Jumat, Juli 24, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 53

Kebakaran Rumah di BTN DPR Kendari, Kerugian Capai Rp200 Juta

KENDARIKINI.COM – Kebakaran menghanguskan satu rumah di BTN DPR, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Selasa (24/3/2026).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.40 Wita dan segera dilaporkan warga ke Dinas Pemadam Kebakaran Kendari.

Humas Damkar Kendari, Martoyo Awaluddin, menyebut empat unit armada langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.

Tim dari Mako tiba pukul 12.47 Wita dan segera melakukan pemadaman intensif di bagian atap rumah.

Api diketahui bermula dari plafon rumah, berdasarkan keterangan salah satu penghuni saat kejadian berlangsung.

Saat itu, pemilik rumah Sitti Naidah Sesse (63) sedang beristirahat sebelum mendengar suara dari bagian kamar.

Api dengan cepat membesar dan menjalar ke atap seng, sehingga menghanguskan seluruh bagian rumah.

Petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 13.30 Wita, dilanjutkan proses pendinginan untuk mencegah kebakaran ulang.

Seluruh rangkaian pemadaman berjalan lancar tanpa kendala berarti, serta situasi dinyatakan aman dan terkendali.

Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp200 juta, meliputi satu unit rumah tinggal.

Selain Damkar, pemadaman turut dibantu komunitas PDKT dan penyedia tandon air di sekitar lokasi.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait untuk memastikan sumber pasti kejadian.

Damkar mengimbau masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik guna mencegah potensi kebakaran serupa.*

Damkar Kendari Evakuasi Ular di Punggolaka, Warga Sempat Resah

KENDARIKINI.COM – Tim Rescue Damkar Kota Kendari mengevakuasi seekor ular di Jalan Patimura, Punggolaka, Selasa (24/3/2026) dini hari.

Laporan diterima pukul 01.50 Wita dari Ibu Sumarni yang datang langsung ke Mako Damkar bersama warga sekitar.

Pelapor menyebut ular terlihat melilit di atas pohon dekat konter pulsa, memicu kekhawatiran keselamatan warga sekitar lokasi.

Menindaklanjuti laporan, tim berangkat pukul 01.55 Wita dan tiba di lokasi sekitar pukul 01.58 Wita.

Setibanya di lokasi, petugas melakukan observasi singkat untuk memastikan posisi ular dan kondisi lingkungan sekitar.

Evakuasi dilakukan menggunakan peralatan khusus dengan metode aman, hati-hati, dan terkendali guna menghindari risiko bagi warga.

Proses penanganan berlangsung sekitar 17 menit hingga ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban.

Petugas memastikan lokasi sudah aman dan tidak ada potensi bahaya lanjutan sebelum kembali ke Mako Damkar.

Humas Damkar Kendari, Martoyo Awaluddin, menyebut evakuasi berjalan lancar dengan dukungan peralatan lengkap.

Peralatan yang digunakan meliputi unit rescue, penjepit, kandang, senter, tangga, dan tali. Tidak ditemukan kendala selama proses berlangsung.

Operasi dipimpin Danru Penyelamatan Peleton 3, M. Ruslin Goa, dan situasi dinyatakan aman serta kondusif.*

Oknum Polisi Digerebek Istri di Homestay Kendari, Kasus Diselidiki

KENDARIKINI.COM – Penggerebekan terjadi di sebuah homestay di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Senin (23/3/2026) dini hari.

Dilansir dari Kisahan, Seorang oknum polisi Polres Konawe Selatan berinisial IPTU AK digerebek istrinya bersama keluarga.

IPTU AK didapati berada di kamar bersama seorang wanita berinisial PD saat penggerebekan berlangsung.

Dalam video beredar, keluarga istri mendatangi homestay dan mengetuk pintu kamar dengan tegang.

Pintu kemudian dibuka oleh PD, disusul masuknya keluarga ke dalam kamar tersebut.

IPTU AK ditemukan bersembunyi di kamar mandi, memicu emosi dan kekecewaan keluarga.

PD kemudian dibawa keluar, sementara IPTU AK mencoba menenangkan situasi yang memanas.

Cekcok sempat terjadi antara IPTU AK dan keluarga istrinya di lokasi kejadian.

Keduanya akhirnya dipisahkan, dan peristiwa berlanjut ke kantor kepolisian setempat.

PD sempat diamankan di Polsek Baruga sebelum dibawa ke Polda Sultra untuk pemeriksaan.

“Iya, tadi malam dibawa ke Polsek Baruga lalu ke Polda Sultra,” ujar keluarga istri.

Keluarga menyebut hubungan keduanya telah lama terjalin, bukan sekadar transaksi singkat.

Mereka mengklaim terdapat komunikasi intens, pertemuan rutin, hingga perjalanan bersama.

Kasus ini kini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sultra.

IPTU AK belum memberikan keterangan resmi, dan upaya konfirmasi masih belum berhasil.

Kapolres Konawe Selatan, AKBP Febry Sam, membenarkan IPTU AK merupakan anggotanya.

“Iya, (anggota Polres Konsel),” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.*

IPPMB Soroti Dugaan Keterlambatan THR PT UAM di Besulutu

KONAWE, KENDARIKINI.COM – Ikatan Pemuda, Pelajar, Mahasiswa Besulutu (IPPMB) menyoroti dugaan keterlambatan pembayaran THR oleh PT Utama Agrindo Mas.

Perusahaan perkebunan sawit itu beroperasi di Kecamatan Besulutu, Sulawesi Tenggara, dan diduga melanggar ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.

Aturan THR tercantum dalam Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi pekerja.

Pada Pasal 5 ayat (4), THR wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

IPPMB menilai dugaan keterlambatan tersebut sebagai pelanggaran terhadap norma ketenagakerjaan yang bersifat wajib.

Ketua Umum IPPMB, Ahmad Iswanto, menyebut tindakan itu bukan sekadar kelalaian administratif semata.

Ia menduga kuat keterlambatan dilakukan secara sadar, mencerminkan rendahnya kepatuhan perusahaan terhadap regulasi.

“Keterlambatan ini bentuk pengabaian hak pekerja dan preseden buruk hubungan industrial,” tegas Ahmad.

Selain itu, Pasal 10 Permenaker 6/2016 mengatur denda 5 persen bagi perusahaan yang terlambat membayar THR.

Namun, kewajiban pembayaran penuh THR tetap harus dilaksanakan oleh perusahaan tanpa pengecualian.

IPPMB berencana melaporkan kasus ini ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin kepastian hukum bagi pekerja yang terdampak.

IPPMB juga menilai keterlambatan THR berdampak pada kondisi ekonomi serta psikologis pekerja menjelang hari raya.

Mereka meminta pemerintah segera melakukan pemeriksaan dan penindakan tegas terhadap perusahaan terkait.

IPPMB menegaskan tidak akan tinggal diam terhadap pelanggaran hak normatif pekerja.

Penegakan hukum dinilai penting untuk menjaga keadilan dan kepastian dalam hubungan industrial.*

Kecelakaan Maut di Sawa Konawe Utara, Pengendara Scoopy Tewas

KONAWE UTARA, KENDARIKINI.COM – Kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa Adi Wahyudi (36), warga Langgikima, Senin 23 Maret 2026.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.00 Wita di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Sawa, Kecamatan Sawa.

Korban mengendarai Honda Scoopy hijau DT 3150 FM bertabrakan dengan Toyota Avanza putih DT 1509 QE.

Mobil tersebut dikemudikan Muh Ichwal Nur Amsori (23) yang melaju dari arah Kendari menuju Asera.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Konawe Utara, Aipda Armand Wahab menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

Saat melintas di jalan lurus, pengemudi Avanza berbelok ke arah Pantai Wale di Kelurahan Sawa.

Pada saat bersamaan, korban melaju searah dan diduga kehilangan kendali akibat kecepatan tinggi.

Sepeda motor korban kemudian menabrak bagian samping kanan mobil yang sedang berbelok.

Benturan keras membuat korban terpental hingga menghantam tugu pertigaan di jalur wisata tersebut.

Korban mengalami luka memar di leher serta luka lecet pada tangan dan kaki.

Pengemudi mobil tidak mengalami luka dalam peristiwa kecelakaan tersebut.

Usai kejadian, korban sempat dievakuasi ke Puskesmas Sawa untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun nahas, korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan.

Pihak kepolisian masih melakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan tersebut.*

Warga Kendari Mengaku Rumah Dibobol Saat Mudik Lebaran

KENDARIKINI.COM – Kasus pencurian rumah saat mudik Lebaran kembali terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Salah satu korban, Amirul Mukminin, melaporkan kejadian pencurian ke Polres Kendari.

Peristiwa itu terjadi di rumahnya di BTN Gria Rafasya Anawai Tunggala, Kecamatan Wua-Wua.

Dalam laporannya, korban menyebut kejadian terjadi saat rumah ditinggalkan mudik sejak awal Maret 2026.

Korban baru mengetahui rumahnya dibobol saat kembali pada Minggu malam, 22 Maret 2026.

Ia mendapati pintu belakang rumah sudah terbuka dan kondisi dalam rumah berantakan.

Sejumlah barang dilaporkan hilang, di antaranya laptop, tablet, proyektor, rice cooker, hingga dokumen kendaraan.

Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp5 juta.

Selain Amirul, warga lainnya bernama Samsul juga mengaku mengalami kejadian serupa.

Ia menyebut beberapa rumah warga dibobol pencuri saat ditinggal mudik Lebaran.

“Ada beberapa rumah yang dibobol pencuri saat kami mudik, kita minta aparat segera tangkap pelaku,” ujarnya.

Warga berharap aparat penegak hukum meningkatkan patroli dan segera mengungkap pelaku pencurian tersebut.

Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.*

Kapolda Sultra Pantau Arus Mudik dan Wisata Kendari

KENDARIKINI.COM – Kapolda Sulawesi Tenggara, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, memantau arus mudik di Kota Kendari, Senin (23/3/2026).

Kegiatan patroli dimulai pukul 13.30 WITA bersama Wakapolda dan pejabat utama Polda Sultra.

Pemantauan dilakukan di sejumlah titik strategis, termasuk Pelabuhan Nusantara Kendari dan Pantai Nambo.

Patroli difokuskan pada arus mudik hari ketiga pasca Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kapolda memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama aktivitas pasca lebaran berlangsung.

Pengecekan juga dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan penumpang di kawasan pelabuhan.

Selain itu, rombongan meninjau kawasan wisata Pantai Nambo yang mengalami peningkatan pengunjung.

Langkah ini bertujuan memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat berwisata.

Kapolda menegaskan pentingnya kehadiran aparat sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.

Ia berharap seluruh rangkaian arus mudik dan libur lebaran berjalan aman dan lancar.

Patroli ini juga menjadi upaya menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Kota Kendari.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan mematuhi aturan demi keselamatan bersama.*

Damkar Kendari Evakuasi Pintu Toko Terkunci, Tanpa Kerusakan

KENDARIKINI.COM – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari melakukan evakuasi pintu toko terkunci di wilayah Wua-Wua, Senin (23/3/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di Gang Cathouse, Jalan Chairil Anwar Nomor 17, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Humas Damkar Kendari, Martoyo Awaluddin, mengatakan laporan diterima sekitar pukul 15.47 Wita dari pelapor bernama Indah.

Pelapor meminta bantuan karena pintu tokonya terkunci otomatis, sementara kunci masih berada di dalam ruangan.

Tim operator komunikasi Damkar segera menindaklanjuti laporan dengan mengerahkan satu unit rescue ke lokasi kejadian.

Tim berangkat pukul 15.52 Wita dan tiba di lokasi sekitar pukul 15.59 Wita, dengan jarak tempuh sekitar 3,6 kilometer.

Setibanya di tempat kejadian, tim rescue langsung melakukan peninjauan dan persiapan peralatan untuk proses evakuasi.

Proses pembukaan pintu dilakukan menggunakan peralatan sederhana seperti obeng minus dan tang penjepit.

Dalam waktu singkat, tim berhasil membuka pintu toko tanpa menimbulkan kerusakan pada bagian pintu.

Operasi penyelamatan selesai sekitar pukul 16.02 Wita dalam kondisi cuaca cerah tanpa kendala berarti.

Kegiatan ini dipimpin oleh Danru Penyelamatan Pleton 3, M. Ruslin Goa, bersama personel Damkar Kendari.

Damkar Kendari mengimbau masyarakat segera melapor jika mengalami kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.*

Ular Piton 8 Meter Telan Kambing, Warga Nambo Heboh

KENDARIKINI.COM – Seekor ular piton sepanjang delapan meter memangsa kambing milik warga di Kelurahan Nambo.

Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 18.00 Wita.

Salah seorang warga, Revan, mengatakan ular tersebut kembali muncul di sekitar kandang ternak.

“Dia datang lagi mau makan kambing,” ujar Revan saat ditemui di lokasi kejadian.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya menangkap ular piton tersebut.

Saat diamankan, bagian perut ular tampak membesar setelah memangsa kambing milik warga.

Revan menjelaskan, proses evakuasi sempat berlangsung tegang karena ular melakukan perlawanan.

Ular tersebut bahkan mencoba menyerang dan melilit warga yang berada di sekitar lokasi.

Karena dinilai membahayakan keselamatan, warga akhirnya memutuskan untuk membunuh ular tersebut.

Tim Damkar Kota Kendari sempat mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.

Namun saat petugas tiba, ular piton tersebut sudah dalam kondisi mati.

“Sudah mati, tadi saat evakuasi sempat mau lilit orang,” pungkasnya.

Peristiwa ini membuat warga sekitar resah dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan satwa liar.*

Video Viral Pengisian Pertalite, Polres Muna Bakal Panggil Pihak SPBU

MUNA, KENDARIKINI.COM – Polres Muna akan memanggil pihak SPBU terkait video viral pengisian BBM subsidi jenis Pertalite.

Video tersebut memperlihatkan petugas SPBU mengisi BBM melalui pintu mobil, bukan langsung ke tangki kendaraan.

Peristiwa itu diduga terjadi di SPBU PT Silviana Energy, Jalan La Ode Abdul Kudus, Raha II, Katobu, Muna.

Kasat Reskrim Polres Muna, Iptu Sumber Jaya Tarigan, mengatakan pihaknya segera melakukan klarifikasi kepada pengelola SPBU.

“Kami akan klarifikasi dulu agar jelas penyebab pengisian BBM tidak langsung ke tangki,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam praktik pengisian BBM subsidi.

Setelah klarifikasi dilakukan, polisi akan menentukan langkah lanjutan sesuai hasil pemeriksaan.

Ia menambahkan, proses pemeriksaan akan dilakukan dalam waktu dekat usai libur Lebaran.

“Dalam waktu dekat, setelah anggota selesai libur Lebaran,” tambahnya.

Video tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terkait dugaan kecurangan dalam distribusi BBM subsidi di wilayah Muna.

Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan menunggu hasil klarifikasi resmi dari pihak berwenang.*

Jet Pribadi Mendarat di Sugimanuru, Mudik Pengusaha Muna Viral

MUNA, KENDARIKINI.COM – Bandara Sugimanuru mendadak ramai, Senin (23/3/2026). Sebuah jet pribadi mendarat membawa keluarga pengusaha asal Muna.

Pesawat jenis Embraer Phenom 300 itu ditumpangi La Ode Safiul Akbar Gani bersama rombongan dari Jakarta.

Kedatangan jet tersebut langsung menarik perhatian warga dan petugas bandara. Peristiwa ini cepat viral di berbagai grup WhatsApp.

Pantauan di lokasi, penumpang turun satu per satu melalui tangga pesawat dengan pengawalan petugas bandara.

Sejumlah kru terlihat membantu penumpang, termasuk anggota keluarga yang membutuhkan pendampingan khusus saat turun dari pesawat.

Warga sekitar tampak antusias menyaksikan dari dekat jet pribadi yang jarang terlihat di wilayah Muna.

Penggunaan jet pribadi untuk mudik dinilai sebagai fenomena langka bagi masyarakat setempat.

Pesawat Phenom 300 dikenal sebagai jet bisnis ringan produksi Embraer, Brasil, dengan kapasitas 6 hingga 10 penumpang.

Jet ini biasa digunakan untuk perjalanan VIP, charter eksklusif, dan mobilitas cepat kalangan pebisnis.

Biaya sewa jet pribadi rute Jakarta ke Muna diperkirakan mencapai Rp250 juta hingga Rp450 juta sekali perjalanan.

Biaya tersebut bergantung pada durasi terbang, posisi pesawat, operasional bandara, serta layanan tambahan selama penerbangan.

Kehadiran jet ini mencerminkan gaya hidup premium sekaligus geliat ekonomi yang mulai terlihat di daerah.

Peristiwa ini menjadi pengalaman langka bagi masyarakat, menghadirkan nuansa berbeda dalam tradisi mudik di Muna.*

Soal Pengeluaran Limbah di Morosi, KUPP Molawe Tegaskan Penerbitan SPB Via Online Inaportnet

KONAWE UTARA, KENDARIKINI.COM – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas I Molawe membantah tudingan salah satu lembaga terkait pengeluaran limbah di kawasan berikat Morosi, Kabupaten Konawe.

Kasi Kesyahbandaran KUPP Kelas I Molawe, Sorindra menegaskan bahwa pihaknya hanya menjalankan kewenangan sesuai aturan yang berlaku dalam pelayanan pelayaran.

Menurutnya, KUPP memiliki kewenangan menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) apabila seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi oleh pemohon.

“Jika dokumen lengkap dan kewajiban PNBP sudah dibayarkan ke negara, maka kapal dapat berlayar,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada kewenangan bagi KUPP untuk menahan keberangkatan kapal jika seluruh syarat telah terpenuhi.

“Tidak ada pelicin. Kalau semua sudah lengkap, kapal pasti berangkat sesuai prosedur,” tegasnya.

Selain itu, sistem pelayanan kini telah berbasis digital melalui Inaportnet, sehingga proses perizinan dilakukan secara transparan dan terintegrasi.

“Sekarang semuanya sudah online melalui Inaportnet, sehingga meminimalisir praktik yang tidak sesuai aturan,” pungkasnya

KUPP Molawe memastikan seluruh pelayanan dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.*

Pria Kendari Ngaku Dijambret, Ternyata Uang Habis Judi Online

KENDARIKINI.COM – Kasus dugaan penjambretan yang sempat viral di Kendari akhirnya terungkap sebagai laporan palsu.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, menyebut pelapor mengarang cerita karena takut dimarahi istrinya.

“Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026, sekitar pukul 15.00 Wita di Polresta Kendari. Pelapor berinisial ME (26), warga Kecamatan Poasia, awalnya mengaku menjadi korban penjambretan oleh empat orang tak dikenal,” jelasnya.

Dalam laporannya, ME menyebut kejadian berlangsung di Jalan Kampung Baru, Kelurahan Anduonohu, sekitar pukul 13.00 Wita.

Ia mengaku dihentikan pelaku yang menggunakan dua sepeda motor, lalu tasnya dirampas dan pelaku melarikan diri.

“Tim Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pelapor di SPKT. Namun, hasil pendalaman menemukan banyak kejanggalan dan perubahan keterangan dari korban,” ungkapnya.

Setelah diinterogasi lebih lanjut, ME akhirnya mengakui telah membuat laporan palsu.

“Polisi mengungkap uang yang dilaporkan hilang sebenarnya berjumlah Rp5,3 juta. Sebanyak Rp3 juta telah digunakan pelapor untuk bermain judi online,” bebernya.

Sementara sisa uang dan tasnya hilang di pasar saat ia mencuci kendaraan pada pagi hari.

“Aksi laporan palsu itu dilakukan karena pelapor takut dimarahi istrinya dan keluarga,” tuturnya.

Polresta Kendari mengimbau masyarakat untuk tidak membuat laporan palsu karena dapat diproses hukum.*

Aliansi Routa Bersatu Menguat, Dorong Evaluasi Tambang dan Perlindungan Adat

KENDARIKINI.COM – Konsolidasi lintas lembaga terkait situasi Routa digelar di Kendari, Minggu (22/3/2026).

Pertemuan ini melibatkan LAT Sultra, MAT Sultra, POSKOHAM, Aliansi Routa Bersatu, dan Anakia Wiwirano To Routa.

Hadir Ketua LAT Sultra Lukman Abunawas, Ketua MAT Abdul Sahir, Ketua POSKOHAM Jumran, dan tokoh lainnya.

Forum menegaskan seluruh sikap telah melalui telaah Dewan Pakar Lembaga Adat Tolaki.

Telaah menempatkan persoalan Routa dalam kerangka hukum konstitusional, administratif, dan hukum adat.

Dewan Pakar LAT menilai peran lembaga adat memiliki dasar hukum sah dalam pengambilan kebijakan negara.

Mengabaikan rekomendasi adat dinilai berpotensi menimbulkan persoalan hukum secara prosedural.

Lukman Abunawas menegaskan kepentingan masyarakat Routa harus menjadi prioritas utama.

Ia menyebut tidak boleh ada aktivitas mengabaikan masyarakat di atas tanahnya sendiri.

Lembaga adat, katanya, siap mengambil langkah tegas sesuai kewenangan dan hukum berlaku.

Ketua POSKOHAM Jumran menilai konsolidasi ini memiliki legitimasi hukum yang kuat.

Menurutnya, langkah advokasi ke depan tidak hanya bersifat moral, tetapi berbasis hukum.

Ketua MAT Abdul Sahir menegaskan masyarakat adat tidak menolak pembangunan.

Namun, mereka meminta hak dihormati serta dilibatkan dalam setiap kebijakan.

Ketua Aliansi Routa Bersatu Rafli menyebut hasil pertemuan menjadi arah gerakan lapangan.

Ia menegaskan kesiapan mengawal isu dengan data dan langkah terukur.

Yen Iayas Latorumo menyoroti pentingnya kehadiran nyata bagi masyarakat terdampak.

Ia berharap suara masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan.

Pertemuan menghasilkan kesepahaman memperkuat koordinasi lintas lembaga dan evaluasi tambang Routa.

Langkah lanjutan difokuskan pada advokasi berkelanjutan berbasis hukum dan keadilan.*

Kursus Mengemudi YPA Handayani di Kendari Disorot, Diduga Sebabkan Kemacetan

KENDARIKINI.COM – Lembaga kursus mengendarai mobil YPA Handayani yang beralamatkan di Jalan MT Haryono, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari mendapatkan sorotan, Minggu 22 Maret 2026.

Salah satunya dari pengguna jalan, Man, Ia mengatakan bahwa mobil yang memiliki stiker bertuliskan YPA Handayani diduga membuat kemacetan di jalan umum.

“Ini sempat dia kasi macet di jalan made sabara,” katanya Selasa 17 Maret 2026.

Hal tersebut juga mendapatkan sorotan dari Ketua Harian Jaringan Demokrasi Rakyat (JANGKAR) Sultra, Sarfan.

“Berdasarkan aturan dasar kursus mengemudi, Pelatihan mengemudi diatur dalam beberapa regulasi, antaranya UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Peraturan Kepolisian (Perpol) No. 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan SIM dan Peraturan terkait lembaga pelatihan/kursus dari Kemendikbud (LKP),” jelasnya .

Lanjutnya bahwa, Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa Peserta pelatihan harus mendapatkan pendidikan keterampilan mengemudi yang aman.

“Lembaga pelatihan wajib memperhatikan keselamatan lalu lintas. Kenapa Banyak Kursus Harus Punya Lintasan Sendiri? Secara praktik, lembaga kursus seharusnya menyediakan lintasan latihan sendiri karena keselamatan peserta, Peserta pemula belum mahir sehingga berbahaya jika langsung di jalan umum,” ungkapnya.

Langkah ini juga guna menghindari gangguan lalu lintas.

“Jalan umum tidak boleh dipakai latihan sembarangan,” tuturnya.

Ia juga menyoroti sikap YPA Handayani yang telah lama menjadi lembaga kursus dan telah tersebar dimana-mana. Namun belum memiliki arena lintasan sendiri.

“Kan bisa juga mereka pinjam pakai, kalau ada niat, tapi kan ini sudah bertahun-tahun, kita minta pihak berwenang untuk segera bertindak dengan menghentikan sementara aktivitas kursus bawa mobil YPA Handayani, jangan tunggu ada korban baru mau dihentikan,” bebenrnya.

Sementara itu salah satu penanggung jawab YPA Handayani yang dihubungi via pesan Whats App Minggu 22 Maret menyampaikan permohonan maaf.

“Baik, Ypa handayani Mohon maaf yah atas kemacetan yg disebabkan untuk pengendara lain/pengguna jalan lainnya. Kami usahakan di hari kedepan kami akan berusaha lebih baik lagi dan berhati-hati Terima kasih atas infonya,” jelasnya.*

Dugaan Kecurangan Pengisian Pertalite di SPBU Muna Viral

KENDARIKINI.COM – Dugaan kecurangan pengisian BBM subsidi jenis Pertalite terjadi di SPBU PT Silviana Energy, Muna.

SPBU tersebut berlokasi di Jalan La Ode Abd. Kudus, Kelurahan Raha II, Kecamatan Katobu.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 WITA.

Informasi dihimpun, kejadian terekam dalam video yang beredar dan diterima redaksi.

Dalam video, terlihat antrean kendaraan roda empat di area pengisian BBM.

Sebuah mobil merah tua tampak dilayani petugas SPBU di tengah antrean tersebut.

Namun, pengisian BBM diduga tidak dilakukan melalui tangki kendaraan sebagaimana mestinya.

Petugas terlihat mengarahkan nozzle ke dalam mobil melalui pintu kendaraan.

“Dia kasi lewat di pintu,” ujar seorang pria dalam rekaman video tersebut.

“Mungkin tangkinya di dalam,” timpal seorang wanita dalam video yang sama.

Meski diduga melanggar aturan, proses pengisian berlangsung tanpa hambatan.

Tidak terlihat adanya petugas lain yang menghentikan atau menegur tindakan tersebut.

Seorang saksi, Andri (38), mengaku melihat langsung kejadian saat mengantre.

Ia menyebut mobil tersebut tidak mengikuti antrean seperti kendaraan lainnya.

“Posisi mobil masuk jalur depan, tiba langsung isi BBM,” kata Andri, Minggu (21/3/2026).

Menurutnya, petugas SPBU tidak memberikan teguran atas kejadian tersebut.

“Tidak ada teguran, langsung diisikan BBM,” ujarnya.

Andri menilai praktik tersebut merugikan konsumen lain yang telah mengantre.

Ia berharap pengelola SPBU dan pihak terkait segera menindaklanjuti dugaan ini.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPBU belum memberikan keterangan resmi.

Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi untuk memperoleh informasi berimbang.*

Polresta Kendari Imbau Warga Waspada Kejahatan Pecah Kaca dan Jambret

KENDARIKINI.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kendari mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya kejahatan jalanan, khususnya aksi pecah kaca mobil dan penjambretan.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, menegaskan bahwa pelaku kejahatan kerap memanfaatkan kelengahan korban, terutama saat kendaraan diparkir atau ketika pengendara berada di jalan yang sepi.

“Jangan meninggalkan barang berharga di dalam mobil. Ini sering menjadi sasaran empuk pelaku pecah kaca,” ujar AKP Welliwanto Malau.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap aksi jambret yang biasanya terjadi secara tiba-tiba, terutama di jalan raya yang minim penerangan atau dalam kondisi lalu lintas lengang.

“Pelaku jambret biasanya mengincar pengendara yang membawa tas atau barang berharga secara terbuka. Kami minta masyarakat lebih berhati-hati,” tambahnya.

Selain itu, pihak kepolisian mengimbau warga untuk memastikan kendaraan dalam kondisi aman saat ditinggalkan, termasuk menggunakan kunci ganda guna meminimalisir risiko pencurian.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Welliwanto juga mengajak masyarakat untuk segera melapor ke pihak kepolisian melalui layanan darurat 110 apabila menemukan atau mengalami tindak kejahatan.

“Peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan bersama. Segera laporkan jika melihat hal mencurigakan,” tegasnya.

Polresta Kendari terus meningkatkan patroli dan upaya preventif guna menekan angka kriminalitas serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Kendari.*

Mobil Serobot Jalur, Pengendara Motor Honda Scoopy Tewas di Muna

KENDARIKINI.COM – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Kabupaten Muna, Minggu 22 Maret 2026 sekitar pukul 12.00 WITA.

Insiden maut itu terjadi di Jalan Poros Desa Liabhalano, Kecamatan Kontunaga.

Kasat Lantas Polres Muna, IPTU Renaldo Sau Galla, membenarkan peristiwa tersebut.

“Kecelakaan melibatkan mobil Daihatsu Calya DT 1485 XX dan sepeda motor Honda Scoopy DT 2977 LD,” katanya.

Sambungnya, Mobil dikemudikan La Ode Wardin (37), warga Desa Oempu, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna.

“Sementara motor dikendarai Luniarti (42), warga Kelurahan Watonea, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna,” tambahnya.

Lanjutnya, Peristiwa bermula saat mobil bergerak dari arah Raha menuju Buton Tengah.

“Di lokasi kejadian, mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan mengambil jalur kanan. Dari arah berlawanan, korban Luniarti mengendarai sepeda motor menuju Raha,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyampaikan, Tabrakan tak terhindarkan saat mobil memasuki jalur berlawanan.

“Korban panik dan kehilangan kendali hingga terjatuh ke aspal. Luniarti terseret di jalan dan mengalami luka serius. Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara,” bebernya.

Sementara pengemudi mobil tidak mengalami luka dalam insiden tersebut. Pihak kepolisian telah melakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.*

PERHAPI Sultra dan CV UBP Salurkan 1.000 Karung Beras untuk Warga

KENDARIKINI.COM – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) PD Sulawesi Tenggara menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat, Minggu (22/3/2026).

Kegiatan ini bekerja sama dengan CV Unaaha Bakti Persada sebagai bagian dari program kepedulian sosial perusahaan.

Sebanyak 1.000 karung beras disalurkan kepada warga yang membutuhkan di sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara.

Ketua PERHAPI PD Sultra, Ir. Afdhal, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Menurutnya, program tersebut menjadi komitmen berkelanjutan perusahaan dalam membantu masyarakat sekitar.

“Perusahaan harus hadir dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Afdhal.

Ia menambahkan, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan.

PERHAPI Sultra juga mendorong perusahaan tambang lainnya untuk terus meningkatkan kontribusi sosial bagi masyarakat.

Kegiatan penyaluran berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari warga penerima manfaat.*

Pria 37 Tahun Hilang Jatuh dari Longboat di Perairan Ereke

BUTON UTARA, KENDARIKINI.COM – Seorang pria dilaporkan hilang setelah jatuh dari longboat di perairan Ereke, Minggu (22/3/2026).

Informasi diterima Comm Centre KPP Kendari pukul 06.40 Wita dari Danpos Polair Ereke, Herimuddin.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan laporan menyebut satu orang hilang di lokasi kejadian.

“Menindaklanjuti laporan, Tim Rescue Pos SAR Wakatobi diberangkatkan pukul 07.00 Wita menuju lokasi kejadian,” katanya

Sambungnya, Jarak tempuh lokasi kejadian dengan Pos SAR Wakatobi sekitar 41 mil laut.

“Korban diketahui bernama Kardin (37), warga Desa Banu-banua Jaya, Kecamatan Kulisusu. Cuaca di lokasi dilaporkan berawan berdasarkan informasi BMKG,” tambahnya.

Lanjutnya, Operasi pencarian melibatkan Staf Ops KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, Polair Buton Utara, nelayan, dan keluarga korban.

“Peralatan yang digunakan meliputi rescue car, RIB, longboat, alat medis, evakuasi, dan komunikasi,” tambahnya lagi.

Kronologis kejadian bermula pada 21 Maret 2026 pukul 05.30 Wita saat korban berangkat menuju Desa Tanah Merah.

“Dalam perjalanan, korban sempat berteduh akibat hujan deras dan angin kencang di Teluk Kulisusu. Longboat korban terlepas dan hanyut, sehingga korban sempat berenang dan menepi di area bakau. Korban kemudian menumpang longboat lain menuju Desa Tanah Merah,” jelasnya

Kemudian, Sekitar pukul 17.00 WITA, keluarga menerima kabar korban telah tiba di tujuan dengan selamat.

“Namun saat perjalanan pulang pukul 18.30 Wita, korban dilaporkan melompat dari longboat di tengah perjalanan. Upaya pencarian awal telah dilakukan, namun korban belum ditemukan hingga laporan diterima,” pungkasnya.*

Sejumlah Toko Miras di Kendari Diduga Tetap Buka, Pemkot Kecolongan

KENDARIKINI.COM – Sejumlah Toko Minuman Keras (Miras) di Kota Kendari diduga tetap buka melakukan penjualan minuman beralkohol (minol), Sabtu 21 Maret 2026.

Koordinator Aliansi Mahasiswa Radikal (AMARA) Sultra, Sarfan mengatakan bahwa pihaknya menemukan setidaknya enam toko miras yang diduga melakukan penjualan minol.

“Yang pertama UD Putra Mandiri di Baruga tadi buka dengan modus buka satu pintu, diduga melakukan penjualan minuman beralkohol, UD Mandiri Jaya Perkasa di Lepo-lepo juga sama modus buka satu pintu kemarin, kemudian UD Azka di THR dengan modus buka satu pintu dan mematikan lampu depan,” katanya.

“Kemudian UD Wahyu di Pasar Panjang, UD Begadang di Puuwatu dekat kampus gizi puuwatu buka tadi dan UD Wekoila di dekat bundaran mandonga,” tambahnya.

Lanjutnya terkait hal tersebut pihaknya meminta Pemkot Kendari mengambil langkah tegas.

“Surat edarannya sampai tanggal 22, tapi ini mereka sudah buka dan diduga melakukan penjualan minuman beralkohol,” ungkapnya.

Pihaknya mendesak Pemkot Kendari melakukan langkah tegas pencabutan izin.

“Ini tiap tahun berulang, kalau hanya surat peringatan tidak mempan, tidak akan ada efek jera,” tegasnya.

“Kemana Pol PP, kenapa mereka tidak bertindak? atau mereka sudah berkoordinasi?,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Kendari telah menerbitkan surat edaran pembatasan selama Ramadan 1447 Hijriah.

Aturan tersebut melarang operasional tempat hiburan malam dan penjualan minuman beralkohol.

Kebijakan berlaku sejak 16 Februari hingga 22 Maret 2026 untuk menjaga ketertiban masyarakat.

Pemkot juga menegaskan sanksi tegas berupa pencabutan izin bagi pelanggar.

Terkait hal tersebit, salah satu Pemilik Toko UD Putra Mandiri, Mau Erliana membantah tudingan tersebut.

“Untuk toko putra jaya mandiri belum menjual kalau pintu yang terbuka itu karena Pintu tersebut merupakan akses untuk masuk dan keluar di dalam ruko dan pintu yg terbuka tersebut merupakan pintu garasi,” jelasnya.*

Jalan H Lamuse Kendari Sering Tergenang, Warga Minta Penanganan Cepat

KENDARIKINI.COM – Jalan H. Lamuse khususnya di titik dekat jembatan kerap tergenang, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sabtu 21 Maret 2026.

Salah seorang pengendara motor, Budi mengatakan genangan tersebut membuat para pengguna jalan lebih berhati-hati.

“Sudah sering tergenang saat hujan datang, pasti tergenang, ini membuat kami pengguna jalan mesti lewat dipinggir,” katanya.

Pihaknya meminta pemerintah setempat untuk bertindak.

“Yah pasti kita minta pemerintah bertindak cepat,” harapnya.

Sementara itu Ketua Harian Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kota (HIPPMAKOT) Kendari, Zain mengatakan bahwa pemerintah cenderung bertindak nanti ada keluhan.

“Jangan bertindak nanti ada keluhan, kurangi duduk di ruangan ber AC, perbanyak turun lapangan, jangan menunggu ada keluhan dan viral baru mau bergerak, baru mau dikatakan bergerak cepat, pencitraan bahwa bekerja,” jelasnya.

“Langkah pencegahan harus dilakukan, Ini masalah di tiap hujan datang, semua pihak mesti berkoordinasi dan melakukan penanganan,” ungkapnya.*

Pria di Konawe Ditemukan Tewas di Area PT OSS

KONAWE, KENDARIKINI.COM – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di area PT OSS, Morosi, Konawe, Jumat (20/3/2026).

Korban diketahui bernama Bisran (42), warga Desa Tondowatu, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.

Kapolsek Bondoala melalui Kasi Humas IPTU Andi A. Gafur membenarkan penemuan tersebut.

Sebelumnya, keluarga melaporkan korban hilang sejak Rabu (18/3/2026) malam dan tidak kembali ke rumah.

Polisi bersama keluarga melakukan pencarian di area perusahaan setelah mendapat izin pihak keamanan.

Pencarian difokuskan di sekitar penampungan limbah hingga korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WITA.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam area perusahaan tersebut.

Jenazah kemudian dievakuasi keluarga dengan cara ditandu menuju rumah duka.

Hasil olah TKP menunjukkan korban diduga tersengat listrik tegangan tinggi.

Di lokasi ditemukan potongan kabel serta gunting yang masih melekat pada kabel.

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban telah membengkak dan menghitam.

Polisi telah melakukan olah TKP dan menerbitkan surat pengantar visum.

Keluarga korban menolak autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Polisi mengimbau masyarakat tidak memasuki area berbahaya tanpa izin.

Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas di lokasi dengan instalasi listrik tegangan tinggi.*

2.156 WBP Sultra Terima Remisi Idulfitri, 7 Langsung Bebas

KENDARIKINI.COM – Kemenimipas melalui Kanwil Ditjenpas Sultra memberikan remisi Idulfitri 1447 H kepada 2.156 warga binaan.

Remisi diberikan kepada WBP berkelakuan baik di seluruh Lapas dan Rutan di Sulawesi Tenggara.

Kakanwil Ditjenpas Sultra, Sulardi, menyebut tujuh WBP langsung bebas usai menerima Remisi Khusus II.

Remisi diberikan bagi WBP yang telah menjalani minimal enam bulan masa pidana dan berperilaku baik.

“Ini membanggakan. Remisi menjadi hak sekaligus penghargaan bagi warga binaan yang memenuhi syarat,” ujar Sulardi.

Ia mengingatkan WBP yang bebas agar tidak mengulangi kesalahan dan kembali menjadi warga taat hukum.

“Jadilah pribadi produktif dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sulardi menegaskan sistem pemasyarakatan kini berorientasi pada pembinaan yang humanis.

Menurutnya, pendekatan ini menggantikan sistem pemenjaraan lama yang bersifat hukuman semata.

“Warga binaan harus diperlakukan manusiawi agar siap kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kalapas Kelas IIA Kendari, Mukhtar, menyebut 728 WBP diusulkan menerima remisi.

Seluruh usulan tersebut disetujui, dan satu WBP di Lapas Kendari langsung bebas.

Pemberian remisi diharapkan memotivasi warga binaan mengikuti program pembinaan secara disiplin.*

Kabel Menjuntai di Jalan Haluoleo Kendari Dikeluhkan Pengendara

KENDARIKINI.COM – Kabel Melintang di Jalan Haluoleo, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari tepatnya di dekat perempatan Kantor Gubernur-Polda-BPS Sultra, Sabtu 21 Maret 2026.

Salah seorang pengendara motor, Wandi mengeluhkan hal tersebut.

“Untung ada diikat pakai kantung kresek, jadi ada tandanya, tadi saya pelan-pelan bawa kendaraan, bagaimana kalau ada yang balap-balap,” katanya.

“Ini saya lihat kabelnya juga hanya disanggah sementara pakai bambu,” tambahnya.

Lanjutnya, bahwa seharusnya pihak terkait mesti bergerak cepat.

“Jangan tunggu ada korban baru mau bergerak,” tegasnya.

Sementara itu Presiden, Prabowo Subianto sebelumnya telah mengeluarkan instruksi dan menamakan gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) soal penertiban baliho dan kabel.yang semrawut.

Hal tersebut di daerah, diperkuat oleh Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dengan mengeluarkan kebijakan yang tertuang ke dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4.1/4 tertanggal 2 Februari 2026 tentang penertiban baliho dan kabel semrawut.*

Wagub Sultra Hugua Ajak Jaga Persatuan saat Idul Fitri

KENDARIKINI.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, melaksanakan Shalat Idulfitri di Masjid Al Alam Kendari, Sabtu (21/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Hugua mengajak masyarakat menjaga persatuan sebagai fondasi keharmonisan daerah di hari kemenangan.

Ia menegaskan Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan kemenangan spiritual setelah menjalani ibadah Ramadhan.

“Hari ini adalah kemenangan mengendalikan diri dan memperbaiki perilaku,” ujar Hugua dalam sambutannya.

Menurutnya, nilai kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengingatkan pentingnya mempertahankan semangat kebersamaan yang telah terbentuk selama Ramadhan.

Hugua menyampaikan ucapan Selamat Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemprov Sultra, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai momentum mempererat silaturahmi dan saling memaafkan.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat menghapus prasangka demi menjaga persatuan dan keharmonisan sosial.

Di akhir sambutannya, Hugua berharap seluruh amal ibadah Ramadhan diterima Allah SWT.

Ia juga berharap ketakwaan masyarakat semakin meningkat demi mewujudkan Sultra yang maju dan sejahtera.*

Gubernur Sultra Ajak Perkuat Silaturahmi di Idulfitri 1447 H

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengajak masyarakat memperkuat silaturahmi pada Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026).

Ajakan itu disampaikan usai melaksanakan Shalat Idulfitri di Masjid Agung Al Kautsar, Kendari, dalam suasana khidmat.

Gubernur menekankan pentingnya mempererat persaudaraan antarwarga demi menciptakan kehidupan yang harmonis, damai, dan penuh keberkahan.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga hubungan baik sesama umat Islam dan seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, Idulfitri menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan persatuan di Sulawesi Tenggara.

Selain itu, ia mengimbau seluruh komponen daerah meningkatkan semangat pengabdian dan partisipasi pembangunan.

“Dengan kebersamaan dan ketulusan, kita wujudkan Sultra maju, aman, sejahtera, dan religius,” ujarnya.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya saling memaafkan serta melupakan perselisihan yang terjadi sebelumnya.

Momentum Idulfitri, lanjutnya, harus dimaknai sebagai kesempatan menjadi pribadi yang lebih baik dan bertakwa.

Ia berharap nilai-nilai kebersamaan terus dijaga demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.*

Sholat Idul Fitri di Mapolda Sultra, Tegaskan Iman dan Profesionalisme

KENDARIKINI.COM – Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah berlangsung khidmat di Lapangan Mapolda Sulawesi Tenggara, Sabtu (21/3/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WITA itu dihadiri Kapolda Sultra Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko bersama pejabat utama dan personel.

Selain jajaran kepolisian, masyarakat sekitar juga turut mengikuti pelaksanaan sholat dengan penuh kekhusyukan.

Bertindak sebagai khatib, Zulkifli Musthan menyampaikan khutbah bertema penguatan iman, ketakwaan, dan profesionalisme.

Ia menekankan pentingnya menjadikan Idul Fitri sebagai momentum meningkatkan kualitas keimanan dan integritas.

Menurutnya, nilai ketakwaan harus sejalan dengan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.

Momentum ini juga diharapkan mampu memperkuat solidaritas dalam mendukung transformasi Polri yang lebih humanis.

Pelaksanaan sholat turut menjadi ajang mempererat silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat.

Kebersamaan tersebut dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Dengan suasana penuh kebersamaan, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai.*

Pemprov Sultra Klarifikasi Isu Mobil Dinas Gubernur Rp8 Miliar

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memberikan klarifikasi terkait konten akun Instagram celebestt_official tentang mobil dinas gubernur.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra, Andi Syahrir, menegaskan informasi tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi keliru.

“Kendaraan yang digunakan Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangeruka, merupakan milik pribadi, bukan kendaraan dinas,” katanya melalui postingan akun Instagram Diskominfo Sultra, Sabtu 21 Maret 2026.

Menurutnya, kendaraan tersebut tidak dibiayai APBD maupun tercatat sebagai aset milik Pemerintah Provinsi Sultra.

Andi Syahrir juga mengungkapkan, sejak awal menjabat, gubernur tidak mengambil gaji, tunjangan, maupun hak keuangan lainnya.

“Seluruh hak keuangan tersebut, dialihkan untuk kepentingan masyarakat di Sulawesi Tenggara. Penggunaan fasilitas pribadi dinilai sebagai bentuk efisiensi anggaran daerah oleh kepala daerah,” ungkapnya.

Lanjutnya, Anggaran yang seharusnya digunakan untuk kendaraan dinas dapat dialihkan ke program pembangunan masyarakat.

“Pemprov Sultra juga mengingatkan akun celebestt_official agar melakukan koreksi atas konten yang telah diunggah. Selain itu, media sosial diminta lebih berhati-hati dan melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi,” bebernya.

Pemerintah menegaskan pentingnya check and re-check guna mencegah disinformasi dan kegaduhan publik.

“Pemprov Sultra tetap terbuka terhadap kritik dan pengawasan masyarakat secara konstruktif. Namun, penyampaian informasi diminta tetap mengedepankan etika jurnalistik dan kebenaran data,” pungkasnya.*

Dugaan Penganiayaan Anak di Konawe, Orang Tua Lapor Polisi

KENDARIKINI.COM – Dugaan kekerasan terhadap anak terjadi di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Kasus ini dilaporkan ke polisi.

Kasat Reskrim Polres Konawe, IPTU Taufik, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan terhadap seorang anak berinisial Y.

“Pelapor diketahui bernama Dede Suherman, seorang petani asal Desa Tawamelewe, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe. Dede melaporkan dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh seorang pria berinisial H terhadap anaknya,” jelasnya, Sabtu 21 Maret 2026.

Ia menambahkan Peristiwa itu diketahui pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 07.00 Wita di rumah korban.

“Saat itu, istri pelapor, Hartati, melihat kondisi anaknya mengalami lebam dan pendarahan di bagian mulut,” tambahnya.

Awalnya, korban mengaku mengalami kecelakaan setelah terjatuh dari sepeda motor kepada orang tuanya.

“Namun, pelapor mencurigai adanya kejadian lain hingga akhirnya korban mengaku mengalami dugaan penganiayaan. Korban menyebut peristiwa tersebut terjadi di Bendungan Wawotobi pada malam sebelumnya,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami rasa sakit pada bagian wajah dan rahang.

“Merasa dirugikan, pelapor kemudian melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian untuk diproses hukum,” pungkasnya.

Polres Konawe kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan tindak pidana tersebut.*

Polres Buton Siaga Amankan Malam Takbiran Idul Fitri 2026

KENDARIKINI.COM – Polres Buton menggelar apel pasukan untuk pengamanan malam takbiran Idul Fitri 1447 H/2026 M.

Apel berlangsung Jumat (20/3/2026) di Pos Pam Pasar Sabo Buton, dipimpin Wakapolres Kompol Yulianus, S.Si.

Kegiatan ini melibatkan personel Polres Buton, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait lainnya.

Wakapolres menyampaikan apel bertujuan memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana pengamanan takbiran dan Idul Fitri.

Menurutnya, pengamanan ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat saat merayakan malam takbiran.

Ia menekankan seluruh personel agar bertugas secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab di lapangan.

Pengamanan difokuskan pada masjid, jalan utama, pusat keramaian, serta rute pelaksanaan takbiran keliling masyarakat.

Langkah ini untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, kemacetan lalu lintas, hingga risiko kecelakaan selama kegiatan berlangsung.

Wakapolres juga mengimbau masyarakat merayakan takbiran secara tertib tanpa konvoi berlebihan yang membahayakan keselamatan.

Masyarakat diminta tetap mematuhi aturan lalu lintas demi menjaga keamanan bersama selama perayaan berlangsung.

Polres Buton berharap seluruh rangkaian malam takbiran hingga Idul Fitri berjalan aman, lancar, dan kondusif.*

Pria di Kendari Dibegal Dua OTK Pakai Samurai, Korban Selamat Usai Melawan

KENDARIKINI.COM – Peristiwa pembegalan terjadi di Abeli Dalam, Puwatu, Kota Kendari, Jumat (20/3/2026) dini hari.

Korban bernama Rusdin menjadi sasaran dua pelaku saat dalam perjalanan menuju rumah atasannya.

Rusdin mengatakan, awalnya ia mendapat telepon pekerjaan dari bosnya sekitar pukul 03.05 WITA.

Ia kemudian menumpang kendaraan dari Poahara menuju persimpangan Abeli untuk melanjutkan perjalanan.

Namun, sekitar pukul 03.40 WITA, dua pria berboncengan motor tiba-tiba mendekatinya.

Pelaku langsung meminta handphone dan tas milik Rusdin tanpa banyak bicara di lokasi kejadian.

Saat korban menolak, salah satu pelaku menyerang menggunakan senjata tajam jenis samurai ke arah tubuhnya.

“Saya sempat melawan, ambil batu lalu lempar ke kepala pelaku,” ujar Rusdin.

Ia kemudian melarikan diri ke hutan dan bersembunyi selama satu jam karena ketakutan.

Rusdin mengaku tidak mengalami luka serius meski sempat ditebas beberapa kali oleh pelaku.

Ia hanya mengalami bengkak di bagian betis akibat serangan senjata tajam tersebut.

Korban juga mengaku belum melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian karena masih bingung.

Peristiwa ini menambah daftar kasus kriminalitas jalanan yang meresahkan warga Kota Kendari.*

LPG 3 Kg Langka dan Mahal, BEM FEBI UMK Desak Pemkot Kendari Bertindak

KENDARIKINI.COM – BEM FEBI UMK menyoroti kelangkaan dan mahalnya LPG 3 Kg di Kendari. Kondisi ini membebani masyarakat kecil.

Ketua BEM FEBI UMK, Andi Fajar, menyebut persoalan kini berkembang menjadi krisis harga yang tidak terkendali.

Ia menilai harga di lapangan melampaui HET, sementara pasokan sulit ditemukan oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

“Ini ironi. Barang langka, saat ada harganya justru melambung tinggi,” tegas Andi Fajar, Jumat (20/3/2026).

Menurutnya, kondisi ini mengindikasikan masalah serius pada distribusi dan lemahnya pengawasan oleh pihak terkait.

Ia menduga praktik penimbunan dan distribusi tidak tepat sasaran menjadi pemicu kelangkaan dan kenaikan harga.

BEM FEBI UMK mendesak Pemkot Kendari memperketat pengawasan serta melakukan operasi pasar secara intensif.

Selain itu, inspeksi mendadak di pangkalan dan pengecer perlu dilakukan untuk menekan potensi pelanggaran.

Andi Fajar juga meminta penegakan hukum tegas terhadap pelaku penimbunan dan permainan harga LPG bersubsidi.

“Sanksi harus tegas, mulai pencabutan izin hingga proses hukum tanpa kompromi,” ujarnya.

BEM FEBI UMK turut mendesak Pertamina mengevaluasi sistem distribusi LPG 3 Kg di Kota Kendari.

Transparansi data pasokan dinilai penting untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan di lapangan.

Kelangkaan LPG berdampak pada kenaikan biaya produksi UMKM dan menurunkan daya beli masyarakat.

Jika berlanjut, kondisi ini berpotensi memicu inflasi daerah dan memperlebar kesenjangan sosial.

BEM FEBI UMK menegaskan LPG 3 Kg merupakan hak masyarakat kecil yang wajib dijamin negara.*

Tujuh Wali-Wali Diduga Belum Bayar Upah Pekerja RSUD Konkep, Ratusan Buruh Mengeluh

KENDARIKINI.COM – Sejumlah pekerja proyek pembangunan RSUD Konawe Kepulauan mengeluhkan belum dibayarkannya upah mereka, Jumat (20/3/2026).

Salah satu pekerja, Haris, menyebut hampir 200 pekerja belum menerima gaji selama kurang lebih satu bulan terakhir.

Menurutnya, beberapa pekerja asal Jawa bahkan masih tertahan di Wawonii karena tidak memiliki biaya untuk pulang.

“Masih ada sembilan orang dari Jawa belum bisa pulang karena tidak punya uang,” ungkap Haris.

Ia menjelaskan, rata-rata upah pekerja hanya sekitar Rp150 ribu per hari, bahkan ada yang di bawah itu.

Haris juga menyebut pihak subkontraktor bernama Budi sulit dihubungi terkait pembayaran upah tersebut.

“Kalau dihubungi lewat WhatsApp tidak dibalas, ditelepon juga tidak diangkat,” ujarnya.

“Tujuh Wali-wali nama perusahaannya,” tambahnya.

Para pekerja sempat melakukan aksi protes di mess sebelum akhirnya sebagian memutuskan pulang dengan kondisi terbatas.

“Mereka tetap pulang, hanya pegang tiket dan sedikit uang untuk di jalan,” tambahnya lagi

Haris menilai proyek tersebut tidak mungkin mengalami kebangkrutan karena anggaran berasal dari pemerintah pusat.

Ia berharap pihak terkait segera menyelesaikan kewajiban pembayaran upah para pekerja.

Hingga kini, sejumlah mandor dan pekerja, khususnya yang berasal dari luar daerah, masih menunggu kejelasan gaji mereka.

Sementara itu salah satu penanggungjawab, Budi yang dikonfirmasi via pesan dan panggilan whats app, serta sms dan panggilan telepon belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.*

Remaja Konawe Tewas Usai Tabrak Sapi di Jalan Poros

KONAWE, KENDARIKINI.COM – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Kabupaten Konawe, Jumat (20/3/2026). Seorang remaja bernama Muh. Riyanto (19) dilaporkan meninggal dunia.

Korban diketahui merupakan warga Kelurahan Konawe, Kecamatan Konawe. Ia mengalami kecelakaan di jalan poros Unaaha–Kolaka, tepatnya di Desa Tawapandere, Kecamatan Onembute.

Kanit Gakkum Polres Konawe, IPDA Syahrir, menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Korban saat itu mengendarai sepeda motor Yamaha MX King dari arah Unaaha menuju Kolaka.

Dalam perjalanan, korban tiba-tiba menabrak seekor sapi yang sedang menyeberang jalan. Hewan tersebut bergerak dari arah barat ke timur.

“Pengendara bergerak dari utara ke selatan, lalu menabrak hewan yang menyeberang,” ujar Syahrir dalam keterangannya.

Akibat benturan keras, korban mengalami luka serius. Di antaranya patah lengan kanan, cedera leher, serta luka lecet pada lutut kiri.

Korban juga dilaporkan mengalami pendarahan dari kedua telinga. Kondisinya sempat kritis usai kecelakaan tersebut.

Petugas kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Lambuya untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

“Korban meninggal dunia saat mendapatkan perawatan di Puskesmas Lambuya,” tutup Syahrir.*

Tindak Lanjuti Keluhan Pekerja, Kabid Binwasnaker Disnakertrans Sultra Bakal Panggil Petinggi PT Hillcon

KENDARIKINI.COM – Kepala Bidang Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker) dan K3 Disnakertrans Sulawesi Tenggara (Sultra), Asnia Nidi, menunjukkan sikap tegas dalam mengawal hak-hak pekerja di wilayahnya. Hal ini terlihat saat ia menerima audiensi dari sejumlah perwakilan karyawan dan manajemen PT Hillcon di kantornya baru-baru ini.

Dalam pertemuan tersebut, Asnia Nidi mengungkapkan kekecewaannya terhadap sistem internal perusahaan yang dinilai masih memiliki banyak hambatan, meskipun PT Hilkon dikenal sebagai salah satu perusahaan dengan nama besar di industri tersebut.

“Saya kira Hillcon ini salah satu perusahaan yang bonafide-nya luar biasa, tapi ternyata di dalamnya itu penuh dengan rintangan dan tantangan,” ujar Asnia saat berbicara melalui sambungan telepon dengan perwakilan manajemen perusahaan dalam postingan akun instagram Anaktambang.

Sikap tegas Asnia dipicu oleh laporan yang diterima dari para pekerja, khususnya mereka yang tergabung dalam tim operasional di lapangan. Ia menekankan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan segera mengambil langkah administratif guna mencari solusi atas permasalahan yang terjadi.

Sebagai bentuk tindak lanjut nyata, Asnia Nidi menyatakan akan segera melayangkan surat panggilan resmi kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan pengambilan kebijakan di PT Hillcon.

“Siapa yang dipanggil? Direktur Utama atau pejabat yang namanya tercantum dalam akta notaris perusahaan. Metode Pertemuan, Pertemuan direncanakan akan dilakukan secara daring melalui Zoom meeting untuk mempercepat koordinasi dan tujuan meminta klarifikasi terkait kebijakan perusahaan yang dikeluhkan oleh para pekerja serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan yang berlaku di Sulawesi Tenggara,” bebernya.

Asnia menegaskan bahwa Disnakertrans Sultra berkomitmen untuk menjadi jembatan yang adil antara pengusaha dan pekerja demi terciptanya iklim kerja yang kondusif dan harmonis di Bumi Anoa.

Sebelumnya diberitakan situasi kerja di site tambang PT Hillcon Job Site PT AKP tengah memanas. Dalam sebuah pertemuan terbuka dengan para karyawan, perwakilan manajemen mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terkait kendala finansial yang menghambat operasional dan kesejahteraan pekerja.

Dalam pidatonya yang emosional, juru bicara manajemen menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya maksimal untuk berkomunikasi dengan pihak pusat di Jakarta maupun mitra kerja terkait. Namun, hingga saat ini, kepastian mengenai pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para karyawan masih belum menemui titik terang.

“Kami datang ke AKP bersama tim untuk memohon bantuan agar kita semua bisa gajian dan THR bisa terbayarkan. Namun, mereka masih menunggu keputusan yang kemungkinannya sangat kecil,” ujarnya di hadapan para pekerja dalam video postingan akun instagram Esramarrising.

Hal tersebut juga dibenarkan salah seorang karyawan PT Hillcon, Edi Dasopang yang dikonfirmasi via pesan whats app.

“Direksi hillcon tdk membayarkan gaji kami, sampai hari ini,” ujarnya.

Sementara itu GM PT Adhi Kartiko Pratama (AKP), Riki mengatakan bahwa persoalan tersebut merupakan persoalan internal PT Hillcon.

“Ini masalah internal Hillcon yah, kami dari Pihak AKP, semua invoice yang jatuh tempo telah dibayarkan,” katanya saat dikonfirmasi via pesan whats app.

Untuk diketahui PT Hillcon merupakan salag satu kontraktor mining di PT AKP.*

Harga LPG 3 Kg Rp70 Ribu di Muna, DEM Soroti Pemda

MUNA, KENDARIKINI.COM — Harga LPG 3 kilogram di Kabupaten Muna mencapai Rp70 ribu per tabung. Kondisi ini menuai kritik dari DEM Sultra.

Sekretaris DEM Sultra, Abdul Rahman Fathur, menilai lonjakan harga menunjukkan lemahnya pengawasan distribusi energi subsidi.

Ia menyebut harga tersebut jauh melampaui ketentuan HET yang seharusnya dikendalikan pemerintah daerah.

“Ini bukan sekadar fluktuasi, tapi indikasi kegagalan pengelolaan distribusi LPG bersubsidi,” ujarnya, Jumat (20/3).

Menurutnya, Pemda memiliki kewenangan menetapkan HET dan mengawasi distribusi dari agen hingga pangkalan.

Namun, pengawasan dinilai tidak berjalan optimal di lapangan.

DEM Sultra menemukan sejumlah persoalan distribusi LPG di Muna.

Di antaranya harga tidak terkendali, dugaan salah sasaran subsidi, dan potensi penimbunan oleh oknum.

Selain itu, data distribusi LPG dinilai tidak transparan kepada publik.

“Pemda terkesan pasif saat masyarakat membeli di harga tidak wajar,” tegas Abdul Rahman.

DEM Sultra juga menyoroti minimnya langkah cepat pemerintah menghadapi kondisi tersebut.

Tidak terlihat operasi pasar, sidak, atau sanksi tegas terhadap pelanggaran distribusi LPG.

Sebagai respons, DEM Sultra menyampaikan tujuh tuntutan kepada Pemda Muna.

Di antaranya penetapan HET terbuka, operasi pasar dalam tujuh hari, dan pembentukan tim pengawasan terpadu.

Selain itu, audit distribusi LPG, sanksi pelanggar, serta penyediaan kanal pengaduan publik.

Mereka juga meminta transparansi data distribusi sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah.

DEM Sultra menegaskan akan menggelar aksi jika tidak ada langkah konkret dari pemerintah daerah.

“Energi adalah hak dasar masyarakat dan harus dijamin negara,” tutup Abdul Rahman.*

PMII Sultra Desak Gubernur Copot Kadis Pariwisata, Soroti Kontroversi Medsos

KENDARIKINI.COM – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tenggara angkat bicara soal Kadis Pariwisata Sultra yang dinilai kerap membuat gaduh dan berkomentar dengan akun media sosial tiktoknya.

Ketua PKC PMII Sultra, Awaludin Sisila mengatakan bahwa Kadispar Sultra, RB memiliki rekam jejak yang pihaknya nilai tak elok dimiliki oleh seorang pejabat publik.

“Saat ia masih menjabat sebagai Kadis Kominfo Sultra ia diduga kerap bermasalah dengan rekan-rekan wartawan, bahkan akun media sosial facebook dinas kominfo sultra dimasanya pernah diduga melabeli karya jurnalistik hoaks, yang seharusnya dia saat masih menjabat menjadi pembina dan pengayom rekan-rekan wartawan,” jelasnya, Jum’at 20 Maret 2026.

Ia menambahkan tak hanya dengan rekan wartawan, Kadispar Sultra juga pernah terlibat pertikaian dengan kadis lainnya di momen hari pers nasional.

“Bahkan pertikaian itu berujung pada laporan polisi, karena bibir kadispar sultra diduga dipukul kadis lainnya yang berawal dari adu mulut,” ungkapnya.

“Kemudian saat Pj Gubernur Sultra, Andap videonya viral karena menyela pembicaraan Pj Gubernur saat itu,” tambahnya.

“RB juga ini pernah diduga melakukan penganiayaan salah satu aktivis sultra di Jakarta,” tuturnya.

“DPRD Sultra juga pernah mengeluarkan rekomendasi pemberhentian RB dari jabatannya sebagai Pj Bupati Busel dan Kadis Kominfo Sultra,” tambahnya lagi.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini ia menjabat sebagai Kadis Pariwisata Sultra, RB Dinilai tidak fokus akan tupoksinya.

“Dia kami nilai selalu membuat postingan video di akun tiktok pribadinya yang kerap membuat gaduh, bahkan diduga mengatai tokoh pejabat publik lainnya, bahkan organisasi sekelas AJI dia plesetkan, mengatai media, yang seharusnya ini tidak perlu dan malah memperkeruh suasana,” bebernya.

“Rekam jejak digitalnya masih ada semua, semua masyarakat sultra bisa akses,” tegasnya.

Terkait hal tersebut, PKC PMII Sultra mendesak Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, yang pernah menegaskan komitmen kuat menerapkan sistem merit dan manajemen talenta untuk memperkuat profesionalisme ASN serta mereformasi birokrasi untuk segera mencopot Kadispar Sultra.

“Jika dibiarkan terus menerus ini akan menggangu citra kepemimpinan ASR-Hugua, dan jika sengaja dibiarkan tanpa tindakan tegas pencopotan berarti dapat kami nilai ASR-Hugua sengaja menciptakan bumper politik sebagai pelindung ketika ada serangan ataupun kritik yang mengarah ke ASR Hugua,” tegasnya lagi.

Pihaknya juga mendesak Polda Sultra untuk menghentikan proses penyelidikan terhadap Ketua JMSI Sultra, Adhi Yaksa Pratama dan Jurnalis Kendarikini, Irvan.

“Ini sengketa pers, yang berhak menyelesaikan adalah Dewan Pers, dan setahu kami JMSI Sultra yang duluan melaporkan, lalu di lapor balik, kalau mau adil diselesaikan dulu laporan awal, jangan karena yang melapor pejabat, baru lebih cepat diproses, semua orang sama dimata hukum,” pungkasnya.*

Gempa Kecil Guncang Muna dan Muna Barat, BMKG Imbau Waspada

KENDARIKINI.COM – Dua gempa bumi berkekuatan kecil mengguncang wilayah Kabupaten Muna dan Muna Barat, Sulawesi Tenggara, dalam waktu berbeda.

Berdasarkan informasi resmi BMKG, gempa pertama terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 23:31:54 WIB.

Gempa tersebut berkekuatan magnitudo 2,7 dengan lokasi 4,44 LS dan 122,77 BT.

Pusat gempa berada sekitar 40 kilometer utara Muna dengan kedalaman 5 kilometer.

Selanjutnya, gempa kedua terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026, pukul 07:21:40 WIB.

Gempa ini memiliki magnitudo 2,6 dengan lokasi 4,75 LS dan 122,56 BT.

Pusat gempa berada sekitar 8 kilometer timur laut Muna Barat dengan kedalaman 4 kilometer.

BMKG menyebut kedua gempa tergolong dangkal dan berenergi kecil.

Hingga kini belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat peristiwa tersebut.

BMKG juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal BMKG.*

Anak Main Korek, Rumah Panggung di Muna Terbakar

MUNA, KENDARIKINI.COM – Kebakaran hebat melanda rumah panggung milik La Sunadi di Kecamatan Watopute, Kabupaten Muna.

Kapolsek Watopute, IPDA Anwar Sukma, menjelaskan kejadian bermula saat istri korban sedang menjahit di lantai bawah.

Ia tiba-tiba mendengar teriakan anaknya dari lantai dua yang menyebut adanya api di dalam kamar.

Korban langsung naik ke lantai dua dan mendapati api membakar springbed di kamar tidur.

Ia sempat berusaha mengeluarkan springbed melalui jendela, namun api cepat membesar dan merambat.

Api kemudian membakar lantai dan dinding rumah yang sebagian besar terbuat dari papan kayu.

Sejumlah warga datang membantu mengevakuasi barang dan memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Namun, api tidak terkendali hingga melahap seluruh bagian lantai dua rumah tersebut.

Petugas pemadam kebakaran kemudian tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Akibat kebakaran, korban mengalami kerugian material sekitar Rp250 juta.

Polisi menduga kebakaran dipicu anak pemilik rumah yang memainkan korek api di lantai dua.

Di lokasi tersebut terdapat tumpukan kain dan springbed yang mudah terbakar.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti