Sabtu, Oktober 24, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 48

Satgas SIRI Tangkap DPO Korupsi Kredit Fiktif BRI di Kalbar

KENDARIKINI.COM — Tim Satgas SIRI Kejaksaan Agung menangkap buronan korupsi Habib Mahendra di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Penangkapan dilakukan bersama Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat dan Kejari Landak pada Rabu, 13 Mei 2026.

Habib Mahendra masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam kasus korupsi kredit fiktif.

Terpidana ditangkap di Desa Pak Mayam, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, tanpa perlawanan.

Habib merupakan warga Binjai, Sumatera Utara, berusia 29 tahun dan bekerja sebagai pihak swasta.

Kasusnya berkaitan pemberian kredit fiktif di Bank BRI Unit Kutalimbaru Cabang Medan Iskandar Muda.

Perkara tersebut terjadi sejak 2021 hingga Mei 2024 dan merugikan keuangan negara.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 23/Pid.Sus-TPK/2025/PN Mdn, Habib divonis enam tahun penjara.

Majelis hakim juga menjatuhkan denda Rp300 juta subsidair lima bulan kurungan penjara.

Kejaksaan menyebut proses pengamanan berjalan lancar karena terpidana bersikap kooperatif saat ditangkap.

Jaksa Agung meminta seluruh jajaran terus memburu buronan demi kepastian dan penegakan hukum.

Kejaksaan juga mengimbau seluruh DPO segera menyerahkan diri sebelum dilakukan penangkapan paksa.*

Satgas PKH Setor Rp10,2 Triliun dan Kuasai Jutaan Hektare Hutan

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – Satgas Penertiban Kawasan Hutan menyerahkan Rp10,2 triliun kepada negara pada tahap VII, Rabu, 13 Mei 2026.

Kegiatan berlangsung di Kejaksaan Agung dan disaksikan Presiden RI Prabowo Subianto serta jajaran Kabinet Merah Putih.

Presiden Prabowo mengapresiasi kinerja Satgas PKH dalam menyelamatkan keuangan negara dan kawasan hutan nasional.

“Uang Rp10 triliun ini sangat berarti bagi rakyat Indonesia,” ujar Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo menyebut dana tersebut dapat digunakan memperbaiki sekitar 5.000 puskesmas di seluruh Indonesia.

Total uang yang diserahkan mencapai Rp10.270.051.886.464 dan langsung masuk ke kas negara.

Nilai tersebut berasal dari denda administratif kehutanan dan penerimaan pajak selama Januari hingga April 2026.

Satgas PKH juga berhasil menguasai kembali kawasan hutan sektor perkebunan sawit seluas 5,8 juta hektare.

Selain itu, kawasan hutan sektor pertambangan seluas 12 ribu hektare turut berhasil diamankan pemerintah.

Pada tahap VII, Satgas menyerahkan kembali lahan seluas 2,3 juta hektare kepada pemerintah melalui PT Agrinas Palma Nusantara.

Lahan tersebut berasal dari kawasan SK 01, PBPH, HTI, dan kewajiban plasma berbagai perusahaan.

Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan penertiban kawasan hutan dilakukan demi melindungi kepentingan nasional.

Ia menegaskan tidak boleh ada lagi penguasaan sumber daya alam secara melawan hukum di Indonesia.*

Satlantas Polresta Kendari Intensif Tindak Balap Liar di Malam Hari

KENDARIKINI.COM – Satlantas Polresta Kendari bergerak cepat menindak aksi balap liar yang meresahkan masyarakat Kota Kendari.

Patroli malam hingga dini hari rutin dilakukan di sejumlah titik yang sering dijadikan lokasi balap liar.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kota Kendari.

Kasat Lantas Polresta Kendari, IPTU Kevin, menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir aktivitas berbahaya di jalan raya.

“Kami bergerak cepat menindak balap liar yang sangat meresahkan masyarakat dan membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Selain patroli, petugas juga memberikan edukasi kepada remaja agar tidak mengulangi aksi balap liar.

Polisi turut mengamankan sejumlah kendaraan yang digunakan dalam aksi balap liar di beberapa lokasi.

Para pelaku juga diberikan sanksi tilang sesuai aturan lalu lintas yang berlaku.

IPTU Kevin mengimbau orang tua lebih mengawasi anak-anak agar tidak terlibat kegiatan berbahaya di jalan.

Ia juga meminta remaja tidak melakukan aktivitas yang dapat mengancam keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya.

Satlantas Polresta Kendari mengajak masyarakat aktif melaporkan jika menemukan aksi balap liar di lingkungan sekitar.

Polisi berharap sinergi masyarakat dan kepolisian mampu menjaga situasi lalu lintas tetap aman dan kondusif.*

ART Diduga Dicabuli Keluarga Istri Bupati Konsel di Rumah Pribadi

KENDARIKINI.COM – Satreskrim Polresta Kendari mengungkap kasus dugaan pencabulan terhadap seorang asisten rumah tangga di Kota Kendari.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan pelaku berinisial CA telah diamankan polisi.

“Pelaku ditangkap Unit PPA Satreskrim Polresta Kendari pada Jumat, 15 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 Wita,” ujarnya.

CA diketahui berusia 31 tahun dan bekerja sebagai petugas keamanan. Polisi menyebut pelaku masih keluarga istri Bupati Konawe Selatan.

Korban merupakan perempuan berusia 18 tahun yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah pribadi Bupati Konawe Selatan.

Peristiwa diduga terjadi Selasa, 12 Mei 2026 sekitar pukul 23.50 Wita di Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Menurut polisi, pelaku masuk ke kamar korban dan mengunci pintu sebelum melakukan dugaan pencabulan.

Korban sempat melawan dengan menendang, memukul, hingga mencakar pelaku saat kejadian berlangsung.

Polisi menyebut pelaku diduga meraba tubuh korban, mengisap payudara, hingga memasukkan jari ke alat kelamin korban.

Pelaku juga diduga berusaha melakukan persetubuhan, namun gagal karena korban terus melakukan perlawanan.

Korban mengalami luka lebam pada paha dan tangan kanan akibat tindakan pelaku.

Setelah kejadian, korban melaporkan kasus tersebut ke Polresta Kendari untuk diproses hukum.

Saat ini penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 414 Ayat (1) Huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.*

Pemprov Apresiasi Panen Raya Jagung Polda Sultra

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sultra mengapresiasi Panen Raya Jagung Kuartal II yang digelar Polda Sultra, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan berlangsung di kawasan Labibia, Kota Kendari, mendukung program ketahanan pangan nasional Presiden Prabowo Subianto.

Panen raya dihadiri Gubernur Sultra Andi Sumangerukka bersama Forkopimda Sulawesi Tenggara.

Turut hadir Wakapolda Sultra Brigjen Pol Gidion Arif Setyawan dan Danrem 143 Halu Oleo Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran dan Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin Louis Sengka juga menghadiri kegiatan tersebut.

Gubernur Andi Sumangerukka mengapresiasi konsistensi Polda Sultra menjalankan program ketahanan pangan berkelanjutan.

“Panen kuartal kedua hasilnya sangat baik dan kualitas jagung yang dipanen juga bagus,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut mendukung swasembada pangan sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan petani daerah.

Ia menilai keterlibatan kepolisian menjadi contoh sinergi positif antara institusi negara dan masyarakat.

Lahan panen di Labibia seluas satu hektare dengan estimasi hasil mencapai tiga ton jagung.

Secara keseluruhan, lahan pertanian binaan Polda Sultra mencapai 10,5 hektare dengan estimasi panen 31,5 ton.

Polda Sultra bersama Pemprov Sultra turut menyerahkan bantuan bibit jagung dan pupuk kepada Kelompok Tani Matang Gonawe.

Bantuan diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Tenggara.*

Polda Sultra Bangun Gudang Ketahanan Pangan Kapasitas 1.000 Ton

KONSEL, KENDARIKINI.COM – Polda Sultra melaksanakan groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri di Satbrimob Polda Sultra, Sabtu (16/5/2026).

Gudang Tipe 654 tersebut memiliki kapasitas penyimpanan hingga 1.000 ton bahan pangan.

Kegiatan terhubung melalui Zoom Meeting nasional bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pembangunan gudang menjadi bagian program nasional memperkuat ketahanan pangan di berbagai daerah Indonesia.

Gudang itu diharapkan mendukung stabilitas distribusi serta ketersediaan pangan masyarakat di Sulawesi Tenggara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Karolog Polda Sultra Kombes Pol Lilik Istiyono dan Dansat Brimob Kombes Pol Agus Setiawan.

Turut hadir pejabat utama Polda Sultra, perwakilan Bulog, KPKNL, Dinas Ketahanan Pangan, serta pemerintah setempat.

Polda Sultra juga mendukung program penanaman jagung sebagai komoditas strategis ketahanan pangan nasional.

Program tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat cadangan pangan daerah.

Polda Sultra menegaskan komitmennya mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.

Kehadiran gudang pangan dinilai penting menjaga stabilitas stok dan memperlancar distribusi bahan pangan masyarakat.

Pembangunan gudang juga menjadi bukti dukungan aktif Polri terhadap penguatan sektor pangan nasional.*

Patroli Presisi Polda Sultra Evakuasi Korban Tawuran di Lepo-Lepo

KENDARIKINI.COM – Tim Patroli Perintis Presisi Direktorat Samapta Polda Sultra merespons laporan tawuran di Kecamatan Baruga, Sabtu (16/5/2026).

Laporan diterima melalui WhatsApp sekitar pukul 00.49 Wita dari warga Jalan Poros Bandara Haluoleo, Kelurahan Lepo-Lepo.

Lokasi tawuran berada di depan Toko Plaza Buah Kendari dan melibatkan kelompok pemuda.

Dantim 1 Patroli Perintis Presisi, Bripka Boy Sagita, bersama personel langsung mendatangi tempat kejadian perkara.

Setibanya di lokasi, petugas menemukan dua korban mengalami luka pada bagian kepala dan wajah.

Korban diketahui berinisial MF (19) dan MAH (21), yang diduga menjadi sasaran penganiayaan.

Petugas kemudian mengevakuasi kedua korban ke RS Aliyah 3 Kendari untuk mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan informasi awal, peristiwa dipicu persoalan asmara yang melibatkan seorang perempuan berinisial RT (19).

Perselisihan disebut melibatkan dua pria berinisial AJ dan ALF hingga berujung aksi kekerasan.

Polisi menduga kedua korban bukan pelaku utama, melainkan menjadi korban salah sasaran dalam insiden tersebut.

Petugas juga mengarahkan korban segera melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Polresta Kendari.

Polda Sultra mengimbau masyarakat menyelesaikan persoalan secara baik tanpa menggunakan kekerasan.*

Polresta Kendari Tegaskan Perang Lawan Begal dan Curas

KENDARIKINI.COM – Satreskrim Polresta Kendari menegaskan komitmennya memberantas pelaku pencurian dengan kekerasan dan begal di Kota Kendari.

Komitmen tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, melalui poster imbauan resmi yang beredar luas.

Dalam poster itu, Satreskrim Polresta Kendari menegaskan akan menindak tegas seluruh pelaku curas dan begal.

“Kami akan tindak tegas pelaku curas alias begal di Kota Kendari,” tegas AKP Welliwanto Malau.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat Kota Kendari.

Satreskrim Polresta Kendari juga mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan tindak kriminalitas di lingkungannya.

Masyarakat dapat menghubungi Call Center 110 Polresta Kendari untuk pengaduan dan penanganan cepat kepolisian.

Dalam poster itu, ditampilkan personel kepolisian bersenjata saat melakukan penindakan terhadap pelaku kriminal jalanan.

Satreskrim Polresta Kendari menegaskan pemberantasan begal menjadi perhatian serius demi menjaga ketertiban masyarakat.

Polisi juga mengajak warga meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, terutama pada malam hari dan lokasi sepi.*

Ketua KONI Kendari Buka Kejuaraan Basket Pelajar Adventure Victorem Cup 4

KENDARIKINI.COM – Ketua KONI Kota Kendari, LM Rajab Jinik D, membuka kejuaraan basket pelajar di GOR KONI Sultra, Sabtu (16/5/2026).

Turnamen Adventure Victorem Cup 4 digelar berkolaborasi dengan Perbasi Kota Kendari dan KONI Kota Kendari.

Rajab Jinik mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan karena menjadi wadah pembinaan atlet muda cabang olahraga basket.

“Kegiatan ini sangat positif karena melibatkan pelajar dan mendukung pengembangan bakat olahraga generasi muda,” ujarnya.

Ia menilai Adventure Victorem berperan menghadirkan ruang kompetisi sehat bagi pelajar di Kota Kendari.

Menurut Rajab, Pemerintah Kota Kendari mendukung penuh kegiatan olahraga di bawah kepemimpinan Wali Kota Siska Karina Imran.

“Kejuaraan seperti ini membantu membentuk mental, karakter, dan disiplin anak-anak menuju hal positif,” katanya.

Rajab juga mengajak orang tua mendukung minat dan bakat olahraga anak sejak usia pelajar.

Ia menyebut dukungan keluarga penting agar generasi muda terhindar dari pengaruh negatif lingkungan luar.

“Olahraga menjadi sarana positif mengembangkan potensi sekaligus membangun prestasi anak-anak kita,” jelasnya.

Anggota DPRD Kota Kendari itu berharap kegiatan serupa rutin dilaksanakan seluruh cabang olahraga di bawah KONI Kendari.

Ia menilai kompetisi pelajar penting mencetak atlet potensial yang mampu berprestasi di tingkat lebih tinggi.*

Teguh Santosa: Prabowo Perkuat Fondasi Indonesia Hadapi Krisis Global

PALEMBANG, KENDARIKINI.COM – Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, membandingkan kepemimpinan empat presiden Indonesia dalam workshop content creator di Palembang, Sabtu (16/5/2026).

Teguh menilai setiap pemimpin menghadapi tantangan global berbeda sehingga kebijakan yang diambil tidak bisa disamakan antarera.

Menurutnya, Soekarno fokus menjaga kemerdekaan politik di tengah perang dingin dan dekolonisasi dunia.

Soeharto, lanjut Teguh, menghadapi tantangan stabilitas ekonomi dan integrasi nasional pasca peristiwa 1965.

Sementara B.J. Habibie harus menyelamatkan ekonomi nasional saat krisis moneter dan transisi demokrasi berlangsung.

Teguh menyebut era Presiden Prabowo Subianto menghadapi tantangan berbeda akibat ketidakpastian sistem internasional.

“Dalam beberapa bulan pertama 2026, dunia menyaksikan runtuhnya sistem internasional akibat konflik antarnegara besar,” ujarnya.

Ia menilai kondisi global memaksa Indonesia memperkuat ketahanan nasional di bidang ekonomi, pangan, teknologi, dan pertahanan.

Menurut Teguh, konsep itu dikenal sebagai inclusive security atau keamanan berbasis kekuatan domestik.

“Indonesia tidak bisa berharap pada kebaikan negara lain. Kita harus memperkuat kemampuan sendiri,” tegasnya.

Ia mencontohkan program makan bergizi gratis, koperasi merah putih, sekolah rakyat, dan hilirisasi industri sebagai strategi nasional.

Teguh juga membandingkan kebijakan tersebut dengan industrialisasi China yang memperkuat ekonomi domestik dan menyerap tenaga kerja besar.

Ia mengutip pemikiran Hans Morgenthau dan Kenneth Waltz tentang pentingnya negara menjaga kepentingan nasional secara mandiri.

Teguh mengajak content creator memahami konteks geopolitik dalam membangun narasi kebijakan publik nasional.*

DLH Konsel Cek Tambang PT WIN, Warga Akui Ajukan Permintaan

KONSEL, KENDARIKINI.COM – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan meninjau lokasi tambang PT Wijaya Inti Nusantara (WIN), Rabu (14/5/2026).

Peninjauan dilakukan tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyusul aspirasi masyarakat terkait aktivitas tambang di Desa Torobulu.

Tim DLH memeriksa eks bukaan lahan serta berdialog langsung bersama warga dan pemilik lahan setempat.

Dalam pertemuan itu, pemilik lahan menyebut aktivitas perusahaan dilakukan atas permintaan masyarakat sendiri.

“Sebelumnya perusahaan tidak mau. Kami yang minta karena air dari bukit sering masuk rumah,” ujar Kaisar.

Menurut Kaisar, kawasan tersebut sebelumnya berupa perbukitan yang memicu aliran lumpur saat musim hujan.

Saat dimintai tanggapan DLH, Kaisar menegaskan warga tidak keberatan terhadap aktivitas perusahaan di lokasi tersebut.

“Kami tidak keberatan pak,” katanya.

Legal PT WIN, Alvian Pradana Liambo, membenarkan penanganan lokasi dilakukan berdasarkan permintaan pemilik lahan.

“Awalnya perusahaan tidak mau, tetapi warga meminta bukit ditangani dan dibuatkan tanggul,” jelas Alvian.

Ia menegaskan perusahaan tetap menjalankan aktivitas pertambangan sesuai prinsip good mining practice dan ketentuan berlaku.

Menurutnya, PT WIN juga melibatkan masyarakat sekitar dalam operasional pertambangan perusahaan.

Selain itu, perusahaan mengklaim rutin menjalankan program tanggung jawab sosial atau CSR kepada masyarakat sekitar tambang.

“CSR selalu rutin kami lakukan kepada masyarakat,” pungkasnya.*

PT WIN Bantu Pasien Sultang di RS Konawe Selatan

KONSEL, KENDARIKINI.COM – PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) menjadi pihak pertama membantu pasien bernama Sultang di Konawe Selatan.

Sultang merupakan warga Desa Torokeku, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Bantuan diberikan setelah kondisi keluarga pasien diketahui melalui informasi yang beredar di media sosial.

Keluarga pasien menyebut bantuan tersebut sangat berarti di tengah keterbatasan ekonomi yang mereka alami.

“PT WIN yang pertama memberikan bantuan, padahal pasien bukan warga lingkar tambang,” ujar Arfan, Kamis (14/5).

Arfan mengatakan, kedua orang tua Sultang hidup dalam kondisi memprihatinkan dan memiliki keterbatasan fisik maupun mental.

Menurutnya, situasi tersebut membuat keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan pengobatan pasien selama menjalani perawatan.

“Sultang sangat membutuhkan uluran tangan. Bantuan seperti ini sangat berarti bagi keluarga,” katanya.

Ia berharap kepedulian PT WIN dapat mendorong pihak lain ikut membantu keluarga pasien.

Sementara itu, Legal PT WIN, Alvian Liambo, mengaku mengetahui kondisi pasien melalui media sosial pada Rabu malam.

Setelah menerima informasi tersebut, pihak perusahaan langsung mendatangi rumah sakit untuk menyerahkan bantuan kepada keluarga pasien.

“Kami langsung datang setelah mengetahui kondisi pasien dan keluarganya,” ujar Alvian.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Alvian menegaskan, PT WIN tetap membantu meski pasien berasal dari luar wilayah lingkar tambang perusahaan.

“Kami ingin hadir membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa melihat asal wilayah,” tutupnya.*

PT WIN Tegaskan Tambang Sesuai Aturan, Siap Dievaluasi Pemerintah

KONSEL, KENDARIKINI.COM – PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) memastikan aktivitas pertambangan berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan berlaku.

Legal PT WIN, Alvian Pradana Liambo, menegaskan perusahaan menghormati aspirasi masyarakat Desa Torobulu terkait aktivitas tambang.

Menurut Alvian, perusahaan siap kooperatif apabila pemerintah melakukan evaluasi maupun pemeriksaan lapangan.

“PT WIN terbuka terhadap evaluasi dari instansi berwenang terkait operasional pertambangan perusahaan,” ujar Alvian, Jumat (16/5).

Ia menjelaskan, seluruh aktivitas tambang telah dilengkapi dokumen perizinan dan dokumen lingkungan sesuai ketentuan.

PT WIN juga mengklaim menjalankan pengelolaan lingkungan berdasarkan dokumen AMDAL serta RKL/RPL perusahaan.

Terkait dugaan pencemaran lingkungan, Alvian menilai hal tersebut harus dibuktikan melalui kajian teknis dan investigasi resmi.

Menurutnya, semua pihak perlu mengedepankan data objektif agar informasi berkembang secara akurat di masyarakat.

“Kami berharap persoalan ini disikapi berdasarkan hasil kajian dan data lapangan yang valid,” katanya.

PT WIN juga menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah, DLH, dan instansi teknis lainnya.

Selain operasional tambang, perusahaan mengaku terus menjalankan tanggung jawab sosial di wilayah sekitar aktivitas pertambangan.

Alvian menegaskan perusahaan berkomitmen menerapkan prinsip good mining practice dengan memperhatikan aspek lingkungan dan masyarakat.*

Pemkot Kendari dan TNI-Polri Salurkan Bantuan Korban Banjir

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Kota Kendari bersama TNI-Polri menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir, Jumat (15/5).

Kegiatan dipusatkan di Posko Tanggap Darurat Bencana Kelurahan Wua-Wua, Kota Kendari.

Wali Kota Kendari, Dr. Hj. Siska Karina Imran, memimpin langsung penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

Turut hadir Ketua DPRD Kota Kendari Laode Muhammad Inarto dan Dandim 1417/Kendari Kolonel Arm Danny A.P Girsang.

Sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait lainnya juga ikut mendukung kegiatan kemanusiaan tersebut.

Bantuan berupa bahan pangan pokok diserahkan secara simbolis kepada warga yang membutuhkan.

Bantuan tersebut diharapkan membantu meringankan beban ekonomi keluarga korban banjir di beberapa wilayah terdampak.

Wali Kota Kendari mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam membantu proses penanganan pascabanjir di Kota Kendari.

Menurutnya, kolaborasi antarinstansi penting untuk mempercepat pemulihan lingkungan dan aktivitas masyarakat terdampak banjir.

Pemerintah berharap kondisi warga segera pulih dan distribusi bantuan berjalan efektif serta tepat sasaran.*

Kodim 1417 Kendari Kerahkan 1 SST Bersihkan Rumah Pascabanjir

KENDARIKINI.COM – Kodim 1417/Kendari terus membantu warga membersihkan rumah terdampak banjir di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Pembersihan dilakukan setelah lumpur dan sampah banjir masih mengendap di sejumlah permukiman warga.

Kodim 1417/Kendari mengerahkan satu satuan setingkat peleton atau 1 SST setiap hari ke lokasi terdampak.

“Personel 1 SST setiap hari membantu pembersihan rumah dan lingkungan warga terdampak banjir,” kata Dandim Kolonel Arm Danny AP Girsang, Sabtu (16/5).

Personel TNI menyasar wilayah dengan dampak terparah, terutama rumah warga yang masih dipenuhi lumpur tebal.

Selain pembersihan, personel Kodim turut membantu distribusi bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat terdampak banjir.

Kodim bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Kendari dan instansi terkait menyalurkan paket sembako kepada warga.

“Personel kami juga melaksanakan percepatan pengiriman bantuan sembako kepada masyarakat terdampak,” ujarnya.

Sejak awal banjir terjadi, personel Kodim 1417/Kendari aktif membantu evakuasi warga dan penyaluran bantuan darurat.

Berdasarkan data BPBD Kota Kendari, sebanyak 657 rumah terdampak banjir dengan total 2.985 jiwa terdampak.*

Pembangunan Jembatan Garuda Konawe Dikebut, TNI dan Warga Gotong Royong

KONAWE, KENDARIKINI.COM – Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Atodopi, Kabupaten Konawe, terus dikebut Kodim 1417/Kendari bersama masyarakat.

Proyek strategis tersebut kini memasuki tahap perakitan besi tulangan dan pengerjaan pondasi, Rabu (13/5).

Personel TNI bersama warga terlihat bergotong royong menyusun rangka baja untuk memperkuat struktur jembatan.

Tahap pengerjaan itu dinilai penting guna memastikan keamanan akses transportasi masyarakat dalam jangka panjang.

Dandim 1417/Kendari Kolonel Arm Danny A.P Girsang, S.Sos., M.Han mengatakan pembangunan menjadi bentuk kemanunggalan TNI dan rakyat.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur desa diharapkan mempercepat konektivitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Jembatan ini diharapkan memperlancar distribusi logistik dan mendukung pertumbuhan ekonomi warga Desa Atodopi,” ujarnya.

Semangat gotong royong terus terlihat selama proses pembangunan berlangsung di lokasi proyek.

Kodim 1417/Kendari menegaskan komitmennya membantu menghadirkan solusi pembangunan bagi masyarakat wilayah pelosok Konawe.*

Forkopimda Kendari Salurkan Bantuan Korban Banjir di Titik Pengungsian

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Kota Kendari bersama Forkopimda bergerak cepat membantu warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Kendari.

Kunjungan lapangan dilakukan Selasa, 12 Mei 2026, dipimpin Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran.

Turut mendampingi Wakil Wali Kota Sudirman, Ketua DPRD Kendari Laode Muhammad Inarto, dan Dandim 1417/Kendari Kolonel Arm Danny Girsang.

Rombongan meninjau lokasi banjir, pengungsian warga, serta rumah ibadah yang terdampak genangan air.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menyerahkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir secara simbolis.

Bantuan diberikan untuk membantu kebutuhan masyarakat yang aktivitas ekonominya terganggu akibat banjir.

Wali Kota Kendari menegaskan pemerintah bersama TNI-Polri hadir membantu masyarakat menghadapi situasi darurat bencana.

Siska juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

Forkopimda berharap kolaborasi lintas sektor mempercepat pemulihan kondisi sosial dan infrastruktur pascabanjir di Kendari.*

8 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Pertamina Divonis Penjara

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat menjatuhkan vonis terhadap delapan terdakwa korupsi tata kelola Pertamina, Selasa, 12 Mei 2026.

Sidang perkara korupsi periode 2019 hingga 2023 tersebut digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Majelis hakim menyatakan seluruh terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Terdakwa Hanung Budya Yuktyanta, Alfian Nasution, dan Arief Sukmara divonis enam tahun penjara.

Ketiganya juga dijatuhi denda Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan apabila denda tidak dibayar.

Terdakwa Hasto Wibowo, Toto Nugroho, dan Martin Haendra Nata divonis lima tahun penjara.

Majelis hakim turut menjatuhkan denda Rp1 miliar kepada masing-masing terdakwa dalam perkara tersebut.

Sementara terdakwa Dwi Sudarsono dan Indra Putra divonis empat tahun penjara oleh majelis hakim.

Seluruh terdakwa tetap ditahan dan masa tahanan sebelumnya diperhitungkan dalam putusan pengadilan.

Majelis hakim menetapkan barang bukti dipergunakan untuk perkara lain yang masih berkaitan.

Selain pidana penjara, para terdakwa juga dibebankan biaya perkara sebesar Rp7.500 hingga Rp10 ribu.

Tim Jaksa Penuntut Umum menyatakan masih mempelajari putusan majelis hakim tersebut.

JPU juga mempertimbangkan kemungkinan mengajukan upaya hukum lanjutan ke Pengadilan Tinggi.*

Wakapolda Sultra Sambut Kepulangan Brimob Satgas Amole Papua

KENDARIKINI.COM – Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Gidion Arif Setyawan menyambut kepulangan personel Brimob penugasan Papua, Jumat, 15 Mei 2026.

Penyambutan berlangsung di Mako Brimob Polda Sultra, Kota Kendari, melalui upacara resmi penuh penghormatan.

Hadir Irwasda Polda Sultra Kombes Pol Johanes Pangihutan Siboro dan jajaran Pejabat Utama Polda Sultra.

Dansat Brimob Polda Sultra Kombes Pol Agus Setiawan turut mendampingi seluruh personel yang kembali bertugas.

Sebanyak satu Satuan Setingkat Kompi menyelesaikan penugasan Satgas Ops Amole-II 2025 di Papua Tengah.

Mereka bertugas melakukan pengamanan Objek Vital Nasional kawasan PT Freeport Indonesia selama operasi berlangsung.

Wakapolda Sultra mengapresiasi dedikasi dan profesionalisme personel selama menjalankan tugas negara di Papua Tengah.

Menurutnya, personel Brimob mampu menjaga soliditas serta nama baik institusi Polri selama penugasan berlangsung.

“Seluruh personel menunjukkan disiplin tinggi dan kinerja terbaik selama pengamanan di Papua Tengah,” ujarnya.

Ia menyebut medan penugasan Papua memiliki tantangan berat, termasuk kondisi geografis dan dinamika keamanan wilayah.

Namun, seluruh personel dinilai berhasil menyelesaikan tugas tanpa mencederai kepercayaan masyarakat maupun institusi Polri.

Wakapolda juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga personel atas dukungan moril selama penugasan berlangsung.

Personel diminta segera menyesuaikan diri di kesatuan serta menjaga kesiapsiagaan menghadapi tugas berikutnya.*

Ramai-Ramai Gelar Nobar ‘Pesta Babi’, Ajang Cari Panggung?

Oleh: Irpan

Sekitar seminggu ini telepon genggamku tak terlalu kuhiraukan, pesan Whats App pribadi tak bisa ku balas satu persatu, begitu pula pesan-pesan di group whats app hanya kulihat sekilas.

Seminggu ini kami berbagi shift dengan pemegang kunci-kunci duniaku, saya kebagian shift malam karena kebiasaan begadangku. Dibantu adik kandung perempuan dan mama mertua, kami silih berganti menjaga jagoanku.

Tadi saya tertidur jam 8 pagi, bangun sekitar jam setengah 12 siang. Usai ibadah Jum’atan mataku kembali terjaga. Demi menjaga biar badan ku tak drop, ku minta ke Istri untuk dibelikan air kelapa.

Kali ini diteras rumah, tanganku kembali gatal, otakku kembali berimajinasi untuk sedikit mengulas tentang film ‘Pesta Babi’. Sebelum menulis ini kuminta adikku untuk membuatkan kopi hitam.

Ramai-ramai gelar nobar pesta babi, banyak lembaga di Sultra yang menggelar nobar tersebut. Semacam menjadi isu nasional, merasa ada sebuah panggilan katanya untuk menggelar nobar tersebut.

Saya tak mau fokus ke film tersebut, saya juga salah satu pengagum Dandhy Dwi Laksono, akun medsosnya kuikuti, beberapa film dokumenternya saya tonton, buku-bukunya beberapa saya beli, Saya tak mau masuk mengulas tentang film tersebut, saya belum nonton.

Saya hanya mau berfokus pada kelompok-kelompok di Sultra. Saya akan sedikit mengulas sedikit peristiwa Randi-Yusuf. Saat itu saya baru dua minggu menjadi kuli tinta di salah satu media online lokal pada tahun 2019. Peristiwa itu pecah, diperingati sebagai september berdarah.

Saat itu sangat banyak lembaga yang mengeluarkan kutukan dan kecaman, tapi dari peristiwa itu apa ada yang benar-benar peduli? kalau ada mari carikan saya forum, kita debat terbuka. Kalau di Sultra ada yang mengaku idealis dan putih kasih ketemu saya. Saya biasa nongkrong di kopling nama salah satu kedai kopi di Kota Kendari.

Sebelum menulis ini saya tahu saya akan dikatakan ‘Buzzer’ pemerintah, saya jawab ‘saya nda peduli kau’ netijen maha benar. Lalu apa lagi lembaga-lembaga itu dari yang memiliki jaringan nasional hingga lembaga lokalan ramai-ramai mendesak dan mencopot. Tapi apa ujungnya kita hanya terlihat gagah di ruang-ruang publik, tapi berkompromi di ruang-ruang sunyi. Bahkan mungkin menunggu diamankan (Ini agak sedikit tabuh kalau saya mau buka blak-blakkan). Masyarakat awam juga pasti bingung.

Isu nasional katanya, macam ada kewajiban untuk berkomentar, lalu sudah buat apa kau sama disekitarmu? sudah becus urus dirimu? atau mau tumbalkan lagi adik-adik pergerakan?

Meminjam Peribahasa “Gajah di pelupuk mata tidak tampak, kuman/semut di seberang lautan tampak” berarti seseorang seringkali tidak menyadari kesalahan atau kekurangan diri sendiri yang besar, namun sangat cepat melihat kesalahan orang lain meskipun sekecil apa pun.

Sudahilah pola-pola seperti ini, pola ini terus berulang seperti menimpa dua perusahaan tambang yang akhir-akhir ini sering digempur oleh lembaga yang mengklaim diri pembela keadilan. Sultra ini kita baku tahu semua.*

Vale dan Komite Olimpiade Brasil Jalin Kemitraan Menuju Olimpiade 2028

RIO DE JANEIRO, KENDARIKINI.COM – Vale dan Komite Olimpiade Brasil (BOC) resmi menjalin kemitraan strategis hingga Olimpiade Los Angeles 2028.

Kesepakatan diumumkan dalam acara di Pusat Pelatihan Tim Brasil, Rio de Janeiro, 15 Mei 2026.

Kemitraan tersebut berfokus pada transformasi sosial, pembinaan atlet, dan pengembangan olahraga berprestasi.

CEO Vale, Gustavo Pimenta, mengatakan dukungan olahraga sejalan dengan misi perusahaan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi bersama BOC akan memperluas akses masyarakat terhadap manfaat olahraga.

Presiden BOC, Marco La Porta, menyambut kemitraan itu sebagai langkah penting bagi masa depan olahraga Brasil.

Ia menilai Vale memiliki peran besar dalam mendukung komunitas dan menciptakan peluang melalui olahraga.

Program sponsor mencakup pembinaan atlet dari tingkat akar rumput hingga kompetisi elite Olimpiade.

Vale juga akan mendukung program pendidikan Olimpiade BOC, Transforma, untuk memperluas edukasi olahraga.

Perusahaan berkomitmen memperluas akses olahraga di berbagai wilayah operasionalnya di Brasil.

Selama lima tahun terakhir, Vale menginvestasikan sekitar R$560 juta melalui Undang-Undang Insentif Olahraga Federal.

Pada 2025 saja, investasi olahraga perusahaan mencapai R$191,5 juta untuk mendukung 175 proyek.

Vale juga mengelola lima Stasiun Pengetahuan yang mengintegrasikan olahraga, pendidikan, budaya, dan kewarganegaraan.

Sepanjang 2025, fasilitas tersebut melayani lebih dari 9.500 peserta, termasuk 6.500 anak dan remaja.

Kemitraan ini memperkuat posisi Vale sebagai salah satu investor olahraga terbesar di Brasil.*

Jakarta Bhayangkara Presisi Menang Perdana di AVC Club Championship 2026

PONTIANAK, KENDARIKINI.COM – Jakarta Bhayangkara Presisi membuka AVC Men’s Club Championship 2026 dengan kemenangan meyakinkan di Pontianak, Kalimantan Barat.

Turnamen voli antar klub terbaik Asia berlangsung di Gor A. Yani Terpadu pada 13–17 Mei 2026.

Ribuan penonton memadati arena sejak pembukaan hingga pertandingan perdana berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Acara pembukaan menampilkan budaya khas Kalimantan Barat serta parade peserta dari berbagai negara Asia.

Pada laga pembuka, Bhayangkara Presisi mengalahkan Zhayk VC Kazakhstan dengan skor 3-1.

Set pertama berlangsung ketat sebelum Bhayangkara Presisi menang 25-22 atas wakil Kazakhstan tersebut.

Zhayk VC sempat menyamakan kedudukan usai merebut set kedua dengan skor 22-25.

Namun, Bhayangkara Presisi bangkit dan mengunci kemenangan melalui set ketiga serta keempat, 25-20 dan 25-18.

Kapolda Kalbar sekaligus Manager Bhayangkara Presisi, Irjen Pol Pipit Rismanto, mengapresiasi perjuangan timnya.

“Kemenangan ini awal baik. Kami berharap pemain tetap fokus menghadapi persaingan ketat level Asia,” ujarnya.

Sementara itu, Hyundai Capital Sky Walker Korea Selatan mengalahkan Al Rayyan Qatar dengan skor 3-1.

Presiden AVC Ramon Suzara menyebut turnamen di Pontianak menjadi momentum kebangkitan voli Asia.

Menurutnya, ajang tersebut mendorong sportivitas, pembinaan atlet muda, dan promosi pariwisata Kalimantan Barat.

Antusiasme masyarakat dinilai membuktikan Pontianak mampu menggelar event olahraga internasional secara profesional.*

Polwan Raih Tiga Medali Internasional di Malaysia

KENDARIKINI.COM — Polri kembali mencatat prestasi internasional melalui Polwan Polda Maluku, IPTU Esterlina Titiheryu, A.Md.

IPTU Esterlina meraih tiga medali pada kejuaraan binaraga “NPC Regional TNT Global Classic Malaysia 2026”.

Kompetisi berlangsung di Hotel Holiday Villa, Johor Bahru, Malaysia, Minggu, 10 Mei 2026.

Sehari-hari, Esterlina bertugas sebagai PS Kapolsek Baguala Polresta Pulau Ambon dan P.P. Lease.

Dalam ajang tersebut, Esterlina meraih medali emas kategori Women’s Physique.

Ia juga meraih dua medali perak kategori Women’s Figure dan Women’s Wellness.

Kejuaraan itu diikuti peserta dari berbagai negara Asia dan menjadi panggung atlet binaraga internasional.

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengapresiasi prestasi yang diraih IPTU Esterlina.

Menurutnya, prestasi itu membuktikan personel Polri mampu berprestasi sekaligus menjalankan tugas menjaga kamtibmas.

“IPTU Esterlina menjadi contoh disiplin, hidup sehat, dan semangat berprestasi,” ujar Dedi dalam keterangannya.

Dedi menegaskan Polri terus mendukung pengembangan olahraga melalui Komite Olahraga Polri atau KOP.

KOP menjadi wadah pembinaan atlet Polri agar mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Prestasi IPTU Esterlina diharapkan menginspirasi personel Polri meningkatkan profesionalisme dan menjaga kebugaran tubuh.*

IBAM Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook Kemendikbudristek

JAKARTA, KENDARIKINI.COM — Majelis Hakim Tipikor Jakarta Pusat menjatuhkan vonis terhadap Ibrahim Arief alias IBAM, Selasa 12 Mei 2026.

IBAM merupakan terdakwa kasus korupsi digitalisasi pendidikan pengadaan Chromebook Kemendikbudristek.

Dalam putusannya, hakim menyatakan terdakwa tidak terbukti pada dakwaan primair yang diajukan Jaksa Penuntut Umum.

Majelis hakim kemudian membebaskan terdakwa dari dakwaan primair dalam perkara tersebut.

Namun, IBAM dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi pada dakwaan subsidair.

Hakim menjatuhkan pidana penjara selama empat tahun serta denda Rp500 juta kepada terdakwa.

Denda wajib dibayar maksimal satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Jika denda tidak dibayar, harta terdakwa dapat disita dan dilelang oleh negara.

Apabila hasil lelang tidak mencukupi, denda diganti pidana kurungan selama 120 hari.

Majelis hakim juga memerintahkan terdakwa segera ditahan di Rumah Tahanan Negara.

Jaksa Penuntut Umum mencatat adanya dissenting opinion dari dua hakim dalam putusan tersebut.

JPU menyatakan tetap menghormati kewenangan majelis hakim dalam menjatuhkan vonis perkara korupsi itu.

Vonis hakim diketahui lebih rendah dibanding tuntutan jaksa selama 15 tahun penjara.

Jaksa masih mempelajari pertimbangan putusan sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

Eksekusi penahanan akan dilakukan setelah jaksa menerima petikan putusan resmi pengadilan.*

Jamdatun Perkuat Kompetensi JPN Kawal Program Pembangunan Nasional

BANTEN, KENDARIKINI.COM — Jamdatun Narendra Jatna menghadiri Focus Group Discussion di Kejaksaan Tinggi Banten, Senin 11 Mei 2026.

FGD membahas penguatan kompetensi Jaksa Pengacara Negara dalam penanganan perkara serta pengelolaan aset pemerintah.

Kegiatan berlangsung di Aula Gedung Utama Kejaksaan Tinggi Banten bersama jajaran kejaksaan sewilayah Banten.

Dalam paparannya, Jamdatun menegaskan Kejaksaan sedang menjalani transformasi sesuai RPJPN dan RPJMN nasional.

Transformasi itu menempatkan Jaksa Pengacara Negara sebagai One State Legal Voice atau satu suara hukum negara.

Menurut Narendra Jatna, JPN tidak hanya menangani perkara persidangan, tetapi mengawal kepentingan hukum negara.

JPN juga berperan aktif melakukan mitigasi risiko sejak tahap perencanaan program pembangunan nasional.

Pendampingan hukum difokuskan pada program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis dan ketahanan pangan nasional.

Selain itu, JPN turut mengawal pelaksanaan berbagai Proyek Strategis Nasional pemerintah pusat.

Jamdatun menekankan pentingnya Legal Assistance dan Legal Audit dalam mencegah sengketa pembangunan.

Strategi non-litigasi melalui mediasi dan arbitrase juga dinilai lebih efektif menyelesaikan sengketa antarinstansi.

Dalam pengelolaan aset, JPN diminta memperkuat inventarisasi dan penyelamatan aset pemerintah berbasis teknologi digital.

Keberhasilan JPN kini diukur dari kualitas layanan hukum dan efektivitas penyelamatan keuangan negara.

“JPN profesional dan berintegritas menjadi kunci mendukung pembangunan nasional,” tegas Jamdatun Narendra Jatna.*

Sidang Chromebook, JPU Bongkar Dugaan Shadow Organization Nadiem Makarim

JAKARTA, KENDARIKINI.COM — Sidang dugaan korupsi pengadaan Chromebook Kemendikbudristek kembali digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Jaksa Penuntut Umum Roy Riady memeriksa terdakwa mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, Senin 11 Mei 2026.

JPU mengungkap dugaan kerja sama bisnis antara PT Aplikasi Karya Anak Bangsa dan Google Asia Pacific.

Nilai investasi kerja sama tersebut disebut mencapai lebih dari USD 349 juta sebelum Nadiem menjabat menteri.

Kerja sama itu mencakup layanan Google Maps dan Google Cloud yang berkaitan kebijakan digitalisasi pendidikan nasional.

Jaksa menyebut terdakwa diduga mengetahui posisi menteri enam bulan sebelum penunjukan resmi pemerintah.

Menurut JPU, Nadiem membentuk grup WhatsApp bersama sejumlah pihak di luar struktur resmi kementerian.

Nama Jurist Tan dan Fiona Handayani disebut ikut terlibat dalam grup pembahasan kebijakan tersebut.

JPU menilai grup itu digunakan menyusun strategi pergantian pejabat dan perubahan anggaran kementerian.

Pembahasan pengadaan Chromebook disebut sudah berlangsung sejak Februari 2020 sebelum rapat resmi Mei 2020.

Jaksa menduga terdapat praktik white collar crime yang dirancang melalui komunikasi elektronik internal.

Meski membantah kesepakatan awal, JPU menyebut bukti digital menunjukkan pembahasan proyek bersama pihak Google.

Jaksa juga menyoroti posisi Nadiem sebagai beneficiary owner PT AKAB melalui kepemilikan saham Seri B.

Pergerakan saham dan transaksi penjualan disebut menghasilkan keuntungan hingga triliunan rupiah periode 2022-2024.

JPU menegaskan seluruh fakta persidangan didukung alat bukti sah serta bukti elektronik.*

Jamintel dan Menpora Perkuat Kontingen Indonesia Menuju Asian Para Games 2026

KARANGANYAR, KENDARIKINI.COM — Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani membuka pelatihan pelatih paralimpik Indonesia, Senin 11 Mei 2026.

Kegiatan Training of Trainers berlangsung di NPC Training Center Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir turut menghadiri pembukaan kegiatan peningkatan kapasitas pelatih tersebut.

Reda Manthovani merupakan Chef de Mission kontingen Indonesia untuk Asian Para Games 2026 di Jepang.

Asian Para Games 2026 dijadwalkan berlangsung di Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang, pada 18-24 Oktober 2026.

Dalam sambutannya, Reda meminta dukungan penuh Kemenpora terhadap persiapan atlet paralimpik Indonesia.

Ia menilai kolaborasi lintas sektor penting untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet difabel nasional.

“Kami optimistis atlet Indonesia mampu bersaing di level tertinggi,” ujar Reda Manthovani.

Menpora Erick Thohir menyatakan dukungan penuh terhadap program peningkatan kualitas pelatih paralimpik nasional.

Menurutnya, kualitas atlet sangat dipengaruhi kompetensi pelatih yang mendampingi selama pembinaan.

Erick berharap program Training of Trainers menjadi agenda rutin dan berkelanjutan setiap tahun.

Program tersebut fokus pada peningkatan standar kepelatihan, transfer pengetahuan, serta penguatan mental atlet.

Persiapan itu menjadi bagian strategi besar menuju target prestasi Indonesia di Asian Para Games 2026.

Sinergi Kemenpora, NPC Indonesia, dan tim CdM diharapkan mampu meningkatkan raihan medali Indonesia.*

DPRD Bombana Disorot, Jalan Kasipute–Lora–Bambea Tak Kunjung Diperbaiki

BOMBANA, KENDARIKINI.COM — DPRD Kabupaten Bombana disorot akibat belum merespons permintaan audiensi masyarakat Kecamatan Mata Oleo.

Audiensi diajukan terkait kerusakan jalan Kasipute–Lora–Bambea yang bertahun-tahun dikeluhkan warga setempat.

Ruas jalan sepanjang sekitar 10 kilometer itu menjadi akses utama masyarakat Kecamatan Mata Oleo.

Aktivitas pendidikan, kesehatan, perikanan, pariwisata, hingga ekonomi warga bergantung pada kondisi jalan tersebut.

Namun, masyarakat masih melewati jalan berlubang, berlumpur, dan sulit dilalui saat musim hujan.

EK-KOM LMND Bintang Kuning menilai DPRD Bombana gagal menyerap aspirasi masyarakat terkait kebutuhan infrastruktur dasar.

Koordinator aksi, Iqbal Mbossa Barakati, menyebut DPRD belum memberikan kepastian terhadap surat audiensi masyarakat.

“Kami sudah menyampaikan tuntutan secara resmi, tetapi hingga sekarang belum ada respons jelas,” ujarnya.

Iqbal menegaskan pihaknya akan menggelar aksi lebih besar apabila aspirasi masyarakat terus diabaikan.

Menurutnya, kondisi itu menunjukkan ketimpangan pembangunan di Kabupaten Bombana, khususnya Kecamatan Mata Oleo.

Ia menyebut masyarakat hanya menerima janji politik tanpa kepastian penyelesaian infrastruktur jalan.

Selain akses utama warga, jalan Kasipute–Lora–Bambea dinilai penting mendukung pengembangan sektor wisata pantai.

Buruknya kondisi jalan disebut menghambat pertumbuhan ekonomi serta konektivitas wilayah Kecamatan Mata Oleo.

EK-KOM LMND Bintang Kuning mendesak DPRD Bombana segera membuka ruang audiensi bersama masyarakat dan mahasiswa.*

Puskom Desak Kemenag Investigasi Dugaan Pelanggaran IAI Rawa Aopa

JAKARTA, KENDARIKINI.COM — Pusat Studi Konstitusi Indonesia (Puskom) menggelar aksi di Kantor Kementerian Agama RI, Rabu, 13 Mei 2026.

Aksi diikuti ratusan mahasiswa, masyarakat, dan orang tua mahasiswa IAI Rawa Aopa. Massa menuntut evaluasi terhadap kampus tersebut.

Puskom menilai Diktis Kemenag RI lamban menangani dugaan pelanggaran di lingkungan IAI Rawa Aopa dan Yayasan Rawa Aopa.

Massa menyoroti dugaan pembiaran korban kekerasan seksual serta persoalan perlindungan mahasiswa di lingkungan kampus.

Selain itu, Puskom juga menyinggung dugaan suap izin operasional Program Studi Ekonomi Syariah.

Aksi sempat memanas ketika massa mencoba memasuki area Kantor Kementerian Agama RI untuk menemui Menteri Agama.

Aparat kepolisian menghadang massa dan menawarkan mediasi bersama jajaran Diktis Kemenag RI.

Koordinator Puskom, Robby Anggara, menolak bertemu pejabat teknis dan meminta bertemu langsung Menteri Agama RI.

“Kami ingin bertemu Menteri Agama, bukan pejabat yang memperlambat pengaduan,” tegas Robby saat berorasi.

Direktur PTKI Kemenag RI, Prof. Sahiron Syamsuddin, akhirnya menerima empat perwakilan massa untuk mediasi.

Dalam pertemuan itu, Puskom memaparkan dugaan pelanggaran akademik, komersialisasi pendidikan, dan dugaan jual beli ijazah.

Puskom juga menyerahkan dugaan bukti awal terkait percakapan mengenai izin operasional prodi Ekonomi Syariah.

Prof. Sahiron menyebut pihaknya telah meminta klarifikasi kampus dan pemeriksaan melalui Kopertais.

Ia juga meminta perwakilan massa melapor resmi ke Inspektorat Jenderal Kemenag RI.

Puskom menegaskan akan melanjutkan pelaporan dugaan suap izin prodi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.*

Usman Lasoopa Bangun Tanggul Rp2 Miliar Demi Sawah Angata

KENDARIKINI.COM – Masyarakat Kecamatan Angata, Konawe Selatan, berharap Kementerian Pertanian memperhatikan potensi persawahan di wilayah mereka.

Kawasan tersebut mencakup Desa Puulipu, Angata, Matabondu, hingga Desa Pundambu dengan potensi sekitar 6.000 hektar sawah.

Harapan masyarakat menguat setelah ahli waris hak ulayat, Usman Lasoopa, membangun tanggul persawahan menggunakan dana pribadi.

Nilai pembangunan tanggul sepanjang sekitar dua kilometer itu mencapai kurang lebih Rp2 miliar.

Pembangunan dilakukan untuk membuka akses pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat di wilayah pelosok.

Masyarakat menilai langkah tersebut menjadi bukti keseriusan mendukung pengembangan sektor pertanian di Kecamatan Angata.

Namun, pengembangan kawasan persawahan masih terkendala sebagian wilayah yang masuk kawasan konservasi.

Kondisi itu membuat masyarakat berharap pemerintah pusat menghadirkan solusi tanpa melanggar aturan yang berlaku.

Warga juga berharap Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, dapat melihat langsung potensi pertanian di Kecamatan Angata.

Menurut masyarakat, perhatian pemerintah penting untuk mendukung program percetakan sawah secara bertahap.

Sebelumnya, Desa Pundambu pernah masuk agenda Hari Pangan Sedunia saat kepemimpinan Menteri Syahrul Yasin Limpo.

Masyarakat berharap program pengembangan pertanian di kawasan tersebut dapat kembali dilanjutkan pemerintah pusat.*

Listrik Tak Stabil, Warga Konawe Utara Datangi Kantor PLN UP3 Kendari

KENDARIKINI.COM – Sejumlah warga Konawe Utara mendatangi Kantor PLN UP3 Kendari, Rabu (13/5/2026), memprotes listrik tidak stabil.

Masyarakat mengaku tegangan listrik naik turun menyebabkan banyak alat elektronik warga mengalami kerusakan.

Kerusakan disebut terjadi pada televisi, kulkas, mesin cuci, hingga peralatan usaha milik masyarakat.

Dalam aksi itu, massa membawa spanduk dan menyampaikan tuntutan kepada pihak PLN secara terbuka.

Warga meminta PLN segera memperbaiki kualitas pelayanan listrik di wilayah Konawe Utara.

“Kami bayar listrik tepat waktu, tetapi strom terus tidak stabil,” ujar Hendrik saat berorasi.

Ia menilai masyarakat selama ini terus dirugikan akibat buruknya kualitas jaringan listrik di daerah tersebut.

Menurutnya, kerusakan alat elektronik warga terus bertambah tanpa adanya tanggung jawab jelas dari PLN.

“Televisi, kulkas, hingga alat usaha warga rusak akibat strom amburadul,” tegas Hendrik.

Massa juga mendesak PLN transparan terkait penyebab gangguan listrik yang terus terjadi di Konawe Utara.

Aksi sempat berlangsung tegang sebelum pihak PLN menerima perwakilan massa untuk melakukan dialog terbuka.

Warga mengancam menggelar aksi lanjutan dengan massa lebih besar jika keluhan tidak segera ditindaklanjuti.*

MBM Sultra Kawal Dugaan Pengancaman Oknum DPRD Baubau

KENDARIKINI.COM – Dugaan pengancaman oleh oknum anggota DPRD Baubau berinisial HB masih diproses Ditreskrimum Polda Sultra.

Kasus tersebut dilaporkan Lembaga Mahasiswa Banteng Muda Sulawesi Tenggara atau MBM Sultra pada 24 April 2026.

Ketua MBM Sultra menyebut dugaan pengancaman terjadi saat aksi demonstrasi di DPRD Kota Baubau, 20 April 2026.

Aksi awalnya berlangsung damai sebelum terjadi ketegangan antara massa demonstran dan oknum anggota dewan tersebut.

Dalam video beredar, HB diduga melontarkan ucapan bernada ancaman kepada peserta aksi demonstrasi.

MBM Sultra menilai tindakan itu menimbulkan ketakutan dan menciptakan suasana tidak kondusif di lokasi aksi.

Pelapor juga telah menerima SP2HP pertama bernomor 653/IV/RES.1.24./2026/DIT.Reskrimum tertanggal 30 April 2026.

MBM Sultra meminta Polda Sultra segera memanggil dan memeriksa HB untuk memberikan klarifikasi resmi.

Mereka juga meminta penyidik bertindak profesional, transparan, dan tidak tebang pilih menangani perkara tersebut.

Menurut MBM Sultra, kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional yang harus dijamin negara.

Organisasi mahasiswa itu mengaku akan terus mengawal proses hukum hingga kasus dinyatakan tuntas.

MBM Sultra mengancam melapor ke Kompolnas, Ombudsman, dan Komnas HAM jika penanganan kasus dinilai mandek.*

KPPL Sultra Gelar Nobar Film Lingkungan di Kampus UHO Kendari

KENDARIKINI.COM – Koalisi Pemuda Penggiat Lingkungan Sulawesi Tenggara menggelar nobar dan diskusi film “Pesta Babi”.

Agenda berlangsung Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 19.00 WITA di Perempatan Kampus UHO Kendari.

Film dokumenter karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale mengangkat isu eksploitasi alam di Papua.

Dokumenter tersebut menyoroti perampasan tanah adat, kerusakan hutan, dan hilangnya ruang hidup masyarakat.

KPPL-Sultra menilai persoalan itu merupakan gambaran kolonialisme modern melalui industri ekstraktif dan investasi besar.

Ketua Umum KPPL-Sultra, Dwi Silo Raharto, menegaskan negara tidak boleh mengabaikan keselamatan lingkungan dan masyarakat.

“Ketika hutan dihancurkan demi elite, itu bentuk ketidakadilan yang terorganisir,” tegasnya dalam keterangan tertulis.

KPPL-Sultra juga menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah terhadap kerusakan lingkungan dan pelanggaran tata ruang.

Menurut mereka, Sulawesi Tenggara menghadapi ancaman banjir, pencemaran, deforestasi, serta eksploitasi tambang yang terus meningkat.

Diskusi publik menghadirkan Ali Sabarno dan Ados Nuklir sebagai narasumber utama kegiatan tersebut.

Keduanya akan membahas kesamaan pola eksploitasi sumber daya alam di Papua dan Sulawesi Tenggara.

KPPL-Sultra mengajak mahasiswa, aktivis, insan pers, dan masyarakat menghadiri agenda tersebut sebagai bentuk kepedulian lingkungan.*

Anak Nelayan Disabilitas di Konsel Dirawat, Butuh Bantuan Warga

KENDARIKINI.COM – Sultang, warga Desa Torokeku, Kecamatan Tinanggea, Konawe Selatan, kini terbaring lemah di RSUD Konsel.

Anak nelayan tersebut mengalami sakit keras sejak sepekan terakhir dan kondisinya terus menurun.

Kepala Desa Torokeku, Enteng, mengatakan Sultang sempat muntah darah sebelum akhirnya dirawat intensif di rumah sakit.

“Pasien sudah dirawat di RSUD Konsel berkat kerja sama pemerintah desa, kecamatan, Dinas Sosial, dan Dinkes,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Enteng menjelaskan, keluarga Sultang tergolong kurang mampu dan tinggal di kawasan pesisir Desa Torokeku.

Kondisi rumah keluarga itu memprihatinkan dengan atap berlubang dan dinding yang mulai rusak.

Ruang makan dan tempat tidur keluarga juga berada dalam satu ruangan sempit.

Ayah Sultang, Hamira, merupakan penyandang disabilitas yang bekerja sebagai nelayan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Sementara ibunda pasien hanya berstatus ibu rumah tangga dan mendampingi anaknya selama perawatan.

Meski telah mendapat penanganan medis, kebutuhan biaya hidup dan pemulihan keluarga masih cukup besar.

Pemerintah Desa Torokeku mengajak masyarakat dan dermawan membantu meringankan beban keluarga pasien.

Bantuan sosial dapat disalurkan melalui Pemerintah Desa Torokeku untuk kebutuhan pengobatan dan pemulihan Sultang.*

Eks Karyawan Everbest Kendari Keluhkan Lembur dan Pesangon Tak Dibayar

KENDARIKINI.COM — Dugaan pelanggaran hak karyawan mencuat di Everbest Lippo Plaza Kendari. Keluhan itu ramai di media sosial.

Akun Instagram @everbestlippoplazakendari mengunggah sejumlah percakapan terkait tuntutan lembur, pesangon, dan komisi karyawan.

Dalam unggahan itu, mantan karyawan mengaku lembur rutin hingga beberapa kali sepekan tanpa pembayaran resmi perusahaan.

Mereka juga mempertanyakan kompensasi pesangon bagi pekerja kontrak maupun karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja.

Selain itu, karyawan mengaku tidak menerima komisi allowance meski pencapaian penjualan disebut melewati target perusahaan.

“Achiev 61 persen ke atas dapat komisi allowance, tapi tidak diberikan,” tulis akun tersebut dalam unggahan Instagram.

Percakapan lain memperlihatkan upaya mantan karyawan meminta penjelasan kepada pihak perusahaan dan PIC wilayah Kendari.

Namun, hingga unggahan dipublikasikan, pengelola akun mengaku belum mendapatkan jawaban terkait tuntutan tersebut.

Media ini juga mencoba meminta konfirmasi melalui pesan langsung Instagram Everbest Lippo Plaza Kendari terkait keluhan karyawan.

Salah satu admin akun sempat merespons dan meminta nomor WhatsApp untuk komunikasi lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak manajemen PT Everbestindo Surya Jaya.*

Dugaan Perbuatan Cabul di Rumah Bupati Konsel Dilaporkan ke Polresta Kendari

KENDARIKINI.COM – Dugaan tindak pidana pencabulan dilaporkan terjadi di rumah kediaman Bupati Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan adanya laporan tersebut. Korban diketahui bekerja sebagai asisten rumah tangga.

“Korban baru melapor malam ini karena takut dan mengaku sempat diancam,” ujar Welliwanto, Selasa (13/5/2026).

Polisi juga telah mendampingi korban menjalani visum di RS Bhayangkara Kendari untuk kepentingan penyelidikan.

Menurut keterangan kepolisian, korban meminta perlindungan karena mengalami trauma mendalam setelah peristiwa tersebut.

Terduga pelaku berinisial C. Ia disebut memiliki hubungan keluarga dengan istri Bupati Konawe Selatan.

Polisi menyebut terlapor bukan pekerja di rumah tersebut. Namun, ia disebut kerap datang dan beberapa kali menginap.

“Kalau menginap biasanya di kamar pekerja laki-laki,” ungkap sumber kepolisian.

Korban diketahui baru mulai bekerja sebagai ART di rumah tersebut sejak Senin pekan ini.

Dalam dokumen laporan polisi, dugaan perbuatan cabul itu terjadi Selasa, 12 Mei 2025, sekitar pukul 23.50 Wita.

Peristiwa dilaporkan terjadi di sebuah rumah di wilayah Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Kasus tersebut kini masih dalam penanganan Satreskrim Polresta Kendari.*

OPINI: Menanti ‘Net Sink’ dari Sulawesi Tenggara, Antara Data dan Realita

Oleh: Isra Minsar Tamburaka, GIS Analyst on Forestry Investment Planning
Sustainable Landscape Investment Partnership in Indonesia (KIBAR Project)

Ada secercah asa yang muncul dari layar monitor saya pagi ini. Setelah sekian tahun menekuri piksel-piksel citra Landsat yang mewakili hamparan hutan Sulawesi Tenggara, angka-angka di hadapan saya akhirnya bercerita tentang arah yang benar: emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan di provinsi itu telah turun 54 persen, dari 7,08 juta ton CO₂ ekuivalen pada 2020 menjadi 3,25 juta ton pada 2025. Sebagai seorang analis GIS yang setiap hari bergulat dengan data spasial, saya ingin merayakan angka ini—tetapi sekaligus tidak bisa sepenuhnya lega.

Sebab di balik grafik yang melandai itu, tersimpan pertanyaan besar: cukupkah penurunan ini untuk mengantarkan Sulawesi Tenggara menjadi penyerap karbon bersih pada 2030? Dan jujur saja, jawabannya masih menggantung.

Transparansi adalah obat untuk ketidakpastian

Saya percaya, salah satu sumbangan terpenting dari pekerjaan kami sebagai analis geospasial adalah transparansi. Klasifikasi tutupan lahan berbasis machine learning yang kami lakukan setiap tahun pada citra Landsat 30 meter—divalidasi dengan 127 plot inventarisasi hutan dari dataset Forest_sultra—membuka kotak hitam yang selama ini menyelubungi nasib hutan di provinsi itu. Tidak ada lagi ruang bagi klaim tanpa bukti. Deforestasi bruto yang turun dari 14.500 hektar menjadi 10.050 hektar dalam lima tahun, degradasi hutan yang melandai dari 22.800 menjadi 16.200 hektar, hingga reforestasi yang meningkat dari 5.300 menjadi 8.800 hektar: semua terekam, terukur, dan terverifikasi.

Ini bukan sekadar akrobat statistik. Ini adalah fondasi akuntabilitas. Ketika kita berbicara tentang Enhanced NDC yang menargetkan penurunan emisi 31,89 persen tanpa syarat pada 2030—dengan sektor kehutanan diharapkan menyumbang 55 persen dari reduksi itu—maka alat ukur kita tidak boleh main-main. Data spasial eksplisit seperti yang kami hasilkan harus menjadi “hakim” yang adil: memuji jika kemajuan terjadi, menegur jika ada kemunduran, dan membongkar jika ada yang berusaha mengelabui. Sulawesi Tenggara, setidaknya untuk periode 2020–2025, layak mendapatkan apresiasi. Tapi jangan dulu berpuas diri.

Romantisme angka dan jebakan proyeksi

Saya akui, ada sensasi yang menyenangkan saat menyusun tabel emisi dan menyaksikan garis merah itu menukik turun. Emisi biomassa dari deforestasi turun dari 4,94 juta ton CO₂e menjadi 3,12 juta ton. Emisi dari degradasi merosot dari 3,02 juta ton menjadi 1,89 juta ton. Kebakaran hutan, meski kecil, juga berhasil ditekan. Dan yang paling membanggakan: penyerapan karbon dari regenerasi, penanaman, dan rehabilitasi mangrove melonjak dari 1,00 juta ton menjadi 1,82 juta ton. Semua ini adalah buah dari kerja keras banyak pihak, dari petugas lapangan yang memadamkan api hingga penyuluh yang mendampingi petani agroforestri.

Namun, mari kita jujur: proyeksi yang saya bangun berdasarkan tren ini—emisi bersih menyusut menjadi 1,36 juta ton CO₂e pada 2030—tetaplah sebuah asumsi yang rapuh. Angka itu turun 81 persen dari baseline 2020, ya. Tetapi ia belum mencapai nol, apalagi menjadi negatif seperti yang diharapkan dari skenario FOLU Net Sink 2030. Di sinilah letak jebakannya: kita terlalu sering terbuai oleh laju penurunan tanpa bertanya, “Apa lagi yang harus dilakukan agar kurva itu benar-benar menembus garis netral?”
Sulawesi Tenggara tidak punya lahan gambut yang emisi dekomposisinya bisa diredam melalui rewetting—sebuah keuntungan mitigasi yang dimiliki Riau atau Kalimantan Tengah.

Provinsi ini hanya mengandalkan hutan lahan kering dan setitik mangrove. Maka, untuk menjadi net sink, tidak ada jalan pintas: deforestasi harus ditekan hingga mendekati nol, degradasi harus dihentikan secara drastis, dan laju reforestasi harus dipacu berlipat ganda. Saat ini, reforestasi kita baru mencapai 8.800 hektar per tahun. Apakah itu cukup? Saya ragu.

Bayang-bayang nikel dan infrastruktur

Sebagai analis yang mengamati tutupan lahan Sulawesi Tenggara dari tahun ke tahun, saya tidak bisa menutup mata dari ancaman yang terus membayangi. Ekspansi pertambangan nikel—yang dipicu oleh permintaan global untuk baterai kendaraan listrik—adalah realitas yang sulit diabaikan. Di beberapa wilayah, saya melihat piksel-piksel yang dulu hijau berubah menjadi coklat dalam satu-dua tahun, dan ketika saya periksa dengan citra resolusi tinggi, tampak jelas bekas-bekas aktivitas tambang terbuka. Lalu ada infrastruktur jalan baru, pembukaan lahan untuk kebun campur, dan tekanan dari pertumbuhan penduduk. Semua ini bisa menggagalkan skenario optimistis yang saya susun di atas kertas.

Maka, pendapat saya sebagai seseorang yang sehari-hari “bercakap-cakap” dengan data spasial adalah: kebijakan tidak boleh hanya mengandalkan momentum positif. Diperlukan instrumen yang lebih tajam. Moratorium deforestasi harus diperkuat dengan penegakan hukum yang tak tebang pilih. Perencanaan tata ruang harus menjamin bahwa bukaan tambang baru tidak mengorbankan areal berhutan dengan nilai karbon tinggi. Dan program perhutanan sosial mesti dipercepat untuk memberikan insentif ekonomi kepada masyarakat agar menjaga pohon tetap berdiri, bukan menebangnya.

Dari data menuju aksi: siapa yang akan bergerak?

Teman saya sering berkelakar bahwa pekerjaan kami selesai ketika peta dan tabel sudah diserahkan. Tapi saya tidak pernah percaya itu. Data adalah awal, bukan akhir. Laporan ini—dengan segala rincian faktor emisi berbasis plot lokal, matriks transisi tahunan, dan proyeksi hingga 2030—harus menjadi panggilan untuk bangkit, bukan sekadar pajangan. Pemerintah provinsi, Bappeda, dinas kehutanan, aparat penegak hukum, dan bahkan pelaku usaha pertambangan mesti duduk bersama, menatap data yang sama, dan merumuskan langkah konkret.

Angka 1,36 juta ton CO₂e pada 2030 itu bukan takdir. Ia bisa lebih rendah—bahkan bisa menjadi negatif—jika kita berani mengambil pilihan yang selama ini mungkin dihindari: membatasi ekspansi tambang di zona-zona kritis, mengalokasikan dana rehabilitasi yang memadai, dan menghentikan pembiaran degradasi kronis. Sebaliknya, ia bisa membengkak kembali jika kita lengah, dan skenario yang saya tulis dalam artikel ini akan menjadi pengingat pahit tentang peluang yang disia-siakan.

Sulawesi Tenggara, bagi saya, adalah mikrokosmos dari dilema besar mitigasi iklim di Indonesia: ada potensi, ada kemauan, tetapi juga ada godaan untuk memilih pertumbuhan ekonomi jangka pendek di atas keberlanjutan. Saya memilih untuk tetap optimis. Karena data yang saya pegang—meskipun tidak sempurna—menunjukkan bahwa perubahan itu mungkin. Dan sebagai analis GIS, saya ingin kelak, ketika menulis laporan terakhir saya sebelum kontrak berakhir, bisa berkata dengan bangga: “Provinsi ini akhirnya bernapas sebagai penyerap karbon bersih, dan peta-peta kami adalah saksi dari perjuangan itu.” Kini, bola ada di tangan para pembuat keputusan. Apakah mereka akan menendangnya ke arah yang benar, atau membiarkannya diam? Data sudah jelas; selanjutnya adalah soal keberanian.*

Deforestasi Sultra Capai 139 Ribu Hektare, Tambang Nikel Disorot

KENDARIKINI.COM – Sulawesi Tenggara kehilangan 139.470 hektare hutan selama periode 2020–2025. Tambang nikel disebut menjadi penyebab utama.

Data analisis spasial menunjukkan tutupan hutan Sultra pada 2020 mencapai 2,96 juta hektare atau 70 persen wilayah daratan.

Hutan terbesar berada di Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka, dan Bombana. Kawasan itu menjadi habitat satwa endemik serta penyangga DAS.

Deforestasi sempat menurun pada 2021 dan 2022. Namun, lonjakan terjadi pada 2023 dengan kehilangan hutan mencapai 39.928 hektare.

Pada 2024, angka deforestasi turun menjadi 19.799 hektare. Tahun 2025 kembali meningkat menjadi 27.575 hektare.

Analisis menunjukkan deforestasi terbesar terjadi di Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka, Bombana, dan Konawe.

Wilayah tersebut diketahui menjadi pusat aktivitas pertambangan nikel dan ekspansi perkebunan skala besar.

Data perizinan 2010–2025 mencatat terdapat 112 izin pertambangan nikel dengan luas mencapai 172.500 hektare.

Sebanyak 65 izin berstatus operasi produksi tersebar di Konawe Utara, Konawe, dan Kolaka Utara.

Sementara itu, 45 WIUP berstatus pencadangan disebut berpotensi memicu gelombang deforestasi baru.

Penulis kajian, Isra Minsar Tamburaka, menyebut lonjakan deforestasi 2023 berkaitan dengan operasional izin tambang baru.

Deforestasi juga meningkatkan risiko banjir, erosi, kekeringan, dan pendangkalan sungai di sejumlah daerah aliran sungai.

Kajian merekomendasikan audit izin tambang, moratorium WIUP baru, serta penguatan pemantauan hutan berbasis citra satelit.*

Komdigi Gelar Insight Talk Bertajuk Cerdas di Era Kecerdasan Artifisial di Kendari

KENDARIKINI.COM – Kementerian Komunikasi dan Teknologi (Komdigi) menggelar Insight Talks bertajuk “Literasi Media: Cerdas di Era Kecerdasan Artifisial” di Swiss-Belhotel Kendari, Rabu (13/5/2026).

Hal ini merupakan upaya Komdigi, meningkatkan kesadaran masyarakat dan insan pers, pentingnya memahami perkembangan teknologi informasi Artifisial Intelligence (AI).

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, literasi media, standar etika jurnalistik, dan kemanusiaan menjadi kunci utama peran insan pers di tengah derasnya arus informasi hoax, disinformasi, misinformasi di era digital dan AI.

“Bahwa AI adalah alat bantu yang tidak mungkin menggantikan peran nurani manusia, sehingga di era serba digital saat ini masa depan tidak hanya ditentukan pada ukuran seberapa mahir kita menggunakan AI, namun juga seberapa perlu kita memegang standar etika dan kemanusiaan,” ujar Farida Dewi Maharani, Rabu (13/5/2026).

Dalam kegiatan ini, juga digelar Talk show, menghadirkan narasumber Yogi Hadi Ismanto, Ketua Komisi Penelitian Pendataan dan Ratifikasi Pers, dan Asisten Kepala Divisi Pemberitaan Media Indonesia, Iis Zatnika.

Dalam paparannya, Yogi Hadi Ismanto, menejelaskan pentingnya kewajiban perusahaan pers dalam menjaga dan mempublikasikan produk jurnalistik. Karena menurut, ketika terjadi kesalahan pada produk jurnalistik yang bertanggung jawab adalah perusahan pers.

“Yang wajib menjaga produk jurnalistik adalah perusahan pers, karena berita yang bertebaran di mana-mana ini produk perusahaan pers, jadi kalau ada produk jurnalistik yang salah yang bertanggung jawab bukan wartawan, Pimrednya yang kita cari,” jelasnya.

Sementara itu, Iis Zatnika menekankan sangat penting peran insan pers menjaga kualitas informasi dalam menggunakan AI. Namun, ia menegaskan penggunaan AI bagi insan pers bukan sesuatu yang wajib berlaku pada perusahaan pers, melainkan pilihan.

“Yang menggunakan IA boleh-boleh saja, yang tidak menggunakan AI juga tidak masalah karena AI hanya alat bantu mempermudah kerja-kerja jurnalis,” tegasnya.

Diskusi berlangsung hangat dan mendalam, membahas bagaimana masyarakat menjadi pengguna media yang kritis dan insan pers dapat menjadi menjadi pilar demokrasi menyebarkan informasi yang bertanggung jawab di era digital yang semakin berkembang pesat.

Pada sesi berikutnya, dilanjutkan dengan workshop interaktif dengan tema “Pemanfaatan AI untuk Produktivitas Digital” yang disampaikan oleh Dosen FISIP UHO/Certified AI Trainer, Ricky Ramadhan R.

Dalam sesi tersebut, Ricky Ramadhan, mengajak dan mengingatkan peserta untuk menggunakan AI secara positif.

“Ingat gunakan secara bijak, dan AI adalah mitra kita bukan sebagai pengganti kita,” pungkasnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep literasi media secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan teknologi kecerdasan artifisial secara bijak guna mendukung produktivitas di era digital.(Faldi)*

KI Sultra Goes to Campus, Mahasiswa IAIN Kendari Didorong Melek Informasi

KENDARIKINI.COM – Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar program “KI Sultra Goes to Campus” di IAIN Kendari, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan itu bertujuan memperkuat budaya keterbukaan informasi publik di lingkungan akademik dan kalangan mahasiswa.

Program tersebut merupakan agenda bidang Advokasi, Sosialisasi, dan Edukasi KI Sultra.

Komisioner KI Sultra, Rahmawati, mengatakan mahasiswa memiliki peran penting dalam penyebaran informasi publik.

“Mahasiswa harus memahami pentingnya keterbukaan informasi sebagai bagian kehidupan demokrasi,” ujar Rahmawati.

Kegiatan dibuka Rektor IAIN Kendari, Husain Insawan, dilanjutkan penandatanganan nota kesepahaman bersama KI Sultra.

Kerja sama itu diharapkan memperkuat transparansi dan literasi informasi di lingkungan perguruan tinggi.

Kepala LPP RRI Kendari turut hadir dan mendukung kolaborasi kampus, media, serta lembaga negara.

Acara dikemas melalui seminar tatap muka dan talkshow on air bersama RRI Kendari.

Sejumlah narasumber hadir, di antaranya Wakil Ketua KI Sultra Marjani dan Sekretaris Diskominfo Sultra Wa Ode Iis Indriyani.

Turut hadir Wakil Rektor III IAIN Kendari Sitti Fauziah Muis dan Komisioner KI Sultra Andi Ulil Amri.

Para narasumber menekankan pentingnya keterbukaan informasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Mahasiswa dinilai menjadi agen perubahan dan penggerak literasi informasi di tengah masyarakat.

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusias tinggi dari peserta hingga penutupan acara.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti