Kamis, Juli 23, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 24

Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 Resmi Digelar di Samarinda

KENDARIKINI.COM — Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 resmi bergulir di GOR Segiri Samarinda, Minggu (17/5/2026).

Ajang nasional tersebut diikuti atlet judo dari seluruh Polda jajaran dengan persaingan ketat dan sportif.

Sejak pagi, arena pertandingan dipadati atlet, official, serta pendukung yang memberikan semangat kepada peserta bertanding.

Panitia mempertandingkan kategori putra, putri, dan beregu campuran dalam berbagai kelas berat badan.

Kategori putra melombakan kelas -60 kilogram hingga kelas +90 kilogram.

Sementara kategori putri mempertandingkan kelas -52 kilogram hingga kelas +78 kilogram.

Untuk kategori beregu campuran, pertandingan dibagi dalam beberapa kelas sesuai ketentuan federasi judo nasional.

Kabid Humas Kombes Pol Yuliyanto mengatakan hari pertama diawali babak penyisihan kategori putra dan putri.

“Selanjutnya sore hari dilaksanakan timbang badan atlet kategori beregu campuran,” ujar Yuliyanto.

Ia menegaskan kejuaraan tersebut menjadi ajang pembinaan sekaligus mempererat silaturahmi antar atlet judo Indonesia.

Kapolri Cup 2026 juga diharapkan melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing pada tingkat nasional maupun internasional.

Atmosfer kompetisi berlangsung semarak dengan dukungan penuh dari masing-masing kontingen peserta kejuaraan.*

Motor Thunder Diduga Modifikasi Antre BBM Subsidi di SPBU Motaha

KENDARIKINI.COM — Video antrean belasan motor Suzuki Thunder di SPBU Motaha, Konawe Selatan, viral di media sosial.

Motor-motor tersebut diduga menggunakan tangki modifikasi untuk mengisi BBM subsidi jenis Pertalite dalam jumlah besar.

Dalam rekaman video, kendaraan berjajar panjang mendominasi jalur pengisian BBM di area SPBU Motaha, Kecamatan Angata.

Warga mengaku kesal karena antrean pengisian berlangsung lama hingga menyebabkan kendaraan lain mengular keluar SPBU.

“Kadang masyarakat belum sempat isi, bensin sudah habis duluan,” ujar seorang warga, Minggu (17/5/2026).

Warga menduga aktivitas pengisian menggunakan motor Thunder itu telah berlangsung rutin setiap hari di lokasi tersebut.

Masyarakat meminta Pertamina dan aparat kepolisian turun tangan menertibkan dugaan pelangsiran BBM subsidi di SPBU Motaha.

Warga juga meminta pengelola SPBU lebih selektif melayani kendaraan yang dicurigai telah dimodifikasi untuk mengangkut BBM.

Penanggung jawab SPBU Motaha, Edo, membantah adanya modifikasi tangki pada motor Suzuki Thunder tersebut.

“Motor Thunder tidak ada modifikasi, tangkinya normal,” kata Edo saat dikonfirmasi awak media.

Namun, Edo belum memberikan penjelasan terkait dugaan aktivitas pelangsiran yang disebut warga terjadi setiap hari.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Sulawesi mengaku masih melakukan pengecekan terkait video antrean motor Thunder tersebut.

Communication Relations Pertamina Patra Niaga Sulawesi, Okky Aditya, menegaskan kendaraan modifikasi untuk pengisian BBM tidak dibenarkan.

Menurutnya, perubahan spesifikasi kendaraan dapat membahayakan pengguna dan melanggar aturan distribusi BBM subsidi.

Okky menambahkan, pengisian BBM menggunakan jerigen hanya diperbolehkan dengan surat rekomendasi pemerintah setempat.*

PB Nusantara Kuasai Tiga Final Bupati Cup V Paniai

KENDARIKINI.COM — PB Nusantara tampil dominan pada Turnamen Bupati Cup V Open Nasional di Kabupaten Paniai, Papua Tengah.

Tiga tim perwakilan PB Nusantara berhasil melaju ke babak final setelah menyingkirkan lawan-lawannya di semifinal.

Kategori final yang ditembus yakni ganda campuran Mix Open, ganda putra, dan ganda putri.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti konsistensi PB Nusantara dalam membina atlet bulu tangkis berprestasi.

Ketua PB Nusantara, Irpan Saputra, mengaku bangga atas perjuangan para atlet sepanjang turnamen berlangsung.

Menurut Irpan, pencapaian itu lahir dari latihan disiplin dan kerja keras seluruh tim selama persiapan kompetisi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Paniai, Yampit Nawipa, atas dukungan terhadap olahraga bulu tangkis nasional.

“Kami berterima kasih kepada Bupati Paniai atas dukungan besar terhadap turnamen ini,” ujar Irpan, Senin (18/5/2026).

Irpan turut mengapresiasi Ketua Umum PBSI Paniai, Musdalifa, yang dinilai sukses mengawal jalannya turnamen.

Menurutnya, kompetisi berlangsung kompetitif, tertib, dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Paniai.

PB Nusantara optimistis mampu meraih gelar juara pada laga final yang berlangsung malam ini.

Final Bupati Cup V Open Nasional digelar di GOR Adri Jaya, Kabupaten Paniai, Papua Tengah.*

OPINI: Dari Nikel ke Karbon, Arah Baru Ekonomi Sulawesi Tenggara

Oleh: Muhamad Ikram Pelesa, Direktur Eksekutif Nasional FORSEMESTA

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas tambang, Sulawesi Tenggara membutuhkan arah pembangunan baru yang lebih berkelanjutan. Selama bertahun-tahun, pertumbuhan ekonomi daerah ini sangat bergantung pada sektor ekstraktif, khususnya pertambangan nikel. Sektor tersebut memang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, investasi, dan aktivitas industri. Namun di sisi lain, ketergantungan yang terlalu tinggi terhadap sumber daya tambang menyimpan risiko besar terhadap stabilitas ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Kini dunia sedang bergerak menuju era ekonomi hijau. Perubahan iklim, krisis lingkungan, dan tuntutan global terhadap industri rendah emisi telah melahirkan pasar ekonomi baru yang dikenal sebagai perdagangan karbon atau carbon trading. Dalam konteks ini, kawasan hutan, mangrove, dan ekosistem pesisir tidak lagi dipandang sekadar wilayah konservasi, tetapi telah berubah menjadi aset ekonomi bernilai tinggi karena kemampuannya menyerap emisi karbon.

Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki posisi strategis dalam ekonomi karbon global karena memiliki kawasan hutan tropis dan mangrove terbesar di dunia. Sulawesi Tenggara termasuk daerah yang memiliki modal ekologis sangat kuat untuk masuk dalam arus ekonomi hijau tersebut. Kawasan mangrove di Konawe Utara, Bombana, Muna, Buton, Kolaka, hingga Wakatobi menyimpan cadangan karbon yang sangat besar dan berpotensi dikembangkan menjadi sumber ekonomi baru daerah.

Konawe Utara misalnya, diperkirakan memiliki kawasan mangrove dan hutan tropis seluas sekitar 220 ribu hektare dengan potensi serapan karbon mencapai 120 juta ton CO₂. Potensi tersebut menjadikan wilayah ini sangat strategis untuk pengembangan blue carbon dan investasi hijau berbasis rehabilitasi mangrove. Kolaka Utara juga memiliki potensi besar melalui kawasan hutan tropisnya yang diperkirakan mampu menyimpan sekitar 90 juta ton CO₂.

Di wilayah Konawe Selatan, kombinasi kawasan mangrove dan hutan lindung menyimpan potensi karbon sekitar 75 juta ton CO₂. Sementara Kabupaten Kolaka diperkirakan memiliki cadangan karbon sekitar 70 juta ton CO₂ dari kawasan hutan produksi dan pesisirnya. Bombana dan Buton juga memiliki peluang besar melalui pengembangan ekonomi pesisir, restorasi mangrove, dan ekowisata karbon. Sedangkan Wakatobi dapat menjadi pusat pengembangan blue economy berbasis karbon laut yang saat ini mulai diminati dalam pasar karbon internasional.

Dalam beberapa hari terakhir, isu perdagangan karbon kembali menjadi perhatian nasional seiring penguatan pasar karbon Indonesia dan meningkatnya minat investasi hijau internasional. Pemerintah pusat bahkan mulai mendorong perdagangan karbon sebagai instrumen strategis mencapai target Net Zero Emission tahun 2060. Situasi ini menunjukkan bahwa ekonomi karbon bukan lagi sekadar isu lingkungan, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi ekonomi global.

Sulawesi Tenggara memiliki peluang besar untuk mengambil posisi penting dalam transformasi tersebut. Berdasarkan simulasi potensi karbon daerah, kawasan hutan dan mangrove Sulawesi Tenggara diperkirakan memiliki cadangan karbon mencapai sekitar 608 juta ton CO₂. Potensi terbesar berada di Kabupaten Konawe Utara, Kolaka Utara, Konawe Selatan, Kolaka, Bombana, serta wilayah pesisir kepulauan seperti Wakatobi dan Buton.

Apabila hanya 10 persen dari total potensi karbon tersebut diperdagangkan melalui skema pasar karbon internasional dengan asumsi harga rata-rata USD 5 per ton CO₂, maka nilai ekonomi yang dihasilkan dapat mencapai sekitar Rp4,8 triliun. Dari jumlah itu, pemerintah daerah berpotensi memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp720 miliar melalui mekanisme pajak, retribusi, kerja sama daerah, dan pembagian hasil ekonomi karbon.

Simulasi tersebut menunjukkan bahwa ekonomi karbon bukan lagi sekadar konsep teoritis, melainkan peluang ekonomi nyata yang dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan daerah baru. Dengan asumsi harga karbon global sebesar USD 5 per ton dan kurs Rp16 ribu per dolar Amerika Serikat, maka setiap satu ton karbon memiliki nilai ekonomi sekitar Rp80 ribu. Jika sebagian kecil saja dari total cadangan karbon Sulawesi Tenggara berhasil diperdagangkan dalam pasar karbon internasional, maka dampak ekonominya akan sangat besar bagi pembangunan daerah.

Angka tersebut menunjukkan bahwa ekonomi karbon memiliki peluang menjadi sumber PAD baru yang jauh lebih berkelanjutan dibanding eksploitasi sumber daya alam yang bersifat sekali habis. Selain menghasilkan pendapatan daerah, investasi karbon juga mampu membuka lapangan kerja baru di sektor rehabilitasi mangrove, konservasi hutan, jasa lingkungan, penelitian, hingga ekowisata berbasis karbon.

Namun, peluang besar tersebut tidak akan berarti tanpa keberanian politik dan perubahan paradigma pembangunan daerah. Selama ini, orientasi pembangunan masih terlalu bertumpu pada ekspansi industri tambang tanpa memperhatikan keseimbangan lingkungan. Akibatnya, muncul berbagai persoalan ekologis seperti kerusakan hutan, sedimentasi pesisir, pencemaran laut, dan konflik ruang hidup masyarakat.

Jika kondisi tersebut terus berlangsung, Sulawesi Tenggara justru akan kehilangan aset karbon yang nilainya di masa depan bisa jauh lebih besar dibandingkan keuntungan jangka pendek dari eksploitasi sumber daya alam. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus mulai melihat hutan dan mangrove bukan sebagai hambatan investasi, melainkan sebagai instrumen ekonomi masa depan.

Pemerintah daerah perlu segera menyusun roadmap ekonomi karbon Sulawesi Tenggara. Langkah awal yang harus dilakukan adalah memperkuat perlindungan kawasan mangrove dan hutan tropis, membangun basis data karbon daerah, serta membuka ruang investasi hijau yang kredibel dan transparan. Perguruan tinggi dan lembaga riset juga harus dilibatkan dalam proses pengukuran cadangan karbon dan pengawasan lingkungan agar seluruh mekanisme berjalan sesuai standar internasional.

Yang tidak kalah penting, ekonomi karbon harus dibangun dengan prinsip keadilan sosial. Masyarakat lokal, nelayan, petani, dan komunitas pesisir harus menjadi bagian utama dalam rantai manfaat ekonomi karbon. Mereka tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah masuknya investasi hijau global. Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa konservasi lingkungan akan berhasil apabila masyarakat memperoleh manfaat ekonomi langsung dari perlindungan kawasan tersebut.

Sulawesi Tenggara sebenarnya memiliki peluang menciptakan model pembangunan baru yang lebih seimbang. Daerah ini tidak harus meninggalkan sektor pertambangan sepenuhnya, tetapi perlu mulai mengarahkan industri menuju praktik yang lebih hijau dan bertanggung jawab. Perusahaan tambang wajib didorong melakukan rehabilitasi kawasan, restorasi mangrove, dan investasi penyerapan karbon sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan mereka.

Pada akhirnya, investasi karbon bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga tentang arah masa depan ekonomi daerah. Dunia sedang bergerak menuju ekonomi rendah karbon, dan daerah yang mampu membaca perubahan tersebut lebih awal akan memperoleh keuntungan besar. Sulawesi Tenggara memiliki semua syarat untuk menjadi pemain penting dalam ekonomi karbon nasional: hutan tropis, mangrove luas, kawasan pesisir strategis, dan perhatian global terhadap transisi energi.

Momentum ini tidak boleh dilewatkan. Jika dikelola secara serius, transparan, dan berpihak pada masyarakat, maka sumber daya karbon dapat menjadi kekuatan ekonomi baru Sulawesi Tenggara yang bukan hanya menghasilkan PAD besar, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan masa depan generasi mendatang.*

OPINI: Si Anak Malang, Konawe Utara Korban ‘Ghosting’ Investasi Smelter

Oleh: M. Ikram Pelesa, Ketua Umum DPP Pemuda Nusantara

Di tengah gegap gempita hilirisasi nikel nasional, nama Konawe Utara di Sulawesi Tenggara seharusnya menjadi salah satu daerah yang paling bersinar. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu pemilik cadangan nikel terbesar di Indonesia, bahkan termasuk terbesar di dunia. Tanahnya kaya, perut buminya dipenuhi ore bernilai tinggi, dan aktivitas pertambangan berlangsung hampir setiap hari. Namun ironisnya, hingga hari ini Konawe Utara justru belum memiliki satu pun smelter besar yang benar-benar berdiri dan beroperasi secara optimal di wilayahnya sendiri.

Kondisi ini melahirkan pertanyaan besar: mengapa daerah yang menjadi sumber utama kekayaan nikel nasional justru hanya menjadi penonton dalam rantai industri hilirisasi ?

Ironi Konawe Utara semakin terasa karena masyarakat berulang kali diberi harapan melalui seremoni peletakan batu pertama pembangunan smelter. Pejabat datang, investor hadir, spanduk dipasang, pidato disampaikan, tetapi proyek perlahan menghilang tanpa kepastian.

Konawe Utara seperti mengalami “ghosting investasi”: dijanjikan masa depan industri besar, tetapi ditinggalkan tanpa realisasi nyata.

Fenomena ini bukan sekadar asumsi publik. Sejumlah perusahaan pernah mengumumkan pembangunan smelter di Konawe Utara, namun hingga kini progresnya masih dipertanyakan masyarakat.

Salah satu yang paling sering disorot adalah rencana pembangunan smelter oleh MBG Group melalui PT MBG Nikel Indonesia. Pada Januari 2018, perusahaan tersebut melakukan groundbreaking proyek smelter senilai Rp76 triliun di Konawe Utara. Saat itu proyek dijanjikan selesai dalam dua tahun dan disebut mampu menyerap ribuan tenaga kerja.

Namun setelah bertahun-tahun berlalu, pembangunan smelter tersebut belum menunjukkan perkembangan signifikan sebagaimana janji awal proyek. Masyarakat hanya menyaksikan seremoni besar tanpa realisasi yang jelas di lapangan.

Kasus lain muncul dari PT Nusantara Industri Sejati (PT NIS). Pada Mei 2022, Wakil Presiden RI saat itu hadir langsung dalam peletakan batu pertama kawasan industri dan smelter PT NIS di Kecamatan Motui, Konawe Utara.

Smelter tersebut direncanakan menggunakan teknologi RKEF dengan kapasitas produksi feronikel mencapai 500 ribu ton per tahun di atas lahan 375 hektare. Proyek itu disebut sebagai bagian penting hilirisasi nasional dan diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja besar bagi masyarakat lokal.

Namun hingga kini, publik masih mempertanyakan progres nyata pembangunan kawasan industri tersebut. Aktivitas konstruksi besar yang dijanjikan belum terlihat sesuai ekspektasi awal masyarakat.

Sorotan serupa juga diarahkan kepada PT Tiran Indonesia yang sejak 2021 disebut membawa rencana pembangunan smelter di wilayah Waturambaha. Akan tetapi, hingga beberapa tahun kemudian, proyek tersebut belum memperlihatkan realisasi signifikan.

Berbagai alasan disampaikan perusahaan, mulai dari kebutuhan air hingga kendala teknis dan sosial. Namun di mata masyarakat, yang terlihat justru aktivitas penambangan terus berjalan sementara proyek hilirisasi tak kunjung terealisasi.

Kondisi ini membuat masyarakat semakin skeptis terhadap narasi hilirisasi yang selama ini digaungkan pemerintah. Sebab dalam praktiknya, Konawe Utara tetap hanya menjadi pemasok bahan mentah bagi kawasan industri lain.

Ore nikel terus keluar dari daerah, tetapi nilai tambah ekonominya justru dinikmati wilayah lain seperti Morowali dan kawasan industri di Maluku Utara.

Padahal jika smelter benar-benar berdiri di Konawe Utara, dampak ekonominya bisa sangat besar: lapangan kerja terbuka luas, usaha masyarakat berkembang, pendapatan daerah meningkat, dan infrastruktur tumbuh lebih cepat.

Sebaliknya, tanpa hilirisasi nyata, Konawe Utara hanya akan terus menanggung dampak ekologis dari eksploitasi tambang. Jalan rusak akibat kendaraan hauling, sedimentasi sungai meningkat, kawasan hutan dibuka, sementara masyarakat lokal tidak memperoleh manfaat ekonomi yang sebanding.

Fenomena “peletakan batu pertama tanpa kelanjutan” juga memperlihatkan lemahnya pengawasan terhadap komitmen investasi. Negara seharusnya tidak hanya bangga pada angka investasi di atas kertas atau seremoni proyek, tetapi memastikan realisasi konkret di lapangan.

Pemerintah pusat maupun daerah perlu melakukan evaluasi serius terhadap perusahaan-perusahaan yang menjanjikan pembangunan smelter namun tidak menunjukkan progres nyata. Jangan sampai izin pertambangan dan fasilitas investasi diberikan longgar sementara kewajiban hilirisasi terus tertunda tanpa kepastian.

Masyarakat Konawe Utara sebenarnya tidak anti-investasi. Mereka hanya ingin kekayaan daerah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

Mereka ingin hilirisasi tidak berhenti sebagai slogan politik atau proyek pencitraan.

Karena terlalu banyak harapan yang dibangun melalui seremoni megah, tetapi berakhir menjadi lahan kosong dan papan proyek yang perlahan rusak dimakan waktu.

Pada akhirnya, hilirisasi sejati bukan diukur dari banyaknya batu pertama yang diletakkan, melainkan dari berdirinya industri nyata yang mampu mengubah kehidupan masyarakat.

Selama smelter di Konawe Utara masih berhenti pada seremoni tanpa realisasi, maka daerah ini akan terus menjadi simbol paradoks sumber daya alam: kaya nikel, tetapi miskin nilai tambah industri.

Dan selama itu pula, Konawe Utara akan tetap menjadi “anak malang” di tengah gemerlap hilirisasi nasional.

Ini adalah bentuk ketidakadilan pembangunan yang nyata, daerah penghasil seharusnya menjadi prioritas utama pembangunan industri pengolahan. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya: Konawe Utara hanya dijadikan keran bahan baku untuk menghidupkan kawasan industri di tempat lain.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka Konawe Utara hanya akan menjadi contoh klasik kutukan sumber daya alam: tanahnya kaya, tetapi rakyatnya tidak benar-benar sejahtera. Karena sebesar apa pun cadangan nikel yang dimiliki, jika hanya dikeruk dan dikirim keluar tanpa industri pengolahan, maka daerah itu tetap hanya menjadi penonton di rumahnya sendiri.

Pada akhirnya, hilirisasi sejati tidak diukur dari banyaknya pidato, nilai investasi di atas kertas, ataupun seremoni peletakan batu pertama. Hilirisasi sejati diukur dari satu hal sederhana: apakah daerah penghasil benar-benar menikmati nilai tambah dari kekayaan alamnya sendiri. Dan sampai hari ini, jawabannya di Konawe Utara masih belum.*

PT TJA Bantah Tambang Ilegal Kabaena, Klaim Izin Lengkap

KENDARIKINI.COM — PT Trias Jaya Agung (TJA) membantah tudingan aktivitas tambang ilegal di wilayah Kabaena, Kabupaten Bombana.

PJO PT TJA, Rakhmat Ghazali Armin, menegaskan seluruh aktivitas perusahaan berjalan sesuai ketentuan dan didukung dokumen resmi.

Menurutnya, tudingan penambangan di kawasan hutan lindung telah terbantahkan setelah adanya pengecekan lapangan oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan dan Tata Lingkungan (BPKHTL) KLHK bersama pihak terkait.

“Sudah pernah dilakukan pengecekan oleh Gakkum dan pihak kehutanan,” ujar Rakhmat, Minggu (17/5/2026).

Ia menjelaskan, IUP PT TJA berada di Kelurahan Rahampuu, Kecamatan Kabaena, dengan status Areal Penggunaan Lain (APL).

Rakhmat menyebut izin usaha pertambangan perusahaan diterbitkan sejak 23 Juli 2020 dan masih berlaku hingga saat ini. Menurutnya, seluruh tahapan perizinan perusahaan telah dipenuhi sesuai ketentuan pemerintah.

Selain itu, PT TJA juga telah mengantongi izin operasional terminal khusus (jetty) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Perusahaan juga memiliki izin usaha penunjang terminal khusus melalui sistem OSS serta SK perpanjangan terminal khusus dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub.*

PT WIN Bantah Tuduhan Pencemaran, Tegaskan Tambang Sesuai Aturan

KENDARIKINI.COM — PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) menegaskan aktivitas pertambangan berjalan sesuai izin dan ketentuan hukum berlaku.

Pernyataan itu disampaikan merespons rencana gugatan lingkungan oleh Perkumpulan Forum Alam Nusantara terhadap perusahaan.

Legal PT WIN, Alvian Pradana Liambo, mengatakan perusahaan menghormati kontrol sosial terhadap aktivitas pertambangan.

Namun, menurutnya, tuduhan pencemaran wajib dibuktikan melalui data, kajian ilmiah, dan mekanisme hukum resmi.

“Dugaan tidak bisa langsung disamakan dengan pelanggaran tanpa pembuktian objektif,” ujar Alvian, Minggu (17/5/2026).

Ia menilai opini publik terkait dugaan pencemaran masih banyak dibangun berdasarkan asumsi dan kekhawatiran.

Menurut Alvian, aktivitas tambang tetap sah selama berada dalam wilayah izin dan memenuhi Good Mining Practice.

PT WIN juga disebut telah memiliki persetujuan lingkungan serta menjalankan pengendalian dampak sesuai ketentuan pemerintah.

Ia menegaskan penilaian tambang tidak dapat dilakukan hanya melalui persepsi visual atau opini sepihak masyarakat.

“Harus ada data teknis, hasil pengawasan resmi, dan parameter ilmiah,” katanya.

PT WIN turut menanggapi isu relokasi warga yang berkembang di ruang publik belakangan ini.

Menurut perusahaan, relokasi bukan kewajiban otomatis dalam setiap kegiatan pertambangan.

Relokasi hanya dapat dilakukan berdasarkan rekomendasi resmi dan pembuktian dampak signifikan secara ilmiah.

PT WIN mengklaim keberadaan perusahaan turut mendukung ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasional.

Kontribusi itu meliputi penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan aktivitas usaha masyarakat.

Perusahaan memastikan tetap terbuka terhadap pengawasan dan evaluasi pemerintah maupun masyarakat.*

Kapolri Lantik Kapolda Sultra Baru dan Sejumlah PJU Mabes Polri

KENDARIKINI.COM — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin pelantikan dan sertijab pejabat Polri di Mabes Polri, Minggu (17/5/2026).

Kegiatan berlangsung di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, dihadiri pejabat utama dan jajaran kepolisian daerah.

Dalam pelantikan itu, Komjen Pol R.Z. Panca Putra resmi menjabat Kalemdiklat Polri.

Kapolri juga melantik Brigjen Pol Nasri sebagai Kapolda Sulawesi Tengah.

Selain itu, Brigjen Pol Himawan Bayu Aji dipercaya menjadi Kapolda Sulawesi Tenggara.

Brigjen Pol Arif Budiman turut dilantik sebagai Kapolda Maluku Utara.

Sertijab juga dilakukan terhadap Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja sebagai Kapolda NTB.

Irjen Kalingga menggantikan Irjen Pol Edy Murbowo yang sebelumnya menjabat Kapolda NTB.

Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid dilantik sebagai Kapolda Bengkulu menggantikan Irjen Pol Mardiyono.

Sementara itu, Kombes Pol Yudi Arkara Oktabera dipercaya menjabat Kayanma Polri.

Ia menggantikan Brigjen Pol Abas Basuni dalam jabatan tersebut.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi merupakan bagian pembinaan karier personel Polri.

Menurut Johnny, rotasi jabatan bertujuan memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap pejabat baru segera bekerja optimal menghadapi tantangan tugas di wilayah masing-masing.

Johnny menegaskan Polri terus mendorong profesionalitas dan soliditas internal melalui penyegaran organisasi secara berkala.*

Gekrafs Lantik DPW Sultra dan 10 DPC, Dorong Ekonomi Kreatif

KENDARIKINI.COM — Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) melantik DPW Sulawesi Tenggara dan 10 DPC kabupaten/kota di Kendari.

Pelantikan berlangsung di STIE 66 Kendari, Sabtu (16/5/2026), dipimpin langsung Ketua Umum DPP Gekrafs, Kawendra Lukistian.

Pada kesempatan itu, Muhammad Mirad resmi dilantik sebagai Ketua DPW Gekrafs Sulawesi Tenggara periode terbaru.

DPW Sultra juga melantik pengurus DPC Kabupaten Kolaka, Konawe, Bombana, Muna, dan sejumlah daerah lainnya.

Kawendra menegaskan ekonomi kreatif kini menjadi perhatian utama pemerintah Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, Indonesia menjadi negara pertama memiliki Kementerian Ekonomi Kreatif dan Hari Ekonomi Kreatif Nasional.

“Ekonomi kreatif masuk dalam Astacita Presiden Prabowo, termasuk penciptaan lapangan kerja dan pengembangan SDM,” ujarnya.

Ia menyebut pemerintah menyiapkan anggaran Rp10 triliun pada 2026 untuk pendanaan berbasis kekayaan intelektual.

Kawendra juga menyoroti perubahan ekonomi global dari sektor ekstraktif menuju ekonomi kreatif berbasis inovasi.

Namun, literasi ekonomi kreatif di Indonesia dinilai masih perlu diperkuat hingga tingkat daerah.

Karena itu, Gekrafs hadir membangun ekosistem kreatif melalui kolaborasi pelaku usaha, komunitas, dan pemerintah daerah.

Ketua DPW Gekrafs Sultra, Muhammad Mirad, berkomitmen menjadikan organisasi sebagai wadah kolaborasi lintas sektor kreatif.

Sementara itu, Ketua OKK DPP Gekrafs, Arifin Ihsan Rismansyah, berharap pelantikan memperkuat jaringan ekonomi kreatif Sultra.*

Laskar Sastra UHO Gandeng Pelajar Kendari Gelar Teater ‘7 Warna Langit’

KENDARIKINI.COM — Komunitas Laskar Sastra UHO kembali menggelar pertunjukan seni bertajuk “7 Warna Langit dan Seekor Camar”.

Pergelaran berlangsung Sabtu, 16 Mei 2026, di Gedung Teater FIB Universitas Halu Oleo, Kendari.

Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa serta pelajar SMA dan SMK di Kota Kendari, termasuk SMKN 1 Kendari.

Pembina Laskar Sastra UHO, Ahmad Ridwan Wanderer, menyebut kolaborasi itu sebagai langkah mendekatkan sastra kepada pelajar.

Menurutnya, seni pertunjukan menjadi sarana pendidikan karakter, kreativitas, dan keberanian berekspresi generasi muda.

“Pelajar perlu mengenal teater dan sastra lebih dekat melalui ruang belajar kreatif dan edukatif,” ujarnya.

Selain drama utama, penonton juga disuguhkan tari, pembacaan puisi, dan musikalisasi puisi dari para peserta.

Pergelaran tersebut disutradarai Rahmatia Simon bersama sejumlah pegiat seni dari Laskar Sastra UHO.

Kegiatan itu turut melibatkan beberapa sekolah di Kendari dalam berbagai penampilan seni pertunjukan.

Laskar Sastra berharap kegiatan tersebut menjadi ruang regenerasi pegiat teater dan sastra di Sulawesi Tenggara.

Komunitas itu juga ingin memperkuat eksistensi seni kampus melalui kolaborasi bersama masyarakat dan pelajar.*

6 Anggota Polres Baubau Dilaporkan di Polda Sultra Diduga Hilangkan Barang Bukti Kasus Pencurian Emas

KENDARIKINI.COM – Sejumlah anggota Polres Baubau dilaporkan di Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) atas dugaan menghilangkan barang bukti kasus pencurian emas.

Laporan ini dilayangkan korban Ahmad Fadil Mainaka, didampingi Penasihat Hukumnya, Ahmad Sudirman, di Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra, Sabtu (16/5/2026).

Dalam laporan itu, terlapor adalah sejumlah polisi anggota Polres Baubau yakni, AIPTU AW, AIPDA T alias LO, BRIGPOL LOIMA, BRIGPOL LORSA, BRIPDA MRDS, BRIPDA SM. Mereka diduga menghilangkan barang bukti (BB) kalung emas putih milik korban.

Menurut PH korban, Ahmad Sudirman, langkah pengaduan ke Polda Sultra merupakan dampak ketidakpastian penyidikan kasus yang dilakukan Polres Baubau selama 5 bulan.

“Sangat miris, klien kami yang merupakan korban pencurian dan laporan kasusnya sudah mandek selama 5 bulan di Polres Baubau,” ujar Ahmad Sudirman, melalui keterangan tertulis, Sabtu (16/05/2026).

Ahmad Sudirman, menegaskan Polda Sultra harus mengatensi secepatnya laporan aduan ini agar para terlapor anggota Polres Baubau diproses hukum.

“Apabila dalam proses hukum nanti para terlapor terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran berat, kami meminta institusi Polri menjatuhkan sanksi tegas hingga PTDH demi menjaga marwah dan membersihkan institusi,” tegasnya.

Dia berharap, penyidik Polda Sultra segera memberikan kepastian hukum dengan memproses laporan aduan ini secara transparan dan objektif.

Sebelumnya, Surat Hasil Klarifikasi Nomor: B/1214/II/WAS.2.4./2026/Itwasda, ditemukan adanya barang bukti (BB) yang hilang, yakni satu kalung emas putih sejak Maret 2026. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait tindak lanjut perkembangan penyelidikan di Polres Baubau.(Faldi)*

Orang Tua Korban Soroti Lambannya Kinerja Polres dalam Kasus Pencabulan Anak di Bombana

KENDARIKINI.COM — Orang tua korban berinisial OB mengeluhkan lambannya penanganan kasus pencabulan anak di bawah umur di Polres Bombana.

OB menyebut terlapor hingga kini masih melarikan diri dan belum berhasil diamankan penyidik Polres Bombana.

Ia mengaku tidak menerima salinan laporan polisi sejak perkara dilaporkan pada Oktober 2025 lalu.

Menurut OB, dirinya hanya menerima dua lembar Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

“Kasus ini masih berjalan, tetapi pelaku belum ditangkap,” ujar OB kepada wartawan, Sabtu (17/5/2026).

MY juga mengungkapkan lokasi kejadian perkara berada di rumah seorang oknum polisi yang turut menjadi saksi.

Ia menduga pelaku masih memiliki hubungan keluarga dengan oknum polisi tersebut.

Korban disebut masih berstatus pelajar kelas 3 SMP saat kasus itu terungkap.

Sejak laporan dibuat ke polisi, korban disebut tidak lagi bersekolah karena mengalami tekanan psikologis.

OB mengaku terus memperjuangkan keadilan bagi anaknya tanpa pendampingan memadai.

Ia juga menyoroti dugaan penyebaran video pribadi korban yang memperburuk kondisi mental anaknya.

Dalam perkara itu, OB menyebut terdapat tujuh terlapor yang dilaporkan ke polisi.

Dua pelaku telah menjalani proses persidangan di PN Pasarwajo dan empat lainnya sudah divonis bersalah.

Sementara satu terlapor lainnya dikabarkan melarikan diri dan masuk pencarian pihak kepolisian.*

Penduduk Sultra Capai 2,84 Juta Jiwa, Migrasi Terus Meningkat

KENDARIKINI.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara merilis indikator kependudukan terbaru periode Maret 2026.

Rilis tersebut disampaikan Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, di Kendari, Senin (4/5/2026).

BPS mencatat jumlah penduduk Sulawesi Tenggara hasil SUPAS 2025 mencapai 2,84 juta jiwa.

Rata-rata laju pertumbuhan penduduk Sultra selama lima tahun terakhir mencapai 1,65 persen per tahun.

Angka Kelahiran Total atau Total Fertility Rate (TFR) tercatat sebesar 2,48.

Angka tersebut menunjukkan tingkat fertilitas Sultra masih berada di atas replacement level sebesar 2,1.

Sementara Angka Kematian Bayi atau Infant Mortality Rate (IMR) terus mengalami penurunan.

BPS mencatat IMR Sultra tahun 2025 mencapai 19,53.

Sebagian besar kabupaten di Sulawesi Tenggara juga menjadi daerah tujuan migrasi penduduk.

Hal itu ditunjukkan melalui angka migrasi risen neto yang tercatat positif.

Selain itu, persentase penduduk lanjut usia di Sultra mencapai 8,86 persen.

Rasio ketergantungan penduduk Sulawesi Tenggara tercatat sebesar 48,75 persen.

BPS menyebut data kependudukan menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan daerah dan pelayanan publik.*

BPS: Ketimpangan Gender Sultra 2025 Menurun Signifikan

KENDARIKINI.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara merilis indikator strategis ekonomi periode Maret 2026.

Rilis tersebut mencakup inflasi, ekspor-impor, ketenagakerjaan, hingga perkembangan sosial di Sulawesi Tenggara.

Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, menyampaikan data itu di Kendari, Senin (4/5/2026).

BPS mencatat Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Sulawesi Tenggara tahun 2025 sebesar 0,443.

Angka tersebut turun 0,017 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan IKG menunjukkan kondisi kesetaraan gender di Sulawesi Tenggara semakin membaik.

BPS menyebut perbaikan kesehatan reproduksi menjadi faktor utama menurunnya ketimpangan gender.

Selain itu, peningkatan pemberdayaan perempuan turut mendorong penurunan indeks ketimpangan gender di Sultra.

Secara spasial, sebagian besar kabupaten dan kota mengalami penurunan ketimpangan gender cukup signifikan.

BPS berharap tren positif tersebut terus berlanjut melalui penguatan program pemberdayaan perempuan dan pembangunan inklusif.*

BPS: Pengangguran Sultra Turun, Angkatan Kerja Capai 1,45 Juta

KENDARIKINI.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara merilis indikator ketenagakerjaan terbaru periode Februari 2026.

Data tersebut disampaikan Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, di Kendari, Senin (4/5/2026).

BPS mencatat jumlah angkatan kerja Sultra mencapai 1.457,23 ribu orang pada Februari 2026.

Jumlah itu meningkat 27,41 ribu orang dibanding Februari 2025.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik sebesar 0,02 persen poin dibanding tahun sebelumnya.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2026 tercatat sebesar 3,25 persen.

Angka tersebut turun 0,02 persen poin dibanding Februari 2025.

Jumlah penduduk bekerja mencapai 1.409,87 ribu orang atau naik 26,77 ribu orang dibanding tahun sebelumnya.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mendominasi lapangan pekerjaan di Sultra.

Persentasenya mencapai 36,06 persen dari total pekerja Februari 2026.

Sektor perdagangan menyerap 15,06 persen tenaga kerja, disusul administrasi pemerintahan sebesar 8,59 persen.

BPS juga mencatat pekerja informal mencapai 875,04 ribu orang atau 62,07 persen dari total pekerja.

Namun angka pekerja informal turun 0,89 persen poin dibanding Februari 2025.

Tingkat setengah pengangguran turun 0,28 persen poin dibanding tahun sebelumnya.

Sementara tingkat pekerja paruh waktu juga turun sebesar 0,95 persen poin.*

Ekonomi Sultra Tumbuh 6,23 Persen, Sektor Kuliner Melonjak

KENDARIKINI.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara merilis indikator strategis ekonomi periode Maret 2026.

Data tersebut mencakup inflasi, nilai tukar petani, ekspor-impor, transportasi, hingga perkembangan pariwisata Sultra.

Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, menyampaikan rilis itu di Kendari, Senin (4/5/2026).

BPS mencatat PDRB Sultra triwulan I-2026 atas harga berlaku mencapai Rp52,55 triliun.

Sementara PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp30,28 triliun.

Secara tahunan, ekonomi Sultra triwulan I-2026 tumbuh 6,23 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Lapangan usaha akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 20,14 persen.

Dari sisi pengeluaran, pembentukan modal tetap bruto tumbuh paling tinggi mencapai 16,95 persen.

Namun secara kuartalan, ekonomi Sultra mengalami kontraksi 6,20 persen dibanding triwulan sebelumnya.

Sektor konstruksi menjadi lapangan usaha dengan kontraksi terdalam sebesar 23,16 persen.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah turun paling dalam hingga 22,44 persen.

BPS mencatat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang terbesar ekonomi Sultra.

Kontribusi sektor tersebut terhadap PDRB Sultra mencapai 23,34 persen.

Sementara konsumsi rumah tangga menjadi komponen pengeluaran terbesar dengan kontribusi 47,14 persen.*

Transportasi Sultra Maret 2026 Melonjak, Penumpang Udara Naik 60 Persen

KENDARIKINI.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara merilis indikator ekonomi strategis periode Maret 2026.

Data tersebut mencakup inflasi, nilai tukar petani, ekspor-impor, transportasi, hingga perkembangan pariwisata Sultra.

Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, menyampaikan rilis itu dalam konferensi pers di Kendari, Senin (4/5/2026).

BPS mencatat penumpang angkutan udara domestik yang berangkat mencapai 75.360 orang selama Maret 2026.

Jumlah itu meningkat 60,60 persen dibanding Februari 2026 yang tercatat sebanyak 46.925 penumpang.

Penumpang udara domestik yang datang juga naik menjadi 72.439 orang pada Maret 2026.

Pada Februari 2026, jumlah penumpang datang hanya mencapai 45.925 orang atau naik 57,73 persen.

Sementara itu, penumpang angkutan laut domestik yang berangkat mencapai 179.820 orang selama Maret 2026.

Angka tersebut melonjak 99,62 persen dibanding Februari 2026 yang tercatat sebanyak 90.082 orang.

Jumlah penumpang kapal yang datang juga meningkat menjadi 171.764 orang pada Maret 2026.

Sebelumnya, penumpang datang melalui jalur laut tercatat 99.132 orang pada Februari 2026.

BPS juga mencatat aktivitas bongkar muat barang mengalami peningkatan signifikan selama Maret 2026.

Barang yang dibongkar dari kapal domestik mencapai 1.478.727 ton atau naik 78,13 persen.

Sedangkan barang yang dimuat mencapai 2.758.667 ton atau meningkat 95,67 persen dibanding Februari 2026.*

INISIATOR Desak Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Jaksa

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – INISIATOR mendorong pemerintah meningkatkan kesejahteraan jaksa setelah kontribusi besar terhadap penerimaan negara.

Direktur Eksekutif INISIATOR, Yakub F. Ismail, menilai penegakan hukum membantu pendapatan negara saat tekanan ekonomi global meningkat.

Menurutnya, Satgas PKH Kejaksaan Agung menyerahkan lebih Rp10 triliun kepada Kementerian Keuangan, Kamis (14/5/2026).

Selain dana, Satgas PKH juga menyerahkan 2,3 juta hektare lahan kepada BUMN Agrinas untuk dikelola pemerintah.

Yakub menyebut sebelumnya Satgas PKH juga menyerahkan aset senilai Rp5 triliun dan Rp11 triliun kepada negara.

Kejaksaan daerah turut berkontribusi memulihkan keuangan negara, termasuk Kejati Sumsel dengan nilai lebih Rp1,2 triliun.

Ia menegaskan tugas penegakan hukum memiliki risiko tinggi karena berhadapan dengan pelaku berpengaruh dan berkuasa.

Menurutnya, aparat penegak hukum di lapangan menghadapi ancaman keselamatan saat menjalankan tugas pemberantasan korupsi.

Yakub juga menyoroti tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan selama kepemimpinan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Kejaksaan dinilai konsisten menangani kasus korupsi besar dengan nilai kerugian negara mencapai triliunan rupiah.

Namun, Yakub menilai kesejahteraan jaksa masih tertinggal dibanding lembaga penegak hukum lainnya, termasuk KPK dan bea cukai.

Ia menyebut hampir 10 tahun gaji dan tunjangan jaksa belum mengalami kenaikan signifikan.

INISIATOR berharap pemerintah segera mengambil langkah meningkatkan kesejahteraan insan Adhyaksa demi menjaga integritas penegakan hukum.*

Kejagung Tahan Pemilik PT CBU, Kasus Tambang Ilegal PT AKT

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – Kejaksaan Agung menetapkan MJE, pemilik PT CBU, sebagai tersangka kasus tambang ilegal PT AKT.

Penetapan dilakukan Tim Penyidik JAM Pidsus pada Rabu (13/5/2026) terkait dugaan korupsi pertambangan di Murung Raya, Kalimantan Tengah.

MJE sebelumnya mangkir dari panggilan penyidik tanpa memberikan alasan sah kepada tim penyidik Kejaksaan Agung.

Penyidik menetapkan tersangka setelah mengumpulkan 1.626 dokumen, 129 barang bukti elektronik, dan memeriksa 80 saksi.

Kasus bermula saat MJE bersama ST diduga menggunakan dokumen verifikasi palsu memperoleh Surat Persetujuan Berlayar.

ST diketahui merupakan beneficial owner PT AKT yang diduga mengekspor batu bara ilegal melalui perusahaan afiliasi.

Ekspor dilakukan setelah izin PT AKT dicabut melalui keputusan Menteri ESDM tertanggal 19 Oktober 2017.

Jaksa menyebut aktivitas pertambangan tetap berjalan meski kontrak karya perusahaan telah diakhiri pemerintah.

MJE dijerat pasal tindak pidana korupsi dalam KUHP dan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penyidik juga menerapkan pasal subsidiair terkait dugaan keterlibatan bersama dalam tindak pidana tersebut.

Saat ini, MJE ditahan selama 20 hari di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.*

JPU Tuntut 18 Tahun Penjara Nadiem di Kasus Chromebook Kemendikbud

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – Jaksa Penuntut Umum menuntut Nadiem Makarim 18 tahun penjara dalam kasus korupsi digitalisasi pendidikan Chromebook Kemendikbudristek.

Tuntutan dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026), terkait pengadaan Chromebook bernilai triliunan rupiah.

JPU menyatakan Nadiem terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sesuai dakwaan primair.

Selain penjara, Nadiem dituntut membayar denda Rp1 miliar dengan subsider 190 hari kurungan.

Jaksa juga menuntut uang pengganti Rp809,5 miliar dan Rp4,87 triliun terkait dugaan harta tidak wajar.

Jika uang pengganti tidak dibayar, jaksa dapat menyita aset terdakwa untuk dilelang menutupi kerugian negara.

Apabila aset tidak mencukupi, hukuman tambahan sembilan tahun penjara akan dijatuhkan kepada terdakwa.

JPU Roy Riady menyebut tuntutan disusun berdasarkan keterangan saksi, ahli, dokumen, dan audit BPKP.

Persidangan juga mengungkap dugaan “shadow organization” melibatkan pihak eksternal dalam pengambilan kebijakan kementerian.

Nama Ibrahim Arief, Jurist Tan, dan Fiona Handayani disebut terlibat dalam pemerintahan bayangan tersebut.

Jaksa menyoroti dugaan konflik kepentingan antara penyedia teknologi dengan perusahaan yang dimiliki terdakwa.

Menurut jaksa, pengelolaan anggaran lebih Rp9 triliun menjadi tanggung jawab menteri selaku pengguna anggaran.

JPU menegaskan terdakwa tetap mendapat hak pembelaan melalui nota pledoi pada sidang berikutnya.*

Satgas SIRI Tangkap DPO Korupsi Kredit Fiktif BRI di Kalbar

KENDARIKINI.COM — Tim Satgas SIRI Kejaksaan Agung menangkap buronan korupsi Habib Mahendra di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Penangkapan dilakukan bersama Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat dan Kejari Landak pada Rabu, 13 Mei 2026.

Habib Mahendra masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam kasus korupsi kredit fiktif.

Terpidana ditangkap di Desa Pak Mayam, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, tanpa perlawanan.

Habib merupakan warga Binjai, Sumatera Utara, berusia 29 tahun dan bekerja sebagai pihak swasta.

Kasusnya berkaitan pemberian kredit fiktif di Bank BRI Unit Kutalimbaru Cabang Medan Iskandar Muda.

Perkara tersebut terjadi sejak 2021 hingga Mei 2024 dan merugikan keuangan negara.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 23/Pid.Sus-TPK/2025/PN Mdn, Habib divonis enam tahun penjara.

Majelis hakim juga menjatuhkan denda Rp300 juta subsidair lima bulan kurungan penjara.

Kejaksaan menyebut proses pengamanan berjalan lancar karena terpidana bersikap kooperatif saat ditangkap.

Jaksa Agung meminta seluruh jajaran terus memburu buronan demi kepastian dan penegakan hukum.

Kejaksaan juga mengimbau seluruh DPO segera menyerahkan diri sebelum dilakukan penangkapan paksa.*

Satgas PKH Setor Rp10,2 Triliun dan Kuasai Jutaan Hektare Hutan

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – Satgas Penertiban Kawasan Hutan menyerahkan Rp10,2 triliun kepada negara pada tahap VII, Rabu, 13 Mei 2026.

Kegiatan berlangsung di Kejaksaan Agung dan disaksikan Presiden RI Prabowo Subianto serta jajaran Kabinet Merah Putih.

Presiden Prabowo mengapresiasi kinerja Satgas PKH dalam menyelamatkan keuangan negara dan kawasan hutan nasional.

“Uang Rp10 triliun ini sangat berarti bagi rakyat Indonesia,” ujar Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo menyebut dana tersebut dapat digunakan memperbaiki sekitar 5.000 puskesmas di seluruh Indonesia.

Total uang yang diserahkan mencapai Rp10.270.051.886.464 dan langsung masuk ke kas negara.

Nilai tersebut berasal dari denda administratif kehutanan dan penerimaan pajak selama Januari hingga April 2026.

Satgas PKH juga berhasil menguasai kembali kawasan hutan sektor perkebunan sawit seluas 5,8 juta hektare.

Selain itu, kawasan hutan sektor pertambangan seluas 12 ribu hektare turut berhasil diamankan pemerintah.

Pada tahap VII, Satgas menyerahkan kembali lahan seluas 2,3 juta hektare kepada pemerintah melalui PT Agrinas Palma Nusantara.

Lahan tersebut berasal dari kawasan SK 01, PBPH, HTI, dan kewajiban plasma berbagai perusahaan.

Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan penertiban kawasan hutan dilakukan demi melindungi kepentingan nasional.

Ia menegaskan tidak boleh ada lagi penguasaan sumber daya alam secara melawan hukum di Indonesia.*

Satlantas Polresta Kendari Intensif Tindak Balap Liar di Malam Hari

KENDARIKINI.COM – Satlantas Polresta Kendari bergerak cepat menindak aksi balap liar yang meresahkan masyarakat Kota Kendari.

Patroli malam hingga dini hari rutin dilakukan di sejumlah titik yang sering dijadikan lokasi balap liar.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kota Kendari.

Kasat Lantas Polresta Kendari, IPTU Kevin, menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir aktivitas berbahaya di jalan raya.

“Kami bergerak cepat menindak balap liar yang sangat meresahkan masyarakat dan membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Selain patroli, petugas juga memberikan edukasi kepada remaja agar tidak mengulangi aksi balap liar.

Polisi turut mengamankan sejumlah kendaraan yang digunakan dalam aksi balap liar di beberapa lokasi.

Para pelaku juga diberikan sanksi tilang sesuai aturan lalu lintas yang berlaku.

IPTU Kevin mengimbau orang tua lebih mengawasi anak-anak agar tidak terlibat kegiatan berbahaya di jalan.

Ia juga meminta remaja tidak melakukan aktivitas yang dapat mengancam keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya.

Satlantas Polresta Kendari mengajak masyarakat aktif melaporkan jika menemukan aksi balap liar di lingkungan sekitar.

Polisi berharap sinergi masyarakat dan kepolisian mampu menjaga situasi lalu lintas tetap aman dan kondusif.*

ART Diduga Dicabuli Keluarga Istri Bupati Konsel di Rumah Pribadi

KENDARIKINI.COM – Satreskrim Polresta Kendari mengungkap kasus dugaan pencabulan terhadap seorang asisten rumah tangga di Kota Kendari.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan pelaku berinisial CA telah diamankan polisi.

“Pelaku ditangkap Unit PPA Satreskrim Polresta Kendari pada Jumat, 15 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 Wita,” ujarnya.

CA diketahui berusia 31 tahun dan bekerja sebagai petugas keamanan. Polisi menyebut pelaku masih keluarga istri Bupati Konawe Selatan.

Korban merupakan perempuan berusia 18 tahun yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah pribadi Bupati Konawe Selatan.

Peristiwa diduga terjadi Selasa, 12 Mei 2026 sekitar pukul 23.50 Wita di Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Menurut polisi, pelaku masuk ke kamar korban dan mengunci pintu sebelum melakukan dugaan pencabulan.

Korban sempat melawan dengan menendang, memukul, hingga mencakar pelaku saat kejadian berlangsung.

Polisi menyebut pelaku diduga meraba tubuh korban, mengisap payudara, hingga memasukkan jari ke alat kelamin korban.

Pelaku juga diduga berusaha melakukan persetubuhan, namun gagal karena korban terus melakukan perlawanan.

Korban mengalami luka lebam pada paha dan tangan kanan akibat tindakan pelaku.

Setelah kejadian, korban melaporkan kasus tersebut ke Polresta Kendari untuk diproses hukum.

Saat ini penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 414 Ayat (1) Huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.*

Pemprov Apresiasi Panen Raya Jagung Polda Sultra

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sultra mengapresiasi Panen Raya Jagung Kuartal II yang digelar Polda Sultra, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan berlangsung di kawasan Labibia, Kota Kendari, mendukung program ketahanan pangan nasional Presiden Prabowo Subianto.

Panen raya dihadiri Gubernur Sultra Andi Sumangerukka bersama Forkopimda Sulawesi Tenggara.

Turut hadir Wakapolda Sultra Brigjen Pol Gidion Arif Setyawan dan Danrem 143 Halu Oleo Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran dan Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin Louis Sengka juga menghadiri kegiatan tersebut.

Gubernur Andi Sumangerukka mengapresiasi konsistensi Polda Sultra menjalankan program ketahanan pangan berkelanjutan.

“Panen kuartal kedua hasilnya sangat baik dan kualitas jagung yang dipanen juga bagus,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut mendukung swasembada pangan sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan petani daerah.

Ia menilai keterlibatan kepolisian menjadi contoh sinergi positif antara institusi negara dan masyarakat.

Lahan panen di Labibia seluas satu hektare dengan estimasi hasil mencapai tiga ton jagung.

Secara keseluruhan, lahan pertanian binaan Polda Sultra mencapai 10,5 hektare dengan estimasi panen 31,5 ton.

Polda Sultra bersama Pemprov Sultra turut menyerahkan bantuan bibit jagung dan pupuk kepada Kelompok Tani Matang Gonawe.

Bantuan diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Tenggara.*

Polda Sultra Bangun Gudang Ketahanan Pangan Kapasitas 1.000 Ton

KONSEL, KENDARIKINI.COM – Polda Sultra melaksanakan groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri di Satbrimob Polda Sultra, Sabtu (16/5/2026).

Gudang Tipe 654 tersebut memiliki kapasitas penyimpanan hingga 1.000 ton bahan pangan.

Kegiatan terhubung melalui Zoom Meeting nasional bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pembangunan gudang menjadi bagian program nasional memperkuat ketahanan pangan di berbagai daerah Indonesia.

Gudang itu diharapkan mendukung stabilitas distribusi serta ketersediaan pangan masyarakat di Sulawesi Tenggara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Karolog Polda Sultra Kombes Pol Lilik Istiyono dan Dansat Brimob Kombes Pol Agus Setiawan.

Turut hadir pejabat utama Polda Sultra, perwakilan Bulog, KPKNL, Dinas Ketahanan Pangan, serta pemerintah setempat.

Polda Sultra juga mendukung program penanaman jagung sebagai komoditas strategis ketahanan pangan nasional.

Program tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat cadangan pangan daerah.

Polda Sultra menegaskan komitmennya mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.

Kehadiran gudang pangan dinilai penting menjaga stabilitas stok dan memperlancar distribusi bahan pangan masyarakat.

Pembangunan gudang juga menjadi bukti dukungan aktif Polri terhadap penguatan sektor pangan nasional.*

Patroli Presisi Polda Sultra Evakuasi Korban Tawuran di Lepo-Lepo

KENDARIKINI.COM – Tim Patroli Perintis Presisi Direktorat Samapta Polda Sultra merespons laporan tawuran di Kecamatan Baruga, Sabtu (16/5/2026).

Laporan diterima melalui WhatsApp sekitar pukul 00.49 Wita dari warga Jalan Poros Bandara Haluoleo, Kelurahan Lepo-Lepo.

Lokasi tawuran berada di depan Toko Plaza Buah Kendari dan melibatkan kelompok pemuda.

Dantim 1 Patroli Perintis Presisi, Bripka Boy Sagita, bersama personel langsung mendatangi tempat kejadian perkara.

Setibanya di lokasi, petugas menemukan dua korban mengalami luka pada bagian kepala dan wajah.

Korban diketahui berinisial MF (19) dan MAH (21), yang diduga menjadi sasaran penganiayaan.

Petugas kemudian mengevakuasi kedua korban ke RS Aliyah 3 Kendari untuk mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan informasi awal, peristiwa dipicu persoalan asmara yang melibatkan seorang perempuan berinisial RT (19).

Perselisihan disebut melibatkan dua pria berinisial AJ dan ALF hingga berujung aksi kekerasan.

Polisi menduga kedua korban bukan pelaku utama, melainkan menjadi korban salah sasaran dalam insiden tersebut.

Petugas juga mengarahkan korban segera melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Polresta Kendari.

Polda Sultra mengimbau masyarakat menyelesaikan persoalan secara baik tanpa menggunakan kekerasan.*

Polresta Kendari Tegaskan Perang Lawan Begal dan Curas

KENDARIKINI.COM – Satreskrim Polresta Kendari menegaskan komitmennya memberantas pelaku pencurian dengan kekerasan dan begal di Kota Kendari.

Komitmen tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, melalui poster imbauan resmi yang beredar luas.

Dalam poster itu, Satreskrim Polresta Kendari menegaskan akan menindak tegas seluruh pelaku curas dan begal.

“Kami akan tindak tegas pelaku curas alias begal di Kota Kendari,” tegas AKP Welliwanto Malau.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat Kota Kendari.

Satreskrim Polresta Kendari juga mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan tindak kriminalitas di lingkungannya.

Masyarakat dapat menghubungi Call Center 110 Polresta Kendari untuk pengaduan dan penanganan cepat kepolisian.

Dalam poster itu, ditampilkan personel kepolisian bersenjata saat melakukan penindakan terhadap pelaku kriminal jalanan.

Satreskrim Polresta Kendari menegaskan pemberantasan begal menjadi perhatian serius demi menjaga ketertiban masyarakat.

Polisi juga mengajak warga meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, terutama pada malam hari dan lokasi sepi.*

Ketua KONI Kendari Buka Kejuaraan Basket Pelajar Adventure Victorem Cup 4

KENDARIKINI.COM – Ketua KONI Kota Kendari, LM Rajab Jinik D, membuka kejuaraan basket pelajar di GOR KONI Sultra, Sabtu (16/5/2026).

Turnamen Adventure Victorem Cup 4 digelar berkolaborasi dengan Perbasi Kota Kendari dan KONI Kota Kendari.

Rajab Jinik mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan karena menjadi wadah pembinaan atlet muda cabang olahraga basket.

“Kegiatan ini sangat positif karena melibatkan pelajar dan mendukung pengembangan bakat olahraga generasi muda,” ujarnya.

Ia menilai Adventure Victorem berperan menghadirkan ruang kompetisi sehat bagi pelajar di Kota Kendari.

Menurut Rajab, Pemerintah Kota Kendari mendukung penuh kegiatan olahraga di bawah kepemimpinan Wali Kota Siska Karina Imran.

“Kejuaraan seperti ini membantu membentuk mental, karakter, dan disiplin anak-anak menuju hal positif,” katanya.

Rajab juga mengajak orang tua mendukung minat dan bakat olahraga anak sejak usia pelajar.

Ia menyebut dukungan keluarga penting agar generasi muda terhindar dari pengaruh negatif lingkungan luar.

“Olahraga menjadi sarana positif mengembangkan potensi sekaligus membangun prestasi anak-anak kita,” jelasnya.

Anggota DPRD Kota Kendari itu berharap kegiatan serupa rutin dilaksanakan seluruh cabang olahraga di bawah KONI Kendari.

Ia menilai kompetisi pelajar penting mencetak atlet potensial yang mampu berprestasi di tingkat lebih tinggi.*

Teguh Santosa: Prabowo Perkuat Fondasi Indonesia Hadapi Krisis Global

PALEMBANG, KENDARIKINI.COM – Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, membandingkan kepemimpinan empat presiden Indonesia dalam workshop content creator di Palembang, Sabtu (16/5/2026).

Teguh menilai setiap pemimpin menghadapi tantangan global berbeda sehingga kebijakan yang diambil tidak bisa disamakan antarera.

Menurutnya, Soekarno fokus menjaga kemerdekaan politik di tengah perang dingin dan dekolonisasi dunia.

Soeharto, lanjut Teguh, menghadapi tantangan stabilitas ekonomi dan integrasi nasional pasca peristiwa 1965.

Sementara B.J. Habibie harus menyelamatkan ekonomi nasional saat krisis moneter dan transisi demokrasi berlangsung.

Teguh menyebut era Presiden Prabowo Subianto menghadapi tantangan berbeda akibat ketidakpastian sistem internasional.

“Dalam beberapa bulan pertama 2026, dunia menyaksikan runtuhnya sistem internasional akibat konflik antarnegara besar,” ujarnya.

Ia menilai kondisi global memaksa Indonesia memperkuat ketahanan nasional di bidang ekonomi, pangan, teknologi, dan pertahanan.

Menurut Teguh, konsep itu dikenal sebagai inclusive security atau keamanan berbasis kekuatan domestik.

“Indonesia tidak bisa berharap pada kebaikan negara lain. Kita harus memperkuat kemampuan sendiri,” tegasnya.

Ia mencontohkan program makan bergizi gratis, koperasi merah putih, sekolah rakyat, dan hilirisasi industri sebagai strategi nasional.

Teguh juga membandingkan kebijakan tersebut dengan industrialisasi China yang memperkuat ekonomi domestik dan menyerap tenaga kerja besar.

Ia mengutip pemikiran Hans Morgenthau dan Kenneth Waltz tentang pentingnya negara menjaga kepentingan nasional secara mandiri.

Teguh mengajak content creator memahami konteks geopolitik dalam membangun narasi kebijakan publik nasional.*

DLH Konsel Cek Tambang PT WIN, Warga Akui Ajukan Permintaan

KONSEL, KENDARIKINI.COM – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan meninjau lokasi tambang PT Wijaya Inti Nusantara (WIN), Rabu (14/5/2026).

Peninjauan dilakukan tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyusul aspirasi masyarakat terkait aktivitas tambang di Desa Torobulu.

Tim DLH memeriksa eks bukaan lahan serta berdialog langsung bersama warga dan pemilik lahan setempat.

Dalam pertemuan itu, pemilik lahan menyebut aktivitas perusahaan dilakukan atas permintaan masyarakat sendiri.

“Sebelumnya perusahaan tidak mau. Kami yang minta karena air dari bukit sering masuk rumah,” ujar Kaisar.

Menurut Kaisar, kawasan tersebut sebelumnya berupa perbukitan yang memicu aliran lumpur saat musim hujan.

Saat dimintai tanggapan DLH, Kaisar menegaskan warga tidak keberatan terhadap aktivitas perusahaan di lokasi tersebut.

“Kami tidak keberatan pak,” katanya.

Legal PT WIN, Alvian Pradana Liambo, membenarkan penanganan lokasi dilakukan berdasarkan permintaan pemilik lahan.

“Awalnya perusahaan tidak mau, tetapi warga meminta bukit ditangani dan dibuatkan tanggul,” jelas Alvian.

Ia menegaskan perusahaan tetap menjalankan aktivitas pertambangan sesuai prinsip good mining practice dan ketentuan berlaku.

Menurutnya, PT WIN juga melibatkan masyarakat sekitar dalam operasional pertambangan perusahaan.

Selain itu, perusahaan mengklaim rutin menjalankan program tanggung jawab sosial atau CSR kepada masyarakat sekitar tambang.

“CSR selalu rutin kami lakukan kepada masyarakat,” pungkasnya.*

PT WIN Bantu Pasien Sultang di RS Konawe Selatan

KONSEL, KENDARIKINI.COM – PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) menjadi pihak pertama membantu pasien bernama Sultang di Konawe Selatan.

Sultang merupakan warga Desa Torokeku, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Bantuan diberikan setelah kondisi keluarga pasien diketahui melalui informasi yang beredar di media sosial.

Keluarga pasien menyebut bantuan tersebut sangat berarti di tengah keterbatasan ekonomi yang mereka alami.

“PT WIN yang pertama memberikan bantuan, padahal pasien bukan warga lingkar tambang,” ujar Arfan, Kamis (14/5).

Arfan mengatakan, kedua orang tua Sultang hidup dalam kondisi memprihatinkan dan memiliki keterbatasan fisik maupun mental.

Menurutnya, situasi tersebut membuat keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan pengobatan pasien selama menjalani perawatan.

“Sultang sangat membutuhkan uluran tangan. Bantuan seperti ini sangat berarti bagi keluarga,” katanya.

Ia berharap kepedulian PT WIN dapat mendorong pihak lain ikut membantu keluarga pasien.

Sementara itu, Legal PT WIN, Alvian Liambo, mengaku mengetahui kondisi pasien melalui media sosial pada Rabu malam.

Setelah menerima informasi tersebut, pihak perusahaan langsung mendatangi rumah sakit untuk menyerahkan bantuan kepada keluarga pasien.

“Kami langsung datang setelah mengetahui kondisi pasien dan keluarganya,” ujar Alvian.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Alvian menegaskan, PT WIN tetap membantu meski pasien berasal dari luar wilayah lingkar tambang perusahaan.

“Kami ingin hadir membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa melihat asal wilayah,” tutupnya.*

PT WIN Tegaskan Tambang Sesuai Aturan, Siap Dievaluasi Pemerintah

KONSEL, KENDARIKINI.COM – PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) memastikan aktivitas pertambangan berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan berlaku.

Legal PT WIN, Alvian Pradana Liambo, menegaskan perusahaan menghormati aspirasi masyarakat Desa Torobulu terkait aktivitas tambang.

Menurut Alvian, perusahaan siap kooperatif apabila pemerintah melakukan evaluasi maupun pemeriksaan lapangan.

“PT WIN terbuka terhadap evaluasi dari instansi berwenang terkait operasional pertambangan perusahaan,” ujar Alvian, Jumat (16/5).

Ia menjelaskan, seluruh aktivitas tambang telah dilengkapi dokumen perizinan dan dokumen lingkungan sesuai ketentuan.

PT WIN juga mengklaim menjalankan pengelolaan lingkungan berdasarkan dokumen AMDAL serta RKL/RPL perusahaan.

Terkait dugaan pencemaran lingkungan, Alvian menilai hal tersebut harus dibuktikan melalui kajian teknis dan investigasi resmi.

Menurutnya, semua pihak perlu mengedepankan data objektif agar informasi berkembang secara akurat di masyarakat.

“Kami berharap persoalan ini disikapi berdasarkan hasil kajian dan data lapangan yang valid,” katanya.

PT WIN juga menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah, DLH, dan instansi teknis lainnya.

Selain operasional tambang, perusahaan mengaku terus menjalankan tanggung jawab sosial di wilayah sekitar aktivitas pertambangan.

Alvian menegaskan perusahaan berkomitmen menerapkan prinsip good mining practice dengan memperhatikan aspek lingkungan dan masyarakat.*

Pemkot Kendari dan TNI-Polri Salurkan Bantuan Korban Banjir

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Kota Kendari bersama TNI-Polri menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir, Jumat (15/5).

Kegiatan dipusatkan di Posko Tanggap Darurat Bencana Kelurahan Wua-Wua, Kota Kendari.

Wali Kota Kendari, Dr. Hj. Siska Karina Imran, memimpin langsung penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

Turut hadir Ketua DPRD Kota Kendari Laode Muhammad Inarto dan Dandim 1417/Kendari Kolonel Arm Danny A.P Girsang.

Sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait lainnya juga ikut mendukung kegiatan kemanusiaan tersebut.

Bantuan berupa bahan pangan pokok diserahkan secara simbolis kepada warga yang membutuhkan.

Bantuan tersebut diharapkan membantu meringankan beban ekonomi keluarga korban banjir di beberapa wilayah terdampak.

Wali Kota Kendari mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam membantu proses penanganan pascabanjir di Kota Kendari.

Menurutnya, kolaborasi antarinstansi penting untuk mempercepat pemulihan lingkungan dan aktivitas masyarakat terdampak banjir.

Pemerintah berharap kondisi warga segera pulih dan distribusi bantuan berjalan efektif serta tepat sasaran.*

Kodim 1417 Kendari Kerahkan 1 SST Bersihkan Rumah Pascabanjir

KENDARIKINI.COM – Kodim 1417/Kendari terus membantu warga membersihkan rumah terdampak banjir di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Pembersihan dilakukan setelah lumpur dan sampah banjir masih mengendap di sejumlah permukiman warga.

Kodim 1417/Kendari mengerahkan satu satuan setingkat peleton atau 1 SST setiap hari ke lokasi terdampak.

“Personel 1 SST setiap hari membantu pembersihan rumah dan lingkungan warga terdampak banjir,” kata Dandim Kolonel Arm Danny AP Girsang, Sabtu (16/5).

Personel TNI menyasar wilayah dengan dampak terparah, terutama rumah warga yang masih dipenuhi lumpur tebal.

Selain pembersihan, personel Kodim turut membantu distribusi bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat terdampak banjir.

Kodim bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Kendari dan instansi terkait menyalurkan paket sembako kepada warga.

“Personel kami juga melaksanakan percepatan pengiriman bantuan sembako kepada masyarakat terdampak,” ujarnya.

Sejak awal banjir terjadi, personel Kodim 1417/Kendari aktif membantu evakuasi warga dan penyaluran bantuan darurat.

Berdasarkan data BPBD Kota Kendari, sebanyak 657 rumah terdampak banjir dengan total 2.985 jiwa terdampak.*

Pembangunan Jembatan Garuda Konawe Dikebut, TNI dan Warga Gotong Royong

KONAWE, KENDARIKINI.COM – Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Atodopi, Kabupaten Konawe, terus dikebut Kodim 1417/Kendari bersama masyarakat.

Proyek strategis tersebut kini memasuki tahap perakitan besi tulangan dan pengerjaan pondasi, Rabu (13/5).

Personel TNI bersama warga terlihat bergotong royong menyusun rangka baja untuk memperkuat struktur jembatan.

Tahap pengerjaan itu dinilai penting guna memastikan keamanan akses transportasi masyarakat dalam jangka panjang.

Dandim 1417/Kendari Kolonel Arm Danny A.P Girsang, S.Sos., M.Han mengatakan pembangunan menjadi bentuk kemanunggalan TNI dan rakyat.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur desa diharapkan mempercepat konektivitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Jembatan ini diharapkan memperlancar distribusi logistik dan mendukung pertumbuhan ekonomi warga Desa Atodopi,” ujarnya.

Semangat gotong royong terus terlihat selama proses pembangunan berlangsung di lokasi proyek.

Kodim 1417/Kendari menegaskan komitmennya membantu menghadirkan solusi pembangunan bagi masyarakat wilayah pelosok Konawe.*

Forkopimda Kendari Salurkan Bantuan Korban Banjir di Titik Pengungsian

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Kota Kendari bersama Forkopimda bergerak cepat membantu warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Kendari.

Kunjungan lapangan dilakukan Selasa, 12 Mei 2026, dipimpin Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran.

Turut mendampingi Wakil Wali Kota Sudirman, Ketua DPRD Kendari Laode Muhammad Inarto, dan Dandim 1417/Kendari Kolonel Arm Danny Girsang.

Rombongan meninjau lokasi banjir, pengungsian warga, serta rumah ibadah yang terdampak genangan air.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menyerahkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir secara simbolis.

Bantuan diberikan untuk membantu kebutuhan masyarakat yang aktivitas ekonominya terganggu akibat banjir.

Wali Kota Kendari menegaskan pemerintah bersama TNI-Polri hadir membantu masyarakat menghadapi situasi darurat bencana.

Siska juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

Forkopimda berharap kolaborasi lintas sektor mempercepat pemulihan kondisi sosial dan infrastruktur pascabanjir di Kendari.*

8 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Pertamina Divonis Penjara

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat menjatuhkan vonis terhadap delapan terdakwa korupsi tata kelola Pertamina, Selasa, 12 Mei 2026.

Sidang perkara korupsi periode 2019 hingga 2023 tersebut digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Majelis hakim menyatakan seluruh terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Terdakwa Hanung Budya Yuktyanta, Alfian Nasution, dan Arief Sukmara divonis enam tahun penjara.

Ketiganya juga dijatuhi denda Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan apabila denda tidak dibayar.

Terdakwa Hasto Wibowo, Toto Nugroho, dan Martin Haendra Nata divonis lima tahun penjara.

Majelis hakim turut menjatuhkan denda Rp1 miliar kepada masing-masing terdakwa dalam perkara tersebut.

Sementara terdakwa Dwi Sudarsono dan Indra Putra divonis empat tahun penjara oleh majelis hakim.

Seluruh terdakwa tetap ditahan dan masa tahanan sebelumnya diperhitungkan dalam putusan pengadilan.

Majelis hakim menetapkan barang bukti dipergunakan untuk perkara lain yang masih berkaitan.

Selain pidana penjara, para terdakwa juga dibebankan biaya perkara sebesar Rp7.500 hingga Rp10 ribu.

Tim Jaksa Penuntut Umum menyatakan masih mempelajari putusan majelis hakim tersebut.

JPU juga mempertimbangkan kemungkinan mengajukan upaya hukum lanjutan ke Pengadilan Tinggi.*

Wakapolda Sultra Sambut Kepulangan Brimob Satgas Amole Papua

KENDARIKINI.COM – Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Gidion Arif Setyawan menyambut kepulangan personel Brimob penugasan Papua, Jumat, 15 Mei 2026.

Penyambutan berlangsung di Mako Brimob Polda Sultra, Kota Kendari, melalui upacara resmi penuh penghormatan.

Hadir Irwasda Polda Sultra Kombes Pol Johanes Pangihutan Siboro dan jajaran Pejabat Utama Polda Sultra.

Dansat Brimob Polda Sultra Kombes Pol Agus Setiawan turut mendampingi seluruh personel yang kembali bertugas.

Sebanyak satu Satuan Setingkat Kompi menyelesaikan penugasan Satgas Ops Amole-II 2025 di Papua Tengah.

Mereka bertugas melakukan pengamanan Objek Vital Nasional kawasan PT Freeport Indonesia selama operasi berlangsung.

Wakapolda Sultra mengapresiasi dedikasi dan profesionalisme personel selama menjalankan tugas negara di Papua Tengah.

Menurutnya, personel Brimob mampu menjaga soliditas serta nama baik institusi Polri selama penugasan berlangsung.

“Seluruh personel menunjukkan disiplin tinggi dan kinerja terbaik selama pengamanan di Papua Tengah,” ujarnya.

Ia menyebut medan penugasan Papua memiliki tantangan berat, termasuk kondisi geografis dan dinamika keamanan wilayah.

Namun, seluruh personel dinilai berhasil menyelesaikan tugas tanpa mencederai kepercayaan masyarakat maupun institusi Polri.

Wakapolda juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga personel atas dukungan moril selama penugasan berlangsung.

Personel diminta segera menyesuaikan diri di kesatuan serta menjaga kesiapsiagaan menghadapi tugas berikutnya.*

Ramai-Ramai Gelar Nobar ‘Pesta Babi’, Ajang Cari Panggung?

Oleh: Irpan

Sekitar seminggu ini telepon genggamku tak terlalu kuhiraukan, pesan Whats App pribadi tak bisa ku balas satu persatu, begitu pula pesan-pesan di group whats app hanya kulihat sekilas.

Seminggu ini kami berbagi shift dengan pemegang kunci-kunci duniaku, saya kebagian shift malam karena kebiasaan begadangku. Dibantu adik kandung perempuan dan mama mertua, kami silih berganti menjaga jagoanku.

Tadi saya tertidur jam 8 pagi, bangun sekitar jam setengah 12 siang. Usai ibadah Jum’atan mataku kembali terjaga. Demi menjaga biar badan ku tak drop, ku minta ke Istri untuk dibelikan air kelapa.

Kali ini diteras rumah, tanganku kembali gatal, otakku kembali berimajinasi untuk sedikit mengulas tentang film ‘Pesta Babi’. Sebelum menulis ini kuminta adikku untuk membuatkan kopi hitam.

Ramai-ramai gelar nobar pesta babi, banyak lembaga di Sultra yang menggelar nobar tersebut. Semacam menjadi isu nasional, merasa ada sebuah panggilan katanya untuk menggelar nobar tersebut.

Saya tak mau fokus ke film tersebut, saya juga salah satu pengagum Dandhy Dwi Laksono, akun medsosnya kuikuti, beberapa film dokumenternya saya tonton, buku-bukunya beberapa saya beli, Saya tak mau masuk mengulas tentang film tersebut, saya belum nonton.

Saya hanya mau berfokus pada kelompok-kelompok di Sultra. Saya akan sedikit mengulas sedikit peristiwa Randi-Yusuf. Saat itu saya baru dua minggu menjadi kuli tinta di salah satu media online lokal pada tahun 2019. Peristiwa itu pecah, diperingati sebagai september berdarah.

Saat itu sangat banyak lembaga yang mengeluarkan kutukan dan kecaman, tapi dari peristiwa itu apa ada yang benar-benar peduli? kalau ada mari carikan saya forum, kita debat terbuka. Kalau di Sultra ada yang mengaku idealis dan putih kasih ketemu saya. Saya biasa nongkrong di kopling nama salah satu kedai kopi di Kota Kendari.

Sebelum menulis ini saya tahu saya akan dikatakan ‘Buzzer’ pemerintah, saya jawab ‘saya nda peduli kau’ netijen maha benar. Lalu apa lagi lembaga-lembaga itu dari yang memiliki jaringan nasional hingga lembaga lokalan ramai-ramai mendesak dan mencopot. Tapi apa ujungnya kita hanya terlihat gagah di ruang-ruang publik, tapi berkompromi di ruang-ruang sunyi. Bahkan mungkin menunggu diamankan (Ini agak sedikit tabuh kalau saya mau buka blak-blakkan). Masyarakat awam juga pasti bingung.

Isu nasional katanya, macam ada kewajiban untuk berkomentar, lalu sudah buat apa kau sama disekitarmu? sudah becus urus dirimu? atau mau tumbalkan lagi adik-adik pergerakan?

Meminjam Peribahasa “Gajah di pelupuk mata tidak tampak, kuman/semut di seberang lautan tampak” berarti seseorang seringkali tidak menyadari kesalahan atau kekurangan diri sendiri yang besar, namun sangat cepat melihat kesalahan orang lain meskipun sekecil apa pun.

Sudahilah pola-pola seperti ini, pola ini terus berulang seperti menimpa dua perusahaan tambang yang akhir-akhir ini sering digempur oleh lembaga yang mengklaim diri pembela keadilan. Sultra ini kita baku tahu semua.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti