Kamis, Juli 23, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 32

Gubernur Sultra dan KASAU Tinjau Pameran HUT ke-62

KENDARIKINI.COM — Pemprov Sultra menggelar pameran pembangunan untuk mempromosikan potensi daerah pada HUT ke-62 Sultra.

Gubernur Andi Sumangerukka bersama KASAU M. Tonny Harjono meninjau stan di MTQ Kendari, Minggu (26/4/2026).

Peninjauan turut dihadiri Forkopimda, Ketua TP PKK, Wali Kota Kendari, dan pejabat terkait.

Rombongan mengunjungi berbagai stan yang menampilkan produk unggulan dari kabupaten dan kota se-Sultra.

Sebanyak 17 daerah menampilkan potensi lokal, mulai pertanian, kerajinan, kain tenun, hingga produk olahan.

Stan instansi pemerintah dan TNI juga menarik perhatian pengunjung selama kegiatan berlangsung.

Di antaranya stan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta partisipasi TNI Angkatan Laut.

Gubernur dan KASAU juga mengunjungi stan Baubau, Buton Utara, Kolaka Timur, dan Buton Tengah.

Selain itu, rombongan menyambangi stan Kolaka Utara, Konawe Kepulauan, dan Kabupaten Muna.

Kegiatan ini menjadi bagian utama perayaan HUT ke-62 Sultra yang bersifat promotif dan edukatif.

Pameran diharapkan memperkenalkan potensi daerah serta mendorong penguatan ekonomi lokal masyarakat.*

KASAU dan Gubernur Sultra Terima Gelar Adat Tolaki

KENDARIKINI.COM — Pemprov Sultra bersama DPP Lembaga Adat Tolaki menganugerahkan gelar adat kepada KASAU dan Gubernur, Minggu (26/4/2026).

Prosesi berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, dipimpin Ketua Umum DPP LAT Lukman Abunawas.

Kegiatan ini memperkuat nilai budaya lokal dalam pemerintahan serta mempererat sinergi pemerintah dan lembaga adat.

Prosesi adat digelar khidmat sesuai tradisi Tolaki, dimulai pembacaan keputusan hingga penyerahan gelar.

Rangkaian meliputi siri pinang, mombesara wonua, sumpah adat, serta penyematan taawu dan piagam gelar.

Berdasarkan SK DPP LAT Nomor 053/KPTS/DPP/LAT/IV/2026, KASAU menerima gelar Tumonda Meotalinga Bundu.

Gelar tersebut bermakna Panglima atau Penguasa Angkatan Udara dalam filosofi adat Tolaki.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dianugerahi gelar Lariwu Wuanggiha Lasawonua.

Maknanya adalah pemimpin yang perintahnya didengar dan dihormati di wilayah Wonua.

Penganugerahan ini menjadi simbol penghormatan sekaligus amanah menjaga nilai luhur adat dalam kepemimpinan.

Kegiatan dihadiri Ketua DPRD Sultra, Forkopimda, kepala daerah, TP PKK, Plh Sekda, dan tokoh adat.*

Semarak Dirgantara 2026 Kendari, Sinergi TNI AU dan Pemprov Sultra

KENDARIKINI.COM — Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menghadiri Semarak Dirgantara 2026 di Lapangan Ex-MTQ Kendari, Senin (27/4/2026).

Kegiatan ini digelar memperingati HUT ke-80 TNI AU bersama KASAU M. Tonny Harjono.

Momentum tersebut memperkuat sinergi pemerintah daerah dan TNI AU, sekaligus mengenalkan dunia dirgantara kepada masyarakat.

Gubernur menyampaikan apresiasi atas pengabdian TNI AU menjaga kedaulatan udara Indonesia selama 80 tahun.

Ia menilai profesionalisme dan pengorbanan TNI AU menjadi kontribusi penting bagi bangsa dan negara.

Gubernur juga berterima kasih kepada KASAU yang menunjuk Sultra sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini strategis untuk edukasi generasi muda tentang dunia kedirgantaraan.

Ia mengungkapkan rencana pengembangan pangkalan udara modern di Kendari untuk mendukung konektivitas daerah.

KASAU M. Tonny Harjono mengapresiasi dukungan Pemprov Sultra dan masyarakat selama kegiatan berlangsung.

Ia menegaskan TNI AU hadir tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga mendukung pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Rangkaian kegiatan meliputi bakti kesehatan, operasi katarak, pemeriksaan mata, serta bantuan kursi roda dan kacamata.

Selain itu, dilakukan penanaman pohon, edukasi bela negara, rekrutmen TNI AU, dan bazar UMKM.

Atraksi dirgantara ditampilkan melalui terjun payung 18 personel, termasuk tiga penerjun wanita.

Para penerjun membawa bendera Merah Putih, Pemprov Sultra, HUT ke-80 TNI AU, dan panji Swa Bhuwana Paksa.

Kegiatan ini bertepatan dengan HUT ke-62 Sultra, menegaskan kolaborasi pemerintah dan TNI.

Acara dihadiri Forkopimda, DPD RI, DPRD, kepala daerah, serta tokoh masyarakat Sultra.*

Nadiem Makarim Sakit, Sidang Korupsi Chromebook Ditunda

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – Sidang dugaan korupsi pengadaan Chromebook Kemendikbudristek ditunda hingga Senin, 4 Mei 2026.

Sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat batal digelar karena terdakwa Nadiem Makarim sakit dan tidak hadir.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, membenarkan ketidakhadiran terdakwa karena alasan kesehatan.

Agenda sidang sebelumnya dijadwalkan mendengarkan keterangan saksi a de charge atau saksi meringankan.

Majelis hakim memutuskan penundaan setelah mempertimbangkan kondisi terdakwa dan kelengkapan proses persidangan.

Jaksa Penuntut Umum Roy Riady menyatakan telah membacakan surat keterangan sakit di hadapan majelis hakim.

JPU menghormati kondisi medis terdakwa sebagai alasan sah ketidakhadiran dalam persidangan tersebut.

Penasihat hukum sempat meminta pemeriksaan saksi dan ahli tetap dilanjutkan tanpa kehadiran terdakwa.

Permintaan itu merujuk Pasal 201 KUHAP yang memungkinkan sidang tetap berjalan demi efisiensi.

Namun, majelis hakim memilih menunda sidang hingga terdakwa dinyatakan pulih dan dapat hadir.

Kuasa hukum Ari Yusuf Amir menyatakan kecewa karena ahli yang dihadirkan memiliki jadwal padat.

Meski demikian, pihaknya tetap menghormati keputusan hakim dan mengapresiasi langkah cepat JPU.

Saat ini, Nadiem Makarim dilaporkan menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Sidang lanjutan diharapkan berjalan lancar setelah kondisi terdakwa membaik.*

Sengketa Tapal Batas Pondidaha–Amongedo Disepakati, Pemda Konawe Bertindak

KONAWE, KENDARIKINI.COM – Aksi demonstrasi warga terkait tapal batas Pondidaha–Amongedo berujung kesepakatan bersama, setelah dialog panjang.

Pemerintah Kabupaten Konawe bersama tokoh masyarakat menandatangani nota kesepakatan penyelesaian sengketa wilayah tersebut.

Kesepakatan melibatkan ahli waris Usman Saeka, kepala desa terkait, Asisten I Pemda, Kabag Hukum, dan Fordati Sultra.

Penetapan batas wilayah akan mengacu Perda Konawe Nomor 6 Tahun 2005 dan Perbup Tahun 2008.

Dokumen tersebut menjadi dasar hukum resmi dalam penentuan dan pemasangan batas wilayah Pondidaha dan Amongedo.

Perwakilan masyarakat menyebut kesepakatan ini sebagai langkah maju mengakhiri konflik wilayah yang berlangsung lama.

Mereka menegaskan pentingnya komitmen pemerintah untuk segera merealisasikan pemasangan batas sesuai aturan berlaku.

“Aspek legal sudah jelas, kami menunggu realisasi pemasangan batas,” ujar perwakilan massa aksi.

Pemerintah Kabupaten Konawe menyatakan kesiapan menindaklanjuti dengan pemasangan patok batas secara resmi dan terukur.

Langkah ini diharapkan mencegah konflik lanjutan serta menciptakan kepastian hukum di tengah masyarakat.

Fordati Sultra menilai penyelesaian ini dapat menjadi contoh penanganan konflik agraria berbasis dialog dan hukum.

Kesepakatan tersebut diharapkan mengakhiri perbedaan persepsi serta menjaga stabilitas sosial di wilayah setempat.*

Kapolda Sultra Hadiri Upacara HUT Sultra ke-62 di Kendari

KENDARIKINI.COM – Upacara HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara berlangsung khidmat di Lapangan Tugu Eks MTQ, Senin (27/4/2026).

Upacara dipimpin Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dan dihadiri Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko.

Sejumlah unsur Forkopimda turut hadir bersama personel TNI-Polri, pelajar, dan jajaran pemerintah daerah Kota Kendari.

Peserta mengikuti jalannya upacara dengan tertib, menunjukkan semangat kebersamaan memperingati hari jadi Bumi Anoa ke-62.

Gubernur Sultra menyampaikan peringatan ini menjadi momentum refleksi pembangunan dan penguatan sinergi antarinstansi di daerah.

Menurutnya, kolaborasi diperlukan untuk menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, serta mendorong kemajuan Sulawesi Tenggara.

Kehadiran Kapolda Sultra mencerminkan dukungan Polri terhadap pembangunan daerah dan penguatan koordinasi lintas sektor.

Peringatan HUT Sultra diharapkan mempererat persatuan serta meningkatkan semangat pengabdian seluruh elemen masyarakat.

Pemerintah berharap Sulawesi Tenggara terus berkembang menjadi daerah yang maju, aman, dan sejahtera.*

Manajemen KTV Bromo Klarifikasi Status LC, Bukan Pekerja Kontrak

KENDARIKINI.COM – Manajemen KTV Bromo Kendari akhirnya angkat bicara terkait status Lady Companion (LC), Senin (27/4/2026).

General Manager Coorporated KTV Bromo, Bagus Anggoro, menegaskan LC bukan pekerja tetap maupun kontrak.

Ia menyebut, LC bekerja dengan sistem freelance berbasis komisi atau bagi hasil.

“LC bukan PKWT atau PKWTT, melainkan tenaga freelance tanpa kontrak langsung,” tegas Bagus.

Menurutnya, skema tersebut telah sesuai ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.

Bagus menjelaskan, LC tidak terikat jam kerja seperti pekerja formal di perusahaan.

Ia juga menyebut hubungan kerja tidak mengharuskan perjanjian langsung antara LC dan manajemen.

Jika ada kontrak, kata dia, itu terjadi antara LC dengan agency atau penyalur.

“Manajemen hanya bekerja sama dengan agency, bukan langsung dengan LC,” ujarnya.

Meski begitu, pihaknya mengklaim tetap mengawasi perlindungan LC melalui pengawasan terhadap agency.

Perlindungan meliputi aspek hukum, kesehatan, ekonomi, dan sosial melalui program rutin.

Manajemen juga membantah adanya praktik perdagangan orang di lingkungan KTV Bromo.

“Isu trafficking tidak benar, kami diawasi Disnaker dan patuh aturan,” kata Bagus.

Manager KTV Bromo, Ricky, menambahkan seluruh karyawan non-LC memiliki kontrak resmi PKWT.

Pernyataan ini menjadi klarifikasi atas isu yang beredar terkait operasional KTV Bromo.*

Ditlantas Polda Sultra Layani Perpanjangan SIM dan Konsultasi Gratis

KENDARIKINI.COM – Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tenggara membuka pelayanan publik di Stand Polda Sultra, Senin (27/4/2026).

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WITA, dipimpin IPTU Enos Kadang bersama personel Ditlantas Polda Sultra.

Petugas memberikan layanan konsultasi administrasi kendaraan, meliputi STNK, BPKB, serta sistem tilang elektronik (ETLE).

Selain itu, tersedia layanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi masyarakat yang berkunjung ke stand.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, terutama dalam memanfaatkan layanan konsultasi yang dinilai informatif dan membantu.

Personel juga aktif memberikan edukasi terkait tertib berlalu lintas dan penggunaan layanan digital Polri.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa kendala berarti.

Kegiatan ini menjadi upaya Ditlantas Polda Sultra mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat secara langsung.

Diharapkan, masyarakat semakin mudah mengakses layanan kepolisian dan sadar pentingnya administrasi serta keselamatan berkendara.*

Beasiswa Rp1,8 Miliar Gubernur Sultra untuk 150 Mahasiswa

KENDARIKINI.COM – Beasiswa Rp1,8 miliar dari Gubernur Sultra akan disalurkan kepada mahasiswa terpilih tahun ini.

Dana tersebut bersumber dari dana pribadi Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka.

Gubernur Sultra Mayjend TNI (Purn) Andi Sumangerukka melalui Kepala Dinas Kominfo Sultra, Andi Syahrir, menyebut penerima diseleksi dari 3.000 pelamar sebelumnya.

“Tidak ada rekrutmen baru. Seleksi dari 3.000 pelamar yang sudah mendaftar,” ujarnya, Senin, 27 April 2026.

Sebanyak 150 mahasiswa akan menerima beasiswa dengan total anggaran Rp1,8 miliar.

Rinciannya, 100 mahasiswa S1, 30 mahasiswa S2, dan 20 mahasiswa S3.

Mahasiswa S1 menerima Rp7,5 juta, S2 Rp15 juta, dan S3 Rp30 juta per orang.

Andi Syahrir menegaskan dana beasiswa diterima utuh tanpa potongan.

“Jika ada pemotongan, segera laporkan ke tim khusus Gubernur,” tegasnya.

Ia menjelaskan penggunaan dana pribadi untuk mempercepat penyaluran bantuan pendidikan.

Beasiswa dari APBD 2026 masih terhambat administrasi penganggaran.

Realisasi anggaran pemerintah direncanakan melalui APBD Perubahan Tahun 2026.

Menurutnya, penggunaan anggaran negara harus mengikuti regulasi ketat dan berisiko hukum.

Sementara dana pribadi lebih fleksibel untuk segera membantu mahasiswa.

Program ini diumumkan Gubernur saat acara undian Bank Sultra di MTQ Kendari.

Penyaluran beasiswa dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026 mendatang.*

Koalisi Save Routa Tolak Tambang Nikel Tanpa Smelter di Sultra

KENDARIKINI.COM – Koalisi Besar Save Routa Sulawesi Tenggara menyatakan sikap tegas terhadap aktivitas PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM).

Mereka menolak eksploitasi 27 juta ton nikel tanpa pembangunan smelter di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe.

Koalisi menilai kekayaan sumber daya alam Sultra belum memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Menurut mereka, aktivitas pertambangan justru diduga menguntungkan investor dan merugikan daerah serta masyarakat lokal.

PT SCM disebut berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan kewajiban membangun smelter yang tertuang dalam dokumen AMDAL.

Namun, hingga kini pembangunan smelter belum direalisasikan meski kuota RKAB diberikan sejak 2022.

Koalisi menilai hal tersebut sebagai bentuk pelanggaran dan pembangkangan terhadap negara.

Selain itu, kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah dinilai sangat kecil, sekitar Rp43 juta per tahun.

Koalisi juga menyoroti konflik horizontal yang muncul sejak kehadiran perusahaan di wilayah Routa.

Atas kondisi tersebut, mereka mendesak Presiden mencabut status PSN PT SCM.

Menteri ESDM juga diminta membatalkan kuota RKAB 2026 dan melakukan audit menyeluruh.

Gubernur Sultra didorong mengusulkan pencabutan IUP serta BPK diminta memeriksa dugaan kerugian negara.

Koalisi menegaskan akan menutup aktivitas perusahaan jika tuntutan tidak diindahkan.

Pernyataan sikap ini disampaikan di Kendari, Senin 27 April 2026.*

RDP DPRD Sultra: Longsor PT Almharig Tak Rusak Sumber Air

KENDARIKINI.COM – DPRD Sultra menggelar RDP terkait longsor di wilayah IUP PT Almharig, Senin, 27 April 2026.

Rapat dihadiri Wakil Bupati Bombana, OPD, pemerintah kecamatan, serta pihak perusahaan terkait.

Hasil RDP mengungkap longsor tidak berdampak pada sumber mata air warga di sejumlah wilayah terdampak.

Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Teomokole, Rahampu’u, Sikeli, Baliara, Baliara Selatan, dan Desa Langkema.

Plt Kadis DLH Bombana, Arnidar, memastikan tidak ditemukan mata air rusak atau mengering.

“Mata air yang dikatakan rusak dan kering tidak kami temukan,” tegas Arnidar.

Ia menyebut sumber air warga masih aman dan layak dikonsumsi hingga saat ini.

Meski begitu, DLH merekomendasikan perusahaan segera menangani longsor di area sump.

Anggota DPRD Sultra, Suwandi Andi, menyatakan longsor bukan terjadi di aktivitas tambang utama.

Ia menjelaskan DLH tidak menemukan air keruh saat turun langsung ke lokasi.

Menurutnya, persoalan terjadi di jalan hauling yang memiliki kemiringan cukup tinggi.

Suwandi juga menyinggung adanya pihak yang menghambat penanganan longsor oleh perusahaan.

Ia menegaskan PT Almharig berstatus Clear and Clean serta rutin melaporkan kondisi lingkungan.

Direktur PT Almharig, Basmala Septian Jaya, menyatakan siap menindaklanjuti rekomendasi RDP.

Ia memastikan perusahaan akan mengikuti arahan tim terpadu DLH dan Inspektur Tambang.

Basmala menyebut longsor merupakan kondisi force majeure yang tidak diinginkan semua pihak.

Perusahaan, lanjutnya, tetap berkomitmen menjalankan aturan serta bertanggung jawab atas penanganan.

Ia juga mengungkap upaya penanganan sempat terhambat oleh kelompok masyarakat tertentu.

Perusahaan berharap dukungan semua pihak agar penanganan segera dilakukan dan mencegah longsor susulan.*

Aksi Jilid II Desak Kejati Tetapkan Bupati Bombana sebagai Tersangka

KENDARIKINI.COM – DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Sulawesi Tenggara menggelar aksi jilid II, Senin, 27 April 2026.

Aksi ini mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra menetapkan Bupati Bombana, Burhanuddin, sebagai tersangka dugaan korupsi.

PPWI menyebut aksi tersebut sebagai bentuk konsistensi mengawal kasus korupsi yang merugikan keuangan negara miliaran rupiah.

Massa aksi tidak ditemui pihak Kejati Sultra saat menyampaikan aspirasi di kantor kejaksaan.

PPWI menegaskan akan melanjutkan aksi serupa hingga melapor ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Sebelumnya, desakan serupa disampaikan PPWI Sultra pada Rabu, 22 April 2026.

Desakan itu merujuk pada surat perintah penahanan yang diduga diterbitkan Kejati Sultra.

Surat tersebut bernomor 04/RP-9/P.3.13/Ft.1/022024 dan mencatut nama Burhanuddin.

PPWI menduga Burhanuddin terlibat korupsi proyek jembatan Sungai Cira Uci II, Buton Utara.

Nilai proyek tersebut mencapai Rp2,13 miliar pada Tahun Anggaran 2021.

Dugaan keterlibatan muncul saat Burhanuddin menjabat sebagai KPA dan PPK.

Namun, penyidik Kejati Sultra, Arie, membantah keaslian surat tersebut.

Ia menegaskan stempel dan tanda tangan dalam surat bukan diterbitkan pihak kejaksaan.*

MBG Laporkan Enam Jaksa Kasus Cirauci ke Komisi Kejaksaan

KENDARIKINI.COM – Masyarakat Butur Menggugat (MBG) melaporkan enam jaksa ke Komisi Kejaksaan RI, Senin, 27 April 2026.

Laporan itu terkait dugaan mafia perkara dalam penanganan kasus Nomor 15/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Kdi.

MBG menilai ada pihak dalam perkara tidak ditetapkan tersangka oleh Jaksa Penuntut Umum.

Enam jaksa yang dilaporkan berinisial PAJ, RA, KZA, AER, FHN, dan HR.

Dalam perkara tersebut, saksi Burhanuddin selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tidak dijadikan tersangka.

Padahal, dalam surat dakwaan disebut keterlibatannya aktif sejak awal hingga akhir proyek.

Koordinator MBG, Zaiddin Ahkam, menilai ada indikasi penyelamatan terhadap Burhanuddin.

Menurutnya, Burhanuddin disebut “bersama-sama” dengan terdakwa dalam dakwaan primair.

Ia juga dinilai lalai karena tidak mengambil langkah saat kontrak proyek dalam kondisi kritis.

Bahkan, Burhanuddin menyetujui addendum kontrak meski kemampuan penyedia jasa diragukan.

MBG juga menyoroti dugaan pelanggaran kode etik jaksa dalam penanganan perkara tersebut.

Hal itu merujuk Pasal 6 dan Pasal 8 Kode Etik Jaksa terkait integritas dan profesionalitas.

Zaiddin menegaskan, tanggung jawab pidana tidak seharusnya hanya dibebankan pada penyedia jasa.

Ia mempertanyakan alasan jaksa tidak menetapkan pihak lain sebagai tersangka.

Perkara ini terkait dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Sungai Cirauci II, Buton Utara.

MBG menyatakan akan mengawal laporan agar penegakan hukum berjalan transparan dan akuntabel.*

Bromo KTV Kendari Disorot, LC Bekerja Tanpa Kontrak dan Gaji

KENDARIKINI.COM – Karaoke Bromo KTV dan Resto Kendari disorot karena mempekerjakan Lady Companion (LC) tanpa kontrak kerja.

Sorotan tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kota Kendari, Senin, 27 April 2026.

Perwakilan manajemen, Bagus, mengakui LC tidak dipekerjakan dengan status kontrak resmi.

Menurutnya, LC tidak digaji karena tidak terikat sebagai tenaga kerja formal di perusahaan tersebut.

“Kita tidak menggaji mereka karena tidak terikat resmi, tapi tetap kami lindungi dan awasi,” ujar Bagus.

Ia menambahkan, seluruh pekerja sebelumnya melalui proses seleksi dan pelatihan sebelum mulai bekerja.

Bagus juga berharap pekerja menjaga etika sesuai standar yang telah ditetapkan manajemen.

Sementara itu, anggota DPRD, Tie Saranani, menilai praktik tersebut bermasalah secara ketenagakerjaan.

Ia menyebut pekerja tanpa kontrak dan gaji tetap berpotensi masuk kategori pekerja ilegal.

“Tidak digaji dan hanya bergantung pada minuman, itu bisa dikategorikan ilegal,” tegasnya.

Tie menegaskan, pekerja berhak atas kontrak kerja sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Aturan tersebut mencakup PKWT maupun PKWTT sesuai UU Ketenagakerjaan dan regulasi pengupahan.

Kasus ini menjadi perhatian DPRD untuk memastikan perlindungan hak pekerja di sektor hiburan.*

HUT Sultra ke-62, Gubernur Tekankan Persatuan dan Kemandirian

KENDARIKINI.COM – Upacara HUT ke-62 Sulawesi Tenggara digelar di Lapangan Eks MTQ Kendari, Senin (27/4/2026).

Momentum ini menegaskan pentingnya persatuan dan kemandirian berbasis potensi lokal di tengah keberagaman masyarakat.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan tersebut.

Hadir jajaran Forkopimda, kepala daerah, serta masyarakat, termasuk Wali Kota Kendari Siska Karina Imran.

Peringatan tahun ini dirangkaikan dengan Hari Otonomi Daerah ke-30 dan Semarak Dirgantara TNI AU.

Kolaborasi sipil dan militer terlihat dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh kebangsaan.

Gubernur mengajak masyarakat mengenang perjalanan Sultra sejak berdiri pada tahun 1964.

Ia menyebut capaian pembangunan saat ini merupakan hasil kontribusi para pemimpin terdahulu.

Menurutnya, penghargaan layak diberikan kepada tokoh yang telah meletakkan fondasi pembangunan daerah.

Ia menegaskan tantangan ke depan menuntut pengelolaan bijak sumber daya dan keberagaman sosial.

Perbedaan suku, agama, dan budaya dinilai sebagai kekuatan untuk mendorong kemajuan bersama.

Gubernur juga menekankan pentingnya kemandirian daerah melalui tata kelola pemerintahan yang efektif.

Sinergi pemerintah dan masyarakat dinilai kunci menghadirkan pembangunan berkeadilan dan berkelanjutan.

Ia mengajak momentum HUT dijadikan refleksi untuk memperbaiki tata kelola pembangunan daerah.

Di luar upacara, Semarak Dirgantara menarik perhatian masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Atraksi terjun payung, parade motor, hingga paralayang meramaikan langit Kota Kendari.

Rangkaian ini sekaligus menandai puncak HUT ke-80 TNI AU yang berlangsung di Sultra.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI M Tonny Harjono.*

Aktivis Sultra Demo KPKNL Kendari, Soroti Dugaan Lelang Bermasalah

KENDARIKINI.COM – Konsorsium Aktivis Sultra Bersatu menggeruduk Kantor KPKNL Kendari, Senin (27/4/2026).

Aksi ini menyoroti dugaan ketidaksesuaian prosedur dalam lelang aset milik debitur Samsu Umar Abdul Samiun.

Orator aksi, Arnol Ibnu Rasyid, menilai proses lelang tersebut mengandung sejumlah kejanggalan serius.

Ia menyebut objek lelang diduga belum memenuhi prinsip clean and clear secara hukum dan penguasaan fisik.

Menurutnya, kondisi itu berpotensi memicu konflik antara pemenang lelang dengan pihak yang masih menguasai objek.

Arnol menjelaskan, dua objek tanah dilelang dengan status “apa adanya” atau as is.

Objek tersebut yakni tanah 2.150 meter persegi SHM 02227 dan 1.225 meter persegi SHM 01094.

Keduanya diumumkan dalam pengumuman lelang tertanggal 6 April 2026 oleh pihak KPKNL Kendari.

Ia menilai klausul “as is” bukan sekadar administratif, melainkan indikasi potensi masalah hukum.

Menurutnya, penggunaan klausul tersebut berisiko mengalihkan tanggung jawab kepada peserta lelang.

Hal ini dinilai dapat merugikan publik akibat minimnya transparansi kondisi riil objek lelang.

Aktivis juga menyoroti pentingnya keterbukaan dalam penetapan pemenang lelang oleh penyelenggara.

Mereka mendesak KPKNL Kendari memastikan proses lelang berjalan transparan dan akuntabel.

Dalam tuntutannya, massa meminta pembatalan lelang yang belum memenuhi prinsip clean and clear.

Khususnya pada objek dengan kode lot ERVD5D dan 3KLMMV yang telah diumumkan sebelumnya.

Selain itu, mereka meminta penjelasan resmi terkait penggunaan klausul “as is” dalam lelang tersebut.

Massa juga mendesak KPKNL mengungkap kondisi riil objek serta dasar hukum yang digunakan.*

Polwan Sultra Sabet Tiga Medali Taekwondo di Jepang

KENDARIKINI.COM – Prestasi membanggakan ditorehkan personel Polda Sulawesi Tenggara di ajang internasional Taekwondo di Osaka, Jepang.

Bripda Risky Irma Suryani dari Ditresnarkoba Polda Sultra meraih tiga medali pada 22nd WATA Open International Championship.

Kejuaraan tersebut berlangsung 24–27 April 2026 dan diikuti atlet dari berbagai negara.

Risky meraih Juara I kategori Individual Poomsae Putri dan Juara I kategori Poomsae Pair.

Ia juga meraih Juara II pada kategori beregu putri, melengkapi capaian gemilangnya.

Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko melalui Kabid Humas Kombes Pol Iis Kristian menyampaikan apresiasi.

Menurut Iis, prestasi itu membuktikan personel Polri mampu berprestasi di tingkat dunia.

Ia menegaskan, capaian tersebut tidak mengganggu tugas utama sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.

Polda Sultra berharap prestasi ini memotivasi personel lain untuk mengembangkan potensi diri.

Selain itu, keberhasilan Risky diharapkan menginspirasi generasi muda untuk berprestasi di bidang olahraga.

Bripda Risky diketahui aktif berlatih bersama komunitas Kendari Taekwondo Squad.

Prestasinya menambah daftar atlet Sulawesi Tenggara yang berkiprah di panggung internasional.*

Perbaikan Jalan Konsel-Lapoa Diusul Lewat Inpres Jalan Daerah

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus mengupayakan perbaikan jalan rusak di berbagai wilayah.

Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah ruas Batas Konsel-Lapoa sepanjang sekitar 26 kilometer.

Ruas jalan di Kecamatan Lalembuu itu baru tertangani sekitar lima kilometer dari arah Lapoa.

Kepala Dinas Kominfo Sultra, Andi Syahrir, menyebut perbaikan jalan menjadi prioritas pemerintah daerah.

Menurutnya, berbagai pendekatan dilakukan di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah.

Pemprov juga mendengarkan aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan rusak di sejumlah daerah.

Hal itu mencerminkan harapan publik terhadap kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka.

Khusus ruas Konsel-Lapoa, perbaikan diusulkan melalui Program Inpres Jalan Daerah (IJD).

Program tersebut dibiayai APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

Pembahasan awal dengan Kementerian PU dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.

Agenda itu membahas persetujuan, penanganan, waktu pelaksanaan, dan anggaran proyek.

Sebelumnya, pembahasan juga dilakukan saat Festival Bokori pada 25 April 2026.

Kegiatan itu melibatkan Dinas Bina Marga Sultra dan Bupati Konsel Irham Kalenggo.

Pemprov berharap usulan tersebut mendapat respon positif dari pemerintah pusat.

Perbaikan infrastruktur tetap menjadi agenda prioritas pembangunan di Sultra.*

KPI Sultra Kutuk Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi IAI Rawa Opa

KENDARIKINI.COM – Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Sulawesi Tenggara mengecam dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi Institut Agama Islam Rawa Opa, Konawe Selatan.

Sekretaris Wilayah KPI Sultra, Merlin Yanti Guluh, menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus yang mencoreng dunia pendidikan tersebut.

Ia menegaskan, dugaan pelecehan terhadap mahasiswi harus ditangani serius dan diproses sesuai hukum berlaku.

“Kami mengutuk keras. Kasus ini harus diproses hukum agar tidak terulang di lingkungan kampus,” tegas Merlin, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, penanganan yang tegas penting untuk mencegah munculnya korban baru di masa mendatang.

Kasus ini sebelumnya menimpa mahasiswi berinisial AR yang diduga menjadi korban pelecehan seksual.

Terduga pelaku disebut merupakan pendiri yayasan berinisial AA yang menaungi kampus tersebut.

Saat ini, laporan dugaan pelecehan tersebut telah diajukan ke Polda Sultra untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

KPI Sultra berharap aparat penegak hukum bertindak profesional dan memberikan keadilan bagi korban.

Sementara itu, Wakil Rektor III IAI Rawa Opa, Sardin, mengaku belum mengetahui insiden tersebut.

Ia menyebut, jika peristiwa terjadi di luar kegiatan akademik, maka menjadi tanggung jawab pribadi.

Namun, jika terkait aktivitas kampus, maka akan berkaitan dengan institusi pendidikan.*

Damkar Kendari Evakuasi Kucing Terjebak di BTN Grand Boulevard

KENDARIKINI.COM – Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kendari mengevakuasi kucing terjebak di BTN Grand Boulevard, Minggu (26/4/2026) malam.

Laporan diterima pukul 22.20 WITA melalui call center 112 dari warga bernama Wa Ode Aizah.

Petugas segera merespons laporan tersebut dengan mengerahkan Tim Rescue menuju lokasi kejadian.

Tim berangkat pukul 22.23 WITA dan tiba di lokasi sekitar pukul 22.46 WITA.

Setibanya di TKP, petugas langsung melakukan peninjauan dan menyiapkan proses evakuasi secara aman.

Kucing yang terjebak berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan tanpa kendala berarti.

Proses evakuasi dinyatakan selesai pada pukul 23.10 WITA dalam situasi terkendali.

Setelah memastikan kondisi aman, tim kembali ke Markas Komando Damkar Kendari.

Lokasi kejadian berada di Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, dengan jarak sekitar 11 kilometer dari markas.

Operasi didukung unit rescue, senter, tangga, dan sarung tangan, dengan kondisi cuaca cerah.

Kegiatan dipimpin Komandan Regu Penyelamatan Peleton 3, Muhamad Sumarjan.*

WALHI Sultra Soroti Ketimpangan Regulasi dalam Gerakan Perempuan

KENDARIKINI.COM – WALHI Sulawesi Tenggara menggelar dialog publik refleksi gerakan perempuan, Minggu (26/4/2026).

Kegiatan berlangsung di Diploma Coffee, Jalan HEA Mokodompot, wilayah Kelurahan Lalolara dan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

Diskusi menghadirkan narasumber Merlin Yanti Guluh, Marieni, Hasnawati, Cristien, dan Nursada, dipandu Fitra Wahyuni.

Forum ini membahas berbagai persoalan hak perempuan, baik pada tingkat nasional maupun daerah di Sulawesi Tenggara.

Bidang Advokasi dan Kampanye WALHI Sultra, Fitra Wahyuni, menyoroti masih tingginya pelanggaran HAM terhadap perempuan.

Menurutnya, ketimpangan struktural regulasi dari pusat hingga daerah menjadi salah satu penyebab utama persoalan tersebut.

“Kami melihat regulasi nasional yang turun ke daerah masih meminggirkan peran perempuan,” ujar Fitra Wahyuni.

Ia menambahkan, perempuan adat, ibu rumah tangga, hingga buruh kerap terdampak kuatnya budaya patriarki.

Selain itu, WALHI Sultra menegaskan komitmen memperkuat konsolidasi gerakan bersama berbagai elemen masyarakat.

Mahasiswa dan kelompok sipil didorong terlibat aktif menyuarakan hak perempuan di ruang publik strategis.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat advokasi dan mendorong kebijakan yang lebih adil bagi perempuan.*

Damkar Kendari Evakuasi Sarang Tawon di Rahandouna

KENDARIKINI.COM – Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kendari mengevakuasi sarang tawon di Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Minggu (26/4/2026).

Laporan diterima pukul 11.14 WITA dari warga bernama La Mashuri yang merasa terancam keberadaan sarang tawon di teras rumahnya.

Sarang tersebut dinilai berpotensi mengganggu aktivitas serta membahayakan keselamatan penghuni rumah dan warga sekitar.

Tim Rescue Damkar Kendari berangkat menuju lokasi pukul 18.30 WITA dan tiba di tempat kejadian pukul 18.55 WITA.

Dengan peralatan lengkap, petugas segera melakukan peninjauan dan menyiapkan proses evakuasi sarang tawon secara aman.

Proses evakuasi berlangsung lancar dan terkendali, hingga akhirnya dinyatakan selesai pada pukul 19.20 WITA.

Humas Damkar Kendari, Martoyo Awaluddin, menyampaikan seluruh proses berjalan tanpa kendala berarti.

Setelah memastikan kondisi aman, tim kembali ke Markas Komando Damkar Kota Kendari.

Lokasi evakuasi berada di Lorong PDAM dengan jarak sekitar 9,7 kilometer dari markas, berdasarkan Google Maps.

Operasi didukung unit rescue, senter, serta bahan bakar pertalite, dengan kondisi cuaca cerah selama penanganan.

Kegiatan dipimpin Komandan Regu Penyelamatan Peleton 1, Muhamad Sumarjan.*

Musda JMSI Sumsel Aklamasi Firdaus Komar Ketua 2025–2030

PALEMBANG, KENDARIKINI.COM – Musyawarah Daerah (Musda) JMSI Sumatera Selatan berlangsung lancar, demokratis, dan penuh kekeluargaan, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan digelar di Citra Grand City dan menjadi momentum penting menentukan arah kepemimpinan media siber di Sumsel.

Musda dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka Ketua Umum JMSI Teguh Santosa yang hadir langsung dari Jakarta.

Sebanyak 12 pimpinan media anggota JMSI Sumsel dari berbagai daerah turut hadir bersama sejumlah peninjau undangan.

Plt Ketua JMSI Sumsel, Iqbal Irsyad, menekankan pentingnya soliditas organisasi menghadapi tantangan industri media digital.

Agenda utama Musda adalah pemilihan Ketua Pengda JMSI Sumsel periode 2025–2030 melalui mekanisme sidang resmi.

Dalam tahap pencalonan, nama Firdaus Komar muncul sebagai satu-satunya kandidat yang diusulkan peserta.

Seluruh pemilik hak suara sepakat memilih Firdaus Komar secara aklamasi sebagai ketua JMSI Sumsel.

Keputusan tersebut disahkan pimpinan sidang melalui pengetukan palu sebagai tanda resmi hasil Musda.

Ketua Umum JMSI Teguh Santosa mengapresiasi jalannya Musda yang dinilai mencerminkan kedewasaan organisasi pers.

Ia menegaskan pentingnya menjaga etika, musyawarah, dan percepatan verifikasi media ke Dewan Pers.

Firdaus Komar menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh anggota JMSI Sumsel.

Ia berkomitmen membangun organisasi secara kolektif, inklusif, dan memperkuat kolaborasi antaranggota.

Fokus program meliputi peningkatan kapasitas jurnalis, verifikasi perusahaan pers, dan kerja sama strategis dengan pemerintah.

Musda ditutup dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen memperkuat organisasi ke depan.*

Pemakaman Asruddin Berlangsung Khidmat, Kajati Sulsel Wakili Pelepasan

PINRANG – Prosesi pemakaman Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti, Asruddin, berlangsung khidmat di Kabupaten Pinrang.

Jenazah almarhum diberangkatkan dari RSUD Daya Makassar, Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 16.30 WITA menuju rumah duka.

Rumah duka berada di Lappa-Lappae, Kelurahan Telumpanua, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang.

Upacara pelepasan jenazah secara kedinasan digelar pada Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 12.00 WITA.

Upacara tersebut mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Pinrang, Sinrang.

Setelah prosesi kedinasan, jenazah disalatkan di Masjid Ar-Rahman setempat.

Selanjutnya, jenazah dibawa ke lokasi pemakaman di Lappa-Lappae untuk dimakamkan.

Prosesi berlangsung lancar dan penuh penghormatan dari keluarga serta jajaran kejaksaan.*

Kapolri Ajak Pemuda Persis Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

JABAR, KENDARIKINI.COM – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen bangsa menjaga stabilitas kamtibmas.

Hal itu disampaikan saat membuka Muktamar XIV Pemuda Persis di Soreang, Bandung, Sabtu, 25 April 2026.

Sigit menyoroti perkembangan teknologi yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan, termasuk misinformasi yang meresahkan masyarakat.

Selain itu, ancaman lain seperti narkoba, kejahatan siber, dan kekerasan seksual masih menjadi perhatian serius.

Menurutnya, menghadapi tantangan tersebut membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak, termasuk organisasi kepemudaan.

Ia berharap Pemuda Persis dapat bersinergi dengan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sigit menegaskan, Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen bangsa Indonesia.

Karena itu, sinergi dan soliditas Polri bersama Pemuda Persis akan terus diperkuat ke depan.

Ia juga menyinggung kondisi global yang penuh ketidakpastian dan berdampak pada berbagai sektor di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya menghadirkan program terbaik demi kepentingan masyarakat dan bangsa.

Sigit mengajak generasi muda berperan aktif menghadapi tantangan global dengan semangat kontribusi nyata.

Ia menilai, persatuan dan kesatuan menjadi kunci utama menghadapi berbagai ancaman bangsa.

Semangat kebersamaan, kata Sigit, telah terbukti saat Indonesia memperjuangkan kemerdekaan.

Dengan nilai persatuan, Indonesia diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan.*

Gubernur Sultra Buka Lomba Senam Anak Indonesia Hebat 2026

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Lomba Senam Anak Indonesia Hebat Garuda Mepekoaso 2026.

Kegiatan ini dibuka Gubernur Sultra Andi Sumangerukka di Lapangan Eks MTQ Kendari, Minggu (26/4/2026).

Peserta lomba berasal dari pelajar tingkat SMP, MTs, hingga SMA se-Sulawesi Tenggara.

Gubernur menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai edukatif dan membangun karakter generasi muda.

Ia menegaskan lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi sarana membentuk pola hidup sehat.

“Ini membangun kesehatan jasmani dan rohani, sekaligus mencetak generasi tangguh dan berdaya saing,” ujarnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian rangkaian HUT ke-62 Sultra dan peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Gubernur juga mempromosikan program SMA Unggulan di Konawe Selatan yang berstandar internasional.

Sultra menjadi salah satu dari empat provinsi penerima program sekolah unggulan nasional tersebut.

Saat ini, sekitar 500 siswa telah mendaftar, dengan progres pembangunan mencapai 25 persen.

Gubernur berharap pelajar Sultra memanfaatkan peluang pendidikan tersebut secara maksimal.

Suasana semakin meriah saat gubernur berinteraksi langsung dan membagikan hadiah kepada peserta.

Kegiatan ditutup dengan senam massal bersama sebagai simbol ajakan hidup sehat.

Turut hadir Ketua DPRD Sultra, Forkopimda, Ketua TP PKK, Tim Ahli, dan kepala OPD.*

PKK Sultra Rombak Pengurus, Fokus Efektivitas Program Kerja

KENDARIKINI.COM – TP PKK Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan penyegaran organisasi untuk sisa masa bakti 2025–2030, 16 April 2026.

Agenda ditandai pemberhentian dan pengangkatan pengurus baru dalam seremoni khidmat di Kendari.

Kegiatan dihadiri jajaran pengurus TP PKK Sultra dan dipimpin Ketua TP PKK, Arinta Andi Sumangerukka.

Arinta menegaskan perubahan organisasi adalah hal lumrah demi menjaga kinerja tetap optimal.

Menurutnya, perombakan dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi secara menyeluruh.

Penempatan pengurus baru disesuaikan kompetensi dan ketersediaan waktu masing-masing personel.

Ia berharap program PKK tidak berhenti pada perencanaan, tetapi terealisasi nyata di lapangan.

Selain itu, PKK Sultra menekankan efisiensi koordinasi agar penanganan masalah lebih cepat.

Rantai birokrasi internal dipangkas untuk mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.

Arinta mengingatkan PKK merupakan organisasi sukarela yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Pengurus diminta bekerja profesional, ikhlas, dan menghindari konflik internal yang tidak perlu.

Ia juga menegaskan PKK bukan sekadar organisasi seremonial semata.

PKK diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pemberdayaan keluarga sebagai unit terkecil.

Acara ditutup dengan foto bersama sebagai simbol estafet kepengurusan dan semangat baru membangun Sultra.*

Polres Konawe Tangkap Dua Pelaku Curanmor Yamaha Aerox

KONAWE, KENDARIKINI.COM – Satreskrim Polres Konawe mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukumnya.

Peristiwa terjadi di Desa Tetemotaha, Kecamatan Wonggeduku, Kamis 16 April 2026 sekitar pukul 05.00 WITA.

Korban kehilangan satu unit sepeda motor Yamaha Aerox New 2025 bernomor polisi DT 4191 EA.

Menindaklanjuti laporan, tim opsnal melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku.

Tim dipimpin Kanit Buser Aiptu Supahmil berhasil mengamankan dua terduga pelaku.

Pelaku pertama, C.A. (23), ditangkap Sabtu 25 April 2026 di Desa Hongoa, Kecamatan Pondidaha.

Pelaku kedua, M.A.M. (20), ditangkap Minggu 26 April 2026 di Desa Lahotutu.

Keduanya diketahui berasal dari wilayah Kecamatan Wonggeduku dan sekitarnya.

Hasil interogasi awal, pelaku mengakui mencuri motor saat situasi sepi pada dini hari.

Aksi dilakukan dengan berkeliling mencari target kendaraan tanpa pengamanan memadai.

C.A. bertindak sebagai eksekutor, sementara M.A.M. mengawasi situasi sekitar lokasi.

Setelah berhasil, pelaku membawa kabur sepeda motor hasil curian dari lokasi kejadian.

Polisi mengamankan barang bukti satu unit Yamaha Aerox New 2025 milik korban.

Kedua pelaku kini ditahan di Mapolres Konawe untuk proses hukum lebih lanjut.

Penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan curanmor lainnya.

Polres Konawe mengimbau masyarakat meningkatkan keamanan kendaraan dan kewaspadaan.*

MBM Sultra Laporkan Oknum DPRD Baubau ke Polda

KENDARIKINI.COM – Mahasiswa Banteng Muda (MBM) Sulawesi Tenggara melaporkan oknum DPRD Baubau berinisial HB ke polisi.

Laporan disampaikan ke Polda Sultra terkait dugaan sikap tak etis dan pembatasan ruang kritik mahasiswa.

Peristiwa terjadi 20 April 2026 di depan Kantor DPRD Kota Baubau dan viral di media sosial.

Video beredar menunjukkan interaksi antara massa aksi dan oknum DPRD yang dinilai emosional.

Ketua MBM Sultra, Asar Buton, menilai pejabat publik harus bersikap profesional dan proporsional.

Ia menyebut laporan ini sebagai bagian kontrol sosial terhadap penyelenggara negara.

MBM menilai respons tidak tepat dapat berdampak buruk bagi praktik demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Karena itu, MBM meminta klarifikasi dan evaluasi terbuka terhadap dugaan tindakan tersebut.

MBM juga meminta Polda Sultra melakukan verifikasi dan pendalaman secara objektif dan transparan.

Proses penanganan diharapkan berjalan terbuka guna menjaga kepercayaan publik.

MBM menegaskan komitmen pada keberimbangan informasi sesuai UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Pihaknya membuka ruang klarifikasi bagi terlapor untuk menghindari kesalahpahaman publik.

MBM memastikan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dalam kasus ini.

Organisasi itu akan mengawal proses hingga ada kejelasan dan pertanggungjawaban hukum.*

OPINI: 62 Tahun Sultra, Harmoni Ditengah Ironi

0

Oleh: Falihin Barakati, Wakil Ketua PW IKA PMII Sultra

Sulawesi Tenggara yang disingkat dengan nama Sultra. Sebuah provinsi yang terletak di kaki Pulau Sulawesi. Telah 62 tahun berdiri sebagai sebuah daerah otonom. Usia yang tidak lagi muda sebagai suatu provinsi dengan berbagai dinamika yang telah dilalui.

Di hari perayaan 62 tahun lahirnya provinsi yang dijuluki Bumi Anoa ini, ada diksi yang menarik yang membaluti konsep perayaan HUT tahun ini, yaitu “Harmoni Sultra”. Yang kemudian menjadi tema besar: ” Harmoni Sultra, Produktif untuk Sultra Sejahtera”.

Saya meyakini di dalam pilihan kata “Harmoni” tersirat harapan besar dari Pemerintah Daerah Sultra sebagai penyelenggara kegiatan agar terbangun harmonisasi di tengah-tengah masyarakat Sultra. Untuk menguatkan keyakinan serta membaca harapan itu, mesti ada pemaknaan yang lebih mendalam dengan mengaitkan teks dan konteks. Bahkan dalam ilmu hermeunetika kontemporer, dialektika teks dan konteks tidak lah cukup, tetapi mesti juga dibarengi dengan kesadaran.

Olehnya itu, agar perayaan HUT ke-62 tahun ini memiliki nilai dan tidak terjebak pada euforia belaka maka perlu bagi kita untuk memaknai dan merefleksi usia enam dasawarsa lebih ini. Salah satunya melalui kata dalam tema yang diusung yaitu “Harmoni”, agar diksi ini bisa kita lihat bukan hanya dalam teks, tapi juga dalam konteks atau realitas sehingga bisa membangun kesadaran kolektif kita. Untuk memaknai kata ” Harmoni”, saya menggunakan dua pendekatan dengan melihat ironi di tengah masyarakat Sultra.

Pertama, pendekatan Sosial-Kemasyarakatan. Secara literal, harmoni merupakan suatu keserasian atau keselarasan. Dalam konsep sosial bisa dimaknai sebagai keadaan dimana kehidupan masyarakat yang hidup rukun, damai dan saling menghormati di tengah keberagaman.

Kita ketahui bersama, masyarakat yang hidup di Sultra sangat beragam baik dari segi suku, ras ataupun agama. Kemajemukan ini menjadi kekayaan sosial masyarakat jika mampu dipersatukan dan dirawat dengan baik. Namun yang menjadi ironi di tengah keberagaman itu, isu SARA masih saja berseliweran. Bahkan menyasar orang nomor satu di Sultra, Andi Sumangerukka (ASR) yang notabennya berdarah asli Sulawesi Selatan. Serangan isu SARA terhadap Gubernur ASR dimulai sewaktu momen Pilgub 2024 yang sampai sekarang masih terdengar di telinga. Antara asli Sultra dan tidak asli Sultra. Antara pendatang dan pribumi.

Jika isu ini terus dirawat, maka bukan hanya tidak sehat bagi kehidupan demokrasi kita, tetapi juga tidak baik bagi kehidupan sosial kemasyarakatan kita. Toh keberhasilan ASR sebagai Gubernur tidak akan dinilai dari suku mana dia berasal, tetapi sejauh mana dia mampu mensejahterakan masyarakat Sultra. Dalam kaidah fiqihnya disebut:” ‘ ‘ “.. Bahwa kebijakan atau tindakan seorang pemimpin terhadap rakyatnya harus dilihat dari sejauh mana membawa kemaslahatan atau kesejahteraan rakyatnya. Bukan ditentukan dari asal suku, agama ataupun identitas lainnya. Maka dibutuhkan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Sultra agar tidak terpecah belah karena isu SARA.

Kedua, pendekatan Ekonomi-Sumber Daya Alam. Dalam pendekatan ini, harmoni dapat dimaknai sebagai keselarasan antara kekayaan sumber daya alam Sultra dan keadaan ekonomi masyarakat. Salah satu kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Sultra adalah nikel, bahkan Sultra menjadi salah satu provinsi dengan cadangan nikel terbesar di Indonesia. Maka tidak heran banyak aktivitas pertambangan dan pabrik-pabrik besar pengelolaan nikel berdiri di Sultra. Namun apakah kekayaan ini juga membawa kesejahteraan bagi masyarakat Sultra? Situasi ini yang menjadi ironi.

Secara statistik, tingkat kemiskinan di Sultra tahun 2025 ada pada angka 10,14% atau 295,31 ribu dari total jumlah penduduk Sultra. Masih cukup tinggi. Jika dilihat peringkat nasional, berada pada urutan ke-22 dari 38 provinsi. Itu masih dari angka kemiskinan yang tercatat dalam statistik. Belum dilihat secara realitas di lapangan yang terkadang buat kita mengernyitkan dahi sambil bertanya, mengapa daerah sekaya ini dengan sumber daya alam melimpah masih banyak masyarakat miskin? Atau mungkin kah ini yang disebut oleh Richard Auty sebagai , kutukan sumber daya alam. Suatu fenomena paradoks dimana wilayah yang kaya akan sumber daya alam (minyak, gas, batu bara, mineral dsbg) tetapi kemiskinan tinggi, ketimpangan ekonomi dan masalah sosial. Semoga tidak.

Ini yang menjadi tugas berat Pemda Sultra di bawah kepemimpinan ASR yaitu mengharmonikan antara kekayaan sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat Sultra.

Dengan dua pendekatan ini, baik Sosial-Kemasyarakatan maupun Ekonomi-Sumber Daya Alam sudah cukup bagi kita untuk memaknai “Harmoni Sultra” serta membangun kesadaran kolektif di usia 62 tahun Sultra saat ini sehingga kita bisa berupaya bersama-sama mewujudkan harmoni di tengah ironi. Bukan saling menjatuhkan apalagi membiarkan ironi itu bertahan lama. Bukankah lebih baik menyalakan lilin di tengah kegelapan daripada menghardik kegelapan itu sendiri?

Selamat HUT Sultra ke-62 tahun. Harmoni Sultra, Produktif untuk Sultra Sejahtera.*

OPINI: JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma

0

Oleh: Dr. Teguh Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

KITA hidup di era ketika kecepatan mengalahkan kedalaman, dan sensasi mengalahkan substansi. Disrupsi digital yang semula dijanjikan sebagai demokratisasi informasi justru melahirkan paradoks: ruang publik semakin bising, tetapi semakin miskin makna.

Dominasi algoritma media sosial telah mengubah cara masyarakat Indonesia memproduksi dan mengonsumsi informasi. Algoritma tidak peduli pada kebenaran. Ia hanya peduli pada engagement: klik, komentar, dan share.

Akibatnya, muncul fenomena yang saya sebut “budak algoritma”. Kita bukan lagi pengguna platform, melainkan pekerja sukarela yang terus memberi makan mesin dengan emosi, amarah, dan drama. Sebab hanya itulah yang membuat algoritma menghujani kita dengan spotlight di atas panggung.

Dalam logika algoritma, yang viral belum tentu benar. Yang benar belum tentu viral. Dan perlahan, masyarakat kita mulai percaya bahwa yang viral itulah kebenaran. Dramatisasi menjadi mata uang baru diskursus publik.

Kasus pemotongan pernyataan Jusuf Kalla tentang konflik Poso adalah contoh terbaru tentang hal ini. Dalam sebuah forum rekonsiliasi, JK menjelaskan akar konflik Poso yang kompleks: ada faktor politik, ekonomi, ketimpangan, dan provokasi. Beliau menegaskan konflik itu bukan semata-mata agama.

Kalimat JK dipotong. Diambil hanya bagian saat beliau menyebut “ada kelompok dari luar yang membawa simbol agama”. Potongan 11 detik itu kemudian dijahit dengan gambar kerusuhan lama. Narasi baru yang dikembangkan: “JK tuduh umat agama tertentu biang kerusuhan Poso”. Tentu ini menyesatkan lagi membahayakan.

Potongan itu viral. Akun-akun anonim menyebarkannya dengan tagar provokatif. JK diframe sebagai tokoh yang melahirkan kebencian berdasarkan agama. Padahal konteks utuh pidato JK justru mengajak belajar dari kisah buruk di masa lalu untuk mempertahankan rekonsiliasi dan menolak stigmatisasi agama.

Apa yang dilakukan penyebar “narasi baru” kisah kerusuhan Poso bukan sekadar misinformasi. Ini malinformasi yang disengaja: mengambil fakta parsial untuk menciptakan kebohongan utuh. Tujuannya bukan mencari kebenaran, tapi menciptakan musuh bersama demi trafik dan mobilisasi kebencian.

Pakar komunikasi Marshall McLuhan pernah mengingatkan, “The medium is the message”. Di era algoritma, kalau kita pertajam pesannya jadi begini: “The algorithm is the message”.

Kata Profesor University of Toronto, Kanada ini, bentuk lebih menentukan daripada isi. Video 15 detik yang memancing marah mengalahkan esai 1.500 kata yang membuka diskursus dan mengajak berpikir.

Filsuf Harry Frankfurt dalam esai “On Bullshit” (2005) pernah menulis perbedaan antara “pembohong” dan “pembual”. Tulis Profesor Emeritus Princeton University itu kira-kira “pembohong” masih peduli pada kebenaran, karena ia harus tahu yang benar untuk menyembunyikannya. Sementara “pembual” tidak peduli sama sekali pada kebenaran. Ia hanya peduli efek. Dalam konteks inilah, kesetiaan pada algoritma dapat kita katakan telah melahirkan jutaan pembual digital.

Dilema komunikasi publik hari ini adalah ketika publik lebih nyaman dengan ilusi yang memuaskan biasnya daripada kebenaran yang menuntutnya berpikir. Dengan sendirinya demokrasi deliberatif menjadi mustahil. Ruang publik berubah jadi arena gladiator emosi.

Media arus utama pun terkadang tidak imun. Tekanan trafik memaksa sebagian redaksi ikut dalam perlombaan dramatisasi. Judul dibuat menjebak. Potongan video diunggah tanpa verifikasi konteks. Fungsi jurnalisme bergeser dari watchdog menjadi clickdog.

Padahal, menurut Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam buku mereka yang kerap kita jadikan rujukan, “The Elements of Journalism (2001, 2014), kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran.

Kebenaran di sini jelas bukan kebenaran versi algoritma, tapi kebenaran faktual yang diusahakan diketahui melalui disiplin verifikasi.

Filsuf Jerman Jürgen Habermas yang baru meninggalkan kita mengatakan bahwa ruang publik idealnya adalah arena di mana warga negara berdebat secara rasional demi kepentingan bersama. Sementara hari ini, bila memakai ukuran Profesor Emeritus dari Goethe University Frankfurt itu, ruang dibajak oleh filter bubble dan echo chamber. Dalam praktiknya, kita hanya mendengar apa yang ingin kita dengar.

Akibatnya, diskursus tidak lagi membangun pemahaman, tapi memperkuat polarisasi.

Kasus pelintiran cerita tentang kerusuhan Poso di atas menunjukkan bagaimana satu kalimat yang dipelintir bisa memantik ulang luka lama. Yang dirugikan bukan hanya JK, tapi perdamaian yang sudah susah payah dibangun di Sulawesi Tengah.

Menjadi “budak algoritma” berarti kita rela kehilangan otonomi berpikir. Kita bereaksi, bukan merefleksi. Kita meneruskan, bukan memeriksa. Kita menghakimi, bukan memahami. Ini krisis epistemik yang serius bagi kebangsaan.

Peran Pers Semakin Krusial

Di titik inilah pers harus mengambil posisi. Pers tidak boleh menjadi bagian dari masalah. Pers harus kembali menjadi penjernih ruang publik. Fungsi kurasi, verifikasi, dan klarifikasi adalah vaksin terhadap pandemi disinformasi.

Profesor Emeritus Wharton School, University of Pennsylvania, Edward S. Herman dan Profesor Emeritus MIT Noam Chomsky dalam “Manufacturing Consent: The Political Economy of the Mass Media” (1988, 2002) pernah mengkritik media yang tunduk pada kuasa.

Hari ini tantangan yang dihadapi media semakin bertambah: algoritma menjasi bentuk kuasa baru. Tunduk pada algoritma berarti tunduk pada logika pasar amarah.

JMSI sejak awal menegaskan bahwa media siber anggota wajib berpegang pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Media Siber. Tidak ada toleransi bagi media yang sengaja memotong konteks demi dramatisasi. Itu bukan jurnalisme. Itu propaganda.

Memulihkan ruang publik butuh keberanian. Keberanian untuk tidak ikut viral, ketika viral itu dibangun di atas kebohongan. Keberanian untuk kalah cepat, asal menang benar.

Filsuf kelahiran Hannah Arendt pernah berpesan dalam “Truth and Politics” (1967): “Kebenaran faktual, jika hilang, maka hilang pula ruang bersama kita”.

Jika pers menyerah, dan ikut menjadi budak algoritma, maka tidak ada lagi benteng terakhir bagi akal sehat bangsa.*

OPINI: Sejarah yang Terlupakan, Perjuangan SAUALA di Ranomeeto dan Leaya

Oleh: Adi Yusuf Tamburaka Sekjend Masyarakat Adat Tolaki Sulawesi Tenggara

Sejarah sering kali ditulis oleh mereka yang memiliki akses, kekuasaan, dan legitimasi. Namun di balik narasi besar yang tercatat dalam buku-buku resmi, terdapat kisah-kisah perjuangan lokal yang tak kalah heroik—sayangnya terpinggirkan. Salah satunya adalah perjuangan SAUALA, penguasa wilayah Leaya, Ranomeeto, yang hingga kini belum memperoleh tempat layak dalam historiografi nasional maupun daerah.

Sebelum penangkapan Lamangga Tamalaki Wonua Konawe (panglima perang daerah) oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1911, telah ada sinyal kuat bahwa perlawanan terhadap penjajahan sedang disiapkan secara terstruktur. Dalam konteks itu, SAUALA disebut telah menerima perintah lebih awal untuk bersiap menghadapi agresi Belanda. Ini menunjukkan bahwa perlawanan di wilayah Konawe dan sekitarnya bukanlah gerakan spontan, melainkan bagian dari strategi yang terorganisir.

SAUALA, bersama tokoh lokal lainnya seperti TAMBURAKA, tampil sebagai figur sentral dalam mempertahankan wilayah Ranomeeto dan Leaya. Mereka bukan hanya simbol perlawanan, tetapi juga representasi keberanian masyarakat lokal dalam menjaga kedaulatan tanahnya. Dalam situasi ketimpangan kekuatan antara rakyat lokal dan kolonial, keberanian seperti ini bukan hanya tindakan fisik, tetapi juga bentuk perlawanan moral terhadap dominasi asing.

Menariknya, kegigihan SAUALA dalam melawan Belanda membuatnya sulit ditaklukkan secara militer. Ketika jalur kekerasan tidak berhasil, kolonial Belanda memilih pendekatan diplomasi—yang pada kenyataannya merupakan siasat. Melalui perundingan dengan keluarga SAUALA, Belanda menjanjikan bahwa ia tidak akan ditangkap. Namun janji itu dilanggar. SAUALA justru ditangkap dalam proses perundingan tersebut dan kemudian diasingkan ke Payakumbuh, Sumatera Barat.

Peristiwa ini bukan hanya mencerminkan strategi kolonial yang manipulatif, tetapi juga memperlihatkan pengkhianatan terhadap nilai-nilai dasar perundingan itu sendiri.

Ironisnya, nama SAUALA tidak tercantum dalam buku Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Sulawesi Tenggara yang diterbitkan pada tahun 1978–1979. Ketiadaan ini menimbulkan pertanyaan serius : siapa yang berhak menentukan siapa yang layak disebut pahlawan? Apakah karena perjuangannya tidak terdokumentasi secara formal, ataukah karena narasi lokal tidak dianggap cukup penting?
Upaya pelurusan sejarah sebenarnya telah dilakukan. Pada tahun 1986, ayah kami Sulaiman Tamburaka menyurati pemerintah untuk menyampaikan kembali kisah perjuangan SAUALA. Sumber utama yang digunakan adalah kesaksian Haliga, yang saat itu telah berusia lebih dari 80 tahun dan merupakan saksi langsung penangkapan ayahnya oleh Belanda. Kesaksian ini memiliki nilai historis yang tinggi karena berasal dari pelaku sejarah itu sendiri, bukan sekadar cerita turun-temurun tanpa dasar.

Melihat rangkaian fakta ini, sudah saatnya ada upaya serius untuk mengangkat kembali nama SAUALA dalam panggung sejarah.

Pengakuan tidak semata-mata soal penghormatan simbolik, tetapi juga bentuk keadilan historis. Ketika tokoh-tokoh lokal seperti SAUALA diabaikan, kita sebenarnya sedang kehilangan bagian penting dari identitas kolektif bangsa.

Sejarah tidak boleh eksklusif. Ia harus inklusif, membuka ruang bagi suara-suara yang selama ini terpinggirkan. Perjuangan SAUALA adalah bagian dari mozaik besar perjuangan bangsa Indonesia. Sudah seharusnya kisah ini diteliti lebih lanjut, didokumentasikan secara akademik, dan diakui secara resmi—agar generasi mendatang tidak hanya mengenal sejarah dari pusat, tetapi juga dari pinggiran yang penuh makna.*

Fikri Assegaf Terpilih Ketum PERADI RBA 2026–2031

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – Ahmad Fikri Assegaf terpilih sebagai Ketua Umum PERADI RBA periode 2026–2031.

Pemilihan berlangsung dalam Munas IV PERADI RBA, 24–25 April 2026, di Jakarta.

Forum tersebut menjadi momentum penting arah baru organisasi advokat Indonesia.

Fikri terpilih melalui mekanisme pemilihan langsung yang berlangsung demokratis dan dinamis.

Pergantian kepemimpinan menandai estafet dari Luhut M.P. Pangaribuan kepada kepengurusan baru.

Munas dinilai mencerminkan proses demokratis dalam organisasi advokat nasional.

Ketua DPC PERADI RBA Bandung dan jajaran menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Fikri.

Mereka berharap kepemimpinan baru memperkuat profesionalisme dan kepercayaan publik terhadap hukum.

Fikri membawa visi transformasi organisasi modern, berintegritas, dan berwibawa.

Ia menekankan digitalisasi layanan serta penguatan kode etik profesi advokat.

Program “Advokat Next Generation” disiapkan untuk membina advokat muda secara berkelanjutan.

Selain itu, Fikri menyoroti pentingnya konsolidasi internal dan soliditas antaranggota.

PERADI RBA juga diharapkan aktif menjaga supremasi hukum dan melindungi advokat.

Fikri merupakan lulusan Universitas Indonesia dan Cornell Law School.

Pengalaman lebih dua dekade memperkuat kepercayaan anggota terhadap kepemimpinannya.*

Wanita 18 Tahun di Kendari Lukai Diri Usai Diselingkuhi

KENDARIKINI.COM – Seorang perempuan berinisial HR (18), warga Konawe Utara, diduga melukai dirinya sendiri di Kendari.

Peristiwa terjadi di Jalan Bunga Duri 2, Lahundape, Kendari Barat, Minggu dini hari, 26 April 2026.

Aksi tersebut diduga dipicu kekecewaan korban setelah mengetahui kekasihnya berselingkuh dengan perempuan lain.

Saat kejadian, korban diketahui dalam kondisi dipengaruhi minuman keras bersama rekan-rekannya.

Komandan Tim Patroli Perintis Presisi Polda Sultra, Bripka Boy Sagita, membenarkan adanya laporan tersebut.

Informasi awal diterima dari pengemudi ojek online yang mengantar korban dalam kondisi terluka.

“Korban dalam keadaan mabuk dan mengalami luka sayatan pada bagian tangan,” ujar Bripka Boy.

Petugas kemudian melakukan pengecekan dan meminta keterangan awal dari korban di lokasi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban diduga melukai dirinya menggunakan silet hingga mengalami luka.

Aksi itu dilakukan karena korban kecewa usai mengetahui dugaan perselingkuhan kekasihnya.

Petugas segera mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Kendari untuk mendapatkan perawatan medis.

Kondisi korban saat ini masih dalam penanganan tenaga kesehatan.*

Polres Muna Tangkap Pengedar Sabu, Amankan 6,86 Gram Barang Bukti

MUNA, KENDARIKINI.COM – Satuan Reserse Narkoba Polres Muna mengungkap kasus peredaran sabu, Sabtu (25/4/2026) malam.

Penangkapan berlangsung sekitar pukul 21.45 WITA di Jalan Sugilaende, Kelurahan Laende, Kecamatan Katobu.

Petugas mengamankan pria berinisial MAA alias AB (38), warga setempat yang diduga sebagai pelaku.

Pengungkapan bermula dari laporan warga pukul 20.30 WITA terkait aktivitas mencurigakan diduga transaksi sabu.

Tim Satresnarkoba segera melakukan pemantauan dan memastikan keberadaan terduga pelaku di lokasi.

Petugas kemudian melakukan penggeledahan yang disaksikan Ketua RT setempat.

Dari penggeledahan awal, ditemukan sejumlah paket sabu yang disimpan pelaku.

Pelaku mengaku sebagian sabu ditempel di beberapa titik sekitar area pekuburan BTN Laende.

Tim bersama pelaku lalu melakukan pencarian di lokasi yang dimaksud.

Polisi menemukan 11 potongan pipet kuning berisi kristal bening diduga sabu.

“Total barang bukti seberat 6,86 gram bruto,” ujar Kasi Humas Polres Muna, IPTU Muh. Jufri, Minggu (26/4/2026).

Pelaku dan barang bukti kini diamankan di Polres Muna untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari keterangan awal, sabu diperoleh dari AR, warga binaan Rutan Kelas IIB Raha.

Pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika dan Pasal 609 KUHP terbaru.

Ia terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Polres Muna mengimbau masyarakat aktif melaporkan dugaan peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.*

Ferry Irawan Resmi Pimpin Perindo Sultra, Fokus Konsolidasi

KENDARIKINI.COM – DPP Partai Perindo resmi menunjuk Ferry Irawan sebagai Ketua DPW Perindo Sulawesi Tenggara.

Penyerahan SK dilakukan Ketua Umum Angela Tanoesoedibjo di MNC Tower, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Penunjukan ini dinilai langkah strategis mempercepat konsolidasi dan memperkuat struktur partai di Sultra.

DPP menargetkan kesiapan organisasi menghadapi dinamika politik yang semakin kompetitif ke depan.

Usai menerima mandat, Ferry menegaskan siap menjalankan arahan Ketua Umum secara maksimal.

Ia akan memprioritaskan konsolidasi menyeluruh hingga ke tingkat daerah di seluruh wilayah Sultra.

“Ketua Umum meminta segera memperkuat struktur partai sampai daerah,” ujar Ferry, Jumat (24/4/2026).

Dalam waktu dekat, Ferry menggerakkan DPD di 17 kabupaten/kota guna memastikan soliditas organisasi.

Selain itu, ia merancang restrukturisasi kepengurusan di tingkat DPW dan DPD.

Langkah tersebut penting untuk menghadapi verifikasi politik dan persaingan yang semakin ketat.

Ferry diharapkan membawa energi baru bagi Perindo Sultra pasca mundurnya ketua sebelumnya.

Ia merupakan Sarjana Hukum lulusan Universitas Halu Oleo tahun 2004.

Ferry juga memiliki pengalaman 14 tahun berkarier di TNI Angkatan Laut, sejak 2002 hingga 2016.

Dengan pengalaman tersebut, ia diyakini mampu memperkuat Perindo Sultra lebih solid dan progresif.*

KNPI Konut Tolak Tambang Nikel di Ibu Kota Wanggudu

KENDARIKINI.COM – Rencana aktivitas tambang nikel PT Geomineral Inti Perkasa (GIP) di Wanggudu menuai penolakan keras masyarakat.

Ancaman pencemaran dinilai membahayakan lingkungan, sumber air bersih, serta masa depan pembangunan ibu kota Konawe Utara.

Ketua DPD KNPI Konawe Utara, Khiroto Alam Achmad, menegaskan penolakan total terhadap keberadaan perusahaan tersebut.

Ia menilai aktivitas tambang di kawasan strategis ibu kota berpotensi merusak ekosistem dan kehidupan warga.

“Kami tidak akan tinggal diam. Ini sama saja mengorbankan rakyat,” tegas Khiroto.

KNPI mendesak pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menghentikan aktivitas PT GIP.

Data menunjukkan wilayah IUP PT GIP berada dalam kawasan RDTR Ibu Kota Wanggudu.

Hal ini dinilai bertabrakan dengan rencana tata ruang dan pengembangan kawasan perkotaan.

Selain itu, terdapat Danau Rano dalam wilayah IUP yang menjadi sumber air utama warga sekitar.

Kerusakan kawasan tersebut berpotensi mengancam ketersediaan air bersih masyarakat Wanggudu dan Puunggomosi.

KNPI juga menerima laporan dugaan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan hauling.

Jalur tersebut disebut melintasi beberapa desa, termasuk Puunggomosi, Ambake, dan Lambudoni.

Rencana itu dikhawatirkan berdampak pada hulu Kali Anggomate, sumber air penting Kecamatan Andowia.

Aktivitas alat berat berpotensi memicu sedimentasi dan pencemaran sungai.

“Ini bukan sekadar investasi, tapi menyangkut keselamatan warga,” ujar Khiroto.

KNPI mendesak Kementerian ESDM mencabut IUP PT GIP tanpa kompromi.

Mereka juga meminta penghentian total aktivitas hingga ada jaminan keamanan lingkungan.

Jika diabaikan, KNPI mengancam akan menggelar aksi besar sebagai bentuk penolakan.*

KPMM Muna Barat Gelar Diskusi dan Luncurkan Buku Wacana Era Disrupsi

KENDARIKINI.COM – Kesatuan Pemuda Mahasiswa Maperaha (KPMM) Muna Barat menggelar dialog publik dan peluncuran buku, Sabtu, 25 April 2026.

Kegiatan berlangsung di salah satu warkop di Kota Kendari, menghadirkan akademisi, legislator, penerbit, dan penulis.

Buku berjudul Transformasi dan Wacana di Era Disrupsi karya Rasmin Jaya menjadi fokus utama diskusi tersebut.

Anggota DPRD Kendari, L.M Rajab Jinik, mengapresiasi karya tersebut sebagai terobosan di tengah tantangan era disrupsi.

Ia menilai budaya literasi mahasiswa mulai menurun akibat derasnya arus informasi dan modernisasi global.

Rajab mendorong mahasiswa kembali pada peran sebagai agen perubahan dengan analisis tajam dan objektif.

Menurutnya, membaca tetap penting sebagai bekal gagasan dalam meraih cita-cita dan menghadapi tantangan masa depan.

Akademisi FIB UHO, Zulzaman, menekankan pentingnya literasi dalam menjawab tantangan bangsa yang semakin kompleks.

Ia mengingatkan setiap generasi memiliki tanggung jawab menciptakan sejarah melalui peran aktif mahasiswa.

Penerbit Rumah Bunyi, Kahar Mappasomba, menyebut karya tulis sebagai bentuk perjuangan selain aksi lapangan.

Ia berharap lahir penulis baru yang mampu memberi kontribusi bagi kebijakan dan perubahan sosial.

Penulis buku, Rasmin Jaya, menjelaskan proses kreatif lahirnya karya melalui tradisi membaca, diskusi, dan menulis.

Menurutnya, menulis adalah cara mengartikulasikan gagasan untuk memengaruhi publik secara positif.

Ketua Bawaslu Muna Barat, Awaluddin Usa, menilai buku tersebut penting sebagai referensi bagi berbagai kalangan.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan buku kepada narasumber sebagai simbol peluncuran resmi.*

UHO Perpanjang Registrasi Ulang SNBP 2026 Hingga 28 April

KENDARIKINI.COM – Universitas Halu Oleo (UHO) memperpanjang masa registrasi ulang calon mahasiswa baru jalur SNBP 2026.

Perpanjangan diberikan hingga 28 April 2026 pukul 15.00 WITA.

Kebijakan ini ditujukan bagi peserta yang belum menyelesaikan proses registrasi ulang sebelumnya.

Plt Rektor UHO, Herman, menyampaikan perpanjangan untuk memberi kesempatan lebih luas kepada calon mahasiswa.

Ia menegaskan, tidak ada tambahan waktu setelah batas akhir yang telah ditentukan.

Calon mahasiswa diminta segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi sebelum tenggat berakhir.

Pihak kampus juga mengingatkan agar peserta mengikuti prosedur registrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Informasi lengkap terkait tahapan registrasi dapat diakses melalui laman resmi UHO.

UHO berharap seluruh peserta yang lulus SNBP dapat memanfaatkan perpanjangan ini dengan maksimal.*

Pesona Pulau Bokori Diangkat Lewat Teater “Mengejar Cinta”

KENDARIKINI.COM – Naskah teater “Mengejar Cinta di Bokori” mengangkat pesona wisata Pulau Bokori, Sulawesi Tenggara, melalui pendekatan seni pertunjukan.

Karya yang ditulis dan disutradarai Iwan Arab ini menampilkan kehidupan masyarakat pesisir, budaya lokal, serta daya tarik wisata bahari.

Cerita dibuka dengan monolog penjaga pantai yang menggambarkan keindahan alam Bokori, termasuk habitat penyu yang bertelur di pesisir.

Tokoh Mina dan Juma merepresentasikan kehidupan masyarakat Bajo, yang menggantungkan hidup dari laut dan aktivitas wisata.

Dalam dialog, keduanya menyoroti meningkatnya kunjungan wisatawan yang berdampak pada ekonomi warga sekitar pulau.

Mereka juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan pelayanan ramah demi mendukung program pengembangan pariwisata daerah.

Cerita semakin dinamis dengan hadirnya tokoh Wata, turis asal Jepang yang menggambarkan ketertarikan wisatawan asing terhadap Bokori.

Melalui dialog ringan dan humor, pertunjukan ini menyampaikan pesan tentang investasi, peluang usaha, dan pentingnya kolaborasi pemerintah serta masyarakat.

Di akhir cerita, penolakan cinta oleh tokoh utama menjadi simbol bahwa pembangunan wisata harus tetap berpijak pada nilai lokal dan kemandirian masyarakat.

Teater ini menegaskan bahwa Pulau Bokori tidak hanya indah, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan Sulawesi Tenggara.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti