Sabtu, Oktober 31, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 154

Membangun Fondasi Bangsa dari Rumah, PT Vale dan Masyarakat Bersatu Perkuat Peran Keluarga

0

KENDARIKINI.COM — Di tengah laju industrialisasi dan pembangunan ekonomi di Kabupaten Morowali, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali menegaskan bahwa kemajuan sejati tidak hanya diukur dari nilai investasi atau tonase produksi, tetapi dari seberapa kuat fondasi moral dan karakter generasi penerus bangsa dibentuk.

Komitmen itu diwujudkan melalui Seminar Parenting bertema “Sekolah Pertama Bernama Rumah” dan “Rumah yang Dirindukan Pasangan dan Anak”, sebuah inisiatif yang mempertemukan ratusan guru, orang tua, dan tokoh masyarakat untuk menguatkan kolaborasi keluarga dan sekolah dalam menghadapi ancaman sosial modern — mulai dari narkoba hingga paparan pornografi digital.

Selama dua hari (4–5 Oktober 2025), kegiatan yang digelar di Gedung Ahmad Hadie, Bungku Tengah dan Masjid Al-Mutakabbirin, Desa Siumbatu ini menjadi wadah refleksi mendalam bagi para peserta. Mereka berdiskusi, berbagi pengalaman, dan membangun kesadaran bersama bahwa pendidikan anak dimulai dari rumah yang penuh kehadiran dan kasih sayang.

Wafir, Head of Bahodopi Project PT Vale, menegaskan bahwa keberlanjutan pembangunan tidak akan pernah lepas dari pembangunan manusia. “Kemajuan industri harus tumbuh seiring dengan kualitas generasi penerus. Rumah dan sekolah adalah dua institusi terpenting yang membentuk karakter dan daya tahan moral anak-anak kita. Melalui sinergi keduanya, kita sedang membangun masa depan Morowali yang lebih berdaya dan beradab,” ujarnya.

Seminar ini menghadirkan dua sosok yang dikenal luas di bidang parenting dan pendidikan karakter: Elly Risman, psikolog keluarga dan pendiri Yayasan Kita dan Buah Hati, serta Risman Musa, praktisi pendidikan yang dikenal dengan pendekatan integratif antara orang tua dan sekolah.

Dalam paparannya, Elly Risman mengingatkan bahwa ancaman terbesar anak-anak masa kini sering kali datang dari hal yang tak terlihat — layar kecil di tangan mereka. “Kerusakan otak akibat paparan pornografi pada anak justru lebih parah daripada narkoba. Orang tua perlu kembali menjadi ‘teman hidup anak’, bukan sekadar penyedia kebutuhan. Dunia digital memanggil, dan hanya kehadiran orang tua yang bisa menjadi benteng utamanya,” tegas Elly.

Sementara Risman Musa menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam pendidikan. “Banyak anak tumbuh tanpa figur pengasuh yang hadir karena kesibukan orang tua. Sekolah harus berani mengundang ayah untuk ikut hadir — karena dari sinilah lahir komunikasi dan kedekatan emosional yang membangun karakter anak,” ujarnya.

Pemerintah daerah turut menyambut baik inisiatif ini. Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali, Yusman Mahmud, yang hadir mewakili Bupati Morowali, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah PT Vale yang memperluas makna tanggung jawab sosial perusahaan.
“Kegiatan ini bukan hanya edukasi, tetapi investasi jangka panjang bagi ketahanan moral dan sosial generasi muda. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung gerakan seperti ini agar menjadi contoh bagi daerah lain,” ungkapnya.

Antusiasme peserta menjadi bukti bahwa gerakan ini menyentuh nurani banyak pihak. Sriwulan, seorang guru muda, menuturkan kesannya, “Saya jadi lebih paham bagaimana peran guru dan orang tua saling melengkapi. Ini bukan sekadar seminar, tapi gerakan yang mengubah cara kita melihat anak-anak di tengah dunia yang semakin cepat”.

Telan Anggaran Hingga 15 Miliar Rupiah, Penari dan Paskibra di STQH Tak Diberi Makan Siang saat Latihan

0

KENDARIKINI.COM — Pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Tingkat Nasional ke-28 tahun 2025 di Sulawesi Tenggara (Sultra) disoroti berbagai pihak. Minggu 5 Oktober 2025.

Diketahui sorotan tersebut mulai dari polemik alokasi dana.

Event akbar yang dijadwalkan dibuka oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 11 Oktober 2025 ini menelan anggaran hingga 15 miliar rupiah.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sultra, Saido Bonsai, keluhkan kondisi minus anggaran di pos operasional.

Saido Bonsai merinci, dari total anggaran sebanyak Rp 15 miliar, Rp 7,5 miliar dialokasikan untuk Event Organizer (EO) dan Rp 7 miliar untuk operasional Kesra.

Namun, ia menegaskan adanya pemangkasan.

“Memang lagi minus anggaran. Minus anggaran banyak yang tidak dianggarkan, dipotong-potong. Pakaian saja ini banyak yang tidak diberi,” ujar Saido,

Diketahui secara spesifik menyoroti anggaran konsumsi selama latihan para penari kolosal dan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Sultra yang terancam defisit.

Ironi manajemen anggaran ini diperparah oleh sikap EO pelaksana teknis acara, PT. Argo Pesona Indonesia, perusahaan tersebut diketahui bergerak di bidang Meeting, Incentive, Convention, Exhibition(MICE) dan Advertising.

Dampak dari “minus anggaran” yang disorot Biro Kesra Sultra terasa langsung di lapangan, namun kekurangan ini ditambal oleh inisiatif pribadi Ketua TP PKK Sultra.

Kebutuhan dasar seperti makan siang para penari kolosal dan Paskibraka selama latihan intensif dipenuhi berkat inisiatif langsung dari Ketua TP PKK Sultra Arinta Andi Sumangerukka.

“Iyeee ibu Gub memang yang bantu mereka makan siang,” ujar salah satu orang tua Penari kolosal.*

Warga Ungkap Dugaan Mafia Solar di SPBN Lapulu

0

KENDARIKINI.COM – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Lapulu di Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, diduga menjadi lahan bisnis Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal.

Salah satu warga Kota Kendari yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan bahwa modus permainan bisnis ilegal itu dilakukan dengan cara solar subsidi yang dibeli dan diisi di kapal nelayan dibongkar lalu dijual kembali.

Aktivitsas tersebut terjadi karena ada dugaan kerja sama antara pihak pembeli dengan pengawas SBPN

“Setelah dia isi di kapal, dibongkar kembali, kemudian dia muat pakai mobil dan ditampung di gudang,” kata sumber tersebut.

Sumber juga menyebutkan bahwa salah satu yang terlibat adalah R, warga Kota Kendari. Hal itu terjadi pada 24 September 2025.

“Setelah dibongkar dari kapal, dikasih naik mobil. Yang pasti itu dijual. Sering itu dia lewat, dia kasih naik mobil. Dan itu banyak (masyarakat Lapulu) yang lihat,” tambahnya.

Sementara itu Pengawas SPBN Lapulu, Zairudin, enggan memberikan komentar saat dikonfirmasi Penasultra.com terkait persoalan ini.*

Sulaeha Sanusi Dinilai sebagai Figur yang Perjuangkan Aspirasi Rakyat Ditengah Gempuran Korporasi Tambang

KENDARIKINI.COM – Kerusakan lingkungan, konflik sosial hingga kesejahteraan masyarakat terus menjadi problem di Konawe Utara, dan itu semua karena pertambangan. Hal itu diungkapkan seorang tokoh masyarakat Ir. Safrin yang juga pernah menjadi Anggota DPRD Kabupaten Konawe Utara.

Ir. Safrin menjelaskan bahwa betul Konawe Utara (Konut) punya segudang sumber ya alam yang melimpah, ada hasil laut dan ada juga hasil bumi yang tidak kalah “sexy” seperti nikel. “Tapi, itu tidak berbanding lurus, Karena nikel, laut tercemar nelayan susah dapat ikan. Karena nikel, sekolah digusur kualitas sumberdaya manusianya bagaimana mi?. Semua semua mi karena nikel,” kesalnya.

“Ooo, sa lupa, karena nikel juga hujan sedikit saja langsung mi banjir,” imbuhnya.

Safrin menegaskan bahwa Pemerintah membuka karpet merah bagi investor, tetapi melupakan bahwa kepemilikan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) tidak boleh menjadi senjata untuk menzalimi masyarakat, mengambil hak-hak masyarakat, bahkan banyak yang dikriminalisasi.

“Kita dibentur-benturkan sesama masyarakat. Sesama pejabat dan sesame investor bagaimana mi sama-sama terima beres. Kita ini dikonut mungkin bisa dibilang bagai ayam mati dilumbung padi,” ungkapnya.

Kini, salah satu wakil rakyat yang duduk di DPRD Provonsi tengah berjuang untuk membela masyarakat ada, justru malah ditakut takuti.

“Kami sebagai masyarakat di Konawe Utara bersyukur ada anggota DPRD Sultra yang mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat, sekalipun berada pada posisi yang mungkin ada kekeliruan administratif,” tuturnya.

Safrin, yang mengaku memahami dinamika legislatif, menyatakan bahwa anggota dewan memiliki hak prerogatif dan imunitas, serta orientasinya adalah memperjuangkan kepentingan masyarakat secara politis, bukan terikat pada wilayah administratif teknis. “Ia menyatakan, apa yang dilakukan Ibu Suleh itu 100% berada pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Ia bahkan menegaskan bahwa masyarakat Konut akan berdiri di belakangnya. “Daripada takut salah administrasi, lebih mulia berbuat kendati pun salah, asal memperjuangkan kepentingan masyarakat,” tambah Safrin.

Ia juga mempertanyakan keberpihakan anggota DPRD Sultra dan Konut lainnya. “Di mana anggota DPRD lain yang juga merupakan wakil dari Konut, Saya salut pada Ibu Suleha ini.”tutupnya.

Sementara itu, DPD PDI Perjuangan Sultra telah menyatakan bahwa Suleha Sanusi tidak terbukti melakukan pelanggaran kode etik partai. Wakil Ketua DPD PDIP Sultra, Agus Sanaa, menegaskan bahwa langkah Suleha dilandasi itikad baik untuk memperjuangkan konstituennya.

“Kalau di Konut itu kan banyak perusahaan tambang yang mengelola tanah adat. Saya kira tidak salah jika perusahaan tambang yang menggali tanah adat ikut berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat adat setempat. PDIP sudah menegaskan yang bersangkutan tak melanggar etik,” pungkasnya.*

Sulaeha Sanusi Jemput Aspirasi Masyarakat Soropia Konawe

0

KENDARIKINI.COM – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) Sulaeha Sanusi serap aspirasi masyarakat di reses masa sidang III tahun 2024-2025.

Dalam masa reses kali ini, Sulaeha Sanusi mengunjungi tiga desa. Desa pertama yang dikunjungi, Desa Pulemo, Kecamatan Lembo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Senin 29 September 2025.

Pertemuan tersebut dihadiri kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta ibu-ibu majelis taqlim.

Masyarakat yang antusias menyambut kehadiran politisi PDI Perjuangan itu, mengusulkan beberapa program bantuan mulai dari drainase di Jalan Poros Desa Pulemo, sumur bor lima lima titik, jalan usaha tani sepanjang 2 kilo meter, dan kostum majelis taqlim.

Reses berikutnya di Desa Ulu Sawa, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konut, Kamis 2 Oktober 2025. Masyarakat Desa Sawa, Desa Tanjung, dan Desa Laimeo yang hadir dalam agenda penyerapan aspirasi tersebut, mengusulkan beberapa program.

Diantaranya, tanggul penahan ombak atau bronjong, sarana olahraga atau lapangan volly, alat tangkap ikan, banana boat, dan mesin pembuatan abon.

Reses masa sidang III terakhir di Desa Soropia, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulaeha Sanusi juga menerima sejumlah usulan, seperti pembuatan tanggul kali penahan abrasi, alat etalase kue, alat pres minuman, pukat rompong sero, serta jaring lapangan volly.

Kehadiran Sulaeha Sanusi ditengah-tengah masyarakat, tentu langkah nyata dalam menjembatani aspirasi mereka untuk kemudian disampaikan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra maupun pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, ketiga tempat yang saya kunjungi untuk reses, warga begitu antusias, dan saya sebagai wakil mereka di DPRD pastinya akan saya perjuangkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat,” ucap dia.

Dikesempatan singkat itu, Sulaeha Sanusi menyempatkan diri untuk turun langsung meninjau ke lokasi pantai yang tanahnya abrasi, dan setelah dicek abrasi tersebut cukup mengancam keselamatan bagi nelayan.

Bukan hanya itu, Sulaeha Sanusi yang begitu peduli dengan olahraga, langsung memberikan bantuan finansial ke panitia penyelenggara turnamen volly ball Desa Tanjung ditengah berlangsungnya reses.

Tak lupa pula, terima kasih tak terhingga yang disampaikan warga Desa Soropia kepada legislator Dapil Konawe, Konut, dan Konkep, setelah sebelumnya warga diberikan bantuan sebanyak tiga kali lewat aspriasi berupa bibit ikan, alat tangkap, dan boks ikan.

“Terima kasih bu atas bantuan alat perikanan yang sudah diberikan kepada warga nelayan disini,” ucap salah satu warga yang hadir dalam reses itu.*

Warga Mubar Digegerkan dengan Penemuan Mayat Lansia Tergantung Didalam Rumah

0

KENDARIKINI.COM – Seorang wanita lansia bernama Nengah Martini di Desa Suka Damai, Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung dalam rumah, Sabtu 4 Oktober 2025.

Hal ini dibenarkan Kapolres Muna AKBP Indra Sandy Purnama Sakti melalui Kasi Humas Polres Muna IPTU Jufri saat dikonfirmasi Jurnalis Kendarikini.com melalui pesan WhatsApp.

“Nengah Martini Binti Wayan Koyon dengan kondisi tergantung didalam rumahnya,” kata Jufri, Minggu 5 Oktober 2025.

Lanjut, kata dia, korban ditemukan tergantung dalam posisi leher tergantung menggunakan tali nilon yang terikat pada penyangga balok rumah.

“Tali nilon tersebut terlilit pada leher korban dengan dua kali lingkaran lilitan yang terikat pada Penyangga balok pintu rumah korban,” ujar Jufri.

Jufri menambahkan saksi yang melihat korban sontak berteriak meminta tolong hingga terdengar oleh berberapa warga. Mereka pun langsung melaporkan kejadian ini ke pemerintah Desa Suka Damai dan menghubungi Personil Polsek Tiworo Tengah .

Polsek Tiworo segera melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan tim medis Puskesmas Tiworo Tengah untuk melakukan pemeriksaan kepada korban.

Setelah dievakuasi, keluarga korban enggan melakukan autopsi dan menerima dengan lapang dada atas kematian korban.(Amin)*

Berawal dari Cekcok Motif Suami Habisi Istri di Bombana

0

KENDARIKINI.COM – Misteri penemuan mayat di kebun belakang rumah yang sempat menggemparkan masyarakat Kabupaten Bombana akhirnya terkuak.

Tak lain, tak bukan, pelaku pembunuhan Ibu Rumah Tangga inisial J adalah suaminya sendiri inisial S.

Pembunuhan tersebut diawali cekcok antara pelaku dan korbannya hingga berakhir pada aksi pembunuhan dan pembuangan mayat korban ke kebun belakang rumah.

Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi melalui Kasatreskrim Iptu Yudha Febri Widanarko mengatakan bahwa berdasarkan hasil autopsi ditemukan tanda-tanda aksi kekerasan.

“Dari petunjuk-petunjuk yang didapat TKP tim gabungan Polres Bombana yang di back up oleh Tim Resmob Polda Sultra melakukan pemeriksaan saksi secara marathon mulai dr malam setelah kejadian sampai dengan hari minggu dini hari,” katanya.

Kemudian Berdasar pada keterangan saksi yang telah dikumpulkan dan bukti petunjuk di TKP yang telah dikumpulkan oleh tim gabungan, unit opsnal gabungan bergerak cepat untuk segera mengamankan terduga pelaku dan membawanya ke Polsek Poleang Timur untuk di interogasi bersama.

“Hasil dari interogasi terduga pelaku yang berinisial sdr S yang merupakan suami korban mengakui perbuatanya, bahwa benar dia yang terlah membunuh korban berinisial sdri J (istri pelaku),” ungkapnya.

Lanjutnya bahwa hal tersebut berawal dari cekcok dirumah yang dikarenakan ketika saudara S pulang kerumah tidak ada makanan.

“Kemudian pada malam harinya korban saudari J meminta ijin untuk pergi kepada suaminya saudara S akan tetapi S tidak memberikan izin kepada si sdri J cekcok tersebut berlanjut,” tuturya.

Lalu Pada sekitar pukul 02:30 WITA Selasa 30 September 2025 J menyuruh pelaku S untuk masak air guna membuatkan susu anaknya.

“Disitulah puncak dari kemarahan S kepada istrinya. Air yang tadinya akan digunakan untuk membuat susu anaknya disiramkan kepada istrinya J, karena merasa ketakutan dan kesakitan J kemudian lari kebelakang rumah,” jelasnya.

Lanjutnya lagi melihat istrinya lari S kemudian mengejar istrinya menggunakan parang. Didapat istrinya oleh J di kebun rumput gajah belakang rumah korban.

“Kemudian J dirangkul dari belakang oleh S dan ditikam oleh S dari belakang. Setelah itu korban ditinggalkan ditempat oleh S,” katanya.

Lanjutnya bahwa Pelaku S sempat berupaya mengaburkan petunjuk di TKP dengan menyembunyikan sandal korban dan meletakkan sandal pelaku dan parang yang digunakan di lokasi yang agak berjauhan dengan TKP ditemukanya korban.

“Akan tetapi dengan kegigihan Tim Gabungan hal tersebut dapat diungkap dan mematahkan alibi terduga pelaku,” pungkasnya.

Untuk saat ink Pelaku telah diamankan di rutan Polres Bomabana, selanjutnya kasus ditangani oleh Satreskrim Polres Bombana dan setelah berkas lengkap akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bombana.*

Polres Bombana Amankan Pelaku Pembunuhan yang Mayatnya Ditemukan di Kebun Belakang Rumah

0

KENDARIKINI.COM – Misteri penemuan mayat seorang perempuan pada Selasa 30 September 2025 dibelakang rumah korban akhirnya terkuak.

Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi melalui Kasatreskrim Iptu Yudha Febri Widanarko mengatakan berawal dari informasi warga Dusun Lemboea 1 Desa Rompo-Rompo bahwa ada ditemukan mayat di kebun milik salah seorang warga dusun tersebut.

“Pihak Polsek Poleang Timur langsung bergerak cepat menyikapi informasi tersebut,” katanya.

Lanjutnya bahwa Mayat yang ditemukan benisial saudari J kemudian langsung dibawa ke Puskesmas Poleang Timur untuk dilakukan pemeriksaan fisik luar, dilihat dari analisa dokter Puskesmas dan anggota tampak kejanggalan pada luka-luka yang ada pada mayat yang ditemukan.

“Kemudian Polsek Poleang Timur bersama Satreskrim dan Satintelkam Polres Bombana merespin kejanggalan tersebut langsung mendatangi TKP dan melakukan Olah TKP serta pengumpulan bahan keterangan di TKP. tidak jauh dari TKP ditemukannya korban didapatkan sebilah parang yang terdapat bercak darah dan sepasang sendal,” ungkapnya.

Kemudian pihaknya berkordinasi untuk melakukan Autopsi mayat.

“Pada malam tanggal 01 Oktober 2025 dilakukan tindakan Autopsi terhadap mayat oleh tim Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sultra. Keesokan harinya Unit K9 Anjing Pelacak Ditsamapta Polda Sultra datang ke TKP untuk membantu penyidik melakukan olah TKP,” ungkapnya lagi.

Pihaknya juga membeberkan dari petunjuk-petunjuk yang didapat TKP tim gabungan Polres Bombana yang di back up oleh Tim Resmob Polda Sultra melakukan pemeriksaan saksi secara marathon mulai dari malam setelah kejadian sampai dengan hari minggu dini hari.

“Berdasar pada keterangan saksi yang telah dikumpulkan dan bukti petunjuk di TKP yang telah dikumpulkan oleh tim gabungan, unit opsnal gabungan bergerak cepat untuk segera mengamankan terduga pelaku dan membawanya ke Polsek Poleang Timur untuk di interogasi bersama,” pungkasnya.*

Herry Asiku Dinilai Figur yang Tepat Kembali Pimpin Golkar Sultra, Berpengalaman dan Memenuhi Syarat

KENDARIKINI.COM – Pengurus Daerah (PD) Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) menyatakan dukungan ke Herry Asiku untuk kembali memimpin Partai Golkar di Sultra.

Sekretaris PD AMPG Sultra, Ivan Santri Jaya Putra mengatakan bahwa pihaknya menyatakan dukungannya ke Herry Asiku.

Pasalnya tokoh tersebut sudah memiliki pengalaman yang mumpuni untuk kembali memimpin Partai Golkar di Sultra.

“Kami sangat merespon baik dan setuju apabila Bapak Haji Herry Asiku kembali menahkodai partai Golkar di bumi anoa Sulawesi Tenggara,” kata Mantan Sekretaris HIPMI Sultra.

Ia menuturkan bahwa Herry Asiku juga merupakan tokoh senior di Golkar dan HIPMI Sultra.

“Beliau Kader Golkar yang berproses dari bawah, dari Ketua DPD II Golkar Konut, dan saat ini menjadi Ketua DPD I Golkar Sultra serta akan kembali maju memimpin DPD I Golkar Sultra,” tuturnya.

“Pak Herry ini senior saya di hipmi dan juga panutan saya di partai golkar. selama saya bergabung di parta golkar, partai golkar di kepemimpinan Bapak Herry asiku kian berkembang dengan bertambahnya kepala daerah yanh terpilih dari kader partai golkar,” ungkapnya.

Pihaknya juga menilai bahwa figur Herry Asiku adalah figur yang tulus mengabdikan diri untuk membesarkan Golkar di Sultra.

“Dan kepemimpinan beliau ini saya lihat murni pengabdian, dia tidak cari apa-apa di partai, murni membesarkan partai, rela berkorban untuk partai. tetapi Partai Golkar mengedepankan asas musyawarah, siapa pun boleh maju asal kader partai golkar,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyinggung persoalan persyaratan pencalonan DPD I Golkar Sultra, melihat wacana bakal calon lainnya yang akan maju dan tidak memenuhi syarat.

“Kan sudah jelas ada syarat pencalonan seperti menjadi anggota sekurang-kurangnya 5 tahun berturut turut, berpendidikan minimal s1, pernah menjadi pengurus satu periode, dan lainnya,” tambahnya.

Lanjutnya bahwa di Golkar sama dengan organisasi lainnya ada proses dan jenjang yang mesti dilewati.

“Intinya ada proseslah dalam berorganisasi, jangan sampai marwah partai golkar di Sulawesi Tenggara yang telah di jaga puluhan tahun tercederai oleh kepentingan kepentingan pribadi dan sesaat,” pungkasnya.

Untuk diketahui Musda Golkar Sultra X rencananya akan dilaksanakan di Bulan Oktober 2025 dan akan dihadiri serta dibuka Ketum DPP Golkar Bahlil Lahadalia.*

PD JMSI Sultra Bakal Gelar Pelantikan, Rakerda dan Dialog Publik

0

KENDARIKINI.COM – Pengurus Daerah (PD) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sultra akan melaksanakan pelantikan PD JMSI Sultra yang rencananya akan dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Cabang (PC) JMSI Kota Kendari dan Kolaka Raya, Minggu 5 Oktober 2025.

Selain itu dalam kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan JMSI Talk.

Ketua PD JMSI Sultra Adhi Yaksa Pratama mengatakan bahwa pihaknya sementara berkoordinasi dengan dua Wakil Menteri yang rencananya dijadwalkan hadir dalam giat tersebut.

“Kita sementara komunikasi dengan Wamen Komdigi dan Wamen Naker untuk menghadiri kegiatan kami, kami juga akan buat JMSI Talk dalam bentuk dialog dan diskusi yang nanti pematerinya Dua Wamen tersebut,” kata Saldi sapaan akrabnya.

“Rencana rangkaian giatnya bulan Desember 2025,” tambahnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya saat ini sementara membangun komunikasi dengan Forkopimda Sultra untuk menghadiri kegiatan.

“Kita upayakan Gubernur Sultra untuk menghadiri dan membuka kegiatan kami,” tuturnya.

Lanjutnya bahwa untuk dua pengurus cabang saat ini sementara proses pembentukan.

“Kita sementara sudah bermohon ke pengurus pusat untuk pembentukan cabang Kendari, dan untuk cabang Kolaka Raya yang mencakup Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, dan Kolaka Timur sementara proses untuk memenuhi persyaratan pembentukan cabang,” ungkapnya.

Selain itu dalam momentum JMSI Talk juga akan dirangkaikan dengan pemberian penghargaan ke sejumlah tokoh yang dianggap berkontribusi terhadap perkembangan Pers di Sultra.*

Berkat Laporan Medsos, Pencuri Minyak Goreng di Kolaka Diringkus Polisi

KENDARIKINI.COM – Seorang pria inisial RF (30) asal Kabupaten Kolaka berhasil diamankan polisi setelah melakukan aksi pencurian tiga jerigen minyak goreng.

Pria tersebut ditangkap tanpa perlawanan pada Sabtu 4 Oktober 2025 sekitar pukul 22.00 WITA bertempat di Jalan Cakalang, Kelurahan Sea, Kecamatan Latambaga.

‎Kasi Humas Polres Kolaka, IPTU Dwi Arif, membenarkan penangkapan yang berawal dari laporan masyarakat di media sosial Instagram.
‎
‎”Kami menerima laporan tersebut melalui media sosial pada 28 Agustus 2025. Laporan ini menjadi dasar pengembangan hingga akhirnya RF berhasil kami amankan,” kata IPTU Dwi Arif, Minggu 5 Oktober 2025.

Dwi Arif menambahkan pria tersebut telah mengakui perbuatannya bahwa minyak goreng itu di curinya di Jalan Jenderal Sudirman pada 28 Agustus 2025.

Berdasarkan penyelidikan, pelaku beraksi dengan mengendap-endap masuk ke halaman rumah korban saat situasi sedang sepi.

‎Saat ini pelaku telah mendekam di Mapolres Kolaka dan menjalani proses hukum lebih lanjut.
‎
‎Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 Ayat (1) ke-3e subsider Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian, hukuman pidana penjara hingga lima tahun.(Amin)*

Pererat Sinergitas, Brimob Polda Sultra Beri Kejutan di HUT ke 80 TNI di Batalyon 725 Woroagi

0

KENDARIKINI.COM – Jajaran Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara memberikan kejutan istimewa berupa tumpeng dan kue ulang tahun kepada keluarga besar TNI pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang digelar di Batalyon Infanteri 725/Woroagi, Minggu (5/10/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan sesaat sebelum upacara peringatan HUT TNI dimulai. Rombongan Brimob Polda Sultra yang dipimpin oleh Wakil Komandan Satuan Brimob Polda Sultra, AKBP Indra Yanitra Irawan, S.I.K., M.Si., mewakili Komandan Satuan Brimob Polda Sultra, Kombes Pol Sugianto Marweki, S.I.K., M.Si., datang bersama sejumlah perwira dan personel Brimob dengan membawa kue ulang tahun serta tumpeng sebagai bentuk perhatian dan penghormatan kepada jajaran TNI.

Kehadiran personel Brimob Polda Sultra tersebut disambut hangat oleh keluarga besar Yonif 725/Woroagi. Dalam kesempatan itu, Komandan Batalyon 725/Woroagi, Letkol Inf Choky Gunawan, S.Sos., M.Han., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kejutan yang diberikan oleh jajaran Brimob Polda Sultra.

“Terima kasih atas perhatian dan kehadiran rekan-rekan dari Brimob Polda Sultra. Ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan soliditas antara TNI dan Polri tetap terjaga. Kami akan terus memperkuat sinergi demi menjaga keutuhan dan keamanan bangsa,” ujar Letkol Inf Choky.

Sementara itu, Wakil Komandan Satuan Brimob Polda Sultra, AKBP Indra Yanitra Irawan, S.I.K., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum HUT ke-80 TNI ini menjadi simbol nyata eratnya sinergi dan solidaritas antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

“Kami berharap sinergi dan soliditas TNI-Polri terus terjaga dan semakin kuat. Hubungan baik yang selama ini terjalin, mulai dari kegiatan sosial, ketahanan pangan, hingga patroli bersama untuk menjaga Kamtibmas di wilayah Sulawesi Tenggara, merupakan wujud nyata dari semangat persaudaraan dan pengabdian bersama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kekompakan dan kebersamaan antara TNI dan Polri merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, khususnya di wilayah Bumi Anoa.

Momentum peringatan HUT ke-80 TNI ini menjadi bukti bahwa TNI dan Polri di Sulawesi Tenggara tetap solid, bersatu, dan berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan semangat “Bersatu, Berjuang, Kita Pasti Menang”, kebersamaan antara dua institusi penjaga kedaulatan dan keamanan bangsa ini terus menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.*

Hilang Setahun, Lansia di Muna Ditemukan Tinggal Kerangka

0

KENDARIKINI.COM – Warga Desa Oempu, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) digemparkan oleh penemuan kerangka manusia utuh di tengah hutan bekas kebun pada Jumat 3 Oktober 2025 sekitar pukul 09.00 WITA.
‎
‎Dugaan kuat mengarah pada identitas WRM, seorang ibu yang pikun dan dinyatakan hilang sejak Oktober 2024. Dugaan ini diperkuat oleh pengakuan anak korban yang mengenali pakaian yang ditemukan di sekitar lokasi.
‎
‎Penemuan kerangka manusia berawal dari aktivitas empat orang anak warga setempat inisial MA (12), LD (14), LW (12), dan HD (10) yang memasuki kawasan hutan sekitar pukul 08.00 WITA untuk memasang jerat ayam hutan.
‎
‎”Saat berada di lokasi, mereka terkejut melihat tulang tengkorak tergeletak di tanah,” ungkap Humas Polres Muna, Iptu Jufri, Sabtu (4/10/2025).
‎
‎Setelah didekati, anak-anak tersebut menemukan tulang belulang manusia yang berserakan dan selembar pakaian yang tersisa. Keempatnya lantas bergegas kembali ke desa untuk melaporkan temuan horor tersebut kepada warga.
‎
‎Pakaian Jadi Kunci Identifikasi Sementara
‎Seorang anak korban berinisial SN mengaku yakin bahwa kerangka tersebut adalah jasad ibunya, inisial WRM.
‎
‎Keyakinan itu muncul setelah SN mengidentifikasi pakaian yang ditemukan di lokasi, berupa baju, celana, rok, dan ikat rambut yang identik dengan yang dikenakan almarhumah saat terakhir kali terlihat.
‎
‎”Ibu saya sudah pikun. Tahun lalu, sekitar bulan Oktober, beliau pergi ke hutan membawa parang dan keranjang untuk mencari kayu bakar, tapi tidak pernah kembali,” tutur SN.
‎
‎Iptu Jufri membenarkan bahwa hilangnya WRM sempat memicu upaya pencarian besar-besaran tahun lalu.
‎
‎”Saat itu, tim SAR bersama Polsek Tongkuno dan warga telah melakukan pencarian selama 14 hari,” jelasnya.
‎
‎Namun, upaya tersebut gagal total. Tim pencari kala itu hanya berhasil menemukan tumpukan kayu bakar, keranjang, dan sandal milik almarhumah sekitar 1 kilometer dari titik penemuan tulang belulang saat ini.
‎
‎Saat ini, kerangka manusia tersebut telah dievakuasi untuk proses identifikasi lebih lanjut guna memastikan secara definitif identitas korban.*

Curi Barang Warga saat Rumah Kosong, Pria di Kolaka Diringkus Polisi

0

KENDARIKINI.COM – Seorang pria inisial GLG harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah tertangkap mencuri di sebuah rumah warga inisial HB pada Kamis 2 Oktober 2025 bertempat di jalan pemuda Kelurahan Laloeha, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka.

Kejadian tersebut berawal saat HB sedang berada di rumah anaknya, tepat di Kabupaten Kolaka Timur. HB dikejutkan dengan informasi dari saudarinya inisial ID bahwa kondisi rumah dalam keadaan berantakan dan sejumlah barang hilang.

Kasi Humas Polres Kolaka. IPTU Dwi Arif menjelaskan barang yang hilang ini berupa 1 (satu) buah mesin cuci, 1 (satu) buah kulkas, 1 (satu) buah speaker, 1 (satu) buah blender, 1 (satu) buah kompor gas dan pakaian.

“Adapun barang-barang yang hilang berupa 1 buah mesin cuci 6 kg, 1 buah kulkas, 1 buah speker, 1 buah blander, 1 buah kompor gas dan pakaian saya sudah hilang,” katanya, Minggu 5 Oktober 2025.

Atas kejadian ini, HB mengalami kerugian materil sekitar Rp9 juta rupiah dan segera melapor ke Polres Kolaka untuk diproses secara hukum.

Berkat penyelidikan lebih lanjut, pelaku berhasil diamankan pada Sabtu 4 Oktober 2025 di jalan pemuda Kelurahan Laloeha. Saat dilakukan interogasi, pelaku mengakui segala perbuatannya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa 1 (satu) buah mesin cuci 6 kg. Disisi lain, polisi juga masih melakukan penyelidikan mengenai barang curian lainnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 367 KUH Pidana tentang pencurian, hukuman maksimal 12 tahun pidana penjara.(Amin)*

Polda Sultra Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Flyover Pomalaa–Wolulu

0

KENDARIKINI.COM – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara bersama instansi terkait melaksanakan peninjauan lapangan dalam rangka permohonan rekomendasi teknik pengalihan atau penutupan jalan untuk pembangunan jalan layang (flyover) oleh PT. Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) di ruas Jalan Pomalaa–Wolulu, Kabupaten Kolaka.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA tersebut dihadiri oleh unsur dari Ditlantas Polda Sultra, BPTD Wilayah XVIII Sultra, Dinas Perhubungan Provinsi Sultra, Satlantas Polres Kolaka, Dinas Perhubungan Kabupaten Kolaka, Dinas PUPR Kabupaten Kolaka, serta manajemen PT. IPIP selaku pihak pelaksana proyek.

Dalam kegiatan tersebut, Wadir Lantas Polda Sultra memimpin rapat dan memberikan sejumlah arahan teknis guna menjamin keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas selama proses pembangunan flyover berlangsung.

Adapun beberapa saran dan masukan penting yang disampaikan, antara lain:

Pelebaran jalan pada akses menuju flyover, pemangkasan pohon yang mengganggu pandangan pengemudi, serta pemasangan rambu pengalihan arus dan penerangan jalan di area rawan kecelakaan.

Pihak perusahaan diminta memasang delineator dan traffic cone, serta melakukan sosialisasi melalui media sosial terkait adanya perubahan arus lalu lintas.

Dari Dishub Provinsi dan BPTD Sultra, disarankan agar rambu lalu lintas dan kecepatan ditempatkan sesuai kebutuhan, serta penanganan area blindspot dengan rambu peringatan.

Satlantas Polres Kolaka juga menekankan pentingnya koordinasi pemasangan rambu dan penerangan jalan, serta penempatan flagman di area konstruksi.

Instansi daerah seperti Dishub dan PUPR Kolaka menyoroti pentingnya kebersihan lingkungan kerja, kenyamanan masyarakat sekitar, serta koordinasi lintas sektor selama pembangunan berlangsung.

Pihak PT. IPIP menyatakan siap memenuhi seluruh rekomendasi teknis dan persyaratan yang telah disampaikan oleh instansi terkait, termasuk memperhatikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi proyek.

Kegiatan peninjauan lapangan berjalan dengan lancar dan kondusif hingga selesai.*

Oknum Dosen UMK Ditetapkan sebagai Tersangka Usai Aniaya Mahasiswa

0

KENDARIKINI.COM – Polresta Kendari resmi menetapkan Oknum Dosen Universitas Muhamadiyah Kendari (UMKM) sebagai tersangka penganiayaan terhadap salah seorang mahasiswanya.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan pelaku MA merupakan Oknum Dosen UMK.

“Iya benar, yang bersangkutan seorang dosen hari ini kami tetapkan sebagai tersangka penganiayaan terhadap salah satu mahasiswanya,” jelasnya Sabtu 14 Oktober 2025.

Sebelumnya diberitakan seorang oknum dosen Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) berinisial MA diduga menganiaya mahasiswa Jurusan Teknik Arsitektur bernama Aldi.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di halaman kampus pada Rabu, 17 September 2024, dan rekamannya kini beredar luas di media sosial.

Dalam video berdurasi 1 menit 47 detik yang diterima Jurnalis Kendarikini.com terlihat oknum dosen berseragam hitam putih dan mengenakan topi awalnya bercengkerama dengan sejumlah mahasiswa.

Namun, situasi berubah tegang ketika ia tiba di kerumunan mahasiswa lain, lalu tiba-tiba membanting salah satu mahasiswa ke tanah dan menarik kerah bajunya.

Aksi itu sempat dicegah rekan-rekan korban, namun sang dosen tetap berupaya menyeret korban.

Aldi membenarkan dirinya menjadi sasaran penganiayaan dan menyebut pelaku merupakan dosen dari Jurusan Lingkungan.

“Saat itu saya hanya duduk santai dibelakang pagar kampus. Tiba-tiba oknum dosen itu datang menendang baju saya dua kali,” katanya.

Selanjutnya, Aldi sempat meminta pelaku untuk bicara baik-baik, namun langsung dibanting tanpa alasan.

“Waktu dia mau menarik saya, saya sempat bilang kita bicarakan baik-baik pak,” ujarnya

Aldi telah melapor ke Polresta Kendari agar kasus ini diproses secara hukum. “Saya berharap ada efek jera supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegas Aldi.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak universitas terkait kasus ini.(Amin)*

Upaya PLN Hadirkan Energi Bersih, Dorong Interkoneksi ASEAN Power Grid

0

KENDARIKINI.COM – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendorong terwujudnya integrasi sistem kelistrikan hijau lintas negara di Asia Tenggara melalui pembangunan ASEAN _Power Grid_ sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat tercapainya _Net Zero Emissions_. Hal ini tercermin dalam agenda _The 41st Heads of ASEAN Power Utilities/Authorities_ (HAPUA) _Council Meeting_ yang digelar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (3/10).

Executive Director ASEAN _Centre for Energy_ (ACE), Ir. Ts. Abdul Razid Dawood menyampaikan bahwa ASEAN _Power Grid_ merupakan salah satu tonggak penting integrasi energi di kawasan Asia Tenggara untuk mewujudkan aksesibilitas, keterjangkauan, dan keberlanjutan energi bersih di masa depan.

“ASEAN _Power Grid_ ini akan meningkatkan ketahanan energi bagi semua negara anggota ASEAN. Tentu saja kita juga harus mengatasi persoalan keterjangkauan sekaligus memastikan keberlanjutan energi dalam rangka mencapai target penurunan emisi karbon,” ujarnya.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Wanhar menyampaikan bahwa hasil dari HAPUA _Council Meeting_ tahun ini akan menjadi fondasi penting dalam merumuskan target dan strategi baru ASEAN _Plan of Action for Energy Cooperation_ (APAEC) _Phase_ III 2026–2030 khususnya terkait program ASEAN _Power Grid_.

“Fase baru ini menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, peningkatan ketahanan energi, serta mendorong transformasi energi yang adil dan inklusif,” ujar Wanhar.

Wanhar menambahkan pada _43rd_ ASEAN _Ministers on Energy Meeting_ (AMEM), para Menteri Energi ASEAN akan menandatangani dan mengesahkan _The Enhanced Memorandum of Understanding_ of ASEAN _Power Grid_.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa saat ini Indonesia tengah melakukan transformasi besar untuk mewujudkan swasembada energi yang berkelanjutan.

“Kami ditugaskan oleh pemerintah melalui Kementerian ESDM untuk menyediakan energi yang terjangkau dan andal, namun pada saat yang sama juga mengurangi emisi gas rumah kaca. Dengan menyediakan energi yang terjangkau ini, kita akan mengundang lebih banyak investasi, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, menghapus kelaparan, memberantas kemiskinan, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan kesejahteraan bagi rakyat,” ujar Darmawan.

Darmawan menjelaskan bahwa hingga 2034 Indonesia akan menambah kapasitas pembangkit baru sebesar 69,5 gigawatt (GW), di mana 76 persen berasal dari energi baru terbarukan (EBT). Meskipun Indonesia memiliki potensi EBT yang sangat besar, pengembangannya menghadapi tantangan ketidaksesuaian antara lokasi sumber daya terbarukan dengan pusat permintaan listrik.

Lebih lanjut, Darmawan menambahkan bahwa jaringan listrik interkoneksi ASEAN merupakan salah satu solusi yang memungkinkan Indonesia berbagi energi, menyeimbangkan sistem, dan memperkuat ketahanan energi di kawasan. Ia memastikan PLN membuka ruang seluas-luasnya dalam menjalin kerja sama dalam mewujudkan ASEAN _Power Grid_.

“Kita tidak akan mampu menanggungnya sendirian. Satu-satunya jalan ke depan adalah kolaborasi. Kolaborasi strategi, kolaborasi inovasi teknologi, kolaborasi investasi, kolaborasi domestik, regional, dan internasional,” pungkasnya.*

Sedang Laksanakan Upacara, Barang Milik Kantor Setda Bombana Digasak Pencuri

0

KENDARIKINI.COM – Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) jadi tempat aksi pencurian pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Rabu 1 Oktober 2025.

Pencurian yang dilakukan oleh seorang pria ini berhasil terekam kamera CCTV. Pria itu mencuri sejumlah barang tepat saat para pegawai sedang mengikuti upacara dihalaman kantor.
‎
‎Berdasarkan rekaman video berdurasi 1 menit 6 detik memperlihatkan seorang pria mengenakan baju kuning dan celana pendek masuk ke dalam ruangan.

Tak tanggung tanggung, pelaku membuka satu per satu tas milik pegawai yang diletakkan di meja, lalu mengambil barang berharga dan menyimpannya ke dalam saku celana.
‎
‎Usai beraksi, pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi. Rekaman CCTV tersebut kemudian viral di media sosial setelah diunggah oleh salah satu akun bernama Mega Astrie.

Dalam unggahannya, ia menyebut bahwa pelaku diduga kerap melakukan pencurian di sejumlah tempat berbeda.
‎
‎“Bantu share supaya cepat didapat pelakunya,” tulis Mega Astrie dalam postingannya.
‎
‎Kasubsi Penmas Polres Bombana IPDA Muh. Ridwan membenarkan adanya kejadian ini. Ia mengatakan aksi pencurian tersebut telah dilaporkan ke Polres Bombana.

“Sudah ada pengaduannya di Reskrim Unit 1,” kata Ridwan, Sabtu 4 Oktober 2025.

Ridwan menegaskan laporan tersebut saat ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

“Iye betul. Masih dalam penyelidikan,” tegasnya.(Amin)*

RS Aliah Dihimbau Tak Terima Pasien Jelang Eksekusi Lahan

0

KENDARIKINI.COM – Jelang pencocokan objek perkara di lahan tapak kuda yang telah terjadwal, pihak koperson selaku pemenang dan pemilik hak lahan tapak kuda tidak banyak memberikan tanggapan. Dihubungi via telpon seluler terkait pernyataan – pernyataan pihak RS Aliah, kuasa khusus Koperson angkat bicara.

“Pihak RS Aliah sebenarnya sudah tau hanya saja pura-pura tidak tau. Paham aturan tapi pura-pura lupa aturan. Coba pikir dan analisa, ada contoh perlawanan yang nyata kalah. Perlawanan terakhir dari 3 hamparan lahan tapak kuda yang telah mewakili secara keseluruhan.

1. Perlawanan hamparan lahan pertama segitiga tapak kuda oleh Drs. La Ata. Amar Putusan Nomor. 16/pdt.Plw/2017/PN.KDI. PN menolak perlawanan pelawan. Menghukum pelawan dengan biaya perkara.

2. Perlawanan hamparan ke dua. Hamparan termasuk RS Aliah oleh H. Amirudin dan kawan-kawan. Amar putusan Nomor. 13/Pdt.pLW/2017/PN.KDI. Perlawanan pelawan ditolak
dan menghukum pelawan dengan membayar biaya perkara.

3. Perlawanan hamparan ke tiga oleh Husein Awad/Hotel Zahra. Amar Putusan Nomor. 16/Pdt.Plw/2017/PN.KDI Menolak perlawanan pelawan dan menghukum pelawan untuk membayar biaya perkara.

Amar putusan tersebut bisa di cek dengan kalimat jelas, “sertifikat yang ada di atas lokasi tersebut tidak berkekuatan hukum” Dengan kata lain semua SHM yang terbit di atas HGU milik Koperson cacat secara yuridis dan tidak memiliki kekuatan hukum. Jadi klaim oleh dr. Sukirman/RS Aliah adalah klaim sia-sia.

Jelas bahwa siapapun yang melakukan perlawanan di atas wilayah HGU milik Koperson akan bernasib sama. Itulah sebabnya PN Kendari mengeluarkan penetapan sita eksekusi pada 2018 lalu. Penetapan sudah ada dan semua pihak wajib tunduk pada perintah hukum, perintah negara. Saya selaku kuasa kusus bersama relawan keadilan tidak akan segan untuk lakukan upaya hukum bagi pihak atau oknum yang lakukan perlawanan atau menghambat proses eksekusi. Jika dr. Sukirman merasa hebat untuk lakukan perlawanan, silahkan halangi eksekusi nanti dan nikmati proses hukumnya. Bagi pelaksanaan demi tegaknya supremasi hukum, maka tidak pandang bulu. Mau dia dokter, Profesor, dosen atau pejabat negara sekali pun, tetap tunduk!” Kata Fianus Arung selaku kuasa kusus Koperson.

Proses eksekusi lahan milik negara yang masih berstatus Hak Guna Usaha (HGU) Koperasi Perikanan Soananto (Kopperson) tidak boleh dihalangi dengan dalih apapun, termasuk alasan pelayanan pasien oleh RS Aliah. Klaim dr. Sukirman bahwa RS Aliah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) terbukti tidak berdasar karena terbit di atas tanah berstatus HGU, yang secara hukum cacat dan tidak sah.

Semua Bantahan Sudah Usai di Pengadilan

Seluruh bantahan, pembelaan, maupun klaim sepihak terkait tanah tersebut sudah tuntas diperiksa dan diputus di pengadilan.

Putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) tidak bisa diganggu gugat lagi.

Apa pun yang diucapkan dr. Sukirman sekarang, entah A, B, atau C, adalah terlambat dan tidak relevan.

Pasal 195 HIR/224 RBg: putusan pengadilan yang sudah inkracht wajib dilaksanakan.

Pasal 54 UU No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman: setiap orang wajib menghormati dan melaksanakan putusan pengadilan.

Dengan demikian, upaya membantah eksekusi adalah sia-sia dan hanya menimbulkan konsekuensi hukum baru.

SHM di Atas HGU Cacat Hukum

Klaim dr. Sukirman bahwa SHM RS Aliah sah secara hukum adalah keliru.

Pasal 22 UUPA No. 5 Tahun 1960: Hak Milik hanya dapat diberikan atas tanah negara yang tidak dibebani hak lain.

Pasal 34 PP No. 40 Tahun 1996 tentang HGU, HGB, dan Hak Pakai: tanah HGU tidak dapat langsung diterbitkan, ada prosedur dan mekanisme yang panjang serta rumit dan tidak sesederhana itu. Semua melalui kementerian ATR/BPN. Faktanya hingga kini tidak ada perubahan terhadap status HGU Koperson.

Artinya, SHM yang diklaim RS Aliah adalah cacat administrasi karena terbit di atas tanah HGU.

Contoh Perlawanan yang Bernasib Sama

Banyak contoh pihak yang melawan eksekusi lahan HGU dan semuanya berakhir kalah.

Kasus Hotel Zahrah adalah contoh nyata: seluruh perlawanan ditolak, proses hukum berakhir, dan eksekusi tetap dilakukan.

Hal ini harus menjadi pengingat bahwa tidak ada jalan menang bagi pihak yang berpegang pada SHM di atas HGU.

Pasien Jangan Dijadikan Tameng

Rumah sakit memang berkewajiban melayani masyarakat, namun pelayanan pasien tidak bisa dijadikan alasan menolak hukum.

Menolak eksekusi dengan dalih pasien adalah bentuk obstruction of justice (Pasal 221 KUHP: menghalangi perintah pejabat berwenang dapat dipidana).

RS Aliah bahkan dihimbau agar tidak menerima pasien baru menjelang eksekusi, supaya tidak ada alasan menjadikan pasien sebagai tameng.

Masyarakat luas perlu mengetahui bahwa RS Aliah sudah ditetapkan akan dieksekusi oleh negara, sehingga upaya menghalangi hanya berujung pidana.

Melawan Eksekusi = Melawan Negara

Jika dr. Sukirman tetap memaksakan perlawanan, maka tindakannya bukan lagi sengketa sipil, tetapi sudah termasuk kategori melawan perintah negara.

Pasal 212 KUHP: barangsiapa melawan pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah dapat dipidana.

Pasal 216 KUHP: menolak atau menghalangi perintah pejabat yang berwenang juga dipidana.

Aparat berhak mengamankan siapa pun yang mencoba menghalangi jalannya eksekusi.

“Kalau dr. Sukirman ingin melawan, silakan tampil langsung di depan saat eksekusi. Biar jelas perlawanan itu terhadap negara, dan aparat bisa segera mengamankan sesuai hukum,” tegas kuasa hukum Kopperson.

Kesimpulan Tegas

SHM RS Aliah cacat hukum karena berdiri di atas tanah HGU.

Seluruh bantahan sudah selesai di pengadilan, perkara inkracht, tidak ada upaya hukum lagi.

RS Aliah wajib tunduk, jangan jadikan pasien sebagai alasan.

Melawan eksekusi sama dengan melawan negara, dengan konsekuensi pidana.

RS Aliah siap-siap saja dieksekusi. Tidak ada jalan lain.*

Direstui Ketum DPP, Herry Asiku Siap Kembali Pimpin Golkar Sultra

KENDARIKINI.COM.COM – Dinamika politik internal Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memanas jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda). Ketua DPD I Golkar Sultra, Herry Asiku menyatakan kesiapannya untuk kembali bertarung setelah mendapat restu dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Pertemuan Herry Asiku dengan Wakil Ketua Umum (Waketum) Golkar yang juga Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Wihaji berlangsung di Jakarta. Dalam kesempatan itu, Herry Asiku didampingi Ketua DPD II Golkar Konawe Selatan yang juga Bupati Konsel, Irham Kalenggo.

Menurut Herry Asiku, pesan yang disampaikan Bahlil Lahadalia melalui Waketum Wihaji sangat tegas, dirinya diminta mempersiapkan Musda sekaligus kembali maju sebagai calon Ketua DPD I Golkar Sultra.

“Saya diminta langsung oleh Ketua Umum untuk mempersiapkan Musda. Beliau juga memberikan restu agar saya kembali bertarung. Ini bukan hanya amanah politik, tapi juga tanggung jawab besar untuk menjaga marwah Partai Golkar di Sultra,” kata Herry kepada awak media melalui sambungan telepon.

Tak hanya itu, Herry Asiku menegaskan, restu dari Ketua Umum menjadi dorongan moral sekaligus legitimasi politik yang sangat kuat. Ia menilai, soliditas partai adalah kunci agar Golkar bisa terus menjadi kekuatan utama di Sultra.

“Golkar harus tetap solid. Restu Ketua Umum adalah pesan bahwa kita semua harus bersatu menjaga kejayaan partai. Ini bukan sekadar kontestasi personal, melainkan kontestasi untuk memastikan Partai Golkar tetap memimpin di Sultra,” kata Herry Asiku yangjuga Wakil Ketua DPRD Sultra itu.

Kemudian restu Ketum Golkar tambahnya diprediksi akan mengubah peta kekuatan di internal Partai Beringin. Musda Golkar Sultra disebut-sebut akan menjadi ajang pertarungan sengit, karena beberapa nama lain juga dikabarkan siap bertarung.
Namun, dukungan dari DPP Golkar dinilai sebagai sinyal politik yang tidak bisa dianggap enteng. Bagi sebagian kader, restu Ketua Umum adalah faktor penentu dalam perebutan kursi Ketua DPD I.

“Dalam politik Golkar, restu Ketum itu harga mati. Dengan restu itu, saya semakin yakin untuk maju kembali. Tentu saya berharap seluruh kader bisa bersama-sama menjaga soliditas dan tidak tercerai-berai,” tegas Herry Asiku.

Meski begitu, Herry Asiku tidak menampik bahwa Musda kali ini akan menghadirkan dinamika politik yang keras. Menurutnya, itu hal wajar dalam tradisi demokrasi di tubuh Partai Golkar.

“Dalam setiap Musda pasti ada dinamika, ada perbedaan, bahkan ada gesekan. Tapi bagi saya, yang terpenting adalah kita semua tetap mengedepankan semangat kebersamaan dan loyalitas kepada partai,” jelasnya.

Dengan restu Bahlil Lahadalia melalui Wihaji, peluang Herry Asiku untuk kembali memimpin Golkar Sultra semakin terbuka lebar. Namun, jalan menuju kursi ketua tetap tidak akan mudah, mengingat dinamika internal partai yang sering kali penuh kejutan.

“Bagi saya, restu Ketua Umum adalah dorongan moral sekaligus mandat politik. Tapi kemenangan tetap ditentukan oleh soliditas kader. Itulah yang akan saya jaga,” tutup Herry Asiku.

Sementara itu, Ketua DPD II Golkar Konsel Irham Kalenggo membenarkan bahwa Herry Asiku di didorong DPP untuk maju kembali dalam Musda Golkar.

“Kita dipanggil ditanyakan apakah saya maju di Musda Golkar, tetapi saya jawab kami di Sultra mendorong Pak Herry Asiku untuk melanjutkan kepemimpinan di DPD I Golkar Sultra,” ungkapnya.

Dengan demikian, DPP melalui Wakil Ketua Umum Golkar, menyampaikan agar Ketua DPD I Golkar Sultra untuk mempersiapkan dan melaksanakan Musda.

“Iya, Pak Herry Asiku disuruh maju dan disuruh persiapkan pelaksanaan Musda Golkar,” tutupnya.*

PT Antam Site Mandiodo Bakal Kembali Beroperasi, Fachrijal Ingatkan Jangan Ulangi Sejarah Kelam

0

Fachrijal Noer, tokoh muda Kecamatan Lasolo, menyampaikan pandangan kritis atas rencana kembalinya PT Antam beroperasi di Blok Mandiodo dengan kuota sekitar dua juta metrik ton. Ia menegaskan bahwa dukungan dari sebagian masyarakat dan kalangan tertentu terhadap aktivitas Antam harus dipandang hati-hati, sebab sejarah masa lalu penuh dengan luka dan skandal, Sabtu 4 Oktober 2025.

Ia mengingatkan bahwa Antam sempat menjalankan KSO-MTT (Kerjasama Operasional Mandiodo, Tapuemea, dan Tapunggaya) yang melibatkan banyak pihak, termasuk kontraktor lokal. Namun praktik di lapangan justru berubah menjadi penambangan liar, perusakan hutan, dan pengelolaan brutal tanpa kendali.

Dari pola tersebut, muncul temuan mega korupsi senilai triliunan rupiah. Aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap banyak pihak, namun yang akhirnya ditahan justru pejabat dan penanggung jawab utama. Fakta ini menegaskan bahwa Blok Mandiodo bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga skandal hukum besar yang mencoreng nama perusahaan negara.

Di antara pihak yang terseret adalah HE (mantan General Manager PT Antam UBPN Sultra) yang hingga kini masih mendekam di Lapas Kendari. Selain itu, terdapat juga WA (pemilik PT Lawu Agung Mining / LAM) dan GS (pelaksana PT LAM) yang sudah ditahan sejak sekitar dua tahun lalu akibat keterlibatan dalam praktik ilegal di Mandiodo.

Baru-baru ini, WA dan GS kembali diproses dengan dakwaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Namun keduanya lolos dari jeratan hukum tambahan tersebut karena majelis hakim menilai kasusnya termasuk kategori nebis in idem, yakni pengulangan perkara yang sebelumnya sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Hal ini menunjukkan bahwa jejak persoalan Mandiodo masih terus membekas dan berlapis.

Tidak berhenti di situ, sejumlah pihak lain juga ikut menjadi korban hukum akibat praktik ilegal di Mandiodo. AG (Kuasa Direktur PT Cinta Jaya) ditahan karena jetty miliknya digunakan untuk pemuatan ore nikel ilegal. Sementara itu, RC (pemilik PT Tristaco) dan IY (Direktur PT KKP) juga dijebloskan ke penjara karena terbukti melakukan jual-beli dokumen penjualan ore nikel ilegal.

Fachrijal menegaskan, deretan kasus tersebut adalah bukti bahwa praktik tambang liar dan manipulasi dokumen di Mandiodo menumbalkan banyak orang. Dari pejabat perusahaan negara, pemilik perusahaan mitra, hingga kontraktor lokal, semua ikut terseret. “Inilah kenapa kita tidak boleh lagi bermain-main dengan Mandiodo. Taruhannya nyawa, hukum, dan masa depan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti inkonsistensi sikap sebagian kalangan masyarakat. Dulu mereka menolak kehadiran Antam, kemudian menuntut pekerjaan, lalu muncul demonstrasi menentang lagi, dan kini justru memberikan dukungan agar Antam kembali beroperasi. “Fenomena ini harus dibaca kritis. Jangan sampai dukungan hari ini hanya dijadikan pintu untuk mengulang pola lama,” tegasnya.

Fachrijal menilai, wajar bila rakyat berharap Antam menghadirkan pekerjaan, pemberdayaan, dan kontribusi ekonomi. Tetapi ia menekankan, hal itu harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, bukan sekadar jadi kedok untuk melanjutkan praktik tambang ilegal, perusakan hutan, dan skema korupsi seperti yang pernah terjadi.

Ia juga menyampaikan kekhawatiran bahwa dukungan yang beredar belakangan ini bisa saja dimanfaatkan oleh oknum untuk menjadikan Antam sebagai “tameng legalitas”. Lebih berbahaya lagi, ada dugaan sebagian aparat penegak hukum ikut dimanfaatkan untuk melindungi kepentingan sempit.

Fachrijal menegaskan: “Antam adalah perusahaan negara. Jangan biarkan perusahaan sebesar itu kembali dipermalukan karena ulah segelintir oknum. Jika masuk lagi ke Mandiodo, Antam harus bersih, transparan, tunduk pada hukum, dan berpihak kepada kepentingan rakyat serta kelestarian lingkungan.”

Menurutnya, pengawasan ketat adalah kunci. Aktivitas Antam ke depan harus benar-benar dipantau publik, didampingi mekanisme hukum yang jelas, dan bebas dari praktik manipulatif. Jika tidak, ia khawatir rakyat kembali menjadi korban, sementara oknum tertentu meraup keuntungan di atas penderitaan.

Fachrijal menutup dengan peringatan tegas: “Sejarah Mandiodo sudah cukup memberi pelajaran. Jika kesalahan lama diulang, rakyat tidak akan tinggal diam. Kami akan terus mengawal, agar Antam tidak lagi menjadi kedok kepentingan, melainkan benar-benar hadir untuk keadilan, rakyat, dan masa depan Konawe Utara.*

Tiga Pengedar Sabu Diamankan Polres Kolut dengan BB Setengah Kilogram

0

KENDARIKINI.COM – Tiga pelaku penyelundupan narkotika ke Kolaka Utara diamankan aparat kepolisian di Perbatasan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah tepatnya di Desa Bahari, Kecamatan Tolala pada Jumat (3/10/2025) siang.
‎
‎Kasat Narkoba Polres Kolaka Utara, Iptu Batmar mengatakan bahwa barang bukti sabu yang diamankan di lokasi sekitar setengah kilo
‎
‎”Alhamdulillah, untuk barang bukti yang diamankan setengah kilogram sabu”, katanya kepada awak media ini pada Sabtu 4 Oktober 2025.
‎
‎Lebih lanjut, Batmar menjelaskan bahwa pelaku yang diamankan masing-masing berinisial MYD (25), mahasiswa asal Poso, Sulteng, yang diduga sebagai otak penyelundupan; SY (29), petani asal Luwu Utara, Sulawesi Selatan; serta SR (29), wiraswasta asal Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
‎
‎”Narkotika dibawa dari Morowali, tujuannya Kabupaten Kolaka Utara,” katanya.
‎
‎Saat ini, para pelaku telah dibawa ke Mapolres Kolaka Utara untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
‎
‎Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1)  dan  Pasal 112 ayat (2)  Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.*

Dua Nama Menguat Bakal Maju di Musda Golkar Sultra

KENDARIKINI.COM – Musyawarah Daerah (Musda) ke XI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sempat terhambat, kini akan diupayakan terlaksana pada bulan Oktober 2025.

Dalam Musda tersebut sebagai momentum untuk memilih calon narkoda baru yang diharapkan dapat membawa Golkar menjadi partai berdaya saing.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) La Ode Safiul Akbar mengatakan bahwa terdapat dua figur yang dianggap layak mengemban amanah menjadi ketua, yakni Herry Asiku dan La Ode Darwin

“Untuk Sultra sendiri kan ada dua figur yang mencuat selama ini satu figur lama satu figur baru,” kata Safiul saat dihubungi Jurnalis Kendarikini.com melalui sambungan telpon WhatsApp, Sabtu 4 Oktober 2025.

Kehadiran dua figur ini tentunya melalui kajian komprehensif yang dilakukan oleh DPP berdasarkan pandangan dari sejumlah pengurus partai di Sultra.

Safiul menambahkan kemungkinan besar jajaran DPP akan memilih La Ode Darwin sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sultra.

“Setelah melalui sebuah kajian mendengarkan aspirasi dari bawah gitu kan, kita DPP sepertinya sudah bulat untuk memilih figur baru untuk memimpin Sultra kedepan,” ujar Safiul.

Selanjutnya, terkait Musda di Sultra akan dilakukan setelah pelaksanaan Musda serentak di Papua sebanyak enam provinsi.

“Pelaksanaan Musda ini setelah pelaksanaan Musda di Papua,” ungkapnya.

Musda di Sultra diupayakan turut di hadiri oleh Ketua Umum DPP Bahlil Lahadalia. Namun, apabila tidak bisa hadir pada saat pembukaan, Bahlil Lahadalia dipastikan hadir di momentum pelantikan.

“Tapi kita sudah bagi dua, kalau tidak hadir di Musda, beliau hadir di pelantikannya,” tutupnya.(Amin)*

Personel TNI-Polri Gelar Ziarah, Peringati HUT TNI ke 80 di Sultra

0

KENDARIKINI.COM – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), jajaran TNI dan Polri di Sulawesi Tenggara menggelar upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP) Watubangga, Sabtu (4/10/2025).

Upacara ziarah dipimpin oleh Kepala Staf Korem 143/Ho, Kolonel Inf Puguh Binawanto. Kegiatan ini diikuti oleh personel dari tiga matra TNI, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, serta personel dari Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra).

Ziarah Nasional ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan membela bangsa dan negara. Kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, peletakan karangan bunga di tugu makam pahlawan, serta diakhiri dengan tabur bunga di atas pusara para pahlawan.

Melalui kegiatan ini, TNI dan Polri di Sultra menegaskan komitmennya untuk terus menjaga persatuan, soliditas, dan sinergitas dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).*

Insiden Tabrak Lari di Konawe, Korban Alami Luka-Luka

0

KENDARIKINI.COM – Tabrak lari kembali terjadi di Kabupaten Konawe, kali ini melibatkan pengemudi mobil minibus dan sebuah motor, Jumat 3 Oktober 2025.

Peristiwa ini terjadi di jalan umum poros tepatnya di persimpangan empat Kelurahan Inolobunggadue, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sekitar pukul 01.00 WITA.

Kanit Gakkum Lantas Polres Konawe, IPDA Andi Mappangara menerangkan peristiwa ini bermula saat pengemudi mobil yang belum diketahui identitasnya bergerak dari arah Abuki menuju Kota Kendari.

“Kronologis, mobil mini bus Dalam lidik belum di ketahui identitas pengemudinya bergerak dari arah barat menuju arah timur (abuki – kendari),” kata Andi dalam keterangan tertulisnya.

Saat melintasi persimpangan empat, pengemudi mobil bertabrakan dengan motor yang dikemudikan oleh Muh Tegar Fikriansyah.

Akibat peristiwa ini, pengemudi motor mengalami luka robek pada dagu, luka lecet kaki kiri, luka lecet punggung tangan kiri, luka lecet pada lengan tangan kiri, luka pada pipi dan keluar darah dari hidung.

Selanjutnya, pengemudi motor segera dilarikan ke Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit (RS) Kabupaten Konawe untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara pengemudi mobil segera meninggalkan lokasi tabrakan.

“Pengendara sepeda motor X ride Muh Tegar Fikriansyah mengalami luka di rawat di ke BLUD RS Kabupaten Konawe sedangkan pengemudi Mobil meninggalkan TKP lantas,” tutupnya.(Amin)*

Begini Kronologi Aksi Perampokan BRI Link di Kendari ‎

0

KENDARIKINI.COM – Begini kronologi aksi perampokan brutal terjadi di sebuah gerai BRI Link di Jalan Chairil Anwar, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Jumat 3 September 2025.

Kejadian itu berawal saat seorang pria berjaket hitam nekat menyerang karyawan hingga terluka parah sebelum menggasak uang puluhan juta rupiah.
‎
‎Pelaku diketahui masuk melalui pintu belakang. Tanpa basa basi, ia seketika menghantam kepala korban dengan batu hingga tersungkur. Kemudian, pelaku membuka laci penyimpanan dan mengambil sejumlah uang tunai.
‎
‎ “Korban sempat jatuh tersungkur. Setelah itu pelaku langsung mengambil uang dan kabur ke arah semak belukar,” kata saksi mata, Puspawati.
‎
‎Korban sempat berteriak meminta pertolongan kepada warga setempat. Tak lama, warga pun segera melakukan pengejaran sampai ke kawasan rawa rawa tempat dimana pelaku berhasil diamankan.

‎Lanjut, kata dia, pelaku sempat membuang sebagian uang rampokannya. Sekitar beberapa lembar ditemukan oleh warga, pelaku diduga kuat membawa uang sekitar jutaan rupiah.

Korban sempat dilarikan ke Puskemas setempat karna mengalami luka pada bagian kepala akibat hantaman batu.
‎
‎Pihak kepolisian yang tiba di lokasi segera mengamankan pelaku. Polisi kini masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif serta kronologi lengkap aksi perampokan sadis tersebut.

Kejadian ini menjadi perhatian serius oleh masyarakat Kota Kendari, terutama mengenai keamanan gerai BRI Link di wilayah tersebut.(Amin)*

Asrama Mahasiswa Konkep di Kendari Terbengkalai

0

KENDARIKINI.COM – Asrama Mahasiswa Wawonii di Kota Kendari yang dibangun sejak tahun 2019 hingga kini belum juga difungsikan. Kondisi ini memicu kritik dari mahasiswa asal Wawonii yang menilai Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) dan DPRD setempat tidak serius menindaklanjuti pengelolaan fasilitas tersebut.

Salah satu mahasiswa asal Wawonii Tenggara yang saat ini menempuh studi di IAIN Kendari, Muh Arya Saputra, menyayangkan sikap pemerintah daerah yang dianggap membiarkan asrama itu terbengkalai.

“Bangunan asrama itu dibangun untuk mahasiswa Wawonii, tapi faktanya sampai sekarang belum difungsikan. Jangan dibiarkan mubazir begitu saja. Pemerintah daerah, khususnya Bupati Konawe Kepulauan, seharusnya segera mengambil tindakan,” tegas Arya.

Padahal, menurut Kabag Umum Setda Konkep, Moh Arie Darmawan, asrama tersebut sudah layak huni dengan fasilitas penunjang yang lengkap. Bahkan, regulasi pengelolaannya telah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 5 Tahun 2023.

“Mengacu pada Perbup itu, kami sudah membuka pendaftaran calon penghuni Asrama Mahasiswa Wawonii sejak 18 hingga 28 Desember 2023,” jelas Arie, dikutip dari Telisik.id.

Meski demikian, Arya menilai langkah tersebut belum menunjukkan keseriusan. Ia menyoroti tidak adanya kejelasan terkait pengaktifan asrama meski aturan sudah dibuat dan pendaftaran telah dibuka.

“Perbup sudah ada, fasilitas lengkap, bangunan pun sudah siap digunakan. Tapi kenapa sampai sekarang belum difungsikan? Ini harus jadi perhatian serius, terutama oleh Bupati Rifqi Saifullah Razak,” ujarnya.

Selain pemerintah daerah, Arya juga menyoroti sikap DPRD Konkep yang dinilai kurang responsif.

“Anggota DPRD juga jangan hanya diam. Mereka punya tanggung jawab untuk mengawasi dan mendorong agar asrama segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya,” tambahnya.

Mahasiswa berharap keberadaan asrama ini benar-benar digunakan untuk kebutuhan hunian mahasiswa Wawonii di Kendari, sehingga tidak hanya menjadi simbol pembangunan fisik, tetapi hadir sebagai solusi nyata bagi pelajar daerah.*

Hippmakot Kendari Pertanyakan Legalitas PT ST Nikel Hauling dalam Kota

0

KENDARIKINI.COM – Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kota (Hippmakot) Kendari mempertanyakan legalitas perizinan hauling PT ST Nikel Resource, Jum’at 3 Oktober 2025.

Ketua Hippmakot Kendari, Ibrahim mengatakan bahwa PT ST Nikel Resource melakukan hauling tengah malam di dalam Kota Kendari.

“Kota Kendari seperti bukan lagi Ibu Kota Provinsi Sultra, sudah menjadi jalan Hauling tambang nikel,” katanya.

Lanjutnya pihaknya juga mempertanyakan legalitas hauling PT ST Nikel Resource.

“Legalitasnya kami pertanyakan, dan kontribusinya apa untuk Pemkot dan masyarakat Kota Kendari,” ungkapnya.

“Jangan sampai kita hanya nikmati kerusakan jalan akibat Haulingnya saja,” tegasnya.

Untuk itu pihaknya meminta Pemkot, DPRD dan APH untuk mengambil tindakan tegas.

Sementara itu Humas PT ST Nikel Resource, Jabal Nur yang dikonfirmasi via telepon mengklaim bahwa pihaknya memiliki izin Hauling lengkap.

“Kalau kelengkapan operasionalnya lengkap semua, pihak ketiga yang lakukan Hauling PT PAL,” katanya.

Ditempat terpisah Dirut PT Pancar Alam Lestari (PAL), Agus Salim yang disebut sebagai pihak ketiga dari PT ST Nickel Sesources saat dikonfirmasi membantah adanya kegiatan houling yang dia lakukan.

“Bukan saya yang houling , mobil saya cuma dua unit silahkan konfir yang bersangkutan, saya juga tidak mengetahui apakah ST Nickel yang houling atau Marlin sebagai pihak ketiga,” jelasnya.*

AMPLK Sultra Ungkap Dugaan Penambangan Ilegal di Lahan Koridor Antara PT Tekonindo dan PT TBS

0

KENDARIKINI.COM – Aliansi Mahasiswa Pemerhati Lingkungan dan Kehutanan (AMPLK) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali membeberkan dugaan penambangan ilegal di Kabupaten Bombana, Jum’at 3 Oktober 2025.

Kali AMPLK Sultra mengungkap dugaan penambangan ilegal di lahan koridor antara IUP PT Tekonindo dan PT Tambang Bumi Sulawesi (TBS) di Pulau Kabaena.

Ketua Umum AMPLK Sultra, Ibrahim mengatakan bahwa para penambang koridor ini memanfaatkan lahan celah atau tak bertuan antar IUP.

“Berdasarkan data yang kami terima ada aktivitas di lahan koridor antara IUP PT Tekonindo dan PT TBS yang mana tanpa mengantongi legalitas yang resmi dan menyalahi peraturan perundang-undangan,” kata Alumni Hukum kampus ternama di Sultra.

Lanjut jebolan aktivis HmI ini bahwa dugaan aktivitas penambangan ilegal tersebut diduga melanggar beberapa peraturan perundang-undangan.

“Tindakan perusahaan tersebut diduga sangat bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan sebagaimana tertuang dalam passal 50 ayat (3) huruf g jo. Pasal 38 ayat (3) UU No. 41 tahun 1999, tentang Kehutanan (UU Kehutanan) yang berbunyi :
“Setiap orang dilarang melakukan kegiatan penyelidikan umum atau eksplorasi atau eksploitasi bahan tambang di dalam kawasan hutan, tanpa melalui pemberian Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan yang diterbitkan oleh Menteri Kehutanan (IPPKH), dengan mempertimbangkan batasan luas dan jangka waktu tertentu serta kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Selain itu, sebagaimana tertuang dalam Pasal 158 UU nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba) yang berbunyi :

“Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR, atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah),”. bebernya.

Pihaknya juga berharap agar aparat hukum dapat melakukan penindakan terhadap perusahaan tersebut.

“Kami berharap APH segera turun tangan dan mengambil tindakan tegas,” tegasnya.

Sementara itu Penanggung Jawab PT Tekonindo, Nur Boco dan PT TBS, Basmalah yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp, SMS dan panggilan telepon belum memberikan tanggapan.*

Komunitas Titik Kumpul Literasi Meet and Greet Bareng Teguh Santosa

0

KENDARIKINI.COM – Komunitas Titik Kumpul Literasi, menggelar acara Meet and Greet bersama penulis sekaligus jurnalis, Dr. Teguh Santosa, pada Kamis malam (2/10) di kawasan Pos Bloc, Kota Medan.

Acara ini menjadi momen berharga bagi para mahasiswa untuk menyelami pengalaman dan wawasan dari sosok yang telah malang melintang di dunia jurnalisme dan kepenulisan.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, Teguh Santosa berbagi kisah perjalanannya sebagai jurnalis internasional yang telah meliput berbagai isu global di berbagai tempat dari berbagai belahan dunia

Teguh juga menceritakan proses kreatif di balik penerbitan dua karya monumentalnya, Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik dan Buldozer dari Palestina.

Kedua buku tersebut menggambarkan pengamatannya terhadap dinamika konflik dan perdamaian di kancah internasional, yang disampaikan dengan gaya narasi yang mendalam dan kritis.

Selain berbagi pengalaman, Teguh juga merespons antusiasme para penggiat Komunitas Titik Kumpul Literasi yang menyampaikan visi, misi dan program komunitas.

Teguh Santosa yang juga Ketua Umum JMSI menyampaikan betapa pentingnya kualitas kerjasama dalam sebuah tim dalam mewujudkan sebuah cita-cita bersama.

“Dalam mencapai tujuan untuk menjadikan daya baca sebagai gaya hidup mahasiswa, teman-teman mesti bekerja sama dalam membentuk tim dengan pola kerja yang berkualitas tanpa harus memikirkan kuantitas dari sebuah tim, kesadaran adalah kunci utama” ujar Teguh Santosa yang juga dosen Hubungan Internasional UIN Ciputat ini di sela-sela diskusi.

Pada kesempatan yang sama Higayon Sinaga, salah seorang penggiat komunitas ini menyampaikan bahwa membaca bukanlah sekadar kewajiban akademik semata. Menurutnya membaca justru sebagai bagian dari life style mahasiswa.

“Kami ingin menjadikan membaca sebagai gaya hidup mahasiswa, bukan sekadar kewajiban akademik. Melalui kegiatan semacam ini, kami berharap dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk mencintai literasi,” ujar Higayon yang juga mahasiswa Ilmu politik FISIP USU.

Menurut pengelola kegiatan Titik Kumpul Literasi, Joy Harefa yang didaulat menjadi moderator, kegiatan Meet and Greet ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga memperkuat komitmen komunitas Titik Kumpul Literasi untuk menjadi wadah bagi mahasiswa dalam mengembangkan wawasan dan semangat literasi.

“Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk lebih banyak kolaborasi inspiratif di masa mendatang, ujar Joy menutup diskusi.

Acara ini ditutup dengan momen spesial berupa penyerahan buku-buku karya Teguh Santosa yang telah ditandatangani langsung oleh penulis kepada penggiat komunitas.

Tampak hadir dalam kegiatan akademisi FISIP USU Dr. Faisal Mahrawa, Ketua Pengcab JMSI Erie Prasetyo, Co-founder Titik Kumpul Literasi Rahman Walid dan mahasiswa penggiat literasi lainnya.*

Oknum PPPK di Konawe Masuk Bui Gegara Aniaya Istri

0

KENDARIKINI.COM – Seorang pria berinisial HA (41), warga Kecamatan Unaaha, yang baru tiga hari dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, harus berurusan dengan hukum setelah diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya.

Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 16 September 2025, sekitar pukul 13.00 WITA. Insiden bermula saat pelaku meminta sang istri untuk menghubungi keluarganya guna meminjam uang.

“Pelaku HA menyuruh istrinya meminjam uang kepada keluarganya. Namun tak lama setelah itu, pelaku memukul pipi korban hingga terjatuh dan menyuruh korban masuk ke dalam kamar,” ungkap Taufik saat dikonfirmasi.

Ketika korban menolak masuk ke kamar, pelaku kembali melakukan kekerasan dengan memukul bagian kepala korban, yang mengakibatkan luka bengkak. Korban kemudian melarikan diri ke dalam kamar, namun pelaku menyusul dan hendak melanjutkan aksinya. Beruntung, aksi tersebut berhasil dicegah oleh anak mereka yang saat itu berada di lokasi.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami nyeri di bagian kepala dan pipi.

Usai diperiksa selama enam jam di Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Konawe, pelaku HA resmi ditahan.

“Pelaku kami jerat dengan Pasal 44 Ayat (1) juncto Pasal 5 huruf a, subsider Ayat (4) Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, dan subsider Pasal 351 Ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” jelas AKP Taufik.

HA kini mendekam di sel tahanan Polres Konawe untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.*

Mahasiswa Soroti Pengadaan Randis Unsur Pimpinan DPRD Sultra ‎

0

KENDARIKINI.COM – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kendari menyoroti pengadaan kendaraan dinas pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara di tengah efisiensi dan banyaknya persoalan yang di hadapi masyarakat Sulawesi Tenggara.
‎
‎Ketua DPC GMNI Kendari, Rasmin Jaya menegaskan harusnya anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara lebih melihat dan memprioritaskan masalah-masalah mendasar yang terjadi di beberapa daerah di Sulawesi Tenggara seperti jalan rusak, jembatan dan berbagai fasilitas pelayanan publik lainnya serta bagaimana mereka lebih menjaga perasaan masyarakat di tengah banyaknya problem kerakyatan, pertambangan dan lingkungan yang menjadikan masyarakat sebagai korban dari kebijakan pemerintah.
‎
‎”Saya pikir itu akan lebih kongkret sebab jalan, jembatan akan memperlancar perekonomian dari distribusi hasil produksi masyarakat petani, nelayan dan sebagainya bukan malah mengadakan fasilitas hanya untuk kenyamanan diri pribadi,” Bebernya
‎
‎Ia menambahkan, mandulnya elit politik  menjadikan posisi mereka tidak berjalan sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya yang seyogyanya sebagai instrumen aspirasi rakyat tetapi sangat berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di tengah persoalan dan ketimpangan sosial masyarakat.
‎
‎”Faktanya mereka hanya sibuk mencari kenyamanan dan kepentingan diri mereka sendiri di banding  memperjuangkan kepentingan rakyat. Meski kita tau, sekarang ini kan segala kebijakan investasi dan pertambangan terlalu sentralisasi dan terpusat tetapi harapannya DPRD Sulawesi Tenggara yang kita percayakan sebagai representasi rakyat tidak boleh berdiam diri dalam menjalankan fungsi pengawasan nya secara tegas,” Harapannya.
‎
‎Rasmin Jaya menilai program-program yang ditawarkan kepada masyarakat pada saat menjelang sosialisasi dan kampanye hanyalah sebagai pemanis untuk menarik simpati dan meraup suara pada saat pemilihan sehingga tidak ada pembangunan berkelanjutan untuk kepentingan masyarakat setelah terpilih atau pun menjalankan fungsinya sebagai mana amanat UU.
‎
‎”Kami melihat yang ada hanyalah kepentingan golongan dan partai politik itu sendiri. Masyarakat hanya menjadi korban dari kepentingan yang sibuk dengan jabatan, harta dan tahta,” Tegasnya.
‎
‎Ia berharap, elit politik Sulawesi Tenggara bisa bertanggung jawab dan bisa menjadi perpanjangan tangan dari aspirasi masyarakat. Menurutnya, ini adalah babak baru untuk menjalankan kepercayaan rakyat dan rasa tanggung jawab dalam mengawal setiap aspirasi masyarakat.
‎
‎”Itu yang kami harapkan, kita butuh alternatif baru, partai politik yang berani dan wakil rakyat yang betul-betul memahami kondisi masyarakat dan menuntaskannya dengan segala wewenang yang di percayakan oleh UU,” Tegasnya.
‎
‎Terakhir, Ketua DPC GMNI Kendari, Rasmin Jaya menginginkan wakil rakyat bisa betul-betul menjalankan fungsinya dengan baik sesuai dengan regulasi yang berlaku, fungsi pengawasan, fungsi Anggaran dan fungsi legislasi.
‎
‎Ia menilai kebijakan dan program pemerintah selama ini banyak yang tidak tepat sasaran dan tidak menyentuh kepentingan rakyat. Sehingga sangat di butuhkan wakil rakyat yang tegas dan melakukan pengawasan kepada eksekutif agar betul-betul produk kebijakan yang di hasilkan bisa mengakomodir seluruh elemen masyarakat di masing-masing dapilnya.
‎
‎”Kita menitipkan pesan, agar wakil rakyat bisa memperjuangkan potensi berbagai sektor, apalagi Sulawesi Tenggara adalah daerah yang memiliki kekayaan yang sangat melimpah dan bisa mendorong pembangunan, perekonomian masyarakat bisa lebih berkembang, maju dan berdaya siang,” Bebernya.
‎
‎Ia mendorong, wakil rakyat yang ada di Sulawesi Tenggara jangan hanya berleha-leha menikmati segala fasilitas yang di alokasikan dari APBD Provinsi Sulawesi Tenggara tetapi harus bisa di maksimalisasi untuk kebutuhan mendasar yang di harapkan oleh masyarakat.
‎
‎Ia meyakini bahwa lembaga legislatif adalah lembaga yang terhormat. Sehingga harus di manfaatkan secara maksimal sebagai mitra pemerintah guna melakukan check and balance.
‎
‎”Kami juga akan tetap berperan penting sebagai mitra kritis dan strategis dalam merekomendasikan setiap gagasan dan program yang berdampak pada rakyat serta mengawasi setiap apa yang di lakukan oleh DPRD Sulawesi Tenggara serta memastikan kebijakan pemerintah yang pro rakyat,” Harapnya.
‎
‎Ia meyakini politik adalah panggilan nurani dan sebagai jalan pengabdian kepada masyarakat. Beberapa fenomena elit politik yang di copot akibat salah menyalahgunakan wewenang dan fungsinya sebagai representasi rakyat adalah pelajaran, refleksi dan evaluasi untuk anggota legislatif agar tidak menyakiti hati rakyat apa lagi menikmati kemewahan di tengah jeritan rakyat.*

Polda Sultra Gelar Jumat Curhat, Warga Sampaikan Aspirasi

0

KENDARIKINI.COM – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) kembali menggelar kegiatan Jumat Curhat sebagai ajang komunikasi langsung dengan masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Warkop Haji Anto 2, Kota Kendari, Jumat (3/10/2025) pukul 08.00 WITA.

Hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat utama Polda Sultra, di antaranya AKBP Arif Irawan, S.H., S.I.K., M.H. (Wadir Lantas), AKBP Dodik Tatok Subiantoro, S.I.K. (Wadir Polair), AKBP Suharman Sanusi, S.I.K. (Wadir Intelkam), AKBP Darmono, S.Pd., M.Si. (Wadir Pamobvit), AKBP Muhadi Walam, S.Sos. (Kabag Binopsnal Samapta), AKBP Nurdin, S.Sos., M.M. (KBO Ditlantas), serta AKP Hasanuddin, S.H., M.H. (Kasubbag Anev Bagbinopsnal) bersama personel Polda Sultra dan 20 warga setempat.

Aspirasi Masyarakat

Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan di lapangan, antara lain:

Masih adanya pos lalu lintas yang kosong pada jam tertentu sehingga banyak pengendara tidak memakai helm.

Maraknya parkir liar di sekitar toko dan pusat keramaian.

Kekhawatiran terhadap peredaran narkoba di wilayah Jl. Lasolo dekat RS Santa Anna.

Pertanyaan mengenai aturan penggunaan jalan untuk hajatan seperti pernikahan.

Banyaknya material bangunan di pinggir jalan yang membahayakan pengendara.

Mobil angkutan barang yang melebihi muatan melintas di wilayah Kel. Abeli.

Pertanyaan soal efektivitas langkah preventif kepolisian terhadap karakter masyarakat Kota Kendari.

Tanggapan Polda Sultra

Menanggapi aspirasi tersebut, AKBP Arif Irawan (Wadir Lantas) menegaskan Ditlantas terus melakukan patroli, pencegahan, dan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas prioritas seperti knalpot racing, kendaraan tanpa dokumen, serta pengendara yang tidak menggunakan helm.

Terkait pos lantas, keterbatasan personel menjadi kendala, namun pihaknya tetap berkomitmen menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas). Untuk parkir liar, Ditlantas akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan menindak pihak yang memungut biaya tidak sesuai aturan.

Sementara itu, Kompol Ario Damar, S.H., S.I.K., M.I.K. (Kasubdit 2 Ditnarkoba) menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti keresahan masyarakat terkait peredaran narkoba di Kelurahan Lasolo. Ia menekankan pentingnya edukasi, peran orang tua, serta kerja sama masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

Dari sisi preventif, AKBP Muhadi Walam (Kabag Binopsnal Samapta) menjelaskan bahwa patroli rutin di jam rawan terus dilakukan untuk mencegah niat dan kesempatan pelaku kejahatan. Ia juga menegaskan parkir liar dapat diproses dengan tindak pidana ringan (tipiring).

Dalam kesempatan itu, AKBP Suharman Sanusi (Wadir Intelkam) menyarankan agar kegiatan Jumat Curhat berikutnya turut menghadirkan stakeholder bidang lalu lintas maupun BNNP, mengingat banyaknya pertanyaan masyarakat yang berkaitan dengan masalah lalu lintas dan narkoba.

Kegiatan Jumat Curhat ini berlangsung tertib, lancar, dan penuh keakraban. Melalui forum ini, Polda Sultra berharap terjalin komunikasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat, sehingga setiap permasalahan yang muncul dapat diatasi bersama.,

Sulaeha Sanusi Jemput Aspirasi Rakyat Konut

KENDARIKINI.COM – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sultra Sulaeha Sanusi terjun langsung di Desa Ulu Sawa, Desa Tanjung dan Desa Laimeo Kabupaten Konawe Utara.

Dalam reses kali ini, Isu abrasi pantai pun menjadi fokusnya agar mendapatkan solusi.

Kunjungan reses itu pun menjadi angin segar bagi masyarakat setempat, khususnya warga desa Ulu Sawa. Bagaimana tidak masalah abrasi yang mengancam pun akhirnya mendapatkan kepastian terkait langkah antisipasinya.

“Tadi bisa kita dengar sendiri. Yang paling mendesak adalah persoalan abrasi yang mengancam, tadi katanya abrasi itu sudah mencapai 21 meter,” jelas legislator PDIP.

Politisi PDI Perjuangan ini pun menegaskan akan memberikan perhatian terhadap kasus tersebut.

“Ini kan kita reses dan kita sudah tau apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Insya Allah akan saya bawa bicarakan kepada pemerintah untuk bisa mendapatkan solusi terkait persoalan tersebut,” ungkap Srikandi Sultra.

“Semoga secepatnya bisa mendapatkan solusi. Karena ini ancaman sudah depan mata, bahkan bisa menjadi lebih besar bahayanya kalau tidak cepat diatasi,” imbuhnya.

Pada agenda reses tersebut juga Politisi PDI Perjuangan ini juga menyalurkan bantuan terhadap nelayan.

“Aspirasi sebelumnya alhamdulillah bisa direalisasikan. Sekarang kita serahkan bantuan terhadap nelayan,” kata Sulaeha.

Tidak hanya bantuan kepada nelayan. Sulaeha juga memberikan bantuan kepada Karang Taruna di Desa Tanjung.

“Tadi juga teman teman dari karang taruna ingin mengadakan pertandingan bola Voli, ya kita juga bantu,” paparnya.

Atas apa yang dilakukan oleh Sulaeha Sanusi ditiga Desa tersebut, masyarakat pun mengungkapkan rasa terimakasihnya. Dengan begitu, masyarakat pun kembali berharap agar apa yang menjadi aspirasi tidak berhenti pada momentum reses, masyarakat juga berharap khususnya persoalan abrasi bisa mendapatkan solusi.*

Tiga Anak di Bawah Umur Diduga Dianiaya ABK di PT Ifisdecho

0

KENDARIKINI.COM – Anak buah kapal (ABK) tugboat tongkang pengangkut nikel melakukan penganiayaan terhadap tiga anak di bawah umur, yakni AS, AR, dan GA di Desa Torokeku, Kecamatan Tinanggea, Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, pada Sabtu 27 September 2025.

Tak hanya melakukan penganiayaan, sejumlah ABK juga diduga menenggelamkan perahu yang digunakan tiga anak tersebut. Kasus ini berujung damai di kepolisian.

Kades Torokeku, Enteng menjelaskan, kejadian itu bermula tiga anak ini hendak menjual ikan hasil tangkapan mereka di kapal tugboat yang tengah antre untuk mengangkut bijih nikel di PT Ifisdeco.

“Tiga anak ini mengambil segel jangkar untuk pemberat, karena mereka suka menyelam. Mereka kira itu besi tua tidak sudah tidak dipakai, beratnya 5 kilogram,” ujar Enteng kepada kendarihariini, Senin (29/9/2025).

Aksi tiga anak lelaki di bawah umur ini diketahui oleh para ABK. Sontak ketiganya diminta untuk mengembalikan segel tersebut. Tak pikir panjang, tiga anak ini mengembalikan besi itu.

Itikad baik mengembalikan segel jangkar itu berbalas penganiayaan oleh ABK. Hal ini pun memicu kemarahan warga desa, termasuk orang tua korban. Terlebih aksi penganiayaan itu viral di media sosial.

“Niat baik anak ini tidak dihargai, mereka dipukul. Orang tuanya keberatan. Tindakan pencurian itu silakan diproses hukum, jangan main hakim sendiri,” bebernya.

Usai penganiayaan, perahu ketiga korban diduga ditenggelamkan para ABK tugboat. Namun, menurut Kades Torokeku, tak diketahui penyebab perahu tenggelam.

“Tapi secara logika, kalau tidak ditenggelamkan, kapal itu hanyut, terombang-ambing sampai sekarang,” katanya.

Kasus ini kata Enteng, dua kali dimediasi untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi, Kades Torokeku menolak tanda tangan perdamaian, setelah muncul video penganiayaan.

“Proses perdamaian itu tidak dijelaskan ada penganiayaan, sehingga saya menolak tanda tangan. Di situ ada dua tindak pidana, orang tua korban meminta dua-duanya diproses,” katanya.

Meski demikian, kesepakatan damai terjadi pada mediasi kedua, pada Minggu (28/9/2025) malam. Kapten tugboat sepakat mengganti perahu tiga anak ini yang tenggelam senilai Rp40 juta.*

Polres Konawe Tetapkan Tiga Tersangka dalam Kasus Perusakan dan Penganiayaan di Tawamelewe

0

KENDARIKINI.COM – Sejumlah pelaku perusakan dan penganiayaan yang terjadi di lahan persawahan masyarakat Transmigrasi Desa Tawamelewe, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), resmi ditetapkan jadi tersangka.

Dalam kasus ini, pelaku yang ditetapkan menjadi tersangka berjumlah tiga orang. Hal ini dibenarkan Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP Taufik Hidayat kepada awak media.

“Ketiga yang jadi tersangka yakni berinisial G (42), A (20) dan E (34) tahun. Ketiga tersangka ini terlibat dalam perkara berbeda, namun semua berkaitan dengan kasus sengketa kepemilikan dan pendudukan lahan,” kata Taufik, Jumat (3/10/2025).

Taufik menerangkan, salah satu tersangka berinisial G diketahui menjalani hukuman kurungan dalam kasus penganiayaan, dan masih menunggu sidang atas perkara lain berupa perusakan.

“Kemudian, tersangka A masih dalam proses penanganan di Polda Sulawesi Tenggara. Sementara seorang lagi berinisial tersangka E belum dilakukan penahanan,” terangnya.

Ada fakta baru yang terungkap dari tersangka. Satu tersangka yakni berinisial A mengaku rupanya dia ikut dalam aksi pendukan dan perusakan lahan petani transmigrasi di Desa Tawamelewe karena diajak dan diming-imingi imbalan.

A mengaku hanya ikut dalam aksi pendudukan di lahan masyarakat Transmigrasi di Desa Tawamelewe karena dijanjikan satu hektare tanah oleh pihak lain yang kini menjadi tersangka.

Selain itu, A juga mengaku tidak memiliki hak atas lahan di Desa Tawamelewe. Ia hanya tergiur iming-iming dari tersangka lain yang menjanjikan lahan tanpa dasar kepemilikan yang sah.

“Saya ikut karena dijanjikan satu hektare. Saya bahkan sudah menanam waktu itu. Tanaman saya itu yang disemprot sampai mati,” ujar A saat ditemui di rumah tahanan Mapolda Sultra, pada Selasa (2/10/2025).

Pengakuan motif tersangka A rupanya juga sudah diungkap oleh penyidik Polres Konawe dalam aksi konflik yang terjadi di lahan pertanian milik warga transmigrasi Desa Tawamelewe.

Hal itu diperkuat dengan pengakuan beberapa orang saksi yang telah dimintai keterangan oleh Penyidik Polres Konawe. Sejumlah sakti mengaku mereka dijanjikan lahan oleh pihak yang tidak memiliki legalitas.

“Ya benar, ada beberapa saksi dan tersangka memberikan keterangan demikian. Saat ini kami sedang menangani beberapa perkara berbeda dalam konflik Tawamelewe ini. Sudah ada 3 orang yang kami tetapkan sebagai tersangka, dan 2 orang di antaranya telah dilakukan penahanan,” ungkap Taufik.

Taufik menyebut, dalam kasus pendudukan dan perusakan diatas lahan pertanian di Desa Tawamelewe berpotensi akan ada tambahan tersangka lain.

“Perkara ini akan kami kembangkan sampai tuntas. Tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah sesuai hasil penyidikan dan alat bukti yang kami dapatkan,” bebernya.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dan mau diming-imingi imbalan terkait polemic lahan pertanian yang terjadi di Desa Tawamelewe.

“Mari sama-sama kita jaga keamanan daerah kita Bumi Konawe agar damai dan kondusif. Jangan melakukan Tindakan melanggar hukum atau main hakim sendiri,” tutup Taufik.*

Komitmen PLN UID Sulselrabar Hadirkan Kebermanfaatan dan Dukung UMKM Perempuan

0

KENDARIKINI.COM – Senyum merekah di wajah Sri Marsufa (47), seorang ibu rumah tangga yang menjalankan usaha jual kue dan makanan dari rumah. Saat ini usahanya bersifat pesanan, bila ada yang memesan barulah ia berjualan. Dengan kondisi ekonomi yang sederhana, peralatan produksi yang terbatas kerap membuatnya kesulitan memenuhi pesanan dalam jumlah besar.

Namun, berkat hadirnya PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) melalui program Woman Support Woman, ia kini tidak kesulitan lagi. Hal ini tentu saja sangat membantu kehidupan perekonomiannya sebagai seorang janda yang harus menafkahi enam orang anak seorang diri. Bantuan tersebut berupa peralatan usaha dari Program Srikandi Movement 2025 “Woman Support Woman” menjadi harapan baru bagi kehidupannya.

“Semoga alat yang saya dapatkan bisa membuat saya lebih produktif lagi, bisa menerima lebih banyak pesanan karena sudah lebih mudah untuk produksi. Harapannya makin laris dan berkah. Terima kasih banyak untuk PLN, semoga semua tim selalu sehat dan PLN makin jaya,” ungkap Sri Marsufa dengan mata berkaca-kaca.

Program Woman Support Woman merupakan salah satu agenda utama dalam Srikandi Movement 2025. Program yang mengangkat tema “Tingkatkan Kualitas Kehidupan Melalui Pemberdayaan” ini digagas oleh seluruh karyawati PLN yang tergabung dalam Srikandi PLN UID Sulselrabar. Hal ini sebagai wujud nyata kepedulian Srikandi PLN terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya perempuan.

Bekerja sama dengan Celebes Cooking Club, sebuah komunitas yang menaungi perempuan tangguh pelaku UMKM di bidang makanan dan minuman, kegiatan ini memberikan bantuan perlatan memasak seperti Mixer, Steam Cooker, Oven, Blender dan aneka macam peralatan elektronik kepada 26 pemilik usaha. Melalui bantuan tersebut, para pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta menambah pendapatan keluarga.

Hadir pula Andryani Saleng, SIP, M.Si, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) yang mewakili Kepala Dinas. Ia mengapresiasi langkah PLN melalui Srikandi PLN yang memberikan dukungan langsung bagi pelaku usaha perempuan.

“Perempuan adalah pilar keluarga. Ketika mereka berdaya, maka keluarga ikut sejahtera. Kami sangat senang dan berterima kasih kepada PLN atas program yang memberdayakan perempuan untuk terus berkembang,” ujarnya.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kepedulian PLN untuk hadir di tengah masyarakat.

“Pemberdayaan perempuan adalah investasi jangka panjang. Dengan mendukung UMKM, kita bukan hanya membantu mereka hari ini, tapi juga membuka jalan untuk masa depan yang lebih baik. Semoga melalui Srikandi Movement, PLN bisa terus menghadirkan kebermanfaatan dan cahaya kehidupan bagi semua,” jelasnya.

Program ini tidak hanya memberikan bantuan kepada pelaku usaha UMKM, namun juga memberikan pelatihan Digital Marketing untuk membantu para pelaku usaha memasarkan produknyanya secara online dan dirangkaikan dengan demo masak untuk meningkatkan kemampuan para pelaku usaha.

Sementara itu Ketua Srikandi PLN UID Sulselrabar, Yuli Ashaniais, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran besar dalam penguatan ekonomi keluarga dan masyarakat.

“Bantuan ini bukan sekadar alat, tapi bentuk kepercayaan bahwa para perempuan bisa lebih mandiri, lebih berdaya, dan menjadi penggerak ekonomi keluarga. Kami berharap program ini bisa menjadi penyemangat agar UMKM perempuan terus berkembang,” ungkapnya.*

Pria Diamankan Warga Setelah Mencuri di BRI Link Kendari

0

KENDARIKINI.COM – Aksi pencurian di sebuah BRI Link di Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, berakhir ricuh pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Seorang pria yang diduga sebagai pelaku berhasil ditangkap warga usai melakukan aksinya. Menurut postingan Abid Rajen, pria tersebut diamankan warga setelah melakukan aksi pencurian di BRI Link dan sempat menyerang penjaga menggunakan batu.

Warga yang geram dengan aksi pelaku langsung mengamankannya dan mengikat tangannya.

Beruntung, aksi cepat warga berhasil menggagalkan upaya pelaku melarikan diri. Saat ini, pria tersebut akan diserahkan ke pihak berwajib untuk proses hukum lebih lanjut.

Kasi Humas Polsek Mandonga AIPTU Jamesto Sinaga membenarkan adanya kejadian ini.

“Benar pak tadi ada personil Polsek Mandonga ke TKP, dan di duga tersangka telah dibawa ke Polresta Kendari,” katanya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Kasus pencurian di BRI Link ini menjadi sorotan karena pelakunya melakukan penyerangan terhadap penjaga. Belum diketahui motif pasti pelaku melakukan aksi tersebut, namun proses hukum sedang dilakukan.(Amin)*

SBSI Ungkap Dugaan Pelanggaran PT VDNI Soal Kesehatan Pekerja

0

KENDARIKINI.COM – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kota Kendari Bakal Adukan PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) mengungkapkan dugaan pelanggaran perusahaan tersebut.

Perusahaan tersebut diduga tak memperhatikan kesehatan pekerja, pasalnya perusahaan tersebut hanya sekali melakukan pemeriksaan kesehatan para pekerja.

Ketua DPC SBSI Kendari Iswanto Sugiarto mengatakan PT VDNI didiga tidak melakukan pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU) kepada pekerja yang berkontrak dilangsung di PT VDNI secara berkala.

“Berdasarkan data dan informasi dari pekerja yang kami himpun kami duga pihak perusahaan hanya 1 kali melakukan MCU pada saat masuk kerja dan jelas ini bertentangan dengan regulasi yang ada,” katanya.

Lanjutnya sedangkan jika kita merujuk Permenaker No. 2 Tahun 1980 Pasal 3 ayat (2) bahwa perusahaan wajib mengadakan pemeriksaan kesehatan kerja berkala setidaknya satu kali.

Kemudian, ia juga menegaskan bahwa sanksi yang dapat dikenakan jika tidak melakukan MCU kepada pekerja adalah sanksi administratif.

“Pasal 190 ayat (2) UU Cipta Kerja bahwa Jika perusahaan tidak memberikan hak Medical Check Up (MCU) kepada pekerja, perusahaan dapat dikenakan sanksi administratif berupa teguran, peringatan tertulis, pembatasan kegiatan usaha, hingga pencabutan izin usaha, sehingga saya tegaskan akan mengawal serius persoalan ini sampai tuntas demi melindungi hak-hak pekerja,” bebernya.

Ia juga menekankan dan berharap agar Binwasnaker & K3 Provinsi Sultra mengusut tuntas dugaan pelanggaran ketenagakerjaan setelah aduan tersebut masuk di kantor Binwasnaker & K3.

Iswanto juga menginginkan setiap perusahaan harus taat dan patuh atas ketentuan yang berlaku, sehingga para pekerja atau buruh yang berada di Sulawesi Tenggara tidak mendapatkan hak yang layak terutama hak pemeriksaan kesehatan.

Ia juga menekankan bahwa “jika proses ini terkesan lambat kedepannya maka SBSI Kendari akan melakukan aksi demonstrasi dan melimpahkan persoalan Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemanker RI)”. tutupnya.

Terkait hal tersebut Humas PT VDNI, Bahar membenarkan bahwa perusahaan tersebut hanya sekali melakukan MCU, MCU dilaksanakan hanya saat pekerja masuk pertama kali.

“Hanya sekali pas masuk Kerja, tetapi kami menyediakan klinik didalam perusahaan, tetapi untuk lebih detailnya bisa hubungi HRD,” jelasnya saat dihubungi via telepon.*

Polsek Batu Putih Amankan Pelaku Pembobolan Rumah Petani

0

KENDARIKINI.COM – Unit Reskrim bersama Unit Intelkam Polsek Batuputih meringkus seorang pelaku pencurian Berinisial AIB (32) warga Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara pada Selasa (30/9/2025) malam.
‎
‎Kapolsek Batuputih, Ipda Muh. Aris, menjelaskan bahwa korban bernama Usman B (62) seorang petani melaporkan peristiwa pencurian tersebut di Mapolsek Batuputih pada Senin 29 September 2025 lalu.
‎
‎Berdasarkan pengakuan korban, lanjut Aris, Barang-barang yang hilang antara lain Kalung emas 20 gram, 2 tabung gas LPG ukuran 3 Kg, 1 unit HP Nokia, 1 buah koin Ringgit yang di lapisi emas 2 gram dan 1 buah senter cas kepala.
‎
‎”Kerugian korban ditaksir mencapai 40 juta rupiah”, ucapnya pada Kamis (2/10/2025) malam.
‎
‎Aris menambahkan bahwa pelaku masuk ke rumah korban dengan cara memanjat tangga, masuk melalui plafon dapur, lalu turun ke dalam kamar.
‎
‎”Barang-barang hasil curian pelaku dimasukkan ke dalam karung lalu dibawa dengan sepeda motor”, jelasnya.
‎
‎”Pelaku mengakui telah menjual emas curian tersebut di Provinsi Sulawesi Selatan”, tambahnya.
‎
‎Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku kini mendekam di sel Mapolsek Batuputih.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti