Sabtu, Oktober 24, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 56

Damkar Kendari Evakuasi Sarang Tawon di Rahandouna

KENDARIKINI.COM – Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kendari mengevakuasi sarang tawon di Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Minggu (26/4/2026).

Laporan diterima pukul 11.14 WITA dari warga bernama La Mashuri yang merasa terancam keberadaan sarang tawon di teras rumahnya.

Sarang tersebut dinilai berpotensi mengganggu aktivitas serta membahayakan keselamatan penghuni rumah dan warga sekitar.

Tim Rescue Damkar Kendari berangkat menuju lokasi pukul 18.30 WITA dan tiba di tempat kejadian pukul 18.55 WITA.

Dengan peralatan lengkap, petugas segera melakukan peninjauan dan menyiapkan proses evakuasi sarang tawon secara aman.

Proses evakuasi berlangsung lancar dan terkendali, hingga akhirnya dinyatakan selesai pada pukul 19.20 WITA.

Humas Damkar Kendari, Martoyo Awaluddin, menyampaikan seluruh proses berjalan tanpa kendala berarti.

Setelah memastikan kondisi aman, tim kembali ke Markas Komando Damkar Kota Kendari.

Lokasi evakuasi berada di Lorong PDAM dengan jarak sekitar 9,7 kilometer dari markas, berdasarkan Google Maps.

Operasi didukung unit rescue, senter, serta bahan bakar pertalite, dengan kondisi cuaca cerah selama penanganan.

Kegiatan dipimpin Komandan Regu Penyelamatan Peleton 1, Muhamad Sumarjan.*

Musda JMSI Sumsel Aklamasi Firdaus Komar Ketua 2025–2030

PALEMBANG, KENDARIKINI.COM – Musyawarah Daerah (Musda) JMSI Sumatera Selatan berlangsung lancar, demokratis, dan penuh kekeluargaan, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan digelar di Citra Grand City dan menjadi momentum penting menentukan arah kepemimpinan media siber di Sumsel.

Musda dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka Ketua Umum JMSI Teguh Santosa yang hadir langsung dari Jakarta.

Sebanyak 12 pimpinan media anggota JMSI Sumsel dari berbagai daerah turut hadir bersama sejumlah peninjau undangan.

Plt Ketua JMSI Sumsel, Iqbal Irsyad, menekankan pentingnya soliditas organisasi menghadapi tantangan industri media digital.

Agenda utama Musda adalah pemilihan Ketua Pengda JMSI Sumsel periode 2025–2030 melalui mekanisme sidang resmi.

Dalam tahap pencalonan, nama Firdaus Komar muncul sebagai satu-satunya kandidat yang diusulkan peserta.

Seluruh pemilik hak suara sepakat memilih Firdaus Komar secara aklamasi sebagai ketua JMSI Sumsel.

Keputusan tersebut disahkan pimpinan sidang melalui pengetukan palu sebagai tanda resmi hasil Musda.

Ketua Umum JMSI Teguh Santosa mengapresiasi jalannya Musda yang dinilai mencerminkan kedewasaan organisasi pers.

Ia menegaskan pentingnya menjaga etika, musyawarah, dan percepatan verifikasi media ke Dewan Pers.

Firdaus Komar menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh anggota JMSI Sumsel.

Ia berkomitmen membangun organisasi secara kolektif, inklusif, dan memperkuat kolaborasi antaranggota.

Fokus program meliputi peningkatan kapasitas jurnalis, verifikasi perusahaan pers, dan kerja sama strategis dengan pemerintah.

Musda ditutup dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen memperkuat organisasi ke depan.*

Pemakaman Asruddin Berlangsung Khidmat, Kajati Sulsel Wakili Pelepasan

PINRANG – Prosesi pemakaman Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti, Asruddin, berlangsung khidmat di Kabupaten Pinrang.

Jenazah almarhum diberangkatkan dari RSUD Daya Makassar, Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 16.30 WITA menuju rumah duka.

Rumah duka berada di Lappa-Lappae, Kelurahan Telumpanua, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang.

Upacara pelepasan jenazah secara kedinasan digelar pada Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 12.00 WITA.

Upacara tersebut mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Pinrang, Sinrang.

Setelah prosesi kedinasan, jenazah disalatkan di Masjid Ar-Rahman setempat.

Selanjutnya, jenazah dibawa ke lokasi pemakaman di Lappa-Lappae untuk dimakamkan.

Prosesi berlangsung lancar dan penuh penghormatan dari keluarga serta jajaran kejaksaan.*

Kapolri Ajak Pemuda Persis Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

JABAR, KENDARIKINI.COM – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen bangsa menjaga stabilitas kamtibmas.

Hal itu disampaikan saat membuka Muktamar XIV Pemuda Persis di Soreang, Bandung, Sabtu, 25 April 2026.

Sigit menyoroti perkembangan teknologi yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan, termasuk misinformasi yang meresahkan masyarakat.

Selain itu, ancaman lain seperti narkoba, kejahatan siber, dan kekerasan seksual masih menjadi perhatian serius.

Menurutnya, menghadapi tantangan tersebut membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak, termasuk organisasi kepemudaan.

Ia berharap Pemuda Persis dapat bersinergi dengan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sigit menegaskan, Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen bangsa Indonesia.

Karena itu, sinergi dan soliditas Polri bersama Pemuda Persis akan terus diperkuat ke depan.

Ia juga menyinggung kondisi global yang penuh ketidakpastian dan berdampak pada berbagai sektor di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya menghadirkan program terbaik demi kepentingan masyarakat dan bangsa.

Sigit mengajak generasi muda berperan aktif menghadapi tantangan global dengan semangat kontribusi nyata.

Ia menilai, persatuan dan kesatuan menjadi kunci utama menghadapi berbagai ancaman bangsa.

Semangat kebersamaan, kata Sigit, telah terbukti saat Indonesia memperjuangkan kemerdekaan.

Dengan nilai persatuan, Indonesia diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan.*

Gubernur Sultra Buka Lomba Senam Anak Indonesia Hebat 2026

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Lomba Senam Anak Indonesia Hebat Garuda Mepekoaso 2026.

Kegiatan ini dibuka Gubernur Sultra Andi Sumangerukka di Lapangan Eks MTQ Kendari, Minggu (26/4/2026).

Peserta lomba berasal dari pelajar tingkat SMP, MTs, hingga SMA se-Sulawesi Tenggara.

Gubernur menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai edukatif dan membangun karakter generasi muda.

Ia menegaskan lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi sarana membentuk pola hidup sehat.

“Ini membangun kesehatan jasmani dan rohani, sekaligus mencetak generasi tangguh dan berdaya saing,” ujarnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian rangkaian HUT ke-62 Sultra dan peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Gubernur juga mempromosikan program SMA Unggulan di Konawe Selatan yang berstandar internasional.

Sultra menjadi salah satu dari empat provinsi penerima program sekolah unggulan nasional tersebut.

Saat ini, sekitar 500 siswa telah mendaftar, dengan progres pembangunan mencapai 25 persen.

Gubernur berharap pelajar Sultra memanfaatkan peluang pendidikan tersebut secara maksimal.

Suasana semakin meriah saat gubernur berinteraksi langsung dan membagikan hadiah kepada peserta.

Kegiatan ditutup dengan senam massal bersama sebagai simbol ajakan hidup sehat.

Turut hadir Ketua DPRD Sultra, Forkopimda, Ketua TP PKK, Tim Ahli, dan kepala OPD.*

PKK Sultra Rombak Pengurus, Fokus Efektivitas Program Kerja

KENDARIKINI.COM – TP PKK Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan penyegaran organisasi untuk sisa masa bakti 2025–2030, 16 April 2026.

Agenda ditandai pemberhentian dan pengangkatan pengurus baru dalam seremoni khidmat di Kendari.

Kegiatan dihadiri jajaran pengurus TP PKK Sultra dan dipimpin Ketua TP PKK, Arinta Andi Sumangerukka.

Arinta menegaskan perubahan organisasi adalah hal lumrah demi menjaga kinerja tetap optimal.

Menurutnya, perombakan dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi secara menyeluruh.

Penempatan pengurus baru disesuaikan kompetensi dan ketersediaan waktu masing-masing personel.

Ia berharap program PKK tidak berhenti pada perencanaan, tetapi terealisasi nyata di lapangan.

Selain itu, PKK Sultra menekankan efisiensi koordinasi agar penanganan masalah lebih cepat.

Rantai birokrasi internal dipangkas untuk mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.

Arinta mengingatkan PKK merupakan organisasi sukarela yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Pengurus diminta bekerja profesional, ikhlas, dan menghindari konflik internal yang tidak perlu.

Ia juga menegaskan PKK bukan sekadar organisasi seremonial semata.

PKK diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pemberdayaan keluarga sebagai unit terkecil.

Acara ditutup dengan foto bersama sebagai simbol estafet kepengurusan dan semangat baru membangun Sultra.*

Polres Konawe Tangkap Dua Pelaku Curanmor Yamaha Aerox

KONAWE, KENDARIKINI.COM – Satreskrim Polres Konawe mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukumnya.

Peristiwa terjadi di Desa Tetemotaha, Kecamatan Wonggeduku, Kamis 16 April 2026 sekitar pukul 05.00 WITA.

Korban kehilangan satu unit sepeda motor Yamaha Aerox New 2025 bernomor polisi DT 4191 EA.

Menindaklanjuti laporan, tim opsnal melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku.

Tim dipimpin Kanit Buser Aiptu Supahmil berhasil mengamankan dua terduga pelaku.

Pelaku pertama, C.A. (23), ditangkap Sabtu 25 April 2026 di Desa Hongoa, Kecamatan Pondidaha.

Pelaku kedua, M.A.M. (20), ditangkap Minggu 26 April 2026 di Desa Lahotutu.

Keduanya diketahui berasal dari wilayah Kecamatan Wonggeduku dan sekitarnya.

Hasil interogasi awal, pelaku mengakui mencuri motor saat situasi sepi pada dini hari.

Aksi dilakukan dengan berkeliling mencari target kendaraan tanpa pengamanan memadai.

C.A. bertindak sebagai eksekutor, sementara M.A.M. mengawasi situasi sekitar lokasi.

Setelah berhasil, pelaku membawa kabur sepeda motor hasil curian dari lokasi kejadian.

Polisi mengamankan barang bukti satu unit Yamaha Aerox New 2025 milik korban.

Kedua pelaku kini ditahan di Mapolres Konawe untuk proses hukum lebih lanjut.

Penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan curanmor lainnya.

Polres Konawe mengimbau masyarakat meningkatkan keamanan kendaraan dan kewaspadaan.*

MBM Sultra Laporkan Oknum DPRD Baubau ke Polda

KENDARIKINI.COM – Mahasiswa Banteng Muda (MBM) Sulawesi Tenggara melaporkan oknum DPRD Baubau berinisial HB ke polisi.

Laporan disampaikan ke Polda Sultra terkait dugaan sikap tak etis dan pembatasan ruang kritik mahasiswa.

Peristiwa terjadi 20 April 2026 di depan Kantor DPRD Kota Baubau dan viral di media sosial.

Video beredar menunjukkan interaksi antara massa aksi dan oknum DPRD yang dinilai emosional.

Ketua MBM Sultra, Asar Buton, menilai pejabat publik harus bersikap profesional dan proporsional.

Ia menyebut laporan ini sebagai bagian kontrol sosial terhadap penyelenggara negara.

MBM menilai respons tidak tepat dapat berdampak buruk bagi praktik demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Karena itu, MBM meminta klarifikasi dan evaluasi terbuka terhadap dugaan tindakan tersebut.

MBM juga meminta Polda Sultra melakukan verifikasi dan pendalaman secara objektif dan transparan.

Proses penanganan diharapkan berjalan terbuka guna menjaga kepercayaan publik.

MBM menegaskan komitmen pada keberimbangan informasi sesuai UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Pihaknya membuka ruang klarifikasi bagi terlapor untuk menghindari kesalahpahaman publik.

MBM memastikan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dalam kasus ini.

Organisasi itu akan mengawal proses hingga ada kejelasan dan pertanggungjawaban hukum.*

OPINI: 62 Tahun Sultra, Harmoni Ditengah Ironi

0

Oleh: Falihin Barakati, Wakil Ketua PW IKA PMII Sultra

Sulawesi Tenggara yang disingkat dengan nama Sultra. Sebuah provinsi yang terletak di kaki Pulau Sulawesi. Telah 62 tahun berdiri sebagai sebuah daerah otonom. Usia yang tidak lagi muda sebagai suatu provinsi dengan berbagai dinamika yang telah dilalui.

Di hari perayaan 62 tahun lahirnya provinsi yang dijuluki Bumi Anoa ini, ada diksi yang menarik yang membaluti konsep perayaan HUT tahun ini, yaitu “Harmoni Sultra”. Yang kemudian menjadi tema besar: ” Harmoni Sultra, Produktif untuk Sultra Sejahtera”.

Saya meyakini di dalam pilihan kata “Harmoni” tersirat harapan besar dari Pemerintah Daerah Sultra sebagai penyelenggara kegiatan agar terbangun harmonisasi di tengah-tengah masyarakat Sultra. Untuk menguatkan keyakinan serta membaca harapan itu, mesti ada pemaknaan yang lebih mendalam dengan mengaitkan teks dan konteks. Bahkan dalam ilmu hermeunetika kontemporer, dialektika teks dan konteks tidak lah cukup, tetapi mesti juga dibarengi dengan kesadaran.

Olehnya itu, agar perayaan HUT ke-62 tahun ini memiliki nilai dan tidak terjebak pada euforia belaka maka perlu bagi kita untuk memaknai dan merefleksi usia enam dasawarsa lebih ini. Salah satunya melalui kata dalam tema yang diusung yaitu “Harmoni”, agar diksi ini bisa kita lihat bukan hanya dalam teks, tapi juga dalam konteks atau realitas sehingga bisa membangun kesadaran kolektif kita. Untuk memaknai kata ” Harmoni”, saya menggunakan dua pendekatan dengan melihat ironi di tengah masyarakat Sultra.

Pertama, pendekatan Sosial-Kemasyarakatan. Secara literal, harmoni merupakan suatu keserasian atau keselarasan. Dalam konsep sosial bisa dimaknai sebagai keadaan dimana kehidupan masyarakat yang hidup rukun, damai dan saling menghormati di tengah keberagaman.

Kita ketahui bersama, masyarakat yang hidup di Sultra sangat beragam baik dari segi suku, ras ataupun agama. Kemajemukan ini menjadi kekayaan sosial masyarakat jika mampu dipersatukan dan dirawat dengan baik. Namun yang menjadi ironi di tengah keberagaman itu, isu SARA masih saja berseliweran. Bahkan menyasar orang nomor satu di Sultra, Andi Sumangerukka (ASR) yang notabennya berdarah asli Sulawesi Selatan. Serangan isu SARA terhadap Gubernur ASR dimulai sewaktu momen Pilgub 2024 yang sampai sekarang masih terdengar di telinga. Antara asli Sultra dan tidak asli Sultra. Antara pendatang dan pribumi.

Jika isu ini terus dirawat, maka bukan hanya tidak sehat bagi kehidupan demokrasi kita, tetapi juga tidak baik bagi kehidupan sosial kemasyarakatan kita. Toh keberhasilan ASR sebagai Gubernur tidak akan dinilai dari suku mana dia berasal, tetapi sejauh mana dia mampu mensejahterakan masyarakat Sultra. Dalam kaidah fiqihnya disebut:” ‘ ‘ “.. Bahwa kebijakan atau tindakan seorang pemimpin terhadap rakyatnya harus dilihat dari sejauh mana membawa kemaslahatan atau kesejahteraan rakyatnya. Bukan ditentukan dari asal suku, agama ataupun identitas lainnya. Maka dibutuhkan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Sultra agar tidak terpecah belah karena isu SARA.

Kedua, pendekatan Ekonomi-Sumber Daya Alam. Dalam pendekatan ini, harmoni dapat dimaknai sebagai keselarasan antara kekayaan sumber daya alam Sultra dan keadaan ekonomi masyarakat. Salah satu kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Sultra adalah nikel, bahkan Sultra menjadi salah satu provinsi dengan cadangan nikel terbesar di Indonesia. Maka tidak heran banyak aktivitas pertambangan dan pabrik-pabrik besar pengelolaan nikel berdiri di Sultra. Namun apakah kekayaan ini juga membawa kesejahteraan bagi masyarakat Sultra? Situasi ini yang menjadi ironi.

Secara statistik, tingkat kemiskinan di Sultra tahun 2025 ada pada angka 10,14% atau 295,31 ribu dari total jumlah penduduk Sultra. Masih cukup tinggi. Jika dilihat peringkat nasional, berada pada urutan ke-22 dari 38 provinsi. Itu masih dari angka kemiskinan yang tercatat dalam statistik. Belum dilihat secara realitas di lapangan yang terkadang buat kita mengernyitkan dahi sambil bertanya, mengapa daerah sekaya ini dengan sumber daya alam melimpah masih banyak masyarakat miskin? Atau mungkin kah ini yang disebut oleh Richard Auty sebagai , kutukan sumber daya alam. Suatu fenomena paradoks dimana wilayah yang kaya akan sumber daya alam (minyak, gas, batu bara, mineral dsbg) tetapi kemiskinan tinggi, ketimpangan ekonomi dan masalah sosial. Semoga tidak.

Ini yang menjadi tugas berat Pemda Sultra di bawah kepemimpinan ASR yaitu mengharmonikan antara kekayaan sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat Sultra.

Dengan dua pendekatan ini, baik Sosial-Kemasyarakatan maupun Ekonomi-Sumber Daya Alam sudah cukup bagi kita untuk memaknai “Harmoni Sultra” serta membangun kesadaran kolektif di usia 62 tahun Sultra saat ini sehingga kita bisa berupaya bersama-sama mewujudkan harmoni di tengah ironi. Bukan saling menjatuhkan apalagi membiarkan ironi itu bertahan lama. Bukankah lebih baik menyalakan lilin di tengah kegelapan daripada menghardik kegelapan itu sendiri?

Selamat HUT Sultra ke-62 tahun. Harmoni Sultra, Produktif untuk Sultra Sejahtera.*

OPINI: JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma

0

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

KITA hidup di era ketika kecepatan mengalahkan kedalaman, dan sensasi mengalahkan substansi. Disrupsi digital yang semula dijanjikan sebagai demokratisasi informasi justru melahirkan paradoks: ruang publik semakin bising, tetapi semakin miskin makna.

Dominasi algoritma media sosial telah mengubah cara masyarakat Indonesia memproduksi dan mengonsumsi informasi. Algoritma tidak peduli pada kebenaran. Ia hanya peduli pada engagement: klik, komentar, dan share.

Akibatnya, muncul fenomena yang saya sebut “budak algoritma”. Kita bukan lagi pengguna platform, melainkan pekerja sukarela yang terus memberi makan mesin dengan emosi, amarah, dan drama. Sebab hanya itulah yang membuat algoritma menghujani kita dengan spotlight di atas panggung.

Dalam logika algoritma, yang viral belum tentu benar. Yang benar belum tentu viral. Dan perlahan, masyarakat kita mulai percaya bahwa yang viral itulah kebenaran. Dramatisasi menjadi mata uang baru diskursus publik.

Kasus pemotongan pernyataan Jusuf Kalla tentang konflik Poso adalah contoh terbaru tentang hal ini. Dalam sebuah forum rekonsiliasi, JK menjelaskan akar konflik Poso yang kompleks: ada faktor politik, ekonomi, ketimpangan, dan provokasi. Beliau menegaskan konflik itu bukan semata-mata agama.

Kalimat JK dipotong. Diambil hanya bagian saat beliau menyebut “ada kelompok dari luar yang membawa simbol agama”. Potongan 11 detik itu kemudian dijahit dengan gambar kerusuhan lama. Narasi baru yang dikembangkan: “JK tuduh umat agama tertentu biang kerusuhan Poso”. Tentu ini menyesatkan lagi membahayakan.

Potongan itu viral. Akun-akun anonim menyebarkannya dengan tagar provokatif. JK diframe sebagai tokoh yang melahirkan kebencian berdasarkan agama. Padahal konteks utuh pidato JK justru mengajak belajar dari kisah buruk di masa lalu untuk mempertahankan rekonsiliasi dan menolak stigmatisasi agama.

Apa yang dilakukan penyebar “narasi baru” kisah kerusuhan Poso bukan sekadar misinformasi. Ini malinformasi yang disengaja: mengambil fakta parsial untuk menciptakan kebohongan utuh. Tujuannya bukan mencari kebenaran, tapi menciptakan musuh bersama demi trafik dan mobilisasi kebencian.

Pakar komunikasi Marshall McLuhan pernah mengingatkan, “The medium is the message”. Di era algoritma, kalau kita pertajam pesannya jadi begini: “The algorithm is the message”.

Kata Profesor University of Toronto, Kanada ini, bentuk lebih menentukan daripada isi. Video 15 detik yang memancing marah mengalahkan esai 1.500 kata yang membuka diskursus dan mengajak berpikir.

Filsuf Harry Frankfurt dalam esai “On Bullshit” (2005) pernah menulis perbedaan antara “pembohong” dan “pembual”. Tulis Profesor Emeritus Princeton University itu kira-kira “pembohong” masih peduli pada kebenaran, karena ia harus tahu yang benar untuk menyembunyikannya. Sementara “pembual” tidak peduli sama sekali pada kebenaran. Ia hanya peduli efek. Dalam konteks inilah, kesetiaan pada algoritma dapat kita katakan telah melahirkan jutaan pembual digital.

Dilema komunikasi publik hari ini adalah ketika publik lebih nyaman dengan ilusi yang memuaskan biasnya daripada kebenaran yang menuntutnya berpikir. Dengan sendirinya demokrasi deliberatif menjadi mustahil. Ruang publik berubah jadi arena gladiator emosi.

Media arus utama pun terkadang tidak imun. Tekanan trafik memaksa sebagian redaksi ikut dalam perlombaan dramatisasi. Judul dibuat menjebak. Potongan video diunggah tanpa verifikasi konteks. Fungsi jurnalisme bergeser dari watchdog menjadi clickdog.

Padahal, menurut Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam buku mereka yang kerap kita jadikan rujukan, “The Elements of Journalism (2001, 2014), kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran.

Kebenaran di sini jelas bukan kebenaran versi algoritma, tapi kebenaran faktual yang diusahakan diketahui melalui disiplin verifikasi.

Filsuf Jerman Jürgen Habermas yang baru meninggalkan kita mengatakan bahwa ruang publik idealnya adalah arena di mana warga negara berdebat secara rasional demi kepentingan bersama. Sementara hari ini, bila memakai ukuran Profesor Emeritus dari Goethe University Frankfurt itu, ruang dibajak oleh filter bubble dan echo chamber. Dalam praktiknya, kita hanya mendengar apa yang ingin kita dengar.

Akibatnya, diskursus tidak lagi membangun pemahaman, tapi memperkuat polarisasi.

Kasus pelintiran cerita tentang kerusuhan Poso di atas menunjukkan bagaimana satu kalimat yang dipelintir bisa memantik ulang luka lama. Yang dirugikan bukan hanya JK, tapi perdamaian yang sudah susah payah dibangun di Sulawesi Tengah.

Menjadi “budak algoritma” berarti kita rela kehilangan otonomi berpikir. Kita bereaksi, bukan merefleksi. Kita meneruskan, bukan memeriksa. Kita menghakimi, bukan memahami. Ini krisis epistemik yang serius bagi kebangsaan.

Peran Pers Semakin Krusial

Di titik inilah pers harus mengambil posisi. Pers tidak boleh menjadi bagian dari masalah. Pers harus kembali menjadi penjernih ruang publik. Fungsi kurasi, verifikasi, dan klarifikasi adalah vaksin terhadap pandemi disinformasi.

Profesor Emeritus Wharton School, University of Pennsylvania, Edward S. Herman dan Profesor Emeritus MIT Noam Chomsky dalam “Manufacturing Consent: The Political Economy of the Mass Media” (1988, 2002) pernah mengkritik media yang tunduk pada kuasa.

Hari ini tantangan yang dihadapi media semakin bertambah: algoritma menjasi bentuk kuasa baru. Tunduk pada algoritma berarti tunduk pada logika pasar amarah.

JMSI sejak awal menegaskan bahwa media siber anggota wajib berpegang pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Media Siber. Tidak ada toleransi bagi media yang sengaja memotong konteks demi dramatisasi. Itu bukan jurnalisme. Itu propaganda.

Memulihkan ruang publik butuh keberanian. Keberanian untuk tidak ikut viral, ketika viral itu dibangun di atas kebohongan. Keberanian untuk kalah cepat, asal menang benar.

Filsuf kelahiran Hannah Arendt pernah berpesan dalam “Truth and Politics” (1967): “Kebenaran faktual, jika hilang, maka hilang pula ruang bersama kita”.

Jika pers menyerah, dan ikut menjadi budak algoritma, maka tidak ada lagi benteng terakhir bagi akal sehat bangsa.*

OPINI: Sejarah yang Terlupakan, Perjuangan SAUALA di Ranomeeto dan Leaya

Oleh: Adi Yusuf Tamburaka Sekjend Masyarakat Adat Tolaki Sulawesi Tenggara

Sejarah sering kali ditulis oleh mereka yang memiliki akses, kekuasaan, dan legitimasi. Namun di balik narasi besar yang tercatat dalam buku-buku resmi, terdapat kisah-kisah perjuangan lokal yang tak kalah heroik—sayangnya terpinggirkan. Salah satunya adalah perjuangan SAUALA, penguasa wilayah Leaya, Ranomeeto, yang hingga kini belum memperoleh tempat layak dalam historiografi nasional maupun daerah.

Sebelum penangkapan Lamangga Tamalaki Wonua Konawe (panglima perang daerah) oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1911, telah ada sinyal kuat bahwa perlawanan terhadap penjajahan sedang disiapkan secara terstruktur. Dalam konteks itu, SAUALA disebut telah menerima perintah lebih awal untuk bersiap menghadapi agresi Belanda. Ini menunjukkan bahwa perlawanan di wilayah Konawe dan sekitarnya bukanlah gerakan spontan, melainkan bagian dari strategi yang terorganisir.

SAUALA, bersama tokoh lokal lainnya seperti TAMBURAKA, tampil sebagai figur sentral dalam mempertahankan wilayah Ranomeeto dan Leaya. Mereka bukan hanya simbol perlawanan, tetapi juga representasi keberanian masyarakat lokal dalam menjaga kedaulatan tanahnya. Dalam situasi ketimpangan kekuatan antara rakyat lokal dan kolonial, keberanian seperti ini bukan hanya tindakan fisik, tetapi juga bentuk perlawanan moral terhadap dominasi asing.

Menariknya, kegigihan SAUALA dalam melawan Belanda membuatnya sulit ditaklukkan secara militer. Ketika jalur kekerasan tidak berhasil, kolonial Belanda memilih pendekatan diplomasi—yang pada kenyataannya merupakan siasat. Melalui perundingan dengan keluarga SAUALA, Belanda menjanjikan bahwa ia tidak akan ditangkap. Namun janji itu dilanggar. SAUALA justru ditangkap dalam proses perundingan tersebut dan kemudian diasingkan ke Payakumbuh, Sumatera Barat.

Peristiwa ini bukan hanya mencerminkan strategi kolonial yang manipulatif, tetapi juga memperlihatkan pengkhianatan terhadap nilai-nilai dasar perundingan itu sendiri.

Ironisnya, nama SAUALA tidak tercantum dalam buku Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Sulawesi Tenggara yang diterbitkan pada tahun 1978–1979. Ketiadaan ini menimbulkan pertanyaan serius : siapa yang berhak menentukan siapa yang layak disebut pahlawan? Apakah karena perjuangannya tidak terdokumentasi secara formal, ataukah karena narasi lokal tidak dianggap cukup penting?
Upaya pelurusan sejarah sebenarnya telah dilakukan. Pada tahun 1986, ayah kami Sulaiman Tamburaka menyurati pemerintah untuk menyampaikan kembali kisah perjuangan SAUALA. Sumber utama yang digunakan adalah kesaksian Haliga, yang saat itu telah berusia lebih dari 80 tahun dan merupakan saksi langsung penangkapan ayahnya oleh Belanda. Kesaksian ini memiliki nilai historis yang tinggi karena berasal dari pelaku sejarah itu sendiri, bukan sekadar cerita turun-temurun tanpa dasar.

Melihat rangkaian fakta ini, sudah saatnya ada upaya serius untuk mengangkat kembali nama SAUALA dalam panggung sejarah.

Pengakuan tidak semata-mata soal penghormatan simbolik, tetapi juga bentuk keadilan historis. Ketika tokoh-tokoh lokal seperti SAUALA diabaikan, kita sebenarnya sedang kehilangan bagian penting dari identitas kolektif bangsa.

Sejarah tidak boleh eksklusif. Ia harus inklusif, membuka ruang bagi suara-suara yang selama ini terpinggirkan. Perjuangan SAUALA adalah bagian dari mozaik besar perjuangan bangsa Indonesia. Sudah seharusnya kisah ini diteliti lebih lanjut, didokumentasikan secara akademik, dan diakui secara resmi—agar generasi mendatang tidak hanya mengenal sejarah dari pusat, tetapi juga dari pinggiran yang penuh makna.*

Fikri Assegaf Terpilih Ketum PERADI RBA 2026–2031

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – Ahmad Fikri Assegaf terpilih sebagai Ketua Umum PERADI RBA periode 2026–2031.

Pemilihan berlangsung dalam Munas IV PERADI RBA, 24–25 April 2026, di Jakarta.

Forum tersebut menjadi momentum penting arah baru organisasi advokat Indonesia.

Fikri terpilih melalui mekanisme pemilihan langsung yang berlangsung demokratis dan dinamis.

Pergantian kepemimpinan menandai estafet dari Luhut M.P. Pangaribuan kepada kepengurusan baru.

Munas dinilai mencerminkan proses demokratis dalam organisasi advokat nasional.

Ketua DPC PERADI RBA Bandung dan jajaran menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Fikri.

Mereka berharap kepemimpinan baru memperkuat profesionalisme dan kepercayaan publik terhadap hukum.

Fikri membawa visi transformasi organisasi modern, berintegritas, dan berwibawa.

Ia menekankan digitalisasi layanan serta penguatan kode etik profesi advokat.

Program “Advokat Next Generation” disiapkan untuk membina advokat muda secara berkelanjutan.

Selain itu, Fikri menyoroti pentingnya konsolidasi internal dan soliditas antaranggota.

PERADI RBA juga diharapkan aktif menjaga supremasi hukum dan melindungi advokat.

Fikri merupakan lulusan Universitas Indonesia dan Cornell Law School.

Pengalaman lebih dua dekade memperkuat kepercayaan anggota terhadap kepemimpinannya.*

Wanita 18 Tahun di Kendari Lukai Diri Usai Diselingkuhi

KENDARIKINI.COM – Seorang perempuan berinisial HR (18), warga Konawe Utara, diduga melukai dirinya sendiri di Kendari.

Peristiwa terjadi di Jalan Bunga Duri 2, Lahundape, Kendari Barat, Minggu dini hari, 26 April 2026.

Aksi tersebut diduga dipicu kekecewaan korban setelah mengetahui kekasihnya berselingkuh dengan perempuan lain.

Saat kejadian, korban diketahui dalam kondisi dipengaruhi minuman keras bersama rekan-rekannya.

Komandan Tim Patroli Perintis Presisi Polda Sultra, Bripka Boy Sagita, membenarkan adanya laporan tersebut.

Informasi awal diterima dari pengemudi ojek online yang mengantar korban dalam kondisi terluka.

“Korban dalam keadaan mabuk dan mengalami luka sayatan pada bagian tangan,” ujar Bripka Boy.

Petugas kemudian melakukan pengecekan dan meminta keterangan awal dari korban di lokasi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban diduga melukai dirinya menggunakan silet hingga mengalami luka.

Aksi itu dilakukan karena korban kecewa usai mengetahui dugaan perselingkuhan kekasihnya.

Petugas segera mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Kendari untuk mendapatkan perawatan medis.

Kondisi korban saat ini masih dalam penanganan tenaga kesehatan.*

Polres Muna Tangkap Pengedar Sabu, Amankan 6,86 Gram Barang Bukti

MUNA, KENDARIKINI.COM – Satuan Reserse Narkoba Polres Muna mengungkap kasus peredaran sabu, Sabtu (25/4/2026) malam.

Penangkapan berlangsung sekitar pukul 21.45 WITA di Jalan Sugilaende, Kelurahan Laende, Kecamatan Katobu.

Petugas mengamankan pria berinisial MAA alias AB (38), warga setempat yang diduga sebagai pelaku.

Pengungkapan bermula dari laporan warga pukul 20.30 WITA terkait aktivitas mencurigakan diduga transaksi sabu.

Tim Satresnarkoba segera melakukan pemantauan dan memastikan keberadaan terduga pelaku di lokasi.

Petugas kemudian melakukan penggeledahan yang disaksikan Ketua RT setempat.

Dari penggeledahan awal, ditemukan sejumlah paket sabu yang disimpan pelaku.

Pelaku mengaku sebagian sabu ditempel di beberapa titik sekitar area pekuburan BTN Laende.

Tim bersama pelaku lalu melakukan pencarian di lokasi yang dimaksud.

Polisi menemukan 11 potongan pipet kuning berisi kristal bening diduga sabu.

“Total barang bukti seberat 6,86 gram bruto,” ujar Kasi Humas Polres Muna, IPTU Muh. Jufri, Minggu (26/4/2026).

Pelaku dan barang bukti kini diamankan di Polres Muna untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari keterangan awal, sabu diperoleh dari AR, warga binaan Rutan Kelas IIB Raha.

Pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika dan Pasal 609 KUHP terbaru.

Ia terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Polres Muna mengimbau masyarakat aktif melaporkan dugaan peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.*

Ferry Irawan Resmi Pimpin Perindo Sultra, Fokus Konsolidasi

KENDARIKINI.COM – DPP Partai Perindo resmi menunjuk Ferry Irawan sebagai Ketua DPW Perindo Sulawesi Tenggara.

Penyerahan SK dilakukan Ketua Umum Angela Tanoesoedibjo di MNC Tower, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Penunjukan ini dinilai langkah strategis mempercepat konsolidasi dan memperkuat struktur partai di Sultra.

DPP menargetkan kesiapan organisasi menghadapi dinamika politik yang semakin kompetitif ke depan.

Usai menerima mandat, Ferry menegaskan siap menjalankan arahan Ketua Umum secara maksimal.

Ia akan memprioritaskan konsolidasi menyeluruh hingga ke tingkat daerah di seluruh wilayah Sultra.

“Ketua Umum meminta segera memperkuat struktur partai sampai daerah,” ujar Ferry, Jumat (24/4/2026).

Dalam waktu dekat, Ferry menggerakkan DPD di 17 kabupaten/kota guna memastikan soliditas organisasi.

Selain itu, ia merancang restrukturisasi kepengurusan di tingkat DPW dan DPD.

Langkah tersebut penting untuk menghadapi verifikasi politik dan persaingan yang semakin ketat.

Ferry diharapkan membawa energi baru bagi Perindo Sultra pasca mundurnya ketua sebelumnya.

Ia merupakan Sarjana Hukum lulusan Universitas Halu Oleo tahun 2004.

Ferry juga memiliki pengalaman 14 tahun berkarier di TNI Angkatan Laut, sejak 2002 hingga 2016.

Dengan pengalaman tersebut, ia diyakini mampu memperkuat Perindo Sultra lebih solid dan progresif.*

KNPI Konut Tolak Tambang Nikel di Ibu Kota Wanggudu

KENDARIKINI.COM – Rencana aktivitas tambang nikel PT Geomineral Inti Perkasa (GIP) di Wanggudu menuai penolakan keras masyarakat.

Ancaman pencemaran dinilai membahayakan lingkungan, sumber air bersih, serta masa depan pembangunan ibu kota Konawe Utara.

Ketua DPD KNPI Konawe Utara, Khiroto Alam Achmad, menegaskan penolakan total terhadap keberadaan perusahaan tersebut.

Ia menilai aktivitas tambang di kawasan strategis ibu kota berpotensi merusak ekosistem dan kehidupan warga.

“Kami tidak akan tinggal diam. Ini sama saja mengorbankan rakyat,” tegas Khiroto.

KNPI mendesak pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menghentikan aktivitas PT GIP.

Data menunjukkan wilayah IUP PT GIP berada dalam kawasan RDTR Ibu Kota Wanggudu.

Hal ini dinilai bertabrakan dengan rencana tata ruang dan pengembangan kawasan perkotaan.

Selain itu, terdapat Danau Rano dalam wilayah IUP yang menjadi sumber air utama warga sekitar.

Kerusakan kawasan tersebut berpotensi mengancam ketersediaan air bersih masyarakat Wanggudu dan Puunggomosi.

KNPI juga menerima laporan dugaan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan hauling.

Jalur tersebut disebut melintasi beberapa desa, termasuk Puunggomosi, Ambake, dan Lambudoni.

Rencana itu dikhawatirkan berdampak pada hulu Kali Anggomate, sumber air penting Kecamatan Andowia.

Aktivitas alat berat berpotensi memicu sedimentasi dan pencemaran sungai.

“Ini bukan sekadar investasi, tapi menyangkut keselamatan warga,” ujar Khiroto.

KNPI mendesak Kementerian ESDM mencabut IUP PT GIP tanpa kompromi.

Mereka juga meminta penghentian total aktivitas hingga ada jaminan keamanan lingkungan.

Jika diabaikan, KNPI mengancam akan menggelar aksi besar sebagai bentuk penolakan.*

KPMM Muna Barat Gelar Diskusi dan Luncurkan Buku Wacana Era Disrupsi

KENDARIKINI.COM – Kesatuan Pemuda Mahasiswa Maperaha (KPMM) Muna Barat menggelar dialog publik dan peluncuran buku, Sabtu, 25 April 2026.

Kegiatan berlangsung di salah satu warkop di Kota Kendari, menghadirkan akademisi, legislator, penerbit, dan penulis.

Buku berjudul Transformasi dan Wacana di Era Disrupsi karya Rasmin Jaya menjadi fokus utama diskusi tersebut.

Anggota DPRD Kendari, L.M Rajab Jinik, mengapresiasi karya tersebut sebagai terobosan di tengah tantangan era disrupsi.

Ia menilai budaya literasi mahasiswa mulai menurun akibat derasnya arus informasi dan modernisasi global.

Rajab mendorong mahasiswa kembali pada peran sebagai agen perubahan dengan analisis tajam dan objektif.

Menurutnya, membaca tetap penting sebagai bekal gagasan dalam meraih cita-cita dan menghadapi tantangan masa depan.

Akademisi FIB UHO, Zulzaman, menekankan pentingnya literasi dalam menjawab tantangan bangsa yang semakin kompleks.

Ia mengingatkan setiap generasi memiliki tanggung jawab menciptakan sejarah melalui peran aktif mahasiswa.

Penerbit Rumah Bunyi, Kahar Mappasomba, menyebut karya tulis sebagai bentuk perjuangan selain aksi lapangan.

Ia berharap lahir penulis baru yang mampu memberi kontribusi bagi kebijakan dan perubahan sosial.

Penulis buku, Rasmin Jaya, menjelaskan proses kreatif lahirnya karya melalui tradisi membaca, diskusi, dan menulis.

Menurutnya, menulis adalah cara mengartikulasikan gagasan untuk memengaruhi publik secara positif.

Ketua Bawaslu Muna Barat, Awaluddin Usa, menilai buku tersebut penting sebagai referensi bagi berbagai kalangan.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan buku kepada narasumber sebagai simbol peluncuran resmi.*

UHO Perpanjang Registrasi Ulang SNBP 2026 Hingga 28 April

KENDARIKINI.COM – Universitas Halu Oleo (UHO) memperpanjang masa registrasi ulang calon mahasiswa baru jalur SNBP 2026.

Perpanjangan diberikan hingga 28 April 2026 pukul 15.00 WITA.

Kebijakan ini ditujukan bagi peserta yang belum menyelesaikan proses registrasi ulang sebelumnya.

Plt Rektor UHO, Herman, menyampaikan perpanjangan untuk memberi kesempatan lebih luas kepada calon mahasiswa.

Ia menegaskan, tidak ada tambahan waktu setelah batas akhir yang telah ditentukan.

Calon mahasiswa diminta segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi sebelum tenggat berakhir.

Pihak kampus juga mengingatkan agar peserta mengikuti prosedur registrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Informasi lengkap terkait tahapan registrasi dapat diakses melalui laman resmi UHO.

UHO berharap seluruh peserta yang lulus SNBP dapat memanfaatkan perpanjangan ini dengan maksimal.*

Pesona Pulau Bokori Diangkat Lewat Teater “Mengejar Cinta”

KENDARIKINI.COM – Naskah teater “Mengejar Cinta di Bokori” mengangkat pesona wisata Pulau Bokori, Sulawesi Tenggara, melalui pendekatan seni pertunjukan.

Karya yang ditulis dan disutradarai Iwan Arab ini menampilkan kehidupan masyarakat pesisir, budaya lokal, serta daya tarik wisata bahari.

Cerita dibuka dengan monolog penjaga pantai yang menggambarkan keindahan alam Bokori, termasuk habitat penyu yang bertelur di pesisir.

Tokoh Mina dan Juma merepresentasikan kehidupan masyarakat Bajo, yang menggantungkan hidup dari laut dan aktivitas wisata.

Dalam dialog, keduanya menyoroti meningkatnya kunjungan wisatawan yang berdampak pada ekonomi warga sekitar pulau.

Mereka juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan pelayanan ramah demi mendukung program pengembangan pariwisata daerah.

Cerita semakin dinamis dengan hadirnya tokoh Wata, turis asal Jepang yang menggambarkan ketertarikan wisatawan asing terhadap Bokori.

Melalui dialog ringan dan humor, pertunjukan ini menyampaikan pesan tentang investasi, peluang usaha, dan pentingnya kolaborasi pemerintah serta masyarakat.

Di akhir cerita, penolakan cinta oleh tokoh utama menjadi simbol bahwa pembangunan wisata harus tetap berpijak pada nilai lokal dan kemandirian masyarakat.

Teater ini menegaskan bahwa Pulau Bokori tidak hanya indah, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan Sulawesi Tenggara.*

Sesjen Kemendiktisaintek Dorong UHO Perkuat Relevansi dan Sinergi Industri

KENDARIKINI.COM – Perguruan tinggi dituntut menemukan kembali relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

Hal itu disampaikan Sesjen Kemendiktisaintek Prof. Badri Munir Sukoco dalam sarasehan di Universitas Halu Oleo.

Kegiatan berlangsung Jumat, 24 April 2026, di Ruang Pertemuan Lantai 4 Rektorat UHO.

Sarasehan dihadiri dekan, pimpinan lembaga, dan perwakilan mahasiswa UHO.

Turut hadir Plt Rektor UHO Dr. Herman bersama Wakil Rektor I dan IV.

Prof. Badri menekankan pentingnya menentukan universitas rujukan sebagai tolok ukur pencapaian visi kampus.

“Kita membutuhkan dosen dan mahasiswa dengan keahlian spesifik menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mendorong penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan industri.

Menurutnya, kolaborasi membantu memetakan kebutuhan pasar dan mengadopsi keahlian praktis dunia usaha.

Langkah tersebut diharapkan meningkatkan dampak lulusan perguruan tinggi di masyarakat.

Prof. Badri juga menyoroti potensi kelebihan lulusan sarjana yang tidak sesuai kebutuhan masa depan.

Perguruan tinggi diminta mengevaluasi jumlah lulusan agar tidak terjadi oversupply sarjana.

Kampus, kata dia, harus menyiapkan future-ready talent yang adaptif dan kompeten.

Talenta tersebut harus memiliki keterampilan, karakter, dan kemampuan menghadapi perubahan dunia kerja.

Ia menegaskan peran dosen sangat penting dalam proses tersebut.

Dosen didorong terus meningkatkan kompetensi dan mengikuti pelatihan sesuai bidangnya.

Upaya itu bertujuan menjaga relevansi dan kualitas pendidikan tinggi di masa depan.*

PT Vale Dorong Hilirisasi Hijau di HUT Sultra ke-62

KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia Tbk memperkuat komitmen hilirisasi nikel berkelanjutan pada HUT ke-62 Sulawesi Tenggara.

Kegiatan berlangsung di kawasan MTQ Kendari, 24–27 April 2026, melalui partisipasi aktif dalam pameran publik.

PT Vale memperkenalkan progres proyek Pomalaa sekaligus mengedukasi masyarakat tentang praktik pertambangan ramah lingkungan.

Perusahaan juga menampilkan sinergi antara industri, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka membuka acara dengan pemukulan beduk bersama jajaran OPD Pemprov Sultra.

Sebanyak 24 agenda kegiatan dan 100 UMKM turut meramaikan perayaan tahunan tersebut.

Manager External Relation IGP Pomalaa, Hasmir, menegaskan komitmen operasional ramah lingkungan sejak tahap konstruksi.

PT Vale ingin memastikan hilirisasi berjalan seiring dengan menjaga kelestarian alam di wilayah Pomalaa.

Perusahaan juga menampilkan capaian Program Pemberdayaan Masyarakat yang telah berjalan selama satu dekade.

Salah satunya Asosiasi Petani Organik Kolaka yang kini menaungi 58 petani binaan.

Produk beras organik hingga olahan UMKM lokal turut dipamerkan dalam stan PT Vale.

Maskot Anoa “Kadoee” menjadi daya tarik sekaligus simbol pelestarian ekosistem hutan Sultra.

Pengunjung juga mendapat edukasi langsung terkait bahan galian nikel dan proses hilirisasi industri.

Partisipasi ini menjadi momentum pertama PT Vale dalam perayaan tingkat provinsi Sultra.

Mahasiswa, Ridwan, mengapresiasi standar keselamatan kerja PT Vale yang dinilai sangat ketat.

Ia menyebut perusahaan menerapkan budaya “safety first” secara disiplin di lapangan.

PT Vale menegaskan komitmennya menjadi mitra pembangunan daerah melalui industri berkelanjutan.

Perusahaan berharap kontribusi ekonomi dan pemberdayaan masyarakat terus meningkat di masa depan.*

Sesjen Kemendiktisaintek Bahas Arsitektur Pendidikan Tinggi di UHO

KENDARIKINI.COM – Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Prof. Badri Mutnir Sukoco, melakukan kunjungan ke Universitas Halu Oleo (UHO), Jumat, 24 April 2026.

Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan sarasehan bertema arsitektur pendidikan tinggi yang digelar di Aula Rapat Senat UHO.

Dalam pemaparannya, Prof. Badri menekankan pentingnya pemetaan Diktisaintek sebagai dasar pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

Ia menjelaskan, peta tersebut menjadi acuan dalam menentukan arah kebijakan serta kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan nasional.

Menurutnya, arsitektur pendidikan tinggi berperan strategis dalam mendorong kemajuan bangsa, termasuk kontribusi UHO untuk Sulawesi Tenggara.

Prof. Badri juga menyinggung visi Indonesia Emas 2045 sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024.

Ia menilai, visi tersebut masih jarang dibahas di lingkungan kampus, padahal menjadi landasan penting pembangunan nasional.

Visi Indonesia Emas 2045 menargetkan Indonesia sebagai negara bersatu, berdaulat, maju, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Plt Rektor UHO, Dr. Herman, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Sesjen Kemendiktisaintek.

Ia menyebut kegiatan ini menjadi momentum penting memahami arah kebijakan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi nasional.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah pusat.*

Pengda JMSI Sultra Bakal Gelar Seminar HAM

KENDARIKINI.COM – Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sultra bakal menggelar seminar Hak Asasi Manusia (HAM), Minggu 26 April 2026.

Usai melaksanakan giat halal bihalal, Pengda JMSI Sultra melanjutkan rapat perdana panitia Seminar HAM yang rencananya akan diselenggarakan di UHO.

Ketua Pengda JMSI Sultra, Adhi Yaksa Pratama mengatakan bahwa kegiatan seminar ini akan mengulas peristiwa HAM di Sultra.

“Kita akan ulas peristiwa Randi-Yusuf, masyarakat yang mesti diperhadapkan dengan ekspansi perusahaan sawit dan tambang di Sultra,” katanya

Sambungnya ia berharap giat ini dapat menjadi cikal bakal terbentuknya Kanwil HAM di Sultra.

“Saat ini kan di Sultra masih berstatus Wilker, harapannya dari seminar ini bisa mendorong terbentuknya Kanwil, mengingat banyaknya peristiwa HAM di Sultra,” ungkapnya.

Lanjutnya bahwa JMSI di pusat memiliki hubungan baik dengan Kementerian HAM. Di momentum HUT ke 6 kemarin dilaksanakan seminar HAM.

“Kita bawa barang ini ke daerah, dan semoga mendapatkan dukungan semua pihak,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia, Suhardi menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu kesediaan waktu Wilker HAM Sultra.

“Untuk tempat di UHO, Rektor sudah iyakan kemarin, sekarang kita tingal tunggu Wilker HAM Sultra, dan Ketua kami sementara berkoordinasi dengan JMSI pusat perihal kegiatan ini,” jelasnya.*

OPINI: ASR Dia Petarung dan Dermawan, Siapa Berani Bantah?

0

Oleh: Mirpans

Pagi di Minggu 26 April 2026, tadi saya terbangun setengah 7 pagi, seperti biasa saya terbangun gegara kedinginan, pendingin di kamar kami setelannya ibu negara, saya harus mengalah, dari pada tak dibuatkan kopi hitam di tiap baru bangunku.

Saya dikenal berani diluar, tapi dirumah dia lebih berani dari saya, dari segi umur, angkatan kampus dan organisasi saya lebih tua dan lebih duluan, tapi tetap dia lebih berani. Saya hanya kalah di kuli tinta, dia lebih duluan menekuni profesi ini, jaman bermahasiswa pangkatnya lebih tinggi dari pada suaminya. Starara LK HmI lebih tinggi LK nya dari pada saya. Tapi jangan fokus disitu, nanti keseleo tulisanku bisa dijewer telingaku, apalagi kalau didapat lihat foto dan video ciwi-ciwi bening sedang joget di sosmed, bisa merajuk dia yah kan.

ASR, akronim singkatan dari Andi Sumangerukka, Ia Gubernur Sultra saat ini. Saya bilang dia Petarung dan Dermawan. Siapa berani bantah? Oke sih, saya jawab satu per satu.

“Seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan” itu kata Pramoedya Ananta Toer dalam novel Bumi Manusia.

Pelan-pelan saya ulas satu per satu, Gubernur saat ini selalu dikaitkan dengan PT TMS, perusahaan di Kabaena. Yang saat ini tengah ditagih oleh Satgas PKH 2 Triliun, dan sudah dipanjar 500 Miliar. Ini langkah berani mengakui kesalahan.

Kalau mau berpikir adil, bukan politis yah, ini isu yang kerap diulang-ulang. Masyarakat selalu disajikan dengan isu ini. Istrinya pernah disematkan ratu nikel. Kalau saya dikasih begini Istriku, saya cariko hehe. Tapi dia tidak seperti itu. Dia tetap fokus pada tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin daerah ini.

PT TMS dimana itu? IUP nya ada di pulau kabaena pulau kecil di Sultra, lalu kalau mau adil lagi IUP PT Antam itu di pulau maniang, ini pulaunya lebih kecil dan ada di Kabupaten Kolaka, ini milik BUMN yah. Lalu di kabaena ada PT Timah, ini setengah sahamnya milik negara, dugaan pencemarannya lebih parah, saya pernah dua kali kesana mengambil data. Kalau mau menyombongkan diri, siapa yang berani bantah data-data tambang di Sultra yang ada saya pegang. Jadi negara sendiri yang memberikan contoh yah, clear yah.

Terus, serangan-serangan terus digencarkan oleh lawan politiknya. Terbaru isu soal program Sultra Cerdas. Menjawab isu itu ia langsung tegas jawab dengan berani merogoh kocek pribadinya. Ini langkah berani, sangat sedikit pemimpin yang berani seperti ini. Ditengah efisiensi anggaran, janji kampanye, ribertnya administrasi pemerintahan. Ia berani menjawab dengan menggunakan dana pribadinya. Saya saran ke lawan politiknya, kalau berani buat beasiswa serupa, gunakan dana pribadi. Kita tarung secara sehat.

Ini juga sebuah langkah kedermawanan, saya tak mau menulis banyak tentang kedermawanan belio. Banyak ji di Om Google cari saja sendiri.

Saya juga minta maaf yah Pak, pernah mewawancarai bapak soal isu ini tapi saya belum tulis beritanya yah Pak. Sebagai permohonan maaf saya, saya buat tulisan ini.

Lalu jembatan di Konut, dia juga pernah tegas mengutarakan gunakan dana pribadinya. Petarung dan dermawan bapak ini. Melihat penderitaan masyarakat ia langsung berani mengatakan itu untuk menjawab keluh kesah masyarakatnya.

Terus yang mesti kita pahami, pemerintahan itu ribet, administrasi bla bla. belum lagi oknum-oknum kadis yang minta japre, titip ini itu.

Kalau tanya pembangunan, sabar dan tenang. Bapak ini petarung dan dermawan. Andaikan tidak ada efisiensi anggaran, nda tahu dia sulap Sultra macam apa. Andaikan ini sistem kerajaan, tanpa ada aturan yang terlalu banyak mengikat, tumpang tindih, sudah ia apakan Sultra ini, pasti ia buat keren. Kasih belio kesempatan sampai selesai masa jabatannya. Mayoritas masyarakat Sultra yang pilih Bapak ini.

Kemudian apa lagi? dia berani bertarung yang kata orang ini bukan tanah kelahirannya, dia bukan suku asli sini. Ia hanya pernah besar disini. Bapaknya pernah bertugas disini. Untuk menjawab keramahan masyarakat disini baik saat ia kecil dan tiga kali bertugas disini sebagai Kabinda, Danrem dan Pangdam, ia kembali mengabdi untuk daerah ini.

Tenang dia bukan pemimpin yang menjadikan Paman mertuanya sebagai Sekdanya, Tante Mertuanya sebagai Kadis, dan sepupunya sebagai lurah. Kerajaan toh barang itu. Tenang, netijen berikutnya saya ulas kan kita tentang ini.

Lalu kalau dibilang saya orangnya ASR. Carikan foto saya yang sedang duduk berdua, pasti kalian tidak bisa dapat. Kalau dapat saya kasih rokok kesukaanku dua slop. Saya tidak satu suku dengan bapak ini, saya hanya anak seorang Transmigran, Almarhum Ayah Sunda, Ibu Bali yang memilih jadi mualaf.

Diakhir tulisan saya hanya mau titip pesan buat bapak “Bapak fokus bekerja saja, karena sejatinya pembenci akan tetap menjadi pembenci, sedangkan yang senang sama kita tidak akan pernah mencari salah kita, ia akan terus mendukung langkah kita, dan untuk lawan politiknya, mari bertarung secara sehat di 2029,”. “Sama kalau bisa titip copot kadis yang tak bisa kerja, ini bukan susah bapak saja, hal-hal kecil, tak mesti Bapak yang terlalu jauh turun ke bawah”.

Foto hanya pemanis, sudah ada yang punya barang ini. Dia hanya pura-pura berani sama Istrinya didepan kawan tongkrongannya.*

Polresta Kendari Gagalkan Penyelundupan LPG Subsidi, Dua Tersangka Diamankan

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari menggagalkan penyelundupan LPG 3 kilogram di Kendari Barat, Kamis (16/4/2026).

Pengungkapan terjadi di Jalan Ir. Soekarno, Kelurahan Dapu-Dapura, Kecamatan Kendari Barat.

Polisi mengamankan 67 tabung LPG subsidi yang diduga akan dijual ilegal.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Edwin L. Sengka, menyebut gas dijual ke luar daerah.

Harga jual mencapai Rp33 ribu hingga Rp35 ribu per tabung.

Pelaku membeli tabung dari kios kecil secara bertahap.

Tabung kemudian dikirim menggunakan kapal penumpang ke wilayah kepulauan.

Tujuan pengiriman berada di Desa Kaleroang dan Waru-Waru, Kabupaten Morowali.

Kasus terungkap setelah laporan warga pada Kamis malam sekitar pukul 22.00 WITA.

Polisi langsung melakukan penyelidikan dan menemukan barang bukti di Pelabuhan Wawonii.

Dua tersangka diamankan, yakni NTPK dengan 47 tabung dan I dengan 20 tabung.

Keduanya kini ditahan di Mapolresta Kendari bersama barang bukti.

Dalam pengembangan, polisi juga menemukan 83 tabung LPG kosong di Andonohu.

Tabung diangkut mobil Daihatsu Sigra bernomor polisi DW 1695 EF.

Diduga tabung akan ditukar sebelum dibawa ke Bungku Selatan, Sulawesi Tengah.

Polisi masih mendalami kasus bersama ahli, Pertamina, dan instansi terkait.

Pelaku dijerat Undang-Undang Migas dengan ancaman enam tahun penjara.

Denda maksimal yang dikenakan mencapai Rp60 miliar.

Kapolresta menegaskan LPG subsidi hanya untuk masyarakat yang berhak.*

Bank Sultra Undi BANGHOKI, Grand Prize Mobil di HUT Sultra

KENDARIKINI.COM – Bank Sultra menggelar puncak undian program BANGHOKI di Kendari, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan berlangsung di Pelataran Tugu Eks MTQ, bagian HUT ke-62 Sulawesi Tenggara.

Undian ini merupakan tahap akhir setelah proses sebelumnya dilakukan panitia penyelenggara.

Sehari sebelumnya, panitia telah menyegel alat undi dan menarik ratusan hadiah.

Proses undian disaksikan Dinsos Sultra, Polresta Kendari, serta notaris untuk menjamin transparansi.

Acara dihadiri Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dan jajaran Forkopimda.

Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menyebut program ini sukses besar.

Ia mengungkapkan pertumbuhan peserta undian mencapai 48 persen.

Saldo nasabah juga meningkat hingga 58 persen menjadi Rp1,2 triliun.

Program ini berpotensi dilanjutkan untuk meningkatkan loyalitas nasabah.

Gubernur Sultra mengapresiasi langkah Bank Sultra mengintegrasikan kegiatan dengan HUT daerah.

Menurutnya, Bank Sultra berkontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah.

Ia menyebut menabung di Bank Sultra turut mendukung pembangunan daerah.

Program BANGHOKI berlangsung sejak Juli hingga Desember 2025.

Program ini diperuntukkan bagi nasabah SIMPEDA dengan saldo minimal Rp1 juta.

Hadiah utama berupa dua unit mobil Toyota Raize.

Selain itu tersedia sepeda motor, emas, laptop, hingga berbagai hadiah elektronik.

Pemenang akan diumumkan melalui kantor layanan dan kanal resmi Bank Sultra.*

UPP Molawe Gelar Peningkatan Kinerja Pegawai Menuju Indonesia Emas

KENDARIKINI.COM – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Molawe menggelar kegiatan peningkatan kinerja pegawai.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kota Kendari, Minggu (26/4/2026).

Kepala UPP Molawe, Capt. Marsri Tulak R, mengatakan kegiatan bertujuan membentuk karakter pegawai.

Selain itu, kegiatan juga untuk meningkatkan motivasi kerja di lingkungan UPP Molawe.

Ia menegaskan, pembentukan karakter menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, pegawai yang berintegritas akan mendukung kinerja organisasi secara optimal.

Program ini juga bagian dari upaya menyongsong Indonesia Emas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pegawai memiliki semangat kerja yang lebih tinggi.

Selain itu, profesionalisme dan tanggung jawab kerja juga terus ditingkatkan.

UPP Molawe berkomitmen menghadirkan pelayanan pelabuhan yang lebih baik.

Langkah ini sekaligus memperkuat peran sektor transportasi laut di daerah.*

Musda JMSI Sumbar 2026, Aguswanto Terpilih Aklamasi

PADANG, KENDARIKINI.COM – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) 2026.

Kegiatan berlangsung di aula Kantor DPD Golkar Sumbar, Padang, Sabtu (25/4/2026).

Dalam forum tersebut, Aguswanto terpilih sebagai Ketua JMSI Sumbar secara aklamasi.

Ia akan memimpin organisasi untuk periode 2026–2031.

Musda dibuka Plt Ketua JMSI Sumbar, Novermal Yuska, yang juga pengurus pusat.

Hadir Kabid Siber Diskominfotik Sumbar Sony dan Sekretaris DPD Golkar Sumbar Helmi Moesim.

Novermal menekankan pentingnya melanjutkan program kerja organisasi secara berkelanjutan.

Menurutnya, kerja sama JMSI dengan instansi masih perlu ditingkatkan.

Ia menyebut banyak media online masih berjalan sendiri untuk bertahan.

Kepengurusan baru diharapkan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak.

Aguswanto mengucapkan terima kasih atas kepercayaan peserta Musda.

Ia berkomitmen menjalankan amanah bersama seluruh anggota JMSI Sumbar.

Aguswanto juga menargetkan sinergi dengan legislatif dan eksekutif.

Langkah awalnya adalah konsolidasi organisasi dan pembentukan cabang baru.

Saat ini, JMSI Sumbar baru memiliki tiga cabang aktif.

Cabang tersebut berada di Payakumbuh, Bukittinggi, dan Pesisir Selatan.

Ia menargetkan pembentukan cabang di setengah wilayah kabupaten dan kota.

Program lain mencakup kerja sama dengan sekolah dan kampus.

Fokusnya pada edukasi media dan peningkatan kapasitas pemilik media online.

Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi seperti Google AdSense untuk peningkatan pendapatan.

Sementara itu, Helmi Moesim menegaskan peran media sebagai kontrol sosial.

Ia berharap kepengurusan baru solid dan profesional mengembangkan organisasi.*

BASMI Sultra Desak Polisi Segel PT SLG, Diduga Tambang Ilegal

KENDARIKINI.COM – BASMI Sultra menyoroti aktivitas tambang PT Surya Lintas Gemilang di Pomalaa, Kolaka.

Perusahaan tersebut diduga tetap beroperasi meski belum memenuhi kewajiban administrasi pertambangan.

Ketua BASMI Sultra, Pikran, menyebut aktivitas PT SLG berpotensi melanggar aturan hukum.

Berdasarkan investigasi, perusahaan diduga belum mengantongi persetujuan RKAB dari pemerintah.

RKAB merupakan syarat utama bagi perusahaan untuk menjalankan operasi produksi tambang.

“PT SLG diduga beroperasi tanpa RKAB sah, ini pelanggaran serius,” tegas Pikran.

Selain itu, PT SLG juga disebut memiliki kewajiban denda yang belum diselesaikan.

Denda tersebut berasal dari sanksi Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

Namun, perusahaan diduga tetap melakukan aktivitas produksi di lapangan.

Pikran menilai kondisi ini mencerminkan lemahnya kepatuhan terhadap regulasi negara.

BASMI Sultra mendesak Dinas ESDM segera menghentikan aktivitas perusahaan tersebut.

Mereka juga meminta Polda Sultra turun langsung melakukan penindakan hukum.

“Kami minta lokasi segera dipasangi garis polisi,” ujar Pikran.

BASMI menilai langkah tegas penting untuk melindungi sumber daya alam daerah.

Organisasi ini menyatakan akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

Jika tidak ada tindakan, BASMI mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa besar.

Aksi tersebut untuk menuntut penegakan hukum di sektor pertambangan Sultra.*

Gubernur Sultra Siapkan Beasiswa Rp1,8 Miliar, Pendaftaran Segera Dibuka

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyiapkan beasiswa Rp1,8 miliar untuk mahasiswa Sultra.

Program beasiswa tersebut bersumber dari dana pribadi melalui yayasan milik gubernur.

Hal ini disampaikan saat acara undian nasabah Bank Sultra bertajuk Banghoki di Kendari.

Kegiatan berlangsung di kawasan MTQ pada perayaan HUT Sultra, Sabtu (26/4/2026) malam.

Gubernur memastikan pendaftaran beasiswa akan dibuka mulai pekan depan.

Proses seleksi akan dilakukan sebelum penyaluran kepada penerima pada Mei 2026.

Ia menegaskan bantuan ini tidak perlu menunggu proses penganggaran pemerintah daerah.

“Dananya dari pribadi saya, jadi tidak perlu menunggu proses lama,” ujar gubernur.

Program ini ditujukan bagi mahasiswa yang benar-benar membutuhkan bantuan pendidikan.

Sementara itu, program beasiswa Pemprov Sultra sebelumnya masih tertunda realisasinya.

Tercatat sekitar 3.000 mahasiswa telah mengajukan permohonan sejak tahun 2025 lalu.

Namun, realisasi terkendala administrasi dan menunggu APBD Perubahan 2026 disahkan.

Gubernur berharap beasiswa pribadi ini dapat menjadi solusi sementara bagi mahasiswa.

Program ini juga diharapkan membantu meringankan beban biaya pendidikan.

Pemprov Sultra tetap melanjutkan program beasiswa resmi melalui skema anggaran daerah.*

Festival Bokori Semarakkan HUT Sultra dengan Fun Bike dan Flying Board

KENDARIKINI.COM – Rangkaian HUT ke-62 Sulawesi Tenggara dalam Harmoni Sultra terus berlanjut, Sabtu (25/4/2026).

Hari kedua dipusatkan di Pulau Bokori melalui Festival Bokori yang melibatkan masyarakat luas.

Sebelum festival, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka bersama Forkopimda mengikuti kegiatan fun bike.

Kegiatan ini juga diikuti kepala daerah, OPD, komunitas sepeda, dan masyarakat umum.

Fun bike menjadi simbol ajakan hidup sehat sekaligus pembuka kegiatan festival.

Festival Bokori menghadirkan berbagai kegiatan menarik bagi masyarakat dan peserta.

Di antaranya lomba memasak halal yang diikuti TP PKK dan pelajar se-Sultra.

Selain itu, terdapat penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan lain yakni fun fishing yang melibatkan masyarakat umum di kawasan pesisir Bokori.

Atraksi flying board turut memeriahkan festival dengan aksi langsung Gubernur Sultra.

Dalam sambutannya, gubernur menekankan pentingnya kesehatan sebagai investasi jangka panjang.

Menurutnya, tubuh sehat akan berdampak pada pikiran yang kuat dan positif.

Ia menyebut kegiatan ini dirancang untuk dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Termasuk melalui lomba memasak dan memancing yang bersifat hiburan dan kebersamaan.

Gubernur juga menyiapkan hadiah bagi para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi.

Ia turut mengapresiasi Bank Indonesia atas dukungan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Festival Bokori menjadi daya tarik utama dalam rangkaian Harmoni Sultra tahun ini.

Kegiatan ini menggabungkan hiburan, kebersamaan, dan pemberdayaan masyarakat.*

Gubernur Sultra Lepas Gowes HUT ke-62, Promosikan Wisata

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sultra Andi Sumangerukka melepas gerakan bersepeda HUT ke-62, Sabtu, 25 April 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian rangkaian Harmoni Sultra 2026 dengan kampanye hidup sehat dan hemat BBM.

Start ditandai pengibaran bendera oleh gubernur sebagai tanda dimulainya gowes bersama.

Gerakan ini memadukan olahraga, kampanye lingkungan, dan promosi destinasi wisata daerah.

Rute dimulai dari gerbang Toronipa menuju Dermaga Pulau Bokori sejauh sekitar 14 kilometer.

Peserta melintasi jalur pesisir dengan panorama laut terbuka yang menjadi daya tarik utama.

Sejak pukul 06.00 WITA, peserta mulai berkumpul sebelum dilepas menuju garis finis.

Kegiatan dipusatkan di Pulau Bokori sebagai ikon wisata bahari Sulawesi Tenggara.

Peserta berasal dari masyarakat, komunitas sepeda, serta perwakilan instansi pemerintah.

Turut hadir bupati, wakil bupati, dan kepala OPD lingkup Pemprov Sultra.

Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya bagi peserta.

Gerakan ini menjadi simbol kebersamaan membangun daerah sehat dan berkelanjutan.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan meningkatkan promosi wisata Sulawesi Tenggara.

Momentum HUT ke-62 memperkuat semangat pembangunan daerah yang berdaya saing.*

Harmoni Sultra 2026 Dibuka, Dorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

KENDARIKINI.COM – Harmoni Sultra 2026 resmi dibuka pada HUT ke-62 Sultra di Tugu Religi Kendari, Jumat, 24 April 2026.

Pembukaan ditandai pemukulan bedug oleh Gubernur Sultra Andi Sumangerukka bersama pejabat pusat dan daerah.

Hadir Sekjen Kemdiktisaintek, Ketua TP PKK, Plh Sekda, serta 17 kepala daerah kabupaten/kota se-Sultra.

Gubernur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Wakatobi atas perubahan lokasi kegiatan.

Perayaan sebelumnya direncanakan di Wakatobi, namun dipindahkan ke Kendari karena kendala teknis.

Pemprov Sultra mengalokasikan anggaran pendidikan Rp5 miliar dan pembangunan infrastruktur untuk Wakatobi.

Gubernur mengajak masyarakat menikmati seluruh rangkaian kegiatan hingga penutupan.

Sekjen Kemdiktisaintek, Prof Badri Munir Sukoco, mengapresiasi penyelenggaraan Harmoni Sultra 2026.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi etalase ekonomi, budaya, dan potensi generasi muda Sultra.

Berbagai agenda seperti UMKM halal dan seni budaya menunjukkan kekuatan pembangunan daerah.

Ia juga menyoroti kolaborasi pemerintah, TNI, dan Polri dalam mendukung kegiatan tersebut.

Selain itu, progres SMA Unggul Garuda di Konawe Selatan telah mencapai sekitar 20 persen.

Sekolah tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026 sebagai program prioritas nasional.

Momentum HUT ke-62 diharapkan memperkuat harmoni dan kesejahteraan Sulawesi Tenggara.*

Gubernur Sultra Resmikan Stand UMKM di HUT ke-62

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sultra Andi Sumangerukka meresmikan Stand UMKM pada HUT ke-62 Sultra, Jumat, 24 April 2026.

Peresmian berlangsung di kawasan MTQ Kendari sebagai pusat kegiatan perayaan daerah.

Acara dihadiri Sekjen Kemendiktisaintek, perwakilan Bank Indonesia, Plh Sekda, dan kepala OPD Sultra.

Peresmian ditandai pengguntingan pita oleh gubernur bersama pejabat terkait.

Stand UMKM dihadirkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing pelaku usaha lokal.

“Peresmian ini bentuk dukungan nyata terhadap pelaku UMKM Sultra,” ujar Gubernur.

Usai peresmian, gubernur meninjau sekitar 100 stand UMKM dari berbagai daerah.

Ia berinteraksi langsung dengan pelaku usaha dan melihat produk unggulan yang dipamerkan.

Produk yang ditampilkan mencerminkan potensi ekonomi kreatif Sulawesi Tenggara.

Pemerintah daerah mengajak masyarakat mengunjungi stand sebagai dukungan produk lokal.

Langkah ini diharapkan meningkatkan promosi dan penjualan UMKM di Sultra.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian HUT Sultra ke-62.*

Polda Sultra Amankan Perayaan HUT ke-62 di Tugu MTQ

KENDARIKINI.COM – Personel Polda Sultra mengamankan perayaan HUT Sultra di kawasan Tugu Eks MTQ, Jumat malam, 24 April 2026.

Pengamanan dimulai pukul 20.30 WITA hingga selesai, menyasar pusat keramaian masyarakat.

Fokus pengamanan meliputi situasi kamtibmas, kelancaran arus pengunjung, dan antisipasi gangguan keamanan.

Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Iis Kristian, menyebut Tugu MTQ menjadi titik utama kegiatan.

Kehadiran personel kepolisian di lapangan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Pengamanan ini juga bagian komitmen Polda Sultra mendukung kelancaran seluruh rangkaian HUT daerah.

Kegiatan diharapkan berlangsung tertib, aman, dan kondusif selama perayaan berlangsung.

Polda Sultra menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan.

Dengan pengamanan maksimal, masyarakat dapat menikmati kegiatan dengan nyaman.

Momentum ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap peran kepolisian di Sulawesi Tenggara.*

Kasat Binmas Polres Buton Tekankan Pelayanan Prima dan Humanis

BUTON, KENDARIKINI.COM – Kasat Binmas Polres Buton, Iptu Almuhalid, memberi arahan kepada personel Binmas Polsek Sampolawa, 25 April 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan Harkamtibmas serta memperkuat peran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat.

Arahan menekankan pentingnya pelayanan prima yang humanis, responsif, dan profesional kepada masyarakat.

Iptu Almuhalid meminta personel menjadi problem solver di wilayah binaan masing-masing.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi aktif dan kemitraan dengan warga setempat.

“Personel Binmas harus menjadi garda terdepan membangun kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, pelayanan harus cepat, tepat, dan dilakukan dengan empati kepada masyarakat.

Selain itu, personel diminta meningkatkan kegiatan sambang dan penyuluhan kepada warga.

Deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas juga menjadi perhatian utama dalam arahan tersebut.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif di wilayah hukum Sampolawa.

Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kinerja personel Binmas dalam pelayanan publik.

Selain itu, memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.*

Propam Polres Buton Periksa Kendaraan Dinas Polsek Sampolawa

BUTON, KENDARIKINI.COM – Kasi Propam Polres Buton, Iptu Zaifullah, memeriksa kendaraan dinas di Polsek Sampolawa, 25 April 2026.

Pemeriksaan dilakukan saat kunjungan Kapolres Buton sebagai bagian pengawasan internal terhadap fasilitas dinas.

Kegiatan ini bertujuan memastikan kendaraan operasional dalam kondisi layak dan sesuai peruntukannya.

Iptu Zaifullah mengecek kondisi fisik kendaraan, kelengkapan surat, serta kebersihan dan perawatan.

Ia menegaskan pentingnya tanggung jawab personel dalam menjaga kendaraan dinas.

“Kendaraan dinas harus selalu dalam kondisi baik dan digunakan sesuai aturan,” ujarnya.

Menurutnya, kendaraan dinas merupakan sarana utama mendukung tugas kepolisian di lapangan.

Selain itu, Propam mengingatkan disiplin penggunaan kendaraan, termasuk larangan penggunaan di luar dinas.

Pengawasan ini diharapkan meningkatkan kedisiplinan anggota dalam memanfaatkan fasilitas negara.

Kegiatan ini juga bertujuan menunjang optimalisasi pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Polres Buton menekankan pentingnya kesiapan operasional demi menjaga keamanan wilayah hukum Sampolawa.*

Touring Kamtibmas, Kapolres Buton Tekankan Patroli dan Pelayanan Humanis

BUTON, KENDARIKINI.COM – Kapolres Buton menggelar Touring Kamtibmas dan memberikan arahan kepada Polsek Sampolawa, 25 Maret 2026.

Arahan disampaikan saat apel pagi dan pembinaan internal di Mapolsek Sampolawa.

Kapolres Buton, AKBP Ali Rais Ndraha, menekankan pentingnya kehadiran polisi di tengah masyarakat.

Menurutnya, pelayanan prima dan langkah preventif penting mencegah gangguan keamanan.

Personel diminta meningkatkan patroli rutin, khususnya pada jam rawan di wilayah hukum masing-masing.

Kapolres juga menegaskan pentingnya sinergi dengan tokoh masyarakat, agama, dan aparat desa.

Ia meminta seluruh laporan masyarakat diterima tanpa pengecualian, termasuk laporan sederhana sekalipun.

“Semua aduan harus diterima, sekecil apapun, jangan ada yang diabaikan,” tegasnya.

Kapolres juga mengingatkan pentingnya sikap ramah melalui senyum, sapa, dan salam kepada masyarakat.

Pendekatan humanis dinilai penting untuk menciptakan situasi aman dan kondusif.

Ia meminta anggota tetap tegas dalam penegakan hukum serta peka terhadap kondisi lapangan.

Kapolres menekankan disiplin, integritas, dan profesionalisme sebagai dasar pelaksanaan tugas.

Pelanggaran oleh anggota, lanjutnya, tidak akan ditoleransi dalam institusi Polri.

Kapolsek Sampolawa menyatakan siap menjalankan arahan dan meningkatkan kinerja pelayanan.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri di wilayah Sampolawa.*

Imigrasi Kendari Buka Booth Pelayanan di HUT Sultra ke-62

KENDARIKINI.COM – Imigrasi Kelas I TPI Kendari menghadirkan booth pelayanan pada HUT Sultra ke-62, 24–27 April 2026.

Booth pelayanan berada di nomor 32, meramaikan rangkaian kegiatan MTQ dan perayaan daerah.

Kehadiran booth bertujuan mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat secara langsung dan interaktif.

Pengunjung dapat mengikuti permainan, memperoleh merchandise, serta mengakses informasi layanan keimigrasian.

Imigrasi Kendari juga menghadirkan program paspor gratis bagi tiga warga yang lahir bertepatan HUT Sultra.

Program tersebut menjadi bentuk inovasi pelayanan sekaligus apresiasi kepada masyarakat Sulawesi Tenggara.

Kepala Kantor Imigrasi Kendari, Muhammad Novrian Jaya, menegaskan pentingnya pendekatan pelayanan yang terbuka.

Menurutnya, kegiatan ini menghadirkan layanan yang lebih mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

Ia menyebut, konsep interaktif memberikan pengalaman menyenangkan dalam mengenal layanan keimigrasian.

Program paspor gratis juga diharapkan meningkatkan partisipasi dan ketertarikan masyarakat terhadap layanan.

Antusiasme pengunjung menunjukkan tingginya minat terhadap layanan keimigrasian yang inovatif.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program “Imigrasi untuk Rakyat” dari Ditjen Imigrasi.

Program tersebut mendorong kehadiran aktif imigrasi melalui pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Imigrasi Kendari berkomitmen terus menghadirkan layanan publik yang informatif, dekat, dan bermanfaat.*

FORHATI Sultra Dorong Pendidikan Kesehatan Reproduksi Masuk Kurikulum

KENDARIKINI.COM – MW FORHATI Sultra menggelar bincang hati memperingati Hari Kartini ke-147, Sabtu, 25 April 2026.

Kegiatan mengusung tema “Perempuan Inspiratif untuk Perubahan” sebagai upaya mendorong peran perempuan dalam pembangunan publik.

Acara berlangsung di Kedai Ratu Alam, Jalan Boulevard, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Kegiatan dibuka Alumni HMI, Nur Alim, dan dipandu Sekretaris Umum FORHATI Sultra, Ayumilawarti.

Narasumber hadir antara lain Ayunda Hj Hadi Machmud, Ayunda Hj Sartiah Yusran, dan Yustina Fendrita.

Peserta berasal dari organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan komunitas yang fokus pada isu perempuan dan anak.

Diskusi menyoroti kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan keluarga serta pendidikan formal.

Koordinator Presidium FORHATI Sultra, Ayunda Yulianti D, menegaskan kegiatan ini lebih dari sekadar berbagi cerita.

Menurutnya, forum ini menjadi ruang penguatan dan inspirasi bagi perempuan untuk berkontribusi aktif.

FORHATI Sultra juga mendorong kesehatan reproduksi sebagai mata pelajaran khusus dalam pendidikan formal.

Materi tersebut diharapkan berbasis perspektif gender dan berdiri sebagai kurikulum mandiri.

Usulan ini menjadi perhatian utama dalam diskusi antara narasumber dan peserta kegiatan.

FORHATI berharap gagasan tersebut diakomodasi menjadi kebijakan publik di sektor pendidikan dan kesehatan.

Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti