Minggu, Oktober 25, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 57

Saksi Kunci Diperiksa, Sengketa Lahan Kantor Bupati Konsel Menguat

KONAWE SELATAN, KENDARIKINI.COM – Penanganan sengketa lahan di kawasan Kantor Bupati Konawe Selatan memasuki babak baru.

Polda Sulawesi Tenggara mulai memeriksa saksi dari pihak pelapor, Irwansyah, setelah sebelumnya dimintai keterangan.

Saksi yang diperiksa adalah Sunaryo, juru ukur saat awal transaksi lahan milik almarhum Hasan Togala.

Kehadiran Sunaryo dinilai penting untuk memperjelas kronologi awal kepemilikan lahan yang disengketakan.

Sunaryo mengaku diperiksa terkait perannya saat melakukan pengukuran lahan sebelum transaksi jual beli berlangsung.

“Saya diberi sekitar 12 pertanyaan terkait pengukuran lahan tersebut,” ujar Sunaryo, Jumat, 24 April 2026.

Ia hadir di Polda Sultra sejak pukul 08.00 WITA bersama Irwansyah dan asistennya, Yodin.

Pemeriksaan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WITA oleh penyidik.

Irwansyah menyebut baru satu saksi yang dihadirkan dalam pemeriksaan tahap awal ini.

Ia memastikan dua saksi lain segera dihadirkan untuk memperkuat posisi hukum yang diajukan.

“Rencananya ada tiga saksi, dua lainnya segera menyusul,” kata Irwansyah.

Namun, ia belum mengungkap identitas saksi tambahan yang akan diperiksa.

Irwansyah menegaskan akan tetap kooperatif mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan.

Ia berharap pemeriksaan saksi dapat membuka titik terang sengketa lahan yang berlangsung lama.

Upaya penyelesaian telah ditempuh melalui jalur persuasif hingga proses pengadilan.

Kasus ini bahkan bergulir sejak masa kepemimpinan bupati sebelumnya tanpa hasil final.

Publik kini menanti penanganan objektif dan transparan dari aparat penegak hukum.*

Polres Kolaka Tangkap Pelaku Penganiayaan hingga Tewas di Pomalaa

KOLAKA, KENDARIKINI.COM — Sat Reskrim Polres Kolaka menangkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Penangkapan dilakukan Tim Elang Anti Bandit, Sabtu pagi, 25 April 2026, sekitar pukul 06.30 WITA.

Pelaku berinisial M.A (24) diamankan di Kecamatan Wundulako, dipimpin KBO Sat Reskrim IPDA Hendra, S.H.

Dari interogasi awal, pelaku mengaku menganiaya korban pada 13 Januari 2026 di Desa Oko-oko, Pomalaa.

Kasus tersebut sebelumnya dilaporkan melalui LP Nomor: LP/B/06/I/2026/Polsek Pomalaa.

Korban bernama Sulton Sulaiman, laki-laki, kelahiran Banyuwangi, 17 Februari 2004, bekerja sebagai karyawan swasta.

Korban sempat dirawat tiga hari di RSUD Kolaka sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dimakamkan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Peristiwa bermula saat korban diduga dipaksa pelaku dan rekannya menggunakan sepeda motor sambil diancam senjata tajam.

Korban berusaha melarikan diri dengan melompat dari kendaraan yang sedang berjalan.

Pelaku bersama rekannya lalu melakukan pengeroyokan hingga korban mengalami luka serius.

Korban kemudian dievakuasi petugas keamanan setempat ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan.

Polisi melakukan olah TKP, memeriksa saksi, serta melakukan interogasi terhadap pelaku.

Pelaku sempat buron dan masuk daftar pencarian orang sejak Januari 2026.

Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Kolaka untuk proses hukum lebih lanjut.

Polisi akan melengkapi berkas penyidikan dan mendalami kemungkinan barang bukti lain.

Pelaku dijerat Pasal 466 Ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian.

Situasi penangkapan berlangsung aman dan kondusif.*

BADKO HmI Sultra Desak Usut Dugaan Tambang Ilegal PT KNI di IUP PT SLG Kolaka

KOLAKA, KENDARIKINI.COM – Dugaan penambangan ilegal di wilayah IUP kembali mencuat di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Aktivitas tanpa izin tersebut diduga terjadi di WIUP milik PT SLG dan menjadi sorotan publik.

BADKO HmI Sultra mengecam keras dugaan aktivitas PT KNI yang dinilai melanggar hukum pertambangan.

Sekretaris Umum BADKO HMI Sultra, Andi Aswar, menyebut praktik itu sebagai tindak pidana serius.

Menurutnya, penambangan ilegal berpotensi merugikan negara, merusak lingkungan, serta memicu konflik sosial masyarakat.

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan yang memungkinkan aktivitas ilegal terus berlangsung tanpa penindakan tegas.

BADKO HMI Sultra mendesak aparat penegak hukum segera mengusut dugaan tersebut secara menyeluruh.

Termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain di balik praktik tambang tanpa izin itu.

“Tidak boleh ada kompromi terhadap pelaku ilegal mining,” tegas Andi Aswar.

Ia meminta seluruh pihak terlibat diproses hukum tanpa pandang bulu demi keadilan.

BADKO HMI Sultra menilai penegakan hukum tegas menjadi kunci menghentikan praktik ilegal di sektor tambang.

Organisasi itu menyatakan siap mengawal kasus hingga ke Mabes Polri jika tidak ada langkah konkret.

Mereka juga membuka opsi aksi sebagai bentuk tekanan agar penanganan dilakukan secara serius.*

PT Bumi Konawe Minerina Serahkan Genset ke Polsek Lasolo

KONAWE UTARA, KENDARIKINI.COM — PT Bumi Konawe Minerina menyerahkan bantuan genset kepada Polsek Lasolo, Sabtu 25 April 2026.

Bantuan diberikan sebagai dukungan peningkatan fasilitas pelayanan kepolisian di wilayah Kabupaten Konawe Utara.

Penyerahan berlangsung di Kantor Polsek Lasolo dengan melibatkan pihak perusahaan dan jajaran kepolisian setempat.

Manager PT BKM, Syamsudin Alfatah mengatakan
Genset tersebut diharapkan menunjang operasional kepolisian saat terjadi gangguan pasokan listrik.

“Perusahaan menilai kepolisian berperan penting menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.

Dukungan ini menjadi bagian tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar operasional.

“PT Bumi Konawe Minerina juga menegaskan pentingnya sinergi antara perusahaan, aparat, dan masyarakat,” tambahnya.

Sinergitas dinilai mampu menciptakan kondisi sosial yang aman, harmonis, dan produktif.

“Bantuan genset menjadi simbol kepedulian perusahaan terhadap kebutuhan kelembagaan di daerah,” ungkapnya.

Perusahaan berkomitmen terus menjalin komunikasi dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Diharapkan, pelayanan Polsek Lasolo semakin optimal, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan listrik,” pungkasnya.*

Mabes Polri Didesak Awasi Penanganan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi IAI Rawa Aopa

JAKARTA, KENDARIKINI.COM — Aliansi mahasiswa menggelar aksi di Mabes Polri, mendesak pengawasan kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa mahasiswi IAI Rawa Aopa.

Aksi tersebut meminta Mabes Polri turun tangan mengawasi penanganan perkara yang kini ditangani Polres Kendari.

Massa juga mendesak pelimpahan atau penarikan kasus ke Polda Sulawesi Tenggara demi objektivitas penanganan.

Aliansi menilai kasus ini membutuhkan proses hukum yang profesional, terukur, dan bebas intervensi lokal.

Dalam aksi, mahasiswa membawa spanduk bertuliskan “Stop Kekerasan Seksual” serta tuntutan keadilan bagi korban.

Koordinator aksi, Robby Anggara, menegaskan pengawasan Mabes Polri sangat penting dalam kasus ini.

Ia menyebut, penanganan tanpa kontrol berpotensi menimbulkan keraguan terhadap objektivitas proses hukum.

Robby juga meminta kasus ditangani di tingkat lebih tinggi demi menjamin keadilan korban.

Menurutnya, langkah itu penting agar proses hukum berjalan maksimal dan memberikan rasa aman bagi korban.

Aliansi turut menyoroti pentingnya perlindungan korban selama proses hukum berlangsung.

Mereka menilai korban harus mendapat pendampingan, keamanan, serta perlindungan dari tekanan dan intimidasi.

Mahasiswa menegaskan korban tidak boleh menghadapi proses hukum sendirian, terutama dalam kasus sensitif.

Sementara itu, Wakil Rektor III IAI Rawa Aopa, Sardin, mengaku belum mengetahui peristiwa tersebut.

Ia menyebut, jika kejadian di luar kampus menjadi tanggung jawab pribadi, namun jika terkait kampus menjadi ranah institusi.*

Harmoni Sultra 2026 Resmi Dibuka, Awali HUT ke-62 Sultra

KENDARIKINI.COM – Perayaan HUT ke-62 Sulawesi Tenggara bertajuk “Harmoni Sultra: Produktif untuk Sultra Sejahtera” resmi dimulai, Jumat (24/4/2026).

Pembukaan berlangsung di Tugu Religi Kendari, ditandai pemukulan bedug oleh Gubernur Sultra Andi Sumangerukka bersama sejumlah pejabat.

Turut hadir Ketua TP PKK, Sekjen Kemdiktisaintek Prof Badri Munir Sukoco, Plh Sekda Sultra, serta 17 kepala daerah se-Sultra.

Perayaan berlangsung empat hari, 24–27 April 2026, dengan berbagai kegiatan tersebar di sejumlah lokasi di Kendari.

Agenda meliputi pawai budaya, pameran UMKM, festival Bokori, lomba pelajar, talkshow, hingga kegiatan sosial masyarakat.

Selain itu, terdapat fun bike, wisata, layanan kesehatan, hiburan rakyat, serta atraksi dirgantara kolaborasi Pemprov Sultra dan TNI AU.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Wakatobi terkait perubahan lokasi kegiatan.

Awalnya, perayaan direncanakan digelar di Wakatobi, namun dipindahkan ke Kendari karena kendala teknis.

Sebagai kompensasi, Pemprov Sultra mengalokasikan anggaran pendidikan Rp5 miliar untuk pembangunan sekolah di Wakatobi.

Pemerintah juga menyiapkan anggaran pembangunan infrastruktur jalan sebagai bentuk perhatian terhadap daerah tersebut.

Gubernur mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan Harmoni Sultra 2026.

Ia mengajak masyarakat menikmati seluruh rangkaian acara hingga penutupan perayaan HUT ke-62 Sultra.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan mampu mendorong Sulawesi Tenggara lebih produktif dan sejahtera.*

Diduga Langgar Sanksi, PT SLG Kembali Beroperasi di Kolaka

KENDARIKINI.COM — Aktivitas PT Surya Lintas Gemilang (SLG) di Pomalaa, Kolaka, diduga kembali berjalan meski terkena sanksi administratif.

Dugaan tersebut disampaikan Koordinator Rakyat Nusantara, Umar, dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2026).

Ia menyebut perusahaan diduga tetap berproduksi di wilayah IUP meski kewajiban administratif belum diselesaikan.

Selain itu, PT SLG disebut belum mengantongi dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Padahal, RKAB merupakan syarat wajib sebelum perusahaan tambang melakukan aktivitas produksi.

Umar mengungkapkan perusahaan diduga tetap beroperasi pada 16 April 2026 lalu.

Ia menegaskan setiap pemegang IUP wajib memenuhi seluruh perizinan sebelum menjalankan kegiatan produksi.

Menurutnya, sanksi administratif dari Satgas PKH juga harus diselesaikan sebelum aktivitas dilanjutkan.

Ia menilai dugaan aktivitas tersebut mencerminkan ketidakpatuhan terhadap hukum yang berlaku.

Kondisi ini dinilai berpotensi merugikan negara dan mengganggu tata kelola sumber daya alam.

Umar mendesak Kementerian ESDM, KLHK, dan aparat hukum segera menghentikan aktivitas tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait masih dalam upaya konfirmasi oleh media.*

Gubernur Sultra Hadiri Pawai Budaya HUT ke-62

KENDARIKINI.COM — Ribuan warga memadati kawasan MTQ Kendari menyaksikan pawai budaya HUT ke-62 Sulawesi Tenggara, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan bertema “Produktif untuk Sultra Sejahtera” berlangsung meriah dengan partisipasi berbagai elemen masyarakat.

Pawai dimulai dari UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra hingga berakhir di venue utama MTQ Kendari.

Sepanjang rute, masyarakat antusias menyaksikan ragam budaya khas dari seluruh kabupaten dan kota di Sultra.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka hadir bersama Ketua DPRD, Forkopimda, serta kepala daerah se-Sultra.

Kehadiran pejabat disambut meriah peserta pawai yang menampilkan pakaian adat dan seni tradisional.

Pawai resmi dilepas Plh Sekda Sultra Muhammad Fadlansyah di hadapan ribuan peserta dan masyarakat.

Peserta terdiri dari Paskibraka, Polri, Tamalaki, BI, PKK, Dekranasda, hingga pelajar dan organisasi daerah.

Seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sultra turut ambil bagian memeriahkan kegiatan budaya tersebut.

Acara ditutup dengan lulo massal yang melibatkan ribuan warga, memperkuat kebersamaan dan kearifan lokal.*

Warga Soroti ABS Diduga Gunakan Air Tanah di Morome

KENDARIKINI.COM — Warga menyoroti aktivitas PT Air Bersih Sejahtera (ABS) Mineral terkait dugaan penggunaan air dalam tanah.

Perusahaan tersebut berlokasi di Desa Morome, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Sorotan muncul dari video berdurasi 2 menit 28 detik yang diunggah akun Facebook berinisial AT.

Dalam video itu, AT mempertanyakan legalitas perizinan perusahaan yang berada di tengah pemukiman padat penduduk.

Selain itu, ia juga menyoroti dugaan penggunaan air tanah oleh perusahaan tersebut.

Menurut AT, aktivitas itu berdampak pada menurunnya debit air sumur warga dan masjid hingga hampir kering.

Keluhan tersebut memicu kekhawatiran warga terhadap ketersediaan air bersih di sekitar lokasi perusahaan.

Menanggapi hal itu, pihak PT ABS melalui Suparman meminta agar persoalan perizinan dan penggunaan air dikonfirmasi ke Pemda Konawe Selatan.

Ia menegaskan pihaknya mengikuti prosedur yang berlaku sesuai ketentuan pemerintah daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan terkait dugaan tersebut.*

Pertamina Dukung Polisi Usut Dugaan Penimbunan Solar Subsidi Lapulu

KENDARIKINI.COM — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menanggapi dugaan penimbunan solar subsidi di SPBN Lapulu, Kendari.

Kasus ini mencuat setelah video viral memperlihatkan pemindahan puluhan jerigen diduga berisi solar dari kapal ke mobil.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina, Lilik Hardiyanto, menyebut kewenangan terbatas pada area SPBU dan SPBN.

“Jika penyalahgunaan terjadi di luar SPBN, itu menjadi ranah aparat penegak hukum,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pertamina siap menindak tegas pelanggaran yang terjadi di wilayah operasional resmi perusahaan.

Pertamina juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah aparat penegak hukum dalam mengusut kasus tersebut.

“Kami siap memberikan data dan informasi untuk mendukung proses penegakan hukum secara transparan,” jelasnya.

Lilik mengimbau masyarakat menggunakan BBM subsidi sesuai peruntukan yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, BBM subsidi harus tepat sasaran dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

Masyarakat juga diminta aktif melaporkan dugaan penyalahgunaan melalui Call Center Pertamina 135.

Pertamina menegaskan komitmen menjaga distribusi energi agar adil dan tepat bagi masyarakat yang berhak.*

DPRD Sultra Siapkan RDP Dugaan Penimbunan Solar di SPBN Lapulu

KENDARIKINI.COM — DPRD Sulawesi Tenggara mengagendakan rapat dengar pendapat terkait dugaan penimbunan solar subsidi di SPBN Lapulu, Kendari.

Ketua DPRD Sultra, Tariala, mengatakan RDP akan melibatkan pihak terkait untuk mengusut dugaan pelanggaran tersebut.

“Kami sudah koordinasi dengan Polda Sultra, RDP segera digelar untuk membahas dugaan penimbunan BBM,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Kasus ini mencuat setelah aksi unjuk rasa mahasiswa di Kantor DPRD Sultra beberapa waktu lalu.

Massa aksi berasal dari Universitas Halu Oleo dan Universitas Sulawesi Tenggara.

Mereka menyoroti dugaan penimbunan solar subsidi di SPBN Djamalia Ningsih, Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli.

Salah satu orator, Rimba, menyebut praktik tersebut meresahkan masyarakat di tengah krisis BBM.

“Kondisi BBM sulit, tapi ditemukan penimbunan. Ini jelas melanggar aturan,” katanya.

Mahasiswa mendesak DPRD segera menggelar RDP dan aparat kepolisian memeriksa pihak terkait.

Mereka meminta pengelola SPBN dan oknum penampung BBM diusut secara transparan.

DPRD Sultra memastikan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui forum resmi RDP.*

Pengendara Keluhkan Macet di Eks MTQ Kendari, Rekayasa Lalu Lintas Dipertanyakan

KENDARIKINI.COM — Rekayasa lalu lintas perayaan HUT Sultra ke-62 di kawasan Eks MTQ Kendari menuai keluhan warga, Jumat (24/4/2026).

Salah satu pengguna jalan, Saldi, mengaku terjebak kemacetan cukup lama saat melintas di lokasi tersebut.

Ia menyebut kemacetan terjadi pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa atau magrib.

“Saya terjebak macet hampir satu jam saat melintas di sekitar Eks MTQ,” ujar Saldi.

Menurutnya, kemacetan diperparah minimnya petugas yang melakukan pengaturan lalu lintas di lapangan.

Ia berharap ke depan pengaturan lalu lintas lebih maksimal agar tidak merugikan pengguna jalan.

Perayaan HUT Sultra ke-62 memang dipusatkan di kawasan Eks MTQ dan sekitarnya.

Kondisi tersebut menyebabkan kepadatan kendaraan meningkat signifikan di sejumlah ruas jalan utama.

Warga pun meminta pihak terkait mengevaluasi rekayasa lalu lintas agar lebih efektif dan terkoordinasi.*

Sultra Maimo Sharia Fest 2026 Dorong UMKM dan Ekonomi Syariah

KENDARIKINI.COM — Bank Indonesia Sultra bersama Pemprov Sultra menggelar Sultra Maimo Sharia Fest 2026 di Kendari, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan UMKM dan ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Event tersebut juga bertepatan dengan peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sultra Maimo Sharia Fest merupakan bagian rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) menuju ISEF 2026 di Jakarta.

Perekonomian Indonesia tetap tumbuh 5,11 persen pada 2025, di tengah ketidakpastian global.

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 berada di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen.

Ekonomi syariah Indonesia juga menempati peringkat ketiga dunia versi SGIE 2025.

Sektor halal value chain nasional tumbuh 6,21 persen pada 2025, didukung sektor makanan halal dan pariwisata muslim.

Literasi keuangan syariah meningkat menjadi 43,42 persen, meski inklusi masih 13,41 persen.

Kegiatan berlangsung 24–26 April 2026 di Lippo Plaza, Tugu MTQ, dan Pantai Bokori.

Berbagai program dihadirkan seperti zona kuliner halal, sertifikasi UMKM, dan lelang wakaf produktif.

Selain itu, digelar pameran UMKM, business matching pembiayaan syariah, serta coaching pelaku usaha.

Digitalisasi diperkuat melalui perluasan QRIS dan edukasi transaksi keuangan digital.

BI dan Pemprov Sultra menegaskan komitmen memperkuat sinergi ekonomi syariah daerah secara berkelanjutan.*

KSBSI Desak Wali Kota Kendari Bentuk Satgas Ketenagakerjaan Jelang Mayday

KENDARIKINI.COM — Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kendari mendesak pembentukan Satgas Ketenagakerjaan, Jumat (24/4/2026).

Langkah ini untuk memperkuat perlindungan pekerja menjelang Hari Buruh Internasional (Mayday) pada 1 Mei 2026.

Ketua KSBSI Kendari, Iswanto Sugiarto, mengatakan satgas penting mengawasi perusahaan yang melanggar aturan ketenagakerjaan.

“Tujuannya melindungi pekerja dan mengawasi perusahaan yang tidak memenuhi hak normatif pekerja,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, advokasi KSBSI lebih banyak terkait pengawasan dibanding perselisihan hubungan industrial.

Kasus yang ditangani umumnya menyangkut upah di bawah UMK atau UMP serta BPJS pekerja tidak ditanggung perusahaan.

“Masalah ini masuk domain pengawasan ketenagakerjaan,” kata alumni Hukum UHO tersebut.

Iswanto menegaskan, keterlibatan Pemkot Kendari penting dalam pengawasan perlindungan pekerja melalui satgas.

Saat ini, pengawasan tenaga kerja berada di tingkat provinsi melalui Binwasnaker dan Deks Ketenagakerjaan Polda Sultra.

Menurutnya, kehadiran satgas kota akan memperkuat perlindungan dan menekan pelanggaran ketenagakerjaan.

Ia juga mengusulkan keterlibatan DPRD, kepolisian, dan serikat buruh dalam struktur satgas tersebut.

Selain itu, pembentukan satgas perlu diperkuat regulasi berupa Perda atau Perwali sebagai dasar penindakan.

Meski begitu, KSBSI tetap mendukung investasi di Kendari yang sejalan dengan kesejahteraan pekerja.*

Bripda Al A’raaf Juara 1 MTQ Kendari 2026

KENDARIKINI.COM — Personel Satbrimob Polda Sultra, Bripda Muhammad Al A’raaf, meraih Juara 1 MTQ Kota Kendari 2026.

Ia menjadi terbaik pada kategori Tilawah Dewasa Putra dalam ajang yang berlangsung 17–22 April 2026.

Meski aktif berdinas, Al A’raaf tampil maksimal melantunkan ayat suci Al-Qur’an dan unggul dari peserta lain.

Ia bertugas sebagai Bamin Urkeu Subbagrenmin Satbrimobda Polda Sultra.

Dansat Brimob Polda Sultra, Kombes Pol Agus Setiawan, mengapresiasi prestasi yang diraih anggotanya.

“Ini kebanggaan bagi kami dan bukti personel Brimob berprestasi di bidang keagamaan,” ujarnya.

Ia berharap capaian tersebut memotivasi personel lain untuk terus mengembangkan potensi diri.

Menurutnya, anggota Polri harus mampu berprestasi dalam tugas dan kegiatan positif di masyarakat.

MTQ Kota Kendari merupakan agenda tahunan untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Ajang ini juga mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Prestasi tersebut diharapkan memperkuat citra Polri yang humanis dan religius.*

DPRD Kendari Wacanakan Perda Terkait Isu LGBT

KENDARIKINI.COM — DPRD Kota Kendari merespons isu LGBT yang disebut mulai terdeteksi di wilayah Kota Kendari.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kendari, La Yuli, menyatakan pihaknya mendorong pembentukan Perda terkait hal tersebut.

“Tentu kita sebagai umat beragama menolak perbuatan yang dianggap menyimpang,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Ia menilai, selain aspek keagamaan, isu tersebut juga dikaitkan dengan dampak kesehatan dan sosial di masyarakat.

La Yuli menyebut wacana Perda dimaksudkan untuk memberikan aturan dan sanksi yang lebih tegas.

Menurutnya, upaya penanganan perlu melibatkan semua pihak, termasuk pemerintah, aparat, tokoh agama, dan masyarakat.

Ia juga mengajak orang tua meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak sebagai langkah pencegahan.

Wacana ini, kata dia, bertujuan menciptakan kondisi sosial yang kondusif di Kota Kendari.

Hingga kini, belum ada penjelasan lebih lanjut terkait konsep dan substansi Perda yang akan diusulkan.*

Polda Sultra Gelar Ibadah Paskah, Perkuat Iman Personel

KENDARIKINI.COM — Polda Sulawesi Tenggara menggelar ibadah perayaan Paskah di Gereja Oikumene, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan dimulai pukul 12.00 WITA dan diikuti personel serta keluarga Persekutuan Oikumene Polda Sultra.

Ibadah turut dihadiri Wakapolda Sultra Gidion Arif Setyawan dan sejumlah pejabat utama.

Hadir pula Kabiddokkes, Bhayangkari, serta jajaran Persekutuan Oikumene Polda Sultra.

Firman Tuhan disampaikan Sekretaris Sinode Gepsultra, Pdt. Leonardo Klesma Tonga.

Ia menekankan makna pengorbanan dan kebangkitan Yesus sebagai sumber harapan dan kasih.

Menurutnya, Paskah menjadi refleksi spiritual untuk memperkuat iman dan persaudaraan.

Momentum ini juga mendorong semangat pelayanan tulus dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung khidmat, mencerminkan kebersamaan di lingkungan Polda Sultra.

Ibadah diharapkan mempererat solidaritas serta meningkatkan nilai spiritual personel.

Semangat Paskah menjadi inspirasi meningkatkan integritas dan pengabdian kepada masyarakat.*

Kejari Tahan 6 Tersangka Korupsi Dana Hibah Pokir

KENDARIKINI.COM — Kejaksaan Negeri Magetan menetapkan enam tersangka kasus korupsi dana hibah program Pokir DPRD.

Penetapan dilakukan setelah penyidik memeriksa 35 saksi dan mengumpulkan ratusan dokumen serta barang bukti elektronik.

Enam tersangka terdiri dari tiga anggota DPRD dan tiga tenaga pendamping dewan.

Kasus ini terkait penyalahgunaan dana hibah APBD Magetan melalui program Pokir tahun anggaran 2020 hingga 2024.

Total rekomendasi dana mencapai Rp335,8 miliar, dengan realisasi sekitar Rp242,9 miliar yang disalurkan melalui 13 SKPD.

Penyidikan menemukan dugaan penyimpangan sistematis dalam pengelolaan hibah oleh oknum anggota DPRD.

Modus meliputi penguasaan proses hibah dari perencanaan hingga pencairan, serta penggunaan kelompok masyarakat sebagai formalitas administratif.

Proposal dan laporan pertanggungjawaban diduga disusun pihak tertentu yang terafiliasi dengan oknum dewan.

Selain itu, ditemukan praktik pemotongan dana hibah serta dugaan pengadaan barang fiktif.

Perbuatan tersebut dinilai melanggar hukum dan merugikan keuangan negara serta masyarakat penerima manfaat.

Para tersangka kini ditahan di Rutan Kelas IIB Magetan selama 20 hari sejak 23 April 2026.

Mereka dijerat dengan pasal tindak pidana korupsi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.*

Polisi dan Pemdes Dorong Penerangan Jalan Pendakian Pohara

KENDARIKINI.COM — Polisi, pemerintah desa, dan Dishub berkoordinasi memasang lampu penerangan di jalur pendakian Desa Pohara.

Langkah ini merespons minimnya penerangan yang berpotensi memicu kecelakaan dan tindak kriminalitas, terutama pada malam hari.

Jalur tersebut merupakan akses penting bagi warga serta pengunjung yang beraktivitas di kawasan Pohara.

Ipda Muhammad Rizal menegaskan penerangan jalan penting untuk keselamatan pengguna dan kenyamanan masyarakat.

“Penerangan memadai dapat menekan kecelakaan serta memberi rasa aman saat beraktivitas malam hari,” ujarnya, Jumat.

Selain itu, lampu jalan diharapkan mendorong aktivitas ekonomi serta memperlancar mobilitas warga setempat.

Selama koordinasi, situasi berlangsung aman dan kondusif, dengan dokumentasi sebagai bahan tindak lanjut program.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mempercepat realisasi penerangan jalan di Desa Pohara.

Program tersebut ditargetkan memberi manfaat nyata bagi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.*

Dewan Pers Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik di RUU Hak Cipta

KENDARIKINI.COM — Dewan Pers menyerahkan masukan revisi UU Hak Cipta kepada pemerintah, Kamis, 23 April 2026.

Dokumen diserahkan Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat kepada Menteri Hukum Supratman Andi Agtas di Jakarta.

Komaruddin menilai karya jurnalistik belum diposisikan sebagai ciptaan bernilai ekonomi dan dilindungi hukum secara kuat.

Ia menegaskan karya jurnalistik memiliki nilai intelektual, sosial, dan ekonomi yang harus diakui negara.

Revisi UU dinilai penting menjawab maraknya penyebaran ulang konten tanpa izin di era digital.

Dewan Pers juga mengusulkan penerapan prinsip fair use agar keseimbangan hak cipta dan akses publik tetap terjaga.

Sementara itu, Menteri Hukum menegaskan karya jurnalistik merupakan aset intelektual penting dalam ekosistem demokrasi.

Ia menyoroti ancaman penggunaan konten jurnalistik tanpa izin untuk pelatihan kecerdasan buatan.

Menurutnya, regulasi harus melindungi hak pencipta tanpa menghambat inovasi teknologi digital.

Dewan Pers mengusulkan pengakuan eksplisit karya jurnalistik sebagai objek hak cipta dalam undang-undang.

Selain itu, penguatan posisi wartawan sebagai pencipta serta kejelasan masa berlaku hak cipta juga diusulkan.

Langkah ini dinilai krusial menjaga keberlanjutan industri media di tengah disrupsi digital.*

YBM PLN Sulselrabar Salurkan Bantuan untuk Panti dan Dhuafa

KENDARIKINI.COM — YBM PLN UID Sulselrabar menyalurkan bantuan sosial bagi anak panti asuhan dan dhuafa di wilayah kerjanya.

Kegiatan berlangsung serentak, menyasar 303 penerima manfaat dari berbagai panti asuhan dan masyarakat kurang mampu.

Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan harian, serta santunan untuk mendukung operasional panti.

Pengurus Panti Asuhan Al-Bahri, Niar, mengapresiasi kepedulian PLN terhadap anak-anak panti.

Ia menyebut bantuan tersebut memberi kebahagiaan sekaligus semangat baru bagi anak-anak dalam menjalani kehidupan.

General Manager PLN UID Sulselrabar mengatakan kegiatan ini bagian komitmen hadir membantu masyarakat membutuhkan.

Menurutnya, bantuan yang diberikan diharapkan memberi dampak positif bagi masa depan anak-anak penerima manfaat.

Selain penyaluran bantuan, kegiatan diisi interaksi, doa bersama, serta motivasi bagi anak-anak agar tetap semangat belajar.

Program ini sejalan dengan komitmen PLN menghadirkan manfaat sosial berkelanjutan di tengah masyarakat.

YBM PLN diharapkan terus menjadi wadah berbagi dan menginspirasi kepedulian sosial bagi berbagai pihak.*

Ridwan Bae Tinjau Irigasi dan Bedah Rumah di Mowila

KENDARIKINI.COM — Anggota DPR RI Komisi V, Ridwan Bae, meninjau irigasi dan program bedah rumah di Mowila, Konawe Selatan, Jumat.

Kunjungan berlangsung di Desa Monapa dan Rakawuta, dihadiri pejabat daerah, TNI-Polri, kelompok tani, dan masyarakat.

Di Monapa, rombongan mengecek persawahan dan jaringan irigasi, serta berdialog langsung dengan para petani.

Petani mengusulkan pembangunan jembatan desa, rehabilitasi bendungan, dan pengaspalan jalan untuk distribusi hasil panen.

Selanjutnya, rombongan menuju Desa Rakawuta meninjau rumah warga penerima program bedah rumah.

Program tersebut merupakan bantuan aspirasi DPR RI tahun 2026 dengan total 10 unit rumah untuk masyarakat.

Kapolsek Mowila, H. Sukardi, memimpin pengamanan bersama personel guna memastikan kegiatan berjalan lancar.

Pengamanan dilakukan di seluruh titik kunjungan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Kunjungan ini bagian dari pengawasan pembangunan APBN, khususnya sektor pertanian dan perumahan di Konawe Selatan.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pukul 16.00 WITA dalam keadaan tertib sebelum rombongan kembali ke Kendari.*

Dugaan Perusakan TN Rawa Aopa, Warga Desak Penyelidikan

KENDARIKINI.COM — Dugaan perusakan hutan di TN Rawa Aopa Watumohai menuai sorotan publik di Sulawesi Tenggara.

Warga menilai aktivitas ilegal terjadi sistematis, mencakup pembukaan lahan, pembangunan jalan, hingga permukiman dalam kawasan konservasi.

Aktivitas lain meliputi perkebunan sawit, cengkeh, fasilitas pemerintah, dan pembangkit listrik yang diduga berada dalam kawasan lindung.

Temuan tersebar di Kolaka Timur dan Bombana, termasuk Desa Bou, Awiu, Morengke, dan Tinabite.

Warga menyebut pembukaan lahan, jaringan listrik, hingga bangunan walet berdiri di kawasan taman nasional.

Aktivitas tersebut diduga melanggar UU Nomor 18 Tahun 2013 dengan ancaman pidana berat dan denda besar.

Di sisi lain, warga mengaku mendapat tekanan saat mengajukan lahan sawah untuk kebutuhan pangan.

Kamarudin, warga Tatangga, menyebut permohonan pinjam pakai lahan justru direspons ancaman pidana.

Proposal masyarakat sejak Desember 2025 disebut belum mendapat tanggapan dari pihak pengelola.

Warga menilai penegakan hukum tidak adil, karena aktivitas besar terkesan dibiarkan.

Mereka mendesak aparat menyelidiki dugaan pembiaran, termasuk memeriksa pihak pengelola taman nasional.

Hingga kini, pihak SPTN II belum memberi respons atas upaya konfirmasi.

Sementara itu, pihak taman nasional mengaku telah melarang pembukaan lahan baru dan memasang plang pada kebun sawit.

Kasus ini dinilai krusial bagi perlindungan lingkungan di Sulawesi Tenggara.*

Basarnas Kendari Siaga SAR Harmoni Sultra

KENDARIKINI.COM — Kepala KPP Kendari Amiruddin AS mengatakan Basarnas Kendari menyiagakan SAR khusus pengamanan Harmoni Sultra dan Semarak Dirgantara 2026.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan fokus keselamatan peserta dan pengunjung.

Sebanyak dua tim disiapkan, masing-masing beranggotakan 10 personel, untuk mengantisipasi potensi keadaan darurat selama kegiatan berlangsung.

Tim pertama disiagakan di Pulau Bokori pada 25 April 2026, guna mengamankan Festival Bokori yang diprediksi ramai pengunjung.

Sementara tim kedua ditempatkan di Masjid Al Alam pada 26–27 April 2026, untuk pengamanan atraksi terjun payung di Teluk Kendari.

Amiruddin menegaskan kesiapsiagaan personel dan peralatan menjadi prioritas utama demi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

Sejumlah peralatan pendukung disiapkan, antara lain ring buoy, line throw, peralatan medis, alat komunikasi, tandu lipat, dan perlengkapan posko.

Basarnas juga menyiagakan alut berupa rescue car, RIB, jetski, sea rider, serta rubber boat untuk mendukung operasi SAR.

Langkah ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat serta meminimalisir risiko selama kegiatan berlangsung.*

Imigrasi Kendari Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Konawe

KENDARIKINI.COM — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di Desa Lalonggasumeeto, Konawe, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan bertajuk “Imigrasi untuk Rakyat” ini menjadi upaya mendekatkan layanan sekaligus kontribusi nyata di bidang kesehatan.

Sejak pagi, ratusan warga memadati Balai Desa Lalonggasumeeto untuk mengikuti layanan pemeriksaan kesehatan yang disediakan.

Peserta tidak hanya berasal dari desa setempat, tetapi juga warga Desa Soropia dan Kapoiala.

Antusiasme warga mencerminkan tingginya kebutuhan layanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat.

Kegiatan ini dipusatkan di desa binaan Imigrasi Kendari sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat melalui aksi sosial.

Kepala Kantor Imigrasi Kendari, Muhammad Novrian Jaya, menegaskan komitmen menghadirkan pelayanan yang bermanfaat langsung.

“Imigrasi hadir tidak hanya dalam layanan keimigrasian, tetapi juga peduli kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut kegiatan ini bagian dari Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya layanan kesehatan gratis.

Kegiatan dibuka Kepala Dinas Kesehatan Konawe, Yones, yang mengapresiasi inisiatif Imigrasi Kendari.

Menurutnya, kegiatan ini membantu masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan secara langsung.

Ia menyebut sekitar 300 hingga 400 warga menjadi sasaran layanan kesehatan gratis tersebut.

Yones berharap kegiatan serupa terus berlanjut dan menjadi contoh bagi instansi lain.

Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kesehatan.

Selain itu, program ini mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat melalui pelayanan humanis.

Program “Imigrasi untuk Rakyat” menjadi wujud peningkatan kualitas pelayanan publik yang responsif dan berkelanjutan.*

Dewan Kendari Nyatakan Perang Terhadap LGBT, Bakal Buat Perda

KENDARIKINI.COM — Anggota DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik, menyampaikan sikap penolakan terhadap LGBT di wilayahnya.

Pernyataan itu disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga nilai budaya, agama, dan norma sosial masyarakat setempat.

Rajab menilai, masyarakat memiliki hak mempertahankan tatanan sosial yang berlandaskan institusi keluarga tradisional.

Menurutnya, keluarga ideal terdiri dari peran ayah, ibu, dan anak sesuai nilai yang diyakini masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa pandangan tersebut sejalan dengan ajaran agama yang dianut mayoritas warga Indonesia.

Selain aspek moral, Rajab menyinggung kekhawatiran terhadap pengaruh, terhadap generasi muda di tengah perkembangan sosial saat ini.

Ia menilai perlunya langkah preventif agar nilai ketimuran dan norma kesusilaan tetap terjaga di lingkungan masyarakat.

Dalam sektor pendidikan, Rajab menekankan pentingnya kurikulum yang selaras dengan nilai orang tua dan lingkungan sosial.

Menurutnya, orang tua memiliki hak menentukan pendidikan moral anak tanpa intervensi yang bertentangan dengan keyakinan keluarga.

Rajab juga mengaitkan isu tersebut dengan stabilitas sosial guna mencegah potensi konflik di tengah masyarakat.

Ia menegaskan, sikap penolakan tidak dimaksudkan untuk mendorong tindakan diskriminatif atau kekerasan terhadap individu.

Namun, ia menyebut penolakan ditujukan pada normalisasi dan promosi LGBT di ruang publik serta kebijakan daerah.

“Tidak ada tempat buat LGBT di Kendari, kita akan buatkan perdanya,” tegas Rajab, Jum’at 24 April 2026.*

Dugaan Pungli Kasus BBM Ilegal di Konawe Disorot

KENDARIKINI.COM — Dugaan praktik pungutan liar dalam penanganan kasus BBM ilegal mencuat di Polres Konawe.

Dilansir dari Kendariinfo, Informasi itu disampaikan sumber berinisial LI, yang meminta Mabes Polri turun melakukan pemeriksaan menyeluruh.

LI mengungkap, Selasa (14/4/2026), polisi mengamankan mobil tangki milik PT Hasima Karya Persada.

Kendaraan itu diduga mengangkut biosolar tanpa dokumen legal berupa delivery order dari Pertamina.

Namun, sehari setelah diamankan, kendaraan tersebut dikabarkan telah dilepaskan oleh pihak kepolisian.

LI menduga pelepasan kendaraan itu berkaitan dengan adanya transaksi sejumlah uang.

“Kami menduga ada transaksi uang di balik pelepasan kendaraan tersebut,” ujar LI, Rabu (22/4).

Selanjutnya, Selasa (21/4), polisi kembali mengamankan mobil tangki bertuliskan PT Nusa Energy Rinjani.

Kendaraan itu diduga melakukan niaga solar tanpa izin resmi dari pihak berwenang.

BBM tersebut disebut berasal dari kapal kayu di muara Desa Baula, Konawe Selatan.

LI kembali menduga adanya permintaan uang agar kendaraan tersebut dapat dilepaskan.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP Taufik Hidayat, melalui Ipda Yaya Andika membantah tudingan tersebut.

Ia menjelaskan, kedua kendaraan diamankan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat.

Setelah pemeriksaan, dokumen kendaraan dinyatakan lengkap sehingga diputuskan untuk dilepaskan.

Yaya juga menegaskan tidak ada praktik setoran uang dalam proses tersebut.

“Itu tidak benar. Silakan dibuktikan jika memang ada,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya tetap berkomitmen mengusut dugaan pelanggaran BBM secara transparan dan prosedural.*

Polres Muna Tangkap Pelaku Curas Usai Lompat ke Laut

KENDARIKINI.COM — Satgas Gakkum Polres Muna menangkap pria berinisial FD (21) terkait kasus pencurian dengan kekerasan.

Pelaku diamankan di Kelurahan Palangga, Kecamatan Duruka, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 21.45 WITA.

FD diketahui merupakan warga Kelurahan Wali, Kecamatan Watopute, Kabupaten Muna.

Kasi Humas Polres Muna, IPTU Muh. Jufri, menyebut pelaku beraksi di dua lokasi berbeda.

Aksi pertama terjadi Sabtu (18/4/2026) pukul 23.00 WITA di depan Rumah Adat Muna.

Korban pertama berinisial HA melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Selang 25 menit, aksi kedua terjadi di Jalan By Pass Raha, Kelurahan Butung-Butung.

Korban kedua berinisial ZRF menjadi sasaran dalam kejadian tersebut.

Polisi langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari para korban.

Pelaku sempat dikejar warga usai menjalankan aksinya di lokasi kejadian.

FD bahkan menjadi sasaran amukan massa sebelum melarikan diri.

Untuk menghindari kejaran, pelaku nekat melompat ke laut.

Petugas akhirnya berhasil mengamankan pelaku dalam kondisi selamat.

Saat ini, FD telah diamankan di Mapolres Muna untuk proses hukum.

Barang bukti terkait kasus tersebut juga telah disita oleh penyidik.

Polisi mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan tindak kejahatan.

Laporan dapat disampaikan melalui kantor polisi terdekat atau Call Center 110.*

Isu LGBT Menguat di Kendari, Warga Soroti Dampak Sosial

KENDARIKINI.COM — Isu terkait LGBT mengemuka di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jum’at 24 April 2026.

Perbincangan meningkat seiring munculnya sejumlah kasus yang ramai dibahas masyarakat.

Fenomena ini juga sebelumnya menjadi perhatian publik di Makassar, Sulawesi Selatan.

Sejumlah elemen warga di Kendari mendorong langkah konkret menyikapi isu tersebut.

Pendekatan yang diusulkan meliputi aspek hukum, sosial, serta edukasi masyarakat.

Salah satu warga, Inal Tora, menyampaikan pandangannya melalui video di media sosial.

Ia menilai fenomena tersebut berdampak pada kehidupan sosial, khususnya generasi muda.

“Sangat mengganggu dan merusak tatanan kehidupan, termasuk generasi muda,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pengaruh media sosial terhadap perilaku anak muda saat ini.

Menurutnya, dorongan eksistensi digital memengaruhi cara pandang dan perilaku sebagian remaja.

Inal menilai fenomena tersebut bertentangan dengan nilai agama, sosial, dan budaya yang diyakininya.

“Mau sampai kapan dinormalisasi, padahal bertentangan dengan nilai yang ada,” katanya.

Pernyataan tersebut memicu beragam tanggapan dari masyarakat di ruang publik.

Sebagian mendukung, sementara lainnya menilai perlu pendekatan yang lebih inklusif.

Inal berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan solusi komprehensif.

Termasuk kemungkinan regulasi daerah untuk merespons dinamika sosial yang berkembang.

Isu ini menunjukkan pentingnya dialog terbuka dalam menyikapi perbedaan di masyarakat.*

Yuk Ikuti Program Qurban IZI Sultra Tawarkan Paket Terjangkau

KENDARIKINI.COM — Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) menghadirkan program qurban 1447 Hijriah di Sulawesi Tenggara.

Program ini mengusung tema “Semangat Lanjutkan Kebaikan, Berikan Qurban Terbaikmu”.

IZI menawarkan beberapa pilihan paket qurban dengan harga bervariasi dan terjangkau masyarakat.

Harga 1/7 sapi qurban lokal dibanderol Rp2.450.000.

Sementara satu ekor sapi qurban lokal dihargai Rp17.150.000.

Untuk kambing qurban lokal, masyarakat dapat berpartisipasi dengan biaya Rp5.000.000.

IZI juga menyediakan paket qurban Palestina sebesar Rp3.500.000 per 1/7 sapi atau kerbau.

Penyaluran qurban Palestina dilakukan dalam bentuk produk olahan.

Distribusi hewan qurban difokuskan di wilayah Sulawesi Tenggara.

Program ini bertujuan memperluas manfaat qurban bagi masyarakat yang membutuhkan.

IZI mengajak masyarakat menunaikan ibadah qurban sebagai bentuk kepedulian sosial.

Konfirmasi donasi dapat dilakukan melalui layanan kontak yang telah disediakan.

Pembayaran juga dapat ditransfer melalui rekening resmi IZI.

Melalui program ini, diharapkan semangat berbagi terus meningkat di momentum Idul Adha.*

72 Siswa Terdampak Keracunan MBG Duren Sawit, LMND Desak Kepala BGN Mundur

KENDARIKINI.COM — Kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis terjadi di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Sebanyak 72 siswa dari empat sekolah dilaporkan mengalami gejala sakit usai mengonsumsi makanan program tersebut.

Sekolah terdampak yakni SMA N 91, SD N Pondok Kelapa 01, 07, dan 09.

Gejala yang dialami meliputi sakit perut, demam, muntah, serta diare.

Menu yang diduga menjadi penyebab berasal dari dapur SPPG Pondok Kelapa II.

Salah satu hidangan yang dikonsumsi siswa adalah spaghetti bolognese.

Badan Gizi Nasional mengakui dapur tersebut belum memenuhi standar sanitasi.

Masalah ditemukan pada tata letak, fasilitas, dan pengelolaan limbah dapur.

BGN menyampaikan permintaan maaf serta menanggung biaya pengobatan korban.

Operasional dapur penyedia makanan juga dihentikan sementara untuk evaluasi.

Sejak awal 2026, kasus serupa terjadi di berbagai daerah.

Data menunjukkan korban keracunan MBG mencapai 4.755 orang hingga Februari.

Angka tersebut mengindikasikan persoalan tidak lagi bersifat insidental.

Program dinilai menghadapi masalah sistemik dalam pengelolaan keamanan pangan.

Tekanan target distribusi disebut berpengaruh pada lemahnya pengawasan sanitasi.

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi menyoroti lemahnya akuntabilitas program.

LMND menilai belum ada sanksi tegas dan transparansi pengawasan.

Wakil Sekjen LMND, Bagas Damarjati, menyebut korban bukan sekadar angka statistik.

Ia menegaskan perlunya tanggung jawab nyata dari penyelenggara kebijakan.

LMND mendorong penataan ulang regulasi dan pengawasan independen.

Selain itu, sanksi tegas diminta bagi pihak yang terbukti lalai.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya jaminan keamanan dalam kebijakan publik.*

Demo Mahasiswa Kendari Ricuh, Tuntut Pelaku Penyiraman Air Keras Diadili

KENDARIKINI.COM — Aksi mahasiswa di depan DPRD Sultra berakhir ricuh, Kamis (23/4/2026) sore.

Massa berasal dari Universitas Halu Oleo dan Universitas Sulawesi Tenggara di Kendari.

Mereka menuntut penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andri Yunus.

Awalnya, aksi berlangsung damai dengan penyampaian aspirasi di depan gedung dewan.

Situasi berubah saat massa mencoba masuk ke halaman DPRD Sultra.

Upaya tersebut dihadang aparat kepolisian dan Satpol PP yang berjaga di pintu gerbang.

Ketegangan meningkat hingga terjadi aksi saling dorong antara massa dan aparat.

Bentrokan fisik sempat terjadi, termasuk dugaan adu jotos antara oknum aparat dan mahasiswa.

Kondisi akhirnya mereda setelah kedua pihak sepakat menahan diri dan mundur.

Aksi ini menjadi sorotan publik terkait penanganan kasus kekerasan terhadap aktivis.

Mahasiswa mendesak aparat penegak hukum segera mengusut dan mengadili pelaku.*

Dugaan Jual Beli Alsintan, Warga Lalonona Mengadu ke DPRD

KENDARIKINI.COM — Ratusan warga Desa Lalonona mendatangi DPRD Sultra, mengadukan dugaan penyimpangan bantuan alsintan.

Aksi berlangsung di Kantor DPRD Sultra, Kamis (23/4/2026), melibatkan masyarakat Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe.

Warga menilai bantuan pemerintah untuk kelompok tani diduga diperjualbelikan oleh oknum kepala desa.

Ketua Asosiasi Warga Lalonona, Muh Arsatya, menyebut empat unit alsintan diduga telah dijual ke warga.

Namun, kata dia, Kepala Desa Wagiyanto tidak mengakui maupun mengetahui transaksi tersebut.

“Warga mengaku membeli, tetapi kepala desa membantah,” ujarnya.

Selain itu, warga juga mempersoalkan penyaluran bantuan UMKM yang dinilai tidak merata.

Mereka menuding bantuan lebih banyak diberikan kepada kerabat dan aparat desa.

Arsatya juga menyoroti perubahan APBDes 2025 yang diduga tidak melibatkan BPD.

Ia menyebut laporan pertanggungjawaban akhir tahun juga tidak pernah disampaikan ke masyarakat.

Sementara itu, Kades Lalonona Wagiyanto membantah seluruh tudingan terkait penjualan alsintan.

“Itu tidak benar,” singkatnya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan bantuan UMKM belum disalurkan dan masih berada di rekening desa.

Menurutnya, penyaluran tertunda karena belum ada kesepakatan antara warga dan pemerintah desa.

Ia juga menegaskan tudingan bantuan hanya untuk kerabat merupakan fitnah.

Warga berharap DPRD Sultra segera menindaklanjuti laporan dan mengusut dugaan tersebut.*

Kades Akacipong Bombana Dilaporkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

KENDARIKINI.COM — Dugaan pelecehan seksual menyeret Kepala Desa Akacipong, Kecamatan Poleang Selatan, Kabupaten Bombana.

Kasus ini dilaporkan ke Polres Bombana oleh pihak keluarga korban.

Kerabat korban, Sarwin, menyatakan laporan telah disertai kronologi dan bukti awal.

“Kasus ini sudah kami laporkan, berharap bisa segera diproses,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Peristiwa diduga terjadi pada Jumat, 10 April 2026, sekitar pukul 09.30 WITA.

Lokasi kejadian berada di rumah korban di Desa Akacipong.

Terduga pelaku berinisial Arifin (55), menjabat sebagai kepala desa setempat.

Korban berinisial Sarni (31), seorang ibu rumah tangga.

Berdasarkan laporan, pelaku awalnya datang membeli rokok dan berbincang soal harga sapi.

Korban mempersilakan pelaku duduk untuk berbicara di dalam rumah.

Namun, pelaku diduga menarik tangan korban, memeluk, dan mencium pipinya secara paksa.

Korban berusaha melawan hingga akhirnya pelaku melepaskan saat anak korban pulang.

Setelah kejadian, korban langsung menghubungi suaminya dalam kondisi trauma.

Kerabat yang datang ke lokasi mendapati korban dalam keadaan menangis.

Kasus ini kini dalam penanganan Polres Bombana untuk proses hukum lebih lanjut.

Pihak keluarga berharap penanganan dilakukan secara transparan dan adil.*

KWH Meter Listrik Setahun Tak Terpasang, Warga BTN Pradana Residence Keluhkan Developer

KENDARIKINI.COM — Warga BTN Pradana Residence mengeluhkan listrik yang belum menyala selama beberapa hari terakhir.

Muhamad Adit Ramadan mengaku sudah menghubungi pihak developer, namun belum mendapat respons.

“Lampu mati sudah beberapa hari, saya hubungi developer tidak ada respon,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Ia menyebut sebagian rumah sudah terpasang KWH Meter listrik, namun unitnya belum mendapatkan sambungan.

Padahal, rumah tersebut telah dilunasi sejak tahun lalu dengan pembayaran tunai lebih dari Rp200 juta.

“Kami tidak bisa tidur karena panas dan gelap,” tambahnya.

Penanggung jawab BTN Pradana Residence, Agung, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN.

Ia menyebut kendala terjadi karena kWh meter dan kabel listrik dari PLN masih kosong.

“Kami sudah bayar ke PLN, tapi alasannya material belum tersedia,” jelasnya.

Pihak pengembang mengaku terus menindaklanjuti keluhan warga terkait keterlambatan tersebut.

Warga berharap developer dan PLN segera memberikan kejelasan pemasangan listrik secara resmi.

Secara regulasi, perumahan wajib dilengkapi prasarana dan utilitas sesuai standar kelayakan.

Ketentuan itu diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan.

Permen PUPR Nomor 20/2019 juga mewajibkan rumah subsidi memiliki sambungan listrik berfungsi.

Selain itu, Kepmen PUPR Nomor 411/KPTS/M/2021 menegaskan listrik menjadi syarat rumah layak huni.

UU Perlindungan Konsumen menjamin hak warga atas kenyamanan dan kompensasi bila layanan tidak sesuai.*

Penghargaan ke PT SCM Dipertanyakan Ditengah Denda dan Konflik

KENDARIKINI.COM — Pemberian penghargaan kepada PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) menuai sorotan publik.

Perusahaan ini tercatat memiliki potensi sanksi administratif Rp1,017 triliun dari pelanggaran seluas 104,41 hektare.

Nilai tersebut setara sekitar Rp9,74 miliar per hektare, berdasarkan data daftar 50 perusahaan bersanksi terbesar.

Namun, dugaan pelanggaran belum sepenuhnya terungkap.

DPP GMNI Bidang SDM, Adi Maliyano, menyebut aktivitas tanpa IPPKH diduga mencapai 434 hektare.

Jika dihitung dengan pola sama, potensi kewajiban SCM bisa membengkak hingga Rp4,23 triliun.

Menurutnya, pelanggaran kawasan hutan berdampak pada kerusakan ekologis dan risiko bencana.

Ia menilai persoalan ini belum tuntas dan perlu transparansi penuh dari pihak terkait.

Sementara itu, konflik sosial di wilayah tambang masih terjadi.

Sejumlah warga dan petani disebut menghadapi tekanan hukum saat mempertahankan lahannya.

Ketua POSKOHAM, Jumran, menilai kondisi ini sebagai ironi penegakan keadilan.

Menurutnya, penghargaan di tengah konflik justru melukai rasa keadilan masyarakat.

Ia menegaskan pemerintah harus sensitif terhadap situasi warga terdampak.

Selain itu, realisasi pembangunan smelter juga dinilai belum sesuai harapan publik.

Publik kini menuntut kejelasan data luasan pelanggaran dan dasar pemberian penghargaan.

Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.*

Warga Resah, Dugaan Judi Sabung Ayam di Lalodati Puuwatu Kendari

KENDARIKINI.COM – Salah seorang warga, Jumrin mengungkap keresahan terkait dugaan aktivitas judi sabung ayam di Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Jum’at 24 April 2026.

“Informasinya kegiatan berlangsung rutin setiap hari Minggu, mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WITA,” katanya sembari mengirimkan sejumlah video bukti judi sabung ayam ke kontak redaksi media ini.

Warga menilai aktivitas tersebut meresahkan lingkungan sekitar dan berpotensi memicu gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat.

“Kegiatan tersebut diduga melanggar hukum karena mengandung unsur perjudian yang dilarang di Indonesia,” ungkapnya.

Warga berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti laporan tersebut dan melakukan penertiban di lokasi dimaksud.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan aktivitas tersebut.*

Berikut Jadwal Lengkap Harmoni Sultra 2026

KENDARIKINI.COM – Kadis Kominfo Sultra, Andi Syahrir mengatakan rangkaian Harmoni Sultra 2026 telah disiapkan secara detail.

Kegiatan dimulai Rabu, 22 April 2026 dengan gladi upacara di Lapangan STQ pukul 08.00–09.00.

Kamis, 23 April, digelar rapat paripurna DPRD Sultra pukul 09.30–12.00 dan gladi terjun payung pukul 09.15–10.30.

Jumat, 24 April, lomba cerdas cermat digelar pukul 10.00–13.00 di Lippo Plaza Kendari.

Dilanjutkan opening Maimo Sharia Fest pukul 14.00–15.00 dan talkshow hingga pukul 16.30.

Pawai budaya melibatkan 17 kabupaten/kota berlangsung pukul 14.00–16.30 di venue MTQ.

Lulo massal digelar pukul 16.30–17.00, lalu pembukaan pameran pukul 19.00–20.00.

Acara pembukaan resmi Harmoni Sultra berlangsung pukul 20.00–22.30, dilanjutkan hiburan artis.

Sabtu, 25 April, dimulai bersepeda hemat BBM pukul 06.00–07.30 menuju Pulau Bokori.

Festival Bokori berlangsung pukul 09.00–16.00 dengan lomba kuliner, nelayan, hingga aksi bersih pantai.

Kegiatan juga diisi forum edukasi TNI AU dan lomba esai pelajar hingga siang hari.

Malamnya, fashion show Bank Indonesia pukul 18.30–22.00 dan undian Banghoki hingga tengah malam.

Minggu, 26 April, digelar fun trip lima destinasi wisata sejak pukul 06.00–16.00.

Agenda lain meliputi gebyar BKMT, lomba senam, final videografi, hingga penganugerahan adat.

Acara ditutup hiburan malam serta closing Maimo Syariah Fest di Lippo Plaza Kendari.

Senin, 27 April, upacara adat Mosehe pukul 07.00–07.45 di Hotel Claro.

Upacara HUT Sultra ke-62 digelar pukul 08.00–09.00 di Lapangan STQ.

Dilanjutkan semarak dirgantara, penanaman pohon, hingga acara penutupan malam hari pukul 19.00–22.00.

Andi Syahrir menegaskan seluruh rangkaian ini menjadi momentum promosi wisata dan ekonomi Sultra.*

Yuk Dukung Pentas Aksi dan Kemah Kemanusiaan dengan Cara Beli Stiker

KENDARIKINI.COM – Konten stiker bernada kritik terhadap TNI beredar di media sosial dan menarik perhatian publik.

Akun Instagram @ruangsipil_update mengunggah desain stiker dengan tulisan provokatif dan visual kontras berwarna merah.

Dalam unggahan lain, terlihat seorang perempuan memegang dua stiker bertema “Kembalikan TNI ke Barak”.

Postingan tersebut disertai keterangan penjualan stiker dalam kegiatan bertajuk “Pentas Aksi & Kemah Kemanusiaan”.

Unggahan juga memuat ajakan penggunaan stiker di ruang perkuliahan, memicu beragam reaksi warganet.

Sejumlah pengguna mendukung kebebasan berekspresi, sementara lainnya menilai konten tersebut berpotensi menyinggung pihak tertentu.

Tagar seperti #kembalikantnikebarak dan #reformasijilid2 turut digunakan dalam unggahan tersebut.

Belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai konten dan distribusi stiker tersebut.

Fenomena ini menambah dinamika diskusi publik mengenai kritik sosial di ruang digital dan batasannya.*

Damkar Kendari Lepaskan Cincin Remaja, Evakuasi Berjalan Aman

KENDARIKINI.COM – Damkar Kota Kendari menangani evakuasi cincin yang melilit jari remaja, Kamis (23/4/2026) malam.

Laporan diterima pukul 19.45 Wita dari Rizky (15), warga Perumahan Tumbu, Jalan Ronga 1, Kota Kendari.

Korban langsung mendatangi Mako Damkarmat Kendari untuk meminta bantuan pelepasan cincin di jari manis tangan kanan.

Humas Damkar Kendari, Martoyo Awaluddin mengatakan kondisi jari korban sudah menimbulkan rasa sakit.

“Korban meminta bantuan karena cincin sulit dilepas dan menyebabkan nyeri pada jari,” ujarnya.

Tim penyelamatan segera merespons laporan dan memulai penanganan pukul 19.49 Wita di lokasi Mako.

Petugas melakukan persiapan alat serta tindakan evakuasi dengan hati-hati untuk menghindari cedera pada korban.

Cincin berhasil dilepaskan dengan aman menggunakan peralatan berupa gerinda kecil dan bantuan air.

Proses evakuasi selesai pukul 20.13 Wita tanpa kendala berarti selama penanganan berlangsung.

Kegiatan melibatkan Regu Penyelamatan Pleton 1 Damkar Kota Kendari.

Damkar mengimbau masyarakat segera meminta bantuan jika mengalami kondisi darurat serupa.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti