Jumat, Juli 24, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 50

Tandon Air Warga BTN Kendari Permai Dicuri Saat Lebaran

KENDARIKINI.COM — Seorang warga di Perumahan BTN Kendari Permai mengalami kejadian tidak menyenangkan usai mudik Lebaran 2026.
Peristiwa tersebut terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (30/03/2026), saat rumah dalam keadaan kosong ditinggal pemiliknya.

Korban baru menyadari kehilangan setelah kembali dari kampung halaman dan mendapati tandon air sudah tidak berada di tempat.
Korban kemudian melakukan pengecekan di sekitar halaman hingga bagian dalam rumah, namun tandon air tidak ditemukan.

Kecurigaan mengarah pada aksi pencurian setelah korban memeriksa rekaman CCTV milik tetangga sekitar.

Dalam rekaman tersebut, terlihat sebuah mobil pick up berwarna putih berhenti di depan rumah korban.

Tak lama berselang, kendaraan itu meninggalkan lokasi dengan cepat, diduga membawa tandon air milik korban.
Korban, Aisyiah, mengaku rekaman CCTV memperlihatkan jelas nomor kendaraan dan wajah pelaku.

“Bukti CCTV mobil pickup pencuri sangat jelas, terlihat nomor mobil dan muka pelaku,” ujar Aisyiah.

Peristiwa ini diduga terjadi saat momen Lebaran ketika banyak rumah ditinggal pemiliknya untuk mudik.

Korban berharap masyarakat yang mengenali kendaraan atau pelaku dapat memberikan informasi.

Hingga kini, kasus tersebut belum diketahui apakah telah dilaporkan secara resmi ke pihak berwajib.*

Pura-pura Sholat, Pria Gasak Sepatu Jamaah di Masjid Mandonga

KENDARIKINI.COM – Seorang jamaah masjid di Jalan Syekh Yusuf, Mandonga, Kendari, menjadi korban pencurian saat menunaikan sholat Dzuhur, Senin (30/03/2026).

Peristiwa terjadi di masjid depan Sunday Dessert, eks RS Permata Bunda. Korban kehilangan sepatu saat sedang berada di dalam masjid.

Rekaman CCTV memperlihatkan seorang pria mengenakan jaket hitam dan kacamata, mengambil sepatu merek Vans milik korban.

Pelaku diduga telah memantau situasi masjid sebelumnya. Ia berpura-pura ikut sholat untuk mengelabui jamaah yang berada di lokasi.

Korban mengaku tidak menyadari aksi tersebut. Ia baru mengetahui sepatunya hilang setelah selesai menunaikan sholat.

“Dia tidak sempat sholat, hanya memantau lalu ambil sepatu. Saya masuk sholat, keluar sudah hilang,” ujar korban.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp1,2 juta. Ia mengaku tidak menyangka menjadi korban di tempat ibadah.

Kasus ini menjadi perhatian warga sekitar. Mereka berharap pengawasan di area masjid ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa.*

Penumpang Kecewa Klarifikasi CCTV Bandara Haluoleo, Soroti Sikap Petugas dan Pelayanan

KENDARIKINI.COM – Seorang pengguna jasa Bandara Haluoleo Kendari kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap respons pihak bandara terkait kritik pelayanan yang ia sampaikan sebelumnya.

Melalui postingan akun tiktok Eskrim Merkuri, ia menanggapi tindakan pihak bandara yang membuka rekaman CCTV sebagai bentuk klarifikasi atas keluhannya.

Postinga tersebut pun juga mendapatkan 9784 like, 284 komentar, 325 disimpam dan 425 kali dibagikan saat redaksi media ini menayangkan berita, Selasa 21 Maret 2026.

Penumpang tersebut menilai bahwa pembukaan CCTV tidak menjawab substansi permasalahannya. Menurutnya, inti dari kritik tersebut adalah perilaku petugas yang membicarakan pelanggan di depan pelanggan itu sendiri.

“Keterbatasan CCTV, rekaman visual tidak dapat menangkap percakapan atau suara petugas yang dianggap tidak profesional, Saya mengakui sempat tidak fokus saat diarahkan pertama kali, namun saya menyatakan telah mengucapkan terima kasih saat diarahkan kembali, meskipun hal tersebut mungkin tidak terdengar di CCTV,” jelasnya.

Ia menyayangkan sikap pengelola yang dianggap lebih mengutamakan pembelaan diri daripada melakukan evaluasi internal demi perbaikan layanan.

“Sebenarnya itu murni untuk memperbaiki Bandara Haluoleo sendiri, karena itu merupakan titik temu wisatawan masuk dan keluar,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa keluhan serupa ternyata banyak dialami oleh pengguna jasa lainnya, sebagaimana terlihat dalam kolom komentar di media sosial.

Ia berharap pihak bandara mau menerima saran dengan terbuka agar kualitas pelayanan di gerbang utama Sulawesi Tenggara ini dapat terus tumbuh dan berkembang.*

Siaga SAR Lebaran 2026 Ditutup, Tiga Operasi Ditangani di Sultra

KENDARIKINI.COM – Siaga SAR Khusus Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi resmi ditutup pada 30 Maret 2026.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin AS, mengatakan kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan dan efektivitas operasi SAR saat kondisi darurat.

Selama pelaksanaan, tercatat tiga operasi SAR yang ditangani oleh tim di wilayah Sulawesi Tenggara.

Operasi pertama, satu korban jatuh dari longboat di perairan Ereke, Buton Utara, 22 Maret 2026.

Pencarian berlangsung tujuh hari, namun korban tidak ditemukan dan dinyatakan hilang.

Operasi kedua, korban terjepit excavator akibat tertimpa batu di Baubau, 26 Maret 2026.

Korban berhasil dievakuasi, namun dalam kondisi meninggal dunia di lokasi kejadian.

Operasi ketiga, pencarian lansia hilang di kebun Desa Busowa, Buton Selatan, 29 Maret 2026.

Hingga kini, operasi masih berlangsung dan telah memasuki hari kedua pencarian.

Amiruddin menambahkan, pemantauan arus mudik dan balik berjalan lancar di berbagai titik.

Pengawasan dilakukan di bandara, pelabuhan, terminal, serta sejumlah destinasi wisata.

Sebanyak 147 personel ASN dikerahkan dalam Siaga SAR Lebaran tahun ini.

Personel tersebar di KPP Kendari dan sejumlah pos SAR di wilayah Sultra.

Sarana pendukung meliputi alat air, darat, serta perlengkapan medis dan evakuasi.

Seluruh peralatan digunakan untuk memastikan respons cepat terhadap situasi darurat.

Adapun lokasi siaga mencakup pelabuhan, bandara, terminal, dan tempat wisata utama.

Secara umum, pelaksanaan Siaga SAR Lebaran 2026 berjalan aman dan terkendali.*

Korban Malah Jadi Tersangka di Poasia, LBH Demaza Keadilan Kendari Adukan ke Wasidik dan Propam

KENDARIKINI.COM – Kasus dugaan penganiayaan di Kendari menuai sorotan publik. Pihak korban menilai penetapan tersangka tidak adil.

Kuasa Hukum Salwiah dari LBH Demaza Keadilan Kendari, Yusran Yastono Yasin Idrus menegaskan tidak akan tinggal diam menghadapi perkara tersebut. Langkah hukum telah ditempuh ke berbagai pihak.

“Kami sudah laporkan ke Wasidik dan Propam Polda Sultra,” ujarnya, Senin 30 Maret 2026.

Ia menegaskan, kasus ini bukan hanya soal kliennya. Namun menyangkut rasa keadilan masyarakat luas.

Di sisi lain, Polsek Poasia tetap pada pendiriannya terkait perkara ini. Polisi menyebut insiden sebagai perkelahian dua pihak.

Kanit Reskrim Polsek Poasia, Iptu Dahlan, menyatakan keduanya saling melakukan kekerasan.

“Ini saling baku pukul. Keduanya punya laporan dan memenuhi unsur,” katanya.

Ia menambahkan, penetapan tersangka dilakukan melalui gelar perkara. Proses tersebut juga diklaim sudah berkoordinasi dengan kejaksaan.

Namun, pernyataan itu memicu polemik di tengah masyarakat. Publik mempertanyakan perbedaan antara pembelaan diri dan penyerangan.

Secara hukum, tindakan korban diduga masuk kategori pembelaan terpaksa atau noodweer. Prinsip ini dinilai tidak dipertimbangkan.

Kasus ini memunculkan pertanyaan besar tentang perlindungan hukum. Terutama bagi korban yang melapor.

Jika korban bisa jadi tersangka, kepercayaan publik bisa tergerus. Kondisi ini dinilai berbahaya bagi penegakan hukum.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian luas masyarakat. Publik menunggu langkah lanjutan dari aparat terkait.

Selain itu Kuasa hukum juga mengungkapkan kronologi kasus yang menjerat Salwiah hingga ditetapkan sebagai tersangka.

Peristiwa bermula 24 November 2025 sekitar pukul 12.00 WITA. Salwiah ditelepon WA Sahara terkait percakapan pribadi.

Dalam percakapan, Salwiah melontarkan candaan soal mantan suaminya yang kini bersama WA Sahara.

Sekitar pukul 12.30 WITA, WA Sahara mendatangi Salwiah di kantin SMAN 2 Kendari.

Setibanya di lokasi, WA Sahara marah dan menunjuk wajah Salwiah sambil melontarkan kata-kata keras.

Merasa terancam, Salwiah menepis tangan tersebut. Namun, WA Sahara justru mencakar dan melukai bibir korban.

Situasi memanas ketika WA Sahara menarik jilbab dan menjambak rambut Salwiah hingga terjatuh.

Peristiwa itu disaksikan penjaga kantin dan sejumlah siswa di lokasi kejadian.

Seorang saksi kemudian melerai dan melepaskan cengkeraman pelaku dari kepala Salwiah.

Setelah kejadian, Salwiah melapor ke Polsek Poasia atas dugaan penganiayaan.

Namun, pada Januari 2026, WA Sahara juga melaporkan Salwiah atas kasus serupa.

Meski laporan Salwiah lebih dulu, penyidik menetapkan keduanya sebagai tersangka bersamaan.

Kuasa hukum menilai penetapan tersebut janggal dan berpotensi melanggar prosedur hukum.

Salwiah juga disebut tidak menerima SPDP sebagaimana diatur dalam ketentuan KUHAP.

Dalam analisis hukum, tindakan Salwiah dinilai sebagai pembelaan terpaksa atau noodweer.

Selain itu, perbuatannya juga dikategorikan sebagai daya paksa atau overmacht.

Kuasa hukum menilai penetapan tersangka sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik terkait kepastian hukum dan perlindungan korban.*

Polresta Kendari Tangkap Pelaku Curanmor, Motor Digadai untuk Judi Online

KENDARIKINI.COM – Satreskrim Polresta Kendari menangkap pelaku curanmor berinisial RA di Kecamatan Baruga. Penangkapan dilakukan Tim Buser77 pada Senin dini hari sekitar pukul 01.30 WITA, 30 Maret 2026.

Kasat Reskrim AKP Welliwanto Malau membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Pelaku diketahui mencuri motor milik korban berinisial UK di Kelurahan Watubangga.

“Peristiwa terjadi saat korban memarkir motor Yamaha Mio di teras rumah. Saat hendak digunakan, motor tersebut telah hilang dari lokasi,” katanya.

Sambungnya, Korban sempat menanyakan ke tetangga yang melihat seseorang masuk ke teras rumah.

“Pelaku kemudian membawa motor tanpa izin dan menggadaikannya di Konawe Selatan. Dari hasil gadai, pelaku memperoleh uang sebesar Rp2 juta,” tambahnya.

Lanjutnya, Uang tersebut digunakan pelaku untuk bermain judi online.

“Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit motor dan STNK. Hasil interogasi mengungkap pelaku memanfaatkan kunci motor yang masih terpasang,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa Pelaku juga mengambil STNK dengan modus membantu mencari motor korban.

“Setelah itu, kendaraan kembali digadaikan untuk mendapatkan tambahan uang. Motif pelaku karena kebutuhan ekonomi dan kecanduan judi online. Saat ini pelaku telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.*

GREAT Institute Kecam Serangan Israel ke Markas UNIFIL Tewaskan Prajurit TNI

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – GREAT Institute mengecam serangan Israel ke markas UNIFIL di Lebanon, Minggu malam.

Serangan di dekat Adchit Al Qusayr itu menewaskan satu prajurit TNI penjaga perdamaian.

Direktur Geopolitik GREAT Institute, Teguh Santosa, menyebut serangan itu pelanggaran hukum internasional.

Ia menilai serangan terhadap pasukan PBB merupakan kejahatan perang yang harus dipertanggungjawabkan.

“Pemerintahan Benjamin Netanyahu harus bertanggung jawab atas insiden ini,” ujar Teguh, Senin 30 Maret 2026.

UNIFIL menyatakan prajurit Indonesia tewas dalam insiden tragis di wilayah penugasan.

Pihak UNIFIL masih menyelidiki asal proyektil yang menyebabkan korban jiwa tersebut.

“Kami belum mengetahui asal proyektil dan telah meluncurkan penyelidikan,” kata UNIFIL.

Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan serangan Israel menyasar unit Indonesia.

Sejumlah personel dilaporkan mengalami luka akibat serangan tersebut.

UNIFIL bertugas mengawasi konflik di Lebanon selatan sepanjang garis demarkasi Israel-Lebanon.

Di wilayah itu, militer Israel kerap terlibat bentrokan dengan milisi Hizbullah.

Sekitar 10 ribu personel memperkuat UNIFIL, termasuk 1.200 prajurit TNI.

Ketegangan kawasan meningkat sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada Februari 2026.

Sebelumnya, personel UNIFIL asal Ghana juga dilaporkan terluka dalam insiden serupa.*

Gubernur Sultra Resmikan SPPG Polresta Kendari Dukung Gizi Pelajar

KENDARIKINI.COM – Gubernur Sultra Andi Sumangerukka meresmikan SPPG Polri di Polresta Kendari, Senin 30 Maret 2026.

Peresmian ini sebagai upaya memperkuat layanan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya pelajar.

Gubernur meninjau langsung dapur serta fasilitas pengolahan dan distribusi makanan bergizi.

Ia menyatakan fasilitas SPPG telah memenuhi standar kelayakan, higienitas, dan sarana prasarana.

SPPG tersebut dinilai layak menjadi rujukan pengembangan layanan serupa di daerah lain.

Program ini mendukung kebijakan Makan Gizi Gratis bagi pelajar sebagai generasi penerus.

Pemerintah menargetkan pemenuhan gizi anak melalui penyediaan makanan sehat secara terstruktur.

SPPG Polri berfungsi mengelola bahan pangan hingga distribusi ke sekolah sasaran.

Sistem terintegrasi diharapkan menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara efektif.

Selain meningkatkan gizi, program ini juga menekan angka stunting di daerah.

Kehadiran SPPG turut mendorong ekonomi lokal melalui keterlibatan petani dan UMKM.

Kebutuhan bahan pangan membuka peluang usaha dan lapangan kerja masyarakat.

Pemprov Sultra mengapresiasi kolaborasi Polri dan Badan Gizi Nasional.

Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk keberhasilan program nasional.

Pemerintah berharap manfaat program ini dapat dirasakan luas oleh masyarakat.*

Gubernur Sultra Tekankan Efisiensi Anggaran dan Prioritas Program Rakyat

KENDARIKINI.COM – Pemprov Sultra menegaskan komitmen memprioritaskan anggaran untuk program berdampak langsung bagi masyarakat, Senin 30 Maret 2026.

Hal itu disampaikan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka saat apel gabungan ASN di Kantor Gubernur, Senin.

Apel dihadiri Sekda, staf ahli, asisten, kepala OPD, serta ribuan ASN lingkup Pemprov Sultra.

Gubernur menekankan kondisi fiskal daerah menuntut efisiensi anggaran secara menyeluruh di setiap OPD.

Program diminta disusun tepat sasaran dan menghindari kegiatan tanpa dampak langsung bagi masyarakat.

“Anggaran terbatas, tidak boleh ada pemborosan, termasuk perjalanan dinas tidak mendesak,” tegasnya.

Ia menyebut efisiensi penting menghadapi dinamika global yang mempengaruhi ekonomi daerah.

Fokus pembangunan diarahkan untuk menekan angka kemiskinan yang masih sekitar 10 persen.

Program pemerintah harus mampu memberi dampak nyata dan tepat sasaran bagi masyarakat.

Di sektor infrastruktur, pembangunan diarahkan mendukung aktivitas ekonomi warga.

“Pembangunan jalan harus berdampak ekonomi, bukan sekadar proyek fisik,” ujarnya.

Pada sektor pendidikan, gubernur menegaskan tidak boleh ada beban tambahan bagi masyarakat.

Pengelolaan dana pendidikan, termasuk BOS, harus transparan dan tepat guna.

Di sektor kesehatan, pemerintah menargetkan cakupan BPJS mencapai 100 persen.

Saat ini, kepesertaan BPJS di Sultra masih berada di angka sekitar 89 persen.

Pemprov juga mengkaji penyesuaian sistem kerja ASN, termasuk opsi work from home.

Namun, pelayanan publik harus tetap optimal dan tidak terganggu.

Gubernur menegaskan setiap program harus diimplementasikan dan dirasakan langsung masyarakat.

“Keberhasilan diukur dari dampak nyata, bukan sekadar perencanaan,” pungkasnya.*

Berikut Daftar 18 Perusahaan yang Kantongi RKAB Galian C di Sultra 2026

KENDARIKINI.COM – Kepala Bidang Minerba Dinas ESDM Sulawesi Tenggara, Muh. Hasbullah Idris, menyampaikan daftar persetujuan kuota produksi berdasarkan dokumen RKAB tahun 2026.

Ia menjelaskan, persetujuan mencakup perusahaan tambang mineral bukan logam dan batuan di sejumlah wilayah Sultra.

“Kuota ini menjadi acuan resmi dan harus dipatuhi oleh seluruh pemegang IUP,” tegasnya, Senin 30 Maret 2026.

Berikut daftar perusahaan, lokasi, komoditas, dan kuota produksi:

1. PT Naga Mas Sultra – Konawe Selatan – Pasir Kuarsa – 450.000 ton

2. PT Hangtian Nur Cahaya – Konawe Selatan – Pasir Kuarsa – 1.500.000 ton

3. PT Citra Khusuma Sultra – Konawe Selatan – Batu Gamping – 1.040.000 ton

4. PT Gasing Sulawesi – Kolaka – Pasir Kuarsa – 180.000 ton

5. CV Ilyas Karya – Konawe Selatan – Batu Gamping – 2.000.000 m3

6. PT Hoffmen Energi Perkasa – Konawe Selatan – Batu Gamping – 490.000 ton

7. PT Ramadhan Moramo Raya – Konawe Selatan – Batu Gamping – 295.762 ton

8. PT Diamond Alfa Propertindo – Buton Tengah – Kalsit – 360.000 ton

9. PT Hikmah Riana Mandiri – Konawe Utara – Batu Gamping – tidak tercantum

10. PT Bintang Morosi Sejahtera – Konawe Utara – Batu Gamping – 75.000 m3

11. PT Bintang Energi Mineral – Konawe Selatan – Pasir Kuarsa – 600.000 ton dan 230.769 m3

12. PT Lintas Stone Mineral – Konawe Selatan – Batu Gamping – 230.000 ton

13. CV Cahaya Alam Nusantara – Konawe Selatan – Batu Gamping – 39.673 m3

14. PT Kreasi Karbonat Utama – Konawe Selatan – Batu Gamping – 480.000 ton

15. PT Wirsha Mineral Indonesia – Konawe Utara – Batu Gamping – 300.000 ton

16. PT Kasmar Poleang Raya – Bombana – Pasir Kuarsa – 3.000.000 ton

17. PT Bukit Gamping Resources – Buton Tengah – Batu Gamping Industri – 2.400.000 ton

18. PT Bumi Niaga Mandiri – Konawe Utara – Pasir – 83.950 ton

Hasbullah menegaskan, seluruh pemegang IUP wajib mematuhi kuota produksi yang telah ditetapkan.

Ia juga memastikan pengawasan dilakukan agar aktivitas pertambangan tetap sesuai aturan dan berkelanjutan.*

Kejagung Geledah 14 Lokasi Kasus Tambang PT AKT

JAKARTA, KENDARIKINI.COM – Kejaksaan Agung melalui JAM Pidsus menggeledah 14 lokasi terkait kasus PT AKT.

Penggeledahan dilakukan dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan tambang di Murung Raya, Kalimantan Tengah.

Kepala Pusat Penerangan Hukum, Anang Supriatna, menyebut lokasi meliputi rumah tersangka dan kantor perusahaan.

Tersangka berinisial ST diduga terlibat dalam penyimpangan pengelolaan tambang periode 2016 hingga 2025.

Di Jakarta dan Jawa Barat, penggeledahan dilakukan di 10 lokasi.

Lokasi tersebut meliputi kantor PT AKT, PT MCM, rumah tersangka, dan beberapa saksi.

Sementara di Kalimantan Tengah, penggeledahan dilakukan di tiga lokasi.

Lokasi itu mencakup kantor PT AKT, KSOP, dan kontraktor tambang PT ARTH.

Selain itu, satu lokasi di Kalimantan Selatan juga digeledah, yakni kantor PT MCM.

Dari penggeledahan, penyidik menemukan sejumlah dokumen operasional pertambangan batu bara.

Barang bukti lain berupa alat komunikasi, CPU, server, serta uang tunai mata uang asing.

Seluruh barang bukti tersebut telah disita untuk kepentingan penyidikan.

Penggeledahan dilakukan berdasarkan surat perintah penyidikan tertanggal 25 dan 26 Maret 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya mengungkap dugaan korupsi di sektor pertambangan.*

Lapangan Mokole So’u Disorot, Pemuda Desak Audit Proyek

KOLAKA, KENDARIKINI.COM – Protes pemuda Watubangga terus berlanjut terkait proyek penimbunan Lapangan Mokole So’u, Senin 30 Maret 2026.

Aliansi Pemuda Watubangga mendesak camat memfasilitasi audiensi dengan Pemda Kolaka dan Dispora.

Mereka meminta audit teknis karena kualitas pekerjaan dinilai tidak sesuai standar.

Proyek bernilai hampir setengah miliar rupiah itu ditargetkan menjadi pusat olahraga masyarakat.

Namun, material timbunan dinilai berlumpur dan sistem drainase tidak dikerjakan maksimal.

Kondisi tersebut dikhawatirkan menyebabkan lapangan gagal fungsi saat musim hujan.

Koordinator APW, Haikal Saym, menegaskan pembangunan publik harus mengutamakan kualitas.

Ia meminta pemerintah kecamatan tegas menolak pekerjaan yang merugikan masyarakat.

Ketua Karang Taruna, Rahmad Hidayat, meminta camat memediasi pertemuan dengan bupati dan Kadispora.

Menurutnya, camat harus berpihak pada aspirasi pemuda Watubangga.

Kekecewaan meningkat karena camat dinilai kurang responsif terhadap keluhan masyarakat.

APW menggelar demonstrasi yang diikuti ratusan massa di Kecamatan Watubangga.

Aksi berakhir setelah camat menandatangani surat pernyataan untuk memfasilitasi audiensi.

Surat akan dikirim ke Bupati Kolaka dan Kadispora dalam waktu tiga hari kerja.

Camat Watubangga, Muhammad Ibnu Munsyir, menyebut proyek merupakan kewenangan Dispora Kolaka.

Ia menegaskan pihak kecamatan hanya menerima informasi setelah pekerjaan selesai.

Namun, camat menyatakan siap menindaklanjuti tuntutan dan segera menyurati bupati.

APW menegaskan akan menggelar aksi lanjutan jika kesepakatan tidak dijalankan.

Pemuda berkomitmen mengawal proyek agar sesuai standar dan bermanfaat bagi masyarakat.*

Kecelakaan Tunggal di Kolaka, Penumpang Nmax Tewas Terbentur Trotoar

KENDARIKINI.COM – Kecelakaan tunggal sepeda motor terjadi di Jalan Bypass Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Minggu (29/3/2026).

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sepeda motor Yamaha Nmax dikendarai Abdul Tafsir (29) berboncengan dengan Rahmat Bustam (38).

Keduanya bergerak dari arah Kolaka menuju Kelurahan Dawi-Dawi.

Kasi Humas Polres Kolaka, AKP Dwi Arif, menjelaskan kecelakaan terjadi secara tiba-tiba.

Saat melintas di Desa Totobo, pengendara mengaku pandangannya mendadak gelap.

“Pengendara tiba-tiba merasa pandangannya gelap hingga motor terjatuh,” ujar AKP Dwi Arif, Senin (30/3/2026).

Akibat kejadian tersebut, penumpang terlempar dan kepalanya membentur trotoar.

Korban mengalami pendarahan serius dan dinyatakan meninggal dunia.

Sementara pengendara hanya mengalami luka lecet pada kedua betis.

Ia juga mengeluhkan sesak pada bagian dada setelah kecelakaan.

Polisi mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat berkendara di jalan raya.

Kondisi fisik pengendara juga harus dipastikan dalam keadaan sehat dan prima.*

Unaaha FC Matangkan Persiapan Liga 4 Nasional, Uji Coba di Jawa

KENDARIKINI.COM – Unaaha FC terus mematangkan persiapan jelang Liga 4 Nasional akhir April hingga Mei 2026.

Tim asal Konawe fokus meningkatkan mental dan performa melalui uji coba melawan klub kuat di Pulau Jawa.

Saat ini, Unaaha FC menjalani pemusatan latihan untuk menjaga kebugaran, kekompakan, serta kesiapan fisik dan mental.

Dalam agenda terdekat, Unaaha FC akan menghadapi Persekat Tegal di Stadion Trisanjaya, Rabu (1/4/2026).

Laga tersebut menjadi ujian berat karena Persekat merupakan tim peserta Liga 2 Nasional.

Selain itu, Unaaha FC juga dijadwalkan melawan PSIM Yogyakarta yang berlaga di Liga 1.

Tim juga akan menghadapi Mataram Utama dan Persak Kebumen, sesama peserta Liga 4 Nasional.

Pelatih kepala Muhammad Azhar menyebut kondisi pemain saat ini dalam keadaan prima.

“Secara fisik dan mental, pemain siap dan optimistis memberikan perlawanan,” ujar Azhar.

Ia menargetkan hasil maksimal, setidaknya mampu menahan imbang tim dengan level lebih tinggi.

Menurutnya, uji coba ini penting untuk mengukur kesiapan dan mental bertanding pemain.

“Ini momentum menguji mental sebelum tampil di Liga 4 Nasional,” tegasnya.

Unaaha FC akan diperkuat 29 pemain yang telah dipersiapkan selama pemusatan latihan.

Skuad diharapkan mampu tampil kompetitif dan membawa hasil positif pada kompetisi mendatang.*

Sidokkes Polres Baubau Gelar Patroli Kesehatan, Personel Dicek Langsung

KENDARIKINI.COM – Sidokkes Polres Baubau menggelar kegiatan Patroli Kesehatan atau Dokkes Goes Office, Senin (30/3/2026).

Kegiatan berlangsung di Gazebo Polres Baubau sejak pukul 08.30 WITA, menyasar seluruh personel.

Agenda utama meliputi pemeriksaan tekanan darah, edukasi kesehatan, serta konsultasi hasil Rikkes Berkala 2026.

Kasi Dokkes Polres Baubau, dr. Fara Soraya, mengatakan kegiatan ini sebagai langkah proaktif memantau kesehatan anggota.

Menurutnya, hasil pemeriksaan kesehatan harus dipahami secara detail oleh setiap personel.

“Kami tidak ingin rikkes hanya menjadi formalitas tahunan,” ujar dr. Fara.

Melalui program ini, pihaknya memberikan penjelasan langsung terkait kondisi kesehatan berdasarkan hasil laboratorium.

Ia menegaskan pentingnya kesadaran personel dalam menjaga pola hidup sehat.

Jika ditemukan indikasi penyakit, personel langsung diberikan edukasi dan saran tindakan medis.

Langkah ini bertujuan menjaga kondisi fisik anggota tetap prima saat menjalankan tugas.

Kegiatan berlangsung santai namun tetap serius, dengan antusiasme tinggi dari personel.

Sejumlah anggota memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi terkait keluhan kesehatan.

Termasuk tips menjaga kebugaran dan berat badan di tengah kesibukan dinas.

Kegiatan berjalan aman, lancar, dan mendapat respons positif dari seluruh peserta.*

Viral Joget di Dapur MBG, BGN Tegur Keras dan Hentikan Operasional

KENDARIKINI.COM – Video pria berjoget di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial.

Dalam video, pria tersebut menari sambil memamerkan insentif hingga Rp6 juta per hari dari program MBG.

Lokasi kejadian disebut berada di fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terlihat logo Badan Gizi Nasional.

Menanggapi hal itu, Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang langsung mengambil langkah cepat.

Ia menyebut tim pengawasan telah ditugaskan untuk menemui pria yang bersangkutan.

“Kami tugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan untuk bertemu,” ujar Nanik, Selasa (24/3/2026).

BGN juga berkoordinasi dengan Brigjen Doni Dewantoro selaku Direktur Tauwas wilayah II.

Hasilnya, pria tersebut telah ditemui dan diberikan teguran keras oleh pihak terkait.

BGN menyatakan kekecewaan atas tindakan mitra yang dinilai tidak pantas.

Terlebih, aksi dilakukan di dapur tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD).

“Perilaku ini tidak sesuai standar operasional dan kami sangat menyayangkan,” kata Nanik.

Pemeriksaan juga menemukan masalah teknis pada fasilitas dapur tersebut.

Di antaranya tata letak tidak sesuai standar dan instalasi pengolahan limbah bermasalah.

Akibatnya, operasional SPPG tersebut untuk sementara dihentikan.

BGN menegaskan program MBG bukan untuk kepentingan bisnis pribadi.

Program ini bertujuan meningkatkan gizi dan mencerdaskan anak-anak Indonesia.*

Kapolda Sultra Pimpin Sertijab Irwasda, Hartoyo Mutasi ke Sulsel

KENDARIKINI.COM – Kapolda Sulawesi Tenggara, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, memimpin serah terima jabatan Irwasda Polda Sultra, Senin (30/3/2026).

Upacara berlangsung di Aula Dachara Polda Sultra, dihadiri Wakapolda, pejabat utama, Kapolres jajaran, Bhayangkari, dan personel.

Jabatan Irwasda diserahterimakan dari Kombes Pol Hartoyo kepada Kombes Pol Johanes Pangihutan Siboro.

Sebelumnya, Johanes menjabat Irbidjemensarpras Itwil III Itwasum Polri.

Sementara Hartoyo mendapat promosi sebagai Irwasda Polda Sulawesi Selatan.

Kapolda menegaskan mutasi merupakan hal wajar dalam tubuh Polri untuk pembinaan karier dan penyegaran organisasi.

“Mutasi jabatan adalah bagian dari pengembangan karier dan peningkatan kinerja organisasi,” ujar Kapolda.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kombes Hartoyo atas dedikasi selama bertugas di Polda Sultra.

Kapolda mengucapkan selamat atas jabatan baru serta terima kasih atas loyalitas dan profesionalitasnya.

Kepada pejabat baru, Kapolda meminta segera beradaptasi dengan lingkungan kerja di Polda Sultra.

Ia berharap program kerja yang telah berjalan dapat dilanjutkan dan ditingkatkan.*

PT PBI Diduga Nambang Tanpa RKAB di Konut

KENDARIKINI.COM – PT Pertambangan Bumi Indonesia (PT PBI) diduga beroperasi tanpa RKAB 2026 di Konawe Utara, Sultra.

Perusahaan tersebut disebut tetap menjalankan produksi, hauling, hingga pengapalan di Desa Polora Indah, Kecamatan Langgikima.

Padahal, RKAB merupakan dokumen wajib yang harus disetujui Kementerian ESDM sebelum aktivitas pertambangan dilakukan.

Ketua Karya Pemuda Konawe Utara Indonesia Bersatu, Jerimias Jago, mengungkap dugaan pelanggaran tersebut.

Ia menyebut, hasil investigasi menemukan aktivitas tambang tetap berjalan meski diduga tanpa RKAB sah.

“Kami menemukan kegiatan produksi hingga pengapalan tetap berlangsung di lokasi tersebut,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Selain itu, terlihat tongkang Teratai Putih 1 diduga milik PT PBI beroperasi di wilayah tersebut.

Empat subkontraktor juga disebut terlibat, yakni PT Pancaina, PT PSI, PT NAK, dan PT GMI.

Jerimias menilai aktivitas tersebut berpotensi melanggar Undang-Undang Minerba yang berlaku.

Ia merujuk Pasal 158, dengan ancaman pidana lima tahun dan denda hingga Rp100 miliar.

Pihaknya mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas.

“Kementerian ESDM dan Polda Sultra harus turun tangan dan menghentikan aktivitas tersebut,” tegasnya.

Hingga kini, PT PBI diduga masih beroperasi tanpa RKAB tahun 2026.

Sementara itu, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak perusahaan dan instansi terkait.*

Kepala Balai Bahasa Sultra Sampaikan Pesan Menteri di SMAN 2 Kendari

KENDARIKINI.COM – Kepala Balai Bahasa Sultra, Dewi Pridayanti, menyapa siswa SMAN 2 Kendari, Senin (30/3/2026).

Kegiatan berlangsung saat hari pertama sekolah usai libur panjang Nyepi dan Idulfitri.

Dewi hadir sebagai pembina upacara dan disambut Kepala SMAN 2 Kendari, Nur Aida.

Dalam amanatnya, ia membacakan pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Ia mengajak warga sekolah menciptakan lingkungan belajar aman, sehat, dan nyaman.

Gerakan Indonesia ASRI disebut sebagai upaya mewujudkan sekolah bersih dan indah.

“Wujudkan lingkungan Aman, Sehat, Resik, dan Indah,” ujar Dewi dalam amanatnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarpelajar di lingkungan sekolah.

Menurutnya, tidak boleh ada perundungan, kekerasan, maupun intoleransi di sekolah.

“Anak hebat menebar perdamaian, bukan menciptakan permusuhan,” tegasnya.

Dewi turut mengingatkan pentingnya bijak menggunakan gawai di era digital.

Ia menyinggung penerapan PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang perlindungan anak.

Siswa diimbau menerapkan prinsip 3S, yakni Screen Time, Screen Zone, dan Screen Break.

SMAN 2 Kendari juga diapresiasi sebagai binaan Balai Bahasa Sultra.

Sekolah diharapkan konsisten mengutamakan penggunaan bahasa negara secara baik.

Kegiatan dilanjutkan dengan halalbihalal antara siswa dan guru.

Momen tersebut dimanfaatkan untuk saling bermaafan dan mempererat silaturahmi.*

Dua Rumah di Kolaka Utara Terbakar, Kerugian Capai Rp1 Miliar

KENDARIKINI.COM – Dua unit rumah di Desa Tolala, Kolaka Utara, ludes dilahap api, Minggu (29/3/2026) siang.

Rumah tersebut milik Hj. Suarni dan Amiruddin, warga Desa Tolala, Kecamatan Tolala.

Kapolsek Tolala, Iptu Andi Jusman, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.

“Iya, ada dua unit rumah terbakar,” ujarnya singkat.

Polisi bersama petugas pemadam segera menuju lokasi setelah menerima laporan kejadian.

Upaya pemadaman dilakukan bersama Damkar untuk mengendalikan api yang cepat membesar.

Api pertama kali terlihat dari rumah milik almarhum H. Anto yang sedang kosong.

Rumah tersebut merupakan milik mertua Amiruddin dan berada bersebelahan.

Istri Amiruddin kemudian meminta pertolongan saat melihat api mulai membesar.

Rumah milik almarhum H. Anto habis terbakar karena mayoritas berbahan kayu.

Sementara rumah Amiruddin berhasil diselamatkan sebagian setelah pemadaman intensif.

Pemadaman menggunakan satu unit mobil Damkar dengan empat kali pengisian air.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir besar.

Kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar akibat kebakaran tersebut.

Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik dari instalasi dalam rumah.*

Ikan Mola Terdampar di Kolaka Utara, Warga Heboh

KENDARIKINI.COM – Seekor ikan mola berukuran raksasa ditemukan terdampar di pesisir Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Sabtu (28/3/2026).

Ikan yang dikenal sebagai ikan matahari itu pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat.

Penemuan tersebut kemudian menarik perhatian warga yang berdatangan ke lokasi kejadian.

Ikan mola itu selanjutnya diseret ke pesisir jalan by pass Lasusua untuk memudahkan evakuasi.

Keberadaan ikan berukuran besar tersebut menjadi tontonan warga sekitar yang penasaran.

Ikan mola-mola dikenal sebagai spesies unik dengan bentuk tubuh bulat dan sirip khas.

Spesies ini juga memiliki daya tarik sebagai objek ekowisata di perairan laut.

Meski demikian, ikan mola belum termasuk satwa yang dilindungi di Indonesia.

Pada periode 2015 hingga 2019, ikan ini pernah masuk target konservasi KKP.

Selain itu, ikan mola juga dikenal sebagai salah satu spesies purba yang masih bertahan hingga kini.

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti ikan tersebut bisa terdampar di pesisir.*

Viral SPBU Muna Isi Pertalite Lewat Pintu Mobil, Polisi Beri Teguran

KENDARIKINI.COM – Sat Reskrim Polres Muna memanggil pihak SPBU terkait video viral pengisian Pertalite tidak sesuai prosedur.

Video memperlihatkan petugas SPBU mengisi BBM melalui pintu mobil, bukan langsung ke tangki kendaraan.

Peristiwa itu terjadi di SPBU PT Silviana Energy, Jalan La Ode Abdul Kudus, Raha II, Katobu, Muna.

Kejadian berlangsung Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 Wita dan menjadi sorotan publik di media sosial.

Kasat Reskrim Polres Muna, Iptu Sumber Jaya Tarigan, membenarkan pihaknya telah meminta klarifikasi pengelola SPBU.

Pihak SPBU menjelaskan, kendaraan mengisi 50 liter Pertalite menggunakan barcode resmi sesuai ketentuan.

Namun, karena tangki kendaraan sudah penuh, sisa BBM dimasukkan ke jerigen di dalam mobil.

Pengisian jerigen tersebut disebut atas permintaan langsung dari konsumen yang bersangkutan.

Iptu Tarigan menegaskan, praktik tersebut sebenarnya tidak dibenarkan dalam aturan distribusi BBM subsidi.

Ia menyebut, kekhawatiran kelangkaan BBM saat Idul Fitri memicu masyarakat melakukan cara tersebut.

Menurutnya, pengalaman kelangkaan tahun sebelumnya membuat warga cenderung menimbun BBM.

Pihak depot telah memberikan teguran kepada SPBU atas kejadian tersebut.

Polres Muna juga mengimbau agar praktik serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

“Jika kembali terjadi, akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegas Iptu Tarigan.

Kasus ini menuai kritik publik karena dinilai merugikan masyarakat dan melanggar aturan distribusi BBM subsidi.*

Halal Bihalal PAN Sultra Perkuat Silaturahmi Elite Politik

KENDARIKINI.COM – DPW PAN Sulawesi Tenggara menggelar halal bihalal pada 28 Maret 2026.
Kegiatan berlangsung di The Harbour Cafe, Kota Kendari.

Acara ini diinisiasi formateur DPW PAN Sultra, Yusran Akbar. Ia juga menjabat sebagai Bupati Konawe. Turut menginisiasi kegiatan, Wakil Bupati Kolaka Husmaluddin Tasman. Kegiatan berlangsung penuh keakraban antar tokoh.

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, Di antaranya Anggota DPRD Sultra Suwandi Andi, mantan Sekretaris DPW PAN Sultra Ridwan Zakariah yang juga mantan Bupati Buton Utara dua periode, Mantan politisi PAN Abdul Razak turut terlihatx Wakil Bupati Konawe Samsul Ibrahim juga hadir. Selain itu, Ketua DPW Perindo Sultra Afdhal ikut menghadiri acara dan Ketua HIPMI Sultra Triawan Rizbar Taha juga tampak hadir.

Yusran Akbar mengatakan kegiatan ini mempererat silaturahmi kader. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun daerah.

“Momentum halal bihalal memperkuat soliditas politik PAN. Sekaligus membuka ruang komunikasi lintas tokoh di Sultra,” katanya.

Acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para tamu saling bermaafan dan berdiskusi santai.*

Ibu Pedagang Kehilangan Uang Rp200 Juta di Pasar Laino

KENDARIKINI.COM – Seorang ibu pedagang kehilangan uang Rp200 juta di Pasar Laino, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Polisi kini melakukan penyelidikan.

Peristiwa itu terekam video yang beredar di Facebook, diunggah akun La Kolepe, Senin, 18 Maret 2024.

Dalam video, korban terlihat histeris setelah menyadari tas berisi uang tunai miliknya hilang.

Ibu tersebut mengenakan baju dan jilbab pink, tampak panik sambil menunjuk pria yang diduga pelaku.

Pria tak dikenal itu terlihat berbaur di tengah keramaian pasar sebelum akhirnya melarikan diri.

Sejumlah pedagang berusaha menenangkan korban yang terus menangis dan meminta tasnya dikembalikan.

Uang Rp200 juta tersebut diduga merupakan modal usaha yang dikumpulkan korban dengan susah payah.

Hingga kini, identitas korban maupun terduga pelaku belum diketahui secara pasti.

Kasi Humas Polres Muna, IPTU Jufri, membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Saat ini korban sementara diterima laporannya di SPKT Polres Muna,” ujarnya, Senin, 30 Maret 2026.

Polisi masih mendalami kasus ini dan mengumpulkan keterangan saksi serta bukti pendukung.

Peristiwa ini menjadi peringatan agar masyarakat lebih waspada saat membawa uang dalam jumlah besar di tempat ramai.*

Polisi Lakukan Penyelidikan Soal Operator Excavator Tewas di Perumahan Griya Puncak Baubau

KENDARIKINI.COM – Polres Bau-bau melakukan penyelidikan perihal kecelakaan kerja di Perumahan Griya Puncak, Kota Bau-bau yang menyebabkan salah seorang operator excavator meninggal dunia.

Kapolres Bau-bau yang dikonfirmasi via pesan whats app mengatakan bahwa Kasat Reskrim sementara berada di TKP

“Kasat serse masih ke TKP,” ujarnya singkat, Kamis 26 Maret 2026.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bau-bau, AKP Gayuh yang dikonfirmasi mengarahkan untuk mengkonfirmasi lebih lanjut ke kanit Tipidter Polres Bau-bau

“Laka kerja di pembangunan perumahan, Perumahan Griya Puncak, Langsung ke kanit saya aja,” katanya.

Kanit Tipidter Polresta Bau-bau, IPDA Andi Hendra mengatakan pihaknya masih melakukan tahan penyelidikan.

“Untuk sekarang kami masih melakukan tahap penyelidikan terkait kecelakan kerja tadi, insyallah awal kronologis dan baketnya nanti di sampaikan setelah setelah kami selesai melaksnakan penyelidikan dan interogasi,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan kecelakaan kerja terjadi di Perumahan Griya Puncak, Kota Baubau, Kamis (26/3/2026).

Seorang operator excavator tewas setelah tertimpa batu besar saat membersihkan lahan.

Korban diketahui bernama Akbar, 33 tahun, warga Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin AS, menyebut laporan diterima pukul 11.30 Wita dari Damkar Baubau.

“Korban dilaporkan terjepit dalam excavator akibat longsoran batu dari atas lokasi pekerjaan. Tim Rescue Pos SAR Baubau diberangkatkan pukul 11.45 Wita menuju lokasi kejadian,” katanya.

Sambungnya, Jarak tempuh lokasi kejadian sekitar 12 kilometer dari Pos SAR Baubau. Cuaca di lokasi dilaporkan berawan berdasarkan informasi dari BMKG.

“Tim SAR tiba di lokasi pukul 12.15 Wita dan langsung melakukan evakuasi gabungan. Evakuasi melibatkan SAR, Damkar, kepolisian, tenaga medis, dan operator alat berat,” tambahnya.

Lanjutnya, Korban berhasil dievakuasi pukul 13.15 Wita dalam kondisi meninggal dunia.

“Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Palagimata Baubau untuk penanganan lebih lanjut. Operasi SAR resmi ditutup setelah seluruh proses evakuasi selesai dilakukan,” ungkapnya.

Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Peralatan yang digunakan meliputi rescue car, excavator, alat evakuasi, dan komunikasi.

Peristiwa bermula saat korban bekerja sekitar pukul 10.00 Wita membersihkan lahan perumahan.

“Tiba-tiba terjadi longsoran dan batu besar menimpa korban di dalam excavator,” pungkasnya.*

Ampuh Desak APH Selidiki Dana Jalan Tambang MCM dan ST Nickel

KENDARIKINI.COM – Ampuh Sultra mendesak aparat penegak hukum menyelidiki dana jaminan konstruksi perusahaan tambang.

Desakan ditujukan kepada Kepolisian dan Kejaksaan terkait PT MCM dan PT ST Nickel Resources.

Ampuh menyoroti penggunaan dana jaminan konstruksi dan kompensasi pihak ketiga selama aktivitas hauling.

Mereka menilai perlu pengawasan langsung guna mencegah potensi penyalahgunaan anggaran.

Pasalnya, sejumlah ruas jalan provinsi diduga rusak akibat aktivitas hauling tambang.

Namun, kerusakan tersebut belum ditangani meski dana jaminan telah disetor perusahaan.

Dana itu sebelumnya diserahkan ke Pemprov Sultra melalui Dinas SDA dan Bina Marga.

Koordinator Ampuh, Hendro, menyebut setoran dana menjadi syarat wajib dispensasi jalan.

“Perusahaan wajib setor dana jaminan konstruksi dan kerugian pihak ketiga,” ujar Hendro, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan dana tersebut diperuntukkan memperbaiki jalan akibat aktivitas hauling.

Menurutnya, jumlah dana yang disetor tergolong besar dan harus dipertanggungjawabkan.

“Jika jalan masih rusak, patut dipertanyakan penggunaan dana tersebut,” tegasnya.

Ampuh mengungkap PT MCM diduga menyetor dana jaminan konstruksi sekitar Rp70 miliar.

Selain itu, terdapat dana jaminan kerugian pihak ketiga sebesar Rp50 juta.

Hendro menyebut nilai tersebut belum termasuk setoran dari PT ST Nickel.

Ia menduga jumlah dana dari ST Nickel tidak jauh berbeda.

Ampuh meminta APH melakukan penyelidikan untuk memastikan transparansi penggunaan dana.

Pengawasan dianggap penting guna mencegah dugaan penyimpangan anggaran.*

Yendra Tegas, Izin Tambang Abaikan Adat Routa Bisa Batal

KENDARIKINI.COM – Koordinator Hukum Rumpun Adat Anakia To Wiwirano, Yendra Latorumu, menyoroti konflik wilayah adat di Routa.

Ia menilai persoalan tersebut bukan isu pinggiran, melainkan ujian kepatuhan negara terhadap hukum.

Yendra menegaskan masyarakat adat bukan produk belas kasih administratif negara.

Keberadaannya merupakan fakta hukum dari sejarah, penguasaan turun-temurun, dan sistem nilai yang hidup.

Menurutnya, negara tidak berhak memberi hak adat, melainkan wajib menghormati dan melindunginya.

Ia menyebut pengakuan masyarakat adat telah diatur tegas dalam UUD 1945.

Karena itu, kebijakan atau izin yang mengabaikan masyarakat adat dinilai menyimpang dari konstitusi.

Dalam hukum agraria nasional, hak ulayat disebut tidak pernah dihapus selama masyarakatnya masih ada.

Yendra menegaskan tidak ada pihak, termasuk negara, yang boleh mengklaim wilayah adat secara sepihak.

Ia juga merujuk Putusan MK Nomor 35/PUU-X/2012 yang menegaskan wilayah adat bukan milik negara.

Dengan dasar itu, izin tanpa persetujuan masyarakat adat dinilai cacat dan berpotensi batal hukum.

Dari sisi HAM, ia menilai pengabaian masyarakat adat merupakan pelanggaran hak fundamental.

Yendra juga menyoroti ancaman kriminalisasi dan pembatasan ruang hidup masyarakat adat.

Menurutnya, tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum.

Ia menegaskan wilayah adat Routa bukan ruang kosong untuk kepentingan eksploitasi.

Setiap aktivitas tambang tanpa persetujuan masyarakat adat dianggap tidak memiliki legitimasi hukum.

Yendra menolak model pembangunan yang mengabaikan hak masyarakat adat.

“Pembangunan seperti itu bukan kemajuan, melainkan kemunduran hukum,” tegasnya.

Ia meminta seluruh aktivitas usaha di Routa segera dievaluasi menyeluruh.

Jika diabaikan, langkah hukum akan ditempuh secara sistematis dan berkelanjutan.*

Yusran Akbar Resmi Pimpin PAN Sultra, Gantikan Abdurrahman

KENDARIKINI.COM – Pimpinan DPW PAN Sulawesi Tenggara resmi berganti. DPP PAN menunjuk Yusran Akbar sebagai ketua baru.

Penunjukan itu menggantikan Abdurrahman Saleh yang memimpin periode 2020-2025. Yusran saat ini menjabat Bupati Konawe.

Kepastian tersebut disampaikan Ketua Bidang POK DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, Minggu (23/3/2026).

“Iya benar, Yusran Ketua DPW. Sekretaris Husmaluddin. SK sedang diproses,” ujar Viva Yoga.

Yusran akan didampingi Husmaluddin atau Lulung sebagai Sekretaris DPW PAN Sultra.

Penetapan ini merupakan hasil lanjutan Muswil PAN Sultra di Kendari, Sabtu (10/5/2025).

Muswil sempat mengusulkan 13 nama calon formatur dari berbagai daerah di Sultra.

Jumlah tersebut kemudian mengerucut menjadi lima nama dengan kekuatan politik signifikan.

Kelima nama itu yakni Yusran Akbar, Abdurrahman Saleh, Farah Sandi, Ridwan Zakariah, dan Husmaluddin.

Ridwan Zakariah menyebut lima formatur mewakili unsur daerah dan pusat.

Menurutnya, keputusan akhir penentuan ketua menjadi kewenangan penuh DPP PAN.

“Kami serahkan ke DPP untuk menentukan figur terbaik,” ujar Ridwan.

Sementara itu, Sukarman AK menyebut kepengurusan lama kini berstatus demisioner.

Ia menegaskan formatur segera menyusun struktur kepengurusan baru PAN Sultra.

Fokus utama ke depan adalah konsolidasi internal pasca-Muswil.

Penunjukan Yusran dinilai strategis memperkuat basis elektoral PAN di daratan Sultra.

Sebagai kepala daerah aktif, Yusran dianggap mampu menggerakkan mesin partai hingga akar rumput.

Tantangan berikutnya adalah menyatukan faksi internal menghadapi agenda politik mendatang.*

Tujuh Wali-wali Diduga Libatkan Dua Oknum TNI sebagai Pengawas Proyek RSUD Konkep

KENDARIKINI.COM – Salah seorang mantan tukang yang bekerja di proyek pembangunan RSUD Konkep yang dikerjakan oleh PT Tujuh Wali-wali membuat pengakuan yang mengejutkan.

All mengatakan bahwa selama ia bekerja disana ada dua oknum yang diduga sebagai anggota TNI dan bertugas di satuan setempat.

“Ada satu lagi, tapi dia itu pake tutup wajah terus, tidak pernah terekspos mukanya, Tapi semua karyawan yang kerja sama saya tahu semua soal anggota TNI itu, tugas di Koramil,” katanya via pesan Whats App, Kamis 26 Maret 2026.

All juga memberikan kontak oknum yang diduga sebagai anggota TNI, Redaksi media ini pun melihat profil oknum yang bersangkutan menggunakan PDH Loreng. Penelusuran redaksi di aplikasi get contact oknum tersebut berpangkat KOPDA, dengan inisial R.

“Yang komplen ownernya, kalau untuk anggota TNI dia selalu keliling-keliling gedung dan jarang nampak muka karena dia pake tutup muka. Kalau yang berinisial R dia kebanyakan sama Budi dia slalu bersama orang-orang penting dalam perusahaan tujuh wali wali,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa ketika pihaknya tak bekerja, pihaknya dipaksa untuk bekerja.

“Kalau kami tidak kerja, kami selalu dipaksa untuk kerja,” tambahnya.

“Tidak pernah pakai seragam dinas, Baju kaos saja, Dan selalu mengunakan helm putih,” ungkapnya lagi.

Lanjutnya bahwa oknum inisial R bahkan melakukan penjemputan terhadap tukang saat baru tiba di Pelabuhan Langara.

“Yang berinisial R itu, Dia yang jemput kami di pelabuhan wawonii masi pakai seragam, Dan yang satunya lagi pake penutup wajah itu bawahan dari inisial R,” jelasnya.

Pihaknya juga bercerita bahwa ia bersama 8 (Delapan) Tukang lainnya tiba di Pelabuhan Langara pada tanggal 3 Januari 2026 dari Kendari.

“Sudah lama kami pulang, Kami pulang semua karena uangnya (gaji) selalu terhambat. Soal upah kerja masih ada, tapi kami sudah bosan menagih, Kalau saya masih 2 juta, yang lain saya tidak tahu, Karena kami sudah terpisah dengan teman-teman semua,” bebernya.

“Saya pemborong,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya bekerja di salah satu bagian proyek, pihaknya tak diberi gaji karena mendapatkan komplain dari salah satu penanggungjawab disana.

Terkait hal tersebut Oknum yang diduga sebagai anggota TNI Kopda R yang dikonfirmasi via pesan Whats App membantah tudingan tersebut.

“bukan,” ujarnya singkat.

Sementara Praka PM yang dikonfirmasi juga membantah hal tersebut.

“Tidak ada mengawas angota TNI disana, Saya tidak tau itu, Saya jarang kesana,” katanya.

Selain itu salah satu Penanggung Jawab PT Tujuh Wali-wali, Rusdi Rasyid yang dikonfirmasi via pesan Whats App sejak Kamis 26 Maret 2026 belum memberikan tanggapan. Ia hanya membaca pesan whats app redaksi, dan terlihat pesan redaksi telah ceklis dua berwarna biru.

Rusdi Rasyid yang sebelumnya dikonfirmasi via pesan Whats App pada Minggu 22 Maret 2026 mengaku jika ada masalah di proyek baru pihaknya memberitahu ke oknum TNI tersebut.

“Saya lagi sama beliau (Praka PM) di rumahnya, impo kesaya tadi barusan,” ujarnya.

“Tidak, hanya kami ijin dan melapor ke beliau jika ada masalah di proyek,” katanya.

Sebumnya diberitakan Salah seorang yang diduga oknum Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) Praka PM yang sebelumnya mengaku sebagai Humas Tujuh Wali-wali, kini membantah sendiri pernyataannya.

“Saya bukan humas, Kata-kata kemarin cuman candaan saya, Saya bukan humas tujuh wali-wali. Saya hanya sebatas Babinsa di wilayah pembangunan rumah sakit konkep. Saya lihat ada kejadian kelurahan tukang dari Jawa dan sy mediasi kedalam tp ternyata sudah di bayarkan upah nya,” jelasnya via pesan Whats App, Kamis 26 Maret 2026.

Awalnya Oknum tersebut melakukan panggilan biasa ke redaksi media ini, kemudian redaksi mengarahkan untuk lanjut ke pesan Whats App guna memberikan ruang hak jawab atas pemberitaan sebelumnya.

Praka PM yang mengaku sebagai Humas menerangkan bahwa pihak Tujuh Wali-wali telah melakukan pembayaran

“Terkait tujuh wali-wali belum bayar upah pekerja. Itu salah pak. Kami dari pihak tujuh wali-wali sudah membayar gaji buruh ke pendor yang nama pak Budi. Kami juga sudah membeli tiket pulang untuk yang plng ke Jawa. Hari Kamis kemarin,” jelasnya Sabtu 21 Maret 2026.

“Bahkan kami sudah mengeluarkan kan dana besar ke pendor nama pak Budi untuk menyelesaikan pekerja. Terkait pak Budi sudah dia bayar butuh nya diluar Rana kami,” tambahnya.

Kemudian redaksi media ini melakukan penelusuran ke aplikasi get contact dan terlihat nama kontak yang di save mengarah kepada anggota TNI AD. Saat ditanyakan perihal statusnya, Praka PM tak menampik hal tersebut.

“PM (nama diinisialkan redaksi), Saya Babinsa di wawonii, Humas sekaligus angota tni,” jawabnya.

Ia berdalih bahwa pekerjaan sebagai Humas Tujuh Wali-wali hanya sampingan.

“Samping2an,” tambahnya.

Saat ditanyakan bertugas dimana, Ia menjawab bertugas di Koramil Wawonii.

“Koramil wawonii,” ujarnya.

Kemudian Oknum tersebut pun menyampaikan bahwa akan memberikan kontak redaksi medua ini ke pimpinan tujuh wali-wali.

“Pimpinan tuju wali2 yg wa kita itu sodara, Dia mau nego itu. Mau ketemu kita katanya,” katanya, Minggu 22 Maret 2026.

Redaksi media ini juga mempertanyakan maksud kata ‘Nego’. apakah sebagai upaya suap atas pemberitaan sebelumnya.

“Kurang tau juga itu sy. Tp td katanya dia mau ketemu kita di Kendari,” jawabnya.

Redaksi media ini pun kembali mempertanyakan ” Ini kita sebagai humas terdaftar di perusahaan dan menerima gaji dari perusahaan?”, “kita masih berstatus TNI aktif yah bapak?”, “Ini tugas diperusahaan, apakah diperbantukan dari koramil atau kodim? macam ada penugasan khusus?”.

“Tdk. Sy bukan humas. Tp kebetulan rmh skt di wilayah sy. Sring sy jalan2 kesana, Lihat2 pekerja sj. Sy tdk terlibat di dalam, Plingan kalo mereka minta bantu cari matrial dpat2 pembeli rokok cuman itu saja,” jawabnya.

Redaksi kembali bertanya “berarti bapak bisniskan yah pak?,”.

“Kalo bisnis tdk juga pak. Karna pasir 2 sampai 3 ret saja,” jawabnya lagi.

Selain itu Redaksi media ini juga menanyakan ke salah satu penanggung jawab PT Tujuh Wali-wali, Rusdi Rasyid terkait status Praka PM.

“Tdk pa, hanya kami ijin dan melapor ke beliau jika ada masalah di proyek,” jawabnya saat dikonfirmasi via pesan whats app.

Sementara itu berdasarkan Undang-Undang No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Pasal 39 secara eksplisit menyebutkan berbagai larangan bagi prajurit aktif, di antaranya pada butir ke-2 yaitu:“melakukan kegiatan bisnis”. Menjabat sebagai direksi atau komisaris, yang bertugas menjalankan dan mengawasi kegiatan perusahaan, secara inheren adalah bagian inti dari kegiatan bisnis.

Pasal 47 dalam UU yang sama juga mempertegas pemisahan ini. Pasal tersebut mengatur bahwa prajurit aktif hanya dapat menduduki jabatan sipil pada kantor-kantor yang membidangi koordinator bidang Politik dan Keamanan Negara, Pertahanan Negara, Sekretaris Militer Presiden, Intelijen Negara, Sandi Negara, Lembaga Ketahanan Nasional, Dewan Pertahanan Nasional, dan Narkotika Nasional. Untuk menduduki jabatan di luar itu, prajurit harus mengundurkan diri atau pensiun dari dinas aktif.

Untuk diketahui, Pelanggaran terhadap larangan ini dapat dikenai sanksi berdasarkan UU No. 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Sementara itu Danramil Wawonii Kapten Inf. Tamrin yang dikonfirmasi via pesan dan panggilan Whats App, serta sms dan panggilan telepon pada Minggu 22 Maret 2026 dan hingga berita ini diturunkan Ia belum memberikan tanggapan. Hal serupa juga terjadi ketika Redaksi mengkonfirmasi ke Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela.*

Oknum TNI di Konkep Sebut Pengakuan sebagai Humas Tujuh Wali-wali Hanya Candaan

KENDARIKINI.COM – Salah seorang yang diduga oknum Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) Praka PM yang sebelumnya mengaku sebagai Humas Tujuh Wali-wali, kini membantah sendiri pernyataannya.

“Saya bukan humas, Kata-kata kemarin cuman candaan saya, Saya bukan humas tujuh wali-wali. Saya hanya sebatas Babinsa di wilayah pembangunan rumah sakit konkep. Saya lihat ada kejadian kelurahan tukang dari Jawa dan sy mediasi kedalam tp ternyata sudah di bayarkan upah nya,” jelasnya via pesan Whats App, Kamis 26 Maret 2026.

Ia juga meminta redaksi media ini untuk melakukan penghapusan berita.

“Apa mi bahasa nya itu sy bingung2 juga kalo begini salah bicara kemarin. Sy kira dengan bicara begitu bisa kita tanggapi ternyata sy salah, Hapus kan pi,” ungkapnya.

“Itu masalah pembayaran sama subkon atas nama pak Budi sudah ada kesepakatan kedua belah pihak pak,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Salah seorang yang diduga oknum Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) Praka PM yang sempat mengaku sebagai Humas Tujuh Wali-wali, Kamis 26 Maret 2026.

Awalnya Oknum tersebut melakukan panggilan biasa ke redaksi media ini, kemudian redaksi mengarahkan untuk lanjut ke pesan Whats App guna memberikan ruang hak jawab atas pemberitaan sebelumnya.

Praka PM yang mengaku sebagai Humas menerangkan bahwa pihak Tujuh Wali-wali telah melakukan pembayaran

“Terkait tujuh wali-wali belum bayar upah pekerja. Itu salah pak. Kami dari pihak tujuh wali-wali sudah membayar gaji buruh ke pendor yang nama pak Budi. Kami juga sudah membeli tiket pulang untuk yang plng ke Jawa. Hari Kamis kemarin,” jelasnya Sabtu 21 Maret 2026.

“Bahkan kami sudah mengeluarkan kan dana besar ke pendor nama pak Budi untuk menyelesaikan pekerja. Terkait pak Budi sudah dia bayar butuh nya diluar Rana kami,” tambahnya.

Kemudian redaksi media ini melakukan penelusuran ke aplikasi get contact dan terlihat nama kontak yang di save mengarah kepada anggota TNI AD. Saat ditanyakan perihal statusnya, Praka PM tak menampik hal tersebut.

“PM (nama diinisialkan redaksi), Saya Babinsa di wawonii, Humas sekaligus angota tni,” jawabnya.

Ia berdalih bahwa pekerjaan sebagai Humas Tujuh Wali-wali hanya sampingan.

“Samping2an,” tambahnya.

Saat ditanyakan bertugas dimana, Ia menjawab bertugas di Koramil Wawonii.

“Koramil wawonii,” ujarnya.

Kemudian Oknum tersebut pun menyampaikan bahwa akan memberikan kontak redaksi medua ini ke pimpinan tujuh wali-wali.

“Pimpinan tuju wali2 yg wa kita itu sodara, Dia mau nego itu. Mau ketemu kita katanya,” katanya, Minggu 22 Maret 2026.

Redaksi media ini juga mempertanyakan maksud kata ‘Nego’. apakah sebagai upaya suap atas pemberitaan sebelumnya.

“Kurang tau juga itu sy. Tp td katanya dia mau ketemu kita di Kendari,” jawabnya.

Redaksi media ini pun kembali mempertanyakan ” Ini kita sebagai humas terdaftar di perusahaan dan menerima gaji dari perusahaan?”, “kita masih berstatus TNI aktif yah bapak?”, “Ini tugas diperusahaan, apakah diperbantukan dari koramil atau kodim? macam ada penugasan khusus?”.

“Tdk. Sy bukan humas. Tp kebetulan rmh skt di wilayah sy. Sring sy jalan2 kesana, Lihat2 pekerja sj. Sy tdk terlibat di dalam, Plingan kalo mereka minta bantu cari matrial dpat2 pembeli rokok cuman itu saja,” jawabnya.

Redaksi kembali bertanya “berarti bapak bisniskan yah pak?,”.

“Kalo bisnis tdk juga pak. Karna pasir 2 sampai 3 ret saja,” jawabnya lagi.

Selain itu Redaksi media ini juga menanyakan ke salah satu penanggung jawab PT Tujuh Wali-wali, Rusdi Rasyid terkait status Praka PM.

“Tdk pa, hanya kami ijin dan melapor ke beliau jika ada masalah di proyek,” jawabnya saat dikonfirmasi via pesan whats app.

Sementara itu berdasarkan Undang-Undang No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Pasal 39 secara eksplisit menyebutkan berbagai larangan bagi prajurit aktif, di antaranya pada butir ke-2 yaitu:“melakukan kegiatan bisnis”. Menjabat sebagai direksi atau komisaris, yang bertugas menjalankan dan mengawasi kegiatan perusahaan, secara inheren adalah bagian inti dari kegiatan bisnis.

Pasal 47 dalam UU yang sama juga mempertegas pemisahan ini. Pasal tersebut mengatur bahwa prajurit aktif hanya dapat menduduki jabatan sipil pada kantor-kantor yang membidangi koordinator bidang Politik dan Keamanan Negara, Pertahanan Negara, Sekretaris Militer Presiden, Intelijen Negara, Sandi Negara, Lembaga Ketahanan Nasional, Dewan Pertahanan Nasional, dan Narkotika Nasional. Untuk menduduki jabatan di luar itu, prajurit harus mengundurkan diri atau pensiun dari dinas aktif.

Untuk diketahui, Pelanggaran terhadap larangan ini dapat dikenai sanksi berdasarkan UU No. 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Sementara itu Danramil Wawonii Kapten Inf. Tamrin yang dikonfirmasi via pesan dan panggilan Whats App, serta sms dan panggilan telepon pada Minggu 22 Maret 2026 dan hingga berita ini diturunkan Ia belum memberikan tanggapan. Hal serupa juga terjadi ketika Redaksi mengkonfirmasi ke Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela.*

Pelayanan Bandara Halu Oleo Kendari Disorot Netizen, Dinilai Kurang Ramah

KENDARIKINI.COM – Sorotan terhadap pelayanan Bandar Udara (Bandara) Halu Oleo kembali terjadi, kali ini dari beberapa netizen, Senin 30 Maret 2026.

Akun Facebook Dullah Onepiece mengatakan pelayanan di Bandara Udara Halu Oleo petugasnya kurang ramah.

“lya btul juga sdh sering ke bandara pelayanannya kurang smile (Senyum),” katanya.

Netizen lainnya juga mengungkap bahwa sejumlah petugas terkadang terlihat sok sibuk.

“Bergaya sj krjanya merasa paling
sibuk, merasa yg punya pesawat semua itu,” ungkapnya.

Netizen, Ismail Ode menimpali bahwa pentingnya SDM.

“Itulah pentingnya SDM,” ujarnya.

Akun Tunggal Dara menyoroti kekurang pekaannya petugas terhadap pengunjung bandara.

*Karena Kurang Kesadaran Dan Kurang Kecakapan.(MaLas tahu),” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Bandara Haluoleo Kendari kembali menjadi sorotan usai keluhan penumpang viral di media sosial.

Keluhan tersebut muncul melalui video yang diunggah akun TikTok Eskrimmerkuri, Sabtu (28/3/2026).

Dalam video, penumpang mengaku kecewa terhadap sikap petugas bandara yang dinilai kurang ramah.

Ia menyebut petugas perlu meningkatkan pelatihan terkait etika pelayanan kepada pengguna jasa.

Penumpang tersebut mengaku kebingungan saat mencari lokasi check-in Pelita Air di area bandara.

Saat bertanya kepada petugas, ia merasa tidak mendapatkan respons yang jelas dan ramah.

Bahkan, ia mengaku mendengar komentar petugas yang dianggap merendahkan sambil tertawa.

Permasalahan pelayanan di Bandara Haluoleo disebut bukan kali pertama terjadi.

Sebelumnya, isu transportasi online juga menjadi sorotan karena belum diizinkan beroperasi di area bandara.

Kebijakan tersebut disebabkan belum adanya kerja sama resmi dengan pihak terkait.

Polemik transportasi bahkan sempat menuai kritik dari berbagai kalangan dan pemerintah daerah.

Pemda mengaku akan melakukan evaluasi terhadap sistem layanan yang dinilai belum optimal.

Keluhan juga datang dari pengemudi transportasi online terkait pembatasan dan dugaan intimidasi.

Sebagai pintu gerbang Sulawesi Tenggara, kualitas pelayanan bandara dinilai sangat penting.

Masyarakat kini menunggu langkah konkret pihak berwenang untuk memperbaiki persoalan tersebut.*

Polresta Kendari Tangkap Remaja Kasus Persetubuhan Anak 12 Tahun

KENDARIKINI.COM – Satreskrim Polresta Kendari mengungkap kasus dugaan membawa lari dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Penangkapan dilakukan Unit PPA pada Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 16.00 WITA. Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau membenarkan penangkapan tersebut.

“Terduga pelaku berinisial IM, laki-laki, berusia 17 tahun, warga Kota Kendari. Korban merupakan anak perempuan berinisial P, berusia 12 tahun,” katanya.

Sambungnya, Kasus ini dilaporkan oleh orang tua korban berinisial RU, warga Kendari. Peristiwa bermula pada Selasa, 20 Januari 2026 sekitar pukul 16.00 WITA.

“Korban pamit bermain ke rumah temannya di kawasan lampu merah, Namun hingga pukul 21.30 WITA, korban tidak kunjung kembali ke rumah,” tambahnya.

Lanjutnya, Pelapor kemudian menghubungi teman korban yang terakhir bersamanya. Teman korban menyebut korban sudah pulang sejak pukul 17.30 WITA

“Merasa curiga, pelapor mencari korban ke beberapa lokasi, termasuk rumah terduga pelaku. Namun korban tidak ditemukan, dan terduga pelaku juga tidak berada di rumahnya,” ungkapnya.

Pelapor kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Kendari. Dalam perkembangan, pelaku diamankan oleh orang tua korban.

“Selanjutnya pelaku dibawa ke Polresta Kendari untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka,” tuturnya.

Penangkapan dilakukan di Ruang Unit VI PPA Satreskrim Polresta Kendari. Kejadian diketahui berlangsung di Kota Kendari.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 454 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” pungkasnya.*

Kasus Sengketa Lahan Hotel Foresta Kendari Masih Diselidiki Polisi

KENDARIKINI.COM – Polisi masih menyelidiki dugaan sengketa lahan di Hotel R Foresta Syariah, Kecamatan Baruga.

Kapolsek Baruga, IPTU Laode Hamsil Hamzah, menyebut pemeriksaan saksi masih berlangsung.

“Masih tahap pemeriksaan saksi, termasuk pemilik lahan yang berbatasan langsung,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Ia mengatakan saksi Nur Halima telah diperiksa setelah sebelumnya sempat menunda pemeriksaan.

Menurutnya, kedua pihak yang bersengketa mengklaim memiliki dokumen alas hak masing-masing.

Polisi berencana berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk peninjauan batas lahan.

“Sudah kami surati BPN untuk peninjauan batas masing-masing pihak,” jelasnya.

Ia menegaskan proses masih tahap penyelidikan sehingga belum dapat dilakukan upaya paksa.

Sebelumnya, dugaan penyerobotan lahan terjadi di Jalan Bypass Bandara Halu Oleo, Kelurahan Wundudopi.

Pemilik lahan sempat melakukan aksi pendudukan lokasi pada 5 Maret 2026.

Aksi tersebut kemudian dilerai oleh pihak Polsek Baruga.

Pihak pemilik lahan melalui anaknya, Nandar, mengaku mengetahui persoalan sejak 2017.

Ia menyebut pernah terjadi komunikasi dengan pihak terlapor terkait pembangunan pondasi.

Menurutnya, sengketa telah dimediasi tiga kali di BPN, namun belum menemukan kesepakatan.

Nandar mengklaim BPN mengakui lahan tersebut milik keluarganya.

Ia menyebut luas lahan sekitar 240 meter persegi.

Pihaknya juga telah melaporkan kasus ini ke Polsek Baruga sejak Januari 2026.

Sementara itu, perwakilan Hotel R Foresta Syariah menyerahkan penanganan kepada kuasa hukum.*

Gempa M4.0 Guncang Konawe Sultra, BMKG Imbau Warga Waspada

KONAWE, KENDARIKINI.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4.0 mengguncang wilayah Konawe, Sulawesi Tenggara, Minggu (29/3/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 21.29.44 WIB.

Lokasi gempa berada di koordinat 3.72 Lintang Selatan dan 122.13 Bujur Timur.

Titik gempa berjarak sekitar 18 kilometer timur laut Konawe, Sulawesi Tenggara.

BMKG menyebut gempa terjadi pada kedalaman dangkal, yakni sekitar 2 kilometer.

Hingga kini belum ada laporan resmi terkait kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.

BMKG juga belum mengeluarkan peringatan potensi tsunami dari peristiwa ini.

Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Warga yang merasakan guncangan diminta melaporkan kepada pihak berwenang atau BMKG.

Informasi lanjutan terkait aktivitas gempa akan disampaikan melalui kanal resmi BMKG.*

Deklarasi Routa Tegaskan Hak Wilayah Adat Tolaki Berbasis Konstitusi

KONAWE, KENDARIKINI.COM – Deklarasi penguatan wilayah adat Tolaki menggema di Routa, Konawe, Kamis (26/3/2026).

Kegiatan digelar Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sultra bersama Masyarakat Adat Tolaki (MAT) Konawe.

Mengusung tema “Routa: Tanah Leluhur, Takkan Kami Biarkan Hancur”, deklarasi menegaskan perlindungan wilayah adat.

Acara diawali prosesi adat Mombesara Paramesi sebagai legitimasi moral dan kultural masyarakat Tolaki.

Ketua LAT Sultra, Lukman Abunawas, menegaskan penguatan wilayah adat berlandaskan konstitusi dan hukum nasional.

Ia merujuk Pasal 18B dan 28I UUD 1945 serta Putusan MK Nomor 35/PUU-X/2012.

“Negara mengakui hak adat, bukan memberikannya,” tegas Lukman dalam sambutannya.

Ketua MAT Konawe, Abdul Sahir, menyebut tanah adat bukan tanah kosong, melainkan identitas masyarakat.

Ia menegaskan hak adat bersifat inheren dan tidak bergantung pada izin administratif.

LAT juga menetapkan perlindungan wilayah adat melalui Surat Keputusan penguatan ruang hidup masyarakat.

Wilayah adat mencakup tanah, air, hutan, fauna, dan ruang hidup kolektif yang tidak terpisahkan.

Setiap aktivitas tanpa persetujuan bebas, didahului, dan diinformasikan (FPIC) dinilai melanggar hak adat.

Deklarasi juga mendesak evaluasi izin yang bertentangan dengan perlindungan wilayah adat.

Anakia Wiwirano To Routa menegaskan pentingnya menjaga martabat leluhur dan generasi mendatang.

Deklarasi ditutup penanaman pohon dan penandatanganan petisi dukungan masyarakat.

LAT juga menyampaikan tuntutan kepada perusahaan tambang dan pemerintah.

Di antaranya pembangunan smelter, penghormatan hak adat, dan transparansi program CSR.

Deklarasi turut menolak kriminalisasi masyarakat adat yang memperjuangkan haknya.

Selain itu, pemerintah diminta memastikan aktivitas tambang menghormati hukum dan HAM.*

Mantan Lurah di Konsel Diduga Terlibat Mafia Tanah 297 Hektar

KENDARIKINI.COM – Kasus dugaan mafia tanah di kawasan transmigrasi Pra Pelita Landono kembali mencuat.

Setelah nama Camat Landono disebut, kini mantan Lurah Yanti diduga ikut terlibat dalam perkara tersebut.

Dugaan muncul terkait penerbitan Surat Keterangan Tanah di atas Sertifikat Hak Milik tahun 1982.

Informasi itu disampaikan Andi, kuasa juru bicara warga, saat ditemui pada Minggu (29/3/2026).

Ia menjelaskan, dari 197 hektar lahan transmigrasi, sekitar 85 hektar telah diklaim oknum tertentu.

Klaim tersebut diduga menggunakan SKT yang diterbitkan pada 2019 oleh lurah dan camat setempat.

“Nama-nama yang terindikasi mulai dari Lurah Yanti hingga Camat Sawaludin,” ungkap Andi.

Ia menyebut terdapat penerbitan SKT pada objek sama, bahkan hingga dua dokumen pada satu lahan.

Selain itu, pada masa Yanti juga disebut terjadi penerbitan SKT dan akta jual beli.

Andi menilai, praktik klaim lahan tersebut dilakukan secara sepihak dan merugikan warga transmigrasi.

“Cara-cara seperti ini terkesan premanisme, termasuk jual beli di atas lahan yang sudah bersertifikat,” tegasnya.

Ia menegaskan, warga transmigrasi telah memiliki SHM sejak 1982 saat program pemerintah berjalan.

Kemunculan SKT tahun 2019 dinilai tidak memiliki dasar kuat dan bertentangan dengan dokumen sah.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Sultra untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Warga berharap kepolisian dapat mengusut tuntas dan memastikan keabsahan dokumen kepemilikan lahan.*

Dugaan Alat Penyulingan Nilam Bekas di Konkep, Anggaran Disorot

KENDARIKINI.COM – Dugaan penyimpangan pengadaan alat penyulingan minyak nilam mencuat di Desa Tekonea, Wawonii Timur.

Proyek Dinas Pertanian Konkep tahun anggaran 2025 senilai Rp150 juta diduga tak sesuai spesifikasi teknis.

Temuan lapangan menunjukkan kejanggalan, termasuk ukuran tungku penyulingan lebih kecil dari standar dokumen.

Ketua Liga Aktivis Mahasiswa Indonesia, Rijal, menilai pekerjaan proyek tersebut terkesan asal-asalan.

Ia menyebut alat penyulingan diduga barang bekas dari Konawe Selatan, bukan barang baru pengadaan pemerintah.

“Konstruksi tidak sesuai desain perencanaan, bahkan alat disebut bekas berdasarkan keterangan tukang,” ujar Rijal, Minggu.

Ia menambahkan, informasi barang bekas diperoleh dari tukang yang mengetahui asal pembelian alat tersebut.

Sejumlah sumber juga mengindikasikan adanya potensi permainan anggaran dalam proyek tersebut.

Ketidaksesuaian spesifikasi dinilai membuka peluang selisih anggaran yang patut ditelusuri lebih lanjut.

Dalam perencanaan, anggaran mencakup alat baru, konstruksi sesuai desain, dan distribusi.

Namun realisasi di lapangan dinilai berbeda, sehingga memunculkan dugaan penyimpangan penggunaan anggaran.

Rijal menyebut pola seperti mark-up hingga penggunaan barang bekas kerap terjadi dalam pengadaan.

Jika terbukti, potensi kerugian negara tidak hanya finansial, tetapi juga berdampak pada petani.

Program alat nilam seharusnya meningkatkan kualitas produksi petani di Tekonea Raya.

Namun alat yang tidak sesuai standar dikhawatirkan menurunkan hasil produksi minyak nilam.

Pihaknya mendesak APIP segera melakukan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut.

Audit diminta mencakup penyedia, pelaksana pekerjaan, hingga alur penggunaan anggaran.

Hingga kini, Dinas Pertanian Konkep belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Kabid Sarana dan Prasarana, Siti Patimah Syarif, menyarankan konfirmasi kepada pihak penyedia.*

Panglima Tamalaki Serukan Perang Terhadap Narkoba di Sultra

KENDARIKINI.COM – Tingginya penyalahgunaan narkotika di Sulawesi Tenggara memicu keprihatinan berbagai pihak, termasuk tokoh adat.

Panglima Pasukan Adat Tamalaki Formakom Indonesia, Irfan Konggoasa, menyoroti kondisi tersebut dan menyerukan langkah nyata.

Ia menegaskan pentingnya menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba yang kian mengkhawatirkan di daerah.

Berdasarkan data terbaru, Sultra berada pada posisi rawan dalam statistik penyalahgunaan narkoba nasional.

Menanggapi hal itu, Irfan mengimbau generasi muda agar tidak menyentuh narkotika dalam bentuk apapun.

“Generasi muda adalah masa depan daerah, jangan hancur karena narkoba,” tegas Irfan.

Ia menekankan pemberantasan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum semata.

Peran tokoh adat dan tokoh agama dinilai sangat penting dalam pengawasan serta pembinaan masyarakat.

Pendekatan budaya dan spiritual disebut sebagai benteng kuat menangkal pengaruh negatif lingkungan.

Irfan juga mendorong peningkatan pengawasan terhadap pergaulan pemuda di lingkungan masing-masing.

Selain itu, nilai kearifan lokal perlu dihidupkan kembali sebagai dasar pembentukan karakter generasi muda.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat membangun kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan.

Komunikasi antara lembaga adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah harus diperkuat.

Menurutnya, pemberantasan narkoba merupakan tugas kolektif seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara.

Ia berharap wilayah Konawe dan Mekongga menjadi zona bersih dari peredaran narkotika.

“Ini adalah perjuangan bersama demi masa depan anak cucu kita,” pungkasnya.*

Belum Ada Keterangan Ahli, Polisi Proses Kasus Pembacokan Wakatobi yang Pelaku Diduga ODGJ

KENDARIKINI.COM – Polres Wakatobi memastikan pelaku pembacokan yang diduga ODGJ tetap berlanjut sesuai prosedur.

Kasi Humas Polres Wakatobi Aiptu Asbar mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada pemeriksaan ahli.

“Dari informasi sementara, adanya isu pelaku diduga memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Namun demikian belum ada hasil Pemeriksaan Ahli, sehingga proses tetap berlanjut sesuai prosedur,” jelasnya, Minggu 29 Maret 2026.

Sebelumnya diberitakan seorang warga menjadi korban penganiayaan oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Wakatobi, Jumat (27/3/2026).

Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba dan sempat menggegerkan masyarakat setempat. Korban diketahui bernama La Mandi.

Saksi bernama Sufiana mengungkapkan, kejadian bermula saat dirinya pulang dari kebun menuju rumah. Ia kemudian mendengar teriakan minta tolong dari arah perkampungan.

Sufiana segera menuju lokasi dan mendapat informasi korban telah dibacok menggunakan senjata tajam. Kondisi korban sangat memprihatinkan.

Korban mengalami luka serius pada bagian perut hingga usus keluar, serta luka tebas di lengan kiri. Warga langsung melakukan evakuasi.

Korban sempat dibawa ke RSUD Wakatobi, kemudian dirujuk ke RSUD Palagimata Baubau karena luka parah.

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian. Kapolsek Wangi-Wangi Selatan Iptu Muhammad Darwis turut mengamankan situasi.

Polisi juga mengimbau warga agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri terhadap pelaku. Situasi sempat memanas.

Kasi Humas Polres Wakatobi Aiptu Asbar mengatakan pelaku berhasil diamankan kurang dari empat jam setelah kejadian.

Pelaku kini diamankan di Polres Wakatobi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, korban dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Palagimata Baubau.

Jenazah korban telah dipulangkan ke Wakatobi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Polisi menduga pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Namun motif pasti masih dalam penyelidikan.*

Karimun Tabrak Tiang di Jalan Bandara Haluoleo, Sopir Selamat

KENDARIKINI.COM – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Poros Bandara Haluoleo, Desa Kota Bangun, Minggu (29/3/2026).

Mobil Suzuki Karimun bernomor DT 1720 AD mengalami kecelakaan saat melaju menuju Bandara Haluoleo.

Kendaraan dikemudikan pria berinisial FS dari arah perbatasan Kota Kendari menuju kawasan bandara.

Diduga, mobil melaju dengan kecepatan tinggi sebelum insiden kecelakaan terjadi.

Di tengah perjalanan, pengemudi mendadak mengerem karena kaget melihat kendaraan lain hendak berbelok.

Akibat pengereman mendadak, kendaraan kehilangan kendali hingga oleng di badan jalan.

“Pengemudi mengerem mendadak karena kaget, sehingga kehilangan kendali,” ujar AKP Kevin Ramadhan.

Mobil kemudian menghantam trotoar dan tiang lampu jalan di pinggir jalan.

Benturan keras menyebabkan bagian depan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah.

Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Pengemudi dilaporkan selamat, meski sempat mengalami syok usai kecelakaan.

“Pengemudi tidak mengalami luka dan dalam kondisi selamat,” tambahnya.

Polisi mengimbau pengendara menjaga jarak aman dan mengontrol kecepatan saat berkendara.

Imbauan khusus ditujukan pada jalur padat seperti akses menuju Bandara Haluoleo.*

3,452FansSuka
84,893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
346,777PengikutMengikuti
4,356PengikutMengikuti