Senin, Oktober 26, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 86

Diduga KDRT, Ipda MA Ditahan Propam Polda Sultra

KENDARIKINI.COM – Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Tenggara menahan seorang perwira polisi berinisial Ipda MA, Jumat (6/3/2026).

Ipda MA diduga melanggar Kode Etik Profesi Kepolisian (KEPP) setelah dilaporkan melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, SL (32).

SL mengaku ditampar suaminya setelah memergoki Ipda MA bermesraan dengan wanita lain di dalam mobil.

Berdasarkan informasi dari Propam Polres Kolaka Utara, Ipda MA telah dijemput langsung oleh Bid Propam Polda Sultra.

“Suamiku tadi siang dijemput langsung oleh Propam Polda,” ujar SL kepada Penafaktual.com, Jumat malam.

Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Iis Kristian membenarkan penahanan tersebut.

“Iya benar, saat ini ditangani Bid Propam Polda,” katanya singkat saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (7/3/2026).

Sebelumnya, SL melaporkan suaminya ke Satreskrim Polres Kolaka Utara terkait dugaan KDRT.

Laporan itu tercatat dengan nomor LP/17/III/2026/SPKT/Polres Kolaka Utara/Polda Sultra tertanggal 4 Maret 2026.

SL mengaku mengalami memar di pipi kiri setelah ditampar keras oleh suaminya.

Peristiwa itu terjadi di sebuah kafe di Kelurahan Lasusua, Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara, Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.

Saat tiba di lokasi, SL melihat mobil Honda Jazz merah milik suaminya terparkir di halaman kafe.

Karena curiga, ia mengintip ke dalam mobil dan mendapati Ipda MA sedang bermesraan dengan seorang perempuan berinisial NN.

SL kemudian membuka pintu mobil dan menanyakan hubungan suaminya dengan perempuan tersebut.

Namun Ipda MA justru memaki dan menampar SL hingga rahangnya terasa sakit.

SL juga mengaku didorong hingga terjatuh sebelum Ipda MA pergi bersama perempuan tersebut.

Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Kolaka Utara.

SL mengungkapkan sebelumnya pernah mengalami kekerasan serupa pada Januari 2026, namun berakhir damai.

Dalam surat pernyataan damai, Ipda MA berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Namun janji tersebut dilanggar setelah ia kembali melakukan kekerasan pada 4 Maret 2026.

SL berharap kasus tersebut diproses tegas dan suaminya diberhentikan dari institusi kepolisian.*

AKAR Sultra Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Pedestrian Eks MTQ Kendari

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Aliansi Keadilan Rakyat Sulawesi Tenggara (AKAR Sultra) melaporkan dugaan korupsi proyek pedestrian Eks MTQ Kendari.

Laporan tersebut disampaikan langsung ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari, terkait proyek penataan kawasan bernilai puluhan miliar rupiah.

Koordinator AKAR Sultra, Eko Rama mengatakan laporan ditujukan kepada pimpinan PT Alfa Media Adijaya.

Perusahaan tersebut diduga terkait dengan pelaksanaan proyek pedestrian di kawasan Eks MTQ Kendari.

Eko Rama menyebut proyek tersebut menggunakan anggaran pemerintah yang bersumber dari APBD Kota Kendari.

Nilai anggaran pembangunan pedestrian di kawasan tersebut mencapai sekitar Rp20,3 miliar.

Menurutnya, proyek itu seharusnya menghadirkan ruang publik yang estetis, fungsional, dan representatif bagi masyarakat.

Namun, pihaknya menemukan sejumlah kerusakan pada beberapa titik di kawasan tersebut.

Ia menilai kondisi itu tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digunakan dalam proyek tersebut.

AKAR Sultra menduga terdapat indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Karena itu, pihaknya meminta Kejari Kendari segera menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan.

Eko Rama menegaskan organisasinya akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas.

Ia berharap pihak kejaksaan segera memanggil serta memeriksa pimpinan PT Alfa Media Adijaya.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Kendari, Aguslan membenarkan laporan tersebut telah diterima.

Menurutnya, setiap aduan masyarakat akan diproses sesuai prosedur yang berlaku.

Pihak kejaksaan akan terlebih dahulu mempelajari laporan tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Perkembangan penanganan laporan tersebut akan disampaikan kepada pihak pelapor.*

Mobil Suzuki Carry Terjun di Jembatan Warangga Muna, Sopir Luka

MUNA, KENDARIKINI.COM – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Pendidikan, Kelurahan Warangga, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Sabtu (7/3/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WITA dan melibatkan satu unit mobil Suzuki Carry berwarna hitam.

Kasi Humas Polres Muna, Iptu Muh. Jufri mengatakan kendaraan tersebut bernomor polisi DT 8862 BD.

Mobil itu dikemudikan Iremia Cristofel (18), seorang pekerja swasta asal Desa Gonebalano, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna.

Di dalam kendaraan juga terdapat dua penumpang yakni Iran (16) dan Gafur (16).

Keduanya merupakan pelajar yang berdomisili di Kelurahan Wali, Kecamatan Watopute, Kabupaten Muna.

Berdasarkan kronologi, kendaraan bergerak dari arah barat Kelurahan Wali menuju timur atau Kota Raha.

Saat melintas di tikungan kanan Jalan Poros Warangga, mobil melaju dengan kecepatan cukup tinggi.

Pengemudi diduga kehilangan kendali sehingga kendaraan keluar dari badan jalan.

Mobil tersebut kemudian terjatuh di sisi kiri jalan, tepatnya di area jembatan.

Akibat kecelakaan itu, pengemudi mengalami luka dan langsung mendapatkan perawatan medis.

Korban dibawa ke RSUD dr. H. L. M. Baharuddin, M.Kes untuk mendapatkan penanganan medis.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban dilaporkan hanya mengalami luka ringan.

Sementara dua penumpang lainnya tidak mengalami luka serius dalam peristiwa tersebut.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait kecelakaan tersebut.*

Polda Sultra Tanam Jagung Serentak 16,3 Hektare Dukung Swasembada Pangan

KENDARIKINI.COM – Polda Sulawesi Tenggara menggelar penanaman jagung serentak Kuartal I 2026 untuk mendukung program swasembada pangan nasional.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan milik Brimob Polda Sultra pada Sabtu (7/3/2026).

Penanaman jagung ini juga diikuti secara virtual melalui Zoom Meeting bersama Kapolri yang memimpin kegiatan serentak dari Polda Sumatera Selatan, Kabupaten Ogan Ilir.

Meski diguyur hujan, kegiatan penanaman tetap berlangsung dengan penuh semangat dari seluruh peserta yang hadir.

Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia didampingi Wakapolda Sultra Brigjen Pol Gidion Arief Setyawan.

Turut hadir Dansat Brimob Polda Sultra Kombes Pol Agus Setyawan serta para pejabat utama Polda Sultra.

Kegiatan ini juga diikuti jajaran Forkopimda Sultra, Kepala Bulog Regional Sultra, Kepala BPS Sultra, dan Kepala Dinas Tanaman Pangan serta Peternakan Sultra.

Total lahan yang ditanami jagung oleh Polda Sultra dan jajaran Polres mencapai sekitar 16,30 hektare.

Program penanaman jagung serentak ini merupakan dukungan Polri terhadap upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional.

Jagung menjadi salah satu komoditas strategis yang terus didorong peningkatan produksinya.

Melalui program ini, pemanfaatan lahan produktif diharapkan semakin optimal sehingga mampu meningkatkan produksi jagung daerah.

Langkah tersebut juga diharapkan membantu menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

Secara nasional, Polri turut mendorong pemanfaatan lahan produktif di lingkungan kepolisian dan masyarakat untuk tanaman pangan.

Polri juga bersinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, serta instansi terkait dalam mendukung program swasembada pangan.

Pendampingan dilakukan mulai dari penanaman, distribusi pupuk, hingga penyerapan hasil panen oleh pasar.

Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung nasional serta memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan global.*

PLN Sulselrabar Siapkan 69 SPKLU untuk Mudik Mobil Listrik Ramadan

KENDARIKINI.COM – PT PLN (Persero) memastikan kesiapan infrastruktur pengisian kendaraan listrik menjelang Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menyiapkan 69 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Sebanyak 69 SPKLU tersebut tersebar di 53 lokasi strategis di wilayah Sulselrabar. Seluruh titik pengisian didukung personel siaga selama 24 jam untuk melayani pengguna kendaraan listrik.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan persiapan dilakukan lebih awal guna memastikan kenyamanan pengguna mobil listrik selama Ramadan hingga arus mudik Lebaran.

Menurutnya, keberadaan SPKLU menjadi salah satu fokus utama PLN seiring meningkatnya jumlah pengguna kendaraan listrik di wilayah Sulselrabar.

PLN juga memproyeksikan peningkatan jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan listrik dibandingkan tahun sebelumnya.

“PLN siap mendukung perjalanan masyarakat menggunakan kendaraan listrik dengan menghadirkan akses pengisian daya yang mudah,” ujar Edyansyah.

Ia menambahkan, pada Ramadan 2025 tercatat sebanyak 655 transaksi pengisian daya di SPKLU wilayah Sulselrabar. Angka tersebut meningkat lima kali lipat dibanding periode sebelumnya.

Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, PLN juga menyiapkan sembilan lounge di sejumlah lokasi SPKLU. Fasilitas ini disiapkan sebagai tempat istirahat pengguna kendaraan listrik.

Selain infrastruktur, PLN menghadirkan dukungan teknologi melalui aplikasi PLN Mobile.

Melalui fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS), pengguna dapat menemukan lokasi SPKLU terdekat dengan mudah.

Aplikasi PLN Mobile juga dilengkapi fitur Trip Planner yang membantu pengguna merencanakan rute perjalanan dan menentukan titik pengisian daya secara optimal.

PLN berharap kesiapan infrastruktur ini dapat mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi pengguna EV selama Ramadan dan Idulfitri.*

Gempa M4,3 Guncang Konawe, BMKG Sebut Dipicu Sesar Lawanopo

KENDARIKINI.COM – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,3 mengguncang wilayah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 04.59 WITA.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan episenter gempa berada pada koordinat 3,73 LS dan 122,18 BT.

Titik gempa berada di darat sekitar 20 kilometer timur laut Konawe dengan kedalaman 5 kilometer.

BMKG menjelaskan gempa tersebut termasuk gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Lawanopo yang berada di wilayah tersebut.

Berdasarkan peta guncangan BMKG, gempa dirasakan cukup kuat di wilayah Kabupaten Konawe.

Getaran tercatat mencapai skala intensitas IV MMI atau dirasakan banyak orang di dalam rumah.

Sementara di Konawe Utara dan Kolaka Timur, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI.

Getaran pada skala tersebut terasa nyata di dalam rumah seperti truk besar yang sedang melintas.

Di Kota Kendari, gempa juga dirasakan masyarakat dengan intensitas II hingga III MMI.

BMKG memastikan hingga kini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.

Hasil pemantauan BMKG hingga pukul 05.40 WITA juga belum menunjukkan adanya gempa susulan.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Informasi resmi terkait gempa dapat diakses melalui kanal komunikasi resmi BMKG.*

DPRD Sultra Disebut Hanya sebagai Pelengkap, Tugas Pengawasan Dipertanyakan

KENDARIKINI.COM – Lembaga DPRD Sultra mendapatkan sorotan terkait fungsi pengawasannya.

Pengamat Politik Lokal dan Dosen Fisipol Universitas Muhammadiyah Kendari, Awaludin Ma’ruf, mengatakan bahwa DPRD Sultra hanya sebagai pelengkap.

“Lemahnya pengawasan dari DPRD Provinsi seharusnya lebih tegas, Bahkan kita melihat peran-peran DPRD Sultra hanya sebagai pelengkap,” katanya dalam forum Sultra Lawyers Club yang digelar di salah satu hotel di Kota Kendari, Rabu 4 Maret 2026.

“Pelengkap tidak menjadi kontrol terhadap gubernur, tidak memberikan catatan kritis
terhadap RTRW,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Mantan Bapenda Sultra, Nasir Andi Baso. Ia mengatkan seharusnya DPRD Sultra menjadi lembaga yang mengevaluasi lembaga eksekutif.

“Karena kalau kata evaluasi sebenarnya yang paling punya punya lembaga representatif itu adalah DPRD,” tuturnya.*

PDIP Minta Gubernur Sultra Tegas Soal Eksekusi Lahan Eks P2ID dan Lahan yang Dikuasai Mantan Gubernur

KENDARIKINI.COM – Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Agus Sana’a meminta Gubernur Sultra untuk melaksanakan eksekusi lahan eks P2ID dan lahan yang dikuasai Mantan Gubernur Sultra, Nur Alam di Kota Kendari.

Hal tersebut disampaikan dalam forum Sultra Lawyers Club yang digelar di salah satu hotel di Kota Kendari, Rabu 4 Maret 2026.

“P2ID itu sudah ada keputusan Mahkamah Agung bahwa pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berada pada pihak yang menang,” katanya.

Lanjutnya sama dengan lahan yang dikuasai mantan Gubernur Sultra Nur Alam.

“Sama dengan lahan yang dikuasai oleh mantan gubernur sultra, Nur Alam, ini bisa langsung di eksekusi,” ungkapnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa Gubernur Sultra Mayjend TNI (Purn) Andi Sumangerukka merupakan pilihan masyarakat Sultra.

“Dia dipilih oleh masyarakat Sulawesi Tenggara adalah untuk menjalankan pemerintahan yang benar,” pungkasnya.*

Usai Oknum TNI AU, Dua Oknum TNI AD Diperiksa sebagai Saksi Kasus Curanmor

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari terus melakukan pengembangan terkait kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), tak hanya menjerat tersangka.

Polresta Kendari juga menelusuri keberadaan barang bukti motor, Tak Main-main Polresta Kendari bahkan bekerjasama dan berkoordinasi dengan POM AU dan POM AD.

Informasi yang diterima redaksi, dua oknum TNI AD inisial KA dan AN diperiksa sebagai saksi karena diduga membeli motor hasil curanmor.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol. Edwin L. Sengka mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan dua lembaga penegak hukum Militer.

“Terkait itu kita sudah bekerjasama dengan POM, POM TNI AD dan POM TNI AU,” katanya, Rabu 4 Maret 2026.

Sambungnya bahwa kedua oknum TNI AD diperiksa sebagai saksi.

“Kemarin kita memeriksa sebagai saksi,” tambahnya.

Lanjutnya bahwa terkait kelanjutan pemeriksaan dan perkembangan perkara merupakan kewenangan Militer.

“Untuk kelanjutannya, karena itu anggota aktif, kita serahkan kepada TNI, ke POM, kalau di Polisi hanya untuk orang sipilnya,” tuturnya.

“Sebagai saksi, untuk keterlibatan lebih lanjut silahkan ke POM AU dan POM AD,” pungkasnya.

Sementara itu Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, saat via pesan dan panggilan whats app pada 28 Februari 2026, serta SMS dan Panggilan telepon pada 2 Maret 2026 belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Hal serupa terjadi saat redaksi Kendarikini.com melakukan upaya konfirmasi ke Pasi Lidik, Kapten CPM Rivaldes yang dikonfirmasi via pesan dan panggilan whats app pada 28 Februari 2026, serta SMS dan Panggilan telepon pada 2 Maret 2026 belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Sebelumnya diberitakan, Satreskrim Polresta Kendari memeriksa saksi Prada TH terkait kasus pencurian motor. Pemeriksaan berlangsung di Lanud Haluoleo Kendari, Rabu 25 Februari 2026 pukul 21.30 WITA.

Kasat Reskrim AKP Welli Wanto Malau mengatakan pemeriksaan berjalan kondusif. Kasus ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor B/44/1/2026/SPKT/Polres Kendari.

“Dua tersangka dalam perkara ini yakni Muh. Aditiya Yasnur alias Panji dan Reskiyawan Saputra alias King,” katanya, Kamis 26 Februari 2026.

Sambungnya, Pemeriksaan saksi dilakukan penyidik didampingi piket Provost dan anggota POM AU Lanud Haluoleo.

“Dalam keterangannya, Prada T mengaku tidak mengenal kedua tersangka secara dekat,” tambahnya.

Ia menyebut hanya sekali bertemu saat transaksi sepeda motor Honda CRF merah.

“Motor tersebut, kata saksi, telah dikembalikan ke Polsek Ranomeeto. Prada T juga membantah pernah membeli Yamaha Mio M3 biru dari para tersangka,” ungkapnya.

Sementara itu, tersangka mengaku telah tujuh kali menjual motor curian kepada saksi.

“Polresta Kendari telah berkoordinasi dengan Den POM AU terkait penanganan perkara,” pungkasnya.*

Gubernur Sultra Atensi Polemik Jasa Transportasi Bandara Halu Oleo

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sultra, Mayjend TNI (Purn) Andi Sumangerukka memberikan atensi persoalan polemik jasa transportasi bandara Halu Oleo, Sabtu 7 Maret 2026.

“Sudah ada laporan ke saya, tapi nanti kita akan ngecek dulu, dimana kendalanya, itukan anunya dia,” katanya saat ditanyakan oleh wartawan kendarikini.com disela-sela Mantan Pangdam Hasanuddin melaksanakan sidak harga dan stok sembako jelang Idul Fitri, Kamis 4 Maret 2026.

Pihaknya juga berjanji akan menyesuaikan hal tersebut untuk kenyamanan wisatawan dan warga Sultra.

“Kalau memang tidak sesuai akan kita sesuaikan,” tegas Mantan Kabinda Sultra ini.

Sebelumnya diberitakan, Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus (IMALAK) Sultra menyoroti buruknya layanan transportasi Bandara Halu Oleo, Kamis 26 Februari 2026.

IMALAK Sultra menduga koperasi yang menangani transportasi di Bandara Halu Oleo hanya modus oknum untuk menarik jatah preman (Japre).

Ketua IMALAK Sultra, Ali Sabarno mengatakan pasalnya koperasi yang didirikan sejak tahun 2017 itu tidak seperti koperasi pada umumnya.

“Yang pertama dari informasi yang kami dapatkan, untuk jadi sopir atau mendaftarkan mobil ke koperasi itu dipungut biaya 2 juta, dan per bulan di pungut iuran 500 ribu,” katanya..

Pihaknya juga membeberkan perihal tak ada aturan yang mengatur perihal antrian mengambil penumpang bandara.

“Bandara Halu Oleo adalah wajah Sulawesi Tenggara, ketika penampakan para sopir berebut penumpang, dilihat oleh orang luar Sultra, ini penampakan yang tak elok, bahkan jika berujung pada keributan,” tuturnya.

Lebih jauh ia juga menyoroti tidak adanya transportasi online di Bandara.

“Di bandara luar, transportasi online ada, nah di Bandara Halu Oleo, barang itu tidak ada, ini ada apa? jangan pertahankan koperasi yang kami duga jadi hanya modus japre,” urainya.

Pihaknya juga menyesalkan adanya informasi dugaan persekusi Oknum terhadap Sopir Transportasi Online yang kedapatan mengambil penumpang di Bandara.

“Kita juga dapat informasi, adanya persekusi dan denda terhadap sopir trasnportasi online yang kedapatan mengambil penumpang, bahkan ada yang hanya jemput keluarga ataupu temannya, hanya karena ada stiker maxim atau grab, malah mendapatkan perlakuan seperti itu walau sudah membela diri,” bebernya lagi.

Untuk itu pihaknya mendesak pihak berwenang tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut.

“Mesti ada perbaikan secepatnya, jangan dibiarkan, Bandara Halu Oleo wajah Sultra, malu kita, kalau dibiarkan terus menerus, bila perlu koperasi tersebut di audit, mengalir kemana saja uang pungutan koperasi itu,” pungkasnya.

Sebelumnya juga sebuah video keluhan pengunjung Bandara Halu Oleo, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, viral di media sosial TikTok. Dalam video tersebut, seorang penumpang mengeluhkan tidak dapat mengakses layanan transportasi online Grab setibanya di Bandara Halu Oleo.

Video berdurasi 41 detik yang diunggah akun TikTok @milop.dessert mendapatkan 4.184 Like, 413 Komentar dan 417 kali dibagikan. Dalam video tersebut juga memperlihatkan seorang perempuan mengaku kesulitan mendapatkan transportasi menuju hotel di Kota Kendari. Ia menyebutkan tarif transportasi yang harus dibayarkan cukup mahal karena tidak tersedianya layanan taksi online atau Grab di area bandara.

“Apa di seluruh Kendari tidak ada Grab, atau Bandara Kendari saja yang tidak ada Grab? Jadi aku dari sini ke hotel dari Rp180 ribu, nego Rp150 ribu,” ujar perempuan tersebut dalam video.

Menanggapi keluhan itu, Humas Bandara Halu Oleo, Nurlansyah, menegaskan bahwa pengelolaan layanan transportasi penumpang bukan berada di bawah kewenangan pihak bandara.

“Terkait pengelolaan layanan transportasi penumpang seperti rental dan Grab, itu bukan kewenangan pihak Bandara. Wilayah tersebut masih menjadi kewenangan Lanud,” kata Nurlansyah saat dikonfirmasi jurnalis Kendarikini.com, Sabtu, 17 Januari 2026.

Sementara itu, Kepala Penerangan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Kapentak) Lanud Halu Oleo, Yusuf, menjelaskan bahwa layanan transportasi daring Grab belum diperbolehkan beroperasi di kawasan Lanud Halu Oleo karena belum adanya kerja sama resmi dengan pihak Lanud

“Grab tidak diperbolehkan masuk karena sampai saat ini belum ada kerja sama. Di bandara sudah ada taksi resmi yang memiliki kerja sama,” jelas Yusuf saat dikonfirmasi, Sabtu (17/01).

Menurutnya, selama belum ada kesepakatan atau regulasi yang mengatur, operasional transportasi online di wilayah Lanud belum dapat diizinkan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Grab terkait rencana kerja sama atau kebijakan operasional di Bandara Halu Oleo.*

Hypermart The Park Kendari Kedapatan Jual Tujuh Item Sembako Diatas HET

KENDARIKINI.COM – Salah satu retail modern yang berada dalam kawasan mall The Park, Hypermart di Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari kedapatan menjual 7 (Tujuh) item sembako diatas Harga Eceran Tertinggi.

Hal tersebut terungkap saat Forkopimda Sultra melaksanakan sidak harga dan ketersediaan stok sembako jelang Idul Fitri di beberapa tempat pada Kamis 4 Maret 2026.

“Saya bicara dulu masalah stok, saya ke bulog, stok itu masih cukup sampai tiga bulan, beras dan minyak stok cukup, harga kita cek di pasar tradisional, tidak ada yang naik, bahkan ada yang dibawah HET, itu penglihatan kita dilapangan,” kata Gubernur Sultra, Mayjend TNI (Purn) Andi Sumangerukka.

Lanjutnya bahwa saat pihaknya melakukan pengecekkan stok dan harga di Hypermart pihaknya menemukan adanya 7 (Tujuh) item yang dijual diatas HET.

“Disini kita cek, ternyata ada tujuh item yang tidak sesuai dengan HET, maka saya perintahkan Kadis Perindag bersama manajemen, bahwa saya kasih waktu, harus menjual dengan HET,” ungkap Mantan Pangdam Hasanuddin.

Pihaknya juga masih memberikan waktu, apabila kedepannya masih menjual diatas HET akan diberikan sanksi.

“Kita kasih waktu dulu, nanti saya kasih tahu sama dia, manakala waktu yang saya kasih dan masih menjual diatas HET, saya akan ngecek, anak buah saya akan ngecek, saya juga akan ngecek, kan dia tidak tahu kapan saya ngecek, kalau masih menjual diatas HET, kita akan berikan sanksi,” beber Mantan Danrem Halu Oleo.

Pihaknya juga menuturkan 7 item yang ditemukan dijual diatas HET.

“Satu adalah cabe, keriting maupun cabe kecil, ayam, telur ayam, daging, bawang putih, maupun bawang merah, makanya saya kasih waktu, dalam waktu sekian, jika masih menjual diatas HET, kita kasih sanksi,” pungkas Mantan Kabinda Sultra.*

Polres Kolaka Tangkap Pengedar Sabu, 11 Paket Siap Edar Disita

KENDARIKINI.COM – Satuan Reserse Narkoba Polres Kolaka mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Kabupaten Kolaka.

Seorang pria berinisial NHA (23) ditangkap di Jalan Konggoasa, Kelurahan Lamokato, Kecamatan Kolaka.

Kasi Humas Polres Kolaka, AKP Dwi Ari membenarkan penangkapan tersebut.

Ia menjelaskan, pelaku diamankan pada Rabu, 4 Maret 2026 sekitar pukul 22.30 Wita.

Pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat melalui program Kapolres Kolaka Sahabat Polri.

Informasi tersebut menyebutkan adanya dugaan transaksi narkotika jenis sabu di wilayah Jalan Konggoasa.

Menindaklanjuti laporan itu, Kasat Resnarkoba Iptu Jamal bersama tim Opsnal melakukan penyelidikan di lokasi.

Petugas kemudian melakukan pemantauan di titik yang diduga sering menjadi tempat transaksi narkotika.

Saat pemantauan, polisi melihat seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan di pinggir Jalan Konggoasa.

Pria tersebut duduk di atas sepeda motor Honda Beat berwarna biru.

Petugas menduga pria itu sempat membuang sesuatu sehingga langsung melakukan pemeriksaan.

Polisi kemudian mengamankan pria tersebut yang diketahui berinisial NHA.

Tersangka merupakan warga Kelurahan Sakuli, Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka.

Dari interogasi awal, tersangka mengaku hendak mengedarkan sabu menggunakan metode tempel.

Metode tersebut dilakukan dengan menyimpan paket narkotika di lokasi tertentu lalu memotret titik penyimpanan.

Foto lokasi kemudian dikirim kepada calon pembeli sebagai petunjuk pengambilan barang.

Saat penggeledahan tas selempang tersangka, polisi menemukan beberapa paket sabu siap edar.

Tersangka juga mengaku masih menyimpan sabu di kamar rumah tantenya di Jalan Merpati.

Dari penangkapan itu, polisi menyita 11 sachet plastik klip berisi sabu.

Total berat bruto barang bukti tersebut mencapai 4,82 gram.

Polisi juga menyita tas selempang, kotak tupperware, timbangan digital, plastik klip kosong, serta alat pendukung lainnya.

Selain itu, satu unit handphone Samsung dan sepeda motor Honda Beat turut diamankan.

Tersangka mengaku sabu tersebut diperoleh dari seseorang yang diduga warga binaan di lapas.

Namun tersangka tidak mengetahui identitas maupun lokasi pasti orang tersebut.

Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Satresnarkoba Polres Kolaka.

Pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Narkotika juncto Pasal 609 Ayat (1) huruf a KUHPidana.*

PT Vale Targetkan 18 Persen Karyawan Perempuan pada 2030

KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia memperkuat budaya kerja inklusif melalui penerapan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) di lingkungan perusahaan.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan target peningkatan proporsi karyawan perempuan hingga 18 persen pada tahun 2030.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang adil, beragam, dan berkelanjutan di industri pertambangan.

PT Vale menegaskan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja dan berkembang tanpa memandang gender, etnis, agama, maupun latar belakang.

Perusahaan juga memastikan seluruh karyawan merasa dihargai, dihormati, serta diberdayakan dalam lingkungan kerja yang inklusif.

Komitmen tersebut dituangkan dalam sejumlah kebijakan perusahaan terkait keberagaman, keberlanjutan, sumber daya manusia, serta kode etik perusahaan.

PT Vale juga memiliki Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang disusun bersama serikat pekerja dan pemerintah daerah.

PKB tersebut bertujuan melindungi hak pekerja, mencegah diskriminasi, serta menjamin kebebasan berserikat.

Perusahaan secara berkala memantau komposisi tenaga kerja berdasarkan gender, disabilitas, dan keterwakilan tenaga kerja lokal.

Hingga akhir 2024, tercatat 11,6 persen karyawan PT Vale merupakan perempuan.

Sementara 10,7 persen posisi manajerial ditempati perempuan dan 2 persen karyawan merupakan penyandang disabilitas.

Sebanyak 83 persen karyawan berasal dari daerah operasi perusahaan.

Adapun 45,33 persen posisi manajerial diisi tenaga kerja lokal.

Hingga Juni 2025, jumlah karyawan PT Vale tercatat mencapai 3.040 orang.

Komitmen kesetaraan gender tersebut juga diakui melalui Katadata ESG Index 2025.

PT Vale meraih skor 88,33, tertinggi di sektor pertambangan untuk aspek sosial dan tata kelola.

Implementasi DEI melibatkan Direksi dan Dewan Komisaris dalam kebijakan dan strategi bisnis perusahaan.

Saat ini keterwakilan perempuan dalam jajaran direksi dan komisaris mencapai 23,5 persen.

Direktorat Human Capital juga berperan mengembangkan strategi DEI melalui berbagai program pengembangan karyawan.

Program tersebut meliputi Vale Women Network, pelatihan unconscious bias, rekrutmen inklusif, serta kampanye keberagaman.

Perusahaan juga menjalankan pelatihan etika kerja, anti-korupsi, dan sistem pelaporan Vale Whistleblower Channel yang aman dan anonim.

PT Vale menegaskan keberagaman dan inklusi menjadi bagian penting dari strategi bisnis dan tata kelola perusahaan berkelanjutan.*

Andre Darmawan Nilai PT Marketindo Selaras Hanya Eksploitasi Tenaga Kerja Lokal

KENDARIKINI.COM – Praktisi hukum, Andre Darmawan memberikan kritik tajam terhadap manajemen PT Marketindo Selaras. Ia menilai perusahaan telah melakukan eksploitasi terhadap tenaga kerja lokal.

“Dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan serta PP Nomor 35 Tahun 2021, aturannya sudah sangat jelas. Jika seorang pekerja harian bekerja selama 21 hari dalam sebulan selama tiga bulan berturut-turut atau lebih, maka statusnya secara otomatis harus berubah menjadi PKWTT (Pegawai Tetap),” tegas Ketua DPD KAI Sultra dalam postingan Instagramnya, Jum’at 6 Maret 2026.

Andre juga menyoroti narasi perusahaan yang selama ini mengeklaim telah menyejahterakan buruh dan menyerap banyak tenaga kerja.

“Fakta di lapangan justru menunjukkan adanya upaya menghindari kewajiban memberikan hak-hak normatif pekerja dengan mempertahankan status harian lepas dalam jangka waktu yang tidak ditentukan,” ungkap Ketua LBH HAMI Sultra.

Sebelumnya diberitakan Ratusan karyawan PT Marketindo Selaras melakukan aksi demonstrasi dan mogok kerja di depan kantor perusahaan. Aksi ini dipicu oleh ketidakpuasan para pekerja terkait kebijakan pengangkatan Pegawai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang dinilai tidak adil dan transparan.

Menurut perwakilan karyawan, Jasman, kekecewaan memuncak setelah beredar kabar bahwa hanya enam orang karyawan yang diangkat statusnya menjadi PKWT secara tertutup.

Sementara itu, ratusan karyawan lainnya masih berstatus sebagai Pekerja Harian Lepas (PHL) tanpa kejelasan masa depan, meskipun banyak di antara mereka telah bekerja dalam kurun waktu yang cukup lama.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak PT Marketindo Selaras.*

Satgas TMMD 127 Maksimalkan Kendaraan Dinas Angkut Material

KENDARIKINI.COM – Satgas TMMD ke-127 Kodim 1417/Kendari terus mempercepat pembangunan fisik di Kelurahan Nambo, Kecamatan Nambo, Sabtu (7/3).

Untuk menjaga kelancaran pekerjaan, personel memanfaatkan kendaraan dinas lapangan guna melangsir material konstruksi.

Material seperti semen, kayu, dan pasir diangkut menuju titik sasaran pembangunan secara bertahap.

Penggunaan kendaraan dinas dilakukan agar distribusi bahan bangunan lebih cepat dan efisien.

Langkah ini juga membantu mengatasi kendala medan menuju lokasi pembangunan di wilayah tersebut.

Dengan dukungan transportasi lapangan, proses pengiriman material dapat dilakukan lebih optimal.

Hal tersebut turut mempercepat progres pengerjaan sejumlah sasaran fisik program TMMD.

Personel Satgas TMMD terus bekerja bersama masyarakat untuk menyelesaikan pembangunan sesuai target.

Program TMMD menjadi bentuk nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun daerah.

Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan meningkatkan kesejahteraan serta fasilitas umum masyarakat setempat.*

Satgas TMMD 127 Temukan Sumber Air Bersih di Tondonggeu

KENDARIKINI.COM – Satgas TMMD ke-127 Kodim 1417/Kendari menemukan sumber air bersih baru di Kelurahan Tondonggeu, Sabtu (7/3).

Penemuan tersebut menjadi bagian dari program TMMD untuk membantu mengatasi keterbatasan akses air bersih masyarakat.

Selama ini warga setempat mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Personel Satgas bersama warga kemudian melakukan pemasangan instalasi pipa sederhana dari titik sumber air.

Air jernih mulai mengalir melalui jaringan pipa yang dipasang secara gotong royong di lokasi.

Temuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Kelurahan Tondonggeu.

Selain itu, ketersediaan air bersih juga diharapkan meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup warga.

Satgas TMMD terus berupaya mengoptimalkan pembangunan infrastruktur pendukung distribusi air.

Langkah tersebut dilakukan agar aliran air dapat menjangkau lebih banyak rumah tangga.

Program TMMD diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di wilayah tersebut.*

Satgas TMMD 127 Mulai Pasang Besi RTLH di Nambo

KENDARIKINI.COM – Satgas TMMD ke-127 Kodim 1417/Kendari mulai memasuki tahap penting pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Nambo, Sabtu (7/3).

Personel TNI bersama warga setempat melakukan pemasangan mal dan rakitan besi tulangan sebagai bagian dari struktur bangunan rumah.

Pekerjaan tersebut dilakukan setelah proses penggalian fondasi selesai dikerjakan secara gotong royong.

Tahapan pemasangan besi menjadi langkah penting untuk memastikan kekuatan struktur bangunan yang akan dibangun.

Satgas TMMD memastikan setiap pekerjaan dilakukan sesuai standar agar rumah yang dibangun kokoh dan tahan lama.

Program RTLH ini merupakan salah satu sasaran fisik TMMD ke-127 di wilayah Kota Kendari.

Pembangunan rumah layak huni diharapkan dapat meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat penerima manfaat.

Keterlibatan warga dalam proses pembangunan menunjukkan kuatnya semangat gotong royong di lokasi kegiatan.

Sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur melalui program TMMD.

Dengan progres yang terus berjalan, pembangunan RTLH diharapkan selesai sesuai target waktu yang ditetapkan.*

Satgas TMMD 127 dan Warga Petoaha Percantik Infrastruktur

KENDARIKINI.COM – Satgas TMMD ke-127 Kodim 1417/Kendari terus mempercepat penataan lingkungan di Kelurahan Petoaha, Kota Kendari, Sabtu (7/3).

Personel TNI bersama warga setempat melakukan pengecatan pembatas jalan dan sejumlah fasilitas umum di kawasan tersebut.

Pengecatan menggunakan warna merah putih sebagai simbol nasionalisme dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

Kegiatan ini juga bertujuan memperindah lingkungan sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi warga yang melintas.

Komandan SSK TMMD, Kapten Inf Taslim, mengatakan penataan infrastruktur menjadi bagian penting dalam program TMMD.

Menurutnya, selain mempercantik kawasan, perbaikan fasilitas juga menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap infrastruktur yang dibangun.

Ia menambahkan keterlibatan warga dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong.

Kolaborasi antara Satgas TMMD dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pembangunan di wilayah.

Program TMMD diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan serta mempererat hubungan TNI dan rakyat.

Kegiatan bersama tersebut juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi antara prajurit dan masyarakat di Kota Kendari.*

Satgas TMMD 127 Kendari Jadi Idola Anak Pesisir

KENDARIKINI.COM – Kehadiran Satgas TMMD ke-127 Kodim 1417/Kendari tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan dengan masyarakat.

Kedekatan tersebut terlihat dari interaksi hangat antara personel TNI dan anak-anak di wilayah pesisir Kota Kendari, Sabtu (7/3).

Di sela kegiatan pembangunan, para prajurit menyempatkan waktu bermain dan bercengkerama bersama anak-anak setempat.

Bahkan, beberapa anggota Satgas mengajak anak-anak menyusuri perairan menggunakan perahu kayu tradisional.

Kegiatan sederhana itu disambut antusias oleh anak-anak yang tampak gembira menikmati kebersamaan dengan para prajurit.

Suasana penuh tawa dan keceriaan terlihat saat mereka berfoto dan bercanda di atas perahu.

Interaksi tersebut menunjukkan kedekatan tanpa sekat antara TNI dan masyarakat di lokasi TMMD.

Bagi anak-anak pesisir, kehadiran prajurit TNI menjadi sosok yang dikagumi sekaligus memberi rasa aman.

Program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun hubungan sosial yang kuat.

Melalui pendekatan humanis ini, TNI berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk memiliki cita-cita tinggi.*

Satgas TMMD 127 Percepat Pembangunan Bak Air Bersih di Sambuli

KENDARIKINI.COM – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 mempercepat pembangunan fasilitas air bersih di Kelurahan Sambuli, Sabtu (7/3).

Personel TNI bersama warga setempat bergotong royong menyelesaikan tahapan pembangunan bak penampungan air untuk masyarakat.

Pekerjaan difokuskan pada perakitan besi serta persiapan pengecoran bagian penutup bak air.

Tahapan tersebut menjadi langkah penting agar konstruksi bak penampungan lebih kuat dan tahan lama.

Sinergi antara prajurit TNI dan masyarakat menjadi faktor utama dalam mempercepat proses pembangunan di lokasi.

Fasilitas ini merupakan salah satu sasaran fisik prioritas dalam program TMMD ke-127 di Kota Kendari.

Pembangunan bak penampungan dilakukan untuk membantu mengatasi keterbatasan akses air bersih yang dialami warga.

Meski kondisi medan cukup menantang, personel Satgas TMMD tetap bekerja maksimal demi menyelesaikan proyek tepat waktu.

Selain menyediakan air bersih, fasilitas ini diharapkan meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

Program TMMD juga menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat melalui pembangunan yang bermanfaat langsung.*

Satgas TMMD 127 Percepat Pembangunan Talud di Anggoeya

KENDARIKINI.COM – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 terus mempercepat pembangunan talud di Kelurahan Anggoeya, Sabtu (7/3).

Personel TNI bersama warga setempat bergotong royong menyusun batu dan semen untuk memperkuat struktur talud di sepanjang saluran air.

Pengerjaan dilakukan sebagai bagian dari sasaran fisik program TMMD guna memperbaiki infrastruktur lingkungan masyarakat.

Talud tersebut dibangun untuk mencegah erosi serta potensi longsor yang kerap dikhawatirkan warga saat musim penghujan.

Selain itu, pembangunan talud juga berfungsi menjaga stabilitas tanah di sekitar aliran air dan permukiman warga.

Kehadiran Satgas TMMD di lokasi pembangunan mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat.

Warga terlihat antusias membantu pengerjaan bersama prajurit TNI demi mempercepat penyelesaian pembangunan.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat di wilayah Kelurahan Anggoeya.

Satgas TMMD menargetkan pembangunan talud tersebut dapat selesai tepat waktu sesuai rencana.

Dengan adanya talud, lingkungan diharapkan lebih aman, tertata, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekitar.*

Satgas TMMD 127 Tinggikan Drainase di Anggoeya Cegah Banjir

KENDARIKINI.COM – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 terus mempercepat pembangunan infrastruktur lingkungan di Kelurahan Anggoeya, Sabtu (7/3).

Personel TNI bersama warga setempat bergotong royong meninggikan saluran drainase di sisi jalan lingkungan.

Pekerjaan dilakukan dengan menyusun batu gunung dan semen untuk memperkuat sekaligus menambah ketinggian dinding saluran air.

Langkah ini bertujuan mengantisipasi luapan air saat curah hujan tinggi yang sering terjadi di wilayah Kota Kendari.

Dengan peninggian drainase, aliran air diharapkan lebih lancar dan tidak meluap ke badan jalan maupun permukiman warga.

Program tersebut merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD ke-127 yang fokus pada perbaikan infrastruktur dasar masyarakat.

Selain meningkatkan fungsi saluran air, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat.

Warga terlihat antusias terlibat langsung dalam proses pengerjaan bersama personel Satgas TMMD di lokasi.

Kehadiran program TMMD diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih tertata, sehat, dan bebas genangan air.

Pembangunan drainase ini juga diharapkan mendukung kenyamanan serta mobilitas warga dalam beraktivitas sehari-hari.*

Satgas TMMD 127 Percepat Pembangunan Jalan Rabat Beton di Petoaha

KENDARIKINI.COM – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 terus mempercepat pembangunan infrastruktur di Kelurahan Petoaha, Kota Kendari, Sabtu (7/3).

Personel TNI bersama warga setempat bergotong royong melakukan penimbunan material sebagai dasar pembangunan lantai rabat beton pada salah satu sasaran fisik program TMMD.

Kegiatan ini merupakan tahapan penting sebelum proses pengecoran rabat beton dilakukan agar struktur jalan lebih kuat dan rata.

Sinergi antara prajurit TNI dan masyarakat terlihat jelas selama proses pekerjaan berlangsung di lokasi pembangunan.

Keterlibatan warga membantu mempercepat proses pengerjaan sekaligus memperkuat semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Penimbunan material menjadi tahap krusial untuk memastikan kualitas dan ketahanan rabat beton yang akan dibangun.

Satgas TMMD juga memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilakukan sesuai standar agar hasil pembangunan dapat bertahan dalam jangka panjang.

Pembangunan infrastruktur jalan ini diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi bagi masyarakat pesisir Petoaha.

Selain itu, jalan yang lebih layak diharapkan mendukung aktivitas ekonomi warga dan mempermudah mobilitas sehari-hari.

Program TMMD ke-127 menjadi wujud nyata kolaborasi TNI dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah.*

Safari Ramadan di Buton Selatan, Gubernur Sultra Serahkan Bantuan Warga

KENDARIKINI.COM, BUTON SELATAN – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka melaksanakan Safari Ramadan di Kabupaten Buton Selatan.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama masyarakat dan jajaran Pemerintah Kabupaten Buton Selatan di Rumah Jabatan Bupati, Jumat (6/3/2026).

Dalam kesempatan itu, gubernur menyerahkan bantuan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian di bulan Ramadan.

Bantuan pribadi berupa 150 paket sembako disalurkan kepada warga yang membutuhkan di Kabupaten Buton Selatan.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi rumah tangga kurang mampu.

Sebanyak 213 sambungan listrik diberikan kepada masyarakat Buton Selatan melalui program tersebut.

Program BPBL tersebut merupakan bagian dari total 5.905 sambungan listrik yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan bahwa Ramadan menjadi momentum memperkuat nilai kejujuran, kesabaran, dan kepedulian sosial.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Buton Selatan atas pelaksanaan kegiatan Safari Ramadan yang melibatkan masyarakat.

Menurutnya, kebersamaan seperti ini penting untuk mempererat hubungan pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Gubernur juga menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah kepada masyarakat Buton Selatan.

Ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa kepemimpinannya masih terdapat kekurangan dalam pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, kebijakan pembangunan daerah saat ini disesuaikan dengan kemampuan fiskal dan efisiensi anggaran pemerintah.

Kegiatan Safari Ramadan ditutup dengan salat tarawih bersama masyarakat di Masjid Agung Nurul Fitri Batauga.*

Gubernur Sultra Tinjau Bantuan RTLH di Buton Selatan

KENDARIKINI.COM, BUTON SELATAN – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka meninjau lokasi bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Lawela.

Kunjungan tersebut berlangsung pada Jumat (6/3/2026) dalam rangkaian agenda kerja dan Safari Ramadan di Kabupaten Buton Selatan.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan program bantuan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu berjalan tepat sasaran.

Gubernur Andi Sumangerukka melihat langsung kondisi rumah warga yang menjadi penerima program perbaikan rumah tersebut.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyalurkan bantuan RTLH sebanyak 10 unit rumah di Kabupaten Buton Selatan.

Bantuan tersebut terbagi di dua desa, yakni lima unit rumah di Desa Lawela dan lima unit lainnya di Desa Abola.

Program bantuan ini dilaksanakan melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Provinsi Sultra.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hunian masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.

Saat meninjau lokasi di Desa Lawela, gubernur juga berdialog dengan warga penerima bantuan.

Ia memastikan bantuan perbaikan rumah benar-benar memberi manfaat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

Pemerintah Provinsi Sultra menegaskan komitmennya menghadirkan hunian yang aman, sehat, dan layak bagi masyarakat.*

JPU Ungkap Lonjakan Saham dan Dugaan Kegagalan Proyek Chromebook Nadiem

KENDARIKINI.COM, JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riady mengungkap sejumlah fakta dalam sidang dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan melalui pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek. Sidang tersebut menyeret mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim sebagai terdakwa.

Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Dalam persidangan, JPU memaparkan keterangan saksi dari pihak Datindo terkait lonjakan kepemilikan saham atas nama Nadiem. Jumlah saham disebut meningkat tajam dari 522 juta lembar menjadi sekitar 15 miliar lembar.

Menurut JPU Roy Riady, peningkatan tersebut terjadi melalui mekanisme perusahaan investasi di Singapura atas keputusan terdakwa. Kenaikan itu juga berkaitan dengan skema Employee Stock Ownership Program (ESOP).

Selain itu, JPU menyoroti langkah Nadiem tiga hari sebelum melepas jabatan sebagai menteri. Saat itu, terdakwa disebut memberikan kuasa kepada pihak swasta, yakni Andri, Kelvin, dan rekan lainnya.

Kuasa tersebut berkaitan dengan konversi saham PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) menjadi saham seri B. Langkah itu memberikan hak suara multiple dengan rasio 30 banding 1.

JPU menilai mekanisme tersebut memungkinkan penerima kuasa mengendalikan serta mewakili kepentingan terdakwa dalam perusahaan.

Tak hanya itu, persidangan juga menyinggung aliran dana sebesar Rp809 miliar yang disebut mengalir atas permintaan dan persetujuan terdakwa melalui anak perusahaan PT Gojek Indonesia.

Sementara dari sisi teknis, kesaksian Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) mengungkap rendahnya pemanfaatan Chromebook di sekolah.

Dari total 1,6 juta unit perangkat yang diadakan, hanya sekitar 26 ribu unit atau 0,15 persen yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

JPU menjelaskan, angka aktivasi 97 persen hanya menunjukkan perangkat menyala. Namun penggunaannya dalam proses pembelajaran dinilai sangat minim.

Tim teknis juga mengungkap spesifikasi Chromebook yang digunakan tergolong standar minimum. Kondisi itu bahkan memunculkan rencana pengadaan perangkat baru.

Atas dasar tersebut, JPU menilai program pengadaan Chromebook gagal mencapai tujuan pendidikan dan berpotensi menimbulkan kerugian negara.*

Wagub Sultra Hugua Tinjau TPI Sipakainge, Perkuat Ekonomi Nelayan Kolut

KENDARIKINI.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua mengunjungi Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Desa Sipakainge, Kolaka Utara, Jumat (6/3/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung aktivitas nelayan serta potensi pengembangan sektor perikanan di wilayah pesisir.

Dalam agenda itu, Hugua didampingi Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, SE. Keduanya meninjau fasilitas TPI dan aktivitas bongkar muat ikan.

Selain meninjau lokasi, rombongan juga berdialog dengan nelayan mengenai berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

Nelayan menyampaikan sejumlah kebutuhan, mulai dari sarana penangkapan ikan hingga dukungan pemasaran hasil tangkapan.

Wagub Sultra Hugua menilai TPI Sipakainge memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas perikanan.

Menurutnya, kawasan tersebut juga berpeluang menjadi kampung nelayan produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Jika dikelola dengan baik, TPI ini memberi manfaat luas, bukan hanya bagi nelayan,” kata Hugua.

Ia menyebut pengembangan sektor perikanan juga dapat mendorong pertumbuhan usaha pengolahan ikan, perdagangan, hingga sektor transportasi.

Selain itu, kawasan pesisir juga berpotensi berkembang sebagai destinasi wisata berbasis aktivitas nelayan.

Hugua menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam pengembangan sektor perikanan.

Kerja sama tersebut diperlukan untuk meningkatkan infrastruktur, pengelolaan hasil tangkapan, serta pemberdayaan masyarakat pesisir.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, kata dia, berkomitmen mendukung pengembangan kawasan pesisir berbasis potensi lokal.

Ia berharap TPI Sipakainge dapat berkembang menjadi pusat perikanan yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.*

Diduga Produksi Nikel Tanpa RKAB, Aktivitas Tambang PT KES Disorot

KENDARIKINI.COM, KONAWE UTARA – Aktivitas pertambangan PT Kembar Emas Sultra (KES) di Konawe Utara menuai sorotan.

Perusahaan pemegang IUP berdasarkan SK Nomor 321 Tahun 2011 itu diduga beroperasi tanpa dokumen RKAB.

Dugaan tersebut mencuat setelah tim Konsorsium Lembaga Pemerhati Konawe Utara (KLP-KU) melakukan investigasi lapangan.

Di lokasi konsesi perusahaan di Kecamatan Langgikima, sejumlah alat berat dilaporkan masih beroperasi.

Beberapa unit excavator merek Komatsu terlihat melakukan aktivitas penambangan ore nikel di area tersebut.

Temuan ini memunculkan dugaan aktivitas produksi dilakukan tanpa persetujuan RKAB dari pemerintah.

Padahal, setiap perusahaan tambang wajib memiliki dokumen RKAB yang disetujui Kementerian ESDM.

RKAB menjadi dasar pengawasan negara terhadap produksi, tata kelola tambang, serta penerimaan negara.

Jika terbukti, aktivitas tersebut berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba.

Selain itu, aktivitas pertambangan juga diduga bersinggungan dengan kawasan hutan.

Beberapa temuan lapangan menunjukkan adanya pembukaan lahan cukup luas di area konsesi perusahaan.

Koordinator KLP-KU, Lheo, menyebut aktivitas tambang masih berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

“Alat berat masih terlihat bekerja di lokasi tambang,” kata Lheo.

Ia mendesak Kementerian ESDM dan aparat penegak hukum segera melakukan investigasi menyeluruh.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan aktivitas tambang berjalan sesuai ketentuan hukum.

Pengawasan ketat dan transparansi diperlukan untuk menjaga tata kelola pertambangan yang berkelanjutan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Kembar Emas Sultra belum memberikan keterangan resmi.*

KSBSI Kendari Soroti Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan PT Marketindo Selaras

KENDARIKINI.COM – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kota Kendari menyoroti PT Marketindo Selaras (MS).

Perusahaan yang bergerak di sektor industri sawit itu diduga melakukan pelanggaran ketenagakerjaan terkait status ratusan pekerja.

Sorotan tersebut muncul setelah KSBSI menerima aduan dari salah seorang pekerja di perusahaan tersebut.

Pekerja itu mengungkapkan ratusan tenaga kerja masih berstatus Pekerja Harian Lepas (PHL).

Padahal, mereka telah bekerja bertahun-tahun dengan jumlah hari kerja yang cukup tinggi setiap bulan.

“Dalam sebulan kami bekerja sekitar 25 sampai 26 hari,” ungkap salah seorang pekerja yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Ketua KSBSI Kendari, Iswanto Sugiarto, mengatakan kondisi tersebut berpotensi melanggar ketentuan ketenagakerjaan.

Menurutnya, pekerja yang bekerja lebih dari 21 hari setiap bulan secara berturut harus berstatus PKWTT atau pegawai tetap.

Hal itu merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 Pasal 10 ayat 3 dan 4.

“Jika bekerja lebih dari 21 hari berturut, maka statusnya dianggap PKWTT atau pegawai tetap,” jelas Iswanto.

Ia menegaskan, pekerja dengan status tersebut berhak mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan yang sesuai.

Termasuk hak pesangon apabila terjadi pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan.

Iswanto menambahkan, jika kontrak PHL bertentangan dengan aturan di atasnya maka batal demi hukum.

KSBSI Kendari berencana melaporkan dugaan pelanggaran ini ke Binwasnaker dan K3 Provinsi Sultra.

Laporan juga akan disampaikan kepada Desk Ketenagakerjaan Polda Sulawesi Tenggara.

KSBSI berharap pihak berwenang segera mengusut dugaan pelanggaran tersebut secara transparan.

Jika penanganan berjalan lambat, KSBSI Kendari akan melaporkan persoalan itu ke Kementerian Ketenagakerjaan RI.*

Jamintel Konsolidasikan Program Jaga Desa, Perkuat Pengawasan Dana Desa

KENDARIKINI.COM, BOGOR – Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) menggelar konsolidasi program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa), Jumat (6/3/2026).

Kegiatan berlangsung di Lapangan Tenis Indoor Pakansari, Kabupaten Bogor, melibatkan Kejaksaan RI, Kemendagri, Pemkab Bogor, dan Abpednas.

Konsolidasi ini bertujuan memperkuat sinergi lintas instansi dalam mengawal pengelolaan dana desa secara transparan dan akuntabel.

Jamintel menegaskan, program Jaga Desa hadir untuk memberikan pendampingan hukum bagi perangkat desa.

Menurutnya, program ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi memastikan penggunaan dana desa berjalan sesuai aturan.

“Program Jaga Desa memberikan rasa aman bagi perangkat desa menjalankan pembangunan tanpa khawatir persoalan hukum,” ujar Jamintel.

Ia menjelaskan, Kejaksaan hadir memberikan edukasi hukum agar aparatur desa memahami regulasi penggunaan anggaran.

Pendampingan tersebut diharapkan mampu mencegah pelanggaran administrasi maupun tindak pidana korupsi.

Melalui koordinasi dengan Kemendagri dan pemerintah daerah, pengawasan dana desa akan dilakukan lebih terintegrasi.

Pemerintah Kabupaten Bogor dan Abpednas menyambut baik program ini sebagai langkah mitigasi risiko hukum di tingkat desa.

Pendampingan Kejaksaan dinilai membantu kepala desa dan anggota BPD memahami aturan pengelolaan dana desa.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum diskusi terkait kendala yang dihadapi perangkat desa di lapangan.

Pengawasan terhadap 416 desa di Kabupaten Bogor akan diperkuat melalui integrasi data dan sistem pengawasan modern.

Seluruh pihak juga sepakat menjadikan Kabupaten Bogor sebagai pilot project keberhasilan program Jaga Desa di Jawa Barat.

Langkah ini diharapkan meningkatkan integritas perangkat desa dan memastikan pembangunan berjalan aman serta berkelanjutan.*

Gubernur Sultra Dorong RSUD Baubau Naik Tipe B Dukung Provinsi Kepton

KENDARIKINI.COM, BAUBAU – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, melakukan kunjungan kerja ke RSUD Kota Baubau, Jumat (6/3/2026) pagi.

Kunjungan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sultra memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat wilayah kepulauan.

RSUD Baubau dinilai memiliki peran penting sebagai rumah sakit rujukan bagi sejumlah puskesmas di kawasan kepulauan sekitar.

Dalam kunjungannya, gubernur meninjau sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

Beberapa ruangan yang ditinjau diantaranya ruang tindakan medis, ruang ICU, serta poli paru.

Gubernur juga menyempatkan diri berdialog dengan tenaga medis serta menyapa pasien yang sedang menjalani perawatan.

Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terus diperkuat oleh pemerintah.

Terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang membutuhkan akses layanan kesehatan lebih cepat dan memadai.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga berencana mendorong peningkatan status RSUD Baubau dari tipe C menjadi tipe B.

Upaya tersebut akan dilakukan melalui koordinasi bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Peningkatan status rumah sakit akan dibarengi dengan pemenuhan fasilitas penunjang serta peningkatan kapasitas layanan kesehatan.

Pemprov Sultra juga membuka peluang pemanfaatan lahan milik pemerintah provinsi untuk pengembangan RSUD Baubau.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas kapasitas layanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan.

Selain itu, penguatan fasilitas kesehatan menjadi bagian dari persiapan rencana pemekaran Provinsi Kepulauan Buton (Kepton).

Jika pemekaran Kepton terwujud, infrastruktur pelayanan dasar termasuk rumah sakit rujukan harus telah siap melayani masyarakat.*

Mobil Pegawai Syahbandar Pomalaa Masuk Sungai di Kolaka Diduga Tergelincir Oli

KENDARIKINI.COM, KOLAKA – Sebuah mobil city car milik pegawai Syahbandar Kelas III Pomalaa mengalami kecelakaan tunggal di jalan poros Boepinang–Kolaka, Minggu malam (1/3/2026).

Insiden tersebut terjadi di wilayah Desa Hakatutobu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa itu.

Pengemudi mobil diketahui bernama Usmanan. Saat kejadian ia bersama istri dan anaknya sedang melakukan perjalanan dari Boepinang, Kabupaten Bombana menuju Kolaka.

Usmanan menjelaskan, kecelakaan terjadi ketika kendaraan melintasi turunan di jalan poros Desa Hakatutobu.

Menurutnya, terdapat tumpahan oli di badan jalan yang membuat kendaraan kehilangan kendali saat dilakukan pengereman.

“Saat di turunan ada tumpahan oli di jalan. Saya tidak tahu asalnya. Ketika direm, mobil langsung tidak terkendali,” kata Usmanan Dilansir dari Triaspolitika

Ia menambahkan, mobil sempat tergelincir dan berputar sebelum akhirnya keluar jalur lalu terperosok ke sungai di sisi jalan.

Meski kendaraan masuk ke sungai, seluruh penumpang berhasil selamat tanpa mengalami cedera.

“Saya bersama istri dan anak berada di dalam mobil. Alhamdulillah tidak ada yang terluka,” ujarnya.

Proses evakuasi kendaraan kemudian dibantu menggunakan alat berat milik salah satu perusahaan yang berada di Kecamatan Pomalaa.

Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar yang datang membantu proses evakuasi kendaraan dari dalam sungai.*

Mobil Pick Up Terjun ke Jurang di Kolaka Utara, Sopir Luka

KENDARIKINI.COM, KOLAKA UTARA – Sebuah mobil pick up terjun ke jurang di Desa Bahari, Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara.

Kecelakaan tersebut terjadi di pendakian Pondok Rotan pada Kamis malam (5/3/2026).

Mobil berwarna hitam dengan nomor polisi DD 8235 DG mengalami kecelakaan saat melintas di lokasi tersebut.

Ps Kasi Humas Polres Kolaka Utara, Aipda Ahmad Saiful, mengatakan kendaraan dikemudikan Ansar (43).

Pengemudi diketahui merupakan warga Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Saat kejadian, mobil mengangkut berbagai barang muatan.

Muatan tersebut di antaranya tabung oksigen, gardan mobil, keramik, serta pakaian.

Menurut Ahmad Saiful, pengemudi berkendara seorang diri dari Sulawesi Selatan menuju Kota Kendari.

Setibanya di pendakian Pondok Rotan, kendaraan diduga kelebihan muatan.

Akibatnya mobil kehabisan tenaga saat menanjak dan mundur ke belakang.

“Kendaraan kemudian jatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 15 meter,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).

Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi mengalami luka robek pada lengan kiri dan kanan.

Sementara kendaraan mengalami kerusakan pada bagian kepala dan bak mobil.

Kerugian material akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp50 juta.*

Kurma Menu MBG di Siotapina Ditemukan Berulat, BGN Sultra Selidiki

KENDARIKINI.COM, BUTON – Salah satu menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, ditemukan berulat.

Temuan tersebut berasal dari buah kurma yang dibagikan kepada siswa di Desa Manuru, Selasa (3/3/2026).

Kurma tersebut merupakan bagian dari paket MBG yang disalurkan Dapur MBG Gunung Jaya.

Penemuan ulat dalam kantong plastik berisi kurma sempat direkam guru di sekolah tersebut.

Dilansur dari Terawangnews, Video berdurasi 37 detik itu memperlihatkan ulat serta serangga di dalam kemasan kurma.

Kepala SPPG Dapur MBG Gunung Jaya, Muhammad Ardan, mengaku tidak mengetahui asal kurma berulat tersebut.

Ia menjelaskan pengadaan kurma dilakukan oleh mitra dapur MBG, bukan pihak dapur.

“Kurma itu disediakan mitra. Kami tidak tahu mereka membeli di mana,” kata Ardan.

Menurutnya, kurma datang dalam kondisi terbungkus dan langsung dibagikan ke sekolah.

Ardan memastikan pihak dapur selalu berupaya menjaga kualitas makanan yang disalurkan.

Namun ia mengakui kemungkinan terjadi kelalaian dalam proses pemeriksaan oleh relawan dapur.

Sementara itu, Samsudin selaku mitra penyedia buah juga mengaku tidak mengetahui adanya kurma berulat.

Ia menyebut saat membeli buah di toko, kondisi barang terlihat baik.

“Saat kami ambil di toko, setahu saya kondisinya aman,” ujar Samsudin.

Meski begitu, ia berjanji akan meningkatkan ketelitian agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sulawesi Tenggara, Maharanny Puspaningrum, menyatakan pihaknya sedang mendalami kasus tersebut.

“Ini sedang kami dalami,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp, Rabu (4/3/2026).*

Polisi Dalami Aliran Dana Travel TRG, Dugaan Selisih Miliaran

KENDARIKINI.COM – Penyidik Satreskrim Polresta Kendari mendalami dugaan penyalahgunaan dana Travel Tajak Ramadan Grup (TRG) Kendari.

Penyidikan dilakukan Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) dengan menelaah dokumen serta mutasi rekening.

Kanit Tipidter Polresta Kendari, Ipda Ariel Mogens Ginting, mengatakan penyidik telah menerima data mutasi rekening.

Rekening tersebut atas nama Amra Nur, pemilik TRG Kendari, yang digunakan untuk kepentingan penyidikan.

“Mutasi rekening masih kami dalami untuk melihat aliran dana yang masuk,” ujar Ariel, Sabtu (28/2/2026).

Dari pendalaman awal, ditemukan dana yang seharusnya diterima TRG Kendari namun diduga belum sepenuhnya disetorkan agen.

Pada agen Nirmalasari, kewajiban dana dari 425 jemaah tercatat sebesar Rp10.647.000.000.

Namun dana yang masuk ke rekening TRG Kendari tercatat Rp9.310.260.000.

Penyidik menemukan selisih Rp1.336.740.000 yang diduga belum diserahkan.

Pada agen Hj Emi Muthalib, kewajiban dana dari 101 jemaah mencapai Rp3.427.500.000.

Dana yang tercatat masuk ke rekening TRG Kendari sebesar Rp1.368.618.000.

Masih terdapat selisih Rp2.058.882.000 yang diduga belum diserahkan.

Sementara agen Sumarni memiliki kewajiban dana Rp1.312.500.000 dari 51 jemaah.

Dana yang masuk tercatat Rp376.355.000 sehingga terdapat selisih Rp936.145.000.

Untuk agen Nikra Juna, kewajiban dana dari 279 jemaah mencapai Rp10.252.500.000.

Dana yang masuk ke rekening TRG Kendari tercatat Rp9.073.480.000.

Penyidik menemukan selisih Rp1.179.020.000 yang masih didalami.

Polresta Kendari menegaskan proses penyidikan masih terus berlangsung.

Penyidik juga melakukan klarifikasi untuk memastikan kejelasan arus dana dan pertanggungjawaban pihak terkait.*

Pusdal LH Panggil PT TIM Terkait Dugaan Pencemaran Lingkungan Kabaena

KENDARIKINI.COM, MAKASSAR – Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku memanggil PT Timah Investasi Mineral terkait dugaan pencemaran di Kabaena.

Rapat koordinasi digelar bersama Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Tenggara secara daring, Senin (12/1).

Pertemuan ini merespons pengaduan masyarakat mengenai dugaan pencemaran laut, deforestasi, dan gangguan kesehatan di Pulau Kabaena.

Kepala Bidang Wilayah II Pusdal LH SUMA-KLH, Arnianah Alwi, mengatakan rapat bertujuan memvalidasi kondisi di lapangan.

“Kami membutuhkan informasi utuh terkait pengelolaan lingkungan PT TIM,” ujar Arnianah dalam pertemuan dikutip dari laman Pusdal LH Suma.

Menurutnya, seluruh data yang terkumpul akan menjadi dasar kegiatan pemantauan dan verifikasi lapangan.

Dalam rapat tersebut, manajemen PT Timah Investasi Mineral turut memberikan penjelasan terkait kondisi operasional perusahaan.

Perusahaan menyebut lokasi tambang berada pada elevasi terendah dibanding IUP lain di wilayah Baliara.

Kondisi itu menyebabkan air limpasan dari wilayah sekitar mengalir masuk ke area perusahaan saat hujan.

PT TIM mengaku telah melakukan sejumlah langkah pengelolaan lingkungan.

Salah satunya mengoperasikan lima unit settling pond untuk pengendapan limbah sesuai dokumen Andal.

Perusahaan juga melakukan rehabilitasi lahan bekas tambang seluas 33 hektare.

Rehabilitasi dilakukan dengan menanam pohon sengon, jati, dan trembesi.

PT TIM juga menangani sedimentasi pesisir Desa Baliara dengan penyedotan lumpur menggunakan pompa hisap.

Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat Kampung Bajo untuk pengurangan lumpur secara manual.

Sementara itu, hasil uji laboratorium DLH Sultra menunjukkan kenaikan parameter pH hingga 9,8.

Menanggapi temuan tersebut, PT TIM berkomitmen memperketat penggunaan koagulan untuk mempercepat pengendapan sedimen.

Perusahaan juga merencanakan pembangunan sungai sodetan untuk mengalihkan aliran air limpasan.

Selain itu, perusahaan akan menambah alat berat dan menyampaikan laporan lingkungan secara berkala.

Pusdal LH Sulawesi Maluku memastikan verifikasi lapangan segera dilakukan untuk memastikan komitmen tersebut dijalankan.*

Polres Konawe Selatan Bagikan 150 Takjil dan Buka Puasa Bersama Mahasiswa

KENDARIKINI.COM, KONAWE SELATAN – Polres Konawe Selatan membagikan 150 paket takjil kepada pengguna jalan, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan berlangsung pada hari ke-16 Ramadan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

Selain berbagi takjil, Polres Konawe Selatan juga menggelar buka puasa bersama mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan.

Acara tersebut diikuti sejumlah organisasi kepemudaan, BEM, dan perwakilan ormas di Konawe Selatan.

Kapolres Konawe Selatan, AKBP Febry Sam, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Turut mendampingi Wakapolres Konsel Kompol Fitrayadi, Kabag Ops AKP Hamka, serta pejabat utama Polres Konawe Selatan.

Wakapolres Konsel, Kompol Fitrayadi, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak sebagai bentuk sinergi.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Kegiatan pembagian takjil dan buka puasa bersama ini untuk membangun silaturahmi,” ujarnya.

Ia menambahkan kegiatan tersebut juga menjadi bentuk perhatian dan empati kepada masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan memperkuat kebersamaan antara kepolisian, mahasiswa, dan organisasi masyarakat.

Kompol Fitrayadi juga mengapresiasi dukungan mahasiswa serta organisasi kepemudaan yang turut berpartisipasi.

Melalui kegiatan ini, Polres Konawe Selatan berharap hubungan kemitraan dengan masyarakat semakin kuat.

Kegiatan sosial tersebut juga diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat selama bulan Ramadan.*

Gubernur Sultra Resmikan SMA Negeri 7 Pasarwajo di Buton

KENDARIKINI.COM, BUTON – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, meresmikan SMA Negeri 7 Pasarwajo di Kabupaten Buton, Jumat (6/3/2026).

Peresmian dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerja dan Safari Ramadan pemerintah provinsi di wilayah tersebut.

Sekolah baru ini menjadi bagian dari program prioritas Pemprov Sultra dalam memperkuat sektor pendidikan.

Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan pendidikan merupakan fokus utama pemerintah provinsi bersama Wakil Gubernur Hugua.

Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas dan berkarakter.

“Saya telah meminta OPD terkait memberi perhatian serius terhadap pengembangan sektor pendidikan,” ujar gubernur.

Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan sekolah unggulan di Sulawesi Tenggara.

Sekolah unggulan diharapkan mampu membina generasi muda sebagai agen perubahan di daerah.

Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, menyampaikan apresiasi atas pembangunan SMA Negeri 7 Pasarwajo.

Ia menilai kehadiran sekolah tersebut menjadi bukti perhatian pemerintah provinsi terhadap pendidikan di Buton.

Kepala Dinas Pendidikan Sultra menjelaskan SMA Negeri 7 Pasarwajo merupakan unit sekolah baru hasil revitalisasi.

Pembangunan sekolah tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp8 miliar.

Proses pembangunan juga melibatkan tenaga kerja lokal serta material dari wilayah sekitar.

Selain SMA 7 Pasarwajo, pemerintah provinsi terus memperluas pemerataan akses pendidikan di berbagai daerah.

Pada 2025 revitalisasi sekolah dilakukan di Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan.

Sementara pembangunan sekolah baru di Kecamatan Batu Atas direncanakan pada 2026.

Pemprov juga membangun SMA Negeri 1 Ngapa dan SMA Negeri 1 Pakue Utara di Kolaka Utara.

Gubernur melalui Yayasan ASR turut menyiapkan 5.000 paket seragam sekolah bagi siswa di Sultra.*

Safari Ramadan di Buton, Gubernur Sultra Salurkan Bantuan Pertanian Rp2,1 Miliar

KENDARIKINI.COM, BUTON – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, melaksanakan Safari Ramadan di Kabupaten Buton, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan berlangsung di Masjid Nurul Yaqin dan dirangkaikan dengan penyaluran bantuan bagi masyarakat.

Kunjungan ini menjadi bagian upaya pemerintah memastikan program pembangunan menyentuh langsung kebutuhan warga.

Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Sultra menyalurkan bantuan sektor pertanian senilai Rp2,1 miliar.

Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Jenis bantuan meliputi mesin panen padi, satu unit traktor roda empat, dan dua unit traktor roda dua.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan pembangunan jalan usaha tani bagi kelompok petani.

Petani juga menerima bantuan pestisida untuk mendukung kegiatan pertanian di lapangan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Andi Sumangerukka juga menyerahkan bantuan sosial secara pribadi.

Sebanyak 150 paket sembako dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan selama Ramadan.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyaluran Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi warga kurang mampu.

Program BPBL merupakan sinergi Kementerian ESDM, PT PLN, Pemprov Sultra, dan Pemkab Buton.

Untuk tahun 2025, Kabupaten Buton menerima alokasi 926 sambungan listrik rumah tangga.

Rinciannya meliputi Kapontori 76 rumah, Lasalimu 55 rumah, dan Lasalimu Selatan 137 rumah.

Kemudian Pasarwajo 315 rumah, Siotapina 217 rumah, Wabula 75 rumah, serta Wolowa 51 rumah.

Pemerintah berharap bantuan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan kualitas hidup masyarakat.*

Gubernur Sultra Saksikan Penyelesaian Sengketa Aset PDAM Buton 20 Tahun

KENDARIKINI.COM, BAUBAU – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menghadiri rapat koordinasi penyelesaian aset Perumda Tirta Takawa, Jumat (6/3/2026).

Rapat berlangsung di Kantor Bupati Buton dan dihadiri sejumlah kepala daerah wilayah Kepulauan Buton.

Pertemuan membahas penyerahan dan penyelesaian aset PDAM di Kota Baubau, Buton Tengah, dan Buton Selatan.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan berita acara kesepakatan antar pemerintah daerah terkait aset PDAM.

Kesepakatan ditandatangani Pemerintah Kabupaten Buton sebagai daerah induk bersama Baubau, Buton Tengah, dan Buton Selatan.

Gubernur Andi Sumangerukka menyebut pertemuan itu menjadi momentum penting penyelesaian sengketa aset yang berlangsung lama.

Menurutnya, persoalan aset PDAM tersebut telah berlangsung sejak pemekaran wilayah di Kepulauan Buton.

“Proses ini sudah berjalan hampir 20 tahun. Hari ini kita duduk bersama demi kepentingan masyarakat,” ujar gubernur.

Ia mengapresiasi komitmen para kepala daerah yang hadir dalam menyelesaikan persoalan aset tersebut.

Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada Komisi Pemberantasan Korupsi yang memfasilitasi proses koordinasi.

Ketua Tim Satgas Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV KPK, Basuki Haryono, turut hadir dalam pertemuan.

Basuki berharap kesepakatan tersebut menjadi langkah nyata penyelesaian sengketa aset antar daerah.

“Kami menargetkan dalam tiga bulan ke depan seluruh proses penyelesaian dapat mencapai tahap akhir,” katanya.

Wali Kota Baubau, Bupati Buton Tengah, dan Bupati Buton Selatan menyampaikan apresiasi atas tercapainya kesepakatan.

Pemerintah Kabupaten Buton sebagai daerah induk juga menyatakan dukungan terhadap penyelesaian tersebut.

Gubernur menegaskan aset yang diserahkan harus dikelola optimal demi meningkatkan pelayanan air bersih masyarakat.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti