkel, Hasil Curian Dipakai Judol dan Nyabu

0

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) yang terjadi di sebuah bengkel.

Kapolresta Kendari KBP Safi’i Nafsikin melalui Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau mengatakan, seorang pelaku berinisial SA diamankan.

“Pelaku berusia 26 tahun tersebut ditangkap Tim URC Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari. Penangkapan dilakukan pada Minggu, 4 Oktober 2026 sekitar pukul 22.15 WITA,” katanya melalui keterangan resminya yang diterima media ini.

Sambungnya, Kasus pencurian tersebut terjadi di sebuah bengkel Jalan H. Supu Yusuf, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kendari.

“Pelaku diketahui masuk ke bengkel dengan memanjat pagar bagian belakang saat kondisi lokasi kosong. Dalam aksinya, pelaku bersama rekannya berinisial WI mengambil sejumlah komponen kendaraan,” tambahnya.

Barang yang dicuri berupa tiga besi mesin mobil, satu aki mobil dan kabel tembaga. Barang curian kemudian dibawa ke sejumlah tempat penimbangan di Kota Kendari.

“Pelaku menjual tiga besi mesin mobil seharga Rp450 ribu dan aki Rp78 ribu. Sementara kabel tembaga hasil curian dijual seharga Rp300 ribu,” tuturnya.

Polisi mengamankan tiga besi mesin mobil, satu aki mobil dan satu gulung tembaga. Dalam pemeriksaan, SA mengaku hasil penjualan barang curian dibagi bersama WI.

“Uang tersebut kemudian digunakan untuk bermain judi online dan membeli narkotika jenis sabu,” ungkapnya lagi.

Polisi menyebut aksi pencurian dilakukan dengan memanfaatkan kondisi bengkel yang sedang kosong.

Saat ini, pelaku dan barang bukti diamankan Polresta Kendari untuk proses hukum lebih lanjut.

Polisi juga masih melakukan pendalaman terhadap keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.*

Kalla Toyota Tanam 43.000 Mangrove untuk Perkuat Pesisir Pangkep

KENDARIKINI.COM – Kalla Toyota menargetkan penanaman 43.000 pohon mangrove di pesisir Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan dan pelestarian ekosistem pesisir.

Penanaman perdana digelar di Kelurahan Tekolabbua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sabtu (3/10/2026).

Penanaman mangrove dilakukan secara bertahap di kawasan pesisir yang sama hingga mencapai target 43.000 pohon.

Program tersebut ditujukan untuk memperkuat garis pantai dari ancaman abrasi serta memulihkan ekosistem dan keanekaragaman hayati laut.

Aksi lingkungan ini menjadi salah satu agenda strategis Kalla Toyota dalam menyambut HUT KALLA ke-74.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran direksi Kalla Toyota dan puluhan relawan internal perusahaan.

Program ini turut mendapat dukungan DLH, Dinas Perikanan, Dinas Kelautan Pangkep, serta KPH Bulusaraung.

Chief Finance Officer Kalla Toyota, Idawaty Idrus, mengatakan penanaman mangrove merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan.

Menurutnya, kawasan Pangkep menghadapi dampak abrasi yang perlu ditangani melalui upaya pemulihan pesisir.

“Penanaman mangrove ini dapat memulihkan habitat pesisir, mencegah erosi, dan mengembalikan rumah bagi biota laut,” ujarnya.

Manajemen Kalla Toyota menyebut penghijauan pesisir tersebut sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan alam.

Kepala DLH Pangkep turut mengapresiasi kontribusi Kalla Toyota dalam menjaga wilayah pesisir.

Penanaman 43.000 mangrove diharapkan memberikan dampak ekologis dan ekonomi bagi masyarakat pesisir Tekolabbua.*

Polresta Kendari Ungkap Fakta Dugaan Bisnis Gelap LPG 3 Kg di Ranomeeto

0

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari menyelidiki dugaan bisnis gelap LPG 3 kilogram di Ranomeeto, Konawe Selatan.

Penyelidikan dilakukan setelah pemberitaan viral terkait dugaan penjualan LPG bersubsidi di media sosial Storysultra.id.

Kapolresta Kendari KBP Safi’i Nafsikin melalui Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau membenarkan adanya penyelidikan tersebut.

“Penyelidikan dilakukan Unit II Tipidter Satreskrim Polresta Kendari pada 30 September hingga 1 Oktober 2026. Petugas meminta keterangan pemilik Pangkalan LPG 3 Kg Arumi dan sejumlah warga terkait pemberitaan tersebut,” katanya.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan dugaan penimbunan maupun penjualan kembali LPG bersubsidi.

“Pemilik pangkalan, A. Nu, mengaku telah mengelola Pangkalan LPG 3 Kg Arumi sejak Agustus 2024. Ia juga disebut memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dalam menjalankan usaha pangkalan tersebut,” tuturnya.

Setiap LPG yang tersedia diinformasikan melalui grup WhatsApp RT 06 Kelurahan Ranomeeto.

“Informasi tersebut kemudian membuat sejumlah warga meminta bantuan Ketua RT mengambil LPG di pangkalan. Pada 21 September 2026, sebanyak 18 tabung LPG 3 Kg diambil menggunakan Toyota Avanza bernomor polisi DT 1249 CA. Ketua RT mengaku tabung tersebut merupakan milik beberapa warga yang meminta bantuan penukaran,” bebernya.

Ia membantah melakukan penimbunan ataupun menjual kembali LPG bersubsidi untuk memperoleh keuntungan.

Hasil pemeriksaan juga menunjukkan LPG dibeli warga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Harga LPG yang dibeli dari pangkalan tercatat sebesar Rp21.000 per tabung.

Polresta Kendari menyimpulkan pengambilan 18 tabung dilakukan untuk membantu warga setempat.

Petugas tidak menemukan indikasi penimbunan maupun penjualan kembali LPG oleh Ketua RT tersebut.

Polresta Kendari memastikan penyelidikan menjadi bahan evaluasi distribusi LPG 3 Kg kepada masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran LPG bersubsidi berjalan sesuai ketentuan.*

PT DSSP Power Kendari Serahkan Bantuan Penerangan dan APAR ke Puskesmas Lalowaru

0

KENDARIKINI.COM – PT DSSP Power Kendari menyerahkan bantuan penerangan dan APAR kepada Puskesmas Lalowaru.

Puskesmas tersebut berada di Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Bantuan itu berupa tiga titik penerangan dan sejumlah Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Penerangan tersebut ditujukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan Puskesmas, terutama saat malam hari.

Sementara APAR diberikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas menghadapi potensi kebakaran di fasilitas pelayanan kesehatan.

PT DSSP Power Kendari sebelumnya juga memberikan pembekalan teknik dasar pemadaman kebakaran menggunakan APAR.

Pembekalan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas menghadapi kondisi darurat.

Goverment Relation PT DSSP Power Kendari, Risal Akbar, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap keselamatan fasilitas kesehatan.

“Bantuan ini bukan hanya sarana, tetapi juga upaya menciptakan lingkungan pelayanan kesehatan yang aman,” ujar Risal.

Menurutnya, fasilitas kesehatan perlu memiliki kesiapsiagaan menghadapi berbagai kondisi darurat, termasuk potensi kebakaran.

Pihak Puskesmas Lalowaru mengapresiasi bantuan yang diberikan PT DSSP Power Kendari.

Bantuan tersebut dinilai dapat menunjang operasional sekaligus meningkatkan keselamatan lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.

PT DSSP Power Kendari berharap sinergi bersama Puskesmas Lalowaru dan masyarakat sekitar terus berlanjut.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung keselamatan, kesehatan, serta peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.

Perusahaan menyatakan komitmennya menjalankan program sosial yang sesuai kebutuhan masyarakat sekitar wilayah operasional.

Program tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan di wilayah sekitar.*

UHO Bagikan Buku Tabungan KIP Kuliah 2026 Tahap 2 Besok

KENDARIKINI.COM – Universitas Halu Oleo (UHO) mengumumkan pembagian buku tabungan bagi penerima KIP Kuliah 2026.

Pembagian tersebut ditujukan bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah jalur SNBP dan SNBT tahun 2026.

Kegiatan pembagian buku tabungan memasuki tahap kedua dan dilaksanakan melalui bank penyalur.

Mahasiswa diminta mengecek status penetapan penerima KIP Kuliah melalui akun KIP Kuliah masing-masing.

Mahasiswa yang telah ditetapkan sebagai penerima wajib hadir dalam kegiatan pembagian buku tabungan.

Peserta diwajibkan membawa sejumlah dokumen sebagai persyaratan administrasi.

Dokumen tersebut meliputi bukti status penetapan penerima pada akun KIP Kuliah.

Mahasiswa juga wajib membawa kartu pendaftaran KIP Kuliah tahun 2026.

Selain itu, peserta diminta membawa fotokopi kartu tanda penduduk (KTP).

Pembagian buku tabungan dijadwalkan Senin, 5 Oktober 2026, mulai pukul 07.30 WITA hingga selesai.

Kegiatan berlangsung di Asrama Putra Ibnu Sina Bidikmisi/KIP-K Universitas Halu Oleo.

Pengumuman tersebut diterbitkan Pengelola KIP Kuliah, Bidikmisi dan Afirmasi Dikti UHO pada 2 Oktober 2026.

Mahasiswa penerima diharapkan mengikuti jadwal dan membawa seluruh dokumen yang telah ditentukan.*

Layanan Darurat Kendari Terima 3.121 Panggilan Sepanjang September 2026

0

KENDARIKINI.COM – Layanan kedaruratan Pemerintah Kota Kendari menerima 3.121 panggilan sepanjang September 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.157 panggilan dinyatakan valid. Sementara 964 panggilan lainnya tergolong tidak valid, prank, atau ghost call.

Dari panggilan valid, petugas meneruskan laporan sesuai jenis persoalan kepada instansi berwenang.

Sepanjang September 2026, tercatat 246 tiket laporan kejadian yang diteruskan untuk ditindaklanjuti.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 168 tiket telah selesai ditangani. Sementara 78 tiket lainnya masih dalam proses penanganan.

Dinas Pemadam Kebakaran menjadi instansi dengan laporan terbanyak, yakni 53 laporan.

Selanjutnya, Dinas Perhubungan menerima 35 laporan dan PLN sebanyak 30 laporan.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan menerima 26 laporan, disusul Satpol PP sebanyak 24 laporan.

Kemudian Polres menerima 20 laporan, BPBD 14 laporan, dan Dinas Sosial sebanyak 12 laporan.

Dinas Kesehatan menerima tujuh laporan, PDAM lima laporan, dan Kecamatan Kendari Barat empat laporan.

Dinas Pertanian menerima tiga laporan. PUPR, RSUD, Kecamatan Kambu, dan Kecamatan Wua-Wua masing-masing dua laporan.

Sementara Diaspora, Kecamatan Poasia, Kadia, Baruga, dan Kendari masing-masing menerima satu laporan.

Laporan masyarakat mencakup kondisi darurat, gangguan layanan publik, lalu lintas, lingkungan, keamanan, hingga kebutuhan bantuan sosial.

Evaluasi layanan juga mencatat perubahan Service Level Agreement (SLA) sepanjang September 2026.

Sebanyak 69 persen indikator menunjukkan peningkatan kualitas layanan, sedangkan 31 persen tercatat mengalami penurunan.

Pemkot Kendari terus mengevaluasi layanan agar setiap laporan masyarakat dapat diteruskan dan ditangani instansi terkait.*

Kabut Asap Selimuti Sultra, 17 Kabupaten Kota Berpotensi Terdampak

0

KENDARIKINI.COM – Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Sultra melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra.

Kadis Kominfo Sultra, Andi Syahrir, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap.

“Waspada kabut asap di Sultra,” kata Andi Syahrir dalam imbauannya kepada masyarakat.

Berdasarkan prakiraan BMKG, kabut asap berpotensi terjadi di 17 kabupaten/kota Sultra hingga tiga hari mendatang.

Wilayah tersebut meliputi Kendari, Konawe Kepulauan, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Bombana, Kolaka dan Kolaka Timur.

Selanjutnya, Kolaka Utara, Muna, Muna Barat, Baubau, Buton, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Tengah dan Wakatobi.

BMKG mencatat sebanyak 105 titik panas terdeteksi di Sultra pada 3 Oktober 2026.

Sebaran titik panas terbanyak berada di Kabupaten Bombana berdasarkan pemantauan BMKG.

BMKG juga menyebut kabut asap yang masuk Sultra bukan berasal dari karhutla lokal.

Asap tersebut diperkirakan terbawa angin dari wilayah Papua Selatan dan Maluku menuju Sultra.

Di Kota Kendari, kualitas udara berdasarkan parameter PM2.5 berada pada kategori sedang.

Konsentrasi PM2.5 tercatat pada kisaran 15,5 hingga 55,4 mikrogram per meter kubik.

Kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas udara dan berpotensi berulang selama beberapa hari ke depan.

Masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan memperbanyak konsumsi air putih.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan penderita gangguan pernapasan diminta membatasi aktivitas luar ruangan.

Pengendara juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena kabut asap dapat menyebabkan penurunan jarak pandang.

Masyarakat diimbau memantau perkembangan kondisi cuaca dan lingkungan melalui informasi resmi BMKG.*

YBM PLN Salurkan Bantuan untuk Warga Sulselrabar di Hari Kesaktian Pancasila

0

KENDARIKINI.COM – YBM PLN menyalurkan bantuan kepada masyarakat di wilayah kerja PLN UID Sulselrabar.

Bantuan tersebut menyasar keluarga kurang mampu, mahasiswa, santri, pesantren, hingga korban musibah.

Aksi sosial tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Kesaktian Pancasila melalui semangat gotong royong dan kepedulian.

Di Kabupaten Takalar, YBM PLN memberikan bantuan listrik gratis kepada dua keluarga kurang mampu, Senin (29/9/2026).

Bantuan diberikan kepada Rahim, warga Pammukulu, dan Sita Dg Nganne, warga Tetetanrang.

Manager PLN ULP Takalar Bustamin mengatakan bantuan tersebut diharapkan meringankan beban masyarakat.

“Bantuan listrik gratis diharapkan mendukung aktivitas keluarga penerima agar lebih aman, nyaman, dan produktif,” ujar Bustamin.

Sementara di Pinrang, YBM PLN UP3 Pinrang memberikan bantuan pendidikan kepada mahasiswa Institut Cokroaminoto Pinrang.

Bantuan tersebut disalurkan dalam rangkaian Latihan Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa dan Penyerahan Beasiswa LAFRAN, Jumat (2/10/2026).

Rektor Institut Cokroaminoto Pinrang Iqbal Mukaddas mengapresiasi dukungan YBM PLN terhadap mahasiswa dan dunia pendidikan.

Di Konawe, YBM PLN ULP Unaaha menyalurkan bantuan kepada santri Pesantren Hidayatullah Konawe.

Bantuan berupa 10 paket perlengkapan sekolah bagi pelajar yatim dan dhuafa, sembako, serta dana operasional pondok.

Sementara di Bombana, YBM PLN ULP Bombana membantu keluarga terdampak kebakaran rumah di dua lokasi.

Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Sulselrabar Fazli Arrazaq mengapresiasi aksi sosial tersebut.

Menurutnya, YBM PLN menjadi wujud kepedulian insan PLN melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah.

“Semangat gotong royong ini diharapkan terus tumbuh sehingga semakin banyak masyarakat merasakan manfaatnya,” kata Fazli.

Ia berharap bantuan tersebut memberikan manfaat bagi penerima sekaligus menjadi amal jariyah bagi para muzaki PLN.*

Beasiswa Stimulan Sultra Cerdas 2026 Dibuka, Segera Daftar

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara membuka pendaftaran Beasiswa Stimulan Sultra Cerdas Tahun Anggaran 2026.

Program tersebut ditujukan bagi mahasiswa asal Sultra yang sedang menempuh pendidikan jenjang S1/D4, S2, dan S3.

Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka melalui Kadis Kominfo Sultra Andi Syahrir mengatakan, program tersebut menjadi dukungan pendidikan bagi putra-putri Sultra.

“Sultra Cerdas, Generasi Hebat,” kata Andi Syahrir dalam keterangan yang disampaikan Pemprov Sultra.

Beasiswa bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun Anggaran 2026 sesuai kebijakan anggaran dan peraturan perundang-undangan.

Penerima merupakan mahasiswa aktif PTN atau PTS di dalam maupun luar Sultra dengan KTP asal Sultra.

Kampus pendaftar minimal memiliki akreditasi Baik Sekali dan program studi yang ditempuh harus terakreditasi.

Program studi prioritas meliputi pendidikan, kesehatan, agromaritim, dan infrastruktur.

Pendaftar S1/D4 minimal semester tiga dan maksimal semester lima. S2 minimal semester dua dan maksimal semester tiga.

Sementara itu, mahasiswa S3 harus minimal semester dua dan maksimal semester lima.

Pendaftar tidak sedang cuti akademik, menerima beasiswa lain, atau memiliki pelanggaran hukum maupun akademik berat.

Besaran beasiswa S1/D4 mencapai Rp10 juta, S2 Rp15 juta, dan S3 Rp30 juta.

Penyaluran dilakukan dalam dua termin dengan masing-masing sebesar 50 persen dari total nilai beasiswa.

Pendaftaran dibuka pada 1-18 Oktober 2026 melalui mekanisme pembuatan akun, aktivasi, pengisian formulir, dan unggah dokumen.

Informasi resmi dan pendaftaran tersedia melalui akusahabat rakyat.com. Narahubung Beasiswa Stimulan Sultra Cerdas: +62 823-5555-6187.*

Wali Kota Kendari Terima APSI, Bahas Transformasi Pengawasan Pendidikan

0

KENDARIKINI.COM – Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menerima audiensi Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Kota Kendari.

Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Wali Kota Kendari, Jumat (2/10/2026).

Audiensi digelar sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkenalkan keberadaan APSI Kota Kendari.

Rombongan APSI turut menyampaikan sejumlah program kerja yang telah dan akan dilaksanakan.

Program tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kota Kendari.

Siska mengatakan transformasi pengawas sekolah menjadi momentum penting bagi perkembangan dunia pendidikan.

Transformasi tersebut seiring regulasi baru mengenai peralihan guru menjadi pengawas sekolah.

Menurutnya, perubahan tersebut diharapkan menghadirkan penyegaran dalam sistem pengawasan pendidikan.

Ia berharap semangat baru para pengawas mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan Kota Kendari.

Peningkatan tersebut mencakup kompetensi tenaga pendidik hingga mutu lulusan peserta didik.

Humas APSI Kota Kendari, Iis, mengatakan audiensi berlangsung lancar dan mendapat respons positif.

Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan memperkenalkan APSI beserta program kerja organisasi.

“Respons Wali Kota Kendari sangat positif dan antusias terhadap kehadiran APSI Kota Kendari,” ujarnya.

Iis mengatakan wali kota mengundang para pengawas mengikuti pertemuan lanjutan dalam format rapat koordinasi.

Pertemuan tersebut akan membahas program APSI secara lebih rinci bersama Pemerintah Kota Kendari.

Pemkot Kendari berkomitmen membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen pendidikan, termasuk APSI.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mewujudkan pendidikan Kendari yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti