Selasa, Agustus 11, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 10

HMKS Desak Bupati Konawe Selatan Bersikap Tegas soal Dugaan Kasus Sekda

KENDARIKINI.COM – Himpunan Mahasiswa Konawe Selatan (HMKS) mendesak Bupati Konawe Selatan bersikap tegas terkait dugaan kasus Sekda.

HMKS meminta persoalan yang diduga menjerat Sekretaris Daerah Konawe Selatan diproses tanpa memandang jabatan maupun kedekatan dalam birokrasi.

Wakil Ketua Umum HMKS, Muh. Beni Saputra, mengatakan persoalan tersebut juga menyangkut marwah pemerintahan dan kepercayaan masyarakat.

“Kami berharap aparat penegak hukum memproses perkara ini secara adil, profesional, dan transparan tanpa memandang status siapa pun,” ujar Beni.

Namun, HMKS juga menyoroti sikap Bupati Konawe Selatan dan meminta kepala daerah tidak pasif menyikapi persoalan tersebut.

Beni mendesak Bupati Konawe Selatan selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) mengambil langkah administratif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Desakan tersebut ditujukan terhadap Sekretaris Daerah berinisial IP, sembari menunggu perkembangan proses hukum yang disebut sedang berjalan.

Menurut Beni, dugaan kasus tersebut berpotensi mencoreng citra pemerintah daerah dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi Konawe Selatan.

“Bupati harus menunjukkan komitmennya menjaga integritas pemerintahan dengan mengambil langkah administratif sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” tegasnya.

HMKS juga meminta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, dan tidak berpihak.

“Kami meminta Ditreskrimum Polda Sultra menindaklanjuti perkara ini secara tegas, objektif, dan terbuka,” kata Beni.

Menurutnya, penanganan transparan diperlukan agar masyarakat memperoleh kepastian hukum dan keadilan terkait perkembangan perkara tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan dari Bupati Konawe Selatan maupun Sekda berinisial IP terkait desakan HMKS tersebut.*

Fadli Zon Dorong Tiga Makam Sultan Buton Jadi Cagar Budaya Nasional

KENDARIKINI.COM – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong tiga makam Sultan Buton ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional.

Ketiga situs tersebut berada di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, dan memiliki nilai penting dalam sejarah Kesultanan Buton.

Situs itu meliputi makam Sultan Murhum, Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau Oputa Yi Koo, dan La Maani.

Dorongan tersebut disampaikan Fadli Zon saat mengunjungi kawasan Keraton Buton, Minggu (12/7/2026).

Ia didampingi Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, Wali Kota Baubau Yusran Fahim, dan Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu.

Fadli mengatakan Benteng Kesultanan Buton saat ini telah berstatus Cagar Budaya Nasional.

Karena itu, tiga makam sultan tersebut diharapkan segera memperoleh status serupa untuk memperkuat pemajuan kebudayaan nasional.

Menurutnya, pemajuan kebudayaan membutuhkan sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sultra, Pemerintah Kota Baubau, dan seluruh pemangku kepentingan.

Upaya tersebut tidak hanya mencakup perlindungan, konservasi, dan perawatan, tetapi juga pengembangan, pemanfaatan, serta pembinaan berkelanjutan.

Dalam kunjungannya, Fadli Zon bersama Gubernur Sultra juga berziarah ke makam Sultan Murhum.

Ia menyebut kawasan Benteng Buton sebagai saksi sejarah Kesultanan Buton sekaligus aset budaya kebanggaan Indonesia.

Penataan yang baik dinilai dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke kawasan bersejarah tersebut.

Benteng Kesultanan Buton atau Benteng Wolio memiliki panjang sekitar 2,75 kilometer dan mulai dibangun pada abad ke-16.

Benteng tersebut memiliki 12 pintu gerbang dan 16 bastion serta dibangun masyarakat Buton menggunakan batu karang dan kapur.

Nilai sejarah dan karakteristik arsitekturnya menjadi fondasi kuat penetapan Benteng Kesultanan Buton sebagai Cagar Budaya Nasional.*

OPINI: Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

SETIAP tanggal 12 Juli, bangsa Indonesia memperingati Hari Koperasi. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kita pada demokrasi ekonomi yang berlandaskan kekeluargaan. Koperasi adalah wujud nyata dari sila kelima Pancasila, sebuah sistem ekonomi yang menempatkan manusia di atas modal.

Catatan ini saya tulis dari Kunming, ibu kota Provinsi Yunnan, Tiongkok, di sela kunjungan delegasi JMSI atas undangan All China Journalists Assocoation (ACJA).

Saya kira kita dapat belajar dari Yunnan. Provinsi di barat daya Tiongkok yang kaya akan keanekaragaman hayati kini bertransformasi menjadi pelopor dalam pengembangan ekonomi hijau. Dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alamnya yang unik, provinsi ini telah beralih dari model ekonomi yang bergantung pada eksploitasi sumber daya menuju pendekatan yang lebih berkelanjutan.

Koperasi memainkan peran krusial sebagai agen perubahan di akar rumput dalam transisi Yunnan menuju ekonomi hijau. Dengan mengorganisir petani dan produsen kecil, koperasi berfungsi sebagai jembatan untuk menerapkan praktik pertanian regeneratif dan berkelanjutan secara kolektif. Melalui koperasi, para pelaku usaha mikro di pedesaan dapat mengakses pelatihan teknologi pertanian modern, sertifikasi organik, serta sistem manajemen rantai pasok yang lebih efisien.

Hal ini memungkinkan mereka untuk beralih dari praktik pertanian konvensional yang merusak tanah ke metode yang lebih ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal—seperti teh organik, kopi, dan tanaman herbal—sehingga petani mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi tanpa harus melakukan ekspansi lahan secara destruktif.

Lebih dari itu, koperasi di Yunnan berperan dalam demokratisasi akses terhadap teknologi energi bersih dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Koperasi komunitas sering kali menjadi inisiator dalam proyek-proyek skala kecil, seperti pembangunan instalasi biogas dari limbah pertanian, pengelolaan koperasi hutan untuk perlindungan mata air, hingga pengembangan ekowisata berbasis masyarakat.

Dengan model kepemilikan bersama, manfaat ekonomi dari ekonomi hijau tidak hanya dinikmati oleh korporasi besar, tetapi terdistribusi secara adil kepada masyarakat lokal. Hal ini menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif terhadap pelestarian lingkungan, yang menjadi fondasi bagi stabilitas ekosistem Yunnan dalam jangka panjang.

Sejarah koperasi dunia bermula dari Revolusi Industri di Inggris pada awal abad ke-19. Tokoh pemikir sekaligus praktisi, Robert Owen, sering disebut sebagai Bapak Koperasi Dunia. Melalui gagasannya tentang komunitas mandiri, ia menunjukkan bahwa pekerja dapat memperbaiki nasib mereka sendiri melalui kerja sama dan solidaritas, alih-alih hanya bergantung pada sistem kapitalisme yang eksploitatif.

Gagasan ini kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Di tanah air, koperasi lahir sebagai respons terhadap penjajahan yang menindas ekonomi rakyat. Pada masa pergerakan nasional, para tokoh bangsa menyadari bahwa kemerdekaan politik tidak akan bermakna tanpa kemandirian ekonomi.

Mohammad Hatta, atau Bung Hatta, adalah arsitek utama koperasi Indonesia. Baginya, koperasi bukan sekadar organisasi ekonomi, melainkan “soko guru” perekonomian nasional. Hatta menekankan bahwa koperasi harus menjadi alat perjuangan untuk mengangkat derajat ekonomi rakyat kecil agar tidak tertindas oleh kekuatan modal besar.

Selain Bung Hatta, tokoh seperti Raden Mas Margono Djojohadikusumo memiliki peran krusial. Margono adalah pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) yang sangat menjunjung tinggi prinsip ekonomi nasional. Pemikirannya sejalan dengan visi koperasi, di mana pengelolaan sumber daya keuangan harus berpihak pada kepentingan domestik dan kemaslahatan rakyat luas.

Profesor Sumitro Djojohadikusumo, ekonom terkemuka yang juga ayah dari Presiden Prabowo Subianto, memberikan kontribusi pemikiran melalui konsep “Ekonomi Terpimpin” dan pembangunan sistematis. Sumitro menekankan pentingnya institusi ekonomi yang kokoh dan efisien, di mana koperasi harus bertransformasi menjadi badan usaha yang modern namun tetap setia pada akar kekeluargaan.

Perkembangan koperasi di Indonesia mengalami pasang surut. Namun, di tengah tantangan globalisasi, relevansi koperasi justru semakin kuat. Koperasi terbukti lebih tangguh menghadapi krisis ekonomi dibandingkan korporasi besar yang sangat bergantung pada modal asing dan spekulasi pasar.

Kini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, semangat ekonomi kerakyatan kembali mendapatkan ruang yang lebih luas. Program-program pemerintah yang berfokus pada ketahanan pangan dan hilirisasi industri membuka peluang besar bagi koperasi untuk terlibat lebih aktif dalam rantai pasok nasional.

Pemerintahan Prabowo menekankan pentingnya kemandirian ekonomi melalui penguatan sektor-sektor strategis. Koperasi di tingkat perdesaan, khususnya di sektor pertanian dan peternakan, menjadi mitra utama pemerintah untuk memastikan distribusi kesejahteraan yang lebih adil dan merata bagi masyarakat pelosok.

Integrasi koperasi dalam program strategis nasional, seperti swasembada pangan, menjadi kunci. Dengan dukungan teknologi dan akses pasar yang difasilitasi pemerintah, koperasi dapat meningkatkan nilai tambah produk rakyat, sehingga petani tidak lagi menjadi objek, melainkan subjek dalam ekonomi nasional. Selain aspek ekonomi, koperasi masa kini harus mengadopsi prinsip keberlanjutan. Pengelolaan lingkungan hidup kini menjadi syarat mutlak dalam berbisnis. Koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi hijau yang ramah lingkungan dan rendah karbon.

Konsep Sustainable Development atau pembangunan berkelanjutan sejalan dengan prinsip koperasi yang mengedepankan kesejahteraan bersama dalam jangka panjang. Koperasi yang berwawasan lingkungan akan lebih mampu bertahan dan kompetitif di pasar global yang kini semakin peduli pada aspek ESG (Environmental, Social, and Governance).

Sebagai contoh, koperasi sektor kehutanan atau pengelolaan limbah dapat menjadi model bagaimana keuntungan ekonomi diselaraskan dengan pelestarian alam. Ini adalah bentuk tanggung jawab koperasi tidak hanya kepada anggotanya, tetapi juga kepada generasi mendatang.

Dalam visi ekonomi Prabowo, pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan ekosistem. Oleh karena itu, koperasi didorong untuk menerapkan praktik produksi yang berkelanjutan, mulai dari penggunaan energi terbarukan hingga pengelolaan limbah yang lebih efisien di unit-unit usaha mereka. Sinergi antara koperasi, pemerintah, dan sektor swasta harus diperkuat. Koperasi tidak bisa berdiri sendiri. Ia membutuhkan ekosistem yang sehat, kebijakan yang memihak, dan pendampingan profesional untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital atau digitalisasi koperasi.

Digitalisasi koperasi menjadi tantangan sekaligus peluang besar. Dengan sistem manajemen berbasis digital, transparansi dan akuntabilitas koperasi akan meningkat. Hal ini akan membangun kepercayaan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bergabung dan membesarkan koperasi.

Kita tidak boleh melupakan akar sejarah koperasi. Namun, kita juga harus berani berinovasi. Koperasi harus mampu bertransformasi dari sekadar simpan pinjam menjadi korporasi rakyat yang menguasai sektor-sektor produksi strategis.

Tantangan ke depan memang tidak ringan. Persaingan global semakin ketat, dan perubahan iklim mengancam ketahanan ekonomi kita. Namun, koperasi memiliki keunggulan kompetitif berupa rasa memiliki dan kebersamaan yang tidak dimiliki oleh perusahaan korporasi biasa.

Peringatan Hari Koperasi tahun ini harus menjadi titik tolak bagi revitalisasi koperasi Indonesia. Kita perlu membangun kembali koperasi yang profesional, tangguh, dan berkelanjutan, yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Mewujudkan tobat ekologi yang sudah diproklamirkan Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat.

Pesan Bung Hatta tentang koperasi sebagai “koperasi yang berjiwa besar” harus terus digaungkan. Koperasi harus berani bermimpi besar, berskala ekonomi besar, dan memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat Indonesia.

Peran pemerintah, melalui kementerian terkait, harus lebih banyak berfungsi sebagai fasilitator dan regulator yang adil, bukan sebagai intervensi yang mematikan inisiatif anggota koperasi. Koperasi harus tumbuh dari bawah, sesuai dengan semangat demokrasi yang dicita-citakan.

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, koperasi harus menjadi agen perubahan (agent of change) di tingkat akar rumput. Koperasi dapat mengedukasi anggotanya mengenai praktik bertani yang ramah lingkungan atau penggunaan teknologi yang efisien energi.

Selamat Hari Koperasi. Mari kita wujudkan kedaulatan ekonomi dan tobat ekologi melalui koperasi yang modern, kuat, dan berkelanjutan untuk Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.*

Rescuer Basarnas Kendari Borong 8 Medali Aquatic Sprint Challenge 2026

KENDARIKINI.COM – Dua rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari menorehkan prestasi dalam ajang Aquatic Sprint Challenge 2026.

Keduanya berhasil memborong delapan medali pada kategori antarinstansi dan TNI-Polri di Kolam Renang KONI Sulawesi Tenggara.

Dua rescuer yang mewakili Basarnas Kendari tersebut adalah Ahmad Moiko dan Herlinda Agustin.

Ahmad Moiko meraih satu emas dan tiga perak dari empat nomor perlombaan yang diikutinya.

Medali emas diraih pada nomor 50 meter gaya bebas.

Sementara tiga medali perak diperoleh dari nomor 25 meter gaya bebas dan dada serta 50 meter gaya dada.

Herlinda Agustin juga tampil gemilang dengan menyumbangkan dua medali emas dan dua perak.

Emas diraih Herlinda pada nomor 25 meter gaya dada dan 50 meter gaya dada.

Sedangkan medali perak diperoleh dari nomor 25 meter gaya bebas dan 50 meter gaya bebas.

Herlinda juga dinobatkan sebagai Best Swimmer Putri kategori instansi dan TNI-Polri dalam ajang tersebut.

Secara keseluruhan, dua rescuer Basarnas Kendari berhasil membawa pulang tiga medali emas dan lima medali perak.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin AS, mengapresiasi prestasi yang berhasil ditorehkan kedua personelnya.

“Prestasi ini adalah bukti nyata dari kedisiplinan, kerja keras, dan daya juang yang luar biasa,” kata Amiruddin, Minggu (12/7/2026).

Menurutnya, kemampuan membagi waktu antara tanggung jawab pekerjaan dan latihan fisik merupakan kualitas yang patut dicontoh seluruh personel.

Ia berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi personel Basarnas Kendari untuk terus berprestasi di dalam maupun luar lingkungan kerja.*

Kemenhut: Pungutan di Kawasan Hutan Tanpa Dasar Hukum Bisa Jadi Pungli

KENDARIKINI.COM – Polemik terhentinya aktivitas hauling bijih nikel PT Toshida Indonesia hingga kini belum menemukan titik terang.

Perusahaan mengklaim telah memperoleh persetujuan melintas, namun aktivitas pengangkutan ore nikel disebut masih tertahan di lapangan.

Kuasa Hukum PT Toshida Indonesia, Asdin Surya, mengatakan kliennya telah memperoleh persetujuan penggunaan jalan hauling dari PT Surya Lintas Gemilang (SLG).

Menurut Asdin, surat PT SLG Nomor 22.06/SLG-TI/VI/2026 tidak mencantumkan ketentuan pembayaran biaya penggunaan jalan.

“Dalam surat dari PT SLG tidak ada poin yang menyatakan harus membayar hingga 1 dolar,” kata Asdin.

Ia menyebut PT Toshida juga memperoleh izin PT Putra Mekongga Sejahtera (PMS) selaku pemegang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).

Menurutnya, PT PMS hanya meminta pemeliharaan jalan hauling dan kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja.

Asdin mengklaim pihaknya tetap mengalami pemalangan dan diminta membayar biaya hingga ratusan juta rupiah untuk aktivitas hauling.

Kepala Balai Gakkum Kementerian Kehutanan Wilayah Sulawesi, Ali Bahri, menegaskan pungutan dalam kawasan hutan harus memiliki dasar hukum jelas.

“Nggak boleh itu. Siapa pun dia tidak boleh. Itu pungli,” tegas Ali Bahri, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, kerja sama antarbadan usaha terkait penggunaan jalan hauling harus berdasarkan perjanjian tertulis yang sah.

“Kalau pungutan memberatkan, tidak ada dasar hukum, dan tidak masuk ke negara, itu bisa dikatakan pungli,” katanya.

Ali menyarankan pihak yang merasa dirugikan melaporkan persoalan tersebut kepada kepolisian agar diproses sesuai ketentuan hukum.

Gakkum Kehutanan juga akan mengecek status kawasan dan legalitas penggunaan jalan hauling yang menjadi objek sengketa.

Hingga berita diterbitkan, Direktur PT SLG, Sutomo, dan KTT PT SLG, Arya Prasetyadi, belum memberikan tanggapan.*

UPP Molawe dan Telkom Perkuat Pengamanan Kabel Laut

KENDARIKINI.COM – Kantor UPP Kelas I Molawe mengikuti kegiatan peningkatan pemahaman terkait peta koridor Kabel Laut Telkom.

Kegiatan tersebut digelar PT Telkom dan diikuti jajaran Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan serta perusahaan keagenan kapal.

Agenda yang berlangsung Kamis (9/7/2026) itu melibatkan pelaku operasional pelayaran di wilayah Kendari dan Molawe.

Kantor UPP Kelas I Molawe diwakili Kepala Seksi Kesyahbandaran, Capt. Sorindra, S.H., M.M.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kepedulian pelaku pelayaran terhadap keberadaan serta status koridor Kabel Laut Telkom.

Peserta mendapatkan pembaruan informasi mengenai peta koridor kabel laut sebagai bagian dari upaya pengamanan infrastruktur telekomunikasi bawah laut.

Pemahaman terhadap lokasi kabel dinilai penting untuk meminimalkan risiko gangguan akibat aktivitas pelayaran maupun kegiatan operasional kapal.

Melalui kegiatan tersebut, koordinasi antara PT Telkom, otoritas pelabuhan, dan perusahaan keagenan kapal diharapkan semakin kuat.

Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan juga diperlukan untuk menjaga keamanan infrastruktur kabel laut di perairan Kendari dan Molawe.

Kegiatan ini diharapkan mampu menekan potensi terjadinya insiden dan gangguan berulang terhadap Kabel Laut Telkom di kedua wilayah tersebut.

Pengamanan kabel laut menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan infrastruktur telekomunikasi dan mendukung kelancaran layanan komunikasi masyarakat.*

PT Vale Promosikan UMKM Binaan di HKG PKK dan HUT Dekranas

KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia Tbk mempromosikan produk UMKM binaan dalam perayaan HKG PKK Nasional dan HUT Dekranas.

Kegiatan tersebut berlangsung di Trans Studio Mall Makassar, Sulawesi Selatan, pada 9 hingga 11 Juli 2026.

PT Vale menghadirkan anyaman Teduhu dari Desa Nuha dan Sampa Konao dari Desa Matano, Kabupaten Luwu Timur.

Partisipasi tersebut bertujuan memperluas akses pasar sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat secara lebih luas.

Program itu merupakan bagian dari Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan PT Vale secara berkelanjutan.

Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia, Endra Kusuma, mengatakan kegiatan tersebut memperkuat daya saing UMKM binaan.

“Tujuan kami agar masyarakat binaan semakin mandiri, usahanya berkelanjutan, dan produk lokal semakin dikenal hingga tingkat nasional,” ujar Endra.

PT Vale memberikan pendampingan melalui penyediaan sarana usaha dan pelatihan manajemen, pemasaran, produksi, peningkatan kualitas produk, serta strategi branding.

Perusahaan juga memperluas promosi melalui berbagai pameran dan menghadirkan UMKM Gallery sebagai etalase permanen produk binaan.

Menurut Endra, anyaman Teduhu memiliki nilai budaya kuat, tetapi menghadapi tantangan regenerasi karena berkurangnya minat generasi muda.

Karena itu, PT Vale memberikan pelatihan kepada generasi muda agar keterampilan membuat anyaman tersebut tetap terjaga dan berkelanjutan.

Saat ini, sekitar lima hingga sepuluh UMKM binaan telah memperluas jangkauan pemasaran hingga tingkat provinsi.

PT Vale juga menggunakan produk UMKM binaan sebagai suvenir resmi bagi tamu dan mitra untuk meningkatkan eksposur serta peluang pasar.

Selain pameran, perusahaan mendukung Jalan Sehat Anti Mager yang digelar dalam rangkaian HKG PKK Nasional dan HUT Dekranas.

Partisipasi tersebut menjadi bagian komitmen PT Vale mendorong pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, dan pembangunan ekonomi yang inklusif.*

Fadli Zon: Gua Liangkobori Muna Akan Jadi Cagar Budaya Nasional

KENDARIKINI.COM – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengumumkan rencana penetapan kawasan Gua Liangkobori sebagai Cagar Budaya Nasional.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka Festival Liangkobori IV 2026 di Desa Liangkobori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sabtu (11/7/2026).

Fadli Zon hadir bersama Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka serta sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah.

Selain Liangkobori, pemerintah juga akan mengusulkan Gua Metanduno sebagai Warisan Dunia UNESCO menyusul temuan ilmiah penting di kawasan tersebut.

“Tahun 2026 menjadi tonggak sejarah dengan ditemukannya lukisan cadas di Liang Metanduno berusia setidaknya 67.800 tahun,” kata Fadli Zon.

Menurutnya, penelitian dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Griffith University serta didukung Balai Pelestarian Kebudayaan.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature pada 22 Januari 2026.

Temuan itu kemudian diverifikasi Guinness World Records pada 26 Mei 2026 sebagai lukisan tertua dunia dalam kategori seni nonfiguratif.

Fadli mengatakan, penetapan status cagar budaya akan memperkuat perlindungan dan pengembangan kawasan prasejarah tersebut oleh Kementerian Kebudayaan.

Berbagai lukisan cadas di kawasan Liangkobori, termasuk gambar layang-layang, perahu, binatang, dan aktivitas berburu, juga akan terus diteliti.

Pengembangan kawasan, kata dia, harus mengedepankan prinsip perlindungan, berbasis ilmu pengetahuan, serta melibatkan masyarakat sebagai penjaga utama situs.

Sementara itu, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menegaskan warisan budaya Muna merupakan aset bangsa yang harus dijaga bersama.

“Pelestariannya membutuhkan sinergi pemerintah, akademisi, pelaku budaya, media, komunitas, dan masyarakat agar memberikan manfaat bagi kesejahteraan,” ujarnya.

Pemprov Sultra berharap Liangkobori berkembang menjadi ikon pariwisata internasional sekaligus mendorong ekonomi kreatif dan kesejahteraan masyarakat lokal.*

Fadli Zon: Lukisan Purba Muna Berusia 67.800 Tahun, Tertua di Dunia

KENDARIKINI.COM – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyebut Sulawesi Tenggara memiliki lukisan purba tertua di dunia.

Pernyataan itu disampaikan saat meninjau UPTD Museum dan Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Sabtu (11/7/2026).

Berdasarkan penelitian terbaru, lukisan purba di Desa Liangkobori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, disebut berusia 67.800 tahun.

Penelitian tersebut melibatkan Griffith University, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta lembaga pelestarian kebudayaan.

Hasil penelitian yang diumumkan pada Januari 2026 itu disebut menggeser rekor lukisan purba sebelumnya di kawasan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

Fadli Zon menilai temuan tersebut menjadi bukti Sultra memiliki jejak peradaban manusia sangat tua dan aset kebudayaan bernilai tinggi.

Dalam kunjungannya, Fadli Zon didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Akmad Wiyagus dan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka.

Fadli juga meninjau koleksi Museum Negeri Sultra yang saat ini mencapai 5.333 koleksi dari berbagai bidang.

Koleksi tersebut mencakup geologi, biologi, etnografi, arkeologi hingga filologi. Sekitar 700 koleksi telah dipajang di ruang pamer tetap.

Ia mendorong penataan ulang ruang pamer dan pemasangan replika lukisan purba untuk meningkatkan daya tarik museum.

Fadli juga mendorong kolaborasi pemerintah pusat, Pemprov Sultra, dan swasta dalam revitalisasi museum sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya.

Usai agenda di Kendari, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Muna dan Baubau untuk menghadiri sejumlah kegiatan kebudayaan.

Salah satunya pembukaan Festival Liangkobhori IV di Desa Liangkobhori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna.*

Pemprov Sultra Siap Setujui RKAB Tambang MBLB, Reklamasi Jadi Syarat

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan kewajiban jaminan reklamasi bagi pengusaha tambang Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).

Penegasan itu disampaikan saat audiensi bersama pengusaha tambang MBLB yang mengajukan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), Jumat (10/7/2026).

Andi mengatakan kewenangan pemerintah daerah pada sektor pertambangan semakin terbatas setelah sebagian besar kewenangan ditarik pemerintah pusat.

Menurutnya, Sultra menyumbang sekitar Rp118 triliun setiap tahun kepada pemerintah pusat dari sektor pertambangan.

Namun, Dana Bagi Hasil yang diterima Sultra disebut turun dari sekitar Rp800 miliar pada 2025 menjadi Rp207 miliar tahun ini.

Penurunan tersebut turut berdampak terhadap kapasitas APBD Sultra, dari lebih Rp5 triliun pada 2025 menjadi sekitar Rp4 triliun pada 2026.

Pemprov Sultra kemudian berupaya mengoptimalkan pendapatan daerah melalui kewenangan yang masih dimiliki, termasuk persetujuan RKAB tambang MBLB.

“Saya hanya ingin teman-teman pengusaha menunaikan kewajibannya dan berkontribusi nyata terhadap daerah,” kata Andi Sumangerukka.

“Jika persyaratan itu dipenuhi, pasti permohonan RKAB-nya akan disetujui,” tegasnya.

Berdasarkan Kepmen ESDM Nomor 344.K/MB.01/MEM.B/2025, standar biaya reklamasi melalui revegetasi di Sultra pada 2026 mencapai Rp211,3 juta per hektare.

Gubernur juga meminta dana jaminan reklamasi ditempatkan di Bank Sultra untuk memperkuat perputaran ekonomi daerah.

Para pengusaha tambang MBLB yang hadir disebut menyepakati pemenuhan jaminan reklamasi dan komitmen penempatan dananya di Bank Sultra.*

Gubernur Sultra Bayar Rapel Gaji PPPK Paruh Waktu Rp9 Juta

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menyerahkan rapel gaji enam bulan kepada PPPK Paruh Waktu lingkup Pemprov Sultra.

Pembayaran periode Januari hingga Juni 2026 berlangsung di Aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra, Kamis (9/7/2026).

Setiap PPPK menerima Rp1,5 juta per bulan atau total Rp9 juta setelah melalui proses verifikasi dan administrasi.

Sebanyak 1.901 PPPK menghadiri pembayaran langsung, terdiri atas 1.694 pegawai Dikbud, 109 Dinas Kehutanan, dan 98 Dinas Perhubungan.

Andi Sumangerukka mengatakan pembayaran tersebut menjadi momentum penting setelah PPPK menunggu haknya selama lebih dari enam bulan.

“Alhamdulillah, hari ini gaji saudara-saudari dibayarkan langsung melalui bendahara masing-masing OPD,” ujar Andi Sumangerukka.

Gubernur menjelaskan keterlambatan pembayaran terjadi akibat persoalan administrasi data PPPK.

Menurutnya, hanya 738 PPPK tercatat dalam data BKN, sementara jumlah PPPK yang telah dilantik mencapai 2.641 orang.

“Apa pun ceritanya, setelah saya melantik dan menerbitkan surat pengangkatan, maka hak mereka harus dipenuhi,” tegasnya.

Pemprov Sultra mengalokasikan anggaran sekitar Rp34 miliar untuk memastikan pembayaran rapel gaji enam bulan bagi PPPK Paruh Waktu.

Gubernur meminta PPPK meningkatkan disiplin, profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat setelah hak mereka dipenuhi.

Ia juga menegaskan kepada petugas dan bendahara agar tidak melakukan pemotongan dalam bentuk apa pun serta memastikan pembayaran tidak diwakilkan.

Andi Sumangerukka kemudian meninjau langsung proses verifikasi untuk memastikan pembayaran berlangsung tertib, transparan, tepat sasaran, dan diterima secara utuh.*

Festival Liangkobhori IV 2026 Digelar di Muna, Angkat Warisan Prasejarah

KENDARIKINI.COM – Festival Liangkobhori IV Tahun 2026 akan digelar di Desa Liangkobhori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Festival budaya tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 11 hingga 14 Juli 2026.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra, Andi Syahrir, mengajak masyarakat menghadiri dan menyukseskan Festival Liangkobhori IV.

“Memeluk masa depan tanpa melepas masa lalu. Yuk, bareng-bareng hidupkan kembali warisan leluhur,” kata Andi Syahrir.

Menurutnya, Festival Liangkobhori merupakan perayaan budaya yang mengangkat kekayaan tradisi, sejarah, dan warisan prasejarah Sulawesi Tenggara.

Festival tahun ini mengusung semangat pelestarian budaya leluhur agar tetap hidup dan semakin dikenal oleh generasi masa depan.

Andi mengajak masyarakat hadir bersama keluarga, sahabat, dan komunitas untuk menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya daerah.

“Setiap langkah dan kehadiran Anda adalah dukungan nyata agar warisan ini tetap hidup dan dikenal generasi masa depan,” ujarnya.

Festival Liangkobhori IV juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan peninggalan prasejarah Kabupaten Muna kepada masyarakat luas.

Kegiatan tersebut dijadwalkan turut dihadiri Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka.

Festival Liangkobhori IV 2026 mengangkat tema “Lestarikan Budaya Leluhur, Da Seise Lalo Damowanu Liwu” dengan fokus pada warisan prasejarah.*

3.500 Siswa SMA, SMK dan SLB di Sultra Terima Beasiswa Rp1 Juta

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyalurkan beasiswa kepada 3.500 siswa SMA, SMK, dan SLB dari keluarga kurang mampu.

Penyerahan simbolis berlangsung dalam peluncuran Program Prioritas Pendidikan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Selasa (7/7/2026).

Kepala Dikbud Sultra, Prof. Aris Badara, menyerahkan bantuan secara simbolis sebagai tanda dimulainya program beasiswa tersebut.

Penyaluran kepada seluruh penerima yang tersebar di kabupaten dan kota se-Sultra akan dilakukan secara bertahap dalam waktu dekat.

Aris menjelaskan, penerima terdiri atas 1.700 siswa SMA, 1.700 siswa SMK, dan 100 siswa SLB.

Setiap siswa penerima akan memperoleh beasiswa sebesar Rp1 juta yang disalurkan satu kali.

Beasiswa tersebut diprioritaskan bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk membantu meringankan beban biaya pendidikan.

Penetapan penerima diawali melalui pengusulan masing-masing satuan pendidikan dengan melampirkan dokumen pendukung berupa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Data tersebut kemudian direkap Dikbud Sultra dan disampaikan kepada Inspektorat Provinsi Sultra untuk direviu sebagai bagian dari proses verifikasi.

Program Beasiswa bagi Siswa Miskin merupakan salah satu program prioritas Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dan Wakil Gubernur Hugua.

Pemprov Sultra berharap program tersebut dapat meringankan beban keluarga sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan bagi pelajar di seluruh wilayah Sultra.*

APBD Sultra 2025 Surplus Rp587,68 Miliar, PAD Lampaui Target

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menyerahkan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Sultra.

Penyerahan berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Sultra di Gedung A Sekretariat DPRD Sultra, Selasa (7/7/2026).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala, dengan agenda penyerahan dokumen dan penjelasan gubernur terkait pertanggungjawaban APBD.

Andi Sumangerukka mengatakan, Ranperda tersebut merupakan tahapan akhir siklus pengelolaan keuangan daerah sekaligus kewajiban konstitusional kepala daerah.

Dokumen tersebut memuat Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Sultra 2025 yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.

“Opini yang diberikan BPK RI atas LKPD Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun Anggaran 2025 adalah Wajar Tanpa Pengecualian,” ujar Gubernur.

Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp4,848 triliun atau 96,66 persen dari target sebesar Rp5,015 triliun.

Pendapatan Asli Daerah melampaui target dengan realisasi Rp1,814 triliun atau 103,76 persen dari target Rp1,748 triliun.

Sementara pendapatan transfer terealisasi Rp3,033 triliun atau 92,87 persen dari target Rp3,266 triliun.

Belanja daerah terealisasi Rp4,260 triliun atau 90,69 persen dari target Rp4,697 triliun.

Berdasarkan realisasi tersebut, APBD Sultra 2025 mencatat surplus Rp587,684 miliar dari selisih realisasi pendapatan dan belanja daerah.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sultra mencatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp235,402 miliar.

Gubernur berharap masukan dan rekomendasi DPRD dapat meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah agar semakin efektif, transparan, dan akuntabel.*

Gubernur Sultra Lantik 26 Pejabat, Burhanuddin Jabat Kadis Dukcapil

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, melantik dan mengambil sumpah jabatan 26 pejabat lingkup Pemerintah Provinsi Sultra.

Pelantikan berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Senin (6/7/2026).

Pejabat yang dilantik terdiri atas satu Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, tujuh Pejabat Administrator, dan 18 Pejabat Fungsional.

Andi Sumangerukka mengatakan pelantikan dan mutasi merupakan implementasi sistem merit berdasarkan kompetensi, integritas, dan kinerja ASN.

Gubernur meminta birokrasi meninggalkan pola kerja yang hanya berorientasi pada pelaksanaan program menuju pencapaian hasil nyata bagi masyarakat.

Berikut nama pejabat yang dilantik:

Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

1. Burhanuddin – Kepala Dinas Dukcapil Sultra.

Pejabat Administrator

1. Rendi A. Permana – Kabid Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan Dinas P3AP2KB Sultra.

2. Mutmainah Madjid – Kabid Anggaran BPKAD Sultra.

3. Rizal – Kepala UPTD KPH Unit XIII Mekongga Utara.

4. dr. Muthallib – Kepala Bagian Tata Usaha RSJ Sultra.

5. Risky Tahir – Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sultra.

6. Intan Nurcahya – Kabid Konsumsi dan Keanekaragaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan Sultra.

7. Sabaruddin – Inspektur Pembantu Inspektorat Sultra.

Pejabat Fungsional

1. Refika Indrayani – Perencana Ahli Pertama.

2. Eka Mustika Wati – Perencana Ahli Pertama.

3. Cut Sriningsih – Epidemiolog Kesehatan Ahli Pertama.

4. Hendra Putra – Pustakawan Ahli Madya.

5. Feriyanti – Pustakawan Ahli Muda.

6. Rio Bravo Silondae – Administrator Kesehatan Ahli Madya.

7. Wicaksani Wekasari Wijaya – Apoteker Ahli Muda.

8. Nonong – Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Ahli Muda.

9. Hasnawati – Pranata Laboratorium Kesehatan Ahli Muda.

10. Sri Widarti – Apoteker Ahli Muda.

11. Siti Fauziah Sudirman – Analis SDM Aparatur Ahli Pertama.

12. Nur Lisa – Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa Ahli Muda.

13. Ardin – Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa Ahli Muda.

14. Gabriella – Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa Ahli Muda.

15. Nur Hayatikari – Bidan Ahli Muda.

16. Novita Eka Saputri – Perawat Ahli Pertama.

17. Margaret Asriany Kayatu – Analis SDM Ahli Madya.

18. dr. Steven Ridwan – Dokter Ahli Pertama.

Gubernur berharap amanah tersebut menjadi motivasi bagi pejabat yang dilantik untuk meningkatkan kinerja dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.*

Gubernur Sultra Tekankan Disiplin dan Sistem Merit bagi ASN

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan disiplin dan integritas sebagai fondasi utama mewujudkan birokrasi berkualitas.

Penegasan itu disampaikan saat memimpin Apel Gabungan ASN Pemprov Sultra di Lapangan Kantor Gubernur, Senin (6/7/2026).

Apel diikuti Sekda Sultra, staf ahli, asisten, kepala OPD, pejabat struktural dan fungsional, serta ASN lingkup Pemprov Sultra.

Andi Sumangerukka mengatakan ASN merupakan cerminan pemerintah sehingga setiap aparatur wajib menjaga disiplin dan memberikan pelayanan terbaik.

“ASN adalah cerminan pemerintah. Apa yang masyarakat lihat dari diri kita, itulah yang akan dinilai sebagai wajah pemerintah,” katanya.

Menurutnya, disiplin waktu merupakan hal sederhana yang dapat memberikan dampak besar terhadap tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Gubernur juga menekankan integritas sebagai landasan mencegah berbagai bentuk penyimpangan, termasuk praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Ia meminta ASN menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat dengan memberikan pelayanan secara cepat, ramah, profesional, dan tidak mempersulit.

“Layani masyarakat dengan baik sebagaimana kita juga ingin dilayani dengan baik,” pesan Andi Sumangerukka.

Selain itu, seluruh perangkat daerah diminta menggunakan anggaran secara tepat sasaran dan sesuai peruntukan agar memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Andi Sumangerukka juga menegaskan komitmen Pemprov Sultra menerapkan sistem merit dalam pengembangan karier aparatur berdasarkan kinerja dan integritas.

“Mari kita bekerja bersama-sama, bukan bekerja sendiri. Yang saya nilai adalah kinerja dan integritas,” tegasnya.

Menurutnya, setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan karier melalui penerapan sistem merit secara profesional dan berkeadilan.*

Pemprov Sultra Mulai Perbaiki Jalan Pongkowulu Buton Utara

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mulai memperbaiki ruas jalan di Desa Pongkowulu, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara.

Kepala Dinas Kominfo Sultra, Andi Syahrir, mengatakan pengerjaan dimulai pada awal Juli 2026 dengan memprioritaskan titik paling darurat.

Dua titik yang mendapat penanganan awal yakni Tanjakan Pongkowulu dan Tanjakan Wolipuo yang dinilai membutuhkan perbaikan segera.

“Pemprov Sultra resmi memulai perbaikan ruas jalan Pongkowulu dengan memprioritaskan dua titik paling darurat,” kata Andi Syahrir.

Pengerjaan di Tanjakan Pongkowulu dilakukan sepanjang 120 meter, sedangkan penanganan Tanjakan Wolipuo mencapai 50 meter.

Menurut Andi, langkah tersebut merupakan komitmen Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dalam menghadirkan infrastruktur jalan yang lebih layak bagi masyarakat.

Perbaikan jalan diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan pertumbuhan daerah, khususnya di Kabupaten Buton Utara.

Setelah penanganan dua titik kritis, Pemprov Sultra berencana melanjutkan perbaikan ruas jalan Pongkowulu sepanjang lima kilometer.

Penanganan lanjutan tersebut direncanakan melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) 2026 atau menggunakan alternatif pendanaan dari APBD.

Pemprov Sultra berharap peningkatan kualitas infrastruktur jalan dapat membuka akses lebih baik dan mendorong pergerakan ekonomi masyarakat setempat.*

SMM UHO Gelombang II Segera Dibuka, Tersedia 600 Kursi

KENDARIKINI.COM – Universitas Halu Oleo (UHO) segera membuka Seleksi Mandiri Masuk (SMM) Gelombang II dengan menyediakan sekitar 600 kursi.

Ketua Panitia SMM UHO, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P., menyampaikan kebijakan tersebut, Rabu (8/7/2026).

Pembukaan gelombang kedua bertujuan memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa sekaligus memenuhi kuota pada sejumlah program studi.

“Masih terbuka kesempatan bagi calon mahasiswa untuk mendaftar, namun kali ini dikhususkan pada sembilan belas program studi,” kata Santiaji.

Peserta SMM UHO Gelombang I yang belum diterima tetap dapat menggunakan nomor tes sebelumnya untuk mengikuti seleksi.

Menurut Santiaji, peserta tersebut juga tidak akan dikenakan biaya pendaftaran kembali pada SMM UHO Gelombang II.

“Tidak akan dikenakan biaya pendaftaran lagi kepada mereka,” ujarnya.

Peserta hanya perlu menyesuaikan pilihan dengan program studi yang masih memiliki kuota. Seleksi juga terbuka bagi pendaftar baru.

Sebanyak 19 program studi tersedia pada SMM UHO Gelombang II dan tersebar di tujuh fakultas.

Fakultas Ilmu Budaya membuka Antropologi Sosial, Arkeologi, Ilmu Sejarah, Sastra Prancis, dan Tradisi Lisan.

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan membuka Agrobisnis Perikanan, Budidaya Perairan, Perikanan Tangkap, serta Teknologi Hasil Perikanan.

FKIP membuka Pendidikan Fisika, Pendidikan Geografi, dan Pendidikan Matematika. Sementara FMIPA membuka Fisika, Oseanografi, dan D3 Statistika.

Fakultas Pertanian membuka Ilmu dan Teknologi Pangan serta Proteksi Tanaman.

Sementara Fakultas Peternakan menyediakan program studi Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak serta Peternakan.

Informasi lengkap mengenai jadwal, persyaratan, dan ketentuan pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi SMM UHO.*

RSUD Kota Kendari Siap Operasikan Cathlab untuk Layanan Jantung Modern

KENDARIKINI.COM – RSUD Kota Kendari resmi melaksanakan commissioning Sistem Cathlab Azurion 5 M20, Kamis (9/7/2026).

Tahapan tersebut menjadi evaluasi akhir sebelum sistem cathlab dioperasikan penuh untuk memberikan layanan intervensi medis berbasis teknologi tinggi.

Commissioning meliputi pengujian dan verifikasi perangkat keras, perangkat lunak, serta prosedur keselamatan pasien dan tenaga medis.

Tim Philips Indonesia, Kementerian Kesehatan RI, dan RSUD Kota Kendari melakukan uji fungsi, pencitraan, serta simulasi prosedur intervensi.

Pengujian dilakukan untuk memastikan seluruh sistem beroperasi sesuai standar mutu dan keselamatan yang telah ditetapkan.

Plt Direktur RSUD Kota Kendari, Fauziah, menyebut kehadiran cathlab menjadi lompatan besar bagi peningkatan pelayanan kesehatan di Sulawesi Tenggara.

“Dengan sistem cathlab ini, kami menghadirkan komitmen memberikan pelayanan cepat, tepat, dan aman bagi pasien penyakit jantung,” ujar Fauziah.

Perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Sri Astuti, mengapresiasi kesiapan RSUD Kota Kendari mengoperasikan fasilitas tersebut.

Menurutnya, keberadaan cathlab menjadi salah satu jawaban terhadap tingginya kasus penyakit kardiovaskular di wilayah Indonesia Timur.

“Kami melihat sistem ini sudah sangat layak dan siap digunakan. Ini bukti nyata pemerataan akses layanan kesehatan berkualitas,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Philips Indonesia, Harada Oguchi, mengatakan Azurion 5 M20 dilengkapi teknologi pencitraan dan fitur keselamatan pasien terintegrasi.

Setelah dinyatakan lolos commissioning, sistem tersebut akan digunakan untuk angiografi koroner, pemasangan ring jantung, angioplasti, dan prosedur pembuluh darah.

Kehadiran cathlab diharapkan mengurangi kebutuhan pasien Kendari dan sekitarnya untuk mendapatkan layanan jantung modern di luar daerah.

Fasilitas tersebut juga diharapkan menekan risiko kematian dan komplikasi akibat serangan jantung serta penyakit kardiovaskular.

RSUD Kota Kendari berkomitmen melakukan pemeliharaan fasilitas dan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan untuk mendukung pelayanan optimal kepada masyarakat.*

Pemkot Kendari Verifikasi PSU Perumahan Sebelum Diserahkan Developer

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Kota Kendari memverifikasi Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) perumahan sebelum diserahkan pengembang kepada pemerintah daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, memimpin pemaparan hasil pemeriksaan administrasi dan verifikasi lapangan, Kamis (9/7/2026).

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Sekda Kota Kendari dan dihadiri Tim Verifikasi Penyerahan PSU Perumahan dan Permukiman.

Verifikasi dilakukan untuk memastikan seluruh persyaratan administrasi dan kondisi fisik PSU telah memenuhi ketentuan sebelum menjadi aset pemerintah daerah.

Proses tersebut dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan infrastruktur perumahan setelah diserahkan oleh pihak pengembang.

Amir menegaskan, seluruh tahapan verifikasi harus dilakukan secara cermat, objektif, dan sesuai regulasi yang berlaku.

“Setiap prasarana, sarana, dan utilitas yang akan diserahkan harus dipastikan telah memenuhi standar teknis,” kata Amir.

Menurutnya, pemenuhan standar tersebut diperlukan agar PSU yang diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Tim verifikasi melibatkan Dinas Perumahan, BPN Kota Kendari, Bappeda, BKAD, Dinas PUPR, dan Bagian Hukum Setda.

Unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan yang menjadi lokasi perumahan juga dilibatkan dalam proses pemeriksaan tersebut.

Selain administrasi, tim membahas hasil verifikasi lapangan terhadap kondisi fisik PSU yang akan diserahkan kepada Pemkot Kendari.

Pemeriksaan mencakup kelengkapan dokumen, status aset, serta kesesuaian pembangunan infrastruktur dengan perencanaan dan standar teknis.

Seluruh anggota tim juga menyampaikan evaluasi dan masukan terhadap berbagai temuan yang diperoleh selama pemeriksaan lapangan.

Hasil pembahasan menjadi dasar menentukan kelayakan penyerahan PSU sekaligus mencegah munculnya persoalan hukum dan administrasi di kemudian hari.

Pemkot Kendari berkomitmen memperkuat tata kelola aset melalui proses penyerahan PSU yang transparan, akuntabel, dan sesuai peraturan.

Pengelolaan PSU yang baik diharapkan meningkatkan pelayanan infrastruktur dasar serta kenyamanan masyarakat di kawasan perumahan.*

Cegah Stunting, Pemkot Kendari Libatkan Remaja Jadi Agen Perubahan

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Kota Kendari melibatkan remaja dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting sejak dini.

Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), Kamis (9/7/2026).

Kegiatan bertema “Sosialisasi Peran Remaja dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting” itu berlangsung di Aula Samaturu.

Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, membuka kegiatan didampingi Kepala DPPPA Kota Kendari, Fitriani Sinapoy.

Amir mengatakan penanganan stunting, kemiskinan, dan pengangguran menjadi fokus prioritas pembangunan Pemerintah Kota Kendari pada 2026.

Menurutnya, stunting dapat berdampak jangka panjang terhadap perkembangan saraf, kemampuan kognitif, motorik, bahasa, hingga kesehatan reproduksi.

“Penanganan stunting adalah persoalan kompleks yang memerlukan kerja sama lintas sektor secara gotong royong,” kata Amir.

Ia menyebut remaja sebagai kelompok strategis dalam memutus siklus stunting, terutama melalui pemenuhan gizi sejak sebelum memasuki usia pernikahan.

Kondisi malnutrisi pada calon ibu sejak remaja dinilai meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Amir juga mengapresiasi metode edukasi sebaya yang dinilai efektif untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pencegahan stunting.

Sementara itu, Kepala DPPPA Kendari, Fitriani Sinapoy, mengatakan kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan stunting.

Materi juga mencakup dampak pernikahan dini dan pentingnya pemenuhan gizi seimbang selama masa pertumbuhan.

“Intervensi edukasi ini krusial agar para remaja memahami mitigasi risiko stunting sejak dini,” ujar Fitriani.

Kegiatan tersebut diikuti 76 peserta, terdiri dari 65 delegasi kelurahan, sembilan perwakilan Forum Anak, serta kelompok penyandang disabilitas.

Para peserta diharapkan menjadi agen perubahan dalam menyebarkan edukasi pencegahan stunting di lingkungan keluarga dan komunitas.

Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi gizi dan kesehatan reproduksi yang disampaikan narasumber, dr. Hasmirah.*

Bappeda Kendari Perkuat Satu Data, OPD Dibekali Penginputan Dataset

KENDARIKINI.COM – Bappeda Kota Kendari memperkuat implementasi kebijakan Satu Data Indonesia melalui asistensi penginputan dataset, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan tersebut digelar bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai Wali Data Kota Kendari.

Asistensi berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Kota Kendari dan diikuti seluruh Person in Charge (PIC) Satu Data.

Peserta berasal dari OPD, bagian Sekretariat Daerah, serta seluruh kecamatan di Kota Kendari sebagai produsen data.

Kegiatan bertujuan memastikan setiap perangkat daerah memahami mekanisme penginputan dataset sesuai standar penyelenggaraan Satu Data Indonesia.

Program tersebut merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

Kepala Bappeda Kota Kendari, Muhammad Saiful, mengatakan kualitas perencanaan pembangunan sangat bergantung pada ketersediaan data yang akurat dan mutakhir.

Data pemerintah juga harus terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah dibagipakaikan antarinstansi untuk mendukung pembangunan.

“Seluruh perangkat daerah diharapkan berkomitmen menghasilkan dataset yang memenuhi prinsip-prinsip Satu Data Indonesia,” kata Saiful.

Prinsip tersebut meliputi standar data, metadata, interoperabilitas, serta penggunaan kode referensi dan data induk.

Peserta juga mendapat pendampingan teknis penginputan dataset ke Portal Satu Data Indonesia dan penyusunan metadata.

Asistensi turut membahas klasifikasi dataset serta penyelesaian berbagai kendala teknis yang dihadapi masing-masing perangkat daerah.

Kepala Bidang Data, Pengendalian dan Evaluasi Bappeda Kendari, Alfian, menyebut asistensi menjadi langkah strategis memperkuat tata kelola data.

Menurutnya, dataset berkualitas mendukung perencanaan, penganggaran, monitoring, dan evaluasi pembangunan daerah.

“Dataset yang lengkap dan berkualitas juga menjadi fondasi penyediaan data terbuka, akurat, dan dapat dimanfaatkan berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya.

Pemkot Kendari berharap sinergi Bappeda, Kominfo, dan seluruh perangkat daerah mewujudkan tata kelola data yang terintegrasi dan berkelanjutan.*

Siska Karina Imran Resmikan Pasar Banteng, Jadi Pasar ke 12 Kendari

KENDARIKINI.COM – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, meresmikan Pasar Banteng di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kamis (9/7/2026).

Peresmian ditandai pemotongan pita sebagai simbol dimulainya operasional pusat perdagangan baru tersebut.

Kegiatan dihadiri unsur Forkopimda, Sekda Kota Kendari, kepala OPD, camat, lurah, tokoh masyarakat, perbankan, dan Perumda Pasar.

Siska mengatakan, Pasar Banteng merupakan pasar ke-12 di Kota Kendari dan memiliki peran strategis mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Keberadaan pasar lokal sangat penting karena menjadi jalur distribusi berbagai komoditas hasil pertanian, perikanan, peternakan, serta produk UMKM,” ujarnya.

Menurut Siska, pertumbuhan penduduk Kota Kendari perlu diimbangi penyediaan fasilitas publik, termasuk sarana perdagangan yang tertata, aman, dan nyaman.

Ia mengapresiasi kolaborasi pihak swasta dan Perumda Pasar bersama Pemkot Kendari dalam menghadirkan fasilitas perdagangan bagi masyarakat Poasia.

“Kehadiran Pasar Banteng diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.

Siska juga menyoroti pentingnya penataan kawasan perdagangan untuk mengurangi keberadaan pasar liar yang beroperasi di pinggir jalan.

Menurutnya, Pasar Banteng memiliki area cukup luas dan dapat menjadi tempat berjualan yang lebih tertib, aman, serta nyaman.

Dalam kesempatan tersebut, Siska turut memperkenalkan Program UMKM Maju sebagai salah satu program prioritas Pemerintah Kota Kendari.

Program tersebut memberikan bantuan modal usaha tanpa bunga bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemkot Kendari juga berkomitmen mendukung UMKM melalui pendampingan usaha dan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Siska mengajak pedagang, pengelola, dan masyarakat menjaga kebersihan, ketertiban, serta keamanan lingkungan Pasar Banteng.

“Pasar yang bersih dan tertata akan memberikan kenyamanan serta meningkatkan minat masyarakat untuk datang berbelanja,” pungkasnya.

Pemkot Kendari berharap Pasar Banteng menjadi penggerak ekonomi, memperluas peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Poasia dan sekitarnya.*

Pemkot dan BNN Kendari Perkuat Sinergi Cegah Peredaran Narkoba

KENDARIKINI.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, menerima kunjungan Kepala BNN Kota Kendari, Isamuddin, Kamis (9/7/2026).

Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Sekda Kota Kendari untuk memperkuat koordinasi dalam pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba.

Kunjungan tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari.

Sekda Kota Kendari, Amir Hasan, mengapresiasi kunjungan tersebut dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, kerja sama berbagai pihak diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman narkotika.

Ancaman penyalahgunaan narkoba juga dinilai perlu mendapat perhatian serius karena dapat merusak generasi muda sebagai aset pembangunan daerah.

Pemkot Kendari berkomitmen mendukung berbagai program BNN melalui kegiatan sosialisasi, edukasi, dan langkah pencegahan di tengah masyarakat.

Upaya tersebut akan melibatkan perangkat daerah, lembaga pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat di Kota Kendari.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Kendari, Isamuddin, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mempererat hubungan kelembagaan dengan pemerintah daerah.

Sinergi yang kuat diharapkan dapat mendukung pelaksanaan berbagai program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Pertemuan tersebut juga membahas sejumlah langkah strategis yang dapat dilakukan bersama oleh Pemkot dan BNN Kota Kendari.

Langkah tersebut meliputi penguatan edukasi masyarakat, peningkatan kesadaran bahaya narkotika, serta koordinasi pelaksanaan program pencegahan.

Kolaborasi Pemkot dan BNN diharapkan membuat upaya pencegahan serta pemberantasan narkoba di Kota Kendari berjalan semakin efektif.

Sinergi tersebut juga diharapkan mampu mewujudkan Kota Kendari yang aman, sehat, dan bersih dari penyalahgunaan serta peredaran narkoba.*

Inflasi Naik, TPID Kendari Siapkan Strategi Stabilkan Harga dan Pasokan

KENDARIKINI.COM – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari menggelar rapat koordinasi menyikapi kenaikan inflasi pada Juni 2026.

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda, Rabu (8/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok di Kota Kendari.

Rapat dihadiri unsur TPID Kota Kendari dan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Sales Area Manager Retail Pertamina Sulawesi Tenggara.

Pembahasan difokuskan pada evaluasi perkembangan inflasi berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Kendari selama Juni 2026.

TPID juga mengidentifikasi sejumlah komoditas yang memberikan andil terhadap kenaikan IHK sebagai dasar menentukan langkah pengendalian.

Selain perkembangan harga, peserta rapat mengevaluasi ketersediaan pasokan kebutuhan pokok dan kelancaran distribusi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).

Ketersediaan BBM dinilai penting dalam menunjang kelancaran distribusi barang sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat.

TPID Kota Kendari mendorong instansi terkait memperkuat pengawasan terhadap pergerakan harga di pasar dan memastikan kelancaran distribusi kebutuhan pokok.

Langkah antisipasi juga diperlukan untuk mencegah gangguan pasokan yang berpotensi memicu kenaikan harga di tengah masyarakat.

Dalam rapat tersebut, Pertamina menyampaikan komitmennya menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM di wilayah Kota Kendari.

Dukungan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus membantu pemerintah daerah mengendalikan laju inflasi.

Pemkot Kendari menegaskan sinergi antarlembaga menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga dan perekonomian daerah.

Melalui koordinasi berkelanjutan, inflasi diharapkan dapat dikendalikan sehingga daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Kota Kendari tetap terjaga.*

Pemkot Kendari Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Pekerja Rentan

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari resmi menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan kepada pekerja rentan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang melibatkan Dinas Sosial dan Dinas Perikanan Kota Kendari.

Program tersebut menjadi langkah Pemkot Kendari memperluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal.

Perlindungan diprioritaskan bagi pekerja yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap risiko kecelakaan kerja maupun kematian.

Melalui program tersebut, pekerja rentan akan mendapatkan perlindungan jaminan sosial untuk memberikan rasa aman selama menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kerja sama itu juga menjadi bagian dari komitmen Pemkot Kendari menghadirkan program perlindungan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dinas Sosial dan Dinas Perikanan Kota Kendari akan melakukan pendataan serta verifikasi terhadap calon penerima manfaat.

Proses tersebut dilakukan berdasarkan kriteria pekerja rentan yang telah ditetapkan agar program berjalan tepat sasaran.

Perlindungan jaminan sosial dinilai penting untuk mengurangi beban ekonomi keluarga apabila pekerja mengalami risiko kecelakaan kerja maupun kematian.

Selain memberikan rasa aman, perlindungan tersebut diharapkan mampu mendukung produktivitas pekerja dalam menjalankan aktivitas dan memenuhi kebutuhan keluarganya.

Pemkot Kendari juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program perlindungan sosial.

Sinergi bersama BPJS Ketenagakerjaan diharapkan memberikan dampak positif terhadap perlindungan pekerja dan pembangunan sumber daya manusia di Kota Kendari.

Melalui kerja sama tersebut, Pemkot Kendari menegaskan komitmennya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya kelompok pekerja rentan.

Program ini diharapkan berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan perlindungan jaminan sosial berkelanjutan bagi pekerja rentan di Kota Kendari.*

Pemkot Kendari Genjot Capaian Standar Pelayanan Minimal 2026

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus meningkatkan kualitas pelayanan dasar melalui penguatan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Upaya tersebut dilakukan melalui Workshop Peningkatan Capaian Penerapan SPM Lingkup Pemerintah Kota Kendari Tahun 2026, Rabu (8/7/2026).

Workshop yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari itu dibuka Asisten I Setda Kota Kendari, Adriana.

Adriana dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan Sekretaris Daerah Kota Kendari terkait pentingnya peningkatan kualitas pelayanan dasar.

Penerapan SPM ditegaskan bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi instrumen memastikan masyarakat memperoleh pelayanan dasar yang layak dan berkualitas.

Pelayanan dasar meliputi enam urusan wajib, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.

“Keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun,” demikian isi sambutan Sekretaris Daerah.

Keberhasilan juga ditentukan kemampuan pemerintah menghadirkan pelayanan dasar yang cepat, mudah, berkualitas, dan dapat diakses secara merata.

Pemkot Kendari mengakui masih terdapat tantangan dalam penerapan SPM, mulai kualitas data, perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan program.

Karena itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta memperbaiki tata kelola pelaksanaan SPM secara menyeluruh.

Setiap OPD pengampu SPM juga diminta bekerja berdasarkan data akurat dan kebutuhan riil masyarakat.

“Penerapan SPM tidak boleh lagi dipandang sebagai rutinitas administrasi,” tegasnya.

Workshop tersebut bertujuan menyamakan persepsi antarperangkat daerah sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala dalam penerapan SPM di Kota Kendari.

Sebanyak 78 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas sekretaris, kepala bidang, dan admin OPD lingkup Pemkot Kendari.

Materi disampaikan narasumber dari Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, termasuk Benjamin Sibarani.

Pemkot Kendari berharap workshop tersebut meningkatkan capaian SPM 2026 sekaligus mengoptimalkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat.*

DWP Kota Kendari Dibekali Keterampilan Bantuan Hidup Dasar

KENDARIKINI.COM – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kendari menggelar sosialisasi dan simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD), Selasa (7/7/2026).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan pertemuan rutin bulanan itu berlangsung di Anaway Cafe & Eatery, Kelurahan Amohalo, Kecamatan Baruga.

Peserta terdiri dari pengurus DWP Kota Kendari serta Ketua DWP Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, dan kelurahan.

Dalam kegiatan tersebut, tim RSUD Kota Kendari memberikan edukasi mengenai pertolongan pertama dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan.

Ketua DWP Kota Kendari, Hasria, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggotanya.

Menurutnya, kemampuan memberikan pertolongan pertama penting dimiliki karena tindakan awal dapat menentukan keselamatan seseorang sebelum memperoleh penanganan medis.

“Hari ini kita melakukan pertemuan rutin DWP Kota Kendari dan mengisinya dengan sosialisasi serta simulasi Bantuan Hidup Dasar,” kata Hasria.

Ia mengatakan, tenaga kesehatan dari RSUD Kota Kendari memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah penanganan pertama dalam kondisi darurat.

Dalam sesi sosialisasi, peserta mendapat pemahaman mengenai pertolongan terhadap korban henti napas, henti jantung, dan kondisi darurat lainnya.

Tak hanya menerima materi, para peserta juga mempraktikkan langsung teknik Bantuan Hidup Dasar dengan panduan tenaga kesehatan profesional.

Simulasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan anggota DWP apabila menghadapi situasi kegawatdaruratan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Para peserta terlihat aktif mengikuti setiap tahapan simulasi dan mempraktikkan teknik pertolongan pertama yang telah diberikan.

Melalui kegiatan edukatif tersebut, DWP Kota Kendari berharap anggotanya memiliki kemampuan memberikan tindakan cepat dan tepat saat menghadapi keadaan darurat.

Pengetahuan dan keterampilan tersebut juga diharapkan dapat diterapkan untuk membantu sesama serta meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat.*

Evaluasi Rakernas APEKSI 2026, Siska Minta OPD Kendari Terapkan Inovasi

KENDARIKINI.COM – Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengevaluasi hasil keikutsertaan Pemerintah Kota Kendari dalam Rakernas APEKSI 2026.

Rapat evaluasi berlangsung di ruang rapat Wali Kota Kendari, Selasa (7/7/2026).

Rapat dihadiri Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Sekretaris Daerah, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Kendari.

Siska meminta seluruh OPD menindaklanjuti berbagai pengalaman dan hasil yang diperoleh selama mengikuti Rakernas APEKSI 2026 di Kota Medan.

Menurutnya, keikutsertaan dalam forum nasional harus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Kota Kendari.

“Saya meminta seluruh OPD yang mengikuti berbagai forum menyampaikan hal-hal positif yang bisa diterapkan di Kota Kendari,” ujar Siska.

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah lain setelah pelaksanaan Rakernas APEKSI.

Salah satunya, hasil komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan Pemerintah Kota Pekanbaru yang dinilai berpotensi meningkatkan pendapatan daerah.

Siska menegaskan, setiap keikutsertaan aparatur pemerintah dalam forum nasional harus menghasilkan gagasan, inovasi, dan program yang dapat diterapkan.

“Jangan sampai kita mengikuti kegiatan hanya sekadar hadir. Harus ada manfaat yang dibawa pulang untuk diterapkan di Kota Kendari,” tegasnya.

Menurutnya, berbagai pengalaman, inovasi, dan praktik baik yang diperoleh harus menjadi bahan evaluasi serta ditindaklanjuti oleh perangkat daerah.

Dalam rapat tersebut, sejumlah OPD memaparkan hasil keikutsertaan mereka pada berbagai forum tematik selama Rakernas APEKSI 2026.

Rapat juga membahas langkah implementasi sejumlah inovasi dan program yang dinilai dapat diterapkan dalam waktu dekat.

Pemkot Kendari berharap hasil Rakernas APEKSI dapat meningkatkan kinerja pemerintahan, pelayanan publik, serta optimalisasi pendapatan daerah.*

Cegah Kecurangan SPMB 2026, Ombudsman Sultra Buka Posko Pengaduan

KENDARIKINI.COM – Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) membuka posko pengaduan khusus Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Posko tersebut dibuka untuk mengawal penerimaan murid tingkat SMA dan SMK sederajat sekaligus mencegah potensi kecurangan.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sultra, Mastri Susilo, mengatakan posko tersebut beroperasi mandiri dan terpisah dari Dinas Pendidikan.

“Terkait posko pengaduan, kami tidak bersama dinas, kami buka sendiri,” kata Mastri, dilansir dari Antara Sultra.

Ombudsman juga mendorong Dinas Pendidikan dan sekolah membentuk tim pengaduan agar setiap persoalan dapat diselesaikan sejak awal.

Masyarakat dapat menyampaikan laporan langsung ke kantor Ombudsman, melalui surat, maupun layanan WhatsApp pengaduan.

Khusus laporan SPMB, Ombudsman menerapkan mekanisme Reaksi Cepat Ombudsman (RCO) untuk mempercepat penanganan setiap aduan.

Laporan dengan identitas pelapor jelas dan substansi terkait SPMB akan ditindaklanjuti hari itu atau paling lambat keesokan harinya.

Sejauh ini, Ombudsman Sultra telah menerima satu laporan terkait kendala teknis dalam sistem pendaftaran daring.

Laporan tersebut berasal dari calon murid yang kesulitan membatalkan pendaftaran. Persoalan akhirnya diselesaikan setelah Ombudsman berkoordinasi dengan dinas.

Ombudsman memastikan pengawasan dilakukan terhadap seluruh jalur penerimaan, meliputi domisili, prestasi, afirmasi, disabilitas, dan perpindahan orang tua.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap potensi penambahan rombongan belajar atau rombel di luar kuota resmi setelah pengumuman seleksi.

Mastri mengungkapkan, evaluasi sebelumnya menemukan sekolah yang menambah kelas tidak resmi setelah sebelumnya mengumumkan jumlah rombel tertentu.

“Tahun ini, kami minta Dapodik dikunci sejak awal,” tegasnya.

Menurutnya, penguncian Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dapat mencegah sekolah menambah kuota siswa secara sepihak di luar ketentuan.

Ombudsman juga meminta pengisian bangku kosong dilakukan secara terbuka dan sesuai petunjuk teknis agar proses SPMB transparan dan akuntabel.*

HMKS Soroti Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan dan Konflik Agraria PT CAM

KENDARIKINI.COM – Himpunan Mahasiswa Konawe Selatan (HMKS) menyoroti dugaan pelanggaran ketenagakerjaan dan persoalan sosial yang dikaitkan dengan PT CAM.

HMKS juga menyoroti dugaan kriminalisasi pekerja serta konflik agraria yang disebut masih menjadi pembicaraan di tengah masyarakat.

Wakil Ketua Umum HMKS, Muh. Beni Saputra, meminta setiap dugaan pelanggaran hak normatif pekerja ditangani secara profesional dan transparan.

Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut harus berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan mengedepankan mekanisme hukum yang adil.

“Negara harus hadir memastikan setiap pekerja memperoleh perlindungan hukum yang sama,” ujar Beni dalam keterangannya.

Ia meminta dugaan pelanggaran ketenagakerjaan maupun kriminalisasi pekerja diperiksa secara transparan dan objektif untuk menjaga kepercayaan publik.

HMKS menilai persoalan di sekitar aktivitas perusahaan tidak dapat dipandang semata-mata sebagai sengketa ketenagakerjaan.

Organisasi tersebut turut menyoroti dugaan intervensi terhadap warga yang menyampaikan aspirasi dan konflik agraria yang dinilai belum terselesaikan.

Menurut HMKS, penyelesaian konflik agraria harus menjadi perhatian serius pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Kepastian hak masyarakat atas lahan dan ruang hidup dinilai perlu diselesaikan melalui dialog terbuka dan berkeadilan.

Beni menegaskan, investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Namun, investasi harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak pekerja, masyarakat, serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum.

“Keberadaan investasi seharusnya membawa manfaat bagi masyarakat sekitar, bukan justru melahirkan persoalan berkepanjangan,” tegasnya.

HMKS mendesak instansi terkait memeriksa secara menyeluruh setiap dugaan pelanggaran dan memastikan perlindungan hukum tanpa diskriminasi.

HMKS juga menyatakan akan terus mengawal persoalan yang dikaitkan dengan PT CAM.

Organisasi tersebut tidak menutup kemungkinan menggelar aksi demonstrasi apabila persoalan itu dinilai belum mendapat perhatian serius pemerintah.

“Kami mengingatkan, investasi ideal adalah investasi yang mengutamakan kepentingan masyarakat luas sembari memperhatikan kepentingan korporasi,” pungkas Beni.*

APH Sultra Tagih Janji DPRD Kendari Inspeksi Hauling PT ST Nikel

KENDARIKINI.COM – Aliansi Pemerhati Hukum (APH) Sultra Bersatu menagih janji DPRD Kota Kendari terkait inspeksi aktivitas hauling PT ST Nikel Resources.

Desakan itu disampaikan setelah lebih dari empat bulan sejak Rapat Dengar Pendapat (RDP) digelar pada 2 Maret 2026.

APH Sultra Bersatu terdiri dari HIPPMAKOT Kendari, AMARA Sultra, JANGKAR Sultra, dan SIMPUL Sultra.

Koordinator APH Sultra Bersatu, Malik Botom, mengatakan DPRD sebelumnya berkomitmen melakukan inspeksi lapangan dan verifikasi dokumen perusahaan.

Namun, menurut Malik, hingga Juli 2026 rencana tersebut belum terealisasi.

“Sudah lebih dari empat bulan sejak RDP dilaksanakan. Sampai hari ini tidak ada realisasi,” kata Malik.

RDP tersebut membahas aktivitas pengangkutan ore nikel PT ST Nikel Resources menuju jetty PT Tiara Abadi Sentosa (TAS).

Sebelumnya, APH melakukan pemantauan di Jalan KH Ahmad Dahlan, depan Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, pada 24 Februari 2026.

APH mengklaim menemukan dump truck pengangkut ore nikel yang melintas dan mewawancarai sejumlah sopir terkait rute serta muatan kendaraan.

Menurut Malik, sejumlah sopir mengaku hanya dibekali surat jalan dan tidak mengetahui secara pasti rute resmi yang harus dilalui.

Temuan tersebut kemudian dipaparkan dalam RDP bersama DPRD, Dishub, Dinas PUPR, BPJN, Satlantas Polresta Kendari, dan pihak perusahaan.

Dalam RDP, Dinas PUPR Kota Kendari menyampaikan batas tonase jalan kota sebesar delapan ton.

Dishub juga disebut menjelaskan adanya dispensasi pada ruas tertentu dan perlunya evaluasi apabila kendaraan melintas di luar jalur tersebut.

Malik menilai inspeksi lapangan diperlukan untuk memverifikasi berbagai keterangan yang disampaikan perusahaan maupun instansi pemerintah dalam RDP.

“Kalau hasil RDP hanya berhenti sebagai notulen rapat tanpa implementasi, lalu apa manfaatnya bagi masyarakat?” ujarnya.

APH mendesak DPRD Kota Kendari segera menjadwalkan inspeksi lapangan dan menyampaikan perkembangan tindak lanjut RDP kepada publik.

Malik menyatakan pihaknya akan kembali menggelar aksi unjuk rasa apabila tidak ada langkah konkret dari DPRD Kota Kendari.

“Kami tidak ingin RDP hanya menjadi formalitas. Masyarakat menunggu tindakan nyata, bukan janji yang menjadi wacana kosong,” pungkasnya.*

Akuatik Buton Selatan Borong 7 Medali di Sprint Challenge Sultra

KENDARIKINI.COM – Kontingen Akuatik Kabupaten Buton Selatan (Busel) meraih prestasi pada Kejuaraan Akuatik Sprint Challenge se-Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kejuaraan yang berlangsung pada 10–11 Juli 2026 itu digelar di GOR Kolam Renang Provinsi Sulawesi Tenggara, Kota Kendari.

Dalam kejuaraan tersebut, atlet Akuatik Buton Selatan berhasil memborong tujuh medali dari sejumlah nomor yang dipertandingkan.

Tujuh medali tersebut terdiri atas dua medali emas, satu medali perak, dan empat medali perunggu.

Keberhasilan para atlet Busel turut disaksikan langsung Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buton Selatan, Darmani.

Kehadiran Ketua KONI Busel menjadi bentuk dukungan terhadap para atlet yang berjuang membawa nama daerah dalam kejuaraan tingkat Sultra.

Kepala Pelatih Akuatik Buton Selatan, Agus Salim, mengaku bersyukur atas capaian para atlet dalam kejuaraan tersebut.

Menurut Agus, hasil tersebut menjadi awal positif bagi pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga akuatik di Kabupaten Buton Selatan.

“Ini awal yang baik untuk pembinaan prestasi di cabang olahraga akuatik,” ujar Agus Salim kepada awak media.

Ia mengatakan, tim Akuatik Buton Selatan selanjutnya akan meningkatkan persiapan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.

“Pada Porprov ke depan, kami akan lebih memaksimalkan lagi persiapannya,” katanya.

Capaian tujuh medali diharapkan menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi lebih tinggi.

Prestasi tersebut juga menjadi modal bagi Akuatik Buton Selatan dalam mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan regional maupun nasional.*

Rizky Brilian Pagala Terpilih Aklamasi Pimpin POBSI Sultra

KENDARIKINI.COM – Rizky Brilian Pagala terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia Sulawesi Tenggara.

Rizky akan memimpin Pengurus Provinsi POBSI Sultra untuk periode 2026–2030.

Pemilihan berlangsung melalui Musyawarah Provinsi POBSI Sultra di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu, 11 Juli 2026.

Musprov dihadiri Wakil Ketua II PB POBSI Hamka Jaya, pengurus POBSI Sultra, dan perwakilan kabupaten serta kota.

Sejumlah atlet biliar Sulawesi Tenggara juga menghadiri agenda pemilihan kepengurusan organisasi tersebut.

Rizky yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Kendari menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Ia berkomitmen membangun olahraga biliar Sultra melalui kolaborasi untuk menghasilkan atlet berprestasi di berbagai tingkatan.

“Tentu saya akan membangun cabang olahraga biliar ini dengan semangat kolaborasi sehingga bisa menghasilkan atlet berprestasi,” kata Rizky.

Pria yang akrab disapa RBP itu juga ingin memperkuat ekosistem dan meningkatkan citra olahraga biliar di Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, perkembangan industri biliar di Sultra semakin pesat dan diminati berbagai kalangan.

Karena itu, ia menilai pertumbuhan tersebut harus diikuti pembinaan atlet dan penguatan organisasi secara berkelanjutan.

Rizky juga akan menyelaraskan visi dan program POBSI Sultra dengan PB POBSI untuk mengejar prestasi nasional dan internasional.

Ia berharap kepengurusan periode 2026–2030 mampu membangun ekosistem biliar yang lebih profesional, kompetitif, dan berprestasi.

Rizky mengajak seluruh pengurus, atlet, dan pemangku kepentingan berkolaborasi memajukan olahraga biliar di Sulawesi Tenggara.*

Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus

KENDARIKINI.COM – Jaksa Agung RI ST Burhanuddin menunjuk Rudi Margono sebagai Pelaksana Tugas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.

Penunjukan tersebut dilakukan menyusul diterimanya pengunduran diri Febrie Adriansyah dari jabatan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.

Rudi Margono saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Pengawasan atau Jamwas Kejaksaan Agung.

Penunjukan Rudi berdasarkan Surat Perintah Jaksa Agung Nomor PRINT-76/A/JA/07/2026.

Kebijakan tersebut bertujuan menjamin kesinambungan pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.

Rudi akan menjalankan tugas sebagai Plt Jampidsus hingga Kejaksaan Agung menetapkan pejabat definitif.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, memastikan pergantian kepemimpinan tidak memengaruhi proses penegakan hukum.

Menurutnya, seluruh penanganan perkara tindak pidana khusus tetap berjalan sesuai prinsip profesionalitas dan independensi.

“Seluruh penanganan perkara tindak pidana khusus tetap berjalan secara profesional, independen, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Anang.

Kejaksaan Agung menegaskan seluruh tugas dan penanganan perkara di bidang tindak pidana khusus tetap berjalan sebagaimana mestinya.*

Ketum JMSI: Jurnalisme Harus Mitigasi Persoalan Kemanusiaan

KENDARIKINI.COM – Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr. Teguh Santosa, menegaskan jurnalisme harus berpijak pada nilai kemanusiaan.

Pernyataan itu disampaikan saat bedah buku Jurnalisme untuk Kemanusiaan karya Dr. Roni Tabroni, Jumat, 10 Juli 2026.

Acara berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, dan dihadiri akademisi, praktisi media, serta pengurus Muhammadiyah.

Teguh mengapresiasi buku tersebut sebagai karya intelektual yang mengingatkan pentingnya nilai kemanusiaan dalam jurnalisme.

Menurutnya, jurnalisme tidak boleh hanya hadir setelah bencana atau konflik terjadi.

Media, kata Teguh, juga harus berperan memitigasi persoalan melalui pengawasan kebijakan publik sejak tahap perencanaan.

Ia mencontohkan pentingnya mengawal tata kelola lingkungan agar tidak memicu kerusakan dan persoalan kemanusiaan.

Teguh mengibaratkan jurnalisme bukan sekadar menjadi “pemadam kebakaran”, tetapi mencegah akar persoalan sejak awal.

Ia juga mengingatkan media agar tidak terjebak menjadi “budak algoritma” yang mengutamakan isu dangkal.

Menurutnya, media harus tetap menghadirkan informasi yang berdampak dan relevan bagi kepentingan masyarakat.

Sementara itu, penulis buku, Dr. Roni Tabroni, mengatakan bukunya menawarkan paradigma jurnalisme sebagai penggerak perubahan sosial.

Buku tersebut memuat panduan konseptual dan teknis bagi akademisi, jurnalis, peneliti, aktivis, hingga pembuat konten.

Diskusi turut menghadirkan Pemred CNN Indonesia Titin Rosmasari, Direktur tvMu Makroen Sanjaya, dan Ketua Lazismu Ahmad Mujadid Rais.*

Polresta Kendari Amankan Pemuda Gegara Dugaan Pelecehan terhadap Anak

KENDARIKINI.COM – Satreskrim Polresta Kendari mengamankan seorang pemuda berinisial MH, 18 tahun, terkait dugaan persetubuhan terhadap anak.

Penangkapan dilakukan Tim URC Buser77 pada Jumat, 10 Juli 2026, sekitar pukul 10.00 Wita.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, mengatakan pengungkapan berawal dari laporan keluarga korban.

“Laporan muncul setelah keluarga menemukan percakapan digital yang diduga melibatkan korban dan terlapor,” katanya.

Ia menambahkan, Korban kemudian memberikan keterangan kepada keluarga mengenai dugaan peristiwa yang dialaminya pada Mei 2026.

Berbekal laporan dan bukti awal, penyidik “melakukan penyelidikan serta mencari keberadaan terduga pelaku,” tambahnya.

Tim akhirnya mengamankan MH di kawasan Wua-Wua, Kota Kendari, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui pernah melakukan persetubuhan dengan korban di sebuah bengkel di Kota Kendari,” ungkapnya.

Penyidik juga mendalami dugaan kejadian lain sebagaimana tercantum dalam laporan polisi.

“Kasus tersebut kini ditangani Satreskrim Polresta Kendari sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tuturnya.

Polisi menegaskan proses hukum dilakukan dengan mengutamakan perlindungan hak anak dan kerahasiaan identitas korban.*

DPO Kasus Pemerkosaan Korban Disabilitas Intelektual di Kendari Ditangkap Polisi

KENDARIKINI.COM – Tim URC Buser77 Satreskrim Polresta Kendari menangkap seorang buronan kasus dugaan pemerkosaan terhadap perempuan penyandang disabilitas intelektual.

Penangkapan dilakukan Sabtu, 11 Juli 2026, sekitar pukul 02.00 Wita di Jalan Wedahu, Kelurahan Abeli, Kecamatan Abeli, Kota Kendari.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, mengatakan tersangka berinisial TA merupakan DPO sejak 2024 berdasarkan nomor DPO/06/VII/2024/Reskrim.

“Korban berinisial FA, 23 tahun, merupakan perempuan penyandang disabilitas intelektual yang berdomisili di Kota Kendari. Polisi menyebut peristiwa pertama terjadi 11 Juli 2024 sekitar pukul 21.00 WITA di WC Masjid,” katanya.

Korban mengaku dipaksa masuk ke dalam WC masjid setelah pelaku menarik tangan dan mengancam akan membunuhnya.

“Di lokasi itu, pelaku diduga memaksa korban melakukan hubungan seksual tanpa persetujuan,” tambahnya.

Hasil penyidikan menyebut dugaan kekerasan seksual terjadi empat kali pada Juli 2024 di tiga lokasi berbeda.

“Hasil visum menemukan robekan lama pada selaput dara. Tidak ditemukan luka pada tubuh lainnya maupun sperma,” ungkapnya.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui telah berhubungan badan dengan korban, tetapi membantah adanya unsur paksaan.

“Penyidik tetap memproses perkara berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi yang telah dikumpulkan,” tuturnya.

Saat ini, tersangka telah ditahan di Satreskrim Polresta Kendari untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.*

HMKS Tolak RKAB PT GAP, Soroti Rekam Jejak dan Keselamatan Warga

KENDARIKINI.COM – Himpunan Mahasiswa Konawe Selatan (HMKS) menolak penerbitan maupun perpanjangan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Generasi Agung Perkasa (GAP).

Penolakan disampaikan karena perusahaan dinilai masih menyisakan berbagai persoalan, termasuk dugaan pelanggaran regulasi dan dampak terhadap masyarakat.

Wakil Ketua Umum HMKS, Muh. Beni Saputra, meminta pemerintah mengevaluasi rekam jejak perusahaan sebelum menerbitkan persetujuan RKAB.

Menurutnya, RKAB bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan bentuk kepercayaan negara kepada perusahaan menjalankan aktivitas pertambangan.

Beni menegaskan pemerintah harus mempertimbangkan kepatuhan hukum, keselamatan masyarakat, dan penerapan tata kelola pertambangan yang baik.

HMKS juga menyoroti dugaan pencemaran sumber air bersih akibat aktivitas PT GAP di wilayah Palangga Selatan.

Beni menyebut kondisi tersebut berpotensi mengganggu hak masyarakat atas lingkungan yang baik dan sehat.

Ia menilai persoalan lingkungan dapat memicu konflik sosial apabila tidak segera ditangani secara serius.

HMKS mengingatkan, pada 20 Januari 2026, Formasi Sultra melalui Inbu Arifin juga menyoroti dugaan pencemaran sumber mata air oleh PT GAP.

Saat itu, Formasi Sultra meminta aparat penegak hukum menindak tegas dugaan pencemaran yang dikaitkan dengan aktivitas perusahaan.

Beni menilai catatan tersebut semestinya menjadi bahan evaluasi pemerintah sebelum menyetujui RKAB PT GAP.

HMKS menegaskan akan terus mengawal proses evaluasi RKAB dan membuka peluang menggelar aksi apabila persetujuan tetap diterbitkan.

“Investasi harus menghormati hukum, menjaga lingkungan, dan melindungi masyarakat. Jika tidak, kami menolak RKAB PT GAP,” tegas Beni.*

Laskar Semut Merah Kritik Silaturahmi Akbar KKMM Digelar di Kendari

KENDARIKINI.COM – Laskar Semut Merah Kota Kendari mengkritik pelaksanaan Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna yang digelar KKMM di Kota Kendari.

Ketua Dewan Pembina Laskar Semut Merah, Jaya, SE, menilai kegiatan budaya semestinya dilaksanakan di Pulau Muna.

Menurutnya, Pulau Muna merupakan tempat lahir sejarah, adat, dan tradisi masyarakat Muna sehingga lebih representatif.

Jaya mengatakan penyelenggaraan di luar wilayah Muna berpotensi mengurangi makna budaya dan manfaat bagi masyarakat setempat.

Ia mempertanyakan tujuan kegiatan jika pelestarian budaya justru dipusatkan di Kota Kendari.

Menurutnya, kritik masyarakat merupakan hal wajar dalam ruang demokrasi terhadap agenda yang mengatasnamakan budaya.

Jaya juga menilai persepsi publik yang mengaitkan kegiatan dengan kepentingan politik perlu dijawab secara terbuka penyelenggara.

Persepsi itu muncul karena Ketua KKMM juga menjabat Bupati Muna Barat dan Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara.

Meski demikian, Jaya menegaskan pernyataannya merupakan kritik, bukan tuduhan terhadap penyelenggara.

Ia mengingatkan budaya harus menjadi sarana pendidikan, pemersatu masyarakat, dan pelestarian identitas Muna.

Laskar Semut Merah mendorong Silaturahmi Akbar dipusatkan di Pulau Muna agar memberi manfaat budaya dan ekonomi lokal.

Sementara itu, Ali Sabarno mempertanyakan rencana menghadirkan artis di tengah berbagai persoalan masyarakat Muna Barat.

Menurutnya, infrastruktur jalan, akses menuju RSUD, serta kesejahteraan masyarakat lebih membutuhkan perhatian pemerintah.

Ia berharap pembangunan infrastruktur dan peningkatan ekonomi masyarakat menjadi prioritas dibanding kegiatan yang memunculkan persepsi politik.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti