Jumat, Oktober 30, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 122

Pengda JMSI Sultra 2025–2030 Resmi Dilantik, Fokus Dorong Profesionalisme Media

0

KENDARIKINI.COM – Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2025–2030 resmi dilantik oleh Ketua Umum JMSI Pusat, Teguh Santosa, yang berlangsung disalah satu hotel diKota Kendari pada Jumat, 19 Desember 2025.

Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Pusat JMSI Nomor 082/PP/SK/JMSI/XII/2025 tentang Perubahan Pengurus Daerah JMSI Sultra Periode 2025–2030.

Usai dilantik, Ketua Pengda JMSI Sultra, Adhi Yaksa Pratama, menyampaikan bahwa kepengurusan baru akan langsung bekerja, terutama dalam mendorong media-media di Sultra agar memenuhi standar profesionalisme pers.

“Salah satu fokus utama kami ke depan adalah mendorong media anggota agar terverifikasi oleh Dewan Pers sesuai dengan visi dan misi JMSI,” ujar Saldi sapaan akrabnya.

Sementara itu, Ketua Umum JMSI Pusat, Teguh Santosa, mengungkapkan bahwa saat ini JMSI memiliki sekitar 900 media anggota di seluruh Indonesia. Namun demikian, ia menegaskan bahwa status verifikasi Dewan Pers tidak boleh dijadikan satu-satunya tolok ukur profesionalisme perusahaan pers.

Menurut Teguh, verifikasi faktual dan administratif—baik bintang satu hingga empat—tidak secara otomatis menjamin kualitas jurnalistik sebuah media.

“Tidak ada jaminan bahwa media yang telah terverifikasi secara administratif selalu berbanding lurus dengan kualitas jurnalistiknya. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” kata Teguh Santosa.

Ia pun mendorong Pengurus JMSI Sultra periode 2025–2030 untuk menjadikan peningkatan kualitas jurnalistik sebagai agenda korektif dan berkelanjutan ke depan.*

Wagub Sultra Buka Pelantikan dan Rakerda JMSI Sultra

0

KENDARIKINI.COM — Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, secara resmi membuka kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sultra periode 2025–2030, Jumat, 19 Desember 2025.

Sembari membuka acara, Wakil Gubernur Sultra Hugua mengajak jajaran pengurus JMSI Sultra yang dilantik untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah ke depannya.

Selain itu, Wagub Sultra menekankan pentingnya peran media dalam mendukung pembangunan daerah secara konstruktif.

Hugua juga berharap seluruh anggota media yang tergabung dalam JMSI Sultra dapat berkontribusi secara kritis, objektif, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Semoga kita semua dapat menjadi mitra yang baik, kritis, bertanggung jawab, serta saling memikul tanggung jawab dalam membangun daerah ini secara bersama-sama,” ujar Hugua dalam sambutannya yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari.

Pelantikan dan Rakerda JMSI Sultra ini menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam merumuskan program kerja serta memperkuat peran media siber yang profesional dan beretika di Sulawesi Tenggara.*

Polda Sultra Peringati Hari Bela Negara ke 77

0

KENDARIKINI.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara menggelar upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77 tahun 2025 di Lapangan Apel Presisi Mapolda Sultra, Jumat (19/12/2025) pagi. Upacara ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Irwasda Polda Sultra, Kombes Pol Hartoyo, S.I.K., M.H., mewakili Kapolda Sultra. Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) serta seluruh personel Polda Sultra dengan khidmat.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Hartoyo membacakan amanat tertulis Presiden Republik Indonesia. Dalam amanatnya, Presiden menekankan bahwa peringatan tahun ini yang mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju” bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat atas sejarah perjuangan bangsa.

“Setiap tanggal 19 Desember, kita mengenang berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948. Peristiwa ini adalah bukti nyata bahwa semangat bela negara adalah kunci keberlangsungan Republik Indonesia,” ujar Kombes Hartoyo saat membacakan amanat Presiden.

Presiden dalam amanatnya juga menyoroti perubahan bentuk ancaman negara yang kini tidak lagi bersifat konvensional. Di era digital, ancaman nyata hadir dalam bentuk perang siber, gerakan radikalisme, disrupsi teknologi, hingga manipulasi informasi atau hoaks.

“Semangat bela negara harus menjadi kekuatan kolektif. Kita harus waspada terhadap rivalitas geopolitik dan krisis energi yang melanda dunia saat ini,” lanjutnya.

Hal menarik dalam amanat kali ini adalah seruan solidaritas untuk wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang saat ini tengah diuji oleh bencana alam. Presiden mengingatkan peran historis ketiga wilayah tersebut sebagai “Daerah Modal” dan pondasi berdirinya negara.

Kombes Hartoyo melalui amanat yang dibacakan mengajak seluruh personel dan masyarakat untuk mewujudkan cinta tanah air melalui tindakan nyata. Hal ini mencakup bantuan kepada sesama yang tertimpa bencana, menjaga ruang digital tetap sehat, serta memperkuat ketahanan ekonomi.*

Polresta Kendari Gelar Latpra Ops Lilin Anoa 2025 Jelang Pengamanan Nataru

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari menggelar Latihan Pra Operasi (Latpra Ops) Lilin Anoa 2025 sebagai persiapan pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 pada Kamis, 18 Desember 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Wira Pratama Polresta Kendari tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Kendari, Kombes Pol Edwin L. Sengka, didampingi Wakapolresta Kendari AKBP Moh. Yosa Hadi, serta Kabag Ops Polresta Kendari AKP Iyan Sofyan.

Sebanyak 124 personel Polresta Kendari mengikuti Latpra Ops Lilin Anoa 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda tahunan kepolisian dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama perayaan Natal dan Tahun Baru, termasuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan bencana alam.

Dalam Latpra Ops tersebut, peserta menerima pemaparan materi terkait kesiapan pengamanan, fungsi intelijen, teknis patroli dan pengawalan (turjawali), serta penanganan tindak pidana. Materi disampaikan guna meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan personel selama pelaksanaan operasi.

Kapolresta Kendari menekankan pentingnya kesiapan pos pengamanan dan pos pelayanan, khususnya di jalur-jalur strategis dan pusat aktivitas masyarakat. Selain itu, ia juga menginstruksikan penguatan koordinasi dengan instansi terkait, seperti pihak pelabuhan, Bandara Halu Oleo, Dinas Perhubungan, Avsec, serta unsur TNI.

Kapolresta juga meminta jajaran intelijen untuk melakukan pemantauan terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk pada kegiatan keagamaan masyarakat, guna memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru berjalan aman dan kondusif.

“Kami berharap seluruh rangkaian pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif,” ujar Kombes Pol Edwin L. Sengka.

Kegiatan Latpra Ops Lilin Anoa 2025 berakhir sekitar pukul 11.30 Wita dan berlangsung dalam situasi aman serta tertib.*

Inisiatif Berbasis Desa di Luwu Timur Raih Penghargaan Nasional ICA dan ISDA 2025

0

KENDARIKINI.COM – Dua program pemberdayaan masyarakat dan lingkungan yang dilaksanakan di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, meraih penghargaan tingkat nasional dalam ajang Indonesian CSR Awards (ICA) 2025 dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2025.

Penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Corporate Forum for CSR Development (CFCD) dan diumumkan dalam seremoni penganugerahan yang berlangsung disalah satu hotel di Jakarta pada Rabu, 17 Desember 2025.

Dua program yang memperoleh apresiasi nasional itu adalah Matano Iniaku dan Closedloop Livestock System: Peternakan Sapi, yang dinilai memiliki kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan serta sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Program Matano Iniaku menerima penghargaan Indonesian CSR Awards (ICA) 2025. Program ini dijalankan di Desa Matano, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, dengan fokus pada pengembangan kawasan berbasis ekowisata dan agroforestri.

Kegiatan tersebut mencakup rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), pengembangan agroforestri, serta pengelolaan kawasan wisata LaaWaa River Park. Program ini juga melibatkan masyarakat melalui pelatihan pengelolaan lingkungan, pertanian berkelanjutan, dan penguatan kelembagaan lokal.

Sementara itu, penghargaan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2025 diberikan kepada program Closedloop Livestock System: Peternakan Sapi yang dilaksanakan di Desa Parumpanai dan Desa Kawata. Program ini dikaitkan dengan pencapaian SDGs poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Melalui pendekatan peternakan terpadu, program tersebut mencakup peningkatan kapasitas peternak, pengelolaan pakan dan kesehatan ternak, serta penguatan kelembagaan ekonomi desa. Pengelolaan usaha peternakan dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesMa).

Selain dua program tersebut, perusahaan juga menjalankan program Beasiswa Anak Asuh bagi siswa tingkat SD hingga SMA di wilayah Sorowako. Program ini menyasar pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu dan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kerukunan Wawoinia Asli Sorowako (KWAS).

Program beasiswa tersebut merupakan bagian dari Program Terpadu Pengembangan Masyarakat (PTPM) yang melibatkan pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Luwu Timur, dengan tujuan mendukung keberlanjutan pendidikan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, Budiawansyah, mengatakan penghargaan tersebut menjadi evaluasi sekaligus dorongan untuk terus memperkuat praktik keberlanjutan.

“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa program keberlanjutan perlu dijalankan secara konsisten dan melibatkan berbagai pihak,” ujarnya melalui siaran resmi yang diterima Tim Redaksi.

Ajang ICA dan ISDA 2025 bertujuan memberikan apresiasi kepada perusahaan, pemerintah, dan organisasi yang dinilai berkontribusi dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial serta pencapaian target pembangunan berkelanjutan di Indonesia.*

HUT ke-22 Bombana, Gubernur Sultra Tinjau Kesiapan Venue Porprov 2026

0

KENDARIKINI.COM, BOMBANA – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, meninjau langsung lokasi yang dipersiapkan sebagai venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sultra 2026 di Kabupaten Bombana pada Kamis 18 Desember 2025.

Peninjauan tersebut dilakukan usai Gubernur memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Bombana yang berlangsung di Lapangan Eks MTQ Bombana.

Dalam kunjungannya, Gubernur mengecek sejumlah fasilitas olahraga yang direncanakan menjadi tempat pelaksanaan Porprov. Ia menegaskan, kesiapan infrastruktur menjadi salah satu faktor utama dalam penentuan daerah tuan rumah, selain standar venue, aksesibilitas, serta dukungan fasilitas penunjang lainnya.

“Kami meninjau venue yang dipersiapkan untuk menjadi tuan rumah Porprov 2026. Tim teknis saat ini sedang melakukan evaluasi secara mendalam. Semoga tidak ada perubahan sehingga Bombana dapat ditetapkan secara resmi sebagai tuan rumah,” kata Andi Sumangerukka.

Selain peninjauan venue, peringatan HUT ke-22 Bombana juga dimanfaatkan sebagai momentum penyerahan sejumlah bantuan dari Pemerintah Provinsi Sultra kepada pemerintah daerah dan masyarakat.

Di sektor kesehatan, Gubernur menyerahkan bantuan berupa ambulans serta kendaraan operasional tanggap darurat untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sementara di bidang perikanan, bantuan yang disalurkan meliputi perahu fiber, mesin perahu, alat tangkap ikan (pokat), karamba jaring apung, bibit ikan, serta sarana pendukung lainnya guna meningkatkan produktivitas nelayan.

Pada sektor pertanian, Pemprov Sultra memberikan bantuan alat dan mesin pertanian. Gubernur menegaskan, Bombana memiliki peran strategis sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sultra.

Selain itu, melalui Dinas Perumahan, Pemprov Sultra memastikan sebanyak 14 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Bombana menerima bantuan program bedah rumah.

Di usia ke-22 Kabupaten Bombana, Gubernur berharap daerah tersebut terus berkembang dan mampu menjadi contoh pembangunan di Sultra, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.*

Kuasa Hukum RSK Tegaskan Persetujuan Lisan Tak Jadi Dasar Penerbitan Buku Nikah

0

KENDARIKINI.COM – Kasus dugaan perzinahan dan pemalsuan dokumen buku nikah yang dilaporkan RSK terhadap suaminya, HRY, masih bergulir di Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra).

Pada Kamis, 18 Desember 2025, RSK didampingi kuasa hukumnya, Ian Parma Saputra, memenuhi undangan klarifikasi dari penyidik Polda Sultra terkait laporan yang dilayangkan pada 3 Desember 2025.

Ian Parma Saputra mengatakan, proses klarifikasi berlangsung selama kurang lebih empat jam dan berjalan secara profesional.

“Kami memenuhi undangan klarifikasi dari Polda Sultra. Prosesnya berjalan baik dan profesional, kurang lebih empat jam kami berada di dalam,” ujar Ian kepada Kendarikini.com pada Kamis malam, 18 Desember 2025.

Ia menjelaskan, klarifikasi tersebut berkaitan dengan laporan dugaan perzinahan dan pemalsuan dokumen buku nikah, serta laporan terpisah yang sebelumnya juga dilayangkan oleh seorang perempuan berinisial TA pada 2 Desember 2025.

Dalam kesempatan itu, pihak RSK menyerahkan sejumlah barang bukti. Ian menegaskan, buku nikah yang diduga diterbitkan atas nama HRY dan TA terbit saat HRY masih berstatus sebagai suami sah RSK.

“Bukti yang kami serahkan menegaskan bahwa saat buku nikah tersebut terbit, klien kami masih berstatus sebagai istri sah. Selain itu, klien kami tidak pernah memberikan izin atas pernikahan HRY dengan TA,” jelasnya.

Sebelumnya, HRY mengklaim telah meminta izin kepada RSK untuk menikahi TA dan menyebut memperoleh persetujuan secara lisan. Klaim tersebut dimuat dalam pemberitaan salah satu media daring pada 4 Desember 2025.

Menanggapi hal itu, Ian menegaskan bahwa persetujuan lisan tidak dapat dijadikan dasar penerbitan dokumen buku nikah.

“Baik persetujuan tertulis maupun lisan tidak pernah diberikan klien kami. Kalaupun ada klaim persetujuan lisan, itu bukan syarat penerbitan buku nikah. Intinya, klien kami tidak pernah menyetujui pernikahan tersebut,” tegas Ian.

Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah beredarnya karangan bunga bernada sindiran yang dikirim RSK disalah satu hotel area Wisuda STIE 66 Kendari, pada 1 Desember 2025.

Hingga berita ini diterbitkan, Kendarikini.com masih berupaya mengonfirmasi pihak TA dan HRY untuk mendapatkan keterangan guna memenuhi prinsip keberimbangan berita.(Faldi)*

Pemprov Sultra Tertibkan Aset Daerah Tindak Lanjut Temuan BPK dan Atensi KPK

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) melakukan penertiban terhadap sejumlah Barang Milik Daerah (BMD) berupa lahan dan bangunan yang saat ini masih dikuasai pihak lain. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas temuan dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sultra serta atensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Sultra, Hasrullah, mengatakan penertiban tersebut juga merupakan bagian dari pelaksanaan Pedoman Penilaian Indeks Pencegahan Korupsi Daerah melalui Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) KPK, khususnya pada area pengelolaan Barang Milik Daerah.

“Ini merupakan bentuk ketaatan pemerintah daerah terhadap peraturan perundang-undangan serta rekomendasi hasil pemeriksaan BPK dan atensi MCSP KPK,” kata Hasrullah dalam rilis resmi yang diterima pada Kamis, 18 Desember 2025.

Ia menjelaskan, dua aset yang menjadi bagian dari penertiban tersebut yakni eks rumah dinas di Jalan Ahmad Yani berdasarkan Sertifikat Hak Pakai Nomor 563 tanggal 4 April 1997 dengan luas 487 meter persegi, serta eks gudang di Jalan Tanukila berdasarkan Sertifikat Hak Pakai Nomor 560 tanggal 4 April 1997 seluas 407 meter persegi.

Menurut Hasrullah, pengamanan BMD tersebut merupakan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. Dalam Pasal 296 ayat (1) disebutkan bahwa pengelola barang, pengguna barang, dan/atau kuasa pengguna barang wajib melakukan pengamanan terhadap barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya.

“Oleh karena itu, Pemprov Sultra berkewajiban melakukan penertiban dan pengamanan terhadap seluruh BMD yang dikuasai pihak yang tidak berhak,” ujarnya.

Hasrullah menegaskan, langkah penertiban ditempuh secara persuasif dan humanis. Pemprov Sultra telah melayangkan lima kali surat pemberitahuan pengosongan kepada penghuni rumah dinas dan gudang tersebut sejak September hingga Desember 2025.

Surat tersebut masing-masing dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sultra, Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, serta Pelaksana Harian Sekda, dengan tujuan memberikan kesempatan kepada penghuni untuk mengosongkan aset secara mandiri.

Sebagai bentuk pendekatan humanis, kata Hasrullah, seluruh surat pemberitahuan tidak menyebutkan nama individu tertentu, melainkan ditujukan kepada “penghuni rumah dinas dan gudang”.

Selain itu, Pemprov Sultra juga telah memasang plang tanda kepemilikan pemerintah daerah pada aset tersebut pada 7 Oktober 2025. Namun, plang tersebut sempat dicabut oleh pihak yang tidak diketahui sehingga kembali dipasang pada 8 Oktober 2025.

Rencana pengosongan aset awalnya dijadwalkan pada 18 Desember 2025, namun ditunda dengan mempertimbangkan kesiapan personel serta fokus pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Pada prinsipnya Pemprov Sultra akan terus melakukan pengamanan dan penertiban BMD yang dikuasai pihak tidak berhak dengan mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, serta tetap mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.*

KSBSI Kendari Dorong Kenaikan UMP dan UMK 2026 Berbasis KHL dan Kondisi Ekonomi Daerah

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI — Dewan Pengurus Cabang Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kota Kendari mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) agar menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Tahun 2026 secara adil, berimbang, serta berorientasi pada kesejahteraan pekerja dan keberlanjutan dunia usaha.

Ketua KSBSI Kendari, Iswanto Sugiarto, mengatakan penetapan UMP dan UMK 2026 harus mengacu pada Kebutuhan Hidup Layak (KHL), tingkat inflasi, serta pertumbuhan ekonomi daerah yang objektif dan berbasis data empiris.

“Data empiris dan kondisi objektif perekonomian daerah harus menjadi dasar penetapan upah minimum agar daya beli pekerja terlindungi, sekaligus menjaga keberlangsungan dunia usaha di Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari,” ujar Iswanto pada Rabu, 18 Desember 2025.

Ia menyampaikan, KSBSI Kendari bersama Koordinator Wilayah (Korwil) KSBSI Sultra telah menyampaikan rekomendasi resmi kepada Gubernur Sultra sebagai bahan pertimbangan penetapan kebijakan pengupahan tahun 2026.

Berdasarkan hasil kajian KSBSI Kendari dan Korwil KSBSI Sultra, terdapat empat poin utama yang menjadi dasar rekomendasi kenaikan UMP dan UMK di Sultra.

Pertama, kondisi ketenagakerjaan dinilai masih rentan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra Tahun 2025 mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,27 persen. Namun, sekitar 38,93 persen pekerja masih tergolong pekerja tidak penuh, yang menunjukkan stabilitas pendapatan pekerja belum sepenuhnya kuat, terutama di wilayah perkotaan dan pada pekerja perempuan.

Kedua, inflasi kebutuhan pokok dinilai menekan daya beli pekerja. Inflasi year-on-year Sultra tercatat sebesar 2,52 persen, dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebagai penyumbang utama. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pekerja yang upahnya masih berada di bawah standar KHL.

Ketiga, pertumbuhan ekonomi Sultra Tahun 2025 yang berada pada kisaran 5,6 hingga 5,9 persen dinilai belum sepenuhnya dirasakan pekerja dalam bentuk peningkatan upah riil. Oleh karena itu, kebijakan pengupahan dinilai perlu menjadi instrumen korektif agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata.

Keempat, nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) pekerja di Sultra berada pada kisaran Rp3.300.000 hingga Rp3.450.000 per bulan. Sementara UMP yang berlaku saat ini masih sebesar Rp3.073.551,70, sehingga terdapat selisih yang cukup signifikan.

Atas dasar kajian tersebut, KSBSI Kendari bersama Korwil KSBSI Sultra merekomendasikan kepada Gubernur untuk menetapkan UMP Tahun 2026 pada kisaran Rp3.450.000 hingga Rp3.600.000 per bulan. Selain itu, KSBSI juga mendorong penggunaan variabel alpha (α) sebesar 0,9 dalam formula pengupahan nasional serta penetapan UMK Kota Kendari di atas UMP, menyesuaikan dengan tingkat inflasi, biaya hidup, dan aktivitas ekonomi yang lebih tinggi.

Iswanto menegaskan, kenaikan UMP yang terencana dan terukur tidak akan merugikan dunia usaha. Sebaliknya, upah yang layak dinilai mampu meningkatkan daya beli masyarakat, mendorong konsumsi rumah tangga, serta menciptakan stabilitas hubungan industrial.

“Upah layak merupakan investasi sosial dan ekonomi. Pekerja yang sejahtera akan menciptakan pasar yang kuat bagi dunia usaha,” katanya.

Terkait pelaku UMKM, KSBSI Kendari menilai tantangan utama tidak terletak pada besaran upah, melainkan pada keterbatasan akses permodalan, tingginya biaya logistik, serta keterbatasan pasar. Oleh karena itu, kebijakan pendampingan dan penguatan UMKM dinilai lebih tepat dibandingkan menahan kenaikan upah buruh.

KSBSI Kendari berharap Pemerintah Provinsi Sultra dapat menetapkan kebijakan pengupahan Tahun 2026 secara adil, berimbang, dan berorientasi pada kesejahteraan pekerja serta keberlanjutan ekonomi daerah.

“Upah yang layak adalah fondasi stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara yang berkelanjutan,” tutup Iswanto.*

Kepala SPPG Baubau Dilaporkan ke BGN atas Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Staf

0

KENDARIKINI.COM, BAUBAU — Dugaan pelecehan seksual mencuat di lingkungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra). Seorang Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berinisial MA dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) atas dugaan tindakan pelecehan terhadap stafnya, WD.

Informasi yang dihimpun, laporan tersebut telah diterima dan saat ini tengah ditangani oleh BGN Regional Sultra.

Berdasarkan surat aduan yang beredar, dugaan pelecehan bermula dari tindakan MA yang diduga kerap mengirimkan pesan berupa video melalui akun media sosial pribadinya kepada korban. Meski tidak pernah mendapat respons, MA disebut terus mengirimkan video pendek bermuatan tidak pantas disertai kalimat bernada pelecehan.

Perlakuan tersebut berdampak pada kondisi psikologis korban. WD mengaku mengalami trauma dan ketakutan saat menjalankan tugasnya di dapur MBG, hingga merasa tidak aman berada di lingkungan kerja.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Baubau, Hamiruddin, membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan tersebut. Ia menyampaikan bahwa penanganan kasus telah diambil alih oleh BGN tingkat regional.

“Benar, laporan itu sudah ditangani langsung oleh BGN Regional Sultra. Nantinya akan ada pernyataan resmi dari pihak regional terkait hasil penanganannya,” kata Hamiruddin saat dikonfirmasi oleh awak media pada Kamis 18 Desember 2025.

Ia menambahkan, proses investigasi masih berlangsung dan hasilnya akan disampaikan kepada pihak yayasan yang mengelola dapur MBG tempat MA bertugas.

“Ini sedang diproses. Setelah ada hasil, akan ditembuskan juga ke pihak yayasan,” ujarnya.

Sementara itu, MA belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dilakukan awak media. Upaya menghubungi melalui sambungan telepon dan pesan singkat tidak mendapat respons. Bahkan, nomor wartawan yang mencoba menghubungi dilaporkan diblokir.

Pihak yayasan pengelola dapur MBG juga belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kasus tersebut.*

Komite Reformasi Polri Matangkan Agenda Pembenahan

0

KENDARIKINI.COM — Komite Reformasi Polri mulai memasuki tahap pengambilan keputusan setelah lebih dari satu bulan menghimpun aspirasi publik terkait agenda percepatan reformasi kepolisian. Ketua Komite Reformasi Polri, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie mengatakan bahwa rapat Komisi Percepatan Reformasi yang digelar hari ini menjadi bagian dari proses finalisasi arah kebijakan yang akan disampaikan kepada Presiden.

“Hari ini kami rapat Komisi Percepatan Reformasi. Sesudah satu bulan kita menghimpun masukan-masukan dari lebih dari 80 kelompok masyarakat dan ribuan masukan. Kami juga berkunjung ke beberapa daerah untuk mencegah agar partisipasi tidak hanya dari Jakarta,” ujar Jimly.

Ia menjelaskan, selama lebih dari satu bulan terakhir, komite telah menyusun berbagai agenda dan opsi kebijakan untuk kemudian dipilih dan diputuskan. Rapat kali ini difokuskan pada prosedur pengambilan keputusan, sekaligus membahas sejumlah hal yang dinilai mendesak.

“Jadi hari ini sudah lebih dari satu bulan kami mulai menyusun agenda untuk mengadakan pilihan-pilihan dan memutuskan. Hari ini hanya prosedur kita mengambil keputusan, di samping ada hal-hal yang kami anggap mendesak,” jelasnya.

Sebagai jalan keluar, Komite Reformasi Polri sepakat mendorong pengaturan ke tingkat regulasi yang lebih tinggi agar memiliki daya ikat yang lebih luas.

“Solusinya kita angkat ke tingkat aturan yang lebih tinggi agar mengikat bukan hanya ke dalam, tetapi juga ke semua instansi terkait, sambil memperbaiki kekurangan-kekurangan. Itu yang sudah kami sepakati,” pungkas Jimly.

Melalui langkah ini, Komite Reformasi Polri berharap pembenahan kelembagaan dan regulasi kepolisian dapat dilakukan secara komprehensif, selaras, dan berkelanjutan.*

Jarak antara Istana dan Lumpur, Refleksi atas Bencana Sumatra

0

Ada pertanyaan mendasar yang mengusik hati ketika menyaksikan berita dan informasi bencana banjir bandang di Sumatra, mengapa Pemerintah pusat sering kali jauh dari realitas yang seharusnya mereka pahami tentang kondisi bencana secara presisi.

Presiden Prabowo menyatakan situasi terkendali. Laporan resmi menunjukkan bantuan tersalurkan. Rapat koordinasi berjalan rutin. Namun di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sementara media sosial berseliweran informasi relawan dan Masyarakat korban memberikan informasi masih banyak warga masih terisolasi, menunggu pertolongan. yang menurut data Pemerintah pusat sudah tiba. Ini bukan soal niat buruk atau ketidakpedulian. Ini soal struktur komunikasi yang menciptakan jarak antara kebenaran dan kekuasaan.

Echo Chamber, Ketika Kekuasaan Mendengar Gaungnya Sendiri.
Dalam kajian komunikasi politik, kita mengenal istilah echo chamber, ruang gema dimana seseorang hanya mendengar informasi yang memperkuat keyakinannya. Bayangkan sebuah istana dimana setiap menteri membawa laporan yang terdengar serupa , Pak, semuanya berjalan baik. Tidak ada yang berani membawa kabar buruk, karena dalam logika birokrasi, membawa masalah berarti mengakui kegagalan.

Plato pernah memperingatkan dalam Republik nya tentang bahaya penguasa yang hidup dalam ilusi, terpisah dari kenyataan Rakyatnya. Dua ribu tahun kemudian, peringatan itu masih relevan. Presiden kita mungkin sungguh-sungguh percaya bahwa bantuan sudah tersalur, karena itulah yang dilaporkan kepadanya. Tapi keyakinan yang dibangun dari informasi yang cacat dari para menteri yang asal bapak senang ( ABS ) bukanlah kebijaksanaan itu adalah khayalan yang berbahaya.

Asimetri Informasi. Ketika Data Menjadi Layar, Bukan Jendela Para ilmuwan politik menyebut fenomena ini sebagai information asymmetry. ketimpangan informasi antara yang memberi dan yang menerima. Para menteri memiliki data mentah dari lapangan, tetapi yang sampai ke meja presiden adalah data yang sudah diolah, dirapikan, dan disesuaikan dengan harapan atasan.

Dalam tradisi birokrasi kita, menyampaikan kegagalan dianggap sebagai aib. Maka laporan pun dipoles, anggaplah 3 kecamatan , 15 desa belum terjangkau bantuan , menjadi istilah mayoritas wilayah sudah dan akan ditangani. Fakta adanya Korban kelaparan , menjadi istilah distribusi logistik sedang dioptimalkan. Bahasa halus ini bukan untuk melindungi korban, tetapi untuk melindungi pembuat laporan. Hasilnya fatal. Presiden membuat keputusan berdasarkan realitas versi Jakarta, sementara warga Sumatra hidup dalam realitas versi lumpur dan air. Kedua realitas ini tidak pernah bertemu, kecuali dalam konferensi pers yang penuh janji. Status darurat yang kondisinya seharusnya sudah menjadi bencana Nasional cuma dianggap bencana biasa saja.

Deforestasi dan Amnesia Kolektif. Yang lebih mengkhawatirkan adalah bagaimana kita melupakan akar masalah. Banjir bandang ini bukan semata takdir alam. Ini adalah konsekuensi logis dari penggundulan hutan selama puluhan tahun. Para ahli pemerhati lingkungan sudah memperingatkan, tetapi peringatan itu tenggelam dalam hiruk-pikuk narasi pembangunan ekonomi.

Sikap membiarkan segala sesuatu. Kita kehilangan kebijaksanaan itu. Hutan, yang seharusnya kita biarkan melakukan tugasnya menyerap air, kita ubah menjadi perkebunan. Lalu ketika air tidak terserap dan menjadi banjir, kita menyalahkan hujan.

Ini yang disebut cognitive capture dalam psikologi politik, ketika cara berpikir kita ditangkap, oleh satu paradigma hingga tidak mampu melihat alternatif. Selama bertahun-tahun, paradigma kita adalah hutan harus produktif secara ekonomi. Kini kita baru sadar, hutan paling produktif ketika dibiarkan menjadi hutan.

Jalan Keluar, Kerendahan Hati dan Kejujuran

Socrates mengajarkan bahwa kebijaksanaan dimulai dengan mengakui ketidaktahuan. Presiden perlu keberanian untuk berkata, mungkin laporan yang saya terima tidak lengkap. Para menteri perlu kejujuran untuk mengakui, Situasi di lapangan lebih buruk dari yang kami kira.

Secara praktis, sistem pelaporan bencana harus dirombak. Perlu mekanisme verifikasi independen yang tidak bergantung pada hierarki birokrasi. Presiden perlu mendengar langsung suara relawan, jurnalis, dan korban bukan hanya para pejabat yang takut kehilangan jabatan.

Dan yang paling mendesak kita harus berhenti berpura-pura bahwa masalah lingkungan adalah urusan nanti. Setiap pohon yang ditebang hari ini adalah banjir yang menunggu terjadi besok. Ini bukan retorika hijau, ini matematika sederhana: tanpa akar pohon, tanah tidak bisa menahan air.

Mendengar dari Kejauhan
Jarak geografis antara Jakarta dan Sumatra mungkin bisa dijembatani dengan pesawat dalam beberapa jam. Tapi jarak epistemologis jarak antara apa yang diyakini benar dan apa yang benar-benar terjadi jauh lebih sulit dijembatani.

Bencana Sumatra mengajarkan kita bahwa kekuasaan tanpa kebenaran adalah bencana itu sendiri. Dan kebenaran tidak pernah datang dengan sendirinya ke ruang kekuasaan di pusat pemerintahan. Ia harus dijemput, dengan kaki yang rela basah lumpur dan telinga yang benar-benar terbuka.
Wallahu a’lam bisshawab.*

Telkomsel Pamasuka Perkuat Jaringan dan Layanan Jelang Nataru

KENDARIKINI.COM — Telkomsel Area Pamasuka (Papua, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan) memastikan kesiapan jaringan dan layanan pelanggan jelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Langkah ini dilakukan untuk menjamin kenyamanan masyarakat dalam mengakses layanan komunikasi dan digital selama periode libur akhir tahun.

Kesiapan tersebut disampaikan Telkomsel dalam rangkaian kegiatan siaga Nataru yang dimulai sejak pertengahan Desember 2025. Telkomsel memprediksi akan terjadi lonjakan trafik data, terutama pada layanan e-commerce, media sosial, video streaming, komunikasi digital, dan game daring.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Telkomsel Area Pamasuka mengoptimalkan lebih dari 94 ribu Base Transceiver Station (BTS), yang terdiri dari sekitar 62 ribu BTS 4G/LTE dan 368 BTS 5G. Selain itu, Telkomsel menambah empat BTS mobile (combat) serta melakukan optimalisasi jaringan di 75 titik keramaian, seperti pusat perbelanjaan, jalur mudik, bandara, pelabuhan, kawasan permukiman, dan rumah ibadah.

Pemantauan jaringan dilakukan selama 24 jam penuh, disertai uji jaringan (drive test) di sembilan rute strategis yang berada di wilayah Kalimantan serta Papua dan Maluku. Jaringan 5G Telkomsel juga tetap tersedia di kota-kota prioritas dan diperkuat dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) Autonomous Network.

Vice President Area Network Operations Telkomsel Pamasuka, Anky Arief Priyagung, mengatakan penguatan jaringan dilakukan agar pelanggan tetap dapat menikmati konektivitas yang stabil di momen-momen penting bersama keluarga.

“Di momen Natal dan Tahun Baru, kami berkomitmen menjaga kualitas jaringan agar tetap andal sehingga pelanggan dapat menikmati kebersamaan tanpa gangguan konektivitas,” ujar Anky melalui siaran resminya pada Kamis, 18 Desember 2025.

Selain kesiapan jaringan, Telkomsel juga menyiagakan layanan pelanggan melalui enam posko utama dan 33 posko reguler yang tersebar di berbagai lokasi strategis. Layanan tersebut mencakup migrasi kartu SIM dan eSIM, bantuan aplikasi MyTelkomsel, hingga penukaran Telkomsel POIN.

Telkomsel Area Pamasuka juga didukung oleh lebih dari 3.120 outlet siaga, 62 mitra distributor Telkomsel Authorized Partner (TAP), serta tiga GraPARI Siaga. Ribuan tenaga penjual, teknisi, dan petugas layanan turut dikerahkan selama periode liburan.

Vice President Consumer Business Telkomsel Area Pamasuka, Muharlis, menyampaikan bahwa Telkomsel ingin memastikan pelanggan tetap mudah mengakses layanan, baik secara langsung maupun digital.

“Seluruh tim kami disiagakan untuk memberikan pelayanan terbaik, baik melalui posko, GraPARI, kanal digital, maupun titik layanan lainnya,” kata Muharlis.

Pada periode 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Telkomsel juga menghadirkan sejumlah program dan penawaran khusus bagi pelanggan, seperti promo produk Telkomsel, penukaran poin, hingga berbagai hadiah dan cashback melalui aplikasi MyTelkomsel dan posko siaga.

Telkomsel berharap seluruh kesiapan tersebut dapat mendukung aktivitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru. Informasi lebih lanjut terkait layanan siaga Nataru Telkomsel dapat diakses melalui laman resmi Telkomsel.*

KSOP Kendari Siagakan 24 Kapal dan Perketat Pengawasan Jelang Nataru

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari menyiagakan 24 unit kapal dan memperketat pengawasan pelayaran jelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Posko Angkutan Laut Nataru yang digelar di Pelabuhan Nusantara Kendari, Kamis (18/12/2025).

Kepala KSOP Kelas II Kendari, Capt. Raman, M.M., mengatakan langkah ini dilakukan untuk memastikan angkutan laut selama periode Nataru berjalan aman, tertib, dan lancar. Dalam apel tersebut, ia membacakan sambutan tertulis Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud.

Dalam arahannya, Ditjen Perhubungan Laut menekankan delapan fokus utama pelayanan angkutan laut, di antaranya keselamatan pelayaran, pengawasan ketat kapasitas kapal, koordinasi lintas sektor, hingga antisipasi cuaca ekstrem.

“Syahbandar diinstruksikan untuk tidak menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan,” ujar Capt. Raman.

Selain itu, keterbukaan informasi kepada masyarakat juga menjadi perhatian melalui pemanfaatan media sosial, serta pelaporan kondisi lapangan secara berkala dan akurat.

Terkait kesiapan armada, KSOP Kendari menyiapkan 23 kapal reguler dan satu armada pendukung, yakni Kapal Indomas, sehingga total kapal yang disiagakan berjumlah 24 unit.

“Kapal Indomas memiliki kapasitas 156 penumpang dan akan melayani rute Raha–Maligano–Kendari,” jelasnya.

KSOP memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 24 Desember 2025, sementara arus balik diperkirakan berlangsung pada 2 Januari 2026. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban di pelabuhan, KSOP juga meminta Pelindo menyiagakan personel pengamanan tambahan.

Capt. Raman turut mengingatkan seluruh perusahaan pelayaran agar disiplin dalam penjualan tiket dan tidak melampaui kapasitas kapal yang telah ditetapkan.

“Apabila ditemukan pelanggaran, kami tidak segan memberikan teguran keras hingga penundaan keberangkatan kapal. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama dan tidak bisa ditawar,” tegasnya.*

Remaja 12 Tahun Ditemukan Meninggal Usai Tenggelam di Sungai Lasolo Konawe Utara

0

KENDARIKINI.COM, KONAWE UTARA — Operasi pencarian dan pertolongan (Ops SAR) terhadap seorang anak yang diduga tenggelam di Sungai Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, resmi ditutup setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada Kamis 18 Desember 2025.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari menerima informasi dari lapangan sekitar pukul 08.10 Wita yang melaporkan bahwa korban telah ditemukan lebih dulu pada pukul 06.28 Wita. Korban ditemukan sekitar 11 meter ke arah timur laut dari titik terakhir diketahui (Last Known Position/LKP).

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 11 meter dari LKP. Selanjutnya korban dievakuasi ke rumah duka dan diserahterimakan kepada keluarga,” ujar Amiruddin dalam keterangan resminya.

Korban diketahui bernama Muh. Ichank Harlin, laki-laki, berusia 12 tahun, warga Kelurahan Asera, Kabupaten Konawe Utara.

Dengan ditemukannya korban, Amiruddin menyebut Operasi SAR kondisi membahayakan manusia terhadap satu orang yang diduga tenggelam di Sungai Lasolo dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

“Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR kami nyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya,” katanya.

Dalam operasi tersebut, sejumlah unsur terlibat, di antaranya Staf Ops KPP Kendari, Pos SAR Konawe Utara, BPBD Konawe Utara, Camat dan Lurah Asera, Polsek Asera, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Damkar Konawe Utara, Puskesmas Asera, masyarakat sekitar, serta keluarga korban.

Berbagai peralatan SAR turut digunakan, seperti rescue car, rubber boat, longboat, aquaeye, peralatan medis dan evakuasi, serta perlengkapan komunikasi dan keselamatan lainnya.

Berdasarkan kronologis, peristiwa bermula pada Rabu, 17 Desember 2025 sekitar pukul 17.00 WITA. Korban bersama dua orang sepupunya bermain dan berenang di Sungai Lasolo. Sekitar pukul 17.40 WITA, kedua sepupunya naik ke darat dan mengajak korban pulang, namun korban menolak dan meminta kedua sepupunya pulang lebih dulu.

Setibanya di rumah, orang tua korban menanyakan keberadaan korban. Setelah mengetahui korban masih berada di sungai, orang tua bersama keluarga kembali ke lokasi, namun korban tidak ditemukan. Pencarian awal oleh keluarga dan warga sekitar dilakukan, namun hingga laporan diterima, hasilnya nihil.

Kondisi cuaca saat pelaksanaan Ops SAR dilaporkan berawan, dengan kecepatan angin sekitar 3 km/jam dari arah barat berdasarkan data BMKG.

Basarnas Kendari mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sungai guna mencegah kejadian serupa terulang.*

Dituduh Jadi Penyebab Retaknya Rumah Tangga, Perempuan di Kendari Dianiaya Kekasih di THM

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI — Seorang perempuan berinisial DI menjadi korban penganiayaan oleh kekasihnya sendiri, AS, di sebuah tempat hiburan malam (THM) di Jalan Sorumba, Kelurahan Wowawanggu, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Peristiwa kekerasan tersebut terjadi pada Rabu malam, 17 Desember 2025.

Kasus penganiayaan itu diduga dipicu oleh tuduhan pelaku yang menyalahkan korban sebagai penyebab hancurnya rumah tangganya. Padahal, berdasarkan keterangan awal, pelaku sebelumnya mengaku kepada korban bahwa dirinya telah resmi bercerai.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, menjelaskan korban merupakan pekerja di salah satu THM yang berada di Jalan Edi Sabara, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat.

“Korban dijemput oleh pelaku setelah selesai bekerja, kemudian dibawa ke THM lain di wilayah Wowawanggu,” kata AKP Welliwanto kepada wartawan.

Setibanya di lokasi, pelaku bersama beberapa rekannya mengonsumsi minuman keras di dalam sebuah ruangan. Dalam kondisi dipengaruhi alkohol, emosi pelaku diduga memuncak hingga berujung pada aksi penganiayaan terhadap korban.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam di bagian wajah dan beberapa bagian tubuh lainnya. Korban berhasil menyelamatkan diri saat pelaku meninggalkan ruangan untuk ke kamar mandi.

“Korban memanfaatkan kesempatan tersebut untuk keluar dari ruangan dan langsung melapor ke Polresta Kendari,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, penganiayaan terjadi karena pelaku menuding korban sebagai pihak yang merusak rumah tangganya.

“Pelaku sebelumnya mengaku sudah bercerai. Namun saat dalam keadaan mabuk, pelaku justru menyalahkan korban dan mengklaim keluarganya hancur karena korban, sehingga terjadi penganiayaan,” jelas AKP Welliwanto.

Usai menerima laporan, pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta membawa korban untuk menjalani visum guna kepentingan penyelidikan.

Sementara itu, hingga kini pelaku AS masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Polresta Kendari telah menurunkan Tim Buser 77 untuk memburu pelaku.

“Pelaku masih kami kejar dan identitasnya sudah kami kantongi,” pungkas AKP Welliwanto.*

Istri Berbadan Dua dengan Pria Lain, Suami Lapor Istri ke Polisi Usai Pulang Cuti

0

KENDARIKINI.COM, KONAWE — Seorang pria berinisial R melaporkan istrinya, A, ke Polres Konawe atas dugaan perselingkuhan yang berujung kehamilan. Laporan tersebut dilayangkan setelah R pulang dari perantauan dan mengetahui istrinya tengah mengandung, sementara ia mengaku tidak berada di rumah pada masa awal kehamilan.

Peristiwa itu terjadi di Kelurahan Latoma, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe. R diketahui berangkat bekerja ke Maluku Utara pada 19 Agustus 2025 dan menjalani hubungan jarak jauh dengan istrinya selama hampir empat bulan.

Pada 22 November 2025, R mengambil cuti dan kembali ke Konawe. Namun setibanya di rumah, ia tidak mendapati istrinya di kediaman mereka. A diketahui berada di rumah keluarganya dan menyampaikan keinginan untuk berpisah.

Upaya mediasi keluarga kemudian dilakukan. Pada 2 Desember 2025, R mendatangi rumah mertuanya dan hasil mediasi tersebut sempat berujung pada kesepakatan rujuk dan kembali tinggal bersama.

Belakangan, A mengeluhkan sakit perut dan mual. Awalnya, keluhan tersebut disebut sebagai gangguan asam lambung. Namun kecurigaan muncul hingga R membawa istrinya ke RSUD Kabupaten Konawe untuk pemeriksaan medis pada Senin, 8 Desember 2025.

“Hasil pemeriksaan dokter menyatakan terlapor hamil dua bulan tiga hari,” kata kuasa hukum R, Erwin Tanggapili kepada awak media pada Kamis, 18 Desember 2025.

Fakta tersebut mengejutkan R karena menurut pengakuannya, ia tidak berada di rumah pada rentang waktu yang diduga sebagai awal kehamilan. Setelah dimintai penjelasan, A mengakui telah menjalin hubungan dengan pria lain berinisial AS.

Merasa dirugikan secara moril dan hukum, R melalui kuasa hukumnya resmi melaporkan dugaan tersebut ke Polres Konawe. Laporan diterima pada Rabu, 10 Desember 2025, dengan Surat Tanda Terima Laporan (STLP) Nomor: STLP/98/XII/2025/SAT RESKRIM.

“Laporan sudah resmi masuk. Kami berharap penegak hukum menindaklanjuti perkara ini secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Erwin Tanggapili.

Saat ini, kasus tersebut ditangani oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Konawe. Pihak kuasa hukum juga menyebut belum adanya upaya penyelesaian secara adat dari pihak terlapor.

“Hingga saat ini belum ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini melalui mekanisme adat Tolaki,” pungkas Erwin.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan lanjutan terhadap laporan tersebut.*

Diduga Beroperasi Tanpa Izin Lengkap, Aktivitas Pabrik Semen di Asinua Konawe Disorot Warga

0

KENDARIKINI.COM, KONAWE — Aktivitas pabrik semen milik PT Razka Sarana Konstruksi (RSK) yang beroperasi di Kelurahan Asinua, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, kembali menuai sorotan. Perusahaan tersebut diduga menjalankan kegiatan industri tanpa mengantongi perizinan lengkap sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan.

Berdasarkan penelusuran melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang dikelola Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, PT RSK tidak tercatat memiliki izin kegiatan usaha di wilayah Kabupaten Konawe. Dalam dokumen OSS, perusahaan tersebut diketahui memiliki kegiatan usaha di Kabupaten Konawe Selatan dan Kota Kendari.

Meski demikian, aktivitas produksi pabrik semen di Kelurahan Asinua hingga kini dilaporkan masih terus berjalan. Sejumlah dokumen perizinan utama yang dipersoalkan antara lain Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau izin bangunan industri, serta Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), yang menjadi syarat wajib bagi kegiatan industri.

Sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, keberadaan pabrik semen tersebut juga tidak tercatat dalam daftar usaha industri aktif yang diketahui pihak kelurahan maupun kecamatan setempat.

“Setahu kami, tidak ada laporan atau data perizinan lengkap terkait pabrik itu di wilayah sini,” ujar sumber tersebut kepada awak media pada Kamis 18 Desember 2025.

Selain persoalan perizinan, warga Kelurahan Asinua juga mengeluhkan dampak lingkungan yang diduga ditimbulkan dari aktivitas pabrik. Debu dari proses produksi disebut kerap beterbangan dan mengganggu kenyamanan serta kesehatan warga, terutama saat jam operasional.

“Debu sering masuk ke rumah, apalagi kalau angin kencang. Ini sangat mengganggu pernapasan,” keluh salah seorang warga.

Keluhan lain datang dari aktivitas kendaraan berat pengangkut material yang lalu-lalang setiap hari. Warga menilai kondisi tersebut mempercepat kerusakan jalan lingkungan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Truk besar lewat hampir setiap hari. Jalan cepat rusak dan rawan kecelakaan,” ungkap warga lainnya.

Aktivitas industri yang diduga belum mengantongi izin lengkap ini juga dinilai berpotensi merugikan daerah. Tanpa perizinan resmi, perusahaan dikhawatirkan tidak memberikan kontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik dari sektor pajak maupun retribusi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Razka Sarana Konstruksi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan perizinan tersebut. Tim Redaksi masih berupaya menghubungi pihak perusahaan serta instansi terkait untuk memperoleh keterangan lanjutan.*

Kapolri Beri Motivasi dan Apresiasi kepada Anggota Polri Terdampak Bencana

0

KENDARIKINI.COM — Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si memberikan motivasi dan apresiasi kepada anggota Polri di wilayah Polda Sumatera Barat yang terdampak bencana alam, saat menyerahkan bantuan kemanusiaan di Polsek Koto Tengah, Kota Padang, Kamis (18/12/2025).

Kapolri menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa para personel, sekaligus menyampaikan penghargaan atas dedikasi anggota Polri yang tetap menjalankan tugas dengan baik meskipun tengah menghadapi kondisi sulit akibat bencana.

“Saya mendapat laporan bahwa banyak rumah rekan-rekan yang terdampak. Namun, di tengah musibah tersebut, rekan-rekan tetap melaksanakan tugas dan pengabdian kepada masyarakat. Ini adalah bentuk loyalitas dan pengabdian yang luar biasa,” ujar Kapolri.

Sebanyak 170 personel Polri tercatat terdampak bencana di wilayah Polda Sumbar. Untuk itu, Kapolri menyerahkan 170 paket bantuan yang berisi kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari sebagai bentuk dukungan nyata dari pimpinan Polri.

Kapolri juga memberikan semangat kepada seluruh personel agar tetap kuat dan optimistis, serta menegaskan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan soliditas di tengah ujian.

“Tetap semangat, terus berikan pengabdian terbaik. Tunjukkan bahwa Polri selalu dekat dengan masyarakat dan bekerja dengan tulus,” tegas Kapolri.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa di tengah situasi bencana, Polri tidak hanya hadir untuk masyarakat, tetapi juga memastikan anggotanya mendapatkan perhatian, dukungan, dan penguatan moril dari pimpinan.*

Kapolri Beri Bantuan kepada Anggota Polri Korban Bencana

0

KENDARIKINI.COM — Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si menunjukkan kepedulian dan empati kepada anggota Polri yang terdampak bencana alam di wilayah Polda Sumatera Barat dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan, Kamis (18/12/2025).

Pemberian bantuan dilaksanakan secara simbolis di Polsek Koto Tengah, Jalan Adi Negoro, Lubuk Buaya, Kota Padang, sekitar pukul 13.00 WIB, sebagai bentuk perhatian langsung pimpinan Polri terhadap kondisi personel yang terdampak musibah.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 170 personel Polri terdampak bencana alam di wilayah tersebut. Mereka terdiri dari 61 personel Polda Sumbar, 106 personel Polresta Padang, dan 3 personel Polsek Koto Tengah.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri menyerahkan 170 paket bantuan kepada personel terdampak. Setiap paket berisi kebutuhan pokok dan perlengkapan harian, antara lain beras, mie instan, gula, minyak goreng, sarden, susu, biskuit, sosis, pakaian dalam, sarung, handuk, selimut, perlengkapan mandi, serta obat-obatan ringan.

Kapolri menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dan institusi Polri bagi anggotanya yang tengah mengalami musibah. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban personel dan keluarganya, sekaligus menjadi penguat moril di tengah situasi sulit.

“Polri tidak akan pernah meninggalkan anggotanya. Di saat rekan-rekan mengalami musibah, institusi hadir untuk memberikan dukungan dan memastikan anggota tetap mendapat perhatian,” ujar Kapolri.*

Rasa Bhayangkara Nusantara Diserahkan kepada Delegasi Prancis, Potret Pengabdian Polri Dukung MBG

0

KENDARIKINI.COM – Dalam rangkaian kunjungan diplomatik Delegasi Kedutaan Besar Prancis ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 1 Pejaten, Polri menyerahkan Buku Menu MBG “Rasa Bhayangkara Nusantara” kepada delegasi sebagai bagian dari kegiatan peninjauan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyerahan buku ini menjadi simbol komitmen Polri dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pembangunan sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi anak bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Delegasi Prancis tampak antusias menelaah isi buku “Rasa Bhayangkara Nusantara”. Sejumlah delegasi terlihat membuka dan membaca langsung halaman demi halaman buku, mencermati ragam menu, narasi pengabdian, serta pendekatan berbasis pangan lokal yang diterapkan Polri dalam Program MBG. Antusiasme tersebut mencerminkan ketertarikan Delegasi Prancis terhadap model dapur MBG Polri yang memadukan gizi, keamanan pangan, budaya, dan tata kelola program berskala nasional.

Buku “Rasa Bhayangkara Nusantara” merupakan karya tulis kolaborasi antara Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., dan Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan. Kolaborasi ini menghadirkan perpaduan pengalaman lapangan Polri dengan kerangka analisis kebijakan strategis, sehingga buku tidak hanya bersifat dokumentatif, tetapi juga relevan sebagai referensi konseptual pengembangan Program MBG yang berkelanjutan.

Buku ini memotret pengabdian Polri melalui 508 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang telah aktif dan dikelola oleh Polri, tersebar di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dalam menyediakan Makan Bergizi Gratis bagi jutaan anak Indonesia setiap hari. Menu-menu yang disajikan mencerminkan kekayaan kuliner Nusantara yang bersumber dari bahan pangan lokal dan kearifan daerah.

Kasatgas MBG Polri Irjen Pol. Nurworo Danang, S.I.K., menegaskan bahwa buku ini merupakan wujud integrasi antara pemenuhan gizi, pelestarian budaya, dan partisipasi masyarakat.

“Resep-resep yang disajikan dalam buku ini merupakan menu andalan dari 508 SPPG Polri yang telah aktif dan dikelola Polri, tersebar di seluruh Indonesia. Polri bersama masyarakat mendorong agar pelaksanaan MBG tidak hanya memenuhi aspek gizi, tetapi juga menghadirkan cita rasa lokal dan identitas daerah, sehingga dapat dinikmati oleh para penerima manfaat melalui keberagaman khazanah kuliner Nusantara,” tegas Irjen Pol. Nurworo Danang.

Buku “Rasa Bhayangkara Nusantara” menyajikan 80 menu pilihan, di antaranya Ikan Keumamah khas Aceh, Nasi Bekepor Kutai, Kuah Kuning Papua, Ayam Sambal Matah dan Sayur Gondo Bali, serta Nasi Ayam Lodho Trenggalek. Hidangan-hidangan tersebut merupakan sebagian kecil dari ratusan bahkan ribuan inovasi kuliner yang setiap hari diolah dan disajikan oleh dapur-dapur MBG Polri di berbagai wilayah Indonesia.

Penerbitan buku ini didukung oleh akademisi dan praktisi lintas disiplin, di antaranya Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, M.P.H., yang memperkaya aspek gizi masyarakat berbasis ilmiah, serta Prof. Fatma Lestari, S.Si., M.Si., Ph.D., yang memberikan fondasi kuat pada aspek keamanan pangan dan manajemen risiko. Kehadiran para akademisi tersebut memastikan substansi buku mencakup dimensi gizi, keamanan pangan, manajemen risiko, hingga komunikasi kebijakan publik.

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak sebagai penulis lebih dari 36 buku dan penerima Rekor MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan riset dan pengetahuan sebagai fondasi pengabdian.

Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menghadirkan perspektif kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat desain serta narasi buku, sehingga “Rasa Bhayangkara Nusantara” tidak hanya menjadi dokumentasi pengabdian, tetapi juga rujukan strategis dalam mendukung keberlanjutan Program MBG.

Delegasi Prancis mengapresiasi pendekatan MBG Polri yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada penguatan identitas budaya dan pemberdayaan pangan lokal. Pendekatan ini dinilai sejalan dengan praktik baik internasional dalam penyelenggaraan program makanan sekolah yang berkelanjutan.

Melalui penerbitan dan penyerahan buku “Rasa Bhayangkara Nusantara”, Polri menegaskan bahwa dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari pengabdian Bhayangkara dalam menyiapkan generasi masa depan bangsa, sekaligus kontribusi nyata Polri dalam menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.*

Diduga Langgar K3 hingga Tiga Kali Kecelakaan Kerja, Ampuh Sultra Laporkan PT TRK ke Kemenaker

0

KENDARIKINI.COM, Jakarta — Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi melaporkan PT Tambang Rejeki Kolaka (TRK) ke Direktorat Jenderal Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 (Ditjen Binwasnaker K3) Kementerian Ketenagakerjaan pada Kamis 18 Desember 2025.

Laporan tersebut terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan dan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang disebut telah terjadi sebanyak tiga kali dalam kurun waktu delapan bulan terakhir dan diduga menyebabkan korban jiwa.

Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, mengatakan laporan itu dibuat karena perusahaan dinilai tidak menjalankan standar K3 secara maksimal. Ia menyebut, rentetan kecelakaan kerja yang terjadi tidak bisa lagi ditoleransi.

“Dalam waktu delapan bulan sudah tiga kali terjadi kecelakaan kerja, bahkan sampai menimbulkan korban meninggal dunia. Ini menurut kami sudah sangat serius,” kata Hendro kepada wartawan.

Hendro menjelaskan, laporan resmi tersebut merupakan tindak lanjut dari permintaan pihak Kementerian Ketenagakerjaan saat Ampuh Sultra menggelar aksi demonstrasi pada 1 Desember 2025 lalu.

“Saat aksi kemarin, Kemenaker meminta kami membuat laporan resmi sebagai dasar untuk penindakan. Hari ini laporan itu sudah kami masukkan lengkap dengan dokumentasi dan kronologis kejadian kecelakaan kerja,” ujarnya.

Ia memaparkan, kecelakaan kerja pertama terjadi pada 13 April 2025 di jetty PT IPIP Pomalaa, Kabupaten Kolaka. Dalam peristiwa tersebut, satu pekerja meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka serius.

Kecelakaan kedua terjadi pada 7 Agustus 2025. Seorang operator ekskavator berinisial A asal Kabupaten Bone dilaporkan meninggal dunia dalam insiden kerja tersebut.

Sementara kecelakaan ketiga terjadi pada 9 November 2025, ketika sebuah dump truck milik PT TRK terlibat insiden yang menyebabkan seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia di perempatan Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka.

Menurut Hendro, hingga saat ini belum ada sanksi tegas yang dijatuhkan kepada PT TRK, baik dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kolaka maupun dari Disnakertrans Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Ini pelanggaran K3 yang sangat serius. Sangat ironis jika tidak ada sanksi tegas yang diberikan,” tegasnya.

Selain itu, Hendro juga menyoroti dugaan belum adanya tanggung jawab perusahaan terhadap korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dump truck PT TRK.

“Sejak kejadian 9 November, kami menilai belum ada kejelasan terkait pemberian santunan kepada korban. Ini menjadi catatan penting,” ungkapnya.

Ampuh Sultra berharap Ditjen Binwasnaker K3 segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pemeriksaan serta menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami berharap ada langkah tegas dan konkret dari Ditjen Binwasnaker dan K3 agar kejadian serupa tidak terus berulang,” pungkas Hendro.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Tambang Rejeki Kolaka belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut. Tim Redaksi masih berupaya menghubungi manajemen perusahaan dan instansi terkait untuk mendapatkan keterangan.*

Menjembatani Dunia Pendidikan dan Industri, PT Vale Percepat Kesiapan Talenta Muda

0

KENDARIKINI.COM — Di tengah tantangan nasional dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan industri strategis, PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale”), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), memperkuat perannya sebagai penggerak pembangunan talenta muda melalui Program Co-Ops (Cooperative Education Program).

Bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin, program ini menyeleksi 16 mahasiswa terbaik dari 48 kandidat untuk menjalani kerja praktik selama enam bulan penuh di lingkungan operasional PT Vale—durasi yang dirancang khusus untuk memberi pengalaman industri nyata, membentuk disiplin profesional, serta memastikan kesiapan kerja yang terukur dan berkelanjutan.

Program Co-Ops lahir dari kesadaran bahwa kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan sumber daya manusia nasional. Di tengah percepatan hilirisasi dan transformasi industri, PT Vale melihat bahwa keberlanjutan tidak hanya ditentukan oleh investasi fisik dan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan manusia yang mengoperasikannya. Karena itu, Co-Ops dirancang sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun talenta muda, sekaligus memastikan bahwa pertumbuhan industri berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui skema ini, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada dunia kerja, tetapi benar-benar menjalani ritme industri selama enam bulan, memahami standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), tata kelola operasional, serta budaya profesional yang menjadi fondasi industri pertambangan modern. Pendekatan ini menjadikan Co-Ops lebih dari sekadar program magang, melainkan ruang transisi nyata dari kampus ke dunia profesional, di mana peserta dilatih untuk berpikir kritis, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi sejak hari pertama memasuki dunia kerja.

Program Co-Ops juga menjadi bagian dari ekosistem pengembangan talenta lokal yang telah dibangun PT Vale secara konsisten selama bertahun-tahun di wilayah sekitar operasi. Melalui pengembangan Politeknik Sorowako (Poliwako) di Luwu Timur, yang bertransformasi dari Akademi Teknik Sorowako, PT Vale berkontribusi dalam menghadirkan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri.

Upaya ini diperkuat dengan berbagai pelatihan vokasi jangka pendek bagi pemuda lokal. Keseluruhan inisiatif ini dirancang untuk memastikan bahwa akses pendidikan berujung pada kesiapan kerja yang nyata, bukan sekadar peningkatan angka partisipasi.

Senior Manager Talent Acquisition, Performance Management & EVP PT Vale Indonesia, Gandi Husodo, menegaskan bahwa Program Co-Ops merupakan bentuk investasi strategis perusahaan dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, tantangan terbesar industri saat ini bukan hanya ketersediaan tenaga kerja, tetapi kesiapan tenaga kerja untuk langsung berkontribusi secara aman, produktif, dan profesional.

“Melalui pengalaman industri nyata selama enam bulan, peserta Co-Ops mengalami lompatan signifikan dalam disiplin kerja, pemahaman keselamatan, dan kesiapan profesional. Inilah fondasi yang dibutuhkan industri untuk tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Program ini disambut sangat antusias oleh para peserta. Muhammad Akbar, mahasiswa asal Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, menyebut Co-Ops sebagai kesematan belajar yang akan membuka perspektifnya terhadap dunia kerja, tidak hanya dari aspek teknis, tetapi juga memahami pentingnya budaya keselamatan dan tanggung jawab profesional, terlebih karena PT Vale beroperasi di daerah asalnya.

Sementara itu, Dewi Erika Yuliana, mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Hasanuddin, menilai Co-Ops akan menjadi jembatan nyata antara teori yang dipelajari di kampus dan praktik di industri. Pengalaman selama Co-Ops diyakii akan membangun kepercayaan diri dan kesiapan untuk memasuki dunia kerja setelah lulus.

Ke depan, PT Vale berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperluas Program Co-Ops melalui kolaborasi dengan lebih banyak institusi pendidikan. Langkah ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda di sekitar wilayah operasi untuk memperoleh pengalaman industri yang relevan, berkualitas, dan berdaya saing global. Bagi PT Vale, pembangunan talenta bukan sekadar program tanggung jawab sosial, melainkan bagian integral dari strategi bisnis dan keberlanjutan jangka panjang.

Di tengah upaya Indonesia memperkuat daya saing melalui hilirisasi dan transformasi industri, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penentu. Melalui Program Co-Ops dan ekosistem pengembangan talenta yang terintegrasi, PT Vale tidak hanya menyiapkan tenaga kerja masa depan, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan daerah dan nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada nilai tambah jangka panjang.*

Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025, Pemprov Sultra Tegaskan Hak Warga atas Akses Informasi

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) kembali menegaskan komitmennya dalam menjamin keterbukaan informasi publik sebagai hak dasar masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan dalam ajang Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Sultra Tahun 2025 yang digelar Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Tenggara disalah satu hotel diKendari, Selasa malam, 16 Desember 2025.

Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, melalui sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Asrun Lio, menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi utama dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.

“Keterbukaan informasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengetahui, memahami, sekaligus mengawasi kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan mereka,” kata Asrun Lio.

Ia menambahkan, prinsip keterbukaan informasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh badan publik, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

Menurut Asrun, Anugerah Keterbukaan Informasi Publik tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bentuk apresiasi atas kinerja OPD dan PPID yang dinilai aktif menghadirkan layanan informasi publik yang mudah diakses dan berkualitas.

Pemprov Sultra juga memberikan apresiasi kepada Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Tenggara atas peran strategisnya dalam mengawal implementasi keterbukaan informasi di daerah. OPD yang belum memperoleh predikat terbaik didorong untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi dalam pelayanan informasi publik.

“Momentum ini harus menjadi dorongan untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam memperluas akses informasi publik,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sultra yang diwakili Sekda Asrun Lio menerima anugerah sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan komitmen Pemprov Sultra terhadap penyelenggaraan keterbukaan informasi publik.

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Tenggara, Hasmansyah Umar, menyampaikan penghargaan kepada pemerintah daerah dan seluruh badan publik yang dinilai berkontribusi aktif dalam mendorong keterbukaan informasi di Sultra.

“Kami mengapresiasi komitmen dan perhatian Gubernur Sultra dalam memperkuat kebijakan keterbukaan informasi publik secara berkelanjutan,” ujar Hasmansyah.

Ia menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik yang dilakukan setiap tahun tidak hanya bertujuan menilai kinerja badan publik, tetapi juga menyampaikan pesan optimistis kepada masyarakat.

“Ini adalah pesan bahwa pemerintahan di Sulawesi Tenggara semakin terbuka, responsif, dan siap membangun kepercayaan publik,” pungkasnya.*

Ular Piton Masuk Rumah Warga di Abeli, Damkar Kendari Lakukan Evakuasi Dini Hari

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI — Seekor ular piton masuk ke dalam rumah warga di Jalan Pemuda, Kecamatan Abeli, Kota Kendari pada Kamis 18 Desember 2025 dini hari. Kejadian tersebut membuat penghuni rumah panik dan segera meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Kendari.

Pelapor, Rindra, mengatakan ular tersebut pertama kali terlihat berada di dalam rumahnya sekitar tengah malam.

“Awalnya kami kaget karena melihat ular sudah masuk ke dalam rumah. Kami langsung menghubungi Damkar karena takut membahayakan penghuni,” ujarnya.

Humas Damkar Kota Kendari, Martoyo Awaluddin menjelaskan, laporan tersebut diterima oleh pihaknya sekitar pukul 00.24 WITA. Lima menit berselang, tim rescue langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

“Begitu laporan masuk, tim segera berangkat pukul 00.29 Wita dan tiba di lokasi sekitar pukul 00.40 WITA,” ungkap Martoyo melalui siaran resminya.

Selanjutnya, setelah tiba di tempat kejadian perkara (TKP), petugas terlebih dahulu melakukan peninjauan lokasi dan menyiapkan peralatan evakuasi. Dengan menggunakan tongkat penjepit ular, senter, serta satu unit fire rescue, ular piton tersebut berhasil dievakuasi dengan aman.

“Proses evakuasi berjalan lancar dan tidak ada kendala di lapangan. Ular berhasil kami amankan tanpa menimbulkan korban,” pungkasnya.

Proses evakuasi selesai sekitar pukul 00.47 WITA. Setelah itu, petugas memastikan kondisi rumah dan lingkungan sekitar dalam keadaan aman sebelum meninggalkan lokasi.

Damkar Kota Kendari mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemunculan satwa liar, terutama di malam hari. Warga juga diminta segera melapor ke petugas apabila menemukan ular atau hewan berbahaya lainnya di lingkungan permukiman.*

Dapur MBG Polri Kembali dapat Apresiasi Internasional

0

KENDARIKINI.COM – Sorotan internasional tersebut kembali menguat saat Delegasi Kedutaan Besar Prancis dan Tim Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan kunjungan diplomatik ke SPPG Polri Pejaten, Kamis (18/12). Kunjungan ini menjadi bentuk pengakuan atas peran Polri dalam memastikan program MBG berjalan cepat, masif, aman, higienis, dan berstandar tinggi.

SPPG Polri Pejaten sebelumnya telah mendapat sorotan internasional melalui kunjungan Rockefeller Foundation pada 9 Oktober 2025, yang dipimpin Elizabeth Yee (Executive Vice President Rockefeller Foundation). Dalam kunjungan tersebut, Rockefeller Foundation mengapresiasi inovasi Polri dalam membangun sistem penyediaan pangan bergizi yang efisien, aman, dan memberdayakan masyarakat, serta menilai SPPG Polri sebagai model percontohan tata kelola pangan berkelanjutan. Sorotan ini menjadi latar belakang meningkatnya perhatian komunitas internasional terhadap model MBG Polri.

Komitmen Polri dalam mendukung Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus diwujudkan secara konkret melalui keterlibatan aktif dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri, Polri menghadirkan dapur MBG percontohan nasional dengan kekhasan tersendiri, yakni jaminan kualitas dan keamanan pangan yang didukung langsung oleh Dokkes Polri sebelum makanan didistribusikan kepada para penerima manfaat.

Director General for Global Affairs Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis, Mrs. Salina Grenet-Catalano, menyampaikan pernyataan lengkapnya terkait komitmen Prancis dan dukungan terhadap Program MBG Indonesia sebagai berikut:

“Di tingkat internasional, Prancis sangat berkomitmen terhadap ketahanan pangan dan gizi. Kami memimpin Koalisi Makanan Sekolah Dunia dan kami sangat senang karena Indonesia baru-baru ini bergabung dalam koalisi tersebut. Di Prancis, kami memiliki program makanan sekolah yang sangat kuat dan bersejarah, sehingga setiap anak dapat mengakses makanan sekolah yang sangat baik dan bergizi. Makanan sekolah di Prancis memang tidak sepenuhnya gratis, namun disubsidi bagi keluarga yang tidak memiliki sumber daya.

Ketika kami mengetahui bahwa Presiden Prabowo meluncurkan program ini, kami sangat senang karena kami memandangnya sebagai sesuatu yang sangat penting bagi pengembangan ekonomi, masyarakat, dan negara, yaitu menyediakan makanan yang baik dan bergizi setiap hari bagi anak-anak. Hal ini sangat penting bagi perkembangan otak dan kapasitas intelektual mereka. Oleh karena itu, kami mendukung program ini sejak awal dan siap untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bidang ini.

Program makanan sekolah juga sangat penting untuk dikaitkan dengan produsen lokal dan sektor pertanian. Program ini harus berbasis pada pengembangan pertanian lokal dan produsen lokal agar makanan yang dihasilkan berkualitas baik, segar, dan sekaligus membantu pengembangan ekonomi lokal. Sangat penting untuk memiliki rantai pasok yang pendek, produk lokal, serta tetap menghormati tradisi dan kebiasaan makan masyarakat.

Kami melihat pemanfaatan rumah kaca di sekitar dapur ini sebagai praktik yang sangat baik, karena anak-anak perlu mengonsumsi sayur dan buah setiap hari untuk asupan vitamin. Kami tidak datang untuk memberi pelajaran kepada siapa pun, tetapi kami siap membantu Indonesia menerapkan program ini sebaik mungkin. Target Indonesia sangat ambisius, negara ini luas, penduduknya besar, dan tantangannya tidak kecil. Kami bahkan tidak yakin ada program makanan sekolah yang seambisius ini di dunia. Karena itu, kami sangat senang dapat mendukung agar implementasinya berjalan semulus mungkin, karena tata kelola program sebesar ini sangatlah penting,” ujar Mrs. Salina Grenet-Catalano.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi meninjau langsung operasional dapur SPPG Polri, termasuk pemeriksaan keamanan pangan (food safety check) yang dilakukan oleh Dokkes Polri sebelum makanan didistribusikan. Sistem ini memastikan setiap menu MBG memenuhi standar kesehatan, gizi, dan keamanan pangan yang ketat.

Kasatgas MBG Polri Irjen Pol. Nurworo Danang, S.I.K., menegaskan bahwa Polri mengoptimalkan kekuatan organisasinya untuk mempercepat pemerataan pelayanan MBG di seluruh Indonesia.

“Polri memanfaatkan keberadaan 508 Polres yang tersebar di seluruh Indonesia untuk percepatan pembangunan SPPG. Kami mendorong setiap Polres bersama masyarakat minimal membangun satu SPPG agar pelayanan Makan Bergizi Gratis dapat menjangkau seluruh penerima manfaat secara cepat dan merata,” tegas Irjen Pol. Nurworo Danang.

Ia menjelaskan bahwa Mabes Polri telah membentuk Gugus Tugas MBG secara berjenjang di tingkat Mabes Polri, Polda, hingga Polres guna memastikan seluruh dapur SPPG dikelola sesuai standar pemerintah, dilengkapi SOP ketat, pemeriksaan keamanan pangan sebelum distribusi, serta sistem quality control dari tingkat pusat hingga daerah.

Selain menjamin kualitas dan keamanan pangan, Polri juga mengintegrasikan aspek budaya dan kearifan lokal dalam pelaksanaan MBG melalui pengembangan menu Nusantara di setiap dapur SPPG.

Melalui peran aktif dalam Program MBG, Polri menegaskan bahwa pengabdian Bhayangkara tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mengawal kualitas generasi masa depan bangsa, sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.*

Polri Salurkan 627 Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Bencana

0

KENDARIKINI.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyalurkan total 627 unit tandon air bersih sebagai bagian dari upaya penanganan bencana alam di wilayah Sumatera, termasuk bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Bantuan ini menjadi langkah konkret Polri dalam memastikan ketersediaan air bersih pascabencana, sekaligus mendukung pemulihan kehidupan masyarakat.

Di Aceh Tamiang, tandon air dipasang di Gang Sayur, Dusun Subur, Desa Durian, Kecamatan Rantau, untuk menampung air bersih dari sumur bor yang dibangun oleh Brimob. Fasilitas ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar warga yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses air bersih akibat banjir.

Komandan Pasukan (Danpas) Brimob I, Brigjen Pol. Anang Sumpena, S.H., menegaskan bahwa penyediaan tandon air merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membantu masyarakat pascabencana. “Setelah banjir, kebutuhan air bersih menjadi prioritas utama masyarakat. Dengan adanya tandon air ini, kami berharap distribusi air bersih dapat lebih merata dan dimanfaatkan oleh warga dalam jangka panjang,” ujarnya saat meninjau langsung kegiatan di lapangan.

Secara keseluruhan, dari total 627 unit tandon air yang disalurkan Polri di Sumatera, sebanyak 140 unit didistribusikan ke Sumatera Utara, 100 unit ke Sumatera Barat, dan 387 unit ke Provinsi Aceh. Di Aceh, bantuan tersebut disalurkan melalui Polda Aceh dan jajaran Polres, termasuk Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Pidie Jaya.

Pemasangan tandon air di Aceh Tamiang dilakukan secara gotong royong oleh personel Brimob bersama masyarakat setempat. Sinergi ini tidak hanya mempercepat penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memperkuat kehadiran Polri sebagai mitra masyarakat dalam situasi bencana.

Salah seorang warga Desa Durian menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut. “Sejak banjir, kami kesulitan mendapatkan air bersih. Kehadiran tandon air dari Brimob sangat membantu kebutuhan kami sehari-hari,” tuturnya.

Melalui penyaluran ratusan tandon air bersih ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap fase penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan, demi memastikan masyarakat terdampak dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.*

Wujud Kepedulian Nyata untuk Masyarakat, Brimob Polri Bangun MCK Umum

0

KENDARIKINI.COM – Personel Satuan Tugas (Satgas) Aman Nusa II Polda Aceh kembali menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Pada Rabu (17/12/2025), Satgas Aman Nusa II Aceh Tamiang melaksanakan pembangunan dan penyaluran fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) umum di bawah Jembatan Kuala Simpang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB hingga selesai tersebut melibatkan 5 personel Satbrimob Polda Aceh dan 20 personel PAS Brimob 1. Seluruh rangkaian kegiatan dipimpin langsung oleh IPDA Heri Yulizar, S.H., selaku perwira pengendali di lapangan.

IPDA Heri Yulizar menyampaikan bahwa pembangunan MCK umum ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan sanitasi yang layak.

“Pembangunan MCK umum ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian Brimob terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan masyarakat. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan membantu meningkatkan kualitas hidup warga di sekitar Kuala Simpang,” ujar IPDA Heri Yulizar.

Ia menambahkan, kehadiran personel Brimob di tengah masyarakat tidak hanya dalam konteks pengamanan, tetapi juga melalui kegiatan kemanusiaan dan sosial yang menyentuh kebutuhan dasar warga.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, serta kondusif. Kehadiran personel Brimob disambut positif oleh masyarakat setempat, yang merasakan langsung manfaat dari pembangunan fasilitas MCK umum tersebut.

Melalui kegiatan ini, Satgas Aman Nusa II Polda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus hadir, melayani, dan mengabdi kepada masyarakat, sejalan dengan semangat Polri yang Presisi, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan di lapangan.*

Polda Sultra Gelar Latpraops Lilin Anoa-2025 untuk Pengamanan Nataru

0

KENDARIKINI.COM – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) menggelar kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Lilin Anoa-2025 dalam rangka pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 18 Desember 2025, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai, bertempat di Aula Dhacara Polda Sultra.

Latpraops Lilin Anoa-2025 dipimpin langsung oleh Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sultra, Kombes Pol Wasis Santoso, S.I.K., dan diikuti oleh personel Polda Sultra yang terlibat dalam rencana operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima pembekalan terkait pola pengamanan, taktik dan strategi operasional, serta sinergi antar fungsi kepolisian guna menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Latpraops juga menjadi sarana penyampaian penekanan pimpinan agar seluruh personel memahami tugas, peran, dan tanggung jawab masing-masing di lapangan.

Pelaksanaan Latpraops Lilin Anoa-2025 bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, profesionalisme, serta kemampuan personel dalam melaksanakan operasi pengamanan secara terpadu. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menyamakan persepsi dan langkah antar satuan kerja agar pelaksanaan Operasi Lilin Anoa-2025 dapat berjalan efektif, aman, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan rasa aman dan nyaman.*

HUT Jasa Raharja, Ditlantas Polda Sultra Gelar Donor Darah

0

KENDARIKINI.COM — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Jasa Raharja ke-65, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara melalui Subdirektorat Registrasi dan Identifikasi (Subdit Regident) menggelar kegiatan donor darah sebagai wujud kepedulian sosial kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 18 Desember 2025, mulai pukul pukul 08.00 WITA hingga selesai, bertempat di Aula Kantor Jasa Raharja. Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Kasi BPKB Subdit Regident Ditlantas Polda Sultra, KOMPOL Sri Endang Fajar Ningsih, S.I.K., M.H., bersama personel Sie BPKB Subdit Regident.

Donor darah ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Jasa Raharja ke-65 serta menjadi bentuk sinergitas antara Polri dan Jasa Raharja dalam mendukung kegiatan kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara.

KOMPOL Sri Endang Fajar Ningsih menyampaikan bahwa kegiatan donor darah tidak hanya menjadi bentuk peringatan hari jadi Jasa Raharja, tetapi juga sebagai implementasi nyata kepedulian sosial Polri kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan donor darah ini, kami berharap dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta menumbuhkan semangat kepedulian dan solidaritas kemanusiaan,” ujarnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, aman, dan lancar, dengan partisipasi aktif dari personel Ditlantas Polda Sultra. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Polri dalam mendukung program-program kemanusiaan dan pelayanan publik yang humanis.*

Dituding Gelapkan Dana Kegiatan Mahasiswa, Ini Penjelasan Kampus dan BEM UM Kendari

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI — Pihak Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMK memberi penjelasan perihal tudingan dugaan penggelapan dana kegiatan mahasiswa yang sebelumnya mencuat ke publik.

Ketua BEM UMK, Ruslan, mengaku keberatannya atas pemberitaan yang menyebut dirinya diduga melakukan penggelapan dana pada dua kegiatan mahasiswa, yakni Turnamen Mini Soccer dan Sekolah Wawasan Kebangsaan. Ia menilai pemberitaan tersebut tidak melalui proses konfirmasi yang berimbang dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif di lingkungan kampus.

“Pemberitaan tersebut memicu kegaduhan internal dan mencoreng nama baik saya serta institusi,” ujar Ruslan saat dikonfirmasi Tim Redaksi pada Rabu 17 Desember 2025.

Ruslan berharap polemik tersebut dapat diselesaikan secara internal agar organisasi mahasiswa dapat kembali fokus menjalankan program kerja dan agenda kampus.

Sementara itu, Biro Keuangan UMK melalui Masiani menjelaskan bahwa, pihaknya telah menerima dan memverifikasi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) atas dua kegiatan tersebut pada 1 Desember 2025. Berdasarkan hasil verifikasi, tidak ditemukan indikasi penyimpangan penggunaan dana.

“Seluruh LPJ dilengkapi bukti transaksi, rincian anggaran, dan dokumentasi kegiatan. Hasilnya dinyatakan sesuai peruntukan dan dituangkan dalam berita acara resmi,” kata Masiani.

Ia menambahkan, hasil verifikasi tersebut juga telah dibahas dalam musyawarah internal yang dipimpin Wakil Rektor III UMK pada 25 November 2025 dan dihadiri oleh pihak terkait, termasuk Ketua BEM UMK.

Dalam forum tersebut, menurut Masiani, disimpulkan bahwa terdapat kekeliruan dan miskomunikasi dalam pengelolaan administrasi internal antara Ketua BEM dan Bendahara BEM. Atas hal itu, diberikan teguran lisan, namun tidak ditemukan bukti yang mengarah pada penggelapan dana.

“Tidak ada pernyataan resmi atau berita acara yang menyimpulkan terjadinya penggelapan dana,” jelasnya.

Menanggapi pemberitaan yang telah beredar, Wakil Rektor III UMK, Yusuf, menegaskan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara internal. Ia juga meminta agar pemberitaan yang tidak melalui proses konfirmasi ditinjau kembali.

“Persoalan ini sudah dinyatakan selesai. Sekaligus meminta agar pemberitaan yang tidak melalui proses konfirmasi ditarik karena tidak sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ruslan sempat diberitakan terkait dugaan penggunaan dana kegiatan Turnamen Mini Soccer yang disebut-sebut digunakan untuk keperluan pribadi. Namun, pihak kampus menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak terbukti berdasarkan hasil verifikasi internal.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak terkait menyatakan komitmennya untuk menjaga transparansi pengelolaan dana kegiatan mahasiswa serta memperkuat komunikasi internal di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kendari.*

Seorang Bocah 12 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Lasolo, Tim SAR Dikerahkan

0

KENDARIKINI.COM, KONAWE UTARA — Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun bernama Muh. Ichank Harlin, warga Kelurahan Asera, Kabupaten Konawe Utara (Konut), dilaporkan diduga tenggelam di Sungai Lasolo pada Rabu 17 Desembee 2025.

Informasi tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari melalui Comm Centre pada pukul 21.00 WITA dari pihak keluarga korban. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Konawe Utara langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan tim SAR bergerak ke lokasi pada pukul 21.10 WITA dengan jarak tempuh sekitar 12 kilometer dari Pos SAR Konawe Utara.

“Tim SAR telah dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap korban yang diduga tenggelam di Sungai Lasolo,” ujar Amiruddin.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan awal, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WITA. Korban diketahui bermain dan berenang di Sungai Lasolo bersama dua orang sepupunya. Sekitar pukul 17.40 WITA, kedua sepupu korban naik ke darat dan mengajak korban pulang, namun korban memilih tetap berada di sungai dan meminta kedua sepupunya pulang lebih dulu.

Selanjutnya saat tiba di rumah, orang tua korban menanyakan keberadaan korban. Setelah mengetahui korban masih berada di sungai, keluarga bersama warga kembali ke lokasi, namun korban tidak ditemukan. Dugaan sementara, korban tenggelam di sungai tersebut.

“Pencarian awal sempat dilakukan oleh keluarga dan masyarakat sekitar, namun belum membuahkan hasil hingga laporan disampaikan ke pihak berwenang,” terang Amiruddin.

Dalam operasi pencarian, unsur yang terlibat meliputi KPP Kendari, Pos SAR Konawe Utara, BPBD Konawe Utara, aparat setempat, masyarakat, serta keluarga korban. Peralatan yang digunakan antara lain mobil rescue, perahu karet, alat pendeteksi bawah air, peralatan medis, evakuasi, serta alat komunikasi.

Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca di lokasi saat pencarian berlangsung dilaporkan hujan ringan dengan kecepatan angin sekitar 2 kilometer per jam dari arah barat.

Hingga berita ini diterbitkan, tim SAR masih melakukan upaya pencarian terhadap korban. Perkembangan selanjutnya akan disampaikan sesuai hasil di lapangan.*

Petani di Sekitar TNRAW Tolak Aktivitas Sawit, Gelar Aksi Unjuk Rasa

0

KENDARIKINI.COM, KONAWE SELATAN — Sejumlah petani padi di Desa Lanowulu dan Desa Tatangge, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, menggelar aksi unjuk rasa menolak aktivitas dan perluasan perkebunan kelapa sawit di kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keberatan atas kebijakan pengelolaan kawasan konservasi yang dinilai membatasi akses petani terhadap lahan pertanian pangan, sementara di sisi lain terdapat aktivitas perkebunan sawit di dalam kawasan taman nasional.

Warga menyebut, sejak 2024 ditemukan adanya pembukaan lahan, jalan, serta aktivitas perkebunan di kawasan TNRAW, termasuk di wilayah penghubung antara Desa Tinabite, Kabupaten Bombana, dan Desa Awiu, Kabupaten Kolaka Timur.

Ketua kelompok petani setempat, Kamaruddin, mengatakan keterbatasan lahan pertanian menjadi persoalan utama yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, pertumbuhan jumlah penduduk tidak sebanding dengan ketersediaan lahan sawah.

“Di Desa Lanowulu dan Tatangge terdapat sekitar 100 kepala keluarga yang belum memiliki lahan garapan. Sementara kami melihat adanya aktivitas perkebunan sawit di kawasan taman nasional,” ujar Kamaruddin, Rabu 17 Desember 2025.

Ia menambahkan, petani berharap adanya kebijakan yang lebih berpihak pada pengembangan pertanian pangan, khususnya sawah, untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat sekitar kawasan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi SPTN Wilayah II Balai TNRAW, Aris, menyampaikan bahwa pengelolaan kawasan taman nasional mengacu pada ketentuan konservasi yang berlaku. Ia menjelaskan bahwa pengembangan lahan sawah tidak diperbolehkan karena kawasan tersebut merupakan habitat satwa dilindungi.

“TNRAW merupakan habitat sejumlah satwa prioritas, sehingga perubahan fungsi lahan tidak dapat dilakukan secara bebas,” kata Aris.

Terkait keberadaan sawit, Aris menjelaskan bahwa terdapat mekanisme kerja sama dan kemitraan yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2023, dengan batasan satu daur tanam selama 15 tahun sebelum lahan dikembalikan kepada negara.

Berdasarkan data Balai TNRAW, sekitar 20.000 hektare kawasan terbuka di taman nasional tersebut saat ini berada dalam pengawasan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan. Adapun luas total TNRAW mencapai 105.154 hektare.

Hingga berita ini diterbitkan, para petani masih menunggu adanya tindak lanjut berupa dialog dan evaluasi kebijakan terkait pengelolaan TNRAW dari pihak terkait.*

Karyawan Toko di Kendari Diduga Gelapkan Uang Perusahaan Rp1,24 Miliar

0

KENDARIKINI.COM, KENDARI — Satuan Reserse Kriminal Polresta Kendari mengungkap kasus dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan dengan kerugian mencapai Rp1.247.604.000. Seorang perempuan berinisial H (47), yang bekerja sebagai karyawan swasta, diamankan untuk menjalani proses hukum.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mewakili Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin L. Sengka, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan polisi Nomor LP/B/383/XII/2025/SPKT/Polresta Kendari/Polda Sulawesi Tenggara, tertanggal 12 Desember 2025.

“Terduga pelaku diamankan pada Selasa, 16 Desember 2025 sekitar pukul 16.00 WITA saat memenuhi panggilan di Polresta Kendari,” ujar AKP Welliwanto Malau melalui siaran resminya pada Rabu, 17 Desember 2025.

Menurut keterangan polisi, dugaan penggelapan terjadi di Toko Remaja Jaya Cabang Andonohu, Jalan Bunggasi, Kelurahan Andonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Kasus ini terungkap setelah pemilik usaha berinisial F (50) melakukan pengecekan stok semen pada 6 Desember 2025.

Saat itu, korban mendapati adanya ketidaksesuaian antara stok fisik semen di toko dengan data yang tercatat dalam sistem komputer. Setelah dilakukan penelusuran internal, korban meminta klarifikasi kepada karyawan yang bertugas di bagian gudang.

“Dalam pemeriksaan internal, terduga pelaku akhirnya mengakui telah menjual sejumlah barang tanpa melaporkannya ke pihak perusahaan,” jelas AKP Welliwanto.

Dari pengakuan tersebut, korban menerima catatan pribadi milik terduga pelaku yang berisi daftar barang yang diduga telah digelapkan. Berdasarkan audit internal perusahaan, perbuatan tersebut diduga telah berlangsung sejak Desember 2024.

Polisi menyita sejumlah barang bukti dalam perkara ini, di antaranya satu rangkap hasil audit internal Toko Remaja Jaya Cabang Andonohu dan 20 lembar nota yang diduga fiktif.

Atas perbuatannya, terduga pelaku dijerat dengan Pasal 374 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penggelapan dalam jabatan, dengan ancaman pidana sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.*

115 Warga Mawasangka Tengah Diduga Keracunan Usai Konsumsi Makanan Bergizi Gratis

0

KENDARIKINI.COM — Sebanyak 115 warga di Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara (Sultra), dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi paket Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Senin sore 15 Desember 2025 lalu.

Warga yang terdampak mengalami gejala seperti mual dan muntah, sehingga harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan setempat.

Kapolsek Mawasangka Tengah, Ipda Raboding, mengatakan laporan awal diterima sekitar pukul 15.00 WITA dengan jumlah korban sebanyak 15 orang. Namun, jumlah tersebut semakin bertambah dalam beberapa jam berikutnya.

“Awalnya dilaporkan 15 orang dengan keluhan mual. Setelah dilakukan pendataan lanjutan, jumlahnya meningkat hingga 115 orang,” ungkap Ipda Raboding saat dikonfirmasi pada Rabu, 17 Desember 2025.

Berdasarkan keterangan saksi, gejala tidak langsung muncul setelah mengonsumsi makanan, melainkan dirasakan dua hingga tiga jam kemudian.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kemudian mengamankan sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Lakorua sebagai pihak penyedia paket MBG. Sampel tersebut selanjutnya dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan.

“Dugaan awal mengarah pada salah satu bahan makanan, namun untuk memastikan penyebabnya diperlukan hasil uji laboratorium. Kami belum bisa menyimpulkan apakah kejadian ini murni akibat makanan atau faktor lain,” bebernya.

Saat proses penyelidikan, polisi juga menemukan adanya warga yang menunda konsumsi paket makanan selama kurang lebih satu jam setelah diterima. Hal tersebut selanjutnya menjadi salah satu aspek yang akan didalami oleh pihak kepolisian.

Sejumlah warga yang terdampak kemudian dievakuasi ke Puskesmas Mawasangka Tengah dan Puskesmas Watorumbe, sementara sebagian lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan lain karena membludaknya jumlah pasien.

“Hingga saat ini, lima orang masih menjalani perawatan intensif, sedangkan warga lainnya dalam pemantauan tenaga medis,” pungkasnya.

Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Kepala SPPG Mawasangka Tengah, Almadin, yang diketahui sedang berada di Jakarta saat kejadian berlangsung. Proses penyelidikan masih berjalan menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan.*

Anggota Dewan Pers Dipastikan Isi Dialog JMSI Sultra Talk

0

KENDARIKINI.COM – Anggota Dewan Pers yang membidangi Ketua Komisi Penelitian,Pendataan dan Ratifikasi Pers Yogi Hadi Ismanto dipastikan menghadiri kegiatan pelantikan dan rakerda, JMSI Sultra Talk dan JMSI Sultra Award di Hotel Claro Kendari pada Jum’at 19 Desember 2025.

Ketua Pengda JMSI Sultra, Adhi Yaksa Pratama mengatakan terbaru Yogi Hadi Ismanto yang mengkonfirmasi kehadirannya pada kegiatan ini.

“Yogi Hadi Ismanto akan menjadi salah satu pemateri dalam sesi diskusi yang mengulas isu pers terkini, untuk dua Wamen dan satu Sekjen sementara menunggu konfirmasi,” katanya, Rabu 17 Desember 2025.

“Wagub Sultra, Rektor UHO, Ketua DPD KAI Sultra juga sudah fix membawakan materi pada sesi dialog JMSI Sultra Talk,” tambahnya.

Saldi sapaan akrabnya menuturkan sesi dialog ini akan menjadi menarik karena di moderatori tokoh pers di Sultra.

“Akan di moderatori oleh Ketua Dewan Pembina JMSI Sultra M. Nasir Idris, Ceo Telisik yang juga mantan Ketua AJI Kendari dan mantan Ketua JMSI Sultra periode 2020-2025,” tuturnya.

Pihaknya juga berharap kegiatan ini dapat sukses terlaksana dengan baik.

“Mari bersama kita sukseskan kegiatan ini,” pungkasnya.*

Personel Polri Bersihkan Lumpur dan Sampah Pascabanjir

0

KENDARIKINI.COM – Personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang tergabung dalam Operasi Kontinjensi Aman Nusa II Tahun 2025 Gelombang II melaksanakan kegiatan pembersihan lumpur dan pengumpulan sampah sisa banjir di ruas jalan lintas perkotaan Kabupaten Aceh Tamiang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam siaran persnya pada Rabu, 17 Desember 2025, menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 16 Desember 2025.

“Personel Polri melakukan pembersihan lumpur dan sampah yang terbawa arus banjir di jalan lintas Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang,” ujar Kabid Humas.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri dalam membantu masyarakat pascabencana banjir, sekaligus untuk memulihkan kondisi lingkungan serta kelancaran aktivitas masyarakat.

“Dengan dilaksanakannya pembersihan ini, diharapkan suasana kota kembali bergairah, arus lalu lintas dapat berjalan lancar, dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal,” tutup Kabid Humas.*

Korpolairud Baharkam Polri Lakukan Normalisasi Sekolah Terdampak Lumpur

0

KENDARIKINI.COM – Sebanyak 29 personel Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri melaksanakan kegiatan normalisasi lingkungan sekolah yang dipenuhi lumpur dan sampah akibat bencana alam di SMA Negeri 1 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Rabu (17/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB tersebut difokuskan pada pembersihan ruang kelas, halaman sekolah, serta fasilitas pendukung lainnya agar dapat kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri dalam membantu pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana.

“Kegiatan normalisasi ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan. Kami ingin memastikan aktivitas belajar mengajar dapat segera berjalan kembali dengan aman dan nyaman bagi para siswa,” ujar Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri.

Pelaksanaan kegiatan normalisasi ini dilakukan secara gotong royong bersama pihak sekolah serta didukung penuh oleh masyarakat sekitar. Sinergi tersebut membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

“Kolaborasi antara personel Polri, pihak sekolah, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan ini. Polri akan terus hadir dan berkontribusi dalam setiap upaya kemanusiaan, khususnya dalam membantu pemulihan pascabencana,” tambahnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan SMA Negeri 1 Batang Anai dapat segera kembali beroperasi secara normal dan memberikan lingkungan belajar yang bersih dan layak bagi para siswa.*

Kapolri Tekankan Sinergi Lintas Institusi

0

KENDARIKINI.COM — Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menegaskan pentingnya sinergi lintas institusi dan penguatan kepemimpinan strategis dalam menghadapi tantangan keamanan nasional yang semakin kompleks. Penegasan tersebut disampaikan saat Kapolri menghadiri sekaligus menutup Pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34, Sespimmen Polri Dikreg ke-65, SPPK Angkatan ke-2, dan Sespimma Polri Angkatan ke-74 Tahun Ajaran 2025 di Gedung Utaryo Suryawinata Sespim Lemdiklat Polri, Lembang, Jawa Barat, Rabu (17/12/2025).

Penutupan pendidikan ini menjadi momentum konsolidasi sumber daya manusia strategis, tidak hanya bagi Polri, tetapi juga bagi TNI serta kementerian dan lembaga lainnya. Hal tersebut tercermin dari komposisi peserta didik yang berasal dari berbagai institusi, termasuk TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara, kementerian dan lembaga negara, serta peserta mancanegara dari Timor Leste dan Fiji.

Sebanyak 114 peserta mengikuti Pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34, sementara Pendidikan Sespimmen Polri Dikreg ke-65 diikuti oleh 380 peserta. Selain itu, Pendidikan SPPK Angkatan ke-2 diikuti oleh 63 peserta dan Pendidikan Sespimma Polri Angkatan ke-74 diikuti oleh 104 peserta didik. Seluruh rangkaian pendidikan tersebut dilaksanakan secara hybrid, sebagai bentuk adaptasi terhadap dinamika pembelajaran modern dan efisiensi kelembagaan.

Kapolri dalam kesempatan tersebut didampingi oleh Kalemdiklat Polri, Asisten SDM Kapolri, Kadivpropam Polri, dan Kadivhumas Polri. Kehadiran jajaran pimpinan ini mencerminkan perhatian serius Polri terhadap kualitas kepemimpinan, profesionalisme, serta integritas lulusan pendidikan pengembangan.

Acara penutupan turut dihadiri oleh para pejabat tinggi TNI, perwakilan kementerian dan lembaga, serta Forkopimda Provinsi Jawa Barat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas bahwa pendidikan Sespim bukan sekadar pendidikan internal Polri, melainkan wahana strategis untuk membangun kesamaan visi, pola pikir, dan pola tindak antarlembaga dalam menjaga stabilitas nasional.

Sebagai Inspektur Upacara, Kapolri secara resmi menutup seluruh rangkaian pendidikan dengan pernyataan penutupan yang menandai berakhirnya proses pembentukan kepemimpinan strategis Tahun Ajaran 2025. Penutupan ini sekaligus menjadi awal pengabdian para lulusan untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan, kolaborasi, serta tanggung jawab kebangsaan di satuan tugas masing-masing.

Melalui pendidikan Sespim Polri, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin yang adaptif, visioner, dan mampu membangun kerja sama lintas sektor guna menjawab tantangan keamanan, ketertiban, serta pelayanan publik di masa mendatang.*

Truk Overload Masih Beroperasi, Pemuda LIRA Konsel Rencanakan Boikot Jalan Moramo–Konda

0

KENDARIKINI.COM, KONAWE SELATAN — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menyatakan rencana aksi boikot terhadap ruas jalan Moramo – Konda sebagai bentuk protes atas masih maraknya aktivitas truk bermuatan berlebih (over load) di wilayah tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua DPD Pemuda LIRA Konsel Ibrahim. Ia menilai, kepatuhan pelaku usaha angkutan terhadap imbauan dan teguran yang sebelumnya disampaikan oleh pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan Konawe Selatan belum dilaksanakan secara optimal.

Menurut Ibrahim, keberadaan truk overload di ruas jalan Moramo–Konda dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mempercepat kerusakan infrastruktur jalan. Ia menyebut, aktivitas tersebut masih terus berlangsung meski telah ada imbauan pembatasan muatan.

“Imbauan dari aparat dan pemerintah daerah sudah disampaikan, namun di lapangan masih ditemukan truk dengan muatan berlebih yang beroperasi,” ujar Ibrahim kepada awak media pada Rabu, 17 Desember 2025.

Kondisi tersebut, menurut Ibrahim dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya warga yang sehari-hari menggunakan jalur Moramo–Konda sebagai akses utama aktivitas ekonomi dan sosial.

Selanjutnya, DPD Pemuda LIRA Konsel berencana akan melakukan aksi boikot jalan pada Senin, 22 Desember 2025 sebagai bentuk protes. Aksi akan melibatkan masyarakat setempat dan difokuskan pada penghentian sementara kendaraan angkutan yang diduga melanggar ketentuan muatan.

“Aksi ini ditujukan kepada truk-truk yang melebihi kapasitas muatan, bukan untuk mengganggu aktivitas masyarakat umum,” jelasnya.

Pemuda LIRA juga akan mendorong aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk melakukan penindakan tegas sesuai ketentuan perundang-undangan terhadap perusahaan angkutan yang dinilai tidak mematuhi aturan.

Hingga berita ini diterbitkan, Tim Redaksi masih berupaya memperoleh tanggapan dari Pemerintah Kecamatan Konda terkait rencana aksi boikot serta langkah pengawasan terhadap aktivitas truk overload di wilayah tersebut. Namun, belum ada keterangan resmi yang disampaikan.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti