Jumat, Oktober 23, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8

Tiga Mahasiswa FT UHO Raih Bronze Medal di Ajang Internasional

KENDARIKINI.COM – Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (FT UHO) meraih Bronze Medal tingkat internasional.

Prestasi tersebut diraih dalam 3rd International Student Summit (ISS) pada 12-13 September 2026.

Ajang tersebut diselenggarakan Sentosa Foundation bersama ICEM Universiti Putra Malaysia (UPM).

Ketiga mahasiswa FT UHO yakni Gadis Permatasari, Rafli Prayuda, dan Nurafni.

Gadis merupakan mahasiswa Prodi Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan, sedangkan Rafli dan Nurafni dari Teknik Elektro.

Nurafni juga tercatat sebagai Ketua BEM Fakultas Teknik UHO.

Ketiganya mengikuti kategori lomba esai dalam ajang yang diikuti peserta dari berbagai negara tersebut.

Tim FT UHO mengusung karya berjudul “AXONWAVES: Converting Wasted Vibrations Toward Sensory Energy Self-Sufficiency and Monitoring in the Mining Industry.”

Karya tersebut menawarkan konsep pemanfaatan getaran terbuang di lingkungan industri pertambangan.

Getaran tersebut dikonversi menjadi sumber energi mandiri untuk mendukung sistem sensor dan monitoring.

Gagasan AXONWAVES mengangkat isu efisiensi energi dan keberlanjutan dalam pengembangan industri pertambangan.

Inovasi tersebut kemudian mendapat perhatian dewan juri dalam kompetisi internasional tersebut.

Capaian ini menambah daftar prestasi mahasiswa FT UHO di tingkat internasional melalui gagasan berbasis solusi industri.

Prestasi tersebut juga menunjukkan kemampuan mahasiswa UHO berkompetisi dalam ajang akademik internasional.*

Mahasiswa Ilmu Tanah UHO Raih Juara 3 Nasional Soil Judging Contest 2026

KENDARIKINI.COM – Mahasiswa Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO) meraih Juara 3 nasional.

Prestasi tersebut diraih dalam ajang Soil Judging Contest 2026 yang digelar Universitas Padjadjaran, Bandung.

Tim UHO beranggotakan lima mahasiswa yang mewakili Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UHO.

Mereka bersaing dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi pertanian di Indonesia.

Ketua Jurusan Ilmu Tanah menjelaskan, kompetisi tersebut menguji kemampuan peserta menganalisis profil tanah secara komprehensif.

Peserta dituntut mengidentifikasi tekstur, warna, struktur, hingga klasifikasi tanah seperti Ultisol dan Inceptisol.

Selain itu, peserta harus menentukan kesesuaian lahan serta rekomendasi komoditas tanaman yang tepat.

Dalam kompetisi tersebut, tim UHO menghadapi tantangan berupa perbedaan peralatan pengamatan di lokasi perlombaan.

Peralatan yang digunakan berbeda dengan perlengkapan yang biasa digunakan mahasiswa saat menjalani latihan di kampus.

Dekan Fakultas Pertanian UHO, Prof. Dr. Ir. H. R. Marsuki Iswandi, M.Si., mengapresiasi pencapaian tersebut.

“Kami sangat bangga atas prestasi mahasiswa Ilmu Tanah yang mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pembinaan akademik dan praktik lapangan terus memberikan pengalaman kompetitif bagi mahasiswa.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang berhasil diraih tim.

Mereka menyebut kekompakan, ketelitian, dan ketenangan menjadi faktor penting menghadapi tantangan selama kompetisi.

Prestasi tersebut diharapkan memotivasi mahasiswa Fakultas Pertanian UHO untuk terus mengembangkan kemampuan dan berkompetisi.*

Gubernur Sultra Lantik Dewan Pengawas BLUD RSUD Bahteramas

0

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka melantik Dewan Pengawas dan Sekretaris Dewan Pengawas BLUD RSUD Bahteramas.

Pelantikan berlangsung di Aula Bahteramas RSUD Provinsi Sultra, Rabu (23/9/2026), dengan agenda penguatan tata kelola rumah sakit.

Dr. Andi Saguni ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengawas bersama empat anggota lainnya.

Mereka yakni Muhammad Haerun, Umikun Latifa, Ruslan, dan Irwan Zainuddin sebagai anggota Dewan Pengawas.

Sementara Drs. Muh. Syaing dilantik sebagai Sekretaris Dewan Pengawas BLUD RSUD Bahteramas.

Dalam sambutannya, Andi Sumangerukka meminta Dewan Pengawas menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, penguatan fungsi pengawasan merupakan bagian dari arahan Menteri Kesehatan untuk memperbaiki tata kelola rumah sakit daerah.

Arahan tersebut disampaikan Menteri Kesehatan saat Gubernur Sultra melakukan audiensi terkait pengelolaan RSUD Bahteramas.

Gubernur menyebut pengelolaan sejumlah rumah sakit di Jakarta dapat menjadi pembelajaran dalam meningkatkan manajemen dan pelayanan.

Pemprov Sultra kemudian meminta dukungan Kementerian Kesehatan untuk memperbantukan pengawas dalam pembenahan manajemen RSUD Bahteramas.

Menurut gubernur, manajemen menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan pengelolaan rumah sakit berjalan efektif.

Kehadiran unsur Kementerian Kesehatan diharapkan memperkuat fungsi pengawasan sekaligus memberikan pembelajaran tata kelola rumah sakit.

Andi menegaskan pelantikan Dewan Pengawas tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Dewan Pengawas diminta menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan memberikan kontribusi terhadap pembenahan RSUD Bahteramas.

Gubernur berharap penguatan pengawasan dapat mendorong tata kelola rumah sakit yang lebih tertata.

Pembenahan tersebut diharapkan mendukung peningkatan kualitas pengelolaan dan pelayanan RSUD Bahteramas kepada masyarakat.*

Gubernur Sultra Serahkan Rancangan Perubahan APBD 2026 ke DPRD

0

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyerahkan Rancangan Perubahan APBD Sultra 2026 kepada DPRD Sultra.

Penyerahan berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Sultra di Ruang Paripurna Gedung A, Selasa (22/9/2026) malam.

Dokumen tersebut disertai pidato pengantar gubernur mengenai Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah Perubahan APBD Sultra 2026.

Andi mengatakan pembahasan KUPA dan Perubahan PPAS APBD 2026 telah disepakati sesuai mekanisme yang berlaku.

Dengan kesepakatan tersebut, pembahasan dilanjutkan pada tahap Rancangan Perubahan APBD bersama DPRD Sultra.

Menurutnya, perubahan APBD diperlukan menyusul penyesuaian penerimaan dan belanja negara yang berdampak terhadap struktur APBD.

Perubahan anggaran juga diarahkan mendukung target pembangunan nasional dan prioritas RPJMD Sultra tahun 2026.

Prioritas tersebut mencakup pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta ketahanan pangan berbasis agromaritim.

“Perubahan APBD Tahun 2026 diharapkan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Andi.

Dalam rancangan tersebut, pendapatan daerah meningkat dari Rp4,06 triliun menjadi Rp4,56 triliun.

Kenaikan pendapatan mencapai sekitar Rp505 miliar, antara lain berasal dari PAD dan transfer pemerintah pusat.

Sementara belanja daerah meningkat dari Rp4,07 triliun menjadi Rp4,74 triliun.

Artinya, belanja daerah bertambah sekitar Rp671,12 miliar untuk mendukung program pembangunan daerah.

Pada sisi pembiayaan, penerimaan meningkat dari Rp69,73 miliar menjadi Rp235,40 miliar.

Peningkatan pembiayaan tersebut bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun 2025.

Gubernur meminta TAPD dan seluruh kepala perangkat daerah mengikuti pembahasan perubahan APBD secara baik dan tuntas.

Ia berharap pembahasan berjalan sesuai mekanisme dan jadwal, sehingga program pembangunan 2026 dapat diselesaikan sesuai target.*

PLN Perkuat Modifikasi Cuaca untuk Jaga Pasokan Listrik PLTA Sulawesi

0

KENDARIKINI.COM – PT PLN (Persero) memperkuat koordinasi pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk menjaga pasokan listrik dari sejumlah PLTA.

Program tersebut menyasar PLTA Bakaru, PLTA Malea, dan PLTA Poso menghadapi tantangan musim kemarau yang berpotensi mengurangi debit air.

PLN menggandeng pemerintah daerah, BPBD, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam pelaksanaan program tersebut.

Kepala BPBD Sulawesi Tengah, Darma Metusela, mengatakan pemerintah daerah terlibat sejak survei hingga pelaksanaan operasi TMC.

“Dari pihak Pemda, kami terus mendampingi dan terlibat langsung sejak tahapan survei hingga pelaksanaan eksekusi,” ujar Darma.

Operasi TMC sebelumnya direalisasikan di Meko dan Tokilo pada 20 September 2026.

Penyemaian awan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi atmosfer untuk meningkatkan potensi pembentukan hujan di wilayah sasaran.

Di Sulawesi Selatan, koordinasi juga dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bagi PLTA Malea berkapasitas 90 megawatt.

Gubernur Sulawesi Selatan telah meminta dukungan BMKG untuk pelaksanaan TMC di daerah tangkapan air Sungai Saddang.

Program tersebut difokuskan pada catchment area Sungai Saddang selama periode Agustus hingga September 2026.

Sementara itu, PLN mematangkan persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di DAS Mamasa untuk mendukung PLTA Bakaru.

PLTA Bakaru memiliki kapasitas 126 megawatt dan mengandalkan ketersediaan debit air untuk menjaga operasional pembangkit.

OMC direncanakan menggunakan teknologi pesawat nirawak atau drone dengan lokasi operasi di Bandara Sumarorong dan Puncak Pasir.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan sinergi lintas sektor menjadi kunci pelaksanaan mitigasi menghadapi musim kemarau.

Menurutnya, koordinasi bersama Pemda dan BMKG diarahkan untuk menjaga debit air serta keandalan pasokan listrik.

PLN berharap langkah tersebut dapat menjaga pasokan listrik masyarakat di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.*

Dandim 1417/Kendari Sambut Kapolresta Kendari, Perkuat Sinergi TNI-Polri

0

KENDARIKINI.COM – Dandim 1417/Kendari Kolonel Arm Danny A.P. Girsang menyambut kunjungan silaturahmi Kapolresta Kendari Kombes Pol Safi’i Nafsikin.

Kunjungan tersebut berlangsung di Makodim 1417/Kendari, Jalan Samratulangi, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Rabu (23/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergitas dan soliditas TNI-Polri di wilayah Kota Kendari.

Kapolresta Kendari hadir bersama Kabag SDM Kompol Masriani, Kabag Ops AKP Iyan Sofyan, dan Kasi Humas Ipda Efnur.

Sementara Dandim didampingi sejumlah perwira staf Kodim 1417/Kendari dalam kegiatan tersebut.

Rombongan Kapolresta disambut langsung Dandim bersama jajaran setibanya di Makodim 1417/Kendari.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan pembahasan sejumlah hal dalam suasana penuh keakraban.

Dalam kesempatan itu, Dandim menyerahkan plakat secara simbolis kepada Kapolresta Kendari.

Penyerahan plakat menjadi bentuk penghargaan sekaligus kenang-kenangan atas kebersamaan kedua institusi.

Sinergitas TNI-Polri dinilai penting untuk menjaga komunikasi, koordinasi, serta kondusivitas wilayah Kota Kendari.

Melalui silaturahmi tersebut, hubungan kelembagaan antara Kodim 1417/Kendari dan Polresta Kendari diharapkan semakin solid.*

Polresta Kendari Ungkap Curanmor 18 TKP, 15 Motor Berhasil Diamankan

0

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di 18 lokasi.

Pengungkapan dilakukan Tim URC Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari bersama Unit Kamneg Satintelkam.

Kapolresta Kendari KBP Syafi’i Nafsikin melalui Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau membenarkan pengungkapan tersebut.

“Dari pengembangan kasus, polisi mengamankan 15 unit sepeda motor yang diduga berkaitan dengan tindak pidana curanmor. Kasus tersebut terungkap setelah polisi melakukan pemeriksaan dan pengembangan terhadap tiga orang yang telah diamankan,” jelasnya.

Sambungnya, Berdasarkan hasil interogasi, dua pelaku berinisial IL dan ME mengaku melakukan pencurian kendaraan bermotor di 18 lokasi.

“Sebanyak 14 lokasi berada di wilayah hukum Kota Kendari, sedangkan empat lokasi lainnya berada di Kabupaten Konawe. Sementara tersangka IN mengaku menerima atau membeli 18 unit sepeda motor hasil curian dari IL dan ME,” ungkapnya.

Lanjutnya, Polisi kemudian melakukan pengembangan untuk mencari kendaraan yang telah dijual kepada sejumlah pihak.

“Dalam rangkaian pengembangan, polisi mengamankan sejumlah sepeda motor di wilayah Kendari dan Morosi, Kabupaten Konawe. Beberapa kendaraan yang diamankan antara lain Honda Beat, Honda CRF, Honda Scoopy, Yamaha Fino, dan Yamaha Mio M3,” bebernya.

Pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 00.30 Wita, polisi kembali mengamankan lima unit sepeda motor.

“Kelima kendaraan tersebut diamankan dari beberapa pihak yang diduga menerima atau menguasai kendaraan hasil curian. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya dalam pengembangan kasus tersebut,” bebernya lagi.

Dari hasil penyelidikan sementara, kendaraan hasil curian diduga diperjualbelikan kepada sejumlah pihak dengan harga tertentu.

“Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap seluruh jaringan penjualan kendaraan hasil curian tersebut. Kasus ini mencakup dugaan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor serta penadahan barang hasil kejahatan,” pungkasnya.*

Kecelakaan Kerja PT KDI Telan Empat Korban Jiwa, Praktisi K3 Soroti Kewajiban Perusahaan

0

KENDARIKINI.COM – Kecelakaan kerja terjadi di area pertambangan PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI) di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (22/9/2026) itu mengakibatkan empat pekerja meninggal dunia setelah tertimbun material longsor.

Kapolres Konut AKBP Dr. Rico Fernanda membenarkan adanya kecelakaan kerja tersebut.

“Benar ada kecelakaan kerja,” ujar Rico melalui sambungan telepon, Rabu (23/9/2026).

Rico menyebut terdapat lima orang yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Empat di antaranya meninggal dunia.

Namun, pihak kepolisian belum memberikan penjelasan lebih jauh mengenai kronologi maupun penyebab kecelakaan. Tim masih melakukan penyusunan laporan terkait kejadian tersebut.

“Empat korban jiwa. Kronologis masih disusun,” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Binwasnaker dan K3 Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Sultra, Hj. Asnia Nidi, mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi kejadian.

“Kami sudah dapat infonya semalam. Pagi ini kami sudah turunkan tim sebanyak tiga orang ke lokasi kejadian,” kata Asnia.

Menurut dia, tim tersebut bertugas mengumpulkan data sekaligus melakukan investigasi awal untuk mengetahui penyebab kecelakaan.

“Penyebab pastinya nanti kita tunggu hasil investigasi tim yang diturunkan pagi ini,” jelasnya.

Praktisi K3 Soroti Aspek Keselamatan

Sementara itu, praktisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Abdul mengatakan, kecelakaan kerja di perusahaan harus menjadi perhatian serius terhadap penerapan norma keselamatan kerja.

Dia merujuk Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Dalam aturan tersebut, menurut Abdul, pengurus tempat kerja berkewajiban menjamin terpenuhinya syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja.

“Pekerja berangkat kerja, berada di dalam perusahaan sampai pulang kerja harus terlindungi dan terjamin K3-nya,” katanya.

Abdul juga menjelaskan, setiap kecelakaan kerja wajib dilaporkan oleh pihak perusahaan kepada pengawas ketenagakerjaan untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan investigasi.

Dia menyebut kewajiban pelaporan tersebut antara lain diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 1970 dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 03/MEN/1998 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan.

Menurut Abdul, investigasi diperlukan untuk mengetahui rangkaian sebab dan akibat kecelakaan. Hasil investigasi kemudian dapat menjadi dasar bagi pengawas ketenagakerjaan untuk menentukan langkah lebih lanjut sesuai ketentuan.

Abdul menyebut sejumlah aspek K3 yang perlu diperiksa dalam investigasi, antara lain keberadaan ahli K3 atau Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3), kompetensi operator alat berat, pemeriksaan dan pengujian alat, hingga penerapan standar operasional prosedur (SOP).

“Termasuk pengecekan awal alat sebelum dioperasikan oleh operator dan mekanik yang dibuktikan dengan form checklist,” ujarnya.

Selain itu, kondisi lingkungan kerja, pelaksanaan safety briefing sebelum pekerjaan, serta kesiapan sistem tanggap darurat juga dinilai perlu diperiksa.

Menurut Abdul, perusahaan juga berkewajiban memastikan pekerja mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, dia menegaskan, berbagai kemungkinan tersebut belum dapat disebut sebagai penyebab kecelakaan sebelum hasil investigasi resmi keluar.

“Untuk bisa diketahui lebih pasti penyebab kecelakaan kerja, harus dilakukan investigasi secara mendalam oleh instansi terkait, dalam hal ini pengawas ketenagakerjaan provinsi,” katanya.

Hasil investigasi, lanjut Abdul, diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan penerapan Sistem Manajemen K3 di perusahaan sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

Sementara itu, KENDARIKINI.COM telah menghubungi KTT PT KDI, Dedi, melalui pesan dan panggilan WhatsApp untuk meminta keterangan terkait insiden tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.*

LHP BPK RI Jadi Bahan Evaluasi, KUPP Molawe Gelar Rapat Bersama Pengelola Tersus dan BUP

0

KENDARIKINI.COM – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Molawe mengambil langkah tindak lanjut atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Kepala KUPP Kelas I Molawe Capt. Marsri Tulak mengatakan, tindak lanjut tersebut dibahas melalui rapat bersama pengelola Terminal Khusus (Tersus) dan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) di wilayah kerja UPP Kelas I Molawe.

Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi sekaligus memastikan rekomendasi dan hasil pemeriksaan BPK RI dapat ditindaklanjuti secara optimal.

Menurut Marsri, pembahasan juga diarahkan untuk mendorong peningkatan tertib administrasi dan kepatuhan dalam penyelenggaraan pelayanan kepelabuhanan.

“Kami ingin memastikan setiap hasil pemeriksaan dapat ditindaklanjuti dengan baik,” ujar Marsri.

Dia menegaskan, sinergi antara UPP Kelas I Molawe dengan para pengelola kepelabuhanan diperlukan agar proses tindak lanjut berjalan sesuai ketentuan.

Dengan koordinasi tersebut, setiap hasil pemeriksaan diharapkan dapat diselesaikan secara tepat, transparan, dan akuntabel.

Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari komitmen UPP Kelas I Molawe dalam mendorong tata kelola penyelenggaraan kepelabuhanan yang lebih tertib dan sesuai ketentuan.*

TIMPORA Kolaka Utara Perkuat Pengawasan Orang Asing dan Iklim Investasi

0

KENDARIKINI.COM – Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kolaka Utara memperkuat koordinasi pengawasan orang asing sekaligus mendukung iklim investasi daerah.

Penguatan tersebut dilakukan melalui rapat TIMPORA yang digelar Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari bersama Pemkab Kolaka Utara.

Rapat mengangkat tema optimalisasi peran TIMPORA dalam penegakan hukum, investasi, dan peningkatan ekonomi daerah.

Kegiatan tersebut melibatkan unsur Pemkab Kolaka Utara, TNI, Polri, Kejaksaan, serta instansi terkait lainnya.

Bupati Kolaka Utara yang diwakili Asisten I Ihwan mengatakan, investasi dan aktivitas orang asing harus berjalan sesuai ketentuan hukum.

“Kami berharap investasi dan keberadaan orang asing memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ihwan.

Menurutnya, pengawasan terpadu diperlukan untuk menjaga keamanan, ketertiban, kepastian hukum, dan iklim investasi.

Ihwan juga mendorong penguatan komunikasi serta pertukaran informasi antarinstansi dalam TIMPORA.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari Muhammad Novrian Jaya mengatakan, pengawasan orang asing membutuhkan keterlibatan seluruh anggota TIMPORA.

“Melalui TIMPORA, informasi dapat kita satukan sehingga pengawasan lebih terarah, objektif, dan terukur,” katanya.

Novrian menegaskan pengawasan tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga mengutamakan langkah preventif dan deteksi dini.

Menurutnya, koordinasi berkelanjutan penting untuk menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan investasi yang aman.

Usai rapat, TIMPORA melaksanakan operasi bersama sebagai implementasi hasil koordinasi di lapangan.

Operasi tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaan dan aktivitas orang asing sesuai ketentuan keimigrasian.

Kantor Imigrasi Kendari berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan anggota TIMPORA.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan pengawasan keimigrasian yang profesional, terukur, dan responsif.

Langkah itu juga sejalan dengan semangat “Imigrasi untuk Rakyat” dalam mendukung keamanan dan pembangunan ekonomi daerah.*

HUT TNI ke-81, Bank Sultra Salurkan CSR dan Beasiswa Rp137,5 Juta

0

KENDARIKINI.COM – Bank Sultra menyalurkan bantuan senilai Rp137,5 juta dalam rangka menyambut HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Bantuan tersebut diserahkan bertepatan dengan pembukaan Pasar Murah di Makorem 143/Halu Oleo, Selasa (22/9/2026).

Direktur Utama Bank Sultra Andri Permana Diputra Abubakar menyerahkan bantuan kepada Danrem 143/HO Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto.

Bantuan terdiri atas CSR bidang keagamaan sebesar Rp100 juta untuk rehabilitasi Masjid Nurul Yaqin, Kelurahan Watubangga.

Selain itu, Bank Sultra memberikan sponsorship beasiswa pendidikan senilai Rp37,5 juta kepada lima putra-putri prajurit TNI.

Masing-masing penerima beasiswa mendapatkan bantuan pendidikan sebesar Rp7,5 juta untuk menunjang pendidikan tinggi.

Danrem 143/HO Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto mengapresiasi kepedulian Bank Sultra terhadap keluarga besar TNI.

“Ini bentuk dukungan dan perhatian nyata Bank Sultra terhadap pembangunan SDM keluarga besar TNI,” ujar Wahyu.

Dia berharap kuota beasiswa tersebut dapat ditingkatkan pada masa mendatang.

Sementara itu, Andri mengatakan bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Sultra memperkuat sinergi dengan TNI.

Menurutnya, TNI merupakan salah satu stakeholder strategis Bank Sultra dalam menjalankan berbagai program sosial.

“Semoga sinergi sosial seperti beasiswa dan renovasi masjid ini dapat terus berlanjut,” kata Andri.

Andri menambahkan, jaringan Bank Sultra telah tersebar di 17 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Bank Sultra juga berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan UMKM, KUR, dan kredit produktif lainnya.

“Bank Sultra hadir bukan hanya untuk ASN, tetapi melayani seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha,” tegasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan stan Bazar atau Pasar Murah oleh Danrem bersama para tamu undangan.*

PT Vale Dorong Pertambangan Berkelanjutan Berbasis Teknologi di Morowali

0

KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia Tbk mendorong transformasi industri pertambangan berkelanjutan melalui penerapan teknologi dan praktik pertambangan bertanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan Senior Manager Bahodopi Operations PT Vale, Sarjan Soleman, dalam Jambore Pertambangan dan Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Sulawesi Tengah 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Palu, 22–23 September 2026, dengan mengangkat tema pertambangan ramah lingkungan untuk generasi mendatang.

Sarjan mengatakan, pengelolaan sumber daya mineral harus memperhatikan keselamatan pekerja, perlindungan lingkungan, operasional, serta manfaat bagi masyarakat.

“Pertambangan berkelanjutan bukan hanya mengenai bagaimana kami mengelola sumber daya mineral,” ujar Sarjan.

Menurutnya, seluruh kegiatan pertambangan harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan kepentingan generasi mendatang.

Di Kabupaten Morowali, PT Vale mulai memasuki tahap produksi pada 2025 setelah persiapan dan pembangunan infrastruktur sejak 2023.

Dalam operasionalnya, perusahaan menerapkan prinsip good mining practices, termasuk keselamatan kerja, konservasi sumber daya, reklamasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat.

PT Vale juga memperkenalkan teknologi digital Minerva atau Mine Management System dalam kegiatan pertambangan di Bungku Timur.

Sistem tersebut memungkinkan aktivitas dan peralatan tambang dipantau secara real time, termasuk pergerakan alat dan kondisi jalan tambang.

“Informasi tersebut membantu kami melihat kondisi aktual di lapangan dan mengambil keputusan berbasis data,” jelas Sarjan.

Selain Minerva, PT Vale menggunakan sistem high precision pada excavator untuk meningkatkan akurasi penggalian berdasarkan desain dan parameter teknis.

Teknologi tersebut juga disebut membantu mengurangi ketergantungan terhadap patok survei konvensional serta mendukung konservasi sumber daya mineral.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, berharap praktik pertambangan PT Vale dapat terus dipertahankan.

Ia menilai pengembangan fasilitas HPAL di Sambalagi, Morowali, telah dirancang dengan memperhatikan standar yang berlaku.

“Kita senang ada tambang, tetapi harus sejalan dan berkembang bersama masyarakat di dalamnya,” kata Reny.

Jambore Pertambangan dan FKTT Sulawesi Tengah 2026 turut membahas keselamatan kerja, efisiensi operasional, lingkungan, ESG, serta mitigasi dampak pertambangan.*

PLN Siapkan 5,2 GWp PLTS dan 8,2 GWh BESS untuk Perkuat Sulbagsel

0

KENDARIKINI.COM – PT PLN (Persero) menyiapkan penguatan jangka panjang Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

Penguatan tersebut dilakukan melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sekitar 5,2 gigawatt peak (GWp).

Selain PLTS, PLN juga menyiapkan Battery Energy Storage System (BESS) dengan kapasitas mencapai 8,2 gigawatt hour (GWh).

Langkah tersebut diarahkan untuk membangun sistem kelistrikan yang lebih beragam, fleksibel, dan resilien.

Pengembangan PLTS dan BESS menjadi bagian strategi PLN menghadapi perubahan kondisi pembangkit, termasuk pembangkit berbasis hidro.

Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN), Sripeni Inten Cahyani, menyebut PLTA berkontribusi sekitar 30 persen.

Sementara itu, PLTU batu bara mengambil peran sekitar 20 persen dalam sistem kelistrikan Sulawesi.

Hal tersebut disampaikan Sripeni saat mengunjungi kantor PLN UP2B Sistem Makassar pada 15 September 2026.

Menurutnya, kondisi El Nino dan kemarau panjang turut memengaruhi ketersediaan air bagi pembangkit hidro.

PLN juga mengupayakan modifikasi cuaca dan hujan buatan untuk membantu mempertahankan ketersediaan air.

Di sisi lain, sejumlah PLTU batu bara diupayakan kembali beroperasi setelah menjalani pemeliharaan.

Sripeni mengatakan kondisi kelistrikan Sulawesi Selatan mulai berangsur membaik dalam sepekan terakhir.

Pengembangan PLTS dan BESS kemudian disiapkan sebagai bagian penguatan Sistem Sulbagsel hingga 2029.

PLTS akan menambah pasokan energi surya, sedangkan BESS berfungsi menyimpan energi dan mendukung fleksibilitas sistem.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan pemulihan sistem berjalan bersamaan dengan persiapan penguatan jangka panjang.

Menurut Edyansyah, sistem kelistrikan membutuhkan sumber pasokan yang beragam untuk menghadapi perubahan kondisi energi.

“PLN juga menyiapkan penguatan sistem dalam jangka panjang melalui pengembangan PLTS dan BESS,” ujar Edyansyah.

Ia menambahkan, penguatan Sulbagsel tidak hanya berfokus pada penambahan kapasitas pembangkitan.

Kemampuan sistem beradaptasi terhadap perubahan sumber energi juga menjadi perhatian PLN.

PLN memastikan pemulihan sistem tetap menjadi prioritas melalui optimalisasi dan percepatan pemulihan pembangkit bermasalah.

Penguatan jangka panjang diharapkan mendukung kebutuhan listrik masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Sulawesi secara berkelanjutan.*

Bea Cukai Kendari Belum Beri Keterangan Soal Dugaan Alkohol Tanpa Cukai

0

KENDARIKINI.COM – Bea Cukai Kendari belum memberikan keterangan substantif terkait dugaan peredaran minuman beralkohol tanpa cukai.

Upaya konfirmasi dilakukan media ini di Kantor Bea Cukai Kendari, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

Kedatangan tersebut bertujuan meminta penjelasan terkait informasi peredaran minuman beralkohol yang diduga tidak dilengkapi cukai.

Setibanya di lokasi, petugas keamanan menerima maksud kedatangan untuk meminta keterangan pejabat berwenang.

Petugas kemudian menyampaikan bahwa atasannya sedang menerima tamu di dalam kantor.

Tidak lama berselang, Humas Bea Cukai Kendari, Ade Jamaludin, menemui pihak media.

Ade menyampaikan bahwa pejabat yang hendak ditemui sedang berada di luar kantor karena memiliki kegiatan.

Media kemudian meminta kesempatan wawancara terkait dugaan peredaran minuman beralkohol tanpa cukai tersebut.

Ade meminta media membuat janji temu terlebih dahulu sebelum melakukan wawancara dengan pihak berwenang.

Ia juga menyampaikan bahwa media perlu membawa bukti apabila ingin melakukan wawancara mengenai dugaan tersebut.

Hingga kunjungan berakhir, belum diperoleh penjelasan substantif mengenai dugaan peredaran minuman beralkohol tanpa cukai tersebut.

Informasi mengenai dugaan tersebut juga belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran sebelum terdapat penjelasan dan verifikasi dari pihak berwenang.

Konfirmasi dari Bea Cukai Kendari diperlukan untuk mengetahui mekanisme pengawasan serta langkah penindakan terhadap produk yang melanggar ketentuan cukai.

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers mengatur fungsi pers sebagai media informasi dan kontrol sosial.

Bea Cukai Kendari hingga kini masih diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan tersebut.

Media ini juga masih berupaya memperoleh keterangan resmi mengenai pengawasan peredaran minuman beralkohol di wilayah Kendari.*

Enam Tim Riset MAN 1 Kendari Lolos Final KREASI 2026 Nasional

KENDARIKINI.COM – Sebanyak enam tim riset murid MAN 1 Kendari lolos sebagai finalis KREASI 2026 tingkat nasional.

Kepastian tersebut berdasarkan pengumuman daring yang disampaikan pada Selasa (15/9/2026).

Para finalis akan mengikuti babak puncak yang dijadwalkan berlangsung di Yogyakarta pada 20-22 Oktober 2026.

Lima tim MAN 1 Kendari lolos pada bidang Matematika, Sains, Teknologi, dan Lingkungan (MSTL).

Mereka terdiri dari Azzahra Admayanti dan Falihah Beningrum Annaura.

Kemudian Dinda Keisha Rohaendi dan Dzakia Rafifah Artanti.

Selanjutnya Wa Ode Namira Apriyani B. dan Inang Armeilany Putri.

Tim berikutnya yakni Rezki Januari Tri Putri Ishak dan Shaniatul Mardiyah.

Sementara tim kelima terdiri dari Musdalifa Tamin dan Anawai Putri Zulfiana.

Satu tim lainnya lolos pada bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Humaniora, dan Keagamaan (ISHK).

Tim tersebut terdiri dari Dzaqy Ardhani Arham dan Fauziyyah Khansa Ramadhani.

Kepala MAN 1 Kendari, La Tangkalalo, mengapresiasi pencapaian enam tim tersebut bersama guru pembimbing.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan berkembangnya budaya riset dan ilmiah di lingkungan MAN 1 Kendari.

“Kami siap mendukung penuh persiapan keenam tim menuju babak final di Yogyakarta,” ujar La Tangkalalo.

Guru pembimbing riset, Patmawati, mengatakan pencapaian tersebut melalui proses panjang, mulai penyusunan ide hingga seleksi naskah.

Menurutnya, persaingan tingkat nasional sangat kompetitif sehingga tim akan mematangkan presentasi dan media pameran.

Selain itu, persiapan juga mencakup penguatan mental sebelum menghadapi babak final di Yogyakarta.

Keberhasilan tersebut diharapkan mendorong murid MAN 1 Kendari mengembangkan riset dan inovasi secara berkelanjutan.*

Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim Kendari Gelar Bazar Murah di Makorem

0

KENDARIKINI.COM – Kodim 1417/Kendari menggelar bazar murah dalam rangka menyambut HUT ke-81 TNI, Selasa (22/9/2026).

Bazar tersebut dipusatkan di Makorem 143/Haluoleo, Jalan Drs. H. Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.

Kegiatan tersebut menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi prajurit, PNS, Persit, serta masyarakat sekitar.

Dandim 1417/Kendari, Kolonel Arm Danny A.P. Girsang, mengatakan bazar menyediakan berbagai bahan pokok dan produk UMKM lokal.

Komoditas yang tersedia antara lain beras, telur, bawang merah, bawang putih, serta berbagai makanan olahan dan produk kemasan.

Sejumlah kebutuhan tersebut ditawarkan dengan harga yang disebut lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Pelaksanaan bazar mendapat antusiasme dari masyarakat dan keluarga besar TNI yang mengunjungi sejumlah stan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Selain itu, bazar diharapkan turut mendukung stabilitas harga pangan di wilayah Kota Kendari.

Kodim 1417/Kendari menyebut kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Bazar murah tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan menyambut peringatan HUT ke-81 TNI.

Kegiatan berlangsung di lingkungan Makorem 143/Haluoleo dengan melibatkan sejumlah stan penjualan bahan pokok dan produk UMKM.*

Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi SPBN Bokori Soropia Disorot, Oknum Bungkam

0

KENDARIKINI.COM – Dugaan penyalahgunaan BBM jenis solar bersubsidi di SPBN Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menjadi sorotan.

Dugaan tersebut disebut melibatkan oknum warga yang diduga berperan dalam distribusi solar bersubsidi di wilayah tersebut.

Salah satu nama yang disebut dalam informasi yang diterima media ini adalah Najir, warga setempat.

Kendarikini.com mencoba mengonfirmasi Najir melalui pesan WhatsApp dan sambungan telepon, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 13.20 WITA.

Konfirmasi tersebut berkaitan dengan dugaan keterlibatan dirinya dalam distribusi solar di SPBN Bokori Soropia.

Media ini juga meminta tanggapan terkait informasi mengenai seseorang bernama Ulla yang disebut menguasai pasokan solar.

Namun, Najir tidak memberikan jawaban atas pertanyaan yang disampaikan melalui pesan maupun sambungan telepon.

Sekitar pukul 13.21 WITA, sambungan telepon terputus dan nomor WhatsApp yang bersangkutan kemudian tidak dapat dihubungi.

Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian dari elemen mahasiswa, termasuk Himpunan Mahasiswa Kota (HIPMAKOT).

Ketua HIPMAKOT, Ikhram, meminta Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan penyelidikan terkait dugaan tersebut.

“Kami mendesak APH mengusut tuntas masalah ini dan memastikan solar tersalurkan kepada nelayan yang berhak,” kata Ikhram.

Menurutnya, distribusi BBM bersubsidi perlu diawasi agar sesuai peruntukan dan tidak dikuasai pihak tertentu.

“Kami berharap setiap liter solar yang dibagikan benar-benar sampai kepada penerima manfaat sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pengelola SPBN Bokori Soropia masih diupayakan untuk dikonfirmasi.

Kendarikini.com juga masih membuka ruang bagi pihak yang disebut dalam pemberitaan untuk memberikan klarifikasi atau bantahan.*

Polresta Kendari Ungkap Tiga Kasus Senpi Rakitan, Amankan Amunisi Aktif

0

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari mengungkap rangkaian kasus penyalahgunaan senjata api rakitan dan amunisi di Kota Kendari.

Kapolresta Kendari KBP Syafi’i Nafsikin melalui Kasat Reskrim Kompol Welliwanto mengatakan, pengungkapan dilakukan melalui tiga tahap pengembangan.

“Pengungkapan bermula dari penangkapan MU, 25 tahun, pada 8 September 2026. MU diamankan setelah diduga mengarahkan senjata api rakitan laras panjang kepada seseorang di Kampung Salo,” katanya.

Sebelumnya, MU disebut mendatangi lokasi karena persoalan upah dari pekerjaan sebagai kurir narkoba.

“Dalam kejadian tersebut, MU membawa senpi rakitan laras panjang beserta tujuh amunisi kaliber 5,56 milimeter,” tambahnya.

Lanjutnya, Dua dari tujuh amunisi tersebut telah terpasang pada senjata saat diamankan. Polisi kemudian mengembangkan kasus tersebut untuk mencari senjata lain milik MU.

“Pada 10 September 2026, polisi menemukan senjata api rakitan jenis revolver di rumah MU. Senjata tersebut diduga dibuat menggunakan besi holo yang dibentuk menyerupai senjata genggam,” tambahnya lagi.

Kemudian, MU mengaku membeli senjata tersebut dari seseorang berinisial K dengan harga Rp500 ribu.

“Pengembangan berikutnya mengarah kepada NO, 38 tahun, yang diduga memberikan amunisi kepada MU. NO diamankan pada 18 September 2026 di wilayah Kecamatan Wua-Wua, Kendari,” tuturnya.

Dari penggeledahan rumah NO, polisi menemukan 57 peluru karet kaliber 5,56 milimeter.

“Polisi juga menemukan satu peluru tajam dan satu peluru hampa kaliber 5,56 milimeter. Selain itu, ditemukan 46 selongsong peluru FN, senjata tajam jenis samurai dan parang,” bebernya.

Polisi turut mengamankan senapan angin PCP serta alat yang diduga berkaitan dengan narkotika.

“Dalam pemeriksaan, NO mengaku memperoleh amunisi dari seseorang berinisial IW. NO juga mengaku menjual atau menukarkan sebagian amunisi dengan narkotika jenis sabu,” ungkapnya.

Polisi menyebut MU merupakan residivis kasus penganiayaan menggunakan Air SoftGun pada 2024.

“Para tersangka dijerat dengan ketentuan Pasal 307 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Polisi masih mendalami asal-usul senjata, amunisi, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain,” tutupnya.*

Kasus KDRT Berujung Maut, Polresta Kendari Serahkan Tersangka ke Jaksa

0

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari menyerahkan tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berujung kematian ke Kejaksaan Negeri Konawe Selatan.

Penyerahan tersangka atau Tahap II dilakukan Unit PPA Satreskrim Polresta Kendari, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.

Kapolresta Kendari KBP Syafi’i Nafsikin melalui Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau membenarkan proses tersebut.

“Penyerahan dilakukan setelah berkas perkara tersangka dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Negeri Konawe Selatan,” katanya.

Sambungnya, Tersangka berinisial IS alias Ardan, wiraswasta, kelahiran Parigi, 18 November 1998.

“Dalam perkara tersebut, tersangka dijerat Pasal 44 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT,” tambahnya.

Lanjutnya, Tersangka juga disangkakan dengan ketentuan Pasal 468 dan Pasal 466 KUHP sebagaimana UU Nomor 1 Tahun 2023.

“Berdasarkan kronologi penyidik, tersangka dan korban sebelumnya sering terlibat cekcok rumah tangga. Perselisihan tersebut disebut berkaitan dengan dugaan perselingkuhan korban dan persoalan rumah tangga lainnya,” ungkapnya.

Lanjutnya, Pada Jumat, 29 Mei 2026 sekitar pukul 23.00 Wita, keduanya bersiap tidur di kamar. Tersangka kemudian mengajak korban menuju ruang tamu untuk berbicara dan duduk bersama.

“Saat berbincang, tersangka menanyakan kondisi pikiran korban terkait persoalan rumah tangga mereka. Korban kemudian menyampaikan masih mengingat persoalan sebelumnya, tetapi tidak seperti sebelumnya,” bebernya.

Pernyataan tersebut diduga memicu emosi tersangka hingga melakukan kekerasan terhadap korban.

“Penyidik menyebut tersangka menendang, meninju, dan menginjak tubuh korban. Akibat tindakan tersebut, korban meninggal dunia. Kepala desa setempat kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polresta Kendari untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.

Setelah penyidikan dinyatakan lengkap, tersangka beserta barang bukti diserahkan kepada jaksa untuk proses hukum selanjutnya.*

Dugaan Pungutan Penamatan Rp1,7 Juta di MAN 1 Kendari Dibantah

0

KENDARIKINI.COM – Dugaan pungutan uang penamatan sebesar Rp1,7 juta per siswa kelas XII MAN 1 Kendari viral di media sosial.

Isu tersebut mencuat setelah akun Facebook Muhammad Firdaus mempertanyakan nominal pungutan melalui unggahan terbuka.

Kepala MAN 1 Kendari, Tangkalao, membantah pihak sekolah menetapkan maupun menyebarkan nominal tersebut.

“Tidak benar itu. Saya juga heran karena anak-anak kelas 12 belum disebar nominalnya,” ujar Tangkalao, Selasa (22/9/2026).

Menurut Tangkalao, sekolah tidak menyetujui rencana penamatan tersebut berdasarkan evaluasi kegiatan tahun-tahun sebelumnya.

Ia menyebut siswa kelas XII sempat melakukan pembahasan secara mandiri tanpa sepengetahuan pihak sekolah.

“Saya sampaikan kepada mereka, jangan membuat kegiatan yang justru merusak nama baik madrasah,” katanya.

Ketua Panitia Penamatan Kelas XII MAN 1 Kendari, Achmad Fathir, juga membantah kegiatan tersebut merupakan instruksi pihak sekolah.

“Ini kegiatan inisiatif teman-teman seangkatan, tidak ada hubungannya dengan pihak sekolah,” jelas Fathir.

Terkait nominal Rp1,7 juta, Fathir mengatakan angka tersebut belum disepakati maupun ditetapkan panitia.

“Untuk uang penamatan belum ada harga sama sekali. Kami masih meminta persetujuan orang tua siswa,” tuturnya.

Sementara itu, panitia telah menyepakati pengadaan buku tahunan sebesar Rp215 ribu secara sukarela.

Pembayaran buku tersebut direncanakan dicicil empat termin mulai September hingga Desember 2026.

Rinciannya, September Rp40 ribu, Oktober Rp40 ribu, November Rp85 ribu, dan Desember Rp50 ribu.

Fathir menegaskan siswa yang tidak mengikuti kegiatan tetap memperoleh hak dan perlakuan yang sama.

“Tidak ada yang dibeda-bedakan,” pungkasnya.*

Dugaan Penganiayaan di Pelabuhan Amolengo Viral, Polisi Mulai Selidiki

0

KENDARIKINI.COM – Dugaan penganiayaan terhadap warga di Pelabuhan Amolengo, Konawe Selatan (Konsel), viral di media sosial.

Kasus tersebut mencuat setelah akun Facebook Adi Pramudya Wuleho mengunggah desakan agar pengelola pelabuhan bertindak.

Adi meminta pengelola Pelabuhan Amolengo menertibkan dugaan praktik percaloan dan aksi premanisme di kawasan pelabuhan.

Ia juga menyebut rekannya, Laode Sabilu Herengi, diduga menjadi korban kekerasan fisik di lokasi tersebut.

Adi turut mendesak Polsek Kolono segera memproses laporan yang telah diajukan korban terkait dugaan penganiayaan tersebut.

Kepala Seksi Operasi Pelabuhan Amolengo, Agus, membenarkan telah mengetahui kejadian tersebut dan berkoordinasi dengan pimpinan daerah.

“Iya, saya sudah tahu, bahkan saya sudah menghadap Pak Kadishub/Sekda Provinsi Sultra,” ujar Agus, Senin (21/9/2026).

Menurut Agus, korban diarahkan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan.

Sementara itu, Kapolsek Kolono, Nurdin Iskandar, membenarkan adanya laporan resmi yang disampaikan korban.

“Korban sudah melapor. Kami sedang lakukan penyelidikan,” kata Nurdin, Senin (21/9/2026) malam.

Kanit Reskrim Polsek Kolono, Syahudin, mengatakan penyidik kini masih mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.

“Saat ini kami masih tahap penyelidikan dan panggil saksi,” ujar Syahudin.

Polisi belum menyampaikan hasil penyelidikan maupun identitas pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.*

Teguh Santosa: Dukungan Indonesia untuk Palestina Kini Semakin Kuat

0

KENDARIKINI.COM – Dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina dinilai semakin kuat di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan Direktur Geopolitik GREAT Institute, Teguh Santosa, dalam diskusi di RRI Pro3, Minggu (20/9/2026).

Menurut Teguh, komitmen tersebut kembali terlihat melalui seruan Presiden Prabowo mengenai kemerdekaan Palestina saat berkunjung ke Gontor, Ponorogo.

“Dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina ini sudah berubah dari kuat menjadi semakin kuat,” ujar Teguh.

Ia mengatakan, dukungan Indonesia terhadap Palestina telah berlangsung sejak lama dan memiliki akar sejarah yang kuat.

Teguh mencontohkan sikap Presiden Soeharto pada awal 1990-an ketika Palestina mengalami kesulitan finansial.

Saat itu, Soeharto meminta operasional perwakilan diplomatik Palestina di Jakarta tetap berjalan dan memberikan dukungan kepada Palestina.

Dalam perkembangan terbaru, Indonesia juga dinilai aktif mendorong penghentian kekerasan melalui mekanisme forum internasional.

Selain diplomasi, Indonesia memberikan dukungan pendidikan dengan menampung lebih dari 100 mahasiswa asal Palestina.

Mayoritas mahasiswa Palestina tersebut menempuh pendidikan di Universitas Pertahanan dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Teguh juga menyoroti perubahan sikap Inggris dan Prancis terkait dukungan terhadap solusi dua negara.

Menurutnya, perubahan sikap kedua negara tersebut tidak terlepas dari diplomasi yang dilakukan Indonesia.

“Perubahan sikap Prancis dan Inggris tidak terlepas dari kemampuan diplomat-diplomat kita melobi mereka,” katanya.

Teguh menegaskan Indonesia tetap menggunakan jalur multilateralisme melalui hukum internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ia juga menjelaskan Board of Peace sebagai mekanisme yang disebutnya merupakan produk resolusi Dewan Keamanan PBB.

Menurut Teguh, keterlibatan Indonesia dalam isu Palestina juga berkaitan dengan kepentingan nasional dan amanat konstitusi.

Diplomasi aktif dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi dan pasar bagi produk nasional.*

Diduga Halangi Tugas Jurnalistik, Penanggung Jawab PT GMS Dilaporkan

0

KENDARIKINI.COM – Jurnalis Simpulindonesia.com melaporkan penanggung jawab PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS), Muhamad Aris alias Pongki, ke Polda Sultra.

Laporan tersebut dibuat pada Senin (21/9/2026) terkait dugaan tindakan menghalangi pelaksanaan tugas jurnalistik wartawan.

Laporan itu telah diterima kepolisian dan tertuang dalam Surat Tanda Laporan Pengaduan tertanggal 21 September 2026.

Dokumen tersebut ditandatangani Bripda Muh. Randy Fadli Maulana, Banit Unit IV Subdit II Ditreskrimum Polda Sultra.

Jurnalis Simpulindonesia.com, Nur Fajriansyah, mengatakan persoalan bermula dari dugaan intervensi terhadap pemberitaan.

Menurut Nur, terdapat permintaan agar berita tidak diterbitkan sebelum mendapat persetujuan atau konfirmasi dari PT GMS.

“Adanya komunikasi berupa permintaan agar pemberitaan tidak diterbitkan sebelum mendapatkan persetujuan atau konfirmasi,” ujar Nur.

Ia menyebut komunikasi tersebut juga disertai pernyataan yang dinilai bernada peringatan terhadap wartawan.

Nur menilai persoalan tersebut perlu ditempuh melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan pers.

Pengaduan itu, kata dia, mengacu pada Pasal 4 ayat (1), (2), dan (3) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Harapannya pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan secara objektif apakah laporan tersebut masuk unsur pidana atau tidak,” katanya.

Nur yang juga Kabid LKBA Pengda JMSI Sultra berharap laporan tersebut ditangani secara profesional.

Pelaporan itu turut dikawal Sekretaris Pengda JMSI Sultra, Muh. Irvan S.

Irvan menyatakan kerja jurnalistik memiliki perlindungan hukum dan harus dihormati semua pihak.

“Segala bentuk intervensi dari pihak luar tidak dapat dibenarkan demi menjaga ruang demokrasi dan kemerdekaan pers,” jelasnya.

Ia meminta Polda Sultra memberi perhatian terhadap laporan tersebut.

Menurut Irvan, persoalan serupa disebutnya masih kerap terjadi dalam pelaksanaan tugas jurnalistik di Sultra.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan dari Muhamad Aris alias Pongki terkait laporan tersebut.*

SPPG Kendari Caddi 3 Disorot, Diduga Langgar Standar Teknis

0

KENDARIKINI.COM – Operasional SPPG Kendari Caddi 3 Kota Kendari mendapat sorotan dari Himpunan Mahasiswa Kota Kendari (HIPMAKOT).

Sorotan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran standar teknis dan tata kelola operasional SPPG.

Sekum HIPMAKOT Kendari, Sry Putri Handayani, menyebut sejumlah temuan tercantum dalam dokumen Nomor 001/SP-CDI/VIII/2026.

Dokumen tertanggal 12 Agustus 2026 itu berkaitan dengan permohonan pencabutan pemberhentian operasional sementara atau suspend.

Menurut Sry, terdapat sejumlah persoalan yang perlu ditindaklanjuti pihak pengelola SPPG Kendari Caddi 3.

Ia menyebut operasional SPPG tersebut masih berjalan, meski sebelumnya terdapat dokumen terkait pemberhentian operasional sementara.

Selain persoalan administrasi, HIPMAKOT menyoroti aspek legalitas dan kondisi lahan fasilitas dapur SPPG.

Sry merujuk SHM Nomor 19/Desa Kassilampe dengan luas tanah mencapai 1.515 meter persegi.

Ia juga menyebut Gambar Situasi/Surat Ukur Nomor 631/1977 menunjukkan bentuk lahan yang memanjang dan menyempit.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat memengaruhi luas area indoor efektif untuk menunjang alur produksi pangan.

Sry menilai alur produksi linear diperlukan untuk meminimalkan risiko kontaminasi silang antara bahan mentah dan makanan matang.

HIPMAKOT juga menyoroti dugaan konflik kepentingan dalam pengelolaan internal SPPG Kendari Caddi 3.

Dugaan tersebut berkaitan dengan kepemilikan aset fasilitas dapur dan kendaraan distribusi oleh pihak tertentu.

Sry menyebut kesamaan nama ditemukan dalam dokumen STNK kendaraan dan sertifikat fasilitas dapur.

Ia menduga pihak yang memiliki keterkaitan aset tersebut tetap menerima honorarium sebagai petugas atau relawan dapur.

Hingga berita ini diterbitkan, Muh. Syahrul selaku Kepala Yayasan SPPG Kendari Caddi 3 belum memberikan tanggapan.

Konfirmasi juga telah dilakukan kepada Asasta Savita Harsa selaku mitra Yayasan SPPG Kendari Caddi 3.

Namun, pihak tersebut belum memberikan pernyataan resmi terkait sejumlah dugaan yang disampaikan HIPMAKOT.*

Dua Warga Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Abeli Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Dua warga ditemukan meninggal dunia dalam kejadian terpisah di Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (21/9/2026).

Kedua korban ditemukan dalam kondisi tergantung di dua lokasi yang berdekatan. Polisi saat ini masih melakukan penanganan dan penyelidikan terkait kedua kejadian tersebut.

Kapolresta Kendari Kombes Pol Syafi’i Nafsikin melalui Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau membenarkan adanya dua kejadian tersebut.

Korban pertama merupakan perempuan berinisial SA, kelahiran Kendari, 13 Oktober 1993. Korban diketahui berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan berdomisili di Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli.

Korban ditemukan di wilayah Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli. Setelah proses evakuasi, jenazah korban direncanakan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.

Jenazah akan menjalani pemeriksaan medis berupa visum luar. Polisi juga menyebut pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan sesuai kebutuhan penyidikan.

Sementara itu, korban kedua diketahui berjenis kelamin laki-laki bernama Bima. Berdasarkan informasi awal kepolisian, korban bekerja sebagai kuli bangunan.

Bima ditemukan di wilayah Kelurahan Talia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari. Lokasi tersebut berada berdekatan dengan lokasi penemuan korban pertama.

Tim Identifikasi Satreskrim Polresta Kendari kemudian melakukan pemeriksaan dan proses evakuasi terhadap jenazah korban.

Setelah dievakuasi, jenazah Bima juga akan dibawa ke RS Bhayangkara Kendari untuk menjalani visum luar dan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Dua kejadian tersebut ditemukan dalam waktu yang berdekatan dan berada di wilayah yang bersebelahan. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian fakta dari masing-masing kejadian.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai hubungan antara kedua korban maupun faktor yang melatarbelakangi kedua kejadian tersebut.*

Wagub Hugua Minta Parpol Perkuat Aspirasi Masyarakat dari Daerah

0

KENDARIKINI.COM – Wakil Gubernur Sultra Hugua meminta partai politik memperkuat peran menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat daerah.

Hal itu disampaikan Hugua saat membuka Rakorwil Partai Gema Bangsa Sultra di Hotel Horison Kendari, Minggu (20/9/2026) malam.

Hugua mengatakan Rakorwil tidak sekadar menjadi agenda konsolidasi internal partai.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat demokrasi dan kemitraan strategis dalam pembangunan daerah.

Ia menyebut partai politik memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional sebagai jembatan masyarakat dengan pemerintah.

“Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” ujar Hugua.

Hugua mengatakan pemerintah mengapresiasi pelaksanaan Rakorwil serta kehadiran pengurus dan kader Partai Gema Bangsa.

Ia menekankan keberadaan partai politik harus mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dibanding kepentingan kelompok.

“Tujuan utama hadirnya partai politik adalah memperkuat serta menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.

Selain itu, partai politik diharapkan turut mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang sesuai kebutuhan daerah.

Hugua juga menyoroti keberagaman Sultra yang mencakup budaya, agama, suku, bahasa, adat, dan kearifan lokal.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kepekaan dalam menjalankan tata kelola politik di daerah.

Ia mendorong desentralisasi politik yang dimulai dari daerah agar pembangunan sesuai kondisi masyarakat setempat.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq menyampaikan komitmen politik partainya sejak awal berdiri.

“Partai Gema Bangsa mengawali deklarasi dengan memberikan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto,” kata Ahmad Rofiq.

Ia mengatakan partainya membawa semangat desentralisasi politik dengan pembangunan daerah sebagai bagian perjuangan mewujudkan keadilan.

“Perjuangan demi keadilan dan kemajuan Indonesia dimulai dari daerah,” pungkasnya.*

104 Pejabat dan Kepala Sekolah Dilantik Gubernur Sultra, Diminta Beri Dampak Nyata

0

KENDARIKINI.COM – Sebanyak 104 pejabat dan kepala sekolah lingkup Pemprov Sultra dilantik Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, Senin (21/9/2026).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra.

Mereka terdiri dari 10 pejabat pimpinan tinggi pratama, 22 pejabat administrator, dan 10 pejabat pengawas.

Kemudian, 32 pejabat fungsional serta 25 kepala sekolah SMA dan SMK turut dilantik.

Dalam arahannya, Andi meminta pejabat baru memahami tugas dan fungsi masing-masing setelah menerima amanah jabatan.

Ia menekankan jabatan tidak sekadar dijalankan melalui rutinitas administratif, tetapi menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Pahami fungsi dan tugas masing-masing. Bangun kolaborasi, koordinasi, serta kerja sama secara terstruktur,” kata Andi.

Menurutnya, ASN perlu mengubah paradigma dan pola pikir dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Setiap program pemerintah, kata Andi, harus memiliki capaian jelas dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

“Jabatan yang baik tidak bertanya keuntungan apa yang bisa saya peroleh dari jabatan itu,” ujarnya.

“Tetapi manfaat apa yang bisa saya berikan melalui jabatan itu,” lanjut Andi.

Ia juga meminta program pemerintah berorientasi pada kebutuhan masyarakat, bukan sekadar kebijakan yang bersifat top-down.

Andi menegaskan target kinerja harus diwujudkan secara jujur, benar, konsisten, dan memberikan hasil nyata.

Ia mengingatkan setiap rupiah anggaran pemerintah merupakan uang rakyat yang harus dikelola secara efektif dan transparan.

Kepada kepala sekolah, Andi meminta perhatian tidak hanya terfokus pada pembangunan fasilitas pendidikan.

Menurutnya, keberhasilan sekolah juga ditentukan kemampuan mencetak generasi unggul, berkarakter, disiplin, dan kompetitif.

Andi berharap pelantikan menjadi momentum meningkatkan profesionalisme, disiplin, integritas, serta kualitas kerja seluruh pejabat.

“Momentum pelantikan ini dijadikan motivasi untuk bekerja lebih baik, profesional, disiplin, dan penuh integritas,” pungkasnya.*

Ketua JMSI Papua Tengah Ingatkan Wartawan Tak Kebal Hukum

0

KENDARIKINI.COM – Ketua JMSI Papua Tengah Iwan S. Makatita mengingatkan wartawan agar tidak menyalahgunakan kebebasan pers.

Ia meminta anggota JMSI tidak menjadikan media sebagai sarana menyerang pribadi atau mencari-cari kesalahan seseorang.

“Jangan pernah menjadikan media sebagai alat untuk menyerang seseorang,” tegas Iwan.

Menurutnya, pers memiliki fungsi kontrol sosial dan ruang untuk melakukan kritik maupun investigasi.

Namun, seluruh proses jurnalistik harus berdasarkan fakta, verifikasi, konfirmasi, keberimbangan, dan Kode Etik Jurnalistik.

“Kritik boleh tajam. Investigasi boleh dalam. Tetapi jangan berubah menjadi serangan pribadi,” ujarnya.

Iwan menegaskan, produk jurnalistik harus lahir melalui proses jurnalistik yang mengutamakan kepentingan publik.

Ia juga mengingatkan wartawan tidak kebal hukum dalam menjalankan profesinya.

“Wartawan tidak kebal hukum. Tetapi jangan pula setiap persoalan pemberitaan langsung ditarik menjadi perkara pidana,” katanya.

Menurut Iwan, sengketa pemberitaan memiliki mekanisme penyelesaian berdasarkan UU Pers dan ketentuan Dewan Pers.

Mekanisme tersebut antara lain hak jawab, hak koreksi, serta penyelesaian sengketa pers.

Ia meminta wartawan berani melakukan koreksi apabila terdapat kesalahan dalam pemberitaan.

“Media bukan pengadilan dan wartawan bukan hakim. Tugas wartawan menyampaikan fakta, bukan menjatuhkan vonis,” tegasnya.

Iwan juga meminta wartawan memberikan ruang kepada pihak yang diberitakan untuk menyampaikan klarifikasi.

Menurutnya, verifikasi dan konfirmasi menjadi bagian penting sebelum berita dipublikasikan.

Ia menilai setiap karya jurnalistik anggota JMSI turut membawa nama organisasi.

Karena itu, wartawan diminta menjaga profesionalisme agar kepercayaan publik terhadap pers tetap terpelihara.

“Berani mengkritik, tetapi jangan menghakimi. Berani membongkar persoalan, tetapi jangan memanipulasi fakta,” pungkas Iwan.

Ia mengajak seluruh anggota JMSI Papua Tengah menjadikan Kode Etik Jurnalistik sebagai pedoman utama.

Menurutnya, kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab profesional, moral, dan etik.*

Operator Excavator PT BJP Kecelakaan, Penerapan K3 Jadi Sorotan

0

KENDARIKINI.COM – Kecelakaan kerja menimpa operator excavator PT Bhumi Jati Power (BJP), berinisial AL.

Insiden tersebut terjadi di site wilayah IUP PT Antam Tbk UBPN, Desa Tapunopaka, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Konawe Utara.

Peristiwa itu dilaporkan terjadi Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 18.23 WITA.

AL disebut mengalami kecelakaan saat mengoperasikan alat berat jenis excavator di area kerja tersebut.

Korban kemudian mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga mengalami luka pada bagian dahi dan cedera tangan.

Namun, kondisi medis korban belum dapat dikonfirmasi secara resmi.

Excavator yang diduga terlibat dalam insiden tersebut juga terlihat mengalami kerusakan pada bagian kaca kabin.

Peristiwa ini kemudian menyoroti penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan operasional PT BJP.

Praktisi K3, Andul, mengatakan setiap perusahaan wajib memastikan keselamatan pekerja, alat, bahan, dan lingkungan kerja.

Menurutnya, kecelakaan kerja harus diinvestigasi untuk mengetahui penyebab serta faktor yang berkontribusi terhadap insiden.

“Untuk mengetahui lebih pasti penyebab kecelakaan kerja, harus dilakukan investigasi secara mendalam oleh instansi terkait,” kata Andul.

Ia menyebut sejumlah aspek perlu diperiksa dalam investigasi tersebut.

Di antaranya kompetensi operator, kelayakan alat, penerapan SOP, pengawasan, kondisi lingkungan, hingga prosedur tanggap darurat.

Pemeriksaan juga perlu memastikan adanya pengecekan alat sebelum digunakan serta briefing keselamatan bagi pekerja.

Selain itu, perusahaan perlu memastikan sistem K3 berjalan sesuai ketentuan dan pekerja mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Andul menilai hasil investigasi dapat menjadi dasar untuk melakukan perbaikan sistem K3 di perusahaan.

“Perbaikan harus melibatkan pimpinan, manajemen sampai pekerja untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti dan kronologi lengkap kecelakaan belum diperoleh secara resmi.

PJO PT BJP, Richard, juga belum memberikan tanggapan terkait insiden tersebut.

Konfirmasi telah dilakukan melalui pesan dan panggilan WhatsApp sejak Kamis (17/9/2026).

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada respons dari pihak perusahaan.*

HIPMAKOT Desak Polda Sultra Selidiki Dugaan Material Tak Standar Perumahan Kendari

0

KENDARIKINI.COM — Dugaan penggunaan material yang tidak memenuhi standar teknis dalam pembangunan perumahan di Kota Kendari mulai menjadi sorotan. Himpunan Mahasiswa Kota Kendari (HIPMAKOT) mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara turun tangan untuk menyelidiki dugaan praktik pembangunan perumahan yang dinilai berpotensi mengabaikan keselamatan dan hak konsumen.

Ketua HIPMAKOT, Ikhram, menilai persoalan kualitas bangunan tidak boleh dipandang sebagai sekadar persoalan teknis antara pengembang dan konsumen.

Menurutnya, ketika rumah dibangun untuk masyarakat dan dipasarkan sebagai hunian layak, maka aspek keselamatan, kekuatan struktur, kualitas material, hingga kepatuhan terhadap standar teknis menjadi bagian yang tidak dapat ditawar.

“Rumah bukan sekadar bangunan yang kemudian dijual kepada masyarakat. Ada keselamatan dan masa depan konsumen di dalamnya. Kalau benar ditemukan material atau konstruksi yang tidak sesuai standar, ini harus diperiksa secara serius,” tegas Ikhram, Senin 21 September 2026.

Ia mengingatkan, penyelenggaraan bangunan gedung memiliki persyaratan teknis yang berkaitan dengan keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan. Standar teknis tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bangunan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Ikhram juga menyoroti kewajiban pelaku pembangunan perumahan untuk memastikan proses perencanaan dan perancangan rumah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.

PP Nomor 12 Tahun 2021 mengatur standar dalam perencanaan dan perancangan rumah sekaligus menyediakan mekanisme sanksi administratif apabila ketentuan tersebut dilanggar.

Dalam kondisi tertentu, badan hukum dapat dikenai denda administratif hingga Rp500 juta setelah melalui tahapan sanksi sebelumnya.

“Jadi jangan sampai standar teknis hanya menjadi dokumen di atas kertas. Yang harus dilihat adalah bagaimana pelaksanaannya di lapangan,” ujar Ikhram.

Sorotan HIPMAKOT semakin mengarah pada dugaan penggunaan material tertentu dalam pembangunan perumahan subsidi di Kota Kendari.

Ikhram mengungkapkan, pihaknya menemukan dugaan penggunaan pasir Nambo dalam pembangunan sejumlah unit rumah subsidi. Ia mempertanyakan apakah material tersebut telah memenuhi spesifikasi teknis yang dipersyaratkan untuk konstruksi bangunan rumah.

Menurutnya, persoalan tersebut harus dijawab berdasarkan hasil pengujian laboratorium, bukan sekadar klaim pengembang maupun asumsi pihak lain.

“HIPMAKOT akan membeberkan hasil laboratorium terkait pasir Nambo tersebut. Dari hasil pengujian itu nantinya bisa dilihat secara objektif apakah material tersebut memenuhi persyaratan atau tidak untuk digunakan dalam konstruksi rumah,” katanya.

Pernyataan mengenai kualitas pasir tersebut, kata dia, tidak boleh berhenti sebagai polemik. Jika hasil pengujian menunjukkan material tidak memenuhi persyaratan untuk penggunaan tertentu dalam konstruksi, pemerintah dan aparat penegak hukum harus memastikan ada tindak lanjut terhadap pembangunan yang menggunakan material tersebut.

Sebaliknya, apabila material dinyatakan memenuhi persyaratan berdasarkan pengujian yang sah, maka hasil tersebut juga harus dibuka secara transparan kepada publik.

“Karena itu kami tidak ingin persoalan ini hanya menjadi perang opini. Buka data, buka hasil laboratorium, periksa spesifikasinya, kemudian biarkan fakta teknis yang berbicara,” tegas Ikhram.

HIPMAKOT juga mengingatkan bahwa masyarakat berpenghasilan rendah yang membeli rumah subsidi memiliki hak memperoleh hunian yang layak, aman, dan memenuhi standar teknis.

Pedoman teknis Rumah Sederhana Sehat melalui Kepmen Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 403/KPTS/M/2002 sendiri menempatkan aspek keselamatan dan kesehatan sebagai bagian penting dalam pembangunan rumah sederhana sehat. Pedoman tersebut juga mempertimbangkan kondisi lahan dan potensi bahan bangunan lokal dalam menentukan pilihan konstruksi.

Karena itu, Ikhram meminta pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada jumlah unit rumah yang berhasil dibangun, tetapi juga memastikan kualitas dan kelayakan setiap unit yang diserahkan kepada masyarakat.

“Jangan sampai karena mengejar kuantitas pembangunan, kualitas justru dikorbankan. Masyarakat membeli rumah untuk dihuni bertahun-tahun, bukan untuk menerima bangunan yang kemudian menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.

Atas berbagai dugaan tersebut, HIPMAKOT mendesak Polda Sultra melakukan penyelidikan terhadap pembangunan perumahan yang diduga tidak memenuhi standar teknis di Kota Kendari.

Ikhram meminta aparat tidak hanya memeriksa dokumen perizinan, tetapi juga turun langsung melakukan pemeriksaan teknis terhadap material dan konstruksi bangunan apabila terdapat laporan atau bukti awal yang memadai.

“Polda Sultra harus berani turun memeriksa. Kalau memang semuanya sesuai standar, tentu hasil pemeriksaan itu akan menjadi klarifikasi dan perlindungan bagi pengembang. Tetapi kalau ditemukan pelanggaran, jangan ada pembiaran,” tegasnya.

Ia juga meminta instansi teknis pemerintah Kota Kendari melakukan pengawasan secara terbuka terhadap pembangunan perumahan, terutama proyek yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurut HIPMAKOT, pengawasan tidak boleh baru dilakukan setelah muncul keluhan konsumen atau ketika bangunan sudah selesai.

Pemeriksaan terhadap spesifikasi material, struktur konstruksi, pelaksanaan pekerjaan, dan pemenuhan standar keselamatan harus dilakukan sejak proses pembangunan berlangsung.

“Yang kami persoalkan bukan semata-mata siapa pengembangnya. Yang kami persoalkan adalah apakah rumah yang dibangun untuk masyarakat benar-benar aman dan memenuhi standar. Kalau ada dugaan penyimpangan, harus dibuka dan diperiksa secara objektif,” pungkas Ikhram.*

PT Vale Dukung TNI-81 Patonro Run, 7.092 Pelari Kenalkan Budaya Bugis-Makassar

0

KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia Tbk mendukung TNI-81 Patonro Elite Run 2026 di Kota Makassar.

Kegiatan tersebut digelar memperingati HUT ke-81 TNI dengan mengangkat patonro sebagai identitas budaya Bugis-Makassar.

Sebanyak 7.092 pelari mengikuti kegiatan tersebut, termasuk tim pelari PT Vale Indonesia dan sejumlah manajemen perusahaan.

Direktur sekaligus Chief Project Officer PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, mengatakan kegiatan tersebut memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan.

“Ini event yang luar biasa, dengan 7.000 peserta. Luar biasa antusiasme masyarakat,” ujar Asril.

Menurutnya, keterlibatan PT Vale merupakan bagian dari komitmen perusahaan membangun kolaborasi melalui kegiatan positif.

“Kita berkontribusi untuk event ini dan tim runner Vale juga kita ikutkan. Termasuk beberapa senior kunci,” katanya.

Asril juga menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi antara Forkopimda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

“Ini bukan cuma terkait event-nya sendiri, tapi juga silaturahmi Forkopimda Sulsel dan Sultra,” tuturnya.

Ia berharap sinergi antara TNI dan dunia industri terus diperkuat melalui berbagai kegiatan positif.

Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk PT Vale.

Ia menyebut Patonro Run didedikasikan untuk memuliakan budaya Bugis-Makassar melalui olahraga.

“Patonro melambangkan tegak lurus, kesetiaan, semangat pantang mundur dan jiwa rela berkorban,” kata Bangun.

Patonro Elite Run 2026 menjadi ruang memperkenalkan simbol budaya lokal kepada ribuan masyarakat melalui kegiatan olahraga.*

Pria di Kendari Ditangkap Usai Ancam Pedagang dengan Parang di Kali Kadia

0

KENDARIKINI.COM – Tim Patroli Perintis Polresta Kendari bersama URC Buser77 menangkap pria berinisial TA (28).

Kapolresta Kendari KBP Safi’i Nafsikin melalui Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau mengatakan TA ditangkap terkait dugaan pengrusakan dan pengancaman menggunakan senjata tajam di Taman Kali Kadia.

“Penangkapan dilakukan Minggu (20/9/2026) setelah polisi mengantongi bukti permulaan yang cukup. Terduga pelaku diketahui berdomisili di Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari,” katanya.

Sambungnya, Korban berinisial AR (24), seorang wiraswasta yang juga berdomisili di Kecamatan Wua-wua.

“Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WITA pada Minggu (19/9/2026) di Taman Kali Kadia,” tambahnya.

Lanjutnya, Saat kejadian, korban sedang berjualan sambil memutar musik menggunakan speaker di lokasi tersebut.

“Pelaku kemudian diduga mendatangi korban dan meminta volume speaker dikecilkan. Menurut laporan polisi, pelaku kemudian pergi mengambil sebilah parang dan kembali mendatangi korban,” ungkapnya.

Pelaku diduga mengancam korban menggunakan parang dengan mengarahkan senjata tersebut ke bagian leher korban.

“Tidak hanya mengancam, pelaku juga diduga merusak speaker milik korban menggunakan parang. Atas kejadian tersebut, korban kemudian melaporkan dugaan pengrusakan dan pengancaman kepada Polresta Kendari,” bebernya.

Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti permulaan terkait laporan tersebut.

Tim Patroli Perintis berkolaborasi dengan URC Buser77 dan Subnit 1 Pidum Satreskrim Polresta Kendari.

Petugas kemudian menangkap TA di Hotel Santika Jaya, Jalan Antero Hamra, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan dua buah parang pendek sebagai barang bukti.

Polisi juga mengamankan satu unit speaker merek Polytron yang diduga mengalami pengrusakan.

“TA selanjutnya diamankan untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut di Polresta Kendari,” pungkasnya.*

Curanmor di Jalan Kalenggo Kendari, Pelaku Ditangkap Buser77

0

KENDARIKINI.COM – Tim URC Buser77 Satreskrim Polresta Kendari menangkap terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Kapolresta Kendari KBP Safi’i Nafsikin melalui Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau mengatakan Penangkapan dilakukan Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 22.00 WITA terkait pencurian di Jalan Kalenggo, Kelurahan Bende.

“Lokasi tersebut berada di Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Terduga pelaku berinisial LI (23), nelayan asal Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan,” katanya melalui keterangan resminya yang diterima media ini, Senin 21 September 2026.

Sambungnya, Korban berinisial FE (26), mahasiswa yang berdomisili di Kelurahan Puuwatu, Kota Kendari.

“Peristiwa pencurian terjadi sekitar pukul 12.20 WITA saat korban memasang jaringan internet pelanggan,” tambahnya.

Lanjutnya, Korban memarkir sepeda motornya di depan rumah pelanggan sebelum menarik kabel menuju tiang listrik.

“Saat korban memanjat tiang listrik, sepeda motornya tiba-tiba dibawa kabur pelaku. Korban kemudian mengejar pelaku dengan berlari, namun kehilangan jejak karena kendaraan melaju semakin cepat,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, Korban meminta bantuan warga yang melintas untuk mengejar sepeda motor tersebut.

“Dalam pengejaran, korban berhasil menghadang pelaku dan membawanya ke Polsek Mandonga untuk diamankan. Tim URC Buser77 kemudian mendapat informasi mengenai pelaku yang telah diamankan di Polsek Mandonga,” bebernya.

Petugas selanjutnya mendatangi Polsek Mandonga dan melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut.

“Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan satu unit Honda Scoopy hitam bernomor polisi DT 5191 SF. Kendaraan tersebut memiliki nomor mesin JM01E-1214665 dan nomor rangka MH1JM011XMK217298. Dalam pemeriksaan awal, LI mengakui telah melakukan pencurian sepeda motor tersebut,” tuturnya.

Polisi menyebut pelaku mengambil kendaraan menggunakan kunci sepeda motor lain yang dapat menghidupkan motor korban.

“Kasus tersebut kini ditangani Satreskrim Polresta Kendari untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.*

HUT ke-81 TNI, Korem 143/HO Gelar Baksoskes Gratis untuk Masyarakat

0

KENDARIKINI.COM – Korem 143/HO menggelar Bakti Sosial Kesehatan (Baksoskes) gratis bagi masyarakat, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan berlangsung di Balai Prajurit Korem 143/HO dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026.

Baksoskes digelar serentak di tingkat pusat dan daerah sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat.

Sejumlah layanan disediakan, meliputi donor darah, khitanan massal, pengobatan umum, pengobatan gigi, dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Korem 143/HO juga memberikan bantuan sembako kepada 20 orang warakawuri dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Untuk donor darah, panitia menetapkan target 750 peserta dari unsur TNI AD, Persit, ASN, dan masyarakat.

Pengobatan umum juga ditargetkan melayani 750 orang selama pelaksanaan kegiatan Baksoskes.

Sementara khitanan massal awalnya ditargetkan untuk 10 peserta. Namun, sebanyak 25 orang tercatat mengikuti kegiatan tersebut.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dalam pelatihan BHD yang digelar pada Sabtu sebelumnya.

Pelatihan tersebut menargetkan 100 peserta, namun diikuti 590 orang dari berbagai unsur.

Kegiatan BHD memberikan pengetahuan mengenai pertolongan pertama menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

Pengobatan gigi turut mendapat perhatian masyarakat. Sebanyak 20 orang mengikuti layanan tersebut dari target lima peserta.

Korem 143/HO berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan.

Baksoskes juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan dan hubungan antara TNI dengan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Korem 143/HO menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.*

Pasar Anduonohu Kendari Gelap, Warga Keluhkan Minimnya Lampu Penerangan Jalan

0

KENDARIKINI.COM – Warga mengeluhkan minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Pasar Anduonohu, Kota Kendari.

Pantauan Kendarikini.com, Minggu (20/9/2026), Jalan Kedondong, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, masih minim penerangan saat malam.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pengguna jalan khawatir terhadap keselamatan pengendara dan pejalan kaki yang beraktivitas malam hari.

Seorang pengguna jalan, Mildan, mengatakan minimnya pencahayaan menyulitkan pengendara ketika melintas di kawasan pasar.

“Apalagi kita bawa kendaraan dan di sini ada pasar, biasanya tiba-tiba ada orang menyeberang,” ujar Mildan.

Menurutnya, keberadaan PJU penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di kawasan yang ramai aktivitas masyarakat.

Mildan berharap Pemerintah Kota Kendari segera memasang lampu penerangan pada titik-titik jalan yang masih gelap.

“Harapan kami kepada pemerintah agar segera ada perhatian khusus demi keselamatan pengguna jalan,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Akbar, pedagang di Pasar Anduonohu. Ia menilai kondisi gelap mengganggu aktivitas pedagang dan pembeli.

“Kalau bisa lampu penerangan jalan ini segera dipasang karena gelap sekali,” keluh Akbar.

Akbar menyebut kawasan pasar tetap ramai hingga malam sehingga membutuhkan fasilitas penerangan yang memadai.

Sementara itu, Jalan Kedondong sebelumnya telah mendapat perbaikan dan pengaspalan oleh Pemerintah Kota Kendari.

Proyek tersebut menggunakan anggaran APBD Kota Kendari Tahun Anggaran 2025 sekitar Rp6 miliar hingga Rp6,77 miliar.

Pekerjaan perbaikan dan pengaspalan Jalan Kedondong disebut telah rampung pada akhir Desember 2025.

Namun, hingga September 2026, fasilitas PJU di kawasan tersebut belum tersedia secara memadai.

Kondisi itu membuat warga berharap pembangunan infrastruktur jalan diikuti penyediaan penerangan untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.*

Kodim 1417 Kendari Gelar Donor Darah Sambut HUT TNI ke-81

0

KENDARIKINI.COM – Kodim 1417/Kendari menggelar aksi sosial berupa donor darah menjelang peringatan HUT TNI ke-81.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah personel Babinsa jajaran Kodim 1417/Kendari dan berlangsung di Balai Prajurit Korem 1417/Kdi.

Lokasi kegiatan berada di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (20/9/2026).

Selain donor darah, Bakti Kesehatan juga menghadirkan sejumlah layanan medis gratis bagi masyarakat umum.

Layanan tersebut meliputi pengobatan umum, pemeriksaan kesehatan gigi, serta sunatan massal bagi anak-anak.

Antusiasme masyarakat terlihat dalam kegiatan sosial yang digelar untuk menyambut HUT TNI ke-81 tersebut.

Dandim 1417/Kendari Kolonel Arm Danny A.P. Girsang mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat.

Menurutnya, kegiatan sosial tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian dan kepedulian TNI kepada masyarakat,” ujar Danny dalam keterangannya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya melalui pelayanan kesehatan gratis.

Donor darah juga diharapkan membantu memenuhi kebutuhan dan ketersediaan stok darah di wilayah Kendari.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bakti Kesehatan Kodim 1417/Kendari menyambut HUT TNI ke-81.*

Hasil DNA Negatif, Polres Konawe Tegaskan Tarsan Ditahan atas Dugaan Persetubuhan

0

KENDARIKINI.COM – Hasil tes DNA menyatakan bayi yang dilahirkan korban AK (14) bukan anak biologis Tarsan (55).

Tarsan merupakan petani asal Desa Hudoa, Kecamatan Konawe, yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan persetubuhan anak.

Ia ditahan Unit PPA Sat Reskrim Polres Konawe sejak 24 April 2026.

Setelah menjalani penahanan selama tiga bulan 27 hari, Tarsan memperoleh penangguhan penahanan pada 24 Agustus 2026.

Hasil pemeriksaan DNA dari Biddokkes Mabes Polri kemudian menunjukkan ketidakcocokan antara DNA Tarsan dan bayi tersebut.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan dari keluarga Tarsan mengenai proses penyidikan yang dilakukan kepolisian.

Supriyadi, perwakilan keluarga, menilai pemeriksaan DNA semestinya dilakukan untuk memperjelas hubungan biologis sebelum perkara berkembang.

Keluarga juga meminta kepolisian mempertimbangkan kerugian materiil dan imateriil yang dialami Tarsan selama menjalani penahanan.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Konawe AKP Laode Muhammad Jefri Hamzah memberikan penjelasan.

Menurutnya, Tarsan ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan dugaan persetubuhan, bukan karena dianggap sebagai ayah biologis bayi.

“Kami menemukan dua alat bukti yang cukup setelah memeriksa saksi-saksi relevan dengan keterangan korban,” ujar Jefri, Minggu (20/9/2026).

Jefri mengatakan hasil DNA negatif tidak otomatis menggugurkan dugaan tindak pidana persetubuhan.

Ia menjelaskan, kehamilan korban merupakan persoalan berbeda dengan dugaan perbuatan persetubuhan yang sedang disidik.

“Kita tidak bisa menyamakan antara kehamilan korban dengan persetubuhannya,” katanya.

Polres Konawe menyatakan masih mendalami fakta baru tersebut dan memeriksa sejumlah saksi tambahan.

Kepolisian juga menyatakan akan mengungkap pihak yang diduga menjadi ayah biologis bayi tersebut.

Proses penyidikan tetap berjalan untuk memperjelas rangkaian peristiwa berdasarkan alat bukti yang tersedia.*

UHO Buka Pelaporan Penurunan Desil bagi Pelamar KIP Kuliah 2026

KENDARIKINI.COM – Universitas Halu Oleo (UHO) mengumumkan mekanisme pelaporan status penurunan desil bagi pelamar KIP Kuliah 2026.

Pengumuman tersebut ditujukan kepada mahasiswa pelamar KIP Kuliah jalur SNBP dan SNBT tahun 2026.

Informasi itu tertuang dalam Pengumuman Nomor 082/BP-UHO/KIPK-BM Adik/IX/2026 yang diterbitkan pada 17 September 2026.

UHO menyebut mahasiswa yang berstatus Desil DTSEN 5, 6, 7, atau 8 diminta melakukan pengecekan status desil.

Pengecekan dapat dilakukan melalui situs resmi DTSEN di https://cekbansos.kemensos.go.id.

Bagi mahasiswa yang mengalami penurunan desil menjadi kategori 1 sampai 4, tersedia mekanisme pelaporan.

Pelaporan dilakukan melalui tautan formulir yang disediakan UHO dengan melampirkan sejumlah dokumen pendukung.

Dokumen tersebut meliputi bukti tangkapan layar penurunan desil dan bukti Kartu Pendaftaran KIP Kuliah.

UHO menetapkan batas waktu pelaporan perubahan desil paling lambat 22 September 2026 pukul 23.59 WITA.

Mahasiswa yang melaporkan perubahan status desil menjadi kategori 1 sampai 4 akan menjalani verifikasi lebih lanjut.

Setelah proses verifikasi, status mahasiswa tersebut masih menunggu kebijakan dari Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT).

Pengumuman ditandatangani Ketua Pengelola KIP Kuliah, Bidikmisi dan Adik UHO, Muhammad Saleh, pada 17 September 2026.*

TNI-Polri dan Manggala Agni Padamkan Karhutla 20 Hektare di TN Rawa Aopa

0

KENDARIKINI.COM – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda padang savana Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Sabtu (19/9/2026).

Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30 WITA, di sekitar akses menuju Kampung Hukaea Lama, Desa Watu-Watu, Lantari Jaya.

Lokasi kebakaran berjarak sekitar 400 meter dari jalan poros Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai.

Berdasarkan pemantauan petugas, luas kawasan terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare.

Personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD Bombana dan Manggala Agni langsung dikerahkan untuk memadamkan api.

Petugas menggunakan kendaraan pemadam dan patroli untuk menjangkau sejumlah titik kebakaran di kawasan tersebut.

Pemadaman menghadapi kendala berupa angin kencang, alang-alang kering, medan sulit dan akses kendaraan terbatas.

Titik api juga tersebar di beberapa lokasi sehingga membutuhkan penyisiran setelah pemadaman utama dilakukan.

Sekitar pukul 15.30 WITA, seluruh titik api berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan.

Kapolres Bombana AKBP Irwandhy Idrus mengapresiasi sinergi personel gabungan dalam menangani kebakaran tersebut.

Ia mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan kesiapsiagaan dan koordinasi karena kondisi cuaca serta medan dapat berubah.

Polres Bombana juga akan melakukan penyelidikan jika ditemukan indikasi kesengajaan atau kelalaian penyebab kebakaran.

Koordinator Manggala Agni TNRAW William K. Buranga mengatakan pemadaman dilakukan langsung pada titik api yang dapat dijangkau.

Setelah pemadaman, petugas melakukan penyisiran dan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali api.

Kapolsek Lantari Jaya IPTU Prasetyo Nento mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepulan asap, titik api atau aktivitas pembakaran kepada petugas terkait.

Pelaporan sejak dini dinilai membantu petugas melakukan penanganan sebelum kebakaran meluas di kawasan TNRAW.*

Jelang HUT ke-81 TNI, Korem 143/HO Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar

0

KENDARIKINI.COM – Korem 143/HO menggelar bakti sosial kesehatan melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan berlangsung di Balai Prajurit Korem 143/HO, Jalan Drs. H. Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kendari.

Pelatihan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Tahun 2026.

Kegiatan mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Pelatihan dipimpin Letkol Inf Aswar Dinata S.H., selaku Plh. Kasiter Kasrem 143/HO.

Kegiatan tersebut diikuti personel satuan jajaran Korem 143/HO yang bertugas di wilayah Kota Kendari.

Turut hadir Kasi Pers Kasrem 143/HO Kolonel Inf. Jamot Parluhutan Situmorang, S.Sos., M.M.

Dalam arahannya, Aswar menjelaskan BHD merupakan edukasi pertolongan pertama menghadapi kondisi darurat.

Pelatihan difokuskan pada penanganan awal ketika seseorang mengalami henti napas maupun henti jantung.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan peserta menghadapi situasi darurat,” kata Aswar.

Menurutnya, kemampuan pertolongan awal diperlukan dalam medan tugas maupun kehidupan sehari-hari.

Peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR).

RJP dapat dilakukan sebagai pertolongan awal sebelum bantuan medis tiba di lokasi kejadian.

Tim Kesehatan Kesrem 143/HO kemudian memberikan sosialisasi dan praktik Bantuan Hidup Dasar kepada peserta.

Materi disampaikan secara langsung melalui praktik agar peserta memahami prosedur dasar menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

Kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memberikan pertolongan pertama.

Korem 143/HO juga mendorong kegiatan kesehatan sebagai bagian dari penguatan kemanunggalan TNI dengan rakyat.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti