Sabtu, Oktober 24, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 54

Bid Humas Polda Sultra Perkuat Sinergi Pers Jaga Kamtibmas

KENDARIKINI.COM – Bid Humas Polda Sultra menggelar coffee morning bersama insan pers di Balai Wartawan, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan mempererat sinergi antara kepolisian dan media dalam menjaga situasi kamtibmas.

Acara berlangsung hangat dengan tema peningkatan sinergitas mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Iis Kristian, menegaskan pentingnya komunikasi dan silaturahmi dengan pers.

Menurutnya, pertemuan ini menjadi ruang bertukar informasi dan memperkuat hubungan kerja.

Ia juga menyoroti tantangan era digital dengan maraknya disinformasi dan hoaks di media sosial.

Iis mengajak insan pers berperan aktif menjaga ekosistem informasi yang sehat dan kondusif.

“Tantangan kini bukan hanya keamanan fisik, tetapi juga ruang digital,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana evaluasi pelayanan informasi kepada media.

Iis menyampaikan permohonan maaf jika pelayanan informasi belum maksimal.

Ia berharap masukan pers dapat meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.

Kegiatan dihadiri pimpinan redaksi dan jurnalis dari berbagai media di Sulawesi Tenggara.

Acara ditutup dengan diskusi santai memperkuat komitmen bersama menjaga kamtibmas.*

Ampuh Sultra Dorong Perda Kendaraan Tambang Wajib Plat DT

KENDARIKINI.COM – Ampuh Sultra mendorong Pemprov membentuk Perda wajib plat DT untuk kendaraan sektor tambang dan smelter.

Dorongan muncul setelah ditemukan banyak kendaraan tambang menggunakan plat luar daerah di Sulawesi Tenggara.

Kendaraan tersebut meliputi dump truck dan alat berat milik perusahaan pertambangan.

Ampuh menilai kondisi ini merugikan daerah karena pajak tidak masuk ke kas Sultra.

“Banyak kendaraan berplat luar, sehingga pajaknya dibayar di daerah asal,” ujar perwakilan Ampuh, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, Sultra hanya menanggung dampak penggunaan jalan tanpa menerima manfaat pajak kendaraan tersebut.

Hal ini dinilai menimbulkan ketimpangan dan ketidakadilan bagi daerah dan masyarakat setempat.

Ampuh meminta Pemprov segera membuat regulasi agar seluruh kendaraan tambang terdaftar di Sultra.

Dengan aturan tersebut, pembayaran pajak diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan.

Peningkatan pajak dinilai dapat mendukung pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan.

Ampuh optimistis kebijakan ini mampu mengatasi persoalan jalan rusak akibat aktivitas tambang.

Mereka berharap pemerintah segera merespons usulan tersebut melalui kebijakan konkret.*

OPINI: Masyarakat Sipil Pengguna Kereta Api, Pemerintah Mesti Usut Penyebab Utama Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

0

Oleh: Tody A Prabu

Kecelakaan kereta api baru-baru ini di Bekasi Timur telah menjadi alarm keras yang memicu desakan kuat dari berbagai pihak untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem keselamatan kereta.

Berikut adalah poin-poin utama evaluasi yang perlu dilakukan berdasarkan situasi tersebut:

Sistem Persinyalan dan Proteksi: Investigasi menyeluruh pada aspek teknis persinyalan dan sistem proteksi perjalanan kereta untuk mencegah tabrakan.

Investigasi terhadap penyebab kecelakan kereta api tsb.Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi secara menyeluruh, transparan, dan berbasis pada semua aspek, baik faktor manusia, teknis, maupun sistem operasional

Harus ada sistem berlapis yang kuat, mulai dari teknologi, infrastruktur, hingga disiplin pengguna

percepatan implementasi teknologi keselamatan seperti Automatic Train Protection (ATP), guna memastikan kereta dapat berhenti otomatis saat terjadi potensi bahaya atau pelanggaran sinyal

Evaluasi SOP (Standar Operasional Prosedur): Meninjau kembali SOP pengoperasian kereta guna memastikan tidak adanya kelalaian manusia atau kegagalan sistem.
Keamanan Perlintasan Sebidang: Meningkatkan pengamanan pada perlintasan sebidang untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

Reformasi Sistem PT KAI: Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN RI) mendesak evaluasi total terhadap sistem manajemen keselamatan di PT KAI.

Percepatan Infrastruktur: Mendorong percepatan pembangunan Double-Double Track (DDT) untuk memisahkan jalur kereta jarak jauh dan KRL/kereta komuter

Evaluasi ini menekankan bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh ada toleransi terhadap kegagalan sistem keselamatan.

Harus ada rekomendasi dari DPR RI komisi terkait dan Pimpinan DPR RI, DPD Ri kepada PT.KAI , Danantara & Kementerian Perhubungan. Salam Masyarakat Sipil Pengguna Kereta Api.*

Pemkot Jakbar Perkuat Edukasi Hukum Tekan Kekerasan Perempuan Anak

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – Pemkot Jakarta Barat menutup sosialisasi hukum perlindungan perempuan dan anak di RPTRA Kalijodo, Tambora.

Kegiatan berlangsung 14–27 April 2026, hasil kolaborasi YPHMI, KAI, JMSI DKI, dan Forum Jurnalis Jakarta Barat.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, menegaskan pentingnya edukasi untuk menekan kekerasan perempuan dan anak.

Ia mendorong keterlibatan kader, RT, RW, dan dasawisma sebagai agen perubahan di masyarakat.

Menurutnya, peran masyarakat penting dalam pencegahan dan deteksi dini kasus kekerasan.

Pemprov DKI menyediakan layanan pengaduan melalui UPT PPA, RPTRA, hingga layanan darurat 112.

Pemkot juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Transjakarta dan lembaga perlindungan anak.

Ketua DPD KAI Jakarta, Tuti Susilawati, menyebut faktor ekonomi pemicu utama kasus KDRT.

Ia menilai tekanan ekonomi sering memicu konflik rumah tangga hingga berujung kekerasan.

Tuti juga menyoroti masih banyak korban enggan melapor karena dianggap aib keluarga.

Menurutnya, keberanian melapor penting untuk memutus siklus kekerasan dalam rumah tangga.

Pemberdayaan perempuan dinilai menjadi solusi jangka panjang mengurangi risiko KDRT.

Program sosialisasi juga mendorong warga mulai aktif melaporkan kasus melalui kanal tersedia.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi menciptakan lingkungan aman bagi perempuan dan anak.*

Dishub Sultra dan KMA Bantah Dugaan Pungli Driver Online

KENDARIKINI.COM – Dinas Perhubungan Sulawesi Tenggara dan Koperasi Mitra Anoa mengklarifikasi dugaan pungutan liar terhadap driver online.

Kepala Dishub Sultra, Muhammad Fadlansyah, mengaku tidak mengetahui adanya praktik pungli tersebut.

Menurutnya, seluruh sistem pembayaran angkutan sewa khusus driver online dilakukan melalui aplikasi resmi.

“Semua via aplikasi. Jalur punglinya lewat mana?” ujar Fadlansyah, Rabu, 29 April 2026.

Ia menegaskan tudingan tersebut harus dibuktikan dengan data dan oknum yang jelas.

Fadlansyah meminta pihak yang menuduh menunjukkan bukti jika memang terjadi pelanggaran.

Sementara itu, Pimpinan KMA, Aswin, membantah adanya pungutan liar kepada driver online.

Ia menjelaskan potongan Rp25 ribu merupakan biaya keanggotaan koperasi, bukan pungutan ilegal.

Menurutnya, biaya tersebut dikembalikan dalam bentuk manfaat seperti servis kendaraan dan kebutuhan operasional.

Aswin menambahkan, potongan hanya berlaku bagi driver yang memenuhi target kerja melalui sistem.

Ia juga menegaskan tidak ada setoran dari KMA kepada Dishub Sultra.

KMA menyatakan siap menghadiri RDP di DPRD Sultra untuk memberikan penjelasan resmi.

Sementara itu, pihak Grab GDC Kendari belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Sebelumnya, Komunitas Kudeta Kendari melaporkan dugaan pungli ke DPRD Sultra terkait penjemputan di pelabuhan dan bandara.*

Nama Dipinjam Kredit Ibu Bhayangkari, Janda Penjual Nasi Kuning Terjerat Masalah Mengadu ke LBH HAMI Sultra

KENDARIKINI.COM – Seorang janda penjual nasi kuning diduga menjadi korban penyalahgunaan identitas untuk pengajuan kredit.

Kasus ini disampaikan Ketua LBH HAMI Sulawesi Tenggara, Andre Darmawan, di Kendari.

Andre mengatakan, identitas korban dipinjam oleh seorang oknum untuk mengajukan pembiayaan.

“Seorang ibu bhayangkari yang tidak tanggungjawab akhirnya si ibu ditagih pembiayaan, dilapor polisi dan namanya rusak, semoga kami bisa membantu menghadirkan keadilan bagi mereka,” jelasnya dalam postingan akun sosmednya.

Namun, kewajiban pembayaran tidak dipenuhi sehingga korban justru ditagih oleh pihak pembiayaan.

Akibatnya, korban juga dilaporkan ke polisi dan mengalami kerugian secara moral.

“Korban kini menghadapi tekanan karena namanya tercatat dalam masalah kredit tersebut,” ujar Andre.

Ia menilai kasus ini menunjukkan lemahnya perlindungan terhadap masyarakat kecil dalam sistem pembiayaan.

LBH HAMI Sultra menyatakan siap memberikan pendampingan hukum kepada korban.

Andre berharap kasus ini dapat ditangani secara adil dan transparan oleh pihak berwenang.

Ia juga meminta lembaga pembiayaan lebih berhati-hati dalam verifikasi data nasabah.

Kasus ini menjadi perhatian karena berdampak langsung pada kehidupan ekonomi masyarakat kecil.*

Buruh Tani Konsel Tempuh Jarak Jauh Cari Keadilan di LBH HAMI Sultra

KENDARIKINI.COM – Seorang buruh tani asal Konawe Selatan mendatangi Kantor LBH HAMI Sulawesi Tenggara di Kendari.

Kedatangannya untuk memperjuangkan hak atas tanah yang sedang disengketakan.

Ketua LBH HAMI Sultra, Andre Darmawan, mengatakan buruh tersebut menempuh perjalanan panjang menuju Kendari.

“Ia datang jauh dari Konawe Selatan, bahkan kadang berjalan kaki untuk sampai ke kantor kami,” tulis Andre di akun sosial medianya.

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan beratnya perjuangan masyarakat kecil dalam mencari keadilan hukum.

LBH HAMI Sultra menyatakan siap memberikan pendampingan hukum terhadap kasus yang dihadapi buruh tani tersebut.

Andre menegaskan pihaknya akan mengkaji dokumen serta kronologi sengketa tanah secara menyeluruh.

Ia juga berharap pemerintah dan pihak terkait memberi perhatian serius terhadap persoalan agraria di daerah.

Permasalahan tanah dinilai masih menjadi konflik yang kerap dialami masyarakat di Sulawesi Tenggara.

LBH HAMI Sultra mengajak semua pihak mengedepankan penyelesaian yang adil dan sesuai hukum berlaku.*

Gempur Sultra Soroti Dugaan Anggaran Jembatan Tumburano Wawonii

KENDARIKINI.COM – Gempur Sultra menggelar demonstrasi di Kantor BPJN Sulawesi Tenggara, Senin, 27 April 2026.

Aksi tersebut memprotes dugaan ketidaksesuaian anggaran pembangunan Jembatan Gantung Tumburano di Pulau Wawonii.

Massa menilai realisasi proyek tidak sebanding dengan anggaran yang telah dialokasikan pemerintah.

Dalam orasi, peserta aksi menyoroti indikasi kurangnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran proyek tersebut.

Penanggung jawab aksi, Reyhan, meminta BPJN membuka data Rencana Anggaran Biaya secara transparan.

Ia juga mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara segera mengusut dugaan penyimpangan anggaran tersebut.

Menurutnya, pengawasan dari instansi terkait masih lemah sehingga memicu dugaan pelanggaran.

Reyhan juga menyayangkan tidak hadirnya pimpinan BPJN saat massa menyampaikan aspirasi di kantor tersebut.

Ia menilai seharusnya ada perwakilan yang menerima aspirasi mahasiswa secara terbuka dan responsif.

Sementara itu, pihak Kejati Sultra menyatakan akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan massa aksi.

Kejati juga berencana melakukan observasi lapangan guna memastikan kebenaran dugaan tersebut.

Aksi demonstrasi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian di lokasi kegiatan.

Dugaan tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip transparansi pengelolaan keuangan negara sesuai regulasi berlaku.

Gempur Sultra menegaskan akan kembali menggelar aksi lanjutan jika tidak ada tindak lanjut konkret.*

Kemendagri Didesak Tindak Polemik Batas Pondidaha–Amongedo Konawe

KONAWE, KENDARIKINI.COM – Polemik batas wilayah Kecamatan Pondidaha dan Amongedo kembali mencuat dan mendapat sorotan publik luas.

Sejumlah masyarakat dan aktivis mendesak Kementerian Dalam Negeri segera menyikapi dugaan pelanggaran administratif Pemerintah Kabupaten Konawe.

Pondidaha dinilai memiliki dasar hukum kuat melalui Perda Nomor 6 Tahun 2006 serta Perbup Tahun 2008.

Regulasi tersebut menetapkan batas wilayah berdasarkan Sungai Tukambopo sebagai batas alam yang sah.

Namun, di lapangan diduga terjadi penyimpangan terhadap ketentuan hukum yang telah ditetapkan tersebut.

Oknum Camat Amongedo bersama Asisten I Pemkab Konawe diduga menetapkan batas wilayah tidak sesuai aturan berlaku.

Tindakan itu dinilai berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Selain itu, diduga bertentangan dengan Permendagri Nomor 45 Tahun 2016 dan asas pemerintahan yang baik.

Masyarakat menilai penolakan terhadap Perda dan Perbup merupakan bentuk pembangkangan terhadap produk hukum daerah.

Aktivis mendesak Bupati Konawe mengevaluasi legalitas Kecamatan Amongedo secara menyeluruh dan transparan.

Jika terbukti tidak tunduk pada regulasi, SK pemekaran Amongedo diminta untuk dibatalkan.

Peran Badan Informasi Geospasial dinilai penting dalam verifikasi teknis batas wilayah tersebut.

Masyarakat juga mengancam akan menggelar aksi lanjutan jika tuntutan tidak segera ditindaklanjuti.*

Bahtra Banong Sidak Bulog Sultra, Stok Pangan Sangat Aman

KENDARIKINI.COM – Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Bahtra Banong, melakukan sidak di gudang Bulog Sultra, Rabu (29/4/2026).

Gudang tersebut berada di Jalan Diponegoro, Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.

Sidak dilakukan untuk memastikan ketahanan dan keamanan pangan di Sulawesi Tenggara tetap terjaga.

Kunjungan ini juga menindaklanjuti arahan Presiden terpilih Prabowo Subianto terkait pengawasan stok kebutuhan pokok.

Bahtra menyebut kondisi stok pangan di Sultra saat ini sangat aman berdasarkan data Bulog.

Persediaan beras dan jagung bahkan diklaim menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah di daerah tersebut.

“Kebutuhan beras sekitar 20 ribu ton per tahun, sementara stok mencapai 78 ribu ton,” ujarnya.

Menurutnya, stok tersebut cukup memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa tahun ke depan.

Ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu kelangkaan pangan yang beredar.

Bahtra menegaskan pemerintah terus menjaga stabilitas dan kelancaran distribusi bahan pokok di seluruh daerah.

“Masyarakat tidak perlu panik, pemerintah memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia,” tutupnya.*

OPINI: Pak AT Orang Baik, Siapa Berani Bantah?

0

Oleh: Mirpans, Kuli Tinta

Malam tadi Rabu 29 April 2026 saya tertidur sekitar pukul 23.00 WITA, dan seperti biasa saya akan terbangun lagi cepat karena lapar gegara kebiasaan makan tengah malam, tadi saya bangun sekitar pukul 02.00 WITA, Kamis 30 April 2026.

Saat mata terbuka, ku tanya istri mana telepon genggamku, Ia jawab dengan lembut sembari mencarikannya. Kemarin ia sempat merajuk, kalau ia sudah merajuk pasti saya keluar rumah, pulang saat merajuknya sudah redah.

Ku lihat jam di teleponku, kukumpul nyawa untuk beranjak dari tempat tidur, di sela-sela itu saya berbisik minta dibuatkan kopi hitam racikan istri, dan disiapkan makan. Saya juga minta dibawakan semua perlengkapan tempur ku ke sudut dapur kami, tempat favoritku menumpahkan semua kegelisahanku dalam bentuk tulisan. Karena dari beberapa hari ini saya sudah niatkan untuk membuatkan tulisan untuk Bapak Anton Timbang (AT). Saya tahu banyak resiko menulis ini, utamanya saya akan dikatai ‘Penjilat’.

Sebelum mengulas itu, Dulu saat mahasiswa dan menjadi Ketua organisasi mahasiswa eksternal kampus, kata kebanyakan kawan-kawan saya gagal dalam memimpin organisasi. Saya pernah tak mau lagi menempuh jalan yang tidak kebanyakan dipilih oleh anak kota macam saya. Saya juga bertempur di dua arus, jabatan organisasiku berusaha dilengserkan oleh sebagian besar kawan-kawan, dan saya ditantang oleh Adik dari orang yang memberi tumpangan sekretariat. Untuk membuat gerakan agar jalan di Tikungan Pasar Baru Jalan MT Haryono Kendari Diaspal. Di pertempuran organisasi saya kalah, berhasil di kudeta, Soal jalan saya menang, Jalan itu diaspal dan ada kepuasan batin tersendiri. “Saya tidak suka ditantang, karena sejak kecil Almarhum Bapakku merakitku untuk melawan tantangan dari siapapun itu, soal hasil urusan belakang,”.

Kembali ke rumah, saya murung karena kehilangan jabatan organisasi. Mama pun menghampiriku. “Kenapa Nak?,” begitu ucapnya. Saya bercerita dengan Mama menumpahkan keluh kesahku. Mama hanya menjawab “Mama selalu dukung langkah Irpan, Irpan selalu benar di mata Mama, Tapi jangan demo-demo lagi nak, Irpan menulis saja,”. Sebelumnya beberapa tulisanku terbit di Kendari Pos dibantu oleh beberapa senior, kegiatan organisasiku ditayangkan. Demo ku pernah tayang di Kendari Info, bahkan tayang di TV, dan beberapa media lainnya karena aksi unikku demo seorang diri. Saya berusaha sembuh dari kekalahanku di organisasi. Saya melamar kerja di media online Sultrademo.co, gaji pertamaku kuberikan kepada Mama.

Baik, kita fokus dengan judul tulisan diatas. Ia karib dipanggil Pak AT, Kanda AT, Bos AT, dan panggilan lainnya. Semua ia terima, pertama bertemu dengan Bapak ini saat saya awal saya menekuni profesi ini. Kisaran Akhir di Tahun 2019. Saat itu ia sementara rapat persiapan kegiatan IMI Sultra. Saat itu ia belum jadi Ketua KADIN Sultra. Saya berkesempatan mewawancarainya.

Kesan pertama saya dengan dia sangat baik. Kemudian di 2020 kami kembali bertemu di bulan April 2020, Saya dibawa oleh senior-seniorku. Saat itu ada proyek berita politik yang kami tawarkan, salah satunya tak usah saya sebut, cari tahu saja sendiri wahai netijen yang maha benar. Yang satunya lagi terkait skema pencalonan anaknya Yudhianto Mahardika menjadi 02 Wali Kota Kendari, Ternyata dia senior saya di kampus. Dua proyek pemberitaan itu ia amini, bahkan kami diambilkan hotel untuk standby bekerja bersama tim kecil kami.

Yang pertama proyek itu berhasil, yang kedua karena pilkada serentak diundur, kami mesti menghentikan proyek itu. Saya los kontak, berusaha dekat kembali dengan jalan instan, saya memilih jalan ekstrim. Memberitakan perusahaan tambangnya, PT Masempo Dalle.

Saat itu salah satu Mahasiswa Sultra yang berkuliah di Jakarta melalukan aksi demonstrasi. Ia mengirim pres release ke saya, saya olah menjadi sebuah berita, mengkonfirmasi ke semua pihak, agar berita yang saya sajikan memenuhi aturan main. Tak berselang lama berita saya diterbitkan oleh media tempat saya bekerja, dulu saya belum benar-benar berdiri mengelola media kami kendarikini.com, saya nyambi bekerja di beberapa media. Berita terbit, kemudian saya hambur di group-group Whats App. Lalu saya diteror dan sebagainya. Jejak digitalnya di om google masih ada tidak terhapus (Take Down 404), Disusul dengan berita-berita lanjutan lainnya. Silahkan cari sendiri. Sampai saya di pesantren sekitar 5 Bulan setengah. Banyak pelajaran yang saya petik saat itu, banyak penghianatan dalam perjalananku bersama Istri, saat itu kami masih berpacaran. Kawan jadi lawan, lawan jadi kawan dan masih banyak lagi. Usai keluar dari Pesantren saya dan istri berdamai dengan masa-masa itu. Saya berpesan ke Istri “Beri kesempatan dua kali dalam berkawan tapi tidak untuk kali ketiga, Saya Lawan Ko,”. Prosesnya begitu panjang, menguras energi dan pikiran, itu salah satu pertempuran yang begitu paling berat bagiku.

Ditengah proses peradilan Pak AT memaafkan saya. Mungkin ia melihat keteguhan sikap seorang Mama dan perempuan muda yang kini menjadi Istriku untuk memperoleh maaf darinya. Padahal Tulisanku di media dulu sangat kejam, bahkan begitu sombongnya saya pernah berkata mau menumbangkan Pak AT. Selain pemaaf bapak ini juga dermawan cari saja di google banyak jejak digitalnya.

Mungkin berkisar dua tahun saya sudah berkawan dengan Bapak ini. Sebagai bentuk balas budiku terhadap kebaikan bapak, saya tumpahkan semua dalam bentuk tulisan ini.

Kini ia sedang berproses hukum, semoga ini cepat terselesaikan. Bapak orang baik, bapak sudah banyak bantu orang, dan banyak yang doakan bapak.

Saya tak mau menulis tentang proses hukumnya, karena tulisanku pasti akan subjektif karena kebaikan bapak ini kepadaku. Kalau mau adil menyoroti perusahaan tambang semua ada celahnya, tak ada yang benar-benar menerapkan kaidah penambangan yang baik. Kalau ada yang berani bantah mari kita debat terbuka, buka-bukaan data perusahaan tambang di Sultra.

Kututup tulisan ini dengan kutipan terkenal dari Pramoedya Ananta Toer dalam novel Bumi Manusia “Berusaha adil sejak dalam pikiran,”. “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda” kata Tan Malaka. Saya bukan lagi pemuda lajang seperti Tan Malaka, saya sudah menikah jadi saya tak lagi idealis hanya memegang beberapa prinsip dalam berkawan.

Foto hanya pemanis, walapun saya tak manis, tak tampan dan tak berduit. Wahai kaum hawa, jangan suka chat saya kalau saya lagi dirumah, nanti ia merajuk lagi, saya paling takut tak dibuatkan kopi hitam oleh Istriku.*

Lomba LKBB-PB Sultra Siap Digelar, Persiapan Capai 90 Persen

KENDARIKINI.COM – Persiapan Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) Sultra hampir rampung.

Memasuki H-5, panitia memastikan kesiapan teknis mencapai sekitar 90 persen.

Ajang bertema “Gemilang Formasi Pelajar Nusantara” digelar 2 Mei 2026 di Lapangan Ex-MTQ Kendari.

Koordinator Wilayah Sultra, Rahmat Mansur, menyebut persiapan tersisa tahap penyempurnaan.

“Insyaallah sudah 90 persen, tinggal finalisasi teknis,” ujarnya, Senin (28/4/2026).

Ia menegaskan kesuksesan kegiatan didukung sinergi panitia dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, dukungan pemerintah penting untuk pembinaan generasi muda melalui semangat Paskibraka.

Ajang ini tidak hanya berskala daerah, tetapi membuka peluang tampil di tingkat nasional.

Pemenang kompetisi akan mewakili Sultra pada perlombaan tingkat pusat.

“Ini peluang pelajar menunjukkan kemampuan di kancah nasional,” jelas Rahmat.

Jumlah peserta dibatasi sesuai dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Total hanya 10 kabupaten dan kota yang diikutkan dalam kompetisi tersebut.

Kota Kendari mendapat kuota dua sekolah, daerah lain masing-masing satu perwakilan.

Peserta berasal dari berbagai wilayah, termasuk Baubau, Kolaka Utara, Konawe Selatan, dan Konawe.

Seluruh biaya akomodasi dan konsumsi peserta selama kegiatan ditanggung penyelenggara.

Panitia berharap kegiatan berjalan lancar dan menjadi ajang pembinaan karakter pelajar.*

Badko HmI Sultra Segel Lahan PT KNI, Soal Dugaan Tambang Ilegal

KOLAKA, KENDARIKINI.COM – Badko HMI Sultra menyegel lahan aktivitas PT KNI di Pomalaa, Kamis (30/4/2026).

Puluhan aktivis menduduki lokasi dan mendirikan tenda sebagai bentuk protes dugaan tambang ilegal.

Mereka menilai aktivitas berlangsung di wilayah IUP PT SLG selama sekitar satu tahun.

PT KNI disebut merupakan mitra PT Vale atau tenant PT IPIP dalam proyek smelter Pomalaa.

Proyek tersebut diketahui masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN).

Badko HMI menduga praktik cut and fill digunakan sebagai dalih pengerukan material batuan.

“Indikasinya bukan sekadar konstruksi, tetapi menyerupai penambangan tanpa izin,” ujar perwakilan massa aksi.

Mereka menyoroti kemungkinan tidak adanya izin SIPB dalam aktivitas tersebut.

Menurutnya, jika material dimanfaatkan tanpa izin, maka termasuk kategori illegal mining.

Badko HMI menegaskan status PSN tidak boleh menjadi alasan melanggar aturan hukum.

Mereka merujuk UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba terkait kewajiban legalitas.

Selain dugaan pelanggaran, mereka menyoroti potensi kerugian negara dan kerusakan lingkungan.

Badko HMI juga meminta tanggung jawab PT IPIP dan PT Vale sebagai pihak terkait.

Dalam aksinya, mereka menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

Di antaranya penghentian aktivitas, penyelidikan hukum, serta audit transparansi kerja sama perusahaan.

Mereka juga meminta sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran dalam operasional tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, PT KNI dan PT IPIP belum memberikan keterangan resmi.*

Pola Penularan HIV di Sultra Bergeser, Kasus Meningkat

KENDARIKINI.COM – Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara mencatat pergeseran pola penularan HIV di wilayah tersebut.

Kasus yang sebelumnya didominasi pekerja seks kini lebih banyak ditemukan pada kelompok hubungan sesama jenis.

Kepala Dinkes Sultra, dr. Andi Edy Surahmat, menyebut terjadi peningkatan signifikan berdasarkan data terbaru.

“Data terbaru menunjukkan kasus terbanyak berasal dari hubungan homoseksual,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Hasil screening sepanjang 2025 hingga awal 2026 melampaui target pemeriksaan yang telah ditetapkan.

Dari target sekitar 600 orang, ditemukan hampir 900 kasus HIV di berbagai wilayah Sultra.

Sekitar 30 hingga 40 persen kasus berasal dari kelompok dengan perilaku berisiko tersebut.

Dinkes Sultra memperkuat langkah pencegahan melalui pendekatan edukatif kepada kelompok rentan.

Sosialisasi dilakukan langsung maupun daring dengan melibatkan tenaga medis dan tokoh agama.

Upaya ini bertujuan meningkatkan pemahaman kesehatan serta kesadaran pencegahan penularan HIV.

Selain edukasi, deteksi dini melalui screening terus digencarkan, termasuk bagi pendatang dari luar daerah.

Mobilitas tinggi di sektor pertambangan dan jalur transit menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Dinkes juga akan meningkatkan kerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan di pintu masuk wilayah.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan menekan potensi penularan sejak dini.

Program penanggulangan HIV di Sultra turut didukung melalui pendanaan dari APBD.

Dinkes berharap upaya tersebut mampu menekan penyebaran dan melindungi generasi mendatang.*

OPINI: Politik Nilai dan Pengabdian Tanpa Batas

0

‎Oleh: Rasmin Jaya, Pemuda Sultra
‎
‎Siang itu udara terasa panas, aktivitas mahasiswa tetap kembali bergerak seperti biasanya, aroma kopi terasa nikmat yang di seduh beberapa pemuda d warung kopi. Tapi siang itu jalan menjadi saksi, tapak tilas perjuangan mahasiswa. Di sana tersemai semangat, harapan, impian untuk kembali melanjutkan cita-cita.
‎
‎Gelombang massa kembali muncul di beberapa bilik lorong kampus terkonsolidasi menuju titik-titik tertentu. Ada momentum, semangat, harapan atas kebaikan di hari esok.
‎
‎Terlepas dari itu, ternyata ruh rendah dinamika perpolitikan Sulawesi Tenggara kembali menghangat. Dalam iklim demokrasi, perbedaan pandangan adalah hal yang sangat lumrah.
‎
‎Humor di publik lahir dari berbagai perspektif dan silang pandang. Tapi menjadi penegasan penulis bahwa politik adalah panggilan nurani untuk menjadikan diri pada orientasi kepentingan rakyat.
‎
‎Meski gelombang wacana dan rumor politik telah lama beredar, ada baiknya, merespon hal demikian perlu kejernihan pikiran, hati yang bersih tanpa embel-embel kepentingan politis ataupun primordial yang mempertajam sentimen di ruang publik. Ya namanya juga politik selalu hadir dengan berbagai macam rupa, penuh intrik dan kontroversi.
‎
‎Di ruang publik, percikan wacana politik memicu gelombang respons yang beragam. Di satu sisi, banyak pihak yang menyambut baik dan memuji konsistensi atas jalannya stabilitas politik Sulawesi Tenggara dalam menjalankan fungsi kontrol dan pengawasannya kepada pemerintah, terlepas dari fungsi lainnya juga.
‎
‎*Berdiri Teguh Dalam Badai Politik*
‎
‎Apa lagi bagi penulis, jika kita melihat secara jujur sosok politisi, upaya yang di lakukannya cukup maksimal di tengah efisiensi anggaran dan kebijakan fiskal tetapi tetap dengan membangun kordinasi yang terarah, menjaga keseimbangan siklus dan dinamika pemerintahan menjadi sesuatu yang sangat strategis.
‎
‎Sebab sebagai bagian dari penyelenggara pemerintah merasa penting untuk selalu mengedepankan sinergitas, kolaborasi untuk harapan masyarakat Sulawesi Tenggara yang lebih baik dan kesejahteraan yang di rasakan.
‎
‎Bagi penulis, semakin keras tantangan dalam politik maka semakin ia mengerti bahwa dinamika itu tidak seremeh kedengarannya.
‎
‎Dinamika itu nyata, dan terkadang dilematis, antara memilih yang benar atau bermain aman agar tetap bertahan atau bahkan diam saja dan menjadi penonton agar tak kena imbasnya. Bahkan mungkin tak semudah membalikan telapak tangan dalam menyelesaikan segala masalah yang ada, butuh kejernihan hati dan pikiran.
‎
‎Seorang politisi mesti mampu menunjukan sikap yang sangat dewasa, profesional di tengah badai politik yang menerpanya, ia harus tetap komitmen dan konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat.
‎
‎Kata orang banyak, dinamika politik itu keras. Kalau mau jalanmu mulus dan selamat, kau harus ikut kemana arus pergi.
‎
‎Tetapi bagi politisi sejati yang sudah kenyang akan dinamika, pahit manisnya, tetap berselancar dalam arus dan pusaran dinamika yang keras, penuh tantangan tapi tetap mengedepankan politik nilai, integritas dan profesionalisme yang tinggi.
‎
‎Seorang yg berkecimpung di dunia politik sangat bisa maju dan berjuang dengan menjadi seorang yang jujur dan bersih, tanpa harus berbuat jahat. Tetap teguh pada pendirian.
‎
‎Dan itu adalah buah dari perjalanan panjangnya selama ini, tekad untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Sulawesi Tenggara dengan semangat kebersamaan serta di dasari dengan nilai,  komitmen dan konsistensi yang tinggi.
‎
‎Jangan takut untuk berani memilih yang benar, walaupun resikonya harus ditinggalkan orang lain. Tuhan itu baik, Dia pasti pelihara hidup kita selagi kita menjadi orang benar .
‎
‎Jatuh bangun, hidup dalam setiap proses politik hingga menghadapi kehidupan nyata yang sesungguhnya memberikanku contoh bagaimana seharusnya kita berjuang menggapai cita-cita dengan tetap memegang teguh prinsip kebaikan.
‎
‎Tentu saja setiap orang punya kelemahan dari setiap pribadi dari masing-masing kita.
‎
‎*Sosok Yang Seharusnya Politisi*
‎
‎Harapan sederhana penulis tentang sosok yang seharusnya politisi mesti humanis dan komunikatif pada semua kalangan, tapi juga tetap mengedepankan fungsi dan tanggung jawabnya. Dalam lingkaran politik semakin mulus jalan juga  selalu di ikuti dengan berbagai persoalan yang kompleks.
‎
‎Politisi jalan politik yang ia pilih. Tentu tak mudah, penuh resiko. Apakah ia harus mengedepankan kepentingan partai, golongan, diri sendiri atau kepentingan masyarakat. Semua itu terpulang kepadanya tetapi harus ada kontrol publik, social sociaty.
‎
‎Ia harus berjuang dari bawah merintis jalan sejarahnya sendiri, melalui jalan gelap dan berliku politisi sejati harus berdiri kokoh dengan satu keyakinan hati memperluas pengabdiannya untuk masyarakat. Ia adalah milik semua masyarakat, sebagaimana demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
‎
‎Dengan posisi, jabatan yang mereka emban tak harus membuatnya membatasi ruang kepada semua pihak sebab baginya politik adalah bagian dan jalan pengabdian meskipun kadang mekanisme kebijakan dan keputusan partainya tak berpihak kepada jalan yang ia tempuh.
‎
‎Tapi dinamika politik yang tak berpihak kepadanya menjadikan semangatnya tak  surut, justru tekad dan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi rakyat semakin kuat. Mereka harus jadi roll model dari politisi zaman sekarang yang tegak lurus agar generasi muda mengambil inspirasi.
‎
‎Keberhasilan politisi sejati yang terus memperjuangkan aspirasi rakyat tidak hanya menjadi inspirasi bagi dirinya, tetapi juga bagi banyak anak muda di Sultra yang memiliki latar belakang serupa, dari anak petani, nelayan, atau apapun itu tetapi punya impian dan cita-cita yang tinggi bagaimana ia juga bisa mengabdi kepada daerah yang ia cintai.
‎
‎Mereka membuktikan bahwa asal usul dan latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih impian, justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. Ia merasa bangga bisa menjadi wakil rakyat dengan latar belakang anak petani, sesuatu yang jarang ditemui di kursi-kursi legislatif.
‎
‎*Gebrakan dan Terobosan*
‎
‎Seorang politisi harus memahami betul denyut nadi masyarakatnya kebutuhan petani, nelayan, buruh, kaum miskin kota atau pun segala komponen masyarakat yang ia perjuangkan karena itu ia harus hadir di tengah-tengah kehidupan masyarakat bukan hanya menikmati kursi singgasana kekuasaan.
‎
‎Penulis tau betul pertanian atau sektor strategis lainnya menjadi sesuatu yang sangat penting bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari hari tetapi juga harus menjadi pendorong kesejahteraan. Dan mereka mesti mendorong dengan kebijakan dan regulasi yang mendukung keberadaan mereka.
‎
‎Misalnya dulu petani masih banyak yang menggunakan alat-alat tradisional. Sekarang, mereka sudah bisa menggunakan alat-alat modern sehingga memudahkan dan meningkatkan pertanian demi kemajuan ekonomi.
‎
‎Dengan bantuan yang diberikan bukan hanya alat-alat besar, tetapi juga pelatihan bagi petani agar mereka bisa memaksimalkan hasil panen dengan teknologi modern. Kebijakan ini diakui sangat membantu sehingga produktivitas pertanian meningkat signifikan.
‎
‎Kesuksesan politisi sejati di dunia politik tidak lepas dari prinsip-prinsip yang mereka selalu pegang teguh, yakni kerja keras, kejujuran, dan komitmen untuk selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat.
‎
‎Penulis berharap bahwa ke depan, Sultra, sektor pertanian dan potensi strategis lainnya, bisa terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
‎
‎Bagi seorang politisi menjadi seorang wakil rakyat bukan hanya soal kekuasaan, tetapi tanggung jawab besar untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat. Sebab bagi mereka politik adalah panggilan dan pengabdian tanpa batas.
‎
‎Dengan kesabaran dan ketabahan hati mereka tunjukkan diri politik yang bernilai, dengan tanggung jawab moral di tengah krisisnya kepercayaan masyarakat kepada partai dan politisi itu sendiri.
‎
‎Sebagai masyarakat memang membutuhkan pemimpin yang berkomitmen untuk kesejahteraan masyarakat tidak hanya melalui lisan tetapi harus berdasarkan tindakan nyata yang kongkret.
‎
‎*Kepemimpinan dan Politisi Yang di Butuhkan*
‎
‎Kepemimpinan dan politisi yang diperlukan di Sulawesi Tenggara adalah kepemimpinan yang berorientasi transformatif, kolaborasi dan sinergi demi memajukan masyarakat Sulawesi Tenggara. Keterlibatan forum komunikasi pimpinan daerah, (Forkopimda) menjadi penting dan strategis untuk mendukung kebijakan sebagai penyelenggara pemerintahan.
‎
‎Politisi yang di butuhkan adalah harus menjadikan masyarakat sebagai orientasi dan tujuan utama. Kita tidak boleh terjebak dalam arus kepentingan sesaat atau permainan kotor. Menjadi pemimpin harus bersih, tegas, berintegritas di tengah pragmatisme politik dan konflik kepentingan.
‎
‎Politisi harus mengorbankan seluruh kepentingannya dengan komitmen kepemimpinan yang mensejahterakan masyarakat secara umum tanpa pandang bulu dan perbedaan apapun.
‎
‎*Tanggung Jawab dan Loyalitas*
‎
‎Di tengah gempuran euforia politik dan humor yang beredar. Politisi harus tetap hadir dan  pro aktif dalam menyerap setiap saran, masukan bahkan kritikan atas apa yang menjadi polemik yang terjadi di Sulawesi Tenggara.
‎
‎Tanggung jawab dan loyalitas tidak hanya ia tunjukan kepada partai tetapi juga harus kepada masyarakat. komitmen dan konsistensi untuk menjaga integritas, marwah politik menjadi patokan untuk menjadikan itu sebagai instrumen dalam perjuangan rakyat.
‎
‎Meski ia bukan satu satunya pemegang otoritas untuk mengambil sebuah keputusan dalam penyelesaian masalah tetapi dengan langkah konkret yang di ambil selama ini cukup menunjukkan sebuah ketulusan, keseriusan dan komitmen untuk menjalankan amanah rakyat.
‎
‎Ia harus tetap menang di hati rakyat, simpati, dan perhatian kepadanya bagai gayun bersambut, loyalitas, kontribusi dan dedikasi, kredibilitas, integritas tak bisa kita gugurkan dalam dirinya sebab itu adalah barang yang mewah untuk di miliki setiap orang meksipun kadang tak bernilai kepada elit yang hanya mempunyai ego dan ambisi kepentingan pribadi.
‎
‎*Kepercayaan Atas Rekam Jejak *
‎
‎Keterpilihan politisi sejati bukan tanpa dasar tetapi berdasarkan sepak terjang, track record, gebrakan, dan terobosan cukup menjadi penilaian kepada rakyat.
‎
‎Berkat perjuangan, doa serta dukungan, ia mampu membuktikan bahwa asal-usul dan latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih impian, justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. Ia menjadi politisi sebagai representasi memperjuangkan aspirasi meskipun dengan latar belakang anak petani, tetapi ia tidak lupa dari mana ia berasal, ia lahir dari amanat rakyat dan berjuang untuk rakyat.
‎
‎Gambaran demikian, sesuatu yang jarang ditemui di kursi-kursi legislatif, sebagai generasi muda menjadikan itu sebagai inspirasi dan bara api untuk terus berjuang pada masa depan yang cerah.
‎
‎Sebab ke depan pemuda hari ini adalah harapan dan tumpuan rakyat. Berdiri tegak melawan ombak besar dari guncangan dinamika politik, kita optimis dan terus berjuang dengan keyakinan hati. Ia akan tetap membangun cinta, integritas yang tak akan luntur dan selalu hangat.
‎
‎‎Humor politik, dengan segala euforia dan implikasinya. Bagi penulis tidak hanya menggiring salah satu figur politisi tetapi itu menyangkut kredibilitas, integritas, dan marwah partai yang lain serta institusi dan lembaga terkait yang selama ini kita nilai sebagai rumah rakyat dan saluran aspirasi. Mereka roll model dari perjuangan aspirasi rakyat yang terlegitimasi oleh UU.
‎
‎Politisi bicara kepentingan diri sendiri itu sangat konyol di tengah krisis kepercayaan dan polemik rakyat. Masyarakat akan kehilangan kepercayaan terhadap institusi politik, yang dapat memicu lebih banyak protes dan ketidakstabilan bukan hanya politik tetapi sosial, ekonomi dan lainnya.
‎
‎Kita butuh daulat Rakyat bukan daulat partai politik, sebab politisi di pilih mewakili kepentingan masyarakat secara luas bukan hanya partai di mana itu hanya sebagai kendaraan dan instrumen memperjuangkan aspirasi rakyat.
‎
‎‎
‎*Opini: Rasmin Jaya (Pemuda Sultra)*
‎
‎Siang itu udara terasa panas, aktivitas mahasiswa tetap kembali bergerak seperti biasanya, aroma kopi terasa nikmat yang di seduh beberapa pemuda d warung kopi. Tapi siang itu jalan menjadi saksi, tapak tilas perjuangan mahasiswa. Di sana tersemai semangat, harapan, impian untuk kembali melanjutkan cita-cita.
‎
‎Gelombang massa kembali muncul di beberapa bilik lorong kampus terkonsolidasi menuju titik-titik tertentu. Ada momentum, semangat, harapan atas kebaikan di hari esok.
‎
‎Terlepas dari itu, ternyata ruh rendah dinamika perpolitikan Sulawesi Tenggara kembali menghangat. Dalam iklim demokrasi, perbedaan pandangan adalah hal yang sangat lumrah.
‎
‎Humor di publik lahir dari berbagai perspektif dan silang pandang. Tapi menjadi penegasan penulis bahwa politik adalah panggilan nurani untuk menjadikan diri pada orientasi kepentingan rakyat.
‎
‎Meski gelombang wacana dan rumor politik telah lama beredar, ada baiknya, merespon hal demikian perlu kejernihan pikiran, hati yang bersih tanpa embel-embel kepentingan politis ataupun primordial yang mempertajam sentimen di ruang publik. Ya namanya juga politik selalu hadir dengan berbagai macam rupa, penuh intrik dan kontroversi.
‎
‎Di ruang publik, percikan wacana politik memicu gelombang respons yang beragam. Di satu sisi, banyak pihak yang menyambut baik dan memuji konsistensi atas jalannya stabilitas politik Sulawesi Tenggara dalam menjalankan fungsi kontrol dan pengawasannya kepada pemerintah, terlepas dari fungsi lainnya juga.
‎
‎*Berdiri Teguh Dalam Badai Politik*
‎
‎Apa lagi bagi penulis, jika kita melihat secara jujur sosok politisi, upaya yang di lakukannya cukup maksimal di tengah efisiensi anggaran dan kebijakan fiskal tetapi tetap dengan membangun kordinasi yang terarah, menjaga keseimbangan siklus dan dinamika pemerintahan menjadi sesuatu yang sangat strategis.
‎
‎Sebab sebagai bagian dari penyelenggara pemerintah merasa penting untuk selalu mengedepankan sinergitas, kolaborasi untuk harapan masyarakat Sulawesi Tenggara yang lebih baik dan kesejahteraan yang di rasakan.
‎
‎Bagi penulis, semakin keras tantangan dalam politik maka semakin ia mengerti bahwa dinamika itu tidak seremeh kedengarannya.
‎
‎Dinamika itu nyata, dan terkadang dilematis, antara memilih yang benar atau bermain aman agar tetap bertahan atau bahkan diam saja dan menjadi penonton agar tak kena imbasnya. Bahkan mungkin tak semudah membalikan telapak tangan dalam menyelesaikan segala masalah yang ada, butuh kejernihan hati dan pikiran.
‎
‎Seorang politisi mesti mampu menunjukan sikap yang sangat dewasa, profesional di tengah badai politik yang menerpanya, ia harus tetap komitmen dan konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat.
‎
‎Kata orang banyak, dinamika politik itu keras. Kalau mau jalanmu mulus dan selamat, kau harus ikut kemana arus pergi.
‎
‎Tetapi bagi politisi sejati yang sudah kenyang akan dinamika, pahit manisnya, tetap berselancar dalam arus dan pusaran dinamika yang keras, penuh tantangan tapi tetap mengedepankan politik nilai, integritas dan profesionalisme yang tinggi.
‎
‎Seorang yg berkecimpung di dunia politik sangat bisa maju dan berjuang dengan menjadi seorang yang jujur dan bersih, tanpa harus berbuat jahat. Tetap teguh pada pendirian.
‎
‎Dan itu adalah buah dari perjalanan panjangnya selama ini, tekad untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Sulawesi Tenggara dengan semangat kebersamaan serta di dasari dengan nilai,  komitmen dan konsistensi yang tinggi.
‎
‎Jangan takut untuk berani memilih yang benar, walaupun resikonya harus ditinggalkan orang lain. Tuhan itu baik, Dia pasti pelihara hidup kita selagi kita menjadi orang benar .
‎
‎Jatuh bangun, hidup dalam setiap proses politik hingga menghadapi kehidupan nyata yang sesungguhnya memberikanku contoh bagaimana seharusnya kita berjuang menggapai cita-cita dengan tetap memegang teguh prinsip kebaikan.
‎
‎Tentu saja setiap orang punya kelemahan dari setiap pribadi dari masing-masing kita.
‎
‎*Sosok Yang Seharusnya Politisi*
‎
‎Harapan sederhana penulis tentang sosok yang seharusnya politisi mesti humanis dan komunikatif pada semua kalangan, tapi juga tetap mengedepankan fungsi dan tanggung jawabnya. Dalam lingkaran politik semakin mulus jalan juga  selalu di ikuti dengan berbagai persoalan yang kompleks.
‎
‎Politisi jalan politik yang ia pilih. Tentu tak mudah, penuh resiko. Apakah ia harus mengedepankan kepentingan partai, golongan, diri sendiri atau kepentingan masyarakat. Semua itu terpulang kepadanya tetapi harus ada kontrol publik, social sociaty.
‎
‎Ia harus berjuang dari bawah merintis jalan sejarahnya sendiri, melalui jalan gelap dan berliku politisi sejati harus berdiri kokoh dengan satu keyakinan hati memperluas pengabdiannya untuk masyarakat. Ia adalah milik semua masyarakat, sebagaimana demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
‎
‎Dengan posisi, jabatan yang mereka emban tak harus membuatnya membatasi ruang kepada semua pihak sebab baginya politik adalah bagian dan jalan pengabdian meskipun kadang mekanisme kebijakan dan keputusan partainya tak berpihak kepada jalan yang ia tempuh.
‎
‎Tapi dinamika politik yang tak berpihak kepadanya menjadikan semangatnya tak  surut, justru tekad dan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi rakyat semakin kuat. Mereka harus jadi roll model dari politisi zaman sekarang yang tegak lurus agar generasi muda mengambil inspirasi.
‎
‎Keberhasilan politisi sejati yang terus memperjuangkan aspirasi rakyat tidak hanya menjadi inspirasi bagi dirinya, tetapi juga bagi banyak anak muda di Sultra yang memiliki latar belakang serupa, dari anak petani, nelayan, atau apapun itu tetapi punya impian dan cita-cita yang tinggi bagaimana ia juga bisa mengabdi kepada daerah yang ia cintai.
‎
‎Mereka membuktikan bahwa asal usul dan latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih impian, justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. Ia merasa bangga bisa menjadi wakil rakyat dengan latar belakang anak petani, sesuatu yang jarang ditemui di kursi-kursi legislatif.
‎
‎*Gebrakan dan Terobosan*
‎
‎Seorang politisi harus memahami betul denyut nadi masyarakatnya kebutuhan petani, nelayan, buruh, kaum miskin kota atau pun segala komponen masyarakat yang ia perjuangkan karena itu ia harus hadir di tengah-tengah kehidupan masyarakat bukan hanya menikmati kursi singgasana kekuasaan.
‎
‎Penulis tau betul pertanian atau sektor strategis lainnya menjadi sesuatu yang sangat penting bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari hari tetapi juga harus menjadi pendorong kesejahteraan. Dan mereka mesti mendorong dengan kebijakan dan regulasi yang mendukung keberadaan mereka.
‎
‎Misalnya dulu petani masih banyak yang menggunakan alat-alat tradisional. Sekarang, mereka sudah bisa menggunakan alat-alat modern sehingga memudahkan dan meningkatkan pertanian demi kemajuan ekonomi.
‎
‎Dengan bantuan yang diberikan bukan hanya alat-alat besar, tetapi juga pelatihan bagi petani agar mereka bisa memaksimalkan hasil panen dengan teknologi modern. Kebijakan ini diakui sangat membantu sehingga produktivitas pertanian meningkat signifikan.
‎
‎Kesuksesan politisi sejati di dunia politik tidak lepas dari prinsip-prinsip yang mereka selalu pegang teguh, yakni kerja keras, kejujuran, dan komitmen untuk selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat.
‎
‎Penulis berharap bahwa ke depan, Sultra, sektor pertanian dan potensi strategis lainnya, bisa terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
‎
‎Bagi seorang politisi menjadi seorang wakil rakyat bukan hanya soal kekuasaan, tetapi tanggung jawab besar untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat. Sebab bagi mereka politik adalah panggilan dan pengabdian tanpa batas.
‎
‎Dengan kesabaran dan ketabahan hati mereka tunjukkan diri politik yang bernilai, dengan tanggung jawab moral di tengah krisisnya kepercayaan masyarakat kepada partai dan politisi itu sendiri.
‎
‎Sebagai masyarakat memang membutuhkan pemimpin yang berkomitmen untuk kesejahteraan masyarakat tidak hanya melalui lisan tetapi harus berdasarkan tindakan nyata yang kongkret.
‎
‎*Kepemimpinan dan Politisi Yang di Butuhkan*
‎
‎Kepemimpinan dan politisi yang diperlukan di Sulawesi Tenggara adalah kepemimpinan yang berorientasi transformatif, kolaborasi dan sinergi demi memajukan masyarakat Sulawesi Tenggara. Keterlibatan forum komunikasi pimpinan daerah, (Forkopimda) menjadi penting dan strategis untuk mendukung kebijakan sebagai penyelenggara pemerintahan.
‎
‎Politisi yang di butuhkan adalah harus menjadikan masyarakat sebagai orientasi dan tujuan utama. Kita tidak boleh terjebak dalam arus kepentingan sesaat atau permainan kotor. Menjadi pemimpin harus bersih, tegas, berintegritas di tengah pragmatisme politik dan konflik kepentingan.
‎
‎Politisi harus mengorbankan seluruh kepentingannya dengan komitmen kepemimpinan yang mensejahterakan masyarakat secara umum tanpa pandang bulu dan perbedaan apapun.
‎
‎*Tanggung Jawab dan Loyalitas*
‎
‎Di tengah gempuran euforia politik dan humor yang beredar. Politisi harus tetap hadir dan  pro aktif dalam menyerap setiap saran, masukan bahkan kritikan atas apa yang menjadi polemik yang terjadi di Sulawesi Tenggara.
‎
‎Tanggung jawab dan loyalitas tidak hanya ia tunjukan kepada partai tetapi juga harus kepada masyarakat. komitmen dan konsistensi untuk menjaga integritas, marwah politik menjadi patokan untuk menjadikan itu sebagai instrumen dalam perjuangan rakyat.
‎
‎Meski ia bukan satu satunya pemegang otoritas untuk mengambil sebuah keputusan dalam penyelesaian masalah tetapi dengan langkah konkret yang di ambil selama ini cukup menunjukkan sebuah ketulusan, keseriusan dan komitmen untuk menjalankan amanah rakyat.
‎
‎Ia harus tetap menang di hati rakyat, simpati, dan perhatian kepadanya bagai gayun bersambut, loyalitas, kontribusi dan dedikasi, kredibilitas, integritas tak bisa kita gugurkan dalam dirinya sebab itu adalah barang yang mewah untuk di miliki setiap orang meksipun kadang tak bernilai kepada elit yang hanya mempunyai ego dan ambisi kepentingan pribadi.
‎
‎*Kepercayaan Atas Rekam Jejak *
‎
‎Keterpilihan politisi sejati bukan tanpa dasar tetapi berdasarkan sepak terjang, track record, gebrakan, dan terobosan cukup menjadi penilaian kepada rakyat.
‎
‎Berkat perjuangan, doa serta dukungan, ia mampu membuktikan bahwa asal-usul dan latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih impian, justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. Ia menjadi politisi sebagai representasi memperjuangkan aspirasi meskipun dengan latar belakang anak petani, tetapi ia tidak lupa dari mana ia berasal, ia lahir dari amanat rakyat dan berjuang untuk rakyat.
‎
‎Gambaran demikian, sesuatu yang jarang ditemui di kursi-kursi legislatif, sebagai generasi muda menjadikan itu sebagai inspirasi dan bara api untuk terus berjuang pada masa depan yang cerah.
‎
‎Sebab ke depan pemuda hari ini adalah harapan dan tumpuan rakyat. Berdiri tegak melawan ombak besar dari guncangan dinamika politik, kita optimis dan terus berjuang dengan keyakinan hati. Ia akan tetap membangun cinta, integritas yang tak akan luntur dan selalu hangat.
‎
‎‎Humor politik, dengan segala euforia dan implikasinya. Bagi penulis tidak hanya menggiring salah satu figur politisi tetapi itu menyangkut kredibilitas, integritas, dan marwah partai yang lain serta institusi dan lembaga terkait yang selama ini kita nilai sebagai rumah rakyat dan saluran aspirasi. Mereka roll model dari perjuangan aspirasi rakyat yang terlegitimasi oleh UU.
‎
‎Politisi bicara kepentingan diri sendiri itu sangat konyol di tengah krisis kepercayaan dan polemik rakyat. Masyarakat akan kehilangan kepercayaan terhadap institusi politik, yang dapat memicu lebih banyak protes dan ketidakstabilan bukan hanya politik tetapi sosial, ekonomi dan lainnya.
‎
‎Kita butuh daulat Rakyat bukan daulat partai politik, sebab politisi di pilih mewakili kepentingan masyarakat secara luas bukan hanya partai di mana itu hanya sebagai kendaraan dan instrumen memperjuangkan aspirasi rakyat.*

Bea Cukai Kendari Perkuat Sinergi, Dorong Ekonomi Sultra Tumbuh

KENDARIKINI.COM – Bea Cukai Kendari menggelar Bea Cukai Kendari Awards 2026 di Aula Kanwil DJPb Sulawesi Tenggara.

Kepala Kanwil DJPb Sultra, Iman Widhiyanto, menegaskan pengawasan tegas harus sejalan dengan pelayanan terbuka.

Menurutnya, keseimbangan itu meningkatkan kepatuhan, kualitas layanan, serta menciptakan iklim usaha kondusif.

Ia menyebut penghargaan bukan sekadar seremoni, melainkan instrumen memperkuat kemitraan dan kepatuhan pelaku usaha.

Kepala Bea Cukai Kendari, Taufik Sapto Harsono, menilai pelaku usaha adalah mitra strategis dalam keberhasilan institusi.

Sepanjang 2025, penerimaan negara mencapai Rp279,22 miliar atau 123,56 persen dari target Rp225,98 miliar.

Penerimaan pajak impor tercatat Rp2,2 triliun, menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.

Triwulan pertama 2026, penerimaan mencapai Rp179,1 miliar dengan pajak impor Rp982 miliar.

Bea Cukai juga menerapkan customs visit untuk memperkuat komunikasi dan solusi cepat bagi pelaku usaha.

Nilai ekspor Sultra 2025 mencapai 3,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp59,4 triliun.

Sektor non-tambang mulai tumbuh dengan 15 eksportir aktif melakukan ekspor perdana dan berkelanjutan.

Komoditas ubur-ubur Buton dan arang tempurung kelapa Konawe Selatan berhasil menembus pasar ekspor.

Dalam penindakan, Bea Cukai menyita jutaan rokok ilegal serta narkotika dan minuman beralkohol ilegal.

Langkah ini menegaskan peran sebagai community protector dan menjaga penerimaan negara.

Penghargaan diberikan kepada mitra, perusahaan, dan pers yang mendukung kepatuhan serta ekonomi daerah.

Bea Cukai Kendari menegaskan komitmen menjaga integritas dan pelayanan demi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.*

Oknum Mengaku Wartawan Minta Berita Asusila Oknum TNI Dihapus

KENDARIKINI.COM – Seorang oknum yang mengaku wartawan diduga berupaya membungkam pemberitaan kasus asusila terhadap anak. Peristiwa ini terjadi di Kendari, Rabu (29/4/2026).

Oknum tersebut menghubungi jurnalis SIMPULINDONESIA.COM dan meminta berita dugaan pencabulan oleh oknum TNI dihapus dari media.

Dalam pesannya, ia mengaku bernama Akbar Liambo dan menyebut kasus itu sudah ditangani pihak militer.

“Om terkait berita dua minggu lalu, bisa take down. Sudah ada solusi dari Kodim,” tulisnya kepada jurnalis.

Ia juga menyatakan bahwa terduga pelaku telah diamankan dan sedang diproses di Polisi Militer Kendari.

“Iya sudah dibawa di POM, pelaku terancam berat,” lanjutnya dalam pesan tersebut.

Tak hanya itu, oknum tersebut menawarkan kerja sama kepada jurnalis dengan harapan pemberitaan bisa dihentikan.

“Saling mengerti om, saling membantu ke depan. Kita bantu, saya bantu om,” tulisnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai permintaan penghapusan berita tersebut.

Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan oknum TNI sebelumnya menjadi perhatian publik di Kendari.*

Oknum TNI Diduga Lecehkan Bocah SD di Kendari, Kini DPO

KENDARIKINI.COM – Seorang oknum anggota TNI diduga melakukan tindak asusila terhadap bocah sekolah dasar di Kota Kendari.

Kasus ini mencuat setelah ibu korban berinisial MS mengunggah keluhannya melalui akun Facebook pribadinya.

Dalam unggahan tersebut, MS meminta bantuan agar kasus yang menimpa anaknya dapat segera ditangani serius.

Ia menyebut pelaku berinisial Sertu MB, yang sebelumnya telah diperiksa di Kodim Kendari.

Menurut MS, pelaku sempat dilimpahkan ke Polisi Militer (POM) Kendari, namun diduga melarikan diri saat proses pemeriksaan.

MS mengungkapkan dugaan pelecehan terjadi sejak anaknya duduk di kelas 5 SD hingga mendekati kelulusan.

Akibat kejadian itu, kondisi mental korban disebut mengalami trauma berat hingga sempat mencoba bunuh diri.

Komandan Kodim 1417/Kendari, Kolonel Arm Danny Arianto, mengarahkan konfirmasi lebih lanjut kepada Pasi Intel.

Pasi Intel Kodim 1417 Kendari, Kapten Inf Edi Kusuma, membenarkan terduga meninggalkan lokasi pemeriksaan tanpa kembali.

Ia menyebut pelaku izin makan saat pemeriksaan, namun tidak kembali hingga saat ini.

Pihak Kodim telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pencarian terhadap yang bersangkutan.

Sementara itu, Denpom XIV/3 Kendari memastikan kasus tersebut telah ditangani sesuai prosedur hukum.

Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, menyebut pelaku belum hadir saat pelimpahan perkara.

Meski demikian, penyidikan tetap berjalan dan pelaku telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Pihak Denpom juga telah mengajukan permohonan bantuan pencarian untuk mempercepat proses penangkapan.*

RDP DPRD Sultra Memanas, PT KKU Tolak Beri Salinan Izin

KENDARIKINI.COM – Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Sultra dengan PT KKU berlangsung memanas, Rabu (29/4/2026).

RDP di ruang Toronipa DPRD Sultra awalnya berjalan tenang, namun berubah tegang saat pembahasan legalitas izin tambang.

Perwakilan PT KKU, Cipto, hanya memaparkan izin secara lisan melalui perangkat tanpa membagikan dokumen fisik.

Sikap tersebut memicu pertanyaan anggota Komisi III DPRD Sultra, Suwandi Andi, terkait transparansi data publik.

Suwandi meminta dasar hukum larangan pemberian salinan dokumen legalitas kepada DPRD sebagai wakil rakyat.

Ia menegaskan DPRD berhak mengakses data berdasarkan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.

“Kalau bisa diberi catatan foto copy untuk kebutuhan pengawasan,” tegas Suwandi dalam rapat.

Cipto menyatakan dokumen tersebut merupakan bagian dari dokumen negara yang terbatas untuk dibagikan.

Ia mengklaim perusahaan hanya dapat menunjukkan data secara lisan sesuai aturan internal perusahaan.

Pernyataan itu memicu reaksi keras dari Suwandi yang menilai sikap tersebut menghambat fungsi pengawasan DPRD.

Suwandi bahkan menyebut akan menempuh jalur lain untuk mendapatkan dokumen yang dibutuhkan.

RDP ini merupakan tindak lanjut aspirasi P3D Konawe Utara terkait dugaan aktivitas tanpa RKAB.

PT KKU membantah tuduhan tersebut dan mengklaim operasionalnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Cipto menjelaskan, perusahaan mengacu pada Surat Edaran Ditjen Minerba Nomor 2.E/HK.03/DJB/2025.

Surat tersebut memperbolehkan penambangan terbatas maksimal 25 persen sebelum RKAB disetujui.

Ia juga menyebut PT KKU telah mengantongi persetujuan RKAB 2026 sejak 14 Maret 2026.

Dengan demikian, PT KKU menegaskan operasional tambang berada dalam koridor perizinan yang sah.*

Kinerja PT Vale Q1 2026 Solid, Laba Melonjak 85 Persen

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia Tbk mencatat kinerja keuangan solid pada triwulan pertama 2026.

Meski produksi nikel matte menurun, Perseroan tetap mencatat hasil positif didukung harga jual lebih tinggi dan efisiensi operasional.

Produksi nikel matte tercatat 13.620 ton, turun dibanding triwulan sebelumnya yang mencapai 17.052 ton.

Penurunan produksi dipengaruhi pemeliharaan terencana, termasuk pembangunan kembali Furnace 3 yang ditarget selesai semester pertama 2026.

Di sisi keuangan, PT Vale membukukan pendapatan sebesar 252,7 juta dolar AS.

EBITDA meningkat 29 persen menjadi 80,1 juta dolar AS, sementara laba bersih melonjak 85 persen menjadi 43,6 juta dolar AS.

Kinerja ini didorong kenaikan harga nikel matte rata-rata menjadi 14.213 dolar AS per ton.

Selain itu, Perseroan mulai mengoperasikan tiga blok tambang, yakni Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa secara bersamaan.

PT Vale juga mencatat penjualan awal bijih nikel limonit dari Pomalaa, memperluas portofolio bisnis dan diversifikasi pendapatan.

Dari sisi biaya, biaya tunai nikel matte tercatat 10.382 dolar AS per ton, tetap kompetitif meski terjadi kenaikan input.

Perseroan optimistis kinerja ke depan akan meningkat seiring tren kenaikan harga nikel global dan peningkatan volume produksi.

PT Vale juga menandatangani fasilitas pinjaman berbasis keberlanjutan senilai 750 juta dolar AS untuk memperkuat strategi ESG.*

Polda Sultra Dalami Dugaan Penipuan Umrah TRG Kendari

KENDARIKINI.COM – Polda Sulawesi Tenggara terus mendalami dugaan penipuan umrah oleh Travel Tajak Ramadhan Group Kendari.

Kasus mencuat setelah 218 calon jemaah gagal berangkat pada 20 Februari 2026, menimbulkan kerugian besar.

Kasubdit II Ditreskrimum, Kompol Herie Pramono, menyebut penyidikan masih berlangsung dan fokus melengkapi alat bukti.

“Penyidikan berlanjut, rencana dilakukan gelar perkara,” ujarnya, Rabu, 29 April 2026.

Polisi telah memanggil terlapor AN, namun statusnya masih sebagai saksi.

“Status masih saksi, penetapan tersangka menunggu gelar perkara,” jelas Herie.

Kepala Cabang TRG Kendari, GD, juga telah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik.

Penyidik akan memeriksa pihak lain, termasuk keluarga AN yang diduga terkait aliran dana.

Ahli umrah dari Kementerian terkait akan dilibatkan untuk memperkuat konstruksi hukum perkara.

Polda Sultra juga menginventarisasi korban guna memastikan penanganan efektif dan menghindari tumpang tindih perkara.

Koordinasi dilakukan dengan OJK dan PPATK untuk menelusuri aliran dana calon jemaah.

Langkah ini bertujuan mengungkap peran pihak terkait dalam pengelolaan dana umrah.

Penyidik juga bersinergi dengan Jaksa Penuntut Umum untuk mempercepat proses hukum.

Polda Sultra menegaskan penanganan perkara dilakukan profesional, transparan, dan tuntas.*

Kejati Sita Aset PT KMM Terkait Dugaan Korupsi Semen

PALEMBANG, KENDARIKINI.COM – Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menyita aset milik PT KMM terkait dugaan tindak pidana korupsi distribusi semen.

Penyitaan dilakukan Tim Penyidik Pidsus Kejati Sumsel pada Selasa, 28 April 2026, di lokasi batching plant PT KMM.

Lokasi berada di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang.

Kepala Seksi Penerangan Hukum, Vanny Yulia Eka Sari, membenarkan kegiatan penyitaan tersebut kepada awak media.

Penyitaan berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejati Sumsel dalam perkara distribusi semen wilayah Sumsel periode 2018–2022.

Aset yang disita meliputi delapan unit truk mixer dan lima unit dump truk.

Selain itu, satu unit alat berat jenis excavator turut diamankan penyidik.

Seluruh aset tersebut tercatat dalam Berita Acara Penyitaan tertanggal 28 April 2026.

Vanny menyebut proses penyitaan berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa hambatan berarti.

Selanjutnya, tim penyidik mengajukan permohonan persetujuan penyitaan ke Pengadilan Tipikor Palembang.

Pengajuan dilakukan pada 29 April 2026 di Pengadilan Negeri Palembang Kelas IA Khusus.

Kasus ini masih dalam proses penyidikan lanjutan oleh Kejati Sumsel.*

Polda Sultra Sita 1 Kg Sabu, Mahasiswa Kolaka Ditangkap

KENDARIKINI.COM – Polda Sultra mengungkap peredaran sabu seberat 1.026 gram di Jalan Z.A. Sugianto, Kecamatan Kambu, Kendari.

Pengungkapan disampaikan dalam konferensi pers di Balai Wartawan Polda Sultra, Rabu (29/4/2026).

Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Amri Yudhy menyebut tersangka berinisial IK (27), mahasiswa asal Kolaka, telah diamankan.

Penangkapan dilakukan tim opsnal Unit 2 Subdit 2 Ditresnarkoba setelah pembuntutan sejak Minggu (26/4/2026) pukul 09.00 Wita.

Tersangka ditangkap saat keluar dari lobi hotel dan langsung digeledah, disaksikan manajer serta petugas keamanan.

Polisi menemukan lima paket sabu dalam tas tersangka saat penggeledahan awal di lokasi.

IK mengaku baru mengambil paket sabu dari kamar nomor 614 di lantai enam hotel tersebut.

Pengembangan dilakukan ke mobil tersangka, ditemukan enam paket sabu tambahan beserta barang bukti lain.

Total barang bukti 11 paket sabu dengan berat bruto 1.026 gram, termasuk alat kemas dan telepon genggam.

Polisi juga mengamankan kendaraan roda empat yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkotika.

Dari penyidikan awal, tersangka berperan sebagai kurir yang dikendalikan melalui komunikasi telepon seluler.

Polisi menduga IK bagian jaringan narkotika asal Sumatera dan masih memburu pemasok serta pihak terkait.

Tersangka dijerat UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman berat.

Polda Sultra menegaskan komitmen memberantas jaringan narkotika di wilayah Sulawesi Tenggara.*

Sidak SMKN 2 Kendari, Gubernur Sultra Soroti Disiplin Siswa

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjend TNI (Purn) Andi Sumangerukka, melakukan sidak di SMKN 2 Kendari, Rabu (29/4).

Dalam kunjungan itu, ia menyoroti rendahnya disiplin siswa dan lemahnya manajemen sekolah.

Setibanya di lokasi, gubernur meninjau sejumlah ruang kelas yang terlihat hampir kosong.

Di satu kelas, hanya empat siswa hadir dari total belasan siswa terdaftar.

“Ini berapa muridnya? Kok yang hadir cuma empat?” tanya Andi kepada pihak sekolah.

Pihak sekolah menyebut sebagian siswa mengikuti pelajaran olahraga di lapangan.

Namun, di kelas lain, dari 26 siswa hanya 11 orang yang hadir saat sidak berlangsung.

Gubernur juga menemukan siswa tidak memakai sepatu saat proses belajar berlangsung.

Seorang siswa mengaku memakai sandal karena sepatu rusak, sementara lainnya meminjamkan sepatu kepada teman.

Melihat kondisi tersebut, Andi Sumangerukka menegur kepala sekolah dan para guru.

Ia menilai pengelolaan sekolah tidak berjalan baik sehingga kedisiplinan siswa rendah.

“Kepala sekolah dan guru, ini tidak benar. Banyak kelas kosong,” tegasnya.

Meski demikian, ia memberikan bantuan uang pribadi kepada siswa yang tidak memiliki sepatu layak.

Bantuan itu diharapkan membantu siswa kembali belajar dengan fasilitas yang memadai.

Gubernur meminta kejadian ini menjadi evaluasi bagi seluruh sekolah di Sultra.

Ia menekankan pentingnya disiplin siswa dan perhatian terhadap kelayakan fasilitas pendidikan.*

Dishub Sultra Diduga Pungli Driver Online, Aduan Masuk DPRD

KENDARIKINI.COM – Dishub Sultra diduga terlibat pungutan liar terhadap pengemudi kendaraan online di Kendari.

Dugaan itu disampaikan Komunitas Kudeta Kendari melalui pernyataan sikap resmi kepada DPRD Sultra.

Mereka menuding pungli melibatkan aplikator Grab GDC Kendari dan Koperasi Mitra Anoa.

Potongan dana disebut mencapai Rp2,6 miliar per tahun dari akun pengemudi.

Ketua Kudeta Kendari, Sudharmono Samri, menyebut pungutan berasal dari tarif penjemputan pelabuhan dan bandara.

Ia mengaku informasi dugaan pungli berasal dari pengurus KMA dan GDC dalam pertemuan internal.

Menurutnya, terdapat dugaan penyetoran iuran dari pengemudi kepada Dishub Sultra.

Sudharmono menilai kebijakan itu bermasalah karena tarif resmi belum ditetapkan gubernur.

Ia merujuk Pasal 22 Permenhub Nomor 118 Tahun 2018 terkait angkutan sewa khusus.

Aduan resmi telah diserahkan ke Komisi III DPRD Sultra pada 29 April 2026.

Berkas diterima staf sekretariat bidang pengawasan DPRD Sultra, Muhammad Jusran.

Kudeta Kendari meminta DPRD segera menggelar RDP dengan pihak terkait.

Mereka ingin dugaan pungli dibuka secara transparan dan dipertanggungjawabkan.

Muhammad Jusran menyatakan DPRD akan menjadwalkan RDP dalam waktu dekat.*

Diduga Nambang Tanpa RKAB, PT KKU Klaim Izin Lengkap

KENDARIKINI.COM – P3D Konawe Utara menyoroti dugaan aktivitas tambang PT KKU tanpa persetujuan RKAB 2026.

Isu itu mencuat dalam RDP di DPRD Sultra, Ruang Toronipa, Rabu (29/4/2026).

Jenderal Lapangan P3D-Konut, Jefri, menilai aktivitas di luar RKAB melanggar aturan pertambangan.

Ia mengaku menemukan dugaan pengeluaran ore nikel tanpa persetujuan RKAB berdasarkan investigasi lapangan.

Dalam RDP, P3D-Konut meminta PT KKU menjelaskan legalitas dan pertanggungjawaban izin operasional.

Menanggapi itu, perwakilan PT KKU, Cipto, menyebut kegiatan mengacu Surat Edaran Ditjen Minerba 2025.

SE tersebut mengizinkan produksi terbatas maksimal 25 persen sebelum RKAB 2026 disetujui.

Relaksasi itu berlaku sementara hingga 31 Maret 2026 untuk menjaga keberlanjutan operasional tambang.

Cipto menegaskan PT KKU telah memperoleh persetujuan RKAB 2026 pada 14 Maret 2026.

Nomor persetujuan tersebut diklaim memastikan seluruh aktivitas berada dalam kerangka perizinan sah.

PT KKU membantah adanya periode operasional tanpa izin atau pelanggaran aturan pertambangan.

RDP ini menjadi forum klarifikasi antara masyarakat dan perusahaan terkait dugaan pelanggaran.

DPRD Sultra diharapkan menindaklanjuti hasil rapat untuk memastikan kepatuhan hukum sektor tambang.*

PAN Sultra Gelar Rakorwil, Perkuat Konsolidasi dan Soliditas Kader

KENDARIKINI.COM – DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Tenggara menggelar Rapat Koordinasi Wilayah, Selasa (28/4/2026).

Rakorwil ini menjadi langkah strategis memperkuat konsolidasi internal dan kesiapan struktur organisasi partai.

Ketua DPW PAN Sultra, Yusran Akbar, menegaskan kegiatan ini murni agenda internal organisasi.

Fokus pembahasan meliputi penguatan struktur, persiapan pelantikan pengurus, serta agenda menuju Rakerwil.

“Ini bukan panggung politik eksternal, melainkan konsolidasi untuk memperkuat soliditas partai,” ujar Yusran.

Ia menekankan kekuatan partai bergantung pada soliditas kader dan efektivitas mesin politik hingga akar rumput.

Rakorwil dimanfaatkan menyamakan persepsi dan memastikan seluruh pengurus bergerak dalam satu irama.

“Target kita jelas, seluruh struktur harus siap tanpa disorientasi program kerja,” tegasnya.

Ketua MPW PAN Sultra, Abdul Rahman Saleh, juga menyoroti pentingnya menjaga soliditas organisasi.

Menurutnya, dinamika politik yang kompetitif menuntut mesin partai bekerja sinkron dan terarah.

“Momentum ini memastikan seluruh kader berada dalam satu garis perjuangan,” ujarnya.

DPW PAN Sultra berharap koordinasi antar-pengurus semakin kuat melalui Rakorwil ini.

Partai ditargetkan tetap adaptif, responsif, dan siap menghadapi agenda politik di Sulawesi Tenggara.*

Jaksa Agung Resmikan PERSAJA Literacy Space, Perkuat Intelektual Jaksa

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – Jaksa Agung ST Burhanuddin membuka PERSAJA Literacy Space di M Bloc, Jakarta Selatan, Selasa (2026).

Kegiatan ini digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) ke-75.

Jaksa Agung menekankan pentingnya literasi sebagai kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis secara komprehensif.

Menurutnya, literasi menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas intelektual aparat penegak hukum.

“Ini ruang strategis pengembangan hukum progresif dan melahirkan jaksa berintegritas serta berwawasan global,” ujarnya.

Ia menjelaskan tema HUT PERSAJA ke-75 menekankan peran sebagai pusat penguatan Kejaksaan RI.

Konsep hiposentrum dimaknai sebagai pusat kekuatan yang menggerakkan peran intelektual dan profesional jaksa.

Jaksa Agung menilai tantangan hukum kini tidak hanya pada aturan, tetapi juga pola pikir dalam memahami perkembangan informasi.

Ia juga menyoroti rendahnya literasi nasional berdasarkan data Perpustakaan Nasional dan UNESCO.

Penurunan minat baca generasi muda dinilai menjadi perhatian serius bagi pembangunan kualitas sumber daya manusia.

PERSAJA Literacy Space diharapkan mampu membangun kembali kapasitas intelektual jaksa dan meningkatkan kepercayaan publik.

Jaksa Agung turut mengapresiasi karya buku para jaksa sebagai warisan intelektual hukum Indonesia.

Ia menegaskan jaksa harus unggul tidak hanya di ruang sidang, tetapi juga dalam ruang pemikiran.

Kegiatan dihadiri Ketua Umum PERSAJA Asep N. Mulyana, Wagub DKI Rano Karno, dan penulis Tere Liye.

PERSAJA Literacy Space diharapkan menjadi infrastruktur intelektual berkelanjutan bagi stabilitas nasional.*

JPU Tegaskan Ibam Tak Netral, Hakim Larang Giring Opini

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menegaskan Ibrahim Arief alias Ibam tidak bersikap netral sebagai konsultan Chromebook.

Pernyataan itu disampaikan usai pembacaan replik dalam sidang dugaan korupsi digitalisasi pendidikan Kemendikbudristek, Selasa (28/4/2026).

Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

JPU memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai prosedur, mulai dakwaan, pemeriksaan saksi, hingga tuntutan.

Terkait isu intimidasi, JPU menyebut belum ada laporan resmi dari pihak terdakwa maupun upaya praperadilan.

Menurut JPU, jika tuduhan itu benar, seharusnya ditempuh melalui jalur hukum agar dapat dipertanggungjawabkan.

“Hingga pembacaan replik, tidak ditemukan laporan yang menghambat persidangan,” ujar JPU.

JPU juga menegaskan fakta persidangan menunjukkan Ibam tidak netral dalam pengadaan Chromebook.

Kesimpulan itu didukung keterangan saksi, ahli, serta bukti surat dan elektronik yang terungkap di persidangan.

Penjelasan tersebut telah dituangkan secara komprehensif dalam surat tuntutan JPU.

JPU menilai tepat peringatan majelis hakim agar terdakwa tidak menggiring opini di luar sidang.

Ibam diimbau menjaga pernyataan publik karena berstatus tahanan kota selama proses hukum berlangsung.

Majelis hakim menunda putusan selama dua minggu karena padatnya jadwal persidangan.

Penundaan juga terkait perkara lain yang melibatkan terdakwa Nadiem Makarim yang masih diperiksa.

JPU memastikan akan terus mengawal perkara hingga putusan berkekuatan hukum tetap.*

Temu Teater Mahasiswa Nusantara XXII Digelar di Kendari September

KENDARIKINI.COM – Temu Teater Mahasiswa Nusantara (Temu Teman) ke-22 akan digelar di Kendari awal September 2026.

Kegiatan ini merupakan ajang teater nasional yang melibatkan komunitas seni kampus dari berbagai daerah Indonesia.

Temu Teman menjadi ruang bertemu, berbagi pengalaman, serta memperkuat jaringan seni dan budaya.

Ketua Panitia Fatmadillah menyebut persiapan melibatkan sejumlah lembaga seni kampus di Kendari.

Kolaborasi ini dilakukan sebagai upaya kolektif menyukseskan pelaksanaan Temu Teman ke-22.

Panitia mengangkat tema “Suara Tanah Lulo” yang merepresentasikan isu lingkungan dan budaya lokal.

Tema ini menggambarkan hubungan manusia, budaya, dan alam dalam identitas masyarakat Sulawesi Tenggara.

“Suara” dimaknai sebagai pesan, harapan, dan cerita yang lahir dari kehidupan masyarakat.

Sementara “tanah” melambangkan asal-usul, warisan leluhur, dan sumber kehidupan masyarakat setempat.

Adapun “lulo” merupakan simbol kebersamaan dan keharmonisan sosial dalam budaya Sulawesi Tenggara.

Fatmadillah menyebut konsep kegiatan dikemas berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya.

Panitia berharap pengalaman peserta akan lebih berkesan selama mengikuti kegiatan di Kendari.

Selain itu, dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak diharapkan dapat menyukseskan kegiatan ini.

Saat ini, proposal dan undangan tengah dirampungkan untuk segera disebar ke seluruh Indonesia.

Temu Teman diharapkan menjadi pemantik semangat berkesenian di Sulawesi Tenggara.*

Pentas Arena XVIII UHO Hadirkan Ragam Seni Nusantara

KENDARIKINI.COM – Laskar Sastra Universitas Halu Oleo kembali menggelar Pentas Arena XVIII sebagai ruang ekspresi seni.

Kegiatan tahunan ini melibatkan mahasiswa dan masyarakat umum dalam berbagai pertunjukan seni dan literasi.

Beragam penampilan disajikan, mulai pembacaan puisi, tari, musikalisasi puisi, hingga pertunjukan teaterikal.

Seluruh pertunjukan dikemas menarik untuk menghadirkan pengalaman seni yang edukatif dan menghibur.

Pembina Laskar Sastra, Ahmad Ridwan Wanderer, menilai kegiatan ini penting menjaga eksistensi budaya lokal.

Menurutnya, Pentas Arena menjadi ruang tumbuh bagi pelaku seni untuk terus berkarya dan berproses.

“Melalui seni Nusantara, kita membangun generasi yang berakar kuat pada budaya,” ujarnya.

Ketua Laskar Sastra, Azman Zul Zaman, menyebut kegiatan ini terbuka dan dapat dinikmati gratis.

Ia mengajak masyarakat hadir langsung menyaksikan pertunjukan yang telah disiapkan panitia.

“Kegiatan ini menjadi ruang bersama menikmati seni tanpa batas,” katanya.

Mengusung tema “Lewat Seni Nusantara Ciptakan Gemilang Lastra”, acara ini menekankan semangat berkesenian.

Pentas Arena XVIII diharapkan memperkuat apresiasi seni di kalangan generasi muda Sulawesi Tenggara.

Laskar Sastra UHO optimistis kegiatan ini mampu menghidupkan ekosistem seni dan budaya daerah.*

PPPK DPM PTSP Sultra Diduga Rangkap Jabatan di Perusahaan Tambang

KENDARIKINI.COM – Seorang PPPK DPM PTSP Sulawesi Tenggara diduga memiliki pekerjaan ganda di perusahaan tambang.

Pegawai tersebut bernama Septira Nur Widia Absyah Saleh, PPPK gelombang I berdasarkan SK Gubernur Sultra 21 Maret 2024.

Ia sebelumnya berstatus honorer K2 sejak 2016, dengan gaji sekitar Rp1,5 juta per bulan.

Dugaan rangkap jabatan mencuat setelah beredar dokumen keselamatan pertambangan PT Prima Berkat Mineral, tertanggal 11 Maret 2026.

Dalam dokumen itu, nama Septira tercantum sebagai Kepala Teknik Tambang di perusahaan batu gamping di Morowali.

Sumber anonim menyebut Septira jarang masuk kantor, dengan absensi manual terisi namun absensi online kosong.

“Masuk hanya apel, lalu pulang, sore datang apel lagi,” ujar sumber tersebut.

Kasubag Umum dan Kepegawaian DPM PTSP Sultra, Asmawati, membenarkan Septira adalah PPPK di instansinya.

Namun ia menegaskan, Septira sudah tidak lagi bekerja sebagai KTT sejak sebelum diangkat menjadi PPPK.

Menurutnya, perusahaan tempat Septira bekerja sebelumnya telah diambil alih pihak asing pada 2025.

Asmawati juga mengaku mengetahui kondisi tersebut karena Septira merupakan anak kandungnya.

Ia bahkan meragukan keabsahan tanda tangan dalam dokumen yang beredar tersebut.

Meski begitu, ia mengakui Septira memiliki saham pada dua perusahaan jasa pertambangan.

Terkait kehadiran, Asmawati tidak menampik adanya ketidakhadiran, namun menyebut alasan izin karena kondisi keluarga.

Ia menambahkan, persoalan absensi juga terjadi pada sejumlah pegawai lain di lingkungan kantor.*

Jaksa Agung Lantik 30 Pejabat, Kajati Sultra Resmi Berganti

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – Jaksa Agung ST Burhanuddin melantik Kepala Kejaksaan Tinggi dan pejabat eselon II, Rabu, 29 April 2026.

Pelantikan berlangsung di Aula Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung, disertai pengambilan sumpah jabatan.

Salah satu yang dilantik yakni Dr. Sugeng Riyanta sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.

Selain itu, sejumlah Kajati lain juga berganti, termasuk Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, hingga Bali.

Total 30 pejabat dilantik, mencakup posisi strategis di bidang pidana umum, pidana khusus, intelijen, dan pengawasan.

Jaksa Agung menegaskan rotasi dan promosi jabatan merupakan amanah besar kepada Tuhan, masyarakat, dan negara.

Ia menyebut jabatan bukan sekadar kewenangan, tetapi instrumen menghadapi tantangan dan mendorong perubahan institusi.

Menghadapi era digital dan kecerdasan buatan, Kejaksaan diminta meninggalkan pola kerja lama yang tidak adaptif.

Seluruh jajaran diinstruksikan berinovasi, namun tetap berlandaskan hukum serta etika yang berlaku.

Jaksa Agung juga menyoroti pentingnya penguasaan ruang digital untuk mengendalikan narasi publik berbasis data.

Ia mengungkap keprihatinan atas masih adanya pegawai yang dijatuhi hukuman disiplin hingga April 2026.

Sebagai langkah tegas, tidak ada toleransi promosi bagi pegawai yang memiliki catatan pelanggaran disiplin.

Para pimpinan baru diwajibkan melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh jajaran di satuan kerja masing-masing.

Kajati diminta menjadi representasi Kejaksaan di daerah dengan respons cepat terhadap persoalan hukum.

Sementara pejabat pusat dituntut segera beradaptasi tanpa masa transisi panjang dalam menjalankan tugas.

Jaksa Agung menutup amanat dengan ajakan bekerja keras, cerdas, dan penuh integritas demi institusi.*

Timnas Pencak Silat Indonesia Borong Emas di Belgia 2026

KENDARIKINI.COM, JAKARTA – Timnas Pencak Silat Indonesia meraih 4 emas dan 1 perak di Belgium Open 2026.

Kejuaraan berlangsung 24–27 April 2026 di Schoten, Belgia, diikuti kontingen Pelatnas berisi 9 atlet dan 2 pelatih.

Tiga taruna Akademi Kepolisian turut menyumbang medali, menunjukkan pembinaan Polri berkontribusi pada prestasi internasional.

Peraih emas yakni M. Zaki Zikrilah Prasong, Iqbal Chandra Pratama, Safira Dwi Meilani, dan regu putra.

Regu putra diperkuat Asep Yuldan Sani, Rano Slamet Nugraha, dan Andika Dhani Reksa.

Sementara medali perak diraih Tito Hendra Septa Kurnia pada kelas E putra.

Capaian ini mempertegas dominasi Indonesia sebagai kekuatan utama pencak silat dunia.

Sebelumnya, atlet Polri juga meraih juara umum taekwondo internasional di Osaka, Jepang, April 2026.

Wakapolri Dedi Prasetyo menyebut prestasi ini hasil pembinaan terarah dan berkelanjutan.

Komite Olahraga Polri sejak 2024 menjadi wadah pembinaan serta dukungan bagi atlet berprestasi.

Peran Wakabareskrim Nunung Syaifuddin sebagai manajer tim turut memperkuat profesionalisme pembinaan atlet.

Prestasi ini menjadi modal penting menuju SEA Games 2027 di Malaysia.

Timnas diharapkan mempertahankan tradisi juara dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.*

Hariani Syamsudin Maju Ketua KONI Kolaka, Usung Pembinaan Unggul

KENDARIKINI.COM – Hariani Syamsudin menyatakan siap maju sebagai calon Ketua KONI Kolaka pada Musorkablub 2026.

Musorkablub dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, dengan pendaftaran calon dibuka 2 hingga 5 Mei 2026.

“InsyaAllah saya siap maju untuk memajukan prestasi olahraga Kolaka,” ujar Hariani, Rabu.

Anggota DPRD Kolaka itu mengusung visi pembinaan olahraga unggul, berkarakter, dan berdaya saing di Sulawesi Tenggara.

Ia menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel untuk meningkatkan kepercayaan publik.

Menurutnya, pembinaan atlet harus berbasis pemetaan cabang olahraga dan program latihan terpusat.

“Kita fokus pada cabor unggulan dan pembinaan atlet muda,” jelasnya.

Cabor yang belum berprestasi akan didorong belajar dari daerah yang lebih maju.

Hariani juga menyoroti pentingnya peningkatan sarana dan prasarana olahraga di Kolaka.

Ia berkomitmen menggandeng pemerintah daerah dan pihak swasta menghadirkan fasilitas berstandar nasional.

Pendekatan sport science, lanjutnya, menjadi kunci meningkatkan performa atlet secara berkelanjutan.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, KONI, dan dunia usaha dalam pembinaan olahraga.

“Dukungan CSR akan memperkuat pembinaan atlet secara maksimal,” katanya.

Sebagai alumni Lemhannas RI, Hariani mengaku siap menghadapi tantangan kepemimpinan KONI Kolaka.*

Kejati Tetapkan 5 Tersangka Obstruction dan Korupsi KUR

KENDARIKINI.COM – Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan lima tersangka dalam dua perkara berbeda, Selasa (28/4/2026).

Perkara pertama terkait dugaan obstruction of justice pada proyek jaringan komunikasi desa DPMD Musi Banyuasin 2019–2023.

Dua tersangka ditetapkan, yakni RC dan RS, setelah penyidik mengantongi alat bukti yang cukup.

RC merupakan Staf Ahli Bupati sekaligus mantan Kepala Dinas PMD Muba.

Sementara RS berprofesi sebagai advokat yang diduga terlibat dalam skenario pengaburan fakta.

Modusnya, keduanya mengumpulkan saksi agar tidak memberikan keterangan sebenarnya kepada penyidik.

RS ditahan 20 hari di Rutan Kelas I Palembang hingga 17 Mei 2026.

Sedangkan RC diketahui merupakan terpidana dalam perkara lain.

Sebanyak 13 saksi telah diperiksa dalam pengembangan kasus obstruction tersebut.

Perkara kedua terkait dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat di Bank Pemerintah Cabang Martapura, OKU Timur.

Tiga tersangka ditetapkan yakni KS, SF, dan FS.

KS dan SF merupakan pimpinan cabang bank pada periode berbeda, sementara FS pengguna dana KUR.

KS dan FS ditahan 20 hari di Rutan Kelas I Palembang, SF tidak ditahan karena ibadah haji.

Penyidik telah memeriksa 41 saksi dengan estimasi kerugian negara sekitar Rp3,9 miliar.

Modusnya, pimpinan bank mengarahkan manipulasi analisa kredit menggunakan 16 debitur untuk proyek FS.

Para tersangka dijerat pasal tindak pidana korupsi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.*

Pria Setia, Apa Masih Ada?

0

Oleh: Luthfi Badiul Oktaviya, Mantan Sekum KOHATI Badko HmI Sultra dan Mantan Sekretaris PERUMDA Sultra

Sedikit penuh risiko menulis ini, tapi ingin tetap ku tuangkan dalam bentuk tulisan.

Aku pernah lama bergelut dengan pertanyaan dalam diri, “Apakah pria benar-benar bisa setia?” Ini adalah pertanyaan yang membuat kebanyakan perempuan takut akan jawabannya.

Hingga pada saat aku menulis ini, aku sedikit memahami bahwa kesetiaan pria bukan tentang tidak tertarik pada perempuan lain. Setiap pria yang normal akan selalu memperhatikan wanita lain, yang lebih cantik, yang lebih langsing, yang lebih putih, yang lebih tinggi, yang lebih montok, yang lebih sexy dan mata pria akan selalu mencari yang lebih. Itu naluriah biologis. Tapi memilih untuk tidak “bertindak”, itu adalah suatu hal yang berbeda.

Yang membuat pria memilih untuk menetap adalah bukan karena pria tidak memiliki pilihan yang lain. Setiap pria pasti memiliki banyak pilihan/opsi, wanita A, B, C, D dan seterusnya. Pria memilih setia bukan karena ia tidak ada yang mau juga. Namun sepemahaman ku, pria memilih setia itu karena pria telah menemukan sesuatu yang tidak ingin ia “pertaruhkan” lagi.

Kebanyakan kita kaum perempuan berfikir bahwa, pria setia karena takut. Takut ketahuan, takut pasangan marah, takut dosa, takut kehilangan. Padahal, kesetiaan pria yang dibangun dari rasa takut itu adalah kesetiaan yang paling rapuh. Kesetiaan itu akan runtuh apabila datang kesempatan yang memiliki risiko yang terasa kecil bagi pria.

Lalu, kesetiaan pria yang sesungguhnya datang dari mana? Dari rasa hormat yang dalam. Bukan rasa hormat pada perempuan yang ia pilih saja. Melainkan “rasa hormat yang mendalam terhadap diri pria itu sendiri”.

Itulah dalam hati saya sering menyebut, istilah “murahan” itu tidak boleh hanya disematkan untuk kaum perempuan. Seperti yang sering digaung-gaungkan pria kepada perempuan. Ada juga pria yang memilih menjadi “pria murahan” karena tidak menghormati dirinya sendiri.

Pria yang memilih setia dan tidak berselingkuh, itu bukan karena pria tidak bisa melakukan perselingkuhan. Dia bisa saja melakukan itu. Tapi “pria memilih setia karena rasa hormat terhadap dirinya sendiri, jauh lebih dalam” dibanding keinginannya pada wanita A, B, C, D yang lebih-lebih itu tadi. Nah, rasa hormat terhadap diri sendiri ini yang membuat pria mau menjadi versi dirinya yang tidak mau melakukan perselingkuhan.

Kedengarannya seperti menyakitkan bagi kami kaum perempuan, karena ini bukan tentang seberapa besar kadar cinta pria terhadap pasangannya. Tapi tentang egonya.

Inilah yang membuat sulit perempuan pahami, karena kami perempuan mahluk yang sangat mengedepankan perasaan. Pria tidak setia karena cinta saja, sebab cinta bisa pudar. Pria setia karena dia memegang teguh prinsip dan nilai “siapa dirinya”. Cinta bagi pria hanyalah alasan untuk memulai, sedangkan karakter adalah alasan untuk bertahan.

Jadi, jangan pernah lagi berfikir perempuan bisa membuat pria setia, karena itu adalah tabiat diri pria. Kalau dia suka selingkuh, ya berarti memang tabiat, karakter dan rasa hormat pada dirinya sendiri minim. Kami perempuan tidak bisa rubah itu. Tidak ada perempuan yang bisa menjamin kesetiaan pria. Ini adalah kenyataan pahit yang harus ditelan mentah bagi perempuan. Perempuan paling cantik, paling baik, paling sempurna sekalipun tetap bisa dikhianati. Karena kesetiaan itu adalah keputusan dalam diri pria itu sendiri.

Menelan kenyataan pahit ini bagi perempuan bukanlah sebuah kepasrahan, melainkan bentuk pembebasan. Artinya, tugas kita sebagai perempuan bukan membuktikan bahwa kita adalah perempuan yang layak untuk tidak diselingkuhi. Tugas kita sebagai perempuan bukan merubah diri menjadi seperti apa yang pria inginkan. Melainkan, tugas kita adalah mengenal pria sejak awal, apakah pria ini memiliki karakter yang membuatnya memilih setia?

Selama ini kaum perempuan hanya memahami bahwa cinta yang dalam pasti menjamin pria akan setia. Padahal, yang menjamin kesetiaan bukan dalamnya cinta, melainkan dalamnya karakter pria untuk menjadi pria yang benar-benar memiliki rasa hormat pada dirinya sendiri.

Foto hanyalah pemanis, jangan macam-macam perempuan dalam foto ini adalah Istri yang punya media kendarikini.com.*

Damkar Kendari Evakuasi Mahasiswi Terjebak di Kamar Kos Terkunci

KENDARIKINI.COM – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari mengevakuasi seorang mahasiswi yang terjebak di kamar kos, Selasa (28/4/2026) malam.

Peristiwa terjadi di Lorong Ambon Permai, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, sekitar pukul 22.16 Wita.

Humas Damkar Kendari, Martoyo Awaluddin, mengatakan laporan diterima dari pelapor bernama Ica.

Korban terjebak karena pintu kamar terkunci dari dalam akibat kerusakan kunci.

Tim Rescue langsung diberangkatkan pukul 22.21 Wita menuju lokasi kejadian.

Petugas tiba di TKP pukul 22.41 Wita setelah menempuh jarak sekitar 7,1 kilometer dari Mako Damkar.

Setibanya di lokasi, tim segera melakukan penanganan sesuai prosedur keselamatan.

Petugas menggunakan peralatan rescue untuk membuka pintu tanpa merusak bagian lain.

Evakuasi berhasil diselesaikan pukul 22.58 Wita dan korban dipastikan dalam kondisi aman.

Setelah situasi kondusif, tim kembali ke Markas Komando Damkar Kendari.

Operasi ini dipimpin Danru Penyelamatan Peleton 3, M. Ruslin Goa.

Cuaca saat kejadian dilaporkan cerah dan tidak ada kendala selama proses evakuasi.*

Kasasi MA Kabulkan Gugatan Buruh, PT TPM Wajib Bayar Hak

KENDARIKINI.COM – Tiga buruh PT Tani Prima Makmur (TPM) akhirnya memperoleh keadilan menjelang Hari Buruh 2026.

Mereka sebelumnya dipecat tanpa pesangon, dilaporkan ke polisi, dan digugat perdata senilai Rp10 miliar.

Ketua LBH HAMI Sultra, Andre Darmawan, mengatakan pihaknya mendampingi para buruh dalam seluruh proses hukum.

Di tingkat Pengadilan Hubungan Industrial, gugatan buruh dikabulkan sebagian dan perusahaan dihukum membayar hak pekerja.

Putusan tersebut kemudian diperkuat hingga tingkat kasasi Mahkamah Agung.

Dalam amar kasasi, MA mengabulkan permohonan PT TPM, namun tetap menyatakan hubungan kerja putus dan hak buruh wajib dibayar.

MA juga menetapkan perusahaan membayar pesangon, penghargaan masa kerja, serta hak lainnya kepada para buruh.

Nilai kewajiban pembayaran mencapai puluhan juta rupiah, termasuk upah selama proses perselisihan berlangsung.

Selain itu, gugatan perdata perusahaan senilai Rp10 miliar dinyatakan tidak dapat diterima oleh pengadilan.

Laporan polisi terhadap para buruh juga dihentikan, sehingga tidak berlanjut ke proses hukum berikutnya.

Andre menegaskan putusan ini menjadi bentuk perlindungan hukum bagi pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja sepihak.

Ia menyebut kemenangan ini sebagai momentum penting menjelang peringatan Hari Buruh.

“Ini bukti bahwa buruh bisa mendapatkan keadilan melalui jalur hukum,” ujar Andre di akun sosmednya.*

LBH HAMI Sultra Nilai Peradilan Militer Agak Ribet

KENDARIKINI.COM – Ketua LBH HAMI Sultra, Andre Darmawan, menegaskan komitmennya mengawal kasus dugaan penganiayaan oleh oknum anggota TNI.

Ia menyebut proses hukum di peradilan militer memiliki tantangan tersendiri dan membutuhkan keberanian dalam pendampingan korban.

“Berurusan dengan peradilan militer memang agak ribet dan butuh keberanian,” ujar Andre dalam postingannya di akun medsosnya.

LBH HAMI Sultra, lanjutnya, telah mendampingi korban sejak proses awal di Polisi Militer (POM) Kendari.

Pendampingan tersebut terus berlanjut hingga tahap penanganan di Oditur Militer Makassar.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan korban memperoleh keadilan secara utuh dalam proses hukum yang berjalan.

Andre menegaskan, pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Ia berharap penegakan hukum terhadap anggota militer tetap dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Menurutnya, keadilan bagi korban harus menjadi prioritas tanpa melihat latar belakang pelaku.

LBH HAMI juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya proses hukum agar tetap objektif.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti