Jumat, Oktober 23, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 5

Wali Kota Kendari Terima APSI, Bahas Transformasi Pengawasan Pendidikan

0

KENDARIKINI.COM – Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menerima audiensi Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Kota Kendari.

Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Wali Kota Kendari, Jumat (2/10/2026).

Audiensi digelar sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkenalkan keberadaan APSI Kota Kendari.

Rombongan APSI turut menyampaikan sejumlah program kerja yang telah dan akan dilaksanakan.

Program tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kota Kendari.

Siska mengatakan transformasi pengawas sekolah menjadi momentum penting bagi perkembangan dunia pendidikan.

Transformasi tersebut seiring regulasi baru mengenai peralihan guru menjadi pengawas sekolah.

Menurutnya, perubahan tersebut diharapkan menghadirkan penyegaran dalam sistem pengawasan pendidikan.

Ia berharap semangat baru para pengawas mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan Kota Kendari.

Peningkatan tersebut mencakup kompetensi tenaga pendidik hingga mutu lulusan peserta didik.

Humas APSI Kota Kendari, Iis, mengatakan audiensi berlangsung lancar dan mendapat respons positif.

Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan memperkenalkan APSI beserta program kerja organisasi.

“Respons Wali Kota Kendari sangat positif dan antusias terhadap kehadiran APSI Kota Kendari,” ujarnya.

Iis mengatakan wali kota mengundang para pengawas mengikuti pertemuan lanjutan dalam format rapat koordinasi.

Pertemuan tersebut akan membahas program APSI secara lebih rinci bersama Pemerintah Kota Kendari.

Pemkot Kendari berkomitmen membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen pendidikan, termasuk APSI.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mewujudkan pendidikan Kendari yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.*

Firli Bahuri Raih Gelar Doktor Hukum Summa Cumlaude dengan IPK 4,0

0

KENDARIKINI.COM – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri resmi meraih gelar Doktor Hukum dari Universitas Pancasila.

Firli dinyatakan lulus dengan predikat Summa Cumlaude dan IPK sempurna 4,0 dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor.

Sidang tersebut digelar di Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Jakarta, Sabtu (3/10/2026).

Rektor Universitas Pancasila Prof. Adnan Hamid memimpin sidang promosi doktor tersebut.

Firli mempertahankan disertasi berjudul “Penyelesaian Konflik Horizontal Berbasis Integrasi Hukum, Budaya, dan Kesejahteraan Sosial di Nusa Tenggara Barat.”

Dalam penelitiannya, Firli menggunakan pendekatan socio-legal untuk mengkaji konflik horizontal di Nusa Tenggara Barat.

Ia menemukan konflik tersebut berkaitan dengan ketimpangan sosial-ekonomi, integrasi budaya, serta penegakan hukum yang belum optimal.

Firli kemudian menawarkan Model Tri-Sinergis sebagai pendekatan penyelesaian konflik horizontal.

Model tersebut mengintegrasikan tiga pilar, yakni hukum, budaya, dan kesejahteraan sosial.

Menurut penelitian Firli, hukum memberikan kepastian dan ketertiban dalam mencegah tindakan main hakim sendiri.

Sementara budaya lokal dinilai dapat memperkuat legitimasi sosial dalam proses penyelesaian konflik di masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kesejahteraan sosial untuk mengatasi ketimpangan ekonomi yang dapat memicu konflik.

Penelitian Firli telah diterbitkan dalam jurnal terindeks SINTA dan jurnal internasional Scopus Q1 Springer Nature.

Hasil penelitian tersebut juga dibukukan dengan judul “Model Resolusi Konflik Horizontal” oleh Booknesia Publishing House.

Dalam studi doktoralnya, Firli didampingi Prof. Agus Surono sebagai promotor.

Prof. Adnan Hamid dan Prof. Irwansyah bertindak sebagai co-promotor.

Sidang turut dihadiri istri Firli, Ardina Safitri, serta kedua anaknya.

Sejumlah rekan dan senior Firli dari kepolisian juga hadir dalam agenda akademik tersebut.

Dalam sambutannya, Firli mengatakan dirinya menempuh studi selama dua tahun sepuluh bulan.

Ia menyebut menggunakan hak berpikir, membaca, dan menulis untuk menyelesaikan pendidikan doktoralnya.*

Masih Miliki Hubungan Keluarga, Pria Paruh Baya di Konsel Diduga Cabuli Anak

0

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari menangkap pria berinisial JA (56), terkait dugaan persetubuhan terhadap anak di Konawe Selatan.

Kapolresta Kendari KBP Safi’i Nafsikin melalui Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau membenarkan pengungkapan tersebut.

“JA diamankan Tim URC Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 11.30 Wita di Pasar Ranomeeto, Konawe Selatan,” katanya.

Sambungnya, Kasus tersebut dilaporkan setelah keluarga korban menemukan percakapan tidak senonoh antara korban dan terlapor.

“Korban diketahui berusia 13 tahun dan masih berstatus pelajar SMP di Konawe Selatan. Berdasarkan pemeriksaan polisi, dugaan tindak pidana tersebut terjadi sekitar akhir 2025,” tambahnya.

Polisi menyebut korban sebelumnya masih duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar.

“Dalam pemeriksaan, JA mengakui melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak tiga kali,” tuturnya.

Perbuatan tersebut diduga terjadi di rumah kosong dan rumah korban di wilayah Kecamatan Konda.

Polisi menyebut pelaku menjemput korban sepulang sekolah dan membawanya ke rumah kosong.

“Pelaku diduga memberikan uang kepada korban sebelum melakukan tindakan tersebut. Polisi juga menyebut korban dan tersangka masih memiliki hubungan keluarga,” ungkapnya.

Barang bukti yang diamankan dalam perkara tersebut berupa hasil visum korban.

“JA disangkakan melanggar Pasal 473 Ayat (2) huruf b UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” tuturnya.

Polresta Kendari masih melakukan proses penyidikan terhadap perkara tersebut untuk melengkapi berkas perkara.*

Demi Konten, Tiga Anggota Geng Motor di Kendari Serang Warkop Berujung Diamankan Polisi

0

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari mengungkap kasus pengancaman dan penyerangan terhadap pelanggan warung kopi di Jalan Sao-Sao.

Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau mengatakan, tiga pelaku berhasil diamankan dalam pengungkapan tersebut.

“Ketiga pelaku masing-masing berinisial R (16), A (17), dan RA (19). R diamankan pada 2 Oktober 2026 sekitar pukul 01.00 Wita di Jalan Brigjen Katamso,” katanya.

Sementara A ditangkap pada 30 September 2026 sekitar pukul 04.30 Wita di kawasan Lepo-Lepo Indah.

“Kemudian RA diamankan pada 1 Oktober 2026 sekitar pukul 05.30 Wita di Jalan Kijang, Rahandouna,” tambahnya.

Kasus tersebut bermula ketika korban bersama rekannya berada di halaman sebuah warung kopi pada 27 September 2026.

“Sekelompok orang menggunakan sepeda motor kemudian mendatangi lokasi dan melakukan penyerangan terhadap korban bersama rekannya,” ungkapnya.

Pelaku disebut membawa senjata tajam dan busur sehingga korban bersama rekannya melarikan diri masuk ke dalam warung kopi.

“Dalam pemeriksaan, R mengakui menggunakan ketapel besi untuk mengancam pelanggan dan merusak bagian dinding warung. A mengaku menendang sepeda motor milik pelanggan hingga terjatuh saat aksi penyerangan berlangsung. Sementara RA mengakui terlibat dalam penyerangan bersama kelompok yang disebut Silent Team 01 dan LORJAM,” bebernya.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk ketapel besi, sepeda motor, pakaian, serta sebilah pisau.

“Menurut keterangan polisi, aksi tersebut dilakukan untuk hiburan, membuat konten, dan mencari pengakuan kelompok. kami masih melakukan pendalaman terhadap keterlibatan pelaku lainnya dalam aksi penyerangan tersebut,” pungkasnya.*

OJK Sultra Dorong Pembiayaan Rp1,4 Miliar untuk Petani Kakao Kolaka Utara

KENDARIKINI.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara memperkuat akses pembiayaan petani kakao di Kabupaten Kolaka Utara.

Upaya tersebut dilakukan melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Komoditas Unggulan Kakao.

Program itu ditandai edukasi keuangan dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama pemerintah daerah serta industri jasa keuangan.

Edukasi keuangan berlangsung 29 September 2026 dan diikuti 53 petani kakao.

Sementara penandatanganan MoU digelar 30 September 2026 di Aula Kantor Bupati Kolaka Utara.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kolaka Utara Nur Rahman Umar dan Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha.

Kolaka Utara memiliki areal perkebunan kakao seluas 78.969 hektare dengan produksi 62.260 ton per tahun.

Produksi tersebut menyumbang sekitar 61 persen produksi kakao Sulawesi Tenggara.

Sektor kakao juga melibatkan sekitar 28.784 keluarga petani di Kolaka Utara.

Program ini diarahkan untuk mengatasi keterbatasan pembiayaan, risiko gagal panen, serta ketergantungan terhadap pinjaman tidak resmi.

Sebanyak 12 pihak menandatangani MoU untuk memperkuat ekosistem kakao dari hulu hingga hilir.

Dalam program tersebut, Bank Sultra menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1,25 miliar.

PNM menyalurkan pembiayaan Mekaar sebesar Rp22 juta kepada penerima manfaat.

BPR Bahteramas Kolaka Utara juga merealisasikan kredit produktif senilai Rp130 juta.

Selain pembiayaan, petani mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan dan asuransi jiwa.

Sebanyak 50 ketua kelompok tani memperoleh polis asuransi jiwa gratis selama satu tahun.

Petani juga menerima bantuan sarana produksi berupa sprayer elektronik dan jaring jemur.

Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha mengatakan petani mendapat pendampingan teknis, pembiayaan, perlindungan, dan kepastian pasar.

PT Comextra Majora berperan sebagai offtaker yang menjamin penyerapan hasil panen petani.

Bismi meminta pembiayaan produktif digunakan sesuai peruntukannya untuk kebutuhan sarana produksi pertanian.

Sementara Bupati Kolaka Utara menyambut program tersebut sebagai upaya memperluas akses pembiayaan bagi petani kakao.*

PLN UID Sulselrabar Resmikan Dua Sumur Bor untuk Sekolah di Soppeng

0

KENDARIKINI.COM – PLN UID Sulselrabar meresmikan dua sumur bor untuk mendukung kebutuhan air bersih di dua sekolah.

Peresmian berlangsung di SD Negeri 219 Madekkang dan SMP Negeri 2 Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Senin (28/9/2026).

Bantuan tersebut merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Sulselrabar.

Sebanyak 333 guru dan murid menjadi penerima manfaat dari fasilitas air bersih tersebut.

Manager PLN ULP Pajalesang, Basri Kula, meresmikan bantuan bersama pihak sekolah.

SD Negeri 219 Madekkang menerima manfaat untuk 83 warga sekolah, sedangkan SMP Negeri 2 Marioriwawo sebanyak 250 orang.

Fasilitas tersebut berupa sumur bor dalam, pompa submersible, serta instalasi pendukung penyaluran air.

Sebelumnya, kedua sekolah mengalami keterbatasan air bersih, khususnya ketika memasuki musim kemarau.

Kondisi tersebut menghambat kebutuhan sanitasi dan membuat sebagian murid harus membawa air dari rumah.

Kini, air sumur bor digunakan untuk toilet, tempat wudhu, mencuci tangan, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Plh. General Manager PLN UID Sulselrabar, Albert Safaria, mengatakan air bersih menjadi kebutuhan dasar warga sekolah.

“PLN ingin membantu guru dan murid menjalankan aktivitas belajar mengajar dengan lebih baik,” kata Albert.

Kepala SD Negeri 219 Madekkang, Haeruddin, mengapresiasi bantuan sumur bor yang diberikan PLN.

Menurutnya, fasilitas tersebut membantu sekolah memenuhi kebutuhan air, terutama saat musim kemarau.

Kepala SMP Negeri 2 Marioriwawo, Hj. Nur Alam Sainuddin, juga menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian PLN.

Ia menyebut ketersediaan air kini membantu guru dan murid menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Salah satu siswa, Miska Maisarah, mengaku bersyukur karena sekolahnya tidak lagi mengalami kekurangan air bersih.

Program tersebut mendukung pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.

PLN menyebut program ini sejalan dengan TPB 6 tentang air bersih dan sanitasi layak serta TPB 3 tentang kesehatan.*

Muaythai Kendari Satukan Visi, Matangkan Persiapan Menuju Porprov Sultra 2026

KENDARIKINI.COM – Pengurus Cabang Olahraga (Cabor) Muaythai Kota Kendari memperkuat konsolidasi organisasi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sulawesi Tenggara (Sultra) 2026.

Konsolidasi tersebut menjadi tindak lanjut Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) Muaythai Kota Kendari yang digelar pada pertengahan September 2026.

Ketua Muaythai Kendari, Azwirman Madanua bersama jajaran pengurus menggelar pertemuan konsolidasi pada Jumat (2/10/2026) sore.

Pertemuan itu membahas penyamaan persepsi, penguatan soliditas pengurus serta persiapan atlet menghadapi Porprov Sultra.

Azwirman mengatakan, pasca-Muskotlub, pihaknya mulai memfokuskan perhatian pada pembenahan organisasi dan persiapan teknis menghadapi Porprov.

Pria yang akrab disapa Awi itu menyebut seleksi atlet menjadi salah satu agenda yang segera dilaksanakan untuk menjaring talenta terbaik.

“Dalam waktu dekat kita akan melakukan seleksi untuk nantinya mewakili Kota Kendari berlaga di Porprov Sultra,” ungkapnya.

Menurut Awi, seleksi tersebut menjadi momentum untuk mengukur kemampuan sekaligus memetakan potensi atlet Muaythai Kendari.

Dari hasil seleksi, pengurus akan menentukan atlet yang dinilai mampu memperkuat kontingen Muaythai Kota Kendari di Porprov Sultra.

“Tentunya dengan seleksi itu, kita akan mengambil yang terbaik untuk mewakili Muaythai Kendari di kejuaraan Porprov Sultra,” jelasnya.

Awi berharap konsolidasi pasca-Muskotlub dapat menyatukan visi seluruh pengurus dalam membangun Muaythai Kendari.

Persiapan menuju Porprov 2026 diharapkan berjalan terarah, mulai dari pembenahan organisasi, seleksi atlet hingga pembinaan sebelum kompetisi.*

IZI Sultra Salurkan Program Borong Berbagi untuk 563 Penerima Manfaat

0

KENDARIKINI.COM – Program Borong Berbagi membantu pelaku UMKM sekaligus masyarakat membutuhkan di Kota Kendari.

Program tersebut diinisiasi PT Kendari Jaya Samudera dan PT Samudera Kendari Logistik.

Pelaksanaannya menggandeng Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (IZI Sultra).

Program ini dilakukan dengan memborong dagangan makanan dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Makanan yang dibeli kemudian disalurkan kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat.

Hingga pelaksanaannya, program tersebut telah membantu 11 pelaku UMKM di Kota Kendari.

Sebanyak 563 penerima manfaat juga mendapatkan paket makanan melalui program tersebut.

Pelaksanaan program menyasar sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Baruga, Poasia, Kambu, dan Kadia.

Tim IZI Sultra berkoordinasi dengan pelaku UMKM sebelum membeli dan menyalurkan makanan.

Penerima manfaat berasal dari berbagai kalangan yang bekerja dan beraktivitas di lapangan.

Mereka di antaranya pengemudi ojek online, buruh, pekerja harian, dan petugas kebersihan.

Selain itu, penerima manfaat mencakup tukang ojek, sopir angkot, serta masyarakat lainnya.

Pembelian dagangan memberikan tambahan pemasukan bagi pelaku UMKM sekaligus membantu perputaran usaha mereka.

Sementara itu, paket makanan disalurkan kepada masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.

IZI Sultra menangani koordinasi, pendataan, pembelian makanan, hingga penyaluran kepada penerima manfaat.

Program tersebut mengusung konsep berbagi dengan melibatkan pelaku UMKM sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Sinergi ketiga pihak diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung keberlangsungan UMKM.*

UHO Bagikan Buku Tabungan KIP Kuliah SNBP dan SNBT 2026

KENDARIKINI.COM – Universitas Halu Oleo (UHO) akan membagikan buku tabungan bagi penerima KIP Kuliah 2026.

Pembagian tersebut ditujukan bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah melalui jalur SNBP dan SNBT tahun 2026.

Informasi tersebut disampaikan Pengelola KIP Kuliah, Bidikmisi dan Afirmasi Dikti UHO melalui pengumuman Nomor 113/BP-UHO/KIPK-BM Adik/X/2026.

Mahasiswa diminta mengecek status penetapan penerima KIP Kuliah melalui akun KIP Kuliah masing-masing.

Mahasiswa dengan status penerima diminta hadir dalam pembagian buku tabungan KIP Kuliah oleh bank penyalur.

Kegiatan pembagian buku tabungan dijadwalkan Sabtu, 3 Oktober 2026, mulai pukul 07.30 Wita.

Pembagian berlangsung hingga selesai di Aula Auditorium Mokodompit Universitas Halu Oleo.

Mahasiswa penerima wajib membawa sejumlah dokumen untuk mengikuti proses pembagian buku tabungan.

Dokumen tersebut meliputi bukti status penetapan penerima pada akun KIP Kuliah.

Mahasiswa juga wajib membawa Kartu Pendaftaran KIP Kuliah Tahun 2026.

Selain itu, peserta wajib membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk keperluan administrasi.

Pengelola KIP Kuliah UHO mengimbau mahasiswa penerima memperhatikan persyaratan sebelum menghadiri kegiatan tersebut.

Pengumuman tersebut ditandatangani Ketua Pengelola KIP Kuliah, Bidikmisi dan Afirmasi Dikti UHO.*

Pemkot Kendari Bahas Pembentukan Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan

0

KENDARIKINI.COM – Pemkot Kendari membahas penataan kelembagaan perangkat daerah untuk meningkatkan efektivitas pelayanan pemerintahan.

Pembahasan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kota Kendari Amir Hasan, Kamis (1/10/2026).

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Sekda Kota Kendari dan dihadiri pimpinan OPD terkait.

Agenda utama rapat membahas rencana pembentukan Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Kendari.

Pembentukan dinas tersebut diarahkan untuk memperkuat pengendalian tata ruang dan pengelolaan pertanahan daerah.

Amir Hasan mengatakan, penataan kelembagaan bukan sekadar perubahan nomenklatur perangkat daerah.

Menurutnya, penataan harus mampu meningkatkan kinerja birokrasi agar lebih efektif, efisien, dan responsif.

“Struktur yang gemuk harus dievaluasi menjadi struktur yang ramping dan kaya fungsi,” kata Amir.

Ia menilai persoalan tata ruang, alih fungsi lahan, dan sengketa pertanahan membutuhkan penanganan yang lebih terintegrasi.

“Pembentukan Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan merupakan kebutuhan mendesak,” ujarnya.

Menurutnya, perangkat daerah tersebut nantinya dapat menangani persoalan tata ruang dan pertanahan secara lebih fokus.

Rapat juga membahas pembagian tugas, fungsi, serta penyesuaian struktur organisasi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sejumlah masukan dan kajian teknis disampaikan untuk memastikan pembentukan dinas sesuai ketentuan pemerintah pusat.

Pembahasan melibatkan bagian organisasi dan tim teknis penataan kelembagaan Pemkot Kendari.

Penataan tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan pembangunan Kota Kendari yang semakin kompleks.*

Kadis Kominfo Sultra Dorong Transformasi Digital Percepat Akses Perlindungan Sosial

0

KENDARIKINI.COM – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sulawesi Tenggara, Andi Syahrir, memaparkan transformasi digital layanan perlindungan sosial.

Paparan tersebut disampaikan dalam rapat sosialisasi dan arahan Program Perlindungan Sosial dan Percepatan Transformasi Digital Pemerintah.

Kegiatan berlangsung di Aula Biro Logistik Polda Sultra, Kamis (1/10/2026).

Andi Syahrir mengatakan, transformasi digital bukan sekadar menambah aplikasi dalam pelayanan publik.

Menurutnya, teknologi harus mampu memangkas jarak layanan agar masyarakat lebih mudah memperoleh perlindungan sosial.

“Ukuran keberhasilan layanan adalah bantuan yang lebih tepat sasaran dan mudah diakses masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masyarakat juga perlu memperoleh kemudahan memperbarui data dan menyampaikan koreksi apabila terdapat kesalahan.

Dalam layanan tersebut, Polri turut menjadi bagian jejaring pelayanan hingga tingkat desa dan kelurahan.

Peran tersebut dilakukan melalui Bhabinkamtibmas sebagai titik temu masyarakat, khususnya warga yang kesulitan mengakses layanan digital.

Andi juga memaparkan peran Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) sebagai loket pelayanan bergerak bagi masyarakat.

Agen membantu memahami kanal layanan, persyaratan, pengisian data, hingga pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Masyarakat juga dapat menyampaikan sanggahan apabila terdapat data yang perlu dikoreksi melalui kanal resmi.

Agen hanya membantu proses akses layanan, sedangkan sistem menentukan hasil berdasarkan verifikasi dan penilaian kelayakan.

Proses tersebut mencakup verifikasi NIK, nomor meter PLN, data pendukung, serta verifikasi wajah.

Agen tidak diperbolehkan mengubah hasil, menjanjikan bantuan, atau menentukan penerima berdasarkan penilaian subjektif.

Layanan digital dapat diakses melalui situs perlinsos.kemensos.go.id atau Agen Perlinsos.

Selain Andi Syahrir, kegiatan menghadirkan Kadis Sosial Sultra Parinringi dan Kepala BPS Sultra Burit Retnowati.

Dukcapil Sultra juga turut memberikan materi mengenai dukungan database kependudukan dalam program perlindungan sosial.*

JAM PIDMIL Tetapkan Lima Tersangka Korupsi Pengadaan Motor Listrik BGN Rp1,22 Triliun

KENDARIKINI.COM – Tim Penyidik Koneksitas JAM PIDMIL menetapkan lima tersangka dugaan korupsi pengadaan motor listrik BGN.

Pengadaan tersebut dilakukan PT YAT dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2025–2026.

Nilai pengadaan motor listrik tersebut mencapai sekitar Rp1,22 triliun.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna mengatakan, empat tersangka berasal dari pihak swasta.

Mereka yakni AM, YY, AA, dan GB yang masing-masing memiliki jabatan di perusahaan terkait.

Satu tersangka lainnya yakni Kolonel Cpl BU, selaku Pejabat Penandatangan Komitmen (PPK).

Penyidik menduga para tersangka bersekongkol mengondisikan proses pengadaan untuk memenangkan PT YAT.

Pengondisian diduga mencakup pemenang, spesifikasi teknis, harga perkiraan sendiri, hingga perusahaan pembanding.

Dalam pelaksanaan kontrak, jumlah pengadaan berubah dari 25.644 unit menjadi 21.801 unit.

Namun, hingga 20 Maret 2026, realisasi pekerjaan secara riil baru mencapai 2.117 unit.

Penyidik menduga dibuat BAST yang menyatakan pekerjaan 21.801 unit telah selesai 100 persen.

Dokumen tersebut kemudian digunakan dalam proses pembayaran pekerjaan.

Penyidik menduga rangkaian perbuatan tersebut menguntungkan tersangka dan/atau korporasi PT YAT.

Perbuatan itu juga diduga menyebabkan kerugian keuangan negara.

Besaran kerugian negara masih dalam proses penghitungan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dalam penyidikan, tim telah memeriksa 63 saksi dan delapan ahli.

Penyidik juga mengamankan lima telepon seluler, 889 dokumen, serta uang tunai Rp24,97 miliar.

Sejumlah kendaraan dan aset lainnya turut diamankan untuk kepentingan pembuktian perkara.

Tim ahli teknis ITS Surabaya kini memeriksa fisik serta menguji teknis objek pengadaan.

Kelima tersangka telah ditahan di sejumlah rumah tahanan sesuai kewenangan masing-masing.

Penyidik masih mendalami keterlibatan pihak lain, termasuk peran korporasi dan aset terkait perkara.*

Kalla Toyota Hadirkan End Year Sale, DP Bisa Dicicil Dua Kali

KENDARIKINI.COM – Kalla Toyota menghadirkan program TOYOTA END YEAR SALE: Gebyar 74Thn Kalla pada Oktober 2026.

Program ini menawarkan berbagai kemudahan bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan Toyota tanpa menunggu akhir tahun.

Marketing General Manager Kalla Toyota, Suliadin, mengatakan program tersebut memberikan kepastian dan kenyamanan kepada pelanggan.

Menurutnya, ketersediaan unit berpotensi terbatas menjelang akhir tahun, sehingga pelanggan dapat memanfaatkan promo sejak Oktober.

“TOYOTA END YEAR SALE kami hadirkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat memiliki Toyota impian,” ujar Suliadin.

Dalam program tersebut, Kalla Toyota menawarkan Smart Upgrade 2.0 dengan sejumlah kemudahan kepemilikan kendaraan.

Salah satunya, pembayaran uang muka atau DP dapat dilakukan hingga dua kali sesuai program yang ditawarkan.

Program tersebut juga memberikan skema cicilan yang turun setiap tahun serta jaminan harga jual kembali kendaraan.

Selain itu, Kalla Toyota menyediakan layanan tukar tambah melalui Kalla Toyota Trust.

Setiap pembelian kendaraan juga didukung layanan purnajual melalui program T-CARE.

Pembiayaan kendaraan tersedia melalui sejumlah mitra, termasuk Toyota Astra Finance (TAF), ACC, dan Mandiri Utama Finance (MUF).

Kalla Toyota mengajak masyarakat mengunjungi kantor cabang terdekat untuk mendapatkan informasi promo TOYOTA END YEAR SALE.

Informasi program juga tersedia melalui situs kallatoyota.co.id dan media sosial resmi Kalla Toyota.

Pelanggan dapat menghubungi Kalla Care melalui 04113000103 atau WhatsApp 08114414030.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian promo dalam rangka memperingati HUT Kalla ke-74.*

Nelayan Buton Utara Hilang Saat Melaut, Longboat Ditemukan Warga

0

KENDARIKINI.COM – Seorang nelayan asal Desa Torombia, Kecamatan Kulisusu Utara, Buton Utara, dilaporkan hilang saat melaut.

Kepala KPP Kendari Amiruddin AS mengatakan, laporan diterima Comm Centre KPP Kendari pada Jumat (2/10/2026) pukul 14.40 Wita.

“Korban diduga terjatuh dari longboat saat melaut di sekitar perairan Desa Torombia,” kata Amiruddin.

Korban diketahui bernama Ayudin alias Piiku, laki-laki berusia 42 tahun, warga Desa Torombia, Kecamatan Kulisusu Utara.

Berdasarkan laporan tersebut, Tim Rescue KPP Kendari diberangkatkan pukul 15.00 Wita menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB).

Tim SAR bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap korban.

Jarak lokasi kejadian dari Dermaga Basarnas Kendari diperkirakan mencapai 47 nautical mile atau sekitar 87 kilometer.

Amiruddin menjelaskan, korban sebelumnya berangkat melaut pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 05.00 Wita.

Korban melaut menggunakan longboat untuk mencari gurita di sekitar perairan Desa Torombia.

Namun, hingga laporan diterima, korban belum kembali ke rumah dan dinyatakan hilang.

Keluarga bersama masyarakat telah melakukan pencarian secara mandiri pada Jumat (2/10/2026).

Dalam pencarian tersebut, masyarakat menemukan longboat yang digunakan korban untuk melaut.

Operasi SAR melibatkan personel KPP Kendari, masyarakat sekitar, keluarga korban, serta unsur terkait lainnya.

Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah, dengan angin 21 kilometer per jam dari timur laut.

Sementara tinggi gelombang diperkirakan mencapai 0,5 hingga 1 meter berdasarkan informasi BMKG.

Hingga berita ini diterbitkan, tim SAR masih melakukan pencarian terhadap korban.*

BKD Sultra Siap Sanksi Guru PPPK SMKN 4 Kendari Jika Terbukti

KENDARIKINI.COM – BKD Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan akan memproses oknum guru PPPK SMKN 4 Kendari jika terbukti melakukan dugaan pelecehan seksual.

Guru tersebut berinisial IN dan dilaporkan diduga melakukan pelecehan terhadap 13 siswi di sekolah tersebut.

Plt Kepala BKD Sultra, Andi Khaeruni, mengatakan setiap pelanggaran kepegawaian dengan bukti kuat akan diproses sesuai ketentuan.

“Setiap pelanggaran yang disertai bukti yang kuat tentu akan diproses sesuai aturan yang berlaku,” kata Andi kepada Kendarikini.com, Jumat (2/10/2026).

Meski demikian, Andi mengaku belum mengetahui adanya laporan resmi terkait dugaan pelanggaran tersebut yang masuk ke BKD Sultra.

“Saya belum tahu apa ada laporannya masuk ke BKD,” ujarnya.

Kasus tersebut sebelumnya mencuat setelah pihak SMKN 4 Kendari menerima laporan dari sejumlah siswi pada Rabu (23/9/2026).

Kepala SMKN 4 Kendari, Herman, menyebut pihak sekolah telah melakukan klarifikasi terhadap para siswi melalui layanan Bimbingan Konseling (BK).

Sekolah kemudian menggelar konferensi kasus bersama dewan guru dan perwakilan keluarga terduga pelaku.

Hasilnya, sekolah menerbitkan Surat Keterangan Skorsing dari Tugas Mengajar Nomor 422/103/IX/2026 tertanggal 24 September 2026.

Skorsing tersebut menjadi langkah administratif sekolah terhadap guru yang dilaporkan.

Namun, masa berlaku skorsing tersebut kemudian menjadi sorotan karena disebut belum memiliki batas waktu yang jelas.

Herman sebelumnya menjelaskan bahwa kewenangan pemberian sanksi lebih lanjut berada pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra.

Menurutnya, kewenangan kepala sekolah dalam pemberian sanksi terbatas pada lingkungan satuan pendidikan.

Kendarikini.com masih berupaya meminta konfirmasi Kepala GTK Dikbud Sultra, Surakhman, terkait penanganan dan kemungkinan sanksi lanjutan terhadap guru tersebut.

Media ini juga masih berupaya memperoleh keterangan dari keluarga korban mengenai langkah hukum yang akan ditempuh.

Kasus tersebut melibatkan siswi yang masih di bawah umur sehingga penanganannya membutuhkan perhatian terhadap perlindungan dan hak korban.*

MAHACALA UHO: Diikuti Ribuan Peserta, TWKM ke 35 di Sultra Bakal Dihadiri Dua Menteri dan Gubernur Malut Sherly Tjoanda

KENDARIKINI.COM – Sebanyak 350 mahasiswa pencinta alam dari berbagai daerah di Indonesia bakal berkumpul di Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM) XXXV.

Kegiatan nasional yang digelar Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Halu Oleo (MAHACALA UHO) itu dijadwalkan berlangsung pada 22–28 Oktober 2026.

TWKM XXXV mengangkat tema “Hilirisasi Hijau: Kolaborasi Pemuda dan Industri untuk Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut menjadi pintu masuk untuk membahas hubungan antara pembangunan industri, pemanfaatan sumber daya alam, serta keberlanjutan lingkungan.

Ketua Umum MAHACALA UHO, Ika Amalia, mengatakan TWKM memiliki dua agenda utama, yakni Temu Wicara dan Kenal Medan.

Temu Wicara menjadi ruang diskusi mahasiswa pencinta alam dari berbagai daerah untuk membahas persoalan organisasi dan isu lingkungan. Agenda tersebut diisi Seminar Nasional Green Industrial Dialogue, sidang pleno hingga sidang komisi.

Dari keseluruhan peserta, 200 mahasiswa akan mengikuti Temu Wicara. Sementara 150 peserta lainnya mengikuti rangkaian Kenal Medan yang terbagi dalam tiga kegiatan, yakni 50 peserta gunung hutan, 50 peserta panjat tebing, dan 50 peserta diving.

Hasil pembahasan Temu Wicara nantinya ditargetkan menghasilkan Manifesto Hijau 2045 yang menjadi rumusan bersama dan bahan masukan kepada pemerintah.

“Temu Wicara menjadi ruang bagi kami untuk membahas isu-isu lingkungan dan persoalan yang terjadi di berbagai daerah. Dari forum ini, kami ingin menghasilkan rumusan bersama yang bisa menjadi masukan kepada pemerintah,” kata Ika dalam konferensi pers di Kendari, Jumat (2/10/2026).

Tak berhenti di ruang forum, peserta juga bakal turun langsung ke lapangan melalui rangkaian Kenal Medan.

Sejumlah kawasan alam Sultra menjadi lokasi kegiatan. Di antaranya Pegunungan Karst Matarombeo di Desa Bendewuta, Kecamatan Oheo, Konawe Utara; perairan Wakatobi di Wangi-Wangi untuk kegiatan diving; serta Gunung Mekongga di Desa Tinukari, Kolaka Utara, untuk kegiatan gunung hutan.

Menurut Ika, Kenal Medan menjadi bagian penting karena peserta tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga melihat kondisi lingkungan secara langsung.

“Apa yang mereka temukan di lapangan nantinya dibawa kembali ke forum untuk dibahas dan dirumuskan bersama,” ujarnya.

Panitia juga menyiapkan sejumlah agenda pengabdian dan aksi lingkungan. Mulai penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, Kendari Bersih hingga bakti sosial di Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

Sultra dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki kekayaan alam sekaligus aktivitas industri yang berkembang. Kondisi tersebut dinilai relevan dengan isu hilirisasi hijau yang menjadi tema utama TWKM XXXV.

“Kami ingin pembangunan terus maju tanpa mengabaikan lingkungan dan kondisi sosial masyarakat. Sulawesi Tenggara memiliki potensi alam dan industri, sehingga melalui kegiatan ini kami ingin mempertemukan pembahasan tentang pembangunan dengan tanggung jawab menjaga lingkungan,” kata Ika.

Diagendakan Dihadiri Dua Menteri dan Gubernur Malut

Ketua Panitia TWKM XXXV Muhamad Kurniawan mengatakan persiapan kegiatan kini memasuki tahap akhir. Sejumlah universitas dan organisasi mahasiswa pencinta alam dari berbagai daerah telah mengonfirmasi kehadiran.

Kegiatan tersebut juga direncanakan dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, serta Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

“Untuk persiapan, secara keseluruhan kami sudah siap. Beberapa peserta dari universitas di Indonesia sudah mengonfirmasi kehadiran dan panitia juga telah menyiapkan kebutuhan teknis untuk seluruh rangkaian kegiatan,” ujar Kurniawan.

Untuk rangkaian Kenal Medan, peserta dibagi ke tiga kegiatan dengan kuota masing-masing 50 orang. Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan gunung hutan, 50 peserta mengikuti panjat tebing, dan 50 peserta lainnya mengikuti diving.

Khusus peserta gunung hutan di Gunung Mekongga, keberangkatan dilakukan lebih awal, yakni 20 Oktober. Kegiatan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu pekan.

Keselamatan peserta menjadi perhatian khusus panitia. Tim evakuasi akan ditempatkan di Pos 2 Gunung Mekongga. Untuk memastikan komunikasi di lapangan, panitia juga berkoordinasi dengan ORARI Kolaka.

“Kami sudah menyiapkan jalur evakuasi dan tim yang akan berada di Pos 2 sebagai tim evakuasi. Untuk komunikasi di lapangan, kami juga sudah berkoordinasi dengan ORARI Kolaka sehingga apabila terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan, komunikasi bisa tetap berjalan,” jelas Kurniawan.

Selain menjadi forum mahasiswa pencinta alam, TWKM XXXV juga diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi alam dan wisata Sultra. Peserta dari berbagai daerah akan mendapat kesempatan mengenal langsung sejumlah kawasan yang menjadi lokasi kegiatan.

Kurniawan mengatakan peserta tidak hanya mengikuti forum, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di lapangan.

“Teman-teman yang datang dari berbagai daerah tidak hanya mengikuti forum, tetapi juga kami ajak melihat langsung potensi alam dan wisata yang ada di Sulawesi Tenggara,” katanya.

Ika menegaskan, pembahasan TWKM XXXV diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi. Temuan selama Kenal Medan maupun aksi pengabdian akan menjadi bahan pembahasan untuk merumuskan rekomendasi.

Salah satu isu yang ingin mendapat perhatian adalah pengelolaan kawasan bekas tambang yang dinilai belum optimal.

“Kami ingin melihat bagaimana pembangunan di daerah kita berjalan berdampingan dengan industri dan lingkungan yang harus dijaga. Salah satunya persoalan kawasan bekas tambang yang belum dikelola dengan baik,” pungkas Ika.*

DPRD Sultra Desak Penyelidikan Dugaan Pelecehan 13 Siswi SMKN 4 Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Muhammad Saenuddin, menyoroti dugaan pelecehan seksual terhadap 13 siswi SMKN 4 Kendari.

Andi meminta pemerintah daerah melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan fakta terkait dugaan tersebut.

“Komisi IV DPRD Sultra mengecam jika hal ini benar adanya dan mendorong pemerintah melakukan penyelidikan internal,” kata Andi, Kamis (2/10/2026).

Ia juga mendorong proses pemeriksaan hingga dugaan tersebut dapat dipastikan berdasarkan fakta dan keterangan pihak terkait.

Meski tengah menjalani agenda reses, Andi mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi pemerintah terkait.

“Besok saya konfirmasi ke Kabid GTK/SMK Dikbud Sultra, juga ke Kadis PPA&KB Provinsi Sultra,” ujarnya.

Dugaan kasus tersebut sebelumnya disampaikan Kepala SMKN 4 Kendari, Herman, setelah menerima laporan dari sejumlah siswi.

Laporan itu diterima pihak sekolah pada Rabu (23/9/2026) dan kemudian ditindaklanjuti melalui klarifikasi.

Sekolah juga menggelar konferensi kasus yang melibatkan sejumlah pihak, termasuk guru dan keluarga guru yang dilaporkan.

Hasilnya, sekolah menerbitkan Surat Keterangan Skorsing dari Tugas Mengajar Nomor 422/103/IX/2026 tertanggal 24 September 2026.

Dalam surat tersebut, guru berinisial IN diberhentikan sementara dari aktivitas mengajar hingga terdapat keputusan lebih lanjut.

Herman sebelumnya menyebut kewenangan pemberian sanksi lebih lanjut berada pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra.

Pihak sekolah juga menyatakan telah memberikan pendampingan konseling kepada siswi yang mengalami dampak psikologis.

Hingga berita ini diterbitkan, Kendarikini.com masih berupaya meminta konfirmasi Kepala GTK Dikbud Sultra, Surakhman.

Media ini juga masih berupaya memperoleh keterangan keluarga siswi terkait langkah hukum yang akan ditempuh.*

Pasar Narkoba Gunung Jati-Kampung Salo hingga Kematian Tahanan Disorot, KARST Minta Kapolri Turun Tangan

0

KENDARIKINI.COM – Konsorsium Aktivis Revolusioner Sulawesi Tenggara (KARST) meminta Kapolri Jenderal Pol. Dr. Suyudi Ario Seto memerintahkan jajaran Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra menuntaskan dugaan jaringan peredaran narkotika di kawasan Gunung Jati dan Kampung Salo, Kota Kendari.

Desakan itu disampaikan KARST yang terdiri atas 14 lembaga. Mereka meminta aparat tidak berhenti pada penindakan terhadap pengguna maupun kurir, tetapi mengungkap pihak yang diduga menjadi pemasok dan pengendali peredaran narkotika di kawasan tersebut.

Koordinator KARST, Ikram, mengatakan negara tidak boleh kalah dalam menghadapi jaringan narkotika.

“Alat negara tidak boleh kalah dengan gembong narkoba. Tidak boleh ada negara dalam negara,” kata Ikram.

Menurut dia, dugaan maraknya peredaran narkotika di kawasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan penyalahgunaan narkoba. KARST menilai kondisi itu berpotensi berkaitan dengan meningkatnya tindak kriminal lain.

Ikram menyebut pihaknya memperoleh informasi mengenai pelaku kriminal yang disebut nekat melakukan aksi kejahatan untuk mendapatkan uang membeli sabu. Namun, informasi tersebut menurut dia perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan aparat penegak hukum.

KARST juga menyoroti informasi mengenai adanya perlawanan terhadap aparat ketika melakukan penindakan di kawasan tersebut.

Sebelumnya, Kasat Narkoba Polresta Kendari AKP Andi Musakkir menyebut Kampung Salo dan Gunung Jati sebagai kawasan yang mendapat perhatian khusus dalam pemberantasan narkotika.

Dalam penindakan pada 2024, kata dia, kendaraan anggota disebut pernah dilempari batu dan nyaris dibakar. Sementara dalam operasi pada 2023, seorang anggota disebut mengalami penikaman.

“Penangkapan 2024, mobil kami dilempari batu dan hampir dibakar,” ungkapnya.

Menurut informasi yang disampaikan aparat, terdapat pula dugaan penggunaan senjata api oleh pelaku di kawasan tersebut. Karena itu, penindakan dinilai membutuhkan keterlibatan lintas lembaga.

“Harus tim gabungan dengan Polda dan BNNP,” kata Andi.

Sorotan Kasus 504 Gram Sabu

Desakan KARST juga muncul di tengah sejumlah kasus narkotika yang masih menjadi perhatian di Sultra.

Salah satunya pengungkapan 504 gram sabu di Kabupaten Kolaka yang menyeret seorang anggota DPRD Kota Kendari berinisial LA dalam proses penelusuran BNNP Sultra.

Kepala Seksi Intelijen BNNP Sultra Isamuddin, yang mewakili Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sultra Kombes Pol Alam Kusuma, sebelumnya mengatakan LA belum dipanggil untuk diperiksa.

Menurut BNNP Sultra, salah seorang pelaku berinisial F yang menggunakan mobil milik LA untuk menjemput sabu di Kolaka telah meninggal dunia saat menjalani penahanan di Rutan BNNP Sultra.

“Bukan berarti tidak ditelusuri. Kami tetap mendalami. Jika ke depan ditemukan bukti keterlibatan LA, tentu akan kami lakukan pemeriksaan dan proses hukum,” ujar Isamuddin, Jumat (6/2/2026).

Dalam kasus tersebut, BNNP Sultra mengamankan AJ dan F saat membawa 504 gram sabu di Pelabuhan Kapal Feri Kolaka. AJ kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum.

BNNP Sultra juga menyebut dua orang lainnya, berinisial E dan J, diduga berkaitan dengan jaringan tersebut dan masih dalam pengejaran.

Tahanan BNNP Meninggal, KARST Minta Kasus Dibuka Terang

KARST turut meminta aparat memberikan penjelasan secara transparan terkait meninggalnya seorang tahanan di Rutan BNNP Sultra pada Oktober 2025.

Tahanan tersebut dikabarkan meninggal dunia pada 7 Oktober 2025. Informasi awal yang beredar menyebut korban meninggal akibat bunuh diri.

Pada malam kejadian, sekitar pukul 22.10 WITA, sebuah ambulans bertuliskan mobil jenazah terlihat memasuki kantor BNNP Sultra. Sekitar 25 menit kemudian, ambulans tersebut keluar dengan membawa jenazah yang telah dibungkus kantong jenazah berwarna oranye.

KARST mengatakan pihaknya juga memperoleh informasi dari masyarakat di kawasan Gunung Jati yang menyebut bahwa tahanan tersebut memiliki keterkaitan dengan kawasan tersebut.

Tidak hanya itu, KARST juga menerima informasi bahwa istri tahanan tersebut kemudian meninggal dunia tidak lama setelah kematian suaminya.

Namun, KARST menegaskan informasi mengenai keterkaitan keduanya dengan kawasan Gunung Jati maupun hubungan antara dua peristiwa kematian tersebut perlu ditelusuri dan diverifikasi oleh aparat berwenang.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat di Gunung Jati mengenai latar belakang tahanan tersebut dan keluarganya. Ini yang kami minta jangan dibiarkan menjadi tanda tanya. Kalau memang tidak ada kaitannya dengan jaringan narkoba atau persoalan lain, jelaskan secara terang kepada publik,” kata Ikram.

Menurut informasi yang diterima KARST, kematian istri korban juga menjadi perhatian masyarakat setempat. Meski demikian, pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab maupun hubungan antara kedua kematian tersebut.

KARST meminta aparat melakukan penelusuran secara menyeluruh, termasuk memastikan penyebab kematian, prosedur penanganan tahanan, serta informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

“Kami tidak sedang menuduh siapa pun. Kami meminta aparat menjelaskan berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan. Kalau memang tidak ada pelanggaran, sampaikan secara terang kepada publik. Kalau ada pelanggaran, siapa pun harus diproses,” tegas Ikram.

Minta Bongkar Rantai Pasok Narkoba

KARST menilai pemberantasan narkotika tidak cukup dilakukan melalui operasi penangkapan secara sporadis. Aparat diminta membongkar rantai pasok, jaringan pengedar, hingga pihak yang diduga menjadi pengendali.

Menurut KARST, perhatian terhadap Gunung Jati dan Kampung Salo harus diikuti dengan operasi dan penyelidikan yang terukur serta melibatkan seluruh institusi yang memiliki kewenangan dalam pemberantasan narkotika.

“Kami meminta Kapolri memerintahkan Kapolda Sultra dan Kepala BNNP Sultra untuk menuntaskan persoalan ini. Harus ada penyelidikan menyeluruh, bukan hanya menangkap orang di lapangan, tetapi membongkar siapa pemasok dan siapa yang mengendalikan,” kata Ikram.

KARST juga meminta setiap dugaan pelanggaran dalam proses penanganan perkara narkotika maupun tahanan diperiksa secara objektif dan transparan.

“Harus tim gabungan yang diturunkan secepatnya,” tutupnya.*

Operator Excavator PT BJP Kecelakaan, Praktisi K3 Pertanyakan Penerapan Keselamatan Kerja

0

KENDARIKINI.COM – Insiden kecelakaan kerja yang menimpa operator excavator PT Batin Jasa Prima (BJP) mendapat sorotan dari praktisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Praktisi K3, Andul, menilai pernyataan Penanggung Jawab Operasional (PJO) PT BJP Richard terkait kecelakaan tersebut perlu dilihat secara lebih menyeluruh, terutama dari sisi penerapan sistem K3 di perusahaan.

Sebelumnya, Richard menyebut kecelakaan terjadi setelah operator excavator tidak mengikuti arahan pengawas untuk tidak membawa alat berat menuju manhole saat pergantian shift.

“Apabila penerapan K3 berjalan, peristiwa kecelakaan tersebut tidak akan terjadi, apalagi peristiwa tersebut terjadi di malam hari,” kata Andul.

Menurut dia, kecelakaan kerja tidak semata-mata dapat dilihat dari tindakan pekerja. Perusahaan juga memiliki tanggung jawab memastikan prosedur keselamatan, pengawasan, kompetensi pekerja, hingga kelayakan peralatan telah terpenuhi sebelum aktivitas dilakukan.

Andul juga mempertanyakan apakah insiden tersebut telah dilaporkan kepada Inspektur Tambang maupun Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Disnakertrans Sulawesi Tenggara.

Ia merujuk pada ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, khususnya Pasal 11, yang mengatur kewajiban pengurus atau pengusaha melaporkan setiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja.

Selain itu, tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan kerja juga diatur dalam Permenaker Nomor 03 Tahun 1998. Sementara ketentuan terkait pelaporan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) atau Penyakit Akibat Kerja (PAK) kepada BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki dasar regulasi tersendiri.

Andul meminta PT BJP terbuka mengenai langkah yang dilakukan setelah kecelakaan tersebut, termasuk waktu pelaporan dan pihak yang menerima laporan.

“Jangan sampai setelah terjadi kecelakaan, persoalannya hanya dibebankan kepada pekerja. Harus dilihat apakah seluruh sistem K3 di perusahaan sudah berjalan,” ujarnya.

Pertanyakan Ahli K3 dan P2K3

Selain pelaporan kecelakaan, Andul juga mempertanyakan keberadaan personel dan perangkat K3 di lingkungan PT BJP.

Ia meminta perusahaan menjelaskan apakah memiliki Ahli K3 serta Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut dia, keberadaan Ahli K3 dan P2K3 penting untuk memastikan penerapan K3 tidak berhenti pada aturan tertulis, tetapi benar-benar diterapkan dalam aktivitas operasional.

Andul juga menyoroti aspek kompetensi operator excavator.

Ia mempertanyakan apakah operator yang mengalami kecelakaan telah memiliki lisensi atau kompetensi yang dipersyaratkan untuk mengoperasikan alat tersebut.

Tak hanya operator, kondisi excavator yang digunakan juga perlu diperiksa. Andul mempertanyakan apakah alat berat tersebut telah menjalani pemeriksaan dan pengujian awal maupun berkala sebagaimana ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja pesawat angkat dan angkut.

Hal itu, kata dia, menjadi penting untuk memastikan kecelakaan tidak hanya dilihat dari kesalahan manusia, tetapi juga dari faktor peralatan, prosedur kerja, lingkungan kerja, serta sistem pengawasan.

Penjelasan PT BJP

Sebelumnya, PJO PT Batin Jasa Prima (BJP), Richard, angkat bicara mengenai kecelakaan kerja yang menimpa salah seorang operator excavator saat menjalankan aktivitas pekerjaan.

Richard mengatakan, sebelum insiden terjadi, korban telah mendapat arahan dari pengawas agar tidak membawa alat berat menuju manhole saat pergantian shift.

“Sebelum kejadian korban sudah diberitahu agar excavator disimpan saja dan operator turun jalan kaki. Hanya saja korban tidak mengikuti arahan dari pengawas sehingga insiden tersebut terjadi,” ujar Richard saat dikonfirmasi Teropong Sultra, Senin (21/9/2026).

Menurut Richard, saat insiden berlangsung operator disebut tidak mengenakan sabuk pengaman atau safety belt.

Akibatnya, korban terlempar dari posisi operator dan mengalami sejumlah luka.

“Korban mengalami luka lecet pada siku dan dahi serta luka sobek. Korban langsung mendapatkan perawatan medis,” kata Richard.

Hingga berita ini ditulis, sorotan praktisi K3 tersebut menitikberatkan pada perlunya keterbukaan mengenai penerapan prosedur keselamatan, kompetensi operator, kelayakan alat, serta mekanisme pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan kerja di PT BJP.*

HIPPMAKOTA Desak Kejari Kendari Telusuri Dana Beasiswa Dikbud

0

KENDARIKINI.COM – Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kota (HIPPMAKOTA) Kendari mendesak Kejari Kendari menelusuri penyaluran dana pendidikan Dikbud Kendari.

Sorotan tersebut mencakup bantuan pendidikan dan perlengkapan sekolah untuk siswa TK, SD, hingga SMP.

HIPPMAKOTA menyebut anggaran program tersebut mencapai lebih dari Rp1,93 miliar melalui APBD Kota Kendari 2026.

Berdasarkan data HIPPMAKOTA, terdapat 1.934 penerima manfaat dalam program tersebut.

Sebanyak 812 siswa menerima beasiswa, sedangkan 1.122 siswa memperoleh bantuan perlengkapan sekolah.

Ketua HIPPMAKOTA Kendari, Ikhram, meminta kejaksaan memastikan penyaluran bantuan berjalan transparan dan tepat sasaran.

“Kami mendesak Kejari Kendari mengatensi penyaluran dana bantuan pendidikan dan beasiswa,” kata Ikhram, Kamis (2/10/2026).

Ia meminta dugaan pemotongan bantuan, manipulasi data penerima, hingga penggelapan dana ditelusuri apabila ditemukan indikasi.

HIPPMAKOTA juga menyoroti anggaran beasiswa perguruan tinggi senilai Rp500 juta untuk 50 mahasiswa aktif.

Program tersebut mencakup mahasiswa jenjang D3, D4, S1, S2, hingga S3.

Ikhram meminta penerima beasiswa diverifikasi untuk memastikan bantuan diberikan sesuai persyaratan yang berlaku.

“Kami khawatir hal tersebut menjadi celah penggelapan dana dan manipulasi data penerima,” ujarnya.

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dikbud Kendari, Saemina, memastikan penyaluran bantuan telah dilakukan sesuai data sekolah.

“Iye sudah dibagikan sesuai data dari sekolah untuk baju seragam,” kata Saemina.

Untuk beasiswa, Saemina mengatakan dana diambil langsung orang tua siswa melalui Bank Sultra.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Kendari, Ilmiawan, menyatakan laporan tersebut akan menjadi perhatian pihaknya.

“Kami akan tindak lanjuti, buat telaah untuk diteruskan ke pimpinan,” ujar Ilmiawan.

Kejari Kendari selanjutnya akan melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan indikasi dan dugaan yang disampaikan masyarakat.*

Skorsing Guru SMKN 4 Kendari Disorot, Berlaku hingga Ada Keputusan Lanjutan

0

KENDARIKINI.COM – Penanganan dugaan pelecehan seksual terhadap 13 siswi SMKN 4 Kendari memasuki babak baru.

Pihak sekolah telah menjatuhkan skorsing terhadap guru Muh Ilham Nusi dari tugas mengajar.

Namun, surat skorsing tersebut menjadi sorotan karena tidak mencantumkan batas waktu berakhirnya sanksi.

Dalam surat bernomor 422/103/IX/2026 tertanggal 24 September 2026, skorsing berlaku sampai terdapat keputusan lebih lanjut.

Keputusan lanjutan baru dilakukan setelah proses klarifikasi, pemeriksaan, pembinaan, dan penyelesaian administratif terhadap guru tersebut.

Surat itu juga menyebut skorsing merupakan tindakan administratif sementara, bukan penetapan jenis hukuman disiplin.

Selama menjalani skorsing, Ilham dilarang melaksanakan kegiatan pembelajaran dan tidak diperbolehkan mengajar sesuai jadwal.

Ia juga dilarang menjalankan tugas tambahan berkaitan dengan pembelajaran, kecuali penugasan tertulis dari kepala sekolah.

Selain itu, Ilham diwajibkan memenuhi panggilan kepala sekolah atau pejabat berwenang untuk kepentingan klarifikasi maupun pemeriksaan.

Kepala SMKN 4 Kendari, Herman, mengatakan laporan dugaan pelecehan diterima pihak sekolah pada Rabu (23/9/2026).

“Hari Kamis pagi, saya panggil Ilham untuk konfirmasi mengenai kejadian ini. Namun, yang bersangkutan tidak mengakui perbuatannya,” kata Herman.

Sekolah kemudian menggelar konferensi kasus dengan melibatkan guru, wali kelas, ketua jurusan, siswi pelapor, dan keluarga Ilham.

Herman menyebut keputusan skorsing diambil sembari menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara.

Pada Jumat (25/9/2026), Herman mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada Dikbud Sultra.

“Skorsing ini berupa pemberhentian sementara dari seluruh aktivitas mengajar di sekolah,” ujar Herman.

Menurut Herman, pihak sekolah juga telah memberikan pendampingan konseling kepada siswi yang mengalami trauma.

Sementara itu, tuntutan pemecatan terhadap Ilham disebut menjadi kewenangan Dikbud Sultra.

Hingga berita ini diterbitkan, Kendarikini.com masih berupaya meminta konfirmasi Kepala GTK Dikbud Sultra, Surakhman.*

PLN UID Sulselrabar Raih Gold ICA dan ISDA Awards 2026 Lewat RAPPO Living

0

KENDARIKINI.COM – PLN UID Sulselrabar meraih penghargaan Gold melalui program TJSL RAPPO Living: From Plastic Waste to Circular Furniture.

Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Indonesian CSR Awards (ICA) dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026.

Penganugerahan berlangsung di Binakarna Auditorium, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (29/9/2026).

Ajang tersebut diikuti 275 peserta sebagai bentuk apresiasi terhadap program tanggung jawab sosial dan pencapaian pembangunan berkelanjutan.

RAPPO Living merupakan kolaborasi PLN UID Sulselrabar bersama Rappo Indonesia untuk mengatasi persoalan sampah plastik.

Program tersebut sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir di Kota Makassar, khususnya wilayah Untia.

Melalui konsep ekonomi sirkular, sampah plastik jenis HDPE dan PP diolah menjadi furnitur serta berbagai aksesori.

Program ini mengubah sampah menjadi produk bernilai guna dan ekonomi, sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan.

General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi memperkuat program TJSL berkelanjutan.

“Melalui RAPPO Living, PLN mendukung masyarakat mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi,” kata Edyansyah.

PLN memberikan dukungan sarana produksi, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat pesisir dalam menjalankan program tersebut.

Berdasarkan data program, RAPPO Living telah mengolah 10,2 ton sampah plastik dan melibatkan lebih dari 200 masyarakat.

Program tersebut juga melibatkan bank sampah, pengepul, komunitas lingkungan, dan sejumlah mitra dalam pengembangan kegiatan.

Kolaborasi itu mendukung pengumpulan bahan baku, pengembangan produk, hingga perluasan pemasaran hasil pengolahan sampah.

PLN UID Sulselrabar menyebut RAPPO Living mendorong terciptanya peluang kerja hijau sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

Raihan Gold ICA dan ISDA Awards 2026 menjadi bagian dari komitmen PLN mengembangkan program TJSL inovatif dan berkelanjutan.*

DPRD Kendari Desak Pertamina Usut Penyalahgunaan Barcode di SPBU THR

0

KENDARIKINI.COM – DPRD Kota Kendari mendesak Pertamina mengusut dugaan penggunaan barcode MyPertamina milik konsumen lain di SPBU THR.

SPBU tersebut berada di Jalan Budi Utomo No.34, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari.

Desakan itu disampaikan Anggota DPRD Kota Kendari, Rajab, saat dikonfirmasi wartawan KENDARIKINI, Kamis malam (1/10/2026).

Rajab menilai penggunaan barcode milik konsumen lain merupakan persoalan serius dan tidak dapat dianggap sebagai kelalaian.

“Terkait penggunaan barcode orang lain, saya pikir ini bagian dari kesalahan serius, bukan lagi kelalaian,” tegas Rajab.

Ia meminta Pertamina memberikan tindakan tegas terhadap SPBU yang menggunakan barcode tidak sesuai ketentuan.

Rajab menyebut DPRD bersama Pemerintah Kota Kendari telah melakukan pengawasan terkait distribusi BBM bersubsidi.

“Bahkan DPR sudah coba turun ke lapangan untuk memeriksa segala permainan dan kecurangan yang dilakukan SPBU terkait barcode,” katanya.

Menurutnya, penggunaan barcode konsumen lain secara sengaja atau berulang harus menjadi perhatian Pertamina.

Rajab juga mengaitkan persoalan barcode dengan antrean BBM bersubsidi, khususnya Pertalite, di Kota Kendari.

Ia khawatir penyalahgunaan barcode dapat dimanfaatkan untuk penimbunan BBM bersubsidi.

“Sekarang masih ada lagi yang menggunakan barcode orang lain, mengambil hak orang lain. Kita khawatir ini kepentingan penimbunan,” ujarnya.

Karena itu, Rajab meminta Pertamina memeriksa secara menyeluruh SPBU yang diduga menggunakan barcode milik konsumen lain.

Ia juga meminta dugaan keterlibatan petugas SPBU dalam penggunaan barcode tersebut turut diperiksa.

“Dan harus ada sanksi. Tidak ada lagi tidak ada sanksi,” pungkasnya.*

13 Siswi SMKN 4 Kendari Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Guru

KENDARIKINI.COM – Seorang guru SMKN 4 Kendari berinisial I diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 13 siswi.

Dugaan tersebut disampaikan sejumlah siswi yang mengaku mengalami tindakan tidak pantas saat mengikuti kegiatan pembelajaran.

Para siswi mengaku tindakan tersebut terjadi saat proses pembelajaran di kelas maupun ketika kegiatan belajar kelompok.

Salah seorang siswi mengatakan tindakan tersebut awalnya dianggap sebagai ketidaksengajaan karena terjadi beberapa kali.

Namun, menurut korban, tindakan serupa kemudian dialami berulang kali oleh sejumlah siswi lainnya.

“Pertama mungkin tidak sengaja, tapi lama-kelamaan kami rasa tidak mungkin tidak sengaja,” ujar salah seorang siswi.

Para siswi kemudian saling berkomunikasi dan mengetahui adanya pengakuan serupa dari siswi lainnya.

Mereka menyebut sebagian besar siswi dalam kelompok tersebut mengaku pernah mengalami tindakan yang dianggap tidak pantas.

Para siswi selanjutnya menyampaikan persoalan tersebut kepada Kepala SMKN 4 Kendari, Herman.

Dalam pertemuan tersebut, para siswi mempertanyakan kemungkinan tindakan guru dikaitkan dengan nilai akademik mereka.

Kepala sekolah, menurut rekaman pengakuan yang diterima Kendarikini.com, membantah adanya keterkaitan antara laporan tersebut dan nilai akademik.

“Tidak ada hubungannya dengan itu, kalian tidak usah ragu,” kata Herman dalam rekaman tersebut.

Sejumlah siswi mengaku sebelumnya enggan melapor karena khawatir nilai akademiknya terpengaruh.

Mereka juga mengaku kecewa setelah persoalan tersebut dibahas bersama pihak sekolah dan orang tua.

Salah seorang wali siswi menilai pihak sekolah tidak semestinya mengabaikan dugaan pelecehan yang disampaikan para korban.

Para siswi juga mengaku sempat dipertemukan dengan guru yang mereka laporkan dalam proses mediasi sekolah.

Salah seorang siswi mengaku mengalami trauma ketika harus bertemu kembali dengan guru tersebut.

“Kita dikasih ketemu. Baru dia masuk, saya sudah masuk duluan,” ujar siswi tersebut.

Para siswi berharap dugaan kasus tersebut dapat diproses melalui mekanisme hukum dan ditangani secara serius.

Hingga berita ini diterbitkan, Kendarikini.com telah menghubungi Kepala SMKN 4 Kendari melalui pesan dan telepon WhatsApp.

Namun, Herman belum memberikan tanggapan terkait dugaan tersebut hingga berita ini ditayangkan.*

Polresta Kendari Tangkap Paman yang Diduga Cabuli Keponakan Berulang Kali

0

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari menangkap seorang pria berinisial SA (46), terduga pelaku tindak pidana persetubuhan terhadap anak.

Penangkapan dilakukan Tim URC Buser77 Satreskrim bersama Unit Kamneg Satintelkam Polresta Kendari, Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 02.15 WITA.

Kapolresta Kendari KBP Safi’i Nafsikin melalui Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau membenarkan pengungkapan kasus tersebut.

“Korban merupakan anak perempuan berusia 13 tahun yang masih berstatus pelajar SMP. Identitas korban tidak dipublikasikan demi perlindungan anak,” katanya.

Menurut keterangan kepolisian, peristiwa tersebut terjadi di rumah terduga pelaku pada sekitar pertengahan 2025.

“Penyidik menyebut terduga pelaku diduga melakukan persetubuhan terhadap korban secara berulang ketika korban berada di rumahnya,” tambahnya.

Dalam pemeriksaan awal, SA disebut mengakui telah melakukan perbuatan tersebut sebanyak sekitar lima kali.

Polisi juga menyebut terduga pelaku memberikan sejumlah uang kepada korban setelah melakukan perbuatannya.

“Berdasarkan keterangan penyidik, korban dan terduga pelaku memiliki hubungan keluarga melalui istri terduga pelaku, pelaku merupakan paman korban,” ungkapnya.

Kasus tersebut terungkap setelah laporan dibuat dan penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup.

“Tim kemudian melakukan pencarian hingga berhasil mengamankan terduga pelaku di wilayah Puuwatu, Kota Kendari,” tuturnya.

Polisi menyita hasil pemeriksaan visum sebagai salah satu barang bukti dalam penanganan perkara tersebut.

“Atas perbuatannya, SA disangkakan melanggar Pasal 473 Ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” pungkasnya.

Polresta Kendari masih melakukan proses penyidikan untuk melengkapi berkas perkara dan mendalami seluruh fakta terkait kasus tersebut.*

Tiongkok Kuasai 95,30 Persen Pangsa Pasar Ekspor Sultra 2026

KENDARIKINI.COM – Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, pangsa ekspor ke Tiongkok mencapai 95,30 persen dari total ekspor daerah tersebut.

Data tersebut disampaikan BPS Sultra dalam rilis statistik di Lantai 3 Gedung BPS Sultra, Jalan Boulevard, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Kamis (1/10/2026).

Selain Tiongkok, ekspor Sultra juga ditujukan ke India sebesar 2,50 persen, Amerika Serikat 1,21 persen, Korea Selatan 0,63 persen, Puerto Rico 0,07 persen, serta negara lainnya sebesar 0,29 persen.

Nilai ekspor Sultra ke Tiongkok selama delapan bulan pertama 2026 tercatat sebesar US$2.500,80 juta. Komoditas utama yang diekspor berupa besi dan baja (HS 72), biji-bijian berminyak (HS 12), serta ikan dan udang (HS 03).

Untuk komoditas besi dan baja, nilai ekspornya tercatat US$2.530,60 juta. Sementara biji-bijian berminyak mencapai US$1,83 juta dan ikan serta udang sebesar US$0,72 juta.

India menjadi negara tujuan ekspor terbesar kedua dengan nilai US$66,36 juta. Ekspor ke negara tersebut didominasi besi dan baja senilai US$66,16 juta serta minyak atsiri dan kosmetik wangi-wangian (HS 33) sebesar US$0,20 juta.

Sementara itu, ekspor Sultra ke Amerika Serikat mencapai US$32,23 juta. Komoditas yang dikirim antara lain ikan dan udang senilai US$24,57 juta, daging dan ikan olahan sebesar US$7,66 juta, serta hasil karya seni sebesar US$0,01 juta.

Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, mengatakan tingginya ekspor Sultra masih ditopang komoditas besi dan baja, khususnya feronikel. Namun, menurutnya, pemerintah daerah perlu mencermati peningkatan impor pada sejumlah sektor.

“Pola ekspor kita lumayan tinggi didominasi besi baja feronikel, cuma yang patut menjadi perhatian bersama adalah tingginya peningkatan dari sektor impor, meskipun saat ini kita masih mencatatkan surplus 24 juta dolar AS. Sektor impor ini juga harus dikendalikan secara bijak, terutama untuk barang perlengkapan dan minyak,” kata Hadi kepada Kendarikini.com usai rilis, Kamis (1/10/2026).

Ia mengingatkan pengendalian impor perlu dilakukan agar surplus perdagangan Sultra tetap terjaga dan struktur perdagangan daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.*

BPS Sultra: Inflasi Tertinggi di Kolaka, Terendah di Bau-bau

KENDARIKINI.COM – BPS mencatat Sulawesi Tenggara mengalami inflasi tahunan sebesar 4,17 persen pada September 2026.

Kepala BPS Sultra Hadi Susanto mengatakan inflasi y-on-y tersebut tercermin dari IHK sebesar 114,62.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kolaka sebesar 4,42 persen dengan IHK 116,55.

Sementara inflasi terendah tercatat di Kota Baubau sebesar 3,23 persen dengan IHK 115,04.

Seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga sepanjang periode September 2025 hingga September 2026.

Kelompok transportasi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 6,85 persen, disusul perawatan pribadi 6,82 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami kenaikan sebesar 4,52 persen.

Secara bulanan, Sultra mengalami inflasi sebesar 0,53 persen pada September 2026.

Sementara secara kumulatif sepanjang tahun, inflasi Sultra tercatat sebesar 4,57 persen.

NTP Sultra Naik

Di sektor pertanian, NTP Sultra meningkat 2,16 persen dari 113,12 menjadi 115,56.

Kenaikan tersebut dipengaruhi indeks harga yang diterima petani sebesar 2,72 persen.

Sementara indeks harga yang dibayar petani hanya meningkat sebesar 0,55 persen.

BPS juga mencatat IKRT Sultra meningkat 0,52 persen pada September 2026.

Okupansi Hotel Menurun

Pada Agustus 2026, TPK hotel bintang di Sultra tercatat 35,16 persen.

Angka tersebut turun 1,59 poin dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 36,75 persen.

Rata-rata lama menginap tamu juga turun menjadi 1,38 malam dari sebelumnya 1,40 malam.

Ekspor Sultra Tembus US$342,86 Juta

Nilai ekspor Sultra pada Agustus 2026 mencapai US$342,86 juta, meningkat 23,13 persen.

Ekspor tersebut didominasi sektor industri pengolahan sebesar US$2,65 miliar sepanjang Januari-Agustus 2026.

Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor Sultra dengan nilai US$2,53 miliar.

Sementara nilai impor Agustus 2026 mencapai US$318,86 juta, meningkat 212,78 persen secara tahunan.

Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Sultra pada Agustus 2026 mencatat surplus US$24 juta.*

Inflasi Sultra 0,53 Persen pada September 2026, Harga Cabai Rawit Melonjak

KENDARIKINI.COM – BPS Sulawesi Tenggara mencatat inflasi sebesar 0,53 persen pada September 2026.

Data tersebut dirilis BPS Sultra pada Kamis (1/10/2026) di Gedung BPS Sultra, Kota Kendari.

Kepala BPS Sultra Hadi Susanto mengatakan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi.

Cabai rawit menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar dari kelompok pangan, yakni 0,10 persen.

“Penyebab inflasi dari kelompok makanan yang paling signifikan pada bulan ini adalah cabai rawit,” kata Hadi.

Selain cabai rawit, sejumlah komoditas pangan turut mendorong inflasi Sultra selama September.

Ikan bandeng dan kangkung masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,07 persen.

Kemudian bayam 0,05 persen, ikan teri dan ikan cakalang masing-masing 0,04 persen.

Telur ayam ras serta daun kelor masing-masing memberikan andil sebesar 0,03 persen.

Dari sektor pendidikan, biaya perguruan tinggi turut menyumbang inflasi sebesar 0,07 persen.

Kenaikan tersebut seiring dimulainya tahun akademik baru pada sejumlah perguruan tinggi.

Namun, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi Sultra.

Minyak goreng menjadi penahan terbesar dengan andil deflasi sebesar 0,05 persen.

Penurunan harga ikan selar turut memberikan andil deflasi sebesar 0,04 persen.

Komoditas lainnya yakni emas perhiasan, ikan kembung, angkutan udara, dan pepaya.

Masing-masing komoditas tersebut memberikan andil deflasi sebesar 0,02 persen.

Hadi berharap data BPS dapat menjadi acuan pemerintah dalam mengevaluasi kondisi perekonomian daerah.

Data tersebut juga diharapkan membantu pemerintah merumuskan langkah intervensi berdasarkan kondisi riil pasar.*

Eko Hery Winarno Gantikan Harry Bowo, BPKP Sultra Perkuat Pengawasan Pembangunan

0

KENDARIKINI.COM – Eko Hery Winarno resmi menggantikan Harry Bowo sebagai Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara.

Eko sebelumnya menjabat Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat. Pergantian tersebut berlangsung Kamis (1/10/2026).

Wakil Gubernur Sultra Hugua mengatakan, BPKP berperan penting mengawal akuntabilitas dan pelaksanaan program pembangunan daerah.

Ia berharap kepemimpinan Eko dapat melanjutkan sinergi BPKP dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.

“BPKP terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Hugua.

Menurut Hugua, pengawasan BPKP perlu mempertimbangkan tingkat risiko dan dampaknya terhadap masyarakat.

Hasil pengawasan tersebut diharapkan menjadi bahan pemerintah dalam mengambil keputusan dan memperbaiki penyelenggaraan pemerintahan.

Sementara itu, Deputi BPKP Susilo Widhyantoro mengatakan pergantian kepala perwakilan bukan sekadar pergantian kepemimpinan.

Menurutnya, momentum tersebut sekaligus memperkuat sinergi BPKP dengan Pemprov Sultra dalam mengawal pembangunan.

“Keberhasilan pengawasan tidak semata diukur dari banyaknya penugasan atau laporan yang diterbitkan,” ujar Susilo.

Ia mengatakan pengawasan harus membantu pemerintah menyelesaikan masalah, memperbaiki tata kelola, dan mengendalikan risiko.

Selain itu, pengawasan diarahkan untuk memastikan program pembangunan memberikan hasil dan manfaat bagi masyarakat.

Susilo menegaskan penguatan tata kelola perlu berjalan bersama pencegahan dan pengendalian fraud.

Ia juga meminta independensi dan objektivitas profesional tetap dijaga dalam setiap pelaksanaan pengawasan.

Dengan kepemimpinan baru, BPKP Sultra diharapkan mampu memberikan peringatan dini terhadap risiko pembangunan.

“BPKP diharapkan semakin hadir sebagai mitra strategis pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota,” pungkasnya.*

Hari Kesaktian Pancasila, Pemkot Kendari Serahkan Beasiswa dan Seragam Sekolah

0

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Kota Kendari memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2026 melalui upacara di Balai Kota Kendari, Kamis (1/10/2026).

Upacara tingkat Kota Kendari tersebut dipimpin Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, S.K.M.

Kegiatan turut dihadiri Wakil Wali Kota Kendari, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, serta ASN Pemkot Kendari.

Upacara diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Kendari.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum memperkuat persatuan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Kendari juga menyerahkan bantuan pendidikan kepada peserta didik.

Wali Kota Kendari menyerahkan beasiswa dan bantuan seragam sekolah bagi siswa jenjang TK, SD, hingga SMP.

Bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkot Kendari mendukung keberlanjutan pendidikan dan meringankan beban orang tua.

Pemkot Kendari berharap bantuan tersebut memastikan anak-anak memperoleh pendidikan yang layak dan berkelanjutan.

Selain bantuan pendidikan, Wali Kota Kendari menyerahkan hadiah kepada pemenang Lomba Video Konten Literasi.

Penghargaan diberikan sebagai apresiasi terhadap kreativitas pelajar dalam menghasilkan karya edukatif berbasis media digital.

Lomba tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan budaya literasi.

Pemkot Kendari juga mendorong generasi muda memanfaatkan teknologi informasi secara bijak dan produktif.

Pemerintah Kota Kendari menilai Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum memperkuat karakter dan semangat gotong royong generasi penerus.*

Vale Indonesia Raih Penghargaan Kementerian ESDM atas Bantuan Gempa NTT

0

KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia Tbk menerima penghargaan Kementerian ESDM atas kontribusinya dalam penanganan gempa bumi di NTT.

Penghargaan diberikan dalam acara Penyerahan Penghargaan Aksi Kemanusiaan Tim ESDM Siaga Bencana 2026 di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Vale Indonesia masuk dalam daftar penerima penghargaan kategori “Bantuan Tanggap Darurat Turun ke Lapangan”.

Penghargaan tersebut diterima Corporate Health and Safety Vale Indonesia, Otok Nugroho, mewakili perusahaan.

Otok mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap kolaborasi dalam membantu masyarakat terdampak bencana alam.

“Yang paling penting adalah bagaimana kapasitas yang kita miliki segera diterjemahkan menjadi dukungan bagi masyarakat terdampak,” kata Otok.

Dalam penanganan gempa NTT, Vale Indonesia menyalurkan kebutuhan pokok, perlengkapan darurat, dan obat-obatan pada 21 Agustus 2026.

Bantuan tersebut diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur bersama BPBD Nusa Tenggara Timur.

Selanjutnya, bantuan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di wilayah tersebut.

Menurut Kementerian ESDM, Program ESDM Siaga Bencana mulai bergerak pada 16 Agustus 2026, sehari setelah gempa.

Hingga akhir Agustus, Kementerian ESDM menyiapkan 48 unit genset untuk fasilitas kesehatan di tujuh kabupaten terdampak.

Pada 3 September 2026, sebanyak 58 tim dari 78 perusahaan subsektor mineral dan batubara telah dikerahkan.

Tim tersebut turut didukung Inspektur Tambang di sejumlah wilayah terdampak bencana.

Kementerian ESDM menyebut kolaborasi lintas sektor penting mempercepat penanganan dampak bencana di NTT.

Dukungan sektor ESDM mencakup pengerahan personel, logistik, layanan kesehatan, dan kebutuhan energi fasilitas vital.

Vale Indonesia menyatakan keterlibatan dalam aksi kemanusiaan merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung masyarakat saat bencana.*

Gubernur Sultra Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026.

Upacara berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sultra, Kamis (1/10/2026).

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Upacara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sultra, Forkopimda, serta jajaran pejabat Pemprov Sultra.

Turut hadir Staf Ahli Gubernur, para Asisten Setda, kepala perangkat daerah, hingga pejabat struktural dan fungsional.

Seluruh ASN lingkup Pemerintah Provinsi Sultra juga mengikuti rangkaian upacara tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali laporan kesiapan upacara kepada Gubernur Sultra selaku pembina upacara.

Selanjutnya, dilakukan mengheningkan cipta yang dipimpin langsung Andi Sumangerukka.

Upacara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Teks Pancasila dan Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Gubernur Sultra selanjutnya membacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila.

Dalam ikrar tersebut disebutkan berbagai rongrongan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak kemerdekaan.

Rongrongan tersebut berasal dari dalam maupun luar negeri dan berupaya menumbangkan Pancasila sebagai ideologi negara.

Ikrar juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai upaya yang mengancam keutuhan NKRI.

Nilai-nilai Pancasila disebut menjadi landasan dalam memperkokoh persatuan dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui ikrar tersebut, bangsa Indonesia menegaskan tekad mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Nilai Pancasila juga ditegaskan sebagai sumber kekuatan dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan.*

PLN Sulselrabar Raih Silver Awards 2026 Lewat Kampung Energi Saukang

0

KENDARIKINI.COM – PLN UID Sulselrabar meraih penghargaan Silver CSR dan PDB Awards 2026 melalui program Kampung Energi Mandiri Saukang.

Program tersebut mengolah limbah ternak menjadi biogas dan pupuk organik bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Penghargaan diberikan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama Indonesia Social Sustainability Forum (ISSF).

Penganugerahan berlangsung di Kantor Kemendes PDT, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026).

CSR dan PDB Awards 2026 memberikan penghargaan kepada 61 perusahaan melalui 74 program pembangunan perdesaan.

Program Kampung Energi Mandiri Saukang berlokasi di Dusun Bakae, Desa Saukang, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Program tersebut dikembangkan PLN bersama Yayasan Peduli Bangsa (YPB) Sinjai, pemerintah setempat, dan masyarakat.

Kolaborasi itu menghubungkan sektor peternakan, energi, dan pertanian melalui pendekatan ekonomi sirkular.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi mengembangkan program berbasis potensi lokal.

“Limbah ternak yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini dapat digunakan untuk kebutuhan memasak,” ujar Edyansyah.

Menurutnya, hasil pengolahan limbah juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Dalam program tersebut, PLN menyediakan satu unit digester biogas berkapasitas 12 meter kubik.

PLN juga menyediakan kandang sapi komunal serta jaringan biogas yang melayani 10 rumah tangga.

Penyediaan infrastruktur tersebut disertai pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat.

Pendampingan dilakukan agar masyarakat mampu mengoperasikan dan memelihara instalasi biogas secara berkelanjutan.

Program Kampung Energi Mandiri Saukang mengintegrasikan pemanfaatan energi bersih dengan pemberdayaan masyarakat.

PLN menyatakan program tersebut menjadi bagian dari komitmen menghadirkan TJSL yang inovatif dan berkelanjutan.*

Jalan Batas Konsel–Lapoa Mulai Diaspal Oktober 2026, Anggaran Rp20 Miliar

0

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memastikan pengaspalan jalan Batas Konawe Selatan (Konsel)–Lapoa dimulai Oktober 2026.

Ruas jalan di Kecamatan Lalembuu tersebut akan ditangani melalui skema Inpres Jalan Daerah Nasional (IJDN).

Pekerjaan pengaspalan diperkirakan mencakup sepanjang 4,77 kilometer dengan nilai anggaran mencapai Rp20 miliar.

Tim Ahli Gubernur Sulawesi Tenggara, Rudi Supriono, membenarkan rencana penanganan ruas jalan tersebut.

“Informasinya sekitar 4,77 kilometer dengan anggaran Rp20 miliar,” kata Rudi.

Menurut Rudi, pekerjaan pengaspalan direncanakan mulai dilaksanakan pada Oktober 2026.

Ia menyebut informasi resmi terkait pekerjaan tersebut akan disampaikan pemerintah dalam waktu dekat.

Rudi mengatakan penanganan jalan Batas Konsel–Lapoa merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sultra memperbaiki infrastruktur secara bertahap.

“Harapan kami masyarakat bersabar dan bersama-sama mengawal proses pembangunan ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan pembangunan infrastruktur membutuhkan tahapan berdasarkan program, ketersediaan anggaran, serta kemampuan pemerintah.

Karena itu, masyarakat diharapkan turut mengawal pelaksanaan pembangunan agar berjalan sesuai rencana.

Penanganan ruas tersebut juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas masyarakat Kecamatan Lalembuu dan wilayah sekitarnya.

Perbaikan jalan diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Akses jalan yang lebih baik juga diharapkan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada transportasi darat.*

Barcode MyPertamina Atika Dipakai Kendaraan Lain di SPBU THR Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Penggunaan barcode MyPertamina menjadi sorotan setelah barcode milik Atika Harli tercatat digunakan di SPBU THR.

SPBU tersebut berlokasi di Jalan Budi Utomo No.34, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (30/9/2026), ketika Atika mengantre untuk melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM).

Saat tiba gilirannya, barcode MyPertamina milik Atika tidak dapat digunakan karena tercatat sudah dipakai dalam transaksi sebelumnya.

Atika mengaku belum melakukan pengisian BBM ketika sistem menunjukkan barcode miliknya telah digunakan sekitar satu jam sebelumnya.

Melalui akun Instagram pribadinya, Atika mempertanyakan bagaimana barcode miliknya dapat digunakan kendaraan lain sebelum dirinya melakukan transaksi.

“Bukan baru satu kali ini kejadian, pasti kalian masih ingat,” ujar Atika dalam unggahannya.

Atika kemudian meminta pihak SPBU menelusuri kendaraan yang menggunakan barcode miliknya dalam transaksi tersebut.

Menurut Atika, transaksi itu baru berlangsung sekitar satu jam sebelumnya sehingga pengguna barcode seharusnya dapat ditelusuri.

“Telepon kan mi itu, siapa yang pakai barcode saya, karena baru-baru,” katanya.

Atika mengaku belum memperoleh solusi yang diharapkannya dari pihak SPBU terkait persoalan tersebut.

Ia meminta informasi mengenai pengguna barcode tersebut dan berharap pihak SPBU menghubunginya untuk memberikan penjelasan.

Keluhan Atika kemudian mendapat tanggapan dari sejumlah warganet melalui kolom komentar unggahan Instagram tersebut.

Sejumlah warganet mempertanyakan mekanisme verifikasi barcode dengan kendaraan saat transaksi pengisian BBM dilakukan.

Akun @cikhaacuu_22 mempertanyakan kesesuaian barcode dengan pelat nomor kendaraan yang melakukan pengisian BBM.

“Yang salah pegawai SPBU-nya, kenapa diisikan kalau beda barcode dengan plat mobil,” tulisnya.

Sementara akun @syawal_pesulap_ Kendari mempertanyakan bagaimana barcode konsumen dapat digunakan pihak lain.

Namun, komentar warganet tersebut masih berupa dugaan dan belum membuktikan adanya keterlibatan petugas SPBU.

Atika meminta pihak terkait menjelaskan siapa pengguna barcode tersebut serta bagaimana transaksi dapat dilakukan sebelumnya.

Hingga berita ini diterbitkan, SPBU THR maupun Pertamina belum memberikan penjelasan terkait keluhan tersebut.*

Pemkot Kendari dan UM Kendari Perkuat Kerja Sama Pendidikan

KENDARIKINI.COM – Pemkot Kendari memperkuat kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari).

Kerja sama tersebut ditandai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Penandatanganan berlangsung pada Rabu (30/9/2026), dengan fokus pendidikan, SDM, inovasi, dan pembangunan daerah.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan pendidikan menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Menurut Siska, pendidikan berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas SDM dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Tidak ada lagi alasan masyarakat Kota Kendari untuk tidak melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya,” katanya.

Pemkot Kendari sebelumnya memberikan 1.000 beasiswa dan seragam sekolah kepada siswa kurang mampu pada 2025.

Program tersebut kembali dilanjutkan pada 2026 dengan jumlah penerima yang sama.

Siska menyebut masih terdapat sekitar 4.000 anak kurang mampu jenjang TK hingga SMP di Kota Kendari.

Pemkot menargetkan kebutuhan bantuan pendidikan dasar tersebut dapat dituntaskan tahun depan.

“InsyaAllah tahun depan kita tuntaskan, lalu dilanjutkan beasiswa D3, S1, S2 dan S3,” ujarnya.

Program beasiswa pendidikan tinggi tersebut menyasar warga Kendari yang memenuhi persyaratan, termasuk memiliki KTP Kendari.

Siska menyebut IPM Kota Kendari 2025 mencapai 86,36 persen, meningkat dibandingkan sekitar 85 persen pada 2024.

Menurutnya, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan menjadi tiga komponen penting dalam peningkatan IPM.

Karena itu, kerja sama dengan UM Kendari diharapkan memperkuat pendidikan, riset, inovasi, dan pembangunan daerah.

Siska juga mendorong perguruan tinggi menjadi mitra pemerintah dalam menghadirkan solusi pembangunan.

Ia berharap MoU dan PKS tersebut tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi diwujudkan melalui program konkret.

“Mari jadikan kesepakatan ini sebagai awal lebih banyak kerja bersama,” katanya.

Siska turut mengajak mahasiswa UM Kendari memberikan gagasan serta ikut menjaga lingkungan dan daerah.*

Gotong Royong Bedah Rumah Sultra Sasar Warga Desil 1 hingga 4

0

KENDARIKINI.COM – Pemprov Sultra bersama Kejati Sultra meluncurkan Program Gotong Royong Bedah Rumah di Kendari.

Program tersebut diluncurkan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka di Kelurahan Mokoau, Rabu (30/9/2026).

Program ini digelar sebagai bentuk kolaborasi mendukung pembangunan dan renovasi 3 juta rumah.

Program tersebut menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang masuk desil 1 hingga 4.

Setiap rumah penerima mendapatkan dukungan senilai Rp50 juta melalui skema pembiayaan bersama.

Rinciannya, Rp20 juta berasal dari BSPS melalui APBN dan Rp30 juta dari dana CSR.

Dana CSR tersebut dikelola melalui Baznas Sultra untuk mendukung pelaksanaan program.

Dari total bantuan tersebut, sekitar Rp7 juta dialokasikan untuk upah tenaga tukang.

Program Gotong Royong Bedah Rumah akan dilaksanakan secara kolaboratif di seluruh kabupaten dan kota se-Sultra.

Peluncuran di Kendari juga diikuti secara daring oleh para bupati se-Sulawesi Tenggara.

Berdasarkan laporan Baznas Sultra, sebanyak 32 perusahaan telah berkontribusi dalam program tersebut.

Dana yang terkumpul melalui rekening Baznas di BTN mencapai Rp8.000.958.700.

Dukungan tersebut masih bertambah dengan komitmen PT Antam sekitar Rp1 miliar.

Dengan tambahan itu, dukungan program mendekati Rp10 miliar dari target awal 200 unit rumah.

Gubernur Sultra mengatakan program tersebut berawal dari gagasan Kepala Kejati Sultra.

Gagasan itu kemudian dikembangkan bersama Pemprov Sultra untuk membantu masyarakat membutuhkan.

“Dengan gotong royong, kita bisa mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Andi Sumangerukka.

Ia juga menyatakan menambah bantuan pribadi sebesar Rp250 juta untuk program tersebut.

Sementara itu, Kepala Kejati Sultra Sugeng Riyanta berharap gerakan tersebut terus berkembang.

“Kami harap gerakan ini terus bergulir, bahkan menjadi cikal bakal program nasional,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Sultra turut menyerahkan 150 paket sembako kepada masyarakat.

Sebanyak 32 perusahaan juga menerima piagam penghargaan atas kontribusi dalam program bedah rumah.*

KARST Soroti Penghentian Kasus PT MJ, Beberkan Dugaan Pelanggaran Tambang

0

KENDARIKINI.COM – Konsorsium Aktivis Revolusioner Sulawesi Tenggara (KARST) menyoroti penghentian penyidikan kasus PT Mandala Jayakarta (MJ).

Kasus tersebut berkaitan dugaan pembukaan Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas 32 hektare tanpa izin.

Koordinator KARST, Ikhram, menilai terdapat sejumlah persoalan PT MJ yang perlu menjadi perhatian aparat penegak hukum.

“Kejati Sultra terkesan melindungi pihak perusahaan dalam proses penyidikan kasus PT MJ,” kata Ikhram, Rabu (30/9/2026).

KARST menyoroti sejumlah temuan dan perkara yang sebelumnya berkaitan dengan aktivitas PT MJ.

Di antaranya, kecelakaan kerja seorang sopir dump truck berinisial S pada 24 Mei 2023.

Kapolsek Lasolo saat itu membenarkan kecelakaan terjadi ketika S melakukan aktivitas pengolahan ore nikel.

KARST juga menyoroti Putusan Kasasi MA Nomor 501 K/TUN/2022 terkait sengketa aktivitas pertambangan PT MJ.

Dalam perkara tersebut, CV Yulan Pratama memperoleh putusan yang membatalkan keputusan sebelumnya terkait izin PT MJ.

KARST turut mempertanyakan temuan audit BPK mengenai bukaan kawasan hutan seluas 55,75 hektare.

Bukaan tersebut terdiri atas APL 2,96 hektare, Hutan Lindung 1,05 hektare, dan HPT 51,74 hektare.

Menurut data yang dikutip KARST, bukaan tersebut disebut tidak dilengkapi persetujuan penggunaan kawasan hutan.

BPK juga mencatat PT MJ belum menempatkan jaminan reklamasi dan pascatambang.

Selain itu, BKSDA Sultra pada 2025 menyebut PT MJ termasuk perusahaan yang belum memiliki kerja sama lintas kawasan konservasi.

Sebelumnya, Kejati Sultra menghentikan penyidikan dugaan pembukaan HPT 32 hektare tersebut.

Kasi Penkum Kejati Sultra, Irwan, membenarkan penghentian penyidikan dan menyebut perkara dapat dibuka kembali.

Hal itu dimungkinkan apabila penyidik menemukan bukti baru dalam perkara tersebut.

Sementara itu, Asintel Kejati Sultra Muhammad Ilham belum memberikan keterangan terkait dokumen penghentian penyidikan.*

Empat Bulan Berlalu, Hasil Forensik Darah Napi Rutan Kendari Belum Jelas

0

KENDARIKINI.COM – Empat bulan berlalu, hasil uji forensik darah warga binaan Rutan Kendari, Afrisal, belum diketahui.

Sampel darah Afrisal dikirim untuk pemeriksaan laboratorium forensik setelah warga binaan tersebut meninggal dunia.

Pihak RS Bhayangkara Kendari menyebut proses perkara sepenuhnya berada pada penyidik Polresta Kendari.

Pihak rumah sakit mengaku hanya menangani pengemasan dan penyerahan sampel kepada penyidik.

“Kami hanya packing sampel, kemudian langsung menyerahkannya ke penyidik Polresta Kendari,” ujarnya, Rabu (30/9/2026).

Pihak RS Bhayangkara juga menyatakan belum menerima salinan hasil pemeriksaan laboratorium forensik tersebut.

“Silakan koordinasi langsung dengan penyidiknya,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau belum memberikan tanggapan terkait hasil pemeriksaan tersebut.

Kakanwil Pemasyarakatan Sultra Sulardi juga belum memberikan tanggapan mengenai perkembangan hasil uji sampel darah Afrisal.

Sebelumnya, Afrisal ditemukan tidak bergerak saat pengecekan rutin dan serah terima piket Rutan Kendari.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (2/6/2026), sekitar pukul 07.00 WITA.

Pelaksana Harian Rutan Kendari, Lendra Pratama Kastian, mengatakan Afrisal tidak bangun ketika dipanggil warga binaan lainnya.

Petugas kemudian membawa Afrisal ke RS Bhayangkara Kendari untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Hasil pemeriksaan rumah sakit menyatakan Afrisal telah meninggal dunia.

Dokter Klinik Rutan Kendari, dr. Rachmad, sebelumnya menyebut penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan sampel darah.

Afrisal diketahui menjalani hukuman enam bulan terkait perkara penganiayaan dan meninggal sebelum masa hukumannya berakhir.

Hingga kini, keluarga masih menunggu kejelasan hasil pemeriksaan serta perkembangan penyelidikan kematian Afrisal.*

Kepmen ESDM 365/2026 Berlaku, KADIN Konut Kawal Peluang Kontraktor Lokal

KENDARIKINI.COM – KADIN Konawe Utara siap mengawal peluang kontraktor lokal setelah berlakunya Kepmen ESDM Nomor 365.K/MB.01/MEM.B/2026.

Ketua KADIN Konawe Utara, Muh. Osmar, mengatakan regulasi tersebut membuka ruang keterlibatan pelaku usaha daerah.

Menurut Osmar, kebijakan tersebut mengatur pedoman teknis penggunaan anak perusahaan atau afiliasi dalam jasa pertambangan mineral dan batubara.

Ketentuan itu juga mengatur penggunaan perusahaan pemegang IUJP dalam kegiatan jasa pertambangan.

Dalam pelaksanaannya, perusahaan jasa pertambangan di sekitar wilayah operasi menjadi salah satu yang diutamakan.

“KADIN Konawe Utara siap berkolaborasi untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan kapasitas pengusaha daerah,” ujar Osmar.

Ia menegaskan peluang tersebut perlu diikuti kesiapan perusahaan lokal dalam memenuhi standar industri.

Kesiapan itu mencakup legalitas, kompetensi teknis, keselamatan kerja, sumber daya manusia, peralatan, permodalan, serta tata kelola.

Osmar menyebut kontraktor lokal tidak cukup hanya mengandalkan peluang pekerjaan dari aktivitas pertambangan.

Menurutnya, pelaku usaha daerah perlu meningkatkan kapasitas agar mampu menjadi mitra industri yang profesional dan kompetitif.

KADIN Konawe Utara juga membuka ruang dialog antara pengusaha lokal dan perusahaan pertambangan.

Dialog tersebut diarahkan untuk membahas kebutuhan jasa, kapasitas kontraktor, serta peluang kerja sama sesuai ketentuan.

“Kami ingin membangun komunikasi yang sehat antara perusahaan pertambangan dan pengusaha lokal,” katanya.

KADIN juga menyatakan siap menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, perusahaan pertambangan, dan pelaku usaha daerah.

Osmar berharap penguatan kontraktor lokal dapat berdampak terhadap tenaga kerja, UMKM, serta penyedia barang dan jasa.

“Konawe Utara memiliki potensi besar. Yang dibutuhkan adalah dunia usaha lokal yang siap dan profesional,” tegasnya.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti