Kamis, Juli 23, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 30

Oknum Polisi Baubau Diduga Hilangkan Emas dan Minta Rp20 Juta, Bakal Jalani Sidang Etik Polda

KENDARIKINI.COM – Sejumlah oknum Polres Baubau diadukan ke Propam Polda Sultra terkait dugaan hilangnya barang bukti emas.

Korban, Fadil, melaporkan dugaan pencurian satu set emas seberat sekitar 360 gram dalam penanganan perkara.

Fadil menilai proses hukum cacat prosedur dan ada dugaan manipulasi serta permintaan biaya operasional.

“Saya adukan ke Propam karena ada indikasi manipulasi dan permintaan biaya,” ujarnya, Kamis 30 April 2026.

Berdasarkan SP2HP2 Nomor B/153/III/HUK.12./2026/Propam, kasus ini akan diproses melalui sidang kode etik Polri.

Namun, Fadil belum puas karena merasa mengalami kerugian materil akibat hilangnya barang bukti.

Ia juga menunggu kepastian hukum terkait kalung emas putih yang belum dikembalikan.

Kasus bermula 30 Desember 2025, saat Fadil kehilangan emas di rumahnya di Baubau.

Terduga pelaku pencurian disebut bernama Andi Alamsyah.

Fadil juga mengaku diminta biaya operasional Rp20 juta oleh oknum polisi saat proses penangkapan.

Barang bukti emas diduga berkurang saat dilimpahkan ke penyidik Polres Baubau.

Fadil mengaku sempat memotret barang bukti sebelum pelimpahan sebagai pembanding.

Emas tersebut sebelumnya dikembalikan oleh terduga pelaku setelah diperiksa polisi.

Tujuh oknum polisi yang dilaporkan tercantum dalam surat klarifikasi Itwasda tertanggal 13 Maret 2026.

Kasus ini menjadi sorotan publik terkait integritas penegakan hukum di wilayah Polda Sultra.*

Kesal Permintaan Hapus Berita Tak Dipenuhi, OTK Ini Mengaku sebagai Kemenakan Danrem

KENDARIKINI.COM – Seorang orang tak dikenal (OTK) diduga mengancam kebebasan pers dengan meminta penghapusan berita sensitif.

OTK tersebut sebelumnya mengaku bernama Akbar Liambo yang sebelumnya mengklaim sebagai wartawan media lokal di Sulawesi Tenggara.

Ia juga mengaku sebagai kemenakan seorang Danrem untuk memperkuat tekanannya. Bahkan, ia mengklaim memiliki hubungan keluarga dengan Danrem untuk meyakinkan permintaannya.

“Bos danrem itu saya punya om, komau cari tau lagi, konfirmasi langsung orangnya,” katanya via pesan Whats App kepada Jurnalis Simpulindonesia.com.

Permintaan itu disampaikan kepada jurnalis Simpulindonesia.com melalui pesan WhatsApp, terkait berita dugaan pencabulan anak oleh oknum TNI.

Dalam pesannya, OTK meminta agar berita tersebut segera diturunkan dengan alasan pelaku telah diproses di Polisi Militer.

“Bisa take down om, ada solusi dari Kodim. Pelaku sudah diproses di POM,” tulisnya.

OTK juga menegaskan bahwa pelaku telah diamankan dan terancam hukuman berat.

Tak berhenti di situ, ia mencoba membangun tekanan dengan ajakan saling membantu antar sesama.

“Saling mengerti om, kita bantu ke depan,” lanjutnya dalam pesan tersebut.

Tindakan ini dinilai sebagai bentuk intervensi terhadap independensi pers dan berpotensi melanggar kebebasan jurnalistik.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait atas klaim tersebut.*

CIMB Niaga Bukukan Laba Rp2,3 Triliun di Kuartal I 2026

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat kinerja positif pada kuartal pertama 2026.

Bank meraih laba sebelum pajak Rp2,3 triliun, dengan earnings per share Rp70,20.

Presiden Direktur Lani Darmawan menyebut kinerja didorong pendapatan stabil dan fee-based income yang tumbuh.

Rasio CASA mencapai 73,9 persen, memperkuat margin dan efisiensi pendanaan bank.

Kualitas aset terjaga, dengan NPL di bawah rata-rata industri dan cost of credit di bawah 1 persen.

Total aset konsolidasian mencapai Rp368,2 triliun per 31 Maret 2026.

Dana pihak ketiga naik menjadi Rp260,1 triliun, didorong pertumbuhan CASA 12,2 persen secara tahunan.

Total kredit tumbuh 2,2 persen menjadi Rp235,1 triliun, ditopang segmen korporasi dan UKM.

Pembiayaan syariah mencapai Rp52,9 triliun, mempertahankan posisi UUS terbesar di Indonesia.

Bank mencatat pembiayaan berkelanjutan Rp60,2 triliun atau hampir 26 persen dari total pembiayaan.

Sebanyak 90,6 persen transaksi nasabah dilakukan melalui kanal digital sepanjang kuartal pertama.

Transaksi OCTO meningkat 29 persen, mencerminkan peningkatan adopsi layanan digital nasabah.

CIMB Niaga juga meluncurkan OCTOBIZ untuk mendukung transaksi bisnis lebih efisien dan terintegrasi.

Sejak Februari 2026, OCTOBIZ telah digunakan lebih dari 20 ribu perusahaan.

Bank terus memperkuat layanan digital dan jaringan untuk meningkatkan pengalaman nasabah.*

Bonus Atlet PON Beladiri 2025 Cair, KONI Sultra Transfer Langsung

KENDARIKINI.COM – KONI Sultra resmi mencairkan bonus bagi atlet peraih medali PON Beladiri 2025 Kudus, Kamis (30/4/2026).

Sebanyak sembilan atlet tampak sumringah saat memenuhi undangan di Kantor KONI Sultra, Jalan Abunawas, Kendari.

Total bonus sebesar Rp310 juta ditransfer langsung ke rekening masing-masing atlet tanpa perantara.

Sekretaris KONI Sultra, Laode Sawali, mengapresiasi Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, atas realisasi bonus atlet.

Ia menyebut, langkah tersebut membuktikan komitmen pemerintah terhadap prestasi atlet daerah di tingkat nasional.

“Bonus ini diharapkan menjadi motivasi atlet untuk terus berlatih dan meraih prestasi lebih tinggi,” ujarnya.

Bendahara KONI Sultra, Albert Rokky Palulungan, menjelaskan dana bersumber dari hibah Pemprov Sultra tahun 2026.

Menurutnya, pencairan memerlukan perencanaan rinci sesuai aturan baru pengelolaan dana hibah pemerintah.

Proposal KONI Sultra disetujui pada 17 April 2026 sebelum proses administrasi pencairan diselesaikan.

Rokky merinci, dua atlet peraih perak menerima Rp50 juta, sementara tujuh peraih perunggu mendapat Rp30 juta.

Muhammad Mulyadi, atlet penerima bonus, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah dan KONI Sultra.

Ia menyebut bonus akan digunakan untuk kebutuhan dan menjadi penyemangat meningkatkan prestasi.

“Atlet akan terus berlatih agar bisa mengharumkan nama Sulawesi Tenggara,” tutupnya.

Daftar Atlet Penerima Bonus:

Taekwondo: Muhammad Muliadi (Perak), Iluh Sinta Sundariasih, Masyuri Wardani (Perunggu).
Sambo: Muh. Jodi Setiawan, Yahya Muhammad (Perunggu).
Silat: Harya Alimin, Nur Khafifah Rozalddin (Perunggu).
Shorinji Kempo: Aldi Gunawan (Perunggu), Achmad Djildan (Perak).*

OPINI: Negara Mengakui, Program Menggerus, Ulayat Wabula di Persimpangan

0

Oleh: Rusli La Isi

Polemik yang kini bergulir di Wabula, Kabupaten Buton, bukan sekadar sengketa administratif. Ia adalah ujian atas konsistensi negara dalam menepati pengakuannya sendiri terhadap masyarakat hukum adat. Di satu sisi, negara telah mengakui dan melindungi ulayat Wabula melalui berbagai regulasi. Di sisi lain, implementasi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) justru memicu konflik yang kini bermuara di meja hijau Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kendari.

Konstitusi sudah memberi arah yang jelas. Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 menegaskan pengakuan terhadap masyarakat hukum adat beserta hak tradisionalnya. Mandat ini kemudian diterjemahkan dalam kebijakan daerah. Peraturan Bupati Buton Nomor 13 Tahun 2018, melalui Pasal 5, menegaskan pengakuan dan perlindungan terhadap kesatuan masyarakat hukum adat Wabula secara utuh—mencakup wilayah kelola, sistem hukum, hingga kelembagaan adat.

Lebih rinci lagi, Pasal 7 mengukuhkan bahwa wilayah ulayat Wabula terdiri atas nambo (pesisir dan laut) serta pangkolo (daratan). Khusus nambo, terdapat pengaturan adat yang ketat, termasuk zona yang ditutup permanen maupun sementara, serta praktik pemanfaatan tradisional. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Wabula tidak hanya memiliki wilayah, tetapi juga sistem pengelolaan yang telah teruji menjaga keseimbangan ekologi.

Pengakuan ini diperkuat di tingkat provinsi. Peraturan Daerah Sulawesi Tenggara Nomor 9 Tahun 2018 tentang RZWP3K secara eksplisit memasukkan wilayah kelola masyarakat hukum adat dalam alokasi ruang (Pasal 10) dan menetapkan lokasi wilayah tersebut, termasuk di Kecamatan Wabula (Pasal 25). Dengan demikian, ulayat Wabula tidak hanya diakui secara normatif, tetapi juga diikat dalam perencanaan ruang yang sah dan mengikat.

Namun, di tengah konstruksi hukum yang kuat itu, muncul ketegangan dari implementasi PTSL. Program ini, yang bertujuan memberikan kepastian hukum melalui sertifikasi tanah, membawa logika individualisasi hak. Sementara itu, wilayah adat—terutama nambo—bersifat komunal dan diatur oleh hukum adat yang tidak selalu kompatibel dengan pendekatan sertifikasi perorangan.

Di sinilah letak persoalannya. Ketika sertifikasi dilakukan tanpa memperhatikan keberadaan wilayah ulayat yang telah diakui, maka yang terjadi bukan sekadar tumpang tindih kebijakan, melainkan potensi pelanggaran terhadap hak masyarakat adat itu sendiri. Sertifikat yang diterbitkan di atas wilayah komunal berisiko mereduksi hak kolektif menjadi hak individual, sekaligus mengganggu sistem pengelolaan yang telah berjalan lama.

Perkara yang kini disidangkan di PTUN Kendari seharusnya tidak dilihat semata sebagai sengketa prosedural. Ia adalah momentum untuk menegaskan kembali hirarki dan konsistensi hukum. Ketika terdapat pengakuan yang jelas dalam Perbub dan Perda—yang berakar pada konstitusi—maka setiap kebijakan teknis, termasuk PTSL, wajib tunduk dan menyesuaikan diri.

Karena itu, ada beberapa hal yang patut menjadi pertimbangan. Pertama, pemerintah daerah harus berdiri sebagai penjaga regulasi yang telah mereka tetapkan sendiri, bukan sekadar fasilitator program sektoral. Kedua, pihak pertanahan perlu memastikan bahwa setiap proses sertifikasi tidak melanggar atau mengabaikan wilayah ulayat yang telah diakui secara hukum. Ketiga, majelis hakim PTUN memiliki peran strategis untuk menegakkan prinsip keadilan substantif—bukan hanya melihat aspek administratif, tetapi juga mempertimbangkan keberadaan dan hak masyarakat adat yang telah dilindungi oleh regulasi yang sah.

Jika ketiga elemen ini berjalan selaras, maka sengketa ini bukan hanya akan menghasilkan putusan hukum, tetapi juga menjadi preseden penting bagi perlindungan masyarakat adat di Indonesia. Sebaliknya, jika pengakuan yang telah jelas diabaikan, maka negara sedang membuka ruang bagi erosi hak-hak komunal yang justru telah ia akui sendiri.

Wabula kini berada di titik krusial. Putusan atas sengketa ini akan menentukan apakah pengakuan terhadap masyarakat hukum adat benar-benar memiliki daya ikat, atau sekadar menjadi teks yang mudah disisihkan. Negara telah berbicara melalui konstitusi dan regulasi daerah. Kini, saatnya praktik kebijakan dan putusan hukum membuktikan bahwa pengakuan itu bukan ilusi.*

Srikandi PLN Sulselrabar Rayakan Kartini Lewat Aksi Sosial Nyata

MAKASSAR, KENDARIKINI.COM – Srikandi PLN UID Sulselrabar menggelar berbagai aksi sosial memperingati Hari Kartini, Kamis, 30 April 2026.

Kegiatan ini mencerminkan kepedulian, pemberdayaan perempuan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.

Program terinspirasi nilai perjuangan R.A. Kartini melalui aksi sosial dan lingkungan.

Rangkaian kegiatan meliputi donor darah, charity sale, SUNMORI motor listrik, dan program Srikandi Berbagi.

Donor darah berhasil mengumpulkan 67 kantong untuk membantu kebutuhan pasien di fasilitas kesehatan.

Aksi ini menjadi bentuk solidaritas sekaligus dukungan terhadap ketersediaan darah.

Srikandi PLN juga menggelar bazaar amal melalui charity sale bagi masyarakat.

Sebanyak 30 persen hasil penjualan dialokasikan untuk pemasangan listrik gratis keluarga kurang mampu.

Program ini mendukung pemerataan akses energi bagi masyarakat.

Kegiatan SUNMORI menggunakan motor listrik sebagai kampanye energi bersih berkelanjutan.

Aksi ini mengajak masyarakat beralih ke energi ramah lingkungan.

Melalui Srikandi Berbagi, bantuan sosial disalurkan kepada masyarakat sekitar.

Program ini memperkuat empati dan kepedulian sosial Srikandi PLN.

Ketua Srikandi PLN UID Sulselrabar, Yuli Ashaniais Ramadhani, menyebut kegiatan ini momentum kontribusi perempuan.

Ia menegaskan Srikandi PLN berperan sebagai penggerak sosial dan pemberdayaan masyarakat.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengapresiasi peran aktif Srikandi PLN.

Menurutnya, semangat Kartini tercermin dalam aksi nyata yang memberi dampak positif.

PLN menegaskan komitmen hadir sebagai penyedia listrik sekaligus agen perubahan sosial.*

Dugaan Pelecehan Anak oleh Oknum TNI, BEM UHO Bersuara

KENDARIKINI.COM – Dugaan pelecehan seksual anak oleh oknum TNI terjadi di Ranomeeto, Konawe Selatan, 14 April 2026.

Kasus ini dinilai serius karena menyangkut pidana, konstitusi, serta perlindungan hak asasi manusia dan anak.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik karena melibatkan aparat negara sebagai pelindung masyarakat.

UUD 1945 Pasal 28B ayat (2) menjamin hak anak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 juga melarang kekerasan dan perbuatan cabul terhadap anak.

Aturan itu menegaskan ancaman pidana berat bagi pelaku sebagai bentuk perlindungan negara.

Menteri Hukum dan HAM BEM UHO, La Ode Muhamad Barton, meminta proses hukum transparan dan adil.

Ia menegaskan tidak boleh ada perlakuan khusus terhadap pihak yang diduga terlibat.

Menurutnya, semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum.

Kasus ini juga dinilai perlu menjadi evaluasi sistem pengawasan internal institusi negara.

Penanganan yang lambat dan tertutup berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

BEM UHO mendesak Denpom XIV/3 Kendari segera bertindak cepat dan objektif.

Mereka juga meminta perlindungan maksimal bagi korban, termasuk pendampingan psikologis dan jaminan keamanan.

Pendekatan kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi prioritas dalam penanganan perkara.

BEM UHO menyatakan akan terus mengawal kasus ini demi keadilan dan perlindungan kelompok rentan.*

Divkum Polri Sosialisasi KUHP dan KUHAP di Polda Sultra

KENDARIKINI.COM – Divisi Hukum (Divkum) Polri menggelar penyuluhan hukum di Polda Sulawesi Tenggara, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan berlangsung di Aula Dhacara dan membahas KUHP serta KUHAP bagi personel kepolisian.

Kabag Luhkum Divkum Polri, Kombes Pol Muhammad Rois, menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut.

Ia memaparkan implementasi, pemahaman, dan perkembangan hukum pidana serta hukum acara pidana.

Penyuluhan dihadiri Wakapolda Sultra Brigjen Pol Gidion Arief Setyawan dan jajaran pejabat utama Polda Sultra.

Turut hadir Irwasda Kombes Johanes Pangihutan Siboro dan Kabid Kum Kombes La Ode Proyek.

Materi menekankan perubahan dan penyesuaian dalam KUHP dan KUHAP sebagai dasar tugas kepolisian.

Personel diharapkan memahami regulasi terbaru untuk mendukung penegakan hukum profesional dan berkeadilan.

“Penyuluhan ini meningkatkan kapasitas personel terhadap regulasi terbaru,” ujar Kombes Muhammad Rois.

Ia menegaskan pentingnya penerapan hukum sesuai ketentuan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat pemahaman hukum dan mendukung pelayanan kepolisian presisi serta berintegritas.*

Bahtra Banong Reses di Bombana, Desa Pabbiring Jadi Kunjungan Perdana

KENDARIKINI.COM – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, melaksanakan kegiatan reses di Kabupaten Bombana.

Dalam agenda tersebut, Bahtra mengunjungi sejumlah desa untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Desa Pabbiring menjadi lokasi pertama yang dikunjungi dalam rangkaian resesnya di Bombana, Kamis (30/4/2026).

Bahtra menyampaikan kunjungan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat di daerah pemilihan.

Ia menegaskan pentingnya mendengar langsung kebutuhan masyarakat desa guna memperjuangkan kebijakan yang tepat.

Selain itu, Bahtra juga berdialog dengan warga terkait berbagai persoalan pembangunan dan pelayanan publik.

Kegiatan reses ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan masyarakat daerah.

Bahtra menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi warga Bombana di tingkat nasional.*

Demo Kasus Jembatan Cirauci, Kejati Sultra Didesak Tetapkan Tersangka

KENDARIKINI.COM – Belasan massa Jaringan Demokrasi Rakyat (Jangkar) Sultra menggelar demonstrasi di Kejati Sultra, Kamis (30/4/2026).

Aksi tersebut mendesak penyidik melanjutkan kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Cirauci II di Buton Utara.

Proyek itu bersumber dari anggaran tahun 2021 dan diduga merugikan keuangan negara.

Sebelumnya, Pengadilan Tipikor Kendari telah memvonis dua terdakwa berinisial R dan TUS.

Keduanya masing-masing dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dalam perkara tersebut.

Ketua Harian Jangkar Sultra, Malik Botom, meminta Kejati segera menetapkan Burhanuddin sebagai tersangka.

Menurutnya, Burhanuddin memiliki peran dominan dalam rangkaian peristiwa yang merugikan negara.

Saat proyek berjalan, Burhanuddin menjabat Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra.

Ia juga memegang posisi strategis sebagai Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen.

Posisi itu memberi kewenangan penuh dalam proses pengadaan hingga pelaksanaan proyek.

“Mulai kontrak, pencairan anggaran, hingga pengendalian proyek,” ujar Malik saat berorasi.

Massa mulai berorasi sekitar pukul 14.30 Wita di depan Kantor Kejati Sultra.

Sekitar pukul 14.50 Wita, mereka ditemui Jaksa Fungsional, Eki Muhammad Hasim.

Eki mengaku belum mengetahui detail perkara dugaan korupsi tersebut.

Ia menyarankan massa kembali datang pada Senin, 4 Mei 2026.

“Datang Senin saja, temui langsung penyidiknya,” kata Eki.*

UPP Molawe Gelar Cek Kesehatan Gratis, Tingkatkan Produktivitas Pegawai

KENDARIKINI.COM – Kantor UPP Kelas I Molawe menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi seluruh pegawai, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Molawe sebagai bentuk layanan kesehatan bagi pegawai.

Kepala UPP Kelas I Molawe, Capt. Masri Tulak R., S.Si.T., M.Mar., M., menyampaikan kegiatan ini penting untuk menjaga kesehatan pegawai.

Menurutnya, program ini juga menindaklanjuti kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi Puskesmas Molawe dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima.

Pelayanan kesehatan dilakukan baik di dalam gedung maupun luar gedung secara menyeluruh dan terintegrasi.

Melalui kegiatan ini, pegawai diharapkan lebih sadar pentingnya menjaga pola hidup sehat setiap hari.

Lingkungan kerja yang sehat diyakini dapat meningkatkan produktivitas, kebugaran, serta daya saing pegawai.

UPP Molawe berkomitmen mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, aktif, dan berkelanjutan.*

Polresta Kendari Tangkap Dua Pelaku Curanmor, Motor Dibawa ke Morowali

KENDARIKINI.COM – Satreskrim Polresta Kendari mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Baruga, Kota Kendari.

Penangkapan dilakukan Tim Buser 77 pada Senin, 27 April 2026 sekitar pukul 23.00 Wita.

Kasat Reskrim AKP Welliwanto Malau mengatakan, dua pelaku berhasil diamankan di rumah kos belakang Pasar Baruga.

Pelaku berinisial AJ (27), warga Buton Utara, dan DI (18), warga Baruga, Kendari.

Kasus ini bermula saat motor Honda Scoopy milik korban diparkir di halaman kos, Sabtu, 18 April 2026.

Keesokan harinya, Minggu pagi, kendaraan tersebut diketahui hilang saat dicek oleh anak korban.

Rekaman CCTV menunjukkan seorang pria mengambil motor pada dini hari sekitar pukul 00.13 Wita.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Kendari untuk ditindaklanjuti.

Dari hasil penyelidikan, pelaku AJ menyuruh DI mengambil kunci motor korban dengan iming-iming hadiah.

Setelah mendapatkan kunci, AJ mengambil motor pada malam hari dan membawa kabur ke Morowali.

Motor tersebut dijual kepada seseorang di Morowali dengan harga Rp3,5 juta.

Uang hasil penjualan digunakan untuk membeli minuman keras dan bermain judi online.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa pakaian pelaku dan motor yang kini dalam perjalanan ke Kendari.

Dari catatan kepolisian, AJ merupakan residivis kasus curanmor dan penganiayaan.

Sejak bebas Agustus 2025, pelaku tercatat telah beraksi di tiga lokasi berbeda.

Polresta Kendari terus mendalami kasus ini guna pengembangan lebih lanjut.*

Gubernur Sultra Lepas 2.078 Petugas Haji 2026

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, melepas petugas haji 1447 H/2026 M, Kamis, 30 April 2026.

Kegiatan berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Kompleks Bumi Praja Anduonohu, Kota Kendari.

Sebanyak 2.078 petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) diberangkatkan untuk mendampingi jemaah asal Sultra.

Jumlah tersebut terbagi dalam lima kloter utuh dan dua kloter gabungan.

Kloter utuh meliputi 32, 34, 35, 36, dan 38. Kloter gabungan yakni 39 dan 43.

Petugas terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, serta petugas haji daerah.

Total petugas kloter meliputi lima ketua, enam pembimbing, sepuluh petugas daerah, empat KBIHU, dan 12 tenaga kesehatan.

Selain itu, 37 PPIH provinsi akan bertugas di hotel selama proses ibadah hingga kepulangan jemaah.

Gubernur menekankan pentingnya pelayanan maksimal kepada seluruh jemaah selama di tanah suci.

Ia meminta petugas menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

“Membantu jemaah, terutama yang lemah, merupakan bagian dari ibadah,” ujar Andi Sumangerukka.

Pemerintah Provinsi Sultra menegaskan komitmen memperkuat pelayanan dan perlindungan jemaah haji.

Langkah ini menjadi bagian dari amanah negara dan tanggung jawab kemanusiaan.*

Enam Jaksa Kasus Jembatan Butur Dilaporkan ke Jamwas Kejagung

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – Masyarakat Butur Menggugat melaporkan enam jaksa Kejati Sultra ke Jamwas Kejagung, Rabu (29/4/2026).

Laporan terkait dugaan pelanggaran profesionalitas dalam penanganan kasus korupsi Jembatan Cirauci Buton Utara.

Koordinator MBG, Zaiddin Ahkam, menilai ada indikasi ketidakadilan dalam penetapan tersangka.

Ia menyebut hanya pihak swasta dijerat, sementara unsur penyelenggara negara tidak diproses hukum.

MBG menyoroti peran Pejabat Pembuat Komitmen yang tidak ditetapkan sebagai tersangka.

Padahal, dalam dakwaan disebut keterlibatan bersama dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Zaiddin menilai keputusan jaksa berpotensi melanggar kode etik dan asas profesionalitas.

Menurutnya, jaksa wajib bertindak jujur, adil, dan berdasarkan analisis hukum yang utuh.

MBG sebelumnya telah melaporkan perkara ini ke Komisi Kejaksaan dan Komisi III DPR RI.

Kasus ini terkait proyek Jembatan Cirauci II senilai Rp2,13 miliar yang tidak selesai.

Dalam perkara tersebut, dua terdakwa divonis tiga tahun penjara oleh pengadilan.

Namun, publik mempertanyakan pihak lain yang diduga terlibat tetapi belum diproses hukum.

MBG berharap Kejagung menindaklanjuti laporan demi menjaga integritas institusi kejaksaan.*

Vale Indonesia Perkuat Pengolahan Air Limbah Tambang di Sorowako

KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia memperkuat pengelolaan air limbah tambang di area operasional Sorowako, Sulawesi Selatan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada dampak negatif terhadap ekosistem air seperti sungai, danau, dan laut.

Air limbah dari limpasan tambang dan proses produksi tidak langsung dibuang ke lingkungan sekitar.

Perusahaan mengelola air tersebut melalui sistem pengendalian ketat yang tersebar di Sorowako dan Petea.

Pengelolaan dilakukan menggunakan ratusan kolam pengendapan atau sediment pond untuk menahan sedimen.

Selain itu, PT Vale mengoperasikan dua fasilitas utama pengolahan air limbah modern.

Fasilitas pertama adalah Pakalangkai Wastewater Treatment yang beroperasi sejak 2013.

Fasilitas kedua yakni Lamella Gravity Settler (LGS) yang mulai beroperasi pada 2014.

Kedua fasilitas ini mempercepat proses pengendapan lumpur serta meningkatkan kualitas air secara signifikan.

Air hasil pengolahan dipastikan memenuhi standar baku mutu lingkungan yang ditetapkan pemerintah.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan.

PT Vale menegaskan pentingnya menjaga kualitas air demi keberlangsungan lingkungan dan masyarakat sekitar.*

PT Vale Indonesia Buka Lowongan Kerja Besar-Besaran, Ini Posisi dan Syaratnya

KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia Tbk kembali membuka peluang karier bagi talenta terbaik Indonesia melalui program rekrutmen regional dan nasional.

Lowongan ini mencakup berbagai posisi strategis di sektor pertambangan dengan lokasi kerja di Sorowako dan Bungku Timur, Sulawesi. Program ini terbuka bagi lulusan sarjana (S1) dengan pengalaman sesuai bidang masing-masing.

Salah satu posisi yang dibuka adalah Junior Automation Engineer untuk penempatan di Sorowako. Posisi ini bertanggung jawab memberikan dukungan teknis pada sistem infrastruktur otomasi, termasuk troubleshooting, maintenance, hingga pengembangan sistem untuk mendukung kinerja operasional.

Selain itu, terdapat sejumlah posisi lainnya, antara lain:

Mechanical Engineer

Civil Engineer

Geotech Engineer

Reclamation & Rehabilitation Engineer

Logistic Coordinator

Junior Mine Operation Engineer

Junior Geologist

Setiap posisi memiliki kualifikasi berbeda, namun secara umum mensyaratkan pendidikan minimal S1 sesuai bidang, pengalaman kerja relevan (minimal 2–5 tahun tergantung posisi), serta pemahaman terhadap standar keselamatan kerja dan operasional pertambangan.

Untuk posisi tertentu, kandidat diharapkan memiliki sertifikasi tambahan seperti POP (Pengawas Operasional Pertama), kemampuan teknis spesifik, hingga pengalaman dalam penggunaan software engineering.

PT Vale juga menegaskan komitmennya terhadap keberagaman dan inklusi di tempat kerja, dengan mendorong partisipasi perempuan serta penyandang disabilitas untuk melamar.

Pelamar dapat mengajukan lamaran melalui platform resmi ValeForms yang tersedia pada pengumuman lowongan.

Batas akhir pendaftaran adalah 27 April 2026.

Perusahaan mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan rekrutmen. PT Vale tidak pernah memungut biaya dalam proses seleksi, dan seluruh komunikasi resmi hanya dilakukan melalui email berdomain @vale.com.

Untuk informasi lebih lanjut, pelamar dapat mengunjungi situs resmi PT Vale Indonesia di www.vale.com/indonesia.*

Vale Indonesia Gelar RUPST 2 Juni 2026 Secara Hibrida di Jakarta

KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia Tbk mengumumkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa, 2 Juni 2026 di Jakarta.

Dalam pengumuman resmi tertanggal 20 April 2026, perseroan menyebut RUPST akan dilaksanakan secara fisik dan elektronik (hibrida). Pelaksanaan ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 15/POJK.04/2020 dan POJK Nomor 14 Tahun 2025.

Untuk fasilitas elektronik, perseroan menggunakan sistem eASY.KSEI yang disediakan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Selain itu, pemegang saham juga dapat memberikan kuasa kepada perwakilan independen yang ditunjuk perusahaan.

Perseroan membatasi jumlah kehadiran fisik maksimal 75 pemegang saham, dengan sistem first come first served. Vale juga tidak menyediakan suvenir maupun materi rapat dalam bentuk cetak.

Pemanggilan resmi RUPST beserta mata acara akan diumumkan paling lambat 5 Mei 2026 melalui situs Bursa Efek Indonesia, situs resmi perseroan, serta sistem eASY.KSEI dalam dua bahasa.

Pemegang saham yang berhak hadir adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 4 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.

Sementara itu, usulan mata acara rapat dapat diajukan oleh satu atau lebih pemegang saham yang mewakili minimal 1/20 dari total saham dengan hak suara. Usulan harus disampaikan secara tertulis kepada direksi paling lambat 28 April 2026 pukul 17.00 WIB.

Perseroan menegaskan setiap usulan harus relevan dengan kegiatan usaha, diajukan dengan itikad baik, serta memenuhi ketentuan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.*

Produksi Vale Kuartal I 2026 Tumbuh, Bijih Besi Capai 69,7 Juta Ton

KENDARIKINI.COM – PT Vale merilis laporan produksi dan penjualan untuk kuartal pertama (Q1) 2026 pada Kamis, 16 April. Secara umum, kinerja perusahaan menunjukkan tren positif dengan peningkatan produksi dan penjualan di sejumlah komoditas utama.

Dalam laporan tersebut, Vale mencatat produksi bijih besi mencapai 69,7 juta ton atau naik 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh capaian produksi tinggi di S11D dan Brucutu, serta kontribusi proyek Capanema dan VGR1.

Produksi pelet juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 14 persen menjadi 8,2 juta ton. Sementara itu, penjualan bijih besi tercatat 68,7 juta ton, meningkat 4 persen seiring dengan kenaikan volume produksi.

Di sektor logam dasar, produksi tembaga mencapai 102,3 ribu ton atau tumbuh 13 persen secara tahunan. Kinerja ini ditopang oleh produksi tinggi di tambang Salobo dan Sossego serta kontribusi dari Voisey’s Bay.

Produksi nikel juga menunjukkan pertumbuhan dua digit, yakni sebesar 12 persen menjadi 49,3 ribu ton. Peningkatan ini didukung oleh operasional penuh tungku kedua Onça Puma dan stabilnya operasi tambang bawah tanah Voisey’s Bay, serta rekor produksi di kilang Long Harbour.

Vale menyebut capaian kuartal pertama ini sebagai salah satu yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Penjualan bijih besi bahkan menjadi yang tertinggi untuk periode kuartal pertama sejak 2018.

Perusahaan juga mengumumkan laporan keuangan lengkap kuartal pertama 2026 akan dirilis pada 28 April. Selanjutnya, manajemen Vale dijadwalkan menggelar konferensi dengan analis dan investor pada 29 April untuk membahas kinerja tersebut.*

Gubernur Sultra Tekankan Efisiensi Anggaran Fokus Kesejahteraan Masyarakat

KENDARIKINI.COM – Pemprov Sulawesi Tenggara menegaskan komitmen efisiensi anggaran demi kesejahteraan masyarakat.

Pesan Gubernur Andi Sumangerukka disampaikan Kadis Kominfo Sultra, Andi Syahrir, terkait pengelolaan APBD.

Gubernur menekankan setiap anggaran harus berorientasi pada hasil dan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia meminta seluruh perangkat daerah menghentikan pemborosan, termasuk perjalanan dinas yang tidak mendesak.

Pemprov memprioritaskan program penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, pemerataan akses pendidikan dan layanan kesehatan menjadi fokus utama pemerintah daerah.

Gubernur juga menekankan transparansi pelayanan publik di sektor pendidikan dan kesehatan.

Ia meminta tidak ada praktik yang membebani masyarakat di sekolah maupun fasilitas kesehatan.

Di sektor kesehatan, Pemprov menargetkan seluruh masyarakat terlindungi jaminan kesehatan.

Selain anggaran, pemerintah juga menyesuaikan sistem kerja Aparatur Sipil Negara.

Meski ada penyesuaian, kualitas pelayanan publik diminta tetap optimal dan tidak terganggu.

Pemprov menegaskan pentingnya kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kebijakan ini diharapkan mendorong kemajuan daerah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Sultra.*

Strategi Jitu Tingkatkan Visibilitas Bisnis di Kendari Melalui Publikasi Media Digital

KENDARIKINI.COM – Pertumbuhan ekonomi dan bisnis di wilayah Kendari dan sekitarnya terus menunjukkan tren positif.

Di era digital saat ini, memiliki produk yang bagus saja tidak cukup; pelaku usaha,
instansi, maupun figur publik di Sulawesi Tenggara membutuhkan visibilitas agar lebih
dikenal oleh khalayak luas.

Salah satu cara paling efektif untuk membangun kepercayaan dan reputasi digital adalah melalui publikasi artikel di portal berita.

Sayangnya, banyak yang masih beranggapan bahwa menembus meja redaksi media
nasional maupun media lokal yang kredibel membutuhkan biaya yang sangat mahal dan
proses yang rumit. Belum lagi jika ingin menyasar audiens spesifik melalui homeless media (media berbasis media sosial) yang kini memiliki engagement tinggi di kalangan milenial dan Gen Z.

Menjawab tantangan tersebut, kini hadir Publikasimedia.com sebagai solusi praktis untuk segala kebutuhan distribusi rilis dan penayangan artikel. Melalui layanan ini, siapa saja bisa dengan mudah memesan penayangan artikel berita, press release, hingga artikel opini.

Keunggulan utama dari layanan ini adalah jaringannya yang sangat luas. Anda tidak hanya bisa menerbitkan artikel di media lokal kebanggaan daerah, tetapi juga bisa menjangkau pembaca se-Nusantara melalui portal berita nasional papan atas.

Bahkan, untuk kebutuhan viral marketing, tersedia juga opsi publikasi melalui berbagai homeless media populer. Sebagai Platform PR Indonesia yang terpercaya, Publikasimedia memberikan kemudahan
akses bagi siapa saja—mulai dari UMKM, perusahaan besar, hingga personal branding
tokoh politik atau influencer.

Proses pemesanannya yang transparan dan cepat membuatAnda tidak perlu lagi pusing memikirkan jalur birokrasi ke meja redaksi. Cukup siapkan materi Anda, pilih media yang diinginkan, dan biarkan pesan Anda menjangkau ribuan hingga jutaan pembaca di seluruh Indonesia.*

Polda Sultra Kini Tangani Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi IAI Rawa Opa

KENDARIKINI.COM – Polda Sulawesi Tenggara menangani dugaan pelecehan terhadap mahasiswi IAI Rawa Opa Konawe Selatan.

Penanganan dilakukan setelah gelar perkara bersama Polda Sultra dan Polresta Kendari.

Kuasa hukum korban, Muswanto, menyebut gelar perkara dipimpin Pengawasan Penyidikan Polda Sultra.

Kegiatan itu melibatkan Unit PPA Polda Sultra dan PPA Polresta Kendari.

Hasil gelar perkara memutuskan penanganan kasus ditarik ke Polda Sultra.

Muswanto berharap penyidikan berjalan profesional dan sesuai prosedur hukum berlaku.

“Kami berharap korban mendapat keadilan dan kepastian hukum,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Sebelumnya, mahasiswi berinisial AR diduga mengalami pelecehan seksual fisik.

Peristiwa diduga terjadi pada 19 Januari 2026 usai salat subuh di ruang masjid.

Terduga pelaku disebut berinisial AA, yang dikaitkan dengan lingkungan yayasan.

Sementara itu, Wakil Rektor III IAI Rawa Opa, Sardin, mengaku belum mengetahui kejadian tersebut.

Ia menyatakan, jika di luar kegiatan kampus, maka menjadi tanggung jawab pribadi.

Namun, jika terkait aktivitas akademik, akan menjadi tanggung jawab institusi.

Kasus ini kini dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh Polda Sultra.*

Bid Humas Polda Sultra Perkuat Sinergi Pers Jaga Kamtibmas

KENDARIKINI.COM – Bid Humas Polda Sultra menggelar coffee morning bersama insan pers di Balai Wartawan, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan mempererat sinergi antara kepolisian dan media dalam menjaga situasi kamtibmas.

Acara berlangsung hangat dengan tema peningkatan sinergitas mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Iis Kristian, menegaskan pentingnya komunikasi dan silaturahmi dengan pers.

Menurutnya, pertemuan ini menjadi ruang bertukar informasi dan memperkuat hubungan kerja.

Ia juga menyoroti tantangan era digital dengan maraknya disinformasi dan hoaks di media sosial.

Iis mengajak insan pers berperan aktif menjaga ekosistem informasi yang sehat dan kondusif.

“Tantangan kini bukan hanya keamanan fisik, tetapi juga ruang digital,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana evaluasi pelayanan informasi kepada media.

Iis menyampaikan permohonan maaf jika pelayanan informasi belum maksimal.

Ia berharap masukan pers dapat meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.

Kegiatan dihadiri pimpinan redaksi dan jurnalis dari berbagai media di Sulawesi Tenggara.

Acara ditutup dengan diskusi santai memperkuat komitmen bersama menjaga kamtibmas.*

Ampuh Sultra Dorong Perda Kendaraan Tambang Wajib Plat DT

KENDARIKINI.COM – Ampuh Sultra mendorong Pemprov membentuk Perda wajib plat DT untuk kendaraan sektor tambang dan smelter.

Dorongan muncul setelah ditemukan banyak kendaraan tambang menggunakan plat luar daerah di Sulawesi Tenggara.

Kendaraan tersebut meliputi dump truck dan alat berat milik perusahaan pertambangan.

Ampuh menilai kondisi ini merugikan daerah karena pajak tidak masuk ke kas Sultra.

“Banyak kendaraan berplat luar, sehingga pajaknya dibayar di daerah asal,” ujar perwakilan Ampuh, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, Sultra hanya menanggung dampak penggunaan jalan tanpa menerima manfaat pajak kendaraan tersebut.

Hal ini dinilai menimbulkan ketimpangan dan ketidakadilan bagi daerah dan masyarakat setempat.

Ampuh meminta Pemprov segera membuat regulasi agar seluruh kendaraan tambang terdaftar di Sultra.

Dengan aturan tersebut, pembayaran pajak diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan.

Peningkatan pajak dinilai dapat mendukung pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan.

Ampuh optimistis kebijakan ini mampu mengatasi persoalan jalan rusak akibat aktivitas tambang.

Mereka berharap pemerintah segera merespons usulan tersebut melalui kebijakan konkret.*

OPINI: Masyarakat Sipil Pengguna Kereta Api, Pemerintah Mesti Usut Penyebab Utama Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

0

Oleh: Tody A Prabu

Kecelakaan kereta api baru-baru ini di Bekasi Timur telah menjadi alarm keras yang memicu desakan kuat dari berbagai pihak untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem keselamatan kereta.

Berikut adalah poin-poin utama evaluasi yang perlu dilakukan berdasarkan situasi tersebut:

Sistem Persinyalan dan Proteksi: Investigasi menyeluruh pada aspek teknis persinyalan dan sistem proteksi perjalanan kereta untuk mencegah tabrakan.

Investigasi terhadap penyebab kecelakan kereta api tsb.Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi secara menyeluruh, transparan, dan berbasis pada semua aspek, baik faktor manusia, teknis, maupun sistem operasional

Harus ada sistem berlapis yang kuat, mulai dari teknologi, infrastruktur, hingga disiplin pengguna

percepatan implementasi teknologi keselamatan seperti Automatic Train Protection (ATP), guna memastikan kereta dapat berhenti otomatis saat terjadi potensi bahaya atau pelanggaran sinyal

Evaluasi SOP (Standar Operasional Prosedur): Meninjau kembali SOP pengoperasian kereta guna memastikan tidak adanya kelalaian manusia atau kegagalan sistem.
Keamanan Perlintasan Sebidang: Meningkatkan pengamanan pada perlintasan sebidang untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

Reformasi Sistem PT KAI: Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN RI) mendesak evaluasi total terhadap sistem manajemen keselamatan di PT KAI.

Percepatan Infrastruktur: Mendorong percepatan pembangunan Double-Double Track (DDT) untuk memisahkan jalur kereta jarak jauh dan KRL/kereta komuter

Evaluasi ini menekankan bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh ada toleransi terhadap kegagalan sistem keselamatan.

Harus ada rekomendasi dari DPR RI komisi terkait dan Pimpinan DPR RI, DPD Ri kepada PT.KAI , Danantara & Kementerian Perhubungan. Salam Masyarakat Sipil Pengguna Kereta Api.*

Pemkot Jakbar Perkuat Edukasi Hukum Tekan Kekerasan Perempuan Anak

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – Pemkot Jakarta Barat menutup sosialisasi hukum perlindungan perempuan dan anak di RPTRA Kalijodo, Tambora.

Kegiatan berlangsung 14–27 April 2026, hasil kolaborasi YPHMI, KAI, JMSI DKI, dan Forum Jurnalis Jakarta Barat.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, menegaskan pentingnya edukasi untuk menekan kekerasan perempuan dan anak.

Ia mendorong keterlibatan kader, RT, RW, dan dasawisma sebagai agen perubahan di masyarakat.

Menurutnya, peran masyarakat penting dalam pencegahan dan deteksi dini kasus kekerasan.

Pemprov DKI menyediakan layanan pengaduan melalui UPT PPA, RPTRA, hingga layanan darurat 112.

Pemkot juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Transjakarta dan lembaga perlindungan anak.

Ketua DPD KAI Jakarta, Tuti Susilawati, menyebut faktor ekonomi pemicu utama kasus KDRT.

Ia menilai tekanan ekonomi sering memicu konflik rumah tangga hingga berujung kekerasan.

Tuti juga menyoroti masih banyak korban enggan melapor karena dianggap aib keluarga.

Menurutnya, keberanian melapor penting untuk memutus siklus kekerasan dalam rumah tangga.

Pemberdayaan perempuan dinilai menjadi solusi jangka panjang mengurangi risiko KDRT.

Program sosialisasi juga mendorong warga mulai aktif melaporkan kasus melalui kanal tersedia.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi menciptakan lingkungan aman bagi perempuan dan anak.*

Dishub Sultra dan KMA Bantah Dugaan Pungli Driver Online

KENDARIKINI.COM – Dinas Perhubungan Sulawesi Tenggara dan Koperasi Mitra Anoa mengklarifikasi dugaan pungutan liar terhadap driver online.

Kepala Dishub Sultra, Muhammad Fadlansyah, mengaku tidak mengetahui adanya praktik pungli tersebut.

Menurutnya, seluruh sistem pembayaran angkutan sewa khusus driver online dilakukan melalui aplikasi resmi.

“Semua via aplikasi. Jalur punglinya lewat mana?” ujar Fadlansyah, Rabu, 29 April 2026.

Ia menegaskan tudingan tersebut harus dibuktikan dengan data dan oknum yang jelas.

Fadlansyah meminta pihak yang menuduh menunjukkan bukti jika memang terjadi pelanggaran.

Sementara itu, Pimpinan KMA, Aswin, membantah adanya pungutan liar kepada driver online.

Ia menjelaskan potongan Rp25 ribu merupakan biaya keanggotaan koperasi, bukan pungutan ilegal.

Menurutnya, biaya tersebut dikembalikan dalam bentuk manfaat seperti servis kendaraan dan kebutuhan operasional.

Aswin menambahkan, potongan hanya berlaku bagi driver yang memenuhi target kerja melalui sistem.

Ia juga menegaskan tidak ada setoran dari KMA kepada Dishub Sultra.

KMA menyatakan siap menghadiri RDP di DPRD Sultra untuk memberikan penjelasan resmi.

Sementara itu, pihak Grab GDC Kendari belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Sebelumnya, Komunitas Kudeta Kendari melaporkan dugaan pungli ke DPRD Sultra terkait penjemputan di pelabuhan dan bandara.*

Nama Dipinjam Kredit Ibu Bhayangkari, Janda Penjual Nasi Kuning Terjerat Masalah Mengadu ke LBH HAMI Sultra

KENDARIKINI.COM – Seorang janda penjual nasi kuning diduga menjadi korban penyalahgunaan identitas untuk pengajuan kredit.

Kasus ini disampaikan Ketua LBH HAMI Sulawesi Tenggara, Andre Darmawan, di Kendari.

Andre mengatakan, identitas korban dipinjam oleh seorang oknum untuk mengajukan pembiayaan.

“Seorang ibu bhayangkari yang tidak tanggungjawab akhirnya si ibu ditagih pembiayaan, dilapor polisi dan namanya rusak, semoga kami bisa membantu menghadirkan keadilan bagi mereka,” jelasnya dalam postingan akun sosmednya.

Namun, kewajiban pembayaran tidak dipenuhi sehingga korban justru ditagih oleh pihak pembiayaan.

Akibatnya, korban juga dilaporkan ke polisi dan mengalami kerugian secara moral.

“Korban kini menghadapi tekanan karena namanya tercatat dalam masalah kredit tersebut,” ujar Andre.

Ia menilai kasus ini menunjukkan lemahnya perlindungan terhadap masyarakat kecil dalam sistem pembiayaan.

LBH HAMI Sultra menyatakan siap memberikan pendampingan hukum kepada korban.

Andre berharap kasus ini dapat ditangani secara adil dan transparan oleh pihak berwenang.

Ia juga meminta lembaga pembiayaan lebih berhati-hati dalam verifikasi data nasabah.

Kasus ini menjadi perhatian karena berdampak langsung pada kehidupan ekonomi masyarakat kecil.*

Buruh Tani Konsel Tempuh Jarak Jauh Cari Keadilan di LBH HAMI Sultra

KENDARIKINI.COM – Seorang buruh tani asal Konawe Selatan mendatangi Kantor LBH HAMI Sulawesi Tenggara di Kendari.

Kedatangannya untuk memperjuangkan hak atas tanah yang sedang disengketakan.

Ketua LBH HAMI Sultra, Andre Darmawan, mengatakan buruh tersebut menempuh perjalanan panjang menuju Kendari.

“Ia datang jauh dari Konawe Selatan, bahkan kadang berjalan kaki untuk sampai ke kantor kami,” tulis Andre di akun sosial medianya.

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan beratnya perjuangan masyarakat kecil dalam mencari keadilan hukum.

LBH HAMI Sultra menyatakan siap memberikan pendampingan hukum terhadap kasus yang dihadapi buruh tani tersebut.

Andre menegaskan pihaknya akan mengkaji dokumen serta kronologi sengketa tanah secara menyeluruh.

Ia juga berharap pemerintah dan pihak terkait memberi perhatian serius terhadap persoalan agraria di daerah.

Permasalahan tanah dinilai masih menjadi konflik yang kerap dialami masyarakat di Sulawesi Tenggara.

LBH HAMI Sultra mengajak semua pihak mengedepankan penyelesaian yang adil dan sesuai hukum berlaku.*

Gempur Sultra Soroti Dugaan Anggaran Jembatan Tumburano Wawonii

KENDARIKINI.COM – Gempur Sultra menggelar demonstrasi di Kantor BPJN Sulawesi Tenggara, Senin, 27 April 2026.

Aksi tersebut memprotes dugaan ketidaksesuaian anggaran pembangunan Jembatan Gantung Tumburano di Pulau Wawonii.

Massa menilai realisasi proyek tidak sebanding dengan anggaran yang telah dialokasikan pemerintah.

Dalam orasi, peserta aksi menyoroti indikasi kurangnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran proyek tersebut.

Penanggung jawab aksi, Reyhan, meminta BPJN membuka data Rencana Anggaran Biaya secara transparan.

Ia juga mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara segera mengusut dugaan penyimpangan anggaran tersebut.

Menurutnya, pengawasan dari instansi terkait masih lemah sehingga memicu dugaan pelanggaran.

Reyhan juga menyayangkan tidak hadirnya pimpinan BPJN saat massa menyampaikan aspirasi di kantor tersebut.

Ia menilai seharusnya ada perwakilan yang menerima aspirasi mahasiswa secara terbuka dan responsif.

Sementara itu, pihak Kejati Sultra menyatakan akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan massa aksi.

Kejati juga berencana melakukan observasi lapangan guna memastikan kebenaran dugaan tersebut.

Aksi demonstrasi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian di lokasi kegiatan.

Dugaan tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip transparansi pengelolaan keuangan negara sesuai regulasi berlaku.

Gempur Sultra menegaskan akan kembali menggelar aksi lanjutan jika tidak ada tindak lanjut konkret.*

Kemendagri Didesak Tindak Polemik Batas Pondidaha–Amongedo Konawe

KONAWE, KENDARIKINI.COM – Polemik batas wilayah Kecamatan Pondidaha dan Amongedo kembali mencuat dan mendapat sorotan publik luas.

Sejumlah masyarakat dan aktivis mendesak Kementerian Dalam Negeri segera menyikapi dugaan pelanggaran administratif Pemerintah Kabupaten Konawe.

Pondidaha dinilai memiliki dasar hukum kuat melalui Perda Nomor 6 Tahun 2006 serta Perbup Tahun 2008.

Regulasi tersebut menetapkan batas wilayah berdasarkan Sungai Tukambopo sebagai batas alam yang sah.

Namun, di lapangan diduga terjadi penyimpangan terhadap ketentuan hukum yang telah ditetapkan tersebut.

Oknum Camat Amongedo bersama Asisten I Pemkab Konawe diduga menetapkan batas wilayah tidak sesuai aturan berlaku.

Tindakan itu dinilai berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Selain itu, diduga bertentangan dengan Permendagri Nomor 45 Tahun 2016 dan asas pemerintahan yang baik.

Masyarakat menilai penolakan terhadap Perda dan Perbup merupakan bentuk pembangkangan terhadap produk hukum daerah.

Aktivis mendesak Bupati Konawe mengevaluasi legalitas Kecamatan Amongedo secara menyeluruh dan transparan.

Jika terbukti tidak tunduk pada regulasi, SK pemekaran Amongedo diminta untuk dibatalkan.

Peran Badan Informasi Geospasial dinilai penting dalam verifikasi teknis batas wilayah tersebut.

Masyarakat juga mengancam akan menggelar aksi lanjutan jika tuntutan tidak segera ditindaklanjuti.*

Bahtra Banong Sidak Bulog Sultra, Stok Pangan Sangat Aman

KENDARIKINI.COM – Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Bahtra Banong, melakukan sidak di gudang Bulog Sultra, Rabu (29/4/2026).

Gudang tersebut berada di Jalan Diponegoro, Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.

Sidak dilakukan untuk memastikan ketahanan dan keamanan pangan di Sulawesi Tenggara tetap terjaga.

Kunjungan ini juga menindaklanjuti arahan Presiden terpilih Prabowo Subianto terkait pengawasan stok kebutuhan pokok.

Bahtra menyebut kondisi stok pangan di Sultra saat ini sangat aman berdasarkan data Bulog.

Persediaan beras dan jagung bahkan diklaim menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah di daerah tersebut.

“Kebutuhan beras sekitar 20 ribu ton per tahun, sementara stok mencapai 78 ribu ton,” ujarnya.

Menurutnya, stok tersebut cukup memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa tahun ke depan.

Ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu kelangkaan pangan yang beredar.

Bahtra menegaskan pemerintah terus menjaga stabilitas dan kelancaran distribusi bahan pokok di seluruh daerah.

“Masyarakat tidak perlu panik, pemerintah memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia,” tutupnya.*

OPINI: Pak AT Orang Baik, Siapa Berani Bantah?

0

Oleh: Irpan, Kuli Tinta

Malam tadi Rabu 29 April 2026 saya tertidur sekitar pukul 23.00 WITA, dan seperti biasa saya akan terbangun lagi cepat karena lapar gegara kebiasaan makan tengah malam, tadi saya bangun sekitar pukul 02.00 WITA, Kamis 30 April 2026.

Saat mata terbuka, ku tanya istri mana telepon genggamku, Ia jawab dengan lembut sembari mencarikannya. Kemarin ia sempat merajuk, kalau ia sudah merajuk pasti saya keluar rumah, pulang saat merajuknya sudah redah.

Ku lihat jam di teleponku, kukumpul nyawa untuk beranjak dari tempat tidur, di sela-sela itu saya berbisik minta dibuatkan kopi hitam racikan istri, dan disiapkan makan. Saya juga minta dibawakan semua perlengkapan tempur ku ke sudut dapur kami, tempat favoritku menumpahkan semua kegelisahanku dalam bentuk tulisan. Karena dari beberapa hari ini saya sudah niatkan untuk membuatkan tulisan untuk Bapak Anton Timbang (AT). Saya tahu banyak resiko menulis ini, utamanya saya akan dikatai ‘Penjilat’.

Sebelum mengulas itu, Dulu saat mahasiswa dan menjadi Ketua organisasi mahasiswa eksternal kampus, kata kebanyakan kawan-kawan saya gagal dalam memimpin organisasi. Saya pernah tak mau lagi menempuh jalan yang tidak kebanyakan dipilih oleh anak kota macam saya. Saya juga bertempur di dua arus, jabatan organisasiku berusaha dilengserkan oleh sebagian besar kawan-kawan, dan saya ditantang oleh Adik dari orang yang memberi tumpangan sekretariat. Untuk membuat gerakan agar jalan di Tikungan Pasar Baru Jalan MT Haryono Kendari Diaspal. Di pertempuran organisasi saya kalah, berhasil di kudeta, Soal jalan saya menang, Jalan itu diaspal dan ada kepuasan batin tersendiri. “Saya tidak suka ditantang, karena sejak kecil Almarhum Bapakku merakitku untuk melawan tantangan dari siapapun itu, soal hasil urusan belakang,”.

Kembali ke rumah, saya murung karena kehilangan jabatan organisasi. Mama pun menghampiriku. “Kenapa Nak?,” begitu ucapnya. Saya bercerita dengan Mama menumpahkan keluh kesahku. Mama hanya menjawab “Mama selalu dukung langkah Irpan, Irpan selalu benar di mata Mama, Tapi jangan demo-demo lagi nak, Irpan menulis saja,”. Sebelumnya beberapa tulisanku terbit di Kendari Pos dibantu oleh beberapa senior, kegiatan organisasiku ditayangkan. Demo ku pernah tayang di Kendari Info, bahkan tayang di TV, dan beberapa media lainnya karena aksi unikku demo seorang diri. Saya berusaha sembuh dari kekalahanku di organisasi. Saya melamar kerja di media online Sultrademo.co, gaji pertamaku kuberikan kepada Mama.

Baik, kita fokus dengan judul tulisan diatas. Ia karib dipanggil Pak AT, Kanda AT, Bos AT, dan panggilan lainnya. Semua ia terima, pertama bertemu dengan Bapak ini saat saya awal saya menekuni profesi ini. Kisaran Akhir di Tahun 2019. Saat itu ia sementara rapat persiapan kegiatan IMI Sultra. Saat itu ia belum jadi Ketua KADIN Sultra. Saya berkesempatan mewawancarainya.

Kesan pertama saya dengan dia sangat baik. Kemudian di 2020 kami kembali bertemu di bulan April 2020, Saya dibawa oleh senior-seniorku. Saat itu ada proyek berita politik yang kami tawarkan, salah satunya tak usah saya sebut, cari tahu saja sendiri wahai netijen yang maha benar. Yang satunya lagi terkait skema pencalonan anaknya Yudhianto Mahardika menjadi 02 Wali Kota Kendari, Ternyata dia senior saya di kampus. Dua proyek pemberitaan itu ia amini, bahkan kami diambilkan hotel untuk standby bekerja bersama tim kecil kami.

Yang pertama proyek itu berhasil, yang kedua karena pilkada serentak diundur, kami mesti menghentikan proyek itu. Saya los kontak, berusaha dekat kembali dengan jalan instan, saya memilih jalan ekstrim. Memberitakan perusahaan tambangnya, PT Masempo Dalle.

Saat itu salah satu Mahasiswa Sultra yang berkuliah di Jakarta melalukan aksi demonstrasi. Ia mengirim pres release ke saya, saya olah menjadi sebuah berita, mengkonfirmasi ke semua pihak, agar berita yang saya sajikan memenuhi aturan main. Tak berselang lama berita saya diterbitkan oleh media tempat saya bekerja, dulu saya belum benar-benar berdiri mengelola media kami kendarikini.com, saya nyambi bekerja di beberapa media. Berita terbit, kemudian saya hambur di group-group Whats App. Lalu saya diteror dan sebagainya. Jejak digitalnya di om google masih ada tidak terhapus (Take Down 404), Disusul dengan berita-berita lanjutan lainnya. Silahkan cari sendiri. Sampai saya di pesantren sekitar 5 Bulan setengah. Banyak pelajaran yang saya petik saat itu, banyak penghianatan dalam perjalananku bersama Istri, saat itu kami masih berpacaran. Kawan jadi lawan, lawan jadi kawan dan masih banyak lagi. Usai keluar dari Pesantren saya dan istri berdamai dengan masa-masa itu. Saya berpesan ke Istri “Beri kesempatan dua kali dalam berkawan tapi tidak untuk kali ketiga, Saya Lawan Ko,”. Prosesnya begitu panjang, menguras energi dan pikiran, itu salah satu pertempuran yang begitu paling berat bagiku.

Ditengah proses peradilan Pak AT memaafkan saya. Mungkin ia melihat keteguhan sikap seorang Mama dan perempuan muda yang kini menjadi Istriku untuk memperoleh maaf darinya. Padahal Tulisanku di media dulu sangat kejam, bahkan begitu sombongnya saya pernah berkata mau menumbangkan Pak AT. Selain pemaaf bapak ini juga dermawan cari saja di google banyak jejak digitalnya.

Mungkin berkisar dua tahun saya sudah berkawan dengan Bapak ini. Sebagai bentuk balas budiku terhadap kebaikan bapak, saya tumpahkan semua dalam bentuk tulisan ini.

Kini ia sedang berproses hukum, semoga ini cepat terselesaikan. Bapak orang baik, bapak sudah banyak bantu orang, dan banyak yang doakan bapak.

Saya tak mau menulis tentang proses hukumnya, karena tulisanku pasti akan subjektif karena kebaikan bapak ini kepadaku. Kalau mau adil menyoroti perusahaan tambang semua ada celahnya, tak ada yang benar-benar menerapkan kaidah penambangan yang baik. Kalau ada yang berani bantah mari kita debat terbuka, buka-bukaan data perusahaan tambang di Sultra.

Kututup tulisan ini dengan kutipan terkenal dari Pramoedya Ananta Toer dalam novel Bumi Manusia “Berusaha adil sejak dalam pikiran,”. “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda” kata Tan Malaka. Saya bukan lagi pemuda lajang seperti Tan Malaka, saya sudah menikah jadi saya tak lagi idealis hanya memegang beberapa prinsip dalam berkawan.

Foto hanya pemanis, walapun saya tak manis, tak tampan dan tak berduit. Wahai kaum hawa, jangan suka chat saya kalau saya lagi dirumah, nanti ia merajuk lagi, saya paling takut tak dibuatkan kopi hitam oleh Istriku.*

Lomba LKBB-PB Sultra Siap Digelar, Persiapan Capai 90 Persen

KENDARIKINI.COM – Persiapan Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) Sultra hampir rampung.

Memasuki H-5, panitia memastikan kesiapan teknis mencapai sekitar 90 persen.

Ajang bertema “Gemilang Formasi Pelajar Nusantara” digelar 2 Mei 2026 di Lapangan Ex-MTQ Kendari.

Koordinator Wilayah Sultra, Rahmat Mansur, menyebut persiapan tersisa tahap penyempurnaan.

“Insyaallah sudah 90 persen, tinggal finalisasi teknis,” ujarnya, Senin (28/4/2026).

Ia menegaskan kesuksesan kegiatan didukung sinergi panitia dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, dukungan pemerintah penting untuk pembinaan generasi muda melalui semangat Paskibraka.

Ajang ini tidak hanya berskala daerah, tetapi membuka peluang tampil di tingkat nasional.

Pemenang kompetisi akan mewakili Sultra pada perlombaan tingkat pusat.

“Ini peluang pelajar menunjukkan kemampuan di kancah nasional,” jelas Rahmat.

Jumlah peserta dibatasi sesuai dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Total hanya 10 kabupaten dan kota yang diikutkan dalam kompetisi tersebut.

Kota Kendari mendapat kuota dua sekolah, daerah lain masing-masing satu perwakilan.

Peserta berasal dari berbagai wilayah, termasuk Baubau, Kolaka Utara, Konawe Selatan, dan Konawe.

Seluruh biaya akomodasi dan konsumsi peserta selama kegiatan ditanggung penyelenggara.

Panitia berharap kegiatan berjalan lancar dan menjadi ajang pembinaan karakter pelajar.*

Badko HmI Sultra Segel Lahan PT KNI, Soal Dugaan Tambang Ilegal

KOLAKA, KENDARIKINI.COM – Badko HMI Sultra menyegel lahan aktivitas PT KNI di Pomalaa, Kamis (30/4/2026).

Puluhan aktivis menduduki lokasi dan mendirikan tenda sebagai bentuk protes dugaan tambang ilegal.

Mereka menilai aktivitas berlangsung di wilayah IUP PT SLG selama sekitar satu tahun.

PT KNI disebut merupakan mitra PT Vale atau tenant PT IPIP dalam proyek smelter Pomalaa.

Proyek tersebut diketahui masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN).

Badko HMI menduga praktik cut and fill digunakan sebagai dalih pengerukan material batuan.

“Indikasinya bukan sekadar konstruksi, tetapi menyerupai penambangan tanpa izin,” ujar perwakilan massa aksi.

Mereka menyoroti kemungkinan tidak adanya izin SIPB dalam aktivitas tersebut.

Menurutnya, jika material dimanfaatkan tanpa izin, maka termasuk kategori illegal mining.

Badko HMI menegaskan status PSN tidak boleh menjadi alasan melanggar aturan hukum.

Mereka merujuk UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba terkait kewajiban legalitas.

Selain dugaan pelanggaran, mereka menyoroti potensi kerugian negara dan kerusakan lingkungan.

Badko HMI juga meminta tanggung jawab PT IPIP dan PT Vale sebagai pihak terkait.

Dalam aksinya, mereka menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

Di antaranya penghentian aktivitas, penyelidikan hukum, serta audit transparansi kerja sama perusahaan.

Mereka juga meminta sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran dalam operasional tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, PT KNI dan PT IPIP belum memberikan keterangan resmi.*

Pola Penularan HIV di Sultra Bergeser, Kasus Meningkat

KENDARIKINI.COM – Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara mencatat pergeseran pola penularan HIV di wilayah tersebut.

Kasus yang sebelumnya didominasi pekerja seks kini lebih banyak ditemukan pada kelompok hubungan sesama jenis.

Kepala Dinkes Sultra, dr. Andi Edy Surahmat, menyebut terjadi peningkatan signifikan berdasarkan data terbaru.

“Data terbaru menunjukkan kasus terbanyak berasal dari hubungan homoseksual,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Hasil screening sepanjang 2025 hingga awal 2026 melampaui target pemeriksaan yang telah ditetapkan.

Dari target sekitar 600 orang, ditemukan hampir 900 kasus HIV di berbagai wilayah Sultra.

Sekitar 30 hingga 40 persen kasus berasal dari kelompok dengan perilaku berisiko tersebut.

Dinkes Sultra memperkuat langkah pencegahan melalui pendekatan edukatif kepada kelompok rentan.

Sosialisasi dilakukan langsung maupun daring dengan melibatkan tenaga medis dan tokoh agama.

Upaya ini bertujuan meningkatkan pemahaman kesehatan serta kesadaran pencegahan penularan HIV.

Selain edukasi, deteksi dini melalui screening terus digencarkan, termasuk bagi pendatang dari luar daerah.

Mobilitas tinggi di sektor pertambangan dan jalur transit menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Dinkes juga akan meningkatkan kerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan di pintu masuk wilayah.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan menekan potensi penularan sejak dini.

Program penanggulangan HIV di Sultra turut didukung melalui pendanaan dari APBD.

Dinkes berharap upaya tersebut mampu menekan penyebaran dan melindungi generasi mendatang.*

OPINI: Politik Nilai dan Pengabdian Tanpa Batas

0

‎Oleh: Rasmin Jaya, Pemuda Sultra

‎Siang itu udara terasa panas, aktivitas mahasiswa tetap kembali bergerak seperti biasanya, aroma kopi terasa nikmat yang di seduh beberapa pemuda d warung kopi. Tapi siang itu jalan menjadi saksi, tapak tilas perjuangan mahasiswa. Di sana tersemai semangat, harapan, impian untuk kembali melanjutkan cita-cita.

‎Gelombang massa kembali muncul di beberapa bilik lorong kampus terkonsolidasi menuju titik-titik tertentu. Ada momentum, semangat, harapan atas kebaikan di hari esok.

‎Terlepas dari itu, ternyata ruh rendah dinamika perpolitikan Sulawesi Tenggara kembali menghangat. Dalam iklim demokrasi, perbedaan pandangan adalah hal yang sangat lumrah.

‎Humor di publik lahir dari berbagai perspektif dan silang pandang. Tapi menjadi penegasan penulis bahwa politik adalah panggilan nurani untuk menjadikan diri pada orientasi kepentingan rakyat.

‎Meski gelombang wacana dan rumor politik telah lama beredar, ada baiknya, merespon hal demikian perlu kejernihan pikiran, hati yang bersih tanpa embel-embel kepentingan politis ataupun primordial yang mempertajam sentimen di ruang publik. Ya namanya juga politik selalu hadir dengan berbagai macam rupa, penuh intrik dan kontroversi.

‎Di ruang publik, percikan wacana politik memicu gelombang respons yang beragam. Di satu sisi, banyak pihak yang menyambut baik dan memuji konsistensi atas jalannya stabilitas politik Sulawesi Tenggara dalam menjalankan fungsi kontrol dan pengawasannya kepada pemerintah, terlepas dari fungsi lainnya juga.

‎*Berdiri Teguh Dalam Badai Politik*

‎Apa lagi bagi penulis, jika kita melihat secara jujur sosok politisi, upaya yang di lakukannya cukup maksimal di tengah efisiensi anggaran dan kebijakan fiskal tetapi tetap dengan membangun kordinasi yang terarah, menjaga keseimbangan siklus dan dinamika pemerintahan menjadi sesuatu yang sangat strategis.

‎Sebab sebagai bagian dari penyelenggara pemerintah merasa penting untuk selalu mengedepankan sinergitas, kolaborasi untuk harapan masyarakat Sulawesi Tenggara yang lebih baik dan kesejahteraan yang di rasakan.

‎Bagi penulis, semakin keras tantangan dalam politik maka semakin ia mengerti bahwa dinamika itu tidak seremeh kedengarannya.

‎Dinamika itu nyata, dan terkadang dilematis, antara memilih yang benar atau bermain aman agar tetap bertahan atau bahkan diam saja dan menjadi penonton agar tak kena imbasnya. Bahkan mungkin tak semudah membalikan telapak tangan dalam menyelesaikan segala masalah yang ada, butuh kejernihan hati dan pikiran.

‎Seorang politisi mesti mampu menunjukan sikap yang sangat dewasa, profesional di tengah badai politik yang menerpanya, ia harus tetap komitmen dan konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat.

‎Kata orang banyak, dinamika politik itu keras. Kalau mau jalanmu mulus dan selamat, kau harus ikut kemana arus pergi.

‎Tetapi bagi politisi sejati yang sudah kenyang akan dinamika, pahit manisnya, tetap berselancar dalam arus dan pusaran dinamika yang keras, penuh tantangan tapi tetap mengedepankan politik nilai, integritas dan profesionalisme yang tinggi.

‎Seorang yg berkecimpung di dunia politik sangat bisa maju dan berjuang dengan menjadi seorang yang jujur dan bersih, tanpa harus berbuat jahat. Tetap teguh pada pendirian.

‎Dan itu adalah buah dari perjalanan panjangnya selama ini, tekad untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Sulawesi Tenggara dengan semangat kebersamaan serta di dasari dengan nilai,  komitmen dan konsistensi yang tinggi.

‎Jangan takut untuk berani memilih yang benar, walaupun resikonya harus ditinggalkan orang lain. Tuhan itu baik, Dia pasti pelihara hidup kita selagi kita menjadi orang benar .

‎Jatuh bangun, hidup dalam setiap proses politik hingga menghadapi kehidupan nyata yang sesungguhnya memberikanku contoh bagaimana seharusnya kita berjuang menggapai cita-cita dengan tetap memegang teguh prinsip kebaikan.

‎Tentu saja setiap orang punya kelemahan dari setiap pribadi dari masing-masing kita.

‎*Sosok Yang Seharusnya Politisi*

‎Harapan sederhana penulis tentang sosok yang seharusnya politisi mesti humanis dan komunikatif pada semua kalangan, tapi juga tetap mengedepankan fungsi dan tanggung jawabnya. Dalam lingkaran politik semakin mulus jalan juga  selalu di ikuti dengan berbagai persoalan yang kompleks.

‎Politisi jalan politik yang ia pilih. Tentu tak mudah, penuh resiko. Apakah ia harus mengedepankan kepentingan partai, golongan, diri sendiri atau kepentingan masyarakat. Semua itu terpulang kepadanya tetapi harus ada kontrol publik, social sociaty.

‎Ia harus berjuang dari bawah merintis jalan sejarahnya sendiri, melalui jalan gelap dan berliku politisi sejati harus berdiri kokoh dengan satu keyakinan hati memperluas pengabdiannya untuk masyarakat. Ia adalah milik semua masyarakat, sebagaimana demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

‎Dengan posisi, jabatan yang mereka emban tak harus membuatnya membatasi ruang kepada semua pihak sebab baginya politik adalah bagian dan jalan pengabdian meskipun kadang mekanisme kebijakan dan keputusan partainya tak berpihak kepada jalan yang ia tempuh.

‎Tapi dinamika politik yang tak berpihak kepadanya menjadikan semangatnya tak  surut, justru tekad dan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi rakyat semakin kuat. Mereka harus jadi roll model dari politisi zaman sekarang yang tegak lurus agar generasi muda mengambil inspirasi.

‎Keberhasilan politisi sejati yang terus memperjuangkan aspirasi rakyat tidak hanya menjadi inspirasi bagi dirinya, tetapi juga bagi banyak anak muda di Sultra yang memiliki latar belakang serupa, dari anak petani, nelayan, atau apapun itu tetapi punya impian dan cita-cita yang tinggi bagaimana ia juga bisa mengabdi kepada daerah yang ia cintai.

‎Mereka membuktikan bahwa asal usul dan latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih impian, justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. Ia merasa bangga bisa menjadi wakil rakyat dengan latar belakang anak petani, sesuatu yang jarang ditemui di kursi-kursi legislatif.

‎*Gebrakan dan Terobosan*

‎Seorang politisi harus memahami betul denyut nadi masyarakatnya kebutuhan petani, nelayan, buruh, kaum miskin kota atau pun segala komponen masyarakat yang ia perjuangkan karena itu ia harus hadir di tengah-tengah kehidupan masyarakat bukan hanya menikmati kursi singgasana kekuasaan.

‎Penulis tau betul pertanian atau sektor strategis lainnya menjadi sesuatu yang sangat penting bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari hari tetapi juga harus menjadi pendorong kesejahteraan. Dan mereka mesti mendorong dengan kebijakan dan regulasi yang mendukung keberadaan mereka.

‎Misalnya dulu petani masih banyak yang menggunakan alat-alat tradisional. Sekarang, mereka sudah bisa menggunakan alat-alat modern sehingga memudahkan dan meningkatkan pertanian demi kemajuan ekonomi.

‎Dengan bantuan yang diberikan bukan hanya alat-alat besar, tetapi juga pelatihan bagi petani agar mereka bisa memaksimalkan hasil panen dengan teknologi modern. Kebijakan ini diakui sangat membantu sehingga produktivitas pertanian meningkat signifikan.

‎Kesuksesan politisi sejati di dunia politik tidak lepas dari prinsip-prinsip yang mereka selalu pegang teguh, yakni kerja keras, kejujuran, dan komitmen untuk selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat.

‎Penulis berharap bahwa ke depan, Sultra, sektor pertanian dan potensi strategis lainnya, bisa terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

‎Bagi seorang politisi menjadi seorang wakil rakyat bukan hanya soal kekuasaan, tetapi tanggung jawab besar untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat. Sebab bagi mereka politik adalah panggilan dan pengabdian tanpa batas.

‎Dengan kesabaran dan ketabahan hati mereka tunjukkan diri politik yang bernilai, dengan tanggung jawab moral di tengah krisisnya kepercayaan masyarakat kepada partai dan politisi itu sendiri.

‎Sebagai masyarakat memang membutuhkan pemimpin yang berkomitmen untuk kesejahteraan masyarakat tidak hanya melalui lisan tetapi harus berdasarkan tindakan nyata yang kongkret.

‎*Kepemimpinan dan Politisi Yang di Butuhkan*

‎Kepemimpinan dan politisi yang diperlukan di Sulawesi Tenggara adalah kepemimpinan yang berorientasi transformatif, kolaborasi dan sinergi demi memajukan masyarakat Sulawesi Tenggara. Keterlibatan forum komunikasi pimpinan daerah, (Forkopimda) menjadi penting dan strategis untuk mendukung kebijakan sebagai penyelenggara pemerintahan.

‎Politisi yang di butuhkan adalah harus menjadikan masyarakat sebagai orientasi dan tujuan utama. Kita tidak boleh terjebak dalam arus kepentingan sesaat atau permainan kotor. Menjadi pemimpin harus bersih, tegas, berintegritas di tengah pragmatisme politik dan konflik kepentingan.

‎Politisi harus mengorbankan seluruh kepentingannya dengan komitmen kepemimpinan yang mensejahterakan masyarakat secara umum tanpa pandang bulu dan perbedaan apapun.

‎*Tanggung Jawab dan Loyalitas*

‎Di tengah gempuran euforia politik dan humor yang beredar. Politisi harus tetap hadir dan  pro aktif dalam menyerap setiap saran, masukan bahkan kritikan atas apa yang menjadi polemik yang terjadi di Sulawesi Tenggara.

‎Tanggung jawab dan loyalitas tidak hanya ia tunjukan kepada partai tetapi juga harus kepada masyarakat. komitmen dan konsistensi untuk menjaga integritas, marwah politik menjadi patokan untuk menjadikan itu sebagai instrumen dalam perjuangan rakyat.

‎Meski ia bukan satu satunya pemegang otoritas untuk mengambil sebuah keputusan dalam penyelesaian masalah tetapi dengan langkah konkret yang di ambil selama ini cukup menunjukkan sebuah ketulusan, keseriusan dan komitmen untuk menjalankan amanah rakyat.

‎Ia harus tetap menang di hati rakyat, simpati, dan perhatian kepadanya bagai gayun bersambut, loyalitas, kontribusi dan dedikasi, kredibilitas, integritas tak bisa kita gugurkan dalam dirinya sebab itu adalah barang yang mewah untuk di miliki setiap orang meksipun kadang tak bernilai kepada elit yang hanya mempunyai ego dan ambisi kepentingan pribadi.

‎*Kepercayaan Atas Rekam Jejak *

‎Keterpilihan politisi sejati bukan tanpa dasar tetapi berdasarkan sepak terjang, track record, gebrakan, dan terobosan cukup menjadi penilaian kepada rakyat.

‎Berkat perjuangan, doa serta dukungan, ia mampu membuktikan bahwa asal-usul dan latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih impian, justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. Ia menjadi politisi sebagai representasi memperjuangkan aspirasi meskipun dengan latar belakang anak petani, tetapi ia tidak lupa dari mana ia berasal, ia lahir dari amanat rakyat dan berjuang untuk rakyat.

‎Gambaran demikian, sesuatu yang jarang ditemui di kursi-kursi legislatif, sebagai generasi muda menjadikan itu sebagai inspirasi dan bara api untuk terus berjuang pada masa depan yang cerah.

‎Sebab ke depan pemuda hari ini adalah harapan dan tumpuan rakyat. Berdiri tegak melawan ombak besar dari guncangan dinamika politik, kita optimis dan terus berjuang dengan keyakinan hati. Ia akan tetap membangun cinta, integritas yang tak akan luntur dan selalu hangat.

‎‎Humor politik, dengan segala euforia dan implikasinya. Bagi penulis tidak hanya menggiring salah satu figur politisi tetapi itu menyangkut kredibilitas, integritas, dan marwah partai yang lain serta institusi dan lembaga terkait yang selama ini kita nilai sebagai rumah rakyat dan saluran aspirasi. Mereka roll model dari perjuangan aspirasi rakyat yang terlegitimasi oleh UU.

‎Politisi bicara kepentingan diri sendiri itu sangat konyol di tengah krisis kepercayaan dan polemik rakyat. Masyarakat akan kehilangan kepercayaan terhadap institusi politik, yang dapat memicu lebih banyak protes dan ketidakstabilan bukan hanya politik tetapi sosial, ekonomi dan lainnya.

‎Kita butuh daulat Rakyat bukan daulat partai politik, sebab politisi di pilih mewakili kepentingan masyarakat secara luas bukan hanya partai di mana itu hanya sebagai kendaraan dan instrumen memperjuangkan aspirasi rakyat.

‎‎
‎*Opini: Rasmin Jaya (Pemuda Sultra)*

‎Siang itu udara terasa panas, aktivitas mahasiswa tetap kembali bergerak seperti biasanya, aroma kopi terasa nikmat yang di seduh beberapa pemuda d warung kopi. Tapi siang itu jalan menjadi saksi, tapak tilas perjuangan mahasiswa. Di sana tersemai semangat, harapan, impian untuk kembali melanjutkan cita-cita.

‎Gelombang massa kembali muncul di beberapa bilik lorong kampus terkonsolidasi menuju titik-titik tertentu. Ada momentum, semangat, harapan atas kebaikan di hari esok.

‎Terlepas dari itu, ternyata ruh rendah dinamika perpolitikan Sulawesi Tenggara kembali menghangat. Dalam iklim demokrasi, perbedaan pandangan adalah hal yang sangat lumrah.

‎Humor di publik lahir dari berbagai perspektif dan silang pandang. Tapi menjadi penegasan penulis bahwa politik adalah panggilan nurani untuk menjadikan diri pada orientasi kepentingan rakyat.

‎Meski gelombang wacana dan rumor politik telah lama beredar, ada baiknya, merespon hal demikian perlu kejernihan pikiran, hati yang bersih tanpa embel-embel kepentingan politis ataupun primordial yang mempertajam sentimen di ruang publik. Ya namanya juga politik selalu hadir dengan berbagai macam rupa, penuh intrik dan kontroversi.

‎Di ruang publik, percikan wacana politik memicu gelombang respons yang beragam. Di satu sisi, banyak pihak yang menyambut baik dan memuji konsistensi atas jalannya stabilitas politik Sulawesi Tenggara dalam menjalankan fungsi kontrol dan pengawasannya kepada pemerintah, terlepas dari fungsi lainnya juga.

‎*Berdiri Teguh Dalam Badai Politik*

‎Apa lagi bagi penulis, jika kita melihat secara jujur sosok politisi, upaya yang di lakukannya cukup maksimal di tengah efisiensi anggaran dan kebijakan fiskal tetapi tetap dengan membangun kordinasi yang terarah, menjaga keseimbangan siklus dan dinamika pemerintahan menjadi sesuatu yang sangat strategis.

‎Sebab sebagai bagian dari penyelenggara pemerintah merasa penting untuk selalu mengedepankan sinergitas, kolaborasi untuk harapan masyarakat Sulawesi Tenggara yang lebih baik dan kesejahteraan yang di rasakan.

‎Bagi penulis, semakin keras tantangan dalam politik maka semakin ia mengerti bahwa dinamika itu tidak seremeh kedengarannya.

‎Dinamika itu nyata, dan terkadang dilematis, antara memilih yang benar atau bermain aman agar tetap bertahan atau bahkan diam saja dan menjadi penonton agar tak kena imbasnya. Bahkan mungkin tak semudah membalikan telapak tangan dalam menyelesaikan segala masalah yang ada, butuh kejernihan hati dan pikiran.

‎Seorang politisi mesti mampu menunjukan sikap yang sangat dewasa, profesional di tengah badai politik yang menerpanya, ia harus tetap komitmen dan konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat.

‎Kata orang banyak, dinamika politik itu keras. Kalau mau jalanmu mulus dan selamat, kau harus ikut kemana arus pergi.

‎Tetapi bagi politisi sejati yang sudah kenyang akan dinamika, pahit manisnya, tetap berselancar dalam arus dan pusaran dinamika yang keras, penuh tantangan tapi tetap mengedepankan politik nilai, integritas dan profesionalisme yang tinggi.

‎Seorang yg berkecimpung di dunia politik sangat bisa maju dan berjuang dengan menjadi seorang yang jujur dan bersih, tanpa harus berbuat jahat. Tetap teguh pada pendirian.

‎Dan itu adalah buah dari perjalanan panjangnya selama ini, tekad untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Sulawesi Tenggara dengan semangat kebersamaan serta di dasari dengan nilai,  komitmen dan konsistensi yang tinggi.

‎Jangan takut untuk berani memilih yang benar, walaupun resikonya harus ditinggalkan orang lain. Tuhan itu baik, Dia pasti pelihara hidup kita selagi kita menjadi orang benar .

‎Jatuh bangun, hidup dalam setiap proses politik hingga menghadapi kehidupan nyata yang sesungguhnya memberikanku contoh bagaimana seharusnya kita berjuang menggapai cita-cita dengan tetap memegang teguh prinsip kebaikan.

‎Tentu saja setiap orang punya kelemahan dari setiap pribadi dari masing-masing kita.

‎*Sosok Yang Seharusnya Politisi*

‎Harapan sederhana penulis tentang sosok yang seharusnya politisi mesti humanis dan komunikatif pada semua kalangan, tapi juga tetap mengedepankan fungsi dan tanggung jawabnya. Dalam lingkaran politik semakin mulus jalan juga  selalu di ikuti dengan berbagai persoalan yang kompleks.

‎Politisi jalan politik yang ia pilih. Tentu tak mudah, penuh resiko. Apakah ia harus mengedepankan kepentingan partai, golongan, diri sendiri atau kepentingan masyarakat. Semua itu terpulang kepadanya tetapi harus ada kontrol publik, social sociaty.

‎Ia harus berjuang dari bawah merintis jalan sejarahnya sendiri, melalui jalan gelap dan berliku politisi sejati harus berdiri kokoh dengan satu keyakinan hati memperluas pengabdiannya untuk masyarakat. Ia adalah milik semua masyarakat, sebagaimana demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

‎Dengan posisi, jabatan yang mereka emban tak harus membuatnya membatasi ruang kepada semua pihak sebab baginya politik adalah bagian dan jalan pengabdian meskipun kadang mekanisme kebijakan dan keputusan partainya tak berpihak kepada jalan yang ia tempuh.

‎Tapi dinamika politik yang tak berpihak kepadanya menjadikan semangatnya tak  surut, justru tekad dan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi rakyat semakin kuat. Mereka harus jadi roll model dari politisi zaman sekarang yang tegak lurus agar generasi muda mengambil inspirasi.

‎Keberhasilan politisi sejati yang terus memperjuangkan aspirasi rakyat tidak hanya menjadi inspirasi bagi dirinya, tetapi juga bagi banyak anak muda di Sultra yang memiliki latar belakang serupa, dari anak petani, nelayan, atau apapun itu tetapi punya impian dan cita-cita yang tinggi bagaimana ia juga bisa mengabdi kepada daerah yang ia cintai.

‎Mereka membuktikan bahwa asal usul dan latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih impian, justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. Ia merasa bangga bisa menjadi wakil rakyat dengan latar belakang anak petani, sesuatu yang jarang ditemui di kursi-kursi legislatif.

‎*Gebrakan dan Terobosan*

‎Seorang politisi harus memahami betul denyut nadi masyarakatnya kebutuhan petani, nelayan, buruh, kaum miskin kota atau pun segala komponen masyarakat yang ia perjuangkan karena itu ia harus hadir di tengah-tengah kehidupan masyarakat bukan hanya menikmati kursi singgasana kekuasaan.

‎Penulis tau betul pertanian atau sektor strategis lainnya menjadi sesuatu yang sangat penting bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari hari tetapi juga harus menjadi pendorong kesejahteraan. Dan mereka mesti mendorong dengan kebijakan dan regulasi yang mendukung keberadaan mereka.

‎Misalnya dulu petani masih banyak yang menggunakan alat-alat tradisional. Sekarang, mereka sudah bisa menggunakan alat-alat modern sehingga memudahkan dan meningkatkan pertanian demi kemajuan ekonomi.

‎Dengan bantuan yang diberikan bukan hanya alat-alat besar, tetapi juga pelatihan bagi petani agar mereka bisa memaksimalkan hasil panen dengan teknologi modern. Kebijakan ini diakui sangat membantu sehingga produktivitas pertanian meningkat signifikan.

‎Kesuksesan politisi sejati di dunia politik tidak lepas dari prinsip-prinsip yang mereka selalu pegang teguh, yakni kerja keras, kejujuran, dan komitmen untuk selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat.

‎Penulis berharap bahwa ke depan, Sultra, sektor pertanian dan potensi strategis lainnya, bisa terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

‎Bagi seorang politisi menjadi seorang wakil rakyat bukan hanya soal kekuasaan, tetapi tanggung jawab besar untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat. Sebab bagi mereka politik adalah panggilan dan pengabdian tanpa batas.

‎Dengan kesabaran dan ketabahan hati mereka tunjukkan diri politik yang bernilai, dengan tanggung jawab moral di tengah krisisnya kepercayaan masyarakat kepada partai dan politisi itu sendiri.

‎Sebagai masyarakat memang membutuhkan pemimpin yang berkomitmen untuk kesejahteraan masyarakat tidak hanya melalui lisan tetapi harus berdasarkan tindakan nyata yang kongkret.

‎*Kepemimpinan dan Politisi Yang di Butuhkan*

‎Kepemimpinan dan politisi yang diperlukan di Sulawesi Tenggara adalah kepemimpinan yang berorientasi transformatif, kolaborasi dan sinergi demi memajukan masyarakat Sulawesi Tenggara. Keterlibatan forum komunikasi pimpinan daerah, (Forkopimda) menjadi penting dan strategis untuk mendukung kebijakan sebagai penyelenggara pemerintahan.

‎Politisi yang di butuhkan adalah harus menjadikan masyarakat sebagai orientasi dan tujuan utama. Kita tidak boleh terjebak dalam arus kepentingan sesaat atau permainan kotor. Menjadi pemimpin harus bersih, tegas, berintegritas di tengah pragmatisme politik dan konflik kepentingan.

‎Politisi harus mengorbankan seluruh kepentingannya dengan komitmen kepemimpinan yang mensejahterakan masyarakat secara umum tanpa pandang bulu dan perbedaan apapun.

‎*Tanggung Jawab dan Loyalitas*

‎Di tengah gempuran euforia politik dan humor yang beredar. Politisi harus tetap hadir dan  pro aktif dalam menyerap setiap saran, masukan bahkan kritikan atas apa yang menjadi polemik yang terjadi di Sulawesi Tenggara.

‎Tanggung jawab dan loyalitas tidak hanya ia tunjukan kepada partai tetapi juga harus kepada masyarakat. komitmen dan konsistensi untuk menjaga integritas, marwah politik menjadi patokan untuk menjadikan itu sebagai instrumen dalam perjuangan rakyat.

‎Meski ia bukan satu satunya pemegang otoritas untuk mengambil sebuah keputusan dalam penyelesaian masalah tetapi dengan langkah konkret yang di ambil selama ini cukup menunjukkan sebuah ketulusan, keseriusan dan komitmen untuk menjalankan amanah rakyat.

‎Ia harus tetap menang di hati rakyat, simpati, dan perhatian kepadanya bagai gayun bersambut, loyalitas, kontribusi dan dedikasi, kredibilitas, integritas tak bisa kita gugurkan dalam dirinya sebab itu adalah barang yang mewah untuk di miliki setiap orang meksipun kadang tak bernilai kepada elit yang hanya mempunyai ego dan ambisi kepentingan pribadi.

‎*Kepercayaan Atas Rekam Jejak *

‎Keterpilihan politisi sejati bukan tanpa dasar tetapi berdasarkan sepak terjang, track record, gebrakan, dan terobosan cukup menjadi penilaian kepada rakyat.

‎Berkat perjuangan, doa serta dukungan, ia mampu membuktikan bahwa asal-usul dan latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih impian, justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. Ia menjadi politisi sebagai representasi memperjuangkan aspirasi meskipun dengan latar belakang anak petani, tetapi ia tidak lupa dari mana ia berasal, ia lahir dari amanat rakyat dan berjuang untuk rakyat.

‎Gambaran demikian, sesuatu yang jarang ditemui di kursi-kursi legislatif, sebagai generasi muda menjadikan itu sebagai inspirasi dan bara api untuk terus berjuang pada masa depan yang cerah.

‎Sebab ke depan pemuda hari ini adalah harapan dan tumpuan rakyat. Berdiri tegak melawan ombak besar dari guncangan dinamika politik, kita optimis dan terus berjuang dengan keyakinan hati. Ia akan tetap membangun cinta, integritas yang tak akan luntur dan selalu hangat.

‎‎Humor politik, dengan segala euforia dan implikasinya. Bagi penulis tidak hanya menggiring salah satu figur politisi tetapi itu menyangkut kredibilitas, integritas, dan marwah partai yang lain serta institusi dan lembaga terkait yang selama ini kita nilai sebagai rumah rakyat dan saluran aspirasi. Mereka roll model dari perjuangan aspirasi rakyat yang terlegitimasi oleh UU.

‎Politisi bicara kepentingan diri sendiri itu sangat konyol di tengah krisis kepercayaan dan polemik rakyat. Masyarakat akan kehilangan kepercayaan terhadap institusi politik, yang dapat memicu lebih banyak protes dan ketidakstabilan bukan hanya politik tetapi sosial, ekonomi dan lainnya.

‎Kita butuh daulat Rakyat bukan daulat partai politik, sebab politisi di pilih mewakili kepentingan masyarakat secara luas bukan hanya partai di mana itu hanya sebagai kendaraan dan instrumen memperjuangkan aspirasi rakyat.*

Bea Cukai Kendari Perkuat Sinergi, Dorong Ekonomi Sultra Tumbuh

KENDARIKINI.COM – Bea Cukai Kendari menggelar Bea Cukai Kendari Awards 2026 di Aula Kanwil DJPb Sulawesi Tenggara.

Kepala Kanwil DJPb Sultra, Iman Widhiyanto, menegaskan pengawasan tegas harus sejalan dengan pelayanan terbuka.

Menurutnya, keseimbangan itu meningkatkan kepatuhan, kualitas layanan, serta menciptakan iklim usaha kondusif.

Ia menyebut penghargaan bukan sekadar seremoni, melainkan instrumen memperkuat kemitraan dan kepatuhan pelaku usaha.

Kepala Bea Cukai Kendari, Taufik Sapto Harsono, menilai pelaku usaha adalah mitra strategis dalam keberhasilan institusi.

Sepanjang 2025, penerimaan negara mencapai Rp279,22 miliar atau 123,56 persen dari target Rp225,98 miliar.

Penerimaan pajak impor tercatat Rp2,2 triliun, menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.

Triwulan pertama 2026, penerimaan mencapai Rp179,1 miliar dengan pajak impor Rp982 miliar.

Bea Cukai juga menerapkan customs visit untuk memperkuat komunikasi dan solusi cepat bagi pelaku usaha.

Nilai ekspor Sultra 2025 mencapai 3,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp59,4 triliun.

Sektor non-tambang mulai tumbuh dengan 15 eksportir aktif melakukan ekspor perdana dan berkelanjutan.

Komoditas ubur-ubur Buton dan arang tempurung kelapa Konawe Selatan berhasil menembus pasar ekspor.

Dalam penindakan, Bea Cukai menyita jutaan rokok ilegal serta narkotika dan minuman beralkohol ilegal.

Langkah ini menegaskan peran sebagai community protector dan menjaga penerimaan negara.

Penghargaan diberikan kepada mitra, perusahaan, dan pers yang mendukung kepatuhan serta ekonomi daerah.

Bea Cukai Kendari menegaskan komitmen menjaga integritas dan pelayanan demi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.*

Oknum Mengaku Wartawan Minta Berita Asusila Oknum TNI Dihapus

KENDARIKINI.COM – Seorang oknum yang mengaku wartawan diduga berupaya membungkam pemberitaan kasus asusila terhadap anak. Peristiwa ini terjadi di Kendari, Rabu (29/4/2026).

Oknum tersebut menghubungi jurnalis SIMPULINDONESIA.COM dan meminta berita dugaan pencabulan oleh oknum TNI dihapus dari media.

Dalam pesannya, ia mengaku bernama Akbar Liambo dan menyebut kasus itu sudah ditangani pihak militer.

“Om terkait berita dua minggu lalu, bisa take down. Sudah ada solusi dari Kodim,” tulisnya kepada jurnalis.

Ia juga menyatakan bahwa terduga pelaku telah diamankan dan sedang diproses di Polisi Militer Kendari.

“Iya sudah dibawa di POM, pelaku terancam berat,” lanjutnya dalam pesan tersebut.

Tak hanya itu, oknum tersebut menawarkan kerja sama kepada jurnalis dengan harapan pemberitaan bisa dihentikan.

“Saling mengerti om, saling membantu ke depan. Kita bantu, saya bantu om,” tulisnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai permintaan penghapusan berita tersebut.

Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan oknum TNI sebelumnya menjadi perhatian publik di Kendari.*

Oknum TNI Diduga Lecehkan Bocah SD di Kendari, Kini DPO

KENDARIKINI.COM – Seorang oknum anggota TNI diduga melakukan tindak asusila terhadap bocah sekolah dasar di Kota Kendari.

Kasus ini mencuat setelah ibu korban berinisial MS mengunggah keluhannya melalui akun Facebook pribadinya.

Dalam unggahan tersebut, MS meminta bantuan agar kasus yang menimpa anaknya dapat segera ditangani serius.

Ia menyebut pelaku berinisial Sertu MB, yang sebelumnya telah diperiksa di Kodim Kendari.

Menurut MS, pelaku sempat dilimpahkan ke Polisi Militer (POM) Kendari, namun diduga melarikan diri saat proses pemeriksaan.

MS mengungkapkan dugaan pelecehan terjadi sejak anaknya duduk di kelas 5 SD hingga mendekati kelulusan.

Akibat kejadian itu, kondisi mental korban disebut mengalami trauma berat hingga sempat mencoba bunuh diri.

Komandan Kodim 1417/Kendari, Kolonel Arm Danny Arianto, mengarahkan konfirmasi lebih lanjut kepada Pasi Intel.

Pasi Intel Kodim 1417 Kendari, Kapten Inf Edi Kusuma, membenarkan terduga meninggalkan lokasi pemeriksaan tanpa kembali.

Ia menyebut pelaku izin makan saat pemeriksaan, namun tidak kembali hingga saat ini.

Pihak Kodim telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pencarian terhadap yang bersangkutan.

Sementara itu, Denpom XIV/3 Kendari memastikan kasus tersebut telah ditangani sesuai prosedur hukum.

Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, menyebut pelaku belum hadir saat pelimpahan perkara.

Meski demikian, penyidikan tetap berjalan dan pelaku telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Pihak Denpom juga telah mengajukan permohonan bantuan pencarian untuk mempercepat proses penangkapan.*

RDP DPRD Sultra Memanas, PT KKU Tolak Beri Salinan Izin

KENDARIKINI.COM – Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Sultra dengan PT KKU berlangsung memanas, Rabu (29/4/2026).

RDP di ruang Toronipa DPRD Sultra awalnya berjalan tenang, namun berubah tegang saat pembahasan legalitas izin tambang.

Perwakilan PT KKU, Cipto, hanya memaparkan izin secara lisan melalui perangkat tanpa membagikan dokumen fisik.

Sikap tersebut memicu pertanyaan anggota Komisi III DPRD Sultra, Suwandi Andi, terkait transparansi data publik.

Suwandi meminta dasar hukum larangan pemberian salinan dokumen legalitas kepada DPRD sebagai wakil rakyat.

Ia menegaskan DPRD berhak mengakses data berdasarkan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.

“Kalau bisa diberi catatan foto copy untuk kebutuhan pengawasan,” tegas Suwandi dalam rapat.

Cipto menyatakan dokumen tersebut merupakan bagian dari dokumen negara yang terbatas untuk dibagikan.

Ia mengklaim perusahaan hanya dapat menunjukkan data secara lisan sesuai aturan internal perusahaan.

Pernyataan itu memicu reaksi keras dari Suwandi yang menilai sikap tersebut menghambat fungsi pengawasan DPRD.

Suwandi bahkan menyebut akan menempuh jalur lain untuk mendapatkan dokumen yang dibutuhkan.

RDP ini merupakan tindak lanjut aspirasi P3D Konawe Utara terkait dugaan aktivitas tanpa RKAB.

PT KKU membantah tuduhan tersebut dan mengklaim operasionalnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Cipto menjelaskan, perusahaan mengacu pada Surat Edaran Ditjen Minerba Nomor 2.E/HK.03/DJB/2025.

Surat tersebut memperbolehkan penambangan terbatas maksimal 25 persen sebelum RKAB disetujui.

Ia juga menyebut PT KKU telah mengantongi persetujuan RKAB 2026 sejak 14 Maret 2026.

Dengan demikian, PT KKU menegaskan operasional tambang berada dalam koridor perizinan yang sah.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti