Selasa, Agustus 11, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8

Sekda Kendari Perkuat Program GENTING Percepat Penurunan Stunting

KENDARIKINI.COM – Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, membuka Rapat Evaluasi Program GENTING di Balai Kota, Senin (13/7/2026).

Rapat membahas percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi seluruh organisasi perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

Amir Hasan menegaskan penanganan stunting merupakan program prioritas nasional yang membutuhkan kerja sama lintas sektor.

Menurutnya, persoalan stunting berkaitan dengan kesehatan ibu, gizi, sanitasi, dan pendataan keluarga berisiko.

Sekda meminta seluruh OPD memperkuat intervensi agar program penurunan stunting berjalan tepat sasaran.

Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi data keluarga berisiko stunting sebagai dasar penyusunan kebijakan.

Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) diminta meningkatkan koordinasi dan evaluasi secara berkala.

Amir Hasan menyoroti rendahnya pendataan ibu hamil dan balita yang baru mencapai sekitar 9.000 data.

Padahal, target pendataan mencapai sekitar 36.000 data yang harus masuk dalam sistem pemerintah.

Sekda meminta camat, lurah, kader Posyandu, RT/RW, dan PKK mengoptimalkan pendataan, termasuk secara manual bila diperlukan.

Rapat dihadiri Dinas Kesehatan, DPPKB, kepala puskesmas, camat, lurah, TP PKK, dan TPPS Kota Kendari.*

Pemkot Kendari Siapkan Perda BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Rentan

KENDARIKINI.COM – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari membahas Raperda Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Senin (13/7/2026).

Pembahasan dilakukan melalui Focus Group Discussion sebagai dasar memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Kendari.

Kepala Disnakerperin Kendari, Farida Agustina, menyebut regulasi mendukung Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Raperda bertujuan memberikan perlindungan bagi pekerja formal maupun informal tanpa membedakan status pekerjaan.

Program mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan.

Kepesertaan diwajibkan bagi pekerja penerima upah maupun bukan penerima upah, termasuk pekerja rentan dan pekerja migran.

Pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan iuran melalui APBD serta dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan.

Pekerja rentan, relawan, pelaku seni, pekerja padat karya, dan insan olahraga menjadi prioritas perlindungan.

Pemkot Kendari bersama BPJS Ketenagakerjaan akan membentuk tim pembinaan, pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan program.

Raperda juga mengatur sanksi administratif bagi pemberi kerja yang tidak mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.*

Wakil Wali Kota Kendari Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Kemendagri

KENDARIKINI.COM – Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi bersama Kemendagri secara virtual, Senin (13/7/2026).

Rakor diikuti Kepala BPS Kendari, Sultriawati Efendy, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari.

Kegiatan dipimpin Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, dan diikuti pemerintah daerah dari seluruh Indonesia.

Rakor membahas evaluasi perkembangan harga kebutuhan pokok serta langkah strategis mengendalikan inflasi di daerah.

Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas pangan.

Daerah juga diminta rutin memantau harga pasar, memperlancar distribusi, dan menggelar operasi pasar bila diperlukan.

Sudirman menegaskan Pemkot Kendari berkomitmen menjalankan arahan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas harga.

Menurutnya, TPID bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan harga dan merespons cepat gejolak pasar.

Kepala BPS Kendari memaparkan data inflasi dan perkembangan harga komoditas sebagai bahan evaluasi kebijakan.

Pemkot Kendari berharap sinergi pusat dan daerah menjaga inflasi sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi serta daya beli masyarakat.*

Ketua TP PKK Kendari Hadiri Puncak HKG PKK Ke-54

KENDARIKINI.COM – Ketua TP PKK Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, menghadiri puncak Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan diikuti ribuan kader PKK dari seluruh Indonesia untuk memperkuat sinergi mendukung kesejahteraan keluarga.

Peringatan mengusung tema Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.

Acara dibuka Pelindung TP PKK Nasional, Selvi Gibran Rakabuming, yang menekankan pentingnya peran perempuan dalam ketahanan keluarga.

Menurut Selvi, ibu memiliki peran strategis mengelola keuangan keluarga demi mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian, menyebut PKK menjadi mitra penting pemerintah dalam pembangunan masyarakat.

Ia menjelaskan 10 Program Pokok PKK mencakup ketahanan pangan, pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan pemberdayaan keluarga.

Pada kesempatan itu, TP PKK juga menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah kementerian untuk memperkuat pelaksanaan program.

Shintya menegaskan kehadirannya mencerminkan komitmen TP PKK Kota Kendari mengimplementasikan program PKK secara berkelanjutan.

Kolaborasi dengan pemerintah diharapkan mampu mewujudkan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.*

Wali Kota Kendari Buka Turnamen Padel Pertama di Sulawesi Tenggara

KENDARIKINI.COM – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, membuka UD Maju Padel Tournament di Uno Padel Kendari, Sabtu (11/7/2026).

Turnamen berlangsung 11–12 Juli 2026 dan menjadi kompetisi padel pertama yang digelar di Sulawesi Tenggara.

Sebanyak 88 tim atau sekitar 200 peserta mengikuti kejuaraan yang memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah.

Ketua Panitia, Karina, berharap seluruh pertandingan berlangsung sportif dan mendorong perkembangan olahraga padel di Sulawesi Tenggara.

General Manager UD Maju Motor, Salni Usman, menyebut turnamen tersebut diharapkan menjadi agenda tahunan.

Wali Kota Siska mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang memperkenalkan olahraga padel sekaligus membawa manfaat sosial bagi masyarakat.

Menurutnya, hasil kegiatan turut dimanfaatkan untuk mendukung aksi sosial sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas.

Siska menilai padel memiliki prospek besar melahirkan atlet berprestasi dan berkembang sebagai cabang olahraga baru.

Pemerintah Kota Kendari berkomitmen mendukung pengembangan padel menjelang pelaksanaan Porprov Sulawesi Tenggara.

Usai pembukaan, Wali Kota melakukan pukulan pertama sebagai tanda dimulainya pertandingan.*

Dekranasda Kendari Promosikan Produk UMKM di HUT Dekranas Ke-46

KENDARIKINI.COM – Ketua Dekranasda Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, menghadiri pembukaan Pameran HUT ke-46 Dekranas, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan berlangsung di Trans Studio Mall Makassar sebagai ajang promosi produk kerajinan dan pemberdayaan UMKM nasional.

Pembukaan dilakukan Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming, ditandai penabuhan gandrang pakanjara dan pemotongan tumpeng.

Pameran menampilkan produk kriya dan wastra unggulan dari seluruh provinsi serta kabupaten dan kota di Indonesia.

Dekranasda Kendari memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan produk kerajinan unggulan daerah kepada pasar yang lebih luas.

Shintya mengatakan pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas produk, memperkuat identitas lokal, dan memperluas pemasaran perajin Kendari.

Menurutnya, kolaborasi antardaerah penting untuk memperkuat daya saing industri kerajinan berbasis budaya lokal.

Selain menghadiri pembukaan, Shintya meninjau berbagai stan guna mempelajari inovasi produk dan strategi pemasaran daerah lain.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi inspirasi pengembangan UMKM dan industri kerajinan di Kota Kendari.

Keikutsertaan Dekranasda Kendari diharapkan memperluas jejaring sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional.*

Satpol PP Kendari Gaungkan Gerakan Indonesia ASRI dan Donor Darah

KENDARIKINI.COM – Satpol PP Kota Kendari menggelar Gerakan Aksi Indonesia ASRI di halaman Mako Satpol PP, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan dipimpin Kepala Satpol PP Kendari, Maman Firman Syah, sebagai dukungan terhadap program nasional kebersihan lingkungan.

Gerakan dilaksanakan serentak secara nasional menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Dalam Negeri.

Pelaksanaan di Kota Kendari terhubung melalui Zoom Meeting bersama pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Selain aksi kebersihan, kegiatan juga dirangkaikan dengan donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat.

Maman Firman Syah menegaskan Gerakan Indonesia ASRI sejalan dengan instruksi Wali Kota Kendari.

Menurutnya, program menjaga lingkungan bersih rutin dilaksanakan Pemerintah Kota Kendari setiap Selasa dan Jumat.

Ia menilai keberhasilan menciptakan kota bersih membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya pemerintah.

Masyarakat diharapkan berpartisipasi mulai tingkat RT, RW, kelurahan, hingga kecamatan menjaga kebersihan lingkungan.

Satpol PP berharap sinergi pemerintah dan masyarakat mampu mewujudkan Kota Kendari yang aman, sehat, resik, dan indah.*

Sekda Kendari Perkuat Sinergi Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah

KENDARIKINI.COM – Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, membuka Rapat Koordinasi Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG), Jumat (10/7/2026).

Rapat berlangsung di Ruang Samaturu Balai Kota Kendari untuk meningkatkan capaian dan kualitas program CKG Tahun 2026.

Kegiatan dihadiri Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, kepala sekolah, kepala madrasah, dan seluruh kepala puskesmas se-Kota Kendari.

Amir Hasan menegaskan keberhasilan CKG bergantung pada kolaborasi pemerintah, sekolah, dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurutnya, Kota Kendari mencatat capaian CKG tertinggi di Sulawesi Tenggara pada 2025, yakni 70,48 persen.

Pelaksanaan CKG di lingkungan sekolah bahkan mencapai target 100 persen sepanjang tahun 2025.

Sekda berharap prestasi tersebut dipertahankan melalui koordinasi lebih kuat serta perbaikan terhadap berbagai kendala sebelumnya.

Ia menilai tantangan tahun 2026 semakin besar karena pemerintah menargetkan peningkatan cakupan dan kualitas layanan kesehatan siswa.

Seluruh kepala sekolah diminta mendukung tim CKG puskesmas dengan penyediaan fasilitas, pengaturan jadwal, dan koordinasi intensif.

Amir Hasan mengapresiasi seluruh peserta rapat dan mengajak semua pihak menyukseskan pelaksanaan CKG Tahun 2026.*

Yofialdi dan Doni Harsiva Pimpin Presidium KAHMI Sumbar

KENDARIKINI.COM – Musyawarah Wilayah X KAHMI Sumatera Barat menetapkan tujuh presidium baru periode kepengurusan berikutnya, Sabtu (18/7/2026).

Dari 13 kandidat, H. Yofialdi, SE., MM., Ak., CA dan Doni Harsiva Yandra, S.IP. meraih suara terbanyak.

Lima presidium lainnya yakni Sabar A.S, Mevrizal, Diyan Eka Putri, Eka Vidia Putra, dan Rahmat Tuangku Sulaiman.

Wakil Bendahara Umum MN KAHMI, Ulya, mengapresiasi pelaksanaan Muswil yang berlangsung demokratis dan kondusif.

Menurutnya, presidium terpilih diharapkan memperkuat peran KAHMI dalam mendukung pembangunan dan kemajuan Sumatera Barat.

Ulya berharap kepengurusan baru segera menyusun program kerja yang intelektual, konstruktif, dan solutif bagi masyarakat.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya Yofialdi sebagai salah satu presidium KAHMI Sumbar.

Menurut Ulya, Yofialdi juga menjabat Ketua Depidar III SOKSI, Ketua Squash Indonesia Sumbar, Bendahara JMSI Sumbar, dan Bendahara Inkado.

KAHMI Sumbar diharapkan semakin progresif mengawal isu pendidikan, ekonomi, dan kepemudaan di Sumatera Barat.*

AIMRI Minta Penundaan RKAB Nikel Tak Hambat Hilirisasi Nasional

KENDARIKINI.COM – DPP Asosiasi Industri Mineral Republik Indonesia (AIMRI) menyoroti penundaan persetujuan RKAB ratusan IUP nikel tahun 2026.

Pemerintah menilai evaluasi RKAB diperlukan untuk mengendalikan produksi, menjaga harga nikel, serta menghindari kelebihan pasokan.

Namun, AIMRI menilai penundaan berkepanjangan berpotensi mengganggu aktivitas produksi perusahaan tambang dan pasokan bahan baku smelter.

Ketua Bidang Tata Niaga DPP AIMRI, Muhamad Ikram Pelesa, menyebut dampaknya juga dirasakan tenaga kerja, kontraktor, UMKM, dan pemerintah daerah.

Menurutnya, Indonesia telah menginvestasikan dana besar membangun smelter sehingga pasokan bahan baku harus tetap terjaga.

AIMRI mengakui pengendalian produksi merupakan kewenangan pemerintah demi menjaga stabilitas pasar dan keberlanjutan cadangan mineral.

Meski demikian, kebijakan tersebut dinilai tidak boleh menghilangkan kepastian hukum bagi pelaku usaha pertambangan.

Ikram mengingatkan penundaan RKAB berpotensi menurunkan utilisasi smelter, investasi, penyerapan tenaga kerja, dan penerimaan negara.

Di sisi lain, persetujuan seluruh RKAB tanpa pengendalian juga berisiko memicu kelebihan pasokan dan menekan harga nikel dunia.

AIMRI meminta pemerintah segera menyelesaikan evaluasi RKAB secara profesional, objektif, transparan, dan memberikan kepastian waktu.

Menurut AIMRI, keberhasilan hilirisasi bergantung pada keseimbangan regulasi, investasi, serta kepastian usaha sektor pertambangan.*

Fakultas Hukum UHO Perkuat Budaya Hukum Masyarakat Pesisir Konawe

KENDARIKINI.COM – Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Nii Tanasa, Konawe, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan bertema Membangun Desa Pesisir Bersatu, Aman, dan Berkeadilan Melalui Budaya Hukum memperkuat literasi hukum masyarakat pesisir.

Program dipimpin Dekan Fakultas Hukum UHO, Dr. Heryanti, S.H., M.H., sebagai bagian pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Tim menemukan sejumlah persoalan, mulai perpecahan pasca-pilkades, penyalahgunaan narkotika, hingga persoalan ketenagakerjaan di masyarakat.

Ketua Tim PkM, Rizal Muchtasar, S.H., LL.M., menegaskan pembangunan desa harus diiringi penguatan budaya hukum masyarakat.

Menurutnya, desa maju lahir dari masyarakat yang menjunjung persatuan, musyawarah, dan kepatuhan terhadap hukum.

Tim dosen memberikan penyuluhan mengenai persatuan, pencegahan narkotika, keamanan lingkungan, serta hak dan kewajiban ketenagakerjaan.

Mahasiswa KKN UHO turut mendampingi kegiatan sebagai implementasi pembelajaran yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Kegiatan juga ditandai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Fakultas Hukum UHO dan Pemerintah Desa Nii Tanasa.

Kerja sama mencakup penyuluhan hukum berkala, pendampingan masyarakat, serta peningkatan kapasitas aparatur desa.

Pemerintah Desa Nii Tanasa berharap kolaborasi tersebut memperkuat tata kelola pemerintahan dan membangun masyarakat yang semakin sadar hukum.*

Pelabuhan Balantang PT Vale Raih Penghargaan Green Smart Port 2026

KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia Tbk meraih penghargaan Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026 melalui Pelabuhan Balantang.

Penghargaan diberikan atas penerapan pengelolaan pelabuhan ramah lingkungan dan sistem operasional berbasis digital.

Pelabuhan Balantang sebelumnya meraih predikat bintang empat atau Level III pada Asesmen Green and Smart Port 2025.

Penghargaan diserahkan Menteri Kelautan dan Perikanan RI kepada Head of Energy & Logistics Operations PT Vale, Dahlan, di Gresik.

Program Green and Smart Port merupakan kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan IDSurvey.

Penilaian mengacu pada Green Port Guidelines 3.0/2023 yang mengintegrasikan standar pelabuhan hijau dan pelabuhan berbasis teknologi.

Dahlan mengatakan Pelabuhan Balantang menerapkan inovasi pada aspek manajemen, lingkungan, serta digitalisasi operasional.

Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan komitmen PT Vale menjalankan praktik pertambangan dan logistik yang berkelanjutan.

PT Vale juga memanfaatkan energi terbarukan, konservasi keanekaragaman hayati, serta sistem operasional real-time di pelabuhan.

Perusahaan berkomitmen terus meningkatkan implementasi konsep pelabuhan hijau demi efisiensi operasional dan keberlanjutan lingkungan.

Pencapaian ini sekaligus memperkuat komitmen PT Vale menghadirkan tata kelola pelabuhan yang aman, modern, dan berstandar tinggi.*

PT Vale Latih Prajurit Yonif 869 Taawu Kembangkan Pertanian Organik

KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa melatih 30 prajurit Yonif 869 Taawu mengembangkan pertanian organik berkelanjutan.

Pelatihan melalui Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSLRB) berlangsung selama lima hari di Kabupaten Kolaka.

Program ini mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat kolaborasi PT Vale, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Konsultan Aliksa Organik SRI Consultant, Koko Komamin, membekali peserta mengenai ekologi tanah dan sistem pertanian organik.

Peserta diajak memahami dampak penggunaan pupuk kimia serta pentingnya memanfaatkan bahan organik untuk menjaga kesuburan tanah.

Selain teori, prajurit menerima praktik budidaya tanaman organik dan menyusun rencana penerapan di lingkungan kesatuan.

Senior Coordinator External Relation PT Vale IGP Pomalaa, Charles Cristian, menyebut kolaborasi tersebut memperkuat pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, prajurit tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga dapat berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

PT Vale berharap peserta mampu menerapkan ilmu pertanian organik secara mandiri setelah pelatihan berakhir.

Program percontohan itu diharapkan memberi manfaat ekonomi, lingkungan, serta memperkuat kedaulatan pangan di masa mendatang.*

PLN Sulselrabar Perkuat UMKM Kendari Caddi Lewat Program TJSL

KENDARIKINI.COM – PT PLN (Persero) UID Sulselrabar meluncurkan Program TJSL untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM di Kelurahan Kendari Caddi.

Program bertajuk Kendari Caddi Bangkit Berdaya Bersama Menuju Indonesia Maju digelar berkolaborasi dengan Pemkot Kendari dan Karang Taruna BASKARA.

Kegiatan berlangsung 3–4 Juli 2026 dan diikuti 40 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha.

Peserta menerima pelatihan digitalisasi usaha, manajemen bisnis, pemasaran, branding, pengemasan produk, legalitas, serta bantuan mesin produksi.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, mengapresiasi komitmen PLN dalam mendukung pengembangan UMKM melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.

Menurutnya, sinergi pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan pemangku kepentingan penting menciptakan UMKM yang tangguh dan berdaya saing.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan program TJSL menjadi wujud kontribusi PLN terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan bantuan mesin produksi diharapkan meningkatkan kapasitas, kualitas produk, serta daya saing UMKM di pasar.

Salah seorang peserta, Diana Novita, mengaku pelatihan dan bantuan mesin memberikan manfaat besar bagi pengembangan usahanya.

Ia berharap program serupa terus berlanjut agar semakin banyak UMKM memperoleh kesempatan berkembang dan memperluas pasar.

PLN berharap kolaborasi bersama Pemkot Kendari dan Karang Taruna BASKARA mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.*

PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen, Berlaku hingga 27 Juli

KENDARIKINI.COM – PT PLN (Persero) menghadirkan promo diskon 50 persen biaya tambah daya melalui program Semangat Baru, Makin Berdaya.

Program berlaku 14–27 Juli 2026 bagi pelanggan satu fasa berdaya 450 VA hingga 5.500 VA.

Promo memberikan potongan biaya penyambungan untuk penambahan daya hingga 7.700 VA melalui aplikasi PLN Mobile.

PLN UID Sulselrabar kini melayani sekitar 4,382 juta pelanggan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

Program tersebut diharapkan mendukung kebutuhan listrik rumah tangga, kegiatan belajar, bekerja dari rumah, serta produktivitas pelaku usaha.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan program ini memudahkan pelanggan meningkatkan kapasitas listrik dengan biaya lebih hemat.

Menurutnya, hingga kini sebanyak 937 pelanggan di wilayah UID Sulselrabar telah memanfaatkan promo tambah daya tersebut.

Pelanggan cukup membeli token atau membayar tagihan melalui PLN Mobile untuk memperoleh e-voucher tambah daya.

Voucher selanjutnya digunakan saat mengajukan permohonan tambah daya melalui fitur promo di aplikasi PLN Mobile.

Sebagai ilustrasi, biaya tambah daya dari 450 VA menjadi 7.700 VA turun dari Rp7.025.250 menjadi Rp3.512.625.

PLN mengajak masyarakat memanfaatkan promo ini agar aktivitas belajar, bekerja, dan usaha berlangsung lebih nyaman tanpa kendala listrik.*

PLN Sulselrabar Perkuat UMKM Bulukumba Lewat Workshop Naik Kelas

KENDARIKINI.COM – PT PLN (Persero) UID Sulselrabar menggelar Workshop UMKM Naik Kelas melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Kegiatan berlangsung 10–11 Juli 2026 berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Bulukumba.

Sebanyak 295 pelaku UMKM mengikuti pelatihan digitalisasi usaha, pemasaran, branding, pengemasan produk, serta penguatan ekosistem usaha.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bulukumba, Muhammad Daud Kahal, mengapresiasi komitmen PLN mendukung pemberdayaan UMKM daerah.

Menurutnya, sinergi pemerintah, dunia usaha, dan komunitas menjadi kunci menciptakan UMKM yang tumbuh dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menegaskan PLN tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial berkelanjutan.

Ia menyebut pemberdayaan UMKM merupakan investasi sosial untuk mendorong kemandirian ekonomi, membuka peluang usaha, dan meningkatkan daya saing.

PLN berharap peserta memanfaatkan ilmu dan jaringan selama pelatihan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Peserta workshop, Erna, pemilik UMKM Sabuk Batik Bulukumba, mengaku memperoleh wawasan baru dan relasi bisnis melalui kegiatan tersebut.

Ia berharap workshop serupa terus digelar agar UMKM Bulukumba semakin kompetitif di pasar lokal maupun nasional.

PLN, Pemerintah Kabupaten Bulukumba, dan TDA Bulukumba menargetkan kolaborasi ini memperkuat ekosistem UMKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.*

UHO Buka Pembayaran UKT Maba Jalur SMMUHO Gelombang I 2026

KENDARIKINI.COM – Universitas Halu Oleo (UHO) mengumumkan jadwal pembayaran UKT, IPI, dan pemeriksaan kesehatan bagi mahasiswa baru jalur SMMUHO Gelombang I Tahun 2026.

Pembayaran dilakukan secara daring melalui Virtual Account (VA) mulai 15 hingga 27 Juli 2026 pukul 23.59 Wita.

Besaran UKT, IPI, biaya pemeriksaan kesehatan, serta bank mitra dapat diakses melalui laman maba.uho.ac.id.

Calon mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi dikenakan tambahan biaya tes kesehatan jiwa atau MMPI.

Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan oleh Tim Dokter Fakultas Kedokteran UHO sesuai jadwal yang diumumkan kemudian.

Peserta jalur KIP Kuliah yang lulus SMMUHO tetap diwajibkan membayar UKT, IPI, dan biaya pemeriksaan kesehatan.

Pembayaran UKT akan dikembalikan apabila peserta resmi ditetapkan sebagai penerima KIP Kuliah.

UHO menegaskan seluruh pembayaran yang telah masuk tidak dapat dikembalikan, kecuali sesuai ketentuan penerima KIP Kuliah.

Calon mahasiswa yang tidak memenuhi seluruh persyaratan akan dinyatakan mengundurkan diri atau gugur sebagai mahasiswa baru.

Pihak kampus mengimbau peserta hanya mengikuti informasi resmi melalui laman uho.ac.id untuk menghindari informasi menyesatkan.*

UHO Jadwalkan Pemeriksaan Kesehatan Maba SNBT Mulai 21 Juli 2026

KENDARIKINI.COM – Universitas Halu Oleo (UHO) mengumumkan jadwal pemeriksaan kesehatan bagi calon mahasiswa baru jalur SNBT 2026.

Pemeriksaan kesehatan fisik dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Juli 2026 sesuai pembagian program studi.

Khusus calon mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi mengikuti tes MMPI pada 24 Juli 2026.

Tes MMPI dilaksanakan mulai pukul 08.00 Wita di Gedung Perkuliahan Fakultas Kedokteran UHO Lantai II.

Peserta diwajibkan hadir paling lambat 15 menit sebelum jadwal pemeriksaan yang telah ditentukan.

Calon mahasiswa juga diminta mengenakan pakaian rapi serta membawa kartu SNBT dan bukti pembayaran UKT serta biaya pemeriksaan.

UHO menyarankan peserta tidak membawa kendaraan pribadi ke lokasi pemeriksaan kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan akan dilaksanakan oleh tim medis Fakultas Kedokteran UHO di Laboratorium Biomedik FK UHO.

UHO mengingatkan calon mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan dapat dinyatakan batal sebagai mahasiswa baru.

Pihak kampus meminta seluruh peserta terus memantau informasi resmi melalui laman uho.ac.id.*

UHO Terjunkan 5.109 Mahasiswa KKN di Tujuh Kabupaten Sulawesi Tenggara

KENDARIKINI.COM – Universitas Halu Oleo (UHO) melepas 5.109 mahasiswa peserta KKN Reguler dan KKN Tematik Angkatan II Tahun 2026.

Pelepasan berlangsung di Auditorium H.A.E. Mokodompit, Kampus UHO Kendari, Senin (13/7/2026).

Mahasiswa akan menjalankan pengabdian masyarakat selama 30 hari di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara.

Sebanyak 3.799 mahasiswa mengikuti KKN Reguler dan tergabung dalam 264 kelompok dari 14 fakultas.

Peserta terbanyak berasal dari FKIP, disusul FISIP dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Mahasiswa KKN Reguler ditempatkan di Konawe Selatan, Konawe, Bombana, Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, dan Konawe Utara.

Sementara KKN Tematik melibatkan 1.310 mahasiswa yang didukung 481 Dosen Pembimbing Lapangan.

Program tersebut mengusung 80 judul Pengabdian kepada Masyarakat yang telah memperoleh pendanaan.

Lokasi KKN Tematik terbanyak berada di Kota Kendari dengan 41 judul, disusul Konawe Selatan dan Konawe.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M., meminta mahasiswa beradaptasi dengan masyarakat setempat.

Ia mengingatkan peserta menjaga nama baik almamater serta menghormati adat dan budaya di lokasi penugasan.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu, tetapi juga mengidentifikasi persoalan dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.

UHO berharap peserta KKN menjadi agen perubahan yang memberi manfaat nyata bagi pembangunan desa di Sulawesi Tenggara.*

Siswi MTsN 1 Kendari Juara Umum Pesona Wastra Nusantara Nasional 2026

KENDARIKINI.COM – Siswi MTs Negeri 1 Kota Kendari, Ratu Bilqis Maidin Abdul Syaid, meraih Juara Umum Pesona Wastra Nusantara Nasional 2026.

Kompetisi berlangsung di Jakarta pada 3–5 Juli 2026 dan diikuti perwakilan terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.

Ajang tersebut menilai kemampuan peserta dalam berbusana wastra, wawasan budaya, public speaking, kepribadian, serta pengetahuan filosofi kain tradisional.

Ratu Bilqis tampil percaya diri mengenakan wastra Nusantara hingga berhasil memikat perhatian dewan juri.

Berkat prestasi itu, Ratu Bilqis ditunjuk mewakili Indonesia pada Pesona Wastra Nusantara Tingkat Asia di Singapura, Januari 2027.

Ratu Bilqis merupakan putri pasangan Maidin Abdul Syaid dan Hasrianti, S.ST., M.Kes.

Kepala MTs Negeri 1 Kota Kendari mengaku bangga atas prestasi yang diraih siswinya di tingkat nasional.

Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan pelajar madrasah mampu bersaing dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.

Ia menilai prestasi itu lahir dari bakat, kerja keras, serta dukungan keluarga dan sekolah.

Keberhasilan Ratu Bilqis diharapkan menjadi motivasi bagi pelajar Sulawesi Tenggara untuk terus berprestasi dan mencintai budaya Indonesia.*

KKN UHO di Puuwonua Usung Kolaborasi Lima Fakultas untuk Pemberdayaan Desa

KENDARIKINI.COM – Mahasiswa KKN Reguler Universitas Halu Oleo (UHO) mengusung pendekatan kolaboratif dalam pengabdian di Desa Puuwonua, Kabupaten Konawe Utara.

Program dipimpin Koordinator Desa (Kordes) Risaldo, anggota Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Fraksi Hukum.

Kegiatan didampingi Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Hj. Nini Hasriyani Aswad, S.T., M.T.

Tim KKN menghimpun mahasiswa dari Fakultas Hukum, FKIP, FISIP, FIB, dan Fakultas Pertanian.

Menurut Risaldo, kolaborasi lintas disiplin diperlukan karena persoalan desa membutuhkan solusi yang terpadu dan berkelanjutan.

Mahasiswa melakukan observasi potensi desa sekaligus mengidentifikasi persoalan sosial, pendidikan, pertanian, dan kesadaran hukum masyarakat.

Mahasiswa Pertanian diharapkan menghadirkan inovasi pengelolaan pertanian, sedangkan FISIP memperkuat kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat desa.

FKIP berfokus pada peningkatan literasi pendidikan, sementara FIB mendorong pelestarian budaya lokal sebagai identitas Desa Puuwonua.

Mahasiswa Fakultas Hukum mengedukasi masyarakat mengenai kesadaran hukum, administrasi desa, dan perlindungan hak-hak warga.

Risaldo menilai keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari pelaksanaan program kerja, tetapi dampak yang bertahan setelah pengabdian berakhir.

Ia berharap sinergi lima fakultas mampu melahirkan program yang bermanfaat dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Desa Puuwonua.*

UHO Wisuda 752 Lulusan, Teknik Informatika Raih Lulusan Terbaik Universitas

KENDARIKINI.COM – Universitas Halu Oleo (UHO) mewisuda 752 lulusan dari 14 fakultas dan Program Pascasarjana, Rabu (15/7/2026).

Wisuda tersebut menjadi komitmen UHO mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Lulusan berasal dari jenjang diploma, sarjana, magister, hingga program pascasarjana dengan rata-rata IPK dan masa studi yang kompetitif.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan meluluskan lulusan terbanyak, yakni 180 sarjana.

Disusul Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebanyak 113 lulusan dan FMIPA sebanyak 91 lulusan berbagai jenjang.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis meluluskan 84 mahasiswa, sedangkan Fakultas Ilmu Budaya mencetak 64 lulusan.

Fakultas Farmasi mewisuda 48 lulusan, Fakultas Kesehatan Masyarakat 44 lulusan, serta Fakultas Hukum 51 lulusan.

Sementara Fakultas Teknik meluluskan 40 mahasiswa dari jenjang diploma dan sarjana.

UHO juga menetapkan Dwi Pratiwi Aprilya Wahid sebagai lulusan terbaik tingkat universitas.

Mahasiswi Program Studi Teknik Informatika itu meraih IPK 3,99 dengan masa studi 3 tahun 8 bulan.

Selain itu, UHO memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik dari seluruh fakultas dan Program Pascasarjana.

Pelaksana Tugas Rektor UHO, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., menegaskan wisuda merupakan awal pengabdian di masyarakat.

Ia meminta alumni terus beradaptasi, berinovasi, menjaga integritas, serta memanfaatkan ilmu untuk kemajuan bangsa.

Khairul juga mengajak alumni berpartisipasi dalam tracer study melalui laman tracer.uho.ac.id.

Menurutnya, data tersebut penting untuk mengukur serapan kerja alumni dan meningkatkan kualitas pendidikan di Universitas Halu Oleo.*

HMKS Desak Inspektorat Periksa Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Kepala Desa Buke

KENDARIKINI.COM – Himpunan Mahasiswa Konawe Selatan (HMKS) menggelar aksi di Inspektorat dan DPMD Konawe Selatan, Senin.

Aksi menyoroti dugaan penyalahgunaan wewenang Kepala Desa Buke dalam pengukuran lahan warga di Dusun III, Kecamatan Buke.

HMKS menyebut pengukuran dilakukan terhadap tanah bersertifikat yang sedang diklaim pihak lain.

Masyarakat mempertanyakan keterlibatan pemerintah desa dalam proses pengukuran yang dinilai tidak sesuai prosedur.

HMKS menerima informasi pengukuran dilakukan Sekretaris Desa bersama pihak terkait atas penugasan kepala desa.

Saat pengukuran berlangsung, pemilik lahan disebut tidak berada di lokasi dan tidak memberikan persetujuan.

Wakil Ketua Umum HMKS, Muh. Beni Saputra, meminta Inspektorat dan DPMD segera memanggil serta memeriksa kepala desa.

Menurutnya, seluruh tindakan terkait hak atas tanah wajib mengikuti prosedur hukum dan menghormati hak masyarakat.

HMKS juga menilai minimnya keterbukaan informasi karena camat disebut belum mengetahui persoalan tersebut.

Organisasi itu meminta pemerintah mengusut dugaan penyalahgunaan wewenang secara profesional, transparan, dan objektif.

Selain sengketa tanah, HMKS turut menyoroti dugaan praktik nepotisme dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa Buke.

Beni mengingatkan kepala desa mengedepankan prinsip meritokrasi dalam pengangkatan aparat desa.

HMKS menegaskan tidak bermaksud menghakimi pihak tertentu sebelum pemeriksaan resmi dilakukan.

Organisasi itu berkomitmen mengawal kasus hingga pemerintah memberikan penjelasan dan kepastian hukum kepada masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Buke belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan tersebut.*

FH UHO Gelar Penyuluhan Hukum Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal di Konawe

KENDARIKINI.COM – Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (FH UHO) menggelar penyuluhan hukum di Desa Asinua Jaya, Kecamatan Asinua, Kabupaten Konawe, Senin (20/7/2026).

Kegiatan mengusung tema edukasi hukum berbasis kearifan lokal masyarakat adat Tolaki sebagai upaya preventif mencegah pencemaran lingkungan.

Penyuluhan menghadirkan empat narasumber berkompeten dari kalangan akademisi dan praktisi hukum.

Mereka yakni Dr. M. Sabaruddin Sinapoy, SH, M.Hum, Dr. H. Sukring, M.Pd.I, Endah Widyastuti, SH, MH, dan Andi Khaedhir K. Petta Lolo, SH.

Materi membahas pentingnya kesadaran hukum lingkungan melalui penguatan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat adat Tolaki.

Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai perlindungan lingkungan berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009.

Selain itu, narasumber menjelaskan peran hukum adat sebagai instrumen menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan.

Kegiatan ini mendorong masyarakat berpartisipasi aktif menjaga lingkungan melalui pendekatan hukum dan budaya lokal.

Penyuluhan juga memperkuat sinergi antara hukum nasional dan hukum adat dalam membangun kesadaran hukum masyarakat desa.

Melalui kegiatan tersebut, warga diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan, melestarikan budaya Tolaki, serta mewariskan nilai-nilai adat kepada generasi mendatang.*

FORMALISH Sultra Desak Menteri ESDM Tunda RKAB PT Tiran Indonesia

KENDARIKINI.COM – Forum Kajian dan Literasi Hukum Sulawesi Tenggara (FORMALISH Sultra) mendesak Menteri ESDM menunda persetujuan RKAB PT Tiran Indonesia.

Desakan itu disampaikan hingga pemerintah menyelesaikan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perusahaan.

FORMALISH menilai penerapan K3 di lingkungan operasional PT Tiran Indonesia diduga belum berjalan optimal.

Mereka menyoroti sejumlah kecelakaan kerja yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari Kementerian ESDM.

Menurut FORMALISH, keselamatan pekerja merupakan bagian utama penerapan Good Mining Practice dalam kegiatan pertambangan.

Setiap pemegang IUP wajib melindungi pekerja, mencegah kecelakaan, dan menjalankan operasi sesuai standar keselamatan nasional.

FORMALISH juga menyoroti dugaan adanya kecelakaan kerja yang tidak dilaporkan kepada pemerintah.

Jika terbukti, tindakan tersebut dinilai menghambat pengawasan negara dan mengurangi transparansi keselamatan pertambangan.

Mereka mengutip UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja sebagai dasar kewajiban perusahaan melindungi pekerja.

Selain itu, UU Nomor 3 Tahun 2020 mewajibkan pemegang IUP menerapkan kaidah Good Mining Practice, termasuk aspek K3.

FORMALISH juga mengacu pada PP Nomor 50 Tahun 2012 mengenai penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Menurut mereka, kecelakaan kerja yang berulang patut menjadi bahan evaluasi efektivitas sistem keselamatan perusahaan.

FORMALISH menegaskan persetujuan RKAB bukan sekadar administrasi, melainkan persetujuan negara terhadap rencana operasional perusahaan.

Karena itu, rekam jejak kepatuhan terhadap keselamatan kerja harus menjadi pertimbangan utama sebelum RKAB disetujui.

FORMALISH meminta Menteri ESDM mengedepankan prinsip kehati-hatian hingga seluruh dugaan diperiksa secara objektif.

Mereka menegaskan desakan tersebut bukan menolak investasi, melainkan mendorong investasi yang bertanggung jawab dan melindungi pekerja.*

Pj Sekda Sultra Tegaskan Disiplin ASN pada Hari Kesadaran Nasional

KENDARIKINI.COM – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Muhammad Fadlansyah, M.Si., memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Senin (20/7/2026).

Upacara diikuti aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai momentum memperkuat disiplin dan profesionalisme.

Dalam amanatnya, Muhammad Fadlansyah mengajak seluruh ASN meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pemerintahan.

Ia menegaskan kepatuhan terhadap ketentuan penggunaan pakaian dinas mencerminkan profesionalisme serta kedisiplinan sebagai aparatur negara.

Menurutnya, setiap hak yang diterima ASN harus diimbangi dengan pelaksanaan kewajiban secara bertanggung jawab dan berintegritas.

ASN juga diminta menjaga loyalitas terhadap institusi serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pj Sekda berharap seluruh aparatur menjadikan Hari Kesadaran Nasional sebagai pengingat pentingnya etos kerja dan pengabdian.

Ia menekankan komitmen bersama diperlukan untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, efektif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.*

KASTARA Galang Donasi Rp10 Ribu Dukung Pemberantasan Rokok Ilegal

KENDARIKINI.COM – Konsorsium Aktivis Sulawesi Tenggara (KASTARA) menggelar gerakan open donasi Rp10.000 untuk mendukung pemberantasan rokok ilegal.

KASTARA terdiri atas SAC, AMAN Sultra, Koran Sultra, Amara Sultra, Gempur Sultra, MAP Hukum Sultra, AWF, dan Formalish.

Dalam pamflet yang beredar, KASTARA menyebut rokok ilegal merugikan penerimaan negara hingga puluhan triliun rupiah.

Gerakan tersebut mengajak masyarakat berpartisipasi melalui donasi sukarela sebesar Rp10.000 sebagai bentuk dukungan terhadap pemberantasan rokok ilegal.

Pamflet itu mencantumkan rekening DANA 08124491979 atas nama Sazkya Pratiwi Sakir sebagai tujuan penyaluran donasi.

KASTARA juga menyediakan nomor 0822-6861-6131 atas nama Ikram untuk konfirmasi penyaluran donasi dari masyarakat.

Melalui kampanye tersebut, KASTARA mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap dampak peredaran rokok ilegal terhadap penerimaan negara.

Hingga informasi ini dipublikasikan, belum terdapat keterangan resmi dari Bea Cukai Kendari mengenai kampanye donasi tersebut.*

Andi Sumangerukka Terima Gelar Adat Tertinggi Muna di Kendari

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menerima Gelar Adat Muna Sangia Mondono Wite Bhalano, Minggu (19/7/2026).

Penganugerahan berlangsung pada Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sultra di Pelataran Tugu Religi Eks MTQ Kendari.

Gelar tersebut merupakan penghargaan adat tertinggi masyarakat Muna kepada pemimpin yang dinilai bijaksana dan menjaga nilai budaya.

Secara filosofis, Sangia melambangkan pemimpin berakhlak, bijaksana, dan dihormati masyarakat karena keteladanannya.

Sementara Mondono Wite Bhalano bermakna pemimpin negeri besar dengan masyarakat yang beragam suku, budaya, dan agama.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengukuhkan La Ode Darwin sebagai Ketua KKMM Sultra Masa Bakti 2026–2031.

Dalam sambutannya, Andi Sumangerukka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan masyarakat adat Muna.

Menurutnya, gelar tersebut merupakan amanah untuk menjaga marwah budaya serta memperkuat persatuan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Ia mengajak masyarakat mengamalkan falsafah Kawunaha melalui semangat saling mengasihi, menghormati, menghargai, dan membina.

Gubernur menegaskan pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, meski menghadapi keterbatasan fiskal.

Ia berharap KKMM menjadi mitra strategis pemerintah dalam melestarikan budaya, membina generasi muda, dan memperkuat ekonomi masyarakat.

Silaturahmi Akbar KKMM Sultra juga mencatatkan Rekor Dunia MURI melalui penyajian 1.228 dulang makanan tradisional Muna.

Tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan kepada tamu sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Muna.*

AMPK Sultra Desak ESDM Tunda RKAB PT Tiran Indonesia

KENDARIKINI.COM – AMPK Sultra mendesak Kementerian ESDM menunda persetujuan maupun perpanjangan RKAB PT Tiran Indonesia hingga evaluasi menyeluruh dilakukan.

Evaluasi diminta mencakup keselamatan kerja, kepatuhan hukum, perlindungan lingkungan, serta komitmen perusahaan terhadap program hilirisasi mineral nasional.

Koordinator AMPK Sultra, Laode Muh. Syawal, menegaskan RKAB tidak boleh hanya berorientasi pada target produksi pertambangan.

Menurutnya, persetujuan RKAB harus diberikan kepada perusahaan yang memenuhi ketentuan keselamatan kerja dan tata kelola pertambangan yang baik.

“Keselamatan pekerja tidak boleh dikorbankan demi mengejar produksi. RKAB merupakan bentuk kepercayaan negara,” tegas Syawal.

AMPK Sultra menyoroti sejumlah insiden kecelakaan kerja yang dikaitkan dengan operasional PT Tiran Indonesia berdasarkan pemberitaan berbagai media.

Organisasi itu meminta Kementerian ESDM dan Inspektur Tambang mengaudit penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

AMPK Sultra juga mendesak pemerintah menindaklanjuti laporan SBSI terkait dugaan persoalan penerapan K3 di lingkungan perusahaan.

Laporan tersebut mencakup dugaan pelaporan kecelakaan kerja, implementasi SMK3, hingga efektivitas Panitia Pembina K3 (P2K3).

Syawal meminta pemerintah bertindak tegas apabila pemeriksaan menemukan pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, AMPK Sultra mempertanyakan komitmen PT Tiran Indonesia dalam mendukung program hilirisasi mineral nasional.

AMPK Sultra meminta Menteri ESDM, Ditjen Minerba, dan Inspektur Tambang mengevaluasi perusahaan sebelum memutuskan perpanjangan RKAB.*

SIMPUL Sultra Desak ESDM Tunda RKAB PT Tiran hingga Evaluasi Tuntas

KENDARIKINI.COM – Aliansi Mahasiswa Pemerhati Hukum dan Lingkungan Sulawesi Tenggara (SIMPUL Sultra) mendesak Kementerian ESDM mengevaluasi menyeluruh PT Tiran Indonesia sebelum menyetujui perpanjangan RKAB.

Ketua Harian SIMPUL Sultra, Sarfan, menegaskan persetujuan RKAB harus mempertimbangkan kepatuhan hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta komitmen hilirisasi.

Menurutnya, RKAB bukan sekadar instrumen mengejar target produksi, melainkan bentuk kepercayaan negara mengelola sumber daya mineral secara bertanggung jawab.

Sarfan meminta evaluasi dilakukan objektif, independen, transparan, serta berbasis fakta yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

SIMPUL Sultra menyoroti sejumlah insiden kerja yang diberitakan media terkait aktivitas operasional PT Tiran Indonesia selama Desember 2025 hingga Januari 2026.

Insiden tersebut meliputi dump truck masuk jurang, kecelakaan saat perbaikan kendaraan, serta kendaraan operasional terbalik dan terbakar di jalur hauling.

Menurut SIMPUL Sultra, rangkaian kejadian itu perlu menjadi perhatian pemerintah untuk mengevaluasi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Organisasi itu juga menyinggung laporan SBSI mengenai dugaan persoalan implementasi K3 yang perlu diverifikasi instansi berwenang.

Laporan tersebut mencakup dugaan mekanisme pelaporan kecelakaan, penerapan SMK3, hingga efektivitas Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3).

Sarfan menegaskan, apabila ditemukan pelanggaran, pemerintah wajib mengambil tindakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain K3, SIMPUL Sultra mempertanyakan komitmen perusahaan terhadap program hilirisasi mineral yang menjadi prioritas pemerintah.

SIMPUL Sultra mendesak Kementerian ESDM, Ditjen Minerba, dan Inspektur Tambang mengevaluasi seluruh aspek sebelum memutuskan perpanjangan RKAB PT Tiran Indonesia.*

OPINI: Meneguhkan Kedaulatan Ekonomi Indonesia dalam Potret Kebijakan Energi dan Hilirisasi Sumber Daya Alam

Oleh: Muhamad Ikram Pelesa, Ketua Umum DPP Pemuda Nusantara

Indonesia sedang berada pada persimpangan sejarah yang menentukan arah masa depannya sebagai negara industri, negara energi, sekaligus negara dengan posisi geopolitik yang semakin penting dalam rantai pasok global. Di tengah perubahan struktur ekonomi dunia, energi dan sumber daya alam tidak lagi semata-mata dipahami sebagai komoditas yang diekspor untuk memperoleh devisa. Keduanya telah bertransformasi menjadi instrumen strategis untuk membangun daya saing industri, memperkuat ketahanan nasional, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kapasitas diplomasi ekonomi Indonesia.

Dalam konteks tersebut, kebijakan hilirisasi sumber daya alam dan transformasi energi harus dipandang sebagai dua agenda yang saling bertaut. Hilirisasi tanpa dukungan energi yang memadai akan menghadapi keterbatasan biaya produksi, pasokan listrik, dan infrastruktur industri. Sebaliknya, kebijakan energi tanpa orientasi industrialisasi berisiko hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar teknologi asing, bukan sebagai produsen dan pemilik nilai tambah dalam rantai pasok energi masa depan.

Kedua agenda ini perlu ditempatkan dalam satu kerangka besar: pembangunan ekonomi nasional yang berdaulat, berkelanjutan, inklusif, dan mampu mengonversi kekayaan alam menjadi kesejahteraan rakyat. Dengan kata lain, tantangan utama Indonesia bukan sekadar bagaimana menggali mineral, membangun smelter, atau menambah kapasitas pembangkit listrik, melainkan bagaimana membentuk suatu ekosistem ekonomi yang memungkinkan sumber daya alam menjadi basis industrialisasi nasional.

Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen pada tahun 2025, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 5,03 persen pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang antara lain oleh ekspor barang dan jasa yang tumbuh 7,03 persen. Data ini memperlihatkan bahwa sektor produksi, perdagangan, manufaktur, dan industri pengolahan tetap memiliki peran sentral dalam menjaga daya tahan ekonomi Indonesia.

Pada triwulan pertama tahun 2026, sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 5,04 persen secara tahunan. Industri makanan dan minuman, industri logam dasar, peralatan listrik, komputer, elektronik, serta industri kimia menjadi sektor yang menopang pertumbuhan tersebut. Gambaran ini penting karena menunjukkan bahwa transformasi ekonomi Indonesia mulai bergerak ke arah penguatan sektor industri, meskipun tantangan pendalaman struktur manufaktur masih sangat besar.

Dalam perspektif yang lebih luas, hilirisasi harus dibaca sebagai strategi untuk keluar dari ketergantungan historis terhadap ekspor bahan mentah. Selama beberapa dekade, negara-negara kaya sumber daya alam, termasuk Indonesia, sering menghadapi apa yang dikenal sebagai resource curse atau kutukan sumber daya alam. Kekayaan mineral yang melimpah tidak selalu menghasilkan kemakmuran yang merata apabila ekonomi nasional hanya berhenti pada tahap ekstraksi dan ekspor bahan mentah.

Sebuah negara yang menjual bijih nikel mentah, bauksit mentah, tembaga mentah, atau batu bara mentah akan menerima nilai ekonomi yang jauh lebih rendah dibandingkan negara yang mengolahnya menjadi produk setengah jadi, produk jadi, material industri, komponen teknologi, hingga produk manufaktur berteknologi tinggi. Karena itu, hilirisasi bukan sekadar kebijakan larangan ekspor, melainkan strategi untuk menaikkan posisi Indonesia dalam rantai nilai global atau global value chain.

*Hilirisasi sebagai Agenda Industrialisasi Nasional*

Kebijakan hilirisasi mineral Indonesia memperoleh perhatian besar dari dunia internasional, terutama setelah pemerintah memperketat ekspor mineral mentah dan mendorong pembangunan fasilitas pemurnian. Larangan ekspor bijih nikel, yang diterapkan sejak Januari 2020, menjadi salah satu simbol paling nyata dari perubahan paradigma tersebut. Pemerintah berupaya memastikan bahwa komoditas strategis tidak lagi keluar dalam bentuk bahan mentah, melainkan melalui proses pengolahan domestik yang menciptakan nilai tambah lebih besar.

Hilirisasi mineral memiliki arti strategis karena Indonesia memiliki cadangan dan produksi sejumlah komoditas penting bagi industri global. Nikel, misalnya, menjadi bahan baku penting bagi industri baja nirkarat atau stainless steel, industri baterai kendaraan listrik, penyimpanan energi, dan berbagai teknologi energi bersih. Sementara itu, bauksit memiliki posisi penting dalam industri aluminium; tembaga dibutuhkan untuk jaringan transmisi, kendaraan listrik, peralatan elektronik, dan energi terbarukan; sedangkan timah tetap berperan dalam sektor elektronik dan manufaktur.

International Energy Agency atau IEA mencatat bahwa permintaan mineral energi bersih terus meningkat secara global. Pada tahun 2024, permintaan nikel, kobalt, grafit, dan unsur tanah jarang tumbuh sekitar 6 hingga 8 persen. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan penggunaan kendaraan listrik, baterai penyimpanan energi, teknologi energi terbarukan, serta pembangunan jaringan kelistrikan.

Peningkatan permintaan global tersebut menciptakan peluang strategis bagi Indonesia. Namun peluang itu tidak bersifat otomatis. Keunggulan cadangan mineral hanya akan menghasilkan manfaat ekonomi maksimal apabila diikuti oleh kemampuan nasional untuk melakukan pemurnian, pengolahan, manufaktur, pengembangan teknologi, riset, dan penguatan sumber daya manusia.

IEA juga memproyeksikan bahwa Indonesia akan mengalami pertumbuhan signifikan dalam pasokan nikel dan kobalt global pada dekade mendatang. Bahkan, konsentrasi pasokan nikel dunia diperkirakan semakin tinggi pada beberapa negara produsen utama. Pada tahun 2035, tiga negara produsen terbesar diproyeksikan menyuplai sekitar 85 persen pasar nikel global, meningkat dari sekitar 75 persen pada 2024. Indonesia diposisikan sebagai salah satu aktor paling signifikan dalam perubahan peta pasokan tersebut.

Fakta tersebut memberikan dua pesan penting. Pertama, Indonesia memiliki posisi tawar yang semakin kuat dalam ekonomi global. Kedua, ketergantungan dunia terhadap pasokan nikel Indonesia juga menghadirkan tanggung jawab besar untuk menjaga kepastian regulasi, keberlanjutan lingkungan, serta stabilitas produksi.

Di sinilah hilirisasi harus dipahami lebih jauh daripada sekadar pembangunan smelter. Smelter merupakan tahap penting, tetapi bukan tujuan akhir. Hilirisasi yang sesungguhnya adalah proses integrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari eksplorasi mineral, penambangan, pemurnian, pengolahan, produksi bahan kimia, manufaktur prekursor, katoda, anoda, sel baterai, battery pack, kendaraan listrik, daur ulang baterai, hingga pengembangan teknologi penyimpanan energi.

Apabila Indonesia berhenti pada tahap produksi feronikel, nickel pig iron, mixed hydroxide precipitate, atau bahan setengah jadi lainnya, maka nilai tambah terbesar tetap akan berada di negara lain yang menguasai teknologi manufaktur tingkat lanjut. Oleh karena itu, agenda nasional tidak boleh berhenti pada pemurnian mineral. Indonesia perlu bergerak menuju industrialisasi berbasis inovasi dan teknologi.

Kementerian ESDM mencatat bahwa kebutuhan bijih nikel domestik meningkat seiring dengan pertumbuhan fasilitas pengolahan dan pemurnian. Pada tahun 2024, RKAB produksi nikel tercatat sekitar 240 juta ton, sementara kebutuhan smelter pada tahun sebelumnya berada di kisaran 220 juta ton. Data tersebut memperlihatkan bahwa kapasitas industri pengolahan mineral telah berkembang pesat dan membutuhkan perencanaan pasokan yang semakin presisi.

Pertumbuhan smelter memang menghasilkan peningkatan kapasitas produksi serta aktivitas ekonomi di berbagai wilayah. Namun di saat yang sama, pertumbuhan industri tersebut membutuhkan pasokan energi besar, infrastruktur pelabuhan, jaringan jalan, sumber daya air, tenaga kerja terampil, serta sistem pengawasan lingkungan yang kuat. Tanpa perencanaan terpadu, hilirisasi dapat menimbulkan tekanan ekologis, ketimpangan sosial, dan ketergantungan baru terhadap teknologi asing.

*Energi sebagai Tulang Punggung Hilirisasi*

Tidak ada industrialisasi tanpa energi. Sejarah menunjukkan bahwa revolusi industri di berbagai negara selalu ditopang oleh kemampuan menyediakan energi dalam jumlah besar, stabil, dan terjangkau. Inggris tumbuh melalui batu bara; Amerika Serikat menguat melalui minyak dan gas; Tiongkok membangun basis manufaktur melalui kombinasi batu bara, listrik, infrastruktur, dan kebijakan industri; sedangkan negara-negara maju kini sedang berlomba membangun ekonomi berbasis energi terbarukan, baterai, hidrogen hijau, dan teknologi rendah karbon.

Indonesia perlu membaca perubahan global tersebut dengan cermat. Hilirisasi mineral akan sulit berkembang apabila tidak didukung oleh pasokan listrik yang andal. Industri logam dasar, pemurnian mineral, peleburan, manufaktur baterai, serta produksi material kimia membutuhkan listrik dalam skala besar dan beroperasi secara terus-menerus.

Buku Statistik Ketenagalistrikan 2024 yang diterbitkan oleh Kementerian ESDM menunjukkan bahwa bauran energi primer pembangkit listrik PLN masih didominasi oleh batu bara. Pada tahun 2024, porsi batu bara dalam bauran energi primer pembangkitan PLN berada sekitar 66,43 persen, turun tipis dari sekitar 67,05 persen pada tahun 2020.

Dominasi batu bara menunjukkan bahwa Indonesia masih berada dalam fase transisi energi yang kompleks. Batu bara tetap menjadi tulang punggung pembangkitan listrik karena ketersediaan cadangan domestik, infrastruktur yang telah terbentuk, harga yang relatif kompetitif, dan kebutuhan industri yang besar. Namun ketergantungan yang terlalu tinggi terhadap batu bara juga menghadirkan risiko, terutama dalam konteks tuntutan dekarbonisasi global, potensi penerapan pajak karbon lintas negara, serta meningkatnya standar keberlanjutan dalam perdagangan internasional.

Kebijakan energi nasional harus mampu mengelola dilema ini secara realistis. Indonesia tidak dapat serta-merta meninggalkan batu bara tanpa mempertimbangkan stabilitas pasokan listrik, biaya energi, dan kebutuhan industri nasional. Namun Indonesia juga tidak boleh mengabaikan percepatan energi bersih, sebab struktur ekonomi dunia bergerak semakin cepat menuju teknologi rendah karbon.

Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi atau EBTKE tahun 2025 menunjukkan bahwa pemanfaatan energi terbarukan terus mengalami perkembangan. Pada semester pertama tahun 2025, kapasitas pembangkit energi baru dan terbarukan bertambah sekitar 876,5 MW, meningkat dibandingkan total penambahan kapasitas energi terbarukan sepanjang tahun 2024 yang berada pada kisaran 761,9 MW.

Kementerian ESDM juga mencatat bahwa pemanfaatan biodiesel pada 2025 mencapai sekitar 14,94 juta kiloliter. Pemanfaatan energi baru dan terbarukan serta konservasi energi berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca sektor energi sekitar 165,31 juta ton CO2 ekuivalen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa transisi energi di Indonesia tidak lagi hanya berupa konsep normatif, tetapi telah masuk dalam tahap implementasi kebijakan dan investasi. Namun percepatan transisi tersebut masih harus ditingkatkan secara signifikan jika Indonesia ingin mencapai struktur energi yang lebih bersih dan lebih kompetitif.

Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional mencatat bahwa kapasitas terpasang pembangkit energi baru dan terbarukan pada tahun 2024 masih sekitar 8,3 persen dari total kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional. Angka tersebut menunjukkan bahwa ruang ekspansi energi terbarukan masih sangat besar.

Indonesia sebenarnya memiliki potensi energi terbarukan yang sangat luas. Tenaga surya, panas bumi, tenaga air, biomassa, bioenergi, tenaga angin, dan energi laut merupakan modal penting bagi pembangunan energi masa depan. Namun potensi tidak akan berubah menjadi kekuatan ekonomi apabila tidak ditopang oleh kepastian regulasi, akses pembiayaan, kesiapan jaringan transmisi, insentif investasi, serta kemampuan teknologi domestik.

International Renewable Energy Agency atau IRENA mencatat bahwa kapasitas energi terbarukan global meningkat sangat cepat. Pada tahun 2025, kapasitas energi terbarukan dunia mencapai sekitar 5.149 GW setelah adanya tambahan kapasitas sekitar 692 GW dalam satu tahun. Energi terbarukan menyumbang sekitar 85,6 persen dari seluruh tambahan kapasitas pembangkitan global.

Tren global tersebut menunjukkan bahwa energi bersih bukan lagi isu lingkungan semata, melainkan isu industri, investasi, teknologi, dan daya saing ekonomi. Negara yang mampu menghasilkan listrik murah dari tenaga surya, angin, panas bumi, hidro, dan biomassa akan memiliki keunggulan kompetitif dalam menarik investasi industri hijau.

Bagi Indonesia, hal ini sangat relevan. Kawasan industri nikel, bauksit, tembaga, dan mineral kritis lainnya akan menghadapi tuntutan pasar internasional untuk menggunakan energi yang lebih rendah emisi. Produk hilir Indonesia akan semakin kompetitif apabila diproduksi menggunakan sumber listrik yang lebih bersih dan dapat ditelusuri asal-usul energinya.

*Tantangan Lingkungan dan Tata Kelola*

Hilirisasi yang berhasil tidak boleh hanya diukur dari jumlah investasi, jumlah smelter, atau nilai ekspor. Hilirisasi yang sesungguhnya harus mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan sosial.

Pertambangan dan industri pengolahan mineral secara inheren memiliki risiko ekologis. Pembukaan lahan, perubahan bentang alam, konsumsi air, emisi industri, limbah tailing, debu, serta potensi pencemaran laut merupakan isu yang harus dikelola secara serius. Tanpa tata kelola yang baik, hilirisasi dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi jangka pendek tetapi menciptakan beban ekologis yang diwariskan kepada generasi mendatang.

Karena itu, pendekatan Environmental, Social, and Governance atau ESG harus menjadi bagian integral dari kebijakan hilirisasi. Standar lingkungan tidak boleh dipandang sebagai hambatan investasi, melainkan sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas investasi. Industri yang memperhatikan efisiensi energi, pengelolaan limbah, reklamasi lahan, pelibatan masyarakat lokal, keselamatan kerja, dan transparansi tata kelola justru akan memiliki daya saing lebih tinggi dalam perdagangan global.

IEA menekankan bahwa keamanan pasokan mineral kritis tidak hanya berkaitan dengan jumlah produksi, tetapi juga dengan ketertelusuran rantai pasok, praktik lingkungan, perlindungan sosial, dan tata kelola yang baik. Dalam laporan tahun 2026 mengenai ketertelusuran mineral kritis, IEA dan OECD menyoroti pentingnya transparansi dalam rantai pasok mineral seperti tembaga, litium, nikel, kobalt, grafit, dan unsur tanah jarang.

Bagi Indonesia, tuntutan ketertelusuran tersebut harus dibaca sebagai peluang. Apabila Indonesia mampu membangun sistem informasi mineral yang transparan, sistem sertifikasi hijau, pengawasan lingkungan berbasis teknologi, serta pelaporan emisi yang kredibel, maka produk mineral dan produk hilir Indonesia akan lebih mudah memasuki pasar internasional yang semakin ketat.

Di sisi lain, penguatan pengawasan juga harus memastikan bahwa masyarakat di sekitar wilayah tambang memperoleh manfaat yang nyata. Terlalu sering ditemukan paradoks pembangunan di daerah kaya sumber daya alam: wilayahnya menghasilkan mineral bernilai tinggi, tetapi masyarakatnya masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, listrik, air bersih, dan akses ekonomi.

Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 memberikan amanat yang sangat jelas bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Karena itu, keberhasilan hilirisasi harus diukur melalui indikator yang lebih substantif: apakah pendapatan masyarakat meningkat, apakah tenaga kerja lokal memperoleh akses pekerjaan yang layak, apakah UMKM lokal tumbuh, apakah kualitas pendidikan meningkat, dan apakah infrastruktur daerah penghasil sumber daya mengalami kemajuan.

*Risiko Ketergantungan Baru dalam Hilirisasi*

Kebijakan hilirisasi memang menjanjikan nilai tambah, tetapi Indonesia harus berhati-hati agar tidak menciptakan bentuk ketergantungan baru. Salah satu risiko utama adalah ketergantungan terhadap modal asing, teknologi asing, tenaga ahli asing, dan pasar ekspor tertentu.

Investasi asing tetap penting, terutama untuk transfer teknologi, pembiayaan proyek, dan pembukaan akses pasar. Namun investasi asing harus ditempatkan dalam kerangka kepentingan nasional. Indonesia perlu memastikan adanya transfer teknologi yang nyata, peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, penggunaan produk dalam negeri, penguatan industri pendukung, serta pengembangan riset nasional.

Indonesia tidak boleh hanya menjadi lokasi produksi dengan tenaga kerja murah dan sumber mineral melimpah. Indonesia harus menjadi pusat pengambilan keputusan teknologi, pusat inovasi, dan pusat manufaktur regional. Untuk itu, peran universitas, lembaga riset, politeknik, dan pusat pelatihan industri menjadi sangat penting.

Kementerian ESDM memproyeksikan bahwa program hilirisasi hingga tahun 2040 dapat mendorong investasi sekitar 618 miliar dolar Amerika Serikat dan menciptakan sekitar tiga juta lapangan kerja baru. Proyeksi tersebut menunjukkan skala ambisi besar Indonesia dalam membangun industri berbasis sumber daya alam. Namun target tersebut hanya dapat dicapai apabila terdapat kepastian hukum, koordinasi lintas kementerian, infrastruktur memadai, pembiayaan jangka panjang, serta kualitas sumber daya manusia yang meningkat.

Dalam konteks makroekonomi, Indonesia memiliki fondasi yang relatif stabil. IMF mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap resilien meskipun menghadapi tekanan global. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5 persen pada 2026, dengan inflasi yang relatif terkendali dan sektor keuangan yang tetap kuat. (IMF)

Namun IMF juga menyoroti risiko yang bersumber dari ketidakpastian perdagangan global, volatilitas pasar keuangan, serta perubahan kebijakan ekonomi internasional. Risiko-risiko tersebut relevan bagi Indonesia karena ekspor mineral, produk manufaktur, energi, dan komoditas tetap sangat dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global.

World Bank dalam laporan Indonesia Economic Prospects menekankan pentingnya reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat investasi, dan menjaga pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pertumbuhan yang berkualitas membutuhkan perbaikan iklim usaha, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas tenaga kerja, serta penguatan kapasitas kelembagaan.

Dengan demikian, hilirisasi tidak boleh dipisahkan dari agenda reformasi nasional yang lebih luas. Tanpa perbaikan tata kelola, hilirisasi dapat menghasilkan pertumbuhan investasi tetapi tidak cukup kuat dalam menciptakan industrialisasi yang berkelanjutan.

*Menuju Hilirisasi Hijau dan Kedaulatan Energi*

Indonesia perlu mendorong konsep hilirisasi hijau atau green downstreaming. Konsep ini berarti bahwa industri pengolahan sumber daya alam tidak hanya mengejar nilai tambah ekonomi, tetapi juga memperhatikan efisiensi energi, pengurangan emisi, pengelolaan limbah, penggunaan energi terbarukan, dan perlindungan lingkungan.

Hilirisasi hijau menjadi sangat penting karena pasar internasional semakin menuntut produk dengan jejak karbon yang rendah. Uni Eropa, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan sejumlah negara maju mulai memperketat standar lingkungan dalam perdagangan dan industri. Produk yang dihasilkan melalui proses produksi beremisi tinggi dapat menghadapi hambatan perdagangan, biaya karbon tambahan, atau penurunan daya saing.

World Bank mencatat bahwa investasi energi bersih global terus meningkat. Dalam Global Economic Prospects edisi Juni 2026, World Bank menyebut investasi energi bersih global pada tahun 2025 mencapai sekitar 2,2 triliun dolar Amerika Serikat, jauh lebih besar dibandingkan investasi energi fosil.

Perubahan tersebut memberikan sinyal yang sangat jelas: masa depan investasi global bergerak menuju energi rendah karbon. Indonesia harus mengambil posisi strategis dalam perubahan tersebut melalui pengembangan panas bumi, tenaga surya, hidro, biomassa, bioenergi, jaringan transmisi modern, penyimpanan energi, serta teknologi hidrogen hijau.

Pemerintah perlu membangun kebijakan yang menyatukan empat dimensi utama. Pertama, memastikan pasokan energi yang cukup, stabil, dan terjangkau bagi industri nasional. Kedua, mempercepat pengembangan energi terbarukan agar industri Indonesia semakin kompetitif di pasar global. Ketiga, memperkuat hilirisasi mineral hingga ke tahap manufaktur teknologi tinggi. Keempat, memastikan manfaat ekonomi hilirisasi dirasakan oleh masyarakat dan daerah penghasil sumber daya alam.

Indonesia juga harus memperkuat kebijakan pengembangan industri turunan. Nikel tidak boleh berhenti pada feronikel atau bahan baku baterai. Bauksit tidak boleh berhenti pada alumina. Tembaga tidak boleh berhenti pada konsentrat. Timah tidak boleh berhenti sebagai bahan mentah industri. Semua komoditas tersebut harus diarahkan menuju produk teknologi, komponen industri, dan manufaktur bernilai tinggi.

Dalam jangka panjang, Indonesia perlu menyiapkan ekosistem ekonomi yang menghubungkan pertambangan, energi, industri, pendidikan, riset, logistik, pembiayaan, dan teknologi digital. Keterhubungan antar-sektor ini adalah kunci untuk menciptakan industrialisasi yang matang.

Selanjutnya, Kebijakan energi dan hilirisasi sumber daya alam merupakan fondasi penting bagi masa depan ekonomi Indonesia. Kebijakan tersebut tidak boleh dipandang sebagai proyek sektoral, melainkan sebagai strategi nasional untuk membangun kedaulatan ekonomi, ketahanan energi, dan daya saing industri.

Indonesia memiliki potensi mineral strategis, pasar domestik yang besar, posisi geografis yang penting, serta peluang besar dalam transisi energi global. Namun kekayaan alam saja tidak cukup. Indonesia harus memiliki kemampuan mengolah, menguasai teknologi, membangun industri pendukung, memperkuat riset, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta memastikan tata kelola yang transparan dan berkeadilan.

Hilirisasi harus bergerak dari model ekstraksi menuju model industrialisasi. Energi harus bergerak dari ketergantungan menuju diversifikasi. Investasi harus bergerak dari sekadar penanaman modal menuju transfer teknologi. Dan pembangunan harus bergerak dari pertumbuhan angka menuju kesejahteraan yang dirasakan rakyat.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kebijakan energi dan hilirisasi bukan hanya nilai ekspor mineral, jumlah smelter, atau besaran investasi. Ukuran terpenting adalah sejauh mana kekayaan alam Indonesia mampu menjadi energi kemajuan nasional, memperkuat daya saing bangsa, membuka lapangan kerja bermartabat, menjaga lingkungan, dan menghadirkan keadilan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia.*

Pegawai UPP Kelas I Molawe Gelar Kerja Bakti di Lameruru

KENDARIKINI.COM – Pegawai Kantor UPP Kelas I Molawe menggelar kerja bakti di lingkungan kantor Wilayah Kerja Lameruru.

Kegiatan dipimpin Kepala KUPP Kelas I Molawe, Capt. Marsri Tulak R., sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan kerja.

Kerja bakti dilakukan untuk menciptakan lingkungan kantor yang bersih, rapi, aman, dan nyaman bagi seluruh pegawai.

Selain itu, kegiatan menjadi wujud kepedulian serta semangat kebersamaan dalam menjaga fasilitas perkantoran.

Lingkungan kerja yang bersih diharapkan mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat secara optimal.

Kepala KUPP Kelas I Molawe mengajak seluruh pegawai membudayakan hidup bersih sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik.

Melalui kegiatan ini, budaya gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan diharapkan terus terjaga di lingkungan kerja.*

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Kendari, ASR dan SKI Ajak Masyarakat Hadir

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar nonton bareng Final Piala Dunia 2026 di Kota Kendari.

Kegiatan berlangsung Senin, 20 Juli 2026, pukul 01.00 WITA, di pelataran parkir Kantor Balai Kota Kendari.

Acara dihadiri Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (ASR), Wali Kota Kendari Siska Karina Imran (SKI), serta jajaran Forkopimda.

Nonton bareng disiarkan melalui TVRI sebagai official broadcaster Final Piala Dunia 2026 di Indonesia.

Masyarakat berkesempatan menyaksikan laga puncak sepak bola dunia secara bersama dalam suasana meriah.

Panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik bagi peserta yang hadir selama kegiatan berlangsung.

Agenda tersebut dirangkaikan dengan Pangan Murah UMKM yang berlangsung 15–20 Juli 2026.

Program menghadirkan bazar kuliner, pangan olahan, serta produk UMKM lokal mulai pukul 08.00 WITA.

Kegiatan dipusatkan di pelataran Kantor Balai Kota Kendari dengan dukungan berbagai instansi dan mitra.

Pemerintah berharap kegiatan ini memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus mendorong promosi produk UMKM daerah.*

Rakerda JMSI Sumut Tegaskan Soliditas Pengurus dan Integritas Perusahaan Pers

KENDARIKINI.COM – Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Rianto, SH., MH, menekankan pentingnya kekompakan seluruh pengurus.

Penegasan itu disampaikan saat menutup Rapat Kerja Daerah (Rakerda) JMSI Sumut 2026 di Pantai Romantis, Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri seluruh Pengurus Cabang JMSI se-Sumatera Utara sebagai forum konsolidasi dan evaluasi organisasi.

Rianto meminta setiap Pengurus Cabang membangun komunikasi aktif dengan Pengurus Daerah melalui pelaporan seluruh kegiatan organisasi.

Menurutnya, koordinasi yang baik memudahkan pendampingan, pengawasan, serta evaluasi program kerja di setiap daerah.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, soliditas, dan kolaborasi dalam menjalankan roda organisasi.

“Seluruh media anggota diharapkan mendukung publikasi kegiatan JMSI Pusat maupun JMSI Sumatera Utara,” kata Rianto.

Rakerda turut menjadi wadah evaluasi program kerja seluruh cabang sekaligus menyusun rekomendasi strategis organisasi.

Rekomendasi itu diarahkan untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalisme perusahaan pers, dan memperluas kemitraan.

Melalui forum tersebut, JMSI Sumut menegaskan komitmennya membangun perusahaan media yang profesional, mandiri, berintegritas, serta adaptif menghadapi perkembangan ekosistem digital.*

HMKS Soroti Sengketa Lahan Desa Buke, Desak Transparansi Pengukuran

KENDARIKINI.COM – Himpunan Mahasiswa Konawe Selatan (HMKS) menyoroti proses pengukuran lahan sengketa di Desa Buke, Kecamatan Buke.

Wakil Ketua Umum HMKS, Beni Saputra, meminta Kepala Desa Buke menjelaskan dasar hukum dan mekanisme pengukuran tersebut.

Menurutnya, kepala desa tidak boleh melepaskan tanggung jawab apabila pengukuran dilakukan atas perintah pemerintah desa.

HMKS juga menyoroti dugaan rangkap jabatan mantan Sekretaris Desa yang disebut pernah berstatus PPPK aktif.

Beni meminta instansi berwenang mengklarifikasi status jabatan saat proses pengukuran berlangsung.

Ia menegaskan, status mantan sekretaris desa tidak menghapus dugaan persoalan administrasi maupun hukum sebelumnya.

HMKS menilai Pemerintah Desa Buke belum menunjukkan sikap objektif dalam menyelesaikan sengketa lahan di Dusun III.

Organisasi itu mengaku menerima keluhan warga terkait minimnya komunikasi langsung antara kepala desa dan masyarakat terdampak.

HMKS mempertanyakan pengukuran yang diduga hanya berpedoman pada klaim sejarah keluarga dan keberadaan makam.

Menurut Beni, hak atas tanah harus dibuktikan melalui dokumen sah dan mekanisme hukum yang berlaku.

Ia mengingatkan pengukuran sepihak berpotensi menimbulkan ketidakadilan dan memperbesar konflik di tengah masyarakat.

HMKS mendesak Pemerintah Desa Buke, DPMD, Inspektorat, dan instansi terkait melakukan pemeriksaan secara terbuka.

Pemeriksaan diminta mencakup legalitas proses, dasar administrasi, serta dugaan rangkap jabatan pihak yang terlibat.

HMKS menegaskan akan mempertimbangkan aksi unjuk rasa apabila persoalan tersebut tidak mendapat perhatian pemerintah.*

OPINI: Dekonstruksi POAC Sikular, Menggandeng MBS dan Hidroponik Presisi sebagai Jangkar Ketahanan Pangan Domestik Kota Industri

Oleh: Ahmad Aznem
Kandidat Doktor Manajemen Pendidikan Universitas Mulawarman

A. Pengantar: Menantang Mitos Menara Gading Pendidikan

Institusi sekolah dasar selama ini kerap kali dipandang secara parsial dan terisolasi dari dinamika gejolak sosial-ekonomi di sekelilingnya. Sekolah dianggap hanyalah ruang steril tempat mentransfer lembar-lembar teks kurikulum dari guru kepada siswa. Akibatnya, ketika krisis makro seperti kerawanan gizi kronis (stunting) dan ancaman inflasi pangan melanda sebuah daerah, dunia kependidikan sering kali absen atau sekadar menjadi penonton pasif. Kebijakan manajemen sekolah terjebak dalam rutinitas birokrasi yang kaku, linier, dan administratif belaka.

Namun, realitas kontemporer menuntut sebuah dekonstruksi radikal. Riset Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) yang kami kembangkan melalui model Integrated Food Security School-Based Management (IFS-SBM) mematahkan dogma menara gading tersebut. Satuan pendidikan dasar, melalui perluasan paradigma Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), sesungguhnya memiliki kapasitas manajerial tersembunyi untuk bertindak sebagai simpul strategis dan jangkar utama penopang ketahanan pangan domestik keluarga siswa.

Melalui program gerakan pertanian terintegrasi Smart Tani Goes to School di Kota Bontang, riset ini membuktikan bahwa bilik-bilik kelas dan pekarangan sekolah dapat diubah menjadi episentrum perubahan perilaku gizi dan resiliensi ekonomi sirkular horizontal yang berdampak langsung hingga ke meja makan rumah tangga.

B. Rekonstruksi POAC: Dari Formalitas Administratif Menuju Paradigma Ekologis-Sirkular

Inti kebaruan ilmiah (novelty) dari model IFS-SBM ini terletak pada keberanian melakukan rekayasa tata kelola pada empat fungsi manajemen klasik yang dirumuskan George R. Terry: Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC). Kami menggeser watak manajemen konvensional yang cenderung Pasif-Administratif-Linier menjadi sebuah ekosistem tata kelola yang Aktif-Ekologis-Sirkular.

1. Planning (Perencanaan Aktif-Strategis): Perencanaan tidak lagi didasarkan pada kepasifan menunggu kucuran dana pemerintah daerah. Sekolah secara aktif menganalisis risiko spasial lanskap tata ruang untuk instalasi pertanian. Finansial dikunci secara presisi dengan memisahkan CapEx (Capital Expenditure untuk fisik infrastruktur awal dari kemitraan CSR/Wakaf korporasi non-APBD) dan OpEx (Operational Expenditure harian).

2. Organizing (Pengorganisasian Ekologis-Inklusif): Model ini meruntuhkan ego sektoral sekolah dengan melahirkan School-Community Nexus. Pengorganisasian menyatukan gerak vertikal dan horizontal: Kepala Sekolah, Guru, Wali Kelas, Paguyuban Orang Tua per Kelas (Korlas), Kelompok Wanita Tani (KWT), hingga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) DKP3 Kota Bontang dalam satu rantai komando koordinasi yang baku.

3. Actuating (Pelaksanaan Praktis-Presisi): Pelaksanaan model ini merespons secara cerdas dan taktis dinamika kebijakan nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Menyadari berkurangnya suplai limbah dapur kantin sekolah untuk pembuatan kompos tradisional yang lama dan melelahkan, model ini memotong rantai birokrasi fisik dengan menerapkan Sistem Hidroponik Murni (Soilless Culture) Berbasis Nutrisi Instan AB-Mix Presisi. Hasilnya: operasional harian menjadi sangat praktis, higienis, bersih, aman, dan bebas dari bahaya pestisida kimia karena digantikan 100% oleh pestisida nabati.

4. Controlling (Pengawasan Sirkular Berkelanjutan): Pengawasan tidak lagi berupa tumpukan kertas laporan di akhir semester. Pengawasan dilakukan harian melalui indikator hayati (logbook nutrisi digital) dan indikator ekonomi sirkular. Hasil panen hidroponik dikunci oleh skema Captive Market Internal—wajib diserap oleh guru dan wali murid dengan animo beli tinggi karena jaminan sayur segar bebas residu beracun.

Keuntungan bersih dari captive market ini mengalir kembali (looping) sebagai modal OpEx sirkular untuk musim tanam berikutnya. Dengan analisis kelayakan usaha mikro yang mencapai nilai R/C ratio sebesar 1,2. R/C ratio lebih dari 1 menunjukkan bahwa kegiatan budidaya kangkung dalam polibag layak diusahakan. Temuan ini penting karena memberi bukti bahwa kegiatan pertanian sekolah tidak hanya memiliki nilai edukatif, tetapi juga nilai ekonomi dasar. Nilai tersebut juga menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat dikembangkan menjadi pembelajaran kewirausahaan sederhana, literasi ekonomi, dan perhitungan biaya-manfaat bagi siswa. Disamping mendorong kemandirian finansial, sehingga program terjaga mutlak tanpa membebani dana BOS reguler sekolah.

C. Arsitektur Ilmiah: Konvergensi Lima Pilar Multisektor

Mengapa model tata kelola ini begitu bertenaga? Karena IFS-SBM tidak dibangun di atas ruang hampa teoretis, melainkan berdiri tegak di atas konvergensi arsitektur ilmiah lintas disiplin yang kokoh:

1. Pilar Edukatif (Filsafat Profetik Ta’dib): Menyerap pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas, pertanian sekolah diletakkan sebagai media penanaman adab ekologis secara utuh. Murid diajarkan memperlakukan alam kosmos dengan penuh tanggung jawab spiritual sebagai khalifah.

2. Pilar Rekreatif (Neurosains Kognitif & Joyful Learning): Berdasarkan Attention Restoration Theory, aktivitas sensori-motorik di sela-sela instalasi hidroponik memicu pelepasan neurotransmiter positif (dopamin, serotonin) yang mereduksi hormon kortisol di organ amygdala anak. Dampaknya, pintu gerbang kognitif mereka terbuka lebar (mind openness) untuk menyerap pelajaran rumit seperti matematika dan sains saat kembali ke dalam ruang kelas.

3. Pilar Inspiratif (Virus n-Ach McClelland): Hidroponik presisi menyajikan umpan balik pertumbuhan tanaman yang instan dan terukur. Hal ini menyuntikkan Need for Achievement (n-Ach) atau virus mental dorongan berprestasi pada anak, sekaligus mengikis stigma peyoratif masa lalu terhadap profesi agrikultur.

4. Pilar Informatif (Dialektika Konstruksi Sosial): Menjembatani proses konstruksi sosial pengetahuan melalui Eksternalisasi, Objektivasi, dan Internalisasi data pangan. Data kebun ini sekaligus menjadi bahan baku mentah bagi guru untuk menyusun karya tulis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) demi kenaikan pangkat fungsional mereka.

5. Pilar Inovatif (Pedagogi Kritis Freire & Transformative Learning Mezirow): Mengawinkan nalar spiritual-emansipatif Baqa’ ba’da al-Fana’ dengan teori kependidikan modern. Model manajemen menantang sekolah keluar dari belenggu “Pendidikan Gaya Bank” tekstual menuju Problem-Posing Education (Pendidikan Hadap-Masalah) yang secara berani menempatkan kebun sekolah sebagai instrumen praksis untuk mengintervensi realitas kemiskinan gizi komunitas lokal secara nyata.

D. Validasi Empiris Dan Adaptasi Pada Tiga Tipologi Geografis

Pendekatan R & D model Borg & Gall (1983) ini telah melewati uji validasi ahli dengan hasil scor kevalidan konten mencapai 92,8 persen, konstruk 90,0 persen dan kepraktisan 91,7 persen. Lebih dari sekadar angka di atas kertas, ketangguhan operasional model ini telah dibuktikan secara empiris melalui uji coba lapangan pada tiga lokus sekolah dasar dengan tipologi geografis yang kontras di Kota Bontang:

1. Tipologi Urban Padat (SDN 009 Bontang Utara):

Lahan semen yang sempit di ring satu kawasan industri manufaktur pupuk disiasati melalui inovasi Pertanian Vertikal (Vertical Farming) dan Sayuran Cepat Panen (Microgreens), berhasil menaikkan kepemilikan tanaman pekarangan keluarga urban yang sangat memuaskan.

2. Tipologi Pesisir Maritim (SDN 005 Berbas Pantai):

Ancaman krisis banjir rob air pasang laut dan tingginya kadar garam ditaklukkan menggunakan teknologi Akuaponik Apung (Floating Aquaponics) di atas kolam terpal ikan nila. Didukung strategi pemberdayaan masif domestik, sekolah ini mencatatkan lonjakan kepemilikan tanaman pangan keluarga yang sangat memuaskan.

3. Tipologi Hinterland (SDN 002 Bontang Barat):

Berkah sisa lahan terbuka hijau yang luas dimanfaatkan untuk zonasi penganekaragaman pangan hayati tanaman obat dan buah-buahan hortikultura. Sekolah ini berhasil menyusun SOP budidaya paling presisi dengan daya tumbuh benih yang sangat tinggi dan ruang yang cukup luas, sehingga memposisikan dirinya sebagai calon Breeding Center (Pusat Pembibitan Regional) untuk menyuplai pasokan benih bagi sekolah-sekolah perkotaan lainnya.

E. Kesimpulan Dan Rekomendasi Kebijakan: Revolusi Dari Balik Polybag
Model Integrated Food Security School-Based Management (IFS-SBM) telah membuktikan secara nyata bahwa sebuah inovasi tata kelola pendidikan dasar mampu memberikan dampak domino yang masif bagi ketahanan pangan keluarga dan pencegahan stunting hulu-hilir di daerah. Keberhasilan menaikkan rata-rata kepemilikan tanaman pangan pekarangan keluarga adalah bukti nyata bahwa sekolah mampu menjadi agen perubahan sosial-ekologis horizontal yang andal.

Ujian sesungguhnya dari sebuah riset ilmiah bukanlah keindahan draf dokumennya saat dipresentasikan di hadapan dewan penguji, melainkan ketangguhannya saat diuji oleh kritik tajam para pembuat kebijakan lintas sektor dalam forum Focus Group Discussion (FGD) makro. Dengan arsitektur POAC sirkular yang mandiri finansial (R/C ratio sebesar 1,2), kepraktisan teknologi hidroponik murni di era MBG, serta keluwesan adaptasi di berbagai tipologi wilayah, model IFS-SBM ini siap diadopsi secara luas.

Kami merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan untuk menjadikan model ini sebagai rujukan baku dalam penyusunan kebijakan kurikulum operasional satuan pendidikan yang terstruktur, kolaboratif, akuntabel, dan berkelanjutan. Perubahan besar bangsa ini tidak harus selalu dimulai dari proyek makro bernilai triliunan rupiah; ia bisa dipicu dari sebuah gerakan revolusi tata kelola yang rapi, yang dimulai dari balik selembar polybag di halaman sekolah dasar anak-anak kita.

F. Epilog: Revolusi Selembar Polybag (Ketika aksioma Fukuoka Menjejak di Bontang

Ada sebuah benang merah tak kasat mata yang menghubungkan bukit-bukit jeruk di Iyo, Prefektur Ehime, Jepang pada tahun 1937, dengan koridor-koridor semen sekolah dasar di Kota Bontang hari ini.

Hampir satu abad lalu, seorang pemikir agraris radikal bernama Masanobu Fukuoka mengguncang dunia dengan manifesto spiritual-ekologisnya yang tertuang dalam buku monumental, “The One-Straw Revolution” (Revolusi Sebatang Jerami). Fukuoka membuktikan sebuah aksioma sejarah yang sederhana namun menggetarkan: bahwa perubahan besar yang mampu menyelamatkan peradaban tidak dimulai dari mesin-mesin raksasa atau kebijakan top-down yang megah, melainkan dari unit terkecil alam yang paling remeh—sebatang jerami.

Hari ini, aksioma sejarah itu menemukan jalan barunya untuk berulang (la historia se repite). Di bawah langit Kota Bontang, sebuah manifesto perubahan serupa lahir dari rahim riset ilmiah Manajemen Pendidikan Universitas Mulawarman melalui Model IFS-SBM (Integrated Food Security School-Based Management). Kami menyebutnya dengan daya gedor yang sama: “Revolusi Selembar Polybag”.

Membaca Sandingan Filosofis: Jerami dan Polybag

Secara substansi teoretis dan praksis, gerakan ini bukanlah sebuah romantisasi masa lalu, melainkan sebuah lompatan kontekstual yang tajam berbasis riset dan kekuatan ilmiah:

1. Fukuoka dan Kedaulatan Alami: Fukuoka menawarkan prinsip “Do-Nothing Farming”—bukan berarti tidak berbuat apa-apa, melainkan menolak intervensi teknologi kimia destruktif yang membebani petani.

2. Model IFS-SBM dan Praktikalitas Urban: Di ruang urban-industri Bontang, problemnya bergeser. Hambatannya adalah keterbatasan lahan semen sekolah dan kaku-pasifnya manajemen sekolah yang administratif-linier. “Revolusi Selembar Polybag” menjawab tantangan ini dengan menawarkan kepraktisan tingkat tinggi lewat hidroponik murni presisi AB-Mix. Ia memotong birokrasi kerja fisik pengelolaan tanah yang melelahkan guru, menjadikannya bersih, ramah anak, adaptif di era Makan Bergizi Gratis (MBG), serta melahirkan School-Community Nexus.

Mengapa Ini Menggetarkan?

Sebuah polybag hitam atau instalasi hidroponik di pojok sekolah dasar mungkin terlihat kecil dan tak berarti bagi para teknokrat yang sibuk menghitung angka inflasi di balik meja kaca mereka. Namun, di dalam model IFS-SBM, selembar polybag itu berubah fungsi menjadi sebuah reaktor sosial-kognitif.

Secara neurosains, ia menjadi media stimulasi motorik (Embodied Cognition) dan pembuka gerbang pikiran (Mind Openness) anak didik. Secara sosiologis, ia adalah penyambung dialektika School-Community Nexus yang memaksa orang tua dan sekolah larut dalam gerakan pemenuhan gizi mandiri di rumah tangga untuk memotong mata rantai stunting. Secara manajerial, ia mendobrak POAC lama yang pasif menjadi sirkular mandiri melalui captive market internal dengan nilai kelayakan ekonomi yang sangat tinggi.

Jika Fukuoka menggunakan sebatang jerami untuk menyadarkan manusia agar kembali tunduk pada hukum alam yang harmonis, maka “Revolusi Selembar Polybag” di Bontang digunakan untuk menyadarkan dunia kependidikan kita: bahwa mutu sekolah tidak boleh hanya diukur dari angka-angka mati di atas kertas rapor kurikulum tekstual, melainkan dari seberapa tangguh tata kelola sekolah tersebut berdiri sebagai benteng pertahanan pangan, gizi, dan masa depan hidup anak-anak didiknya.

Sejarah telah mengetuk pintunya di Bontang. Perubahan itu nyata, bergerak senyap namun pasti, melingkar dan abadi dari balik lembaran-lembaran polybag sekolah dasar.
Semoga ulasan artikel ini dapat menjadi pijakan filosofis sekaligus energi baru bagi perubahan jangkar sejarah dunia pendidikan di sini dan global.*

JMSI Apresiasi Keberhasilan Tiongkok Integrasikan Pembangunan dan Perlindungan Lingkungan

KENDARIKINI.COM – Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, mengapresiasi keberhasilan Tiongkok menjaga pembangunan berkelanjutan.

Apresiasi disampaikan saat kunjungan delegasi JMSI ke Provinsi Hainan, Tiongkok, Kamis (16/7/2026).

Teguh menilai Hainan berhasil mengintegrasikan pembangunan ekonomi dengan perlindungan lingkungan secara konsisten.

Menurutnya, Haikou tampil sebagai kota hijau dengan tata lingkungan yang terawat dan kualitas udara yang baik.

Ia juga memuji komitmen Tiongkok menjalankan target puncak emisi karbon sebelum 2030 dan netralitas karbon sebelum 2060.

Komitmen tersebut didukung regulasi, transisi energi, serta kebijakan pembangunan rendah emisi secara berkelanjutan.

Teguh turut menyoroti keberhasilan restorasi lingkungan melalui penghijauan di Provinsi Hebei dan Gurun Gobi.

Program itu dinilai mampu mengurangi polusi udara, menekan perluasan gurun, serta memulihkan lahan kritis.

Hainan juga dinilai berhasil menerapkan konsep pembangunan hijau melalui pembatasan kendaraan berbahan bakar fosil dan pengembangan ekowisata.

Menurut Teguh, keberhasilan itu didukung sinergi pemerintah, inovasi teknologi hijau, dan partisipasi masyarakat.

Ia menegaskan media memiliki peran penting menyebarluaskan praktik baik perlindungan lingkungan kepada masyarakat luas.

Kunjungan delegasi JMSI berlangsung atas undangan All China Journalists Association (ACJA) untuk mempererat hubungan Indonesia-Tiongkok.

Delegasi turut didampingi Mursyid Sonsang, Yophiandi Kurniawan, Ahmad Novriwan, Julius Marulitua Sinaga, dan Farida Farhah.*

HAAME Perkuat Free Trade Port Hainan Lewat Layanan Perawatan Pesawat

KENDARIKINI.COM – Delegasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) mengunjungi fasilitas Haikou Airport Aircraft Maintenance Engineering Co., Ltd. (HAAME), Jumat (17/7/2026).

Kunjungan berlangsung dalam program persahabatan atas undangan All China Journalists Association (ACJA) di Provinsi Hainan, Tiongkok.

HAAME merupakan pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) yang melayani Hainan Airlines dan berbagai maskapai internasional.

Fasilitas tersebut mendukung keselamatan penerbangan sekaligus memperkuat konektivitas udara kawasan Asia Pasifik.

Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, menilai HAAME berperan penting menjaga kelancaran logistik, perdagangan, pariwisata, dan transportasi internasional.

Menurutnya, keberadaan Free Trade Port (FTP) Hainan memperkuat daya saing industri perawatan pesawat.

Kebijakan FTP mempermudah impor suku cadang dan peralatan berteknologi tinggi dengan beban pajak rendah atau nol.

Kemudahan itu mempercepat rantai pasok, menekan biaya operasional, dan mengurangi waktu perawatan pesawat.

Delegasi JMSI juga menyaksikan penerapan sistem digital modern serta teknologi pemindaian untuk mendeteksi kerusakan struktur pesawat.

HAAME dinilai menerapkan standar keselamatan internasional melalui integrasi teknologi dan tenaga ahli berpengalaman.

Pembina JMSI, Mursyid Sonsang, mengapresiasi keterbukaan HAAME memperlihatkan proses operasional berstandar global kepada delegasi Indonesia.

Kunjungan ditutup dengan diskusi peluang kolaborasi mempromosikan industri penerbangan Hainan kepada masyarakat Indonesia.*

Polresta Kendari Ungkap Curanmor, BBM Subsidi, hingga Pencabulan Anak

KENDARIKINI.COM – Satreskrim Polresta Kendari mengungkap sejumlah kasus kriminal menonjol dalam konferensi pers, Sabtu (18/7/2026).

Kasat Reskrim AKP Weliwanto Malau menyampaikan pengungkapan mencakup curanmor, pencurian kabel, penganiayaan, pencabulan anak, dan penyalahgunaan BBM subsidi.

Kasus penipuan dan penggelapan sepeda motor melibatkan tersangka JFL terhadap korban AR menjadi perhatian publik.

JFL diduga berpura-pura meminjam motor Honda Genio sebelum membawanya kabur. Kerugian korban mencapai Rp29 juta.

Polisi menyebut JFL merupakan oknum ASN dan diduga terlibat empat tindak pidana lainnya, termasuk pencurian telepon genggam.

Tim Buser 77 juga menangkap HR, tersangka pencurian motor dan telepon genggam yang diduga beraksi di 22 lokasi.

HR diketahui merupakan residivis kasus pencurian dan narkotika. Polisi mengimbau korban segera melapor untuk mengambil barang bukti.

Satreskrim turut menangkap DS atas dugaan pencurian kabel tower milik PT DMS Telkomsel di Kelurahan Bende.

Menurut polisi, kabel dijual pelaku untuk memperoleh uang bermain judi online. DS dijerat Pasal 477 KUHP.

Polsek Baruga mengungkap percobaan pencurian tabung gas melibatkan dua anak berhadapan dengan hukum berinisial AR dan MA.

Dalam perkara itu, pemilik rumah berinisial LOD ditetapkan tersangka karena diduga melakukan penganiayaan berat terhadap salah satu pelaku.

Kasus lainnya menjerat pria berinisial I yang diduga menyetubuhi anak kandungnya sejak 2023 hingga 2026.

Unit Tipiter juga mengamankan ST terkait dugaan penyalahgunaan 448 liter solar subsidi yang disimpan dalam 15 jerigen.

Polresta Kendari mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memanfaatkan layanan darurat 110 untuk melaporkan tindak kejahatan.*

OPINI: Matematika Langit Andi Sumangerukka

Oleh: Andi Syahrir

Ada yang ganjil dalam matematika Tuhan. Kita diajari sejak sekolah dasar bahwa pengurangan selalu memperkecil nilai. Punya sepuluh, dikurang tiga, tinggal tujuh. Rumus itu mutlak di atas kertas.

Tetapi di hamparan kehidupan, di wilayah yang gaib dan tak tersentuh oleh kalkulator akuntan publik, rumus itu sering kali rontok. Itulah sedekah. Ia adalah satu-satunya bentuk pengurangan yang melahirkan pelipatan.

Beberapa hari ini, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, diperbincangkan publik. Dalam waktu sembilan bulan menjabat, hartanya tercatat meningkat sekitar Rp 49,4 miliar.

Di era transparansi seperti sekarang, wajar jika publik menyoroti setiap digit angka yang berubah dari seorang pejabat. Nalar publik yang terbiasa disuguhi drama korupsi, angka tersebut tentu memancing tanya dan curiga.

Bagaimana mungkin seorang pejabat, dalam waktu kurang dari setahun, bisa menumpuk puluhan miliar? Dari mana asalnya? Proyek apa yang melintas?

Di sinilah kita butuh jeda. Kita butuh melihat angka-angka itu tidak sekadar teropong hukum positif, melainkan dengan kacamata spiritualitas. Kita perlu melihat bagaimana cara ilahiah bekerja di balik angka-angka itu.

Andi Sumangerukka, atau yang karib disapa ASR, sudah dikenal sebagai seorang pengusaha yang sangat sukses dan kaya raya. Latar belakang militernya yang disiplin berpadu dengan ketajaman bisnis yang membuatnya mapan secara finansial. Dia sudah kaya raya—dalam arti yang paling harfiah.

Pun, sejak lama, masyarakat Sultra tahu betapa ringannya tangan ASR. Ia menjadikan sedekah sebagai bagian dari gaya hidupnya. Namun, dunia ini seringkali sinis terhadap kebaikan. Ketika ada orang kaya yang gemar bersedekah, sebagian orang menuduhnya memiliki pamrih. Namun waktu dan konsistensi tidak pernah berbohong.

Dia menyedekahkan miliaran rupiah hartanya bukan saat di Sultra saja, namun kebiasaan berbagi itu telah melekat kuat sepanjang perjalanan hidupnya.

Sebagai penganut Islam yang taat, ia meyakini benar kandungan Surah Al-Baqarah ayat 261. Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.

Janji ini bukan metafora puitis belaka. Ini adalah hukum alam semesta yang bekerja secara presisi. Ketika ASR melepaskan sebagian hartanya dengan ikhlas untuk membantu rakyat, dia sebenarnya sedang menanam benih di tanah yang paling subur: rida Tuhan.

Bagi ASR, harta yang dia miliki dipandangnya bukan sebagai hak milik mutlak, melainkan titipan yang harus segera dialirkan. Air yang mengalir akan tetap jernih, air yang menyumbat akan menjadi sarang penyakit.

Ketika karakteristik kedermawanan yang konsisten ini dihadapkan pada lonjakan hartanya saat ini, kita diingatkan pada konsep the law of attraction dalam perspektif spiritual. Getaran energi pikiran dan emosi yang terpancar ke semesta pada gilirannya akan menarik realitas hidup kembali kepada diri sendiri.

Tokoh filantropi modern seperti Lynn Twist dalam bukunya The Soul of Money menjelaskan bahwa uang bertindak seperti air. Ketika ia dialirkan dengan maksud baik untuk menolong sesama, ia menciptakan arus balik kelimpahan yang lebih besar kepada sumbernya.

Sosiolog terkemuka Pitirim Sorokin juga pernah mengemukakan teori tentang Amitology atau ilmu tentang cinta kasih altruistik. Sorokin berargumen bahwa tindakan menolong orang lain secara tulus melahirkan energi sosial yang luar biasa, yang pada gilirannya sering kali memicu respons positif lingkungan sekitar—termasuk peluang-peluang ekonomi dan kepercayaan bisnis—yang mempercepat akumulasi kesejahteraan sang penolong.

Dalam dunia bisnis modern, para pakar keuangan pun mulai mengakui adanya kecerdasan spiritual dalam finansial. Ketika seorang pengusaha atau pemimpin tidak lagi melekat pada hartanya dan menjadikannya alat sosial, reputasi kebaikan tersebut menjadi aset tak berwujud (intangible asset) bernilai tinggi.

Kepercayaan mitra bisnis meningkat, peluang investasi datang sendiri, dan keberkahan usaha melipatgandakan keuntungan.

Ada fenomena yang disebut sebagai the economics of altruism atau ekonomi altrusitik. Tokoh seperti Amartya Sen, peraih Nobel Ekonomi, berkali-kali mengingatkan bahwa kesejahteraan dan keberuntungan ekonomi sering kali berkaitan erat dengan modal sosial dan jaringan kepercayaan yang dibangun dari kerelaan berbagi.

Namun, melampaui teori Amartya Sen, ada penjelasan yang lebih purba. Ini adalah kompensasi langit. Tuhan tidak pernah berutang kepada hambanya yang dermawan.

Ketika ASR mengosongkan satu wadah hartanya untuk rakyat, Tuhan mengisi wadah tersebut dari arah yang tidak disangka-sangka. Kenaikan harta itu adalah sebuah demonstrasi visual dari Allah SWT.

Perjalanan hidup ASR mengajarkan kita tentang arti melepaskan. Bahwa untuk menggenggam sesuatu yang lebih besar, kita harus berani membuka tangan dan melepaskan apa yang kita miliki saat ini.

Melihat fenomena ASR, kita diingatkan pada sebuah kutipan popular. Kalau kamu berani memberi kepada pencipta-Nya lewat makhluk-Nya, bersiap-siaplah kewalahan menerima kembaliannya.

Kita mungkin lupa bahwa di balik setiap rupiah yang meningkat dalam laporan LHKPN itu, barangkali ada satu lirihan doa seseorang yang mengetuk pintu langit. Barangkali ada satu tetes air mata haru seseorang yang menggetarkan arasy. Doa-doa itulah yang menjelma menjadi energi magnetik yang menarik rezeki dari segala penjuru.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti